ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM (
MENURUT AL,QUR.AN DAN ASSUNNAH t
t
H Rasulullah ffi bersabda:
H
oJ
t
K:$t,P A, itt : c?Vr.,y')t F}; ))
fi V
't
*H
r
ff " IJcap an sal am den gan menunj ukkan sebuah j ari' adalahp e rbuat an o ranB-
U
orang Yahudi."67
a
Maka diharamkan memberi isyarat dengan telapak tang n atau dengan
jari sqa, seperti yang sering dilakukan banyak orang. Akan tetapi, jika ia meng- K
H isyaratkan dengan tangannya disertai dengan ucapan salam dengan lisannya agar r
seseorang yang jauh darinya mengetahuinya, maka demikian itu tidak termasuk
V
H dalam bab ini, insya Allah. U
H Termasuk di dalam bab ini yang seharusnya diperhatikan oleh kaum t
$ Muslimin adalah jangan menyerupai orang-orang non-Muslim dalam ucapan
$ salam mereka. Misalnya, seseorang yang bertemu dengan saudaranya dan berkata: a
"Bonjour", "Good Morning," "Bonsoir" (dibaca Bonsoar), atau selainnya, maka ](
$ ucapan ini tidak diperbolehkan sama sekali. Hal ini termasuk kategori larangan IIt
$ yang disebutkan dalam hadits-hadits di atas. t;
9. Tidak Memulai Ucapan Salam kepada Ahlul Kitab dan Orang-Orang h
Musyrik ifi
til Sesungguhnya memulai ucapan salam kepada orang musyrik termasuk I
tr perkara yang dilarang oleh Nabi ffi. t
tfi
Rasulullah ffi bersabda:
K
tr K
K
e;/ iki# e &{, s$ ,r>,lu cltAt \')'r)i4l r;ri Y >>
t (.*ift JLi:',Dv K
K
t "Janganlah kalian memulai ucapan salam kepada orang-orang Y"h.rdi d"r, K
K
ft Nashrani. Jika kalian bertemu dengan salah seorang dari mereka, maka u
desaklah mereka ke sisi jalanyangpaling sempit."68
L!
m Tidak boleh menentang hadits Nabi dan petunjuk beliau dengan alasan-
P alasan omong kosong, seperti persatuan nasional, saudara sebangsa, atau sesama 33
P individu masyarakat, tanpa melihat kepada agama mereka atau yang sejenis-
nya.
m
Y, kan dalam Shahiihul Jaami' (5a3a) dari Ibnu 'Amr. Silakan lihat kirab Sbabiib at-Tirmidz)
* Q1,68).
67 Diri*ayatkanolehAbuYa'la(1870),al-Baihaqi drdalamasy-Syu'ab(8915),ath-Thabrani,dan
al-'Uqaili dari Jabir. Silakan lihat kitab Shabiihul Jaami' Q9a6).
68 Diriwayatkan oleh Muslim Ql67) dari 'Aisyah gf,.
ll,
mv \d-L.$7LSL-_LU
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR.AN DAN ASSUNNAH
10. Membalas Ucapan Salam Orang-Orang Non-Muslim dengan Ucapan:
"V/d'dldikum."
Diriwayatkan bahwasanya beberapa orang Yahudi melewati Nabi ffi dan
berkata: "AssdAnTu'dlaika." Maka Nabi berkata kepada mereka: "W'a'alaikum.\e
Rasulullah ffi bersabda:
itrt itr1 ,3r4*y #ki 6* #'tt:f'3tr,r,
((.F.:Es,tj*
"Sesungguhnya jika salah seorang Yahudi mengucapkan salam kepada
kalian, sebenarnya mereka mengatakan:'Assaamu'alaikum (kematian
untukmu),' maka balaslah dengan ucapan: 'W'a'alaihum (bahkan ia untuk-
mrr).'"'o
17. Orang yang Lebih Muda, Rombongan yang Lebih Sedikit, dan yang
Berkendaraan Hendaklah Memulai Ucapan Salam
Semua itu adalah petunjuk yang telah disebutkan di dalam hadits-hadits
Nabi yang shahih dalam bab ini. Jika seseorang bertemu dengan beberapa
orang, hendaklah ia mengucapkan salam kepada mereka. Jika sekelompok orang
bertemu dengan kelompok orang yang lebih banyak, hendaknya kelompok
yang lebih sedikit memulai mengucapkan salam. Jika orang yang muda bertemu
dengan yang lebih tua, hendaklahyangmuda memulai mengucapkan salam. Jika
orang yang berkendaraan bertemu dengan orang yang berjalan, hendaklah orang
yang berkendaraanmemulai mengucapkan salam. Orang yang berjalan hendaklah
mengucapkan salam kepada orang yang berdiri. Orang yang berdiri hendaklah
mengucapkan salam kepada orang yang duduk. Orang yang mengendarai mobil
atau sepeda motor hendaklah mengucapkan salam kepada orang yang berjalan
atau duduk.
Semua itu telah diperintahkan oleh Rasulullah ffi ketika beliau ber-
sabda'
/o / ) o/
!t')t#))#,:d t
c,s-ct-il\ &,bt'lt #.s,,b4t uG
t Ji,n,, +J- u:,;i';l a>nlr a\;i o /o t /o
-5\l ,tb ,J.lYl
ri
((. A) o
6e Diriwayatkan oleh al-Bukhari (602a) danMuslim QI65) dari 'Aisyah q!,.
70 Diriwayatkan oleh Ahmad (l/19,ll4), Abu Dawud (5206), dan at-Tirmidzi (1503). Beliau
(at-Tirmidzi) berkata bahwa hadits ini hasan shahib dari Ibnu 'lJmar qE4;,. Silakan lihat kitab
Shabiib Sunanit Tirmidzi (4338).
34 BAB XI HURUF SIIN
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
"Hendaklah orang yang berkendaraan mengucapkan salam kepada orang
yang berjalan kaki, hendaklah orang yangberjalan kaki mengucapkan
salam kepada orang yang duduk, dan hendaklah rombongan yang sedikit
mengucapkan salam kepada rombongan yang banyak. Barang siapa yang
menjawab salam, maka itu kebaikan baginya dan barang siapa yang tidak
menjawab, maka tidak ada kesalahan apa pun atasnya."Tl
Rasulullah ffi bersabda:
e'4t ?:i))); ,bz J lo o
o
(> uI-..I;J ) c.pHl
*5J'"1.J,.il1')
(( .$tr
"Yang muda mengucapkan salam kepada yar,g trl^, yang lewat kepada
yang duduk, dan yang sedikit kepada yatgbanyak."T2
Rasulullah M, j"g bersabda:
j; Wt) Let-;)t ,rb egt) (it:Jt J; ,)rult &))
/o
('E5Jl
"Hendaklah yang berkendaraan mengucapkan salam kepada yang ber-
jalan, yangberjalan kepada yang berdiri, dan yang sedikit kepada yang
banyak."73
Jika seorang laki-laki yang tua melewati sekelompok anak-anak, hendaklah
ia mengucapkan salam kepada mereka, sebagaimanay^ngakan disebutkan dalam
Adab Kedua Puluh Satu, insya Allah. Demikian juga apabilayangberkendaraan
itu tua danyangberjalan itu muda, maka yang berkendaraanmengucapkan salam
kepada yang berjalan. Jika yang berjalan itu tua dan yang duduk itu muda, maka
yangberjalan mengucapkan salam kepada yang duduk.
72. Mengucapkan Salam Ketika Meninggalkan Maielis dan Ketika Keluar
darinya
Sebagian orang melalaikan adab ini. Jika memasuki majelis ia mengucap-
kan salam, namun apabila meninggalkan majelis karena suatu keperluan, ia
7r Diri*ayatkan oleh AIm ad ln / 444),'Abdurrazzaq(L9444),al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad.
(hlm. 1a6) dari 'Abdurrahman bin Syibl. Silakan lihat kitab a*Sikilah asb-Sbahiihab (2199).
7z Diriwayetkan oleh al-Bukhari (eZlt) dari Abu Hurairah .4i; .
73 Diriwayatkan oleh Ahmad NI/19), at-Tirmidzi (2705) dan dishahihkan oleh beliau, Ibnu
Hibban (497), serta al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (1a6) dari Fudalah bin 'Ubaid. Silakan
lihat kitab Shahiih at-Tirmidzi (2175).
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 35
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM q
ff
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH fr
a
tidak mengucapkan salam. Perbuatan tersebut menyelisihi sunnah karena Nabi ft
ff
ffi bersabda: ff
fr
,i:41 fuiii;til syi,l:41 ,rtj;t JL€:*i,*:u!t >>
k
((.ityr :r6\,Jr!' *" f;
"Jika salah seorang dari kamu mendatangi majelis, hendaklah ia meng- tr
ucapkan salam. Demikian pula jika ia ingin bangkit, hendaklah ia meng- fr
ucapkan salam. Salam yarlgpeftama tidak lebih utam a daripada salam yang
terakhir."Ta fi
4
Lebih baik baginya mengulangi salam ketika ia kembali ke majelis tersebut.
Menebarkan salam dapat menambah kasih sayang, sebagaimana yang telah fr
disebutkan. Tidak seperti yang dianggap oleh orang-orang yang jahil, bahwasanya tr
dapat mengurangi kasih sayang. Hendaklah kita tidak melalaikan perintah ini.
k
13. Beriabat Tangan dan Mengucapkan Salam Ketika Bertemu
tr
Berjabat tangan dan mengucapkan salam ketika bertemu merupakan adab-
adab salam yang telah diajarkan oleh Islam. Jika seorang Mukmin bertemu dengan $
saudaranya sesama Mukmin, maka dianjurkan baginya mengucapkan salam di $
samping mengambil tangannya dan menjabatnya.Jika ia melakukannya, niscaya $
baginya pahala yang sangat besar. Hal itu akan menambah kuat kasih sayang di $
antara kaum Muslimin. $
$
Rasulullah ffi bersabda: $
$
K.si\i J$q'*\L qur6* 9W;;ril qG)) $
$
"fiart t"l, dua orang Muslim bertemu lalu saling brri^l^nangan, melain- $
$
kan diampuni bagi keduanya sebelum keduanya berpisah."7s $
$
Rasulullah M-, j"g bersabda: $
$
,iAei:*,oi: ,* # ,r,f,l e,tt,,/;lt'ot>> u
K.;At 3'ri ;E vr ci,UtL; e;e
"Jika seorang Mukmin b.*.-., dengan Mukmin lainnyalalu mengucap-
kan salam kepadanya dan mengambil tangannya lalu menjabatnya, maka
7a Diris,ayatkan oleh Ahmad ll/230), Abu Dawud (5208), at-Tirmidzi Q7O6) dandihasankan
oleh beliau,Ibnu Hibban (494), al-Hakim, dan yang lainnya dari Abu Hurairah gE . Silakan
lihat kitab Shahiib at-Tirmidzi Ql77).
75 Diri*ayatkanolehAhmad W/289,303),AbuDawud(5212),at-Tirmi&i Q727)dandrhasankan
oleh beliau, sena Ibnu Majah (3703) dari al-Bara'. Silakan lihat kitab Sbabiibul Jaami' Q197).
36 BAB XI HURUF SIIN
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
berguguranlah dosa-dosa mereka berdua seperti gugurnya daun-daun dari
pepohonan."76
Rasulullah M,pernahditanya: "\flahai, Rasulullah, seorang dari kami ber-
temu dengan saudaralya atau temannya, bolehkah ia menunduk kepadanya?"
Nabi berkata: "Tidak." Ia bertanyalagi: "Bolehkah ia memeluknya dan men-
ciumnya)" Nabi berkata: "Tidak." Ia kembali bertanya: "Bolehkah ia mengambil
tangannya dan menjab atnya?" Nabi berkat a: "Ya."77
Hadits ini menunjukkan dianjurkannya berjabat tangan, serta tidak boleh-
nya menundukkan kepala seperti yang dilakukan sebagian orang karena me-
niru-niru perbuatan orang kafir. Hadits ini juga menunjukkan tidak bolehnya
berpelukan sebagaimanayang dilakukan banyak orang (kecuali saat kembali
dari safar*d).
1,4. Mengulang Ucapan Salam jika Ada Sesuatu yang Memisahkan Antara
Kedua Orang
Mengulang ucapan salam adalah sunnah yang sangat agung. Banyak orang
yang tidak melakukannya. Maksudnya,jika dua orang sedang berjalan bersama,
lalu mereka terpisah karena dinding, pohon, atau tiang, kemudian bertemu lagi
setelah melewati penghalang itu, maka dianjurkan bagi keduanya mengucapkan
salam untuk yang keduakalinya.
Rasulullah ffi bersabda:
,1 ,y; "rl ,t;:, t;#{;Ji 9ry 9>*r;-L;r r;l
>>
zJ rj;q'),;!i & *;ki !r:a; ,3';
((.a>t:Jr
"Jika dua orang Muslim berjalan b.irr*r-rrma, lalu keduanya dipisah-
kan oleh pohon atau batu atau tembok, maka apabila bertemu kembali,
hendaklah salah seorang dari mereka mengucapkan salam kepada yang
lainnya dan hendaklah mereka saling benukar salam."78
15. Jika Seseorang Masuk Masjid, Janganlah Mengucapkan Salam hingga
Ia Mengerjakan Shalat Tahiyyatul Masjid
Jika seorang memasuki masjid sementara di dalamnya ada beberapaorang,
maka janganlah ia mengucapkan salam kepada mereka hingga ia mengerja-
76 Diri*ryrtkan oleh ath-Thabrani di dalam al-Ausath (/ tS+/247) dari Hudzaifah. Silakan lihat
kitab as-Sikilab asb-Shahiibab (526). Hadits ini dinisbatkan kepada Ibnu Vahab dan Ibnu
Syahin.
77 Diri*^y^tkan oleh at-Tirmidzi Q728) dan dihasankan oleh beliau, juga Ibnu Majah (3702)
dari Anas. Silakan lihat kitab Sbahiih at-Tirmidzi Ql95).
78 Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam ary-Syu'ab (8860) dari Abu Darda'. Silakan lihat kitab
Shahiihul Jaami'Q55).
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 37
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT AL-QUR.AN DAN ASSUNNAH
kan shalat Tahiyyatul Masjid terlebih dahulu. Sebagaimana hal tersebut dapat
dipahami dari hadits seorang laki-laki yang shalat dua rakaat, kemudian dia
mendatangi Nabi ffidan mengucapkan salam kepada beliau. Kemudian, Nabi
membalas salamnya dan berkata kepadanya: "Kembali dan ulangilah shalatmu
karena engkau belum shalat (karena shalatnya tidak khuslru'*)."2e Nabi tidak
menyuruhnya mengucapkan salam sebelum shalat.
