The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Mulakhkhas Fiqihi Jilid 2 by Syaikh Shalih bin Fauzan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by waroengdakwah, 2022-08-14 23:27:55

Mulakhkhas Fiqihi Jilid 2

Mulakhkhas Fiqihi Jilid 2 by Syaikh Shalih bin Fauzan

yang umum ini tidak boleh dibatasi maknanya kecuali oleh syari'at.
Dalilnya adalah firman Allah:

(@ "d2x{qji#\'F{'uJf }

"Orang-orang kafi.r itu sebagiannya menjadi penolong bagi se-
bagian lainnya,." (QS. Al-Anfaal: 73)

Kedua: Kekufuran ada tiga millah.

Yahudi adalah satu millah, Nasrani juga satu millah, sedangkan
kekufuran-kekufuan sisanya dianggap satu millah. Yang terakhir di-
anggap satu millah karena semuanya sama-sarna tidak punya kitab
yang turun dari langit. Jadi, seorang Yahudi tidak bisa mewarisi har-
ta Nasrani, dan salah satu dari mereka berdua ddak bisa mewarisi
harta seorang penyembah berhala.

Ketiga: Kekufuran itu ada banyak millah.

Sehingga pengikut masing-masing millah tidak bisa mewarisi
harta pengikut millah lainnya. Dalilnya adalah sabda Nabi #,,:

#,Ft ;+f a;6{.i

"Penganut duamilkh yang berbeda tidak bisa saling mewarisi."s

Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa-i, dan Ibnu
Majah.

Agaknya pendapat yang ketiga inilah yang lebih kuat karena
hadits di atas. Hadits ini merupakan nash dalam masalah yang diper-
selisihkan, apalagi mengingat bahwa para penganut millah yang ber-
beda tidak saling menolong saru sama lain. Maka mereka juga sepan-
tasnya tidak saling mewarisi, sebagaimana kaum muslimin dengan

s Hadits hasan shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no.29L1) UII:221)

kitab al-Fara-idh,bab 10, dan Ibnu Majah (no.2731) IIII:322)kitab al-Fara-idh,
bab 5, dari 'Amru bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya. Hadits ini juga
diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2108)llY.424)kitab al-Fara-idh,babke-t6,
dari Jabir .gE . Syaikh al-Albani menghukumi hadits ini sebagai hadits hasan
sahahih dalam lrua al-Ghalil [VI:120-121].

518 Kitab Harta lVarisan

I
I

l

orang-orang kafir. Di samping itu, antara sebab yang mewajibkan
mendapat warisan dan penghalangnya saling berbenturan, yaitu

adanya perbedaan agama. Berhubung perbedaan agama konsekuen-
sinya adalah berbeda dalam segala sisi, maka penghalang inilah yang
lebih kuat statusnya, hingga mengalahkan sebab itu. Kesimpulannya,
sebab tersebut tidak berfungsi karena adanyapenghalang.

Adapun Mereka yang memandang bahwa orang-orang kafir
millah-nya adalah satu menganggap bahwa perbedaan negara/dae-
rah merupakan penghalang dari saling mewarisinya orang-orang
kafir satu sama lain. Hal itu karena mereka yang berbeda negara/
daerah tidak saling menolong dan membantu satu sama lain, dan
makna ini bisa dijumpai dalam millah yang berbeda-beda. Maka be-
rangkat dari pendapat ini, yangzhahir menurut kami ialah bahwa
seorang Nasrani -umpamanya- tidak boleh mewarisi harta kera-
batnyayang Yahudi, Majusi, atau penyembah berhala. Demikian
pula penyembah berhala -misalnya- ia tidak boleh mewarisi harta
kerabatnya yang Yahudi. Akan tetapi yang saling mewarisi adalah

sesama Nasrani, sesama Yahudi, sesama Majusi; dan begitu pula de-
ngan millah-millah kufur lainnya. lVallaahu a'lam.

Cr,.:.-J

Bab Tentang Memberi lVarisan dengan Perbedaan Agama 519

BAB TENTANG:

HUKUM MEMBERI \T/ARISAN
KEPADA PEMBUNUH

Terkadang, sebab-sebab mewarisi telah terpenuhi, akan tetapi
warisan tidak didapat karena suatu halangan yang mengalahkan
sebab-sebab tersebut.

Halangan-halangan dalam mewarisi cukup banyak, di antara-

nya: Pembunuhan yang dilakukan ahli waris terhadap pewarisnya.

Dalilnya adalah sabda Nabi ffi:

.&ra "r+J-. UE)-UJ - ol

"Tidak ada jatahwarisan bagi pembunuh."l

Demikian pula sabdanya:

.W,IU.lr &;.i

"Pembunuh (seorang pewaris) tidak akan mewarisi hartanya
sedikit pun."'

' Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no.4554) [IV:449] kitab

ad-Diyat, bab 18, dan Ibnu Majah (no. 26a6)llllt277l kitab ad-Diyat, bab 14,

dan lafazh hadits ini adalah berdasarakan riwayat Ibnu Majah, dari'Amru bin

Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya. Dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam

2 Irua al-Ghalil (no. t671).

Hadits hasan. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no.4564) [IV:449] kitab ad-
Diyat, bab 18, dari 'Amru bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya dengan
lafazh ini secara wijadab (tidak mendengar langsung, namun mendapati hadits

ini dalam kitab). Hadits ini diriwayatkan pula oleh at-Tirmidzi (no. 2109) [IV:
425)kitab ad-Diat,bab L7 , dan Ibnu Majah (no. 2645) llll:2771 kitab ad-Diat,
bab 14, dari Abu Hurairah dengan lafazh senada. Dihasankan oleh Syaikh al-

Albani dalam Sbahib al-Jami'(no. 9552).

Bab Tmtang Hukum Memberi lVarhan Kepada Pernbunub 523

Hal ini merupakan tindak preventif. Sebab kecintaan seseorang I
terhadap harta bisa jadi akan mendorongnya untuk membunuh
pewarisnya supaya mewarisi hartanya. Sedangkan kaidah yang rer-
kenal mengatakan: "Siapa yang ingin meraih sesuatu sebelum wak-
tunya maka dibalas dengan tidak mendaparkannya."

Balasan atas pembunuh yang berupa tidak mendapat warisan
adalah sesuatu yang disepakati oleh para ulama secara umum. Hanya
saja mereka berselisih renrang bentuk pembunuh an yaflgmeng-
halangi warisan tersebut.

Menurut pendapat madzhab Syafi'i +E yang shahih, se-

orang pembunuh tidak berhak mewarisi sama sekali, bagaimana
pun bentuk pembunuhannya.

Dalilnya adalah keumuman sabda Nabi #,: Pembunuh (se-

orang pewaris) tidak akan mewarisi hartanya sedikit pun. Selain
itu, si pembunuh sengaja tidak diberi warisan agar tidak adayang
menjadikan hal ini sebagai sarana untuk menyegerakan warisan.
Jadi, seorang pembunuh pewarisnya harus dihalangi dari mendapat
warisan dengan cara apa pun sebagai tindak preventif.

Berdasarkan pendapat ini, semua yang terlibat dalam pem-

bunuhan juga tidak berhak mewarisi walaupun dengan alasan yang
benar.

Contohnya seperti orang yang menu ntut qishash atau orang
yang memvonis eksekusi seperti hakim (qadh).Demikian pula yang
menjadi saksinya. Bahkan orang yang membunuh tanpamaksud,
seperti pembunuhan yang dilakukan oleh orang yang sedang tidur,
orang gila, dan anak kecil juga tidak berhak mendapat warisan.
Begitu juga halnya pembunuhan yang diakibatkan oleh perbuatan
yang secara syar'i diizinkan, seperri orang yang memberi pelajaran
dan orang yang mengobati; jika pelajaran arau pengobatan-tersebut
menyebabkan kematian.

Adapun ulama-ulama madzhab Hambali berpendapat bah-
wa pembunuhan yang menghalangi warisan adalah pembunuh-
an tanpa alasan yang benar.

Yaitu setiap pembunuhanyangwajib ditanggung, baik lewat

qisbasb, denda (diyat), maupun kffirat.

524 Kitab Harta lf/arisan

Contohnya pembunuhan sengaja, setengah sengaja, tidak se-
ngaja,dan yang selaras dengan itu, seperti pembunuhan tidak lang-
sung, pembunuhan oleh anak kecil, orang gila, dan orang tidur.
Adapun pembunuhan yang tidak ditanggung lewat ketiga hal ini
maka tidak menghalangi warisan.

Contohnya pembunuhan karena qishasb, hadd, untuk membela
diri, atau bila si pembunuh adalah pihak yang adil sedangkan yang
dibunuh pihak yang keliru, atau pembunuhan akibat perbuatan
yang diizinkan secara syar'i, seperti karena memberi pelajaran atau

mengobati.

Demikian pula pendapat madzhab Hanafi. Hanya saja mereka
menganggap pembunuhan tidak langsung bukan sebagai penghalang
warisan, seperti orang yang menggali sumur atau meletakkan batu di
jalan yangmengakibatkan terbunuhnya orang yang menjadi pewaris-
nya. Demikian pula pembunuhan tanpa maksud juga tidak mengha-
langi warisan, seperti pembunuhan oleh anak kecil dan orang gila.

Sedangkan menurut ulama'ulama Malikiyah, pembunuh me-

miliki dua keadaan:

PertamA, ia membunuh pewarisnya dengan sengaja dan iahat.

Dalam kondisi ini, ia tidak mendapat warisan dari harta pewaris

maupun dari diat (denda)nya.

Kedua, ia membunuh pewarisnya karena tidak sengaja. Maka
ia mewarisi harta orang tersebut namun tidak mewarisi diyatnya.
Alasan ia mewarisi hartanya dalam kondisi ini ialah karena ia tidak
dianggap mempercepat kematiannya. Sedangkan alasan ia tidak me-

warisi diyatnya ialah karen a diyat tersebut wajib dibayarnya atas di

rinya. Sehingga tidak ada artinya bila ia ikut mewarisi sesuatu yang
wajib ditanggungnya.

Dengan menjabarkan pendapat-pendapat ini, kita dapati bah-
wa pendap at y^ngpaling moderat/yang paling adil ialah pendapat

yang mengatakan bahwa pembunuhan yangmenghalangi warisan

ialah pembunuhan yang wajib ditanggung oleh pembunuhnya.
Sedangkan pembunuhan yang tidak wajib ditanggung oleh pem-
bunuhnya maka tidak menghalangi warisan. Hal ini sebagaimana
pendapat madzhab Hambali dan Hanafi. Sebab pembunuhanyang

PembunubBab Tentang: Huhum Memberi lV'arisan Kepada 525

waiib ditanggung menunjukkan bahwa pembunuhnya tidak punya
udzur untuk itu, hingga ia harus bertanggung jawab. Akibatnya,-ia
tidak boleh menerima warisan. Sedangkan pembunuh an yangiidrk
wajib ditanggung, menunjukkan bahwa pembunuhnya diberiudzur
dalam hal itu, hingga dia tidak harus bertanggung iawab. Maka ia
berhak menerima warisan.

Bila kita menerapkan pendapat madzhab Syafi'i, lalu kita meng-
anggap bahwa setiap pembunuhan akan menghalangi warisan, maka

hal itu akan menyebabkan tidak tegaknya penerapan hukum had

dan tidak beraninya seseorang menunrur haknya seperti qisbash dan

semisalnya.

_ Berangkat dari sini, keumuman sabda Nabi ffi yang mengata-

kan: "Tidak ada jatah warisan bagi pembunuh," dikhususkan Lila-
mana pembunuhan tersebut dilakukan tanpa alasan yang benar dan
ia merupakan pembunuhan yang ditanggung. V(/allaabu a'lam.

(1,.:-J

526 Kitab Harta lVarisan

[Peringatan-peringatan keras dari al-Qur-an terhadap 49
muamalah ribawil 49
49
[Ancaman bagi orang yang memakan riba] 50
[Ancaman bagi orang yang kembali memakan riba 51
setelah mengetahui keharamannya] 52
54
[Dihapusnya keberkahan riba]... 54
[Allah dan Rasul-Nya menyatakan perang terhadap 56
pemakan ribal .........
60
[Peringatan-peringatan keras dari Sunnah Rasulullah #,
62
terhadap muamalah ribawi] 62
Hikmah diharamkannya riba

Penjelasan tentang riba nasi'ah

Penjelasan tentang riba fadhl..

Di antara muamalah ribawi yang sering terjadi saar ini

adalah memungut bunga dari orang yang kesulitan
membayar utangnya.

Di antara bentuk muamalah ribawi lainnya adalah

pinjaman berbunga.

