The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by zainalabidin9266, 2021-03-08 09:24:30

Buku Obat Sehari-hari

Buku Obat Sehari-hari

http://bukuobat.blogspot.com

konjungtivitis akibat alergi ini terjadi pada orang yang
memang punya bakat alergi.

Untuk meredakan rasa gatal, kita bisa menggunakan
kompres hangat. Untuk meredakan alerginya, kita bisa
menggunakan obat mata yang mengandung
antialergi/antihistamin. Contoh antialergi dalam obat mata:
antazolin, pemiroslat, kromolin (kromoglikat), feniramin
maleat.

Golongan Contoh merek dagang

Antialergi Alegysal®, Chrom-Ophtal®, Albalon-A®,
(antihistamin) Alegysal®, Flamergigi®, Isotic Azora®,
Naphcon-A®, Vasacon-A®, Convers®,
Optohist®

Jika alergi mata cukup parah, obat bebas mungkin tidak
cukup meredakannya. Pasien harus ke dokter. Mungkin dokter
perlu meresepkan obat mata yang mengandung
kortikosteroid. Baca juga Bab Kortikosteroid.

Semua obat yang mengandung kortikosteroid termasuk obat
keras karena bahan obat ini mungkin bisa menimbulkan efek
buruk. Sebaiknya hindari penggunaannya kecuali atas resep
dokter. Contoh kortikosteroid yang biasa digunakan di dalam

http://bukuobat.blogspot.com

obat mata: deksametason, betametason, prednisolon, dan
hidrokortison.

4. Infeksi
Kita sebagai orang awam mungkin sulit membedakan radang
mata akibat infeksi atau bukan. Sebagai patokan sederhana,
radang akibat infeksi biasanya disertai gejala mata banyak
berair, rasa gatal disertai nyeri, dan adanya tahi mata. Jika
produksi tahi mata banyak, kadang kotoran ini sampai
membuat mata sulit dibuka saat kita bangun tidur.
Gejala infeksi mata memang tidak selalu seperti itu. Tapi
pedoman sederhana ini bisa kita gunakan sebagai dasar untuk
segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala
seperti itu, terutama jika sakit mata tidak sembuh dalam tiga
hari.
Infeksi mata biasanya juga diawali dari satu mata (mata kiri
atau kanan saja) kemudian menular ke mata di sisi lain. Jika
sakit mata itu dialami bersamaan atau bergantian oleh orang-
orang satu rumah, satu kelas, atau satu tempat kerja,
kemungkinan besar itu memang disebabkan oleh infeksi.
Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, radang jenis ini
harus dilawan dengan obat tetes atau salep mata yang
mengandung antibiotik. Antibiotik di obat mata jenisnya
bermacam-macam. Contoh antibiotik bisa dilihat di Bab

http://bukuobat.blogspot.com

Antibiotik. Semua antibiotik termasuk kategori obat resep.
Sebaiknya jangan menggunakannya secara bebas tanpa
konsultasi ke dokter.

Selain bakteri, virus penyebab flu pilek dan radang
tenggorok juga bisa menjadi biang infeksi mata. Jika infeksi
mata disebabkan oleh virus yang sama dengan virus flu-pilek
atau radang tenggorok, penyakit ini biasanya akan sembuh
dengan sendirinya seperti flu-pilek. Obat mata yang
mengandung antibiotik tidak akan berguna karena memang
antibiotik hanya bisa melawan bakteri tapi tidak bisa
membasmi virus.

Untuk beberapa jenis virus tertentu, diperlukan obat dengan
kandungan antivirus yang hanya bisa didapat dengan resep
dokter. Dalam kondisi infeksi virus, dokter mungkin akan
meresepkan obat mata berisi antibiotik dengan daya kerja
ringan untuk mencegah infeksi bakteri.

Pasalnya, pada saat mata sakit, apalagi jika disertai rasa
gatal yang sangat mengganggu, kita cenderung mengucek-
uceknya. Makin sering dan makin kuat kita mengucek-
uceknya, justru makin besar kemungkinan mata terkena infeksi
berikutnya. Itu sebabnya mata gatal sebaiknya tidak diucek-
ucek. Untuk meredakan gatalnya, kita bisa menggunakan
kompres hangat atau obat tetes yang mengandung
antihistamin.

http://bukuobat.blogspot.com

Untuk mencegah radang mata akibat infeksi, kita bisa
melakukan beberapa tip berikut:

 Sering-sering ganti sarung bantal, tak perlu menunggu
sampai kumal. Saat mata mengalami infeksi, ganti
sarung bantal setiap hari untuk mencegah penularan.

 Jangan berbagi peralatan-peralatan yang kontak dengan
mata seperti sapu tangan dan handuk.

 Saat sakit mata, jangan gunakan kosmetik mata, juga
jangan berbagi kosmetik mata dengan orang lain.

 Saat sakit mata, untuk sementara jangan gunakan lensa
kontak. Jika sudah sembuh, gunakan lensa kontak
secara higienis sesuai petunjuk.

 Jangan membiasakan diri mengucek mata. Jika perlu
membersihkan kelopak mata, gunakan tisu.

 Sering-sering cuci tangan.
 Jangan berbagi obat mata dengan orang lain sebab ini

akan meningkatkan kemungkinan penularan.
 Gunakan kacamata pelindung terutama saat berada di

luar rumah.
 Hindari angin kencang karena biasanya aliran udara

yang kuat membawa debu, alergen, kuman, dan
menyebabkan mata menjadi kering.

http://bukuobat.blogspot.com

 Saat meneteskan mata, lensa kontak harus dilepas dulu.
Setelah lima belas menit kemudian, lensa bisa dipakai
lagi.

 Saat menggunakan tetes mata, jangan sentuhkan ujung
penetes dengan apa pun, termasuk jari tangan atau mata.
Kontak dengan benda lain mungkin justru bisa
membawa kuman masuk ke dalam obat mata itu.

http://bukuobat.blogspot.com

16

OBAT ALERGI

Sebagai bagian dari kemampuan bertahan hidup, tubuh
manusia sudah dibekali dengan sistem imun (daya tahan). Sistem
imun ini akan bereaksi setiap kali terpapar sesuatu dari luar tubuh,
misalnya bakteri, virus, bahan kimia, dan sejenisnya. Sistem imun
inilah yang menjadi benteng pertahanan pertama kalau tubuh
kemasukan benda-benda asing yang berbahaya.

Namun, ada kalanya sistem imun mengalami gangguan.
Bahan-bahan yang tidak berbahaya pun dilawan karena dianggap
berbahaya. Reaksi keliru inilah yang kemudian muncul dalam
bentuk alergi.

Bahan-bahan yang biasanya menyebabkan alergi pada
sebagian orang antara lain debu, rambut hewan, gigitan serangga,

http://bukuobat.blogspot.com

serbuk sari, udang, ikan, seafood, kacang-kacangan, kedelai, telur,
susu formula, tepung terigu, lateks (karet), keringat, asap rokok,
bahan kimia (misalnya detergen), dan obat-obatan tertentu (seperti
ampisilin dan amoksisilin). Reaksi alergi bisa juga dipicu oleh
kondisi, misalnya suhu udara yang terlalu dingin.

Gejala alergi sangat bervariasi, mulai dari yang ringan
sampai yang sangat berat. Mulai dari hidung meler, bersin-bersin,
gatal, iritasi, biduran, radang tenggorok, bengkak, hipotensi
(tekanan darah rendah), asma, diare, muntah, jantung berdebar-
debar, sampai pingsan dan syok.

