The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LAPORAN FINAL AKTUALISASI RINA DESIARTI, A. Md. Kes

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rina Desiarti, 2023-06-19 11:23:50

LAPORAN FINAL AKTUALISASI RINA DESIARTI, A. Md. Kes

LAPORAN FINAL AKTUALISASI RINA DESIARTI, A. Md. Kes

i LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GELOMBANG II GOLONGAN II PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2023 OPTIMALISASI PENGELOLAAN REKAM MEDIS MELALUI PEMBUATAN TREACER UNTUK PENGENDALIAN BERKAS REKAM MEDIS DARI RUANG POLIKLINIK DI UPT PUSKESMAS BAHAUR TENGAH KECAMATAN KAHAYAN KUALA KABUPATEN PULANG PISAU DISUSUN OLEH: NAMA : RINA DESIARTI, A. Md. Kes NIP : 199612022022032014 ANGKATAN : XXIII KELOMPOK : 2 NDH : 13 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2023


ii LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GELOMBANG II GOLONGAN II PROVISINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2023 OPTIMALISASI PENGELOLAAN REKAM MEDIS MELALUI PEMBUATAN TREACER UNTUK PENGENDALIAN BERKAS REKAM MEDIS DARI RUANG POLIKLINIK DI UPT PUSKESMAS BAHAUR TENGAH KECAMATAN KAHAYAN KUALA KABUPATEN PULANG PISAU DI SUSUN OLEH: NAMA : RINA DESIARTI, A. Md. Kes NIP : 199612022022032014 ANGKATAN : XXIII KELOMPOK : 2 NDH : 13 SETUJU UNTUK DISEMINARKAN TANGGAL, 19 JUNI 2023 MENTOR, COACH, Jeriana Dewi, A. Md. Keb Dra. Linda Sandi, M. Pd NIP. 197212211992122001 NIP. 196307031994032002


iii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN XXIII PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2023 OPTIMALISASI PENGELOLAAN REKAM MEDIS MELALUI PEMBUATAN TREACER UNTUK PENGENDALIAN BERKAS REKAM MEDIS DARI RUANG POLIKLINIK DI UPT PUSKESMAS BAHAUR TENGAH KECAMATAN KAHAYAN KUALA KABUPATEN PULANG PISAU DISUSUN OLEH: NAMA : RINA DESIARTI, A. Md. Kes NIP : 199612022022032014 ANGKATAN : XXIII KELOMPOK : 2 NDH : 13 TELAH DISEMINARKAN TANGGAL, 19 JUNI 2023 MENTOR, PENGUJI, COACH Jeriana Dewi, A. Md. Keb Natalia Wulandari, SE., MM Dra. Linda Sandi, M. Pd NIP. 197212211992122001 NIP. 197112221998032022 NIP. 196307031994032002


iv KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkat dan karunianya yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam penyusunan Laporan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2023 dengan judul “Optimalisasi Pengelolaan Rekam Medis Melalui Pembuatan Treacer Untuk Pengendalian Berkas Rekam Medis Dari Ruang Poliklinik Di Upt Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau” dapat diselesaikan dengan lancar dan baik. Tujuan dari penyusunan Laporan Aktualisasi ini adalah sebagai salah satu syarat dalam melakukan Pelatihan Dasar CPNS Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah Golongan II Angkatan ke XXIII Tahun 2023. Kegiatan Aktualisasi ini mengandung nilai-nilai dasar (core value) dan employer branding bagi ASN. Nilai-nilai dasar tersebut dituangkan dalam akronim “ASN BerAKHLAK” dengan employer branding atau semboyan “Bangga Melayani Bangsa”. Ada tujuh nilai dasar bagi ASN dalam nilai BerAKHLAK, yakni : Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif. Dengan diluncurkannya core value dan employer branding ASN tersebut merupakan langkah perubahan besar dalam pengaplikasian ASN terhadap tugas dan kewajibannya di unit kerja masingmasing. Terlaksananya kegiatan Aktualisasi dan Habituasi ini tidak terlepas dari bimbingan dan bantuan moril maupun materil serta saran-saran dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terimakasih yang tulus dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:


v 1. Ibu Pudjirustaty Narang Bupati Kabupaten Pulang Pisau yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun anggaran 2023; 2. Ibu Sri Widanarni, S.IP, M.Si selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Tengah; 3. Bapak Alponso Rovas selaku Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Pulang Pisau; 4. Bapak dr. Pande Putu Gina selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau; 5. Ibu Jeriana Dewi, A. Md. Keb selaku Kepala UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau; 6. Ibu Jeriana Dewi, A. Md. Keb selaku Mentor yang telah bersedia membimbing dan membantu serta telah banyak memberikan arahan dan masukan dalam penyusunan Rancangan Aktualisasi ini; 7. Bunda Dra. Linda Sandi, M.Pd sebagai tutor dan pembimbing (coach) yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk membimbing, membantu, mengarahkan, dan memotivasi penulis guna kesempurnaan proses Rancangan Aktualisasi ini; 8. Ibu Natalia Wandari SE., MM selaku Penguji yang telah berkenan memberikan koreksi, kritik, dan saran masukan untuk kesempurnaan penyusunan Rancangan Aktualisasi; 9. Seluruh panitia yang telah memfasilitasi peserta Pelatihan Dasar CPNS dengan baik; 10. Teman-teman seperjuangan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Gelombang 2 Angkatan ke-XXIII Kelompok 2, yang telah memberi dukungan dan semangat selama kegiatan Pelatihan Dasar CPNS berlangsung; 11. Keluarga tercinta Kedua orangtua, saudara saudari ku tersayang, terimakasih atas cinta dan kasih sayangnya serta Doa, motivasi dan


vi dukungan yang selalu diberikan selama proses kegiatan Pelatihan Dasar CPNS ini; 12. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang selalu memberikan dukungan kepada penulis dalam melaksanakan kegiatan Pelatihan Dasar CPNS ini. Pulang Pisau, 19 Juni 2023 Penulis


vii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................. i LEMBAR PERSETUJUAN ......................................................................ii KATA PENGANTAR...............................................................................iv DAFTAR ISI ..........................................................................................vii DAFTAR TABEL.....................................................................................ix DAFTAR GAMBAR ................................................................................ x DAFTAR LAMPIRAN..............................................................................xi BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1 1.1 Latar Belakang............................................................................... 1 1.2 Identifikasi Isu................................................................................ 6 1.3 Maksud .......................................................................................... 6 1.4 Tujuan............................................................................................ 7 1.5 Manfaat.......................................................................................... 7 BAB II GAMBARAN UMUM DAN ORGANISASI.................................... 9 2.1 Identitas Organisasi ....................................................................... 9 2.2 Struktur Organisasi ...................................................................... 18 2.3 Visi dan Misi................................................................................. 19 2.4 Tata Nilai UPT Puskesmas Bahaur Tengah ................................ 20 2.5 Role Model................................................................................... 20 BAB III RANCANGAN AKTUALISASI .................................................. 21 3.1 Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK .............................................. 21 3.2 Kedudukan dan Peran ASN dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ..................................................................................... 30 3.3 Rancangan Aktualisasi ................................................................ 40 3.4 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi................................................... 79 BAB IV REALISASI KEGIATAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN ........................................................................................... 84 4.1 CAPAIAN PELAKSANAAN KEGIATAN....................................... 84 1. Kegiatan - 1 (Meminta persetujuan kepada atasan untuk melaksanakan kegiatan aktualisasi dan melakukan konsultasi dengan mentor). .......................................................................... 84 a. Deskripsi kegiatan...................................................................... 84 b. Aktualisasi Substansi Nilai-Nilai Dasar ASN Pada Kegiatan...... 88 c. Aktualisasi Substansi Kedudukan dan peran ASN Pada Kegiatan ....................................................................................................89 d. Kendala Yang Di Hadapi Dan Solusi ......................................... 90 e. Dampak positif dan negatif pelaksanaan kegiatan pertama....... 90 2. Kegiatan – 2 (Membuat SOP penggunaan Treacer).................... 90 a. Deskripsi Kegiatan..................................................................... 91 b. Aktualisasi Substansi Nilai-Nilai Dasar ASN Pada Kegiatan ..... 95 c. Aktualisasi Substansi Kedudukan dan peran ASN Pada


