The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ini buku saya terbaru
Hidup yang Dipulihkan
Pemulihan Seutuhnya

Boleh di share ke yang lain, semoga menjadi berkat

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by BPD GBI DKI Jakarta, 2022-07-24 09:43:44

HIDUP yang DIPULIHKAN - Dr. Ir. Jarot Wijanarko M.Pd

Ini buku saya terbaru
Hidup yang Dipulihkan
Pemulihan Seutuhnya

Boleh di share ke yang lain, semoga menjadi berkat

1. Dunia pelayanan

Ketika bertobat tahun 1982, maka saya langsung
memiliki semnagat menyela-nyala, cinta mula-mula untuk
melayani Tuhan dan bergabung dengan pelayanan mahasiswa
di Kampus IPB. Tahun 1983 saya mulai mengajar sekolah
minggu, kemudian menjadi ketua Pemuda di GBI Bethel Pasar
Baru Bogor.

Ketika ada kegerakan Praise Center, maka saya
menjadi Ketua Bogor Praise Centre, teman-teman team waktu
itu diantaranya alm.Ps Dr FuXie, Ps Wiryohadi yang saat ini
menggembalakan GBI WTC Serpong.

1990 saya menikah, pindah ke Jakarta dan bergabung
di GBI Bethany wilayah Indonesia Barat dan sempat menjadi
Ketua Departemen Anak, Pemuda, Misi Dalam Negri dan
Pendidikan.

1995 saya mendirikan Play Group dan Taman Kanak-
Kanak dan sekarang telah memiliki cabang dan franchise di 66
lokasi di seluruh Indonesia.

Tahun 1998 saya mengundurkan diri dari pelayanan
gereja dan mendirikan Yayasan Pulihkan Indonesia, melayani
hamba-hamba Tuhan desa dari Aceh hingga Papua, membagi
buku-buku secara gratis. Belakangan Yayasan kami fokus
pada pendidikan Paud di Mentawai.

Tahun 2000 hingga sekarang, saya mulai fokus pada
thema-thema keluarga, seminar keluarga dan menulis buku-
buku keluarga hingga akhirnya 2016 mendirikan Keluarga
Indonesia Bahagia sampai sekarang.

151

2. Dunia Usaha

Setelah lulus dari IPB 1986 saya sempat menganggur 1
tahun dan menjadi sales freelance di Pfizer, lalu 1987 bekerja
di Pt. Sugizindo yang memproduksi susu S-26, Promil,
Enfapro, sesuai jurusan saya Teknologi Industri Pangan.

1990 saya pindah ke Astra Export dan menjadi wakil
Marketing Manager dan hanya 3 tahun, lalu keluar mendirikan
Pt IFA yang awalnya kami ekspor sepatu, lalu mulai membuka
toko, grosir, pabrik dan singkat cerita berkembang menjadi
MLM IFA Dahsyat dengan 500 ribu member dan 200 stokist di
seluruh Indonesia. Kami diberkati Tuhan melalui IFA cukup
lama hingga tahun 2019.

Melalui bisnis IFA ini, kami bisa memiliki Gedung
Sekolah, rumah dan beberapa properti, serta anak-anak
semua bisa menikmati kuliah di luar negri.

2006 saya mendirikan Pt Happy Holy Kids, berbeda
dengan sekolah Happy Holy Kids. Usaha ini meliputi
penerbitan buku anak-anak, produk anak-anak (sepatu, baju,
bokena, tas, mainan, pasta gigi, susu anak, dll), production
house film animasi anak hingga event organizser acara anak.
Saat ini (2022) perusahaan ini bertahan di tengah pandemi,
namun hanya sebagai penerbit buku dan Studio Happy Holy
Kids.

Namun seperti yang sudah saya saksikan di dalam bab
“Mengapa Tuhan Ijinkan” usaha kami bangkrut di tahun 2019
dan pailit (secara legal/ hukum) tahun 2021.

152

3. Kemana Masa Tua

Mazmur 71: 9 Janganlah membuang aku pada masa tuaku,
janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis. 17
Ya TUHAN, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan
sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang
ajaib; 71:18 juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, a
ya TUHAN, janganlah meninggalkan aku, supaya aku
memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-
Mu kepada semua orang yang akan datang.

a. Ecoenzyme

Setelah saya bangkrut, saya tidak mau menganggur
dan diam saja, walaupun tidak ada uangnya, tetap harus
beraktifitas yang berguna. Tahun 2010 saya masuk
komunitas ecoenzyme dan sangat giat di dalamnya,
mendirikan puluhan komunitas/ wa Group di berbagai kota
dalam jaringan Ecoenzyme Nasional, kemudian melahirkan
Ecoenzyme Pertanian, Ecoenzyme Perikanan dan
Ecoenzyme Peternakan.

Saya juga meniliti Ecoenzyme di Lab Mikrobilogi IPB
sehingga mendapatkan dokumen legal bahwa ecoenzyme
layak sebagai desinfectan dengan percentage killed 100%
dalam pengenceran 1;1000 dalam kontak 10 menit yang
menjadi acuan PMI menggunakan ecoenzyme secara
nasional. Sampai hari ini, saya masih aktif sebagai
penggiat atau relawan ecoenzyme.

Saya punya prinsip, hidup harus memberi dampak,
menjadi berkat, soal kebutuhan hidup, Tuhan pasti
menyediakan pada waktu-Nya.

153

b. Menjadi Coach Olah Nafas

Ketika saya bangkrut 2019 Saya mencoba Asuransi gagal,
lalu mulai belajar olah nafas dari berbagai ilmu lainnya
melengkapi ilmu-ilmu yang memang sudah sy hidupi selama
belasan tahun secara pribadi, khususnya mengenai pola
makan, deep sleep, pola hati dan pola pikir, sejak 2009.

Saya belajar olah nafas ke pihak lain, berbayar
Rp.100.000/ Bulan dan Saya ambil paket 3 bulan, itupun hanya
mendapat 2 modul selama 3 bulan tersebut.

Saya pun melanjutkan pembelajaran ke kelompok Prof dr
John Kabbat Zinn dan mendapat 8 modul. Melanjutkan lagi
pembelajaran ke WIM HOFF, Buyteko, dr Patricia Garbang dan
menyempurnakan modul lainnya. Kemasan aneka ilmu ini
akhirnya menjadi 12 modul dasar dan ada lagi beberapa modul
lanjutan.

Saya mulai siap-siap meluncurkan program berbayar untuk
kehidupan saya, toh bisnis Kesehatan adalah bisnis masa
depan yang menjanjikan.

Namun ... Tuhan mengingatkan saya, saat anak saya saat
tergeletak di lantai, pingsan setelah beberapa Hari sesak nafas
akibat covid delta... Saya pernah berjanji mengabdi pada
kehidupan, membawa kesembuhan, perubahan hidup bagi
banyak orang, tanpa memperdulikan latar belakang agama,
suku, sosial, pendidikan dan lain-lain.

Dalam pergumulan itu, saya sempat berdoa , ..."tapi Tuhan
... Saya sudah bangkrut… ini bisa menjadi penghasilan saya di
masa tua saya …”

154

Saya mau buat program belajar Pola Hidup Sehat ini
berbayar, cukup murah saja, sebagai sumber Kehidupan, toh
saya harus komitmen menyediakan waktu zoom, waktu
menulis dan menjawab. QA... Waktu yang sangat terbatas...

Dalam pergumulan doa, Tuhan menjawab ... "Hidupmu
AKU yang pelihara... Tapi hidupmu, hiduplah berguna bagi
sesama " “Kamu memelihara sesama… AKU memelihara
kamu”

Tidak ada pilihan, selain taat, terhadap Yang memiliki nafas
Kehidupan, Karena saat nafas di cabut dan berhenti ... Apalagi
yang bisa Kita berbuat ....

Inilah kenapa pembelajaran Pola hidup Sehat, ini akhirnya
Saya berikan gratis sampai selesai program dan berlanjut
menjadi komunitas. Ini adalah komitmen untuk melayani dan
berguna bagi sesama pada masa tua atau pensiun. Hidup
mulia karena berguna.

Nah ... Lalu bagaimana dengan penghidupan saya? Ajaib
Tuhan memelihara saya dengan aneka sumber penghasilan yg
berkelimpahan.

Selain melukis saat ini saya mendapat pekerjaan baru
sebagai Marketing Klik Dna (pengujian atau Test DNA),
Direktur Keuangan LSP Animasi, Direktur Program Indonesia
Membangun di El-John TV, dan Direktur Happy Holy Kids.
Begitu banyak pekerjaan dan saluran berkat yang Tuhan
sediakan bagi saya.

Maka saya pun semakin mantap menjalankan pelajaran
Pola Hidup Sehat ini sebagai kegiatan sosial atau nirlaba,
ditengah-tengah kesibukan lainnya.

155

c. Menjadi Pelukis

Secara manusia, bangkrut memang tidak mudah, sekalipun
sering kita kuat dalam hal iman dan pengharapan, namun
kadang-kadang masih muncul kegelisahan, bagaimana cara
Tuhan akan memelihara saya?

Saya ada kemampuan menulis buku dan sudah 66 buku
ditulis dan dicetak, masih ada belasan buku di Laptop saya
menunggu giliran cetak, namun shifting, digitalisasi dan
pandemi termasuk memukul indutri buku cetak termasuk toko-
toko buku tutup ataupun alih fungsi menjual gadget.

Saya pernah mencoba menjadi agen asurasi dan tidak
berjalan. Memulai bisnis baru? Ada rasa gamang atau
ngambang tidak memiliki keyakinan penuh seperti dulu, karena
keadaan yang sudah jauh berbeda.

Saya ingat waktu SMA punya hoby melukis, namun sudah
puluhan tahun tidak melukis. Lalu di Era Pandemi, orang
menunda kebutuhan sekunder apalagi tersier seperti lukisan.
Tapi ada dorongan, kenapa tidak dicoba saja, jika tidak laku
pasang sendiri atau dibagi-bagi untuk hadiah atau souvenir.

Pertengahan tahun 2020 seiring pendemi semakin kuat,
eknomi makin terjepit, saldo makin menipis, maka saya mulai
melukis. Saya upload di instagram dan facebook, saya terkejut,
respons terutama Instagram luar biasa, setiap bulan laku 4-6
lukisan. 95 % lukisan laku, awalnya dari mereka yang melihat
postingan di Instagram, sisanya karena kenal, datang kerumah
atau facebook maupun dari mulut ke mulut.

156

Sayang, hanya 6 bulan menikmati laris manis menjual
lukisan, instagram saya di hack orang. Ini ibarat orang punya
toko, tokonya di bakar. Lewat berbagai bantuan teman-teman
IT dan komunitas tetap gagal memulihkan akun tersebut.

Saya sempat berpikir …. Yahh baru mau mulai bisa
mendapat penghasilan sudah terkena masalah dan ujian
kehidupan lagi.

