The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LAYOUT BUKU STATISTIK SEKTORAL PROVINSI SULAWESI BARAT TAHUN 2021_REV4_KIRIM-dikompresi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by stubbornstub, 2021-09-05 22:22:50

LAYOUT BUKU STATISTIK SEKTORAL PROVINSI SULAWESI BARAT TAHUN 2021_REV4_KIRIM-dikompresi

LAYOUT BUKU STATISTIK SEKTORAL PROVINSI SULAWESI BARAT TAHUN 2021_REV4_KIRIM-dikompresi

20. DINAS PERHUBUNGAN
210
Data Statistik Sektoral

Sulawesi Barat

Data Statistik Sektoral20.1 Jumlah Arus Penumpang Angkutan Umum Yang Masuk/Keluar Daerah
Provinsi Sulawesi Barat
Sulawesi Barat
Gambar 20.1 Jumlah Arus Penumpang Angkutan Umum Yang Masuk/Keluar
Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Data Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat terkait Jumlah Arus
Penumpang Angkutan Umum Yang Masuk/ Keluar Daerah Provinsi Sulawesi
Barat seperti yang ditunjukkan gambar 20.1 bahwa pada tahun 2020
menunjukkan Penumpang yang masuk ke wilayah Provinsi Sulawesi Barat
melalui transportasi darat sebanyak 402.690 orang, sedangkan arus penumpang
yang keluar dengan angkutan darat lebih sedikit sebanyak 384.467 orang.

Lain halnya dengan arus penumpang dengan pesawat udara yang jumlah
penumpang bepergian keluar Wilayah Sulawesi Barat jauh lebih besar dengan
jumlah penumpang yang masuk ke Wilayah Sulawesi Barat yakni arus
penumpang yang keluar mencapai 26.976 orang sedangkan arus penumpang
yang masuk hanya 26.641 orang.

Di bidang transportasi laut Pada Tahun 2020 penumpang yang keluar
dari wilayah Sulawesi Barat 22.245 orang sedangkan jumlah penumpang yang
masuk mencapai 19.368 orang.

211

Data Statistik Sektoral Tabel 20.1 Jumlah Arus Penumpang Angkutan Umum Yang Masuk/Keluar

Sulawesi Barat Daerah Provinsi Sulawesi Barat

No. Tahun Bus (Orang) Kapal Laut Pesawat Udara Jumlah
(Orang) (Orang)

Masuk Keluar Masuk Keluar Masuk Keluar Masuk Keluar

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

1 2017 1.164.677 1.146.297 20.555 20.270 82.473 88.431 1.267.705 1.254.998

2 2018 659.385 844.350 18.330 25.429 80.829 90.986 758.544 960.765

3 2019 595.879 603.279 40.966 30.142 61.488 67.440 698.333 700.861

4 2020 402.690 384.467 19.368 22.245 26.641 26.976 448.699 433.688

Sumber Data : Dinas Perhubungan Prov. Sulawesi Barat

20.2 Jumlah Angkutan Umum di Provinsi Sulawesi Barat

Gambar 20.2 Jumlah Angkutan Umum di Provinsi Sulawesi Barat

Data terkait jumlah angkutan umum di Provinsi Sulawesi Barat dihitung
berdasarkan aktivitas masuk dan keluar Wilayah Sulawesi Barat baik itu
Angkutan Darat (Terminal), Kapal Laut (Dermaga) dan Pesawat Udara (Bandar
Udara). Pada tahun 2020 angkutan darat masuk 79.360 dan keluar 80.260 unit
yang merupakan penurunan jumlah angkutan umum yang masuk dan keluar
dari tahun sebelumnya. Angkutan umum dengan kapal laut mengalami

212

Data Statistik Sektoralpeningkatan jumlah yang masuk dan keluar yaitu 2.848 unit yang masuk dan
keluar dari tahun sebelumnya. Sedangkan angkutan udara pada tahun 2020
Sulawesi Barat mengalami penurunan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya, yang
mencapai 669 unit.

Uji KIR sebagai pengujian fisik untuk pemenuhan persyaratan teknis dan
laik jalan yang dilakukan terhadap landasan kendaraan angkutan umum serta
angkutan barang, yang telah dimodifikasi tipenya. Terkait persentase
kepemilikan KIR angkutan umum dapat dilihat bahwa jumlah uji KIR pada tahun
2020 tercatat 100 % telah dilakukan Uji KIR, yang mana pada tahun 2020
mengalami peningkatan yang cukup besar dari jumlah Uji KIR di tahun 2019
sebesar 2.501 menjadi 4.585 di Tahun 2020. Sebagaimana ditunjukkan pada
Gambar 20.2.
20.3 Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis Menurut Kabupaten Di

Provinsi Sulawesi Barat, Tahun 2020

Gambar 20.3 Jumlah Pelabuhan Laut/ Udara/ Terminal
Bis di Provinsi Sulawesi Barat, tahun 2020

213

Data Statistik Sektoral Data Dinas Perhubungan terkait jumlah pelabuhan laut/ udara/ terminal
bis menurut kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2020
Sulawesi Barat menunjukkan bahwa Pelabuhan Laut di Provinsi Sulawesi Barat mencapai 9 unit
dan paling banyak berada di Kabupaten Mamuju yaitu 4 unit, kemudian untuk
Bandar Udara ada 2 unit di Sulawesi Barat yaitu di Kabupaten Mamuju dan
Kabupaten Mamasa.Terminal Bis berdasarkan tipenya dikategorikan kedalam 4
(empat) tipe terminal yaitu terminal tipe A yang ada di Kabupaten Mamuju dan
Kabupaten Polewali Mandar, tipe B yang tidak tersedia di Sulawesi Barat, tipe C
berjumlah 2 unit yang berada di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar,
sedangkan untuk kabupaten Pasangkayu, Mamasa dan Mamuju Tengah belum
tersedia Terminal Bis. Terlihat pada Tabel 20.2.

Tabel 20.2 Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis Menurut Kabupaten Di
Provinsi Sulawesi Barat, Tahun 2020

Pelabuhan Bandar Udara Terminal Bis (Unit)
Laut (Unit) (Unit)
No. Kabupaten A B C Pembantu Jumlah
(3) (4)
(1) (2) 4 1 (5) (6) (7) (8) (9)
1 Mamuju
100 3 4

2 Majene 2 0 001 1 2

3 Polewali Mandar 1 0 10 1 0 2
0 0 0
4 Mamasa 0 1 00 0 0 0
0 0 0
5 Pasangkayu 1 0 0 0

6 Mamuju Tengah 1 0 00

Sumber Data : Dinas Perhubungan Prov. Sulawesi Barat

214

Data Statistik Sektoral20.4 Jumlah Barang Melalui Dermaga dan Bandara di Provinsi Sulawesi Barat

Sulawesi Barat Gambar 20.4 Jumlah Barang Melalui Dermaga dan
Bandara di Provinsi Sulawesi Barat

Dalam gambar 20.4 menunjukkan bahwa pada tahun 2020 sektor
transportasi mulai dari transportasi darat, transportasi laut dan transportasi
udara semua mengalami penurunan penumpang secara signifikan, begitupun
juga dengan aktivitas bongkar/muat di seluruh Dermaga Pelabuhan Sulawesi
Barat yang sebelumnya pada tahun 2019 bongkar 1.241.475 Ton dan muat
1.230.679 Ton setelah pada tahun 2020 bongkar 914.560,16 Ton dan muat
158.557,301 Ton. Kondisi Tidak jauh berbeda juga dirasakan pengiriman barang
melalui pesawat udara terjadi kemerosotan pada tahun 2020. Hal ini
disebabkan oleh pandemic Covid -19 yang melanda seluruh dunia di awal tahun
2020 termasuk Indonesia dan berimbas pada menurunnya aktivitas masyarakat
yang menggunakan jasa layanan transportasi dan akibat dari aturan larangan
mudik pada masa hari raya idul fitri, natal dan tahun baru serta kebijakan
pemerintah yang menerapkan pembatasan sosial baik skala mikro maupun
skala besar di seluruh daerah termasuk di Sulawesi Barat.

215

21. DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
216
Data Statistik Sektoral

Sulawesi Barat

Data Statistik Sektoral21.1 Jumlah Produksi Ikan Menurut Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat

Sulawesi Barat Gambar 21. 1 Produksi Ikan di Provinsi Sulawesi Barat
Data produksi yang ditampilkan merupakan hasil kompilasi data produksi
produk ikan, dan non ikan. Produk ikan merupakan produk kelautan dan
perikanan dalam bentuk ikan, baik ikan air tawar maupun ikan laut. Sementara
produk non ikan, yang dominan dan berpengaruh besar pada pencapaian angka
produksi adalah Rumput Laut. Data disajikan per kabupaten setiap tahun
dengan membandingkan antara jumlah produksi ikan dengan jumlah target
produksi ikan dan ditampilkan dalam bentuk persentase.
Secara umum, pada tahun 2020 terdapat kenaikan jumlah produksi hasil
perikanan dari tahun 2018 dan 2019. Adanya stimulus dari Pemerintah Provinsi
Sulawesi Barat berupa Sarana Perikanan Tangkap dan Sarana Perikanan
Budidaya ikut membantu meningkatkan jumlah produksi ikan.
Selama tahun 2018-2020 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi
Barat berhasil memenuhi target produksi yang telah ditetapkan. Hal ini
tergambar dari persentase jumlah produksi atas target produksi.
Terdapat jumlah produksi yang bervariasi di masing-masing kabupaten
hal ini disebabkan adanya variasi komoditas di masing-masing kabupaten.

217

Data Statistik SektoralRumput laut merupakan komoditas yang mempunyai pengaruh besar terhadap
jumlah produksi perikanan di Sulawesi Barat. Kabupaten Mamuju merupakan
Sulawesi Barat penghasil rumput laut terbesar di Sulawesi Barat disusul dengan Kabupaten
Polewali Mandar yang ditunjukkan dengan besarnya nilai produksi pada kedua
kabupaten tersebut. Kabupaten Mamasa merupakan Kabupaten dengan Jumlah
Produksi terkecil sebab produksi di Kabupaten Mamasa hanya bergantung
produksi ikan air tawar karena tidak mempunyai wilayah laut dan pesisir.
sebagaimana terlihat pada tabel 21.1.