Salah satu muamalah ribawi lainnya ialah yang terjadi
di Bank dengan istilah deposito berjangka..
Di antara muamalah ribawi lainnya adalah jual beli
dengan cara'iinab

Bab Tentang: 67

HUKUM JUAL BELI PROPERTI

Bab Tentang: 73

HUKUM JUAL BELI HASIL TANAMAN 73

[Larangan menjual hasil tanaman sebelum terlihat 74
panennya akan berhasil] 74

lLarangan menjual tanaman berbulir hingga nampak
baik1.........

[Hikmah dari larangan tersebut]................

Bab Tentang: 81

PENGEMBALIAN KARENA PANDEMI (GAGAL
PANEN)

xvlll Daftar Isi

fTanda yang menjadi tolok ukur boleh-tidaknya hasil 83
tanaman dijuall

Bab Tentang: 87

APA SAJA YANG TERMASUK SEPERANGKAT
DALAM BARANG YANG DIBELI DAN APA
YANG TIDAK

Bab Tentang: 9I

HUKUM SAL'AM... 92
salam][Syarat-syarat muamalah dengan cara 94
[Aturan dalam salam].......

Bab Tentang: ee
99
HUKUM QARDH (PTNJAMAN) ............ 100
[Definisi qardh)
[Syarat sahnya qardh)....... 101
103
[Larangan memungut tambahan yang disyaratkan atas
t04
qardhl
terpuji bagi peminjr*]..........
[Akhlak pelunasan utang]
[Hukum

Bab Tentang: to7

HUKUM RAHN (GADAT) 108
[Hikmah disyari'atkannya rahnf.........
[Syarat sahnya rahn) 108
lSifar rahn1...............
-[-DullRRaaajehhnnnisyyaarnnaggbbtidnuat)ukhbnutauhfknaahfkl.a..h..l 109

ll4

.. lt4

!14

Bab Tentang:

HUKUM DHAMAAN(JAMINAN ATAS BARANG)... IL7

[Makna dbamaanf 117
[Syarat sahnya dhamaan) 118

[Masalah-masalah yang berkaitan dengan dhamaan)...... 120

Daftar Isi xlx

Bab Tentang:

HUKUM KAFALAH 0AMTNAN ATAS ORANG)...... r2s
[Syarat sahnya kafalah).....
125

[Masalah-masalah yang berkaitan dengan kafalah)......... 126

Bab Tentang:

HUKUM HAWALAH(PENGALTHAN UTANG)....... t2e

[[[SDHyeuafkirnuaimtssi ahhhnaayuauhaaallaauhha))lab) 129
129

1,31

Bab Tentang: 1,37
137
HUKUM WAKALA.H (PER\TAKILAN) 137

[Definisi wakalah] dilakukan? 139
[Hukum uakalab] 139
1'39
Dengan apa uakalah bisa
sahnya wakalah)... l4L
[Syarat yang sah untuk diwakilkan
Hal-hal 1,41
Hal-hal yang membatalkan uakalab....
142
Kriteria dibolehkannya mewakilkan dan rnenjadi

wakil

Beberapa hal yang berkaitan dengan wakil dan yang ..
mewakilkan..............

tidak........ 142

Bab Tentang:

HUKUM HAJR (LARANGAN BERTRANSAKSI)...... t45

Hajr ada dua macam:................ 1.47
l. Hajr demi kemaslahatan orang lain........... 147
2. Hajr demi kemaslahatan diri sendiri. .............
hal-- Hajr atas anak kecil akan hilang dengan dua 154
hal-- Hajr atas orang gila juga hilang dengan dua 156
158

Bab Tentang: 16e
172
HUKUM SHULH (PERDAMATAN)..... 173
L. Shulh karena pengakuan
2. Sbulb karena pengingkaran........... Daftar ki

Bab Tentang: t79

HUKUM BERTETANGGA DAN ATURAN JALAN.... 179
[Hukum bertetangga].............. 181
[Aturan jalan]........
1,87
Bab Tentang:

HUKUM SYUF'AH

KITAB SYARIKAH

Bab Tentang:
HUKUM DAN MACAM 5YAR1K4H.........,.,.. 195

[Dalil dari al-Qur-an].......... 195
[Dalil dari as-Sunnah].......... 195

Bab Tentang:

HUKUM SYARIKAH',INAAN (KEKANG KUDA)..... 20t

[Hukum syarikab'inaan) 201
[Syarat sahnya syarikah'inaanf 202

Bab Tentang: 205

HUKUM SYARIKAH MUDHAARABAH

Bab Tentang: 2II

S.WYAARIDKAHHAIVHUTUH, ABDAAN, DAN MUFAA. 211
212
1. Syarikab uujuh 214
2. Syarikah abdaan
3. Syarikab mufaauadbah.............

KITAB MUZAARA'AH, 2t7
M US AAQAAH DAN SE\TA.MENYE\TA

Bab Tentang:

HUKUM MUZAARA'AH DAN MUSAAQAAH

Daftar hi

Pendahuluan:............ .. 217
1. Tentang musaaqaah
2. Tentang muzaara'ah 217
221

Bab Tentang: 227
227
HUKUM SE\TA.MENYE\TA
228
Pendahuluan............, ..
230
Sewa-menyewa yang sah (benar) dibolehkan menurut 231
232
al-Qur-an, Sunnah dan ijma'.

Hal-hal yang harus dilakukan oleh pemilik dan

penyewa
Akad sewa-menyewa menjadi batal
Orang yang disewa ...............

Bab Tentang: 237
239
HUKUM MUSABAQAH (PERLOMBAAN) 239
Furuusiyyab:............. 240

Boleh hukumnya mengadakan lomba lari atau lomba 24t

hewan tunggangan dan kendaraan lainya.

Musabaqab tidak boleh dilakukan dengan imbalan

...kecuali dalam balap unta, balap kuda, atau memanah.

Agar menjadi sah, musabaqah harus memenuhi lima

syarat:............r..........

Bab Tentang:

HUKUM',AARIYYAH(PTNJAM-MEMTNJAM).......... 24s

Pinjam-meminjam dianjurkan dalam al-Qur-an, .. 245
246
as-Sunnah, dan ijma'. 247
[Syarat sahnya pinjam-meminjam].... 247
248
Pemilik barang boleh meminta kembali barangnya 249

kapan saja dia suka, ........

Peminjam wajib menjaga barang pinjamannya dengan

Iebih baik daripada harta pribadinya.

Bila ia memakainya di luar fungsinya lalu barang itu

rusak, maka ia wajib menanggungny^.

Peminjam tidak diperkenankan meminjamkan barang

pinjaman ke orang lain..........

xxii Daftar ki

Peminjam wajib menjaga, merawat, dan segera 249
mengembalikan barang pinjaman kepada pemiliknya 253

setelah selesai digunakan

Bab Tentang:

HUKUM GHASHAB (MERAMPAS)

Bab Tentang:

HUKUM TINDAK.TINDAK PENGRUSAKAN 263

Di antara barang-barang yang bebas tanggungan bila 268

dirusakkan

Bab Tentang: 271
273
HUKUM',WADI'AH (TITIPAN)................
[Atutan dalam uadi'ab):................

KITAB MENGHIDUPKAN TANAH MATI
DAN MEMILIKI SESUATU YANG MUBAH

Bab Tentang: 279
279
HUKUM MENGHIDUPKAN TANAH MATI
280
[Definisi tanah mati]

Menghidupkan tanah mati dapat dilakukan lewat

beberapa cara: .........

Bab Tentang: 287

HUKUM IA'ALAH (SAYEMBARA) 288
288
Barangsiapa melakukan suatu perbuatan yang ada
289
....imbalannya setelah ia mengetahui imbalan tersebut,
Ja'alab adalah akad yang tidak mengikat. .........

..........Ja'alab berbeda dengan sewa-menyewa dari beberapa ..

sisi,

Bab Tentang:

HUKUM LUQATHAH (BARANG TEMUAN)............ 2e3

Jika suatu harta hilang dari pemiliknya, ............. 293

Daftar ki xxlll

Bab Tentang:

HUKUM LAQTTH (ANAK YANG DTTEMUKAN).... 30s

Bab Tentang: 313

HUKUM'WAKAF...

-- [Syarat uakaf] salah satu dari dua hal: .............. 314
314
lVakafberlaku dengan
Laf.azh-laf.azh uahaf terbagi menjadi dua: ..........
315

Agar menjadi sah, wakaf harus memenuhi syarat-

-- [Aturan dalam uakaf) mengikat 316

Vakaftermasuk akad yang .......... 318

Bab Tentang: 323

HUKUM HIBAH DAN HADIAH

Hibah menjadi milik seseorang begitu ia menerimanya 324

atas izin pemberinya. ............. 324
325
Dalilnya adalah hadits riwayat'Aisyah QF, bahwa 325
Abu Bakar (ayahnya) pernah memberinya20 wasaq

dari panen kebunnya yang terdapat di 'Aaliyah.

Hibah tidak sah dikaitkan atas syarat yang terjadi

kemudian,
sah,Hibab yang sifatnya sementara juga tidak

Seseorang tidak diperbolehkan memberi hibah kepada

sebagian anaknya sedangkan yang lainnya tidak diberi,.... 325

Jika seseorang memberikan hibah lalu diterima oleh
penerimanya,
,......,.. 325

Seorang ayah juga boleh mengambil dan memiliki

sebagian harta anaknya selama tidak memudharatkan 326

(membahayakan) sang anak,

Seorang ayah tidak boleh mengambil harta anaknya

jika hal itu berdampak buruk bagi sang anak, .............. 327

Seorang anak juga tidak boleh menagih hutang dan 327

semacamnya kepada ayahnya.

Hadiah dapat menghilangkan kedengkian dan .. 328

memupuk cinta kasih

xxiv Daftar Isi

KITAB HARTA \TARISAN

Bab Tentang:

TINDAKAN FINANSIAL ORANG YANG SAKIT.... 331

Kondisi sakit......... 332

Ada beberapa perbed^an antara pemberian ('athiyab) 334

dan wasiat

Bab Tentang: 337
337
HUKUM \TASIAT 338
339
[Definisi wasiat] 352
[Hukum wasiat] 353
[Aturan dalam wasiat]......
rVasiat 359
Aturan-Aturan bagi Pengemban 359
[Syarat bagi pengemban tugas].,......

Bab Tentang:

HUKUM PEMBAGIAN \TARISAN

Pendahuluan

Bab Tentang: .. 369
371
SEBAB.SEBAB ME\TARISI DAN PENJELASAN 376

TENTANG AHLI \TARIS....

Macam-macam ahli waris berdasarkan jenis

ke1aminnya...............

Macam-macam ahli waris berdasarkan warisan yang

diterima...

Bab Tentang: 381

\TARISAN UNTUK SUAMI.ISTRI

Bab Tentang: 385

\TARISAN UNTUK AYAH DAN KAKEK...

Bab Tentang: 391

\TARISAN UNTUK IBU

Daftar Isi xxv

Bab Tentang:
\TARISAN UNTUK.NENEK...
395

[Kriteria nenek yang mewarisi]......... 395

Dalil yang menunjukkan bahwa nenek berhak
mendapat warisan
...............i........ 396
[CSayraaramt ewmabriesarinwuanritsuaknnuentnukenke] nek:
398
398

Bab Tentang:

\TARISAN UNTUK ANAK PEREMPUAN................. 403

[Syarat warisan untuk anak perempuan] 403

Bab Tentang: 4II

VARISAN UNTUK SAUDARA.SAUDARA 412

PEREMPUAN SEKANDUNG.

IsSeyakraat wnadrisuann gun1tu.k..s.a..u.d.a.r.a.-s.a.u..dara perempuan

Bab Tentang: 421

\TARISAN UNTUK SAUDARA.SAUDARA
PEREMPUAN BERSAMA ANAK PEREMPUAN
DAN \TARISAN UNTUK SAUDARA.SAUDARA

SEIBU

Bab Tentang: 429
TA'SHIB

Bab Tentang: 437

HAIB (HALANGAN).........