Saya ingat sekali, malam itu, ketika Instagram gagal
dipulihkan, saya ajak istri berdoa dan kami membuat
pengakuan iman; “Tuhan … Tuhanlah yang memelihara saya,
buka instagram, kalau Tuhan mau memberkati maka bisa lewat
jalur apa saja, kami mengandalkan hidup kami dalam
pemeliharaan Tuhan”

Tuhan tidak pernah mengecewakan, Tuhan tidak pernah
meninggalkan, minggu demi minggu order lukisan tetap ada
dengan berbagai cerita. Ada kolektor dan galery di Bali yang
membeli setiap bulan 2 lukisan selama 6 atau 8 bulan, ketika
mereka berhenti Tuhan kirim kolektor dari USA juga membeli
belasan lukisan dan terus menerus Tuhan mengirim pembeli
baru, sehingga sejak pertengahan 2020 hingga sekarang, lebih
kurang 2 tahun, bisa menjual sekitar 200 lukisan.

Tuhanpun meningkatkan bakat, kemampuan dan teknik
melukis dengan aneka gaya dan cara serta kecepatan yang
bagi saya sendiri sering berpikir “kok bisa jadi begini?”

Saya sadar inilah bukti pemeliharaan Tuhan, sampai hari
ini, Juli 2022 saya menyelesaikan buku ini, order lukisan masih
terus mengalir, berkat Tuhan tidak pernah berhenti, Tuhan
mengenapi janji-Nya akan memelihara saya. Pemulihan-Nya
sempurna, roh, jiwa dan tubuh.

157

d. Happy Holy Kids Land

Impian saya waktu bisnis IFA dan lain-lainya sedang
berjalan dengan baik, saya pernah berpikir untuk mencapai
asset 1 triliun sebelum pensiuan dan akan membangun
Happy Holy Kids Land, taman edukasi anak usia dini,
sebagai persembahan untuk anak-anak Indonesia.
Nampun apa daya impian kandas, usaha bangkrut,
tabungan habis malah harus jual asset.

Keajaiban terjadi, mujizat masih ada dan penggenapan
janji-janji Tuhan begitu nyata.

Ada investor yang mau investasi menanamkan
modalnya (yang amat sangat besar) mewujudkan impian
saya, dengan membangun HAPPY HOLY KIDS LAND,
sekarang pembangunan sudah berjalan 40% di dekat
Telaga Kahuripan, parung Bogor dengan luas 9 hektar, 600
meter dari Pintu Toll Telaga Kahuripan. Toll baru dari
Airport, Serpong, Bintaro, Pamulang yang akan terus
menuju Cinere, Depok dan terus ke Jagorawi. Saat ini Toll
sudah dibuka hingga ke Pamulang.

Saya bangkrut, tetapi Tuhan tidak pernah bangkrut,
impian atau visi dari Tuhan, visi mulia demi anak-anak
Indonesia, sekaligus bisnis edutainment yang feasible,
Tuhan membuka jalan.

Melalui perjanjian fee yang akan saya dapatkan, karena
saya pemegang hal paten Happy Holy Kids dengan segala
karakter yang ada, akan menjadi sumber kehidupan saya
selanjutnya, bahkan turun temurun. Puji Tuhan.

158

e. Anak-anak diberkati

Bercerita segala masalah, malapetaka seolah tidak ada
habisnya, namun sebaliknya menceritakan pertolongan
Tuhan, berkat Tuhan, Mujizat, pemeliharaan dan kebaikan
Tuhan juga tidak pernah akan ada habis-habisnya.

Mazmur 100: 5 Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya
untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-
temurun.

Istri saya berkata “Untung ya … saat kita bangkrut, 2
anak sudah bekerja dan anak ke 3 hanya tinggal 1
semester, sehingga walaupun harus menjual ini dan itu
anak-anak tidak ada yang harus berhenti kuliah, Tuhan
mengijinkan semua tepat pada waktunya”

Lebih untung lagi, ketika memasuki pandemi, dimana-
mana perusahaan tutup (termasuk usaha kami), PHK
karena pengurangan pegawai demi efisiensi dan bertahan
hidup, anak-anak ketiga-tiganya justru mendapat pekerjaan
baru, promosi jabatan dan penghasilan yang luar biasa.

Mazmur 112:2 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi
tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan,
atau anak cucunya meminta-minta roti

Tetapi jika saya ditanya, apa yang membuat bapak
bahagia? Saya katakan, anak-anak yang cinta Tuhan dan
hidup takut akan Tuhan.

3 Yohanes 1:4 Bagiku tidak ada sukacita yang lebih
besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup
dalam kebenaran

159

4. Pemulihannya Sempurna

Filipi 3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa
kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di
mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara
orang mati.

Saya baru memasuki usia 60 tahun, belumlah terlalu tua,
namun kisah hidup saya seperti dongeng, penuh gejolak dan
lika-liku. Ini belum semuanya, ada banyak cerita yang saya
tulis di buku-buku saya lainnya, baik itu yang berjudul Kuat
Laksa Rajawali, Hidup maksimal, Success through Excellent
Spirit maupun kisah-kisah keluarga di berbagai judul buku-
buku keluarga.

Namun merenungkan jalan-jalan hidup di masa lalu,
penyertaan Tuhan, maka saya berani menatap masa depan
penuh dengan keyaninan, bahwa Tuhan akan selalu menyertai
saya, apapun yang akan terjadi di dalam hidup ini.

F. Pemulihan Itu Hak Anda

Kisah Ayub, kisah saya, juga bisa menjadi kisah
saudara, karena yang istimewa bukan Ayub atau saya, tetapi
Tuhan yang mampu membuat kisah ini, Dia hidup dan Dia
rindu memulihkan, menebus dan mengubah hidup saudara
juga!

160

VIII. Tanya Jawab

1. TUHAN sendiri khan berkata kepada Iblis, bahwa Ayub
itu orang soleh, yang takut akan TUHAN. Kenapa
Bapak mengatakan bahwa dia “belum kenal” dengan
TUHAN?

Bukan saya mengajarkan, tetapi Firman TUHAN yang
menceritakan, dan itu pengakuan Ayub sendiri bahwa dia
tadinya hanya mengetahui TUHAN dari kata orang saja (42:5).
Ayub adalah orang Us, dari wilayah Arab, Ayub bukan orang
Israel/ Ibrani, jadi semacam Kornelius dalam Perjanjian Baru.
Ayub, adalah orang ber-‘agama’ yang juga banyak kita jumpai,
cukup baik, soleh dan takut akan TUHAN.

Memang semua agama mengajarkan kebaikan. Tidak
ada agama di muka bumi ini yang mengajarkan membunuh,
kecuali agama setan atau sekte sesat. Ayub adalah orang
beragama yang sungguh-sungguh. Banyak orang beragama
yang hidup baik. Tetapi Ayub belum lahir baru, belum kenal
TUHAN secara pribadi.

Agama mengajarkan kebaikan. Kita tidak saja
beragama tetapi harus ‘dilahirkan kembali’, harus bertobat dan
‘hidup baru’ di dalam Kristus. Kekristenan yang benar adalah
hidup baru di dalam Kristus. Kekristenan bukan sekedar
agama, tetapi kehidupan yang baru. Kehidupan yang
diubahkan baik luar dan dalamnya, seperti perubahan seekor
ulat menjadi kupu-kupu, menjadi baru sama sekali, tabiatnya,
kebiasaanya, hasratnya.

161

Kita bukan hanya tahu TUHAN tetapi harus mengenal
TUHAN. Kita harus menerima TUHAN di dalam hati dan
kehidupan kita. Dengan demikian kita bukan hanya ‘orang
soleh’ tetapi juga orang benar, bahkan menjadi ‘anak TUHAN’.
TUHAN ingin kita bukan hanya soleh, tetapi menjadi ‘anak-
Nya’. Lihat kembali bab ‘Damai Dengan TUHAN’ dalam buku
ini.

Ada perbedaan antara takut TUHAN, tahu TUHAN dan
mengenal TUHAN. Tahu bahwa Yesus itu Tuhan, tidak
membawa seseorang masuk sorga. Iblis juga tahu kalau
TUHAN itu ada bahkan gemetar. Iblis juga tahu kalau Yesus
itu TUHAN, tetapi Iblis tidak menerima Yesus sebagai TUHAN-
nya, Iblis tahu Yesus TUHAN tetapi tidak menyembah-Nya.
Ada orang yang ‘takut’ dengan TUHAN, tetapi tidak ‘kenal’ dan
tidak ‘bergaul’ dengan TUHAN.

Jangan hanya menjadi orang ‘soleh’, Yesaya berkata
kesalehan kita ini seperti kain kotor dihadapan TUHAN dan kita
tidak bisa masuk sorga bermodalkan ‘kesalehan’ kita. Kita
harus menjadi anak-Nya dengan menerima-Nya. Kita harus
mengakui dengan mulut kita bahwa Yesus itu ‘Mesias’, bahwa
Yesus itu TUHAN, dan mengundang Yesus sebagai TUHAN
dan juru selamat kita dalam hati kita dalam hidup kita. Kita
harus percaya kepada Anak TUHAN.

Tetapi semua orang yang menerima-Nya (YESUS) diberi-
Nya kuasa supaya menjadi anak-anak TUHAN, yaitu
mereka yang percaya dalam nama-Nya. Yohanes 1:12

Karena begitu besar kasih BAPA akan dunia ini,
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang
tunggal, supaya setiap orang percaya kepada-Nya tidak
binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes
3:16

162

TUHAN mau setiap orang tidak binasa, TUHAN
mengasihi setiap jiwa, lebih dari hartanya, lembunya,
rumahnya, dan kalau perlu TUHAN ijinkan segala sesuatu
terjadi untuk menyelamatkan jiwanya. Apa arti seseorang
memiliki isi dunia ini jika jiwanya binasa?

Karena itu janganlah hanya menjadi seorang yang
‘agami’ tetapi alami ‘dilahirkan kembali’, terima Yesus sebagai
juru selamat pribadi, jadilah ‘anak TUHAN’ dan rasakan berkat-
Nya, perlindungan-Nya, penjagaan-Nya. KENAL dan
BERGAUL dengan TUHAN.

2. Tuhan sendiri dalam Ayub 42:7,8,9 mengatakan bahwa;
“engkau tidak berkata-kata yang benar tentang Aku
seperti hamba-KU Ayub”. Jadi Ayub khan orang
benar! Kenapa semua itu masih bisa diijinkan terjadi ?

Bagaimana jika ada orang berkata “Yesus itu Tuhan”
tetapi tidak “menerima” Yesus sebagai Tuhan. Artinya ia
“berkata-kata benar tentang Yesus” tetapi belum menjadi anak
TUHAN. Atau ada orang yang bisa berkata-kata dengan benar
tentang jalan menuju ke sorga, namun ia tidak melangkah
kesana. Nah Ayub, setelah semua pergumulannya dan
merendahkan diri dihadapan TUHAN, ia menjadi orang yang
berkata-kata benar, soleh dan sekaligus ‘mengenal TUHAN
secara pribadi’, yang sudah saya bahas dalam isi buku dengan
bab “Damai dengan TUHAN”.

