The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ini buku saya terbaru
Hidup yang Dipulihkan
Pemulihan Seutuhnya

Boleh di share ke yang lain, semoga menjadi berkat

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by BPD GBI DKI Jakarta, 2022-07-24 09:43:44

HIDUP yang DIPULIHKAN - Dr. Ir. Jarot Wijanarko M.Pd

Ini buku saya terbaru
Hidup yang Dipulihkan
Pemulihan Seutuhnya

Boleh di share ke yang lain, semoga menjadi berkat

perkelahian, pertengkaran di depan massa orang Dayak di
lapangan terbuka di Sangau ledo dan sekitarnya.

Hal yang sama ketika kerusuhan di Maluku Utara pecah
dan saya tidak bisa kesana melalui Ternate, karena masih
dikuasai pasukan ’putih’, maka dengan menumpang perahu
kopra, perahu kayu, saya melintas laut lepas, yang
memerlukan waktu 17 jam di atas laut! Dari Manado ke kota
Ibu. Padahal jika naik pesawat ke Ternate hanya 1 jam, lalu
naik speed boat ke Maluku Utara juga tambah 1 jam lagi.

Ditengah tengah situasi semacam itu, beberapa kali
saya mengalami, bagaimana Tuhan meluputkan dari petaka,
keadaan tidak baik dan kecelakaan ataupun penghadangan
secara ‘tepat’ dan disadarkan secara kuat, bahwa malaikat itu
ada dan nyata. Malaikat menjagai dan melindungi sesuai
perintah Tuhan, sesuai doa kita.

Saya tidak berdoa; “Tuhan kirim malaikatmu” Saya
bersyukur kepada Tuhan untuk malaikat-malaikat-Nya yang
menyertai saya. Saya berbicara kepada malaikat-malaikat
dalam doa saya dan memerintahkan para malaikat di dalam
Nama Yesus supaya mereka berjaga-jaga. Saya tidak
memerintah Tuhan, saya menyembah, saya mengagungkan,
saya mengapdikan hidup kepada Tuhan. Saya tidak
merengek-rengek, saya beriman kepada Tuhan akan janjinya
dan penyertaan-Nya.

Sadrak, Mesah dan Abednego juga mengalami pagar
malaikat yang luar biasa ini. Ketika Raja Babel marah dan
melemparkan mereka ke dalam dapur api, maka mereka tidak
terbakar, sebab ada malaikat yang besama mereka dan
memagari, melindungi mereka dari api.

51

Daniel 3:28; Berkatalah Nebukadnezar: “Terpujilah
TUHANnya Sdrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah
mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-
Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya … dan
tidak menyembah allah manapun kecuali TUHAN mereka.

Daniel mengalami hal yang serupa, ketika para
pembesar dan pegawai Raja Dairus iri dengan Daniel. Ketika
Daniel dimasukkan ke dalam gua singa, maka para malaikat
melindungi Daniel dengan mengatupkan mulut singa-singa
yang buas.

Daniel 6:22; “TUHAN-ku telah mengutus malaikat-Nya
untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga
mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku
tak bersalah dihadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku,
ya raja, aku tidak melakukan kejahatan”.

Pagar keamanan malaikat yang kuat dan sangat nyata.
Hal ini bukan hanya cerita dan dongeng masa lalu, dalam sub
bab berikutnya, saya saksikan bahwa hal serupa juga terjadi
dalam hidup anak-anak Tuhan yang takut akan Dia.

4. Kesaksian pagar malaikat

Seorang Ibu, Ibu Setiawati (bukan nama sebenarnya),
menelpon saya dengan terisak menangis dan berkata terbata-
bata; “Pak sebelah saya, bangunan satu kopel, satu dinding itu
Bank BCA dan dibakar massa, sebelah yang lain lagi juga
toko, dijarah dan dibakar masa” Saya hibur ibu ini sebisa saya,
karena dimana-mana memang kerusuhan massa yang luar
biasa melanda Jakarta, Mei 1997 lalu.

52

Ibu ini seorang yang setia setiap bulan menyumbang
Yayasan Pulihkan Indonesia yang saya kelola, menopang
hidup banyak hamba-hamba Tuhan desa maupun sekolah
Paud di pedalaman. Program membantu kehidupan pendeta-
pendeta di desa dengan bantuan keuangan dan juga bantuan
buku-buku rohani, gitar, pembangunan gereja ataupun
kebutuhan lainnya sesuai dengan permintaan gereja di desa
dan sesuai dengan beban yang Tuhan berikan ke donatur yang
menyalurkannya lewat kami.

Namun Ibu ini berkata setelah saya dalam telphone itu
banyak bicara menguatkan; “Pak saya menangis sekarang ini,
bukan karena kantor dan rumah saya terbakar, saya menangis
melihat kuasa dan perlindungan Tuhan, saya terharu buat
Kasih setia-Nya, yang melindungi kami sekeluarga, bahwa
Tuhan tidak meninggalkan anak-anak-Nya yang takut akan
Dia”. “Walaupun sebelah rumah terbakar habis, sungguh
mengherankan kalau tidak ada satupun bara api yang bisa
merembet ke rumah kami yang satu dinding, satu ‘kopel’!”

Saya tidak lagi menghibur ibu ini dalam percakapan
telephone itu, tetapi ganti bersaksi apa yang saya alami juga
hari itu dengan kantor kami, dan kami saling dikuatkan, bahwa
Tuhan itu baik, Tuhan itu hidup, dan malaikat-Nya itu benar-
benar ada. Ada perlindungan dalam hadirat Tuhan.

Hal yang sama saya alami dengan gudang dan kantor
yang kami miliki. Saya memiliki usaha dagang sepatu, dalam
sistem multi level marketing yang disebut ’IFA Club’
(Kemudian menjadi IFA DASYAT), sejak usaha ini berdiri th
1992 hinggga 2019 saya salah satu pemegang saham dan
komisaris perusahaan ini.

53

5. Pagar malaikat itu nyata

Hari itu, 13 Mei 1997 dimana-mana ruko, toko
dibongkar, dijarah dan dibakar termasuk daerah Ciputat hingga
Pamulang dimana toko, kantor dan gudang usaha saya
berada.

Dengan hati yang berdebar, saya naik sepeda motor,
mobil saya tinggal di rumah, sebab dimana-mana massa
berkumpul di jalan-jalan dan sangat sulit bagi mobil untuk
melintas. Betapa tidak berdebar kalau sepanjang jalan saya
melihat dengan mata sendiri bagaimana masa yang beringas,
dirasuk roh-roh jahat, melampiaskan amarah, dendam
kesumat, iri hati dan dengki dalam amuk masa. Saya ke
kantor untuk melihat keadaan gudang kami, menemui partner
saya yang tinggal sebelah kantor dan untuk ‘mengurapi’
dengan minyak pagar-pagar kantor.

Hari itu ternyata kantor dan gudang kami ‘masih’
selamat tak ada apa-apa yang terjadi. Dengan minyak ‘urapan’
saya mulai mengolesi pagar kantor dan berkata: “Dalam nama
Yesus aku tandai tempat ini dengan minyak kudus Tuhan,
sebagai tanda batas, disinilah malaikat-malaikat-Nya berjaga-
jaga, dan tidak seorangpun dengan niat jahat akan
melintasinya, dalam Nama Yesus. Amin”

Hari esoknya, hari kerusuhan kedua, masa lebih
beringas dan lebih terang-terangan merusak, merampok dan
menjarah, dengan membawa truk dan mobil, mereka
mendobrak toko-toko dan mengangkut isinya. Masa juga mulai
berkumpul didepan kantor dan gudang kami, dan berteriak-
teriak: ”Cina..! Cina …!” Mereka tahunya usaha ini milik

54

partner / kongsi saya yang warga keturunan Cina. (Saya
sendiri orang Jawa)

Sungguh heran dan ajaib kalau sepanjang hari dan
hari-hari selanjutnya, mereka hanya berteriak-teriak dan pergi
lagi. Datang lagi masa yang lain dan melakukan hal yang
sama, tanpa ada satu batupun yang dilemparkan dan tanpa
ada satupun orang yang melintas pagar untuk merusak dan
mengambil. Memang benar, perlindungan malaikat-Nya itu
ada dan nyata bagi anak-anak-Nya yang takut akan Dia dan
yang hidup benar dihadapan-Nya.

Beberapa teman saya lainnya ternyata mengalami hal
serupa. Mereka dan saya adalah orang-orang yang
memperhatikan hamba-hamba Tuhan desa. Tuhan punya
kepentingan dalam usaha kami.

6. Pagar Kasih Setia

Yusuf banyak mengalami ujian, dijahati orang,
dikhianati, namun Yusuf tetap berhasil dan menjadi berkat,
karena kasih setia Tuhan yang menyertai dia. Tuhan
menyertai Yusuf, karena Yusuf hidup benar dan sungguh-
sungguh dihadapan Tuhan. Tuhan menyertai orang yang
bersungguh-sungguh hati mengikuti Tuhan. Tuhan tidak akan
melupakan!

Kejadian 39:21; Tetapi Tuhan menyertai Yusuf dan
melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat
Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.

55

Selain pagar keamanan dengan malaikat, Tuhan
memagari kita dengan pagar perlindungan kasih setia-Nya.
Daud juga berkata demikian;

Mazmur 31:21; Terpujilah Tuhan, sebab kasih Setia-Nya
ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu
kesesakan!

Mazmur 42:8; Tuhan memerintahkan kasih setia-Nya
pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan
nyanyian, suatu doa kepada Tuhan kehidupanku.

Mazmur 59:17; Tuhan-ku dengan kasih setia-Nya akan
menyongsong aku; …

Mazmur 59:10; Ya kekuatanku, bagiMu aku mau
bermazmur; sebab Tuhan adalah kota bentengku, Tuhan-
ku dengan kasih setia-Nya!

Daud berkata bahwa kasih setia Tuhan, Tuhan dengan
kasih setia-Nya adalah kota benteng, kota benteng adalah kota
perlindungan yang aman dari serangan musuh. Kota benteng,
kota yang dipagari dengan benteng pertahanan. Kota benteng
kita adalah KASIH SETIA TUHAN!