viii Kegiatan..................................................................................... 96 d. Kendala Yang Dihadapi Dan Solusi ........................................... 97 e. Dampak positif dan negative pelaksanaan kegiatan .................. 97 3. Kegiatan – 3 (Melakukan sosialisasi dan persamaan persepsi dengan rekan sejawat terkait tentang penggunaan treacer dan penerapan SOP penggunaan treacer di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. ... 97 a. Deskripsi Kegiatan..................................................................... 98 b. Aktualisasi Substansi Nilai-Nilai Dasar ASN Pada Kegiatan.... 101 c. Aktualisasi Dan Substansi Kedudukan Dan Peran ASN Pada Kegiatan................................................................................... 102 e. Kendala Yang Dihadapi Dan Solusi ......................................... 103 4. Kegiatan – 4 ( Berkordinasi dengan bagian pengadaan untuk ketersediaan treacer )................................................................ 103 a. Deskripsi Kegiatan................................................................... 104 b. Aktualisasi Substansi Nilai-Nilai Dasar ASN Pada Kegiatan.... 105 c. Aktualisasi Substansi Kedudukan Dan Peran ASN Pada Kegiatan ................................................................................................. 106 d. Kendala yang Dihadapi Dan Solusi.......................................... 107 e. Dampak positif dan negative pelaksanaan kegiatan ................ 107 5. Kegiatan ke – 5 ( Melakukan monitoring dan evaluasi penerapan SOP penggunaan treacer pada rekam medis ).......................... 107 a. Deskripsi Kegiatan................................................................... 107 b. Aktualisasi Substansi Nilai-Nilai Dasar ASN Pada Kegiatan.... 110 c. Aktualisasi Substansi Kedudukan dan Peran ASN Pada Kegiatan ..................................................................................................111 d. Kendala Yang Dihadapi Dan Solusi ......................................... 111 e. Dampak positif dan negatif pelaksanaan kegiatan................... 112 6. Kegiatan – 6 ( Menyusun laporan hasil aktualisasi ).................. 112 a. Deskripsi Kegiatan................................................................... 112 b. Aktualisasi Substansi Nilai-Nilai Dasar ASN Pada Kegiatan.... 115 c. Aktualisasi Substansi Kedudukan Dan Peran ASN Pada Kegiatan ..................................................................................................116 d. Kendala Yang Dihadapi Dan Solusi ......................................... 116 e. Dampak positif dan negative pelaksanaan kegiatan ................ 117 4.2 Pelaksanaan Monitoring dan Coaching ..................................... 117 4.3 Pelaksanaan Habituasi .............................................................. 118 4.4 Kemanfaatan ............................................................................. 120 BAB V PENUTUP............................................................................... 122 5.1 Kesimpulan................................................................................ 122 5.2 Rencana Tindak Lanjut.............................................................. 123 5.3 Saran ......................................................................................... 123 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 125 PROFIL PESERTA............................................................................. 127 LAMPIRAN......................................................................................... 128


ix DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Luas Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bahaur Tengah...................10 Tabel 2.2 Distribusi Fasilitas Kesehatan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bahaur Tengah ..............................................................................................11 Tabel 2.3 Distribusi Tenaga Kesehatan di Wilayah UPT Kerja Puskesmas Bahaur Tengah.............................................................................................. 12 Tabel 2. 4 Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Bahaur Tengah 13 Tabel 2.5 Jumlah Sekolah Menurut Jenis dan Status di wilayah kerja Puskesmas Bahaur Tengah.......................................................................... 13 Tabel 2.6 Desa di Kecamatan Kahayan Kuala Menurut Jarak Desa ke Kecamatan Bahaur Tengah .................................................... ......................14 Tabel 3.1 Identifikasi Isu dan Deskripsi Isu......................................................42 Tabel 3.2 Analisis Tapisan Isu dengan metode APKL.....................................47 Tabel 3.3 Analisis Isu menggunakan metode USG.........................................50 Tabel 3.4 Rancangan Kegiatan dan Tahapan Kegiatan..................................56 Tabel 3.5 Matriks Rancangan Aktualisasi.......................................................61 Tabel 3.6 Rincian Kegiatan Jadwal.................................................................79 Tabel 3.7 Matriks Jadwal Pelaksanaan...........................................................81 Tabel 4.1 Monitoring Evaluasi Kegiatan........................................................118 Tabel 4.2 Kemanfaatan Aktualisasi...............................................................120


x DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 UPT Puskesmas Bahaur Tengah..................................................9 Gambar 2.2 Struktur Organisasi UPT Puskemas Bahaur Tengah...................18 Gambar 3.1 Duplikasi Rekam Medis...............................................................42 Gambar 3.2 Berkas Rekam Medis di ruang polilinik........................................42 Gambar 3.3 Kesalahan penyimpanan rekam medis........................................43 Gambar 3.4 Terjadinya penumpukan berkas rekam medis.............................44 Gambar 3.5 Rak penyimpanan rekam medis..................................................45 Gambar 3.6 Analisis Penyebab Isu dengan Diagram Fishbone......................53 Gambar 4.1 Surat tugas Latsar Gol II..............................................................85 Gambar 4.2 Melapor kepada atasan (Kepala Puskesmas).............................86 Gambar 4.3 Surat Ijin Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi................................86 Gambar 4.4 Membuat Jadwal Matriks.............................................................87 Gambar 4.5 kegiatan Konsultasi dengan mentor............................................87 Gambar 4.6 Berkonsultasi dengan mentor......................................................91 Gambar 4.7 Menyusun SOP penggunaan treacer..........................................92 Gambar 4.8 menyampaikan draft SOP penggunaan treacer...........................93 Gambar 4.9 Meminta masukan pada rekan kerja dalam pembuatan SOP penggunaan treacer........................................................................................93 Gambar 4.10 Mencetak SOP penggunaan treacer.........................................94 Gambar 4.11 Pengesahan SOP penggunaan treacer di UPT Puskesmas Bahaur Tengah...............................................................................................94 Gambar 4.12 Berkonsultasi dengan mentor....................................................98 Gambar 4.13 Menyiapkan materi kegiatan dan jadwal kegiatan sosialisasi....99 Gambar 4.14 Kehadiran rekan sejawat dalam pelaksanaan kegiatan............99 Gambar 4.15 Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan persamaan presepsi dengan rekan sejawat...................................................................................100 Gambar 4.16 Membagikan serta menempelkan SOP penggunaan treacer pada ruang penyimpanan rekam medis........................................................100 Gambar 4.17 kosunsultasi dengan mentor....................................................104 Gambar 4.18 Menyampaikan rencana kepada rekan kerja...........................104 Gambar 4.19 Melaksanakan koordinasi dengan bagian pengadaan.............105 Gambar 4.20 Melakukan konsultasi dengan mentor.....................................108 Gambar 4.21 Pencatatan pada treacer.........................................................108 Gambar 4.21 Monitoring penerapan SOP penggunaan treacer....................109 Gambar 4.22 Melaksanakan evaluasi...........................................................110 Gambar 4.23 Berkonsultasi dengan mentor..................................................113 Gambar 4.24 Berkonsultasi dengan coach...................................................114 Gambar 4.25 Bahan tayang seminar.............................................................114


xi DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Ijin Pelaksanaan Aktualisasi ............................................129 Lampiran 2. Treacer......................................................................................130 Lampiran 3. Undangan Sosialisasi................................................................132 Lampiran 4. Daftar Hadir Sosialisasi.............................................................133 Lampiran 5. Lembar Konsultasi Mentor.........................................................134 Lampiran 6. Laporan Mingguan....................................................................140