Ayub berkata-kata yang benar ‘tentang TUHAN’ tetapi
ia pernah berkata-kata yang salah tentang dirinya sendiri dan
tentang sahabatnya, yang sudah saya bahas di dalam isi buku
ini.

163

Ya memang Tuhan sendiri mengakui bahwa Ayub
adalah orang benar. Kita juga disebut orang benar, karena kita
dibenarkan, disucikan, diampuni, dikuduskan oleh darah
Yesus, karena pengakuan dosa kita maka kita dibenarkan.
Sering dicelah-celah ‘kebenaran’ seseorang percaya, ternyata
dihatinya masih terselip kekecewaan, kepahitan, dengki, kutuk,
seperti dalam diri Ayub.

Ini harus diselesaikan, itulah sebabnya perlu pemulihan
hati, pemulihan pribadi, inner healing atau penyembuhan luka-
luka batin. Kita perlu bertumbuh menjadi serupa dengan
Kristus. Jangan berhenti bertumbuh, jangan puas rohani,
tetapi hendaklah Anda haus dan lapar dan dahaga akan
kebenaran.

Tetapi TUHAN memiliki target bukan hanya
membenarkan kita, tetapi hendak menyempurnakan dan
mempermuliakan kita, sehingga kita serupa gambaran Anak-
Nya. (Roma 8:29,30) dan bahkan untuk tujuan itulah TUHAN
akan mengijinkan segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan (Roma 8:28)

Roma 8:28; Kita tahu sekarang bahwa TUHAN turut
bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi
mereka yang terpanggil sesuai rencana TUHAN.

29; Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula,
mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi
serupa dengan gambaran anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya
itu, menjadi yang sulung diantara banyak saudara.

30; Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula,
mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang
dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan
mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga
dimuliakan-Nya.

164

Tuhan memang mengatakan bahwa Ayub itu ‘berkata-
kata benar tentang Aku’. Tetapi juga adalah kenyataan bahwa
dalam ayat-ayat yang saya kemukaan dalam bab-bab diatas,
bahwa Ayub memiliki kepahitan, kekecewaan, kedengkian,
kutuk kepada diri sendiri dan kepada orang lain.

Ada juga orang jaman sekarang yang kalau ‘berkata-
kata’ tentang Firman, tentang TUHAN, tentang theologia,
tentang sorga dan neraka, tentang akhir zaman, luar biasa
pandai bahkan ilmunya, perkataannya tentang TUHAN benar.
Tetapi banyak juga orang yang semacam itu hatinya, hidupnya
tidak benar.

Hikmat bagi kita: Untuk menjadi sempurna dan serupa
Kristus adalah sebuah proses yang panjang. Kekristenan tidak
selesai dengan hanya sampai ‘dibenarkan’. Tidak selesai
hanya dengan bertobat, tetapi mencapai ‘kesempurnaan’,
serupa Kristus (Filipi3:10) dan untuk itu kita harus memberikan
diri (Roma 12:1-2) untuk dibentuk.

Filipi 3:10; Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan
kuasa kebangkitan-Nya danpersekutuan dalam
penderitaan-Nya, dimana aku MENJADI SERUPA dengan
DIA.

Roma 12:1; Karena itu, saudara-saudara, demi
kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu
mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan
yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada
TUHAN; itu adalah ibadahmu yang sejati.
2; Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,
tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga
kamu dapat membedakan manakah kehendak TUHAN:
apa yang baik, yang berkenan kepada TUHAN dan yang
sempurna.

165

3. Kenapa TUHAN tidak marah dengan Elihu?

Saat Ayub mengalami musibah, ia berdebat dengan
empat sahabatnya (Pasal 3-37) dan akhirnya TUHAN marah
kepada Elifas, Bildad dan Sofar bahwa mereka berkata-kata
yang salah tentang Tuhan (42:7), tetapi Tuhan tidak marah
terhadap Elihu. Artinya perkataan Elihu tentang Tuhan benar.

Elihu salah satu dari empat sahabat Ayub yang paling
muda (32:4,6) dan yang terakhir berbicara diantara mereka. Ia
ikut berdebat/ berbagi pendapat, namun ia netral. Ia marah
kepada Ayub karena Ayub merasa lebih benar daripada
TUHAN (32:2) dan juga marah kepada tiga sahabatnya (32:3)

Ia marah bukan karena benci, tetapi karena mengasihi,
ia menasehati bukan menghakimi (tidak menyerang pribadi
dan tidak menyindir seperti Elifas) walau ia sampaikan dalam
bentuk marah, tetapi karena desakan semangat di dalam
batinnya (32:18) oleh dorongan roh-nafas yang Maha Kuasa
(32:8) (Bandingkan dengan pertanyaan selanjutnya; “Apa
kesalahan Elifas”)

Ayub 32:21 Aku tidak akan memihak kepada
siapapun dan tidak akan menyanjung-nyanjung
siapapun, 32:22 karena aku tidak tahu menyanjung-
nyanjung; jika demikian, maka segera Pembuatku akan
mencabut nyawaku.

Elihu bisa netral, karena walaupun ia muda, ia tidak
memuja-muja Ayub yang soleh dan hebat, maupun tiga
sahabat Ayub yang pandai-pandai. Elihu tahu, bagi yang
mengidolakan (idol-menyembah) manusia akan mati (32:22).
Nasehat Elihu yang utama adalah sebagai berikut:

166

Pasal 33; Elihu hatinya jujur (3), Elihu tidak
menganggap dirinya lebih baik, ia sama dengan Ayub, ia
berbicara dengan membawakan dirinya sama sejajar dengan
yang dinasehati (6-7) Tuhan itu berbicara kepada manusia
dengan berbagai cara (14-16) dengan tujuan untuk
menyelamatkan nyawa manusia (17-24). Saat manusia
diselamatkan, ia akan segar seperti muda kembali (25) dan ia
akan berdoa dan bersorak-sorai di hadapan Tuhan (26-28)

Pasal 34: Elihu; Tuhan itu adil (11-12) dan tidak
memihak (19), Tuhan itu sumber kehidupan (14-15) dan Ia
mengawasi jalan-jalan hidup manusia tanpa ada yang bisa
bersembunyi di hadapan-Nya (21-22) serta bertindak dengan
tepat (25-30)

Pasal 35: Lihatlah ke langit/ ke atas (maksudnya ke
arah Tuhan), kalau Anda berbuat dosa dan pelanggaran Anda
banyak, apa yang Anda lakukan kepada Tuhan? (5-6) Jika
Anda benar? Apa yang diterima oleh Tuhan? (7) Elihu
mengajarkan bahwa Tuhan tidak diuntungkan apa-apa dengan
kebaikan kita, pelayanan kita, persembahan kita, yang
diuntungkan adalah anak-anak manusia/ sesama demikian
juga kalau kita berdosa – Tuhan tidak dirugikan (8). Tuhan
tidak membutuhkan kita, kitalah yang membutuhkan Tuhan!
Kemuliaan Tuha tidak bertambah oleh kesalehan kita, kitalah
yang akan dimuliakan, Tuhan sudah mulia!

Pasal 36: Tuhan itu perkasa, namun tidak memandang
hina siapapun (5) Ia memberikan keadilan kepada orang-orang
sengsara (6) Ia memperhatikan orang benar dan memberi
martabat tinggi (7) namun jika orang benar mengalami
sengsara itu karena Tuhan memberikan peringatan (8-10) dan
jika ia berbalik akan diberi kemujuran (11).

167

Akhirnya Elihu mengingatkan Ayub untuk tidak
berpaling kepada kejahatan (21) karena Tuhan itu mulia (22).
Elihu mengingatkan Ayub untuk menjunjung tinggi perbuatan
Tuhan (24). Nasehat terkhir dari Elihu adalah:

Ayub 37:22 Dari sebelah utara muncul sinar keemasan;
Allah diliputi oleh keagungan yang dahsyat. 37:23 Yang
Mahakuasa, yang tidak dapat kita pahami, besar
kekuasaan dan keadilan-Nya; walaupun kaya akan
kebenaran Ia tidak menindasnya. 37:24 Itulah sebabnya
Ia ditakuti orang; setiap orang yang menganggap dirinya
mempunyai hikmat, tidak dihiraukan-Nya."

Setelah Elihu berbicara inilah, TUHAN berbicara
kepada Ayub di pasal 38-39 dan Ayub merespon serta
berdialog dengan-Nya (pasal 40-42), seperti yang
dinasehatkan Elihu.

AJAKAN

Berdebat itu perlu sebagai proses pembelajaran, kritik
itu perlu supaya tidak jatuh dalam kesombongan, kecongkakan
sebagai orang yang ‘tersentuh” dan akhirnya sesat. Bergaul
dan membaca pendapat orang lain itu memperluas wawasan
supaya tidak menyimpang. Hanya orang yang sendirian akan
menyimpang, hanya kelompok yang eksklusif yang akhirnya
menjadi bidat, sekte dan sesat.

Belajar dari munculnya sekte-sekte dan kesesatan
sepanjang sejarah Gereja, bukankah selalu muncul didalam
kelompok dimana pemimpinnya disanjung-sanjung/ dipuja-puja
dan tidak bisa dikritik? Karena itu, jika pemimpinmu demikian,
hati-hatilah Anda. Biarlah kita memuja hanya TUHAN saja.

168

Jika Anda pemimpin yang demikian, bertobatlah dan
jadilah orang yang rendah hati, yang mau ditegor, mau
dinasehati dan mau dikoreksi pengertian Anda. Anda mungkin
memiliki talenta dan kasih karunia, serta dipakai Tuhan luar
biasa, walau tidak sekolah Alkitab, maka staff divisi pengajaran
untuk melengkapi kekurangan Anda dan bukan menyiapkan
ajaran yang ‘dipaksakan’ untuk membenarkan Anda.

Ajakan bagi hamba-hamba Tuhan yang dipakai Tuhan,
walaupun Anda penuh pengalaman yang luar biasa, namun
sikap dan hati kita biasa-biasa saja, karena kita semua
hanyalah hamba.

Ajakan bagi kaum theolog yang handal, setelah otak
dipenuhi ilmu dan kebenaran, biarlah hati Anda melimpah
dengan kasih dan berdebat sebagai sahabat. Sampaikan
kebenaran tanpa menyerang pribadi, tetapi semata-mata
meluruskan ajaran yang menyimpang, pasti ajaran Anda akan
lebih diterima.

Mari, menjadi seperti Elihu, walaupun ia muda, namun
memeiliki hikmat Tuhan dan berani menegor yang salah
adalah salah, sekalipun mereka lebih tua seperti Ayub, Elifas,
Bildad dan Sofar. Menegor dengan hormat, sama dengan
nasehat Paulus kepada Timotius yang masih muda, di dalam
menghadapi pengajr-pengajar sesat (1 Timotius 4: 1-16)

1 Timotuis 4:12 Jangan seorangpun menganggap
engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi
orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah
lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu. 4:13 Sementara itu, sampai aku
datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab
Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.

