Dedikasi
Dengan segala puji syukur,
kami persembahkan buku ini
kepada:
..........................................
dari:
........................................
Mengubah Paradigma, Memulihkan Kehidupan
PEMULIHAN SEUTUHNYA
1
oleh
Dr. Ir. Jarot Wijanarko, M.Pd.
Marketing KLIK DNA
Coach Keluarga I’am Possible Metro TV
Coach Olah Nafas - Pola Hidup Sehat
Coach Inspirasi Magna TV – Digital TV Metro Group
Coach Inspirasi Life Channel – MNC TV
Direktur LSP 3 Animasi
Direktur Program Indonesia Membangun EL John TV
Pendiri Keluarga Indonesia Bahagia
Pendiri Happy Holy Kids
Pendiri Ecoenzyme Nasional
Penerbit:
Keluarga Indonesia Bahagia
Jl.Melati II, Blok S No.1
Bumi Bintaro Permai, Jakarta. 12320
Buku ini pertama terbit tahun 2000 dengan judul PENDAMAIAN, kemudian
sy edit beberapa kali, terakhir edisi revisi 2021 dan terbit kembali menjadi
buku ini
Daftar Isi
2
Dedikasi 01
Cover dalam 02
Daftar Isi 03
Kata Pengantar 06
Pendahuluan 07
I. Pendamaian 11
II. Mengalahkan Kebencian 13
III. Kisah Dasyat dari Timur 18
IV. Alam Nyata yang Tidak Kelihatan 24
A. Tuhan 26
1. Apa Tuhan itu benar-benar Ada? 27
2. Siapa itu Tuhan? 28
3. Tuhan berubah Nama? 30
B. Iblis 34
1. Siapa Iblis? 34
2. Apa Pekerjaan Iblis dan Setan? 37
3. Iblis si penyesat 41
4. Melawan Iblis 42
C. Malaikat 45
1. Malaikat 45
2. Malaikat Penjaga 48
3. Pagar Malaikat 49
4. Kesaksian Pagar Malaikat 52
5. Pagar malaikat itu nyata 54
6. Pagar kasih setia 55
D. Kenapa Tuhan Ijinkan? 59
1. Terbakar Habis 62
3
2. Bisa Kena Hipnotis 75
3. Kok Bangkrut 83
4. Terkena Covid Delta 87
V. Kisah Pemulihan 89
A. Damai dengan Tuhan 94
B. Damai dengan Diri Sendiri 101
1. Kutuk kepada diri sendiri 104
2. Kekecewaan 105
3. Beratnya hidup 108
4. Merasa benar 112
5. Apatis 117
6. Kepahitan 121
7. Kata sia-sia 126
8. Kutuk kepada orang lain 127
C. Damai dengan Sesama 130
VI. Ini Waktunya Pemulihan 134
VII. Hidup yang Dipulihkan 138
A. Kisah Dahsyat Zaman Ini 138
B. Beratnya Hidup 139
1. Lahir dalam penderitaan 140
2. Makan Bekicot 142
3. Jilatin Kecap 142
4. Cicak dan Cindil 143
5. Gajah Opo Enak? 144
6. Nasi Jelantah 145
7. Ngluruk Bancakan 145
8. River View 146
C. Awal Pemulihan 147
D. Pemulihan Terus Berlangsung 148
E. Pemulihan Itu Sempurna 150
1. Dunia pelayanan 151
4
2. Dunia Usaha 152
3. Kemana Masa Tua 153
4. Pemulihannya Sempurna 160
F. Pemulihan Itu Hak Anda 160
VIII. Tanya Jawab 161
1. Ayub belum kenal Tuhan? 161
2. Ayub benar, kenapa Tuhan ijinkan? 163
3. Kenapa Tuhan tidak marah ke Elifu? 166
4. Arti Nama Ayub dan teman-teman? 170
5. Kenapa Tuhan marah dengan Elifas? 171
6. Kenapa Tuhan marah dengan Bildab? 193
7. Kenapa Tuhan marah dengan Sofar? 195
8. Mamon di gereja? 197
9. Gambaran besar Kitab Ayub 216
IX. Daftar Pustaka 220
X. Biografi 221
Kata Pengantar
5
Saya membaca buku-buku lain tentang Ayub, referensi
dalam Alkitab Hidup Berkelimpahan ataupun catatan-catatan
(footnote) yang ada di dalam Alkitab versi lainnya, sebagian
besar memiliki sudut pandang ulasan yang serupa. Nah,
ketika Anda membaca buku ini, mungkin ada yang ‘berbeda’
dengan pandangan atau ulasan yang ada selama ini. Biarlah
ini menjadi kekayaan pemahaman, dari sebuah ‘sudut pandang
yang lain’.
Buku ini menjadi semacam studi Kitab Ayub, karena
kerangka besarnya, hasil pembelajaran Kitab Ayub. Tentu saja
akan banyak ayat-ayat dari Kitab lain, karena Alkitab secara
keseluruhan dan kesatuan adalah Firman TUHAN. Saya
kemas dengan kesaksian dan ditulis dalam bahasa sederhana
yang mudah dimengerti dan praktis sehingga mudah
diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Jika pribadi-pribadi mengalami pemulihan seperti Ayub,
maka keluarga dan berkat juga akan dipulihkan. Bahagia dan
berkat, hanyalah dampak, ketika seseorang menemukan
kebenaran dan hidup bersama TUHAN.
Terima kasih kepada semua pihak, yang telah
menyokong diterbitkannya buku ini dan telah memberkati
ribuan keluarga hamba Tuhan diseluruh tanah air. Kami
berdoa, semakin banyak yang mengalami pendamaian pribadi,
dan akan ada dampak juga bagi pendamaian (rekonsiliasi)
keluarga dan gereja, Tubuh Kristus dan rekonsiliasi bangsa
Indonesia, sampai transformasi (perubahan menyeluruh)
terjadi, Indonesia dipulihkan dan Tuhan dimuliakan!
Pendahuluan
6
Dalam bab ini saya ingin mengajak Anda, sejenak
menjelajahi Kitab Ayub, yang akan saya bahas dalam bab-bab
selanjutnya dalam seluruh buku ini. Penjelajahan secara garis
besar, untuk memahami sedikit latar belakang Kitab Ayub.
Kitab Ayub tergolong sebagai salah satu kitab hikmat
dan syair dalam Perjanjian Lama. "Hikmat" karena membahas
secara mendalam soal-soal universal yang penting dari umat
manusia. "Syair" karena hampir seluruh kitab ini berbentuk
syair. Akan tetapi, semua syair ini berdasarkan seorang tokoh
sejarah yang nyata (Yehezkiel 14:14,20) dan suatu peristiwa
sejarah yang nyata (Yakobus 5:11).
Walaupun buku ini saya berikan komentar sebagai
“bedah Kitab Ayub” namun beberapa hal saya masukkan di
bab TANYA JAWAB, sehingga beberapa hal yang theologis
dan membutuhkan pemikiran serius saya pisahkan dari isi
buku ini, supaya kemasannya masih “mudah di cerna”.
Tempat terjadinya peristiwa dalam kitab ini ialah "tanah
Us" (Ayub 1:1) yang kemudian menjadi wilayah Edom, terletak
di bagian tenggara Laut Mati atau di sebelah utara Arabia
(Ratapan 4:21) jadi latar belakang sejarah Ayub lebih bersifat
Arab dan bukan Ibrani.1
Beberapa fakta menunjukkan bahwa Ayub sendiri hidup
sekitar zaman Abraham (2000 SM) atau sebelumnya,
berdasarkan akta-fakta berikut ini:
1. Ayub masih hidup selama 140 tahun setelah peristiwa-
peristiwa dalam kitab ini (Ayub 42:16), yang menyarankan
jangka hidup yang hampir 200 tahun (Abraham hidup 175
tahun)
1 YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
7
2. Kekayaannya dihitung dari jumlah ternak (Ayub 1:3, Ayub
42:12)
3. Pelayanannya sebagai imam dalam keluarganya, seperti
Abraham, Ishak dan Yakub (Ayub 1:5)
4. Sistem keluarga pimpinan ayah menjadi kesatuan sosial
mendasar seperti pada zaman Abraham (Ayub 1:4-5,13)
5. Serbuan orang-orang Syeba (Ayub 1:15) dan orang
Kasdim Ayub1:7) yang cocok dengan zaman Abraham.
6. Sering kali (31 kali) penulis memakai nama yang dipakai
para patriarkh bagi Tuhan, yaitu Shaddai (Yang
Mahakuasa) dan bukan Yahweh atau Elohim.
7. Di dalam kitab Ayub, tidak ada petunjuk sama sekali
kepada sejarah Israel atau hukum Musa sehingga memberi
kesan tentang zaman pra-Musa (sebelum 1500 SM).
Ada tiga pandangan utama mengenai tanggal kitab ini
ditulis. Kitab ini mungkin disusun. 2
1. Selama zaman para leluhur (sekitar 2000 SM) tidak lama
sesudah semua peristiwa ini terjadi dan mungkin ditulis
oleh Ayub sendiri.
2. Selama zaman Salomo atau tidak lama sesudah itu (sekitar
950-900 SM), karena bentuk sastra dan gaya penulisannya
mirip dengan kitab-kitab sastra hikmat masa itu; atau
2 YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
8
3. Selama masa pembuangan (sekitar 586-538 SM), ketika
umat Tuhan sedang bergumul mencari arti teologis dari
bencana mereka.
