http://bukuobat.blogspot.com
Badan POM sudah berkali-kali memberikan penjelasan
resmi. Meski begitu, hoax ini masih saja beredar. Penyebarannya
jauh lebih cepat daripada berita resmi yang dikeluarkan oleh
Badan POM.
Sebetulnya bagaimana sih duduk perkaranya?
Seperti yang sudah dijelaskan di Bab Obat Flu-Pilek, khasiat
utama PPA adalah melegakan hidung yang mampet. Itu sebabnya,
obat ini biasa dijumpai di dalam produk obat flu-pilek dan obat
batuk. Namun, selain efek melegakan hidung, obat ini juga punya
beberapa efek samping, misalnya jantung berdebar-debar, tekanan
darah tinggi, dan berkurangnya nafsu makan.
Karena bisa mengurangi nafsu makan, PPA di beberapa
negara dimanfaatkan sebagai obat pelangsing yang dijual bebas.
Dosisnya dibuat tinggi sehingga peminumnya kehilangan nafsu
makan dan akhirnya bisa kurus.
Sebagai pelega hidung mampet, dosis PPA biasanya tidak
lebih dari 15 mg. Tapi sebagai obat pelangsing, dosisnya bisa
beberapa puluh miligram. Jauh di atas dosis yang lazim untuk obat
flu-pilek dan batuk.
Dalam dosis besar ini, PPA bisa meningkatkan risiko
perdarahan di otak alias stroke. Itu sebabnya Food and Drug
Administration (FDA, Badan POM di Amerika Serikat) melarang
peredarannya sejak November 2000. Di beberapa negara lain,
http://bukuobat.blogspot.com
PPA tidak boleh beredar sama sekali, atau beredar tapi hanya
boleh didapatkan dengan resep dokter.
Itu kebijakan di luar negeri. Bagaimana dengan Indonesia?
Di bawah ini penjelasan resmi (versi cerita bebas) Kepala
Badan POM Dokter Husniah Rubiana Thamrin Akib, Sp.FK,
tahun 2009. Penjelasan ini masih bisa dipakai sebagai acuan
hingga sekarang karena kasus salah-informasi tentang PPA masih
sering berulang dan isinya sebetulnya sama saja dari tahun ke
tahun. (Ini salah satu tabiat buruk kita. Meributkan hal yang sama
berulang-ulang, bertahun-tahun.)
Dibatasi, Bukan Dilarang
Sampai sekarang FDA Amerika masih merupakan rujukan utama
di tingkat internasional mengenai obat dan makanan. Badan POM
Republik Indonesia pun biasa merujuk ke badan ini. Namun,
dunia farmasi tak bisa dilepaskan dari aspek budaya masyarakat.
Dalam hal PPA, masyarakat Indonesia berbeda dari Amerika.
Di Amerika, PPA, selain digunakan di obat pilek, juga
digunakan sebagai obat pelangsing dalam dosis besar. Kebiasaan
ini tidak berlaku di Indonesia. Di negara kita, PPA tidak lazim
dipakai sebagai obat pelangsing. Obat ini lazimnya hanya
digunakan dalam obat flu-pilek dan batuk dalam dosis kecil, tak
lebih dari 15 mg. Dosis ini dianggap masih aman. Itu sebabnya
http://bukuobat.blogspot.com
Indonesia tidak melarang peredaran obat flu-pilek dan obat batuk
yang mengandung PPA.
Yang dilakukan Badan POM adalah membatasi kadar PPA
di dalam produk obat, maksimal 15 mg dalam satu takaran. Yang
dimaksud satu takaran di sini adalah dosis sekali minum. Hanya
produk yang mengandung PPA di atas 15 mg per takaran yang
harus ditarik dari peredaran.
Jadi, di Indonesia, PPA tidak dilarang beredar, melainkan
dibatasi pemakaiannya. Obat-obat flu-pilek yang mengadung PPA
masih boleh beredar, masih bisa diminum sebagai pelega hidung,
asalkan sesuai dengan batasan di atas.
Yang perlu dicatat, PPA memang punya beberapa efek
samping buruk yang harus diwaspadai, misalnya jantung berdebar,
tekanan darah meningkat, pusing, dan susah tidur. Itu sebabnya
obat ini tidak boleh diminum oleh pasien yang punya darah tinggi,
masalah jantung, diabetes, atau glaukoma (tekanan tinggi bola
mata).
Makin besar dosis yang diminum, makin besar pula
kemungkinan timbulnya efek samping tersebut. Hal ini perlu
ditegaskan karena orang Indonesia punya kebiasaan tidak baik
dalam minum obat, yakni minum beberapa tablet sekaligus,
melebihi dosis yang dianjurkan.
Efek buruk ini sebetulnya bukan hanya dimiliki oleh PPA,
tapi juga obat-obat dekongestan lain yang masih satu golongan,
http://bukuobat.blogspot.com
misalnya efedrin dan pseudoefedrin. Jadi, kalau kita dianjurkan
waspada terhadap PPA, mestinya kita juga waspada terhadap
efedrin dan pseudoefedrin.
Yang menarik, karena PPA sudah dipersepsi oleh sebagian
konsumen sebagai “obat terlarang”, beberapa pabrik obat beralih
menggunakan pseudoefedrin dalam dosis tinggi (di atas 30 mg)
yang risiko buruknya sama atau bahkan lebih besar dari PPA
dosis wajar.
Di jajaran obat bebas, banyak sekali obat flu, pilek, batuk,
dan asma yang mengandung PPA, efedrin, dan pseudoefedrin
bersama obat-obat jenis lain. Ini juga merupakan salah satu
kebiasaan industri farmasi yang tidak baik, yaitu mencampur
berbagai obat dalam satu sediaan. Agar kita terhindar dari paparan
obat yang tidak kita perlukan, setiap kali hendak membeli dan
minum obat, biasakan untuk selalu membaca komposisinya.
Untuk mengurangi efek samping obat pelega hidung, kita
bisa memilih dekongestan dalam bentuk obat tetes hidung. Karena
langsung diteteskan di hidung, obat ini tidak begitu banyak diserap
oleh tubuh sehingga efek sampingnya pun minimal. Secara umum,
obat tetes hidung ini bisa dipakai oleh ibu hamil maupun penderita
hipertensi. Contoh dekongestan yang biasanya berupa obat tetes:
oksimetazolin, xilometazolin. Contoh merek dagang: Afrin®,
Iliadin®, Otrivin®.
http://bukuobat.blogspot.com
Meski relatif aman, produk dekongestan tetes hidung ini
tidak boleh dipakai sering-sering dan lebih dari tiga hari. Pasalnya,
makin sering dan makin lama digunakan, obat ini justru bisa
membuat penyumbatan hidung semakin sulit diatasi kecuali
dengan cara dosisnya dinaikkan terus-menerus. Ini efek buruk
yang harus dihindari dengan cara menggunakannya sesekali saja
jika memang penyumbatan hidung sangat mengganggu.
Jika penyumbatan hanya disebabkan oleh ingus yang kental,
kita bisa menggunakan tetes hidung yang berisi larutan garam.
Contoh merek dagang: Breathy®. Karena isinya hanya air dan
garam, obat tetes ini sangat aman, bisa dipakai lebih sering dan
lebih lama. Tetes hidung yang berisi garam ini memang tidak
ampuh mengatasi hidung tersumbat karena memang isinya cuma
air dan garam dan fungsinya hanya mengencerkan ingus. Jadi,
harus sering-sering diteteskan.
