The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Strada Budi Luhur, 2023-09-14 01:02:25

Penelitian kualitatif-m. sobry

Penelitian kualitatif-m. sobry

PENELITIANKUALITATIF


ii


iii PENELITIANKUALITATIF Dr. M. Sobry Sutikno Prosmala Hadisaputra, M.Pd.I Holistica Lombok, 2020


iv PENELITIAN KUALITATIF Penulis: Dr. M. Sobry Sutikno Prosmala Hadisaputra, M.Pd.I Editor : Nurlaeli, SE. Disain Cover : Tim Holistica Tata Letak : Tim Holistica Penerbit: Holistica Lombok e-mail: [email protected] Perpustakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT) ISBN 978-602-18045-6-8 Cetakan, April 2020 ------------------------------------------- Dilarang keras mengutip, menjiplak, memphoto copy, atau memperbanyak dalam bentuk apa pun, baik sebagian atau keseluruhan isi buku ini serta memperjualbelikan tanpa izin dari Penerbit.


v KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam kepada Rasulullah. Mudah-mudahan buku yang berada di tangan Anda saat ini bermanfaat dan berkah, dalam rangka mengembangkan keilmuan dan kreativitas Anda dalam melakukan penelitian, khususnya penelitian kualitatif. Buku ini sengaja kami hadirkan dalam rangka untuk menambah literatur Anda tentang penelitian kualitatif (qualitative research). Inti pembahasan dalam buku ini adalah memaparkan tentang kajian konseptual seputar apa itu penelitian kualitatif serta bagaimana cara praktis menulis dan melakukan penelitian kualitatif secara benar sesuai dengan kaidah metodologi riset yang berlaku. Penulis menyadari bahwa isi buku ini masih belumsempurna, namun penulis yakin bahwa buku ini dapat mewakili buku-buku penelitian yang lazim digunakan maha- siswa, guru, dosen, dan praktisi penelitian, baik secara teoretik maupun praktis. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun tentu diperlukan untuk menyempurnakan buku ini. Pembaca dapat berdiskusi dengan penulis melalui E-Mail: [email protected] (Dr. M. Sobry Sutikno) dan [email protected] (Prosmala Hadisaputra). Lombok, April 2020 Penulis


vi


vii DAFTAR ISI Bagian 1 KONSEP UMUM PENELITIAN KUALITATIF ……… 1 A. Definisi Penelitian ……………………………………1 B. Penelitian Kualitatif …………………………………. 4 C. Karakteristik Penelitian Kualitatif ………………….. 6 D. Perbedaan Antara Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif ………………………………………12 E. Kegunaan Penelitian Kualitatif ………………………20 F. Keunggulan Penelitian Kualitatif ………………….…23 Bagian 2 PROPOSAL DAN LAPORAN HASIL PENELITIAN KUALITATIF ……………………25 A. Proposal Penelitian ……………………………………25 1. Definisi dan Manfaat Proposal Penelitianc …………... 25 2. Sistematika Penyusunan Proposal ……………………27 B. Laporan Penelitian ……………………………………31 1. Jenis dan Manfaat Laporan Penelitian ………………. 31 2. Sistematika Laporan Penelitian ………………………. 32 Bagian 3 TOPIK, IDENTIFIKASI MASALAH & JUDUL PENELITIAN …………………………………35 A. Topik …………………………………………………. 35 1. Definisi Topik ……………………………………….. 35 2. Tips Memilih Topik …………………………………. 36 3. Cara Praktis Menemukan Topik ……………………. 37


viii B. Identifikasi Masalah ………………………………….. 38 1. Definisi Identifikasi Masalah ……………………….. 38 2. Kriteria Masalah yang Baik ………………………… 41 3. Cara Praktis Identifikasi Masalah Penelitian ………. 43 4. Model-Model Identifikasi Masalah …………………. 44 5. Contoh Identifikasi Masalah …………………………46 C. Merumuskan Judul ………………………………….. 48 1. Kriteria Judul Penelitian ……………………………. 48 2. Komposisi Judul Penelitian Kualitatif ………………51 Bagian 4 LATAR BELAKANG, FOKUS, RUMUSAN MASALAH, TUJUAN PENELITIAN, MANFAAT PENELITIAN, DAN PENELITIAN YANG RELEVAN ………………. 53 A. Latar Belakang Masalah …………………………….. 53 1. Komposisi Latar Belakang Masalah (LBM) ……….. 53 2. Cara Praktis Menulis LBM …………………………. 57 B. Fokus Penelitian ………………………………………59 C. Rumusan Masalah …………………………………… 61 1. Definisi Rumusan Masalah ………………………….. 61 2. Karakteristik Rumusan Masalah ……………………. 62 3. Kesalahan Umum dalam Membuat Rumusan Masalah 64 4. Langkah Praktis Membuat Rumusan Masalah ……… 66 D. Tujuan Penelitian ………………………………………68 1. Tujuan Penelitian ……………………………………... 68 2. Menulis Tujuan Penelitian ……………………………69 E. Manfaat Penelitian ……………………………………. 70 1. Macam-Macam Sifat Manfaat Penelitian ……………71


