Pena an sero G ndekia Ce gna S Pena an sero G Cendekia ng a S NARASI
ii Buku Antologi Cerpen Goresan Pena Sang Cendekia Tema Narasi Penulis NAWASENA Tahun Terbit 2023 Verifikator Nurul Kholifah May Sari, S.Pd Editing By Hanna Putri Aulya Dinda Farah Anis Rayinda Dinara Lay Out By Ahmad Bihubbil Baghis Labda QRCBN 62-1119-1273-961 Cover By Barlyan Hilmi Nur A Rahmaniyah, S.Pd
Avicenna "Lelaki Hujan" 1 "Dream Profession" 4 "Mimpi yang Membawa Kemudahan" 9 "Sahabat Olahraga" 14 "Kisahku di Motor" 16 "Menentukan Prioritas" 18 "Pergi ke Kebun Untuk Menanam Jagung" 20 "Seorang Pemuda yang Berani" 22 Al Farabi "Mibi Tara-Sincerity" 25 "Tegukan di Arkhipsky" 36 "He's My Twin?" 54 "Anak yang Pemalas" 64 "Aneisha" 66 "Classmate" 74 "Dua Hari Sial" 82 "Ada Satu Masalah" 84 "Tujuan Berbeda" 88 "Masa ke Masa yang Sangan Tidak Masuk Akal" 90 Jalaluddin Rumi "Kenyataan" 93 "Shadow" 112 "Dunia, Paksaan dan Sempurna" 127 "Sembagi Arutula" 141 "Masih Bisakah Aku?" 147 "Sebuah Kebanggaan" 159 "Anak Laki-Laki" 161 "Kenapa Kita Gak Sekelas" 162 "Interference" 165 "Pantang Menyerah" 177 Ibnu Khaldun "Masakan untuk Ayah" 179 "Zelda dan Senja Jingga" 176 "Penerimaan Diri" 195 "Menjadi Lebih Baik" 206 "Masa Lalu yang Indah" 210 "Aku Saudaranya Bukan Saingannya" 212 "Tentang Kita" 219 "Sahabat yang Terpisah, Tetapi.." 225 "Janji Persahabatan Abadi" 230
Ucapan syukur adalah respon hati terhadap kasih sayang Allah SWT, karena syukur itu dengan hati, dengan tunduk, dan merasa tenang. "Sejengkal Tanah dari Surga" menjadi saksi bisu tempat kami berproses diri. Menjadi gardu cendekiawan muslim mengadu. Melalui goresan pena jari-jari mungil, NAWASENA mempersembahkan karya megahnya. Kami sangat bersyukur, dan bangga bahwa pasukan 9 telah berkobar melalui karya tulis, yang dikemas dalam antologi cerpen yang memiliki keunikan ruh ceritanya, berjudul "Goresan Pena Sang Cendekia" Dengan terbitnya buku ini, maka kami mengucapkan terima kasih sebanyakbanyaknya kepada Allah SWT, Asatidz dan Asatidzah yang sudah membimbing, dan mengarahkan Ananda dalam menulis hingga menghasilkan karya ini. Terima kasih pula pada anakanakku yang pantang meyerah, semoga tulisan ini, bisa menginspirasi. Ust Wiwin Kepala Sekolah SMP Techno Insan Kamil Tuban
Alhamdulillah, pionir sastra kembali dicetak, sang cendekia dengan lingkar penanya. Rupa dan raga, mungkin lekas terlupa, namun karya yang dicipta kan terus terjaga, tak kenal berapa tahun usianya. Jiwa dan masa bisa saja mati, namun sepenggal kisah yang tertulis, kan terus terkenang, menyelimuti hati. Sejatinya, menulis bukan perkara yang sulit, kerahkan jemarimu bak bunga menari adu tekatmu, dan mulailah... Menulislah!!! Sebab, tiap diksi yang tertata, menjadi kisah yang kan terus nyata. Dan kisah itu kan terbaca, lalu melekat sepanjang masa. Ust Nurul Wali kelas Jalaluddin Rumi
A l h a m d u l i l l a h s e b u a h c o r e t a n t a n g a n t e l a h t e r c i p t a l a g i , t e r i m a k a s i h u n t u k k a k a k k a k a k A n g k a t a n 9 N a w a s e n a y a n g t e l a h m e n g h a s i l k a n k a r y a t u l i s a n y a n g m e n a k j u b k a n , s e m o g a A l l a h m e m b e r i i d e u n t u k t e r u s b e r k a r y a d a n T e r u s l a h m e n u l i s d e n g a n k e a d a a n a p a p u n , " M u l a i l a h d e n g a n m e n u l i s k a n h a l - h a l y a n g k a u k e t a h u i . T u l i s l a h t e n t a n g p e n g a l a m a n d a n p e r a s a a n m u s e n d i r i " . " O r a n g b o l e h p a n d a i s e t i n g g i l a n g i t , t a p i s e l a m a i a t i d a k m e n u l i s , i a a k a n h i l a n g d i d a l a m m a s y a r a k a t d a n d a r i s e j a r a h . M e n u l i s a d a l a h b e k e r j a u n t u k k e a b a d i a n " . Ust Syihab Wali kelas Al Farabi
Alhamdulillah, Goresan pena penuh makna telah terukir kembali. Menggunungnya sebuah ide kan menuai ragam cerita untuk dikenang bersama. Penyair sebagai seniman berekspresi seiring paradigmanya. Keyakinan membawa seseorang untuk mewujudkan sesuatu yang nyata, sembari berkarya. Menulis memang tak tunggu momentum, namun hasilnya akan menjadi monumental yang selalu mengenali siapa penulisnya. Isinya yang tak bernada dawai, tetap menciptakan sesuatu yang mengalun, dan memberi rasa pada jiwa. Gunakan guratan sajak sebagai rekam jejak. Meski eksistensimu tidak ada, tapi tulisanmu tetap menempel pada kertas dan memahat peradaban. Teruslah berkarya...... Ust Riza Wali kelas Ibnu Khaldun
A l h a m d u l i l l a h t o r e h a n p e n a t e l a h . t e r c i p t a l a g i , t e r i m a k a s i h u n t u k . A n g k a t a n N a w a s e n a y a n g t e l a h . m e n g h a s i l k a n k a r y a t u l i s a n i n i , s e m o g a s e l a l u t e r u s b e r k a r y a . T e r u s l a h m e n u l i s d e n g a n k e a d a a n a p a p u n , a d a m a u p u n ti d a k a d a i d e t e r u s l a h m e n u l i s m a k a h a s i l k a r y a t u l i s a n a k a n m u n c u l d a r i k it a . J a n g a n p e r n a h m e n u n g g u i d e m u n c u l b a r u m u l a i u n t u k m e n u l i s . N a m u n t u l i s l a h a p a y a n g k it a r a s a k a n m a k a i d e a k a n d a t a n g d e n g a n s e n d i r i n y a . M e n u l i s l a h d e n g a n a p a y a n g k it a k e t a h u i d a n k it a k u a s a i . M e n c e r it a k a n p e n g a l a m a n y a n g k it a r a s a k a n a k a n m e n g h a s i l k a n b e r b a g a i t u l i s a n y a n g l u a r b i a s a . K a r e n a k it a h i d u p m e m i l i k i b e r b a g a i p e n g a l a m a n b a i k p a h it, m a n i s d a n l a i n n y a , y a n g b i s a m e n j a d i i n s p i r a s i t e m a t u l i s a n . Ust Aldhiah Wali kelas Alvicenna
