ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AI\ DAI! AESUNNAI{
Rasulullah ffi bersabda:
((.dIo t /o t o
3At JW )>
"Orang yang menunda pelunasan utang (sementara ia sanggup melunasi-
nya) adalah orang yangzhalim."z
Banyak orang yang memperlambat atau menunda pembayffan utang
dari waktu yang telah disepakati. Orang tersebut enggan melunasi walaupun
sebenarnya ia sanggup membayartya. Tentu saja sikap ini tidak dibenarkan
dalam a1ama Islam, bahkan orang seperti ini disebut zhalim sebagaimanayang
tertera dalam hadits. Sebab, perbuatan ini berarti memudharatkan serta me-
rusak hak dan kemaslahatan orang lain, sementaraia sendiri tidak ridha kalau
diperlakukan demikian.
Apabila seseorang belum mampu melunasi utang tepat pada waktunya,
maka ia harus datang kepada orang yang memberikan utang untuk memohon
kepadanya agar memberikan tenggang waktu dan memintanya agar bersabar.
Dengan cara demikian pemberi utang akan mengetahui kondisi orang yang
berutang sehingga ia berkenan memberikan tenggang waktu lagi. Tidak boleh
berpura-pura lupa karena dapat menimbulkan mudharat untuk dirinya sendiri dan
orang yang memberikan utang. Bisa jadi orang yang memberi pinjaman mendapat
kesan bahwa orangyang berutang menunda-nunda dalam membayarnya sehingga
ia terpaksa meminta orang itu agar segera melunasi utangnya. Terkadang pula
ia mengeluhkan kepada orang lain perbuatan orang yang menunda pembayaran
utang tersebut. Yang berakibat namanya menjadi jelek.
6. Membayar dengan Cara yang Baik
Tepat waktu dalam pelunasan dan mendatangi orang yang memberikan
utanB di rumahnya ata:u di mana ia berada termasuk adab yangterpuji. Jangan
sampai pemberi utang yang datang untuk meminta agar utang tersebut dilunasi
sebab hal itu akan menyusahkannya. Termasuk cara membayar utang yang
baik adalah dengan mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah mem-
berinya utang atas kebaikanyangtelah ia berikan. Di samping itu, ia juga harus
melunasi utangnya sesuai dengan jumlah yangia pinjam. Boleh juga apabila ia
tidak menemukan barang yang sama, maka ia boleh menggantinya dengan barang
yang lebih baik dari yangiapinjam.
Ketika seorang laki-laki menagih utang berupa unta yang pernah dipinjam
Nabi ffi, beliau pun memerintahkan seseorang agar membeli unta untuk orang
tersebut. Kemudian, para Sahabat berkata: "Kami tidak menemukan yang sama,
tetapi ada unta yang lebih baik." Beliau ffi bersabda:
$2 HR. Al-Bukhari (2287-2288,2400) dan Muslim $56a) dari Abu Hurairah
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 283
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
ki itK.;w
€,F't V,iG-L ;'rb;6 i : >>
*Beli saja yang itu, lalu berikan kepadanr". ,.r.rrrrguhnya sebaik-baik
manusia adalahyang paling baik dalam membayar utangnya."3
BAGIAN KEDUA
ADAB YANG BERKAITAN DENGAN YANG BERPIUTANG
7. Niat yang Benar dalam Memberi Utang
Hendaknya pemberi utang memiliki niat yang baik ketika memberikan
utang kepada saudaranya dan hanya mengharapkan pahala dari Allah semata.
Nabi ffi bersabda:
(.1"; i'$ JrJs os *y Gr: ,rii u ))
"Barang siapa yang memberikan utang berupa uang perak sebanyak dua
kali maka pahalanya seperti membayar zakat sekali."a
Jadi, pahala memberi utang sama seperti pahala setengah membayar zakat.
Oleh karena itu, hendaknya pemberi utang meluruskan niatnya agar
ia lakukan mendapat imbalan pahala. Di samping itu, membantu sau^pdaayraanrnyga
sesama Muslim dalam memenuhi kebutuhan, menghindarkannya dari mengemis,
menjaga kehormatan dan nama baiknya, serta mengeluarkannya dari kesulitan
merupakan sikap yang dicintai Allah W.
2. Bersikap Baik dalam Menagih Utang
Apabila orang yang berpiutang datang meminta haknya, hendaklah ia
bersikap lemah lembut dan berakhlak mulia dalam menagihnya. Janganlah
membentak dan melontarkan cacian terhadap orang yang berutang, jangan pula
menceritakan piutangnya di depan orang yang berutang, dan tidak boleh juga
mengeluhkan utang kecuali jika orang itu mengulur-ulur pembayarannya. Oleh
sebab itu, hendaknya, orangyang berutang berlapang dada dalam menagihnya.
Nabi ffi bersabda:
vu: rku|,$fr,w og >c',azlt,tr:?llit Fii>>
<<'u*'i:
3 HR. Al-Bukhari Q390) dan Muslim (1601) dari Abu Hurairah 4S . bin Mas'ud gi:. Lihat
4 HR.
Al-Baihaqi dalam kitab Sunanul Kubra (/353) dari 'Abdullah
kftab Sbabiibul Jaami' (5080).
284 BAB XtX HURUF QAF
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN ASSUNNAH
ffi"Allah akan memasukkan ke dalam Surga orang yanB murah hati
ketika membeli, menjual, melunasi utangr dan meminta haknya."s
Beliau Mjug bersabda:
(.,_#t sy1 ,6;;t tg,ttL:) (Lt3 tit l;rlirl ej ))
"Allah merahmati seorang yang murah hati ketika menjual, membeli, dan
meminta haknya."6
Allah W telah mengajarkan adab terhadap orang yang memiliki hak dan
orang yang memiliki kewajiban.
3. Memberi Tenggang Vaktu jika yang Berutang Belum Mampu Mem-
bayar pada Vaktunya
Ketika orang yang berpiutang melihat dan yakin bahwa orang yang ber-
utang mendapat kesulitan untuk melunasinyapadawaktu yang telah ditentukan,
maka selayaknya ia memberikan tenggang waktu sehingga tidak menyusah-
kannya serta bersabar atas hal ini. Dengan sikap yang demikian itu, ia akan
memperoleh pahala yang besar disebabkan kasih sayang yang ditunjukkan
kepada orang itu.
Allah W berfirman:
{ @ "ii$ ll';pu y,* i cs obb
*Dan jika (orang bmrtang itu) dakm kcsukzran, maka bqilah tangub sampai
diz berkelapangdn ..." (QS. Al-Baqarah: 280)
Seperti itulah seharusnya sikap seorang Muslim terhadap saudaranya
ketika ia membantu untuk memenuhi kebutuhannya.
Nabi ffi bersabda:
,* y,Wyqt r.r:f i';ur 4i,it'7 a))
u)l((.);o*z o ,, o1
'Barang siapa ingin diselamatkan Allah dari kesulitan pada hari Kiamat
maka hendaklah ia memberikan kelonggarankepada orang yang kesulitan
(membayar utang) atau membebaskannya dari utang tersebut."T
5 HR. Ahmad (I/58), an-Nasa-i (VIII319), dan Ibnu Majah Q202) &ri'Utsman g; . Hadits ini
tertera dalam kitab Shabiih an-Nasaa-i (4379).
6 lbid.
7 HR. Muslim (1563) dari Abu Qamdah g;.
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM 285
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
4. Menghapus Utang Bagi yang Tidak Mampu Melunasinya
Apabila orang yang berpiutang mendapati seseorang yang memang tidak
mampu membayar utangnya, hendaklah ia memaafkannya, merelakan haknya,
dan membebaskannya dari utangnya.
Allah W berfirman:
;,tlrs'iA ois"ifr Ul?pu i# i Cs obh
( @3r:,kA3of)b)
"Dan jika (orang bmttang itu) d"alam kesukaran, maka berilab tangub sampai
du berkelapdngan. Dan menyedckabkzn (sebagian dtau selnud utang)itu, lebih
baih bagimu, jika kamu mengetabur." (QS. Al-Baqarah: 180)
Rasulullah ffi bersabda:
tt*t:3sat ,y.g, Jtt ;lt6i, tit; ,u.t3)t urt-f- yG yy
(.*;'At ;rr*,',iu .G )')V?-if Ar Sa ,lf
"Dahulu ada seorang pedagang yang suka memberikan piutang kepada
o rang-oran g. Ap abila melihat ada y angtidak mampu membay ar ny a, maka
ia pun berkata kepada pembantu-pembantunya: 'Sudah, maafkan saja dan
hapuskan utangnya, semoga Allah akan memaa{kan kita.' Maka Allah pun
memaafkan (dosa-dosan y a)." r
Hadits di atas merupakan motivator yang sangat kuat or^ng yang
berpiutang memaafkan dan menganggap lunas utang orang yan^ggatirdak mampu
melunasiny a- A llaab ul musta' Adn.
Rasulullah Mj"g bersabda:
or/
Alt &
;;(.yqt
iy" g oS ,"; w")i ,#.p F ,y ))
"Barang ri^p^ y^ngrrr.*U.rit an keringanan kepada oi,^rryang berutang
kepadanya atau menghapus utangnya niscaya kelak pada hari Kiamat ia
akan mendapatkan naungan'Arsy."e
8 HR. Al-Bukhari (2078) dan Muslim (1562) dari Abu Hurairah .f# .
e
HR. Ahmad (V/300, 308), Qada-taDdaarihmig[fI/2. 6A1sa,2ln6y2a),redrcaannarlu-Bmagphaadwai dalam Syarbus Sunnab
(II]I/199/2t43) dari Abu
riwayat Muslim. Lihat
khab Sbabiibul Jaami' (6s76).
286 BAB XIX HURUF QAF
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AI\ DAN AE.SUNNAII
Beliau ffi bersabda pula:
b'ty u;'alt ,j,a 41t if b'ry Llrr # ,? u )) ,
i*x J; 'fit\t:q'at
-zP6/ --* ctI c
-/Aft -,YO'/) ( d,v)l c/
((...
"Barang siapa meringankan sebuah kesulitan dunia yang sedang menimpa
seorang Mukmin niscaya Allah akan meringankan satu kesulitafl yang
menimpanyapadahari Kiamat kelak. Barang siapa menolong orang yang
sedang berada dalam kesusahan niscaya Allah akan menolongnya dalam
menghadapi kesusahan dunia dan akhirat ..."r0
BAGIAN KETIGA
ADAB UMUM BERKAITAN DENGAN UTANG PIUTANG
7. Menulis Utang Piutang
Menulis utang piutang merupakan perintah Allah W y*g tertera di dalam
al-Qur-an, yakni firman Allah:
#,lt( J+f il i4 it.t'tiLt;1"1#-r-r*, *<q)-i"ifii#wLuG-y
aV *5 " )fri
,r" ,*fr,Ni S1t" 'ifrilb ;-+,k- oi
,siY A( uF"qL JJ4-1r'.i: ffi At i;i
; i;i"Jt;:s U oi pr;t- * ii,i*:, -rf iL:- ib
(@ "J"3\'4:
"Hai, orang-ordng yang berirnan, apabila kamu bermuamalah tidak secdrd
tunai untuh anktu yang ditentuhan, hmdaklab kamu menuliskannya. Dan
hendahlab seord.ng penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar.
Dan janganlab pmulis enggd.n menuliskannya sebagaimana Allah telab mmg-
ajarkannya, malea hmdahlab ia menulis, dan henddklab orangyangbmttang
itu mengimlahan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklab ia bertakuta
'0 HR. Muslim Q699) dai Abu Hurairah .gr
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 287
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AI\ DAN AS;SUNNAII
kepada Allab Rabbnya, dan janganlah ia ?nengurdngi sedikit pun daripada
iltangnya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemab
(keadaannya)atau diz sendiri tidak mampu mmgirnlakan, maka hendaklab
ualinya mengimlakan dengan j uj u, ... " (QS. Al-Baqarah : 282)
Utang piutang wajib dilakukan dengan sikap amanah dan tertulis secara
rinci. Misalnya, menulis nama yang berutang, nama yang berpiutang, jumlah
utang, tanggal berutang, tanggal pelunasan, cara pelunasan, dan lain-lain.
Demikian juga harus dibubuhkan tanda tangan orang yang berutang sehingga
tidak terjadi penipuan dengan tujuan menghilangkan hak si pemilik harta.
Sebagian orang merasa malu jika utang piutang dilakukan secara tertulis.
Orang tersebut mengira bahwa hal itu menunjukkan ketidakpercayaarLterhadap
pihak yang berutang, terutama jika kedua belah pihak memiliki hubungan kerabat
dekat, tetangga, atau teman akrab. Opini seperti itu tidaklah benar. Sebab, ketika
al-Qur-an turun kepada satu generasi, yaitu generasi sahabat Rasulullah M-y^ng
terdiri dari orang-orang pilihan dan generasi terbaik, saat itu telah diperintahkan
kepada mereka untuk menulis setiap utang piutangyang dilakukan, sebagaimana
yang tercantum dalam di atas. Bahkan, perintah ini bersifat umum untuk
seluruh kaum Mukmini^nyaytang disebutkan dalam ayat,yakni orang-orang yang
beriman.
Oleh karena itu, hendaknya orang-orang Mukmin melaksanak tn apa yerLg
tertera dalam ayat tersebut walaupun hukumnytistibbaab (anjuran). Sebenarnya
utang piutang yang tertulis berfungsi untuk menjaga hak kedua belah pihak.
Selain itu, untuk menjaga harta orang yang berpiutang apabila ia meninggal
sebelum orang yang berutang melunasi utangnya, atau jika salah satu pihak lupa,
atau seandainyamuncul pengingkaran terhadap utang, dan lainJain.
Penulisan utang piutang juga dilakukan untuk menjaga nama baik orang
yang berutang dan menghindari dirinya dari tuduhan tidak bertanggung jawab
atau ddak memegang amanah. Selain itu, menjaga apabila orang yang be{piutang
mengklaim jumlah yang lebih banyak daripada utang yang sebenarnya, atau ia
digoda syaitan sehingga mengingkari utang yang telah ia pinjam, atau ia meninggal
dalam keadaan berutang yang belum lunas, dan hal-hal yarglainnya.
Hendaknya pula orarLg yang berutang menulis hal-hal yang berkaitan
dengan utangnya sebagaiman^yangtelah kita singgung di atas. Sebab, terkadang
orang yang berpiutang malu meminta agar utangnya ditulis, padahal ia meng-
inginkannya, disebabkan mungkin karena orang yang berutang kerabat dekat,
usianya (lebih tua), atau orang yang terhormat. Maka hendaklah orang yang
berutang sendirilah yang memintanyauntuk menuliskan utang tersebut. Bahkan,
terkadang seseorang enBgan memberikan pinjaman karena ia tidak mendapatkan
surat tertulis yang menjamin haknya berkaitan dengan utang yangiaberikan.
