The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM 2 (HADITH HADIS HADITS) by Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by waroengdakwah, 2022-02-10 20:09:21

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM 2 (HADITH HADIS HADITS) by Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM 2 (HADITH HADIS HADITS) by Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AS;SUNNA}{

8. \Wudhu'Tiga Kali-Tiga Kali

Hendaklah pada setiap gerakan wudhu' dilakukan tiga kali, berdasarkan
hadits-hadits yang telah lalu dan yang lainnya. Meskipun demikian, dibolehkan
juga melakukannya satu kali-satu kali dan dua kali-dua kali, yang hal tersebut
telah diriwayatkan secara shahih dari Rasulullah. Sesungguhnya Rasulullah
berwudhu' satu kali-satu kali, dua kali-dua kali, dan tiga kali-tiga kali. Semua itu
pernah dilakukan Rasulullah ffi.15

Akan tetapi, yang sering dilakukan Rasulull^h M adalah tiga kali-tiga

kali.

9. Tidak Menambah Lebih dari Tiga Kali

Tidak diperkenankan menambahkan lebih dari tiga kali setiap amalan

wudhu'karena hal itu menyelisihi sunnah. Pada suatu hari, Rasulullah ffi ber-
wudhu' tiga kali-tiga kali, kemudian beliau ffi bersabda:

K.P ) ;6i ii,6 ri ti & tt: F,;?ir rifl ;;

"Seperti inilah wudhu'. Barang siapa yang menambahinya atau me-

nguranginya berarti dia telah berbuat buruk dan berbuat zhalim."t6

Tidak boleh menambah lebih dari tiga kali dalam setiap amalan wudhu'.

At-Tirmidzi'+tE berkata: "Inilah yang diamalkan oleh mayoriras ulama,

bahwasanya wudhu' boleh satu kali-satu kali, dua kali-dua kali lebih utama,
dan yang paling utama tiga kali-tiga kali, tidak boleh menambah lebih dari itu.
Aku khawatir jika ia menambah dalam wudhu' lebih dari tiga kali, maka ia bisa

terjatuh dalam dosa."

Ahmad dan Ishaq berkata: "Tidaklah menambah lebih dari tiga kali kecuali
laki-laki yang kurang waras akalnya."tT

10. Bersiwak

Hendaklah menggunakan siwak untuk membersihkan mulut dan gigi
ketika berwudhu' saat berkumur-kumur jika hal itu memungkinkan. Hal itu
adalah yang lebih baik untuk dilakukan.

Rasulullah ffi mengatakan:

(;*3 f c lt'4u,#yl ii i;'ii iiv rr >>

t5 Sbahiihul Jaami'(4909). Beliau menisbatkannya kepada at-Thabrani dalam al-Kabiir dari

Mu'adz dan Abu Rafi' ."#..

'6 HR. Abu Dawud (135), an-Nasa-i (I/88), Ibnu Majah (a22) dan yang lainnya dari Ibnu'Amr

t' .gE . Silakan lihat kitab Sbabiihul Jaarni'(7015).
Sunan at-Tirtnidzi [/64).

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 483

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR-AI\ DAI\ AS.SUNNAH

"Kalaulah bukan karena khawatir menyusahkan ummatku, niscaya akan
aku perintahkan mereka untuk bersiwak pada setiap kali wudhu'."r8

77. Melakukan Langkah-Langkahltr(/udhu' dengan Tertib

Sesuai dengan apayangtelah ditetapkan dari Rasulullah ffi, diterangkan

bahwa beliau memulai wudhu' dengan mencuci telapak tangan, kemudian
berkumur-kumur, kemudian memasukkan air ke hidung dan mengeluarkan-
nya, kemudian membasuh wajah, kemudian mencuci tangan sampai ke siku,
kemudian membasuh kepala dan kedua telinga, kemudian mencuci kedua kaki
sampai mata kaki.

Janganlah seseorang dengan sengaja menyelisihi tenib ini karena telah

dibenarkan bahwasanya Rasulullah ffi selalu mengerjakan seperti itu.

72. Mencuci Kedua Tangan Tiga Kali Sebelum Memulai Vudhu'

Mencuci kedua tangan telah disebutkan dalam sifat wudhu' Nabi ffi,

yaitu hadits'LJtsman *!F, pada adab ketujuh dan yang lainnya. Baik seseorang
ingin memasukkan tarLgannya ke dalam bejana atau ia berwudhu'dari keran,
disunnahkan baginya untuk mencuci kedua telapak tangannyatiga kali sebelum
berwudhu'.

13. Bersungguh-sungguh dalam Berkumur-Kumur dan Memasukkan

Air ke Hidung

Hal ini berlaku bagi orang yang sedang tidak berpuasa, sebagaimana

telah disebutkan perintah Nabi ffi yang mulia tentang hal itu. Bersungguh-

sungguh dalam berkumur-kumur akan membantu membersihkan mulut dan
menghilangkan kotoran-kotoran yang bisa menyebabkan bau busuk. Sedang

bersungguh-sungguh dalam memasukkanair ke hidung dapat membantu meng-

hilangkan kotoran yang mungkin terdapat dalam hidung. Semua ini termasuk

sunnah.

Rasulullah ffi bersabda:

,h ;ilrif vf g4yt G ec.3 ,st*<!t ,fr
K.w.6A/, (ti)f)r)

"sempurnakanlah wudhu' dan sela-selalah di antarra iemari dan sungguh-

sungguhlah memasukk an air ke hidung kecuali jika kamu ,.drrrii.r-

puasa."le

18 aSDli-ilrKaiwkuabanryaaliht(k/aa3tn5k)iot,aldebhaSnIhmyaaabnmigibluaMlinaJnaliykaamdida' al(ar5mi3A1k7bi)tu.abHaulr-aMiruawhatgbt.ba.D' Qiri.w/6a6y/naot.k1a1n5)j,ugaal-Bdaairhia'qAi ldi a"lgasm.

'e HR. Ahmad di dalam Musnad-oya W/34), asy-Syaf i [/33), Abu Dawud (142), an-Nasa-i

484 BAB XXV HURUF WAWU

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT AL"QUR.AN DAN ASSUNNAH

Maksudnya supaya air tersebut tidak masuk ke dalam perut sehingga mem-

batalkan puasa. Selain itu hendaklah ia bersungguh-sungguh mengeluarkan air
dari hidung agar kotoran-kotoran ikut keluar.

Rasulullah ffi bersabda:

*y((.6)u "ri ,P.t t')F\ ))

"Keluarkanlah air dari hidung dua kali dengan sungguh-sungguh atau tiga

kali."2o

14. Menyela-nyelaiJemari Tangan dan Kaki

Termasuk kesempurnaan wudhu' ialah seseorang menyela-nyelai jemari
tangan dan kaki dengan memasukkan air di sela-selanya hingga air tersebut
sampai ke anggota wudhu'nya. Yang demikian itu berdasarkan hadits-hadits

sebelumnya dan berdasarkan sabda Nabi ffi:

(.At:;, Jl-tl- eai ,y D

"Sela-selailah jemari kedua tangan dan kakimu."2r

Disunnahkan juga untuk menggosok sela jemari itu dengan jari kelingking.

Sebab, apabila Rasulullah ffi berwudhu', maka beliau menggosok jemari dengan

jari kelingkingnya.zz

At-Tirmidzi'+tSH berkata: "Inilah yang diamalkan oleh para ulama, yaitu
menyela-nyelai jari-jari kaki ketika berwudhu'." Inilah pendapat yang dipilih
oleh Ahmad dan Ishaq. Ishaq berkata: "Hendaklah seseorang menyela-nyelai
jemari kedua tangan dan kakinya ketika berwudhu'."23

15. Menyela-nyelaiJenggot

Maksud menyela-nyelai jenggot ialah berusaha mengalirkan air ke kulit

yang ada di bawah jenggot. Sesungguhnya apabila Rasulullah ffi berwudhu',

beliau mengambil satu ciduk air kemudian memasukkannya ke bawah leher
beliau, lalu menyela-nyelai jenggot beliau dengannya.