M. Zidan Firmansyah Sepertinya sore ini hujan turun lagi, kali ini hujan turun cukup deras membasahi seluruh kota udara juga terasa sangat dingin. Jalanan kota dipenuhi kemacetan, orang-orang segera mencari tempat untuk berteduh. Akan tetapi ada satu anak yang sangat menyukai hujan karena setiap tetesan air hujan mengingatkan nya pada setiap kenangan yang terjadi di hidupnya. Mulai dari kebahagian, kesedihan, kesepian, kehilangan dan perasaan lainnya. Namanya adalah Vano, anak ke 3 dari 4 bersaudara. Vano duduk di bangku kelas 3 SMP, umurku 15 tahun. Kakaknya yang pertama sudah kuliah dan kakak ku yang kedua duduk di bangku kelas 11 SMA. Sementara adiknya masih duduk di bangku kelas 5 SD. Selain sangat menyukai hujan dia juga mempunyai hobby bermain gitar, Vano mulai suka bermain gitar sejak kelas 6 SD. Matahari sudah mulai tenggelam, walaupun aku suka hujan-hujan aku tetap harus pulang sebelum matahari tenggelam atau ibunya akan khawatir dirumah. Vano tinggal dirumah bersama ibunya dan para saudara nya, sementara ayahku sedang berada diluar kota karena dia bekerja disana. Malam pun tiba, sehabis sholat maghrib, Vano langsung bergegas ke ruang makan untuk menikmati makan malam. Saat makan malam itulah waktu yang tepat untuk menceritakan tentang hari ini kepada ibu, kakak dan adik Vano banyak bercerita tentang keseharian mereka tapi
berbeda dengan Vano, dia tidak terlalu banyak menceritakan tentang hari-harinya karena menurutnya hari itu sama dengan hari yang lain. Setelah makan malam Vano bergegas ke kamar, karena ada banyak tugas sekolah yang belum dia selesaikan. Seharian ini Vano hanya memandangi langit dan hujan-hujan. Setelah menyelesaikan semua tugas sekolah nya dia pun langsung beranjak tidur. Hari esok pun tiba, Vano bangun pukul 04.30 untuk sholat shubuh akan tetapi setelah sholat shubuh dia kembali tidur dan Vano kembali bangun pukul 06.00. Matahari mulai menyinari dunia dan udara pagi yang sangat sejuk, Vano bergegas sarapan dan bersiap untuk berangkat sekolah. Setelah sampai di sekolah, Vano disambut hangat oleh teman-temannya kecuali Faza, Dio, dan Rama. Mereka adalah anak-anak yang suka membuly siswa lain termasuk Vano, Akan tetapi Vano tidak pernah menanggapi bully an dari 3 anak tersebut. Bel istirahat berbunyi, Vano keluar kelas untuk pergi ke kantin. Saat Vano pergi ke kantin, tiba-tiba ketiga anak tersebut masuk ke dalam kelas dan menuju ke bangku Vano. Ternyata mereka ingin mengambil dan merusak tugas milik Vano yang semalam Vano kerjakan. Setelah mereka menyobek tugas milik Vano mereka pun membasahi tugas tersebut dan membuangnya. Kemudian saat Vano kembali ke kelas, mereka bertiga pun bersikap seolah tidak sedang melakukan apa-apa. Saat pelajaran dimulai, Bu Guru meminta semua murid di kelas untuk mengumpulkan tugas yang kemarin diberikan. Saat Vano membuka bukunya dia kaget tugas yang dia kerjakan semalam hilang dan terlihat bekas
sobekan. Vano sudah menduga bahwa yang melakukan adalah ketiga anak pembuly tersebut. Alhasil karena Bu Guru mengira bahwa Vano tidak mengerjakan tugas, akhirnya Vano diberi hukuman oleh Bu Guru yaitu dengan membersihkan seluruh kamar mandi di sekolah. Bel pulang sekolah berbunyi, setelah Vano menjalani hukuman nya dia pun segera mengambil tas dan bergegas pulang. Namun, saat Vano dalam perjalanan pulang, tiba tiba Vano dicegat oleh ketiga anak pembuly tersebut dan tas milik Vano diambil oleh mereka. Kemudian Faza mengambil handphone milik Vano dan dengan sengaja membantingnya. Setelah Faza melempar handphone milik Vano, Ketiga anak tersebut langsung kabur tanpa merasa bersalah. Vano benar-benar merasa marah dan emosi. Akan tetapi dia tau emosi tidak akan menyelesaikan masalah. Kemudian saat dia ingin mengambil uang sakunya untuk membeli minuman ternyata uang sakunya jatuh di selokan. Dia benar-benar merasa sangat sedih, dia mengira hari itu adalah hari terburuk dalam hidupnya. Awan mendung mulai menyelimuti kota. Vano masih dalam perjalanan pulang, berita mengabarkan bahwa sore ini kota akan dihantam hujan badai yang sangat lebat. Vano sudah mengetahui hal tersebut, akan tetapi dia memilih untuk tidak pulang terlebih dahulu dan ingin meluapkan seluruh emosinya dengan hujan. Hujan deras mulai turun dan angin yang sangat kencang, saat itulah Vano menangis dan berteriak sekencang-kencangnya. Tanpa perpikir panjang, Vano menghempaskan tubuhnya ke dalam riuhnya hujan. Hujan yang terus membawanya dalam kedamaian. Menurut
Vano hanya hujan lah yang mampu untuk memahami perasaannya. Walaupun angin semakin kencang dan hujan semakin deras, Vano tidak peduli, dia tetap menangis dan berteriak sekencang-kencangnya. -End-
Salwaa Nara Samahita Haii... namaku Salwaa. Sebagian besar orang yang baru mengenalku memberi label sebagai anak perempuan yang sinis dan judes. Namun, nyatanya aku gampang berbaur dan gampang berteman dengan siapapun “Friendly” tanpa membeda – bedakan dalam bergaul. Asal membawa pengaruh yang baik untukku, aku pasti akan dengan senang hati bergaul dengan teman dan lingkungan yang baru. Menjadi dokter merupakan cita – citaku, karena menurutku dengan menjadi dokter bisa membantu orang yang saat sakit dan membutuhkan pertolongan. Dokter juga merupakan sebuah profesi yang sangat berjasa karena dapat membantu orang yang sedang sakit dengan cara mengobati penyakit pasiennya dan membuat pasien kembali sehat. Dokter adalah seseorang yang mempunyai jasa menyembuhkan pasien atau seseorang yang sedang sakit. Dokter dapat menyembuhkan penyakit yang diderita pasien. Apabila aku besar nanti, aku akan menjadi dokter. Karena dokter adalah seseorang yang sangat berjasa. Aku ingin menjadi dokter karena dapat menyembuhkan pasien yang terkena penyakit. Dan saat ini aku akan belajar dengan sepandai-pandainya agar aku dapat meraih cita-citaku yang ingin menjadi dokter. Karena disaat kita kecil kita selalu dibahagiakan orang tua. Tapi saat kita akan menjadi orang yang sukses, kita harus membahagiakan orang tua.
