PORTOFOLIO
BIOLOGI KELAS XI
Oleh
PUTRI NUR AZ ZAHRA
Kelas XI IPA 4
Guru Mata Pelajaran: Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2021
LEMBAR PENGESAHAN
Judul : Portofolio Biologi
Oleh : Putri Nur Az Zahra
Kelas : XI IPA 4
Mengetahui, Balikpapan, Juni 2021
Daliya, S.Pd, M. M. Pd. Guru Mata Pelajaran,
NIP. 19650706 198902 1 001
Puspani, M. Pd.
NIP. 19731010 200012 2003
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Sang Pencipta langit dan
bumi beserta segala isinya yang telah melimpahkan rahmah, hidayah, serta kasih sayangnya
sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Portofolio Biologi yang selama setahun terakhir
telah dikerjakan dengan baik dan maksimal. Tak lupa Shalawat serta salam selalu tercurahkan
kepada Nabi Muhammad SAW. Beserta keluarganya, sahabat – sahabatnya, dan kita selaku
umatnya hingga akhir zaman.
Penulis juga ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada Ibu Daliya, S.Pd, M.
M. Pd. selaku Kepala SMA Negeri 1 Balikpapan karena telah mengarahkan para siswa –
siswi menjadi anak yang teladan, berprestasi, dan berakhlak mulia, serta penulis juga
berterima kasih kepada Guru mata pelajaran Biologi, Ibu Puspani, M. Pd. yang selama ini
telah banyak membimbing penulis dengan sabar dan ikhlas dalam proses pembelajarannya
sehingga penulis menjadi lebih mudah menyelesaikan tugas ini. Tugas – tugas ini disusun
untuk memenuhi penilaian tugas akhir mata pelajaran Biologi. Adapun tugas yang telah
diselesaikan oleh penulis bertujuan untuk mengajarkan sikap tanggung jawab kepada penulis
selama menjadi murid kelas XI IPA 4 dalam waktu setahun ini. Selain itu, penulis juga
dapat terbiasa dalam berlatih membuat jurnal dan juga tugas portofolio sehingga untuk
kedepannya nanti penulis sudah tidak kaget jika ada kegiatan ataupun pekerjaan yang sama
serta penulis pun banyak memperoleh ilmu dari tugas – tugas yang selama ini dikerjakan.
Demikian tugas portofolio ini penulis buat, dalam penyusunan tugas ini penulis harap
dapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun kepada siapapun yang membacanya. Mohon
maaf apabila ada kesalahan dalam penyusunan tugas – tugas penulis, atas saran yang
diberikan penulis ucapkan terima kasih.
Balikpapan, 15 Juni 2021
Putri Nur Az Zahra
iii
DAFTAR ISI
Hal
LEMBAR JUDUL ............................................................................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN .............................................................................................. ii
KATA PENGANTAR ...................................................................................................... iii
DAFTAR ISI..................................................................................................................... iv
BAB I STRUKTUR DAN FUNGSI SEL ......................................................................... 1
A. Jurnal Belajar................................................................................................. 1
B. Tugas – tugas................................................................................................. 11
BAB II STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN .................................. 32
A. Jurnal Belajar................................................................................................. 32
B. Tugas – tugas ................................................................................................. 44
BAB III STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN HEWAN.......................................... 60
A. Jurnal Belajar................................................................................................. 60
B. Tugas – tugas ................................................................................................. 69
BAB IV SISTEM GERAK................................................................................................106
A. Jurnal Belajar.................................................................................................106
B. Tugas – tugas .................................................................................................114
BAB V SISTEM SIRKULASI..........................................................................................158
A. Jurnal Belajar.................................................................................................158
B. Tugas – tugas .................................................................................................164
BAB VI SISTEM PENCERNAAN ..................................................................................172
A. Jurnal Belajar.................................................................................................172
B. Tugas – tugas .................................................................................................182
BAB VII SISTEM PERNAPASAN..................................................................................222
A. Jurnal Belajar.................................................................................................222
B. Tugas – tugas .................................................................................................232
BAB VIII SISTEM EKSKRESI........................................................................................240
A. Jurnal Belajar.................................................................................................240
B. Tugas – tugas .................................................................................................251
BAB IX SISTEM KOORDINASI ....................................................................................258
A. Jurnal Belajar.................................................................................................258
B. Tugas – tugas .................................................................................................268
BAB X SISTEM REPRODUKSI......................................................................................289
A. Jurnal Belajar.................................................................................................289
BAB XI SISTEM PERTAHANAN TUBUH ...................................................................291
A. Jurnal Belajar.................................................................................................291
B. Tugas – tugas ................................................................................................292
REFLEKSI ........................................................................................................................300
iv
BAB I
STRUKTUR DAN MEMBRAN SEL
A. Jurnal Belajar
Hari/Tanggal : Kamis/ 23 Juli 2020
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
JURNAL BELAJAR 1 BIOLOGI XI SEMESTER 3
BAB 1 (Materi Sel)
Hari ini, kelas XI IPA 4 dan kelas XI IPA 6 bergabung bersama dalam
pelajaran Biologi pada 2 jam terakhir. Kami bertemu dan melakukan pembelajaran
bersama secara online yang dibimbing oleh guru kami, Bu Puspani melalui aplikasi
Google Meet. Setelah dibagi link meet oleh guru kami, secara satu per satu anak – anak
dari kelas XI IPA 4 dan kelas XI IPA 6 masuk ke aplikasi nya untuk memulai pelajaran.
Kegiatan belajar secara online sedikit rumit, karena tidak semua jaringan yang dipake
selalu lancar, pasti ada beberapa murid yang memiliki kendala dalam jaringan mereka
masing – masing. Setelah saya masuk ke dalam pertemuan, ternyata masih ada beberapa
murid yang belum join. Kami (yang sudah join meeting) menunggu lumayan lama
hingga pertemuan ini menjadi full team. Jika tidak full team, maka saat mulai presentasi
pembelajaran guru kami tidak bisa accept anak – anak lain yang baru hadir, jadi kami
harus menunggu sampai anak – anak join meetingnya. Guru kami pun menyuruh ketua
kelas X IPA 4 dan X IPA 6 untuk menghubungi anak – anak lainnya yang belum join.
Bahkan guru kami sampai menghubungi salah satu orang tua dari murid XI IPA 6 agar
bisa join secepatnya.
Setelah selesai menunggu full team, akhirnya kami memulai pembelajaran
biologi ini. Ini merupakan pertemuan pertama kelas saya dengan Bu Puspa untuk belajar
biologi. Kegiatan belajar dimulai dengan membahas materi yang akan dipelajari di
semester 3 dan semester 4. Di semester 3, pelajaran pertama dimulai dengan materi
“Komponen Penyusun Sel/Struktur dan Fungsi Sel”, dilanjut dengan materi “Transport
Membran”, “Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan”, “Struktur dan Fungsi
1
Jaringan pada Hewan”, “Sistem Gerak”, dan diakhiri dengan materi “Sistem Peredaran
Darah”. Kemudian di semester 4, pelajaran pertama dimulai degan materi “Pencernaan
Makanan”, dilanjut dengan materi “Pernapasan”, “Ekskresi”, “Regulasi”, “Bahan
Psikotoprika”, “Reproduksi”, “Penerapan Prinsip Reproduksi (ASI dan KB)”, dan
diakhiri dengan materi “Imunitas”. Lalu kami mulai dengan mempelajari materi sel.
Seperti yang diketahui, bahwa sel adalah unit terkecil dalam kehidupan berupa
kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan mikroskopis. Sel dapat bersatu
dan membentuk jaringan, kemudian membentuk organ, sistem organ dan menjadi
individu. Pembelajaran sel pun juga memiliki sejarah. Kehidupan sel sudah diamati oleh
para ilmuwan dari zaman yang cukup lama. Seperti penemu bernama A.V Leeuwenhoek
(1665), ia melakukan pengamatan terhadap darah, mani, feses, dan email gigi dan
menyatakan bahwa sel adalah tunggal. Penemu lainnya yaitu W. Flemming dan Eduard
Strasburger, mereka menyimpulkan bahwa sel merupakan kesatuan reproduksi dari
makhluk hidup setelah melalui pengamatan dengan melakukan pembelahan sel yaitu
meiosis dan mitosis. Banyak juga penemu – penemu hebat lainnya yang telah melakukan
pengamatan terhadap sel.
Sel sendiri memiliki fungsi yang beragam, diantaranya sebagai respirasi,
ekskresi, transportasi, sintesis, reproduksi, sekresi, respon, dan seunit hereditas. Contoh –
contoh sel yaitu sel saraf, sel darah merah, sel darah putih, dll. Sel dibedakan menjadi 2,
yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik memiliki beberapa perbedaan,
salah satunya sel prokariotik tidak memiliki membran inti dan sel eukariotik memiliki
membran inti. Sel eukariotik lebih kompleks, contohnya sel pada hewan, sedangkan untuk
sel prokariotik contohnya virus dan bakteri. Bagian – bagian sel terdiri dari membran sel,
sitoplasma, dan organel sel. Sitoplasma berupa cairan sebagai pelarut, dan organel sel
berupa benda – benda padat yang berada di permukaan sitoplasma. Organel sel sendiri
jumlahnya berbeda – beda tiap sumbernya, ada yang 11 dan ada yang lebih, tetapi yang
jelas tidak lebih dari 20. Contoh organel sel yaitu retikulum endoplasma, ribosom,
sentrinol, badan golgi, dsb.
