The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LAPORAN FINAL AKTUALISASI RINA DESIARTI, A. Md. Kes

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rina Desiarti, 2023-06-19 11:23:50

LAPORAN FINAL AKTUALISASI RINA DESIARTI, A. Md. Kes

LAPORAN FINAL AKTUALISASI RINA DESIARTI, A. Md. Kes

109 Tahapan ketiga yaitu melaksanakan monitoring dan pengawasan penerapan SOP penggunaan treacer oleh petugas rekam medis dengan terlaksananya monitoring penggunaan treacer penulis dapat melihat perbandingan waktu lama pengambilan berkas rekam medis, waktu tunggu pasien, serta waktu pengembalian berkas rekam medis yang telah di pinjam dari ruang penyimpanan rekam medis. Gambar 4.21 Monitoring penerapan SOP penggunaan treacer Tahapan terakhir keempat yaitu melakukan evaluasi penerapan SOP penggunaan treacer pada petugas rekam medis di UPT Puskesmas Bahaur Tengah, petugas rekam medis telah melaksanakan penggunaan treacer dan dapat memonitoring berkas rekam medis yang belum kembali dari pada ruang penyimpanan rekam medis yang sudah keluar dari batas waktu pengembalian rekam medis yaitu 1 X 24 jam.


110 Gambar 4.22 Melaksanakan evaluasi Pada kegiatan ke 5 ini didapatkan output berupa adanya hasil evaluasi penggunaan dan penerapan SOP penggunaan treacer. b. Aktualisasi Substansi Nilai-Nilai Dasar ASN Pada Kegiatan Kegiatan ke-5 yang terdiri dari 4 tahapan kegiatan yang dalam pelaksanaannya memiliki keterkaitan dengan substansi mata pelatihan Nilai-nilai Dasar ASN. Sehingga dalam pelaksanaan kegiatan ke-5 penulis menerapkan nilai: 1. Berorientasi pelayanan: ramah dan cekatan dalam berkonsultasi dengan mentor; 2. Akuntabel: menyampaikan rencana monitoring dan evaluasi dengan mentor secara jujur dan bertanggung jawab; 3. Kompeten: melaksankan kegiatan monitoring dan evaluasi dengan kualitas terbaik; 4. Harmonis: menerima dan menghargai saran dan masukan dari mentor;


111 5. Loyal: melakukan monitoring dan evaluasi dengan epektif dan efisien, sehingga hasil yang di dapatkan dapat dipertanggung jawabkan; 6. Adaptif: dalam melakukan monitoring dan evaluasi selalu bertindak proaktif: 7. Kolaboratif: mengajak rekan sejawat untuk bersama melaksanakan kegiatan evaluasi dengan penuh tanggung jawab. c. Aktualisasi Substansi Kedudukan dan Peran ASN Pada Kegiatan Pada kegiatan ke-5 ini penulis menerapkan substansi kedudukan dan peran ASN dalam NKRI pada beberapa nilai sebagai berikut: 1. Manajemen ASN yakni melaksankan kegiatan dengan profesional, jujur, dan selalu menjaga nama baik instansi maupun rekan kerja. 2. Smart ASN meliputi: a. Integritas yakni tepat waktu dalam melaksankan monitoring dan evaluasi; b. Nasionalisme yakni dalam membuat evaluasi menggunakan Bahasa Indonesi dengan baik dan benar; c. Hospitality yakni bersikap ramah dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi kepada rekan sejawat. d. Kendala Yang Dihadapi Dan Solusi Dalam melaksanakan kegiatan ke-5 ini tidak ditemukan hambatan hal ini karena adanya kerjasama dari rekan