Disaat aku kecil, aku selalu disayangi orang tua, tapi saat kita sudah besar, kita harus menyayangi orang tua kita. Aku mempunyai cita-cita menjadi dokter karena saat aku kecil waktu itu aku sedang sakit dan aku dibawa ke dokter. Dan saat itu aku akan menjadi dokter karena pada saat itu aku sedang melihat seseorang yang kesakitan, dan aku melihat seorang dokter yang berjuang untuk mengobati pasien itu. Betapa besar jasa seorang dokter ketika mengobati pasiennya. Dan aku akan belajar sepandai-pandainya agar aku dapat meraih cita-citaku menjadi dokter. Dan dokter telah berjuang demi pasiennya yang sedang sakit. Jasa seorang dokter tak akan aku lupakan. Karena dokter membantu dan berkorban untuk membantu menyembuhkan penyakit seseorang yang sedang melawan kesakitan. Tak akan kulupakan jasa seorang dokter yang amat besar memperjuangkan nyawa seseorang. Jika kau sakit, kau membantu menyembuhkanku, jasa mu tak ternilai dengan uang. Aku akan mengingat jasa mu yang mulia, tak akan kulupakan jasamu yang sangat besar. Jika tak ada kau, orangorang akan kesulitan menghadapi penyakit yang dideritanya. Karena itu aku akan menjadi dokter supaya bisa membantu orang-orang yang kesakitan. Kini saatnya aku berjuang belajar dengan bersungguh – sungguh untuk meraih cita – citaku yaitu menjadi seorang dokter. Sekarang aku menduduki kelas XII SMA, di mana sekarang sudah memasuki semester akhir, aku tidak mempunyai banyak waktu lagi untuk bermain – main. Sekarang saatnya aku berjuang untuk melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan kedokteran. Namun, pada saat
SMP hingga SMA aku mengalami kesulitan pada mata pelajarang ipa dan matematika (bukan tidak bisa namun setiap pelajaran tersebut pasti mengalami kesulitan atau tidak bisa langsung paham pada materi yang di berikan tersebut). Setelah itu seorang gadis tersebut curhat kepada bundanya, dia berkeluh kesah karena tak lama lagi masa sekolah di SMA akan usai dan melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu kuliah. Dia ingin mengambil jurusan kedokteran, namun…. “B-Bunn…aku harus gimana (dengan muka yang sedih) aku sebentar lagi akan kuliah sedangkan pada masa SMA aku kurang jago dalam mata pelajaran Ipa dan Matematika..” “Gapapa nakk…terus – teruslah belajar dalam mata pelajaran itu yang kurang paham, ulang – ulang terus pelajaran itu sampai kmu paham semangat belajar nak…” “Bunn.. kalau semisal aku tidak masuk jurusan kedokteran gimana? aku takut bunn” (wajah anak perempuan pun sedih). “Di coba dulu nak jangan menyerah dulu, bunda yakin kamu bisa, kamu sebenarnya bisa cuman kmu yang ragu. Ayooo ayoo!!!! Semangat ya nak kamu pasti bisa bunda yakin.” (Tak lama kemudian tibalah pengetesan untuk masuk kuliah kedokteran). “Nak…semangat yaa ujian tesnya untuk masuk ke kuliah kedokteran kamu pasti bisa nak.” Gadis pun menjawab “iya bundaa doain lulus ya bunda walaupun aku agak takut dan ragu.” Bunda pun menjawab “Kamu pasti bisa nak harus yakin jangan ragu – ragu dengan kamu nanti menjawab dengan tidak ragu insyaallah bakal lancer nak, semangat jangan lupa
berdoa semoga berhasil nak!!!” Gadis pun menjawab “Iya bundaa makasih bismillah lancar” ***** BEBERAPA JAM KEMUDIAN… Akhirnya seorang gadis pun keluar dari ruangan tes tersebut. Bunda mananyakan tentang hasil tes tersebut “Bagaimana nak hasil tes tadi apakah lancar?” “Alhamdulillah bunda, aku lulus (dengan wajah yang sangat senang) ini semua karena support dari bunda, dari masa – masa aku berkeluh kesah tentang sulitnya 2 mata pelajaran tersebut namum, bunda tidak pernah kehabisan kata – kata untuk terus menerus mensupport aku sampai titik dimana sekarang aku lulus”. Selamat ya nakk…bunda bangga sekarang cita – citamu yang kamu impikan kesampaian juga. Dan walaupun sudah berhasil jangan lupa tetap belajar dengan sungguh – sungguh pertahankan prestasimu. (ujar Bunda). 1 Bulan kemudian… Gadis kecil yang kini sudah tumbuh dewasa, kini ia mulai menerima dan menangani pasien – pasien yang dating. Ya, gadis itu telah berjuang demi pasiennya yang sedang sakit. Jasa seorang dokter tak akan aku lupakan. Karena dokter membantu dan berkorban untuk menyembuhkan penyakit seseorang yang sedang melawan kesakitan. -End-
Rayinda Dinara Nuur Aini Hai semua, perkenalkan nama ku Kai, aku adalah anak yang suka menggambar. Aku menyukai menggambar sejak aku kecil, hingga sekarang juga masih suka menggambar. Ibu dan ayah mendukung ku dalam hal aku suka ini, mereka selalu menyemangati ku saat aku mengikuti lomba. Suatu hari, aku melihat di sebuah media sosial bahwa ada lomba menggambar bertema kan modern. Tak lama, aku langsung meminta izin kepada ibu dan ayah, dan mereka pun mengizinkan ku untuk mengikuti nya. Aku kembali ke kamar untuk membuat gambar, aku membuat dalam waktu lama, karena belum saja mempunyai refrensi untuk ku menggambar. Setelah waktu yang lama, aku mendapatkan konsep menggambarku dan langsung membuat nya dengan pensil. Setelah selesai menggambar dengan waktu lama, aku keluar kamar dan melihat ibu yang sedang memasak, jadi aku segera membantunya. Setelah selesai masak, aku makan malam dengan ayah dan ibu. Selesai makan malam, aku melanjutkan Menggambar ku, tak lama kemudian ibu masuk dan memberikan ku beberapa camilan dan susu hangat tak lupa dia mengatakan bahwa jangan tidur terlalu malam. Aku pun mengiyakan kata kata ibu dan ibu pun mengecup dahi ku. Ibu meninggalkan aku dan aku melanjutkan gambaran ku yang butuh untuk diwarnai. Setelah selesai mewarnai setengah
dari gambaran ku, aku hendak pergi tidur dan membereskan meja ku. Hari sudah pagi, aku pun bangun dan membersihkan kamar tidur ku. Setelah itu aku bersiap untuk mandi, dan menyiapkan seragamku untuk kupakai hari ini. Pergi ke kamar mandi untuk mandi, dan setelah mandi ku memakai seragam, mempersiapkan tas ku dan pergi ke dapur untuk sarapan yang telah disiapkan oleh ibu. Selesai sarapan aku segera pamit kepada ibu dan ayah untuk pergi ke pemberhentian bus dekat rumahku untuk sekolah. Sampai di sekolah, aku menceritakan lomba ku kepada teman sebangku dan dia membalas dengan sangat baik dan mau mendengarkan ku hingga akhir. Dia temanku yang paling mengerti aku bisa dikatakan dia adalah sahabatku. Singkat cerita, sekolah selesai dan aku berpisah dengan teman-teman ku di sekolah, dan pergi pemberhentian bus dekat sekolah. Setelah bus datang aku menaiki nya dan sampai halte dekat rumah ku. Aku masuk rumah dan disambut ibu yang sedang merajut. Kalian tidak tau pekerjaan ibu dan ayahku ya? Ibu ku kerja sebagai pembuat baju, sedangkan ayahku kerja kantoran, biasanya pulang malam. Aku meminta izin kepada ibu untuk melanjutkan gambaran ku, ibu pun mengizinkan nya. Dengan semangat aku pergi ke kamar untuk melanjutkan gambaran ku. Setelah gambaran ku selesai, aku langsung mengirim nya ke situs lomba gambar itu. Aku tidak sabar dengan hasilnya, apakah aku akan menjadi juara? Entahlah. Aku selalu menunggu kabar dari situs itu. Setelah beberapa hari aku mendapatkan notifikasi dari sebuah situs,