ix 2. Langkah Praktis Menulis Manfaat Penelitian ………. 71 F. Penelitian yang Relevan ……………………………. 72 Bagian 5 PENDEKATAN, JENIS, LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN ……………… 73 A. Pendekatan dan Jenis Penelitian …………………… 73 B. Lokasi dan Watu Penelitian ………………………… 82 Bagian 6 SUMBER DATA (Populasi & Sampel) ………………. 83 A. Konsep Populasi dan Sampel ……………………... 83 1. Definisi Populasi …………………………………… 83 2. Definisi Sampel …………………………………….. 86 B. Teknik Sampling …………………………………… 87 1. Probability Sampling ………………………………. 89 2. Nonprobability sampling …………………………… 92 C. Teknik Sampling Penelitian Kualitatif …………….. 95 D. Ukuran Sampel dalam Penelitian Kualitatif ………. 97 Bagian 7 TEKNIK PENGUMPULAN DATA …………………… 99 A. Observasi (Pengamatan) …………………………….. 99 1. Definisi Observasi …………………………………… 99 2. Macam-Macam Observasi …………………………. 100 3. Manfaat Observasi …………………………………. 102 4. Persiapan Sebelum Observasi ……………………… 104 5. Merekam Data Observasi ……………………………109 6. Kelebihan dan Kekurangan Observasi ………………113 7. Etika Observasi ………………………………………114


x B. Wawancara ……………………………………………115 1. Definisi Wawancara …………………………………115 2. Klasifikasi Wawancara …………………………….. 116 3. Wawancara Efektif ………………………………….. 121 4. Kelebihan dan kekurangan wawancara …………….. 126 5. Etika Wawancara ……………………………………126 C. Dokumentasi …………………………………………129 1. Konsep Dokumentasi ……………………………….. 129 2. Macam-Macam Dokumen ……………………………131 3. Langkah-Langkah Menyeleksi Dokumen ……………132 4. Keunggulan dan Kelemahan Dokumentasi …………. 133 Bagian 8 ANALISIS DATA ……………………………………….. 135 A. Konsep Analisis Data Kualitatif ……………….……135 B. Tahapan dan Teknik Analisis Data Kualitatif ……… 137 1. Analisis Sebelum di Lapangan ………………………137 2. Analisis Selama di Lapangan ……………………….. 138 Bagian 9 PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA ………………. 151 A. Perpanjangan Kehadiran Peneliti …………………….. 151 B. Observasi mendalam ………………………………….. 152 C. Pembahasan teman sejawat ……………………………153 D. Triangulasi Data ………………………………………153 Bagian 10 KAJIAN PUSTAKA, DATA TEMUAN, DAN PEMBAHASAN …………………………………. 157 A. Kajian Pustaka ……………………………………… 157 B. Data Temuan …………………………………………160


xi C. Pembahasan …………………………………………. 160 Bagian 11 DATA DAN KRITERIANYA ………………………… 161 A. Definisi Data ……………………………………….. 161 B. Kriteria Data ……………………………………….. 162 Bagian 12 PENUTUP (Bagian Akhir Penelitian) ………………….. 165 A. Simpulan …………………………………………….. 165 B. Saran ………………………………………………… 166 Bagian 13 SISTEMATIKA PENULISAN PROPOSAL & LAPORAN PENELITIAN ……………………………167 A. Pendahuluan …………………………………………167 B. Teknik Penyajian Proposal dan Laporan Penelitian .. 167 C. Teknik Penulisan …………………………………….. 170 Bagian 14 PENELITIAN CAMPURAN (MIXED METHODS): SEBUAH PENGATAR ………………………………… 183 A. Konsep Penelitian Metode Campuran (Mixed Methods) 183 B. Mengapa Mixed Methods digunakan? ……………….. 184 C. Cara Praktis Menulis Tujuan Penelitian Metode Campuran ………………………………….. 185 D. Hal-Hal Penting Sebelum Penelitian Mixed Methods …187 E. Strategi Penelitian Mixed Method ……………………. 188 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………193 BIODATA PENULIS ……………………………………199