(I/66), at-Tirmidzi (788) dan beliau menshahihkannya, Ibnu Majah (407),Ibnu Hibban W208)

al-Ihsaan dan al-Hakim I/I48) dari Laqith bin Shabrah .gi; . Silakan lihat kitab Shabiihul

Jaami'(927).
20 HR. Ahmad [/228) Abu Dawud (141), Ibnu Majah (a08), al-Hakim 0/148) dari Ibnu'Abbas

qgb. Silakan lihat kitab Sbahiihul Jaami' (956).
2r HR. Ahmad I/287) dari Ibnu'Abbas q+b;. Silakan lihat kitab SbabiibulJaarni'Q239).
22 HR. Abu Dawud (148), at-Tirmidzi (a0) dan beliau menghasankannya, Ibnu Majah (446),

Ahmad W/229), al-Baihaqi dalamal-Kubra [/76:77), dan yang lainnya dari al-Mustaurid bin
Syaddad. Silakan lihat kitab Shabiihul Jaami' (a700).
23 Sunan at-Tirmidzi $/57).

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 485

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AII DAN AS.SUNNAII

Beliau ffi bersabda:

<',tr: "f €rt €,,i li<i ))

"seperti inilah yang diperintahkan oleh Rabbku, Allah V.4 ."'o

Sebagian ulama berpendapat bahwa hal ini dilakukan setelah membasuh
wajah. Hal ini juga termasuk menyempurnakan wudhu'. At-Tirmidzi berkata:
"Inilah pendapat yang dipilih oleh mayoritas ahli ilmu dari kalangan Sahabat

Nabi ffi dan sesudah mereka. Mereka berpendapat bahwa jenggot harus disela-

selai, pendapat inilah yang dipilih oleh asy-Syaf i." Imam Ahmad berkata,

"Namun, jika ia lupa menyela-nyelai jenggotnya maka tidaklah mengapa." Ishaq

berkata: Jika ia meninggalkannya karena lupa atau karena menganggapnya

boleh, maka wudhu'nya tetap sah. Namun, jika ia meninggalkannya dengan

sengaja, maka ia harus mengulang wudhu'nya."2s

76. Memastikan Telah Membasuhkan Air pada Kedua Siku

Hal itu berdasarkan perbuatan Nabi ffi. Sebab, apabila Rasulullah ffiber-

wudhu', beliau membasuhkan air pada kedua sikunya.26 Perbuatan ini termasuk
penyempurnaan wudhu' yang mesti diperhatikan.

77. Mengusap Rambut Kepala Sampai ke Tengkuk

Mengusap rambut kepala sampai ke tengkuk merupakan petunjuk Nabi

ffi. Sebab, apabila Rasulullah ffi berwudhu', beliau memasukkan tangannya ke

dalam bejana, kemudian mengusap kepala dengan tangannya ke belakang sampai

ke tengkuk, lalu balik lagi ke depan.21

Maknanya beliau mengusap bagian depan rambut sampai ke tengkuk,
kemudian mengembalikannya lagi ke tempat memulainya. Hal ini telah shahih

dari Rasulullah ffi dalam hadits-hadits lainnya.
18. Mengusap Kedua Telinga, Baik Bagian Luar Maupun Bagian Dalam

Hal ini dilakukan berdasarkan perbuatan Nabi M.Di samping itu, per-

buatan ini juga termasuk penyempurnaan wudhu' dan karena kedua telinga

merupakan bagian dari kepala.

Rasulullah ffi bersabda:

(cUo.t.;1 ,tl

ilu:Yl ;;

24 HR. Abu Dawud (t+S), al-Hakim(I/U9) dan beliau menshahihkannya dari Anas bin Malik
.g; . Silakan lihat kitab Sbabiibul Jaam| (4696).

2s Sunan at-Tirmidzi [/46).

26 Al-Baihaqi dalam al-Kubra (I/55) dan ad-Daraquthni dari Jabir gr . Silakan lihat Lihat

Sh abiih u I Jaarn i' (4 69 8) .
27 HR. Bukhari (192) dan Muslim Q35) dari 'Abdullah binZaid ^g .

486 BAB XXV HURUF WAWU

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT AL'QUR.AN DAN AgSUNNAH

B

$

$

$ "Dua telinga itu termasuk bagian dari kepala."28

$ At-Tirmidzi berkata: "Inilah yang diamalkan oleh mayoritas ahli ilmu

dari kalangan Sahabat Nabi ffi dan sesudah mereka, bahwasanya dua telinga
$ itu termasuk bagian dari kepala. Demikian pulalah pendapat yang dipilih oleh

$ Sufyan ats-Tsauri, Mubarak, asy-Syaf i, Ahmad, dan Ishaq."2e

$ Disunnahkan seseorang meletakkan kedua jempol pada bagian luar telinga

dan telunjuk pada bagian dalam. Kemudian, hendaklah dia membasuhkan jari

$ untuk mengusap telinganya, baik yangbagian luar maupun bagian dalam.

$ 19. Memperhatikan Pembasuhan Tumit (|angan Sampai Terluput)

Ii Tumit ialah bagian belakang telapak kaki. Orangy^ngberwudhu'wajib

$ memperhatikan dan memastikan sampainya ur padanya. Sebab, tidak samp unya

H air ke salah satu bagian anggota wudhu' berarti wudhu'nya batal dan akibatnya
shalatnya juga batal. Memperhatikan tumit termasuk kesempurnaan wudhu'.

$ Rasulullah ffi bersabda:
$
,;ilt$ t-;il y
((.-rr3r ,U iv;fl. J:,

$ "sempurnakanlah wudhu'. Celakalah tumit-tumit yang tidak tersentuh
$ air wudhu' dengan api Neraka."3o

ft Ancaman tersebut dimaksudkan sebagai penegasan akan wajibnya mem-
perhatikan tumit. Namun sayangnya, banyak orang yang mengabaikan sunnah

tt ini.
t 20. Memercikkan Air pada Kemaluan
t Hendaklah seseorang memercikkan air pada kemaluannya sesudah wudhu'.

Namun, sangat jxarrg orang yang memperhatikan sunnah ini. Sesungguhnya

ti setelah Rasulullah ffi berwudhu', beliau mengambil sedikit air kemudian me-
mercikkan ny a pada kemaluannya. 3 I

rt

Yaitu, memercikkan dengan air itu pada daerah kemaluan. Sebagian ulama

t berpendapat bahwa hal itu dilakukan setelah istinja'. Akan tetapi, yang shahih,
t w.,allaabu d'ldrn, adalah dilakukan setelah wudhu', berdasarkan hadits ini dan
t hadits lainnya. Menurut zhahirnya, anllaahu d.'ldln, bahwasanya air dipercik-

28 HR. Ahmad N/264), Abu Dawud (134), at-Tirmidzi (37),Ibnu Maiah (444) dari Abu

t Umamah. Diriwayatkan juga dari selain beliau (Abu Umamah). Silakan lihat kitab Sbahiibul

ti Jaami'Q76s)
2e Lihat Sunan at-Tirmidzi (/S+:SS).

n 30 HR. Ibnu Majah (a55) dari Khalid bin al-Valid dan Syurahbil dan 'Amr serta Yazid bin Abu

t Sufyan. Silakan lihat kitab Sbahiib lbni Majab (358), yang asalnya terdapat dalam Sbahiib al'

tt Buhhai (60,96,163) dan Muslim (2a1).

3r HR. Abu Dawud (166) dan Ibnu Majah (461) dari al-Hakam bin Sufyan ats-Tsaqafi. Silakan

It lihat kitab Shabiib lbni Majab (374).

t
t

v)

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 487

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR-AN DAN A9SUNNAH

kan pada bagian luar pakaian. Sebab, seseorang yang berwudhu' tentunya me-
ngenakan pakaian, tidak berwudhu' tanpa busana.