dan itu adalah situs lomba menggambar ku, aku pun langsung membukanya, dan ternyata hasil nya aku tidak menjadi juara. Aku merasa sangat sedih akan hal itu, tapi ibu dan ayahku tetap menyemangati ku. Aku tau, tapi itu lomba internasional aku sangat sedih akan hal itu. Dalam waktu yang lama aku tetap dikamar sambil menangis. Sampai besoknya, aku pergi ke sekolah dengan wajah yang sedih kemudian teman sebangku bertanya kepadaku tentang keadaanku. Aku menjawabnya dengan sangat sedih dan menangis, dia benar-benar mendengarkanku hingga akhir dan menyuruhku untuk mencoba lagi, tapi dia menyuruhku untuk mengikuti lomba apa adanya tidak internasional juga tidak apa-apa. Aku mengusap air mataku dan langsung memberikan senyum lebar kepada sahabatku. Sampainya dirumah, aku melihat media sosial, dan aku menemukan lomba menggambar, yang bertema dunia fantasi. Tapi aku masih ragu atas hal itu. Jadi aku belum memutuskan apa aku ikut atau tidak. Malamnya, aku tidur lebih awal karena aku sudah sangat capek dengan kegiatan sekolah ku tadi. Saat aku tertidur aku bermimpi bahwa aku berada di sebuah dunia yang di sana terlihat sangat indah. Dengan beberapa hewan yang aneh tapi sangat indah, seperti ikan yang dapat terbang, dan terdapat seekor hewan seperti naga. Aku tidak tinggal diam, di sana aku juga melihat keindahan lainnya. Dan setelah aku melihat banyak keindahan di sana, tak lama kemudian aku terbangun. Aku menyebut mimpi itu dengan mimpi fantasi. Saat aku sadar bahwa mimpi ku dapat ku jadikan gambar, aku langsung ingin mengikuti lomba
gambar saat itu. Aku langsung menemui ibu dan ayah, untuk meminta izin mengikuti lomba menggambar. Ibu dan ayah yang mendengar itu langsung bahagia melihat ku sudah semangat lagi, dan mereka pun mengizinkanku ikut lomba itu. Aku langsung bersemangat dalam menggambar, dengan gambar yang kuambil dari mimpi ku. Setelah waktu yang lama, gambaranku selesai dan langsung mengirimnya ke situs lomba. Ada dua macam tipe mimpi. Mimpi yaitu cita-cita yang harus diraih oleh seseorang, dan mimpi yang diartikan sebagai bunga tidur. Dalam hal ini, kedua definisi mimpi tersebut melebur dan menjadikanku dapat meraih apa yang aku mau. Dalam mimpi yang aku gambar itu, aku menemukan disana terdapat sebuah pemandangan air terjun yang sangat indah, dengan beberapa hewan yang merasa nyaman disana. Dan disana tidak panas juga kok, ooh iya, ada juga pelangi hasil dari air terjun itu. Menurut pandanganku, mimpi itu terlihat seperti Surga bagiku, sangat nyaman berada disana. Sampai rasanya, aku tidak mau keluar dari sana. Tak lama kemudian, muncul notifikasi dan aku segera mengeceknya. Dan yang benar saja, aku mendapatkan juara 1 dari perlombaan itu, setelah kusadari itu juga lomba nasional. Aku langsung bahagia, kemudian keluar kamar dan menemui ibu dan ayah untuk menceritakan kepada mereka. Mereka juga bahagia mendengar itu. Setelah kejadian itu, aku sadar bahwa kalian tidak boleh cepat menyerah jika sudah kalah, menyerah itu tidak menghasilkan apa-apa. Dan jika kalian menang pun jangan terlalu puas dengan itu, karena masih ada hal-hal lain yang
lebih luar biasa. Dan semua pasti akan ada jalan keluarnya. Yang penting percaya dengan keputusan kalian. Sangat lega aku bisa menggapai apa yang aku mau, jangan lupa semangat ya kalian semua untuk menggapai impian kalian. -End-
Muhammad Edwansyah Raisa Adilla Driiiiiiiing! Alarm berdering. Tepat pada jam 03.30 pagi, Hafiz terbangun dari tidurnya. Meskipun terasa berat karena suasana sangat sejuk dan nyaman. Untuk mengawali supaya harinya penuh semangat, ia memulai doa bangun tidur, dan merapikan kamar. Tak lupa matikan lampu kamar dan membuka jendela kamar. Ia bergegas menuju kamar mandi untuk buang air kecil, cuci muka, dan berwudhu. Sebagai muslim yang taat ia menunaikan solat tahajud, agar apa yang menjadi cita-citanya di kabulkan oleh Allah SWT . “Ya Allah yang maha segalanya, hamba yang lemah sedang bersujud untuk menyerahkan diri kepadaMu, ampuni segala dosaku dan bimbing aku agar selalu dalam ridhoMu. Kabulkanlah cita-citaku”. Doa Hafiz dalam sujudnya. Iapun tak ingin melewatkan kebaikan dunia dan isinya yakni dengan melakukan solat sunnah qobliah subuh dan jama’ah subuh membaca al-qur’an dan dzikir pagi tak pernah ia lewatkan. Hafiz memiliki ide untuk mengajak Farid pada minggu pagi untuk jogging bersama di lapangan Gor. Pagi selepas subuh, dimana udara masih sangat segar dan bersih, Hafiz dan Farid bersiap-siap untuk berolahraga. Pemanasan tak lupa mereka lakukan agar tidak menimbulkan cidera saat olahraga. Target pagi ini 5km dengan waktu tempuh 30 menit. Lari pun mereka mulai, saat di tengah perjalanan Hafiz mengalami sakit perut yang menyebabkan ia harus berjalan. Saat di perempatan mereka di olok-olok oleh
dua pemuda dengan kalimat “Untuk apa kau lari-lari buat badan capek saja”. Kalimat itu begitu jelas di telinga. Hafiz dan Farid , yang akhirnya membuat mereka tak fokus sambil berjalan. Perasaan mereka begitu sangat sedih, dengan perlahan hal itu mempengaruhi kecepatan untuk berlari kembali. Hafiz dan Farid bukan seorang pemuda yang putus asa, akan tetapi pemuda mandiri yang cerdas dan solih. Mereka ingin menjadi pemuda yang bermanfaat, bisa memimpin bangsa dan negara menjadi negara yang besar dan bermartabat. Segenggam cita-cita dengan dukungan orang tua dan guru, semoga indonesia bangga. Inilah cerita dari saya, sekian dan terima kasih. -End-
Evaldo Fairuz Hazimulfikri Suatu hari, saya akan pergi ke rumah yang berada di selatan. Rumah saya yang buka Toko Bangunan , saat itu saya masih kelas 6 SD. Saat saya perjalanan ke rumah saya yang selatan, saya mengendarai sepeda motor, dan sepeda motor tersebut belum saya kuasai. Saat saya perjalanan menuju rumah selatan saya, saya tidak menggunakan Helm. Saat saya mau belok ke Gang, saya ditabrak dari belakang, padahal di situ saya sudah menyalakan lampu sein, orang yang menabrak saya itu keadaan sedang mendahului sepeda sepeda motor lainnya, dan saat saya berbelok, orang tersebut tidak melihat lampu sein saya, dan di situ saya jatuh dan orang tersebut masuk ke dalam selokan kecil, disitu motor saya keadaan nya tidak terlalu parah, cuman spion nya lepas dan rem depan bengkok. Saat masuk ke rumah selatan saya, disitu ada ibu saya, dan saya bilang ke ibu saya kalok saya habis kecelakaan, dan Ekspresi ibu saya biasa saja karena tidak terlalu parah, lalu saya disana diobati oleh ibu saya. Luka saya berada ditangan bagian siku dan di bagian dengkul kaki, saat di obati, saya merasa keperihan dan sakit, di situ saya masih degdeg gan dan badan saya gemetar semua. Saya dan ibu saya pulang ke rumah yang pertama, di situ saya di tanyai oleh Papa saya, dan saya bilang kalo saya habis kecelakaan, Papa saya di situ agak sedikit kaget, dan papa saya melihat kondisi motor tersebut.
