LEMBAR PENILAIAN
SISWA TEMAN GURU
Komentar Singkat Komentar Singkat Komentar Singkat
Tugas portofolio kali ini Nilai dan Ttd Nilai Ttd
dapat membuat saya lebih
mengetahui syarat, fungsi,
dan zat – zat makanan
beserta sumber dan
pengelompokannya dengan
baik.
Nilai dan Ttd
85
197
BIOLOGI KELAS XI
BAB 6 (Sistem Pencernaan)
Nama/Kelas Oleh
Guru Mapel
: Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
: Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DINAS
PENDIDIKAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2021
198
TUGAS PORTOFOLIO 1B
ORGAN PENCERNAAN MAKANAN
No. Organ Pencernaan Proses yang terjadi Gambar organ
1. Mulut Di dalam mulut, terjadi
pencernaan makanan secara
mekanis oleh gigi dan
kimiawi oleh enzim amilase
(ptialin) yang menguraikan
amilum (polisakarida)
menjadi maltosa (disakarida).
Pada mulut terdapat bagian –
bagian penyusun rongga
mulut, yaitu :
Bibir, berfungsi menerima
makanan dan membantu
menghasilkan suara
Gigi, berfungsi untuk
menggigit, memotong,
menyobek, dan mengunyah
makanan; menambah nilai
estetika (membentuk
wajah), serta berbicara.
Gigi memiliki anatomi yang
terdiri atas 4 lapisan yaitu
email, dentin, sementum,
dan pulpa.
Lidah, berfungsi untuk
menggerakkan makanan
saat dikunyah atau ditelan,
mengecap rasa, dan
membantu memproduksi
suara untuk berbicara.
199
2. Faring Kelenjar saliva, berfungsi
3. Kerongkongan (esofagus) untuk mensekresi saliva
melalui kelenjar saliva
mayor terdiri kelenjar Gerakan otot kerongkongan
parotid, kelenjar sublingual, saat mendorong makanan
dan kelenjar submandibula.
Pada faring, terjadi
pencernaan makanan secara
mekanis. Proses yang terjadi
ialah proses deglutisi, yaitu
menggerakkan makanan dari
faring menuju esofagus.
Proses ini meliuti 3 tahapan,
yaitu :
Fase volunter lidah
menekan palatum keras
dan mengarahkan bolus
(makanan yang sudah
dikunyah) ke orofaring.
Fase faring penutupan
semua lubang kecuali
esofagus akibat adanya
refleks dari pusat menelan.
Fase esofagus adanya
gerakan peristaltik.
Pada kerongkongan, terjadi
pencernaan makanan secara
mekanis. Proses yang terjadi
yaitu sebagai berikut.
Menggerakkan bolus
melalui gerak peristaltik.
Pusat menelan memicu
peristaltik primer yang
200
4. Lambung menyapu dari pangkal
hingga ujung esofagus. Hal
ini diawali oleh kontraksi
otot sirkular esofagus yang
mendorong bolus ke daerah
yang mengalami relaksasi.
Apabila bolus terlalu besar
atau lengket, reseptor
tekanan di dinding esofagus
akan menangkap sinyal dan
menyampaikannya ke pusat
menelan sehingga pusat
menelan akan
menginstruksikan adanya
gelombang peristaltik
sekunder yang lebih kuat
dibandingkan gelombang
peristaltik primer, serta
meningkatkan sekresi saliva.
Terdapat 2 proses yang terjadi
pada lambung, yaitu :
- Proses mekanis
Gerak peristaltik
mencampur makanan
dengan getah lambung
menjadi kimus (massa
setengah cair berkadar
asam tinggi yang
terbentuk dari bolus yang
bercampur dengan getah
lambung) dan
mengarahkan kimus ke
usus halus.
201
- Proses kimiawi
Pencernaan protein
Pepsinogen (disekresi
oleh sel utama) diubah
menjadi pepsin oleh
asam klorida
(dihasilkan oleh sel
parietal). Pepsin
merupakan enzim
proteolitik yang
menghidrolisis protein
menjadi
polipeptida/proteosa/pe
pton.
Renin (diproduksi oleh
lambung bayi),
berfungsi
mengkoagulasi protein
susu (kaseinogen)
menjadi kasein yang
tidak larut. Enzim ini
sangat penting untuk
mencerna ASI (air susu
ibu).
Pencernaan lemak
Lipase lambung
(disekresi oleh sel
utama) menghidrolisis
lemak susu menjadi
asam lemak dan
gliserol, tetapi
aktivitasnya terbatas
dalam kadar pH rendah.
202
5. Pankreas Pencernaan karbohidrat
Enzim amilase dalam
saliva terbawa bersama
bolus akan tetap
bekerja dalam lambung.
Lambung tidak
memproduksi enzim
pencerna karbohidrat.
Pankreas merupakan kelenjar
pencernaan karena
menghasilkan enzim
pencernaan. Enzim – enzim
pankreas, yaitu :
Tripsinogen, diaktifkan
oleh enterokinase
(dihasilkan oleh usus
halus) menjadi tripsin.
Tripsin berfungsi
memecah protein dan
polipeptida besar menjadi
peptida yang lebih kecil.
Kimotripsin, memiliki
fungsi yang sama dengan
tripsin, yaitu memecah
protein/polipeptida besar.
Lipase, menghidrolisis
lemak menjadi asam
lemak dan gliserol.
Amilase, menghidrolisis
zat tepung menjadi
disakarida (maltosa,
sukrosa, dan laktosa).
203
6. Hati Karboksipeptidase,
7. Empedu aminopeptidase, dan
dipeptidase, berfungsi
melanjutkan pencernaan
protein menjadi asam
amino bebas.
Saat makanan masuk ke
dalam tubuh, hati akan
memproduksi cairan empedu
untuk memecahkan lemak
yang terdapat di lambung,
memproses nutrisi untuk
disalurkan ke sistem tubuh,
dan menghasilkan kadar gula
darah atau glukosa yang
digunakan dalam sistem
pencernaan.
Empedu memiliki peranan
dalam membantu penyerapan
lemak dan membantu hati
mengeluarkan zat – zat
beracun dari dalam tubuh.
Empedu merupakan cairan
yang berwarna hijau
kekuningan yang
mengandung pigmen
bilirubin, biliverdin, urobilin
yang diproduksi dan
disekresikan oleh organ hati
untuk kemudian disalurkan ke
dalam duodenum (usus dua
belas jari).
Selama kita makan, empedu
204
8. Usus halus dialirkan dari kantung
empedu melalui saluran
empedu dan menuju organ
hati. Saluran empedu
menghubungkan kantung
empedu dan hati dengan usus
halus. Cairan empedu
kemudian membantu proses
pencernaan lemak di usus
halus.
Pada usus halus terjadi
ferakan peristaltik dari
kontraksi ritmik otot polos
longitudinal dan sirkuler yang
menggerakkan kimus (bubur
usus) ke arah bawah di
sepanjang saluran.
Terdapat 2 proses yang terjadi
pada usus halus, yaitu :
- Proses mekanis
Segementasi merupakan
gerakan mencampur dan
mendorong kimus secara
perlahan.
Segementasi terbentuk
akibat adanya kontraksi
otot polos yang berbentuk
menyerupai cincin di
sepanjang usus halus.
Diantara seriap cincin
kontraksi otot polos
tersebut, terdapat daerah
relaksasi yang
205
mengandung kimus.
Seperti halnya, usus halus
juga melakukan
mekanisme kontaksi
relaksasi yang
mengakibatkan
terdorongnya kimus secara
perlahan.
- Proses kimiawi
Usus halus mencerna
makanan secara kimiawi
dengan enzim – enzim
yang berasal dari kelenjar
usus, pancreas, dan
empedu yang dihasilkan
oleh hati.
Maltase
menghidrolisis maltose
menjadi glukosa.
Sukrase
menghidrolisis sukrosa
menjadi glukosa dan
fruktosa.
Laktase
menghidrolisis laktosa
menjadi glukosa dan
galaktosa.
Aminopeptida
memisahkan asam
amino dari ujung suatu
peptida.
Dipeptida
mengubah dipeptida
menjadi asam amino.
206
9. Usus besar (kolon) Lipase usus
10. Anus mengubah
monogliserida menjadi
asam lemak dan
gliserol.
Pada usus besar, terjadi
pencernaan makanan secara
mekanis. Proses yang terjadi
yaitu sebagai berikut.
Adanya kontraksi haustra
yang menyebabkan
pergerakan massa di kolon,
mengerakkan massa
menuju ke rectum lalu ke
anus.
Setelah dari usus besar,
makanan yang dikonsumsi
hanya menyisakan sisa – sisa.
Hal ini karena sari – sari
makanan telah diserap pada
proses sebelumnya. Sisa
makanan yang sudah diserap
oleh sistem pencernaan akan
dikeluaran melalui anus,
berupa kotoran atau feses.
Proses ini disebut juga
sebagai BAB (Buang Air
Besar).
207
LEMBAR PENILAIAN
SISWA TEMAN GURU
Komentar Singkat Komentar Singkat Komentar Singkat
Tugas portofolio kali ini Nilai dan Ttd Nilai Ttd
dapat membuat saya lebih
mengetahui beberapa hal
penting mengenai proses
yang terjadi pada organ –
organ sistem pencernaan.
Nilai dan Ttd
85
208
BIOLOGI KELAS XI
Laporan Uji Bahan Makanan
Oleh
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Guru Mapel : Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2021
209
TUGAS PORTOFOLIO 1C
LAPORAN UJI BAHAN MAKANAN
I. Judul
Uji Bahan Makanan
II. Tujuan
1. Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohirat, lemak, dan protein.
2. Menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein.
III. Dasar Teori
Zat – zat makanan disebut juga gizi atau nutrisi. Makanan bergizi adalah makanan yang
mengandung karbohidrat, lemak (lipid), protein, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang
mencukupi kebutuhan tubuh. Karbohidrat, protein, dan lemak diperlukan dalam tubuh dalam
jumlah yang banyak sehingga disebut makronutrien. Sementara itu, vitamin dan mineral
diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit sehingga disebut mikronutrien.
Makanan mempunyai peranan penting bagi tubuh kita,makanan memberikan energi bagi kita
dan bahan lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, penyembuhan, keausan, dan menjaga
kesehatan. Bahan makanan yang kita konsumsi sehari- hari harus mengandung nutrien yang
diperlukan tubuh. Untuk mengetahui kandungan zat nutrien yang terdapat dalam bahan makanan
digunakan indikator uji makanan. Bahwa orang dewasa membutuhkan energi rata-rata 6000-
7000 kJ per hari untuk bertahan hidup, namun kebutuhan energi orang dewasa sesungguhnya
berkisar 9450-11.550 kJ.
IV. Alat dan Bahan
1. Tabung reaksi 11. Larutan Benedict
2. Rak tabung reaksi 12. Larutan Biuret
3. Gelas ukur 13. Kertas Koran
4. Penjepit 14. Nasi, roti, kentang, jagung, ubi
5. Kaki tiga 15. Tahu, tempe, telur, susu, kacang
6. Kawat kassa 16. Minyak goreng, mentega
7. Pembakar Spiritus 17. Alat tulis menulis (kertas, pulpen,
8. Korek api
9. Pipet pensil, spidol, isolasi)
10. Lempengan mortal
V. Cara Kerja
A. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
210
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di atas selama
5 menit dan dinginkan.
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila dalam
makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan berwarna kuning
kehijauan dan terbentuk endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang,
dan jagung).
B. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan dan
tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna menjadi
hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung amilum karbohidrat)
dan catat pada tabel hasil pengamatan.
7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang, ubi,
dan jagung).
C. Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna
maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika warna
berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, dan susu.
211
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.
D. Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila
kertas koran menjadi buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung lemak.
VI. Hasil Pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan
A. Uji Benedict
Bahan Makanan Reagen Warna setelah dicampur
yang diuji/warna penguji/warna
No. Sebelum Setelah
dipanaskan dipanaskan
1. Nasi Benedict/Biru tua Biru tua Merah bata
2. Roti Benedict/Biru tua Biru tua Kuning kehijauan
3. Kentang Benedict/Biru tua Hijau Hijau kecokelatan
4. Jagung Benedict/Biru tua Biru tua Merah bata
5. Ubi jalar Benedict/Biru tua Biru tua Merah bata
Sumber : Internet guru pendidikan, elissapr blogspot, Ayu Ratna P, Fitria Yulistiani, vitna
lufia blogspot, mithaizhasp.blogspot, scribd.
B. Uji Iodin/Lugol
Bahan Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Makanan yang penguji/warna
diuji/warna
1. Nasi Iodin/Coklat Menjadi warna hitam
2. Roti Iodin/Coklat Menjadi warna biru tua
3. Kentang Iodin/Coklat Menjadi warna hitam
4. Jagung Iodin/Coklat Menjadi warna biru keunguan
5. Ubi jalar Iodin/Coklat Menjadi warna hitam
Sumber : Internet guru pendidikan, elissapr blogspot, Ayu Ratna P, Fitria Yulistiani, vitna
lufia blogspot, mithaizhasp.blogspot, scribd, media.neliti.com
C. Uji Biuret
No. Bahan Makanan yang Reagen Perubahan Warna setelah
diuji/warna penguji/warna dicampur
1. Tahu Biuret/Biru muda Ungu kehitaman
2. Tempe Biuret/Biru muda Ungu
3. Telur Biuret/Biru muda Ungu
4. Susu Biuret/Biru muda Biru keunguan
5. Kacang tanah Biuret/Biru muda Ungu
Sumber : Internet guru pendidikan, elissapr blogspot, Ayu Ratna P, Fitria Yulistiani, vitna
lufia blogspot, mithaizhasp.blogspot, scribd.
212
D. Uji Lemak
No. Bahan Makanan Warna kertas koran Perubahan warna setelah
yang diuji/warna Abu – abu ditetesi pada kertas koran
Minyak
Transparan
1. goreng/Kuning
bening
2. Mentega/Kuning Abu - abu Transparan
Tempe/Putih Abu – abu Transparan
3. Abu – abu Tidak ada perubahan
kecoklatan Abu – abu Tidak ada perubahan
4. Tahu/Putih
5. Roti/Putih
Sumber : Internet guru pendidikan, vitna lufia blogspot, mithaizhasp.blogspot, scribd.
VII. Pembahasan
Pada Uji Benedict (Uji glukosa / karbohidrat monosakarida)
Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa pada
bahan makanan jika hasil reaksi tersebut menghasilkan warna merah bata. Hal itu
terjadi Ketika reagen benedict dicampurkan dan dipanaskan dengan glukosa, di mana
glukosa memiliki elektron untuk diberikan, tembaga(salah satu kandungan di reagen
benedict) akan menerima elektron tersebut dan mengalami reduksi sehingga terjadilah
perubahan warna. Selama proses ini CU2+ tereduksi menjadi CU+. Ketika Cu mengalami
reduksi, glukosa memberikan salah satu elektronnya dan dioksidasi. Karena glukosa
mampu mereduksi Cu pada benedict, maka glukosa disebut sebagai gula pereduksi. Dan
menghasilkan warna merah bata.
Uji nasi :
Ketika di tabung reaksi, benedict dan nasi dicampurkan mula-mula berwarna biru
tua dan dipanaskan di atas air mendidih, setelah 5 menit, warna nasi berubah menjadi
merah bata. Hal itu menunjukkan bahwa nasi mengandung glukosa karena apabila
nasi ditetesi dengan benedict kemudian dipanaskan warnanya berubah menjadi merah
bata.
Uji Roti :
Ketika di tabung reaksi, benedict dan roti dicampurkan mula-mula berwarna biru
dan dipanaskan di atas air mendidih, setelah 5 menit, warna roti berubah menjadi
kuning kehijauan. Hal itu menunjukkan bahwa nasi mengandung glukosa karena
213
apabila nasi ditetesi dengan benedict kemudian dipanaskan warnanya berubah menjadi
kuning kehijauan.
Uji kentang :
Ekstrak kentang ditambahkan 5 tetes larutan Benedict kemudian warnanya berubah
menjadi hijau. Lalu tabung berisi ekstrak kentang tersebut dipanaskan hingga
mendidih menggunakan pembakar spiritus. Setelah dipanaskan ekstrak kentang
tersebut berubah warna dari yang tadinya hijau menjadi hijau kecoklatan. Dari data
tersebut dapat disimpulkan bahwa kentang tidak mengandung glukosa.
Uji jagung :
Ketika di tabung reaksi, benedict dan jagung dicampurkan mula-mula berwarna
biru tua dan dipanaskan di atas air mendidih, setelah 5 menit, warna jagung berubah
menjadi merah bata. Hal itu menunjukkan bahwa jagung mengandung glukosa
karena apabila jagung ditetesi dengan benedict kemudian dipanaskan warnanya
berubah menjadi merah bata.
Uji ubi jalar :
Setelah dipanaskan, terbentuk endapan berwarna merah bata. Hal ini menunjukkan
adanya kandungan glukosa pada ubi jalar. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa
ubi jalar mengandung glukosa.
Pada Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
Iodin digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat
(amilum). Bila makanan yang ditetesi lugol berubah menjadi kebiruan atau hitam, maka
makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin gelap warnyanya berarti makanan
tersebut semakin banyak kandungan karbohidratnya.
Uji nasi :
Setelah ditetesi dengan reagen lugol, nasi bereaksi dan menghasilkan warna hitam.
Maka dari itu nasi mengandung amilum karbohidrat.
Uji roti :
Setelah ditetesi dengan reagen lugol, roti bereaksi dan menghasilkan warna biru tua.
Maka dari itu roti mengandung amilum karbohidrat.
Uji kentang :
Setelah ditetesi dengan reagen lugol, kentang bereaksi dan menghasilkan warna hitam.
Maka dari itu kentang mengandung amilum karbohidrat.
214
Uji jagung :
Setelah ditetesi dengan reagen lugol, jagung bereaksi dan menghasilkan warna biru
keunguan. Maka dari itu jagung mengandung amilum karbohidrat.
Uji ubi jalar :
Setelah ditetesi dengan reagen lugol, ubi jalar bereaksi dan menghasilkan warna hitam.
Maka dari itu ubi jalar mengandung amilum karbohidrat.
Pada Uji Biuret (uji protein)
Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila
bahan makanan itu mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan
menghasilkan warna ungu/ warna lembayung. Hal itu terjadi karena ada ikatan protein
dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi sebagai berikut : Kompleks koordinasi
antara Cu 2+ dgn gugus -C=O dan NH ikatan peptida dalam larutan alkalis, akan
membentuk warna lembayung.
Uji tahu :
Setelah tahu diuji menggunakan biuret, tahu berubah warna menjadi ungu
kehitaman. Tahu mengandung protein karena apabila tahu ditetesi dengan biuret
warnanya berubah menjadi agak ungu kehitaman. Hal ini menunjukkan bahwa tahu
mengandung protein.
Uji tempe :
Setelah tempe diuji menggunakan biuret, tempe berubah warna menjadi ungu.