112 sejawat dalam melaksanakan kegiatan evaluasi dan waktu yang tersedia cukup untuk melakukan evaluasi walaupun terbatas. Dan semua tahapan bisa terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan. Dengan waktu pelaksanaan monitoring dan evaluasi penulis berusaha semaksimal mungkin melaksanakan tahapan, walau kenyataannya terbatas dari segi pasien dan waktu. e. Dampak positif dan negatif pelaksanaan kegiatan 1) Dampak positif: dengan adanya monitoring dan evaluasi maka dapat dilihat dan diukur pencapain/peningkatan pemahaman petugas dalam menggunakan treacer dan penerapan SOP penggunaan treacer. 2) Dampak negatif: jika tidak dilaksanakan maka kegiatan penerapan tidak dapat dilihat hasil apakah meningkat atau tidak. 6. Kegiatan – 6 ( Menyusun laporan hasil aktualisasi ) Kegiatan ke- 6 yakni menyusun laporan hasil kegiatan aktualisasi yang direncanakan pada tanggal 1 Juni 2023 hingga 6 Juni 2023 dapat terealisasi dan berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan. a. Deskripsi Kegiatan Kegiatan ke-5 ini memiliki 3 (tiga) tahapan kegiatan sebagai tahapan kegiatan penutup, yang mana tahapan kegiatan yang pertama yakni berkonsultasi dengan mentor, terkait penulisan laporan serta hasil dari kegiatan selama masa habituasi, sehingga mentor mengetahui semua proses maupun progres dari kegiatan aktualisasi. Konsultasi ini juga


113 dimaksudkan untuk mendapat saran dan perbaikan dari mentor selaku atasan langsung. Gambar 4.23 Berkonsultasi dengan mentor Adapun tahapan kedua yakni melakukan konsultasi dengan coach, terkait hasil laporan kegiatan aktualisasi yang telah dikonsulkan terlebih dahulu dengan mentor, sehingga coach dapat mengetahui proses maupaun progres dari kegiatan yang telah dilaksankan sesuai dengan rancangan aktualisasi yang telah dibuat. Konsultasi ini juga di maksudkan untuk mendapat saran dan perbaikan dari coach guna baiknya laporan kegiatan aktualisasi yang sesuai dengan format yang telah diberikan.


114 Gambar 4.24 Berkonsultasi dengan coach Tahapan kegiatan yang ke tiga yakni membuat bahan presentasi laporan aktualisasi yaitu membuat bahan presentasi kegiatan aktualisasi berupa power poin template (PPT) sebagai bahan pemaparan pada seminar laporan aktualisasi nantinya.


115 Gambar 4.25 Bahan tayang seminar Pada tahapan kegiatan ini didapatkan output yaitu laporan aktualisasi. b. Aktualisasi Substansi Nilai-Nilai Dasar ASN Pada Kegiatan Kegiatan ke-6 (Enam) memiliki 3 (Tiga) tahapan dalam pelaksanaannya memiliki keterkaitan dengan substansi mata pelatitan yakni Nilai-Nilai Dasar ASN. Sehingga dalam pelaksanaan kegiatan ke-6 penulis menerapkan nilai: 1. Berorientasi Pelayanan: menulis kegiatan aktualisasi dengan semaksimal mungkin dan melakukan perbaikan tampa henti dengan cekatan dan dapat di andalkan; 2. Akuntabel: menyusun laporan aktualisasi dengan jujur bertanggung jawab, disiplin, dan tepat waktu; 3. Kompeten: menyiapkan laporan secara epektif dan efisien serta membuat bahan presentasi kegiatan aktualisasi dengan kualitas terbaik; 4. Harmonis: menghargai saran dan masukan dari coach dan mentor, membuat bahan presentasi aktualisasi tanpa menggang rekan sejawat yang lain; 5. Loyal: menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dalam pengetikan laporan dan menjaga nama baik instansi; 6. Adaptif: saat melakukan konsultasi saya akan bersikap proaktif dan mengembangkan kreatifitas dalam membuat bahan presentasi aktualisasi kegiatan; 7. Kolaboratif: berdiskusi dengan coach dan mentor untuk mendapatkan hasil akhir dalam penyusunan laporan.