76. Mengucapkan Salam Sebelum Bertanya dan Berbicara
Janganlah seseorang itu memulai suatu pefiaLrrya.an kepada seseorang
tentang sesuatu atau memulai pembic^raan kepadanya kecuali setelah meng-
ucapkan salam terlebih dahulu. Dasarnya adalah sabda Nabi ffi:
((.e>r(r Ei:lu"li))
"Ucapkanlah salam sebelum membuka pembicaraan."80
Demikian pula sabda Nabi ffi:
), t:,t Jry )tf,;, €ii J, )tflt J+ i'rt ri ))
(.;w
" lJcap kanlah s alam sebelum b ertanya. Siapa saja y ang b ertany a kep ada-
mu sebelum ia mengucapkan salam, maka janganlah kalian menjawab-
nya."8l
17. Tidak Mengucapkan Salam Ketika Buang Haiat
Tidak selayaknya mengucapkan salam kepada seseorang yang sedang
buang hajat besar maupun kecil. Orang itu juga tidak boleh menjawab ucapan
salam. Sebab, seorang laki-laki pernah mengucapkan salam kepada Nabi ffi,
ketika beliau pada saat itu sedang buang hajar. Nabi ffi tidak menjawab salam-
nya lalu berkata kepadanya:
( * ,G \t,tr:'r't't i\i :ti ,;i ,r)D
"Aku tidak suka menyebut nama Allah Mlkecualidalam keadaan suci."82
7e Diriwayatkan oleh al-Bukhari (757) datMuslim (397) dariAbu Hurairah .iy, .
80 Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi Q699) deriJabir. Silakan lihat kitab Sbabiib at-Tirmid.zi Q|TO).
8r Ditiwayatkan oleh Ibnu'Adi dalam al-Kaamil (/291) dan yang selafazh dengannya oleh
Ibnus Sunni dalam kitab 'Amalul Yaum ual Laildb (214) dari Ibnu 'lJmar. Silakan lihat kitab
a*Sikilab asb-Shahiibah (8t6).
82 Diriwayatkan oleh Muslim (370) dari Ibnu 'Umar. Tambahan sabda Nabi itu diriwayatkan
dari Abu Dawud (tt), deri al-Muhajir bin Qunfudz. Silakan lihat kitab Shabiih Abi Dawud (13).
38 BAB XIHURUF SIIN
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN AgSUNNAH
18. Mengulangi Ucapan Salam Sebanyak Tiga Kali, Khususnyaiika Salam
Belum Didengar
Rasulullah ffi mengucapkan salam tiga kali. Demikian pula ketika ber-
bicara, beliau pun mengulanginya tiga kali.83 Terlebih lagi jika seseorang meng-
ucapkan salam kepada seorang yang jauh darinya, yang kemungkinan tidak
dapat mendengarnya.
19. Melirihkan Suara Ketika Mengucapkan Salam apabila Mendatangi
Orang-Orang yang Sedang Tidur
Rasulullah ffi melirihkan suara sehingga orang yang sedang bangun dapat
mendengar salam beliau, namun tidak mengganggu orang yang sedang tidur.
Disebutkan bahwasanya Rasulullah ffi pernah datang pada malam hari, lalu
beliau mengucapkan salam yang tidak membangunkan orang yang sedang tidur,
tetapi dapat didengar oleh orang yang bangun.8a
20. Jika Melewati Maielis yang di dalamnya Terdapat Kaum Muslimin dan
Musyrikin, Hendaknya Seseorang tetap Mengucapkan Salam
Mengucapkan salam ketika melewati majelis umum dilakukan sebagai
ffibentuk pengagungan terhadap hak Islam. Disebutkan bahwasanya Nabi
pernah melewati satu majelis yang di dalamnya tercampur kaum Muslimin dan
kaum Yahudi, maka beliau mengucapkan salam kepada mereka.85
21. Mengucapkan Salam apabila Melewati Anak-Anak Kecil
Mengucapkan salam termasuk perbuatan y etg dapat menarik hati anak-anak
dan menyenangkan jiwa mereka. Rasulull^h W, pernah melewati sekelompok
anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka.86Ini termasuk salah
satu sifat tawadhu' Rasulullah ffi. Namun sangat disayangkan, ada orang yang
tidak mau melakukan hal semacam ini karena menganggap orang dewasa yang
mengucapkan salam kepada anak-anak dapat menurunkan derajatnya. Perbuatan
Nabi ffi adalah sebaik-baik bantahan terhadap anggapan ini.
22. Mengucapkan Salam apabila Melewati Sekelompok'Vanita
Nabi ffi pernah mengucapkan salam ketika melewati sekelompok wanita.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Asma' binti Yazid: "Nabi ffi
pernah melewati kami, sedang kami berada dalam sekumpulan wanita. Nabi
pun mengucapkan salam kepada kami."87
83 Diriwayatkan oleh al-Bukhari (6244) dari Anas €lz .
8a Diriwayatkan oleh Muslim (2055) dari al-Miqdad.
85 Diriwayatkan oleh al-Bukhari (6254) danMuslim (1798)dari Usamah binZid.
86 Diriwayatkan oleh al-Bukhari (62a7) danMuslim (2168) dari Anas .4F; .
ly87 Diriwayatkan oleh Ahmad II/452), Abu Dawud (5204), at-Tirmidzi Q6l7) dihasankan-
nya, ad-Darimi W277), dan Ibnu Majah (3701) dari Asma' binti Yazid. Silakan lihat kitab
Shabiih Abi Dawud (afi6).
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 39
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
Dalam riw ayat at-Tirmidzi disebutkan bahwasanya Rasulullah ffi meng-
isyaratkan dengan tanganny^ ketika mengucapkan salam. Meskipun sebagian
orang tidak menerima hal seperti ini, namun sesungguhnya Nabi ffi telah me-
lakukannya. Dengan demikian, tidak perlu diperhatikan lagi pendapat-pendapat
yanglainnya.
23. Dianjurkan Menyampaikan Salam dari Seseorang kepada Orang
Lain
Nabi ffi berkata kepada 'Aisyah: "sesungguhnya Jibril menyampaikan
salam kepadamu."88 'Aisyah €!, berkata: "Atasnya keselamatan dan rahmat
ffiAllah." Seorang laki-laki mendatangi Nabi dan berkata: "Sesungguhnya
ayahku menitipkan salam kepadamu." Nabi bersabda: "Bagimu dan bagi ayahmu
salam."8e Tidak diragukan lagi bahwa hal ini termasuk kategori menebarkan
salam dan untuk merangkai hati. Semua itu termasuk hal-hal yang dikehendaki
oleh syari'at dan termasuk hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan.
Hendaklah setiap Muslim menjaga adab-adab salam yang telah disebut-
kan. Sesungguhnya hal itu akan memberikan faedah dan pengaruh yang sangat
besar dan paling baik, baik terhadap individu maupun kelompok. Maka dari
itu, tidaklah pantas seorang Muslim meremehkan adab-adab tersebut dan me-
Ialaikannya. Jika demikian, maka manusia dapat terhalang dari kebaikan yang
banyak.
Inilah yang telah Allah \H mudahkan bagiku dari adab-adab yang ber-
kaitan dengan salam, yang jumlahnya ada 23 adab. Alhamdulillaahi Rabbil
'aalarniin.eo
88 Diriwayatkan oleh al-Bukhari (6253) danMuslim Q++Z) dari 'Aisyah qk,.
8e Diriwayatkan oleh Abu Dawud (5231) dari seorang Sahabat Nabi;if. Silakan lihat kitab
Sbahiib Abi Dautud (43s8).
e0 Referensi tambahan: Fat-bul Baai (XV5) dan setelahnya, Sbabiih Muslim bi Syarb an-Nauawi
VIV /t99) dan setelahnya, al-Ihsaan bit Tartiib Shabiib lbni Hibban (I/356) dan setelahnya,
Sunan ad-Daimi (IU275) dan setelahnya, 'Arnalul Yaum utal Lailab wlisanlbnus Sunni (hlm.
78) dan dan setelahny a, Sunan Abi Dauud P /378) dan setelahny a, Riyaadbus Sbaalibiin karya
an-Nawawi cetakan Rabbah dan ad-Daqqaq ftlm. 289) dansetelahnya, dan lainnya.
40 BAB XI HURUF SIIN
iii|r l;
a oo l
3a o ,, l
Oo I'tr
,iil a o iii
o
o ,i
o
!:
O
o BAB XII
o
O
t: o HURUF SYIN
l a
a:,,i (s)o &
, a
o
o
a
, a oo
.+:r:.-1ETl '"
# 1r, ' '!.,\,,,.
ii :
|, ,:
i
!ili
r,tlil l
'h l' '' i'il
' ,,1114;;r:iill rl
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AESUNNAH
PASAL I
ADABAST.SYURB
(MTNUM)
Allah W telah menjadikan manusia butuh kepada makanan dan minuman.
Keduanya itulah yang melanggengkan kehidupan manusia. Apabila seorang
manusia tidak mendapatkan makanan dan minuman niscaya ia akan mati. Oleh
karena itulah, ia pasti membutuhkan minum. Akan tetapi, hendaknya ia beradab
dengan adab-adab tertentu berkaitan dengan minum.
Di antara adab-adab minum adalah:
1. Niat yang Baik
Hendaknya seseorang minum dengan niat untuk menguatkan badannya
guna mentaati Allah serta menjaga kesehatan. Dengan demikian, ia akan men-
dapatkan pahala dan minumnya itu menjadi ibadah yang berpahala. Dalam
hadits disebutkan:
((.?q! it.c{' ui1 11
/
"sesungguhnya setiap amal itu tergantung p^d^ ni^tny^."'
2. Membaca Tastniyab
Membaca tasmiyah maksudnya membaca bismillah, sebagaimana ketika
seseorang hendak makan. Sebab, hal itu dapat mengusir syaitan dan mendatang-
kan berkah, sebagaimana telah dijelaskan pada adab makan.
I Telah disebutkan ukhrij-nya.
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM 43
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR.AN DAN AgSUNNAH
rI 5 Minum dengan Tangan Kanan
Sabda Rasulullah ffi:
q; ikiA/
o oz
ctl t-bi
o 'tta"b r;1, y// ^/ i/..yw ssi r;1 11
H
x K- L9, +'A ) l,q, YU'o{"at
H "Apabila salah seorang dari kalian makan, hendaknya ia makan dengan
u,* tangankanannya dan apabila ia minum, hendaknya minum dengan tangan
kanannya. Sesungguhnya syaitan itu makan dan minum dengan tangan
H kirinya."2
H Maka dari itu, makan dan minum dengan tangan kiri hukumnya haram
secara mutlak dan tidak dibolehkan bagaimanapun keadaantya.
lI, 4. Minum dengan Duduk Semampu Mungkin
\I
* Nabi ffi melarang minum dengan berdiri.
rl Rasulullah ffi bersabda'
$
p I(.,;;;^4i e-, w.o -6i A1*"Y ))
l[ "Janganlah salah seorang dari kalian minum dengan berdiri. Apabila ia
( lupa, hend aknya ia memuntahkannya."3
Rasulullah M-, j"g bersabda,
11
a K.;\i*\ # gG eG'r : *'A,Slt & j ))
"seandainya oralgyang minum dengan berdiri itu mengetahui apa yang
ada di perutnya, niscaya ia memuntahkannya."a
trt Demikian juga beliau melarang (dalam laf.azhlain jazara) minum dengan
berdiri.5 Maka pada prinsipnya minum dengan duduk lebih utama daripada
Iit minum dengan berdiri.
Ift 5. Minum Tiga Kali
Hendaknya seseorang minum sebanyak tiga kali. Demikianlah yang biasa
H dilakukan oleh Nabi ffi. Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa beliau ffi
2 Telah disebutkan tahbrij-nya.
3
fl o HR. Muslim QO26) dari Abu Hurairah eg. (19588),dan al-Baihaqi dalarn al-Kubra
HR. Ahmad U/283),'Lbdurrazzaqdalam al-Musbannaf
s A /282) dari Abu Hurairah *!}; . Lihat kitab Sbabiibul Jaami'(5336).
HR. Muslim QO24) dariAnas @.
fi
dg
44 BAB XII HURUF SYIN
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AqSUNNAH
minum dengan tiga nafas, menyebut nama Allah pada awalnya, dan memuji
Allah pada akhirnya.6
Inilah sunnah, yakni seseorang membaca bismillaab lalu minum sesuatu,
kemudian membaca albamdulillaab dan menjauhkan bejana (gela$ dari mulut-
nya. Setelah itu, membacabismillaaD untuk kedua kalinya lalu minum, kemudian
membaca albamdulillaah dan menjauhkan gelas dari mulutnya untuk bernafas.
Sesudah itu, membaca bismillaah laht minum untuk ketiga kalinya, kemudian
menjauhkan gelas dari mulutnya dan mengucapkan albamdulillaah.
Hadits ini menunjukkan bahwa seorang yang minum hendaknya mem-
baca bisrnillaab setiap kali meneguk minuman dan membaca albamdulillaab
setelah meminumnya. Dalam hadits lain disebutkan: "Beliau minum dalam tiga
kali nafas. Apabila mendekatkan gelas ke mulutnya, beliau menyebut nama
Allah, sedangkan apabila menjauhkannya, beliau memuji Allah Ta'ala. Beliau
melakukan seperti itu tiga kali.7
Sunnah ini memiliki faedah kesehatan yang sangat banyak. Sebagian dokter
menyebutkan bahwasanyabagian rongga dalam manusia biasanya suhunya lebih
panas daripada suhu air minum. Oleh karena itu, hendaknya seorang minum
sedikit, lalu ditambah, baru kemudian minum hingga kenyang sehingga rongga
dalam tubuhnya bisa menyesuaikan dengan suhu air yang masuk. Minum yang
peftama lebih sedikit dari yang kedua, baru kemudian ia boleh minum sepuasnya
pada kali yang ketiga. Rasulullah M, melakukan hal itu semata-mata untuk
mengajarkan kepada manusia perkara yang bermanf.aat bagi mereka.
6. Minum dengan Cara Menghirup
Hendaknya seseorang minum dengan c^ra y^ng lebih dekat kepada
menghirup. Janganlah ia meneguk minuman seperti unta, tetapi hendaknya ia
membuka kedua bibirnya sedikit. Perbuatan itu akan mendatangkan beberapa
faedah:
1) Sedikitnya udara yang masuk bersama minuman, yang bisa menyebabkan
kembung atau masuk angin.
