35 35 Oka Satia .D L 90 Tuntas 36 Ramizar Pratama L 80 Tuntas 37 Ricky Dwi Andika L 70 Belum Tuntas 38 Safira Haifah .M P 80 Tuntas 39 Safitri P 80 Tuntas 40 Said Khaidar Maulana .A L 90 Tuntas 41 Syailendra Aryasatya .S L 90 Tuntas 42 Tasya Diniati Aulia P 90 Tuntas 43 Valencia Milano .A.H L 50 Belum Tuntas Jumlah Nilai : 3410 Rata-rata : 79 Nilai Tertinggi : 100 Nilai Terendah : 50 Jumlah siswa yang tuntas : 30 Siswa 70% Jumlah siswa yang belum tuntas : 13 Siswa 30% Berdasarkan tabel 4.2 diatas, dapat di deskripsikan bahwa pada siklus I, dari 43 siswa hasil belajar mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan prasiklus. Dari data diatas bahwa siswa yang tuntas mencapai 70% (30 Orang). Dan siswa yang tidak tuntas sebesar 30% (13 orang). Dengan nilai rata-rata sebesar 79, maka sudah mencapai KKM. Tetapi masih belum mencapai target persentase nilai ketuntasan kelas. Berikut adalah penyajian rating peningkatan dalam data diagram dibawah ini: Gambar 4.2 Diagram Nilai IPA Siklus I
36 Berdasarkan dari Gambar 4.2, dapat dideskripsikan bahwa hampir seluruh nilai siswa mengalami kenaikan, setelah menggunakan metode bermain peran (role playing). Dimana pada siklus I ini yang mendominasi adalah warna merah, sehingga nilai siswa yang tuntas terlihat sangat jelas dan tinggi dimana terdapat 30 siswa (70%) yang tuntas diatas KKM. Sedangkan diagram yang berwarna biru hanya terdapat 13 siswa (30%) yang masih belum tuntas dan dibawah KKM. 3. Siklus II Pada hari jum’at tanggal 7 Februari 2020 peneliti melaksanakan siklus II, yang berguna untuk melakukan perbaikan pembelajaran pada siklus I. Pada perbaikan kedua, ternyata siswa tambah antusias dalam melakoni skenario bermain peran. Hal ini dapat terlihat dengan ketuntasan siswa yang mengalami kenaikan, meski masih tersisa 4 siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan yang telah ditentukan. Berikut adalah data perolehan nilai siklus II : Tabel 4.3 PENILAIAN SIKLUS II KELAS VI.A SDN KEMIRIMUKA 2 DEPOK NO NAMA SISWA L/P NILAI KET. 1 Abdul Aziz. A L 80 Tuntas 2 Achmad Rosicky .R L 60 Belum Tuntas 3 Aditya Djanuarto L 100 Tuntas 4 Ahmad Prabu .S L 80 Tuntas 5 Ahmad Ramdhani L 90 Tuntas 6 Alifia Nur’aini . S P 90 Tuntas 7 ALliftia Ramadhani .S P 100 Tuntas 8 Audina Rizqitalitha P 100 Tuntas 9 Bias Raissa Akbar L 80 Tuntas 10 Bunga Savira P 95 Tuntas 11 Dhini Aura .R P 90 Tuntas 12 Elsa Emilia .S P 95 Tuntas 13 Fahira Alisyah .I P 90 Tuntas
37 14 Fahrezhi Mangaraja .H.P L 80 Tuntas 15 Futri Kamilia .K P 80 Tuntas 16 Ganes Ayu Wulandari P 100 Tuntas 17 Gilang Maulidan L 90 Tuntas 18 Kasih Rafifah .A P 90 Tuntas 19 Keiysa Alyssa .P P 80 Tuntas 20 Keyla Aulia .R P 100 Tuntas 21 M. Miftakhul Rozaq .A.S L 90 Tuntas 22 Mawar Indriani P 60 Belum Tuntas 23 Miftah Elfa .A L 90 Tuntas 24 Mohamad Alfarizi L 90 Tuntas 25 Mohamad Fauzan Ali L 80 Tuntas 26 Muhamad Farel Alfarizi L 60 Belum Tuntas 27 Muhammad Fadli .P L 100 Tuntas 28 Muhammad Farel .S L 100 Tuntas 29 Muhammad Fattan .M L 85 Tuntas 30 Muhammad Haikal .S L 80 Tuntas 31 Muhammad Rafi L 90 Tuntas 32 Muhammad Rizky .G.A L 80 Tuntas 33 Nabil Firmansyah L 80 Tuntas 34 Nayya Atsillah .P P 90 Tuntas 35 Oka Satia .D L 100 Tuntas 36 Ramizar Pratama L 90 Tuntas 37 Ricky Dwi Andika L 80 Tuntas 38 Safira Haifah .M P 60 Belum Tuntas 39 Safitri P 90 Tuntas 40 Said Khaidar Maulana .A L 85 Tuntas 41 Syailendra Aryasatya .S L 100 Tuntas 42 Tasya Diniati Aulia P 100 Tuntas 43 Valencia Milano .A.H L 80 Tuntas Jumlah Nilai Jumlah Nilai : 3730 Rata-rata Rata-rata : 87 Nilai Tertinggi Nilai Tertinggi : 100 Nilai Terendah Nilai Terendah : 60 Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang tuntas : 39 Siswa 91% Jumlah siswa yang belum tuntas Jumlah siswa yang belum tuntas : 4 Siswa 9%
38 Berdasarkan tabel 4.3 diatas, dapat di deskripsikan bahwa pada siklus II, dari 43 siswa hasil belajar mengalami peningkatan yang signifikan dibandingakan dengan siklus I. Dari data diatas bahwa siswa yang tuntas mencapai 91% (39 Orang). Dan siswa yang tidak tuntas sebesar 9% (4 orang). Dengan nilai rata – rata sebesar 87. Berikut adalah penyajian rating peningkatan dalam data diagram dibawah ini : Gambar 4.3 Diagram Nilai IPA Siklus II Berdasarkan gambar 4.3 diatas, dapat dideskripsikan bahwa 39 siswa (91%) mengalami kenaikan. Hanya 4 siswa (9%) yang belum mengalami kenaikan. Dan peneliti berdiskusi dengan teman sejawat untuk memberhentikan perbaikan pembelajaran dan peneliti mengakhiri perbaikan pembelajaran pada siklus ke II. 4. Rekapitulasi Penelitian Tabel 4.4 DATA REKAPITULASI NILAI PEMBELAJARAN IPA PADA PENELITIAN PRASIKLUS, SIKLUS I DAN SIKLUS II KELAS VI.A SDN KEMIRIMUKA 2 DEPOK
39 Hasil yang dicapai Prasiklus Siklus I Siklus 1 Abdul Aziz II . A L 50 60 80 2 Achmad Rosicky .R L 40 50 60 3 Aditya Djanuarto L 90 90 100 4 Ahmad Prabu .S L 60 50 80 5 Ahmad Ramdhani L 60 50 90 6 Alifia Nur’aini . S P 80 100 90 7 ALliftia Ramadhani .S P 60 100 100 8 Audina Rizqitalitha P 90 90 100 9 Bias Raissa Akbar L 70 80 80 10 Bunga Savira P 60 80 95 11 Dhini Aura .R P 60 80 90 12 Elsa Emilia .S P 70 80 95 13 Fahira Alisyah .I P 60 70 90 14 Fahrezhi Mangaraja .H.P L 50 70 80 15 Futri Kamilia .K P 80 100 80 16 Ganes Ayu Wulandari P 80 90 100 17 Gilang Maulidan L 70 100 90 18 Kasih Rafifah .A P 70 90 90 19 Keiysa Alyssa .P P 20 80 80 20 Keyla Aulia .R P 90 90 100 21 M. Miftakhul Rozaq .A.S L 60 80 90 22 Mawar Indriani P 20 70 60 23 Miftah Elfa .A L 40 80 90 24 Mohamad Alfarizi L 70 80 90 25 Mohamad Fauzan Ali L 60 90 80 26 Muhamad Farel Alfarizi L 20 50 60 27 Muhammad Fadli .P L 80 90 100 28 Muhammad Farel .S L 70 100 100 29 Muhammad Fattan .M L 60 60 85 30 Muhammad Haikal .S L 60 90 80 31 Muhammad Rafi L 60 80 90 32 Muhammad Rizky .G.A L 70 80 80 33 Nabil Firmansyah L 60 70 80 34 Nayya Atsillah .P P 60 70 90 35 Oka Satia .D L 90 90 100 36 Ramizar Pratama L 70 80 90 37 Ricky Dwi Andika L 40 70 80
40 38 Safira Haifah .M P 70 80 60 39 Safitri P 60 80 90 40 Said Khaidar Maulana .A L 60 90 85 41 Syailendra Aryasatya .S L 60 90 100 42 Tasya Diniati Aulia P 90 90 100 43 Valencia Milano .A.H L 40 50 80 Jumlah Nilai : 2680 3410 3730 Rata-rata : 62 79 87 Nilai Tertinggi : 90 100 100 Nilai Terendah : 20 50 60 Jumlah siswa yang tuntas : 9 Siswa (21%) 30 Siswa (70%) 39 Siswa (91%) Jumlah siswa yang belum tuntas : 34 Siswa (79%) 13 Siswa (30%) 4 Siswa (9%) Berdasarkan data rekapitulasi pada tabel 4.4 di atas, peneliti mengamati bahwa pembelajaran yang dilakukan mengalami peningkatan yang sangat baik. Pengamatan pada tahapan prasiklus pada 43 peserta didik di kelas VI.A SDN Kemirimuka 2 Depok, didapat rata-rata nilai 62 dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 20, dan didapatkan jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan sebanyak 1 siswa (20%) dan yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 34 siswa (79%). Pengamatan pada tahapan siklus 1, didapat rata-rata nilai 79 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 50, dan didapatkan jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan sebanyak 30 orang (70%), dan yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 13 orang (30%). Pengamatan pada tahapan siklus 2, didapat rata-rata nilai 87 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 60, dan didapatkan jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan sebanyak 39 siswa (91%), dan yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 4 siswa (9%). Berdasarkan data tersebut, rekapitulasi nilai keseluruhan mulai dari tahapan prasiklus, siklus 1 hingga siklus 2, hasil peserta didik dalam mencapai target ketuntasan mengalami kenaikan yang
41 signifikan. Hal ini berarti bahwa penerapan metode bermain peran (role playing) dapat membantu keaktifan peserta didik dalam memahami kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi. Semua itu terlihat dari nilai yang dicapai peserta didik setelah tahapan siklus 2. Adapun rekapitulasi persentase target ketuntasan peserta didik di setiap tahapannya, tersaji pada gambar di bawah ini. Gambar 4.4 Diagram Rekapitulasi Ketuntasan Nilai IPA Prasiklus, Siklus I dan Siklus II Berdasarkan gambar 4.4 di atas, yaitu diagram rekapitulasi persentase target ketuntasan nilai IPA dalam tahapan prasiklus, siklus 1, dan siklus 2 dapat diketahui bahwa pada tahapan prasiklus didapatkan jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan sebanyak 9 orang dari 43 peserta didik (21%) dan yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 34 orang (79%). Pada tahapan siklus 1 didapatkan jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan sebanyak 30 siswa dari 43 peserta didik (70%) dan yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 13 orang (30%). Pada tahapan siklus 2 didapatkan jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan sebanyak 39 orang dari 43 peserta didik (91%) dan yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 4 siswa (9%).