Bab Tentang: 443

MEMBERI \TARISAN KEPADA SAUDARA.
SAUDARA BERSAMA KAKEK

Bab Tentang: 455
456
MU'AADDAH

Kapankah mu'aaddah terjadi?

xxvi Daftar Isi

Bentuk mu'aaddab:................ 456
457
Mungkinkah saudara-saudara seayah mendapat warisan

bersama saudara kandung mereka dalam bentuk-bentuk

mu'aaddah di atas)

Bab Tentang:

MEMBERI \TARISAN DENGAN PERKIRAAN
DAN KEHATI.HATIAN

Bab Tentang: 469
469
\TARISAN UNTUK KHUNTSA (MANUSIA BER-
KELAMIN GANDA)

Allah telah menciptakan manusia sebagai laki-laki dan

perempuan

Bab Tentang: 475

\TARISAN UNTUK JANIN 475
[CSayraaramt ewnaernistaunkaunntwuakrijsaannbiang]i .j.a..n..in.... 478

Bab Tentang:

\rARrsAN UNTUK ORANG HTLANG (MAFQUD)... 485

fDefinisi *afqud] 485

Apabila pewaris orang yang hilang itu wafat dalam 486

masa tunggu tersebut:

Bab Tentang:

\TARISAN UNTUK ORANG.ORANG YANG

TENGGELAM ATAU TERTIMPA RERUNTUHAN..,, 491

Bab Tentang:

\rARrsAN DENGAN RADD (PENGEMBALTAN)..... 4e7

[Definisi radd)........ 497

Bab Tentang: 503
503
\TARISAN UNTUK DZAWIL ARHAAM
[Definisi dzawil arbaam]

Daftar Isi xxvu

Bab Tentang: 509

\TARISAN UNTUK ISTRI YANG DICERAI

Bab Tentang: 515

MEMBERI \TARISAN DENGAN PERBEDAAN 515
517
AGAMA

L. Orang kafir yang mewarisi seor:lng muslim dan
seorang muslim yanB mewarisi orang kafir.........
2. tWarris-mewarisi di antara orang kafir.......... ..

Bab Tentang: 523

HUKUM MEMBERI \TARISAN KEPADA
PEMBUNUH

(z:-=)

xxvlll Da/iar Isi

BAB TENTANG:

HUKUM JUAL BELI

Dalam al-Qur-an dan Sunnah, Allah dan Rasul-Nya telah men-
jelaskan hukum-hukum dalam bermuamalah mengingat besarnya
hajat manusia terhadap hal itu. Manusia memerlukan makanan yang
membuat tubuhnya menjadi kuat, juga pakaian, tempat tinggal, ken-
daraandan lainJain yang menjadi kebutuhan primer maupun sekunder
dalam kehidupan, [dan itu hanya bisa diperoleh lewat jual-beli].

Sebab itulah jual beli diperbolehkan dalam al-Qur-an, Sunnah,
ijma'dan qiyas, Allah S6 berfirman:

(@ '$i^ibv F

"... Allah telab mengbalalkan jual beli..," (QS. Al-Baqarah 275)

e j,ab\;#J P #4; 'J?.lrF;

(@

"Tidak ada dosa atas kalizn untuk mencari karunia dari Rabb kalian

...'(QS. Al Baqarah: 198)

Sedangkan Nabi ffi bersabda:

$j tW) v'$ 3\3,v'friu rq+u, gt;# t

\;'9;;; K; &g tv&_: u K 5yt,r4; g- u.A

I [Yang dimaksud mencari karunia di sini adalah berjual beli atau berdagang].

Bab Tenta,ng Huhum lual Beli

"Orang yang berjual beli beb,rs menenrukan pilihrrnt sellrnir
keduanya belum berpis:rh. Jika kedu;rnya berlrrkr.r jujur dan
terus terang maka jual beli tersebut akan diberkahi. Namun jika
keduanya berdusta dan menyernbunyikan, dicabutlah berkah
dari jual beli mereka." (Muttafaq'alaih)'

Secara umum, para ulama juga telah sepakat (ijrna') dibolehkan-
nya berjual beli.

Adapun menurut qiyas, maka hal itu dibolehkan k:rrena hirjat

manusia yang mengharuskan adanyajual beli. Sebab haj:rt seseorirng

sering kali terikat dengan apa yang dirniliki orang lain, hrik itu uang
maupun barang. Sedangkan orang l:rin biasany:r tidak irkirn merel:r-
kannya kecuali dengan imbalan. Hal inilah yang menjadi landasrn
dibolehkannya jual beli demi tercapainya tujuan yang dinuksud.

[TRANSAKSI JUAL BELI]
Transaksi jual beli dapat terjadi dalam bentuk lisirn rnaupun
tindakrn.

Transaksi lisan terdiri dari ijab,ya,itu ucilpiln d:rri si penjual

seperti: "Barang ini saya jual"; dan qabul, yaitu ucapan dirri sipernbeli

seperti: "Barang ini saya beli".

Sedangkan transaksi tindakan ialah dengan serah terima,
yaitu penjual menyerahkan barang kepada pembeli lalu pembeli
membayarnya dengan harga yang sesuai. Namun bisa juga deng:rn

lisan dan tindakan sekaligus.

Syaikhul Islam Taqiyyuddin Ibnu Taimiyyah ,ulM -.ngrtakan:
Jual beli dengan serah terima bentuknya ada bermacam-macam:

Pertama: Penj ual mengucapk an ijab secara laf.azh saj a lalu pembeli

mengambil barangnya. Seperti bila penjual mengatakan: "Ambillah
kain ini seharga satu dinar", lalu pembeli mengambilnya. Dernikian

pula bila harganya berupa barang rerrentu (barrer), seperri bila penjual

berkata: "Ambillah kain ini dengan imbalan kainmu", lalu pembeli
mengambilnya.

'I fY.nri pifi[r" r't"irf. mel,rnjutkan atau membatalkirn trursaksi].
HR. Al-Bukhari (no.2079) [IVr391] kitall al-Buyu',birb 19, dan Muslim (no. 15.12
(3858) [V:416] kitab al-Buyu', bab 11, dari s,rh,rb,u Hakim bin Hizam .gF, .

Kitab Jual Beli

Kedua: Pernbeli rnengucapk an qabul,lalu penjuirl rnenyerahkan
barangnya, baik harganya berupa barang rnaupLln sesLratu yang di-
tanggung oleh pembeli (hutang).

Ketiga: Mereka berdua tidak mengucapkan apa-apil, melainkan
mengikuti kebiasaan yang sudah ada, yaitu cukup dengan mernbayar
harga dan mengambil barangu.

[SYARAT.SYARAT JUAL BELI]

Agar jual beli dianggap sah, ada beberapa syarat yang h:rrus
terpenuhi terlebih dahulu. Ada syarat-syarat yang berkaitan dengan
pelaku transaksi d;rn adir pula yang berkaitan dengan sesul,'rtu yang
ditransaksikan. Bila salah satu syarat ini tidak terpenuhi maka jual
belinya tidak sah.

Syarat bagi pelaku transaksi:

Pertama: Ada unsur kerelaan dari penjual dan pembeli.

Maka bila salah satu pihak dipaksa tanpa alasirn yang benlr, rnrtk:t
jual belinya tidak sah. Dalilnya adalah finnirn Allah ,!6:

(@ "e'; ev L{;i?-<rk|{f }

"... kecuali bila hal tersebut terjadi leutat jual beli dengan penub
keridhaan di antara kalian..." (QS. An-Nisaa': 29)

Nabi H, bersabda:

.C\j,ts&\ u:t ...

"... Jual beli itu tidak lain atas dasar saling meridhai." (HR. Ibnu
Hibban, Ibnu Majah dan lainnya)s

Namun, jika pihak yang memaksa itu melakukannya dengan
cara yang benar maka jual belinya tetap sah. Misalnya jika pemerin-

a Lihat Fatdroa Syaihhul Islam (XXIX/7-8).
s Hadits shahih, diriw:ry:rtk:rn oleh lbnu Maj,rh (no. 2185) [III:29], kit:rb at-

Tijarat, bab 18, dan Ibnu Hibban (no.4967) [XI:.'l40], kitttl't al-Buyu', brb 5 drri
Abu Sa'id al-Khudri.gia . Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani cl,rlanr lrwa'al-
Ghalil (no. t283).

Bab Tentang: Hukum Jual Beli

tah mernaksa seseorang rnenjual rsetny:l clerni rnelunasi hutangnya,

maka ini termasuk pernrrksaan yang dibenirrkan.

Kedua: Terpenuhinya syarat kelayakan bertransaksi dari
kedua belah pihak.

Yaitu keduanya harus bersratus merdeka, mukallaf', dan prn-
dai rnenggunakan hart:r. Karenanya, jual beli yang dilakukan oleh
anak kecil, orang yang tidak becus menggun:rkan harrl, orang gila,
atau harnba sahaya yang tidrk rnend;rpat izin rnajik:rnnya tidaklah

dianggap sah.

Ketiga: Kedua belah pihak adalah pernilik sah dari barang
yang ditransaksikan, atau bertindak selaku pemilik.

Dalilnya adalah sabda Nabi H, kepada Hakim bin Hizam gi;, :

!'rb-v";^-! Y Lry\:

"Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak ada padarnu." GIR.
Ibnu Majah dan at-Tirmidzi, dan beliau rnenshahihkannya)'

Maksudnya, janganlah engkau menjual barang-bar;rng yang ri-

dak karnu miliki.

Al-\X/azir Ibnu Hubairah mengatakan: "Mereka (para ulama) ber-
sepakat dengan tidak diperbolehkannya seseorang menjual sesuaru
yang tidak ada padanya dan tidak dimilikinya, lalu ada orang lain
yang membeli barang tersebut sebagai barangnya. Jual beli macarn
ini adalah batil."

Adapun syarat-syarat bagi barang yang diperjualbelikan adalah:

Pertama: Barang yang dimaksud boleh dimanfaatkan secara
mutlak. Maka tidaklah sah menjual barang yang hararn dimanfaat-
kan seperti kbamr (miras), babi, alat musik, dan bangkai. Dalilnya
adalah sabda Nabi H,:

6 [Yakni telah baligh dan berakalsehat].t'"n''
7 Hadits shahih. Abu Dawud (no. 3503) [III:495] kir.ab al-Buyu', bab 68, at-Tir-

midzi (no. 1235) [III:534] kitab al-Buyu', bab 19, an-Nas:r-i (no. a627) [IVr3.14]
kitab al-Buyu', bab 60, dan Ibnu Majah (no. 2187) [III:39] kkab al.Buyu',bztb
20, dari Hakim bin Hizam ,gi6 . Dishahihkan oleh Syrrikh al-Albani dalam
Irua' al-Ghalil (no. 1292).

Kitab lual Beli

V#V_A:\ ef'; A_*rs drr 3!

'r,-. $o'(jb

"sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli
kbamr, bangkai, babi, dan berhala (arca)." (Muttafaq'alaib)*
Sedangkan dalam riwayat Abu Dawud disebutkan:

;tJ\ ?;fait(f)atcta ir*:J f i'tst
0

"Allah mengharamkan khamr dan uang hasil penjualannya,

mengharamk:rn bangkai dan uirng hasil penjual:rnnya, dan meng-
haramkan babi dan uirng hasil penjuirl:rnnya.""
Begitu pula minyak-miny:rk dari benda najis atau yang terkena

najis juga tidak sah diperjualbelikan. D:rlilnya adalah sabda Nabi H,:

.)frt"Wi" rit Cr 3t

"sesungguhny:r bila Allah telah rnengh,rr,rtnk:rn sesu:ltu, mak:r
Di:r mengharamkan pula uang hasil penjualannya."r"

8 Diriwityitthirn clrtri hadits J:rbir €F, olch rl-Bukhrrri (no. 2236) [IV:535] kit,rb a/'

Buyu',btb 112, c{rn Muslim (no. 1581 (4048)) [VI:S] kitrrb al-Mrrsaqah, blb 1.1.

' Hadits shahih. Diriwiryrtkirn drrri hrrclits Abu Huriririrh €5 olch Atru D:rwucl

(no. 3485) [III:487] kittb al-Buyu', bab 64. Dishrrhihkrrn olch Sy,rikh rl-Alblni
driam Sbabih at-Targhib wat Tarhib (no. 2358).
r0 Hadits shahih. Diriwayatkrn d:rri h,rdits Ibnu'Abbrrs qe}, olch Abu Drwucl
(no. 3488) [III:488] kir.ab al-Buyu', birb 64, dcng,,rn lafazh:

.'^*'.l";^L i? ,q #i e; e i;r:taiir 5t

"Bila Allah nrenghirrirnrk:ln atas suirtu kirurn untuk memirkiu sesuiltu, nlilkil
All:rh mengh:rrirmkan pulir uang hasil penjtralannyrr."
Dishahilrkan oleh Syaikh rl-Albani cllirrtrn Shahih al-Jami' (ro. 5107).

Bab Tentang: Huhum Jual Beli

Dal:rm hadits yangmuttdfaq'alaiht I disebutkrrn: "... Ya Rirsul:rll:rh,
bagaimanar menLrrut engkrru tentang lernak yrng cliarnbil dari bangkai
lalu digunakan untuk mengecilt perahu, rneminyirki kr-rlit, dan me-
nyalakan lampu minyak)" Jawab beliau: "Tid:rk boleh, iru haram."

Kedwa: Barang yang diperjualbelikan dan alat pernbayarannya
harus bisa diserahterimakan. Sebab sesu:lru yang ticlak bisa diserah-
terimakan dihukumi seperti sesuatu yang tidak ad;r. Oleh karen;rnya ia
tidak sah untuk diperjualbelikan. Maka dari itu, rnenjual budak yang
kabur, onta yang rnelarikan diri, atau burung yang terbirng di angkasa
tidaklah boleh. Begitu pula menjual birrang yang dirampas kepada
selain perampasnya, atau ke selain orang yang mampu rnengirrnbilnya
dari perampas jug:r tidak boleh.

