274 Inovasi Blora / 127 G agasan “PENYU SABAR” tentang cara menyusui dengan baik telah meningkatkan angka ibu yang memberikan ASI eksklusif di wilayah UPTD Puskesmas Todanan. Sebelumnya, hanya 56% ibu yang memberikan ASI eksklusif, tetapi setelah inovasi ini, angkanya meningkat menjadi 85%. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara merawat balita secara baik, yang melibatkan makanan sehat, pola asuh yang tepat, dan menjaga kebersihan lingkungan. Ibu hamil juga mendapat pengetahuan tentang cara menyusui dengan benar dan dapat berkonsultasi dengan bidan dan ahli gizi. Inovasi ini dimulai dari ide pada pertemuan lokakarya pada tahun 2018 dan kemudian diujicobakan pada tahun 2022 untuk membantu ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Caranya, melalui penyuluhan dengan peran aktif lintas sektor dan lintas program. Capaian ASI eksklusif meningkat setiap tahun setelah inovasi ini diimplementasikan, membuktikan keberhasilannya dalam meningkatkan kualitas pemberian ASI eksklusif. Nama Inovasi : PENYU SABAR (Pentingnya Menyusu Secara Efektif Dan Benar) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Todanan
128 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : RAMPUNG GASIK (Bareng Sekampung Gerakan Resik) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Todanan I novasi Rampung Gasik telah mengubah kebersihan dan kesehatan di Puskesmas Todanan. Kini, seluruh kampung lebih bersih berkat kolaborasi sektor dan masyarakat dari sebelumnya yang hanya sendirisendiri. Caranya simpel: Puskesmas Todanan mengkoordinasi sektor-sektor terkait, identifikasi masalah kebersihan, lakukan kerja bakti di desa, dan pantau pelaksanaan program. Hasilnya, masyarakat lebih sadar akan hidup bersih dan sehat. Keterlibatan lintas sektor, PKK, dan organisasi masyarakat dalam Jumat Bersih telah meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengurangi penyakit lingkungan. Tujuannya adalah masyarakat yang lebih sehat. Manfaatnya termasuk peningkatan kesadaran masyarakat, pencegahan penyakit, dan peningkatan status kesehatan masyarakat di wilayah Puskesmas Todanan. Hasilnya adalah perilaku hidup bersih dan sehat yang lebih baik, penurunan penyakit lingkungan, dan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di wilayah Puskesmas Todanan.
274 Inovasi Blora / 129 Nama Inovasi : BUNGKUS KERTAS (Bongkar Kakus Kerja Sama dengan Lintas Sektoral) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Todanan K epemilikan jamban sehat di Puskesmas Todanan belum mencapai 100% pada tahun 2021. Untuk mencapai target ini, diperkenalkan inovasi “Bungkus Kertas.” Inovasi ini meningkatkan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan jamban sehat, saling mendukung menuju 100% akses sanitasi sehat. Caranya dengan keterlibatan pemerintah desa dalam memberikan bantuan jamban kepada masyarakat. Inovasi “Bungkus Kertas” berhasil meningkatkan kepemilikan jamban sehat dan kesadaran akan pentingnya jamban sehat untuk lingkungan yang sehat.
130 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : SALTING MEPET DIMAS (Semangat Lanjutkan Tingkatkan Imunisasi Melalui Posyandu di Puskesmas) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Kepala Puskesmas : Ummi Trisnawati, S.Tr.Keb Puskesmas Jepon E dukasi untuk orang tua sangat penting, dan tidak hanya dapat dilakukan di desa saat posyandu. Pelayanan edukasi juga dapat diberikan di Puskesmas selama pelayanan imunisasi rutin. Inovasi “SALTING MEPET DIMAS” menyediakan edukasi seperti di posyandu desa, dengan melibatkan program gizi dan promosi kesehatan. Ini memberikan manfaat baik bagi anak-anak maupun orang tua, membantu ibu menilai status gizi anak, memberikan informasi tentang kesehatan anak, dan menjadwalkan imunisasi. Inovasi ini meningkatkan kunjungan pelayanan imunisasi di Puskesmas dan memberikan informasi serta semangat bagi orang tua untuk mengikuti layanan imunisasi Puskesmas.
274 Inovasi Blora / 131 B erantas Gaji Buta adalah upaya penanganan gangguan jiwa yang melibatkan tenaga kesehatan puskesmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan pemerintah desa. Mereka melakukan kunjungan rutin setiap 3 bulan, memantau, memberikan obat, dan rujukan jika diperlukan. Tujuan inovasi ini adalah penanganan cepat gangguan jiwa, memantau kepatuhan minum obat, dan mencegah kekambuhan. Harapannya adalah mengurangi angka kekambuhan dan masalah kesehatan mental, khususnya di wilayah Puskesmas Jepon dan Kabupaten Blora. Kegiatan inovasi mencakup koordinasi lintas sektor, skrining gangguan jiwa, pemantauan, program antar obat, dan rujukan ke rumah sakit bila perlu. Semua ini dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang terkoordinir dan terpadu. Nama Inovasi : BERANTAS GAJI BUTA (Berani Tuntaskan Gangguan Jiwa Bersama, Untuk Kita) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Kepala Puskesmas : Ummi Trisnawati, S.Tr.Keb Puskesmas Jepon
132 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : JANJI JIWA (Jelajahi Antisipasi dan Indikasi Orang dengan Gangguan Jiwa) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Tunjungan J umlah kasus amuk dan gangguan jiwa meningkat, terutama sejak pandemi COVID-19. Puskesmas Tunjungan menciptakan program JANJI JIWA (Jelajahi Antisipasi dan Indikasi Orang dengan Gangguan Jiwa) untuk mendeteksi kasus baru dan mencegah gangguan jiwa. Program JANJI JIWA mencakup pemeriksaan jiwa, penyuluhan dengan hipnoterapi, dan kunjungan rumah. Sebelum program ini, masyarakat tidak memahami pentingnya kesehatan jiwa, dan banyak kasus yang tidak terdeteksi. Setelah program ini, penemuan kasus terpenuhi, pasien terkontrol, angka amukan dan kekambuhan menurun, dan masyarakat bisa mengenali tanda-tanda masalah jiwa lebih dini. Upaya ini bertujuan untuk menjaga kesehatan jiwa masyarakat dan mencegah gangguan jiwa.
274 Inovasi Blora / 133 Nama Inovasi : GELIS CEKING (Gerakan Peduli Wanita dengan Cek IVA Keliling) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Tunjungan P ada wilayah Puskesmas Tunjungan, sejumlah wanita usia 30-50 tahun telah menjalani pemeriksaan IVA. Menurut data, pada tahun 2018, 3 dari 156 wanita (1,9%) dinyatakan positif. Pada tahun 2019, 1 dari 93 wanita (1,1%) ditemukan positif, dan hingga Agustus 2020, 9 dari 124 wanita (7,2%) positif. Angka ini masih di bawah target wilayah kerja Puskesmas lain dan target Kabupaten Blora, yang mencapai 15,6% dan 50% masing-masing. Inovasi GELIS CEKING dilakukan. Caranya, perubahan dari statis menjadi dinamis. Pemeriksaan IVA mobile di 15 desa, pelatihan tenaga kesehatan, dan sosialisasi melalui berbagai media untuk meningkatkan cakupan kunjungan IVA. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan deteksi dini kanker serviks menggunakan metode IVA. Inovasi Gelis Ceking telah mampu meningkatkan angka cakupan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) khususnya penyakit kanker servik sehingga mampu meningkatkan umur harapan hidup bagi wanita yang terkena kanker servik serta menurunkan angka kesakitan karena kanker servik.
