The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Mendeskrispsikan tentang bimbingan konseling Islami untuk memahami drama kehidupan remaja. Aspek tumbuhkembang fisik dan jiwa, potensi akal dan kecerdasan serta permasalahan dalam pergaulan remaja, narkoba, seks dan gangguan kesehatan reproduksi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nirwanijumala26, 2021-11-13 00:32:33

BUKU BIMBINGAN KONSELING

Mendeskrispsikan tentang bimbingan konseling Islami untuk memahami drama kehidupan remaja. Aspek tumbuhkembang fisik dan jiwa, potensi akal dan kecerdasan serta permasalahan dalam pergaulan remaja, narkoba, seks dan gangguan kesehatan reproduksi

Bimbingan Konseling Islami

kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari
mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu
mau berhenti”.

Ayat ini memperingatkan kepada kita agar waspada terhadap
usaha setan mengadu domba orang-orang yang beriman sebab
minum khamar dan main judi. Asbabun nuzul ayat di atas
berkenaan dengan peristiwa yang terjadi pada dua suku golongan
Anshar yang senantiasa hidup rukun, tidak ada dendam kesumat.
Pada suatu ketika mereka minum sampai mabuk. Dalam keadaan
terganggunya akal dan pikiran tersebut, mereka saling mengganggu
hingga menimbulkan luka pada muka atau kepala mereka.

Pernah juga terjadi ketika salah seorang dari kalangan mereka
mengadakan jamuan makan dan minum khamar. Setelah mereka
dalam keadaan mabuk, pihak Muhajirin dan Anshar mulai saling
adu mulut. Mereka terpecah, salah satu kelompok menunjukkan
sikap fanatiknya kepada Muhajirin. Kelompok yang fanatik kepada
Anshar mengambil sebatang tulang kepala unta yang mereka
makan lalu dipukulkan kehidung salah seorang Muhajirin.

Ada lagi dua kelompok suku sedang yang sedang mabuk.
Mereka saling bertengkar, lalu saling bertikaman. Sejak saat itu
timbul rasa benci-membenci, meskipun sebelumnya mereka hidup
rukun dan saling cinta-mencintai. Akibatnya hancurlah ukhuwah,
timbul permusuhan dan saling menuduh, dilanjutkan dengan
dendam kesumat dalam hati mereka. Padahal mereka tidak akan
berbuat seperti ini apabila mereka dalam keadaan tidak mabuk.

Betap bodohnya manusia yang tidak mampu memahami
penjelasan Alquran tentang haramnya penggunaan zat dan obat-
obatan terlarang tersebut. Ada andil besar dari setan yang hendak
menjerumuskan manusia kepada kehancuran hidup di dunia dan
akhirat. Permusuhan, persengketaan bahkan hilangnya kasih
sayang di hati dapat timbul akibat perilaku meresahkan dan dampak
kriminal yang ditimbulkan oleh para pengguna narkoba. Betapa

[123]

Bimbingan Konseling Islami

banyak pemakai zat dan obat-obatan terlarang, demi memenuhi
ketergantungannya melakukan tindak kekerasan, pencurian,
perampasan, perampokan, penipuan dll.

Bayangkan bagaimana perilaku seseorang yang sedang
mabuk didalam kehidupan masyarakatnya. Mereka meracau,
mengotori tempat umum, mengotori tempat ibadah dengan
muntahannya, bahkan menghancurkan fasilitas umum. Lebih
memprihatinkan lagi ketika anak-anak yang masih kecil belajar
untuk mengikuti langkah hidup para pecandu tersebut. Bagaimana
pula pendapat anda ketika seorang yang sedang dalam keadaan
kurang sadar memukul atau membunuh istrinya, anaknya, orang
tuanya, saudaranya. Maha Benar Allah yang telah memberikan
petunjuk kepada manusia tentang bahaya zat dan obat-obatan
terlarang tersebut.

Begitu buruknya dampak yang ditimbulkan, maka Alquran
menyentuh hati dengan pernyataan bahwa khamar, minuman keras
atau narkoba dapat menghalang-halangi kita dari mengingat Allah
dan melaksanakan salat. Allah melakukan percakapan dengan
nuansa kasih sayang kepada hambaNya diujung surat Al-
Māidah:91 “…maka tidakkah kamu mau berhenti?”.

Hidup bersama narkoba adalah pilihan bagi orang yang telah
siap meninggalkan Allah. Dalam surat An-Nisā:43, Allah
berfirman:” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
sholat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu
mengerti apa yang kamu ucapkan, …."

Dari segi kesehatan, efek samping narkoba dapat berupa
meningkatnya resiko gangguan jantung, rusak tulang rawan hidung,
meningkatkan resiko penyakit menular, dan hilang keseimbangan
tubuh. Penggunaan zat-zat terlarang dapat menaikkan tekanan
darah dan detak jantung. Akibatnya kerja jantung serta pembuluh
darah semakin berat pula. Kebiasaan menghirup kokain melalui
hidung dapat mengakibatkan kerusakan pada tulang rawan hidung.

[124]

Bimbingan Konseling Islami

Bahkan penyalahgunaan narkoba juga dapat memengaruhi
keseimbangan tubuh, sehingga rentan untuk jatuh dan mengalami
cidera. Selain itu, penggunaan narkoba dengan cara disuntik dapat
berakibat penularan hepatisis C, HIV, dan penyakit infeksi
berbahaya lainnya.

Tidak ada perbedaan narkotika dan psikotropika jika dilihat
dari efek terhadap fisik dan mental. Efek terhadap perilaku yang
ditimbulkan karena penggunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat
Adiktif dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu golongan
depresan (downer), golongan stimulan (upper) dan golongan
halusinogen.

Golongan depresan merupakan jenis narkoba yang
mengurangi aktifitas fungsional tubuh, sehingga membuat
pecandunya menjadi tenang, tertidur bahkan dapat tak sadarkan
diri. Contoh narkoba golongan ini adalah:

1. Opioda seperti morfin , heroin, dan kodein
2. Sedatif (penenang)
3. Hipnotik (obat tidur)
4. Tanquilizer (anti cemas)

Psikotropika dan zat adiktif golongan stimulan mampu
merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan gairah kerja.
Pemakainya menjadi aktif, segar, dan bersemangat. Contohnya
penggunaan ampahetamine, shabu, ecstasy dan cocain. Adapun
golongan halusinogen membuat penggunanya berhalusinasi,
sehingga dapat merubah perasaan, dan pikiran menjadi terganggu,
misalnya penggunaan canabis (ganja).

Seorang pemakai narkoba semakin lama akan membutuhkan
dosis yang lebih tinggi demi dapat merasakan efek yang sama.
Inilah yang membuat pecandu narkoba tidak dapat melepaskan diri.
Zat tertentu dalam narkoba dapat memutus saraf-saraf dalam otak
sehingga pecandunya cenderung bersifat pasif. Apabila pecandu
telah mengalami ketergantungan, maka lambat laun organ dalam

[125]

Bimbingan Konseling Islami

tubuh akan rusak. Penyalahgunaan narkoba dalam jangka waktu
lama dapat mengubah senyawa kimia dalam otak, sehingga
menurunkan fungsi otak. Akibatnya, pecandu mudah lupa, sulit
mengambil keputusan, dan mengalami penurunan kemampuan
dalam belajar dan bekerja.

Penyalahgunaan narkoba juga dapat menyebabkan gangguan
keseimbangan elektrolit, badan kekurangan cairan sehingga terjadi
dehidrasi. Dehidrasi berat menyebabkan tubuh kejang-kejang,
muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada
bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat
menyebabkan kerusakan pada otak. Rasa cemas, gelisah, malu,
merasa kesepian mengakibatkan munculnya sikap cenderung suka
menyendiri dan menjauh dari pergaulan, termasuk dengan orang-
orang terdekat. Tidak sedikit juga yang mengalami stres dan
depresi, bahkan berakibat kepada tindak kriminal demi memenuhi
ketergantungannya.

Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh
pengguna narkoba. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga
bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta
gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, dapat
mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental,
depresi, kecemasan terus-menerus, bahkan kematian. Pemakai zat
dan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru
membuat tubuh terlalu rileks. Kesadaran menjadi berkurang drastis.
Beberapa kasus, menyebabkan pemakai tidur terus menerus dan
tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat
koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan
perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah
hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

Opiat/Opium/Candu
Merupakan golongan narkotika alami yang sering digunakan

dengan cara dihisap (inhalasi). Efek yang ditimbulkan:

[126]

Bimbingan Konseling Islami

1. Rasa kesibukan (rushing sensation)
2. Menimbulkan semangat
3. Merasa waktu berjalan lambat
4. Pusing
5. Kehilangan keseimbangan atau mabuk
6. Merasa rangsangan birahi meningkat (hambatan seksual

hilang)
7. Menimbulkan masalah kulit di sekitar mulut dan hidung.

Morfin
Merupakan zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu

melalui pengolahan secara kimia. Cara pemakaiannya disuntik di
bawah kulit, kedalam otot atau pembuluh darah (intravena). Efek
yang ditimbulkan adalah:

1. Euforia.
2. Mual, muntah, sulit buang hajat besar (konstipasi).
3. Kebingungan (konfusi).
4. Berkeringat.
5. Dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar-debar.
6. Gelisah dan perubahan suasana hati.
7. Mulut kering dan warna muka berubah.

Heroin atau Putaw
Merupakan golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan

atas pengolahan morfin secara kimiawi melalui 4 tahapan sehingga
diperoleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 99%. Zat ini
sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat
daripada morfin. Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau
dihisap. Efek yang ditimbulkan bagi pemakainya:

1. Denyut nadi melambat.
2. Tekanan darah menurun.
3. Otot-otot menjadi lemas/relaks.

[127]

Bimbingan Konseling Islami

4. Diafragma mata/pupil mengecil (pin point).
5. Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri.
6. Membentuk dunia sendiri (dissosial), tidak bersahabat.
7. Penyimpangan perilaku seperti berbohong, menipu,

mencuri, kriminal.
8. Ketergantungan dapat terjadi dalam beberapa hari.
9. Efek samping dapat timbul kesulitan dorongan seksual,

kesulitan membuang hajat besar, jantung berdebar-debar,
kemerahan dan gatal disekitar hidung, timbul gangguan
kebiasaan tidur.

Ganja atau Kanabis
Berasal dari tanaman canabis sativa dan canabis indica.

Tanaman ini mengandung 3 zat utama yaitu tetrahidrokanabinol,
canabinol dan canabidiol. Cara penggunaannya dihisap dengan
cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa
rokok. Efek samping yang terjadi pada pemakainya:

1. Denyut jantung atau nadi lebih cepat.
2. Mulut dan tenggorokan kering.
3. Merasa lebih santai, banyak bicara dan bergembira.
4. Sulit mengingat sesuatu kejadian.
5. Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi, reaksi

yang cepat dan koordinasi.
6. Kadang-kadang menjadi agresif bahkan kekerasan.
7. Bilamana pemakaian dihentikan dapat diikuti dengan sakit

kepala, mual yang berkepanjangan, rasa letih, capek.
8. Gangguan kebiasaan tidur.
9. Sensitif, gelisah, berkeringat.
10. Berfantasi.
11. Selera makan bertambah

[128]

Bimbingan Konseling Islami

LSD atau Lysergic Acid atau Acid, Trips, Tabs
Termasuk sebagai golongan halusinogen (membuat

khayalan) yang biasa diperoleh dalam bentuk kertas berukuran

kotak kecil sebesar ¼ perangko dalam banyak warna dan gambar.

Ada juga yang berbentuk pil atau kapsul. Cara menggunakannya
dengan meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi
setelah 30-60 menit kemudian dan berakhir setelah 8-12 jam. Efek
yang ditimbulkan bagi pemakai:

1. Timbul rasa yang disebut tripping yaitu seperti halusinasi
tempat, warna dan waktu.

2. Biasanya halusinasi ini digabung menjadi satu hingga timbul
obsesi terhadap yang dirasakan dan ingin hanyut didalamnya.

3. Menjadi sangat indah atau bahkan menyeramkan dan lama
kelamaan membuat perasaan khawatir yang berlebihan
(paranoid).

4. Denyut jantung dan tekanan darah meningkat.
5. Diafragma mata melebar dan demam.
6. Disorientasi.
7. Depresi.
8. Pusing.
9. Panik dan rasa takut berlebihan.
10. Flashback (mengingat masa lalu) selama beberapa minggu

atau bulan kemudian.
11. Gangguan persepsi seperti merasa kurus atau kehilangan

berat badan.

