The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM 2 (HADITH HADIS HADITS) by Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by waroengdakwah, 2022-02-10 20:09:21

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM 2 (HADITH HADIS HADITS) by Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM 2 (HADITH HADIS HADITS) by Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

M ENURUT AL.QUR.AI\ DAI\ AgSUNNAII

"Siapa yang berpuasa pada hari yang diragukan padanya maka ia telah

mendurhakai Abul Qasim ffi.""t

4) Hari Jum'at

Dilarang berpuasa pada hari Jum'at tanpa berpuasa sehari sebelum atau
sesudahnya. Dilarang pula apabila tidak bertepatan dengan puasa yang biasa ia
kerjakan.

Nabi ffi bersabda:

((.;d, (fr'ri tJ, &.if vf a;-UJt (i g*i p;) ))

'Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jum'at ke-
cuali ia berpuasa sehari sebelumnya ata:u sehari sesudahnya."r36

Rasulullah ffi bersabda:

ieSfrif vr rulr b rv.-A;.uJ(t .i{ittF;i':l;t*v'-; ...>>

rl;

"... dan janganlah mengkhususkan berpuasa pada hari Jum'at bdeilp^uitatsaar-^
hari-hari lainnya kecuali hariJum'at yang bertepatan dengan hari

r1ya.nt37

Misalnya, seseorang yang biasa berpuasa sehari dan berbuka sehari, lalu
kebetulan hari berpuasanya bertepatan dengan hari Jum'at tanpa menggabung-
kannya dengan hari kamis dan hari Sabtu, maka hal itu tidaklah mengapa.

5) Tidak dibolehkan berpuasa pada hari'Arafah bagi yang sedang melaksana-

kan haji

Diriwayatkan dari Ummul Fadhl, bahwasanya ia mengirimkan kepada

Nabi ffi segelas susu. Ketika itu beliau sedang duduk di atas unta, lalu beliau

pun meminumnya.r38

Nabi ffi bersabda:

i(j eii)Li)' "$i6+ &,.*,tit1.ii /ti;iirii>>

((.q;t: o_1
l7t
,Fr

t:s11a. Abu Dawud Q334), at-Tirmidzi (686) dan ia berkata hadits ini hasan shahih, an-Nasa-i
(IVl153), Ibnu Majah (tO+S), dan yang lainnya dari 'Umar. Lihat kitab Shabiib lbni Majah (fi3a).

+;.t3611a. Al-Bukhari (1985) dan Muslim (1144) dariAbu Hurairah

t37ga. Muslim (11aa)dari Abu Hurairah "gr.
t38ga. Al-Bukhari (1988) dan Muslim (1123) dariUmmul Fadhl binti al-Harits.

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 133

ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM

MENURUT ALQUR.AI\ DAN AESUNI\I]AII

"Hari 'Arafah, hari Nahar, dan hari Tasyriq adalah hari besar bagi kita
ummat Islam. Itu adalah hari makan dan minum."r3e

Adapun keutamaan berpuasa pada hari 'Arafah itu diperintahkan bagi

orang yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.

5. Seorang'\[anita Dilarang Berpuasa Sunnah Tanpa Seizin Suaminya

Seorang wanita tidak diperkenankan belpuasa tanpa seizin suaminya, yakni
jika suaminya adadi sisinya, tidak sedang bersafar atau yang lainnya. Sebab, ada
kemungkinan suaminya akan mengajaknya berhubungan intim, sementara ia
tidak boleh menahan diri dengan menolaknya.

Rasulullah ffi bersabda:

K.i\U;rl +* tb'fi(# ii;1;te-r;

"Tidak halal bagi seorang wanita berpuasa sementara suaminya hadir

kecuali dengan seizinnya."rao

Hukum ini berlaku untuk puasa-puasa sunnah, sedangkan puasa wajib

tidak perlu meminta izin dalam hal ini.

6. Bersahur walaupun Hanya dengan Minum Seteguk Air

Nabi ffi menganjurkan bersahur, bahkan Rasulullah ffi memerintahkan-

nya melalui sabdanya:

(.at';. ,Y'.jJr e:,y tL,:-:;11

"Bersahurlah karena pada makan sahur rrrh^r^rberkah. D r4r

Sabda Nabi ffi:

K.,;rt ffi :4,,yi lV, qV J{ t;,p ))

*Perbedaan antara puasa kami dengan puasa Ahlul Kitab adalah makan

sahur."la2

Seorang Mukmin sepatutnya meneladani Rasulullah ffi dalam tata cara

berpuasa. Hendaklah ia bersahur walaupun hanya sekedar memakan beberapa
butir kurm a ata:u hanyameminum seteguk air.

'"LI'U_Rqb, aAhbub.iDna'Awmudir.QL!i.h\ga)t, at-T.imtdzi (773) dandishahihkannya, dan an-Nasa-i (v/2oz) dari

kitab Sbabiih Abi Datoud 8tt4).
r40HR. Al-Bukhari (5195) dari Abu Hurairah gr.

rarHR. Al-Bukhari (t923) danMuslim (1095) dari Anas.
trzgX. Muslim (tolz) dari'Amr bin al-'Ash.

134 BAB XIII HURUF SHAD

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH

Rasulullah ffi bersabda:

((.,6 by*,,:j tif; 17

"Bersahurlah walaupun hanya meminum seteguk air."ta3

Rasulullah M jug^ bersabda:

((.i:3r q#l 3#e))

"sebaik-baik makanan sahur orang Mukmin adalah kurma."rs

7. Mengakhirkan Makan Sahur

Mengakhirkan makan sahur termasuk sunnah. Rasulullah ffirelah meng-
anjurkan ummatnya untuk mengakhirkan makan sahur. Beliau bersabda:

K.t'rA)t trfi, _,Glu,r)E ))

"Bersegeralah berbuka dan akhirkanlah makan sahur."ras

Sahur bertujuan agar seseorang lebih kuat dalam berpuasa, lebih banyak

gberkahnya, serta meneladani perbuatan Nabi ffi. Diriwayatkan dari Zaidbin

Tsabit ,iaberkata: "Kami pernah bersahur bersama Rasulullah ffi, kemudian
kami bangkit untuk mengerjakan shalat. Anas berkata kepadanya: "Berapa

jarak waktu antara keduanya ?" Ia berkata: 'Jaraknya sekitar bacaan lima puluh

ayat."ra6

Nabi ffi bersabda:

e i Jl g*i/r1,

iS'r-i t
, it,-\'i{i)V,.i-r-,# -,,, 'otii ;;x.Y ))

,,
((... #,t 4i: {*s elP,e:G-

"Janganlah salah seorang dari kalian berhenti makan sahur karena men-
dengar adzanBilal. Sebab, ia mengumandangkan tdzan pada malam hari
(ia menyeru pada malam hari) untuk mengingatkan orang-orang yang
bangun dan membangunkan orang-oran g y artgtidur ... " ra7

ra3 HR. Ibnu Hibban N / 197 /3467) daJam al-Ihsaan dari Ibnu 'Amr &n Abu Ya'la (VIl33a0) dari

Anas. Diriwayatkan juga oleh Ahmad dari Abu Sa'id. Lihat l<ttab Sbabiibul Jaami' Q945).

r4HR. Abu Dawud Q3+5) dariAbu Hurairah qi; . Lihat kiteb Sbabiih Abi Dawud (2055).
rasHR. Ibnu 'Adiy dalam al-Kaamil dari Anas, sebagaimana terdapat dalam Sbahiibul Jaami'

Q735).

ro6HR. Al-Bukhari (575) dan Muslim (1097) dari Anas.

r47HR. Al-Bukhari (621) danMuslim (1093) dari Ibnu Mas'ud .gE .

4iil,4 :/,4,,.:/,4 .tC, lC 135

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

ENSIKLOPEDI ADAEI ISLAM (

MENURUT ALQUR.AN DAN A9SUNNAH )

8. Tidak Berlebihan dalam Makan Sahur I

Makan sahur berlebihan dapat memudharatkan diri seseorang, yakni )t
)
dapat menyebabkan sakit perut, berat mengerjakan ibadah, dan mungkin mem-
I
buatnya tidur hingga waktu Zhuhur. Sebagaimana pula hal itu bertentangan
)
dengan hikmah puasa. Sebab, tujuan orang yang berpuasa adalah membiasakan
diri untuk lapar dan tabah. Namun, mengapa ia justru memenuhkan perutnya I
ketika makan sahur. Sebagian orang melakukan hal itu supaya tidak merasakan
lapar di siang hari, menunrt persangkaan mereka yang keliru. Alasan tersebut Ii
adalah buah kejahilan mereka karena perbuatan tersebut jelas sangat bertentangan
)
dengan hikmah berpuasa.
1
9. Meniaga Anggota Tubuh Ketika Berpuasa
)
Ketika berpuasa, hendaknya seseorang menjaga anggota tubuhnya, ter-
utama mata. Karena mata bisa menimbulkan bahaya yang sangat besar, maka I
wajib menundukkannya dari apa-apayangdiharamkan Allah \H . Teristimewa
p rda zaman terseb arnya wanita-w anita y angmemamerkan aurat di negeri-ne geri ),'
Islam dan semakin banyaknya api fitnah saat ini, maka wajib menjaga anggota
tubuh secara umum, khususnya mata. Perkara ini yang sangat penting, bahkan I,i
sangat membantu terwujudnya tujuan dan hikmah disyari'atkannya puasa.
I,i
Apabila seseorang menjaga anggota tubuhnya: mata, tangan,lisan, telinga,
kemaluan, dan kaki dari apa-apayangdiharamkan Allah selama belpuasa, maka ia )
akan terbiasa melakukan hal tersebut sehingga menjadi kebiasaan. Sesudah itu, ia
akan terbiasa menjaga anggota tubuhnya dalam rangka mewujudkan ketakwaan 1
yang merupakan hikmah utama di dalam pensyari'atan puasa. Orang yang ber-
puasa hanya untuk menahan makan dan minum, tetapi tidak menjaga ang1ota I

tubuhnya, maka orang ini belum mengetahui hikmah puasa. Tidak diragukan i
)
lagi bahwa orang seperti itulah yang dimaksud dalam sabda Nabi ffi:
1
K.LPJt\Lyv bil a C6 +3))
II
"Berapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mend ^:p^rk^rbagian I
apa pun dari puasanya kecuali rasa lapar?"ra8
t
Orang yang berpuasa hendaklah menahan pandangan dari apa-apa yang
)
diharamkan Allah W serta menjaga lisannya dari gbibab (menggunjing),
1
namimab (mengadu domba), dan perkataan dusta.
I
Nabi ffi bersabda:
)
i i I?(-'-19., 3i bv j^{i y, ,l:;t': UlJt i'rt ts- u >
J
t+sgA. Ibnu Majah (1590) dari Abu Hurairah gS . Lihat kitab Shahiibut laami' Q4B8)
\

I

\

J

I

I

\
I\

I

I

I

\

I

\

t

\

I

\

,|

\

t

\

I

\

I

\

!

\

!

\

\I

136 BAB XIII HURUF SHAD

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN A9SUNNAH

(.'it?) ZVL

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan palsu atau dusta dan
berbuat dengannya maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan

minumnya."lae

Sebagaimana seseorang juga harus menjaga telinganya dari apa-apa,yarrg

diharamkan Allah W , menjaga hidungnya dari mencium apa-apa yang di-

haramkan Allah, menjaga tarrgafftya dari menggapai sesuatu yang buruk, dan

menjaga kakinya dari melangkah ke tempat-tempat yang tidak baik. Di samping
itu, hendaknya seseorang menjaga kemaluannya, menyibukkan pikirannya

dengan tadabbur, meneliti, dan selalu menghadirkan rasa dekat kepada Allah

setiap saat. Jika ia melakukan hal tersebut, maka tidak diragukan lagi ia akan
me raih der alat takwa. Sebagaiman a jugapuas anya akan mendatan gkan keridhaan

Allah W.

10. Sabar dan Tidak BerbuatJahat

Janganlah seseorang membalas perbuatan jahat dengan yang semisalnya.

Janganlah membalas orang yang mencacinya,tetapi hendaklah ia tabah dan sabar

serta menahan diri ketika marah.

Rasulullah ffi bersabda:

{yi'^.av i;t iy J#l\) u";n f_o/t' t y- osz// ri! ))
,'
K.e6 4e6 €,t W{su .i

Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, janganlah ia berbuat

keji dan jahat.Jika ada orang yang mencaci atau mengganggunya, hendak-

lah ia berkata' 'Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa."'r50

Ia mengatakannya dengan suara yang bisa didengar. Dengan demikian,

ucapan itu akan mengingatkan dirinya sedang berpuasa dan menyampaikan

kepada orang yang mengBanggunya bahwa ia bersabar menghadapinya dan tidak
membalasnya dengan kejahatan yang semisal. Hal itu dilakukan semata-mata
karena ia sedang berpuasa. Sementara itu, kita melihat pada zaman sekarang
orang yang mencaci, memaki, marah, dan emosi di siang hari bulan Ramadhan
lalu mengklaim bahwasanya penyebabnya puasa. Yang lebih aneh lagi, sebagian
manusia memberikan udzur kepadanya karena ia sedang berpuasa, seolah-olah

puasa itu melegalkannya untuk mencaci dan memaki. Innalillaahi ua innaa
ilaibi raaji'uun.

t+e11p. Al-Bukhari (1903) dari Abu Hurairah "gr .
tso11A. Al-Bukhari (190a) dan Muslim (1151) dari Abu Hurairah qi;

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 137

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

M ENURUT ALQUR.AI\ DAN AS.SUNI\I,AH

D

$

$
$ 1,1,. Menjaga Lisan dari Perkataan Sia-Sia, Keji, dan Fasik

$ Hendaknya seseorang menjaga lisannya karena lisan sangat berbahaya.
Adapun perkataan sia-sia, keji, dan fasik bertentangan dengan adab puasa serta

H bertentangan dengan hikmahnya. Di antara dalil wajibnya menjaga lisan adalah

il hadits yang telah disebutkan, demikian juga sabda Nabi ffi:

,*)t t wl,j"At': F.tt ;r iryt,A ))
/t,f i4tI$

$
iI

ki,ttu1:

{ev '!#,Vs
<.F.tr o ,z oa

;) Ji, ')i ol1

"Puasa itu bukan hanya menahan diri dari rasa lapar dan dahaga, tetapi

juga menahan diri dari perbuatan sia-sia dan perkataan keji. Jika ada yang
$ memakimu atau berbuat jahat kepadamu, maka katakanlah: 'Aku sedang
|I berpuasa, aku sedang berpuasa.'"r5r

'$flajib hukumnya menjaga lisan dari perkataan keji dan buruk atau dari

perkataan yang tidak ada kebaikan di dalamnya.
$

72. Memperbanyak Amal Kebaikan

Ketika seseorang sedang berpuasa, dianjurkan kepadanya untuk mengisi
$ waktunya dengan berdzikir dan berdo'a, memohon ampun, membaca al-Qur-an,

)[ memperbanyak sedekah, menyediakan makanan berbuka semata-mata untuk

n mencari balasan pahala, menyambung tali silaturrahim, melakukan kebaikan-

kebaikan, dan amal-amal yang lainnya.

f;

I 13. Menyegerakan Berbuka
t Menyegerakan berbuka termasuk sunnah Nabi ffi dan beliau juga me-

i!,, merintahkanrLya.

il
Nabi ffi bersabda:

( K'tU,/'lu t')8 ))

il "segerakanlah berbuk a ..." tsz

fl

t, Sabda beliau:

rt (.,uljJli-/rj:i6 tJ$tj'iv))

n

n
t, tstga. Al-Hakim I/430431) dan dishahihkannya sena disetujui oleh adz-Dzahabi, al-Baihaqi

W/270),Ibnu Khuzaimah (tlle),Ibnu Hibban, dan yang lainnya dari Abu Hurairah ,g .