169

4. Arti Nama Ayub dan teman-teman?

Elihu, dalam bahasa Ibrani El-ee-hoo, Eliyhuw, artinya:
He is my God, Ia adalah Allah. Ada dua orang yang memakai
nama Elihu di Alkitab, selain sahabat Ayub, maka Pahlawan
Daud, suku Manasye ada juga yang memakai nama Elihu.

Elifas, bahasa Ibrani dilafalkan, Eliyphaz, el-ee-faz, my
God is (fine) gold. Apakah kebetulan, namun ajaran Elifas
(Tuhan-ku adalah emas) sepertinya sama dengan theologia
kemakmuran hari-hari ini.

Bildad, artinya “confusing love”. Ayat-ayat dalam pasal-
pasal yang diucapkan Bildad, memang bisa dtafsirkan Bildad
bingung antara kasih dan keadilan TUHAN.

Zofar, Tsowphar, tso-far, artinya: kasar, sesuai
pembicaraannya kepada Ayub yang tanpa empati terhadap
orang yang sedang mengalami kesusahan.

Ayub, bahasa Ibrani; bwy Yowb = persecuted, di
aniaya, sedangkan bahasa Yunani nya; Iwb Iob = the cry of
woe or I will exclaim, teriakan celaka atau aku akan berseru.

Jujur saya tidak tahu, apakah pada zaman Ayub (yang
ditafsirkan sama dengan zaman Abraham), nama-nama ini
sudah memiliki arti demikian, atau karena justru kisah ini, maka
nama-nama ini menjadi memiliki arti atau dimaknai demikian,
sehingga “klop’ atau cocok dengan apa yang terjadi atau yang
diucapkan, karena bahasa Ibrani dan Yunani justru ada setelah
zaman Ayub. Setidaknya bahasa Ibrani dan Yunani bisa
mempertegas pendalaman pengertian kita.

170

5. Kenapa Tuhan marah dengan Elifas?

Saat Ayub mengalami musibah, ia berdebat dengan
empat sahabatnya (Pasal 3-37) dan akhirnya TUHAN
menyatakan diri bahwa IA MURKA kepada Elifas, Bildad dan
Sofar serta berfirman bahwa mereka salah (42:7)

APA KESALAHAN ELIFAS?

Ayub Pasal 4: Elifas menegur Ayub; Intinya bahwa
orang benar akan diberkati dan orang berdosa akan menderita,
orang jahat akan dihukum Tuhan, karena Tuhan itu adil. Pasal
5: Intinya Elifas berpendapat jika Tuhan menegur seseorang
dan orang itu menanggapinya dengan benar, maka Tuhan
akan membebaskannya dari segala malapetaka.

Perkataan Elifas, sangat theologis, terkesan rohani,
mungkin saat Anda membaca 2 pasal ini, akan berpikir,
salahnya apa ya? Bahkan ucapan Elifas dalam Ayub 5:13
dikutip 1 Korintus 3:19.

Elifaspun mengaku bahwa nasehatnya di dapat dari
bisikan roh (4:12-16) dan ayat 17 dan seterusnya, ia
menyampaikan pesan Tuhan, dengan kata lain ia bersaksi
bahwa ia telah bertemu dan mendengar suara Tuhan, dan itu
yang disampaikan kepada Ayub. Buka Alkitab Anda baca Ayub
4:17-5:27 (Coba cari apa salahnya?)

Pasal 15: Elifas; “Bahwa orang fasik akan binasa” (lho
bukannya benar demikian?) Pasal 22: Elifas menganjurkan,
supaya Ayub bertobat dari dosanya, merendahkan diri kepada
Tuhan, maka Tuhan akan membebaskan Ayub dari segala
kesusahan dan memberi kemakmuran.

171

(Nah sekali lagi baca Pasal 22, apa salahnya dengan
kalimat-kalimat Elifas? Bukankah itu nasehat yang bagus
sekali?) Pernah seorang Pdt. kotbah soal Ayub, dia mengalami
malapetaka dan Ayub tabah, menangkan kehendak Tuhan dan
mengucapkan ini itu sambil mengutip pasal 4,5,15,22, padahal
itu ucapan Elifas bukan ucapan Ayub. Karena ayat-ayat di
dalam pasal-pasal ucapan Elifas baik sekali.

a. Salah Pengajaran: Pasal 4-5

Ucapan Elifas, tentunya ada benarnya, buktinya ucapan
Elifas dalam Ayub 5:13 dikutip 1.Korintus 3:19. Namun Tuhan
berfirman bahwa ucapan Elifas “tentang AKU” salah kepada
Ayub, tentunya kesalahan yang berkaitan dengan paham
tentang Tuhan sebuhungan dengan kasus Ayub, dan sikap
Elifas terhadap Ayub. (Kalimat-kalimat Elifas jika diucapkan
kepada orang lain dalam kasus yang lain, bisa saja tepat)

Nah, mari kita cari kesalahan Elifas dari apa yang dia
ucapkan, yang dicatat oleh Alkitab. Pasal 4-5 Elifas
berpendapat bahwa orang benar akan makmur dan orang
berdosa akan menderita. Penderitaan menunjukkan kehidupan
yang berdosa dan kemakmuran adalah hidup yang diberkati
Tuhan.

Hal ini tentu ada benarnya, tetapi tidak selalu benar.
Apalagi bagi kita zaman sekarang yang bisa membaca Alkitab
dengan lengkap dan cepat bisa menemukan kesalahan konsep
Elifas, misalnya Daniel dan kawan-kawan mengalami kesulitan
justru karena kebenaran, Yusuf masuk penjara justru karena
kekudusan, Paulus dilempari batu justru karena memberitakan
kebenaran dan Stefanus mati dirajam batu (tidak ditolong
Tuhan) padahal ia melayani dengan tulus.

172

Orang benar akan diberkati, tentunya konsep yang
benar dan juga diajarkan Firman Tuhan di dalam Amsal,
Mazmur dan lain-lain, namun ketika berjumpa orang miskin
atau kesusahan seperti Ayub dan mengatakan; “Bertobat, pasti
kamu punya dosa” seperti yang dikatakan Elifas, tentunya
salah atau kurang bijaksana.

Apakah yang di alami Ayub adalah hukuman Tuhan
seperti keyakinan Elifas? Anda bisa belajar dari buku ini dan
menjadi lebih bijaksana di dalam bersikap, ketika berjumpa
orang-orang yang sedang di dalam kesulitan, masalah, karena
‘diijinkan TUHAN’ untuk maksud-maksud lain seperti yang kami
uraikan di dalam isi buku ini.

Karena itu, hati-hati dengan pengajaran Anda yang
kelihatannya baik, namun suatu saat nanti, saat pengadilan
Kristus, bisa-bisa Dia akan berkata “Aku tidak mengenal
kamu!” Karena itu, Paulus juga menasehati kepada Timotius
sebagai berikut:

1 Timotius 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah
ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena
dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan
dirimu dan semua orang yang mendengar engkau

Sebagai pengajar, kita harus mengawasi ajaran kita.
Bagaimana caranya? Belajar Firman Tuhan. Jika Anda
membaca buku atau mendengar seorang pendeta mengajar,
Anda tidak harus percaya 100% dengan buku tersebut, buka
Alkitab dan check ayat-ayat yang dicantumkan, apakah keluar
dari konteks apa tidak?

Cara lain mengawasi ajaran, adalah dengan memiliki
sahabat yang berbeda sinode, berbeda dogma sehingga bisa

173

punya teman yang bisa diajak berbicara dengan nada
persahabatan. Jika ini sulit dan cenderung menjadi berdebat
dan malah putus persahabatan, maka milikilah koleksi buku-
buku pengajaran berbagai denominasi. Ini untuk saya dan
Anda yang kuat pengajarannya dan memang banyak mengajar
orang. Jika jemaat atau orang yang baru bertobat, mungkin jadi
binggung dengan kekristenan. Ini makanan keras bagi orang
yang dewasa secara psikologis, tidak mudah emosi dan juga
dewasa rohani, sehingga mampu menimbang-nimbang
kebenaran. Ingat, kesesatan selalu dimulai, ketika seseorang
merasa sebagai ‘pembaharu’ lalu membangun kelompok
sendiri dengan para pengikutnya yang meng-idola-kannya.

b. Salah Pengajaran Pasal 22

Ayub 22:21-30. Elifas menghimbau Ayub dengan
doktrin pertobatan yang tradisional: jika Ayub bersedia kembali
kepada Tuhan, merendahkan diri dan menghapus dosa dari
hidupnya, maka dengan sendirinya Tuhan akan
membebaskannya dari semua kesulitan. Nasehat yang bagus,
namun Elifas bersalah dalam 3 hal, jika kita melihat konteks
kasus Ayub dari awal secara keseluruhan dengan sudut
pandang theologia sekarang secara kristiani yang lengkap.

1. Pertobatan dan keselamatan tidak selalu menghasilkan
kemakmuran jasmaniah. Kadang-kadang orang
beriman, justru karena kesetiaannya "menderita
kekurangan, kesesakan, dan siksaan" (Ibrani 11:37);
“sekalipun mereka mempercayai janji-janji Tuhan,
namun saat ini mereka "tidak memperoleh apa yang
dijanjikan itu" (Ibrani 11:39). Elifas salah dengan
konsep theologia kemakmuran-nya.

174

2. Ketika menasihati Ayub untuk bertobat supaya
memperoleh kembali kesehatan dan kemakmurannya,
Elifas dengan tidak sengaja berpihak kepada Iblis dan
tuduhan-tuduhannya menentang Ayub dan Tuhan. Iblis
sebelumnya sudah menuduh Ayub melayani Tuhan
hanya karena apa yang dapat diperoleh daripada-Nya
(Ayub 1:9-11). Perhatikan bahwa jika Ayub bertobat
karena dosa yang diduga oleh Elifas supaya
memperoleh berkat, maka dia memang layak dituduh
melayani hanya demi keuntungan pribadi. Ayub dalam
pasal 23 membantah Elifas, karena memang Ayub
melayani bukan untuk itu. Orang menuduh, kadang
bercermin dari diri sendiri bukan? Elifas tidak tulus.

3. Walaupun Elifas dengan fasih mengungkapkan
pentingnya pertobatan, perkataan itu diucapkan dengan
motivasi yang salah. Sama sekali tidak ada simpati di
dalam hatinya terhadap penderitaan Ayub. Kegagalan
Elifas menunjukkan bahwa amanat pertobatan yang
dialamatkan kepada yang lemah dan menderita harus
disertai kata-kata penghiburan dan belas kasihan,
apalagi Ayub adalah seorang senior yang harus
dihormati.

MENGHADAPI AJARAN SESAT

Di dalam kisah Ayub ini, sahabat Ayub, yang tidak
dimarahi oleh Tuhan adalah Elihu, yang bijaksana di dalam
menasehati Ayun. Elihu sudah saya bahas dalam pertanyaan
sebelumnya.