Dalam produk obat flu, dekongestan biasanya
dikombinasikan dengan kelompok obat lain, misalnya
antihistamin (CTM dkk), antinyeri-antidemam (parasetamol dkk),
dan obat batuk. Contoh-contoh kombinasi dan merek dagang bisa
dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.
http://bukuobat.blogspot.com
Obat Contoh merek dagang
PPA (fenil
propanolamin) Allerin®, Alpara®, Anacetine®, Anadex®, Antiza®,
Bestocol®, Bodrexin Syrup®, Codecon®, Colfin®,
Pseudoefedrin Collerin Expectorant®, Combi Flu®, Contac 500®,
Corsagrip®, Cough EN Expectorant®, Decolgen
Tablet®, Decolsin®, Deconal®, Dextral/Dextral
Forte®, Dextrosin®, Dextrosin Anak®, Extra-Flu®,
Farapon®, Flu Stop®, Flucadex®, Flucodin®,
Fludane®, Flunax®, Flu-Tab®, Flutamol®,
Fluzep®, Frigrip®, Kontrabat®, Lacoldin®,
Lapisiv®, Mixaflu®, Mixagrip®, Molexflu®,
Nalgestan®, Neo Novapon®, Neozep Forte®,
Nodrof®, Oskadon Flu & Batuk Berdahak®,
Paranomin®, Paratusin®, Ponflu®, Pyridryl®,
Recomint®, Sanaflu Plus Batuk®, Sanaflu/Sanaflu
Forte®, Stop Cold®, Topras®, Triadex®, Tuzalos®,
Ultragrip®
Actifed®, Actifed Plus Cough Suppressant®, Actifed
Plus Expectorant®, Alco®, Aldisa SR®, Alerfed®,
Bantif Child®, Berlifed®, Bodrex Flu & Batuk®,
Bodrex Flu & Batuk Berdahak®, Bodrexin Flu &
Batuk®, Bodrexin Pilek Alergi®, Cirrus®,
Clarinase®, Colpica®, Contrex®, Corhinza®,
Crofed®, Cronase®, Decolgen FX®, Decolgen
Syrup®, Disudrin®, Fexofed®, Flurin®, Flurin
Efedrin http://bukuobat.blogspot.com
Fenilefrin
Dmp®, Flutrop®, Gifed Expectorant®, Grafed®,
Hustadin®, Ikadryl Flu®, Lapifed®, Lapifed DM®,
Lapifed Expectorant®, Librofed®, Mertisal®, Neo
Protifed®, Neo Triaminic®, Nichofed®, Noscapax®,
Nostel®, Panadol Cold & Flu®, Panadol Cold & Flu
Night®, Paratusin®, Polaramine Expectorant®,
Procold®, Pro-Inz®, Protifed®, Quantidex®,
Refagan®, Rhinofed®, Rhinos Junior®, Rhinos
Neo®, Rhinos SR®, Telfast Plus®, Tremenza®,
Triaminic Batuk & Pilek®, Triaminic Expectorant &
Pilek®, Triaminic Pilek®, Trifed®, Trifedrin®,
Trifedrin Plus®, Tuseran Pedia DMP®, Tussigon®,
Valved®, Valved DM®, Zentra®
Asmadex®, Asmano®, Asmasolon®, Asthma
Soho®, Bronchitin®, Ersylan®, Grafasma®,
Kafsir®, Koffex For Children®, Mixadin®,
Oskadryl®, Phenadex®, Poncolin®, Poncolin D®,
Theochodil®, Thymcal®
Bisolvon Flu®, Coricidin®, Dextrofen®,
Dextrosin®, Domeryl®, Fludexin®, Fortusin®,
Ikadryl DMP®, Lodecon®, Lodecon Forte®,
Mersidryl®, Neladryl DMP®, Nipe®, Poncodryl
DMP®, Supra Flu®, Zacoldine®
http://bukuobat.blogspot.com
5
OBAT BATUK
“Ada obat batuk yang paling manjur?” ini pertanyaan khas
pasien yang datang ke apotek. “Mahal enggak apa-apa, asal
manjur,” yang ini biasanya diucapkan oleh pasien berduit yang
menganggap uang adalah senjata pamungkas menyelesaikan
masalah. Mereka menyangka obat yang mahal pasti manjur, dan
yang murah pasti tidak manjur.
Tentu saja pertanyaan seperti ini sulit dijawab. Sangat sulit.
Bahkan, bisa dibilang tidak mungkin dijawab dengan menyebut
satu nama obat. Apoteker bukan dukun yang selalu bisa memberi
jawaban atas semua pertanyaan sulit. Tidak ada obat batuk yang
paling manjur. Untuk bisa tahu obat batuk yang kita perlukan, kita
harus tahu penyebab batuk itu.
Hal pertama yang perlu dipahami, batuk merupakan refleks
normal sistem pertahanan tubuh untuk mengeluarkan “benda
http://bukuobat.blogspot.com
asing” dari saluran napas. Dengan kata lain, batuk adalah sesuatu
yang normal, bukan penyakit.
Sebagian besar batuk yang biasa kita alami sebetulnya
termasuk masalah kesehatan ringan yang bisa sembuh dengan
sendirinya tanpa diobati secara khusus. Biasanya disebabkan oleh
virus seperti halnya flu-pilek. Batuk jenis ini tidak berbahaya
meskipun tak diobati dan berlangsung selama satu sampai dua
minggu. Hanya sebagian kecil batuk yang memang benar-benar
membutuhkan obat. Kalaupun kita memutuskan untuk membeli
obat batuk, pilihlah obat yang komposisinya memang benar-benar
kita perlukan.
Gerakan batuk dikendalikan oleh sistem saraf pusat di otak.
Refleks ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, alergi
debu, alergi makanan, dan sebagainya. Karena itu, pemilihan obat
batuk harus disesuaikan dengan penyebabnya. Batuk yang
disebabkan oleh infeksi butuh obat berbeda dari batuk yang
disebabkan oleh alergi.
Jenis batuk pun bermacam-macam. Ada batuk yang tidak
berdahak (kita menyebutnya batuk kering), ada batuk yang disertai
dahak (batuk produktif), ada batuk yang disertai dengan sakit
kepala, hidung meler dan tersumbat. Masing-masing jenis batuk
ini membutuhkan penanganan yang berbeda sesuai gejalanya.
Saat ini terdapat ratusan merek obat batuk yang dijual bebas.
Saking banyaknya merek dagang, apoteker pun kadang bingung,
http://bukuobat.blogspot.com
apalagi konsumen. Sebagian besar obat batuk ini masuk kategori
obat bebas. Karena itu, mestinya semua kandungan obat batuk
sudah dipahami oleh pembeli. Sayangnya, kebanyakan konsumen
masih belum bisa membedakan fungsi berbagai jenis obat batuk.
Berdasarkan cara kerjanya, ada empat golongan utama obat
yang sering digunakan di dalam obat batuk. Semua merek obat
batuk yang dijual bebas mengandung paling tidak salah satu dari
keempat golongan di bawah ini.
1. Penekan batuk (antitusif)
Secara harfiah, antitusif berarti antibatuk. (Tussis berarti
batuk.) Obat golongan ini bekerja menghentikan batuk
secara langsung dengan menekan refleks batuk pada sistem
saraf pusat di otak. Contohnya, dekstrometorfan dan
noskapin.
2. Pengencer dahak (ekspektoran)
Dalam kelompok ini sebetulnya ada dua subkelompok obat
yaitu ekspektoran dan mukolitik. Keduanya berbeda dalam
hal mekanisme kerja tapi sama-sama berfungsi
mengencerkan dahak dan mempermudah pengeluarannya
dari saluran napas.
Secara harfiah, expectorate berarti mengeluarkan
sesuatu dari dada. Dari kata ex-, yang berari keluar, dan
http://bukuobat.blogspot.com
pectoris yang berarti dada. Adapun mukolitik (mucolytic)
berasal dari kata mucus yang berarti dahak dan -lysis yang
berarti memecah.
Dari dua istilah ini, yang paling perlu kita ketahui
adalah ekspektoran karena istilah ini banyak digunakan
dalam produk obat bebas. Golongan obat ini tidak menekan
refleks batuk, melainkan bekerja dengan mengencerkan
dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Dengan demikian
tidak rasional jika obat ini digunakan pada kasus batuk
kering, sebab hanya akan membebani tubuh dengan efek
samping.
Obat golongan ini bisa mengiritasi lambung, karena
itu harus digunakan secara hati-hati, terutama sekali pada
penderita sakit mag. Untuk menghindari efek buruk ini,
ekspektoran harus diminum dalam keadaan perut terisi
makanan. Contoh golongan obat ini antara lain
bromheksin, guaifenesin (biasa disebut juga gliseril
guaiakolat atau GG), ambroksol, karbosistein, amonium
klorida, natrium sitrat.
3. Antialergi (antihistamin)
Antihistamin juga banyak digunakan di dalam obat flu-pilek.
Lihat juga Bab Obat Alergi. Di obat batuk, antihistamin
http://bukuobat.blogspot.com
bekerja dengan cara menetralkan alergi yang menyebabkan
batuk. Histamin sendiri merupakan substansi yang
diproduksi oleh tubuh sebagai mekanisme alami untuk
mempertahankan diri atas adanya benda asing. Adanya
histamin ini menyebabkan hidung kita berair dan terasa
gatal, yang biasanya diikuti oleh bersin-bersin.