Silakan lihat kitab Sbahiibul laami'(5376).
I s2Telah disebutkan ukhij-nya.

n

nI

138 BAB XIII HURUF SHAD

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN ASSUNNAH

"Manusia tetap berada di dalam kebaikan selama mereka menyegerakan

berbuka."r53

Hal itu akan mendatangkan kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, rne-

ringankannya, dan meringankan badannya setelah ia letih dan menahan dari

^bpear-baupkaayasnegbeialukmehsehnadlaatkiMkaagrehnraibA. lNlaahbiWffisetimdaatka.mReansguelurljlaakhanffimsheanlayteMgearagkharinb

hingga beliau berbuka walaupun hanya dengan meminum seteguk air.Dts4

Hendaklah seorang Mukmin tidak merasa berat mengerjakan adab ini,
atau melaksanakan adab Nabi yang sangat mulia ini, agar ia dapat beribadah

kepada Allah dengan c^rayatgbenar. Janganlah ia mengerjakan shalat Maghrib
sementara ia berkeinginan untuk makan dan minum.

74. Berbuka dengan Rutbab (Kurma Basah) atau dengan Tamar (Kurma

Kering) dan Seienisnya

Berbuka dengan kurma lebih meringankan pencernaan dan memberikan

lebih banyak manfaat, di samping hal itu merupakan sunnah Nabi ffi. Karena
Rasulullah ffi apabila beliau memiliki ruthab fturma basah), maka beliau tidak

akan berbuka kecuali dengannya. Jika tidak ada rutbab, maka beliau tidak akan
berbuka kecuali dengan tarnar (kurma kering).'s5

Demikian juga Rasulullah it& bersabda:

# /t &,_lro';et F iy "ry kw ;s ki ;;s t;y y1

K.j-*;rir l$,rir

'Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, hendaklah i" b.rb.rk" a.r,grn
kurma; jika ia tidak memiliki kurma, maka minumlah air karena air dapat

membersihkan.Drs6

Hendaklah seseorang ketika sedang berbuka puasa mencukupkan diri

dengan beberapa butir rutbab atau kurma, susu atau air. Kemudian, setelah shalat,
ia makan malam jika mau. Adapun kebanyakan orang sekarang ini menghidang-

ts311X. Al-Bukhari (1957) denMuslim (1098)dari Sahal bin Sa'ad 4it .
ts+114. AI-Hakim (/432), al-Baihaqi di dalam asy-Syu'ab,Ibnu'Adiy, Ibnu Abi Syaibah, dan

yang lainnya dari Anas. Lihat kitab Shahiibul Jaami' (4858).
tss11a. Ahmad !ll/164), Abu Dawud Q356), at-Tirmidzi (696) dan dihasankannya, al-Hakim

(+lZ) dan dishahihkannya dari Anas. Diriwayatkan juga oleh 'Abd bin Humaid dari Jabir.

Lihat kitab Sbahiibul laami' (4770).
ts6ga. Ahmad (IVl18,25), Abu Dawud (2355), at-Tirmi&i (695) dan dishahihkannya,Ibnu

Majah (1699), al-Hakim 0,/432) dan dishahihkannya serta disetujui oleh adz-Dzahabi, ath-
Thayalisi (1 181), al-Baihaqi W /239), ad-Darimi, Ibnu Hibban, dan yang lainnya dari Salman
bin Amir. Lihat kitab ShahiihulJaami'Qa6).

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 139

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH

kan berbagai jenis makanan dan minuman lalu langsung menyantapnya begitu
mendengar seruan adzan. Sesungguhnya hal itu sangat memudharatkan badan
sebagaimanayangdisebutkan oleh ahli kesehatan. Perbuatan tersebut juga akan

membuatnya berat mengerjakan shalat, bahkan hal itu bertentangan dengan

sunnah yang suci.

15. Tidak Makan Berlebihan Ketika Berbuka

Berpuasa akan mempersempit saluran pencernaan dan akan membiasa-

kan diri seseorang untuk menahan lapar. Jika seseorang mengejutkan lambung
atau pencerr,aanrLya dengan banyak makanan setelah ia berpuasa, maka hal
itu sangat memudharatkan kesehatannya. Selain itu, akan kehilangan hikmah
berpuasa. Demikian jugaia akan merasa berat untuk melaksanakan ibadah dan
kemungkinan besar ia tidak dapat memanfaatkan waktunyapa.da malam hari
untuk beribadah, yakni merasa berat mengerjakan shalat malam. Maka dari itu,

ia akan menderita kerugian yang sangat besar.

16. Do'a Ketika Berbuka Puasa

Hendaknya orang-orarLgyang berpuasa berdo'a sebagaimana yang di-

lakukan Nabi ffi saat berbuka di sore hari. Sesungguhnya apabila Nabi ffi ber-

buka, beliau membaca:

*i(-(-.^rllr ;r,:, i1p$'o' 6') Srlt -k,r'ukt ))

"Telah hilang ,rr. hrrr,'relah basah urat-urat, d"r r.l"h tetap pahala, insya

Allah.rsT

Dzikir ini mengandung pengakuan terhadap karunia Allah W yang telah

menghilangkan rasa lapar dan dahaga serta memberikan kenikmatan berupa
makanan dan minuman. Segala puji hanya bagi Allah, Rabb langit dan bumi
sena sekalian alam.

17. Menyediakan Makanan bagi Orang yang Berbuka

Siapa saja yang memberikan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa,

maka ia akan mendapatkan pahala sepeni prtab orang yang melaksanakannya

tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut. Dianjurkan bagi sese-
orang ketika hendak berbuka mencari orang yang akan berbuka bersamanya

walaupun hanya sekadar memakan kurma atau meminum air. Hal itu akan
mendatangkan pahala dan karunia yang sangat besar, juga akan menebarkan

rasa kasih sayang di antara kaum Muslimin. Demikianlah kebiasaanyangsering

dilakukan oleh Salafush Shalih &.

tsz11a. Abu Dawud Q357),dan al-Hakim (/422) dan dishahihkannya serta disetujui oleh adz-
Dzahabi dari Ibnu 'IJmar. Silakan lihat kitab Shabiibul Jaami' (4678).

140 BAB XIII HURUF SHAD

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AI\ DAN AESUNNAI{

18. Tidak Melakukan Puasa 'Visbal (Menyambung Puasa)

Janganlah seseorang menyambung puasa dengan puasa pada hari berikut-
nyet^np^ diselingi berbuka karena hal tersebut dilarang. Para Sahabat pernah

meminta izin kepada Nabi ffi untuk melakukan puasa Vishal, namun Rasulullah
ffi melarangny^. Beliau bersabda:

a d*j;. r,i jl*1i e;t', Stiv;;{t)D

o# t ,FK ,itr"1Kti GL-;":^1")

'Janganlah kalian mengerjakan puasa \fishal. Sesungguhnya kalian tidaklah
seperti diriku. Sesungguhnya aku diberi makan dan diberi minum oleh
Rabbku. Kerjakanlah amalan yang mampu kalian kerjakan."rs8

Tidak pantas bagi seorang Muslim jatuh pada larangan tersebut setelah
sampai keterangan kepadanya. Siapa safu yangmelakukannya sesungguhnya
ia telah memberatkan dirinya sendiri dan membebankan suatu beban di luar
kemampuannya. Niatnya yang bagus sekalipun dalam hal ini tidak akan ber-

manfaat di sisi Allah W. Sebab, Allah W tidak akan menerima suatu amal
walaupun amalnya ikhlas semata-mata mengharapkan wajah-Nya Y*g Mulia,

kecuali amal itu sesuai dengan sunnah Rasulullah ffi.
19. Boleh Berbuka pada Tengah Hari untuk Puasa-Puasa Sunnah

Rasulullah ffi bersabda:

(.'Pi;r:,oyr(v;t:,:tt# ?i LWr fiuLJr ;;

"Orang yang sedang berpuasa sunnah adalah pemimpin bagi dirinya. Jika
ia ingin meneruskan puasanya, maka dipersilakan dan jika mau berbuka,
maka dipersilakan ia berbuka."rse

Seseorang boleh meneruskan puasa Sunnah dan boleh berbuka. Jika ada
yang mengundangnya makan dan ia telah menyiapkan untuknya, maka ia boleh
makan jika mau. Seseorang boleh meniatkan puasa Sunnah walaupun pada waktu

fajar, tidak harus berniat pada malam hari. Sebab, apabila Nabi ffi memasuki

rumah untuk menemui keluarganya, beliau bertanya: "Adakah kalian memiliki
makanan?" Jika dijawab tidak, maka beliau berkata: "Hari ini aku puasa."160

tss11a. Al-Bukhari (1956) dan Muslim (1103) dari Abu Hurairah "9, .

tsrgp. Ahmad (vI/424), Abu Dawud Q456), at-Tirmidzi (732), al-Hakim (I/a39) dan di-
shahihkannya serta disetujui oleh adz-Dzahabi, dan al-Baihaqi W/276) dari Ummu Hani'.

Lihat kitab Sbabiihul Jaami' Q854).
too11n. Muslim (115a) dari'Aisyah €9, .

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 141

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR-AI\ DAN AS;SUNNAI.I

20. Menjauhkan Diri dari Hal-Hal yang Dapat Merusak Puasa

Janganlah seseorang berlebihan dalam memasukkan air ketika berkumur-
kumur pada saat berwudhu. Sebab, dikhawatirkan air akan masuk ke dalam
rongga tenggorokan sehingga dapat membatalkan puasanya. Telah disebutkan
larangan atas hal tersebut.

Nabi ffi bersabda:

K.q, ofrif ir 9ryyt edui...))

"... Bersungguh-sungguhlah memasukkan air ke dalam hidung kecuali jika

engkau sedang be1puasa."r6r

Demikian juga, hendaklah seseorang tidak menggunakan injeksi berupa
infus karena hal itu dapat membatalkan puasa. Demikian }ugaalatpelega hidung
tersumbat yang dihisap, hal itu juga dapat membatalkan puasa apabila masuk
ke dalam rongga. Demikian pula tidak menggunakan pasta gigi ketika sedang
berpuasa karena dapat menghilangkan bau mulut orang yang sedang berpuasa,
sementara bau mulutnya itu lebih wangi di sisi Allah dibandingkan minyak
kasturi. Selain itu, terdapat pula kemungkinan pasta gigi itu akan masuk ke
tenggorokan sehingga dapat membatalkan puasanya, meskipun penggun aannya
tidak diharamkan. Demikian juga hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa.
Sampai-sampaiyanglebih parah lagi adalah perbuatan maksiat dan munkar.

27. Bertakwa kepada Allah W
Bertakwa kepada Allah W adalah adab yang merupakan inti dari adab-

adab di atas. Seorang Muslim wajib untuk selalu menyertakannyadalam setiap
perkataan dan perbuatan. Itulah maksud dan tujuan pensyari'atan puasa. Di
samping itu, takwa merupakan perkara yang sangat agung bagi seorang hamba

dalam mendekatkan diri kepada Allah W. Sebab, barang siapa yang mampu
mewujudkan takwa dan pendekatan diri kepada Allah W dalam setiap keadaan,

maka sesungguhnya ia telah mendapatkan faedah dari puasanya.Iatelah meraih

buah puasa yang sangat agung, yaitu bertakwa kepada Allah W .

Inilah akhir yang Allah mudahkan bagiku dari adab berpuasa, yang jumlah-
nya ada2l adab. Alhamdulillaabi Rabbil 'aalamiin.t6z

16rAsy-Sya6'idtdalamMusnad-nya (I/33), Ahmad GV/33), Abu Dawud (142), an-Nasa-i(I/65),
at-Tirmi&i (788) dan dishahihkannya, Ibnu Hibban (IIl208) dalam al-Ibsaan, dan al-Hakim

(/r48) dari Laqid bin Shabrah. Lihat kitab Sbahiibul Jaami' (927).
r62Referensi tambahan: Silakan lihat Sbabiih Muslim bi Syarb an-Nawawi Sll/262) dan

setelahnya,Jam'ul Fawaa-id. oleh al-Fasi l/265) dan setelahnya,Riyaadhusb Shaalibiin (a78) dan
setelahnya, Mukbushar Minhaajil Qaasbidiin (hlm. a5) dan setelahnya, Fat-bul Baai bi Syarb

Shabiihil Buhhai W/123) dan setelahnye, al-Ihsaan bi Tartiib Shahiib lbni Hibban N/t76)

dan setelahnya, dan lainJain.

