The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ellinpunya, 2023-08-20 10:26:56

PTK UKIN

LAPORAN PTK UKIN

Keywords: PTK UKIN

PEMERINTAH KOTA DEPOK DINAS PENDIDIKAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS SEKOLAH DASAR NEGERI KEMIRIMUKA 2 Alamat : Jl. Nyiur RT 02/17 Kel. Kemirimuka Kec. Beji Kota Depok 16423 NPSN: 20228773 NSS: 101020528020 Email: [email protected] Nomor : 421.3/05/SD/III/2020 Lampiran :- Perihal : Undangan Seminar PTK Kepada Yth. Bapak/Ibu Guru SDN Kemirimuka 2 Di Tempat Dengan hormat, Dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu Guru SDN Kemirimuka 2 untuk mengikuti Seminar PTK dengan judul “PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA KELAS VI SDN KEMIRIMUKA 2 DEPOK PADA KOMPETENSI DASAR ROTASI DAN REVOLUSI BUMI BUMI DENGAN METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING)”. Oleh Linlin Nuryati, S.Pd Guru Sekolah Dasar Negeri Kemirimuka 2. Yang akan dilaksanakan pada : Hari/tanggal : Kamis, 05 Maret 2020 Pukul : 13.00 s.d 15.00 WIB Tempat : SDN Kemirimuka 2 Acara : Seminar PTK Demikian surat undangan ini kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih. Depok, 03 Maret 2020 Kepala UPTD SDN Kemirimuka 2 Rusnadi, S.Pd Nip. 196112101994021001 Tembusan : 1. Kepala UPTD SDN Kemirimuka 2 2. Pengawas Sekolah Binaan Kecamatan Beji


BERITA ACARA PELAKSANAAN SEMINAR LAPORAN HASIL PENELITIAN Pada hari ini : Kamis Tanggal : 05 Maret 2020 Waktu : Pukul 13.00 sampai 15.00 WIB Tempat : SDN Kemirimuka 2 Alamat : Jl. Nyiur Rt. 002/017 Beji Depok email : [email protected] Telah diselenggarakan acara Seminar Hasil Penenlitian (PTK) dengan judul: PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA KELAS VI SDN KEMIRIMUKA 2 DEPOK PADA KOMPETENSI DASAR ROTASI DAN REVOLUSI BUMI DENGAN METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) Hasil Karya : Linlin Nuryati, S.Pd NUPTK : 8343763666300003 Jabatan : Guru Tempat Tugas : SDN Kemirimuka 2 email : [email protected] Pada Acara Seminar tersebut: Sebagai Penyaji : Linlin Nuryati, S.Pd Sebagai Moderator : Maulida, S.Pd Susunan Acara : 1. Pembukaan 2. Sambutan Kepala Sekolah dan/atau Pengawas Sekolah 3. Pemaparan Singkat Laporan Hasil Penelitian Oleh Penyaji/Penulis 4. Tanggapan, Pertanyaan, Kritik/Saran, Masukan dari Peserta Seminar dan Tanggapan dari Penyaji 5. Penutup Jumlah Pesrta yang hadir : 18 Orang (Daftar Hadir Terlampir) Demikian Berita Acara ini dibut dengan sebenarnya, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Depok, 05 Maret 2020 Mengetahui, Kepala UPTD SDN Kemirimuka 2 Rusnadi, S.Pd Nip. 196112101994021001 Penyelenggra Seminar, Linlin Nuryati, S.Pd Nuptk. 8343763666300003


RESUME ACARA SEMINAR LAPORAN HASIL PENELITIAN Dengan judul: PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA KELAS VI SDN KEMIRIMUKA 2 DEPOK PADA KOMPETENSI DASAR ROTASI DAN REVOLUSI BUMI DENGAN METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) Hasil Karya : Linlin Nuryati, S.Pd NUPTK : 8343763666300003 Jabatan : Guru Tempat Tugas : SDN Kemirimuka 2 Waktu : Pukul 13.00 sampai dengan 15.00 WIB Tempat : SDN Kemirimuka 2 Alamat : Jl. Nyiur Rt. 002/017 Beji Depok Acara Seminar: 1. Pembukaan: Oleh Moderator dengan membaca Basmallahl do'a 2. Sambutan KepaJa Sekolah sangat menyambut baik adanya kegiatan seminar ini, karena di awali oleh guru membuat P1K, sehingga guru tahu kelemahan dan kelebihan sebelum melakukan penelitian dan sesudah melakukan penelitian, sehingga diharapkan dapat memperbaiki cara pembelajaran yang selama ini dilakukan, dan dapat menambah wawasan bagi guru sehingga dapat meningkatkan keprofesionalannya demi meningkatkan pendidikan di Indonesia pada umumya dan pendidikan di SDN Kemirimuka 2 pada khususnya. 3. Paparan Singkat Hasil Penelitian oleh Penyajil Penulis Laporan 4. Tanggapan, pertanyaan, kritik/ saran, masukan dari Peserta Seminar dan Tanggapan dari Penyaji, Adapun pertanyaan, kritik/ saran, masukan dari Peserta Seminar terhadap Laporan Hasil Penelitian dari Peserta Seminar dan Tanggapan dari Penyaji adalah sebagai berikut: lsi pertanyaan, kritik/saran dan/atau masukan 1. Muhammad Hajidi, S.Pd. Apakah pembelajaran Bermain Peran (Role Playing) itu? Pembelajaran Bemain Peran (Role Playing) yang berpusat kepada peserta didik, role playing menekankan sifat sosial pembelajaran, dan melihat perilaku Kerjasama siswa untuk merangsang baik secara sosial maupun intelektual. 2. Siti Julaeha, S.Pd. Apa manfaat penelitian ini bagi siswa ? Manfaat penelitian ini bagi siswa adalah : 1) Dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA khususnya pada pokok bahasan Rotasi Dan Revolusi Bumi 2) Memberi masukan kepada siswa untuk meningkatkan kreativitas belajamya, megoptimalkan kemampuan berfikir positif dalam mengembangkan diri di tengahtengah lingkungan dalam meraih keberhasilan belajar. 3. Rusnadi, S.Pd Mengapa penggunaan model belajar ini bisa meningkatkan nilai siswa ? Model pembeJajaraBermain Peran (Role Playing) dapat meningkatkan nilai siswa karena: 1) Merupakan variasi dalam pembelajaran sehingga peserta didik tidak hanya mendengarkan dan melihat, tapi aktif berpartisipasi dalam kegiatan belajar. 2) Dengan penggunaan model pembelajaran Bermain Peran (Role Playing), peserta didik dapat menemukan cara belajar baru pada materi Rotasi dan Revolusi Bumi.


5. Penutup : Acara ditutup oleh moderator dengan membaca Hamdalah dan Doa. Depok, 05 Maret 2020 Mengetahui, Kepala UPTD SDN Kemirimuka 2 Rusnadi, S.Pd Nip. 196112101994021001 Penyelenggra Seminar, Linlin Nuryati, S.Pd Nuptk. 8343763666300003


i PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA KELAS VI SDN KEMIRIMUKA 2 DEPOK PADA KOMPETENSI DASAR ROTASI DAN REVOLUSI BUMI DENGAN METODE PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) Disusun oleh : LINLIN NURYATI, S.Pd NUPTK : 8343763666300003 SDN KEMIRIMUKA 2 DINAS PENDIDIKAN NASIONAL KOTA DEPOK JAWA BARAT 2020