21,. Do'a Sesudah Vudhu'

Do'a merupakan tanda hubungan yang tenrs-menerus dengan Allah W.
Rasulullah ffi telah menuntunkan beberapa bentuk do'a seperti berikut ini.

Rasulullah ffi bersabda,

Ftr vt dt , :,i i6i' ,iC ,;i'jt J;:ti'wi ,y ))
9,tiJ- -&ri ,l;'r, ix.; t"t;r 'oi tp,it r{i 44-i \ it;t

z;Jt it';.i'4w '; J*a " .4 fiAt u ,ab q o ttt b

'*,

*e) b(; ),I,JJJo ,

"Barang siapa yang berwudhu'dan membaguskan wudhu'nya kemudian
ia membaca: 'Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi
kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah hamba dan utusan-Ny". Ya, Allah, jadikanlah aku
termasuk orang-oran g yal1bertaubat dan jadikanlah aku termasuk dalam

golongan orang yang mensucikan.' maka akan dibukabaginya delapan

pintu di antara pintu-pintu Surga dan ia dipersilakan masuk dari pintu

mana pun yang ia suka."32

Do'a yang lain, Rasulullah ffi bersabda:

ifiGc!#r3 litlt ur;-i' ,8,"*'r,r yt?'fi _f ))
tai I a'-

irtpt i r'e Y,I,,4JI Yi
cO) t5o t il uy +'it a-oiri" 3#i
((. t\4o ,G
;tL )o
"#J_ o l. ( (-' 9,

"Barang siapa yang berwudhu' lalu ia membaca do'a setelah wudhu'nya:
'Mahasuci Engkau. Ya, Allah, segala pujian hanyalah milik-Mu. Aku ber-
saksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau, aku
memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.'Ucapan itu akan dituliskan
pada lembaran, kemudian diletakkan pada bingkai yang tidak akan patah
dan tidak akan hancur sampai hari Kiamat."33

32 HR. At-Tirmidzi (55) dari'IJmar g, dan Ahmad [tt/t+S:t+e) dari 'Uqbah gE . Silakan
lihat kitab Sbabiibul Jaami' (6rca).
33 HR. An-Nasa-i dalam al-Kubra $U9911/3), al-Hakim, dan yang lainnya dari Abu Sa'id.

488 BAB XXV HURUF WAWU

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR-AI\ DAI\ ASSUNNAI{

22. Shalat Dua Rakaat Setelah Berwudhu'

Shalat dua rakaat setelah wudhu' merupakan sunnah yang sangat agung.

Rasulullah ffi menganjurkan mengerjakan shalat tersebut dalam sabdanya,

';i ,ry #.t ,#, i, F ;ilt G:$'t;i ,y))

b$((^.)i u ij'^lr

"Barang siapa yang berwudhu'lalu membaguskan wudhu'nya kemudian
shalat dua rakaat dan tidak lalai pada kedua rakaat tersebut, maka ia akan
diampuni dosanya yang telah lalu."3a

Demikian juga Rasulullah ffi bersabda:

f o,,2,) l,r:.t l. fo! cto, e1l't?) ,)* Pos'.iu:.",.J42 to) o rv,..))

Cy+ lJ"- 4
L;'),ltyrr*4,9K.At';

"Tidaklah seorang Muslim berwudhu' lalu membaguskan wudhu'nya,
kemudian bangkit dan mengerjakan shalat dua rakaat dengan menghadap-
kan hatinya fthusyu') dan wajahnya (khudhu') pada dua rakaat tersebut
melainkan wajib baginya Surga."35

Hendaklah berusaha selalu mengerjakan sunnah yang agung ini.

Inilah akhir dari apa yang Allah mudahkan dari adab-adab yang ber-
kaitan dengan wudhu', yang jumlahnya ada 22 adab. lValbamdulillaabi Rabbil

'aalamiin.36

Diriwayatkan oleh Ibnus Sunni, Abu Nu'aim, dan yang lainnya dari 'Aisyah gk,. Silakan

lihat kitab Sbahiibul laami' (6170).
34 HR. Ahmad W/tl7),AbuDawud (905), al-Hakim (I/131) dan dishahihkan oleh adz-Dzahabi

daiZaid bin Khalid gi; . Silakan lihat kitab Shahiihul Jaami'(6165).
35 HR. Muslim Ql+) dari 'Uqbah bin'Amir "4i; .

36 Referensi tambahan: Sunan lbni Majah A/B\ dan setelahnya, Sunan Abi Dauud (/60)

dan setelahnye.. Riaadbus Sbaalihiin $lm. aza) dan setelahnya, Musnad. asy-Syaf i [/29) dan

setelahnya, Sunan at-Tirmidzi $/36) dan setelahnya, Fat-hul Baari Syarh Shahiihil Buhhari
Q,/280) dan setelahnya, Jam'ul Fawaaid (I/59) dan setelahnya, dan lainJain.

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 489

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM fr

MENURUT ALQUR-AN DAN A,9SUNNAH U:

PASAL III t

ADAB AL.IYIALIIMAH fi
4
( RESEPST ) ff:

Islam telah mensyari'atkan walimah, yaitu resepsi yang dibuat oleh #
seseorang pada hari pernikahanrrya.Islam telah menetapkan beberapa adab
berkaitan dengan walimah, yang sepatutnya dijaga oleh setiap orang sehingga 4
walimah yang diselenggarakannya mendatangkan pahala dan agar ia tidak ter- 4
jatuh ke dalam perkara-perkara yang dilarang oleh syari'at. Di antara adab-adab
4'
tersebut adalah:
4
1. Niat yang Benar
ry
Hendaklah orang yang mengundang walimah menghadirkan niat yang
benar dari walimah yang diselenggarakannya, yaitu berniat mengikuti sunnah 4,

Nabi ffi dan memberi makan orang-orang. Yang demikian itu termasuk per- 4
4
buatan baik dan amal shalih. Demikian pula ia mendapat pahala padahartayang
telah dibelanjakannya untuk walimah, serta waktu yrrrg r.l"h ia iuangkan rrrrtrrk +,
menyiap kan dan menyelen g gar akanny a.
+,
2. Membuat Makanan Sesuai dengan Batas Kemampuan lj(

Tidak seharusnya tuan rumah memberatkan diri di luar batas kemampuan $
dalam membuat hidangan bagi para undangan. Namun, apayan1ada itulah
yang dihidangkan menurut batas kemampuannya,, tanpa memberatkan dan *
menyusahkan dirinya. Nabi telah melakukan kedua perkara tersebut. Telah
shahih pula bahwa beliau menyembelih kambing sebagai makanan walimah. Il
Ketika pada suatu waktu Nabi tidak memiliki apa-apa, beliau pun membuat
makanan sesuai dengan kemampuan. *

Diriwayatkan dari Anas bin Malik +B , ia berkata: "Aku melihat Rasu- $

lullah ffi mengadakan walimah untuk Zainab, yang tidak pernah diadakan *
*
*

$

*

$
$

*

$
$
$
$

490 BAB XXV HURUF WAWU

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AI\ DAN AS;SUNNAI{

untuk isteri-isteri beliau lainnya, dan beliau menyembelih seekor kambing."37

Akan tetapi, disebutkan juga bahwa beliau ffi tidak menyembelih apa pun
untuk walimah Shafiyyah €k, . Namun, Rasulullah ffi menjadikan walimah-

nya dengan menghidangkan kurma, gandum, dan minyak samin saja.38

Hendaklah walimah diselenggarakan menurut batas kemampuan sese-
orang sehingga tidak menyusahkan dirinya. Maka dari itu, seharusnya seseorang
mengadakan walimah untuk pernikahannya karena itu merupakan perintah
yang ditekankan.