42 B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan pembelajaran 1. Prasiklus Pelajaran IPA merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit oleh para siswa. Pada tes awal prasiklus peneliti memberikan 10 soal esai. Berdasarkan tabel 4.1 diatas dapat diketahui bahwa secara umum peserta didik masih belum menguasai materi tentang rotasi dan revolusi bumi. Dikarenakan proses pembelajaran didalam kelas masih didominasi oleh guru dengan menggunakan metode konvensional yaitu ceramah. Metode ceramah menurut Gilstrap dan Martin 1975 : ceramah berasal dari bahasa latin yaitu Lecturu, Legu ( Legree, lectus) yang berati membaca kemudian diartikan secara umum dengan mengajar sebagai akibat dari guru menyampaikan pelajaran dengan membaca dari buku dan mendiktekan pelajaran dengan penggunaan buku. Kadang-kadang guru sangat mengejar disampaikannya bahan sebanyak-banyaknya, sehingga hanya menjadi bersifat pemompaan. Sehingga metode ini kurang menarik minat para siswa. Dengan menggunakan metode ini guru hanya mengandalkan media papan tulis dan sebuah gambar matahari dan bumi. Sehingga Siswa hanya duduk diam memperhatikan dan mendengarkan ceramah guru. Setelah guru menjelaskan materi pelajaran, siswa menyalin atau mencatat materi tersebut di buku mereka masing-masing. Siswa kurang pernah diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, guru tidak sering melakukan demonstrasi di depan kelas dan siswa tidak pernah diajak untuk melakukan diskusi sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Media yang digunakan masih sangat terbatas dan kurang tepat. Dilihat dari segi media pun siswa kurang tertarik. Apabila penceramah tidak memperhatikan segi-segi psikologis dan didastis dari anak didik, ceramah dapat bersifat melantur-lantur. Dalam proses pembelajaran dikelas yang masih terlalu berorientasi terhadap penguasaan teori dan hafalan banyak siswa yang terlihat kurang perhatian dan tidak fokus karena merasa bosan. Mereka lebih memilih berbincangbincang dengan temannya atau mengganggu temannya yang lain. Disaat guru mulai melemparkan pertanyaan setelah materi
43 dijelaskan, lebih banyak siswa yang diam dan bingung. Begitupun saat guru menanyakan apa ada pertanyaan yang tidak dimengerti, banyak siswa juga lebih memilih diam dan malu. Siswa cenderung menjadi pasif dan ada kemungkinan kurang tepat dalam mengambil kesimpulan, sebab guru menyampaikan bahan-bahan tersebut dengan lisan. Hanya siswa yang ituitu saja yang selalu aktif. Sehingga saat pembelajaran terlihat kurang hidup. Dengan suasana kelas yang kurang hidup, guru juga tidak memberikan penghargaan secara lisan maupun perbuatan kepada siswa yang bisa bertanya dan menjawab. Sehingga guru masih kurang memberikan motivasi kepada siswa untuk bertanya jawab. Menurut (Slater : 2005) dapat diartikan bahwa psikologi perkembangan anak sebagai ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan dan tingkah laku manusia. Psikologi perkembangan pendidikan dimaksudkan untuk memberikan pengaruh dalam kegiatan pembelajaran dan proses belajar mengajar yang lebih efektif dengan memperhatikan respon kejiwaan dan tingkah laku anak didik. Terlihat bahwa strategi penguasaan kelas di kelas VI.A masih kurang, dikarenakan banyaknya jumlah siswa dikelas dengan 43 siswa yang terdiri dari 26 siswa laki – laki dan 17 siswa perempuan. Dengan belum diadakannya strategi penguasaan kelas oleh guru maka para peserta didik menjadi gaduh di dalam kelas sehingga keadaan kelas menjadi tidak kondusif. Suparta, dkk (2002:205) mengemukakan bahwa Pengelolaan kelas adalah kegiatan belajar itu sendiri yang melibatkan materi, metode, media, dan diakhiri dengan evaluasi. Sedangkan pengelolaan kelas adalah usaha guru untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang memungkinkan pengelolaan pengajaran dapat berlangsung dengan berhasil. Pada prasiklus peserta didik yang mencapai ketuntasan sebanyak 9 anak, yang belum mencapai ketuntasan adalah 34 anak dan nilai rata- rata 62. Dengan ketuntasan persentase peserta didik tuntas hanya 21 % dan persentase peserta didik yang tidak tuntas mencapai 79 %. Oleh Karena itu dapat dinyatakan pada saat pra siklus banyak yang harus diperbaiki mulai
44 dari metode pembelajaran, media pembelajaran, serta kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan mulai dari awal sampai akhir. Dengan melihat hasil seperti ini maka peneliti berdiskusi dengan teman sejawat untuk melakukan perbaikan pembelajaran. 2. Siklus I Berdasarkan kondisi pada saat prasiklus, peneliti berkolaborasi dengan teman sejawat untuk menerapkan metode pembelajaran bermain peran (role playing) pada mata pelajaran IPA kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi. Pemilihan metode pembelajaran bermain peran (role playing) disebabkan karena keunggulan yang dimilikinya. Metode pembelajaran role playing merupakan suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa (Hamdani, 2011: 87). Penggunaan metode bermain peran (role playing) merupakan salah satu pemacu meningkatnya motivasi ekstrinsik siswa karena dapat menarik minat siswa.dalam mengikuti proses pembelajaran Pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan perilaku sebagai hasil interaksinya dengan lingkungannya (Surya,2013.). Pada model ini, pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh matahari dan bumi. Dengan menggunakan skenario, microfon, senter dan nametag gambar matahari dan bumi, pengembangan imajinasi dan penghayatan menjadikan siswa dapat lebih memahami materi atau konsep yang dipelajari. Penggunaan metode pembelajaran bermain peran (role playing) pada mata pelajaran IPA tepat karena ciri khas pembelajaran pendidikan IPA adalah menekankan pada aspek pendidikan, yaitu siswa diharapkan memperoleh pemahaman konsep dan mengembangkan serta melatih sikap, nilai, moral, dan keterampilannya berdasarkan konsep yang telah dimilikinya (Etin Solihatin, 2008: 14). Penggunaan metode bermain peran (role playing) mengunggulkan keuntungan menggunakan metode itu sendiri, yaitu siswa lebih tertarik perhatianya pada pelajarannya; melalui bermain peran sendiri, mereka mudah memahami akibat dari rotasi dan
45 revolusi bumi; melalui bermain peran sebagai matahari dan bumi, siswa dapat menempatkan diri seperti matahari dan bumi. Setelah semua kelompok melakoni skenario dan berdiskusi, guru mulai memberikan pertanyaan kepada masing-masing kelompok secara merata. Belum semua kelompok aktif menjawab. Begitupun pada saat guru menginginkan semua kelompok bertanya, beberapa kelompok antusias dan ada beberapa kelompok lainnya masih terlihat malu-malu. Didalam siklus I ini sudah mulai terlihat keaktifan siswa dalam bertanya jawab Menurut istilah didaktik, pujian atau penghargaan merupakan "fungsi reinforcement" atau fungsi penguatan yang lebih mendorong pada anak untuk semakin meningkatkan prestasi yang pernah diraihnya (Zainudin, 1991:86). Oleh karena itu agar siswa semakin termotivasi dalam aktivitas pembelajaran, guru memberikan penghargaan berupa lisan dan gerakan untuk siswa yang antusias dalam melakoni skenario, siswa yang berani menjawab maupun siswa yang berani bertanya. Pembelajaran pun mulai terlihat hidup dan menyenangkan. Dengan strategi penguasaan kelas menggunakan metode bermain peran (role playing) peneliti memilih pola pengorganisasian bermain peran jamak, dimana setiap kelompok bermain peran di depan kelas dan diamati oleh kelompok yang lain. Pada langkah kegiatan pembelajaran inti di gunakanlah prosedur pelaksanaan kegiatan metode bermain peran yang melalui beberapa tahap dalam pelaksanaannya. Proses bermain peran terdiri dari 3 tahap berupa tahap instruksi, tahap bermain peran, tahap diskusi dan evaluasi. Siswa belum terbiasa dengan kegiatan bermain peran, Sehingga pada siklus I dengan jumlah siswa 43 orang butuh waktu yang lama untuk menunggu giliran sehingga siswa yang tidak maju masih terlihat berbincang-bincang kepada teman yang lainnya atau siswa berjalan-jalan ketempat kelompok lainnya. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar peserta didik sudah mencapai diatas KKM yaitu 79 . Tetapi masih ada peserta didik yang belum tuntas yaitu 13 anak sedangkan yang tuntas ada 30 anak. Persentase
