The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by johanesproduction, 2021-10-30 00:15:04

LAPORAN DIKLAT CKS_Yuliana Wiseso

LAPORAN DIKLAT CKS

2. Sumber daya non manusia, berupa ppt dan aplikasi lain (zoom) yang
mendukung pelaksanaan kegiatan mulai dari tahap perencanaan sampai
pada tahap refleksi karena pandemi Covid-19 masih berlanjut.

7. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang diperoleh dilakukan dengan menggunakan metode
wawancara, observasi, dan tes tertulis sehingga diperoleh data secara
kualitatif dan kuantitatif.

8. Student Wellbeing
Dampak dari pelaksanaan kegiatan RPK ini kepada siswa adalah siswa
merasa senang dan bersemangat, aktif, kreatif, dan hasil prestasi siswa
meningkat.

B. Pelaksanaan Kajian Manajerial
Pelaksanaan Kajian Managerial dilakukan oleh calon kepala sekolah baik di
sekolah sendiri maupun di sekolah magang. Ada tiga hal yang perlu
dilaporkan berkaitan dengan hal ini, yaitu:
1. Persiapan
Dalam tahap persiapan ini, calon kepala sekolah berkoordinasi dengan
Kepala Sekolah sendiri (mentor 1) untuk melakukan sosialisasi program
kajian manajerial sekolah sendiri kepada partisipan, baik dari kalangan
pendidik maupun dari tenaga kependidikan. Menyiapkan bukti-bukti
nyata kondisi sekolah dan rapor mutu tahun 2020. Setelah bukti-bukti ini
diperoleh, maka calon kepala sekolah menentukan sasaran dokumen yang
akan dikaji terkait dengan aspek atau komponen yang memperoleh nilai
rendah pada masing-masing SNP, sebanyak tiga macam untuk masing-
masing SNP. Calon kepala sekolah juga menyiapkan matrik kajian,
mengisi kondisi ideal masing-masing aspek atau komponen menurut
regulasi, menyusun daftar pertanyaan untuk wawancara dan lembar
observasi. Sedangkan untuk sekolah magang, calon kepala sekolah

42

melakukan kunjungan ke sekolah magang, menyampaikan dan meminta
izin kepada Kepala Sekolah magang (mentor 2) untuk melakukan
Peningkatan Kompetensi dan Kajian Manajerial di sekolah magang.
Setelah mendapatkan izin, calon kepala sekolah berkoordinasi dengan
mentor 2 untuk melakukan sosialisasi program kajian manajerial di
sekolah magang kepada partisipan, baik dari kalangan pendidik maupun
dari tenaga kependidikan. Calon kepala sekolah meminta kepada mentor
2 bukti-bukti nyata kondisi sekolah dan rapor mutu tahun 2020. Setelah
bukti-bukti ini diperoleh, maka calon kepala sekolah menentukan sasaran
dokumen yang akan dikaji terkait dengan aspek atau komponen yang
memperoleh nilai rendah pada masing-masing SNP, sebanyak tiga
macam untuk masing-masing SNP. Calon kepala sekolah juga
menyiapkan matrik kajian, mengisi kondisi ideal masing-masing aspek
atau komponen menurut regulasi, menyusun daftar pertanyaan untuk
wawancara dan lembar observasi.

2. Pelaksanaan
Setelah melakukan sosialisasi program di sekolah sendiri maupun di
sekolah magang, dan telah diperkenankan baik oleh Kepala Sekolah
sendiri (mentor 1) maupun oleh Kepala Sekolah magang (mentor 2),
maka calon kepala sekolah segera mengumpulkan bukti-bukti nyata
kondisi sekolah dan rapor mutu dari sekolah sendiri dan sekolah magang
melalui wawancara, observasi, maupun studi dokumen. Selanjutnya
dengan mempertimbangkan kondisi nyata dan rapor mutu tahun 2020
tersebut, maka calon kepala sekolah melakukan kajian terhadap 8 SNP
dari kedua sekolah tersebut. Dengan mempertimbangkan potensi dan
tantangan dari masing-masing sekolah, maka calon kepala sekolah
memberikan rekomendasi strategi sebagai upaya untuk meningkatkan
capaian masing-masing SNP agar dapat mencapai profil pelajar Pancasila
yang wellbeing.

43

3. Hasil
Gambaran singkat tentang hasil dari kajian manajemen kedua sekolah
tersebut diatas sebagai berikut :
SD Kristen Petra 7
1. Standar Kompetensi Lulusan
Kondisi ideal dari standar kompetensi lulusan adalah lulusan
memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur, percaya diri, dan
memiliki ketrampilan berpikir dan bertindak kritis. Sedangkan
kondisi nyata di sekolah menyatakan bahwa masih belum
sepenuhnya lulusan memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
jujur dan percaya diri, serta sebagian lulusan kurang memiliki
keterampilan berfikir dan bertindak kritis, dengan hasil rapor mutu
5,94. Potensi yang dimiliki sekolah adalah adanya sarana dan
prasarana tempat ibadah dan ruang konseling yang memadai,
banyaknya guru PAK dan BK yang berjiwa religious dan kompeten,
serta semangat belajar siswa yang tinggi. Tantangan terbesar adalah
belum semua siswa berperilaku yang mencerminkan sikap jujur,
percaya diri, serta berpikir dan bertindak kritis, sehingga calon
kepala sekolah merekomendasikan untuk melakukan pembinaan
siswa melalui kegiatan kerohanian dan konseling pribadi maupun
kelompok, serta melakukan pembinaan dan penerapan model
pembelajaran Problem Based Learning.

2. Standar Isi
Kondisi ideal dari standar isi adalah perangkat pembelajaran memuat
karakteristik kompetensi pengetahuan, sekolah menyelenggarakan
aspek kurikulum pada muatan lokal, dan melaksanakan kegiatan
pengembangan diri siswa. Sedangkan kondisi nyata di sekolah
menyatakan bahwa perangkat pembelajaran yang kurang memuat
karakteristik kompetensi pengetahuan, penyelenggaraan aspek
kurikulum pada muatan lokal Bahasa Inggris kurang maksimal, dan

44

sebagian siswa kurang aktif mengikuti kegiatan pengembangan diri,
sehingga diperoleh hasil rapor mutu 6,29. Potensi yang dimiliki
sekolah adalah memiliki guru kelas yang kompeten di bidangnya,
semangat belajar siswa tinggi, jumlah guru Bahasa Inggris memadai
dan memiliki kompetensi yang sesuai, serta sarana dan prasarana
untuk kegiatan pengembangan diri siswa memadai. Tantangan yang
dihadapi adalah belum semua siswa memiliki rasa percaya diri,
sehingga rekomendasi yang bisa diberikan oleh calon kepala sekolah
adalah merevisi perangkat pembelajaran yang memuat karakteristik
kompetensi pengetahuan, membuat program tambahan belajar
tentang speaking, dan menyediakan wadah bagi siswa untuk
berekspresi melalui kegiatan Virtual Talent Show yang di upload di
youtube sekolah.

3. Standar Proses
Kondisi ideal dari standar proses ini adalah melaksanakan
pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi,
menerapkan metode pembelajaran sesuai karakteristik siswa, dan
menindaklanjuti hasil pengawasan proses pembelajaran. Sedangkan
kondisi nyata di sekolah menyatakan bahwa belum semua tenaga
pendidik menggunakan pendekatan ilmiah 5M (mengamati,
menanya, mengumpulkan, mengelola, mengkomunikasikan), guru
belum sepenuhnya mampu mengelola kelas dan mendorong siswa
untuk mencari tahu (inquiri), belum semua guru melakukan
pembelajaran berbasis kompetensi 4C (Creativity, Collaboration,
Critical Thinking, Communication), pengakuan atas perbedaan
individual dan latar belakang budaya siswa masih cukup, dan
pelaksanaan refleksi sebagai bentuk tindak lanjut terhadap hasil
supervisi pembelajaran masih belum maksimal, sehingga diperoleh
hasil rapor mutu 5,7. Potensi yang dimiliki sekolah adalah memiliki
tenaga pendidik yang kompeten di bidangnya, memiliki media

45

pembelajaran yang memadai, dan kemauan tenaga pendidik untuk
berinovasi cukup tinggi. Yang menjadi tantangan pada standar
proses ini adalah kemampuan IT tenaga pendidik belum merata.
Oleh karena itu, calon kepala sekolah menyarankan untuk diadakan
program pelatihan IT oleh teman sejawat dan mengikuti pelatihan
yang diadakan oleh pihak luar secara rutin, diadakan program
pelatihan inovasi model pembelajaran, dan menyusun program
evaluasi supervisi secara rutin.

