The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LAPORAN FINAL AKTUALISASI RINA DESIARTI, A. Md. Kes

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rina Desiarti, 2023-06-19 11:23:50

LAPORAN FINAL AKTUALISASI RINA DESIARTI, A. Md. Kes

LAPORAN FINAL AKTUALISASI RINA DESIARTI, A. Md. Kes

39 mewujudkan visi Presiden yaitu terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Dengan wawasan global, diharapkan ASN dapat membangun pola pikir yang adaptif serta mendukung fleksibilitas dan inovasi. e. IT dan Bahasa Asing Seorang ASN tentu diharapkan dapat sekurangkurangnya memahami dan menguasai Bahasa Inggris. Hal ini juga ditegaskan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Plt. Sekretaris BPSDM dalam “Seminar Online Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Dalam Mengelola Pelayanan Publik. Plt. Sekretaris BPSDM Kemendagri menjelaskan bahwa penguasaan kemampuan bahasa Inggris adalah salah satu aspek penting lainnya yang perlu dikuasai oleh ASN dalam menyikapi perkembangan zaman. Terlebih saat ini, hampir semua alat dan teknologi di era global menggunakan Bahasa Inggris. Tidak menutup kemungkinan seorang ASN juga dapat menguasai bahasa asing lain, sebagai nilai tambah. Sebut saja bahasa Mandarin, Korea dan Jepang. Mengapa tiga bahasa tersebut? Salah satu faktornya adalah karena kitaberada di Indonesia, dan salah satu kerjasama internasional yang diikuti oleh pemerintah adalah ASEAN plus three. f. Hospitality ASN adalah seorang pelayan publik. Untuk itu


40 keramahan tentu menjadi faktor penting yang harus dimiliki. Hospitality atau keramahan adalah memiliki sifat baik hati dan menarik budi bahasanya, baik tutur kata dan sikapnya dalam setiap pelaksanaan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. g. Networking Seorang ASN harus mampu untuk membangun dan menjalin hubungan dengan orang lain atau organisasi lain juga perlu untuk dilakukan. Mengingat sinergi dengan instansi atau orang lain, dapat mempermudah aparat negara dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. h. Enterpreneurship Enterpreneurship adalah keyakinan kuat yang ada dalam diri seseorang untuk mengubah dunia melalui ide dan inovasinya. Keyakinan ini kemudia ditindaklanjuti dengan keberanian mengambil risiko mewujudkan ide dan inovasinya tersebut melalui organisasi yang didirikannya, mulai dari membangun, memelihara, dan mengembangkannya sampai menghasilkan dampak nyata bagi dunia. Membangun dan menjalin hubungan dengan orang lain atau organisasi lain juga perlu untuk dilakukan. Mengingat sinergi dengan instansi atau orang lain, dapat mempermudah aparat negara dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. 3.3 Rancangan Aktualisasi 3.3.1 Identifikasi Isu


41 Isu atau masalah adalah kesenjangan antara idealita (seharusnya) dengan realita (kenyataannya). Rencana kegiatan Aktualisasi yang akan dilaksanakan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukamara sesuai dengan nilai-nilai dasar ASN Berorietasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif (BerAKHLAK) dan sesuai dengan peran dan kedudukan ASN (Manajemen ASN) dan Smart ASN dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari hasil penelusuran tugas pokok dan fungsi serta uraian tugas, dalam menjalankan tugas penulis mendapatkan beberapa isu terkait dengan pelayanan Rekam Medis di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau Menurut pengamatan penulis terdapat beberapa isu yang di jabarkan kedalam Tabel sebagai berikut:


4 Tabel 3.1 Identifikasi I NO Identifikasi Isu Deskripsi Isu Kondisi Saat Ini Penye 1 Belum Optimalnya Identifikasi Pasien Lama di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau Masih belum optimalnya identifikasi pasien lama oleh petugas Sampai saat ini ada berkas rekam medis yang masih terduplikasi dan kurangnya kesadaran pasien dalam membawa kartu berobat Ada dup nom med Tida ditem berk med Kura kesa pasi mem bero suda pusk 2 Belum Optimalnya Pengembalian Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Melalui Penyediaan SOP di UPT Puskesmas Masih belum optimalnya pengembalian berka rekam medis pasien rawat jalan oleh petugas Sampai sekarang masih ada keterlambata n pengembalian berkas rekam medis dari poliklinik Kete peng reka lebih jam petu polik Belu ters