Sungguh bukan hanya konsep theologis bahwa kita
anak-anak Tuhan, tetapi kita sesungguhnya anak-anak Tuhan,
yang dilahirkan bukan oleh darah dan daging tetapi oleh Roh
melalui Yesus Kristus. Dan Kasih Setia Tuhan, itu selama
lamanya. Bahwasanya untuk selama lamanya kasih setia-Nya!
Kasih Tuhan tidak berkesudahan! Kasih Tuhan kekal!

Kasih setia Tuhan itu tidak berkesudahan, Dia
melakukan karena kasihNya! Salah satu cara membuat kasih
setia Tuhan menyertai kita, adalah kalau kita hidup dalam
kasih. Firman Tuhan dalam kitab Yohanes berkata;

56

“Barangsiapa ada dalam kasih, ia ada dalam Tuhan dan
Tuhan ada di dalam dia.”

Dengan hidup di dalam kasih, berbuat sesuatu karena
kasih, dan melakukan tindakan kasih, maka Tuhan akan
menyertai dan bahkan tinggal dalam kehidupan kita.

Kita berbuat baik bukan supaya Tuhan menjagai kita, itu
namanya penakut. Kita berbuat baik bukan supaya kita
diberkati, itu namanya cinta uang. Kita berbuat baik
karena kasih Tuhan yang bekerja di dalam kita.

Saya menjumpai banyak kasus teman-teman saya
yang selama kerusuhan dijagai Tuhan sedemikian rupa,
bahkan tahun 1997-1998 ada lonjakan omset, lonjakan berkat.
Mereka adalah sponsor / donatur setia Yayasan kami. Saya
mengerti mengapa mereka dijagai sedemikian rupa? Karena
Tuhan punya kepentingan di dalam kehidupan kami (saya dan
mereka), Kami orang-orang yang melayani dengan perbuatan
kasih secara nyata, maka pagar Kasih Setia Tuhan juga
menyertai kami luar biasa.

Jika usaha kami bangkrut, maka bukan hanya kami
yang rugi, tetapi juga ‘pekerjaan Tuhan’, tetapi juga ratusan
hamba-hamba Tuhan di pedesaan akan kena dampaknya.
Tuhan punya kepentingan dalam usaha kami. Itu bisa terjadi
jika kita hidup sesuai rencana Tuhan, hidup dalam rancangan
Tuhan, dan rancangan Tuhan atas hidup kita bukan untuk
‘memberkati kita’ tetapi memakai kita sebagai ‘saluran berkat’.
Tuhan mau memakai kita sebagai alat untuk menyatakan
KASIH SETIA TUHAN! Maka pagar KASIH SETIA TUHAN,
akan menjadi KOTA BENTENG PERLINDUNGAN!

57

“Tuhan lihatlah apa yang telah kulakukan
dihadapanMU, bagi umatMU, dinegri tercinta ini”
“Kami mengasihi para hambaMU ya Tuhan”
“Kami mengasihi umatMU”

Malaikat jangan disembah

Alkitab jelas menyatakan bahwa sekalipun malaikat
memiliki kuasa dan pengetahuan yang melampaui
manusia, mereka itu makhluk-makhluk ciptaan sama
seperti kita dan “tidak ada apa-apanya” dibandingkan
Tuhan.
Oleh karena itu, mereka tidak boleh disembah
(Keluaran 20:1-6; Kolose 2:18). Sebaliknya,
penyembahan haruslah ditujukan hanya kepada Tuhan.

58

D. Kenapa Tuhan Ijinkan?

Kalau pagar dan perlindungan-Nya begitu banyak, kuat
dan dasyat, mengapa sering terjadi dalam kehidupan orang
percaya hal-hal yang menunjukkan bahwa semua diatas
omong kosong dan ilusi belaka ?

Kembali ke kisah Ayub, Ayub hanya bisa mengalami
semua peristiwa yang terjadi setelah TUHAN MENGIJINKAN.
Tanpa seijin Tuhan tidak ada perkara yang bisa terjadi dan
menimpa orang-orang percaya. Karena orang percaya adalah
anak-Nya dan milik-Nya.

Mengapa harus seijin Tuhan? Karena seperti kata
Tuhan Yesus, kita bukan dari dunia ini, tetapi dari Roh, dari
atas, dari sorga, kita ini warga Kerajaan Sorga! (Efesus 2:19)
yang tinggal di bumi.

Efesus 2:19; Demikianlah kamu bukan lagi orang asing
dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-
orang kudus dan anggota-anggota keluarga Tuhan.

Kita menjadi warga Kerajaan Sorga karena kelahiran
kembali di dalam Yesus Kristus. Lahir kembali bukan oleh
darah atau daging tetapi oleh Roh.

Yohanes 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya,
tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-
Nya. 12; Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-
Nya kuasa supaya menjadi anak-anak TUHAN yaitu
mereka yang percaya dalam nama-Nya;

59

Dengan status kita orang percaya yang semacam itu,
maka benar-benar hanya seijin Tuhan-lah segala sesuatu baru
bisa terjadi atas kita. Bahkan Tuhan Yesus berkata, setuas
rambut kita tidak akan jatuh tanpa ijin dari Bapa! Kalau rambut
saja seijin Tuhan apalagi peristiwa-peristia penting lainnya.

Jadi mengapa kita mengalami hal-hal yang tidak baik ?
Karena diijinkan Tuhan! Mengapa Tuhan ijinkan ? Dari kisah
pemulihan yang akan kita bahas berikut ini, saya percaya
saudara sendiri akhirnya akan bisa membuat kesimpulan,
mengapa Tuhan mengijinkan itu terhadap Ayub, dan juga
mengapa sering Tuhan mengijinkan hal itu dalam kehidupan
kita.

Doa saya bukan hanya saudara dapat mengambil
kesimpulan, tetapi hikmat dan perubahan hidup, bahkan sikap
hidup dimana punya keyakinan iman bahwa tidak ada peluang
bagi si iblis, tidak alasan bagi Tuhan untuk mengijinkan itu
semua terjadi. Keyakinan iman jika iblis menghadap Tuhan
dan minta ijin untuk menjamah kita, maka Dia akan
menghardiknya. Keyakinan iman yang muncul dari sebuah
sikap hidup yang benar.

Mengapa Tuhan ijinkan? Tuhan mengijinkan karena
kasih-Nya, karena didikan-Nya, untuk mendatangkan kebaikan
bagi kita!! Manusia, iblis bisa mereka-reka kejahatan, tetapi
Tuhan mampu merubahnya menjadi kebaikan.

Roma 8:28; Kita tahu sekarang bahwa Tuhan turut
bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan bagi mereka yang terpanggil sesuai rencana
Tuhan.

Kejadian 50:20; Memang kamu telah mereka-rekakan
yang jahat terhadap aku, tetapi Tuhan telah mereka-

60

rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan
seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup
suatu bangsa yang besar.

Yang akan lebih saya tekankan dalam buku ini adalah
proses bagaimana pemulihan terjadi, bagaimana hal tidak baik
yang terjadi bisa berubah menjadi kebaikan, apa sikap hati
yang harus kita lakukan, belajar dari kisah pemulihan Ayub.

Mengapa Tuhan ijinkan? Tuhan mau melalui apa yang
terjadi, sifat-sifat, karakter dan jiwa Ayub diubahkan. Sering
sifat asli seseorang itu muncul dan kelihatan ketika sedang
susah, ketika ditekan, ketika sibuk, ketika capai dan lelah.
Sifat-sifat yang bahkan mungkin membuat seorang istri
terperanjat akan sifat suaminya dan sebaliknya.

Tuhan sering ijinkan sesuatu terjadi, masalah terjadi
supaya seseorang bergumul dan melalui pergumulan itu ia
mengenal diri sendiri, mengenal kelemahan, kekurangan dan
kelebihanya. Melalui pergumulan seseorang akan menemui
jati dirinya, kekurangannya dan dengan demikian bisa
memperbaikinya.

Kalau kita tidak bisa damai dengan diri sendiri,
bagaimana kita bisa damai dengan orang lain? Sering kita
mengutuk atau bermusuhan dengan orang lain, sebenarnya
muncul dari sebuah fondasi yang rapuh, fondasi yang retak,
fondasi sebuah sikap hidup yang mengeluh, kecewa dengan
diri sendiri, tidak bisa menerima diri sendiri, bahkan mengutuk
dan menyesali diri sendiri.

Pemulihan akan terjadi kalau kita; PERTAMA; DAMAI
DENGAN TUHAN, lalu KEDUA; DAMAI DENGAN DIRI
SENDIRI. Jangan berbantah-bantah terus dalam hati, keras

61

kepala, tegar tengkuk dan berbantah-bantah seperti Ayub.
Jangan serang dirimu sendiri dengan mengutuki dirimu,
mengeluh dan kecewa serta kepahitan. Terima dirimu sendiri,
mengucap syukur dengan dirimu dan terima apa adanya dirimu
sendiri, terima apa yang Anda miliki, dan fungsikan apa yang
engkau miliki saat ini.

Perlunya kita menerima dan mengucap syukur dengan
diri sendiri.

Berikut ini saya berikan beberapa kejadian yang saya
alami, bahkan saya tidak menuga akan mengalaminya, namun
terjadi juga.

1. Terbakar Habis

Libur sekolah tahun 2009, saya akan keluarga ke Bali,
seminar Keluarga di Gereja Mawar Sharon, Cabang Bali.
Sebelum saya mengajar, maka anak-anak bisa tampil ke
panggung untuk bersaksi dan di sesi tanya jawab istri saya ikut
naik panggung menjawab pertanyaan jemaat. Pelayanan
sekeluarga yang saya impikan.

Hari terakhir, sekitar jam 3 dini hari, saya di telepon
bahwa rumah saya, yang juga kantor Yayasan, Sekolah dan
gudang buku terbakar, tapi truk pemadam kebakaran yang
hanya 4 km datang terlambat dan dalam waktu 2 jam sudah
roboh, ludes terbakar. Pemadam kebakaran datang dan
berhasil mencegah supaya tidak merambat ke rumah sebelah
(rumah kosong), tetapi gedung kami lantai 2 ludes dan atapnya
ambruk.