142 BAB XIII HURUF SHAD

il,iiil .111r'
tl
itr ,i]]
iii riii,
i

o a
o o

D

O a
a
()

3

ril iil tir ,'.i

,r

'lii



ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AI\ DAN AESUNNAI{

PASAL I

ADAB ADH.DHIYAAFAH

(BERTAMU)

Setiap orang pasti pernah kedatangan tamu di rumahnya. Mungkin orang
itu karib kerabatnya, tetangganya, teman-temannya, ataupun yanglainnya.
Bertamu adalah salah satu adab Islam yang perlu diperhatikan. Islam telah men-
syari'atkan beberapa adab bagi kedua belah pihak, yaitu tamu dan tuan rumah.
Kedua belah pihak harus melaksanakanadab-adab ini sehingga kunjungan mem-
buahkan hasil yang positif. Di antara adab-adab tersebut adalah:

BAGIAN PERTAMA
ADAB.ADAB YANG BERKAITAN DENGAN TUAN RUMAH

1. Niat yang Benar

Hendaklah tuan rumah berniat mengharapkan pahala dalam menyambut
kedatangan saudaranya, dan dari makanan yang dihidangkan, serta sambutan
baik kepada mereka. Hendaklah tamu juga meniatkan pahala dari mendatangi
undangan tersebut dan dari kunjungannya kepada saudaranya. Dengan demikian,
kedua belah pihak akan mendapatkan pahala atas hal itu.

2. Menerima Tamu dengan Baik

Hendaklah tuan rumah menerima tamunya dengan baik, yaitu menerima-
nya dengan senyum, wajah yang ceria, atav mengucapkan kata-kata selamat

datang dan sambutan. Sesungguhnya hal itu akan melapangkan hati tamunya
dan membuat mereka merasa kedudukannya terhormat di sisi saudaranya
(tuan rumah). Sebagian orang ada yang tidak peduli, acuh tak acuh, dan tidak
senyum kepada tamunya. Bahkan, orang itu menunjukkan muka masam di

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 145

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH

hadapan tamunya sehingga mereka merasa tidak enak, segera ingin kembali, dan
kemungkinan besar tidak akan berkunjung lagi. Bahkan, sebagian mereka ada
yang pulang karena buruknya sambutan tuan rumah. Meskipun telah disuguhkan
kepada para tamunya itu hal-hal yanglazim dalam jamuan tamu, namun semua
itu tetap membutuhkan sambutan yang baik.

Sungguh bagus seorang penyair yang mengatakan:

6'41'fi;ri *tp$.;atY',,
F i-r4,t-,o;4,.
0
c

yang menyenangkan tamu-"itu bukanlah banyaknya hidangan,

namun yang membuat senang itu adalah wajah yang ceria.

Senyum seseorang kepada orang lain adalah sedekah, sebagaimana sabda

Nabi ffi:

(.fr-r-"u,+i ii eiW))

"SenFummu di hadapan saudaramu adalah r.a.Ufr'b"gi*.r.''
Rasulullah ffi menerimapart utusan yangdatang kepada beliau dengan

baik. Beliau berkata kepada utusan'Abdul Qais:

((... ett; \ ) Ut; 'p triE- ,lt *itru;'r ))

"selamat datang para utusan, yang datang tanpa akan kecewa dan tidak

akan menyesal ..."2

Demikian juga'Aisyah +9, mengutarakan: "Rasulullah ffi berkata kepada

Fathimah €F,:

(.iurv'; ))

'selamat daang, wahai, puteriku."'3

Ummu Hani' g,!, bercerita: "Aku datang menemui Nabi ffi, beliau berkata:
t
v.;
((.u6 i,,\ ))

,'

I HR. At-Tirmidzi (1956) dan dihasankannya serta Ibnu Hibban (I/248,272) dariAbu Dzarr

2 Lihat kitab Shabiihul Jaarni' Q908). (17) darilbnu'Abbas ,+{i..
HR. Al-Bukhari (6176) danMuslim
3 HR. Al-Bukhari Q623) danMuslim Qa5O) dari 'Aisyah @,.

146 BAB XIV HURUF DHAD

ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM

MENURUT ALQUR-AN OAN A9SUNNAH

'Selamat datang, wahai, (Jmmu Hani.'"a

3. Menempatkan Tamu di Tempat yanglayak

Termasuk bentuk penerimaan tamu yang baik ialah tuan rumah memper-
silakannya duduk di tempat yanglayak bagi mereka, seperti tempat duduk,
majelis, dan yang lainnya. Tujuannya agar mereka merasa nyaman duduk di
atasnya. Janganlah tempat itu menyingkap aurat tuan rumah, atau tempat yang

mungkin tersebar di situ aroma yang tidak menyenangkan, dan yang sejenis-
nya. Demikian juga, janganlah ia mempersilakan tamunya duduk di tempat
yang kotor atau tempat yang bentuknya tidak layak. Hal itu bukanlah bentuk

penerimaan tamu yang baik.

4. Menyuguhkan Hak Tamu dan Memuliakannya

Hendaklah tuan rumah segera menghidangkan hak tamu, seperti air dingin,
minuman, makanan, dan sejenisrya. Janganlah ia terlambat menyediakannya
atau ia menunda-nundanya hingga tamu hampir pulang. Al-Qur-an telah meng-
anjurkan hal tersebut.

Allah \H berfirman:

i*si; g <s'flri et).* Lrp aii# F

ti t""#i)41,;:t @'cu$ ?"i Jt|"t-!L 1;Ln
(@ 3r'Kt,*i'leAl;x#@7,* fu;t r

"sudabkab sampai kepadamu (Mubammad) cerita tamu lbrabim (Malaihat'
Malaikat) yang dimuliahan. (Ingatlab) hetika mereka masuk ke ternPatnya
lalu rnenguc apkan :'salarnan,' Ibrahim mmj aanb :'salamun' (kamu) adalab
orang-orangyangtidale diksnal. Maka diz pergi dmgan diam'diam menemui
heluarganya, kemudian dibauanya daging anak sapi gemuk (yong dibakar),
lalu dibilangkannya kepada mereha. Ibrahim bqkau: 'silakzn kamu makdn."'
(QS. Adz-D zaariy aat: 24-27)

Di dalam ryatinidisebutkan bahwaNabi Ibrahim ,ME masuk sembunyi-
sembunyi ke dalam rumah tanpa diketahui oleh tamu. Ia pergi, menyiapkan
makanan yanglayak, kemudian segera kembali. Hidangan ini merupakan hak
tamu. Sementara memuliakan tamu merupakan perkara wajib yang dianjurkan

oleh Nabi ffi, bahkan beliau menggolongkannya sebagai salah satu bentuk ke-

imanan.

4 HR. Al-Bukhari Q57) denMuslim (336) dari IJmmu Hani' €F,

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 147

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT AL.QUR-AN DAN A9SUNNAH

Nabi ffi bersabda:

((... '^rLt ?# i\t?At) !t,bi os Ai...))

"... dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka

hendaknya ia memuliakan tamunya ..."t

Hendaklah seorang Muslim tidak menunda-nunda dalam memuliakan
tamunya.

5. Menghidangkan Makanan ke Tempat Tamu

Menghidangkan makanan menrpakan adab al-Qur-an yang telah dianjur-

ffikan, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam firman Allah tentang kisah
Ibrahim lpi:
(@ AI;:,;PY

"Lalu dih idangkan kepada mereka... " (QS. Adz-Dzaariy aat 27)

Nabi Ibrahim rME menyuguhkan makanan ke tempat mereka. Itulah

yang seharusnya dilakukan. Namun, terdapat budaya di suatu negeri yang mem-
bedakan altaratempat makan dan tempat penerimaan tamu sehingga biasanya
tamu pindah ke tempat makan. Hal yang demikian itu tidaklah mengapa.

6. Tidak Berlebihhan dalam Menjamu Tamu

Hendaklah tuan rumah tidak memberatkan diri di luar kemampuannya.
Janganlah pula ia menghidangkan makanany^ngterlalu banyak untuk memulia-
kan tamunya. Namun, hendaklah ia menl'uguhkannya sesuai kemampuan yang

ada disertai dengan memuliakan mereka. Sesungguhnya Nabi Ibrahim }H: telah

menyembelih seekor anak sapi yang gemuk untuk tamunya. Beliau membakar-
nya lalu menghidangkannya kepada mereka. Beliau menghidangkan sesuatu yang
terbaik yang beliau miliki.

Allah W berfirman:

{@ yp,J64r^:t\t}y

"Mah,a dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian di-
baaunya daging anah sapi gemuk (yang dibahar)." (QS. Adz-Dzaariyaat:26)

Hendaklah ia tidak mengeluarkan seluruh isi rumahnya kepada tamu
dan mengeluarkan biaya,yang besar untuk menjamunya. Sesungguhnya hal itu

bukanlah petunjuk Nabi ffi dan para Sahabat beliau. Sebagaimana hal itu juga

termasuk memberatkan dan membebankan diri dengan sesuatu yang tidak dapat

s HR. Al-Bukhari (6475) danMuslim (a7) dariAbu Hurairah "{b

148 BAB XIV HURUF DHAD

ENSIKLOPEDI ADAB ISL.AM

MENURUT ALQUR.AN DAN A9SUNNAH

dipikul. Membiasakan diri kepada hal tersebut dapat membuat seseorang enggan
menerlma tamu.

7. Menunaikan Hak-Hak Tamu

Hak tamu sebagaimanayangtelah disebutkan di dalam sunnah adalah se-
hari semalam. Adapun hak berkunjung adalah tiga hari tiga malam. Maka dari
itu, tidak adalagikeharusan menjamu tamu lebih dari waktu itu. Namun, men-
jamu tamu lebih dari itu termasuk sedekah.

Rasulullah ffi menjadikan hak-hak bagi tamu dan pengunjung. Rasulullah
ffi berkara kepada'Abdullah bin'Amr,eh :

((... tE AX; !y)'ot, .. ))

" ... dan sesungguhnyabagi tamumu terdapat hak-hak yang harus engkau
tunaikan ..."6

Yang dimaksud dengan dz-zau)r adalah para pengunjung dan tamu.

Rasulullah ffi bersabda:

qi ii itv, '^rib if# i\t ?A\ !u, bi os u ))

H,s,;- 3i '; \'r"iit? '# u,t ',,1. t-o ,q {x frVt't
((.of e,y', . o t o / ,/o

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah
ia memuliakan tamu. Hak jamuan tamu adalah sehari semalam, sedangkan
hak berkunjung adalah tiga hari, dan setelah itu adalah sedekah. Tidak halal
baginya bertahan di situ hingga memberatkan tuan rumah."7

Ibnu Hajar mengatakan bahwa Ibnu Baththal berkata bahwa Imam Malik
pernah ditanya tentang hal itu, beliau pun menjawab: "Hendaklah seseorang
memuliakan dan menjamu tamunya selama sehari semalam, sedang tiga hari
adalah untuk kunjungan." Aku berkata: "Mereka berbeda pendapat tentang hal
ini, apakah hari pertama termasuk di dalamnya ata:u tidak?"

Abu'Ubaid berkata: "Hendaklah ia menjamu tamunya pada hari pertama
dengan baik. Adapun pada hari kedua dan ketiga, hendaklah ia menghidangkan
apa adanya, janganlah ia melebihkan dari kebiasaan yang ada di rumahnya."
Kemudian, hendaklah ia memberikan kepada tamunya bekal untuk perjalanan

6 HR. Al-Bukhari (6134) dan Muslim (1159) dari'Abdullah bin'Amr ,iLB,
7 HR. Al-Bukhari (6135) dari Abu Syuraih al-Ka'biy.

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 149

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH

sehari semalam. Hal ini disebut juga al-liizah, yaitu jarak yang bisa ditempuh

oleh seorang musafir dari satu tempat ke tempat yang lain.
Al-Khaththabi berkata: "Apabila ada tamu yang berkunjung, hendaklah

ia menjamunya. Hendaklah ia memberikan jamuan lebih baik dari apayangia
miliki selama sehari semalam. Namun, pada hari kedua dan terakhir, hendaklah
ia menghidangkan apa yang ada. Apabila telah berlalu tiga hari, berarti ia telah
menunaikan haknya. Sementara apayangterhidang lebih dari itu, maka terhitung

sebagai sedekah ..."8

8. Hendaklah Tuan Rumah Sendiri yang Melayani Tamu

Melayani sendiri tamunya merupakan salah satu adab yang dianjurkan
al-Qur-an, sebagaimana disebutkan di dalam kisah Ibrahim 1,p;.

Firman Allah E9:

.ti'le Al;r;frt@l-- b;t;.t 41:;:t l){}Y

(z@3_ftBl?.

"Maka dia pergi dengan diarn-diam menemui keluarganya, kemudian di-
bazaanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar), lalu dibidangkannya kepada
mereka. Ibrahim berkata: 'silakan kamu makan.'" (QS. Adz-Dzaariyaat:
26-27)

Berdasarkan tyat di atas, Nabi Ibrahim r,gE langsung melayani sendiri

tamunya. Imam al-Bukhari telah membuat suatu bab di dalam kitab Sbahiih-nya:
Bab "Memuliakan Tamu dan Melayani Tamu Sendiri."e

Tidak diragukan lagi bahwa ini merupakan bentuk pelayanan dan pemuliaan
tamu yang terbaik.

9. Berbuat Baik kepada Tamu Selama Ia Tinggal di Rumah Kita

Berbuat baik kepada tamu dapat dilakukan dengan menyediakan rempat

yanglayak baginya untuk tidur, mencegah keributan anak-anak agar ridak
menBganggtnya, memberikan handuk yang bersih untuknya, menyodorkan
bantal baginya, menyiapkan kamar mandi untuknya, memberikan minyak
wangi, memberikan kaca untuk berhias, dan sebagainya.