Tempe mengandung protein karena apabila tahu ditetesi dengan biuret warnanya
berubah menjadi ungu. Hal ini menunjukkan bahwa tempe mengandung protein.
Uji telur :
Setelah telur diuji menggunakan biuret, telur berubah warna menjadi ungu. Telur
mengandung protein karena apabila telur ditetesi dengan biuret warnanya berubah
menjadi ungu. Hal ini menunjukkan bahwa telur mengandung protein.
Uji susu :
Setelah susu diuji menggunakan biuret, susu berubah warna menjadi biru
keunguan. Susu mengandung protein karena apabila susu ditetesi dengan biuret
warnanya berubah menjadi biru keunguan. Hal ini menunjukkan bahwa susu
mengandung protein.
Uji kacang tanah :
Setelah kacang tanah diuji menggunakan biuret, kacang berubah warna menjadi
215
ungu. Kacang mengandung protein karena apabila kacang ditetesi dengan biuret
warnanya berubah menjadi ungu. Hal ini menunjukkan bahwa kacang tanah
mengandung protein.
Pada Uji Lemak
Kertas koran adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena kertas koran
mudah menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada pengujian lemak
ini larutan bahan makanan diteteskan pada kertas koran. Apabila kertas koran menjadi
buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung lemak.
Uji minyak goreng :
Hasil dari pengamatan yang didapatkan adalah ketika minyak goreng diteteskan
pada kertas koran meninggalkan noda transparan. Hal ini menunjukkan bahwa minyak
goreng memiliki kandungan lemak.
Uji mentega :
Hasil dari pengamatan yang didapatkan adalah ketika mentega diteteskan pada
kertas koran meninggalkan noda transparan. Hal ini menunjukkan bahwa mentega
memiliki kandungan lemak.
VIII. Pertanyaan dan Jawaban
Pertanyaan :
1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat
setelah diuji dengan :
a) Larutan benedict?
b) Larutan iodin/lugol?
2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah
diuji dengan biuret?
3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang
diuji!
4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!
Jawaban Pertanyaan :
1. a) Pada larutan benedict terjadi perubahan warna terhadap makanan yang
mengandung karbohidrat, diantaranya : Nasi berubah warna menjadi merah bata,
roti berubah warna menjadi kuning kehijauan, kentang berubah warna menjadi
216
hijau kecoklatan, jagung berubah menjadi merah bata, dan ubi jalar berubah warna
menjadi merah bata.
b) Pada larutan iodin/lugol terjadi perubahan warna terhadap makanan yang
mengandung karbohidrat, diantaranya : Nasi berubah warna menjadi hitam, roti
berubah warna menjadi biru tua, kentang berubah warna menjadi hitam, jagung
berubah warna menjadi biru keunguan, dan ubi jalar berubah warna menjadi hitam.
2. Pada uji biuret terjadi perubahan warna terhadap makanan yang mengandung
protein, diantaranya : Tahu berubah warna menjadi ungu kehitaman, tempe
berubah warna menjadi ungu, telur berubah warna menjadi ungu, susu berubah
warna menjadi biru keunguan, dan kacang tanah berubah warna menjadi ungu.
3. - Pada nasi, dalam uji benedict menghasilkan warna merah bata sedangkan dalam
uji iodin/lugol, nasi menghasilkan warna hitam. Dari kedua uji tersebut, diperoleh
nasi mengandung glukosa dan amilum karbohidrat.
-Pada roti, dalam uji benedict menghasilkan warna kuning kehijauan, sedangkan
dalam uji iodin/lugol, roti menghasilkan warna biru tua. Dari kedua uji tersebut,
diperoleh roti mengandung glukosa dan amilum karbohidrat.
-Pada kentang, dalam uji benedict menghasilkan warna hijau kecoklatan,
sedangkan dalam uji iodin/lugol, kentang mengasilkan warna hitam. Dari kedua
uji tersebut, diperoleh kentang mengandung amilum karbohidrat tetapi tidak
mengandung glukosa.
-Pada jagung, dalam uji benedict menghasilkan warna merah bata, sedangkan
dalam uji iodin/lugol, jagung menghasilkan warna biru keunguan. Dari kedua uji
tersebut, diperoleh jagung mengandung glukosa dan amilum karbohidrat.
- Pada ubi jalar, dalam uji benedict menghasilkan warna merah bata, sedangkan
dalam uji iodin/lugol, ubi jalar menghasilkan warna hitam. Dari kedua uji tersebut
diperoleh ubi jalar mengandung glukosa dan amilum karbohidrat.
4. Pada minyak goreng, kertas koran yang telah ditetesi berubah menjadi transparan.
Hal ini menunjukkan bahwa minyak goreng mengandung lemak, sama hal nya
dengan 2 bahan lainnya yaitu mentega dan tempe. Sedangkan pada tahu dan roti,
kertas koran yang telah ditetesi tidak berubah menjadi trasnparan. Hal ini
menunjukkan bahwa tahu dan roti tidak mengandung lemak.
217
5. Karbohidrat
Karbohidrat setelah dicerna di usus akan diserap oleh dinding usus halus dalam
bentuk monosakarida. Monosakarida dibawa oleh aliran darah sebagain besar
menuju hati. Di dalam hati, monosakarida mengalami proses sintesis menghasilkan
glikogen, dioksidasi menjadi CO2 dan H2O atau dilepaskan untuk dibawa oleh
aliran darah ke bagian tubuh yang memerlukan. Hati dapat mengatur kadar glokosa
dalam darah atas bantuan hormon insulin yang dikeluarkan oleh kelenjar pankreas.
Hormon yang mengatur kadar gula dalam darah yaitu insulin (dihasilkan oleh
pankreas dan berfungsi menurunkan kadar glukosa dalam darah) dan hormon
adrenalin (dihasilkan oleh korteks adrenal, berfungsi menaikkan kadar glukosa
dalam darah)
Protein
Di dalam tubuh, protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa reaksi hidrolisis
serta enzim-enzim yang bersangkutan. Enzim-enzim yang bekerja pada proses
hidrolisis protein, antara lain pepsin, tripsin, kemotripsin, karboksipeptidase, dan
amino peptidase. Protein yang telah dipecah menjadi asam amino, kemudian
diabsorbsi melalui dinding usus halus dan sampai ke pembuluh darah. Setelah
diabsorbsi dan masuk ke dalam pembuluh darah, asam amino tersebut sebagian
besar langsung digunakan oleh jaringan. Protein tidak dapat disimpan di dalam
tubuh sehingga kelebihan protein akan segera dibuang atau diubah menjadi zat lain.
Zat sisa hasil penguraian protein yang mengandung nitrogen akan dibuang bersama
air seni dan zat sisa yang tidak mengandung nutrogen akan diubah menjadi
karbohidrat dan lemak. Oksidasi 1 gram dapat menghasilkan energi 4 kalor.
Lemak
Lemak akan dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim
lipase. Proses ini berlangsung dalam saluran pencernaan. Sebelum diserap usus,
asam lemak akan bereaksi dengan garam empedu membentuk senyawa, seperti
sabun. Selanjutnya senyawa akan diserap jonjot usus dan akan terurai menjadi asam
lemak dan garam empedu. Oleh lemak tersebut akan bereaksi dengan gliserol
membentuk lemak. Kemudian diangkut oleh pembuluh getah bening usus menuju
pembuluh getah bening dada kiri. Selanjutnya ke pembuluh balik bawah selangka
kiri. Metabolisme Lemak akan dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol dengan
bantuan enzim lipase. Proses ini berlangsung dalam saluran pencernaan. Sebelum
diserap usus, asam lemak akan bereaksi dengan garam empedu membentuk
218
senyawa, seperti sabun. Selanjutnya, senyawa akan diserap jonjot usus dan akan
terurai menjadi asam lemak dan garam empedu. Oleh lemak tersebut bereaksi
dengan gliserol membentuk lemak. Kemudian diangkut oleh pembuluh getah bening
usus menuju pembuluh getah bening dasda kiri. Selanjutnya, ke pembuluh balik
bawah selangka kiri. Lemak dikirim dari tempat penimbunannya ke hati dalam
bentuk lesitin untuk dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol.
Selanjutnya, gliserol akan diubah menjadi gula otot atau glikogen. Asam lemak
akan diubah menjadi asetil koenzim.
IX. Kesimpulan
Pada uji bahan makanan yang telah dilalukan, diperoleh hasil :
Nasi merupakan bahan makanan yang mengandung glukosa dan amilum karbohidrat
berdasarkan uji benedict dan uji iodin/lugol.
Roti merupakan bahan makanan yang mengandung glukosa dan amilum karbohidrat
berdasarkan uji benedict dan uji iodin/lugol, serta tidak mengandung lemak
berdasarkan uji lemak.
Kentang merupakan bahan makanan yang mengandung amilum karbohidrat
berdasarkan uji iodin/lugol tetapi tidak mengandung glukosa berdasarkan uji benedict.
Jagung merupakan bahan makanan yang mengandung glukosa dan amilum
karbohidrat berdasarkan uji benedict dan uji iodin/lugol.
Ubi jalar merupakan bahan makanan yang mengandung glukosa dan amilum
karbohidrat berdasarkan uji benedict dan uji iodin/lugol.
Tahu merupakan bahan makanan yang mengandung protein berdasarkan uji biuret.
Sedangkan tidak mengandung lemak berdasarkan uji lemak.
Tempe merupakan bahan makanan yang mengandung protein berdasarkan uji biuret
dan mengandung lemak berdasarkan uji lemak.
Telur merupakan bahan makanan yang mengandung protein berdasarkan uji biuret.