4. Standar Penilaian Pendidikan
Kondisi ideal dari standar penilaian pendidikan ini adalah sekolah
memiliki perangkat teknik penilaian lengkap, menindaklanjuti hasil
pelaporan penilaian, dan menggunakan instrumen penilaian aspek
sikap. Sedangkan kondisi nyata di sekolah menyatakan bahwa
perangkat teknik penilaian belum sepenuhnya lengkap, hasil
pelaporan penilaian belum ditindaklanjuti secara menyeluruh, dan
aspek penilaian belum mencakup ranah sikap, hanya berpusat pada
ranah pengetahuan dan keterampilan sehingga diperoleh hasil rapor
mutu 5,86. Potensi yang dimiliki sekolah adalah memiliki program
penilaian yang tersusun sesuai standar, memiliki aplikasi untuk
menginput hasil nilai siswa, dan memiliki Learning Management
System (LMS). Tantangan yang ada pada standar penilaian
pendidikan ini adalah perangkat teknik penilaian yang kurang
lengkap, sehingga calon kepala sekolah merekomendasikan untuk
menyusun perangkat instrumen penilaian dengan lengkap dan
melakukan kegiatan pembiasaan untuk mengambil nilai sikap.

5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kondisi ideal dari standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah
guru berkompetensi pedagogik minimal baik, guru berkompetensi
profesional minimal baik, dan tersedia kepala tenaga laboratorium

46

berpengalaman sesuai ketentuan. Namun kondisi nyata dari sekolah
adalah kompetensi pedagogik dan profesional sebagian guru cukup,
serta belum tersedianya kepala tenaga laboratorium berpengalaman
sesuai ketentuan, sehingga diperoleh nilai untuk rapor mutu adalah
6,74. Potensi yang dimiliki sekolah adalah memiliki program
pelatihan guru secara berkala. Sedangkan yang masih menjadi
tantangan adalah cara berfikir guru dalam menangani masalah
tentang perkembangan psikologi siswa masih kurang, serta
kemampuan guru dalam mengembangkan materi pembelajaran
masih kurang. Dilihat dari potensi dan tantangan yang sudah
disebutkan di atas, maka calon kepala sekolah merekomendasikan
pihak sekolah untuk melakukan pelatihan guna meningkatkan
kompetensi pedagogik dan profesional guru secara terjadwal.

6. Standar Sarana dan Prasarana
Kondisi ideal yang ada di sekolah pada standar sarana dan prasarana
adalah memiliki kapasitas rombel yang sesuai dan memadai,
memiliki ruang konseling sesuai standar, dan memiliki gudang
sesuai standar. Sedangkan kondisi nyata yang ada di sekolah adalah
kapasitas rombel kurang sesuai dengan ketentuan, luas ruang
konseling kurang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, dan
luas gudang kurang sesuai dengan standar, sehingga rapor mutu yang
didapatkan adalah 5,04. Potensi yang dimiliki oleh sekolah adalah
memiliki 5 ruang kelas yang kosong yang dapat digunakan untuk
ruang-ruang lain supaya ketentuan yang ada dapat terpenuhi,
sehingga tidak ada tantangan yang cukup berarti, namun calon
kepala sekolah tetap memberikan rekomendasi untuk standar sarana
dan prasarana yaitu menentukan isi dan jumlah rombel sesuai dengan
kapasitas, memanfaatkan ruang kelas yang kosong untuk
pengembangan ruang konseling dan pemanfaatan ruang gudang yang
sesuai dengan ketentuan.

47

7. Standar Pengelolaan
Kondisi ideal yang ada pada standar pengelolaan ini adalah
meningkatkan daya guna pendidik dan tenaga kependidikan,
membangun kemitraan dan melibatkan peran serta masyarakat, dan
memiliki sistem informasi manajemen sesuai ketentuan. Kondisi
nyata yang ada di sekolah adalah pendidik dan tenaga pendidik
terbatas daya gunanya, kurang optimalnya kemitraan dengan
lembaga lain, dan kurang optimalnya pemanfaatan sistem informasi
manajemen sesuai ketentuan, sehingga rapor mutu yang didapatkan
adalah 6,04. Potensi yang dimiliki oleh sekolah adalah pendidik dan
tenaga kependidikan yang ada di sekolah memiliki kualifikasi
minimal S1. Sedangkan tantangan yang dihadapi oleh sekolah adalah
sebagian pendidik dan tenaga pendidikan memiliki penilaian kinerja
yang kurang, kondisi pandemi-Covid 19 yang sekarang masih
berlangsung menyebabkan banyak lembaga yang terdampak, dan
pengajuan sistem informasi manajemen yang masih dalam proses.
Dari potensi dan tantangan yang sudah disebutkan di atas, maka
calon kepala sekolah dapat memberikan saran yaitu melaksanakan
coaching dan mentoring oleh teman sejawat dan Kepala Sekolah,
mengadakan MOU dengan sekolah feeder, dan menggunakan
Learning Managemen System untuk kegiatan pembelajaran kepada
para siswa.

8. Standar Pembiayaan
Yang menjadi kondisi ideal dari standar pembiayaan ini adalah
memiliki biaya operasional non personil sesuai ketentuan, sekolah
dapat mengatur alokasi dana yang berasal dari
APBD/APBN/Yayasan/sumber lain, dan memiliki laporan
pengelolaan dana secara lengkap. Namun kondisi nyata yang ada di
sekolah adalah biaya operasional non personil yang dimiliki belum
sesuai ketentuan, pengaturan alokasi dana yang berasal dari

48

Perhimpunan belum maksimal , dan laporan pengelolaan dana masih
belum seluruhnya lengkap, sehingga rapor mutu yang didapat adalah
4,9. Potensi yang sudah ada di sekolah adalahsekolah memiliki
RKAS, sekolah memiliki alokasi dana dari Perhimpunan, dan
sekolah juga memiliki laporan pengelolaan dana. Yang masih
menjadi tantangan adalah masih terbatasnya biaya operasional yang
dikelola oleh sekolah, dan tenaga kependidikan yang masih kurang
kompeten dalam mengerjakan pelaporan. Oleh sebab itu, calon
kepala sekolah merekomendasikan untuk melakukan pengaturan
biaya operasional non personil yang disesuaikan dengan ketentuan,
dan pendampingan kepada tenaga kependidikan.

SD Kristen Gloria 1
1. Standar Kompetensi Lulusan

Kondisi ideal dari standar kompetensi lulusan adalah lulusan
memiliki perilaku yang mencerminkan sikap tertib, disiplin,
bertanggung jawab, dan percaya diri, serta memiliki ketrampilan
berpikir kritis. Sedangkan kondisi nyata di sekolah menyatakan
bahwa masih belum sepenuhnya lulusan memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap tertib dan disiplin, lulusan cukup memiliki
perilaku yang mencerminkan sikap bertanggung jawab, percaya diri,
dan memiliki ketrampilan berpikir kritis yang cukup baik , sehingga
hasil rapor mutu menunjukkan nilai 6,59. Potensi yang dimiliki
sekolah adalah memiliki tempat ibadah, sarana prasarana belajar di
luar kelas seperti taman, kolam ikan yang memadai, guru dan siswa
dibimbing baik dalam kerohaniannya, memiliki guru Agama dan
Hamba Tuhan sekolah, serta semangat belajar siswa tinggi.
Tantangan yang ada adalah sebagian siswa berperilaku yang
mencerminkan sikap tertib, disiplin, bertanggung jawab dan percaya
diri, serta berpikir kritis. Rekomendasi yang dapat diberikan oleh
calon kepala sekolah adalah melakukan pembinaan siswa melalui

49

kegiatan sosial, kerohanian dan konseling pribadi maupun kelompok.
Pembinaan dan penerapan model pembelajaran Problem Solving dan
Problem Based Learning dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di
sekolah secara kontinyu.