LEMBAR PENGESAHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) PEMBELAJARAN IPA Nama : Linlin Nuryati, S.Pd NUPTK : 8343763666300003 Tempat Mengajar : SDN Kemirimuka 2 Depok Jumlah Siklus : II Siklus Hari dan Tanggal Pelaksanaan : Siklus I Kamis, 06 Februari 2020 Siklus II Jum’at, 07 Februari 2020 Masalah yang merupakan fokus perbaikan : 1. Perbaikan proses pembelajaran IPA Peserta didik SDN Kemirimuka 2 Depok Kompetensi Dasar Rotasi dan Revolusi Bumi Melalui Metode Bermain Peran (Role Playing) 2. Peningkatan hasil belajar IPA Peserta didik SDN Kemirimuka 2 Depok Kompetensi Dasar Rotasi dan Revolusi Bumi Melalui Metode Bermain Peran (Role Playing) Depok, 05 Maret 2020 Mengetahui, Kepala UPTD SDN Kemirimuka 2 Rusnadi, S.Pd Nip. 196112101994021001 Guru, Linlin Nuryati, S.Pd Nuptk. 8343763666300003


i KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan pujisyukur kehadirat Allah SWT, Alhamdulillah atas nikmat dan karunia-Nya peneliti dapat menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Harapan saya melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, dapat menciptakan produktifitas serta kemampuan sebagai guru (pendidik) yang telah professional dan berdedikasi, sehingga nantinya akan berfungsi sebagai pencetak sumber daya manusia yang berpotensi dan berkualitas serta bermoral Akhlakul Karimah. Atas telah selesainya laporan ini peneliti menyampaikan rasa terimakasih yang setinggi tingginya kepada : 1. Ibu Sri Ambarwati, S.Pd. selaku pengawas pembina Kecamatan Beji yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada peneliti sehingga Penelitian Tindakan Kelas ini dapat berjalan sesuai rencana. 2. Bapak Rusnadi, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN Kemirimuka 2 yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada saya untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di sekolah yang dipimpinnya. 3. Ibu Inayah, S.Pd SD sebagai Supervisor. 4. Bapak dan Ibu tercinta yang selalu memberikan dukungan dan doa yang tulus serta restu nya dalam pelaksanaan PTK ini. 5. Keluarga kecil dan suami saya tercinta yang telah memberikan dukungan dan motivasi di dalam pembuatan pelaksanaan PTK ini. 6. Rekan- rekan guru yang telah membantu dan memberi masukan positif dalam diskusi yang seru dan membangun. 7. Orangtua Siswa yang memberikan dukungan pada penelitian ini. Akhir kata sernoga laporan ini dapat rneningkatkan kualifikasi keguruan khususnya bagi peneliti dan dunia pendidikan pada urnurnnya. Depok, Maret 2020 Peneliti Linlin Nuryati, S.Pd NUPTK. 8343763666300003


iv DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... i LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT........................................ ii KATA PENGANTAR.................................................................................. iii DAFTAR ISI................................................................................................. v DAFTAR TABEL ........................................................................................ vii DAFTAR GAMBAR.................................................................................... viii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ ix ABSTRAK .................................................................................................... x BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ........................................................................................ 1 1. Identifikasi Masalah.......................................................................... 2 2. Analisis Masalah ................................................................................ 3 3. Alternatif & Prioritas Pemecahan Masalah....................................... 3 B. Rumusan Penelitian................................................................................. 3 C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran............................................. 4 D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran............................................ 4 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hakikat Pembelajaran ............................................................................ 6 B. Pembelajaran IPA..................................................................................... 8 1. Hakikat Sains atau IPA ..................................................................... 8 2. IPA dalam kurikulum Sekolah Dasar ................................................ 9 3. Fungsi IPA ....................................................................................... 10 4. Tujuan IPA ....................................................................................... 11 5. Materi Peristiwa Rotasi dan Revolusi Bumi ..................................... 12 C. Metode Bermain Peran (Role Playing) ........................................................ 14 D. Penilaian Hasil Belajar IPA .................................................................... 17 BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Subjek, Tempat dan Waktu,Penelitian, Pihak yang membantu ............... ` 18 1. Subjek Penelitian............................................................................. 18


v 2. Tempat................................................................................................ 18 3. Waktu ................................................................................................. 18 4. Pihak yang membantu........................................................................ 19 B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran ......................................... 19 1. Pra Siklus ........................................................................................... 21 2. Siklus I .............................................................................................. 23 3. Siklus II............................................................................................. 28 C. Teknik Analisis....................................................................................... D. Data .......................................................................................................... 32 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran 1. Pra Siklus ........................................................................................... 33 2. Siklus I .............................................................................................. 35 3. Siklus II............................................................................................. 38 4. Rekapitulasi Penelitian....................................................................... 41 B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan ............................................... 45 1. Pra Siklus ........................................................................................... 45 2. Siklus I .............................................................................................. 47 3. Siklus II............................................................................................. 49 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan .................................................................................................. 52 B. Saran......................................................................................................... 52 C. Tindak Lanjut........................................................................................... 53 DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 54 LAMPIRAN- LAMPIRAN


vi DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.1 : Jadwal Perbaikan Pembelajaran…………………………….. 19 Tabel 4.1 : Penilaian Prasiklus…………………………………………… 33 Tabel 4.2 : Penilaian Siklus I…………………………..………………… 36 Tabel 4.3 : Penilaian Siklus II………………………………………….... 39 Tabel 4.4 : Data Rekapitulasi Nilai Pembelajaran IPA………………….. 41


DAFTAR GAMBAR / DIAGRAM Halaman Gambar 3.1 : Desain Penelitian Tindakan Kelas ………………………... 20 Gambar 4.1 : Diagram Nilai IPA Prasiklus……………………………… 35 Gambar 4.2 : Diagram Nilai IPA Siklus I……………………………….. 38 Gambar 4.3 : Diagram Nilai IPA Siklus II……………………………… 41 Gambar 4.4 : Diagram Rekapitulasi ketuntasan Nilai IPA …….……….. 44


DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 : Surat Ketersediaan Supervisor ............................................. 56 Lampiran 2 : Perencanaan PTK ( Identifikasi Masalah, Analisis Masalah, Alternatif Pemecahan Masalah, Rumusan Masalah ) ........... 57 Lampiran 3 : Berkas RPP, Soal, kunci jawaban & Hasil Belajar Siswa Prasiklus................................................................................. 59 Lampiran 4 : Berkas RPP Perbaikan 1, Soal, kunci jawaban & Hasil Belajar Siswa Siklus I......................................................................... 70 Lampiran 5 : Berkas RPP Perbaikan 2, Soal, kunci jawaban & Hasil Belajar Siswa Siklus II........................................................................ 82 Lampiran 6 : Hasil Pekerjaan Siswa Terbaik dan Terendah PraSiklus...... 103 Lampiran 7 : Hasil Pekerjaan Siswa Terbaik dan Terendah Siklus I .......... 105 Lampiran 8 : Hasil Pekerjaan Siswa Terbaik dan Terendah Siklus II......... 109 Lampiran 9 : Foto Kegiatan Pembelajaran Prasiklus ................................. 114 Lampiran 11 : Foto Kegiatan Pembelajaran Siklus I..................................... 115 Lampiran 12 : Foto Kegiatan Pembelajaran Siklus II ................................... 116 Lampiran 13 : Data Peneliti .......................................................................... 123


ABSTRAK “Peningkatan Hasil Belajar IPA Kelas VI SDN Kemirimuka 2 Depok pada Kompetensi Dasar Rotasi dan Revolusi Bumi dengan Metode Bermain Peran (Role Playing)” Penulis mengharapkan adanya suatu perubahan pengetahuan, keterampilan dan perubahan tingkah laku, bukan hanya perubahan dari tahu menjadi tidak tahu melainkan perubahan meliputi aspek-aspek pendidikan. Dimana masih terdapat ketidaktuntasan pada siswa kelas VI SDN Kemirimuka 2 Depok pada pelajaran IPA kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi. Tujuan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui pendekatan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan, edukatif dan berkualitas dengan metode bermain peran (role playing) pada kelas VI SDN Kemirimuka 2. Hasil Prasiklus menunjukkan bahwa 21% yang tertuntaskan sedangkan 79% yang belum tertuntaskan. Hasil perbaikan pembelajaran pada Siklus I yang mencapai ketuntasan 70% sedangkan 30% yang belum tertuntaskan. Dan pada Siklus II peningkatan hasil belajar siswa mencapai 91% (39 siswa) yang telah tuntas, sedangkan 9% (4 siswa) yang masih belum tuntas. Berdasarkan dari rekapitulasi tiap siklus, maka dapat disimpulkan bahwa pada umumnya kegagalan atau ketidakberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat. Strategi pembelajaran harus tepat serta menggunakan media yang relevan. Dengan melalui penggunaan metode bermain peran (role playing) pada mata pelajaran IPA dikelas VI dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta meningkatkan aktivitas belajar siswa. Untuk keberhasilan pembelajaran IPA terutama dalam meningkatkan penguasaan materi oleh siswa sebaiknya, guru mempersiapkan skenario yang nyata. Guru hendaknya dapat membiasakan penggunaan metode bermain peran (role playing) pada mata pelajaran IPA dikelas VI. Keyword : IPA, Bermain Peran (Role Playing), Hasil Belajar.