116 c. Aktualisasi Substansi Kedudukan Dan Peran ASN Pada Kegiatan Dalam kegiatan ke-6 ini penulis menerapkan substansi kedudukan dan peran ASN dalam NKRI pada beberpa nilai seperti: 1. Manajemen ASN yakni menyusun laporan aktualisasi sesuai dengan pediman yang ada berdiskusi dengan mentor untuk kesempurnaan penyusunan laporan aktualisasi, serta menyusun laporan aktualisasi penulis memberikan informasi secara benar dan percaya diri dengan hasis yang di kerjakan; 2. Smart ASN: a. Integritas yakni melaksanakan kegiatan aktualisasi tepat waktu dan membuat laporan tepat waktu; b. Digital Skills yakni dalam proses pembuatan laporan penulis menggunakan laptop, Ms. Office Word, Ms. Power Point. c. Nasionalisme yakni dalam menyusun laporan kegiatan aktualisasi penulis menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar; d. Hospitality yakni melakukan konsultasi dengan coach dan mentor dengan sopan, santun, dan ramah. d. Kendala Yang Dihadapi Dan Solusi Dalam pelaksanaan kegiatan ke-6 ini tidak ditemukan adanya kendala dan hambatan, hal ini dikarenakan oleh tersedianya waktu yang cukup untuk menbuat laporan aktualisasi serta sudah terlaksananya semua tahapan


117 kegiatan sesuai yang direncanakan sehingga penulisan laporan aktualisasi dapat berjalan dengan lancar. e. Dampak positif dan negative pelaksanaan kegiatan 1) Dampak positif: dengan melaksanakan konsultasi dengan coach dan mentor penyusunan laporan lebih terarah dengan adanya saran dan masukan sehingga laporan yang dihasilkan dapat mencakup semua yang materi dan kegiatan aktualisasi; 2) Dampak negatif tidak dilaksanakan: tidak terarahnya penyusunan laporan aktualisasi. 4.2 Pelaksanaan Monitoring dan Coaching Pelaksanaan kegiatan aktualisasi dengan menerapkan nilai-nilai dasar ASN, peran dan kedudukan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengoptimalkan pengelolaan rekam medis melalui pembuatan treacer untuk pengendalian berkas rekam medis dari ruang poliklinik di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. Suksesnya pelaksanan kegiatan aktualisasi selama OFF campus di dukung oleh peran serta Ibu Jeriana Dewi, A. Md. Keb selaku mentor yang meluangkan waktu dalam memantau jalannya tahapan yang dilakukan. Selama Off campus peserta melakukan 6 kali proses diskusi dan konsultasi tahapan serta penyusunan laporan aktualisasi. Dalam masa off campus peserta tidak hanya melakukan diskusi dengan mentor tapi juga melakukan konsultasi laporan aktualisasi dengan coach melalui pesan whatsaap dengan Bunda Linda Sandi, M.Pd dalam penyusunan laporan aktualisasi sehingga diharapkan dapat lebih memantapkan hasil evaluasi


118 kegiatan yang telah disusun sehingga siap untuk diseminarkan. 4.3 Pelaksanaan Habituasi Dengan diselesaikanya kegiatan aktualisasi ini dalam upaya Optimalisasi pengelolaan rekam medis melalui pembuatan treacer untuk pengendalian berkas rekam medis dari ruang poliklinik di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau maka penulis dapat menarik suatu kesimpulan yakni tujuan utama pelaksanaan aktualisasi untuk mengoptimalisasi penggunaan treacer oleh petugas rekam medis guna pengendalian berkas rekam medis demi meningkatkan mutu pelayanan rekam medis di UPT Puskesmas Bahaur Tengah. Setelah penulis melakukan aktualisasi dalam rangka mengoptimalkan penggunaan treacer pada petugas rekam medis dengan memperhatikan penerapan SOP penggunaan treacer terbukti mengalami peningkatan dengan cukup baik. Tabel monitoring penggunaan treacer Rekam Medis di UPT Puskesmas Bahaur Tengah dapat dilihat sebagai berikut. Tabel 4.1 Monitoring Evaluasi Kegiatan SEBELUM MENGGUNAKAN TREACER NO NOMOR REKAM MEDIS LAMA WAKTU PENGAMBILAN RM 1 327 50 Detik 2 228 45 Detik NO NOMOR REKAM MEDIS LAMA WAKTU PENGEMBALIAN RM 1 327 3 X 24 Jam 2 228 4 x 24 Jam