46 ketuntasan peserta didik sudah mencapai 70 %. Sedangkan persentase peserta didik belum tuntas 30 %. Pada siklus ke I ini perbaikan pembelajaran membuat meningkatnya nilai keberhasilan. Sehingga semakin menurun nilai peserta didik yang belum tuntas. Dengan melihat hasil seperti ini maka peneliti berdiskusi dengan teman sejawat untuk melakukan perbaikan pembelajaran ke siklus selanjutnya, yaitu siklus II. 3. Siklus II Berdasarkan kondisi pada saat Siklus I, peneliti berkolaborasi dengan teman sejawat untuk melanjutkan kembali metode pembelajaran bermain peran (role playing) pada siklus II. Pada siklus II ini semua siswa sudah dapat menghafal dan melakoni skenario lebih baik dari pada siklus I. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bermain peran (role playing) dapat meningkatkan penguasaan konsep IPA siswa. Pembelajaran dengan menerapkan metode bermain peran (role playing) membuat siswa lebih mudah mengingat dan memahami konsep IPA. Hal ini sesuai dengan pernyataan Syaiful Bahri Djamarah (2013: 89) yang menyatakan bahwa dengan menerapkan metode bermain peran dalam pembelajaran, siswa melatih dirinya untuk memahami, melatih dan mengingat isi bahan/materi yang didramakan. Maka dari itu, penguasaan konsep IPA siswa menjadi lebih baik. Pada pembelajaran siklus II guru mengubah media yang akan dipakai saat siswa melakoni skenario. Media yang sebelumnya berupa nametag gambar matahari dan bumi diubah dengan topi bergambar matahari dan bumi. Serta dilengkapi dengan globe untuk membantu siswa dalam bermain peran, agar siswa yang menonton temannya yang maju dengan mudah memahami bentuk bumi secara utuh. Nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan yang signifikan pada siklus II karena metode bermain peran (role playing) merupakan salah satu metode yang dapat menarik siswa menjadi penuh antusias sehingga kelas menjadi dinamis serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Uno
47 Hamzah (2009:26), bahwa metode bermain peran (role playing) dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mendalami materi dalam mata pelajaran dengan berbagai cara. Siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa berebut untuk menjawab pertanyaan guru pada saat kegiatan diskusi secara klasikal. Pembelajaran IPA menggunakan metode bermain peran (role playing) dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pernyataan Abdul Majid (2013:208) yang menyatakan bahwa bermain peran dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses pembelajaran. Guru pun memberikan penghargaan berupa reward 5 bintang yang akan ditempel pada papan prestasi yang berada didepan kelas kepada salah satu kelompok yang terbaik dalam melakoni skenario. Sehingga siswa menjadi termotivasi dan berusaha melakoni skenario dengan lebih maksimal untuk berlomba mendapatkan penghargaan tersebut. penghargaan adalah suatu cara yang digunakan untuk memberikan penghargaan kepada seseorang karena sudah mengerjakan suatu hal yang benar, sehingga orang yang menerima penghargaan lebih bersemangat dalam melakukan hal yang benar. Dalam kaitannya dengan peserta didik, pengharagaan juga berarti suatu keterampilan dalam memberikan respon positif terhadap tingkah laku peserta didik sebagai penguatan agar tingkah laku positif dapat terulang kembali. Dengan menggunakan metode bermain peran (role playing), guru sudah membagikan kelompok dimana siswa yang lebih pintar disebar kepada kelompok-kelompok lain. Sehingga siswa lebih bergairah dan berani dalam menghayati dalam memainkan skenario. Oleh sebab itu pada siklus II ini siswa yang maju sudah bisa menjadi pusat perhatian kelompok yang belum maju, walaupun masih ada yang berbincang- bincang saat belum mendapatkan giliran. Penelitian pada siklus II dinyatakan berhasil karena sudah memenuhi kriteria keberhasilan yaitu nilai penguasaan konsep IPA dan peningkatan nilai rata-rata dan jumlah siswa, sebanyak 91% dari jumlah
48 siswa kelas VI.A SDN Kemirimuka 2 telah mencapai kriteria ketuntasan minimal yaitu 80%. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti bersama kolaborator memutuskan untuk menghentikan tindakan kelas sampai pada siklus II. Sehingga peneliti sudah tidak melanjutkan kesiklus selanjutnya. Bagi siswa yang memperoleh nilai belum tuntas, guru perlu melakukan bimbingan tambahan di luar kelas.
49 BAB V SIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT A. Simpulan Berdasarkan dari hasil perbaikan yang dilakukan oleh peneliti maka dapat disimpulkan : 1. Metode pembelajaran Bermain Peran (Role Playing) dapat meningkatkan hasil belajar IPA kelas VI SDN Kemirimuka 2 Depok pada kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi. 2. Hasil belajar IPA kelas VI SDN Kemirimuka 2 Depok pada kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi pada saat Prasiklus jumlah siswa yang belum tuntas ada 34 siswa (79%) sedangkan yang tuntas hanya 9 siswa (21%). Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian pada siklus I dan siklus II. Dimana pada siklus I ini terdapat 30 siswa (70%) yang tuntas. Sedangkan terdapat 13 siswa (30%) yang masih belum tuntas. Dilanjutkan pada Siklus II hasil belajar mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan siklus I, dimana siswa yang tuntas mencapai 39 siswa (91%). Dan siswa yang tidak tuntas sebesar 4 siswa (9%). Dengan nilai rata-rata sebesar 87. B. Saran 1. Bagi peneliti lain yang akan menggunakan metode bermain peran (role playing) diperlukan waktu yang cukup untuk siswa memahami skenario yang dibuat oleh guru dan melakukan latihan sesuai dengan perannya. Skenario tidak harus dibuat oleh guru melainkan memberikan kesempatan siswa untuk ikut membuatnya sehingga dapat mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi. Jika skenario dibuat oleh siswa sebaiknya ada waktu untuk siswa berkonsultasi dengan guru mengenai skenario yang mereka buat. 2. Bagi siswa dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan dan kreatifitas siswa dalam belajar serta meningkatkan interaksi antar siswa dan kerja
50 sama siswa dalam kelompok. 3. Bagi Guru, metode bermain peran (role playing) dapat digunakan sebagai metode alternatif untuk meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA sehingga siswa dapat lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran, terlibat aktif dan menjadi lebih mudah memahami materi yang diberikan. C. Tindak Lanjut Sebagai pendidik yang telah melaksanakan penelitian perbaikan pembelajaran. peneliti mempunyai banyak manfaat terutama dalam meningkatkan profesionalitas guru. Penulis berkewajiban membagi pengalaman dan membantu sesama teman seprofesi yang mengalami masalah dikelasnya. Untuk tujuan ini menjadi masukan bagi sekolah agar lebih berkualitas dalam proses belajar dan mengajar dikelas. Hendaknya para pelaku pendidikan dapat menerapkan metode Bermain Peran (Role Playing) pada materi-materi pembelajaran IPA yang sesuai. Penelitian, pelatihan, seminar dan belajar terus dengan giat harus terus dilakukan untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas guru-guru Sekolah Dasar yang ada di Indonesia.