1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Undang – Undang Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014 mengatur tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Undang – undang tersebut mengatur tentang asas, prinsip, nilai dasar serta kode etik dan kode perilaku ASN. Setiap instansi pemerintah untuk wajib memberikan pendidikan dan pelatihan terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama satu tahun masa percobaan. Dengan mengikuti Pelatihan Dasar Pegawai Negeri Sipil (LATSAR), diharapkan akan terciptanya ASN yang berkarakter dan berorientasi pada pelayanan publik sesuai dengan fungsinya. Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) adalah pendidikan dan pelatihan dalam Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi, nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Pelatihan Dasar CPNS bertujuan untuk mengembangkan kompetensi yang dilakukan secara terintegritasi. Kompetensi diukur berdasarkan kemampuan menunjukan sikap perilaku bela negara; mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya; mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan menunjukkan penguasaan Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas. Sementara terintegrasi berarti penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS memadukan antara pelatihan klasikal dan nonklasikal; dan Kompetensi Sosial Kultural dengan Kompetensi Bidang (Sumber : Peratuan LAN No.1 Tahun 2021).


2 Prasyarat agar menjadi PNS yang profesional yaitu mampu bertanggung jawab, menunjukkan sikap mental yang positif, mengutamakan keprimaan, menunjukkan kompetensi dan memegang teguh kode etik yang berlaku. Lingkungan strategis yang dapat mempengaruhi kesiapan PNS dalam melakukan pekerjaannya terdiri dari 5 level yaitu : individual, keluarga, komunitas/kultur, masyarakat dan global. Modal insani/modal manusia (human capital) adalah suatu bentuk modal yang tercermin dalam pengetahuan, gagasan (ide), kreativitas, keterampilan, dan produktivitas kerja. Tenaga kesehatan sebagai salah satu Aparatur Sipil Negara seharusnya juga dapat membentuk karakter dalam dirinya sendiri untuk menjadi ASN yang berkopeten, professional, berintegritas, berkomitmen bai katas tugas dan fungsi yang diembannya. Puskesmas adalah penyelenggara pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan keamanan, dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya di wilayah kerjanya (Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas). Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 55 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perekam Medis bahwa Perekam Medis dan Informasi Kesehatan adalah seorang yang telah lulus pendidikan RMIK sesuai peraturan perundang-undangan.


3 Pendidikan RMIK di Indonesia saat ini Diploma III (tiga) Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Diploma IV (empat) dan Sarjana I (satu) Manajemen Informasi Kesehatan. PMIK dapat melakukan pekerjaannya pada fasilitas pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan, asuransi kesehatan, institusi pendidikan, dan pelayanan yang terkait. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : HK.01.07 / MENKES / 1424 / 2022 Tentang Standar Kompetensi Kerja Bidang Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Standar Kompetensi Kerja Bidang Rekam Medis dan Informasi Kesehatan yang selanjutnya disebut SKK Bidang Rekam Medis dan Informasi Kesehatan adalah uraian kemampuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja minimal yang harus dimiliki Perekam Medis dan Informasi Kesehatan untuk melakukan pekerjaan atau tugasnya atau menduduki jabatan tertentu yang berlaku secara nasional. Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yang selanjutnya disebut PMIK adalah seorang yang telah lulus Pendidikan RMIK sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Rekam Medis dan Informasi Kesehatan yang selanjutnya disebut RMIK adalah dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada fasilitas pelayanan kesehatan. Manajemen Pelayanan RMIK adalah kegiatan menjaga, memelihara dan melayani rekam medis baik Non elektronik maupun elektronik sampai menyajikan informasi kesehatan di rumah sakit, praktik dokter klinik, asuransi kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan dan lainnya yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan menjaga rekaman. Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat.


4 Perekam medis adalah petugas atau staff yang diberi wewenang dan tanggung jawab dalam mengolah berkas rekam medis yang ada di Puskesmas. Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Hal tersebut terdapat dalam Permenkes 269 tahun 2008 tentang Rekam medis. Rekam medis bersifat rahasia oleh karena itu kerahasiaannya harus dijaga terutama dalam kegiatan penyimpanan dan pengembalian rekam medis. Di UPT Puskesmas Bahaur Tengah memiliki beberapa pelayanan yang dilakukan, salah satu indikator pelayanan puskesmas adalah pelayanan rekam medis yang kompeten. Untuk mewujudkan rekam medis yang berkompeten perlu adanya manajemen pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan yaitu suatu kegiatan yang menjaga, memelihara, dan melayani rekam medis secara manual dan elektronik. Salah satu indikator kurangnya pengendalian dalam pengembalian berkas rekam medis dari ruang poliklinik adalah keterlambatan berkas rekam di kembalikan dari ruang poliklinik sehingga sering kali berkas rekam medis tidak ditemukan pada rak penyimpanan berkas rekam medis. Keberhasilan dalam pelayanan puskesmas yang merupakan institusi penyedia layanan publik dalam upaya mencapai keberhasilan tersebut perlu dilakukan pengembalian berkas rekam medis secara tepat, seorang yang menerima dan meminjam rekam medis berkewajiban untuk mengembalikan dalam keadaan baik dan tepat waktu 1x24 jam setelah pasien keluar dari puskesmas (yanmed 1997;108). Pengambilan rekam medis dari tempat penyimpanan dilakukan karena kebutuhan berobat jalan, rawat inap, penelitian, pendidikan serta pengadilan. Ketentuan dalam hal pengambilan rekam medis adalah


5 setiap rekam medis yang keluar harus di ganti dengan treacer. Treacer adalah suatu alat yang penting untuk menandai rekam medis yang keluar. Dalam penggunaannya Tracer ini diletakkan sebagai pengganti pada tempat berkas rekam medis yang diambil (dikeluarkan) dari rak penyimpanan. Petunjuk keluar tetap berada di rak penyimpanan tersebut, sampai berkas rekam medis yang diambil (dipinjam) kembali ke tempat semula (Depkes RI, 2006:93). Petunjuk keluar ini sangat membantu petugas dalam menemukan lokasi yang tepat dimana rekam medis pasien yang belum kembali ke ruang penyimpanan UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau belum menggunakan petunjuk keluar pada saat berkas rekam medis pasien keluar dari rak penyimpanan. Sehubungan dengan hal tersebut sebagai seorang ASN yang melaksanakan tugas dan fungsi jabatannya selaku seorang perekam medis terampil yang ditugaskan di instalasi rekam medis, penulis tertarik untuk melakukan kegiatan aktualisasi dari Nilai-Nilai Konsepsi Dasar ASN mengangkat isu “Belum Optimalnya Pengelolaan Rekam Medis Melalui Pembuatan Treacer Untuk Pengendalian Berkas Rekam Medis Dari Ruang Poliklinik di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau”, dengan gagasan pemecahan dalam penerapan Nilai - Nilai Konsepsi Dasar ASN, penulis melaksanakan kegiatan aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Pengelolaan Rekam Medis Melalui Pembuatan Treacer Untuk Pengendalian Berkas Rekam Medis Dari Ruang Poliklinik Di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau”.