3. Mengundang Karib Kerabat, Tetangga, dan Rekan-Rekan Seagama

Mengundang karib kerabat dalam acara walimah akan mempererat tali
silaturrahim. Mengund ang p^ratetangga merupakan kebaikan terhadap mereka.
Sementara mengun&ng teman-teman seagama akan melanggengkan kasih sayang
dan menambah rasa cinta serta merupakan penunaian hak-hak mereka.

4. Jangan Hanya Mengundang Orang Kaya dan Meninggalkan Orang

Miskin

Mengundang orang keya saja dan meninggalkan orang miskin bukanlah
alarmlslam. Bahkan, pada hakikatnyebertentangan dengan aprenlslam dan ruh
Islam itu sendiri. Hal itu dapat mematahkan hati orang-orang fakir dan miskin,

serta mengundang kecurigaan terhadap tuan rumah sebagai orang yang sombong.

Mereka menganggap keinginann y a hany alah untuk menyombongkan diri dan
berbangga di hadapan orang-orangkayadan mendekatkan diri kepada mereka.
Makanan walimah dalam kondisi demikian adalah seburuk-buruk makanan

sebagaiman e yengdisabdakan oleh Nabi ffi:

((... ir,;ar !,i') ,;G\\ a ,fr- ,#,?t i6 r"ht'; ))

'Seburuk-buruk makarr* o"rOan"grr-,o makanan walimah, y.rrg dirrrrdang untuk
menghadirinya hanyalah rang kaya, sedangkan orang-orang fakir

tidak diundang ...""

Dalam sebagian riw ayet disebutkan: "Dicegah darinya orang-oran B y^ng
datang membutuhkannya dan diundang kepadenya orarLs-orang yang tidak
membutuhkannya."

5. Berlebih-lebihandalamMenyelenggarakanValimah

Sesungguhnya Allah W berfrman dalam Kitab-Nya:

37 HR. Al-Bukhari (5158) dan Muslim (1428) dari Anas .gi: .
38 HR. Al-Bukhari (42L2,4213,5085, dan 5159) dan Muslim (1365) dari Anas bin Malik .eE .

3e HR. Al-Bukhari (StlZ) dan Muslim $a32) dari Abu Hurairah qf .

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 491

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT AI.-.QUR.AN DAN ASSUNNAH

( @'e;-Ii ++S'{)"ii;iv; I

" ... Dan jangan berlebihJebihan. Sesunguhnya Allah tidak mu-ryukai orang-
ord.ng yang berlebihJebiban." (QS. Al-A'raaf: 3 1)

Allah W telah mengharamkan berlebih-lebihan dalam segala sesuatu,

yaitu perkarayangkeluar dari batas-batas kewajaran. Vajib atas tuan rumah agar
tidak berlebih-lebihan dalam menghidangkan berbagai macam jenis makanan
dan minum^fl, yang biasanya melebihi kebutuhan para undangan, sehingga

pada akhirnya makanan tersebut dibuang ke tempat sampah. Perbuatan tersebut

haram dan membuang-buang harta, yang Allah akan meminta pertanggung

jawaban manusia atasnya.

Sangat disayangkan bahwa banyak manusia pada zaman sekarang yang
berlebihJebihan dalam mengadakan pesta pernikahan. Bahkan, kadang-kadang
sampai menyembelih ratusan kambing dan menghidangkannya dalam keadaan
terpanggang, yang disertai dengan berbagai macam makanan dan minuman,
buah-buahan, manis-manisan, dan sebagainya. Semua itu termasuk israf Serlebih-
lebihan) dan membuang-buang harta, serta menunjukkan keglamoran kepada
manusia, padahal banyak kaum Muslimin yang fakir, miskin, pengungsi, dan
orang-oran g yxLgterusir. Mereka lebih membutuhkan makanan tersebut. Sampai-
sampai, di antara mereka adayangmeninggal karena kelaparan, sementara orang-

orang kaya membuang-buan g harta mereka seperti it t. lW'allaab ul musta' aan.

Orang-orang yang berlebihJebihan seperti ini dikhawatirkan akan ter-
lepas dari mereka nikmat-nikmat Allah. Sebab, nikmat Allah tidak akan ter-

pelihara kecuali dengan mensyukurinya.

Allah W berfirman:

i"j-,1 t" & Lili i";4,4 "i*J 3j5G ib Y

(@ LJ:r) d;tbL)

"Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu mernaklumkan: 'Sesunggubnya jiha
kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika

kamu mmgingkari (nikrnat-Ku), maha sesunguhnya adzabKu sangat pedib."'
(QS. Ibrahim:7)

BerlebihJebihan dan mubazir seperti ini, yang dilakukan untuk berbangga-
bangga dan pamer di hadapan manusia, untuk menjaga kedudukan dan gengsi,
merupakan bentuk mengkufuri nikmat Allah. Kalaulah mereka membuat
makanan menunrt kebutuhan tamu-tamu mereka lalu menyedekahkan makanan
yang berlebih kepada orang-orangyarLgmembutuhkan, tentu hal itu akan lebih
baik bagi mereka.

492 BAB XXV HURUF WAWU

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT AL.QUR.AI\ DAII AgSUNNAH

Akibatnya, banyak di antara mereka yang dihukum Allah atas perbuatan
israf Serlebih-lebihan) tersebut. Biaya walimah yang membengkak dan biaya

lain menyebabkan suami menanggung utang di luar batas kemampuannya.

Sesudah itu, mulailah terjadi perkara di antara suami isteri tersebut disebabkan

biayayang membengkak tadi. Bisa saja terjadi sesuatu yang tidak baik akibatnya,
anllabul mu.stA'adn.

6. Acara Valimah Tidak Berisi Perkara Munkar

\{lajib atas tuan rumah untuk tidak memasukkan perkara munkar dalam
walimahnya, seperti musik, laguJagu cabul dan keji, campur baur antara pria
dan wanita, tarian, minuman-minuman yang memabukkan, dan kemunkaran
lainnya. Semua itu tidak dihalalkan sama sekali. Hal itu termasuk kemunkaran
besar yang dapat menimbulkan kerusakan yang sangat berbahaya. Demikian
itu juga akan menambah dosa dan kesalahan seseorang, apalagi bila ia harus
mengeluarkan uang yang banyak untuk menghadirkan penari, biduan dan
biduanita, ata:u y ang sej enisnya.

Jika undangan itu berisi perkara-perkara munkar tersebut, maka wajib
atas orang yang diundang untuk tidak menghadirinya. Sesungguhnya tidak ada

dosa atas mereka.

7. \$fajib Mendatangi Undangan Bagi yang Diundang

Hadits-hadits yang shahih telah menunjukkan wajibnya memenuhi

undangan walimah, di antaranya ialah sabda Nabi ffi:

1w..?t Jt€ki elrll >>

"Apabila salah seorang dari kalian diundang ke walimah, hendaklah ia

mendatanginya."ao

Demikian pula sabda Nabi;tS:

*:(( +riri s? JL€:*i e! rll >>

"Apabila salah seorang dari kalian diundang ke ualimatul 'urs (pesta

pernikahan), hendaklah ia mendatanginya."ar

Beliau juga bersabda:

(;b! t;Y;f3,st lrrl ))

€ Malikdalamal-Muuathtba'U/546).Darijalurnya,Imamai-Bukharimeriwayatkannya(5173)

dan Muslim (1429) dari 'Abdullah bin 'Umar q!9,.
4t HR. Muslim (1429) dari Ibnu'Umar ,.+'..

