setelah ia menyelesaikan kegiat an olimpiadenya. Ibu Puspa pun ada bertanya sedikit
mengenai olim ini kepada Juan dan Juan menjawabnya. Kami kembali ke materi, Oriza dari
IPA 4 menjelaskan gangguan hati dengan sangat panjang dan jelas. Ibu Puspa pun
mengomentari dan ikut menambahkan penjelasan gangguan kepada kami. Tak terasa waktu
pun sudah habis, akhirnya kami mengakhiri pertemuan kami hari ini.
Pertemuan hari ini sangat bermanfaat sekali karena saya mendapatkan ilmu
pelajaran mengenai materi hati. Materi hati ini tidak terlalu panjang sehingga tidak banyak
pembahasan yang diberikan, berbeda dengan materi ginjal dan kulit pada pertemuan –
pertemuan sebelumnya. Materi yang tidak terlalu panjang tetapi sangat penting untuk
dipelajari karena hati merupakan salah satu organ penting dalam sistem ekskresi tubuh
manusia. Semoga ilmu pelajaran yang telah disampaikan dapat dimengerti dan bermanfaat
bagi kami semua. Semoga kami diberikan kesehatan selalu dan juga memiliki semangat
dalam belajar hingga kami dapat meraih cita – cita yang kami inginkan.
Catatan :
Dalam pertemuan ketiga dan kelima, foto bukti pertemuan saya hilang dari galeri
(kemungkinan terhapus).
247
247
Hari/Tanggal : Jumat/ 12 Maret 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, ada kegiatan rapat pertemuan guru untuk persiapan ujian sehingga
tidak ada pertemuan biologi. Tetapi, Ibu Puspa memberikan kami tugas kelas ke grup WA
kelas saya. Tugasnya ialah kami akan membuat analisis terhadap organ ginjal, hati dan
kulit sebagai organ ekskresi manusia. Hasil pekerjaan kami kemudian dikumpulkan dengan
cara dikirim ke Google Classroom melalui akun kem entrian yang belajar.id. Saya dan
teman – teman kelas saya pun merespon pemberitahuan Ibu Puspa dengan menjawab “Baik
bu, terimakasih infonya”.
Hari ini tidak ada kegiatan pertemuan. Saya dan teman – teman saya
mengerjakan tugas individu yang diberikan. Saya pun mengerjakan tambahan materi yang
belum saya tulis di buku, yaitu materi ginjal dan hati. Saya mengerjakannya dan akan
mengumpulkannya segera.
248
248
Hari/Tanggal : Rabu/ 10 Maret 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, saya dan teman – teman kelas saya bersama murid kelas XI IPA 5
kembali melakukan pertemuan Biologi yang dibimbing oleh guru Biologi kami, Ibu Puspa
melalui Google Meet. Ibu Puspa membagikan link pertemuan seperti biasa ke grup WA
kelas kami. Saya pun bergabung ke dalam pertemuan.
Ibu Puspa mengatakan bahwa hari ini kita akan melanjutkan pembahasan
mengenai organ-organ sistem ekskresi. Ibu Puspa mempersilahkan bagi siswa-siswi yang
belum menjelaskan atau menambahkan penjelasan mengenai organ system ekskresi sesuai
dengan bagian judul organnya masing – masing.
Yuniar dari IPA 5 (materi kulit) mengajukan diri dan menjelaskan mengenai
tipe-tipe kulit sensitif dan bagaimana cara mengatasinya. Kemudian Alya Sakila dari IPA 4
(materi kulit) mengajukan diri dan menjelaskan mengenai proses keratinisasi yang terjadi
pada kulit. Selanjutnya, Fani dari IPA 4 (materi hati) mengajukan diri dan menjelaskan
struktur pada hati (lobus). Setelah itu, Ashaz dari IPA 5 (materi kulit) menjelaskan
mengenai sel-sel pada kulit. Lalu Madinah dari IPA 5 (materi kulit) menjelaskan mengenai
luka bakar yang terjadi pada kulit dan bagaimana cara mengatasinya. Penjelasan Madinah
ditanggapi dan diluruskan oleh Ibu Puspa. Kemudian dilanjut penjelasan oleh Jason dari
IPA 4 (materi hati) mengenai cara mendeteksi penyakit hati, Gabriel dari IPA 4 (materi
kulit) menjelaskan mengenai jenis penyakit atau gangguan pada kulit, Ghina dari IPA 5
(materi kulit) menjelaskan faktor pengrusakan pada kulit, Khansa dari IPA 5 (materi hati)
menjelaskan mengenai pengobatan pada penyakit atau gangguan hati, Ivan dari IPA 5
(materi kulit) menjelaskan kapalan (jenis penyakit yang terjadi pada kulit), Rafi dari IPA 5
menjelaskan mengenai mekanisme hipotalamus, Modestine dari IPA 4 (matari hati)
menjelaskan mengenai struktur hati, Rizky Adhelia dari IPA 4 (materi kulit) menjelaskan
proses pengerutan pada kulit, Naura dari IPA 5 (materi hati) menjelaskan mengenai sirosis
(gangguan pada hati) dan transplantasi hati, Juan dari IPA 4 (materi hati) menjelaskan
mengenai enzim-enzim pada hati, dan terakhir ada Samuel dari IPA 4 (materi hati)
249
249
menjelaskan tentang gejala ketika terjadi gangguan fungsi hati.
Setelah itu, waktu pun hampir habis, Ibu Puspa membahas sedikit mengenai
tugas analisis organ-organ pada sistem ekskresi. Ibu Puspa mengatakan bahwa dalam
pengerjaan tugas tersebut, hendaknya siswa – siswi menganalisisnya dengan sungguh-
sungguh dan tidak asal mencopypaste materi – materi yang diambil dari internet agar
mendapatkan pengetahuan yang baik, tidak asal mengerjakan tugas saja. Ibu Puspa kembali
mengingatkan bahwa ulangan harian akan dilakukan minggu depan, tepatnya pada hari
Senin, 22 Maret 2021. Pertemuan pun selesai.
Pertemuan hari ini membuat saya menjadi lebih tegang karena saya tidak
sempat menjelaskan materi saya. Saya sangat menyesal karena masih mengalami rasa
cemas dan takut. Saya harap kedepannya saya menjadi lebih baik lagi.
Catatan :
Maafkan saya karena saya kembali lupa untuk meng-screenshot pertemuan hari ini.
250
250
B. Tugas – tugas
TUGAS CATATAN ANALISIS GINJAL, HATI, DAN KULIT SEBAGAI ORGAN
SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
251
252
253
254
255
256
257
BAB IX
SISTEM KOORDINASI
A. Jurnal Belajar
Hari/Tanggal : Jumat/ 26 Maret 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, Ibu Puspa membagikan materi dalam bentuk powerpoint di grup
WA kelas kami, kelas XI IPA 4 dan kami diminta untuk mempelajari terlebih dahulu
materi tersebut sebelum Ibu Puspa memulai pertemuan. Sebelumnya kami telah
melaksanakan Ulangan Harian bab sebelumnya yaitu Bab 8 mengenai Sistem Ekskresi dan
hari ini merupakan hari pertama untuk mempelajari materi baru yaitu Bab 9 mengenai
Sistem Koordinasi jadi pertemuan kali ini kami membuat jurnal belajar bab pertama.
Setelah beberapa menit, Ibu Puspa pun membagikan link pertemuan virtual kami melalui
Google Meet. Saya dan teman – teman kelas saya bersama dengan anak kelas XI IPA 5
masuk ke dalam pertemuan.
Setelah kami masuk satu per satu ke pertemuan, Ibu Puspa mengawali
pembicaraan dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan membahas ulangan yang telah
kami laksanakan sebelumnya. Ibu Puspa mengatakan bahwa beliau merasa bangga kepada
kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 karena sudah meraih nilai yang sangat baik dan juga memuji
anak IPA 5 karena tingkat kehadiran mereka yang tinggi. Lalu Ibu Puspa menasihati bagi
yang belum mendapatkan nilai yang memuaskan untuk ditingkatkan lagi belajarnya.