51 DAFTAR PUSTAKA Abdul Majid. (2013). Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Abdullah Ali. (2003). Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: PT Bumi Aksara. Ahmadi, Abu dan Supriyono, Widodo. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Akbar, Usman. (2006). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta : Bumi Aksara. Al-Tabany, Trianto Ibnu Badar. (2017). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, Dan Kontekstual. Jakarta: Kencana. Aqib, Zainal. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: CV. Yarma Widya. Arief S. Sadiman. (2003). Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Asyari, Muslichah. (2006). Penerapan Sains Teknologi Masyarakat Dalam Pembelajaran Sains di SD. Depdiknas Dirjen Dikti Direktorat Ketenagaan. BSNP. (2006) Standar Kompetensi Mata Pelajaran IPA SD/MI. Jakarta: Dirjen Departemen Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19. (2005). Standar Nasional pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Depdiknas. (2003). Media Pembelajaran. Jakarta : Depdiknas. Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. (2013). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia Hamzah B. Uno dan Masri Kudrat Umar. (2009). Mengelola Keserdasan dalam . (2006). Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Depdiknas. Solihatin, Etin dan Raharjo. (2008). Cooperative Learning Analisis Model
52 Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara. Suharjo. (2006). Mengenal Pendidikan Sekolah Dasar Teori dan Praktek. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan. Jakarta. Supranata, Sumarna Surapranata. (2004). Panduan Penulisan Tes Tertulis Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Santi Dewiki dan Sri Yuniati Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Usman Samatowa. (2006). Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas. Yusuf gunawan. (2001). Pengantar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Prenhallindo. Zainudin. (1991). Seluk Beluk Pendidikan dari Al-Ghazali. Jakarta: Bumi Aksara. Zainuddin. (1991). Materi Pokok Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Lampiran 1 57 Kesediaan sebagai Supervisor dalam kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kepada Kepala UPTD SDN KEMIRIMUKA 2 Di Depok Yang bertanda tang an dibawah ini : Nama : INAYAH, S. Pd. SD. NIP : 197502172006042012 Tempa Alamat Mengajar Sekolah : SDN KEMIRIMUKA 2 :Jl. Nyiur Rt. 002/017 Telepon : 088211299063 Menyatakan bersedia sebagai Supervisor untuk kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Nama : LINLIN NURYATI, S.Pd NUPTK : 8343763666300003 Tempat Mengajar Alamat Sekolah : SDN KEMIRIMUKA 2 : :Jl. Nyiur Rt. 002/017 Telepon : 085659866723 'Demikian agar surat pemyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya. Depok, 10 Februarui 2020 Mengetahui, Kepala UPTD SDN Kemirimuka 2 Rusnadi, S.Pd Nip. 196112101994021001 Supervisor, Inayah, S.Pd, SD Nip. 197502172006042012
Lam 58 piran 2 PERENCANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Fakta dan data Pembelajaran dikelas Peneliti melakukan penelitian tentang pemahaman siswa kelas VI SDN Kemirimuka 2 Depok terhadap kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil observasi pada tes belajar yang telah dilaksanakan, ternyata hasilnya masih sangat rendah. Identifikasi Masalah 1. Metode mengajar kurang menarik, hanya ceramah. 2. Media yang digunakan kurang menarik. 3. Siswa terlihat kurang perhatian pada saat pembelajaran. 4. Siswa kurang aktif dalam tanya jawab. 5. Guru kurang memberi motivasi pada siswa dalam pembelajaran. 6. Guru kurang menguasai strategi penguasaan kelas. Analisis Masalah 1. Guru menggunakan metode yang kurang variasi. 2. Guru kurang tepat memilih media dalam pembelajaran. 3. Proses pembelajaran masih terlalu berorientasi terhadap penguasaan teori dan hafalan. 4. Siswa masih malu untuk bertanya jawab. 5. Guru kurang memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil menjawab secara lisan maupun
59 perbuatan. 6. Jumlah siswa yang terlalu banyak, yaitu 43 siswa dalam sekelas. Alternatif Pemecahan Masalah 1. Guru menggunakan metode yang bervariasi yaitu metode bermain peran (Role Playing) untuk menarik minat siswa. 2. Guru menggunakan media yang kreatif. 3. Guru mempunyai inspirasi baru untuk menarik perhatian dalam pembelajaran. 4. Guru mempelajari tehknik bertanya agar seluruh siswa mendapat kesempatan untuk bertanya jawab. 5. Memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil menjawab secara lisan maupun perbuatan. 6. Guru menggunakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa Rumusan Masalah 1. Apakah metode pembelajaran bermain peran (role playing) dapat meningkatan hasil belajar IPA kelas VI SDN Kemirimuka 2 Depok pada kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi ? 2. Seberapa besarkah pencapaian metode pembelajaran bermain peran (role playing) dapat meningkatan hasil belajar IPA kelas VI SDN Kemirimuka 2 Depok pada kompetensi dasar rotasi dan revolusi bumi?
59 Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi 3.8 Menjelaskan peristiwa rotasi dan revolusi Bumi serta terjadinya gerhana bulan dan gerhana Matahari. 3.8.1 menjelaskan tentang peristiwa rotasi bumi dan akibatnya 3.8.2 mengetahui dan memahami konsep perbedaan waktu siang dan malam. 3.8.3 mengetahui tentang perbedaan waktu di bumi dan pengaruhnya pada kegiatan sehari-hari. 3.8.4 menjelaskan tentang peristiwa revolusi bumi dan dampaknya pada perubahan musim di bumi. 3.8.5 memahami hal-hal yang menyebabkan perbedaan musim sebagai akibat dari revolusi bumi. Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri KEMIRIMUKA 2 Kelas / Semester : VI (Enam) / 2 Tema 8 : Bumiku Fokus Pembelajaran : IPA Alokasi Waktu : 1 ( 2 x 35 menit) A. KOMPETENSI INTI (KI) KI 3 : Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, serta benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain. KI 4 : Menunjukkan keterampilan berpikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. Dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya. B. KOMPETENSI DASAR (KD) & INDIKATOR IPA Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Teliti Percaya diri Kerja sama Tekun mandiri
60 C. TUJUAN PEMBELAJARAN Melalui penjelasan guru siswa mampu memahami tentang rotasi Bumi dan akibatnya. Melalui penjelasan guru tentang perputaran Bumi, siswa mampu mengetahui dan memahami konsep perbedaan waktu siang dan malam. Melalui penjelasan guru siswa akan mengetahui tentang perbedaan waktu di bumi dan pengaruhnya pada kegiatan sehari-hari. Melalui penjelasan guru siswa mampu mengetahui tentang peristiwa revolusi bumi dan dampaknya pada perubahan musim di bumi. Melalui penjelasan guru, siswa memahami hal-hal yang menyebabkan perbedaan musim sebagai akibat dari revolusi bumi. D. MATERI PEMBELAJARAN Pengertian, Akibat Rotasi dan Revolusi Bumi Rotasi Bumi a. Pengertian Rotasi Bumi Perputaran Bumi pada porosnya disebut rotasi Bumi. Untuk satu kali rotasi, Bumi memerlukan waktu sehari (24 jam). Gerak rotasi Bumi menyebabkan berbagai peristiwa. Sebenarnya bukan matahari yang mengelilingi bumi, melainkan bumi berputar pada sumbunya dari arah barat ke arah timur. Perputaran bumi pada sumbunya disebut rotasi. Waktu yang diperlukan untuk satu kali rotasi disebut kala rotasi. Kala rotasi untuk bumi ialah 24 jam. Pada saat bagian bumi menghadap matahari, bumi dalam keadaan siang, sedangkan bagian bumi yang tidak mendapat cahaya matahari berada dalam keadaan malam hari. Jadi, terjadinya siang dan malam disebabkan oleh terjadinya rotasi bumi, juga karena bentuk bumi yang bulat. Jika perputaran bumi pada porosnya disebut rotasi, perputaran bumi mengelilingi matahari disebut revolusi. Waktu revolusi bumi adalah 365,25 hari atau 1 tahun. Pada saat mengelilingi matahari, bumi tetap berputar pada porosnya. b. Pengaruh Rotasi Bumi antara lain: (1) Pergantian siang dan malam. Saat berotasi semua bagian bumi mendapatkan sinar mataharisecara bersamasama, bagian bumi mendapatkan sinar matahari secara bergantian. Bagian bumi yang mendapatkan sinar matahari mengalami siang, sementara bagian yang tidak mendapatkan sinar matahari mengalami malam. (2) Gerak Semu Harian Matahari
