The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini adalah kumpulan dari Inovasi Perangkat Daerah, Kabupaten Blora Tahun 2023 yang terdiri dari Inovasi Kecamatan, Inovasi Puskesmas dan Inovasi Pendidikan, dengan total keseluruhan 274 inovasi daerah.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by AL EL BAPER (Almari Elektronik Badan Perencanaan), 2024-01-22 03:01:23

BUKU 274 INOVASI BLORA TAHUN 2023

Buku ini adalah kumpulan dari Inovasi Perangkat Daerah, Kabupaten Blora Tahun 2023 yang terdiri dari Inovasi Kecamatan, Inovasi Puskesmas dan Inovasi Pendidikan, dengan total keseluruhan 274 inovasi daerah.

Keywords: #inovasidaerah,#blora

274 Inovasi Blora / 177 Nama Inovasi : AKSI BERUANG (AKU SIAP BELAJAR BANGUN RUANG) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SDN 1 Tambaksari P elajaran Matematika selama ini dianggap oleh sebagian siswa sebagai pelajaran yang sulit. Padahal, jika penyampaian pelajaran Matematika dilakukan dengan metoda yang bagus, para siswa pun akan lebih mudah mengerti. SDN 1 Tambaksari, Kecamatan Blora, menciptakan inovasi metoda pembelajaran Matematika. Tak hanya bagi siswa. Metoda tersebut bisa digunakan oleh para guru agar hasil pembelajaran siswa menjadi lebih maksimal. Metoda tersebut diaplikasikan dalam enam kegiatan. Kegiatan itu antara lain melaksanakan Melodi Pangkat Tiga, melaksanakan Papan Tiga, melaksanakan pembelajaran Model Cooperative Learning dengan media Pop Up Bangun Ruang, Melaksanakan AKSI BERUANG (Aku Siap Belajar Bangun Ruang), melaksanakan LAGA BARU (Ular Tangga Bangun Ruang ) dan melaksanakan Evaluasi. Hasil inovasi ini membawa dampak positif bagi seluruh pihak di SDN 1 Tambaksari, seperti semangat belajar yang meningkat dan pemahaman materi Matematika yang lebih mudah bagi siswa. Guru juga menerapkan berbagai media pembelajaran sebagai pedoman dalam pembelajaran demi mencapai tujuan pembelajaran yang lebih efektif. Selain itu, sekolah melihat peningkatan mutu yang signifikan.


178 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : OPTIMUS PROBESLEAR OPTIMALISASI PROBLEM BASED LEARNING Bentuk Inovasi : Pendidikan Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SDN 2 Keser I su utama yang mendesak untuk diatasi adalah kurang optimalnya pembelajaran siswa kelas V di SDN 2 Keser, Kabupaten Blora. Inovasi Optimalisasi Pembelajaran Tematik Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Siswa Kelas V SDN 2 Keser Kabupaten Blora diciptakan untuk itu. Ada enam kegiatan utama. Dimulai dari menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran model problem based learning materi Tematik Komponen Ekosistem Siswa Kelas V SDN 2 Keser Kabupaten Blora, penggunaan power poin, alat peraga wayang milenial dan pelaksanaan inovasi menggunakan Google Form Materi Tematik Komponen Ekosistem Siswa Kelas V SDN 2 Keser Kabupaten Blora. Dari kegiatan tersebut menunjukkan keberhasilan dalam mencapai tujuan dan memberikan manfaat bagi SDN 2 Keser, terutama bagi guru dan siswa.


274 Inovasi Blora / 179 Nama Inovasi : APEL LUMMER (Aplikasi Penilaian Kurikulum Merdeka) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital Dinas Pendidikan M asih sulit bagi guru memahami kurikulum baru, yaitu Kurikulum Merdeka. Kurangnya contoh penerapan dari kementerian pendidikan membuat guru bingung. Sebelumnya, guru kesulitan memilih aplikasi pengolah nilai yang sesuai dengan Panduan Pembelajaran dan Assesmen. Meskipun kementerian memberikan opsi aplikasi, tetapi belum memenuhi kebutuhan guru. Untuk Aplikasi Berbasis web (e-rapor), terbatas pada sekolah dengan sarana dan prasarana yang memadai. Sementara aplikasi excel dari kemendikbud tidak update. Inovasi ini muncul dari kebingungan para guru terhadap Kurikulum Merdeka, diikuti dengan pembelajaran mandiri dan diskusi dengan kepala sekolah serta pengawas. Aplikasi penilaian yang sederhana dan mudah digunakan ini disosialisasikan melalui berbagai platform, mendapat respon positif, dan digunakan oleh guru dari berbagai wilayah di Indonesia.


180 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : OPERAN (Optimalisasi persiapan asesmen nasional) Urusan Inovasi Daerah : Inovasi Daerah Lainya Sesuai dengan Urusan Pemerintah yang menjadi Kewenangan Daerah Jenis Inovasi : Non Digital SDN 3 Bogorejo I novasi “Optimalisasi Persiapan Asesmen Nasional di SDN 3 Bogorejo Kabupaten Blora” memberikan hasil yang diinginkan dan manfaat berupa persiapan yang optimal untuk menyambut asesmen nasional. Dalam upaya menangani isu-isu di sekolah, dilakukan sosialisasi kepada murid dan wali murid kelas V, mengikuti informasi dari Diknas, simulasi ANBK, latihan soal literasi dan numerasi AKM, serta membiasakan anak menggunakan laptop. Hasil kegiatan menunjukkan capaian 100%, dengan terlaksananya sosialisasi, data peserta lengkap, akses ke link simulasi dari Kemdikbud, belajar soal dari buku, dan anak-anak mulai terbiasa menggunakan laptop. Ini membantu siswa, guru, dan sekolah mencapai proses pembelajaran yang bermutu, efektif, dan efisien sesuai dengan misi sekolah, terutama selama norma baru berlangsung.


274 Inovasi Blora / 181 Nama Inovasi : SIFAT MBAH KERAS Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Keras Untuk Bahan Pembuatan Karya Kerajinan Dan Pameran Kerajinan Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SMP Negeri 2 Cepu P eserta didik SMP Negeri 2 Cepu menghadapi beberapa kendala, seperti kurangnya kepercayaan diri siswa dan minimnya minat terhadap produk lokal. Limbah keras belum dimanfaatkan dengan baik. Namun, ada inovasi baru. SIFAT MBAH KERAS Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Keras Untuk Bahan Pembuatan Karya Kerajinan Dan Pameran Kerajinan Pada Peserta Didik Kelas VIII A-C SMP Negeri 2 Cepu Kabupaten Blora. Tujuannya simpel: peserta didik belajar membuat kerajinan dari limbah, menghargai hasil karya, dan menjadi lebih tertarik pada hal kreatif. Hasilnya, peserta didik kini aktif membuat kerajinan dari limbah dan menampilkan karyanya dalam pameran. Inovasi ini membawa manfaat bagi peserta didik, guru, dan sekolah untuk pembelajaran yang lebih menarik dan bermanfaat.