62

1990 saya merantau ke Jakarta, hidup dari bawah,
kontrak rumah pethak dipinggir kuburan, merangkak dari
bawah, bekerja keras belasan tahun, hidup sangat sederhana
supaya bisa menabung dan mengumpulkannya selama 19
tahun kemudian terbakar tanpa di asuransi.

Saya mengajarkan perlindungan Tuhan, pagar
malaikat, dan harta ludes terbakar. Kenapa Tuhan ijinkan?

Pelajaran “Tuhan ijinkan dengan suatu alasan” ini juga
di satu sisi menambah pergumulan saat mengalami musibah.
Karena ada saja orang-orang kristen, jemaat yang tidak
menolong tetapi malah bisik-bisik “Kita nggak tahu hidup dia
yang sebenarnya … dosa apa yang masih disimpan atau diam-
diam dilakukan” Ini persis pembicaraan Elifas, Bildad dan
Sofar. Tapi saya tetap setuju bahwa Tuhan pasti punya
ALASAN atau TUJUAN.

Roma 8:28 menjelaskan mendatangkan kebaikan. Tapi
apa baiknya rumah terbakar dan tidak di asuransi? Yakobus
1:1-3 mendatangkan kesempurnaan, ini lebih mudah di
pahami, supaya kita makin tabah, makin kuat, makin dewasa
dan makin rohani. Atau kisah bagaimana Yusuf, Daniel,
Sadrakh, Mesah dan Abednego, serta Paulus maupun para
hamba-hamba Tuhan mengalami masalah dan justru itu
KESEMPATAN untuk menjadi TELADAN dan KESAKSIAN
bagaimana menghadapi realita kehidupan yang tidak pernah
lepas dari MASALAH ataupun KEADAAN.

Saya lanjutkan kisah seputar kebakaran. Paling tidak
ada 3 hal yang terus saya ingat sampai sekarang (tahun 2022)
saat saya merisi buku ini.

63

a. Dilaporkan Polisi dan Bersaksi

Pagi itu kami terbang flight pertama dari Denpasar ke
Jakarta dan menjumpai bangunan kami sudah menjadi
onggokan sampah dan abu. Malam hari kami Mezbah
Keluarga, menangis dihadapan Tuhan, namun tidak lama
kami mulai mensyukuri yang masih ada dan bukan
menangisi yang hilang. Kalau kami ada di Jakarta saat
kebakaran, memang bisa saja kami ada waktu lebih cepat
memadamkan api, mengurus Pemadam Kebakaran atau
membawa barang-barang berharga keluar rumah, namun
sebaliknya mungkin traumanya lebih hebat.

Kami mensyukuri kami semua selamat dan sehat, kami
mensyukuri tanahnya tidak terbakar dan luasnya tidak
berubah. Kami mulai menaikan doa ucapan syukur dan
menyembah Tuhan.

Esok harinya kami mengurus segala sesuatu, dan
tampil ceria, menyapa tetangga, tersenyum, bercanda
seperti sedia kala.

Tapi di luar dugaan kami, polisi datang memasang
police line, kami dilarang masuk untuk membersihkan
selama dalam masa penyelidikan, dengan ancaman jika
garis dilanggar maka tidak akan diberikan “Surat
Keterangan”. Melalui pembicaraan singkat, rupanya ada
tetangga yang menduga kami sengaja membakar, karena
mengalami musibah kok ketawa-ketawa, seperti tidak
mengalami apa-apa, padahal kehebohan kebakaran,
kebisingan Sirene Pemadam Kebakaran, orang yang
akhirnya berkumpul dianggap ‘mengganggu ketenangan’
sementara yang mengalami tidak sedih malah ketawa-
ketawa.

64

Ternyata bersuka cita dalam segala perkara, bisa ada
masalah juga, ha ha ha. Akhirnya kami jelaskan ke Polisi
bahwa bangunan kami tidak di asuransi, sehingga tidak
membutuhkan ‘Surat Keterangan” untuk asuransi. Ketika
Polisi tahu bahwa bangunan tidak di asuransi, maka
langsung berkata; “Silahkan jika police line nya mau
dicabut”. Kami dibantu staff, guru-guru Play Group,
tetangga yang baik dan anggota Family Altar kerja bakti
membersihkan lokasi.

Namun rupanya sikap kami menjadi menarik bagi
beberapa tetangga dan juga staff saya di kantor termasuk
keamanan dan ada yang bertanya; “Apa rahasia hidup
bapak, kehilangan milyaran ludes terbakar kok tetap tegar
dan bersuka cita seperti tidak terjadi apa-apa?”

Saat itulah saya bersaksi mengenai apa yang saya
miliki yang tidak terbakar, bukan harta yang lebih banyak
yang disimpan di Bank, karena kami tahun lalu baru saja
mengeluarkan tabungan untuk merenovasi bangunan yang
terbakar tersebut. Tuhan ijinkan supaya ada momentum
untuk bersaksi tentang kekekalan.

Matius 6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga;
di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan
pencuri tidak membongkar serta mencurinya

Harta yang tidak terbakar adalah harta di sorga,
amal, perbuatan baik dan terlebih adalah keselamatan
jiwa kami dan jiwa-jiwa orang-orang yang kami
selamatkan.

65

b. Melayani dalam Kesulitan

Kebaran tersebut terjadi saat libur sekolah, karena itu
kami sekeluarga ke Bali, namun agenda tahunan ibur
sekolah kami mengumpulkan guru-guru Happy Holy Kids
dari seluruh Indonesia untuk training di jakarta dan untuk
menghemat biaya, menggunakan bangunan yang terbakar
tersebut.

Bangunan ini bekas Sport Club, jadi memang cukup
besar untuk lantai 1 dipakai sebagai Play Group dan
Taman Kanak-Kanak, lengkap dengan kolam Renangnya.

Saat terbakar adalah H-2 sebelum training di mulai. Ikut
terbakar adalah perbekalan seperti beras, kasur busa lipat
dan aneka perkakas untuk training guru selama 14 hari
tersebut.

Setelah kerja bakti membersihkan lokasi, ternyata
ruangan Aula samping masih bisa digunakan, demikian
juga beberapa kelas lantai 1, walau atap roboh dan lantai 2
ludes terbakar, rupanya lantai 1 masih terlindungi.

Singkat cerita para Guru Happy Holy Kids pusat selaku
penyelenggara Training bekerja ekstra keras.
Membersihkan lokasi, membeli peralatan baru (yang
terbakar), mengatur penginapan (di rumah kontrakan saya)
karena rencananya sebagian akan menginap di lantai 2
yang terbakar.

Namun yang kami kenang adalah kesibukan soal
penjemputan peserta, karena waktu itu (2009) Gadget
belumlah secanggih sekarang dengan aneka fiturnya,
maka aneka catatan ada yang ikut terbakar.

66

Ada peserta yang mendengar kejadian namun ada juga
yang tidak tahu, dan saat mendarat di Jakarta, karena
catatan yang terbakar maupun keadaan darurat menjadi
tidak terlayani dengan baik dan sempat ada yang marah
kenapa menjemputnya terlambat.

Kami arahkan team untuk tidak usah banyak cerita apa
yang kami alami. Tetap melayani peserta dengan senyum,
dengan ramah, dengan pengabdian, tidak memberikan
alasan kenapa menjemput terlambat tetapi minta maaf atas
keterlambatan tiba di airport dan sebagainya.

Pelayanan penjemputan, akomodasi (walau darurat)
dan konsumi terus berlangsung. Justru saat tiba di lokasi
dan melihat kondisi lantai 2 yang habis dan gedung tanpa
atap dan melihat bagaimana kami bersikap dan melayani
mereka di tengah-tengah musibah yang kami alami, marah
berubah menjadi tangisan, simpati dan hormat. Malam itu
dalam ibadah pembukaan, dipenguhi dengan tangisan dan
penyembahan kepada Tuhan.

2 Korintus 6:4 Sebaliknya, dalam segala hal kami
menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu:
dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam
penderitaan, kesesakan dan kesukaran

Tuhan ijinkan terjadi, menjadi momentum bagi banyak
pihak mengenal kepribadian kami dan membangun
relasi yang sangat kuat.

67

c. Sekolah Kehidupan

Kami mencoba untuk menghitung-hitung kerugian yang
terbakar dan mencapai sekitar 2.5 milyar. Bukan jumlah
yang sedikit bagi kami saat itu, karena kami mengawali
hidup di Jakarta dari bawah, mengumpulkan belasan tahun
dan ludes hanya dalam beberapa jam.

Bukan hal yang mudah, ketika kehilangan dalam jumlah
yang amat sangat besar. Namun kejadian ini menyadarkan
sesadar-sadarnya hal yang memang sudah diketahui
bahwa harta tidak kekal.

2 Korintus 4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi
meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot,
namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke
sehari. 4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini,
mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi
segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan
kami. 4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang
kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang
kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak
kelihatan adalah kekal.

Malam itu, saat kami Mezbah Keluarga di rumah
kontrakan, saya berdoa kepada Tuhan: “Tuhan,
terimakasih untuk pelajaran hidup yang Tuhan ajarkan
melalui apa yang terjadi … harta tidak kekal, saya cari
belasan tahun, habis ludes hanya dalam beberapa jam.
Karena itu Tuhan, hidup saya selanjutnya akan lebih fokus
mencari yang kekal yang tidak bisa terbakar, saya akan
mengumpulkan harta di sorga yang tidak bisa terbakar….
Saya akan melayani sesama lebih sungguh-sungguh”

68

Jiwa manusia itu kekal, nyawanya kekal, jika saya
menjadi alat untuk menyelamatkan maka itulah ‘buah
Kerajaan’ yang akan ada di sorga di dalam kekekalan. Jika
saya mengubah orang lain, lewat hidup yang memberi
teladan, memberi inspirasi maka itulah ‘buah pelayanan’
dan jika saya sendiri berbuah, itulah buah-buah Roh saya,
dan itulah buah yang kekal.

Yohanes 15:16 Bukan kamu yang memilih Aku,
tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah
menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan
menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya
apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku,
diberikan-Nya kepadamu.

Roma 16:5 Salam juga kepada jemaat di rumah
mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang
kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah
Asia untuk Kristus.

Filipi 1:22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini,
itu berarti bagiku bekerja memberi buah.