Beberapa bulan kemudian, saya kecelakaan lagi saat pulang dari Masjid, di situ sedang keadaan Hujan deras, dan saya pulang dengan mengendarai motor yang cukup kencang, saat saya mau belok, saya terlalu menekan rem depan, dan disitu saya terjatuh karena jalanan licin. Di situ saya bangun sendiri dan membangunkan motor sendiri. Saat saya di rumah, saya langsung diobati oleh mbak saya, kondisi motor tersebut tidak begitu parah Cuma spion copot dan body lecet. -End-
Achmad Fikri Muzaki Pagi hari bunyi alarm yang nyaring terus berbunyi mengusik Juno yang tengah tertidur lelap, bunyi yang sangat keras itu membuat Juno terpaksa membuka mata. Betapa kagetnya saat Juno melihat jam yang menunjukan pukul 07.45 pagi ia terkenal sebagai siswa yang rajin dan tidak pernah sekalipun telat sekolah, Juno bergegas mandi dengan tergesa gesa dan tanpa sarapan ia pun berangkat sekolah dengan mengendarai sepeda begitu cepat. Sesampainya di sekolah Juno melihat pagar sekolah tertutup yang menandakan jam pelajaran telah berlangsung, Juno mendekat ke pagar dan melihat petugas satpam yang berjaga di sebelah pagar “Permisi pak apakah saya boleh masuk?” Tanya Juno dengan wajah ketakutan, “Kamu boleh masuk tetapi tidak bisa absen dan harus menerima hukuman karena telat” jawab petugas satpam, “Mohon maaf pak saya hanya terlambat 5 menit apa tidak ada kelonggaran untuk saya?” Maaf dik ini bukan masalah lama atau tidaknya kamu terlambat, tetap ini tentang tanggung jawab dan bagaimana kamu disiplin” Jelas petugas satpam. Langsung seketika Juno hanya bisa terdiam dengan wajah pucatnya dan nafas tidak beraturan. Setelah diperbolehkan masuk Juno segera membersihkan kamar mandi yang di perintahkan oleh petugas satpam, tak sengaja ketika telah selesai membersihkan kamar mandi Juno bertemu wali kelasnya Juno pun sangat malu ketika
berpapasan ”Ada apa ini tumben sekali siswa teladan telat?” Tanya wali kelas. Maaf bu ini memamg salah saya, semalam saya begadang nonton bola sampai lupa waktu ”Ucap Juno, ”Gapapa kalau mau nonton bola atau melakukan hobi lainnya tapi kamu juga harus tau prioritas mana yang lebih penting, menonton bola dilakukan ketika hari libur atau senggang dan harus selalu ingat waktu” jelas wali kelas. “Baik Bu akan saya ingat pesan ibu Terima kasih.” Bel pelajaran kedua berbunyi Juno baru selesai membersihkan kamar mandi dengan pakaian sedikit basah. Juno bergegas menuju kelas karena tidak mau meninggalkan pelajarannya. Sesampainya di kelas Juno menyemangati dan memberikan catatan pelajaran pertama agar Juno tidak ketinggalkan. Dari kejadian tersebut teman-teman sekelas Juno menyepakati akan selalu mengingatkan temannya untuk tidak melanggar aturan dan menaati peraturan. “Terima Kasih” -End-
Muhammad Khaisan Annuur Tahun lalu, aku pergi bersama kakekku ke kebun. Kami pergi ke kebun dengan sepeda motor kakekku. Butuh kurang lebin 15 menit untuk sampai ke kebun kakekku. Aku sangat senang ketika sampai di sana. Ada banyak orang yang lagi menanam jagung, di kebun kakekku dan aku juga ikut membantu orang yang lagi menanam jagung di sana. Beberapa bulan pun berlalu, jagung kakekku sudah mulai tumbuh kecil atau di desa kami di sebut tukul. Setelahnya kamipun lalu memberikan pupuk ke jagung kami biar cepat tumbuh, setelah memberikan pupuk aku dan kakek ku pun pulang dari kebun. Beberapa bulan pun berlalu dan jagung kakekku pun siap dipanen. Setelah aku pulang sekolah aku pergi ke kebun kakekku untuk membantu orang yang lagi memanen jagung. Setelah aku sampai di sana aku pun langsung pergi ke tengah kebun untuk membantu memanen jagung. 10 jam berlalu dan kita hanya dapat satu kebun saja, oh iya gais aku cuman bisa membantu 3 jam karena aku pulang sekolah terlalu telat, karena ngerjain tugas yang belum selesai. Besoknya kita pun kembali ke kebun dan kembali memanen jagung. Akhirnya sebelum sampai jam 3, panen pun selesai. Besokknya ada truk datang ke kebun kakekku, untuk mengambil jagung yang sudah dipanen untuk, dikirim ke
gudang setelah 3 hari kakekku pun mendapatkan uang hasil dari panen jagung itu. -End-
Fawaza Gildas Zaman dahulu ada sebuah perkampungan, dimana disana ada seorang pemuda yang miskin dan hidupnya juga sebatang kara. Ia adalah pemuda yang sabar, tabah dan baik hati meskipun hidupnya miskin. Bahkan ia saja tinggal digubuk peninggalan orang tuanya, gubuknya pun sudah rapuh dan kurang layak untuk ditinggali. Pekerjaan pemuda ini hanyalah pencari kayu bakar di hutan. Suatu ketika pemuda tersebut sedang mencari kayu di hutan. Pada saat mencari kayu pemuda tersebut mendengar suara yang aneh di balik semak-semak. Ia pun mencoba mendekati dan mengecek apa yang ada di balik semak tersebut, lantas ia menemukan singa yang sedang meraung kesakitan. Sang pemuda melihat ada serpihan kaca di kaki singa tersebut. Pemuda tersebut kemudian memberanikan diri untuk mengecek serpihan kaca pada kaki singa. Sang pemuda tersebut kemudian mengatakan pada singa tersebut bahwa dia akan menolongnya. Lalu singa tersebut tenang dan sang pemuda mencabut pecahan kaca di kaki singa. Kemudian pemuda tersebut lari terbirit-birit karena takut dimangsa. Sekembalinya ia dari mencari kayu bakar di hutan ia mengalami kejadian yang tidak terduga yaitu menabrak kereta milik raja yang membuat kereta tersebut terbalik. Ia pun segera memint maaf, namun sang raja tidak memaafkan pemuda tersebut. Sang raja memerintahkan pengawalnya
untuk memenjarakan pemuda tersebut. Setelah menjalani hukuman selama beberapa hari ia pun dijatuhi hukuman mati. Diberi tanda baca (titik koma) lagi ya kak. Ia diberi hukuman mati dengan dimasukkan dalam kandang binatang buas dalam keadaan gelap. Namun setelah beberapa saat ia tidak merasakan ada serangan binatang buas. Saat hari menjelang pagi ia penasaran dengan binatang buas yang ada di kandang. Alangkah terkejutnya pemuda tersebut karena binatang buas yang ada di kandang adalah singa yang pernah diselamatkanya. Ia bertanya kenapa sang siang tidak memeatuhi perintah majikanya. Sang singa menjawab bahwa dia taakan memakan orang yang pernah menyelamatkanya. Setelah itu pemuda tersebut meninggalkan negeri yg dimimpin oleh raja yg jahat itu menuju negeri lain. Selama perjalanan pemuda tersebut menemui banyak hambatan dikarenakan jalan menuju tujuan ditempati oleh banyak hewan buas. Setelah sampai pertengahan perjalanan ia menemui orang yang sedang akan disantap oleh hewan buas. Ia mencoba mengabaikanya karena takut kepada hewan buas tersebut. Disatu sisi ia pun merasa iba karena orang tersebut berteriak karena hampir disantap. Pemuda tersebut membulatkan tekat untuk menyelamatkanya dengan sebuat obor api yg berada di sekitar tempat itu. Setelah diselamatkan orang yg bernama Alex itu mengucapkan terimakasih. Alex mencoba membalas budi dengan cara memandu pemuda tersebut menuju tujuannya. Karena ternyata Alex adalah penduduk negeri yang dituju pemuda itu.
Setelah sampai di negeri tersebut Alex menunjukkan tempat penginapan yg terkenal di negeri tersebut. Pemuda tersebut pun mengiyakan karena sedang merasa kaya. Besoknya Alex membangunkan pemuda tersebut karena terjadi pemberontakan di kerajaan ini. Setelah mencoba menyelamatkan diri pemuda dan Alex menuju gubug terdekat. Setelah merasa aman Alex keluar dari gubug tersebut untuk mengecek apakah para tentara sudah pergi. Kemudian, seorang tentara melihat Alex yang keluar dari gubug. Lalu tentara tersebut menembak Alex dengan peluru. Pemuda itu melihat kejadian tersebut. Merasa marah karena temanya terbunuh di depan matanya ia pun mencoba membunuh balik tentara itu menggunakan cangkul yg ada di gubug. Ia pun kaget karena berhasil membunuh tentara tersebut. Setelah itu ia pun menguburkan Alex dan berjanji untuk membunuh para pemberontak. -End-
