The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by johanesproduction, 2021-10-30 00:15:04

LAPORAN DIKLAT CKS_Yuliana Wiseso

LAPORAN DIKLAT CKS

PELAKSANAALLN RAAEPPNOCOARRNAAATNNINDAK LANJUT

PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT

DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR
KRITIS SISWA MELALUI PENERAPAN
MODEL PROBLEM BASED LEARNING

DISUSUN OLEH :
YULIANA WISESO, S.Pd., M.M.

NIP . -

DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA
SD KRISTEN PETRA 7

KALIANYAR 33 – 41 SURABAYA

LAPORAN PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT
DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED
LEARNING

OLEH :
YULIANA WISESO, S.Pd., M.M.

NIP. –

DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA
SD KRISTEN PETRA 7

KALIANYAR 33 – 41 SURABAYA

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut Diklat Calon Kepala Sekolah yang

disusun oleh :

Nama : Yuliana Wiseso, S.Pd., M.M.

NIP : -

Sekolah : SD Kristen Petra 7 Surabaya

Telah disetujui dan disahkan sebagai pertanggungjawaban mengikuti Diklat Calon

Kepala Sekolah.

Pengawas Pembina Surabaya, 1 November 2021
Mentor 1 Kepala Sekolah
Mentor 2

Dra. Tri Wahyuningsih, M.M. Lim Tien, S.E., M.M.
NIP. 196009161979072007 NIP. –

Mengetahui,
a.n Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan

Mamik Suparmi, M.Pd.
Pembina

NIP 196905101997022001

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan rahmat
dan kasihNya kepada Penulis sehingga laporan On the Job Training 2 dapat
diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Upaya untuk meningkatkan kualitas
sekolah melalui pelaksanaan Rencana Proyek Kepemimpinan dengan judul
“Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Penerapan Model
Problem Based Learning” juga dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Laporan ini berisi tentang pelaksanaan Rencana Proyek Kepemimpinan dan
Kajian Manajerial yang dilakukan di sekolah asal, Peningkatan Kompetensi dan
Kajian Manajerial yang dilakukan di sekolah magang. Kajian Manajerial dibuat
untuk dua sekolah berdasarkan hasil rapor mutu yang didapat dari 8 Standar
Nasional Pendidikan. Sedangkan untuk pelaksanaan Peningkatan Kompetensi
calon kepala sekolah dilakukan di sekolah magang yang bertujuan untuk
meningkatkan kompetensi Penulis pada kompetensi kewirausahaan.

Dalam proses penyusunan sampai penyelesaian laporan ini, Penulis
merasakan pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga. Walaupun terasa
sangat melelahkan, namun berkat bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak,
khususnya dari Ibu pembimbing diklat dan teman-teman satu kelas, yaitu kelas N,
laporan ini dapat diselesaikan oleh Penulis dengan baik dan tepat waktu. Oleh
karena itu, Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibu plt. Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., selaku Kepala Lembaga
Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah
(LPPKSPS), yang telah mengarahkan kegiatan ini, sejak kegiatan Seleksi
Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah, sampai pada kegiatan Diklat
Calon Kepala Sekolah.

2. Bapak Drs. Soepomo, M.M., selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota
Surabaya yang telah memberikan izin dan kesempatan untuk mengikuti
seleksi dan Diklat CKS tahun 2021, sebagai salah satu persyaratan dalam
pengangkatan menjadi kepala sekolah.

iii

3. Ibu Mamik Suparmi, M.Pd., selaku Kepala Bidang Guru dan Tenaga
Kependidikan.

4. Ibu Dra. Lise Chamisijatin, M.Pd., selaku Narasumber dan Pembimbing
dalam pelaksanaan Diklat CKS 2021.

5. Ibu Lailatul Khusnah, S.Psi., selaku Panitia Pusat Kota Surabaya dalam
kegiatan Diklat CKS 2021 yang membantu peserta bergabung dalam LMS.

6. Ibu Dra. Tri Wahyuningsih, M.M., selaku Pengawas Pembina
Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.

7. Ibu Lim Tien, S.E., M.M., selaku Kepala SD Kristen Gloria 1, yang mau
dengan tulus membantu dalam meningkatkan kompetensi Penulis di
sekolah magang.

8. Seluruh staf dari SD Kristen Gloria 1 yang bersedia diobservasi dan
diwawancara oleh Penulis.

9. Seluruh staf dan guru dari SD Kristen Petra 7 yang telah banyak
membantu Penulis dalam melaksanakan RPK dan KM di sekolah asal.

10. Semua teman-teman peserta diklat CKS tahun 2021 kelas N.
11. Keluargaku tercinta, terutama suami dan anak-anakku tercinta yang

senantiasa menjadi inspirasi dan memberi motivasi selama Penulis
mengikuti kegiatan ini.
Semoga kebaikan dan ketulusan Bapak/Ibu semua yang sudah sangat
membantu Penulis dalam menyelesaikan laporan ini mendapat pahala dari Tuhan
Yang Maha Kuasa.
Demikian laporan OJT 2 ini saya sampaikan, dan semoga laporan ini dapat
bermanfaat dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Tuhan memberkati kita semua. Amin…

Surabaya, 1 November 2021
Penulis,

Yuliana Wiseso, S.Pd., M.M.

iv

DAFTAR ISI

Halaman Judul.......................................................................................................... i
Halaman Pengesahan .............................................................................................. ii
Kata Pengantar ....................................................................................................... iii
Daftar Isi...................................................................................................................v
Daftar Lampiran .......................................................................................................v
Daftara Gambar..................................................................................................... vii
Daftar Tabel ........................................................................................................ viii
Daftar Lampiran .................................................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................1

A. Latar Belakang..................................................................................1
B. Tujuan...............................................................................................3
C. Hasil Yang Diharapkan ....................................................................4
BAB II PROFIL SEKOLAH................................................................................6
A. Profil Sekolah Asal...........................................................................6
B. Profil Sekolah Magang ...................................................................20
BAB III PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT.............................31
A. Pelaksanaan Rencana Proyek Kepemimpinan................................31
B. Pelaksanaan Kajian Manajerial ......................................................42
C. Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi ...........................................55
BAB IV PENUTUP .............................................................................................60
A. Kesimpulan ....................................................................................60
B. Saran ...............................................................................................60
Daftar Pustaka ........................................................................................................62
Lampiran-lampiran
1. Matriks RPK ...................................................................................................64
2. Jurnal Kegiatan Harian....................................................................................68
3. Foto Sekolah Asal dan Sekolah Magang ........................................................74
4. Rekap Hasil Monev RPK (5 macam)..............................................................77
5. Contoh Instrumen Monev Yang Sudah Terisi ................................................88

v

6. Bukti-bukti Kegiatan RPK (Undangan, Daftar Hadir, Notulen, Foto) ...........95
7. Matrik Hasil Kajian KM ...............................................................................123
8. Bukti Kegiatan KM (Daftar hadir, Notulen/Catatan/Foto kegiatan).............138
9. Matrik PK......................................................................................................154
10. Rekap Hasil Monev PK ................................................................................156
11. Contoh Instrumen Monev PK Yang Sudah Terisi ........................................158
12. Bukti Kegiatan PK (Daftar hadir, Notulen/Catatan/Foto kegiatan) ..............160

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1 Grafik Perolehan Skor Delapan SNP Berdasarkan EDS ...........................3

2 Grafik Prosentase Kinerja SD Kristen Petra 7 .........................................19

3 Grafik Prosentase Kinerja SD Kristen Gloria 1 .......................................30

vii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1 Sarana dan Prasarana SD Krsiten Petra 7 .......................................................7

2 Data Guru dan Tata Usaha SD Kristen Petra 7...............................................8

3 Pencapaian Delapan SNP SD Kristen Petra 7 ..............................................19

4 Sarana dan Prasarana SD Kristen Gloria 1 ...................................................22

5 Pencapaian Delapan SNP SD Kristen Gloria 1 ............................................29

6 Instrumen Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Siklus 1.................................36

7 Instrumen Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Siklus 2.................................39

8 Skor Peningkatan Kompetensi berbasis AKPK............................................56

9 Hasil Wawancara Manajerial........................................................................57

viii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keberhasilan sebuah sekolah sangat ditentukan oleh peran seorang

kepala sekolah. Kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai manajer
yang mengelola semua perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi
pembelajaran maupun semua kegiatan dan program yang mendukung
tercapainya visi sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah dituntut memiliki
kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang tangguh.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007
tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah menetapkan 5 (lima) dimensi
kompetensi kepala sekolah, yaitu: (1) kepribadian, (2) manajerial, (3)
kewirausahaan, (4) supervisi, dan (5) sikap sosial yang harus dimiliki seorang
kepala sekolah. Berdasarkan uraian peraturan tersebut, menunjukkan bahwa
menjadi seorang kepala sekolah bukanlah hal yang mudah. Kepala sekolah
dipersyaratkan untuk memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi,
menganalisis, dan mencari solusi, serta melakukan tindak lanjut untuk semua
program dan masalah yang terjadi di sekolah. Sebagai tambahan pengetahuan
dan keilmuan dalam bidang perencanaan dan pelaksanaan program
pendidikan, Kepala sekolah harus mampu menunjukkan kinerjanya
berdasarkan rapor mutu sekolah yang dipimpinnya.