134 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : KEMASINIS (Kelola Masyarakat Hipertensi dan Kencing Manis) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Ngroto P uskesmas Ngroto masih menghadapi tantangan dalam mendeteksi pasien dengan diabetes dan hipertensi. Hanya 76% pasien hipertensi yang terdeteksi, padahal targetnya adalah 100%. Untuk mengatasi masalah ini, diluncurkan program KEMASINIS. Sebelum KEMASINIS, pasien hipertensi dan diabetes sulit dipantau, terutama jika mereka pindah tempat periksa. Mereka kebingungan soal obat yang harus diminum dan kapan harus kontrol. Namun, dengan KEMASINIS, pasien menjadi lebih teredukasi, lebih mudah dipantau, dan petugas kesehatan dapat melakukan evaluasi dengan lebih baik. KEMASINIS berfokus pada pembinaan di setiap kelurahan atau desa di wilayah kerja puskesmas. Ini menjadi solusi inovatif yang memungkinkan pengelolaan data yang lebih baik dan pemantauan yang lebih efektif. Semua ini bertujuan untuk mempercepat deteksi dan penanganan pasien DM dan HT serta memberdayakan pasien untuk lebih mandiri dalam menjaga kesehatan mereka.
274 Inovasi Blora / 135 Nama Inovasi : GERAJI (Gerakan Sadar Jiwa) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Kepala Puskesmas : Anita Kusumaningrum, S.ST.Keb.,Bdn Puskemas Japah G angguan jiwa seringkali disalahpahami sebagai “gila” oleh masyarakat. Namun, gangguan jiwa bisa muncul dalam bentuk keluhan fisik seperti ansietas dan depresi. Masalah kesehatan jiwa semakin kompleks dan meningkat, memerlukan kerja sama lintas sektor, termasuk masyarakat dan swasta. UPTD Puskesmas Japah menciptakan inovasi “Gerakan Sadar Jiwa” agar masyarakat lebih peduli terhadap pasien jiwa. Inovasi ini meningkatkan pemahaman, akses pelayanan, dan deteksi dini gangguan kesehatan jiwa. Diharapkan, ini akan membantu mengurangi stigma dan meningkatkan kesejahteraan kesehatan jiwa di masyarakat.
136 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : STAND DAHAGA (Stand Dehidrasi Harus Hilang Segera) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Kepala Puskesmas : Ummi Trisnawati, S.Tr.Keb Puskesmas Jepon D iare merupakan masalah serius di Indonesia, dengan sekitar 60 juta kasus per tahun, terutama pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Kasus diare di UPTD Puskesmas Jepon dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan. UPTD Puskesmas Jepon menciptakan inovasi “Stand Dahaga” untuk mengatasi masalah ini. Stand ini menyediakan informasi, oralit, dan vitamin, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang diare dan cara mengatasinya. Penyelenggaraan Stand Dahaga yaitu promosi kesehatan dalam gedung dengan melakukan penyuluhan tentang pentingnya penanganan dehidrasi secara tepat dan tutorial membuat oralit dengan bahan yang tersedia di rumah. Dengan inovasi ini, diharapkan akan terjadi penurunan angka kematian dan komplikasi akibat dehidrasi serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan diare dan dehidrasi.
274 Inovasi Blora / 137 Nama Inovasi : TB TOMBO ATI Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Ngroto P enyakit Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah serius di Puskesmas Ngroto. Target tahun 2022 adalah mencapai 90% dari 41 kasus TB, tetapi capaiannya belum mencapai sasaran. Untuk meningkatkan deteksi kasus TB, telah dikembangkan inovasi “TB Tombo Ati.” Inovasi ini melibatkan petugas yang selalu membawa pot dahak dalam kegiatan di luar gedung dan bekerja sama dengan kader TB wilayah. Mereka tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan informasi lewat brosur. Selain itu, mereka menggunakan SMS dan WA untuk mengingatkan pasien untuk minum obat secara teratur, sehingga membantu pasien dalam proses penyembuhan. Melalui kegiatan “ketuk pintu TB,” mereka dapat menemukan kasus TB lebih awal dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini. Dengan pendekatan sederhana ini, diharapkan dapat mencapai target dalam program penanggulangan TB.
138 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : PANTES BUATMU Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Menden P enyakit kronis umumnya menyerang lansia dan memerlukan perawatan khusus. Inovasi “PANTES BUATMU” hadir untuk memfasilitasi pasien umum yang menderita penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes, untuk menjalani pemantauan dan pemeriksaan rutin setiap bulan. Inovasi PANTES BUATMU tercipta karena ada nya kendala yaitu banyak pasien yang ingin mengikuti kegiatan prolanis tapi tidak mempunyai BPJS. Inovasi ini memungkinkan pasien tanpa BPJS untuk mengikuti program serupa dengan prolanis, sehingga kondisi mereka dapat terpantau secara rutin. Ini adalah solusi bagi pasien yang ingin mengelola penyakit kronis. Inovasi ini juga dapat menjadi contoh bagi instansi lain dalam pengelolaan penyakit kronis yang serupa, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan para penderita.
274 Inovasi Blora / 139 Nama Inovasi : CARI DI SEKOLAH Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Ngroto P rogram pembinaan PHBS di sekolah-sekolah di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ngroto dilaksanakan dengan menerapkan inovasi CARI DI SEKOLAH. Ini mencakup penyuluhan mengenai indikator PHBS, praktik mencuci tangan dengan sabun, pemeriksaan makanan di kantin sekolah, serta penilaian kebersihan area sekolah seperti kelas dan kamar mandi. Dalam inovasi ini digunakan media video animasi dalam proses edukasi untuk memudahkan pemahaman siswa. Hasilnya cukup efektif. Siswa menjadi lebih paham dan bisa praktik langsung di sekolahnya.
140 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : GENIT (Generasi Nikah Sehat) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Ngroto I novasi “GENIT” di Puskesmas Ngroto adalah langkah penting dalam meningkatkan pencegahan dan deteksi dini penyakit menular termasuk penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS Dengan fokus pada pasangan calon pengantin, program “GENIT” melibatkan pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan. Ini telah membantu mendeteksi kasus HIV positif lebih awal, memungkinkan penanganan segera, memberikan edukasi, dan melalui sms gateway memberikan pengingat penting kepada pasien. Kunjungan pendampingan oleh petugas juga mempercepat penemuan penularan di sekitar pasien HIV positif dan meningkatkan pengetahuan keluarga tentang penyakit HIV. Evaluasi program ini secara berkala telah menunjukkan peningkatan tingkat kesembuhan pasien dan pengurangan kasus yang tidak selesai dalam mengonsumsi obat.