Kemudian, Ibu Puspa membahas tentang jurnal – jurnal kami yang telah dikumpulkan
sebelumnya. Ibu Puspa merasa lucu saat membaca jurnal kami karena sangat alami dari
kata – kata sendiri dan juga jurnal kami sekarang dilengkapifoto wajah kami sehingga Ibu
Puspa merasa lucu saat melihat wajah – wajah kami.
Setelah itu, Ibu Puspa melanjutkan pembicaraan dengan membahas mengenai
kakak kelas kami yang akan selesai menjalani ujian sekolah dan beberapa dari kakak kelas
serta teman kami yang KBC telah berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui
jalur SNMPTN. Ibu Puspa menjelaskan tentang sistem SNMPTN dan membahas jurusan –
258
258
jurusan yang diinginkan oleh kakak kelas dan teman KBC kami. Ibu Puspa lanjut untuk
mengingatkan kami bahwa tahun depan adalah tahun kami untuk merasakan dan
melaksanakan hal itu, jadi mulai sekarang kami harus persiapkan kemana kami akan
melanjutkan pendidikan kami. Ibu Puspa menasihati dan mengarahkan kami untuk lebih
baik dalam memilih jurusan yang akan kami inginkan dan harus mengetahui bagaimana
pengaruh jurusan yang akan kami ambil untuk masa depan nanti.
Dalam beberapa pembahasan yang telah dibicarakan, Ibu Puspa mendapat
telepon dan kami menunggu hingga Ibu Puspa selesai. Setelah beberapa menit, Ibu Puspa
menutup teleponny dan kemudian kami lanjut masuk ke pembahasan materi bab baru ini,
yaitu sistem koordinasi. Sistem koordinasi meliputi 3 hal, yaitu sistem saraf, sistem
hormon, dan indra. Louis dari IPA 4 dipanggil oleh Ibu Puspa dan ditanyai menegenai apa
fungsi dari sistem koordinasi, Louis pun menjawab fungsi sistem koordinasi adalah unutk
melancarkan gerakan tubuh. Kemudian Ibu Puspa pendapat dari murid yang telah
mendapat nilai 100 pada ulangan sebelumnya untuk menanggapi apakah jawaban dari
Louis sudah benar atau ada yang kurang lengkap. Engeline dariIPA 4 pun mengajukan diri
dan menanggapi pernyataan dari Louis bahwa jawabannya benar, lalu dilanjutkan
tambahan penjelasan oleh Ibu Puspa. Masuk ke materi sistem saraf, meliputi neuron (sel
saraf) dan Ibu Puspa menjelaskan sedikit mengenai neuron lalu meminta satu anak untuk
menjelaskan struktur neuron. Rania dari IPA 4 mengajukan diri dan menjelaskan struktur
dari neuron (sel saraf) ini. Kemudian Ibu Puspa kembali meminta satu anak untuk
menjelaskan tentang akson, Thezar mengajukan diri untuk menjelaskan akson dan
penjelasan akson tersebut ditambahkan oleh Ibu Puspa. Terakhir, Ibu Puspa menambahkan
penjelasan materi ini dalam pembicaraan ini kemudian karena waktu telah habis, Ibu Puspa
pun mengakhiri pertemuan.
Pertemuan hari ini cukup menyenangkan dan sangat bermanfaat dalam
mempelajarimateri sistem koordinasi ini. Semoga pada pertemuan – pertemuan selanjutnya
juga berjalan dengan baik dan bermanfaat. Saya harap kami semua selalu diberi kesehatan.
259
259
Bukti Screenshot Pertemuan Hari ini :
260
260
Hari/Tanggal : Rabu/ 31 Maret 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, kami diumumkan oleh Ibu Puspa melalui grup WA kelas bahwa
kami tidak akan melakukan pertemuan virtual dan Ibu Puspa hanya memberikan kami
tugas di Google Classroom mengenai materi Sistem Koordinasi. Kami ditugaskan untuk
menganalisis struktur, fungsi, dan pengelompokkan terhadap Sel Saraf (Neuron), Sistem
Saraf Pusat (SSP), dan Sistem Saraf Tepi (SST). Saya pun mulai mengerjakan tugasnya
hingga batas waktu yang telah ditentukan.
261
261
Hari/Tanggal : Rabu/ 7 April 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, kelas kami kembali diumumkan oleh Ibu Puspa bahwa kami tidak
melakukan pertemuan virtual karena Ibu Puspa sedang mengikuti workshop, jadi kami
diberi tugas kelas di Google Classroom mengenai materi Sistem Hormon. Kami ditugaskan
untuk menganalisis struktur dan fungsi sistem hormon. Saya pun mengerjakan tugas
tersebut hingga batas waktu yang telah ditentukan.
262
262
Hari/Tanggal : Jumat/ 9 April 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, para guru melaksanakan kerja bakti, termasuk Ibu Puspa. Ibu Puspa
memberitahukan kami bahwa hari ini tidak ada pertemuan, lalu Ibu Puspa memberikan
kami tugas Google Classroom mengenai materi Sistem Indra. Kami ditugaskan untuk
menganalisis struktur dan fungsi 5 indra sebagai sistem koordinasi manusia. Saya pun
mengerjakan tugas tersebut hingga batas waktu yang telah ditentukan.
263
262
Hari/Tanggal : Jumat/ 16 April 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, saya dan teman – teman kelas saya bersama dengan anak kelas
XI IPA 5 melakukan pertemuan secara virtual melalui Google Meet yang dibimbing oleh
Ibu Puspa. Ibu Puspa membagikan link pertemuan kami dan kami pun join ke dalam
pertemuan. Setelah kami bergabung ke pertemuan, Ibu Puspa mengawali pembicaraan
dengan pembukaan setelah itu Ibu Puspa membahas mengenai tugas – tugas kami yang
sudah dikumpulkan di Google Classroom. Selanjutnya, Ibu Puspa juga membahas
mengenai salah satu teman kami yang bernama Ruth dari IPA 4 yang sedang menjalani
operasi sehingga selama beberapa hari ia tidak mengikuti KBM di sekolah. Lalu Ibu Puspa
juga memberitahu teman kami yang bernama Raisya dari IPA 4 bahwa tugasnya ada yang
sudah dikumpulkan dan ada juga yang belum dikumpulkan.
Kami masuk ke pembahasan materi pada hari ini, yaitu dimulai dari membahas
Sistem Saraf Pusat (SSP). Aaliyah dari IPA 4 menjelaskan mengenai materi tersebut dan
ditambahkan penjelasan dari Ibu Puspa. Ditengah penjelasan yang Ibu Puspa berikan, Ibu
Puspa juga mengatakan bahwa maksud dari analisis pada tugas kami yaitu seharusnya tidak
sama penjelasannya antara anak yang satu dengan anak yang lainnya. Setelah itu, Ibu Puspa
meminta satu per satu dari kami unutk menjelaskan mengenai otak. Ghina dari XI IPA 5
ditunjuk untuk menjelaskan otak dalam SSP. Kemudian Rania dari IPA 4 menambahkan
penjelasan dari Ghina mengenai bagian – bagian otak yang memiliki 8 bagian. Selanjutnya
Engeline dari IPA 4 menjelaskan tentang medula spinalis (sumsum tulang belakang). Ibu
Puspa meminta satu anak laki – laki untuk menjelaskan perbedaan antara otak dan medula
spinalis, Thezar dari IPA 5 mengajukan diri untuk menjelaskan lalu penjelasan tersebut
ditambahkan oleh Ibu Puspa. Aaliyah kemudian menambahkan penjelasan apakah isi otak
dan medula spinalis sama atau berbeda? Ia mengatakan bahwa sama hanya saja letaknya
yang berbeda. Begitu pula penjelasan lainnya seperti mengenai neuron, dll. Setelah itu, Ibu
Puspa menanyai bagaimana alur instruksi antara otak dan medula spinalis? Candyle dari
IPA 4 menjawab dan menjelaskan pertanyaan itu. Ibu Puspa kembali melanjutkan
pertanyaan yaitu dari alur instruksi antara otak dan medula spinalis, apakah bisa terjadi
264
264
salah pengiriman antara keduanya? Engeline pun menjawab bahwa tidak akan terjadi salah
pengiriman antara keduanya jika pada orang yang normal pada umumnya. Ibu Puspa
kemudian menambahkan penjelasan kesalahan yang bisa terjadi antara keduanya yaitu pada
proses penghantaran rangsangan bisa terlambat atau terlalu cepat dan membuat permisalan
pada orang stroke.