Dalam rangka meningkatkan mutu kepala sekolah/madrasah,
Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 28
tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.
Permendiknas ini memuat sistem penyiapan calon kepala sekolah/ madrasah,
proses pengangkatan kepala sekolah/madrasah, masa tugas, Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB), penilaian kinerja kepala
sekolah/madrasah, mutasi dan pemberhentian tugas guru sebagai kepala
sekolah/madrasah.

1

Pemenuhan kompetensi yang dipersyaratkan untuk menjadi seorang
kepala sekolah ditindaklanjuti oleh Lembaga Pengembangan dan
Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS), yaitu dengan diadakannya
pendidikan dan latihan untuk calon kepala sekolah (diklat CKS), setelah
melalui tahapan seleksi administrasi dan seleksi akademik. Diklat tersebut
dilaksanakan oleh LPPKS melalui kegiatan On the Job Training 1 dan 2, In
Service Training 1 dan 2.

Kegiatan OJT merupakan tahapan yang penting dalam rangka melatih
calon kepala sekolah untuk membiasakan bekerja dalam rangka
meningkatkan kualitas sekolah berbasis masalah. Peserta dilatih melakukan
pengamatan (observe) dan mengidentifikasi masalah pembelajaran,
melakukan refleksi (reflect) atas hasil observasi, mencari alternatif
pemecahan masalah dan menyusun rencana kegiatan pemecahan masalah
dalam bentuk Rencana Proyek Kepemimpinan dan Peningkatan Kompetensi.
Peserta diklat diberikan kesempatan melaksanakan kegiatan sesuai rencana,
melakukan monitoring dan evaluasi hasil kegiatan, serta merefleksi tindakan
yang dilakukan.

Alasan dilakukannya diklat CKS ini adalah agar calon kepala sekolah
mendapatkan pembekalan pada awal masa tugasnya berupa kompetensi
kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial sehingga
nantinya diharapkan seorang kepala sekolah mampu memimpin dan
mengelola sekolahnya secara profesional. Berdasarkan hasil evaluasi diri
sekolah (EDS) yang menggunakan rentang skor antara 0,00 s/d 3,00 diperoleh
capaian sebagai berikut:

2

RATA-RATA 2.82 2.92
STANDAR PENILAIAN 2.80 2.85 2.96
STANDAR PEMBIAYAAN
STANDAR PENGELOLAAN 2.88
STANDAR SARANA DAN PRASARANA 2.91
2.95
STANDAR PTK
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN 2.91
2.95
STANDAR PROSES
STANDAR ISI 2.94
2.75 2.90 2.95 3.00

Gambar 1. Grafik Perolehan Skor Delapan SNP Berdasarkan EDS

B. Tujuan
Pelaksanaan On the Job Training ini bertujuan agar :

1. memberikan pengalaman belajar yang terpadu antara sikap, pengetahuan,
dan keterampilan pada dimensi kompetensi kepribadian, manajerial,
kewirausahaan, supervisi, dan sosial dengan pengalaman empirik
(kontekstual) sesuai karakteristik calon kepala sekolah.

2. mengembangkan kemampuan calon kepala sekolah dalam
mengidentifikasi masalah pembelajaran untuk meningkatkan capaian
belajar peserta didik.

3. mengembangkan kemampuan calon kepala sekolah dalam menentukan
strategi penyelesaian masalah sehingga dapat membangun budaya belajar
sekolah dalam satu ekosistem persekolahan.

4. mengembangkan kemampuan kepemimpinan calon kepala sekolah dalam
menggerakkan warga sekolah untuk membantu penyelesaian masalah
pembelajaran di sekolah, yang bermuara pada terwujudnya student
wellbeing.

3

Selain itu, juga dapat meningkatkan 5 kompetensi kepala sekolah
berdasarkan Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007. Kompetensi yang
dimaksud berupa :
1. kompetensi kepribadian meliputi integritas dan akhlak mulia, etos kerja

positif, pengendalian diri, rasa percaya diri, teliti, disiplin, kreatif dan
inovatif serta bertanggung jawab.
2. kompetensi manajerial melalui pengkajian RKS, pengelolaan kurikulum,
pengelolaan keuangan, pembinaan tenaga administrasi sekolah,
pengelolaan peserta didik, pengelolaan sarana prasarana sekolah,
pengelolaan pendidikan dan tenaga kependidikan, pemanfaatan TIK
dalam pembelajaran, sistem monitoring dan evaluasi.
3. kompetensi sosial meliputi kerja sama dalam tim pelayanan prima,
kesadaran berorganisasi, berkomunikasi efektif dan membangun
hubungan kerja.
4. kompetensi kewirausahaan yakni untuk mencari sumber dana, misalnya
dari orang tua siswa, dari alumni, dari donatur, dan instansi lain yang
mendukung pendidikan.
5. kompetensi supervisi yakni bagaimana memahami konsep, perencanaan,
pelaksanaan dan tindak lanjut serta mampu melakukan supervisi
akademik kepada guru dengan teknik yang benar.

C. Hasil Yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan setelah dilaksanakannya On the Job Training

(OJT) adalah agar calon kepala sekolah :
1. mampu melakukan tugasnya dengan baik dan secara profesional sesuai

dengan kelemahan yang dimiliki oleh calon kepala sekolah dari hasil
AKPK.
2. mampu meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah yang dapat dilihat
dari meningkatnya kemampuan para siswa dalam berpikir kritis untuk
memecahkan permasalahan yang ada di sekitarnya.

4

3. mampu meningkatkan kewirausahaan di sekolah berdasarkan tujuh aset
utama dengan cara mempengaruhi, menggerakkan, memberdayakan, dan
mengembangkan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah.

4. mampu meningkatkan rasa sosial yang dalam terhadap sesama, memiliki
afeksi, simpati, dan empati terhadap sesama yang membutuhkan, serta
dapat menghargai orang lain tanpa membedakan status sosial, ras, dan
agama yang berbeda.

5

BAB II
PROFIL SEKOLAH

A. KONDISI SEKOLAH MAGANG 1
SD Kristen Petra 7 didirikan pada tanggal 16 Juli 1979, dengan Ibu

E.S. Handijanto yang menjabat sebagai kepala sekolah. Beliau bertugas dari
tanggal 1 Juli 1979 sampai tanggal 1 November 2001. Selanjutnya, mulai
tanggal 1 November 2001, digantikan oleh Ibu Desyanawanti Limantoro,
S.Pd. hingga tahun 2013 dan dilanjutkan oleh Ibu Ratna Indrawati Gontoro,
S. Pd., M. M. hingga saat ini.

Gedung SD Kristen Petra 7 terletak di Jalan Kalianyar No. 33 – 41
Surabaya. Pada tahun 2004 mengalami renovasi, sehingga untuk sementara
SD Kristen Petra 7 menempati sebagian lahan SMA Kristen Petra 3 hingga
tahun 2008, dan dilanjutkan meminjam sebagian gedung SMP Kristen Petra 2
di Jalan Embong Wungu No. 2 Surabaya karena lahan SMA Kristen Petra 3
yang sebelumnya ditempati SD Kristen Petra 7 juga turut direnovasi menjadi
gedung SD Kristen Petra 7.

Pada bulan Maret 2010, gedung SD Kristen Petra 7 selesai direnovasi
dan tampil dengan wajah yang baru. Sehingga untuk tahun ajaran 2010/2011,
seluruh kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di gedung baru ini, dengan
fasilitas dan sarana yang lebih memadai. Gedung ini terdiri atas lima lantai
dengan 24 ruangan kelas yang luas, nyaman, dan dilengkapi dengan AC.