Kokain
Mempunyai 2 bentuk yakni bentuk asam (kokain

hidroklorida) dan bentuk basa (free base). Kokain asam berupa
kristal putih, rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut.
Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk
kokain menjadi beberapa bagian di atas permukaan kaca atau benda

[129]

Bimbingan Konseling Islami

datar. Kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot atau
gulungan kertas. Efek bagi pemakainya:

1. Menimbulkan keriangan, kegembiraan berlebihan (ecstasy).
2. Hasutan (agitasi), kegelisahan, kewaspadaan dan dorongan

seks.
3. Penggunaan jangka panjang mengurangi berat badan.
4. Timbul masalah kulit.
5. Kejang-kejang, kesulitan bernafas.
6. Sering mengeluarkan dahak atau lendir.
7. Merokok kokain merusak paru (emfisema).
8. Memperlambat pencernaan dan menutupi selera makan.
9. Paranoid.
10. Seakan ada kutu yang merambat di atas kulit (cocaine bugs).
11. Gangguan penglihatan (snow light).
12. Kebingungan (konfusi).
13. Bicara seperti menelan (slurred speech).

Metamfetamin
Dikenal dengan nama ecstacy. Metamfetamin bekerja lebih

lama dapat mencapai 12 jam dan efek halusinasinya lebih kuat.
Nama lainnya shabu, SS, ice. Cara penggunaan dalam bentuk pil
untuk ditelan. Dalam bentuk kristal dibakar dengan menggunakan
kertas alumunium foil dan asapnya dihisap melalui hidung. Dapat
juga melalui suntikan ke dalam pembuluh darah. Efek yang
ditimbulkan:

1. Jantung terasa sangat berdebar-debar (heart thumps).
2. Suhu badan naik/demam.
3. Tidak bisa tidur.
4. Merasa sangat bergembira (euforia).
5. Menimbulkan hasutan (agitasi).
6. Banyak bicara (talkativeness).
7. Menjadi lebih berani/agresif.

[130]

Bimbingan Konseling Islami

8. Kehilangan nafsu makan.
9. Mulut kering dan merasa haus.
10. Berkeringat.
11. Tekanan darah meningkat.
12. Mual dan merasa sakit.
13. Sakit kepala, pusing, tremor/gemetar.
14. Timbul rasa letih, takut dan depresi dalam beberapa hari.
15. Gigi rapuh, gusi menyusut karena kekurangan kalsium

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bagi pengguna
golongan opioda memiliki resiko dua kali lipat lebih besar untuk
melakukan tindakan konyol berupa bunuh diri. Dampak narkoba
yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-
obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan
overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa
menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat
menimbulkan kematian. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika
sampai kecanduan, nyawa menjadi taruhannya.

Kecanduan Narkoba
Kecanduan adalah kebiasaan untuk melakukan suatu

tindakan, atau lebih tepatnya kebiasaan untuk mengkonsumsi
sesuatu yang dapat dikonsumsi oleh tubuh, sehingga saat kadar dan
ukuran yang diterima tubuh berkurang, maka tubuh akan
mengalami reaksi membahayakan. Kecanduan dapat diiringi
berbagai penyakit dan reaksi negatif yang bukan hanya dirasakan
oleh si pecandu, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Kecanduan narkoba menghancurkan kesehatan, kehidupan
sosial dan kehidupan rumah tangga. Kecanduan narkoba
memberikan beban pada masyarakat karena melahirkan banyak
masalah, terutama yang berhubungan dengan tindak kriminal dan
masalah ekonomi. Suatu komunitas yang terjerat narkoba, dalam

[131]

Bimbingan Konseling Islami

waktu sekejap dapat menghancurkan seluruh komponen penyangga
kehidupan dalam komunitas tersebut. Sesungguhnya tidak ada
ketenangan, kebahagiaan, kepuasaan dan kedamaian dalam
narkoba. Kesenangan yang muncul hanya sebentar sebagai efek
dari terwujudnya keinginan nafsu.

Narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan
tubuh. Zat dan obat-obatan tersebut memiliki resiko sangat buruk
bagi kualitas hidup. Namun demikian, pemakaian zat-zat
psikotropika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai
dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian.
Meskipun tetap memberikan efek terhadap tubuh dan jiwa tetapi
tidak sefatal penyalahgunaannya. Bukankah didalam Alquran telah
dijelaskan bahwa pada khamar terdapat sedikit manfaat, tetapi
bahayanya jauh lebih besar (Al-Baqarah: 219). Maka jauhilah, jika
sudah terjerat di dalamnya “…maka tidakkah kamu mau berhenti?”
(Al Māidah:91).

Waktu yang tersia-siakan dan kualitas hidup yang terganggu
tidak dapat ditebus dengan mudah. Relasi keluarga menjadi kacau,
susah berkonsentrasi saat belajar atau bekerja, masalah keuangan,
harus berurusan dengan pihak kepolisian ketika terbukti melanggar
hukum, kesehatan menurun, dan yang paling buruk adalah
menyebabkan kematian secara suul khatimah. Perlu diingat dengan
baik, narkoba adalah muara tempat berkumpulnya mereka yang
telah menikmati petualangan gangguan akal, pikiran dan perilaku.
Masih ada peluang berenang ketepian dan naik kembali ke darat,
taubat dan meninggalkan narkoba. Namun lihatlah berapa banyak
mereka yang akhirnya hanyut ke samudera lepas, terjerumus abadi
dan tidak sempat menyelamatkan diri? Tidak cukupkah kehancuran
dan malapetaka yang disebabkan narkoba meng-insafkan makhluk-
makhluk yang berakal?

Jauh sebelum hanyut ke muara, tenggelam dalam sakaw,
hulunya narkoba adalah rokok. Rokok adalah pintu gerbang

[132]

Bimbingan Konseling Islami

narkoba, sehingga pemerintah memberikan peringatan keras pada
bungkus-bungkus rokok yang beredar diseluruh kalangan rakyat.
Peringatan keras yang mengidentifikasikan akan terjadinya
kerusakan generasi yang sangat parah, mulai dari rusaknya kualitas
benih, mengganggu kehamilan dan janin sampai dengan penyakit
kanker dan kematian. Sepatutnya peringatan tersebut kita
perhatikan dengan baik, meskipun yang melegalkan beredarnya
rokok secara bebas dan tak terbatas di negeri ini adalah pemerintah
juga.

Kita yang dikaruniakan Allah akal dan pikiran yang sehat
tentunya tahu siapa yang paling bodoh dan tidak berakal dalam hal
ini. Tapi layakkah kita ikut menjadi bodoh, sedangkan yang kita
inginkan adalah kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat?
Kebahagiaan hidup di dunia dapat diwujudkan dengan lahirnya
peradaban berperikemanusiaan, yaitu ketika setiap manusia mampu
menjaga diri, orang lain, kualitas dirinya dan generasinya dengan
penuh tanggung jawab. Kebahagiaan dunia identik dengan
peradaban yang dikelola oleh sumber daya manusia berkualitas.

Bagaimanakah indikator sumber daya manusia berkualitas
tersebut? Sangat sederhana, mereka adalah manusia yang mampu
menginternalisasikan nilai-nilai kebaikan dalam hidupnya, mereka
jujur, cerdas, amanah dan saling menyampaikan petunjuk dalam
jalan kebaikan. Mereka mampu mendayagunakan akal, melahirkan
ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan segala permasalahan yang
dihadapi makhluk hidup di muka bumi. Adapun kebahagiaan
akhirat dapat diwujudkan dengan patuh dan taat pada hukum dan
ajaran agama Islam. Taat dan patuh bermakna melakukan yang
disuruh dan meninggalkan yang dilarang. Diantara hal yang
dilarang adalah “katakan tidak pada khamar, narkotika,
psikotropika dan zat adiktif”.

Sementara itu, bagi sudah terlanjur mengonsumsi atau
menjadi pecandu narkoba sangat perlu dilakukan pemulihan

[133]

Bimbingan Konseling Islami

dengan upaya kuratif dan rehabilitasi. Adapun tahap-tahap yang
umumnya dilakukan adalah pemeriksaan, detoksifikasi, stabilisasi
dan dukungan orang sekitar. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter
dan psikiater untuk melihat seberapa besar seseorang sudah
kecanduan narkoba. Perlu juga pemeriksaan untuk mengetahui efek
samping yang sudah dialami, atau dampak depresi yang
ditimbulkan. Penanganan terhadap hasil pemeriksaan tersebut
dilakukan untuk menghilangkan efek yang sudah ditimbulkan.

Detoksifikasi merupakan upaya pembersihan racun akibat
penggunaan narkoba. Detoksifikasi dilakukan dengan cara
menghentikan penggunaannya, meskipun kemungkinan pecandu
akan mengalami gejala-gejala yang ditimbulkan akibat
pemberhentian tersebut. Pecandu harus bertahan dalam keadaan
tidak ada asupan zat atau obat terlarang. Dokter akan membantu
memberikan obat untuk mengurangi masalah atau rasa tidak
nyaman yang ditimbulkan oleh efek pemberhentian tersebut.
Selain itu pecandu juga sangat memerlukan cairan dan makanan
yang cukup untuk membantu memulihkan kondisi tubuh.

Stabilisasi merupakan cara ketiga yang dilakukan setelah 2
tahap sebelumnya sudah dilewati. Dokter mungkin akan mem-
berikan resep obat untuk pengobatan jangka panjang. Pemulihan
juga mencakup menyiapkan rencana-rencana kehidupan jangka
panjang, dalam rangka memulihkan kestabilan mental pecandu.
Tidak kalah penting, adanya dukungan orang sekitar. Komunikasi
yang baik dengan orang dekat dapat membantu dalam meng-
alihkan keinginan untuk kembali terjerumus dalam penggunaan
narkoba.

Alternatif Terapi Bagi Pecandu Narkoba
Ketika seseorang terjerumus dalam narkoba, maka jeratan

kuat sedatif membuatnya seakan terbelenggu besi baja, susah untuk
melepaskannya. Diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dari
segenap kalangan mulai dari pengambil kebijakan, orang tua,

[134]

Bimbingan Konseling Islami

keluarga, dan masyarakat. Tindakan kuratif untuk mencegah
generasi muda berada didalam jerat narkoba sangat dibutuhkan.

Semuanya bermula dari pendidikan, maka pendidikan dalam
Islam dimulai dari memilih jodoh. Bahkan sebelum memilih jodoh,
pendidikan sudah dimulai yaitu dengan cara mendidik diri menjadi
pribadi yang dekat dengan tuntunan syariat. Namun, apapun yang
terjadi dari konsekuensi jodoh ini, yang harus tetap dipegang adalah
jadikan syariat sebagai jalan keluar dari segala masalah yang
dihadapi kelak. Banyak remaja yang rusak karena memang terlahir
dari lingkungan keluarga yang rusak. Demikian juga halnya dengan
narkoba, remaja dapat saja terkontaminasi narkoba dimulai dari
keluarganya sendiri, baik orang tuanya, maupun keluarganya yang
lainnya. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya pintu gerbang
narkoba adalah rokok. Berapa banyak anak, remaja yang
terjerumus menjadi pecandu rokok justru belajar dari orang tua atau
keluarganya sendiri.

Menanamkan pendidikan agama dari sejak dini, bahkan
semenjak anak masih dalam kandungan adalah hal penting yang
diperhatikan setelah upaya memilih jodoh yang baik dilakukan.
Andaikan tidak bertemu dengan jodoh yang baik, upaya
menanamkan pendidikan agama sedini mungkin tetap harus
menjadi prioritas. Kedua orang tua berusaha mendidik anak yang
masih dalam kandungan, dengan menyempurnakan ibadah,
memperbanyak bersedekah, membaca Alquran, berpuasa, dan
berdoa kepada Allah dengan tulus agar anak yang akan lahir nanti
diberikan bentuk fisik yang sempurna, jiwa yang sempurna dan
menjadi anak yang saleh.

Hal ini menjadi keniscayaan, ketika masa kini adalah masa
yang identik dengan kebebasan, hidup di dunia maya lebih
diutamakan. Masa kehamilan dilalui begitu saja, interaksi kedua
orang tua hambar tanpa pendidikan bagi calon bayi. Ayah melalui
hari-harinya sebagaimana kehidupan yang disenanginya di waktu

[135]

Bimbingan Konseling Islami

muda. Ibu menjalani saja hidupnya sampai sang bayi lahir. Tidak
ada yang memperhatikan kebutuhan tumbuh kembang sang bayi
pada masa intrauteri. Betapa menyedihkan nasibmu Nak!