2) Orang yang minum dapat merasakan Lezatnyaminuman dengan cepat. Dia
juga dapat dengan cepat membedakan apakah minuman itu masih bagus
dan layak diminum ataukah sudah basi dan tidak enak lagi rasanya. Adapun
6 HR. Ibnus Sunni dalam'Amalul Yaum ual Lailab (a72) dari Naufal bin Mu'awiyah. Lihat
7 kitab Shahiih ul I aami' (49 56). (8+4) dari Abu Hurairah "ii5 . Al-Albani berkata dalam
HR. Ath-Thabrani dalam al-Ausath
a*sikikh asb-Shabiihab [n /272): "Hadits ini dikeluarkan oleh al-Khara-ithi dalam Fadhiilatury
Syukri (Illno. 129) dan ath-Thabrani dalam al-Ausath (I/no. 108) dari Abu Hurairah qF,
dengan sanad hasan. Hadits ini memiliki penguat yang lebih jelas, yaitu yang diriwayatkan
oleh Abu Bakar asy-Syaf i dalam al-Fauaa-id, ath-Thabrani, al-Mukhlish, dJUqaili, Ibnus
Sunni, dan lain-lain dari Ibnu Mas'ud g6 ."
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 45
ENSIKLOPEDI ADAB TSLAM
MENURUT ALQUR.AI\ DAI\ A<SUNNAI{
orang yang meneguk langsung minumannya ddak akan dapat membedakan
rasa minuman itu kecuali setelah ia meminumnya dalam jumlah banyak.
3) Apabila pada minuman itu terdapat serangga atau sesuatu yang jatuh, maka
ia akan merasakannya ketika membuka kedua bibirnya. Berbeda dengan
oranB yang menenggak minumannya,iatidak akan merasakannya kecuali
setelah minuman itu masuk ke dalam kerongkonganrLya.
7. Bernafas Ketika Minum
Apabila Nabi ffi minum, beliau bernafas tiga kali. Beliau bersabda: "Yang
demikian lebih segar, lebih nikmat, dan lebih mengenyangkan."8 Janganlah
seseorang minum sepuasnya dalam sekali nafas, namun hendaknya ia bernafas
di sela-sela tegukannya sebagaimana telah dijelaskan.
8. Tidak Bernafas dalam Gelas
Rasulullah ffi melarang seseorang bernafas dalam gelas.
Beliau ffi bersabda:
ju syr u'lt e J-;:t-rG ar rll
iki ikiU:G >>
((.#,#.16 iki 4 sy, ^1r1,i,fi
"Apabila salah seorang dari kalian minum, maka janganlah ia bernafas
di dalam gelas. Apabila salah seorang dari kalian kencing, janganlah ia
menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan. Apabila salah seorang dari
kalian beristinja', janganlah melakukannya dengan tangan kanan.e
Beliau juga melarang bernafas di dalam gelas atau menghembuskan udara ke
dalamnya.r0 Sebab, air bisa menyerap bau. Oleh karena itu, jika seseorang makan
makanan yang berbau, seperti bawang merah atau bawang putih, kemudian ber-
nafas di dalam gelas ketika minum, maka bau itu akan berpindah ke air minum.
Hal itu akan mengganggu orang yang minum setelahnya. Demikian juga orang
yang bau mulutnya kurang sedap, apabila ia bernafas ke dalam gelas, tentu bau
itu akan terserap ke dalam air minum sehingga mengganggu orang lain.
9. Tidak Menghembus dalam Gelas
Berdasarkan hadits yang telah lalu diketahui bahwa air minum dapat me-
nyerap bau nafas. Apabila bau mulut orang yang minum tidak sedap, maka bau
8 HR. Al-Bukhari (5631) dan Muslim QO28) dariAnas. Tambahan dalam kurung terdapat dalam
riwayat Muslim dan lain-lain.
e HR. Al-Bukhari (5630) dari Abu Qatadah.
r0 HR. Ahmad (/220), Abu Dawud Q728), at-Tirmidzi (1888) dan ia berkata: "Hasan sbahib."
Diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah (3429) darilbnu 'Abbas. Lihat kitab Sbahiibul laamf $820).
46 BAB XII HURUF SYIN
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN ASSUNNAH
itu akan terserap ke dalam air hingga membuat orang yang hendak minum merasa
jijik. Sesungguhnya hembusan lebih parah daripada nafas dalam menyebarkan
bau. Ibnu Hajar al-Asqalani berkata dalam Fat-hul Baari: "Menghembus dalam
keadaan sepefti ini lebih parah daripada bernafas."rr
10. Meniauhkan Gelas dari Mulut Ketika Bernafas
Hendaknya seseorang menjauhkan gelas atau cangkir dari mulutnya saat
ia bernafas ketika minum. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah ffi:
(',fr i ,+,r 2'at ,ri ))
"Jauhkanlah gelas dari mulutmu, kemudian bernafaslah.""
ll. Tidak Minum dari Mulut Bejana
Nabi;tS melarang minum dari mulut bejana.r3
Telah kami jelaskan bahwasanya air dapat menyerap udara. Demikian
juga bau akan tertinggal di mulut bejana. Maka orang yang minum setelahnya
tentu akan terganggu dengan bau mulut orang yang pertama. Oleh karena itu,
seharusnya orang yang minum tidak melakukan kesalahan tersebut. Janganlah ia
minum dari mulut bejana, mulut botol, a:'zuyangsejenisnya. Terlebih lagi bila
bejana atau botol itu terbuat dari kulit, plastik, atau yang sejenisnya. Sebagaimana
pula sebagian orang tidak suka meminum minuman bekas orang sakit atau yang
semisalnya.
12. Tidak Minum Berlebihan
Allah Ta'ala melarang sikap berlebihan, sebagaimana tersebut dalam
firman-Nya:
iLt( O'.lr";*iJt ++'t it"li;i'tsliaisl F
"... Makan dan minumlab, dan janganlab berlebibJebihan. Sesungguhnya
Allab tidah menyukai orang-ord.ngyd.ng berlebihJebihan." (QS. Al-A'raaf: 3l)
Sikap berlebihan bukanlah kebiasaan kaum Mukminin.
Rasulullah ffi bersabda:
(r,t-,i # gq* fdJr: yt') ,f g+'A Saj$t))
tt Fat-hul Baari (x/95).
12 HR. Malik dalam al-Muwathtba' U/925/12) dan ia menshahihkannya, Ibnu Hibban (5303)
dalam al-Ibsaan dari Abu Sa'id. Lihat kitab as-Sikilah ash-Sbahiibab Q85).
13 HR. Al-Bukhari (5628) dari Abu Hurairah eg .
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 47
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN A9SUNNAH
"Orang Mukmin minum dengan satu lambung, sedangkan orang kafir
minum dengan tujuh lambung."ta
Sikap berlebihan seperti ini akan membawa mudharat yang sangat besar
bagi pelakunya.
13. Memuji Allah Setelah Minum
Hendaklah seseorang memuji Allah setelah minum sebagai pengakuan atas
limpahan karunia dan nikmat Allah W serta menunjukkan rasa syukur kepada-
Nya, juga untuk meneladani Nabi ffi. Disebutkan dalam sebuah hadits:
Apabila Nabi ffi makan atau minum, beliau mengucapkan:
(.c'F i,pS';L;i &rCi *rt !,i-jI ;;
"segala puji bagi Allah yang telah memberi makan, minum, dan me-
mudahkannya untuk dicerna serta memberikannya jalan keluar."rs
Rasulullah ffi bersabda:
a,A'ri rilt i'rbiG,tt ,lEi iri tfst ,f n,Aar .11 yy
(.Wi3"*t';rlt
"sesungguhnya Allah meridhai seorang hamba yang makan makanan
lalu memuji Allah atasnya atau minum minuman lalu memuji Allah atas-
nya."'u
14. Mengedarkan Gelas kepada Orang yang Berada di Sebelah Kanan dan
Seterusnya
Mengedarkan gelas kepada orang yang berada di sebelah kanan termasuk
sunnah. Disebutkan dalam sebuah hadits bahwasanya diberikan kepada Nabi
ffi susu yang sudah dicampur dengan air. Sementara di sebelah kanan beliau ada
seorang Arab Badui dan di sebelah kiri beliau ada Abu Bakar. Beliau minum lalu
memberikannya kepada Arab Badui, seraya bersabda:
((.J{Yti cr^,!r >>
"Yang di sebelah kanan yang lebih berhak."rT
14 HR. Muslim QO63) dariAbu Hurairah *fi . Diriwayatkan juga oleh al-Bukhari dengan lafazh
serupa (5393,5397).
r5 Telah disebutkan uhbij-nya.
r6 Telah disebutkan ubhrij-nya.
17 HR. Al-Bukhari (56t2) danMuslim Qozl) dariAnas gE .
48 BAB XII HURUF SYIN
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN A9SUNNAH
Tidak selayaknya menukar sunnah ini dengan yang lainnya walau bagai
manapun tingginya kedudukan oranB yang duduk di sebelah kiri atau seberapa
pun terhormatnya kedudukan orang itu di tengah masyarakat.
15. Meminta Izin kepada Orang yang Berada di Sebelah Kanan apabila
Ingin Memberikan kepada Selainnya
Kadang seseorang yang memegang minuman ingin menyerahkannya ke-
pada orang tertentu disebabkan umurnya, ilmunya, atau yang selainnya. Jika
demikian, maka ia wajib meminta izin kepada orang yang berada di sebelah
kanannya meskipun ia anak kecil atau orang yangrerdah kedudukannya. Sebab,
pernah diberikan minuman kepada Nabi ffi, lalu beliau minum-sementara di
sebelah kanan beliau seorang anak muda dan di sebelah kiri beliau seorang yang
tua-maka Nabi berkata kepada pemuda itu: "Apakah engkau mengizinkan aku
memberikan minuman ini kepada mereka?" Anak muda itu menjawab: "Demi
Allah, wahai, Rasulullah, aku tidak akan memberikan bagianku darimu kepada
seorang pun." Maka Rasulullah memberikan minuman itu kepadanya.r8
76. Hendaknya Pemberi Minuman Minum Paling Akhir
Hendaknya orang yang mengedarkan gelas dan memberi minum kepada
suatu kaum tidak mengutamakan dirinya sendiri daripada yang lainnya. Bahkan,
disunnahkan agar iatidak minum kecuali setelah mereka semua minum sehingga
dialah orang yang terakhir minum. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ffi:
(('iiiT ?Ft Gu'))
"Orang yang menyodorkan minuman adalah yang terakllir rrrirr.r-.""
Beliau juga bersabda:
K.(? i'Zt ?Ft Gu,,lt >>
"Orang yang menyodorkan minuman adalah orang yang terakhir
minum.'20
17. Haram Minum dengan Bejana (Gelas) yang Terbuat dari Emas atau
Perak
Minum dengan bejana yang terbuat dari emas atau perak merupakan
perkara haram yang wajib dijauhi.
r8 HR. Al-Bukhari (5620) dari Sahl bin Sa'ad .gi; .
re HR. Ahmad W/354), Abu Dawud (3725), dan lainJain dari'Abdullah bin Abi Aufa. Lihat
kirab Shabiibul Jaami' (3588).
20 HR. Muslim (581) dari Abu Qatadah.
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 49
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR.AN DAN A ESUNNAI{
Rasulullah ffi bersabda:
*rw ebn*y*31 ?t,t:1 e+i u)>
<<.#,t
"Siapa yang minum dengan bejana dari emas atau perak, sesungguhnyadia
telah menuangkan api Jahannam ke dalam perutnya."2r
Beliau juga bersabda:
((...@tt?nty.T eG*sY))
"Janganlah kalian minum dengan bejana yang terbuat dari emas dan
pertk..."22
Beliau bersabda pula:
K.# tu y,r bndlgt ryr e ?A qg ))
"Orang yang minum dengan bejana perak, sesungguhnya dia telah me-
nuangkan api Jahannam menggelegak dalam perutnya"z3
Telah disebutkan pembahasan masalah ini dalam adab-adab makan.
18. Meniauhi Minuman yang Haram
Jauhilah minuman yrngharam seperti khamer atau minuman-minuman
lainnya yang memabukkan. Sebab, minuman seperti itu buruk sehingga me-
minumnya termasuk perbuatan dosa besar.
1,9. Do'a Sebelum Minum Susu
Apabila seseorang minum susu, hendaknya ia berdzikir kepada Allah
dengan do'ayangdiajarkan oleh Nabi ffi.
Rasulullah ffi bersabda:
oftro?'u &,.it1*'y+("rt aP,6 !r,6 #i WQ tib))
uu*((.;"-au46rat\|.:t$t) {Dt
"Apabila seseorang minum susu, maka ucapkanlah: "Allaabumma baarik
lanaa f.ibi rua zidnaa minhu (Ya, A1lah, berkahilah kami padanya dan
2r HR. Muslim QO65) dari lJmmu Salamah.
22 T elah disebutkan tahhij-nya.
23 Telah disebutkan ahbij-nya.
50 BAB XII HURUF SYIN
ENSIKLOPEDI AE'AB ISLAM
MENURUT ALQUR.AIV DAN AESUNNAI{
tambahkanlah untuk kami) karena tidak ada sesuatu yang dapat mengganti
(mewakili) makanan dan minuman (sekaligus) kecuali susu)."2a
20. Sunnah Minum Susu Sapi
Meminum susu sapi termasuk sunnah karena banyak sekali manfaat yang
terkandung di dalamnya.
Nabi ffi bersabda:
d' / f Uiia\t /t:d\€rGD
f U;U'-*'t,;At
((.r\i
"Minumlah susu sapi karena sapi memakan dari setiap daun pepohonan.
Susu sapi juga berfungsi sebagai obat bagi setiap penyakit."2s
21. Berkumur-kumur Setelah Minum Susu
Nabi ffi menganjurkan bagi setiap Muslim berkumur-kumur setelah me-
minum susu.
Beliau ffi bersabda:
if(.G7','u:,yt;-eA At rll
>>
"Apabila kalian minum susu, maka i.rk.r*.rrlah karena sesungguhnya
susu meninggalkan rasa masam pada mulut."26
Ini merupakan salah satu sunnahyangseharusnya dyaga.
22. Disunnahkan Minum Minuman yang Manis dan Dingin
Disunnahkan minum minuman yang manis dan dingin, seperti jus atau
yang sejenisnya. Rasulullah ffi menyukai minuman seperti itu. Disebutkan
dalam sebuah hadits bahwasanya beliau menyukai minuman yang manis dan
dingin.27
24 Telah disebutkan takbij-nya.
2s HR. Al-Hakim (IVl403) dan ia menshahihkannya sena disetujui oleh adz-Dzahabi dari Ibnu
Mas'ud. Shahiihul Jaarni' (4059).