Pada bagian membran sel terdapat struktur membran plasma, yaitu bagian
terluar sel melindungi protoplasma, membran plasma bersifat selektif permenabel
(glukosa, asam amino, gliserol, dan berbagai ion), dan tersusun dari lipid bilayer, yaitu
lapisan fosfolipid dengan protein yang menempel atau terbenam di antara lapisan tersebut
(model fluid mosaic). Di dalam gambar bagian membran sel, terdapat gambar protein
yang berwarna ungu. Kenapa berwarna ungu? Karena pada saat diteliti, sang peneliti
2
memberi warna dengan tujuan untuk memperjelas benda yang diteliti di bawah
mikroskop. Antara protein atas dan bawah, terdapat lapisan menyerupai bulat dan ekor.
Yang berbentuk bulat disebut hydrophilic, sedangkan yang menyerupai ekor disebut
hydrophobic. Hydrophilic sendiri berarti baik dan suka menempel pada air, sedangkan
hydrophobic berarti phobia atau takut pada air. Setelah menjelaskan materi sel yang
disampaikan, guru kami memberi tugas fortofolio dan jurnal belajar kepada kami dan
jurnal tersebut harus dikerjakan dalam setiap pertemuan karena untuk mengulang dan
mengingat apa yang sudah dibahas dalam pertemuan.
Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung pada pertemuan ini sangat
menarik. Materi pelajaran yang di bagikan guru kami sangat baik dan presentasi yang
dibagikan lewat aplikasi ppt sangat simple dan mudah dimengerti. Tetapi selama
pelajaran berlangsung, sedikit gugup karena terkadang guru memberi pertanyaan tiba –
tiba kepada salah satu murid dan itu dipilih secara acak dengan memanggil nama anak
satu per satu, jadi yang belum siap atau tidak tahu jawabannya ketika ditanyakan yaa jadi
kalang kabut deh. Apalagi karena sejak karantina selama 4 bulan dan memulai pelajaran
lagi itu mungkin banyak beberapa hal mengenai pelajaran di otak menjadi hilang. Dengan
bergabung dengan kelas lain juga rame jadi dalam room meeting itu bisa mencapi 60an
lebih anak untuk belajar bersama. Belajar secara online juga bisa menambah pengalaman
loh. Jadi ketika sudah memulai kehidupan normal di sekolah, kami bisa mengenang “wah
dulu saya pernah belajar online di rumah, saya jadi ngerti memakai aplikasi video call dan
saya mengenal tugas online dari google classroom. Saya juga waktu sekolah offline harus
bersiap – siap sebelum jam 6 pagi, tetapi sejak sekolah online saya bisa santai – santai
dulu sebelum waktu jam sekolah.” Yaa, walaupun merindukan interaksi bareng teman
secara langsung, tetapi secara online pun tidak ada masalah juga kok demi kepentingan
bersama yaitu dengan menjaga jarak.
3
Hari/Tanggal : Selasa/ 28 Juli 2020
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
JURNAL BELAJAR 2 BIOLOGI XI SEMESTER 3
BAB 1 (Lanjutan Materi Sel)
Hari ini, pelajaran Biologi dimulai pada jam pelajaran kelima dan keenam.
Guru kami, Bu Puspa membagikan link google meet seperti biasanya, kemudian saya
bersiap – siap dan langsung join ke dalam meetingnya. Saat sudah join, kami menunggu
dulu agar semua murid join. Dari kelas saya, ada beberapa yang izin untuk tidak
mengikuti pertemuan hari ini, diantaranya Afif (kegiatan FKPM), Marcell (mengantar
makanan ke rumah sakit), Oasis (menjaga orang tuanya yang sakit), dan Skylenn (sakit).
Lalu mulai hari ini, kelas saya bergabung dengan kelas XI IPA 5, karena kelas XI IPA 6
kembali diajarkan oleh guru biologi lainnya, yaitu Bu Chusnul. Kemudian, saat
pertemuan, Bu Puspa meminta 2 anak (putra dan putri) dari kelas XI IPA 4 untuk
membacakan jurnal pembelajaran masing – masing, dan yang terpilih Juan untuk putra
dan Aaliyah untuk putrinya. Jurnal pembelajaran milik Juan yang telah dibacakan cukup
singkat dan jelas, sedangkan jurnal pembelajaran milik Aaliya dibacakan dengan sangat
panjang dan menyeluruh. Setelah membacakan jurnalnya masing – masing, Bu Puspa
memuji hasil jurnal belajar merekadan menjadikannya contoh kepada anak kelas XI IPA
5. Bu Puspa merasa bahagia setelah mendengarkan jurnal baca mereka. Kemudian setelah
itu, guru kami menerangkan bahwa sistem online ini sangat sulit karena kami harus
bersabar dan menunggu beberapa menit beberapa murid yang pada belum join. Kemudian
guru kami memberi tahu bahwa untuk pertemuan secara online ini setidaknya dilakukan
selama 30 menit, dan jam pelajaran yang tersisa digunakan untuk mengerjakan tugas
jurnal dan fortofolionya masing – masing.
Setelah pembicaraan tadi, kami masuk ke dalam materinya. Materi yang
dibahas pada hari ini masih sama dengan hari kamis minggu lalu, yaitu tentang sel. Bu
Puspa kemudian melanjutkan materi dengan presentasi miliknya. Lanjutan materi sel ini,
membahas tentang perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan. Bu Puspa
memperlihatkan gambar dari sel hewan dan sel tumbuhan, kemudian menanyakan kepada
murid yang bersedia untuk menjawab apa perbedaan yang terlihat dari kedua gambar sel
tersebut. Salah seorang murid menjawab bahwa di dalam sel tumbuhan terdapat kloropas
sedangkan dalam sel hewan tidak ada. Lalu Bu Puspa menanyakan perbedaan apalagi
4
yang terlihat dengan jelas, 2 murid langsung menjawab bentuknya dan warnanya, dan Bu
Puspa langsung membenarkan dengan cepat karena memang yang paling terlihat jelas
perbedannya yaitu bentuk dan warnanya. Selain itu ada banyak lagi perbedaan yang
terlihat, seperti vakuola yang terlihat dalam sel tumbuhan tetapi tidak ada di dalam sel
hewan, kemudian sentriol yang terdapat di dalam sel hewan tetapi tidak ada di dalam sel
tumbuhan, dll. Kemudian Bu Puspa menunjukkan tabel perbedaan antara sel hewan dan
sel tumbuhan. Ada 3 tabel yang ditunjukkan dan masing – masing tabel itu terdiri dari
jumlah perbedaan yang berbeda – beda. Tabel pertama ada 7 perbedaan, tabel kedua ada
20 perbedaan, dan tabel ketiga ada 14 perbedaan. Bu Puspa mengatakan untuk
mempelajari yang 14 perbedaan saja karena sudah cukup mencakup kriteria perbedaan
yang ada.
Sebelumnya, Bu Puspa menanyakan kepada kami bahwa apa alasan sel hewan
dan tumbuhan memiliki perbedaan, lalu Aaliyah menjawab pertanyaan tersebut. Aaliyah
mengatakan perbedaan itu karena kegiatan dari hewan dan tumbuhan itu sendiri berbeda,
pergerakan hewan lebih aktif dibandingkan pergerakan tumbuhan yang cenderung pasif.
Jawaban Aaliyah disetujui oleh Bu Puspa. Kemudian Bu Puspa menjelaskan kembali
adanya perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan sangat erat kaitannya dengan
aktivitas hewan dan tumbuhan, diantaranya hewan bergerak lebih aktif dibandingkan
tumbuhan, karena tumbuhan hanya bergerak dengan sebagian dari tubuhnya dan tidak
berpindah tempat. Pergerakan hewan dan tumbuhan disebabkan karena adanya faktor
internal dan faktor eksternal. Jenis tumbuhan tertentu ada yang dapat menggerakan
tubuhnya karena faktor internal, misalnya bunga yang mekar, dan daun yang terbuka atau
tertutup. Sedangkan ekternal misalnya karena manusia dan tumbuhan. Kalau hewan,
misalnya karena mencari makan, mencari pasangan hidup, dan proses adaptasi. Selain itu,
aktivitas hewan dan tumbuhan lainnya yaitu dengan mencari makanan. Tumbuhan
merupakan autotrof, yaitu bisa membuat makanan sendiri, sedangkan hewan merupakan
heterotrof, yaitu tidak bisa membuat makanan sendiri dan bergantung pada yang lain.
Setelah selesai menjelaskan, Bu Puspa memberikan kami tugas fortofolio
kedua dengan mencari gambar sel hewan dan sel tumbuhan kemudian di bawah gambar
itu disuruh membuat tabel perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan. Selain itu,
membuat jurnal belajar kedua (seperti yang sedang saya kerjakan sekarang) dan
mengerjakan lembar penilaian.
Kesan dan pesan saya selama pelajaran hari ini terkesan lebih baik dan sedikit
santai dibandingkan dengan pertemuan pertama saya dengan pelajaran biologi. Karena
5
untuk pertemuan pertama saya lebih gugup hehe. Pembelajaran online memang cukup
sulit, karena rencana untuk melakukan kegiatan praktek belum pasti adanya. Apalagi
pelajaran biologi ini lebih cenderung harus dilakukan dengan praktek. Tapi yang pasti,
kita harus selalu berdoa agar keadaan ini segera berakhir. Materi yang ibunya beri sangat
baik dan presentasinya sangat jelas, ditambah adanya pembahasan dengan melakukan sesi
tanya jawab bersama anak – anaknya memuat kami lebih banyak berpikir dan
mendapatkan banyak pengetahuan yang baru. Hari ini sangat menyenangkan dan
melelahkan. Kedua keadaan itu membuat saya menjadi merasa bahwa saya sudah banyak
belajar dan harus belajar lebih banyak lagi karena saya sadar bahwa banyak sekali ilmu
pengetahuan yang belum saya dapat sejauh ini. Terima kasih kepada Bu Puspa telah
memberikan ilmu kepada saya dan teman – teman saya. Semoga ibu selalu sehat dan
selalu bisa membimbing banyak anak – anak dalam pembelajaran biologi ini.