Pendidikan di lingkungan keluarga tidak terjadi sebagaimana
mestinya. Seharusnya didalam keluargalah tempat pertama anak
belajar menjadi baik, sehingga sampai pada usia remaja. Orang tua
yang memiliki peran utama dalam mendidik, mengajar,
membimbing, membina, dan membentuk anak-anaknya kadang-
kala tidak mau atau tidak mampu berbuat banyak. Lepasnya tali
pendidikan informal ini menyebabkan terbukanya peluang bagi
anak untuk meniti jalan yang salah, sampai terjerumus ke dalam
penyalahgunaan narkoba. Pendidikan keluarga yang dipenuhi
dengan ambisi keduniaan, kurang porsi pendidikan agama adalah
pendidikan informal yang keliru.

Disisi lain, sangat disayangkan apabila masih ada pandangan
keluarga muslim yang memarjinalkan pendidikan agama di
sekolah. Sekolah dianggap sebagai tempat belajar untuk menjadi
pintar, berprestasi dan akhirnya berkarir. Dunia yang dituju, maka
cita rasa dunia yang dirasa indah akan mudah diperoleh dengan
segala upaya gigih.

Saat ini, pendidikan di negeri kita menganggap literasi dan
numerasi sebagai sesuatu yang sangat esensial dalam pencapaian
kompetensi minimal. Keberhasilan pendidikan juga dipengaruhi
oleh karakter dan lingkungan belajar. Namun berlandaskan tujuan
penciptaan manusia, sebagaimana diuraikan di atas, sesungguhnya
pendidikan agama adalah pencapaian kompetensi maksimal.

Sementara itu, apabila pendidikan agama tidak dijadikan
tolak ukur kompetensi, cukup sebagai pelengkap saja. Bersiaplah
menanti tumbuhnya generasi yang hidup dalam kesempurnaan
dunia, bangga dengan penemuan-penemuan ilmiahnya. Jauh dari
agama, jauh dari Alquran adalah sebuah kebodohan yang
menggugurkan fungsi potensi. Pendidikan agama tidak akan pernah

[136]

Bimbingan Konseling Islami

membuat seseorang bodoh, justru agama akan mampu mencetak
sumber daya manusia yang beriman, berilmu, berbudi pekerti luhur,
berwawasan luas, serta memiliki skill yang memadai. Jangan takut
belajar agama, karena kita pasti tidak akan kehilangan dunia.
Sebaliknya jika kita meninggalkan belajar agama, maka mungkin
saja akan memperoleh dunia dengan segala kehebatan dan
kegemilangannya, tetapi bersiaplah untuk ditinggalkan oleh
kedamaian, ketentraman, ketenangan dan kebahagiaan.

Disisi lain, pendidikan tidak berfungsi dengan baik apabila
masyarakat tidak menjadi pagarnya. Masyarakat yang merupakan
sebuah lingkungan yang luas, tempat interaksi terjadi secara terus
menerus dalam waktu lama, kadangkala juga menjadi sebab
hilangnya remaja kedalam pangkuan narkoba. Menghidupkan
pendidikan agama di lingkungan masyarakat sangat berpengaruh
dalam proses terbentuknya citra diri para remaja. Sangat penting
dipertimbangkan oleh tokoh-tokoh masyarakat untuk
menyelamatkan remaja melalui pendidikan di madarasah diniyah,
pengajian non-formal, majelis taklim, bimbingan, penyuluhan
masyarakat, dan lain sebagainya.

Apabila khamar dan narkoba telah menjadi penyakit di dalam
lingkungan masyarakat, jangan pula kita berputus asa. Islam
memberikan jalan agar terapi rehabilitasi narkoba tersebut
dilakukan secara tepat. Dalam Alquran, surat Al-Baqarah: 219
disebutkan khamar bersanding dengan judi. Khamar dan judi
merupakan dua perilaku sosial yang pernah sangat masyhur dan
menyimpang pada masa Arab jahiliyah. Hal ini berarti perlu
kewaspadaan dari seluruh lapisan masyarakat bahwa pada tempat
berkumpulnya para penjudi, mungkin saja khamar pun ada disana,
demikian juga sebaliknya. Khamar atau narkoba dan judi terdapat
bahaya dan manfaat bagi manusia, tapi bahayanya lebih besar
daripada manfaatnya. Bahaya yang dimaksud adalah hilangnya

[137]

Bimbingan Konseling Islami

keseimbangan, gangguan kesehatan, penipuan, kebohongan,
perolehan harta tanpa hak, dan menumbuhkan benih permusuhan.

Saat ini kita sering mendapatkan informasi melalui media
bahwa tindak kriminal seperti pencurian, perampokan, pem-
bunuhan, pemerkosaan, dan hal anarkis lainnya yang dilakukan
oleh para pecandu narkoba. Bahkah pada tingkat tertentu, pecandu
narkoba bisa mengalami psikosis/ skizofrenia, yaitu gangguan
mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi,
halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku.

Kehancuran yang parah karena narkoba terjadi pada jiwa,
maka tindakan yang paling tepat dilakukan adalah pengobatan bagi
jiwa itu sendiri. Oleh karena itu, penanganan bagi pecandu narkoba
tidak hanya dilakukan secara kuratif, bahkan dilanjutkan dengan
serangkaian tindakan rehabilitatif. Tindakan yang pertama,
dilakukan oleh pecandu narkoba itu sendiri yaitu berniat dengan
sungguh-sungguh untuk melepaskan diri dari jerat narkoba.
Kebaikan apapun yang akan dilakukan harus diawali dengan niat
yang kuat dan ikhlas. Inilah jalan yang akan memudahkan seorang
pecandu narkoba mampu melewati serangkaian kegiatan lainnya
menuju tujuan bebas dari cengkraman narkoba.

Niat diiringi dengan langkah awal, InsyaAllah menjadi kunci
keberhasilan terapi pemulihan dari kecanduan narkoba. Langkah
tersebut adalah hijrah dari dunia narkoba dengan tekad taubat yang
sebenar-benarnya. Pada tahap ini sang pecandu dibimbing kepada
kesadaran untuk tidak mengulangi perbuatan menzalimi diri sendiri
dengan narkoba dan segala efeknya. Kebutuhan untuk nyaman,
sehat dan damai lepas dari narkoba menjadi motivasi terjadinya
perubahan tingkah laku.

Tidak dapat dipungkiri, dalam kondisi ini dukungan orang-
orang terdekat, konselor, tokoh-tokoh agama, masyarakat atau
siapapun yang dapat berkontribusi sangat dibutuhkan. Kesalahan
umum yang kita lakukan selama ini adalah mengganggap pecandu

[138]

Bimbingan Konseling Islami

narkoba sebagai musuh masyarakat yang harus dinistakan dan
dibenci. Setidaknya, tugas kita semua berdoalah kepada Allah agar
diberikan hidayah baginya untuk berniat taubat.

Niat dan motivasi hijrah untuk meninggalkan narkoba
diumpamakan sebagai pendaftaran terapi. Langkah berikutnya
adalah bersuci yaitu dengan mandi dan berwudhu. Bersuci dengan
cara mandi atau dimandikan adalah langkah kedua setelah berhasil
tumbuhnya niat dan motivasi hijrah bagi korban penyalahgunaan
narkoba. Mandi merupakan atau istilah populernya adalah
hidroterapi, bertujuan untuk membersihkan dan menghilangkan
godaan setan, serta menguatkan dan memantapkan pendirian
seseorang. Allah Swt berfirman dalam surat Al-Anfāl:11:
“(ingatlah) ketika Allah menjadikan kamu mengantuk untuk
memberikan ketentraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air
(hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan
hujan itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari
dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak
kakimu (pendirianmu)”.

Kegiatan mandi taubat bagi pecandu narkoba dilakukan pada
salah satu pesantren tempat rehabilitasi pecandu narkoba di
Tasikmalaya, Jawa Barat. Pesantren Suryalaya melakukan terapi
bagi pecandu narkoba dengan cara mandi taubat pada jam 02.00
dinihari. Manfaat yang terjadi pada pasien pecandu narkoba setelah
melakukan metode terapi mandi taubat yaitu membuat pikiran lebih
fokus, perasaan lebih tenang, badan lebih segar dan adanya rasa
penyesalan sehingga pasien tidak ingin mengulangi kembali
kesalahan dimasa lalu.

Proses terapi mandi juga dilakukan oleh para santri pecandu
narkotika di pondok pesantren al-Qodir Cangkringan Sleman
Yogyakarta. Kegiatan mandi dilakukan melalui beberapa tahapan.
Pertama tahap persiapan yaitu terapis menyiapkan sarana,
membangunkan para santri pecandu narkotika, dan membaca do’a

[139]

Bimbingan Konseling Islami

masuk kamar mandi. Tahap kedua pelaksanaan yaitu niat mandi,
berwudhu, menyiramkan air ke seluruh tubuh. Tahap ketiga
penutupan yaitu membaca do’a keluar kamar mandi, dan pemberian
sugesti oleh terapis.

Pesantren At-Tauhid Semarang, menyembuhkan pecandu
narkoba dengan metode “psiko-religius”. Metode ini meng-
gabungkan pendekatan sosial dan keagamaan. Diantara muatan
terapi adalah edukasi, mandi malam, elektromagnetik, manaqib dan
hikmah. Kegiatan mandi pada dasarnya bertujuan untuk
menurunkan suhu tubuh, agar otak siap menerima suplai darah.
Penurunan suhu otak akan menyebabkan berkurangnya kerusakan
pada jaringan otak yang merupakan pusat dari susunan syaraf.
Narkoba yang telah sekian lama bekerja mempengaruhi kerja
susunan saraf pusat di otak, diturunkan pengaruhnya dengan
memperbaiki suplai darah ke otak.

Membasuh, menyiram atau memasukkan anggota tubuh ke
dalam air, memiliki dampak bagi tubuh yaitu mengembalikan tubuh
yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan pada saraf dan
otot, menormalkan detak jantung dan mengurangi kecemasan.
Dengan mandi dan berwudhu mungkin saja pecandu narkoba akan
merasakan sakit diseluruh tubuhnya. Sebagaimana lazimnya kita
ketahui, para pecandu narkoba jarang mandi, merasa takut bahkan
anti terhadap air, sehingga rasa sakit saat mandi terjadi karena
tubuh bereaksi dalam proses mengeluarkan racun.

Mandi dan wudlu akan membersihkan sekaligus mensucikan
jiwa dan raga, sehingga seorang hamba yang bertaubat siap untuk
menghadap Allah Yang Maha Suci. Dr. Majidah Amir, salah
seorang guru besar di Ain Syamsy University menganggap bahwa
salah satu manfaat berwudhu adalah mengembalikan ke-
seimbangan tubuh seorang muslim atau muslimah dan
memperbaiki keadaan sel-sel kulit setelah dosa dan kesalahan yang
pernah dilakukannya. Makna simbolik dari wudhu itu sendiri
adalah:

[140]

Bimbingan Konseling Islami

1. Mencuci muka, berarti mensucikan bagian tubuh yang
mengekspresikan jiwa.

2. Mencuci lengan, berarti mensucikan perbuatan.
3. Membasuh kepala, berarti mensucikan otak yang

mengendalikan seluruh aktivitas tubuh.
4. Membasuh kaki, berarti mensucikan setiap langkah

perbuatan dalam hidup.

Makna ini serangkai dengan doa yang dipanjatkan kepada
Allah setelah berwudhu, “Ya Allah jadikanlah aku termasuk
golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku
termasuk golongan orang-orang yang mensucikan diri.”

Terapi dilanjutkan dengan memperbaiki kondisi akal dan
jiwa yang telah rusak yaitu melalui kesibukan ibadah dan
mendekatkan diri kepada Allah. Kesibukan ibadah dan
mendekatkan diri kepada Allah adalah inti terapi bagi pecandu
narkoba. Kegiatan ini terus menerus dilakukan bersama dengan
upaya membersihkan racun-racun dalam tubuhnya dengan obat
yang telah Allah sediakan di alam semesta ini seperti menggunakan
rempah, rimpang dan madu.

