8. BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK
60
Data Statistik Sektoral
Sulawesi Barat
Data Statistik Sektoral Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Barat adalah salah
satu perangkat daerah dengan tugas pokoknya sebagai penegak PERDA, serta
Sulawesi Barat menyelenggarakan keamanan, ketentraman dan ketertiban, sesuai dengan
Peraturan Gubernur Sulawesi Barat Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi
Sulawesi Barat. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Barat
merupakan perangkat pemerintah daerah kota yang dipimpin oleh seorang
Kepala Badan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur
melalui Sekretaris Daerah.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Barat mempunyai
tugas di bidang pendidikan politik, etika budaya politik, peningkatan,
demokrasi, fasilitasi kelembagaan pemerintahan, perwakilan dan partai politik,
pemilihan umum/pemilihan umum kepala daerah serta pemantauan situasi
politik, dan juga di bidang ketahanan ekonomi, sosial, budaya, fasilitasi
pencegahan penyalahgunaan narkotika, fasilitasi kerukunan umat beragama
dan penghayat kepercayaan serta pendaftaran ormas, pemberdayaan ormas,
pengawasan ormas dan ormas asing.
8.1 Jumlah Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) menurut Kabupaten Di
Provinsi Sulawesi Barat, Tahun 2020
Organisasi Kemasyarakatan atau disingkat Ormas adalah organisasi yang
didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan
aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk
berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Pada Tahun 2020 jumlah ormas
yang aktif di Sulawesi Barat sebanyak 185 sedangkan jumlah ormas yang tidak
aktif sebanyak 136 dari dari 311 ormas yang terdaftar. Berdasarkan tingkat
keaktifan ormas, kabupaten Majene mencapai jumlah tertinggi yaitu 65 ormas
dan mamasa berada pada tingkat terendah yaitu 9 ormas.
61
Data Statistik SektoralGambar 8. 1 Jumlah Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) menurut Kabupaten
Di Provinsi Sulawesi Barat, Tahun 2020
Sulawesi Barat
62
9. DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
63
Data Statistik Sektoral
Sulawesi Barat
Data Statistik Sektoral9.1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Sulawesi Barat
Sulawesi Barat Jumlah Penduduk Usia Dini 4 sampai 6 Tahun yang mendapatkan layanan
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Semakin tinggi data persentase
mengindikasikan semakin baik. Hal ini menunjukkan semakin banyak anak usia
4-6 tahun yang mendapatkan layanan pendidikan pra sekolah sehingga mereka
memiliki beka awal sebelum memasuki jenjang pendidikan formal di sekolah.
Tabel 9.1 menunjukkan data jumlah siswa jenjang TK/RA/Penitipan Anak,
di provinsi Sulawesi Barat dari tahun 2018 s/d 2020. Data ini dibutuhkan untuk
menentukan Angka partisipasi dan persentase Anak Usia Dini Khususnya usia 4
s/d 6 tahun di Provinsi Sulawesi Barat yang mendapatkan layanan pendidikan
PAUD sebelum memasuki jenjang Pendidikan Dasar.
Jumlah Peserta Didik Sulawesi Barat dari Tahun 2018-2020 berdasarkan
data mengalami trend yang semakin menurun dari tahun sebelumnya. Kondisi
ini menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat yang semakin rendah untuk
memasukkan anaknya pada jenjang.
Grafik penurunan ini juga dipengaruhi oleh adanya Revitalisasi
kelembagaan PAUD yang mewajibkan setiap satuan PAUD memenuhi Standar
Layanan Minimal. Sehingga terdapat beberapa lembaga terutama yang
Swadaya Masyarakat (bukan sekolah Negeri) yang ditutup menjadi penyebab
daya tampung untuk peserta didik mengalami penurunan secara signifikan.
Tabel 9. 1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Sulawesi Barat
No Tahun Jumlah Siswa Jenjang Jumlah Anak Angka
TK/RA/Penitipan Anak Usia 4 - 6 terlayani
(1) (2) Tahun
(3) (%)
1 2018 (4)
48.105 (5)
80.152
60,02
2 2019 42.733 80.274 53,23
3 2020 40.872 79.498 51,41
Sumber Data : APK/APM KEMDIKBUD dan KEMENAG Indonesia, Sulbar Dalam
Angka 2020 dan data Capil Sulawesi Barat.
64
Data Statistik Sektoral9.2 Data Jumlah Siswa Menurut Jenjang Pendidikan, Jenis Kelamin Dan
Kabupaten Di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
Sulawesi Barat
Tabel 9.2 menunjukkan data jumlah siswa jenjang SMA/SMK, SLB di
Provinsi Sulawesi Barat dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2020. Data ini
dibutuhkan untuk menentukan Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi
Murni (APM) dan Angka Partisipasi Sekolah (APM) berdasarkan jenjang
Pendidikan baik Dasar (SD,SMP), Pendidikan Menegah (SMA/SMK). Serta
Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk mengetahui persentase/jumlah penduduk
disabilitas & Anak berkebutuhan Khusus yang mendapatkan layanan Pendidikan
Luar Biasa (SLB).
Peserta didik SMA/SMK pada tahun 2019 mengalami kenaikan dan pada
tahun 2020 terjadi penurunan angka peserta didik karena adanya beberapa
sekolah yang khususnya swasta yang sudah tidak beroperasi (tutup) sehingga
daya tampung berkurang dan tidak adanya penambahan Unit Sekolah Baru
(USB) baik dari pemerintah atau swasta. Terjadinya penurunan ini juga
disebabkan kondisi angka jumlah penduduk sasaran usia sekolah sesuai dengan
jenjang yang tidak statis tapi mengalami perubahan.
Tabel 9. 2 Data Jumlah Siswa Menurut Jenjang Pendidikan, Jenis Kelamin Dan
Kabupaten Di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
Jenjang Pendidikan
No Kabupaten SD SMP
L P Jumlah L P Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Polewali Mandar 23.498 22.036 45.534 8.109 8.712 16.821
2 Mamuju 17.784 15.743 33.527 5.789 5.883 11.672
3 Majene 10.586 9.781 20.367 3.559 3.992 7.551
4 Mamasa 9.259 8.207 17.466 4.744 4.324 9.068
5 Pasangkayu 10.130 9.312 19.442 3.653 3.809 7.462
6 Mamuju Tengah 7.374 6.565 13.939 2.454 2.443 4.897
Total 78.631 71.644 150.275 28.308 29.163 57.471
Keterangan : L = Laki-Laki, P = Perempuan.
Sumber Data : Dapodikdasmen
65
Data Statistik SektoralLanjutan Tabel 9.2
Sulawesi Barat Jenjang Pendidikan
No Kabupaten L SMA Jumlah L SMK Jumlah
(9) P (11) (12) P (14)
(1) (2) (10) (13)
1 Polewali Mandar 3.309 8.044 4.882 9.084
2 Mamuju 3.111 4.735 6.649 2.718 4.202 5.169
3 Majene 1.613 3.539 3.676 2.441 2.451 5.091
4 Mamasa 1.817 2.063 3.997 2.371 2.649 4.288
5 Pasangkayu 1.985 2.181 4.399 1.214 1.918 2.183
6 Mamuju Tengah 1.468 2.414 3.209 1.607
1.741 910 969
Total 13.302 16.672 29.974 697 27.422
14.535 12.886
Lanjutan Tabel 9.2 Jenjang Pendidikan
No Kabupaten SLB
(1) (2) L P Jumlah
1 Polewali Mandar
2 Mamuju (15) (16) (17)
3 Majene
4 Mamasa 142 119 261
5 Pasangkayu
6 Mamuju Tengah 139 105 244
Total 279 179 458
47 29 76
48 35 83
69 51 120
724 518 1.242
9.3 Data Angka Partisipasi Kasar (APK) Jenjang Pendidikan SD, SMP, SMA
Sederajat Provinsi Sulawesi Barat, Tahun 2018 – 2020.
Angka Partisipasi Kasar Adalah perbandingan jumlah siswa keseluruhan
yang sekolah pada jenjang pendidikan tertentu dengan jumlah penduduk yang
berada pada kategori usia sesuai jenjang pendidikan. Semakin tinggi persentase
semakin baik karena mengindikasikan banyaknya jumlah penduduk usia sekolah
sesuai jenjang yang mendapatkan layanan pendidikan formal.
Persentase Angka Partisipasi Kasar (APK) Adalah Gambaran terkait
Jumlah Penduduk Usia Sekolah yang berpartisipasi pada Pendidikan Provinsi
Sulawesi Barat Tahun 2018 - 2020 tinggi rendahnya sangat dipengaruhi dari
jumlah usia penduduk sesuai jenjang pendidikan Menengah 16-18 tahun yang
datanya tidak statis (setiap tahun mengalami perubahan). sehingga tidak bisa
menjadi ukuran besarnya capaian kinerja.
66
Data Statistik Sektoral Terdapat selisih perbedaan data APK Provinsi Sulawesi Barat dengan
hasil rilis BPS disebabkan data APK, APM, APS Dinas Pendidikan Prov Sulawesi
Sulawesi Barat Barat hanya menggunakan data Tunggal Jumlah Peserta Didik/siswa yang ada
disekolah SMA dan SMK. Tidak mengakumulasi dengan jumlah siswa yang
dibawah kewenangan Kementerian Agama dalam hal ini Madrasah Aliyah
sederajat. Sementara data pembanding berupa total jumlah anak usia 16-18
tahun tetap dijadikan sebagai alat ukur.
Tabel 9.3 menunjukkan data persentase Angka Partisipasi Kasar (APK)
jenjang SMA/SMK Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 - 2020 yang mengalami
grafik trend meningkat setiap tahun dari 53,77% 2018, 57,45% 2019 dan ke
angka 59,66 % di tahun 2020. Meskipun bila dilihat dari jumlah siswa terjadi
penurunan pada tahun 2020.