Tabel 21. 1 Jumlah Produksi Ikan Menurut Kabupaten
di Provinsi Sualwesi Barat Tahun 2018-2020

No. Kabupaten Jumlah 2018 Persentase
Produksi Ikan Jumlah Target (%)
(1) (2) Produksi Ikan
1 Mamuju (Ton) (5)
2 Majene (3) (Ton) 103,59
3 Polewali Mandar (4) 102,56
4 Mamasa 80.936,09 101,29
5 Pasangkayu 9.933,46 78.131,55 101,10
6 Mamuju Tengah 51.290,21 9.685,12 101,88
3.335,31 50.637,96 102,56
Sulawesi Barat 15.356,63 3.298,93
6.977,65 15.072,71 102,57
6.803,21
167.829,36
163.629,48

Lanjutan tabel 21.1 Jumlah 2019 Persentase
Produksi Ikan Jumlah Target (%)
No. Kabupaten Produksi Ikan
(Ton) (8)
(1) (2) (6) (Ton) 100,95
1 Mamuju (7) 100,78
2 Majene 81.824,32 100,70
3 Polewali Mandar 9.898,96 81.055,26 102,80
4 Mamasa 54.627,27 9.821,92 100,63
5 Pasangkayu 3.237,83 54.248,94 101,43
6 Mamuju Tengah 15.520,28 3.149,64
7.594,42 15.423,12 100,89
Sulawesi Barat 7.487,19
172.703,07
171.186,07

218

Data Statistik SektoralLanjutan tabel 21.1

Sulawesi Barat 2020

No. Kabupaten Jumlah Jumlah Target Persentase
Produksi Ikan Produksi Ikan (%)

(Ton) (Ton)

(1) (2) (9) (10) (11)

1 Mamuju 82.806,21 81.906,34 101,10

2 Majene 10.017,74 9.925,05 100,93

3 Polewali Mandar 55.282,80 54.818,55 100,85

4 Mamasa 3.276,69 3.182,71 102,95

5 Pasangkayu 15.706,52 15.585,06 100,78

6 Mamuju Tengah 7.685,55 7.565,81 101,58

Sulawesi Barat 174.775,51 172.983,52 101,04

Sumber Data : Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat

21.2 Konsumsi Ikan Di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018-2020

Data konsumsi ikan yang ditampilkan merupakan jumlah konsumsi
masyarakat atas hasil perikanan perkapita selama satu tahun. Data disajikan
provinsi setiap tahun dengan membandingkan antara jumlah konsumsi ikan
dengan jumlah target konsumsi ikan dan ditampilkan dalam bentuk persentase.

Terdapat kenaikan jumlah konsumsi ikan dari tahun 2018 hingga tahun
2020. Hal ini disebabkan adanya Program Gerakan Makan Ikan (GEMARIKAN)
yang merupakan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang bersinergi
dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Programini mampu mendongkrak
angka konsumsi ikan yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang sehat
dengan makan ikan.

Tabel 21. 2 Jumlah Konsumsi Ikan Di Sulawesi Barat, Tahun 2018-2020

No. Tahun Jumlah Konsumsi Ikan Jumlah Target Konsumsi Persentase

(Kg/Kap/Thn) Ikan (Kg/Kap/Thn) (%)

(1) (2) (3) (4) (5)
104,70
1 2018 51,72 49,40 101,65
101,65
2 2019 52,83 51,97

3 2020 53,38 52,51

Sumber Data : Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat

21.3 Produksi Perikanan Kelompok Nelayan Menurut Kabupaten
Data produksi ikan kelompok nelayan menurut kabupaten tahun 2018-

2020 yang ditampilkan merupakan jumlah produksi hasil kelautan dan

219

Data Statistik Sektoralperikanan yang diperoleh dari kelompok nelayan. Data disajikan provinsi setiap
tahun dengan membandingkan antara jumlah konsumsi ikan dengan jumlah
Sulawesi Barat target konsumsi ikan dan ditampilkan dalam bentuk persentase.

Pada tahun 2019 jumlah produksi ikan kelompok nelayan mencapai
67.149,35 ton. Jumlah ini mencakup 38,88 % dari jumlah keseluruhan produksi
ikan. Sementara tahun 2020 jumlah produksi ikan kelompok nelayan yang
ditampilkan mengalami kenaikan dan mencakup 39,63% dari jumlah
keseluruhan produksi ikan sebesar 67.887,99. Untuk data per kabupaten hanya
menampilkan data pada kabupaten yang mempunyai wilayah laut.
Sebagaimana terlihat pada tabel 21.3.

Tabel 21. 3 Produksi Perikanan Kelompok Nelayan Menurut Kabupaten Di

Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2019-2020

2019

No. Kabupaten Jumlah Produksi Ikan (Ton) Jumlah Persentase
(%)
(1) (2) kontribusi hasil produksi ikan
1 Mamuju (8)
2 Majene kelompok nelayan (Ton) 26,24
3 Polewali Mandar 88,96
4 Mamasa* (6) (7) 48,36
5 Pasangkayu 0,00
6 Mamuju Tengah 21.467,82 81.824,32 57,22
20,74
8.805,88 9.898,96

26.419,12 54.627,29

0,00 3.237,83

8.881,46 15.520,28

1.575,07 7.594,42

Sulawesi Barat 67.149,35 172.703,09 38,88

Lanjutan Tabel 21.3

2020

No. Kabupaten Jumlah Produksi Ikan (Ton) Jumlah Persentase
kontribusi hasil produksi ikan (%)

kelompok nelayan (Ton) (11)
26,24
(1) (2) (9) (10) 88,98
48,37
1 Mamuju 21.703,97 82.708,02 0,00
2 Majene 8.902,75 10.005,86 57,24
20,74
3 Polewali Mandar 26.709,73 55.217,26 39,63
4 Mamasa* 0,00 0,00

5 Pasangkayu 8.979,16 15.687,90
6 Mamuju Tengah 1.592,39 7.676,43

Sulawesi Barat 67.887,99 171.295,49

Sumber Data : Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat

220

Data Statistik Sektoral21.4 Proporsi Tangkapan Ikan Yang Berada Dalam Batasan Biologis Yang

Sulawesi Barat Aman di Provinsi Sulawesi Barat, Tahun 2018-2020

Proporsi tangkapan ikan yang berada dalam batasan biologis aman
adalah perbandingan antara jumlah total hasil tangkapan dalam satu tahun
terhadap jumlah tangkapan yang diperbolehkan dalam tahun yang sama,
dinyatakan dalam persentase. Total hasil tangkapan ikan dari laut adalah
penjumlahan dari produksi ikan dari seluruh provinsi. Jumlah tangkapan yang
diperbolehkan adalah 80% dari jumlah tangkapan lestari (maximum sustainable
yield – MSY). Batasan biologis aman adalah proporsi tangkapan ikan < 100%.

Jumlah tangkapan ikan pada tahun 2018 sampai 2020 masih berada jauh
di bawah 80% dari tangkapan maksimum lestari bila di persentasekan, masih
berada di sekitar 13%. Hal ini menunjukkan masih besarnya potensi
penangkapan ikan yang bisa digarap karen nilai ini menunjukkan kondisi
underfishing. Sebagaimana terlihat pada tabel 21.4.

Tabel 21. 4 Proporsi Tangkapan Ikan Yang Berada Dalam Batasan Biologis Yang

Aman di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018-2020

No. Tahun Jumlah Tangkapan 80% dari Tangkapan Persentase

Ikan Maksimum Lestari (%)

(1) (2) (3) (4) (5)

1 2018 65.328,19 480.901,00 13,58

2 2019 67.149,35 480.901,00 13,96

3 2020 68.022,29 486.623,72 13,98

Sumber Data : Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat

21.5 Nilai Tukar Nelayan di Provinsi Sulawesi Barat, Tahun 2018 -2020

Nilai Tukar Nelayan (NTN) adalah rasio antara indeks harga yang diterima
nelayan (It) dengan indeks harga yang dibayar nelayan (Ib) dinyatakan dalam
persentase. Secara konsepsional, NTN pengukur kemampuan tukar produk
perikanan tangkap yang dihasilkan nelayan dengan barang atau jasa yang
dikonsumsi oleh rumah tangga nelayan dan keperluan mereka dalam
menghasilkan produk perikanan tangkap.

Tahun 2018 nilai tukar nelayan yang dicapai adalah sebesar 114,77. Hal
ini menunjukkan adanya surplus sebesar 14,77 dari titik impas antara indeks
harga yang diterima nelayan dengan indeks harga yang dibayar nelayan dan

221

Data Statistik Sektoralpencapaian ini lebih tinggi 4% dari target yang telah ditetapkan. Tahun 2019
terdapat kenaikan nilai tukar nelayan sebesar 2,49% dari tahun 2018. Untuk
Sulawesi Barat Tahun 2020 juga menunjukkan kenaikan 101,33% dimana Target yang dicapai
sebesar 118,51 dari nilai 116,95. Umumnya hal ini disebabkan fluktuasi harga di
lapangan termasuk adanya insentif dari pemerintah. Sebagaimana terlihat pada
gambar 21.2.

Gambar 21. 2 Nilai Tukar Nelayan di Provinsi Sulawesi Barat
21.6 Jumlah Perahu/Kapal Menurut Kabupaten Dan Jenis Kapal Di Provinsi

Sulawesi Barat, Tahun 2018-2020
Tabel 21.5 merupakan gambaran jumlah kapal dan perahu berdasarkan

kabupaten dan jenis kapal/perahu. Pada tahun 2018 dilaporkan terdapat 3.000
unit perahu tanpa motor, 7.178 unit Perahu Motor Tempel, dan 3.512 unit
Kapal Motor; dan pada tahun 2019 dilaporkan terdapat 2.388 unit perahu tanpa
motor, 7.302 unit perahu motor tempel, 3.321 unit kapal motor. Sementara
pada Tahun 2020 dilaporkan terdapat 2.507 unit perahu tanpa motor, 7.667
Unit Perahu Motor Tempel dan 3.487 unit Kapal Motor.

222

Data Statistik Sektoral Gambar 21. 3 Jumlah Perahu/Kapal di Provinsi Sulawesi Barat

Sulawesi Barat Tabel 21. 5 Jumlah Perahu/Kapal menurut Kabupaten dan Jenis Kapal di Provinsi
Sulawesi Barat tahun 2018 – 2020

No Kabupaten Perahu Tanpa Motor (Unit)

(1) (2) 2018 2019 2020

1 Mamuju (3) (4) (5)
2 Majene
3 Polewali Mandar 611 574 603
4 Mamasa 972 821 862
5 Pasangkayu 637 500 525
6 Mamuju Tengah 0 0 0
443 349 366
337 144 151

SULAWESI BARAT 3.000 2.388 2.507

Sumber Data : Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat

223

Data Statistik Sektoral Lanjutan tabel 21.5 Perahu Motor Tempel (Unit)

Sulawesi Barat No Kabupaten 2018 2019 2020

(1) (2) (6) (7) (8)

1 Mamuju 2.412 2.575 2.704
2 Majene
3 Polewali Mandar 2.129 1.875 1.969
4 Mamasa
5 Pasangkayu 1.138 1.138 1.195
6 Mamuju Tengah
000
SULAWESI BARAT
909 989 1.038

590 725 761

7.178 7.302 7.667

Lanjutan tabel 21.5

No Kabupaten Kapal Motor (Unit)

2018 2019 2020

(1) (2) (9) (10) (11)

1 Mamuju 650 897 942

2 Majene 1.971 1.521 1.597

3 Polewali Mandar 799 799 839

4 Mamasa 000

5 Pasangkayu 77 90 95

6 Mamuju Tengah 15 14 15

SULAWESI BARAT 3.512 3.321 3.487

Sumber Data : Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat

Perahu Tanpa Motor merupakan alat transportasi penangkapan ikan
tanpa penggunaan mesin penggerak, perahu motor tempel merupakan alat
tranportsi penangkapan ikan dengan menggunakan mesin penggerak yang tidak
permanen penempatannya, dan Kapal Motor merupakan alat tranportsi
penangkapan ikan dengan menggunakan mesin permanen penempatannya.