119 SETELAH MENGGUNAKAN TREACER NO NOMOR REKAM MEDIS LAMA WAKTU PENGAMBILAN RM 1 886 20 Detik 2 198 25 Detik NO NOMOR REKAM MEDIS LAMA WAKTU PENGEMBALIAN RM 1 886 1 X 24 Jam 2 198 1 x 24 Jam Dengan telah dilaksanakannya kegiatan aktualisasi dengan menerapkan nilai-nilai dasar BerAKHLAK, peran dan kedudukan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Optimalisasi pengelolaan rekam medis melalui pembuatan treacer untuk pengendalian berkas rekam medis dari ruang poliklinik di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. Hasil monitoring dan evaluasi penggunaan treacer pada rekam medis UPT Puskesmas Bahaur Tengah dapat diterapkan dengan sangat baik oleh petugas rekam medis, sehingga mengurangi keterlambatan dalam melaksanakan pelayanan pendaftaran dengan waktu tunggu pasien, mengurangi terjadinya missfile dan double rekam medis, lama waktu pengambilan berkas rekam medis, serta ketepatan waktu dalam pengembalian rekam medis kedalam ruang penyimpanan rekam medis sehingga berkas rekam medis sudah tersedia dan tersusun dengan baik dalam rak penyimpanan rekam medis. Dengan menerapkan SOP penggunaan treacer dalam melaksanakan tugas perekam medis menujukkan maka, tujuan pada Bab 1 berhasil tercapai. Hal ini dapat dilihat dari terlaksananya tiap tahapan kegiatan aktualisasi yang telah disusun dan minimnya hambatan yang terjadi. Selain itu setelah dilaksanakannya kegiatan aktualisasi dalam penerapan


120 penggunaan treacer dan melakukan monitoring serta evaluasi terlihat para petugas rekam medis lebih disiplin dalam menggunakan treacer dan bertanggung jawab atas ketersediaannya berkas rekam medis pasien di Rekam Medis UPT Puskesmas Bahaur Tengah demi optimalnya pelayanan kepada pasien dan mutu pelayanan semakin meningkat. Sehingga dalam pelaksanaan kegiatan dapat berjalan efektif dan efisisen dan lebih terarah dalam mengoptimalkan penggunaan treacer oleh petugas rekam medis. 4.4 Kemanfaatan Pada kegiatan aktualisasi ini diharapkan bisa memberi mamfaat yang baik bagi penulis, organisasi, petugas rekam medis, dan masyarakat sehingga pelayanan rekam medis semakin bermutu. Tabel 4.2 Kemanfaatan Aktualisasi No Kegiatan Status Pelaksanaan Keterangan 1 Meminta persetujuan kepada atasan untuk melaksanakan kegiatan Aktualisasi dan melakukan konsultasi dengan mentor. Terealisasi Kegiatan mendapatkan respon positif dan berjalan dengan sangat lancar 2 Membuat SOP penggunaan Treacer. Terealisasi Kegiatan berjalan dengan sangat baik 3 Melakukan sosialisasi dan persamaan persepsi dengan rekan sejawat terkait tentang penggunaan treacer dan penerapan SOP penggunaan treacer di UPT Puskesmas Terealisasi Kegiatan berjalan dengan lancar dan petugas rekam medis mudah memahami dan melaksanakannya


121 Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. 4 Berkordinasi dengan bagian pengadaan untuk ketersediaan treacer. Terealisasi Kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat persetujuan yang baik 5 Melakukan monitoring dan evaluasi penerapan SOP penggunaan treacer pada rekam medis. Terealisasi Kegiatan berjalan dengan lancar dan petugas farmasi melaksanakan kegiatan dengan baik sesuai SOP 6 Menyusun laporan hasil aktualisasi. Terealisasi Kegiatan berjalan dengan lancar


122 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan aktualisasi yang telah dilakukan di UPT Puskesmas Bahaur Tengah dengan judul “Optimalisasi Pengelolaan Rekam Medis Melalui Pembuatan Treacer Untuk Pengendalian Berkas Rekam Medis Dari Ruang Poliklinik Di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau“ dengan menerapkan nilai-nilai Dasar ASN yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (BerAKHLAK) maka di dapat kesimpulan bahwa: a. Melalui aktualisasi dapat meningkatkan kinerja ASN sehingga menjadi pembiasaan dalam melaksanakan tugas dan teraktualisasinya nilai-nilai dasar BerAKHLAK dan kedudukan dan peran ASN dalam melaksanakan tugas pokok penulis sebagai perekam medis terampil di UPT Puskesmas Bahaur Tengah; b. Meningkatnya kesadaran penggunaan treacer di rekam medis UPT Puskesmas Bahaur Tengah dengan melakukan sosialisasi dan persamaan persepsi dengan rekan sejawat; c. Melalui pembuatan SOP penggunaan treacer dan penerapan SOP penggunaan treacer dapat memberi dampak positif pada tenaga rekam medis agar terbiasa melakukan pelayanan yang sesuai standar; d. Dengan menerapkan penggunaan treacer sesuai standar mampu meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan rekam medis;