Mendekati penghabisan waktu dalam pertemuan ini, Ibu Puspa pun mengakhiri
dengan mengucapkan kata – kata penutup. Engeline menanyakan mengenai jurnal sebelum
pertemuan berakhir dan kemudian pertemuan pun selesai. Hari ini sangat menyenangkan
dan sangat bermanfaat dalam memperoleh pengetahuan melalui diskusi bersama Ibu Puspa
dan juga dengan anak – anak lainnya. Saya berharap agar pertemuan selanjutnya tetap
selalu berjalan lancar tanpa kendala apapun.
Bukti Screenshot Pertemuan Hari ini :
265
265
Hari/Tanggal : Rabu/ 28 April 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, saya dan teman – teman kelas saya bersama dengan anak kelas XI
IPA 5 melakukan pertemuan virtual melalui Google Meet yang dibimbing oleh Ibu Puspa.
Ibu Puspa membagikan link pertemuan ke grup WA kelas dan saya bersama teman –
teman lainnya pun join ke dalam pertemuan.
Setelah bergabung, kami membahas materi sistem hormon. Ibu Puspa meminta
5 anak untuk menjelaskan materi ini. Adastra dari IPA 4 dipilih Ibu Puspa untuk
menjelaskan tentang hipofisis. Selanjutnya Aaliyah dari IPA 4 mengajukan diri untuk
menjawab hubungan sistem hormon dan sistem koordinasi. Lalu Rania dari IPA 4
menjelaskan tentang tiroid. Engeline dari IPA 4 menjelaskan paratiroid. Terakhir, Afif dari
IPA 4 menjelaskan tentang pankreas. Kemudian Ibu Puspa lanjut untuk menjelaskan
kembali mengenai sistem hormon. Afif lalu bertanya mengenai sisa bagian dari sistem
hormon yang belum dibahas, Ibu Puspa menjawab bahwa setiap sumber berbeda – beda
dan ada yang lebih, tetapi sebenarnya yang utama adalah hanya 4 bagian yang telah dibahas
sebelumnya. Kami melanjutkan pembahasan ke materi sistem indra. Ibu Puspa meminta
kami untuk menjelaskan tiap – tiap indera mulai dari indra penglihat hingga indra peraba.
Candyle dari IPA 4 menjelaskan mengenai indra penglihat (mata). Selanjutnya Shofa dari
IPA 4 menjelaskan indra pendengar (telinga). Kemudian Rizki Adhelia dari IPA 4
menjelaskan indra pembau (hidung). Raisya dari IPA 4 menjelaskan indra peraba (kulit).
Tiap – tiap penjelasan dari mereka tersebut ditambahkan oleh penjelasan dari Ibu Puspa,
kemudian pada indra terakhir yang belum dijelaskan karena waktu sudah hampir selesai,
yaitu indra pengecap (lidah), Ibu Puspa pun menjelaskan mengenai materi tersebut. Waktu
pertemuan telah selesai dan kami diminta oleh Ibu Puspa untuk membaca lagi materi –
materi di buku. Pertemuan pun selesai.
Pertemuan hari ini sangat bermanfaat karena pembahasan yang telah dilakukan
dapat menambah ilmu saya mengenai sistem hormon dan sistem indra. Saya harap untuk
kedepannya tetap berjalan dengan baik dan stabil serta kami semua diberi kesehatan dan
kelancaran dalam belajar.
266
266
Bukti Screenshot Pertemuan Hari ini :
267
267
B. Tugas – tugas
TUGAS BIOLOGI SISTEM KOORDINASI
Analisis Struktur, Fungsi dan Pengelompokan Terhadap Sel Saraf (Neuron),
SistemSaraf Pusat (SSP), dan Sistem Saraf Tepi (SST)
1. Sel Saraf (Neuron)
merupakan unit fungsional sistem saraf.
berukuran panjang sekitar 39 inci.
berfungsi untuk menerima, meneruskan, dan memproses stimulus; memicu aktivitas
seltertentu dan pelepasan neurotransmiter dan molekul informasi lainnya
Struktur Sel Saraf (Neuron)
Badan Sel (Perikarion)
Berfungsi mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron.
Memiliki nukleus (inti) di tengah dan nukleolus yang menonjol. Nukleus
tidakmemiliki sentriol dan tidak dapat bereplikasi.
Sitoplasma mengandung badan Nissl, berupa tumpukan retikulum
endoplasmagranuler dan ribosom yang berfungsi untuk sintesis protein.
Organel lainnya adalah badan Golgi, mitokondria, dan neurofibril.
Dendrit
Merupakan juluran sitoplasma yang relatif pendek, bercabang – cabang, dan
berfungsi untuk menerima impuls (sinyal) dari sel lain untuk dikirimkan ke
badan sel.
Neurofibril dan badan Nissl dari badan sel, memanjang ke dalam dendrit.
Akson
Merupakan juluran sitoplasma yang panjang (berkisar 1 mm – 1 m) atau
cabang tunggal berbentuk silindris yang berasal dari badan sel.
Ujung akson bercabang – cabang seperti ranting.
268
Berfungsi mengirimkan impuls ke sel neuron lainnya.
Pada umumnya akson dibungkus oleh substansi lemak berwarna
putihkekuningan yang disebut selubung mielin.
Pada bagian tertentu dari akson tidak diselubungi mielin, disebut Nodus
Ranvier, yang berfungsi mempercepat jalannya impuls.
Selubung mielin ditutupi oleh rangkaian sel – sel Schwann yang berinti
gepeng,disebut selubung Schwann (neurilema).
Akson berasal bagian hillock akson (bukit akson) dari badan sel, yaitu bagian
yang tidak mengandung badan Nissl.
tidak dapat membelah secara mitosis, tetapi serabutnya dapat beregenerasi jika badan
selnya masih utuh. Jika akson mengalami kerusakan berat, neurilema (lapisan sel – sel
Schwann) melakukan pembelahan mitosis untuk menutup luka.
Gambar Struktur Sel Saraf (Neuron)
269
Berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
Neuron sensor (aferen)
Berfungsi menghantarkan impuls dari organ sensor ke pusat saraf (otak atau
sumsum tulang belakang).
Neuron motor (eferen)
Berfungsi menghantarkan impuls dari pusat saraf ke organ motor (otot) atau
kelenjar.
Neuron konektor (interneuron)
Berfungsi menghubungkan neuron yang satu dengan neuron lainnya.
Berdasarkan strukturnya (juluran sitoplasma) dibedakan menjadi 3 macam,
yaitu :
Neuron multipolar
Memiliki satu akson dan dua dendrit atau lebih.
Contoh : Neuron motor yang terdapat di otak medula spinalis (sumsum
tulangbelakang).
Neuron bipolar
Memiliki dua juluran berupa dendrit dan akson.
Contoh : Neuron pada organ indra seperti mata, hidung, dan telinga.
Neuron unipolar
Merupakan neuron bipolar yang tampak hanya memiliki satu juluran dari badan
selkarena akson dan dendritnya berfusi.
Contoh : Neuron pada embrio dan fotoreseptor mata.
2. Sistem Saraf Pusat (SSP)
meliputi otak (serebral) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Otak
dilindungi oleh tulang tengkorak, sedangkan medula spinalis dilindungi oleh ruas –
ruas tulang belakang. Pada otak maupun medula spinalis terdapat lapisan pelindung
dari jaringan ikatyang disebut meninges.
Meninges terdiri atas 3 lapisan, yaitu :
Pia mater adalah lapisan terdalam yang halus dan tipis, mengandung
banyak pembuluh darah, serta melekat pada otak atau medula
spinalis.
270
Araknoid adalah lapisan tengah, mengandung sedikit pembuluh darah.
memiliki ruang subaraknoid yang berisi cairan serebrospinaslis
(menyerupai plasma darah dan cairan interstisial, tidak
mengandungprotein, berfungsi sebagai bantalan, serta media
pertukaran nutriendan zat sisa antara darah dengan otak maupun
medula spinalis),pembuluh darah, dan selaput
jaringan penghubung yangmempertahankan
posisi araknoid terhadap pia mater di bawahnya.