61 Matahari selalu terbit di sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. Gerakan seperti ini disebut gerak semu harian Matahari. Gerakan ini terjadi karena adanya rotasi Bumi. Bumi berotasi dengan arah gerakan dari barat ke timur. Akibatnya, Matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat. (3) Perbedaan Waktu di Berbagai Tempat di Dunia Rotasi Bumi menyebabkan adanya perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia. Dalam satu kali rotasi, Bumi membutuhkan waktu 24 jam (satu hari) dan sudut tempuh sejauh 360°. Berdasarkan hal tersebut, setiap tempat di Bumi dengan jarak 15° memiliki perbedaan waktu satu jam. Jika jaraknya 30°, maka perbedaan waktunya dua jam, dan seterusnya. Angka ini berasal dari pembagian sudut tempuh dengan waktu tempuh (360° : 24 = 15°). Karena setiap jarak 15° selisih waktunya satu jam, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu. Tiga daerah waktu tersebut yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan WIT (Waktu Indonesia Timur). (4) Perbedaan Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi Rotasi Bumi menyebabkan Bumi berbentuk tidak bulat sempurna. Bumi pepat di bagian kutubnya. Bentuk ini mengakibatkan jari-jari Bumi di daerah kutub dan khatulistiwa berbeda. Perbedaan jari-jari Bumi menimbulkan perbedaan percepatan gravitasi di permukaan Bumi. Perbedaan tersebut terutama di daerah khatulistiwa dengan kutub. Revolusi Bumi a. Pengertian Revolusi Bumi Selain berputar pada porosnya, Bumi juga berputar mengelilingi Matahari. Gerakan Bumi mengelilingi Matahari disebut revolusi Bumi. Untuk satu kali revolusi, Bumi membutuhkan waktu satu tahun (365¼ hari). Revolusi Bumi membawa beberapa pengaruh terhadap Bumi. b. Pengaruh dari revolusi bumi antara lain. (1) Pergantian Musim Bumi mengelilingi Matahari dengan posisi miring sebesar 23½° ke arah timur laut dari sumbu Bumi. Posisi ini menyebabkan terjadinya pergantian musim. Ketika kutub selatan Bumi condong ke Matahari, belahan Bumi bagian selatan bertambah dekat dengan Matahari. Hal ini menyebabkan belahan Bumi selatan mengalami musim panas. Pada saat yang sama, belahan Bumi utara semakin jauh dari Mathari. Belahan Bumi utara mengalami musim dingin. Di antara pergantian musim
62 panas ke dingin, terjadi musim gugur. Diantara pergantian musim dingin ke panas, terjadi musim semi. Jadi, belahan Bumi selatan dan utara mengalami empat musim. (2) Gerak Semu Tahunan Matahari Matahari sebenarnya tidak mengalami perubahan posisi. Kenampakan ini terjadi akibat revolusi Bumi. Matahari seolah- olah bergerak atau berpindah tempat. Gerak inilah yang disebut gerak semu tahunan E. METODE PEMBELAJARAN Pendekatan : Tematik dan Saintifik Metode : Tanya jawab, penugasan dan ceramah F. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN Buku Guru & Buku Siswa Kelas VI Tema 8 : ”Bumi”, Fransiska Susilawati dkk, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta : 2018. G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan Membuka proses pembelajaran dengan mengucapkan salam dan mengajak semua siswa untuk berdoa. Guru membuka pelajaran dengan memperkenalkan judul tema (Tema : Bumiku). Guru memberikan beberapa pertanyaan untuk menstimulus rasa ingin tahu siswa tentang topik yang akan dibahas pada tema. - Apa yang dapat kamu lakukan dan lihat ketika siang hari? - Apa yang dapat kamu lakukan dan lihat ketika malam hari? - Pernahkah kamu berpergian ke suatu tempat yang memiliki waktu berbeda dengan kota asalmu? - Bagaimana dengan cuaca sekarang? - Kata apa yang muncul dipikiranmu ketika mendengar kata musim? Motivasi : Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami gerakan bumi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 10 menit
63 Inti Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang pengertian rotasi bumi. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang akibat dari rotasi bumi. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang revolusi bumi. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang akibat dari revolusi bumi. Siswa bersama guru melakukan Tanya jawab tentang rotasi dan revolusi bumi. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban – jawaban siswa. 50 Menit Penutup Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran tentang rotasi dan revolusi bumi. Siswa mengerjakan soal evaluasi. Guru mengakhiri pelajaran dengan doa dan salam. 10 menit
64 H. PENILAIAN PEMBELAJARAN A. Instrumen Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal Siswa dapat menjelaskan tentang peristiwa rotasi bumi dan akibatnya Siswa dapat mengetahui dan memahami konsep perbedaan waktu siang dan malam. Siswa dapat mengetahui tentang perbedaan waktu di bumi dan pengaruhnya pada kegiatan sehari-hari. Siswa dapat menjelaskan tentang peristiwa revolusi bumi dan dampaknya pada perubahan musim di bumi. Siswa dapat memahami hal-hal yang menyebabkan perbedaan musim sebagai akibat dari revolusi bumi. Tugas Individu Tes Tertulis Terlampir Format Kriteria Penilaian Produk (Hasil Jawaban) Mengetahui, Kepala UPTD SDN Kemirimuka 2 Rusnadi, S.Pd Nip. 196112101994021001 Depok, 30 Januari 2020 Guru Kelas, Linlin Nuryati, S.Pd Nuptk. 8343763666300003 No Aspek Kriteria Skor 1 Konsep Pilihan Ganda Betul 1 = 1 Salah 1 = 0 Betul 10 x 10 100
66 PEMERINTAH KOTA DEPOK UPTD PENDIDIKAN TK/SD KECAMATAN BEJI SEKOLAH DASAR NEGERI KEMIRIMUKA 2 TERAKREDITASI A Alamat : Jl. Nyiur Kel. Kemirimuka Kec. Beji Depok 16423 Email: [email protected] NPSN: 20228773 NSS: 101020528020 TES FORMATIF PRASIKLUS Nama Siswa :........................................................ Kelas : ....................................................... Mata Pelajaran :........................................................ Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar ! 1. Apa yang dimaksud dengan rotasi bumi ? 2. Lama waktu bumi berotasi adalah … 3. Bagaimana arah gerak bumi dibandingkan dengan arah gerak jarum jam ? 4. Bagian bumi yang menghadap matahari mengalami … dan bagian bumi yang tidak menghadap matahari mengalami … 5. Matahari yang tampak bergerak, sesungguhnya bumilah yang bergerak. Pergerakan ini disebut gerak … 6. Bila di Bali menunjukkan pukul 14.00, maka di Maluku pukul … dan di Riau pukul … 7. Apa yang dimaksud dengan revolusi bumi ? 8. Untuk sekali revolusi, bumi membutuhkan waktu selama … 9. Pada bulan Juni kutub selatan bumi berjauhan dengan matahari, hal ini menyebabkan di kutub selatan terjadi musim … 10. Gerak semu tahunan matahari adalah akibat dari …
67 KUNCI JAWABAN PRASIKLUS Kunci jawaban Tes Formatif Prasiklus SKOR 1. Gerakan bumi berputar pada sumbu/porosnya 2. 24 jam 3. Berlawanan 4. Siang dan malam 5. Gerak semu harian matahari 6. Maluku pukul 15.00 dan Riau pukul 13.00 7. Gerakan bumi berputar mengelilingi matahari 8. 365 ¼ hari 9. Musim dingin 10. Revolusi bumi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 JUMLAH 10 NILAI = SKOR X 10 = 100