123 e. Terwujudnya Optimalisasi pengelolaan rekam medis melalui pembuatan treacer untuk pengendalian berkas rekam medis dari ruang poliklinik di UPTPuskesmas Bahaur Tengah. 5.2 Rencana Tindak Lanjut Setelah pelaksanaan kegiatan aktualisasi “Optimalisasi Pengelolaan Rekam Medis Melalui Pembuatan Treacer Untuk Pengendalian Berkas Rekam Medis Dari Ruang Poliklinik Di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau“ maka rencana tindak lanjut yang dilakukan yaitu: a. Melakukan penerapan SOP penggunaan treacer secara berkelanjutan dalam memberi pelayanan rekam medis di UPT Puskesmas Bahaur Tengah; b. Terus memastikan kegiatan pelayanan rekam medis sesuai SOP dengan bersama petugas rekam medis dalam melakukan pengawasan; c. Bersama-sama rekan sejawat di ruangan untuk melaksankan pengelolaan berkas rekam medis dengan melakukan pencatan treacer sebagai penggati rekam medis yang keluar pada ruang penyimpanan rekam medis. 5.3 Saran Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan penulis dpat memberikan saran yakni : a. Kepada UPT Puskesmas Bahaur Tengah terkhusus kepada tenaga rekam medis agar selalu menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan sehingga kualitas pelayanan rekam medis semakin lebih baik sesuai visi dan misi UPT Puskesmas Bahaur Tengah;


124 b. Bagi penulis terus menerapkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK yang telah dipelajari kedalam tugas sebagai seorang petugas rekam medis sehingga materi ini tidak hanya melekat di ingatan saja namun melekat dalam sikap dan perilaku sehari-hari dalam melaksankan pelayanan rekam medis; c. Dalam penyusunan laporan aktualisasi harus memperhatikan bimbingan dari coach dan mentor adalah hal wajib untuk mendukung kesuksesan dalam aktualisasi sehingga dapat dilaksankan dengan baik dan benar.


125 DAFTAR PUSTAKA Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Berorientasi Pelayanan: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Akuntabel: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Kompeten: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Harmonis: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi NegaraRepublik Indonesia Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Loyal: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Adaptif: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Kolaboratif: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia


126 Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Manajemen ASN: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia


127 PROFIL PESERTA Nama : Rina Desiarti, A. Md. Kes. NIP : 199612022022032014 Jenis Kelamin : Perempuan Tempat/Tanggal Lahir : Kuala Kapuas, 02 Desember 1996 Alamat : Jl. Barito GG. VIIC NO. 107 RT/RW 008/002 Kelurahan Selat Hulu Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas Pendidikan Terakhir : D III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Pangkat/Golongan : Pengatur / IIC Jabatan : Terampil - Perekam Medis Unit Kerja : UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah Narahubung : 085389653508/[email protected]


128 LAMPIRAN


129 Lampiran 1. Surat Ijin Pelaksanaan Aktualisasi


130 Lampiran 2. Treacer


131


132 Lampiran 3. Undangan Sosialisasi


133 Lampiran 4. Daftar Hadir Sosialisasi


134 Lampiran 5. Lembar Konsultasi Mentor


135


136


137


138


139


14 Lampiran 6. Laporan Mingguan Kegiatan - 1 : Meminta persetujuan kepada atasan untuk mela RANCANGAN AKTUALISASI KOLOM URAIAN W 1 2 1 Tahapan Kegiatan 1.1 Membuat jadwal pertemuan dengan atasan untuk memohon izin persetujuan kegiatan aktualisasi. 18 A 1.2 Membuat surat izin persetujuan kegiatan ke pimpinan. 26 A 1.3 Membuat jadwal dan konsultasi dengan mentor 27 A 1.4 Menyiapkan bahan, materi mengenai isu dan rancangan kegiatan aktualisasi yang akan dikonsultasikan. 28A Ap 2 Output/Hasil Kegiatan 2.1 Terlaksananya pertemuan dengan Kepala Puskesmas. 18 A 2.2 Terbitnya surat izin persetujuan melaksanakan kegiatan yang ditandatangani oleh pimpinan. 26 A 2.3 Adanya masukan dan saran dari mentor. 27 A 2.4 Tersedianya draft bahan materi konsultasi. 28A Ap Dokumentasi.