Tabel 9. 3 Data Angka Partisipasi Kasar (APK) Jenjang Pendidikan SD, SMP, SMA
Sederajat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 – 2020
2018
No Kabupaten Jumlah Penduduk Kelompok Jumlah Siswa Tingkat APK
Usia yang Berkaitan dengan Pendidikan (%)
Jenjang Pendidikan
7-12 13-15 16-18 SD SMP SMA/ SD SMP SMA/
SMK SMK
9 10 11
12 3 4 5 6 7 8 76,72 48,15 52,26
1 POLEWALI MANDAR 61.253 35.630 32.012 46.995 17.156 16.731 97,47 59,77 60,34
90,36 57,30 82,86
2 MAMUJU 35.786 19.817 19.929 34.880 11.845 12.025 83,00 67,67 54,60
78,71 51,09 39,87
3 MAJENE 23.196 13.215 10.246 20.959 7.572 8.490 80,70 48,09 39,70
83,84 54,35
4 MAMASA 22.413 14.398 15.316 18.603 9.743 8.363 53,77
5 PASANGKAYU 25.070 15.297 15.604 19.733 7.815 6.221
6 MAMUJU TENGAH 17.623 10.808 12.525 14.222 5.198 4.973
TOTAL 185.341 109.165 105.632 155.392 59.329 56.803
Sumber Data : Kompilasi Data Dapodik dan Data Capil Tahun 2020
67
Data Statistik Sektoral Lanjutan tabel 9.3
Sulawesi Barat 2019
No Kabupaten Jumlah Penduduk Kelompok Jumlah Siswa Tingkat APK
Usia yang Berkaitan dengan Pendidikan (%)
12
1 POLEWALI MANDAR Jenjang Pendidikan SMP
2 MAMUJU
3 MAJENE 7-12 13-15 16-18 SD SMP SMA/ SD 19 SMA/
4 MAMASA SMK 50,06 SMK
5 PASANGKAYU 12 13 14 15 16 18 59,35
6 MAMUJU TENGAH 60.336 33.573 32.776 45.574 16.805 17 75,53 74,20 20
35.569 19.706 19.121 33.612 11.695 17.125 94,50 65,72 52,25
TOTAL 22.690 10.161 11.805 20.391 7.539 11.947 89,87 48,93 62,48
20.615 13.957 12.603 17.532 9.172 8.762 85,04 40,88 74,22
24.255 15.264 14.195 19.500 7.469 8.454 80,40 55,04 67,08
17.278 11.893 9.933 13.932 4.862 6.584 80,63 46,38
180.743 104.554 100.433 150.541 57.542 4.830 83,29 48,63
57.702 57,45
Lanjutan tabel 9.3
2020
No Kabupaten Jumlah Penduduk Kelompok Jumlah Siswa Tingkat APK
Usia yang Berkaitan dengan Pendidikan (%)
Jenjang Pendidikan SMP
7-12 13-15 16-18 SD SMP SMA/ SD 28 SMA/
SMK 52,33 SMK
27 62,48
12 21 22 23 24 25 26 79,80 62,82 29
96,30 81,97 55,79
1 POLEWALI MANDAR 57.062 32.146 30.701 45.534 16.821 17.128 90,74 55,35 61,93
95,90 51,87 74,69
2 MAMUJU 34.814 18.682 19.084 33.527 11.672 11.818 86,21 59,35 71,01
86,80 50,67
3 MAJENE 22.445 12.021 11.736 20.367 7.551 8.766 87,81 48,02
59,66
4 MAMASA 18.212 11.063 11.668 17.466 9.068 8.285
5 PASANGKAYU 22.551 13.482 12.989 19.442 7.462 6.582
6 MAMUJU TENGAH 16.058 9.441 10.029 13.939 4.897 4.816
TOTAL 171.142 96.835 96.207 150.275 57.471 57.395
9.4 Angka Pendidikan Yang Ditamatkan
Angka Pendidikan yang ditamatkan adalah perbandingan kemampuan
individu menyelesaikan pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir pada satu
jenjang sekolah baik negeri maupun swasta dengan mendapatkan bukti berupa
Surat Tanda Tamat/ijazah. Angka ini diperbandingkan dengan jumlah total
penduduk keseluruhan suatu daerah. semakin tinggi persentase Jenjang
pendidikan yang ditamatkan menunjukkan semakin baik kualitas pendidikan
penduduk suatu daerah.
Berdasarkan Data selama tahun 2018-2020 terjadi peningkatan signifikan
kualitas pendidikan penduduk di provinsi Sulawesi barat meskipun
68
Data Statistik Sektoralpersentasenya masih sangat rendah hal ini dikarenakan masih terbatasnya
sarana dan prasarana pendidikan formal dan non formal yang ada di wilayah
Sulawesi Barat Sulawesi Barat.
Tabel 9. 4 Angka Pendidikan Yang Ditamatkan di Provinsi Sulawesi Barat
Total Jumlah Penduduk yang Persentase
No Tahun Jumlah Mencapai Jenjang Pendidikan (%)
Penduduk SD SMP SMA SD SMP SMA
(4) (5) (6) (7) (8) (9)
(1) (2) (3)
1 2018 1.559.984 171.600 79.100 77.700 11,00 5,07 4,98
2 2019 1.559.991 403.580 180.016 218.144 25,87 11,54 13,98
3 2020 1.438.674 459.476 176.881 227.285 31,94 12,29 15,80
Sumber Data : APK/APM KEMDIKBUD dan KEMENAG Indonesia, Dapodik,
Neraca Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar Dalam
Angka 2020 Hal. 108.
9.5 Angka Partisipasi Murni
Angka Partisipasi Murni Adalah perbandingan jumlah siswa usia sekolah
(7-18 Tahun) yang sekolah pada jenjang pendidikan tertentu dengan jumlah
penduduk yang berada pada kategori usia sesuai jenjang pendidikan. Semakin
tinggi persentase semakin baik karena mengindikasikan banyaknya jumlah
penduduk usia sekolah sesuai jenjang yang mendapatkan layanan pendidikan
formal.
Angka partisipasi murni jumlah penduduk kelompok usia pada tahun
2018 kita melihat data dari 2019 ada penurunan jumlah penduduk kelompok
usia pada jenjang SD-SMA dan setiap jenjang mengalami penurunan dan
sebaliknya pada tahun 2020 kita melihat data ada kenaikan dibandingkan
dengan tahun sebelumnya dan setiap jenjang pendidikan ada perubahan data
yang begitu meningkat pada jumlah penduduk kelompok usia, jumlah sisiwa
pada angka partisipasi murni.
Meningkatnya Angka Partisipasi Murni di tahun 2020 juga dipengaruhi
oleh faktor adanya regulasi yang lebih memprioritaskan pesera didik sesuai
dengan usia pendidikannya khususnya pada saat memasuki sekolah Dasar.
69
Data Statistik Sektoral Tabel 9. 5 Angka Partisipasi Murni
Sulawesi Barat Jumlah Penduduk Kelompok Usia Jumlah Siswa APM
(%)
No Tahun Usia 7-12 Usia 13- Usia 16- SD/ SMP/ SMA/
Tahun di 15 Tahun 18 Tahun MI/ MTS/ SMK/
7-12 13-15 16-18 Jenjang Paket Paket MA/
SD/MI/ di di A Paket
Paket A Jenjang Jenjang B
SMP/ SMA/ C
MTS/ SMK/
Paket B
MA/
Paket C
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
1 2018 185.341 109.165 105.632 152.385 61.482 51.748 82,22 56,32 48,99
2 2019 180.743 104.554 100.433 134.748 46.196 49.025 74,55 44,18 48,81
3 2020 171.142 96.835 96.207 132.136 45.018 46.981 77,21 46,49 48,83
Sumber Data : APK/APM KEMDIKBUD dan KEMENAG Indonesia, Dapodik,
Neraca Pendidikan, Data Olah Badan Pusat Statistik (BPS).
9.6 Angka Partisipasi Sekolah
Angka Partisipasi Sekolah Mengambarkan Persentase Penduduk Usia
Sekolah yang berpartisipasi pada pendidikan. pada data diatas menunjukan
setiap jenjang mengalami penurunan Jumlah Siswa yang diikuti Jumlah
Penduduk usia sekolah mungkin dikarenakan adanya metode penghitungan
yang berbeda dari tahun sebelumnya.
Tabel 9. 6 Angka Partisipasi Murni
Jumlah Penduduk Kelompok
Usia yang Berkaitan dengan Jumlah Siswa APS
Jenjang Pendidikan
No Tahun Usia 7- Usia 13- Usia 16-18 SD/MI SMP/ SMA/
12 15 Tahun di /Paket MTS/ SMK/
7-12 13-15 16-18 Jenjang Paket MA/
Tahun di Tahun di A Paket
Jenjang Jenjang SMA/ B
SD/MI/ SMP/ SMK/MA/ C
Paket A MTS/
Paket B Paket C
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
1 2018 185.341 109.165 105.632 152.385 61.482 51.748 82,22 56,32 48,99
2 2019 180.743 104.554 100.433 134.748 46.196 49.025 74,55 44,18 48,81
3 2020 171.142 96.835 96.207 132.136 45.018 46.981 77,21 46,49 48,83
Sumber Data : APK/APM KEMDIKBUD dan KEMENAG Indonesia, Dapodik,
Neraca Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS).
70
Data Statistik Sektoral9.7 Angka Putus Sekolah
Sulawesi Barat Angka putus sekolah menunjukkan tingkat putus sekolah di suatu
jenjang pendidikan makin tinggi angka tersebut maka menunjukan makin tinggi
penduduk usia sekolah yang tidak berpartisipasi di sekolah.
Tabel 9. 7 Angka Anak Putus Sekolah (APTS) di Provinsi Sulawesi Barat
Jumlah Capaian Kinerja Jumlah Seluruh APS APS (%)
APTS
No Tahun SMP/ SMA/ SD/MI SMP/ SMA/ SD/ SMP/ SMA/
SD/MI MTS SMK/ MTS SMK/ MI/ MTS/ SMK/
MA MA Paket Paket MA/
A Paket
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) B
1 2018 19.215 17.618 25.952 152.385 61.482 51.748 (9) C
(10) (11)
7,93
3,49 1,99
2 2019 46.095 58.458 51.508 134.748 46.196 49.025 2,92 0,79 0,95
3 2020 21.421 17.865 16.651 132.136 45.018 46.981 6,17 2,52 2,82
Sumber Data : APK/APM KEMDIKBUD dan KEMENAG Indonesia, Dapodik,
Neraca Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS).
9.8 Data Angka Kelulusan Siswa Jenjang SLB, SMA DAN SMK Provinsi Sulawesi
Barat Tahun 2020
Angka Kelulusan adalah Data perbandingan antara jumlah lulusan pada
jenjang SMA/SMK SLB terhadap siswa tingkat tertinggi pada jenjang pendidikan
di tahun sebelumnya. Semakin tinggi persentasenya semakin baik karena
mengindikasikan keberhasilan proses.
Tingkat kelulusan Siswa Jenjang SMA/SMK dan SLB di Provinsi Sulawesi
Barat pada Tahun 2020 secara akumulasi persentasenya masih belum mencapai
angka 100 dari seluruh jumlah Siswa Tingkat tertinggi pada tahun 2019. Kondisi
ini sangat dipengaruhi oleh terjadinya kejadian luar biasa dengan mewabahnya
virus corona sehingga menyebabkan banyak siswa yang tidak mengikuti
pelaksanaan ujian Akhir.
71
Data Statistik Sektoral Tabel 9. 8 Data Angka Kelulusan Siswa Jenjang SLB, SMA DAN SMK Provinsi
Sulawesi Barat Tahun 2020
Sulawesi Barat
No Kabupaten Jumlah Lulusan Jumlah Siswa Tingkat Persentase
Tertinggi (%)
(1) (2)
1 POLEWALI MANDAR SLB SMA SMK SLB SMA SMK SLB SMA SMK
(9) (10) (11)
(3) (4) (5) (6) (7) (8)
100,00 86,44 83,91
6 2.461 2.509 6 2.847 2.990
2 MAMUJU 11 1.990 1.402 15 2.374 1.705 73,33 83,82 82,23
3 MAJENE 5 1.054 1.267 5 1.269 1.663 100,00 83,06 76,19
4 MAMASA 0 1.125 1.383 0 1.306 1.611 0,00 86,14 85,85
5 PASANGKAYU 5 1.232 517 5 1.410 690 100,00 87,38 74,93
6 MAMUJU TENGAH 4 974 465 4 1.048 533 100,00 92,94 87,24
TOTAL 31 8.836 7.543 35 10.254 9.192 88,57 86,17 82,06
Sumber Data : Dapodikdasmen 2021
9.9 Data Siswa Baru dan Jumlah Lulusan SLB, SMA dan SMK Menurut
Kabupaten Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
Angka Melanjutkan adalah perbandingan antara jumlah siswa baru
tingkat I SMA dan SMK terhadap jumlah lulusan pada jenjang SMP pada tahun
sebelumnya. Semakin meningkat persentase semakin baik karena
mengindikasikan banyaknya lulusan yang melanjutkan pada jenjang pendidikan
yang lebih tinggi sehingga kualitas pendidikan penduduk makin tinggi.