21.7 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten Dan
Jenis Budidaya Di Provinsi Sulawesi Barat, Tahun 2020

Budidaya Laut merupakan proses pemeliharaan/pembesaran biota
perikanan yang berada di daerah laut/air asin contoh rumput laut, tambak
merupakan proses pemeliharaan/pembesaran biota perikanan yang berada di
daerah pesisir / air payau contoh udang windu/ikan bandeng, kolam merupakan

224

Data Statistik Sektoralproses pemeliharaan/pembesaran biota perikanan yang berada di daerah
daratan / air tawar contoh ikan nila, lele dll, karamba merupakan proses
Sulawesi Barat pemeliharaan/pembesaran biota perikanan yang berada di daerah laut/air asin
dengan menggunakan jaring nilon dan pelampung yang sifatnya menetap,
jaring apung merupakan proses pemeliharaan/pembesaran biota perikanan
yang berada di daerah laut/air asin dengan menggunakan jaring nilon dan
pelampung yang sifatnya bisa berpindah tempat, dan sawah merupakan proses
pemeliharaan/pembesaran biota perikanan yang berada di daerah persawahan
atau biasa disebut mina padi.

Tabel 21.6 menujukkan bahwa secara umum di rumah tangga perikanan
budidaya paling banyak pada jenis budidaya di sawah (minapadi) lalu disusul
oleh tambak, kolam, budidaya laut, dan terakhir jaring apung. Sedangkan untuk
kabupaten, rumah tangga perikanan budidaya yang terbesar ada di kabupaten
mamasa. Namun demikian, minapadi memiliki produksi yang kecil sebab
merupakan metode pemanfaatan lahan yang menyatukan antara tanaman padi
dan budidaya ikan. Disamping itu, status sawah tadah hujan juga menyebabkan
terbatasnya waktu untuk budidaya ikan sistem minapadi dalam satu tahun.

Tabel 21. 6 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten Dan

Jenis Budidaya Di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020

Jenis Budidaya

No Kabupaten Budidaya Tambak Kolam Keramba Jaring Sawah Jumlah
Laut Apung
(1) (2) (4) (8) (9)
1 Mamuju (3) 891 (5) (6) (7) 0 2.369
2 Majene 315 0 505
3 Polewali Mandar 467 3.003 1.012 0 0 25 3.864
4 Mamasa 0 10.774 12.517
5 Pasangkayu 354 0 190 0 0 0 2.341
6 Mamuju Tengah 0 2.129 0 978
0 607 473 0 10 10.799 22.575
Sulawesi Barat 20 6.945
840 1.743 0 0

212 0 0

350 0 0

3.980 0 10

Tahun 2019 832 6.876 3.941 0 10 10.692 22.351

Sumber Data : Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat

21.8 Bidang Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan (Ton)
Menurut Kabupaten Di Provinsi Sulawesi Barat
Produk Olahan Hasil Kelautan dan Perikanan (Ton) merupakan jumlah

hasil perikanan yang diproses menjadi produk lainnya. Produk olahan hasil

225

Data Statistik Sektoralkelautan dan perikanan adalah produk kelautan dan perikanan yang telah
melalui proses pengolahan di antaranya olahan segar, penggaraman,
Sulawesi Barat pengeringan, surimi, abon, dan lain sebagainya. Tabel 21.7 menunjukkan bahwa
jumlah produk olahan terbesar terdapat di Kabupaten Polewali Mandar,
kemudian Mamuju, Majene, dan Mamuju Tengah. Pada tahun 2020. secara
keseluruhan produk olahan hasil kelautan dan perikanan di Provinsi Sulawesi
Barat mencapai 3.270.548 ton.

Tabel 21. 7 Bidang Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan (Ton)

Menurut Kabupaten Di Provinsi Sulawesi Barat, Tahun 2019-2020

No Kabupaten Produk Olahan Hasil Kelautan dan Perikanan (Ton)

2019 2020

(1) (2) (3) (4)

1 Mamuju 271,148 272,504

2 Majene 229,614 230,762

3 Polewali Mandar 2.681,650 2.695,058

4 Mamasa 0 21,000

5 Pasangkayu 0 7,000

6 Mamuju Tengah 44,004 44,224

Sulawesi Barat 3.226,416 3.270,548

Sumber Data : Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat

21.9 Jumlah Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Yang Dibina
Dalam Membantu Pengawasan SDKP (Orang) Menurut Kabupaten Di
Provinsi Sulawesi Barat

Keterbatasan jumlah petugas pengawas perikanan dan kendala sarana,
berbanding terbalik dengan maraknya pelaku perikanan yang tidak ramah
lingkungan (destructive fishing) juga dampak pencemaran. Pengawasan di
bidang kelautan dan perikanan mutlak diperlukan agar sumber daya alam dapat
dimanfaatkan secara bijak dan lestari serta melibatkan masyarakat.Amanat
tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang
Perikanan, pada Pasal 67 yang menyatakan "Masyarakat dapat dilibatkan dalam
membantu pengawasan perikanan".

Dalam tahun 2020 jumlah kelompok masyarakat pengawas yang telah
dibentuk untuk membantu dalam pengawasan pengelolaan sumber daya
kelautan dan perikanan berjumlah 70 kelompok yang tersebar di lima
kabupaten. Sebagaimana terlihat pada gambar 21.8.

226

Data Statistik Sektoral Tabel 21. 8 Jumlah POKMASWAS Tahun 2019-2020

Sulawesi Barat Jumlah Kelompok Masyarakat Pengawas

No Kabupaten (Pokmaswas) Yang Dibina Dalam Membantu
Pengawasan SDKP (Kelompok)

2019 2020

(1) (2) (3) (4)

1 Mamuju 25 25

2 Majene 11 11

3 Polewali Mandar 12 13

4 Mamasa 0 3

5 Pasangkayu 14 14

6 Mamuju Tengah 4 4

Sulawesi Barat 66 70

Sumber Data : Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat

21.10 Jumlah Sertifikat Kelayakan Pengolahan Yang Diterbitkan Bagi Unit
Pengolahan Ikan Menurut Kabupaten Di Provinsi Sulawesi Barat

Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) adalah sertifikat yang diberikan
kepada Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang telah menerapkan Cara Pengolahan
Ikan yang Baik (Good Manufacturing Practices) dan memenuhi persyaratan
Prosedur Operasi Standar Sanitasi (Sanitation Standard Operating
Procedure).SKP sebagai salah satu persyaratan dalam pembuatan Ijin
Pemasukan Hasil Perikanan (IPHP) yang diterbitkan Ditjen PDSPKP, Sertifikasi
HACCP yang diterbitkan BKIPM, dan Surat Layak Angkut (SLA) yang diterbitkan
Ditjen PSDKP.

Pada tahun 2020 terdapat 4 sertifikat kelayakan pengolahan yang ada di
Sulawesi Barat. Sertifikat Kelayakan Pengolahan tersebut, diperuntukkan bagi 4
jenis produk pada satu perusahaan yakni CV. SAKURA PRIMA yang
berkedudukan di kabupaten Majene dan sudah terproses juga untuk 1 unit Kab.
Mamuju, Polewali Mandar dan Pasangkayu.

227

Data Statistik Sektoral Tabel 21. 9 Jumlah Sertifikat Kelayakan Pengolahan Yang

Sulawesi Barat Diterbitkan Bagi Unit Pengolahan Ikan Menurut Kabupaten Di

Provinsi Sulawesi Barat, Tahun 2019-2020

Jumlah Sertifikat Kelayakan Pengolahan yang Diterbitkan Bagi Unit

No Kabupaten Pengolahan Ikan

2019 2020

(1) (2) (3) (4)

1 Mamuju 4 Sertifikat (1 UPI; 4 Produk) 1 Sertifikat (4 UPI; 3 Produk)
2 Majene 4 Sertifikat (1 UPI; 4 Produk)
3 Polewali Mandar 1 Sertifikat (1 UPI; 6 Produk)
4 Mamasa
5 Pasangkayu 1 Sertifikat (1 UPI; 1 Produk)
6 Mamuju Tengah

Sulawesi Barat 4 Sertifikat (1 UPI; 4 Produk) 7 Sertifikat (7 UPI; 14 Produk)

Sumber Data : Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat

228

Data Statistik Sektoral22. DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA PERSANDIAN DAN STATISTIK
229
Sulawesi Barat

Data Statistik Sektoral22.1 Tersedianya Buku Daerah Dalam Angka

Sulawesi Barat Pada Tabel 22.1 menunjukkan bahwa Pada Tahun 2017 - 2020 Provinsi
Sulawesi Barat menyediakan Buku Daerah Dalam Angka, termasuk enam
Kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Barat yaitu Kabupaten Mamuju,
Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju Tengah dan Pasangkayu.

Tabel 22. 1 Tersedianya Buku Daerah Dalam Angka

Buku Daerah Dalam Angka

No. Kabupaten 2017 2018 2019 2020

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Mamuju Ada Ada Ada Ada
2. Majene Ada Ada Ada Ada
3. Polewali Mandar Ada Ada Ada Ada
4. Mamasa Ada Ada Ada Ada
5. Mamuju Tengah Ada Ada Ada Ada
6. Pasangkayu Ada Ada Ada Ada
7. Provinsi Sulawesi Barat Ada Ada Ada Ada

22.2 Tersedianya Buku Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Produk Domestik Regional Bruto merupakan salah satu indikator penting
untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah dalam suatu periode
tertentu, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDRB
pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh
unit usaha dalam suatu daerah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang
dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi pada suatu daerah.

Berdasarkan tabel 22.2, diketahui bahwa pada Tahun 2017 – 2020,
Provinsi Sulawesi Barat menyediakan Buku Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB) dan enam Kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Barat.

230

Data Statistik Sektoral Tabel 22. 2 Tersedianya Buku Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Sulawesi Barat No. Kabupaten Buku Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB) (Ada/Tidak)
(1) (2)
2017 2018 2019 2020
1. Mamuju
2. Majene (3) (4) (5) (6)
3. Polewali Mandar
4. Mamasa Ada Ada Ada Ada
5. Mamuju Tengah Ada Ada Ada Ada
6. Pasangkayu Ada Ada Ada Ada
7. Provinsi Sulawesi Barat Ada Ada Ada Ada
Ada Ada Ada Ada
Ada Ada Ada Ada
Ada Ada Ada Ada

22.3 Jumlah OPD dan Rujab yang Terkoneksi Jaringan Lingkup Pemerintah
Provinsi Sulawesi Barat

Gambar 22. 1 Jumlah OPD dan Rujab yang Terkoneksi Jaringan
Pada Tahun 2017 – 2018 masing-masing OPD masih menganggarkan
sendiri untuk jasa sewa bandwidth. Pada Tahun 2019 dan 2020 semua
penyewaan bandwidth berpusat di Dinas Komunikasi Informatika Persandian
dan Statistik.

231

Data Statistik Sektoral Gambar 22.1 menunjukkan bahwa Pemasangan fiber optik ada di 36
OPD. Sedangkan untuk wireless pemasangan di 3 OPD dan di 2 rumah jabatan
Sulawesi Barat serta yang belum terkoneksi ada di 2 OPD dan di 5 rumah jabatan.