Ada dua kelompok besar obat alergi, yaitu:

1. Antihistamin
Obat ini bekerja dengan cara menetralkan histamin. Histamin
adalah bahan yang bertanggung jawab terhadap timbulnya
gejala alergi. Contoh obat golongan ini klorfeniramin maleat,
difenhidramin, tripolidin, bromfeniramin, setirizin,
loratadin, desloratadin, dan fexofenadin.
Dari sekian banyak contoh antihistamin di atas, yang paling
banyak digunakan adalah klorfeniramin maleat yang dalam
bahasa sehari-hari, kita mengenalnya dengan sebutan CTM,
singkatan dari chlor-trimeton, nama lainnya.
Biasanya antihistamin, terutama antihistamin generasi lama,
memiliki efek samping menyebabkan kantuk dan mulut kering.

http://bukuobat.blogspot.com

Itu sebabnya, saat minum obat yang mengandung
antihistamin, kita sebaiknya tidak mengendarai kendaraan
bermotor karena obat ini bisa menyebabkan kantuk dan
mengurangi kemampuan berkonsentrasi. Efek samping ini
sebetulnya tidak buruk karena dengan begitu kita akan
beristirahat dan memberi kesempatan kepada tubuh untuk
menyehatkan diri.

Namun, tidak semua antihistamin menyebabkan kantuk.
Sebagian obat generasi baru, misalnya loratadin, desloratadin,
setirizin, dan feksofenadin tidak menyebabkan kantuk berat.
Efek kantuknya mungkin tetap ada tapi sangat kecil. Anda bisa
memintanya kepada dokter jika memang Anda sedang
beraktivitas penting dan tidak boleh mengantuk.

Obat Contoh merek dagang
CTM Cohistan®, Dehista®,Orphen®, Pehachlor®
Deksklorfenira Polaramine®, Histaklor®
min maleat
Feniramin Avil®
maleat
Difenhidramin Arcodryl®, Otede®, Recodryl®, Valdres®

http://bukuobat.blogspot.com

Siproheptadin Apeton®, Ennamax®, Glocyp®, Heptasan®,
Mebhidrolin Lexahist®, Poncohist®, Prohessen®
Loratadin
Gabiten®, Histapan®, Interhistin®, Tralgi®
Desloratadin
Setirizin Claritin® , Alernitis®, Allerhis®, Allohex®,
Alloris®, Clarihis®, Clatatin®, Cronitin®,
Levosetirizin Dayhist®, Folerin®, Gradine®, Imunex®,
Feksofenadin Inclarin®, Inversyn®, Klinset®, Lesidas®,
Logista®, Lolergi®, Loran®, Lorihis®,
Nosedin®, Nufalora®, Pylor®, Rahistin®,
Rihest®, Sohotin®, Soneryl®, Tinnic®,
Urtilar®, Winatin®, Xepalodin®

Aerius®

Incidal-OD®, Betarhin®, Cerini®, Cetinal®,
Cetrixal®, Cetrol®, Cetymin®, Estin®,
Falergi®, Intrizin®, Histrine®, Lerzin®,
Nichorizin FM®, Ozen®, Rinocet®, Risina®,
Ritez®, Rozine®, Rybest®, Rydian®, Ryvel®,
Ryzen®, Ryzicor®, Ryzo®, Tiriz®, Zenriz®

Xyzal®

Telfast 30®, Telfast OD/Telfast HD®

http://bukuobat.blogspot.com

2. Kortikosteroid
Ini bukan obat bebas. Tapi pasien perlu mengetahuinya karena
sering diresepkan oleh dokter. Di Indonesia obat ini juga
kadang digunakan oleh orang awam secara serampangan
(bebas-tapi-salah).
Kortikosteroid bekerja dengan cara menekan sistem daya
tahan tubuh sehingga sistem imun ini tidak bereaksi kepada
alergen (bahan penyebab alergi). Jadi, sebetulnya cara kerja
obat ini justru menekan kesehatan. Ibaratnya, obat ini
melumpuhkan “pasukan” yang menjaga kesehatan tubuh kita.
Karena cara kerjanya yang justru menekan daya tahan
tubuh, obat ini harus digunakan secara sangat hati-hati. Untuk
obat alergi, obat ini biasanya dikombinasikan dengan obat
golongan antihistamin. Baca juga Bab Kortikosteroid.

Obat Contoh merek dagang

Kortikosteroid Celestamine®, Alegi®, Alerdex®,
& Celestik®, Colergis®, Cortamine®,

antihistamin Dextaco®, Dextafen®, Dextamine®,
Domesone®, Gratamin®, Ocuson®,
Lorson®, Meclovel®, Nilacelin®,
Pritacort®, Proxona®, Soldextam®,
Trodex®, Zestam®

http://bukuobat.blogspot.com

Semua obat di atas hanya bekerja sebagai pertolongan
pertama yang menghilangkan gejala. Untuk mencegah
terulangnya alergi, kita harus mengetahui dengan tepat
penyebabnya lalu sebisa mungkin menjauhinya.

Alergi termasuk salah satu masalah yang sering terjadi pada
anak-anak. Anak yang lahir dari orangtua yang punya riwayat
alergi biasanya punya kemungkinan lebih besar
berkecenderungan alergi.

Alergi pada anak tidak selalu sama dengan alergi pada
orangtuanya. Misalnya, si bapak alergi terhadap seafood, bisa
saja anaknya tidak alergi terhadap seafood tapi alergi terhadap
telur atau kacang. Peluang alergi makin besar pada anak-anak
yang tidak memperoleh ASI eksklusif. Oleh sebab itu, untuk
mencegah alergi pada anak, orangtua amat sangat disarankan
untuk memberi ASI, terutama di usia bayi enam bulan
pertama sampai dua tahun.

http://bukuobat.blogspot.com

17

KORTIKOSTEROID

Di Indonesia, kortikosteroid merupakan salah satu golongan
obat yang banyak digunakan secara salah (misused), juga
disalahgunakan (abused). Itu sebabnya obat ini perlu dibahas
secara khusus. Contoh dari kortikosteroid adalah deksametason,
kortison, hidrokortison, prednison, prednisolon, metil
prednisolon.

Obat ini sebetulnya bukan termasuk golongan obat bebas.
Namun, faktanya kita bisa mendapatkan obat ini dengan mudah,
tidak hanya di apotek, tapi juga toko obat, bahkan di penjual
jamu. Banyak jamu yang secara sengaja dioplos dengan
kortikosteroid agar lebih mujarab dan cespleng.

http://bukuobat.blogspot.com

Di Indonesia, kortikosteroid dijuluki “obat dewa” karena
khasiatnya yang luas, bisa menghilangkan gejala bermacam-
macam penyakit, mulai dari asma, nyeri, rematik, sakit mata,
hingga alergi dan sakit kulit.

Di dalam tubuh, kortikosteroid bisa mengurangi radang
(inflamasi). Itu sebabnya obat ini bisa menghilangkan gejala
penyakit yang disertai peradangan, misalnya nyeri, rematik, dan
asma.

Kortikosteroid juga bisa menekan sistem imun (daya tahan)
tubuh. Itu sebabnya obat ini juga bisa menghilangkan gejala
penyakit-penyakit akibat reaksi imun, misalnya alergi.

Namun, di samping berbagai manfaat di atas, kortikosteroid
juga memiliki banyak mudarat. Jika diminum setiap hari, dalam
tempo seminggu saja pemakaian obat ini bisa menimbulkan efek
samping antara lain tekanan darah naik, kaki bengkak, glaukoma
(hipertensi di mata), hingga kenaikan berat badan. Efek samping
yang terakhir ini sering dimanfaatkan oleh pembuat jamu oplosan
untuk meracik obat penambah nafsu makan dan peningkat berat
badan, misalnya buat anak yang kurus.

Jika digunakan dalam jangka panjang, misalnya sampai
berbulan-bulan, efek buruknya lebih banyak lagi. Mulai dari risiko
gangguan penglihatan, hipertensi, daya tahan tubuh rendah
(membuat peminumnya jadi mudah sakit dan gampang terinfeksi),

http://bukuobat.blogspot.com

tulang keropos (osteoporosis), tukak (luka) lambung, gangguan
siklus menstruasi, dan masih banyak lagi.