182 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : GETARAN (Optimalisasi google quiz dan setara daring pada pembuatan soal upk berbasis akm di SKB blora) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SKB Blora O ptimalisasi Google Quiz dan seTARA daring dalam pembuatan soal UPK di SKB Blora jadi perhatian. Tutor selama ini hanya paham bikin soal pilihan ganda di Google Quiz, padahal UPK butuh tipe soal lain. Google Quiz punya potensi lebih, tapi belum dimaksimalkan. Lahirlah inovasi GETARAN dalam membuat soal Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) berbasis AKM (Asesmen Kompetensi Minimum). Melalui inovasi ini diintegrasikan SeTARA daring, platform e-learning di SKB Blora, udah dipakai lama, mudah digunakan, dan bisa nyambung dengan Google Quiz. Fokus penyelesaian adalah optimalisasi Google Quiz dan seTARA daring untuk membuat soal UPK berbasis AKM di SKB Blora. Hasilnya diharapkan memberikan pemahaman dan keterampilan baru bagi tutor, termasuk identifikasi pengetahuan awal, perancangan kegiatan sosialisasi, panduan video, dan buku manual. Sosialisasi dan implementasi juga akan dilakukan, semoga bisa meningkatkan efektivitas penggunaan platform di SKB Blora.


274 Inovasi Blora / 183 Nama Inovasi : SACOPER (Aplikasi SAC Mampu Meningkatkan Kemampuan Berhitung Peserta Didik) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SDN 1 Semanggi B erdasarkan pengamatan di SDN 1 Semanggi Kabupaten Blora, terungkap bahwa materi berhitung kelas V belum optimal. Digunakanlah aplikasi aplikasi SAC sebagai media pembelajaran materi berhitung kelas V SDN 1 Semanggi Kabupaten Blora. Smart Apps Creator. Ini adalah semacam pembuat aplikasi tapi versi agak instan, tidak memakai coding coding yang terlalu ribet. Sebelum inovasi, siswa belajar berhitung manual, memakan waktu lama. Setelah inovasi, mereka antusias menggunakan tablet dengan aplikasi SAC yang menarik, mempercepat pengerjaan soal, dan meningkatkan motivasi belajar. Meskipun semua kegiatan sukses dengan capaian 100%, tantangan muncul akibat sinyal buruk di tengah hutan, menyulitkan akses internet. Keterbatasan ponsel juga menghambat berbagi materi. Inovasi ini berhasil meningkatkan hasil belajar, motivasi, dan prestasi siswa di SDN 1 Semanggi Kabupaten Blora.


184 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : Blora Pintar Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital Dinas Pendidikan M elalui Inovasi Blora Pintar, disediakan beasiswa bagi pelajar Blora berprestasi, Dalam program beasiswa ini, para siswa bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kerjasama dimulai dengan SMP/SMA IT Insan Mandiri Cibubur, memberikan pendekatan pembelajaran yang keren, termasuk tahfidz Al-Qur’an, inovasi pemikiran, dan etika pergaulan. Langkah selanjutnya adalah pemberian Kartu Blora Pintar, dimana siswa yang tidak masuk dalam Program Indonesia Pintar akan mendapatkan beasiswa sebanding dengan penerima program PIP. Ini adalah upaya konkret untuk memberikan dukungan finansial kepada siswa agar mereka tetap dapat mengakses pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi mereka. Semua langkah ini diambil dengan harapan dapat membantu siswa terus belajar dan berkembang.


274 Inovasi Blora / 185 Nama Inovasi : ARAP MPUK (Aplikasi raport mudah praktis untuk kita) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital Dinas Pendidikan A plikasi raport K13 berbasis Excel saat ini banyak digunakan oleh rekan guru, terutama menjelang akhir semester atau tahun ajaran. Namun, masih banyak kendala yang dihadapi. Untuk itu, diciptakanlah Aplikasi Raport Kurikulum 2013 yang gratis dan mudah dioperasikan. Aplikasi ini didesain dengan sederhana dan praktis, terinspirasi dari kendala guru dalam mengelola nilai, seperti ukuran kolom yang sulit diatur. Penggunaannya sangat mudah, hanya perlu meng-copy-paste data peserta didik dari Dapodik, dan menginput nilai dengan cara yang lebih efisien. Diharapkan aplikasi ini memberikan manfaat kepada para guru, menjadi solusi mudah dan praktis dalam menyusun raport setiap akhir semester atau kenaikan kelas. Inovasi ini diharapkan juga menjadi evaluasi bagi guru, memberikan gambaran tentang penggunaan aplikasi rapor K13, dan membantu sekolah dalam mengembangkan sistem penilaian yang sesuai dengan aturan dan memperhatikan kebutuhan guru sebagai pelaksana penilaian.


186 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : BACA BAKAT Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan Dengan Modul Baca Dan Kartu Kata Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 2 Temurejo I novasi BACA BAKAT, modul baca dan kartu kata, diciptakan untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa Kelas 1 SDN 2 Temurejo, Kabupaten Blora, merespons isu rendahnya penggunaan media dalam pembelajaran membaca. BACA BAKAT diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar dengan cara yang menyenangkan, seperti yang terlihat dari enam kegiatan yang dilaksanakan, seperti mendesain ruang kelas menarik dan membuat modul baca yang menarik. Tujuan inovasi ini adalah meningkatkan keterampilan membaca siswa dengan modul dan media yang menarik, serta menciptakan pembelajaran membaca yang menyenangkan melalui penggunaan kartu kata dalam permainan. Manfaat dari inovasi ini terlihat pada kemampuan siswa membaca dengan lancar melalui penggunaan modul dan media baca yang menarik, serta partisipasi aktif dan kegembiraan dalam pembelajaran. Dengan demikian, inovasi BACA BAKAT efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa Kelas 1.


274 Inovasi Blora / 187 Nama Inovasi : Berkreasi Kegiatan Peningkatan Hasil Belajar IPA pada Peserta didik kelas VI SDN 1 Tunjungan Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SDN 1 Tunjungan I su utama yang perlu segera ditangani adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas VI di SDN 1 Tunjungan, Kabupaten Tunjungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dirumuskan 5 kegiatan. Pertama, pembelajaran dilakukan dengan model Project Based Learning (PjBL) menggunakan media audiovisual. Kedua, dibuat kuis interaktif dengan menggunakan barcode. Ketiga, buku penghubung orang tua dibuat untuk memantau perkembangan belajar di rumah. Keempat, bahan ajar interaktif dibuat dengan aplikasi Canva. Kelima, dibuat meteran prestasi peserta didik. Hasil dari inovasi ini mencakup pelaksanaan pembelajaran bermakna, kuis interaktif dengan barcode, buku penghubung untuk komunikasi guru-orang tua, bahan ajar interaktif, dan meteran prestasi peserta didik.