1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran sains pada tingkat Sekolah dasar (SD) dikenal dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), konsep IPA disekolah dasar merupakan konsep terpadu, karena belum dipisahkan secara tersendiri, seperti mata pelajaran kimia, biologi dan fisika. Pelajaran IPA mempunyai peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya di dalam menghasilkan SDM (siswa) yang berkualitas karena Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan berhubungan cara mencaritahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsepkonsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya didalam kehidupan sehari-hari. Pelajaran IPA tidak hanya diajarkan tentang produk IPA, tetapi juga diajarkan tentang proses IPA sehingga siswa dapat memahami konsep- konsep IPA dan memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan dan ide tentang alam. Saat ini, pembelajaran IPA di SDN Kemirimuka 2 belum fokus pada siswa, melainkan masih terfokus kepada guru. Metode ceramah menjadi pilihan utama untuk menyampaikan materi pembelajaran. Dalam proses pembelajaran masih sedikit praktek, guru hanya menjelaskan sebatas produk dan sedikit proses sehingga siswa tidak dapat mencari dan menemukan sendiri makna segala sesuatu yang dipelajarinya. Hal tersebut menyebabkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA masih rendah. Hal itu didukung dari data pencapaian hasil observasi dan evaluasi pelajaran IPA materi rotasi dan revolusi bumi pada siswa kelas VI semester 2 tahun ajaran 2019/2020 masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang


2 ditetapkan sekolah yaitu 75. Data hasil belajar ditunjukkan dengan nilai dari 34 anak (79%) yang nilainya masih belum tuntas, dan 9 anak (21%) yang sudah tuntas dengan nilai terendah 20 dan nilai tertinggi 90 rata-rata kelas 62. Melihat data hasil belajar dan pelaksanaan materi tersebut perlu sekali proses pembelajaran untuk ditingkatkan kualitasnya. Agar pemahaman siswa terhadap materi rotasi dan revolusi bumi meningkat dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran peneliti mencoba/mencari jalan keluar untuk perbaikan pembelajaran IPA yang diwujudkan dalam kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan diberi judul “Peningkatan hasil belajar IPA kelas VI SDN Kemirimuka 2 Depok pada kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi dengan metode pembelajaran bermain peran (role playing)”. 1. Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil observasi dan komunikasi dengan teman sejawat untuk mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan terdapat beberapa masalah antara lain : a. Metode mengajar kurang menarik, hanya ceramah b. Media yang digunakan kurang menarik. c. Siswa terlihat kurang perhatian pada saat pembelajaran d. Siswa kurang aktif dalam tanya jawab. e. Guru kurang memberi motivasi pada siswa dalam pembelajaran f. Guru kurang menguasai strategi penguasaan kelas 2. Analisis Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas, dapat diketemukan penyebab rendahnya hasil belajar IPA kelas VI SDN Kemirimuka 2 Depok pada kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi adalah : a. Guru menggunakan metode yang kurang variasi. b. Guru kurang tepat memilih media dalam pembelajaran. c. Proses pembelajaran masih terlalu berorientasi terhadap penguasaan teori dan hafalan.


3 d. Siswa masih malu untuk bertanya jawab. e. Guru kurang memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil menjawab secara lisan maupun perbuatan. f. Jumlah siswa yang terlalu banyak, yaitu 43 siswa dalam sekelas. 3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah, penulis memprioritaskan alternatif pemecahan masalah antara lain : a. Guru menggunakan metode yang bervariasi yaitu metode bermain peran (Role Playing) untuk menarik minat siswa. b. Guru menggunakan media yang kreatif. c. Guru mempunyai inspirasi baru untuk menarik perhatian dalam pembelajaran. d. Guru mempelajari tehknik bertanya agar seluruh siswa mendapat kesempatan untuk bertanya jawab. e. Memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil menjawab secara lisan maupun perbuatan. f. Guru menggunakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa. B. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah, analisis masalah, dan alternative prioritas pemecahan masalah, penulis merumuskan masalah yaitu : 1. Apakah metode pembelajaran bermain peran (role playing) dapat meningkatkan hasil belajar IPA kelas VI SDN Kemirimuka 2 Depok pada kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi ? 2. Seberapa besarkah pencapaian metode pembelajaran bermain peran (role playing) dapat meningkatan hasil belajar IPA kelas VI SDN Kemirimuka 2 Depok pada kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi? C. Tujuan Penelitian Secara umum tujuan dari pada penelitian adalah meningkatkan hasil belajar siswa melalui pendekatan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan, edukatif, dan berkualitas. Secara khusus tujuan dari pada


4 penelitian ini adalah ingin mengetahui peningkatan hasil belajar IPA kelas VI SDN Kemirimuka 2 Depok pada kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi dengan metode pembelajaran bermain peran (role playing). D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Bagi Siswa : a. Siswa menjadi lebih efektif, aktif dan bersemangat dalam belajar IPA. b. Menumbuhkan minat dan motivasi siswa dalam belajar IPA. c. Meningkatkan hasil belajar siswa terutama dalam pelajaran IPA d. Proses pembelajaran lebih menyenangkan. 2. Manfaat Bagi Guru : a. Guru mampu mengembangkan wawasan keilmuan serta meningkatkan keterampilan. b. Memotivasi guru dalam proses pembelajaran sehingga menghasilkan siswa yang memiliki hasil belajar yang lebih baik dari sebelumnya. 3. Manfaat Bagi Sekolah : Dapat menambah wahana pembelajaran menjadi lebih bervariatif, sehingga mampu memajukan proses pendidikan pada masa yang akan datang.


5 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hakikat Pembelajaran Istilah pembelajaran atau proses pembelajaran dalam keseharian di sekolahsekolah sering dipahami sama dengan proses belajar mengajar dimana didalamnya ada interaksi pendidik dan peserta didik dan antara sesama peserta didik untuk mencapai suatu tujuan yaitu terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku peserta didik. Pembelajaran mengubah masukan yang berupa peserta didik yang belum terdidik menjadi peserta didik yang terdidik. Pembelajaran merupakan padanan kata dari istilah instruction, yang mengandung arti lebih luas dari pengajaran (Sadiman dalam Depdiknas, 2003: 7). Pembelajaran adalah suatu proses membelajarkan subyek didik yang direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar subyek didik dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Pembelajaran tidak hanya terjadi dalam pendidikan (education) tetapi juga dalam pelatihan (training) (Depdiknas, 2003: 7). Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada lingkungan belajar. Interaksi peserta didik dengan lingkungan belajar dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran, diantaranya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa. Kompetensi berupa sejumlah kemampuan bermakna dalam aspek pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dimiliki peserta didik sebagai hasil belajar, atau setelah mereka menyelesaikan pengalaman belajarnya (Saidihardjo, 2004:12). Permendiknas No.41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang dikutip oleh Widodo (2008:15) pembelajaran diartikan sebagai suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien. Proses pembelajaran yang terjadi pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi


6 prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus dikembangkan adalah standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar proses ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada jalur formal, baik pada system paket maupun pada sistem kredit semester. Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan adanya standar proses ini diharapkan pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik pada suatu satuan pendidikan mampu optimal dan peserta didik mampu mencapai standar kompetensi yang diharapkan. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). RPP ini memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar. RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi antara guru dan siswa yang terprogram dan dirancang secara sistematis dimana guru menjadi fasilitator untuk membantu anak didiknya dalam belajar sesuai dengan kebutuhannya.