10. Hendaklah Tuan Rumah Mengantarkan Tamu Sampai ke Pintu

Jika tamu ingin kembali, hendaklah tuan rumah menganrarkannya sampai
ke pintu rumah. Hal ini untuk memuliakan dan menghormati tamunya. Jangan-

8 Fat-hul Baari (459/tO)
e Fat-bul Baai (548/tO)

150 BAB XIV HURUF DHAD

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH

lah tuan rumah duduk di tempatnya sambil mempersilakan ramunya untuk
pergi. Hendaklah ia ikut keluar melepaskan kepergian tamunya tersebut. Abu
'Ubaid pernah mengunjungi Imam Ahmad di rumahnya, ia bercerita: "Ketika
aku bangkit ingin pulang, Imam Ahmad juga bangkit bersamaku. Aku berkata:
"Jangan repot-repot, wahai, Abu'Abdillah. Beliau mengatakan bahwa asy-Sya'bi
berkata: "Termasuk kesempurnaan memuliakan tamu adalah tuan rumah ber-
jalan bersama tamu hingga ke pintu rumah dan memegang tali kekang kendaraan-
nya ,, l0

11. Tidak Masuk ke Rumah dan Mengunci Pintu kecuali Setelah Tamu

Pergi

Janganlah tuan rumah masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu kecuali
setelah tamunya pergi dan menaiki kendaraan atau kendaraannyatelah berjalan.
Adab initermasuk bentuk memuliakan dan menghormati tamu serta berlaku sopan
terhadapnya. Hendaklah seorang Muslim tidak mengabaikan adab seperti ini.

BAGIAN KEDUA
ADAB.ADAB ORANG YANG BERTAMU

1. Memenuhi Undangan apabila Diundang

Seseorang hendaklah memenuhi undangan apabila diundang, karena ini
adalah hak seorang Muslim atas Muslim lainnya, sebagaimana sabda Rasulullah ffi:

((... L:$ lc,tib. iJ+ir ,c #t 6))

"Hak seorang t trrti- ,rrh^d^pMuslim l^i,n y^^d^rn ^',yaitu: ... jika ia

mengundangmu, maka datangilah ..."rr

Hendaklah ia menyambut undangan itu, selama di dalamnya tidak terdapat
kemunkaran yang tidak sanggup ia ubah atauia mengetahui bahwa harta tuan
rumah berasal dari yangharam.

2. Melaksanakan Adab Meminta Izin dan Berkuniung

Adab meminta izin dan berkunjung telah disebutkan secara rinci pada
bahasan masing-masing dalam kitab ini. Hendaklah ia memilih waktu yang

cocok, mengetuk pintu dengan lembut, tidak menghadap pintu, memulai dengan

salam, memperkenalkan diri, menundukkan pandangan, tidak mengangkat
suara, dan duduk di tempat yang dipersilakan oleh tuan rumah, tidak terlalu
banyak mengamati isi rumah, tidak memata-matai penghuni rumah, tidak

memperpa njang kun j un gan tanpa ada kebutuh an darurat, meminta izin ap abila

t0 Al-Aadaabury Syar'iyryah (n/227)
f r Telah disebutkan takhij-nya.

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 151

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

M ENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH

ingin pulang, dan tidak pulang kecuali setelah diizinkan oleh tuan rumah, serta
beberapa adab yang lainnya.

3. Hendaklah Tamu Berterima Kasih kepada Tuan Rumah

Hendaklah tamu benerima kasih kepada tuan rumah atas jamuan yang
baik. Karena hal ini termasuk perkara yang dianjurkan dalam Islam.

Rasulullah ffi bersabda:

((.';',r 5el tst kl,y))

"Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia berarti ia tidak ber-
syukur kepada Allah."12

Demikian juga, Nabi ffi mendo'akan orang-orang yan1memuliakan

tamunya. Rasulullah ffi berkata kepada Sa'ad bin'Ubadah gE setelah ia meng-

hidangkan makanan untuk beliau:

ifit dp3 3t;,tt €rttu ,Fi, it4tat €+'Pi ))
((..rr'y-, Mrc

"Telah berbuka di rumah kalian orang-orangyxLgberpuasa, telah memakan
makanan kalian orang-orangyat1shalih, dan telah bershalawat atas kalian
para Malaikat."r3

Rasulullah M,j"g mendo'akan'Abdullah bin Busr setelah ia menghidang-

kan makanan untuk beliau. Beliau berdo'a:

11'fi;'tt'' & *\ g:t W' &J,q dl ))

"Ya, Allah, berkahilah mereka dari apa-apayangtelah Engkau rizkikan
kepada mereka, dan ampuni serta sayangilah mereka."ra

4. Hendaklah Seorang Tamu Memperhatikan ea"U Makan dan Minum

Adab makan dan minum telah disebutkan secara terperinci di dalam kitab

ini. Hendaklah seseorang memperhatikan adab-adab tersebut ketika duduk
bersama tuan nrmah dan janganlah ia mengabaikan adab-adab tersebut. Hal ini
merupakan bentuk kebaikan kepada dirinya sendiri dan kepada saudaranya.
S elalu menjaga adab-adab ini akan mendatan gkan keb aik an y arLg san gat b anyak

12 Telah disebutkan uhbij-nya.

13 HR. Ahmad (IIy118, zot-2ot), Abu Dawud (3854), dan ad-Darimi (1V25) dari Anas. Lihat
khab Shabiih Abi Dauud Q263).

14 HR. Muslim QOa2) dart 'Abdullah bin Busr.

152 BAB XIV HURUF DHAD

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AI\ DAN AqSUNNAH

dan keberkahan atas kedua belah pihak. Di samping itu, tuan rumah pun tidak
merasa bosan untuk menjamu tamunya.

5. Tidak Memberatkan Tuan Rumah sehingga Merasa Kesulitan

Jika tamu melihat tuan rumah sedang sulit keadaannya sehingga tidak
sanggup menunaikan hak atau kewajiban menjamu sebagaimana mestinya,maka
janganlah seorang tamu memperpanjang kunjungannya sehingga menjadikan
tuan rumah merasa keberatan dan kesempitan, atau memaksanya untuk meng-
ghibahi tamu, merasa berdosa, berhutang, dan yang lainnya, sebagaimana sabda

Rasulullah ffi:

(.;;r, p t+ G,fr 3i';,b \')...))

"... Tidak halal baginy, 1o*rl; berlama-lama di tempat kunjungannya

sehingga memberatkan tuan rurnah." rs

Inilah yang Allah mudahkan bagiku dari adab-adab bertamu, ymg jumlah-
nya ada enarn belas adab. Albarndulillaabi Rabbil 'aalamiin.t6

15 Telah disebutkan ukhij-nya.

16 Sebagai tambahan: silakan lihat dalam Fat-hul Baai ff /5a7) dan setelahnya, Adabul klaam

(hlm. a8) dan sesudahnya, al-Aadaab (89) dan sesudahnya, dan yang lainnya.

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 1s3



',,rliti ,ti,, i,
i:,.: , -l::

,iii

:i.E:

:.-n

l c
3
D
, oi
() ,...'.
;'a

:o,

..to

ot

: "'if'r. ,,
.::ii,ir

#

ll ilr ;lr ,+ i,r
rl;liiii;|trir
,i,,,, rt't. I ' rr, Il
1i 'lr,l
,:
,),')::,itt;t
lrl
l:

,i::-j



ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN A9SUNNAH

PASAL I

ADAB ATH.THARIIQ
(BERKAITAN DENGAN JALAN)

Islam telah menetapkan beberapa adab berkaitan dengan jalan yang dengan-

nya seorang Muslim akan meraih ridha Rabbnya, memberikan apa yang baik

bagi manusia, mencegah mereka dari gangguannya, serta menjauhkannya dari

gangguan mereka. Seorang Muslim akan mendapatkan pahala dari Allah W
menurut kadar penerapannyapadaadab-adab ini. Di anraraadab-adab yang ber-

kaitan dengan jalan adalah:

1. MenyingkirkanGangguandariJalan

Menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk salah satu cabang keimanan.

Rasulullah ffi bersabda: r,r,(' h3 3q)' ))
a 3i3#;)
*,t\itt Jit dSG /'

((.,r"-Ht cf cs:\tt '^yYt uriii; lirr

,"Iman

utama
memiliki tujuh Lpaualuihlaa^hr^auillranll'ara^ph,rtsref,dasnegkkiaann b^ng'.Y^Hg paling
yang paling rendah
adalah ucapan

adalah menyingkirkan gangguan dari jalan."l

Hal ini terhitung sedekah, sebagaimana sabda Nabi ffi:

fa ,; 4I tt....i|t/'zt;, #1- c6d. t,y;f, r It >

,rr4t r,i\t S

I Telah disebutkan takhrij-nya.

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 157

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR-AN DAN AgSUNNAH

(.ii't;

"setiap persendian manusia harus disedekahi... dan menyingkirkan ganggu-
an dari jalan termasuk sedekah."2

Ketika seorang laki-laki dari kalangan Sahabat berkata kepada Rasulullah

ffi: "Ajarkanlah kepadaku sesuatu yang bermanfaat bagiku." Beliau men-

jawab:

t((..16r er/ a;i\t )f!>

"singkirkanlah gangguan dari jalan manusia."3

Telah disebutkan pahala yang besar bagi yang menyingkirkan gangguan
dari jalan kaum Muslimin hingga tidak menyakiti mereka.

Rasulullah ffi bersabda:

ti W{ f'; :Jtiu e;* )U t;,i?- ,bi; ,trr'; ))

*ri\K.:i&Jt,y',G Jb)#t r;

"Seorang laki-laki melewati sebatang ranting yang melintangi badan jalan,

lalu ia berkata: "Demi Allah, aku akan menyingkirkan ranting ini dari

kaum Muslimin agar tidak menyakiti mereka." Oleh karena itulah, orang
itu dimasukkan ke dalam Surga."a

Nabi ffi bersabda:

P,r_-Pt b ri;6 iF e*t e,\k t;;, *i'ij ))

(('i6r ,7ii ue

"Aku melihat seorang laki-laki di Surga mondar-mandir karena sebuah
pohon yang disingkirkan dari badan jalanyangmengganggu manusia."s

Demikian juga tidak dibolehkan bagi seorang Muslim melemparkan ke
tengah jalan apa-apa yang dapat menyakiti dan memberikan mudharat kepada
Muslim lainnya, seperti kulit pisang, pecahan kaca, kotoran, sampah, duri, dan
yang lainnya.

2 HR. Al-Bukhari Q989) danMuslim (1009) dari Abu Hurairah "gr .
3 HR. Muslim (2618) dari Abu Barzah.

4 HR. Al-Bukhari Q472,652) dan Muslim (191a) dari Abu Hurairah 4i;
5 HR. Muslim (191a) dari Abu Hurairah .efl.

l-$
158 BAB XV HURUF THA'

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH

2. Tidak Buang Haiat atau Membuang Kotoran di Tengah Jalan

Tidak boleh membuang hajat dan kotoran di jalan karena perbuatan itu
mengganggu kaum Muslimin dan diharamkan. Sebagaimana juga telah disebut-
kan ancaman terhadap hal itu.

Rasulullah ffi bersabdat

( W e'ti,r6t *y e F qlt,;,ilt t -p! ))

"Hindarilah dua perilaku yang mengundang laknat, yaitu oraLngy^ng
buang hajat di tengah jalan yang dilalui manusia atau di tempat mereka

berteduh."6

Orang yang melakukan hal seperti itu akan dikutuk manusia. Maka dari
itu diharamkan buang hajat di tengah jalanyangdilalui oleh manusia, demikian
juga membuang kotoran-kotoran padanya.

3. Menundukkan Pandangan dari Hal-Hal yang Haram Dilihat

Seyogianya apabila seseorang duduk di pinggir jalan atau berjalan di situ
menundukkan pandanganny^ dari apa-apayatgdiharamkan Allah \H .

Allah IiH berfirman:

( g bFi b ir:rl 1-""r:rr^E F

"Katakanlah kepada laki-lahi yang beriman: "Hendaklab mereka menaban
pandangannyd ..." (QS. An-Nuur: 30)

Firman Allah [H juga:

( g'b:ai ;'*+t;**:N. UY

"Katakanlab kepada zaanita yang beriman: "Hendaklah mereh,a menahan
pandangan rnereha..." (QS. An-Nuur: 31)
Menundukkan pandangan merupakan hak jalan sebagaimana yang di-
sebutkan di dalam hadits.

Nabi ffi bersabda:

tAt;t g a\'f 6 Y t;ra .:s.,Ut ,* JrJ[ ifll>

6 HR. Muslim (no.269) dari Abu Hurairah .EE

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 159

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM dt

MENURUT AL.QUR.AN DAN AgSUNNAH H
H
p\\i;G jsjV,/,\4/ -e-e/>'o'o.i $ &t Ja-n_,;/ H

A\;al wt, - &" I a
f+') I a
I jt!r ,L) tb) V,tAJ-'> rU"aI
K
pt'i
k: A #P ,f j:Au;itt I)d,Jr 'r:, ,siit!z (,

it 't

(( Y

"Hindarilah oleh kalian duduk-duduk di pinggir jalan. Mereka menjawab: a
"Kami tidak bisa meninggalkannyakarena itu adalah majelis tempat kami
biasa berbincang-bincang." Beliau bersabda: "Kalau kalian tetap bersikeras a
untuk tetap duduk di sana, maka berikanlah hak-hak jalan." Mereka
bertanya: "Apakah hak-hak jalan itu, wahai, Rasulullah?" Beliau menjawab: H
"Menundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan, menjawab salam,
menyenr kepada kebaikan, dan mencegah kemunkaran."T t

Oleh karena itu, haram hukumnya memperhatikan wanita di jalan ataupun a
di tempat lainnya. Lantas, bagaimana dengan orang yang duduk di situ dengan a
niat untuk memandangi si Fulanah dan Fulanah? Ia memuaskan pandangannya
ll(
dengan memandang wanita, tidak peduli bahwa Allah W melihatnya, dan tidak
ff
malu kepada Allah lM . Laa baula walaa qua)ard.td illaa billaah.
t
4. Tidak Mengganggu
t
\7ajib bagi seorang Muslim untuk menahan gangguannyaterhadap orang-
orang di jalan. Janganlah ia mengganggu mereka dengan ucapan ataupun per- ff
buatan, mengejek mereka, menyerang mereka, atau mengganggu kaum wanita k
di jalan karena hal itu termasuk perkara yang diharamkan. Termasuk di dalam-
nya adalah yang disebutkan di dalam adab yang pertama dan kedua, yaitu mem- t
buang hajat dan melempar kotoran serta hal-hal yang bisa memudharatkan dan
sejenisnya, yang semua itu termasuk hak jalan sebagaimana yang disebutkan di ff
dalam hadits terdahulu. ff
f;
5. Membalas Salam fl
fl
Membalas salam termasuk hak jalan. Adab ini juga termasuk hak seorang
Muslim atas Muslim lainnya, sebagaimana disebutkan di dalam adab-adab
ukhuanb (persaudaraan). Adab ini termasuk perkara yang diperintahkan oleh

Nabi ffi, sebagaimana telah disebutkan di dalam hadits terdahulu.