2. Standar Isi
Kondisi ideal yang ada pada standar isi ini adalah perangkat
pembelajaran memuat karakteristik kompetensi spiritual,
pengetahuan dan ketrampilan, sekolah menyelenggarakan aspek
kurikulum pada semua mata pelajaran dan melaksanakan kegiatan
pengembangan minat dan talenta siswa. Sedangkan kondisi nyata di
sekolah adalah perangkat pembelajaran yang kurang memuat
karakteristik kompetensi pengetahuan dan ketrampilan,
penyelenggaraan aspek kurikulum pada beberapa mapel kurang
maksimal, dan sebagian siswa harus lebih dimotivasi mengikuti
kegiatan pengembangan minat dan talenta, sehingga hasil rapor mutu
didapatkan nilai 6,43. Potensi yang dimiliki oleh sekolah adalah
memiliki guru kelas yang kompeten di bidangnya, semangat belajar
siswa tinggi, dan jumlah guru mapel memadai, serta memiliki
kompetensi yang sesuai. Sarana dan prasarana untuk kegiatan
pengembangan minat siswa juga memadai. Tantangan yang perlu
diperhatikan adalah belum semua siswa memiliki rasa percaya diri.
Oleh sebab itu, calon kepala sekolah merekomendasikan kepada
sekolah untuk merevisi perangkat pembelajaran yang memuat
karakteristik kompetensi spiritual, pengetahuan dan ketrampilan,
membuat program tambahan belajar tentang karakter dan percakapan
dalam Bahasa Inggris.

3. Standar Proses
Kondisi ideal pada standar proses adalah sekolah menetapkan jadwal
pembelajaran setiap hari, proses belajar mengajar sesuai dengan

50

jadwal, dan guru mengajar siswa dan ada supervisi dari kepala
sekolah juga program mentoring bersama. Kondisi nyata sekolah
adalah adanya pelajaran tambahan atau bimbingan belajar yang
dibutuhkan siswa, ada guru mapel luar/guru honorer yang harus
digantikan karena berhalangan, dan guru kurang siap saat supervisi,
evaluasi dan refleksi kurang berjalan dengan baik dan merata,
sehingga hasil rapor mutu sekolah adalah 5,92. Potensi yang dimiliki
sekolah adalah jadwal pelajaran diatur kreatif dan tidak monoton,
guru-guru aktif menggunakan teknologi dan multimedia
pembelajaran, serta supervisi dilakukan secara rutin untuk terus
memperbaiki pengajaran yang diberikan. Tantangan yang harus
diperhatikan adalah sebagian orang tua siswa merasa kurang
padatnya materi pembelajaran, namun ada juga orang tua siswa yang
merasa terlalu padat, adanya masukan dari orang tua siswa untuk
menambah lagi tugas belajar, dan guru kurang melaksanakan hasil
evaluasi dan refleksi. Rekomendasi yang bias dilakukan oleh sekolah
adalah sekolah memberikan edukasi kepada orang tua untuk
mengerti tentang beban siswa sesuai usia dan perkembangan siswa,
melakukan pembinaan dan training guru untuk terus meningkatkan
kualitas pembelajaran yang dikerjakan.

4. Standar Penilaian Pendidikan
Kondisi ideal dari standar penilaian pendidikan ini adalah penilaian
dilakukan sesuai dengan indikator penilaian dan kompetensi siswa,
rubrik penilaian jelas dan tersampaikan sebelumnya, penilaian
kepada siswa rutin dan terjadwal baik, program penilaian siswa
dilakukan sesuai jadwal dan disosialisasikan sebelumnya. Kondisi
nyata yang dimiliki sekolah adalah penilaian kurang mencakup
lengkap indikator penilaian dan kurang sesuai dengan kompetensi
siswa, beberapa rubrik penilaian kurang jelas, penyampaian jadwal
penilaian agak mendadak dengan waktu penilaian, dan adanya

51

tambahan jadwal penilaian di tengah-tengah program penilaian yang
sudah ditentukan, sehingga diperoleh hasil nilai rapor mutu adalah
6,54. Potensi yang dimiliki oleh sekolah adalah penilaian kurang
mencakup lengkap indikator penilaian dan kurang sesuai dengan
kompetensi siswa, beberapa rubrik penilaian kurang jelas,
penyampaian jadwal penilaian agak mendadak dengan waktu
penilaian, dan ada tambahan jadwal penilaian di tengah-tengah
program penilaian yang sudah ditentukan. Sedangkan yang menjadi
tantangan pada standar penilaian pendidikan ini adalah beberapa
program tidak terlaksana dengan baik, kreatifitas bentuk penilaian
timbul di tengah program penilaian yang sudah ditetapkan, dan guru
menyediakan waktu dan kreatifitas lebih untuk membimbing siswa,
sehingga calon kepala sekolah merekomendasikan untuk melakukan
pelatihan untuk guru tentang penilaian yang kreatif dan tepat yang
dapat mengembangkan kompetensi siswa dan pelatihan tentang
Project Based Learning beserta dengan sistem penilaiannya.

5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kondisi ideal dari standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah
semua guru berkualifikasi minimal S1/D4 dan bersertifikat pendidik,
berkompetensi supervisi minimal baik, memiliki tenaga pelaksana
urusan administrasi berpendidikan sesuai ketentuan, dan memiliki
kepala tenaga laboratorium berkualifikasi sesuai dengan ketentuan.
Kondisi nyata yang ada di sekolah adalah sebanyak 10 guru sudah
memiliki sertifikat pendidik, memiliki tenaga administrasi untuk
kepentingan kegiatan sekolah, mempunyai tenaga laboratorium, dan
sekolah mempunyai tenaga pustakawan sesuai dengan ketentuan,
sehingga hasil rapor mutu yang didapat adalah 4,29. Potensi yang
dimiliki oleh sekolah adalah beberapa guru yang belum bersertifikat
merupakan lulusan PGSD, tenaga administrasi berlatar belakang
yang tidak sesuai dengan ketentuan, tenaga laboratorium berlatar

52

belakang yang tidak sesuai dengan ketentuan. Tantangan yang ada
pada standar ini adalah pelaksanaan PPG yang terkendala pandemic,
sedangkan semangat guru untuk mau terus belajar kembali, mau
mengasah diri untuk mau maju. Tenaga laboran dan pustakawan
sesuai dengan kompetensi laboratorium IPA dan Bahasa serta
kompetensi sebagai tenaga perpustakaan. Rekomendasi yang dapat
diberikan untuk sekolah adalah secara rutin sekolah mengikuti
program-program dari dinas pendidikan, membiayai para tenaga
laboran, perpustakaan untuk belajar lagi, menambah ilmu juga
mengikuti kelas, meningkatkan potensi dan studi lanjut yang linear
sesuai dengan ketentuan yang ada.

6. Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
Kondisi ideal yang ada pada standar sarana dan prasarana pendidikan
adalah kondisi lahan sekolah yang memenuhi persyaratan, memiliki
ruang kelas sesuai standar, memiliki ruang organisasi kesiswaan
sesuai standar. Kondisi nyata dari sekolah adalah daya tampung
sekolah memadai, sekolah memiliki ruang kelas cukup, ruang
laboratorium, area bermain dan aktivitas, ada perpustakaan, dan
ruang olah raga terbuka, sehingga hasil rapor mutu yang didapat
adalah 2,99.
Potensi yang dimiliki sekolah adalah kelas yang kecil sehingga
perhatian ke siswa lebih maksimal, jumlah siswa cukup dan bisa
menggunakan sarana prasarana belajar mengajar dengan cukup
maksimal. Sedangkan yang menjadi tantangan pada standar ini
adalah banyaknya sekolah baru bermunculan yang juga menjadi
alternatif pilihan bagi para orang tua siswa dalam memilih sekolah,
menjadi satu area dengan tempat ibadah sehingga berbagi lokasi
bersama. Rekomendasi yang bisa diberikan kepada sekolah adalah
memperluas area sekolah dengan area baru di sekitar sekolah,
bekerja sama dengan gereja memanfaatkan lahan kosong di lantai

53

atas lagi yang tidak terpakai gereja untuk bisa menjadi lahan untuk
kegiatan olah raga indoor di sekolah.