274 Inovasi Blora / 141 Nama Inovasi : YUK POSTING (Yuk Posyandu Untuk Mencegah Stunting) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Tunjungan Y uk Posting: Kesehatan Terdepan di Setiap Dukuh dan Desa. Melalui inovasi YUK POSTING ini bidan desa bekerja sama dengan kader dan tenaga kesehatan tim desa untuk menjadwalkan kegiatan posyandu remaja, posyandu hamil, dan posyandu balita setiap bulan di setiap dukuh atau desa. Ini adalah langkah konkret menuju pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Posyandu remaja fokus pada perempuan remaja dengan pemeriksaan kadar hemoglobin dan pemberian tablet tambahan darah. Di posyandu ibu hamil, ada pemeriksaan antenatal care dan penyuluhan kesehatan terpadu yang dilakukan oleh dokter umum, dokter gigi, dan petugas gizi. Sedangkan di posyandu balita, selalu ada tenaga kesehatan yang siap memberikan pelayanan dan penyuluhan kesehatan. Ini adalah komitmen Puskesmas Ngroto untuk memastikan kesehatan masyarakat terpelihara dengan baik.
142 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : YANKEU SILAPAN Pelayanan Keuangan dengan Menerapkan Aplikasi Laku Pandai Urusan Inovasi Daerah : Tata Kelola Pemerintahan Jenis Inovasi : Digital Puskesmas Ngawen P erbaikan Layanan Keuangan dengan Aplikasi Laku Pandai di Puskesmas Ngawen. Kami memperkenalkan Aplikasi Laku Pandai untuk membuat pencatatan transaksi penerimaan lebih baik. Sebelumnya, pencatatan pembayaran pasien umum di Puskesmas Ngawen tidak selalu dilakukan secara cepat dan tepat. Namun, dengan Aplikasi Laku Pandai, sekarang kami mencatat pembayaran pasien umum dengan lebih baik. Setiap transaksi tercatat langsung, dan kami juga memeriksa bahwa jumlah uang fisik, bukti pembayaran, dan catatan dalam aplikasi sesuai. Kami juga menyimpan printout transaksi harian untuk peninjauan dan evaluasi. Ini membantu kami mengelola keuangan dengan lebih efisien. Inisiatif ini membawa manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas layanan kami di Puskesmas Ngawen. Dengan Aplikasi Laku Pandai, kami melakukan perbaikan yang lebih modern dan dapat diandalkan dalam pengelolaan keuangan.
274 Inovasi Blora / 143 Nama Inovasi : KAKI KESEMUTAN (Kader Giat Skrining Kesehatan Penyakit Tidak Menular Setiap Bulan) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Kapuan S ebelumnya, kesadaran dan pemahaman tentang penyakit tidak menular (PTM) rendah, pencegahan PTM sulit, diagnosa dan pengobatan sering terlambat, dan dukungan kesehatan terbatas. Namun, dengan inovasi KAKI KESEMUTAN (Kader Giat Skrining Kesehatan Penyakit Tidak Menular Setiap Bulan), kita bisa meningkatkan kesadaran, pencegahan terpadu, diagnosa dini, dan akses perawatan. Caranya, dengan melakukan skrining langsung ke desa-desa oleh para kader kesehatan desa. Semua ini membantu mengurangi dampak PTM dan meningkatkan kualitas hidup.
144 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : KADER JELITA DUET (Kader Jeli Temukan Terduga dalam Upaya Eliminasi Tuberculosis) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Kapuan I ni berkat penguatan kemitraan Tuberkulosus melalui forum koordinasi yang efektif dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengendalian Tuberkulosis dalam inovasi KADER JELITA DUET (Kader Jeli Temukan Terduga dalam Upaya Eliminasi Tuberculosis). Sebelumnya cukup sulit menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri. Namun, dengan pendekatan personal yang melibatkan semua pihak, capaian temuan suspek telah mengalami peningkatan yang menggembirakan. Masyarakat kini lebih sadar akan pentingnya memeriksa ke puskesmas ketika mereka mengalami salah satu gejala klinis Tuberkulosis. Angka kepatuhan minum obat juga mengalami kenaikan yang signifikan, dan kesadaran masyarakat untuk memeriksa dahak semakin tinggi jika ada keluarga yang teridentifikasi sebagai penderita Tuberkulosis. Akses ke layanan Tuberkulosus yang bermutu semakin mudah dijangkau, dan upaya pengendalian faktor risiko telah memberikan hasil positif. Semua pencapaian ini membantu mencapai target yang telah ditetapkan oleh Standar Pencapaian Minimal Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dalam penegakan diagnosis Tuberkulosis yang lebih efisien dan tepat sasaran.
274 Inovasi Blora / 145 Nama Inovasi : KEJI BELING ASSEK MAS (KEsehatan JIwa BErsama LINtas KeluarGa, LintAS SEKtor dan MASyarakat) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Kecamatan Ngawen P ada tahun 2018, Puskesmas Ngawen menghadapi tantangan dalam mendeteksi dan mengobati masalah kesehatan jiwa pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Namun, dengan inovasi “KEJI BELING ASSEK MAS,” Puskesmas Ngawen berusaha mengubah pola pikir masyarakat dan meningkatkan kepedulian keluarga, masyarakat, serta lintas sektoral dalam mendeteksi masalah kesehatan jiwa dan merawat penderita ODGJ. Hasilnya, pada tahun 2019, deteksi dini gangguan kesehatan mental di masyarakat masih perlu peningkatan. Dengan komitmen Tim Jiwa UPTD Puskesmas Ngawen berupaya menciptakan masyarakat yang produktif dan sehat secara fisik dan mental melalui inovasi “KEJI BELING ASSEK MAS.” Langkah-langkah ini dilakukaan dengan kunjungan rumah secara intensif pada ODGJ yang bermasalah dalam menerima pengobatan. Upaya ini dilakukan melalui pertemuan keluarga ODGJ, masyarakat serta lintas sektoral keluarga, masyarakat, dan berbagai sektor untuk mencapai tujuan tersebut.
146 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : PANDEMI (Pendaftaran dan Konsultasi Online dengan Medsos Terkini) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Digital Kepala Puskesmas : Anita Kusumaningrum, S.ST.Keb.,Bdn Puskesmas Japah P uskesmas Japah sukses mengolaborasi aplikasi pendaftaran pelayanan pasien dengan konsultasi kesehatan melalui inovasi “PANDEMI,”. Tidak hanya melulu pendaftaran pasien. Tapi juga ada rubrik lain dalam aplikasi ini. Dengan inovasi PANDEMI, pasien dapat mendaftar dan berkonsultasi secara online, tanpa harus datang fisik ke puskesmas. Ini sangat membantu bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas atau tinggal jauh dari puskesmas. Hasil survei kepuasan masyarakat juga menunjukkan peningkatan dari tahun 2020 hingga 2023 setelah inovasi ini diterapkan. Dengan adanya inovasi PANDEMI, diharapkan pengetahuan masyarakat Japah tentang kesehatan dapat meningkat, dan pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah diakses.
