The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LAPORAN FINAL AKTUALISASI RINA DESIARTI, A. Md. Kes

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rina Desiarti, 2023-06-19 11:23:50

LAPORAN FINAL AKTUALISASI RINA DESIARTI, A. Md. Kes

LAPORAN FINAL AKTUALISASI RINA DESIARTI, A. Md. Kes

1 anya rdinasi gan rekan a yang bat dan nentukan wal iatan. aksananya rdinasi ersediaan acer untuk ugas rekam dis di UPT skesmas haur gah. dengan mentor dan rekan kerja dengan bersikap solutif - Akuntabel: menyampaikan rencana koordinasi dan membuat jadwal dengan penuh tanggung jawab dan jujur. - Kompeten: bersikap sopan dan santun selama melaksanakan koordinasi dengan rekan kerja yang terlibat. - Harmonis: menerima dan menghargai penjelasan dan saran dari rekan kerja tanpa memandang latar belakangnya. - Loyal: Melaksanakan koordinasi dengan efektif dan efisien sehingga hasil dapat dipertanggungjawabka n. mewujudkan Misi kabupaten Pulang Pisau yakni pada poin dua yaitu peningkatan kualitas SDM. pada nilai – nilai dasar ASN dan nilai kedudukan dan peran ASN dalam NKRI dengan memperkuat nilai: - Integritas. - Nasionalis me. - Profesion alisme. - Hospitality. - Inovatif. - Akuntabel.


7


2 - Adaptif: Dalam merencanakan pertemuan dengan rekan kerja tetap memperhatikan agenda rekan kerja yang terlibat agar dapat efisien dalam waktu pelaksanaannya. - Kolaboratif: Melaksanakan kegiatan koordinasi dengan sopan dalam menyampaikan maksud dan tujuan dilakukannya koordinasi dengan penuh tanggung jawab kepada rekan kerja yang terlibat. - SMART ASN (Integritas): Datang tepat waktu sebelum waktu pelaksanaan koordinasi dimulai. - SMART ASN (Nasionalisme): menggunakan bahasa


7 5 Melakukan monitoring dan evaluasi penerapan SOP penggunaan treacer pada rekam medis. 1. Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor dalam pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi penerapan SOP penggunaan treacer. a. Ada mas sara men b. Terl pen mas kelu


3 Indonesia saat melakukan kegiatan koordinasi dengan rekan kerja. - SMART ASN ( Digital Skills ): Menggunakan aplikasi berbagi pesan whatApp dalam menghubungi rekan kerja guna menyampaikan rencana koordinasi. - Manajemen ASN: Melaksanakan kegiatan dengan profesional, substansi sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. anya sukan dan an dari ntor. aksananya catatan suk dan uarnya - Berorientasi pelayanan: ramah dan cekatan dalam berkonsultasi dengan mentor. - Akuntabel: menyampaikan rencana monitoring Dengan terlaksanany a kegiatan ini maka dapat mewujudkan Misi kabupaten Pulang Pisau yakni pada Pelaksanaan kegiatan ini yang didasarkan pada nilai – nilai dasar ASN dan nilai kedudukan


7 2. Melaksanakan kegiatan pencatatan masuk dan keluarnya berkas rekam medis di ruang penyimpanan pada treacer sesuai SOP penggunaan treacer. 3. Melaksanakan monitoring dan pengawasan penerapan SOP penggunaan treacer oleh petugas rekam medis. 4. Melakukan evaluasi penerapan SOP penggunaan treacer pada petugas rekam medis. berk med trea SOP pen trea c. Den mela mon pen sebe sesu petu men SOP pen trea d. Men pem petu pela tuga men trea med


4 kas rekam dis pada acer sesuai P SOP ggunaan acer. ngan aksanakan nitoring dan gawasan elum dan udah ugas nerapkan P ggunaan acer. ningkatkan mahaman ugas dalam aksanaan as nggunakan acer rekam dis. dan evaluasi dengan mentor dengan penuh tanggung jawab. - Kompeten: melaksanakan tugas monitoring dengan kualitas terbaik. - Harmonis: menerima dan menghargai penjelasan dan saran dari mentor tanpa memandang latar belakangnya. - Loyal: Melaksanakan monitoring dengan efektif dan efisien, dan hasil yang didapatkan bisa dipertanggung jawabkan. - Adaptif: Dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi selalu bertindak proaktif. - Kolaboratif: menerima dan menghargai saran dan masukan dari mentor poin dua yaitu peningkatan kualitas SDM. dan peran ASN dalam NKRI dengan memperkuat nilai: - Integritas. - Nasionalis me. - Profesion alisme. - Hospitality. - Inovatif. - Akuntabel.