7. Standar Pengelolaan Pendidikan
Kondisi ideal dari standar pengelolaan pendidikan ini adalah sekolah
melibatkan pemangku kepentingan sekolah dalam perencanaan
pengelolaan sekolah, sekolah membangun kemitraan dan melibatkan
peran serta masyarakat serta lembaga lain yang relevan, berjiwa
kewirausahaan, dan memiliki sistem informasi manajemen sesuai
ketentuan. Sedangkan kondisi nyata yang ada di sekolah adalah
perencanaan kurang berjalan sesuai dengan yang direncanakan
sebelumnya, kurang adanya kemitraan yang terbentuk dengan
sekolah, lahan yang tidak terlalu besar dan luas, serta sistem
informasi manajemen terpusat ke yayasan. Nilai rapor mutu yang
didapat adalah 6,29. Potensi yang ada pada sekolah adalah tim
kreatif sekolah aktif terlibat dalam perencanaan sekolah, sekolah
mengadakan kerja sama dengan pihak gereja dari berbagai
bagian/departemen yang cukup solid, dan koperasi sekolah juga
melayani kebutuhan jemaat gereja. Yang menjadi tantangan adalah
perencanaan jangka panjang perlu dilakukan, membina jejaring
kemitraan dengan pihak luar sekolah, mencari kemungkinan barang-
barang baru di luar seragam dan alat tulis serta buku-buku.
Rekomendasi yang dapat diberikan pada standar pengelolaan
pendidikan ini adalah sekolah membentuk tim perencanaan jangka
pendek, jangka panjang dengan Surat Keputusan, membentuk
organisasi di luar sekolah, serta menambah stok koperasi lebih
bervariasi.

8. Standar Pembiayaan
Yang menjadi kondisi ideal pada standar pembiayaan ini adalah
sekolah mempunyai program bantuan sosial dan program donasi, ada

54

RAPB yang telah disusun sebagai rambu-rambu pembiayaan
kegiatan dan program sekolah, dan pelaksaan RAPB dan
pengontrolan penggunaan RAPB secara berkala.
Kondisi nyata yang ada di sekolah adalah bantuan sosial kurang
tersalurkan dengan tepat dan merata kepada siswa yang
membutuhkan pelaksanaan program donasi kurang disosialisasikan
secara lebih luas dan merata kepada seluruh orang tua siswa dan
donatut, dan tim audit tidak tepat waktu periode saat audit, sehingga
rapor mutu yang diperoleh adalah 4,18. Potensi yang dimiliki oleh
sekolah adalah kerja sama dan kepedulian orang tua dan sekolah
terjalin baik dalam program sosial dan donasi, kepedulian dan hati
para orang tua yang tergerak untuk membantu cukup besar,
pelaksanaan RAPB berjalan baik dan beban pengeluaran tidak
melebihi anggaran yang telah ditetapkan. Tantangan yang ada yaitu
adanya program baru untuk meningkatkan kerja sama dan
kepedulian orang tua siswa dalam bantuan sosial dan program
donasi, contoh : Program Ikatan Saudara Asuh. Oleh sebab itu, calon
kepala sekolah memberikan rekomendasi yaitu sekolah membangun
jaringan yang lebih luas kepada para orang tua siswa dan donatur
untuk lebih meningkatkan kerja sama dan kepedulian bersama untuk
membantu siswa yang membutuhkan bantuan keuangan dalam
kebutuhan buku-buku dan uang sekolah.

C. Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi
Seorang kepala sekolah harus memiliki lima kompetensi penting yang
mencakup berbagai aspek sikap seorang pemimpin dalam hal menjalankan
tugas dan peran kepala sekolah sebagai pendidik dan pengelola pendidikan.
Dengan kompetensi-kompetensi tersebut kepala sekolah dapat menjalankan
kegiatan di lingkungan sekolah sesuai dengan tujuan sekolah yang telah di
tetapkan pemerintah, sehingga mutu pendidikan di sekolah tersebut
mengalami peningkatan.

55

Dari kelima kompetensi tersebut telah dipilih 1 (satu) dalam upaya
peningkatan kompetensi berbasis Analisis Kebutuhan Pengembangan
Keprofesian (AKPK) di sekolah lain (sekolah magang).

Tabel 8. Skor Peningkatan Kompetensi berbasis AKPK
SD Kristen Petra 7

No Kompetensi Skor
1. Kepribadian 91,67
2. Supervisi Akademik 85,00
3. Manajerial 83,93
4. Kewirausahaan 75,00
5. Sosial 79,17

Berdasarkan pencapaian hasil AKPK dalam tabel di atas, maka kompetensi
kewirausahaan yang merupakan kompetensi paling lemah yang dimiliki oleh
calon kepala sekolah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kompetensi
kewirausahaan, maka calon kepala sekolah belajar tentang hal tersebut di
sekolah magang yaitu di SD Kristen Gloria 1, Surabaya.
1. Persiapan

Untuk mengetahui kegiatan kewirausahaan yang dilaksanakan di SD
Kristen Gloria 1, maka calon kepala sekolah melakukan wawancara
dengan Kepala Sekolah magang, mengamati dokumen-dokumen yang
ada, melakukan studi lapangan, dan observasi terhadap kegiatan yang
ada di sekolah.
2. Pelaksanaan
Calon kepala sekolah datang ke sekolah magang sesuai dengan jadwal
yang sudah disepakati antara calon kepala sekolah dengan kepala sekolah
magang untuk melakukan observasi, studi dokumen-dokumen yang ada,
wawancara dengan petugas terkait, dan studi lapangan untuk mengetahui
kelebihan sekolah magang pada kompetensi kewirausahaan. Berikut hasil
wawancara calon kepala sekolah dengan kepala sekolah magang

56

Tabel 9. Hasil Wawancara Manajerial

No Pertanyaan Jawaban

1 Apa kekuatan sekolah Ibu Kekuatan sekolah kami dalam

dalam hal kewirausahaan? kewirausahaan adalah lingkungan

sekolah menjadi satu dengan gereja yaitu

GKA Gloria Pacar, sehingga koperasi

sekolah sebagai salah satu bentuk

kewirausahaan yang dijalankan oleh

Sekolah Kristen Gloria 1 dapat hidup,

bertumbuh untuk memenuhi kebutuhan

buku-buku, alat tulis, seragam bagi para

siswa, para orang tua murid dan juga

jemaat GKA Gloria dalam buku-buku

rohani dan Alkitab.

2 Siapa saja yang terlibat dalam SD Kristen Gloria 1 yaitu Para Guru,

kegiatan wirausaha ini? Yayasan Pendidikan Kristen Gloria dan

Bu Lidia sebagai Penanggung jawab

Koperasi Sekolah di SD Kristen Gloria 1

3 Apakah ada panitia khusus? Panitia Khusus adalah Yayasan

Pendidikan Kristen Gloria bagian

Logistik, Kepala Sekolah, Wakil Kepala

Sekolah Admin Sarpras dan Ibu Lidia.

4 Bagaimana peran serta Komite Sekolah mendukung dengan

komite sekolah dalam hal melakukan promosi kepada para orang

kewirausahaan sekolah Ibu? tua murid dan civitas akademika

Sekolah Kristen Gloria 1. Komite

Sekolah menjadi customer yang rutin

melakukan pembelian kebutuhan dan

perlengkapan sekolah bagi para siswa.

Koperasi Sekolah bisa menjadi berkat

bagi para siswa, orang tua siswa, para

guru dan jemaat GKA Gloria Pacar.

5 Bagaimana mengelola toko Ada langkah promosi koperasi sekolah,

buku yang merupakan bentuk stock opname rutin, survey pasar untuk

kewirausahaan sekolah ibu? mengetahui barang apa yang dibutuhkan

untuk meningkatkan daya beli koperasi

sekolah, laporan keuangan setiap bulan

untuk evaluasi kemajuan koperasi

sekolah.