HAS 68 IL BELAJAR SISWA PRASIKLUS KELAS VI.A SDN KEMIRIMUKA 2 DEPOK NO NAMA SISWA L/P NILAI KET. 1 Abdul Aziz. A L 50 Belum Tuntas 2 Achmad Rosicky .R L 40 Belum Tuntas 3 Aditya Djanuarto L 90 Tuntas 4 Ahmad Prabu .S L 60 Belum Tuntas 5 Ahmad Ramdhani L 60 Belum Tuntas 6 Alifia Nur’aini . S P 80 Tuntas 7 ALliftia Ramadhani .S P 60 Belum Tuntas 8 Audina Rizqitalitha P 90 Tuntas 9 Bias Raissa Akbar L 70 Belum Tuntas 10 Bunga Savira P 60 Belum Tuntas 11 Dhini Aura .R P 60 Belum Tuntas 12 Elsa Emilia .S P 70 Belum Tuntas 13 Fahira Alisyah .I P 60 Belum Tuntas 14 Fahrezhi Mangaraja .H.P L 50 Belum Tuntas 15 Futri Kamilia .K P 80 Tuntas 16 Ganes Ayu Wulandari P 80 Tuntas 17 Gilang Maulidan L 70 Belum Tuntas 18 Kasih Rafifah .A P 70 Belum Tuntas 19 Keiysa Alyssa .P P 20 Belum Tuntas 20 Keyla Aulia .R P 90 Tuntas 21 M. Miftakhul Rozaq .A.S L 60 Belum Tuntas 22 Mawar Indriani P 20 Belum Tuntas 23 Miftah Elfa .A L 40 Belum Tuntas 24 Mohamad Alfarizi L 70 Belum Tuntas 25 Mohamad Fauzan Ali L 60 Belum Tuntas 26 Muhamad Farel Alfarizi L 20 Belum Tuntas 27 Muhammad Fadli .P L 80 Tuntas 28 Muhammad Farel .S L 70 Belum Tuntas 29 Muhammad Fattan .M L 60 Belum Tuntas 30 Muhammad Haikal .S L 60 Belum Tuntas Mengetahui, Kepala UPTD SDN Kemirimuka 2 Rusnadi, S.Pd Nip. 196112101994021001 Depok, 30 Januari 2020 Guru Kelas, Linlin Nuryati, S.Pd Nuptk. 8343763666300003
69 Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi 3.8 Menjelaskan peristiwa rotasi dan revolusi Bumi serta terjadinya gerhana bulan dan gerhana Matahari. 3.8.1 menjelaskan tentang peristiwa rotasi bumi dan akibatnya 3.8.2 mengetahui dan memahami konsep perbedaan waktu siang dan malam. 3.8.3 mengetahui tentang perbedaan waktu di bumi dan pengaruhnya pada kegiatan sehari-hari. 3.8.4 menjelaskan tentang peristiwa revolusi bumi dan dampaknya pada perubahan musim di bumi. 3.8.5 memahami hal-hal yang Lampiran 4 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN (RP PERBAIKAN 1) Satuan Pendidikan : SD Negeri KEMIRIMUKA 2 Kelas / Semester : VI (Enam) / 2 Tema 8 : Bumiku Fokus Pembelajaran : IPA Alokasi Waktu : 1 ( 2 x 35 menit) A. KOMPETENSI INTI (KI) KI 3 : Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, serta benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain. KI 4 : Menunjukkan keterampilan berpikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. Dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya. B. KOMPETENSI DASAR (KD) & INDIKATOR IPA
70 Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Teliti Percaya diri Kerja sama Tekun mandiri menyebabkan perbedaan musim sebagai akibat dari revolusi bumi. C. TUJUAN PEMBELAJARAN Melalui bermain peran, siswa mampu memahami tentang rotasi Bumi dan akibatnya. Melalui bermain peran tentang perputaran Bumi, siswa mampu mengetahui dan memahami konsep perbedaan waktu siang dan malam. Melalui bermain peran, siswa akan mengetahui tentang perbedaan waktu di bumi dan pengaruhnya pada kegiatan sehari-hari. Melalui bermain peran, siswa mampu mengetahui tentang peristiwa revolusi bumi dan dampaknya pada perubahan musim di bumi. Melalui bermain peran, siswa memahami hal-hal yang menyebabkan perbedaan musim sebagai akibat dari revolusi bumi. D. MATERI PEMBELAJARAN Pengertian, Akibat Rotasi dan Revolusi Bumi Rotasi Bumi a. Pengertian Rotasi Bumi Perputaran Bumi pada porosnya disebut rotasi Bumi. Untuk satu kali rotasi, Bumi memerlukan waktu sehari (24 jam). Gerak rotasi Bumi menyebabkan berbagai peristiwa. Sebenarnya bukan matahari yang mengelilingi bumi, melainkan bumi berputar pada sumbunya dari arah barat ke arah timur. Perputaran bumi pada sumbunya disebut rotasi. Waktu yang diperlukan untuk satu kali rotasi disebut kala rotasi. Kala rotasi untuk bumi ialah 24 jam. Pada saat bagian bumi menghadap matahari, bumi dalam keadaan siang, sedangkan bagian bumi yang tidak mendapat cahaya matahari berada dalam keadaan malam hari. Jadi, terjadinya siang dan malam disebabkan oleh terjadinya rotasi bumi, juga karena bentuk bumi yang bulat. Jika perputaran bumi pada porosnya disebut rotasi, perputaran
71 bumi mengelilingi matahari disebut revolusi. Waktu revolusi bumi adalah 365,25 hari atau 1 tahun. Pada saat mengelilingi matahari, bumi tetap berputar pada porosnya. b. Pengaruh Rotasi Bumi antara lain: (1) Pergantian siang dan malam. Saat berotasi semua bagian bumi mendapatkan sinar matahari secara bersama-sama, bagian bumi mendapatkan sinar matahari secara bergantian. Bagian bumi yang mendapatkan sinar matahari mengalami siang, sementara bagian yang tidak mendapatkan sinar matahari mengalami malam. (2) Gerak Semu Harian Matahari Matahari selalu terbit di sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. Gerakan seperti ini disebut gerak semu harian Matahari. Gerakan ini terjadi karena adanya rotasi Bumi. Bumi berotasi dengan arah gerakan dari barat ke timur. Akibatnya, Matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat. (3) Perbedaan Waktu di Berbagai Tempat di Dunia Rotasi Bumi menyebabkan adanya perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia. Dalam satu kali rotasi, Bumi membutuhkan waktu 24 jam (satu hari) dan sudut tempuh sejauh 360°. Berdasarkan hal tersebut, setiap tempat di Bumi dengan jarak 15° memiliki perbedaan waktu satu jam. Jika jaraknya 30°, maka perbedaan waktunya dua jam, dan seterusnya. Angka ini berasal dari pembagian sudut tempuh dengan waktu tempuh (360° : 24 = 15°). Karena setiap jarak 15° selisih waktunya satu jam, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu. Tiga daerah waktu tersebut yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan WIT (Waktu Indonesia Timur). (4) Perbedaan Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi Rotasi Bumi menyebabkan Bumi berbentuk tidak bulat sempurna. Bumi pepat di bagian kutubnya. Bentuk ini mengakibatkan jari-jari
72 Bumi di daerah kutub dan khatulistiwa berbeda. Perbedaan jari-jari Bumi menimbulkan perbedaan percepatan gravitasi di permukaan Bumi. Perbedaan tersebut terutama di daerah khatulistiwa dengan kutub. Revolusi Bumi a. Pengertian Revolusi Bumi Selain berputar pada porosnya, Bumi juga berputar mengelilingi Matahari. Gerakan Bumi mengelilingi Matahari disebut revolusi Bumi. Untuk satu kali revolusi, Bumi membutuhkan waktu satu tahun (365¼ hari). Revolusi Bumi membawa beberapa pengaruh terhadap Bumi. b. Pengaruh dari revolusi bumi antara lain. (1) Pergantian Musim Bumi mengelilingi Matahari dengan posisi miring sebesar 23½° ke arah timur laut dari sumbu Bumi. Posisi ini menyebabkan terjadinya pergantian musim. Ketika kutub selatan Bumi condong ke Matahari, belahan Bumi bagian selatan bertambah dekat dengan Matahari. Hal ini menyebabkan belahan Bumi selatan mengalami musim panas. Pada saat yang sama, belahan Bumi utara semakin jauh dari Mathari. Belahan Bumi utara mengalami musim dingin. Di antara pergantian musim panas ke dingin, terjadi musim gugur. Diantara pergantian musim dingin ke panas, terjadi musim semi. Jadi, belahan Bumi selatan dan utara mengalami empat musim. (2) Gerak Semu Tahunan Matahari Matahari sebenarnya tidak mengalami perubahan posisi. Kenampakan ini terjadi akibat revolusi Bumi. Matahari seolah- olah bergerak atau berpindah tempat. Gerak inilah yang disebut gerak semu tahunan
73 E. METODE PEMBELAJARAN Pendekatan : Tematik dan Saintifik Strategi Pembelajaran : Cooperative Learning Metode : Bermain Peran (Role Playing) F. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN Buku Guru & Buku Siswa Kelas VI Tema 8 : ”Bumi”, Fransiska Susilawati dkk, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta : 2018. Senter dan Topi bergambar matahari dan bumi. G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan Membuka proses pembelajaran dengan mengucapkan salam dan mengajak semua siswa untuk berdoa. Guru membuka pelajaran dengan memperkenalkan judul tema dan subtema (Tema : Bumiku). Guru memberikan beberapa pertanyaan untuk menstimulus rasa ingin tahu siswa tentang topik yang akan dibahas pada tema. - Apa yang menyebabkan siang dan malam? - Bumi atau Mataharikah yang sesungguhnya bergerak? - Ada berapa perbedaan waktu di Indonesia ? - Ada berapa musim di Indonesia? - Sebutkan musim yang ada di Indonesia! Motivasi : Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami gerakan bumi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 15 menit Inti Guru memberikan pengantar mengenai materi rotasi dan revolusi. Guru membentuk kelompok siswa yang masingmasing beranggotakan 4 orang. Guru membagikan dan menjelaskan skenario tentang rotasi dan revolusi bumi yang akan 35 Menit