Dura mater adalah lapisan terluar, tebal dan kuat, serta terdiri atas dua
lapisan. terdapat ruang subdural yang memisahkan dura mater
dari araknoid.Lapisan yang terluar melekat pada permukaan
dalam kranium.
Otak maupun medula spinalis memiliki substansi abu – abu dan substansi putih.
Substansi abu – abu
Membentuk bagian luar (korteks) otak dan bagian dalam medula spinalis.
Mengandung badan sel neuron, serabut bermielin dan tidak bermielin, astrosit
protoplasma, oligodendrosit, dan mikroglia.
Substansi putih
Membentuk bagian dalam otak dan bagian luar medula spinalis.
Didominasi oleh serabut bermielin mauoun tidak bermielin.
Mengandung oligodendrosit, atrosit fibrosa, dan mikroglia.
1) Otak
Tersusun dari 100 milyar neuron yang terhubung oleh sinapsis membentuk
anyaman kompleks.
Bagian – bagian otak
(1) Serebum (Otak Besar)
Mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak. Bagian terluarnya terusun
darisubstansi abu – abu yang disebut korteks serebral, dan bagian dalamnya
tersusun dari substansi putih yang disebut nukleus basal (ganglia basal).
Area fungsional korteks serebral :
- Area motor primer, mengendalikan kemampuan bicara.
- Area sensor korteks, meliputi area sensor, area visual, area auditori, area
271
olfaktori, dan area pengecap.
- Area asosiasi, meliputi area frontal (pusat intelektual dan fisik), area
somatik(pusat interprestasi), area visual, dan area wicara Wernicke.
Nukleus basal merupakan pusat koordinasi motor.
Bagian – bagian Otak
Area Fungsional Serebrum
272
(2) Diensefalon
Terletak di antara serebrum dan otak tengah.
Terdiri atas :
Talamus, berfungsi menerima dan meneruskan impuls ke korteks otak
besar,serta berperan dalam sistem kesadaran dan kontrol motor.
Hipotalamus, berfungsi mengendalikan sistem saraf otonom,
pusatpengaturan emosi, dan memengaruhi sistem endokrin.
Epitalamus, berperan dalam dorongan emosi.
(3) Sistem limbik
Yaitu cincin struktur otak depan yang mengelilingi otak dan berfungsi dalam
pengaturan emosi, mempertahankan kelangsungan hidup, pola perilaku
sosioseksual, motivasi, dan belajar.
Sistem Limbik Penciuman dan Reapons Emosional
(4) Mesensefalon (otak tengah)
Menghubungkan pons dan serebelum (otak kecil) dengan serebrum (otak
besar), berfungsi sebagai jalur penghantar dan pusat refleks, serta
meneruskan informasi penglihatan dan pendengaran.
(5) Pons Varolii (jembatan varol)
Berfungsi untuk mengatur frekuensi dan kekuatan bernapas.
273
(6) Serebelum (otak kecil)
Berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan, kontrol gerakan mata,
meningkatkan kontraksi otot, serta koordinasi gerakan sadar yang berkaitan
dengan keterampilan.
(7) Medula oblongata
Berfungsi dalam pengendalian ferkuensi denyut jantung, tekanan darah,
pernapasan, gerakan alat pencernaan makanan, menelan, muntah, sekresi
kelenjar pencernaan, dan mengatur gerak refleks.
(8) Formasi retikuler
Berfungsi memicu dan mempertahankan kewaspadaan serta kesadaran.
3. Medula Spinalis (Sumsum Tulang Belakang)
Berfungsi mengendalikan aktivitas refleks, komunikasi antara otak dengan semua
bagian tubuh, serta menghantarkan rangsangan koordinasi antara otot dan sendi ke
serebelum.
Substansi abu – abu mengisi struktur dalam dan substansi putih mengisi struktur
bagianluar.
Struktur Medula Spinalis
274
3. Sistem Saraf Tepi (SST)
1. Saraf Kranial
Klasifikasi Saraf Kranial
275
2. Saraf Spinal
Terdiri atas 31 pasang saraf yang muncul dari segmen – segmen medula spinalis
dandiberi nama sesuai nama ruas tulang belakang.
Berdasarkan arah impuls, SST dibagi menjadi divisi aferen (membawa informasi
darireseptor ke SSP) dan divisi eferen (membawa instruksi dari SSP ke organ
efektor).
Divisi eferen : sistem saraf somatik (neuron motor pada otot rangka) dan sistem
sarafotonom (neuron motor pada otot polos).
Sistem saraf otonom dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan fungsinya, yaitu :
Sistem saraf simpatis
Sistem saraf parasimpatis.
Perbedaan Saraf Simpatis dengan Saraf Parasimpatis
Perbedaan Saraf Simpatis Saraf Parasimpatis
Asal serat saraf Berasal dari bagian toraks dan Berasal dari area kranium
lumbar medula spinalis (kepala) dan sakrum
Ukuran serat
praganglion Pendek Panjang
Ukuran serat
pascaganglion Panjang Pendek
Jenis Aaasetilkolin dan noradrenalin Asetilkolin
neurotransmiter
Untuk aktivitas fisik berat Untuk keadaan tenang
efek
276
TUGAS BIOLOGI SISTEM ENDOKRIN (HORMON)
Sistem Endokrin (Hormon)
adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormon.
Hormon merupakan senyawa organik pembawa pesan kimiawi di dalam aliran darah
menuju ke sel – sel atau jaringan tubuh. Hormon hanya dapat mempengaruhi sel – sel
target yang memiliki reseptor khusus. Pengaruh hormon terhadap jaringan tubuh terebut
dapat terjadi dalam waktu singkat (beberapa detik) hingga beberapa tahun. Jumlah hormon
dalam aliran darah hanya sedikit jika dibandingkan dengan jumlah glukosa atau kolesterol.
berinteraksi dengan sistem saraf berfungsi mengatur aktivitas tubuh seperti metabolisme,
homeostatis (misalnya pengendalian tekanan darah dan kadar gula darah), pertumbuhan,
perkembangan seksual dan siklus reproduksi, siklus tidur, serta siklus nutrisi.
Karakteristik Kelenjar Endokrin
Tidak memiliki saluran dan menyekresikan hormon langsung ke dalam cairan di sekitar
sel.
Menyekresi lebih dari satu jenis hormon, kecuali kelenjar paratiroid.
Memiliki sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan ditopang
oleh jaringan ikat.
Masa aktif kelenjar endokrin dalam menghasilkan hormon berbeda – beda.
Sekresi hormon dapat distimulasi atau dihambat oleh kadar hormon lainnya dan
senyawanonhormon (misalnya glukosa dan kalsium) dalam darah, serta impuls saraf.
Kelenjar Endokrin dan Sekresi Hormon
1. Hipofisis (Pituitari)
Organ berbentuk oval
Melekat di bagian dasar hipotalamus otak
Sebesar kacang
Memiliki berat 0,5 gram
Terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :
277
a. Hipofisis lobus anterior, menghasilkan hormon :
1) Hormon pertumbuhan (growth hormonel GH) atau Hormon somatotropin
(STH) ,berfungsi :
Mengendalikan pertumbuhan dan perbanyakan sel – sel tubuh.
Menyebabkan hati memproduksi somatomedin yang berperan
dalampertumbuhan tulang dan kartilago.
Mempercepat laju sintesis protein dengan cara meningkatkan pemasukan
asamamino melalui membrane sel.
Menurunkan laju penggunaan karbohidrat oleh sel – sel tubuh, sehingga
menambah kadar glukosa darah.
Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi.
Abnormalitas sekresi growth hormone / GH yaitu kerdil (dwarfism),
gigantisme,dan akromegali.
2) Hormon perangsang tiroid (tirotropin, thyroid stimulating hormone / TSH) ,
berfungsi meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel – sel kelenjar
tiroid (kelenjar gondok), laju produksi hormonnya (tiroksin), dan metabolisme
sel.
3) Hormon adrenokortikotropik atau kortikotropin (adrenocortocotropic
hormone / ACTH) , berfungsi merangsang kelenjar korteks adrenal untuk
menyekresi glukokortikoid (hormon untuk metabolisme karbohidrat).
4) Hormon gonadotropin atau gonadotropik , yang mengatur fungsi gonad.