274 Inovasi Blora / 147 Nama Inovasi : MUMED REKAP (Mutu Medical Record Ditingkatkan untuk Mancapai Catatan Rekam Medis Pasien) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Kepala Puskesmas : Anita Kusumaningrum, S.ST.Keb.,Bdn Puskesmas Japah R ekam medis di Puskesmas adalah dokumen penting yang berisi informasi kesehatan pasien, seperti riwayat medis, diagnosis, pengobatan, dan lainnya. Ini memainkan peran vital dalam pelayanan kesehatan. Rekam medis mencakup berbagai informasi, termasuk identitas pasien, riwayat medis, pemeriksaan fisik, hasil tes, diagnosis, tindakan medis, dan catatan kunjungan. Dokumen ini juga mencatat imunisasi, surat rujukan, dan rujukan balik. Keamanan dan kerahasiaan rekam medis penting, hanya diakses oleh staf medis berwenang untuk perawatan pasien. Puskesmas Japah melakukan inovasi MUMED REKAP (Mutu Medical Record Ditingkatkan Untuk Mancapai Catatan Rekam Medis Pasien) untuk memudahkan perekapan. Analisis KLPCM (Ketidaklengkapan pengisian Catatan Rekam Medis) pada dokumen rekam medis rawat jalan dan rawat inap digunakan untuk memastikan kelengkapan dokumen rekam medis. Sebelum inovasi, analisis KLPCM hanya diterapkan pada rekam medis rawat jalan. Namun, setelah inovasi, mutu rekam medis rawat inap meningkat dengan analisis KLPCM yang optimal. Inovasi ini telah memudahkan pasien mendapatkan layanan rekam medis, meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan kesehatan.
148 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : MUSTIKA (Melayani Mengutamakan Kesehatan Tanpa Antrean Pendaftaran) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Digital Puskesmas Todanan U ntuk meningkatkan pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Todanan, diperlukan strategi inovatif yang disebut “MUSTIKA” (Melayani Mengutamakan Kesehatan Tanpa Antrian Pendaftaran) sebagai respons terhadap keluhan lamanya antrian pendaftaran. Bidan desa mensosialisasikan sistem pendaftaran online ini kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan dan pertemuan dengan lintas sektoral. Alur pelayanannya melibatkan pasien melakukan pendaftaran melalui SMS, WA, atau telepon sehari sebelum kedatangan. Petugas pendaftaran menyiapkan rekam medis sebelumnya. Saat hari pelayanan, pasien yang sudah mendaftar online tidak perlu mengantre di pendaftaran, mereka langsung dapat dilayani di unit pengkajian awal. Inovasi MUSTIKA ini bertujuan untuk mengatasi keluhan antrean yang lama dan mempersingkat waktu tunggu pasien di rawat jalan. Inovasi ini memungkinkan pasien mendaftar dan mendapatkan pelayanan tanpa perlu antre terlebih dahulu, sehingga menciptakan kepuasan pelanggan dan efisiensi layanan kesehatan.
274 Inovasi Blora / 149 Nama Inovasi : SIKRITING (Isi Kritik Dan Polling Kepuasan) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Digital Puskesmas Todanan S urvei Kepuasan Masyarakat bertujuan untuk mendapatkan umpan balik tentang pelayanan yang diberikan dan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Sebelum adanya inovasi “SIKRITING,” survei dilakukan dengan mengisi formulir kertas. Setelah inovasi ini, survei dilakukan dengan menggunakan barcode yang ditempel di setiap unit layanan Puskesmas, memungkinkan masyarakat memberikan saran dan umpan balik langsung setelah menerima pelayanan tanpa harus menulis, menjaga kerahasiaan, dan mempercepat respon terkait kepuasan pelanggan di Puskesmas Todanan. Keunggulan inovasi ini adalah kemampuan untuk mengukur kepuasan dan memperbaiki layanan secara lebih efisien, mendorong persaingan positif antara unit penyelenggara pelayanan, dan mempermudah penilaian kepuasan pelanggan di Puskesmas Todanan. Inovasi SIKRITING telah berhasil mengukur kepuasan dan meningkatkan pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Todanan, memicu persaingan positif, dan memudahkan penilaian kepuasan pelanggan.
150 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : SAMAWA (Sehat Bersama Gangguan Jiwa) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Todanan S AMAWA (Sehat Bersama Gangguan Jiwa) adalah inovasi di Puskesmas Todanan untuk menjadikan penderita gangguan jiwa sehat. Dalam program ini, petugas Jiwa Puskesmas Todanan melakukan kunjungan rumah kepada penderita ODGJ untuk memantau dan menangani mereka. Tujuan utamanya adalah mengurangi jumlah penderita ODGJ di wilayah Puskesmas Todanan, yang meningkat selama pandemi. Pada tahun 2019, terdapat 110 penderita gangguan jiwa di wilayah Puskesmas Todanan, dan pada tahun 2020, jumlahnya meningkat menjadi 121. Oleh karena itu, Puskesmas berusaha meningkatkan pelayanan kepada penderita gangguan jiwa melalui kerjasama lintas sektoral untuk mencegah penyakit tidak menular. Hasil dari inovasi SAMAWA menunjukkan peningkatan cakupan penderita ODGJ yang tertangani dari 75% pada tahun 2019 menjadi 98% pada tahun 2021.
274 Inovasi Blora / 151 Nama Inovasi : PENGAWAL (Pengkajian Awal) Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Non Digital Puskesmas Todanan K esehatan manusia dipengaruhi oleh banyak hal, seperti kondisi fisik, psikologi, lingkungan sosial, dan faktor spiritual. Namun, pelayanan kesehatan yang mencakup semua aspek ini seringkali harus diberikan dalam waktu yang terbatas dan melibatkan banyak unit atau tenaga kesehatan. Di Puskesmas Todanan, rata-rata 60 pasien rawat jalan dengan berbagai usia datang setiap harinya. Agar pelayanan kesehatan bisa menyeluruh, dari penerimaan pasien hingga pasien pulang, mereka maka diciptakan inovasi bernama PENGAWAL. PENGAWAL adalah unit khusus yang bertugas melengkapi formulir pengkajian awal pasien pada kunjungan pertama ke Puskesmas. Sebelumnya, pengisian formulir ini memakan waktu lama, tetapi dengan inovasi ini, prosesnya jadi lebih cepat. PENGAWAL dimulai dengan petugas pengkajian mengisi keluhan pasien dan mengukur tanda-tanda vital seperti tekanan darah, nadi, suhu tubuh, dan lainnya. Setelah itu, formulir tersebut akan dilengkapi oleh petugas di unit pelayanan yang sesuai. Dengan inovasi PENGAWAL, mutu layanan di rawat jalan tetap terjaga, dan pelayanan bisa berjalan lebih efisien.