Susu merupakan bahan minuman yang mengandung protein berdasarkan uji biuret.
Kacang tanah merupakan bahan makanan yang mengandung protein berdasarkan uji
biuret.
Minyak goreng merupakan bahan makanan yang mengandung lemak berdasarkan uji
lemak.
Mentega merupakan bahan makanan yang mengandung lemak berdasarkan uji lemak.
219
X. Daftar Pustaka
1. Irnaningtyas. 2014. Biologi Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta:Penerbit Erlangga.
2. https://www.gurupendidikan.co.id/pengujian-zat-makanan/
3. http://elissapr.blogspot.com/2016/02/laporan-praktikum-biologi.html
4. https://id.scribd.com/doc/175527302/Praktikum-Uji-Makanan
5. Ayu Ratna P, Fitria Yulistiani, PEMBUATAN GULA CAIR DARI PATI SINGKONG
DENGAN MENGGUNAKAN HIDROLISIS ENZIMATIS
6. http://vina-lutfia.blogspot.com/2013/03/laporan-praktikum-uji-bahan-
makanan.html
7. https://www.academia.edu/36584426/KARBOHIDRAT_Jagung_dan_Yakult_
LABORATORIUM_BIOKIMIA_PROGRAM_STUDI_ILMU_DAN_TEKN
OLOGI_PANGAN
8. https://media.neliti.com/media/publications/279841-sifat-fisik-granul-amilum-
jagung-yang-di-da64ae05.pdf
9. http://mithaizhasp.blogspot.com/2013/01/menguji-kandungan-glukosa-
protein.html
10. https://geograpik.blogspot.com/2020/09/jelaskan-proses-metabolisme-
pencernaan.html
XI. Lampiran
Semua hasil percobaan diperoleh dari studi pustaka dengan sumber internet/artikel yang
berbeda – beda sehingga banyak sumber yang tidak mencantumkan lempiran pada artikelnya.
220
LEMBAR PENILAIAN
SISWA TEMAN GURU
Komentar Singkat Komentar
Komentar Singkat
Tugas portofolio kali ini Singkat
dapat membuat saya lebih Nilai Ttd
mengetahui tentang hal – hal
yang terkandung dalam
makanan.
Nilai dan Ttd
Nilai dan Ttd
85
221
BAB VII
SISTEM PERNAPASAN
A. Jurnal Belajar
Hari/Tanggal : Jumat/ 29 Januari 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, saya dan teman – teman kelas saya bersama anak kelas XI IPA 5
kembali melakukan pembelajaran Biologi setelah kami melaksanakan Ulangan Harian
Biologi bab sistem pencernaan pada Hari Senin (25/01/2021) lalu, serta pada Hari Rabu
(27/01/2021), kami free class sebagai pengganti jam ulangan. Hari ini, kami melakukan
pertemuan Biologi pada 2 jam terakhir pelajaran secara virtual melalui Google Meet yang
dibimbing oleh guru Biologi kami, Ibu Puspa.
Ibu Puspa membagikan link meeting ke grup kelas WA kami, saya pun join ke
pertemuan dan menunggu Ibu Puspa menerima semua anak – anaknya secara satu per satu.
Setelah itu, Ibu Puspa mengonfirmasi ulang bahwa untuk kelas XI IPA 4, anak muridnya
sudah lengkap, kemudian untuk XI IPA 5, ada Aldinan yang belum bergabung bersama
kami. Selanjutnya, Ibu Puspa mengawali pembahasan mengenai bahwa OSIS SMANSA
mengadakan kegiatan bakti sosial untuk membantu korban musibah yang sudah dialami
beberapa wilayah di Indonesia. Selain itu, 2 siswa smansa sedang berduka dikarenakan ayah
mereka meninggal dunia. Untuk itu, dimohon para pengurus kelas untuk membantu
mengkoordinir sumbangan dari para siswa/i di kelasnya. Lalu, Ibu Puspa juga menginfokan
kami bahwa setiap anak akan mengumpulkan foto diri dengan ukuran 3x4 serta background
warna biru.
Ibu Puspa kemudian melanjutkan pembahasan mengenai rekap hasil ulangan harian bab
lalu, Ibu Puspa bangga dengan anak IPA 4 dan IPA 5 karena telah memberikan hasil yang
terbaik. Ada beberapa anak yang remedial, yaitu 2 anak dari IPA 4 dan 1 anak dari IPA 5.
Ibu Puspa harap tidak ada lagi yang remedial untuk ulangan kedepannya.
Kami pun masuk pada pembelajaran bab baru yaitu mengenai sistem pernapasan. Ibu
222
222
Puspa mengatakan bahwa hari ini kami telah masuk pertemuan pertama di bab baru dan
masing – masing anak harus mengerjakan jurnal belajar 1. Ibu Puspa membagikan
powerpoint mengenai materi sistem pernapasan ke masing – masing grup WA kelas dan Juan
Carlos membagikan screen ppt – nya ke dalam ruang pertemuan. Pembahasan materi
pertama dimulai dengan membahas definisi pernapasan. Ibu Puspa meminta anak yang
bersedia menjelaskan pengertian dari pernapasan. Candyle dari IPA 4 dan Albert dari
IPA 5 pun mengajukan diri, mereka menjelaskan definisi menurut pemahaman mereka
masing – masing secara bergantian. Ibu Puspa kemudian memuji Candyle dan Albert karena
sudah menjelaskan dan Ibu Puspa berkata bahwa setiap sisswa/i lainnya harus pro aktif,
dikarenakan nilai rapot itu bukanhanya hasil dari nilai ulangan melainkan juga diambil dari
nilai keaktifan. Lalu Ibu Puspa punmenambahkan penjelasan pernapasan.
Selanjutnya masuk ke fungsi sistem pernapasan pada manusia. Engeline dari IPA
4 menjelaskan mengenai fungsi sistem pernapasan, kemudian dibantu untuk menambahkan
penjelasan beberapa item fungsi secara lebih rinci oleh Aaliyah dari IPA 4, Oasis dari IPA 4,
Engeline kembali melanjutkan tambahan penjelasannya, dan Thezar dari IPA 5. Mereka
semua kemudian dipuji oleh Ibu Puspa kemudian Ibu Puspa melanjutkan untuk menjelaskan
fungsi sistem pernapasan.
Setelah itu masuk ke materi organ sistem pernapasan, Ibu Puspa meminta anak yang
bersedia untuk menyebutkan urutan sistem pernapasan berdasarkan slide ppt, Madinah dari
IPA 5 pun mengajukan diri untuk menyebutkan urutan sistem pernapasan kemudian
dilengkapi oleh Nadia dari IPA 5. Kemudian Juan dari IPA 4 menjelaskan tentang hidung
setelah itu ditambahkan penjelasan proses yang terjadi pada hidung oleh Sakhi dari IPA 5
danBoeih dari IPA 5. Ibu Puspa juga melanjutkan penjelasan mengenai hidung hingga waktu
pembelajaran telah berakhir.
Kesimpulan dari pertemuan ini yaitu kami telah memahami pengerian dan
penjelasan pernapasan, lalu fungsi sistem pernapasan ada 9, penjelasan urutan organ
pernapasan, dan proses yang pada hidung.
Pertemuan hari ini sangat mengesankan, saya turut senang karena Ibu Puspa merasa
bangga kepada siswa/i IPA 4 dan IPA 5 tetapi Ibu Puspa juga hampir marah karena Ibu
Puspaingin anak – anak IPA 4 dan IPA 5 harus bisa lebih aktif lagi. Saya harap semoga diri
saya sendiri bersama teman – teman yang lain dapat lebih aktif dalam pembelajaran
selanjutnya. Semoga kami semua selalu diberi kesehatan agar bisa melakukan proses belajar
secara maksimal dan untuk kedepannya semoga dapat belajar dengan baik sehingga
mendapat nilai yang memuaskan.
223
223
Bukti Screenshot Pertemuan Hari ini :
224
224
Hari/Tanggal : Rabu/ 03 Februari 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, saya dan teman – teman kelas saya bersama kelas XI IPA 5 kembali
bertemu dengan pelajaran Biologi pada jam kelima dan keenam. Kami menunggu kabar dari
Ibu Puspa dan ketua kelas XI IPA 4, yaitu Juan menanyakan apakah hari ini ada pertemuan
Biologi atau tidak melalui grup WA kelas. Ibu Puspa menjawab ada, tetapi karena ada
kendala jaringan, maka kami diminta untuk menunggu sebentar. Kami pun menunggu hingga
pada pukul 10.21 Ibu Puspa membagikan link pertemuan Biologi. Saya pun join dan
menunggu untuk diterima oleh Ibu Puspa. Setelah diterima, kami menunggu semua anak
diterima. Ibu Puspa kemudian mengabsen anak yang belum hadir, baik IPA 4 maupun IPA 5.
Kemudian setelah selesai, Ibu Puspa mengawali pembahasan mengenai kendala jaringan
yang dialami oleh Ibu Puspa.
Kemudian Ibu Puspa sempat membahas tentang video Ibu Puspa di youtube milik
Ibu Puspa dan membahas mengenai rancangan kegiatan Ibu Puspa dalam mengajar murid
IPA 4 dan IPA 5. Sayangnya, di tengah – tengah penjelasan suara Ibu Puspa sedikit putus –
putus bahkan sampai kurang jelas sehingga saya sedikit kurang memahami pembahasan yang
sedang dilakukan.
Selanjutnya, kami memasuki pembahasan materi lanjutan dari pertemuan yang lalu.
