The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

this formatted by approach of device literacy and ethics

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by triendisasongko, 2023-04-03 21:12:44

Ebook-SIM-A-Rev

this formatted by approach of device literacy and ethics

82 ➢ Penghapusan tabel (Drop table), adalah langkah jika pelu dilakukan penambahan dan penghapusan table. ➢ Penambahan/Pengisian data baru di sebuah basis data (INSERT), adalah langkah yang dilakukan untuk menghimpun entitas atau data. ➢ Pengambilan data dari sebuah tabel (Retrieve/Search), langkah ini adalah salah satu Bentuk rancangan yang dipersiapkan dalam suatu fungsi Penyimpanan data. ➢ Pengubahan data dalam sebuah file/table (Up-date), merupakan langkah pemeliharaan data terutama dalam Upaya pemutakhiran data. ➢ Penghapusan data dalam sebuah tabel (Delete/Ignore), merupakan suatu langkah pada fungsi pemeliharaan data, dimana data yang dianggap sudah kedaluarsa (expired) harus dimusnahkan (ignore). Selain langkah-langkah di atas, pemrosesan suatu database sangat memungkinkan berkembang dengan teknik dan langkah yang lain. Selanjutnya, pemrosesan data dilakukan menggunakan pola runut operasi yang sudah ditentukan, baik secara otomatis maupun manual. Dimana, perancangan dan pemrosesan data ini oleh sebagian besar perusahaan/organisasi kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan komputer atau perangkat pengolah data lainnya. Output yang dihasilkan dari pengolahan data sangat bervariasi, mulai dari gambar, grafik, table, vector, audio, maupun format lainnya dan menyesuaikan terhadap bentuk kebutuhan dan tujuan atas output yang dihasilkan (Yu, 2009). Format output tergantung pada software atau metode yang digunakan, hal ini dapat dilihat pola literaturnya pada gambar berikut. Saat mesin atau komputer mengolah data secara mandiri, maka proses pengolahan data tersebut disebut dengan proses pengolahan data otomatis.


83 Gambar 4. 4 Alur proses pengolahan data secara elektronik 2. Metode pengolahan data Pada perusahaan/organisasi yang telah familiar dalam mengimplementasikan sistem informasi, untuk mendukung pemrograman tentunya difasilitasi suatu pusat data (data center). Pusat data ini merupakan komponen kunci untuk melakukan pemrosesan, penyimpanan, akses, pembagian, dan analisis data. Pusat data menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dan lebih menguntungkan, terutama di bidang bisnis. Untuk menghasilkan pemrosesan data yang handal, akurat, dan hemat biaya membutuhkan kemajuan di berbagai bidang seperti keamanan data, akurasi mesin, data science, keamanan jaringan dan lain sebagainya. Saat ini, hampir semua bisnis membutuhkan pemrosesan data real time yang andal dan efisien. Pusat data ini berisi infrastruktur penting dan menyediakan pemrosesan yang kuat. Dengan memandang peran strategis data center ini, maka


84 diperlukan suatu metode pengolahan data yang tepat bagi perusahaan/organisasi. Adapu beberapa model metode pengolahan data adalah sebagai berikut: i. Batch processing atau pemrosesan batch, dimana pada teknik ini data yang akan diproses atau program yang akan dijalankan dikumpulkan menjadi beberapa kelompok agar pemrosesan data lebih mudah, efisien, dan cepat sehingga dirasakan nyaman oleh user atau admin. Batch processing technique merupakan format pemrosesan data yang paling sederhana. Dengan metode ini, pemrosesan yang dilakukan oleh komputer dilakukan secara berkala, pada interval waktu tertentu, Contoh: mingguan, bulanan, dan sebagainya. Misalnya adalah data transaksi harian dapat diproses secara batch atau kelompok pada setiap minggu. Keutamaan dari teknik atau metode ini adalah lebih ekonomis untuk volume data besar, sedangkan kekurangan dari metode ini adalah membutuhkan proses filtering sebelum diproses, dalam beberapa kasus bisa mengurangi ketepatan waktu, dan membutuhkan organisasi file yang lebih Panjang dan berurutan. Gambar 4. 5 Contoh Metode batch processing pada sistem pencatatan transaksi pada kasir Keuangan ii. Online dan Real Time Processing. Operasi online adalah operasi yang menggunakan perangkat yang terhubung langsung


85 ke CPU baik untuk entry data atau keperluan lain. Dengan menggunakan online processing, data akan secara otomatis tersimpan wadah yang tersedia dan dapat ditampilkan secara interface. Sedangkan Real time processing adalah metode pengolahan data yang memiliki kemampuan respon yang cepat untuk memperoleh data dari suatu aktivitas atau proses fisik, melakukan perhitungan, dan mengembalikan proses dengan cukup cepat untuk mempengaruhi output yang dihasilkan. Salah satu contoh penerapan real time processing adalah reservasi tiket pesawat. Setiap kali tiket dipesan atau dibatalkan, jadwal pesawat akan berubah sehingga data harus segera di update dan diinput untuk melacak ketersediaan kursi. Gambar 4. 6 Contoh Metode online-processing Gambar 4. 7 Contoh aplikasi metode online-processing pada sistem reservasi tiket pesawat Sumber: Traveloka, 2015


86 iii. Distributed processing merupakan proses pengolahan data yang paling kompleks. Metode ini umumnya terdiri dari terminal jarak jauh yang terhubung ke system komputer pusat yang besar untuk membantu user melakukan operasi pemrosesan data. Metode ini lebih banyak digunakan di sistem komunikasi dan informasi. Selain itu metode ini juga digunakan untuk kepentingan deteksi secara digital pala layanan kesehatan, contoh: layanan kesehatan gigi (Yu, 2009). Distributed Processing mengerjakan semua proses pengolahan data secara bersama antara komputer pusat dengan beberapa komputer yang lebih kecil dan saling dihubungkan melalui jalur komunikasi. Setiap komputer tersebut memiliki prosesor mandiri sehingga mampu mengolah sebagian data secara terpisah, kemudian hasil pengolahan tadi digabungkan menjadi satu penyelesaian total. Jika salah satu prosesor mengalami kegagalan atau masalah yang lain akan mengambil alih tugasnya. Beberapa keunggulan metode ini adalah waktu idle prosesor pusat lebih sedikit. Lebih responsive terhadap solusi atau masalah yang bisa saja muncul saat pengolahan data. Sedangkan kekurangan metode ini adalah biaya fasilitas yang cukup mahal, terminal output-input yang seringkali lambat dan tidak efisien, keamanan kurang terjaga.