188 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : BLOK MAT PECAH (Meningkatkan Motivasi Siswa Belajar Siswa Melalui Media “Blok Pecahan” Matematika) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Padaan N ih, buat bikin belajar makin seru di kelas IV SDN 1 Padaan, Blora, ada ide inovasi namanya “BLOK MAT PECAH” buat nge-boost semangat belajar matematika. Ada lima kegiatan keren yang dijalankan: bikin rencana pelaksanaan pembelajaran matematika Pecahan kelas IV yang asyik, bikin media Blok Pecahan untuk pelajaran matematika Pecahan kelas IV, pakai metode pembelajaran yang seru, ngajar pake media “Blok Pecahan” matematika Pecahan kelas IV, dan terakhir, evaluasi hasilnya pake Microsoft Word. Hasilnya, peserta didik jadi lebih semangat dan hasil belajarnya nambah 95%, sampe capai ketuntasan. Pokoknya, inovasi ini sukses 100%, bikin belajar jadi pengalaman baru yang seru!


274 Inovasi Blora / 189 Nama Inovasi : DIVA MATEMATIKA l (Optimalisasi Penggunaan Media Inovatif dalam Pembelajaran Matematika Di Kelas 1) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Tunjungan I novasi ini bertujuan untuk membuat pembelajaran matematika di kelas 1 SDN Balongrejo lebih menarik dan menyenangkan serta meningkatkan hasil belajar peserta didik. Langkah-langkahnya termasuk pembuatan media papan bilangan, video pembelajaran dengan Canva, dan pohon prestasi dengan stiker di dinding. Selanjutnya, melaksanakan pembelajaran matematika menggunakan media papan bilangan dan video pembelajaran di kelas 1 SDN Balongrejo, serta melakukan evaluasi program. Hasil inovasi ini mencakup penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, pembuatan Media Papan Bilangan, pembuatan Video Pembelajaran, pemasangan pohon prestasi, pelaksanaan pembelajaran matematika dengan video pembelajaran dan media papan bilangan, serta evaluasi program. Capaian hasil belajar siswa juga meningkat dari 47% menjadi 100%. Inovasi ini bermanfaat untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik, memberikan pengalaman baru dalam model pembelajaran dan pembuatan media, serta membantu menciptakan proses pembelajaran yang bermutu, efektif, dan efisien sesuai misi sekolah.


190 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : GUDEG SEHAT Upaya Penggunaan Media Video dan Google Form pada Asesmen Kebutuhan Peserta Didik Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SMPN 2 Todanan P elayanan bimbingan dan konseling di SMP N 2 Todanan pada kelas IX belum optimal, terutama dalam asesmen kebutuhan peserta didik yang dilakukan setahun sekali pada awal tahun ajaran baru. Metodenya masih manual dengan lembar angket, belum memanfaatkan teknologi IT. Sehingga diperlukan solusi inovasi GUDEG SEHAT. Dalam inovasi ini digunakan media video dan google form dalam asesmen kebutuhan peserta didik dapat meningkatkan pemahaman dan kemudahan pengisian angket. Inovasi ini telah diterapkan di SMP N 2 Todanan, dimana peserta didik dapat mengisi angket secara online melalui link drive di grup WA. Tujuan inovasi ini adalah meningkatkan layanan bimbingan konseling dan kontribusi pada tingkat kedisiplinan siswa. Manfaatnya terletak pada kemudahan akses dan pengolahan data, mempercepat pelayanan BK. Hasilnya, Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) telah tersusun, materi Asesmen: Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) terpilih, dan hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan media video dan google form dinilai baik oleh sebagian besar siswa.


274 Inovasi Blora / 191 D engan adanya rendahnya hasil pembelajaran IPA dan kurangnya keaktifan siswa, sebuah inovasi dianggap perlu. Di SDN 3 Pengkolrejo, perhatian terhadap pendidikan karakter, khususnya kebersihan kelas, dinilai kurang. Untuk mengatasi isu ini, dilakukan lima kegiatan, seperti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat Media Diorama Siklus Air, serta menciptakan Papan Bintang Prestasi sebagai penunjang pembelajaran. Selain itu, melaksanakan pembelajaran IPA dengan bantuan Media Diorama dan Papan Bintang serta menjalankan evaluasi pembelajaran. Dari implementasi kegiatan tersebut, beberapa hasil positif dapat dicapai. Pertama, terciptanya RPP yang baik sebagai referensi pembelajaran. Kedua, adanya media pembelajaran IPA yang inovatif dan mudah dipahami oleh siswa. Ketiga, diciptakannya media Papan Bintang Prestasi sebagai penunjang pembelajaran. Keempat, terlaksananya kegiatan pembelajaran IPA yang dapat meningkatkan pemahaman siswa. Terakhir, terlaksananya kegiatan evaluasi pembelajaran IPA yang memberikan hasil maksimal dan dapat dijadikan acuan untuk pembelajaran selanjutnya. Nama Inovasi : OPPA DORA (Optimalisasi Pembelajaran IPA Melalui Media Diorama Siklus Air dan Papan Bintang Prestasi) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 3 Pengkolrejo


192 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : MEDULAR POINT (Penggunaan variasi media ular tangga dan power point) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Sarimulyo S elama proses pembelajaran di kelas, terjadi rendahnya prestasi belajar siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan inovasi Penggunaan Variasi Media Ular Tangga dan Power Point (MEDULAR POINT) guna meningkatkan pencapaian pembelajaran Tema 6 pada siswa kelas III di SDN 1 Sarimulyo, Kabupaten Blora. Sebelum inovasi diterapkan, terdapat kondisi seperti kurangnya pendidikan karakter dalam menjaga kebersihan kelas, kurangnya kerjasama antara guru dan orangtua dalam bimbingan belajar, minimnya pemanfaatan alat peraga sebagai media pembelajaran. Setelah diterapkannya inovasi, terlihat perubahan positif seperti siswa mampu menjaga kebersihan kelas, mendapatkan bimbingan belajar baik di sekolah maupun rumah dan kemampuan siswa di mata pelajaran IPA mencapai atau melebihi KKM 75%. MEDULAR POINT (Media Ular Tangga dan Power Point) terbukti mampu merangsang aktivitas belajar siswa, mengoptimalkan hasil belajar, serta meningkatkan kualitas pembelajaran.


274 Inovasi Blora / 193 Nama Inovasi : Si Dadung (Optimalisasi Budaya Peduli Lingkungan Dengan Kampanye Melalui Media Sosial) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SMP Negeri 2 Cepu I su lingkungan menjadi pusat perhatian karena berpengaruh pada kehidupan di bumi. Sehingga siswa diberikan pendidikan karakter tentang lingkungan sejak dini. Pasalnya, pendidikan tidak hanya untuk saat ini, tapi juga membentuk karakter melalui Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Inovasi Si Dadung dilakukan SMP Negeri 2 Cepu yang ingin menjadi sekolah Adiwiyata dengan budaya peduli lingkungan. Melalui inovasi itu, kampanye peduli lingkungan dilakukan melalui video TikTok untuk mencapai berbagai lapisan masyarakat. Proses kampanye melibatkan peserta didik dengan diskusi, syuting, dan unggah video. Poster dan video diunggah di media sosial dan mendapat bimbingan untuk hasil terbaik. Siswa berprestasi mendapatkan reward. Kampanye ini diharapkan meningkatkan semangat peduli lingkungan di sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat.