6 1.2 Identifikasi Isu Berdasarkan pengamatan dan diskusi yang dilakukan di unit kerja, UPT Puskesmas Bahaur Tengah ditemukan beberapa isu-isu permasalahan diantaranya: 1. Belum Optimalnya Identifikasi Pasien Lama di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. 2. Belum Optimalnya Pengembalian Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Melalui Penyediaan SOP di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. 3. Belum Optimalnya Pengelolaan Rekam Medis Melalui Pembuatan Treacer Untuk Pengendalian Berkas Rekam Medis Dari Ruang Poliklinik di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. 4. Tidak adanya BALSAM (Buku Kendali Kesalahan Rekam Medis) Untuk Pencegahan Kesalahan Identifikasi Pasien Dan Mutu Kelengkapan Pengisian Rekam Medis UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. 5. Belum Terlaksananya Upaya Retensi Rekam Medis Pasien Lama di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. 1.3 Maksud Adapun maksud dari pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini adalah sebagai berikut:


7 1. Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) serta untuk mengetahui kedudukan dan peran profesi ASN dalam NKRI (Manajemen ASN dan SMART ASN) dalam melaksanakan tugas pokok dab fungsi di instansi tempat bertugas dan dapat berperan dalam pencapaian visi dan misi Kepala Daerah; 2. Meningkatkan penerapan Manajemen ASN dan SMART ASN di UPT Puskesmas Bahaur Tengah khususnya untuk bagian rekam medis; 3. Sebagai persyaratan kelulusan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2023. 1.4 Tujuan a. Tujuan Umum Melalui kegiatan habituasi ini, peserta pelatihan dasar CPNS mampu untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) dengan langsung mengaplikasikan di lingkungan kerja yang dalam hal ini di UPT Puskesmas Bahaur Tengah, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. b. Tujuan Khusus Terwujudnya optimalisasi pengelolaan rekam medis melalui pembuatan treacer untuk pengendalian berkas rekam medis dari ruang poliklinik secara optimal. 1.5 Manfaat a. Bagi penulis, dapat mampu mengimpelentasikan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) “BerAKHLAK” kepada diri sendiri


8 maupun dalam pekerjaan yang dilakukan serta mampu untuk melaksanakan peran ASN sebagai Pelaksana Kebijakan, Pelayan Publik, dan Perekat serta Pemersatu Bangsa di instansi kerja. b. Bagi Organisasi, dapat mewujudkan visi dan misi organisasi, Meningkatnya mutu dan kualitas pelayanan di rekam medis serta meningkatkan kepuasan pasien yang berdampak pada citra Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. c. Bagi Masyarakat, Manfaat bagi pasien yaitu dengan terlaksananya kegiatan ini pasien tidak perlu menunggu lama untuk diperiksa oleh dokter dikarenakan berkas rekam medisnya dengan mudah ditemukan.


9 BAB II GAMBARAN UMUM DAN ORGANISASI 2.1 Identitas Organisasi a. Deskripsi Wilayah/Gambaran Umum Organisasi Gambar 2.1 UPT Puskesmas Bahaur Tengah. Puskemas Bahaur Tengah adalah Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah tepatnya di Desa Bahaur Tengah. Lokasi bangunan Puskesmas beralamat di Jl. Kalimantan Desa Bahaur Tengah. Secara letak geografis Puskesmas Bahaur Tengah berada di desa Bahaur Tengah, Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Lokasinya berdekatan dengan fasilitas Pendidikan yaitu SMAN 1 Kahayan Kuala. Transportasi antar wilayah dapat terhubung melalui jalur darat dan sebagian melewati sungai.


10 Kecamatan Kahayan Kuala terletak ± 80 km dari Pulang Pisau yang merupakan Ibu kota Kabupaten Pulang Pisau. Adapun batas - batas wilayah UPT Puskesmas Bahaur Tengah adalah sebagai berikut : 1. Sebelah Barat berbatasan dengan desa terusan Kabupaten Kapuas; 2. Sebelah Timur berbatasan dengan PLG jalan Provinsi Kalimantan Tengah; 3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Banyu Atis Kecamatan Kahayan Kuala; 4. Sebelah Utara berbatasan dengan desa Dandang Kecamatan Pandih Batu. Luas wilayah kerja UPT Puskesmas Bahaur Tengah adalah ± 380 km persegi yang terdiri dari 5 desa yaitu desa Bahaur Tengah, desa Bahaur Hulu, desa Bahaur Hulu Permai, desa Bahaur Batu Raya, desa Kiapak. Sebagian besar desa-desa tersebut berada di tepi sungai Kahayan yang merupakan dataran rendah dan tanah gambut. Tabel 2.1 Luas Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bahaur Tengah. No Desa/Kelurahan Luas Wilayah 1 Bahaur Tengah 178 2 Bahaur Hulu 52,35 3 Bahaur Hulu Permai 34,82 4 Bahaur Batu Raya 30,83 5 Kiapak 84 Total 380 KM2


11 Puskesmas Bahaur Tengah merupakan Puskesmas Rawat Inap, dalam melaksanakan programnya baik melalui program Upaya Kesehatan Masyarakat ( UKM ) maupun Upaya Kesehatan Perseorangan ( UKP ). Untuk lebih jelasnya distribusi fasilitas pada tabel dibawah ini : Tabel 2.2 Distribusi Fasilitas Kesehatan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bahaur Tengah No Nama Desa Jenis Faskes Jumlah Tenaga Kesehatan Kondisi Bangunan 1. Bahaur Tengah Puskesmas Baik 2. Bahaur Hulu - - - 3. Bahaur Hulu Permai Pustu 2 Rusak Ringan 4. Bahaur Batu Raya Poskesdes 2 Rusak Ringan 5. Kiapak Poskesdes Pustu 4 - Baik Rusak Berat Dari data diatas tergambar bahwa Puskesmas Bahaur Tengah memiliki 2 Pustu dengan hanya 1 Pustu yang masih bisa digunakan. Sebagian besar bangunan perlu perhatian karena kondisinya mengalami kerusakan baik rusak ringan ( RR ) maupun rusak berat ( RB ). Untuk upaya peningkatan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan, maka tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Bahaur Tengah harus memadai jumlahnya. Adapun distribusi ketenagaan di Puskesmas Bahaur Tengah dapat dilihat pada tabel dibawah ini:


12 Tabel 2.3 Distribusi Tenaga Kesehatan di Wilayah UPT Kerja Puskesmas Bahaur Tengah No Tenaga Kesehatan Jumlah 1 Dokter Umum 1 2 Dokter Gigi 1 3 Perawat 13 4 Bidan 15 5 Gizi 3 6 Perawat gigi 1 7 Analis Kesehatan 1 8 Asisten Apoteker 2 9 Sanitarian 1 10 Kesehatan Masyarakat 1 11 Rekam Medis 1 Total 40 b. Data Penduduk Jumlah penduduk yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bahaur Tengah pada tahun 2023 (Data Kecamatan Per November 2022) sebanyak 8.047 jiwa, dengan kepadatan penduduk sebesar 21 jiwa/km2. Adapun jumlah penduduk wanita sebanyak 3.942 jiwa sedangkan penduduk laki-laki sebanyak 4.105 jiwa. Jumlah penduduk tertinggi adalah desa Bahaur Tengah dengan jumlah