87 Gambar 4. 8 Contoh topologi pada metode distributed processing Gambar 4. 9 Contoh topologi metode distributed processing pada layanan kesehatan gigi digital Sumber: Jian Yu, 2009 3. Paradigma perkembangan sistem informai berbasis IT Dari uraian sebelumnya dapat diambil pendekatan pemahaman, bahwa sistem informasi (SI) adalah industri informasi yang mengolah


88 data (bahan mentah) menjadi informasi. Dalam pengelolaannya, sistem informasi melekat dengan teknologi yang mumpuni dan eligible. Teknologi yang dianggap memenuhi requirement dalam mengolah informasi adalah teknologi informasi, dimana teknologi tersebut menganut konsep elektronisasi untuk akuisisi, pengolahan, penyimpanan, produksi dan distribusi informasi. Dengan demikian pengelolaan data berkembang menjadi sistem informasi berbasis teknologi informasi (Information technology- IT). Dalam perkembangannya teknologi informasi hampir menjadi kebutuhan primer dan vital individu dan kelompok untuk berinteraksi. Perkembangan yang agresif dari teknologi menciptakan kondisi yang disruptif dalam kehidupan sosial umat manusia. Pemanfaatan teknologi informasi saat ini telah memungkinkan manusia untuk melakukan proses komunikasi informasi secara lebih cepat dan akurat apalagi di masa pandemi covid dan berlanjut ke masa pasca-pandemi saat ini. Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, umat manusia mampu mengurangi permasalahan dalam berinteraksi dan penyampaian informasi untuk tujuan individu atau kelompok terutama bagi industri. Pemanfaatan teknologi inipun menyebar hingga ke seluruh aspek kehidupan dan berbagai bidang kepentingan. Implementasi pada berbagai bidang tersebut mendorong munculnya berbagai aplikasi berbasis IT yang disesuaikan dengan style dan purpose kepentingan secara komunal dengan pendekatan bahasa dan istilah yang berlaku di dalamnya. Secara sederhana penyebaran bentuk/format dan tujuan implementasi dapat dilihat pada tabel berikut:


89 Tabel 4. 1 Penyebaran bidang pemanfaatan aplikasi Berbasis IT Saat ini teknologi informasi mengalami perkembangan hingga muncul teknologi berbasis web dan multimedia, dimana teknologi ini dikenal tampilan (interface) yang lebih visual sehingga efektif dan efisien dalam menginterprestasikan output secara kongkrit dengan Pendekatan pengalaman yang belum pernah dilihat dan didengar oleh pengguna informasi (user). Sebagai ekses perkembangannya, tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi web dan multimedia saat ini berkontribui dalam merubah kebiasaan bahkan paradigm hidup kita dalam berinteraksi, berpromosi, berkolaborasi, berorganisasi, dan berekreasi. Perkembangan teknologi pendukung, seperti: surat elektronik, virtual communication dan social media telah membuka peluang baru bagi generasi saat ini dan nanti dalam memformat bentuk interaksi komunitas global tanpa batas ruang dan waktu.


90 Jika perkembangan tersebut dapat disikapi dan dimanfaatkan dengan cerdas dan bijak maka berbagai kemanfaatan individu maupun kolektif akan lebih terbuka untuk dimanfaatkan, dipertukarkan, diintegrasikan serta dioptimalkan bagi kemaslaharan umat manusia. Gambar 4. 10 Kurva Hirarki Data-Informasi-Knowlodge-Wisdom Model Davenport Berkembangnya teknologi Informasi mendorong banyak pihak untuk mengambil keuntungan dari berbagai kemajuan di dalamnya. Sistem informasi meliputi elemen-elemen yang memproses data perusahaan yang melakukan fungsi-fungsi dasar, seperti mengebor untuk mencari minyak dan memproduksi saru bagian manufaktur. Proses pengerjaan ulang sistem disebut dengan istilah rekayasa ulang (reengineering) atau disebut juga dengan istilah desain ulang proses bisnis (business process redesign - BPR). Pemanfaatan sistem informasi berbasis IT terbukti dapat memanfaatkan/merekam fakta/observasi (data) yang faktual dan akutan untuk diproses menjadi informasi (information) yang berdaya guna. Selanjutnya informasi diolah menjadi pengetahuan (knowledge) untuk mengambil keputusan terbaik yang tetap di-protect dengan sikap yang arif (intelectually & emotionaly). Diharapkan kecenderungan terkini atas pendayagunaan IT dapat mengarah kepada


91 pembangkitan pengetahuan (knowledge) dan kebijaksanaan (wisdom), seperti yang tergambar pada kurva model Davenport yang menggambarkan hirarki data informasi pengetahuan-kebijaksanaan (gambar 4.10). C. Desain Basis Data (Database Design) Pada uraian sebelumnya telah diuraikan bahwa basis data (database) yang diolah dengan benar dan sistematis akan menghasilkan output berupa informasi yang berdaya guna. Menurut (Microsoft, 2023), database yang dirancang dengan benar menjadi sangat penting untuk mencapai tujuan perusahaan yang terbiasa bekerja dengan database. Untuk itu perlu untuk menginvestasikan waktu yang diperlukan untuk mempelajari prinsip desain yang baik. Penggunaan database yang tepat akan membantu memenuhi kebutuhan individu dan kelompok serta dapat dengan mudah menampung perubahan terutama jika dikaitkan dengan perencaan pengembangan bisnis. Prinsip pertama dalam memandu proses desain adalah bahwa informasi duplikat (informsasi dengan data yang berlebihan) tidak baik, karena ruang kosong dan meningkatkan kemungkinan kesalahan dan inkonsistensi. Prinsip kedua adalah kebenaran dan kelengkapan informasi penting. Jika database berisi informasi yang salah maka laporan apa pun yang menarik informasi dari database juga akan berisi informasi yang salah, hingga akhirnya menjadi laporan yang sia-sia. Secara sederhana, pada microsot terdapat fungsi/fasilitas Access. Dimana pada fungsi access akan menata informasi yang terbentuk ke dalam tabel Dalam database sederhana, admin mungkin hanya memiliki satu tabel. Untuk sebagian besar database akan memerlukan lebih dari satu. Contohnya: admin memiliki tabel yang menyimpan informasi tentang produk, pada tabel lain ada yang menyimpan informasi tentang pesanan, berikutnya ada tabel lain dengan informasi tentang pelanggan. Umumnya setiap baris lebih tepat disebut catatan, dan setiap kolom


92 disebut bidang. Catatan adalah cara yang bermakna dan konsisten untuk menggabungkan informasi tentang sesuatu. Sementara bidang adalah satu item informasi, tipe item yang muncul di setiap rekaman. Dalam tabel produk, misalnya, setiap baris atau rekaman akan menyimpan informasi tentang satu produk. Setiap kolom atau bidang memegang beberapa tipe informasi tentang produk tersebut, seperti nama atau harganya. Gambar 4. 11 Contoh tampilan tabel-query pada Microsoft access Para operator yang mengendalikan tabel ini harus cermat dalam menempatkan basis data sehingga tidak akan menjadi data yang mubajir. Berikut ini adalah kriteria database yang baik, sebagai berikut: ➢ Database yang baik dapat membagi informasi ke dalam tabel berbasis subjek untuk mengurangi data yang berlebihan. ➢ Database yang baik mampu menyediakan akses dengan informasi yang diperlukan untuk menggabungkan informasi dalam tabel bersama-sama sesuai keperluan. ➢ Database yang baik akan membantu mendukung dan memastikan keakuratan dan integritas informasi.