22.4 Jumlah Peralatan Jaringan Internet Organisasi Perangkat Daerah Provinsi
Sulawesi Barat, Tahun 2020

Tabel 22. 3 Jumlah Peralatan Jaringan Internet OPD Provinsi Sulawesi Barat

No. OPD Router Wireless Switch
(Type) (Type) Manageable

(Type)

(1) (2) (3) (4) (5)
1 2 1
1. Badan Kepegawaian Daerah
0 0 0
2. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
Provinsi 1 1 0

3. Badan Penanggulangan Bencana 1 1 0
Daerah
1 10 1
4. Badan Penelitian dan Pengembangan
Daerah Provinsi Sulawesi Barat 1 3 0

5. Badan Pengelola Keuangan dan 0 0 0
Pendapatan Daerah
1 1 1
6. Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia 0 2 0
0 0 0
7. Badan Penghubung 0 2 0
0 0 0
8. Badan Perencanaan Pembangunan 0 2 2
Daerah 1 22 0
1 2 0
9. Biro Hukum 0 0 0
1 3 0
10. Biro Kesejahteraan Rakyat 0 1 0
0 1 0
11. Biro Organisasi dan Tata Laksana

12. Biro Pemerintahan

13. Biro Perekonomian dan Pembangungan

14. Biro Umum dan Perlengkapan

15. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral

16. Dinas Kehutanan

17. Dinas Kelautan dan Perikanan

18. Dinas Kepemudaan dan Olahraga

19. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

232

Data Statistik Sektoral20. Dinas Kesehatan 13 0

Sulawesi Barat21. Dinas Ketahanan Pangan 00 0

22. Dinas Komunikasi Informatika 06 0
Persandian dan Statistik

23. Dinas Lingkungan Hidup 02 0

24. Dinas Pariwisata 01 0

25. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan 1 2 0
Ruang

26. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan 0 0 0
Pemerintahan Desa

Dinas Pemberdayaan Perempuan,

27. Perlindungan Anak, Pengendalian 01 0

Penduduk dan KB

28. Dinas Penanaman Modal dan 03 0
Pelayanan Terpadu Satu Pintu

29. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 12 0

30. Dinas Perdagangan, Perindustrian, 11 1
Koperasi dan UKM

31. Dinas Perhubungan 02 0

32. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan 15 0
Daerah

33. Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura 0 0 0

34. Dinas Perkebunan 00 0

35. Dinas Perumahan dan Kawasan 00 0
Pemukiman

36. Dinas Sosial 00 0

37. Dinas Tenaga Kerja 10 0

38. Dinas Transmigrasi 01 0

39. Inspektorat Daerah 12 2

40. Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi 0 0 0
Sulawesi Barat

41. Satuan Polisi Pamong Praja dan 12 0
Pemadam Kebakaran

42. Sekretariat DPRD 11 0

Jumlah 18 87 8

Sumber Data : Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Prov. Sulawesi Barat

233

Data Statistik Sektoral Pada tahun 2019 Jumlah Peralatan Jaringan Internet sebanyak 113 yang
tersebar di beberapa Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Yang
Sulawesi Barat terdiri dari Router sebanyak 18 Unit, Wireless sebanyak 87 Unit dan Switch
Manageable sebanyak 8 Unit. Dapat dilihat pada Tabel di atas.
22.5 Jumlah Server pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat

Gambar 22. 2 Jumlah Server pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat
Gambar 22.2 menunjukkan Jumlah Server yang ada pada Pemerintah

Provinsi Sulawesi Barat sebanyak 35 Unit Server. Dimana masing-masing Lokasi
Server ada di Pusat Data Lantai 3 sebanyak 14 Unit Server dengan kapasitas
17.8 Tera Byte dan 21 Unit Server berada di OPD dengan kapasitas 24.8 Tera
Byte. Jumlah serta kapasitas server masih sama antara tahun 2019 dengan
tahun 2020.
22.6 Jumlah Aplikasi di Provinsi Sulawesi Barat

Jumlah Aplikasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pada Tahun 2019
sebanyak 92 Aplikasi, di mana 48 aplikasi dihosting pada server lokal, sedangkan

234

Data Statistik Sektoraluntuk 44 aplikasi dihosting pada server luar. Pada tahun 2020 mengalami
peningkatan sebanyak 101 aplikasi di mana 53 aplikasi dihosting pada server
Sulawesi Barat lokal dan 48 aplikasi dihosting pada server luar. Dapat dilihat pada gambar 22.3.

Gambar 22. 3 Jumlah Aplikasi di Provinsi Sulawesi Barat
22.7 Jumlah Portal/ Website dan Status Keaktifan pada Organisasi Perangkat

Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
Gambar 22.4 merupakan informasi tentang Jumlah Portal/ Website yang

Aktif dan Belum aktif. Untuk Pengguna Pemprov dan OPD jumlah Portal/
Website yang Aktif sebanyak 40 Portal/ Website sedangkan yang Belum aktif
sebanyak 2 Portal/ Website dan untuk Non OPD yang Aktif sebanyak 11 Portal/
Website sedangkan yang Belum aktif sebanyak 3 Portal/ Website.

235

Data Statistik SektoralGambar 22. 4 Jumlah Portal/ Website pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat

22.8 Indeks SPBE Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi BaratSulawesi Barat

Tabel 22. 4 Indeks SPBE Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Barat

No. Indeks 2018 Nilai 2020

(1) (2) (3) 2019 (5)

1. SPBE 1.46 (4) *NA
2. Domain Kebijakan SPBE 1.82 *NA
3. Domain Tata Kelola 1.14 1.61 *NA
4. Domain Layanan SPBE 1.52 1.76 *NA
1.00
1.88

Keterangan : *NA = Kegiatan tidak terlaksana pada Tahun 2020

Evaluasi SPBE merupakan proses penilaian terhadap pelaksanaan SPBE di
Instansi Pemerintah untuk menghasilkan suatu nilai Indeks SPBE yang
menggambarkan tingkat kematangan (maturity level) dari pelaksanaan SPBE di
Instansi Pemerintah. Pada Tahun 2019 Indeks SPBE dan Indeks Domain Layanan
SPBE mengalami kenaikan dibandingkan dengan Tahun Sebelumnya. Sedangkan
untuk Indeks Domain kebijakan SPBE dan Indeks Domain Tata Kelola mengalami
penurunan pada Tahun 2019. Hal ini disebabkan karena ada beberapa Indikator

236

Data Statistik Sektoralyang menjadi penilaian dari SPBE berupa alat dukung TIK dan surat atau
Regulasi TIK yang masih kurang dalam menunjang SPBE, Termasuk SDM TIK.
Sulawesi Barat Sedangkan pada tahun 2020 tidak dilakukan evaluasi SPBE karena pandemic
Covid-19. Dapat dilihat pada Tabel 22.4.
22.9 Jumlah Internet Desa Menurut Kabupaten se-Sulawesi Barat

Gambar 22. 5 Jumlah Internet Desa Menurut Kabupaten se Sulawesi Barat
Berdasarkan Hasil Survey dari Tim Teknis Dinas Komunikasi Informatika

Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Barat Desa Prioritas dengan Kategori
Blank Spot (Desa Tertinggal) sebanyak 32 Desa Se Sulawesi Barat. Dimana
Kabupaten Mamuju sebanyak 5 Desa, Kabupaten Majene 5 Desa, Kabupaten
Polewali mandar 8 Desa, Kabupaten Mamasa 5 Desa, Kabupaten Mamuju
Tengah 5 Desa dan Kabupaten Pasangkayu 4 Desa. Dapat dilihat pada gambar
22.5.

237

Data Statistik Sektoral22.10 Jumlah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Provinsi Sulawesi Barat

Sulawesi Barat KIM adalah Kelompok yang dibentuk oleh Masyarakat, dari Masyarakat
dan untuk Masyarakat, yang secara mandiri dan kreatif melakukan kegiatan
pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka
meningkatkan nilai tambah taraf kehidupannya sebagai lembaga masyarakat
yang bergerak di bidang pengelolaan Informasi.

Tabel 22. 5 Jumlah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)

No. Kabupaten/ Kota 2018 Jumlah KIM 2020

(1) (2) (3) 2019 (5)

1. Majene 14 (4) NA
2. Polewali Mandar 99 112
3. Mamasa 1 14
4. Mamuju 50 99 6
5. Pasangkayu 3 1 NA
6. Mamuju Tengah 1 50 11
3 6
4

Keterangan : NA = Data Tidak Diperoleh

Jumlah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) berdasarkan Kabupaten
menunjukkan bahwa kabupaten Polewali Mandar, Mamasa, Pasangkayu dan
Mamuju Tengah mengalami peningkatan Kelompok Informasi Masyarakat
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Artinya Masyarakat pada daerah
tertentu secara khusus mengelola kelompok informasi yang bertujuan untuk
memperlancar informasi dalam rangka meningkatkan literasi informasi dan
mengatasi kesenjangan informasi.

22.11 Jumlah Tabel Data Statistik Sektoral Yang Dipublikasikan Menurut OPD
Lingkup Provinsi Sulawesi Barat

Berdasarkan Tabel 22.6, diketahui bahwa pada Tahun 2020 Jumlah Tabel
Data Statistik Sektoral yang dipublikasikan mengalami peningkatan yang
signifikan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 Jumlah Tabel Data Statistik
Sektoral yang Dipublikasikan sejumlah 37 tabel dan pada tahun 2020 sejumlah
231 tabel. Peningkatan ini disebabkan karena adanya dukungan dengan

238

Data Statistik Sektoralditerbitkannya peraturan Presiden No. 39 tahun 2019 tentang satu data
Indonesia sehingga Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik
Sulawesi Barat selaku wali data meningkatkan kegiatan pengumpulan dan pengelolaan data
sektoral lingkup pemerintah provinsi Sulawesi Barat

Tabel 22. 6 Jumlah Tabel Data Statistik Sektoral Yang Dipublikasikan Menurut

OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat

No. Kabupaten/ Kota Jumlah Tabel Data
2019 2020
(1) (2) (3) (4)

1. Biro Perekonomian dan Administrasi 01
Pembangunan Sekretariat Daerah
01
2. Biro Hukum Sekretariat Daerah 01

3. Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah 02

4. Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat 04
Daerah
01
5. Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah
02
6. Biro Umum, Perlengkapan dan Protokol
Sekretariat Daerah 19

7. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 17
03
8. Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan 03
Daerah 03
02
9. Badan Kepegawaian Daerah 00
00
10. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia 3 25
03
11. Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah 43
23
12. Badan Penanggulangan Bencana Daerah
07
13. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
03
14. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

15. Dinas Kesehatan

16. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

17. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

18. Dinas Sosial

19. Dinas Tenaga Kerja

Dinas Pemberadayaan Perempuan, Perlindungan

20. Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga

Berencana

21. Dinas Ketahanan Pangan

239

Data Statistik Sektoral22. Dinas Lingkungan Hidup 0 9
4 33
Sulawesi Barat 23. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 0 6
1 4
24. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 3 14

25. Dinas Perhubungan 3 11

26. Dinas Kelautan dan Perikanan 0 3

27. Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan 0 3
Statistik
0 5
28. Dinas Perkebunan 0 2
3 3
29. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu
Pintu 3 15

30. Dinas Kepemudaan dan Olahraga 1 6
2 6
31. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
0 3
32. Dinas Pariwisata
0 3
33. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan
Peternakan 3 1

34. Dinas Kehutanan 0 5
0 6
35. Dinas Energi Sumberdaya Mineral 2 5

36. Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan
UKM

37. Dinas Transmigrasi

38. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam
Kebakaran

39. Inspektorat

40. Rumah Sakit Umum Daerah Prov. Sulawesi Barat

41. Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat

22.12 Pengelolaan Data Statistik Sektoral Provinsi Sulawesi Barat

Berdasarkan Tabel 22.7, diketahui bahwa pada Tahun 2020 jumlah OPD
yang memiliki data sektoral mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya
yakni dari 16 OPD menjadi 40 OPD. Peningkatan ini menunjukan bahwa respon
untuk mengumpulkan data sektoral pada masing-masing OPD semakin
meningkat. Dari tabel di atas juga diketahui bahwa persentase OPD yang
menggunakan data statistik dalam menyusun perencanaan pembangunan
daerah tahun 2020 meningkat dari tahun sebelumnya yakni dari 39,02 %
menjadi 97,56 %. Hal yang sama juga berlaku pada persentase OPD yang