152 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : SIPESAN (SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK) Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik Urusan Inovasi Daerah : Kesehatan Jenis Inovasi : Digital Puskesmas Bogorejo D engan meningkatnya minat masyarakat menjadi nasabah di Bank Sampah, pengelola menghadapi kesulitan dalam pengolahan data secara manual, mengakibatkan penurunan kualitas layanan transaksi. Untuk mengatasi masalah tersebut, petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Bogorejo meluncurkan inovasi SIPESAN berbasis website pada Bank Sampah Bangkit Pondok I Ngemplak. Tujuan inovasi ini antara lain membantu meminimalkan kesalahan dan memudahkan pembuatan laporan transaksi, serta mempermudah Bank Sampah mendapatkan nasabah baru. Manfaatnya mencakup mempermudah proses pengolahan data, meningkatkan layanan transaksi, dan memberikan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat. Hasil inovasi diharapkan dapat memudahkan pencarian informasi tentang Bank Sampah, menambah wawasan teknologi dan informasi, serta menjadi acuan untuk menyelesaikan masalah serupa. Keanggotaan Bank Sampah melibatkan perorangan dan kelompok masyarakat pengumpul sampah, dengan penyetoran dapat dilakukan oleh anggota atau diambil oleh petugas pada jam dan hari kerja.
274 Inovasi Blora / 153 Inovasi Pendidikan Kepala dinas : DRS YUSMAN, M.PD.I
154 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : PENING CAPE DIAWAN (Peningkatan membaca pemahaman melalui diagram wartawan) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Sambong P eningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Peserta Didik Melalui Media Diagram Wartawan Pada Kelas V SDN 1 Sambong Kecamatan Sambong Kabupaten Blora dilakukan dengan inovasi ini. Inovasi ini memberikan manfaat bagi peserta didik yakni membuat peserta didik lebih senang dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman. Tahukah Anda Apa Itu Diagram Wartawan? Diagram Wartawan adalah Sebuah lingkaran karton dibentuk seperti rolet dan ditempel kertas berisi pertanyaan 5 W 1H; What (Apa), Who (Siapa), When (Kapan), Where (Dimana), Why (Mengapa), dan How (Bagaimana). Guru lalu membacakan sebuah cerita untuk disimak murid. Selanjutnya, murid bergantian memutar rolet. Saat rolet diputar dan berhenti di salah satu pertanyaan, maka sang murid harus menjawab sesuai dengan pertanyaan hasil dari putaran rolet tersebut.
274 Inovasi Blora / 155 Nama Inovasi : WADAU BIBUL Wayang Panda Bilangan Bulat Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Temulus C oba Anda bayangkan bagaimana pelajaran matematika dipadukan dengan wayang. Inovasi ini membuktikan penggunaan wayang pada pembelajaran matematika pada siswa kelas VI SDN 1 Temulus Kecamatan Randublatung. Penasaran? Pembelajaran matematika di SDN 1 Temulus, Randublatung, Blora, diubah menjadi lebih menarik dan mudah dipahami dengan inovasi media “wadaw bibul” (wayang panda bilangan bulat) pada siswa kelas VI. Media ini membantu peserta didik memahami konsep bilangan bulat secara visual dan interaktif. Dalam pelaksanaan, guru mengadakan pertunjukan wadaw bibul, diikuti oleh permainan peran, latihan soal, dan tugas kreatif. Evaluasi hasil belajar menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai naik dari 60 menjadi 90 setelah penggunaan media wayang panda bilangan bulat. Capaian aktualisasi dan habituasi mencapai 100%, menunjukkan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan kegiatan serta komitmen untuk perbaikan lebih lanjut.
156 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : OPDUMHBM Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Kalen P ermasalahan serius yang tengah dihadapi, yakni rendahnya kualitas pembelajaran matematika di kelas IV SDN 1 Kalen, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, kini menjadi sorotan utama. Sebagai solusi inovatif dan menarik, diinisiasi Dadumatika, sebuah pendekatan pembelajaran yang menggabungkan konsep dadu matematika dengan penerapan metode Game Teaching. Dadumatika bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga untuk membawa elemen kesenangan dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Penerapan metode Game Teaching diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan memotivasi siswa untuk lebih giat dan disiplin dalam belajar matematika. Indikator utama keberhasilan kegiatan ini adalah peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan. Selain itu, diharapkan pula terbentuknya semangat belajar yang tinggi dan kedisiplinan yang baik, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Dengan adanya Dadumatika, diharapkan siswa tidak hanya memahami konsep matematika dengan lebih baik, tetapi juga merasakan kegembiraan dan antusiasme dalam menghadapi pembelajaran. Semua upaya ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan merangsang minat siswa terhadap matematika, dengan harapan prestasi belajar siswa dapat mengalami peningkatan yang berkelanjutan.
274 Inovasi Blora / 157 Nama Inovasi : POWERQUIZ (Pembelajaran IPS Menggunakan Power Point Dan Quiziz Bagi Siswa Kelas IV SDN 2 Randublatung) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SDN 2 Randublatung G uru perlu perhatikan variasi media pembelajaran agar siswa tidak kehilangan minat belajar. Media seperti Powerquizz, gabungan Powerpoint dan Quizizz, membantu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif. Guru bijaksana mengakui bahwa kebosanan siswa bisa diatasi dengan strategi inovatif, seperti pembuatan presentasi menarik di PowerPoint dan kuis interaktif di Quizizz. Dengan pendekatan ini, diharapkan pembelajaran menjadi lebih menarik dan hasil belajar siswa meningkat. Hasilnya pun mengesankan. Selain tidak bosan, para siswa bisa dengan mudah memahami materi pelajaran matematika yang sebelumnya mereka anggap sulit
158 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : MEPEIN LAWA (Media Pembelajaran Inovatif Pallawa) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SMP Negeri 1 Blora I novasi ditujukan untuk meningkatkan minat belajar Bahasa Jawa, terutama menulis Aksara Jawa, pada peserta didik kelas VII C dan siswa SMP Negeri 1 Blora tahun pelajaran 2022/2023. Dengan memanfaatkan Aplikasi Pallawa di Laboratorium Komputer. Inovasi ini menjadi solusi kreatif mengatasi kurangnya minat siswa yang lebih suka pembelajaran berbasis IT daripada metode klasikal. Inovasi yang dilakukan adalah memilih pembelajaran yang berbasis IT yaitu menggunakan Aplikasi Pallawa. Pallawa adalah sebuah Aplikasi yang digunakan untuk menyalin huruf latin menjadi huruf Aksara Jawa. Aplikasi ini sangat mudah digunakan sehingga siapapun bisa menggunakannya. Siswa tertarik dan lebih memperhatikan dikarenakan belajar di Laboratorium Komputer kemudian siswa lebih mudah mengerjakan lembar kerja Peserta didik yaitu menyalin tulisan huruf latin menjadi huruf Aksara Jawa. Meskipun siswa kurang hapal semua huruf yang ada pada Aksara Jawa, namun dengan adanya aplikasi Pallawa membuat siswa lebih mudah juga dalam mengingat bentuknya.