xii


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 1 Bagian 1 KONSEP UMUM PENELITIAN KUALITATIF A. Definisi Penelitian Aktivitas penelitian pada dasarnya dilatarbelakangi oleh sifat fitrah manusia yang selalu ingin tahu (penasaran). Terlebih jika hasrat keingintahuan mereka didasari oleh pe- ngetahuan ilmiah. Dengan dasar inilah, mereka tergerak untuk mencari jawaban atas ketidaktahuan mereka. Secara sederhana, manusia sering melakukan aktivitas meneliti dalam kehidupan sehari-hari. Namun mereka tidak tahu teori dan metodologi penelitian yang digunakan. Sehingga apa yang diteliti sering kali tidak dapat ditemukan jawabannya, atau ditemukan jawabannya namun hasilnya tidak maksimal atau bahkan tidak ada yang diperoleh sedikit pun. Penelitian dalam bahasa Inggris dapat disepadan dengan kata research. Adapun research berasal dari kata re dan to search yang berarti mencari kembali, atau dalam bahasa Latin disepadankan dengan kata reserare yang berarti meng- ungkap atau membuka. Jadi penelitian, research atau riset pada dasarnya dimaknai mencari atau mengungkap kembali. Menurut Creswell (2008), research is a process of steps used to collect and analyze information to increase our understanding of a topic or issue. – penelitian merupakan


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 2 Penelitian Kualitatif proses dari langkah-langkah untuk mengumpulkan data dan menganalisisnya, untuk mengembangkan pemahaman terhadap isu-isu atau pokok pembicaraan umum. Definisi tersebut melihat penelitian dari segi proses objek dan tujuanya. Dari segi proses Creswell ingin menegaskan bahwa penelitian secara umum dilakukan melalui proses pengumpulan data dan menganalisisnya. Dari segi objek, penelitian pada dasarnya bersumber dari isu atau masalah-masalah yang sedang dihadapi sehingga membutuhkan pemecahan, dan dari segi tujuan, penelitian bertujuan untuk memahami atau mendapatkan jawaban dari isu-isu atau masalah tersebut. Selanjutnya dalam kamus Webster’s New Inter- national sebagaimana yang dikutip oleh Nazir (2005), pe- nelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalammencari fakta dan prinsip-prinsip; suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu. Lebih lanjut ia me- ngutip pendapat Hillway (1956) yang menyatakan bahwa pe- nelitian tidak lain dari suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. Definisi kutipan Nazir di atas membidik penelitian dari segi sifat prosesnya. Penelitian bukan semata-mata aktivitas penyelidikan, pencarian dan pengumpul- an data, namun yang lebih esensi adalah ia dilakukan melalui proses yang kritis, skeptis dan hati-hati, agar jawaban yang diperoleh lebih tepat dan akurat. Sedangkan menurut Satori dan Komariah (2012), pe- nelitian merupakan sebuah investigasi sistemik yang dirancang untuk menghasilkan suatu pengetahuan, alat atau metode. Hal senada juga didefinisikan oleh Parson sebagaimana yang di- kutip Nazir (2005) bahwa penelitian adalah pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistemis dengan penekanan bahwa


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 3 pencarian ini dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan. Kedua definisi tersebut menekankan penelitian dari segi hasilnya, berupa penemuan metode, teori, alat dan lain-lain. Dari beberapa definisi yang dikemukakan di atas, dapat dapahami bahwa penelitian adalah upaya pencaritahuan secara terorganisir dan sistemik melalui pengumpulan dan analisis data untuk memahami, mendapatkan jawaban atau solusi mengenai isu atau masalah yang dihadapi oleh seseorang atau kelompok manusia tertentu, secara hati-hati, skeptis, kritis Sehingga jawaban atau hasil yang diperoleh memiliki nilai kebenaran ilmiah. Dari definisi-definisi yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian ilmiah dapat dipahami sebagai aktivitas penyelidikan terorganisir lagi sistemik, yang dilaku- kan dengan kritis, skeptis dan penuh kehati-hatian, guna mem- peroleh jawaban yang paling tepat dari suatu permasalahan. Kriteria Penelitian Ilmiah


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 4 Penelitian Kualitatif B. Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif sebagai salah satu metodologi dalam penelitian belum memiliki definisi yang baku dan disepakati penggunaannya secara umum. Kendati demikian, definisinya dapat disimpulkan lebih komprehensif-integratif melalui penelusuran definisi-definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli, sehingga membentuk sebuah definisi yang utuh. Oleh karena itu pada bagian ini akan dikemukakan sejumlah definisi penelitian kualitatif, di antaranya: 1. Creswell (2008) mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai berikut: “Qualitative research is a type of educational research in which the researcher relies on the views of participants; asks broad, general questions; collects data consisting largely of words (or text) fromparticipants; describes and analyzes these words for themes; and conduct the inquiry in a subjective, biased manner.” – Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian pendidikan di mana peneliti bergantung pada pandangan partisipan atau informan: peneliti bertanya panjang lebar, mengajukan pertanyaan-pertanyaan umum, pengumpulan data sebagian besar terdiri dari kata-kata (atau teks) dari peserta, menggambarkan dan menganalisis teks tersebut menjadi tema-tema, dan melakukan permintaan secara subyektif dan secara bias (memancing pertanyaan lainnya). 2. Bongdan dan Taylor dalam Moleong (2013) menyatakan bahwa metodologi penelitian kualitatif merupakan pe- nelitian yang menghasilkan data deskriptif, baik berupa kata-kata lisan maupun tertulis dari orang-orang atau perilaku yang diamati. 3. Kirk dan Miller dalam Moleong (2013) mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai sebuah tradisi tertentu dalamilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental ber-