“ Tsalis Magistra Brilianti Dunia tidak akan pernah abadi, dan kehidupan di dunia tidak selamanya bahagia seperti angan-angan kita pada indahnya kehidupan di surga. Selama kehidupan di dunia masih berlangsung, bukankah kita harus mencari arti kebahagiaan itu? Maka dari itu kenalkan diriku, Tara itu namaku, aku hanyalah remaja biasa yang mungkin bisa dibilang introvert, aku tidak suka dengan keramaian dan sedikit orang yang bisa mengerti tentang diriku. Bagaimana kisah pertemananku? Sebenarnya, aku lebih suka sendiri, karena aku pernah mendengar bahwa ‘Sendiri adalah kata lain dari luar biasa’ dan aku bisa menerima itu. Pertemanan menurutku juga menyenangkan asalkan teman kita satu frekuensi dengan diri kita, jadi aku memiliki satu teman yang aku jumpai di dunia maya, di era sekarang mempunyai teman online bukan suatu hal yang asing kan? Karena bagiku teman dunia maya lebih mengerti diriku. Mibi, ya itu nama salah satu sahabat dunia mayaku, dia baik sekali padaku walau terkadang memang suka jahil padaku. Awal mula aku menemukan dia di salah satu aplikasi, dia mengunggah foto yang tak sengaja aku melihat dia sedang berfoto bersama idolaku, pastilah aku ingin tau kenapa dia bisa bertemu dengan idolaku, tiba-tiba dia mengikuti akunku. Aku terkejut karena aku hanya sebatas menyukai postingannya, dia memberiku pesan "hello!" spontan aku
jawab "hi" kemudian dia mengajakku untuk berkenalan dan dia memberitahu padaku kenapa dia bisa foto bersama idola ku, ternyata mereka adalah keluarga. Semenjak awal perkenalan kita aku sudah bisa tahu bahwa dia anak yang baik dan sopan kepada teman temannya dan aku rasa sepertinya dia memiliki banyak teman. Mungkin setelah 3 hari kita berkenalan dia mengatakan padaku tentang diri nya "Tara, aku ini bukan seorang anak yang ramai teman, aku ini pemalu dan aku suka menyendiri, aku bersyukur bisa berteman denganmu" Setelah dia bicara seperti itu padaku, aku merasa aku dan Mibi memiliki nasib yang sama, aku mengatakan juga padanya bahwa aku juga seperti dia. Hari-hari berlanjut, kami semakin mengenal satu sama lain, kita sering bermain bersama, berbagi cerita tentang bagaimana hari yang kita jalani. Hingga pada suatu hari aku dan Mibi bertengkar, diwaktu itu dia mengajakku untuk bermain Mobile Legends, mungkin bisa dikatakan aku mahir dan aku sudah mencapai rank tinggi di Mobile Legends sedangkan Mibi masih di 2 tingkat terbawah rank di Mobile Legends, jadi lawan kita tidak seimbang sehingga gameplay Mibi tidak bisa setara dengan lawannya, akhirnya kita kalah di game itu, dia memarahi ku dan mengatakan "KENAPA AKU KALAH, NGGAK ADA YANG PEDULI SAMA AKU , AKU GA MAU MAIN LAGI!" mendengar kata itu aku cukup sedih, walaupun itu salah dia sendiri aku tetap merasa bersalah, lalu aku mengatakan "Mibi, it's just game okay? Ini pertanda kamu harus berusaha lagi, semangat ya" dia memang awalnya cerita padaku bahwa dia memiliki 'anger issue' Mibi
mengatakan padaku "ini lah sebab tidak adanya orang yg mau berteman denganku, nggak ada yg mau menerima aku" aku sedih mengetahui itu, sampai aku berfikir apakah pertemanan itu harus sempurna? Kenapa pertemanan itu rumit ya? Ini lah menjadi alasan aku sulit untuk berteman, menurut ku pertemanan itu yang penting adalah ketulusan hati dan menghormati satu sama lain, huhh pusing yaa... Pada suatu hari, Mibi mengatakan padaku bahwa dia mengikuti lomba lari di sekolahnya dan berkata "Tara, doakan aku ya, ini pertama kali aku mengikuti lomba lari, aku di beri kepercayaan dari guruku, aku harus membuat guruku senang, doakan aku ya!" aku mendengar itu senang dan menjawab "Wah kamu hebat, semangat ya aku pasti doain teman aku dong" kataku padanya, aku mengerti seberapa lelahnya dia berlatih, karena dia menceritakan hal itu padaku sebelumnya, ya aku harap dia bisa membanggakan gurunya dan dirinya sendiri. Di balik semua itu, di situlah waktu luang kami untuk komunikasi semakin sedikit, aku yang awalnya merasakan memiliki teman bicara di setiap waktuku sekarang Mibi sedang berusaha untuk dirinya sendiri, aku selalu memahami temanku, karena kita harus melakukan hal yang lebih penting, semua akan ada waktunya masing masing, benar kan? Dari situlah aku kembali merasa kesepian, di sekolah apalagi, teman saja nggak ada tetapi ada yang berkata padaku bahwa aku adalah anak yg aneh karena aku memang suka berbicara sendiri, itu fikiran mereka, tidak denganku. Mereka hanya tau aku berbicara sendiri, padahal aku
berbicara dengan temanku yang mungkin memang mereka tidak bisa melihat itu, aku memiliki 2 teman bayangan, entah kalian mau percaya atau tidak bagiku mereka lah teman yang selalu ada denganku, mendengar kan keluh kesah ku tentang kehidupanku. Aku sudah berteman dengannya kerap 2 tahun, namanya Deven dan Dellia, mereka adalah kakak beradik yang terpisah dari orangtuanya sebab kecelakaan waktu itu, satu keluarga tidak terselamatkan, termasuk mereka berdua, entah mengapa mereka bisa bertemu denganku, bukannya harusnya Deven dan Dellia tenang di alam lain ya? Pada suatu saat di mana aku merasa kesepian Deven dan Dellia pun datang "Kemana nihh si Mibii ituuu kok kamu diemm aja biasanya cerita tentang dia" ucap Dellia "Bener tuh biasanya paling gercep cerita si Mibi itu ngapain, kemana dia?" Sahut Deven padaku "mana aku tau, dia udah nggak berkabar 3 hari tetapi dia online, aku mau bertanya pun segan dan takut mengganggu.." Jawabku, dan Dellia berkata "Kalau sekedar menyapa mungkin gapapa lah Ra.. Asalkan kamu ngga ganggu Mibi, dia pasti respon!" Tetapi aku rasa aku tidak mau konsentrasi Mibi teralihkan karena sebagaimana kita jika komunikasi, smua pun kita bahas, aku rasa dia harus fokus ke perlombaan dia dulu, toh dia juga bilang kepadaku masa itu "Aku bakal nggak ada bila bila ini, tolong kamu faham ya Tara, setelah ini aku pasti kembali" Aku selalu berusaha memahami dia, karena tidak selamanya dia hanya dengan ku, dia punya kesibukan yang lain.
3 hari kemudian.... Sepulang sekolah dan sesampainya di rumah aku langsung membuka handphone ku, tiba tiba aku melihat bahwa Mibi meninggalkan pesan padaku. Mibi Terakhir dilihat hari ini pukul 11.40 Mibi : Assalamualaikum Tara Mibi : Hari ini aku tanding Mibi : Wish me luck okey, oh ya i terlupa , semalam kamu minta alamat aku kan untuk kirim barang? ini i bagi alamat "Jln. Lil Putra 1/12 K**** " Btw terima kasih ya! Mibi : Good bye Taraaa!! Waalaikumsalam, Mibi : Tara Always, always and always : Tara Terima kasih ya Mibi, Good luck : Tara Setelah aku mendapatkan pesan itu, aku merasa tenang karena dia memberiku kabar. Oh ya aku ingin memberikannya hadiah, entah dia menang atau tidak aku ingin mengiriminya hadiah! Aku sudah membelikan dia Jersey sepak bola tim favoritnya dengan nama punggung "Mibiera" dan sebuah box yang berisikan semua hal yang kita abadikan, mulai bermain game bersama, kata katanya yg memotivasi diriku, semua ada di sana. Beberapa hari setelahnya barang yang ingin ku kirim kemungkinan sudah terkirim di alamat Mibi, tapi anehnya kenapa sejak Mibi lomba waktu itu sudah