6. Amar Ma'ruf (Menyuruh kepada yang Ma'ruf)

Amar ma'ruf termasuk hak jalan sehingga wajib dilakukan oleh setiap
Muslim secara umum. Hendaklah seseorang menyenr kepada yang ma'ruf sebagai-

mana yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Ny. ffi jika ia melihat

perkara itu sudah ditinggalkan manusia. Selain itu, hendaklah melarangdariyang

7 HR. A1-Bukhari Q465) danMuslim Ql2t) dariAbu Sa'id al-Khudri gr

160 BAB XV HURUF THA'

ENSIKLOPEDI ADAB ISL.A.M t
)
MENURUT ALQUR-AN DAN AgSUNNAH
t
munkar jika ia melihat orang-orang melakukannya. Penjelasan masalah ini telah
dibahas di dalam pembahasan Adab Amar Ma'ruf Nahi Munkar.s )

7. Mencegah Kemunkaran t

Mencegah kemunkaran merupakan hak jalan seperti yang disebutkan dalam 7i
hadits terdahulu. Hal ini juga merupakan kewajiban yang sangat ditekankan atas
I
setiap Muslim, sebagaimanayangtelah disebutkan dalam Adab Amar Ma'ruf
Nahi Munkar.e I

8. Menuniukkan Jalan Ii

Apabila seseorang duduk di pinggir atau berjalan di tengah jalan lalu melihat )
orang yang tersesat atau tidak mengetahui alamat yang ditujunya, hendaklah ia i
menunjukkan dan membimbingnya sefta mengantarkan ke tempat tujuannya.
Ini merupakan perbuatan baik dan termasuk akhlak Muslim serta termasuk hak /

jalan, sebagaimana sabda Nabi ffi: I

tgir .ur t:"'r: ,qt rrr;ti ti'r;; if vf €i:l> (
to c
((.lr.ErJr /

"Apabila kalian tetap bersikeras untuk duduk di pinggir jalan, maka tunjuk- I
kanlah jalan, jawablah salam, dan tolonglah orang yang terzhalimi. " r0
Diharamkan membuat orang tersesat dari jalan jika seseorang ditanya I
tentang alamat tujuannya. Haram bagi orang yang duduk di pinggir jalan
membuat orang lain tersesat (dengan membohongi mereka) agar mereka bisa i
mentertawakannya. Lebih diharamkan lagi jika orang yang bertanya adalah
orang buta. Sesungguhnya wajib meraih hngan orang tersebut dan mengantarnya I
sampai ke tempat tujuan.
I
9. Menolong Orang yangTerzhalimi
I
Menolong orang yangrerzhalimi merupakan kewajiban seorang Muslim
secara umum dan termasuk hak seorang Muslim atas Muslim lainnya. Adab i
ini juga termasuk hak jalan, sebagaimanayar,gtelah disebutkan dalam hadits
I
terdahulu dari al-Baraa' ,EB . Vajib bagi siapa salayangmelihat orang yangter-
I
zhalimi di tengah jalan, orang yang mendapat gangguan di jalan, atau orang yang
i
dirampas haknya, untuk ikut membantu dan menolongnya serta membelanya.
Termasuk di dalamnya siapa yang melihat orang-orang ingin merampas atau I

8 Sil"kan lihat dalam Adab Amar Ma'ruf Nahi Munkar dalam kitab ini. I
e tbtd.
t
r0 HR. Ahmad Iy/282,293), at-Tirmidzi Q726) dan dihasankannya, ad-Darimi Q./282), dan
Ibnu Hibban (596) dalam al-Ibsaan dari al-Baraa'. Silakan lihat kitab Shahiibul Jaami'$a07) I

dan Shabiib at-Tirmidzi Ql94). I

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM I

I

(

,

\

i

t

!

t

\

t

\

I

)

,

I

I

\

t

\

t

I

I

I

I

\

I

\

I

I

I

I

I

)

I

\
t\

161

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

M ENURUT ALQU R-AN DAN AgSUNNAH

mengambil harta seseorang, atau mengganggu isterinya, dan yang lainnya.
Sebab, seandainya setiap orang khawatir atas dirinya dan memilih sikap negatif,
rentunya kerusakan dan kejahatan akan merajalela. Hal buruk tersebut akan
semakin berkembang sehingga tidak ada seorang pun yang selamat.

10. Para '$[anita Hendaklah Tidak Berialan di Tengah Jalan

'Wanita yang berjalan di tengah jalan akan menambah fitnah dan menyebab-
kan mereka berbenturaan dengan kaum pria sehingga akan menimbulkan bahaya.

Rasulullah ffi melarang hal tersebut. Beliau bersabda:

<<.e.--Dt L;) ,q,,A ))

"'Wanita tidak boleh mengambil bagian tengah jalan."rr

Ibnu Hibban berkata tentang hadits ini: 'Sabda Nabi ffi bahwa wanita

tidak boleh mengambil bagian tengah jalan ini merupakan laf.azhkhabar (berita),
yang maksudnya adalah teguran terhadap sesuatu yang tersembunyi di &lamnya,
yaitu persentuhan antarakaum wanita dan pria ketika berjalan. Sebab, biasanya
bagian tengah jalan dilalui oleh kaum pria dan bagian tepi untuk wanita. Bahkan,
bagian wanita lebih ke arah tepi jalan agar dapat dihindari persentuhan dengan
kaum pria."tz

Rasulullah ffi telah memperingatkan kaum wanita tentang hal tersebut,

beliau bersabda:

{# :W iia J- z d o,"1 )-, / c y

?Gn ---Pt iSl ,?^l';y ;:Vr*;

K',r-}Jl

"Menepilah kalian. Sesungguhnya kalian tidak boleh mengambil bagian
tengah jalan, tetapi hendaklah kalian mengambil bagian pinggir jalan."r3

Demikian juga Rasulullah ffi mengatakan hal itu kepada mereka sehingga

kaum wanita berjalan merapat ke dinding hingga pakaian mereka menempel
karena mengambil bagian tepinya.

Namun, sangatlah mengherankan bahwa banyak di antara kaum wanita
sekarang berjalan di tengah jalan dan berdesak-desakan dengan kaum pria.
Mereka pun dengan berani bersentuhan tanpa rasa malu dan segan. Semua itu

rr HR. Al-Baihaqi dalam asy-Syu'ab (7823),Ibnu Hibban (5572) dalam al-lbsaan, dan Ibnu 'Adiy
(IVl6) dari Abu Hurairah .iU. Lihat kitab Sbabiibullaami'(5425).

12 Silakan lihat dalam lutab al.Ihsaan bi Tartiib Sbabiib lbni Hibban $IVaa7).
13 HR. Abu Dawud (5272) dariAbu Usaid. Lihat kitab Sbahiih Abi Daarud (+lSZ) dan Sihilatul

A h aadiits as h - Sb ah iib ah 0I/ 537).

162 BAB XV HURUF THA'

ENSIKLOPEDI ADAB tSLAIvl (
il
MENURUT ALQUR-AN DAN AgSUNNAH
k
dilakukan dengan alasan persamaan arLtara kaum pria dan wanita (emansipasi)
atau alasan lainnya. Perbuatan itu termasuk adab yang buruk, serra termasuk D
kerusakan dan hilangnya rasa malu. Vf'al lyaadzubillaab.
I
71. Tidak Melakukan Perbuatan yang Dipandang Munkar Menurut Adat t

Istiadat y
Perbuatan yang dipandang munkar menurut adat istiadat seperti berjalan
di tengah jalan dengan pakaian tidur atau yang lainnya. Sesungguhnya perbuatan {!
itu merupakan perkarayarlgdiingkari oleh manusia. Manusia telah sepakat untuk
tidak melakukannya. Contoh lainnyaadalah makan di jalan dan lain sebagainya, t
yang memang perkara itu diingkari oleh manusia.
r
72. Tidak Melanggar Rambu-Rambu Lalu Lintas
a
Tidak selayaknya bagi seseorang yang berjalan di tengah jalan dengan mobil-
nya mengambil arah yang berlawanan dari arahyangsemestinya atau menerobos D

trffic ligbt Qampu lalu lintas), berjalan ke arah yang dllarang, menggunakan D

klakson tanpa kebutuhan, dan hal lain yang dapat mengganggu manusia. it
Pelanggaran itu dapat mengantarkan dirinya dan orang lain kepada bahayayang
sangat fatal. Perbuatan seperti ini pun tidak sejalan dengan tuntunan Islam. *
v
Inilah yang Allah mudahkan bagiku dari adab-adab yang berkaitan dengan il
jalan, yang jumlahnya ada dua belas adab. Alhamdulillaabi Rabbil 'aalamiin.ta
t
ra Referensi tambahan: Fat-bul Baai ( /M) dan (XIl13) dan sesudahnya, Kitaabul Aadaab
v
(hlm. 30a) dan sesudahnya, dan yang lainnya. t,

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM $,

tIl

t;

h

il
il

h

ilr

i

I
Iff

k

I

t,

il

I
I

h

&,

163

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN A9SUNNAH

PASAL II

ADAB ATH.THALAAQ

(PERCERAIAN)

Kadangkala kehidupan rumah tangga tidak mungkin lagi diteruskan karena
adanyasebab-sebab tertentu. Misalnya, terjadi perbedaan pendapat, perseteruan,

dan kebencian di antara suami isteri. Sementara maslahat (solusi) dari konflik
ini menuntut kedua pasangan tersebut untuk berpisah. Maka pada saat itulah

dibutuhkan talak yang telah syari'atkan Allah W sebagai solusi terakhir bagi

masalah-masalah keluarga. Hanya saja, ada beberapa hal dan adab yangperlu
diperhatikan sebelum, ketika, dan sesudah melakukan talak. Akan kami sebutkan
beberapa di antaranya, yaitu:

1. Talak Berada di Tangan Suami

Seperti itulah yang seharusnya, yakni talak berada di tangan suami. Hal ini
merupakan bukti kesempurnaan kepemimpinan suami. Selain itu, dengannya
lebih dapat melanggengkan kehidupan rumah tangga. Sebab, pada umumnya
seorang lakiJaki lebih bijaksana dan sabar daripada wanita. OIeh karena itu,
menetapkan kendali di tangan suami lebih utama daripada meletakkannya di
tangan isteri. Alasannya, kaum wanita sering tergesa-gesa atau terburu-buru

dalam mengambil keputusan talak dalam waktu yang singkat tanpa pertimbangan
dan alasan yang masuk akal. Dengan demikian, akan rusak dan hancurlah rumah
tangga. Oleh sebab itu, kendali talak ada di tangan suami, bukan di tangan yang

lainnya, dan pada prinsipnya ini adalah petunjuk Islam.

2. Menempuh Segala Upaya ke Arah Perbaikan Sebelum Menempuh

Jalur Talak
\(zajib bagi setiap Muslim apabila ia melihat kekeliruan pada isterinya

menempuh jalur perbaikan yang disyari'atkan Allah W. Di arrtararrya adalah

dengan nasihat dan mau'izbah (pelapran). Kalau hal tersebut tidak bermanfaat,

164 BAB XV HURUF THA'

ENSIKLOPEDI Af,'AB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AS-SUNNAI{

maka hendaklah suami memisahkarrnya dari tempat tidur. Jika itu tidak ber-
manf.aatjuga, maka pukullah dengan pukulan yang tidak mencederai. Apabila

tidak juga selesai, maka datangkan dua utusan dari keluarga laki-laki dan keluarga

perempuan. Seandainya hal itu tidak juga dapat menyelesaikan masalah, maka
keputusan akhirnya adalah talak. Sebagaimana ungkapan orang-orang bahwa

pengobatan terakhir adalah dengan kay (mengobati dengan sundutan besi yang
telah dipanaskan kepada bagian tubuh yang sakit). Di antara dalil yang menunjuk-

kan upaya-tpayatersebut adalah firman Allah W:

;k;iexi j#4,Qi J? 3r;('r3u$iy

i,l^i,: WJrA,H"""&,ii birr-i-t ;F
:j^ rl" :t:*'o;u6 *lt "rir'J+ q ? -3.
y, "-*1i
(o+$"We;s*i('t:net-t'^bAriva,WytlJ1iqi1
;1".b1, @
o)Wf u G*, -*i G tk lkl ei oW
t*(.,@/ q't('fii'o)"r;# U,i.itLJ;)1:u-r:

"KAnrn laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita karena Allah telab
melebihkan sebagian mqeka (ahi-lakt) atas sebagian yd.ng lain (uanita) dan
karena mereka (aki-lak) telah menafkabkan sebagian dai barta mereka. Oleh
sebab itu, annitayangshalih iz.labyangtazt kepadzAllab lagi memelihara diri
ketika suaminya tidah ada karma Allab telab memelihara (merekQ. W'anita-

utanita yang karnu khau.tatirkan nusyuz?tyd, maka nasibatilab rnereka dan
pukullah mereka. Kemudian, jika mereka msntaatimu, maka janganlah kamu

mmcari-cari j alan untuk mmy us abkd.nny a. Sesungguhny a A llah Mab atingi

lagi Mahabesar. Dan jika kamu mengkhautatirkan ada persengketdan antd.rd
keduanya, maka kiimlab seorangbakam dari keluarga laki-laki dan seorang
bakam dari keluarga perernpud.n. Jika kedud. orang bakarn itu bermaksud
mengadakan perbaikan, niscaya Allab memberi taufi.k kepada suami-isteri
itu. Sesungguhnya Allab Maha Mengetabui lagi Maba Mengenal." (QS. An-
Nisaa': 34-35)

3. Niat yang Baik

Seseorang harus memiliki niat yang baik ketika menjatuhkan talak se-

bagaimana ia mempunyai niatyang baik ketika menikahinya. Jika meneruskan

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 165

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

I MENURUT ALQUR.AN DAN AqSUNNAH

$

itl kehidupan suami isteri akan menjadi sebab tergoncangnyajiwakedua belah pihak
atau salah satu dariny\ atau yang menyebabkan kerusakan pada agama, atau

H masalah-masalah yang bertumpuk-tumpuk yang dikhawatirkan akan menimbul-

$ kan keburukan atas keduanya, atau menyebabkan terlantarnya anak-anak atau
$ sejenisnya, maka pada saat itulah seorang suami menghadirkan niat mentalak

isterinya.

