The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Survei kondisi struktur perkerasan jalan dibedakan melalui pemeriksaan
destruktif dan pemeriksaan nondestruktif. Pemeriksaan destruktif dilakukan dengan mengambil benda uji atau pengamatan visual pada tes pit
atau sumur uji yang dibuat pada perkerasan jalan lama. Pemeriksaan
destruktif kurang disukai karena mengakibatkan kerusakan pada perkerasan jalan lama. Namun demikian perencanaan tebal lapis tambah
berdasarkan analisis komponen membutuhkan data kondisi perkerasan
jalan yang diperoleh melalui pemeriksaan destruktif.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by NR Tobogu, 2021-07-18 09:48:24

Perencanaan Tebal Struktur Perkerasan Lentur

Survei kondisi struktur perkerasan jalan dibedakan melalui pemeriksaan
destruktif dan pemeriksaan nondestruktif. Pemeriksaan destruktif dilakukan dengan mengambil benda uji atau pengamatan visual pada tes pit
atau sumur uji yang dibuat pada perkerasan jalan lama. Pemeriksaan
destruktif kurang disukai karena mengakibatkan kerusakan pada perkerasan jalan lama. Namun demikian perencanaan tebal lapis tambah
berdasarkan analisis komponen membutuhkan data kondisi perkerasan
jalan yang diperoleh melalui pemeriksaan destruktif.

Keywords: Struktur Jalan

Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur

LAMPIRAN 4

DAFTAR TABEL

240

Lampiran 4 Daftar Tabel

LAMPIRAN 4

Daftar Tabel

halaman

Bab 2 Jenis dan Fungsi Lapisan Perkerasan Jalan

Tabel 2.1 Ketentuan Sifat Campuran Latasir ................................ 17
Tabel 2.2 Ketentuan Sifat Campuran Lataston .............................. 18
Tabel 2.3 Ketentuan Sifat Campuran Laston ............................... 19
Tabel 2.4 Ketentuan Sifat Campuran Laston Modifikasi ................ 20
Tabel 2.5 Ketentuan Sifat Campuran Lasbutag ............................. 21
Tabel 2.6 Tebal Nominal Minimum Lapis Permukaan .................... 22
Tabel 2.7 Gradasi Lapis Pondasi Agregat ................................... .. 24
Tabel 2.8 Ketentuan Sifat Lapis Pondasi Agregat ......................... 25
Tabel 2.9 Ketentuan Sifat Lapis Pondasi Tanah Semen .................. 25
Tabel 2.10 Ketentuan Sifat Lapis Pondasi Agregat Semen ............... 26
Tabel 2.11 Gradasi Lapis Pondasi Agregat Kelas C.......... ............... 28
Tabel 2.12 Ketentuan Sifat Lapis Pondasi Agregat Kelas C ........ ...... 28

Bab 3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan
Tebal Perkerasan

Tabel 3.1 Distribusi Beban Sumbu Untuk Berbagai Jenis Kendaraan 40
Tabel 3.2 Jenis Lokasi Pos Timbang Dan Jumlah Sampel .............. 43
Tabel 3.3 Contoh Spektra Beban Sumbu Kendaraan .................... 53
Tabel 3.4 Beban Untuk Melakukan Penetrasi Batu Pecah Standar . 57
Tabel 3.5 Nilai R Untuk Menghitung CBR Segmen ....................... 65
Tabel 3.6 Contoh Metode Grafis Untuk Menentukan CBRsegmen ...... 68
Tabel 3.7 Contoh Hasil Pengujian Dengan Alat DCP ..................... 71

241

Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur

Tabel 3.8 Korelasi Nilai MR dengan klasifikasi AASHTO dan CBR .... 77
Tabel 3.9 Korelasi Nilai MR dengan klasifikasi USCS dan CBR ........ 78
Tabel 3.10 Berbagai Fungsi Jalan .................................................. 83
Tabel 3.11 Nilai IP dan Persentase Responden Yang Menerimanya .. 93
Tabel 3.12 Nilai IRI dan Persentase Responden Yang Menerimanya 94

Bab 4 Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Metode AASHTO
Tabel 4.1 Gradasi Agregat Lapis Beton Aspal ................................ 99
Tabel 4.2 Karakteristik Benda Uji Beton Aspal............................... 99
Tabel 4.3 Gradasi Agregat Lapis Pondasi ..................................... 100
Tabel 4.4 Gradasi Agregat Lapis Pondasi Bawah ........................... 101
Tabel 4.5 Tebal Perkerasan Untuk Setiap Loop ............................ 102
Tabel 4.6 Beban Sumbu Dan Jenis Kendaraan Pada

Jalan Percobaan .......................................................... 103
Tabel 4.7 Perbedaan Antara Metode AASHO 1972 Dengan