Karena banyaknya efek buruk ini, sebaiknya kita tidak
menggunakannya secara bebas sekalipun faktanya kita bisa
mendapatkannya dengan mudah. Penggunaannya harus sangat
hati-hati, dan dosisnya harus benar-benar tepat. Jika digunakan
dalam jangka panjang, penghentiannya juga harus dilakukan
secara gradual dengan cara menurunkan dosisnya sedikit demi
sedikit. Jadi, tidak boleh dihentikan begitu saja. Hal-hal semacam
ini tentu sulit dilakukan oleh orang awam kalau tidak di bawah
pengawasan dokter dan apoteker.

Ada di Mana-mana

Selain banyak terdapat di dalam obat minum, kortikosteroid juga
banyak digunakan di dalam berbagai bentuk, misalnya:

 Obat semprot hidung atau obat hirup. Khasiatnya
untuk melegakan hidung tersumbat, mengatasi hidung
meler, juga untuk mengatasi asma. Contoh obat:
mometason, budesonida, triamsinolon, dan
beklometason.

 Obat mata, untuk meredakan iritasi mata akibat alergi.
Misalnya deksametason, fluorometolon, dan
prednisolon.

http://bukuobat.blogspot.com

 Obat kulit dalam bentuk krim atau salep, untuk
mengatasi gejala iritasi, eksim, gatal-gatal di kulit, dan
alergi. Misalnya hidrokortison, betametason, dan
triamsinolon. Yang disebut terakhir ini juga biasa
digunakan di dalam obat sariawan.

Semua obat yang mengandung kortikosteroid harus
digunakan dengan hati-hati di bawah pengawasan dokter dan
apoteker.

http://bukuobat.blogspot.com

18

OBAT HIPERTENSI

Di Indonesia, penyakit yang oleh orang-orang tua zaman
dulu disebut bludrek ini termasuk salah satu masalah kesehatan
yang banyak terjadi tapi tidak disadari. Menurut riset Kementerian
Kesehatan, sekitar 30% orang dewasa memiliki tekanan darah di
atas normal.

Yang lebih mengejutkan lagi, tiga perempat dari mereka
yang menderita hipertensi tidak menyadarinya. Dengan kata lain,
banyak dari kita yang sudah memiliki hipertensi tapi
mengabaikannya. Ini terjadi karena hipertensi stadium awal
umumnya memang tidak menimbulkan gejala sakit yang jelas.
Gejalanya baru akan terasa jelas saat stadiumnya sudah lanjut.

http://bukuobat.blogspot.com

Tinggi rendahnya tekanan darah ditentukan oleh dua hal,
yaitu volume darah dan kelenturan pembuluh darah. Pada orang
sehat, pembuluh darah seperti selang elastis yang diameternya
mudah menyesuaikan diri dengan volume darah. Tapi pada
sebagian orang, elastisitas pembuluh darah ini menurun, misalnya
akibat lapisan kerak kolesterol yang melekat selama bertahun-
tahun.

Karena dinding tidak lagi elastis, tekanan cairan darah yang
melewatinya pun menjadi lebih tinggi. Apalagi jika jumlah cairan
darahnya lebih banyak. Kondisi inilah yang disebut tekanan darah
tinggi.

Tekanan darah dinyatakan dengan satuan mmHg, dalam
dua angka yang dipisah oleh tanda garis miring, misalnya 120/80.
Angka pertama menyatakan tekanan saat jantung memompa
darah. Angka kedua menyatakan tekanan ketika jantung berhenti
sesaat sebelum memompa darah lagi. Tekanan darah yang sehat
berkisar di angka 120/80.

Jika tekanan darah seseorang mencapai 140/90, kondisi itu
sudah bisa disebut hipertensi. Pada stadium awal, tekanan darah
sebesar ini mungkin tidak menimbulkan masalah kesehatan apa-
apa. Itu sebabnya banyak orang tidak menyadarinya.

Jika dibiarkan saja tanpa perubahan pola hidup, hipertensi
ini bisa menjadi lebih parah. Gejala awal biasanya berupa
seringnya sakit kepala, pusing, dan vertigo (pusing tujuh keliling).

http://bukuobat.blogspot.com

Kalau tahapnya sudah kronis, hipertensi bisa menyebabkan
gangguan fungsi ginjal, payah jantung, hingga serangan jantung
atau stroke.

Sampai sekarang, ilmu kedokteran modern masih
menganggap hipertensi sebagai penyakit yang BELUM BISA
disembuhkan. Ini memang kabar buruk. Tapi kabar baiknya,
penyakit ini bisa dikendalikan dengan baik sehingga penderitanya
bisa hidup sehat walafiat. Caranya dengan menerapkan pola hidup
sehat, pola makan sehat, dan olahraga teratur.

Bila hipertensinya cukup parah, selain harus menerapkan
pola hidup di atas, pasien juga harus minum obat... seumur hidup!
Seumur hidup? Ya, sepanjang hayat dikandung badan. Memang
seperti inilah faktanya—jika kita bicara dengan kacamata medis.

Karena itu, dalam ilmu medis, istilah “mengobati”
hipertensi tidak berarti menyembuhkannya tapi hanya
mengendalikan tekanan darah. Dan yang disebut sebagai “obat
hipertensi” itu bukanlah obat yang menyembuhkan darah tinggi,
yang diminum beberapa kali lalu penyakit sembuh.

Obat hipertensi hanya mengendalikan tekanan darah.
Penyakit hipertensinya sendiri tidak lantas sembuh. Karena itu,
obat harus diminum terus-menerus. Ini poin penting yang harus
disadari oleh penderita.

Minum obat seumur hidup mungkin terdengar seperti berita
buruk. Akan tetapi, daripada terpaku pada sisi buruknya, kita bisa

http://bukuobat.blogspot.com

melihat berita baiknya, yaitu bahwa penyakit ini bisa dikendalikan
sehingga kita bisa hidup sehat, segar bugar sampai usia lanjut.

Sekali lagi, yang dibicarakan di sini adalah standar dalam
ilmu kedokteran modern. Kalau kita bicara dengan standar lain,
katakanlah ilmu pengobatan tradisional, mungkin saja kita akan
mendapat pendapat yang berbeda.

Banyak herbalis, sinse, tabib, dan ahli-ahli pengobatan
tradisional percaya bahwa penyakit darah tinggi bisa disembuhkan
dengan minum obat tradisional tertentu. Tentu saja kita akan sulit
membandingkan kedua pendapat ini karena memang keduanya
menggunakan falsafah yang berbeda dalam menguji kebenaran
sebuah klaim. Kacamata dokter berbeda dengan kacamata yang
digunakan para ahli pengobatan tradisional itu.

Mungkin timbul pertanyaan: apakah tidak berbahaya
minum obat terus-menerus sepanjang hidup? Bukankah kita
dianjurkan untuk sebisa mungkin menghindari konsumsi obat?
Lagi-lagi, jawaban pertanyaan ini adalah bahwa konsumsi obat
didasarkan pada pertimbangan antara manfaat dan mudarat.

Jika kita minum obat terus-menerus, mungkin kita akan
terkena efek sampingnya. Tapi jika kita tidak minum obat,
mudaratnya dalam jangka panjang akan jauh lebih besar lagi. Jika
tidak dikendalikan, hipertensi justru akan menimbulkan
komplikasi gangguan ginjal, hingga kemungkinan serangan

http://bukuobat.blogspot.com

jantung dan stroke. Artinya, manfaat minum obat jauh lebih besar
daripada mudaratnya.

Oleh karena hipertensi masih belum bisa disembuhkan, cara
terbaik menjauhi “kutukan” minum obat sepanjang hayat adalah
dengan mencegahnya. Mungkin terdengar klise, tapi memang
inilah satu-satunya cara.

Dalam stadium awal, hipertensi mungkin tidak
menimbulkan gejala sama sekali. Ini bisa membuat penderita tidak
menyadari bahwa tekanan darahnya sudah bermasalah. Itu
sebabnya kita sangat dianjurkan untuk rajin memantau tekanan
darah kita walaupun tidak merasakan gejala sakit apa-apa. Dengan
begitu, kalaupun kita mengalami hipertensi, kita bisa
mengetahuinya secara dini sehingga terhindar dari komplikasi
yang berbahaya.