tidak pernah online lagi ya? Dia menang atau kalah aku juga nggak tau, hmmm mungkin saja handphone dia bermasalah. Mibi Terakhir dilihat 11/07 Pukul 11.40 Assalamualaikum Mibiiiii : Tara Kamu apa kabar? : Tara Kamu udah gapernah online lagi... : Tara Apa kamu udah ngga mau temenan sama aku lagi? : Tara Gimana lomba kamu? Menang nggakk? : Tara Halooo Mibiiii : Tara Semoga kamu baik baik aja ya : Tara Pesan pesan yang aku kirimkan semuanya centang satu, yang artinya dia tidak menerima pesan itu atau bisa dibilang offline. Aku merasa aku sangat asing di sekitarnya, Mibi tidak pernah mengenalkan ku ke siapapun itu, temannya, keluarganya atau sesiapanya aku tidak pernah mengetahui itu, jadi aku kesusahan mencari informasi tentangnya. Semenjak itulah kesabaranku mulai diuji kembali, rasa penasaran yang membakarku ini sangat teramat menyiksa ku. Kerinduan? Itu pasti. Secara dialah teman paling baik yang pernah aku temui, saat aku merindukannya aku hanya bisa membaca kembali pesan pesan lucu dan membahagiakan saat itu, hanya itu yang aku punya. "Aku akan terus mendoakanmu walau tak kudengar berita tentangmu"
Setiap hari aku selalu menanti hari dia memberikanku kabar bahwa dia menjadi juara di sana dan memberiku tanggapan dari hadiah yang aku berikan kepadanya itu, tapi sudah hampir satu bulan aku menunggunya. tak kunjung kembali... Kemana ya Mibi? Akhirnya setelah aku hangus terbakar oleh rasa penasaran aku mencoba untuk pergi ke tempat tinggalnya, yup betul Malaysia, itulah tujuanku untuk mencari temanku yang sudah hilang cukup lama, apakah aku akan menemukan dia? Semoga saja. 9 Agustus 2022 dengan niat yang tulus aku berangkat ke Malaysia untukmu Mibi, aku harap ekspektasi ku tidak melenceng dari yang aku inginkan, tetapi aku tetap takut dengan kata "Ekspektasi tidak semanis realita" namun aku selalu berdoa supaya aku mendapatkan hasil yang baik, Malaysia aku datang. Penerbangan selama 2 jam telah membawaku ke negara tetangga ini, tak kalah keren dari Indonesia. Hanya dengan modal alamat yang dia berikan aku berani pergi untuk menuju tempat itu, cukup mudah untuk dicari, tetapi aku aku tidak tahu yang mana rumahnya dan aku akan berusaha untuk bertanya kepada orang sekitar itu. Sesampainya aku di area wilayah perumahannya tiba tiba ada yang memanggilku dari belakang "Taraaa!!!" Aku terkejut karena mana mungkin aku baru datang sekali kesini tetapi sudah ada yg mengenali aku, tetapi aku berpositif thinking itu adalah Mibi. Aku menoleh kebelakang "Mibi? It's that you?" kataku, dia menjawab "Ya Tara, ini aku Mibi, bagaimana kamu bisa di sini?" Aku spontan menjawab "Kamu kenapa hilang begitu aja? Aku menunggu kamu! Katakan padaku
kenapa!" Marahku, Mibi yang melihatku terdiam dan mengatakan "Tara, maafkan aku perihal itu, aku bukan melupakan kamu ataupun meninggalkan kamu, tetapi aku memang ada sesuatu yang aku tidak bisa mengatakannya kepadamu, eum bagaimana kalau kamu pergi kerumahku? Aku akan jelaskan semuanya" jawab Mibi. Aku pun mengiyakan dan mengikutinya sesuai alamat yang aku lihat. Sekitar 2 menit aku dan Mibi berjalan, aku rasa sudah sampai di rumahnya yang sesuai dengan alamat itu tetapi dia bilang "ini rumah lama ku Tara, aku memiliki rumah baru sekarang, yuk ikut aku" kata Mibi, tetapi aku heran rumah ini masih ada kehidupan aku lihat lampu masih menyala dan ada suara tv di dalam, namun aku tetap percaya dan mengikuti Mibi. Jauh juga rumah baru Mibi, sampai harus melewati jalan raya untuk sampai kerumah barunya, setelah agak lama dan jauh kami berjalan dia bilang ini sudah hampir sampai tetapi anehnya aku tidak melihat perumahan disini, namun aku tetap berusaha berfikir positif. Aku sangat terkejut saat dia mengarahkan ku ke arah tempat yg tak terduga, yaitu kuburan. Aku langsung mengatakan padanya "Eh kenapa ke sini? Maksudmu apa Mibi?" Dia pun menjawab "ikuti saja aku" kini aku sudah memulai merasa tidak nyaman, lalu kami berhenti di depan makam yang bertulisan nama dia dan tanggal wafat serta kelahirannya, aku terkejut setengah mati melihat itu dan aku bilang "INI APA? KAMU BERCANDA KAN? TERUS KAMU SIAPA? MIBI TOLONG JANGAN MEMPERMAINKAN
AKU." tanyaku padanya, akhirnya Mibi menjawab "Tara, maafkan aku karena baru bisa memberitahumu sekarang, aku tahu susah sekali kamu untuk menerima ini, tolong ikhlas ya aku tahu kamu sudah banyak kali ditinggalkan orang sekitarmu, tapi ini takdir dari Allah Tara, aku tidak bisa menentang ini semua, jika bisa meminta aku masih ingin hidup di dunia bersama orang orang yang aku sayangi. Terima kasih kamu sudah hadir di hidupku, jadi aku bisa merasakan kasih sayang seorang teman yang baik dan terima kasih atas segala waktu dan kenangan yang telah kita lalui, kamu berbahagia ya, jangan sedih perkara ini, aku tahu kamu mampu melalui nya, setelah ini aku akan pergi dan tidak akan kembali lagi di dunia, kalau kamu ingin mengetahui apa yang terjadi kamu bisa bertemu dengan sepupu ku ya, dia dirumah lamaku, yasudah mungkin ini saja yg bisa aku katakan, terimakasih Tara, sampai jumpa dikehidupan berikutnya, Assalamualaikum.." Setelah aku mendengar semua yang dia katakan, Mibi langsung menghilang sangat cepat, makam itu menjadi saksi sekeras apa aku menangis, aku bingung, aku kecewa , aku sedih, kenapa harus seperti ini kenyataanya...Sekarang yang hanya bisa kulakukan mendoakannya supaya tenang di sana, difikir-fikir kalau aku terlarut dalam kesedihan itu juga menyiksanya di alam sana, sedih memanglah manusiawi, tetapi aku tidak boleh terpuruk atas semua yang terjadi, aku harus ikhlas... Tak lama kemudian aku mencoba untuk ke rumah lama Mibi, aku ingin mencari tahu bagaimana yang terjadi.
Sesampainya aku langsung mengetuk pintu dan mengucapkan salam, kemudian datanglah seorang perempuan yang membukakan pintu dan berkata "Waalaikumsalam, ada yg saya boleh bantu? encik siapa eh?" aku menjawab "Maaf sebelumnya, ini Alifa sepupu alm. Mibi ya?" Dan katanya "oh iya betul, ada apa perangan encik datang kemari? awak siapa Mibi? Eh masuk dulu la" jawabnya dan aku dipersilahkan untuk masuk, ini lah percakapan kami. Tara : Saya dari Indonesia, saya bestie online Mibi Alifa : oh jauh jauh datang kemari , ada apa? Tara : “Sebenarnya saya ini ingin tahu yang jelas tentang hal yg terjadi pada Mibi, kerana saya macam di ghosting 1 bulan.” Alifa : Ohh,, encik belum tau ye? Oke Alifa terangkan, Mibi tengah ikut lomba atletik Alhamdulillah dia menang, tapi ini memang musibah dari Allah, tak sangka setelah finish dia terasa susah bernafas, memanglah dia ada riwayat penyakit jantung, ya inilah yang terjadi kita harus terima dan ikhlas... Tara : ......... Alifa : maafkan kesalahan dia selama hidup ya, kita tau dia orang yang baik, oh ya kamu ada kirim barang untuk Mibi ya? Tara : iya kak, tapi dah telat juga... Alifa : kita ini dituntut kena sabar dan doakan Mibi, ikhlas kan ya... Tara : Iya kak, saya harap Mibi tenang di sana dan saya selalu coba ikhlaskan , terima kasih kak sudah berikan