Kejadian ini sudah lama… tahun 2009, namun saya
masih ingat dan sering saya saksikan dalam kotbah-kotbah
saya, bahwa malam itu saya mendapat pengertian, seperti
sebuah fantasi, imajinasi atau orang kharismatik mungkin
akan berkata mendapat ‘penglihatan’, namun saya sebut
saja bayangan atau fantasi dengan pengertian.

Saya membayangkan Tuhan memanggil para malaikat
dan berkata; “Lihat di Bumi ada orang kebakaran, ludes
terbakar dan malah berdoa mau melayani sungguh-
sungguh. Dia lulus ujian”

69

Yakobus 1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai
suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam
berbagai-bagai pencobaan 1:3 sebab kamu tahu, bahwa
ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 1:4
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang
matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan
tak kekurangan suatu apapun.

Tuhan ijinkan terjadi bukan hukuman, bukan karena
sebuah dosa, tetapi sebagai proses atau ujian iman.
Layaknya sebuah ujian maka respons kita itulah
jawabannya.

Orang sekolah, untuk naik kelas, harus ikut ujian. Jika
menghindari ujian, bolos saat ujian, ya tidak akan pernah
naik kelas. Atau ikut ujian tetapi jawbannya salah, juga
tidak pernah naik kelas.

Demikian juga dengan hidup ini, adalah SEKOLAH
KEHIDUPAN dan kejadian demi kejadian, masalah dan
pencobaan adalah UJIAN KEHIDUPAN dan RESPONS
kita adalah jawabannya. Respons yang benar, membuat
kita naik kelas, kelas rohani, kelas karakter, kelas
kehidupan, sampai kita dipanggil Tuhan, proses tidak
pernah akan berhenti, sampai kita mendekati
kesempurnaan yaitu keserupaan dengan Kristus.

Saya terus bergumul dalam pergaulan dengan Tuhan,
mencari kehendak Tuhan melalui kejadian ini, dan saya
dibawa pada imaginasi berikutnya.

70

Yeremia 23:18 Sebab siapakah yang hadir dalam dewan
musyawarah TUHAN, sehingga ia memperhatikan dan
mendengar firman-Nya? Siapakah yang memperhatikan
firman-Nya dan mendengarnya? 22: Sekiranya mereka
hadir dalam dewan musyawarah-Ku, niscayalah mereka
akan mengabarkan firman-Ku kepada umat-Ku,
membawa mereka kembali dari tingkah langkahnya yang
jahat dan dari perbuatan-perbuatannya yang jahat.

Ayub 15:8 Apakah engkau turut mendengarkan di dalam
musyawarah TUHAN dan meraih hikmat bagi dirimu?

Dalam fantasi saya, Tuhan mengumpulkan malaikat-
Nya dan berkata: “Lihat di bumi, ada orang ada masalah
kecil, rugi sedikit, kehilangan tidak banyak…. dan mulai
menyalahkan Tuhan, meninggalkan pelayanan dan berkata
“buat apa melayani kalau mengalami hal ini?” lalu
meninggal kan pelayanan”. Malaikat menjawab; “Tuhan …
kalau begitu apa yang harus kami lakukan?” Tuhan
membalas “Atur ujian susulan untuk orang tersebut !”

Saya jadi ingat waktu sekolah SMP - SMA dulu, saya
belum bertobat, saya punya teman-teman yang suka bolos
ujian jika tidak siap, lalu datang ke rumah untuk bertanya
soal pa yang keluar saat ujian kemarin, lalu ikut ujian
susulan. Malam harinya kita berkumpul dan mereka
melaporkan soal ujian susulan berbeda dan lebih sulit.
Karena itu milikilah respons yang benar saat ujian
kehidupan terjadi.

Tuhan ijinkan terjadi, menjadi momentum bagi saya
pribadi untuk lebih sungguh-sungguh mencari
harta yang kekal di sorga.

71

d. Berjalan dalam Roh

Saya memiliki temparen dasar sanguin, dengan kelemahan
tidak suka mencatat dan tidak memiliki agenda. Maka sejak
1998 mendirikan Yayasan Pulihkan Indonesia, saya memiliki
sekretaris yang mengatur, mencatat agenda pelayanan dan
jadwal-jadwal kegiatan saya, tanpa sekretaris saya beberapa
kali tanggal yang sama menjanjikan pelayanan di tempat yang
berbeda karena lupa mencatat. Saat kebakaran maka lantai 2
yang menjadi kantor Yayasan, dimana sekretaris saya
berkantor, terbakar habis berikut agenda pelayanan saya.

Saya memasang berita di surat kabar, dengan berita unik
mengenai terbakarnya kantor dan agenda, dan mohon hubungi
kami yang ada agenda 1 tahun kedepan. Karena biasanya
orang menghubungi saya untuk suatu acara 1 tahun di muka.
Cukup efektif 30-40 % membaca berita tersebut dan agenda
mulai tersusun.

Senin malam sudah mulai berdoa; “Tuhan jika minggu ini,
baik tengah minggu atau hari Minggu tolong Roh Kudus
ingatkan Gereja, Persekutuan Doa atau Panitia telepon saya
ya Tuhan” Puji Tuhan, beberapa orang telepon, Tuhan jawab
doa kami, Roh Kudus mengingatkan mereka untuk
menghubungi kami. Namun tidak semua doa dijawab Tuhan,
sehingga hari Minggu pagi saya bingung, mencoba mengingat
agenda sulit, mungkin lebih mudah jika saya sendiri yang
mencatat agendanya, tetapi agenda dibuat oleh sekretaris.

Saya sebagai pembicara keliling, dengan jadwal kotbah
penuh satu tahun dimuka, hari minggu bisa kotbah 3-6 x dan
diluar hari minggu bisa 2-3 ceramah dan 4-5 janjian meeting.

72

Soal meeting bisnis tidak masalah karena biasanya orang
rekonfirm ulang, jadwal luar kota juga aman karena biasanya 1
minggu di muka mereka konsultasi pilih fight jam berapa.

Jadwal pelayanan di Jakarta itu yang saya binggung,
karena biasanya mereka telepon jika ibadah sudah mulai dan
saya belum sampai maka mereka baru telepon dan
menanyakan; “Bapak sampai dimana?”

Beberapa kali terjadi, hingga Sabtu malam tidak ada
telepon masuk untuk rekonfirm besuk pagi melayani dimana,
padahal saya tahu persis jadwal 1 tahun tidak ada yang
kosong satupun juga. Maka pagi jam 5 saya sudah bangun dan
siap-siap untuk berangkat, berjaga-jaga jika ada telepon untuk
ibadah jam 7 pagi yang harus saya layani.

Masalahnya Jakarta begitu luas, misalnya gereja tersebut
di Kelapa Gading dan telepon hanya saat ibadah mulai dan
saya belum tiba, maka berangkatpun butuh minimal 60 menit
kalau ngebut.

Maka pagi-pagi setelah mandi dan pakai baju lengkap,
saya saat teduh sekali lagi dan belajar mendengar “suara
Tuhan” di hati nurani yang terdalam. Saat tuntunan lewat
bisikan hati nurani, jam 06.00 pagi hari, “pergi ke Kelapa
Gading” maka saya berangkat kesana, parkir, menunggu
telepon di depan MAG (Mall Kelapa Gading). Benar jam 07.00
ada telepon masuk “Bapak sampai dimana?” Selanjutnya
dalam 10 menit tiba di lokasi.

Pernah terjadi di lain hari, setelah pelayanan ibadah dua
kali, jam 13an menuju pulang ke rumah, ada bisikan “Tunggu
di daerah Senayan”. Sayapun taat dan masuk FX Plaza dekat
Century Hotel di wilayah Senayan.

73

Sekitar Jam 14.00 ada telepon masuk dari gereja yang
memang ibadahnya di FX Plaza jam 14.00 untuk keluarga
muda.

Ini mengingatkan saya kembali di era 1982-1986 saat saya
lahir baru dan sangat mengebu-gebu dalam pelayanan, doa,
puasa, mendoakan orang sakit, melayani pelepasan untuk
mereka yang terikat dengan jimat, roh jahat dan masuk dalam
‘pelayan roh’ mengusir setan dan membakar jimat, serta sering
mendapat ‘tuntunan Roh Kudus’ di dalam pelayanan.

Hal-hal ini sempat reda atau menghilang dan kembali di
tahun-tahun 1998-2002 saat memulai Yayasan Pulihkan
Indonesia dan rajin KKR – Kebaktian Kebanguan Rohani serta
mendoakan orang-orang sakit.

Seperti pasang surut, seiring dengan sekolah theologia,
enulis buku dan masuk dalam pelayanan pengajaran ‘karunia’
atau ‘kejadian’ seperti itu kembali mereda, lalu seolah-olah
hidup kembali saat kondisi diperlukan, seperti saat kebakaran
2009 dan agenda hilang.

Belakangan kepekaan akan tuntunan Tuhan kembali saat
mengalami kebangkrutan tahun 2019 disusul aneka kejadian
sepanjang masa covid, yang akan saya saksikan di sub-bab
selanjutnya.

Kebakaran ini menghabiskan apa yang kami kumpulkan
belasan tahun namun juga mengajarkan kehidupan yang tidak
ada habis-habisnya.

Tuhan ijinkan terjadi, menjadi momentum bagi saya
pribadi untuk lebih sungguh-sungguh bergaul dengan
Tuhan dan mendengar suara-Nya.

74

2. Bisa Kena Hipnotis?

Tahun 1998, karena reformasi dengan gejolak
kerusuhan yang terjadi membuat usaha saya waktu itu
ekspor tutup, karena buyer takut ke Indonesia dan
mengalihkan bisnisnya ke Vietnam dan China. Ekspor saya
waktu itu adalah footwear (alas kaki) dimana dengan
mudah dialihkan produksinya, bukan bisnis seperti ekspor
batu bara atau rotan dimana bahannya memang ada di
Indonesia, sehingga selesai kerusuhan bisnis bangkit
kembali. Ini masalah yang dengan cepat kami atasi karena
banyak orang mengalami, sehingga lebih cepat memahami
apa yang terjadi.

Kebakaran 2009 kerugiannya besar sekali, namun
kamipun dengan cepat sembuh dari trauma, bahkan dalam
hitungan 1-2 hari sudah bersukacita dan melayani.