240

Data Statistik Sektoralmenggunakan data statistik dalam melakukan monitoring dan evaluasi
pembangunan daerah.
Sulawesi Barat
Tabel 22. 7 Pengelolaan Data Statistik Sektoral Provinsi Sulawesi Barat

No. Tahun Total Jumlah Persentase OPD Persentase OPD
OPD OPD Yang Yang Menggunakan Yang Menggunakan
Memiliki Data Statistik Dalam
Data Statistik
Data Dalam Menyusun Melakukan
Sektoral Monitoring dan
Perencanaan
Pembangunan Evaluasi
Pembangunan
Daerah
(%) Daerah
(%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. 2019 41 16 39.02 39.02

2. 2020 41 40 97.56 97.56

Sumber Data : Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Prov. Sulawesi Barat

241

23. DINAS PERKEBUNAN
242
Data Statistik Sektoral

Sulawesi Barat

Data Statistik Sektoral23.1 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Kelapa Sawit Rakyat Provinsi Sulawesi
Barat Tahun 2020
Sulawesi Barat
Data tabel 23.1 Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi
Barat menerangkan bahwa Kabupaten Mamuju jumlah Produksi dan
Produktivitas tetap atau tidak mengalami perubahan jumlah pertahunnya akan
tetapi terjadi perluasan lahan perkebunan seluas 79,09 hektar dan penambahan
sebanyak 20 KK, selanjutnya di Kabupaten Mamuju Tengah jumlah Produksi
mengalami peningkatan sedangkan jumlah Produktivitas mengalami penurunan
disebabkan dengan adanya pergeseran dari Tanaman Belum Menghasilkan
(TBM) ke Tanaman Menghasilkan (TM) seluas 2.755 hektar selanjutnya
Kabupaten Pasangkayu data masih tidak ada perubahan atau tetap sama
dengan tahun sebelumnya sedangkan di Kabupaten Mamasa adalah bukan
sentral Sawit melainkan daerah penghasil kopi dan pangan, begitupun
Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene bukan Sentral Sawit
melainkan daerah penghasil Kopi, Kelapa ,Kakao dan Pangan.

Tabel 23. 1 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Kelapa Sawit Rakyat Provinsi

Sulawesi Barat

NO KABUPATEN TBM TM TR/TT JUMLAH
2020 (-/+)
2020 (-/+) 2020 (-/+) 2020 (-/+)

1. MAJENE 0 0 0000 0 0

2. POLEWALI MANDAR 0 0 0000 0 0

3. MAMASA 0 0 0000 0 0

4. MAMUJU 1.453 79,00 6.762 0 2.576 0 10.791,09 79,09

5. PASANGKAYU 16.565 0 37.610 0 5.758 0 59.933,00 0

6. MAMUJU TENGAH 5.249 (2.755,00) 13.599 2.755 15.273 0 34.121,00 0

JUMLAH 23.267,00 (2.676,00) 57.971,09 2.755 23.607,00 0 104.845,09 79,09

Lanjutan Tabel 23.1

NO KABUPATEN PRODUKSI (TON) PRODUKTIVITAS KK
(Kg/Ha/Thn)
2020
2020 (-/+) 2020 (-/+) 0 (-/+)
0
1. MAJENE 0 0 0 0,00 0 0
0
2. POLEWALI MANDAR 0 0 0 0,00 3.895 0
21.160 20
3. MAMASA 0 0 0 0,00 15.208 0
40.263 0
4. MAMUJU 12.568,00 0 1.859,00 0,00 20

5. PASANGKAYU 142.320,00 0 3.784,00 0,00

6. MAMUJU TENGAH 42.047,00 7.347,00 3.092,00 -108,00

JUMLAH 196.935,00 7.347,00 3.397,12 -36,45

Sumber data : Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat

243

Data Statistik Sektoral23.2 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Kakao Provinsi Sulawesi Barat Tahun
2020
Sulawesi Barat
Data tabel 23.2 Kabupaten Majene jumlah Produksi dan Produktivitas
serta penambahan KK mengalami peningkatan disebabkan dengan adanya
pergeseran dari Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) ke Tanaman
Menghasilkan (TM) Seluas 460 hektar, serta peremajaan tanaman swadaya
masyarakat antara lain kecamatan Tammerodo Sendana menjadi tanaman tua
seluas 6 hektar dan 6 hektar perluasan lahan perkebunan selanjutnya di
Kabupaten Polewali Mandar mengalami pergeseran dari Tanaman Belum
Menghasilkan (TBM) Ke Tanaman Menghasilkan (TM) Seluas 4.500 hektar dan
Tanaman Menghasilkan (TM) ke tanaman tua seluas 1.200 hektar, adapun
dalam kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yakni
peremajaan seluas 150 hektar Kecamatann Tutar di tanaman tua seluas 43
hektar, Kecamatan Luyo, seluas 7 hektar, kecamatan Mapilli seluas 30 hektar,
Kecamatan Tapango dan Kecamatan Bulo seluas 70 hektar berikutnya di
Kabupaten Mamuju mengalami pergeseran Tanaman Belum Menghasilkan
(TBM) ke Tanaman Menghasikan (TM) seluas 1.580 hektar dan Tanaman
Menghasilkan (TM) bergeser ketanaman tua seluas 950 hektar serta dalam
kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tentang peremajaan
seluas 52 hektar diantaranya Kecamatan Mamuju terkait peremajaan kakao
seluas 63 hektar, dan Kecamatan Papalang seluas 12 hektar sama halnya di
Kabupaten Pasangkayu mengalami pergeseran dari Tanaman Belum
Menghasilkan (TBM) ke Tanaman Menghasilkan (TM) seluas 100,50 hektar serta
penambahan lahan perkebunan swadaya masyarakat seluas 1 hektar,
selanjutnya di Kabupaten Mamuju Tengah mengalami pergeseran Tanaman
Belum Menghasilkan (TBM) ke Tanaman Menghasikan (TM) seluas 205 hektar
serta dalam kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tentang
tanaman tua mengalami peremajaan seluas 20 hektar di Kecamatan Tobadak,
sedangkan di Kabupaten Mamasa mengalami pengurangan luas lahan seluas
499 hektar antara lain Kecamatan Mambi TTM/TR berkurang menjadi 10 hektar
melainkan alih fungsi ke kopi robusta dan jagung, Kecamatan Bambang TTM/TR
juga mengalami pengurangan lahan seluas 21 hektar melainkan alih fungsi ke
tanaman kopi arabika dan jagung, Kecamatan Rantebulahan Timur TTM/TR

244

Data Statistik Sektoralmengalami pengurangan lahan seluas 4 hektar beralih ke TBM atau Tanam

Sulawesi Barat ulang swadaya masyarakat, Kecamatan Mehalaan TTM/TR mengalami

pengurangan lahan seluas 20 hektar melainkan alih fungsi ke kopi arabika dan

jagung, Kecamatan Tabulahan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) mengalami

pengurangan lahan seluas 173 hektar melainkan 68 hektar pindah ke Tanaman

Menghasilkan (TM) + 105 pindah ke TTM/TR yang disebabkan terkena

banjir/longsor dan juga TTM/TR mengalami pengurangan lahan seluas 89 hektar

melainkan alih fungsi ke tanaman nilam.

Tabel 23. 2 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Kakao Provinsi Sulawesi Barat

NO KABUPATEN TBM TM TR/TT JUMLAH

1. MAJENE 2020 (-/+) 2020 (-/+) 2020 (-/+) 2020 (-/+)
2. POLEWALI MANDAR
3. MAMASA 1.507,00 (448,00) 9.444,00 460,00 2.214,00 (6,00) 13.165,00 6,00
4. MAMUJU
5. PASANGKAYU 1.590,87 (5.700,00) 41.609,06 4.500,00 5.729,57 1.200,00 48.929,50 0
6. MAMUJU TENGAH
116,00 (312,00) 10.878,00 (71,00) 3.466,00 (116,00) 14.460,00 (499,00)
JUMLAH
1.377,46 (2.380,00) 17.343,71 1.580,00 21.109,83 950,00 39.831,00 0

1.513,50 (99,50) 7.832,50 100,50 3.456,50 0 12.802,50 1,00

2.637,00 (185,00) 9.530,00 205,00 2.684,00 (20,00) 14.851,00 0

8.741,83 (9.124,50) 96.637,27 6.774,50 38.659,90 2.008,00 144.039,00 (342,00)

Lanjutan Tabel 23.2

PRODUKSI (TON) PRODUKTIVITAS KK

NO KABUPATEN (Kg/Ha/Thn) 2020
11.630
1. MAJENE 2020 (-/+) 2020 (-/+) 46.554 (-/+)
2. POLEWALI MANDAR 14.071
3. MAMASA 8.554,93 427 905,86 1,14 32.521 4
4. MAMUJU 36.451,62 3.014 12.151 0
5. PASANGKAYU 7.224,00 876,05 (25,02) 17.020 (683)
6. MAMUJU TENGAH 11.653,40 (7) 133.947 0
5.688,94 1.242 664,09 3,67 0
JUMLAH 6.703,00 0
76.275,89 52 671,91 11,47 (679)
174
4.902 726,32 (2,75)

703,36 3,20

789,30 (4,95)

Sumber data : Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat

23.3 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Kelapa Dalam Provinsi Sulawesi Barat
Tahun 2020

Data tabel 23.3 Kabupaten Majene Produksi dan Produktivitas
mengalami penurunan akan tetapi jumlah KK mengalami penambahan
disebakan dalam kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
adanya peremajaan kelapa dalam seluas 215 hektar di Kecamatan Banggae

245

Data Statistik SektoralTimur seluas 63 hektar, Kecamatan Pamboang seluas 73 hektar, Kecamatan
Sendana seluas 33 hektar, Kecamatan Tammeroddo seluas 6 hektar, Kecamatan
Sulawesi Barat Tubo seluas 20 hektar dan Kecamatan Ulumanda seluas 20 hektar sedangkan
Kabupaten Polewali Mandar jumlah Produksi dan Produktivitas mengalami
peningkatan disebakan dalam kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) adanya peremajaan seluas 16 hektar di Kecamatan Alu dan
Kecamatan Campalagian seluas 84 hektar selanjutnya Kabupaten Mamasa data
masih tetap sama dan belum ada perubahan dengan tahun sebelumnya
kemudian Kabupaten Mamuju jumlah Produksi dan Produktivitas mengalami
penurunan akan tetapi jumlah KK mengalami penambahan disebabkan dalam
kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adanya peremajaan
seluas 100 hektar antara lain Kecamatan Tapalang di Tanaman Tua seluas 36
hektar dan Tanaman Menghasilkan seluas 64 hektar, kemudian di Kabupaten
Pasangkayu jumlah Produksi dan Produktivitas mengalami peningkatan
disebakan dalam kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
adanya peremajaan seluas 25 hektar di Kecamatan Bulutaba, dan Kecamatan
Sarjo seluas 60 hektar kemudian di Kabupaten Mamuju Tengah dalam kegiatan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tentang peremajaan seluas
150 hektar di kecamatan Pangale terdiri dari luas 75 hektar di Tanaman
Menghasilkan dan luas 75 hektar di Tanaman Tua.