7


5 tampa memandang latar belakangnya. - SMART ASN (Integritas): tepat waktu dalam melaksankan evaluasi. - SMART ASN (Nasionalisme): menggunakan bahasa Indonesia saat melakukan konsultasi dengan mentor. - Smart ASN ( Hospitality): bersikap ramah dalam menyampaikan rencana monitoring dan evaluasi kepada mentor. - Manajemen ASN: Melaksanakan kegiatan dengan profesional, substansi sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.


7 6 Menyusun laporan hasil aktualisasi. 1. Melakukan konsultasi dengan mentor. 2. Melakukan konsultasi dengan coach. 3. Mencetak laporan aktualisasi. a. Ada dan atas aktu b. Ada dan dari c. Ters lapo aktu


6 anya saran masukan s laporan ualisasi. anya saran masukan coach. sedianya oran ualisasi. - Berorientasi pelayanan: Menulis kegiatan aktualisasi dengan semaksimal mungkin dan melakukan perbaikan tanpa henti dengan cekatan dan dapat diandalkan. - Akuntabel: Saya akan mencetak laporan kegiatan mengunakan printer yang sudah ada dikantor tanpa harus membeli yang baru. - Kompeten: menyiapkan laporansecara Efektif dan efisien, hasil dapat dipertanggung jawabkan - Harmonis: Menghargai saran dan masukan dari coach dan mentor, serta melakukan musyawarah untuk kesepakatan bersama Dengan terlaksananya kegiatan ini maka dapat mewujudkan Misi kabupaten Pulang Pisau yakni pada poin dua yaitu peningkatan kualitas SDM. Pelaksanaan kegiatan ini yang didasarkan pada nilai – nilai dasar ASN dan nilai kedudukan dan peran ASN dalam NKRI dengan memperkuat nilai: - Integritas. - Nasionalis me. - Profesion alisme. - Hospitality. - Inovatif. - Akuntabel.


7


7 dalam penyusunan laporan. - Loyal: Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dalam pengetikan laporan. - Adaptif: Saat Melakukan konsultasi, saya akan bersikap proaktif. - Kolaboratif: Berdiskusi dengan coach dan mentor untuk mendapatkan hasil akhir dalam penyusunan laporan. - SMART ASN (Integritas): Melaksanakan kegiatan aktualisasi tepat waktu. - SMART ASN (Digital Skills) Menggunakan Laptop dan Printer. - Manajemen ASN: Menyusun laporan aktualisasi sesuai dengan pedoman yang ada dan


7


8 berdiskusi dengan mentor untuk kesempurnaan penyusunan laporan aktualisas.


7 3.3Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan aktualisa 18 April 2023 sampai dengan 11 Juni 2023 Rincian jadw Tabel 3.6 No. Kegiatan Waktu 1 Meminta persetujuan kepada atasan untuk melaksanakan kegiatan Aktualisasi dan melakukan konsultasi dengan mentor. 18 April 2023 s/d 29 April 2023 U B Ka 2 Membuat SOP penggunaan Treacer. 2 Mei 2023 s/d 10 Mei 2023 U B Ka 3 Melakukan sosialisasi dan persamaan persepsi dengan rekan sejawat terkait tentang penggunaan treacer dan penerapan SOP penggunaan treacer di UPT Puskesmas 11 Mei 2023 s/d 16 Mei 2023 U B Ka


9 asi dilaksanakan selama off campus yang berlangsung mulai wal kegiatan dapat dilihat pada Tabel 3.6. 6 Rincian jadwal Kegiatan Tempat Sasaran Output/hasil UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala abupaten Pulang Pisau Kepala UPT Puskesmas Bahaur Tengah dan mentor Terlaksananya rancangan awal kegiatan Aktualisasi UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala abupaten Pulang Pisau Tenaga Rekam Medis dan Pendaftaran di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Tersedianya SOP penggunaan treacer UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala abupaten Pulang Pisau Tenaga Rekam Medis dan Pendaftaran di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Terlaksananya kegiatan sosialisasi dan adanya persamaan presepsi dengan rekan sejawat dalam


8 Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. 4 Berkordinasi dengan bagian pengadaan untuk ketersediaan treacer. 17 Mei 2023 s/d 20 Mei 2023 U B Ka 5 Melakukan monitoring dan evaluasi penerapan SOP penggunaan treacer pada rekam medis. 22 Mei 2023 s/d 3 Juni 2023 U B Ka 6 Menyusun laporan hasil aktualisasi. 05 Juni 2023 s/d 10 Juni 2023 U B Ka