93 ➢ Database yang baik dapat mengakomodasi kebutuhan pemrosesan dan pelaporan data. Jika dikaitkan dengan SDLC, database desain adalah salah satu tahap penting dalam konsep System Development Life Cycle (SDLC). Pada tahapan ini, database akan didesain dan dibagi dalam 3 tahapan yang masing-masing tahapan punya tingkatan sendiri, yaitu: Conceptual Design, Logical Design, dan Physical Design. 1) Pada tahapan Conceptual Design, desain yang dibuat masih berbentuk konsep secara keseluruhan dan umum. Tahap ini fokus pada model data yang akan digunakan tanpa memikirkan logikalogika penyimpanan database dan pertimbangan fisik database tersebut. Output dari tahapan ini biasanya first cut ERD (Entity Relationship Diagram). 2) Tahapan kedua adalah menerjemankah Conceptual Design menjadi Logical Design. Di tahap ini ada proses validasi model data yang sudah eksis, pada proses ini akan ivalidasi kesesuaian logika database secara sturktural. Pada tahap ini juga bisa dilakukan normaliasi untuk melihat kesesuaian model data dalam mendukung transaksi yang ada. Secara teknis, pada tahapan ini ada beberapa konsep logika database yang digunakan, diantaranya adalah: ➢ Strong and weak entity type. Dalam hal ini entitas berupa objek yang akan diinformasikan (Manusia, barang, jasa, aktivitas,dsb). Umumnya entitas ini dibentuk suatu kode/nomor unik atau atribut lain yang dapat diidentifikasi. Kondisi ini disebut entitas kuat (strong entity). Di lain kasus, misalnya: pada jasa keuangan pinjaman (loan) tidak dapat dibedakan satu sama lain jika tidak diketahui nama nasabah. Dalam kasus ini, mungkin penyedia jasa akan meminta


94 bantuan dari entitas pemilik (seperti pelanggan) sehingga mereka membantu mengidentifikasi data entitas dependen (seperti jasa pinjaman). Kondisi ini disebut entitas lemah (weak entity). Tipe entitas yang kuat (strong entity) memiliki atribut kunci. Atribut kunci membantu dalam mengidentifikasi setiap entitas secara unik. Dalam format sistem informasi, entitas data ini diwakili oleh notasi berbentuk persegi panjang. Sedangkan hubungan (relasi) antara dua entitas kuat diwakili oleh notasi bentuk wajik. Gambar 4. 12 Hubungan strong entity dan weak entity Weak entity tidak dapat diidentifikasi dengan sendirinya. Entitas ini bergantung pada entitas kuat lainnya untuk dapat diidentifikasi. Contoh sederhana adalah: anak-anak tidak akan dapat beraktifitas di mal tanpa ada dampingan orang tua. Atau posisi kamar mandi tidak mungkin keberadaannya terpisah dari bangunan rumah induk (pada arsitektur bangunan). Entitas ini diwakili oleh notasi berbentuk persegi panjang bergaris ganda. Hubungan antara entitas lemah dan entitas kuat disebut identifying relationship dan ditunjukkan dengan notasi bentuk wajik bergaris ganda. Karena weak entity tidak memiliki atribut kunci apa pun, tetapi memerlukan beberapa atribut yang bersama dengan kunci utama entitas dominan


95 memungkinkan entitas bawahan diidentifikasi secara unik. Atribut ini disebut diskriminator pada entitas lemah (weak entity discriminator) atau disebut juga sebagai kunci parsial. ➢ One-to-many: Binary Relationships Types. Konsep logika ini mengisyaratkan suatu entitas “A” dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A. Pada tipe relasi biner one to many ini dibangun dengan cara menggandakan atribut kunci primer dari entitas yang berada pada sisi one kepada entitas yang berada pada sisi many guna berperan sebagai foreign key. Konsep logika ini umumnya sering dinukakan untuk merancang database pegawai di perusahaan atau database kependudukan oleh pemerintah pada Dinas Kependudukan. Konsep relasi ini lebih mengakomodir banyak entitas yang memiliki banyak variasi normal dan uniqueness untuk diidentifikasi. Gambar 4. 13 Hubungan one to many relationship ➢ One-to-one: Binary Relationships Types. One-to-one relationship dalam diagram entity relation (ER) dilambangkan mirip dengan


96 semua relasi, dengan garis yang menghubungkan dua entitas. Kardinalitas suatu entitas dilambangkan dengan satu garis lurus. Kardinalitas pada entitas jamak dilambangkan dengan simbol kaki gagak (tegak lurus pendek) yang diartikan sebagai suatu hal yang berifat mandatory (Wajib). Bentuk relasi one-toone ada juga hubungan bersifat opsional. Sisi opsional dilambangkan dengan lingkaran terbuka (Kozubek, 2021). Berikutnya dapat dilihat pada contoh one-to-one relationship yang bersifat mandatory dan yang bersifat optional pada gambar berikut. Gambar 4. 14 Contoh parameter hubungan one-to-one relationshipmandatory type Gambar 4. 15 Contoh parameter hubungan one-to-one relationshipoptional type Pada gambar/diagram 4.14 menjelaskan bentuk hubungan one-to-one antara sebuah negara (country) dan keberadaan ibukota (Capital). Perhatikan pada garis lurus terdapat garis pendek tegak lurus (seperti posisi berdidri kaki gagak), pada gambar tersebut menjelaskan keberadaan ibukota dan peran negara terhadap ibukota yang sama bersifat “wajib” sesuai dengan porsinya. Pada gambar 4.15 menjelaskan bahwa ada relasi one-to-one pada sistem identifikasi kehadiran karyawan


97 pada suatu perusahaan. Dimana entitas yang digunakan dari seorang karyawan adalah sidik jarinya (fingersprint). Untuk entitas karyawan sendiri adalah wajib, tetapi sidik jari bersifat opsional. Karena pada beberapa kasus dapat memungkinkan ada karyawan yang tidak memiliki sidik jari (misalnya, karena cacat lahir atau akibat kecelakaan), maka itu ada entitas lain yang dapat dimasukan ke dalam database. ➢ Many-to-many: Binary Relationships Types. Many-to-many relationship adalah jenis kardinalitas yang mengacu pada hubungan antara dua entitas dalam diagram entity relation (ER), biasanya terjadi antara dua tabel dalam database atau lebih. Hal ini dapat dicontohkan secara sederhana atas hubungan antara entitas karyawan (employee) dan pekerjaan (project). Setiap karyawan dapat menjalankan beberapa pekerjaan (project) dan setiap project dapat dikerjakan oleh beberapa employee. Secara grafis, Many-to-many relationship biasanya direpresentasikan dalam diagram logika dengan notasi kaki gagak (crow’s foot notation). selanjutnya model ini dapat direpresentasikan sebagai berikut. Gambar 4. 16 Contoh parameter many-to-many relationship pada project management