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 493

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

M ENURUT ALQUR.AI\ DAN ASSUNNAI-{

"Datangilah undangan apabila kalian diundang."a2

Rasulullah ffi bersabda:

<.ri')i ()tt v;;,;;ii;ci gkie; rll >>

"Apabila salah seorang dari kalian -".rg.rrrd"ng saudaranya (seiman),
maka hendaklah ia mendatanginya, baik undangan pernikahan ataupun

yang lainnya."o'

Rasulullah i$jug bersabda:

((.di, ,r ii qr JLes u))

"Barang siapa yang diundang ke walimatul'urs atau undangan lainnya

hendaklah ia mendatanginya."*

Rasulullah ffi bersabd a jtga:

K.'ij;trat ,-# si ,i;'at,=4- t ;:... ))

"Barang siapa yang tidak mendatangi undangar, *rrggrl ia telah men-

durhakai Allah dan Rasul-Ny"."ot
Hadits-hadits ini seluruhnya menunjukkan wajibnya.mendatangi undangan
walimah, bahkan undangan selainnya, berdasarkan salah satu redaksi hadits di

atas.

Tidak diragukan lagi bahwasanya memenuhi undangan berpengaruh sangat
besar terhadap perasaan pihak yang mengundang, yakni akan menumbuhkan
kasih sayang dan melanggengkan cinta. Adapun tidak mendatangi undangan
justru sebaliknya, yaitu akan menyakiti perasa nnya, menyalakan kemarahan
dalam dadanya, dan mungkin menghancurkan kasih sayang^ntar kedua belah
pihak. Kewajiban mendatangi undangan ini berlaku apabila seseorang diundang

secara pribadi atau atas namanya. \fajib pula walaupun undangan dikirim

melalui surat, selama undangan itu secara khusus ditujukan kepadanya. Adapun
undangan yang bersifat umum atau kolektif dan tidak ada pengkhususan, maka
tidaklah menj adi keharusan mendatang iny a. lVal I aah u a' I am.

8. Orang yang Berpuasa Mendatangi Undangan

Orang yang diundang ke pesta pernikahan sementara ia sedang berpuasa
wajib mendatangi dan menghadiri walimah tersebut. Kemudian, ia juga boleh

42 HR. Muslim (1429) dari Ibnu'lJmar ,,,'#..
o3 lbid.
44 lbid.
45 HR. Muslim $a32) dari Abu Hurairah gE

494 BAB XXV HURUF WAWU

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAII,I

MENURUT ALQUR.AI\ DAI\ ACSUNNAI.I

duduk bersama para undangan lainnya ata:u mendo'akan mereka tanpa harus
ikut makan.

Rasulullah ffi bersabda:

ots iyy@wv i:s ir;,dJ iki geit;yy1

(.iWO tC"/ P;O)

"Apabila salah seorang dari kalian diundang, hendaklah ia mendatangi-
nya. Apabila ia sedang berpuasa, hendaklah ia mendo'akannya. Apabila ia
tidak berpuasa, maka silakan ia makan."a6

Begitu pula bagi orang yang tidak berpuasa, hendaklah ia menghadiri
undangan. Setelah menghadirinya, maka terserah padtnya, silakan ia makan jika
mau dan silakan tidak makan jika mau.

Hal itu berdasarkan sabda Nabi ffi:
j t;iw/zo/ 0
;t:, o1i ;t,fb ;1,, o$i J-*ilj I t g,: rlt >>
I
€I

I

(.lj

"Apabila salah seorang dari kalian diundang makan, hendaklah ia men-
daanginya. Jika mau, silakan ia makan dan jika tidak, silakan ia tinggalkan
(makanan itu)."a7

Adapun tidak mendatangi undangan akan membuat jengkel hati orang
yang mengundang, sebagaimana telah dijelaskan di atas.

9. Tidak Mendatangi Undangan Valimah yang Berisi Kemunkaran

Jika walimah berisi perkara munkar dan haram, misalnya hanyrdiundang
orang-oran g kaya sqa tanpa orang-orang miskin, terjadi percampurbauran
antara pria dan wanita, terdapat musik atau permainan yang diharamkan, ada
nyanyian yang cabul, atau sejenisnya, maka orang yang diundang tidak boleh
menghadirinya.

Al-Hafizh Ibnu' AbdilBar 4;i)H berkata: "Tidak ada perselisihan mengenai
wajibnya mendatangi undangan walimah bagi yang diundang jika tidak ada di
dalamnya permainan (ymg diharamkan)."a8

Ibnu Qudama,h'ta$ berkata: "Apabila diundang walimah yang di dalam-
nya terdapat kemaksiatan, seperti khamer, seruling, dan gendang, sedang ia bisa

*.46 HR. Muslim (1431)dari Abu Hurairah

47 HR. Muslim (1a30) dari Abu Hurairah .4il.
a8 At-Tambiid (I/ 272), al-ktilzkaar (XVI/348) dan al-Mughni (X/ 193)

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 495

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAI\ AS;SUNNAII

menentangnya dan menghilangkan kemunkaran itu, maka wajib baginya hadir l{
dan mengharuskannya. Dengan demikian, ia telah mengerjakan dua kewajiban
sekaligus, menghadiri undangan saudaranya sesama Muslim dan menghilangkan lft
kemunkaran. Sementara jika tidak mampu menentangnya, maka ia tidak boleh lfi
hadir. Adapun jika ia tidak mengetahui kemunkaran kecuali setelah menghadiri tfi
walimah, maka ia harus menghilangkan kemunkaran itu. Namun, jika ia tidak
mampu melakukannya, hendaklah ia pulang."ae l*

Di antara dalil yang menunjukkanlarangtn menghadiri undangan apabila tff
terdapat perkara munkar di dalamnya ialah riwayatyang menyebutkan bahwa'Ali
bin Abi Thalib gE mengundang seorang laki-laki. Setelah itu, ia membuatkan tiil
tfr
makanan untuknya. Kemudian, Fathimah gf, berkata: "Alangkah baik apabila
lfi
kita juga mengundang Rasulullah untuk makan bersama." tk

Maka mereka mengundang beliau. Ketika Rasulullah datang dan meletak- It
kan tangannya pada tiang pintu, beliau melihat qiram (tirai berhias) terbentang
di salah satu sisi rumah sehingga beliau pun pergi. Fathimah berkata kepada'AIi: W
W
"susullah beliau, coba tanyakan mengapa beliau pergi?" 'Ali berkata: "Aku pun tii

menyusul beliau dan berkata kepadanya: ''Wahai, Rasulullah, rpa yang mem- t$
t$
buatmu pergi?'" Nabi ffi menjawab: t$

(.b')iE ,V* oi 4-/,3i CA;tD t*

"Tidak pantas bagiku atau bagi seorang Nabi masuk ke rumah yang ber- t$
t$
hias (dindingnya)."50
t*
Qiram adalah tir il y ang bercorak. s I t*

Al-Khaththabi'tdE-, berkata ketika menjelaskan hadits tersebut: "Hadits t*

ini merupakan dalil bahwa barang siapa diundang ke sebuah acarayangber- l$
isi perkara sia-sia dan munkar maka kewajibannya adalah tidak menghadiri lu
t$
undangan tersebut."52 lu
lu
Ibnu Hajar '+nE berkata: "Dapat dipahami dari hadits ini bahwa adanya t$

kemunkaran dalam sebuah rumah adalah penghalang masuk ke dalamnya."s3 lt

Imam Ahmad {E p"rn h ditanya tentang seseorang yang mengetahui

bahwa dalam ac^ra walimah terdapat kemunkaran, tetapi ia tidak melihat
dan mendetgarnya karena jauh dari tempat duduknya, atau mereka menyem-
bunyikannya sewaktu ia hadir, maka Imam Ahmad menjawab: "Aku berharap ia

oe Al-Mughni(X/198).

50 HR. Abu Dawud Q755),Ibnu Majah (3350), dan selain keduanya, dari Safinah gk, . Silakan

5t llhat Shabiih Sunan Abi Dawud QDa).
Lisaanul Arab (XII/474) kata qarama.