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 5 gantung dari pengamatan pada manusia, baik dalamkawasannya maupun dalam peristilahannya. 4. Strauss dan Corbin (2009) mendefinisikan penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. 5. Schensul (2011) menyatakan: “Qualitative research is an approach that enables researchers to explore in detail social and organizational characteristic and individual behaviors and their meaning” – Penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi secara rinci karakteristik perilaku individu, sosial dan organisasi serta maknanya. 6. Menurut Sugiyono (2013), penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi alamiah, (sebagai lawannya adalah eksprimen) di mana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Dari beberapa definisi di atas dapat disarikan bahwa yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti dan memahami perilaku individu atau kelompok, dan fenomena sosial dalamkondisi alamiah (natural), sehingga diperoleh data-data des- kriptif (non kuantitatif) dalam bentuk lisan dan atau tulisan, yang kemudian diinterpretasi secara deskriptif pula. Atau dengan bahasa yang sederhana, penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistic-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci.


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 6 Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen kunci. Oleh karena itu, peneliti harus me- miliki bekal teori dan wawasan yang luas, bisa bertanya, meng- analisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang tersembunyi, untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memasti- kan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan. Berbagai definisi penelitian kualitatif yang disebutkan sebelumnya menjadi klaim jelas bahwa penelitian kualitatif juga disebut inkuiri naturalistik atau penelitian alamiah, feno- menologis, studi kasus, interpretatif, ekologis, deskriptif dan sebagainya. Di samping itu, metode penelitian kualitatif di- sebut juga penelitian etnografi. Karena pada awalnya metode penelitian ini seringkali digunakan dalam bidang antropologi budaya (Sugiyono, 2013). C. Karakteristik Penelitian Kualitatif Karakteristik penelitian kualitatif dikemukakan ber- beda-beda oleh para ahli. Namun sebenarnya hal tersebut tidak dipandang sebagai sebuah perbedaan yang saling menyalahkan atau saling klaim kebenaran dan keunggulan pendapat. Karena pada dasarnya perbedaan tersebut saling melengkapi antara yang satu dengan yang lainnya. Sharan B. Merriem (2009) misalnya mengemukakan: “A central characteristic of quailtative research is that individual construct reality in interaction with their social world.” – Karakteristik utama dari penelitian kualitatif adalah individu membangun realitas dalam interaksi dengan dunia sosial mereka (yang diteliti).


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 7 Dalam penelitian kualitatif, peneliti harus mampu memasuki realitas sosial objek yang diteliti. Jika ia meneliti tentang sekolah, ia harus memasuki dunia sekolah itu. Jika ia meneliti tentang pesantren, ia dituntut untuk memasuki realita kehidupan pesantren. Jika ia hendak meneliti perilaku seorang tokoh, ia harus ikut serta dalam realita sosial kehidupan tokoh yang diteliti, dan seterusnya. Hal ini dimaksudkan agar peneliti dapat melakukan pengamatan secara langsung, utuh dan me- nyeluruh terhadap objek penelitian. Berbeda dengan pendapat Miles dan Huberman dalamGray (2009) yang mengemukakan empat karakteristik peneliti- an kualitatif, yaitu: (1)It is conducted through intense contact within a ‘field’ or real life setting; (2) The researcher’s role is gain a ‘holistic’ or integrated overview of the study, including the perceptions of participants; (3) Themes the emerges fromthe data are often reviewed with informants for verification; (4) The main focus of research is to understand the ways in which people act and account for their actions. Keempat karakteristik penelitian kualitatif perspektif Miles dan Huberman di atas dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut: 1. Penelitian kualitatif bersifat intensif. Penelitian kualitatif tidak seharusnya dilakukan dengan setengah hati. Melain- kan harus dilakukan melalui hubungan intensif dengan yang diteliti. Yaitu melaksanakan penelitian dengan sungguh-sungguh di lapangan (lokasi penelitian), guna memperoleh hasil yang maksimal. Hal tersebut dilakukan dengan menjaga harmonisasi hubungan dengan yang diteliti ataupun dengan para partisipan dan informan sebagai sumber data. 2. Penelitian kualitatif bersifat holistik. Peneliti dituntut untuk sedapat mungkin memperoleh data secara holistik