6 Keuntungan dari toko buku Betul sekali, keuntungan koperasi

ini, apakah digunakan untuk sekolah kami gunakan untuk membantu

menunjang kegiatan siswa di para siswa yang kesulitan biaya dalam

sekolah ibu? pembelian buku pelajaran, alat tulis dan

Bagaimana bentuk kebutuhan seragam sekolah mereka.

konkretnya? Bentuk Konkretnya : Sekolah akan

57

No Pertanyaan Jawaban

mendata para siswa yang membutuhkan

bantuan kebutuhan buku pelajaran, buku

tulis, alat tulis, seragam sekolah, lalu

keuntungan akan digunakan secara

merata untuk membantu kebutuhan para

siswa. Dana keuntungan bisa membantu

sebagian atau seluruh kebutuhan siswa

yang kesulitan biaya.

7 Apakah ada masukan dari Masukan dari Wali Murid atau Komite

wali murid atau komite Sekolah adalah rindu mengadakan acara

tentang perkembangan toko Bazaar Buku serta Alat Tulis Bersama,

buku ini? hasil keuntungan dari Bazaar Buku ini

akan digunakan untuk menambah

koleksi dan Stok Buku Pelajaran untuk

kebutuhan siswa.

8 Apa saja kendala yang Ibu Kendala yang dialami adalah jika siswa

alami dalam pengelolaan toko dan orang tua melakukan pembelian

buku ini? Mungkin dapat Ibu buku, alat tulis atau seragam sekolah

jelaskan! dan melakukan pembayaran mundur

dari waktu pembelian. Sehingga cash

flow koperasi sekolah kurang lancar

yang bisa juga menghambat

pertumbuhan dan kemajuan koperasi

sekolah. Cah flow yang kurang lancar

juga menghambat jika koperasi sekolah

ingin membantu para siswa atau orang

tua yang membutuhkan

9 Bagaimana solusi untuk a. Memberitahukan bahwa Koperasi

mengatasi kendala tersebut? Sekolah melayani pembelian secara

tunai saja, tidak memberikan

pinjaman atau pembelian secara

hutang.

b. Memberitahukan bahwa koperasi

sekolah mempunyai tujuan untuk

membantu para siswa, orang tua,

guru atau jemaat gereja yang

membutuhkan

c. Memotivasi civitas akademika

Sekolah Kristen Gloria untuk

mempunyai semangat membantu dan

mendukung yang membutuhkan.

10 Apa Ide yang Ibu miliki a. Setelah pandemi terus membaik dan

untuk mengembangkan sudah PTM memberikan kesempatan

program kewirausahaan para siswa untuk boleh piket

58

No Pertanyaan Jawaban

sekolah Ibu di masa yang membantu bertugas di koperasi
akan datang? sekolah untuk melayani para pembeli
sehingga mereka mencintai dan
merasa memiliki koperasi sekolah ini.
b.Menyisihkan sebagian keuntungan
koperasi sekolah untuk menambah
jenis buku yang mendidik yang dijual
di koperasi untuk meningkatkan
penjualan di koperasi sekolah
c. Promosi ke siswa dan orang tua agar
menjadikan koperasi sekolah sebagai
sumber utama untuk pemenuhan
kebutuhan sekolah seperti buku, alat
tulis, seragam dan buku-buku rohani
untuk pertumbuhan

3. Hasil
Dari pelaksanaan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi calon kepala
sekolah khususnya pada kompetensi kewirausahaan, diperoleh data
bahwa toko buku yang dikelola oleh sekolah adalah usaha bersama antara
sekolah dengan gereja dalam mengembangkan potensi sekolah di bidang
kewirausahaan, dan hasilnya dapat digunakan untuk membantu para
siswa yang mengalami kesulitan biaya dalam pembelian buku tulis dan
pelajaran, seragam sekolah, dan alat tulis. Sedangkan untuk kegiatan
sosial yang dilakukan oleh sekolah secara rutin adalah Program Aksi
Sosial Ramah dan Bersahabat yang dilakukan setahun dua kali pada saat
memperingati perayaan hari Natal dan Paskah. Program ini melibatkan
seluruh stakeholder yang ada di sekolah.

59

BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan
Kegiatan On the Job Training (OJT) yang telah dilaksanakan

berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kompetensi calon kepala
sekolah dalam mengelola satuan pendidikan, dan dalam meningkatkan
kompetensi calon kepala sekolah yang masih rendah berdasarkan hasil dari
AKPK yang ada. Berdasarkan Rencana Proyek Kepemimpinan, Kajian
Manajerial, dan Peningkatan Kompetensi yang sudah dilaksanakan baik di
sekolah asal maupun di sekolah magang, dapat disusun kesimpulan sebagai
berikut :
1. memberikan pengalaman belajar yang terpadu antara sikap, pengetahuan,

dan keterampilan pada dimensi kompetensi kepribadian, manajerial,
kewirausahaan, supervisi, dan sosial dengan pengalaman empirik
(kontekstual) sesuai karakteristik calon kepala sekolah.
2. meningkatnya kemampuan calon kepala sekolah dalam mengidentifikasi
masalah pembelajaran untuk meningkatkan capaian belajar peserta didik.
3. meningkatnya kemampuan calon kepala sekolah dalam menentukan
strategi penyelesaian masalah sehingga dapat membangun budaya belajar
sekolah dalam satu ekosistem persekolahan.
4. meningkatnya kemampuan kepemimpinan calon kepala sekolah dalam
menggerakkan warga sekolah untuk membantu penyelesaian masalah
pembelajaran di sekolah, yang bermuara pada terwujudnya student
wellbeing.

B. Saran
Berdasarkan hasil kajian manajerial dan simpulan yang dikemukakan

di atas, maka terdapat beberapa saran-saran yang perlu disampaikan sebagai
berikut :

60

1. Kepala sekolah secara periodik dan kontinu sebaiknya melakukan
pembimbingan dan pendampingan kepada tenaga pendidik dan
kependidikan dalam bentuk coaching dan mentoring sehingga diharapkan
nantinya ada peningkatan kinerja dari tenaga pendidik dan kependidikan
kea rah yang lebih baik.

2. Kepala sekolah bersama seluruh tim kerja sekolah menyusun Rencana
Kerja Sekolah, yang meliputi Rencana Kerja Tahunan maupun Rencana
Kerja Jangka Menengah sehingga visi dan misi yang sudah ditetapkan
oleh sekolah dapat dicapai secara maksimal.

3. Kepala sekolah diharapkan selalu melakukan supervisi, monitoring, dan
evaluasi diri terhadap kinerja seluruh tenaga pendidik dan tenaga
kependidikan sehingga dapat dilakukan perbaikan dalam rangka
meningkatkan kualitas mutu sekolah.

61

DAFTAR PUSTAKA

Sudarwanto. 2016. Laporan On The Job Learning (OJL) pada Pendidikan dan
Pelatihan Calon Kepala Sekolah. Kabupaten Bantul Daerah
Istimewa Yogyakarta.

Ammas, M. 2020. Peningkatan Kemampuan Guru Menggunakan Multi Aplikasi
Pembelajaran Yang Variatif Daring Melalui Pembimbigan
Portal Rumah Belajar Di Sman 1 Luwu Timur. Montolalu-
Malili.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar
Kepala Sekolah/Madrasah terdiri dari 5 kompetensi di
antaranya kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan,
kompetensi supervisi, kompetensi kepribadian, dan kompetensi
sosial.

Yetty Fatri Dewi, S.Pd., M.Pd. ; Dr. Mulida Hadrina Harjanti, S.Pd., M.Pd., 2021,
Pengembangan Kewirausahaan, Jakarta, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Guru dan Tenaga
Kependidikan. Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan
Guru dan Tenaga Kependidikan 2021.

Dr. Utomo, M.Pd. ; Samsuri, M.Pd., 2021. Rencana Tindak Lanjut, Jakarta,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Guru dan
Tenaga Kependidikan. Direktorat Pendidikan Profesi dan
Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan 2021.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan
Menengah.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang
Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang
Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

62

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang

Standar Penilaian Pendidikan.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang

Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan

Menengah.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar

Pengelolaan.