Hipertensi memang gabungan antara kabar buruk dan kabar
baik. Kabar buruknya, penyakit ini sering diderita tanpa disadari.
Tapi kabar baiknya, ia mudah dideteksi secara dini.

Pemeriksaan tekanan darah yang paling baik adalah ketika
kita dalam keadaan santai, seperti ketika kita berada di rumah.
Saat kita berada di ruang dokter, sebagian dari kita kadang merasa
sedikit grogi atau sedikit terengah-engah setelah berjalan. Kondisi
ini bisa menyebabkan tekanan darah kita sedikit naik sehingga
angka yang dihasilkan pun mungkin kurang akurat.

http://bukuobat.blogspot.com

Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan
menderita darah tinggi, antara lain:

 Usia
Makin tua seseorang, makin berkurang elastisitas pembuluh
darahnya. Hampir semua orang lansia memang mengalami
hipertensi sekalipun mungkin derajatnya berbeda-beda. Pada
kaum hawa, kondisi hipertensi biasanya mulai muncul setelah
menopause (mati haid).

 Keturunan
Faktor nasib ini jelas tidak bisa diapa-apakan. Namun, ini
tidak berarti bahwa anak penderita hipertensi PASTI akan
menderita hipertensi. Hanya saja, peluangnya memang lebih
besar. Dengan pengendalian pola hidup yang baik, bakat
hipertensi ini bisa ditekan sehingga tidak muncul.

 Konsumsi garam tinggi
Kandungan utama garam adalah mineral natrium (dalam
bahasa Inggris disebut sodium). Mineral ini akan menyebabkan
air tertahan di pembuluh darah. Makin banyak garam yang
kita makan, makin besar volume cairan darah di pembuluh,
sehingga makin tinggi pula tekanannya.

http://bukuobat.blogspot.com

 Kegemukan
Makin gemuk seseorang, makin banyak darah yang
dibutuhkan untuk mengalirkan oksigen dan nutrisi ke jaringan-
jaringan lemak penyebat kegendutan itu. Akibatnya, volume
darah yang mengalir di pembuluh pun makin besar sehingga
tekanannya pun makin tinggi.
Diperkirakan, penambahan berat badan 1 kg di atas berat
badan ideal bisa meningkatkan tekanan darah sekitar 1
mmHg. Jadi, semakin gemuk seseorang, semakin besar
kemungkinannya terkena hipertensi.

 Kurang aktif
Pada orang yang kurang bergerak dan jarang berolahraga,
detak jantungnya cenderung lebih cepat dengan tekanan yang
lebih tinggi sehingga tekanan darahnya pun cenderung lebih
tinggi.

 Kebiasaan merokok
Di dalam asap rokok terdapat banyak sekali senyawa toksik.
Selain bisa meningkatkan kemungkinan berbagai jenis
penyakit, sebagian toksin itu bisa mempercepat kerusakan
pembuluh darah sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh
pun lebih cepat berkurang.

http://bukuobat.blogspot.com

 Sering stres
Kondisi stres bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah
sesaat. Saat stres reda, tekanan darah kembali normal. Akan
tetapi jika stres berlangsung lama dan berulang-ulang, kondisi
tekanan darah tinggi yang temporer ini bisa menjadi
permanen. Apalagi jika penderita melampiaskan rasa “galau”
dengan cara banyak makan, banyak begadang, dan merokok,
maka risiko hipertensi permanen bisa menjadi berlipat-lipat.

 Kurang tidur
Sama seperti stres, kondisi kurang tidur juga bisa
menyebabkan kenaikan tekanan darah yang sementara.
Tekanan darah akan kembali normal ketika kita kembali
beristirahat dengan cukup. Namun, jika kondisi kurang tidur
berlangsung kronis, kondisi tekanan darah tinggi yang
sementara tadi bisa berubah menjadi permanen.

 Kehamilan
Kondisi hamil kadang bisa menyebabkan hipertensi yang
biasanya dikenal dengan preeklamsia. Hipertensi jenis ini
berbahaya bagi janin tapi biasanya akan sembuh dengan
sendirinya setelah si ibu melahirkan.

http://bukuobat.blogspot.com

 Konsumsi obat tertentu
Sebagian obat jika dikonsumsi dalam jangka lama mungkin
bisa menyebabkan hipertensi, misalnya sebagian pil KB,
sebagian obat flu dan obat migrain. Baca juga Bab Pil KB, juga
Bab PPA dan Pelega Hidung.

 Penyakit lain
Beberapa jenis penyakit bisa meningkatkan risiko seseorang
menderita hipertensi, seperti diabetes, gangguan fungsi ginjal,
dan tinggi kolesterol.

Dari daftar di atas, kita bisa melihat bahwa sebagian besar
penyebab hipertensi adalah faktor-faktor yang bisa dikendalikan.
Memang ada faktor yang tidak bisa diapa-apakan seperti usia dan
keturunan, tapi sebagian besar lainnya adalah faktor-faktor yang
bisa diubah.

Jenis Obat Hipertensi

Obat hipertensi termasuk kelompok obat resep. Sebaiknya pasien
tidak melakukan pengobatan sendiri. Salah satu alasannya, sering
kali obat hipertensi lebih efektif diberikan dalam bentuk kombinasi
dua macam obat. Dosisnya pun harus benar-benar sesuai

http://bukuobat.blogspot.com

kebutuhan. Penentuan jenis dan dosis obat tentu membutuhkan
keahlian dokter.

Di pasar terdapat banyak sekali jenis obat hipertensi. Kalau
diringkas, sebagian besar obat ini bekerja lewat salah satu dari dua
cara, yaitu mengurangi volume cairan darah atau membuat
pembuluh darah lebih longgar. Kadang satu jenis obat saja tidak
efektif. Dalam kondisi itu, dokter mungkin meresepkan lebih dari
satu jenis obat.

1. Mengurangi cairan darah
Obat jenis ini biasa disebut “diuretik”. Ini istilah untuk obat
yang membuat kita sering buang air kecil. (Akhiran “-uretik”
berasal dari kata yang sama dengan urine alias air seni.) Pada
saat kita kencing, tubuh mengeluarkan air dan natrium
(garam) sehingga cairan di dalam pembuluh darah pun
berkurang. Karena volume cairan darah berkurang, otomatis
tekanan darah pun ikut berkurang.

Obat Contoh merek dagang
Furosemid
Lasix®, Farsix®, Classic®, Diuvar®,
Edemin®, Furosix®, Gralixa®,
Impugan®, Laveric®, Naclex®,
Roxemid®, Silax®, Uresix®

http://bukuobat.blogspot.com

Sprinolakton Aldactone®, Carpiaton®, Letonal®,
Spirola®, Spirolacton®

Hidrokolorotiazid/ Blopress Plus®, Co-Diovan®, Co-

HCT/hydrochlorothiazide Irvebal®, CoAprovel®, Lodoz®,
(Biasanya dikombinasikan Lorinid Mite®, Micardis Plus®,
dengan jenis obat Olmetec Plus®, Rasilez HCT®
hipertensi golongan lain)

Selain obat-obat di atas, masih ada banyak lagi jenis obat
golongan diuretik, misalnya amilorid, klortalidon, dan
beberapa lagi. Karena obat-obat ini akan merangsang
produksi air kemih, kita tidak disarankan meminumnya
menjelang tidur kalau tidak ingin sering terbangun karena
kebelet pipis.