194 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : OPER DELEAR (Optimalisasi Pembelajaran Blended Learning) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SMP 7 Blora P andemi Covid-19 membawa hikmah positif dalam dunia pendidikan, khususnya di SMPN 7 Blora. Metode pembelajaran daring yang diterapkan tidak hanya berjalan efektif selama pandemi, tapi juga terbukti meningkatkan minat belajar siswa setelahnya. Inovasi metode pembelajaran itupun tetap bisa diterapkan hingga saat ini. Di SMPN 7 Blora misalnya. Sekolah ini sukses menerapkan metode blended learning pada mata pelajaran IPS kelas VIII dengan optimalisasi WhatsApp. Proses pembelajaran, baik daring maupun luring, dilakukan melalui WAg dan VC WhatsApp, sederhana namun efektif. Tugas dan evaluasi pembelajaran menggunakan Google Form. Pembelajaran online melibatkan VC WhatsApp, sementara pengumpulan tugas offline dilakukan melalui WAg. Jadwal pembelajaran diatur dengan membagi siswa ke dalam kelompok WAG WhatsApp. Inovasi ini membuktikan kepraktisannya dengan mengatasi kendala absensi dan pengumpulan tugas secara manual.


274 Inovasi Blora / 195 Nama Inovasi : SIMAPAN Optimalisasi Penerapan Norma Kesopanan Pada Siswa Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SMP Negeri 1 Jepon D ari observasi di kelas 2 SMP Negeri 1 Jepon, tampaknya ada isu serius terkait norma kesopanan pada siswa kelas 7. Makanya, muncul inovasi keren nih, namanya SIMAPAN (Optimalisasi Norma Kesopanan Pada Siswa). Sebelumnya, norma kesopanan di kelas 7 Jepon kurang oke banget, banyak yang bermasalah saat pelajaran berlangsung. Sehingga guru membuat inovasi ini, simpel tapi mantap, lewat gambar poster dalam pembelajaran PPKn. Poster tentang tatakrama, kesopanan hingga perilaku saling menghormati dibuat di secarik kertas. Hasilnya, oke banget! Kesopanan siswa kelas 7 di SMP Negeri 1 Jepon jadi makin mantap berkat inovasi Si Mapan. Gak nyangka ya, cara cepat, tepat, dan singkat bisa bikin perubahan besar gitu.


196 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : OPEN BLENDER (Optimalisasi sistem blended learning pada siswa kelas v SDN Jeruk) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SDN Jeruk S istem blended learning pada kelas V SD Negeri Jeruk, Kabupaten Blora, belum optimal. Guru cenderung menggunakan metode ceramah dan print out gambar dalam pembelajaran tematik, serta belum maksimal menggunakan LCD dan alat peraga untuk matematika. Sehingga perlu adanya inovasi OPEN BLENDER (Optimalisasi sistem blended learning pada siswa kelas v SDN Jeruk). Proses inovasi melibatkan tahapan pendaftaran kepemilikan alat pembelajaran daring, sosialisasi GMeet dan Quizizz kepada siswa, konsultasi dengan kepala sekolah, dan uji coba penggunaan GMeet bersama siswa. Hasil inovasi mencakup pendataan perangkat pembelajaran daring, peningkatan hasil belajar siswa, tugas siswa dengan metode PBL, daftar nilai evaluasi menggunakan Quizizz, serta data reward dan peningkatan motivasi belajar siswa.


274 Inovasi Blora / 197 Nama Inovasi : SEPEDA MANIA (Variasi Media Pembelajaran Digital Mata Pelajaran IPA) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SMP Negeri 1 Banjarejo P emanfaatan media pembelajaran di SMP Negeri 1 Banjarejo belum optimal, terlihat dari hasil dan minat belajar siswa. Untuk mengatasi hal ini, inovasi SEPEDA MANIA diterapkan. Yakni menyusun perangkat pembelajaran menggunakan variasi media digital, seperti video di Youtube, Instagram, dan game Quizziz. Evaluasi program menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pretest ke posttest sebesar 53,33% menjadi 86,67%. Hasil kuesioner menunjukkan siswa lebih menyukai variasi media pembelajaran. Urutan media yang paling disenangi siswa adalah video, game, dan media sosial. Kesimpulannya, inovasi dalam pemanfaatan media pembelajaran digital variasi dapat meningkatkan hasil dan minat belajar siswa pada IPA di SMP Negeri 1 Banjarejo, Kabupaten Blora.


198 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : OPERAN VARIASI MEDON (Optimalisasi Pembelajaran Melalui Variasi Media Online) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SDN Karang T ugas utama seorang guru, sesuai dengan Permendikbud 15 Tahun 2018, adalah memberikan bimbingan dan latihan kepada peserta didik. Perannya tidak hanya terbatas pada pengajaran di dalam kelas, melainkan juga mencakup kegiatan di luar kelas. Salah satu metode pembelajaran yang sedang populer adalah melalui sistem daring atau blended learning. Contohnya, di SDN Karang saat ini, pembelajaran dilakukan dengan menggunakan sistem blended learning. Guru dihadapkan pada tantangan untuk memastikan kelancaran kegiatan belajar-mengajar, terutama saat siswa berada di rumah. Sebagai solusi, muncul inovasi berjudul “Optimalisasi Pembelajaran melalui Variasi Media Online” (OPERAN VARIASI MEDON). Inovasi ini bertujuan untuk mengatasi masalah utama pembelajaran di SDN Karang, yaitu belum optimalnya penggunaan media online dalam pembelajaran blended learning kelas V. Solusinya adalah dengan menerapkan variasi media online dalam kegiatan pembelajaran melalui inovasi ini. Hasilnya, peningkatan antusiasme peserta didik dalam mengikuti proses belajar-mengajar, mengurangi tingkat malas belajar, mendorong keterlibatan aktif siswa dalam mengerjakan tugas, dan meningkatkan hasil belajar serta prestasi peserta didik secara keseluruhan. Dengan demikian, tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.


274 Inovasi Blora / 199 Nama Inovasi : IMPEN DATAR (Implementasi Penggunaan Media Power Point dan Roda Putar pada Pembelajaran IPA Kelas V) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN Sendangwates D itemukan berbagai masalah dalam pembelajaran IPA di kelas V SDN Sendangwates, termasuk penggunaan perpustakaan, pembuangan sampah, keterbatasan LCD Proyektor, kedisiplinan, dan media belajar IPA. Isu utama adalah penggunaan media belajar IPA yang belum optimal, dapat menyebabkan pembelajaran kurang menarik dan penurunan kualitas hasil belajar. Solusinya adalah inovasi dengan judul “Implementasi Media Power Point dan Roda Putar pada Pembelajaran IPA Tatap Muka Terbatas di Kelas V SDN Sendangwates,” mencakup RPP, media pembelajaran, soal pretest dan posttest, peningkatan pemahaman peserta didik, dan instrumen evaluasi. Dengan inovasi ini minat siswa untuk belajar IPA menigkat dan mereka juga lebih mudah memahami materi pelajaran.