Kesibukan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah diisi
dengan shalat, zikir, puasa, belajar agama, menghadiri pengajian,
dan menjalankan syariat Islam yang lainnya. Shalat adalah aktivitas
yang menyehatkan dan merupakan terapi kebugaran tubuh. Ketika
melaksanakan shalat, seorang muslim meng-gerakkan urat-urat
badannya, persendiannya, tulangnya, dan pembuluh darahnya.
Sejak dari gerakan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua
tangan, sampai salam dengan menolehkan kepala ke arah kanan dan
ke kiri. Menurut Alquran, shalat mampu mencegah dari perbuatan
keji dan munkar serta dapat menenteramkan jiwa. Shalat yang
ikhlas mengandung doa dan zikir terbaik.

Surat Ṭaha: 20, Allah berfirman,” Sesungguhnya Aku ini
adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku

[141]

Bimbingan Konseling Islami

dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. Shalat tahajud yang
dilakukan dipenghujung malam yang sunyi akan mendatangkan
ketenangan apabila dilakukan dengan ikhlas. Shalat tahajud
mengandung aspek meditasi dan relaksasi sehingga menjadi pereda
stres. Tanpa stres ketahanan tubuh meningkat secara natural, dan
dapat merangsang pertumbuhan sel secara normal. Namun apabila
dilakukan dengan terpaksa dan tidak ikhlas maka akan
menimbulkan kekecewaan, kecemasan, persepsi negatif, dan stres.

Pecandu narkoba yang telah mampu melakukan shalat,
tahajud dan shalat-shalat lainnya dengan baik, ikhlas, dan
istiqamah, InsyaAllah perlahan-lahan akan mampu membebaskan
diri dari jerat narkoba. Manfaat luar biasa akan dihasilkan karena
aktivitas shalat, bagi kesehatan lahir batin. Salah seorang saintis
Islam-modern Ahmad bin Salim Badwailan dalam bukunya At-
Tadawi bi Shalah mengatakan bahwa, “shalat merupakan faktor
penguat tubuh, penenang urat syaraf, dan menjadikan orang yang
melaksanakannya mampu mengendalikan keadaan dan meng-
hadapi kesulitan dengan sikap realistis dan tenang”. Shalat
membantu tercapainya suatu tujuan, karena kemampuannya dalam
bersabar dan karena keteguhannya.

Terapi kesibukan ibadah dan mendekat kepada Allah
berikutnya adalah melalui puasa. Secara etimologi, puasa berarti
menahan diri dari segala hal yang membatalkan seperti makan,
minum, jima’, dan berbagai bentuk kemaksiatan. Dalam hal ini,
pecandu narkoba dilatih untuk menahan dan mengendalikan diri
dari keinginan nafsunya yang menggebu-gebu untuk kembali
mengonsumsi narkoba.

Siapapun yang berpuasa akan sehat. Rasulullah pernah
bersabda, “Berpuasalah kalian, maka kalian akan sehat.” Puasa
memiliki andil yang sangat besar dalam menuntaskan masalah
kecanduan ini serta meringankan dampak negatif yang muncul
akibat narkoba. Puasa disyariatkan untuk mematahkan syahwat dan

[142]

Bimbingan Konseling Islami

nafsu, serta memutus jalan untuk menjadi budak dan hamba bagi
sesuatu. Puasa bertujuan untuk menetralkan racun-racun yang
menyebar didalam tubuh. Puasa juga melatih pecandu agar bersabar
dan melawan keinginan kuatnya untuk kembali mengonsumsi
narkoba. Puasa merupakan salah satu bentuk ibadah yang intinya
adalah pengendalian diri terutama dari hawa nafsu terhadap
berbagai godaan, baik godaan yang berasal dari dalam dirinya
sendiri maupun godaan dari luar dirinya.

Puasa menghadirkan rasa takut pada Allah, takut kembali
melakukan tindakan bodoh dan dosa. Puasa melatih kalbu untuk
sabar menahan perihnya lapar dan sabar menahan godaan
kesenangan terhadap narkoba. Puasa merangsang seretonine
sebagai penenang alami yang dikeluarkan oleh otak. Penenang
alami yang dikelompokkan kepada kelompok androvine dan
kelompok encapaline memiliki fungsi istimewa dalam
menenangkan dan menentramkan berbagai jenis rasa sakit dengan
kadar sepuluh kali lipat lebih baik daripada obat-obat penenang
buatan. Efek yang ditimbulkan bagi orang yang berpuasa adalah
ketenangan jiwa dan pikiran stabil. Puasa dapat membantu pecandu
merubah pandangan hidup, pola pikir dan watak mereka. Puasa
dapat membantu tubuh mengatur kinerja saraf yang ditugaskan
mengorganisir kebutuhan-kebutuhan biologis manusia yang cukup
beragam.

Puasa menjadikan seseorang dapat membedakan antara
kesenangan dengan ketenangan. Kesenangan berasal dari nafsu dan
ketenangan berasal dari kalbu. Hidup bahagia bukanlah hidup
dengan kesenangan tetapi hidup dengan ketenangan. Oleh karena
itu puasa merupakan amalan yang harus dilakukan oleh korban
penyalahgunaan narkoba dalam rangka menghilangkan racun dan
menetralkan racun-racun yang terlanjur masuk ke dalam tubuh.
Adapun kadar waktu amalan puasa bagi para pecandu narkoba,

[143]

Bimbingan Konseling Islami

biasanya disesuaikan dengan tingkat ketergantungan korban pada
narkoba.

Pecandu narkoba butuh ketenangan bukan sekedar dengan
dilelapkan dalam tidur. Mereka harus memperbaiki kondisi kalbu
agar memperoleh ketenangan yang sempurna. Mengingat Allah
dengan perantaraan zikir adalah salah satu solusinya. Zikir adalah
nutrisi rohani, makanan jiwa, kebutuhan kalbu, karena zikir
menghubungkan hamba dan Tuhan-Nya. Efek dari hubungan yang
dekat dengan Allah adalah hadirnya perasaan lebih tenang, lapang
dan setan makin sulit mendekat, apalagi menjerumuskannya. Allah
berfirman dalam Surat Ar-Ra’d: 28, Ingatlah, hanya dengan
mengingati Allahlah hati menjadi tentram. Dalam surat Ṭaha: 124,
“Barangsiapa yang berpaling dari mengingat-Ku, maka baginya
kehidupan yang sempit”.

Zikir yang ikhlas akan mendatangkan rasa senang, optimis,
dan persepsi positif. Zikir dengan kalimat Laa ilaaha illallaah dan
astaghfirullaah memiliki rahasia tersendiri. Kedua kalimat zikir ini
mengandung huruf jahr yang lebih banyak dibanding huruf jahr
pada kalimat zikir yang lain. Kata laa ilaaha illallaah mengandung
tujuh huruf jahr. Kata astaghfirullaah mengandung empat huruf
jahr. Kata subhaanallaah, allaahu akbar dan alhamdulillaah
mengandung tiga huruf kategori jahr.

Seseorang yang menderita keluhan seperti nyeri, ketegangan
otot dan jenis nyeri lainnya, maka secara ilmiah rasa nyeri akan
berkurang dengan zikir tersebut. Huruf-huruf jahr yang dilafalkan
secara tepat dapat mengeluarkan karbondioksida jauh lebih banyak
dibanding jenis huruf lain dari sisi pelafalan. Dalam hadis yang
diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah Saw bersabda,
bahwa “Zikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallaah.”

Adapun bacaan istighfar secara khusus, selain berdampak
positif bagi raga seseorang, juga bisa berdampak positif bagi
jiwanya. Seseorang yang membaca kalimat istighfar akan

[144]

Bimbingan Konseling Islami

merasakan kedahsyatan tekad dan semangat yang timbul dalam
dirinya. Allah Swt berfirman, “Dan hai kaumku, mohonlah ampun
kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia
menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan
menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu
berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Hūd: 52)

Pengobatan dengan zikir, yang mampu menghadirkan
ketenangan dan kestabilan emosi serta mengurangi dampak nyeri
lebih baik daripada memperbanyak kadar jumlah zat kimia dalam
obat yang harus diresepkan oleh dokter. Bagaimanapun juga zat-zat
kimia dalam obat akan menjadi suatu racun yang mengganggu
fungsi hati dan ginjal. Terapi zikir memastikan bahwa proses
metabolisme tubuh untuk membuang racun dari zat-zat kimia
menjadi lebih ringan. Selain itu, terapi zikir tidak membutuhkan
biaya.

Pada korban penyalahgunaan narkoba dianjurkan untuk terus
membasahi lisannya dengan berzikir kapan dan dimanapun berada,
agar selalu merasa dekat dan diawasi oleh Allah Swt. Perasaan
inilah yang menghadirkan ketenangan, sehingga terjaga dari
perbuatan keji dan mungkar. Diantara para pecandu ada yang
langsung merasa nyaman sesaat setelah zikir, bahkan ada pula yang
merasa ngantuk, lalu tertidur. Proses relaksasi itu biasanya diawali
dengan mengendurkan otot leher dan dahi, kemudian menguap.
Ada juga korban penyalahgunaan narkoba yang baru merasa
nyaman setengah jam setelah zikir. Perbaikan kondisi mereka
semata-mata oleh proses kimiawi dari pelafalan kalimat-kalimat
zikir itu sendiri. Proses penyembuhan dan peredaan ketegangan
akan semakin efektif jika korban penyalahgunaan narkoba benar-
benar memahami kalimat zikir yang dilafalkan dan menyerahkan
jiwa raganya sepenuhnya kepada Allah Swt.

Membaca Alquran adalah salah satu terapi berikutnya.
Alquran merupakan penawar atau obat, rahmat, sekaligus petunjuk

[145]

Bimbingan Konseling Islami

bagi manusia (al-Baqarah:2, Yunus: 57, Fushilat: 44, al-Isrā`: 82,
dan Luqman: 3). Hal ini menjadi bukti atas keagungan dan
kemukjizatan Alquran. Tidak ditemukan keajaiban ini dalam kitab
suci manapun, kecuali Alquran. Salah satu hadis yang diriwayatkan
oleh Ibnu Majah dari sanad Ali bin Abi Thalib, ra, “Sebaik-baik
obat adalah Alquran.”

Dalam buku “Islam dan Kesehatan Jiwa”, Syeikh
Abdurrahman Al-Isawi menyebutkan bahwa efek positif Alquran
yang membawa pada ketenangan hidup tidak hanya kembali pada
individu saja, melainkan pada kelompok, dan bahkan pada seluruh
umat manusia. Banyak sekali penelitian modern yang sudah
membuktikan kebenaran di atas, salah satunya penelitian di Florida,
Amerika Serikat, sebagaimana yang dikutip oleh Iyus Yosep,
bahwa pernah ada sebuah lembaga yang meneliti tentang
penyembuhan penyakit jiwa melalui daya pengaruh bacaan
Alquran. Sampel terdiri dari orang-orang yang mengerti bahasa
Alquran dan yang tidak mengerti, semuanya non muslim dan
mengalami gangguan jiwa. Ternyata bagi yang mengerti bacaan
ayat Alquran dapat memperoleh kesembuhan secara bertahap.
Adapun sampel yang tidak mengerti bahasa Alquran juga
memperoleh kesembuhan, meskipun tidak secepat sampel yang
mengerti bahasa Alquran.

Daya pengaruh membaca atau mendengarkan Alquran sangat
dahsyat bagi manusia, baik yang normal maupun yang mengalami
gangguan jiwa. Orang-orang yang normal yang mau mengkaji
Alquran dan mengamalkannya dapat berpikir dengan jernih, maka
terjamin baginya kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Dengan berbekal keyakinan mendalam atas kebenaran Alquran dan
keimanan kuat kepada Allah, Zat Yang Maha Kuasa dan yang
menciptakan bumi, langit, dan seisinya, maka penyakit yang
melemahkan jiwa dan raga, InsyaAllah sembuh dengan izinNya.

[146]

Bimbingan Konseling Islami

Kecanduan narkoba adalah salah satu penyakit yang dapat
disembuhkan dengan iman dan Alquran.

Kuatnya iman itu sendiri tergantung pada tingkat
kebersandaran dan berserah diri seorang hamba kepada Allah.
Totalitas berserah diri ini telah terlebih dahulu dilakukan oleh para
Nabi, Rasul, para sahabat dan orang-orang saleh. Nabi Ayyub as
memberikan keteladanan tentang sabar dan berserah diri dalam
menghadapi penyakit. Nabi Ibrahim as juga telah memberikan
keteladanan kepada kita dengan mengatakan, “Dan apabila aku
sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku…”(asy- Syu’ara: 80).