52 Ma'aalirnus Sunan (V/133).

53 Dinukil dalam'Aunul Ma'bud 6./163) dan Syarb as-Suyutbi atas Sunan lbni Majab (/24t).

496 BAB XXV HURUF WAWU

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AI\ DAI\ AS|-SUNNAI{

tidak berdosa jika tidak menghadirinya. Demikian pula, jika ia menghadirinya,
aku berharap ia tidak berdosa."

Ibnu Qudamah'tajl,, mengomentari perkataan tersebut: "Beliau meng-
gugurkan kewajiban tersebut karena kehormatan tuan rumah telah jatuh
disebabkan mengadakan perkara munkar. Selain itu, bukanlah penghalang
untuk menghadirinya bilamana orang yang diundang tidak melihat dan tidak
mendengar kemunkaran tersebut. "5a

'Abdullah bin'IJmar ,.#s, berkata: "Aku mengadakan pesta perkawinan
pada masa ayahku. Ayahku mengundang banyak orang, di antaranya Abu
Ayy"b. Mereka telah menirai rumahku dengan tirai berwarna hijau. Abu Aynrb
berkata:'Hai,'Abdullah, apakah engkau menirai dinding)' Dengan malu-malu
ayahku berkata: 'Kaum wanita telah menguasai kami hai, Abu Ayytrb.' Abu
Ayyub berkata: 'Aku mengkhawatirkan orang-orang dapat dikuasai oleh kaum
wanita, tetapi bukan dirimu.'Kemudian, beliau berkata: 'Aku tidak akan men-
cicipi hidangan kalian dan tidak akan masuk ke dalam rumah kalian.'Setelah
itu, beliau pun pergi."5s

Barang siapa mengetahui bahwa undangan walimah berisi perkara munkar,

seperti musik, nyanyian cabul, pencamburbauran laki-laki dan perempuan,
wanita-wanita y ang membuka aurat, minuman-minuman yang memabukkan,
dan semisalnya, maka ia tidak boleh menghadirinya sama sekali. Terkecuali apa-
bila kehadiralrLyaakan mencegah semua itu.

Inilah yang Allah mudahkan berkaitan dengan adab walimah,yangjumlah-
nya ada sembilan adab. Walbamdulillaabi Rabbil 'aalamiin.s6

5a Al-Mughni 6./ 206-207).
55 HR. Ath-Thabrani dalam al-Kabiir (V / ll8/3853), al-Baih aqi dalam al-Kubra (TI/272) dengan

lafazhyangsemakna. Al-Haitsami berkata dalam Majma'uz Zauaa-id lY /S+-SS): "Perawinya
adalah perawi kitab asb-Shahiih."
56 Referensi tambahan: Fat-hul Baari (X/229),laami'ul Ushuul NII/490), al-Mughni (WII/104),
Tharbut Tatsiib f. Syarb at-Taqriib SII/69), al-Mufasbsbal f.i Ahkaamil Mar-ab (XI/14), dan
al-Muntaqa' karya Abul Barakat Ibnu Taimiyyah (I/5a9) dan sesudahnya, serta kitab-kitab

lainnya.

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 497



ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AI\ DAAI ASSUNNAI{

KHAATIMAH

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah

M, wa ba'du:

Segala puji bagi Allah, pujian yang terus bersambung, tidak terputus atas
segala nikmat dan taufik-Nyr, Yang telah memberiku taufik sehingga dapat
menerbitkan buku ini. Aku memohon ampunan kepada-Nya atas kekurangan
dan kesalah{Ly{Lgada di dalamnya. Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya terlepas
dari seluruh kesalahan tersebut. Mudah-mudahan, apabila Allah memberi umur
panjang, saya akan menambah beberapa pasal dalam buku ini yang berkaitan
dengan pembahasan yang luas sehingga bisa meliputi seluruh sendi kehidupan
Muslim. Saya mengerahkan kemampuan yang telah Allah mudahkan bagiku
dan karenarnya say^ memohon kepada-Nya penerimaar. yarlg baik. Semoga
Dia menerangiku di alam kubur, meneguhkan tapak kakiku di atas shiraatbal

mustaqiim 0rl* yang lurus), dan menaungiku dengan naungan-Nya padahari

ketika tiada naungan kecuali naungan-Nya.

Sebagaimana tidak lupa saya berdo'a untuk anakku 'IJmar, yang telah

banyak membantuku dalam menyusun hadits-hadits dalam buku ini serta

daftar isinya. Saya memohon kepada Allah agar selalu memberkatinya dan

juga saudaranya,' (Jtsm an, yangtelah membantuku dalam mengerjakan indeks
referensi buku ini. Semoga Allah memberi manfaat dari upaya keduanya.

Tidak lupa pula saya berterima kasih kepada saudaraJihad Hamdan Musa
Farajullah, yang telah mengerahkan segala kemampuannya dalam menyusun

dan menerbitkan buku ini. Semoga Allah membalasnya dengan sebaik-baik

balasan.

Akhir dari do'a kami adalah ucapan alhamdulillaabi Rabbil'aalamiin.

Shalawat, salam, dan keberkahan semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad

ffi, keluarga, dan seluruh Sahabat beliau.

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 499

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALJQUR-AN DAN AESUNNAH

Ditulis oleh

Abu'Umar'Abdul 'Aziz bin Fat-hi bin as-Sayyid Nada

Riyadh

Malam Rabu 1 -Jumadil Akhir - L424H

s00 KHAATIMAH (PENUTUP)

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH

DAFTAR PUSTAKA

1. Aadaabul Aklkaryalbnu'Imadal-Aqfahasi.
2. Aadaabuz Zifaafkarya al-Albani, cetakan al-Maktab al-Islaami.
3. It-haaf Fudbalaa-il Basyarkaryaal-Bana, tabqiq Sya'ban Ismail.
4. Abhaamul Isti-dzaan fil Kitaab utas Sunnab karya Ahmad Sulaiman al-

'Uraini.

5. Abkaamas Safar fil Fiqb al-Islaarniy Diraasab Fiqbiyyab Muqaaranab

karya 'Abdullah bin 'Abdul 'Aziz al-'Ajlan.

6. Abkaamun Nisaa'karya Ibnul latzi, tabqrq 'Ali al-Muhammadi cetakan

al-Maktabah al-'Ashri W ah.

7. Adabud Dun-yaa utad Diinkarya al-Mawardi, tabqiq 'Abdul Quddus

Nadzir, cetakan Maktabah Riyadh.

8. Adabul QudbaabkaryaVaki' binal-Jarrah.
9. Irsyaadu Ulil Basbaa-ir u;al Albaab karya 'Abdurrahman bin Nashir

as-Sa'di, cetakan Maktabah al-Ma'aarif.

10. Usbuulud Da'utab karya 'Abdul Karim Zaidan, cetakan Mu-assasah ar-

Risaalah dan Maktabah a1-Qashr.

tL. Adbana-ul Bayaan karyaasy-Syinqithi, cetakan Ri-aasatul'Aammah.
t2. Aniisul Hajj utal Mu'tamir karya 'Abdul 'Aziz Fat-hi as-Sayyid Nada,

cetakan Maktabah Daarul Arqaam.

t3. Aniisul Musaafirkarya'Abdul' AzizFat-hi as-Sayyid Nada, taqdim'Abdul

Qadir al-Arna-uth, cetakan Maktabah Daarul Arqaam.

14. Al-Aadaab karya al-Baihaqi, tabqiq 'Abdul Quddus Nadzir, cetakan

Maktabah Riyadh.

15. Al-Aadaabusy Syar'iyyab karya Ibnu Muflih, cetakan Maktabah Ibnu

Taimiyyah.

16. Al-Ibsaan bi Tartiib Shabiib lbni Hibban karya Ibnu Balban, cetakan

Daarul Kutub al-'Ilmiyyah.