Tabel 9.9 menunjukkan data jumlah siswa baru dan lulusan setiap
jenjang pendidikan SD sampai dengan SMA/SMK dan SLB pada Tahun 2020.
Data ini digunakan untuk mengukur persentase Angka melanjutkan siswa SD,
SMP dan SMA sederajat yang telah lulus Ujian dan mendapatkan ijazah ke
jenjang Pendidikan yang lebih tinggi.
Berdasarkan Data tersebut dari tahun 2018-2020 Jumlah lulusan SD yang
melanjutkan ke jenjang SMP masih sangat rendah hanya berkisar antara 75,06
dan hanya meningkat sedikit dai tahun 2019 75,30. Sedangkan untuk Lulusan
SMP yang melanjutkan ke jenjang SMA sederajat itu persentasenya cukup tinggi
tahun 2018 95,60 dan tahun 2019 mencapai angka 99,72. Namun untuk angka
lulusan SMA sederajat yg melanjutkan ke jenjang berikutnya (Perguruan Tinggi)
masih sangat sulit untuk di data dan dipersentasekan.
72
Data Statistik SektoralTabel 9. 9 Data Siswa Baru dan Jumlah Lulusan SLB, SMA dan SMK Menurut
Kabupaten Provinsi Sulawesi Barat, Tahun 2020
Sulawesi Barat
No Kabupaten Jumlah Siswa Baru Jumlah Lulusan Persentase (%)
(1) (2) SLB SMA SMK SLB SMA SMK SLB SMA SMK
1 POLEWALI MANDAR (3) (4) (5) (9) (10) (11)
14 3.472 3.942 (6) (7) (8) 42,86 70,88 63,65
6 2.461 2.509
2 MAMUJU 28 2.437 2.448 11 1.990 1.402 39,29 81,66 57,27
3 MAJENE 39 1.457 2.328 5 1.054 1.267 12,82 72,34 54,42
4 MAMASA 3 1.550 1.535 0 1.125 1.383 0,00 72,58 90,10
5 PASANGKAYU 3 1.724 881 5 1.232 517 166,67 71,46 58,68
6 MAMUJU TENGAH 5 1.313 521 4 974 465 80,00 74,18 89,25
TOTAL 92 11.953 11.655 31 8.836 7.543 33,70 73,92 64,72
Sumber Data : Dapodikdasmen 2021
9.10 Sekolah Pendidikan Kondisi Bangunan Baik Di Provinsi Sulawesi Barat
Perbandingan antara jumlah Lembaga/sekolah pendidikan jenjang
SMA/SMK kondisi bangunan baik dengan jumlah sekolah SMA/SMK secara
keseluruhan. Kondisi bangunan sekolah baik dan layak sangat memberikan
dampak terhadap peningkatan akses, mutu dan kualitas layanan pendidikan.
terutama dalam pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar di satuan
pendidikan.
Tabel 9. 10 Sekolah Pendidikan Kondisi Bangunan Baik Di Provinsi
Sulawesi Barat
Jumlah Sekolah Persentase
(%)
Jumlah Seluruh Sekolah Pendidikan Kondisi
No Tahun Bangunan Baik
SD/ SMP/ SMA/ SD/MI SMP/ SMA/ SD/ SMP/ SMA/
MI MTS SMK/ MTS SMK/ MI MTS SMK/
MA MA MA
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
1 2018 1.500 555 334 2.273 936 1.169 65,99 59,29 28,57
2 2019 1.502 555 334 2.127 1.022 1.149 70,62 54,31 29,07
3 2020 1.502 555 332 2.156 1.108 1.354 69,67 50,09 24,52
Sumber Data : APK/APM KEMDIKBUD dan KEMENAG Indonesia, Dapodik,
Neraca Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS).
73
Data Statistik Sektoral9.11 Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah
Sulawesi Barat Rasio ketersediaan sekolah adalah jumlah sekolah tingkat pendidikan
tertentu per 10.000 jumlah penduduk usia pendidikan SMA. Rasio ini
mengindikasikan kemampuan untuk menampung semua penduduk usia
pendidikan tertentu.
Tabel 9. 11 Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah di Provinsi
Sulawesi Barat
Jumlah Penduduk Usia Jumlah Sekolah Per Persentase
Pendidikan Menengah Tingkat Pendidikan (%)
No Tahun 7-12 13-15 16-18 SD/MI SMP/ SMA/ SD/ SMP/ SMA/
(1) (2) (6) MTS SMK/ MI MTS SMK/
(3) (4) (5) MA MA
(7)
(8) (9) (10) (11)
1 2018 185.341 109.165 105.632 1.500 555 334 81 51 32
2 2019 180.743 104.554 100.433 1.502 555 334 83 53 33
3 2020 171.142 96.835 96.207 1.502 553 332 88 57 35
Sumber Data : APK/APM KEMDIKBUD dan KEMENAG Indonesia, Dapodik,
Neraca Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS).
9.12 Rasio Guru/Murid Sekolah di Provinsi Sulawesi Barat
Semakin tinggi nilai rasio ini berarti semakin berkurang tingkat
pengawasan dan perhatian guru terhadap murid sehingga mutu pengajaran
cenderung semakin rendah.
Berdasarkan Data rasio guru/murid sekolah pada tahun 2018 kita
melihat dari data ada kenaikan jumlah guru, dibandingkan dengan tahun 2019-
2020 dan setiap pertahunnya kita melihat dari data mengalami penurunan, dan
khususnya memang disulawesi barat kita masih butuh jumlah guru. apabila kita
melihat data jumlah murid dari tahun 2018-2020.
74
Data Statistik Sektoral Tabel 9. 12 Rasio Guru/Murid Sekolah di Provinsi Sulawesi Barat
Sulawesi Barat Jumlah Guru Jumlah Murid Persentase (%)
No Tahun SMP/ SMA/ SMP/ SMA/ SD/ SMP/ SMA/
SD/MI MTS SMK/ MTS SMK/ MI MTS SMK/
MA SD/MI MA MA
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
1 2018 13696 6822 6127 172851 76276 51039 7,92 8,94 12,00
2 2019 12918 5143 5335 154304 60341 70921 8,37 8,52 7,52
3 2020 11483 4838 4412 147645 58030 66240 7,78 8,34 6,66
Sumber Data : APK/APM KEMDIKBUD dan KEMENAG Indonesia, Dapodik,
Neraca Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS), E-Databse SIPD.
9.13 Rasio Guru/Murid Per Kelas Rata-Rata Sekolah Di Provinsi Sulawesi Barat
Rasio jumlah guru jenjang pendidikan SMA sederajat perkelas per 1000
jumlah siswa pendidikan SMA/SMK. Rasio ini mengindikasikan ketersediaan
tenaga pengajar perkelas. Rasio ini juga dapat dijadikan tolak ukur jumlah ideal
guru perkelas terhadap jumlah murid yang dilayani untuk meningkatkan
kualitas mutu pembelajaran yang lebih baik. Semakin tinggi nilai rasionya bisa
berdampak pada semakin berkurangnya kualitas layanan dan mutu
pembelajaran.
Tabel 9. 13 Rasio Guru/Murid Per Kelas Rata-Rata Sekolah Di
Provinsi Sulawesi Barat
Jumlah Guru Sekolah Per Jumlah Murid Persentase (%)
Kelas
No Tahun SD/MI SMP/ SMA/ SD/MI SMP/ SMA/ SD/MI SMP/ SMA/
MTS SMK/ MTS SMK/ MTS SMK/
(1) (2) MA (6) MA (9) MA
1 2018 172.851 (7) 7,92 (10) (11)
(3) (4) (5) 76.276 (8) 8,94
12,00
13.696 6.822 6.127 51.039
2 2019 12.918 5.143 5.335 154.304 60.341 70.921 8,37 8,52 7,52
3 2020 11.671 5.007 4.412 147.645 58.030 66.240 7,90 8,63 6,66
Sumber Data : APK/APM KEMDIKBUD dan KEMENAG Indonesia, Dapodik,
Neraca Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS).
75
Data Statistik Sektoral9.14 Proporsi Murid Kelas 1 Yang Berhasil Menamatkan Sekolah di Provinsi
Sulawesi Barat.
Sulawesi Barat
Data ini adalah perbandingan antara jumlah banyaknya lulusan SD
rentang tahun 2018 - 2020 dengan jumlah angka penduduk Usia 12 Tahun.
Semakin tingginya persentase menunjukkan tingginya proporsi menamatkan
Pendidikan Dasar. Idealnya persentase tersebut mencapai angka maksimal 100
sebab menunjukkan indikasi terpenuhinya layanan pendidikan dasar
masyarakat. Menurunnya persentase di Tahun 2019 ke angka 78 tidak hanya
dipengaruhi oleh faktor jumlah lulusan SD yang berkurang tapi angka penduduk
usia 12 tahun di 2019 memang sangat tinggi.
Tabel 9. 14 Proporsi Murid Kelas 1 Yang Berhasil Menamatkan Sekolah di
Provinsi Sulawesi Barat.
No Tahun Banyaknya Penduduk Banyaknya Persentase
Usia 12 Tahun Lulusan SD (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
1 2018 30.655 27.230 89
2 2019 33.195 25.774 78
3 2020 29.602 26.134 88
Sumber Data : APK/APM KEMDIKBUD dan KEMENAG Indonesia, Dapodik,
Neraca Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS).
9.15 Angka Melek Huruf Penduduk Provinsi Sulawesi Barat
Angka melek huruf adalah proporsi penduduk usia 15-24 yang dapat
membaca dan menulis dalam huruf latin dan lainnya. Persentase melek huruf
rendah mengindikasikan banyaknya penduduk usia 15-24 tahun yang masuk
dalam kategori buta aksara.
Tabel 9. 15 Angka Melek Huruf Penduduk Provinsi Sulawesi Barat
No Tahun Banyaknya Penduduk Banyaknya Penduduk usia 15-24 Persentase
Usia 15-24 Tahun
Tahun yang Melek Huruf (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
1 2018 329.906 51.748 15,69
2 2019 329.162 49.025 14,89
3 2020 263.569 46.981 17,82
Sumber Data : APK/APM KEMDIKBUD dan KEMENAG Indonesia, Dapodik,
Neraca Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS), Data Capil
Sulawesi Barat
76
Data Statistik Sektoral9.16 Tidak Buta Aksara Provinsi Sulawesi Barat
Sulawesi Barat Angka melek huruf dewasa adalah proporsi penduduk usia 15 tahun ke
atas yang dapat membaca dan menulis dalam huruf latin dan lainnya
diperbandingkan dengan jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas seluruhnya.
Persentase Capaian Kinerja melek huruf rendah mengindikasikan banyaknya
penduduk usia Dewasa yang masuk dalam kategori buta aksara.