Penulis yang tidak dikenal, jikalau bukan Ayub sendiri,
pastilah memiliki sumber-sumber lisan atau tertulis yang terinci
dari zaman Ayub, yang dipakainya di bawah dorongan dan
ilham ilahi untuk menulis kitab ini sebagaimana adanya
sekarang. Beberapa bagian dari kitab ini pasti telah diberikan
melalui penyataan langsung dari Tuhan (Ayub 1:6-2:10).
Kitab Ayub memiliki ciri-ciri tersendiri, jika dibandingkan
dengan kitab-kitab lain yang ada di dalam Alkitab. Yang pasti
Kitab Ayub dikanonkan menjadi bagian dari Firman Tuhan, dan
saya jadikan acuan utama dalam menyusun buku ini. Tujuh ciri
utama menandai kitab ini ialah. 3
1. Ayub, penduduk Arab utara, bukan orang Israel yang hidup
benar dan takut akan Tuhan, mungkin telah hidup sebelum
perjanjian Tuhan dengan Israel ada (Ayub 1:1).
2. Kitab ini menyajikan pembahasan terdalam yang pernah
ditulis mengenai rahasia penderitaan. Sebagai puisi
dramatik, drama dalam kitab ini berisi rasa kesedihan yang
mengharukan dan dialog intelektual dan theologis yang
menggugah perasaan.
3. Kitab ini menyingkapkan suatu dinamika penting yang
beroperasi dalam setiap ujian berat yang dialami orang
saleh: sementara Iblis berusaha untuk menghancurkan
iman orang saleh, Tuhan bekerja untuk membuktikan iman
itu dan memperdalamnya. Keteguhan Ayub dalam iman
3 YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
9
yang sejati memungkinkan maksud Tuhan menang atas
niat Iblis (Bandingkan Yakubus 5:1).
4. Kitab ini memberikan sumbangan tak ternilai kepada
seluruh penyataan alkitabiah tentang pokok-pokok penting
seperti Tuhan, umat manusia, penciptaan, Iblis, dosa,
kebenaran, penderitaan, keadilan, pertobatan dan iman.
5. Sebagian besar kitab ini mencatat penilaian teologis yang
salah tentang penderitaan Ayub oleh teman-temannya.
Mungkin cara berpikir mereka yang salah diulang begitu
sering dalam kitab ini karena mencerminkan kesalahan
yang umum terdapat antara umat Tuhan dan yang harus
diperbaiki.
6. Peranan Iblis sebagai "penuduh" orang benar ditunjukkan
dengan lebih jelas dalam Ayub daripada di kitab PL
lainnya. Dari 19 acuan kepada Iblis dalam PL, 14 kali di
antaranya ada dalam kitab ini.
7. Secara dramatis kitab Ayub mempertunjukkan prinsip
alkitabiah bahwa orang percaya diubah oleh penyataan
dan bukan informasi. (Ayub 42:5-6).
Ayub 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar
tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri
memandang Engkau 42:6 Oleh sebab itu aku mencabut
perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam
debu dan abu.
I. Pendamaian
10
Dosa, telah merusak hubungan manusia dengan
Tuhan. Ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, mulai ada
ketakutan sehingga Adam dan Hawa bersembunyi dari
hadapan Tuhan. Dosa merusak hubungan Adam dan Hawa
sehingga mereka saling menyalahkan. Rusaknya hubungan
antar manusia terus berlanjut sehingga Kain membunuh Habel,
adiknya, Yakub menipu Ayahnya dan kakaknya, Yusuf dijual
sebagai budak oleh saudaranya dan masih banyak kisah-kisah
lainnya, yang menunjukkan rusaknya hubungan sesama
manusia.
Hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama,
diwarnai dengan perseteruan, pemberontakan yang semakin
mencederai hubungan yang ada.
Untuk itulah Yesus datang ke dunia. Untuk melayani
pendamaian (rekonsiliasi) antara Tuhan dan manusia. Dunia
butuh pelayanan pendamaian dan kita sebagai pengikut
Kristus yang harus melanjutkan pelayanan pendamaian ini.
Pemulihan (restorasi) akan terjadi jika ada pendamaian
(rekonsiliasi), pendamaian akan menghasilkan
pemulihan.
Indonesia perlu dipulihkan, Gereja perlu dipulihkan,
keluarga perlu dipulihkan demikian juga dengan pribadi-pribadi
perlu dipulihkan dan pendamaian itulah jalannya. Pribadi yang
rusak karena dosa, akan menjadi indah, setelah dipulihkan,
seperti Kintsugi di Jepang, bejana yang retak dan disambung
dengan emas menjadi hiasan yang indah dan mulia.
Dimana-mana dan disegala bidang memerlukan
pendamaian. Pendamaian antar pribadi, pendamaian dalam
keluarga, pendamaian orang tua anak, pendamaian suami istri,
11
pendamaian antar denominasi, pendamaian antar dan inter
gereja lokal, pendamaian antar suku, ras dan golongan,
bahkan pendamaian antar hamba Tuhan dan pendeta yang
saling bertengkar atau menyerang.
Mengapa perlu pendamaian, karena di dunia ini ada
iblis, ada roh-roh jahat yang bekerja memecah belah, roh
percideraan, roh perselisihan (Galatia 5:19-21).
Galatia 5:19-21: Perbuatan daging telah nyata, yaitu:
percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 5:20 penyembahan
berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah,
kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 5:21
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.
Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu, seperti
yang telah kubuat dahulu, bahwa barangsiapa
melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan
mendapat bagian dalam Kerajaan Tuhan.
Mengapa perlu damai sejahtera, karena dunia ini penuh
dengan kegelisahan, dunia kehilangan damai sejahtera.
Mengapa dunia perlu pendamaian, karena dunia kehilangan
kasih, dunia jauh dari Tuhan, Tuhan adalah kasih, Jehova
Shaloom, Tuhan damai sejahtera.
Salah satu kata kunci dalam pendamaian adalah
melepaskan pengampunan. Saya akan menggunakan kisah
Ayub, sebagai acuan di dalam menyusun buku ini.
II. Mengalahkan Kebencian
12
Dosa merusak hubungan antar manusia, mewariskan
kebencian, dendam dan permusuhan turun temurun.
Beberapa kasus menjadi begitu peliknya seperti benang kusut
dan menjadi sejarah peperangan turun temurun. Konflik Timur
Tengah menjadi salah satu contoh dalam hal ini. Namun saya
akan membatasi fokus dalam masalah pribadi, menggunakan
kisah Ayub dan kisah hidup saya sendiri sebagai contoh kasus.
Saya berharap dengan metode ini, pembelajaran menjadi
sangat mudah dimengerti. Pembelajaran melalui cerita ringan
yang memang terjadi sehari-hari.
Mazmur 120:6 Cukup lama aku tinggal bersama-sama
dengan orang-orang yang membenci perdamaian. 120:7
Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara,
maka mereka menghendaki perang.
Daud pernah hidup di lingkungan yang membenci
perdamaian. Kalau saya justru berasal dari lingkungan
demikian. Tahun 1981-1982 ada kerusuhan anti Cina di kota
Solo, serupa dengan kerusuhan Mei 1997-8. Kerusuhan di
Solo waktu itu, saya kelas 3 SMA dan diam-diam saya setuju,
dengan peritiwa itu, pelakunya banyak tetangga saya.
Mereka berteriak: “Mampus lu cina!” “Pulang lu ke
negara asalmu” Lalu ramai-ramai menjebol pintu-pintu ruko,
mengeluarkan isinya dan membakarnya di jalan raya. Menari-
nari seperti orang mengadakan api unggun. Memberhentikan
mobil-mobil lewat, menyeretnya keluar penumpangnya jika
mereka sipit, ramai-ramai membalikkannya dan membakarnya,
bersorak-sorak kegirangan ketika mobil meledak, seperti anak
kecil bermain petasan.
13
Saya percaya banyak orang Jawa dan orang pribumi
suku lainnya dengan kebencian kepada orang cina (dan suku
lainnya) semacam yang saya rasakan. Saya percaya ini
adalah fakta, yang membutuhkan pendamaian. Api dalam
sekam yang jangan dibiarkan, tetapi diselesaikan ke akar-
akarnya, dan bukan ditutupi sehingga akan terbakar lagi di
suatu saat nanti.
Ada kebencian yang mengakar di banyak hati orang
lokal, orang pribumi kepada orang pendatang, ada banyak
alasan yang menjadi latar belakang kebencian itu, bisa
kecemburuan sosial, pendatang menguasai ekonomi, lebih
berhasil. Di Jawa ada kebencian yang mengakar dan meluas
kepada orang cina seperti yang saya alami.
Itu juga yang terjadi di Irian, Aceh, kerusuhan di
Sanggau Ledo yang meluas di Kalimantan Barat yang
merupakan luapan kebencian orang Dayak terhadap Madura,
dan kerusuhan di Sampit dan sekitarnya di Kalimantan Timur,
dimana ribuan orang-orang Madura dibunuh orang Dayak.
Kembali ke kisah saya pribadi, yang selama ini tidak
banyak diketahui orang, yang kali ini saya memberanikan
menulisnya dengan apa adanya, walau terkesan kasar dan
rasis, tetapi itulah masa lalu saya yang kelam, bejana yang
rusak. Kenapa dahulu saya membenci orang-orang Cina?
Sewaktu saya kecil, saya hidup ditengah-tengah penderitaan
kemiskinan yang menggigit. Hingga saya usia 6-7 tahun, kami
tinggal di rumah ‘gedhek’ (dinding bambu, atap daun kelapa
dan lantai tanah) di Karangpandan, kaki Gunung Lawu, Jawa
Tengah. Umur 7-12 tahun, orang tua pindah ke Solo, menjaga
rumah kakek (mbah Sangiran), yang juga rumah, hingga umur
13 tahun saya tidur di dipan (tempat tidur bambu yang diberi
tikar).