274 Inovasi Blora / 159 Nama Inovasi : SILIA BAKAR (Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Anorganik untuk Bahan Karya Kerajinan) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SMP Negeri 1 Sambong L imbah menjadi masalah lingkungan dengan dampak buruk, namun banyak siswa SMP Negeri 1 Sambong yang belum menyadarinya. Survei menunjukkan sebagian besar siswa tidak setuju menggunakan limbah anorganik untuk karya kerajinan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan upaya meningkatkan kinerja guru dengan literasi digital untuk mengintegrasikan limbah anorganik dalam mata pelajaran prakarya. Maka, dilakukan inovasi optimalisasi pemanfaatan limbah anorganik pada siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sambong melalui lima kegiatan: RPP, media pembelajaran, penyampaian materi kerajinan, praktik pembuatan karya, dan evaluasi hasil. Inovasi ini meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, memberikan pengalaman baru, serta menghargai karya seni. Kegiatan ini berhasil membuat siswa antusias dalam pembelajaran serta kreatif dalam praktik, sekaligus meningkatkan motivasi dalam pemanfaatan limbah anorganik.
160 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : OPEN E-KONS Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SMP Negeri 3 Cepu P elayanan bimbingan konseling kurang optimal di SMP Negeri 3 Cepu, membuat siswa enggan berkonsultasi dengan guru BK. Dalam upaya mengatasinya, digunakanlah inovasi OPEN E-KOSN. Caranya, dilakukan kegiatan seperti survei penggunaan media sosial siswa, pembuatan akun e-konseling, sosialisasi, layanan e-konseling melalui Instagram @bk.smpn3.cepu, dan evaluasi kepuasan siswa. Manfaat inovasi ini mencakup kemudahan siswa dalam memanfaatkan layanan e-konseling dan peningkatan ketrampilan guru dalam mengembangkan pelayanan bimbingan konseling di sekolah. Hasilnya, siswa antusias melakukan konsultasi dan persoalan yang dihadapi bisa diselesaikan dengan baik.
274 Inovasi Blora / 161 Nama Inovasi : PEMABOOK PINTER DEMO Pemanfaatan Flipbook Sebagai Media Pembelajan Interaktif Dengan E-modul Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SMPN 1 Japah M edia pembelajaran IPA di SMP N 1 Japah perlu inovasi agar materi lebih menarik dan mudah dipahami peserta didik. Pembelajaran IPA di sekolah ini melibatkan banyak materi praktikum dan contoh penggunaan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi kurangnya alat praktikum menyulitkan. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan inovasi dengan PEMABOOK PINTER DEMO. Inovasi ini disusun dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik. Media ini menjadi solusi karena menyajikan materi dengan tampilan menarik, video contoh penggunaan, LKPD online dengan aplikasi liveworksheets berisi praktikum virtual, dan evaluasi menggunakan googleform. Sebelum inovasi, jarang dilakukan praktikum, menyebabkan kejenuhan dan pengetahuan siswa kurang optimal. Setelah inovasi, tercipta media pembelajaran menarik, efektif, dan mengurangi kejenuhan peserta didik, membuat mereka lebih antusias dalam pembelajaran.
162 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : PENGEN BUCIN Pembelajaran dengan media Buku Pecahan Interaktif Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 2 Kepoh D i SDN 2 Kepoh, pembelajaran sering terasa monoton dan membosankan karena kebanyakan guru masih menggunakan metode ceramah yang bersifat satu arah, di mana guru menjelaskan dan siswa hanya mendengarkan. Metode ini dianggap kurang efektif untuk beberapa materi pembelajaran, terutama dalam materi pembandingan pecahan di kelas 3. Siswa selama ini hanya diberi penjelasan melalui uraian dan catatan di papan tulis. Sebagai solusi, dilakukan inovasi dengan mengubah metode pembelajaran dari ceramah menjadi menggunakan media interaktif berupa buku pecahan. Media ini dapat menunjukkan secara langsung kepada anak mengenai pembandingan pecahan senilai, serta menunjukkan mana yang nilainya lebih besar atau kecil. Buku pecahan ini menggunakan potongan plastik yang diukur dengan teliti, sehingga dapat disusun untuk menunjukkan suatu nilai pecahan tertentu. Dari uji coba dan implementasi, hasilnya memuaskan dengan tingkat ketuntasan siswa pada materi pembandingan pecahan meningkat dari 54% menjadi 87%.
274 Inovasi Blora / 163 Nama Inovasi : OPEN DIARI Optimalisasi Penggunaan Media Pembelajaran Variatif Pada Pembelajaran IPA Kelas 8 Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SMP Negeri 3 Kunduran P embelajaran IPA di SMP Negeri 3 Kunduran dulunya terasa monoton, dengan penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariatif oleh para guru. Cenderung menggunakan alat bantu yang sama setiap kali mengajar. Akibatnya, antusiasme siswa dalam proses pembelajaran pun merosot, tercermin dari rendahnya nilai rata-rata mata pelajaran IPA. Namun, untuk mengatasi permasalahan tersebut, inovasi dalam bentuk penggunaan media pembelajaran yang lebih beragam, seperti puzzle, modul, dan powerpoint interaktif. Selain itu, diterapkan pula program “EMPATI” (Empat Soal Tiap Hari), suatu pendekatan baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya di SMP Negeri 3 Kunduran. Hasil dari implementasi inovasi ini sungguh mengagumkan. Rata-rata nilai mata pelajaran IPA kelas 8 mengalami lonjakan signifikan sebesar 40%. Siswa-siswa menjadi lebih bersemangat dan aktif dalam proses pembelajaran. Keberhasilan ini juga memberikan inspirasi kepada rekan guru lain untuk menciptakan dan memvariasikan media pembelajaran mereka.
164 / 274 Inovasi Blora S DN 1 Bangkleyan, yang terletak di tengah hutan, memiliki 89 siswa. Kelas VI terdiri dari 3 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. Tantangan dalam pembelajaran meliputi pemahaman materi yang disampaikan oleh guru dan kurangnya minat siswa. Kendala eksternal melibatkan listrik yang sering padam dan koneksi internet yang tidak stabil. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan inovasi dalam penggunaan media dan metode pembelajaran. Yakni, inovasi pembelajaran berbasis IT dengan menggabungkan peta pikiran menggunakan aplikasi Canva dan uji pengetahuan melalui Quizizz. Kuota internet pribadi guru digunakan untuk menjaga kelancaran pembelajaran. Langkah-langkah yang diambil termasuk perencanaan pembelajaran, pembuatan slide presentasi, desain mind mapping, implementasi di kelas VI, evaluasi hasil, dan analisis keberhasilan inovasi. Hasilnya, semangat belajar dan hasil ujian siswa meningkat. SD di tengah hutan tak kalah dengan SD di wilayah perkotaan. Nama Inovasi : KAPTEN MACAN caKAP liTErasi dengaN mind MApping CANva Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SDN 1 Bangkleyan
274 Inovasi Blora / 165 Nama Inovasi : OPTIK MEDAN PAS SEKALI Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SDN 3 Kutukan D orongan untuk meningkatkan pemanfaatan media pembelajaran berbasis IT di SDN 3 Kutukan, Randublatung, Blora, melahirkan inovasi pembelajaran matematika, yakni Media Dreamcatcher Pecahan. Media ini, yang terdiri dari dreamcatcher dan mika bergaris, memvisualisasikan hasil perkalian pecahan dengan cara memasukkan mika dengan pecahan dari sebelah kanan dan sebelah kiri dreamcatcher. Dari hasil implementasi ini, siswa dapat dengan cepat dan tepat mengerjakan perkalian, nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan, dan siswa dapat berkreasi dengan berbagai bilangan pecahan melalui media ini. Tujuannya adalah memudahkan siswa dalam memahami materi perkalian pecahan.