Hormoneini terdiri atas :
FSH (follicle stimulating hormone)
- Pada wanita berfungsi menstimulasi pertumbuhan folikel ovarium dan
memproduksi hormone estrogen.
- Pada laki – laki berfungsi menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan
spermatozoa dalam tubukus seminiferus testis.
LH (luteinizing hormone)
- Pada wanita berkerja sama dengan FSH menstimulasi produksi estrogen.
LH berperan dalam ovulasi dan sekresi progesterone.
- Pada laki – laki menstimulasi sel – sel interstisial tubulus seminiferus
testis untuk memproduksi androgen (testosterone).
278
5) Hormon prolaktin (PRL) , disekresikan pada saat hamil dan menyusui.
b. Hipofisis lobus intermedia (tengah), menghasilkan hormon :
1) Endorfin, zat penghilang nyeri alamiah, merespons stress, dan aktivitas seperti
olahraga.
2) MSH, merangsang pembentukan pigmen dan penyebaran sel – sel penghasil
pigmen (melanosit) pada epidermis.
c. Hipofisis lobus posterior, menghasilkan hormone :
1) ADH, berfungsi menurunkan volume air yang hilang dalam urine melalui
peningkatan reabsorpsi air dari tubulus kontortus distal dan duktus kolektivus
di ginjal.
2) Oksitosin, berfungsi menstimulasi kontraksi otot polos pada saat melahirkan
dan pengeluaran ASI pada ibu menyusui.
2. Tiroid (Kelenjar gondok)
Terdiri atas folikel – folikel dalam dua lobus lateral yang terletak di bawah laring.
Menghasilkan hormone tiroksin (tetraiodotironin/T4) sebanyak 90% dan
triiodotironin (T3) sebanyak 10% dari seluruh sekresi tiroid. Hormon tersebut
terbuat dari asam amino tirosin yang mengandung iodin. Jika kekurangan iodine
dalam waktu yang lama,tiroid akan membengkak (penyakit gondok/goiter).
Hormon tiroksin berfungsi meningkatkan laju metabolisme sel, menstimulasi
konsumsi oksigen, meningkatkan pengeluaran energy panas, serta mengatur
pertumbuhan dan perkembangan normal tulang, gigi, jaringan ikat, dan saraf.
Abnormalitas sekresi tiroid yaitu hipotiroidisme (penurunan sekresi hormone)
dan hipertiroidisme (sekresi hormone berlebihan).
3. Paratiroid (Kelenjar anak gondok)
Terdiri atas empat organ kecil berukuran sebesar biji apel.
Terletak pada permukaan belakang tiroid.
Menyekresi hormon parathormon (Parathyroid hormone / PTH). Fungsi PTH
yaitumengendalikan keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh melalui :
Stimulasi aktivitas osteoklas (sel penghancur tulang) yang
menyebabkanpengeluaran kalsium.
Pengaktifan vitamin D yang diperlukan untuk mengabsorpsi kalsium dalam
makanan.
279
Stimulasi reabsorpsi kalsium dari tubulus ginjal sehingga menurunkan
kehilanganion kalsium dalam urine dan meningkatkan kadar kalsium dalam
darah.
Abnormalitas sekresi PTH yaitu hiperparatiroidisme dan hipoparatiroidisme.
4. Adrenal (Suprarenalis/kelenjar anak ginjal)
Terletak di kutub atas ginjal.
Berwana kuning
Tertanam pada jaringan adipose.
Terdiri atas :
Kelenjar adrenal bagian medula, menghasilkan hormon :
1) Adrenalin (epinefrin), meningkatkan frekuensi jantung, metabolisme, dan
konsumsi oksigen.
2) Noradrenalin (norepinefrin), meningkatkan tekanan darah dan menstimulasi
ototjantung.
Kelenjar adrenal bagian korteks, menghasilkan hormon :
1) Aldosteron, mengantur keseimbangan air dan elektrolit melalui pengendalian
kadar natrium dan kalium dalam darah.
2) Glukokortikoid (kortisol, kortison, dan kortikosteron), mempengaruhi
metabolisme glukosa, protein, lemak, serta menjaga membran libosom
sehingga mencegah kerusakan jaringan.
3) Gonadokortikoid (steroid kelamin), sebagai precursor pengubah testosterone
danestrogen oleh jaringan lain.
Abnormalitas sekresi kelenjar adrenal yaitu hiposekresi dan hipersekresi.
5. Pankreas
Organ berbentuk pipih.
Terletak di bagian belakang bawah lambung.
Sebagai endokrin menghasilkan hormon :
Glukagon, dihasilkan oleh sel alfa dan berfungsi untuk meningkatkan
pernguraian glikogen hati menjadi glukosa sehingga kadar gula darah meningkat,
dan sintesis glukosa dari sumber nonkarbohidrat dalam hati.
280
Insulin, dihasilkan oleh sel beta dan berfungsi menurunkan katabolisme lemak
dan protein, menurunkan kadar gula darah, dan meningkatkan sintesis protein dan
lemak.
Somatostatin, dihasilkan oleh sel delta, merupakan penghalang hormone
pertumbuhan dan penghambat sekresi glukagon dan insulin.
Polipeptida pankreas, hormon pencernaan yang dilepaskan setelah makan, fungsi
belum diketahui.
Abnormalitas sekresi pankreas yaitu difisiensi insulin menyebabkan diabetes mellitus
yang dapat disebabkan oleh faktor genetik, obesitas, penyakit autoimun, virus,
lingkungan,ekonomi, dan budaya.
6. Pineal (Epifisis serebri)
Terletak di langit – langit otak.
Menghasilkan melatonin yang berpengaruhh pada pelepasan gonadotropin dan
menghambat produksi melanin.
7. Timus
Terdiri atas dua lobus berwarna kemerah – merahan.
Terletak di bagian posterior toraks di atas jantung,
Pada bayi baru lahir bentuknya sangat kecil, hanya sekitar 10 gram. Ukurannya
bertambah pada masa remaja / pubertas menjadi 30 – 40 gram. Setelah dewasa, akan
menyusut secara berangsur – angsur.
Menghasilkan timosis untuk pengendalian perkembangan sistem imun.
8. Ovarium, testis, dan plasenta
Ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesterone.
Testis menghasilkan hormon testosterone.
Plasenta menghasilkan gonadotropin korion, estrogen, progesterone, dan
somatotropin.
281
TUGAS BIOLOGI SISTEM KOORDINASISISTEM INDRA
Analisis Struktur dan Fungsi 5 Indra Sebagai Sistem Koordinasi Manusia
A. Indra Penglihat (Mata)
Mata adalah sistem optik yang memfokuskan berkas cahaya pada fotoreseptor dan
mengubah energi cahaya menjadi impuls saraf.
Bagian – bagian mata :
1. Aksesori Mata
Alis, untuk melindungi mata dari keringat.
Orbita, lekukan tulang berisi bole mata.
Kelopak mata, melindungi mata dari kekeringan dan debu.
Otot mata (2 pasang otot rektus dan 1 pasang otot sadak), untuk
menggerakkanmata ke arah vertikal, horizontal, dan menyilang.
Air mata, mengandung garam, mukosa, dan lisozim, untuk membahasi
permukaan mata dan mempertahankan kelembapannya.
2. Struktur Mata
a. Lapisan luar bola mata, terdiri atas :
- Tunika fibrosa, lapisan terluar yang keras.
- Sklera, bagian dinding mata yang tersusun dari jaringan ikat fibrosa
berwarna putih, memberikan bentuk pada bola mata, dan sebagai tempat
perlekatan otot ekstrinsik.
- Kornea, untuk mentransmisi dan memfokuskan cahaya.
b. Lapisan tengah bola mata, terdiri atas :
- Koroid, bagian yang terpigmentasi, untuk mencegah refleksi internal berkas
cahaya, dan mengandung banyak pembuluh darah untuk memberikan nutrisi.
- Badan siliari, mengandung pembuluh darah dan otot bersilia yang berfungsi
dalam akomodasi penglihatan (mengubah fokus objek).
- Iris, bagian yang berwarna pada mata, terdiri atas jaringan ikat dan otot
untukmengendalikan diameter pupil.
- Pupil, ruang terbuka yang bulat pada iris untuk dilalui cahaya.
c. Lensa
Struktur bikonveks yang bening di belakang pupil dan bersifat elastis.