Periode Kepala Sekolah
1. E.S. Handijanto (1979 – 2001)
2. Desyanawanti Limantoro, S.Pd. (2001 – 2013)
3. Ratna Indrawati Gontoro, S.Pd., M.M. (2013 – 2020)
4. Yuliana Wiseso, S.Pd., M.M (2020 – sekarang)

SD Kristen Petra 7 hingga saat ini memiliki 41 Orang Guru, 4 tenaga
Kependidikan (TU) dan 1 orang pustakawan. Jumlah Rombongan Belajar
sebanyak 18 kelas dengan jumlah siswa 525 orang, 3 kelas untuk kelas I, 3
kelas untuk kelas II, 3 kelas untuk kelas III, 3 kelas untuk kelas IV, 3 kelas

6

untuk kelas V, dan 3 kelas untuk kelas VI. Selain dari RKB, bangunan atau

sarana lain adalah :

Tabel 1. Sarana Prasarana SD Kristen Petra 7

No Jenis Nama Jumlah

1 Sarana Meja Siswa 504

2 Sarana Kursi Siswa 504

3 Sarana Meja Guru 18

4 Sarana Kursi Guru 18

5 Sarana Meja TU 4

6 Sarana Kursi TU 4

7 Sarana Papan Tulis 18

8 Sarana Lemari/Filling Cabinet 2

9 Sarana Komputer TU 4

10 Sarana Printer TU 2

11 Sarana Komputer 40

12 Prasarana Ruang kelas 18

13 Prasarana Toilet Siswa Laki-laki 9

14 Prasarana Toilet Siswa Perempuan 9

15 Prasarana Ruang UKS 1

16 Prasarana Ruang UKGS 1

17 Prasarana Ruang Ibadah 1

18 Prasarana Ruang Perpustakaan 1

19 Prasarana Toilet Guru 6

20 Prasarana Gudang 2

21 Prasarana Ruang TU 1

22 Prasarana Ruang Kepala Sekolah 1

23 Prasarana Ruang Koperasi 1

24 Prasarana Ruang BK 1

25 Prasarana Ruang Guru 4

26 Prasarana Ruang Aula 1

7

No Jenis Nama Jumlah
1
27 Prasarana Laboratorium IPA 1

28 Prasarana Laboratorium Komputer

Berikut adalah kondisi keadaan guru di SD Kristen Petra 7 Surabaya
Saat ini :

Tabel 2. Guru dan Tata Usaha SD Kristen Petra 7 Tahun 2021

MATA PELAJARAN

PANGKAT YANG DIAJARKAN

NO NAMA LENGKAP L/P /GOL /LULUSAN KET

A. GURU

1 Yuliana Wiseso, S. Pd., M.M. P III/b Kep.
-

Sekolah

2 Dewi Hartono, S.Pd., M.M. P III/a Bahasa Inggris

3 Helda Christy Ratnasari, S.Pd. P III/a IPA Kelas I & III

4 Evi Suryawati, S.Pd. P III/b Kelas IA

5 Lilin Setyati, S.Pd. P III/b Kelas IB

6 Cicilia Semiati, S.Pd. P III/a Kelas IC

7 Sarah Kristiana, S.Pd. P III/a Kelas IIA

8 Maria Yulia Kristianto, S.S. P III/c Kelas IIB

9 Paulus Agung P. S., S.Pd. L III/b Kelas IIC

10 Ruth Wiwik P., S.Pd. P III/c Kelas IIIA

11 Tati Lasmono, S.Pd. P III/c Kelas IIIB

12 Natalia Dewi, S.Pd. P - Kelas IIIC

13 Margaretha H.Anita P., S.Pd. P III/a Kelas IVA

14 Kinteki F., S.Pd., M.Psi. P III/b Kelas IVB

15 Fransisca Renny P. P., S.Pd. P III/b Kelas IVC

8

MATA PELAJARAN

PANGKAT YANG DIAJARKAN

NO NAMA LENGKAP L/P /GOL /LULUSAN KET

16 Katin Sri Yuliati, S.Pd. P III/b Kelas VA

17 Puspa Dewi Damayanti, S.Pd. P - Kelas VB

18 Nur Hidayatama, S.Pd. L III/a Kelas VC
III/d Kelas VIA
Go Hong Nio al Tanaya, Dra., III/c Kelas VIB
19 P

M.Psi.

20 Christiana S. I., S.Pd., M.Psi. P

21 Adhita Citraningrum, S.Pd. P III/a Kelas VIC

22 Duma Domia S., S.Pd., M.Psi. P III/d Pendamping

23 Teresia Lisieux W. J. N., S.Pd. P - Pendamping

24 Suti Indriawati, S.Th. P III/b PAK

25 Aryani Kusmayanti R., S.Si. P III/a PAK

26 Teguh Hariyanto, S.Th. L III/a PAK

27 Rustiyati, Dra. P III/d BK

28 Dewi Nugroho Jati, S.Psi. P III/b BK

29 Mega Putri Wijayanti, S.Pd. P III/a BK

30 Febriana Dwi Witanti, S.Psi. P III/a BK

31 Lusyanna T., S.Pd. P III/b Bahasa Inggris

32 Meirvy Hardianti E. T., S.Pd. P III/a Bahasa Inggris

33 Yusak Charisma N., S.Pd. L III/a Bahasa Inggris
Elizabeth Rianggari P. L. S., P III/a Bahasa Inggris
L III/d Penjas Orkes
34
S.Pd.

35 Antonius Meka, Drs.

36 Stefanus Dwi Putranto, S.Pd. L - Penjas Orkes

9

MATA PELAJARAN

PANGKAT YANG DIAJARKAN

NO NAMA LENGKAP L/P /GOL /LULUSAN KET

37 Argo Binantoro, S.Pd. L III/a Seni Musik

38 Arista Wahyu Wardani, S.Sn. P - Seni Musik

39 Melia Santoso, S.Pd. P III/a Seni Tari
Valeria Fransiska Natalia P III/a Seni Tari
L - Seni Musik
40
Kembung, S.E.

41 Febriandre, S.Ds.

42 Tjan Sioe Fang, A.Md. P - Bahasa Mandarin

B. STAFF TU

43 Cynthia Dewi Tendean, dr. P III/a Dokter
II/a -
44 Ida Kurniawati P III/a
II/a UKS
45 Yasinta Dewi Sally, drg. P II/c - Perawat
II/c
46 Suswinartini P Dokter
-
47 Andraoprasiska J. W., A.Md. L
UKGS
48 Siwi Murwani P - Perawat

Pustakawa
-

n
- TU

49 Diastrisgia Chriscy N. Y P II/a - TU

50 Ester Wahyuningtiyas P II/a - TU

51 Anthony Darmawan L II/a - TU

52 Yehuda Pilaga Lucas L- - Teknisi

53 Rawendra Rinanda Abhram A. L II/a - Pesuruh

10

Berikut Identitas SD Kristen Petra 7 Surabaya :

Nama : SD KRISTEN PETRA 7

NPSN : 20533143
Alamat : JL. KALIANYAR 33 – 41

Kode Pos : 60273

Desa/Kelurahan : Kapasari

Kecamatan/Kota(LN) : Genteng

Kota/Negara(LN) : Surabaya

Propinsi/Luar Negeri(LN) : Jawa Timur

Status Sekolah : SWASTA

Waktu Penyelenggaraan : Sehari

Penuh/5 hari Jenjang Pendidikan : SD

Naungan : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

No.SK.Pendirian : 223a/XII/K/1979

TanggalSK.Pendirian : 1979-07-16

No.SK.Operasional : 442/22275/436.6.4/2011

Tanggal SK.Operasional : 2011-11-29

File SK Operasional :

Akreditasi :A

No.SK.Akreditasi : 160/SK/BAP-SM/XI/2017

Tanggal SK.Akreditasi : 23/11/2017

No.Sertifikasi ISO : Belum Bersertifikat

Berikut adalah visi, Misi dan Tujuan SD Kristen Petra 7 :
1) Visi Misi

Visi :
Menjadi Lembaga Pendidikan Kristen yang holistik, inspiratif, dan
berprestasi dengan sepenuh hati bagi Tuhan serta sesama.
Indikator Visi :
1. Mengupayakan terwujudnya potensi tiap orang atau berkat-berkat

yang meliputi :

11

a. Fisik : terjaga kondisi fisik yang bugar.
b. Hati : memiliki karakter seperti karakter Kristus.
c. Kecerdasan : memiliki kecerdasan dan pola piker yang lebihdari

orang lain.
d. Sosialemosi : memiliki kemampuan mengenali talenta, mengenali

hidup emosi, dan mengendalikan keduanya sehingga mampu
berkecimpung dalam pergaulan secara cerdas dan efektif.
e. Religious dan spiritual : mengalami keintiman dengan Tuhan dan
melakukan pemeliharaan hidup iman melalui ibadah dan tindakan
nyata sehingga orang lain menjadi terinspirasi dan diberkati.
f. Mengupayakan dengan sepenuh hati bagi Tuhan dan sesama,
terutama dalam aspek pencapaian akademis, sehingga hasilnya
berbeda dari orang lain serta dapat menjadi teladan.
g. Menciptakan dampak positif dari lembaga dan orang-orang yang
terlibat di dalamnya bagi masyarakat, bukan hanya bagi dirinya
sendiri, sehingga orang lain terinspirasi menirunya.
Misi :
Melaksanakan proses Pendidikan yang siswa, pengajar, staf lainnya, serta
pengurus mampu mengenal, menumbuhkan, dan menggunakan, serta
menikmati seluruh potensi yang Tuhan berikan sebagai berkat-Nya,
sehingga dirinya secara pribadi dan bersama menjadi berkat bagi orang
lain.
Indikator Misi :
1. Berpikir secara logis, kreatif, dan inovatif dalam memecahkan
masalah, serta berkomunikasi melalui berbagai media.
2. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis,
kritis, dan kreatif.
3. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri.
4. Meyakini, memahami, dan menjalankan ajaran agama yang diyakini,
utamanya ajaran agama Kristen serta berperilaku berdasarkan Alkitab
sesuai dengan tahap dalam kehidupan sehari-hari.