26 HR. Ibnu Majah (+sl) dari lJmmu Salamah. Lihat kitab Sbahiibul Jaami' (628).
27 HR. Ahmad (VII3S), at-Tirmi&i (1895), al-Baghawi dalamsyarhus Sunnah 0026),al-Hakim
W / t37) dan ia menshahihkannya sena disetujui oleh a&-Dzahabi dari 'Aisyah @, . Lihat
l<rtab Shabiihul Jaami' (4627).
ENSIKLOPEDIADAB ISIAM 5t
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN A ESUNNAI{
23. Tidak Membuang Minuman yang Terjatuhi Lalat
Sebagian orang membuang minuman yang kejatuhan lalat karena merasa
jijik. Seandainya ia melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Nabi ffi, tentu
hal itu akan lebih baik.
Rasulullah ffi bersabda:
?-1: .) u gqu. itt, r/ll
, - el- -J-f o
ry it?9i,.,J'1li.l,: ,.
4to;eo.t to'! e' j
>>
1-.\
,
K.rV F\tG:it;fG fi
"Apabila lalat jatuh ke dalam minuman salah seorang dari kalian, maka
celupkanlah lalat itu lalu buanglah. Sebab, pada salah satu sayapnya ter-
dapat penyakit dan pada sayap yang lainnya terdapat obar penawar."2S
Beliau juga bersabda:
{fiit> ^5r>. yi e3y t j*u ,uL e.iq.i' gr tiL))
i 4 e;k ;\tirtsr q,,srt 7rA. 4r rV e)
K.EA
"Apabila lalat jatuh ke dalam gelas salah seorang dari kalian, maka..tO-
kanlah lalat itu karena pada salah saru sayapnyaterdapatpenyakit dan pada
sayap yang lain terkandung obat penawar. Sesungguhnyayangdihindari
adalah sayap yangterdapat padanya penyakit, maka celupkanlah lalat itu
seluruhnya lalu buanglah."ze
Ibnu Hajar '#E berkata: "Al-Khaththabi berkata: 'Telah berbicara renrang
hadits ini orang yang tidak memiliki ilmu. Ia berkata: 'Bagaimana bisa terkumpul
obat dan penyakit pada kedua sayap lalat? Bagaimana lalat itu tahu hingga ia
mendahulukan sayap yang mengandungpenyakit dan mengakhirkan s yapyang
mengandung obat? Apa yang mendorong ia melakukan hal itu?'
Ia (al-I(haththabi) berkata: 'Ini adalah pertanyaan orang jahil atau pura-pura
jahil, karena banyak di antara hewan-hewan yang menggabungkan dua sifat yang
bertentangan. Allah telah menggabungkan keduanya dan menjadikannya satu,
bahkan menjadikan sebagiannya sebagai kekuatan hewan tersebut. Dialah yang
mengilhamkan kepada lebah untuk membuat sarang yang begitu menakjubkan
28 Telah disebutkan ukhij-nya.
2e HR. Abu Dawud (3844), Ibnu Hibban (1243) dalam al-Ihsaan, dan yang lainnya dari Abu
Hurairah Qa . Lthat khab Sbabiibul laami' (835).
52 BAB XII HURUF SYIN
i ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN AqSUNNAH
$
$
untuk menghasilkan madu di dalamnya. Dialah yang mengilhamkan kepada
semut untuk mengumpulkaan makanan guna memenuhi kebutuhannya dan
membelah biji-bijian itu hingga tidak bisa tumbuh. Tentulah Dia Mahakuasa
untuk mengilhamkan kepadalalat untuk mendahulukan satu sayap dan meng-
akhirkan yang lainnya.
H Ibnul Jauzi berkata: 'Apa yang dinukil dari perkataan orang ini tidaklah
mengherankan. Seekor lebah mengeluarkan madu dari bagian atasnya dan
H menyemburkan racun dari bagian bawahnya. Seekor ular berbisa dimasukkan
H dagingnya ke dalam ramuan supaya dapat menawarkan bisa ular. Lalat ditumbuk
dengan itsmid berkhasiat untuk menjernihkan pandangan. Sebagian ahli medis
u pun menyebutkan bahwasanyalalat memiliki daya racun t lang terbukti dari
$ bengkak dan gatal disebabkan sengatannya. Racun itu merupakan senjata baginya.
Maka dari itu, apabila lalat terjatuh ke suatu tempat yang dapat menyakitinya,
H maka ia akan mengeluarkan senjatanya. Allah memerintahkan manusia agar
H melawan racun itu dengan obat yang Allah letakkan pada sayapnya yanglain
H hingga hilanglah mudharat dengan izin Allah Ta'ala."30
$ Inilah yang dimudahkan Allah ffi bagiku dari adab-adab minum t fang
j umlahnya ada 23 adab. lV'alhamdu lillaab i Rabbil'aalamiin.3l
$
$
t[
n
t,
*
n
t
*
n
*
t
n
*
* 30 Fat-bul Baai W263)
3r Referensi tambahan: Fatbul Baai W69) dan setelahnya, Shabiib Muslim bi Syarh an-Nauawi
Vm/272) dan setelahnya, al-Musbannaf karya'Abdurr^zzaq6./426) dan setelahnya,'Amalul
Yaumi utal Lailab karya Ibnus Sunni (470) dan setelahnya, al-Mustadrah karya al-Hakim
W / L37) dan setelahnya, al-Ihsaan bi Tartiib Sbahiib lbni Hibban (rfih57) dan setelahnya,
n Jam'ul Fauaa-idkarya al-Fasi [/512) dan setelahnya, dan lain-lain.
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 53
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AESUNNAH
PASAL II
ADABAST.SYA'RI
(BERIGITAN DENGANRAMB UT)
Islam sangat memperhatikan agar seorang Muslim hidup teratur dan rapi,
baik dalam ucapan, perbuatan, nrpa, maupun perilaku, serta dalam seluruh aspek
kehidupannya. Sejauh mana seorang Muslim beradab dan meneladani Nabi ffi,
maka seperti itulah kedudukannya di sisi Allah Ta'aladan kedekatannyadengan
Rasulullah ffipadahari Kiamat. Perhatian Islam terhadap adab seorang Muslim
berkaitan dengan rambut adalah apabila pada kepala dan bagian tubuh seseorang
terdapat rambut, maka ia harus beradab dengan adab-adab yang berkaitan
dengannya, di antar any a;
1. Memuliakan Rambut
Memuliakan rambut dilakukan dengan mencuci (keramas), menyisir,
dan merapikannya. Janganlah ia membiarkan rambutnya acak-acakan hingga
terlihat pemandanganyanganeh di atas kepalanya seperti layaknyasyaitan atau
terkumpul padanyakotoran maupun kutu dan lain sebagainya.
Rasulullah ffi bersabda:
K.r##'d "s u))
"Barang siapa memiliki rambut, hendaknya ia memuliakannya."32
Ketika Rasulullah ffi melihat seorang laki-laki yang acak-acakan rambut-
nya, beliau bersabda:
32 HR. Abu Dawud (+ter) dan al-Baihaqi dalam asy-Syu'ab (e+ss) dari Abu Hurairah. Lihat
l<ttab Shahiib Abi Dawud (3509).
54 BAB XII HURUF SYIN
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN AgSUNNAH
#u((.i',-t , ril 4'os Yi
>>
"Tidakkah orang ini mendapatkan sesuatu yang dapat merapikan rambut-
rrya]"rr
Sekali-kali bukanlah yang dimaksud memuliakan rambut adalah dengan
membuat dandanan-dandanan aneh menyerupai orang kafir dari orang-orang
Eropa dan orang-orang bodoh lainnya serta membuat dandananyanganeh-aneh.
2. Menyisir Rambut Tanpa Berlebihan
Ada sebagian orang yang senantiasa menengok ke cermin untuk melihat
keadaan rambutnya atau tenrs-menenrs bersisir. Perbuatan seperti ini tidaklah
disukai. Bahkan, seseorang tidak boleh terlalu sering menyisir rambutnya.
Hendaknya menyisir rambut dilakukan sebatas agar rambut tidak acak-acakan,
namun juga tidak berlebihan. Disebutkan dalam sebuah hadits bahwasanya
Nabi ffi bersabda:
K.U \L "V'rtt ,f M it iy, & ))
"Beliau ffi melarang bersisir t ...r"ti r.r.k"lil"o
As-Sindi berkata dalam Hasyiyab Sunan an-Nasa-i: "Al-ghibb dengan
mengkasrahkan ghin dan men-tasydid-kan baa', yakni melakukantya sehari
dan meninggalkannya sehari. Maksudnya adalah makruh melakukannya tenrs-
menerus. Hanyasaja, secara khusus melakukannya sehari dan meninggalkan-
nya sehari bukanlah yang dimaksud."3s
Demikian juga sebagian Sahabat berkata: "Nabiyullah ffi melarang kami
dari al-ifrab.Kami bertanya: "Apakah al-ifrah itu?" Beliau menjawab: "Bersisir
setiap hari."36
3. Tayaamun (Mendahulukan Bagian Kanan) Ketika Bersisir dan Men-
cukur Rambut
Apabila seseorang menyisir rambutnya, maka disunnahkan memulainya
dari bagian kanan. Telah disebutkan bahwasanya:
33 fm' Ahmad W/357),Abu Dawud (4062),an-Nasa-i (Vly184),Ibnu Hibban (5459), al-Hakim
0V/185) dan ia menshahihkannya serta disetujui oleh edz-Dzahabi, dan Abu Nu'aim dalam
al-Hilyab NI/78) dari Jabir. Lihat kitab as-sikilah ash-Shabiihah (+93).
34 HR. Ahmad (n//86), Abu Dawud (4159), an-Nasa-i NIII/132), at-Tirmidzi (1756) dan ia me-
ngatakan: "Hasan sbabih," Ibnu Hibban (5460), Ibnu 'Adi dalam al'Kaamil (/255), dan Abu
Nu'aim dd,am al-Hilyah Nl/276) dari 'Abdullah bin Mughafal. Silakan lihat kitab as-Silsilab
asb-Sbahiibah (50t).
3s Sunan an-Nasa-i AIJI/132) pada catatan kakinya.
36 An-Nasa-i NIII/132) dari seorang Sahabat Nabi ffi. Lihat kitab a*Sikilah asb-Shahiibah (502).
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 55
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAI\ Ae.SUNNA{
y*e, #i') #3 e LtbtY :;;'i:t'i.= ots >>
<.f y.G
"Beliau ffi menyukitayaamuz (memulai dari bagian kanan) semampunya,
dalam bersuci, memakai sandal, bersisir, dan dalam setiap urusan."37
Hendaknya sunnah ini diperhatikan. Demikian juga mendahulukan
bagian kanan ketika mencukur rambut. Karena Nabi ffi ketika mencukur
rambut beliau saat haji wada': Tukang pangkas memulai mencukur dari bagian
kanan kepala beliau.38
4. Meminyaki Rambut dan MerapikanJenggot
Meminyaki rambut dan merapikan jenggot merupakan bentuk perhatian
kepada rambut, merapikan, dan memuliakannya. Nabi ffi biasa meminyaki
rambut beliau dan membasahi jenggotnya dengan air.3e
Hal itu berguna untuk menjaga kerapian rambut, menjaga kebersihan kulit
kepala, mengharumkan aromanya, serta menjaga kesuburan rambut.
5. Memaniangkan Rambut Sekali Vaktu
Tidaklah mengapa membiarkan rambut tumbuh panjangsekali waktu,
sebagaiman^yangdilakukan oleh Nabi ffi. Disebutkan dalam sebuah hadits
bahwasanya Rasulullah ffi memiliki rambut yang panjangnya hingga ujung
kedua telinganya.ao
Anas gE berkata: "Rambut Rasulullah ffircrgerai hingga kedua pundak
beliau."ar
#,Diriwayatkan dari'Aisyah ia berkata:
".u.4ir 3r3i itlt oi W it Jyt ;i ;ts'
*Rambut Rasulullah g, p^ni^ng.rr, -.r.rihi kedua ujung telinga, tetapi tidak
sampai ke bahu."a2
37 Telah disebutkan takbrij-nya.
38 HR. Muslim (1305) dari Anas.
3e Diri*ayatkan oleh Ibnul A'rabi dalam al-Mu'jam dari Sahl bin Sa'ad. Sebagaimana pula
disebutkan dalam kitab as-Sikilab asb-Shahiihab (720).
40 HR. Al-Bukhari (3551) dan Muslim Q337) darial-Bara'.
4r HR. Al-Bukhari (5904) dari Anas.
42 HR. Abu Dawud (4t87), at-Tirmidzi (1755),dan Ibnu Majah (3635) dari'Aisyah qiF, . Lihat
l<rtab Shabiih Abi Dawud Q527).
56 BAB XII HURUF SYIN
ENSIKLOPEDI AE'AB ISLAM
MENURUT ALQUR.AAI DAN AESUNNAH
Diriwayatkan dari al-Bara', ia berkata:
'.Mit Jyr,Z;t,F Y eGi le: q,..iiY"
"Aku tidak pernah melihat seorang lakiJaki yang rambutnya hampir mencapai
pundak sedang mengenakan pakaian warna merah yang lebih tampan daripada
Rasulullah ffi."4t
Al-jummab maknanya rambut y^ng paryangnya sampai ke pundak .44 Al-
uafrah adalah rambut yang panjangnya sampai kedua ujung telinga.a5 Sedang
al-limmab dengan mengkasrahkan lam dan mentasydidkan huruf miim adalah
rambut yang pmjangnya melebihi kedua ujung telinga dan tidak sampai ke
pundak.a6
6. Mengepang Rambut
Tidaklah mengapa apabila seseorang ingin membuat kepangan, namun
hal ini bukanlah suatu keharusan. Akan tetapi, Rasulullah ffi kadang kala
melakukannya. Disebutkan dalam sebuah hadits bahwasanya Rasulullah ffi me-
masuki Makkah sementara beliau memiliki empat kepangan.aT
Maka dari itu, dibolehkan membuat kuncir atau kepangan pada rambut.
Bahkan, hal itu bagus dilakukan selagi bisa.