Paulus juga menasehati Timotius dalam menghadapi
ajaran sesat yang ada saat itu:

175

2 Timotius 4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik
atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah,
tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan
pengajaran.

1 Timotius 5:1 Janganlah engkau keras terhadap orang
yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah
orang-orang muda sebagai saudaramu,

c. Salah Pengalaman

Elifas bersaksi bahwa ia bertemu dengan roh dan
mendapat bisikan roh (4:12-16), lalu ayat 17 dan seterusnya ia
menyampaikan bisikan terserbut sebagai “pesan Tuhan”,
dengan kata lain ia bersaksi bahwa ia bertemu dan mendengar
suara Tuhan, dan itulah yang disampaikan kepada Ayub.

Namun Ayub 42:7 Tuhan menyatakan bahwa Elifas
berkata-kata salah tentang Tuhan, atau bisa ditafsirkan bahwa
perkataan Elifas bukan dari bisikan Tuhan, serta bisa juga
ditafsirkan, sesungguhnya Elifas tidak benar-benar bertemu
dengan Tuhan. Ia hanya merasa yakin bertemu Tuhan.

Kenapa ini bisa terjadi? Menurut ilmu kesehatan
mental, ada penyakit yang namanya SKIZOFRENIA, yaitu
gangguan mental yang tidak bisa membedakan antara
khayalan, mimpi dengan kenyataan. Baginya halunisasi ini
begitu nyata, sehingga dengan sangat yakin bercerita itu
sebagai ‘pengalaman’ dan bukan impian/ banyangan. Bagi
anak balita tentunya wajar, karena ia belum memiliki kosa kata
ini “imajinasi”, baginya semua begitu nyata. Nah tentunya
Elifas dan beberapa oknum pendeta sudah bukan balita lagi,
jika tidak bisa membedakan, namanya skizofrenia.

176

Perhatikan bahwa Tuhan bukan lagi marah, tetapi
murka, karena Elifas kurang ajar berani-beraninya mengarang
cerita kalau ia bertemu Tuhan dan menyampaikan pesan-
pesan mengatas namakan “pesan Tuhan”.

Ayub 42:7 Setelah TUHAN mengucapkan firman
itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas,
orang Teman: "Murka-Ku menyala terhadap engkau dan
terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata
benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub”

i. Nasehat untuk oknum pendeta

Saya mengasihi Anda, dan saya minta Anda benar-
benar jujur dengan diri sendiri dan jujur di hapdapan Tuhan,
yakinkah yang Anda ceritakan adalah sebuah “pengalaman”
atau hanya sebuah “bayangan”, fantasi, imajinasi atau bahkan
hanya sebuah mimpi malam hari.

Masalahnya beberapa cerita-cerita semacam ini, sering
essensinya berbeda dengan ajaran Firman Tuhan. Misalnya
ada oknum pendeta bercerita dibawa melihat neraka dan
disana melihat orang berdosa disiksa iblis.

Ini jelas cerita yang salah, karena Alkitab tidak ada
ayatnya iblis menyiksa, yang ada justru nanti di neraka, pada
masa kekekalan nanti iblis akan ikut di siksa dan sekarang iblis
belum ada di neraka. Jadi neraka mana yang dilihat? Atau itu
impian dari alam bawah sadar, karena waktu kecil, mungkin
pernah dengar oknum guru sekolah minggu, oknum orang tua
atau oknum pendeta bercerita yang sama, sehingga kesalahan
telah diwariskan turun-temurun menjadi sebuah konsep yang
dinyakini benar dan menjadi impian atau bayangan?

177

Masih banyak lagi aneka kesaksian, bahwa pergi ke
sorga, atau ikut dewan musyawarah Tuhan sebelum virus
corona ada (tetapi bersaksinya setelah ada corona), kesaksian
bertemu malaikat yang merobohkan tembok Yerikho, bercerita
bertemu Tuhan Yesus (yang diceritakan seperti gambar yang
ada di tanggalan/ kalendar, padahal itu 100% sudah pasti
bukan wajah Tuhan Yesus, itu karya seniman). Jika ia
bercerita bertemu Tuhan Yesus dan bisa mengenali wajahnya,
maka wajah tersebut jangan-jangan gambar yang sudah ada di
memori otaknya – yaitu yang di kalendar, artinya, itu memang
fantasi otak bawah sadar, dan bukan “pribadi” Tuhan.

Nah cerita-cerita semacam ini, sangat subur di
kawasan Asia, dimana banyak orang dengan tingkat
pendidikan rendah, baik pendidikan nalar maupun Alkitab,
serta latar belakang mistis, maka mereka justru kagum kepada
pembawa cerita dan menganggap yang bercerita orang hebat,
spesial, sangat rohani dan dekat dengan Tuhan.

Maafkan saya, jika saya menulis ini, namun saya
mengajak Anda, sekali lagi untuk merenungkan: Apakah Anda
benar-benar mengalami atau Anda “memberanikan diri”
bercerita “bayangan” Anda? Anda mulai menikmati cerita Anda
karena jemaat terkagum-kagum, bertepuk tangan dan mereka
merasa diberkati. Bahkan mungkin ada yang menjadi bertobat
dan lahir baru dengan “dongeng” Anda, jadi apa salahnya,
hasilnya bagus kok, ada jiwa dimenangkan.

Hasil itu bagian Tuhan, pekerjaan Roh Kudus, bagian
Anda berkata-kata dengan benar. Hati-hati, ada saatnya Anda
akan menghadap pengadilan tahta Tuhan, dan setiap
perkataan Anda, harus Anda pertanggung jawabkan kepada
Tuhan. (Matius 12: 36-37)

178

ii. Nasehat untuk jemaat

Matius 7:15 Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang
datang kepadamu dengan menyamar seperti domba,
tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri
atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan
buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik
menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan
buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu
menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah
yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku:
Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,
melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang
di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru
kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat
demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan
mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada
mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!
Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat
kejahatan!

Simak baik-baik yang kisah Elifas, yang mengaku-
ngaku dapat bisikan roh lalu menasehati pakai menyebut;
“Firman Tuhan ... dstnya” Akhirnya Tuhan murka dengan
Elifas. Bukankah Matius 7:23 sangat mirip dengan Ayub 42:7?
Tuhan berkata “Tidak mengenal” artinya selama ini “nubuat”
yang dikatakan dari Tuhan, ternyata “lu-buat” alias buatan atau
karangan sendiri. Pernah terjadi pada zaman Ayub dan juga
akan terjadi di akhir zaman.

179

Lah ... lalu bagaimana kami tahu, pendeta kami adalah
oknum? Tentu tidak boleh sembarangan menduduh atau
mencurigai, namun urusan sorga dan neraka Anda nggak bisa
nebeng pendeta, ini urusan pribadi Anda dengan Tuhan, dan
jangan sampai salah mengikuti orang, ternyata dia sesat, nah
repot khan? Makanya sungguh-sungguh lahir baru, menerima
Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat Pribadi dan rajin-rajin
baca Alkitab.

Matius 24: 11 Banyak nabi palsu akan muncul dan
menyesatkan banyak orang.
24: Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan
muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang
dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya
mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
25: Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih
dahulu kepadamu.

Menarik, bahwa Tuhan Yesus (Matius 24) sudah
mengingatkan bahwa ciri-cici “mesias palsu” yang pertama
“mengadakan mujizat”, sedangkan hal itu justru membuat
banyak orang lugu “terkagum-kagum”, justru itulah kenapa
harus hati-hati. Hati-hati karena mujizat bisa terjadi karena
sugesti, iman yang mengalami mujizat (bukan yang
mendokan). Penyesat dan jahat, jika Tuhan menyembuhkan
dan oknum mulai mengakui bahwa ia “memiliki” karunia
kesembuhan (padahal kuasa Tuhan-lah yang menyembuhkan),
maka ia sudah mengambil bagian Tuhan untuk dirinya.
Kesesatan, jika orang mulai mengambil bagian Tuhan (milik
Tuhan, kemuliaan Tuhan) untuk dirinya. Ketika dirinya diakui
sebagai orang sakti, orang hebat, maka ia mendapatkan
“keuntungan” misalnya persembahan atau pengagungan.

180

Kedua yang diingatkan Tuhan Yesus (Matius 24)
adalah “nabi palsu”. Apa pekerjaan nabi” Diantaranya
menyampaikan “Nubuat” selain seharusnya mengajar,
mendoakan, bersyafaat, menegor dan membimbing orang lain
dalam jalan-jalan Tuhan. Rupanya “nubuat” adalah jalan
pintas untuk menjadi hebat dan terlihat rohani, yang banyak
dipilih para “nabi-nabi palsu”. Karena itu hati-hatilah, jika
seseorang sudah mulai “bernubuat” dengan mengatakan “ini
pesan Tuhan” dan pesan tersebut bukan ayat Firman Tuhan.

Firman Tuhan tidak anti nubuat (demikian juga dengan
saya), tetapi harus hati-hati, karena nabi palsu akan masuk
dengan ciri tersebut (Matius 24). Kita harus mengujinya (1
Tesalonika 5:19) dengan Firman Tuhan.

1Tesalonika 5:19 Janganlah padamkan Roh. 5:20 dan
janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. 5:21 Ujilah
segala sesuatu dan peganglah yang baik

Ciri-ciri nabi palsu yang paling umum lainnya,
pengajaran yang salah, adalah pengajarannya yang
berdasarkan mimpi, penglihatan, nubuatan, kesaksian bertemu
Tuhan dan berkata “Tuhan berbicara dengan saya” dan bukan
berdasarkan ayat Firman Tuhan.

Tambahkan pengetahuan dengan membaca buku-buku
rohani, dan jika ada keraguan, bertanyalah kepada 2-3 orang
dan kembalilah ke Alkitab lagi, baca sendiri dan renungkan
dengan hati dan pikiran yang terbuka. Ingat, ilalang dan
gandum tumbuh bersama-sama dan serupa, ingat, Tuhan
Yesus sendiri mengingatkan akan ada banyak serigala berbulu
domba dan penyesat-penyesat akan muncul di akhir zaman.

181

Jangan sampai Anda merasa mengikuti seorang
“hamba Tuhan” ternyata Anda sedang mengikuti seorang
skizofrenia. Nah, perhatikan lagi ayat-ayat berikut ini, untuk
menambahkan kewaspadaan Anda dari kesesatan “Elifas akhir
zaman”.

Kolose 2:18 Janganlah kamu biarkan kemenanganmu
digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri
dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada
penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-
besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi

Di Kolose, muncul guru-guru palsu mengatakan bahwa
mereka harus memohon kepada para malaikat dan
menyembahnya sebagai perantara agar manusia dapat
berhubungan dengan Tuhan.