Ketiga: Barang yang diperjualbelil<an dan alat pembayaran-
nya diketahui oleh kedua belah pihak. Sebab jika tidak dernikirn
maka akan menyebabktrn terjadinya penipuan. Padahalpenipu:rn itu
terlarang. Maka tidaklah sah rnernbeli sesuatu yang helurn terlihat,
atau sudah terlihat n:rmun belum diketahui subtansinya. Demikian
pula tidak sah membeli janin dalam perut, atau air susu dalarn empeng
secara terpisah''.

Begitu pula tidak sah jual beli secara mulaamasab (sentuhan acak),
seperti dengan mengatakan: "Kain apa saja yang engkau senruh mirka
harus engkau beli seharga sekian." Atau secara munaabadzab Qen-
paran acak), seperti dengan mengatakan: "Kain apa saja yang kau
lernparkan kepadaku, maka harganya sekian." Dalilnya adalah hadits

Abu Hurairah 49,, bahwa Nabi H, melarang jual belisecara mulaa-

masah dan munaabadzah".

Demikian juga halnya dengan jual beli dengan c;rra melempar
batu, seperti bila si penjual berkata: "Lemparkanlah batu ini, dan di
atas kain apa pun jatuhnya maka engkau beli dengan harga sekiirn."

(z:-=)

II Diriwrryatkrrn clari h:rc{its Jabir 45 olch rrl-Bukh,rri drrn Muslirn, clrrn ini n.rc-

rupakan penggirlirn dari hadits yang sebelur.nnya.
[Artinya, mcmbcli j,urin clirlarn perut .rtiu.r susu c],rlirm cnrpcng s,rj,r, tirnpir nlcru-
beli indtrknya sckirligus].r'""''
ll Mlttafaq 'alaih. Diriwayatk'rn oleh irl-Buklu ri (no.2146) [lV:453] kitab al-Buyu',

brb 53, dan Muslirn (no. 1511 (1801) [V:393] kitrtl:' al.Buyn ', birb l.

Kitab Jual Beli

BAB TENTANG:

JUAL BELI YANG TERLARANG

PENDAHULUAN

Jual beli adalah sesuatu yang diperbolehkan Allah :rt:rs hamba-
Nya selama tidak mengakibatkan terlewatkannya hal-hil yang lebih
bermanfirat dan lebih penting. Seperti rnenyibukk?tn seseorilng chri
ibadah wajib, atau menimbulkan kemudharatan ?1tas orang lain.

Maka dari itu, jual beli yang dilakukan setelirh irdzirn kec{ur pada
hariJum'at oleh orang yang terkena kewajiban shalatJum'at hukum-
nya tidak sah. Dalilnya adalah firrnan Allah:

./tril zi u: i[-rl.3 13 (tlrlJ( i$i tiU. F

)a^41

F'r U"St \i1{-, ;i'\ 5> Jyt;:6

{@'b;1;

*lY'ahai orang-orangberiman, bila kalian diseru untuk shalat pada
harilum'at, maka bergegaslah untuk mengingat Allah dan tinggal'
hanlah jual beli. Yangdemikian itu adalab lebib baik bagi kalian

jika kalian mengetahui." (QS. Al Jumu'ah: 9)

Adapun alasan di balik larangan Allah tersebut ial:rh agar jangan
sampai perniagaan melalaikan seseorang dari menghadiri shtrlat
Jum'at. Padahal perniagaan itu adalah sarana terpenting bagi peng-
hidupan manusia sehingga Allah pun mengkhususkannya (dalam
ayat ini). Tentunya, larangan ini berkonsekuensi pada keharaman
dan tidak sahnya jual beli tersebut.

Lalu Allah menyebutkan'yangdemikian itu', yang dimaksud
ialah meninggalkan jual beli dan menghadiri shalat Jum'at. 'Adalah

Bab Tentang: lual Beli yang Terlarang 11

lebih baik bagi kalian', yairu lebih baik dari pada menyibukkan diri
dengan jual beli. 'Jika kalian mengetahui', maksudnya mengetahui
kemaslahatan bagi diri kalian.

Demikian pula aktiviras selain jual beli yang melalaikan dari
shalat hukumnya juga haram. Hal ini juga berlaku untuk shalat
Fardhu lainnya setelah terdengar seruan (adzan) yang menyeru unruk
menghadiri mesjid.

Allah il6 berfirman:

&,uiw.?dr'&JxroJ*1 e F

i!,#$3cr@ )\7sG $at,V fr

-q|rj't|:'igi rqti4nt, fc1."z $>z -,iz

'# {ifr'&A@ $i r+ 5fr
'i$i 16[

lt;*v
,&A4;,,t.fr;:r# i i+# $""Y

( .r17.,-

'.(Cahaya itu) di rumab-rumah yang di sana telab diperintah-
kan Allah untuk. memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana
bertasbih (menyucikan) nama-Nya padi w,ahtu pagi ion prrorg.
Para lelaki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli

dari mengingat Allah, nnendirikan sbalat, dan menunaikan zakat,
selalu bertasbih kepada Allah pada waktu pagi dan petangdi mesjid-

ryesj id yang diperintabkan agar dimuliahan dan disebu t no*o-ilyo

di-dalamnya. Mereka takut kepada suatu hari saat bati dan peng-

lib atan menj adi goncang. (Mereha mengerj akan yang dem ikiin iti)

supayd Allab memberi balasan kepada mereka (dengan balasan)

yang lebih baih dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya
Allah menambab karunia.Nya kepada mereka,. Dan Allab mem.

beri rizki kEada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas." (eS.

An-Nuur:36-38)

T2 Kitab lual Beli

Tidak sah hukumnya meniual sesuatu kepada orang yang
menggunakannya untuk bermaksiat kepada Allah dan melaku'
kan perbuatan haram. Maka menjual ius anggur kepada orang
yang membuatnya meniadi kbamr tentu tidak sah. Dalilnya adalah
firman Allah:

{@ is"'rs;!i&wi;15 }

".,. Janganlab kalian tolong'menolong dalam bal dosa dan per-
musuban." (QS. Al-Maa-idah: 2)

Karena dengan menjual kepadanya, berarti menolongnya untuk
berbuat dosa dan permusuhan.

Tidak diperbolehkan menitral seniata saat teriadi perang sau'
dara di ant^rakaum muslimin; demi menghindari dipergunakannya
ienjata tersebut untuk membunuh orang Islam. Hal ini iuga berlaku
untuk semua jenis peralatan perang lainnya. Sebab Nabi H, melarang
hal tersebut, dan juga sebab Allah,98 berfirman:

( ..isnrrili;F6e{; }

"... Janganlah kalian tolong'menolong dalam hal dosa dan per'
musuban." (QS. Al-Maa-idah: 2)

Ibnul Qayyim '+ti6 meng t:rkan: "Dalil-dalil syar'i yang:rda )elas
menunjukkan bahwa "tujuan" dari setiap transaksi sangat berarti dan
berpengaruh terhadap sah+idaknya atau halal-h:rramnya transaksi

tersebut. Menjual senjata kepada seseorang yang diketahui akirn meng-

gunakannya untuk membunuh orang Islam hukumnya haram dan
batil. Sebab hal ini mengandung unsur tolong-menolong dalarn hal
dosa dan permusuhan. Namun meniualnya kepada seseorang yang
diketahui akan menggunakannya untuk berjihad fi sabilillah adalah
sebuah ketaatan dan taqarrubkepadaAllah. Begitu iuga menjual sen-
jata kepada orang yang memerangi kaum muslimin atau menyamun
juga diharamkan sebab termasuk bentuk tolong-menolong c{alam
hal maksiat."'

' Lihat Haaryiyab ar-Raudh al-Murbi', oleh Ibnu Qasirn (V /374). 13

Bab Tentang: lual Beli yangTerlarang

Haram hukumnya meniual budak muslirn kepada orang ka-

fir iika ia belum dimerdekakan. Seb;rb hal ini meng:rndung unsLrr

perendahan dan penghinaan atas seorang muslirn di hadapan orang
kafir. Padahal Allah CB berfirrnan:

,;rKL-'^\ ,\,:1J', F

*... Allah tidak akan memberi jalan hepada orang-orang kafir un.
tuh mengalahkan orang-ordng beriman." (QS. An-Nisaa' : 141)

Dan Nabi H, bersabda:

.Ao*'tl--c ri*'i, ;\L;iY;)t

"Islam itu selalu di atas dan tidak ada yarng lebih tinggi dari-

nya."'

Haram hukumnya melakukan transaksi penjualan di atas
transaksi saudaranya sesama muslim. Contohnya clengan mengata-
kan kepada orang yang telah membeli barang r.hrrgr'itp. tO ribu:
"Aku bisa memberimu barang yang sama dengan harga Rp. 9 ribu
saja", atau "Aku bisa memberimu bar,rng yang lebih baik c{engan

h;rrga yang sama."

Nabi H, bersabda:

6ei de 'L"L;iCi.'i;

"Janganlah sebagian dari kalian rnelakukan transaksi penjualan
di atas transaksi sebagian lainnya." @auuafaq'alaih)'

Hadits hasan. Diriwrryrrtkan sec r2r marfu' d,rri h,rdits 'Aidz. bin 'Anrru irl-Mu-

zani oleh ircl Dirruquthni (no. 3578) [III:176] ki;.;tb an-Nihrtlt,btll al-Mabri. Drlrrnr

Fat-hul Baari (IIII280), al-Hafizh lbnu Hirjrrr mcngirrahan birlrwir sirn;rcl hrrdi* ini

jayyid (htrs;an). Dih,rsankan jug,r olch Syaikh rrl-Albani chlanr lrwa'al.Gbalil (n<t.

1268), bcliau bcrklta, "Hirclits ini has:rn jik:r diriwlyrrrkirn sccrlrir mat.fir', cl.,tn

ia adrrlah luclits sh:rhih sec.rr.t mduqilfdari Ibnu 'Abbrrs." Imrrm rrl-Bul<hirri ruc-

riwary:rtkrn lradits ini secrrr;t mu'al.lar7 clirlirnr kitl'b al-tana-iz, ll.tb 79 .

Diriway:rtkrrn chri hrdits Itrnu'lJmrrr olch al-Bukhari (no. 21.19) [IV:446] kitrrlr

al-Buyu', bab 58, dirn Muslirn (no. 1515 (3815) [V:200] kittrb al.Buyu ', birtr 4,

i Vdeng,ln lafazh, " g"- (Di atas penju:rl:rn scb:rgiirn y,rng l,rin)."

l4 lfitab Jual Bcli

Beliau ffi, jrg^ bersabda:

.A"r(>l

'Janganlah seseorang melakukan transaksi penjualan di atas tran-
saksi sauda r any a." (Mut t afaq' ala ih)t

Diharamkan iuga melakuhan transaksi pembelian di atas

transaksi orang lain sesama muslim. Contohnyir deng:rn rxengatar-
kan kepada orang yang telah menjual barangnya seharga Rp. 9 ribu:
"Aku bisa membelinya darirnu dengan harga Rp. 10 ribu."

Hanya saja yang disayangkan, transaksi hararn seperti ini sering
terjadi di pasar-pas:rr kaum muslirnin hari ini. Oleh k:rrenanya, wajib
atas setiap muslim untuk rnenghindarkan diri d:rrinya, melarangnya,
dan mengingkari pelakunya.

Di antara bentuk jual beli yang diharamkan adalah orang
kota meniual untuk orang pedalarnan. Orang kota di sini rnaksud-

nya adalah mereka yang bermukim di perkota:rn dan pedesaln. Se-
dangkan orang pedalaman ialah mereka yang datang d:rri pedalarnan

atau pelosok. Dalilnya adalah sabda Nabi #,:

2E l-;.,)..uJl - a,
(j -

'Janganlah orang kota menjual trntuk orang ped:rlamern."s

Tentang hadits ini, Ibnu'Abbas $F' berkata: "Maksudnya ja,-

ngan menjadi makelar bagi orang pedalaman,"" yaitlr perantara :rntara
penjual dengan pembeli.

a Diriway:rtk,rn clrrri h,rc'lits Ibnu 'IJmitr olch ,rl-Bukhrrri (no. 5142) [IX:24(r] l<it:rlr

an-Nihah, batr 46, cl'rn Muslim (no. l4l2 (3811) [Vr201] k|ttrb al-Buyt ', b'rb 4

5 drrn lafazh hadits ini bcrclasirrk:rn riw:ry:rt Muslim.