2. Melonggarkan pembuluh darah dan menurunkan
kekuatan jantung dalam memompa darah
Di kelompok ini terdapat banyak sekali jenis obatnya, antara
lain:

Obat Merek dagang
Atenolol
Tenormin®, Betablok®, Hiblok®, Internolol®,
Farnormin®, Lotenac®, Nif-Ten®, Tenblok®, Tenoret®,

http://bukuobat.blogspot.com

Propanolol Zumablok®, Tensinorm®
Asebutolol
Metoprolol Inderal®, Farmadral®
Bisoprolol
Sectral®, Sectrazide®
Karvedilol
Kaptopril Seloken, ®, Lopresor®, Loprolol®

Enalapril Concor®, Lodoz®, B-Beta®, Beta One®, Biscor®,
Ramipril Hapsen®, Maintate®

Lisinopril Dilbloc®, Blorec®, Carbloxal®, V-Bloc®

Losartan Capoten®, Acendril®, Acepress®, Capozide®,
Captensin®, Casipril®, Dexacap®, Farmoten®, Forten®,
Irbesartan Inapril®, Locap®, Lotensin®, Metopril®, Otoryl®,
Praten®, Scantensin®, Tensicap®, Tensobon®, Tenovax®,
Kandesartan Tensobon®, Vapril®
Telmisartan
Valsartan Meipril®, Renacardon®, Tenaten®, Tenace®, Tenazide®

Triatec®, Cardace®, Decaparil®, Hyperil®, Ramixal®,
Redutens®, Vivace®, Tenapril®

Zestoretic®, Inhitril®, Interpril®, Linoxal®, Noperten®,
Nopril®, Odace®, Tensinop®, Tensiphar®, Zestril®

Cozaar®, Acetensa®, Angioten®, Hyzaar®, Insaar®,
Kaftensar®, Koinsar®, Lifezar®, Sartaxal®, Tensaar®
Aprovel®, Co-Irvebal®, CoAprovel®, Elzar®, Fritens®,
Irbedox®, Iretensa®, Irtan®, Irtan Plus®, Irvell®

Blopress®, Blopress Plus®, Canderin®

Micardis®, Micardis Plus®

Co-Diovan®, Diovan®, Exforge®

http://bukuobat.blogspot.com

Amlodipin Norvask®, A-B Vask®, Actapin®, Amcor®, Amdixal®,
Amlocor®, Amlogrix®, Caduet®, Calsivas®, Cardicap®,
Cardisan®, Cardivask®, Comdipin®, Coveram®,
Divask®, Dovask®, Ertensi®, Ethivask®, Exforge®,
Fulopin®, Gensia®, Gracivask®, Gravask®, Hexavask®,
Intervask®, Lodipas®, Lopiten®, Lovask®, Normetec®,
Normoten®, Pehavask®, Provask®, Sandovask®,
Stamotens®, Tensivask®, Theravask®, Twynsta®,
Vasgard®, Zevask®

Dan masih amat banyak lagi.

Saat minum obat hipertensi, kita mungkin akan mengalami
efek sampingnya, misalnya batuk, diare, sembelit, sakit kepala,
atau lainnya. Efek samping ini biasanya akan hilang. Meski begitu,
sebaiknya konsultasikan ke dokter jika kita mengalaminya.
Mungkin saja resep perlu diganti atau dosisnya perlu dikurangi.

Obat Tradisional Antihipertensi

Di Indonesia, terdapat banyak sekali obat tradisional yang
dipercaya bisa mengobati darah tinggi. Sebagian besar adalah
obat-obat herbal. Banyak pasien hipertensi yang
menggunakannya, bahkan kadang mengonsumsinya bersama obat
resep dari dokter.

http://bukuobat.blogspot.com

Harus diakui, ilmu kedokteran memang masih belum
banyak berhasil menyingkap sepenuhnya cara kerja obat-obat
tradisional. Karena itu tak heran jika dokter kadang melarang
pasiennya minum obat tradisional bersama dengan obat resep.

Bagaimanapun, minum obat tradisional adalah pilihan.
Setiap orang punya hak memilih pengobatan ini. Faktanya
memang banyak obat tradisional yang terbukti bisa menurunkan
tekanan darah sebagaimana obat-obat resep.

Namun, demi alasan keamanan, kalau kita hendak
menggabungkan obat tradisional dengan obat resep, sebaiknya kita
mengomunikasikannya ke dokter. Jika digabungkan begitu saja,
kedua obat ini mungkin saja bisa menyebabkan penurunan
tekanan darah yang terlalu drastis. Pasien mungkin saja sampai
mengalami hipotensi (tekanan darah rendah). Kondisi ini sama
bahayanya dengan hipertensi.

Yang penting untuk dicatat, terapi hipertensi harus bersifat
menyeluruh. Minum obat saja tidak cukup. Harus disertai pula
dengan perubahan pola hidup, pola makan, dan program
olahraga.

Untuk referensi lebih lanjut, silakan kunjungi situs-situs
kesehatan yang tepercaya. Kita tidak akan kesulitan menemukan
situs berbahasa Inggris yang mengulas panjang, lebar, dan dalam
tentang hipertensi. Jumlahnya melimpah ruah. Bahkan mungkin
saja kita sampai bingung memilih karena saking banyaknya.

http://bukuobat.blogspot.com

Sayangnya, situs referensi berbahasa Indonesia sepertinya
belum begitu banyak yang mengupas tentang penyakit ini secara
tuntas seperti situs-situs berbahasa Inggris. Sebagai pemandu awal,
Anda bisa berkunjung ke situs yang direkomendasikan oleh
Perhimpunan Hipertensi Indonesia (www.inash.or.id/news.html)
dan Yayasan Jantung Indonesia (www.inaheart.or.id).

http://bukuobat.blogspot.com

19

PIL KB

Seperti yang kita tahu, ada beberapa jenis metode
kontrasepsi. Sebetulnya, berdasarkan prinsip umum “do no harm”,
metode kontrasepsi yang paling aman adalah yang tidak
mengintervensi sistem biologis tubuh. Contohnya, metode pantang
berkala, coitus interruptus (sanggama terputus), dan kondom.

Sayangnya, metode-metode yang sangat mengandalkan
pengendalian diri pihak pria ini sering kali gagal. Sepertinya kaum
adam memang tidak bisa diandalkan dalam urusan pengendalian
dorongan seksual.

Itu sebabnya kita butuh pil KB untuk perempuan—yang
lebih bisa diandalkan. Metode ini jauh lebih mudah dan efektif
meski, sayangnya, mengintervensi sistem biologis wanita. Asal

http://bukuobat.blogspot.com

dikonsumsi sesuai petunjuk, pil KB bisa mencegah kehamilan
sampai 99%. Bagaimanapun, tetap ada kemungkinan si wanita
hamil tapi kemungkinannya kecil sekali, di bawah 1%.

Secara umum, pil yang berisi hormon ini bekerja dengan
cara mencegah pematangan telur. Kalaupun telur telanjur matang,
pil KB masih bisa bekerja dengan cara merangsang produksi
cairan kental yang menyebabkan sperma sulit mencapai sel telur.
Kalaupun sperma bisa mencapai sel telur, pil KB masih bisa
bekerja dengan cara membuat sel telur yang sudah dibuahi itu
tidak bisa menempel dan berkembang di rahim.

Konsultasi Dulu ke Dokter

Sekalipun banyak pil KB bisa didapat tanpa resep, wanita calon
pemakai sebaiknya tetap berkonsultasi ke dokter atau setidaknya
ke bidan sebelum mengonsumsinya. Pasalnya, kandungan hormon
maupun dosis pil KB bervariasi antarmerek. Ada yang hanya
berisi satu jenis hormon, ada pula yang berisi kombinasi dua
hormon.

Produk yang kandungannya sama pun bisa saja dosisnya
berbeda. Karena isi dan dosisnya berbeda-beda, efeknya pun
berbeda-beda. Pemilihannya harus disesuaikan dengan kondisi
dan kebutuhan si wanita.

http://bukuobat.blogspot.com

Konseling dan pemeriksaan oleh dokter sangat diperlukan.
Calon akseptor KB harus diperiksa apakah siklus haidnya teratur,
apakah ada benjolan di payudaranya, apakah ada kista di
rahimnya, apakah ada gangguan fungsi liver, apakah ia merokok,
apakah ia menyusui, apakah ia menderita hipertensi, apakah ada
riwayat kanker payudara di keluarganya, dan masih banyak lagi.
Semua faktor di atas akan berpengaruh terhadap pemilihan pil KB.