12

5. Berkomunikasi secara jelas dan santun.
6. Berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara

sebagai cerminan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air.
7. Bekerjasama dalam kelompok, tolong menolong, dan menjaga diri

sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya serta menghargai
keberadaan agama, budaya, suku, ras, dan golongan social ekonomi di
lingkungan sekitar.
8. Memahami dan menjalankan hak dan kewajiban untuk berkarya dan
memanfaatkan lingkungan secara bertanggungjawab dalam mematuhi
aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya.

2) Tujuan Sekolah
1. Mempersiapkan peserta didik menjadi manusia yang mampu berpikir
secara logis, kreatif, dan inovatif dalam memecahkan masalah, serta
berkomunikasi melalui berbagai media.
2. Mempersiapkan peserta didik menjadi manusia yang mampu
menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis,
kritis, dan kreatif.
3. Mendorong peserta didik untuk mengenal kekurangan dan kelebihan
diri sendiri.
4. Mempersiapkan peserta didik menjadi manusia yang lebih meyakini,
memahami, dan menjalankan ajaran agama yang diyakini, utamanya
ajaran agama Kristen serta berperilaku berdasarkan Alkitab sesuai
dengan tahap dalam kehidupan sehari-hari.
5. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi
secara jelas dan santun.
6. Mendorong peserta didik untuk berpartisipasi dalam kehidupan
masyarakat, berbangsa, dan bernegara sebagai cerminan rasa cinta
dan bangga terhadap bangsa dan tanah air.
7. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam bekerjasama
dalam kelompok, tolong menolong, dan menjaga diri sendiri dalam

13

lingkungan keluarga dan teman sebaya serta menghargai keberadaan
agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di
lingkungan sekitar.
8. Mempersiapkan peserta didik menjadi manusia yang mampu
memahami dan menjalankan hak dan kewajiban untuk berkarya dan
memanfaatkan lingkungan secara bertanggungjawab dalam
mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya.

SD Kristen Petra 7 meraih juara III Lomba Sekolah Pengembang Kreativitas
Budaya Daerah Jenjang SD Tahun 2019 Kategori Sekolah Swasta pada
tanggal 15 November 2019.

SD Kristen Petra 7 menggunakan kurikulum 2013, Kurikulum 2013 adalah
kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi adalah
outcomes-based curriculum. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum SD
Kristen Petra 7 Surabaya diarahkan pada pencapaian kompetensi yang
dirumuskan dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Demikian pula
penilaian hasil belajar dan hasil kurikulum diukur dari pencapaian
kompetensi.

Kinerja SD Kristen Petra 7 dilihat dari pencapaiandelapan Standar Nasional
Pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Standar Kompetensi Lulusan

Perolehan nilai rata-rata ujian sekolah tahun pelajaran 2020-2021 untuk
masing-masing mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia 81,59,
Matematika 92,43, dan IPA 86,88.
Dari hasil ujian sekolah di atas, dapat disimpulkan bahwa tingkat
pencapaian target kompetensi siswa pada mata pelajaran Matematika
lebih baik dibanding mata pelajaran yang lain.
Untuk pencapaian perilaku sehat jasmani dan rohani, sekolah
mengadakan senam kesegaran jasmani setiap hari Jumat. Pembiasaan

14

hormat kepada orang lain dilaksanakan dalam bentuk menyambut siswa
di pintu masuk sekolah setiap pagi hari. Selain itu, sekolah
membudayakan saling memberi salam setiap bertemu, baik guru ataupun
siswa. Kegiatan Persekutuan Doa siswa yang diadakan setiap minggu
bertujuan untuk membina aspek kerohanian para siswa di sekolah.
Namun, masih ada beberapa siswa yang kurang memiliki sikap
bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan oleh guru di sekolah,
serta kurang dapat untuk berpikir dan bertindak kreatif dalam
memecahkan masalah yang terjadi di sekolah.

2. Standar Isi
SD Kristen Petra 7 telah memiliki kurikulum 2013 yang
dikembangkan dengan menggunakan panduan yang disusun oleh BSNP
dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial
masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan
pembelajaran. Mata pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, dan
Bahasa Jawa sebagai mata pelajaran muatan lokal yang ada di sekolah.
Program pembelajaran remedial dan pengayaan bagi siswa belum
berjalan secara sistematis sebagaimana mestinya. Bagi siswa yang
dinyatakan belum mencapai nilai ketuntasan minimal dalam pencapaian
kompetensi hanya diberikan kesempatan belajarsendiri tentang indikator-
indikator kompetensi yang belum dikuasai untuk mempersiapkan diri
dalam mengikuti ulangan perbaikan. Pengajaran ulang (reteaching) oleh
guru masih belum maksimal. Seharusnya hal ini dilakukan untuk
memastikan tercapainya pelayanan kepada siswa yang memerlukan
penjelasan ulang tentang kompetensi yang belum dikuasai ataupun yang
ingin dikembangkan.
Kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan mengacu kepada kebutuhan
pengembangan pribadi siswa. Program kegiatan ektrakurikuler yang
disediakan diantaranya Pramuka, Sepak Bola, Basket, Cooking, Bahasa
Inggris, Presenter, Seni Lukis, Seni Tari, dan Seni Musik.

15

3. Standar Proses
Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI),
Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan KTSP
berdasarkan permen 37 tahun 2018. Kegiatan penyusunan dan
pengembangkan silabus dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok
dalam pertemuan Kelompok Kerja Guru Kelas maupun guru bidang studi
yang lain. Diakui bahwa silabus yang dikembangkan oleh guru-guru
belum sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran guru-guru dalam
satu sekol ah, namun sebagian dibuat secara bersama-sama dalam
wadah KKG sekolah-sekolah Petra yang lain dengan beberapa perbaikan-
perbaikan.
Guru-guru memiliki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang
disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip pembelajaran kondisi saat ini
dan mengembangkan nila-nilai karakter Kristiani yang Alkitabiah.
Seperti halnya dengan silabus, kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan
oleh guru-guru secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan
Kelompok Kerja Guru Kelas maupun guru bidang studi yang lain . RPP
yang disusun oleh guru yang berdasarkan hasil pemikiran sendiri
ataupun kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau
siswa, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat.
Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP
sebagian sudah menggunakan metode yang interaktif, inspiratif,
menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi siswa dalam proses
pembelajaran. Sebagian guru masih ada yang menggunakan
pembelajaran konvensional dengan metode pembelajaran ceramah.
Keterbatasan guru dalam menggunakan aneka sumber belajar
menyebabkan guru kurang menerapkan prinsip di mana saja adalah kelas
sehingga beberapa siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik merasa
bosan. Namun beberapa guru berupaya untuk membuat media
pembelajaran yang dapat dijadikan sumber belajar bagi siswa selain

16

memanfaatkan buku-buku yang ada di perpustakaan. Untuk
meningkatkan mutu pelaksanaan prosespembelajaran di kelas, pengawas,
kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru-guru yang berkompeten,
melakukan supervise dan evaluasi proses pembelajara secara berkala dan
berkelanjutan.

4. Standar Penilaian Pendidikan
Penilaian yang dilakukan meliputi penilaian spiritual, sikap sosial,
pengetahuan, dan keterampilan. KKM yang telah ditetapkan oleh
masing-masing guru kelas dan guru mata pelajaran diinformasikan
kepada orang tua siswa dan siswa di awal pertemuan tatap muka.
Para guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan
kelas, dan ujian sekolah. Penilaian tugas diberikan berdasarkan proses
yang dilalui oleh siswa sampai mencapai hasil akhir.
Upaya sekolah dalam mencapai ketuntasan belajar adalah dengan
memberikan program remedial. Sedangkan bagi siswa yang telah
menuntaskan belajarnya dapat memperdalam lagi kompetensi yang telah
dituntaskan dengan program pengayaan. Setiap guru menyampaikan
hasil penilaian spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan
siswa kepada kepala sekolah melalui wakil kepala sekolah urusan
kurikulum. Hasil penilaian dijadikan dasar bagi para guru sebagai tindak
lanjut untuk melakukan perbaikan pembelajaran berikutnya.