Tahun 2013 secara materi tidaklah besar kerugiannya,
namun pergumulannya lebih berat dan traumanya lebih
lama sembuhnya, yaitu istri kena hipnotis dan 400 juta
melayang.

a.Hari Kelabu. Kejadiannya hari itu istri saya pergi
service mobil yang tidak jauh dari rumah (Bintaro Sektor 9)
dan pulang jalan kaki. Di tengah jalan seorang ibu dengan
logat Malaysia-Singapura menyapa “Shaloom” dan
menanyakan lokasi Panti Asuhan Imanuel, karena mau
menyumbangkan sejumlah dana ke Panti tersebut. Saat
berbicara datang wanita kedua ikut nimbrung dan akhirnya
menawarkan mau mengantar wanita tersebut dan
mengajak istri saya ikut serta.

75

Wanita kedua memangil temannya dan mobil datang,
maka berempat masuk mobil, ngobrol soal pelayanan,
seperpuluhan, pantiasuhan sambil menuju Bank BRI untuk
menukar dollar Singapura ke rupiah, karena wanitia yang
akan menyumbang tersebut membawa dollar.

BRI sudah buka, uang di check, semua asli, sekitar
50.0004 cash, jumlah yang sangat banyak, hanya tidak
cocok dengan kurs dollar. Di mobil muncul pembicaraan
bagaimana jika istri saya aja yang ambil dollarnya, khan
sudah dicheck asli, dan kami punya 2 anak di Singapura,
jadi memang membutuhkan dollar. Dealnya dengan kurs
tengah sehingga keduanya untung.

Maka berempat putar balik ke rumah, istri mengambil
buku tabungan dan mencairkan Rp.100.000.000,-,
maksimal pencairan di dalam 1 hari. Pindah cabang lain
dengan verifikasi tertentu berhasil mencairkan 100 juta ke
dua. Istri saya mau telepon saya dan wanta tersebut
berkata; “Nggak usah dulu, nanti kalau sudah selesai dari
Panti asuhan, kita berkunjung ke kantor Bapak yang mau
memberikan sumbangan perpuluhan untuk pelayanan
Bapak” Pembicaraan yang rohani dan kembali aneh, istri
saya menurut.

Istri saya mulai merasakan hal yang aneh, tetapi
menurut saja ketika di ajak pindah cabang ke 3 dan 4.
Bahkan saat turun ke cabang ke 4 juga menurut ketika
uangnya diminta titip di mobil dan istri turun mencairkan
yang ke 4 kali, ingin bicara apa yang terjadi yang ‘aneh’
pun nggak sampai terucapkan ke pegawai ataupun
kemanan Bank. Merasa aneh, tetapi tidak kuasa melawan
bingung apa yang terjadi dan menurut seperti kerbau ditarik
tali hidungnya.

76

Setelah 4 kali mencairkan dan saldo habis, masih
diminta membelikan buah, dan uang dititip di mobil, istri
menurut turun membeli buah, dan sekembalinya dari toko
buah, tentu saja mobil sudah tidak ada, bersama uang 400
juta rupiah. Istri masih seperti tidak sadar apa yang terjadi
mencoba menghubungi nomor telelpon wanita tersebut
yang sempat tukar menukar nomor telepon sehingga
perkenalan terasa natural, nomor telepon sudah tidak aktif.

Dalam keadaan setengah linglung dia berjalan kaki
pulang ke rumah, dan whatsApp saya supaya saya segera
pulang. Singkat cerita saat saya sampai di rumah, bertemu
dan baru pengaruh hipnotis itu hilang dan menangis sejadi-
jadinya, sesenggukan, ganti saya yang bingung.

Sepanjang pernikahan kami sejak 1990 saya hampir
tidak pernah melihat istri saya menangis. Ia orang yang
sangat stabil. Akhirnya dia menceritakan apa yang terjadi
yang saya tuliskan di atas.

b.Kenapa orang percaya kena hipnotis?. Secara
jumlah 400 juta rupiah cukup besar, tetapi dibandingkan
kerugian bisnis, ditipu dalam bisnis, tagihan macet,
kebaran yang terjadi 2009 maka ini junlah yang menjadi
relatif kecil. Namun pergumulannya menjadi lebih berat
karena beberapa pertanyaan pribadi maupun yang
dipertayakan atau dibicarakan oleh orang lain mengenai
apa yang kami alami.

Apakah belum lahir baru kok bisa kena hipnotis?
Mana mungkin orang percaya bisa kena? Apa saat itu
sedang murtad? Punya dosa besar? Dihukum Tuhan?
Kena Kutuk? Jika diijinkan terjadi apa dosa-dosanya?

77

Melalui pergumulan panjang, pembicaraan dengan
beberapa rekan hamba Tuhan, mereka yang memiliki latar
belakang ebatinan atau malah mantan dukun, mencoba
merangkainya bukan membela diri kenapa terjadi, tetapi
lebih untuk menjawab pertanyaan saya pribadi mengenai
hal ini, kenapa terjadi?

Saat manusia ‘dilahirkan kembali’, Efesus 1:13
mengatakan dimeteraikan oleh Roh Kudus, Roma 8
menjelaskan roh itu ‘bersama-sama’ roh kita dan 1
Yohanes 4:4 mengatakan Roh yang didalam kita ‘lebih
besar dari yang ada di dunia ini.

Namun manusia itu terdiri dari roh jiwa dan tubuh (1
Tesalonika 5:23), maka saat jiwa (pikiran, perasaan,
kehendak) ada celah, maka iblis bisa masuk sampai level
jiwa manusia. Celah pikiran kotor, perasaan terluka atau
emosi, maupun kehendak ingin kaya, ingin untung atau
cinta mamon.

Kembali ke ‘hari kelabu’ 2 faktor celah memang sedang
di alami istri saya; pertama pagi itu dia emosi dengan anak,
kedua godaan mendapatkan dollar dengan rate tengah
adalah menguntungkan.

Teman saya mantan dukun berkata; “Orang yang
bersuka cita, bersyukur senantiasa, tidak bisa dihnotis, ada
aura kuat yang melindungi” “Orang yang rakus mau kaya,
mau untung, paling mudah ditipu, baik ditipu model
hypnotis, maupun investasi saham bodong, bisnis abal-
abal maupun bisnis MLM judi, member get member
perjudian terselubung” Kecewa, marah, kepahitan, emosi
maupuncinta uang, roh Mamon adalah celah yang dibuka
oleh orang itu sendiri.

78

c.Makin Romantis.

Saat saya pulang dan istri saya menangis seperti yang
belum pernah terjadi sebelumnya, hati dan pikiran saya
bergejolak, pertama uang 400 juta memang tidak sedikit.
Saya pernah mengatakan rugi 1-3-5 milyar pernah saya
alami, tapi itu resiko bisnis yang memang menjadi salah
satu kemungkinan, maka ketika terjadi, itu konsekuensi dari
pilihan bisnis.

Namun keuntungan yang sudah disisihkan, dibawa
pulang dan ditabung lalu orang lain yang menghilangkan,
dalam hal ini pasangan, bukan hal yang mudah.

Namun dalam hitungan detik, logika saya bekerja dan
saya berpikir bahwa istri saya bukan pelaku, melainkan
korban, sehingga saya bukan marah, tapi kasihan, iba,
tidak tega mendengar tangisannya dan saya diam tanpa
berkata apa-apa selain memeluknya sampai tangisannya
reda dan mengajaknya berdoa.

Sore, ketika semakin stabil, dia mau mencoba cerita
lebih details kronologis ia kembali menangis dantidak
mampu menyelesaikan ceritanya, kembali saya peluk dan
ajak doa, demikian juga malam harinya, esok harinya
hingga beberapa hari.

Cerita kena hypnotis inipun kami simpan rapat-rapat
sebagai aib, karena kami takut “dihakimi”, keluarga hamba
Tuhan kok kena hypnotis. Anak-anak, orang tua,
mertuapun kami tidak cerita.

Namun … akhirnya kami harus bercerita juga, dimulai
saat papa mama istri saya sakit, dan seperti biasanya
mereka kakak beradik iuran.

79

Istri saya ke Surabaya, menengok orang tua sekaligus
cerita ke mereka dan kakaknya, bahwa kali ini tidak bisa
ikut berbagi dalam jumlah yang cukup seperti biasanya,
karena baru saja mengalami ‘musibah hipnotis’ tersebut.

Saat mereka mendengar cerita itu, baik mertua maupun
ipar pertanyaannya sama “Trus Jarotnya bagaimana?”
Karena di Surabaya ada beberapa istri yang
menghilangkan 10 juta saja sama suaminya di goblok-
goblokin, di tempeleng ataupun KDRT fisik maupun mental.
Namun dari informasi itu justru istri saya semakin sadar
betapa saya sangat mencintainya.

Itulah sebabnya sejak kejadian tersebut, istri saya
semakin sayang sama saya. Kami menikah tahun 1990
dan sejak 2013 hingga sekarang seperti anggur baru
pernikahan yang kembali menghangatkan pernikahan
kami. Cinta memang di uji oleh waktu dan keadaan. Cinta
sejati, cinta yang diwarnai kasih Tuhan justru semakin lama
semakin kuat dan indah.

Betapa hebatnya Tuhan kita, jika dengan kasus yang
serupa pasangan yang justru bertengkar, KDRT, maka
pasangan di dalam Tuhan justru semakin kuat cintanya.
Tuhan mereka-rekan semua hal untuk kebaikan semata-
mata.

Tuhan ijinkan terjadi, menjadi momentum bagi
pernikahan kami, memiliki bonding atau ikatan yang
kuat, saling mencintai, mendukung dan
melanjutkan kehidupan bersama dengan lebih
bahagia.

80

d.Uang Kuliah Hilang.

Ada cerita lain sebenarnya, kenapa hilangnya uang
tersebut menjadi pukulan tersendiri bagi istri saya. Karena
beberapa bulan sebelumnya, anak kami pertama yang ada
di Singapura memiliki pilihan, melanjutkan beasiswa Asean
Scholarship di NTU (setelah 4 tahun beasiswa penuh
jenjang sebelumnya) atau memilih di NUS Singapura yang
belum tentu mendapat beasiswa.