14
Sewaktu kecil saya sering berburu cicak di dinding,
menangkapnya, membakar di tungku dan memakannya.
Makan nasi dengan ‘jelantah’ (sisa-sisa minyak goreng). Kalau
orang tua menyuruh membeli kecap tuang (jenis termurah),
maka saya membawa cangkir atau wadah, dan sepanjang
jalan saya celupkan jari saya dan menghisapnya.
Hal itu semata-mata karena masa kecil yang kami lalui
dengan perut yang lengket kelaparan, atau terkadang buncit
cacingan, sementara kulit saya kudisan dan saya mengalami
paru-paru basah, sehingga nafasnya berbunyi (bengek).
(Orang tua pindah ke Solo dari gunung untuk mendapat udara
yang lebih kering dan panas)
Ditengah-tengah situasi semacam itu, ada beberapa
kisah dengan tetangga dan orang cina yang melukai saya.
Kalau saya pulang sekolah, jalan kaki tanpa alas kaki, saya
sering melewati toko-toko dan saya senang melihat-lihat
etalase toko mainan, hanya untuk melihat mainannya. Sering
jika ‘encik’ atau ‘engkoh’ yang punya toko melihat, mungkin
tangan saya menimbulkan bekas-bekas atau kotoran di
kacanya, maka kami diusirnya, berikut kata-nya yang
menyakitkan.
Hal itu menimbulkan luka di hati yang mengakar,
ditambah dengan lingkungan yang memang kental dengan
kecemburuan sosialnya yang menambah dan membakar
kebencian dengan orang cina menjadi begitu kuat.
Dalam lingkungan seperti itu, orang dari kelompok yang
dibenci, bertanya atau berbicara baik-baik saja, bisa dianggap
sebagai mengajak bertengkar dan menyulut peperangan,
persis yang diungkapkan Daud dalam Mazmur 120:7 di atas.
15
Adalah mujizat contoh nyata bagaimana rekonsiliasi
atau pendamaian itu terjadi. Karena kasih Yesus yang saya
alami begitu nyata dan meluap, sejak saya lahir baru tahun
1982, karena kasih Tuhan yang merubah dan mendamaikan,
kalau saya sekarang memiliki istri yang putih dan sipit, orang
Cina, yang sekarang saya bisa menulis dan mengucapkannya
orang “Tionghoa” ha ha ha. Sesuatu yang tidak dibayangkan,
tidak dipikirkan, hampir-hampir sesuatu yang mustahil, tetapi
itulah yang terjadi.
Kasih Kristuslah yang memungkinkan ini semua bisa
terjadi dan saya menikmati, mencintai dan bukan hanya istri
saya, tetapi juga pergaulan dengan keluarga besar istri saya.
Kasih Yesus yang mampu mendamaikan, memberi damai
sejahtera sebagai ganti kebencian.
Memang kasih Kristus di kayu salib adalah kasih yang
nyata, kasih yang real, kasih yang berkorban, kasih yang
mulia, dan memang Tuhan adalah kasih. Kasih yang
memungkinkan pendamaian sejati bisa terjadi. Pendamaian
yang saya alami ini membawa hidup saya dalam kebahagian
dalam arti yang sesungguhnya, dan juga berkat yang mengalir
melimpah ruah. Baik berkat jasmani terlebih berkat rohani.
Pendamaian membawa pemulihan, pemulihan membawa
berkat.
Bab-bab selanjutnya saya akan sampaikan bagaimana
pendamaian itu terjadi dan membawa pemulihan, dan supaya
lebih praktis, sederhana dan mudah dimengerti, saya akan
sampaikan konsep-konsep dengan menggunakan Kitab Ayub.
Konsep-konsep itu sebenarnya muncul selain dari
penggalian dan arti yang muncul dari ayat-ayat yang ada,
tetapi juga dilatar belakangi apa yang saya alami sendiri,
16
bagaimana Tuhan mendamaikan saya, dan bahkan menikah,
menjadi satu dengan orang Cina.
Konsep-konsep dan pewahyuan yang muncul karena
secara pribadi mengalami masa lalu yang penuh dengan
penolakan dan lembah air mata, namun dipulihkan Tuhan luar
biasa dan dipakai secara nyata untuk memulihkan orang lain.
Saya sedang dalam pelayanan di Halmahera, Maluku
Utara dan Maluku Barat, dimana bulan-bulan sebelumnya
terjadi perang agama dan ribuan orang terbunuh, ketika saya
sedang menyelesaikan buku ini. Di Halmahera, Agustus 2001,
kami mengadakan pelayanan pendamaian, pemulihan hati,
pendamaian pribadi dan ribuan orang bertobat menerima
yesus secara pribadi, ribuan hati menangis menyayat sebelum
akhirnya kasih Yesus memulihkan mereka.
Pengajaran yang dibukukan ini telah menjadi berkat di
sana, dan saya berdoa, buku ini juga menjadi berkat bagi
saudara dan di tempat-tempat lainnya. Alami kasih Yesus,
rasakan pendamaian, adakan rekonsiliasi dan nikmati
pemulihan!
Pemulihan yang menyeluruh, pemulihan adalah
perubahan ke arah perbaikan, yang sekarang kita mulai
banyak mengenal istilah TRANSFORMASI. Perubahan ke
arah perbaikan. Saya lebih banyak menggunakan istilah
PEMULIHAN dalam buku-buku dan seminar-seminar yang
saya adakan.
17
III. Kisah Dahsyat dari Timur
Ayub 1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us, bernama
Ayub, orang itu saleh dan jujur; ia takut akan TUHAN dan
menjauhi kejahatan. 1:2 Ia mendapat tujuh anak laki-
laki dan tiga anak perempuan. 1:3 Ia memiliki tujuh ribu
ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus
pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-
budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang
itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah
timur. 1:4 Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan
pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran
dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk
makan dan minum bersama-sama mereka. 1:5 Setiap
kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub
memanggil mereka, dan menguduskan mereka;
keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu
mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah
mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku
sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam
hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
Ayub orang kaya yang soleh, namun ia mengalami
ujian kehidupan yang sangat dahsyat, karena semua yang
dimilikinya habis, namun kisah pemulihannya tidak kalah
dahsyatnya.
Ayub 42:10; Lalu Tuhan memulihkan keadaan Ayub,
setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan
Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari
segala kepunyaanya dahulu. (TB-1974)
18
Tuhanlah yang memulihkan, bukan lembaga, bukan
Yayasan, bukan pribadi, bukan partai, bukan tokoh politik,
bukan pendeta hebat, tetapi Tuhan. Kalau Tuhan memulihkan
hasilnya dasyat, bahkan lebih dari semula, dua kali lipat dari
semula. Di dalam Alkitab versi AYT-2018, ditulis prosesnya,
pertama Tuhan mengembalikan seperti semula, lalu
menambahkan sehingga menjadi dua kali lipat.
Ayub 42:10 TUHAN mengembalikan keadaan Ayub
sesudah dia berdoa bagi sahabat-sahabatnya. Lalu,
TUHAN menambahkan kepadanya dua kali lipat dari
semua milik kepunyaannya dahulu.
Job 42:10 And the LORD turned the captivity of Job,
when he prayed for his friends: also the LORD gave Job
twice as much as he had before. (KJV)
Sedangkan di dalam terjemahan versi King James,
yang dikembalikan adalah ‘kapasitas’ Ayub, sehingga dengan
kapasitas yang dipulihkan Ayub bisa kembali bangkit dengan
modal awal pertolongan dari saudara dan sahabat lama
(42:11). Selanjutnya kalau dibaca terus ke ayat 12 maka kita
melihat domba, unta, keledai, harta benda, kekayaan
(ekonomi) Ayub ditambahkan dua kali lipat.
Demikian juga dengan kesehatan dan umur Ayub.
Dalam ayat yang ke 16-17 maka Ayub memiliki anak cucu dan
dan melihat hingga keturunan yang ke empat, karena ia hidup
120 tahun lagi. Kata ‘120 tahun lagi’, mengindikasikan
mungkin peristiwa itu terjadi saat dia usia 120 tahun dan
dikembalikan dua kali lipat. Jadi setelah Ayub disembuhkan
dari penyakitnya, dia bukan hanya sehat, tetapi ‘pulih’ disini
19
lebih tepat kalau ‘dibaharui’ ‘renewal’, seperti lahir kembali dan
hidup 120 lagi. Itulah kalau Tuhan yang bekerja memulihkan.
Apa yang dialami oleh Ayub, sehingga ada kisah
pemulihan yang luar biasa ini? Yang dialami oleh Ayubpun
tidak kalah dramatisnya. Dia mengalami segala malapetaka
mulai dari perampokan, penjarahan, pembunuhan, rumah
terbakar dan roboh, anaknya semua mati dan badannya sakit
di seluruh tubuhnya, seperti ditulis dalam ayat-ayat ini:
Ayub 1:13 Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang
lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum
anggur di rumah saudara mereka yang sulung, 1:14
datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata:
"Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai
betina makan rumput di sebelahnya, 1:15 datanglah
orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta
memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku
sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal
itu kepada tuan."
1:16 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain
dan berkata: "Api telah menyambar dari langit dan
membakar serta memakan habis kambing domba dan
penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga
dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." 1:17
Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan
berkata: "Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan,
lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta
memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku
sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal
itu kepada tuan."
20
1:18 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain
dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang
perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di
rumah saudara mereka yang sulung, 1:19 maka tiba-tiba
angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah
itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh
menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati.
Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat
memberitahukan hal itu kepada tuan. "
1:20 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan
mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan
menyembah 1:21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar
dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan
kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN
yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" 1:22 Dalam
kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak
menuduh TUHAN berbuat yang kurang patut.
Dan masih satu lagi, istrinya menginginkan
kematiannya! Bagaimana perasaan anda kalau orang yang
anda cintai, pasangan hidup anda menginginkan kematian
anda? Ayub juga mengalamai masalah dalam pernikahan,
dengan istri yang tentunya jika anaknya sudah 10 orang dan
anak paling kecil sudah besar, tentu sudah hidup bersama
bertahun-tahun. Betapa lengkap sudah daftar kesengsaraan
dan penderitaan Ayub!
Ayub 2:7 Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu
ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak
kakinya sampai ke batu kepalanya. 2:8 Lalu Ayub
mengambil sekeping beling untuk menggaruk-garuk
badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu.
21
2:9 Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih
bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah
TUHANmu dan matilah! 2:10 Tetapi jawab Ayub
kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila!
Apakah kita mau menerima yang baik dari Tuhan, tetapi
tidak mau menerima yang buruk? " Dalam kesemuanya
itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.
Saya percaya kalau Anda punya masalah, maka tentu
tidak sedahsyat masalah Ayub. Bahkan Anda di daerah
kerusuhanpun, masalah Anda ‘hanyalah’ sebagian dari
masalah Ayub. Mungkin Anda habis-habisan dalam hal usaha
seperti Ayub, tetapi anak saudara masih hidup, tidak mati
seperti anak-anak Ayub. Mungkin anak Anda mati, tetapi
masih ada yang hidup, tidak mati semua seperti anak-anak
Ayub. Mungkin Anda sakit dan tidak sembuh-sembuh, tetapi
hanya paru paru atau jantung, atau hanya kepala yang sakit,
tidak seperti Ayub yang seluruh badanya sakit.
Maaf, saya tidak meremehkan masalah Anda, tetapi
dibanding dengan Ayub, saya yakin masalah Anda tidak
seberapa dibandingkan dengan apa yang dialami ole Ayub.
Ayub mengalami semua masalah, ya ekonomi, keluarga, anak
mati, kesehatan dan juga pernikahan! Dan berita hari ini adalah
Ayub Dipulihkan! Puji Tuhan!
Saya mau sampaikan, kalau Tuhan sanggup
memulihkan Ayub, maka saya percaya bahwa Dia juga
sanggup memulihkan Anda, masalah Anda terlalu kecil bagi-
Nya. Elohim, Tuhan Abraham, Ishak dan Yahub adalah Tuhan
yang memulihkan! Memulihkan secara dasyat!
22
Jehova Rapha : Tuhan Penyembuh
Jehova Mephalti : Tuhan Pembebasku/ Penyelamatku
Jehova Mosheikh : Tuhan Juru Selamatku
Jehova Magen : Tuhan Perisai Pertolongan
Elohim Ozer Li : Tuhan Allah Penolongku
Dia diberi ‘gelar’ demikian oleh umat Israel, karena
selama mereka ‘bergaul’ dengan Yehova Tuhan mereka
selama ada di Mesir, di perjalanan keluar dari Mesir dan dari
kisah-kisah para Nabi, para utusan dan hamba Tuhan, mereka
mengenal dan mengalami, itulah pekerjaan Tuhan,
Memulihkan! Kita akan lanjutkan mengenal Tuhan dari nama-
nama sebutan-Nya di bab selanjutnya.
Yohanes 10:10; Iblis datang untuk mencuri, membunuh
dan membinasakan, tetapi Ia (Yesus) datang untuk
memberi hidup dan hidup dalam segala kelimpahan!
Selanjutnya kita akan belajar kehidupan dengan
menggunakan kisah dan Kitab Ayub sebagai acuan, jadi ini
bukanlah details theologis Kitab Ayub pasal demi pasal apalagi
ayat demi ayat, tetapi sebagai tambahan studi Kitab Ayub
secara ringan diselingi kesaksian dan pengertian-pengertian
yang kontekstual.
23
IV. Alam Nyata yang Tidak Kelihatan
Ayub 1:6; Pada suatu hari datanglah anak-anak Elohim
Tuhan, menghadap Tuhan dan diantara mereka
datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah Tuhan kepada
iblis: “Dari mana engkau”. Lalu jawab Iblis kepada
Tuhan: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah
bumi”
7; Lalu bertanyalah Tuhan kepada Iblis: “Apakah engkau
memperhatikan hambaku Ayub ? Sebab tiada
seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan
jujur, yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan”.
8; Lalu jawab Iblis kepada Tuhan; ”Apakah dengan tidak
mendapat apa-apa Ayub takut akan Tuhan.
9; Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia
dan rumahnya serta segala yang dimilikinya ?
10; Apa yang dikerjakannya telah Kau berkati dan apa
yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi
ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang
dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau dihadapan-Mu”.
11; Maka firman Tuhan kepada Iblis: “Nah segala yang
dipunyainya ada dalam kuasamu, hanya janganlah
engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.”
Kemudian pergilah Iblis dari hadapan Tuhan.
Kisah yang hampir sama dengan diatas diulang kembali
di Ayub 2:1-7, Iblis menghadap Tuhan dan minta ijin untuk
menjamah tubuh Ayub dan juga diijinkan Tuhan. Dari pasal 1
dan 2 kitab Ayub ini kita belajar, bahwa sesuatu yang terjadi di
alam nyata yang kelihatan ini, didahului oleh peristiwa-
peristiwa di alam yang sebenarnya juga nyata, tetapi tidak
kelihatan. Alam roh. Alam roh itu nyata, hanya tidak kelihatan.
Firman Tuhan mengajarkan bahwa ada sesuatu di balik
alam yang kelihatan ini yang nyata. Tuhan ada itu kenyataan.
24
Iblis dan roh-roh jahat ada itu kenyataan. Malaikat ada itu
kenyataan. Masalahnya ada orang yang bisa melihat dan
menerima kenyaatan, ada orang yang tidak bisa menerima
kenyaatan. Jangankan kenyataan yang tidak kelihatan,
kenyataan yang kelihatan saja banyak orang yang tidak bisa
menerima sebuah kenyataan yang terjadi secara pasti di
hadapannya.
Yesus mati di kayu salib itu kenyataan yang pernah
terjadi. Yesus bangkit dari kubur itu kenyataan yang pernah
terjadi dan disaksikan secara nyata oleh ratusan pengikutnya.
Yesus naik kesorga, itu kenyataan yang pernah terjadi yang
disaksikan, bukan di gosipkan, disaksikan oleh ratusan orang.
Walaupun kenyataanya, milyaran orang dibumi tidak menerima
kenyataan tentang Yesus ini. Saya mau katakan, diterima atau
tidak diterima, kenyataan tetap kenyataan, kebenaran tetap
kebenaran, Yesus tetap Tuhan dan Mesias.
Kisah Ayub menunjukkan, peristiswa di alam kelihatan
ini, didahului oleh sebuah peristiwa di alam yang tidak
kelihatan, di alam roh. Kalau alam nyata adalah
banyangannya, maka untuk memulihkan, untuk
memperbaharui, untuk menyembuhkan, untuk merubah,
garaplah alam rohnya, lakukan sesuatu, pulihkan, doakan di
alam roh, maka alam nyatanya akan ada perubahan!
Alam tidak kelihatan yang nyata tetap ada sekalipun
orang tidak menerimanya. Alam roh itu ada, Tuhan itu ada,
malaikat itu ada. Ini adalah kenyataan, alam roh itu ada.
Berbahagialah saudara yang menerimanya dan bisa belajar
sesuatu, mendapat hikmat bahkan merubah sikap hidup dari
kebenaran ini.
25
A. TUHAN
Apakah Tuhan itu ada? Atau lebih mendasar lagi,
Tuhan itu apa? Kekuatan? Energi? Materi? Atau seperti sinyal
wifi yang memancar kemana-mana? Apakah Tuhan adalah
dogma saja dan seperti sebuah kontens (Firman Tuhan) yang
merasuk ke berbagai agama?
Jika Dia ada, kenapa yang menyangkal-Nya, menghujat
Nya, tidak percaya kepada-Nya, hidup baik-baik saja? Orang
atheis hidup di negara sekuler dengan sukses dan makmur?
Jika Tuhan itu ada, dimanakah Dia berada, di Bumi
atau juga di luar angkasa menjelajahi jagad raya? Apakah Dia
juga memerlukan oxigen dan hanya ada di bumi? Jika Dia ada,
apakah keberadaannya bisa dideteksi dengan sebuah alat ukur
atau dibuktikan secara ilmiah? Jika Tuhan adalah pribadi,
bagaimanakah kepribadiannya?
Dalam dunia yang semakin sekuler, dimana manusia
semakin pandai, tekonologi membuat manusia ke luar
angkasa, berkomunikasi secara global, seolah menguasai
dunia ini, makin pandai dan mengerti segala hal, membuat
pertanyaan diatas, yang menjawab bahwa Tuhan tidak ada
mungkin bisa separo dari penduduk bumi.
Barna paper, penelitian atas para remaja secara global
di seluruh dunia melaporkan 63% tidak percaya kalau Tuhan
itu ada. 37% yang percaya Tuhan ada, 60%nya tidak percaya
jika Tuhan tersebut berperan dan berpengaruh secara
significan dalam hidup sehari-hari. Secara terbatas, saya
menuliskan beberapa hal saja, untuk mengenal Tuhan.