0 penerapan SOP penggunaan treacer dan meningkatkan pemahaman dalam penggunaan treacer UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala abupaten Pulang Pisau Bagian Pengadaan Barang di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Terlaksananya kordinasi dengan bagian pengadaan barang untuk ketersediaan treacer rekam medis UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala abupaten Pulang Pisau Tenaga Rekam Medis dan Pendaftaran di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Tercapainya optimalisasi penggunaan treacer di rekam medis UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala abupaten Pulang Pisau Laporan hasil aktualisasi Tercapainya perekapan dan pelaporan kepada coach, mentor dan laporan aktualisasi


8 Tabel 3.7 Matriks Jadwal No Kegiatan April 2023 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 1 0 1 1 1 Meminta persetujuan kepada atasan untuk melaksanakan kegiatan Aktualisasi dan melakukan konsultasi dengan mentor 2 Membuat SOP penggunaan Treacer 3 Melakukan sosialisasi dan persamaan persepsi dengan rekan sejawat terkait tentang


1 Pelaksanaan Aktualisasi Mei 2023 Juni 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 1 0 1 1


8 penggunaan treacer dan penerapan SOP penggunaan treacer di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 4 Melakukan monitoring dan evaluasi penerapan SOP penggunaan treacer pada rekam medis 5 Melakukan sosialisasi dan persamaan presepsi dengan rekan sejawat mengenai penggunaan treacer di UPT


2


8 Puskesmas Bahaur Tengah 6 Menyusun laporan hasil aktualisasi


3


84 BAB IV REALISASI KEGIATAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN 4.1 CAPAIAN PELAKSANAAN KEGIATAN Bab IV pada penulisan laporan ini terdiri dari realisasi kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan oleh penulis selama masa off campus di tempat kerja sesuai dengan rancangan aktualisasi yang sudah diseminarkan sebelumnya yang terdiri dari 6 (Enam) kegiatan. 1. Kegiatan - 1 (Meminta persetujuan kepada atasan untuk melaksanakan kegiatan aktualisasi dan melakukan konsultasi dengan mentor). Kegiatan meminta persetujuan kepada atasan untuk melaksankan kegiatan aktualisasi dan habituasi di UPT Puskesmas Bahaur Tengah yang direncanakan pada tanggal 26 April 2023 dapat terealisasi, sehingga pada tanggal tersebut terlaksana menyampaikan permintaan ijin pelaksanaan aktualisasi bertempat di ruang Kepala Puskesmas, UPT Puskesmas Bahaur Tengah. Kegiatan konsultasi dengan mentor yang direncanakan pada tanggal 27 April 2023 dapat terealisasi, sehingga pada tanggal tersebut terlaksana konsultasi dengan mentor bertempat di ruang Kepala Puskesmas, UPT Puskesmas Bahaur Tengah. a. Deskripsi kegiatan Kegiatan meminta persetujuan kepada atasan untuk melaksankan kegiatan aktualisasi dan melakukan konsultasi


85 dengan mentor terkait rencana aktualisasi yang akan dilaksanakan memiliki 4 tahapan kegiatan, yakni tahapan pertama membuat jadwal pertemuan dengan atasan untuk memohon ijin persetujuan kegiatan aktualisasi di unit kerja. Adapun yang disiapkan untuk disampaikan kepada atasan dalam hal ini kepala Puskesmas yaitu Surat Tugas Latsar GOL.II Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau. Gambar 4.1 Surat tugas Latsar Gol II


86 Gambar 4.2 Melapor kepada atasan (Kepala Puskesmas) Tahapan kegiatan ke dua yaitu membuat surat ijin persetujuan kegiatan ke pimpinan yaitu Kepala puskesmas dan dalam tahap kegiatan ke dua ini penulis membuat surat ijin ke bagian tata usaha UPT Puskesmas Bahaur Tengah. Gambar 4.3 Surat Ijin Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi Tahap kegiatan yang ketiga yaitu membuat jadwal konsultasi dengan mentor. Dalam tahap ketiga ini berupa menyesuaikan dengan waktu tang dimiliki mentor mengingat kesibukan mentor yang banyak melakukan kegiatan di dalam