Konseling ini harus dilakukan untuk mencegah
kemungkinan buruk yang mungkin bisa timbul di belakang hari.
Efek pil KB bisa sangat individual. Pada wanita tertentu, pil KB
bisa menyebabkan peningkatan berat badan, jerawatan, atau naik
turunnya mood, sementara pada wanita lain tidak. Efeknya
mungkin sulit diramal. Itu sebabnya konseling dan pemantauan
oleh dokter atau bidan sangat diperlukan. Sekali lagi,
bagaimanapun juga, pil KB adalah obat yang mengintervensi
tubuh wanita.

Selain itu, pil KB tertentu juga punya efek samping yang
bisa menguntungkan, misalnya mengurangi jerawat, menjadikan
siklus haid lebih teratur, atau bahkan mengurangi gejala sindrom
pramenstruasi (PMS). Dengan berkonsultasi ke dokter atau bidan,
calon akseptor bisa memperoleh pil KB yang tepat sehingga
mendapat dua manfaat sekaligus.

Ada kalanya seorang wanita terus-menerus berjerawat.
Sudah memakai bermacam-macam obat, tetap saja jerawatnya

http://bukuobat.blogspot.com

membandel. Jerawat kadang justru hilang ketika minum pil KB
tertentu (tidak semua jenis). Dengan berkonsultasi ke dokter atau
bidan, pemakai bisa memilih pil KB yang benar-benar tepat.

Ada juga sebagian wanita yang setiap menjelang haid selalu
mengalami nyeri hebat. Segala macam cara sudah ditempuh tapi
gejala itu tetap berulang tiap kali datang bulan. Nyeri itu baru
hilang justru ketika minum pil KB tertentu. Ini sebagian dari
manfaat lain pil KB yang hanya akan kita dapat kalau kita
berkonsultasi ke dokter lebih dulu.

Minum dengan Disiplin

Tiap kali memperoleh pil KB, dari mana pun, pastikan petunjuk
pemakaiannya ada. Pil KB hanya akan efektif kalau benar-benar
dikonsumsi sesuai petunjuk. Pemakai harus sangat disiplin. Di
Indonesia, pil KB tersedia dalam berbagai satuan. Satu strip bisa
berisi 21, 24, atau 28 pil. Masing-masing memiliki aturan pakai
yang mungkin berbeda-beda. Petunjuk aturan pakai ini harus
diikuti dengan ketat.

Kecuali dinyatakan lain, pil KB pada umumnya disarankan
untuk diminum pada jam yang sama setiap hari, misalnya
menjelang tidur. Konsumsi pada jam yang sama akan menjamin
kadar hormon di dalam tubuh sesuai dengan yang diinginkan.
Agar pemakai tidak lupa, ia bisa memasang alarm di ponsel dan
meletakkan pil KB di tempat yang mudah terlihat.

http://bukuobat.blogspot.com

Kapan mulai minum pil? Bagaimana kalau lupa minum satu
atau dua pil? Bagaimana kalau timbul pendarahan? Bagaimana
kalau... dll. Semua pertanyaan seperti ini tidak akan menjadi
persoalan kalau kita memiliki brosur petunjuk penggunaannya.

Pil KB bukan obat yang bekerja seketika, yang begitu
diminum hari ini langsung memberikan efek kontrasepsi pada hari
yang sama. Pil harus diminum beberapa hari dulu sesuai petunjuk
baru bisa memberikan efek perlindungan dari kehamilan.

Di Indonesia, terdapat dua jenis pil KB.

1. Pil KB hormon kombinasi
Berisi dua jenis hormon: progestin dan estrogen. Secara
umum, pil KB jenis ini tidak dianjurkan buat ibu menyusui
karena bisa menurunkan produksi ASI. Selain itu, pil jenis ini
bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah dan karenanya
tidak dianjurkan buat wanita penderita hipertensi yang
tekanan darahnya belum terkontrol dengan baik.
Wanita yang punya kelainan pembekuan darah juga tidak
dianjurkan minum pil ini. Jika si wanita adalah perokok, ia
harus menyetop kebiasaan merokok lebih dulu sebelum
minum pil KB ini. Pasalnya, kombinasi antara rokok dan pil
KB bisa meningkatkan risiko kanker, serangan jantung, dan
stroke, terutama jika si wanita juga menderita hipertensi.

http://bukuobat.blogspot.com

Wanita yang menderita penyakit lever (hati) atau punya
riwayat keluarga penderita kanker payudara juga tidak
dianjurkan minum pil ini dalam jangka panjang. Pasalnya, pil
KB ini mungkin bisa memperparah sakit lever.

Dari fakta-fakta di atas kita bisa melihat bahwa walaupun
ini “cuma urusan pil KB”, ada banyak faktor yang harus
diperhatikan. Mulai dari tekanan darah, kondisi menyusui,
kebiasaan merokok, sampai gangguan lever.

Kombinasi Nama dagang
Levonorgestrel
Microgynon®, Nordette®, Pil KB®,
Norgestrel Etinilestradiol Andalan®, Cyclogynon®, Planak®,
Drospirenon (etunilestradiol) Mikrodiol®, Pilkab®, Planotab®,
Desogestrel Trinordiol®

Siproteron Microdiol®
Gestoden
Linestrenol Yaz®, Yasmin®

Mercilon®, Mercilon 28®,
Marvelon®, Gracial®

Diane 35®, Estelle 35-ED®

Gynera®

Lyndiol, Ovostat®

Dari sekian banyak jenis kombinasi di atas, kombinasi
levonorgestrel & etinilestradiol dosis rendah merupakan

http://bukuobat.blogspot.com

pilihan pertama dalam hal keamanan. Risiko penggumpalan
darahnya paling rendah dibandingkan yang lain.

Di Indonesia, pil kombinasi siproteron dan etinilestradiol
biasa diresepkan sebagai pil KB sekaligus obat antijerawat.
Siproteron memang bisa mengurangi jerawat yang muncul
akibat ketidakseimbangan hormonal. Namun, sebaiknya
pemakai tidak menggunakannya secara bebas kecuali atas
resep dokter. Sebab, risiko penggumpalan darahnya cukup
tinggi jika dibandingkan dengan kombinasi levonorgestrel &
etinilestradiol. Dokter hanya akan meresepkannya setelah
menimbang berbagai faktor.

Di beberapa negara, kombinasi siproteron dan
etinilestradiol bahkan hanya boleh diresepkan jangka pendek
untuk perempuan dengan masalah jerawat hormonal. Di awal
tahun 2013, penggunaan obat ini di beberapa negara juga
diawasi secara ketat karena risiko penggumpalan darah yang
cukup tinggi.

2. Pil KB hormon tunggal
Berisi satu jenis hormon progestin saja. Biasa disebut minipil.
Secara umum, pil jenis ini aman digunakan ibu menyusui
karena tidak mengganggu produksi ASI. Biasanya di
kemasannya ditulis atau diberi tanda khusus bahwa pil KB ini

http://bukuobat.blogspot.com

diperuntukkan buat ibu menyusui. Akan tetapi, begitu si ibu
sudah tidak menyusui bayinya lagi, sebaiknya ia kembali
menggunakan pil KB kombinasi.

Dalam kondisi tidak menyusui, pil KB kombinasi
merupakan pilihan pertama karena lebih efektif. Selain itu pil
KB kombinasi juga bisa membuat siklus haid menjadi lebih
teratur. Adapun pil KB jenis tunggal justru bisa menyebabkan
perubahan pola menstruasi jika dikonsumsi oleh wanita yang
tidak menyusui.

Hormon Merek dagang
Desogestrel Cerazette®
Linestrenol Exluton®, Andalan Laktasi®
Levonorgestrel Microlut®

Semua jenis pil KB tidak boleh diminum saat hamil sebab
kandungan hormon pil ini mungkin bisa menyebabkan gangguan
pertumbuhan organ reproduksi janin. Mungkin Anda bertanya:
hamil kok minum pil KB? Hal seperti ini bisa saja terjadi tanpa
disadari.