7 B. Pembelajaran IPA 1. Hakikat Sains atau IPA IPA merupakan kumpulan pengetahuan yang diperoleh tidak hanya produk saja tetapi juga mencakup pengetahuan seperti keterampilan dalam hal melaksanakan penyelidikan ilmiah. Proses ilmiah yang dimaksud misalnya melalui pengamatan, eksperimen, dan analisis yang bersifat rasional. Sedang sikap ilmiah misalnya objektif dan jujur dalam mengumpulkan data yang diperoleh. Dengan menggunakan proses dan sikap ilmiah itu saintis memperoleh penemuan-penemuan atau produk yang berupa fakta, konsep, prinsip, dan teori. Carin (dalam Yusuf, 2007:1) menyatakan bahwa IPA sebagai produk atau isi mencakup fakta, konsep, prinsip, hukum-hukum, dan teori IPA. Jadi pada hakikatnya IPA terdiri dari tiga komponen, yaitu sikap ilmiah, proses ilmiah, dan produk ilmiah. Hal ini berarti bahwa IPA tidak hanya terdiri atas kumpulan pengetahuan atau berbagai macam fakta yang dihafal, IPA juga merupakan kegiatan atau proses aktif menggunakan pikiran dalam mempelajari gejala-gejala alam yang belum dapat direnungkan. Pengertian IPA menurut beberapa ahli : menurut Fowler (dalam Santi, 2006:2.9) menyatakan IPA adalah Ilmu yang sistematis dan di rumuskan, ilmu ini berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan terutama di dasarkan atas pengamatan dan induksi. Menurut Nash (dalam Usman, 2006:2) IPA adalah Suatu cara atau metode untuk mengamati alam yang bersifat analisi, lengkap cermat serta menghubungkan antara fenomena lain sehingga keseluruhannya membentuk suatu perspektif yang baru tentang objek yang di amati. Nokes (dalam Abdullah, 2003:18) IPA adalah Pengetahuan teoritis yang di peroleh dengan metode khusus. Dari pendapat diatas dapat di artikan IPA adalah teoritis diperoleh dengan metode khusus untuk mendapatkan suatu konsep berdasarkan hasil observasi dan eksperimen tentang gejala alam dan berusaha mengembangkan rasa ingin tahu tentang alam serta berperan dalam memecahkan menjaga dan melestarikan lingkungan.


8 2. IPA dalam kurikulum Sekolah Dasar. Telah diuraikan di atas bahwa sains adalah ilmu pengetahuan yang mempunyai objek, menggunakan metode ilmiah sehingga menggunakan metode ilmiah sehingga perlu diajarkan di sekolah dasar. Setiap guru harus paham akan alasan yang menyebabkan satu mata pelajaran itu masuk ke dalam kurikulum suatu sekolah. Usman Samatowa (2006) mengemukakan empat alasan sains dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah dasar. a. Bahwa sains berfaedah bagi suatu bangsa, sekirannya tidak perlu dipersoalkan panjang lebar. Kesejahteraan materiil suatu bangsa banyak sekali tergantung pada kemampuan bangsa itu dibidang sains, sebab sains merupakan bidang teknologi, sering disebut-sebut sebagai tulang punggung pembangunan pengetahuan dasar untuk teknologi adalah sains. Orang tidak menjadi insinyur elektronika yang baik, atau dokter yang baik, tanpa dasar yang cukup luas mengenai berbagai gejala alam. b. Bila sains diajarkan menurut cara yang tepat, maka sains merupakan mata pelajaran yang memberikan suatu kesempatan berfikir kritis, misalnya sains diajarkan dengan mengikuti metode “menemukan sendiri”. Dengan ini anak dihadapkan dengan suatu masalah, umpamanya dapat dikemuk akan dengan suatu masalah yang demikian “dapatkah tumbuhan hidup tanpa daun?” anak diminta mencari dan menyelidiki hal ini. c. Bila sains diajarkan melalui percobaan-percobaan yang dilakukan sendiri oleh anak maka sains tidaklah merupakan pelajaran yang bersifat hafalan belaka. 3. Fungsi IPA Mata pelajaran IPA di SD berfungsi : a. Memberikan pengetahuan tentang berbagai jenis dan perangai lingkungan alam dan lingkungan buatan yang berkaiatan dengan pemanfaatannya bagi kehidupan sehari-hari b. Mengembangkan keterampilan proses


9 c. Mengembangkan wawasan, sikap dan nilai yang berguna bagi peserta didik untuk meningkatkan kualitas kehidupan sehari- hari d. Mengembangkan kesadaran tentang adanya hubungan keterkaitan yang saling mempengaruhi antara kemajuan IPA dan teknologi dengan keadaan lingkungan di sekitarnya dan pemanfaatannya bagi kehidupan sehari-hari e. Mengembangkan kemajuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. 4. Tujuan IPA Menurut Muslichah (2006:23) tujuan pembelajaran IPA di SD adalah Untuk menanamkan rasa ingin tahu dan sikap positif terhadap sains, teknologi dan masyarakat, mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan, mengembangkan gejala alam, sehingga siswa dapat berfikir kritis dan objektif. Menuruit BSNP (2006:484) mata pelajaran IPA bertujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut : a. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaban, keindahan dan keteraturan alam ciptaanNya. b. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. c. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat. d. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan. e. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam f. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala


10 keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan g. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs. Jadi, dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pada hakikatnya dengan mempelajari IPA akan terbentuk individu-individu yang berkemampuan ilmiah yang tinggi serta kritis dalam menghadapi masalah serta gejala-gejala yang terjadi di lingkungan sekitar dalam kehidupan. 5. Materi Peristiwa Rotasi dan Revolusi bumi Rotasi Bumi a. Pengertian Rotasi Bumi Perputaran Bumi pada porosnya disebut rotasi Bumi. Untuk satu kali rotasi, Bumi memerlukan waktu sehari (24 jam). Gerak rotasi Bumi menyebabkan berbagai peristiwa. Sebenarnya bukan matahari yang mengelilingi bumi, melainkan bumi berputar pada sumbunya dari arah barat ke arah timur. Perputaran bumi pada sumbunya disebut rotasi. Waktu yang diperlukan untuk satu kali rotasi disebut kala rotasi. Kala rotasi untuk bumi ialah 24 jam. Pada saat bagian bumi menghadap matahari, bumi dalam keadaan siang, sedangkan bagian bumi yang tidak mendapat cahaya matahari berada dalam keadaan malam hari. Jadi, terjadinya siang dan malam disebabkan oleh terjadinya rotasi bumi, juga karena bentuk bumi yang bulat. Jika perputaran bumi pada porosnya disebut rotasi, perputaran bumi mengelilingi matahari disebut revolusi. Waktu revolusi bumi adalah 365,25 hari atau 1 tahun. Pada saat mengelilingi matahari, bumi tetap berputar pada porosnya. b. Pengaruh Rotasi Bumi antara lain: 1) Pergantian siang dan malam. Saat berotasi semua bagian bumi mendapatkan sinar matahari secara bersama-sama, bagian bumi mendapatkan sinar matahari secara bergantian. Bagian bumi yang mendapatkan sinar matahari mengalami siang, sementara bagian yang tidak mendapatkan sinar matahari mengalami malam.


11 2) Gerak Semu Harian Matahari Matahari selalu terbit di sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. Gerakan seperti ini disebut gerak semu harian Matahari. Gerakan ini terjadi karena adanya rotasi Bumi. Bumi berotasi dengan arah gerakan dari barat ke timur. Akibatnya, Matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat. 3) Perbedaan Waktu di Berbagai Tempat di Dunia Rotasi Bumi menyebabkan adanya perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia. Dalam satu kali rotasi, Bumi membutuhkan waktu 24 jam (satu hari) dan sudut tempuh sejauh 360°. Berdasarkan hal tersebut, setiap tempat di Bumi dengan jarak 15° memiliki perbedaan waktu satu jam. Jika jaraknya 30°, maka perbedaan waktunya dua jam, dan seterusnya. Angka ini berasal dari pembagian sudut tempuh dengan waktu tempuh (360° : 24 = 15°). Karena setiap jarak 15° selisih waktunya satu jam, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu. Tiga daerah waktu tersebut yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan WIT (Waktu Indonesia Timur). 4) Perbedaan Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi Rotasi Bumi menyebabkan Bumi berbentuk tidak bulat sempurna. Bumi pepat di bagian kutubnya. Bentuk ini mengakibatkan jari-jari Bumi di daerah kutub dan khatulistiwa berbeda. Perbedaan jarijari Bumi menimbulkan perbedaan percepatan gravitasi di permukaan Bumi. Perbedaan tersebut terutama di daerah khatulistiwa dengan kutub. Revolusi Bumi a. Pengertian Revolusi Bumi Selain berputar pada porosnya, Bumi juga berputar mengelilingi Matahari. Gerakan Bumi mengelilingi Matahari disebut revolusi Bumi. Untuk satu kali revolusi, Bumi membutuhkan waktu satu tahun (365¼ hari). Revolusi Bumi membawa beberapa