Mencegah Lebih Baik daripada Merehabilitasi
Narkoba sangat merugikan masyarakat dan para pemakai-

nya. Upaya pencegahan harus dilakukan untuk semua kalangan,
termasuk anak-anak. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan,
menurut petunjuk resmi Badan Narkotika Nasional, yaitu:

1. Jangan pernah menggunakan narkoba.
2. Mengetahui berbagai dampak negatif dan bahaya

penggunaan narkoba.
3. Memilih pergaulan yang baik dan menghindari pergaulan

yang dapat menjerumuskan kita pada penyalahgunaan
narkoba/narkoba.
4. Mengikuti kegiatan yang bersifat positif seperti berolahraga
ataupun mengikuti kegiatan organisasi yang memberikan
pengaruh positif.
5. Selalu mengingatkan bahwa pengguna narkoba dan pengedar
narkoba memiliki aturan hukum yang dapat menjerat
pengguna maupun pengedar narkoba.
6. Menjalin hubungan interpersonal yang baik dengan pasangan
maupun dengan anak-anak memberi peluang bagi kita untuk
mengenali gejala awal penyalahgunaan narkoba.

[147]

Bimbingan Konseling Islami

7. Ciptakan hubungan dan komunikasi dengan baik akan
membuat keluarga kita merasa nyaman dan aman, sehingga
tidak tergelincir kepada tempat pelarian yang salah.

8. Penyalahgunaan narkoba umumnya terjadi disebabkan
kurangnya kepedulian keluarga. Maka keluarga diharapkan
memberikan contoh perilaku yang baik dan memberikan
perhatian yang cukup kepada anak dan para remaja.

9. Apabila mempunyai masalah, cari jalan keluar yang baik dan
tepat, jangan jadikan narkoba sebagai jalan pelarian.

10. Diperlukan kesadaran dari konsumen dan pengawasan yang
ketat dari pemerintah dalam peredaran obat dan makanan
yang mengandung atau tergolong narkoba.

[148]

Bimbingan Konseling Islami

PENYIMPANGAN KEHIDUPAN SEKSUAL
MASA REMAJA

Gambar 19. Pesan afirmatif tentang penyimpangan seksual
oleh remaja

Gairah dan Nafsu dalam Percintaan Remaja
Masa remaja adalah masa bergejolaknya dorongan seksual,

oleh karena itu orangtua dan juga para pendidik harus mengajari
tentang ketatnya pengawasan Allah. Remaja mulai jatuh cinta
dengan menganggap bahwa rasa cinta muncul dari saling pandang.
Kuatnya daya khayal dan asmara dalam diri remaja pada masa ini
dapat mendorong mereka melakukan hal-hal yang akan merugikan
hidupnya terutama dalam hal kesehatan reproduksi.

Remaja pada saat ini memandang cinta yang hakiki
merupakan keinginan alami yang ada dalam diri manusia. Mereka
menganggap agama Islam tidak mengharamkan cinta. Cinta
didefinisikan remaja sebagai suatu upaya pelimpahan kasih sayang
dan kebersamaan, saling melengkapi dan memberikan motivasi.
Tanpa disadari mereka telah mendefinisikan cinta sebagai sesuatu
yang haram. Cinta yang mereka pahami adalah kesia-siaan,
membebani beban dan perasaan, menyiksa jiwa dan menyia-
nyiakan waktu. Dalam surat Yusūf: 32, Allah berfirman: "Wanita
itu berkata: "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena tertarik

[149]

Bimbingan Konseling Islami

kepadanya, dan Sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk
menundukkan dirinya kepadaku, akan tetapi dia menolak dan
sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan
kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk
golongan orang-orang yang hina."

Inilah contoh rasa cinta yang membebani jiwa dan raga,
dilandasi dengan nafsu syahwat. Cinta yang dipenuhi godaan,
rayuan dan juga pemaksaan keinginan. Bukanlah sesuatu yang
mengherankan saat ini, ketika kita menyaksikan remaja dan gaya
percintaannya. Anda tentu masih ingat reality show “katakan
cinta”, termehek-mehek”, atau “take me off”. Harga diri, jual diri,
beli cinta, jual cinta melebur menjadi satu gaya hidup yang trend
dan diminati, terutama oleh remaja.

Remaja begitu bangga ketika dapat menikmati puppy love
dan romantic love. Gaya percintaan, puppy love atau cinta monyet
adalah cinta remaja yang sudah mulai tertuju pada satu orang, tetapi
sifatnya belum stabil sehingga kadang-kadang masih ganti-ganti
pasangan. Romantic love adalah cinta remaja yang telah
menemukan sasarannya dan percintaannya sudah stabil dan tidak
jarang berakhir dengan perkawinan. Proses percintaan remaja yang
dikatakan konyol atau penuh romantika terdiri dari tahapan crush,
hero-worshiping dan crazy boy and crazy girl.

Crush ditandai oleh adanya saling membenci antara anak
laki-laki dan perempuan. Penyaluran cinta pada saat ini adalah
memuja orang yang lebih tua dan sejenis. Pada tahapan ini rasa
cinta muncul dalam bentuk jatuh hati dan memuja pahlawan dalam
cerita, novel, sinetron atau film. Pada saat munculnya hero-
worshiping, masih memiliki persamaan dengan crush, yaitu
pemujaan terhadap orang yang lebih tua tetapi yang berlawanan,
kadang yang dikagumi tidak juga dikenal. Pada tahap inilah media
sosial memiliki peran untuk membangkitkan gairah, semangat dan
menumbuhkan benih-benih kekaguman yang diartikan sebagai

[150]

Bimbingan Konseling Islami

cinta. Benih-benih ini jika dipupuk dan dibiarkan tumbuh akan
mengantarkan mereka ke tahap berikutnya, tahap paling berbahaya
dalam kehidupan remaja.

Tahap tersebut adalah crazy boy and crazy girl. Remaja
menyebutnya dengan istilah jatuh cinta, yang dilampiaskan dengan
berbagai upaya berkasih sayang. Jatuh cinta ditujukan kepada
teman-teman sebaya, walaupun tidak menutup kemungkinan cinta
dapat saja berlabuh tanpa terdikotomi usia. Jatuh cinta dapat
menimpa siapa saja, bukankah fakta membuktikan siswa SD bisa
jatuh cinta kepada siswa SMP? Seorang remaja perawan ting-ting
bisa jatuh cinta kepada suami orang? Seorang perjaka brondong
bisa mabuk kepayang dengan istri orang yang sebaya bahkan lebih
tua dari ibunya sendiri. Dunia sebenarnya tidak pernah terbalik,
jatuh cinta memang berada pada jalan yang lurus apabila kaidah
dan nilai agama menjadi pegangan utama dalam kehidupan setiap
orang. Sebaliknya jatuh cinta menjadi sebuah malapetaka yang
berujung nestapa tanpa akhir, ketika didasarkan pada gaya hidup
dan kebiasaan manusia modern yang lepas dari kontrol syariat.

Islam tidak pernah mengajarkan kebebasan tanpa batas.
Ideologi yang diekspor dari luar Islamlah yang mengajarkan
kebebasan adalah Hak Asasi Manusia. Kebebasan dalam Islam
terikat ajaran agama, terikat hukum syariat. Maka fenomena crazy
boy and crazy girl yang diawali dengan saling memberi perhatian
antara anak laki-laki dengan anak perempuan bukanlah sebuah
kebebasan yang dilegitimasi menurut ajaran Islam. Kebebasan
yang berbuah manis dengan rasa yang bergelora versi kehidupan
setan. Sebagian besar remaja saat ini berpendapat bahwa
kedekatan, ikatan yang terjalin dalam hubungan haram tersebut
mampu menumbuhkan semangat hidup, membangkitkan motivasi
berkarya. Kedekatan dan ikatan ini diikrarkan dengan nama
pacaran. Inilah masa tumbuhnya bunga-bunga dalam taman hati,

[151]

Bimbingan Konseling Islami

seakan indah tiada tara. Pada masa ini ucapan-ucapan manis nan
puitis, perilaku-perilaku romantis menghiasi hari-hari penuh arti.

Masa crazy boy and crazy girl adalah masa lupa diri dalam
kehidupan remaja. Akal sehat mereka mengalami sakit, meskipun
mereka tidak sedang menggunakan khamar atau narkoba. Akal,
pikiran dan perilaku mereka diracuni oleh bisikan setan yang
terkutuk, sehingga menggiring mereka kepada pelanggaran ajaran
dan hukum agama. Syariat Islam mengharamkan hubungan dan
kedekatan ini, karena inilah pintu zina. Menikmati masa crazy boy
and crazy girl memiliki banyak konsekuensinya, bahkan
membutuhkan modal-modal besar berikut ini:

1. Gadaikan iman dan buang Tuhan dalam menikmati kelezatan
hidup di dunia.

2. Lawan Rasul dan syariat yang diajarkannya.
3. Lupakan Alquran sebagai sahabat terbaik dalam hidup ini.
4. Jual harga diri semurah-murahnya, karena tubuhmu dapat

dinikmati secara gratis.
5. Hamburkan materi sebanyak-banyaknya demi memuaskan

nafsu dan syahwat.
6. Lupakan waktu yang berhubungan dengan kewajiban-

kewajibanmu.
7. Berkorban jiwa dan raga untuk kebahagiaan belahan jiwa

yang dipanggil kekasih, beb, ayang, pacar dan sebagainya

Pacaran adalah petualangan dengan bekal kebodohan untuk
mampu melewati pintu ikhtilat.1 Hanya dengan menggadaikan
iman dan membuang Tuhan, pintu ini dapat dilewati. Jika iman
masih hidup dalam hati dan jika Allah masih dicintai tidak mungkin
sanggup menembus pintu ikhtilat, karena Allah tidak mengizinkan

1Ikhtilat adalah batas pergaulan antara laki-laki dan perempuan baligh
yang bukan mahram yang diatur dalam syariat Islam.

[152]

Bimbingan Konseling Islami

hambaNya yang beriman untuk mendekat dengan firman-Nya
“jangan mendekati zina”.

Apabila seorang hamba Allah sudah mampu berada dimuka
gerbangnya, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah
melawan Rasul dan risalah yang diajarkannya. Bagaimana
mungkin hanya berdiam diri, pada saat harus menikmati indahnya
bertatapan mata, romantisnya rayuan manis dan sentuhan lembut.
Inilah saatnya bersikap masa bodo dengan kalimat-kalimat nasehat
dari Rasulullah. Zina mata adalah melihat, memandang,
menatapnya, zina tangan menyentuh, mengelus atau merabanya.
Zina kaki mendekati, mendatanginya, zina telinga mendengarkan
rayuannya, zina mulut mengucapkan kalimat romantis untuknya,
zina hati berhalusinasi tentangnya. Zina sesungguhnya adalah
menikmati sensasi dari kemaluannya.

Pada saat dunia telah menjadi milik berdua, Alquran take off
meninggalkan dua insan yang telah mengeras urat kemaluannya
karena terlanjur putus urat malu dihatinya. Berapakah nilai diri
pada saat ini? Murah sekali harganya yaitu gratis untuk dinikmati.
Demikian juga dalam hal materi, anda memberi sebungkus coklat
dan hadiah terindah dalam kado mewah untuk sang pacar, bermesra
dibawah naungan pelangi, menikmati valentine day, menikmati
anniversary pacaran. Pada saat yang sama sang ibu membutuhkan
setablet obat untuk meredakan sakitnya. Pentingkan ibu pada saat
itu? Tidak, karena saat itu dunia tidak untuk dinikmati bersama ibu,
pada saat itu air susu ibu sudah kering tidak ada lagi rasa dan
kemesraan menghisap puting susunya. Demi kebahagiaan buah
hati titipan iblis, harta dalam bentuk apapun tak ada nilainya. Setan
terus membisikkan cara untuk memberikan kebahagiaan jiwa dan
raga. Menjemputnya, menemaninya, mengantarkannya,
memberikan segala yang terindah untuknya. Ironisnya lagi, masa
gila ini mampu membuai para pecinta terkesima dengan segala
yang ada.