Contoh obat golongan ini klorfeniramin maleat
(CTM, chlor-trimeton), difenhidramin, difenhidramin,
feniramin, doksilamin, dan tripolidin.
Selain berfungsi melawan alergi, antihistamin juga
punya aktivitas menekan refleks batuk, terutama
difenhidramin dan doksilamin. Sayangnya, obat golongan
ini bisa menyebabkan kita mengantuk. Karena itu hati-hati
minum obat ini saat Anda harus berkendara atau melakukan
aktivitas yang menuntut kewaspadaan tinggi.
4. Pelega hidung (dekongestan)
Untuk pembahasan lebih lengkap, silakan baca juga Bab
PPA & Obat Pelega Hidung. Obat golongan ini sering
terdapat di dalam obat batuk tapi sebetulnya tidak bekerja
melawan batuk, melainkan bekerja melegakan hidung
tersumbat yang biasanya menyertai batuk. Dengan kata lain,
jika batuk Anda tidak disertai dengan hidung tersumbat,
http://bukuobat.blogspot.com
sebaiknya jangan memilih obat batuk yang mengandung
dekongestan. Buang-buang uang dan malah membahayakan
karena bisa menyebabkan efek samping jantung berdebar-
debar, tekanan darah meningkat, dan mungkin sampai sulit
tidur. Contoh obat golongan ini, fenil propanolamin (PPA,
phenyl-propanolamine), pseudoefedrin, efedrin, etilefedrin,
dan fenilefrin.
Tabel ke-1 berikut bisa Anda jadikan sebagai panduan
ringkas dalam memilih obat batuk.
Jika batuk Anda Pilihlah yang Contoh senyawa obat
mengandung
Dekstrometorfan, noskapin
Kering (tanpa disertai
Antitusif Bromheksin, gliseril
guaiakolat (GG, atau
dahak) guaifenesin), ambroksol,
karbosistein, atau ammonium
Disertai dahak Ekspektoran klorida
Difenhidramin, klorfeniramin
Akibat alergi dan Antihistamin maleat (CTM), doksilamin,
disertai dengan feniramin, atau tripolidin
hidung meler Fenil propanolamin (PPA),
efedrin, pseudoefedrin,
Disertai dengan Dekongestan etilefedrin, atau fenilefrin
penyumbatan hidung
http://bukuobat.blogspot.com
Tabel di atas hanya memberi contoh jenis obat tapi tidak
menyebutkan nama dagang. Agar tabel-1 bisa diaplikasikan ketika
Anda berada di apotek, tabel ke-2 di bawah bisa Anda gunakan
sebagai simulasi mengenali komposisi dan cara kerja berbagai obat
batuk.
Penyebutan nama merek dagang sama sekali tidak
dimaksudkan sebagai iklan atau antiiklan. Tujuan penyebutan
merek dagang semata-mata agar Anda lebih mudah
mengaitkannya dengan nama-nama produk yang mungkin biasa
Anda konsumsi. Pemilihan merek dagang terserah Anda.
Perhatikan, makin ke bawah makin banyak komposisinya,
dan tentu saja makin besar kemungkinan efek samping dan
mudaratnya. Perhatikan juga dosis per takaran. Sekalipun obatnya
tunggal atau hanya berisi dua macam, bisa saja risiko efek
sampingnya lebih tinggi jika dosisnya tinggi.
Sebagai contoh, dosis lazim dekstrometorfan adalah 10 mg
per takaran untuk orang dewasa. Jika dosisnya sampai 15 mg per
takaran, mungkin obat memang menjadi lebih ampuh tapi risiko
timbulnya efek samping juga lebih tinggi.
Selain itu, produk obat batuk juga kadang berisi dua obat
yang khasiatnya sama, misalnya sama-sama ekspektoran atau
sama-sama punya efek menekan batuk. Jika keduanya digabung,
khasiatnya memang akan lebih kuat, tapi pada saat yang sama,
risiko efek sampingnya tentu juga lebih besar.
http://bukuobat.blogspot.com
Tabel ke-2: Contoh komposisi dan contoh merek dagang obat batuk:
1 jenis obat Komposisi Merek dagang
Penekan batuk
2 jenis obat Pengencer dahak Romilar®, Bisoltussin®, Code®, Dexitab®,
Metorfan®, Siladex Antitussif®, Zenidex®,
Penekan batuk & Mercotin®
antialergi
Penekan batuk & Bisolvon®, Mucopect®, Bisolvon Extra®,
pelega hidung Woods Expectorant®, Woods Peppermint
Penekan batuk & Child®, Ambril®, Brolexan®, Bromifar®,
Bronex®, Broncozol®, Bronchopront®,
Broxal®, Dexolut®, Epexol®, Extropect®,
Erphahexin®, Farmavon®, Hexolyt®,
Gunapect®, Graxine®, Hustab P®,
Interpec®, Lapimuc®, Lexavon®,
Limoxin®, Mucera®, Mucotab®,
Mucohexin®, Mucosulvan®, Mucoxol®,
Sohopect®, Silopect®, Solmux®, Solvax®,
Solvinex®, Thephidron®, Transmuco®
Vicks Formula 44®, Woods Antitussive®,
Contrexyn Batuk Tidak Berdahak®,
Dextromex®, Konidin®, Scanidi®,
Tusilan®
Benadryl DMP Child®, Bantif Child®,
Kemodryl DMP Child®, Oskadryl®,
Triaminic Batuk®
Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
44®
http://bukuobat.blogspot.com
pengencer dahak
Pengencer dahak & Allerin®, Cohistan Expectorant®,
antialergi Dantusil®, Decadryl Expectorant®,
Benadryl Cough®, Hufadryl®, Ikadryl®,
Koffex®, Kemodryl®, Sanadryl®, Toplexil®
Pengencer dahak & Sudafed Expectorant®, Triaminic
pelega hidung Expectorant®
3 jenis obat Penekan batuk, Actifed DM®, Actifed Plus Cough
antialergi & pelega Suppressant®, Alco Plus DMP®,
hidung Bronchophen®, Erphakaf®, Lapifed DM®,
Primadryl Plus®, Siladex Cough & Cold®
Pengencer dahak, Actifed Expectorant®, Allerin Expectorant®,
antialergi & pelega Bufagan Expectorant®, OBB®, Triadex
hidung Expectorant®
Penekan batuk, Polaramine Expectorant®, Benacol DTM®,
pengencer dahak & Codecon®, Grantusif®, Kalibex®, Komix®,
antialergi Sanadryl DMP®
4 jenis obat Penekan batuk, Benadryl DMP®, Anakonidin®, Cosyr®,
pengencer dahak, Cough EN Plus®, Dextral®, Ersylan®,
antialergi & pelega Ikadryl DMP®, Kemodryl Plus DMP®,
hidung Mixadin®, Mucotussan®, Pyridryl Plus®,
Quelidrine®, Lapifed Expectorant®,
Tuseran®, Tussigon®
Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat
di Bab Obat Flu-Pilek.
http://bukuobat.blogspot.com
Dari tabel di atas Anda bisa melihat cara kerja masing-
masing obat batuk. Masing-masing produk obat batuk punya cara
kerja yang berbeda-beda. Jadi, tidak ada obat batuk yang paling
manjur—semahal apa pun harganya. Tiap kali Anda mau minum
obat batuk, selalu biasakan lihat dulu kemasannya. Baca apa saja
isinya supaya Anda bisa tahu bagaimana cara kerjanya. Jangan
percaya kalau ada yang menyebut satu merek dagang sebagai obat
yang paling manjur.
Sama seperti obat flu-pilek, obat batuk sebetulnya juga
dibuat untuk orang dewasa, dan tidak dianjurkan untuk diberikan
pada anak-anak, terutama di bawah usia dua tahun. Baca juga Bab
Obat Pada bayi danAnak.
Obat Batuk Hitam
Salah satu produk obat batuk yang cukup populer di Indonesia
adalah obat batuk hitam (OBH). Obat ini termasuk golongan obat
tradisional yang berisi Succus liquiritiae, ekstrak tanaman akar
manis (Glycyrrhiza glabra). Secara empiris, ekstrak tanaman ini
berkhasiat meredakan batuk meskipun mekanisme kerjanya belum
diketahui secara detail seperti mekanisme kerja dekstrometorfan
atau bromheksin. Baca juga Bab Obat Tradisional.
http://bukuobat.blogspot.com
Obat Batuk Cair vs. Padat
Secara umum, obat batuk cair (sirup) lebih mudah diserap
daripada bentuk padat (tablet atau kapsul). Ini karena dalam
sediaan cair, senyawa obat sudah berada dalam bentuk molekul
terkecilnya. Sementara yang bentuknya padat memerlukan waktu
untuk dipecah menjadi satuan-satuan kecil.