2 su dan Deskripsi Isu ebab Isu Data Pendukung Dikaitkan Dengan Agenda III Kondisi yang diharapkan anya likasi mor rekam dis ak mukannya kas rekam dis lama angnya adaran en untuk mbawa kartu obat yang ah diberikan kesmas Gambar 3.1 Duplikasi Rekam Medis Manajemen ASN masih harus meningkatkan komunikasi ketika melaksanakan pelayanan Maksimalnya pemberian pelayanan serta edukasi terhadap pasien tentang pentingnya membawa kartu identitas serta kartu berobat ketika berkunjung kepuskesmas erlambatan gembalian am medis h dari 1x24 oleh ugas klinik. um edia Gambar 3.2 Berkas rekam Medis di ruang Poliklinik Manajemen ASN melakukan tugas secara profesional Terjadinya peningkatan rasa tanggung jawab guna berkas rekam medis kembali dan berada pada rak penyimpanan


4 Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau form med kebu ana pasi 3 Belum Optimalnya Pengelolaan Rekam Medis Melalui Pembuatan Treacer Untuk Pengendalian Berkas Rekam Medis Dari Ruang Poliklinik di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau Masih belum optimalnya pengelolaan rekam medis melalui pembuatan treacer oleh petugas untuk pengendalian berkas Rekam medis oleh petugas Sampai sekarang masih ada berkas rekam medis yang tidak berada di tempatnya serta terjadi kesalahan peletakan berkas rekam medis Belu trea Pen pen dala pem dan pen berk med ruan polik Kura pen dala pen berk med ruan polik Terj miss berk


3 mulir rekam dis sesuai utuhan mesa ien. um adanya acer / nanda gendalian am minjaman gembalian kas rekam dis dari ng klinik angnya gendalian am gembalian kas rekam dis dari ng klinik jadinya sfile kas rekam Gambar 3.3 Kesalahan penyimapan rekam medis Manajemen ASN memperkuat nilai organisasi secara profesional serta terus menerus melakukan perbaikan dan pengoptimalan penggunaan ruang penyimpanan rekam medis Terjadinya pengendalian penyimpanan berkas rekam medis sebagai penanda peminjaman berkas rekam medis yang keluar dan masuk dari ruang penyimpanan


4 med berk med bera ruan pen reka filing 4 Tidak adanya BALSAM (Buku Kendali Kesalahan Rekam Medis) Untuk Pencegahan Kesalahan Identifikasi Pasien Dan Mutu Kelengkapan Pengisian Rekam Medis UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau Belum adanya buku pengendalian pengembalian berkas rekam medis serta ketertiban kelengkapan pengisian rekam medis oleh petugas Sampai sekarang pengisian kelengkapan pengisian rekam medis masih belum tertib dilakukan oleh petugas dan berkas kembali lebih dari 1x24 jam Belu terti kele pen reka dan iden pas petu


4 dis atau kas rekam dis tidak ada di ng yimpanan am medis / g um bnya engkapan gisian am medis kesalahan ntifikasi ien oleh ugas Gambar 3.4 Terjadinya penumpukan berkas rekam medis Manajemen ASN menjadikan ASN yang profesional dalam melaksanakan tugas serta tanggungjawabn ya Maksimalnya pengisian kelengkapan berkas rekam medis sehingga tidak terjadi kesalahan identifikasi guna meningkatkan mutu rekam medis


4 5 Belum Terlaksananya Upaya Retensi Rekam Medis Pasien Lama di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Belum optimalnya pelaksaan retensi berkas rekam medis oleh petugas Tidak dilakukannya pelaksanaan retensi sehingga menyebabkan penuhnya rak penyimpanan di karena ruang penyimpanan yang terbatas Terj pen berk med tem pen reka (filin pus Belu treac ruan peny reka


5 jadinya umpukan kas rekam dis pada pat yimpanan am medis ng) kesmas um adanya cer pada ng yimpanan am medis Gambar 3.5 Rak penyimpanan rekam medis Manjemen ASN menjadikan ASN yang melaksanakan upaya terbaik dalam ruang luang lingkup kerja Maksimalnya pengelolaan ruang penyimpanan rekam medis yang ergonomi