$

Tujuannya, agar suami dapat menyelamatkan agamarLyadan menjauhkan

$ diri dari kerusakan yang mungkin lahir dari masalah-masalah tersebut. Dengan

$ demikian, ia tidak terpaksa jatuh kepada perkara-perkara yang diharamkan
$
Allah lH. Demikian juga ia tidak memaksa isterinya jatuh ke dalam perkara

yang diharamkan Allah jika ia meminta talak sementara suami mencegahnya. Di

$ samping itu, bertujuan menciptakan suasanayangtenang untuk anak-anak dan

$ untuk tarbiyah mereka, menjauhkan pendidikan mereka dari masalah-masalah
yang tumpang tindih, dan yang lainnya. Sesungguhnya setiap amal bergantung
$ pada niatnya, sebagaimana yang telah disebutkan terdahulu.

$ 4. MenghindariKataTalak

$

Hendaknya menghindari kata talak karena banyak orang sering meng-

$ gunakan kata tersebut ketika terjadi pertengkaran antar^ suami dan isteri, atau

I$ suami menggunakan kata itu untuk mengancam isterinya. Ini adalah perkara
yang menyelisihi sunnah, bahkan perkataannya benar-benar menyebabkan

t terjadinya talak yang sesungguhnya. Maka dari itu, wajib menghindarikata
talak yang bukan pada tempatny^ atau menggunakannya karena sebab-sebab

h yang sepele.

* 5. Tidak Menjatuhkan Talak karena Sebab yang Tidak Masuk Akal

,t

t Tidak selayaknya seorang Muslim menjatuhkan talak kepada isterinya
tanpa sebab yang masuk akal. Memang benar talak itu pada prinsipnya diboleh-

* kan, tetapi Islam tidak menganjurkan untuk melakukannya t^flpa alasan. Se-

sungguhnya perbuatan itu dapat merusak kehidupan rumah tangga yang telah
*, disyari'atkan dengan menikah. Pada asalnya, menikah itu bertujuan membangun

* dan menegakkan rumah tarLgg . Apalagi jika suami dan isteri tersebut sudah

il memiliki anak, niscaya hal itu dapat membawa kerugian pada anak tersebut.
tt 6. Hendaklah Seorang rVanita Tidak Menuntut Talak Tanpa Alasan Yang

* Jelas

Y, Isteri tidak boleh menuntut talak kepada suaminya ranpa sebab yang jelas

,1, dan masuk akal. Di antar^sebab-sebab yang masuk akal adalah isteri sangat mem-

benci suaminya, suami memperlakukan isteri dengan sangar buruk, atau suami

* tidak memberikan hak-hak kepada isteri, arau yang lainnya. Adapun seseorang
il yang meminta talak tanpa alasan yang jelas, maka hal itu tidak dibolehkan.

*

*,

it

166 BAB XV HURUF THA'

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT ALQUR-AN DAN A9SUNNAH

Rasulullah ffi bersabda:

W it'- , q:t t / b otUt q;il il:v,;i;r t^,-i y

q.a;er 4Y,

"Siapa saja wanita yang meminta talak kepada suaminya tanpa alasan yang
jelas maka haram atasnya aroma Surga."rs

Hadits ini merupakan ancaman yartg sangat berat atas wanita yang me-

minta talak tanpa sebab yang masuk akal.

Demikian juga Rasulullah ffi memberikan ^rlcaman terhadap wanita
menuntut talak:
yang

(.!V;lir ;i.lur;Jr ;;

'Isteri-ister i y ang meminta dicerai adalah wanita-wanita munafi k. " I 6

Al-Mukhtali'ab adalah wanita yang meminta talak dan menebus diri dari
suaminya. Akan tetapi, larangan ini dibawakan kepada wanita-wanitayang
menuntut talak tanpa alasan atau sebab yang kuat dan disyari'atkan.

7. MenghindariKata Talak Ketika Marah dan Bersenda Gurau

Banyak orang yang mentalak isterinyapada saat ia marah ataupun sedang

bersenda gurau, tanpa memikirkan akibatnya ata:u tanpa ia menyadarinya.
Kemudian, ia menyesal atas perbuatannya itu, namun tidak berguna lagi pe-
nyesalan baginya. Oleh karena itu, tidak selayaknya menempatkan keputusan
yang sangat berbahaya ini pada saat ia marah dan saat bermain-main. Sebab,
ketika itu kemungkinan besar ia tidak memperhitungkannya dengan matang
dan tidak menimbang masalah itu dengan sebaik-baiknya. Dalam sebuah hadits

dari Rasulullah ffi disebutkan:

(.'.l;1t1 o>risrr.qtJy e";3', JA+ ix >>

"Tiga perkara yang sungguh-sungguh ataupun main-main dianggap
sungguhan, yaitu nikah, talak, dan rujuk."17

rs HR. Ahmad N /277),Abu Dawud Q226), at-Tirmi&i (1187) dan dihasankannya, Ibnu Majah
(2055), Ibnu Hibban (aL72) dalem al-lbsaan, serta al-Hakim (IIl200) dan dishahihkannya serta

disetujui oleh adz-Dzahabi dari Tsauban. Lihat kitab Sbabiihul Jaami'(2706).

16 HR. At-Tirmidzi (1185) dari Tsauban. Lihat kitab Sbabiibul Jaami' (6681).

17 HR. Abu Dawud QI94), at-Tirmi&i (ttS+) dan dihasankannya, Ibnu Majah (2039) dan al-
Hakim GI/198) yang dishahihkannya serta disetujui oleh adz-Dzahabi dari Abu Hurairah

g; . Lihat kttab Shahiihul Jaami' (3027).

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 167

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT AL.QUR-AN DAN A9SUNNAH

Adapun talak pada saat kemarahanyangmemuncak, yakni ketika seorang
tidak dapat berpikir jernih terhadap apa-apa yang keluar dari mulutnya, maka

hal itu tidak dihitung talak. Hal itu berdasarkan sabda Nabi ffi:

( o>cL €_ Oq \1 o>'L't y

"Tidak ada talak dan pembebasan budak pada saat ighlaq."ts

Al-ighlaq adalah marah yang memuncak ketika seseorang tidak dapat me-

ngendalikan dirinya, tidak menyadariapayangdialakukan, dan tidak menyadari
apa yang diucapkannya. Adapun jika suami menyadari apa yarL1 dia ucapkan,
walaupun kemarahannya sangat besar, maka talaknya dianggap jatuh atau sah.

8. Jujur dalam Usaha Perdamaian

Hendaklah suami isteri memiliki niat yang jujur dan kemau^tyangbenar
untuk melakukan perdamaian. Yang dimaksud adalah apabila sebagian pihak me-
lakukan perdamaian kepada mereka berdua sebelum melakukan talak. Demikian
juga dua utusan atau hakim, hendaknya mereka berlaku adil dan jujur serta benar
di dalam usaha perdamaian ini karena Allah \iM berfirman di dalam Kitabnya:

lL-j,t)Wi G t13,4[^i G tklr*$ ]
+( @ t#
As'fnt'o)"*i.ffi ,y:; tz.tLt

" ... Maka kirimlab seorang hakam (juru damai) dari keluarga laki-laki dan
seord.ng hakam dari keluarga peretnpuan. Jika kedud ordng bakam itu ber-
maksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi tauf.k kepada suami-
isteri itu. Sesungubnya Allab Maha Mengetahui lagi Maba Mengmal." (QS.
An-Nisaa':35)

9. Menahan Diri dan Memikirkan Matang-Matang Sebelum Meniatuhkan

Talak

Hendaklah seseorang tidak menjatuhkan talak kecuali setelah memikir-
kan matang-matang dan menimbang baik buruknya supaya ia tidak merugikan
isterinya dan anak-anaknya. Bisa jadi hal itu dapat merugikan dirinya dengan
menghancurkan rumah t^ngga yang telah dibangunnya. Oleh karena itu,
hendaklah ia memikirkan matang-matang, menahan diri, dan tidak terburu-
buru sehingga tidak mengambil keputusan serampangan, kemudian ia menyesal
setelah terjadi.

18 HR. Ahmad NI/276), Abu Dawud Q.lg3),Ibnu Majah (2046), al-Baihaqi dalam al-Kabiir
(/II/357), dan al-Hakim (I/I98) yang dishahihkannya serta ad-Daraqutni (440) dari hadits
'Aisyah gl, . Lihat kitab Sbahiibul laami' (7525).

168 BAB XV HURUF THA'

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH

10. '![anita Dilarang Meminta Talak Atas Madunya

Tidak dibolehkan seorang wanita Muslimah yang memiliki seorang

isteri madu atau lebih menuntut kepada suaminya untuk mentalak madunya

itu agar ia dapat menguasai suaminya sendirian. Sesungguhnya Rasulullah ffi

mengharamkan hal itu, sebagaimana sabda beliau:

,

t+; 9
I ,A
F1 )tQ/6/ 'e1';lt Jt^T y ))
J!,
o,/o'1 . ,t.-"e.o:a, 2"-? L ,//

C)ay

(('Q i* v'

"Janganlah seorang wanita meminta saudarinya ditalak agar ia dapat me-
rebut bagian madunya itu dan ia dinikahi. Sesungguhnya bagiannya apa-
apa yan1telah ditakdirkan untuknya."re

Demikian juga jika ada seorang lakilaki yang sudah menikah meminang-
nya, maka ia tidak boleh meminta mentalak isteri laki-laki itu sebagai syarat

persetujuannya.

11. Talak Berdasarkan lddab yang Telah Disyari'atkan Allah W

'$fajib bagi seorang suami jika mentalak isteriny^ agar mentalaknya

berdasarkan waktu iddah yang telah disyari'atkan Allah ffi, janganlah ia me-

nyimpang darinya. Maksudnya adalah ia mentalak isterinya pada masa suci
sebelum disetubuhirya atav ia mentalak isterinya pada saat isterinya hamil.
Sebab, talak pada masa haidh tidak termasuk sunnah. Demikian juga talak pada
masa suci, namun ia telah menyetubuhinya karena ada kemungkinan isterinya
hamil sementara ia tidak mengetahui. Seandainya ia tahu tentang demikian itu,
tentulah ia tidak akan mentalaknya.

Allah W berfirman:

lGiS J4.U.',i",iiF;t:-;)i frL s1 fii flqY
(5 "i-::,ffi166"i3;i

.V l' .J
*Hai, Nabi, apabik kamu mmceraikan istui-isterimu, maka hmdaklah karnu
ceraihan mereka pada waktu mereka dapat (mmghodopl i"ddabnya (yang uajar)
dan hitunglah utaktu iddab itu sma bertakualab kepada Allab Rabbmu ..."
(QS. Ath-Thalaaq: 1)

Ibnu 'IJmar 4;, pernah mentalak isterinya yang sedang haidh, lalu'IJmar

menanyakan hal itu kepada Nabi ffi, maka Nabi ffi bersabda:

re HR. Al-Bukhari (5t52,6601) dari Abu Hurairah .g;;

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 169

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT AL.QUR-AN DAN ASSUNNAH

i,e *iL't';b:i 6-,a;;t, i Wt'* ;i ))
;iit:idl ugr i';t ,ry ,:s- ii Ji ;rb ;u:. it: ta. ,t*i ;r,

11.it r e Ab:3i

"Perintahkan ia untuk merujuknya kembali. Setelah iru, i^menahannya

hingga suci, kemudian haidh, kemudian suci, kemudian silakan menahannya
jika ia mau dan silakan mentalaknya jika ia mau sebelum ia menyetubuhinya.
Itulah iddah yang Allah perintahkan dalam mentalak kaum wanita."20

Adapun mentalak wanita yang sedang haidh atau wanita pada masa suci
yang telah disetubuhi suaminya, maka hal itu tidak dibolehkan. Sebagian ahli
ilmu menganggapnya sebagai talak yang disertai keharaman. Sementara ulama
lain berpendapat tidak sah dan tidak dipandang sebagai talak. Vallaahu a'lam.

12. Menjauhi Seluruh Talak Bid'ah

Di antara talak bid'ah adalah sebagaimanayang telah disebutkan, yaitu

mentalak isteri yang sedang haidh dan mentalak isteri pada masa suci namun
telah disetubuhi. Misal ny a juga talak at s -tsalat s, y aitu langsun g menj atuhkan talak
tiga, yakni dengan mengucapkan talak langsung tiga kali di dalam satu majelis
dan dalam satu kesempatan. Hal itu juga tidak dibolehkan, bahkan termasuk

perbuatan mempermainkan Kitabullah, sebagaimana firman Allah W :

r;( @ " rl'A* ri ;rm"s*y"q+ fui V
-ui*Talak (yangd.apat d.irujuk)d.ua kali. Setelah itu, boleb
OfO dcngan cara

yang ma'ruf dtdu mencerdikan dmgan card yang baik..." (QS. Al-Baqarah:

22e)

'IJmar menganggap talak yang diucapkan sebanyak tiga kali dalam satu

majelis sebagai talak tiga. Talak yang demikian sebagai hukuman dan pelajaran

atas manusia karena mereka sering melakukannya meskipun talak seperti ini

terhitung satu pada masa Nabi ffi dan Abu Bakar serta pada masa awal ke-

khalifahan 'IJmar sebagaimana disebutkan di dalam banyak riwayat.

13. Berbuat Baik dalam Talak

Hendaknya seseorang berbuat baik dalam talak sebagaimana yang Allah
perintahkan dalam firman-Nya:

( @ J"i *;rl'U* ri*r>*,"u;*F"gtl fuiY

20 HR. Al-Bukhari (5251) danMuslim (1471) darilbnu'Umar tril5

170 BAB XV HURUF THA'

ENSIKLOPED!ADAB ISLAM

MENURL]-T AL.QUR.AN DAN A,gSUNNAH

*Talak (yangdapat dirujuk) dua kali. Setelab itu boleb rujuk lagi dengan cara
ydng ma'ruf atau menceraikan dengan carayd.ng baik ..." (QS. Al-Baqarah:

22e)

Hal ini mencakup beberapa perkara, di antaranya:

0 Mentalak pada masa iddah yang disyari'atkan Allah ffi , sebagaimana yang

telah disebutkan.