200 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : DISPENSASIKU Digitalisasi Penerapan Basa Krama Setiap Kamis dan Sabtu Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SDN 1 Biting P eserta didik di SDN 1 Biting, Kecamatan Sambong, menghadapi tantangan dalam menggunakan basa krama. Media pembelajaran dan metodenya belum maksimal, sehingga peserta didik cenderung kurang sopan ketika berbicara kepada guru dan orang tua. Penggunaan perangkat IT juga masih belum optimal. Inovasi dilakukan melalui berbagai kegiatan. Media audio visual, buku elektronik, dan poster ajakan basa krama diperkenalkan untuk peserta didik kelas V. Sosialisasi penerapan basa krama menggunakan Ms. Power Point dan pembelajaran dengan video membawa perubahan positif. Hasil evaluasi menunjukkan pencapaian 100%, dengan peningkatan hasil belajar peserta didik sebesar 31%. Kini, peserta didik lebih terlibat dan paham dalam penerapan basa krama setiap Kamis dan Sabtu. Inovasi berhasil mengatasi masalah rendahnya minat peserta didik menggunakan basa krama, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan optimalisasi penggunaan perangkat IT. SDN 1 Biting menjadi contoh keberhasilan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan efektif.


274 Inovasi Blora / 201 Nama Inovasi : MEPE VARI Penggunaan Media Pembelajaran Variatif Dalam Pembelajaran Tematik SDN Karangjong Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SDN Karangjong S ebelumnya, penggunaan media pembelajaran di kelas V SDN Karangjong belum optimal, dan teknologi kurang dimanfaatkan. Diperlukan inovasi berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pembuatan Power Point (PPT) dan video pembelajaran, serta penggunaan permainan “TEBAR PESONA (Tebak Gambar dan Pemahaman Soal Bermakna)” agar pembelajaran lebih menarik. Inovasi membuat siswa lebih semangat, guru mendapatkan wawasan baru, dan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Hasilnya termasuk RPP Tematik yang disahkan, media pembelajaran PPT dan video, permainan “TEBAR PESONA,” serta peningkatan pemahaman siswa terhadap materi. Inovasi ini membuat pembelajaran di SDN Karangjong lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan siswa.


202 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : MALU MINTA JAJAN (Optimalisasi Penggunaan Media Inovatif Guna Meningkatkan Hasil Belajar Siswa) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 2 Cepu P ower Point sebagai alat pembelajaran memiliki keunggulan teknis, seperti kemudahan penggunaan dan desain menarik. Ini yang melandasi dilakukannya inovasi pembelajaran di SDN 2 Cepu. Sebab, hasil belajar siswa kelas V di SDN 2 Cepu, Blora selama ini belum optimal. Penggunaan perpustakaan, kedisiplinan siswa, edukasi kebersihan, dan karakter siswa juga perlu perhatian lebih. Dalam inovasi MALU MINTA JAJAN ini penggunaan media pembelajaran, identifikasi dan penggunaan Power Point dapat ditingkatkan. Komunikasi siswa-guru dan evaluasi pembelajaran perlu perbaikan. Manfaatnya melibatkan minat siswa, kreativitas guru, dan variasi metode pembelajaran. Harapannya adalah tersedianya media pembelajaran yang efektif dan pemahaman siswa yang baik.


274 Inovasi Blora / 203 Nama Inovasi : VARMED Optimalisasi Variasi Media Untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa Kelas IV SDN 1 Randublatung Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Randublatung D alam upaya meningkatkan minat baca siswa kelas IV di SDN 1 Randublatung, Kabupaten Blora, telah dilakukan inovasi dengan memanfaatkan media pembelajaran. Inovasi ini berlangsung selama 30 hari kerja, melibatkan 5 kegiatan, termasuk pembuatan RPP menarik, media pembelajaran seperti PPT dan gambar bercerita, serta pelaksanaan Literasi JIBAKU (wajib membaca buku). Tujuan inovasi meliputi terwujudnya siswa berprestasi, manajemen transparan dan akuntabel, budaya nasionalisme, peningkatan prestasi peserta didik dalam lomba, serta peningkatan kerjasama dengan pihak terkait. Manfaat yang diperoleh mencakup peningkatan minat baca dan belajar siswa, referensi optimalisasi media pembelajaran bagi guru, serta aktifnya komunikasi antara orang tua siswa dan guru. Sementara itu, hasil inovasi mencakup tersedianya perangkat pembelajaran, media pembelajaran seperti Power Point, gambar bercerita, dan video, serta terukurnya tingkat pemahaman siswa setelah kegiatan pembelajaran.


204 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : TERAP HOTS (Optimalisasi Penerapan Hots dalam Pembelajaran Kelas 2 di SDN Getas) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital Dinas Pendidikan T erobosan signifikan dalam pembelajaran inovatif terjadi di SDN Getas melalui program “TERAP HOTS (OPTIMALISASI PENERAPAN HOTS DALAM PEMBELAJARAN KELAS 2.” Pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) dianggap sebagai respons terhadap tuntutan perkembangan zaman. Fokus utamanya adalah pengembangan kemampuan intelektual dan pemahaman mendalam siswa. Oleh karena itu, penting bagi siswa terbiasa belajar dengan HOTS agar mencapai tujuan pembelajaran yang semakin kompleks secara optimal. Manfaat dari terbiasanya siswa dengan HOTS menjadi langkah awal menuju pembelajaran yang lebih bermakna. Selain itu, penerapan pembelajaran dengan paradigma HOTS dapat meningkatkan kreativitas guru dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Hasil inovasi ini mencakup perubahan positif, seperti peningkatan partisipasi siswa dalam diskusi, kemampuan eksperimen, dan evaluasi diri. Hal ini tercermin dalam peningkatan nilai hasil penilaian sumatif. Semangat terus dalam mengadopsi gaya belajar baru yang lebih efektif.


274 Inovasi Blora / 205 Nama Inovasi : PAWAI PASUKAN (Variasi Media Untuk Meningkatkan Minat Belajar Pada Siswa Kelas V SDN 1 Tambahrejo) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Tambahrejo I novasi ini dirancang setelah mengidentifikasi beberapa isu di SDN 1 Tambahrejo seperti kurang optimalnya literasi, penggunaan perpustakaan, kedisiplinan belajar, penanaman minat belajar, dan kesadaran hidup bersih siswa kelas V. Berdasarkan isu tersebut, dirumuskan lima kegiatan untuk menangani masalah tersebut, yang disingkat menjadi “PAWAI PASUKAN.” Kegiatan melibatkan berbagai media, seperti PAINO (Poster Apik Inovatif), WAYANI (Wayang Milenial), PARTI (Papan Prestasi), SUPARDI (Sudut Pajang Peserta Didik), dan KIDANG (Kuis Dalam Jaringan). Hasilnya menunjukkan output yang diinginkan, dan peran guru dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas V di SDN 1 Tambahrejo memberikan manfaat bagi siswa, guru, sekolah, dan masyarakat.