282
d. Rongga mata
Ruang anterior berisi aqueous humor (cairan bening yang mengandung
nutrisiuntuk lensa dan kornea).
Ruang posterior berisi vitreous humor (gel transparan untuk
mempertahankanbentuk bola mata dan posisi retina terhadap kornea).
e. Retina (Selaput jala)
Lapisan terdalam mata.
Tipis dan transparan.
Tersusun dari :
Bagian luar, terpigmentasi dan menyimpan vitamin A.
Bagian dalam, merupakan lapisan jaringan saraf dari sel – sel batang
dan
sel – sel kerucut.
- Sel batang mengandung pigmen rodopsin, tidak sensitif terhadap
warna, dan bekerja pada intensitas cahaya rendah (malam hari).
- Sel kerucut mengandung iodopsin, sensitif terhadap warna, dan
bekerjasaat intensitas cahaya tinggi (siang hari).
Lutea makula, area berkas berwarna kekuningan terletak agak lateral
daripusat.
Fovea sentralis (Bintik kuning)
- Pelekukan sentral lutea makula
- Mengandung sel kerucut
- Tidak memiliki sel batang
- Merupakan pusat visual mata (bayangan objek yang terfokus di
bagianini akan diinterpretasikan oleh otak).
- Jika bayangan benda jatuh tepat di bintik kuning, bayangan akan
terlihat dengan jelas.
Saraf mata, terbentuk dari akson sel – sel ganglion yang keluar dari
matadan bergabung di sisi superior kelenjar hipofisis membentuk
kiasma optik.
Bintik buta (Diskus optik), bagian yang tidak mengandung fotoreseptor.
283
B. Indra Pembau (Hidung)
Hidung (nasal) sebagai indra pembau (penciuman) memiliki kemoreseptor olfaktori
(neuron khusus yang terletak pada epithelium olfaktori di langit – langit rongga
hidung) yang berfungsi menerima rangsangan berupa bau atau zat kimia yang
berbentuk gas.
Epitelium olfaktori mengandung sel penunjang, sel basal, dan sel olfaktori (berupa
neuron bipolar yang berakhir pada rambut – rambut halus/silia yang menonjol ke
dalam mucus di dalam rongga hidung).
Strukur Hidung
a. Lubang hidung
Berfungsi untuk melindungi hidung dari berbagai ancaman dari luar dan
juga mengatur ukuran sesuatu yang dapat masuk dalam hidung.
Berhubungan langsung dengan rongga hidung.
Dimiliki oleh mausia sebanyak 2 lubang yang dipisahkan oleh pemisah
hidungatau disebut dengan septum.
b. Bulu hidung
Merupakan rambut – rambut halus pada hidung.
Berfungsi sebagai penyaring udara yang masuk dan menahan kotoran
sehingga tidak bisa masuk ke sistem selanjutnya.
c. Septum hidung
Merupakan struktur yang memisahkan hidung menjadi 2 bagian yaitu kiri
dankanan dari mulai lubang hidung hingga bagian tenggorokan awal.
Dinding septum hidung dilapisi lendir dan mempunyai pembuluh darah
sehingga berfungsi melembabkan dan mengatur suhu udara yang masuk.
Tersusun atas tulang dan tulang rawan.
d. Rongga hidung
Terdapat selaput lendir dari silia (rambut halus).
Berfungsi untuk melanjutkan udara yang masuk menuju ke tenggorokan ;
menjaga kelembaban, suhu, dan tekanan udara.
Dalam menjalankan fungsinya dibentuk oleh tulang tengkorak yang
membentuk dinding – dinding hidung. Ada 4 dinding yang saling
berhubungan, diantaranya dinding (bawah), medial (tengah), superior
(atas), dan lateral (samping).
284
e. Saraf hidung (Saraf olfaktori)
Merupakan salah satu saraf kranial yang berhubungan dengan otak secara
langsung.
Berfungsi sebagai reseptor utama dalam indra penciuman.
Saraf ini menerima rangsangan berupa bauan yang terbawa bersama udara
yang dihirup lalu mengirimkan informasi tersebut dalam bentuk impuls.
Fungsi saraf olfaktori akan berhubungan dengan rasa makanan atau
minuman yang dikonsumsi.
f. Sinus hidung
Merupakan struktur berupa organ yang terletak di sekitar hidung,
Sering disebut dengan sinus paranasal.
Semua sinus akan bermuara dalam rongga hidung.
Berfungsi untuk melembabkan dan menyaring udara,
Ada 4 pasang sinus pada hidung manusia, diantaranya :
Sinus maksilaris, yaitu sinus yang berada di tulang pipi.
Sinus frontalis, yaitu sinus yang berada di tengah dahi.
Sinus ethmoidalis, yaitu sinus yang berada diantara mata.
Sinus sphenoidalis, yaitu sinus yang berada di belakang rongga hidung.
g. Tulang rawan hidung
Merupakan struktur kuat dan elastis pembentuk bagian ujung hidung.
Bentuk tulang rawan yang menyusun hidung berfungsi untuk
menentukanbentuk hidung.
Tulang rawan yang membentuk bagian hidung disebut tulang rawan
hialinyang bersifat semi transparan, kuat, dan fleksibel.
Tulang rawan dapat rusak jika terjadi benturan yang sangat keras.
h. Silia
Merupakan struktur bulu yang sangat halus dalam hidung.
Berfungsi menyaring udara yang masuk ke dalam hidung.
i. Selaput lendir
Berfungsi untuk menghasilkan mukus hidung (ingus) sehingga hidung
dapatterlindung dari berbagai kotoran dan bakteri.
j. Saluran hidung – tenggorokan (Nasofaring)
Pada bagian belakang hidung ada saluran yang berhubungan dengan
285
tenggorokan.
Pada nasofaring terdapat tuba eustachius juga tonsil adenoid (faringeal).
Berfungsi untuk mengatur tekanan udara oleh tuba eustachius dan
melindungidari infeksi oleh tonsil adenoid.
C. Indra Pengecap (Lidah)
Lidah sebagai indra pengecap memiliki kemoreseptor berupa kuncup pengecap (taste
bud). Kuncup pengecap terdapat pada papilla lidah, palatum (langit – langit) lunak,
epiglotis, dan faring.
Papila lidah dapat dibedakan menjadi 4 macam berdasarkan bentuknya, yaitu :
Papila filiformis, berbentuk kerucut kerucut, kecil, menutupi bagian dorsum
lidah(permukaan atas), dan tidak mengandung kuncup pengecap.
Papila fungiformis, berbentuk bulat, banyak terdapat di dekat ujung lidah,
mengandung 5 kuncup pengecap pada setiap papila.
Papila sirkumvalata, berbentuk menonjol dan tersusun seperti huruf V, banyak
terdapat di bagian belakang lidah, serta mengandung 100 kuncup pengecap.
Papila foliata, berbentuk seperti daun, terletak di bagian tepi pangkal lidah,
danmengandung sekitar 1.300 kuncup pengecap di setiap lipatannya.
Kuncup pengecap terdiri atas sel – sel penunjang dan sel sensor (sel pengecap).
Subtansiyang dirasakan harus berbentuk cairan atau larut dalam air ludah.
Area kepekaan rasa pada lidah adalah sebagai berikut.
Pengecap rasa manis, terdapat di bagian ujung lidah.
Pengecap rasa asin, terdapat pada hampur seluruh area lidah, tetapi reseptor
banyakterkumpul di bagian samping.
Pengecap rasa asam, terdapat di bagian samping idah agak ke belakang.
Pengecap pahit, terdapat di bagian belakang pangkal lidah.
D. Indra Pendengar (Telinga)
Telinga berfungsi sebagai indra pendengar yang mampu mendeteksi gelombang
bunyi/suara, serta berperan penting dalam keseimbangan dan menentukan posisi
tubuh.