Apabila utang tersebut dilakukan dengan cara cicilan, maka bagi yang
berpiutang hendaknya juga menuliskan setiap jumlah yang dicicil oleh yang
288 BAB XIX HURUF QAF
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM t
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH #
u
berutang. Sesungguhnya yar,g demikian itu dapat menjaga hak masing-masing
sebagaimana yang telah lalu. Demikianlah sikap adil yang harus dilakukan. #
Sebab, sebagaimana ia suka jika haknya terjaga, demikian juga orang lain suka
jika hak mereka terjaga. r
Apabila semua utang telah selesai dan lunas, maka bagi yang berpiutang U
hendaknya mengembalikan surat piutang tersebut atau merobeknya di hadapan K
orang yang berutang atau menuliskan pernyataan bahwa utang tersebut sudah
lunas atau dengan caray^nglain tanpa harus diminta oleh orang yang berutang. u
Terkadang orang yang berutang merasa malu meminta surat utang yang pernah ia
tulis sendiri. Apabila orang yang berpiutang tidak melakukan hal tersebut, maka H
hendaknya orang yang berutang tidak perlu merasa malu meminta surat utang
tersebut demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. \Valkabul musta'aan. u
u
2. Saksi u
Di antara adab yang ditetapkan Allah lH terhadap hamba-Nya dalam
t
al-Qur-an adalah firman-Nya:
u
,ft: tifi I oy""p:.+) u q-q lriV*iS Y
$
&t;+L)'M oi ,-t&i,e c*? gsi2i3 tL, ttP.j: $
(@ "u?tiqr;l;btl $
".-. Dd.n persaksikanlab dengan dua orang sahsi dari ordng-orang lelaki di fi
d.ntd.ramu. Jiha tidak ada dua ordng lelaki, maka (boleh) seordng lelaki dan *
dua orang perernpudn dari saksi-saksi yang kamu ridbai, supa.ya jika seordng
lupa rnaka seorang lagi mengingatknnnya..." (QS. Al-Baqarah:282) $
Ketika umng piutang dilakukan maka haruslah disaksikan oleh dua orang $
yang adil dan dapat dipercaya karena hal itu lebih menguatkan penulisannya. $
Selain itu, disertai pula dengan membubuhkan tanda tangan saksisaksi yang
ada. Hal ini juga untuk menghindari kemungkinan terjrdinya penukaran atau fi
perubahan tulisan sebenarnya-yang mungkin saja dilakukan oleh salah satu x
dari kedua belah pihak. Jika ternyata tidak ada dua orang lakilaki, maka boleh
disaksikan oleh satu orang laki-laki dan dua orang wanita. Sebab, persaksian satu $
orang lakiJaki sebanding dengan persaksian dua orang wanita. lVa subbaanallabu f;
abkamul haakimiin. $
Inilah yang dimudahkan Allah \H tentang adab al-Qardh @erutang), yang $
jumlahnya ada dua belas adab. lValhamdulillaabi Rabbil'aalamiin.tl *t
rl Referensi tambahan: Fat-bul Baari ( / 65) dan seterusnya, Jaami'ul Ushuul [y / 452) dar, 289
halaman setelahny4 al-Mausuu'ah al-Fiqhfiryah (IlI/262) dan halaman setelahnya, Tafsiir lbni
Katsiir I/494) dan halaman setelahnya, dan kitab-kitab lainnya.
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
n MENURUT ALQUR.AN DAI\ AS;SUNNAI{
$
$
$
$
$
$
x
PASAL II
ADAB AL-QADHAA'
$ (SEoRANG HAKrM)
H
x
Y
*
\J
lt, Hakim merupakan salah satu tugas syar'i yang telah disyari'atkan dalam
H agama Islam dan dicontohkan oleh Nabi ffi.Padawaktu itu, Nabi ffi memutus-
{ kan berbagai persengketaan yangterjadi di kalangan masyarakat. Beliau juga
mengutus orang-orang untuk memutuskan kasus-kasus yang muncul.'Walau-
pun hakim merupakan profesi yang ditetapkan dalam syari'at, namun banyak
il dalil yang menghimbau agar menghindarkan diri dari profesi tersebut serta
tii ancaman-ancaman bagi seorang hakim yang menyimpang. Meskipun demikian,
seorang hakim harus tetap ada, guna memberikan keputusan pada setiap kasus
H dan masalah yang muncul.
fl Oleh karena itu, harus ada penjelasan yang menerangkan karakter hakim
fl yang patut menerima ancaman sebagaimana disebutkan dalam hadits. Di antara
n sifat-sifat hakim tersebut ialah tidak ikhlas karena Allah dalam mengemban tugas,
tidak menjalankan hukum yang telah diperintahkan Allah, dan tidak beradab
fl dengan adab yang sesuai dengan posisinya. Dengan pertolongan A1lah, saya akan
il'
n memaparkan adab-adab Islam yang berkaitan dengan masalah ini, baik wajib
tl[ maupun sunnah yang seharusnya dilaksanakan oleh seorang yang memangku
L jabatan sebagai seorang hakim, antara lain:
H 1. Niat Ikhlas
,t
Seorang hakim yang menerima tugas berat ini hendaknya hanya meng-
harapkan keridhaan Allah ketika memberikan keputusan dengan hukum yang
diturunkan Allah \H . Seorang hakim juga harus berniat untuk menegakkan dan
n membela hukum Allah serta mampu menegakkan perdamaian dan kedamaian
,l di tengah masyarakat.
n
*
nI
290 BAB XrX HURUF QAF
ENSIKLOPEDI AE'AB ISI-AM
MENURUT ALQUR.AI\ DAN AESUNNAII
T
$
$
x 2. Tidak MemintaJabatan Hakim
$ Janganlah seseorang berambisi untuk meraih jabatan hakim. Sebab, apa-
bila ambisi tersebut ada berarti hal itu merupakan bukti bahwa niatnya tidak
$ ikhlas. Barang siapa yang berambisi terhadap jabatan tersebut maka ia tidak
$ akan mendapat taufik dari Allah serta keberkahan akan dicabut dari akal dan
$ hatinya.
f Rasulullah ffi bersabda kepada AbrDzarr g:
H
3 c w$
Y c e, t t t ltri ,y t"ri t:.i u 7y
iY t i ,,;): c
$ (( ,ijl ,c'J';:r,
x 'Ya, Abu Dzarr, aku melihat kamu adalah seorang yang lemah dan aku
H menyukai jika kamu mendapatkan sesuatu yang aku sukai. Janganlah kamu
$ memimpin dua orang."12
$ Dalam riwayat lain tertera:
$ K.,#t ,; :;hi'\ ))
$
t[ "Janganlah engkau memutuskan perkara dua orang yang bersengketa."
t Jabatan hakim merupakan salah satu bentuk kekuasaan. Dalam beberapa
hadits disebutkan terlarangnya meminta suatu jabatanpemerintahan. Bagi yang
fl ingin mengingatnyakembali, silakan baca pembahasan yang lalu.t3
tn Nabi ffi juga memberikan ancaman terhadap mereka yang memangku
jabatan sebagai seorang hakim dan bersabda:
(* *eiii,^*at e, u))
fl
n
fl "Barang siapa memangku jabatan hakim berarti ia telah disembelih dengan
t tanpa menggunakan pisau." ra
Posisi hakim digambarkan Rasulullah ffi seperti hadits di atas karena
fr
bahayanya dapat berpengaruh terhadap urusan dunia dan akhirat pemangku
ll jabatan itu, yaitu ketika ia tidak memutuskan perkara dengan adil atau me-
* nyimpang dari syari'at Allah.
n
fl '2 Telah disebutkan tahbij-nya.
t1 Aad.abul lrnaarah (im. 133).
ff 14 HR. Abu Dawud (3571), at-Tirmidzi (1325) dan ia menghasankan hadits ini, serta Sbabiih
I Abi Dauud (3049).
fl
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 291
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
3. Tidak Menerima Jabatan Hakim jika Seseorang tidak Layak Me-
ngembannya
\flajib bagi seseorangyangtidak layak dan tidak mampu mengemban tugas
sebagai hakim untuk tidak menerima jabatan itu. Misalnya, ia tidak menguasai
ilmu syar'i dan ahli dalam memutuskan hukum terhadap persengketa nyang
terjadi di tengah-tengah masyarakat atau ia tidak memiliki pengalaman tentang
kondisi sosial masyarakat, dan lain-lain. Sebab, orang seperti ini akan salah
dalam memberikan keputusan, bahkan keputusan yang salah akan lebih banyak
daripada keputusan yang benar.
4. Berhukum dengan Hukum yang Diturunkan Allah W
Allah W berfirman:
uu:i b q6i,6. {*. *t A$i .ttl sli(t y
{@ .."fiit
"sesunggubrrya Kami telab menurunh,an Kitab kEadamu dengan membaana
kebenaran, supayd kamu mengadili dntdrd manusia dengan apa yang telab
Allah aulryukan kepadamu..." (QS. An-Nisaa': 105)
Allah W juga berfirman kepada Nabi-Nya Dawud lpr:
iitq1i'e izu ub"t:fi a'4,8 a,1E 61 Sirr+ F
'"i,i*'ett L)";tl,b * u'Ai 6;'lt *-V
4\* fi ,b,*( @ ?"y-1;
+t'Jb "fil'
"q"Hai, Daud, sesunggubnya Kami rnenjadikan kamu kbalifub (penguasa) di
muka bumi, maha berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan
adil dan janganlah kamu mengihuti baana nafsu, karma ia aka.n menyesathan
kamu dari jalan Allab. Sesungubnya ordng-ordngyd.ng sesat dari jalan Alkb
akan mendapat azab yang berat, karma mqeka melupakan bai prhitungd.n. "
(QS. Shaad:25) r\
Allah berfirman kepada Nabi-Nya ffi:
"r,^;-l?-/l "tiffiJti -L/ ^),
V(@ 26 ! .o'
Cr+t r<,;i qiSY
"Dan bendaklah hamu rnernutuskdn perkara di antara mereka rnenurut apd
yang diturunhan Allah, dan janganlab kamu mengikuti baua nafsu mereka
..." (QS. Al-Maai-dah: a9)
292 BAB XrX HURUF QAF
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
Oleh karena itu, seorang hakim wajib memutuskan hukum sesuai dengan
hukum yang diturunkan Allah W, tidak boleh menyimpang dari hukum
tersebut. Jika ia melakukan penyimpangan, berarti hal itu telah merusak citra
aBamanya.
Allah W berfirman:
i i us( @'ctri6i -E, t'e ri'i Jli q -3 Y
"... Barang siapa yang tidah memutuskdn tnen rut apa yang diturunkan Allab,
maka mqeha itu adalab ord.ng-ordngyangkaf.r." (QS. Al-Maa-idah: 44)
i i( 6 or i --ti q.';e'tt t;i e rLz G, >
"... Barang siapa yang tidak memutuskan Tnenurut apa yang diturunkzn Allah,
maka mereka itu adalah ord.ng-ord.ngyang zhalim." (QS. Al-Maa-idah: 45)
e Jlit4eba GiYtta:,,-/ t o--)C*L/ -Cz..JtcltI
,'s riit
(@-J
"... Barang siapa yang ti.d"ak memutuskan menurut apd yang diturunkan Allab,
maka mereka itu adalab orang-ordngyangfasih." (QS. Al-Maa-idah: a7)
Nabi ffi telah mengingatkan para hakim dan menjelaskan akibatnya jika
mereka menyimpang dari hukum yang diturunkan Allah W.
Rasulullah ffi bersabda:
fit *,yr,Ft eytii,)gt C,.rGr :i:x'e.;;sr11
,;1 ;'#,W *q\p,pri,aZJr €.'py,p
*j-lre((.-,,61 e tiJ, y:t ,-:f J.. ri
"Hakim ada tigamacam, dua di'N.rrk" dan satu di Surga: (1) Hakim
yang mengetahui kebenaran dan memutuskan perkara dengan kebenaran
tersebut, maka tempatnya di Surga (2) Hakim yang memutuskan hukum
untuk masyarakat tanpa didasari ilmu, maka tempatnya di Neraka (3)
Hakim yang mengetahui kebenaran, tetapi menyimpang dari kebenaran
tersebut, maka tempatnya di Neraka."rs
15 HR. Abu Dawud (3573),Ibnu Majah (2315), at-Tirmidzi (1322), al-Hakim (IVl90) dan ia
gmenshahihkan hadits ini dari Buraidah .Lihatkftab Shabiihul Jaami' (4446).
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 293
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN AgSUNNAH
Demikianlah kewajiban terbesar yang harus dipikul oleh seorang hakim,
bahkan itulah kewajiban terbesar yang telah dibebankan Allah kepadanya. Jika
ia melakukan penyimpangan dan menukar hukum Allah tersebut, niscaya hal
itu akan memudharatkan dirinya dan orang lain, serta akan menjerumuskannya
ke jurang kebinasaan. Allaabul mustd'd.dn.
5. Memperhatikan dan Meneliti Setiap Kasus
Hendaknya hakim tidak tergesa-gesa dalam memutuskan hukum karena
sifat itu berasal dari syaitan sehingga mungkin akan mengakibatkan keputusan
hukum yang keliru. Yaitu seorang hakim tidak meneliti dan memahami kasus
dengan baik.
Oleh karena itu, seorang hakim hendaknya memahami kasus dan memberi
keputusan dengan tenang, tidak tergesa-gesa. Sebab, jika ia keliru memutuskan
hukum, berarti ia telah menghilangkan hak seseorang dan memberikannya ke-
pada orang yang tidak berhak mendapatkannya.
6. Tidak Merasa Segan dengan Salah Seorang yang Bersengketa, Melain-
kan Harus Tetap Bersikap Adil
Hukum harus bersikap adil kepada siapa saja, terutama terhad^p pare,
pejabat atau penguasa. Sebab, pada umumnya orang lebih menghargai dan men-
dahulukan mereka sehingga bersikap terlalu ramah, terlalu menghormati, dan
memanggil dengan nama yang paling mereka sukai, ketika duduk berbincang dan
lainJain. Semua itu merupakan sikap yang menunjukkan kecondongan kepada
salah seorang yang bersengketa dan menunjukkan ketidakmampuan hakim
dalam berbuat adil di antara mereka. Oleh karena itu, hendaknya seorang hakim
menghindari sikap-sikap seperti ini. Seorang hakim harus mendudukkan seorang
hamba maupun seorang yang merdeka, pimpinan maupun bawahan, dan yang
lainnya pada posisi yang sama.
7. Tidak Memberi Keputusan Sebelum Mendengar Laporan dari Kedua
Belah Pihak
Terkadang seorang hakim terpengaruh dengan laporan sebelah pihak,
terutama jika ia melihat adanya. ciri-ciri bahwa orang itu adalah pihak yang
mendapat gangguan. Mungkin juga orang tersebut pandai bersilat lidah dalam
memberikan penjelasan mengenai ketidaksalahannya sehingga hakim mengambil
keputusan yang menguntungkan orang tersebut. Hal itu dikarenakan keputusan
yang diambil berdasarkan laporan dari sebelah pihak saja, tanpa mendengarkan
pernyataan pihak lain. Yang demikian itu merupakan tindak kejahatan dalam
pengadilan.