Karena kami memiliki dana 400 juta, maka kami
memberi kebebasan kepada anak untuk memilih jurusan
kuliah berdasarkan minat, bakat, kemampuan dan bukan
soal gratis 100% program beasiswa atau tidak, dan
akhirnya anak memilih NUS. Namun begitu pilihannya NUS
dananya hilang.

Itulah kenapa minggu demi minggu, bulan demi bulan
istri saya masih sering menangis, berdoa untuk kebutuhan
biaya kuliah anak.

Menjelang kami harus membayar uang kuliah untuk 1
tahun, minimal 1 Semester, kami menghubungi anak kami,
bahwa uang kuliah yang ada, sudah tidak ada lagi, dan
meminta dia menghadap Uninersitas untuk meminta
keringanan boleh mencicilnya.

Di waktu yang di agendakan untuk pertemuan tersebut
anak saya di wawancarai dan dibuka semua datanya,
selama 4 tahun menjalani Asean Scholarship, dan singkat
cerita akhirnya juga diberikan beasiswa sepenuhnya
selama 4 tahun, bahkan diberikan uang saku 1200$/ bulan.
Puji Tuhan!

81

Kami jadi berandai-andai. Seandainya uang tidak hilang
kena hipnotis, maka saat anak akan mulai kuliah dan harus
membayar uang kuliah 1 tahun, pasti kami bayar dan tidak
terjadi meeting pengajuan keringanan mencicil yang
berakhir dengan wawancara dan pembukaan data yang
akhirnya berujung pemberian beasiswa.

Nilai beasiswa adalah free biaya kuliah 400 Juta
setahun dan uang saku 1200$ sebulan dan itu berlaku
untuk 4 tahun. Sehingga total sekitar 2.2 milyar. Jadi
dengan kehilangan 400 juta lewat hipnotis, justru terbuka
jalan untuk mendapatkan 2,2 milyar. Ha ha ha ha. Waktu
kami merenung-renungkan kisah ini, maka segala trauma
berubah menjadi sorak sorai, kain kabung berubah menjadi
teri-tarian.

Jalan-jalan Tuhan memang sering tak terselami, tak
terpikirkan, susah ditebak ujungnya kemana. Namun
menjalani kehidupan berjalan bersama Tuhan, tahun demi
tahun membuat kami semakin percaya akan keajaiban
kasih-Nya, sempurna rencana-Nya, ajaib karya-karya-Nya.

Tuhan ijinkan terjadi, untuk mengerti jalan-jalan
Tuhan, sekalipun iblis merencakan kerugian Tuhan
bisa mengubah menjadi keuntungan, hanya kadang
pengertian muncul belakangan.

b.Berani Cerita dan Menghibur yang lain?. Ketika anak
kami mendapat beasiswa dan kami mulai mengerti lika-liku
jalan-jalan Tuhan, akhirnya di beberapa pertemuan
terbatas saya memberanikan bercerita mengenai hal ini.

82

Diluar dugaan kami, hampir di setiap komunitas, selesai
ibadah ada yang menghampiri saya dan berkata saya juga
terkena dengan kisah serupa di Mall Pondok Indah, Mama
saya terkena di Serpong, teman saya mengalami di
Bandung, malah ada yang cerita pulang ke rumah
brangkas emas dibuka dan diserahkan dengan total 2
milyar.

Mereka juga menyimpan apa yang dialami dan
pergumulannya terjawab dengan keberanian kami
menceritakan kejadian ‘aib’ yang kami alami. Mereka sadar
bahwa ‘hamba Tuhan’ seperti sayapun ternyata juga bisa
mengalami yang mereka alami, dan mereka dikuatkan
untuk tetap terus mengiring Tuhan, melayani Tuhan dan
menunggu pengertian dan berkat Tuhan dibalik peristiwa
yang tak terpahami.

Tuhan ijinkan terjadi, untuk mengerti jalan-jalan
Tuhan, sekalipun iblis merencakan kerugian Tuhan
bisa mengubah menjadi keuntungan, hanya kadang
pengertian muncul belakangan.

3. Kok Bangkrut?

Saya masih ingat tahun-tahun 2014-2017 saya rajin
mengikuti seminar bisnis atau motivasi maupun komunitas
digital dan marak dengan thema-thema shifting, milenials
killed everyting, berubah atau punah.

83

Data-data yang disajikan dalam seminar-seminar
tersebut, bagaimana aneka jenis bisnis yang dihajar
platform, digitalisasi dan punah memang mengerikan,
maka kami sebagai pebisnis retails ikut masuk mendirikan
bisnis online, membuka platform dan juga menjadi suplier
platform lain.

Seperti sering saya ceritakan, tahun 1990 saya
merantau ke Jakarta, tahun 1992 membuka usaha IFA,
mulai dengan Ekspor lalu sempat dengan aneka usaha
seperti toko, grosir, pabrik dan singkat cerita yang kahirnya
sukses adalah MLM IFA Dahsyat dengan stockist sekitar
200an Kabupaten dengan 500.000 member. Kami benar-
benar diberkati luar biasa hingga 2017.

Tahun 2017 kami mulai investasi di bisnis online,
karena tidak mau punah, namun ternyata modal kami tidak
cukup besar untuk melawan atau bersaing dengan raksasa
dunia yang kapitalnya trilyunan, maka kamipun bangkrut di
tahun 2019 dan memasuki pandemi, kami benar-benar
pailit di tahun 2021, dan harus melepas asset-asset.

Pergumulan saya adalah, kenapa Tuhan ijinkan
bangkrut? Saya bekerja begitu keras, hingga sukses dan
menjalani hidup yang amat sangat sederhana, baik mobil,
pakaian, makanan sehingga bisa banyak membiayai
pekerjaan Tuhan sehingga persembahan kalau dihitung-
hitung bukan sepersepuluhan lagi, bisa-bisa 30-40%.

Kami mendirikan Panti Asuhan, membangun banyak
sekolah di pedalaman, mensubsidi biaya operasional
puluhan sekolah, membagi-bagi kaset, buku ke hamba-
hamba Tuhan desa, membiayai seminar-seminar untuk
hamba-hamba Tuhan desa dan masih banyak lagi.

84

Itu kami lakukan konsisten sejak 1998 hingga kami
bangkrut. Sudah tidak terhitung berapa milyar dana,
berpapa banyak waktu yang kami berikan untuk pelayanan
Tuhan.

Kami sempat berpikir, bahkan mengajarkan kepada
para pengusaha …. Kalau mau usahanya dilindungi,
hiduplah bagi Tuhan, perusahaan bagi Tuhan, uang bagi
Tuhan, maka Kerajaan Sorga punya kepentingan untuk
melindungi dan menjagai usaha kita, …dan saya bangkrut.

Kehilangan ratusan milyar memang kehilangan yang
amat sangat besar, namun pergumulan seolah-olah tidak
dilindungi Tuhan, tidak dijagai Tuhan, dibiarkan Tuhan
adalah pergumulan yang berbeda.

2 Korintus 1:3 Terpujilah TUHAN, Bapa Tuhan kita Yesus
Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan TUHAN
sumber segala penghiburan, 1:4 yang menghibur kami
dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup
menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-
macam penderitaan dengan penghiburan yang kami
terima sendiri dari TUHAN.

Gereja mula-mula lahir ditengah-tengah penderitaan.
Ketika orang-orang menjadi Kristen, maka mereka
menghadapi aniaya, penyingkiran, hingga dilempari batu
mauun dipenjara. Mereka menjadi Kristen tidak mencari
berkat, tetapi mencari keselamatan kekal, mencari
kebenaran dalam kehidupan.

85

Paulus sebagai hamba Tuhan, harus menghibur
mereka, menguatkan mereka, dan menginspirasi dengan
kisah nyata hidupnya, memberi teladan dengan respons
hidupnya menghadapi segala sesuatu.

Karena itu Tuhan mengijinkan Paulus mengalami lebih
banyak penderitaan, bukan sebagai hukuman atau kena
kutuk, tetapi memperlengkapi paulus dengan
PENGALAMAN, sehingga bisa menghibur, menguatkan,
menjadi teladan dan inspirasi kehidupan bagi banyak
orang. Penderitaan yang di alami adalah jenis-jenis
penderitaan yang banyak di alami jemaat waktu itu.

Jemaat sekarang berbeda, mereka tidak dilempari batu
atau dipenjara seperti jemaat mula-mula, mereka ditipu,
kena PHK, bangkrut dan kehilangan harapan, sakit
penyakit dan kesusahan. Tiba-tiba hati nurani saya
meledak-ledak dengan aneka pengertian … supaya saya
bisa melayani jemaat sekarang dengan terlebih dahulu
mengalami dan menang.

Perjalanan Sekolah Kehidupan seperti tidak ada
berhentinya lulus ujian, naik kelas, ujian lagi naik kelas lagi
hingga diwisuda di dalam peti mati 1x2 meter, maka
selesailah Sekolah Kehidupan dan masuk kedalam
kehidupan kekal.

Tuhan ijinkan terjadi, menjadi momentum bagi
kami, bahwa Tuhan baik, Tuhan penolong, Tuhan
pemelihara yang sempurna. Momentum untuk
kembali pada cinta mula-mula saat lahir baru dan
komitmen untuk menjadi hamba Tuhan.

86

4. Terkena Covid Delta

Melalui Kebakaran 2009 sudah sadar dan komitmen,
melalui kebangkrutan 2019 semakin bernazar untuk mengabdi
namun Tuhan masih mengijinkan sekali lagi melalui covid yang
masuk ke rumah kami.

Saat saya bangkrut, jujur saya tidaklah terlalu stress atau
sedih, karena memang saya “tidak cinta uang”. Memiliki uang
banyakpun, lebih digunaan untuk membiayai pelayanan,
sehingga ketika bisnis tutup, ya boleh dikatakan “santai aja”
yang penting tetap bisa hidup, dan kalau hidup melayani
Tuhan, kalau bangkrut yang pelayanan dan hidup dari
pelayanan saja.