Dewasa ini kepercayaan bahwa Yesus Kristus
bukanlah satu-satunya perantara di antara Bapa dan manusia
dimajukan dalam kebiasaan untuk beribadah dan berdoa
kepada orang kudus yang sudah meninggal, yang bertindak
sebagai pelindung dan perantara. Menyedihkan mendengar di
Indonesia, ada ibadah dan yang mengatakan; “Raja Daud
hadir disini” “Musa juga ada disini” “Papi ..... ada disini”
(Catatan: Papinya adalah seorang pendeta yang sudah
meninggal beberapa tahun lalu) Mereka yakin bahwa pribadi-
pribadi tersebut menjadi seperti “malaikat” yang bisa hadir
dalam ibadah mereka.

Kebiasaan ini merampas keunggulan Kristus dan
kedudukan inti-Nya dalam rencana penebusan Tuhan.
Penyembahan dan doa kepada siapa saja selain Bapa, Anak,
dan Roh Kudus tidaklah alkitabiah dan harus ditolak.

182

Kolose 2:18 diatas juga mengingatkan, jika ada oknum
pengajar yang “berkanjang pada penglihatan” sebagai dasar
ajaran, maka jemaat harus super hati-hati. Anda mungkin
berkata; “Tetapi Firman yang di ajarkan bagus lho” Coba baca
Ayub perkataan Elifas, Anda juga akan berkata ini bagus juga.

iii. Kenapa bisa terjadi?

Sangat tipis dan sulit membedakan antara “suara hati
nurani” atau “antar bagian otak yang sedang berbicara” atau itu
“suara Tuhan”, karena itu Alkitab mengajarkan “ujilah”.

Sebelum saya menyampaikan analisa saya, saya akan
sedikit menceritakan latar belakang saya dalam mengikuti
Tuhan Yesus, menjadi orang Kristen. Saya dulu beragama lain,
tahun 1982 saya lahir baru dalam KKR almarhum Yeremia
Rim, lalu mengikuti program pemuridan, mulai dari Perkantas,
Pemuridan PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen), lalu tahun
1984 sudah terjun dalam pelayanan kelompok kharismatik
yang terlibat dalam pelayanan membakar jimat dan aneka
barang tumpas, pelepasan, inner healing (luka-luka batin),
terlibat dalam kelompok-kelompok “ekstrim kanan” yang
“mengalir dalam karunia-karunia Roh Kudus” yang membuat
saya dari agama sebrang yang seolah-olah allah itu ‘jauh’
sekarang begitu hidup, nyata dan dekat. Mujizat, kesembuhan,
bahasa roh yang diterjemahkan dan marifat (mengetahui
sesuatu – dan terbukti benar / semacam kasus Ananias
Safiran) tiba-tiba menjadi bagian dalam pelayanan saya di awal
kegerakan kharismatik radikal di mulai di Indonesia tahun-
tahun 1985-1988 hingga 1990 an. Tuduhan bidat atau
sesatpun pernah menjadi label bagi kelompok kami.

183

Dari tahun 1982-1990 saya sudah mencoba menjadi
jemaat sebuah gereja selama 1-2 tahun, lalu pindah lagi,
sehingga sempat mengalami menjadi jemaat beberapa gereja.
Sejak 1990 saya tergabung dengan sebuah gereja, masih
termasuk kelompok pantekosta kharismatik, namun banyak
melayani gereja-gereja lain, sehingga pemahaman saya
perlahan-lahan ditambah, diluruskan seiring dengan
berjalannya waktu melayani Tuhan yang panjang sejak 1982
hingga sekarang ini.

Masih ada beberapa pertanyaan yang masih
mengganjal, yang belum terjawab secara bulat atau 100%,
maka akhirnya karena takut saya benar-benar sesat, saya
mulai sekolah theologia secara formal sampai level doktor
theologia, walau saya bukan seorang pdp, pdm apalagi pdt.
Saya hanyalah kaum awam yang rindu melayani Tuhan
dengan benar dan jangan sampai salah dihadapan Tuhan.

Nah dengan penjelasan singkat mengenai latar
belakang saya tersebut, saya mau berbagai pengalaman dan
pengamatan, kenapa sebuah “nubuatan” bisa salah? Saya
akan sampaikan dengan nama-nama initial samaran, jadi saya
akan menyebut saja Pdt A, B, C dan seterusnya dan ini bukan
sebuah initial atau singkatan bahwa A mewakili nama
Abdullah, tetapi hanya sebagai sebuah contoh saja, walau
kisahnya benar-benar pernah terjadi di dalam pengamatan
saya, selama masa pelayanan saya.

a) Awal pelayanan yang benar dan mendapat banyak simpati
dan pengikut. Kharisma, artinya memiliki wibawa, maka
awalnya selalu baik, talenta, tulus dan murni, makanya
didukung banyak orang. Awalnya sungguh-sungguh,
makanya disertai Tuhan.

184

Di tengah jalan, karena wibawa dan kharismanya yang
kuat, membuat seseorang yang didoakan imannya bangkit
dan mengalami kesembuhan, walaupun si-Pdt nya sudah
tidak disertai Tuhan. Mungkin masih ingat Pdt.A yang
terkenal dengan KKR-nya dari Amerika yang mengaku
bahwa homo sudah sekian tahun dan dunia kekristenan
kaget karena dalam pelayanan-pelayanan terakhirnya
mujizat masih terjadi.

Ya, itu bisa terjadi karena sugesti akibat kharisma
seseorang atau iman yang bersangkutan karena
mendengar Firman dan tidak bisa sebagai bukti bahwa si-
pemberita Firman hidupnya benar. Bagaimana jika yang
bersangkutan tidak tersangkut masalah amoral atau
seksual, namun dosa-dosa ‘terselubung’ lainnya seperti
cinta uang atau mencuri kemuliaan Tuhan dan
lingkungannya, jemaatnya justru mendukung keadaan
tersebut, karena mendapatkan ‘figur diberkati’ atau ‘figur
sukses’ maka penyimpangan dan kesesatan akan
berlangsung tanpa disadari dan mujizat masih terus terjadi
walau sebenarnya yang terjadi adalah sugesti.

Kasus Pdt.B di Indonesia yang terlibat pedhofila juga
dikenal sebagai seorang pendeta yang berkharisma dan
sayapun terkaget-kaget karena beberapa kali bertemu saat
saya berkotbah di gerejanya. Sebenarnya masih
beruntung, jika kasusnya terbongkar saat masih hidup di
dunia, sehingga bisa sadar dan bertobat, diampuni dan
dipulihkan, karena dosa sebejat apapun, jika minta ampun
akan diampuni Tuhan. Yang celaka 12 kalau tidak bertobat
dan dosa terus ditutup-tutupi sampai Tuhan yang
membongkar dalam tahta pengadilan Kristus nanti.

185

b) Kasus pendeta lain, katakan Pdt.B yang awal
pelayanannya serupa dengan Pdt.A. Ia bersih dalam hal
dosa-dosa seksual, keluarganya rukun, jadi soal ta-wanita,
ia aman/ bebas, penyimpangan lebih banyal soal ‘tahta’
atau pemujaan, haus akan penghormatan dan tidak
terjamah untuk ditegor, dikritik bahkan berbeda pendapat
sekalipun tidak ada tempat.

Awalnya Pdt.B ini sungguh sederhana, murni dan tulus,
singkat cerita, ketika gerejanya berkembang dan jemaatnya
ribuan dalam waktu relatif singkat dibandingkan
pertumbuhan gereja lain, maka jumlah saldonya pun
menjadi milyaran rupiah. Aneka ide mulai muncul, apakah
membangun gedung gereja, rumah sakit, sekolah,
penginjilan ke desa-desa atau luar negri dan berbagai ide
lainnya. Saat Pak Pendeta idenya tidak didukung ia mulai
marah-marah, menganggap yang tidak mendukung
sebagai ‘kambing’ ‘tidak menangkap visi’ ‘pemberontak’
dan berbagai label lainnya.

Akhirnya Pak Pendeta punya ide, supaya tak terbantahkan,
mulailah ia menggunakan kata-kata: “Tuhan menyuruh
saya melakukan ini dan itu” Ajaib, tidak ada yang berani
melawan, karena siapa mau melawan jika itu perintah
Tuhan. Namun mereka yang idialis dan mergaukan bahwa
itu “suara Tuhan” satu persatu mengundurkan diri, maka
yang tersisa semuanya menjadi ‘yess man’. Kondisi yang
tercipta membuat selanjutnya kalimat “Tuhan berbicara”
“Tuhan menyuruh saya” menjadi hal yang biasa, hal yang
bisa diterima, justru terbalik, yang tidak bisa menerima
yang menjadi aneh dan dianggap tidak rohani. Kondisi ini
memungkinkan kesesatan bisa terjadi tanpa disadari.

186

Apakah Pak Pendeta jahat? Tentu tidak, jika jahat orang
akan segera sadar bahwa ia mengikuti orang sesat, tetapi
seperti Tuhan Yesus katakan, suatu saat nanti akan
terkejut, kenapa terkejut karena tidak sadar, bahkan
membela diri: “Aku bernubuat demi namamu, aku
menyembuhkan demi nama Mu” artinya hingga saat
dihakimipun dia belum sadar kalau dia sesat, nah apalagi
pengikutnya, bagaimana bisa sadar? Hati-hatilah!

Nah kita lanjutkan dulu Pdt.B, jika ada 3 godaan di dunia ini
3-ta, wanita, tahta dan harta, maka dari ta-kedua, pelan-
pelan bergerak ke-ta yang ketiga, yaitu harta, ketika
kekuasaan absolut sudah ditangannya. Harta ini bisa hidup
dalam kemewahan/ hedonisme atau bisa juga terlihat
hidupnya sederhana namun sebenarnya perampok atau
penyamun di gereja. Khusus mengenai penyamun di
gereja, nanti saya jelaskan saja di pertanyaan No.8.
Harapan saya buku ini menyadarkan kita semua.

iv. Bijaksana

Kenapa kita harus hati-hati? Karena di dalam daftar
karunia-karunia Roh Kudus di 1 Korintus 12, tidak ada yang
namanya “penglihatan” sebagai karunia Roh Kudus. Namun
penglihatan ini bisa benar terjadi, seperti kasus Kornelius dan
Petrus (Kisah Rasul 10). Penglihatan sebagai kasus
supranatural dan sangat khusus sebagai cara Tuhan berbicara
kepada manusia, namun harus di uji bahwa itu benar. Benar
karena sesuai Firman atau benar-benar terjadi sesuai
penglihatan tadi, atau benar sebagai tuntunan yang juga harus
sesuai Firman.

187

Namun jika seseorang berfantasi, bermimpi, berkhayal
dan mengatakan itu penglihatan dari Tuhan, apalagi terbukti
salah, nubuatan atau kejadian tidak sesuai, ajarannya tidak
sesuai atau malah menyalahi Firman Tuhan, mengartikan ayat
sesuai kemauannya sendiri dengan alasan “Tuhan berbicara
dengan saya”, maka ia harus minta maaf dan bertobat, jika
tidak, ia akan berhadapan dengan murka Tuhan.