Tabel 9. 16 Tidak Buta Aksara Provinsi Sulawesi Barat
No Tahun Jumlah Capaian Kinerja Jumlah Seluruh Persentase
Penduduk yang Berusia Penduduk yang Berusia (%)
>15 Tahun Melek Huruf >15 Tahun Melek Huruf
se-Kabupaten dan Kota se-Kabupaten dan Kota
(1) (2) (3) (4) (5)
1 2018 9.941 51.748 19,21
2 2019 9.949 49.025 20,29
3 2020 9.947 46.981 21,17
Sumber Data : APK/APM KEMDIKBUD dan KEMENAG Indonesia, Dapodik,
Neraca Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS).
9.17 Guru Yang Memenuhi Kualifikasi di Provinsi Sulawesi Barat
Data ini mengambarkan Persentase Guru yang memenuhi Kualifikasi S-
I/D-IV, makin tinggi angka persentase maka makin tinggi kualitas pendidikan di
karenakan PTK yang Mengajar memiliki Kualifikasi sesuai standar.
Pada tahun 2019 data jumlah guru yang berijazah kualifikasi S1/D-IV
meningkat dengan sangat signifikan dibanding guru yang berkualifikasi pada
tahun 2018 dikarenakan adanya penerimaan PNS guru oleh pemerintah.
Namun kondisi tersebut tidak terulang pada tahun 2020 sehingga jumlahnya
tidak terjadi peningkatan (statis).
77
Data Statistik Sektoral Tabel 9. 17 Guru Yang Memenuhi Kualifikasi di Provinsi Sulawesi Barat
Sulawesi Barat Jumlah Jumlah Guru Persentase (%)
Guru
No Tahun Berijazah SMP/ SMA/ SMP/ SMA/
MTS SMK/ MTS SMK/
Kualifikasi SD/MI MA Jumlah SD/MI MA
S1/D-IV
(1) (2) (3) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
1 2018 14.821 13.696 6.822 6.127 26.645 92,41 46,03 41,34
2 2019 16.705 12.918 5.143 5.335 23.396 77,33 30,79 31,94
3 2020 16.706 11.483 4.838 4.412 20.733 68,74 28,96 26,41
Sumber Data : APK/APM KEMDIKBUD dan KEMENAG Indonesia, Dapodik,
Neraca Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS).
9.18 Data Jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) Menurut Status Dan Kabupaten di
Provinsi Sulawesi Barat.
Data ini mengambarkan jumlah dan sebaran Pendidikan luar biasa (SLB)
yang berstatus Swasta Maupun Negeri yang ada di 6 kabupaten di Sulawesi
Barat. Banyaknya sekolah SLB diharapkan dapat memenuhi akses layanan
pendidikan yang layak dan berkualitas bagi seluruh penduduk penyandang
disabilitas yang ada di Provinsi Sulawesi Barat.
Tabel 9. 18 Data Jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) Menurut Status Dan
Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat.
2018 2019 2020
No Kabupaten Sekolah Sekolah Sekolah
SLB Jumlah SLB Jumlah SLB Jumlah
NS NS NS
1 Majene 45 9 45 9 45 9
2 Mamasa 20 2 20 2 20 2
3 Mamuju 13 5 13 5 13 5
4 Mamuju Tengah 1 2 3 1 2 3 1 2 3
5 Pasangkayu 11 2 11 2 11 2
6 Polewali Mandar 4 0 4 4 0 4 4 0 4
Total 13 11 25 13 11 25 13 11 25
Keterangan : N = Negeri, S = Swasta
Sumber Data : Dapodik
78
Data Statistik Sektoral9.19 Benda, Situs dan Kawasan Cagar Budaya yang dilestarikan di Provinsi
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat
Perbandingan antara jumlah data benda situs dan kawasan cagar budaya
yang dilestarikan terhadap total benda situs dan kawasan yang dimiliki daerah.
Berdasarkan data di Provinsi sulawesi barat tahun 2018 ada 88 cagar
budaya, apabila kita melihat data pada tahun 2019-2020, ada penambahan
cagar budaya di beberapa kabupaten mamuju sehingga total 91 jenis.
Pelestarian dan pengelolaan kawasan cagar budaya dan diduga cagar
budaya serta situs masih sangat minim. Faktor utama adalah kurangnya SDM
pengelola dan terbatasnya alokasi anggaran dari pemerintah daerah maupun
pusat.
Tabel 9. 19 Benda, Situs dan Kawasan Cagar Budaya yang dilestarikan di Provinsi
Sulawesi Barat
No Tahun Jumlah Benda, Situs dan Total Benda, situs &
Kawasan Cagar Budaya yang kawasan yang dimiliki
dilestarikan daerah
(1) (2) (3) (4)
1 2018 88 3
2 2019 91 3
3 2020 91 3
Sumber Data : Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi
Sulawesi Barat
9.20 Data Jumlah Sekolah dan Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB Menurut
Jenjang dan Status di Provinsi Sulawesi Barat
Tabel 9.20 menunjukkan data jumlah kepala Sekolah SMA/SMK di
Provinsi Sulawesi Barat Pada Tahun 2018-2020. di lihat dari Data Dapodik
Mengalami Penurunan Pada Tahun 2020. Pada Jenjang Pendidikan Sekolah
Menengah, Terdapat Penutupan Sekolah Pada SMK.
79
Data Statistik SektoralTabel 9. 20 Data Jumlah Sekolah dan Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB Menurut
Sulawesi Barat Jenjang dan Status di Provinsi Sulawesi Barat
SEKOLAH SMA
No Kabupaten 2018 2019 2020
N S Jumlah N S Jumlah N S Jumlah
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Majene 61 7 61 7 61 7
2 Mamasa 17 4 21 17 4 21 17 4 21
3 Mamuju 17 4 21 17 4 21 17 4 21
4 Mamuju Tengah 10 0 10 10 0 10 10 0 10
5 Pasangkayu 12 0 12 12 0 12 12 0 12
6 Polewali Mandar 13 4 17 13 4 17 13 4 17
Total 75 13 88 75 13 88 75 13 88
Keterangan : N = Negeri, S = Swasta
Sumber Data : Dapodik 2020
Lanjutan Tabel 9.20
SEKOLAH SMK
No Kabupaten 2018 2019 2020
12 N S Jumlah N S Jumlah N S Jumlah
1 Majene 12 13 14 15 16 17 18 19 20
9 7 16 9 7 16 9 7 16
2 Mamasa 14 25 39 14 25 39 14 25 39
3 Mamuju 9 15 24 9 15 24 9 15 24
4 Mamuju Tengah 4 10 14 4 10 14 4 9 13
5 Pasangkayu 9 5 14 9 5 14 9 5 14
6 Polewali Mandar 14 15 29 14 15 29 14 15 29
Total 59 77 136 59 77 136 59 76 135
Keterangan : N = Negeri, S = Swasta
Sumber Data : Dapodik 2020
80
Data Statistik SektoralLanjutan Tabel 9.20
Sulawesi Barat SEKOLAH SLB
No Kabupaten 2018 2019 2020
N S Jumlah N S Jumlah N S Jumlah
1 2 21 22 23 24 25 26 27 28 29
1 Majene 45 9 45 9 45 9
2 Mamasa 20 2 20 2 20 2
3 Mamuju 14 5 14 5 14 5
4 Mamuju Tengah 1 2 3 1 2 3 1 2 3
5 Pasangkayu 11 2 11 2 11 2
6 Polewali Mandar 4 0 4 4 0 4 4 0 4
Total 13 12 25 13 12 25 13 12 25
Keterangan : N = Negeri, S = Swasta
Sumber Data : Dapodik 2020
Lanjutan Tabel 9.20
TOTAL SMA/SMK/SLB 2020
No Kabupaten 2018 2019 2020
S Jumlah
N S Jumlah N S Jumlah N 37 38
13 32
1 2 30 31 32 33 34 35 36 29 62
23 50
1 Majene 19 13 32 19 13 32 19 11 26
6 28
2 Mamasa 33 29 62 33 29 62 33 19 50
101 248
3 Mamuju 27 23 50 27 23 50 27
4 Mamuju Tengah 15 12 27 15 12 27 15
5 Pasangkayu 22 6 28 22 6 28 22
6 Polewali Mandar 31 19 50 31 19 50 31
Total 147 102 249 147 102 249 147
Keterangan : N = Negeri, S = Swasta
Sumber Data : Dapodik 2020
81
10. DINAS KESEHATAN
82
Data Statistik Sektoral
Sulawesi Barat
Data Statistik Sektoral10.1 Jumlah Kematian Neonatal, Bayi, dan Balita Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten dan Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
Sulawesi Barat
Kematian Neonatal Kematian yang terjadi pada bayi usia sampai dengan
28 hari, Kematian Bayi Kematian yang terjadi pada bayi usia 0-11 bulan
(termasuk neonatal), Kematian Balita Kematian yang terjadi pada bayi/anak usia
0 - 59 bulan (bayi + anak balita) angka kemataian Neonatal, bayi, dan balita
menurut jenis kelamin, Kabupaten dan puskesmas di Provinsi Sulawesi Barat
pada Tahun 2020, dari data tabel 10.1 menggambarkan bahwa dari semua
Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Polewali Mandar memiliki
kematian Neonatal lebih besar yaitu 86 dari pada Kabupaten lainya dan
kabupaten Mamasa 20 kematian Neonatal lebih sedikit dari Kabupaten lainnya.
Tabel 10. 1 Jumlah Kematian Neonatal, Bayi, dan Balita Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten dan Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
JUMLAH KEMATIAN
NO KABUPATEN PUSKESMAS BALITA
NEONATAL BAYIa ANAK
BALITA
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Majene 11 53 45 2
2 Polewali Mandar 20 86 98 5
3 Mamasa 17 20 24 1
4 Mamuju 22 29 33 1
5 Pasangkayu 15 58 67 4
6 Mamuju Tengah 10 31 36 5
Sulawesi Barat 95 277 303 18
Keterangan : a : Kematian Bayi Termasuk Kematian pada Neonatal
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
10.2 Jumlah Kematian Ibu Menurut Kelompok Umur, Kabupaten dan
Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
Kematian Ibu merupakan Kematian perempuan selama kehamilan atau
dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat semua sebab yang
83
Data Statistik Sektoralterkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya tetapi
bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri. dari data
Sulawesi Barat 10.2 jumlah kematian ibu menurut kelompok umur, Kabupaten dan puskesmas
Provinsi Sulawesi Barat tahun 2020 Kabupaten Polewali Mandar memiliki
kematian ibu lebih banyak dari pada Kabupaten lainya yaitu 12 orang,
sedangkan yang paling sedikit kematianya Kabupaten Mamasa dan Pasangkayu
yaitu 4 orang.