Diriwayi,rtkan cl:rri h,rdits Abu Hurairirh olch ,rl-Bukhari (no. 21a)) llY:aa6)
kittb al-Buyu', bab 58, d,rn Muslin: (no. 1520 (3824)) [V:a02] kit;'it't al-Brryu',
bab 6, drn lafazh hadits ini berdasarkan riwaryirt Muslim.

" Perkatiran Ibnu 'Abbas dE ini diriw:ry:rtkirn olch al-Btrlch,rri (no. 2158) [IV:

4671kitab al-Buyu', bab 68, d,rn Muslim (no. 1521 (3825))[V:aOa] kitab a/-

Buyu',bab 6.

Bab Tentang: lual Beli yang Terlarang 15

Rasulullah ffi bersabda:

,-# b "*ili'ut o':j;uJ I \-*t

"Biarlah orang-orang (bebas berjual beli), Allah akan memberi
rizki sebagian dari mereka lewat sebagian lainnya."T

Kalau orang kota dilarang menjual untuk orang pedalaman, maka
seyogyanya ia juga tidak membeli untuk orang pedalaman. Yang di-
larang dalam hal ini ialah bila or:rng kota tersebut mendatangi orang
pedalaman lalu berkata kepadanya: "Aku akan menjualkan barang ini

untukmu," atau "Aku akan membelikan barang-barang untukmu."
Namun, jika orang pedalaman itu yang sengaja mendatangi orang
kota dan memintanya menjualkan atau membelikan barang,
maka hal ini tidak dilara^gnagr.

Termasuk jual beli yang diharamkan ialah iual beli'iinab.

Yaitu bila seseorang menjual barangnya ke orang lain dengan harga
tempo,lalu ia membelinya kembali dari orang itu dengan harga kon-
tan namun lebih murah. Misalnya si A menjual mobilnya kepada si
B secara tempo seharga 20 juta, lalu si A mernbelinya kernbali dari
si B secara kontan seharga 15 juta dan menyerahkan uang tersebut.
Sehingga si B tetap menanggung hutang sebesar 20 juta yang akan
dibayarkan kepada si A bila jatuh tempo.

Hal ini diharamkan karena merupakan rrik untuk melakukan
riba. Si A seakan-akan menjual uang secara tempo dengan uang kon-
tan yang berbeda nilainya, sedangkan barang itu hanya sebagai trik

sara.

Nabi s, bersabda:

o:o i::'..4,1 ;rli F-l"b,iiJ! Fi\i \il

\;

,.jl

7 HR. Muslim (no. 1522 (3826)) [V:404] kh.alt al-Buyu', bab 6, dari hadits Jrrbir
it..
'{29 ,

L6 Kitah Jual Beli

"Bila kalian berjual beli secara 'iinab,menguntit ekor sapi', ridha
terhadap pertanian, dan fireninggalkan iihad; niscaya Allah ak'rn
,reni*prkan kehinaan atas kalian dan Dia tidak ak:rn menclbut-
nya hingga kalian kembali kepada aj;rran agama."')

Dalam hadits lain disebutkan:

.en-'.ilu v)- \ 3)z#"[>v:.rEJ\ .t" +r

"Akan datang suatu masa di man:l orang-orang menghal:rlkan
riba lewat jual beli."r"

(:-:.-i

s [Artinya sibuk dengan peternakan].
, Hadits shahih. Diiiwayatkan oleh Abu D,rwud (no. 3462) ull:477) kit,rb a/-

Buyu',bab54, drrri hadits Ibnu'(Jmrr €F, . Dish:rhihk,rn olch syrrikh,rl'Alb:rni
daLrm Silsilab al'A hadiu asb'shahiibah (no. 1 l).

ro [Hadits ini san,rdnya terputus antar:t Imitm irl-Atrz:l'i deng,rn Nirbi H, scba-

g.i,r,,n,, yang diriwayatkan oleh Ibnu Brrrhth:rh. Akan tet,rpi Ibnul Qrryyim
layak untuk menj:rdi pcnguat bagi haclits scbclunrnyir (Lih:rt

^T.ar,bgd"z,riigbgSrpunnaynaAbi Dawud (IIl153), oleh lbnul Qiryyirr)1't"'"''

Bab Tentang: tual Beli yang Terlarang T7

BAB TENTANG:

SYARAT.SYARAT DALAM JUAL BELI

Dalam jual beli, sering kali terjadi pengajuan syarat-syarat tran-
saksi. Terkadang, penjual dan pembeli atau salah satu keduanya meng-
ajukan satu syarat atau lebih. Hal inilah yang mendorong pentingnya
dilakukan kajian seputar syarat-syarat tersebut sekaligus dijelaskan
mana syarat yang sah dan mengikat dan mana yang tidak sah.

P arafuqaba' mendefinisikan'syarat dalam jual beli' sebagai suatu
bentuk permohonan yang mengharuskan salah satu pihak untuk
melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi pihak lainnya yang memo-
hon sebagai akibat dari transaksi. Menurut mereka, syarat dalam jual
beli tidak dianggap berlaku kecuali bila disebutkan di tengah transaksi.
Karenanya, syarat yang disebutkan sebelum atau setelah transaksi
tidaklah sah hukumnya.

Syarat-syarat dalam jual beli terbagi menjadi dua: syarat yang
sah dan syarat yang tidak sah (rusak).

Pertama: SYARAT-SYARAT YANG SAH

Yaitu syarat-syarat yangtidak menyelisihi tujuan dari sebuah

transaksi. Syarat jenis ini bersifat mengikat dan harus dipenuhi.
Dalilnya adalah sabda Nabi H,:

&t;tYo;;

"Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka."r

Di samping itu, hukum asal suatu syarat adalah sah kecuali yang
dibatalkan dan dilarang oleh syari'at.

' Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3594) [IV:16] kitab al'
bkhaabb12a,l-dAabrki ahmad,bitasbAblTu,dHaurriahirairdhit^s#'A5m, rduanb:irnt''TAiurmf iadlz-Mi u(zn.iorn' i13d5a2r)i
Qadba',
[III:63a]
bapaknya dari kakeknya. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Inaa'al-

Ghalil (no.1303).

BeliBabTentang Syarat-Syaratdalamlual 2l

Syarat yang dianggap sah terbagi dalam dua jenis:

Jenis pertama: Syarat demi kemaslahatan transaksi.

Yaitu syarat yang menjadikan transaksi lebih kuat, dan maslahat-
nya kembali kepada yang mensyaratkan. Seperti mensy;rratkan barang
jaminan (borg), atau penjamin. Syarat semacam ini arkan menenang-
kan penjual.

Atau mensyaratkan jangka waktu rerrentu bagi sebagian arau
seluruh harga yang harus dibayarkan. Syarat semacam ini berrnan-
faat bagi pembeli. Jika syarat ini terpenuhi maka transaksi jual beli
menjadi sah dan mengikat.

Demikian halnya bila pembelimensyaratkan sifat tertentu pada
barang yang akan dibeli, seperti kualitas yang baik atau produk dan
merek tertentu. Mengingat naik-turunnya minat pembeli sangat
terBantung pada perbedaan kualitas dan merek tersebut. Jika barang
yang dibeli ternyata sifatnya sesuai dengan yang diinginkan pe14beli,
maka transaksi jual beli menjadi sah dan mengikat. Namun, jika tidak
sesuai dengan yang diinginkan, maka pembeli berhak membat;rlkirn
transaksi atau menerimanya dengan mendapat ganti rugi yang sesuai.
Yaitu dengan menaksir hargabarang yang dibeli dengan semua syarar-
nyayangterpenuhi,lalu menaksirnya kembali dengan cacat yang ada
(hilangnya syarat yang diminta). Kemudian selisih harga yang ada
berhak diberikan kepada pembeli jika ia memintanya.

lenis keduar Dari syarat yang dianggap sah dalam iual beli
adalah bila salah satu pihak mengaiukan syarat kepada pihak
lainnya untuk memberikan suatu manfaat yang mubah dalam
barang yang dibeli.

Misalnya jika penjual mensyaratkan untuk diizinkan menemp;rti
rumah yang dijual selama waktu rerrenru, atau diizinkirn mengendarai
hewan atau kendarar nyangdijual hingga rempar rertenru. Dalilnya

adalah hadits yang diriwayarkan oleh Jabir €F, , bahwa Nabi H,

menjual seekor unta dengan persyararan masih boleh menunggangi-
nya sampai Madinah.'?

'1 Muttafaq 'alaih.Diriwayirtkan oleh al-Btrkhari (no. 2718) [V:J85] kitrrb asy.

Syurutb, bab 4, d'rn Muslim (no. 715 (4098) [VI:32] kitab al.Musaqah,bttb 2t.

Kitab Jual Beli

Hadits ini menunjukkan diperbolehkannya menjual hewan tung-
gangan seraya mengajukan syarat masih boleh menungganginya
hingga lokasi tertentu. Adapun selain hewan maka tinggal diqiaskan

sa]a.

Demikian pula bila si pembeli menga,iukan syarat kepada pen-
jual agar ia melakukan pekerjaan tertentu berkaitan dengan barang
yang dibeli.

Contohnya bila ia membeli setumpuk kayu bakar dengan syarat
agar kayu tersebut diantar ke tempat tertentu. Atau membeli selem-
bar kain dengan syarat agar kain tersebut dijahit.

KeduA: SYARAT.SYARAT YANG TIDAK SAH (RUSAK)

Syarat-syarat semacam ini ada beberapa jenis:

tenis pertama: Syarat yang tidak sah dan rnembatalkan tran-
saksi secara total.

Contohnya jika salah satu pihak mensyaratkan transaksi lain
kepada pihak kedua. Misalnya dengan mengatakan: "Barang ini saya
,iual kepadamu dengan syarat engkau mengontrakkan rumahmu ke-
padaku," atau mengatakan: "Barang ini saya jual kepadamu dengan
syarat engkau menjadikanku partner dalam usahamu atau dalam
kepemilikan atas rumahmu," atau mengatakan: "Barang ini saya jual
kepadamu seharga sekian dengan syarat engkau memberiku pinjaman
uang sekian."

Syarat-syarat semacam ini hukumnya tidak sah dan membatal-

kan transaksi secara keseluruhan. Sebab Nabi H, melarang dua

transaksi dalam satu akad jual beli.r Hadits ini ditafsirkan oleh Imam
Ahmad sebagaimana yangtelah kami jelaskan.

Jenis kedua; Dari syarat-syarat yang tidak sah dalam iual beli
adalah syarat yang dianggap rusak namun tidak membatalkan
transaksi.

Contohnya bila pembeli mengajukan syarat kepada penjual, jika
ada kerugian ia boleh mengembalikan barang tersebut. Atau penjual

I Hadits shahih, at-Tirmidzi (no. 1231) [III:533] kitab al-Buyu', bab 18, an-

Nasa-i (no.46a6) [IV:3a0] kftab al.Buyu', bab 73, dari hadits Abu Hur;rirah

€5 . Dishahihk:rn oleh Syaikh al-Albani dahm Sbahib al.Jami' (no. 6943)

BeliBabTentang: Syarat-Syarat dalamtual 23

mengajukan syarat kepada pembeli agar ia tidak menjual barang ter-
sebut, dan yang semisalnya. Syarat-syarat seperti ini dianggap rusak
dengan sendirinya karena bertentangan dengan konsekuensi dari
transaksi yangterjadi. Sebab konsekuensi dari jual beli adalah pembeli

bebas melakukan apa saja terhadap barang yang telah dibelinya secara

mutlak. Dalilnya adalah sabda Nabi H,:

u -Y:,JgV *,iut "6 C'# VF vfr\ q

+)r + ss

"Barangsiapa mensyaratkan suatu syarat yang tidak sesuai de-
ngan Kitabullaah, maka syarat tersebut batil walaupun seratus
syarat. "l

KitabullaaD di sini maksudnya hukum Allah dE yrng meliputi
Sunnah Rasulullah M, juga.

Meskipun demikian, jual beli tidak serta merta menjadi batal

karena syarat yang batil ini. Sebab Nabi H dalam kisah Barirahs,

yaitu ketika penjual (majikan) mengajukan syarat agar Barirah tetap
berwala'' kepadanya setelah dimerdekakan, Nabi H, membatalkan
syarat tersebut dan tidak membatalkan jual beli itu sendiri. Beliau

H, mengatakan:

.&\,pr.irt url

"tX/ala' itu hanyalah bagi orang yang memerdekakan."T

Muttafaq 'alaib, diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 2155) llY:a67)kittrb al-
Buyu',bab76, drn Muslim (no. 1504 (3779)) [V:380] dari hadits 'Aisyah kirab
al-'ltq,bab 2.
[Yaitu budak wanita yang dimerdekak,rn oleh 'Aisyah sctel,rh dibeli drri mrr-
jikannya di zam:rn Nabi S1.l*''
flYala'seortns mantan budak terhadap majikannya ial:rh deng,rn menasabkan
diri kepada sang majikan, misalnya deng,rn menamakan dirinya B.srirah maula
'Aisyah dan semisalnya. Lalu jika mantarn budak tadi wafit d:rn mcninggalkan
warisan, maka orang yang memerdekakannya ikut mewarisi hart:rny:r].r*'''

Muuafaq 'alaih, dan ini merupakan penggalan dari hadits 'Aisyah yang sebclum-
ny^.