98 Dalam relasional database, hubungan ini biasanya diimplementasikan menggunakan tabel gabungan, atau dikenal sebagai persimpangan atau associative table dengan dua Manyto-many relationship. Contoh konsep logika database di atas bukanlah menjadi baku dan programmer yang akan memformat database tidak perlu terpaku pada opsi konsep logika tersebut. Selain bentuk dan format logika database di atas, ada beberapa alternatif konsep logika database yang dapat dioptimalkan, seperti: Complex Relationships Types, Multi-valued Attributes, One-to-one: Recursive Relationships, dan Superclass/ Subclass Relationships Types. Konsep logika database dapat dijadikan rujukan lain jika pada penetapan suatu konsep logika data mengalami kendala dan dianggap tidak compatible terhadap entity querying yang akan dibentuk. 3) Selanjutnya pada Tahap akhir dalam database design adalah Physical Design. Tahap ini lebih fokus pada proses structural database secara detail. Penyimpanan data dan hubungan pada database akan difinilasisasi pada tahap ini. Disamping itu, pada tahap ini juga memperhatikan integritas data yang akan disimpan di database tersebut. Desain yang sudah eksis akan dicreate atau dilakukan konstruksi database. Ketiga tahapan ini harusnya saling berhubungan erat. Conceptual Design menjadi dasar pembuatan Logical Design yang akan diolah dan dikembangkan menjadi sebuah model data logis dan dokumentasi yang menggambarkan database yang diharapkan. Keseluruhan proses pada tahap-tahap tersebut akan menjadi sumber informasi pada proses Physical Design. Jika pada Logical Design aktivitas pokok lebih fokus dalam melihat apa yang akan ada dan diperlukan di database, sedangkan Physical Design lebih fokus pada perancangan model data yang sudah ada menjadi database yang sesungguhnya


99 dan juga pada pembuatan constraint yang dapat meningkatkan integritas data.


100 Post-test 4 Silahkan klik tautan berikut ini: http://bit.ly/3Km6gPV Atau scan QR code berikut ini, dan kerjakanlah soal di dalamnya :


101 TUGAS-1 Setelah mempelajari dan mencermati uraian bab-bab Sebelumnya, kerjakanlah TUGAS MANDIRI berikut ini. Silahkan klik QR Code di bawah ini: Atau dapat klik tautan berikut ini: https://tinyurl.com/TugasSIM-1 Note: Kerjakanlah tugas ini dengan menggunakan lembar aksi (LAM) yang telah diberikan atau yang melekat dengan mendapatkan buku ini.


102 BAB 5 KONSEP JARINGAN DATA (NETWORKING) Dalam merancang suatu konsep sistem informasi manajemen, jaringan menjadi salah satu komponen yang bersifat mandatory. Secara umum jaringan dipersepsikan sebagai jaringan terkomputerisasi yaitu dua atau lebih perangkat komputer yang saling terhubung atau terkoneksi antara satu dengan yang lain dan digunakan untuk berbagai sumber data. Jaringan dapat diartikan sebagai sistem komunikasi data yang melibatkan sebuah atau lebih sistem komputer yang dihubungkan dengan jalur transmisi alat komunikasi membentuk satu sistem. Jaringan komunikasi termasuk di dalamnya sistem komputer, telepon, atau peranti komunikasi lain yang terinterkoneksi sehingga mampu saling berkomunikasi lain yang terinterkoneksi sehingga mampu saling berkomunikasi serta bertukar aplikasi dan data (Yulistiyono, 2019). Pembentukan dan perancangan Jaringan pada suatu sistem informasi bukanlah tanpa tujuan. Ada beberapa manfaat yang didapat dengan mengoptimalkan jaringan komputer pada konsep sistem informasi, diantaranya adalah: a) Untuk berbagi dokumen. Manfaat yang pertama digunakan sebagai media untuk membagikan dokumen yang dimiliki kepada perangkat komputer lain. b) Untuk menjaga dan manajemen keamanan data, sehingga data akan semakin baik jika disimpan secara lebih terpusat (centered). Selain itu, jaringan juga bermanfaat untuk memudahkan administrator dalam menyelenggarakan manajemen data perusahaan/organisasi.


103 c) Memudahkan dalam berkomunikasi, dengan memanfaatkan Jaringan komunikasi antar tim maupun dengan orang lain yang berbeda geografis secara cepat dan akurat. d) Menyampaikan informasi secara cepat, dengan menanfaatkan jaringan maka proses penyampaian informasi menjadi lebih cepat tanpa batasan waktu dan tempat. e) Mendukung aktivitas umat manusia. Dengan adanya jaringan komputer setiap kegiatan manusia dapat lebih terbantu, hal ini terkait dengan pemenuhan hajat manuasi agar tercapai secara lebih efektif dan efisien. Selain mendapatkan benefit atas pemanfaatan jaringan, ada beberapa Dampak negative yang sering dirasakan. Hal ini bahkan merambah pada aspek atau elemen yang vital dan bersifat prinsip. Adapun beberapa dampak negatif pemanfaatan jaringan, adalah sebagai berikut: a) Biaya network, Untuk dapat menggunakan jaringan dengan baik maka perlu dipersiapkan setiap kebutuhannya, mulai dari software, hardware, serta investasi perencanaan network design. Dengan demikian tidak heran jika biaya pengembangan awal jaringan relatif mahal. b) Biaya manajemen dan maintenance. Pengelolaan manajemen dan perawatan jaringan juga perlu diperhatikan secara berkala oleh tim IT professional. Kegiatan ini mengakibatkan perusahaan menambah alokasi budget secara rutin. c) Aktivitas haring yang tidak diinginkan. Ini adalah sampak negatif secara sosial. Dimana lalu lintas jaringan yang tidak terkontrol dengan baik berpotensi memperbesar risiko dokumen (file) yang dishare terinfeksi virus atau spam pada komputer.


104 d) Ancaman keamanan jaringan (Network Security). Kemudahan proses komunikasi yang dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun secara real time, tentu saja hal ini berpotensi memunculkan risiko bagi masalah yang lain. Jika Kondisi ini tidak diantisipasi maka akan menimbulkan kerugian materi dan non-materi yang vukup serius. A. Perangkat Input-Process-Output Jaringan Komputer Dalam konsep perancangannya, untuk membentuk suatu jaringan komputer, switch dan router dipersiapkan dengan menggunakan berbagai protokol dan algoritma untuk bertukar informasi dan untuk membawa data ke titik akhir (endpoint) yang diinginkan. Setiap titik akhir (endpoint) dalam suatu jaringan memiliki tanda pengenal, yang biasa disebut dengan alamat IP atau alamat media access control. Endpoint dapat mencakup server, komputer, telepon, dan perangkat keras (hardware) jaringan yang lain. Secara mekanis, jaringan komputer (jarkom) dapat di-develop dengan menggunakan gabungan dari teknologi kabel dan wireless. Sebuah jaringan juga dibangun dengan perpaduan konfigurasi hardware dan software untuk menciptakan sebuah sistem yang dapat bekerja dengan baik dan lancar. Dimana sistem Jaringan computer yang dibangun mengikuti alur pemrosesan data dan bersifat straight-line (garis lurus) pada sistem manajemen data.