Pada pertemuan yang lalu, kami telah membahas sampai hidung dan sekarang kami akan
melanjutkan ke materi laring, dll. Pada penjelasan laring, seperti biasa Ibu Puspa meminta 1
anak yang bersedia untuk menjelaskan mengenai laring, boleh langsung menjelaskan dari
pemahaman maupun membaca dari sumber yang ada. Deswita dari IPA 5 mengajukan diri
untuk menjelaskan laring, ia pun menjelaskan dengan baik dan kemudian penjelasan laring
dilanjutkan oleh Ibu Puspa. Setelah itu, Ibu Puspa melanjutkan untuk menjelaskan organ
sistem pernapasan daritrakea sampai paru – paru beserta baian – bagiannya.
Sampai kemateri mekanisme pernapasan, kami semua diminta oleh Ibu Puspa untuk
mempraktekkan menghirup dan mengeluarkan udara (bernapas). Kami semua pun mencoba
sesuai instruksi dari Ibu Puspa.
225
225
Setelah itu beberapa anak dari kami ditanya apa yang terjadi pada tubuh kita saat
bernapas tadi. Adastra dari IPA 4 dipanggil oleh Ibu Puspa, tetapi Adastra mengatakan
bahwa jaringannya sedang ada kendala sehingga suaranya putus – putus. Ibu Puspa pun
beralih ke Andi dari IPA 5. Andi ditanyai apa yang terjadi pada proses inspirasi saat
bernapas. Andi pun menjawab dengan dibantu oleh Ibu Puspa dan Afif dari IPA 4 bahwa
yang terjadi pada tubuh kitasaat proses inspirasi yaitu otot interkostal eksternal berkontaksi,
tulang rusuk terangkat ke atas dan ke depan, volume rongga dada membesar, tekanan udara
paru – paru mengecil, serta otot diafragma berkontraksi sehinggadiafragma yang semula
melengkung berubah menjadi datar. Selanjutnya untuk proses ekspirasi, Rania dari IPA 4
menjelaskan apa yang terjadi pada tubuh saat proses tersebut. Rania menyebutkan bahwa saat
ekspirasi, yang terjadi pada tubuh ialah otot diafragma relaksasi sehingga diafragma yang
mendatar berubah menjadai melengkung kembali, volume rongga dada menyempit, tulang
rusuk turun kembali, tekanan udara paru – paru menjadi besar, dan otot interkostal luar
relaksasi.
Kami melanjutkan ke pembahasan frekuensi pernapasan, Candyle dari IPA 4
menjawab pertanyaan Ibu Puspa yaitu pengertian frekuensi. Setelah itu, Engeline dari IPA 4
mengajukan diri untuk menjelaskan faktor – faktor yang memengaruhi frekuensi pernapasan,
yaitu jenis kelamin; umur; suhu tubuh; posisi dan aktivitas tubuh; emosi, rasa sakit dan
ketakutan; status kesehatan; serta ketinggian tempat. Setelah dijelaskan Engeline, Ibu Puspa
juga menambahkan penjelasan dari ketujuh faktor tersebut. Setelah itu, waktu pembelajaran
telah usai dan kami pun mengakhiri pertemuan hari ini.
Pada pembelajaran hari ini, cukup menyenangkan dan sangat bermanfaat sekali. Saya
mendapatkan ilmu baru dari pertemuan hari ini. Hanya saja sebelumnya sempat ada kendala
dalam jaringan sehingga proses pembelajaran terhambat sebentar. Tetapi bagi saya tidak apa
– apa, saya harap pada pertemuan selanjutnya kami dapat bertemu kembali dengan anggota
yang lengkap serta selalu dalam keadaan sehat sehingga kami dapat melaksanakan proses
pembelajaran dengan maksimal.
226
226
Bukti Screenshot Pertemuan Hari ini :
227
227
Hari/Tanggal : Jumat/ 05 Februari 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, saya dan teman – teman kelas saya bersama kelas XI IPA 5 akan
melakukan pertemuan daring melalui Google Meet pada 2 jam terakhir yang dibimbing oleh
guru Biologi kami, Ibu Puspa. Ibu Puspa membagikan link pertemuan hari ini pada pukul
10.04, lalu saya pun mencoba untuk bergabung ke pertemuan. Saya belum diterima dan
teman – teman saya juga masih banyak yang belum keterima. Ibu Puspa mengalami lag dan
terkeluar dari meet. Saya pun menunggu cukup lama hingga pada pukul 10.23 akhirnya saya
berhasil diacc oleh Ibu Puspa.
Ibu Puspa masih mengalami gangguan jaringan, jadi suara Ibu Puspa terputus –
putus bahkan sampai menghilang. Saat suara Ibu Puspa menghilang saya merasa ada masalah
pada perangkat saya, saya pun mencoba keluar sebentar lalu masuk kembali. Suara Ibu Puspa
sudah normal dan ternyata Ibu Puspa sedang membahas transpor oksigen. Saat masih
melanjutkan pembahasan, Ibu Puspa terkeluar dari meet. Ibu Puspa pun meminta ketua kelas
XI IPA 4, Juan Carlos untuk membuka pertemuan baru. Juan kemudian membagikan link dan
saya join ke pertemuan yang baru. Sambil menunggu beberapa menit hingga pukul 10.44,
Ibu Puspa terhubung kembali. Sekarang suara Ibu Puspa sudah mulai jelas dan kami pun
melanjutkan pembahasan materi.
Ibu Puspa melanjutkan untuk menjelaskan transport CO2. Setelah itu, kami
membahas mengenai 10 volume dan kapasitas paru – paru. Ibu Puspa meminta 10 anak untuk
menjelaskan masing – masing materi tersebut, baik dari pemahaman sendiri maupun
membaca dari suatu sumber. Aaliyah dari IPA 4 pertama kali mengajukan diri untuk
menjelaskan Volume Tidal (VT), lalu dilanjutkan oleh Candyle dari IPA 4 yang menjelaskan
Volume Cadangan Inspirasi (VCI), Ghina dari IPA 5 menjelaskan Volume Cadangan
Ekspirasi (VCE), Dwi dari IPA 4 menjelaskan Volume Resideu (VR), Rania dari IPA 4
menjelaskan Kapasitas Residu Fungsional (KRF), Afif dari IPA 4 menjelaskan Kapasitas
Inspirasi (KI), Engeline dari IPA 4 menjelaskan Kapasitas Vital (KV), Elvina dari IPA 4
menjelaskan Kapasitas Total Paru – paru (KTP), Madinah dari IPA 5 menjelaskan Volume
Respirasi per Menit, dan terakhir yaitu Thezar menjelaskan Volme Ekspirasi Kuar dalam
228
228
Satu Detik (VEK1) atau Ekspirasi Paksa dalam Satu Detik. Masing – masing penjelasan dari
mereka ditambahkan juga penjelasan dari Ibu Puspa. Saat proses menjelaskan materi tadi,
kami banyak rebutan untuk menjelaskan dan yang tercepat untuk menjelaskan adalah yang
terpilih.
Ibu Puspa melanjutkan untuk membahas dan menjelaskan tentang bahaya rokok
pada tubuh. Di sela – sela pembahasan, Ibu Puspa memberikan pertanyaan tentang mengapa
perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif. Candyle dari IPA 4 mengajukan diri
untuk menjawab pertanyaan Ibu Puspa. Candyle memaparkan jawabannya dengan baik dan
ditambahkan penjelasan dari Ibu Puspa. Waktu pembelajaran pun telah berakhir. Ibu Puspa
meminta kami untuk membaca dan memahami materi gangguan pernapasan dan teknologi
sistem pernapasan. Ibu Puspa menyampaikan untuk pertemuan selanjutnya, kami akan
diberi tugas untuk mengerjakan portofolio pada bab ini. Kami pun mengakhiri pertemuan
hari ini dan keluar satu per satu.
Pertemuan hari ini kembali mengalami kendala jaringan seperti yang terjadi akhir –
akhir ini. Syukurlah kami masih memiliki cukup waktu untuk membahas materi ini dan saya
mendapatilmu baru lagi. Saya harap untuk pertemuan selanjutnya, semuanya dapat berjalan
dengan baik, mudah, dan lancar, baik dari kesehatan tubuh hingga kelancaran jaringan.
Bukti Screenshot Pertemuan Hari ini :
229
229
Hari/Tanggal : Rabu/10 Februari 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, saya dan teman – teman kelas saya bersama kelas XI IPA 5
melakukan pertemuan Biologi secara virtual melalui aplikasi Google Meet yang dibimbing
oleh guru Biologi kami, Ibu Puspa. Ibu Puspa membagikan link pertemuan melalui grup
WA kelas dan saya pun bergabung 3 menit kemudian. Saat saya sudah bergabung dalam
pertemuan. Ibu Puspa mengajak kami untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada
Kepala SMAN 1 Balikpapan, Bapak Drs. Eddy Effendi. Aaliyah dari IPA 4 menjadi orang
yang memimpin dan mewakil ucapan kepada Pak Eddy dan setelah itu secara serentak kami
mengucapkan selamat ulang tahun kepada Pak Eddy. Proses pembuatan video ucapan ini
dilalui dengan waktu yang cukup lama karena kami beberapa kali mengulang sampai
mendapatkan hasil yang terbaik. Video ucapan itupun di-share Ibu Puspa ke grup WA kelas.