5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Jumlah tenaga pendidik ada 42 orang dan sudah memenuhi standar,
berkualifikasi minimal S1, sebagian ada yang S2, sedangkan jumlah
tenaga kependidikan ada 4 orang dengan kualifikasi minimal SMA.
Sebagian besar tenaga pendidik sudah bersertifikat pendidik.
Kompetensi beberapa guru dalam hal pedagogik dan profesional
masih kurang. Sekolah mengadakan kegiatan coaching dan

17

mentoring untuk meningkatkan kompetensi dari guru-guru yang
masih kurang, dan hal ini dilakukan secara berkala dan terjadwal.
Sekolah belum memiliki tenaga laboratorium IPA yang
berpengalaman sesuai dengan ketentuan yang ada.

6. Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
SD Kristen Petra 7 memiliki lahan seluas 7162 m2 dengan gedung 5
lantai yang terdiri dari ruang kepala sekolah, ruang staf, ruang TU,
ruang kelas, ruang guru, ruang ekstrakurikuler, ruang UKS, ruang
perpustakaan, ruang serba guna, ruang pertemuan, ruang BK, toilet
siswa, dan toilet guru.
Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar
sebanyak 18 ruang dengan luas masing-masing 72 m2 per ruang kelas.
Setiap ruang kelas masing- masing memiliki satu white board, satu meja
dan kursi guru, 28 set meja dan kursi untuk setiap siswa. Di dalam
gedung lantai 2 terdapat Ruang kepala sekolah yang berukuran
(7,1x6,25) m2 terdapat 1 lemari buku, 1 lemari papan data, kursi kepala
sekolah, meja kepala sekolah, dan 1 set kursi tamu. Sarana dan prasana
sekolah lainnya dalam gedung kantor tersebut adalah, ruang guru, ruang
wakasek, ruang tata usaha, ruang BK, ruang ekstrakurikuler. Di lantai 3
(tiga) bangunan tersebut terdapat Aula dan ruang kelas. Di lantai 4 dan 5
terdapat ruang kelas.

7. Standar Pengelolaan Pendidikan
Visi dan misi serta tujuan pendidikan SD Kristen Petra 7 sudah
disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat ataupun pemangku
kepentingan lainnya melalui beberapa cara diantaranya memasang papan
visi misi sekolah di dinding sekolah.
Program pengelolaan pendidikan sudah dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan melalui pembuatan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM),
Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan Rencana Kerja Sekolah (RKS).

18

Sekolah juga melakukan pengisian EDS sehingga RKAS yang disusun
mengacu pada rekomendasi hasil EDS dan mengelompokkan ke dalam
delapanstandar nasional pendidikan.

8. Standar Pembiayaan
SD Kristen Petra 7 mempunyai RKAS yang disusun oleh kepala sekolah,
beberapa guru dan bendahara sekolah. Penyusunan RKAS belum
sepenuhnya melibatkan secara langsung pihak komite sekolah ataupun
pemangku kepentingan yang relevan, namun demikian tetap
mempertimbangkan usulan-usulannya dan menyampaikan hasil
penyusunan RKAS.
Sumber keuangan sekolah adalah murni sumbangan dari orangtua siswa.
Sekolah mempunyai program Bantuan Uang Sekolah Siswa (BUSS)
untuk membantu para siswa yang kurang mampu dengan memberikan
keringanan uang sekolah untuk setiap bulannya.

Rapor mutu SD Kristen Petra 7 dengan pencapain 8 Standar Nasional
Pendidikan sebagai berikut :

Tabel 3. Pencapaian 8 Standar Nasional Pendidikan
SD Kristen Petra 7

No Standar Nasional Pendidikan Prosentase Prosentase
1. Standar Kompetensi Lulusan Kinerja Maksimum
2. Standar Isi 85%
3. Standar Proses 90% 100%
4. Standar Penilaian Pendidikan 81%
84% 100%
Standar Pendidik dan Tenaga 100%
5. 96% 100%

Kependidikan 100%
Standar Sarana dan Prasarana
6. 72% 100%
Pendidikan

19

No Standar Nasional Pendidikan Prosentase Prosentase
7. Standar Pengelolaan Pendidikan Kinerja Maksimum
8. Standar Pembiayaan 86%
100%
Rata-rata 70%
100%
83%
100%

Kinerja Maksimum

100 100 100 100 96100 100 100 100 100
85 90 81 84 86 83.00

72 70

Grafik 2. Grafik Prosentase Kinerja SD Kristen Petra 7

B. KONDISI SEKOLAH MAGANG 2
Sekolah Kristen Gloria diawali dari kesadaran akan perlunya

pelayanan Kristiani di bidang pendidikan, sehingga dimulailah sebuah
lembaga pendidikan formal oleh Gereja Kristen Abdiel Gloria. Kesadaran ini
didukung oleh adanya beban untuk menjawab panggilan Tuhan dalam
membimbing generasi muda agar mengenal Tuhan serta hidup seturut dengan
kehendak-Nya

Pada tahun 1984 Kebaktian pembukaan tahun ajaran baru pertama
dilakukan di gedung GKA Gloria di Jl. Pacar 9. Jenjang yang pertama kali
dibuka adalah TK B dan SD kelas 1, dengan jumlah total siswa 36 anak
dengan 9 tenaga pengajar. Kegiatan sekolah mula-mula menggunakan ruang-
ruang yang disediakan oleh Gereja Kristen Abdiel Gloria.

20

Pada tahun 1996 Sekolah Kristen Gloria dibuka di daerah Surabaya
Barat, tepatnya di jalan Kupang Indah 1 No.3, Surabaya. Acara Gloria Family
Day menjadi awal dari sekolah ini.

Puji syukur kepada Tuhan, pada tahun 2002, kegiatan belajar untuk
jenjang SMA dipindahkan ke gedung baru di Jl. Raya Sukomannunggal Jaya
25A.

Pada tahun 2008 Sekolah Kristen Gloria berekspansi hingga ke
wilayah Surabaya Timur, tepatnya di kompleks residensial Pakuwon City.

Berikut identitas SD Kristen Gloria 1 :

Nama : SD KRISTEN GLORIA 1

NPSN : 20533128
Alamat : JL. PACAR 11 – 17

Kode Pos : 60272

Desa/Kelurahan : Ketabang

Kecamatan/Kota(LN) : Genteng

Kota/Negara(LN) : Surabaya

Propinsi/Luar Negeri(LN) : Jawa Timur

Status Sekolah : SWASTA

Waktu Penyelenggaraan : Sehari Penuh/5 hari

Jenjang Pendidikan : SD

Naungan : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

No.SK.Pendirian : 446 Tahun 1988

TanggalSK.Pendirian : 15/11/1988

No.SK.Operasional : 422/0427/436.6/2012

Tanggal SK.Operasional : 09/01/2012

Akreditasi :A

No.SK.Akreditasi : 081494

Tanggal SK.Akreditasi : 19/11/2012

No.Sertifikasi ISO : Belum Bersertifikat

21

Tabel 4. Sarana Prasarana SD Kristen Gloria 1

No Jenis Nama Jumlah

1 Sarana Meja Siswa 288

2 Sarana Kursi Siswa 288

3 Sarana Meja Guru 24

4 Sarana Kursi Guru 24

5 Sarana Meja TU 2

6 Sarana Kursi TU 2

7 Sarana Papan Tulis 12

8 Sarana Lemari/Filling Cabinet 9

9 Sarana Komputer TU 2

10 Sarana Printer TU 2

11 Sarana Komputer 30

12 Prasarana Ruang kelas 12

13 Prasarana Toilet Siswa Laki-laki 2

14 Prasarana Toilet Siswa Perempuan 2

15 Prasarana Ruang UKS 1

16 Prasarana Ruang Ibadah 1

17 Prasarana Ruang Perpustakaan 1

18 Prasarana Toilet Guru 2

19 Prasarana Gudang 1

20 Prasarana Ruang TU 1

21 Prasarana Ruang Kepala Sekolah 1

22 Prasarana Ruang Koperasi 1

23 Prasarana Ruang BK 1

24 Prasarana Ruang Guru 1

25 Prasarana Ruang Aula 1

26 Prasarana Laboratorium IPA 1

27 Prasarana Laboratorium Komputer 1

22

Visi, Misi dan Tujuan SD Kristen Gloria I sebagaiberikut:
1. Visi Misi :

Visi :
Memuliakan Tuhan dengan menjadi sekolah yang menerapkan nilai-nilai
Pendidikan Kristen yang berkualitas tinggi dalam intelektual, spiritual,
mental, dan sosial.
Indikator Visi :
1) Siswa berprestasi dalam bidang akademik melalui peningkatan nilai

USBN.
2) Siswa menunjukkan karakter yang baik saat berada di dalam maupun

di luar sekolah.
3) Sekolah memberikan layanan yang maksimal kepada siswa dan

orang tua.
Misi :
Memberikan kontribusi kepada masyarakat, bangsa, dan negara melalui
pendidikan yang berkualitas tinggi dengan membangun generasi muda
berwawasan global, menguasai iptek, memiliki kedewasaan rohani,
moral yang terpuji, kepedulian sosial yang melayani, dan jiwa
kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani.
Indikator Misi :
1) Sekolah memiliki program dalam peningkatan kualitas pembelajaran

di dalam dan diluar kelas.
2) Sekolah menanamkan rasa cinta tanah air, bangga kepada bangsa dan

negara serta responsif melihat situasi di masyarakat kepada seluruh
warga sekolah.
3) Sekolah peduli terhadap lingkungan sekitar melalui berbagai
kegiatan cinta lingkungan (Go Green)
4) Siswa berperan aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan di luar
sekolah.