6
Hari/Tanggal : Kamis/ 30 Juli 2020
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
JURNAL BELAJAR 3 BIOLOGI XI SEMESTER 3
BAB 1 (Pengamatan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan)
Pada hari ini, seperti biasanya kami memulai pembelajaran biologi. Bedanya,
pada hari ini kami sekolah hanya sampai jam 12 siang. Jadi, pelajaran biologi ini dimulai
pada jam ke sembilan dan sepuluh yaitu dari pukul 11.10 sampai pukul 12.00. Saya join
google meet dan menunggu teman – teman lainnya untuk join pertemuan juga. Setelah itu
kami langsung memulai pelajaran secara cepat karena waktu kami belajar tidak cukup
banyak.
Bu Puspa mulai menjelaskan apa yang akan kita lakukan untuk hari ini, yaitu
melakukan praktek pengamatan sel hewan dan sel tumbuhan. Tetapi karena keadaan
dimana kami masih melakukan kegiatan belajar secara online, dan juga kami tidak punya
waktu yang cukup banyak, jadi guru kami hanya menjelaskan cara – cara melakukan
pengamatannya saja tanpa harus kami ikutin. Saya harus mendengarkan dengan seksama
apa saja alat, bahan, dan langkah – langkah yang dijelaskan oleh Bu Puspa kepada kami.
Pada pengamatan sel hewan dan sel tumbuhan ini, Bu Puspa memberi tahu
kami tujuan dari pengamatan ini. Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk melihat
bagaimana struktur dari sel hewan dan sel tumbuhan. Kemudian kami diberitahu alat dan
bahan yang dibutuhkan untuk melakukan pengamatan ini. Alat yang digunakan, antara
lain mikroskop, 2 buah kaca benda atau kaca objektif (1 untuk sel hewan dan 1 lagi untuk
sel tumbuhan), kaca penutup, gelas kimia 100 ml (boleh bebas) digunakan untuk
menampung air, pipet, spatula, dan silet. Lalu bahan yang digunakan, antara lain air, sel
hewan yang diambil dari dalam rongga mulut, dan tanaman Rhoeo discolor atau tanaman
adam hawa. Setelah memberi tahu alat dan bahan yang digunakan, guru kami
menjelaskan langkah – langkah atau cara kerja yang akan dilakukan. Pada sel hewan yang
akan diamati, langkah pertama yaitu menyiapkan alat dan bahan, kemudian mengambil
sampel sel hewan dari sel epitel rongga mulut dengan hanya menyentuh dinding rongga
menggunakan spatula. Setelah itu letakkan sampel sel hewan yang telah diambil di atas
kaca benda. Kemudian tutuplah sampel sel dengan kaca penutup. Lalu letakkan sel yang
telah disiapkan di bawah mikroskop. Terakhir, amati sel hewan. Sedangkan pada sel
tumbuhan yang diamati, langkah pertama yaitu menyiapkan alat dan bahan, kemudian
7
mengambil 1 helai daun tanaman Rhoeo discolor dan potong daun setipis mungkin secara
melintang menggunakan silet. Setelah itu, letakkan hasil potongan tanaman di atas kaca
benda. Teteskan 1-2 tetes air pada potongan tanaman menggunakan pipet. Jika air yang
ditetes keluar, maka harus di lap menggunakan tissue agar tidak mengganggu
pengamatan. Lalu tutuplah potongan tanaman yang telah ditetesi air dengan kaca penutup.
Letakkan sampel tanaman yang telah disiapkan di bawah mikroskop. Terakhir, amati sel
tumbuhan.
Setelah menjelaskan alat dan abahan serta langkah – langkah pengamatan
terhadap sel hewan dan sel tumbuhan, Bu Puspa memberikan tugas portofolio kepada
kami yaitu mencari hasil gambar pengamatan di internet, setelah itu analis serta
bandingkan hal yang dibahas dalam hasil penelitian tersebut dengan literatur dari sumber
lain seperti buku paket, dsb.
Pertemuan kali ini cukup singkat, tapi bagi saya pertemuan kali ini sangat
bermanfaat karena saya bisa memahami bagaimana hal yang harus dilakukan untuk
mengamati sel hewan dan sel tumbuhan. Setelah tau struktur – struktur itu, bisa dilihat
pula perbedaan apa yang terlihat dari sel hewan dan sel tumbuhan.
8
Hari/Tanggal : Rabu/ 5 Agustus 2020
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
JURNAL BELAJAR 4 BIOLOGI XI SEMESTER 3
BAB 1 (Materi terakhir sel)
Pada hari ini, Saya dan teman - teman saya kelas XI IPA 4 memulai pelajaran
Biologi. Karena perubahan jadwal, pelajaran biologi ini dipindah dari hari Selasa dan
Kamis menjadi hari Rabu dan Jumat. Pembelajaran biologi kelas saya dibarengi dengan
kelas XI IPA 5 dan pembelajaran hari ini dilakukan pada jam ketujuh dan kedelapan.
Setelah pada join ke pertemuan, Bu Puspa meminta satu anak untuk
membacakan jurnal belajarnya. Yang terpilih untuk membaca ialah Nanda dari kelas XI
IPA 5. Jurnal belajar milik Nanda cukup singkat dan jelas, serta kesan dan pesan nya
cukup menyentuh. Kemudian Bu Puspa memuji jurnal belajar milik Nanda. Setelah itu,
Bu Puspa memberi tahu bahwa Bu Puspa akan menilai tugas portofolio dan jurnal belajar
kami satu per satu.
Lalu, setelah pembicaraan berakhir, kami langsung memulai membahas materi
yang akan dipelajari, yaitu materi terakhir dalam bab sel. Kami membahas mengenai
materi mekanisme transpor melalui membran plasma. Transpor zat melalui membran
dibedakan menjadi dua, yaitu transpor pasif dan transpor aktif. Transpor pasif adalah
transportasi sel yang dilakukan tanpa membutuhkan energi. Sedangkan transpor aktif
adalah transpor zat melalui membran yang melawan gradient konsentrasi (dari
konsentrasi rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi), sehingga memerlukan energi.
Transpor pasif meliputi difusi (difusi sederhana dan difusi terbantu) dan
osmosis. Difusi adalah proses pergerakan partikel, molekul, ion, gas, atau cairan dari
konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Contoh peristiwa difusi sehari – hari ialah ketika
kita sedang membuat teh. Setelah kantung teh dicelupkan ke air dalam gelas, maka
molekul dari teh menyebar dari kantung teh ke seluruh gelas yang berisi air. Jika air yang
digunakan ialah air panas, maka semakin cepat proses penyebarannya.
Osmosis adalah proses bergeraknya molekul pelarut (air) dari larutan dengan
konsentrasi rendah (hipotonik) ke larutan dengan konsentrasi yang lebih tinggi
(hipertonik) melalui selaput selektif permeable. Pada transpor aktif, energi yang
diperlukan berupa ATP (adenosine trifosfat). Transpor aktif meliputi pompa ion,
9
kontraspor, dan endositosis-eksositosis. Endositosis pada hewan ada 3, yaitu fagositosis,
pinositosis, dan endositosis yang diperantarai reseptor.
Setelah membahas materi ini, kelas segera berakhir. Kami akan mengadakan
ulangan pada hari Sabtu (8/8/2020). Maka dari itu, kami harus mempersiapkan ulangan
ini dengan belajar lebih tekun.
Selama pelajaran hari ini, sangat menyenangkan. Saya dapat mengetahui
pembelajaran materi ini. Bu Puspa benar – benar menerangkan dengan sangat jelas
kepada kami. Power point yang ditayangkan juga sangat menarik dan tidak bertele – tele.
Saya tahu bahwa Bu Puspa sangat ingin anak muridnya memiliki wawasan yang luas dan
dapat mengerti pelajaran tentang kehidupan. Saya harap kerja keras Bu Puspa akan
terbayarkan yaitu anak didikannya akan menjadi orang sukses di masa yang akan datang.
Semoga kami sebagai murid akan selalu rajin belajar untuk bekal kami di masa depan.
Lalu teruntuk sekarang, semoga pandemi covid – 19 ini akan segera berakhir hingga kami
bisa dapat belajar dengan maksimal. Semoga kami semua selalu terhindar dari virus serta
selalu sehat dan aman. Aamiin. Sampai jumpa di materi selanjutnya.
10
B. Tugas – Tugas
BIOLOGI KELAS XI
Portofolio
Oleh
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Guru Mapel : Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2020
11
PORTOFOLIO 1
STRUKTUR DAN FUNGSI SEL
Kamis, 23 Juli 2020
No. Bagian Sel Struktur Fungsi Gambar
a) Mengontrol sintesis protein
1. Nukleus 1. Nukleoplasma
(Plasma inti) dengan cara menyintesis m-
Retikulum RNA sesuai dengan
2. Endoplasma 2. Anak inti perintah DNA.
(nucleolus) b) Mengendalikan proses
(RE) metabolisme sel.
3. Materi genetik c) Menyimpan informasi
berupa benang genetik berupa DNA.
– benang d) Tempat penggandaan
kromatin. (replikasi) DNA.
a) RE halus berperan dalam
1. Retikulum proses sintesis lipid
endoplasma (fosfolipid dan scroll),
halus (tidak metabolisme karbohidrat,
bergranula) dan menetralisir racun.
b) RE kasar berperan
2. Retikumlum membentuk fosfolipid
endoplasma membrannya sendiri dan
kasar sintesis protein sekretori
(bergranula) (misalnya glikoprotein dan
hormone insulin di dalam
pancreas).