46 3.3.2 Analisis Tapisan Isu Dalam upaya menyikapi isu-isu aktual serta tantangan perubahan dan perkembangan yang terjadi, perlu ditentukan isu – isu yang menjadi prioritas untuk ditangani. Beberapa isu yang telah didapat, dilakukan validasi menggunakan teknik analisis APKL (Aktual, Problematik, Khalayak Kelayakan). Aktual artinya isu tersebut benar-benar terjadi. Problematik artinya isu tersebut memiliki masalah yang komplek. Kekhalayakan artinya isu tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak. Kelayakan artinya isu tersebut masuk akal, realistis dan dapat di munculkan pemecahan masalahnya. Validasi isu dengan teknik analisis APKL dijelaskan 3.2. Setelah mendapatkan isu-isu yang ada di puskesmas dan wilyah kerja UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau maka tahapan selanjutnya adalah melakukan identifikasi analisa isu menggunakan metode APKL. Adapun penentuan isu dengan menggunakan metode APKL adalah sebagai berikut: a. Aktual, Artinya Isu atau pokok persoalan sedang terjadi atau akan terjadi dan sedang menjadi perbincaraan; b. Problematik, artinya isu yang menyimpang dari kondisi yang seharusnya, standar ketentuan yang menimbulkan kegelisahan yang perlu dicari penyebab dan pemecahannya; c. Kekhalayakan, Artinya isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup orang banyak; dan d. Kelayakan, artinya bersifat logis dan patut dibahas sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. Validasi isu – isu dengan teknik analisis APKL dijelaskan Tabel 3.2.


47 Tabel 3.2 Analisis Tapisan Isu dengan metode APKL No Isu Kriteria Penilaian Total Nilai Peringkat A P K L 1 Belum Optimalnya Identifikasi Pasien Lama di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 3 2 2 4 9 4 2 Belum Optimalnya Pengembalian Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Melalui Penyediaan SOP di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 3 3 3 3 12 2 3 Belum Optimalnya Pengelolaan Rekam Medis Melalui Pembuatan Treacer Untuk Pengendalian Berkas Rekam Medis Dari Ruang Poliklinik di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 4 5 4 5 18 1 4 Tidak adanya BALSAM (Buku Kendali Kesalahan Rekam Medis) Untuk Pencegahan Kesalahan Identifikasi Pasien Dan Mutu 3 3 2 3 11 3


48 Kelengkapan Pengisian Rekam Medis UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 5 Belum Terlaksananya Upaya Retensi Rekam Medis Pasien Lama di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 2 2 1 1 6 5 Adapun kriteria penetapan indikator APKL yaitu: Aktual 1. Pernah benar-benar terjadi; 2. Benar-benar sering terjadi; 3. Benar-benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan; 4. Benar-benar terjadi terkadang menjadi bahan pembicaraan; dan 5. Benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan. Problematik 1. Masalah sederhana; 2. Masalah kurang komplek; 3. Masalah cukup komplek namun tidak perlu segera di carikan solusi; 4. Masalah komplek; dan


49 5. Masalah sangat komplek sehingga perlu segera solusinya. Kekhalayakan 1. Tidak menyangkut hidup orang banyak; 2. Sedikit menyangkut hidup orang banyak; 3. Cukup menyangkut hidup orang banyak; 4. Menyangkut hidup orang banyak; dan 5. Sangat menyangkut hidup orang banyak. Kelayakan 1. Masuk akal; 2. Realistis; 3. Cukup masuk akal dan realistis; 4. Masuk akal dan realistis; dan 5. Masuk akal, realistis, dan relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalah. Isu – isu yang telah dianalisis dengan teknik analisis APKL akan menghasilkan isu mana yang memenuhi syarat atau layak diangkat menjadi isu permasalahan, berdasarkan Tabel 3.1 didapatkan 3 isu yang memenuhi syarat atau layak, kemudian ketiga isu permasalahan tersebut nantinya akan ditentukan isu mana yang menjadi prioritas dengan menggunakan teknik analisis USG (Urgency, Seriousness, and Growth). Teknik analisis USG merupakan alat analisis yang digunakan untuk menyusun urutan prioritas yang penting, serius, dan berkembang untuk diselesaikan. Isu yang memiliki total skor tertinggi merupakan isu prioritas. Cara menggunakan metode USG adalah dengan menentukan nilai tingkat urgensi, keseriusan, dan perkembangan masalah pada masing-masing masalah pokok dengan memberikan skala