Saya percaya, tentunya ada kejadian “penglihatan”
yang benar-benar terjadi, dimana Tuhan secara pribadi
menemui seseorang di muka bumi ini, karena Tuhan bukanlah
konsep yang bisa kita penjara dengan kotak theologia “Tuhan
nggak boleh muncul, nggak boleh berbicara lagi” (Karena
sudah ada Alkitab). Lha kita emangnya siapa ngatur-ngatur
Tuhan yang adalah pribadi yang hidup dan maha kuasa.
Namun rambu-rambunya haruslah sangat jelas yaitu Firman
Tuhan, alat ukur mengujinya juga hanya satu yaitu Firman
Tuhan yang sudah di kanonkan, yaitu Alkitab. Alkitab yang
sudah dikanonkan, artinya tidak akan ada Firman Tuhan atau
kitab tambahan lagi.

Maka sebuah penglihatan, bertemu dengan Tuhan tidak
boleh ada sebuah “ayat baru” atau “pengertian baru” sebagai
dasar pengajaran yang ditambahkan. Jika ini dilakukan, maka
inilah ciri utama sebuah bidat, sekte atau kesesatan.

Mimpi, penglihatan, bimbingan Roh Kudus mestinya
untuk menuntun langkah-langkah menjalankan Firman Tuhan.
Seperti Kornelius mendapat penglihatan (Kisah Rasul 10:3)
yang terbukti cocok dengan Petrus yang mendapat mimpi dan
ternyata supaya Petrus melayani bangsa lain (Kisah Rasul
10:9-22) yang juga sudah diperintahkan Tuhan Yesus di dalam

188

Amanat Agung. Paulus juga mendapat penglihatan untuk
melayani ke Makedonia (Kisah Rasul 19:10).

Tuntunan hal teknis, misalnya menyusun jadwal
pelayanan, dalam 52 minggu saya harus melayani gereja
mana dan kota apa? Jujur, tidak semuanya 52 minggu saya
doakan satu-satu, tetapi tahun ini keluar negri atau luar kota
yang mana saja. Terkadang Tuhan memberikan mimpi. Saya
masih ragu-ragu, lalu saya tulis kota tersebut di agenda
dengan doa yang saya catat; “Jika dalam 1 bulan ini ada yang
telepon atau wa dari kota tersebut, berarti benar”. Hal ini sering
saya alami, benar-benar bulan itu saya dihubungi gereja dari
kota atau negara yang saya doakan untuk saya kunjungi tahun
depan, yang awalnya saya mendapat mimpi tetapi masih ragu-
ragu dan diteguhkan serta menjadi yakin oleh ‘kejadian’.

Hal yang sama ketika ayah dan ibu saya akan
meninggal, Tuhan memberi mimpi dan salah satu adik saya (5
bersaudara) juga mendapat hal serupa, padahal waktu itu saya
akan ke luar kota, akhirnya diam-diam kami sudah membeli
peti mati, makanan kering dan lain-lain, sehingga saat saya di
luar kota dan adik saya memberi tahu, saya sudah tidak kaget
bahkan sudah menitipkan uang untuk mengurus segala
sesuatu.

Jadi menurut saya Tuhan itu pribadi yang hidup yang
masih berbicara kepada kita dengan berbagai cara,
diantaranya mimpi atau penglihatan, yang harus di uji dan
dibedakan, karena setan atau manusia secara psikologis juga
bisa bermimpi atau berkhayal tanpa ada kaitannya dengan
Tuhan atau setan.

189

Namun mimpi, wahyu atau penglihatan untuk berupa
ajaran, atau dijadikan dasar untuk mengajar, sudah tidak
boleh ditambahkan (Wahyu 22:18-19)

Wahyu 22:18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang
mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini:
Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-
perkataan ini, maka Tuhan akan menambahkan
kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam
kitab ini.
22: 19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari
perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Tuhan
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan
dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.

Jadi tidak bijaksana, jika mengajar, kotbah dan sebagai
dasar mengajar adalah saya bermimpi atau si-A mendapat
mimpi lalu mimpinya dibahas panjang dan lebar seolah-olah
membahas ayat Firman Tuhan, menjadi dasar atau prinsip
hidup. Jika ini dilakukan, sudah termasuk melanggar
peringatan Wahyu 22:18-19 di atas.

d. TIDAK MEMILIKI EMPATI – Pasal 15

Kita kembali ke pertanyaan, apa kesalahan Elifas,
sehingga Tuhan murka kepadanya? Kita lanjutkan menyimak
perkataan-perkataan Elifas. Ayub pasal 15 Elifas melanjutkan
perdebatan mereka, mengembangkan apa yang telah Elifas
katakan sebelumnya, hanya dengan lebih gigih lagi.

Ayub pasal 15, Elifas menuduh Ayub tidak
menghormati Tuhan (4) licik (5) Ia menggunakan sindiran yang

190

sangat keras kepada Ayub dengan mengatakan orang suci/
soleh (maksudnya Ayub) tetapi fasik karena keji, bejat, curang
(15-16), fasik, lalim (20) merasa benar dan melawan Tuhan
(25) pada masa damai: akan didatangi pedang (22) (seperti
Ayub di rampok) mengalami kesesakan (24,30) (seperti Ayub
anak-anaknya meninggal semua dan istripun meninggalkan),
rumahnya tidak bisa didiami (28) (seperti Ayub rumahnya
kebakaran), hartanya habis (29) (seperti Ayub semua
ternaknya di jarah) dan akan mati sebelum waktunya (32)

TIDAK MEMILIKI EMPATI

Ayub sedang berduka, sakit, mengalami musibah dan
Elifas menuduh itu semua terjadi karena Ayub dikenal soleh,
sebenarnya ia fasik. Saya juga menjelaskan Ayub-pun tidak
sempurna, tidak terlepas dari kesalahan: Sebelum musibah,
dicatat 10 anaknya pesta pora, maka ia pasti bukanlah seorang
ayah yang baik, meskipun ia seorang yang soleh. Setelah
musibah, Ayub sempat kecewa, kepahitan, marah dan
mengutuk teman-temannya. Ayub akhirnya mencabut
perkataannya atau sikapnya setelah musibah tersebut dan
dipulihkan. (Namun Ayub tdk pernah mengutuk Tuhan spt yg
diinginkan si-iblis).

Saya bisa memahami sikap Ayub, karena memang
teman-temannya khususnya Elifas, benar-benar tidak memiliki
empati, tidak menolong Ayub, tetapi justru menghakimi dengan
mengunakan kata-kata yang sok rohani, “Firman-Nya” dan
seterusnya (padahal Tuhan tidak berfirman kepadanya). Jadi
intinya Elifas tidak berbicara sebagai sahabat yang memiliki
empati, tetapi justru menyerang pribadi Ayub.

191

AJAKAN

Belajar dari kesalahan Elifas, jika ada teman, sahabat,
orang lain mengalami musibah, masalah, sakit dan lain-lain
janganlah buru-buru berkata; “kurang doa” “nggak beri-iman
sih” “Makanya bayar perpuluhan” “Makanya rajib kebaktian”.
Tidak ada yang salah soal doa, iman, persepuluhan dan
kebaktian, namun bisakah nasehat itu disampaikan di waktu
yang tepat? Kita bisa belajar dari Yesaya.

Tuhan telah memberikan kepada-ku lidah seorang murid,
supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat
baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia
mempertajam pendengaranku utk mendengar seperti
seorang murid (Yesaya 50:4)

Yesaya mengajarkan, tugas nabi tidak melulu menegor
dosa, tetapi juga menguatkan yang letih lesu, memberikan
kata-kata motivasi yang memberi semangat. Sering dengan
mengucapkan hal ini, pasien merasa diberi dukungan, dan
justru membuka hati dan berkata; “apalagi” atau “saya punya
dosa kali ya?” Nah, artinya dia siap untuk ditunjukkan
kesalahannya dan tidak akan marah, tetapi bertobat. Nasehat
dan teguran harus diberikan di waktu yang tepat.

Seorang hamba Tuhan adalah seorang konselor, yang
harus membangun relasi, menjadi pendengar yang baik baik
dan penuh empati, mengerti pokok permasalahannya secara
utuh (dan ini bisa jika mau sabar mendengar) dan baru
menasehati dengan bijak (Makanya Elihu yang bijak, ia
berbicara terkahir di pasal 33-37). Jika harus menegurpun,
seperti Elihu yang menegor kesalahan, tanpa menyerang
pribadi.

192

6. Kenapa Tuhan marah dengan Bildad?

Bildad, berbicara dalam 3 pasal, saat memberi nasehat
kepada Ayub dengan garis besar sebagai berikut:

✓ 8: Bildad membela hukuman Tuhan. Tuhan itu adil.
✓ 18: Bildad, bahwa orang fasik pasti akan binasa. Orang

fasik akan menerima hukuman Tuhan.
✓ 25: Bildad, tidak seorangpun benar di hadapan Tuhan.

Yang diucapkan Bildad sebenarnya ada benarnya atau
malah hampir semuanya benar. Coba bandingkan saja kalimat-
kalimat dalam Ayub pasal 8,18,25 akan serupa dengan Amsal,
Pengkotbah dan Mazmur. Lalu apa salahnya?

Masalahnya itu diucapkan kepada Ayub, yang sedang
mengalami musibah, yang apa penyebabnya tidak seperti yang
dikatakan/ dituduhkan Bildad. Kita tahu dari pasal 1-2 hal itu
pencobaan dari iblis, diijinkan Tuhan sebagai ujian (dan
akhirnya Ayub lulus ujian, ia tidak mengutuki Tuhan). Dengan
kata lain Bildad MENGHAKIMI Ayub, lalu ganti TUHAN
menghakimi Bildad (42:7)

Memang Bildad benar bahwa Tuhan adil (pasal 8) dan
Tuhan akan menghukum orang fasik (pasal 18) baik saat hidup
di dunia dan yang pasti dalam kekekalan, namun Bildad
mengucapkan itu kepada Ayub yang sedang mengalami
masalah berat sehingga bagi Ayub itu TUDUHAN atau
PENGHAKIMAN. Bildad melanjutkan pasal 25 dengan
keyakinannya bahwa Ayub mengalami itu semuanya karena
pasti punya dosa. Memang benar ada orang mengalami
masalah karena punya dosa, tetapi tidak selalu demikian,
seperti Paulus, Yusuf justru karena kebenaran.

193

MENUDUH: Orang kehilangan barang lalu bilang temannya
“Kamu yang mengambil?” Temannya marah, karena bukan dia
yang mengambil, ia ganti marah “Enak aja menuduh”. Itulah
kenapa Ayub marah kepada teman-temannya

INTIMIDASI: Orang sakit, lalu oknum berkata “Nggak bayar
persermbahan ya?” Mengajarkan jemaat persembahan
tentunya sangat bagus, supaya jemaat tidak cinta uang, tetapi
mengucapkan hal tersebut kepada orang sakit, itulah sikap
Bildad atau roh Bildad.