Namun kelemahannya, obat cair lebih mudah terurai
dibandingkan obat padat selama masa penyimpanan. Karena itu
saat membeli, pastikan batas kedaluwarsanya masih lama. Soal
khasiat, keduanya tidak berbeda sepanjang memenuhi persyaratan
minimal standar obat yang baik.
Obat Batuk Sapu Jagat
Pada umumnya kita fanatik pada satu merek obat untuk semua
jenis batuk. Ini bukanlah kebiasaan yang baik. Akan lebih baik jika
kita memilih obat sesuai dengan gejalanya, bukan obat “sapu
jagat” yang berisi semua golongan di atas.
Semakin banyak obat yang masuk ke dalam tubuh, semakin
banyak efek samping yang terjadi. Sebagai contoh, jika batuk tidak
disertai dengan penyempitan saluran napas, pemakaian PPA
hanya akan menambah efek samping jantung berdebar, dan
bahkan peningkatan tekanan darah yang bisa membahayakan
http://bukuobat.blogspot.com
penderita hipertensi. Kebiasaan minum obat sapu jagat sebaiknya
dihindari, terutama untuk anak-anak.
Yang tak kalah penting untuk diingat, batuk bisa menyertai
berbagai penyakit, seperti flu, alergi, asma, bronkitis, tuberkulosis
(TB), pneumonia (radang paru), atau infeksi lain. Karena itu jika
batuk berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak berhenti
meskipun sudah diobati macam-macam, ingat pesan iklan,
“Segera hubungi dokter”.
http://bukuobat.blogspot.com
6
OBAT MAG
Di Indonesia, obat mag termasuk salah satu produk farmasi
yang banyak dikonsumsi seperti consumer goods. Lembaga riset
Frontier dan majalah Marketing sampai memasukkan kategori obat
mag dalam survei Top Brand tiap tahun. Selama beberapa tahun
Top Brand untuk kategori obat mag adalah Promag® dan
Mylanta®.
Kalau obat mag dikategorikan sebagai consumer goods, itu
berarti bahwa banyak orang Indonesia menderita sakit mag.
Berbeda dengan flu-pilek yang disebabkan oleh infeksi virus yang
sulit dihindari, sakit mag pada umumnya berasal dari pola hidup
kita yang salah.
Sebelum membahas tentang obat mag, sebaiknya kita
membahasa dulu tentang sakit mag. (Mag dari bahasa Belanda
maag, yang artinya perut atau lambung.)
http://bukuobat.blogspot.com
Cerita tentang sakit mag biasanya dimulai dari meja
makan—sekalipun bisa juga dari meja kantor atau bahkan kamar
tidur. Biang keladi yang umum adalah makanan meskipun bisa
juga stres atau hal lain.
Setelah dikunyah di mulut, makanan masuk ke
kerongkongan. (Sekadar diketahui, saluran makanan adalah
kerongkongan, bukan tenggorok. Tenggorok adalah saluran
napas.) Setelah melewati kerongkongan, makanan atau minuman
akan transit di lambung sebelum diserap di usus.
Di lambung, bahan-bahan makanan tersebut dicerna agar
bisa diserap oleh tubuh. Pada proses ini, lambung mengeluarkan
cairan asam klorida (yang sering disebut sebagai asam lambung)
untuk membantu kerja enzim-enzim pencernaan. Tanpa bantuan
asam ini, protein dari daging, telur, ikan, dan tempe tidak bisa
dicerna dengan baik.
Selain berfungsi mencerna, asam lambung juga berfungsi
sebagai benteng pertahanan dari kuman yang masuk ke dalam
tubuh lewat makanan atau minuman. Sebagian besar (tidak
semua) bakteri yang terbawa di dalam makanan tidak tahan hidup
dalam suasana asam. Begitu berada dalam cairan asam, mereka
akan mati sehingga tidak sampai di usus.
Masalah bisa timbul jika produksi asam lambung meningkat
melebihi kebutuhan, misalnya karena telat makan, terlalu banyak
minum kopi atau soda, atau stres berkepanjangan. Bisa juga
http://bukuobat.blogspot.com
karena pemakaian obat-obatan tertentu, misalnya asetosal (obat
sakit kepala) atau asam mefenamat (obat sakit gigi). Bisa juga
karena infeksi kuman khusus yang kebal terhadap asam, seperti
Helicobacter pylori. Sebagian besar bakteri tidak sanggup bertahan
dalam kondisi asam. Bakteri ini termasuk pengecualian.
Kondisi lambung yang terlalu asam menyebabkan dinding
lambung mengalami iritasi. Gejala yang paling umum adalah
nyeri lambung. Bisa juga disertai mual, kembung, serta rasa penuh
dan tidak nyaman di perut. Pada mag yang berat, gejalanya bisa
sampai berupa rasa terbakar di dada.
Berdasarkan cara kerjanya, ada dua kelompok besar obat
mag.
1. Antasid (penetral asam)
Karena biang gangguan mag biasanya asam lambung, obat-
obat mag pada umumnya bekerja dengan cara
mempengaruhi asam lambung. Dua golongan obat mag
yang paling penting adalah penetral asam (antasid) dan
penghambat produksi asam lambung. (Antacid dari kata anti-
yang berarti melawan, dan acid yang berarti asam.)
Sebagian besar kandungan obat mag yang dijual bebas
adalah golongan antasid. Contoh antasid yang banyak
digunakan: aluminium hidroksida dan magnesium
hidroksida. Kadang keduanya berada dalam bentuk
http://bukuobat.blogspot.com
aluminum trisilikat dan magnesium trisilikat. Cara
kerjanya sama saja. Obat-obat ini bersifat basa, bekerja
dengan cara menetralkan asam lambung. (Dalam ilmu
kimia, lawan kata asam adalah basa.)
Antasid magnesium dan aluminium merupakan dua
serangkai yang biasanya ada di dalam satu produk.
Keduanya selalu dikombinasikan karena dua obat ini punya
efek samping yang berlawanan. Magnesium tunggal punya
efek samping diare, sementara aluminium tunggal punya
efek samping konstipasi (sembelit). Jika keduanya
dikombinasikan, efek samping tersebut bisa saling
meniadakan.
Contoh lain antasid adalah kalsium karbonat. Tapi di
Indonesia, obat ini jarang digunakan. Hanya digunakan di
beberapa merek dagang.
Begitu ditelan, antasid bereaksi cepat menetralkan
asam lambung. Lebih cepat lagi kalau dikunyah dulu baru
ditelan. Obat-obat ini rasanya tawar, sama sekali tidak pahit
sehingga bisa dikunyah.
Oleh karena kerjanya cepat, obat golongan ini cocok
sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi serangan mag
yang datang sesekali. Namun, obat ini punya kekurangan,
yakni waktu kerjanya singkat. Itu sebabnya antasid saja
http://bukuobat.blogspot.com
kurang ampuh sebagai obat utama untuk sakit mag yang
telah menjadi kronis.
2. Antikembung (penyerap gas)
Di banyak produk obat mag, antasid juga sering
dikombinasikan dengan obat antikembung, misalnya
simetikon (dimetil polisiloksan) dan dimetikon. Dua obat
ini bukanlah penetral asam, melainkan bahan yang
digunakan untuk menyerap kelebihan gas di saluran cerna.
Obat antikembung digunakan di dalam obat mag karena
pada umumnya gangguan lambung diikuti dengan gejala
salah cerna yang menyebabkan produksi gas secara
berlebihan.
3. Penghambat produksi asam lambung
Di Indonesia, obat golongan ini sebagian bisa dibeli tanpa
resep. Sekalipun ada produk yang bisa dibeli tanpa resep,
sebaiknya obat golongan ini digunakan dengan hati-hati.
Saat membelinya di apotek, tanyakan efek sampingnya
kepada apoteker. Contoh golongan ini antara lain
famotidin, simetidin, dan ranitidin.