23

2. Tujuan :
1. Siswa yang beriman yang dapat memuliakan Tuhan.
2. Siswa yang sehat jasmani dan rohani.
3. Siswa yang memiliki wawasan global dan penguasaan IPTEK.
4. Siswa yang memiliki moral yang terpuji.
5. Siswa yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan alam dan
sosial.
6. Siswa yang memiliki jiwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai-
nilai kristiani.

SD Kristen Gloria 1 menggunakan kurikulum 2013, Kurikulum 2013 adalah
kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi adalah
outcomes-based curriculum. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum SD
Kristen Gloria 1 diarahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan
dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Demikian pula penilaian hasil
belajar dan hasil kurikulum diukur dari pencapaian kompetensi.

Kinerja SD Kristen Gloria 1 dilihat dari pencapaian delapan Standar Nasional
Pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Standar Kompetensi Lulusan

Perolehan nilai rata-rata ujian sekolah tahun pelajaran 2020-2021 untuk
masing-masing mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia 81,20,
Matematika 84,45, dan IPA 91,30.
Dari hasil ujian sekolah di atas, dapat disimpulkan bahwa tingkat
pencapaian target kompetensi siswa pada mata pelajaran IPA lebih baik
dibanding mata pelajaran yang lain.
Untuk pencapaian perilaku sehat jasmani dan rohani, sekolah
mengadakan senam kesehatan jasmani setiap hari Jumat. Semua siswa
dibiasakan untuk menyambut siswa lain di pintu masuk sekolah setiap
pagi hari. Selain itu, sekolah membudayakan saling memberi salam
setiap bertemu, baik guru ataupun siswa. Kegiatan Persekutuan Doa atau

24

Kebaktian diadakan setiap hari Rabu di gereja yang bertujuan untuk
membina aspek kerohanian para siswa di sekolah. Namun, masih ada
beberapa siswa yang kurang memiliki sikap bertanggung jawab terhadap
tugas yang diberikan oleh guru di sekolah, serta kurang dapat untuk
berpikir dan bertindak kreatif dalam memecahkan masalah yang terjadi di
sekolah.

2. Standar Isi
SD Kristen Gloria 1 telah memiliki kurikulum 2013 yang
dikembangkan dengan menggunakan panduan yang disusun oleh BSNP
dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial
masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan
pembelajaran. Mata pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, dan
Bahasa Jawa, dan TIK sebagai mata pelajaran muatan lokal yang ada di
sekolah.
Program pembelajaran remedial dan pengayaan bagi siswa belum
berjalan secara sistematis sebagaimana mestinya. Bagi siswa yang
dinyatakan belum mencapai nilai ketuntasan minimal dalam pencapaian
kompetensi hanya diberikan kesempatan belajar sendiri tentang
indikator-indikator kompetensi yang belum dikuasai untuk
mempersiapkan diri dalam mengikuti ulangan perbaikan. Pelaksanaan
bimbingan belajar oleh guru masih belum maksimal. Seharusnya hal ini
dilakukan untuk memastikan tercapainya pelayanan kepada siswa yang
memerlukan penjelasan ulang tentang kompetensi yang belum dikuasai
ataupun yang ingin dikembangkan.
Kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan mengacu kepada kebutuhan
pengembangan pribadi siswa. Program kegiatan ektrakurikuler yang
disediakan diantaranya Futsal, Basket, Biola, Clay, Bahasa Inggris,
Presenter, Seni Lukis, Seni Tari, dan Seni Musik.

25

3. Standar Proses
Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI),
Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan KTSP
berdasarkan permen 37 tahun 2018. Kegiatan penyusunan dan
pengembangkan silabus dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok
dalam pertemuan Kelompok Kerja Guru Kelas maupun guru bidang studi
yang lain. Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru belum sepenuhnya
sempurna, masih perlu adanya beberapa perbaikan-perbaikan sehingga
silabus yang nanti digunakan pada tahun yang akan datang sudah
mendekati sempurna.
Guru-guru memiliki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang
disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip pembelajaran kondisi saat ini
dan mengembangkan nila-nilai karakter Kristiani yang Alkitabiah
(Biblical Worldview). Seperti halnya dengan silabus, kegiatan
penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri ataupun
berkelompok dalam pertemuan Kelompok Kerja Guru Kelas maupun
guru bidang studi yang lain . RPP yang disusun oleh guru yang
berdasarkan hasil pemikiran sendiri ataupun kelompok dengan
memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa, nilai-nilai, dan norma-
norma yang ada dalam masyarakat.
Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP
sebagian sudah menggunakan metode yang interaktif, inspiratif,
menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi siswa dalam proses
pembelajaran. Sebagian guru masih ada yang menggunakan
pembelajaran konvensional dengan metode pembelajaran ceramah.
Keterbatasan guru dalam menggunakan aneka sumber belajar
menyebabkan guru kurang menerapkan prinsip di mana saja adalah kelas
sehingga beberapa siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik merasa
bosan. Namun beberapa guru berupaya untuk membuat media
pembelajaran yang dapat dijadikan sumber belajar bagi siswa selain
memanfaatkan buku-buku yang ada di perpustakaan.

26

Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran di kelas,
pengawas, kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru-guru yang
berkompeten, melakukan supervise dan evaluasi proses pembelajara
secara berkala dan berkelanjutan.

4. Standar Penilaian Pendidikan
Penilaian yang dilakukan meliputi penilaian spiritual, sikap sosial,
pengetahuan, dan keterampilan. KKM yang telah ditetapkan oleh
masing-masing guru kelas dan guru mata pelajaran diinformasikan
kepada orang tua siswa dan siswa di awal pertemuan tatap muka.
Para guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan
kelas, dan ujian sekolah . Penilaian tugas diberikan berdasarkan proses
yang dilalui oleh siswa sampai mencapai hasil akhir. Upaya sekolah
dalam mencapai ketuntasan belajar adalah dengan memberikan program
remedial. Sedangkan bagi siswa yang telah menuntaskan belajarnya
dapat memperdalam lagi kompetensi yang telah dituntaskan dengan
program pengayaan. Setiap guru menyampaikan hasil penilaian spiritual,
sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan siswa kepada kepala sekolah
melalui wakil kepala sekolah urusan kurikulum. Hasil penilaian dijadikan
dasar bagi para guru sebagai tindak lanjut untuk melakukan perbaikan
pembelajaran berikutnya.

5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Jumlah tenaga pendidik ada 25 orang dan sudah memenuhi standar,
berkualifikasi minimal S1, sebagian ada yang S2. Sedangkan jumlah
tenaga kependidikan ada 2 orang dengan kualifikasi minimal S1 .
Sebagian tenaga pendidik sudah bersertifikat pendidik. Kompetensi
beberapa guru dalam hal pedagogik dan profesional masih kurang.
Sekolah mengadakan kegiatan coaching dan mentoring untuk
meningkatkan kompetensi dari guru-guru yang masih kurang, dan hal ini

27

dilakukan secara berkala dan terjadwal. Sekolah sudah memiliki tenaga
laboratorium IPA dan TIK yang berpengalaman sesuai dengan ketentuan
yang ada.

6. Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
SD Kristen Gloria 1 memiliki lahan seluas 343,07 meter persegi dengan
gedung 5 lantai yang terdiri dari ruang kepala sekolah, ruang wakil
kepala sekolah, ruang TU, laboratorium komputer, laboratorium IPA,
aula, ruang kelas, ruang perpustakaan, dan ruang untuk ekstrakurikuler.
Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar
sebanyak 12 ruang dengan luas masing-masing 20 m2 per ruang kelas.
Setiap ruang kelas masing- masing memiliki satu white board, satu meja
dan kursi guru, 24 set meja dan kursi untuk setiap siswa. Di dalam ruang
kepala sekolah terdapat 2 lemari buku, 2 lemari piala sepasang meja dan
kursi kepala sekolah, dan 2 set kursi tamu. Sarana dan prasana sekolah
lainnya dalam gedung tersebut di lt 2 digunakan untuk pembelajaran
PAUD (kelompok bermain dan taman kanak-kanak).