50 nilai 1-5 (keterangan: 5 = sangat besar, 4 = besar, 3 = sedang, 2 = kecil, 1 = sangat kecil). Tiga komponen dalam metode USG berikut: 1. Urgency, berarti seberapa mendesaknya masalah tersebut untuk diselesaikan berkaitan dengan dimensi waktu; 2. Seriousness, mengacu pada penyelesaian masalah dikaitkan dengan kaitan dengan akbat yang bisa menimbulkan masalah baru; 3. Growth, berkaitan dengan kemungkinan berkembang memburuknya kalua tidak diselesaikan. Sehingga diperoleh isu prioritas untuk diselesaikan permasalahannya sesuai tabel 3.3. Tabel 3.3 Analisis Isu Menggunakan Kriteria USG NO ISU Faktor Prioritas Peringkat U S G 1 Belum Optimalnya Identifikasi Pasien Lama di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 4 3 4 11 4 2 Belum Optimalnya Pengembalian Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Melalui Penyediaan SOP di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 4 4 4 12 2 3 Belum Optimalnya Pengelolaan Rekam


51 Medis Melalui Pembuatan Treacer Untuk Pengendalian Berkas Rekam Medis Dari Ruang Poliklinik di UPT Puskesmas Bahaur Tengah 4 5 5 14 1 4 Tidak adanya BALSAM (Buku Kendali Kesalahan Rekam Medis) Untuk Pencegahan Kesalahan Identifikasi Pasien Dan Mutu Kelengkapan Pengisian Rekam Medis UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 4 4 4 12 3 5 Belum Terlaksananya Upaya Retensi Rekam Medis Pasien Lama di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 3 3 4 10 5 Adapun kriteria penetapan indikator USG, yaitu: Urgency: 1. Tidak penting; 2. Kurang penting; 3. Cukup penting; 4. Penting; dan 5. Sangat penting. Seriousness: 1. Akibat yang ditimbulkan tidak serius; 2. Akibat yang ditimbulkan kurang serius; 3. Akibat yang ditimbulkan cukup serius; 4. Akibat yang ditimbulkan serius; dan


52 5. Akibat yang ditimbulkan sangat serius. Growth: 1. Tidak berrkembang; 2. Kurang berkembang; 3. Cukup berkembang; 4. Berkembang; dan 5. Sangat berkembang. Berdasarkan penetapan isu prioritas menggunakan metode USG, ditetapkan isu yang diangkat untuk pelaksanaan kegiatan aktualisasi yaitu Belum Optimalnya Pengelolaan Rekam Medis Melalui Pembuatan Treacer Untuk Pengendalian Berkas Rekam Medis Dari Ruang Poliklinik di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. 3.3.3 Analisis Penyebab Isu Dari sejumlah isu yang telah dianalisis dengan teknik tapisan, selanjutnya dilakukan analisis secara mendalam untuk mengetahui penyebab terjadinya isudengan menggunakan teknik analisis diagram Fishbone. Diagram Fishbone akan mengidentifikasi berbagai sebab potensial dari satu efek atau masalah. Masalah tersebut akan dipecah menjadi sejumlah kategori yang berkaitan mencakup Manusia, materials (bahan), Metode, dan skills (keterampilan). Hasil analisis menggunakan diagram Fishbone dapat dilihat pada Gambar 3.6.


5 Gambar 3.6 Analisis Penyebab


3 b Isu dengan Diagram Fishbone


54 Berdasarkan hasiL analisis diagram fishbone diatas yakni Belum Optimalnya Pengelolaan Rekam Medis Melalui Pembuatan Treacer Untuk Pengendalian Berkas Rekam Medis Dari Ruang Poliklinik di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau, maka dapat di identifikasi bahwa isu strategis yang terjadi yakni disebabkan beberapa faktor. Faktor penghambat diantaranya adalah: 1. Manusia - Sumber daya manusia rekam medis terbatas. 2. Material - Rak penyimpanan rekam medis terbatas. 3. Method - Prosedur kerja kurang optimal. 4. Skill - Kurangnya pengetahuan petugas menggunai penggunaan treacer. - Kurangnya inovasi ntuk melakukan penggunaan treacer rekam medis 3.3.4 Gagasan Penyelesaian Isu Setelah menganalisis dari munculnya isu yang diangkat dan mengetahui bahwa penyebab dari isu tersebut yaitu masih kurangnya inisiatif petugas untuk melaksanakan penggunaan treacer. Maka perlu di lakukan optimalisasi peningkatan pemahaman petugas dengan melakukan tahapan berikut: 1. Meminta Persetujuan Kepada Atasan Atasan untuk Melaksanakan Kegiatan Aktualisasi dan Melakukan Konsultasi dengan Mentor;