Contoh merek dagang obat yang mengandung obat
golongan ini dan banyak diiklankan adalah Promag Double
Action® dan Neosanmag Fast®. Produk ini berisi
http://bukuobat.blogspot.com
kombinasi tiga bahan, yaitu kalsium karbonat, magnesium
hidroksida, dan famotidin.
Kalsium karbonat dan magnesium hidroksida
merupakan golongan penetral asam lambung. Sedangkan
famotidin bekerja mengurangi produksi asam lambung. Di
brosur obat, famotidin mungkin disebut sebagai “antagonis
reseptor H2” atau “acid blocker”. Ini istilah medis untuk obat
yang bekerja mengurangi produksi asam lambung.
Selain golongan obat “idin-idin” ini, ada pula obat
yang lebih kuat, yang bekerja dengan cara menutup saluran
produksi asam lambung. Obat-obat golongan ini di
Indonesia masih termasuk golongan obat keras. Misalnya,
omeprazol, esomeprazol, dan lansoprazol.
Obat golongan keras ini dibahas di sini bukan agar
pembaca bisa mengobati diri sendiri, lalu membelinya dari
apotek tanpa konsultasi ke dokter. Pembahasan obat keras
dimaksudkan agar pembaca sebagai konsumen mengetahui
hal-hal penting tentang obat yang diminum.
Swamedikasi (pengobatan sendiri) dengan obat-obat
golongan ini bisa berbahaya. Beberapa penelitian
menyebutkan, salah satu risiko yang bisa timbul dari
penggunaan jangka panjang obat keras ini adalah turunnya
daya ingat.
http://bukuobat.blogspot.com
Dua golongan obat mag (idin-idin dan prazol-prazol) ini
punya waktu kerja lebih lama dibandingkan antasid. Dokter
biasanya meresepkan untuk mengatasi gangguan mag kronis
yang tidak lagi bisa diatasi dengan antasid saja.
Kalau sakitnya sudah parah dan ada indikasi luka
infeksi di lambung, dokter kadang meresepkan antibiotik,
misalnya metronidazol. Obat ini berfungsi membasmi
bakteri Helicobacter pylori.
Obat lain yang juga bisa digunakan dalam obat mag
adalah bismut subsalisilat. Obat ini bekerja dengan cara
meredakan iritasi di lambung. Kadang digunakan dalam
obat antidiare. Tapi di Indonesia, hanya beberapa merek
dagang obat mag yang menggunakannya.
Dari pembahasan di atas, kita bisa melihat, obat mag
bermacam-macam. Yang paling perlu diketahui oleh
konsumen awam adalah golongan antasid. Kelompok
lainnya hanya perlu diketahui kalau kita mendapatkan obat-
obat ini dari resep dokter.
Bukan untuk Jangka Panjang
Banyak orang menganggap gangguan mag bukan sesuatu yang
perlu ditangani secara serius. Telan obat, beres. Sebagai konsumen
yang cerdas, sebaiknya kita tidak mudah terbujuk oleh iklan.
http://bukuobat.blogspot.com
Iklan-iklan obat selalu membangun pandangan yang
serbagampang: Sakit mag? Minum obat ini, pasti beres.
Cara pandang ini menyebabkan sakit mag tidak tertangani
dengan baik dan menjadi kronis. Akhirnya penderita tidak bisa
melepaskan diri dari obat-obatan. Padahal obat mag sebetulnya
tidak dianjurkan untuk dikonsumsi lebih dari dua minggu secara
berturut-turut.
Setidaknya ada dua alasan mengapa penderita gangguan
mag tidak boleh mengandalkan diri pada obat. Alasan pertama,
jika minum antasid dibiasakan terus-menerus, maka beban kerja
ginjal sebagai penyaring darah menjadi semakin berat.
Alasan kedua, antasid tidak bisa menyembuhkan gangguan
mag dari akarnya. Antasid hanya meredakan gangguan mag
sesaat. Itu berarti, penyembuhan sakit mag, mau tidak mau, harus
dimulai dari pola makan dan pola hidup. Identifikasi dulu
penyebabnya lalu atasi.
Semakin lama sakit mag dibiarkan, semakin besar
kemungkinan dinding lambung terinfeksi kuman Helicobacter pylori.
Bakteri ini adalah bakteri kelas berat yang untuk membasminya
pun dibutuhkan antimikroba kelas berat. Dengan kata lain, jika
sampai terjadi infeksi, sakit mag bisa menjadi sangat parah. Itu
sudah bukan sakit mag biasa.
http://bukuobat.blogspot.com
Yang perlu dicatat betul, obat mag tidak menyembuhkan
sakit mag, hanya mengendalikan. Penyembuhan sakit mag
dilakukan sendiri oleh tubuh lewat pola hidup yang baik.
Cara Minum yang Tepat
Jika kita minum obat mag untuk mencegah kekambuhan, aturan
cara minum harus diperhatikan dengan benar. Karena fungsinya
menetralkan asam klorida, obat golongan antasid sebaiknya
diminum pada saat lambung tidak berisi makanan. Waktu yang
tepat adalah satu jam sebelum makan atau dua jam sesudah
makan. Pemilihan waktu ini didasarkan pada alasan efektivitas
kerja.
Jika obat diminum pada saat lambung terisi makanan, maka
fungsi antasidnya berkurang. Lebih dari itu, pada saat lambung
berisi protein, asam lambung tidak boleh dinetralkan karena ia
dibutuhkan untuk membantu pencernaan protein. Jika tidak
dicerna dengan baik, protein bisa terurai menghasilkan gas. Hal ini
bisa menyebabkan timbulnya rasa penuh di perut. Keadaan ini
bisa semakin parah jika makanan yang masuk lambung kaya akan
protein, misalnya daging atau telur.
http://bukuobat.blogspot.com
Tip Praktis Atasi Gangguan Mag
Usahakan tidak mengisi lambung dengan banyak makanan
ataupun minuman karena hal itu akan memaksa lambung
berkontraksi dan memproduksi asam lebih banyak.
Jika mungkin, makanlah secara teratur, dalam porsi sedikit
tetapi sering. Makan sehari 6 x ½ piring lebih baik daripada
makan 3 x 1 piring.
Makanlah secara pelan-pelan. Kunyah makanan dengan baik
sebelum menelannya.
Hindari minuman soda, makanan pedas, atau berlemak tinggi,
kopi, obat berisi kafein, asetosal, asam mefenamat, ibuprofen,
dan obat-obat yang mengiritasi lainnya (biasanya dari
golongan obat penghilang nyeri).
Jika minum antasid tablet, kunyah dulu supaya reaksi kerjanya
di lambung lebih cepat.
Kelola stres dengan baik. Stres adalah persoalan di luar
makanan yang paling sering menjadi pemicu sakit mag.
http://bukuobat.blogspot.com
Komposisi Contoh merek dagang
Antasid Mylanta Rolltabs®, Actal®, Stomacain®, Alugel®,
Erphamag®, Gelusil®
Antasid & Acitral®, Actal Plus®, Aludonna D®, Almacon®,
antikembung Anflat®, Asidrat®, Atmacid®, Berlosid®, Biomag MPS®,
Bufantacid®, Citral®, Corsamag®, Decamag®,
Dexanta®, Di-Gel®, Exomag®, Farmacrol Forte®,
Gastrucid®, Gelusil MPS®, Gestabil®, Gestamag®,
Lagesil®, Lexacrol®, Lexacrol Forte®, Magalat®,
Magasida®, Magtral®, Magtral Forte®, Mylanta®,
Mylanta Forte®, Myllacid®, Nudramag®, Plantacid®,
Plantacid Forte®, Polycrol®, Polysilane®, Progastric®,
Promag®, Stromag®, Ticomag®, Tomaag®, Ultilox®
Antasid & Magard FA®, Neosanmag®, Neosanmag Fast®,
penghambat Polysilane Max®, Promag Double Action®, Starmag
produksi asam Double Impact®
http://bukuobat.blogspot.com
7
OBAT DIARE
Dalam ilmu kesehatan masyarakat, diare—alias mencret,
murus, berak air, buang-buang air, mencuru, mencirit—termasuk
golongan common problems. Penyakit umum yang sering terjadi,
seperti flu-pilek dan batuk. Obat diare pun banyak yang termasuk
kategori obat bebas, bisa didapatkan di toko-toko dan apotek tanpa
resep dokter.