7. Standar Pengelolaan Pendidikan
Visi dan misi serta tujuan pendidikan SD Kristen Gloria 1 sudah
disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat ataupun pemangku
kepentingan lainnya melalui beberapa cara diantaranya memasang papan
visi misi sekolah di dinding sekolah.
Program pengelolaan pendidikan sudah dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan melalui pembuatan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM),
Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan Rencana Kerja Sekolah (RKS).
Sekolah juga melakukan pengisian EDS sehingga RKAS yang disusun
mengacu pada rekomendasi hasil EDS dan mengelompokkan ke dalam
delapanstandar nasional pendidikan.

28

8. Standar Pembiayaan
SD Kristen Gloria 1 mempunyai RKAS yang disusun oleh kepala
sekolah, beberapa guru dan bendahara sekolah. Penyusunan RKAS
belum sepenuhnya melibatkan secara langsung pihak komite sekolah
ataupun pemangku kepentingan yang relevan, namun demikian tetap
mempertimbangkan usulan- usulannya dan menyampaikan hasil
penyusunan RKAS.
Sumber keuangan sekolah adalah murni sumbangan dari orangtua siswa.
Sekolah mempunyai program Bantuan Diakonia untuk membantu para
siswa yang kurang mampu dengan memberikan keringanan uang sekolah
untuk setiap bulannya.

Rapor mutu SD Kristen Gloria 1 dengan pencapain 8 Standar Nasional

Pendidikan sebagai berikut :

Tabel 5. Pencapain 8 Standar Nasional Pendidikan
SD Kristen Gloria 1
Prosentase Prosentase

No Standar Nasional Pendidikan
Kinerja Maksimum

1. Standar Kompetensi Lulusan 94% 100%

2. Standar Isi 92% 100%
3. Standar Proses 84% 100%
4. Standar Penilaian Pendidikan 93% 100%

Standar Pendidik dan Tenaga 61% 100%
5.

Kependidikan

Standar Sarana dan Prasarana 43% 100%
6.

Pendidikan

7. Standar Pengelolaan Pendidikan 90% 100%
8. Standar Pembiayaan 45% 100%

Rata-rata 75,25% 100%

29

Kinerja Maksimum

94100 92100 100 93100 100 100 100 100 100
84 61 43 90 75.25

45

Grafik 3. Grafik Prosentase Kinerja SD Kristen Gloria 1

30

BAB III
PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT

A. Pelaksanaan Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK) Sekolah Asal
1. Judul RPK
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Penerapan Model
Problem Based Learning.

2. Tujuan
Dalam kegiatan RPK ini, tujuan yang akan dicapai adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
b. Meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah dalam memecahkan
masalah.
c. Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

3. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan yang akan dicapai dalam pelaksanaan RPK ini
adalah:
a. Siswa mampu berfikir kritis dan logis.
b. Siswa dapat bekerja sama dengan teman.
c. Semangatsiswa meningkat.
d. Keaktifan siswa meningkat.
e. Kompetensi kewirausahaan Kepala Sekolah meningkat.
f. Kompetensi sosial Kepala Sekolah meningkat.
g. Guru mampu kreatif dalam menyelesaikan masalah pembelajaran.
h. Prestasi siswa meningkat.

4. Program Kegiatan
Program kegiatan yang dilaksanakan pada RPK ini adalah Problem Based
Learning.

31

5. Langkah-langkah Kegiatan
a) Persiapan
1. Membentuk tim kerja.
2. Mensosialisasikan kegiatan kepada tim kerja.
3. Menyusun program kegiatan.
4. Menyusun instrumen monitoring dan evaluasi.
5. Pendampingan kepada guru dan menyiapkan materi
pembelajaran.
6. Menentukan jadwal kegiatan.
b) Pelaksanaan
Siklus I :
1. Menyiapkan dan orientasi siswa pada masalah.
2. Menjelaskan materi kepada siswa.
3. Membimbing siswa secara individu.
4. Mengembangkan dan menyajikan hasil kerja melalui presentasi.
5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Siklus II :
1. Menyiapkan dan orientasi siswa pada masalah.
2. Mengorganisasi siswa untuk melakukanpenyelidikan lebih lanjut
dengan menggunakan metode diskusi kelompok.
3. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok.
4. Mengembangkan dan menyajikan hasil kerja melalui presentasi
kelompok.
5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
c) Monitoring dan Evaluasi
Proses monitoring dan evaluasi dilakukan dengan susunan sebagai
berikut:
1. Monitoring keterlaksanaan program.
2. Evaluasi ketercapaian program.
d) Refleksi
Refleksi yang dilakukan oleh calon kepala sekolah dengan cara:

32

1. Mencermati setiap tahapan.
2. Mencermati hasil monev dari Kepala Sekolah.
3. Menganalisis hasil yang belum dan yang sudah dicapai.
e) Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dilakukan dalam pelaksanaan RPK ini adalah:
1. Memperbaiki hasil yang belum dicapai.
2. Menyusun kembali program kegiatan yang sudah diperbaiki

berdasarkan hasil monev Kepala Sekolah.

Langkah-langkah Kegiatan :
Siklus I
a) Persiapan

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah:
1. Membentuk tim kerja bersama dengan mentor 1 dan para guru yang

akan terlibat dalam pelaksanaan Rencana Proyek Kepemimpinan.
2. Bersama tim kerja menyusun perencanaan secara rinci kegiatan

yang akan dilaksanakan.
3. Berkordinasi secara aktif dengan mentor 1 dan teman sejawat dalam

pelaksanaan kegiatan.
4. Memotivasi diri dan tim kerja untuk melaksanakan kegiatan RPK

dengan penuh semangat.
5. Melakukan sosialisasi kepada semua guru dan siswa kelas 4.
6. Bersama tim kerja, menyusun RPP dan ppt materi kegiatan yang

akan dilakukan pada siklus I.
7. Bersama tim kerja, menyusun jadwal kegiatan siklus I dan II.
8. Bersama tim kerja, menyusun instrumen monitoring dan evaluasi

untuk siklus I dan II.
9. Calon kepala sekolah melakukan monitoring apakah semua

instrumen yang dibutuhkan sudah ada sebelum pelaksanaan siklus I.

33

b) Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan Rencana Proyek Kepemimpinan, dimulai dengan
siklus I. Di sini calon kepala sekolah memberikan penjelasan kepada
guru kelas 4 tentang materi yang akan digunakan dalam pelaksanaan
siklus I beserta dengan penerapan model problem based learning yang
akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 September 2021. Calon kepala
sekolah melakukan pendampingan kepada guru kelas 4 dan bersama
mereka melakukan diskusi tentang pelaksanaan siklus I. Pada kegiatan
siklus I, sebagian besar siswa masih kurang aktif dalam melakukan
diskusi kelompok. Mereka terlihat pasif dan ada beberapa siswa yang
kurang memahami cara berdiskusi sehingga ada beberapa kelompok
yang belum dapat menyelesaikan tugasnya dengan benar. Calon kepala
sekolah sudah menunjukkan peningkatan pada aspek kompetensi sosial
ketika dilakukan diskusi bersama dengan tim kerja.

c) Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh mentor 1 bersama dengan guru-
guru kelas 4 pada tanggal 24 September 2021.
Hasil monitoring dan evaluasi tersebut adalah:
1. Diperoleh hasil nilai 89 (sangat baik) pada pelaksanaan
pembelajaran yang telah dilakukan di siklus I.
2. Presentasi yang dilakukan oleh beberapa kelompok dalam
memecahkan masalah masih ada yang salah.
3. Informasi yang diperoleh secara lisan atau berdasarkan bukti dan
fakta yang ada di kelas pada saat pembelajaran.
4. Hasil monitoring dan evaluasi ini disampaikan menggunakan
instrumen yang relevan.
5. Hasil monitoring dan evaluasi ini diinformasikan kepada calon
kepala sekolah untuk memperoleh umpan balik dan perbaikan pada
pelaksanaan Rencana Proyek Kepemimpinan di siklus II.