26
1. Apa Tuhan itu benar-benar Ada?
Pertanyaan yang sama dengan apakah iblis, setan,
malaikat dan roh manusia itu ada? Apakah ada kehidupan
setelah kematian? Atau manusia hanyalah daging dan organ
tubuh dengan otak yang memiliki kecerdasan, makhluk biologis
semata dan jika sudah tua mati dan tidak ada apa-apa lagi?
Jika semua pertanyaan ini bisa di jawab dan dibuktikan
secara ilmiah, maka pasti di muka bumi tidak ada lagi orang
atheis.
Jadi saya mengakui bahwa ini adalah area
“kepercayaan” atau “keyakinan” atau saya sebut “iman”, dan
manusia memang bisa memilih untuk percaya atau tidak.
Namun saya mengajak untuk berdiam sejenak, retreat atau
mundur dari segala kesibukan, bahkan dari gejolak pikiran,
namun mendengarkan hati nurani terdalam.
1 Timotius 1:19 Beberapa orang telah menolak hati
nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman
mereka.
Saya mencoba mengajak merenung demikian: “Apa
ruginya jika percaya Tuhan ada, ternyata tidak ada” “Apa
untungnya kita percaya Tuhan tidak ada dan ternyata benar-
benar tidak ada?” “Apa ruginya jika kita percaya Tuhan tidak
ada dan ternyata ada?”
Secara umum, orang yang percaya Tuhan ada, percaya
juga kehidupan setelah kematian dan kekekalan, serta segala
ajarannya, untuk mempersiapkan hidup dalam kekekalan.
27
Ajaran-ajaran tersebut membuat manusia tidak egois,
memiliki nilai hidup, moral dan etika serta kualitas hidup yang
lebih baik.
Namun jika tidak percaya bahwa Tuhan dan kekekalan
ada dan ternyata ada, bukankah waktu tidak bisa diputar ulang,
untuk kembali lahir di bumi dan mengawali hidup kembali?
Jika saya sudah mengambil keputusan untuk memilih
percaya, bahwa Tuhan, setan, iblis, malaikat, roh manusia dan
kekekalan ada, bagaimana caranya membangun iman yang
benar? Bacalah Firman Tuhan, karena iman muncul dari
Firman, dari kebenaran dan Firman itulah kebenaran.
Yohanes 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran,
dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu
Yohanes 17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran;
firman-Mu adalah kebenaran.
Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan
pendengaran oleh firman Kristus
2. Siapa itu Tuhan?
Siapa Tuhan yang membuat Adam dan Hawa? Yang
disembah Abraham? Mereka yang hidup ribuan tahun sebelum
agama-agama ada di muka bumi?
Pertama ada garis keturunan atau silsilah dari Adam
hingga Abraham dan dari Abraham sampai bangsa Israel yang
dipimpin Nabi Musa dan sejak itu Nabi-nabi dalam bangsa ini
menulis dan akhirnya di kanonkan menjadi Alkitab.
28
Kedua secara sederhana kita belajar dari nama2 yang
diberikan oleh bangsa Israel, berdasarkan apa yang mereka
rasakan, alami dengan Jehova Tuhan.
Adonai : Tuhan Adalah Tuanku
El Roi : Tuhan Penilik
El Shaddai : Tuhan yang Maha Kuasa
El Emunah : Tuhan yang Setia
El Gibor : Tuhan Panglima Perang
El Hay : Tuhan yang Hidup
El Hakobodh : Tuhan yang Mulia
El Maron : Tuhan di Tempat Tinggi
El Nekamoth : Tuhan yang Telah Membalaskan
El Nose : Tuhan yang Mengampuni
El Simchath Gili : Tuhan Sukacitaku
El Rohi : Tuhan Gembalaku
Elohim : Tuhan Yang Kreatif (Pencipta)
Elohim Ozer Li : Tuhan Penolongku
Elohim Machase : Tuhan Tempat Perlindungan
Elohim Shoptim Ba Arete : Tuhan Keadilan Di Bumi
Elohim Basdoshim : Tuhan yang Kudus
Elohim Basmayim : Tuhan di Langit Atas
Emmanu El : Tuhan Beserta Kita
Jehova Jireh : Tuhan Ada Disini Menyediakan
Jehova Rapha : Tuhan Penyembuh
Jehova Nissi : Tuhan Panjiku
Jehova Mekadeshcem : Tuhan Yang Menyucikan
Jehova Shalom : Tuhan Damai Sejahtera
Jehova Shaphat : Tuhan Hakim Yang Maha Besar
Jehova Elyon : Tuhan Maha Tinggi
Jehova Sabaoth : Tuhan Semesta Alam
Jehova Gibbor : Tuhan Yang Perkasa
Jehova Tsidkenu : Tuhan Kebenaran
29
Jehova Hosenu : Tuhan Pencipta
Jehova Shammah : Tuhan Besertamu
Jehova Elohay : Jehova Tuhan mu
Jehova Maginnemu : Tuhan Perisaiku
Jehova Goelekh : Tuhan Penebusmu
Jehova Sali : Tuhan Bukit Batuku
Jehova Melech Olam : Tuhan Raja Yang Kekal
Jehova Mephalti : Tuhan Pembebasku/ Penyelamatku
Jehova Ori : Tuhan Terangku
Jehova Uzli : Tuhan Kekuatanku
Jehova Mosheikh : Tuhan Juru Selamatku
Jehova Kabodhi : Tuhan Kemulianku
Jehova Magen : Tuhan Perisai Pertolongan
Jehova Makkeh : Tuhan Yang Memusnahkan
Jehova Kanna : Tuhan yang Pencemburu
Jehova Mauzzi : Tuhan Bentengku
Jehova Metsudhathi : Tuhan Kota Bentengku
Jehova Mauzzam : Tuhan Penyelamat Mereka
3. Tuhan berubah Nama?
Apakah Tuhan Perjanjian Lama sama dengan Tuhan
Perjanjian Baru? Apakah Tuhan Abraham, Ishak dan Yakub
serta Musa sama dengan Tuhan orang Kristen? Tentu ada
pelajaran yang lebih lengkap yang disebut “Kristologi”, namun
saya akan tulis sebagian disini mengenai nama Tuhan, Jehova
dan Yesus, melanjutkan nama-nama Tuhan sebelumnya.
Kita mulai secara singkat, ketika Tuhan memanggil
Musa, maka Musa bertanya siapakah nama MU? Maka Tuhan
menjawab; “AKU ADALAH AKU”
30
Keluarga 3:13 Lalu Musa berkata kepada Tuhan: "Tetapi
apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata
kepada mereka: Tuhan nenek moyangmu telah mengutus
aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku:
bagaimana tentang nama-Nya? Apakah yang harus
kujawab kepada mereka?" 3:14 Firman Tuhan kepada
Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah
kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah
mengutus aku kepadamu."
Tuhan sendiri memberikan diri nama "Aku adalah Aku",
dari sinilah muncul kata Ibrani; “Yahweh” lalu “Jehova” (soal
pelafalan), sebuah frase Ibrani yang menunjuk tindakan atau
makna. Tuhan sebenarnya mengatakan kepada Musa, "Aku
ingin dikenal sebagai Tuhan yang hadir dan aktif." Tuhan yang
hadir atau menyertai sehingga disebut Emmanu El : Tuhan
Beserta Kita.
Jadi sebenarnya “Aku adalah Aku” bukanlah sebuah
“nama”. Lalu namanya sendiri? Bisa dibilang rahasia atau
sakral, lalu bangsa Isarel memberikan sebutan sesuai yang
merasa rasakan atau alami, sehingga muncul nama-nama
dibelakang “Jehova …..” seperti dalam daftar di atas, dan
menyebut seperti di atas turun temurun.
Keluaran 3:15 Selanjutnya berfirmanlah Jehova kepada
Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel:
Jehova, Tuhan nenek moyangmu, Tuhan Abraham, Allah
Ishak dan Tuhan Yakub, telah mengutus aku kepadamu:
itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah
sebutan-Ku turun-temurun”.
31
Ketika Tuhan Yesus lahir, ia disebut Emannuel (Matius
1:23) Karena Dia adalah Firman, yang adalah Tuhan sendiri
(Yohanes 1:1-3) dan menjadi manusia (Yohanes 1:14), maka
IA ingin menggunakan nama-Nya sendiri, maka saat itulah
nama “sakral” Nya diwahyukan.
Matius 1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan
mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan
mereka akan menamakan Dia Imanuel" - yang berarti:
Tuhan menyertai kita.
Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman, Firman itu
bersama-sama dengan TUHAN dan Firman itu adalah
TUHAN. 1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan
TUHAN 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa
Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang
telah dijadikan.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara
kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu
kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak
Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Maka sebelum Tuhan Yesus lahir menjadi manusia,
malaikat datang dan memerintahkan supaya nanti diberi nama-
Nya (Lukas 1:30-31), karena sebagai manusia, Ia harus
menggunakan Nama-Nya dan tidak bisa menggunakan nama
“Aku adalah Aku”, tetapi nama Yesus dari kata Yeshua, Yesus
Kristus, Yesus yang “diurapi” atau Ha’Masiach; maka ada yang
menyebut; Yeshua Ha'Masiach : Yesus yang di Urapi/ Kristus.
Lukas 1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut,
hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di
hadapan Elohim. 1:31 Sesungguhnya engkau akan
mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki
dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus”.
32
Jadi nama ini bukan inisiatif Yusuf atau Maria, tetapi
pesan dari sorga lewat malaikat yang mendatangi Yusuf, itulah
kenapa saat berdoa Tuhan Yesus mengakui bahwa itu nama
dari Bapa (Yohanes 19: 11b-12)
Yohanes 17:11b … Ya Bapa yang kudus, peliharalah
mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah
Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu
sama seperti Kita. 17:12 Selama Aku bersama mereka,
Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu
yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah
menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka
yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan
untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab
Suci.