55 2. Membuat SOP penggunaan treacer; 3. Melakukan sosialisasi dan persamaan persepsi dengan rekan sejawat terkait tentang penggunaan treacer dan penerapan SOP penggunaan treacer di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau; 4. Berkordinasi dengan bagian pengadaan untuk ketersediaan treacer; 5. Melakukan monitoring dan evaluasi penerapan SOP penggunaan treacer pada rekam medis; 6. Menyusun laporan hasil aktualisasi. 3.3.5 Rancangan Kegiatan dan Tahapan Kegiatan Aktualisasi Pada rancangan kegiatan, masing-masing kegiatan disusun ke dalam tahapan kegiatan dengan dikaitkan pada materi Agenda II yaitu nilai-nilai dasar BerAKHLAK dan materi Agenda III (Manajemen ASN dan SMART ASN). Tahapan kegiatan dan kegiatan rancangan aktualisasi dapat dilihat pada Tabel 3.4. Tabel 3.4 Rancangan Kegiatan dan Tahapan Kegiatan No Kegiatan Tahap Kegiatan 1 Meminta persetujuan kepada atasan untuk melaksanakan kegiatan Aktualisasi dan melakukan konsultasi dengan mentor - Membuat jadwal pertemuan dengan atasan untuk memohon ijin persetujuan kegiatan aktualisasi unit kerja - Membuat surat ijin persetujuan


56 kegiatan kepimpinan - Membuat jadwal konsultasi dengan mentor - Melaksanakan konsultasi dengan mentor terkait isuisu dan rancangan kegiatan aktualisasi 2 Membuat SOP penggunaan Treacer - Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor mengenai rancangan pembuatan SOP penggunaan treacer - Menyusun prosedur penggunaan treacer - Menyampai draf SOP kepada Kepala Puskesmas dan meminta saran dan masukan dalam pembuatan SOP penggunaan treacer - Meminta arahan dan masukan kepada rekan kerja dalam pembuatan SOP penggunaan treacer - Membuat dan mencetak SOP penggunaan treacer - Meminta persetujuan Kepala Puskesmas dan pengesahan SOP penggunaan treacer dengan menandatangani SOP penggunaan treacer


57 3 Melakukan sosialisasi dan persamaan persepsi dengan rekan sejawat terkait tentang penggunaan treacer dan penerapan SOP penggunaan treacer di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau; - Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor dalam rencana kegiatan sosialisasi dan persamaan presepsi dengan rekan sejawat untuk penerapan SOP penggunaan treacer - Menyiapkan materi Kegiatan dan jadwal kegiatan - Menyampaikan rencana kegiatan kepada rekan sejawat di UPT Puskesmas Bahaur Tengah - Melaksanakan kegiatan sosialisasi dan persamaan presepsi dalam penerapan dan penggunaan treacer sesuai SOP - Membagikan serta menempel SOP penggunaan treacer di ruang penyimpanan rekam medis / filing 4 Berkordinasi dengan bagian pengadaan untuk ketersediaan treacer - Berkonsultasi dengan mentor mengenai rencana kegiatan - Menyampaikan rencana kepada rekan kerja yang terlibat dan membuat jadwal pelaksanan - Melaksanakan kegiatan


58 berkoordinasi dengan bagian pengadaan guna tersedianya stok treacer rekam medis pada ruang penyimpanan 5 Melakukan monitoring dan evaluasi penerapan SOP penggunaan treacer pada rekam medis - Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor dalam pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi penerapan SOP penggunaan treacer - Melaksanakan monitoring dan pengawasan penerapan SOP penggunaan treacer oleh petugas rekam medis - Melakukan evaluasi penerapan SOP penggunaan treacer pada petugas rekam medis 6 Menyusun laporan hasil aktualisasi - Melakukan konsultasi dengan mentor - Melakukan konsultasi dengan coach - Mencetak laporan aktualisasi


5 3.3.6 Matrik Rancangan Aktualisasi RANCA PELATIHAN DASAR C Unit Kerja : UPT Identifikasi Isu : 1. B P K 2. B R B 3. B P M T P


9 ANGAN AKTUALISASI CPNS KABUPATEN PULANG PISAU TAHUN 2023 Puskesmas Bahaur Tengah Belum Optimalnya Identifikasi Pasien Lama di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. Belum Optimalnya Pengembalian Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Melalui Penyediaan SOP di UPT Puskesmas Bahaur Tengah. Belum Optimalnya Pengelolaan Rekam Medis Melalui Pembuatan Treacer Untuk Pengendalian Berkas Rekam Medis Dari Ruang Poliklinik di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau.