206 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : ASI LEGI Optimalisasi Literasi Digital Dikelas 5 Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 2 Cabean I su utama di SDN 2 Cabean, yaitu rendahnya literasi digital dan hasil belajar siswa kelas V, menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, dibuatlah inovasi “Optimalisasi Literasi Digital untuk Meningkatkan Motivasi Belajar.” Peningkatan hasil belajar terbukti signifikan, dengan nilai post test rata-rata 85, jauh lebih baik daripada nilai pretest sebelumnya yang hanya 60. Identifikasi masalah juga menunjukkan siswa kesulitan memahami soal berbentuk HOTS, mengakibatkan keterlambatan dalam mengumpulkan tugas dan kurangnya persiapan menghadapi ujian AKM. Dengan inovasi yang dilakukan hasil belajar menjadi lebih optimal, pendampingan orang tua, dan peran guru dalam memanfaatkan teknologi dan informasi (TIK) di pembelajaran semakin meningkat. Semua ini bertujuan agar kualitas pembelajaran meningkat dan siswa lebih siap menghadapi ujian AKM.


274 Inovasi Blora / 207 D i SDN 1 Tambakromo dilakukan penerapan inovasi Metode Blended Learning. Langkah-langkahnya mencakup menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat Video Pembelajaran, mengunggahnya ke YouTube, melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas, dan mengevaluasinya. Tujuan utamanya adalah meningkatkan minat, kedisiplinan, dan kemampuan numerasi siswa. Ini sejalan dengan Misi Pemerintah Kabupaten Blora untuk membangun sumber daya manusia berkualitas. Dengan menerapkan Blended Learning dalam Inovasi Tamu Bening ini guru menjadi lebih kreatif, siswa lebih berminat, dan pembelajaran menjadi lebih efektif. Selain itu, tersusunnya RPP dan Bahan Ajar standar sebagai acuan untuk proses pembelajaran. Adanya Video Pembelajaran di YouTube SIMPANG memberikan sarana belajar tambahan untuk siswa. Nama Inovasi : TAMU BENING Optimalisasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Dengan Metode Blended Learning Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Tambakromo


208 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : OPPA BUCAN (OPTIMALISASI PENGGUNAAN MEDIA BUNGA PECAHAN) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 3 Sumber P entingnya pembelajaran dalam mencapai tujuan pendidikan didukung oleh inovasi “Optimalisasi Penggunaan Media Bunga Pecahan pada Pembelajaran Materi Pecahan Kelas IV SDN 3 Sumber Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.” Lima kegiatan dilaksanakan, menghasilkan RPP, media pembelajaran, PowerPoint, peningkatan pemahaman, dan hasil evaluasi pembelajaran. Capaian mencapai 100%, mengoptimalkan pembelajaran materi pecahan untuk siswa kelas IV. Sehingga kondisi yang diharapkan mencakup kedisiplinan, buku baca variatif, kepatuhan pada protokol kesehatan, dan kreativitas guru untuk pembelajaran yang menarik bagi siswa bisa dilakukan dengan baik.


274 Inovasi Blora / 209 Nama Inovasi : WARISO ABMYAR (Penggunaan Word Wall Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Aksara Jawa Angka Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SMP 2 Blora S iswa SMP Negeri 2 Blora awalnya enggan belajar menulis aksara Jawa karena dianggap kuno, tidak menarik, dan sulit. Akibatnya, motivasi belajar rendah, terlihat dari hasil ulangan harian yang masih rendah. Namun, inovasi menggunakan media pembelajaran Word Wall Aksara Jawa Angka memberikan perubahan positif. Siswa menjadi lebih bersemangat, pemahaman materi meningkat, dan hasil belajar meningkat. Guru juga mendapatkan pengalaman baru dengan pendekatan saintifik berbasis game Word Wall. Selain itu, kegiatan belajar di sekolah menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Inovasi ini berkontribusi pada visi-misi penguatan nilai-nilai organisasi dan mendukung visi Kabupaten Blora untuk “Sesarengan mBangun Blora Unggul dan Berdaya Saing.” Selain itu, aktualisasi dan habituasi KBM menggunakan Word Wall memberikan manfaat bagi siswa, guru, dan sekolah. Hasilnya mencakup tersedianya modul panduan, materi pembelajaran Aksara Jawa Angka, penguasaan rekan sejawat terhadap media pembelajaran Word Wall, serta terlaksananya pembelajaran inovatif berbasis IT yang meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan.


210 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : OPNAME PEMBATIK Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN Sambonganyar P enggunaan media pembelajaran di kelas V SDN Sambonganyar, Ngawen, Blora masih kurang optimal. Kondisi geografis yang jauh dari kota kecamatan dan dekat dengan hutan membuat akses ke sekolah sulit karena jalan yang berlubang. Kesulitan mengakses internet juga menjadi hambatan dalam pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan inovasi melalui lima kegiatan: perencanaan pembelajaran, pembuatan materi dengan PowerPoint (PPT) dan video, kartu interaktif, pembelajaran variasi, dan tindak lanjut terhadap hasil belajar. Keunggulan rancangan ini terletak pada penggunaan media pembelajaran yang efektif dan efisien, tidak perlu bahan mewah atau anggaran mahal. Media dapat dibuat dari bahan sederhana di sekitar siswa, tetapi tetap memberikan kejelasan pada materi yang sulit dipahami secara abstrak. Hasilnya, peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran tatap muka dan peningkatan nilai siswa pada pembelajaran tematik. Siswa lebih antusias karena media pembelajaran yang menarik, mengubah pengalaman pembelajaran mereka secara positif.


274 Inovasi Blora / 211 Nama Inovasi : SIVAR MORAN (Optimalisasi Variasi Model Pembelajaran Tematik SDN Prantaan) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN Prantaan P enerapan model pembelajaran di kelas V SDN Prantaan belum optimal, demikian hasil analisis fishbone. Guru menggunakan cara mengajar yang standar, tanpa variasi model pembelajaran. Oleh karena itu, dilakukan inovasi dengan mengoptimalkan variasi model pembelajaran tematik tentang ekosistem dan jaring-jaring makanan. Langkah-langkahnya termasuk menyusun RPP dengan sintak model pembelajaran Discovery Learning, PBL, dan Make a Match. Guru membuat media pembelajaran PPT interaktif dan gambar jenis hewan serta tumbuhan di sekitar untuk digunakan dalam pembelajaran Discovery Learning, PBL, dan Make a Match. Selanjutnya, mereka membuat media pembelajaran audio-video tentang ekosistem dan jaring-jaring makanan. Pembelajaran dilaksanakan dengan model Discovery Learning, PBL, dan Make a Match, diikuti dengan evaluasi. Hasilnya mencapai 100%, dengan kenaikan nilai dari rata-rata 62 menjadi 88. Ini membuktikan bahwa optimalisasi variasi model pembelajaran pada siswa kelas V SDN Prantaan memberikan hasil yang diinginkan, memberikan manfaat untuk persiapan asesmen nasional yang lebih baik dan lancar.