Jadi kita sekarang menyebut nama Tuhan siapa? Kita
bisa mengawali sapaan “Bapa” karena kita anak-anaknya,
melanjutkan sapaan dengan sebutan, misalnya Jehova Jireh:
Tuhan Ada Disini Menyediakan dan mengakhiri doa “di dalam
Nama Tuhan Yesus Kristus”, sesuai ayat-ayat ini:
Matius 6:9 Karena itu berdoalah demikian; “Bapa kami
yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu..”
Yohanes 14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam
nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa
dipermuliakan di dalam Anak. 14:14 Jika kamu meminta
sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan
melakukannya."
33
B. Iblis
1. Siapa Iblis?
Wahyu 12:9: Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut
Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia,
dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi,
bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
Dalam Wahyu12 Iblis disebut dengan kata Yunani
διάβολος (baca: diabolos) yang cenderung dalam Alkitab
diartikan sebagai pendakwa palsu, dan juga pemfitnah (Band.
Yohanes 8:44, “Iblis adalah Bapa segala dusta”). Disebut juga
dalam kata Yunani Σατανᾶς (baca: Satanas) yang diartikan
sebagai musuh atau lawan, pangeran roh-roh jahat, dan
penyesat. Kedua sebutan tersebut mengarah kepada satu
pribadi Iblis, digunakan dalam bentuk tunggal, dan bukan
jamak. Dalam Wahyu. 12:9, Iblis disebut sebagai “Si Ular Tua”,
yang mungkin sekali merujuk kepada pencobaan di terhadap
Adam dan Hawa di taman Eden (Kejadian. 3).
Iblis yang adalah seorang oknum, sangat berbeda
dengan roh-roh jahat, atau malaikat-malaikat yang melayani
dia. Roh-roh jahat disebut dalam Injil diceritakan Yesus
mengusir orang yang kerasukan ‘setan’ dengan kata Yunani
δαιμόνιον (baca: daimonion), kata tersebut dalam Alkitab
bahasa Indonesia seringkali diterjemahkan dengan kata
“Setan” atau “Setan-Setan”.4
4 http://berpikiralkitabiah.blogspot.co.id/2015/04/iblis-dan-roh-roh-jahat-menurut-
alkitab.html akses 3 Janurari 2018
34
Arti kata tersebut adalah suatu kuasa Ilahi, roh yang
lebih rendah dari Tuhan tetapi lebih tinggi/lebih kuat dari
manusia, dan juga sebagai roh-roh jahat atau pelayan-pelayan
Iblis. Ketiga definisi itu benar, karena memang roh-roh jahat
adalah malaikat-malaikat yang memiliki kuasa surgawi, tetapi
kemudian terjatuh. Roh-roh jahat tersebut juga digambarkan
sebagai roh yang lebih tinggi/lebih kuat (bhs inggris: superior)
daripada manusia karena sifatnya yang seringkali mampu
menguasai manusia (seperti gejala kerasukan setan).
Hanya manusia yang lahir baru, dimana memiliki roh
Kudus akan lebih tinggi dari roh-roh jahat.
Diusirnya Setan dari surga digambarkan dalam Yesaya
14:12-15 dan Yehezkiel 28:12-15. Ketika ia diusir, Setan
membawa serta beberapa malaikat bersamanya - sepertiga
dari mereka, menurut Wahyu 12:4. Yudas 6 juga menyebut
adanya malaikat yang berdosa. Jadi, secara Alkitabiah,
malaikat adalah malaikat terjatuh, yang bersama dengan
Setan, memilih untuk memberontak terhadap Tuhan.
Beberapa dari iblis ini sudah terpenjara dalam
"belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai
penghakiman pada hari besar" (Yudas 1:6) atas dosa mereka.
Masih tetap ada yang berkeliaran kesana kemari dan disebut
sebagai "pemerintah-pemerintah ... penguasa penguasa...
penghulu-penghulu dunia yang gelap ini...roh-roh jahat di
udara" pada Efesus 6:12 (baca Kolose 2:15). Para iblis tetap
mengikuti Setan sebagai pimpinan mereka dan berperang
melawan malaikat kudus guna menggagalkan rencana Tuhan
dan menghalangi umat Tuhan (Daniel 10:13).
35
Para iblis, sebagai makhluk roh, mampu mengambil alih
tubuh jasmani seseorang. Kesurupan/ kerasukan iblis terjadi
ketika tubuh jasmani seseorang dikendalikan penuh oleh iblis.
Ini tidak dapat terjadi pada anak-anak Tuhan, karena Roh
Kudus mendiami hati orang yang percaya pada Kristus (1
Yohanes 4:4), yang diterima saat seseorang menerima Injil
keselematan (Efesus 1:13). Roh Kudus ini berdiam bersama-
sama roh kita (Roma 8:16)
Tuhan Yesus, dalam pelayanan-Nya di dunia,
menjumpai banyak iblis. Tentunya tidak ada iblis yang
sebanding dengan kuasa Kristus: "Dibawalah kepada Yesus
banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata
Yesus mengusir roh-roh itu" (Matius 8:16).
Otoritas Tuhan Yesus di atas para iblis itu merupakan
salah satu bukti bahwa benarlah Ia Anak Bapa (Lukas 11:20).
Para iblis yang berhadapan dengan Yesus mengetahui
siapakah Dia, dan mereka menakuti Dia: "Apa urusan-Mu
dengan kami, hai Anak Tuhan? [para iblis berteriak] Adakah
Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"
(Matius 8:29). Para iblis tahu bahwa ajal mereka penuh dengan
siksaan.
Setan dan para iblisnya sekarang berusaha
menghancurkan karya Tuhan dengan menipu siapapun yang
dapat ditipu (1 Petrus 5:8; 2 Korintus 11:14-15). Para iblis
digambarkan sebagai roh jahat (Matius 10:1), roh najis (Markus
1:27), roh pendusta (1 Raja-Raja 22:23), dan malaikat Setan
(Wahyu 12:9). Setan dan iblisnya menipu dunia (2 Korintus
4:4), melancarkan doktrin palsu (1 Timotius 4:1), menyerang
orang Kristen (2 Korintus 12:7; 1 Petrus 5:8), dan melawan
malaikat kudus (Wahyu 12:4-9).
36
Para iblis/malaikat terjatuh adalah musuh Tuhan,
namun mereka adalah musuh yang telah dikalahkan. Kristus
telah "melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-
penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam
kemenangan-Nya atas mereka" (Kolose 2:15). Selama kita
tunduk kepada Tuhan, kita bisa menentang iblis, kita tidak
perlu menakuti apapun. "Roh yang ada di dalam kamu, lebih
besar dari pada roh yang ada di dalam dunia" (1 Yohanes
4:4).5
2. Apa Pekerjaan Iblis dan setan-setan?
Kembali ke kisah Ayub, dari Ayub 1:6-11 diatas kita
tahu apa pekerjaan iblis; dia berjalan menjelajah mengelilingi
bumi, dengan pikirannya yang usil dan rancangannya yang
jahat terhadap anak-anak manusia. Di manapun anda hidup
disanalah roh-roh jahat ada. Bahkan Alkitab menyebutkan
juga, musuh kita melawan roh-roh jahat di udara (Efesus 6:12).
Efesus 6:12; Karena perjuangan kita bukanlah melawan
darah dan daging, tetapi melawan penguasa-penguasa
(principallities), melawan penghulu-penghulu dunia yang
gelap ini, melawan roh-roh jahat diudara.
Dimana ada udara, itulah tempat roh-roh jahat. Iblis
mengincar Ayub, orang saleh, iblis mengincar anak-anak
Tuhan dan berusaha menghancurkannya. Tuhan Yesus
menyebut iblis sebagai si pencuri.
5 https://www.gotquestions.org/Indonesia/setan-setan.html akses 3 Janurari 2018
37
1 Petrus 5:8; Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si
Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang
mengaum-aum dan mencari orang yang ditelannya.
9; Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu
tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia
menanggung penderitaan yang sama.
Yohanes 10:10; Pencuri datang hanya untuk mencuri dan
membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya
mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam
segala kelimpahan.
Kalau anda mengalami kesusahan, malapetaka,
perampokan, kemalingan, kerusuhan sosial seperti sebagian
atau seluruh yang dialami Ayub, (Saudara kita yang di Ambon,
Halhamera, Kalimantan) maka musuh kita, yang harus kita
benci, bukanlah manusia yang dipakai sebagai medium iblis
untuk melakukan operasinya. Iblis sang aktor / musuh kita,
bukan darah dan daging, karena Iblislah yang punya ide, yang
merencanakan dan melaksanakan.
Segala peristiwa yang dialami Ayub, hanya terjadi
setelah Iblis mendapat ijin dari Tuhan, lalu mengundurkan diri
dari hadapan Tuhan. Setelah undur inilah, saya percaya iblis
mengerahkan anak buahnya, roh pembunuhan, roh
perampokan, penjarahan, roh malapetaka, melalui medium
orang Kasdim dan orang Syeba.
Dalam Ayub 2:4-7, kelihatan sekali bahwa yang punya
ide jahat itu iblis, yang merancang iblis, yang melakukan juga
iblis, sehingga Ayub menjadi sakit. Iblislah pelaku kejahatan,
segala yang jahat berasal dari iblis.
Ayub 2:4; Lalu jawab iblis kepada Tuhan: Kulit ganti
kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya
ganti nyawanya.