13 penduduk 3.162 jiwa sedangkan terendah di desa Bahaur Batu Raya dengan jumlah penduduk sebanyak 643 jiwa. Tabel 2. 4 Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Bahaur Tengah No Nama Desa Jumlah Penduduk Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan 1 Bahaur Tengah 3.162 1.610 1.552 2 Bahaur Hulu 1.606 778 828 3 Bahaur Hulu Permai 1.817 956 861 4 Bahaur Batu Raya 643 340 303 5 Kiapak 819 421 398 Total 8.047 4.105 3.942 c. Sosial dan Ekonomi Tabel 2.5 Jumlah Sekolah Menurut Jenis dan Status di wilayah kerja Puskesmas Bahaur Tengah No Jenis sekolah Status Negeri Swasta Jumlah 1 Taman Kanak–kanak (TK) 1 5 6 2 Sekolah Dasar (SD) 9 3 12 3 S L T P 3 - 3 4 S L T A 2 - 2 J u m l a h 15 8 23


14 Penduduk yang berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Bahaur Tengah sebagian besar adalah suku banjar ( 60% ) dan suku dayak ( 40% ). Bahasa pengantar dalam, pergaulan seharihari adalah bahasa banjar dan dayak. Sedangkan agama dan kepercayaan masyarakat sekitar 75% menganut agama islam, dan 25% agama Kristen. Untuk memenuhi kebutuhan penduduk sehari-hari, sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah petani, pengusaha wallet, nelayan, pedagang dan sebagian kecil PNS dan POLRI. Tabel 2.6 Desa di Kecamatan Kahayan Kuala Menurut Jarak Desa ke Kecamatan Bahaur Tengah No Desa/Kelurahan Jarak Ke Ibukota Kecamatan (km) Jenis Transportasi Air Darat PermukaanJ alan 1 Bahaur Tengah 4 Aspal baik 2 Bahaur Hulu 5 Aspal baik 3 Bahaur Hulu Permai 8 Aspal cukup baik 4 Bahaur Batu Raya 15 X Tanah 5 Kiapak 20 X Berawa d. Data Kepegawaian Dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang dimaksud tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan


15 diri dalam bidang kesehatan, memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang memerlukan kewenangan dalam menjalankan pelayanan kesehatan.Tenaga kesehatan yang diatur dalam Pasal 2 ayat (2) sampai dengan ayat (8) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan terdiri dari : - Tenaga medis terdiri dari dokter dan dokter gigi; - Tenaga keperawatan terdiri dari perawat dan bidan; - Tenaga kefarmasian terdiri dari apoteker, analis farmasi dan asisten apoteker; - Tenaga kesehatan masyarakat meliputi epidemiolog kesehatan, entomolog kesehatan, mikrobiolog kesehatan, penyuluh kesehatan, administrator kesehatan dan sanitarian; - Tenaga gizi meliputi nutrisionis dan dietisien; - Tenaga keterapian fisik meliputi fisioterapis, okupasiterapis dan terapis wicara; - Tenaga keteknisian medis meliputi radiografer, radioterapis, teknisi gigi, teknisi elektromedis, analis kesehatan, refraksionis optisien, othotik prostetik, teknisi tranfusi dan perekam medis. Dalam UU Praktik Kedokteran yang dimaksud dengan “Petugas” adalah dokter, dokter gigi atau tenaga kesehatan lain yang memberikan pelayanan langsung kepada pasien. Menurut PP No. 32 Tahun 1996, maka yang dimaksud petugas dalam kaitannya dengan tenaga kesehatan adalah dokter, dokter gigi, perawat, bidan, dan keteknisian medis. 1. Daftar Urutan Kepegawain Jumlah pegawai Puskesmas Bahaur Tengah adalah 25 orang. Jumlah petugas desa yang melayani di Pustu,


16 Poskesdes dan Polindes sebanyak 3 orang. Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) Puskesmas Bahaur Tengah per Januari 2020. dapat dilihat pada lampiran. 2. Pegawai menurut Jenjang Pendidikan Pegawai Puskesmas Bahaur Tengah menurut klasifikasi pendidikan dapat dilihat pada lampiran. Data Ketenagaan Puskesmas Bahaur Tengah menurut jenjang pendidikan dapat dilihat pada lampiran. 3. Struktur Organisasi Puskesmas Bahaur Tengah Struktur organisasi puskesmas tergantung dari kegiatan dan beban tugas masing-masing puskesmas. Penyusunan struktur organisasi puskesmas di satu kabupaten/kota dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota, sedangkan penetapannya dilakukan dengan Peraturan Daerah.Struktur organisasi Puskesmas Bahaur Tengah dan Tugas Pokoknya adalah sebagai berikut: 1) Kepala Puskesmas Merupakan penanggungjawab Manajemen kesehatan Masyarakat ditingkat kecamatan. Sesuai dengan tanggungjawab tersebut dan besarnya peran Kepala Puskesmas dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan, maka jabatan Kepala Puskesmas minimal memiliki pangkat/golongan III/b. Kepala Puskesmas yakni seorang yang berlatarbelakang pendidikan di bidang kesehatan, untuk Puskesmas Bahaur Tengah Kepala Puskesmasnya memiliki latar belakang Bidan. 2) Unit Tata Usaha yang bertanggungjawab membantu Kepala Puskesmas dalam pengelolaan: - Data dan informasi;


17 - Perencanaan dan penilaian; - Keuangan; - Umum dan Pengawasan; - Unit Pelaksana Teknis Fungsional Puskesmas; - Upaya kesehatan masyarakat; - Upaya kesehatan perorangan; - Jaringan pelayanan puskesmas ( Pustus, Poskesdes ). 3) Unit Puskesmas Keliling Unit Puskesmas Keliling yang dimiliki Puskesmas Bahaur Tengah berupa Speed Puskesmas Keliling sudah mengalami kerusakan. Kendaraan roda dua dan ambulance yang digunakan sebagai operasional pelayanan khususnya Upaya Kesehatan Masyarakat.


1 2.2 Struktur Organisasi Gambar 2.2 Struktur Organisasi


8 UPT Puskemas Bahaur Tengah


19 2.3 Visi dan Misi 2.3.1 Visi Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2018-2023 1. Terwujudnya Masyarakat Pulang Pisau yang Damai, Maju, Berkeadilan dan Sejahtera. 2.3.2 Misi Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2018-2023 1. Percepatan dan peningkatan sarana dan prasarana wilayah, tata ruang dan pemukiman. 2. Peningkatan kualitas SDM. 3. Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program ekonomi kerakyatan. 4. Peningkatan produktivitas hasil pertanian (arti luas) dari agrobisnis menuju agroindustri. 5. Peningkatan sumber alam dan lingkungan yang berkelanjutan 6. Mewujudkan aparatur pemerintah yang bersih, berwibawa, profesional dan akuntabel (good and governace). 7. Pemberdayaan organisasi keagamaan, sosial budaya, pemuda dan perempuan dalam pembangunan. 2.3.3 Visi UPT Puskesmas Bahaur Tengah 1. Mewujudkan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Bahaur Tengah yang sehat dan mandiri. 2.3.4 Misi UPT Puskesmas Bahaur Tengah 1. Memberikan pelayanan kesehatan bermutu dan berkesinambungan. 2. Memberdayakan kemandirian dan peran serta masyarakat untuk ber- PHBS/perilaku hidup bersih dan sehat. 3. Membina hubungan kerja sama dengan lintas program dan lintas sektor terkait yang baik, efektif dan efisien.