Tabel 10. 2 Jumlah Kematian Ibu Menurut Kelompok Umur, Kabupaten dan
Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
JUMLAH JUMLAH KEMATIAN IBU
NO KABUPATEN PUSKESMAS < 20 20-34 ≥35
tahun tahun tahun
JUMLAH
12 3 456 7
1 Majene 11 051 6
2 Polewali Mandar 20 075 12
3 Mamasa 17 220 4
4 Mamuju 22 272 11
5 Pasangkayu 15 031 4
6 Mamuju Tengah 10 063 9
95 4 30 12 46
Sulawesi Barat
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
10.3 Jumlah Posyandu dan Posbindu Penyakit Tidak Menular Menurut
Kabupaten dan Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
Posyandu Salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya
Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan
bersama masyarakat guna memberdayakan masyarakat dan memberikan
kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar
untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu, bayi, dan balita.jumlah
posyandu dan posbindu PTM menurut kabupaten dan puskesmas di Provinsi
Sulawesi Barat tahun 2020, Kabupaten Mamuju Tengah memiliki posyandu aktif
paling sedikit diantara Kabupaten lainya yaitu 64, sedangkan Kabupaten
Polewali Mandar 308 posyandu aktif dikarenakan luas wilayah dan jumlah
penduduk lebih banyak diantara kabupaten lainnya.
84
Data Statistik SektoralTabel 10. 3 Jumlah Posyandu dan Posbindu Penyakit Tidak Menular Menurut
Sulawesi Barat Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
STRATA POSYANDU
NO KABUPATEN PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
12 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Majene
2 Polewali Mandar 41 12,6 162 0,5 117 35,9 6 1,8 326
3 Mamasa
4 Mamuju 9 1,4 340 0,5 298 0,5 10 1,5 657
5 Pasangkayu
6 Mamuju Tengah 8 3,9 41 0,2 112 0,5 44 21,5 205
Sulawesi Barat 19 4,6 240 0,6 142 0,3 9 2,2 410
0 0,0 40 0,2 133 0,7 17 8,9 190
53 29,9 60 0,3 55 0,3 9 5,1 177
130 6,6 883 44,9 857 43,6 95 4,8 1.965
RASIO POSYANDU PER 100 BALITA 0,5
Tabel Lanjutan 10.3
NO KABUPATEN POSYANDU AKTIF* JUMLAH
POSBINDU PTM**
12 JUMLAH %
1 Majene 13 14 15
2 Polewali Mandar 123 37,7 143
3 Mamasa 308 46,9 134
4 Mamuju 156 76,1 157
5 Pasangkayu 151 36,8 129
6 Mamuju Tengah 150 78,9 120
64 36,2
Sulawesi Barat 952 48,4 0
683
Keterangan : Posyandu Aktif *= Posyandu Purnama + Mandiri, PTM**= Penyakit
Tidak Menular.
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
10.4 Jumlah Tenaga Medis di Fasilitas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
Tahun 2020
Dokter dan dokter gigi merupakan dokter, dokter spesialis, dokter gigi,
dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi
baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik
Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan (UU Nomor 29 Tahun
2004 Tentang Praktik Kedokteran).
85
Data Statistik SektoralTabel 10. 4 Jumlah Tenaga Medis Di Fasilitas Kesehatan (Puskesmas) Menurut
Sulawesi Barat Kabupaten Di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
NO KABUPATEN DOKTER UMUM DOKTER GIGI
(Orang) (Orang)
12
3 4
1 Majene
2 Polewali Mandar 15 12
3 Mamasa 55 24
4 Mamuju 19 5
5 Pasangkayu 30 15
6 Mamuju Tengah 37 11
14 11
JUMLAH 170 78
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
Tabel 10. 5 Jumlah Tenaga Medis Di Fasilitas Kesehatan (Rumah Sakit) Menurut
Unit Kerja Di Provinsi Sulawesi Barat, Tahun 2020
NO UNIT KERJA DOKTER DOKTER DOKTER
SPESIALISa UMUM GIGI
12 (Orang)
(Orang) (Orang)
1 RSUD Majene 4
2 RSUD Polewali Mandar 3 5
3 RSUD Mamasa 18
4 RSUD Mamuju 10 24 2
5 RSUD Pasangkayu 32 13 2
6 RSUD Mamuju Tengah 8 11 0
7 RSUD Provinsi Sulawesi Barat 16 8 4
8 RS Pratama Wonomulyo 3 13 1
9 RS Bhayangkara 4 19 3
10 RS Mitra Manakarra 30 3 3
0 12 0
14 2 1
6 1
11 RS Banuamamase 0 00
12 Rumah Sakit Bersalin dan 0 00
Klinik Spesialis Mifta
13 RS Bakti Kasih 0 00
Jumlah 123 123 17
Keterangan : a) Jumlah termasuk S3; b) Tenaga kesehatan yang bertugas di
lebih dari satu tempat, hanya dihitung satu kali
86
Data Statistik Sektoral10.5 Jumlah Tenaga Keperawatan dan Kebidanan di Fasilitas Kesehatan
Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
Sulawesi Barat
Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi
Keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah
sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundangundangan (UU Nomor 38 Tahun
2014 Tentang Keperawatan), Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari
Pendidikan bidan yang telah teregistrasi sesuai ketentuan peraturan
perundangundangan (Permenkes Nomor 28 Tahun 2017 Tentang Izin dan
Penyelenggaraan Praktik Bidan).
Pada tabel 10.6 digambarkan jumlah tenaga keperawatan dan kebidanan
di fasilitas kesehatan Puskesmas menurut Kabupaten bahwa jumlah tenaga
keperawatan di Polewali Mandar lebih banyak dari pada Kabupaten lainnya
yang mencapai 555 orang sedangkan Kabupaten Pasangkayu memiliki jumlah
ketenagaan perawat paling sedikit diantara Kabupaten lain yakni 147 orang.
Sedangkan untuk tenaga kebidanan paling banyak di Kabupaten Polewali
Mandar sebanyak 711 orang sedangkan dipasangkayu jumlah bidan paling
sedikit sebanyak 219 orang.
Tabel 10. 6 Jumlah Tenaga Keperawatan Dan Kebidanan Di Fasilitas Kesehatan
(Puskesmas) Menurut Kabupaten Di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
NO KABUPATEN PERAWAT BIDAN
(Orang) (Orang)
12 3 4
1 Majene 261 311
711
2 Polewali Mandar 555 531
421
3 Mamasa 337 219
244
4 Mamuju 400 2.437
5 Pasangkayu 147
6 Mamuju Tengah 155
Jumlah 1.855
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
Pada Tabel 10.7 menunjukkan tenaga keperawatan dan kebidanan di
unit kerja Rumah Sakit di Provinsi Sulawesi Barat, yang mana jumlah perawat
mencapai 1.117 orang dan bidan sebanyak 488 orang yang tersebar pada 13
(tiga belas) unit kerja Rumah Sakit, tercatat bahwa di RSUD Majene jumlah
87
Data Statistik Sektoralperawat terbanyak yang mencapai 244 orang sedangkan jumlah bidan
terbanyak berada di RSUD Polewali Mandar yaitu 120 orang.
Sulawesi Barat
Tabel 10. 7 Jumlah Tenaga Keperawatan Dan Kebidanan Di Fasilitas Kesehatan
(Rumah Sakit) Menurut Unit Kerja Di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
NO UNIT KERJA PERAWAT BIDAN
(Orang) (Orang)
12 34
1 RSUD Majene 244 76
2 RSUD Polewali Mandar 225 120
3 RSUD Mamasa 47 12
4 RSUD Mamuju 193 59
5 RSUD Pasangkayu 33 12
6 RSUD Mamuju Tengah 103 79
7 RSUD Provinsi Sulawesi Barat 171 77
8 RS Bayangkara 67 16
9 RS Mitra Manakarra NA NA
10 RS Pratama Wonomulyo 22 28
11 RS Banuamamase 12 4
12 Rumah Sakit Bersalin dan Klinik Spesialis NA NA
Mifta
13 RS Bakti Kasih NA 5
Jumlah 1.117 488
Keterangan : a) Jumlah termasuk S3; b) Tenaga kesehatan yang bertugas di
lebih dari satu tempat, hanya dihitung satu kali; c) NA = data tidak diperoleh.
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
10.6 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, dan Gizi di
Fasilitas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
Tenaga kesehatan masyarakat adalah tenaga kesehatan yang telah
memenuhi kualifikasi bidang kesehatan masyarakat yang terdiri dari
epidemiolog kesehatan, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku,
pembimbing kesehatan kerja, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan,
tenaga biostatistik dan kependudukan, serta tenaga kesehatan reproduksi dan
keluarga sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tenaga kesehatan lingkungan adalah tenaga kesehatan yang telah
memenuhi kualifikasi bidang kesehatan lingkungan yang terdiri dari sanitasi
88
Data Statistik Sektorallingkungan, entomolog kesehatan, mikrobiolog kesehatan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sulawesi Barat
Tenaga gizi adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi
bidang gizi yang terdiri dari Nutririonis dan Dietisien sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Pada Tabel 10.8 menunjukkan jumlah tenaga kesehatan masyarakat,
kesehatan lingkungan dan gizi pada fasilitas kesehatan puskesmas menurut
kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, dari jumlah keseluruhan 6 kabupaten
tercatat bahwa 375 orang tenaga kesehatan masyarakat, 148 orang tenaga
kesehatan lingkungan dan 177 tenaga gizi.
Tabel 10. 8 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Dan
Gizi Di Fasilitas Kesehatan (Puskesmas) Menurut Kabupaten Provinsi Sulawesi
Barat Tahun 2020
KESEHATAN KESEHATAN GIZI
(Orang)
NO KABUPATEN MASYARAKAT LINGKUNGAN
5
(Orang) (Orang)
19
12 34 37
31
1 Majene 46 14 56
21
2 Polewali Mandar 153 30 13
177
3 Mamasa 69 25
4 Mamuju 51 46
5 Pasangkayu 41 19
6 Mamuju Tengah 15 14
Jumlah 375 148
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
Pada Tabel 10.9 menunjukkan jumlah tenaga kesehatan masyarakat,
kesehatan lingkungan dan gizi pada fasilitas kesehatan rumah sakit yang
tersebar pada 13 unit kerja di Provinsi Sulawesi Barat, dari jumlah keseluruhan
unit kerja tercatat bahwa 32 orang tenaga kesehatan masyarakat, 22 orang
tenaga kesehatan lingkungan dan 86 tenaga gizi. Di RSUD Pasangkayu tercatat
memiliki tenaga kesehatan masyarakat sebanyak 8 orang, kesehatan lingkungan
sebanyak 6 orang dan tenaga gizi sebanyak 29 orang. Sedangkan beberapa unit
kerja seperti RSUD Provinsi Sulawesi Barat, RS Banuamamase, Rumah Sakit
Bersalin dan Klinik Spesialis Mifta, dan RS Bakti Kasih belum dapat diperoleh
datanya.
89
Data Statistik SektoralTabel 10. 9 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Dan
Gizi Di Fasilitas Kesehatan (Rumah Sakit) Menurut Unit Kerja Di Provinsi
Sulawesi Barat Sulawesi Barat Tahun 2020
KESEHATAN KESEHATAN GIZI
(Orang)
NO UNIT KERJA MASYARAKAT LINGKUNGAN
(Orang) (Orang)
12 3 45
1 RSUD Majene 6 27
2 RSUD Polewali Mandar 7 2 13
3 RSUD Mamasa 3 02
4 RSUD Mamuju 2 4 17
5 RSUD Pasangkayu 8 6 29
6 RSUD Mamuju Tengah 1 25
7 RSUD Provinsi Sulawesi Barat NA NA NA
8 RS Bayangkara 2 24
9 RS Mitra Manakarra 2 48
10 RS Pratama Wonomulyo 1 01
11 RS Banuamamase NA NA NA
12 Rumah Sakit Bersalin dan NA NA NA
Klinik Spesialis Mifta
13 RS Bakti Kasih NA NA NA
Jumlah 32 22 86
Keterangan : a) Tenaga kesehatan yang bertugas di lebih dari satu tempat,
hanya dihitung satu kali; b) NA = data tidak diperoleh.