Rasulullah ffi pernah bersabda:
g (/>z\{'# r* /o fr :V:,*y pe rll >>
c 7,\t )3Y,,ry
294 BAB XIX HURUF QAF
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAT{
MENURUT AL.QUR-AI\ DAI\ AgSUNNAH
(.e 35 €)u i"P
"Apabila dua orang lakilaki mengangkat kasus mereka kepadamu, maka
janganlah kamu memberikan keputusan untuk orang pertama hingga kamu
juga mendengar pernyataan pihak kedua. Dengan demikian, kamu akan
mengetahui bagaiman a car a memberikan keputusan. " I 6
Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Luqman al-Hakim berkata: "Apr-
bila kamu kedatangan seseorang yang matanya cedera hingga sebelah matarnya
buta, maka janganlah engkau langsung memberikan keputusan hukum hingga
kamu melihat lawannya. Sebab, bisa jadi lawannya malah cedera kedua belah
matanya."
Oleh karena itu, bagi mereka yang memegang jabaran hakim wajib men-
dengar laporan dari kedua belah pihak, memikirkan, memahami, dan menelitinya
sebelum memberikan keputusan kepada mereka.
8. Sebelum Sidang Dimulai, Hendaknya Seorang Hakim Mengingatkan
Kedua Belah Pihak agar Tidak Berkata Dusta dan Meniauhi Sifat
Zhalim
Dianjurkan bagi seorang hakim agar mengingatkan kedua belah pihak
yang bersengketa supaya berkata jujur dan tidak berbuat zhalim. Sebab, bisa
jadi salah seorang dari mereke-yang berbuat zhalim berubah dan sadar akan
kekeliruannya, kemudian ia pun kembali kepada kebenaran dan tidak me-
neruskan kezhalimannya.
Nabi ffi bersabda di hadapan orang-orang:
kx#fi l)fJ :'1 5*x,p y AL o i<y,fr (t u,D)
,'^) J*3 Jr,Fit i J;{),=*ii,d b#,
((.;6r a ry {',ui d$;bi x ri,f u
"sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia biasa dan kalian selalu meng-
adukan perkara kepadaku. Barangkali salah seorang dari kalian lebih pandai
mengemukakan alasan daripada yanglairrnya sehingga aku memenangkan
perkaranya berdasarkan alasan yang aku dengar. Barang siapa yang telah
aku menangkan perkaranya dengan mengambil hak saudaranya sesama
Muslim, maka janganlah ia mengambilnya karena sesungguhnya itu adalah
potongan api Neraka."rT
16 HR. Abu Dawud (3582), at-Tirmidzi (1331) dan ia menghasankan hadits tersebut dari 'Ali
gi: . Lihat kitab Shahiib at-Tirmidzi (1070).
r? HR. Al-Bukhari (6967) danMuslim (L713) dari lJmmu Salamah r+k,.
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM 295
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR-AN DAN AgSUNNAH
Ini merupakan peringatan kepada kedua belah pihak sebelum memulai
penyelidikan terhadap perkara mereka.
9. Seorang Hakim Tidak Boleh Terpedaya karena Salah Seorang yang
Bersengketa Pandai Bersilat Lidah
Tidak menutup kemungkinan salah seorang dari pihak yang bersengketa
pandai berbicara, sedangkan lawannya seorang yang jahil dan kurang cerdas
sehingga tidak pandai mengemukakan perkaranya dengan baik.
Oleh karena itu, seorang hakim hendaknya memahami perkara dan ber-
usaha meneliti untuk mengetahui siapa di antara mereka yang benar. Sebab, ter-
kadang pelaku yang zhdim pandai bersilat lidah untuk mengelabui hakim. Hadits
sebelumnya merupakan bukti yang paling jelas dalam masalah ini. Oleh sebab
itu, hendaknya seorang hakim mempelajari kesamaran yang ada, menyelidiki
kebenarannya, mendengar pernyataan para saksi, menanyakan bukti-bukti,
mengambil sumpah mereka, dan hal-hal lain yang mungkin dilakukan demi
mengetahui kasus yang sebenarnya.
10. Jangan Memutuskan Hukum dalam Keadaan Emosi
Emosi dapat membutakan hakim untuk melihat yang benar, bahkan ter-
hadap perkara yang berkaitan dengan pribadinya.
Nabi ffi telah melarang seorang hakim memberikan keputusan hukum
ketika ia sedang marah, beliau ffi bersabda:
# wY<<.'ot:*; _*, dit G ))
Janganlah seorang hakim mengadili dua orang yang bertikai sementara
ia dalam keadaan marah."r8
Apalagi kemarahannya disebabkan oleh salah seorang dari pihak yang ber-
tikai. Hal itu akan mengubah posisinya (y"rrg netral) menjadi lawan sehingga
hukum yang diputuskannya akan merugikan orang tersebut. Memang sedikit
sekali hakim yang dapat bertindak adil dalam kondisi seperti itu.
Dari hadits di atas, para fuqaha' mengambil kesimpulan bahwa seorang
hakim juga tidak boleh memberi keputusan hukum sementara ia dalam kondisi
sangat lapar, sangat haus, ataupun mengantuk.
Al-Hafizh Ibnu Hajar '+nE berkata: "Al-Muhallab berkata: 'Sebab larangan
tersebut adalah hakim tidak mampu memberi keputusanyangadil jika ia me-
mutuskan hukum dalam keadaan marah. Demikianlah pendapat para pakar ahli
fiqih."'
18 HR. Al-Bukhari (/tS8) dan Muslim (1717) denganlaf.azhyangsama.
296 BAB XIX HURUF QAF
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAT,I
MENURUT ALQUR.AN DAN A.9SUNNAH
Ibnu Daqiq al-Ied berkata: "Hadits ini menunjukkan larangan memutuskan
hukum dalam keadaan marah. Sebab, dalam kondisi demikian ia tidak mampu
melihat perkara dengan benar sehingga keputusan yang diambil akan keliru."
Beliau juga berkat^:"Par^fuqaha' juga menyebutkan beberapa kondisi yang
dapat mengganggu pikiran seorang hakim ketika memutuskan sebuah kasus,
seperti kondisi tubuh yang sangat lapar, sangat haus, sangat mengantuk, dan
kondisi lainnya yang berkaitan dengan ketenangan hati, sehingga hal-hal tersebut
berpengaruh pada keputusan hukum. Demikianlah kesimpulan hukum yang
diambil berdasarkan qiyas (analogi). Hadits Nabi ;lff yang hanya menyebutkan
'keadaan marah' mungkin disebabkan karena marah sering menguasai emosi
seseorang sehingga ia tidak mampu mengendalikan dirinya. Hal ini berbeda
dengan kondisi lainnya."
Pernyataan Syaikh: "Demikianlah kesimpulan hukum yang di ambil ber-
dasarkan qiyas," adalah pernyataan yang benar. Perkataan ini merupakan ke-
simpulan hukum yang diambil dari makna hadits, yaitu larangan memutuskan
hukum dalam keadaan marah. Dari larangan ini, dapat dipahami bahwa seorang
hakim tidak boleh memutuskan hukum kecuali dalam kondisi pikiran yang
prima (sempurna). Adapun marah dapat membuat kondisi pikiran seseorang
tidak prima. Kondisi seperti ini disebut sebagai 'illab (alasan). Kesimpulannya,
bahwa setiap kondisi yang dapat mengganggu pikiran seseorang, berarti masuk
dalam hukum hadits tersebut, seperti lapar dan lain-lain.
Asy-Syaf i 'tn$ berkata dalam kitabnya, al-(Jmm: "Aku tidak suka jika
seorang hakim memutuskan hukum dalam keadaan lapar, sedang lelah, atau
dalam suasana hati yang tidak tenang karena hal tersebut dapat mengganggu
pikirannya."''
11. Tidak Memberi Dua Keputusan dalam Satu Kasus
Apabila seorang hakim memberikan dua keputusan dalam satu kasus, maka
sesungguhnyahal itu bertentangan dengan sabda Rasulullah ffi:
. ((,J,-;W,r,6 e'*i WY ))
'Janganlah seseorang memberikan dua keputusan dalam satu kasus."2o
As-S indi berkata dal am Hasy ty ab an-Nas a- i; " Seb agaim ana y angtercantum
dalam beberapa jalur periwayatan yang lain bahwa lafazhf. qadhaa'bermakna dalam
satu kasus. Bi qad.haa-ain (drakeputusan) misalnya memutuskan membayar utang
dan boleh tidak membayarnya. Sebab, maksud diangkatnya kasus ke pengadilan
\e Fat-bul Bddn (XIJI/147).
20 HR. An-Nasa-i NIII/247) dari Abu Bakrah. Lihat Shabiih an-Nasa-i (501t)
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM 297
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN ASSUNNAH
ralah agar hakim dapat memutuskan perkara yang dipersengketakan. Adapun
keputusan seperti itu bukanlah keputusan dari sebuah persengketararL."zl
12. Haram Menerima Uang Suap dalam Peradilan dan yang Lain
Seorang hakim haram menerima uang suap. Tujuannya tidak lain agar si
hakim menetapkan hukum yang telah ditentukan orang yang memberi suap.
Sesungguhnya perbuatan itu dilaknat Allah, Rasul-Nya t paraMalaikat-Nya, dan
seluruh manusia.
Rasulullah ffi bersabda:
11.,5;ir e V"At) &it")ttrl rJ ))
"Allah melaknat orang yang memberi dan yang menerima uang suap
dalam pengadilan."22
Uang suap dapat melenyapkan hak orang lain dan merupakan sikap yang
lebih mendahulukan kepentingan dunia daripada agamanya. Contohnya, seorang
hakim menerima sebuah jabatan tinggi, gajiyangbesar, kenaikan pangkat, atau
hadiah tertentu baik besar maupun kecil, dan lainlain, dengan syarat hakim
tersebut harus memberikan keputusan atas sebuah kasus yang bertentangan
dengan kebenaran dan memberikan hak kepada orang yang tidak berhak me-
nerimanya.
13. Tidak Menerima Hadiah
Hadiah yang diterima seorang hakim akan mempengaruhi kehidupannya
dan merusak kehorm^t^rlty^ serta berpengaruh terhadap reputasinya. Mem-
berikan hadiah kepada seorang hakim menunjukkan bahwa pemberinya ingin
melakukan pendekatan terhadap hakim. Terlebih lagi apabila ia belum pernah
memberikan apa pun sebelum haknn memangku jabaantersebut. Serupa dengan
itu juga hadiah yang berasal dari salah seorang yang sedang bersengketa atau yang
semisalnya. Masalah ini telah dibicarakan dalam adab-adab pemerintahan.
Adapun hadiah yang berasal dari kerabat dekatnya maka tidak mengapa
apabila hakim menerimanya, selama hal itu tidak berpengaruh pada sikapnya
atau tidak mengambilnya ketika kerabatnya itu sedang bersengketa dengan
orang lain.
74. Tidak Memenuhi Undangan Secara Khusus
Apabila seorang hakim diundang untuk menghadiri pesta pernikahan,
maka ia wajib memenuhinya selama dalam pesta itu tidak terdapat kemunkaran.
2l Lihat catatan kaki as-Sindi terhadap khab Sunan an-Nasa-i SIII/2a7:2a8).
22 HR. Ahmad [I/387:388), at-Tirmidzi (1336) dan ia menshahihkannya, serta al-Hakim (IVl
103) dari Abu Hurairah +, . Lihat kitab Shabiih at-Tirmidzi (1073).
298 BAB XIX HURUF QAF
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN A,9SUNNAH
t'
n
h
h
hr
ll
t\ Sebagaimana wajibnya memenuhi undangan sebagian orang maka ia juga wajib
h memenuhi undangan sebagian yang lain (tidak ada perbedaan). Apabila undangan
Irr
tersebut terlalu banyak sehingga dapat mengganggu aktivitasnya sebagai hakim,
ll
IrIr hendaknya tidak menghadiri undangan-undangan itu seluruhnya.
I Al-Imam asy-Syaf i berkata: "Aku tidak suka dengan seorang hakim yang
It tidak memenuhi undangan pesta pernikahan. Aku juga tidak suka dengan seorang
IIr hakim yangharryamemenuhi sebagian undangan saja. Jika ia mau memenuhinya,
N ia harus memenuhi setiap undangan yang ditujukan kepada dirinya, dan jika tidak,
maka ia juga harus tidak memenuhi semua undangan tersebut."23
t
\
I Ibnu Qudamah l#M berkata: "seorang hakim boleh memenuhi undangan
!
I pernikahan. Jika ternyata undangan terlalu banyak, maka ia tidak usah memenuhi
! satu pun dari undangan-undangan tersebut. Sebab, hal itu akan mengganggu
1
) aktivitas yang dibebankan kepadanya sebagai hakim."2a
1 Hakim tidak boleh memenuhi sebagian undangan dan meninggalkan yang
!
1 lain sebab hal itu menunjukkan sikapnyayarLgtidak adil. Demikian juga meng-
! hindari undangan sebuah pesta yang dibuat khusus untuknya.
1
) 75. Meniauhkan Diri dari Hal-Hal yang Mencurigakan
1
) Seorang hakim hendaknya tidak melakukan sesuatu yangdapat menimbul-
I
) kan kecurigaan, seperti mengunjungi rumah salah seorangy{Lgsedang bersengketa
! atau membolehkan salah seorangyangsedang bertikai mengunjunginya.Misalnya
t
) juga seorang hakim mendatangi tempat yang ada kemunkaran, tetapi ia tidak
J melarang kemunkaran tersebut. Tindakan tersebut dapat mengakibatkan buruk
)
sangka terhadap dirinya. Sementara itu, seorang Muslim harus menjauhkan diri-
J
) nya, dari hal-hal yangdapat menimbulkan kecurigaan atau buruk sangka orang
I
lain terhadap dirinya.
')
II 76. Jangan Berkecimpung dalam Bidang Bisnis
i
i Hal ini dapat menyebabkan konsent;asinya terbagibagi atau mengganggu
I konsentrasinya dalam melaksanakan tugas sebagai hakim. Dalam pada itu, jika
,)
I terjadi sesuatu (perselisihan), maka akan timbul perasaan benci terhadap klien
) bisnisnya. Boleh jadiiaakan menerima berbagai pujian dalam bisnisnya sehingga
I berpengaruh terhadap sikapnya sebagai seorang hakim. Tentunya hal tersebut
,
merupakan salah satu jenis suap yang diberikan kepada seorang hakim.
I
, Akan tetapi, apabila gajinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
I
I diri dan keluarganya, maka ia boleh menunjuk seseorang yang tidak dikenal di
I
) tengah-tengah masyarakat sebagai wakilnya dalam melakukan bisnis. Jadi, orang
I inilah yang melakukan transaksi jual beli tanpa diketahui oleh masyarakat bahwa
) orang itu adalah wakil hakim.
I
)
I 23 Al-'Umm (VIl208).
) 2a Al-Mughni IX/79).