7. Membelah Rambut
Boleh membelah rambut menjadi dua bagian, tidak membiarkannya ter-
gerai ke dahinya. Sebab, Nabi ffi dahulu membiarkan rambut tergerai, lalu
beliau membelahnya.o8
Hal itu dilakukan untuk menyelisihi Ahlul Kitab yang biasa menjulurkan
rambut mereka. 'Aisyah gk, berkata: "Apabila aku ingin membelah rambut
Rasulullah l&, maka aku membelahnya di tengah."oe
Hal tersebut bertentangan dengan ar..ggapan sebagian orang yang me-
nyangka bahwasanya belahan rambut kaum pria itu di pinggir dan kaum wanita
di tengah. Pada prinsipnya rambut wanita itu tertutup dengan hijab.
43 HR. Al-Bukhari (5901) dan Muslim Q337) dari al-Bara'.
4 Ao-Nihooyoh 0,/3oo).
a5 An-Nihaayah N/2lo).
a6 An-Nibaayah W/273).
o7 HR. Abu Dawud (4191), at-Tirmidzi (1781) dan ia menghasankannya, serta Ibnu Majah (353 t)
dari Ummu Hani'. Lihat kitab Shahiib Abi Dauud (3531).
48 HR. Al-Bukhari (3558) dan Muslim Q336) dari Ibnu 'Abbas qil;.
4e HR. Abu Dawud (4189) dan Ibnu Majah (3633) dari 'Aisyah q*$r,. Lihat kitab Sbahiih Abi
Dauud (3529).
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 57
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN OAN AgSUNNAH
8. Tidak Mencukur Sebagian Rambut dan Membiarkan Sebagian yang
Lain
Nabi ffi melarang mencukur sebagian rambut dan membiarkan sebagian
yang lain. Beliau melarang al-qaza'. Dikatakan kepada Nafi', perawi hadits ini:
"Apa al-qaza'itu?" Dia menjawab: "Mencukur sebagian rambut anak kecil dan
membiarkan sebagian yang lain."so
Sangat disayangkan, model rambut seperti ini telah tersebar luas pada
zamatsekarang, baik anak-anak maupun para pemuda yang taklid kepada Ahlul
Kitab dan orang-orang musyrik. Mereka mencukur sebagian rambut sisi kepala
dan membiarkan panjang bagian tengahnya karena taklid kepada para selebritis
kafir, aktor, artis, dan lain sebagainya. Mereka melalaikan perintah Nabi ffi.
Ketika Rasulullah ffi melihat seorang anak kecil yang sebagian rambutnya
dicukur dan sebagian yang lain dibiarkan, beliau melarang hal itu seraya bersabda:
"Cukur seluruhnya atau biarkan seluruhnla."sr
9. Tidak Menyerupai Orang-Orang Kafir
Janganlah menyenrpai orang-orang kafr dalam hal model dan potongan
rambut. Sebab, menyerupai mereka hukumnya haram sehingga kita wajib
menyelisihi mereka. Rasulullah ffi tidak membiarkan satu perkara pun dari
keadaan mereka kecuali beliau menyelisihi mereka di dalamnya. Beliau juga telah
memperingatkan kita dari perbuatan menyerupai mereka, beliau bersabdat
(('r-+ *etffid)
"Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka."sz
10. KaumlUflanita Tidak Boleh Menyerupai Kaum Pria
Sebagian kaum wanita mencukur pendek rambut mereka hingga me-
nyerupai potongan rambut laki-laki. Perbuatan seperti ini hukumnya haram.
Disebutkan dalam sebuah hadits bahwasanya Nabi ffi melaknat kaum laki-
laki yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang
menyerupakan diri dengan kaum laki-laki.s3
Demikian juga haram bagi kaum pria menyerupai kaum wanita dalam hal
potongan rambut atau hal yanglainnya.
50 HR. Al-Bukhari (5920) dan Muslim Qt2O) darilbnu'Umar "er,-..
5r HR. Ahmad (IIl88), Abu Dawud (+tfS) dan an-Nasa-i (VlI/130) dari Ibnu 'IJmar uib. As-
S ils i lab ash - S hah iih ah (t t23).
52 HR. Ahmad (I/02) dan lainJain dari Ibnu 'lJmar. Shahiibul Jaamt Q83t).
53 Telah disebutkan takhij-nya.
58 BAB XII HURUF SYIN
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
11. Haram Menyambung Rambut atau Memakai Rambut Palsu (\$fig)
Pada zaman sekarang, rambut palsu yang disambungkan dengan rambut
kepala sehingga menjadi lebih panjang banyak dilakukan, baik oleh kaum pria
maupun kaum wanita, terlebih lagi para aktris, penyanyi, penari, dan lain
sebagainya. Perbuatan tersebut termasuk perkara yang berbahaya.
Rasulullah ffi bersabda:
( y'r'-jjti .j{,t'jt') +"#t t Lt';tiiut rJ ))
"Allah melaknat al-anashilab, al-mustaushilah, al-waaryimab, dan al-mus-
tausyimab."sa
Al-anashilah adalah wanita yang menyambung rambut dengan rambut
lain sehingga menjadi lebih panjang. Al-mustausbilah adalah wanita yang minta
disambung rambutnya. Al-utaasyimab adalah wanita yang membtat tato. Al-
Mustauryimah adala,hwanita yang minta ditato.
Rasulullah Mj"g bersabda:
K;i36,2Y'frt q,Y,t;t; eL'l ))
"Telah binasa Bani Israil ketika para wanita mereka memakai ini."ss
Maksudnya, memakai rambut sambungan.
Beliau juga bersabda:
e)i((.*, *i ;y + r''-, Vit g o>ti r"'rt ttJ:,
"Siapa saja wanita yang menyambung rambutnya dengan rambut palsu
maka sesungguhnya itu adalah kepalsuan yang telah ditambahkan pada
dirinya."s6
Sangat mengherankan, 6rang-orang berani melakukan perkara yang
pelakunya telah dilaknat dan sangat diharamkan oleh Nabi ffi, sebagaimana
orang yang memakai wig. lY'allaabul mustd'd.d.n.
72. Tidak Mencabut Uban
Seseorang tidak dibenarkan mencabut uban yang tumbuh di kepala atau
di jenggotnya. Sebab, disebutkan dalam hadits bahwasanya Nabi ffi melarang
s4 HR. Al-Bukhari (5937) dan Muslim Ql23) dari Ibnu'Umar ,#.
5s HR. Al-Bukhari (5932) danMuslim Qt27) dari Mu'awiyah g; .
(t[I/s6 HR. An-Nasa-i
L4+145) dari Mu'awiyah. Lihat kitab Shabiihul laami' Q705) d^n Shabiih
an-Nasa-i (4714).
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 59
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN AgSUNNAH
mencabut uban.57
Beliau juga bersabda:
'^sc.:;rs rl f-j| ery4-tr:t;,:ifur t#'t>>
(.+q,. {,; Lt)"2%q. i'ttr nS \L.,yqt{ift;
Janganlah kalian mencabut uban. Tidaklah seorang Muslim tumbuh satu
helai uban di dalam Islam kecuali akan menjadi cahaya baginya pada hari
Kiamat, Allah akan mencatat baginya dengan satu uban satu kebaikan
atau Dia akan menghapus darinya satu dosa."s8
13. Mewarnai Uban dengan Selain'Varna Hitam
Mewarnai uban dengan selain warna hitam termasuk sunnah. Karena Nabi
ffi memerintahkan menyemir rambut untuk menyelisihi orang-orang Ajam
(uar Arab).5e
Beliau ffi bersabda:
(.#A, .t.t;* J;#-'l a:6t')'rilt,lt >>
"Sesungguhnya oranB-orang Yahudi dan Nasrani tidak menyemir r^rn'rrrr,
maka bedakanlah diri kalian dari mereka."60
Beliau juga bersabda:
,o YGi.lt
>>
(.J5lllt;qtJ;;Jr ,f
"Sebaik-baik yang kalian gunakan untuk menyemir uban adalah daun
pacar dar- katam."6l
Daun pacar sudah dikenal. Adapun hatam adalah tumbuhan yang ber-
warna merah kehitam-hitaman.
57 HR. An-Nasa-i (V[I/136), at-Tirmidzi Q82l) dan ia menghasankannya, sena Ibnu Majah
(3721) dari Ibnu'Amr. Lihat kitab Sbabiih an-Nasa-i (4693).
58 HR. Abu Dawud (a202) danlbnu Majah Q72I) d^rilbnu'Amr. Lihat kitab Shahiih Abi Dauud
(3s3e).
se Shobiibulloomi'(4887) dan dinisbatkan kepada ath-Thabrani dari Qutaibah dan Ibnu'Asakir
dari Abu Hurairah .EE .
60 HR. Al-Bukhari (5899) dan Muslim (2103) dari Abu Hurairah gS .
6t HR. Ahmad N / I54), Abu Dawud (4205), an-Nasa-i 0/[y139), at-Tirmidzi (1753) dan ia ber-
kata: "Hasan shahib," Ibnu Majah (3622), dan Ibnu Hibban (5a50) dalam al-Ihsaan dari Abu
Dzarr. Lihat kitab Shabiibul laami'$5a6).
60 BAB XII HURUF SYIN
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
n MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
H
H
H Ini adalah sunnah. Hendaknya seorang Muslim menyemir rambutnya
dengan daun pacar, katam, atau selainnya. Hal itu dilakukan untuk menyelisihi
H ahli kitab sebagaimana perintah Rasulullah ffi. Adab ini dilakukan ketika sese-
tr orang telah beruban, tetapi dengan syarat selain warna hitam. Ketika Rasulullah
H ffi melihat Abu Quhaf.ahyangtelah memutih rambutnya-hingga rambutnya
I[ seperti tumbuhan tsagbamah-beliau bersabda:
f; (.tt'/ilt t-#t) r*rt;J t1p 17
H "'Warnailah ubannya! Akan tetapi, hindari warna hitam."62
H Perintah Nabi ffi supaya menjauhi warna hitam menunjukkan bahwa
haram mewarnai rambut dengan warna tersebut. Dalil lain yang menunjukkan
$
hal itu adalah sabda Rasulullah ffi:
H
E'gl-GJt y#Lr 9Y")t ,1 e3r*X- iy Srti ))
(Ft45J-*i\" 'a 'o ' zI
H
H "Akan ada nanti di akhir zaman kaum yang menyemir rambut mereka
dengan warna hitam seperti bulu merpati yang hitam. Mereka tidak akan
ff mencium aroma Surga."63
ffi 74. MemeliharaJenggot dan Menghormatinya
# Memelihara jenggot termasuk di antara fitrah dan sunnah para Nabi rffit,
tr serta termasuk perkarayangtidak boleh dilalaikan oleh seorang Muslim. Yang
H demikian itu berdasarkan beberapa hadits dalam masalah ini, di antaranyasabda
Rasulullah ffi:
m
n ((.,_r-#t t;;),v G4t tr:15 ,+ifut t:!i >>
m . "Potonglah kumis dan peliharalah jenggot. Selisihilah orang-orang
H Majusi."s
t, Demikian pula sabda Nabi ffi:
t ((.,#r t*i t,+j'At tli ))
H
"Potonglah kumis dan peliharalah jenggot."65
ft
t, 62 HR. Muslim QtOz) dariJabir .48 .
63 HR. An-Nasa-i (Vm/138) dan Abu Dawud (4212) dari Ibnu'Abbas. Lihat kitab Shabiih Abi
# Dawud (s348).
t #s HR. Muslim (260) dari Abu Hurairah .
ft 65 HR. Ahmad II/229) dari Abu Hurairah .g; . Lihat kitab Shabiihul Jaami'(4392).
t
tI
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 61
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM
MENURUT ALQUR.AI\ DAIV ASi.SUNNAH
Begitu juga sabda beliau ffi:
K',11 1#i, ,t tnt -ft.o it))
"Potonglah kumis dan peliharalah jenggot."66
Hadits dalam masalah ini sangatlah banyak. Memelihara jenggot hukumnya
wajib, dan mencukurnya, bagaimanapun juga, hukumnya haram. Barang siapa
melakukannya berarti dia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta
menyelisihi perintah nabawi dalam hal ini. Janganlah te{pengaruh dengan ucapan
orang-oran g y ar,g menyelisihinya karena mereka adalah orang-orang jahil atau
sesat dan menyesatkan. \Vallaabul musta'aan.
15. Haram Memintal Jenggot
Haram memintal jenggot atau mengikat sebagian jenggot dengan sebagian
yang lain. Haram juga mengepangnya, baik semua itu dilakukan dengan
keyakinan untuk menolak penyakit'ain, mengikuti orang-orang musyrik, mau-
pun sekadar berhias.
Nabi ffi bersabda:
ri; J; a u6t ;:$q*.+:)rU;t6st F U..i'rU>>
(.y;,si.t"r"al 3y P'ri tt; g4 6;.*t )i 4,
"'Wahai, Ruwaifi', mudah-mudahan engkau berumur panjang sepeninggal-
ku. Maka sampaikanlah kepada orang-orang bahwasanya barang siapa me-
mintal jenggotnya atau beristinja'dengan kotoran binatang maupun dengan
tulang, maka sesungguhnya Muhammad ffiberlepas diri darinya."67
16. Memotong Kumis
Hendaknya seseorang memotong kumis hingga tidak menjulur ke bibir.
Menjulurkan kumis seperti itu termasuk tasyabbub (menyerupai) dengan non-
Muslim. Seo ran g Muslim diperintahk arL agar memotong atau memendekkannya,
sebagaimana disebutkan dalam hadits yang telah lalu. Nabi sangat menekankan
perintah ini, beliau bersabda:
((.q ctt i)v, b;u I u>
66 HR. Muslim 9259) darilbnu'Umar ,-,dr...
67 HR. Abu Dawud (35) dan an-Nasa-i (VtrI/135) dari Ruwaifi'. Lihat khab Sbahiih an-Nasa-i
(46e2).
62 BAB XII HURUF SYIN
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN ASSUNNAH
$
"Barang siapa tidak memotong kumisnya, maka ia bukan dari golongan
kami."68
$ Ibnul Qayyim berkata dalam Zaadul Ma'aad: "Para Salaf berbeda pendapat
dalam masalah memotong kumis atau mencukurnya, yakni manakah yang lebih
il utama."
$ Imam Malik berkata dalam kitab al-Muutatbtha': "Kumis dipotong hingga
$ terlihat garis bibir. Inilah yang disebut itbar." Beliau pun memberikan contoh-
nya.
$ Ibnu'Abdil Hakim menyebutkan riwayat dari Imam Malik, bahwasanya
$ ia berkata: "Kumis dipotong dan jenggot dipelihara. Sementarayangdimaksud
$ memotong di sini bukanlah mencukurnya. Aku berpendapat bahwa orang yang
mencukur kumis layak diberi pelajaran."
Ibnul Qasim meriwayatkan darinya, ia berkat a: " Ihfaa-usy Syaarib menurut-
ku sama saja dengan mutslab (mencukur habis kumis)."