12 pengaruh terhadap Bumi. b. Pengaruh dari revolusi bumi antara lain. 1) Pergantian Musim Bumi mengelilingi Matahari dengan posisi miring sebesar 23½° ke arah timur laut dari sumbu Bumi. Posisi ini menyebabkan terjadinya pergantian musim. Ketika kutub selatan Bumi condong ke Matahari, belahan Bumi bagian selatan bertambah dekat dengan Matahari. Hal ini menyebabkan belahan Bumi selatan mengalami musim panas. Pada saat yang sama, belahan Bumi utara semakin jauh dari Mathari. Belahan Bumi utara mengalami musim dingin. Di antara pergantian musim panas ke dingin, terjadi musim gugur. Diantara pergantian musim dingin ke panas, terjadi musim semi. Jadi, belahan Bumi selatan dan utara mengalami empat musim. 2) Gerak Semu Tahunan Matahari Matahari sebenarnya tidak mengalami perubahan posisi. Kenampakan ini terjadi akibat revolusi Bumi. Matahari seolah-olah bergerak atau berpindah tempat. Gerak inilah yang disebut gerak semu tahunan C. Metode Bermain Peran (Role Playing) 1. Pengertian Metode pembelajaran Bermain Peran (Role Playing) Role Playing adalah bermain peran, yang berpusat pada peserta didik, role playing menekankan sifat sosial pembelajaran, dan melihat perilaku kerja sama siswa untuk merangsang baik secara sosial maupun intelektual. Role playing sebagai strategi pengajaran menawarkan beberapa keuntungan untuk guru dan siswa (Pratiwi,2015). 2. Efektifitas Metode Pembelajaran Bermain Peran (Role Playing) Role playing menciptakan Susana belajar yang aktif dan kreatif dalam kelompok, semua siswa dapat mengeksplor diri sebagai ahli, mengungkapkan gagasan kepada teman serta dapat menerima penjelasan dari teman yang lain, serta bermain peran sebagai tokoh bangsa bersama kelompoknya. Role playing di desain untuk meningkatkan kemampuan


13 kerja sama (Trianto, 2017). Pada metode bermain peranan, titik tekanannya terletak pada keterlibatan emosional dan pengamatan indera kedalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi. Siswa diperlakukan sebagai subyek pembelajaran, secara aktif melakukan praktek-praktek berbahasa (bertanya dan menjawab) bersama teman-temannya pada situasi tertentu. Belajar efektif dimulai dari lingkungan yang berpusat pada diri siswa. Lebih lanjut prinsip pembelajaran memahami kebebasan berorganisasi, dan menghargai keputusan bersama, siswa akan lebih berhasil jika mereka diberi kesempatan memainkan peran dalam bermusyawarah, melakukan pemungutan suara terbanyak dan bersikap mau menerima kekalahan sehingga dengan melakukan berbagai kegiatan tersebut dan secara aktif berprestasi, mereka akan lebih mudah menguasai apa yang mereka pelajari (Boediono, 2001). Jadi, dalam pembelajaran siswa harus aktif, karena tanpa adanya aktifitas, maka proses pembelajaran tidak mungkin terjadi. 3. Langkah-langkah Pembelajaran Metode Bermain Peran (Role Playing) a. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan. b. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum pelaksanaan belajar mengajar. c. Guru membantu kelompok siswa. d. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai. e. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakukan skenario yang sudah dipersiapkan. f. Masing-masing siswa berada dikelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan. g. Setelah selesai ditampilkan, masing-masing siswa diberikan lembar kerja untuk membahas atau memberi penilaian atas penampilan masingmasing kelompok. h. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya. i. Guru memberikan kesimpulan secara umum. j. Evaluasi. k. Penutup.


14 4. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Bermain Peran (Role Playing) Kelebihan metode pembelajaran role playing a. Dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa. b. Sangat menarik bagi siswa, sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias. c. Membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan. d. Siswa dapat terjun langsung untuk memerankan sesuatu yang akan dibahas dalam proses belajar Kekurangan metode pembelajaran role playing a. Bermain peran memakan waktu yang banyak. b. Siswa sering mengalami kesulitan untuk memerankan peran secara baik khususnya jika mereka tidak diarahkan atau tidak ditugasi dengan baik. Siswa perlu mengenal dengan baik apa yang akan diperankannya. c. Bermain peran tidak akan berjalan dengan baik jika Susana kelas tidak mendukung. d. Jika siswa tidak dipersiapkan dengan baik ada kemungkinan tidak akan melakukan secara sungguh-sungguh. e. Tidak semua materi pelajaran dapat disajikan melalui metode ini. D. Penilaian Hasil Belajar IPA Menurut Suharjo (2006:77) Penilaian digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi yang diharapkan. Penilaian dapat berbentuk tertulis, kinerja, produk, penugasan/proyek, atau portofolio sesuai dengan aspek yang diukur. Upaya untuk mengevaluasi hasil belajar IPA diperlukan berbagai cara dan teknik penilaian yang sesuai dengan hakikat IPA. Supranata (2004) mengemukakan berbagai bentuk penilaian yang dapat digunakan khususnya dalam penilaian berbasis kelas, yakni : a. Tes tertulis, yang mengungkap aspek kognitif siswa. Bentuknya dapat berupa uraian, pilihan ganda, menjodohkan, benar-salah, atau jawaban singkat.


15 b. Tes perbuatan, yang dilakukan saat kegiatan berlangsung dengan prilaku siswa. c. Pemberian tugas, yang dilakukan untuk mengembangkan kreativitas siswa dengan bakat,minat, dan tingkat perkembangan. d. Penilaian proyek, yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa penilaian hasil belajar IPA adalah cara untuk mengukur hasil belajar IPA siswa yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor.


16 BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Subjek Penelitian, Tempat, dan Waktu Penelitian serta Pihak yang Membantu 1. Subyek Penelitian Dalam Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas VI.A SDN Kemirimuka 2 Depok sebanyak 43 siswa yang terdiri dari 26 siswa laki – laki dan 17 siswa perempuan. Dengan peneliti membagi kelompok atas berjumlah 15 siswa, kelas sedang 15 siswa dan kelas rendah 13 siswa. 2. Tempat Penelitian Sekolah yang dijadikan tempat penelitian adalah SD Negeri Kemirimuka 2, yang beralamat di Jln.H.Nyiur Rt 02 Rw 17, Kelurahan Kemirimuka Kecamatan Beji Kota Depok, Jawa Barat. Dengan jumlah keseluruhan 472 siswa. Saat ini yang menjabat sebagai Kepala Sekolah adalah Rusnadi,S.Pd. Dan disekolah ini, sekaligus tempat peneliti bertugas dengan harapan dapat meningkatkan aktivitas proses belajar mengajar. 3. Waktu Pelaksanaan Penelitian tindakan kelas dilaksanakan mulai tanggal 31 Januari 2020 sampai dengan 7 Februari 2020, dengan tiga susunan dua siklus, dan berikut jadwal pelaksanaan tindakan penelitian kelas yang penulis sajikan dalam bentuk tabel seperti dibawah ini : Tabel 3.1 Jadwal Perbaikan Pembelajaran Pelaksanaan Perbaikan Hari/Tanggal Waktu Pra Siklus Kamis/ 31 Januari 2020 10.00 – 10.30 Siklus I Kamis/ 6 Februari 2020 10.00 – 10.30 Siklus II Jum’at/ 7 Februari 2020 09.30 – 10.00


17 4. Pihak yang membantu Penelitian ini dilakukan di kelas VI.A SDN Kemirimuka 2 Depok, Pihak yang membantu dalam penelitian tindakan kelas ini adalah Kepala sekolah SDN Kemirimuka 2 yang bernama Bapak Rusnadi,S.Pd dan Ibu Inayah,S.Pd.SD sebagai supervisor yang bertugas sebagai guru kelas VI.B. B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran Kegiatan dirancang dengan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru kelas sendiri melalui refleksi dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar peserta didik meningkat (Zainal Aqib,2008). Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model pembelajaran Bermain Peran (Role Playing) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi. Penelitian dilaksanakan pada kelas VI.A SDN Kemirimuka 2 Kec. Beji Kota Depok. Waktu pelaksanaan menggunakan jam pelajaran reguler yang berlaku pada kelas penelitian, sehingga kegiatan PTK tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yang meliputi : 1) tahap perencanaan, 2) implementasi tindakan, 3) tindakan observasi dan 4) refleksi. Berikut ini akan digambarkan tahap-tahap dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :


18 Permasalahan : Hasil belajar yang rendah Perencanaan : • Menyusun RPP peristiwa rotasi dan revolusi bumi • Skenario penelitian siklus I Pelaksanaan : Pembelajaran sesuai dengan setting penelitian Pengamatan : Observasi pengamatan atau penelitian Refleksi : • Analisis hasil pengamatan siklus I • Hasil pembelajaran Siklus II Pelaksanaan : Pelaksanaan sesuai setting penelitian Perencanaan : • RPP siklus II • Pokok bahasan siklus I yang belum maksimal Menyempurnakan siklus I, skenario penelitian siklus II Pengamatan : Observasi pengamatan atau penelitian Refleksi : Hasil pengamatan siklus II Hasil pembelajaran Siklus I Hasil Gambar 3.1 Desain Penelitian Tindakan Kelas


19 Pelaksanaan tindakan ini dilaksanakan oleh peneliti. Adapun proses kerja dalam penelitian ini adalah: 1. Pra Siklus Pelaksanaan prasiklus dilakukan dengan tahap perencanaan, pelaksanaan,observasi dan refleksi. a. Perencanaan 1) Memohon izin dan Berkoordinasi terhadap pihak sekolah yaitu Kepala Sekolah untuk melakukan penelitian disekolah tersebut. 2) Berkoordinasi dengan supervisor yang akan dijadikan pengamat atau observasi dalam melakukan kegiatan penelitian terutama dalam proses pembelajaran yang akan dilakukan 3) Membuat RPP dan kelengkapannya 4) Menyususn alat evaluasi 5) Menentukan waktu pelaksanaan b. Pelaksanaan 1) Membuka proses pembelajaran dengan mengucapkan salam dan mengajak semua siswa untuk berdoa. 2) Guru membuka pelajaran dengan memperkenalkan judul tema (Tema : Bumiku). 3) Guru memberikan beberapa pertanyaan untuk menstimulus rasa ingin tahu siswa tentang topik yang akan dibahas pada tema. • Apa yang dapat kamu lakukan dan lihat ketika siang hari? • Apa yang dapat kamu lakukan dan lihat ketika malam hari? • Pernahkah kamu berpergian ke suatu tempat yang memiliki waktu berbeda dengan kota asalmu? • Bagaimana dengan cuaca sekarang? • Kata apa yang muncul dipikiranmu ketika mendengar kata musim? 4) Motivasi : Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami gerakan bumi.


20 5) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 6) Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang pengertian rotasi bumi. 7) Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang akibat dari rotasi bumi. 8) Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang revolusi bumi. 9) Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang akibat dari revolusi bumi. 10) Siswa bersama guru melakukan Tanya jawab tentang rotasi dan revolusi bumi. 11) Guru memberikan penguatan terhadap jawaban – jawaban siswa. 12) Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran tentang rotasi dan revolusi bumi. 13) Siswa mengerjakan soal evaluasi. 14) Guru mengakhiri pelajaran dengan doa dan salam. c. Observasi Berdasarkan pengamatan teman sejawat pada tahap prasiklus, ditemukan beberapa hal yang menjadi permasalahan untuk dijadikan penelitian yaitu : 1) Metode mengajar kurang menarik, hanya ceramah. 2) Media yang digunakan kurang menarik. 3) Siswa terlihat kurang perhatian pada saat pembelajaran. 4) Siswa kurang aktif dalam tanya jawab. 5) Guru kurang memberi motivasi pada siswa dalam pembelajaran. 6) Guru kurang menguasai strategi penguasaan kelas.


21 d. Refleksi Guru mengambil hasil evaluasi dari pembelajaran IPA kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi sebelum penelitian. Berdasarkan evaluasi pembelajaran pada kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi sebelumnya diperoleh nilai dari 34 anak (79%) yang nilainya masih di bawah KKM, dan 9 anak (21%) yang memenuhi KKM dengan nilai terendah 20 dan nilai tertinggi 90 rata-rata kelas 62. Berarti nilai IPA peserta didik kelas VI.A yang ada di SDN Kemirimuka 2 masih rendah. Dalam pra siklus ini peneliti belum memberikan metode yang akan diterapkan kepada siswa sehingga pengajaran yang digunakan masih menggunakan metode konvensional. Hal ini dilakukan sebagai dasar untuk membandingkan keberhasilan pembelajaran menggunakan metode bermain peran (role playing) pada siklus I dan siklus II. 2. Siklus I Siklus I dalam penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari tahap perencanaan, implementasi tindakan, tindakan observasi dan refleksi. a. Perencanaan Dalam perencanaan yang akan dilakukan oleh peneliti, maka penelitian memerlukan sebuah perencanaan yang matang karena keberhasilan seseorang dalam melaksanakan penelitian sangat tergantung kepada persiapan atau perencanaan yang dilakukan. Terkait dengan penelitian yang akan penulis lakukan, dalam tahapan perencanaan ini penulis melakukan beberapa kegiatan / langkahlangkah dalam perencanaan sebagai berikut : 1) Memohon izin dan Berkoordinasi terhadap pihak sekolah yaitu Kepala Sekolah untuk penelitian disekolah tersebut. 2) Berkoordinasi dengan supervisor yang akan dijadikan pengamat atau observasi dalam melakukan kegiatan penelitian terutama dalam proses pembelajaran yang akan


22 dilakukan. 3) Bersama supervisor diskusi untuk menyusun lembar observasi yang sesuai dengan aspek yang akan diamati pada kegiatan perbaikan pembelajaran yang akan peneliti lakukan. 4) Menyusun RPP beserta kelengkapannya 5) Mengembangkan skenario pelaksanaan pembelajaran Peristiwa Rotasi dan revolusi Bumi : • Pembagian tim • Penetapan tugas untuk masing-masing tim • Mekanisme diskusi tim 6) Menyusun alat evaluasi 7) Melakukan simulasi pembelajaran dengan diamati oleh teman sejawat untuk mengukur ketepatan waktu dan metode yang akan digunakan 8) Menentukan waktu pelaksanaan. b. Tindakan Dengan dibantu oleh teman sejawat peneliti akan melaksanakan kegiatan implementasi tindakan pembelajaran dengan langkah- langkah sebagai berikut : 1) Guru mempersiapkan administrasi sekolah yaitu mempersiapkan RPP , silabus dan materi serta metode pembelajaran yang akan digunakan oleh guru 2) Guru memberikan salam kepada semua peserta didik. 3) Guru mengadakan absensi terhadap kehadiran peserta didik. 4) Guru melakukan penataan ulang ruang belajar dengan terlebih dahulu membuat kelompok untuk diskusi 5) Guru mempersiapkan siswa untuk memulai pembelajaran dan memberikan semangat dengan menggunakan yel yel dikelas 6) Guru mempersiapkan apersepsi dengan menanyakan hal – hal sebagai berikut : “Apa yang menyebabkan siang dan malam?”


23 “Bumi atau Mataharikah yang sesungguhnya bergerak? ““Ada berapa perbedaan waktu di Indonesia ?” “Ada berapa musim di Indonesia?” “Sebutkan musim yang ada di Indonesia!” 7) Guru memberikan motivasi akan pentingnya menguasai materi dengan baik untuk membantu siswa dalam memahami rotasi dan revolusi bumi 8) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 9) Guru menjelaskan langkah – langkah dengan metode pembelajaran bermain peran (role playing) 10) Guru memulai pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran (role playing) dengan langkah – langkah sebagai berikut : (a). Guru memberikan pengantar mengenai materi rotasi dan revolusi. (b).Guru membentuk kelompok siswa yang masing-masing beranggotakan 4 orang. (c). Guru membagikan dan menjelaskan skenario tentang rotasi dan revolusi bumi yang akan ditampilkan oleh setiap kelompok (yang sudah disiapkan seminggu sebelumnya). (d).Kelompok secara bergantian melakoni skenario tentang rotasi dan revolusi bumi yang sudah diberikan guru. (e). Kelompok yang belum maju, mengamati skenario tentang rotasi dan revolusi bumi yang sedang diperagakan. (f). Setelah ditampilkan, guru membahas penampilan masing- masing kelompok. (g).Guru memerintah masing-masing kelompok menulis dan menyampaikan hasil kesimpulan tentang rotasi dan revolusi bumi. (h).Guru mempersilahkan kepada kelompok untuk bertanya (i). Guru bersama murid membuat kesimpulan tentang pembelajaran hari ini (j). Guru memberikan penguatan kepada seluruh siswa