Tabel 23. 3 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Kelapa Dalam

Provinsi Sulawesi Barat

NO KABUPATEN TBM TM TR/TT JUMLAH
2020 (-/+)
2020 (-/+) 2020 (-/+) 2020 (-/+)

1. MAJENE 853,00 185,00 6.800,00 30,00 620,00 (215,00) 8.273,00 0

2. POLEWALI MANDAR 1.750,12 100,00 15.565,93 0 3.160,99 (100,00) 20.477,04 0

3. MAMASA 4,00 0 15,00 0 7,00 0 26,00 0

4. MAMUJU 330,08 100,00 2.710,34 (64,26) 1.211,72 (35,74) 4.252,14 0

5. PASANGKAYU 141,50 25,50 4.480,50 (20,50) 130,00 (5,00) 4.752,00 0

6. MAMUJU TENGAH 563,50 200,00 884,00 (111,00) 0 (89,00) 1.447,50 0

JUMLAH 3.642,20 610,50 30.455,77 (165,76) 5.129,71 (444,74) 39.227,68 0

246

Data Statistik SektoralLanjutan Tabel 23.3

Sulawesi Barat PRODUKSI (TON) PRODUKTIVITAS KK

NO KABUPATEN (Kg/Ha/Thn)

1. MAJENE 2020 (-/+) 2020 (-/+) 2020 (-/+)
2. POLEWALI MANDAR 8.823
3. MAMASA 8.113,00 (54,00) 1.193,09 (13,26) 25.097 -
4. MAMUJU 17.493,17 38,44 356 -
5. PASANGKAYU 1.123,81 2,47 4.062 -
6. MAMUJU TENGAH 9,00 0 5.951 -
2.592,26 (551,35) 600,00 - 1.646 -
4.381,00 20,00
895,50 38,00 956,43 (176,56) 45.935
4,50
977,79 12,90

1.013,01 117,53

JUMLAH 33.483,93 (524,41) 1.099,43 (11,17)

Sumber data : Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat

23.4 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Kelapa hebryda Provinsi Sulawesi
Barat Tahun 2020

Data tabel. 23.4 Kabupaten Majene Produksi mengalami penurunan dan
Produksivitas mengalami peningkatan disebabkan terjadinya pergeseran dari
Tanaman Menghasilkan ke tanaman tua seluas 30 hektar tidak terdata adanya
perkebunan Kelapa Hebryda selanjutnya Kabupaten Polewali Mandar Produksi
dan Produktivitas mengalami peningkatan disebabkan adanya perlakuan dan
Pemeriharaan Kabupaten Mamuju Produksi mengalami penurunan dan
Produktivitas mengalami peningkatan disebabkan adanya Sebagian Lahan
petani ada Peremajaan dan adanya perlakuan serta Pemeriharaan sedangkan
Kabupaten Mamasa, Kabupaten Pasangkayu dan Kabupaten Mamuju Tengah
tidak adanya perkebunan komoditi Kelapa hebryda.

Tabel 23. 4 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Kelapa hebryda

Provinsi Sulawesi Barat

NO KABUPATEN TBM TM TR/TT JUMLAH
2020 (-/+) 2020 (-/+)
1. MAJENE 2020 (-/+) 2020 (-/+) 727,00 0
2. POLEWALI MANDAR 00 2.665,15 0
3. MAMASA 00 446,00 (30,00) 281,00 30,00
4. MAMUJU 00 00
5. PASANGKAYU 00 1.710,16 0 954,99 0 334,70 0
6. MAMUJU TENGAH 00
00 00 00 00
JUMLAH 00
00 293,36 0 41,34 0
3.726,85 0
00 00

00 00

2.449,52 (30,00) 1.277,33 30,00

247

Data Statistik SektoralNO KABUPATEN PRODUKSI (TON) PRODUKTIVITAS KK
(Kg/Ha/Thn)
Sulawesi Barat
2020 (-/+) 2020 (-/+) 2020 (-/+)
884 0
1. MAJENE 509,85 (16,15) 1.143,16 38,12 2.001 0
0
2. POLEWALI MANDAR 2.398,40 2,64 1.402,44 1,54 0 0
490 0
3. MAMASA 0 0 00 0
0 0
4. MAMUJU 361,35 (0,04) 1.231,76 (0,14) 0
3.375
5. PASANGKAYU 0 0 00

6. MAMUJU TENGAH 0 0 00

JUMLAH 3.269,60 (13,55) 1.334,79 10,69

Sumber data : Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat

23.5 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Kopi Robusta Provinsi Sulawesi Barat
Tahun 2019-2020

Data tabel 23.5 Kabupaten Majene dalam kegiatan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terkait adanya penambahan lahan
perkebunan seluas 100 hektar serta dalam kegiatan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) terkait penambahan lahan perkebunan seluas 20 hektar
tentang peremajaan luas tanaman Kopi antara lain Kecamatan Ulumanda
sehingga Produksi dan Produktivitas mengalami peningkatan sama halnya
Kabupaten Polewali Mandar Produksi dan Produktivitas mengalami peningkatan
disebabkan adanya peremajaan lahan perkebunan seluas 100 hektar dalam
kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) antaranya
Kecamatan Binuang seluas 41,50 hektar, Kecamatan Tapango seluas 45,50
hektar dan di Kecamatan Matangnga seluas 13 hektar selanjutnya Kabupaten
Mamasa Produksi dan Produktivitas data tidak mengalami perubahan akan
tetapi adanya perluasaan lahan perkebunan seluas 107 hektar yakni Kecamatan
Aralle seluas 50 hektar, Kecamatan Rante Timur seluas 6 hektar, Kecamatan
Mambi seluas 4 hektar, Kecamatan Mamasa seluas 7 hektar, dan Kecamatan
Sumarorong seluas 15 hektar kemudian Kabupaten Mamuju Produksi dan
Produktivitas mengalami penurunan begitupun Kabupaten Pasangkayu Produksi
dan Produktivitas data tidak mengalami perubahan akan tetapi adanya
perluasan perkebunan tanaman kopi swadaya masyarakat seluas 19 hektar
anatara lain Kecamatan Bambaira dan bertambahnya 19 KK, sedangkan
Kabupaten Mamuju Tengah data Kopi Robusta tidak berubah jika dibandingkan
dengan angka data tahun sebelumnya.

248

Data Statistik Sektoral Tabel 23. 5 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Kopi Robusta Provinsi

Sulawesi Barat Sulawesi Barat

NO KABUPATEN 2019 TBM (-/+) 2019 TM (-/+)
20,00 120,00 353,00 0,00
1. MAJENE 440,80 2020 100,00 893,01 2020 0,00
2. POLEWALI MANDAR 484,00 140,00 127,00 2.180,00 353,00 0,00
3. MAMASA 95,49 540,80 119,32 893,01 0,00
4. MAMUJU 0,00 611,00 0,00 2,00 2.180,00 0,00
5. PASANGKAYU 7,50 95,49 19,00 23,00 119,32 0,00
6. MAMUJU TENGAH 19,00 0,00 2,00
7,50 23,00

JUMLAH 1.047,79 1.413,79 366,00 3.570,33 3.570,33 0,00

Lanjutan Tabel 23.5 TR/TT JUMLAH
2020
NO KABUPATEN 2019 114,00 (-/+) 2019 2020 (-/+)
234,00 396,65 -120,00 0,00
1. MAJENE 496,65 2.431,00 -100,00 607,00 607,00 0,00
2. POLEWALI MANDAR 2.431,00 307,46 127,00
3. MAMASA 307,46 6,00 0,00 1.830,46 1.830,46 0,00
4. MAMUJU 6,00 1,00 0,00 19,00
5. PASANGKAYU 1,00 3.256,11 0,00 5.095,00 5.222,00 0,00
6. MAMUJU TENGAH 3.476,11 0,00 146,00
-220,00 522,27 522,27
JUMLAH
8,00 27,00

31,50 31,50

8.094,23 8.240,23

Lanjutan Tabel 23.5

NO KABUPATEN PRODUKSI (TON) PRODUKTIVITAS KK
(Kg/Ha/Thn)
1. MAJENE 2019 2020 (-/+) 2019 2020 (-/+)
2. POLEWALI MANDAR 173,50 177,00 3,50 2019 2020 (-/+) 573 573 0
3. MAMASA 694,12 699,18 5,06 491,50 501,42 9,92 2.656 2.656 0
4. MAMUJU 1.351,00 1.351,00 0,00 777,28 782,95 5,67 11.508 11.754 246
5. PASANGKAYU 102,14 100,32 -1,82 619,72 619,72 0,00 645 645 0
6. MAMUJU TENGAH 1,53 1,53 0,00 856,02 840,76 -15,25 23 42 19
14,00 14,00 0,00 765,00 765,00 0,00 440 440 0
JUMLAH 2.336,29 2.343,03 6,74 608,70 608,70 0,00 15.845 16.110 265
654,36 656,25 1,89

Sumber data : Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat

23.6 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Kopi Arabika Provinsi Sulawesi Barat
Tahun 2019 – 2020

Data tabel 23.6 Kabupaten Mamasa dengan adanya kegiatan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yakni perluasan Lahan baru seluas 300

249

Data Statistik Sektoralhektar dan penambahan 15 hektar lahan perkebunan swadaya, adanya
peremajaan Tanaman Tua Seluas 141 hektar dari kegiatan Anggaran
Sulawesi Barat Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan penambahan lahan perkebunan
swadaya masyarakat seluas 27 hektar, sehingga Produksi dan Produktivitas
mengalami peningkatan serta bertambahnya KK dibandingkan Kabupaten
Mamuju Produksi dan Produktivitas mengalami penurunan disebabkan adanya
Tanaman Sudah Tua sedangkan Kabupaten Pasangkayu dan Kabupaten
Mamuju Tengah data belum ada perubahan atau masih sama dengan angka
data tahun sebelumnya.