87 puskesmas maupun di luar puskesmas. Dan konsultasi dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan. Gambar 4.4 Membuat Jadwal Matriks Tahap kegiatan keempat yaitu melaksankan konsultasi dengan mentor terkait isu-isu dan rancangan kegiatan aktualisasi. Pada tahapan ini dijabarkan seluruh kegiatan beserta tahapan kegiatan yang dilaksankan serta meminta saran, masukan dan petunjuk guna dapat terlaksanannya kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan tanpa adanya kendala serta didukung penuh oleh mentor. Gambar 4.5 kegiatan Konsultasi dengan mentor


88 b. Aktualisasi Substansi Nilai-Nilai Dasar ASN Pada Kegiatan Pada kegiatan-1 yang terdiri pada 4 (empat) tahapan kegiatan pada pelaksanaannya memiliki keterkaitan dengan susbtansi mata pelatihan yakni Nilai-nilai Dasar ASN. Sehingga dalam pelaksanaan kegiatan-1 peserta menerapkan nilai: 1. Berorientasi pelayanan : Menyiapkan bahan konsultasi dengan pimpinan dan mentor dengan cekatan dan solutif, dan bersikap ramah dalam melaksankan konsultasi; 2. Akuntabel : Menemui atasan dan mentor tepat waktu sesuai janji dan berkonsultasi dengan penuh tanggung jawab dan dengan teliti mencatat semua saran dan masukan dari atasan dan mentor; 3. Kompeten : dalam melakukan konsultasi dan membuat surat ijin persetujuan saya akan melakukannya dengan kualitas terbaik; 4. Harmonis : Disaat saya meminta arahan dan persetujuan dari mentor, maka saya akan menerima masukan dan menghargai setiap saran yang diberikan tanpa memandang latar belakang mentor; 5. Loyal : Berpegang teguh pada komitmen pada saat melaksankan tugas dari atasan dan mentor, dengan menujukkan sikap menjaga nama baik ASN; 6. Adaptif: Antusias terhadap perbaikan demi mengembangkan kreatifitas dan selalu bersikap proaktif; 7. Kolaboratif: Terbuka atas saran dan masukan dari mentor guna menghasilkan nilai tambah dalam laporan kegiatan aktualisasi.


89 c. Aktualisasi Substansi Kedudukan dan peran ASN Pada Kegiatan Dalam kegiatan ke-1 ini penulis menerapkan substansi kedudukan dan peran ASN dalam NKRI pada beberapa nilai yakni: 1. Manajemen ASN yang mana di tujukan dalam memaparkan isi rancangan aktualisasi pada mentor dengan bersikap jujur dengan isu yang ada, cermat dalam ide/gagasan yang diambil serta, menjaga reputasi instansi. Bersikap profesional dan tidak memaksakan kehendak dalam menyampaikan kehendak dalam menyampaikan tujuan ke pada atasan dan mentor; 2. Smart ASN a. Integritas tepat waktu dalam melaksankan pertemuan dengan atasan dan berkonsultasi dengan mentor bertanggung jawab dan displin saat mengkonsultasikan rancangan aktualisasi ke pada mentor; b. Nasionalisme pada saat berkonsultasi dengan atasan dan mentor senantiasa menggunakan bahasa yang mudah dimengerti yaitu bahasa Indonesia; c. Profesionalisme menjalankan saran dan masukan dari masukan dari mentor dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab; d. Digital Skills dalam penggunaan laptop/pc, Handphone, dan Ms Word office dan excel untuk menyiapkan bahan konsultasi; e. Hospitality yakni disini penulis senantiasa bertuturkata yang sopan, ramah, dan hormat kepada atasan dan mentor.


90 d. Kendala Yang Di Hadapi Dan Solusi Pada pelaksanaan kegiatan ke-1 yakni meminta persetujuan kepada atasan untuk pelaksanan kegiatan aktualisasi dan berkonsultasi dengan mentor ini tidak ditemukan adanya kendala maupun hambatan yang berarti, hal ini tentu saja dikarenakan oleh sikap atasan/ kepala puskesmas dan mentor yang mendukung penuh terhadap kegiatan aktualisasi ini, sehingga kegiatan ke-1 dapat berjalan lancar dan terrealisasi tepat dengan jadwal yang telah dibuat. e. Dampak positif dan negatif pelaksanaan kegiatan pertama 1) Dampak positif: Adanya persetujuan dari atasan dan bimbingan dari mentor sehingga dapat melaksankan kegiatan aktualisasi sesuai tahap kegiatan serta mendapat masukan dan arahan dalam setiap tahapan; 2) Dampak negatif tidak dilaksanakan: Jika tidak memintapersetujuan dan bimbingan dari atasan dan mentor maka kegiatan aktualisasi tidak bisa dilaksankan di UPT Puskesmas Bahaur Tengah. 2. Kegiatan – 2 (Membuat SOP penggunaan Treacer) Kegiatan ke-2 yakni membuat SOP penggunaan treacer yang direncanakan pada tanggal 2 Mei 2023 hingga 10 Mei 2023 dapat berjalan sesuai rencana kegiatan - 2 dapat diselesaikan.