Tapi berbeda ketika anak bungsu saya terkena covid delta
saat Jakarta Rumah sakit semua penuh, obat, antiobitk,
suplemen kosong, tabung oksigenpun tidak ada stock,
sementara anak yang belum sempat di vaksin, saat terkena
covid delta, sesak nafas lebih dua minggu, saturasi turun
hingga 90 dan demam mencapai 39-40 berhari-hari.

Saya benar-benar ketakutan kehilangan anak, apalagi saat
anak sempat pingsan dan saya jumpai sudah tergeletak tidak
bergerak di lantai 2 dimana dia diisolasi. Makin ketakutan saat
pembantu juga tergeletak sakit sehingga tidak ada yang bisa
bersih-bersih rumah ataupun memasak, semua kebutuhan istri
membeli secara online.

Keadaan makin mencekam ketika istri saya juga tertular
dan pingsan di kamar mandi. Satu persatu berjatuhan, tinggal
saya sendiri harus merawat 3 pasien di rumah, nyapu,
mengepel, menyemprot rumah dengan desinfectan alam yaitu
ecoenzyme menjaga rumah tetap steril.

87

Saat itulah berhari-hari, setiap malam saya mencari kamar
menyendiri dan menangis pelan-pelan supaya anak istri tidak
mendengar. Anak isolasi di lantai 2 dan istri di lantai 1. Anak
tidak diberi tahu kalau mamanya ketularan supaya dia tidak
sedih dan merasa bersalah telah menulari mamanya.

Istri saya tidak saya beritahu kalau anaknya pingsan di
lantai dua, supaya tidak kuatir. Dua anak di Singapurapun tidak
kami beritahu kalau mamanya juga terkena covid, supaya tidak
menyalahan adiknya yang memang saat-saat masa covid delta
tetap saja pergi ke café, berjumpa teman-temannya.

Karena Rumah Sakit penuh, dokterpun semua sibuk,
sehingga saya kesulitan untuk bisa telepon dokter, untuk
membimbing kami, ada seorang sahabat, seorang dokter, tapi
itupun karena kesibukannya hanya bisa lewat WhatsApp yang
pagi saya WA, malam baru dijawab, anak sesak nafas
tesengal-sengal malam hari, pagi hari baru di respons oleh
dokternya, karena saat saya mencoba telepon dokternya
semua sibuk.

Saat dalam bayang-bayang maut, sungguh-sungguh kami
belajar hanya berharap kepada TUHAN saja. Puji TUHAN, 3
minggu berlalu dan anak istri mulai membaik dan akhirnya
sembuh setelah 1 bulan lebih.

Tuhan ijinkan terjadi, menjadi momentum bagi saya,
bahwa Tuhan baik, Tuhan penolong, Tuhan itu
Perlindungan dan terlebih lagi untuk lebih sungguh-
sungguh hidup untuk melayani Tuhan dan sesama
sebagai ‘kesempatan kedua’ selagi hidup.

88

V. Kisah Pemulihan

Saya jelaskan sebentar garis besar kitab Ayub. Pasal 1
dan 2 adalah menceritakan kejadian yang dialami oleh Ayub.
Pasal 3-37 adalah dialog antara Ayub dengan sahabat-
sahabatnya. Pasal 38 Ayub mulai berdialog dengan Tuhan,
Tuhan dengan Ayub. Pasal 39 Ayub mulai merendahkan diri di
hadapan Tuhan. Pasal 42 Ayub mulai mencabut perkataan
(ayat 6), menyesal, bertobat (ayat 5), berdoa (ayat 10) dan
dipulihkan (ayat 10-17).

Ayub mulai berkomunikasi dengan Tuhan (pasal 38),
mulai merendahan diri dihadapan Tuhan (Ayub pasal 39),
inilah jalan awal pemulihan, rendahkan dirimu dihadapan
Tuhan dan engkau akan dipulihkan.

Tidak ada satu ayatpun tentang pemulihan, janji
pemulihan, harapan dipulihkan selama 37 pasal di Kitab Ayub
sampai pasal dimana dia berdialog dengan Tuhan, menyesal
dan mengenal Tuhan secara pribadi. Ada masalah, kesulitan
dan berdialog dengan sesama seperti Ayub dengan Elifas,
Elifu, Bildab, Sofar adalah baik-baik saja dan bisa mengurangi
tekanan secara psikologis, tetapi itu tidak menyelesaikan
masalah. (pasal 3-37)

Kalau anda mengalami masalah, dan berdialog sesama
manusia itu baik, itu bagus, itu bisa mengurangi tekanan dalam
hati dan pikiran kita. Kita sebagai manusia perlu mengatakan
apa yang ada di pikiran dan hati, perlu untuk mengutarakan,
atau kita akan mengalami problem secara pribadi. Itu perlu
tetapi tidak menyelesaikan masalah secara tuntas.

89

Penyelesaian, pemulihan terjadi ketika Ayub
berkomunikasi dengan Tuhan, ketika ia merendahkan diri di
hadapan-Nya, datang dan mencari Tuhan dengan
merendahkan diri dihadapan Tuhan. Bukan dengan menuntut,
bukan dengan memperkarakan dan bertanya-tanya mengapa
semuanya ini terjadi ?

Pemulihan (restorasi) terjadi ketika manusia mulai damai
(rekonsiliasi) dengan Tuhan! Rendahkanlah dirimu
dihadapan Tuhan!

2 Tawarikh 12:7; Ketika Tuhan melihat, bahwa mereka
merendahkan diri, datanglah Firman Tuhan …; Mereka
telah merendahkan diri, oleh sebab itu … AKU akan
meluputkan mereka …”

2 Tawarikh 33:12; Dalam keadaan yang terdesak ini, ia
berusaha melunakkan hati Tuhannya; ia sangat
merendahkan diri dihadapan Tuhan...”

Sebab barangsiapa merendahkan diri, ia akan
ditinggikan. Matius 23:12, Lukas 14:11, Lukas 18:14

Kisah yang lain, Raja Hizkia, pernah diputuskan oleh
Tuhan sendiri untuk mati. Tetapi sungguh ajaib, bahwa
dengan doa dan ratapan dan tangisan Hizkia, dengan doa
yang sungguh-sungguh, Tuhan berubah keputusan, untuk
memulihkan kesehatan Hizkia, untuk menyembuhkan dan
memperpanjang umurnya.

Bagaimana cara merendahkan diri dihadapan Tuhan?
Lihatlah ayat-ayat berikut ini, dengan berdoa dan berpuasa,
berbalik dari jalan-jalan yang jahat, dan berhenti,
mengkhususkan satu hari untuk bersekutu dengan Tuhan,
tidak mengurus urusan kita.

90

“Itu harus menjadi suatu SABAT, hari perhentian penuh
bagimu, dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa.
Mulai pada malam .. matahari terbenam sampai matahari
terbenam, kamu harus merayakan sabatmu” Imamat 16:31,
Imamat 23:32

Puasa yang sangat hakiki ada di dalam Yesaya 58: 1-
14, puasa yang berkenan dihadapan Tuhan, bukan puasa
agamawi, bukan puasa terpaksa, bukan rutinitas, bukan kuk,
bukan hari tertentu. Puasa belas kasihan, mematahan kuk,
memecahkan roti, menguduskan waktu untuk Tuhan dengan
berhenti mengurusi urusan kita, puasa Sabat, puasa kudus.
Sabat yang artinya herhenti atau istirahat. Dalam ‘istirahat’
tadi, maka kita ‘mencari Tuhan’, menemukan ‘kehendak
Tuhan’, hikmat dan didikannya, mendengarkan suara hati kita
yang paling dalam, karena disana sering Tuhan berbicara.
Itulah yang dilakukan Ayub, doa, puasa sebelum ia dipulihkan.

Yesaya 58:1; Memang setiap hari mereka mencari AKU
dan suka untuk mengenal segala jalan- KU. Seperti
bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak
meninggalkan hukum Tuhan-nya mereka menanyakan
AKU tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka
mendekat menghadap Tuhan, tanyanya:
2; “Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak
memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan
diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?”
3; “Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih
tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak
semua buruhmu!”
4; Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan
berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak
semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti

91

sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat
tinggi.
5; Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang
Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri,
jika engkau menundukkan diri, jika engkau
menundukkan kepala seperti gelagah dan
membentangkan kain karung dan abu lapik tidur?
Sungguh-sungguh itukah berpuasa, mengadakan hari
yang berkenan pada Tuhan?
6; BUKAN! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya
engkau membuka belenggu kelaliman, dan melepaskan
tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang
teraniaya dan mematahkan setiap kuk.
7; Supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi
orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang
miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau
melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia
pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap
saudaramu sendiri!

8; Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti
fajar dan lukamu akan PULIH dengan segera; kebenaran
menjadi barisan depanmu dan kemuliaan Tuhan barisan
belakangmu.
9; Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan
akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan
IA akan berkata: Ini AKU! Apabila engkau tidak lagi
mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi
menunjuk-nunjuk dengan jari dan memfitnah
10; Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar
apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang
yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap
dan kegelapanmu seperti rembang tengah hari.
11; Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan
memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan
membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman

92

yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak
pernah mengecewakan.
12; Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah
berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang
diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebut
“ yang memperbaiki tembok yang tembus”, ‘yang
membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni’
13; Apabila engkau tidak menginjak-injak bukum sabat
dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-KU;
apabila engkau menyebut hari Sabat, “hari kenikmatan”,
dan hari kudus Tuhan ‘hari yang mulia”; apabila engkau
menghormatinya dengan tidak menjalankan urusanmu
atau berkata-kata kosong,
14; Maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan,
dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-
bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan
memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa
leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Baca dan pelajari ayat-ayat puasa diatas, saya tidak
perlu menjelaskan lebih jauh, karena sudah cukup jelas, dan
lakukan sesuai Firman Tuhan, maka saya percara kisah
pemulihan juga akan menjadi kisah saudara! Kita akan
kembali ke kisah pemulihan Ayub.