20 2.4 Tata Nilai UPT Puskesmas Bahaur Tengah UPT Puskesmas Bahaur Tengah memiliki tata nilai “SENYUM” yang dapat dijabarkan sebagai berikut. S : Sopan santun E : Empati N : Niat tulus Y : Yakin kemampuan diri U : Utamakan pelayanan M : Memberikan pelayanan terbaik 2.5 Role Model Role model adalah seseorang yang menjadi contoh dan panutan ditempat kerja. Seorang role model bagi peserta yaitu: Nama : Jeriana Dewi, A. Md. Keb Jabatan : Kepala Puskesmas UPT Puskesmas Bahaur Tengah Beliau dapat dijadikan panutan dikarenakan seseorang yang bijaksana dalam memberikan pendapat maupun solusi dalam mengambil keputusan secara tepat dan mau mendengar pendapat para staf serta dapat mengayomi para staf yang ada di UPT Puskesmas Bahaur Tengah. Beliau juga merupakan sosok yang ramah, pekerja keras dan memiliki semangat tinggi dalam bekerja. Sifat dan perilaku beliau tersebut dapat dijadikan contoh teladan khususnya bagi peserta.


21 BAB III RANCANGAN AKTUALISASI 3.1 Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK BerAKHLAK merupakan akronim dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif. Core Values ASN ini adalah panduan perilaku dan inti dari nilai-nilai dasar ASN sesuai dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dan menjadi fondasi budaya kerja ASN yang profesional. Adapun detail dari nilai-nilai tersebut adalah: a. Berorientasi Pelayanan Berorientasi pelayanan diartikan sebagai aktivitas organisasi yang didesain untuk menciptakan dan memberikan pelayanan prima. Pelayanan Publik adalah setiap institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan badan hukum lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan publik. Dalam batasan pengertian tersebut, jelas bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah salah satu dari penyelenggara pelayanan 12 publik, yangkemudian dikuatkan kembali dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN), yang menyatakan bahwa salah satu fungsi ASN adalah sebagai pelayan publik. Asas Penyelenggaraan pelayanan publik seperti yang tercantum dalam Pasal 4 UU Pelayanan Publik, yaitu : 1) kepentingan umum 2) kepastian hukum; 3) kesamaan hak


22 4) keseimbangan hak dan kewajiban 5) keprofesionalan 6) partisipatif 7) persamaan perlakuan/tidak diskriminatif 8) keterbukaan 9) akuntabilitas 10)fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan 11)ketepatan waktu 12)kecepatan, kemudahan, dan keterjangkauan. Panduan perilakunya : 1) Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat 2) Ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan 3) Melakukan perbaikan tiada henti b. Akuntabel Dalam Mata Diklat Akuntabel, secara substansi pembahasan berfokus pada pembentukan nilai-nilai dasar akuntabilitas. Akuntabilitas adalah kemampuan individu, kelompok, atau instansi untuk mempertanggung jawabkan pekerjaan yang diberikan kepadanya secara profesional. Akuntabilitas tidak akan terwujud jika tidak ada alat akuntabilitas, seperti perencanaan strategis, kontrak kinerja, dan laporan kinerja. Adapun nilai-nilai dalam menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel ialah : 1) Kepemimpinan; 2) Transparansi; 3) Integritas;


23 4) Tanggung Jawab; 5) Keadilan; 6) Kepercayaan; 7) Keseimbangan; 8) Kejelasan; dan 9) Konsistensi c. Kompeten Kemampuan setiap ASN dalam meningkatkan potensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah merupakan sebuah kewajiban agar tidak ketinggalan jaman. Membantu orang lain belajar, dan melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik, merupakan implentasi dari wujud berkompeten. Sesuai Peraturan Menteri PANRB Nomor 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi ASN, kompetensi meliputi: 1) Kompetensi Teknis adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis jabatan; 2) Kompetensi Manajerial adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola unit organisasi; dan 3) Kompetensi Sosial Kultural adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan prinsip, yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang Jabatan untuk memperoleh hasil kerja sesuai


24 dengan peran, fungsi dan Jabatan. Sesuai prinsip UndangUndang ASN Nomor 5 Tahun 2014 ditegaskan bahwa ASN merupakan jabatan profesional, yang harus berbasis pada kesesuaian kualifikasi, kompetensi, dan berkinerja serta patuh pada kode etik profesinya. Sebagaimana diuraikan dalam penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja PNS, bahwa salah satu pertimbangan pembentukan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat Undang-Undang ASN adalah untuk mewujudkan ASN profesional, kompeten dan kompetitif, sebagai bagian dari reformasi birokrasi. ASN sebagai profesi memiliki kewajiban mengelola dan mengembangkan dirinya dan wajib mempertanggungjawabkan kinerjanya dan menerapkan prinsip merit dalam pelaksanaan manajemen ASN. Dalam kaitan relevansi kode etik profesi ASN dengan kinerja ASN, dapat diperhatikan dalam latar belakang dirumuskannya kode etik ASN yang disebut dengan BerAkhlak (Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomo 20 Tahun 2021 tanggal 26 Agustus 2021 tentang Implementasi Core Values dan Employer Branding ASN). Dalam Surat Edaran tersebut antara lain dijelaskan bahwa untuk penguatan budaya kerja sebagai salah satu strategi transformasi pengelolaan ASN menuju pemerintahan berkelas dunia (world class government) serta untuk melaksanakan pasal 4 tentang Nilai Dasar dan pasal 5 tentang Kode Etik dan Kode Perilaku dalam Undang Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN diperlukan keseragaman nilai-nilai dasar ASN. Terkait dengan perwujudan kompetensi ASN dapat diperhatikan


25 dalam Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021 dalam poin 4, antara lain, disebutkan bahwa panduan perilaku (kode etik) kompeten yaitu: a) Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubahi; b) Membantu orang lain belajar; dan c) Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik. Perilaku kompeten ini sebagaiamana dalam poin 5 Surat Edaran Menteri PANRB menjadi bagian dasar penguatan budaya kerja di instansi pemerintah untuk mendukung pencapaian kinerja individu dan tujuan organisasi/instansi. d. Harmonis Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya, Suka menolong orang lain, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif. Dalam bidang filsafat, harmoni adalah kerja sama antara berbagai faktor dengan sedemikian rupa hingga faktor-faktor tersebut dapat menghasilkan suatu kesatuan yang luhur. Salah satu kunci sukses kinerja suatu organisasi berawal dari suasana tempat kerja. Energi positif yang ada di tempat kerja bisa memberikan dampak positif bagi karyawan yang akhirnya memberikan efek domino bagi produktivitas, hubungan internal, dan kinerja secara keseluruhan. Brian Scudamore (seorang Founder dan CEO sebuah perusahaan Brand) menyatakan beberapa hal tentang bagaimana membangun kultur tempat kerja yang harmonis. Ada tiga hal yang dapat menjadi acuan untuk membangun budaya tempat kerja nyaman dan berenergi


26 positif, yaitu: 1) Membuat tempat kerja yang berenergi. 2) Memberikan keleluasaan untuk belajar dan memberikan kontribusi. 3) Berbagi kebahagiaan bersama seluruh anggota organisasi. Nilai harmonis telah teruang pada salah satu tugas ASN yaitu mempererat persatuan dan kesatuan Negara 18 Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beberapa peran ASN dalam kehidupan berbangsa dan menciptakan budaya harmoni dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya adalah sebagai berikut: 1) Posisi PNS sebagai aparatur Negara harus bersikap netral dan adil. 2) PNS harus bisa mengayomi kepentingan kelompokkelompok minoritas. 3) PNS harus memiliki sikap toleran atas perbedaan untuk menunjang sikap netral dan adil. 4) PNS menjadi figur dan teladan di lingkunganmasyarakatnya. e. Loyal Bagi seorang Pegawai Negeri Sipil, kata loyal dapat dimaknai sebagai kesetiaan, paling tidak terhadap cita-cita organisasi, dan lebih-lebih kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Memegang teguh ideologi pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, setia kepada NKRI serta pemerintah yang sah, menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi dan negara, menjaga rahasia jabatan dan negara, serta berdedikasi dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara.