I
)
I
i
J
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 299
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
il MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
$
$ Imam asy-Syaf i '#E berkata: "Aku tidak suka dengan seorang hakim
il yang berkecimpung dalam bidang bisnis atau memikirkan barang dagangannya
$ dan nafkah untuk keluarganya. Sebab, hal ini lebih mengganggu pikirannya
$ daripada emosi."2s
I Asy-Syaf i '*sF-, jug berkata: "Seorang hakim dan seorang wali wajib
)ti mengangkat seseorang yanB amanah dan tidak dikenal oleh masyarakat untuk
menjalankan bisnisnya. Jadi, orang inilah yang melakukan transaksi jual-beli
$ demi menjauhkan dirinya dari sikap nepotisme. Sebab, banyak para hakim yang
$ terjerumus dalam masalah ini."26
\I
17. Meniadi Suri Teladan Bagi yang Lain
Seorang hakim harus dapat memberikan teladan yang baik dari sisi akhlak,
perilaku, ketakwaan, maupun keadilan, serta senantiasa bertakwa kepada Allah
{ ffi. Sesungguhnya ia adalah orang yang paling wajib untuk melaksanakan itu
semua. Sebab, apabila hakim itu seorang yang shalih, niscaya orang-orang yang
berada di bawahnyaj,,4a akan menjadi shalih.
I 18. Meniauhkan Diri dari Sikap Nepotisme
{
-l Nabi ffi bersabda:
g, a; s1t;rs #l i<r$'os U $;i t:;tlJ,tlt tA ))
J, ,Ht ^l; t;,tti 4t g o; t;y, ,'if ; urAt
il
fl
y ;n
((.6.d JjA -s7 i'i int
-+"rl
fi "'Wah ai, sekalian manusia! Sesun gguh rly a y arLE membuat hancur ummat
lt sebelum kalian adalah apabila orang terhormat melakukan pencurian,
t mereka (para hakim) tidak menjatuhkan hukuman, tetapi apabila orang
rendahan yang melakukannya, mereka pun menjatuhkan hukuman atasnya.
Demi Allah, seandainya yang melakukan pencurian itu Fathimah binti
Muhammad, niscaya aku sendiri y ang akan memoton g tanganny a." 27
rl
lt Hadits di atas menunjukkan bahwa adanyapersamaan hukum, tidak ada
l seorang pun yang kebal hukum walaupun ia adalah putri beliau sendiri.
I Apabila seorang hakim membebaskan hukuman terhadap kerabatnya,
berarti ia telah melakukan kezhaliman sehingga ia tidak pantas menduduki
fl jabatan tersebut. Tindakan ini juga akan memprovokasi masyarakat untuk
Irt
rt 2s Al-'Umm NI/278).
26 AL'Umm (VIl208).
fi 27 HR. Al-Bukhari (6ZAS) dari'Aisyah €y,
fl
n
300 BAB XrX HURUF QAF
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN AgSUNNAH
menentangnya dan agar tidak rela melaksanakan hukum yang diputuskannya.
Semua itu disebabkan oleh sikap meremehkan agamadan hukum Allah \H.'8
Inilah yang dimudahkan oleh Allah tentang adab al-Qadhaa',yangjumlah-
nya ada delapan belas adab. lValbamdulillaahi Rabbil 'aalamiin.
28 Referensi tambahan: Al-'Umm karya Imam asy-Syaf i UI/276) dan halaman setelahnya,
Adabul Qudhaat karya Waki' , Adabul Qaadhi karya al-Mawardi, al-Qadhaa-u fisy Syariiatil
Islaamilryah karya Dr. Faruq'Abdul 'Alim (hlm. 307), dan kitab-kitab lainnya.
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 301
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN OAN AS.SUNNAH
PASAL III
ADAB QADHAA'AL.HAATAH
(BUANG HAJAT)
Buang air merupakan kebiasaarL yang tidak akan terlepas dari manusia.
Seorang yang berakal tidak akan membiarkan kebiasaan ini berlalu begitu saja
tanpa dapat meraih pahala dari Allah W . Bahkan dapar saya katakan: "Berusaha
mengubah kegiatan yang pasti dilakukan ini menjadi sarana ibadah." Tentunya
hal itu dapat diperoleh dengan cara melaksanakannya menurut adab-adab yang
telah diatur Allah dalam syari'at ^game Islam. Di antara adab-adab tersebut
adalah:
1. Meluruskan Niat Ketika Buang Haiat
Mungkin sebagian orang merasa heran dengan perny^taan ini. Akan
tetapi, sebenarnya meluruskan niat ketika buang hajat mungkin dan mudah
untuk dilakukan. Setiap kebiasaan yang dilakukan dengan meluruskan niat dan
mengikuti adab-adab syari'at akan berubah menjadi ibadah. Sebagaimanayar,r1
telah dimaklumi bahwa seseorang dalam keadaan menahan buang air besar dan
kecil pasti tidak akan dapat merasa tenang dan mengkonsentrasikan pikirannya,
bahkan tidak akan mampu melakukan kegiatan apa pun. Akan tetapi, setelah
mengosongkan perutnya, maka ia akan merasa lega dan mampu melaksanakan
ibadah dengan konsentrasi tanpa adanya gangguan.
Selain itu, apabila seseorang tetap menahan dan tidak mengeluarkan apa
yang ada di dalam perutnya, maka itu akan menimbulkan penyakit pada diri-
nya, padahal ia dituntut untuk tidak membahayakan dirinya sendiri. Dengan
demikian, seorang yang melakukan buang hajat harus berniat untuk melepaskan
dirinya dari berbagai penyakit yang mungkin akan membahayakan perutnya dan
untuk menenangkan pikirannya agar dapat berkonsentrasi dalam melakukan
ibadah kepada Allah W. Inilah yang disebut meluruskan niat ketika buang hajat.
302 BAB XrX HURUF QAF
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN A9SUNNAH
2. Mencari Tempat yang Jauh dari Pandangan Orang Banyak
Apabila seseorang melakukan buang hajat di padang yang luas, maka ia
harus mencari tempat yang jauh dari pandangan orang lain. Sebab, apabila Nabi
ffi pergi ke tempat pembuanganhapt, beliau pun pergi menjauh.2e
Dalam riwayat lain dari Nabi ffi, bahwasanya jika hendak melakukan
buang hajat, beliau mencari tempat yang jauh.30
Akan tetapi, hal ini tidak perlu jika buang hajat dilakukan di'WC tertutup
dalam rumah, di \flC masjid, atau di'WC umum.
3. Mencari Sesuatu yang Dapat Diiadikan Sebagai Penutup
Apabila seseorang membuang hajat di tempat terbuka, maka ia harus men-
cari benda yang dapat dijadikan sebagai penutup, seperti dinding, kebun kurma,
dan lainJain. Tempat yangpaling disenangi Nabi ffi untuk membuang hajat
adalah tempat yang ada dindingnya dan di kebun kurma.3r Hal ini dilakukan
agar tidak terlihat oleh siapa pun ketika ia membuang hajat.
4. Memilih Tempat yangLayak untuk Membuang Haiat
Seseorang hendaknya memilih tempat yang patut untuk membuang hajat-
nya, tenrtama ketika buang air kecil egar iaterhindar dari percikan-percikan air
seninya sendiri, terlebih lagi jika membuangnya di tempat yang keras. Apabila
seseorang buang air kecil di tanah yang keras, maka ia harus membuat lubang kecil
di tanah tersebut terlebih dahulu dengan sebatang kayu atau yang semisalnya.
Apabila seseorang buang air kecil di toilet, maka janganlah ia melakukannya
dalam posisi berdiri. Sebab, posisi itu tidak dapat menghindarkan dirinya dari
percikan air seni. Ini merupakan masalah penting sebagaimaneyarL1akan kami
jelaskan nanti pada adab ketujuh, insya Allab.
5. Meniauhi Tempat-Tempat Buang Haiat yang Dilarang
Di antara tempat-tempat terlarang untuk buang hajat sebagai berikut:
1) Tempat orang-orang bernaung dari sengatan sinar matahari dan di tengah
jalan umum.
Rasulullah ffi bersabda:
F.i#ld,-? C )) :Ju to(Gftt Y1 :)l((l,i"uiJr t;aD)
2e HR. Abu Dawud (1), an-Nasa-i (I/18), at-Tirmidzi (20) dan beliau menshahihkan hadits ini,
Ibnu Majah (331), al-Hakim (I/1a0) dan disetujui oleh adz-Dzahabi dari al-Mughirah 4r .
Lihat kitab Sbahiihul Jaami' (a72a).
30 HR. Ahmad Ul/443), an-Nasa-i (I/tS), dan Ibnu Majah (33a) dari 'Abdurrahman bin Abi
3' Qarad. Lihat kitab Shabiibul laami'(a651). .gE .
HR. Muslim (l+Z) dari 'Abdullah bin Ja'far
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 303
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN AgSUNNAH
KW e"ti,fgt
'Jauhilah dua hal yang menyebabkan seseorang mendapat laknat!" Beliau
pun ditanya: 'Apa dua hal yang menyebabkan seseorang terlaknat?' Beliau
menjawab: 'Yaitu, buang air besar di jalan umum atau di tempat orang
berteduh."'32
Hadits ini telah disebutkan pula dalam "Bab Adab Jalan." Sebagaimana
Rasulullah ffimelarang buang hajat di tempat-tempat orang berteduh, maka di-
larangjuga membuang hajat di tempat-tempat orang berjemur menghangatkan
badan pada musim dingin. Kedua tempat ini memiliki hukum yang sama karena
membuang hajat di sana akan menghalangi orang lain untuk memanfaatkan
tempat tersebut sehingga ia telah mengganggu kaum Muslimin tanpa alasan yang
syar'i. Oleh karena itu, perbuatan ini hukumnya haram.
Catatan:
Apabila ada tempat teduh yang tidak dipergunakan orang-orang sebagai
tempat berteduh dan merekajugatidak suka berteduh di situ, maka dibolehkan
buang hajat di tempat tersebut. Sebagaimana tertera pada hadits lalu bahwasanya
Rasulullah ffi suka membuang hajatnyadi kebun kurma, yang tentunya di bawah
pohon-pohon kurma itu ada keteduhan.
2) Tidak membuang hajat di saluran eir yrngbiasa dipergunakan untuk air
minum atau minum binatang ternak, seperti mata air, sumur, dan lainJain.
Perbuatan itu akan mengganggu mereka, bahkan mungkin mereka akan
melaknat orang yang melakukannya. Oleh karena itu, Rasulullah ffiber-
sabda:
,,/r/_/ -yt f ,.V: Lyt'tJt e )t'$t :lDAt e:/.;lt ttat ))
ttli)t
"Hindarilah tiga hal yang dapat mendatangkan laknat: buang hajat di
saluran air, di tengah jalan, dan di tempat berteduh."33
3) Tidak buang air kecil di dalam tempat mandi.
Nabi ffi bersabda:
((.y.# etki, :)-# Y ))
t'Ot r z/ o J
A.o.-Z-J-*'c
32 Telah berlalu takhij-nyepada halaman terdahulu.
33 HR. Abu Dawud (26), Ibnu Majah (328) dan lainJain dari Mu'adz .iU .Lihatkhab Sbahiib
Abi Dautud Ql) daa Sbahiih lbni Majah Q62).
304 BAB XtX HURUF QAF
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
"Janganlah seseorang dari kamu buang air kecil di dalam tempat mandinya
kemudian ia mandi di dalamnya."3a
Larangan ini berlaku apabila tempat mandi itu berupa kolam kecil atau
tempat yang berisikan air yang jumlahnya terbatas. Tidak diragukan lagi kalau
bak mandi termasuk dalam hukum ini.
4) Tidak buang air kecil di tempat genangan air lalu mandi di dalamnya.
Rasulullah ffi bersabda:
i ikislerv((.y. }rX Jrt\ D
drirr iu"it C
Janganlah salah seorang di manatnadr i^di^ildi^arlakmennycai.n"3gs di air tergenang yang
tidak mengalir kemudian
ia
5) Tidak boleh buang hajat di pintu atau dinding masjid. Sebab, melakukan
hal itu berarti telah menghinakan rumah Allah dan mengganggu orang
yang sedang shalat. Hal ini merupakan perkara yang sangat berbahaya.
6. Tidak Membawa Masuk ke dalam \[C Sesuatu yang di dalamnya
Terdapat Nama Allah
Tidak boleh membawa masuk al-Qur-an, buku-buku agam4 atau cincin
yang bertuliskan nama Allah Ta'ala, dan lainJain ke dalam \flC. Jadi, ketika
seseorang masuk ke dalam \WC, ia harus meninggalkan semua yang bertuliskan
nama Allah. Sikap ini sebagai bentuk pengagungan terhadap nama Allah W,
berdasarkan keumuman dalil diharamkannya dzikir di \flC.
Sebagian ulama berpendapat: "Apabila ia sedang dalam perjalanan atau di
tempat umum dan khawatir jika cincin, surat-surat berharga, tas atau buku kas
yang semuanya termaktub nama Allah dicuri orar.gr maka tidaklah mengapa ia
membawa semuanya masuk ke dalamtoilet. Sebab, dikhawatirkan barang-barang
itu dibawa lari orang yang tidak ia kenal apabila ditinggal di luar."
7. Membawa Air ke dalam VC
Dengan demikian, ia tidak memerlukan orang lain untuk membawakan
air untuk dirinya. Pada suatu hari, Nabi ffi masuk ke dalam \flC dan di situ
telah tersedia air. Beliau pun bertanya: "Siapa yang menyediakan air di sini?"
Setelah mengetahui bahwa yang menyediakan air itu adalah Ibnu'Abbas @,,
maka beliau berdo'a:
((.ilr eg'&)iD
34 HR. Abu Dawud (27), an-Nasa-i (/34), at-Tirmidzi Qt), dan Ibnu Majah (304) dari 'Abdullah
35 TbienlaMh ubgehralafflu^lta-h+hbri.j-LniyhaatpkaidtaabhaSlbaamhaiinh Abi Dauud Q2).
terdahulu.
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 305
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN A+SUNNAH
"Ya, Allah, anugerahkanlah kepadanya kefakihan dalam agama."36
Pada zaman kita sekarang, hal ini tidak perlu dilakukan sebab bak-bak air
telah tersedia di setiap \flC. Meskipun demikian, sebaiknya sebelum membuang
hajat,seseorang memeriksa terlebih dahulu apakah airnyasudah adaataubelum.
Jika ternyata airnya kosong, maka ia boleh mengambil tisu yang dipakai untuk
istijmaar (bersuci dengan menggunakan batu atau benda padat sejenisnya).
8. Meminta Perlindungan kepada Allah Ketika Memasuki lVC
Dengan meminta perlindungan kepada-Nya ketika memasuki'\tr7C, niscaya
Allah melindungi seseorang dari kejahatan syaitan yang berada di tempat-
tempat seperti itu. Perbuatan ini dilakukan untuk mengikuti sunnah Nabi ffi,
sebagaimana dipahami dari ucapan beliau ketika hendak masuk'WC:
K.y,64,*jt q+ii;i U@i - ar 11 ))
"Dengan nama Allah. Ya, Allah, sesungguhnya aku berlindung k.p"d"-
Mu dari syaitan laki-laki dan perempuan."