12
3. Ribosom 1.Asam a) Sebagai tempat
4. Sentriol ribonukleat menyintesis protein dari
(RNA) asam amino. Pelaksanaan
5. Badan Golgi sintesis itu adalah RNA.
2. Protein
1. Memiliki suatu
rangka
Mikrotubola
yang tersusun a) Berfungsi dalam
secara radial, mengontrol pergerakan dan
yang terdiri dari tonjolan sel.
3 (Triplet) b) Pembentukan sitoskelet.
rangka. Jumlah c) Orientasi pembelahan sel.
triplet pada
setiap sentriol
ada 9 rangka.
a) Mengangkut dan
mengubah secara kimia
materi – materi yang
terdapat di dalamnya.
1. Sakula b) Berperan dalam sekresi
2. Vesikel atau membentuk vesikula
sekretoris yang berisi enzim untuk
3. Mikrovesikel sekresi.
atau vesikel c) Membuat makromolekul,
transfer. seperti polisakarida dan
asam hialuronat (zat
lengket pada sel – sel
hewan).
13
d) Membentuk akrosom pada
spermatozoa yang berisi
enzim pemecah selubung
sel telur.
e) Membentuk lisosom dsan
enzim pencernaan yang
belum aktif (zimogen dan
koenzim).
6. Lisosom 1.Dikelilingi oleh a) Berperan dalam
membran yang penguraian molekul –
terdiri dari molekul secara
fosfolipid yang endositosis, autofagi
memisahkan (menelan dan mendaur
interior lisosom ulang), dan autolysis
dari lingkungan (perusakan sel sendiri).
eksternal
membran. b) Berperan pada pencernaan
intrasel.
2.Lisosom seperti
kantong sampah c) Sebagai penghasil enzim,
yang terapung enzim yang terkandung di
yang dalam lisosom berupa
mengandung enzim pencernaan
enzim yang hidrolitik.
mampu
mencerna
molekul.
3.Selaput luarnya
sepertinya
jembatan yang
14
memungkinkan
molekul masuk
ke lisosom tanpa
membiarkan
enzim
pencernaan
keluar ke dalam
sel.
1. Membran luar,
terdiri dari
protein dan lipid
2. Membran
dalam,
merupakan
tempat a) Tempat berlangsungnya
pembentukan respirasi aerobik,
ATP, b) Penyerapan oksigen
mengandung c) Mengatur pemindahan
protein. enzim.
7. Mitokondria 3. Ruang antar d) Bertanggung jawab atas
membran, pergerakan molekul
merupakan berenergi (ADP atau
tempat ATP) melalui membrane
berlangsungnya sel selama proses respirasi
reaksi – reaksi sel.
yang penting
bagi sel, seperti
reaksi siklus
Krebs, reaksi
oksidasi asam
amino, dsb.
15
4. Matriks, yang
terletak di
bagian dalam
membran dan
terdapat materi
genetik, yaitu
DNA,
mitokondria
(mtDNA),
ribosom, ATP,
ADP, dll.
1. Membran luar a)Yang memberikan pigmen
2. Memiliki warna pada sel tumbuhan.
permukaan b) Pigmen hijau yang
bersifat rata terkandung dalam daun
8. Plastida ialah membran berfungsi untuk membantu
luar ini tumbuhan dalam membuat
berfungsi untuk makanannya melalui sinar
mengatur keluar matahari.
masuknya zat.
a) Membangun turgor
1. Vakuola (ketegangan sel).
kontraktil b) Mengandung pigmen
(vakuola antosianin.
9. Vakuola berdenyut), Mengandung enzim
untuk mengatur hidrolitik yang dapat
nilai osmotik bertindak sebagai lisosom
sel. saat sel masih hidup.
16
2. Vakuola c) Menjadi tempat
nonkontraktil penimbunan sisa – sisa
(vakuola makanan), metabolisme.
untuk mencerna
makanan dan d) Tempat penyimpanan
mengedarkan hasil cadangan makanan
pencernaan makanan bagi sitoplasma,
ke seluruh tubuh. seperti sukrosa dan
garam mineral terlarut.
1. Membran tunggal a) Peroksisom berperan
lipid bilayer dalam metabolism
lemak menjadi
10. Badan Mikro 2. Butiran Kristal karbohidrat.
3. Enzim oksidase dan
katalase b) Glioksisom
mengandung enzim
yang dapat mengubah
lemak menjadi gula.
Terdiri dari 3 macam, a) Mikrotubulus
yakni : berfungsi meberi
1. Mikrotubulus, bentuk sel, dan
berupa filamen berperan terhadap
yang memiliki pemisahan kromosom
11. Skeleton rongga seperti ke arah kutub yang
tabung, kaku, berlawanan saat
serta mudah pembelahan sel.
mengalami b) Mikrotubulus
penguraian di berfungsi meberi
suatu tempat dan bentuk sel, dan
juga mudah
17
berperan terhadap
pemisahan kromosom
ke arah kutub yang
mengalami berlawanan saat
perakitan pembelahan sel.
kembali di c) Mikrofilamen berfungsi
tempat yang lain. yaitu bergabung dengan
2. Mikrofilamen protein lain membentuk
(filament aktin), jalinan tiga dimensi
berbentuk batang yang menyokong
padat dan berupa bentuk sel, dan
rantai ganda menyebabkan lapisan
subunit aktin sitoplasma luar
yang saling memiliki kekentalan
melilit. senipadat (gel).
3. Filamen d) Filamen intermedia
intemedia, berfungsi untul=k
memiliki 4 tipe mempertahankan
filament. bentuk sel, menahan
tarikan, tempat
tautannya nukleusm,
dan pembentukan
lamina nukleus.
Tersusun dari bahan : a) Mengontrol masuk dan
1. Lipid (fosfolipid) keluarnya zat dari atau
Membran sel 2. Protein ke dalam sel.
12. (Membran 3. Karbohidrat b) Sebagai pelindung agar
plasma) 4. Oligosakarida isi sel tidak keluar.
5. Glikolipid c) Sebagai reseptor
6. Kolestrol (menerima rangsangan)
dari luar sel.
18
13. Sitoplasma 1. Mikrotubulus a) Sebagai pelarut dalam
2. Filament sistem larutan yang
3. Miofibril tersusun dari 90% air,
4. Serabut keratin senyawa organik
terlarut, dan koloid
(bahan tidak larut).
b) Tempat organel sel dan
sitoskleton.
c) Menyimpan molekul –
molekul organik
(misalnya, karbohidrat,
lemak, protein, dan
enzim).
19
LEMBAR PENILAIAN
SISWA TEMAN GURU
Komentar Singkat Komentar Singkat Komentar Singkat
Hari ini pembelajaran nya Nilai dan Ttd Nilai Ttd
sangat detail hingga saya
harus memperhatikan dengan
serius agar bisa memahami.
Saya harus belajar dengan
giat luntuk mendapatkan nilai
yang baik kedepannya.
SEMANGAT
BELAJARNYAAA!!!
Nilai dan Ttd
82
20
BIOLOGI KELAS XI
Portofolio
Oleh
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Guru Mapel : Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2020
21
FORTOFOLIO 2
PERBEDAAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN
Selasa, 28 Juli 2020
22
LEMBAR PENILAIAN
SISWA TEMAN GURU
Komentar Singkat Komentar Singkat Komentar Singkat
Hari ini pelajaran yang saya Nilai dan Ttd Nilai Ttd
dapat cukup banyak dan
harus belajar lebih giat lagi
karena biologi tidaklah
mudah hanya dengan
membaca dan mendengarkan
sekali. Saya sudah
melakukan yang baik.
Semoga hari esok lebih baik
lagi!
Nilai dan Ttd
83
23
BIOLOGI KELAS XI
Pengamatan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
Oleh
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Guru Mapel : Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2020
24
I. Judul
Pengamatan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
II. Tujuan
Melihat bagaimana struktur dari sel hewan dan sel tumbuhan
III. Dasar Teori
Sel hewan dan sel tumbuhan merupakan sel eukariotik, tetapi keduanya
memiliki perbedaan struktur maupun fungsinya. Umumnya sel tumbuhan
berukuran lebih besar (10 – 100 µm) dibandingkan dengan sel hewan (10 – 30
µm). Dalam ilmu ekologi, tumbuhan berperan sebagai produsen yang mampu
membuat makanannya sendiri (autotrof), sedangkan hewan berperan sebagai
konsumen atau pemakan (heterotrof). Perbedaan tersebut terjadi karena sel
tumbuhan memiliki organel – organel sel yang tidak dimiliki oleh hewan,
begitupun sebaliknya. Selain itu adanya perbedaan antara sel hewan dan sel
tumbuhan sangat erat kaitannya dengan aktivitas hewan dan tumbuhan,
diantaranya hewan bergerak lebih aktif dibandingkan tumbuhan, karena tumbuhan
hanya bergerak dengan sebagian dari tubuhnya dan tidak berpindah tempat.
IV. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan :
1. Mikroskop
2. 2 buah kaca benda (1 untuk sel hewan dan 1 untuk sel tumbuhan)
3. Kaca penutup
4. Gelas kimia 100 ml (boleh bebas) sebagai wadah untuk menampung air.
5. Pipet
6. Spatula
7. Silet
Bahan yang dibutuhkan :
1. Air
2. Sel hewan yang diambil dari dalam rongga mulut.
3. Tanaman Rhoeo discolor atau tanaman adam hawa
25
V. Cara kerja
A. Pengamatan Terhadap Sel Hewan
1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Mengambil sampel sel hewan dari sel epitel rongga mulut dengan hanya
menyentuh dinding rongga menggunakan spatula.