Setelah selesai, kami melanjutkan pembahasan lain. Ibu Puspa mengatakan bahwa
Ibu Puspa sedang berbahagia, karena sudah banyak anak IPA 4 maupun IPA 5 yang
mengumpulkan tugas di google classroom sebelum ibu Puspa mengarahkan tugasnya. Ibu
Puspa juga menginfokan bahwa Hari Selasa (16/02/2021) kami akan melaksanakan ulangan
harian bab sistem pernapasan. Selanjutnya Ibu Puspa menjelaskan kepada kami mengenai
tugas portofolio analisis pencemaran udara. Ibu Puspa membahas rinci mengenai hal – hal
yang harus dilakukan atau dimasukkan ke dalam laporan analisis tersebut. Setelah
menjelaskan, beberapa dari kami memberikan pertanyaan kepada Ibu Puspa, Je Ivan dari IPA
5 bertanya mengenai video youtube, Aaliyah dari IPA 4 mengingatkan bahwa Hari Jumat
merupakan tanggal merah sehingga hari ini adalah jurnal terakhir di bab ini, Shofa dari IPA 4
menanyakan waktu pengumpulan video, Ghinadari IPA 5 bertanya tentang format portofolio
bagian lembar pengesahan, Dwi dari IPA 4 menanyakan seragam yang digunakan saat
membuat video, dan Juan dari IPA 4 menanyakan format portofolio bagian tindak lanjut. Ibu
Puspa menjawab pertanyaan – pertanyaan tersebut dengan jelas dan dapat dipahami.
230
230
Setelah pembahasan – pembahasan mengenai tugas tadi, Ibu Puspa
menanyakan siapa saja murid kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 yang sudah selesai membuat
videonya. Jika sudah selesai, bisa ditayangkan karena akan mendapat nilai spesial dari Ibu
Puspa dan lebih cepat mendapatkan saran jika masih ada kekurangan agar bisa diperbaiki
menjadi lebih baik. Tetapi, diantara kami semua, belum ada satupun murid yang mengajukan
diri. Kemudian Ibu Puspa meminta murid yang bertanggung jawab atas kehadiran siswa/i XI
IPA 4 dan XI IPA 5 untuk memeriksa anak yang tidak ada dalam pertemuan. Lanjut, Ibu
Puspa kembali memberi kesempatan bagi yang sudah membuat videonya. Hingga waktu
yang diberikan Ibu Puspa habis, kami semua masih belum ada yang mengajukan diri. Oleh
karena itu, Ibu Puspa akhirnyamengakhiri pertemuan Biologi kami sampai disini. Pertemuan
pun diakhiri dan kami semua mengucapkan terima kasih kepada Ibu Puspa dan masing –
masing keluar dari pertemuan.
Hari ini sangat menyenangkan, dimana saya dan semuanya mengucapkan selamat
ulang tahun kepada kepala sekolah kami dan juga suasana belajar hari ini sangat baik dan
menyenangkan. Saya harus menyelesaikan tugas – tugas saya sebelum batas waktunya dan
semoga saya dapat selesai dengan baik serta mendapatkan respon yang baik dari Ibu Puspa.
Semoga untuk ulangan yang akan data ng kami semua diberi kelancaran dan kemudahan
serta kami semua mendapat hasil yang sangat memuaskan.
Bukti Screenshot Pertemuan Hari ini :
231
231
B. Tugas – tugas
BIOLOGI KELAS XI
LAPORAN ANALISIS PENGARUH PENCEMARAN UDARA TERHADAP
KELAINAN PADA STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN PERNAPASAN MANUSIA
Oleh :
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Guru Mapel : Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2021
232
LEMBAR PENGESAHAN
Judul : Pengaruh Pencemaran Udara Oleh Debu Batu Bara Terhadap Sistem Pernapasan
Oleh : Putri Nur Az Zahra
Mengetahui, Balikpapan, 12 Februari 2021
Guru Biologi SMA Negeri 1 Balikpapan Siswa yang Bersangkutan,
Puspani, M.Pd Putri Nur Az Zahra
NIP. 19731010 200012 2 003 NIS. 19942
233
TUGAS PORTOFOLIO BAB 7
ANALISIS PENCEMARAN UDARA TERHADAP SISTEM PERNAPASAN
I. Judul
Pengaruh Pencemaran Udara Oleh Debu Batu Bara Terhadap Sistem Pernapasan
II. Tujuan
1. Dapat mengetahui cara menganalisis peristiwa pencemaran udara yang dihasilkan oleh debu
batu bara.
2. Dapat mengetahui penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari peristiwa pencemaran udara
yang dihasilkan oleh debu batu bara.
3. Dapat mengetahui bagaimana refleksi dan tindak lanjut yang harus dilakukan terhadap
pencemaran udara yang dihasilkan oleh debu batu bara.
III. Hasil Analisis
a. Peristiwa Pencemaran
Dari berita yang saya baca melalui website Situs Berita Lingkungan MONGABAY
berjudul “Warga Motui Keluhkan Debu Batubara dari PLTU Perusahaan Pemurnian Nikel”.
Dalam website tersebut dijelaskan bahwa sejak Agustus 2020 warga beberapa desa di
Kecamatan Motui, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, resah karena debu hitam batu bara
dari PLTU perusahaan pemurnian feronikel, PT Obsidian Stainless Steel menggangu
kehidupan mereka. Debu berterbangan di jalan, kebun-kebun sampai masuk ke dalam
rumah. Partikel hitam dari batu bara ini menyebar, yang terpantau hingga jarak tiga
kilometer ke desa-desa di Kecamatan Motui. Sedikitnya, warga enam desa terdampak
serbuan debu batu bara, yakni Desa Sama Subur, Wawoluri, Puuwonggia, Ranombopulu,
Motui dan Lambuluo.
Baharudin, Kepala Desa Motui, mengatakan bahwa debu hitam sangat menggangu
aktivitas warga. Sebelumnya, desa ini begitu asri. Nampak nyiur rimbun di sepanjang jalan
desa tempat Baharudin tinggal. Pohon-pohon besar di kebun warga juga berjejer di sekitar
kampung ini. Tetapi, semua keindahan alam Motui berubah seketika. Partikel-pertikel kecil
berwarna hitam berterbangan di lingkungan mereka. Debu nempel di pepohonan, tertiup
angin dan terbang ke penjuru desa. Warga, terutama ibu rumah tangga pun harus bekerja
eksta membersihkan rumah.
234
b. Penyebab Pencemaran
Warga resah karena pencemaran udara oleh debu batu bara. Pencemaran udara oleh
debu batu bara ini dapat terjadi dikarenakan aktivitas bongkar muat batu bara untuk untuk
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) oleh PT Obsidian Stainless Steel (OSS). Ini
perusahaan asal Tiongkok yang membuat pabrik pemurnian feronikel–campuran nikel dan
besi jadi nikel murni– hasil olahan induknya. Selain itu, ada juga PT Virtue Dragon Nickel
Industry (Virtue), yang beroperasi di Kawasan Industri Morosi, Konawe. Virtue mengolah
bijih nikel jadi feronikel. Kedua perusahaan ini beroperasi di Konawe, sebelah wilayah
Konawe Utara. Oleh karena itu, dari aktivitas bongkar muat perusahaan tersebut bisa terjadi
pencemaran udara oleh debu batu bara.
c. Akibat Pencemaran
Dari peristiwa pencemaran udara oleh debu batu bara di atas, dapat membuat para
warga menjadi terganggu aktivitasnya. Debu mulai banyak betebaran dimana mana. Tak
hanya di jalanan, debu menempel di lantai bahkan hingga dinding rumah warga. Baharudin
juga mengatakan, anak-anak sering mengalami batuk dan susah bernapas. Keluhan tertulis
mereka sampaikan ke OSS atas nama Pemerintah Kecamatan Motui diteken 15 kepala desa.
Bicara mengenai debu batu bara, bagi manusia yang terpapar partikel ini dapat
mengalami berbagai ancaman penyakit seperti kanker, jantung, diabetes, kerusakan paru –
paru, jantung, dan otak, serta bisa meningkatkan risiko terkena penyakit stroke. Selain itu,
debu batu bara juga dapat mengakibatkan penyakit gangguan pada sistem pernapasan
manusia, diantaranya :
- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan radang akut
saluran pernapasan atas maupun bawah yang disebabkan infeksi
jasad renik, bakteri, virus dan riketsia, tanpa atau disertai
parenkim paru. Pencemaran udara oleh debu batu bara
merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi seseorang
terkena ISPA.
- Pneumokoniosis
Pneumokoniosis adalah penyakit akibat kerja yang
kronik akibat menghirup debu dalam waktu yang lama dengan
ditandai adanya inflamasi dari alveolus. Para pekerja tambang
yang setiap hari terpapar debu batu bara bisa merusak paru-paru
235
mereka. Terpapar debu batu bara berlebih atau dalam jangka
waktu lama bisa menyebabkan pneumokoniosis. Selain itu,
dalam bahasa awam, adapula sebutan penyakit akibat paparan
debu batu bara disebut penyakit paru – paru hitam atau
pneumokoniosis batu bara. Pneumokoniosis batu bara terjadi
karena terhirup debu batu bara berlebih atau dalam jangka
waktu lama. Pneumokoniosis pada pekerja tambang batu bara
tidak dapat disembuhkan karena kerusakan pada paru-paru
menetap. Alternatifnya, penderita hanya dapat mengurangi atau
mengontrol gejala, yaitu dengan bronkodilator dan terapi
oksigen.
d. Refleksi
Setelah melakukan proses analisis pencemaran udara terhadap sistem pernapasan, saya
mengambil peristiwa tentang pencemaran udara udara oleh debu batu bara yang dirasakan
oleh warga beberapa desa di Kecamatan Motui, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dari
pembahasan mengenai peristiwa hingga akibatnya, saya dapat mengetahui bahwa
pencemaran udara ini bisa sangat berbahaya bagi orang – orang yang menghirupnya.