6 4. T M D P K 5. B L K Isu Yang Diangkat : Belum Pemb Dari Keca Gagasan Pemecahan Isu : Meng Pemb Dari Keca


0 Tidak adanya BALSAM (Buku Kendali Kesalahan Rekam Medis) Untuk Pencegahan Kesalahan Identifikasi Pasien Dan Mutu Kelengkapan Pengisian Rekam Medis UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. Belum Terlaksananya Upaya Retensi Rekam Medis Pasien ama di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. m Optimalnya Pengelolaan Rekam Medis Melalui buatan Treacer Untuk Pengendalian Berkas Rekam Medis Ruang Poliklinik di UPT Puskesmas Bahaur Tengah amatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. goptimalisasi Pengelolaan Rekam Medis Melalui buatan Treacer Untuk Pengendalian Berkas Rekam Medis Ruang Poliklinik di UPT Puskesmas Bahaur Tengah amatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau.


6 Tabel 3.5 Matrik NO Kegiatan Tahapan Kegiatan Outp 1 Meminta persetujuan kepada atasan untuk melaksanakan kegiatan Aktualisasi dan melakukan konsultasi dengan mentor. 1. Membuat jadwal pertemuan dengan atasan untuk memohon izin persetujuan kegiatan aktualisasi. 2. Membuat surat izin persetujuan kegiatan ke pimpinan. 3. Membuat jadwal dan konsultasi dengan mentor. 4. Menyiapkan bahan, materi mengenai isu dan rancangan kegiatan aktualisasi yang akan dikonsultasikan. a. Terl pert den Pus b. Terb izin pers mela keg dita oleh c. Ada mas sara men d. Ters draf mat kons


1 ks Rancangan Aktualisasi tput/Hasil Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi Penguatan Terhadap Nilai-Nilai Organisasi aksananya temuan gan Kepala skesmas. bitnya surat setujuan aksanakan iatan yang ndatangani h pimpinan. anya sukan dan an dari ntor. sedianya ft bahan eri sultasi. - Berorientasi pelayanan: Menyiapkan Bahan untuk dikonsultasikan kepada pimpinan dengan cekatan dan solutif. - Akuntabel: saya akan menyiapkan bahan konsultasi dengan penuh tanggung jawab dan akan dengan Teliti mencatat semua masukan dan saran dari pimpinan. - Kompeten: dalam melakukan konsultasi dan membuat surat izin persetujuan saya akan melakukannya dengan kualitas terbaik yang saya miliki. Dengan terlaksanany a kegiatan ini maka dapat mewujudkan Misi kabupaten Pulang Pisau yakni pada poin dua yaitu peningkatan kualitas SDM. Pelaksanaan kegiatan ini yang didasarkan pada nilai – nilai dasar ASN dan nilai kedudukan dan peran ASN dalam NKRI dengan memperkuat nilai: - Integritas. - Nasionalis me. - Profesion alisme. - Hospitality. - Inovatif. - Akuntabel.


6


2 - Harmonis: disaat saya meminta arahan dan persetujuan dari mentor, maka saya akan menerima masukan dan menghargai setiap saran yang diberikan tanpa memandang latar belakang mentor saya. - Loyal: berpegang teguh pada komitmen pada saat saya menjalankan tugas yang diberikan oleh pimpinan ataupun mentor. - Adaptif: pada saat saya melakukan konsultasi, saya akan menerima apapun saran yang telah diberikan oleh mentor apabila ada perubahan terhadap masalah yang dikonsultasikan dan akan bersikap