105 Gambar 5. 1 Jaringan computer sederhana pada sistem manajemen data Pada praktiknya, jaringan dapat bersifat privat maupun publik,dalam penggunaan jaringan private, penempatan Jaringan ini selalu memerlukan akses user untuk memasukkan credential berupa password yang dimasukkan secara manual oleh administrator (admin) atau diperoleh langsung oleh pengguna/user. Sedangkan untuk penggunaan jaringan publik seperti internet, umumnya tidak membatasi suatu akses. Untuk jaringan yang menggunakan kabel, network developer umumnya membutuhkan optical fiber, coaxial cable, yaitu kabel tembaga yang berperan sebagai penghantar jaringan. Sedangkan untuk jalur jaringan wireless termasuk dalam kategori jaringan yang menggunakan koneksi data nirkabel untuk menghubungkan titik akhir (endpoint). Titik akhir ini termasuk radio siaran, radio seluler, microwave, dan satelit.


106 Jaringan yang terkoneksi pada komputer harus diatur dengan perangkat lunak dan perangkat keras jaringan. Kerja perangkat keras jaringan perlu didukung dengan komponen-komponen yang maksimal serta saling bekerja sinergis. Perangkat keras (hardware) berperan sebagai sub sistem komputer juga mempunyai struktur yang terdiri dari: alat masukan (input device), alat pemrosesan (processing device), alat keluaran (output device) dan alat Penyimpanan (storage device). Gambar 5. 2 Struktur perangkat keras 1. Alat masukan (input device). Alat masukan adalah alat yang digunakan untuk menerima masukan yg dapat berupa masukan data ataupun masukan program. Beberapa alat masukan mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai alat masukan dan sekaligus sebagai alat keluaran (ouput) untuk menampilkan hasil. Alat uang berperan ganda dimaksud Disebut juga sebagai alat input-output (I/O). Alat masukan dapat digolongkan ke dalam beberapa golongan yaitu: Keyboard, Microphone, Numeric keypad, mouse, joystick, touch screen, scanner, Remote control (RC), Digital Camera, Graphic tablet, webcam, light-pen.


107 Gambar 5. 3 Contoh alat Masukan (Input device) Disamping jenis instrument atau alat pemasukan seperti di atas, ada juga beberapa alat pemasukan yang bersifat pengembangan, seperti: Visual display terminal, disebut juga dengan nama Visual display unit. terdiri dari penge,mbangan fungsi keyboard dan visual display monitor. Financial transaction terminal, alat ini digunakan untuk transaksi yang berhubungan dengan keuangan. Salah satu aplikasinya : untuk Electronic Fund Transfer (EFT) dengan menggunakan ATM. Point of sale terminal, alat ini merupakan perkembangan dari cash register yang dapat dihubungkan dengan komputer untuk tujuan pengendalian persediaan (inventory control) dan penjadwalan pemesanan kembali barang yang akan


108 dipesan. Adapun alat Tambahan pada POS terminal adalah OCR Tag Reader dan Barcode reader. 2. Alat pemrosesan (processing device) Processing device adalah komponen di dalam komputer yang berfungsi untuk memproses data, selanjutnya setelah data selesai di proses kemudian mengirimnya ke perangkat output untuk menghasilkan informasi yang di butuhkan oleh pengguna. Adapun Komponen yang termasuk dalam processing device adalah: a) Central Processing Unit (CPU) dimana CPU dianggap sebagai otaknya dari seluruh pemrosesan data. CPU sering disebut juga dengan prosessor. Selain computer (desktop dan laptop), ada juga beberapa perangkat elektronik lain yang menggunakan CPU, seperti: Smart TV, Smartphone, Smart Washing Machine, dsb. Dalam perkembangannya, CPU saat ini umumnya sudah memiliki beberapa core. Makin banyak angka seri core yang di miliki CPU, makin banyak data yang bisa di proses secara simultan sehingga kinerja komputer menjadi multitasking dan pada proses kerjanya terasa lebih ringan. Gambar 5. 4 Contoh processor dengan core


109 b) Motherboard, perangkat ini juga sering disebut mobo atau mainboard, motherboard menjadi penghubung antar komponen di dalam komputer. Sebagian besar komponen hardware komputer terpasang pada motherboard seperti CPU, memori, video card, baterai CMOS, network card, dsb. Gambar 5. 5 Contoh motherboard c) Video card atau graphics card sering Disebut juga dengan Video Graphics Accelerator (VGA). Perangkat ini berfungsi untuk menampilkan gambar dan video yang anda inginkan pada layar monitor. Tanpa adanya video card, output pada layar tidak dapat menampilkan gambar, dan user tidak dapat menonton video, atau untuk kepentingan lain. Setiap motherboard untuk komputer desktop dan laptop sudah menyediakan integrated graphics card atau onboard graphics card, namun para game creator biasanya membutuhkan dedicated graphics card untuk men-deploy atau memainkan game-game berat pada user.


110 Gambar 5. 6 Contoh Video graphic accelerator (VGA) d) Sound card atau audio card berfungsi untuk mengolah data menjadi suara yang terdengar melalui headphone atau speaker. Pada umumnya sound card sudah di sediakan oleh motherboard sehingga memudahkan user, namun kadangkala user menginginkan kualitas audio yang lebih baik sehingga menambahkan additional device umumnya pengguaan ini ditujukan untuk studio rekaman. Gambar 5. 7 Contoh sound/audio card


111 e) Network card. Istilah yang sering disematkan pada perangkat ini adalah ethernet card, network interface card (NIC), network adapter, dan network interface controller. Perangkat ini berfungsi untuk menghubungkan komputer dengan sebuah jaringan komputer melalui kabel RJ-45. Melalui network card ini komputer bisa terhubung dengan jaringan internet sehingga sebagian orang menyebut network card dengan istilah “Internet card.” Gambar 5. 8 Contoh network card 3. Alat keluaran (output device) Output device atau keluaran merupakan bagian dari perangkat komputer yang mampu menampilkan data grafis, baik berupa teks, gambar dan video. Selain itu, informasi yang berbentuk teks dan gambar juga dapat dicetak dalam bentuk lembaran. Informasi yang ditampilkan, baik pada layar monitor, laptop maupun LCD proyektor merupakan hasil dari pemrosesan data yang dimasukkan oleh perangkat input. Adapun beberapa instrumen yang termasuk dalam komponen output device adalah:


112 a) Printer, merupakan jenis output komputer yang digunakan untuk mencetak informasi berupa teks dan gambar. Informasi yang dicetak ini dapat berwarnawarni, namun juga dapat diatur menjadi hanya hitam putih saja. Teknologi mesin printer saat ini tidak hanya printer sja, namun juga dikombinasikan dengan mesin scan. b) Monitor, perangkat ini merupakan perangkat terpenting pada sistem komputer. Hal ini karena jenis perangkat inilah yang menampilkan berbagai informasi yang telah diproses. Informasi yang ditampilkan berupa informasi yang berbentuk digital seperti teks, gambar maupun video. Tanpa adanya monitor, maka sistem komputer tidak dapat berjalan dengan semestinya. c) Projector, umumnya perangkat ini digunakan untuk mendukung kegiatan presentasi. Perangkat input jenis ini berupa benda optik yang mampu menampilkan gambar pada benda yang mampu menangkap pantulan cahaya, misalnya layar proyektor. Berbagai jenis proyektor yang digunakan antara lain LCD proyektor, film projector, , overhead projector (OHP) dan slide. d) Speaker, saat ini pemakaian perangkat ini tidak hanya dipasangkan pada televisi, radio-tape, telephon/HP saja, namun sistem operasi komputer juga memerlukan perangkat ini. Alat ini merupakan jenis alat output yang menghasilkan audio atau suara dari komputer. Fungsi speaker hampir sama dengan earphone, keduanya mampu menerjemahkan data grafis menjadi sebuah suara. Namun, jika speaker


113 dapat didengar oleh banyak orang sedangkan earphone tidak. Gambar 5. 9 Contoh jenis output device 4. Alat Penyimpanan (storage device) Perangkat penyimpanan adalah segala jenis peralatan pengendap yang digunakan untuk menyimpan, memindahkan, atau memisahkan file dan objek data. Perangkat ini dapat menampung dan menyimpan data secara singkat (temporary) atau untuk selamanya. Perangkat ini umumnya berada di dalam atau di luar PC, server, atau perangkat komputer. Perangkat ini umumnya melekat dengan perangkat keras komputer yang digunakan atau terpisah secara fisik. Ada beberapa jenis perangkat penyimpan, diantaranya adalah: a) Primary Storage, merupakan perangkat penyimpanan utama. Device ini adalah media yang menyimpan memori untuk jangka waktu singkat saat PC sedang berjalan. Perangkat ini memiliki waktu akses yang


114 jauh lebih rendah dan eksekusi yang lebih cepat. Istilah lain dalam penyebutan perangkat ini adalah memori utama komputer. Contoh Bentuk dari primary storage yaitu: i. Random access memory (RAM). RAM digunakan untuk menyimpan program dan data yang akan diproses oleh CPU. Ukuran RAM ditunjukkan oleh satuan: Kilo byte (KB) : 1024 byte Mega byte (MB) : 1024 KB Giga Byte (GB) : 1024 MB Tera Byte (TB) : 1024 GB ii. Read only memory (ROM). Memori ROM hanya dapat dibaca saja dan tidak dapat diisi/diubah. Ada beberapa jenis ROM, yaitu: pertama adalah PROM (Programmable Read Only Memory). Memory ini dapat diprogram sekali saja oleh programmer. Kedua adalah EROM (Erasable Programmable ROM) atau RPROM (Reprogrammable ROM). Memori ini dapat dihapus dengan sinar ultra violet serta dapat diprogram kembali berulang-ulang.Ketiga adalah EEPROM (Electrically Erasable Programmable ROM). Memori ini dapat dihapus secara elektronik dan dapat diprogram kembali. iii. Cache, ini adalah data yang disimpan sementara untuk membantu mempercepat loading website ketika akan mengaksesnya kembali. Terbentuknya cache ketika user mengakses suatu website melalui perangkat apapun, maka perangkat tersebut akan menyimpan informasi yang dikirimkan oleh server website. Data cache


115 adalah berupa file, teks, gambar, dan multimedia yang disimpan di perangkat setelah membuka aplikasi/mengunjungi situs untuk pertama kalinya. Manfaat utama cache yang dapat dirasakan bagi pengguna adalah membantu memperlancar akses website atau aplikasi yang sering dikunjungi (Shinta, 2021). Meskipun demikian, cache pada browser juga bisa jadi masalah. Jika terdapat terlalu banyak cache pada perangkat, maka kecepatan browser akan menurun dan memengaruhi kinerja perangkat. Oleh karena itu, kadangkala diperlukan untuk menghapus (delete) cache jika sudah tidak diperlukan. Ada dua jenis kategori caching yang sering dijumpai berkaitan dengan website, yaitu: ❖ Client-side cache. Cache ini digunakan untuk menyimpan file data yang bisa berguna untuk penggunanya di komputer personal masing-masing. Salah satu jenis client-side caching yang umumnya dibahas adalah browser cache dan app cache. Ini adalah jenis cache yang paling sering ditemukan. Cahce ini ditemui pada setiap jenis browser yang digunakan. Browser cache dapat membantu mempercepat loading website yang sering diakses. Dengan begitu para user tidak perlu lagi melakukan request dan transmisi data untuk menampilkan website yang akan dikunjungi di browser. Sedangkan App chahce adalah cahae yang melekat pada


116 aplikasi nyang digunakan, cache ini terjadi ketika user telah selesai mengunduh (download) aplikasi pada perangkat apapun. Semua data yang dibutuhkan untuk menampilkan website sudah tersimpan di perangkat secara otomatis. Gambar 5. 10 Terbentuknya browser chace Sumber: Dewaweb, 2021 ❖ Server-side cache. cahce ini berperan memberikan protect tambahan atas data yang didapat dari internet akan menggiringnya tersimpan ke dalam server. Dengan demikian, akses informasi menjadi lebih cepat sehingga akan meningkatkan pengalaman user. Server cache memiliki berbagai macam cache, yaitu: pertama, Object cache berfungsi untuk menyimpan sementara objek data secara lokal di komputer. Object yang disimpan dapat berupa teks, video, atau gambar pada browser pengunjung. Kedua, database cache biasanya dimanfaatkan oleh


117 para developer aplikasi berbasis web untuk mencapai kinerja web yang lebih baik dengan skalabilitas lebih tinggi. Ketiga, Hampir sama dengan cache yang lain, page cache menyimpan seluruh data web secara lengkap, seperti gambar, file, HTML untuk ditampilkan di lain waktu kepada user. Data akan disimpan dalam RAM yang tidak terpakai sehingga tidak berdampak langsung pada memori. Keempat, opcode cache berfungsi untuk menyimpan file-file PHP yang digunakan website pada memori server. Cache opcode menyimpan salinan opcode PHP di memori server untuk nantinya diperlukan. Cache ini sangat direkomendasikan untuk semua environment produksi dan meningkatkan performa PHP. Kelima, Content Delivery Network (CDN) adalah jaringan server yang didistribusikan secara global untuk menyimpan dan mengirim cache pada setiap konten website. Cache ini baru bisa digunakan setelah mengintegrasikan website dengan layanan CDN.