[153]

Bimbingan Konseling Islami

Sebagian ada yang berpendapat telah menghasilkan karya
besar berkat dukungan dan semangat dari sang pacar, “dialah
pemantik semangat mencapai cita, dialah pendamping setia yang
menginspirasi, dialah teman curhat yang menyenangkan, dialah
orang yang paling mengerti saya, dialah belahan jiwa, dialah masa
depan cinta saya, bersamanya dunia ini penuh warna, dia
melengkapi kesempurnaan saya, dialah yang mampu mengajarkan
dan memberi saya kasih sayang, bersama dia saya bahagia, dunia
sepi tanpa senyumnya, saya tidak bisa memejamkan mata sebelum
mendengar suaranya, dll.” Walaupun nasib dapat saja berkata lain,
“cinto di awak kawin diurang”. Segala kenangan berlalu, bagai
debu diterbangkan angin. Masih beruntung apabila tidak depresi,
karena kenyataannya tidak terhitung remaja bunuh diri karena
gagal dalam bercinta.

Sebenarnya, ada konsekuensi berharga dari keberanian
menginvestasikan modal-modal besar demi merajut tali kasih tanpa
ikatan syar’i, diantaranya:

1. Dapat bergaul dekat dengan Iblis, berteman akrab dengannya,
karena makhluk inilah yang mampu membisiki, mampu
membimbing hati menikmati jalan dosa yang keji.

2. Menikmati hidup bergelimang hedonisme, yang penting
senang, menikmati, penuh gairah dan warna. Peduli apa
dengan penghuni bumi yang lain? Dunia milik kita saja yang
lain numpang dan ngontrak.

3. Berpetualang dalam rimba hati, menikmati indahnya taman
bunga yang tumbuh diantara harga diri yang tergadai. Dapat
menikmati sentuhan-sentuhan lembut, menikmati tatapan
indah, menikmati belaian dan rayuan romantis, menikmati
ciuman, dekapan dan segala kemesraan, gratis lunas dibayar
dengan harga diri.

4. Terbebas dari aturan agama yang membimbing anda ke jalan
lurus. Bebas hidup seperti burung lepas, mau hinggap

[154]

Bimbingan Konseling Islami

dimana? Buat sarang dimana? Bertelur dimana? Terbang
kemana? Adakah kitab suci yang membuat hukum untuk
kehidupan burung?
5. Memberi ruang bagi jiwa untuk menderita, tersakiti karena
cemburu, curiga dan galau. Terikat hubungan nikah saja
masih ada peluang diselingkuhi, dikhianati dan bercerai,
apalagi hanya terikat hubungan janji manis. Betapa besarnya
kebodohan bagi orang-orang yang mempersiapkan jiwanya
untuk disakiti cemburu, curiga dan galau.
6. Merasa bersalah ketika menjadi barang bekas bagi pasangan
sah anda. Inilah tahap yang sangat menyakitkan ketika
tumbuh kesadaran terdalam bahwa hari ini, “istriku, suamiku
bukan pacarku tapi bekas mainan orang lain”.
7. Menyiapkan tubuh menanggung penyakit fisik, hubungan
pacaran dapat saja dihiasi dengan sepenggal kisah a moment
of romance ketika menyelusuri jalan-jalan nikmat bersama
narkoba dan seks.
8. Mendekat ke jalan neraka adalah pilihan pasti sambil
mengumpulkan poin-poin dosa.

Silakan memilih, karena Allah telah memberi akal untuk
menemukan jalan lurus yang ditunjukkan melalui ilmu syariat
“Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan jiwanya dan
sungguh merugi orang-orang yang mengotorinya”. (Asy-Syams:
9-10).

Kehilangan itu Indah?
Kehilangan itu indah, inilah hal terbodoh dalam kehidupan

remaja. Menawarkan cinta dan ditolak, lalu mencoba lagi, setelah
diterima dan jatuh tempo, akhirnya berpisah. Mencoba lagi menjual
hati berharap dibeli dengan cinta, gairah dan semangat.
Petualangan terus berlanjut sampai kehilangan segalanya. Pacaran
adalah gairah bercinta tidak syar’i, yang tentu berbeda dengan

[155]

Bimbingan Konseling Islami

gairah cinta yang syar’i. Apakah mungkin dapat disamakan pacaran
dengan nikah? Tentu saja tidak, meskipun kedua hubungan ini
dilatarbelakangi gairah berkasih sayang, saling memberi dukungan,
melengkapi kekurangan, menyatukan belahan jiwa yang terpisah.

Sebagian remaja berpendapat pacaran adalah jalan menuju
nikah. Bukankah ini sebuah kesesatan? Sebuah hati yang pernah
terjual, sebentuk tubuh yang pernah disentuh, tentu bernilai barang
bekas. Bagaimana mungkin barang bekas akan bernilai sama
dengan sesuatu yang masih orisinil. Pacaran akan membuat
kehilangan banyak hal berharga dalam hidup. Kehilangan
kesempatan untuk menjaga hati dari goresan-goresan indah rayuan
maut. Kehilangan cerita tentang perjuangan menjaga hati dari
bunga yang bersemi semu dan noda darah kekecewaan.
Kehilangan masa untuk menjaga hati dan menghiasi hari-hari
dengan Alquran. Kehilangan kebersamaan dengan ikhwan atau
akhwat seperjuangan. Kehilangan masa belajar menyelami ilmu
agama di masa muda.

Penyesalan akan terjadi di akhir peristiwa, ketika hati
terketuk untuk taubat. Rasa menyesal semakin menyakitkan ketika
jalan taubat semakin terbuka lebar. Air mata tidak mampu
membasuh luka yang menganga dalam hati, meskipun harapan
pada keampunan Allah sangat besar. Tidak ada yang mampu
mengganti hal berharga yang hilang. Adakah yang mampu
menggantikan keperawanan dan keperjakaan hakiki? Adakah yang
mampu menghapus memori ketika detik-detik dosa terjadi?
Meskipun masa lalu bukan untuk diratapi, tetapi peristiwa, tempat,
tokoh dan waktu kehilangan harga diri tetap membayangi. Seberapa
hebat anda bisa menghapus memori nista itu? Ketika masa berlalu
dikenang sebagai kehilangan dan kegagalan, maka yang tersisa
hanya penyesalan. Penyesalan atas ketidakmampuan menggunakan
akal sehat untuk menjaga hati, penyesalan membiarkan iblis
menjadi saksi, penyesalan menuruti nafsu tak terkendali.

[156]

Bimbingan Konseling Islami

Penyimpangan Perilaku Seksual Remaja
Perkembangan pada masa remaja digambarkan sebagai the

onset of pubertal growth spurt (masa kritis dari perkembangan
biologis) serta the maximum growth age. Hal ini disebabkan pada
masa remaja dimulai dengan terjadi pematangan organ-organ dan
fungsi seksual yang dipengaruhi oleh hormon-hormon
pertumbuhan yang mempengaruhi perilaku.

Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai
dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai yang biasa berlaku
dalam kehidupan bermasyarakat. Perilaku menyimpang dapat
dimaknai sebagai kecenderungan untuk menyimpang dari suatu
norma atau tidak patuh terhadap norma tertentu. Faktor yang
mempengaruhi perilaku menyimpang antara lain keluarga,
lingkungan tempat tinggal dan media massa. Salah satu perilaku
menyimpang dalam kehidupan remaja berhubungan dengan
seksual.

Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong
oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenisnya maupun dengan
sesama jenis. Bentuk perilaku seksual, paling rendah adalah ber-
gandengan tangan, memegang lengan pasangan, berpelukan dan
bercumbu. Berpelukan dilakukan dalam bentuk merengkuh bahu,
merengkuh pinggang dan memeluk tubuh. Bercumbu dilakukan
dalam bentuk cium pipi, cium kening, cium bibir, meraba bagian
tubuh yang sensitif, menggesek-gesekkan alat kelamin sampai
dengan memasukkan alat kelamin. Objek seksualnya dapat berupa
orang lain, orang dalam hayalan atau diri sendiri.

Sebagian dari tingkah laku seksual memang tidak berdampak
apa-apa, terutama jika tidak ada akibat fisik atau dampak sosial
yang dapat ditimbulkan. Tetapi pada sebagian perilaku seksual
yang lain, dampaknya dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan
jiwa. Secara fisik terjadinya kehamilan diluar nikah, aborsi,
penyakit menular seksual, dan lain-lain. Secara kejiwaan muncul-

[157]

Bimbingan Konseling Islami

nya rasa bersalah, depresi, marah, stres dan lain-lain. Ketika
seorang gadis tiba-tiba hamil diluar nikah, akan muncul cemoohan
dan penolakan dari masyarakat sekitarnya.

Penyimpangan seksual yang terjadi di kalangan remaja saat
ini telah sampai pada tahap yang memprihatinkan. Mereka telah
keluar dari rel akhlak Islami dengan melalui tahapan-tahapan
kebebasan seksual yang dilegitimasi. Keberanian untuk memasuki
kawasan lain di luar akhlak Islami ini disebabkan oleh berbagai
faktor, diantaranya faktor perubahan sosial yang meliputi pengaruh
lingkungan, sikap dan persepsi terhadap akhlak Islami, kurang
perhatian orang tua dalam pembinaan dan keteladanan, promosi
media massa, gaya hidup serta pengetahuan tentang perilaku
seksual dan pengelolaan kesehatan reproduksi yang belum
memadai.

Demikian halnya dengan perilaku seksual pranikah remaja.
Remaja tanpa kontrol iman cenderung ingin merealisasikan
dorongan emosional dan pikirannya tentang hal-hal yang
berhubungan dengan aktivitas seksual. Meskipun pada awalnya
mereka tidak menyadari akibat psiko-sosial dari penyimpangan
perilaku seksual yang berupa gangguan kesehatan fisik, mental, dan
kebingungan terhadap peran sosial. Masalah seksual selalu
berkaitan dengan banyak masalah sosial yang berakibat kepada
penularan berbagai penyakit kriminal seperti aborsi, kekerasan
seksual, pencurian dan pembunuhan. Akibat lainnya yang kurang
diantisipasi adalah terjangkitnya penyakit kelamin atau penyakit
menular seksual dikalangan remaja. Berbagai macam penyakit
menular seksual yang ditakuti terjangkit pada umat ini seperti
sipilis, gonorhoea, herpes genital, AIDS, dan lain-lain.

Saat ini, jumlah penderita HIV+ di Indonesia semakin
meningkat, sehingga masalah HIV/AIDS mendapat perhatian
pemerintah, melalui program pengujian darah untuk kelompok
beresiko seperti pekerja industri seks dan pecandu narkoba suntik.

[158]

Bimbingan Konseling Islami

Walaupun begitu, kebanyakan masyarakat kita tidak memiliki
pengetahuan yang cukup tentang HIV/AIDS dan berbagai penyakit
menular seksual lainnya. Salah satu jenis penyakit menular seksual
lainnya, yang saat ini sudah tidak mempan lagi diberantas dengan
injeksi 300 unit Penicilin adalah gonorhoea atau kencing nanah.
Dalam majalah Sinar Harapan, edisi Juni 2004, halaman 84,
disebutkan ”gonorhoea tidak teratasi dengan injeksi 300 unit
penicilin, tetapi paling tidak harus dengan 24 juta unit, penderita
nampaknya jadi lebih kebal terhadap pengobatan karena semakin
ganasnya penyakit itu”.

Para remaja yang tidak melakukan hubungan seks bebas,
tentunya tidak akan mengalami penyakit menular seksual yang
merusak kesehatan reproduksinya. Akan tetapi hal itu tidak berarti
remaja yang tidak atau belum melakukan seks bebas telah terlepas
dari masalah, masih ada problema lain yang berkaitan dengan
kesehatan reproduksi, misalnya remaja yang melakukan onani dan
masturbasi dengan menggunakan alat bantu seks.

Saat ini jumlah remaja yang melakukan masturbasi cukup
tinggi. Beberapa hasil penelitian terhadap remaja yang melakukan
masturbasi di Indonesia dapat disimpulkan bahwa penyebab
masturbasi atau onani yang dilakukan remaja adalah perubahan-
perubahan hormonal yang meningkatkan hasrat seksual (libido)
remaja. Peningkatan seksual ini membutuhkan penyaluran dalam
bentuk perilaku seksual tertentu. Akan tetapi penyaluran itu tidak
mudah direalisasikan segera, salah satunya adalah tren penundaan
usia perkawinan. Peraturan undang-undang yang berlaku
menetapkan batas usia minimal menikah. Selain itu, norma sosial
menuntut persyaratan yang makin tinggi untuk perkawinan seperti
harus menyelesaikan pendidikan, memiliki pekerjaan tetap dan
lain-lain.