3. Meletakkan sampel sel hewan yang telah diambil di atas kaca benda.
4. Menutup sampel sel dengan kaca penutup.
5. Meletakkan sel yang telah disiapkan di bawah mikroskop.
6. Mengamati sel hewan.
B. Pengamatan Terhadap Sel Tumbuhan
1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Mengambil 1 helai daun tanaman Rhoeo discolor dan memotong daun
setipis mungkin secara melintang menggunakan silet.
3. Meletakkan hasil potongan tanaman di atas kaca benda.
4. Meneteskan 1-2 tetes air pada potongan tanaman menggunakan pipet.
5. Menutup potongan tanaman yang telah ditetesi air dengan kaca penutup.
6. Meletakkan sampel tanaman yang telah disiapkan di bawah mikroskop.
7. Mengamati sel tumbuhan.
VI. Hasil pengamatan
Hasil pengamatan sel hewan dan sel tumbuhan berdasarkan sumber di internet
Objek Penelitian Gambar Keterangan
Epitel rongga mulut Tidak mempunyai
dinding sel sehingga
mempunyai bentuk yang
tidak tetap dan mudah
berubah – ubah
bentuknya, tersusun
oleh inti sel, membran
sel, dan sitoplasma
26
Tanaman Rhoeo Memiliki dinding sel,
discolor pigmen antosianin, sel
penutup (guard cells),
dan kloroplas stomata
VII. Pembahasan
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa sel hewan
dan sel tumbuhan memiliki perbedaan yang dapat dilihat dalam tabel berikut.
Sel Hewan Sel Tumbuhan
Tidak memiliki dinding sel karena Memiliki dinding sel karena bentuknya
bentuknya tidak tetap relatif tetap
Tidak memiliki plastida karena Memiliki plastida (kloroplas,
berwarna gelap kromoplas, dan leukoplas) karena
berwarna hijau dan ungu
Berukuran lebih kecil dari sel tumbuhan Berukuran lebih besar dari sel hewan
Selain dari pengamatan, perbedaan lainnya antara sel hewan dan sel tumbuhan
yaitu sebagai berikut
Pembeda Sel Hewan Sel Tumbuhan
Vakuola
Berukuran kecil dan ada Berukuran besar dan
Lisosom yang tidak ada banyak
Sentrosom Ada
Ada Tidak ada
Tidak ada
27
Glioksisom (Badan Tidak ada Ada
mikro)
Matriks ekstraselular Ada Tidak ada
Elastisitas jaringan Tinggi karena tidak Rendah karena memiliki
memiliki dinding sel
Letak nukleus dinding sel
Organel respirasi Berada di tengah sel Berada di pheriperal
sitoplasma
Simpanan energi Mitokondria
Kloroplas dan
Berbentuk butiran mitokondria
glikogen Berbentuk zat tepung
(pati)
Pada sel hewan terdapat lisosom, sedangkan pada sel tumbuhan terdapat
vakuola, hal itu dikarenakan fungsi lisosom dan vakuola berbeda. Lisosom
dianggap sebagai organ pencernaan intraseluler karena lisosom mengandung enzim
hidrolisis yang dapat mencerna protein, karbohidrat, dan asam nukleat. Selain itu,
lisosom juga dianggap sebagai alat pertahanan sel karena dapat mencerna bakteri
yang difagosit oleh sel. Sedangkan vakuola berfungsi sebagai tempat penyimpanan
cadangan makanan baik padat atau cair yang tertelan sekaligus menyimpan zat –
zat yang akan diekskresikan. Vakuola juga dapat membantu melindungi tumbuhan
terhadap predator dengan mengandung senyawa yang beracun atau tidak
menyenangkan bagi hewan. Tumbuhan menyimpan air di vakuola – vakuolanya.
Sel tumbuhan bentuknya relatif tetap dibandingkan sel hewan, hal ini
dikarenakan sel tumbuhan memiliki dinding sel yang menjaga bentuk sel.
Sedangkan sel hewan tidak memiliki dinding sel sehingga bentuknya tidak tetap
dan tidak beraturan.
Berdasarkan literatur dari buku Paket Biologi kelas XI, perbedaan sel hewan
dan sel tumbuhan juga dicantumkan seperti pada tabel berikut
28
Bagian dan Organel Sel Hewan Sel Tumbuhan
No. Tidak ada
Berukuran kecil Ada, bersifat kaku
Sel Tidak ada Berukuran besar
1. Dinding sel Ada ( leukoplas,
2. Vakuola Ada kromoplas, dan
3. Plastida
kloroplas)
4. Sentriol di dalam Tidak ada
sentrosom
Berdasarkan buku Paket Biologi kelas XI juga, dituliskan bahwa sel hewan
dan sel tumbuhan memiliki ciri – ciri, yaitu sebagai berikut :
a) Ciri sel hewan, yaitu tidak memiliki dinding sel dan plastida, vakuola
jumlahnya sedikit dan berukuran kecil, memiliki sentriol.
b) Ciri sel tumbuhan, yaitu memiliki dinding sel dan plastida, vakuola jumlahnya
banyak dan berukuran besar, tidak memiliki sentriol.
VIII. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan, dapat disimpulkan bahwa epitel rongga mulut tidak
mempunyai dinding sel sehingga mempunyai bentuk yang tidak tetap dan mudah
berubah – ubah bentuknya, tersusun oleh inti sel, membran sel, dan sitoplasma.
Sedangkan Tanaman Rhoeo discolor memiliki dinding sel, pigmen antosianin, sel
penutup (guard cells), dan kloroplas stomata. Perbedaan yang paling mendasar
antara sel hewan dan sel tumbuhan yaitu ada pada dinding selnya. Sel hewan tidak
memiliki dinding sel, sedangkan sel tumbuhan memilki dinding sel. Sehingga
sangat jelas perbedaannya bahwa sel epitel rongga mulut yang termasuk sel hewan
tidak memiliki dinding sel sehingga bentuk sel cenderung tidak teratur, begitu pun
sebaliknya, sel tumbuhan pada Rhoeo discolor memiliki dinding sel sehingga
memberikan bentuk sel yang rapi dan teratur. Selain itu, perbedaan lainnya masih
banyak lagi, beberapa diantaranya adalah adanya plastida di sel tumbuhan
sedangkan pada sel hewan tidak, dan adanya lisosom pada sel hewan sedangkan
pada sel tumbuhan tidak ada, dsb. Perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan
juga disebabkan oleh aktivitas yang dilakukan hewan dan tumbuhan itu sendiri.
29
IX. Daftar Pustaka
1. https://www.academia.edu/36242393/Laporan_Praktikum_Biologi_Pengamata
n_Sel_Tumbuhan_Sel_Epitel_Rongga_Mulut_dan_Peristiwa_Osmosis
2. Irnaningtyas. 2014. Biologi Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta:Penerbit
Erlangga.
3. https://www.academia.edu/14886794/Laporan_Hasil_Pengamatan_Strutur_sel
_hewan_dan_sel_tumbuhan
30
LEMBAR PENILAIAN
SISWA TEMAN GURU
Komentar Singkat Komentar Singkat Komentar Singkat
Tugas kali ini saya sudah Nilai dan Ttd Nilai Ttd
bekerja keras, dan dari
berapa banyak sumber yang
saya baca, itu dapat
menambah pengetahuan
saya. Saya melakukan
dengan baik kali ini.
Nilai dan Ttd
85
31
BAB II
STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN
A. Jurnal Belajar
Hari/Tanggal : Rabu/ 12 Agustus 2020
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
JURNAL BELAJAR 1 BIOLOGI XI SEMESTER 3
BAB 2 (Materi Jaringan Tumbuhan)
Pada hari ini, kami memulai elajaran biologi pada jam ketujuh dan kedelapan.
Hari ini kami memakai seragam pramuka dikarenakan perubahan jadwal seragam yang
dimana seharusnya kami memakai seragam batik hitam pada hari Rabu menjadi seragam
pramuka oleh sekolah. Saat kami mulai masuk ke pertemuan meeting secara satu per satu,
Bu Puspa terkeluar dari pertemuan karena kendala jaringan. Jadi kami menunggu hingga
Bu Puspa kembali dalam pertemuan. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Bu
Puspa kembali ke pertemuan dan memberi tahu kendala yang Bu Puspa alami.
Setelah itu, kami memulai pertemuan kami. Pertemuan ini dimulai dari
membahas mengenai ulangan harian kami yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 8
Agustus 2020 dimana baru 3 hari yang lalu. Bu Puspa menanyakan tentang nilai kami
apakah sudah menerima atau belum. Kami pun menjawab sudah. Setelah itu Bu Puspa
memanggil Patricia Maulina, yaitu murid dari kelas XI IPA 5 yang mendapat nilai
tertinggi ulangan pada kali ini. Awalnya saat dipanggil, Patricia tidak menjawab
panggilan Bu Puspa karena suara Bu Puspa kurang jelas terdengar, lalu setelah beberapa
perbincangan yang sudah kami lalui, Patricia segera merespon dan menghadap Bu Puspa
yang telah memanggil sebelumnya. Bu Puspa akhirnya mengetahui wajah Patricia dan Bu
Puspa ternyata sudah mengenali wajah Patricia sejak lama, hanya saja tidak menghafal
namanya. Kemudian Bu Puspa memuji hasil ulangan Patricia karena Patricia hanya salah
3 dari 40 soal. Setelah itu Bu Puspa menasihati kami bahwa murid yang telah mendapat
nilai yang baik sebaiknya dapat dipertahankan dan yang masih kurang ataupun cukup
baik agar bisa belajar lebih giat lagi agar dapat mengejar dan meningkatkan nilai menjadi
32
lebih baik dari yang sebelumnya. Lalu Bu Puspa membahas bahwa hasil kerja tugas –
tugas kami yang telah kami kumpulkan di Google Classroom akan Bu Puspa pastikan
untuk dinilai satu persatu dan akan dikembalikan lagi kepada kami.