Imam Malik berkata: "Tafsir hadits Nabi ffi dalam masalah memorong
kumis adalah ithar.Makadariitu, makruh mengambilnya dari bagian atas."
$ Beliau juga berkata: "Aku bersaksi bahwa mencukur kumis termasuk bid'ah.
$ Aku juga berpendapat bahwa pelakunya perlu dipukul sebagai hukuman."
t[ Imam Malik berkata pula: "Apabila'Umar Ibnul Khaththab menghadapi
persoalan pelik, ia pun menghela nafas lalu menutup kakinya dengan selendangnya
H sambil memintal-mintal kumisnya."
m 'LJmar bin'Abdul'Aziz berkata: "Sunnah dalam masalah kumis adalah
H itb ar (menyisakannya) . "
ffi Ath-Thahawi berkata: "Aku belum menemukan pendapat Imam asy-Syaf i
dalam masalah ini. Adapun para sahabatnya, yaitu al-Muzani dan ar-Rabii', ke-
H duanya memotong kumis. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya mengambil
ft pendapat tersebut dari asy-Syaf i '+:15."
H Ath-Thahawi berkata: "Adapun Abu Hanif.ah, Zuf.ar, Abu Yusuf, dan
tr Muhammad, madzhab mereka dalam masalah rambut dan kumis bahwasanya
mencukur lebih utama daripada memendekkan (memotong)."
P
Adapun Imam Ahmad, al-Atsram berkata' "Aku melihat Imam Ahmad
fl mencukur pendek kumisnya."
H Hunail berkata: "Ditanyakan kepada Abu 'Abdillah (Imam Ahmad):
tr "Bagaimana menurutmu tentang seorang laki-laki yang punya kumis? Apakah
ia memotongnyaatau mencukurnya? Apakah yang harus dilakukannya? Beliau
tr
# 68 HR. Ahmad (V/366), an-Nasa-i (/l5,Yllfr/l3O), dan at-Tirmidzi (2761) ia berkata: "Hasan
shabib." dariZaid bin Arqam. Lihat kitab Sbabiib an-Nasa-i (4674).
fl 63
D
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR.AN DAN AgSUNNAH
menjawab: "Jika ia mencukurnya, tidaklah mengapa dan jika ia memendek-
kannya, juga tidak mengapa."6e
Silakan ia memendekkan kumisnya sedikit atau mencukurnya sangat tipis.
Namun yang benar, janganlah ia mencukurnya habis.
Inilah yang dimudahkan Allah bagiku dari adab-adab berkaitan dengan
rambut, yang jumlahnya ada L6 adtb. tWalhamdulillaabi Rabbil 'aalamiin.1o
6e Zaadul Ma'aad (/a5) cetakan ar-Ri-aasatul 'Ammah.
70 Referensi tambahan: Sbabiih Muslim bi Tartiib Muhammad Fuad'Abdul Baqi (IVl1819)
dan setelahny a, Sunan Abi Dautud W /392) dan setelahny a, al-Ibsaan bi Tartiib Shabiih lbni
Hibban (VII/404) dan setelahnya, Sunan an-Nasa-i NIII/t25) dan setelahnya, asy-Syarnaa-il
al-Mubarnmadiyyah karya at-Tirmidzi (41) dan setelahnya, Jaarni'ul Ushuul Ay/750) dan
setelahnya, dan lainJain.
64 BAB XII HURUF SYIN
r,ll, , I ,iill,r iil,i l'llllrll ril
ti,1F' ,' ltr
{::lif,.ririli,llii:l,!l. 'iii ',1i' lrll I
,rfi ,ii rri il" ,ii, "',,,',
I,,iii:
,:i:ll'rr'.
.ItiJr
BAB XIIIii
ii
'i
HURUF SHAD
iii
ii:
(€)
ril,1:i ll, i!
riri'
i1+ i:i
,ii, ,]
i'i
. ,]
'jrr,
r
'il'
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAI\ ASSUNNAH
PASAL I
ADAB ASH.SHADAQAH
(BERSEDEI(AH)
Bersedekah termasuk amal shalih yang paling agung, bahkan termasuk amal
terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Bersedekah juga merupakan salah
satu sebab dilindunginya seseorang dari adzab kubur dan mendapat naungan
Allah pada hari Kiamat. Apalagi jika orang yang mengeluarkan sedekah itu
memperhatikan adab-adabnya.
Di antara adab bersedekah adalah sebagai berikut:
7. Ikhlas dalam Bersedekah
Seseorang wajib mengikhlaskan niat karena Allah semata di dalam ber-
sedekah dan mencari keridhaan-Nya serta kedekatan disisi-Nya, baik sedekah
wajib maupun sedekah mustahab (sunnah). Jika keikhlasan tidak ada, maka
sedekah akan batal dan dapat menggugurkan pahalalya. Sebagian orang ber-
sedekah dengan tujuan riya' dan sum'ah serta berbangga-bangga untuk me-
nyombongkan diri agar ia dikenal dengan sedekahnya. Bahkan, ia berusaha
menonjolkan hal itu. Orang-orang seperti ini akan disiksa pada hari Kiamat
dengan siksa yang sangat berat.
Rasulullah ffi bersabda:
((... ,frS/z / yqto &_ )6t t J; ,i ))
&,,f&t J3i
"Orang yarLgperiama kali dipanaskan dengan (tubuh) mereka api Neraka
pada hari Kiamat adatigagolongan ..."
Kemudian, beliau berkata:
K O,JA L, Gi) ))
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 67
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
"Dan dihadirkan orang yang bersedekah."
sampai dengan sabda Nabi:
ii((... JZ .it'-o :it4 ,4t5 w; .;it i#:'.1r ))
"Allah berkata: 'Engkau berdusta. Sesungguhnya engkau bersedekah agar
dikatakan dermawan. Begitulah (kenyataan) yang telah dikatakan ..."'r
2. Mempelaiari Kewaiiban-Kewaiiban dalam Bersedekah
Seorang Muslim wajib mempelajari tentang sedekah-sedekah yang diwajib-
kan atas dirinya, mempelajari ukuran-ukurannya dan kepada siapa sedekah itu
harus diberikan, serta hal-hal lain yang akan meluruskan ibadahnya tersebut.
Hal itu dilakukan sebelum ia melakukan sedekah, walaupun ia harus bertanya
kepada ahli ilmu. Sebab, ia tidak akan terhitung melaksanakan kewajiban di
dalam ibadah hingga ia melakukannya sesuai dengan yang disyari'atkan Allah
W . Selain itu, agar tidak mengeluarkan sesuatu dari jenis hartayangtidak wajib
dikeluarkan zakatnya atau ia tidak memberikannya kepada orang yang tidak
berhak menerimanya dan hal-hal semacam itu.
3. Tidak Menunda-nunda Sedekah yang Vajib hingga Keluarl$[aktu-
nya
Jika telah wajib atas seorang Muslim mengeluarkan zakat atas hana-
nya, tanamar,nya, perniagaanrLya, atau yang lainnya dariharta sedekah yang
wajib, maka ia wajib mengeluarkannya pada waktunya. Tidak boleh ia me-
nundanya tanpa adanya udzur. Hal itu tidak boleh sama sekali. Siapa yang
menunda hingga keluar dari waktunyat^np^udzur, niscaya ia akan menghadapi
kemarahan Allah W.
4. Mendahulukan Sedekah yang Vaiib daripada yangMustahab (Snnnah)
Vajib atas seorang Muslim, apabila ia harus mengeluarkanzakatyang wajib
dan telah tiba waktunya, agar mendahulukannya daripada sedekah yangmustahab.
Itulah hukum asalnya. Sebab, menunaikan sedekah yang wajib termasuk rukun
Islam. Allah W tidak akan menerima amalan-amalan sunnah hingga ia meng-
amalkan amalan wajib. Amal yang disukai Allah untuk mendekatkan diri kepada-
Nya adalah dengan menunaikan kewajiban, sebagaiman yang disebutkan di
dalam hadits qudsi:
U'Ptq^* t ,$* at qP Y) ...))
ALL; cg
I 9 (.>
((...
I HR. Muslim (1095)dari Abu Hurairah gE
68 BAB XIII HURUF SHAD
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN A.gSUNNAH
" ... dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan
sesuatu yang lebih Aku sukai daripada apa-apa yang telah Aku wajibkan
etasnye..."2
Barang siapa yang mendahulukan sedekah yang mustahab atas sedekah
yang wajib maka ia berada dalam kesalahan yang besar. Ia melakukan hal itu
disebabkan kejahilan terhadap syari'at dan karena kekurangan ilmunya tentang
hal-hal yang disukai Allah l$p.
5. Mengeluarkan Zakat dari Jenis-Jenis Harta yang Telah Ditentukan
Syari'at apabila Telah Vaiib Atasnya
Apabila sudah jatuh kewajiban atas seorang Muslim untuk mengeluarkan
sedekah (zaka) atas barang teftentu secara syar'i, dan syari'at telah menjelaskan
cara mengeluarkan jenis tertentu dari hananya, seperti zakat fitrah, yang telah
diwajibkan oleh Rasulullah ffi, yaitu satu sha' gandum /bun atau satu sha' kurma
atau satu sha' sya'ir (jewawut) atau sejenisnya, maka seharusnya seorang Mukmin
mengeluarkan zakat harta-harta yang telah disebutkan oleh Rasulullah ffi atau
hal-hal yang beliau sebutkan di dalam nash tersebut. Janganlah ia mengeluarkan
pengganti selainnya atas dasar ijtihad sendiri, dengan anggapan bahwa jenis-
jenis harta yang lain dapat menggantikan kedudukannya atau lebih bermanfaat
dari jenis-jenis tersebut. Sebab, kalaulah demikian halnya, renru syari'at telah
menyebutkannya dan tentu Nabi ffi telah mengisyaratkannya, atau telah
memilihnya, atau memberikan pilihan kepadanya. Maka bagaimana mungkin
seorarg Mukmin berprasangka bahwasanya perhatian Nabi ffi telah luput dari
perkara ini? Apakah syari'at tidak memperhitungkannya?
Mengeluarkan jenis-jenis harta yang telah disebutkan di dalam syari'at akan
menjauhkan seorang Muslim dari perselisihan-perselisihan pendapat fiqih tentang
barang yang digunakan sebagai penggantinya, apakah boleh atau tidak. Sebab,
tidak ada orang yang mengatakan bahwasanya jenis-jenis hartayangdikeluarkan
menurut ketetapan syari'at tidak sah. Namun, yang menjadi hhilaf Qterbedaan
pendapat) adalah harta jenis lain, apakah sah atau tidak.
6. Hendaklah Sedekah itu dari Hasil yang Baik
Bersedekahlah dari hartayanghalal karena itu merupakan sebab diterima-
nya sedekah tersebut dan yang akan menghasilkan pahala, sebagaimana sabda
Nabi ffi:
t;i; 1iye l d vt'ar M\t*by/kia";5v ))
(+Jr
t :, ,.
f *r;;oFr €LF
")\ ,f.;'p';; Us 3\i ')l
2 Telah disebutkan ahhij-nya.
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 69
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN AgSUNNAH
( V ii t'* i ki ;ri K );tt A pi
"Tidaklah seseorang bersedekah dengan hartayangU"ik, d"r, Allah tidak
akan menerima kecuali yang baik-baik, melainkan Allah akan mengambil
dengan tangan kanan-Nya. Jika itu berupa sebutir kurma, niscaya ia akan
tumbuh di telapak tangan Allah lH hingga menjadi lebih besar daripada
gunung. Sebagaimana seseorang di antara kamu menyemai benihnya atau
memelihara anak unta."3
Al-fashil adalah unta kecil. \flajib atas orang yang bersedekah untuk meng-
usahakan agar sedekahnya berasal dari harta yang baik. Kalau tidak demikian,
niscaya sedekahnya tidak akan diterima. Sungguh mengherankan, sering kali kami
mendengar par^penari atau penyanyi yang mendermakan hasil usahar:y^yang
buruk itu untuk amal-amal kebaikan. Demikian pula pedagang obat terlarang,
penjual khamr, penerima suap, atau yang lainnya. Mereka menyedekahkan
hartayang buruk dari harta dan hasil usaha mereka. Kalaulah mereka benar-
benar jujur, niscaya mereka akan meninggalkan yang mereka kerjakan
itu karena ketaatan kepada Allah W dan mem^epnau-haipaperintah-Nya. Namun,
kebanyakan dari mereka bertujuan untuk berbangga-bangga, menyombongkan
diri, agar orang-orang mengatakan bahwa ia adalah orang yang dermawan.
7. Memberikan Sedekah kepada Orang-Orang yang Membutuhkan
Hendaklah orang-oran g y^rLgbersedekah berusaha memberikan sedekah-
nya kepada orang-orangyarng berhak menerimanya dari kalangan orang-oranB
fakir, miskin, anak yatim, janda, orang yang terlilit hutang, dan orang-o rarrgyang
berhak menerima sedekah. Janganlah ia memberikannya kepada orang yangia
ketahui tidak membutuhkannya. Apabila itu sedekah yang wajib (zakat), maka
tidak sah kecuali diberikan kepada orangyang berhak menerimanya. Seandainya,
yang dimaksud adalah sedekah yang sunnah, maka dianjurkan mendahulukan
orang yang pantas menerimanya. Sebab, sedekah itu akan menjaga mereka dari
perbuatan yang haram untuk mendapatkan sesuap nasi atau yang lainnya. Allah
W telah menjelaskan jenis-jenis orang yang menerima zakat.
Y;d" '4t ,;iS &iiS ,1';i *slgi a1 s F
Jo)s iri ,b w*tis"ts)i J"i,fiPiis
( O k; ry g3;fi Jr ^L-j,'J**,i
3 HR. Ahmad (III53S), an-Nasa-i N /57), at-Tirmidzi (661) dan ia berkata: "Hasan sbahib." dan
Ibnu Majah $8a2) dari Abu Hurairah .Er, . Lihat kitab Shahiihul Jaami' (5600).
70 BAB XIII HURUF SHAD
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
"sesungubrrya zakat-zah,at itu harryalab untuk ordng'ordngfakir, ordng-ordng
mishin, pengurus-pengilrils zakat, para mu-allaf yang dibujuk hatinya, untuh
(memerdekaan) budak, ordng- orang y ang berhutang untuk j alan Allab, dan
orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang
dianjibkan Allah; Dan Allah Maba Mengetahui lagi Mababijaksana." (QS.