63

LAMPIRAN – LAMPIRAN

64

MATRIK RPK

65

Matrik Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK)

Nama : Yuliana Wiseso.

Instansi : SD Kristen Petra 7.

Masalah yang dipilih : Peserta Didik Kurang Mampu Berpikir Kritis. Pemecahan

Masalah : Pelaksanaan program Problem Based Learning.

Judul RP : Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

Melalui Penerapan Model Problem Based Learning.

Tujuan Indikator Program Langkah - Sumber Metode Pencapaian
Keberhasilan / langkah Daya Pengumplan Students
Kegiatan Kegiatan Data Wellbeing
a b e
- Meningk Siswa mampu c d Guru, f g
berfikir kritis Problem Persiapan: siswa, dan Observasi, Siswa merasa
atkan dan logis. Based a. Membentuk orang tua. wawancara, senang dan
kompeten - Siswa dapat Learning dan bersemangat,
si Kepala timkerja. Foto, dokumenta aktif, kreatif,
Sekolah bekerja b. Mensosialisas video, si. dan prestasi
dalam sama dokumen siswa
memecah dengan ikan kegiatan lain yang meningkat.
kan teman. kepada tim relevan
masalah. - Semangat kerja.
siswa c. Menyusun
- Meningkat meningkat. program
kan - Keaktifan kegiatan.
kualitas siswa d. Menyusun
pembelajar meningkat. instrumen
an di - Kompetensi monitoring
sekolah. kewirausaha dan evaluasi.
an Kepala e.Melakukan
Sekolah pendampinga
meningkat. n kepada guru
- Kompetensi e. Menyiapkan
sosial materi
Kepala pembelajaran.
Sekolah f. Menentukan
meningkat. jadwal
- Guru kegiatan.
mampu
kreatif Pelaksanaan:
dalam Siklus 1 :
menyelesaik a. Menyiapkan
an masalah
pembelajara dan orientasi
n. siswa pada
- Prestasi masalah.
b. Menjelaskan
materi kepada
siswa.

66

siswa c. Membimbing
meningkat siswa secara
individu.

d. Mengembang
kan dan
menyajikan
hasil kerja
melalui
presentasi.

e. Menganalisis
dan
mengevaluasi
proses
pemecahan
masalah.

Siklus 2 :
a. Menyiapkan

dan orientasi
siswa pada
masalah.
b. Mengorganisa
si siswa untuk
melakukan
penyelidikan
lebih lanjut
dengan
menggunakan
metode
diskusi
kelompok.
c. Membimbing
penyelidikan
individu
maupun
kelompok.
d. Mengembang
kan dan
menyajikan
hasil kerja
melalui
presentasi

Petunjuk pengisian matrik RPK:
1. Kolom a : diisi dengan tujuan yang hendak dicapai;
2. Kolom b : diisi dengan indikator yang dapat diukur;
3. Kolom c : diisi dengan nama program yang akan dilakukan;

67

4. Kolom d : diisi dengan tahapan kegiatan untuk menyelesaikan program;
5. Kolom e : diisi dengan sumber daya yang digunakan untuk mendukung

program;
6. Kolom f : diisi dengan metode pengumpulan data yang digunakan dalam

melaksanakan Rencana Proyek Kepemimpinan
7. Kolom f : diisi dengan students wellbeing yang akan dicapai.

Catatan : Peserta mengunggah hasil isian Matrik RPK ke LMS yang telah
disediakan (bagi peserta diklat dengan moda daring)

Rubrik Penilaian Perencanaan RPK (meliputi Matrik, Instrumen Monev,dan
jadwal RTL):

Nilai Indikator

apabila seluruh indikator Bagian Matrik RPK:

91 - 100 terpenuhi dan terdapat 1. Tujuan meliputi tiga yang dirumuskan

keterkaitan antara isian kolom secara jelas

satu dengan lainnya 2. Indikator dirumuskan secara rinci, detail,

apabila empat indikator dandapat diukur untuk mencapai tujuan

81 – 90,99 terpenuhi dan terdapat 3. Nama program pengembangan sekolah

keterkaitan antara isian kolom dituliskan dengan jelas untuk mencapai

satu dengan lainnya tujuan

apabila tiga indikator 4. Langkah-langkah dirumuskan secara

terpenuhi dan terdapat urut, logis, dan aplikatif dan
71 – 80,99 menggambarkanpencapaian tujuan

keterkaitan antara isian kolom

satu dengan lainnya 5. Sumber daya dirumuskan secara lengkap

apabila kurang dari dua dan relevan dengan kebutuhan kegiatan

indikator yang terpenuhi 6. Metode pengumpulan dang dipilih tepat,

< 70,99 sesuai dan efektif

7. Students Wellbeing yang terukur dan

relevandengan program yang dilakukan

68

JURNAL KEGIATAN HARIAN

69

Jurnal Harian Pelaksanaan RTL

No. Hari/Tanggal Kegiatan Keterangan
ab c d
1. Sabtu,
Sosialisasi dan koordinasi kepada guru- Undangan, daftar
11 September 2021. guru tentang persiapan pelaksanaan RPK hadir, dan notulen.
di SD Kristen Petra 7 dan pembentukan Foto dan video.
2. Senin, tim kerja. Foto dan video.
13 September 2021. Koordinasi dengan mentor 1 tentang
kegiatan RPK dan KM yang akan Foto.
3. Selasa, dilakukan di SD Kristen Petra 7.
14 September 2021. Koordinasi dengan guru-guru kelas IV RPP dan ppt materi
tentang penyusunan program dan jadwal pembelajaran
4. Rabu, kegiatan, instrumen monitoring dan
15 September 2021. evaluasi, serta menyiapkan materi Foto.
pembelajaran.
5. Kamis, Sosialisasi kepada guru dan siswa kelas
16 September 2021. IV tentang pelaksanaan RPK yang akan
dilakukan pada tanggal 21-23 September
6. Jumat, dan 28-30 September 2021.
17 September 2021. Pembuatan RPP dan materi pembelajaran
dalam ppt. Diskusi dengan mentor 1
7. Sabtu, tentang kajian manajerial di SD Kristen
18 September 2021 Petra 7.
Pembimbingan 1 OJT 2.
Melanjutkan diskusi dengan mentor 1
tentang kajian manajerial di SD Kristen
Petra 7.
Perkenalan dengan mentor 2 dan
menyerahkan surat tugas ke sekolah
magang.

70

No. Hari/Tanggal Kegiatan Keterangan
ab c d
8. Senin,
Koordinasi dengan mentor 2 tentang Foto dan video.
20 September 2021. pelaksanaan PK dan KM di SD Kristen
Gloria 1. Foto dan video.
9. Selasa, Studi lingkungan sekolah magang. Foto dan video.
21 September 2021. Pelaksanaan kegiatan siklus 1 di kelas
IVB. Foto dan video.
10. Rabu, Pelaksanaan kegiatan siklus 1 di kelas Instrumen monev
22 September 2021. IVA. pelaksanaan RPK.
Diskusi dengan mentor 2 tentang materi
11. Kamis, PK yang dilakukan di sekolah magang.
23 September 2021. Pelaksanaan kegiatan siklus 1 di kelas
IVC.
12. Jumat, Pembimbingan 2 OJT 2.
24 September 2021. Monev pelaksanaan RPK pada siklus 1.

13. Sabtu, Membuat daftar pertanyaan untuk Daftar pertanyaan
wawancara PK.
25 September 2021 wawancara tentang PK di sekolah Foto.

magang. Foto dan video.
Foto dan video.
13. Senin, Diskusi tentang PK dengan mentor 2 di Foto.

27 September 2021. sekolah magang.

Studi lingkungan di sekolah magang.

14. Selasa, Pelaksanaan kegiatan siklus 2 di kelas

28 September 2021. IVB.

15. Rabu, Pelaksanaan kegiatan siklus 2 di kelas

29 September 2021. IVA.

16. Kamis, Pelaksanaan kegiatan siklus 2 di kelas

30 September 2021. IVC. Diskusi tentang kajian manajerial

dengan mentor 2 di sekolah magang.