166 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : DEMO PACRAFT (METODE DEMONSTRASI BERBANTU MEDIA PAPERCRAFT) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Todanan I novasi ini berasal dari isu pembelajaran matematika yang rendah di SDN 1 Todanan, Kabupaten Blora. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan inovasi dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat Media JARI BARU (Jaring-Jaring Bangun Ruang), Media PAKU BARU (Papan Kepastian Bangun Ruang), serta menerapkan metode Demonstrasi dan Evaluasi Pembelajaran. Media papercraft digunakan untuk menciptakan Media JARI BARU dan PAKU BARU. Untuk Media JARI BARU, anak-anak diberikan bentuk jaring-jaring bangun ruang yang dapat diamati saat ditutup untuk menentukan alas dan tutup. Sedangkan untuk Media PAKU BARU, anak-anak memutar anak panah di dalam papan kepastian bangun ruang, yang akan menunjukkan bentuk jaring-jaring dan rumus volume bangun ruang tertentu, seperti kubus. Melalui cara kerja media ini, diharapkan anak-anak dapat lebih mudah memahami dan mengingat bentuk serta rumus volume bangun ruang, meningkatkan hasil belajar matematika mereka
274 Inovasi Blora / 167 Nama Inovasi : MEPE ARI MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital Dinas Pendidikan D ulu, belajar IPA seringkali cuma teori dan gambar diam. Tapi sekarang, dengan teknologi Augmented Reality (AR), belajar jadi lebih seru! Siswa bisa lihat simulasi 3D, amati objek besar, dan langsung main dengan ilmiah yang sulit dijelaskan. Ini bikin mereka paham konsep IPA, jago pemecahan masalah, dan cerdas berpikir kritis. Sebelumnya, hasil belajar anak terbatas pada buku dan gambar biasa. Tapi setelah coba AR, siswa bisa merasakan pengalaman baru. Mereka bisa main simulasi 3D, lihat objek besar, dan interaksi langsung dengan ilmiah. Hasilnya, pemahaman lebih baik, jago memecahkan masalah, dan berpikir kritis lebih tajam. Cara pakainya gampang. Pilih aplikasi AR sesuai pelajaran, siapkan perangkat, instal aplikasi, pilih topik, aktifkan AR, main sama objek virtual, dan setelah itu, diskusi bareng siswa. Dengan AR, belajar IPA jadi lebih seru, siswa makin tertarik, dan siap menghadapi masa depan teknologi!
168 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : OPTIMUS PRIME DAN BUMBLEBEE Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital Dinas Pendidikan S ebagai guru, paham kebutuhan peserta didik itu krusial untuk memilih metode ajar yang tepat. Seperti ketika menyampaikan materi teks prosedur pada kelas 7 yang sebagian peserta didik masih belum bisa memahaminya dengan baik. Salah satu metode yang bisa dicoba yakni Model Direct Instruction (MDI) dengan fokus pemahaman konsep dan praktek langsung. Contoh penerapannya adalah melalui metode praktik langsung, yang melibatkan langkah-langkah seperti percobaan awal, pengamatan, merumuskan hipotesis, verifikasi, dan evaluasi. Dengan menggunakan metode ini, diharapkan peserta didik dapat lebih aktif dan mendalam dalam pemahaman materi. Penerapan Model Pembelajaran MDI Praktik Langsung memberikan hasil positif, seperti 22 dari 26 siswa kelas 7E yang dapat memahami materi teks prosedur. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan metode pembelajaran yang tepat dapat memberikan dampak positif pada pemahaman peserta didik.
274 Inovasi Blora / 169 Nama Inovasi : OPEN BUPER ( Optimalisasi Pemanfaatan Buku Perpustakaan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Kedungbacin I novasi pendidikan di SDN 1 Kedungbacin, Todanan, Blora, bertujuan meningkatkan karakter, literasi, dan numerasi siswa dengan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar yang efektif. Sebelumnya, tidak ada rencana menggunakan buku perpustakaan dalam KBM tema lingkungan sekitar, namun setelah inovasi, buku perpustakaan digunakan secara optimal, sehingga siswa dapat mempelajari kosa kata baru. Juga, buku perpustakaan digunakan dengan baik dalam KBM tema pahlawan Nasional dan tema keanekaragaman kebudayaan di Indonesia, memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa. Kegiatan belajar mengajar dengan tema lingkungan sekitar melibatkan konsultasi RPP dengan mentor, pembuatan perpustakaan mini sesuai tema, diskusi kelompok, presentasi tugas kelompok, dan tanya jawab sebagai refleksi, yang semuanya dievaluasi bersama mentor. Capaian kegiatan mencapai 110%, dengan siswa memahami lingkungan sekitar, perjuangan pahlawan nasional, dan keanekaragaman budaya di Indonesia. Semua kegiatan terlaksana sesuai harapan, memberikan hasil positif untuk siswa dan pembelajaran.
170 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : OH BETE DEMEMONS Optimalisasi Hasil Belajar Matematika dengan Metode Demonstrasi Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 2 Pilang I novasi ini bikin pembelajaran matematika makin seru di SDN 2 Pilang, Randublatung. Metodenya pake demonstrasi dan bahan ajar “Satuan Jarak, Waktu, dan Kecepatan.” Ada juga media pembelajaran keren, kayak “Tangga Pintar, Jam Analog, dan Segitiga.” Abis itu, ada evaluasi untuk ngecek hasilnya. Inovasi ini ada karena banyak guru yang ceramah doang, jadinya siswa kurang tertarik. Sebelumnya, pembelajaran di kelas kurang efektif, siswa kesulitan, hasil belajar rendah, dan pelajaran matematika dianggap ribet dan boring. Tapi sekarang, pembelajarannya jadi lebih oke, siswa nggak bingung lagi, hasil belajar naik, dan pelajaran matematika jadi lebih asik. Hasil inovasinya: RPP yang kece dan bahan ajar “Satuan Jarak, Waktu, dan Kecepatan,” media pembelajaran keren “Tangga Pintar, Jam Analog, dan Segitiga,” serta format evaluasi yang bervariatif. Siswa jadi paham materi dan guru bisa tindak lanjut dengan hasil evaluasi. Mantap!