Struktur Telinga
a. Telinga luar -> pinna/aurikula (daun telinga) dan membrane
286
tympanum (gendang pendengar).
b. Telinga tengah -> tabung Eustachius (penghubung telinga dengan faring,
berfungsi menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi membrane
tympanum) dan osikel auditori (tulang pendegaran maleus (martil), inkus
(landasan), dan stapes (sanggurdi).
c. Telinga dalam -> labirin tulang (terbagi menjadi vestibula (mengandung
reseptor keseimbanfan tubuh), kanalis semisirkularis (tiga saluran setengah
lingkaran), dan koklea (mengandung reseptor pendengaran)) dan labirin
membranosa (terdiri dariutrikulus dan sakulus yang dihubungkan oleh duktus
endolimfa).
E. Indra Peraba (Kulit)
Kulit sebagai indra peraba memiliki beberapa reseptor sensor untuk mentransduksi
stimulus dari lingkungan menjadi impuls saraf.
Reseptor sensor pada kulit adalah sebagai berikut.
Korpuskula Pacini
Mendeteksi tekanan yang dalam (kuat) dan getaran.
Terdapat di jaringan subkutan.
Berbentuk bulat atau lonjong.
Memiliki panjang 2 mm.
Berdiameter 0,5 – 1 mm.
Terdapat pada jari, telapak tangan, dan kaki.
Korpuskula Meissner
Mendeteksi rangsangan berupa sentuhan.
Terdapat pada papilla dermis, terutama pada ujung jari, bibir, papila mamae,
dangenitalia luar.
Berbentuk silindris, dengan panjang 80 mikron dan lebar 40 mikron.
Cakram Merkel
Mendeteksi sentuhan dan sebagai reseptor raba yang beradaptasi lambat,
misalnya ketika seseorang memegang pena.
Dapat ditemukan pada kulit yang tidak berambut (misalnya pada ujung jari)
dandiantara folikel rambut epidermis.
287
Korpuskula Ruffini
Berperan sebagai reseptor tekanan dan tegangan di sekitar jaringan ikat.
Terdapat di bagian dermis.
Ujung bulbus Krause
Mendeteksi tekanan sentuhan, kesadaran posisi, dan gerakan.
Berbentuk bulat dengan diameter 50 mikron.
Terdapat di bibir dan genitalia luar, serta bagian dermis yang berhubungan
dengan rambut.
Ujung Saraf Bebas (Tidak memiliki lapisan seluler)
Mendeteksi rasa nyeri, sentuhan ringan, dan suhu (panas/dingin).
Terdapat menyebar di jaringan tubuh.
Merupakan reseptor sensor utama pada kulit.
288
BAB X
SISTEM REPRODUKSI
A. Jurnal Belajar
Hari/Tanggal : Rabu/ 5 Mei 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, saya dan teman – teman kelas saya bersama dengan anak kelas XI
IPA 5 melaksanakan pertemuan secara virtual melalui Google Classroom yang dibimbing
oleh Ibu Puspa. Sebelumnya kami telah melaksanakan ulangan bab sebelumnya yaitu bab
sistem koordinasi pada Senin (3/5/2021) lalu dan sekarang kami akan melanjutkan untuk
mempelajari bab baru yaitu bab 10 mengenai sistem reproduksi. Setelah Ibu Puspa
membagikan link pertemuan, kami pun bergabung.
Setelah bergabung, Ibu Puspa mengawali pembicaraan dengan pembukaan lalu
dilanjut dengan membahas mengenai libur hari raya dan juga ulangan akhir semester yang
akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Ibu Puspa menginfokan kami bahwa untuk soal
pelajaran Biologi pada saat UAS nanti yaitu akan diambil dari 2 bab terakhir, yaitu bab 10
dan 11 mengenai sistem reproduksi dan sistem pertahanan tubuh. Ibu Puspa lanjut dengan
membicarakan bahwa nilai kami lebih ditonjolkan dari kehadiran, keaktifan pertemuan,
dan tugas – tugas di Google Classroom, lalu ulangan. Selanjutnya, Ibu Puspa memberitahu
kami untuk tugas akhir kami yaitu semua tugas – tugas portofolio kami akan diprint dan
diberi kata pengantar, daftar isi, dan lembar terakhir diberi refleksi, lalu setelah semuanya
selesai dijilid. Ibu Puspa juga membahas mengenai kegiatan Gerakan Sekolah Menulis
Buku (GSMB).
Kami pun masuk ke pembahasan mengenai sistem reproduksi. Dengan sistem
reproduksi meneruskan regenerasi kehidupan. Lalu materi sistem reproduksi ini dijelaskan
oleh Ibu Puspa hingga pertemuan berakhir. Pertemuan hari ini saya memperoleh ilmu
dengan sangat baik dan juga sangat menyenangkan. Saya harap untuk kami semua dapat
289
289
selalu diberi kesehatan agar dapat belajar dan melaksanakan ulangan akhir semester dengan
baik.
Bukti Screenshot Pertemuan Hari ini :
290
290
BAB XI
SISTEM PERTAHANAN TUBUH
A. Jurnal Belajar
Hari/Tanggal : Jumat/ 7 Mei 2021
Nama/Kelas : Putri Nur Az Zahra/XI IPA 4
Pada hari ini, saya dan teman – teman kelas saya bersama dengan anak kelas XI
IPA 5 melaksanakan pertemuan secara virtual melalui Google Classroom yang dibimbing
oleh Ibu Puspa. Saya terlambat masuk ke pertemuan dikarenakan sedang pusing sehingga
ketiduran saat jam pelajaran Biologi. Setelah saya masuk, ternyata ada kegiatan
menjelaskan materi dari tiap – tiap siswa. Karena saya terlambat, jadi saya tidak sempat
ikut untuk menjelaskan sehingga saya tidak dapat nilai.
Saya merasa sangat bersalah pada hari ini. Setelah pertemuan saya meminta
maaf kepada Ibu Puspa. Semoga dari kesalahan saya hari ini saya dapat memperbaiki diri
untuk kedepannya sehingga tidak ada kerugian bagi diri saya sendiri.
291
291
B. Tugas – tugas
TUGAS BIOLOGI PORTOFOLIO BAB 11 (SISTEM PERTAHANAN TUBUH)
Menuliskan Kata Kunci Masing – masing Murid Kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5
1. Aaliyah (XI IPA 4)
Sistem imunitas adalah sistem pertahanan yang berperan dalam mengenal,
menghancurkan, serta menetralkan benda asing atau sel abnormal yang berpotensi
merugikan tubuh.
2. Albert (XI IPA 5)
Fungsi sistem pertahanan tubuh yaitu adalah mempertahankan tubuh dari pathogen
incvasive (virus dan bakteri), melindungi tubuh terhadap suatu agen dari lingkungan
eksternal, menyingkirkan sel-sel yang sudah rusak, mengenali dan menghancurkan
sel abnormal.
3. Adastra (XI IPA 4)
Alat yang menghalangi dalam imunitas bawaan seperti kulit, air mata, mucus,
mereka berfungsi untuk mencegah luka peradangan setelah terjadi luka atau infeksi.
4. Aldi’an (XI IPA 5)
Mekanisme pertahanan tubuh pertahanan spesifik merupakan sistem kompleks yang
memberikan respons imun terhadap antigen yang spesifik.
5. Afif (XI IPA 4)
Pertahanan nonspesifik dibagi menjadi 4, yaitu :
1. Pertahanan fisik, kimia dan mekanis terhadap agen infeksi.
2. Fagositosis
3. Inflamasi (peradangan)
4. Zat mikroorganisme nonspesifik yang diproduksi tubuh.
6. Aldinan (XI IPA 5)
Pertahanan fisik, kimia, dan mekanis terhadap agen infeksi : kulit yang sehat dan
utuh, membrane mukosa, cairan tubuh yang mengandung zat kimia anti mikroba,
pembilasan oleh air mata, dan urin.
7. Alfonsus (XI IPA 4)
Kemampuan tubuh untuk menahan atau menghilangkan benda asing serta sel-sel
abnormal disebut imunitas (kekebalan).
292
8. Alya Herliyani (XI IPA 5)
Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera.
9. Alya Rahimah (XI IPA 4)
Zat antimikroba nonspesifik yang diproduksi tubuh dapat bekerja tanpa adanya
interaksi antigen dan antibodi sebagai pemicu. Contoh : Interferon dan komplemen.
10. Andi Ailman (XI IPA 5)
Komponen respons imunitas spesifik ada 2, yaitu antigen dan antibodi.