Dampak dari pencermaran udara ini bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan,
menimbulkan penyakit – penyakit serta gangguan pernapasan yang berbahaya bagi manusia,
bahkan jika penyakit itu semakin parah dan tak kunjung diobati dapat menyebabkan
kematian. Para pekerja pabrik batu bara juga sama bahayanya dikarenakan mereka
menghirup debu batu bara di waktu yang cukup lama, terlebih bagi mereka yang juga
merupakan perokok aktif. Para warga sekitar juga secara tidak sengaja ikut menghirup debu
batu bara yang berdampak buruk bagi kesehatan mereka, apalagi para bayi atau anak kecil,
dan orang yang sudah tua maupun orang yang mempunyai riwayat pernyakit pernapasan.
Setelah membuat dan merangkum analisis ini, saya sadar bahaya dari pencemaran
udara batu bara ini. Saya menyimpulkan langkah yang bisa dilakukan jika mengalami
permasalahan yang sama ialah tetap di dalam rumah ketika tidak ada aktivitas yang penting
di luar rumah. Jika diharuskan untuk bekerja atau beraktivitas di luar rumah, lebih baik
untuk menggunakan perlindungan pernapasan seperti masker. Selain itu, melakukan
pemeriksaan kesehatan jika merasakan gejala – gejala penyakit pernapasan seperti batuk,
flu, dll yang cukup parah. Lalu untuk perokok sebisa mungkin untuk mengurangi menghisap
rokok agar terhindar dari penyakit – penyakit akibat pencemaran debu batu bara.
236
e. Tindak Lanjut
Dari permasalahan pencemaran udara oleh debu batu bara yang dirasakan oleh para
warga beberapa desa di Kecamatan Motui, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, pada hasil
pertemuan, OSS menyampaikan, akan rutin menyiram batu bara untuk menghilangkan debu.
Roni Syukur, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT OSS, mengakui bila partikel hitam yang
dirasakan warga dari batu bara sejak tak ada hujan dan tak ada penyiraman. “Ada
miskomunikasi dari bagian penyiraman dengan orang lapangan. Debu batu bara itu
dari stockpile kita. Jadi, saya sudah sampaikan (ke warga), perusahaan akan lebih
memperhatikan masalah penyiraman.” Selain itu, katanya, akan ada belt conveyor dari
pengangkutan ke PLTU. Kini, mekanisme pengangkutan batubara pakai truk tertutup terpal.
Merah Johansyah, Koordiantor Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) mengatakan, debu
batu bara sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan kalau tidak cepat ditanggulangi.
Pemerintah daerah juga harus melakukan pengawasan lapangan serta harus audit karena
dalam UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup ada peran pemerintah dari
daerah sampai nasional. Menurut Merah Johansyah, perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup merupakan upaya sistematis dan terpadu untuk melestarikan fungsi dan
mencegah pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup, meliputi perencanaan,
pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum. Selain itu,
ia juga mengatakan peristiwa di Motui, Konawe Utara, harus segera ditindak lanjuti.
Adapun hal – hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terkena penyakit dari pencemaran
udara oleh debu batu bara ini, yaitu sebagai berikut :
1. Memakai alat pelindung pernapasan, seperti masker.
2. Bagi para pekerja pabrik perusahaan untuk memakai alat pelindung diri.
3. Mengurangi pemakaian rokok.
4. Banyak minum air putih agar tidak menimbulkan dehidrasi pada tubuh.
5. Mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu penting.
6. Melakukan pemeriksaan kesehatan pribadi jika merasakan gejala – gejala penyakit
pernapasan.
Diharapkan dengan hal – hal yang ditindaklanjuti di atas, permasalahan yang dialami oleh
baik warga maupun pihak perusahaan dapat diselesaikan.
237
IV. Daftar Pustaka
1. Kamarudin. 2020. "Warga Motui Keluhkan Debu Batubara dari PLTU Perusahaan
Pemurnian Nikel". https://www.mongabay.co.id/2020/09/21/warga-motui-keluhkan-debu-
batubara-dari-pltu-perusahaan-pemurnian-nikel/ . Diakses pada 10 Februari 2021 jam
20.00 WITA.
2. Hafsari, Duta, M. Ricky Ramadhian, Fitria Saftarina. 2015. "Debu Batu Bara Dan
Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut Pada Pekerja Pertambangan Batu
Bara".https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/1405 . Diakses
pada 11 Februari 2021 jam 11.00 WITA.
3. Prihantini, dkk. 2020. "Waspada Pneumokoniosis Pada Pekerja Di Industri
Pertambangan”.http://repository.uki.ac.id/1914/#:~:text=Pneumokoniosis%20adalah%20p
enyakit%20akibat%20kerja,ditandai%20adanya%20inflamasi%20dari%20alveolus .
Diakses pada 11 Februari 2021 jam 11.10 WITA.
4. Darmawan, Armaidi. 2013. "Penyakit Sistem Respirasi Akibat Kerja". Jurnal. Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Jambi: Universitas Jambi.
5. “Bahaya Menghirup Debu Batu Bara, Pekerja Tambang Rentan Terkena
Pneumokoniosis”. Safetysign.co.id. 28 Maret 2016. Diakses pada 11 Februari 2021.
https://www.safetysign.co.id/news/210/Bahaya-Menghirup-Debu-Batu-Bara-Pekerja-
Tambang-Rentan-Terkena-Pneumokoniosis.
6. “9 Cara Menjaga Organ Pernapasan agar Tetap Sehat”. Kompas.com. 17 Juni 2020.
Diakses pada 11 Februari 2021.
https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/17/133933420/9-cara-menjaga-organ-
pernapasan-agar-tetap-sehat?page=all.
238
LEMBAR PENILAIAN
SISWA TEMAN GURU
Komentar Singkat Komentar
Komentar Singkat
Kali ini, tugas yang saya Singkat
buat dapat membuat saya Nilai Ttd
memahami bahaya asap
ataupun debu pabrik bagi
sistem pernapasan manusia
Nilai dan Ttd
Nilai dan Ttd
85
239
BAB VIII
SISTEM EKSKRESI
A. Jurnal Belajar
Hari/Tanggal : Jumat/ 19 Februari 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, setelah saya dengan teman – teman kelas saya beserta anak murid
Ibu Puspa kelas 11 IPA telah melaksanakan ulangan harian Biologi bab sistem pernapasan,
kami bertemu lagi untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran daring yang akan membahas
dan mempelajari bab selanjutnya. Ibu Puspa membagikan link pertemuan Google Meet
seperti biasa, saya terlambat join karena saya baru keluar kamar mandi. Kemudian saya
membuka ponsel dan langsung join ke pertemuannya.
Setelah saya masuk, Ibu Puspa sudah membahas tentang hasil nilai ulangan
kami yang bab sebelumnya. Ibu Puspa bangga dengan anak IPA 4 dan IPA 5 karena banyak
yang sudah mendapat nilai yang sempurna. Ibu Puspa harap yang sudah bagus nilainya bisa
dipertahankan dan bagi yang kurang agar lebih ditingkatkan lagi belajarnya. Kemudian Ibu
Puspa juga senang dan bangga kepada IPA 5 karena tingkat kehadiran mereka tinggi,
semuanya pasti hadir dalam tiap pertemuan, sedangkan IPA 4 perlu ditingkatkan lagi karena
masih ada beberapa anak yang terlambat dan belum bergabung ke dalam pertemuan. Adastra
dari kelas XI IPA 4 belum bergabung, Ibu Puspa menanyakan kabarnya kepada kami dan
kami tidak ada yang tahu, lalu Ibu Puspa langsung menelpon Adastra dan Adastra
mengangkat kemudian mengatakan bahwa ia sedang membeli voucher listrik sebentar. Ibu
Puspa pun lalu meng-iya-kan dan setelah itu menunggu Adastra untuk segera bergabung ke
pertemuan. Di sela – sela itu, Ibu Puspa mengatakan bahwa orang tua harus memahami
anaknya jika sedang ada waktu sekolah daring dan sebaiknya jangan menyuruh anaknya
untuk melakukan hal – hal yang memakan waktu banyak ketika anaknya melakukan
kegiatan belajar daring.
240
240
Selanjutnya, kami membahas bab abru yaitu bab 8 tentang sistem ekskresi dan
mulai hari ini, kami sudah membuat jurnal pertama kami. Ibu Puspa menjelaskan sedikit
materi sistem ekskresi dan kemudian Ibu Puspa membuat tugas dengan membagi 3
kelompok yaitu kelompok ginjal, hati, dan kulit. Walaupun dibagi kelompok, pengerjaan
dan presentasi yang akan dilakukan tetap secara individu. Saya mendapat kelompok kulit.
Ibu Puspa menyuruh kami untuk mencatat/mengetik materi bagian sistem ekskresi yang
didapat, boleh bersumber dari apa saja, yang jelas materi yang dicatat mencakup materi
pengertian, fungsi, struktur, dan prosesnya dalam sistem ekskresi. Pertemuan selanjutnya
masing – masing dari kami akanmempresentasikan dengan cara menjelaskan kepada semua
murid sesuai materi yang akan kami catat.
Setelah itu, Ibu Puspa menyudahi pertemuan kami. Kami harus mengerjakan
tugas kami setelah ini guna untuk mempersiapkan pertemuan selanjutnya. Pertemuan hari
ini kami sudah membahas materi bab baru lagi. Hari pertama cukup bermanfaat dan
menyenangkan. Saya harap untuk pertemuan – pertemuan selanjutnya kami bisa lancar
dalam menjelaskan materi kami masing – masing.