27 Loyal, merupakan salah satu nilai yang terdapat dalam Core Values ASN yang dimaknai bahwa setiap ASN harus berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, dengan panduan perilaku: 1) Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-UndangDasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, setia kepadaNKRI serta pemerintahan yang sah; 2) Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan instansi dan negara; serta 3) Menjaga rahasia jabatan dan negara. Adapun kata-kata kunci yang dapat digunakan untuk mengaktualisasikan panduan perilaku loyal tersebut di atas diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Komitmen yang bermakna perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu atau hubungan keterikatan dan rasa tanggung jawab akan sesuatu. 2) Dedikasi yang bermakna pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha yang mempunyai tujuan yang mulia, dedikasi ini bisa juga berarti pengabdian untuk melaksanakan cita-cita yang luhur dan diperlukan adanya sebuah keyakinan yang teguh. 3) Kontribusi yang bermakna keterlibatan, keikutsertaan, sumbangsih yang diberikan dalam berbagai bentuk, baik berupa pemikiran, kepemimpinan, kinerja, profesionalisme, finansial atau, tenaga yang diberikan kepada pihak lain untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dan efisien. 4) Nasionalisme yang bermakna suatu keadaan atau pikiran yang mengembangkan keyakinan bahwa kesetiaanterbesar mesti diberikan untuk negara atau suatu sikap cintatanah air atau bangsa dan negara sebagai wujud dari cita- cita dan


28 tujuan yang diikat sikap-sikap politik, ekonomi,sosial, dan budaya sebagai wujud persatuan atau kemerdekaan nasional dengan prinsip kebebasan dan kesamarataan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. 5) Pengabdian yang bermakna perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat, ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. f. Adaptif Adaptif merupakan salah satu karakter penting yang dibutuhkan oleh individu maupun organisasi untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Terdapat alasan mengapa nilai-nilai adaptif perlu diaktualisasikan dalam pelaksanaan tugas-tugas jabatan di sektor publik, seperti di antaranya perubahan lingkungan strategis, kompetisi yang terjadi antar instansi pemerintahan, perubahan iklim, perkembangan teknologi dan lain sebagainya. Standar mutu pelayanan, ASN yang responsif dan cerdas dalam menyelenggarakan pelayanan, serta literasi publik atas kualitas layanan yang terus meningkat menjadi faktor-faktor yang mendorong komitmen mutu yang lebih baik. Penekanan pada mutu kerja juga secara makna juga tertuang dalam peran Pegawai ASN sebagaimana ditetapkan pada Pasal 12 UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN, yaitu “sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.”


29 Dalam hubungan itu, maka efektivitas, efisiensi, inovasi dan mutu menjadi kata kunci bagi ASN agar berkomitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Konsekuensi penting dari komitmen mutu ini adalah bahwa ASN harus memastikan pelayanan publik terselenggara sebaik mungkin dengan cara apapun, sekalipun harus melakukan perubahan, penyesuaian atau “adaptasi” tentunya. g. Kolaboratif Dyer and Singh (1998, dalam Celik et al, 2019) mengungkapkan bahwa kolaborasi adalah “value generatedfrom an alliance between two or more firms aiming to become more competitive by developing shared routines”. Dalam lingkup pemerintahan, dikenal juga istilah Collaborative Governance. Irawan (2017 P 6) mengungkapkan bahwa Collaborative Governance sebagai sebuah proses yang melibatkan norma bersama dan interaksi saling menguntungkan antar aktor governance. Collaborative Governance menekankan semua aspek yang memiliki kepentingan dalam kebijakan membuat persetujuan bersama dengan “berbagi kekuatan”. (Taylo Brent and Rob C. de Loe, 2012). Whole-of-Government (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusanurusan yang relevan.


30 3.1 Kedudukan dan Peran ASN dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia Dalam melaksanakan tugasnya, PNS wajib mengetahui peran dan kedudukannya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar dapat memahami peran dan kedudukan PNS dalam NKRI. 3.1.1 Manajemen ASN Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Berikut beberapa konsep yang ada dalam UU No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. 3.1.1.1 Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri atas: 3.1.1.1.1 PNS, merupakan pegawai berstatus tetap dan memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP). 3.1.1.1.2 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan pegawai dengan perjanjian kerja sesuai kebutuhan instansi dalam jangka waktu tertentu. 3.1.1.2 Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur Negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah dan serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan politik. 3.1.1.3 Kedudukan ASN berada di pusat, daerah, dan luar negeri.Namun demikian merupakan satu kesatuan. 3.1.1.4 Fungsi pegawai ASN adalah:


31 3.1.1.4.1 Pelaksana Kebijakan Publik 3.1.1.4.2 Pelayan Publik 3.1.1.4.3 Perekat dan Pemersatu Bangsa 3.1.1.5 Pegawai ASN bertugas: 3.1.1.5.1 Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 3.1.1.5.2 Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas. 3.1.1.5.3 Mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik,dapat meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN dan akuntabel, maka setiap ASN diberikan hak. Setelah mendapatkan haknya maka ASN juga berkewajiban sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. 3.1.2 Smart ASN Smart ASN merupakan yang memiliki profil nasionalisme, integritas, wawasan global, hospopitality, networking, penguasaan teknologi informasi, bahasa asing danentrepreneurship. Mereka berperan sebagai digital talent dan digital leader yang mendukung transformasi birokrasi di Indonesia. Smart ASN akan mendorong birokrasi sejalan dengan semangat revolusi industri 4.0. semua jenis pelayanan publik dapat di selenggarakan berbasis digital dan terintegrasi sedemikian rupa sehingga peleyanan publik menjadi lebih


32 optimal. Kompetensi literasi digital diperlukan agar seluruh ASN dapat menggunakan media digital secara bertanggung jawab. Hal ini termasuk dalam visi misi Presiden Jokowi untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Kominfo sendiri menjabarkan literasi digital ke dalam 4 kompetensi yaitu etis dalam mengakses media digital (digital ethics), budaya menggunakan digital (digital culture), menggunakan media digital dengan aman (digital safety), dan kecakapan menggunakan media digital (digital skills). Digital skill merupakan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital 25 dalam kehidupan sehari-hari. Digital safety merupakan kemampuan user dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, menimbang dan meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi dan keamanan. digital dalam kehidupan sehari-hari. Digital culture merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan seharihari dan digitalisasi kebudayaan melalui pemanfaatan TIK. Sementara itu, digital ethics merupakan kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan seharihari. Kompetensi literasi digital diperlukan agar seluruh masyarakat digital dapat menggunakan media digital secara bertanggung jawab. Hal ini termasuk dalam visi misi Presiden