Berdasarkan survei Top Brand Award 2012 dan 2013 yang
dilakukan oleh lembaga riset Frontier dan majalah Marketing, dua
merek obat diare yang paling laris adalah Diapet® (buatan PT
Soho Industri Pharmasi) dan Neo Entrostop® (buatan PT Kalbe
Farma).
http://bukuobat.blogspot.com
Pada umumnya setiap orang punya satu merek obat andalan
untuk diare. Merek inilah yang akan diminum setiap terserang
diare, tanpa memperhitungkan penyebabnya. Yang sudah biasa
minum Diapet® biasanya akan selalu memilih Diapet® tiap kali
terserang diare. Begitu juga, yang sudah biasa minum Entrostop®
biasanya akan selalu memilih Entrostop® apabila terkena diare.
Padahal, penyebab gangguan ini bisa bermacam-macam, dan
karena itu sebetulnya tidak ada satu pun obat universal untuk
segala macam kasus diare.
Sebelum kita membahas obat diare, mari kita bahas dulu
biang keladi yang paling sering menjadi penyebabnya.
Secara alami, usus melakukan gerakan peristaltik (gerakan
teratur memeras sari pati makanan agar bisa diserap oleh tubuh).
Gerakan inilah yang menyebabkan ampas makanan terdorong ke
belakang sebagai feses (air besar).
Jika terjadi abnormalitas di usus, gerakan peristaltik menjadi
semakin cepat. Akibatnya, frekuensi pengeluaran feses juga ikut
meningkat bersama air. Biang keladi abnormalitas itu bermacam-
macam, antara lain:
Racun dari makanan atau minuman.
Bahan makanan yang mengiritasi, misalnya makanan yang
terlalu pedas.
http://bukuobat.blogspot.com
Infeksi virus, bakteri, jamur, atau protozoa. Bakteri
penyebab infeksi pun bisa bermacam-macam. Contoh yang
paling sering menjadi penyebab diare adalah Escherichia coli.
Bakteri ini sebetulnya merupakan bakteri normal di usus
yang tidak merugikan. Kuman ini bisa menyebabkan diare
jika menjadi ganas dan populasinya melebihi normal.
Makanan yang sulit dicerna, misalnya daging yang belum
matang. Bahkan, makanan atau minuman lazim seperti susu
pun bisa menyebabkan diare. Ini sering terjadi pada orang-
orang (terutama anak-anak) yang kekurangan enzim laktase.
Enzim ini diperlukan untuk memecah laktosa (gula susu).
Saat mereka minum susu, organ cerna mereka tidak sanggup
mencernanya sehingga menyebabkan diare. Selain itu,
protein susu sapi juga bisa menjadi biang alergi yang
memicu diare pada sebagian kecil anak.
Ketidakseimbangan bakteri usus, misalnya akibat terlalu
banyak minum antibiotik.
Kecemasan, stres, dan perubahan internal tubuh lainnya.
Ringkasnya, diare bisa disebabkan oleh bermacam-macam
faktor. Maka pengobatanya pun tentu saja berbeda-beda,
tergantung penyebabnya. Tak ada satu pun merek obat yang bisa
mengatasi semua jenis diare di atas.
http://bukuobat.blogspot.com
Berdasarkan cara kerjanya, obat diare bisa dibagi ke dalam
tiga kelompok besar:
1. Adsorben
Secara harfiah, adsorben berarti bahan penyerap, dari kata
adsorb yang berarti menyerap di permukaan. (Berbeda dari
absorb yang berarti menyerap sampai ke dalam). Adsorben
bekerja mengatasi diare dengan cara mengikat kuman atau
toksin (racun) di saluran cerna, supaya tidak bersentuhan
dengan permukaan usus. Jika toksin dan kuman ini
berkontak dengan usus, gerakan peristaltik usus secara
otomatis akan meningkat sebagai refleks alami untuk
mengeluarkan racun itu. Obat yang masuk dalam golongan
ini antara lain karbon aktif, attapulgit, dan kaolin.
Obat golongan ini biasa dikombinasikan dengan
pektin. Pektin adalah serat larut yang banyak terdapat di
dalam buah. Serat ini digunakan di dalam obat diare karena
bisa memperpadat feses. Di Indonesia banyak sekali obat
diare golongan obat bebas yang mengandung pektin. Di
Amerika, FDA menganggap obat ini tidak berkhasiat
antidiare sehingga tidak boleh diklaim sebagai obat diare.
Karena cara kerjanya menyerap kuman dan toksin,
obat golongan adsorben hanya bermanfaat jika penyebab
diare adalah bahan yang mengiritasi usus. Jika penyebabnya
http://bukuobat.blogspot.com
adalah perubahan internal tubuh, misalnya karena cemas,
stres, depresi, atau karena infeksi parah, obat-obat ini tidak
lagi efektif.
Contoh merek dagang yang cukup populer antara lain:
Neo Entrostop® (berisi attapulgit dan pektin), Norit® (berisi
karbon aktif), Diatabs® (attapulgit). Obat-obat ini termasuk
golongan obat bebas yang paling banyak beredar di pasaran.
Relatif aman, bisa diminum oleh anak-anak, ibu hamil, juga
ibu menyusui.
2. Antiinfeksi
Jika diare disebabkan oleh infeksi berat, biasanya obat
golongan adsorben saja tidak cukup untuk
menghentikannya. Harus ada obat lain yang tidak sekadar
mengikat kuman, tetapi juga berfungsi sebagai antimikroba
pembasmi kuman, misalnya antibiotik.
Semua antibiotik untuk diare termasuk kategori obat
keras! Itu sebabnya, untuk kasus infeksi berat, sebaiknya
penderita memeriksakan diri ke dokter. Apalagi jika diare
disertai dengan demam atau adanya darah di dalam tinja.
Dua gejala ini menunjukkan bahwa diare tersebut bukan
diare biasa. Lihat juga Bab Antibiotik.
http://bukuobat.blogspot.com
3. Penghambat gerakan peristaltik usus
Obat utama golongan ini adalah loperamida. Sekadar
menyebut, contoh merek dagang yang populer adalah
Imodium®. Harap dicatat, ini bukan golongan obat bebas
tapi obat keras. Obat ini harus digunakan dengan sangat
hati-hati.
Obat golongan ini bekerja dengan cara menghambat
gerakan peristaltik usus dan meningkatkan penyerapan
kembali cairan di usus besar. Jadi, tidak membasmi kuman,
juga tidak mengikat toksin.
Oleh karena cara kerjanya demikian, loperamida tidak
tepat jika digunakan untuk kasus diare akibat infeksi atau
toksin dari makanan atau minuman. Sebab, jika gerakan
usus dihambat, kuman atau toksin tersebut justru tertahan di
saluran cerna dan tidak bisa dikeluarkan. Keadaan ini justru
lebih berbahaya dari mencretnya sendiri.
Selain itu, obat ini juga diserap ke dalam darah. Pada
sebagian kecil orang, obat ini bisa menimbulkan beberapa
efek samping seperti nyeri perut, mual, atau muntah. Ini
berbeda dengan obat golongan adsorben yang tidak diserap
oleh tubuh dan jauh lebih aman. Karena berbagai alasan
inilah, loperamida sebaiknya hanya digunakan di bawah
pengawasan dokter.
http://bukuobat.blogspot.com
Ketiga golongan di atas merupakan kelompok obat yang
paling sering digunakan untuk mengatasi diare. Anda mungkin
bertanya: kalau begitu Diapet® yang menjadi top brand itu masuk
kelompok mana? Neo Entrostop® sudah jelas masuk kategori
pertama, yaitu adsorben.
Kita perlu membahasnya karena Diapet® termasuk salah
satu produk yang banyak dikonsumsi. Diapet® sedikit berbeda
dari kebanyakan obat diare kelompok di atas. Obat ini sebetulnya
termasuk kategori obat tradisional, satu tingkat di atas jamu.
Selain Diapet®, masih ada beberapa merek dagang obat diare
lainnya yang isinya mirip tapi kalah terkenal, misalnya Nodiar®.
Dua kandungan utama Diapet® adalah ekstrak daun jambu
biji dan rimpang kunyit. Di kemasan obat, bahan-bahan ini tertulis
dalam bahasa Latin yang mungkin tak terpahami oleh orang
awam. Daun jambu biji tertulis sebagai Psidii folium. Rimpang
kunyit tertulis sebagai Curcuma domesticae rhizoma. (Folium berarti
daun. Rhizoma berarti rimpang.)