91 a. Deskripsi Kegiatan Dalam kegiatan ke-2 ini memiliki 6 (enam) tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan pertama adalah berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor mengenai rencana pembuatan SOP penggunaan treacer. Gambar 4.6 Berkonsultasi dengan mentor Tahapan kegiatan kedua yakni menyusun prosedur pengunaan treacer dan menyusun serta menyampaikan bahan SOP penggunaan treacer kepada Kepala Puskesmas dan meminta saran dan masukan dalam pembuatan SOP penggunaan treacer mengacu pada ilmu terbaru dalam penggunaan treacer rekam medis.


92 Gambar 4.7 Menyusun SOP penggunaan treacer Tahapan kegiatan ketiga menyampaikan draft SOP kepada Kepala Puskesmas dan meminta saran dan masukan dalam pembuatan SOP penggunaan treacer dan meninta saran dan masukan dalam pembuatan SOP penggunaan treacer. Dengan dukungan dari atasan pembuatan SOP penggunaan treacer, dapat di laksanakan dan di gunakan/diterapkan di unit kerja rekam medis UPT Puskesmas Bahaur Tengah.


93 Gambar 4.8 menyampaikan draft SOP penggunaan treacer Tahapan kegiatan ke empat yakni meminta arahan dan masukan dari rekan kerja dalam pembuartan SOP Penggunaan treacer. Dalam pembuatan SOP penggunaan treacer melibatkan rekan kerja agar mendaptkan masukan yang baik dalam penyusunan SOP penggunaan treacer. Gambar 4.9 Meminta masukan pada rekan kerja dalam pembuatan SOP penggunaan treacer


94 Tahapan kegiatan kelima yaitu Membuat dan mencetak SOP penggunaan treacer. Gambar 4.10 Mencetak SOP penggunaan treacer Tahapan kegiatan keenam yaitu Meminta persetujuan Kepala Puskesmas dan pengesahan SOP penggunaan treacer dengan menandatangani SOP penggunaan treacer. Gambar 4.11 Pengesahan SOP penggunaan treacer di UPT Puskesmas Bahaur Tengah


95 Pada pelaksanaan kegiatan ini didapatkan hasil/output berupa telah adanya SOP penggunaan treacer. b. Aktualisasi Substansi Nilai-Nilai Dasar ASN Pada Kegiatan Kegiatan ke-2 yang terdiri dari 6 (enam) tahapan kegiatan dalam pelaksanaannya memiliki keterkaitan dengan substansi mata pelatihan yakni Nilai-Nilai Dasar ASN. Sehingga dalam pelaksanaan kegiatan ke- 2 penulis menerapkan nilai: 1. Berorientasi pelayanan: menyampaikan rencana kegiatan membuat SOP penggunaan treacer kepada pimpinan, mentor, dan rekan kerja dengan ramah dan menyiapkan bahan draf SOP yang akan dikonsultasikan dengan denagn solutif dan cekatan; 2. Akuntabel : menyiapkan bahan materi pembuatan SOP dengan tekun dan penuh tanggung jawab; 3. Kompeten : teliti dalam proses pengetikan agar tidak ada kesalahan dalam pengetikan SOP; 4. Harmonis : sopan dan santun dalam menyampaikan rencana pembuatan SOP penggunaan alat pelindung diri kepada atasan, mentor, dan rekan kerja serta menerima dan menghargai saran dan masukan yang diberikan tanpa memandang latar belakangnya; 5. Loyal: efektif dan efisien dan hasil dapat dipertanggung jawabkan; 6. Adaptif : tepat waktu dalam pembuatan dan penyelesaian SOP penggunaan alat pelindung diri dan selalu bersikap proaktif; 7. Kolaboratif: terbuka dengan saran dan masukan guna