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 8 Penelitian Kualitatif atau menyeluruh. Peneliti tidak memandang data yang ia peroleh sebagai sesuatu yang terpisah melainkan sebagai sesuatu yang memiliki kesatuan antara data yang satu dengan lainnya. 3. Penelitian kualitatif bersifat verifikatif. Artinya data yang telah diperoleh harus senantiasa diulas dan dirundingkan dengan para informan untuk diverifikasi atau dicek. Menurut Moleong (2013) hal ini disebabkan oleh beberapa hal; pertama, susunan dari merekalah (informan) yang akan diangkat oleh peneliti. Kedua, hasil penelitian ber- gantunng pada hakikat dan kualitas hubungan antara pen- cari (peneliti) dengan yang dicari (yang diteliti). Ketiga, konfirmasi hipotesis kerja akan menjadi lebih baik verifikasinya apabila diketahui dan dikonfirmasikan oleh orang-orang yang ada kaitannya dengan yang diteliti. 4. Penelitian kualitatif memiliki fokus utama yaitu memahami tindakan seseorang dan pertanggungjawabannya atas tindakan itu. Dalam penelitiannya, peneliti tidak sekedar mengamati perilaku objek semata. Melainkan ia dituntut untuk memahami perilaku tersebut, dengan meminta infor- masi pertanggungjawaban atau alasan terhadap perilaku tersebut. Jadi seorang peneliti kualitatif tidak sekadar me- minta informasi lalu membenarkannya langsung, namun lebih dari itu peneliti harus mengetahui dan memahami motif di balik perilaku subjek atau jawaban pertanyaan dari informan. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan data yang berkualitas. Demikian pula Klenke (2008) dalam bukunya “Qualitative Research in The Study Leadership” memaparkan empat karakteristik penelitian kualitatif: (1)Qualitative research is predominantly inductive and conducted in natural-settings; (2) In qualitative research, sample size does matter; (3)


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 9 Qualitative data are derived from the participants perspective; (4) Qualitative design are flexible (reflexive) and can, and should be changed to match the dynamics of the evolving research process. Dari pemaparan Klenke di atas dapat diuraikan secara sederhana bahwa penelitian kualitatif memiliki empat karakteristik dalam pandangannya yaitu: 1. Data lebih dominan dianalisis secara induktif dan pe- nelitian dilakukan dalam kondisi alamiah (natural setting). Analisis induktif digunakan dalam penelitian kualitatif karena beberapa alasan. Pertama, proses induktif lebih dapat menemukan kenyataan-kenyataan penelitian sebagai yang terdapat dalam data. Kedua, analisis induktif lebih dapat membuat hubungan peneliti-responden menjadi eksplisit, dapat dikenal dan akuntabel. Ketiga, analisis demikian lebih dapat mengurai latar secara penuh dan dapat membuat keputusan- keputusan tentang dapat-tidaknya pengalihan kepada suatu latar yang lain. Keempat, analisis induktif lebih dapat me- nemukan pengaruh bersama yang mempertajam hubungan- hubungan. Kelima, analisis demikian dapat memperhitungkan nilai-nilai secara eksplisit sebagai bagian dari struktur analitik (Endraswara, 2006). Di samping itu, sifat dasar penelitian kualitatif adalah berlatar alamiah (natural setting). Penelitian dilakukan tanpa ada rekayasa sedikit pun dari peneliti. Peneliti benar-benar secara alami memasuki dunia yang ditelitinya. Peneliti datang ke lokasi penelitian dan berbaur alami dengan objek penelitian. Ia mengobservasi, merekam, memotret, dan membuat catatan- catatan lapangan dalam kondisi alami sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan. Inilah yang diistilahkan oleh Merriemdengan construct reality (membangun realitas) – sebagaimana


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 10 Penelitian Kualitatif yang dijelaskan diawal pembahasan “karakteristik penelitian kualitatif” ini. 2. Dalam penelitian kualitatif, ukuran sampel tidak terlalu dipedulikan. Dalam Penelitian kualitatif tidak tepat untuk mem- perkirakan jumlah sampel. Pentingnya ukuran sampel dalampenelitian kualitatif benar-benar tidak relevan. Karena betapa banyak orang yang akan diwawancarai dengan jumlah pertanyaan dan tingkat keluangan informan yang tidak terjamin. Oleh karena itu ukuran sampel bukan menjadi hal yang utama, karena yang paling ditekankan adalah kekayaan dan kualitas informasi. 3. Data kualitatif berdasarkan perspektif partisipan atau informan (subyektif) Penelitian kualitatif merupakan aktifitas menggali makna yang diteliti berdasarkan perspektif partisipan. Di mana subjek membangun atau menyusun makna berdasarkan proses pendeskripsian makna yang disusun subjek. Oleh karena itu riset kualitatif bersifat subjektif. Sarwono (2011) menjelaskan mengapa penelitian kualitatif bersifat subjektif?. Menurutnya, riset kualitatif menggambarkan suatu masalah atau kondisi dari sudut pandang individu-individu yang mengalaminya. Pemilih- an individu-individu tersebut didasarkan pada kekayaan infor- masi mereka dalam kaitannya dengan masalah yang sedang dikaji.