71

No. Hari/Tanggal Kegiatan Keterangan
ab c d
17. Jumat,
Pembimbingan 3 OJT 2. Instrumen monev
1 Oktober 2021. Monev pelaksanaan RPK pada siklus 2. pelaksanaan RPK.
18. Sabtu, Menyusun laporan RPK beserta dokumen- Dokumen, foto.
dokumen yang dibutuhkan.
2 Oktober 2021. Menyempurnakan kajian manajerial di Dokumen.
19. Senin, sekolah asal.
Melanjutkan diskusi dengan mentor 2 Foto.
4 Oktober 2021. tentang kajian manajerial.
20. Selasa, Membuat matriks kajian manajerial Foto.
sekolah magang pada standard 1 dan 2.
5 Oktober 2021. Membuat matriks kajian manajerial Foto.
21. Rabu, sekolah magang pada standard 3 dan 4.
Pembimbingan ke 4 OJT 2.
6 Oktober 2021.
22. Kamis, Melanjutkan membuat laporan tentang Dokumen.
RPK. Dokumen.
7 Oktober 2021. Melanjutkan membuat laporan tentang Dokumen.
23. Jumat, RPK. Dokumen.
Melanjutkan membuat laporan tentang Foto.
8 Oktober 2021. RPK. Foto.
24. Sabtu, Melanjutkan membuat laporan tentang
RPK. Foto.
9 Oktober 2021. Membuat matriks kajian manajerial
25. Senin, sekolah magang pada standard 5 - 8.
Pembimbingan ke 5 OJT 2. Menyusun
11 Oktober 2021. laporan KM sekolah asal dan sekolah
26. Selasa, magang.
Melanjutkan membuat laporan tentang
12 Oktober 2021. RTL.
27. Rabu,

13 Oktober 2021.
28. Kamis,

14 Oktober 2021.
29. Jumat,

15 Oktober 2021.

30. Sabtu,
16 Oktober 2021.

72

No. Hari/Tanggal Kegiatan Keterangan
ab c d
31. Senin,
Membuat ppt tentang pelaksanaan RTL. Ppt dan foto.
18 Oktober 2021.
32. Rabu, Pembimbingan ke 6 OJT 2. Video.

20 Oktober 2021. Melakukan edit video unjuk kerja dan

33. Kamis, melanjutkan membuat laporan tentang
21 Oktober 2021.
RTL.
34. Jumat,
22 Oktober 2021. Menyempurnakan ppt tentang pelaksanaan Ppt dan foto.

35. Sabtu, RTL.
23 Oktober 2021.
Menyiapkan tampilan dan materi untuk Foto.
36. Senin,
25 Oktober 2021. gelar karya.

37. Selasa, Menyiapkan tampilan dan materi untuk Foto.
26 Oktober 2021.
gelar karya.
38. Rabu,
27 Oktober 2021. Melakukan edit video unjuk kerja. Video.

39. Kamis, Menyempurnakan ppt tentang pelaksanaan Ppt dan foto.
28 Oktober 2021.
RTL.
40. Jumat,
29 Oktober 2021. Melakukan edit video unjuk kerja. Video.

Finalisasi laporan RTL, video unjuk kerja, Dokumen, video,
ppt laporan RTL, dan gelar karya. ppt, dan foto.
Mengunggah video unjuk kerja ke Link :
youtube. https://youtu.be/LY
yXpugodWw

Peserta mengunggah hasil isian jurnal harian pelaksanaan RTL ke LMS yang
telah disediakan apabila dilakukan dengan moda daring. Sedangkan apabila
dilakukan dengan moda luring peserta mencatat jurnal harian dan hasilnya di
bawa ketika pertemuan pada setiap pendampingan.

73

Petunjuk Pengisian Jurnal Harian Pelaksanaan RTL:
1. Kolom “a” diisi nomor urut;
2. Kolom “b” diisi hari dan tanggal kegiatan harian yang dilakukan dalam

pelaksanaan RTL.
3. Kolom “c” diisi kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan RTL
4. Kolom “d” diisi dengan nama dokumen/bukti pendukung yang dilakukan pada

kolom “c”.

Rubrik Penilaian Jurnal Harian Pelaksanaan RPK :

Nilai Indikator

91 - 100 Seluruh indikator 1. Mengisi hari/tanggal secara jelas pada
terpenuhi kegiatan-kegiatan pelaksanaan RTL

81 – 90,99 Minimal tiga 2. Mendeskripsikan secara jelas kegiatan-

indikator terpenuhi kegiatan yang dilakukan sesuai dengan

71 – 80,99 Minimal dua hari/tanggal pelaksanaan

indikator terpenuhi 3. Jurnal harian diisi secara kontinyu selama

Hanya Satu kegiatan OJT 2 yang menggambarkan
indikator terpenuhi keseluruhan tugas-tugas RTL secara rinci

< 70,99 sesuai panduan yang telah ditetapkan

4. Terdapat dokumen/bukti pendukung
pelaksanaan kegiatan pada kolom “c”

74

FOTO SEKOLAH ASAL
DAN

SEKOLAH MAGANG

75

SEKOLAH ASAL : SD KRISTEN PETRA 7

76

SEKOLAH MAGANG : SD KRISTEN GLORIA 1

77

REKAP HASIL MONEV RPK
(5 MACAM)

78

Analisis Instrumen Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan RPK

Nama : Yuliana Wiseso, S.Pd., M.M.
Kelas :N
Unit Kerja : SD Kristen Petra 7

Analisis Hasil Monev Kegiatan RPK

No Jenis Monev Deskripsi Hasil Ketercapaian Rekomendasi/
Keterlaksanaan Kuantitatif Kualitatif Tindak Lanjut
Ab
1 Monitoring (Angka) (Huruf)

Keterlaksanaan c de f
Kegiatan RPK
Berdasarkan hasil 95 A = sangat Guru kelas

monitoring, baik meminta

keterlaksanaan bantuan kepada

kegiatan RPK guru

sudah berjalan pendamping

sesuai dengan untuk membantu

yang membagi

direncanakan, kelompok dalam

namun ada breakout room.

kendala pada saat

diskusi kelompok

dilaksanakan,

yaitu masih

membutuhkan

waktu yang lebih

lama karena

pembagian

kelompok dalam

breakout room.

79

No Jenis Monev Deskripsi Hasil Ketercapaian Rekomendasi/
Keterlaksanaan Kuantitatif Kualitatif Tindak Lanjut

(Angka) (Huruf)

Ab c de f

2 Evaluasi Berdasarkan hasil 94 A = sangat Menjalin

peningkatan evaluasi AKPK, baik kerjasama

kompetensi CKS CKS sudah dapat dengan institusi

berdasarkan hasil memahami dan lain baik

AKPK menyusun institusi

program pemerintah

kerjasama dengan maupun swasta.

perseorangan

maupun institusi,

serta mampu

menyusun rencana

pengelolaan

kegiatan produksi

dan jasa di

sekolah.

3 Evaluasi hasil Berdasarkan 96 A = sangat Memotivasi

kegiatan RPK evaluasi hasil baik guru untuk

kegiatan RPK, meningkatkan

ditemukan bahwa kemampuannya

siswa sudah membimbing

mulai dapat siswa dalam

berpikir kritis dan menerapkan

logis, serta mulai Problem Based

kreatif dan Learning.

inovatif dalam

menyelesaikan

80

No Jenis Monev Deskripsi Hasil Ketercapaian Rekomendasi/
Ab Keterlaksanaan Kuantitatif Kualitatif Tindak Lanjut
4 Evaluasi
c (Angka) (Huruf) f
peningkatan masalah. de
prestasi peserta Berdasarkan hasil 96 A = sangat Guru terus
didik evaluasi, baik melakukan
ditemukan bahwa variasi metode
5 Pencapaian semangat belajar 93 A = sangat pembelajaran
Students siswa meningkat, baik sehingga siswa
Wellbeing siswa terlibat aktif semangat untuk
dalam diskusi belajar, dan
kelompok dan prestasi siswa
dapat terus meningkat.
menyelesaikan
tugas yang Guru
diberikan tepat memberikan
waktu, serta nilai pendampingan
ulangan siswa dan bimbingan
meningkat. kepada siswa
Berdasarkan hasil yang kurang
pencapaian aktif.
Student Guru
Wellbeing, masih memberikan
ditemukan ada reward untuk
beberapa peserta
didik yang kurang
aktif dan
semangat dalam
kegiatan diskusi

81

No Jenis Monev Deskripsi Hasil Ketercapaian Rekomendasi/
Keterlaksanaan Kuantitatif Kualitatif Tindak Lanjut

(Angka) (Huruf)

Ab c de f

kelompok. siswa yang aktif

dan bersemangat

dalam

pelaksanaan

Problem Based

Learning.