34

Tabel 6. Instrumen Monitoring Pelaksanaan Kegiatan

Program/Kegiatan: Pelaksanaan Problem Based Learning

No Kegiatan Uraian Keterlaksanaan Ket
Ya Tidak f

ab c de

1 Persiapan a. Membentuk tim kerja. 1

b. Mensosialisasikan kegiatan 1
kepada tim kerja.

c. Menyusun program kegiatan. 1

d. Menyusun instrumen 1
monitoring dan evaluasi.

e. Menyiapkan materi

pembelajaran dan 1

pendampingan kepada guru.

f. Menentukan jadwal kegiatan. 1

2 Pelaksanaan Siklus 1 :

a. Menyiapkan dan orientasi siswa

pada masalah. 1

b. Menjelaskan materi kepada 1
siswa.

c. Membimbing siswa secara 0
individu.

d. Mengembangkan dan

menyajikan hasil kerja melalui 1

presentasi.

e. Menganalisis dan mengevaluasi 1
proses pemecahan masalah.

3 Monitoring a. Monitoring keterlaksanaan 1
dan Evaluasi program.

b. Evaluasi ketercapaian program. 1

35

No Kegiatan Uraian Keterlaksanaan Ket
ab Ya Tidak f
4 Refleksi c de
a. Mencermati setiap tahapan.
5 Tindak b. Mencermati hasil monev dari 0
Lanjut 1
Kepala Sekolah.
c. Menganalisis hasil yang belum 1

dan yang sudah dicapai. 1
a. Memperbaiki hasil yang belum
1
dicapai.
b. Menyusun kembali program 16 0
16
kegiatan yang sudah diperbaiki
berdasarkan hasil monev 89
Kepala Sekolah.

Jumlah
Skor Perolehan “Ya”
Total Perolehan (skor perolehan
“Ya” : skor maksimal (sejumlah
item uraian) x 100)

Kriteria penskoran:

ANGKA HURUF KETERANGAN

(Kuantitatif) (Kualitatif) sangat baik/sangat memadai
baik/memadai
86 - 100 A cukup /cukup memadai
71 – 85,99 B kurang/ kurang memadai
56 – 70,99 C

< 56 D

36

d) Refleksi

Calon kepala sekolah mencermati hasil monitoring dan evaluasi

terhadap pencapaian indikator keberhasilan program dan melaksanakan

tindak lanjut untuk siklus ke II. Calon kepala sekolah melakukan

perubahan dan peningkatan pola pembimbingan secara lebih intensif

kepada guru kelas 4 dengan memanfaatkan kegiatan tutor sebaya.

Siklus II

a) Persiapan

Pada tahap kedua dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah

yang sama dengan tahap pertama, hanya saja lebih ditujukan kepada

perbaikan-perbaikan hasil kegiatan pada tahap pertama yang

menunjukkan belum maksimalnya capaian yang diperoleh pada siklus I.

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap kedua ini adalah :

1. Mensosialisasikan hasil kegiatan pertama kepada guru-guru dan

siswa kelas 4.

2. Menyusun perencanaan secara rinci kegiatan yang akan dilaksanakan

sesuai dengan kesepakatan yang ada.

3. Bekerja bersama dalam menyiapkan materi-materi dan RPP, serta

ppt yang akan digunakan pada siklus II.

4. Berkoordinasi secara aktif dengan mentor 1 dan teman sejawat

dalam pelaksanaan.

5. Memotivasi diri dan tim kerja untuk melaksanakan kegiatan dengan

penuh semangat.

6. Calon kepala sekolah melakukan monitoring apakah semua

instrumen yang dibutuhkan sudah ada sebelum pelaksanaan siklus II.

b) Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan Rencana Proyek Kepemimpinan selanjutnya,
dilakukan siklus II. Di sini calon kepala sekolah memberikan
penjelasan kepada guru kelas 4 tentang materi yang akan digunakan
dalam pelaksanaan siklus II beserta dengan penerapan model problem

37

based learning yang akan dilaksanakan pada tanggal 28-29 September
2021. Calon kepala sekolah melakukan pendampingan kepada guru
kelas 4 dan bersama mereka melakukan diskusi tentang pelaksanaan
siklus II. Pada kegiatan siklus II, sebagian besar siswa sudah aktif
dalam melakukan diskusi kelompok. Mereka terlihat antusias dan aktif.
Semua siswa sangat senang dengan penerapan model pembelajaran ini,
karena mereka dapat memahami cara menyelesaikan masalah yang ada
berdasarkan hasil diskusi sehingga ada beberapa kelompok yang sangat
cepat dalam menyelesaikan tugasnya dan hasilnya pun benar. Calon
kepala sekolah sudah menunjukkan peningkatan pada aspek kompetensi
sosial ketika dilakukan diskusi bersama dengan tim kerja.

c) Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh mentor 1 bersama dengan guru-
guru kelas 4 pada tanggal 1 Oktober 2021.
Hasil monitoring dan evaluasi tersebut adalah :
1. Diperoleh hasil nilai 100 (sangat baik) pada pelaksanaan
pembelajaran yang telah dilakukan di siklus II.
2. Presentasi yang dilakukan oleh semua kelompok dalam memecahkan
masalah sudah benar.
3. Informasi yang diperoleh secara lisan atau berdasarkan bukti dan
fakta yang ada di kelas pada saat pembelajaran.
4. Hasil monitoring dan evaluasi ini disampaikan menggunakan
instrumen yang relevan.
5. Hasil monitoring dan evaluasi ini diinformasikan kepada calon
kepala sekolah untuk memperoleh umpan balik dan pengembangan
pembelajaran secara keseluruhan di semua kelas pada waktu yang
akan datang.

38

Tabel 7. Instrumen Monitoring Pelaksanaan Kegiatan

Program/Kegiatan: Pelaksanaan Problem Based Learning

No Kegiatan Uraian Keterlaksanaan Ket
Ya Tidak f

ab c de

1 Persiapan a. Membentuk tim kerja. 1

b. Mensosialisasikan kegiatan 1

kepada tim kerja.

c. Menyusun program 1

kegiatan.

d. Menyusun instrumen 1

monitoring dan evaluasi.

e. Menyiapkan materi 1

pembelajaran dan

pendampingan kepada guru.

f. Menentukan jadwal 1

kegiatan.

2 Pelaksanaa Siklus 2 :

n a. Menyiapkan dan orientasi 1

siswa pada masalah.

b. Mengorganisasi siswa 1

untuk melakukan

penyelidikan lebih lanjut

dengan menggunakan

metode diskusi kelompok.

c. Membimbing penyelidikan 1

individu maupun kelompok.

d. Mengembangkan dan 1

menyajikan hasil kerja

melalui presentasi

39

No Kegiatan Uraian Keterlaksanaan Ket
ab Ya Tidak f

3 Monitoring c de
dan
Evaluasi kelompok.

4 Refleksi e. Menganalisis dan 1

5 Tindak mengevaluasi proses
Lanjut
pemecahan masalah.

a. Monitoring keterlaksanaan 1

program.

b. Evaluasi ketercapaian 1

program.

a. Mencermati setiap tahapan. 1

b. Mencermati hasil monev 1

dari Kepala Sekolah.

c. Menganalisis hasil yang 1

belum dan yang sudah

dicapai.

a. Memperbaiki hasil yang 1

belum dicapai.

b. Menyusun kembali program 1

kegiatan yang sudah

diperbaiki berdasarkan hasil

monev Kepala Sekolah.

Jumlah 18 -
Skor Perolehan “Ya” 18

Total Perolehan (skor 100
perolehan “Ya” : skor

maksimal (sejumlah item

uraian) x 100)

40

Kriteria penskoran:

ANGKA HURUF KETERANGAN

(Kuantitatif) (Kualitatif) sangat baik/sangat memadai
baik/memadai
86 - 100 A cukup /cukup memadai
71 – 85,99 B kurang/ kurang memadai
56 – 70,99 C

< 56 D

d) Refleksi
Calon kepala sekolah mencermati hasil monitoring dan evaluasi
terhadap pencapaian indikator keberhasilan program dan melaksanakan
tindak lanjut sesuai dengan hasil yang ada. Calon kepala sekolah
mencermati pada setiap komponen-komponen yang skornya masih
kurang.
Kegiatan peningkatan kompetensi guru dilaksanakan dari tahap
perencanaan sampai dengan monev. Tahapan ini dimaksudkan untuk
mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan dan
berdasarkan data yang telah terkumpul. Dalam peningkatan kompetensi
guru, menganalisis hasil yang sudah dicapai masih perlu ditingkatkan
lagi, sedangkan keberhasilan yang telah dicapai dalam kegiatan ini di
antaranya adalah guru-guru telah melaksanakan pengembangan rencana
pelaksanaan pembelajaran dari tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai
dengan monitoring dan evaluasi dengan hasil yang cukup memuaskan.

6. Sumber Daya
Sumber daya yang mendukung keterlaksanaan kegiatan RPK ini adalah
sebagai berikut:
1. Sumber daya manusia, yang terdiri dari guru-guru kelas 1-6, khususnya
guru-guru kelas 4 yang melaksanakan kegiatan ini kepada siswa.

41


Click to View FlipBook Version