Tabel 23. 6 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Kopi Arabika

Provinsi Sulawesi Barat

NO KABUPATEN 2019 TBM (-/+) 2019 TM (-/+)
22,00 2020 0,00 60,00 2020 0,00
1. MAJENE 25,90 22,00 0,00 142,10 60,00 0,00
2. POLEWALI MANDAR 1.254,00 25,90 149,80 2.095,00 142,10 334,00
3. MAMASA 5,00 1.403,80 0,00 142,79 2.429,00 0,00
4. MAMUJU 0,00 5,00 0,00 0,00 142,79 1,00
5. PASANGKAYU 0,00 0,00 0,00 0,00 1,00 0,00
6. MAMUJU TENGAH 1.306,90 0,00 149,80 2.439,89 0,00 335,00
1.456,70 2.774,89
JUMLAH

Lanjutan Tabel 23.6 TR/TT JUMLAH

NO KABUPATEN 2019 2020 (-/+) 2019 2020 (-/+)
306,00 306,00 0,00 0,00
1. MAJENE 218,42 218,42 0,00 388,00 388,00 0,00
2. POLEWALI MANDAR 3.427,00 3.258,20 -168,80 315,00
3. MAMASA 17,21 17,21 0,00 386,42 386,42 0,00
4. MAMUJU 0,00 0,00 0,00 1,00
5. PASANGKAYU 0,00 0,00 0,00 6.776,00 7.091,00 0,00
6. MAMUJU TENGAH 3.968,63 3.799,83 -168,80 316,00
165,00 165,00
JUMLAH
0,00 1,00

0,00 0,00

7.715,42 8.031,42

250

Data Statistik SektoralLanjutan Tabel 23.6

Sulawesi BaratNO KABUPATEN PRODUKSI (TON) PRODUKTIVITAS KK
(Kg/Ha/Thn)

2019 2020 (-/+) 2019 2020 (-/+) 2019 2020 (-/+)

1. MAJENE 42,00 42,00 0,00 700,00 700,00 0,00 317 317 0
0
2. POLEWALI MANDAR 123,14 123,14 0,00 866,57 866,57 0,00 557 557 437
0
3. MAMASA 1.594,50 1.852,00 257,50 761,10 762,45 1,36 12.592 13.029 2
0
4. MAMUJU 35,53 35,52 -0,01 248,83 248,76 -0,07 350 350 439

5. PASANGKAYU 0,00 0,35 0,35 0,00 350 350,00 0 2

6. MAMUJU TENGAH 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0 0

JUMLAH 1.795,17 2.053,01 257,84 735,76 739,85 4,09 13.816 14.255

Sumber data : Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat

23.7 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Cengkeh Provinsi Sulawesi Barat
Tahun 2019 – 2020

Data tabel 8.7 Kabupaten Majene dalam kegiatan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) terjadi perluasan Cengkeh Kecamatan Ulumanda
seluas 24 hektar, serta bertambahnya jumlah 24 KK maka dari itu Produksi dan
Produktivitas mengalami peningkatan selanjutnya Kabupaten Polewali Mandar
Produksi dan Produktivitas mengalami peningkatan disebabkan masyarakat
melakukan perawatan dan pemupukan secara suadaya dibandingkan
Kabupaten Mamasa Produksi dan Produktivitas mengalami peningkatan karna
terjadi perluasan lahan swadaya masyarakat seluas 57 hektar diantaranya
Kecamatan Sumarorong dan Kecamatan Messawa serta bertambahnya jumlah
57 KK, berbeda dengan Kabupaten Mamuju Produksi dan Produktivitas
mengalami penurunan disebabkan kuarngnya perlakuan terhadap tanaman (
perawata ) dan disebabkan tanaman Banyak yang sudah tua dan mati
sedangkan Kabupaten Pasangkayu Produksi dan Produktivitas mengalami
peningkatan disebabkan masyarakat melakukan perawatan dan pemupukan
secara suadaya selanjutnya Kabupaten Mamuju Tengah Produksi dan
Produktivitas mengalami peningkatan disebabkan masyarakat melakukan
perawatan dan pemupukan secara suadaya

251

Data Statistik SektoralTabel 23. 7 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Cengkeh Provinsi Sulawesi Barat

Sulawesi Barat NO KABUPATEN 2019 TBM (-/+) 2019 TM (-/+)
309,00 24,00 593,00 0,00
1. MAJENE 128,25 2020 0,00 158,75 2020 0,00
2. POLEWALI MANDAR 110,50 333,00 32,00 5,00 593,00 28,00
3. MAMASA 552,98 128,25 0,00 407,45 158,75 0,00
4. MAMUJU 352,00 142,50 -105,00 392,00 33,00 105,00
5. PASANGKAYU 176,00 552,98 0,00 99,50 407,45 0,00
6. MAMUJU TENGAH 247,00 497,00
176,00 99,50

JUMLAH 1.628,73 1.579,73 -49,00 1.655,70 1.788,70 133,00

Lanjutan Tabel 23.7 TR/TT JUMLAH
2020
NO KABUPATEN 2019 123,00 (-/+) 2019 2020 (-/+)
123,00 236,76 0,00 24,00
1. MAJENE 236,76 0,00 0,00 1.025,00 1.049,00 0,00
2. POLEWALI MANDAR 33,45 -3,00 57,00
3. MAMASA 3,00 60,00 0,00 523,76 523,76 0,00
4. MAMUJU 33,45 12,00 0,00 0,00
5. PASANGKAYU 60,00 465,21 0,00 118,50 175,50 0,00
6. MAMUJU TENGAH 12,00 -3,00 81,00
468,21 993,88 993,88
JUMLAH
804,00 804,00

287,50 287,50

3.752,64 3.833,64

Lanjutan Tabel 23.7

NO KABUPATEN PRODUKSI (TON) PRODUKTIVITAS (Kg/Ha/Thn) KK

1. MAJENE 2020 (-/+) 2019 2020 (-/+) 2019 2020 (-/+)
2. POLEWALI MANDAR 1.600 1.624 24
3. MAMASA 470,00 42,00 721,75 792,58 70,83 585 585 0
4. MAMUJU 219 276 57
5. PASANGKAYU 125,76 0,04 791,94 792,19 0,25 841 841 0
6. MAMUJU TENGAH 992 992 0
21,50 18,50 600,00 651,52 51,52 271 271 0
JUMLAH 4.508 4.589 81
370,46 (0,20) 909,71 909,22 -0,49

214,70 29,52 472,40 431,99 -40,41

63,51 1,01 628,14 638,29 10,15

1.265,93 90,87 709,71 707,74 -1,97

Sumber data : Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat

23.8 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Kemiri Provinsi Sulawesi Barat Tahun
2019 – 2020
Data tabel 23.8 Kabupaten Majene Produktivitas mengalami

peningkatan disebabkan adanya Perawatan, sama halnya di Kabupaten
Polewali Mandar Produksi dan Produktivitas mengalami peningkatan
disebabkan masyarakat melakukan perawatan jika dibandingkan di Kabupaten
Mamasa Produksi dan Produktivitas mengalami penurunan disebabkan dengan

252

Data Statistik Sektoraladanya alih fungsi ke Jagung dan pemukiman Kecamatan Tabang seluas 5

Sulawesi Barat hektar beda halnya di Kabupaten Mamuju Produktivitas mengalami

peningkatan disebabkan masyarakat melakukan perawatan selanjutnya di

Kabupaten Pasangkayu Produktivitas mengalami peningkatan disebabkan

masyarakat melakukan perawatan sedangkan di Kabupaten Mamuju Tengah

data kemiri tidak mengalami perubahan atau sama dengan data tahun

sebelumnya.

Tabel 23. 8 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Kemiri Provinsi Sulawesi Barat

NO KABUPATEN 2019 TBM (-/+) 2019 TM (-/+)
219,00 2020 0,00 1.754,00 2020 0,00
1. MAJENE 2.259,10 219,00 0,00 1.900,06 1.754,00 0,00
2. POLEWALI MANDAR 15,00 0,00 1.900,06 0,00
3. MAMASA 67,10 2.259,10 0,00 11,00 11,00 0,00
4. MAMUJU 3,00 15,00 -3,00 1.263,35 1.263,35 3,00
5. PASANGKAYU 1,00 67,10 0,00 34,00 0,00
6. MAMUJU TENGAH 2.564,20 0,00 -3,00 31,00 6,00 3,00
1,00 6,00 4.968,41
JUMLAH 4.965,41
2.561,20

Lanjutan Tabel 23.8 TR/TT JUMLAH
2020
NO KABUPATEN 2019 396,00 (-/+) 2019 2020 (-/+)
396,00 0,00 0,00
1. MAJENE 2.895,86 2.895,86 0,00 2.369,00 2.369,00 0,00
2. POLEWALI MANDAR 14,00 9,00 -5,00 -5,00
3. MAMASA 81,80 81,80 0,00 7.055,02 7.055,02 0,00
4. MAMUJU 7,00 7,00 0,00 0,00
5. PASANGKAYU 0,00 0,00 0,00 40,00 35,00 0,00
6. MAMUJU TENGAH
3.394,66 3.389,66 -5,00 1.412,25 1.412,25 -5,00
JUMLAH
41,00 41,00

7,00 7,00

10.924,27 10.919,27

Lanjutan Tabel 23.8

NO KABUPATEN PRODUKSI (TON) PRODUKTIVITAS (Kg/Ha/Thn) KK
2019 2020
2019 2020 (-/+) 2019 2020 (-/+) (-/+)
0
1. MAJENE 2.655,30 2.657,30 2,00 1.513,85 1.514,99 1,14 2.290 2.290 0
-9
2. POLEWALI MANDAR 1.826,67 1.834,50 7,82 961,38 965,49 4,12 3.726 3.726 0
0
3. MAMASA 13,00 10,00 -3,00 1.181,82 909,09 -272,73 129 120 0

4. MAMUJU 1.740,90 1.756,90 16,00 1.378,00 1.390,67 12,66 851 851 -9

5. PASANGKAYU 32,00 37,10 5,10 1.032,26 1.091,18 58,92 91 91

6. MAMUJU TENGAH 6,00 6,00 0,00 1.000,00 1.000,00 0,00 16 16

JUMLAH 6.273,87 6.301,80 27,92 1.263,52 1.268,37 4,86 7.103 7.094

Sumber data : Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat

253

Data Statistik Sektoral23.9 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Jambu Mente Provinsi Sulawesi Barat
Tahun 2019 – 2020
Sulawesi Barat
Data tabel 23.9 Kabupaten Majene data tidak mengalami perubahan
dengan data tahun sebelumnya, sedangkan Kabupaten Polewali Mandar
Produksi dan Produktivitas mengalami peningkatan disebabkan masyarakat
melakukan perawatan berbeda halnya Kabupaten Mamasa, Kabupaten
Mamuju Tengah dan Kabupaten Pasangkayu tidak adanya perkebunan komoditi
Jambu Mente.

Tabel 23. 9 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Jambu Mente

Provinsi Sulawesi Barat

NO KABUPATEN 2019 TBM (-/+) 2019 TM (-/+)
0,00 2020 0,00 285,00 2020 0,00
1. MAJENE 9,50 0,00 0,00 133,50 285,00 0,00
2. POLEWALI MANDAR 0,00 9,50 0,00 0,00 133,50 0,00
3. MAMASA 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
4. MAMUJU 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
5. PASANGKAYU 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
6. MAMUJU TENGAH 9,50 0,00 0,00 418,50 0,00 0,00
9,50 418,50
JUMLAH (-/+)
0,00
Lanjutan Tabel 23.9 2019 TR/TT (-/+) 2019 JUMLAH 0,00
162,00 2020 0,00 447,00 2020 0,00
NO KABUPATEN 130,00 162,00 0,00 273,00 447,00 0,00
130,00 0,00 273,00 0,00
1. MAJENE 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
2. POLEWALI MANDAR 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
3. MAMASA 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
4. MAMUJU 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
5. PASANGKAYU 292,00 292,00 720,00 720,00
6. MAMUJU TENGAH

JUMLAH

254

Data Statistik SektoralLanjutan Tabel 23.9

Sulawesi BaratNO KABUPATEN PRODUKSI (TON) PRODUKVITAS KK
(Kg/Ha/Thn)

2019 2020 (-/+) 2019 2020 (-/+) 2019 2020 (-/+)

1. MAJENE 57,18 57,18 0,00 200,63 200,63 0,00 620 620 0

2. POLEWALI MANDAR 59,09 59,12 0,03 442,62 442,85 0,22 1.198 1.198 0

3. MAMASA 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0 0 0

4. MAMUJU 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0 0 0

5. PASANGKAYU 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0 0 0

6. MAMUJU TENGAH 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0 0 0

JUMLAH 116,27 116,30 0,03 277,83 277,90 0,07 1.818 1.818 0

Sumber data : Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat

23.10 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Lada Provinsi Sulawesi Barat Tahun
2019 – 2020

Data tabel 23.10 Kabupaten Polewali Mandar Produksi dan Produktivitas
mengalami peningkatan disebabkan masyarakat melakukan perawatan dan
pemupukan secara suadaya selanjutnya Kabupaten Mamuju Produksi
mengalami peningkatan dibandingkan Produktivitas jumlah masih sama dengan
tahun sebelumnya disebabkan tidak ada perawatan yang Inten berbeda dengan
Kabupaten Pasangkayu jumlah Produksi dan Produktivitas masih tetap atau
sama serta ada penambahan sebanyak 2 KK disebabkan adanya perluasan
lahan swadaya seluas 1 hektar di Kecamatan Sumarorong, dibandingkan
Kabupaten Majene dengan Kabupaten Mamuju Tengah data masih sama
dengan data tahun sebelumnya disebabkan penambahan lokasi, pergeseran
maupun alih fungsi kebun tanaman lada.