38
5; Tetapi ulurkanlah tangan-MU dan jamahlah tulang dan
dagingnya, ia pasti akan mengutuki Engkau dihadapan-
MU.
6; Maka Firman Tuhan kepada Iblis: “Nah, ia alam kuasa-
mu; hanya sayangkan nyawanya”
7; Kemudian iblis pergi dari hadapan Tuhan, lalu
ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak
kakinya sampai ke batu kepalanya.
Tuhan itu baik, Tuhan itu kasih, Tuhan tidak berbuat
jahat, tidak berfikir jahat dan tidak merancang jahat. Yang
datang dari Tuhan adalah segala yang baik! Bahkan kitab
Yakobus mengatakan, Tuhan itu tidak mencobai siapapun,
manusia, sikap hati manusia itu yang membawa dia dalam
pencobaan.
Yakobus 1:16,17 Saudara-saudara yang kukasihi,
janganlah sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap
anugerah yang sempurna, datangnya dari atas,
diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada
perubahan atau bayangan karena pertukaran.
Iblis itu roh dan roh perlu medium untuk
memanifestasikan dirinya, untuk menyatakan diri dan
perbuatannya dan roh-roh inilah yang ada dibalik perilaku,
perbuatan jahat seorang manusia atau sekelompok atau
bahkan masa yang berbuat onar dan kerusuhan. (Seperti
kerusuhan Mei 97 di Jakarta). Yesus mengerti benar akan hal
ini dan memberi teladan bagi kita dengan doanya di kayu salib,
dalam Lukas 23:34
Lukas 23:34; Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah
mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka
perbuat”.
39
Kalau dalam kerusuhan, kelompok organisasi tertentu
yang melakukan, suku tertentu yang melakukan, ‘mereka’ pun
bukan musuh kita, karena dibalik itu iblislah yang bekerja,
mereka hanya medium saja. ‘Mereka’, manusia, yang ada
darah dan dagingnya, bukanlah musuh kita.
Mereka justru orang-orang yang harus kita doakan,
untuk mereka kita berdoa dan berpuasa, supaya mereka
menerima keselamatan dan tidak berbuat yang semacam itu.
Yang ada darah dan dagingnya bukanlah musuh, tetapi obyek
yang harus dikasihi, apapun sukunya dan apapun agamanya.
Mereka melakukan itu karena mereka ‘tidak tahu’ apa
yang mereka perbuat. Dalam Firman Tuhan yang lain
digunakan istilah mereka telah ‘dibutakan’ oleh illah jaman ini,
illah jaman ini bisa mamon, uang, roh agamawi, adat, kultus
tokoh, kultus tempat bahkan bisa politik ataupun dogma serta
‘theologia’.
Kita harus berdoa supaya mereka ‘dicelikkan matanya’
oleh kebenaran Firman, supaya dibuka hatinya dengan kasih
Tuhan dan bertobat. Mereka bukan musuh, mereka obyek
yang harus dilayani.
Efesus 6:11; Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata
Elohim, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu
muslihat Iblis.
12; Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan
daging, tetapi melawan penguasa-penguasa
(principallities), melawan penghulu-penghulu dunia yang
gelap ini, melawan roh-roh jahat diudara.
Kalau kita dijahati teman, orang tua, anak, mertua,
mereka bukanlah musuh kita, sederhana saja, mereka semua
yang ada darah dan dagingnya adalah bukan musuh kita,
40
tetapi obyek yang harus dikasihi. Sering orang percaya
menaruh obyek yang harus dikasihi, harus dilayani sebagai
musuh.
Kita salah menentukan sasaran kita, kita salah
mengidentifikasi musuh kita. Orang peraya bahkan saling
bertengkar satu dengan yang lain, gereja bertengkar satu
dengan lainya, seolah-olah gereja lain musuh, hamba Tuhan
lain musuh, pengerja saingan. Ini ironis sekali.
3. Iblis si penyesat
Wahyu 12:4, Dan ekornya menyeret sepertiga dari
bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas
bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang
hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera
sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
“Sepertiga dari bintang-bintang di langit” yang diseret
Iblis tersebut seringkali dikaitkan dengan sepertiga malaikat-
malaikat surga yang mengikutinya. Tetapi, terkadang juga
dikaitkan dengan manusia yang disesatkannya. Jamieson,
Fausset, Brown Commentary (JFB), memberikan tafsiran atas
ayat ini, sebagai berikut:
“His dragging down the stars with his tail (lashed back
and forward in his fury) implies his persuading to
apostatize, like himself, and to become earthy, those
angels and also once eminent human teachers who had
formerly been heavenly.”
41
Dia menyeret bintang-bintang kebawah dengan
ekornya (mengibas ke belakang dan ke depan dalam
amarahnya) menyatakan dia sedang mengajak untuk murtad,
seperti dirinya, dan menjadi keduniawian, malaikat-malaikat
tersebut, dan juga suatu waktu pengajar-pengajar manusia
terkemuka, yang tadinya bersifat surgawi. Komentar JFB
tampaknya percaya bahwa Iblis menyeret sepertiga malaikat-
malaikat surga untuk menjadi pengikutnya, tetapi juga percaya
bahwa yang diseret dalam Wahyu. 12:4 tidak hanya malaikat,
tetapi juga para pengajar palsu.6
Jika tidak berjaga-jaga pengajar terkemuka akan
berjatuhan, karena memang menjadi incaran iblis. Itulah yang
mungkin sedang terjadi sekarang ini, pemimpin gereja yang
dulunya tulus menjadi cinta uang, yang dahulu sedrhana
menjadi henonis, yang dulu rendah hati sekarang menjadi
diktator yang dikultuskan dan itu karena diseret dengan pelan-
pelan tanda sadar
4. Melawan Iblis
Paulus dalam Efesus 6:12 menyatakan kepada kita,
bahwa perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging,
melainkan suatu pemerintahan di udara. Hal itu mengacu
kepada Kerajaan Iblis. Apa yang disampaikan Paulus
bersesuaian dengan fakta dalam Wahyu. 12 dimana kita dapat
mengetahui bahwa Iblis adalah suatu pribadi yang memiliki
pikiran, perasaan, dan kehendak. Ia mengingini sesuatu, ia
6 http://berpikiralkitabiah.blogspot.co.id/2015/04/iblis-dan-roh-roh-jahat-menurut-
alkitab.html akses 3 Janurari 2018
42
memikirkan sesuatu, dan ia melakukan sesuatu. Ia juga
memiliki pengikut-pengikut, ia telah berada di dunia selama
ribuan tahun, mungkin sekali lebih dari ribuan tahun.
Sampai disini kita telah cukup mengenal lawan kita si
Iblis. Dia mengaum dan berkeliling untuk mencari orang-orang
yang dapat dimangsa olehnya (1 Petrus. 5:8). Mungkin
tampaknya ia bodoh dan tidak terlalu berbahaya jika
menganggapnya sebatas binatang yang mengaum, yang tidak
memiliki kecerdasan seperti manusia. Tetapi tidak demikian
halnya dengan Iblis, ia memiliki kecerdasan, yang mungkin
sekali jauh melampaui kecerdasan manusia. Ia memiliki
banyak malaikat yang siap melayani dia. Dia juga memiliki
kerajaan, dan dia telah mempelajari manusia selama ribuan
tahun. Dia juga telah mempelajari anda dan saya. Karena itu
kita harus berhati-hati.
Hal yang paling sering dilupakan manusia, terutama
orang Kristen kalangan karismatik adalah Iblis dan pengikutnya
telah dibuang ke bumi. Maka kita tidak bisa mengusir Iblis dan
kerajaannya keluar dari bumi! Perhatikanlah, tidak pernah
terdapat satu kasus pun dalam pelayanan Tuhan Yesus dan
murid-murid-Nya yang mengusir Iblis dari bumi sebelum
waktunya! Orang karismatik mengusir Iblis keluar dari rumah
mereka, mengusir Iblis keluar dari Gereja, mengusir Iblis keluar
dari kota mereka, alasannya menyucikan dan sebagainya.
Hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Iblis ditetapkan
Tuhan untuk berkuasa atas dunia. Masakan kita mengusir Iblis
yang dibuang Allah ke bumi? Jika diusir dari bumi, lalu mereka
mau ditempatkan dimana? Suka tidak suka, mau tidak mau,
kita harus hidup berdampingan dengan Iblis. Karena itu, para
pengikut Kristus tidak pernah diajarkan mengusir Iblis dari
dunia, tetapi diajarkan untuk berperang, berjuang, dan
43
bertahan melawan serangan si Iblis dengan perlengkapan
senjata rohani (Efesus. 6:10-17).
Yang kedua yang perlu diingat, orang-orang Kristen
sekalipun diberi kuasa menjadi anak-anak Tuhan, tetap tidak
dapat menghancurkan kuasa kerajaan Iblis di dunia. Satu-
satunya peristiwa yang ditetapkan Tuhan untuk
menghancurkan kuasa Iblis adalah pada kedatangan Tuhan
Yesus yang kedua. Sebelum itu, setiap orang Kristen, hanya
bisa berperang, bertahan, dan berjuang melawan serangan-
serangan dari si jahat. Karena itu, orang-orang Kristen yang
menekankan dunia roh dsbnya, harus berhenti beranggapan
bahwa mereka bisa menghancurkan kuasa Iblis di dunia.
Alkitab mengajarkan bahwa Iblis akan semakin
berkuasa menjelang kedatangan-Nya. Tetapi pada
kedatangan-Nya, Tuhan Yesus akan mengalahkan kuasa Iblis.
Saya tidak perlu sebutkan ayatnya, seluruh orang Kristen pasti
pernah membaca ayat-ayat seperti itu.