40 aksanakan kegiatan Aktualisasi dan melakukan konsultasi dengan mentor CAPAIAN AKTUALISASI WAKTU TERCAP AI TIDAK TERCAPAI/ MELEBIHI RENCANA KETERANGAN TIDAK TERCAPAI/MELEBIHI RENCANA 3 4 5 6 April 2023 √ X April 2023 √ X April 2023 √ X April s/d 29 pril 2023 √ X April 2023 √ X April 2023 √ X April 2023 √ X April s/d 29 pril 2023 √ X


14 Gambar 1. Meminta ijin kepada kepala puskesmas untuk kegiatan aktualisasi dan habituasi di UPT Puskesmas Bahaur Tengah. Gambar 2. Surat Ijin Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi.


41 √ √ X X


14 Gambar 3. Menyiapkan bahan konsultasi dengan mentor. Gambar 4. Berkonsultasi dengan mentor.


42 √ √ X X


14 3 Keterkaitan Dengan Substansi Mata Pelatihan 3.1 Berorientasi pelayanan: Menyiapkan Bahan untuk dikonsultasikan kepada pimpinan dengan cekatan dan solutif. 3.2 Akuntabel: saya akan menyiapkan bahan konsultasi dengan penuh tanggung jawab dan akan dengan Teliti mencatat semua masukan dan saran dari pimpinan. 3.3 Kompeten: dalam melakukan konsultasi dan membuat surat izin persetujuan saya akan melakukannya dengan kualitas terbaik yang saya miliki. 3.4 Harmonis: disaat saya meminta arahan dan persetujuan dari mentor, maka saya akan menerima masukan dan menghargai setiap saran yang diberikan tanpa memandang latar belakang mentor saya. 3.5 Loyal: berpegang teguh pada komitmen pada saat saya menjalankan tugas yang diberikan oleh pimpinan ataupun mentor. 3.6 Adaptif: pada saat saya melakukan konsultasi, saya akan menerima apapun saran yang telah diberikan oleh mentor apabila ada perubahan terhadap masalah yang dikonsultasikan dan akan bersikap proaktif dalam mengembangkan kreatifitas. 3. 7 Kolaboratif: Berdiskusi dengan mentor untuk mendapatkan sebuah kesepakatan dan tujuan yang ingin dicapai. 4 Kontribusi Terhadap Capaian Visi Misi Organisasi 4.1 Dengan terlaksananya kegiatan ini maka


43 - √ X - √ X - √ X - √ X - √ X - √ X - √ X - √ X


14 dapat mewujudkan Misi kabupaten Pulang Pisau yakni pada poin dua yaitu peningkatan kualitas SDM. 5 Penguatan Terhadap Nilai-nilai Organisasi 5.1 Pelaksanaan kegiatan ini yang didasarkan pada nilai – nilai dasar ASN dan nilai kedudukan dan peran ASN dalam NKRI dengan memperkuat nilai: - Integritas. - Nasionalisme. - Profesionalisme. - Hospitality. - Inovatif. - Akuntabel. CATATAN COACH ;


44 - √ X


14 Kegiatan - 2 : Membuat SOP penggunaan Treacer. RANCANGAN AKTUALISASI KOLOM URAIAN W 1 2 1 Tahapan Kegiatan 1.1 Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor mengenai rancangan pembuatan SOP penggunaan treacer. 2 M 1.2 Menyusun prosedur penggunaan treacer. 3 M 1.3 Menyampaikan draft SOP kepada Kepala Puskesmas dan meminta saran dan masukan dalam pembuatan SOP penggunaan treacer. 4 M 1.4 Meminta arahan dan masukan kepada rekan kerja dalam pembuatan SOP penggunaan treacer. 5 M 2 Output/Hasil Kegiatan 2.1 Adanya masukan dan saran dari mentor. 2 M 2.2 Tersedianya materi bahan untuk pembuatan SOP penggunaan treacer. 3 M 2.3 Adanya saran dan masukan dari kepala puskesmas dan adanya ijin untuk pelaksanaan pembuatan SOP penggunaan treacer. 4 M 2.4 Adanya saran dan masukan dari rekan kerja dalam pembuatan SOP penggunaan treacer. 5 M