24 (k).Guru memberikan evaluasi serta memeriksa hasil evaluasi pembelajaran hari ini berupa soal isian sebanyak 10 soal c. Observasi Berdasarkan pengamatan pada siklus I, ditemukan beberapa hal yang menjadi permasalahan yaitu hasil belajar siswa kurang memuaskan, dan nilai siswa yang tuntas masih rendah. Dan permasalahan lain yang ditemukan adalah : 1) Nilai siswa yang belum tuntas yaitu mencapai 30% ( 13 Orang) 2) Metode yang digunakan masih kurang efektif karena siswa masih malu-malu untuk memerankan skenario 3) Masih ada siswa yang belum menghafal skenario 4) Media pembelajaran masih perlu diubah 5) Pendekatan kelompok yang dilakukan sudah baik tetapi perlu ditingkatkan d. Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan dengan supervisor, maka ditemukan adanya kekuatan dan kelemahan pada diri peneliti diantaranya : 1) Kekuatan (a). Guru Memiliki suara yang lantang sehingga siswa bisa focus dalam menerima pembelajaran (b).Guru berpenampilan menarik (c). Guru sudah membuat administrasi sekolah (d).Guru sudah melakukan apersepsi dengan baik (e). Guru juga sudah menjelaskan tujuan pembelajaran (f). Guru sudah menyiapkan skenario dan sudah menyiapkan evaluasi (g).Guru sudah membagikan kelompok dengan menyesuaikan tempat duduk siswa (h).Guru sudah memberikan kesempatan kepada semua kelompok untuk menampilkan skenario


25 2) Kelemahan (a). Guru belum bisa mengkondisikan waktu dengan baik (b).Masih ada siswa yang malu-malu saat memainkan skenario (c).Masih ada siswa yang belum hafal skenario (d).Guru belum maksimal dalam pembagian kelompok (e). Guru belum bisa menguatkan materi rotasi dan revolusi bumi dengan menggunakan metode bermain peran (role playing) Dengan demikian setelah melihat kekurangan dan kelebihan serta nilai yang masih ada dibawah KKM yaitu 30 % (13 orang) . Maka peneliti perlu melakukan perbaikan pada siklus ke II, supaya pada pembelajaran berikutnya dapat berlangsung dengan baik dan lancar. Maka peneliti membuat Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut : 1. Guru belum bisa mengkondisikan waktu dengan baik, dengan jumlah siswa 43 orang butuh waktu yang lama untuk menunggu giliran sehingga siswa yang tidak maju masih terlihat berbicang kepada teman yang lainnya atau siswa berjalan-jalan ketempat kelompok lainnya. Pada siklus ke II guru mendatangi kepada setiap kelompok untuk menghemat waktu dan selalu memotivasi kepada setiap kelompok untuk tetap bersemangat dan penuh antusias dalam memainkan skenario. 2. Masih ada siswa yang malu-malu saat memainkan skenario, maka pada siklus II guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi diri siswa dan memberikan gairah dan semangat agar lebih berani dan menghayati dalam memainkan skenario. 3. Masih ada siswa yang belum hafal skenario, maka pada siklus ke II guru melakukan penjelasan materi rotasi dan revolusi lebih diperjelas kembali. 4. Guru belum maksimal dalam pembagian kelompok, maka pada siklus ke II guru melakukan pengundian secara acak dimana siswa yang lebih pintar akan disebar kepada tiap – tiap kelompok.


26 5. Guru belum bisa menguatkan materi rotasi dan revolusi bumi dengan metode bermain peran (role playing), maka pada siklus ke II guru memberikan penguatan kembali dengan menjelaskan kembali skenario yang akan diperankan. 6. Guru mempersiapkan LKS untuk berdiskusi pada siklus ke II. Supaya siswa lebih aktif lagi dalam pembelajaran. 3. Siklus II a. Perencanaan Peneliti membuat rencana perbaikan pembelajaran berdasarkan refleksi Siklus I untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih baik. Hal-hal yang akan dipersiapkan adalah menyusun perangkat pembelajaran yang lebih baik dan lengkap sesuai dengan tujuan pembelajaran dan refleksi. Peneliti membuat RPP model pembelajaran bermain peran (role playing) dan kelengkapannya yang sudah diperbaiki pada siklus I, menambahkan alat bantu pembelajaran yaitu globe. b. Tindakan Implementasi tindakan dalam siklus II adalah sebagai berikut : 1) Guru mempersiapkan administrasi sekolah yaitu mempersiapkan RPP , silabus dan materi serta metode pembelajaran yang akan digunakan oleh guru 2) Guru memberikan salam kepada semua peserta didik. 3) Guru mengadakan absensi terhadap kehadiran peserta didik. 4) Guru melakukan penataan ulang ruang belajar dengan terlebih dahulu membuat kelompok untuk diskusi 5) Guru mempersiapkan siswa untuk memulai pembelajaran dan memberikan semangat dengan menggunakan yel yel dikelas 6) Guru mempersiapkan apersepsi dengan menanyakan hal – hal sebagai berikut : “Mengapa ada siang da nada malam ?” “Apakah Matahari itu bergerak sehingga ia terbit dan tenggelam?” “Jika di Jakarta pukul 12.00, pukul berapakah di


27 Irian Jaya ?” “Ada berapa musim di dunia?” “Perhatikan keadaan sekarang ini. Musim apakah sekarang?” 7) Guru memberikan motivasi akan pentingnya menguasai materi dengan baik untuk membantu siswa dalam memahami rotasi dan revolusi bumi 8) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 9) Guru menjelaskan langkah-langkah dengan metode pembelajaran bermain peran (role playing) 10) Guru memulai pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran (role playing) dengan langkah-langkah sebagai berikut : a) Guru memberikan pengantar mengenai materi rotasi dan revolusi. b) Guru membentuk kelompok siswa yang masing-masing beranggotakan 4 orang dengan siswa yang pintar disebar ditiap-tiap kelompok. c) Guru membagikan dan menjelaskan skenario tentang rotasi dan revolusi bumi yang akan ditampilkan oleh setiap kelompok dengan menambahkan dan mengubah media. d) Kelompok secara bergantian melakoni skenario tentang rotasi dan revolusi bumi yang sudah diberikan guru dengan speaker. e) Kelompok yang belum maju, mengamati skenario tentang rotasi dan revolusi bumi yang sedang diperagakan. f) Setelah ditampilkan, guru membahas penampilan masing- masing kelompok. g) Guru memerintah masing-masing kelompok menulis dan menyampaikan hasil kesimpulan tentang rotasi dan revolusi bumi. h) Guru mempersilahkan kepada kelompok untuk bertanya i) Guru bersama murid membuat kesimpulan tentang pembelajaran hari ini


28 j) Guru memberikan penguatan kepada seluruh siswa k) Guru memberikan evaluasi serta memeriksa hasil evaluasi pembelajaran hari ini berupa soal isian sebanyak 10 soal l) Guru memberikan penghargaan berupa reward 5 bintang yang akan ditempel pada papan prestasi yang berada didepan kelas kepada salah satu kelompok yang terbaik dalam melakoni skenario. c. Observasi Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh supervisor, maka terdapat beberapa hasil dalam pelaksanaan siklus III, dintaranya : 1) siswa sangat antusias dalam melakoni peran dan kelas menjadi dinamis. 2) Guru menggunakan media yang disukai oleh siswa serta alat dan bahan yang konkre 3) Siswa sangat semangat karena dapat terjun langsung untuk memerankan sesuatu yang akan dibahas dalam proses belajar 4) Kebersamaan di dalam kelompok sangat terasa d. Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan dengan supervisor, maka ditemukan adanya kekuatan dan kelemahan pada diri penetili diantaranya adalah sebagai berikut : 1) Kekuatan a) Guru sudah mempersiapkan administrasi dengan baik. b) Guru sudah bisa mengkondisikan waktu dengan tepat c) Guru sudah membagikan kelompok dimana siswa yang lebih pintar disebar kepada kelompok lain. d) Guru mengubah dan menambahkan media e) guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi diri siswa dan memberikan gairah dan semangat agar lebih berani dan menghayati dalam memainkan skenario. f) Guru sudah memberikan apersepsi dengan baik.