2) Tidak merugikan isteri dan tidak menyakitinya dengan menghalangi hak-

haknya, seperti mahar yang belum dibayar dan yang lainnya.

3) Tidak berlakufajir $ahat) ketika terjadi perselisihan pada saat talak dengan

membuka aib isteri atau aib suami. Akibatnya, kedua belah pihak pun
membongkar aib satu sama lain di hadapan orang lain untuk membalas
dendam atau membela diri, dengan alasan terjadinya perselisihan dan yang
lainnya.

Allah W berdrman'

(O /'h i;'s;i*'h'#'*;[l Y

"... rnakd rujukilab mereka dcngan baik atau lepaskanlab mqeka dengan baik
... " (QS. Ath-Thalaaq: 2)

Bahkan, telah diriwayatkan bahwasanya al-Hasan bin'Ali memberikan

satu kantung yang berisi harta jika ia mentalak isterinya, sedangkan isterinya
menangis karena berpisah darinya. Apabila talak itu dilakukan dengan caray^r7g
baik, niscaya itu akan lebih dekat kepada kenangan yang baik. Hal demikian
memiliki pengaruh yang sangat besar apabila terdapat anak-anak pada kedua
belah pihak. Sebab, jika tiap-tiap pihak membongkar albnya, maka pengaruh
buruknya kembali kepada anak-anak, martabat dan masa depannya.

Salah seorang Salaf mentalak isterinya. Ketika ditanya mengenai sebabnya,

ia menjawab: "Aku tidak akan menyebut aib ibu dari anakku dengan sebutan
yang buruk." Ketika isteri tersebut menikah dengan laki-laki lain, maka di-

tanyakanlah kepada suami yang peftama: "Mengapa engkau mentalaknya?" Ia
menjawab: "Aku tidak punya un$an dengan isteri orang lain." Betapa indahnya

adab ini.

74. Menghadirkan Saksi-Saksi Ketika Talak dan Ruiuk

Allah W ber'firman:

z) , .
CP'Ps t3
b*-U ft-* ;lt.S.Fi i , z(- . Jcz -/, . lcz d, , "* F
r-9 r .r-o-l
O^r\,--c tJ
b "e.o g ,y ai/l; IJJ )

'"rell.J;jt , / ,/

'e.J l't ;*; ,J J-e
t Ltn'

) 4J6

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 171

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN ASSUNNAH

( o ..."-|firiis {v::i fr

"... rnAka rujukilab mereka dengan baik atau lepaskanlah rnqeh,a dmgan baik u
dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antd,rd, leamu dan
bendaklab karnu tegakkan kesaksian itu karena Allab. Demiki.anlab diberi V
(!
pelajaran dengan itu orangyangberiman kEada Allah dan bari akbirat ..." (
(QS. Ath-Thalaaq:2)
(,
'Imran bin Hushain €E ditanya tentang seorang laki-laki yang telah men-
U
talak isterinya kemudian menyetubuhinya kembali, sedang ia tidak mendatang-
kan saksi atas talaknya dan tidak mendatangkan saksi atas rujuknya. Maka beliau (,
berkata kepadanya: "Engkau mentalaknya tidak dengan sunnah dan engkau
merujuknya tidak dengan sunnah. Datangkanlah saksi ketika engkau mentalak- u
nya dan ketika engkau merujuknya, maka janganlah mengulanginyalegi."zl
V
Menghadirkan saksi merupakan peringatan keras bagi suami sebab hal
itu lebih dekat kepada pemeliharaan hak-hak. Sebab, jika seorang suami tidak K
menghadirkan saksi ketika talak, bisa jadi ketika ia meninggal, isterinya meminta
bagian dari warisan sementara tidak adayangtahu bahwas^rLy^ia telah ditalak. K
Akibatnya, isterinya pun mengambil yang bukan haknya.
,1,
Jika seorang suami mentalak isterinya dengan menghadirkan saksi, lalu
merujuknya kembali secara diam-diam tanpa mendatangkan saksi, kemudian, t
dia meninggal dan isterinya tersebut meminta haknya, maka orang-orang me-
nolaknya karena mereka mengetahui bahwasanya ia telah ditalak, tetapi tidak 'l:
mengetahui bahwasan y a ia relah dirujuk.
(.
Terkadang pula seorang suami mentalak isterinya dan menghadirkan saksi,
lalu ia merujuknya kembali tanpa menghadirkan saksi. Kemudian, isterinya lt
hamil olehnya sementara orang-orang tidak tahu bahwasanya ia telah dirujuk $
oleh suaminya. Akibatnya, orang-orang akan berprasangka buruk kepadanya.
*
Oleh karena itulah, menghadirkan saksi ketika talak dan rujuk sangat
$
penting dalam menjaga hak-hak suami dan isteri.
*
75. Tidak Mengeluarkan Isteri dari Rumah
f,
Apabila seorang isteri ditalak raj'i, yaitu talak satu atau mlak dua, maka suami ft
tidak boleh mengeluarkannya dari rumah dan dia tidak boleh mengusirnya.
f,
Allah ffi berfirman: $
f,
kid. .u7.-or/-i{J 3;'p"tS b J:^;} y }
*
2r HR. Abu Dawud (2185) dari'Imran. Lihat kitab Shabiib Abi Dauud (tStS).
t

*

fi
f,
fl

ftf

172 BAB XV HURUF THA'

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH

3$ $fr ssL'i;iJ" us"fi ir,-- e:rJ1+l il*+

( 6 Gi ou.'; '"13 4*'lni'M cstfr {"A^k lb

"... Janganlah kamu heluarkan mereka dari rumab mereha dan janganlah
mereka (diizinkan) keluar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji
ya.ng terang. Itulab hukum-hukum Allah dan barang siapa yang melangar
hukum-hukum Allah, maka sesungubrrya dia telah berbuat zbalim terbadap
dirinya sendiri. Karnu tidak mengetabui barangkali Allah mengadakan
sesudah itu sesuatu hal yang baru." (QS. Ath-Thalaaq: 1)

Mudah-mudahan Allah \H membuat orang itu menyesal karena telah ber-

pisah dari isterinya. Semoga ia menetapkan untuk kembali setelah memikirkan
urusan tersebut atau barangkali ia merindukannya dan ingin menunaikan hajat-
nya dengan kembali kepadanya. Maka ia pun rujuk untuk menunaikan niatnya
kepada mantan isterinya tersebut. Sementara itu, isterinya masih berada dalam
rumahnya karena ia masih mempunyai hak pernikahan, selama wanita itu tidak
melakukan perbuatan keji yang nyata.

Hal ini, bertentangan dengan apaya;rLg dilakukan oleh sebagian besar

manusia, bahkan mayoritas dari mereka.Hanyasekadar talak satu dan talak dua,
mereka pun mengusir isterinya dari rumah. Mereka mengusir atau memulangkan

isterinya ke rumah orang t:uanya. Perbuatan ini bertentangan dengan syari'at,

sebagaimana telah dijelaskan, dan bisa menjadi penyebab perlawanan keluarga

isterinya. Pihak keluarga isteri akan menekan putri mereka hingga tidak akan

kembali kepada suaminya. Dengan demikian, menahan isteri di rumah termasuk
berbuat baik dalam talak dan lebih dekat kepada rerjadinya rujuk, sebagaimana
yang telah disebutkan.

16. Tidak Melakukan Nikah Tahlil (Nikah Cina Buta)

Sebagian orang a,dayang mengacau, ia mentalak isterinya dengan talak

tiga kemudian menyesal, sementara ia tahu bahwasanya isterinya tidak halal lagi

baginyahingga ia menikah dengan laki-laki lain dan ditalak olehnya sebagaimana

yang disebutkan dalam firman Allah lH:

*ot)",W A't-iL;<z;,'oe*'r31. b,fr l+ rdtort i F
4. (6Wlst :rLrt',
oi tly o) Gtf; oi cv- 15 qXL

. \:2 4/ i Sriey:"f;t

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 173

ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM

MENURUT ALQUR-AI\ DAN AqSUNNAI-I

"Kemudian jika suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka
perernpildn itu tidak balal lagi baginya binga dia kauin dengan suami yang
lain. Kemudian, jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada

dosa bagi keduanya (bekas suarni pmarna dan isteri) untuk leawin hernbali
jika heduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-bukum Allah.
Itulah hukum-hukum Allab... " (QS. Al-Baqarah : 230)

Dalam pada itu, ada sebagian orang yang menyewa orang lain supaya

menikahi isterinya yang telah ditalak tiga. Kemudian, orang itu pun mentalaknya

sehingga wanita itu halal bagi suaminyeyangpertama. Mereka menyebutnya

dengan al-muballil (menikah cina buta), sedangkan Nabi ffi menyebutnya

at-tais al-musta'ar (bandot pinjaman). Perbuatan tersebut haram, tidak boleh
dilakukan.

Rasulullah ffi bersabda:

((.ii SiAt, ,li-tti;ur rJ ))

"Allah W melaknat orang yang melakukan nikah cina buta dan orang

yang menyuruhnya."zz

Hendaklah seseorang mengetahui bahwasanya isteri yang telah ditalak tiga
tidak halal bagi suaminyayangpertama hingga ia menikah dengan laki-laki lain
berdasarkan kemauannya sendiri. Selain itu, hingga isterinya bercampur dengan

suaminya yang baru secara syar'i, yaitu laki-laki itu mencicipi madu isterinya
dan wanita itu mencicipi madu suaminya dengan bersetubuh. Setelah itu, silakan
menahan wanita yang telah dinikahinya jika mau dan silakan mentalak jika mau.
Apabila wanita itu telah ditalak, maka barulah ia menjadi halal bagi suami yang

pertama sesudah habis masa iddahnya. Rasulullah ffi bersabda kepada wanita

yang ingin talak dari suaminya supaya dapat kembali kepada suaminya yang

Pertama:

');:i* €,)k ;z ,i ,Gut A,,ri ii a*j # ))

(*IA# o-ti

"Barangkali kamu ingin kembali kepada Rifa'ah? Tidak boleh, hingga
engkau merasakan madunya dan ia merasakan madumu (berjima')."23
Hendaklah manusia berhati-hati terhadap bahaya perselisihan seperti ini
dan menjauhinya.

22 HR. Ahmad I/83,87), Abu Dawud QO76),Ibnu Majah (1935), at-Tirmi&i (1119) dari 'Ali.
Diriwayatkan pula dariJabir, Ibnu'Abbas, Abu Hurairah, dan Ibnu Mx'ud a&. Lihat kitab
S h ab iib u I Jaam i' (5 t0 t) .

23 HR. Al-Bukhari (5260) dan Muslim (1433)dari'Aisyah qk,.

174 BAB XV HURUF THA'

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM 6t

MENURUT AL.QUR-AN DAN'SSUNNAH Kr

Catatan penting: t

Kebanyakan orang menyangka bahwa wanita yang telah ditalak tiga boleh il

rujuk kepada suaminya yang pertama jika ia sudah menikah dengan lakilaki H

lain kemudian ditalaknya. Sebenarnyadalam hal ini seperti yang disangka oleh u
a
mereka. Akan tetapi, harus berdasarkan keyakinan kedua pasangan (wanita dan
ry,
suami yanB pertama) atau berat prasangka keduanya bahwasanya sebab-sebab
U,(,
yang menyebabkan terjadinyatalak di antaramereka telah hilang dan bahwasanya
keduanya telah bersepakat untuk damai. Namun, jika mereka berdua rujuk a

sementara sebab-sebab perselisihan masih ada, maka ini akan memicu terjadinya a,r

talak berikutnya. Dalam kondisi demikian mereka tidak boleh kembali rujuk. a
!r
Hal itu telah disebutkan di dalam al-Qur-an, yakni firman Allah W :
fi
oi-t|u o)Gra oiW'.t+ y @ oy F
"!,i $
ffi{ .. -5,3L LLi
z '.' t
'\=Z J
$
"... Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada $
dosa bagi keduanya Bekas suami pertarna dan isteri) untuk kautin kembali
jika keduanya berpendapat akan dapat menjalanhan bukum-hukum Allab *
..." (QS. Al-Baqarah : 230) $
ff
Pokok ayatini adalah firman Allah W: *
f;
(@ ')ifiSsL$"oi-tlYol F ff
ff
"...lika keduanya berpmdapat akan dapat mmjaknkan bukum-hukurn Alkb
fi
... " (QS. Al-Baqarah : 230) fl

Hendaklah kita memperhatikan perkara yang sangat penting ini supaya fr

orang-orang tidak menghalalkan pernikahan yang tidak dihalalkan dalam agama fi
Allah. f;

17. Vanita yang Ditalak Hendaklah Memperhatikan Iddah-Iddah yang E

Telah Disyari'atkan 175

Sesungguhnya Allah W telah menjadikan masa iddah bagi wanita-wanita

yang ditalak dan mereka harus menjalani masa iddah tersebut.

Allah W berfirman:

( @ ";#'a{i'A;\ J,elf ,-i;v::i'tY

"tLanita-anaruo rorf Oitalak bendah.lab rnenaban diri (menunggu) tiga kati

quru'... " (QS. Al-Baqarah 228)

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH

Al-quru'maksudnya adalah haidh, namun ada pula yang mengatakan masa

suci.
Adapun wanita yang ditalak ketika masih kecil dan belum haidh atau yang

sudah menopause (mencapai usia senja), maka iddahnya adalah tiga bulan. Hal

itu berdasarkan firman Allah W:

i*t;;Iii o)FSaru*4i n H, iiy

(6> "t4; is#irtrt

"Dan perempudn-perernpudn ydng tidak haidb lagi (rnenopouse) di antd.rd
perempuan-perempudnmu jika kamu ragu-rdgu (tentang masa iddahnya),
maka iddah rnqekz adalah tiga bukn ; dan bqitu (puk) pere mp ila.n-?trelnp uan
yang tidale haidh..." (QS. Ath-Thalaaq: 4)
Adapun wanita yang ditalak dalam keadaan hamil maka iddahnya adalah

kelahiran anaknya. Sebagaiman firman Allah IH:

{ @ "Jil; #. oi wi ;c,fi *tils y

"... DAn perernpuan-perernpudn yang hamil, waktu id"dab mereka itu ialah
sampai mqeka melahirkan kandungannya ..." (QS. Ath-Thalaaq: 4)

Maka dari itu, wajib bagi wanita yang ditalak untuk bertakwa kepada Allah
pada masa iddahnya. Janganlah ia berusaha menikah dengan laki-laki lain pada
masa-masa itu. Sebab, ia masih berada dalam tanggungan suaminya jika talaknya
adalah talakraj'i. Suaminya lebih berhak merujuknyapadamasa-masa iddah ini.
Jika talaknya adalah rilak ba-in, maka ia tidak boleh menikah dengan lakiJaki
lain pada masa iddah. Hendaklah wanita itu bertakwa kepada Allah pada masa
iddah dan menahan diri dari menikah.