SesungguhnyajikaRasulullah ffi hendak masuk \trflC, beliau pun membaca:
"Bismillaab.aT
Dzikir tersebut berfungsi untuk menutupi aurat manusia dari penglihatan
ji".
Rasulullah ffi bersabda:
ii $t F;t;y1il i.:tirr,ftfi A.vF1y ,
r*i:J(( dlll or,J
"Penutup aurat anak Adam dari pandangan jin ketika ia masuk \(C adalah
dengan mengucapk an bismillad.b."38
Oleh karena itu, ketika Nabi ffi hendak masuk ke \trflC, beliau pun meng-
ucapkant
((.y,Yet1 #jt b +i"rli Alrexi ))
"Ya, Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syaitan laki-
laki dan perempuan."3e
36 HR. Al-Bukhari (143) dan Muslim Q-477) dari Ibnu 'Abbas q+b.
37 HR. Ibnu Abi Syaibah Q9902) dari Anas a1:;, .Lihatl<ttab Sbahiihul Jaami' (4714)
38 Telah disebutkan takbij-nya.
3e HR. Al-Bukhari (142,6322) dan Muslim (375) deri Anas bin Malik €E .
306 BAB XrX HURUF QAF
ENSIKLOPEDI AE'AB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN A,SSUNNAH
Demikian pula apabila seseorang hendak membuang halatnya di padang
pasir atau diiatamneamhblaacpaandgo,'amtaekrasekbeutitk,atetpealatnhysaamsepbaei ludmi teiampm^etmyb^unagnigahpaijlaiht.,
hendaklah
Janganlah ia meninggalkan bacaan ini selamanya.
9. Masuk VC dengan Mendahulukan Kaki Kiri
Karena sedang memasuki tempat najis (u7C), maka ia harus mendahulukan
kaki kiri. Setiap pekerjaan baik dan mulia yang dilakukan, hendaknya dimulai
dengan sebelah kanan, seperti masuk masjid, berpakaian, bersisir, dan lainJain.
Sebaliknya, apabila pekerjaan itu buruk, maka didahulukan yang sebelah kiri,
seperti bersiwak, masuk'WC, keluar masjid, menanggalkan pakaian, dan lain-
lain. Adab-adab ini telah disebutkan oleh para ulama.
10. Tidak Menaikkan Pakaian kecuali Setelah Dekat dari Lokasi Buang
Haiat
Janganlah seseorang menaikkan pakaian sebelum sampai di lokasi yang
dipilihnya apabila membuang hajat di padang yang luas agar auratnya benar-
benar tertutup dan terlindungi dari pandangan orang lain. Untuk kehatihatian,
hendaknya hal ini juga dilakukan ketika buang hajat di dalam'WC karena
mungkin saja orang lain melihat dari lubang pintu atau lubangy;ing ada pada
dinding. Ketika Nabi ffi hendak buang ha1at, beliau tidak mengangkat pakaian-
nya kecuali setelah tiba di lokasi.ao
Meskipun kita merasa aman dari penglihatan orang lain, hal itu tetap harus
dilaksanakan. Sebab, perbuatan yang demikian menunjukkan rasa malunya
terhadap Allah W.
11. Tidak Menghadap atau Membelakangi Kiblat
Sebagian ulama adayrng mengatakan bahwa hukum menghadap atau
membelakangi kiblat sudah mansukb (dihapus), makruh, atau haram. Meskipun
demikian, yang terbaik adalah jangan menghadap kiblat ketika membuang
hajat.
Rasulullah ffi bersabda:
i,# t,;';i 4; \ i,ryt,W- x ujat ;lki rit ))
t
i rt
(.1;.? ')1 | n"
"Apabila salah seorang dari kalian buang hajat, maka janganlah ia meng-
hadap kiblat dan jangan pula membelakangi dengan punggungnya,tetapi
40 HR. Abu Dawud (14), at-Tirmi dzi (14), dan ad-Darimi I/ t7l) dari Anas bin Malik "gr . Lihat
kitab Shabiihul Jaami' (4652).
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 307
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
menghadaplah ke timur atau ke barat."al
Beliau Mj"g bersabda:
(.;glt',Wikitfry))
"Janganlah kalian buang air kecil dengan menghadap kiblat!"a2
Sebagian ulama adayangberpendapat boleh buang hajat menghadap kiblat
jika dilakukan di dalam sebuah bangunan, bukan di tanah lapang dengan dalil-
dalil yang mereka kemukakan. Akan tetapi, sebagai tindakan lebih berhati-hati
sebaiknya hal ini ditinggalkan secara mutlak. Allaabu a'lam.
12. Tidak Buang Air Kecil dengan Posisi Berdiri
Tidak berdiri ketika buang air kecil merupakan perbuatan yang lebih
utama. Nabi ffi melakukannya jika beliau kencing di tempat yang empuk, di
tempat sampah, atau tempat yang ada sesuatu yang dapat melindunginya dari
percikan air seni. Oleh karena itu, sebagian ulama berpendapat bahwa boleh
kencing dengan posisi berdiri.
Nabi ffi pernah mendatangi tempat sampah suatu kaum, lalu beliau
kencing di situ dengan posisi berdiri.a3
Hanya saja, alasan tersebut tidak tepat jika dilakukan di \flC yang adapada
zamansekarang, sebab air seni akan memercik mengenai pakaian seseorang. Oleh
karena itu, posisi yang terbaik adalah jongkok.
13. Tidak Memegang Kemaluan dengan Tangan Kanan
Memegang kemaluan dengan tangan kanan merupakan perbuatan ter-
larang, berdasarkan sabda Nabi ffi:
\s ,#. G-x-\s ,#.ifi'o';UrG iki iu.syly
((.ruyt e,#-
"Apabila salah seorang di antara kalian kencing, maka janganlah ia pegang
kemaluannya dengrn tangan kanan dan janganlah ia cebok dengan tangan
kanan. Janganlah pula ia bernafas di dalam bejana."aa
Hal ini dilakukan demi menjaga tangan kanan agar tidak bersentuhan
dengan kotoran atau najis. Sebab, apabila ia melakukan dengan tangan kanannya,
4' HR. Al-Bukhari (1+4)dan Muslim (26a) dari Abu Ayyub Qr .
42 HR. Ibnu Mayah (3I7) dari 'Abdullah bin al-Harits bin Jaz-u g; . Lihat l<ttab Sbabiib lbni
Majah Qs6).
43 HR. Al-Bukhari (226), Muslim Q73) dari Hu&aifah gi: .
44 HR. Al-Bukhari (tS+) dan Muslim Q67) dari Abu Qatadah .4i;.
308 BAB XrX HURUF QAF
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM
MENURUT ALQUR.AN DAN ASSUNNAH
maka mungkin saja ia akan teringat bahwa tangan kanannya tadi digunakan
untuk membersihkan najis ketika makan. Akibatnya, timbullah rasa jijik meng-
gunakan tangan kanannya ketika itu.
Larangan ini juga meliputi larangan menyentuh kemaluan dan dubur.
Bahkan, menyentuh dubur dengan tangan kanan lebih terlarang sebab seseorang
lebih jijik terhadap tinja daripada air seni. Oleh karena itu, keduanya memiliki
hukum yang sama.
14. Tidak Istinia'(Bersuci) dengan Tangan Kanan
Larangan bersuci dengan tangan kanan tercantum dalam riwayat dari
Nabi ffi, beliau bersabda:
K Lg, #. ca*.,+x- fi iki *6*rr!l >>
"Apabila ,drh ,.oi*g di antara kalian bersuci, maka jangan melakukannya
dengan tangan kanan, tetapi hendaklah melakukannya dengan tangan kiri."as
Ketika orang-orang Yahudi berkata kepada Salman €E : "Nabi kalian telah
mengajarkan segala sesuatu kepada kalian sampai adab duduk di \fC."
Salman .gE menjawab: 'Benar! Beliau telah melarang kami buang hajat
dan kencing menghadap kiblat, melarang kami bersuci dengan tangan kanan,
bersuci dengan menggunakan kurang dari tiga batu, bersuci dengan menggunakan
kotoran hewan atau dengan tulang."a6
15. MengganiilkanJumlah Batu yang Digunakan untuk Cebok
Nabi ffi bersabda:
(u.tw,A )u;ii{Lwyi>
"Bersuci harus menggunakan tiga buah batu, yang tidak terdapat pedanya
kotoran hewan."a7
j"gBeliau iW-, bersabda:
('i* ';';*t q ))
"Barang siapa yang bersuci dengan batu hendaklah ia mengganjilkan
(umlah batunya)."a8
45 HR. Ibnu Majah Qt2) dariAbu Hurairah ,its . Lihat kitab Sbahiih lbni Majab Q5l).
45 HR. Muslim Q62) dari Salman .glt .
47 HR. Ahmad N/213-215), Abu Dawud (41),Ibnu Majah (315), ath-Thabrani dalam knab al
Kabiir (y /3723-3727,3729) dari Ibnu Khuzaimah. Lihat kitab Shahiih Abi Dautud (32).
48 HR. Al-Bukhari (161) dari Abu Hurairah W .
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM 309
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN A-gSUNNAH
Maksudnya, agar pembersihan najis dapat dilakukan dengan sempurna.
Benda lain yang menyamai posisi batu ialah kertas, kain katun, tisu, dan lain-
lain.
76. Tidak Menggunakan Benda-Benda yang Terlarang Ketika Bersuci
Dilarang menggunakan benda-benda seperti kotoran hewan, tulang, dan
yang lainnya sebagaimanalarangan yang teftera pada adab keempat belas dan
kelima belas. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ffi:
((qsr ,f 8,1;1 ,\';P ,1W,,\: ,?tlu r3*:i* Y ;1
'Janganlah kamu bersuci dengan menggunakan kotoran hewan dan tulang
karena benda tersebut adalah makanan saudara kalian dari kalangan jin."ae
Nabi ffi juga melarang bersuci dengan menggunakan tulang dan kotoran
hewan.'o
Demikian jrgaterlarang bersuci dengan menggunakan makanan sebab hal
itu berarti telah menghinakan nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada-
nya. Tidak juga dengan sesuatu yang di dalamnya termaktub nama Allah sebab
hal itu sangat berbahaya dan dapat diartikan telah menghinakan Allah \BH atau
mengolok-olok-Nya. Tentunya semua perbuatan itu dapat mengakibatkan
pelakunya kufur kepada Allah.
17. Benar-Benar Mengosongkan Perut
Mengosongkan perut ialah maksud dan tujuan seseorang buang hajat.
Jika tidak sempurna, berarti maksud dan tujuan utamanya belum tercapai. Ada
yang menyebutkan bahwa untuk memudahkan dalam membuang hajat, maka
posisikan duduk agak miring ke kiri sambil menekan pinggul sebelah kiri. Posisi
seperti ini dapat membantu untuk mengeluarkan semua ampas-ampas yang rer-
sisa di dalam perut. Demikian juga seseorang boleh menggerak-gerakkan atau
sedikit menekan zakarnya dengan jari untuk mengeluarkan sisa air seni yang
mungkin masih ada.
Sebagian ulama berpendapat bahwa perbuatan tersebut termasuk anjuran
dalam sabda Nabi ffi ketika beliau mendengar dua orang manusia yang sedang
disiksa di kuburnya.
Rasulullah ffi bersabda:
#y ir(* v;kici,; ,) oukG',,,s13.'jiAy>
4e HR. At-Tirmidzi (18) dari Ibnu Mas'ud gi;. Asalnya terdapat pada Muslim (450). Lihar kirab
Shabiih at-Tirminzi $).
50 HR. Muslim Q63) dariJabir Eir .
310 BAB XrX HURUF QAF
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AqSUNNAH
Li,t (;#,# et .'F.,y b u -#,d Ut>
((...
"sesungguhnya kedua orang ini sedang diadzab. Keduanya tidak diadzab
karena melakukan dosa besar, melainkan disebabkan salah seorang dari
mereka tidak melindungi diri dari air kencingnya." Dalam laf.azhlain
tercantum: "Tidak menjauhkan diri, tidak menjaga diri dari percikan air
kencing."sr
Mereka (para ulama) berkata: "Ini menunjukkan kesempurnaan dalam
membersihkan dan mensucikan diri. Oleh karena itu, hendaklah seseorang me-
ngosongkan semua kotoran yangadadalam perutnya dan berhati-hatiagar jangan
sampai tubuh dan pakaiannya terkena percikan air seninya."
18. Tidak Berdzikir dengan Lisan Ketika MembuangHaiat
Janganlah berdzikir dengan lisan ketika membuang hajat walaupun untuk
menjawab salam, sebagai pensucian nama Allah. Seorang laki-laki pernah meng-
ucapkan salam kepada Rasulullah ffi ketika beliau sedang buang air kecil, namun
beliau tidak menjawab salam tersebut dan bersabda:
l:ail'\uy,GG y! luir )y,h e A3;:tit>>
(.et; i3i il ,ei
"Apabila kamu melihatku dalam keadaan seperti ini, maka janganlah kamu
mengucapkan salam kepadaku. Sebab, jika kamu melakukannya, niscaya
aku tidak akan menjawab salammu."sz
Oleh karena itu, tidak boleh berdzikir dengan lisan selama berada dalam
keadaan demikian, tetapi tidak terlarang jika dilakukan di dalam hati.
79. Tidak Berbicara dengan Seorang pun
Janganlah berbicara ketika membuang hajat kecuali untuk perkara yang
sangat penting.'Walaupun hadits yang mencantumkan tentang laranganny a ada-
lah hadits dha'if, namun tetap saja hal ini melanggar 'urf (adafl. Oleh karena itu,
yang terbaik adalah menjauhi perbuatan tersebut, yakni tidak berbicara kecuali
kebutuhan yang sangat penting, seperti memberitahukan jalan kepada orang
yang tersesat, mengingatkan seseorang dari bahayayang akan menimPanya,
atau yang semisalnya.
5r HR. Al-Bukhari Q6t) dan Muslim Q92) dari Ibnu'Abbas qig.
52 HR. Ibnu Majah (352) dariJabir 4E . Lihat kitrb Sikilatul Abaadiits asb-Shabiibab (197)
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 311
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
20. Tidak Bernyanyi atau Bersiul Ketika Membuang Haiat
Seorang Muslim tidak pantas meniru perbuatan yang dilakukan oleh orang-
orang jahil yang bernyanyi-nyany1 bersiul-siul, dan mendengarkan alunan musik
ketika membuang h{atnya. Sebab, hal itu sama artinya mereka telah memberi
kesempatan kepada syaitan untuk menguasai diri mereka dan'WC merupakan
tempat tinggal syaitan.