24 Kitab Jual Beli

Seorang muslim yang berprofesi sebagai pedagang hendaknya
nrempelaiari hukum-hukum iual beli beserta syarat'syaratnya,
baik syarat yang dianggap sah maupun tidak.

Hal ini agar ia memiliki pengetahuan yang jelas dalam ber-

muamalah, juga demi menghindari terjadinya perselisihan dan seng-
keta antara sesama kaum muslimin. Sebab kebanyakan sengketa dan

perselisihan itu muncul akibat kejahilan mereka terh,rdap hukum
jual beli, atau karena mereka menetapkan syarat-syarat yang tidak

sah dalam bertransaksi.

(-Z: -=)

Bab Tentang: Syarat-Syarat dalam Jual Beli 25

BAB TENTANG:

KHIYAR (HAK PILIH)
DALAM JUAL BELI

Islarn adllah ig,arnil yang toleran clln.sernpurnr. Ia scl:rlu rncul-
perhatikan kemrrsl:rhltirn clirn kondisi sertir berusirh:r nrenghilpus
berbagai kesulitirn iltas urn:ltnya. S:rl:rh srltunya i:rlrrh clcngiul ntcnt-

berikan hak pilih (khiyar) b:rgi kcc{urr pih:rk yang bcrjurrl bcli. Flrrl

ini dimrrksudkan rgar masing-mrrsing pihrrl< tidak terges:r-gcsil .sel<rrli-
gus memikirk:rn kemaslirhirtan yirng akirn didrrpat d:rri tr:rnsal<si itu.
Dengan begitu, seseorang bisa rnclirnjutkiln xp:l yung clinillinya rucn-

datangk:rn keb:rikan, at:ru meng,herltil(iln xpil yang dinilainy:r tidlk

membirwa kemrtsl:rhirtln, Hak pilih cl:rl:rnr ju.rl bcli nr:rksucilrya iirl:rh

rnernilih srtu di ilntarir clua hal yang tc,rlrail< untul<nyir, y:ritu melln-
utkan transitksi :rt:ru men ggagal krrn ny,r.

,i

HAK PILIH (KHIYAR) ADA DELAPAN MACAM:

Pertama : KHIY A R MAJLIS.

Yaitu hak pilih ytng lrerk:ritirn tlcngln tcrlrp:lt trirnsirksi. Mrrl<-

suclnya, kedurr bel:rh pihrrl< yang bertr:rnsirl<si lrebirs nrenrilih sel:rnrn

keduanya rnasih cliternpat transal<si. Drrlilnyrr rrdlhh sabclir N.rbi ff,:

p u ,r[4J! \:i14 ;r\, 5-* tqi,:) I e;W lil

.\15 UKrU'$a

'Jika dua orang melakukan jual beli, rnaka nrirsing-mrsing, me-

miliki khiar selama keduirnya belurn berpisah clan rnrrsih berrrclir

di tempat."r

I tIR. Al-Rukhrrri (no. 2l l2) [V:a20] kiiit,tl-l]rryu ', b;rb 45, tlirn Musliur (no.

15.11 (3853))[V:415] kitt,irt al-hryu ', blb 10. Dirri Ibnu 'Unrirr dF .

llcliBab Tcntang: liliyar (l-lah Pilill dalam Jtul 29

Al-' Al liunirh lbn u l Qrryyi m il,B r",r.,n g,rtakrtrt : "Arlrt scbuir h h i k-

rnirh drn rnmlahirt yirng terkirndung rli brrlik pcnct itpitn kl.tiyar nrajlis
b:rgipenjuirl clirn pernbeli. I{.rl ini clcttti terwujudny'.r syilr:lt sirling

rneridhai secaril sempurnir seb:rgairnrtnrl yrltlg tlisc[rutltirn oleh Allrrh

,9& dtrla,r, finn:rn-Ny:r:

((')"'qi"P Y

'... dengan penuh heritlhaan di antara lcalian..."

Men gin grrt t r:rnstksi jual bel i biasn nyrr bcrl;t rr gsun g ntentlrrrlrrl<
clan tanpir memperhrrtikrrn nil:ri brtrang tlcngrtt't ce rn"rilt. Olch ltirrcnir
itu, sy:rri':rt Islarn yang clcrnikirrn ind:rh rlrtn scrttpunlil nrcnghilrus-

k:rn ad:rny:r bltrrsan c{irlam trrrnsrrksi yiur11 rtrenrlrcri l<cscrtrprrtrrn lragi

kedul behh untuk lebih tenlng, urcrrirrjrru l<enrlrirli, rlrrn nreritlitt

secara prib.rcli rnrtsi n g-m:rsing, d rrlarn bc rj u rrl hcl i.

K:rrenirnya, konteks h:rclits ini rncnunjukl<itn birhw:r brril< pcn-
juurl rnaupun pc'nrbeli menriliki ketrebls:tn clrtlrtnr rrrclrrnjutkrln atilu
rnembrtllk:ln tr:lnsill$i, sehrna kecluanya beluur bcrpisah sccirr;r I'isik
clari ternp:rt tr:rnsrtksi. Bill s:rlah s:ltu rltilu ltcclurury,t trtcttl;1;ugurl<itn
khiyar terselrut clengirn berjull beli t:rnpir kbiyar tttrtkit gugtrrLrlr
khiyar tersebut. Sedangli:rn jual belinyil tetap sah drtn ntcng,ikrtt,

brrik lragi kec{uit belah pih:rh irtilu y:ulg, urcrUlgug,url<rrn hrrknyir srrjit.
Sebab kbiyar adalah hak brgi sirrpa s:rj:r ylng bertritnsrtl<si, yrrng bisir
gugLrr jika ia menggLrgurklnnyl.

Hal ini didasarkan pacla sabda Nrrbi ffi, ynng bcrbunyi:

L\tAJ\.Fr\_o rz I pu(\tig
\-,6 Ji 1.'

,a:J

"Sehrna keclr.rany:t belurn bcrpisal-r, rtrru sirlirh siltunyil nrcnrbcri-

kan pilihrrn (khiyar) birgiyirng hin."

Meskipun clernil<irn, har:rrn hukurnny,t jikrr salrrh satu pihnk sc-

ngaj a meninggal kirn sludar:rny:r clenga n nirt rtrenggu gr.r rl<:rn klt iyar.
Sebitg;rirnlna yirng tcrsebut dll:rrn hrrdits 'Abdullah bin 'Anrru bin

al-'Ash:

'' lQS.Arr-Nisll':2()1. l(tab.lual llcli

30

;iq"Jil'#;frt6ji l un:

"Tidak halal baginya untuh rneninggirlkrrn srutlarirnya l<rrrcnrr
t:tl<ut s:rudirr:rny:r rnernbat:rlkan transrksi."''l

Kedua: KHIYAR SYARAT.

Yaitu kedurr behh pihak yang bertrirns:rksi nrcng:rjul<a n khiyar
di tengah-tenglh tr:rnsaksi :rtlu setelah Iranslksi, l<ctikrr khiyar majlis

nusih berl:rngsung, untuk-jangka wlktu tcrtentu. Drrlilnyl rrclirlrrh
sabc{a Nabi H,:

&t-ttai;U^:tt

"K:runl muslirnin terikat dengln persyilrlltan nlercrl(:1."

Juga keurnuln:rn yang terkrrndung cJrrl,un firrnln Alhh ,!ts:

( @')ilt\:'6 t:;^1\; <)ti6g F

"Hai orang-orangydng berirnan, penuhilah akad-ahad itr... " (QS.
Al-Maa-iclah: 1)

Sah hukurnnya bila kedua belrrh pihal( yilrlg lrcrtrirnsaksi nrcn-

syrratl<irn khiar unttrk salnh satu dari nrerel<a srrjrr sclrirb itu rrdrrlrrh

h:rk rnereka berdtur. Sehinggrr b:rg,:rirnrrnrrpun benrul<nyrr, [lilir kcclua-
nya tehh s:rling rneridh:ri, rnirk:r hukunrnyir holeh.

Ketiga: KHIYAR GHABN (AIflBAT ITUGI BESAR).

Bila seseorang merasa dirugikan sec:lm ticlirk wajar c'lrrlam bcrjual
beli, rnaka ia berhak rnendapatkirn hak khiyar untul< rnenyetujui;rtmr
mcrnbatalkan tr:rns:rksi.

l I la<lits hasarr. Diriwityrrtkirn olch Abu Drrwrrtl (rro. .145(r) |ll:a7\ l<irrrb a/.

Buyu',btil 51, rrt-Tirrniclz.i $o.1247) [III:550] kitilt al-lilrytt', birb 2(r, tlrrrr rur-

Nrrsrr-i (no. aa95)lIY:228] kitrrb al-Brryn', lrrrb 11. Dihrrsirrrhirn olclr S1,1il1l1 1l-

'l Albrrni tlltliwn I rua' a l -G ltal i l (no. 1 -1 1 1).

Lilurt I'lamul Muwaqqi'iin $l/307; 376 drrn IUl.101) olclr Ibrrul Quyyirn ilH.

BeliBab Tcntang: Kbiyar (Llak Pitib)dalam lrml 31

Dalilnya adalah srbda Nabi s,:

;\h\si?1

"Tidak boleh rnenimbulkan mudharar chr-r tidal< ptrl:r menrbllas
mudharat dengan mu dltarat."'

Dan sabda beliau H,:

'^rd+{f # ur\ju;a'i

"I{artl seorang muslirn tidak halal dianrbil kcctrlli dengrrn ke-

rellan hirtinya.""

Sedangk:rn orang yang dirugikan tidrrk akan relrt tncrr.rgi. Nrtnturr

jika kerugiannya kecil dan masih waiar mrkrr khiyar ini tidrrl< bcr-

lirku.

Kbiyar gbabn dapat terjrdi d,rlarn tig:r bentr.rl<:

1. Mencegat kafilah dagang.

Maksudny:r, mencegat kafilah ymg mernb:rw:r blrirng d;rganglnnyir
ke kota. Bila kafilah tersebut dicegat sebelurn mtsttl< pilsar, lalu barang
dag:rngln mereka diborong, dm terny:rta nrerekrr dirtrgil<irn secarrl tidxk
waj:rr oleh pemborong, maka mereka nrenriliki h;'l< khiyar.

Dalilnya adalah Sabda Nabi H,:

;i rip."*y1fitr;Ur 3S,d;t\ !-Isi

)W\,'* e.ipt llo-

I-Iacliis ,t Oi.i*.f*rt.n chri h,rclits Ubirtlirh olch Alrnrrcl (no. 2t167) [:
3131, Il'rnu "Ml-,ritr-i:,r.h (no. 2340) [III:106] kitrb al-Altkam, lrrrb 17, Ibnu Miriirlr itrgir

nrcriwiry,rtk'rnlr,rclitsscnirdrdarilbnu'AbbirsIno.23411.IDishrrlrihl<,rrrolch

Syail<lr rrl-Albrrni cl;rl;vn lrua' al-Gbalil (no. 89fi).

I-laclits shahilr, Diriwayltk,rn olch Abu Yl'l,r d.rl,rrrr Mrrsrrtrl-nyit (rro. 1570)

flll:140] cl,rri p,rrnrrn Abu Hurrir[.r rrr-Riqrrrrsyi. Dishrrlrihl<rrn olch Sy,ril<h rrl-
Albrrni clal,tm lrua' al-Gbalil (no. 1459).

32 Kitalt Jrtal Beli

"J:rnganlah kalian mencegat pembawa bar:rng d;rri luar kota.
Barangsiapa mencegatnya lalu membeli barangnyl (sebelr"rm di:r
tiba di pasar), maka setibanya di pasar dia memilil<i khiar."''

Dalam hadits ini, Nabi H, melarang penceg;ltitn cli luar Pasar ter-

hadap pembawa barang dari luar kota. Beliatr #, jtrga menegaskan,

bila penjual telah masuk pasar dan mengetahui harga harang-barang

di s;rna, maka dia berhak untuk menyetujui jual beli tersebut atatt
nrernbatalkannya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah i;5 berkata: "Nabi H, mene-

tirpkan kbiar bagi kafilah dagang yang dicegat sebeltrm mrrsuk pasar

seblb hal ini mengandung unsur penipuirn dirn rnanipulirsi."