18. Janganlah Seorang lU7anita yang Ditalak Menyembunyikan Ke-

hamilannya
Jika wanita ditalak sementara ia hamil, maka wajib baginya mengabarkan
kehamilannya itu kepada suaminya. Janganlah ia menyembunyikan hal tersebut.
Jika ia menyembunyikan hal itu dan menikah dengan laki-laki lain, maka akan

berakibat tercampur baurnya nasab. Allah W telah mengharamkan hal ter-

sebut.

Allah lH berfirman tentang wanita-wanita yangditalak:

,f o)weiiA,&t;y c tk oi'$',t*.lS Y

176 BAB XV HURUF THA'

ENSIKLOPEDI AE}AB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH

( "r{t;Aisfi\'b:i

*... Tidak boleb mereka rnettyembunyikan d.pdydng diciptakan Allab dalam
rabimnya, jika mereka beriman kepada Allab dan bari akbirat... " (QS. A1-

Baqarah:228) r

Dengan demikian, ayah (orangyang menghamili) lebih berhak kepada
anaknya daripada orang lain.

79. Menjauhi Dampak-Dampak Tercela dari Talak

Kebanyakan orang yang telah mengakhiri kehidupan rumah tangganya
dengan talak menjadikan hal ini sebagai sebab permusuhan abadi. Bahkan, dapat
memutuskan tali silaturrahim secara tenrs-menerus jika kedua belah pihak masih
memiliki hubungan kekerabatan. Ada kalanya salah satu dari kedua belah pihak
mencela yang lainnya dan menyebutkan aib di depan anak-anak agar mereka
tunrt membenci dan memusuhinya. Perbuatan semacam ini dapat menyebabkan
anak-anak durhaka kepada salah seorang dari orang tuanya sehingga merugilah
akhirat mereka karena hal itu. Talak juga kadang-kadang menyebabkan salah
satu dari kedua belah pihak melakukan kedustaan atas pihak lain. Demikian

pula terkadang kedua belah pihak melalui proses yangpanjang dalam perceraian

dengan bertengkar di hadapan hakim sehingga kedua belah pihak pun saling meng-
hancurkan. Semua akibat buruk tersebut harus dihindari dan tidak seharusnya

dilakukan karena termasuk perkara yang diharamkan Allah W.

20. Tidak Menghalangi \fanita untuk Ruiuk kepada Suaminya

Jika isteri ditalak dengan :.alak raj'i dan telah habis masa iddahnya, juga
telah berdamai dengan suaminya untuk rujuk secara ma'ruf dan sesuai dengan

perkara yang disyari'atkan Allah W, maka janganlah keluarganya itu meng-

halanginya.

Firman Allah \iH:

t;) ';p'r;i 9 ':;i2I
(ra# \"r:b'i o*<r-- YJ F
6I

8+., ;A\

*... Maha janganlah kamu (para uali) mengbalangi mereka kaain lagi dengan
bakal suaminya, apabila telab terdapat kerelaaan di antara mereka dengan
cd.ra ydng ma'ruf ..." (QS. Al-Baqarah 232)

Inilah akhir yang Allah mudahkan bagiku dari adab-adab talak, yang jumlah-
ny a ada, dua puluh adab. A lh amdulil laahi Rabbil' aalamiin.2a

2a Referensi tambahan: Silakan hhat Fat-bul Baai bi Syarh Shabiibil Bukbai [X/258) dan

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 177

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AI\ DAN AS;SUNNAH
lD

$

H
H

$
$

H

f;

H

$
$
$

T

$
$

){

n
n

m

f;
n
n

H

t
t

n
n

t
t
t setelahnya, Sbabiih Muslim bi Syarh an-Nawawi W88) dan setelahnya,Janr'ul Fawaa-i.dkarya

al-Fasi (I/a00) dan setelahnya, al-Ibsaan biTartiib Shahiib lbni Hibban 5U228) dan setelahnya,

* Irana-ul Ghaliil (VII/100) dan setelahnya, dan lainJain.
*

nI

178 BAB XV HURUF THA'

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM (

s MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH )

$ I

$ 7i
)i
$ )i

$ i
)i
$ PASAL III )
$
$ ADAB THALABUL'ilill I

$ (MENUNTUTILMU) i

$ I

$ /
$
I
$
I
$ Sesungguhnya menuntut ilmu adalah ibadah yang sangat mulia. Sebab,
I
$ dengan menuntut ilmu seorang hamba dapat mengenal Rabbnya yang mulia
)
dan dapat menunaikan hak-hak-Nya, demikian juga dapat menunaikan hak-hak i
)
$ sesama makhluk.
i
f+l
I
* Allah \H telah memuji ahlil ilmu di dalam firman-Nya:
t -i;;J-'J( i
J[
6 LFlt )
u-;fis'o;A;-'u-,ilt 6t -^-.1, F
I
* "... Katahanlab: 'Ad,akah sama ordng-orang,onf *rn*tabui dengan ordng-
t ordngyang tidzk mengetabui?' ..." (QS. Az-Zumar: 9) i
t Firman Allah W :
G- o o.o I
I d.
ffs/ >,/ u (
arl6"elr-v'u-ilt$fr
#il;ti*, I I

e";* Y \

t J
(@1f bj;k4trts
\
tt
"... N is caya Allah akan meningik an orang-orang y ang beriman di antaramu I

* dan orang-ord.ngyang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allab \

Maha Mengetahui apayangkamu kujakan." (QS. Al-Mujaadilah: 11) I

t ffiry \
Allah menjadikan ilmu sebagai wasilah untuk mencapai rasa takut
I
t kepada-Nya, sebagaimana fi rman-Nya:
t \

*,t I

it \

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM ,

\

,

\

,

\

I

\

t

\

I

\

I

\

t

\

!

\

!

\

!

\

I

179

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AI\ DAN AESUNNAI{

$

,! (@ "lyA3igv;;frfrpr*l
Y
[,'

$
$ *... Sesunggubnya yang takut kepada Allab di antara harnba-bamba-Nya
hanyalah ulama..." (QS. Faathir: 28)
$
$ Rasulullah iW-, jug bersabda:

$ ((.;lr ,f Wrfi t:ilt.i.a))
$ "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya niscaya Allah akan
$ membe rinya pemaham an y arLg mendalam di dalam agama." 2s

Ilmu adalah petunjuk amal, maka tidak akan baik suatu amal kecuali

dengan ilmu.

$ Oleh karena itu, seorang Muslim wajib menuntut ilmu syar'i yang ber-

manfaat, yang dengannya ia dapat memperbaiki ibadah dan'aqidahnya. Akan

$ tetapi, ia harus melaksanakan adab-adab yang berkaitan dengan menuntut

$ ilmu. Di antaranyaadalah adab sebelum menuntut ilmu dan adab ketika sedang
menuntut ilmu. Tidak diragukan lagi bahwasanya menuntut ilmu hukumnya
$ wajib bagi setiap manusia sampai ia meninggal. Berikut ini akan saya sebutkan

I$ beberapa adab tersebut yang telah dimudahkan Allah dengan pertolongan dan
taufik-Nya.

t Adab-adab yang berkaitan dengan menuntut ilmu adalah sebagai berikut:

il

BAGIAN PERTAMA

I ADAB SEBELUM MENUNTUT ILMU
t 1. Memilih Makanan yang Halal

# Memilih makanan yang halal adalah perkara yang wajib atas setiap Muslim.

tlt Dalilnya adalah firman Allah W:

{@ +*:b:r_vo.ifrwvy* '5'd1tc

t "Hai, orang-orang yang beriman, makanlah di dntdra rizhi yang baik-baih

tr yang Kami berihan kepadamu..." (QS. Al-Baqarah: 172)

tll, \Xzajib atas setiap Muslim memakan makanan yang halal. Hal ini lebih
wajib atas seorang penuntut ilmu karena memakan makanan yang haram akan

t mengharamkan keberkahan ilmu, bahkan dapat mencegah terkabulnya do'a.
Sesungguhnya Nabi ffi bersabda:

tt,
25 HR. Al-Bukhari (tt) danMuslim (1037) dari Mu'awiyah {E .

*,

,1,

it

180 BAB XV HURUF THA'

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MEN URUT ALQUR-AI\ DAI\ AS.SUNNAI{

ii u;i,*rt ;tV rlJ,,ilt..J ,I o/ z
J-*J J"a b")r . . ))
4JJ.l

I A G&te r r4.-P/ ..2t
ti
t ,.1. ,/ l,tror' 4! -2sr1-orh.4z )
i )r tf ?Sz$ tz / s z tl .?d-,/r

J\ t, V

(( 4*r. +t;s.;:tj

" ... beliau menyebutkan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh,
acak-acakan rambutnya dan berdebu, kemudian ia mengangkat tangan-
nya ke langit seraya berkata: 'Ya, Rabbi. Ya, Rabbi.' Sedang makanan,
minuman, dan pakaiannya haram, serta perutnya dikenyangkan dengan

yang haram, maka bagaimana do'anya dapat dikabulkan)"26

Memakan makanan yang halal dapat menerangi hati, mendatangkan berkah
pada waktu, mendatangkan kekuatan, dan yang lainnya.

2. Sederhana dalam Makan dan Minum

Di samping memakan makanan yang halal, seorang penuntut ilmu harus
sederhana dalam makan dan minum. Sebab, berlebihan dalam makan dan minum
dapat mengakibatkan kelemahan otak, banyak tidur, malas beraktivitas, dan
timbulnya berbagai penyakit.

Sebagaimana dikatakan:

ir.--;v;1 ;fi:rLt

,r,+l'r:) Yi,) ,,
:1 r 0 sN

sesungguhnya penyakit y angkebanyakan engkau lihat

berasal dari makanan dan minuman.

Tidak ada seorang penuntut ilmu pun dari kalangan Salafush Shalih yang

terkenal banyak makan dan minum. Imam asy-Syaf i '#E berkata: "Aku

tidak pernah kenyang selama enam belas tahun kecuali sekali saja. Maka aku

memasukkan tanganku ke dalam kerongkongan sehingga memuntahkannya.

Sesungguhnya kenyang dapat membuat badan berat dan hati keras, menghilangkan

kepintaran, mendatangkan kantuk, dan melemahkan diri dalam beribadah."27

3. Menghindari Banyak Berbicara, Banyak Tidur, dan yang Lainnya

Hendaklah seorang'alim atau penuntut ilmu menyedikitkan berbicara
dan tidur sedapat mungkin. Banyak tidur tidaklah bagus bagi seorang penuntut
ilmu karena hal itu membuang-buang waktu, menyebabkan kemalasan, dan

26 Telah disebutkan tahhij-nya.

27 Siyar A'laamin Nubalaa' 6./36), Aadaabusy Syafi.'i (106), dan al-Hilyab (X/t27).

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 181

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN A,gSUNNAH

melemahkan kecerdasan. Adapun banyak berbicara dapat mengacaukan pikiran,
melahirkan penyakit ujub, serta membuatnya jatuh tergelincir dalam kehinaan

dan dosa.

Yazid bin Abi Habib berkata: "Sesungguhnya penyakit seorang'alim

adalah lebih suka berbicara daripada mendengar." Dalam mendengar terdapat
keselamatan dan penambahan ilmu, sedang orang yang mendengar sekutu bagi
yang berbicara. Sementara dalam berbicara terdapat kelemahan dan keindahan,
juga kelebihan dan kekurangan."28 Beliau juga berkata: "Sesungguhnya orang yang
berbicara menunggu fitnah, sedangkan orang yang diam menunggu rahmat."2e

Meskipun demikian, perlu diketahui bahwa berbicara dalam masalah ilmu
dan pembahasannya lebih baik daripada diam. Hal ini tidak diragukan lagi karena
di dalamnya terdapat pahala dan keuntungan. Adapun diam puncaknya adalah

keselamatan, maka orang yang diam dari keburukan mendapatkan pahala. Hanya
saja, orang yang berbicara mengenai kebaikan hendaklah berhati-hati terhadap
fitnah bicara dan penyakit ujub. Demikian juga hendaklah ia berhati-hati dari
berlebih-lebihan dalam berbicara karena hal itu dapat menghalangi dirinya dari
memperoleh faedah dengan mendengarkan orang lain dan menelaah apa-apa
yangadapada mereka.

Kesimpulannya, seorang 'alim dan penuntut ilmu hendaklah menghindari

banyak berbicara pada perkara-perkara yang mubah. Hendaklah ia mengekang

dirinya dengan banyak diam karena hal itu dapat memusatkan pikiran dan

konsentrasinya. Demikian juga janganlah ia banyak berbicara meskipun berada
dalam majelis-majelis ilmu, namun hendaklah ia membiarkan orang lain berbicara
juga sehingga ia mendapatkan faedah dari orang tersebut.

4. Menjauhkan Diri dari Pelanggaran-Pelanggaran Syar'i, Baik Lahir

maupun Batin

Sesungguhnya ilmu adalah cahayadari Allah W yang ditanamkan dalam

hati siapa yang dikehendaki dari hamba-hamba-Nya dan setiap pelanggaran, baik

lahir maupun batin, dapat menghalangi cahaya tersebut.

Imam asy-Syaf i '+d)E berkata:

,')Li> 9_otr ^.)c t ,2:
I
l>JeI t).\j

/
,
.6r.
,f r3t JLcJ J--i ,Uc /. cl

c ;l"t)F^rC
: oo a/ J LJ
''J
I rJU

28 Fadblul'Ilmi Slm. na)

2e lbid.

182 BAB XV HURUF THA'


Click to View FlipBook Version