Petunjuk pengisian analisis hasil monev kegiatan RPK:
• Kolom “a” diisi nomor urut;
• Kolom “b” diisi jenis monev;
• Kolom “c” diisi dengan deskripsi keterlaksanaan kegiatan monev;
• Kolom “d” diisi dengan angka (kuantitatif) ketercapaian dari rekap instrumen

yang telah diisi responden;
• Kolom “e” diisi dengan ketercapaian secara kualitatif (huruf) dengan disertai

predikat keterangan sesuai dengan kriteria penskoran yang telah ditetapkan;
• Kolom “f” diisi dengan simpulan rekap hasil monev berdasarkan item

instrumen yang perlu ditindaklanjuti.

Rubrik Penilaian Analisis Hasil Monev Kegiatan RPK :

Nilai Indikator
91 - 100
81 – 90,99 Seluruh indikator • Hasil analisis diisi seluruh jenis monev
71 – 80,99
terpenuhi (empat jenis)
< 70,99
Minimal tiga indikator • Deskripsi hasil keterlaksanaan dituliskan

terpenuhi secara jelas untuk semua jenis monev yang

Minimal dua indikator dilakukan

terpenuhi • Data hasil ketercapaian monev tertulis

Hanya Satu indikator secara jelas secara kuantitatif dan kualitatif

terpenuhi untuk semua jenis monev
• Rekomendasi tindak lanjut dideskripsikan

mengacu kepada data pada keterlaksanaan

dan ketercapaian untuk semua jenis monev

82

REKAP MONITORING KETE

No Uraian 123

1 Membentuk tim kerja. 111
2 Mensosialisasikan kegiatan kepada tim kerja. 111
3 Menyusun program kegiatan. 111
4 Menyusun instrumen monitoring dan evaluasi. 111
5 Menyiapkan materi pembelajaran dan
111
pendampingan kepada guru.
6 Menentukan jadwal kegiatan. 111
7 Menyiapkan dan orientasi siswa pada masalah. 111
8 Menjelaskan materi kepada siswa. 111
9 Membimbing siswa secara individu. 010

10 Mengembangkan dan menyajikan hasil kerja 111
melalui presentasi.

11 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan 1 1 1
masalah.

12 Monitoring keterlaksanaan program. 111

13 Evaluasi ketercapaian program. 111

14 Mencermati setiap tahapan. 011

ERLAKSANAAN KEGIATAN RPK Nama Responden
Responden/Skor
1. Ruth Wiwik P., S.Pd..
4 5 6 7 8 9 10 2. Tati Lasmono, S.Pd.
3. Natalia Dewi, S.Pd.
1111 1 1 1 4. Margaretha Helena A. P., S.Pd.
1111 1 1 1 5. Kinteki F., S.Pd., M.Psi.
1111 1 1 1 6. Fransisca Renny P. P., S.Pd.
1111 1 1 1 7. Katin Sri Yuliati, S.Pd.
8. Puspa Dewi Damayanti, S.Pd.
1111 1 1 1 9. Nur Hidayatama, S.Pd.
10. Paulus Agung Prianto S., S.Pd.
1111 1 1 1
1111 1 1 1

1111 1 1 1
0001 1 0 1

1111 1 1 1

1111 1 1 1

1111 1 1 1
1111 1 1 1
1101 1 0 1

83

No Uraian 123
111
15 Mencermati hasil monev dari Kepala Sekolah. 111
111
16 Menganalisis hasil yang belum dan yang sudah
dicapai. 111

17 Memperbaiki hasil yang belum dicapai. 16 18 17

Menyusun kembali program kegiatan yang sudah 89 100 94
18 diperbaiki berdasarkan hasil monev Kepala

Sekolah.
Jumlah

Nilai

Rata-rata nilai

Mengetahui,
Mentor I,

Dra. Tri Wahyuningsih, M.M.
NIP. 196009161979072007

Responden/Skor 8 9 10 Nama Responden
4567 1 11
1111 1 11
1111 1 11
1111

1111 1 1 1

17 17 16 18 18 16 18

94 94 89 100 100 89 100

95

Surabaya, 1 November 2021
Calon Kepala Sekolah,

Yuliana Wiseso, S.Pd., M.M.
NIP. -

84

REKAP PENINGKATAN KOMPETENSI KEP

No Uraian

Memahami penyusunan program kerjasama, baik perseoranga

1 maupun institusi dengan baik, untuk mendukung pelaksanaan

pendidikan di sekolah.

Memahami cara melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap

2 dan kegiatan kerjasama dengan perseorangan dan institusi pe

atau swasta.

3 Memiliki pengalaman dalam menyusun rencana pengelolaan
produksi dan jasa di sekolah.

4 Mampu membuat alternatif pemecahan masalah yang relevan
tepat, sehingga menghasilkan kinerja yang efektif dan efisien

Jumlah

Nilai

Rata-rata nilai

Mengetahui,
Mentor I,

Dra. Tri Wahyuningsih, M.M.
NIP. 196009161979072007

PALA SEKOLAH BERDASARKAN HASIL AKPK

Responden/Skor Nama Responden
12345

an 1. Dewi Hartono, S.Pd., M.M.
4 4 4 4 4
n kegiatan 2. Siwi Murwani, S.Pd.

program 4344 3. Ester W., S.Pd.
emerintah 3

4. Dian Trisgia, S.Pd.

kegiatan 4 4 4 4 4 5. Anthony D., S.Pd.

n dan 34334
n.
15 15 15 15 15
94 94 94 94 94

94

Surabaya, 1 November 2021
Calon Kepala Sekolah,

Yuliana Wiseso, S.Pd., M.M.
NIP. –

85

REKAP HASIL

No Uraian 123
444
1 Semangat belajar siswa meningkat 444
2 Keterlibatan siswa aktif dalam kelompok
434
Tugas-tugas yang diberikan guru dapat
3 diselesaikan oleh siswa sesuai dengan waktu yang 444
443
ditentukan 20 19 19
4 Nilai ulangan siswa meningkat
5 Kreativitas siswa dalam memecahkan masalah 100 95 95

meningkat
Jumlah
Nilai
Rata-rata nilai

Mengetahui,
Mentor I,

Dra. Tri Wahyuningsih, M.M.
NIP. 196009161979072007

L KEGIATAN RPK 8 9 10 Nama Responden
Responden/Skor 4
4 4 4 1. Ruth Wiwik P., S.Pd..
4567 4 3 2. Tati Lasmono, S.Pd.

4444 3. Natalia Dewi, S.Pd.
3344 4 4 4. Margaretha Helena A. P., S.Pd.

4344 4

4444 3 5. Kinteki F., S.Pd., M.Psi.
44
4444 4
19 18 20 20 19 6. Fransisca Renny P. P., S.Pd.

95 90 100 100 95 4 3 7. Katin Sri Yuliati, S.Pd.

96 20 18 8. Puspa Dewi Damayanti, S.Pd.

100 90 9. Nur Hidayatama, S.Pd.
10. Paulus Agung Prianto S., S.Pd.

Surabaya, 1 November 2021
Calon Kepala Sekolah,

Yuliana Wiseso, S.Pd., M.M.
NIP. –

86

No Uraian REKAP EVALUA

1 Siswa mampu berfikir kritis dan logis. 123
2 Siswa mampu kreatif dalam menyelesaikan 444
444
masalah. 444
3 Nilai siswa meningkat. 444
4 Semangat siswa meningkat. 434
5 Keaktifan siswa meningkat.
20 19 20
Jumlah 100 95 100
Nilai

Rata-rata nilai

Mengetahui,
Mentor I,

Dra. Tri Wahyuningsih, M.M.
NIP. 196009161979072007


Click to View FlipBook Version