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
10.7 Jumlah Tenaga Teknik Biomedika, Keterapian Fisik, dan Keteknisan
Medik di Fasilitas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
Dari tabel 10.10 dan tabel 10.11 menunjukan bahwa jumlah tenaga
teknik Biomedika, Keterapian Fisik, dan Keteknisan Medik di fasilitas kesehatan
di Provinsi Sulawesi Barat tahun 2020, di Kabupaten Polewali Mandar lebih
tinggi jumlah ketenagaan ahli laboratorium medik 56 orang, keterapian fisik 14
orang di Kabupaten Mamuju, keteknisan medis 34 orang di Kabupaten Mamuju.
90
Data Statistik SektoralTabel 10. 10 Jumlah Tenaga Teknik Biomedika, Keterapian Fisik, Dan Keteknisan
Sulawesi Barat Medik Di Fasilitas Kesehatan (Puskesmas) Menurut Kabupaten Di Provinsi
Sulawesi Barat Tahun 2020
AHLI TENAGA TEKNIK KETERAPIAN KETEKNISIAN
LABORATORIUM BIOMEDIKA
NO KABUPATEN LAINNYA FISIK MEDIS
MEDIK (Orang)
(Orang) (Orang) (Orang)
12 3 4 56
1 Majene 9 0 1 11
2 Polewali Mandar 16 0 17
3 Mamasa 18 0 0 4
4 Mamuju 23 0 1 5
5 Pasangkayu 17 0 04
6 Mamuju Tengah 8 0 0 10
Jumlah 91 0 3 41
Tabel 10. 11 Jumlah Tenaga Teknik Biomedika, Keterapian Fisik, Dan Keteknisan
Medik Di Fasilitas Kesehatan (Rumah Sakit) Menurut Unit Kerja Di Provinsi
Sulawesi Barat Tahun 2020
NO UNIT KERJA AHLI TENAGA KETERAPIAN KETEKNISIAN
LABORATORIUM TEKNIK FISIK MEDIS
BIOMEDIKA (Orang)
MEDIK LAINNYA (Orang)
(Orang) (Orang)
12 3 45 6
1 RSUD Majene 4 51 4
40 40 6 17
2 RSUD Polewali Mandar
4 10 0
3 RSUD Mamasa/
Kondosapata 11 75 8
4 RSUD Mamuju
5 RS. Provinsi Sulbar 12 10 9 14
6 RS Bayangkara 7 30 7
7 RS Mitra 0 00 0
8 RSUD Pasangkayu 5 56 6
9 RSUD Mamuju Tengah 7 00 0
10 RS Banuamamase 1 00 0
Jumlah 91 71 27 56
Keterangan : a) Tenaga kesehatan yang bertugas di lebih dari satu tempat,
hanya dihitung satu kali.
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
91
Data Statistik Sektoral10.8 Jumlah dan Persentase Penanganan Komplikasi Kebidanan Provinsi
Sulawesi Barat Tahun 2020
Sulawesi Barat
Penanganan komplikasi kebidanan Ibu hamil, bersalin dan nifas dengan
komplikasi yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada tingkat pelayanan
dasar dan rujukan (Puskesmas, Rumah Bersalin, RSIA/RSB, RSU, RSU PONEK)
jumlah dan persentase penanganan komplikasi kebidanan Provinsi Sulawesi
Barat tahun 2020, di Kabupaten Mamuju memliki penanganan komplikasi
kebidanan yang rendah yaitu jumlah 43.8% diantara Kabupaten lainnya.
Tabel 10. 12 Jumlah dan Persentase Penanganan Komplikasi Kebidanan di
Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
NO KABUPATEN PERKIRAAN BUMIL PENANGANAN
DENGAN KOMPLIKASI KOMPLIKASI
(1) (2) KEBIDANAN
KEBIDANAN
1 Majene JUMLAH %
2 Polewali Mandar (3)
3 Mamasa (4) (5)
4 Mamuju 925,4
5 Pasangkayu 2094,2 876 94,7
6 Mamuju Tengah 792,4 1.697 81,0
1548,6 347 43,8
882,8 623 40,2
633,2 587 66,5
472 74,5
Sulawesi Barat 6.877 4.602 66,9
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
10.9 Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Provinsi
Sulawesi Barat Tahun 2020
Ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga
kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di satu wilayah kerja pada
kurun waktu tertentu. cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
Provinsi Sulawesi Barat tahun 2020, pada Kabupaten Mamasa 65.7% lebih
rendah dari pada Kabupaten lainya sedangkan Kabupaten Mamuju Tengah lebih
lebih besar 84.3% dari pada Kabupaten lainnya.
92
Data Statistik SektoralTabel 10. 13 Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Provinsi
Sulawesi Barat Sulawesi Barat Tahun 2020
NO KABUPATEN JUMLAH IBU BERSALIN PERSALINAN DITOLONG NAKES
JUMLAH %
12 3 45
1 Majene 4.417 3.547 80,3
2 Polewali Mandar 9.995 8.214 82,2
3 Mamasa 3.783 2.486 65,7
4 Mamuju 7.391 5.595 75,7
5 Pasangkayu 4.213 2.829 67,1
6 Mamuju Tengah 3.022 2.548 84,3
Sulawesi Barat 32.821 25.219 76,8
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
10.10 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) Menurut
Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) adalah
Desa/kelurahan dimana 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah
mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun dari tabel 10.14
cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) menurut
Kabupaten dan Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat tahun 2020, dari 6
Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, yaitu Kabupaten Mamasa 37,0,
Kabupaten Mamuju 38,8 persen sedangkan yang paling tinggi persentasi
desa/kelurahan UCI adalah Kabupaten Mamuju Tengah 87,5 persen .
Tabel 10. 14 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)
Menurut Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
NO KABUPATEN JUMLAH DESA/ PERSENTASE DESA/
DESA/ KELURAHAN KELURAHAN
KELURAHAN UCI (%)
UCI
12 34 5
51,2
1 Majene 82 42 44,3
37,0
2 Polewali Mandar 167 74 38,8
46,0
3 Mamasa 181 67 87,5
4 Mamuju 103 40 46,2
5 Pasangkayu 63 29
6 Mamuju Tengah 56 49
Sulawesi Barat 652 301
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
93
Data Statistik Sektoral10.11 Persentase Balita Gizi Kurang Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
Sulawesi Barat Balita Gizi Kurang adalah Status gizi yang didasarkan pada indeks berat
badan menurut umur (BB/U) yang merupakan gabungan dari istilah gizi buruk
dan gizi kurang dengan Z score < -2 standar deviasi. persentase balita gizi
kurang Provinsi Sulawesi Barat tahun 2020, pada tabel 10.15 digambarkan
bahwa persentase balita gizi kurang paling rendah adalah Kabupaten Polewali
Mandar 3.5% mamasa 3.8% sedangankan Kabupaten Mamuju memiliki
persentase lebih tinggi dari pada Kabupaten lainya yaitu 9.1%.
Tabel 10. 15 Persentase Balita Gizi Kurang Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
NO KABUPATEN JUMLAH BALITA BALITA GIZI KURANG
0-59 BULAN YANG (BB/U)
12
DITIMBANG JUMLAH %
1 Majene
2 Polewali Mandar 3 4 5
12.675 810 6,4
1.118 3,5
32.393
3 Mamasa 7.540 288 3,8
4 Mamuju 13.211 1.200 9,1
5 Pasangkayu 11.409 1.021 8,9
6 Mamuju Tengah 8.846 551 6,2
Sulawesi Barat 86.074 4.988 5,8
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
10.12 Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
Dari tabel 10.16 menggambarkan cakupan imunisasi dasar lengkap
Provinsi Sulawesi Barat tahun 2020, Kabupaten Mamuju tengah 85,1% lebih
tinggi dari pada kabupaten lainya sedangkan Kabupaten Pasangkayu memiliki
nilai persentase paling rendah diantara kabupaten lain yang ada di provinsi
Sulawesi Barat yaitu 59,3 %.
94
Data Statistik Sektoral Tabel 10. 16 Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Provinsi Sulawesi
Sulawesi Barat Barat Tahun 2020
JUMLAH BAYI
NO KABUPATEN L P L+P
12 3 4 5
1 Majene 2.106 2.025 4.131
2 Polewali Mandar 4.786 4.548 9.334
3 Mamasa 1.527 1.417 2.944
4 Mamuju 3.726 3.602 7.328
5 Pasangkayu 2.308 2.326 4.634
6 Mamuju Tengah 1.580 1.497 3.077
16.033 15.415 31.448
Sulawesi Barat
Lanjutan Tabel 10.12 IMUNISASI DASAR LENGKAP
NO KABUPATEN L P L+P
12 JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 Majene 6 7 8 9 10 11
2 Polewali Mandar
3 Mamasa 1.731 82,2 1.565 77,3 3.296 79,8
4 Mamuju 3.633 75,9 3.542 77,9 7.175 76,9
5 Pasangkayu 1.065 69,7 901 63,6 1.966 66,8
6 Mamuju Tengah 2.359 63,3 2.158 59,9 4.517 61,6
1.415 61,3 1.334 57,4 2.749 59,3
Sulawesi Barat 1.353 85,6 1.264 84,4 2.617 85,1
11.556
72,1 10.764 69,8 22.320 71,0
10.13 Jumlah Kasus AFP (Non Polio) Menurut Kabupaten dan Puskesmas
Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
Acute Flacid Paralysis (AFP) adalah Kelumpuhan pada anak berusia <15
tahun yang bersifat layuh (flaccid) terjadi secara akut/mendadak (<14 hari) dan
bukan disebabkan oleh ruda paksa. Non Polio AFP rate per 100.000 penduduk
usia <15 tahn adalah Jumlah kasus AFP Non Polio yang ditemukan diantara
100.000 penduduk berusia <15 tahun di satu wilayah kerja pada kurun waktu
tertentu. jumlah kasus afp (non polio) menurut Kabupaten dan Puskesmas
Provinsi Sulawesi Barat tahun 2020, dari tabel 10.17 dari semua Kabupaten di
95
Data Statistik SektoralProvinsi Sulawesi Barat hanya Kabupaten Mamuju yang mempunyai kasus AFP
(Non Polio).
Sulawesi Barat
Tabel 10. 17 Jumlah Kasus AFP (Non Polio) Menurut Kabupaten dan Puskesmas
Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020
NO KABUPATEN JUMLAH JUMLAH KASUS AFP
PUSKESMAS PENDUDUK (NON POLIO)
<15 TAHUN
12 3 4 5
1 Majene 11 55.533 0
2 Polewali Mandar 20 129.179 0
3 Mamasa 17 52.959 0
4 Mamuju 22 94.462 1
5 Pasangkayu 15 57.348 0
6 Mamuju Tengah 10 42.846 0
Sulawesi Barat 95 432.327 1
AFP RATE (NON POLIO) PER 100.000 PENDUDUK 0,2
USIA < 15 TAHUN
Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja
puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di Rumah Sakit (RS).