At-Taubah:50)
8. Mengeluarkan HartayangTerbaik dalam Bersedekah
Janganlah seseorang sengaja mengeluarkan barang-barang atau makanan
yang buruk untuk disedekahkan, atau memilih harta-hartayar.g buruk di
dalam bersedekah. Namun hendaklah ia memilih yang bagus. Demikian, jika
mampu, hendaklah ia memberikan yang paling bagus karena pada hakikatnya
ia menyerahkannya untuk dirinya di sisi Allah W.
Allah W berfirman:
6rii:,L G*4,y olt,,l+tl 1-#r"'a,iJt WlY-y
:, ty, i)i4,o (. +;,7i71L#d.' 'ir"-a,,b,or\1il ,t,o;,:o;iI
C-' ,<
(@/
- €J
L'H\o*trir,,oit-6YJ *ggCS
"Hai, orang-ord.ng yang beriman, nafkahkanlab (di j alan Allab) sebagian dari
basil usabarnu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan
dari bumi untuk karnu. Dan janganlah kamu memilib yang buruk-buruh lalu
kamu nafkabkan darinya, padabal kamu sendiri tidak mau mengambilnya
melainkan dcngan memicingkan rndtd terhadapnyo ..." (QS. Al-Baqarah:
257)
Demikianlah seorang yang bersedekah, hendaklah mengeluarkan yang
terbaik yang dimilikinya untuk Allah W . Sebab, ia akan mendapatkan barang
yang disedekahkannya itu terpelihara di sisi Allah W pada saat ia mem-
butuhkannya di akhirat.
9. Bersedekah dengan Apa-Apa yang Dia Cintai
Jika seorang hamba mampu bersedekah dengan sesuatu yangiacintai dari
harta, makanan ata:uyang sejenisnya, maka ia akan mendapatkan pahalayang
lebih besar dari Allah [H.
(@ (3tAllah W berfirman: LJ,-I;-F S;ili1;6jY
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 71
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM
MENURUT ALQUR.AI\ DAI\ AS;SUNNAH
"Kdmu. sekali-kali tidak sarnpai kepada kebajikan (yong sempuma) sebelum
ham.u menafkahkan sebagian barta yang kamu cintai..." (QS. Ali 'Imran: 92)
Oleh karena itu, 'Abdullah bin 'IJmar q$s,, apabila datang kepada beliau
seorang peminta-minta, maka ia akan memerintahkan keluarganyeuntuk mem-
berikannya gula karena ia menyukai gula. Demikianlah, hendaknya orang-orang
yang suka berbuat baik segera berlomba-lomba melakukannya.
10. Tidak Menggugurkan Sedekah dengan Mengungkit-ungkit dan Me-
nyakiti Orang yang Menerima Sedekah
Tidak boleh seorang hamba mengungkit-ungkit sedekah kepada orang
yang menerimanya atau merendahkannya dengan sedekah, atau menyebutkan
kebaikan-kebaikan ataujasa-jasa yang telah ia berikan kepadanya. Sebab, hal itu
dapat melukai perasaan orang yang menerimanya dan dapat menghapus (pahala)
sedekah, sebagaimana firman Allah lH :
lt,sti'lts #'.t;lttb;: :i,lthr,'ailt WVy
(@
"Hai, orang-orang y ang beriman, j anganlah kamu mengb ilangkan (pab ala)
sedckabmu dengan mmryebut-r-ryebutny a dzn menryahiti (poasaan si penrina)
..." (QS. Al-Baqarah z 264)
Allah juga menyifati orang-orang yang beriman di dalam firmannya:
lrrLiu'o${p fi,)"; c"i';i ob:-Uiyy
e {; 4r",3;.tt *)'ryi;f "t';ti.ioL
(@ Srlh
"Orang-orang yd.ng mmafkahkan bartanya di jalan Allab, leemudian mqeka
tidak mengiringi apd. yang dinafkabkannya itu dengan menyebut-nyebut
pernberiannya dan dengan tidale menyakiti (perasaan si penerima), mereka
memperoleh pabala di sisi Rabb mereka. Tiddk ada kekhav,tatiran tubadap
mereka dan tidak (pula) mereka bersedib hati." (QS. Al-Baqarth:262)
77. Mengagumi Nikmat-Nikmat Allah W dan Mensyukurinya
\rflajib bagi orang yang bersedekah agar merenungi nikmat Allah W atas
dirinya ketika bersedekah. Sebab, Allah telah menjadikannya kaya dan tidak
membuatnya terpaksa menerima sedekah. Allah ffi menjadikan tangannya di
atas. Allah BP menjadikannya orang yang memberi dan bukan menerima. Y*B
72 BAB XIII HURUF SHAD
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM
MENURUT ALQUR.AI\ DIAI\ AgSUNNAH
demikian termasuk nikmat Allah atas dirinya sehingga ia harus bersungguh-
sungguh mensyukurinya dengan mentaati Allah W dan memperbanyak
sedekah, serta berkasih sayang dengan orang fakir, miskin, dan merekayarLg
membutuhkan.
12. Hendaklah Orang yang Bersedekah Tidak Memandang Dirinya Ber-
jasa Atas Orang yang Menerima Sedekahnya
\flajib atas orang yang bersedekah untuk tidak memandang dirinya
berjasa atas orang fakir dan oranB yang membutuhkan. Namun, hendaklah ia
memandang semua itu sebagai karunia Allah W karena Dialah yang telah mem-
berikan dan melimpahkan harta tersebut kepadanya. Allah pun memberinya
taufik kepada Islam dan melepaskan dirinya dari kebakhilan atau sifat kikir
sehingga ia bersegera untuk bersedekah.
Bahkan, seorang Mukmin yang bijak akan melihat bahwasanya orang fakir
itulah yang telah mencurahkan karunia atasnya. Sebab, orang fakir menerima
sedekahnya sehingga memberikan kesempatan baginya untuk menerima pahala
dari Allah W. Bahkan, orang-orang shalih dari kalangan Salaf berkata: "Demi
Allah, aku memandang justru orang f.akir adalah orang yang melimpahkan
karunia atasku. Kalaulah Allah W tidak menjadikan mereka menerima sedekah-
ku, niscaya aku akan terhalang dari pahala dan balasan dari Allah lH."
13. Tidak Mengurungkan Niat Bersedekah karena Keraguan Terhadap
Orang yang Menerimanya
Apabila seorang yang bersedekah ragu terhadap orang yang menerima
sedekahnya, tidak juga bisa memastikan apakah ia benar-benar fakir atau tidak,
maka janganlah hal itu membuatnya tidak jadi bersedekah. Sebab, pada dasarnya
ia mengharapkan pahala dari Allah W dari sedekahnya. Hal ini kerap kali ter-
jadi. Selama ia bersungguh-sungguh memberikan sedekah kepada yang berhak,
dan besar sangkaannya bahwa orang yang dimaksud berhak menerimanya, maka
berikanlah sedekah itu. Bahkan, Rasulullah ffi tidak pernah menolak orang yang
memintanya, sebagaimana sabda Nabi ;W:
* eq;;i *q1p fqilt)t U'6d,F:i6 ))
#i:ia .9r,v & ^Wt 6U:o;"t;s"tr+G .gr.V
e Wi 94 t;* f4 #"5$ . 9 r.t J; r"urt'rr
,y ^Wt 6U i;'r;.i-t#b
frxi:Jtb ,y,t) f.t) q'^1-
t'*,y'4 #'^-r'! .f.t ) &
q;*i,*'6, 3;;lt :)
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 73
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR.AN DAN AgSUNNAH
&Ji : Jb g & o"t):,it ;"t;5" tr4:s, Vq*,t
ei ,'d|8 ,'Gi ;; ,h,g,\ ,*3 ,9)v ;;:sl, u
yf etgri q.tJt ei: G -,*.3i iifil 9r,6 ob'-c
((.'nr ;6;1 U 4'Al;t; gAteirGGt;; -,* ii
"Seorang laki-laki berkata: 'Malam ini aku akan bersedekah.'Kemudian
ia keluar membawa barang yang akan disedekahkannya. Ternyata, ia
memberikannya kepada seorang pencuri sehingga pada pagi harinya orang-
orang berbicara: 'Tadi malam seorang pencuri menerima sedekah.'Maka
orang itu berkata: 'Ya, Allah, segala puji bagi-Mu, sedekah itu jatuh ke
tangan pencuri.' Setelah itu, orang itu berkata: 'Aku akan bersedekah.'
Kemudian, ia keluar membawa sedekahnya. Ternyata, sedekah itu jatuh
ke tangan pelacur sehingga orang-orang berkata: 'Tadi malam seorang
pelacur menerima sedekah.' Maka orang itu berkata: 'Ya, Allah, segala puji
bagi-Mu, sedekah itu jatuh ke tangan pelacur.' Sesudah itu ia berkata: 'Aku
akan bersedekah.' Kemudian ia membawa sedekahnya. T ernyata, sedekah
itu jatuh ke tangan orang yangkaya. Hingga orang-orang pun berkata:
'Orang kaya juga mendapatkan sedekah.'Maka ia berkata:'Ya, Allah,
segala puji bagi-Mu, sedekah itu jatuh ke tangan pencuri, pelacur, dan
orang kaya.' Dikatakan kepadanya:'Sungguh, sedekahmu telah diterima.
Adapun pencuri itu, mudah-mudahan ia tidak lagi mencuri dan pelacur
itu, mudah-mudahan ia meninggalkan perbuatan zina, sedangkan orang
kaya itu, mudah-mudahan hal itu menjadi peringatan sehingga ia suka
bersedekah dari kekay aarL y^ngdiberikan Allah kepadanya. "'a
Laki-laki dalam hadits di atas mengira bahwa ketiga orang tersebut berhak
menerima sedekah yangiaberikan, sedang ia ikhlas dalam memberikannya. Oleh
karena itu, Allah menerima amalnya walaupun orang-orang yang menerima
sebenarnya tidak berhak menerima sedekah. Itulah tujuan utama dari orang
yang bersedekah, yaitu mengharapkan pahala dan balasan dari Allah 199. Hal itu
benar-benar terjadi. Adapun tujuan yang lain ialah memb eri manfatt bagi orang
fakir dan mencukupi hajat mereka,yangbisa diwujudkan jika yang menerimarrya
benar-benar berhak. Mungkin juga justru yang tercapai adalah tujuan yang lain,
yaitu menjadi i'tibar (pelajaran) jika orang yang menerima sedekah bukanlah
orang yang berhak. Namun, jika orang yang bersedekah itu yakin bahwa orang
yang meminta tidak berhak, atau menjadikan meminta-minta sebagai profesi,
maka ia boleh menahan sedekahnya.
4 HR. Al-Bukhari (1a21) dan Muslim (1022) dariAbu Hurairah gia .
74 BAB XIIIHURUF SHAD
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN AgSUNNAH
14. Lebih Dulu Memberikan Sedekah kepada Karib Kerabat
Apabila karib kerabat mereka termasuk orang yang membutuhkan,
maka hak mereka lebih besar daripada hak orang yang lain.
Rasulullah ffi bersabda:
it'$.rulr e')t ,si &) ;;"z;t; c-,t;*st 'itLsi
11
<<Ut
"Sedekah kepada orang miskin (mendapat pahala satu), sedangkan sedekah
kepada karib kerabat mendapat dua pahala: pahala sedekah dan pahala
silaturrahim."s
Barang siapa yang mendapatkan kelapangan untuk bersedekah, hendaklah
ia mendahulukan karib kerabattyajika mereka membutuhkan karena mereka
lebih berhak menerimanya. Jika tidak demikian, ia boleh menyerahkannya
kepada yang lain. Semakin dekat deralat kekerabatannya dengan orang yang
menerima sedekah itu, maka semakin besar pula pahala sedekahnya. Allaahu
a'larn.
15. Merahasiakan Sedekah kecuali untuk Suatu Kepentingan
Dianjurkan kepada setiap Muslim jika ia bersedekah untuk merahasiakan
sedekahnya dari pengetahuan manusia sebisa mungkin. Sesungguhnya hal itu
lebih dekat kepada keikhlasan serta lebih menjaga harga diri dan kehormatan
orang yang menerimanya.
Allah W berfirman:
ts'-y!-:.,!s. t;ri,Zi ob" e t:* *3-di lttt ol F
(@ "'H?'r#;(fri
"Jika kamu mutampakknn sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika
kamu merabasiakannya dan kamu memberikan kepada ordng-orangfakir,
maka merabasiakan itu lebib baik bagimu..." (QS. Al-Baqarah:271)
Rasulullah ffi telahmenjelaskan bahwa orang yang merahasiakan sedekah-
nya termasuk orang-orangyatgdinaungi pada hari ketika tidak ada naungan
kecuali naungan Allah W.
5 HR. Ahmad W / 17 , L8, 214), at-Tirmidzi (658) dan dihasankannya, an-Nasa-i S /92),lbntt
Majah (1844), al-Hakim (I/407) dan dishahihkannya serta disetujui oleh adz-Dzahabi dari
Salman bin 'Amir. Lihat kitab Sbabiibul Jaami' (3858).
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 75
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQU R.AN DAN AgSUNNAI{
Nabi ffi bersabda
'-a, ,'- i1 I wil{,))-td
OJ-?r J* rq ^l-b YI
"rb Y ( c 4b ,P AIJ
(.y.;y:Yl'= ils Y }*;;;t"y'4
"Tujuh orang yang Allah naungi pada hari ketika tidak ada naungan kecuali
naungan Allah IH: ... dan seorangyangbersedekah, ia menyembunyikan
sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak tahu apayangdisedekahkan oleh
tangan kanannya."6
Hadits itu berisi anjuran untuk merahasiakan sedekah.
Meskipun demikian, apabila di sana ada kepentingan dan maslahatyang
kuat untuk menampakkannya, maka yang lebih baik adalah menampakkannya.
Contohnya, orang yang terhormat bersedekah kepada orang yang membutuh-
kan di hadapan khalayak agar mereka mengikutinya untuk bersedekah. Dengan
begitu, ia telah mencontohkan kepada mereka perbuatan baik. Misalnya juga
orang yang mengeluarkan zakat secara terang-terangan di hadapan orang
banyak untuk mengingatkan mereka tentang waktu zakat, seperti juga orang
yang khawatir tidak menemukan orang yang membutuhkannya jika ia tidak
memberikannya saat itu juga di hadapan orang banyak. Masih banyak lagi per-
masalahan lainnya. Hal itu semua dilakukan dengan tetap menjaga diri daririya'
dan tetap menjaga keikhlasan kepada Allah \H di dalamnya.
76. Tidak Mengambil Kembali Sedekah
Jika seseorang memberikan suatu sedekah, maka ia tidak boleh meng-
ambilnya kembali dari orang yang telah menerimanya.