Tabel 23. 10 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Lada Provinsi Sulawesi Barat

NO KABUPATEN 2019 TBM (-/+) 2019 TM (-/+)
2020 2020

1. MAJENE 10,50 10,50 0,00 8,00 8,00 0,00
2. POLEWALI MANDAR 79,80 79,80 0,00 313,20 313,20 0,00
3. MAMASA 22,00 23,00 1,00 0,00
4. MAMUJU 272,17 272,17 0,00 2,00 2,00 0,00
5. PASANGKAYU 181,00 70,00 -111,00 68,70 68,70 111,00
6. MAMUJU TENGAH 14,00 14,00 0,00 60,00 171,00 0,00
579,47 469,47 -110,00 14,00 14,00 111,00
JUMLAH 465,90 576,90

255

Data Statistik SektoralLanjutan Tabel 23.10 TR/TT JUMLAH

Sulawesi Barat NO KABUPATEN 2019 2020 (-/+) 2019 2020 (-/+)

1. MAJENE 1,00 1,00 0,00 19,50 19,50 0,00
2. POLEWALI MANDAR
3. MAMASA 19,98 19,98 0,00 412,98 412,98 0,00
4. MAMUJU
5. PASANGKAYU 2,00 2,00 0,00 26,00 27,00 1,00
6. MAMUJU TENGAH
3,75 3,75 0,00 344,62 344,62 0,00
JUMLAH
5,00 5,00 0,00 246,00 246,00 0,00

0,00 0,00 0,00 28,00 28,00 0,00

31,73 31,73 0,00 1.077,10 1.078,10 1,00

Lanjutan Tabel 23.10

NO KABUPATEN PRODUKSI (TON) PRODUKVITAS (Kg/Ha/Thn) KK

1. MAJENE 2019 2020 (-/+) 2019 2020 (-/+) 2019 2020 (-/+)
2. POLEWALI MANDAR 5,30 5,30 0,00 42 42 0
3. MAMASA 216,09 237,17 21,08 662,50 662,50 0,00 659 659 0
4. MAMUJU 1,00 1,00 0,00 69 71 2
5. PASANGKAYU 27,26 29,90 2,64 689,94 757,25 67,31 691 691 0
6. MAMUJU TENGAH 5,50 22,10 16,60 203 203 0
8,00 8,00 0,00 500,00 500,00 0,00 38 38 0
JUMLAH 263,15 303,47 40,32 1.702 1.704 2
396,80 435,23 38,43

91,67 129,24 37,57

571,43 571,43 0,00

564,82 526,04 -38,79

Sumber data : Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat

23.11 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Aren Provinsi Sulawesi Barat Tahun
2019 – 2020

Data tabel 23.11 Kabupaten Majene Produksi dan Produktivitas
mengalami peningkatan disebabkan adanya perluasan lahan swadaya
masyarakat seluas 1 hektar di Kecamatan Banggai Timur, selanjutnya
Kabupaten Mamasa Produksi dan Produktivitas mengalami peningkatan
berbeda dengan jumlah KK mengalami pengurangan disebabkan adanya alih
fungsi ke tanaman Jagung dan pemukiman seluas 22 hektar di kecamatan
Tabang, Kabupaten Mamuju Produksi mengalami peningkatan berbeda dengan
Produktivitas mengalami penurunan disebabkan adanya perluasan lahan
swadaya masyarakat seluas 4,01 hektar, Kabupaten Pasangkayu Produksi dan
Produktivitas mengalami peningkatan serta bertambah 1 KK disebabkan adanya
perluasan lahan swadaya masyarakat seluas 0,5 hektar di Kecamatan
Pasangkayu, sedangkan Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Mamuju

256

Data Statistik SektoralTengah jumlah data perkebunan Aren masih tetap atau belum ada perubahan
dibandingkan tahun sebelumnya.
Sulawesi Barat
Tabel 23. 11 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Aren Provinsi Sulawesi Barat

NO KABUPATEN TBM TM
2020
2019 2020 (-/+) 2019 (-/+)

1. MAJENE 17,00 17,00 0,00 65,95 66,45 0,50
2. POLEWALI MANDAR 149,17 149,17 0,00 490,18 490,18 0,00
3. MAMASA 47,00 46,00 -1,00 109,00 105,00 -4,00
4. MAMUJU 25,00 25,00 0,00 60,00 64,01 4,01
5. PASANGKAYU 0,00 -8,50 40,00 50,00 10,00
6. MAMUJU TENGAH 8,50 1,00 0,00 19,00 19,00 0,00
1,00

JUMLAH 247,67 238,17 -9,50 784,13 794,64 10,51

Lanjutan Tabel 23.11 2019 TR/TT (-/+) 2019 JUMLAH (-/+)
2020 2020
NO KABUPATEN 34,50 35,00 0,50 117,45 118,45 1,00
236,67 236,67 0,00 876,02 876,02 0,00
1. MAJENE 44,00 27,00 -17,00 200,00 178,00 -22,00
2. POLEWALI MANDAR 26,00 26,00 0,00 111,00 115,01 4,01
3. MAMASA 8,00 -1,00 57,50 58,00 0,50
4. MAMUJU 9,00 0,00 0,00 20,00 20,00 0,00
5. PASANGKAYU 0,00 332,67
6. MAMUJU TENGAH -17,50 1.381,97 1.365,48 -16,49
350,17
JUMLAH

Lanjutan Tabel 23.11

NO KABUPATEN PRODUKSI (TON) PRODUKVITAS (Kg/Ha/Thn) KK
2019 2020 (-/+) 2020
1. MAJENE 15,00 16,00 1,00 2019 2020 (-/+) 2019 393 (-/+)
2. POLEWALI MANDAR 404,08 404,08 0,00 393 1.219 0
3. MAMASA 34,00 35,00 1,00 227,45 240,78 13,34 1.219 1.213 0
4. MAMUJU 19,20 20,00 0,80 1.262 150 -49
5. PASANGKAYU 122,24 159,00 36,76 824,35 824,35 0,00 150 139 0
6. MAMUJU TENGAH 17,00 17,00 0,00 138 30 1
611,52 651,08 39,56 311,93 333,33 21,41 30 3.144 0
JUMLAH 3.192 -48
320,00 312,45 -7,55

3.056,00 3.180,00 124,00

894,74 894,74 0,00

779,87 819,34 39,47

Sumber data : Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat

257

Data Statistik Sektoral23.12 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Fanili Provinsi Sulawesi Barat Tahun
2019 – 2020
Sulawesi Barat
Data tabel 8.12 Kabupaten Majene data perkebunan komoditi Aren
masih tetap atau belum ada perubahan dan tetap sama dengan angka tahun
sebelumnya, dibandingkan Kabupaten Polewali Mandar Produksi dan
Produktivitas mengalami peningkatan disebabkan adanya perwatan yang inten
selanjutnya Kabupaten Mamasa Produksi dan Produktivitas jumlah tetap akan
tetapi ada perluasan lahan swadaya masyarakat seluas 1 hektar di Kecamatan
Messawa, sedangkan Kabupaten Mamuju, Kabupaten Pasangkayu dan
Kabupaten Mamuju Tengah tidak adanya perkebunan komoditi tanaman Fanili.

Tabel 23. 12 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Fanili Provinsi Sulawesi Barat

NO KABUPATEN TBM 2019 TM
2019 2020 (-/+) 2020 (-/+)

1. MAJENE 0,00 0,00 0,00 5,00 5,00 0,00
2. POLEWALI MANDAR 11,00 11,00 0,00 140,00 140,00 0,00
3. MAMASA 4,00 5,50 1,50 5,00 5,00 0,00
4. MAMUJU 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
5. PASANGKAYU 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
6. MAMUJU TENGAH 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
15,00 16,50 1,50 150,00 150,00 0,00
JUMLAH

Lanjutan Tabel 23.12 2019 TR/TT (-/+) 2019 JUMLAH (-/+)
15,00 2020 0,00 20,00 2020 0,00
NO KABUPATEN 296,00 15,00 0,00 447,00 20,00 0,00
21,00 296,00 0,00 30,00 447,00 1,50
1. MAJENE 0,00 21,00 0,00 0,00 31,50 0,00
2. POLEWALI MANDAR 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
3. MAMASA 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
4. MAMUJU 332,00 0,00 0,00 497,00 0,00 1,50
5. PASANGKAYU 332,00 498,50
6. MAMUJU TENGAH

JUMLAH

258

Data Statistik SektoralLanjutan Tabel 23.12

Sulawesi BaratNO KABUPATEN PRODUKSI (TON) PRODUKVITAS KK
(Kg/Ha/Thn)
2020
2019 2020 (-/+) 2019 2020 (-/+) 2019 40 (-/+)
640
1. MAJENE 0,75 0,75 0,00 150,00 150,00 0,00 40 31 0
640 0 0
2. POLEWALI MANDAR 17,73 17,74 0,01 126,61 126,68 0,07 31 0 0
0 0 0
3. MAMASA 1,00 1,00 0,00 200,00 200,00 0,00 0 711 0
0 0
4. MAMUJU 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 711 0

5. PASANGKAYU 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

6. MAMUJU TENGAH 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

JUMLAH 19,48 19,49 0,01 129,83 129,90 0,07

Sumber data : Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat

23.13 Angka Tetap Perkebunan Komoditi Nilami Provinsi Sulawesi Barat
Tahun 2019 – 2020

Data tabel 23.13 Kabupaten Majene Produksi dan Produktivitas
mengalami peningkatan disebabkan adanya adanya perluasan lahan baru sama
halnya Kabupaten Polewali Mandar Produksi dan Produktivitas mengalami
peningkatan disebabkan adanya perluasan lahan baru. selanjutnya Kabupaten
Mamasa Produksi dan Produktivitas mengalami peningkatan disebabkan
adanya perluasan lahan perkebunan seluas 75 hektar dan peremajaan Swadaya
masyarakat seluas 1 hektar TM dan luas 8 hektar di TTR di Kecamatan
Tabulahan begitupun Kabupaten Pasangkayu Produksi dan Produktivitas
mengalami peningkatan disebabkan adanya perluasan lahan baru dan
Kabupaten Mamuju Tengah Produksi dan Produktivitas mengalami
peningkatan disebabkan adanya adanya perluasan lahan baru sedangkan
Kabupaten Mamuju Produksi dan Produktivitas mengalami penurunan
disebabkan tanaman masyarakat berkurang berali ketanaman jagung

259


Click to View FlipBook Version