Ketika usia nikah ditunda, norma-norma agama tetap berlaku,
seseorang dilarang untuk melakukan hubungan seks sebelum

[159]

Bimbingan Konseling Islami

menikah. Larangan tersebut menjadi hambar ketika tontonan dan
tokoh idola yang menjadi tuntunan justru dengan bangga
mengabarkan hasil hubungan seks bebas yang mereka lakukan.
Tidak hanya sekedar tergoda pesan dan iklan dari acara gosip dan
hiburan, larangan seks bebas malah berkembang menjadi lebih
berani, LGBT, onani dan masturbasi dan kumpul kebo juga
semakin merajalela. Remaja yang lemah pondasi pendidikan
agamanya, tidak dapat menahan diri, sehingga terdapat
kecenderungan untuk melanggar larangan tersebut.

Kecenderungan pelanggaran makin meningkat karena adanya
penyebaran informasi dan rangsangan seks melalui media. Media
cetak, media elektronik maupun media online menyajikan dengan
jelas tentang hal ini. Remaja dengan bebas dapat mengaksesnya.
Remaja yang sedang berkembang dalam periode ingin tahu, ingin
segera meniru apa yang dilihat atau didengarnya.

Umumnya remaja tidak mendapatkan pengetahuan masalah
seksual secara lengkap dari orang tuanya. Orang tua, baik karena
ketidaktahuannya maupun karena sikapnya yang masih
mentabukan pembicaraan mengenai sistem reproduksi dan seks
dengan anak tidak terbuka terhadap masalah ini, malah cenderung
membuat jarak dengan anak dan menutup-nutupinya. Di sisi lain,
banyaknya aktivitas remaja yang memiliki kecenderungan
pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan, sebagai akibat
berkembangnya peran dan pendidikan perempuan didalam
masyarakat, dunia kerja dan kehidupan sosial.

Keluarga merupakan tahap awal pembentukan kepribadian
seseorang. Kepribadian yang baik akan terbentuk dengan benar
apabila ia lahir, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan
keluarga yang baik dan benar, begitu pula sebaliknya. Demikian
juga dengan lingkungan tempat tinggal, sangat mempengaruhi
kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan perilaku.
Seseorang yang tinggal dalam lingkungan yang baik, taat

[160]

Bimbingan Konseling Islami

melakukan ajaran agama, berakhlak mulia, maka keberadaan akan
mempengaruhi kepribadian orang lain untuk menjadi baik pula.
Media massa juga memiliki andil besar dalam mempengaruhi pola
pikir remaja. Banyaknya informasi yang dan tontonan yang belum
pantas dinikmati oleh remaja membuat mereka cenderung
menerima bahkan mengikuti apa saja yang disajikan oleh media
tersebut.

Segala persoalan dan perilaku atau kejahatan seksual yang
membahayakan kesehatan merupakan suatu penyimpangan. Hal ini
terjadi disebabkan cara hidup manusia pada zaman sekarang yang
mengagungkan kebebasan. Kebebasan merupakan kebutuhan dan
petualangan bagi remaja. Kebebasan yang sudah menguasai ranah
kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dapat menimpa
seluruh lapisan umur, mulai bayi yang masih di dalam kandungan
sampai lanjut usia. Bagi remaja yang tidak memahami personal
hygiene, pasti akan mendapatkan masalah dengan kesehatan organ
reproduksi. Demikian juga halnya jika terperosok dalam
penyimpangan seksual seperti oral seks, onani dan masturbasi,
apalagi jika menjalin hubungan yang berorientasi pada seks bebas.

Saat ini bukan informasi yang langka tentang kehidupan
remaja dan penyimpangan seksual. Kehamilan pranikah, perilaku
aborsi remaja, bayi yang lahir dengan HIV bawaan, remaja yang
mengidap Penyakit Menular Seksual semakin marak dan dirasakan
biasa saja. Kasus-kasus tersebut menjadi musibah bagi kelompok
umat mayoritas di Indonesia yang bernama muslim. Ajaran Islam
sangat jelas telah memberikan batas bagi kaum muslimin ketika
akan memasuki area perilaku yang dapat menjerumuskan kepada
penyakit-penyakit akhlak tersebut.

Penyimpangan seksual dan kejahatan seksual adalah bagian
dari penyakit akhlak yang parah, karena berhubungan dengan
penyebab runtuhnya peradaban suatu generasi. Sejarah telah
mencatat kehancuran kaum-kaum durjana dan peradabannya

[161]

Bimbingan Konseling Islami

karena penyimpangan dan kejahatan seksual. Azab terhadap kaum
Nabi Luth as, runtuhnya peradaban Pompei, celakanya kaum Rass
dan sebagainya.

Kita sering membaca hasil survei yang menunjukkan
kecenderungan remaja dengan perilaku pacaran berisiko yang
berakhir dengan hubungan seksual pranikah. Kehidupan remaja
yang sangat dipengaruhi oleh media massa, terutama internet, film
dan musik, menyebabkan terjadinya perubahan mental yang agresif
untuk menemukan kesempatan dan mencoba sesuatu yang baru
sebagai akibat dari sikap remaja yang lebih terbuka menerima ide-
ide baru.

Salah satu budaya yang dijadikan tradisi oleh remaja saat ini
adalah gengsi. Gengsi menjadi budaya negatif yang menggiring
mereka untuk berimam kepada sosok idola, tokoh-tokoh hedonism
yang menuangkan ide-ide dan pengertian kebudayaan secara keliru.
Salah satu bukti telah terjadinya penyerapan ide dan budaya yang
keliru adalah maraknya dampak dari perilaku seksual yang tidak
ada lagi batas antara norma, syariat dan pelanggaran hukum.

Dahulu, hal-hal yang berkaitan dengan seksual merupakan
ranah privasi yang sangat dijaga, karena pelaku penyimpangan
seksual akan menjadi buah bibir masyarakat. Sebaliknya pada era
sekarang penyimpangan seksual bukan lagi dianggap sebagai
kejahatan etika, akan tetapi hanya dihukum sebagai kejahatan
individu. Padahal dampak perilaku individu ini dapat meng-
akibatkan kejahatan etika yang lebih massal. Kebudayaan seksual
ini menjadi semacam hidden culture karena beberapa pelaku
pelecehan seksual atau kekerasan seksual mengaku terinspirasi dari
apa yang pernah didengar atau ditonton. Bahkan keberanian
segelintir orang melahirkan industri seks saat ini, mungkin saja
merupakan indikasi rendahnya pengetahuan pendidikan seksual
dari orang-orang yang mau terlibat di dalamnya.

[162]

Bimbingan Konseling Islami

Kita tentu tidak akan pernah lupa dengan kasus “ratu lendir”,
“surga alexis”, “prostitusi online” yang pernah menjadi trending
topic di berbagai media massa nasional. Penggebrekan hotel dan
penginapan, operasi penyakit masyarakat yang terus menerus harus
dilakukan mengindikasikan bahwa sudah saatnya perhatian
pengambil kebijakan dalam bidang pendidikan untuk melahirkan
kurikulum Kesehatan Reproduksi Remaja. Pendidikan yang
berhubungan dengan kesehatan reproduksi perlu diterapkan secara
terpadu dan terintegrasi dalam kurikulum pendidikan formal.

Tahapan Perilaku Seksual Menyimpang di Kalangan Remaja
Perilaku seksual remaja diwujudkan dalam tingkah laku yang

bermacam-macam, mulai dari perasaan tertarik sampai tingkah
laku berkencan, pacaran, kissing, bercumbu sampai intercourse,
atau bersenggama. Kissing atau ciuman sangat mudah
menimbulkan rangsangan seksual bagi remaja. Ciuman dibibir
disertai dengan rabaan pada bagian-bagian sensitif merangsang
hasrat seksual dan ketagihan. Berciuman dengan bibir tertutup
merupakan ciuman yang umum dilakukan oleh remaja. Berciuman
dengan mulut dan bibir terbuka, serta menggunakan lidah yang
disebut french kiss. Remaja juga menyebutnya dengan ciuman
mendalam atau soul kiss.

Necking atau berciuman disekitar leher ke bawah. merupakan
istilah yang digunakan untuk menggambarkan ciuman d sekitar
leher dan pelukan yang lebih mendalam. Petting adalah perilaku
menggesek-gesekkan bagian tubuh yang sensitif, seperti payudara
dan organ kelamin, merupakan langkah yang lebih mendalam dari
necking. Kadangkala disertai mengusap-usap tubuh pasangan
termasuk lengan, dada, buah dada, kaki, dan kadang-kadang daerah
kemaluan, baik didalam atau diluar pakaian. Intercrouse adalah
bersatunya dua orang secara seksual yang dilakukan oleh laki-laki
dan perempuan yang ditandai dengan penis pria yang ereksi masuk

[163]

Bimbingan Konseling Islami

ke dalam vagina untuk mendapatkan kepuasan seksual. Seluruh
proses dan tahapan yang telah disebutkan di atas bukanlah hal baru
bagi remaja yang tumbuh dan berkembang di era teknologi digital
saat ini.

Tingkah laku seksual tersebut dapat disusun dengan urutan
sebagai berikut “berkencan >>> berpegangan tangan >>> mencium
pipi >>> berpelukan >>> mencium bibir >>> memegang buah dada
di atas baju >>> memegang buah dada secara langsung >>>
memegang alat kelamin di atas baju >>> memegang alat kelamin
secara langsung >>> dan akhirnya melakukan senggama. Perilaku
heteroseksual atau perilaku seksual dengan lawan jenis yang
dilakukan remaja sebelum menikah, mulai dari tahap paling awal
sampai dengan terjadinya hubungan senggama diawali dengan
upaya membangkitkan hasrat seksual dari memandang tubuh lawan
bicara tetapi menghindari adanya kontak mata. Inilah alasannya
Islam mengajarkan pemeluknya untuk menundukkan pandangan
kepada lawan jenis. Lambat laun akan terjadi kontak mata, diselingi
dengan berbincang-bincang dan membandingkan gagasan, jika
pada tahap ini ada kecocokan hubungan akan berjalan terus, jika
tidak maka hubungan menjadi terputus. Setan memperindah
hubungan harmonis tersebut dengan mendorong pasangan yang
hampir mabuk tersebut untuk berpegangan tangan, memeluk bahu,
tubuh lebih didekatkan, memeluk pinggang dan tubuh dalam
kontak yang lebih rapat.

Tinggal beberapa langkah lagi perangkap setan akan
dinikmati bersama, berciuman di bibir, sambil berpelukan,
melakukan rabaan, elusan dan eksplorasi tubuh pasangannya,
saling meraba-raba bagian daerah erogen dan akhirnya setan
menonton sambil bertepuk tangan. Misinya telah berhasil
menjerumusakan anak manusia ke dalam dosa besar yang disebut
zina.

Perilaku seksual pada remaja yang tidak wajar dapat berupa
masturbasi atau onani, pacaran dengan perilaku seksual ringan dan

[164]

Bimbingan Konseling Islami

pacaran dengan pemuasan nafsu seksual. Masturbasi atau onani
yaitu suatu kebiasaan buruk berupa manipulasi terhadap alat genital
dalam rangka menyalurkan hasrat seksual untuk pemenuhan
kenikmatan yang seringkali menimbulkan goncangan pribadi dan
emosi. Berpacaran dengan berbagai perilaku seksual yang ringan
seperti sentuhan, pegangan tangan sampai pada ciuman dan
sentuhan-sentuhan seks yang pada dasarnya adalah keinginan untuk
menikmati dan memuaskan dorongan seksual. Berbagai kegiatan
yang mengarah pada pemuasan dorongan seksual, terjadi akibat
tidak berhasilnya seseorang dalam mengendalikana atau kegagalan
untuk mengalihkan dorongan tersebut kepada kegiatan positif yang
sebenarnya masih dapat dikerjakan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penyimpangan
perilaku seksual remaja adalah segala bentuk kegiatan yang
dilakukan dalam rangka menyalurkan dorongan seksual yang
dimiliki dari tahap paling rendah sampai tahap paling tinggi.
Penyimpangan perilaku seksual dimulai dari berpegangan tangan,
berpelukan, mencium kening, mencium pipi, berciuman bibir,
meraba alat kelamin atau payudara, saling menempelkan alat
kelamin, sampai akhirnya berhubungan seksual. Meskipun dalam
pandangan kehidupan manusia hari ini pacaran adalah sesuatu yang
wajar, sesuai dengan perkembangan zaman. Satu hal yang pasti,
Islam mengharamkan pemeluknya untuk terlibat dalam gaya hidup
murahan tersebut. Meskipun beberapa kalangan melegalkan hal
tersebut, bahkan dianggap sebagai sebuah profesi.