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
10.14 Penemuan Kasus Pneumonia Balita Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten
dan Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
Pneumonia adalah Balita mengalami batuk dan atau kesukaran bernapas
dan hasil perhitungan napas, usia 0-2 bulan ≥60 kali/menit, usia 2-12 bulan ≥ 50
kali/menit, usia 12-59 bulan ≥40 kali/menit. , dari tabel 10.14 menggambarkan
bahwa penemuan kasus pneumonia balita menurut jenis kelamin, Kabupaten,
dan Puskesmas provinsi sulawesi barat tahun 2020 sangat bervariasi dari semua
Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat.
96
Data Statistik Sektoral Tabel 10. 18 Penemuan Kasus Pneumonia Balita Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten dan Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
Sulawesi Barat
BALITA BATUK ATAU KESUKARAN BERNAPAS
DIBERIKAN PERSENTASE
NO KABUPATEN PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH TATALAKSANA YANG
BALITA KUNJUNGAN STANDAR DIBERIKAN
TATALAKSANA
(DIHITUNG NAPAS
/ LIHAT TDDK*) STANDAR
12 34 5 6 7
1 Majene 2.174 100,0
2 Polewali Mandar 11 12.921 2.174 7.551 78,5
3 Mamasa
4 Mamuju 20 43.270 9.616 0 0,0
5 Pasangkayu NA NA
6 Mamuju Tengah 17 12.789 1.584 171 99,4
2.229 91,4
Sulawesi Barat 22 25.626 NA 12.125 75,8
15 13.444 172
10 12.690 2.440
95 120.740 15.986
Jumlah Puskesmas yang melakukan tatalaksana Standar minimal 60% 4
Persentase Puskesmas yang melakukan tatalaksana standar minimal 60% 80,0%
Lanjutan Tabel 10.18
REALISASI PENEMUAN PENDERITA PNEUMONIA PADA BALITA
NO KABUPATEN PERKIRAAN PNEUMONIA PNEUMONIA JUMLAH %
PNEUMONIA BERAT
12
1 Majene BALITA L P L P L P L+P
2 Polewali Mandar
3 Mamasa 8 9 10 11 12 13 14 15 16
4 Mamuju 836
5 Pasangkayu 0 33 57 1 2 34 59 93 11,1
6 Mamuju Tengah 1.470
NA 163 124 7 6 170 130 300 0
Sulawesi Barat 831
637 6 60 1 6 7 13 0,9
3.774 NA NA NA NA NA NA NA NA
0 00 0 00 0 0,0
16 13 1 0 17 13 30 4,7
218 200 9 9 227 209 436 11,6
97
Data Statistik Sektoral Lanjutan Tabel 10.18
Sulawesi Barat NO KABUPATEN BATUK BUKAN PNEUMONIA
L P L+P
12 17 18 19
1 Majene 460 1.645 2.105
2 Polewali Mandar 4.669 4.647 9.316
3 Mamasa 0 00
4 Mamuju NA NA 0
5 Pasangkayu 105 112 217
6 Mamuju Tengah 1.147 1.134 2.281
Sulawesi Barat 6.381 7.538 13.919
Keterangan :
* TDDK = tarikan dinding dada ke dalam
* Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas
tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
* Persentase perkiraan kasus pneumonia pada balita berbeda untuk setiap
provinsi, sesuai hasil riskesdas
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
10.15 Jumlah Terduga Tuberkulosis, Kasus Tuberkulosis, Kasus Tuberkulosis
Anak, Case Notification Rate (CNR) Per 100.000 Penduduk dan Case
Detection Rate (CDR) Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten dan
Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
Terduga tuberkulosis yang mendapatkan pelayanan sesuai standar
adalah Terduga tuberkulosis yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
standar dengan penegakan diagnosis tuberkulosis melalui pemeriksaan
bakteriologis dan klinis, dilakukan pemeriksaan penunjang lainnya atau di rujuk
ke fasilitas pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut serta dilakukan
pengobatan sesuai standar jika dinyatakan tuberkulosis (register TBC 06), dari
tabel diatas menggambarkan bahwa jumlah terduga tuberkulosis, kasus
tuberkulosis, kasus tuberkulosis anak, case notification rate (cnr) per 100.000
penduduk dan case detection rate (cdr) menurut jenis kelamin, kabupaten, dan
puskesmas provinsi sulawesi barat tahun 2020, pada Kabupaten Polewali
98
Data Statistik SektoralMandar memiliki kasus Tuberkulosis tertinggi dari Kabupaten lainya yaitu 630
kasus sedangkan Kabupaten Mamasa memiliki kasus yang rendah yaitu 102
Sulawesi Barat Kasus dan Kabupaten Mamuju Tengah 147 kasus.
Tabel 10. 19 Jumlah Terduga Tuberkulosis, Kasus Tuberkulosis, Kasus
Tuberkulosis Anak, Case Notification Rate (CNR) Per 100.000 Penduduk dan
Case Detection Rate (CDR) Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten dan Puskesmas
Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
JUMLAH JUMLAH SEMUA KASUS TUBERKULOSIS
TERDUGA
TUBERKULOSIS KASUS
TUBERKULOSIS
NO KABUPATEN YANG LAKI-LAKI PEREMPUAN
MENDAPATKAN ANAK 0-14
TAHUN
PELAYANAN TOTAL
9
SESUAI JUMLAH % JUMLAH % 13
STANDAR 12
2
12 3 4 5678 32
12
1 Majene 1.847 211 54,7 175 45,3 386 5
76
2 Polewali Mandar 1.947 374 59,4 256 40,6 630
14,3
3 Mamasa 138 57 55,9 45 44,1 102
4 Mamuju 532 264 57,9 192 42,1 456
5 Pasangkayu 621 103 60,2 68 39,8 171
6 Mamuju Tengah 1.519 103 70,1 44 29,9 147
JUMLAH 6.604 1.112 58,8 780 41,2 1.892
JUMLAH TERDUGA 18.447
TUBERKULOSIS
% ORANG TERDUGA TUBERKULOSIS (TBC) MENDAPATKAN 35,8
PELAYANAN TUBERKULOSIS SESUAI STANDAR
PERKIRAAN INSIDEN TUBERKULOSIS (DALAM ABSOLUT) BERDASARKAN MODELING 4.440
TAHUN 2018
CASE DETECTION RATE (%) 42,6
CAKUPAN PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS ANAK (%)
Keterangan : Jumlah pasien adalah seluruh pasien Tuberkulosis yang ada di
wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang
ditemukan di RS, BBKPM/BPKPM/BP4, Lembaga Pemasyarakatan,
Rumah Tahanan, Dokter Praktek Mandiri, Klinik dll
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
99
Data Statistik Sektoral10.16 Angka Kesembuhan dan Pengobatan Lengkap Serta Keberhasilan
Pengobatan Tuberkulosis Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten dan
Sulawesi Barat Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) pasien tuberkulosis
semua kasus adalah Jumlah pasien tuberkulosis semua kasus yang sembuh dan
pengobatan lengkap diantara semua kasus tuberkulosis yang diobati dan
dilaporkan, dari tabel diatas menggambarkan bahwa angka kesembuhan dan
pengobatan lengkap serta keberhasilan pengobatan tuberkulosis menurut jenis
kelamin, kabupaten, dan puskesmas provinsi sulawesi barat tahun 2020, pada
kabupaten pasangkayu memiliki angka pengobatan lengkap 63,3%, Mamuju
59,0%, mamasa 58,4%, Majene 53,1%, Polewali mandar 35,3% dan mamuju
tengah 32,2%.
Tabel 10. 20 Angka Kesembuhan dan Pengobatan Lengkap Serta Keberhasilan
Pengobatan Tuberkulosis Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten dan Puskesmas
Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
NO KABUPATEN JUMLAH KASUS JUMLAH SEMUA KASUS
TUBERKULOSIS PARU TUBERKULOSIS TERDAFTAR
12
TERKONFIRMASI DAN DIOBATI*)
1 Majene BAKTERIOLOGIS YANG
2 Polewali Mandar TERDAFTAR DAN DIOBATI*) L P L+P
3 Mamasa
4 Mamuju L P L+P 678
5 Pasangkayu
6 Mamuju Tengah 3 4 5 224 192 416
519 398 917
JUMLAH 265 220 485 56 45 101
340 240 580 266 197 463
97 72 169 100 69 169
357 285 642 102 44 146
150 100 250 1.267 945 2.212
175 85 260
1.384 1.002 2.386
100
Data Statistik SektoralLanjutan Tabel 10.20 ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE) TUBERKULOSIS PARU
TERKONFIRMASI BAKTERIOLOGIS
Sulawesi Barat NO KABUPATEN
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI +
12 PEREMPUAN
1 Majene JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
2 Polewali Mandar
3 Mamasa 9 10 11 12 13 14
4 Mamuju
5 Pasangkayu 107 40,4 91 41,4 198 40,8
6 Mamuju Tengah
327 96,2 233 97,1 560 96,6
JUMLAH
Lanjutan Tabel 10.20 60 61,9 42 58,3 102 60,4
NO KABUPATEN 183 51,3 151 53,0 334 52,0
12 71 47,3 4 4,0 75 30,0
1 Majene 136 77,7 60 70,6 196 75,4
2 Polewali Mandar
3 Mamasa 884 63,9 581 58,0 1.465 61,4
4 Mamuju
5 Pasangkayu ANGKA PENGOBATAN LENGKAP
6 Mamuju Tengah (COMPLETE RATE) SEMUA KASUS TUBERKULOSIS
JUMLAH LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI +
PEREMPUAN
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
15 16 17 18 19 20
123 54,9 98 51,0 221 53,1
171 32,9 153 38,4 324 35,3
30 53,6 29 64,4 59 58,4
149 56,0 124 62,9 273 59,0
59 59,0 48 69,6 107 63,3
28 27,5 19 43,2 47 32,2
560 44,2 471 49,8 1.031 46,6
101
Data Statistik SektoralLanjutan Tabel 10.20
Sulawesi Barat ANGKA KEBERHASILAN PENGOBATAN (SUCCESS RATE/SR) JUMLAH
SEMUA KASUS TUBERKULOSIS KEMATIAN
NO KABUPATEN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + SELAMA
PEREMPUAN PENGOBATAN
TUBERKULOSIS
12 JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 Majene 21 22 23 24 25 26 27 28
2 Polewali Mandar 230 102,7 193 100,5 423 101,7 11 2,6
3 Mamasa 498 96,0 384 96,5 882 96,2 22 2,4
90 160,7 58 128,9 148 146,5 3 3,0
4 Mamuju 332 124,8 0 0,0 332 71,7 0 0,0
5 Pasangkayu 130 130,0 43 62,3 173 102,4 8 4,7
6 Mamuju Tengah 164 160,8 0 0,0 164 112,3 5 3,4
JUMLAH 1.444 114,0 1.052 111,3 2.496 112,8 49 2,2
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
10.17 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten dan Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
Penderita DBD Penderita demam tinggi mendadak berlangsung 2-7 hari,
disertai manifestasi perdarahan (antara lain uji tourniqet positif, petekie,
ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis dan/atau melena, dsb)
ditambah trombositopenia (trombosit ≤ 100.000 /mm³) dan hemokonsentrasi
(peningkatan hematokrit ≥ 20%), dari tabel 10.21 menunjukan bahwa kasus
Demam Berdarah Dengue (DBD) menurut jenis kelamin, Kabupaten, dan
Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat tahun 2020 sangat bervariasi mulai
Kabupaten yang tertinggi kasusnya yaitu Kabupaten Polewali Mandar 234 kasus,
Pasangkayu 149 kasus, Majene 57 kasus, Mamuju Tengah 23 kasus, Mamasa 9
kasus dan Mamuju belum terlapor kasusnya ke dinkes Provinsi Sulbar.