212 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : KATA KIAMAT (Optimalisasi Pembelajaran Membaca Dengan Menggunakan Kartu Kata Dan Kartu Kalimat) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 2 Singget S ebelumnya, di kelas IV SDN Singget, beberapa siswa mengalami kesulitan dalam membaca. Ada yang belum lancar membaca dan ada yang masih menggunakan cara mengeja. Kondisi ini menghambat proses belajar mengajar karena siswa kesulitan memahami materi yang disampaikan oleh guru. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan inovasi dengan menggunakan media pembelajaran kartu kata dan kartu kalimat. Tujuan utamanya adalah meningkatkan minat dan keterampilan membaca siswa kelas IV SDN 2 Singget, Jati, Blora. Kartu-kartu ini digunakan dalam kegiatan BARISCSA, tambahan jam belajar membaca, dan tugas membaca di rumah bersama orang tua. Hasilnya sangat positif. Setelah melibatkan siswa dalam kegiatan BARISCA dan jam tambahan membaca, serta melibatkan orang tua dalam tugas membaca di rumah, siswa menjadi lebih lancar membaca. Inovasi ini berhasil mengoptimalkan pembelajaran membaca bagi siswa kelas IV SDN 2 Singget.


274 Inovasi Blora / 213 Nama Inovasi : PEMEMO (Pembelajaran Menyenangkan Meningkatkan Motivasi) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Nglangitan B erdasarkan observasi di SDN 1 Nglangitan, pembelajaran sebelumnya kurang menyenangkan karena masih bersifat klasikal. Hal ini membuat siswa cenderung bosan dan beberapa di antaranya kehilangan motivasi. Jika situasi ini dibiarkan, dapat berdampak negatif pada prestasi siswa. Melalui inovasi, seperti penggunaan media Paked, siswa menjadi termotivasi untuk hadir lebih awal. Kegiatan Barista dan Tepuk Keakraban juga memberikan semangat kepada siswa untuk mengingat materi dengan lebih baik. Penggunaan presentasi Powerpoint meningkatkan antusiasme siswa dalam pembelajaran. Ice breaking di tengah pembelajaran membantu siswa untuk lebih fokus. Evaluasi menggunakan media Rotar membuat siswa merasa senang dan tenang dalam mengerjakan tugas. Pemberian reward sesuai rekap Pantasi menjadi motivasi tambahan bagi siswa untuk aktif dalam setiap kegiatan di sekolah.


214 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : KAPAL PECAH (Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Dengan Media Papan Pecahan) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 3 Mendenrejo A danya perhatian terhadap rendahnya pencapaian siswa dalam memahami materi pecahan di kelas 3 SDN 3 Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, mendorong dilakukannya serangkaian kegiatan untuk mewujudkan inovasi KAPAL PECAH. Ini melibatkan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pembuatan media pembelajaran berupa papan pecahan sederhana, sosialisasi model pembelajaran dan media kepada peserta didik, pelaksanaan pembelajaran dengan model Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) dan bantuan media papan pecahan, serta evaluasi pelaksanaan kegiatan. Penerapan model pembelajaran tersebut membawa dampak positif yang signifikan pada peningkatan hasil belajar siswa kelas 3 SDN 3 Mendenrejo, khususnya bagi guru dan siswa. Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Number Head Together (NHT) dengan bantuan Media Papan Pecahan Sederhana telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa Kelas 3 SDN 3 Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.


274 Inovasi Blora / 215 Nama Inovasi : OPTIGOO (Optimalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN Sendangmulyo P enggunaan media pembelajaran yang efektif menjadi kunci keberhasilan dalam proses belajarmengajar. Untuk mengatasi tantangan pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 1 SDN Sendangmulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, dilakukan Inovasi Optimalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan memanfaatkan Media Google Slide. Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran, penggunaan media Google Slide dan kartu huruf, hingga pelaksanaan pembelajaran yang menarik oleh para guru. Dampak positif terlihat pada pemahaman siswa terhadap materi Bahasa Indonesia dan hasil evaluasi pembelajaran. Capaian kegiatan mencapai 100%, dan akan dilanjutkan sesuai komitmen yang tercantum dalam lembar komitmen.


216 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : MOBEL PIPIN Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN Cabak D inas Pendidikan- Dengan inovasi yang dilakukan, isu terkait pembelajaran Tematik Materi Perbedaan Waktu dan Pengaruhnya di kelas VI SDN Cabak, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, berhasil diatasi. Mulai dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pembuatan alat peraga simulator rotasi dan revolusi bumi, pengembangan media pembelajaran PowerPoint interaktif, penerapan pembelajaran dengan model Problem Based Learning, hingga evaluasi program, semua kegiatan dilaksanakan dalam rentang waktu 28 Maret hingga 28 April 2022. Dampak positif dari inovasi tersebut terlihat jelas, dengan peserta didik menunjukkan peningkatan pemahaman dan nilai hasil belajar. Pada pembelajaran Tema 8 Materi Perbedaan Waktu dan Pengaruhnya, rata-rata nilai awal sekitar 60,15. Setelah pos test 1, nilai meningkat menjadi 71,18, dan pada pos test 2 mencapai peningkatan signifikan dengan rata-rata 77,8. Tingkat ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan, dari awalnya 60% naik menjadi 80%, bahkan terus meningkat hingga mencapai 90% pada tahap berikutnya.


274 Inovasi Blora / 217 B elum Optimalnya Pendidikan karakter disiplin peserta didik kelas III SDN Gagaan Kabupaten Blora disikapi dengan membuat inovasi dengan lima kegiatan yaitu (1) Membuat Pojok Presensi, (2) Membuat Buku Penghubung Guru dan Orang tua tentang Kedisiplinan, (3) Membuat Poster Disiplin di Kelas III, (4) Membuat Papan Bintang Prestasi, (5) Melaksanakan pembelajaran tentang kedisiplinan. Setiap kegiatan juga merupakan implementasi dari managemen dan smart ASN dalam mendukung Smart Governance serta untuk mencapai hasil yang sesuai visi dan misi organisasi serta untuk mengembangkan nilai organisasi sekolah. Dengan inovasi itu mendapatkan hasil yang diinginkan. Karakter siswa terbentuk dengan baik. Nama Inovasi : OPLAS Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SD Negeri Gagaan


218 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : MIE INTEL (Media Pembelajaran Interaktif Kelas V SDN 2 Trembulrejo) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 2 Trembulrejo P eningkatan efektivitas pembelajaran di kelas V SDN 2 Trembulrejo melalui pemanfaatan media pembelajaran interaktif menjadi fokus utama dalam inovasi ini. Ada lima kegiatan yang dapat diimplementasikan. Pertama, merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan memanfaatkan media pembelajaran interaktif berupa Google Slide dan Padlet. Kedua, menciptakan materi pembelajaran interaktif menggunakan Google Slide dan Padlet. Ketiga, mengadakan sesi pembelajaran berbasis AA Game (Action and Game) dengan memanfaatkan Google Slide. Keempat, menerapkan metode pembelajaran Kolaborasi Belajar (Kobe) melalui Padlet. Terakhir, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan penggunaan media pembelajaran interaktif dapat memberikan dampak positif yang signifikan pada proses pembelajaran di SDN 2 Trembulrejo.