Jadi apa yang kita bisa lakukan? Pelajari dan ikuti
teladan Tuhan Yesus, waktu menjadi manusia diantara kita
Efesus 6:10-11 “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam
Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah
seluruh perlengkapan senjata Elohim, supaya kamu
dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.”
44
C. Malaikat
Kita memang hidup di dunia yang jahat, yang
membenci kita, karena dunia dikuasi si-jahat dan kita adalah
anak-anak Tuhan, anak-anak terang atau anak-anak kebaikan.
Tetapi jangan takut, karena Tuhan akan melindungi kita dari si-
jahat,
Yohanes 17:14; “Aku telah memberikan Firman-Mu
kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena
mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari
dunia.
15; Aku tidak meminta Engkau supaya Engkau
mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau
melindungi mereka dari pada yang jahat.
Kembali ke kisah Ayub diatas, juga jelas sekali
pengakuan iblis dihadapan Tuhan, bahwa iblis tidak bisa
melampaui ‘pagar’ yang dibuat oleh Tuhan disekitar Ayub,
orang-orang saleh, orang benar, orang percaya. Apakah
‘pagar’ atau ‘perlindungan’ yang dibuat Tuhan itu?
1. Malaikat
a. GABRIEL
Gabriel memainkan peran dalam kisah kelahiran Yesus,
dan juga sepupu Yesus, yakni Yohanes Pembaptis yang
usianya lebih tua 8 bulan dari Yesus.
45
Lukas 1 mengisahkan tentang imam Zakharia, yang
melihat malaikat di bait Tuhan. Gabriel mengumumkan bahwa
istri Zakharia, Elisabet, akan melahirkan seorang anak laki-laki
yang akan “menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak
bagi-Nya.” Zakharia yang sudah tua menjadi ragu-ragu, maka
Gabriel yang menyatakan bahwa ia “yang melayani Tuhan”
(ayat 19), menghukum Zakharia menjadi bisu sampai bayi itu
dilahirkan.
Gabriel mendatangi Maria di nazaret dan memberi tahu
bahwa ia akan melahirkan seorang anak, “Anak Tuhan Yang
Mahatinggi” (ayat 32). Maria menjawab bahwa ia adalah
seorang perawan, tetapi Gabriel berkata, “Roh Kudus akan
turun atasmu dan kuasa Tuhan Yang Mahatinggi akan
menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu
akan disebut kudus, Anak Tuhan” (ayat 35).
Gabriel menampakkan diri kepada Daniel dalam kitab
Daniel sebagai penafsir dari berbagai penglihatan Daniel yang
misterius. (Daniel 8:16; 9:21) 7
b. MIKHAEL
Ada beberapa Mikhael dalam Alkitab, tetapi hanya satu
yang penting yaitu Mikhael yang menjadi malaikat dengan
jabatan Sang Penghulu Malaikat atau semacam “pemimpin
malaikat atau kepala para malaikat.” Nabi Daniel menyebut dia
lebih dari sekali sebagai “pemimpin”, Mikhael adalah malaikat
pelindung surgawi bagi umat/bangsa Israel (Daniel 10:13,21;
12:1).
7 http://www.in-christ.net
46
Kitab Wahyu menggambarkan sebuah peperangan
pada akhir zaman, dengan Mikhael dan malaikat-malaikatnya
bertempur melawan Naga, Ular Tua, Setan dengan 1/3 para
malaikat surga yang mejadi pemberontak mengikuti Iblis
(Wahyu 12:4,7). Jadi Mikhael lebih terlihat perannya pada akhir
zaman ini.
c. ABADON / APOLION
Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat
jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan
dalam bahasa Yunani ialah Apolion (Wahyu 11:9) Arti
namanya ialah Kehancuran (Abadon) atau
Penghancur/Pembinasa (destroyer-Apolion) Malaikat Jurang
Maut ini memimpin para malaikat lain untuk menyiksa para
manusia yang tidak memakai meterai Tuhan di dahinya selama
5 bulan.
Rupa Abadon dan para malaikat ini dalam bentuk
belalang-belalang seperti kuda yang disipakan untuk
peperangan, di atas kepala mereka ada sesuatu yang
menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti
muka manusia, rambut seperti rambut perempuan, gigi seperti
singa, dada seperti baju zirah, bunyi sayap mereka seperti
bunyi kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke
medan peperangan, ekornya seperti kalajengking dan ada
sengatnya, di dalam ekor mereka terdapat kuasa untuk
menyakiti manusia lima bulan lamanya. Peristiwa ini terjadi
pada akhir zaman ketika malaikat meniupkan sangkakala ke
lima. Para Malaikat ini hanya menyiksa tetapi tidak mencabut
nyawa manusia pada 7 tahun masa kesusahan di akhir zaman
nanti.
47
2. Malaikat Penjaga
Matius 18:10 menyatakan, “Ingatlah, jangan menganggap
rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku
berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang
selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.”
Dalam konteks, “yang kecil” ini bisa berarti semua yang
percaya kepadaNya (ayat 6), atau merujuk pada anak-anak
kecil (ayat 3-5). Ini adalah ayat kunci ketika mendiskusikan
malaikat penjaga.
Tidak diragukan bahwa malaikat baik membantu
melindungi (Daniel 6:20-23; 2 Raja-Raja 6:13-17),
mengungkapkan informasi (Kisah 7:52-53; Lukas 1:11-20),
membimbing (Matius 1:20-21; Kisah 8:26), menyediakan
(Kejadian 21:17-20; 1 Raja-Raja 19:5-7), dan melayani orang-
percaya secara umum (Ibrani 1:14). Masih banyak lagi contoh
semacam ini dalam Alkitab.
Pertanyaan yang muncul itu apakah setiap orang – atau
setiap orang percaya – mempunyai malaikat yang melekat
kepadanya. Dalam Perjanjian Lama, bangsa Israel memiliki
penghulu malaikat (Mikhael) yang ditugaskan kepada mereka
(Daniel 10:21; 12:1), namun di dalam Alkitab tidak pernah
disebutkan malaikat “ditugaskan” kepada perorangan (para
malaikat kadang diutus kepada individu-individu, namun tidak
pernah dicantumkan adanya tugas “permanen”).
48
3. Pagar malaikat
Mazmur 34:7; Malaikat Tuhan berkemah disekeliling
orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan
mereka.
Keluaran 23:20,23; Sesungguhnya Aku mengutus
seorang malaikat berjalan didepanmu.
Mazmur 91:11; Sebab malaikat-malaikat-Nya akan
diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di
segala jalanmu.
Tuhan adalah suatu pribadi, dan dia ada, iblis adalah
pribadi dan dia ada, hal yang sama dengan malaikat adalah
pribadi dan ada. Malaikat datang kepada Zakharia dan
berbicara, malaikat datang kepada Maria dan Yusuf, kepada
Daniel dan banyak sekali kisah malaikat kita jumpai di
sepanjang Alkitab. Tuhan kekal, Tuhan tidak berubah, Yesus
tidak berubah demikian juga malaikat-malaikat Tuhan masih
ada dan bekerja sampai sekarang ini dibawah perintah Tuhan.
Malaikat memagari, menjagai, melindungi orang-orang
percaya.
Kalau saudara doa malam dan minta dijagai, malaikat
yang menjagai, jangan berdoa seperti Tuhan yang disuruh-
suruh menjagai seperti pembantu atau satpam kita. Hormati
Tuhan, sembah dia dan minta supaya malaikat-Nya dikirim
memagari rumah kita, mobil kita, perusahaan kita dan asset-
asset lainnya. Atau malah bersyukur karena Tuhan sudah
memberikan malaikat-Nya berkemah disekitar kita.
49
Nabi Elisa pernah dikepung oleh tentara Aram, yang
bermaksud untuk menangkapnya, ketika ia ada di kota Dotan
bersama bujangnya. Hal itu membuat bujangnya ketakutan,
dan Elisa berdoa, supaya Tuhan membuka mata roh
bujangnya supaya bisa melihat.
2 Raja-raja 6: 17; Lalu berdoalah Elisa: “Ya Tuhan:
Bukalah kiranya matanya, supaya ia bisa melihat.” Maka
Tuhan membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat.
Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta
berapi SEKELILING Elisa.
Elisa tidak berdoa: “Tuhan lindungi saya, jagai saya,
kirim malaikatmu” Tidak! Elisa sudah beriman bahwa malaikat
itu ada di selilingnya! Elisa tidak takut! Elisa beriman.
Bujangnya yang takut, dan Elisa berdoa supaya bujangnya
melihat malaikat. Walaupun secara mata jasmani saya tidak
melihat malaikat, tetapi saya percaya mereka ada dan hadir
disekitar saya, dan itu membuat saya tidak takut.
Melalui Yayasan Pulihkan Indonesia, tahun-tahun 1997-
2002, saya keliling Indonesia dan menyampaikan materi buku
ini dalam SEMINAR PENDAMAIAN dan KKR ‘MALAM
PENDAMAIAN’, ke seluruh pelosok negri.
Tidak takut ketika ditengah pergolakan perang Aceh,
saya masuk kesana dua kali di tahun 1999 dan dua kali di
tahun 2000 untuk melakukan penginjilan bahkan sekali
penginjilan KKR di tempat terbuka di pinggir jalan besar raya
Aceh. Hal yang sama saya lakukan ketika pecah kerusuhan di
Sanggau Ledo, Kalimantan barat, saya melakukan perjalanan
misi KKR Pemulihan dan pertobatan di daerah sana dan
meminta kekerasan dihentikan dengan mengusir roh-roh
50