Menurut berbagai penelitian, ekstrak daun jambu biji dan
rimpang kunyit memang punya khasiat antibakteri dan
menghambat pengeluaran feses. Meski begitu, tidak berarti obat
ini bisa digunakan untuk berbagai kasus diare sebab tidak semua
kuman bisa dibasmi oleh obat tradisional ini.
http://bukuobat.blogspot.com
Selain itu, apabila penyebab diare adalah racun dari
makanan atau minuman, penggunaan obat diare yang
menghambat pengeluaran feses justru akan berbahaya.
Bagaimanapun, racun harus dikeluarkan meskipun
konsekuensinya adalah harus bolak-balik ke belakang.
Diare sebetulnya adalah mekanisme alami untuk membuang
sesuatu yang berbahaya. Mencret sendiri sebetulnya tidak
berbahaya. Yang berbahaya dari diare adalah kehilangan cairan
dan elektrolit yang keluar terus-menerus lewat feses. Jika penderita
mengalami kekurangan cairan dan elektrolit (dehidrasi) dalam
tingkat parah, ia bisa semaput (pingsan), gagal ginjal, dan gagal
jantung.
Agar tidak sampai kekurangan cairan, penderita harus
minum oralit. Ini adalah “obat diare” terbaik. (Pada bayi, cairan
dan elektrolit bisa diperoleh dari ASI.) Apa pun penyebab
diarenya, pertolongan yang harus diberikan adalah oralit. Oralit
memang tidak menghentikan mencret tapi minuman ini bisa
menghindarkan penderita diare dari dehidrasi.
Walhasil, sebelum memilih obat, langkah paling penting
adalah mengenali penyebab diare. Ingat-ingat kembali apa saja
yang masuk ke dalam perut, dan apa saja yang terjadi sebelum
diare itu. Setelah itu kita bisa menentukan apakah kita perlu pergi
ke dokter atau membeli obat di apotek. Jika kita memutuskan
http://bukuobat.blogspot.com
membeli obat di apotek, kita juga bisa menentukan obat apa yang
akan kita pilih.
Obat Contoh merek dagang
Karbon aktif Norit®, Bekarbon®
Attapulgit Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®,
Teradi®, Neo Enterodine®
Kaolin & pektin Diaend®, Envios-fb®, Neo Diaform®, Neo
Kaocitin®, Neo Kaolana®, Kanina®, Kaolimec®, Neo
Kaocitin®, Neo Kaominal®, Opidiar®, Omegdiar®
Attapulgit & Diagit®, Entrogard®, Entrostop®, Licopec®,
pektin Molagit®, Neo Diastop®, Neo Entrostop®, Neo
Envios®
Ekstrak daun Diapet®, Nodiar®, Fitodiar®, Anstrep®, Antrexol®,
jambu, kunyit, dsj Diarem®, Entrodiar®, Lesdiar®, Primadia®
Loperamida Imodium®, Amerol®, Colidium®, Diadium®,
(OBAT KERAS) Diasec®, Diaston®, Gradilex®, Imodan®, Imosa®,
Inamid®, Lexadium®, Licodium®, Lodia®,
Lopamid®, Motilex®, Normotil®, Normudal®,
Opox®, Primodium®, Renamid®, Rhomuz®,
Xepare®
http://bukuobat.blogspot.com
Dalam kondisi normal, usus besar menyerap kembali cairan yang
melewati saluran cerna. Pada saat diare, mekanisme ini terganggu sehingga
cairan ikut terbuang bersama feses.
Kondisi ini menyebabkan tubuh kekurangan cairan dan elektrolit-elektrolit
penting. Berkurangnya elektrolit-elektrolit penting, seperti natrium dan kalium,
bisa menyebabkan terganggunya fungsi-fungsi penting di dalam tubuh, misalnya
detak jantung, tekanan darah, dan kontraksi otot. Inilah yang paling berbahaya,
dan paling sering dilupakan.
Pada saat diare, penderita memang biasanya juga kehilangan nafsu
makan. Ini kadang menyebabkan penderita merasa ingin muntah jika minum
oralit. Untuk meminimalkan rasa mual, oralit tidak dianjurkan untuk diminum
sekaligus satu gelas, tapi disesap sedikit demi sedikit. Dengan demikian, cairan
bisa masuk pelan-pelan lewat lambung tanpa menyebabkan muntah.
Sebelum menyeduh oralit, pastikan serbuknya masih bisa mengalir
dengan baik dari bungkusnya. Pasalnya, oralit terbuat dari garam dan glukosa.
Keduanya termasuk bahan yang sangat mudah menyerap air (higroskopis). Jika
tidak disimpan secara benar, serbuk oralit bisa menggumpal dan rusak di dalam
kemasannya. Bila sudah menggumpal, oralit sebaiknya tidak digunakan lagi.
Minum oralit yang telah rusak sama saja dengan “menyelesaikan masalah
dengan masalah”.
http://bukuobat.blogspot.com
Kapan Harus ke Dokter?
Diare bisa merupakan masalah ringan, bisa pula menjadi masalah
berat. Kalau masalahnya karena makanan pedas atau susu, diare
bisa berhenti dengan sendirinya. Tapi dalam beberapa kondisi,
diare bisa menjadi masalah serius, dan penderita sebaiknya pergi
ke dokter.
Sebagai pedoman sederhana, pasien perlu ke dokter jika:
Pasien dewasa Pasien bayi dan anak
Diare tidak sembuh dalam tiga Disertai muntah atau demam di
hari. atas 39 C.
Penderita mengalami dehidrasi, Popok harus diganti setiap kurang
dengan tanda-tanda haus hebat, dari tiga jam.
mulut dan kulit kering, tidak
berkemih atau berkemih sangat Ada darah di dalam tinja.
sedikit, kesadaran berkurang. Terus mengantuk, rewel, dan tidak
Disertai nyeri di daerah perut atau responsif.
dubur. Perut dan pipinya cekung.
Jika kulitnya dicubit, bekas cubitan
Ada darah di dalam tinja.
Demam lebih dari 39 C. tidak lekas hilang.
http://bukuobat.blogspot.com
8
OBAT PERUT KEMBUNG
Dalam bahasa medis, perut kembung disebut dengan
dispepsia (indigestion). Bahasa awamnya “salah cerna”. Gejalanya
perut terasa penuh, mual, kadang sampai disertai muntah serta
nyeri dan perasaan terbakar di perut bagian atas.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, bisa dari cara makan
yang salah, bisa pula dari jenis makanan yang sulit dicerna. Cara
makan yang salah misalnya makan terlau banyak dalam tempo
terlalu cepat. Adapun jenis makanan atau minuman yang bisa
menyebabkan salah cerna misalnya makanan tinggi lemak dan
tinggi protein, makanan yang belum matang, susu, makanan
dengan bumbu pekat, minuman bersoda atau minuman tinggi
kafein.
Makanan tinggi serat pun bisa saja menjadi pemicu perut
kembung karena serat termasuk bahan pangan yang tidak bisa
http://bukuobat.blogspot.com
dicerna. Bahan makanan yang tidak bisa dicerna oleh enzim akan
dicerna oleh bakteri, menghasilkan gas. Gas inilah yang
menyebabkan perut terasa penuh. Pada sebagian orang, sayur
semacam kubis atau pare dalam jumlah wajar pun bisa sampai
menyebabkan kembung.
Kadang penyebabnya bukan dari makanan yang sulit
dicerna, melainkan berasal dari ketidakmampuan organ cerna
memproduksi enzim. Misalnya, sebagian kecil orang tidak bisa
mencerna gula susu (laktosa). Jika minum susu, ia bisa mengalami
kembung sampai diare. Untuk orang seperti ini, obat kembungnya
hanyalah menghindari susu. Tidak perlu minum obat.
Perut kembung bisa juga disebabkan oleh penyakit lain,
seperti infeksi bakteri di saluran cerna, sakit mag, atau tukak (luka)
lambung. Bisa juga disebabkan oleh kondisi kecemasan maupun
akibat penggunaan obat-obat tertentu.
Sebelum memutuskan minum obat, sebaiknya kita
mengidentifikasi dulu penyebabnya secara tepat. Jika kita tahu
penyebabnya, kita akan lebih mudah memilih obatnya.