21. Merasakan Nikmat dan Anugerah yang Telah Allah Berikan
Seorang manusia dapat merasakan betapa besarnya nikmat yang diberikan
AIIah kepadanya, di antaranya mereka masih bisa merasakan nikmat makanan
yang bermanfaat untuk kehidupannya serta menjauhkan dirinya dari berbagai
gangguan sehingga memudahkan dirinya untuk mengeluarkan ampas-ampas
makanan tersebut. Jika seandainya ampas makanan tersebut tidak dapat keluar
dari perutnya, niscayahal itu akan memberikan mudharat bagi kesehatan tubuh-
nya. Bahkan, boleh jadi hal itu akan merenggut kehidupannya. Dengan demi-
kian, ia dapat merasakan betapa besarnya nikmat Allah dan betapa kurangnya
rasa syukurnya terhadap nikmat-Nya. Jika ia telah merasakan nikmat tersebut,
niscaya hal itu akan menjadi pemicu bagi dirinya untuk lebih bersungguh-
sungguh dalam bersyukur kepada Allah W.
Berdasarkan hal itu pula dapat ia saksikan ke mana akhir dari kenikmatan
dunia, makanan dan minum ar: yangterus-menerus diperebutkan oleh manusia,
bahkan adayangdidapatkan dari jalur yang tidak halal, namun pada akhirnya
hanya dibuang ke tempat kotoran. Demikianlah nilai dari kenikmatan dunia
yang berakhir dengan sangat hina. Dengan merenungkan hal ini, sikapnya akan
berubah sehingga nanti ia tidak lagi hanya mementingkan dan sibuk dengan
kepentingan dunia.
22. Bersuci dengan Menggunakan Batu (atau Seienisnya) dan Air
Bersuci dengan air dan batu merupakan cara bersuci yang paling sempurna.
Bersuci dengan batu dapat menghilangkan zat dan benda najis, sedangkan air
berfungsi untuk menyempurnakannya, yaitu menghilangkan baunya.
Apabila tidak dapat menggabungkan antara air dan batu, maka boleh bersuci
dengan air saja. Sebab, bersuci dengan air lebih utama daripada dengan batu. Jika
tertyatatidak ada air, maka boleh bersuci dengan hanya menggunakan batu.
Diriwayatkan dari Anas 45 , bahwasanya apabila, Nabi ffi keluar untuk
membuang hajat, maka aku dan seorang anak laki-laki dari kami selalu meng-
ikuti sambil membawa seember air yang akan beliau gunakan untuk istinja'
(bersuci).53
53 HR. Al-Bukhari (152) danMuslim Qtt) dariAnas bin Malik eE
312 BAB XIX HURUF QAF
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
'Aisyah €9, berkata: "Perintahkan suami-suami kalian agar istinja'dengan
air sebab aku malu terhadap kondisi mereka. Sesungguhnya Rasulullah ffi me-
lakukan istinja' dengan air."s4
Nabi ffi bersabda tentang firman Allah W:
O#i #fii;trfrbir. oi 1r#lar. H y
(€>
* ... Di dalamnya ada orang-ordngydngsuha membersihkan diri. DanAllah
menyukai orang-ordng yang bersih." (QS. At-Taubah: 108)
Beliau ffi bersabda:
)y W n" t6r,i)ru.t;s ;W J^i e Ui ))
(<'tvr
"Ayat ini diturunkan sehubungan dengan penduduk Qubayang beristinja'
dengan air sehingga Allah mengabadikan dalam ayat ini."55
23. Tidak Berlama-Lama di dalam VC
Tidak layak seseorang berlamaJama di dalam'WC tanpa ada kepentingan
karena VC adalah rumah syaitan dan tempat kotoran. Seharusnya seseorang
segera keluar dari \WC setelah menyelesaikan hajatnya, kecuali dikarenakan
suatu kepentingan, seperti sulit buang air besar adanyapenyakit, atau yang se-
misalnya.
24. Membersihkan Tangan Setelah Beristinia'
Membersihkan tangan setelah beristinja' dilakukan untuk menghilangkan
najis dan bau kotoran yang masih menempel. Hal ini berdasarkan hadits Rasu-
lullah ff:"Apabila Nabi masuk \flC dan diberi air, maka beliau menggunakan
air tersebut untuk istinja', kemudian beliau menggosokkan tangan ke tanah."s6
Demikian juga ketika suatu hari membuang hajat, Nabi ffi bersabda ke-
pada Jarir:
flr54 HR. An-Nasa-i (I/43), at-Tirmi dzi (19) dan ia menshahihkannya dari 'Aisyah . Lihat kitab
Sbah iih at-Tirmidzi (tB).
55 HR. Abu Dawud (aa) dan Ibnu Majah (357) dari Abu Hurairah eg . Lihat kitab Shabiib Abi
Dautud Q4).
s6 HR. Abu Dawud (45), an-Nasa-i l/45), dan Ibnu Majah (358) dari Abu Hurairah .gir, . Lihat
kitab Sbabiib lbni Majah Q87).
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 313
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
K:j'p oti" tj-r V ))
"Ya, Jarir, beri aku air untuk bersuci!" Setelah itu, beliau pun beristinja'
dengan air kemudian menggosokkan tangannya ke tanah.57
Hal itu beliau lakukan untuk menghilangkan bau kotoran dan najis yang
mungkin masih menempel di tangan. Para ahli medis menyebutkan bahwa
tangan yang tidak dibersihkan dengan baik setelah membuang hajat dapat meng-
akibatkan penyakit yang berbahaya. Mahasuci Allah! Betapa besarnya kepedulian
Islam terhadap kebersihan dan kesehatan seorang Muslim.
Sebagai penggantinya, boleh juga menggunakan sabun dan zat pembersih
lainnya setelah buang hajat. Sesungguhnya benda-benda tersebut juga dapat
menghilangkan bau yang masih menempel di tangan.
25. Keluar dari \[C dengan Mendahulukan Kaki Kanan
Hendaknya seseorang mendahulukan kaki kirinya ketika masuk \7C dan
mendahulukan kaki kanan ketika keluar darinya. Sebab, sebelah kanan selalu
didahulukan dalam melakukan setiap perkara yang baik. Keluar dari VC berarti
beryindah dari tempatyangkotor ke tempat yang bersih. Oleh karena itu, kaki
kanan didahulukan ketika keluar dari \flC.
26. Mengucapkan Do'a Ketika Keluar dari lVC
Seseorang dianjurkan mengucapkan do'a yang biasa diucapkan Rasulullah
ffi ketika keluar dari VC. Ucapan beliau ketika keluar dari VC adalah:
(('et Lz rPcl ))
"Aku meminta ampun kepada-Mu."58
Ada yang mengatakan bahwa istighfar ini diucapkan karena terputusnya
dia beberapa saat dari dzikir kepada Allah W .
Ada juga yang mengatakan: "Karena kurangnya mensyukuri nikmat Allah
yang telah memudahkan keluarnya kotoran." Ada pula yang berpendapat lain
selain dari pendapat di atas.
Oleh karena itu, disunnahkan bagi setiap Muslim untuk beristighfar kepada
Allah lH ketika keluar dari ltrflC.
57 HR. An-Nasa-i (/+5) dan Ibnu Majah (359) dari larir .!8. Lihat kitab Shahiih lbni Majab
(288).
58 HR.Ahmad(VIl155),AbuDawud(30),an-Nasa-idalamal-Kubra(9907),at-Tirmi&i (7)d^
ia menghasankan hadits ini, Ibnu Majah (300),Ibnu Hibban (t++t) dalam al.Ibsaan,al-Hakim
Q./ 158), ad-Darimi [/ t74),Ibnul Jarud (42), al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (693), al-
Baihaqi (/97), dan Ibnu as-Sunni (23) dari 'Aisyah gb-, . Lihat khab Shahiihul Jaami' (4707).
314 BAB XrX HURUF QAF
ENSIKLOPEDI AE'AB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AqSUNNAII
Demikianlah akhir dari adab membuang hajat yang dimudahkan Allah
bagiku untuk mencantumkannya. Seluruh adab-adab ini berjumlah 26 adab.
Albamdulillaahi Rabbil'aalamiin.se
5e Referensi tambahan: Jaami'ul IJsbuul (VIy114) dan halaman setelahnya, Fat-hul Baai [/242)
dan halaman setelahnya, Shahiib Muslim bi Syarb an-Nautawi XII/ 194) dan halaman setelahnya,
[/t)Sunan Abi Dawud dan halaman setelahnya, al-Aadaab karya asy-Syalhub (hlm. 174) dan
halaman setelahnya, dan kitab lainJainnya.
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM 315
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
n
H
H
$
H
$ PASAL IV
$
$ ADAB QIYAAMULLAIL
$ (SHALAT TAHAJJUD)
$
$
x
$
$ Shalat Tahajjud merupakan ibadah yang paling agung dan paling mulia
$ serta kebiasaan orang-orang shalih. Shalat Tahajjud dapat menerangi kubur
\I dan mendekatkan seseorang kepada Allah W, serta sebagai kemuliaan bagi
seorang Mukmin. Shalat Tahajjud memiliki keutamaan yang tidak terhitung
It jumlahnya.
,A
rt' Di antara adab-adab yang berkaitan dengan shalat Tahajjud adalah:
ft l. Mengikhlaskan Niat hanya untuk Allah H
*
rl Seorang Muslim yang melaksanakan shalat Tahajjud hendaknya hanya
tl mengharapkan keridhaan Allah dan bertujuan untuk lebih mendekatkan diri
rl
ft kepada-Nya. Sebab, shalat Tahajjud termasuk ibadah yang sangat dicintai Allah
t W. Maka dari itu, seyogianya setiap Muslim bermunajat kepada Allah tW
untuk mendapatkanderajatyang tinggi di sisi-Nya, berdiri di hadapan-Nya, dan
n bermohon kepada-Nya melalui ibadah yang sangat Dia cintai ini, yaitu shalat
n Tahajjud.
2.,li Tidak Mengkhususkan Malam Jum'at dalam Melaksanakan Shalat
il
il Tahaiiud
Pengkhususan seperti ini tidak terdapat dalam syari'at Islam. Meskipun
fr demikian, ada sqa sebagian orang yang melakukan shalat Tahajjud hanya ptda
* malam Jum'at, sementara pada malam yang lain ia tidur nyenyak. Perbuatan
n seperti ini termasuk bid'ah. Nabi ffi telah melarang hal ini dalam sabda beliau:
,f b((.,J,qur dttrL:);\ Y
fi
P,#tt
t
LI
316 BAB XrX HURUF QAF
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN A9SUNNAH
"Janganlah kalian mengkhususkan malamJum'at dari malam-malam lain-
nya untuk shalat."60
Maksud larangan tersebut ialah agar kaum Muslimin tidak menyerupai
Ahlul Kitab yang mengkhususkan waktu tertentu untuk beribadah. Hal ini juga
merupakan bukti bagaimana Rasulullah ffi berusaha untuk menyelisihi mereka
yang memiliki syari'at bathil.
3. Bersiwak Ketika Bangun untuk Melaksanakan Shalat Tahaijud
Bersiwak berfungsi untuk menghilangkan bau mulut dan mengikuti sunnah
sena sebagai realisasi sabda Rasulullah ffi berikut ini:
eii6yg;;i 3f ,J:43 p' ;t J;;_iki pt; r11 ;;
S;t \1,;? p, b ifr \) ,* ,G iG ilr e) Ai)\p
(,tJ-Jt i
"Apabila salah seorang dari kalian bangkit untuk melaksanakan shalat
malam, maka bersiwaklah. Sesungguhnya jika salah seorang dari kalian
membaca al-Qur-an dalam shalatnya, maka Malaikat akan meletakkan
mulutnya di mulut orang tersebut. Tidak ada satu ucapan pun yang keluar
dari mulut orang tersebut kecuali langsung masuk ke mulut Malaikat
tadi."6l
Dalam hadits shahih juga tercantum bahwasanya apabila Nabi ffi bangkit
untuk melaksanakan shalat malam, beliau pun menggosok-gosok mulutnya
dengan siwak.62
Hadits-hadits di atas merupakan bukti betapa Rasulullah ffi sangat men-
jaga mulut agar senantiasa wangi. Beginilah yang seharusnya dilakukan oleh
seorang Muslim, yaitu tetap menjaga kebersihan di segala sisi, baik lahir maupun
batin.
4. Membangunkan Keluarga untuk Melaksanakan Shalat Malam
Apabila seseorang bangun untuk melaksanakan shalat malam, maka
dianjurkan juga membangunkan isterinya atau keluargaflya untuk ikut me-
laksanakan shalat. Jika perlu, ia boleh memercikkan sedikit air di wajahnya.
Jangan menyiramkan air ke wajahnya karena yang demikian itu menyakitinya.
Demikian pula sebaliknya, seorang isteri dianjurkan untuk melakukan hal yang
sama kepada suaminya.
60 HR. Muslim (11aa) dari Abu Hurairah €E .
6l Telah berlalu abbrij-nyapada halaman terdahulu.
62 HR. Al-Bukhari Q+5) dan Muslim (255) dari Hudzaif.ah qU
LV"L\i.L\f LVL!
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 317
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AI\ DAN As;SUNNAII
Rasulullah ffi bersabda
i$ ,u;f ii;t uri, a/c JilI ,f li >-riiit ei ))
LJ,;,
orza. / Nt ,t UGii;t't' e) .;ttrt$)e?Ui
ct>)-,aj
p<<.;rir e,U*b);! iy,;nvilii^.1t
"semoga Allah W merahmati seorang suami yang bangun pada malam
hari untuk mengerjakan shalat mdam lalu membangunkan isterinya untuk
shalat bersama. Apabila isteri enggan, hendaklah ia memercikkan air ke
wajah isterinya (supaya bangun). Semoga Allah W merahmati seorang
isteri yang bangun pada malam hari untuk mengerjakan shalat malam lalu
membangunkan suaminya untuk shalat bersama. Apabila suami enggan,
hendaklah ia memercikkan air ke wajah suaminya (supaya bangun)."63
Subbanallah!Ini rdalah salah satu sunnah yang telah ditinggalkan sehingga
sedikit sekali sekarang ini orang yang mengamalkannya. Semoga Allah meng-
ampuni segala kekurangan kita.
5. Shalat Dua Rakaat Bersama Isteri
Shalat bersama isteri merupakan amalanyangdisukai Allah W. Nabi ffi
juga telah menganjurkan untuk melakukan amalan ini.
Beliau ffi bersabda:
q W ,Fr,15'ii;t Ya.li ,yt A v6.:l q ))
.,rlSJ. lijOl / 'i1rl l):-,J.,-fuCjl :. x{/l/ l
(( ',
l'Ji{ 9. ,/
J
J-,
"Barang siapa bangun pada malam hari lalu ia membangunkan isterinya
dan melaksanakan shalat dua rakaat berjamaah, maka keduanya akan di-
catat sebagai bagian dari kelompok lakilaki dan perempuan yang banyak
berdzikir kepada Allah."n
Allah W ridha terhadap pasangan suami-isteri yurgmelaksanakan amalan
tersebut. Mungkin ibadah ini merupakan penyebab dijauhinya mereka dari tipu
daya syaitan serta dihindarkan dari berbagai hal yang dapat menimbulkan per-
tengkaran dan kedengkian. Amalan ini juga akan memperdalam rasa cinta dan
kasih sayang di antara mereka.