11. Alya Sakila (XI IPA 4)
Di dalam interaksi antibodi dan antigen, terdapat fiksasi komplemen yaitu aktivasi
sistem komplemen (protein serum) oleh antibodi, yang jika terjadi infeksi, protein
pertama dalam rangkaian protein komplemen diaktifkan, kemudian memicu aktivasi
protein-protein berikutnya, hasilnya merupakan virus dan sel-sel patogen yang
mengalami lisis.
12. Ashaz (XI IPA 5)
Hipersensitivitas bergejala gatal-gatal, ruam, mata merah, sulit bernapas, kram
berlebihan, dll.
13. Aurelia (XI IPA 4)
Interaksi antibodi dan antigen ada fiksasi komplemen, netralisasi, aglutinasi, dan
presipitasi.
14. Boeih (XI IPA 5)
Jenis imunitas terhadap kekebalan tubuh imunitas aktif dan imunitas pasif, imunitas
aktif ada alami dan buatan, imunitas pasif ada alami dan buatan juga.
15. Brandon (XI IPA 4)
Pertahanan Spesifik (Adaptif) dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu imunitas
yang diperantarai oleh antibodi dan imunitas yang diperantarai oleh sel.
16. Cantika (XI IPA 5)
Sel – sel yang terdapat dalam respons imunitas ada sel B, sel T. makrofag, sel
pembunuh alami.
17. Candyle (XI IPA 4)
Faktor yang memengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu Genetik (keturunan),
Fisiologis, Stress, Usia, Hormon, Olahraga, Tidur, Nutrisi, Pajanan zat berbahaya,
Racun tubuh, dan Penggunaan obat – obatan.
293
18. Deswita (XI IPA 5)
Mekanisme respon imunitas seluler ada 2 yaitu, ekstraseluler (jika antigen dicerna
oleh makrofag) dan intraseluler (jika antigen menginfeksi sel).
19. Dwi (XI IPA 4)
Tanda – tanda lokal respons inflamasi yaitu kemerahan, panas, pembengkakan,
nyeri atau kehilangan fungsi.
20. Dicky (XI IPA 5)
Mekanisme ekstraseluler atau jika antigen dicerna oleh makrofag : Antigen ditelan
makrofag, makrofag membentuk molekul MHC kelas II, MHC kelas II menangkap
peptide antigen, Sel T penolong mengaktivasi makrofag.
21. Elvina (XI IPA 4)
Makrofag dapat dibedakan menjadi 3, yaitu makrofag jaringan ikat, makrofag dan
prekursornya, dan sistem fagosit mononukleus.
22. Dina (XI IPA 5)
Imunitas dibagi menjadi beberapa, Imunitas pasif adalah jika antibodi dari satu
individu dipindahkan ke individu lainnya. Imunitas pasif buatan adalah melalui
injeksi antibodi dalam serum yang dihasilkan orang atau hewan.
23. Engeline (XI IPA 4)
Gangguan sistem pertahanan tubuh meliputi hipersensitivitas, penyakit autoimun,
dan imunodefisiensi.
24. Faisal (XI IPA 4)
Fagositosis memiliki beberapa jenis makrofag, yaitu makrofag jaringan ikat atau
histiosit, makrofag dan prekusomya atau monosit, dan sistem makrofag
mononukleus.
25. Fajar Hamdan (XI IPA 5)
Pertahanan non spesifik terbagi menjadi 3, yaitu pertahanan fisik kimia dan
mekanis, fagositosis, inflamasi, dan zat anti mikroba nonspesifik yang diproduksi
oleh tubuh.
26. Fani (XI IPA 4)
Faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu genetik, fisiologis, stress,
usia, hormon, olahraga, tidur, dan nutrisi.
27. Farren (XI IPA 5)
Gangguan sistem pertahanan tubuh seperti hipersensitivitas, penyakit auto imun,
imunodefisiensi.
294
28. Gabriel (XI IPA 4)
Sistem pertahanan tubuh spesifik yaitu limfosit. Limfosit ada 2 macam, yaitu
Limfosit B dan Limfosit T.
29. Gina (XI IPA 5)
Sel sitotoksik adalah sel pembunuh aktif yang menghancurkan sel.
30. Gita (XI IPA 4)
Mekanisme respon humoral melibatkan aktivasi sel B yang akan menghasilkan
antibodi dalam plasma darah dan limfa.
31. Ivan (XI IPA 5)
Sel pembunuh alami atau natural killer, sel ini berperan dalam menghancurkan sel
kanker, virus, jamur, dan parasit lainnya.
32. Juan (XI IPA 4)
Hipersensitivitas atau alergi adalah peningkatan sensitivitas atau reaktivitas
terhadap antigen yang pernah dipajankan atau dikenal sebelumnya, pada umumnya
terjadi pada beberapa orang saja dan tidak terlalu membahayakan tubuh.
33. Je Ivan (XI IPA 5)
Penyakit autoimunitas adalah kegagalan sistem imunitas untuk membedakan sel
tubuh dengan sel asing sehingga sistem imunitas menyerang sel tubuh sendiri.
34. Louis (XI IPA 4)
Imunodefisiensi adalah kondisi menurunnya keefektifan sistem imunitas atau
ketidakmampuan sistem imunitas untuk merespon antigen. Contoh : Defisiensi
imun kongenital dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).
35. Khanza (XI IPA 5)
Sindrom sistem johnson, penyakit kulit dan mukosa yang berbahaya dan dapat
mengakibatkan kematian. Sel – sel kulit bagian epidermis mengelupas dan
memisahkan diri dari dermis dengan gejala bercak kemerahan.
36. Marcell (XI IPA 4)
Imunisasi polio merupakan vaksin yang digunakan untuk melindungi tubuh dari
gangguan poliomyelitis atau infeksi polio. Vaksin polio ini sangat penting untuk
upaya mencegah penularan.
37. Madinah (XI IPA 5)
Jenis imunisasi BCG (bacillus calmette-guerin) untuk mencegah penyakit TBC
(tuberculosis), imunisasi Hepatitis B untuk mencegah penyakit Hepatitis B (infeksi
organ hati), imunisasi polio untuk mencegah penyakit poliomyelitis/kelumpuhan.
295
38. Modestine (XI IPA 4)
Tujuan akhir inflamasi adalah untuk mengisolasi, menghancurkan, menginaktifkan
agen penyerang, membersihkan sel-sel debris, serta mempersiapkan proses
penyembuhan dan perbaikan jaringan.
39. Andri (XI IPA 5)
Imunoglobulin (Ig) merupakan protein plasma yang disebut yang terdiri atas 5
kelas, yaitu :
- IgA melawan mikroorganisme, banyak terdapat pada zat sekresi seperti keringat,
ASI, dan ludah.
- IgD, membantu memicu respons imunitas, jumlah sedikit.
- IgE menyebabkan pelepasan histamin dan mediator kimia lain.
- IgG, jumlah paling banyak sekitar 80% Jumlahnya akan lebih besar setelah
pajanan pertama.
- IgM, antibodi pertama yang tiba di lokasi infeksi, menetap di pembuluh darah.
40. Salman (XI IPA 4)
Antigen adalah zat yang merangsang respons imunitas, terutama dalam
menghasilkan antibodi. Terdiri atas determinan antigen dan hapten.
41. Fawwaz (XI IPA 5)
Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu tidur. Jika kurang, menyebabkan
perubahan pada jaringan sitokin yang dapat menurunkan imunitas seluler,
kekebalan tubuh melemah.
42. Oasis (XI IPA 4)
Imunisasi DPT yaitu imunisasi untuk difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus
yang diberikan pada bayi usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Pemberian yang ke-4
adalah pada usia 18 bulan, dan pemberian yang terakhir pada usia 5 tahun. Dosis
yang diberikan yakni satu kali suntikan setiap jadwal imunisasi.
43. Rafli (XI IPA 5)
Salah satu gangguan sistem pertahanan tubuh adalah defisiensi imun, tidak
memiliki sel B dan sel T sejak lahir. Penderita harus tinggal di tempat yang streril.
44. Oriza (XI IPA 4)
Kekebalan tubuh ada dua.
- Aktif : Kekebalan yang dihasilkan oleh tubuh sendiri dimana jika seseorang
sakit karna terinfeksi patogen, tubuh akan membuat antibodi.
296