96 memperbaiki SOP yang dibuat. c. Aktualisasi Substansi Kedudukan dan peran ASN Pada Kegiatan Dalam kegiatan ke-2 ini penulis menerapkan substansi kedudukan dan peran ASN dalam NKRI pada beberapa nilai yakni: 1. Manajemen ASN yang mana di tujukan dalam memaparkan isi rancangan aktualisasi pada mentor dengan bersikap jujur dengan isu yang ada, cermat dalam ide/gagasan yang diambil serta, menjaga reputasi instansi. Bersikap profesional dan tidak memaksakan kehendak dalam menyampaikan kehendak dalam menyampaikan tujuan ke pada atasan dan mentor; 2. Smart ASN a. Integritas tepat waktu dalam melaksankan pertemuan dengan atasan dan berkonsultasi dengan mentor bertanggung jawab dan displin saat mengkonsultasikan rancangan aktualisasi ke pada mentor; b. Nasionalisme pada saat berkonsultasi dengan atasan dan mentor senantiasa menggunakan bahasa yang mudah dimengerti yaitu bahasa Indonesia; c. Profesionalisme menjalankan saran dan masukan dari masukan dari mentor dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab; d. Digital Skills dalam penggunaan laptop/pc, Handphone, dan Ms Word office dan excel untuk menyiapkan bahan konsultasi; e. Hospitality yakni disini penulis senantiasa bertuturkata yang sopan, ramah, dan hormat kepada atasan dan


97 mentor. d. Kendala Yang Dihadapi Dan Solusi Dalam pelaksanaan kegiatan ke-2 ini tidak didapatkan kendala dan hambatan yang berarti, hal ini dikarenakan adanya dukungan dari atasan, mentor dan rekan kerja yang selalu membantu penulis dalm pembuatan SOP penggunaan treacer. Disamping itu semua materi yang dijadikan SOP Penggunaan treacer telah benar-benar dikonsultasikan sehingga tidak ada kekurangan dalam materi pembuatan SOP penggunaan treacer. e. Dampak positif dan negative pelaksanaan kegiatan 1) Dampak positif: SOP merupakan stadar dalam melaksanakan kegiatan dan d merupakan acuan untuk mengevaluasi apakah tindakan tersebut sudah dilakukan sesuai SOP sehinggga dalam memberi pelayanan perawat lebih berkualitas; 2) Dampak negatif: tanpa SOP maka tindakan tidak terarah. 3. Kegiatan – 3 (Melakukan sosialisasi dan persamaan persepsi dengan rekan sejawat terkait tentang penggunaan treacer dan penerapan SOP penggunaan treacer di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan ke-3 yakni melakukan sosialisasi dan persamaan persepsi dengan rekan sejawat dalam penggunaan penggunaan treacer dan penerapan SOP penggunaan treacer dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2023 hingga 16 Mei 2023 dapat berjalan sesuai jadwal yang sudah direncanakan.


98 a. Deskripsi Kegiatan Dalam kegiatan ke-3 ini memiliki 5 (Lima) tahapan kegiatan yang di awali dengan, kegiatan pertama yaitu berkonsultasi dengan mentor mengenai rencana kegiatan melakukan sosialisasi dan persamaan persepsi dengan rekan sejawat dalam penggunaan treacer dan penerapan SOP penggunaan treacer UPT Puskesmas Bahaut Tengah guna mendapatkan arahan dalam pelaksanaan kegiatan yang akan di laksanakan. Gambar 4.12 Berkonsultasi dengan mentor Kegiatan kedua yaitu Menyiapkan materi Kegiatan dan jadwal kegiatan persamaan presepsi dengan rekan sejawat.


99 Gambar 4.13 Menyiapkan materi kegiatan dan jadwal kegiatan sosialisasi Kegiatan ketiga Menyampaikan rencana kegiatan kepada rekan sejawat di UPT Puskesmas Bahaur Tengah. Gambar 4.14 Kehadiran rekan sejawat dalam pelaksanaan kegiatan Kegiatan keempat yaitu melaksanakan kegiatan sosialisasi dan persamaan presepsi dalam penerapan dan penggunaan treacer sesuai SOP penggunaan treacer di UPT Puskesmas Bahaur Tengah.


100 Gambar 4.15 Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan persamaan presepsi dengan rekan sejawat Kegiatan terakhir yang kelima yaitu embagikan serta menempel SOP penggunaan treacer di ruang penyimpanan rekam medis / filing di UPT Puskesmas Bahaur Tengah. Gambar 4.16 Membagikan serta menempelkan SOP penggunaan treacer pada ruang penyimpanan rekam medis