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM s01

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN A9SUNNAH

D

H

H

rI 17. Al-Adabul Mufradkarya al-Bukhari, cetakan DaarulBaz.

18. Al-Ummkaryaasy-Syaf i, tahqiqMahmud Mathraji, cetakan Daarul Kutub

al-'Ilmiyyah.

t9. Al-Amru bil Ma'ruuf wan Nahyu 'anil Munkar karya Ibnu Taimiyyah,

H cetakan ar-Ri-aasah al-Ammah li Idaarat al-Buhuuts al-'Ilmiyyah.

H 20. Tubfatul'Aruus karyaMahmud Mahdi al-Istambuli, cetakan al-Maktab
al-Islaami.

$ 21. Tadzkiratus Saami'anl Mutakallirn fii Adabil'Aalim anl Muta'allim

!i karya Badruddin bin Jama'ah, cetakan Daarul Kutub al-'Ilmiyyah.

$ 22. Tarbiyatul Aulaad fil Islaamkarya, 'Abdullah Nashih 'LJlwan.
$ 23. Ta'zbiim Qadrisb Sbalaab karya al-Marwazi, cetakan Mansyuraat

Maktabah ad-Daar.

x(I 24. Ta'liimul Muta'allim karya az-Zarnuji.

25. Tafsiir lbni Katsir, cetakan Daarul Ma'rifah dan Mu-assasah ar-

Rayyaan.

\I 26. Talbiis lbliiskaryalbnul lauzi, cetakan Daarul Kitaab al-'Arabi.

l),
\J 27. At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Qur-aankarya an-Nawawi.

28. At-Tajaiid wa'Uluumul Qur-aankarya 'Abdul Badi'Shaqr, cerakan

Maktabah Vahbah.

t[ 29. At-Targbiib a:at Tarbiib karya al-Mundziri, tabqtq Mushtafa 'Imaarah

fl cetakan Daarul Kutub al-'Ilmiyyah.

fl 30. taami'ul Ushuulkaryalbnul Atsir, tabqtq al-Arna-uth, cerakan Maktabah

r ar-Rusyd.

3L. taami'u Bayaanil'Ilmi asa Fadblibi karyalbnu'Abdil Bar.
fl 32. Al-laami' asb-Shabiib krrya at-Tirmidzi, tahqiqAhmad Syakir, cetakan

fl Daaru Adhwaa-it Turaats.
t 33. tam'ul Fawaa-idkaryaal-Fasi, cetakan al-Maktabah al-'Ashriyyah, Pakistan.
Iit 34. Al-tibaadkarya Ibnu Abi'Ashim, tabqiq Musa'id al-Hamid.
35. Hajjatun Nabiy ffikarya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani.
n
36. Husnul Usutah karya Shiddiq Hasan Khan, tabqiq Muhammad ar-Ra'ud,

n cetakan Daarul Furqaan.

t 37. Hilyatul Auliyaa'karya Abu Nu'aim al-Ashbahaani, cetakan Daarul
Kutub al-'Ilmiyyah.
il
38. Al-Hajj ual'Umrab waz Ziyaarahkarya 'Abdul 'Aziz bin Baz.
n 39. Al-Hisbah karya Fadhl rlahi zhahir, cetakan Idaarah Turjumaanil

n Islaam.

40. Daliilul Faalihiin bi syarh Riyaadbis sbaalihiin karya Ibnu 'Allan,

cetakan Daarul Kitaab al-'Arabi.

502 DAFTAR PUSTAKA

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT ALQUR-AN DAN ASSUNNAH

4L. Diiutaan asy-Syaf i, cetakan Mu-assasah az-Za'bi dan Daarul Jiil.
42. Ad-Daa-u utad Dawaa'karya Ibnu Qayyim al-Jauziryah, tabqiq Yusuf

Badiwi, cetakan Maktabah Daarut Turaats.

43. Ad-Daliil Ilaa Maraaji'il Maudbuu'aat al-Islamiyyahkaryaal-Munajjid,

cetakan Daarul'Wathan.

44. Riyaadbus Shaalibiin karya an-Nawawi, tahqiq al-Arna-uth, cetakan

Mu-assasah ar-Risaalah.

45. Ar-Riblab fii Tbalabil Hadiits karya al-Khathib al-Baghdadi, tahqiq

Nuruddin'Itr.

46. Ar-Rahiiqul Mahbtuumkaryaal-Mubarakfuri.
47. Zaadul Ma'aadkaryalbnu Qayyim al-Jauziyah, cetakan Ri-aasah ldaaraat

al-Buhuuts al-'Ilmiyyah dan Mu-assasah ar-Risaalah.

48. Silsilatul Ahaadiits asb-Sbabiibab (l-5)karyaal-Albani, cetakan al-Maktab

al-Islaami, ad-Daarus Salafiyyah, dan Maktabatul Ma'aarif.

49. Siyar A'laamin Nubalaa'karya adz-Dzahabi, cetakan Mu-assasah ar-

Risaalah.

50. As-Sunan karya Ibnu Majah, cetakan Daarur Rayyaan.
5L. As-SunankaryaAbu Dawud tabqiq'IzzatDa'aas, cetakan Daarul Jiil.
52. As-Sunankarya al-Bazzar.
53. As-Sunankarya at-Tirmidzi, tabqiq Ahmad Syakir, cetakan Daar lhyaa'

at-Turaats.

54. As-Sunankaryaad-Daraquthni, cetakan'Alaamul Kutub.
55. As-Sunankaryaad-Daarimi, cetakan DaarulBaz.
56. As-Sunanul Kubrakarya al-Baihaqi, cetakan Daarul Fikr.

.57 As-Sunanusb Sb ugbra (al-Mujtab a) kary a an-Nasa-i, cetakan Daarul Ihy aa'

at-Turaats.

58. As-Sunan wal Mubtada'aat fil Ibaadaatkarya 'Amr'Abdul Mun'im

Salim, cetakan Maktabah ad-Dhiyaa'.

59. As-Siirab an-Nabawsiyyab karyalbnu Hisyam.
50. Syarhus Sunnabkarya al-Baghawi, tahqiq al-Arna-uth, cetakan al-Maktab

al-Islaami.

61. Syu'abul limdAnkaryaal-Baihaqi, tabqtq as-Sa'id Basyuni, cetakan Daarul

Kutub al-'Ilmiyyah.

62. Asy-Syarbul Mumti' 'ala Zaadil Mustaqni'karyaMuhammad bin Shalih

a1-'Utsaimi n, tahqiq'lJmar Al-Hafyan, cetakan Maktabah al-'Ubaikan.

.63 As-Syamaa-il al-Muh ammadiyy ab kary a at-Tirmidzi, tahqiq al-Albani.

64. Sbahiib Ibni Kbuzaimah, tabqiq al-A'zhami, cetakan al-Maktab al-Islaami.

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 503

ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AESUNNAI-{

6s. Sbabiibul taami' asb-Sbagbiir karya al-Albani, cetakan al-Maktab al-

Islaami.

66. Shahiib Sunan lbni Majabkarya al-Albani, cetakan Maktab at-Tarbiyah

al-'Arabi.
67. Sbabiib Sunan Abi Dawudkarya al-Albani, cetakan Maktab at-Tarbiyah

al-'Arabi.
58. Sh ab iib Sunan at-Tirmi dzi kary a al-Alb ani, cetakan Maktab at-Tarbiyah

al-'Arabi.
69. Sbabiib Sunan an-Nasa-ikarya al-Albani, cetakan Maktab at-Tarbiyah

al-'Arabi.
70. Sbabiib Muslim Syarh an-Nawawi, cetakan Mu-assasah Qunhubah.