274 Inovasi Blora / 171 Nama Inovasi : BAKPAU YOU (Belajar Penjasorkes Menggunakan Media You Tube Bagi Siswa SMP Negeri 2 Tunjungan) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SMPN 2 Tunjungan I novasi di SMP N 2 Tunjungan, Kabupaten Blora, muncul karena adanya masalah pembelajaran jarak jauh yang menurunkan minat belajar siswa kelas 7, khususnya pada mata pelajaran penjasorkes. Caranya, dengan enam kegiatan utama secara berkesinambungan di SMP N 2 Tunjungan. Hasilnya, siswa menikmati pembelajaran jarak jauh melalui video menggunakan Az Screen Recorder dan Youtube. Keseluruhan kegiatan aktualisasi dan habituasi mencapai prosentase 100 persen menunjukkan keberhasilan inovasi tersebut. Dengan demikian, isu rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran penjasorkes di SMP N 2 Tunjungan dapat diatasi dengan efektif melalui penggunaan video sebagai media pembelajaran jarak jauh.
172 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : MALAM 5 KALA (Pengoptimalan Pembelajaran Matematika materi skala) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 2 Pilang C ara kerja inovasi ini sederhana. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model RME (Realistic Mathematics Education), membuat media pembelajaran skala, melakukan kegiatan kuis matematika, dan melaksanakan pembelajaran matematika dengan model RME. Inovasi ini merupakan jawaban dari hasil pengamatan yakni banyak masalah pembelajaran matematika di kelas V SDN 1 Sumberagung yang perlu segera diatasi. Di antaranya, sulitnya siswa memahami materi pelajaran. Kegiatan ini diimplementasikan dengan sukses, dan memberikan manfaat besar bagi siswa, guru, dan sekolah. Dengan inovasi ini, pembelajaran di SDN 1 Sumberagung dapat ditingkatkan, motivasi siswa meningkat. Tak hanya. Manajemen ASN dan pelayanan publik dapat diintegrasikan untuk peningkatan mutu pembelajaran.
274 Inovasi Blora / 173 Nama Inovasi : KATMOSIL VITIF Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SMP Negeri 3 Ngawen D i SMP Negeri 3 Ngawen, Kabupaten Blora, ada inovasi menarik nih! Awalnya, siswa kurang termotivasi belajar matematika. Solusinya? Dilakukan serangkaian kegiatan, seperti menyusun perangkat pembelajaran, memberikan video motivasi lewat WhatsApp, hingga membuat alat peraga sederhana. Bagaimana langkah-langkahnya? Pertama, penyusunan perangkat pembelajaran. Kedua, pemberian video motivasi. Ketiga, pembuatan alat peraga sederhana. Keempat, optimalisasi penggunaan aplikasi Classroom dan WhatsApp. Terakhir, pemberian reward dan punishment sesuai kriteria. Apa hasilnya? Sungguh mengagumkan! Ada perangkat pembelajaran, video, alat peraga, dan evaluasi pembelajaran. Semangat siswa untuk mengikuti pembelajara semakin meningkat.
174 / 274 Inovasi Blora D i kelas II SDN 1 Gempolrejo, anak-anak belajar tentang bilangan pecahan. Namun, hasilnya selama ini belum maksimal dalam menggunakan media pembelajaran yang efektif dan inovatif. Media yang digunakan masih bersifat konvensional, membuat siswa merasa kurang tertarik dan kesulitan memahami materi. Inovasi ini berupaya menawarkan solusi. Yakni dengan penggunaan media papan pecahan dengan memanfaatkan lingkungan sekolah dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Proses inovasi dilakukan dengan membuat materi sesuai silabus, membuat RPP, dan menciptakan konsep media pembelajaran. Hasil inovasi meliputi RPP, media pembelajaran berupa papan pecahan, penyelesaian masalah material, dan pelaksanaan pembelajaran menggunakan papan pecahan dengan memanfaatkan lingkungan sekolah. Inovasi ini membawa dampak positif bagi siswa, guru, dan sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Nama Inovasi : OPPEC PLS (Optimalisasi penggunaan papan pecahan dengan pemanfaatan lingkungan sekolah) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Non Digital SDN 1 Gempolrejo
274 Inovasi Blora / 175 Nama Inovasi : SEMISSAWA MOLOR (Optimalisasi Semissawa Unggah-Ungguh Bahasa Jawa) Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Digital SMP Negeri 2 Randublatung P enuturan bahasa Jawa oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Randublatung, Kabupaten Blora, menjadi sorotan utama dan memerlukan penanganan segera. Inovasi ini berupaya mengatasinya. Caranya, penyusunan program semissawa, sosialisasi program semissawa, pembuatan video percakapan untuk materi unggah-ungguh bahasa Jawa, pembelajaran dengan media video percakapan, penerapan model role play, dan evaluasi terkait pembelajaran role play dan program semissawa. Pemanfaatan sistem pembelajaran berbasis media digital dapat meningkatkan semangat peserta didik dalam memahami materi, sehingga masalah kurangnya kemampuan peserta didik dalam menerapkan unggah-ungguh bahasa Jawa ragam krama dan krama alus dapat diatasi. Dampaknya, pengetahuan siswa tentang unggah-ungguh dalam bersikap dan bertutur kata mengalami peningkatan.
176 / 274 Inovasi Blora Nama Inovasi : (OPENANE ASLI ANTIK) TEMA 8 MATERI SIKLUS AIR Urusan Inovasi Daerah : Pendidikan Jenis Inovasi : Teknologi SDN 2 Cepu S iswa kerap kesulitan memahami materi pelajaran yang penyampaianya olrh guru dilakukan secara konvensional. Guru menerangkan materi pelajaran di hadapan siswa. Di SDN 2 Cepu, Kabupaten Blora, persoalan tersebut sering terjadi. Dirancanglah inovasi untuk mengatasi masalah tersebut. Yakni melalui Optimalisasi Penggunaan Media Inovatif Guna Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tematik Tema 8 Materi Siklus Air Kelas V SDN 2 Cepu Kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Inovasi ini bertujuan meningkatkan kreativitas peserta didik, menciptakan pembelajaran yang menarik, dan menginspirasi guru untuk meningkatkan penggunaan media pembelajaran inovatif. Cara kerja inovasi ini adalah guru pengajar menyusun materi menarik dalam bentuk presentasi, pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan presentasi power poin. Kemudian membentuk kelompok kerja untuk membuat diorama siklus air, dan dilanjutkan evaluasi. Hasilnya pun sangat mengagumkan. Sebelum inovasi ini dilakukan, dari 27 siswa, 17 orang di antaranya tidak lolos evaluasi. Namun setelah inovasi dipraktikkan, seluruh siswa lulus post test. Dengan keunggulan yang diperoleh, inovasi ini layak diadopsi sekolah-sekolah lainnya di Blora.