101 b. Aktualisasi Substansi Nilai-Nilai Dasar ASN Pada Kegiatan Kegiatan ke-3 yang terdiri dari 5 (Lima) tahapan kegiatan dalam pelaksanaannya memiliki keterkaitan dengan substansi mata pelatihan yakni Nilai-Nilai Dasar ASN. Sehingga dalam pelaksanaan kegiatan ke - 3 penulis menerapkan nilai: 1. Berorientasi pelayanan : menyampaikan rencana sosialisasi dan persamaan persepsi dengan mentor dan rekan kerja yang terlibat dengan ramah, solutif dan cekatan; 2. Akuntabel : jujur dalam melaksankan kegiatan sosialisasi dan persamaan persepsi; 3. Kompeten : teliti dalam proses pembuatan materi kegiatan sosialisasi dan penyamaan persepsi guna tercapainya kesepakatan bersama; 4. Harmonis : sopan dan santun dalam menyampaikan rencana kegiatan kepada mentor dan rekan sejawat; 5. Loyal : melakukan sosialisasi dan penyamaan persepsi dengan rekan sejawat dengan efektif dan efisien dan hasil dapat dipertanggung jawabkan; 6. Adaptif : dalam melaksanakan sosialisasi dengan persamaan persepsi dengan rekan sejawat selalu bertindak proaktif; 7. Kolaboratif: memberikan kesepatan kepada rekan sejawat untuk berkontribusi dalam kegiatan dengan memberi saran dan masukan, dan mengajak rekan sejawat untuk bersama-sama menerapkan SOP penggunaan treacer.


102 c. Aktualisasi Dan Substansi Kedudukan Dan Peran ASN Pada Kegiatan Dalam kegiatan ke-3 ini penulis menerapkan substansi kedudukan dan peran ASN dalam NKRI pada beberapa nilai yakni: 1. Manajemen ASN yang mana di tujukan dalam memaparkan isi rancangan aktualisasi pada mentor dengan bersikap jujur dengan isu yang ada, cermat dalam ide/gagasan yang diambil serta, menjaga reputasi instansi. Bersikap profesional dan tidak memaksakan kehendak dalam menyampaikan kehendak dalam menyampaikan tujuan ke pada atasan dan mentor; 2. Smart ASN a. Integritas tepat waktu dalam melaksankan sosialisasi dengan rekan sejawat serta melakukan pertemuan dengan atasan dan berkonsultasi dengan mentor dengan bertanggung jawab dan displin saat mengkonsultasikan rancangan aktualisasi ke pada mentor; b. Nasionalisme pada saat berkonsultasi dengan atasan dan mentor senantiasa menggunakan bahasa yang mudah dimengerti yaitu bahasa Indonesia; c. Profesionalisme menjalankan saran dan masukan dari masukan dari mentor dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab; d. Digital Skills dalam penggunaan laptop/pc, Handphone, dan Ms Word office dan excel untuk menyiapkan bahan konsultasi; e. Hospitality yakni disini penulis senantiasa bertuturkata yang sopan, ramah, dan hormat kepada atasan dan


103 mentor. e. Kendala Yang Dihadapi Dan Solusi Dengan melaksankan sosialisasi dan persamaan persepsi dengan rekan sejawat maka dalam menerapkan SOP penggunaan treacer dapat dilaksankan secara bersamasama dengan senang hati dan penuh tanggung jawab, serta meningkatnya pemahaman perawat dalam penggunaan treacer setelah dilaksankan sosialisasi. f. Dampak positif dan negative pelaksanaan kegiatan 1) Dampak positif: Dengan melaksankan sosialisasi dan persamaan persepsi dengan rekan sejawat maka dalam menerapkan SOP penggunaan treacer dapat dilaksankan secara bersama-sama dengan senang hati dan penuh tanggung jawab, serta meningkatnya pemahaman perawat dalam penggunaan treacer setelah dilaksankan sosialisasi. 2) Dampak negative: Tampa kerjasama dengan seluruh rekan sejawat maka, kegiatan tidak dapat dilaksanakan dan diterapkan. 4. Kegiatan – 4 ( Berkordinasi dengan bagian pengadaan untuk ketersediaan treacer ) Pada kegiatan ke-4 yakni berkoordinasi dengan bagian pengadaan, untuk ketersediaan treacer dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2023 hingga 20 Mei 2023 dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.