118 Gambar 5. 11 Terbentuknya Server-side cache Sumber: Dewaweb, 2021 b) Secondary Storage. Ini adalah perangkat penyimpanan sekunder mengacu pada perangkat penyimpanan nonvolatile (tersimpan pada saat device dimatikan) baik yang bersifat internal atau eksternal. Umumnya device ini berupa perangkat penyimpanan yang melewati penyimpanan utama dan memberdayakan penyimpanan informasi permanen. Secondary Storage juga disebut perangkat penyimpanan tambahan, perangkat penyimpanan penguatan, penyimpanan level 2 (dua), atau penyimpanan eksternal. Perangkat yang paling popular dalam sistem penyimpan ini adalah Hard-disk device (HDD). Jika dibandingkan dengan Solid State Drive (SDD), HDD lebih lambat dari SDD, oleh karena itu komputer masa kini sering menggunakan SSD sebagai perangkat penyimpanan utama. Tetapi HDD menawarkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Ukuran HDD tergantung dari jenis dan umurnya. HDD lama memiliki ukuran penyimpanan beberapa ratus MB hingga beberapa GB. Yang modern memiliki ukuran penyimpanan dari ratusan GB hingga beberapa TB.


119 Gambar 5. 12 Tampilan HDD dan SDD c) Tertiary Storage, atau memori tersier merupakan memori level ketiga. Biasanya, memori ini mencakup mekanisme robotik yang akan memasang (melengkapi) dan menurunkan media penyimpanan massal yang dapat dilepas ke dalam perangkat penyimpanan sesuai permintaan kerangka kerja. informasi seperti ini sering digandakan ke secondary storage sebelum digunakan. Media penyimpanan tersier (tertiary storage) terdapat 2 (dua) jenis perangkat, yakni: pertama adalah Magnetic Tape. Media ini berupa pita magnetik sebagai media penyimpanan fisik dan perangkat ini dipandang sebagai pengaturan sederhana jika dibandingkan dengan drive solid-state disk (SSD) yang kuat dan HDD. Perangkat ini menjadi media penting untuk penyimpanan informasi suara dan paralel untuk waktu yang cukup lama, umumnya perangkat ini popular digunakan pada industri music dan perfilman. Kedua adalah Optical Disc. Perangkat ini digunakan untuk menyimpan data dalam cakram


120 optik, dan semua aktivitas (data) di dalamnya dibaca dan dipindai dengan menggunakan sinar laser. Berntuk dari optical disk adalah: CD, DVD, dan Blueray disk. Gambar 5. 13 Tampilan optical disk (CD, DVD, BRD) d) Off-line Storage, merupakan media penyimpanan offline, media ini mengacu pada media penyimpanan apa pun yang harus benar-benar disematkan ke dalam kerangka kerja setiap kali pengguna perlu mengakses atau mengedit informasi. Penyimpanan ini dapat berupa segala jenis penyimpanan internal atau eksternal dan fleksibel sehingga dapat dikeluarkan dari PC dengan mudah. Penyimpanan offline juga disebut penyimpanan yang dapat dilepas. Penyimpanan offline bersifat portabel dan dapat digunakan pada sistem komputer yang berbeda. Contoh dari perangkat ini adalah: Floppy Disk, Zip disket, USB flash drive dan Kartu memori (memory card).


121 Gambar 5. 14 Tampilan Off-line Storage device (Floppy, Zip Disk, Flashdisk) B. Komponen Hardware Pada Jaringan Komputer Agar dapat membangun (develop) suatu jaringan ada beberapa komponen dasar yang harus dipenuhi, antara lain adalah: komponen fisik dan komponen non-fisik. Komponen fisik terdiri dari unit komputer, kartu jaringan/LAN Card, dan instalasi kabel. Sedangkan komponen non fisik terdiri dari operating sistem untuk komputer dan protokol jaringan. Fungsi dari komponen dasar jaringan komputer itu sendiri adalah untuk melakukan pertukaran informasi dan data bergerak melalui kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar data. Untuk komponen fisik pada jaringan komputer adalah komponen yang berbasis perangkat keras (hardware) yang terdiri dari 8 (delapan) elemen. Adapun elemen yang dimaksud sebagai berikut:


122 Gambar 5. 15 Komponen fisik jaringan komputer 1. File servers Server merupakan komputer yang berfungsi sebagai pusat dari jaringan yang ada, selain didalamnya terdapat sistem operasi, biasanya seluruh data yang ada didalam jaringan disimpan didalam harddisk pada komputer server. Jika didalam komputer server tersebut sistem operasi berbasis jaringan maka komputer server juga berisi informasi daftar user yang diperbolehkan masuk ke server tersebut, berikut otoritasnya yang dapat di mange oleh supervisor atau administrator. Berikut ini adalah ciri-ciri computer server yang baik: i. Menyimpan seluruh data informasi dalam Jaringan. ii. Memiliki spesifikasi komputer khusus. iii. Mampu untuk bekerja selama 24 jam penuh. iv. Memiliki hardware yang khusus dan mendukung kerja dengan baik.


123 2. Workstation Komponen ini adalah komputer yang berfungsi sebagai client yang terhubung ke server. Komputer ini berfungsi untuk melakukan input-input data yang selanjutnya data tersebut disimpan didalam komputer server. computer ini terbentuk atas kartu jaringan (NIC), aplikasi jaringan dan kabel yang menghubungkan ke Jaringan. Umumnya seluruh computer (desktop dan laptop) dapat berperan sebagai workstation (client). 3. NIC / Network Interface Card Gambar 5. 16 Tampilan network interface card (LAN & wireless) Sebutan lain pada elemen ini adalah Local Area Network Card (LAN Card). Network interface card atau LAN Card adalah papan elektronik yang ditancapkan ke dalam motherboard yang memiliki fungsi untuk dimasukkan konektornya dan dari konektor tersebut dipasang kabel, dari kabel tersebut lah jaringan antar komputer bisa berfungsi. Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan.