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 11 4. Desain kualitatif bersifat fleksibel (refleksif) dan dapat, bahkan harus diubah agar sesuai dengan dinamika proses perkembangan penelitian. Desain penelitian kualitatif tidaklah bersifat baku. Kenyataannya, hal ini berimplikasi pada tidak adanya format atau sistematika baku dalam penulisan proposal penelitian. Sebagaimana fakta yang terjadi di masing-masing perguruan tinggi (PT), sistematika penulisan proposal antara PT yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda, walaupun ada bagian- bagian pokok yang harus ada. Sebagaimana yang tercermin dari penamaannya yaitu “kualitatif”, maka maksud penelitian ini adalah untuk me- nemukan data dan informasi yang berkualitas. Untuk men- dapatkan data-data berkualitas tersebut, maka penelitian kualitatif diformat dalam bentuk yang fleksibel, yaitu terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan masalah yang terus ber- kembang dengan data yang bervariasi di luar dugaan peneliti. Oleh karena itu ada beberapa alasan yang dikemuka- kan oleh Moleong mengenai “mengapa desain kualitatif ber- sifat fleksibel?”yaitu: pertama, tidak dapat dibayangkan se- belumnya tentang kenyataan-kenyataan jamak, biasa dilapang- an; kedua,tidak dapat diramalkan sebelumnya apa yang akan berubah, karena hal itu akan terjadi dalam interaksi antara peneliti dengan kenyataan; ketiga, bermacam-macam sistemnilai yang terkait berhubungan dengan cara yang tidak dapat diramalkan. Lebih rinci Jones, Brown dan Holloway (2013) menjelaskan dalam bukunya “Qualitative Research in Sport and Physical Activity”. bahwa: “the essential traits of qualitative explain its character, they are:flexibility, coherence and consisitency, priority of data, context sensitivity, Thick description, Immersion in the setting (natural setting),


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 12 Penelitian Kualitatif Insider/outsider perspectives, Reflexivity and ‘critical subjectivity’. –Menurut mereka karakteristik penelitian kualitatif meliputi: fleksibilitas, koherensi dan konsisten, prioritas data, sensitivitas konteks, deskriptif, alamiah (natural setting), insider/outsider perspektif, refleksif dan subjektif. ---------------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------------- D. Perbedaan Antara Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Pada dasarnya penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat dibedakan melalui tinjauan tiga aspek yaitu perbedaan Karakteristik penelitian kualitatif menurut beberapa ahli


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 13 aksioma, proses penelitian dan karakteristik penelitian. Penjelasan dari aspek-aspek tersebut, berikut ini: 1. Perbedaan dari segi aksioma Aksioma dapat dipahami sebagai pandangan dasar di awal penelitian yang meliputi sifat realitas, hubungan peneliti dengan yang diteliti, hubungan antar variabel, kemungkinan generalisasi dan nilai. Lebih detail dapat dilihat dalam tabel berikut ini: No. Aksioma Kualitatif Kuantitatif 1 Sifat realitas Realitas dipandang abstrak karena menghendaki makna dibaliknya, dan belum dapat dikategorisasi karena bersifat holistik dan dinamis. Realitas dipandang konkrit, dapat dikategorisasi menurut jenis, warna, bentuk dan sebagainya. 2 Hubungan peneliti dengan yang diteliti Dependen: penelitian bergantung pada hubungan antara peneliti dengan yang diteliti dan atau narasumber atau informan. Independen: peneliti tidak mengenal respondennya 3 Hubungan antar variabel Variabel lebih interkatif (saling mempengaruhi) Variabel lebih bersifat klausal atau hubungan


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 14 Penelitian Kualitatif sebab akibat antara variabel inpenden dan dependen 4 Kemungkinan generalisasi Lebih menekankan kedalaman informasi, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan generalisasi Lebih menekankan pada keluasan informasi dari banyak populasi dengan jumlah sampel terbatas, sehingga hasilnya dapat digeneralisasi terhadap populasi lainnya 5 Nilai Bebas nilai Terikat nilai karena senantiasa berinteraksi dengan narasumber Perbedaan kualitatif & kuantitatif daris segi aksioma Sumber: Sugiyono (2013) telah dimodifikasi 2. Perbedaan dari segi proses penelitian Tidak hanya berbeda dari segi aksioma, penelitian kualitatif dan kuantitatif juga berbeda dari segi proses. Untuk lebih jelasnya, perbedaan proses tersebut dapat dilihat pada skema berikut ini:


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 15 Identifikasi masalah KUALITATIF KUANTITATIF Fokus masalah Merumuskan masalah 1) Pengkajian teori; 2) Menentukan metode penelitian Studi pendahuluan: melalui fakta empiris dan penguasaan teori Merumuskan masalah:sesuai penemuan dalam studi pendahuluan Membuat hepotesis masalah 1) Menentukan metode penelitian 2) Membuat instrument pengujian hepotesis Menyebarkan instrument penelitian Pengumpulan data hasil pengujian hepotesis Analisis data Interpretasi data Pengumpulan data: observasi, wawamcara, dokumentasi, analisis teks Analisis data Interpretasi data Penemuan Hasil pengujian hepotesis


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 16 Penelitian Kualitatif 3. Perbedaan dari segi karakteristik penelitian Pada pembahasan sebelumnya telah dipaparkan pendapat para ahli mengenai karakteristik penelitian kualitatif, namun pada bagian ini akan dipaparkan perbedaan karakteristik antara penelitian kualitatif dan kuantitatif secara lebih jelas dan komprehensif, yang dapat dilihat dalam tabel berikut ini: No. Karakteristik Kualitatif Kuantitatif 1 Desain 1. Bersifat umum 1. Spesifik, rinci 2. Permasalahan bersifat fleksibel, tentatif, 2. Permasalahan bersifat permanen sejak awal 3. Dinamis 3. Stagnan mengikuti permasalahan 2 Tujuan 1. Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif 1. Menunjukkan hubungan antar variabel 2. Meneliti fenomena yang kompleks dan holistic 2. Menguji teori dalam bentuk hipotesis 3. Menemukan pemahaman mendalam sehingga memungkinkan diperoleh teori baru 3. Menjeneralisa si secara prediktif


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 17 3 Teknik penelitian 1. Observasi partisipatif 1. Eksprimen, survey 2. Wawancara mendalam 2. Kuesioner 3. Dokumentasi 3. Observasi dan wawancara terstruktur 4 Instrument penelitian 1. Peneliti sendiri 1. Test, angket, draf wawancara terstruktur 2. Buku catatan lapangan, handycam, kamera, tape recorder dan sebagainya. 2. Instrumen yang telah dibuat sendiri oleh peneliti 5 Data 1. Deskriptif, naratif 1. Kuantitatif, numerik 2. Dokumen pribadi, catatan lapangan; ungkapan dan tindakan narasumber, transkrip, artefak 2. Hasil pengukuran variabel dioperasional kan dengan menggunakan instrument 3. Random/acak : memilih papulasi secara acak untuk dijadikan sampel 6 Sampel 1. Kecil 1. Besar 2. Tidak harus 2. Repsentatif


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 18 Penelitian Kualitatif repsentatif 3. Purposive, snowball 3. Sedapat mungkin random 4. Dinamis: diharapkan memperoleh pemahaman yang mendalam 4. Permanen: ditentukan sejak awal penelitian 7 Analisis 1. Induktif 1. Deduktif 2. Menggunakan tema, teori, pola tertentu. 2. Menggunakan statistic 3. Proses analisis dari sejak awal penelitian hingga akhir penelitian, terus menerus 3. Proses analisis setelah pengumpulan data 8 Hubungan dengan responden/infor man 1. Intraktif, empati, akrab, tanpa jarak 1. Berjarak, bahkan tanpa kontak 2. Hubungan jangka panjang 2. Jangka pendek 3. Antara peneliti dan informan lebih egaliter 3. Peneliti terkesan lebih tinggi 9 Usulan desain 1. Singkat 1. Spesifik 2. Literatur bersifat tentative 2. Literatur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel yang diteliti 3. Prosedur 3. Prosedur


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 19 bersifat umum spesifik dengan langkahlangkah yang rinci 4. Masalah bersifat tentatif 4. Masalah dirumuskan secara permanen 5. Tidak ada perumusan hepotesis 5. Memiliki rumusan hipotesis yang jelas 6. Fokus utama ditetapkan setelah diperoleh data awal di lapangan 7. Ditulis secara rinci dan jelas sebelum melakukan penelitian 10 Kapan penelitian dianggap selesai? Setelah tidak ada lagi data yang dianggap baru Setelah semua data yang direncanakan di awal penelitian terkumpul 11 Kepercayaan terhadap hasil penelitian Pengujian kredibilitas proses dan hasil penelitian Pengujian validitas dan realibilitas instrument Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif dari segi karakteristik Sumber: Sugiyono (2012) telah dimodifikasi