29 g) Guru sudah menggunakan alat dan bahan yang kongkret. h) Guru memberikan reward berupa bintang yang akan ditempel pada papan prestasi. 2) Kelemahan Ternyata masih saja ada siswa yang belum focus dalam memperhatikan kelompok lain yang sedang maju. Peneliti melakukan refleksi terhadap pembelajaran terhadap siklus II. Setelah siklus II barulah pembelajaran mencapai target yang diharapkan oleh penulis dengan nilai siswa yang tidak tuntas mencapai 9 % (4 orang). Dimana nilai siswa yang tidak tuntas mengalami penurunan dari siklus sebelumnya. Pada siklus ke II presentasi ketuntasan mencapai > 80 % dengan rata – rata 91 %. Sehingga penulis mencukupkan perbaikan hanya pada siklus ke II. C. Teknik Analisis Data Dalam menganalisis data, peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut : 1. Pengumpulan data keberhasilan belajar siswa dilakukan dengan cara melaksanakan evaluasi pada setiap siklus pembelajaran. 2. Setelah mengumpulkan data maka penulis membuat rata-rata keberhasilan siswa untuk setiap siklus. 3. Peneliti membandingkan semua hasil evaluasi dari siklus I sampai dengan siklus II untuk melihat perkembangan perubahan hasil belajar siswa yang terjadi pada setiap siklusnya. 4. Guru dikatakan berhasil dalam pelaksanaan pembelajaran jika hasil evaluasi siswa mendapat nilai > 80 % atau diatas rata-rata KKM. Untuk mengetahui keaktifan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisi data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif yaitu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk


30 mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau presentasi keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi pada siklus pertama yaitu soal pilihan ganda berupa 10 soal, dilanjutkan dengan siklus ke II evaluasi diberikan dengan soal isian sebanyak 10 soal.


31 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran 1. Prasiklus Pada hari kamis tanggal 30 Januari 2020 peneliti melaksanakan prasiklus untuk mengetahui kondisi awal hasil pembelajaran IPA kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi sebelum dilakukan penelitian sangat rendah. Hal ini terbukti dari hasil evaluasi prasiklus. Berikut adalah data perolehan nilai prasiklus : Tabel 4.1 PENILAIAN PRASIKLUS KELAS VI.A SDN KEMIRIMUKA 2 DEPOK NO NAMA SISWA L/P NILAI KET. 1 Abdul Aziz. A L 50 Belum Tuntas 2 Achmad Rosicky .R L 40 Belum Tuntas 3 Aditya Djanuarto L 90 Tuntas 4 Ahmad Prabu .S L 60 Belum Tuntas 5 Ahmad Ramdhani L 60 Belum Tuntas 6 Alifia Nur’aini . S P 80 Tuntas 7 ALliftia Ramadhani .S P 60 Belum Tuntas 8 Audina Rizqitalitha P 90 Tuntas 9 Bias Raissa Akbar L 70 Belum Tuntas 10 Bunga Savira P 60 Belum Tuntas 11 Dhini Aura .R P 60 Belum Tuntas 12 Elsa Emilia .S P 70 Belum Tuntas 13 Fahira Alisyah .I P 60 Belum Tuntas 14 Fahrezhi Mangaraja .H.P L 50 Belum Tuntas 15 Futri Kamilia .K P 80 Tuntas 16 Ganes Ayu Wulandari P 80 Tuntas 17 Gilang Maulidan L 70 Belum Tuntas 18 Kasih Rafifah .A P 70 Belum Tuntas 19 Keiysa Alyssa .P P 20 Belum Tuntas


32 20 Keyla Aulia .R P 90 Tuntas 21 M. Miftakhul Rozaq .A.S L 60 Belum Tuntas 22 Mawar Indriani P 20 Belum Tuntas 23 Miftah Elfa .A L 40 Belum Tuntas 24 Mohamad Alfarizi L 70 Belum Tuntas 25 Mohamad Fauzan Ali L 60 Belum Tuntas 26 Muhamad Farel Alfarizi L 20 Belum Tuntas 27 Muhammad Fadli .P L 80 Tuntas 28 Muhammad Farel .S L 70 Belum Tuntas 29 Muhammad Fattan .M L 60 Belum Tuntas 30 Muhammad Haikal .S L 60 Belum Tuntas 31 Muhammad Rafi L 60 Belum Tuntas 32 Muhammad Rizky .G.A L 70 Belum Tuntas 33 Nabil Firmansyah L 60 Belum Tuntas 34 Nayya Atsillah .P P 60 Belum Tuntas 35 Oka Satia .D L 90 Tuntas 36 Ramizar Pratama L 70 Belum Tuntas 37 Ricky Dwi Andika L 40 Belum Tuntas 38 Safira Haifah .M P 70 Belum Tuntas 39 Safitri P 60 Belum Tuntas 40 Said Khaidar Maulana .A L 60 Belum Tuntas 41 Syailendra Aryasatya .S L 60 Belum Tuntas 42 Tasya Diniati Aulia P 90 Tuntas 43 Valencia Milano .A.H L 40 Belum Tuntas Jumlah Nilai : 2680 Rata-rata : 62 Nilai Tertinggi : 90 Nilai Terendah : 20 Jumlah siswa yang tuntas : 9 Siswa 21% Jumlah siswa yang tidak tuntas : 34 Siswa 79% Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa dari 43 siswa yang mengikuti evaluasi prasiklus, baru 9 anak (21%) yang mencapai ketuntasan. Nilai rata-rata siswa masih di bawah KKM. Nilai rata-rata siswa 62, dengan nilai tertinggi 90 dan terendah 20. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata masih di bawah KKM kelas, yaitu 75.


33 Berikut adalah penyajian rating prasiklus dalam data diagram dibawah ini : Gambar 4.1 Diagram Nilai IPA Prasiklus Berdasarkan gambar 4.1 dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang belum tuntas ada 34 siswa (79%) sedangkan yang tuntas hanya 9 siswa (21%). Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian pada siklus I dan siklus II menggunakan metode bermain peran (role playing). 2. Siklus I Pada hari kamis tanggal 6 Februari 2020 peneliti melaksanakan siklus I, yang berguna untuk melakukan perbaikan pembelajaran prasiklus. Pada perbaikan awal, ternyata siswa masih banyak yang mengalami kesulitan dalam melakoni skenario dalam bermain peran. Hal ini dapat terlihat dengan ketuntasan siswa yang mengalami kenaikan, meski belum mencapai nilai ketuntasan yang telah ditentukan. Berikut adalah data perolehan nilai siklus I :


34 Tabel 4.2 PENILAIAN SIKLUS I KELAS VI.A SDN KEMIRIMUKA 2 DEPOK NO NAMA SISWA L/P NILAI KET. 1 Abdul Aziz. A L 60 Belum Tuntas 2 Achmad Rosicky .R L 50 Belum Tuntas 3 Aditya Djanuarto L 90 Tuntas 4 Ahmad Prabu .S L 50 Belum Tuntas 5 Ahmad Ramdhani L 50 Belum Tuntas 6 Alifia Nur’aini . S P 100 Tuntas 7 ALliftia Ramadhani .S P 100 Tuntas 8 Audina Rizqitalitha P 90 Tuntas 9 Bias Raissa Akbar L 80 Tuntas 10 Bunga Savira P 80 Tuntas 11 Dhini Aura .R P 80 Tuntas 12 Elsa Emilia .S P 80 Tuntas 13 Fahira Alisyah .I P 70 Belum Tuntas 14 Fahrezhi Mangaraja .H.P L 70 Belum Tuntas 15 Futri Kamilia .K P 100 Tuntas 16 Ganes Ayu Wulandari P 90 Tuntas 17 Gilang Maulidan L 100 Tuntas 18 Kasih Rafifah .A P 90 Tuntas 19 Keiysa Alyssa .P P 80 Tuntas 20 Keyla Aulia .R P 90 Tuntas 21 M. Miftakhul Rozaq .A.S L 80 Tuntas 22 Mawar Indriani P 70 Belum Tuntas 23 Miftah Elfa .A L 80 Tuntas 24 Mohamad Alfarizi L 80 Tuntas 25 Mohamad Fauzan Ali L 90 Tuntas 26 Muhamad Farel Alfarizi L 50 Belum Tuntas 27 Muhammad Fadli .P L 90 Tuntas 28 Muhammad Farel .S L 100 Tuntas 29 Muhammad Fattan .M L 60 Belum Tuntas 30 Muhammad Haikal .S L 90 Tuntas 31 Muhammad Rafi L 80 Tuntas 32 Muhammad Rizky .G.A L 80 Tuntas 33 Nabil Firmansyah L 70 Belum Tuntas 34 Nayya Atsillah .P P 70 Belum Tuntas


Click to View FlipBook Version