6


3 proaktif dalam mengembangkan kreatifitas. - Kolaboratif: Berdiskusi dengan mentor untuk mendapatkan sebuah kesepakatan dan tujuan yang ingin dicapai. - SMART ASN (Integritas): tepat waktu pada saat ingin bertemu dengan pimpinan . - SMART ASN (Nasionalisme): pada saat menggunakan bahasa yang mudah dipahami kepada pimpinan yaitu bahasa Indonesia . - SMART ASN (Profesionalisme ): menjalankan saran atau masukan dari mentor dengan sebaik -baiknya dan


6 2 Membuat SOP penggunaan Treacer. 1. Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor mengenai rancangan pembuatan SOP penggunaan treacer. 2. Menyusun prosedur penggunaan treacer. 3. Menyampaikan draf SOP kepada Kepala a. Ada mas sara men b. Ters mat untu pem SOP


4 penuh dengan tanggung jawab. - SMART ASN (Digital Skills): disini saya menggunakan laptop, hp, dan app MS Office untuk menyiapkan bahan Konsultasi. - Manajemen ASN: Profesional tidak memaksakan kehendak dalam menyampikan tujuan kita kepada pimpinan dan ramah dalam bertutur kata kepada saat bertemu dengan pimpinan. anya sukan dan an dari ntor sedianya eri bahan uk mbuatan P - Berorientasi pelayanan: Menyampaikan rencana pembuatan SOP kepada pimpinan, mentor dan rekan kerja dengan ramah dan menyiapkan bahan draf SOP yang akan di Dengan terlaksanany a kegiatan ini maka dapat mewujudkan Misi kabupaten Pulang Pisau yakni pada poin dua yaitu Pelaksanaan kegiatan ini yang didasarkan pada nilai – nilai dasar ASN dan nilai kedudukan dan peran ASN dalam


6 Puskesmas dan meminta saran dan masukan dalam pembuatan SOP penggunaan treacer . 4. Meminta arahan dan masukan kepada rekan kerja dalam pembuatan SOP penggunaan treacer. 5. Membuat dan mencetak SOP penggunaan treacer. 6. Meminta persetujuan Kepala Puskesmas dan pengesahan SOP penggunaan treacer dengan menandatangani SOP penggunaan treacer. pen trea c. Ada dan dari pus dan untu pela pem SOP pen trea d. Ada dan dari kerja pem SOP pen trea e. Ters SOP pen trea f. Disa SOP pen trea


5 ggunaan acer. anya saran masukan kepala kesmas adanya ijin uk aksanaan mbuatan P ggunaan acer. anya saran masukan rekan a dalam mbuatan P ggunaan acer. sedianya P ggunaan acer. ahkannya P ggunaan acer oleh konsultasikan ke pimpinan dengan solutif dan cekatan. - Akuntabel: menyiapkan bahan materi pembuatan SOP SOP penggunaan treacer dan draf SOP penggunaan treacer dengan tekun dan penuh Tanggung jawab. - Kompeten: Teliti dalam proses pengetikkan agar tidak ada kesalahan dalam pengetikkan SOP penggunaan treacer. - Harmonis: Sopan dan santun dalam menyampaikan rencana pembuatan SOP kepada pimpinan, mentor dan rekan kerja yang terlibat, serta menerima dan menghargai masukan peningkatan kualitas SDM. NKRI dengan memperkuat nilai: - Integritas. - Nasionalis me. - Profesion alisme. - Hospitality. - Inovatif. - Akuntabel.


6 kepa pus mak suda digu petu


6 ala kesmas ka treacer ah dapat unakan oleh ugas. dan saran yang diberikan pimpinan dan rekan kerja tampa memandang latar belakangnya - Loyal: Efektif dan efisien, hasil dapat dipertanggung jawabkan - Adaptif: Tepat waktu dalam menyelesaikan pembuatan SOP penggunaan treacer. - Kolaboratif: terbuka dengan saran dan masukan yang di terima serta bekerja sama dengan rekan kerja dalam pembuatan SOP penggunaan treacer untuk menghasilkan bersama nilai tambah SOP penggunaan treacer yang baik dan tepat. - SMART ASN (Integritas): berperilaku sesuai


6


7 dengan norma, etika dan jujur dalam penyampaian usulan pembuatan SOP penggunaan treacer dan bertanggung jawab atas rencana yang akan dilakukan (Nasionalisme): pada saat menyampaikan rencan kepada mentor, kepala puskesmas dan rekan kerja selalu menggunakan bahasa bahasa Indonesia (profesional) Mengerjakan SOP dengan mengerahkan kemampuan yang ada. - SMART ASN (Digital Skills): dalam pengetikan SOP penggunaan treacer memanfaat aplikasi Ms office word . - Manajemen ASN: Melaksanakan