74 Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal Siswa dapat menjelaskan tentang peristiwa rotasi bumi dan akibatnya Siswa dapat mengetahui dan memahami konsep perbedaan waktu siang dan malam. Siswa dapat mengetahui tentang perbedaan waktu di bumi dan pengaruhnya pada kegiatan sehari-hari. Siswa dapat menjelaskan tentang peristiwa revolusi mansahsuwgsdysgcghsdcbh Tugas individu Tes Tertulis Terlampir ditampilkan oleh setiap kelompok (yang sudah disiapkan seminggu sebelumnya). Kelompok secara bergantian melakoni skenario tentang rotasi dan revolusi bumi yang sudah diberikan guru. Kelompok yang belum maju, mengamati skenario tentang rotasi dan revolusi bumi yang sedang diperagakan. Setelah ditampilkan, guru membahas penampilan masing-masing kelompok. Guru memerintah masing-masing kelompok menulis dan menyampaikan hasil kesimpulan tentang rotasi dan revolusi bumi. Guru mengkonfirmasi ulang apa yang sudah dipelajari oleh siswa. Penutup Guru memberikan kesimpulan. Guru melalukan evaluasi akhir / evaluasi hasil pembelajaran. Guru memberikan penguatan terhadap materi ajar. Guru mengakhiri pelajaran dengan doa dan salam. 20 menit H. PENILAIAN PEMBELAJARAN A. Instrumen Penilaian
75 Format Kriteria Penilaian Produk (Hasil Jawaban) No Aspek Kriteria Skor 1 Konsep Pilihan Ganda Betul 1 = 1 Salah 1 = 0 Betul 10 x 10 100 Depok, 06 Februari 2020 Mengetahui, Kepala UPTD SDN Kemirimuka 2 Rusnadi, S.Pd Nip. 196112101994021001 Guru Kelas, Linlin Nuryati, S.Pd Nuptk. 8343763666300003
PEMERINTAH KOTA DEPOK 76 UPTD PENDIDIKAN TK/SD KECAMATAN BEJI SEKOLAH DASAR NEGERI KEMIRIMUKA 2 TERAKREDITASI A Alamat : Jl. Nyiur Kel. Kemirimuka Kec. Beji Depok 16423 Email: [email protected] NPSN: 20228773 NSS: 101020528020 TES FORMATIF PRASIKLUS Nama Siswa :........................................................ Kelas : ....................................................... Mata Pelajaran :........................................................ BERILAH TANDA SILANG (X) PADA HURUF A, B, C, ATAU D PADA JAWABAN YANG BENAR! 1. Terjadinya siang dan malam disebabkan karena … a. Matahari yang berubah tempat c. Matahari yang terbit b. Bumi yang berputar d. Bulan yang berputar 2. Bagian bumi yang paling banyak mendapatkan sinar matahari adalah … a. Daerah khatulistiwa c. Daerah kutub b. Daerah pegunungan d. Daerah pantai 3. Perputaran bumi mengelilingi matahari disebut … a. Jalan bumi c. Orbit bumi b. Rotasi bumi d. Revolusi bumi 4. Bumi berputar pada porosnya siang dan malam terjadi selama … a. 12 jam c. 30 hari b. 365 ¼ hari d. 24 jam 5. Pada bulan Juni kutub utara bumi berdekatan pada matahari dan kutub selatan berjauhan dengan matahari, hal ini menyebabkan di kutub utara terjadi … a. Musim dingin c. Musim kemarau b. Musim hujan d. Musim panas 6. Terjadinya pergantian tahun disebabkan oleh … a. Rotasi bumi c. Revolusi bumi b. Siang dan malam d. Pergantian musim
77 7. Revolusi bumi mengakibatkan bumi bagian utara dan selatan mengalami … a. 2 musim c. 3 musim b. 4 musim d. 5 musim 8. Berikut ini adalah peristiwa yang disebabkan oleh perputaran bumi pada porosnya, … a. Terjadinya angin topan b. Terjadinya siang malam c. Terjadinya musim hujan dan musim kemarau d. Terjadinya gerhana matahari 9. Indonesia adalah negara yang berada di garis khatulistiwa, maka Indonesia mendapat … a. Sinar matahari sepanjang tahun b. Sinar matahari satu musim saja c. Sinar matahari di saat kemarau saja d. Jarang mendapat sinar matahari 10. Berikut adalah gerakan yang dimiliki oleh matahari, yaitu … a. Berputar pada porosnya c. Berputar mengeliling bumi b. Berputar mengelilingi Mars b. Berputar mengelilingi matahari
78 KUNCI JAWABAN SIKLUS I Kunci jawaban Tes Formatif Siklus 1 SKOR 1. b. Bumi yang berputar 2. a. Daerah khatulistiwa 3. d. Revolusi bumi 4. d. 24 jam 5. d. Musim panas 6. c. Revolusi bumi 7. b. 4 Musim 8. b. Terjadinya siang malam 9. a. Sinar matahari sepanjang tahun 10. a. Berputar pada porosnya 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 JUMLAH 10 NILAI = SKOR X 10 = 100
79 HASIL BELAJAR SISWA SIKLUS I KELAS VI.A SDN KEMIRIMUKA 2 DEPOK NO NAMA SISWA L/P NILAI KET. 1 Abdul Aziz. A L 60 Belum Tuntas 2 Achmad Rosicky .R L 50 Belum Tuntas 3 Aditya Djanuarto L 90 Tuntas 4 Ahmad Prabu .S L 50 Belum Tuntas 5 Ahmad Ramdhani L 50 Belum Tuntas 6 Alifia Nur’aini . S P 100 Tuntas 7 ALliftia Ramadhani .S P 100 Tuntas 8 Audina Rizqitalitha P 90 Tuntas 9 Bias Raissa Akbar L 80 Tuntas 10 Bunga Savira P 80 Tuntas 11 Dhini Aura .R P 80 Tuntas 12 Elsa Emilia .S P 80 Tuntas 13 Fahira Alisyah .I P 70 Belum Tuntas 14 Fahrezhi Mangaraja .H.P L 70 Belum Tuntas 15 Futri Kamilia .K P 100 Tuntas 16 Ganes Ayu Wulandari P 90 Tuntas 17 Gilang Maulidan L 100 Tuntas 18 Kasih Rafifah .A P 90 Tuntas 19 Keiysa Alyssa .P P 80 Tuntas 20 Keyla Aulia .R P 90 Tuntas 21 M. Miftakhul Rozaq .A.S L 80 Tuntas 22 Mawar Indriani P 70 Belum Tuntas 23 Miftah Elfa .A L 80 Tuntas 24 Mohamad Alfarizi L 80 Tuntas 25 Mohamad Fauzan Ali L 90 Tuntas 26 Muhamad Farel Alfarizi L 50 Belum Tuntas 27 Muhammad Fadli .P L 90 Tuntas 28 Muhammad Farel .S L 100 Tuntas 29 Muhammad Fattan .M L 60 Belum Tuntas 30 Muhammad Haikal .S L 90 Tuntas Depok, 07 Februari 2020 Mengetahui, Kepala UPTD SDN Kemirimuka 2 Rusnadi, S.Pd Nip. 196112101994021001 Guru Kelas, Linlin Nuryati, S.Pd Nuptk. 8343763666300003
80 Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi 3.8 Menjelaskan peristiwa rotasi dan revolusi Bumi serta terjadinya gerhana bulan dan gerhana Matahari. 3.8.1 menjelaskan tentang peristiwa rotasi bumi dan akibatnya 3.8.2 mengetahui dan memahami konsep perbedaan waktu siang dan malam. 3.8.3 mengetahui tentang perbedaan waktu di bumi dan pengaruhnya pada kegiatan sehari-hari. 3.8.4 menjelaskan tentang peristiwa revolusi bumi dan dampaknya pada perubahan musim di bumi. 3.8.5 memahami hal-hal yang Lampiran 5 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN (RP PERBAIKAN 2) Satuan Pendidikan : SD Negeri KEMIRIMUKA 2 Kelas / Semester : VI (Enam) / 2 Tema 8 : Bumiku Fokus Pembelajaran : IPA Alokasi Waktu : 1 ( 2 x 35 menit) A. KOMPETENSI INTI (KI) KI 3 : Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, serta benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain. KI 4 : Menunjukkan keterampilan berpikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. Dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya. B. KOMPETENSI DASAR (KD) & INDIKATOR IPA
81 Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Teliti Percaya diri Kerja sama Tekun mandiri menyebabkan perbedaan musim sebagai akibat dari revolusi bumi. C. TUJUAN PEMBELAJARAN Melalui bermain peran, siswa mampu memahami tentang rotasi Bumi dan akibatnya. Melalui bermain peran tentang perputaran Bumi, siswa mampu mengetahui dan memahami konsep perbedaan waktu siang dan malam. Melalui bermain peran, siswa akan mengetahui tentang perbedaan waktu di bumi dan pengaruhnya pada kegiatan sehari-hari. Melalui bermain peran, siswa mampu mengetahui tentang peristiwa revolusi bumi dan dampaknya pada perubahan musim di bumi. Melalui bermain peran, siswa memahami hal-hal yang menyebabkan perbedaan musim sebagai akibat dari revolusi bumi. D. MATERI PEMBELAJARAN Pengertian, Akibat Rotasi dan Revolusi Bumi Rotasi Bumi a. Pengertian Rotasi Bumi Perputaran Bumi pada porosnya disebut rotasi Bumi. Untuk satu kali rotasi, Bumi memerlukan waktu sehari (24 jam). Gerak rotasi Bumi menyebabkan berbagai peristiwa. Sebenarnya bukan matahari yang mengelilingi bumi, melainkan bumi berputar pada sumbunya dari arah barat ke arah timur. Perputaran bumi pada sumbunya disebut rotasi. Waktu yang diperlukan untuk satu kali rotasi disebut kala rotasi. Kala rotasi untuk bumi ialah 24 jam. Pada saat bagian bumi menghadap matahari, bumi dalam keadaan siang, sedangkan bagian bumi yang tidak mendapat cahaya matahari berada dalam keadaan malam hari. Jadi, terjadinya siang dan malam disebabkan oleh terjadinya rotasi bumi, juga karena bentuk bumi yang bulat. Jika perputaran bumi pada porosnya disebut rotasi, perputaran