102
Data Statistik SektoralTabel 10. 21 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten dan Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
Sulawesi Barat
DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
NO KABUPATEN JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%)
12 L P L+P L P L+P L P L+P
1 Majene 3456 7 8 9 10 11
30 27 57 1 0 1 3,3 0,0 1,8
2 Polewali Mandar 134 100 234 1 0 1 0,7 0,0 0,4
3 Mamasa 8 1 9 0 0 0 0,0 0,0 0,0
4 Mamuju NA NA NA NA NA NA NA NA NA
5 Pasangkayu 80 69 149 0 0 0 0,0 0,0 0,0
6 Mamuju Tengah 14 9 23 1 0 1 7,1 0,0 4,3
JUMLAH 266 206 472 3 0 3 1,1 0,0 0,6
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
10.18 Kasus Diare Yang Dilayani Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten di
Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
Penderita diare Balita yang dilayani adalah Jumlah penderita diare Balita
(umur < 5 Tahun) yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah
tertentu dalam waktu satu tahun, Penderita diare semua umur yang dilayani
adalah Jumlah penderita diare semua umur yang datang dan dilayani di sarana
kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun dari tabel 10.22
menunjukan bahwa kasus diare yang dilayani menurut jenis kelamin,
Kabupaten, dan Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat tahun 2020.
103
Data Statistik SektoralTabel 10. 22 Kasus Diare Yang Dilayani Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten di
Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
Sulawesi Barat
NO KABUPATEN JUMLAH PENDUDUK JUMLAH TARGET PENEMUAN
12 3 SEMUA UMUR BALITA
1 Majene 171.272 4 5
432.692
2 Polewali Mandar 156.136 4.623 2.178
11.683 7.295
3 Mamasa NA 4.216 2.156
NA 4.321
4 Mamuju 130.828 0 2.267
890.928 4.615 2.140
5 Pasangkayu 3.532 20.357
28.668
6 Mamuju Tengah 843
270
JUMLAH
ANGKA KESAKITAN DIARE PER 1.000
PENDUDUK
Lanjutan Tabel 10.22
DIARE
NO KABUPATEN DILAYANI MENDAPAT ORALIT MENDAPAT
ZINC
12 SEMUA UMUR BALITA SEMUA UMUR BALITA
1 Majene JML % JML % JML % JML % BALITA
2 Polewali Mandar 67 10 11 12 13 JML %
3 Mamasa 89 14 15
4 Mamuju 741 16,0 741 100,0 1.997 100,0
5 Pasangkayu 1.997 91,7 653 32,7
6 Mamuju Tengah
8.678 74,3 2.863 39,2 8.266 95,3 2.747 95,9 2.699 94,3
2.705 64,2 378 17,5 1.655 61,2 836 221,2 1.376 364,0
00 0 0,0 00 00 0
2.563 55,5 985 43,5 1.592 62,1 965 98,0 941 95,5
1.378 39,0 334 15,6 633 45,9 137 41,0 84 25,1
JUMLAH 16.065 56,0 6.557 32,2 12.887 80,2 6.682 101,9 5.753 87,7
Keterangan : JML = Jumlah
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
104
Data Statistik Sektoral10.19 Kesakitan dan Kematian Akibat Malaria Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten dan Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
Sulawesi Barat
Malaria positif adalah Seseorang dengan hasil pemeriksaan sediaan
darah positif malaria berdasarkan pengujian mikroskopis ataupun Rapid
Diagnostic Test (RDT). Kasus malaria konfirmasi terbagi menjadi kasus malaria
indigenous, kasus malaria impor dan kasus malaria konfirmasi asimtomatis.
menunjukan bahwa data tabel 10.23 kesakitan dan kematian akibat malaria
menurut jenis kelamin, kabupaten dan puskesmas provinsi sulawesi barat tahun
2020, Kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju, Pasangkayu 100% pengobatan
standar.
Tabel 10. 23 Kesakitan dan Kematian Akibat Malaria Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten dan Puskesmas Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020.
KONFIRMASI LABORATORIUM PERSENTASE
KONFIRMASI
NO KABUPATEN SUSPEK RAPID LABORATORIUM
12 3 MIKROSKOPIS DIAGNOSTIC TOTAL (%)
1 Majene 2.946
2 Polewali Mandar 1.886 TEST (RDT) 7
3 Mamasa
4 Mamuju 0 4 56 100,0
5 Pasangkayu 0 132,7
6 Mamuju Tengah 2.672 1.033 1.913 2.946
0 0
JUMLAH 7.504 1.032 1.470 2.502 0
100,0
301 251 552 0
265 2.307 2.572 149,8
1.275 1.397 2.672
0 00
3.906 7.338 11.244
Tabel Lanjutan 10.23 POSITIF PENGOBATAN PERSENTASE
NO KABUPATEN L P L+P STANDAR PENGOBATAN
1 2 8 9 10 11 STANDAR
104 (%)
1 Majene 102 2 104
0 12
2 Polewali Mandar 10 0 10 5
15 100,0
3 Mamasa 505 9 0,0
0
4 Mamuju 15 0 15 133 100,0
100,0
5 Pasangkayu 639 100,0
6 Mamuju Tengah 3 0 3 0,0
JUMLAH 141 5 146 91,1
105
Tabel Lanjutan 10.23Data Statistik Sektoral
NO KABUPATENSulawesi Barat MENINGGAL L CFR
L P L+P P L+P
12 13 14 15 16 17 18
1 Majene 000 0 0 0
2 Polewali Mandar 0 0 0 0 0 0
3 Mamasa 000 0 0 0
4 Mamuju 000 0 0 0
5 Pasangkayu 000 0 0 0
6 Mamuju Tengah 0 0 0 0 0 0
JUMLAH 000 0 0 0
Keterangan : Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja
puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS.
Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat
106
Data Statistik Sektoral11. DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
107
Sulawesi Barat
Data Statistik Sektoral11.1 Panjang Dan Kondisi Jalan Menurut Kabupaten Di Provinsi Sulawesi Barat
Tahun 2020
Sulawesi Barat
Tabel 11.1 menunjukkan panjang dan kondisi jalan menurut kabupaten
di Provinsi Sulawesi Barat, kondisi jalan diklasifikasikan kondisi jalan baik,
sedang, rusak ringan dan rusak berat. Pada tahun 2020, dari total panjang jalan
kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat yang mencapai 4.767,48 km, tercatat
bahwa panjang jalan dalam kondisi baik mencapai 1.424,20 km sedangkan
panjang jalan dalam kondisi rusak berat mencapai 869,66 km.
Tabel 11. 1 Panjang Dan Kondisi Jalan Menurut Kabupaten Di Provinsi
Sulawesi Barat Tahun 2020
KONDISI JALAN
NO KABUPATEN BAIK SEDANG RUSAK RUSAK JUMLAH
(1) (2) (km) (km) RINGAN BERAT (km)
(km)
(3) (4) (km) (7)
(6)
(5)
1 MAMUJU 186,83 128,78 250,93 100,31 666,859
2 MAJENE 275,263 79,624 170,897 95,413 621,197
3 POLEWALI MANDAR 603,703 33,671 31,682 205,710 874,766
4 MAMASA 119,195 111,580 156,230 262,765 649,770
5 PASANGKAYU 141,031 701,391 473,673 172,915 1.489,01
6 MAMUJU TENGAH 98,177 112,622 222,540 32,540 465,879
SULAWESI BARAT 1.424,20 1.167,67 1.305,96 869,66 4.767,48
Tahun 2019 1.396,39 1.039,61 1.014,56 1.316,93 4.767,48
Sumber data : Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Barat
11.2 Panjang Dan Jenis Permukaan Jalan Menurut Kabupaten Di Provinsi
Sulawesi Barat Tahun 2020
Pada tabel 11.2 menjelaskan panjang dan jenis permukaan jalan
menurut Kabupaten, baik itu status jalan provinsi maupun status jalan
kabupaten. Data tahun 2020 menunjukkan untuk status jalan Provinsi di
Sulawesi Barat yang sudah di aspal sepanjang 194,009 km dan di beton
sepanjang 80,329 km. Sedangkan untuk status jalan kabupaten di Provinsi
108
Data Statistik SektoralSulawesi Barat, tercatat bahwa panjang jalan yang sudah diaspal mencapai
875,58 km dan di beton sepanjang 1.042,54 km jalan kabupaten.
Sulawesi Barat
Tabel 11. 2 Data Panjang dan Jenis permukaan jalan menurut Kabupaten di
Provinsi Sulawesi Barat, Tahun 2020
JALAN PROVINSI JALAN KABUPATEN/KOTA
NO KABUPATEN DI DI KERIKIL TANAH DI DI KERIKIL TANAH
(1) (2) ASPAL BETON (km) (km) ASPAL BETON (km) (km)
(km) (km) (km) (km)
(6)
(3) (4) (5) (7) (8) (9) (10)
1 MAMUJU 81,446 6,85 34,725 28,05 205,79 100,19 204,72 156,16
2 MAJENE 33,758 14,038 27,914 34,500 215,602 231,529 109,087 64,969
3 POLEWALI MANDAR 75,205 45,865 31,41 25,23 175,170 494,081 58,575 146,940
4 MAMASA 0 6,496 76,841 1,2 5,530 154,840 226,355 263,05
5 PASANGKAYU 1,6 0 3,9 0 210,94 10,38 1075,20 192,49
6 MAMUJU TENGAH 2 7,08 22,296 0 63 52 344 7,6
SULAWESI BARAT 194,009 80,329 197,086 88,98 875, 58 1042,54 2018,14 831,21
Tahun 2019 51,155 15,174 69,291 50,34 899,197 1036,033 1847,66 984,581
Sumber data : Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Barat
11.3 Panjang Dan Kondisi Jalan Berdasarkan Administrasi Pemerintahan Di
Provinsi Sulawesi Barat
Tabel 11.3 menjelaskan data Panjang Dan Kondisi Jalan Berdasarkan
Administrasi Pemerintahan Di Provinsi Sulawesi Barat yaitu Jalan Nasional, Jalan
Provinsi dan Jalan Kabupaten dengan kondisi jalan yang dibagi kedalam empat
kategori yaitu kondisi baik, sedang rusak ringan dan rusak berat. Pada tahun
2020, untuk jalan nasional dalam kondisi baik mencapai 120,58 km, kondisi ini
menunjukkan penurunan dari tahun 2019 yang mencapai 153,09 km.
Sedangkan untuk jalan provinsi dan jalan kabupaten pada tahun 2020
mengalami kenaikan pada kondisi jalan baik dari tahun 2019.
109