93

A. Damai dengan TUHAN

Ayub 42:5 ; “Hanya dari kata orang saja aku mendengar
tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri
memandang Engkau”

Ayub selama ini saleh, seperti Kornelius dalam Kitab
Perjanjian Baru, tetapi menurut pengakuan Ayub sendiri (42:5)
ia belum mengenal Tuhan secara pribadi. Ayub belum
‘dilahirkan kembali’. Dihadapan Tuhan, segala harta benda
dan kekayaan Ayub tidak ada nilainya, dibandingan jiwa Ayub,
keselamatan Ayub. Bagi Tuhan, lebih baik Ayub kehilangan
hartanya, namun melalui peristiwa itu, Ayub menjadi mengenal
Tuhan secara pribadi.

Iblis merancang, supaya melalui masalah Ayub akan
mengutuki Tuhan, menjauh dari Tuhan, namun sebaliknya,
Ayub lulus ujian, justru menjadi dekat dengan Tuhan dan
mengenal Tuhan secara pribadi. Iblis mereka-reka kejahatan,
Tuhan mereka-reka untuk kebaikan. Bagian kita merespons
dengan benar setiap kejadian yang diijinkan Tuhan.

Kisah Ayub, membuat kita belajar, bahwa kekayaan
diperlukan, tetapi tidak kekal, sementara jiwa itu kekal.
Kekayaaan suatu hal yang bisa dicari kembali, sesuatu yang
Tuhan sanggup memulihkannya berdasarkan kuasa-Nya.
Keselamatan, Tuhan tidak bisa memaksanya, sampai kita
dengan kehendak bebas kita, mengambil keputusan untuk
mengenal Dia secara pribadi, dalam bahasa Perjanjian Baru;
dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat
pribadi (Mesias).

94

Tuhan mengijinkan berbagai peristiwa, supaya itu
menggiring kita mencari Tuhan, supaya kita berdoa, mencari
wajah-Nya, dan kenal secara pribadi dengan Dia. Jika kita
memang hidup dalam keseharian yang mencari Tuhan, haus
dan lapar akan kebenaran, yang memiliki hubungan pribadi
dengan Tuhan, dalam doa, saat teduh, pendalaman Alkitab
pribadi, Tuhan tidak perlu menggiring kita semacam itu.

Ada sebuah ilustrasi, seorang pemborong yang sedang
membangun gedung bertingkat. Suatu ketika, pada masa
istirahat makan siang, dia memeriksa pekerjaan di lantai atas.
Menjelang kembali masa kerja, setelah jam istirahat berakhir,
dia memanggil anak buahnya yang masih duduk-duku di
bawah, di lantai dasar. Pemborong itu berteriak namun
pegawainya tidak mendengarkannya. Dia mulai melempari
anak buahnya dengan uang koin, dan justru anak buahnya
mulai sibuk memungutinya. Dia lemparkan lagi uang koin yang
lebih besar, sambil berteriak keras; “Haiii saya panggil kalian,
lihat ke atas!” Mereka bukannya melihat keatas justru semakin
sibuk mengumpulkan koin tersebut, bahkan
memperebutkannya.

Pemborong tadi mendapat ide, melempar anak
buahnya dengan kerikil, dan tentu saja dari lantai yang cukup
tinggi, cukup menyakitkan ketika kerikil kecil itu mengenai
tangan atau helm anak buahnya, dan mereka melihat keatas
dan menemukan diatas, atasan mereka memanggil mereka.

Sering Tuhan panggil kita untuk masuk dalam rencana
keselamatan-Nya dengan lembut, dengan kasih, tetapi kita
tidak mendengar suara-Nya. Sering Tuhan panggil seseorang
untuk masuk dalam pelayanan dengan lembut dan mereka
mengeraskan hatinya. Sering dengan segala berkat yang
Tuhan lemparkan dari atas, dari sorga, membuat kita sibuk dan

95

semakin sibuk mengumpulkan berkat dan melupakan sumber
berkat. Sampai Tuhan melemparkan (mengijinkan) segala
kerikil masalah, sakit penyakit, kecelakaan, kebangkrutkan,
suami/ istri atau anak pergi kabur dan sebagainya, yang
membuat kita melihat keatas, mencari Tuhan, berdoa dan
berpuasa, sampai mengenal Dia pribadi.

Sering Tuhan harus menggunakan tarikan seperti tali
kekang kuda. Tuhan memanggil kita dengan berbagai cara,
ada yang seperti Timotius, yang memang sudah mengenal
Tuhan sejak kecil, tanpa ada kesaksian yang radikal semacam
Saulus yang akhirnya menjadi Rasul Paulus. Cara Tuhan
memanggil bukanlah suatu metode tertentu, tetapi tujuannya
adalah supaya setiap pribadi mengenal Tuhan secara pribadi,
seperti Ayub berkata; sekarang mataku sendiri memandang
Engkau” Ayub 42:5

Mengapa kita perlu damai dengan Tuhan, memangnya
kita bertengkar dan bermusuhan dengan Tuhan? Ya kita
melawan Tuhan, kita memberontak kepada Tuhan dengan
dosa-dosa kita, semua kita telah berbuat dosa (Roma 3:23),
dengan tidak menuruti perintah-Nya. Maleakhi juga
mengatakan kita menipu Tuhan, menipu dengan tidak
membayar perpuluhan (Maleakhi 3: 1-10)

Dosa membuat hubungan kita dengan Tuhan menjadi
rusak, kita kehilangan kemuliaan Tuhan. Itulah sebabnya kita
perlu berdamai dengan Tuhan. Kita tidak akan bisa damai
dengan orang lain, kalau kita belum berdamai dengan Tuhan.
Kita tidak bisa membawa perdamaian bagi orang lain, bagi
keluarga apalagi bagi bangsa, jika kita sendiri masih menjadi
seteru Tuhan, langkah pertama; DAMAI DENGAN TUHAN!

96

Bagaimana cara berdamai dengan Tuhan?

1. Mengaku dosa karena Dia adalah Tuhan yang adil dan Dia
akan mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa
kita (1 Yohanes 1:9, Yesasa 1:18)

1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita , maka Ia
adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni
segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala
kejahatan.

Yesaya 1:18 Marilah, baiklah kita berperkara firman
TUHAN, Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan
menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah
seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu
domba.

2. Berbalik dari jalan-jalan yang jahat (II Tawarikh 7:14)

2 Tawarikh 4:14 dan umat-Ku, yang atasnya nama-
Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari
wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat,
maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni
dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

3. Datang kepada Yesus, yang telah ditentukan oleh Elohim
Bapa sebagai Tuhan dan Kristus (Kisah 2:36), sebagai
Mesias dan sebagai juru selamat. Kuasa darah-Nya akan
menebus dosa kita (Roma 3:24-26). Yesus yang adalah
jalan dan kebenaran, tidak seorangpun akan sampai
kepada Bapa, kalau tidak melalui Yesus (Yohanes 14:6)

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan
kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang
datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

97

4. Menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat secara
pribadi, karena barangsiapa menerima-Nya diberinya
kuasa menjadi anak-anak Tuhan (Yohanes 1:12)

Yohanes 1: 12 Ttapi semua orang yang menerima-Nya diberi-
Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Elohim, yaitu mereka
yang percaya dalam nama-Nya.

Kenapa Demikian? Karena Yesuslah yang telah
ditetapkan sebagai Mesias, Juru Damai, untuk mendamaikan
kita dengan Yehova, Bapa kita, seperti kita bisa lihat dari ayat-
ayat berikut ini.

Roma 3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Tuhan
menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-
Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya,
karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi
dahulu pada masa kesabaran-Nya.

Roma 5:11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah
bermegah dalam Elohim oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,
sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

2 Korintus 5:18 Dan semuanya ini dari Tuhan, yang
dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita
dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan
pelayanan pendamaian itu kepada kami.

2 Korintus 5:19 Sebab Tuhan mendamaikan dunia
dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak
memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah
mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Kolose 1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala
sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun

98

yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian
oleh darah salib Kristus.

1 Johanes 2:2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala
dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga
untuk dosa seluruh dunia.

1 Johanes 4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah
mengasihi Tuhan, tetapi Tuhan yang telah mengasihi kita
dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian
bagi dosa-dosa kita.

Kalau kita menjadi anak Tuhan, kita bukan musuh
Tuhan lagi, tetapi kita keluarga Kerajaan Tuhan (Efesus 2:19).
Kita bukan orang orang terkutuk lagi, tetapi ahli waris kerajaan
sorga (Roma 8:14-16), yang berhak berseru kepada Tuhan;
“ya Abba ya Bapa”. Kalau status kita dipulihkan dari ‘orang
dunia’ menjadi ‘anak Tuhan’, maka pemulihan menjadi sesuatu
yang pasti, menjadi hak, menjadi bagian sebagai seorang anak
dari bapanya. Pemulihan hanyalah ‘dampak sampingan’ ketika
orang berubah ‘status’.

Efesus 2:8; Sebab karena kasih karunia kamu
diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi
pemberian Tuhan,
9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang
memegahkan diri.
10 Karena kita ini buatan Tuhan, diciptakan dalam
Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang
dipersiapkan Tuhan sebelumnya. Ia mau, supaya kita
hidup di dalamnya.
11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu - sebagai
orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut
orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan
dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh
tangan manusia,

99

12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk
kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam
ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan
dan tanpa Tuhan di dalam dunia.
13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang
dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah
Kristus.
14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah
mempersatukan kedua pihak dan yang telah
merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah
membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan
ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi
satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu
mengadakan damai sejahtera,
16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam
satu tubuh, dengan Tuhan oleh salib, dengan
melenyapkan perseteruan pada salib itu.
17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada
kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka
yang “dekat”,
18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh
beroleh jalan masuk kepada Bapa.
19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan
pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang
kudus dan anggota-anggota keluarga Tuhan.

Yesus adalah jalan damai, Raja Shalom atau Raja
Damai, dan Dialah satu satunya jalan untuk kita masuk dan
berdamai dengan Yehova, Bapa kita. Karena itu, berhenti dulu
membaca sampai disini, renungkan, apakah saudara sudah
‘menerima Dia’ sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi?
Apakah saudara hidup damai dengan Yehova? Atau dalam
perbantahan? Orang yang hidup dalam perbantahan theologia,
orang yang tidak mengakui Tuhan, tidak pernah mengalami
‘damai sejahtera’ yang sesungguhnya. Pemulihan? Awali
langkah pertama, damai dengan Tuhan!

100


Click to View FlipBook Version