Kemudian sampailah kami pada materi pelajaran yang akan dibahas. Setelah
bab sel yang sudah kami pelajari untuk beberapa pertemuan sebelumnya, kami akan
berlanjut untuk membahas dan mempelajari materi mengenai jaringan tumbuhan.
Jaringan terbentuk dari kumpulan sel – sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama.
Dalam pembentukan jaringan, sel mengalami 3 proses, yaitu pembelahan sel, pembesaran
sel, dan diferensiasi sel. Pembelahan sel ada 2, yaitu pembelahan mitosis dan meiosis.
Pembelahan mitosis merujuk pada pembelahan yang menyebabkan perbesaran sel – sel
sehingga individu dapat terlihat meninggi, membesar, dan melebar. Sedangkan
pembelahan miosis cenderung pada pembelahan sel kelamin yang berhubungan dengan
reproduksi. Pada pembesaran sel, yaitu menunjukkan dampak dari pembelahan sel secara
mitosis.
Jaringan tumubuhan terbagi menjadi 2, yaitu jaringan meristem dan jaringan
permanen. Jaringan meristem merupakan jaringan yang selalu aktif membelah. Jaringan
meristem terletak pada ujung akar, ujung batang, ujung daun, persimpangan batang.
Sedangkan jaringan permanen tidak mengalami pertumbuhan lagi karena telah
berdiferensiasi sehingga mengalami perubahan bentuk dan fungsi. Diferensiasi yaitu
perubahan ke sebuah bentuk yang tiap – tiap bentukannya akan memiliki fungsi masing –
masing. Jaringan permanen terbagi menjadi 5 jaringan, yaitu jaringan epidermis, jaringan
parenkim, jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim), jaringan pengangkut (xylem
dan floem). dan jaringan gabus.
Terdapat 6 struktur pada jaringan meristem, yaitu sel berbentuk
kuboid/prismatis, ukuran sel kecil, sel berdinding tipis, nukleus relatif besar, vakuola
berukuran kecil, dan banyak mengandung sitoplasma. Fungsinya yaitu untuk pembelahan
sel. Berdasarkan asal pembentukannya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi
promeristem, meristem primer, dan meristem sekunder. Promeristem telah ada ketika
tumbuhan pada tingkat embrio dan dijumpai pada awal pembelahan sel. Lalu ada
meristem primer pada tumbuhan dewasa/masih membelah serta pada ujung akar dan
ujung batang. Berikutnya jaringan meristem sekunder ada pada kambium dan
menyebabkan melebarnya tanaman yang memiliki kambium (dikotil). Pada tumbuhan
monokotil, tidak terdapat meristem sekunder karena tidak memiliki kambium sehingga
tidak mengalami pertumbuhan melebar.
33
Setelah itu, berdasarkan letaknya, jaringan meristem terbagi menjadi meristem
apikal, meristem interkalar, dan meristem lateral. Meristem apikal terdapat di ujung akar
dan ujung batang. Lalu meristem interkalar terdapat diantara meristem primer dewasa,
munculnya bunga, pada batang rumput (PP). berikutnya meristem lateral yang disebut
juga dengan meristem samping menghasilkan pertumbuhan sekunder yaitu pada kambium
vaskuler dan kambium felogen.
Kemudian, waktu pembelajaran kami telah habis, kami baru membahas
mengenai jaringan meristem, lalu jaringan permanen akan dibahas lagi pada pertemuan
selanjutnya. Sebelum penutupan, kami melakukan review terhadap pelajaran yang telah
dibahas tadi. Setelah itu kami mengakhiri pembelajaran ini. Kegiatan pembelajaran hari
ini cukup menyenangkan. Lagi – lagi Bu Puspa menyiapkan Power point yang simple dan
sangat mudah kami pahami. Jadi saya bisa screenshoot materi yang telah ditampilkan dan
menjadi bahan belajar saya di rumah. Semoga pertemuan selanjutnya tetap dalam keadaan
yang nyaman dan kami tetap selalu sehat sehingga kami dapat mengikuti pelajaran tanpa
adanya halangan. Saya harap pandemi ini akan segera berakhir agar kami dapat mulai
belajar secara maksimal dalam sekolah secara offline.
34
Hari/Tanggal : Jumat/ 14 Agustus 2020
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
JURNAL BELAJAR 2 BIOLOGI XI SEMESTER 3
BAB 2 (Materi Jaringan Tumbuhan)
Pada hari ini, kelas saya bersama anak XI IPA 5 memulai pembelajaran
biologi pada 2 jam terakhir. Seperti biasa saya setelah join masih menunggu beberapa
murid yang belum masuk ke dalam pertemuan. Setelah itu, kami mulai pembelajaran.
Sebelumnya, Bu Puspa membahas mengenai tugas – tugas portofolio dan
jurnal belajar kami yang sudah kami kumpulkan. Masih ada beberapa anak yang masih
belum mengumpulkan tugas dan Bu Puspa harap murid – murid yang belum
mengumpulkan tersebut dapat menyusul untuk mengumpulkan secepatnya. Bu Puspa
menilai dari semua hasil kerja kami ada yang baik dan ada yang kurang. Ada tugas anak
yang mengerjakan tugasnya dengan hasil copy paste bahkan untuk keseluruhan tugas itu.
Ada pula tugas anak yang bagus hingga nilai tugasnya mencapai 90, Marcell namanya.
Bu Puspa meminta agar kami harus totalitas dalam mengerjakan tugas – tugas kami dan
lakukan semaksimal mungkin. Karena kami sudah memsuki bab baru, maka penilaian bab
kali ini harus bisa lebih meningkat dibandingkan bab sebelumnya. Nilai tugas, ulangan
harian, dan keaktifan kami akan dimasukkan ke dalam buku nilai milik Bu Puspa.
Setelah itu kami membahas lanjutan pembelajaran yang sudah kami pelajari
dari hari Rabu, mengenai jaringan tumbuhan. Pertemuan yang lalu kami sudah membahas
mengenai jaringan meristem, sekarang kami mempelajari jaringan permanen. Jaringan
permanen terbagi 5, yaitu jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong
(kolenkim dan sklerenkim), jaringan pengangkut (xylem dan floem). dan jaringan gabus.
Maka, jaringan tumbuhan itu ada 6 macam, yaitu jaringan meristem dan 5 jaringan
permanen. Setelah ini, kami harus menyudahi pembelajaran ini, karena kami disuruh
untuk mengerjakan tugas yang akan Bu Puspa kasih. Kami harus melakukan studi
pustaka, setelah itu kami diberi tugas membuat tabel untuk Portofolio 1 bab 2 dan Bu
Puspa memberi tahu kami formatnya.
Setelah pembelajaran cukup singkat ini, kami mengakhiri pertemuan, setelah
itu kami harus mengerjakan tugas yang diberikan. Oleh karena itu, untuk tugas kali ini,
saya harusnya bisa mengerjakan tugas dengan lebih baik dari tugas – tugas sebelumnya.
Saya harap saya bisa mengerjakan tugas secara maksimal dan mendapat nilai yang baik.
35
Hari/Tanggal : Rabu/ 19 Agustus 2020
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
JURNAL BELAJAR 3 BIOLOGI XI SEMESTER 3
BAB 2 (Materi Jaringan Tumbuhan)
Pada hari ini, kami memulai pelajaran biologi pada jam kelima dan keenam.
Kelas kami memulai pertemuan via Google meet beberapa menit setelah jam pelajaran
dimulai. Hal ini dikarenakan Bu Puspa telah membagikan tempat pengumpulan tugas
portofolio dan tugas jurnal kami di google classroom, lalu kami disuruh mengumpulkan
terlebih dahulu tugas – tugas itu, kemudian kami memulai pertemuan online nya.
Saat kami meeting, Bu Puspa terlebih dahulu membahas tugas – tugas kami.
Masih banyak yang belum mengumpulkan, tetapi tidak sedikit pula yang sudah
mengumpulkan tugasnya, jadi diharap agar bagi yang belum mengumpulkan segera
mengumpulkan tugasnya. Karena dengan tugas yang diberikan oleh Bu Puspa ini, kami
bisa mempunyai kemampuan dalam membuat laporan ataupun jurnal yang bisa saja
berguna di masa yang akan datang. Kemudian dengan batas waktu dalam mengumpulkan
tugas, kami diajarkan agar bisa menjadi lebih disiplin dalam ketepatan waktu. Jadi kami
harus dapat membiasakan dalam melakukan tugas – tugas ini. Batas waktu pengumpulan
tugas – tugas kami yang ditentukan oleh Bu Puspa adalah ketika Bu Puspa telah
menghapus tempat pengumpulan tugas kami di goole classroom. Hal ini yang membuat
saya deg deg-an.. hiii….
Kemudian kami melanjutkan pelajaran dengan membahas materi yang sama
dengan beberapa pertemuan sebelumnya yaitu mengenai jaringan tumbuhan. Sama seperti
pertemuan – pertemuan yang sebelumnya, kami tidak sempat membahas sampai ke materi
jaringan permanen dikarenakan waktunya telah habis. Sebelum itu, Bu Puspa meminta
salah satu anak yang bersedia untuk menjelaskan materi jaringan meristem yang sudah
pernah dibahas sebelumnya. Boleh dari ppt milik Bu Puspa lalu ditambahin dari
penjelasan yang telah kami ketahui sendiri. Engeline kemudian bersedia dan
menawarkan dirinya untuk menjelaskan materi jaringan meristem tersebut. Engeline
membahas mulai dari pengertian, struktur, hingga pembagian dan pengelompokkan
jaringan meristem tersebut. Setelah itu, Bu Puspa memuji Engeline atas apa yang
dijelaskannya itu.