Bukti Screenshot Pertemuan Hari ini:
241
241
Hari/Tanggal : Jumat/ 26 Februari 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra /XI IPA 4
Pada hari ini, saya dan teman – teman kelas saya bersama murid kelas XI IPA 5
kem- bali melakukan pertemuan Biologi yang dib imbing oleh guru Biologi kami, Ibu Puspa
me- lalui Google Meet. Ibu Puspa membagikan link pertemuan ke grup WA kelas dan kami
join satu per satu. Kami bertemu lagi di hari ini bukan hari Rabu dikarenakan kelas saya
diadakan pengambilan kartu perdana dan juga pengambilan raport sehingga Ibu Puspa
sedang sibuk. Oleh karena itu, pertemuan kami dilanjutkan pada hari ini, yaitu hari Jumat.
Setelah semua murid telah bergabung, Ibu Puspa membahas mengenai
pengambilan rapot pada Hari Rabu (24/2/2021) terlebih dahulu. Setelah itu Ibu Puspa
melanjutkan pemba- hasan materi dari pertemuan sebelumnya, yaitu mengenai sistem
ekskresi. Pada pertemuan sebelumnya, kami telah dibagikan materi sesuai kelompoknya.
Pertemuan kali ini, Ibu Puspa meminta kelompok kulit untuk menjelaskan materinya masing
– masing. Ibu Puspa mena- warkan siapa murid yang bersedia menjelaskan materi kulitnya
tanpa ditunjuk. Lalu, Candyledari IPA 4 pun mengajukan diri untuk menjelaskan. Candyle
menjelaskan materi kulit baik dari definisi, fungsi, struktur, hingga proses – proses ekskresi
pada kulit. Kemudian setelah itu, Ibu Puspa kembali menawarkan murid kelompok kulit
untuk menambahkan penjelasan mereka yang belum dijelaskan oleh Candyle. Deswita dari
IPA 5 mengajukan diri dan menambahkan penjelasan mengenai gangguan – gangguan pada
kulit dan teknologi yang dapat mengatasinya. Setelah itu, dilanjutkan penambahan
penjelasan oleh Engeline dari IPA 4 mengenai faktor – faktor yang memengaruhi
pengeluaran keringat. Serta penjelasan dilanjutkan oleh Nadia dari IPA 5, Shofa dari IPA 4,
Afif dari IPA 4, dan Aldi’an dari IPA 5. mereka membahas bermacam – macam tentang
kulit, diantaranya penjelasan mengenai cara merawat kulit, bagian – bagian struktur kulit
epidermis, dll. Ibu Puspa pun ada menambahkanbeberapa tambahan penjelasan kepada kami
semua mengenai bagian kulit ini. Lalu setelah penjelasan – penjelasan yang telah teman –
teman semua dan Ibu Puspa sampaikan, tidak terasa, jam pelajaran Biologi pun sudah
berakhir dan Ibu Puspa mengakhiri pertemuan kami.
242
242
Pertemuan kali ini, sangat bermanfaat karena dapat menambah pengetahuan dan
pem- ahan mengenai kulit dalam sistem ekskresi. Saya juga bagian kulit, tetapi saya belum
sempat untuk menjelaskan serta saya masih memiliki keraguan. Semoga untuk pertemuan -
per- temuan selanjutnya saya bisa mengajukan diri dan menjelaskan bagian saya. Semoga
kami semua selalu diberi kesehatan dan semangat dalam belajar agar kami bisa belajar
dengan maksimal untuk selanjutnya.
Bukti Screenshot Pertemuan Hari ini :
243
243
Hari/Tanggal : Rabu/ 3 Maret 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, saya dan teman – teman kelas saya bersama murid kelas XI IPA 5
kembali melakukan pertemuan Biologi yang dibimbing oleh guru Biologi kami, Ibu Puspa
melalui Google Meet. Saya terlambat join ke pertemuan dikarenakan saya baru keluar dari
kamar mandi untuk buang air. Setelah saya membuka grup dan melihat link yang telah
dibagikan, saya pun langsung masuk dan bergabung ke dalam pertemuan.
Saat saya telah bergabung, ternyata sudah membahas tentang materi ginjal
setelah penjelasan Aaliyah dari IPA 4 dan dilanjutkan oleh Albert dari IPA 5 lalu Dwi dari
IPA 4 menanggapi penjelasan tersebut. Ibu Puspa juga menambahkan penjelasannya.
Selanjutnya, Alya dari IPA 5 melanjutkan penjelasan proses pembentukan urine bagian
filtrasi glomerulus dan ditambahkan penjelasannya oleh Ibu Puspa. Kemudian Ibu Puspa
memberikan pertanyaan kepada Oasis dari IPA 4 dan Oasis menjawab pertanyaan dari Ibu
Puspa dalam pembahasan filtrasi glomerulus. Setelah itu, Alfonsus dari IPA 4 diminta oleh
Ibu Puspa untuk menjelaskan reabsorpsi tubulus. Lalu Ibu Puspa ada memberikan
pertanyaan lagi dan Dwi menjawab pertanyaan dari Ibu Puspa mengenai tempat terjadi
reabsorpsi dan mengapa terjadinya reabsopsi. Dwi pun juga ada menjawab pertanyaan Ibu
Puspa lagi sehingga Ibu Puspa memuji Dwi terkait penjelasan materi ginjal ini. Lanjut ke
pembahasan augmentasi, Ibu Puspa meminta Boeih dari IPA 5 untuk menjelaskan sekresi
tubulus pada augmentasi. Aurel dari IPA 4 juga ditunjuk oleh Ibu Puspa untuk menjawab
pertanyaan tentang apa maksud dari augmentasi dan zat – zat apa yang dikeluarkan bersama
urine. Ibu Puspa pun melanjutkan untuk memberi tambahan penjelasan. Pembahasan
dilanjutkan dengan penjelasan oleh Dicky dari IPA 5 mengenai penyimpanan sementara
urine dan berkemih. Terakhir, Ibu Puspa melanjutkan penjelasan materi ginjal ini sampai
waktu berakhir dan akan dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya. Sebelum pertemuan
berakhir, Ibu Puspa dan kami semua turut berduka cita atas meninggalnya ayah dari teman
kita, yaitu Yohanes Jeremy Jason. Semoga Jason dan keluarga selalu diberi kekuatan dan
ketabahan dari Tuhan YME.
244
244
Pertemuan hari ini bermanfaat sek ali karena saya kurang mengetahui materi
ginjal dan terfokus pada materi kelompok saya sendiri. Jadi banyak informasi – informasi
pengetahuan yang disampaikan oleh teman – teman yang mendapat materi ginjal. Semoga
untuk pertemuan – pertemuan selanjutnya kegiatan kami tetap dilancarkan dan tidak ada
kendala.
Catatan :
Dalam pertemuan ketiga dan kelima, foto bukti pertemuan saya hilang dari galeri
(kemungkinan terhapus).
245
245
Hari/Tanggal : Rabu/ 10 Maret 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, saya dan teman – teman kelas saya bersama murid kelas XI IPA 5
kembali melakukan pertemuan Biologi yang dibimbing oleh guru Biologi kami, Ibu Puspa
melalui Google Meet. Ini merupakan jurnal kelima saya, untuk jurnal keempat saya tidak
membuat karena pada pertemuan sebelumnya saya tidak hadir (izin). Ibu Puspa
membagikan link pertemuan seperti biasa ke grup WA kelas kami. Saya sedikit terlambat
dan baru bergabung setelah beberapa menit link dibagikan.
Saat saya baru masuk, Ibu Puspa telah menyebutkan Elvina dari IPA 4
menjelaskan hati. Ibu Puspa juga melanjutkan menjelaskan materi hati. Kami telah masuk
ke materi kelompok hati. Selanjutnya, Modestine dari IPA 4 menjelaskan letak hati. Ibu
Puspa pun menambahkan penjelasan hati. Masuk ke penjelasan fungsi, Rania dari IPA 4
menjelaskan tentang fungsi hati dan dilanjutkan oleh tambahan penjelasan dari Ibu Puspa.
Lanjut, Alya Rahimah dari IPA 4 menjelaskan proses perombakan eritrosit pada hati dan
ditambahkan penjelasan dari Ibu Puspa. Di sela – sela pembahasan materi hati ini, Ibu Puspa
ada membahas tentang olimpiade yang saat ini sedang diadakan, teman kami, Juan Carlos
dari IPA 4 turut berpartisipasi dalam olimpiade ini sehingga dia tidak ikut dalam pertemuan
hari ini. Selain itu, Ibu Puspa juga membahas mengenai kondisi pandemi saat ini yang
membuat semua kegiatan jadi sedikit lebih rumit daripada saat kondisi normal, Ibu Puspa
pun mendoakan kami agar selalu sehat serta menyemangati kami dalam melakukan aktivitas
walaupun dalam kondisi pandemi ini. Ibu Puspa juga membahas teman kami, Candyle dari
IPA 4 yang akan mengikuti pertukaran pelajar dan melontarkan beberapa pertanyaan tentang
kegiatan ini serta tempat dan siapa saja yang ikut pertukaran pelajar program KL – YES,
Ibu Puspa pun menyemangati Candyle dan kami ikut mendoakan Candyle semoga semua
kegiatan dilancarkan dan Candyle lolos serta berhasil dalam mengikuti pertukaran pelajar
ini.
Setelah itu, Ibu Puspa mendapat telepon dan menerimanya, kami pun menunggu
Ibu Puspa hingga selesai menjawab telepon tersebut. Setelah selesai menelepon dalam
beberapa menit, Ibu Puspa menerima Juan untuk bergabung ke dalam pertemuan kami
246
246