Sedangkan Ibnul Qayyi*'u;t$" mengatakrrn: "Beli:ru ffi rnelirr:rng

hal tersebut karena penjual seakan-akan dikelabui tersebab ketidak-
tirhuannya pada harga pasaran. Akibatnya, pembeli bisa mendapatkrrn
b:rrangnya dengan harga di bawah harga pasar. Dari sinilah kerntrdian
Nabi H, menetapkanhhiar bagi penjual setelah ia m;rsuk pasar. Selain

itu, para ulama juga tidak ada berselisih bahwa ia mernilikihak khiar

bil;r merasa dirugikan. Karena bila pembaw:r barirng tidak tahu harga
pasilran, ber:rrti dia tidak tahu harga yang layak untuk barangnya.
Dan ini berarti bahwa pembeli telah mengelabuinya. Dernikiirn pula
bila penjual menjual sesuatu kepada para pendltang tersebut, tnereka
jtrg,a memiliki kbiyar setelah tiba di pasirr chn tahu bahwa mereka
telah dirugikan secara tid;rk wajar."*

2. Kerugian yang diakibatkan oleh najasy.

Najasy artinya menawar dengan harga yang lebih tinggi tilnpa
berrn;rksud membeli. Tujuannya ialah rnenirikkan harga barang atas
pernbeli." Ini adalah perbuatan yang haram dan dihrang oleh Nabi
H, dal:rm sabdanya:

7 HR. Muslim (no. 1519 (3822)) [V:a03)kitlrl> al-Buyz', brb 5. drrri Abu IJtrririr,rh
8 Yrjlot.' .

Lilrrrt Haasyiyah ar-Raudbul Murbi (lV / a3a).

" [Misirlnya: A adalah penju,rl dan B adahh pcmtrcli. B tcrtaril< untuk mcrnbeli

b:rr:rng dari A clcngrrn harBa tertentu, nrlmlul d:rt,rnghh C y:rng tncn,rwrrr de-
ng,,rn hrrga lcbih rnrrhirl drrri B, padahal C tidrtk ingin nrcrnbclinya. Maksud C

i,rl,rh agrrr B mernbcli b;rrrrng itu deng,rn harga lcbih nrirlrirl l,rgi. Pcrbr,rirtan C

trrcl i din am,rk an naj asyf.r'"'

Bab Tentang: Kbiyar (Hah Pilib) dalam Jual Bcli 33

t t*'t:< .j;

D#^>U.-!

'Janganlah kalian saling melakukan najasy.t"

Sebab hal ini mengandung unsur mengelabui dan mengecoh
pernbeli, dan ini semakna dengan penipuan.

Bentuk najasy lainnya yang diharamkan ialah bila pemilik barang
mengatakan: "Barang ini telah laku dengan harga sekian..." padahal
ia berdusta. Atau mengatakan: "Barang ini saya beli dengan harga
sekian..." dan ia berdusta.

Termasuk najasy yang diharamkan ialah apabila pemilik barang
mengatakan: "Aku tidak akan menjualnya kecuali dengan harga se-
kian atau sekian", dengan m:rksud agar orang membelinya dengan
harga yang mendekatinya. Misalnya ia mengatakan terhadap barang
yang harganya lima ribu: "Ini saya jual sepuluh ribu", dengan maksud
aglrr pembeli mengambilnya dengan harga mendekati sepuluh ribu.

3. Gbabn mustarsil (kerugian akibat lugu dalam menawar).

Ibnul Qayyim i)A "Dalam hadits disebutkan
Orang yang
bahwa 'merugikan orang^yeannggaltuagkuante:rmasuk ribr'.r I

lugu ialah yang tidak tahu harga dan tidak pandai menawar. Ia hanya

bersandar pada kejujuran penjual karena hatinya yang polos. Bila

or:rng ini dirugikan secara keterlaluan, ia berhak mendapatkan hak

khiyar."t2

Perbuatan semacam ini hukumnya haram karena mengandung
unsur penipuan terhadap pembeli.

Di antara perbuatan haram yang sering terjadi di pasar kaum mus-
lirnin adalah ketika ada orang yang mendatangkan barang ke pasar,

para pedagang di pasar itu sepakat untuk tidak menawar barang rerse-

HR. Muslim (no. 1515 (3815)) [V:302] kitab al-Buyu', bnb 4, dari Abu Hurairah
.!1.-

*-f) ,

il I{adits dha'if jiddan Diriwayatkirn oleh :rl-Brrihrqi (no. 10924,10925 dan
10926)lY:5711 kitab al-Buyn', bab 96, d:rri Anirs bin M,rlik,'Ali bin AbiTha-
lib, dan J:rbir $,. Didha'i{kan oleh Syaikh al-Alb.ni <htlmt Silsilah al-Ahatlits

a dh-Dha'iifab (no. 668).
tl Lihat Haasyiyah ar-Raudbul Murbi' (lV /435-436) dengirn pcrubahirn.

Kitah lual Beli

but. Lalu Mereka sengaja mengutus seseorang untuk menawar barang
tadi. Hingga bila pemilik barang tersebut tidak mendapati pembeli
lain dengan hargayang lebih mahal, maka ia terpaksa menjualnya ke
orang itu dengan harga yang murah. Kemudian orang-orang pasar
pun bersekutu (ikut membeli) dengan si pembeli.

Perbuatan semacam ini haram karena merugikan dan men-

zhalimi orang lain. Jika pemilik barang tahu kesepakatan tersebut,
maka ia berhak mendapatkan hak khiyar dan meminta barangnya
kernbali.

Adapun orang yang mengelabui dengan cara seperti itu harus

segera bertaubat dan meninggalkannya. Sedangkan oremg yang menge-
tahui perbuatan ini wajib mengingkari pelakunya dan melaporkannya
kepada pihak berwenang sehingga perbuatan tersebut bisa dicegah.

Keempat: KHIYAR TADLIS.

Yaitu hhiaryangterjadi akibat tadlis. Tadlis artinya menampak-
kan barang cacat dalam rupa yang baik (tidak cacat). 'Tadlis' berasal
dari kata 'dulsah'yans artinya kegelapan. Jadi, penju:rl seakan-akan

menggelapkan pandangan pembeli hingga pengamatannya terhadap
barang yang dibeli tidak sempurna.

Tadlis ada dua macam:

1,. Menyembunyikan cacat barang.

2. Memperindah dan memoles barang dagangan hingga harganya

naik.

Tadlis hukumnya haram, dan ia merupakan alasan syar'i bagi
pernbeli untuk mengembalikan barang yang telah dibelinya. Hal
ini karena ia mengeluarkan uang demi barang tersebut berdasarkan
sifat-sifat yang ditonjolkan oleh penjualnya. Dan kalau saja dia tahu
bahwa barang yangiabeli tidak seperti itu, niscaya ia tidak akan mau
rnerogoh kocek untuk membelinya.

Salah satu bentuk tadlis yang sering terjadi ialah yang disebut
dengan tasbriab,yaitu dengan menahan air susu kambing, sapi, atau
unta agar tetap berada dalam empengnya ketika dipamerkan untuk
dijual. Dengan begitu, calon pembeli akan mengira bahwa hewan
tersebut selalu menghasilkan susu yang banyak ftarena melihat em-

BeliBab Tentang Kbiyar (Hak Pilib) dalam Jual 35

pengnya yang menggelembung. Padahal setelah diperah satu atau dua
kali maka akan segera mengempis seperti sedia kala).

Nabi ff, bersabda:

G"F:\ ig *,wql #{r6vuy' \rjii

i;V\^4G3j'u, jys,Gfr\;\i riL,WZif

;b

"Janganlah kalian melakukan tashriah terhadap unta dan kam-
bing. Barangsiapa membeli hewan yangditashriyah, maka ia
berhak memilih satu dari dua hal setelah memerah susunya: dia
boleh tetap memilikinya kalau mau, atau boleh juga mengembali-
kannya dengan memberikan satu shr'kurma."t)

Di antara bentuk tadlis adalah mendekorasi rumah yang jelek
untuk menipu pembeli atau pengontrak. Demikian pula memer-
mak mobil agar tidak kelihatan sebagai mobil bekas dalam rangka

mengecoh pembeli, dan bentuk-bentuk penipuan lainnya.

Intinya, seorang muslim harus berlaku jujur dan terus terang

dalam berjual beli. Nabi #, bersabda:

Ati tW) wG 3\1,v'frit rq+! ou#t

W K; eg t6') u K c _Y),W,J- \:A

"Orang yang berjual beli memiliki bbiyarta selama keduanya
belum berpisah. Jika keduanya berlaku jujur dan terus terang
maka jual beli tersebut akan diberkahi, namun jika keduanya

tr- HR. Al-Bukhari (no. 2148)lIY:4561kitab al-Buyu', bab 64, dan Muslim (no.

1524 (3830) [V:405] khab al-Buyu', bab 7, deng,an lafazh: "B:rrirngsiapa mem-

beli kambing..." dan seterusnya.

[Catatan: L Sba' = 4 mud, dan 7 mud adalah takaran (volume) yang setara

ra dengan kedua telapak tangan -yang berukuran sedang- bila disatukan].r""'
Menurut muraji'catatan kaki mutarjim di sini tidak diperlukrrn karena mu'al-

lif dalam bab ini telah berkali-kali benyebutkan kata khiar sebelumnya, dan

juga beliau telah menjelaskan maknanya pada awal brrb ini.

36 Kitab lual Beli

r=

r

berdusta dan menyembunyikan, dicabutlah berkah dari jual
beli mereka."'s

Dalam hadits ini, Nabi ffi mengabarkan bahwa kejujuran dalam

jual beli merupakan sebab turunnya berkah sedang kedustaan dalam
jual beli merupakan sebab hilangnya berkah. Harga murah yang
didapat dari sikap jujur akan diberkahi oleh Allah. Namun harga
mahal yang didapat dari berdusta akan membuat berkah dicabut
sehingga tidak mengandung kebaikan sedikit pun.

Kelima: KHIYAR'AIB,

Yaitu khiar yang diberikan kepada pembeli karena cacat y^ng
terdapat dalam barang yang dibeli. Hal ini mungkin terjadi karena

penjual tidak memberi tahu pembeli cacat tersebut. Atau penjual me-
mang tidak mengetahui cacat tersebut, namun setelah diteliti ternyata
barang tadi memang cacat sebelum dijual.

iKrit eria cacat y angmenye b ab k an adany a k h ar adalah c ac at yan g

biasanya mengurangi harga barang, atau yang mengurangi barang itu
sendiri. Yang menjadi rujukan dalam hal ini adalah para pedagang
yang terkenal. Sehingg apa saja yang mereka anggap sebagai cacat
maka harus dijadikan acuan untuk memberlakvkan khiyar dan apa
yang tidak mereka anggap sebagai cacat tidak dijadikan acuan.

Adapun jika pembeli mengetahui adanya cacat tersebut setelah

transaksi, maka ia memilikikhiaruntuk tetap menyetujui transaksi
itu atau meminta ganti rugi sebesar selisih harga antara barang yang
tidak cacat dengan barang yangcacat tadi. Disamping itu, pembeli

juga berhak membatalkan transaksi dengan mengembalikan barang
tersebut dan meminta uangnya kembali.

KeenAm: KHIYAR TAKHBI R BITSTSAMAN.

Yaitu jika penjual mengatakan bahwa ia menjual barang tersebut

dengan harga pokok (modal) sekian... Ialu pembeli membelinya.
Kemudian diketahui bahwa harga pokoknya tidak seperti yang
dikatakan, tapi lebih mahal atau lebih murah dari yang dikatakan

penjual.

'5 Lihat tahbrij-nya pada hal. 4 37

Bab Tentang Kbiyar (Hak Pilib) dalam lual Beli

Di antara bentuk khiar ini ialah bila penjual mengatakan:

"Barang ini saya jual kepadamu dengan hargapokok (tanpa laba)",
atau "Barang ini saya jual kepadamu dengan laba sekian dari harga
pokoknya", atau "Barang ini saya jual kepadamu dengan rugi sekian
dari harga pokoknya".

Dalam keempat contoh di atas, jika ternyataharga pokok ba-
rangyangdimaksud berbeda dengan yang dikatakan penjual, maka
pembeli berhak untuk menyetujui transaksi atau membatalkannya.
Hal ini menurut salah satu pendapat dalam madzhab Hambali.

Sedangkan pendapat kedua mengatakan bahwa dalam kondisi

seperti ini pembeli tidak diberi hak khiyar. Namun, hukumnya

sesuai dengan harga sebenarnya, dan ia dibebaskan dari kelebihan
harga yang telah dibayarkan, uallaabu A'larn.t"

KetuJwb: KHIYAR YANG TERJADI KETIKA ADA PER.
SELISIHAN ANTARA PENJUAL DENGAN PEMBELI DA.
LAM BEBERAPA HAL.