36
Lalu ada ditunjukkan gambar yang menunjukkan tumbuhan yang terlihat
meristem apikal. Pada pertigaan antara batang dengan daun, terdapat nodus. Lalu, antara
nodus satu dengan nodus yang lain, dinamakan internodus. Kemudian pada gambar
selanjutnya menunjukkan gambar penampang melintang batang, yaitu gambar batang
yang dipotong secara melintang dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Pada tumbuhan
dikotil, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga korteks terdapat di
bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran. Pada tumbuhan dikotil
juga, xilem tersusun di bagian dalam lingkaran.
Setelah pembahasan materi, kami harus menyudahi pembelajaran karena
waktu belajar biologi sudah habis. Hari ini pembelajaran sangat baik. Saya mendapat
pelajaran bahwa disiplin terhadap waktu sangatlah penting dan juga dari pembelajaran ini
saya mengerti bahwa tugas -tugas yang diberikan dapat memberikan saya pelajaran
bahwa saya bisa lebih terampil dalam membuat jurnal maupun laporan. Semoga untuk
pertemuan – pertemuan selanjutnya bisa menyenangkan juga dan lagi – lagi saya berharap
semoga pandemic dapat berakhir agar kami dapat belajar lebih maksimal.
37
Hari/Tanggal : Rabu/ 26 Agustus 2020
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
JURNAL BELAJAR 4 BIOLOGI XI SEMESTER 3
BAB 2 (Materi Jaringan Tumbuhan)
Pada hari ini, seperti biasanya saya dan teman – teman kelas saya bersama
kelas XI IPA 5 memulai pembelajaran biologi melalui pertemuan Google Meet pada jam
kelima dan keenam. Yang seharusnya materi pelajaran dilanjutkan pada hari Jumat lalu,
tetapi karena hari Jumat lalu libur bersama, maka kami melanjutkan materi pelajaran di
hari ini, mengenai materi lanjutan dari jaringan meristem, yaitu jaringan permanen.
Pada jaringan permanen, terbagi menjadi 5, yaitu yang pertama adalah
jaringan epidermis yang merupakan jaringan terluar pada tumbuhan. Untuk struktur
jaringan ini telah dibacakan oleh Raisya dari IPA 4, salah satu struktur dari jaringan ini
ialah memiliki sel yang rapat sehingga sangat relevan terhadap fungsinya yaitu sebagai
pelindung. Jaringan epidermis tidak hanya terdapat di daun, tetapi juga terdapat di akar,
batang, dll. Lalu di lapisan luarnya terdapat kutikula atau lapisan lilin. Sel – sel epidermis
dapat berkembang membentuk alat – alat tambahan yang disebut derivat epidermis, yaitu
stomata, trikoma, spina, velamen, sel kipas, dan sel kersik. Dalam literatur lain juga ada
yang lebih. Pada stomata, merupakan celah/mulut epidermis yang dibatasi oleh sel
penjaga dan berfungsi dalam proses respirasi dan transpirasi. Kemudian trikoma, berupa
rambut, terkadang dapat menyebabkan gatal jika terkena kulit. Trikoma terbagi menjadi
2, yaitu trikoma nan – glanduler (tidak sekretoris) dan glanduler (ada sekretoris). Trikoma
juga memiliki fungsi, beberapa diantaranya yaitu mengurangi penyerapan biji,
meneruskan rangsangan, mengurangi gangguan dari herbivora, dll. Selanjutnya ada spina
(duri) yang terdapat epidermis batang tumbuhan dan terbagi menjadi spina asli seperti
pada Bougainvillea (bunga kertas) yang berarti tajam dan kuat, dan spina palsu seperti
pada tumbuhan bunga mawar yang mudah dicabut. Setelah itu, ada velamen yang berupa
lapisan sel mati bagian dalam epidermis akar gantung dan berfungsi sebagai alat
penyimpan air. Lanjut ada sel kipas (motor cell atau bulliform cell), merupakan alat
tambahan epidermis bagian atas daun dan berfungsi sebagai penyimpanan air dan
mengurangi penguapan. Serta adapula sel kersik, yaitu sel epidermis berisi kristal kersik
(silika) yang menyebabkan permukaan batang menjadi keras, contohnya pada batang
tebu.
38
Setelah jaringan epidermis, ada jaringan parenkim (jaringan dasar). Parenkim
merupakan jaringan dengan volume terbesar pada tumbuhan. Untuk struktur telah
dibacakan oleh Raisha dari kelas XI IPA 5, yaitu yang pertama jaringan dasar (penyusun
terbesar, terdapat di jaringan lain, selubung berkas pengangkut), kemudian merupakan sel
hidupp besar yang tipis, berbentuk segienam, banyak vakuola, dan inti sel mendekati
dasar sel, embrional, ruang antarsel. Walaupun jaringan parenkim berada disekitar
jaringan pengangkut, bukan berarti parenkim pengangkut mengangkut zat - zat pd
tumbuhan. Pada fungsinya, jaringan parenkim ada sebagai parenkim asimilasi (sebagai
zat pembuat makanan bagi tumbuhan), parenkim penimbun (sebagai penyimpan cadangan
makanan) , parenkim air (Mampu menyimpan air ), parenkim pengangkut (sebagai alat
pengangkut yang menghubungkan jaringan – jaringan bagian luar dan dalam), parenkim
penyimpan udara (mampu menyimpan udara), dan parenkim penutup luka (melakukan
pembelahan diri untuk regenerasi parenkim baru).
Jaringan selanjutnya adalah jaringan penyokong. Dari namanya, sudah jelas
bahwa jaringan penyokong itu untuk menyokong atau memperkuat bagian – bagian pada
tumbuhan. Jaringan penyokong ada 2, yaitu jaringan kolenkim dan jaringan skelerenkim.
Jaringan kolenkim memiliki struktur yang telah dibacakan oleh Louis dari IPA 4, yaitu
parenkim khusus yang terdapat di bawah atau dekat permukaan batang muda, tangkai
daun muda. Sel memanjang ke arah poros panjang organ tempatnya berada, ada sel
primer tebal dan tidak berlignin. Lalu penebalan sel tidak rata, hanya di sudut sel dan
dinding selulosa tebal (lentur). Berfungsi sebagai penguat dan pelindung. Pada gambar
jaringan kolenkim ini terlihat bentuk seperti bebatuan. Lalu ada jaringan skelerenkim,
memiliki struktur yang telah dibacakan oleh Oasis dari IPA 4, yaitu merupakan jaringan
penunjang pada organ tumbuhan dewasa, dinding selnya tebal, berlignin, dan protoplasma
mati, terdiri dari serabut sklerenkim dan serabut sklereid. Serabut sklerenkim berupa sel
panjang, sempit berujung runcing, dan berkumpul. Berdasarkan letaknya, serabut
sklerenkim terbagi menjadi serabut xiler yang terdapat di xilem sebagai penyusun kayu
dan ekstraxiler yang terdapat di luar xilem untuk membuat tali, karung goni, dan bahan
dasar tekstil pakaian. Setelah itu serabut sklereid merupakan sel tumbuhan yang telah
mati, berbentuk bulat atau bervariasi, berdinding keras yang tahan terhadap tekanan,
terdiri tunggal atau berkelompok kecil di antara sel lain. Contohnya yaitu butiran pada
daging buah jambu biji dan buah pir. Jadi perbedaan jaringan kolenkim dan jaringan
sklerenkim yaitu jaringan kolenkim berada pada tumbuhan yang muda sedangkan
jaringan kolenkim berada pada organ tumbuhan yang sudah dewasa. Walau kedua itu
39
berada di bagian tempat yang berbeda, mereka tetap merupakan jaringan yang kuat yang
berguna sebagai penyokong dan pelindung terhadap bagian – bagian tumbuhan di
dalamnya.
Setelah jaringan penyokong, jaringan berikutnya ialah jaringan pengangkut.
Jaringan pengangkut terbagi menjadi xilem dan floem. Xilem merupakan pembuluh kayu
untuk menyalurkan air dan unsur hara dari akar ke daun dan tersusun atas parenkim
xilem, trakeid, dan komponen pembuluh. Sedangkan floem yaitu pembuluh tapis sebagai
pengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan dan tersusun
atas sel piramid (parenkim floem dan serabut floem), komponen pembuluh tapis dan sel
penggiring. Kemudian ada juga tipe pembuluh angkut oleh xilem dan floem. Tipe
pembuluh angkut ini ada berupa ikatan pembuluh kolateral dan ikatan pembuluh radial.
Yang terakhir ada jaringan gabus. Jaringan gabus ini memiliki struktur yang
telah dibacakan oleh Raina dari IPA 5, yaitu tersusun atas sel – sel parenkim gabus,
bentuknya memanjang berdinding gabus, pada sel gabus mati protoplasma hilang dan
diisi oleh udara, pada dikotil terdapat feloderm (terbentuk ke arah dalam) dan felem
(terbentuk ke arah luar). Jaringan gabus ini termasuk jaringan mati karena tidak
mempunyai protoplasma. Walau termasuk jaringan mati, jaringan gabus tetap berguna
karena jaringan gabus ini berfungsi dalam melindungi jaringan lain yang berada di
dalamnya.