274 Inovasi Blora / 219 Nama Inovasi : MEDIA DETEKTIF MEDIA SPIN THE WHEEL DAN E-MODUL INTERAKTIF Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 2 Ngronggah O ptimalisasi pembelajaran matematika di kelas V SDN 2 Ngronggah, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, diterapkan melalui beberapa langkah strategis. Diantaranya melibatkan penggunaan video pembelajaran sebagai salah satu metode utama. Selain itu merancang dan mengimplementasikan roda putar digital (Spin The Wheel) sebagai alat interaktif. Berikutnya menciptakan media e-modul interaktif yang mendukung proses pembelajaran. Kemudian, menyusun video tutorial dan melakukan sosialisasi terkait penggunaan media yang telah disiapkan. Implementasi selanjutnya melibatkan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan roda putar digital dan e-modul interaktif sebagai pendukung utama. Evaluasi menyeluruh terhadap hasil pembelajaran menjadi langkah keenam, diikuti dengan pembuatan video testimonial sebagai tindak lanjut positif. Dengan serangkaian langkah ini, diharapkan pembelajaran matematika di SDN 2 Ngronggah dapat mengalami peningkatan yang signifikan.


220 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : UJI PENSIL PAMEPO PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 4 Cepu D ilakukan inovasi pembelajaran pada siswa kelas V SDN 4 Cepu, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, khususnya dalam mata pelajaran IPA. Proses inovatif dimulai dengan mengidentifikasi media yang tepat untuk pembelajaran, dilanjutkan dengan pembuatan media pembelajaran menarik dalam bentuk presentasi Powerpoint. Selanjutnya, pembelajaran dijalankan dengan memanfaatkan media Powerpoint, dilaksanakan praktek percobaan mengenai zat tunggal dan zat campuran, serta dilakukan evaluasi pembelajaran. Tujuan dari inovasi ini adalah untuk mencapai hasil belajar siswa yang lebih baik, meningkatkan kedisiplinan dan kegigihan siswa dalam belajar, serta mengangkat motivasi belajar siswa yang diharapkan dapat berdampak positif pada prestasi belajar mereka secara keseluruhan.


274 Inovasi Blora / 221 D alam belajar mengajar, kreativitas dan inovasi esensial. Pembelajaran inovatif, metode baru yang dirancang guru, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan berkolaborasi. Penerapan inovasi di Kelas V SDN 1 Tambakromo, Cepu, Blora, menghadapi masalah kurang optimalnya pembelajaran tatap muka terbatas. Gagasan “Optimalisasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dengan Metode Blended Learning bagi Siswa Kelas V” diwujudkan melalui lima kegiatan utama, termasuk pembuatan video dan evaluasi, dengan indikator keberhasilan melibatkan peningkatan minat dan kemampuan siswa. Nama Inovasi : PETA TERBENING Optimalisasi PTM Terbatas Blended Learning Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Tambakromo


222 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : OPENPOGBA Media Pembelajaran Berbasis Powerpoint Dan GameBoard Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 5 Bangkleyan D alam upaya meningkatkan pembelajaran, media pembelajaran berupa Powerpoint dengan tema “Benda Di Sekitarku” dan Game Board Ular Tangga telah dibuat. Kedua media tersebut kemudian diterapkan dalam kegiatan pembelajaran, di mana siswa diharapkan dapat berpartisipasi aktif. Setelah pelaksanaan, dilakukan evaluasi untuk menilai sejauh mana efektivitas pembelajaran yang telah dilakukan. Keberhasilan seluruh kegiatan terlihat dari peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran tatap muka terbatas dan peningkatan nilai siswa pada mata pelajaran IPA dengan materi “Benda Di Sekitarku”.


274 Inovasi Blora / 223 Nama Inovasi : SIPEN VIPELPOINT / OPTIMALISASI MEDIA VIPEL POINT MAPEL IPA Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non digital SDN 3 Banjarejo B elum optimalnya penggunaan media pembelajaran inovatif pada siswa kelas V SDN 3 Banjarejo mendasari inovasi ini. Setelah RPP dinuat kemudian Membuat media pembelajaran inovatif berupa power point dan video pemnbelajaran, membuat media pembelajaran inovatif berupa TTS (Teka-Teki Silang) dan melaksanakan pembelajaran dengan media inovatif. Hasilnya kemudian dievaluasi. Berdasarkan perbandingan nilai hasil pretest dan posttest, dapat diketahui hasil belajar siswa. Penggunaan media inovatif berupa power point yang dilengkapi video pembelajaran dan media TTS (Teka-Teki Silang) pada mupel IPA untuk siswa kelas V SDN 3 Banjarejo, terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa.


224 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : PENGEN MENDOAN PENGOPTIMALAN METODE BLENDED LEARNING Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SMP Negeri 1 Kunduran D i SMP Negeri 1 Kunduran, penggunaan blended learning Bahasa Indonesia kurang optimal selama pandemi. Inovasi dilakukan dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PTMT dan daring, mencakup nilai-nilai transparansi, musyawarah, sopan santun, tanggung jawab, efektif, berorientasi mutu, dan jujur. Evaluasi pembelajaran, media pembelajaran, dan pelaksanaan PTMT serta daring diintegrasikan dengan fokus nilai-nilai tersebut. Proses pembelajaran menggunakan aplikasi YouTube dan Quizizz dengan penekanan pada kejelasan, musyawarah, disiplin, efisiensi, inovasi, serta sikap sopan santun dan tanggung jawab. Melalui proyek “Saya Tuntas Deskripsi Bahasa Indonesia,” siswa lebih aktif, semangat, dan senang dalam mengikuti pembelajaran.


274 Inovasi Blora / 225 Nama Inovasi : Mepe Siteja Media Pembelajaran Ngisi Teka-Teki Jawa di SMP Negeri 2 Ngawen Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SMP Negeri 2 Ngawen D i SMP Negeri 2 Ngawen, terdapat kekurangan etika kesantunan berbahasa krama pada siswa saat berkomunikasi dengan guru. Oleh karena itu, dirumuskan inovasi pembelajaran berjudul “Penggunaan Media Pembelajaran Siteja (Ngisi Teka-teki) untuk Meningkatkan Hasil Pembelajaran Materi Unggah-Ungguh di Kelas VIIB SMP Negeri 2 Ngawen Kabupaten Blora”. Prosesnya melibatkan perencanaan dan persiapan pembuatan media pembelajaran Siteja, pembuatan video bahan ajar materi unggah-ungguh, penyusunan lembar kerja siswa berupa minigames Siteja, pelaksanaan kegiatan pembelajaran materi unggah-ungguh, dan evaluasi penggunaan lembar kerja Siteja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kosakata tembung-tembung Jawa dan kesantunan siswa kelas VIIB dalam berkomunikasi dengan guru di SMPN 2 Ngawen.


226 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : OPEN SEMUT Optimalisasi Penggunaan Media Segitiga Multifungsi Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Bedingin K egiatan ini bersumber dari isu yang ditemukan di SDN 1 Bedingin Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Selama pembelajaran di kelas, hasil belajar matematika siswa masih rendah. Sehingga dilakukan inovasi Optimalisasi Penggunaan Media Pembelajaran Matematika Di Kelas V SDN 1 Bedingin Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Membuat power point dari canva, dan Membuat media pembelajaran SEMUT (Segitiga Multifungsi) menjadi bagian penting dari inovasi ini. Hasilnya, peningkatan hasil belajar dimana sebelumnya rata-rata nilai hasil belajar matematika siswa diperoleh 62,22, setelah dilakukan inovasi baik menjadi 83,15.


Click to View FlipBook Version