Seorang wanita yang minum pil KB biasanya akan merasa
yakin (99%) dirinya tidak hamil. Faktanya, mungkin saja ia

http://bukuobat.blogspot.com

termasuk ke dalam 1% yang hamil. Apalagi jika ia tidak minum pil
ini secara disiplin. Sehingga, ketika ia telat haid sampai beberapa
bulan, ia mungkin hanya akan menganggap telat haid itu sebagai
gangguan siklus menstruasi biasa. Karena tidak mencurigainya
sebagai kehamilan, ia akan terus minum pil KB. Dalam kondisi
seperti ini, pil KB bisa mengganggu pertumbuhan janin yang tidak
diharapkan itu.

Oleh sebab itu, ketika seorang perempuan tidak datang
bulan dua kali, sebaiknya ia segera melakukan uji kehamilan. Ini
penting untuk memastikan apakah telat haid itu hanya gangguan
pola siklus menstruasi ataukah kehamilan. Jika ia hamil,
pemakaian kontrasepsi harus dihentikan karena hormon dalam pil
KB mungkin bisa mengganggu perkembangan organ reproduksi
janin.

Pro-Kontra

Banyak laporan pro-kontra mengenai efek buruk pil KB. Misalnya,
sebagian peneliti menyatakan pil KB meningkatkan risiko kanker,
tapi peneliti lain malah melaporkan sebaliknya, dan menyatakan
bahwa pil KB jutsru bisa mencegah kanker-kanker jenis tertentu.
Kita harus percaya yang mana?

Sebagai pihak awam yang hanya bisa memercayakan urusan
sepenuhnya kepada para ahli, sebaiknya kita mengambil posisi

http://bukuobat.blogspot.com

waspada saja. Selama minum pil KB, sebaiknya pemakai terus
memantau perubahan yang terjadi.

Selain pendapat tentang risiko kanker, ada juga pendapat
lain yang menyatakan bahwa pil KB bisa menyebabkan
kemandulan ketika pemakaian jangka lama dihentikan. Tapi
menurut pendapat yang lebih kuat, pendapat ini tidak benar. Efek
kontrasepsi pil KB bersifat reversibel. Artinya, ketika
pemakaiannya dihentikan, perempuan akan kembali menjadi
subur.

Jika si perempuan tidak kunjung hamil setelah pil KB
disetop, mungkin saja itu memang disebabkan oleh kondisi
kesuburannya sendiri sejak semula. Bukan karena pengaruh pil
KB.

Itu sebabnya, dalam ilmu kesehatan reproduksi, wanita di
atas 25 tahun lebih dianjurkan punya anak lebih dulu, baru ber-
KB. Tentu saja saran ini semata-mata berdasarkan pertimbangan
biologis, tanpa memperhatikan faktor sosial, budaya, atau
ekonomi wanita yang bersangkutan.

Secara biologis, wanita mencapai puncak kesuburan pada
usia sekitar 25 tahun. Melewati usia ini, kesuburan seorang
wanita akan menurun perlahan-lahan. Makin lama wanita
menunda kehamilan, makin berkurang kesuburannya. Bukan
karena pil KB-nya tapi karena faktor usianya.

http://bukuobat.blogspot.com

Oleh karena pertimbangan inilah, keputusan menjalani
kontrasepsi selalu harus dilakukan dengan hati-hati, terutama pada
wanita yang belum punya anak. Jangan sampai kontrasepsi
menimbulkan masalah di belakang hari sehingga si wanita
mengalami kesulitan memperoleh keturunan.

http://bukuobat.blogspot.com

20

ANTIBIOTIK

Hal pertama yang perlu ditegaskan di bab ini adalah bahwa
antibiotik termasuk obat keras. Obat ini mestinya hanya boleh
didapatkan di apotek dengan resep dokter. Dokter pun mestinya
meresepkan dengan sangat cermat dan hanya menuliskan
antibiotik ketika memang benar-benar dibutuhkan. Jadi, antibiotik
mestinya bukan termasuk “obat sehari-hari”.

Namun, di Indonesia fakta berbicara lain. Penggunaan
antibitok yang berlebihan sudah menjadi salah satu masalah kronis
kesehatan masyarakat di negara kita. Pemakaian antibiotik secara
berlebihan itu terbukti telah membuat makin banyak bakteri baru
yang kebal dan ganas.

http://bukuobat.blogspot.com

Antibiotik adalah obat yang bekerja membasmi bakteri.
Sekali lagi, bakteri. Obat ini hanya efektif untuk penyakit yang
disebabkan oleh bakteri. Kalau penyebabnya virus, obat ini sama
sekali tidak efektif. Bukan hanya mubazir jika diminum, tapi juga
mendatangkan efek merugikan.

Contoh penyakit yang disebabkan oleh virus: flu, pilek, serta
sebagian besar batuk, radang tenggorok, dan bronkitis. Memang,
mungkin saja batuk dan radang tenggorok disebabkan oleh bakteri,
tapi sebagian besar gangguan kesehatan ini disebabkan oleh infeksi
virus. (Virus adalah kuman yang ukurannya lebih kecil dari
bakteri).

Contoh infeksi yang disebabkan oleh bakteri: sebagian besar
(tidak semua) infeksi telinga, radang tenggorok yang berat
(biasanya disertai demam dan nyeri), radang hidung yang tidak
sembuh lebih dari dua minggu, infeksi saluran kemih, dan infeksi-
infeksi organ dalam.

Orang awam tentu mengalami kesulitan untuk membedakan
infeksi bakteri, infeksi virus, atau infeksi jamur. Salah obat bisa
saja membayakan kesehatan. Itu sebabnya antibiotik mestinya
tidak dikonsumsi bebas seperti parasetamol. Harus dengan resep
dokter. Aturan pembatasan seperti ini sebetulnya justru untuk
melindungi masyarakat.

Untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus,
antibiotik tidak bermanfaat. Tapi faktanya, di masyarakat kita,

http://bukuobat.blogspot.com

antibiotik sangat sering digunakan untuk penyakit-penyakit
macam ini, terutama pada anak-anak.

Kenapa Bakteri Bisa Kebal?

Dalam hal kemampuan bertahan hidup, bakteri punya sedikit
kemiripan dengan manusia. Makhluk renik ini bisa belajar. Ini
bagian dari mekanisme alami untuk mempertahankan diri. Jadi,
bukan manusia saja yang punya kecerdasan. Makhluk-makhluk
renik pun memiliki kemampuan belajar.

Antibiotik ibarat senjata rahasia yang dimiliki manusia
untuk mengalahkan bakteri. Semakin sering kita menggunakan
antibiotik, artinya semakin sering kita menggunakan senjata
rahasia itu. Akibatnya, bakteri lama-lama bisa mempelajari
struktur kimianya. Setelah itu mereka melawan antibiotik itu
dengan cara membuat perisai biologis atau menghasilkan senyawa
kimia yang bisa melumpuhkan antibiotik.

Ini adalah salah satu alasan kenapa kalau kita mendapat
resep antibiotik dari dokter, kita harus menghabiskannya
walaupun kita merasa sudah sehat. Sebab, walaupun kita sudah
merasa sehat, sebetulnya infeksi di dalam tubuh kita belum
sepenuhnya hilang tuntas. Masih ada bakteri yang bersembunyi.
Bakteri ini harus dibasmi sampai tuntas dengan cara kita terus
minum antibiotik sampai habis.

http://bukuobat.blogspot.com

Jika bakteri ini tidak dibasmi sampai tuntas, mereka akan
bisa mempelajari struktur kimia antibiotik lalu mengembangkan
mekanisme pertahanan diri sehingga mereka bisa menjadi kebal.

Dalam kondisi infeksi virus, antibiotik justru hanya akan
membasmi bakteri baik di dalam usus. Padahal, bakteri-bakteri
baik ini kita perlukan untuk menjaga kekebalan tubuh kita.
Hilangnya bakteri baik justru bisa memicu gangguan pencernaan,
misalnya diare.