Setelah mempelajari dan membahas materi mengenai jaringan permanen, kami
akan mengakhiri pembelajaran hari ini. Pertemuan selanjutnya kami akan memulai
mempelajari materi mengenai organ tumbuhan, dan rencananya untuk minggu depan
kami akan melaksanakan ulangan. Disela – sela pembelajaran ada sedikit kebingungan
karena Bu Puspa melihat nama akun Louis bukan lah nama asli nya yang bertuliskan
namanya sendiri, tetapi nama lain. Kemudian Bu Puspa menyarankan agar anak – anak
murid menulis nama akunnya sesuai dengan nama aslinya, terlebih bagi anak yang
memiliki nama yang sama.
Kegiatan pembelajaran ini sangat menyenangkan menurut saya, akhirnya kami
telah membahas materi jaringan permanen juga dilengkapi dengan power point yang
sangat mudah dipahami bagi pembacanya, penjelasan dari guru kami pun sangat jelas dan
saya memahami sedikit demi sedikit. Saya harap pertemuan – pertemuan selanjutnya
tetap bisa mempunyai kesan yang menyenangkan dan kami bisa belajar biologi sebaik –
baiknya. Semoga kami semua diberi kesehatan dan terhindar dari covid – 19 ini.
Aamiin…
40
Hari/Tanggal : Jumat/ 28 Agustus 2020
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
JURNAL BELAJAR 5 BIOLOGI XI SEMESTER 3
BAB 2 (Materi Organ Tumbuhan)
Pada hari ini, saya dan teman – teman kelas saya beserta anak kelas XI IPA 5
seperti biasa memulai pelajaran biologi pada 2 jam terakhir yang dibimbing oleh Bu
Puspa. Pembelajaran kami tetap saja seperti biasa yaitu pertemuan secara online melalui
gmeet. Pada hari ini, ada beberapa anak yang tidak mengikuti kelas dengan beberapa
alasan mereka masing – masing.
Pada pertemuan lalu, kami sudah selesai mempelajari materi mengenai
jaringan tumbuhan. Sekarang, kami akan melanjutkan pembahasan materi mengenai
organ tumbuhan. Materi ini akan dijelaskan Bu Puspa dalam bentuk powerpoint. Pada
beberapa literatur, dituliskan bahwa organ tumbuhan terbagi menjadi 2, yakni organ
generatif dan organ vegetatif. Organ generatf yaitu akar, batang, dan daun. Sedangkan
organ vegetatif yaitu bunga, buah, biji.
Akar ada 2 jenis, ada akar tunggang dan akar serabut. Akar mempunyai
struktur baik secara morfologi maupun anatomi. Struktur morfologi akar yaitu
leher/pangkal akar, ujung akar, batang akar, cabang – cabang akar, serabut akar, rambut –
rambut/bulu – bulu akar, dan tudung akar. Kemudian struktur anatominya yaitu ada
epidermis, korteks, endodermis, dan stele. Pada akar dikotil, bagian atau struktur di
dalamnya terlihat bersusun rapi, sedangkan pada akar monokotil, bagian atau struktur di
dalamnya cenderung tersebar. Fungsi akar yaitu menegakkan tumbuhan, menyerap air
dan garam – garam mineral yang terlarut di air, menyimpan makanan. Akar juga
mengalami modifikasi menjadi organ untuk merayap, menopang, dan sebagai houstorium.
Dalam ppt juga ditampilkan gambar – gambar mengenai akar, salah satunya gambar
struktur secara melintang dan membujur.
Setelah akar, ada batang. Batang merupakan bagian tumbuhan yang terletak di
atas permukaan tanah, yang berfungsi menopang daun, bunga, dan buah. Struktur anatomi
batang ada epidermis, korteks, endodermis, dan stele. Pada batang dikotil, struktur atau
bagian – bagian di dalam batang tersusun rapi, sedangkan pada batang monokotil terlihat
terpencar atau tidak beraturan. Batang juga memiliki fungsi, yaitu, sebagai penyokong
atau penopang, sebagai sarana transportasi atau pengangkut, tempat penyimpanan
41
cadangan makanan, membantu proses pernapasan, alat perkembangbiakan, tempat
tumbuhnya organ – organ generatif, efisiensi penyerbukan dan membantu pemencaran
benih. Di sela – sela pembahasan, ada anak bernama Candyle dari IPA 4 yang bertanya
karena bingung mengenai pernyataan fungsi yaitu alat perkembangbiakan serta efisiensi
penyerbukan dan membantu pemencaran benih. Bu Puspa pun menjelaskan bahwa yang
paling umum diketahui bahwa alat perkembangbiakan pasti selalu familiar dengan fungsi
dari bunga atau biji. Tetapi sebenarnya alat perkembangbiakan tidak hanya merupakan
fungsi dari organ vegetatif, batang pun juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan.
Kemudian batang dalam kata efisien itu bermakna bahwa secara tidak langsung. Seperti
yang diketahui bahwa penyerbukan itu terjadi pada bunga (benang sari dan putik),
sedangkan bunga itu tertempel pada batang. Jadi secara tidak langsung, batang dapat
membantu mempermudah pergerakannya.
Kemudian daun, tidak semua bagian daun itu lengkap, ada daun yang
memiliki bagian helaian, ada pula yang tidak, ada yang memiliki urat – urat daun, ada
yang tidak, dsb. Lalu ditampilkan gambar daun beserta contoh – contoh morfologi daun
dari tepi daunnya dalam ppt milik Bu Puspa. Lalu ada gambar struktur anatomi daun.
Dalam daun terdapat epidermis pada lapisan atas dan lapisan bawah yang dilapisi dengan
kutikula. Setelah itu ada xilem, floem, sel penjaga, dll.
Setelah itu ada bunga yang memiliki fungsi sebagai tempat berlangsungnya
penyerbukan dan pembuahan yang akhirnya dapat dihasilkan alat – alat
perkembangbiakan. Bunga ada 2 jenis, yaitu bunga lengkap (bunga sempurna) dan bunga
tidak lengkap (bunga tidak sempurna). Bunga lengkap (bunga sempurna) bisa melakukan
penyerbukan sendiri, sedangkan bunga tidak lengkap (bunga tidak sempurna) melakukan
penyerbukan dengan dibantu bunga lain dalam satu tubuh tumbuhan atau dibantu oleh
bunga tetangga. Salah satu struktur bunga yang lengkap ada pada tanaman Hibiscus rosa-
sinesis (kembang sepatu), dimana terdapat kepala sari, putik yang terdiri kepala dan
tangkai putik, tangkai sari, mahkota, kelopak, bakal buah, bakal biji, dan dasar bunga.
Selanjutnya ada buah. Buah merupakan salah satu tempat cadangan makanan terbesar
yang paling banyak dimanfaatkan manusia. Pada buah terdapat berbagai jenis vitamin.
Fungsi umum buah ialah sebagai penyimpan cadangan makanan utama dalam tumbuhan
dan merupakan bagian dari tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan karena
mengandung banyak serat dan vitamin bagi manusia. Buah memiliki struktur, yaitu kulit
buah, tangkai buah, daging buah, dan biji. Buah ini juga disertai gambar yang menjadi
salah satu contohnya, yaitu mangga.
42
Yang terakhir ialah biji. Biji merupakan bagian terdalam dari buah yang di
dalamnya mengandung calon individu baru yang akan menjadi bakal tanaman baru.
Fungsi umum dari biji yaitu sebagai penjaga bakal calon individu tanaman baru yaitu
lembaga. Lembaga akan terjadi setelah penyerbukan atau persarian yang diikuti oleh
pembuahan. Biji juga memiliki fungsi untuk obat – obatan. Struktur biji ada lembaga (inti
biji), tali pusarm jaringan penyimpan cadangan makanan, dan kulit biji.
Setelah mengetahui dan memahami materi – materi organ tumbuhan. Kami
bisa mengetahui tentang perbandingan ciri tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil.
Dari beberapa materi yang dibahas, ada beberapa anak yang membantu Bu Puspa untuk
menjelaskan organ – organ tumbuhan tersebut, seperti Engeline dari IPA 4, Candyle dari
IPA 4, Aaliyah dari IPA 4, Gabriel dari IPA 4, dan Ivan Hendrawan dari IPA 5. Saya
sangat salut dengan mereka semua karena mereka mampu bersedia dalam memenuhi
penawaran Bu Puspa untuk membantu menjelaskan materi ini. Mereka juga sangat hebat
dan memiliki wawasan yang cukup luas, karena mungkin mereka sudah mereview
beberapa pembahasan materi ini sebelum pertemuan pembelajaran berlangsung.
Pertemuan ini sangat menyenangkan. Materi yang dibahas sangat baik dan
saya cukup memahami materi ini. Dilengkapi dengan powerpoint milik Bu Puspa yang
sangat simple tetapi dapat dipahami secara jelas, sangat menambah kesan menarik. Saya
juga sangat senang dengan beberapa teman saya yang bisa menjelaskan materi dengan
baik. Mereka harus mendapat nilai tambahan yang banyak. Semoga saya sendiri dapat
belajar dengan giat dan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik agar saya bisa juga
membantu menjelaskan mengenai materi – materi dalam pelajaran biologi ini. Semoga
kami semua selalu diberi kesehatan, semoga yang sakit dapat disembuhkan, dan yang izin
dapat mengejar materi dengan baik agar tidak ketinggalan. Semoga kami semua yang
belajar dengan baik dapat menjadi sukses ke depannya. Lagi – lagi saya berdoa dan
berharap agar pandemi ini segera berakhir agar saya dan teman – teman saya dapat belajar
lebih maksimal. Aamiin.
43
B. Tugas - tugas
BIOLOGI KELAS XI
BAB 2
Oleh
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Guru Mapel : Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2020
44
45
46