saya semua hal yg terjadi, saya pamit kak, Assalamualaikum Alifa : eh cepat sangat ni, tapi oke lah hati hati ya, lain kali kalau mau ke sini pintu selalu buka untuk awak, waalaikumsalam Setelah percakapan itu aku kembali pulang dengan perasaan kosong, benar di dunia ini memang tidak ada yg abadi, semua akan pergi, cepat atau lambat kita harus selalu siap dengan kepergian itu, ikhlas dan sabar memanglah bukan hal yang mudah , tetapi itulah takdir Allah yang sudah ditentukan, mau menolak tidak bisa, sesungguhnya Allah memberikan kita cobaan karena Allah tau hambanya mampu untuk melaluinya.Ini sedikit cerita tentang kisah pertemananku yang paling berarti dihidupku, kita sebagai manusia yang hidup didunia harus selalu siap dan sadar bahwa semua yang ada didunia ini hanyalah pinjaman sementara dari Allah untuk hambanya. "Jangan terlalu bahagia diatas, ingatlah bagaimana sakitnya terjatuh" "Titik tertinggi mengikhlaskan seseorang adalah menerima kepergian sesorang itu untuk kembali kepada-Nya" -End-
Alikha Mutiara Hati Musim dingin di Arkhipsky, jarum jam sudah menunjuk ke arah jam 8 malam, sudah sangat gelap bukan? Tidak, jam 8 malam, matahari baru tenggelam di sana, pusat kota baru mulai sepi, orang-orang bersamaan pulang kerumah. Arkhipsky dikenal sebagai kota paling misterius di Eurasia, di hutan pinggir kota, terdapat pohon yang sangat tua dan besar, konon katanya pohon tersebut ditanam oleh Tsar Alexis I sebagai persembahan untuk Cossack setianya. Tetapi, banyak yang berpendapat bahwa pohon di pinggir kota adalah pohon Yggdrasil, banyak juga yang berpendapat bahwa di pohon tersebut terdapat sarang Harpy bahkan ada yang berpendapat bahwa cabang di pohon tersebut terdapat gerbang ke Asgard. Ilya baru pulang dari kampusnya, ia mengayuh sepedanya ke apartemennya. Ilya Oleksandrovich Aristov adalah remaja rantauan dari Chernobyl, ia memutuskan untuk berkuliah di Arkhipsky karena Chernobyl terasa seperti kota terbengkalai, reaktor nuklir meledak pada 1986, mengakibatkan sekitar 13 ribu orang pindah dari kota tersebut, saat ini hanya 1 ribu orang yang menganggap Chernobyl sebagai tempat tinggal mereka. Saat ini Ilya sedang mengejar mimpinya dengan berkuliah di Universitas Semyon Korsakov, ia memilih jurusan Software Engineering
karena ia memiliki tujuan untuk mengembangkan operating systemnya sendiri. Sesampainya di apartemennya, Ilya segera mengeluarkan laptopnya dari tasnya, ia membuka file ‘script.js’ untuk menyelesaikan proyeknya yang belum selesai kemarin, ia memandang pesan eror dari kodenya yang belum ia perbaiki, sambil berpikir, ia memandang keluar jendela, pemandangannya langsung ke taman pusat kota yang dialiri oleh sungai Chimera, suasana terdengar sangat sunyi dan terasa indah, ia melihat sebuah burung raksasa terbang ke arah balkonnya, burung tersebut memiliki kepala manusia dengan rambut sepanjang sayapnya, Ilya langsung mengambil bolpoin disebelahnya dan langsung menggigitnya, tentu saja ia masih hidup, kakeknya adalah pembohong besar, itu bukan sianida, ia tidak pernah mengabdi untuk KGB! Ilya tidak punya waktu untuk berprotes karena ketakutanny a dengan burung raksasa itu, ia langsung berlari dari kamarnya dan bertamu ke kamar sahabatnya, Vasily. Kamar Vasily memang lumayan jauh, tapi Ilya adalah pemalu, ia memiliki warna mata biru dipinggir, hijau ditengah dan pupilpada mata kirinya berbentuk seperti naga, matanya sering membuat orangorang baru menatapnya dengan tatapan aneh. “Vasya, tadi ada burung raksasa berkepala wanita yang terbang kearahku” cerita Ilya ke Vasily “Itu terdengar seperti cerita dari nenekku, monster Alkonost, apakah suasana menjadi sunyi saat kau melihatnya?” Tanya Vasily
“Iya, serasa sepertia ia menghipnotisku” jawab Ilya Vasily melempar piring ke arah Ilya “Anak bodoh! Ngajak mati bareng, aku masih belum mau mati!! Keluar!!” usir Vasily Ilya langsung kaget dan berlari keluar, tapi ia tahu itu adalah hal serius sampai-sampai membuat sahabat setianya untuk melempar piring kepadanya, tetapi Ilya masih belum berani untuk kembali kekamarnya, akhirnya ia mengunjungi tetangga satunya lagi, Yevgeny Georgievich Romanov. Ya, Romanov, ia merupakan anak dari keponakan sang Kaisar terakhir, George Mikhailovich dari Brasov. Saat memasuki kamar Yevgeny, suasana sangatlah berubah, Ilya langsung disambut dengan patung dan koleksi patung-patung dan Faberge mahal milik Yevgeny, Ilya tidak terlalu kaget dengan suasananya, ia sudah bisa menebaknya dengan cara berpakaian Yevgeny, ia tidak pernah melihat sekalipun Yevgeny mengenakan kaos oblong meskipun tetanggaan, ia selalu memakai jas, bahkan saat musim panas. Tidak mau diusir lagi, Ilya memilih untuk diam tentang Alkonost yang ia lihat. Saat duduk diruang tamu Yevgeny, Ilya melihat Yevgeny memiliki buku ‘Mein Kampf’, sangatlah aneh “Eh, itu buku ‘Mein Kampf’ itu milikmu?” tanya Ilya “Haha, iya! Banyak orang yang berpikir saya ini promonarkis karena darah saya yang tidak pernah saya pilih!” jawab Yevgeny. Ilya merasa tersindir dengan
jawaban dari Yevgeny. Yevgeny sedang menempuh jurusan psikologis jadi ia tahu ada sesuatu dengan Ilya. “Pucet banget Ilyusha, habis liat apaan?” tanya Yevgeny dengan nada penasaran “Eh itu Gesha, habis liat burung kepala manusia, katanya Vasily itu Alkonost, masih penasaran, mau tanya tapi diusir” jawab Ilya “Hahah, gini Lyusha, itu mitosnya kalo kamu denger nyanyiannya kamu bisa sampai mati, tapi gini saran gw, lu setel lagu di headphone keras aja terus lu ikuti dia, mungkin dia mau ngasih tahu kamu sesuatu” ujar Yevgeny “Yakali, liat dari jauh lewat jendela aja udah setengah mati, apalagi ngikutin” sahut Ilya “Yaa, kamu tidak tahu sampai kamu melakukannya” jawab Yevgeny. Ilya kebingungan untuk mejawab perkataan Yevgeny, ketakutan Ilya kepada Alkonost telah terkalahkan oleh ketakutannya dengan berbicara kepada anak dari keponakan sang kaisar, ia pun meninggalkan kamar Yevgeny dan kembali kekamarnya. Ilya kembali ke depan laptopnya yang ia tinggalkan selama setengah jam menyala, ia merasa berputus asa dengan erornya, tetapi ia masih bosan, jadi ia menutup script.js, dan mencari IDLE, ia membuat file baru dan mengetik ‘import turtle’ dan karena Ilya sangat malas untuk berpikir, ia juga menulis ‘import random’, seperti biasa, ia membuat fungsi baru, ia kelihatannya sangat tidak semangat untuk menulis, ia bahkan lupa mengetik ‘turtle.forward()’ dan ‘turtle.backward()’ akhirnya saat dijalankan tidak berbuat
apa-apa, ia merasa frustasi, ia lalu segera mematikan laptopnya dan mengambil kartu indetitasnya sambil mendorong sepedanya, ia keluar dari kamarnya. Ia memasuki lift untuk turun ke lobby dari apartemennya. Ia keluar dari lobby dan segera mengayuh sepedanya ke kedai terdekatnya. Sesampainya di kedai, ia segera mengeluarkan uang 10 Euro, Ruble sudah mulai kehilangan genggamannya, jadi masyarakat lebih memilih untuk menggunakan Euro daripada mata uang resminya. “Kartu indetitas?” tanya pemilik kedai sambil menatap Ilya “Ini” jawab Ilya sambil menunjukan kartu indetitasnya “Pertama kali huh? Mau minum apa?” Tanya pemilik kedai “Iyaa. Baltika No. 3 aja deh” jawab Ilya sambil memberikan uangnya dan menerima minumannya, ia mengambil tegukkan pertamanya pada bir itu, tegukkan demi tegukkan, tidak sadar bahwa minumannya telah habis, ia mengeluarkan uang 20 Euro untuk membeli 2 lagi, pada kaleng ketiga, pengelihatannya mulai menjadi tidak lurus, suarasuara musik keras yang dimainkan di kedai itu mulai terdengar aneh, tiba-tiba ia mendengar suara nyanyian indah dalam falsetto, ia melihat keluar jendela, terdapat Alkonost yang sangat cantik melihatnya, bukannya takut, ia kali ini sedang mabuk, jadi ia mengikutinya, tanpa ada rasa takut, ia menatap pada wajah Alkonost tersebut, mengikuti suara nyanyiannya yang indah, Alkonost tersebut mengarahkan Ilya ke hutan pinggir kota.