Pekerjaan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) kadangkala
menjerat remaja untuk melayani jasa pemuasan nafsu seksual
sesuai tarif yang berlaku. PSK dianggap profesi, meskipun nista
tetapi mampu menjadi penyambung hidup. Masihkah anda hafal
syair yang dilantunkan Ariel Peterpan? “ini hidup wanita si kupu-
kupu malam”…. PSK memiliki tarif dan berbayar. Lalu bagaimana
pandangan anda dengan aktivitas pacaran, yang dilengkapi paket
pemuasan nafsu seksual? Hubungan seksual dalam ikatan pacaran

[165]

Bimbingan Konseling Islami

dilakukan secara gratis, dengan alasan suka sama suka. Ternyata,
PSK memiliki nilai, harga dan tarif tertentu, sementara penjaja seks
sambil pacaran tidak memiliki nilai dan harga sama sekali.

Pentingnya menjaga remaja untuk berperilaku seksual sehat
disebabkan dalam perkembangannya, remaja belum memahami
dengan baik tentang dampak perilaku seksual yang beresiko.
Penyalahgunaan teknologi yang terjadi melalui peredaran video
porno, majalah porno dapat memberikan pengaruh negatif pada
perkembangan remaja. Apabila tidak didukung dengan
ketersediaan informasi yang benar mengenai perilaku seksual yang
sehat dan aman baik melalui berbagai media yang ada maupun
perhatian orang-orang terdekatnya, maka remaja diambang
masalah kesehatan reproduksi.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Pada
Remaja

Timbulnya masalah peyimpangan perilaku seksual pada
remaja, disebabkan peningkatan libido seksual tetapi tidak
memiliki jalan halal. Meningkatnya libido seksual karena pengaruh
hormonal. Peningkatan energi seksual ini membutuhkan
penyaluran dalam bentuk tingkah laku seksual tertentu. Menurut
Sigmund Freud, energi seksual ini berkaitan erat dengan
kematangan fisik. Sedangkan menurut Anna Freud, fokus utama
dari energi seksual ini adalah perasaan-perasaan disekitar alat
kelamin, objek-objek seksual dan tujuan-tujuan seksual.

Penyaluran itu tidak dapat dilakukan karena adanya aturan
penundaan usia perkawinan. Undang-Undang perkawinan di
Indonesia yang menetapkan batas usia menikah sedikitnya 16 tahun
untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki. Idealnya usia 20
tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Disamping itu
hal-hal yang dirumit yang harus dipenuhi sebagai syarat pernikahan
pada masyarakat tertentu juga dapat mempengaruhi perilaku
seksual remaja. Bukan untuk menyalahkan aturan perundang-

[166]

Bimbingan Konseling Islami

undangan dan tradisi dalam suatu masyarakat. Namun hendaknya
para pengambil kebijakan dan tokoh masyarakat dapat merancang
solusi yang tepat. Diantaranya dengan membuat program-program
kegiatan masyarakat yang mendukung keterlibatan remaja dalam
hal yang positif, mendorong para remaja kreatif, produktif dan
mandiri, dengan tetap dibawah pengawasan nilai.

Sementara usia nikah ditunda, norma-norma agama tetap
berlaku. Setiap orang dilarang untuk melakukan hubungan seks
sebelum menikah. Kecenderungan pelanggaran makin meningkat
karena adanya penyebaran informasi dan rangsangan seksual
melalui media massa yang dengan adanya teknologi canggih.
Remaja yang sedang dalam periode ingin tahu dan ingin mencoba,
akan meniru apa dilihat atau didengar dari media massa, karena
pada umumnya mereka belum pernah mengetahui masalah seksual
secara lengkap dari orangtuanya.

Kurangnya informasi tentang seksual dari orang tua dan guru
dapat disebabkan karena ketidaktahuannya maupun karena sikap
yang mentabukan pembicaraan mengenai seks. Guru dan orang tua
cenderung membuat jarak dengan anak dalam masalah yang satu
ini. Bahkan sebagian besar orang tua tidak pernah mengajarkan
persiapan memasuki masa pubertas bagi anak-anaknya. Banyak
anak perempuan yang melewati menstruasi pertama dengan
ketakutan karena belum memahami apa yang sedang dialaminya.
Demikian juga anak laki-laki yang mengalami mimpi basah tanpa
pemahaman yang benar. Umumnya mereka hanya sekedar men-
dengar informasi dari teman sebaya.

Saat ini, dalam kehidupan remaja tidak dapat diingkari
adanya kecenderungan pergaulan yang makin bebas antara laki-laki
dan perempuan sebagai akibat berkembangnya peran dan
pendidikan perempuan sehingga kedudukan wanita makin sejajar
dengan laki-laki. Dorongan atau hasrat untuk melakukan hubungan
seksual akan muncul pada remaja, yang tidak berpegang pada

[167]

Bimbingan Konseling Islami

panduan hidup. Oleh karena itu bila tidak ada penyaluran yang
sesuai (menikah) maka harus dilakukan usaha untuk memberi
pengertian dan pengetahuan mengenai hal tersebut.

[168]

Bimbingan Konseling Islami

PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

Gambar 20. Remaja sehat remaja bebas HIV/AIDS

Pengertian Kesehatan Reproduksi
Secara sederhana reproduksi berasal dari kata “re”, artinya

kembali dan “produksi” artinya membuat atau menghasilkan.
Reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia dalam
menghasilkan keturunan demi kelestarian hidup. Kesehatan
reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang
utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan fungsi, peran dan
sistem reproduksi. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun
2014, kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik,
mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari
penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan
proses reproduksi.

Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR) adalah suatu kondisi
sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang
dimiliki oleh remaja. Peraturan pemerintah Nomor 61 tahun 2014
tentang Kesehatan reproduksi menetapkan bahwa pelayanan
Kesehatan Reproduksi Remaja adalah suatu kegiatan dan/atau
serangkaian kegiatan yang ditujukan kepada remaja dalam rangka
menjaga kesehatan reproduksi. Dengan demikian Kesehatan

[169]

Bimbingan Konseling Islami

Reproduksi Remaja dapat diartikan sebagai sebuah kondisi sehat
yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi pada
remaja.

Berbicara Kesehatan Reproduksi Remaja pada dasarnya
bukan difokuskan pada masalah pengobatan penyakit yang
berhubungan dengan kesehatan reproduksi, akan tetapi lebih
kepada pencegahan masalah-masalah yang berhubungan dengan
kesehatan reproduksi. Persoalan pertama yang harus diketahui
tentang kesehatan reproduksi bukan Penyakit Menular Seksual,
akan tetapi bagaimana perilaku hidup yang sehat bagi kesehatan
reproduksi.

Sebenarnya, materi kesehatan reproduksi sudah masuk
disetiap jenjang pendidikan dalam kurikulum 2013, meskipun tidak
secara langsung disebut dalam kurikulum tersebut. Peserta didik
diajarkan mengenal organ vital, masa pubertas, personal hygine
dan perawatan diri, thaharah dan cara bersuci, bahkan kepada
penyimpangan dan penyakit-penyakit yang menyertainya. Dalam
kurikulum pendidikan formal, materi tersebut terdapat dalam
Kompetensi Dasar dari mata pelajaran IPA/Biologi, PJOK dan
Fiqh. Bahkan bagi guru Bimbingan Konseling dan konselor, materi
kesehatan reproduksi termasuk salah satu dari materi layanan yang
diberikan. Namun demikian, perlu pengkajian yang lebih
mendalam untuk mengetahui penyebab kurang terimplementasikan
materi-materi tersebut dalam kehidupan remaja, sehingga dapat
ditemukan solusi untuk menyelamatkan remaja dari kehidupan
seksual yang tidak sehat.

Tujuan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja
Sejarah telah membuktikan bahwa wabah penyimpangan

seksual mampu menghancurkan peradaban besar. Ketika bangsa
Yunani membangun peradaban mereka dengan paham
materialisme yang mengakar kuat, setan mengangkat mereka
sebagai sekutunya dengan menjadikan kebebasan hubungan

[170]

Bimbingan Konseling Islami

seksual sebagai senjata. Pada saat orang-orang Yunani mulai
minum dari gelas-gelas seks sampai mabuk, maka awal kehancuran
peradaban besar inipun dimulai. Demikian juga halnya ketika
kemuliaan akhlak dan benteng kesopanan didalam masyarakat
Romawi telah dilepaskan sampai pada munculnya kebudayaan
telanjang, dan pengumbaran nafsu syahwat, lenyaplah peradaban
Romawi tergulung hembusan kekejian.

Tujuan pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja adalah
mencegah dan melindungi remaja dari perilaku seksual berisiko.
Para remaja perlu mendapatkan pengetahuan dan bimbingan agar
siap menjalani kehidupan reproduksi yang sehat dan bertanggung
jawab. Kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi yang
diberikan dalam bentuk materi ajar membantu remaja untuk
memahami dengan baik tentang sistem, fungsi, dan proses
reproduksi sehat. Remaja juga perlu dibekali dengan pengetahuan
tentang perilaku berisiko atau kondisi kesehatan yang berpengaruh
terhadap kesehatan reproduksi.

Pandangan sebagian besar masyarakat bahwa hal-hal yang
berhubungan dengan seksual merupakan suatu yang alamiah, yang
nantinya akan diketahui dengan sendirinya setelah mereka
menikah, sehingga dianggap suatu hal tabu untuk dibicarakan
secara terbuka, nampaknya secara perlahan-lahan harus diubah.
Sudah saatnya pandangan semacam ini diluruskan, agar tidak
terjadi hal-hal yang membahayakan anak dan remaja.
Permasalahan kesehatan reproduksi semakin berdampak buruk
apabila terdapat empat faktor yang menyertainya, yaitu:

1. Faktor sosial, ekonomi dan demografi, yaitu kelompok
masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah, terjerat dalam
kemiskinan, terisolir dan jauh dari kontak sosial satu sama
lain.

2. Faktor budaya dan lingkungan, yaitu kelompok masyarakat
yang memiliki praktek tradisional, ritual yang berdampak

[171]

Bimbingan Konseling Islami

buruk pada kesehatan reproduksi. Demikian juga halnya
dengan kepercayaan yang memberikan informasi tentang
fungsi reproduksi dan hubungan seksual yang
membingungkan anak dan remaja, seperti melakukan ritual
seksual untuk mendapatkan kekuatan, mengasingkan
perempuan yang sedang menstruasi ke tempat tertentu, dan
lain-lain.
3. Faktor psikologis, yaitu dampak yang ditimbulkan karena
faktor stres, depresi dan ketidak seimbangan hormon dalam
tubuh. Kondisi ini diperparah dengan kasus-kasus seperti
keretakan hubungan keluarga, kekerasan dalam rumah
tangga, rasa tidak dihargai, tidak memiliki status yang diakui,
terjerat narkoba, kecanduan games, kecanduan hal-hal yang
berbau porno dan sebagainya.
4. Faktor biologis, yaitu kondisi yang berhubungan dengan
kekurangan fisik seperti cacat sejak lahir, cacat pada saluran
reproduksi, komplikasi pasca sakit, masa penyembuhan
penyakit menular seksual, dan sebagainya.

Faktor-faktor yang disebutkan di atas merupakan pemicu
yang memperburuk derajat kesehatan reproduksi. Oleh karena itu,
program dan pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja harus
menjadi salah satu fokus perhatian dalam dunia pendidikan dalam
beberapa tahun terakhir ini karena beberapa alasan, diantaranya:

1. Kelompok populasi remaja sangat besar, saat ini lebih dari
separuh populasi dunia berusia di bawah 25 tahun.

2. Remaja adalah kelompok umur yang sangat mudah
tergelincir dalam penyimpangan perilaku, apalagi salah satu
faktor yang diuraikan di atas menimpanya.

3. Ancaman HIV/AIDS menyebabkan perilaku seksual dan
pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja muncul ke
permukaan. Diperkirakan 20-25% dari semua infeksi HIV di
dunia terjadi pada remaja. Demikian pula halnya dengan

[172]


Click to View FlipBook Version