71. Sbabiib Muslitn, cetakan Baitul Afkaar ad-Duwaliyah. :;..

72. Sbabiib Muslim, ahqq Khalil Ma'mun Syaiha, cetakan Daarul Ma'rifah.
73. Sbabiib Muslimanib Muhammad Fu-ad'Abdul Baqi, cetakan ar-Ri-aasah

al-'Ammah.
74. Sbabiib al-Adabil Mufrad al-Buhbari, tahqt4 al-Albani, cetakan Daarush

Shiddiiq dan Maktabah Ibni Taimiyyah.

75. Sbifat Sbalaatin Nabiy ffi minat Takbiir ilat Tasliitn Kaannaka

Taraahaa karye al-A1bani, cetakan al-Maktab al-Islaami.
76. Sb aidul Kb aatbir krrye Ibnul lauzi.

77. Atb-Tbibbun Nabawiy karya, Ibnu Qayyim al-Jau ziyyah, cetakan

Maktabah ar-Riyadh a1-Hadiitsiyah.

78. 'I syr atun Nisa a' kary a an-Nasa-i, cetakan al-M akt abah al-' Ashri yy ah dan
Daarul Kutub al-'Ilmiyyah.

79. 'Arnalul Yaum a:al Lailab karya Ibnus Sunni, cetakan Daaru Ibni

Zaiduun.

80. Fat-bul Baaibi Syarb Sbabiib al-Bukbaikaryalbnu Hajar al-'Asqalani,

cetakan Daarur Rayyaan.
81. Fadblu Thalabil 'Ibni v,ta Aadaabu Tbalabibikarya Muhammad Sa'id

Ruslan.

82. Fiqb at-Ta'aamul Bainaz Zaujaini ua Qabasaat min Baitin Nubuwanb

karya Mushthafa al-'Adawi, cetakan Daarul Qaasim.
83 Fiqbus Sunnab karya as-Sayyid Sabiq, cetakan Maktabah al-'Ashriyyah.
84 Faidb ul Qadiir kary a al-Munawi.
85 Al-Farqu Bainan Nasbiibab asat Ta'yiirkarya Ibnu Rajab al-Hanbali, t"bqrq

Najm'Abdurrahman Khalaf, cetakan Daarul Ma'muun lit Turaats.
85 Al-Faw aa-id kary a Tamaam ar-Raazi.
87 Al-Qadbaa' fis Syarii'ab al-Islaamiyyab karyaFaruq 'Abdul 'Alim.

s04 DAFTAR PUSTAKA

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH

88. Kitaabul Aadaab karya Fu-ad Syalhub, cetakan Daarul Qaasim.
89. Kitaab at-Tawasaabiinkarya Ibnu Qudamah, tahqi4'Abdul Qadir al-

Arna-uth, cetakan Daarul Kutub al-'Ilmiyyah.

90. Kitaab az-Zubdkarya Ibnul Mubarak, abqrq Habiburrahman al-A'zhami,

cetakan al-Maktabah al-' Ilmiyyah.

97. Kanzul 'Ummaal karya al-Muttaqi al-Hindi, cetakan Mu-assasah ar-

Risaalah.

92. Karfa Yurabbil Muslirn 'Waladabu? karya Sa'id Maulawi, cetakarL ar-

Ramaadi lin Nasyr.

93. Al-Kaamilkaryalbnu'Adi cetakan Daarul Fikr.
94. Lisaanul 'Arab karya Ibnu Manzhur, cetakan Daar Shaadir.
95. Majma'uz Zawaa-idkarya al-Haitsami cetakan Daarur Rayyaan.
96. Muhbtasbar Qiyaamil Lailkaryalbnu Nashr al-Marwazi.
97. Mukbtasbar Minbaaji,l Qaasbidiinkarya Ibnu Qudamah, cetakan al-

Maktab al-Islaami.

98. Mukbtasbar Minbaajil Qaasbidiinktrya Ibnu Qudamah, tahqiq'Ali

'Abdul Hamid, cetakan Daarul Faihaa' dan Daar'Ammar.

99. Manaasikul Hajji anl'Umrab rnin Adbuaa-il BayaankaryaMuhammad

Amin asy-Syinqithi, disusun dan dirangkum oleh Muhammad bin'Abdullah
Baban asy-Syinqithi, cetakan Muhammad bin'Abdullah Mushthafa Baban
asy-Syinqithi.

100. Manaasik al-Haj wal 'Umrab karya Muhammad bin Shalih al-

'Utsaimin.

101. Minbatul Mabuudbi taftiib Ahaadiits ath-Thayalisi Abu Dawud karya

as-Saa'aati, cetakan al-Maktab al-Islaami.

102. Min Adabil Islaamkarya 'Abdul Fattah Abu Ghuddah, cetakan Maktab

al-Mathbuu'aat al-Islaa miyy ah Halab.

103. Mausuu'ab al-Usrab al-Muslimab,Kirab "al-Aadaab."
L}a. Al-Majmu' Syarh al-Mubadzdzab karyaan-Nawawi, tahqi4 Muhammad

Najib al-Muthii'i, cetakan Maktabah Ibnu Taimiyyah dan Maktabah al-

Irsyaad.

105. Al-Mustadrahkarya al-Hakim an-Naisaburi, cetakan Daarul Kitaab al-
'Arabi.

105. Al-MusnadkaryaAhmad bin Hanbal, cetakan al-Maktab al-Islaami.

107. Al-Musnad karyaAbu'Awanah, cetakan Daarul Ma'rifah.
108. Al-Musnad Abu Ya'la al-Musbili, tabqtq Irsyadul Haq al-Atsari, cetakan

al-Maktabah as-Salafiyyah.

109. Al-Musnad karya al-Humaidi, tahqiq al-A'zhami, cetakan al-Maktabah

as-Salafiyyah.

ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 505

ENSIKLOPEDIADAB ISLAM

MENURUT ALQUR-AN DAI\ A9SUNNAI{

It}. Al-Musnadkaryaasy-Syaf i.

111. Al-Musltannafkaryalbnu Abi Syaibah, cetakan Daar at-Ttq.
LL2. Al-Musbannafkarya 'Abdul Razzaq, cetakan al-Maktab al-Islaami.
LL3. Al-Mu'jamul Ausath karya ath-Thabrani.
Ll4. Al-Mu'jamusb Sbagbiir karya ath-Thabrani.
115. Al-Mu'jamul Kabiirkarya ath-Thabrani, tabqiq Hamdi as-Salafi, cetakan

Maktabah Ibni Taimiryah.
116. Al-Mu'jamul'Wasiitb.
Ll7. Al-Mugbnikaryalbnu Qudamah, tabqtq asy-Syaikh at-Turki, cetakan Daar

Hijr.
Ll9. Al-Mulakbhbasb al-Fiqhiykarya Shalih al-Fauzan cetakan Daar Ibnil

Jauzi.

ll9. Al-Muntakbib min Musnad Abd bin Humaidkarya as-Samira-i dan ash-

Sha'idi, cetakan Maktabah as-Sunnah.
120. Al-Muntdqakarya Ibnul Jarud, cetakan Daarul Arqam.

l2l. Al-Muntdqd min Akbbaaril Musbthdfd$karya Majduddin Abil Barakat

'Abdus Salam bin Taimiyyah al-Harrani, tahqiq Muhammad Hamid al-
Faqi, cetakan Daarul Ma'rifah.

122. Al-Muhadzdzab, fil Kublil Mujanabkarya Ibnu Abil Hazm al-Qurasyi

(Ibnun Nafis).

123. Al-Muutatbtba'karya Malik bin Anas disusun oleh Muhammad Fu-ad
'Abdul Baqi, cetakan Daarul Kitaab al-Mishri.

t24. Nawaadirul Usbuul, al-Hakim dan at-Tirmidzi, cetakan Daar Shaadir.

L25. An-Nibaayab fii Gbariibil Hadiitskaryalbnul Atsir.

126. Al-Waabilusb Sy ayyib kary a Ibnu Qayyim al-Jauzi W ah.

(

,I DAFTAR PUSTAKA
506


Click to View FlipBook Version