33 Jokowi untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Peta Jalan Literasi Digital 2021-2024 yang disusun oleh Kominfo, Siberkreasi, dan Deloitte pada tahun 2020 menjadi panduan fundamental untuk mengatasi persoalan terkait percepatan transformasi digital dalam konteks literasi digital dan mewujudkan visi misi Presiden Jokowi. Dalam peta jalan ini, dirumuskan kurikulum literasi digital yang terbagi atas empat area kompetensi yaitu: a. Kecapakan Digital (Digital Skills) Keahlian digital (Digital Skills) adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan perangkat digital, mendapatkan informasi, akses jaringan, dan komunikasi. Keahlian teknis yang berguna sebagai keahlian digital diantaranya, menggunakan sistem dan perangkat digital (handphone, laptop, dan pc), menggunakanaplikasi digital (membuat video, tulisan, dan editing gambar), dan menerapkan langkah keamanan digital (awareness terhadap keamanan digital diri sendiri). Dasar dari Ditigal Skills diantaranya terdiri dari: 1. Penggunaan perangkat keras digital seperti halnya handphone dan PC; 2. Pengetahuan dasar tentang mesin telusur (search engine) dalam mencari informasi dan data, memasukkan kata kunci dan memilah berita benar; 3. Pengetahuan dasar tentang beragam aplikasi chat dan medias sosial untuk berkomunikasi dan berinteraksi, mengunduh dan mengganti settings; dan 4. Pengetahuan dasar tentang beragam aplikasi


34 dompet digital dan e-commerce untuk memantau keuangan dan bertransaksi secara digital. b. Budaya Digital (Digital Culture) Kemampuan membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam keseharian dan digitalisasi kebudayaan melalui pemanfaatan TIK. Budaya digital (digital culture) adalah hasil olah pikir, kreasi dan cipta karya manusia yang berlandaskan teknologi internet. Saat ini masyarakat kita terus berubah, seiring perubahan akibat adanya revolusi gelombang keempat. Perubahan tersebut membawa pada terwujudnya budaya digital yang menjadi tatanan kehidupan baru masyarakat. Contoh budaya digital yang sudah begitu melekat dengan keseharian kita misalnya berbelanja secara online, melakukan pembayaran digital, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di dunia pendidikan maupun rapat-rapat virtual, dan Work From Home (WFH). Dasar dari Ditigal Culture diantaranya terdiri dari: 1. Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan berbudaya, berbangsa dan berbahasa Indonesia; 2. Membedakan informasi mana saja yang tidak sejalan dengan nilai Pancasila di mesin telusur, seperti perpecahan, radikalisme, dll; 3. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi, menjunjung nilai Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika; dan 4. Mendorong perilkau konsumsi sehat, dengan cara


35 menabung, mencintai produk dalam negeri dan kegiatan produktif lainnya. c. Etika Digital (Digital Ethics) Kemampuan menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari- 43 hari. Seseorang yang menyadari pentingnya etika dalam menggunakan sumber digital tidak akan terjebak dan terjerumus pada kontenkonten yang tidak bermanfaat, seperti konten pornografi, penyebaran berita hoax maupun perundungan (bullying) yang bersifat verbal di dunia maya. Norma dan nilai-nilai kesopanan yang kita miliki harus kita bawa ke dunia digital, karena pada dasarnya segala hal baik yang kita lakukan di dunia nyata juga harus kita lakukan di dunia maya. Jangan sampai bangsa Indonesia yang dahulu dikenal sebagai bangsa yang ramah dan santun, berubah menjadi bangsa yang tidak beradab hanya karena ulah segelintir oknum yang tidak bijak dalam bersosial media. Dasar dari Digital Ethnic diantaranya terdiri dari: 1. Memahami akan peraturan, regulasi yang berlaku, tata krama, dan etika berinternet (netiquette); 2. Membedakan informasi apa saja yang mengandung hoax dan tidak sejalan seperti halnya, pornografi, perundungan,dll; 3. Memahami cara berinteraksi, partisipasi dan kolaborasi di ruang digital yang sesuai dalam kaidah etika digital dan peraturan yang berlaku; dan 4. Memahami cara bertransaksi secara elektronik dan


36 berdagang di ruang digital yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. d. Keamanan Digital (Digital Safety) Kemampuan mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, menimbang dan meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi dan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari. Keamanan digital (cyber security) merupakan aktivitas untuk melindungi informasi dari terjadinya tindakan kriminal (cyber crime) terhadap sumber daya digital. Biasanya cyber crime terjadi karena ada seseorang yang ingin mengganggu kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) sebuah sistem informasi. Dasar dari Digital Safety diantaranya terdiri dari: 1. Memahami fitur proteksi perangkat keras (kata sandi, fingerprint) pengetahuan dasar memproteksi identitas digital (katasandi); 2. Mencari informasi dan data valid terlebih dahulu dari sumber yang terverifikasi dan terpercaya, memahami spam, dna pshishing; 3. Memahami fitur keamanan platform digital dan menyadari adanya rekam jejak digital dalam memuat konten sosmed; dan 4. Membuat perlindungan diri atas penipuan (scam) dalam transaksi digital serta protokol keamanan seperti PIN dan kode otentikasi. Dengan adanya 4 pilar ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat mengikuti perkembangan dunia digital


37 secara baik, produktif, dan sesuai nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kementerian PAN Dan RB) telah mencangangkan Kebijakan Manajemen ASN yaitu menuju Smart ASN 2024, yang diharapkan dapat terbentuknya sebuah Birokrasi berkelas Dunia.Dalam upaya membentuk Birokrasi berkelas Dunia tersebut, diharapkan setiap pegawai dapat memiliki profil sebagai Smart ASN, yang terdiri dari: a. Integritas Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 60 Tahun 2020 Tentang Pembangunan Integritas Pegawai Aparatur Sipil Negara, integritas didefinisikan sebagai konsistensi berperilaku yang selaras dengan nilai, norma dan/atau etika organisasi, dan jujur dalam hubungan dengan atasan, rekan kerja, bawahan langsung, dan pemangku kepentingan serta mampu mendorong terciptanya budaya etika tinggi, bertanggung jawab atas tindakan atau keputusan beserta risiko yang menyertainya. Pengembangan integritas ASN diukur melalui kejujuran, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, kemampuan bekerjasama dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. b. Nasionalisme Sebagai seorang aparatur negara, memiliki sikap


38 nasionalisme tentu sudah menjadi suatu keharusan. Seorang ASN harus memiliki sikap nasionalisme, yang salah satunya adalah Nasionalisme Pancasila, yang dapat kita pahami sebagai sebuah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, setiap ASN harus dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila, seperti nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan. c. Profesionalisme Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 60 Tahun 2020 Tentang Pembangunan Integritas Pegawai Aparatur Sipil Negara, integritas didefinisikan sebagai konsistensi berperilaku yang selaras dengan nilai, norma dan/atau etika organisasi, dan jujur dalam hubungan dengan atasan, rekan kerja, bawahan langsung, dan pemangku kepentingan serta mampu mendorong terciptanya budaya etika tinggi, bertanggung jawab atas tindakan atau keputusan beserta risiko yang menyertainya. Pengembangan integritas ASN diukur melalui kejujuran, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, kemampuan bekerjasama dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. d. Wawasan Global Upaya membentuk ASN yang berwawasan global merupakan salahsatu bagian penting dari pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk


Click to View FlipBook Version