Rasulullah ffi bersabda:
F;d -j<ir ,F ^i* €_'ei F 'ui;t-qlt y D
K.{i\a * e;*
"PerumpamaarL orangyang bersedekah kemudian ia mengambil kembali
sedekahnya seperti anjing yang memuntahkan sesuatu kemudian ia men-
j ilat muntahnya untuk memaka r^nya lagi."7
Hadits itu menerangkan penrmpam^anyalgsangat jelek bagi orarLgyang
mengambil kembali sedekahnya. Tidaklah dibuat perumpamaan itu, melainkan
karena buruknya perbuatan tersebut. Maka dari itu, wajib atas setiap Muslim
6 Telah disebutkan takbij-nya.
7 HR. Muslim (1622) d^ri Ibnu'Abbas qib,
76 BAB XIII HURUF SHAD
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AESUNNAH
ketika bersedekah agar mengeluarkan sedekahnya dengan kemurahan hati dan ia
tidak mengambil kembali apayangtelah disedekahkan dengan alasan apa pun.
Demikianlah yang dimudahkan Allah W bagiku dari adab-adab sedekah
yang jumlahnya ada enam belas adab. Alhamdulillaahi Rabbil'aalamiin.s
8 Referensi tambahan: Al-Mustad,rak karya al-Hakim (I/386)dan setelahnya,at-Tirmidzi, at-
Targhiib uat Tarbiibkaryaal-Mun&iri (tr/3) dan serclahnya,laami'ul Ushuulkarya Ibnul Atsir
NI/445) dan setelahnya, Shaid.ul Khaatbir Qtlm.361) dan setelahnya, Thaiiqul Hijrauinkatya
Ibnul Qayyim (hlm. 596), Kitaabuz Zuhd karya Ibnul Mubarak (hlm. 226) dan setelahnya,
Jam'ul Fataaa-idkarya al-Fasi $/2+5) dan setelahnya, dan lainJain.
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 77
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT AL'QUR.AN DAN AgSUNNAH
PASAL II
ADAB ASH.SHALAAH
(SHALAT)
Sesungguhnya shalat merupakan rukun Islam amaliah yang paling agung
secara mutlak. Shalat juga merupakan syi'ar amaliah yang paling agung di dalam
dienul Islam, yang merangkum seluruh ibadah lainnya. Di dalamnya rcrdapat
puasa, zakat, haji, jihad, membaca al-Qur-an, dzikrullah, dan yang lainnya.
Karena agungnya kedudukan shalat, maka kewajiban shalat ini tidaklah
gugur atas setiap Muslim kecuali apabila telah gugur beban taklif atasnya, misal-
nya hilangnyaakal,selain wanita haidh dan nifas. Akan tetapi, shalat tetap wajib
atas orang yang sakit, orang yang sehat, orang yang miskin, orang yangkaya,
orang yang takut, orang yang aman, danyanglainnya.
Kalaulah orang Islam menempatkan shalat sesuai dengan tempatnya dan
melaksanakan hak-hak shalat yang wajib, maka tentunya shalat tersebut me-
rupakan sebab yang paling agung untuk meluruskan kebengkokan mereka, juga
untuk memperbaiki keadaan mereka. Sebagaimana firman Allah W :
;tldii j ;Filui L):ib!"ui *i, F
(@ ibrIaG Fr!$"jLi fif lt"jC:i3
"... DAn dirikanlab shalat. Sesunggubnya shalat itu mencegab (perbuatan-
perbuatan) keji dan munkar. Dan sesunggubnya mengingat Allab (shalat)
adalab lebih besar (keutamaannya dari ibadab-ibadah yang lain). Dan Allab
mengetabui dpd.ydng hamu kerjahan." (QS. Al-'Ankabuut: 45)
78 BAB XIIIHURUF SHAD
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AI\I DAN A ESUNNAH
Sebab dan inti kekurangan yang terjadi bahwasanya mayoritas orang-
orang yang shalat, hanya menjadikannya sebagai gerakan lahiriah, yang jauh
dari intinya. Bahkan, ada yang mengabaikan semua yang berkaitan dengan
shalat atau menjadikan shalat hanya sebagai adat kebiasaan. Ia tidak pernah
menghidupkan ruh shalat dan menghadirkan kekhusyu'an shalat. Tidak pernah
pula mentadabburi bahwasanya shalat adalah hubungan vertikal entaraseorang
hamba dengan Rabbnya. Oleh karena itu, shalat tidaklah memberikan pengaruh
kepadanya. Bahkan, kadangkala ia keluar dari masjid lalu mengerjakan maksiat
atau jatuh dalam perbuatan haram, serta mengerjakan perkara-perkara yang
mengundang kemarahan Allah W.
Oleh sebab itu, wajib atas setiap Muslim memahami hakikat shalat serta
berusaha mengungkap rahasia-rahasia dan hikmahnya. Di samping itu, wajib
mewujudkan ruh shalat serta menghidupkan shalat sebagaimana mestinya dan
beradab dengan adab shalat agar ia dapat meraih buah yang dimaksud di dalam
adab-adab tersebut. Di antara adab-adab shalat adalah:
BAGIAN PERTAMA
ADAB UMUM YANG BERKAITAN DENGAN SHALAT
7. Ikhlas karena Allah Semata
Ikhlas karena Allah W semata merupakan syarat diterimanya semua
amal shalih. Amal yang paling membutuhkan keikhlasan setelah tauhid adalah
shalat. Tidak akan diterima shalat tanpa ada keikhlasan kepada Allah W , yakni
mulai dari awal seseorang mempersiapkan diri untuk shalat hingga selesai me-
ngerjakannya. Seorang Mukmin wajib mengerjakan shalat karena Allah semata
dan mengharapkan keridhaan-Ny", mengejar kedekatan di sisi Allah W,
mengejar derajat yang tinggi, dan menghapus kesalahan-kesalahan. Janganlah
ada niat-niat lain selain itu ketika mengerjakan shalat. Hendaklah ia bertujuan
mendekatkan diri kepada Allah, mengejar keridhaan-Nya, dan berusaha meraih
kecintaan-Nya, serta menjauhkan diri dari adzrb-Nya dengan melakukan apa
yang Dia perintahkan dari ibadah shalat tersebut.
Allah \H berfirman:
1r:*ri ;-ti:L'eli a'.#L1i \ 33X. $ I Ui: GS y
ry( 6 b> ou;;-r"ifJi j$Sii::di
i
*Padzbal, rnereka tidzk disuruh kecuali supaya beribdnab kepada Alkb d.engan
mernumikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus,
dan supaya mereka rnendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang
demikian itulab agd.rna yang lurus." (QS. Al-Bayyinah: 5)
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM 79
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN AgSUNNAH
2 Memelihara Shalat Tepat pada Vaktunya
Sesungguhnya Allah l[€ telah menuntunkan hal tersebut di dalam firman-
Nya:
(@ 6;r;$ <$,r3;t Jbu#!ui\l Y
"... Sesunguhnya sbalat adalah heuajiban yang ditentukan waktunya atas
ordng-orang y ang beriman." (QS. An-Nisaa' : 103)
Rasulullah ffi memerintahkan agar mengerjakan shalat tepat pada waktu-
nya. Beliau bersabda:
(.Wti>'et k))
"shalatlah engkau tepat pada waktunya."e
Rasulullah ffi menjadikan penunaian shalat pada waktunya ini sebagai
amalyangpaling utama. Rasulullah pernah ditanya: "Amal apakah yang paling
utama?" Beliau menjawab: "Shalat pada waktunya." Kemudian, ditanyakan:
"Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab: "Berbakti kepada orang tua." Setelah itu,
ditanyakan lagi: "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab: Jihad di jalan Allah."'0
Dalam riwayat lain disebutkan: "Amal apakah yang disukai Allah W ?
Beliau menjawab: "shalat tepat pada waktunya ..."rr
'${lajib bagi setiap Muslim mengerjakan shalat tepat pada waktunya yang
telah disyari'atkan Allah W . Janganlah ia mengakhirkan waktunya atau bahkan
mengakhirkan shalat hingga keluar dari waktunyatanpaudzur. Hal itu merupa-
kan salah satu dosa besar, bahkan hukumnya sama dengan hukum meninggalkan
shalat menurut sebagian ahli ilmu, yang ini termasuk perbuatan kufur.
3. Mengerjakan Shalat-Shalat Sunnah di Rumah
Janganlah seorang Muslim mengerjakan seluruh shalat di masjid. Namun,
hendaklah ia menjadikan sebagian dari shalatnya dikerjakan di rumahnya. Dalil-
nyaadalah sabda Nabi ffi:
K.t"r* e,4 \') ;*,-#,f $.fr ,f tkt >>
"Jadikanlah sebagian shalat-shalatmu di rumahmu dan janganlah kamu
jadikan rumahmu seperti kuburan." r2
e HR. Muslim (6+8) dari Abu Dzarr.
ro HR. Muslim (85) dari Ibnu Mas'ud.
rr HR. Al-Bukhari (537,3182,597,7524) dan Muslim (85) dari Ibnu Mas'ud gr .
12 HR. Al-Bukhari (+lZ) dan Muslim (777) darilbnu'IJmar ,+!g. Diriwayatkan juga dariZid
bin I(halid dan 'Aisyah @.
80 BAB XIII HURUF SHAD
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
D
H
x t)
Hendaklah shalat fardhu dikerjakan berjamaah di masjid, demikian juga ,ll
shalat Tahiyatul Masjid dan shalat lenazah, shalat Gerhana, shalat Istisqa', dan v
fr yang sejenisnya. Adapun shalat-shalat sunnah rawatib dan shalat-shalat sunnah,
t)
$ maka yang paling besar paha,lanya adalah yang dikerjakan di rumah. Alhasil,
rumah juga berfungsi sebagai masjid atau tempat shalat, terjaga dan terpelihara t
$
dengan dzihrullab dan shalat, sehingga tidak ditempati oleh syaitan-syaitan. r
r
H Bahkan, akan turun kepada rumah itu dan penghuninya berkah.
v
H Rasulullah ffi bersabda:
K
( { -isat \t e g,\b jili ))
$ v
EiH F
$ "Sebaik-baik shalat kalian adalah shalat yang dikerjakan di rumah kalian I
$ kecuali shalat wajib."t3
x
H Rasulullah M,j"g bersabda:
l
$ tta b V *)NK.t2'-;-*ri;e>b,a*t tki @ril >>
Ii
H ebvXl0p
81
$
H "Apabila salah seorang dari kalian telah menyelesaikan shalatnya di masjid,
u maka hendaklah ia menjadikan bagian dari shalatnya itu di rumahnya.
Sebab, sesungguhnya Allah lH telah menjadikan kebaikan dengan shalat-
# nya itu di rumahnya."v
4.# Mengenakan Pakaian yang Bersih
t Sepatutnya seorang hamba, menurtrt kadar kemampuannya, mengena-
il kan dua pakaian yang bersih dan suci sebagai bentuk penBagungan kepada Allah
P W dan untuk berhias kepada-Nya.
n Allah \1H berfirman:
n {@ #fry*;;lrL?sr"G,.nb
m
il# "Hai, anak Adarn, pakailab pakaianmu yang indah di setiap (memasuki)
masjid..." (QS. Al-A'raaf: 31)
Ibnu Katsir '#E berkata: "Berdasarkan ayat ini dan beberapa riwayat lain
m yang semakna dengannya dari Rasulullah ffi, maka dianjurkan berhias diri
il
n 13 HR. At-Tirmidzi (+SO) dan dihasankannya dari Zaidbin Tsabit g, . Terdapat pula riwayat
yang semakna dengannya di dalam asb-Sbahiibain dan yang lainnya. Lihat kitab Sbabiibul
# Jaarni'(1134).
gro HR. Muslim (778) darilabir .
t#
tr
Y
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN ASSUNNAH
untuk mengerjakan shalat, terlebih lagi pada hari Jum'at dan hari 'Ied. 'Wangi-
wangian termasuk dalam perhiasan, sementara siwak sebagai penyempurna hal
tersebut."l5
Demikian juga Rasulullah ffi mengatakan:
iki((.ii Gi U 3;i j*',!r lF Fy ;.* ,vtit>>
"Jika salah seorang dari kalian akan mengerjakan shalat, hendaklah ia
mengenakan kedua (sepasang) pakaiannya. Sebab, sesungguhnya Allah
W yanglebih berhak dituju ketika seseorang berhias."r6
Sungguh sangat disayangkan, banyak manusia berhias diri dan bersolek
untuk makhluk, apalagi orang yang akan mereka temui adalah orang yarngter-
hormat dan terpandang atau iaadakepentingan kepadanya. Namun, ketika orang
itu berdiri menghadap Allah W untuk mengerjakan shalat, ia mengerjakannya
tanpa ada kepedulian. Maka ia pun menampilkan diri kepada Allah W dengan
kondisi pakaian yang sangat buruk dan jelek. Allaabul musta'aAn.
5. Tidak Mengeriakan Shalat Ketika Makanan Telah Terhidang
Apabila seseorang hendak makan, berselera untuk menyantap makanan,
yang telah dihidangkan sementara perut sangat lapar, maka hendaklah ia memulai
dengan makan makanan tersebut supaya ia tidak sibuk memikirkan makanan
ketika shalat sehingga terpaling dari kekhusyu'an. Hal itu berdasarkan sabda
Rasulullah ffi:
\ yF, #(.8,v;;x:, U$ 3i J{t tr;$.tei>,at
t
it^*st ttl))
\sq4tU ,tl!.^oni /oo
'Jika makan malam telah dihidangkan lalu tiba waktu shalat, maka mulailah
dengan menyantap makanan tersebut sebelum kalian mengerjakan shalat
Maghrib. Janganlah kalian menyegerakan shalat sebelum menyanrap
makan malam."17
6. Memelihara Shalat Beriamaah
Hendaklah setiap Muslim yang sudah baligh, berakal, mukallaf, dan laki-
laki selalu memelihara shalat berjamaah di masjid. Sesungguhnya Allah W
memuji hamba-hamba-Nya yang beriman karena mereka telah memakmurkan
masjid-masjid, menghadirishalat-shalat, dengan berdzikir di dalamnya.
ts Ta\iir lbni Katsir E/283).
16 HR. Al-Baihaqi (I/236) dan ath-Thabrani di dalam al-Ausath, dan yanglainnya dari Ibnu
'ljmar ++9. Silakan lihat kitab SbabiihulJaami'(652).
17 HR. Al-Bukhari (en) danMuslim (557) dariAnas gE.
82 BAB XIII HURUF SHAD