Contohnya jika keduanya berselisih tentang nominal harga,
atau berselisih tentang jenis barang, atau kadarnya, atau sifatnya,
sedang masing-masing tidak memiliki bukti. Dalam kondisi seperri

ini keduanya harus bersumpah, yaitu dengan cara masing-masing ber-
sumpah atas apa yang didakwakan. Lalu setelah bersumpah masing-
masing diperbolehkan membatalkan transaksi bila tidak setuju dengan
dakwaan saudaranya.

Kedelapan: KHIYARYANG DIBERIKAN KEPADA PEM-
BELI JIKA IA MEMBELI BARANG BERDASARKAN APA
YANG DIA LIHAT SEBELUMNYA NAMUN TERNYATA
BARANG TERSEBUT TELAH BERUBAH SIFATNYA.

Dalam kondisi seperti ini ia boleh memilih arLrara menyetujui
jual beli atau membatalkannya. lVallaahu a'lam.

(z:.-J

'6 [Artinya jual beli tadi tetap sah dan mengikat, hanya saja pembeli mendapat

kembalian uang jika ternyara harga pokoknya lebih murah dari yang dia

bayarkan].e"*'

38 Kitab lual Beli

BAB TENTANG:

HUKUM-HUKUM MELAKUKAN

TRANSAKSI TERHADAP BARANG
YANG DIBELI SEBELUM DITERIMA,

DAN HUKUM /QAALAH

Dalam bab ini kita akan membahas hukum-hukum yang ber-
kenaan dengan transaksi yang dilakukan atas barang yang telah

dibeli sebelum barang tersebut diterima pembeli. Manakah transaksi
yang dibenarkan dan mana yang tidak dibenarkan. Insya Allah akan
kita bahas disertai penjelasan tentang bentuk-bentuk serah terima
barang yang dianggap sah dan yang tidak sah.

Perlu kita ketahui bahwa tidak boleh hukumnya melakukan tran-

saksi terhadap barang yang dibeli sebelum menerima barang tersebut'.
Baik barang tersebut dibeli berdasarkan takaran, timbangan, jumlah,

maupun ukuran2. Inilah yang menjadi kesepakatan para ulama.

Demikian pula halnya dengan barang yang dibeli dalam satuan
lainnyat hukumnya sama menurut pendapat ulama yangpalingrajih

(kuat).

Dalilnya adalah sabda Nabi H,:

\-v.4)z,-,9o-rz.Jo_z &.i,>z,X4 / r\z:o-rt l
._ )1.!,G\;E ..,o
?

I [Seperti menju,rlnya, menyewakannya, mengg,irclaik,rnny,r, dan scmisalnya].t"'"'
I [Berrang yang ditakar dijual dalam srrtu:rn: rnl (rnililitcr), I (litcr), galon, dan

sebagainya. Sedangkan birrang yang ditimbang sirtuxnny:l: gr (grlrn), kg, kwin-

tal, ton, dan seterusnya. Adapun barang yang diiumlah c{iiu.rl per-biji, per-lusin

at,ru per-kodi; sedangkan barang yang diukur dijurrl dalarn sttuitn pirnjang atau

I luas, centi, meter dan seterusnya].e"'"'
[Seperti sayuran yang dijual per-ikat, atlu per-dus, :ltall yirng, tidak memirkai

ukuran tertentu, seperti barang segudirng, setumpuk, dan sebag,,rinya].p"n''

Bab Tentang: Huhum Transaksi Barang... & Iqaalab 4l

"Barangsiapa membeli bahan makanan maka janganlah dijual
hingga ia mendapatkannya secara utuh."a

La{azh lainnya mengatakan: '4e

"Hingga ia menerimanya."s

Sedangkan riwayat Muslim mengatakan:

.4t7tU-o s+- 6-

"Hingga ia menakarnya."n &.>

Ibnu 'Abbas q,tf, mengatakan: "Menurutku, selain makanan

hukumnya juga seperti itu."7

Bahkan ada riwayatyangdengan tegas mengatakan hal tersebut,
sebagaimana yangdiriwayatkan oleh Imam Ahmad berikut:

'"Ld U*4)16u:i a:F\\\\

'Jika kamu membeli sesuatu, maka janganlah kamu jual sebelum
kamu menerimanya."*

4 HR. Al-Bukhari (no.2126) [IV:a35] kitab al-Buyu', bab 51, dan Muslim (no.
1 1526 (3840)) [V:409] kitab al-Buyu', bab 8, dari Ibnu 'Umar rip,.

Muuafaq alaibi dari hadits Ibnu 'lJmar. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no.

2136)llY:4411kitab al-Buyu', bab 55, dan Muslirn (no.1526 (3845) [V:a10]

6 kirab al-Buyu', bab 8.
HR. Muslim (no. 3839 dan 1528 (3848) [V:409,411] kitab al-Buyu',bab 8, dari

7 Abu Hurairah dan Ibnu 'Abbas r$i,.

HR. Al-Bukhari (no. 2135) [IV:441] khab al-Buyu', bab 55, dan Muslim (no.
1525 (3838)) [V:408] kitab al-Buyu', bab 8, dengan lafazh yang mirip dari

8 Ibnu 'Abbas r;i!;,.

Hadits shahih ligbainbi. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (no. 15253) [III:
402)dan an-Nasa-i (no.4615)[VII:329] kitab al-Buyu', bab 55, dengan lafazh

yang mirip dari Hakim bin Hizam gF . Syaikh Syu'aib al-Arna-uth me-

nyebutkan hadits ini sebagai hadits Shahib ligbairibi dalam komentar beliau

terh,rdap Musnad Ahmad (no.15316) IXXIV:32].

42 Kitab lual Beli

Sedangkan Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadits yang ber-
bunyi:

-lq-il W-*&Lu;&:;gJ *ji &*i

rel-q,!l

"Beliau (I',labi) H, melarang menjual barang-barang di tempat

pembeliannya hingga para pedagang memasukkannya ke dalam

kantong-kantong mereka. "e

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah iE d^nmuridnya,Ibnul Qay-

yim #E,mengatakan: "Alasan dilarangnya menjual barang sebelum
berada di tangan ialah karena pembeli tidak mampu menerima barang
tersebut. Sebab penjual (yrtg pertama) mungkin menyerahkannya
dan mungkin juga tidak. Apalagi jika penjual tersebut mengetahui
bahwa pembeli mendapat untung besar dari barang tersebut, ia akan
berusaha untuk menggagalkan jual beli semula. Baik dengan meng-

ingkari terjadinya ,iual beli tersebut atau membuat trik-trik agar

jual belinya dibatalkan. Hal ini dikuatkan dengan adanya larangan
untuk mengambil untung dari barang yang belum menjadi tanggung
jawabnya.r" rr

Karenanya, wajib bagi seorang muslim menaati aturan tersebut.

Jika seorang muslim membeli barang ia tidak boleh melakukan
transaksi atasnya dalam bentuk penjualan ataupun lainnya sampai
ia benar-benar menerima barang tersebut. Hal ini sering disepelekan

e [Maksudnya setelah barang yang dibeli tersebut benar-benar berada di tan-

gan pembeli].0"n'' Hadits Hasan, diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3499)

llll4921kitab al-Buyu', bab ke-65, dari Zaid bin Tsabit €!6 . Dihasankan
oleh Syaikh al-Albani dalam Sunan Abi Daroud, dengan komenter beliau.

'0 Hadits hasan shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 350a) [III:495] kitab

al-Buyu', bab 70, at-Tirmidzi (no.1234) [III:535] kitab al'Buyu', bab 19, an-
Nasa-i (no. 4643)llY}a}l kitab al-Buyu',bab71, dan Ibnu Maiah (no. 2188)
[III:31] kirab at-Tijarah,bab 20, dari hadits 'Abdullah bin 'Amru. Syaikh al-
Albani menilai hadits ini sebagai hadits hasan shahih dalam kitab beliau Si/sl-

tt lah al-Ahadits asb-Sbahiihah (no. L2l2).

Lihat al-Akhbaar al-'llmiyyah minal lbbtiyaaraat al-Fiqbiyyab, hal. 187 cet.

Daarul 'Aashimah.

IqaalahBab Tentang Huhum Transaksi Barang... €, 43

oleh banyak orang atau tidak mereka ketahui. Sehingga mereka
pun menjual barang-b arangyang telah dibeli sebelum menerimanya
dari penjual. Atau mereka menerimanya secara tidak sempurna dan
tidak sah.

Contohnya seperti orang yang sekedar menghitung jumlah ba-
rangya.ng dibeli yang terdapat dalam kantong plastik, bungkusan,
atau dus-dus, namun barang itu masih berada di toko penjual, lalu
orang ini pergi dan menjualnya ke orang lain. Tindakan semacam ini
tidak dianggap sebagai serah terimayangsah, dan akibatnya transaksi
yang dilakukan pembeli atas barang tadi pun tidak dibenarkan.

Jika Anda bertanya: "Bagaimanakah kriteria serah terima barang
yang sah hingga barang tersebut boleh dijual kembali?"

Jawabnya: Serah terima suatu barang berbeda sesuai dengan
jenisnya. Sebab masing-masing jenis memiliki cara tersendiri yang

sesuar.

Barang yang ditakar, diterima secara sah dengan menakarnya.
Barang yang ditimbang, diterima dengan menimbangnya. Barang
yang dijual perbiji, diterima dengan menentukkan jumlahnya.
Demikian pula bila barang itu dijual dalam satuan ukur, maka serah
terimanya dianggap sah setelah ukurannya ditentukan. Setelah itu,
barang-barang tersebut harus dipindahkan ke tempat pembeli.

Bila barangnya berupa pakaian, hewan, mobil, dan semisalnya,
maka serah terimanya ialah dengan memindahkan barang-barang
tadi ke rumah pembeli. Namun bila barangnya bisa diserahkan
dengan tangan, seperti perhiasan, buku, dan semisalnya, maka serah
terimanya harus dengan tangan dari pen,iual ke tangan pembeli.

Tapi jika tidak mungkin dipindah dari tempatnya, seperti nrmah,
tanah, dan buah yang masih ada di pohonnya, maka serah terimanya
dianggap sah bila si pembeli diberi kebebasan untuk berbuat api-yang
diinginkannya seperti layaknyapemilik barang. Dan bila yang dijual
adalah tempat tinggal, maka serah terimanya dengan membuka pintu
atau menyerahkan kunci-kuncinya kepada pembeli.'z

12 [Saat ini, bentuk serah terima yang paling baik dalam hal ini ialah dengan

memberikan sertifikat tanah atau rumah tersebut kepada pembeli, kemudian
dibuatkan akte tanah yang baru atas nama si pembeli].n*''

Kitab Jual Beli

Telah disebutkan beberapa hadits yang melarang terjadinya
transaksi terhadap barang yang dibeli sebelum ada serah terima
secara syar'i. Larangan ini demi kemaslahatan penjual dan pembeli
sekaligus. Yaitu demi menghindari sengketa dan perselisihan yang
sering kali muncul di masyarakat akibat meremehkan masalah se-
rah terima ini atau karena pembeli tidak memeriksa jumlah barang
yang dibeli secara teliti, kecuali setelah barang tersebut terlepas dari
tanggung jawab penjual. Masalah ini hendaknya diperhatikan dan
diterapkan oleh setiap muslim dalam bermuamalah.

Dewasa ini banyak orang yang menyepelekan masalah serah

terima barang dan mengadakan transaksi sebelum ada serah terima
barang. Dengan begitu mereka telah melanggarlarangan Rasulullah
ffi, dan akibatnya terjerumus dalam sengketa dan perselisihan. Atau
menyesal ketika mengetahui kondisi barang yang sebenarnya se-
telah mereka berada dalam posisi yang sulit. Hingga tidak ada ialan
lain bagi mereka untuk keluar dari kesulitan tersebut kecuali lewat
dakwaan dan tuntutan ke pengadilan.

Demikianlah keadaan setiap orang yang menyelisihi perintah
Rasul M,,i^pasti akan menyesal dan menghadapi kesulitan.

[HUKUM IQAALAI-II

Di antara hal-hal yang dianjurkan Rasulullah #, adalah iqaalab,

yaitu permintaan salah satu pihak yang berjual beli kepada pihak
lainnya agar membatalkan jual beli karena menyesali akad tersebut,
atau karena ia tidak lagi membutuhkan barang yang dibelinya, atau

karena merasa berat dengan harganya.

Nabi #,, bersabda:

.};qrjl ?il'{-*airr iui \^il jSi y;

"Siapa yang mene rima iqaalab seorangmuslim, Allah akan me-
maafkan kesalahannya di hari Kiamat."r''

'r Hadits shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Maiah (no. 2199) [III:36] kftab at-

Tijarah,bab 26,dari Abu Hurairah .gE . Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani
dalam lrwa' al-Gbalil (no. 1334).

IqaalahBab Tmtang Hukum Transabsi Barang.,, €, 45


Click to View FlipBook Version