Metode AASHTO 1993 ................................................. 110
Tabel 4.8 Contoh Data Frekwensi Beban Sumbu Untuk Truk

1.22+22 ...................................................................... 119
Tabel 4.9 Contoh Perhitungan E Truk 1.22+22 ............................ 120
Tabel 4.10 Faktor Umur Rencana ................................................. 123
Tabel 4.11 Nilai Reliabilitas, ZR Dan FR ........................................ 129
Tabel 4.12 Nilai Reliabilitas Sesuai Fungsi Jalan ............................ 130
Tabel 4.13 Kelompok Kualitas Drainase ......................................... 131
Tabel 4.14 Koefisien Drainase (m) ................................................ 132
Tabel 4.15 Tebal Minimum Lapis Permukaan Dan Lapis Pondasi....... 139

242

Lampiran 4 Daftar Tabel

Bab 5 Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Metode SNI 1732-
1989-F

Tabel 5.1 Perbedaan Antara Metode AASHTO 1972

& SNI 1732-1989-F .............................................. 142

Tabel 5.2 Jumlah Lajur Berdasarkan Lebar Jalur .......................... 144

Tabel 5.3 Koefisien Distribusi ke Lajur Rencana ........................... 145

Tabel 5.4. Korelasi antara CBR dan DDT ....................................... 147

Tabel 5.5 Faktor Regional ........................................................... 139

Tabel 5.6 Indeks Permukaan Pada Awal Umur Rencana (IP0) ........ 148
Tabel 5.7 Indeks Permukaan Pada Akhir Umur Rencana (IPt) ........ 149
Tabel 5.8 Kinerja Struktur Perkerasan Jalan Di Akhir Umur Rencana 150

Tabel 5.9 Koefisien Kekuatan Relatif ........................................... 163

Tabel 5.10 Tebal Minimum Lapis Perkerasan ................................. 164

Bab 6 Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur
Metode Pt T-01-2002-B

Tabel 6.1 Indeks Permukaan Pada Awal Umur Rencana (IP0) ........ 173

Tabel 6.2 Indeks Permukaan Pada Akhir Umur Rencana (IPt) ........ 173

Tabel 6.4 Faktor Distribusi Lajur (DL) ........................................... 175
Tabel 6.4 Perbedaan metode AASHTO1993 dengan

Metode PtT-01-2002-B .............................................. 178

Bab 7 Perencanaan Tebal Lapis Tambah

Tabel 7.1 Faktor Koreksi Lendutan Terhadap Temperatur

Tabel 7.2 Standar (Ft) ................................................................ 195
Tabel 7.3 Temperatur Tengah (Tt) dan Bawah (Tb) Lapis Beraspal 197
Nilai Kondisi Perkerasan Jalan ..................................... 202

Tabel 7.4 Koefisien Kekuatan Relatif (a) Jalan Lama ...................... 204

243

Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur

Tabel 7.5 Nilai RCI secara visual ................................................... 210
Tabel 7.6 Faktor Koreksi Penyesuaian Jenis Lapis Tambah (FKTBL) ... 216

Lampiran

Tabel L1.1 Nilai Angka Ekivalen Untuk Sumbu Tunggal, IPt = 2,0 .... 221

Tabel L1.2 Nilai Angka Ekivalen Untuk Sumbu Tandem, IPt = 2,0 .... 222
Tabel L1.3 Nilai Angka Ekivalen Untuk Sumbu Tridem, IPt = 2,0 ...... 223

Tabel L1.4 Nilai Angka Ekivalen Untuk Sumbu Tunggal, IPt = 2,5..... 224

Tabel L1.5 Nilai Angka Ekivalen Untuk Sumbu Tandem, IPt = 2,5..... 225
Tabel L1.6 Nilai Angka Ekivalen Untuk Sumbu Tridem, IPt = 2,5 ...... 226
Tabel L1.7 Nilai Angka Ekivalen Untuk Sumbu Tunggal, IPt = 3,0..... 227

Tabel L1.8 Nilai Angka Ekivalen Untuk Sumbu Tandem, IPt = 3,0..... 228

Tabel L1.9 Nilai Angka Ekivalen Untuk Sumbu Tridem, IPt = 3,0 ...... 229
Tabel L2.1 Nilai Angka Ekivalen Untuk Sumbu Tunggal Roda Tunggal 231

Tabel L2.2 Nilai Angka Ekivalen Untuk Sumbu Tunggal Roda Ganda. 231

Tabel L2.3 Nilai Angka Ekivalen Untuk Sumbu Ganda Roda Ganda ... 232

Tabel L2.4 Nilai Angka Ekivalen Untuk Sumbu Tripel Roda Ganda .... 232

244


Click to View FlipBook Version