6 3 Melakukan sosialisasi dan persamaan persepsi dengan rekan sejawat terkait tentang penggunaan treacer dan penerapan SOP penggunaan treacer di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. 1. Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor dalam rencana kegiatan sosialisasi dan persamaan presepsi dengan rekan sejawat untuk penerapan SOP penggunaan treacer. 2. Menyiapkan materi Kegiatan dan jadwal kegiatan. 3. Menyampaikan rencana kegiatan kepada rekan sejawat di UPT Puskesmas Bahaur Tengah. 4. Melaksanakan kegiatan sosialisasi dan persamaan presepsi dalam penerapan dan penggunaan treacer sesuai SOP. a. Ada dan dari gun terla keg b. Ters bah aka sosi dan jadw pela keg c. Keh tem seja pela keg d. Tela keg terc pen


8 pembuatan Sop dengan profesional, substansi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. anya saran masukan mentor a aksananya iatan. sedianya an yang n di ialisasikan adanya wal aksanan iatan. hadiran an rekan awat dalam aksanaan iatan. aksananya iatan dan apainya yamaan - Berorientasi pelayanan: menyampaikan rencana sosialisasi dan penyamaan persepsi dengan mentor dan rekan kerja yang terlibat secara solutif, cekatan dan ramah. - Akuntabel: Jujur dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi dan persamaan persepsi. - Kompeten: Teliti dalam proses pembuatan materi kegiatan sosialisasi dan penyamaan persepsi guna tercapainya kesepatan bersama. Dengan terlaksanany a kegiatan ini maka dapat mewujudkan Misi kabupaten Pulang Pisau yakni pada poin dua yaitu peningkatan kualitas SDM. Pelaksanaan kegiatan ini yang didasarkan pada nilai – nilai dasar ASN dan nilai kedudukan dan peran ASN dalam NKRI dengan memperkuat nilai: - Integritas. - Nasionalis me. - Profesion alisme. - Hospitality. - Inovatif. - Akuntabel.


6 5. Membagikan serta menempel SOP penggunaan treacer di ruang penyimpanan rekam medis / filing. pen eps selu seja Pus Bah Ten pen SOP pen trea e. Mem kem bag untu men pen trea


9 dapat/pers i dengan uruh rekan awat di UPT skesmas haur gah dalam erapan P ggunaan acer. mberikan mudahan i petugas uk ngakses ggunaan acer. - Harmonis: sopan dan santun dalam menyampaikan rencana kegiatan kepada mentor dan rekan kerja yang terlibat. - Loyal: melakukan sosialisasi dan menyamakan persepsi dengan rekan sejawat dengan efektif dan efisien dan hasil yang didapat dapat dipertanggungjawabka n. - Adaftif: Dalam melaksankan sosialisasi dan penyamaan persepsi denagan rekan sejawat selalu bertindak proaktif. - Kolaboratif: Memberikan kesempatan kepada rekan sejawat untuk berkontribusi dalam kegiatan terbuka atas


7 4 Berkordinasi dengan bagian pengadaan untuk 1. Berkonsultasi dengan mentor mengenai rencana kegiatan. a. Ada mas sara men


0 kritik dan saran yang diberikan. - SMART ASN (Integritas): datang tepat waktu sebelum kegiatan dimulai. - SMART ASN (Nasionalisme): menggunakan bahasa Indonesia saat melaksanakan kegiatan. - SMART ASN ( Digital Skills ): menggunakan aplikasi Ms word dan Ms power point. - Manajemen ASN: Melaksanakan kegiatan dengan profesional, substansi sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. anya sukan dan an dari ntor. - Berorientasi pelayanan: Ramah dan cetakan dalam melakukan konsultasi Dengan terlaksanany a kegiatan ini maka dapat Pelaksanaan kegiatan ini yang didasarkan


7 ketersediaan treacer. 2. Menyampaikan rencana kepada rekan kerja yang terlibat dan membuat jadwal pelaksanan. 3. Melaksanakan kegiatan berkoordinasi dengan bagian pengadaan guna tersedianya stok treacer rekam medis pada ruang penyimpanan b. Ada koo den kerja terli men jadw keg c. Terl koo kete trea petu med Pus Bah Ten


Click to View FlipBook Version