Survei kondisi struktur perkerasan jalan dibedakan melalui pemeriksaan destruktif dan pemeriksaan nondestruktif. Pemeriksaan destruktif dilakukan dengan mengambil benda uji atau pengamatan visual pada tes pit atau sumur uji yang dibuat pada perkerasan jalan lama. Pemeriksaan destruktif kurang disukai karena mengakibatkan kerusakan pada perkerasan jalan lama. Namun demikian perencanaan tebal lapis tambah berdasarkan analisis komponen membutuhkan data kondisi perkerasan jalan yang diperoleh melalui pemeriksaan destruktif.