82 bumi mengelilingi matahari disebut revolusi. Waktu revolusi bumi adalah 365,25 hari atau 1 tahun. Pada saat mengelilingi matahari, bumi tetap berputar pada porosnya. b. Pengaruh Rotasi Bumi antara lain: (1) Pergantian siang dan malam. Saat berotasi semua bagian bumi mendapatkan sinar matahari secara bersama-sama, bagian bumi mendapatkan sinar matahari secara bergantian. Bagian bumi yang mendapatkan sinar matahari mengalami siang, sementara bagian yang tidak mendapatkan sinar matahari mengalami malam. (2) Gerak Semu Harian Matahari Matahari selalu terbit di sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. Gerakan seperti ini disebut gerak semu harian Matahari. Gerakan ini terjadi karena adanya rotasi Bumi. Bumi berotasi dengan arah gerakan dari barat ke timur. Akibatnya, Matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat. (3) Perbedaan Waktu di Berbagai Tempat di Dunia Rotasi Bumi menyebabkan adanya perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia. Dalam satu kali rotasi, Bumi membutuhkan waktu 24 jam (satu hari) dan sudut tempuh sejauh 360°. Berdasarkan hal tersebut, setiap tempat di Bumi dengan jarak 15° memiliki perbedaan waktu satu jam. Jika jaraknya 30°, maka perbedaan waktunya dua jam, dan seterusnya. Angka ini berasal dari pembagian sudut tempuh dengan waktu tempuh (360° : 24 = 15°). Karena setiap jarak 15° selisih waktunya satu jam, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu. Tiga daerah waktu tersebut yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan WIT (Waktu Indonesia Timur). (4) Perbedaan Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi Rotasi Bumi menyebabkan Bumi berbentuk tidak bulat sempurna. Bumi pepat di bagian kutubnya. Bentuk ini mengakibatkan jari-jari
83 Bumi di daerah kutub dan khatulistiwa berbeda. Perbedaan jari-jari Bumi menimbulkan perbedaan percepatan gravitasi di permukaan Bumi. Perbedaan tersebut terutama di daerah khatulistiwa dengan kutub. Revolusi Bumi a. Pengertian Revolusi Bumi Selain berputar pada porosnya, Bumi juga berputar mengelilingi Matahari. Gerakan Bumi mengelilingi Matahari disebut revolusi Bumi. Untuk satu kali revolusi, Bumi membutuhkan waktu satu tahun (365¼ hari). Revolusi Bumi membawa beberapa pengaruh terhadap Bumi. b. Pengaruh dari revolusi bumi antara lain. (1) Pergantian Musim Bumi mengelilingi Matahari dengan posisi miring sebesar 23½° ke arah timur laut dari sumbu Bumi. Posisi ini menyebabkan terjadinya pergantian musim. Ketika kutub selatan Bumi condong ke Matahari, belahan Bumi bagian selatan bertambah dekat dengan Matahari. Hal ini menyebabkan belahan Bumi selatan mengalami musim panas. Pada saat yang sama, belahan Bumi utara semakin jauh dari Mathari. Belahan Bumi utara mengalami musim dingin. Di antara pergantian musim panas ke dingin, terjadi musim gugur. Diantara pergantian musim dingin ke panas, terjadi musim semi. Jadi, belahan Bumi selatan dan utara mengalami empat musim. (2) Gerak Semu Tahunan Matahari Matahari sebenarnya tidak mengalami perubahan posisi. Kenampakan ini terjadi akibat revolusi Bumi. Matahari seolah- olah bergerak atau berpindah tempat. Gerak inilah yang disebut gerak semu tahunan
84 E. METODE PEMBELAJARAN Pendekatan : Tematik dan Saintifik Strategi Pembelajaran : Cooperative Learning Metode : Bermain Peran (Role Playing) F. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN Buku Guru & Buku Siswa Kelas VI Tema 8 : ”Bumi”, Fransiska Susilawati dkk, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta : 2018. Microfone, senter, globe dan nametag bergambar matahari dan bumi G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan Membuka proses pembelajaran dengan mengucapkan salam dan mengajak semua siswa untuk berdoa. Guru membuka pelajaran dengan memperkenalkan judul tema dan subtema (Tema : Bumiku). Guru memberikan beberapa pertanyaan untuk menstimulus rasa ingin tahu siswa tentang topik yang akan dibahas pada tema. - Mengapa ada siang da nada malam ? - Apakah Matahari itu bergerak sehingga ia terbit dan tenggelam? - Jika di Jakarta pukul 12.00, pukul berapakah di Irian Jaya ? - Ada berapa musim di dunia? - Perhatikan keadaan sekarang ini. Musim apakah sekarang? Motivasi : Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami gerakan bumi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 15 menit Inti Guru memberikan pengantar mengenai materi rotasi dan revolusi. Guru membentuk kelompok siswa yang masing35 Menit
89 masing beranggotakan 4 orang dengan siswa yang pintar disebar ditiap-tiap kelompok. Guru membagikan dan menjelaskan skenario tentang rotasi dan revolusi bumi yang akan ditampilkan oleh setiap kelompok (yang sudah disiapkan seminggu sebelumnya). Kelompok secara bergantian melakoni skenario tentang rotasi dan revolusi bumi yang sudah diberikan guru dengan speaker. Kelompok yang belum maju, mengamati skenario tentang rotasi dan revolusi bumi yang sedang diperagakan. Setelah ditampilkan, guru membahas penampilan masing-masing kelompok. Guru memerintah masing-masing kelompok menulis dan menyampaikan hasil kesimpulan tentang rotasi dan revolusi bumi. Guru mengkonfirmasi ulang apa yang sudah dipelajari oleh siswa. Penutup Guru memberikan kesimpulan. Guru melalukan evaluasi akhir / evaluasi hasil pembelajaran. Guru memberikan penguatan terhadap materi ajar. Guru mengakhiri pelajaran dengan doa dan salam. 20 menit H. PENILAIAN PEMBELAJARAN A. Instrumen Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal Siswa dapat menjelaskan tentang peristiwa rotasi bumi dan akibatnya Siswa dapat mengetahui dan memahami konsep perbedaan waktu siang dan malam. Siswa dapat mengetahui tentang perbedaan waktu di Tugas individu Tes Tertulis Terlampir
90 Depok, 06 Februari 2020 Mengetahui, Kepala UPTD SDN Kemirimuka 2 Rusnadi, S.Pd Nip. 196112101994021001 Guru Kelas, Linlin Nuryati, S.Pd Nuptk. 8343763666300003
91 PEMERINTAH KOTA DEPOK UPTD PENDIDIKAN TK/SD KECAMATAN BEJI SEKOLAH DASAR NEGERI KEMIRIMUKA 2 TERAKREDITASI A Alamat : Jl. Nyiur Kel. Kemirimuka Kec. Beji Depok 16423 Email: [email protected] NPSN: 20228773 NSS: 101020528020 TES FORMATIF SIKLUS 2 Nama Siswa : Kelas : Mata Pelajaran : Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar ! 1. Gerakan bumi meliputi 2 macam gerak yaitu … 2. Rotasi adalah … 3. Akibat rotasi bumi, daerah yang tidak mendapat sinar matahari Mengalami waktu … hari 4. Matahari terbit di timur dan terbenam di barat. Hal tersebut diakibatkan … 5. Akibat dari rotasi bumi, Indonesia terbagi menjadi … wilayah Pembagian waktu. 6. Kota yang ditetapkan sebagai garis bujur 0 derajat adalah … 7. Gerakan bumi mengelilingi matahari disebut … 8. Negeri di daerah khatulistiwa mengalami 2 musim yaitu … dan … 9. Gerak semu tahunan matahari akibat dari … 10. Ketika belahan bumi utara mengalami musim gugur, belahan bumi selatan akan mengalami …
92 KUNCI JAWABAN SIKLUS II Kunci jawaban Tes Formatif Siklus 2 SKOR 1. Rotasi dan Revolusi 2. Gerakan bumi berputar pada sumbu/porosnya 3. Malam 4. Rotasi bumi 5. 3 (tiga) 6. Greenwich, Inggris 7. Revolusi bumi 8. Musim panas dan musim dingin 9. Revolusi bumi 10. Musim semi 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 JUMLAH 20 NILAI = SKOR X 10 = 100 2