104 a. Deskripsi Kegiatan Dalam kegiatan ke-4 ini memiliki 3 (tiga) tahapan kegiatan yang di awali dengan, kegiatan pertama yaitu Berkonsultasi dengan mentor mengenai rencana kegiatan. Gambar 4.17 kosunsultasi dengan mentor Kegiatan kedua yaitu menyampaikan rencana kepada rekan kerja yang terlibat dan membuat jadwal pelaksanaan di UPT Puskesmas Bahaur Tengah. Rekan kerja yang terlibat yakni pada bagian pengadaan penulis menyampaikan rencana kegiatan saat pertemuan rutin mingguan. Gambar 4.18 Menyampaikan rencana kepada rekan kerja yang terlibat


105 Kegiatan ketiga yaitu melaksanakan koordinasi dengan bagian pengadaan guna tersedianya stok treacer rekam medis pada ruang penyimpanan rekam medis UPT Puskesmas Bahaur Tengah. Gambar 4.19 Melaksanakan koordinasi dengan bagian pengadaan Pada tahapan kegiatan ke 4 ini di dapatkan output berupa telah terlaksananya kegiatan koordinasi dengan dengan bagian pengadaan. b. Aktualisasi Substansi Nilai-Nilai Dasar ASN Pada Kegiatan Pada kegiatan ke-4 (Empat) ini yang terdiri dari 3 tahapan kegiatan dalam pelaksanaannya memiliki keterkaitan dengan substansi mata pelatihan yakni Nilai-Nilai Dasar ASN sehingga dalam pelaksanaan kegiatan ke-4 ini penulis menerapkan nilai: 1. Berorientasi pelayanan: ramah dan cekatan dalam berkonsultasi dengan mentor dan dengan rekan kerja


106 secara solutif; 2. Akuntabel: menyampaikan rencana koordinasi dan menbuat jadwal dengan penuh tanggung jawab; 3. Kompeten: bersikap sopan dan santun selama melaksanakan kegiatan serta menerima dan melakukan saran yang diberikan; 4. Harmonis: menerima dan menghargai penjelasan dan saran dari rekan kerja tanpa memandang latar belakangnya; 5. Loyal: melaksankan kegiatan dengan efektif dan efisien dengan penuh tanggung jawab; 6. Adaftif: melaksanakan kegiatan dengan selalu melihat agenda kegiatan rekan erja guna terlaksananya kegiatan dengan baik. 7. Kolaboratif: melakukan kordinasi pada bagian pengadaan demi tersedianya treacer rekam medis. c. Aktualisasi Substansi Kedudukan Dan Peran ASN Pada Kegiatan Dalam kegiatan ke-4 ini penulis menerapkan substansi kedudukan dan peran ASN dalam NKRI pada beberapa nilai seperti: 1. Manajemen ASN yakni melakukan kegiatan dengan profesionalisme dan bertanggung jawab; 2. Smart ASN yang terdapat dalam nilai seperti : a. Integritas datang tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan; b. Nasionalisme menggunakan Bahasa Indonesi saat melaksankan kegiatan; c. Hospitality melakukan kegiatan dengan ramah, sopan


107 dan santun. d. Kendala yang Dihadapi Dan Solusi Dalam pelaksanaan kegiatan ke-4 ini tidak ditemukan adanya kendala maupun maupun hambatan, hal ini tentu saja dikarenakan partisipasi rekan kerja yang mendukung kegiatan yang sudah dijadwalkan, sehingga hasil yang didapatkan yaitu terlaksananya rencana untuk ketersediaan treacer pada ruang penyimpanan rekam medis. e. Dampak positif dan negative pelaksanaan kegiatan 1) Dampak Positif: adanya koordinasi dengan bagian pengadaan untuk ketersediaan treacer di ruang penyimpanan rekam medis; 2) Dampak negatif: apabila tidak dilaksanakan petugas tidak mengetahui treacer yang tersedia. 5. Kegiatan ke – 5 ( Melakukan monitoring dan evaluasi penerapan SOP penggunaan treacer pada rekam medis ) Kegiatan ke-5 yakni melakukan monitoring dan Evaluasi Penerapan SOP penggunaan treacer pada rekam medis yang dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2023 hingga 31 Mei 2023 dapat terealisasi dan berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. a. Deskripsi Kegiatan Pada kegiatan ke-5 ini memiki 4 (Empat) tahapan kegiatan meliputi tahapan pertama yakni berkonsultasi dengan mentor tentang rencana melakukan monitoring dan evaluasi penerapan SOP penggunaan treacer di UPT Puskesmas


108 Bahaur Tengah. Pada tahapan ini adanya masukan dan arahan dari mentor yang sangat diperlukan dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi sehingga lebih terarahnya penulis dalam melaksankan kegiatan. Gambar 4.20 Melakukan konsultasi dengan mentor Tahapan kedua yaitu melaksanakan kegiatan pencatatan masuk dan keluarnya berkas rekam medis di ruang penyimpanan pada treacer sesuai SOP penggunaan treacer. Petugas dapat menggantikan berkas rekam medis yang keluar pada rak penyimpanan dengan treacer. Gambar 4.21 Pencatatan pada treacer


Click to View FlipBook Version