63 Telah berlalu takbrij-nya.
64 HR. Abu Dawud (1451), al-Hakim I/316), dan Ibnu Hibban (IVl119) dalam al-Ihsaan, dari
Abu Sa'id al-Khudri dan Abu Hurairah ,+gE. Lihat kitab Sbahiihul Jaami'(6030).
318 BAB XrX HURUF QAF
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR.AN DAN AgSUNNAH
D
$
$
6. Melaksanakan Dua Rakaat Nngan Sebagai Pembuka Shalat Malam
Fungsi shalat dua rakaat ringan adalah membangkitkan semangat dan
mempersiapkan diri untuk melaksanakan shalat yangpanjang. Hal ini berdasarkan
$ hadits Rasulullah ffi, bahwasanya apabtla Nabi ffi bangun untuk melaksanakan
$ shalat malam (Tahajjud), maka beliau memulainya dengan melaksanakan shalat
$ dua rakaat ringan.65
Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang Muslim menjaga sunnah ini
$ karena kandungan manfaatny a y angcukup banyak.
$ 7. Melaksanakan Shalat Dua Rakaat-Dua Rakaat
$
Jika seseorang ingin melaksanakan shalat malam, hendaklah ia mengerjakan-
$ nya dengan dua rakaat-dua rakaat dan diwitirkan (diganjilkan) pada akhirnya.
$ Rasulullah ffi bersabda:
$ a,ti & et €ki *tiy,& & Jt)tb,;))
$
$ (.,rV r3Y i;l'it-t1
$ "shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Apabila salah seora ng ai u^
$ kalian khawatir masuknya waktu Shubuh, maka shalatlah satu r^ankaat
ri: untuk mengganjilkan jumlah rakaat yang telah ia lakukan."66
tt Dalam hadits lain tercantum bahwa Nabi ffi pernah melakukan dengan
t cara yang lain, namun cara yang terbaik adalah melaksanakan sebagaimana
petunjuk Nabi ffi yang sesuai dengan ^payarLgtertera dalam hadits di atas.
8.t,,t
Lama Berdiri
t Lama berdiri dilakukan bagi yang mampu dan sanggup mengerjakannya.
t Nabi ffi bersabda:
il, K.?41 i'*r:l*lt J#i))
il "Sebaik-baik shalat adalah yang lama berdirinya."6T
t Imam an-Nawaw i'rtSH berkata : " Qunu ut artiny a berdiri. "
t Demikianlah Nabi ffi berdiri melaksanakan shalat malam hingga kedua
Y, kaki beliau bengkak. Lantas dikatakan kepada beliau: "Ya, Rasulullah, mengapa
engkau melaksanakannyasampai seperti ini? Bukankah Allah telah mengampuni
tt dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?" Rasulullah ffi menjawab:
65 HR. Muslim (767) dari 'Aisyah €9,.
til, 66 HR. Al-Bukhari (472,473,690) dan Muslim (7a9) dari 'Abdullah bin 'Umar r+g,
67 HR. Muslim (tSe) dariJabir .gE .
lt
I*,
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 319
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AI\ DAN AESUNNAH
(.:'t'k vL 3';i *" ))
"Tidakkah boleh aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?"
Jika Nabi M-;yatgtelah diampuni dosanyayangtelah lalu dan yang akan
datang-melakukan hal ini, maka bagaimana dengan kita yang sehari-hari ber-
gelimang dengan dosa dan maksiat? Bahkan, kita tidak tahu bagaimana akhir
dari kehidupan kita, apakah termasuk orang yang bahagia ataukah termasuk
kelompok orang yang celaka.
Menurut riwayat Sahabat, Tabi'in, dan Tabi'ut Tabi'in disebutkan bahwa
perbuatan yang paling agung adalah berdiri lama di hadapan Allah W pada
malam hari. Sungguh, riwayat ini mendorong kita untuk melakukanrrya
ketika shalat malam. Berdiri seperti ini menunjukkan kekhusyu'an hati kepada
Allah dan permohonan tempat yang dekat di sisi-Nya. Barang siapa yang lama
berdiri untuk Allah ffi, niscaya Allah akan meringankan berdirinya pada hari
berdirinya seluruh ummat manusia di hadapan Rabb semesta alam, yakni pada
hari Kiamat kelak. Demikian juga sebaliknya.Ya,Allah, ringankanlah kami dari
berdiri lama pada hari Kiamat kelak. Amin.
9. Bervariasi dalam Membaca Bacaan Antara Suara Jahar dan Suara
Pelan
Variasi dalam membaca berfungsi untuk menjauhkan perasaan bosan dan
menumbuhkan semangat baru dalam mengerjakan shalat malam. Sesungguhnya
jiwa manusia suka akan variasi bacaan. Misalnya, terkadang seseorang menjahar-
kan suara yang cukup terdengar oleh diri sendiri dan terkadang membacanya
dengan suara yang lirih.
Demikianlah amalan yang dilakukan Nabi ffi ketika melaksanakan shalat
malam. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa beliau ffiterkadang membaca
dengan suara keras dan terkadang dengan suara pelan.68
10. TidurJika Terasa Sangat Mengantuk
Apabila orang yang sedang mengerjakan shalat malam merasa sangat
mengantuk, maka sebaiknya ia beristirahat dan tidur. Sebab, bisa jadi ia tidak
lagi memahami apa yang dibaca jika ia memaksakannya. Bahkan, konsentrasi-
nya akan sirna sehingga ia tidak lagi mengetahui apa yangtelah diucapkannya.
Padahal, tidaklah Allah akan membebani seseorang, melainkan sesuai dengan
kesanggupannya.
6E HR. Abu Dawud (1328), al-Hakim (/3L0) dan ia menshahihkannya sefta disetujui oleh
adz-Dzahabi, Ibnu Hibban, Ibnu Nashr, dan lainJain dari Abu Hurairah gr. Lihar kitab
Sbabiibul Jaatni' (47 64.
320 BAB XtX HURUF QAF
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR.AN DAN ASSUNNAH
Rasulullah ffi bersabda:
, tc ,,+>' sor':o-,t917 o tr I . .
d1"j)
uljl iu t:1 yy
o
I
*v,4 ,b ,y €-i11 ,Ji
((
"Apabila salah seorang di antara kalian bangun melaksanakan shalat malam
hingga tidak menentu bacaan al-Qur-annya dantidak paham lagi ^payang
diucapkan, maka hendaklah ia tidur."6e
Jadi, sudah sepantasnya melaksanakan sunnah Nabi My^ngmulia ini agar
jangan sampai seseorang membebani diri dengan sesuatu yang tidak sanggup ia
laksanakan.
ll. Menutup Shalat Malam dengan rVitir
Hal ini berdasarkan sabda Nabi ffi:
K.t?) Pr,{r,\:, -tl rJ*-|!>>
'Jadikan akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat'Witir."7o
Oleh karena itu, hendaklah seseorang mengerjakan shalat'ttrflitir pada akhir
shalat malam.
12. Suka dan Gemar Melaksanakan Shalat Vitir
Nabi ffi tidak pernah meninggalkan shalat'0(itir, baik dalam perjalanan
maupun tidak. Bahkan, beliau ffi melaksanakan shalat Vitir di atas untanya.Tr
Oleh sebab itu, seyogianya seorang Muslim tidak meninggalkan shalat tersebut
dan benar-benar menjaganya.
13. Tidak Melakukan Shalat \flitir Irbih dari Sekali dalam Satu Malam
Rasulullah ffi bersabda:
('Y G 9ti:Y ))
"Tidak ada dua Vitir dalam satu malam."72
Dengan demikian, shalat \(itir dilakukan pada akhir shalat malam dan
dikerjakan sekali saja.
6e HR. Muslim (787) dari Abu Hurairah "gr .
70 HR. Al-Bukhari (998) dan Muslim (7St).
7r HR. Al-Bukhari (999) dan Muslim (700) dari Ibnu'Umar 4s.
?2 HR. Ahmad W/23), Abu Dawud (t439), an-Nasa-i FI/230), at-Tirmi&i (a70) dan ia meng-
hasankannya, dan lain-lain dari Thalq bin 'Ali. Lihat kitab Shabiihul Jaami'(756).
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 321
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AN DAN AC.SUNNAH
.,'}
il
$
$ Sekelompok ulama berpendapat: "Apabila seseorang sudah melaksanakan
shalat \flitir lalu tidur, kemudian ia bangun dari tidurnya, ia boleh melaksanakan
$ shalat satu rakaat untuk menggenapkan jumlah raktat yang telah ia lakukan.
$ Setelah itu, ia boleh melanjutkan shalat malam sesanggupnya, baru kemudian
$ ia akhiri shalatnya dengan shalat'Witir."
$ Pendapat yang lain mengatakan: "Bahwasanya tidak mengapa seseorang
melaksanakan shalat malam walaupun setelah shalat \7itir." Kelompok ini me-
$ nyebutkan bahwa perintah menjadikan shalat Vitir sebagai shalat yang terakhir
$ menunjukkan hukum istihbab (anjuran). Allaahu a'lam.
$ 14. Boleh Melaksanakan Shalat \fitir pada Awal, Tengah, atau Akhir
\I
Malam
rl
$ Seorang Muslim tidak harus melaksanakan shalat Vitirpada akhir malam
hari kecuali jika ia yakin akan bangun dengan izin Allah \H atau mampu tetap
u terjaga walaupun tidak sampai akhir malam. Shalat \flitir pada akhir malam
u bukanlah suatu hal yang wajib, tetapi seseorang boleh melakukan shalat itu kapan
Y pun ia mau, asalkan dilakukan pada malam hari (setelah shalat 'Isya',*).
\:
{ Terkadang Nabi ffi melaksanakan shalat Vitir pada awal, pertengahan,
,l atau akhir malam.73
rl
ft 15. Mengqadha' Shalat Vitir iika Terluput
n Apabila seseorang terbiasa mengerjakan shalat malam, namun suatu waktu
t shalat Vitirnya terluput karena tertidur, sakit, atau sebab lainnya, maka ia boleh
men gqadha' ny a pada waktu dhuha, hanya saja ia mengerj akannya dengan jumlah
n rakaat genap. Maksudnya, melihat dahulu berapa jumlah rakaat yang biasa ia
kerjakan pada malam hari, lantas ia menambahkan satu rakaat agar jumlahnya
menjadi genap. Dalilnya adalah apabila Nabi ffi tertidur pada malam hari atau
ft karena sakit, maka pada siang harinya beliau mengqadha' shalat sebanyak dua
il belas rakaat.Ta
t Mengapa demikan? Karena biasanya pada malam harinya beliau ffi *.-
t laksanakan shalat sebanyak sebelas rakaat, maka pada siangnya beliau genapkan
sehingga jumlahnya menjadi dua belas rakaat
n 16. Tidak Berhenti Melaksanakan Shalat Malam Setelah Ia Terbiasa Me-
{ laksanakannya
v Shalat malam merupakan shalat yang sangar agung sehingga tidak pantas
tW ditinggalkan oleh orang yang terbiasa melaksanakannya. Sebab, sikap seperti
itu termasuk perkara yangtercela dain dimurkai Allah ffi . Hal ini merupakan
t g73 HR. Ahmad W/ll9) dari Abu Mas'ud . Lihat kitab Sbabiihul Jaami'(5024).
n 74 HR. Muslim (7a6) dari 'Aisyah S,.
n
n
0
322 BAB XrX HURUF QAF
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AESUNNAII
perkara yang pernah diingatkan Nabi ffi,bahwasanya beliau bersabda kepada
'Abdullah bin'Amr gE :
h*(( J:ur (V!'p ;urrtiA re 9y v ,"1r *q; q;;
"Ya, 'Abdullah, kamu jangan seperti Fulan yang dahulu biasa melaksana-
kan shalat malam lantas ia meninggalkannya."Ts
Oleh karena itu, hendaklah seorang Muslim berusaha untuk senantiasa
melaksanakan segala kebaikan dan tidak menganggap remeh satu pun dari amalan
tersebut.
Demikianlah adab terakhir dari adab-adab shalat malam yang telah di
mudahkan Allah bagiku, yang jumlahnya ada dua belas adab. tilalhamdulillaahi
Rabbil 'aalamiin.76
75 HR. Al-Bukhari (1152) dan Muslim (1159) dari Ibnu'Amr ,'ttr.
76 Referensi tambahan: Targhiib uat Tarhiib 0,/ 422) dan halaman setelahrryu Jaami'ul Usbuul
NI/54) dan halaman setelahny4 Dalil al-Faanibiin SI/338), Syarb Sbabiib Muslirnkarya an-
Nawawi NI/t6) dan halaman setelahnya, Fat-hul Baai [Il/5) dan lain-lain.
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 323
..-..*.iitririt. irii
'iil'
i,;, iritl
t'ri:' rl,l
Ji'
1, lrr
lii ,,i,
I
'a o
t'it-i""J
o f, ra t' ,,,,,f
a ,o ,,
o't-,
1o
D I
DD
o
t
o
()
.O
a
o
o
o
''a o o
oo t lrr :,
o . t,il
.l ..ti
r' i, ';,, 1|
' il' ,.'l
.,. .1 l:,lr :,
:
I
i
r! iri
a.t:l 'l'lir
I'i,
it;l rl'
,ll,,,,,,
ENSIKLOPEDI ADAEI ISLAM
MENURUT AI..QUR.AN DAN AgSUNNAH
PASAL I
ADAB AL-KITAAB
(TERHADAP BUKU)
Membaca merupakan salah satu sarana menuntut ilmu yang terbaik dan
terluas. Oleh karen a ia4 ayat yang pert^ma sekali turun kepada Rasulullah ffi
adalah iqra'@acalah). Para ulama dan cerdik pandai sangat mengetahui nilai dari
sebuah buku. Mereka sangat perhatian terhadap buku, menjaga dan merawatnya
dengan cermat. Demikianlah seharusnyl- y^ngdilakukan oleh seorang yang
berakal, yaitu paham terhadap nilai sebuah buku dan adab-adab yang berkaitan
dengan penulisan buku. Dengan Llp^yayang telah dianugerahkan Allah, di sini
akan saya sebutkan beberapa di antaranya:
7. Niat yang Ikhlas
Seorang Muslim wajib mengikhlaskan niatnya ketika ia membeli sebuah
buku, yakni ingin mendulang faedah dari buku tersebut untuknya dan orang
lain serta peduli terhadap ilmu syar'i yang tercantum di dalam kitab tersebut. Di
samping itu, juga untuk memudahkan dirinya dalam membahas permasalahan
aganndan ilmu yang bermanf.aat lainnya agar dapat bermanfaat untuknya dan
unruk orang lain. Dengan demikian, orang ini akan mendapatkan pahala atas uang
yang telah ia belanjakan untuk membeli buku atau kitab, atas waktu yangtelah
ia habiskan untuk membahas permasalahan tersebut dan, atas kesungguhannya
dalam merltaga, mera'wat, serta meryusunnya, dan lainJain.