124 4. HUB/Konsentrator Merupakan alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. Kadangkala peran hub dapat disubstitusi dengan switch. Hub memiliki fungsi sebagai tempat untuk menerima file-file data dari komputer untuk kemudian menruskannya ke komputer atau tempat lain pada suatu jaringan computer. Ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yangg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut. Peran hub dan switch adalah sama, hanya saja jika Hub hanya mampu membagi jaringan tanpa mengatur dan membatasi paket data yang terkirim, sedangkan switch mampu melakukannya. Dalam operasionalnya, Hub berperan untuk menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server dan perangkat lain. Gambar 5. 17 Contoh tampilan Hub/switch 5. Kabel Kabel merupakan sebuah media untuk mengantarkan arus listrik atau informasi. Bahan dari kabel ini beraneka ragam, khusus sebagai pengantar arus listrik, umumnya terbuat dari tembaga dan umumnya dilapisi dengan pelindung. Walaupun sudah banyak teknologi wireless atau nirkabel, penggunaan kabel masih tidak bisa diabaikan sepenuhnya. Pemilihan jenis


125 kabel akan mempengaruhi kerja dan koneksi pemindahan data dari satu perangkat ke lainnya. Macam-macam kabel yang bisa digunakan untuk melakukan jaringan komputer adalah: Coacial Cable, Twisted Pair, dan Fiber Optik. Penggunaan jenis kabel ini menyesuaikan dengan ukuran, jenis topologi Jaringan dan protokol jaringan yang digunakan. Gambar 5. 18 Contoh jenis kabel Jaringan Tabel 5. 1 Spesifikasi kabel jaringan


126 6. Repeater Komponen ini adalah suatu instrumen yang berfungsi memperluas jangkauan sinyal Wi-Fi yang belum tercover oleh sinyal dari server agar dapat menangkap sinyal Wi-Fi atau dengan kata lain repeater merupakan alat yang dapat menerima sinyal digital dan memperkuatnya untuk diteruskan kembali. Perangkat repeater harus terdapat 2 (dua) alat, yakni untuk menerima sinyal dari server (Client) dan untuk menyebarkan lagi sinyal Wifi (Accesspoint). Ada tiga peran yang dijalankan oleh repeater, diantaranya adalah: mengover area yang lemah sinyal dari Server (pemancar), memperpanjang (extender) jangkauan sinyal dari Server, mempermudah akses sinyal Wifi dari Server. Gambar 5. 19 Repeater dan Contoh skema kerja jaringan 7. Bridge Komponen ini adalah alat yang digunakan pada suatu jaringan yang berfungsi untuk memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segment yang lebih kecil. Pada operasionalnya, bridge berfungsi untuk membagi sebuah


127 jaringan hingga menjadi dua buah Jaringan serta mengatur informasi diantara kedua sisi network agar dapat berjalan dengan teratur. Bridge juga dapat digunakan untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda, seperti halnya antara media kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) dengan kabel serat optik atau dua buah arsitektur jaringan yang berbeda. Gambar 5. 20 Bridge dan Contoh skema kerja jaringan 8. Router Router adalah alat yang bertugas untuk mengantarkan paket data dalam jaringan. router dapat digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua jaringan yang berbeda sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah router. Perbedaannya dengan HUB/Switch, jika switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN). Dalam penempatannya, umumnya router difungsikan untuk menghubungkan jaringan kabel (LAN)


128 dengan jaringan nirkabel (WAN) dan mengelola lalu lintas data dalam jaringan tersebut. Gambar 5. 21 Router dan Contoh skema kerja jaringan Selain Komponen-komponen perangkat keras (hardware) di atas, ada juga Komponen perangkat keras yang diperasikan tidak menganut konsep jarinan kabel (wiring), tetapi dengan konsep nirkabel (wireless). Adapun perangkat nirkabel yang sering digunakan terutama pada computer generasi terkini, diantaranya adalah: modem, wireless card, accesspoint, adapter, antenna dan bluetooth. C. Komponen Software Pada Jaringan Software atau perangkat lunak merupakan komponen yang digunakan untuk mendukung (supporting) terhadap komponen perangkat keras. Penggunaan ini agar dalam performance


129 jaringan pada sistem informasi dapat lebih maksimal. Jika Komponen hardware berupa Komponen yang bersifat fisik, komponen software ini disebut juga Komponen non-fisik. Beberapa perangkat lunak yang bisa digunakan adalah: 1) Operating System. Ada banyak operating system (OS) yang dapat digunakan pada suatu jaringan. Operating system dikenal ada yang bersifat konvensional dan ada yang bersifat moderat. Untuk operating system konvensional pada personal computer (PC), pernah dikenal seperti: MS DOS, OS/2. Dan pada OS turunannya, pernah dikenal seperti, Word star (WS), lotus dan Dbase. Untuk yang bersifat moderat lebih bersifat kontemporer. Operating system ini lebih banyak dibunakan pada computer server. Pada komputer server, umumnya yang popular digunakan adalah Microsoft Windows NT 4 Server, Microsoft Windows 2000 Server, Microsoft Windows 2003 Server, Microsoft Windows Server 2008, Novell Netware serta Linux. Sedangkan untuk computer PC (client) yang digunakan secara umum adalah: Microsoft Windows 98, ME, 2000 Professional, XP, 7, 8 dan distro linux. 2) Protokol, merupakan software yang diperlukan untuk menghubungkan antara client dengan client atau dengan server. Jenis protokol yang sering digunakan diantaranya adalah: ethernet, local talk, token ring, dan FDDI. Protokol sendiri Dapat juga diartikan sebagai aturan-aturan yang digunakan dalam jaringan sehingga komputer-komputer anggota jaringan dan komputer berbeda platform dapat saling berkomunikasi. TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah protocol. TCP/IP merupakan kombinasi dari dua protokol yaitu TCP dan IP, IP merupakan jantung dari TCP /IP dan protokol paling penting dalam internet. Sedangkan TCP adalah protokol


130 yang digunakan untuk pertukaran data pada jaringan secara kontinu (Connection Oriented). Dalam arti sempitnya, data yang dikirim dijamin akan tersampaikan dengan benar dan urut. IP (Internet Protokol) adalah mekanisme transmisi yang digunakan oleh TCP/IP yang bersifat unreliable dan connectionless. Layanan TCP diperoleh dengan membiarkan pengirim dan penerima membuat end point yang disebut dengan socket. Setiap socket memiliki nomor socket yang terdiri atas alamat IP host dan nomor lokal 16 bit bagi host yang disebut dengan port. Sebuah socket dapat digunakan untuk sejumlah koneksi pada saat yang bersamaan. 3) Application (apps), merupakan program berbasis jaringan yang bisa digunakan oleh seluruh user di tempat yang berbeda. Apps ini terdiri dari berbagai macam. Ada Apps yang tersedia baik yang telah terinstal installed) pada PC Client atau ada juga yang bersifat tambahan (additional) dimana user menginstal secara mandiri aplikasi yang dibutuhkan dengan cara mengunduh dari store tersedia maupun mendapatkan melalui platform lain.


131 Gambar 5. 22 Contoh tampilan intalled Apps pada Microsoft Gambar 5. 23 Contoh tampilan Microsoft Apps Store 4) Internet sharing, merupakan program aplikasi atau utility untuk internet connection sharing yang memungkinkan user dapat memanfaatkan fasilitas internet bersamaan didalam sebuah jaringan.


Click to View FlipBook Version