45 CAPAIAN AKTUALISASI WAKTU TERCAP AI TIDAK TERCAPAI/ MELEBIHI RENCANA KETERANGAN TIDAK TERCAPAI/MELEBIHI RENCANA 3 4 5 6 Mei 2023 √ X Mei 2023 √ X Mei 2023 √ X Mei 2023 √ X Mei 2023 √ X Mei 2023 √ X Mei 2023 √ X Mei 2023 √ X


14 Dokumentasi Gambar 1. Berkordinasi dengan Mentor / Kepala Puskesmas.


46 √ √ X X


14 Gambar 2. Menyiapkan Bahan Pembuatan SOP. Gambar 3. Menyiapkan Bahan Draft Pembuatan SOP Penggunaan Treacer.


47 √ √ X X


14 Gambar 4. Meminta masukan dari rekan kerja dalam pembuatan SOP Penggunaan Treacer. 3 Keterkaitan Dengan Substansi Mata Pelatihan 3.1 Berorientasi pelayanan: Menyampaikan rencana pembuatan SOP kepada pimpinan, mentor dan rekan kerja dengan ramah dan menyiapkan bahan draf SOP yang akan di konsultasikan ke pimpinan dengan solutif dan cekatan. 3.2 Akuntabel: menyiapkan bahan materi pembuatan SOP SOP penggunaan treacer dan draf SOP penggunaan treacer dengan tekun dan penuh Tanggung jawab. 3.3 Kompeten: Teliti dalam proses pengetikkan agar tidak ada kesalahan dalam pengetikkan SOP penggunaan treacer. 3.4 Harmonis: Sopan dan santun dalam menyampaikan rencana pembuatan SOP kepada pimpinan, mentor dan rekan kerja yang terlibat, serta menerima dan menghargai masukan dan saran yang diberikan pimpinan dan rekan kerja tampa memandang latar belakangnya. 3.5 Loyal: Efektif dan efisien, hasil dapat dipertanggung jawabkan. 3.6 Adaptif: Tepat waktu dalam menyelesaikan pembuatan SOP penggunaan treacer . 3.7 Kolaboratif: terbuka dengan saran dan masukan yang di terima serta bekerja sama dengan rekan kerja dalam pembuatan SOP penggunaan treacer untuk menghasilkan


48 - √ X - √ X - √ X - √ X - √ X - √ X - √ X


14 bersama nilai tambah SOP penggunaan treacer yang baik dan tepat. 3.8 SMART ASN (Integritas): berperilaku sesuai dengan norma, etika dan jujur dalam penyampaian usulan pembuatan SOP penggunaan treacer dan bertanggung jawab atas rencana yang akan dilakukan (Nasionalisme): pada saat menyampaikan rencan kepada mentor, kepala puskesmas dan rekan kerja selalu menggunakan bahasa bahasa Indonesia (profesional) Mengerjakan SOP dengan mengerahkan kemampuan yang ada. 3.9 SMART ASN (Digital Skills): dalam pengetikan SOP penggunaan treacer memanfaat aplikasi Ms office word. 3.10 Manajemen ASN: Melaksanakan pembuatan Sop dengan profesional, substansi sesuai dengan peraturan perundang -undangan yang berlaku. 4 Kontribusi Terhadap Capaian Visi Misi Organisasi 4.1 Dengan terlaksananya kegiatan ini maka dapat mewujudkan Misi kabupaten Pulang Pisau yakni pada poin dua yaitu peningkatan kualitas SDM. 5 Penguatan Terhadap Nilai -nilai Organisasi 5.1 Pelaksanaan kegiatan ini yang didasarkan pada nilai – nilai dasar ASN dan nilai kedudukan dan peran ASN dalam NKRI dengan memperkuat nilai: - Integritas.


Click to View FlipBook Version