2. Memiliki Buku Bukan untuk Kebanggaan dan Pamer
Ketika seseorang memiliki buku, hendaknya ia bermaksud membaca dan
mengambil manfaat darinya. Sebab, ada pula sebagian orang yang mempunyai
keinginan dan perhatian besar terhadap buku, suka membeli dan mengkoleksi
buku, serta mengikuti perkembangan buku-buku terbaru. Bahkan, boleh jadi
ENSIKLOPEDI ADAB ISI-AM 327
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN ASSUNNAH
dalam satu judul buku ia memiliki beberapa naskah harryadikarenakan edisi yang
berbeda. Ia berusaha semaksimal mungkin untuk memperbesar perpustakaan-
nya sehingga timbul keinginan agar orarLg-orang mengetahui kalau ia memiliki
perpustakaan besar dan memiliki sekian banyak buku-buku agamaserta berbagai
buku dalam disiplin ilmu lainnya.Ia juga berupaya agar tidak satu pun buku
yang terluput. Sikap seperti ini merupakan sikap yang sangat keliru. Sebab
keinginan kita untuk memiliki buku semata-mata untuk mendulang faedah dari
buku tersebut atau untuk menyebarkan ilmunya di tengah-tengah masyarakat,
seraya mengharapkan pahala dari Allah W . Demikianlah niat yang benar dalam
memiliki buku-buku.
Adapun memiliki buku dengan tujuan pamer dan riya maka pelakunya
akan mendapat dosa, bahkan mungkin akan menghapuskan amalannyayang ber-
kaitan dengan buku tersebut. Sebab , niatnya bukan untuk mengharapkan ridha
Allah semata, tetapi ingin mendapat pujian dan kenikmatan hidup dunia.
3. Mulai dengan Membeli Buku-Buku yang Terpenting
Janganlah seseorang membeli buku-buku yang tidak berfaedah, tetapi beli-
lah yang bermanfaat untuk dirinya, baik untuk sebuah penelitian, sebagai bahan
bacaan, maupun yang lainnya. Adapun buku-buku yang tidak dibutuhkan maka
tidak perlu dibeli atau dimiliki sebab tidak dapat memberikan faedah baginya.
Terkecuali jika ia membeli buku tersebut untuk diberikan kepada orang lain atau
untuk orang y ang dap at memanfaatkannya dan membutuhkannya.
4. Tidak Boleh Memiliki Buku-Buku yang Diharamkan
Siapa saja yang memiliki buku aatyarLgingin membeli buku hendaknya
jangan menyimpan atau membeli buku-buku yang diharamkan atau yang me-
mudharatkan dirinya, seperti buku porno, buku yang membahayakan'aqidah
dan moral; dan buku-buku yang tidak berguna lainnya. Sebab, Allah lH akan
men ghisab dirinya tentan g kepemilikan dan p erhatiann y a rcrhadap buku-buku
tersebut, serta harta yang telah ia habiskan untuk membeli buku-buku itu.
Mereka yang sedang melakukan penelitian, penulisan, dan pembahasan
boleh memiliki buku-buku yang ditulis oleh kelompok-kelompok yang me-
nyimpang dan keluar dari 'aqidah Ahlus Sunnah, dengan tujuan memberikan
bantahan terhadap kelompok-kelompok yang sesat tersebut.
5. Memiliki dan Merawat Buku
Seseorang yang memiliki buku harus memberikan perhatiannya, menjaga
dan merawat buku-buku tersebut agar terawat dan tetap awet selama mungkin.
Sebab, buku adalah permisalan sebuah ilmu dan ilmu merupakan sesuatu yang
paling berharga yang dimiliki oleh seseorang. Buku juga merupakan harta yang
wajib dijagadan tidak boleh ditelantarkan.
328 BAB XX HURUF KAF
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT AL.QUR"AN DAN AgSUNNAH
Ada beberapa cara merawat buku:
1) Meletakkan buku di tempat yang jauh dari jangkauan tangan anak-anak.
Caranya, dengan meletakkan buku di rak atau lemari tertutup sehingga
aman dari jangkauan anak-anak. TujuanrLyaagar buku-buku tersebut tidak koyak
atau rusak akibat jamahan tangan anak-anak dan tidak terjatuh dari raknya, serta
untuk menjaga buku agar tidak berdebu dan menjaganyadarihal lain yang dapat
merusaknya.
2) Meletakkan buku di tempat yang memiliki ventilasi yang cukup.
Caranya, dengan meletakkan buku di rak atau lemariyang berventilasi
cukup. Dapat juga pemilik perpustakaan membuka jendela yang mengelilingi
buku secara rutin, meletakkan kipas angin, dan caralainnya. Hal ini dilakukan
karena buku yang lama tersimpan akan cepat rusak dan lapuk.
3) Menggunakan obat-obatan untuk mencegah serangga pemakan kerras,
seperti semut, rayap, dan seranggalainnya.
Oleh karena itu, hendaknya pemilik buku secara rutin menyemprotkan
obat anti serangga pemakan kertas sebagai langkah perawatan terhadap buku.
6. Menyusun dan Membuat Daftar Pustaka
Bagi yang memiliki kitab atau buku yang cukup banyak, terlebih lagi bagi
mereka yang memiliki buku yang sangat banyak, dianjurkan agar menyusunnya
menurut isi buku. Tujuannya supaya seseoring mudah mendapatkan buku ter-
sebut ketika dibutuhkan dan untuk mencari serta mengeluarkan permasalahan
yang terkandung di dalam buku tersebut. Demikian juga akan memudahkan
seseorang dalam mencari buku tertentu ketika ia membutuhkannya.
Contohnya:
Meletakkan buku-buku'aqidah dalam satu rak khusus, buku-buku tafsir
dalam satu rak khusus, demikian juga buku ilmu-ilmu al-Qur-an, ilmu-ilmu
hadits, fiqih dan ushul fiqih, adab dan budi pekerti, manajemen qalbu, sejarah
dan biografi, jarb ua ta'dil, bahasa dan sastra, kedokteran, dan lain-lain. Jadi,
buku-buku yang berisikan satu disiplin ilmu diletakkan dalam satu rak dan
menyusun buku-buku tersebut sesuai dengan nomor jilid. Demikian juga buku-
buku yang kecil diletakkan dalam satu rak khusus dengan meletakkan buku yang
ditulis oleh para penulis terdahulu pada urutan pertama, kemudian buku para
penulis mutaahhiria (setelahnya), lalu buku-buku yang ditulis oleh para penulis
kontemporer. Jika memungkinkan, buatlah dafuar buku sesuai dengan urutan
yang telah kita singgung, diberi bab dan nomor, serta setiap rak diberi nama
sesuai dengan bidang ilmu yang dikandung buku-buku tersebut.
Apabila seseorang menginginkan sebuah kitab, ia boleh mengambil dari
tempatnya, lalu jika sudah selesai, ia harus mengembalikannya ke tempat semula.
ENSIKLOPEDIADAB ISLAM 329
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR-AI\ DAN AS;SUNNAI-{
Demikianlah seterusnya ag r susunan dan urutan tersebut tetap terjaga. Dalam
menyusun dan membuat daftar ini membutuhkan banyak biaya, tenaga, dan
waktu.
Saya mempunyai pengalaman mengenai seseorang yang memiliki buku
cukup banyak, hanya sajaia tidak teratur. Jika membutuhkan sebuah buku, ia
pun mengambilnya dari tempatnya,lantas ia meletakkannya di tempat terdekat.
Pada suatu waktu ketika membutuhkan buku itu lagi, maka ia tidak melihat buku
itu di tempatnya dan lupa di mana buku tersebut ia letakkan. Maka dari itu, ia
pergi membeli buku itu kembali. Terkadang kasus ini terjadi sampai beberapa
kali sehingga ia memiliki sampai lima buah buku dalam satu judul. Akibatnya,
ia harus mengeluarkan banyak biaya,tenaga, dan waktu. Semua itu merupakan
akibat dari buku-bukunya yang tidak tersusun dengan rapi.
7. Meminiamkan Buku kepada yang Membutuhkan
Meminjamkan buku merupakan adab yang seharusnya dimiliki seorang
Muslim. Sebab, seorang Muslim tidak pantas menghalangi faedah yang ber-
manfaat bagi saudaranya. Tidak meminjamkan buku kepada orang yang mem-
butuhkannya termasuk sikap menyembunyikan ilmu yang diharamkan Allah
W. Adapun meminjamkannya berarti ikut andil dalam menyebarkan ilmu
sehingga ia juga termasuk orang yang telah memberikan manfaat kepada sau&ra-
nya sesama Muslim yang telah diperintahkan oleh syari'at.
Nabi ffi bersabda:
(.Weog//t x;t'ttii ;<i Lrb,,T))
"Barang siapa yang mampu memberikan sebuah manfaat kepada saudara-
nya maka lakukanlah."'
Beliau M,j"g bersabda:
K.*b ii &tu;; *,t; a))
"Barang siapa yang menunjukkan sebuah kebaikan maka ia mendapat-
kan pahala seperti orang yang melaksanakannya."'
Sebagian orang enggan meminjamkan bukunya karena khawatir hilang atau
rusak. Hal ini dapat diatasi dengan membuat catatan khusus untuk menuliskan
judul buku yang dipinjam, nama orang yang meminjam, tanggal peminjaman,
dan jumlah jilidnya. Semua data-data ini akan dihapus ketika buku tersebut
telah dikembalikan. Boleh juga memberitahu kepada orang yang meminjamagar
I Hadits ini telah berlalu tahbrij-nya.
2 Telah berlalu tahhrij-nya.
330 BAB XX HURUF KAF
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
merawat buku yang dipinjamnya supaya tidak rusak. Jika rusak, maka ia harus
menggantinya karena buku itu rusak ketika berada di tangannya. Demikian juga
mengingatkan peminjam agar jangatmeminjamkan buku tersebut kepada orang
lain kecuali setelah mendapat izin darinya.
8. Merawat Buku yang Dipiniam
Apabila seorang Muslim terpaksa harus meminjam sebuah buku kepada
seseorang untuk mendapatkan faedahnya, maka ia harus menjaga dan merawat
buku tersebut serta mengembalikannya dalam kondisi seperti ketika meminjam-
nya. Yang demikian itu dilakukan guna menunaikan sebuah amanah.
Allah H berfirman:
@ lyg'ii( t41i il7i'!,$ oi frfi Lt s Y
"Sesungubnya Allab mmyuruh knmu rnenydnTpdihan amanah kepadayang
berbak menaimanya..." (QS. An-Nisaa': 58)
Oleh karena itu, janganlah orang yang meminjam membuat susah pemilik
buku dengan mengembalikan buku dalam keadaan robek atau kotor, atau me-
ngejutkannya dengan mengatakan bahwa bukunya hilang. Jadi, peminjam wajib
menjaga buku yang dipinjam hingga ia mengembalikan kepada pemiliknya.
Bagus juga apabila seseorang mencatat buku-buku yang dipinjam sebagai
data-data untuk dirinya sendiri, seperti nama buku, jumlah jilid, warna kitab,
tanggd peminjaman, pemilik kitab, dan lainJain. Lebih baik lagi jika ia membuat-
kan satu rak khusus untuk buku-buku yang dipinjam hingga ia memulangkan
kepada pemiliknya. Tidaklah layak seseorang menunda pemulangan buku dari
janjiyangtelah disepakati oleh kedua belah pihak.
Tidak diragukan lagi bahwa barang siapa meminjam sebuah buku maka ia
wajib mengembalikannya dalam keadaan baik, pada tanggal yang telah disepakati.
Sebab, jika hal tersebut ia lakukan, niscaya pemilik buku tidak akan ragu-ragu
untuk meminjamkan buku kepadanya pada kesempatan yang lain.
9. Mewakafkan Buku Setelah Pemiliknya Meninggal Dunia
Apabila seseorang tidak memiliki ahli waris atau ahli warisnya tidak begitu
peduli dan perhatian dengan buku, maka sebaiknya ia berwasiat untuk mewakaf-
kan buku-buku yang ia miliki agar dtpat bermanfaat bagi para penuntut ilmu,
para peneliti, dan mereka yang memiliki perhatian kepada ilmu. Maksudnya,
supaya buku-buku tersebut menjadi sedekah iariahnya setelah meninggal.
Dari Abu Hurairah gF , bahwasanya Nabi ffi bersabda:
i'$ b\t:a:* b\ttk u i$t,Ljvr ot1 t;1 yy
ENSIKLOPEDI ADAB ISI.AM 331
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM
MENURUT ALQUR.AN DAN AgSUNNAH
iyl:((.tr ru dG ii ,y, C ii ,,*-)V
"Apabila manusia sudah *.rrinjg"l, maka terputuslah
tiga hal: sedekah jariah,ilmu yang bermanfaat, dan anak^rsrhlial^linhnya^nkgecmueanl-i
do'akan dirinya."'
Dengan demikian, ia akan mendapatkan pahala yang sangat besar dan ikut
mendapatkan pahala atas kerja setiap peneliti yang memanfaatkan buku-buku
yang ditinggalkannya. Sebab, barang siapa yang menunjukkan suatu kebaikan
atau membantu untuk terwujudnya sebuah kebaikan maka ia akan memperoleh
pahala seperti orang yang mengamalkannya. Tidak diragukan lagi bahwa me-
nyediakan berbagai jenis buku yang berguna sebagai referensi bagi yang mem-
butuhkannya berani telah menunjukkan kepada kebaikan dan membantu untuk
mendapat kebaikan.
Ada orang-orang yang sengaja mewakafkan buku-bukunya kepada para
penuntut ilmu hingga akhirnya buku-buku tersebut menjadi pembuka berbagai
pintu kebaikan bagi ummat manusia. Amal tersebut pun telah membukakan
pintu pahala yang sangat luas bagi pemiliknya. Contohnya seperti Perpustakaan
Syaikh Hamid di Kairo, Perpustakaan'Arif Hikmat, dan lainJain. Oleh sebab
itu, janganlah orang yang sanggup melakukannya melewatkan ibadah yang
mulia ini.
Bagaimanapun, ketika seseorang berpikir untuk memanfaatkan per-
pustakaannya setelah meninggal kelak, maka sesungguhnya tidak ada cara lain
yang lebih bermanfaat selain mewakafkannya. Terkecuali apabila ada penuntut
ilmu di kalangan ahli warisnyayangsangat peduli dengan ilmu dan sangat butuh
dengan buku-buku tersebut, tentunya hal ini lebih utama.
Demikian adab-adab yang berkaitan dengan buku yang telah dimudahkan
Allah kepada diriku, jumlah seluruhnya ada sembilan adab. lValbamdulillaahi
Rabbil 'aalamiin.o
3 Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (1631) dari Abu Hurairah .its . dan setelahnya dan
a Referensi tambahan: Tadzhirab as-Saami' ual Mutakallim (hlm.163)
lain-lain.
332 BAB XX HURUF KAF