MENGHAKIMI: Orang sakit atau ada masalah, lalu oknum
berkata; “Kamu pasti punya dosa”

MENEGOR: Raja Daud selingkuh, tidak ada yang tahu, tetapi
hamba Tuhan, Nabi Natan ia tahu dan ia MENEGOR Daud.
Daud bertobat. Contoh lain: Raja Saul berbuat salah, Samuel
MENEGOR dan Saul tidak bertobat. Orang Yahudi jualan di
Bait Suci, Yesus MARAH dan membalikkan meja-meja yang
dipakai dagang (ngamuk) dan tidak ada yang berani melawan
karena semua orang tahu yang IA lakukan benar. Tugas
hamba TUHAN memang harus menegor kesalahan yang jelas-
jelas salah menurut ukuran atau dasar Firman Tuhan.

BERDEBAT: Paulus dengan keras melawan dan membantah
ajaran pengajar lain (Kisah 15:1-2) dan menasehati Timotius
melawan ajaran sesat. Ajaran yang salah harus diluruskan,
berdebat, diskusi untuk mencari kebenaran, dan semestinya
dengan hati bersahabat dan pikiran terbuka. Elihu juga
MARAH kepada Ayub maupun Elifas, Bildad dan Sofar.
TUHAN tidak MARAH kepada Elihu (dibahas tersendiri),
karena Elihu MELURUSKAN pendapat sahabat-sahabatnya,
sehingga Ayubpun menyadari dan menyesal (42:3,6)

194

7. Kenapa Tuhan marah dengan Sofar?

Ajaran Sofar ada di Kitab Ayub Pasal 11, intinya supaya
Ayub merendahkan diri dihadapan Tuhan. Zofar menuduh
Ayub dengan tajam bahwa ia membenarkan diri sendiri (11:4-
6) dan Ayub keras kepala (11:13-20), dengan mengatakan
bahwa Ayub sepantasnya harus lebih menderita lagi daripada
sekarang (11:6). Ia berpendapat bahwa jika Ayub berbalik dari
dosa, penderitaannya akan segera berakhir dan keamanan,
kemakmuran serta kebahagiaannya akan kembali (11:13-19).

Perkataan Zofar mengandung kesalahan teologis;
Alkitab tidak pernah menjamin hidup yang "lebih cemerlang
daripada siang hari" (11:17) bagi orang percaya yang setia.
Sebaliknya, "untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga kita harus
mengalami banyak sengsara" (Kisah Rasul 14:22).

Selain pasal 11, Sofar juga berbicara di Pasal 20, yang
intinya: sesudah kemujuran sebentar, orang fasik akan binasa:
Sofar kembali menegaskan ajarannya, yang sepertinya Sofar
dan Elifas ini satu paham, “theologia kemakmuran” yang
menyimpang, bahwa ukuran kerohaniaan adalah berkat.

Theologia berkat atau ajaran berkat tentunya tidak
salah, dan Alkitab baik Amsal, Mazmur dan kisah-kisah di
Alkitab memang mengajarkan bahwa orang yang takut akan
Tuhan, sungguh-sungguh mengabdi kepada Tuhan, berbalik
dari menyembah berhala lalu kembali kepada Tuhan, mereka
diberkati. Namun jika orang miskin dan menderita maka pasti
punya dosa, seperti Elifas dan Sofar menghakimi Ayub, inilah
yang salah.

195

HIKMAT

Orang yang rohani bisa diberkati, tetapi tidak bisa
dibalik, jika tidak diberkati (materi, kesehatan, masalah) maka
pasti tidak rohani.

Dari kisah Ayub ini kita belajar bertekun dalam mencari
kebenaran seperti Ayub dan menjaga ajaran seperti Elihu.
Saring pendapat sahabat, sekalipun mereka menggunakan
ayat. Ingat ilblis-pun mengutip Mazmur 91 saat mencobai
Yesus. Saat mencobai Hawa ia juga memakai ayat. Anak buah
Daud menasehati Daud membunuh Saul, juga pakai ayat.
Supaya Anda tahu, saran nasehat pakai ayat itu tepat atau
tidak, maka Anda sendiri harus berakar dan bertumbuh di
dalam Firman Tuhan, dengan rajin membaca Alkitab, sehingga
bisa tahu yang mana kehendak Tuhan.

Roma 12:1-2 Karena itu, saudara-saudara, demi
kemurahan TUHAN aku menasihatkan kamu, supaya
kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai
persembahan yang hidup, yang kudus dan yang
berkenan kepada TUHAN: itu adalah ibadahmu yang
sejati. 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan
dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan
budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah
kehendak TUHAN: apa yang baik, yang berkenan kepada
TUHAN dan yang sempurna.

Hawa kalah, karena tidak ingat ayat Firman, Daud
menang, ia menjawab dengan Firman, demikian juga Yesus
menjawab “Ada tertulis”. Bagaimana Anda bisa menjawab;
“Ada tertulis”? Kalau Anda membaca Firman dan Roh Kudus
akan “mengingatkan Firman”.

196

KEKEKALAN

Kita lihat sejenak nasehat Paulus, yang berbeda
dengan Sofar, nasehat dimana waktu itu, termasuk Paulus
sendiri pasal diatasnya baru saja mengalami penderitaan.

Kisah Rasul 14:22: Di tempat itu mereka
menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati
mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan
mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam
Kerajaan Tuhan kita harus mengalami banyak
sengsara.

Jika mengikut TUHAN mengalami sengsara apa
untungnya? Untungnya masuk sorga hidup di dalam kekekalan
dengan keselamatan. Tidak semua mengalami sengsara,
banyak juga yang diberi keamanan dan hidup berkelimpahan,
tetapi itu bukan obsesi hidup kita yang utama.

Ayub menemukan kekekalan dan dipulihkan. Tujuan
UJIAN selesai, Ayub NAIK KELAS dan tuduhan iblis
dipatahkan, theologia teman-teman Ayub diperbaiki. Iblis
mereka-reka kejahatan, Tuhan mereka-reka untuk kebaikan.

8. Kesesatan banyak berhubungan dengan uang atau
mamon, bapak ada pengalaman menjumpai praktek-
praktek mamon di gereja atau orang percaya?

Bukan ada lagi, tetapi banyak, karena mamon ini
menjadi semacam berhala terkuat atau berhala induk, karena
berhala lainnya akarnya mamon juga.

197

Kembali kepada Elifas, Bildad dan Sofar yang
ditafsirkan hidup pada zaman Abraham, dimana kebenaran
Firman Tuhan belum dinyatakan secara lebih nyata dalam
hukum-hukum melalui Musa dan Nabi-nabi selanjutnya. Maka
paham yang umum berlaku diwakili oleh mereka, dan paham
itu terus hidup sampai saat ini dalam bentuk agama, filofosi
maupun theologia yang tidak sesuai kebenaran keseluruhan
Firman Tuhan, bahwa berkat menjadi ukuran kerohanian
seseorang dan tujuan hidup adalah untuk diberkati, mulia,
tentram dan bahagia yang diukur secara materi.

Tuhan sejak zaman Ayub, hingga Perjanjian Baru, tidak
berubah pengajarannya, bahwa kerohanian adalah hidup
seseorang benar dihadapan Tuhan, sikap dan perilaku
terhadap Tuhan dan sesama, serta bagaimana memandang
dunia (materi) dan menggunakannya.

a. Mamon

Matius 6: 24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada
dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang
seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia
kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.
Kamu tidak dapat mengabdi kepada Tuhan dan kepada
mamon.

Mamon bukan kata Ibrani, melainkan Aram, yang
dipakai dalam bahasa Yunani oleh Matius 6:24, dan tidak
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Baik dalam bahasa
Inggris modern, maupun dalam bahasa Indonesia, kata itu
mempunyai arti merendahkan; mencari keuntungan secara
tidak benar, keserakahan, yang menguasai seseorang ganti
pelayanan kepada Tuhan.

198

Lukas 16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah
persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang
tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong
lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.
11; Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang
tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan
kepadamu harta yang sesungguhnya?
13: Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua
tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang
seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia
kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.
Kamu tidak dapat mengabdi kepada Tuhan dan kepada
Mamon.

Kata ini muncul dalam Alkitab hanya di Matius 6:24
dan Lukas 16:9,11,13, dan ini merupakan transliterasi dari kata
Aram mamona. Artinya yang biasa ialah kekayaan atau
keuntungan. Tapi Kristus melihat di dalam kata ini keinginan
yang tamak, yang menuntut seluruh hati manusia, dan dengan
demikian mengasingkan orang itu dari Tuhan.

Matius 6:19 Janganlah kamu mengumpulkan harta di
bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan
pencuri membongkar serta mencurinya.

Matius 6:19: jika seseorang 'memiliki' sesuatu,
sebenarnya sesuatu itu memiliki dia juga. (ada juga pandangan
Mamon berasal dari bahasa Babel minima, artinya 'sama
sekali, seluruhnya'.) 'Mamon yang tidak jujur' (Lukas 16:9)
berarti keuntungan dengan jalan tidak jujur atau keuntungan yg
dicari dengan motif-motif egois (Lukas 12:15).10

10 C Brown, NIDNTT 2, hlm 836-840; J. D. M Derrett, Law in the NT, 1970. EEE/MHS/HAO

199

Ucapan Yesus di dalam Matius 6:24 diatas sangat
tegas dan jelas. DIA menuntut setiap orang menentukan sikap
dalam memilih pengabdiannya. Hanya saja, terasa tak lazim
ketika pilihan yang diperhadapakan adalah TUHAN atau
mamon. Biasanya pilihan umat yang berakhir pada kesalahan
adalah penyembahan berhala, bukan penyembahan mamon.
Dalam Perjanjian Lama (PL), berulang kali bangsa Israel
terjebak pada penyembahan berhala. Jejak kegagalan
kerohanian itu tampak jelas dalam berbagai peristiwa, seperti
penyembahan pada Baal Berit yang berarti tuhan perjanjian
(Hakim-Hakim 8: 33), atau Baal Zebub yaitu tuan dari lalat,
dewa dari Ekron (2 Raja-raja 1:2).11

Sementara dalam Perjanjian Baru (PB), orang Farisi
menuduh Yesus telah bertindak mengusir setan dengan
kekuatan dari Beelzebul, yang berarti raja atau penghulu
setan-setan (Matius 12: 24). Baal sendiri dalam bahasa Ibrani
berarti tuan atau pemilik. Penyembahan pada Baal berarti
pemberontakan kepada TUHAN. Jadi, Israel sering kali gagal
untuk taat kepada TUHAN karena jatuh pada penyembahan
Baal. Karena itu, berdasarkan tradisi kejatuhan Israel, mestinya
Yesus menegaskan pada umat untuk memilih TUHAN atau
Baal. Mengapa kini Yesus mengatakan pilihan antara TUHAN
atau mamon? Menarik bukan?

Dalam surat Paulus kepada Timotius, Paulus
memperingatkan bahwa cinta akan uang adalah akar segala
kejahatan. Uang telah mengakibatkan orang menyimpang dari
kesejatian iman (1 Timotius 6: 10). Mereka terjebak jerat uang
dan menjadi budak uang.

11 Bigman Sirait, Reformata.com, 29 September 2009.

200


Click to View FlipBook Version