Pada wanita, penggunaan antibiotik yang berlebihan juga
bisa memicu infeksi jamur di vagina. Ringkasnya, penggunaan
antibiotik dalam kondisi tidak ada infeksi bakteri justu akan
membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Akibatnya, tubuh akan
menjadi lebih mudah mengalami infeksi.

Makin banyak antibiotik digunakan, akan makin banyak
bakteri yang kebal. Akibatnya, makin banyak infeksi yang sulit
diobati. Dokter akan makin sulit memilihkan antibiotik yang
efektif, dan biaya berobat pun menjadi semakin mahal.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease
Control and Prevention (CDC), sekitar 80% kasus infeksi virus
pada saluran napas atas diobati dengan antibiotik, padahal
sebetulnya sebagian besar infeksi itu tidak memerlukan antibiotik.
Para dokter yang meresepkan antibiotik tidak sepenuhnya salah.
Sering kali mereka melakukannya karena tekanan pasien yang
merasa kurang afdol pulang dari dokter tanpa membawa banyak

http://bukuobat.blogspot.com

obat. Jadi, masalah antibiotik ini sudah sedemikian kompleks.
Semua pihak punya andil, mulai dari tenaga kesehatan hingga
konsumen sendiri.

Jika kita terus menggunakan antibiotik secara berlebihan
seperti sekarang, akibat buruknya akan diderita oleh anak-anak
kita nanti. Akan makin banyak bakteri yang kebal, dan makin
mudah anak-anak menderita sakit infeksi. Sekali terkena infeksi,
makin sulit disembuhkan, dan biaya pengobatan pun menjadi
semakin mahal.

Karena itu, sebagai wujud rasa cinta kepada anak-anak kita,
mari kita tinggalkan kebiasaan mengonsumsi antibiotik secara
berlebihan. Usaha mengurangi konsumsi antibiotik haruslah
menjadi program massal, seperti program imunisasi dasar. Harus
melibatkan kesadaran semua pihak, baik konsumen maupun
tenaga kesehatan secara bersama-sama.

Jika makin banyak kuman yang kebal, kita dihadapkan pada
dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, industri farmasi akan
terus-menerus melakukan riset untuk menemukan antibiotik-
antibiotik baru yang otomatis menyebabkan harganya makin lama
makin mahal. Yang satu biji harganya bisa mencapai ratusan ribu
rupiah. Siapa lagi yang akan membayar ongkosnya kalau bukan
konsumen?

Kemungkinan kedua, laju pertumbuhan kuman yang kebal
lebih cepat daripada kemampuan industri farmasi melakukan riset

http://bukuobat.blogspot.com

dan menemukan antibiotik baru. Jika ini yang terjadi, kesehatan
anak-anak kita akan dipertaruhkan.

Menggunakan antibiotik secara bebas untuk flu, pilek,
batuk, radang tenggorok yang disebabkan infeksi virus sama
artinya dengan berfoya-foya menggunakan uang tabungan anak
kita. Kita sendiri mungkin tidak langsung menderita akibatnya.
Tapi bisa dipastikan, yang mengalami akibat buruknya adalah
anak-anak kita. Makin banyak kuman ganas yang mengancam
kesehatan mereka.

Jenis-jenis Antibiotik

Kebanyakan orang awam mungkin hanya tahu beberapa nama
generik atau merek antibiotik seperti ampisilin, amoksisilin, Super
Tetra® (tetrasiklin), kloramfenikol, dan siprofloksasin. Lima nama
ini hanya sebagian kecil dari keseluruhan antibiotik yang beredar
di pasar karena jumlah seluruhnya ada puluhan jenis dengan
ribuan merek dagang.

Masing-masing antibiotik memiliki mekanisme kerja yang
berbeda-beda, digunakan untuk jenis bakteri yang berbeda-beda.
Ilmunya terlalu rumit untuk kebanyakan orang. Bahkan para
tenaga kesehatan pun mungkin tidak paham sepenuhnya.

Di bawah ini adalah contoh nama-nama generik dan merek
dagang antibiotik. Penjelasan di bawah ini jangan dijadikan

http://bukuobat.blogspot.com

sebagai pedoman melakukan swamedikasi (pengobatan sendiri).
Cukup jadikan saja sebagai bekal pengetahuan, mungkin suatu
hari kita mendapat resep ini dari dokter. Sebagai konsumen
cerdas, kita harus tahu apa yang kita bayar dan kita minum.

Sekali lagi, untuk urusan antibiotik, serahkan kepada dokter
yang tepercaya. Kalau biaya berobat ke dokter dianggap terlalu
mahal, kita bisa datang ke Puskesmas. Saat ini, layanan
Puskesmas—sekalipun belum semuanya—sudah jauh lebih baik
daripada layanan lima tahun lalu. Biayanya pun relatif murah,
bisa sepersepuluh dari biaya berobat ke klinik atau praktik dokter
swasta.

Jenis-jenis antibiotik di antaranya:

1. Ampisilin
Dulu antibiotik ini termasuk obat yang sangat diandalkan
untuk mengobati berbagai jenis infeksi. Sekarang dokter
jarang meresepkannya lagi karena memang saat ini sudah
banyak sekali bakteri yang kebal dengan ampisilin oleh
karena obat ini terlalu sering digunakan.
Secara umum, obat ini aman digunakan, termasuk bagi
ibu hamil. Meski begitu, ada sebagian kecil orang yang
alergi berat terhadap antibiotik ini. Untuk memastikan alergi
atau tidak, dokter biasanya akan melakukan tes alergi
sebelum memberikannya.

http://bukuobat.blogspot.com

Penyerapan obat ini bisa berkurang oleh adanya
makanan di lambung. Itu sebabnya obat ini sebaiknya
diminum dalam keadaan perut kosong, misalnya satu jam
sebelum makan atau dua jam sesudah makan. Akan tetapi
jika kita merasa mual minum obat dalam keadaan perut
kosong, kita boleh meminumnya bersamaan dengan makan.

Obat Contoh merek dagang
Ampisilin
Ampi®, Binotal®, Kalpicilin®,
Sanpicillin®, Standacillin®

2. Amoksisilin
Obat ini merupakan “saudara kandung” ampisilin. Struktur
kimianya mirip, juga sama-sama dikembangkan oleh pabrik
farmasi Inggris, Beecham. Amoksisilin merupakan
antibiotik yang paling banyak digunakan di dunia.
Dibanding ampisilin, amoksisilin lebih banyak
digunakan karena sifat kerjanya lebih baik. Penyerapannya
tidak dipengaruhi oleh makanan. Bisa diminum saat perut
kosong maupun saat berisi makanan.
Namun, amoksisilin punya kekurangan dalam hal ia
punya kemungkinan lebih besar menyebabkan diare.
Kadang diare bisa berlangsung lama dan tidak kunjung

http://bukuobat.blogspot.com

sembuh walaupun konsumsi amoksisilin sudah dihentikan.
Ini merupakan salah satu alasan kenapa kita sebaiknya tidak
gampang melakukan pengobatan sendiri dengan antibiotik.

Merek dagang obat yang berisi amoksisilin jumlahnya
banyak sekali. Sekitar 200 buah. Empat kali lipat jumlah
merek dagang ampisilin. Maklum, obat yang oleh orang
awam disebut “amok” ini adalah antibiotik yang paling
banyak dikonsumsi. Sebagian besar pabrik farmasi
memproduksinya dengan berbagai merek.

Karena banyaknya kuman yang kebal, sebagian
produk amoksisilin dikombinasikan dengan klavulanat.
Klavulanat juga golongan antibiotik, yang diciptakan karena
amoksisilin makin lama makin tidak ampuh.

Obat Contoh merek dagang

Amoksisilin Amoxil®, Amobiotic®, Amoxillin®,
Amobiotic®, Amoxsan®, Arcamox®,
Bellacid®, Corsamox®, Dexymox®,
Erphamoxy®, Ethimox®, Farmoxyl®,
Ikamoxyl®, Intermoxil®, Kalmoxillin®,
Kimoxil®, Lactamox®, Lapimox®,
Leomoxyl®, Moxigra®, Opimox®,


Click to View FlipBook Version