Jika penyebabnya adalah kebanyakan makan atau
ketidakmampuan tubuh mencerna makanan, misalnya akibat
terlalu banyak makan daging atau sumber lemak dan protein
lainnya, kita bisa memilih obat bebas dari kategori suplemen
enzim. Contoh merek dagang yang terkenal: Enzyplex®,
http://bukuobat.blogspot.com
Vitazym®, dan Tripanzym®. Suplemen ini berisi enzim-enzim
yang bisa membantu pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein.
Jika penyebabnya adalah sakit mag, kita bisa mengobatinya
dengan minum obat mag dan simetikon (penyerap gas). Jenis-jenis
obat mag bisa dibaca di Bab Obat Mag. Jika penyebabnya adalah
infeksi bakteri, kita harus mengobati infeksinya lebih dulu. Jika
obat yang kita minum tidak sesuai dengan penyebabnya, masalah
kembung mungkin saja malah akan menjadi lebih parah.
Sebagai contoh, jika penyebabnya adalah ketidakmampuan
lambung mencerna protein, maka tentu akan sia-sia jika kita
mengobatinya dengan obat mag. Begitu pula jika penyebabnya
adalah sakit mag atau infeksi bakteri, suplemen enzim akan
mubazir kita minum.
Jika masalah kembung terjadi berulang-ulang dan tidak bisa
diselesaikan dengan obat-obat bebas, lalu menjadi semakin parah,
apalagi jika disertai dengan muntah atau diare, itu pertanda bahwa
kita harus segera ke dokter. Kuncinya: jauhi penyebabnya lebih
dulu. Jangan langsung diatasi dengan obat.
Kelompok obat yang banyak digunakan dalam obat salah
cerna antara lain:
1. Enzim cerna
Enzim yang sering digunakan di dalam obat salah cerna antara
lain: pankreatin (berisi amilase, tripsin/protease, lipase),
http://bukuobat.blogspot.com
bromelain, empedu sapi (di kemasan obat mungkin tertulis
sebagai ox bile). Semua bahan ini termasuk golongan enzim
cerna. Sebagian produk juga mengandung enzim dari
tumbuhan, misalnya getah pepaya yang memang punya
khasiat memecah protein. Semuanya termasuk kategori enzim
cerna.
2. Penyerap gas
Contoh obat: simetikon/dimetilpolisiloksan. Fungsinya
menyerap produksi gas berlebih yang menyebabkan perut
terasa penuh. Obat ini juga banyak digunakan pada produk
obat mag. Baca juga Bab Obat Mag.
3. Probiotik (bakteri baik)
Makanan yang tidak tercerna dengan baik akan menyebabkan
pertumbuhan bakteri jahat (patogen). Bakteri baik
(nonpatogen) dari obat probiotik berfungsi menekan
pertumbuhan bakteri jahat ini. Contoh bakteri:
, bifidobacteria, dan sejenisnya.
http://bukuobat.blogspot.com
Obat Contoh merek dagang
Enzim cerna
Benozym®, Cotazym Forte®, Excelase-E®,
Enzim cerna & Enzymfort®, Elsazym for Children®, Digezym®,
penyerap gas Pankreon Comp®, Pankreon For Children®
Bakteri baik
Enzyplex®, Berzymplex®, Decazym®, Elsazym®,
Flazymec®, Gasflat®, Pankreoflat®, Tripanzym®,
Vitazym®, Xepazym®
Laktobion®, L-Bio®, Linex Forte®, Interlac Probiotic
Drops®, Lacbon®, Lacto-B®, Lacidofil®, Probi®,
Protexin®, Rillus®, Synbio®
http://bukuobat.blogspot.com
9
OBAT SEMBELIT
“Huh, sebel, udah beberapa hari gak BAB, perutku jadi gak
nyaman. Karena itu aku minum dua tablet ********® saat malam.
Efektif tanpa mulas berlebihan.” (Iklan teve)
Tak ada yang salah dengan iklan di atas. Iklan memang
harus menggoda pemirsa teve untuk membeli. Kalau tidak
menggoda, tentu bukan iklan namanya. Iklan memang harus
persuasif: Kapan pun Anda mengalami susah buang air besar atau
sembelit, belilah obat ini. Minum dua tablet di malam hari, maka di pagi
harinya saat Anda bangun tidur, masalah Anda akan selesai.
Tapi apakah benar masalah akan selesai? Untuk jangka
pendek, mungkin ya. Namun, untuk jangka panjang, rasanya
tidak. Justru mungkin sebaliknya. Sebab, obat sembelit sebetulnya
hanya merupakan pertolongan pertama, tidak boleh digunakan
berkali-kali, apalagi dalam jangka panjang. Ini berlaku untuk
http://bukuobat.blogspot.com
hampir semua obat sembelit. Pengobatan sembelit yang utama
bukanlah obat dari apotek tapi perubahan gaya hidup.
Sembelit—istilah medisnya konstipasi—pada umumnya
berkaitan dengan pola hidup sehari-hari. Idealnya, kita buang air
besar (BAB) setiap hari. Namun, ini tidak bisa dijadikan patokan
umum untuk semua orang. Sebagian orang memang memiliki
jadwal BAB rutin setiap pagi. Sebagian orang tidak memiliki
jadwal rutin. Kadang hanya dua hari sekali. Sekalipun tidak rutin
dan tidak setiap hari, kondisi ini tidak bisa disebut sebagai
sembelit.
Sebagai ukuran gampang, seseorang dikatakan mengalami
konstipasi jika dalam seminggu ia hanya BAB dua kali atau
kurang; tinjanya keras, sampai harus mengejan kuat saat BAB.
Penyebab sembelit yang paling umum, antara lain:
1. Kurang bergerak
Aktivitas fisik bisa merangsang usus aktif bergerak. Jika kita
jarang bergerak, usus juga akan kurang banyak bergerak
sehingga ampas makanan juga lebih lama tertahan di usus
besar.
Aktivitas fisik ini tak terbatas pada olahraga seperti joging,
bersepeda, badminton, atau berenang. Berjalan kaki dari
rumah atau kantor menuju angkutan umum, berkebun, atau
http://bukuobat.blogspot.com
membersihkan rumah pun termasuk kategori aktivitas fisik
yang bisa merangsang gerakan usus.
2. Kurang serat dan cairan
Serat dan cairan diperlukan oleh usus untuk membentuk feses
yang lembek dan mudah dikeluarkan. Jika seseorang
kekurangan keduanya, feses menjadi keras dan susah
dikeluarkan.
3. Perubahan hormonal
Ini misalnya terjadi pada ibu hamil. Selain akibat perubahan
hormonal, sembelit pada ibu hamil bisa juga terjadi karena
usus ditekan oleh kandungan yang membesar. Perubahan
hormonal tubuh saat mengalami stres dan depresi juga bisa
memicu sembelit.
4. Kebiasaan menunda BAB
Kebiasaan menahan keinginan BAB akan menyebabkan feses
tertahan di usus besar lalu volumenya membesar dan menjadi
kering sehingga memblokade jalan di usus besar. Akibatnya
“antrean” feses akan akan lebih lama tertahan di sana. Selain
itu, kebiasaan menunda jadwal ke belakang juga bisa
membuat usus besar menjadi malas bergerak sehingga bisa
menyebabkan sembelit.
http://bukuobat.blogspot.com
5. Pemakaian obat tertentu
Contoh, obat penenang. Obat ini biasa diresepkan untuk
pasien yang mengalami kecemasan. Bukan hanya obat
penenang, obat antisembelit pun bisa menyebabkan sembelit
jika dipakai terlalu sering. Kok bisa?
Obat antisembelit (istilah awamnya, pencahar) merangsang
usus besar bergerak mendorong feses keluar. Jika
pemakaiannya terlalu lama, misalnya terus-terusan dalam
waktu sebulan, usus akan mengalami ketergantungan dan
malas bergerak kalau tidak dibantu oleh obat. Itulah
sebabnya, obat antisembelit sebaiknya hanya digunakan
sebagai pertolongan pertama.
6. Kondisi sakit tertentu
Sembelit pada umumnya tidak berbahaya, tapi ada kalanya ia
merupakan gejala dari penyakit lain yang serius, misalnya
penyumbatan pada usus, tumor usus, dan sebagainya.
7. Makanan tertentu
Pada bayi, misalnya, jenis susu formula tertentu bisa
menyebabkan sembelit. Perubahan makanan dari ASI ke
makanan padat juga bisa menyebabkan sembelit. Banyak
makan buah yang rasanya kelat (misalnya salak yang rasanya
sepat, pisang yang belum cukup matang), atau minum teh