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 20 Penelitian Kualitatif E. Kegunaan Penelitian Kualitatif Kualitatif dan kuantitatif merupakan dua model pen- dekatan penelitian yang umum digunakan. Sehingga barangkali muncul pertanyaan dalam diri kita, pendekatan mana yang paling ilmiah? Tentu di antara kedua pendekatan penelitian tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung kapan, di mana dan dalam kondisi apa ia digunakan. Penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat diibaratkan seperti kunci yang berbeda, sedangkan masalah penelitian dapat diibaratkan se- perti pintu. Tentunya pintu akan terbuka bila sesuai dengan kunci yang digunakan. Demikian pula masalah akan terurai, terjawab bila sesuai dengan pendekatan penelitian yang di- gunakan. Oleh karena itu peneliti harus mengetahui kapan dirinya akan menggunakan penelitian kualitatif atau kuantitatif. Sugiyono (2012) menyebutkan mengenai kapan pe- nelitian kualitatif digunakan, yaitu sebagai berikut: 1. Bila masalah penelitian belum jelas, masih bias bahkan gelap Salah satu karakteritik penelitian kualitatif adalah peneliti berangkat dari kondisi kosong tanpa masalah. Per- masalahan belum dapat dideteksi secara rinci. Ibaratnya seseorang yang hendak diajak pesiar ke suatu lokasi yang pertama kali ia kunjungi. Ia hanya diberitahu mengenai lokasi pesiarnya, namun tidak dijelaskan mengenai keadaan, situasi dan kondisi lokasi tersebut. 2. Untuk memahami makna di balik data yang nampak Kejadian, peristiwa atau perilaku yang nampak sering- kali tidak dapat dimaknai dan difahami secara kasat mata, namun harus diteropong secara kualitatif melalui kegiatan semisal wawancara mendalam, observasi, dokumentasi. Me-


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 21 lalui kegiatan tersebut peneliti dapat mengetahui motif kejadian, peristiwa maupun perilaku tersebut. Misalnya siswa bersaf rapi setiap shalat zuhur berjamah di mushalla sekolah. Kondisi yang demikian bisa saja diklaim secara kuantitatif sebagai sebuah kegiatan yang telah berhasil membentuk karakter siswa. Namun, mungkin secara kualitatif tidak demikian, bisa saja siswa melakukan hal tersebut karena takut kepada gurunya, atau ingin dipuji dan sebagainya. 3. Untuk memahami interaksi sosial Interaksi sosial merupakan persoalan yang sangat kompleks. Persoalan sangat mungkin diurai secara tuntas dan konprehensif dengan metode kualitatif, misalnya peneliti berpartisipasi aktif dalam observasi dan melakukan wawancara secara mendalam, sehingga dapat ditemukan pola interaksi yang jelas antara satu masalah (fenomena, gejala, peristiwa, perilaku dan lain-lain) dengan masalah (fenomena, gejala, peristiwa, perilaku) lainnya. 4. Untuk memahami perasaan orang Perasaan seseorang yang meliputi bahagia, susah, marah, khawatir, sedih, terharu dan sebagainya hanya dapat diketahui dengan secara holistik-konprehensif melalui pen- dekatan kualitatif seperti wawancara mendalam. Sebab, perasaan dapat dideskripsikan secara luas, detail dan mendalamoleh subjek atau informan hanya melalui wawancara. 5. Untuk mengembangkan teori Penelitian kualitatif sangat cocok digunakan untuk mengembangkan teori yang dibangun berdasarkan data yang diperoleh di lapangan melalui survei awal dan telaah literatur. Melalui dua kegiatan tersebut peneliti dapat menemukan teori


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 22 Penelitian Kualitatif yang sudah ada secara praktis di lapangan dan secara teoretis dalam literatur, selanjutnya dikembangkan atau bahkan dapat melahirkan teori baru. 6. Untuk memastikan kebenaran data Menggunakan teknik pengumpulan data kadang- kadang tidak dapat menjawab permasalahan penelitian dengan pasti. Maka penelitian kualitatif merupakan pilihan yang tepat untuk mendapatkan kualitas data yang dapat diyakini ke- benarannya. Sebab dalam penelitian kualitatif, peneliti dapat memastikan kebenaran atau tingkat validitas data-data yang dikumpulkan dan diuji keabsahannya melalui triangulasi. 7. Untuk meneliti sejarah perkembangan Dalam penelitian yang berhubungan dengan sejarah, penelitian kualitatif dilengkapi dengan teknik pengumpulan data yang efektif yaitu dokumentasi dan wawancara. Kedua teknik tersebut bila digunakan dengan baik dapat mengurai perkembangan sejarah yang diteliti lebih detail, holistik, saling berkaitan dan sambung menyambung. Selain ketujuh kegunaan penelitian kualitatif di atas, Moleong (2013) juga menyajikan lebih rinci mengenai ke- gunaan penelitian kualitatif sebagai berikut: 1. Pada upaya pemahaman penelitian perilaku dan penelitian motivasional; 2. Untuk penelitian konsultatif; 3. Memahami isu-isu rumit suatu proses; 4. Memahami situasi rinci tentang situasi dan kenyataan yang dihadapi seseorang; 5. Untuk memahami isu-isu yang sensitive; 6. Untuk keperluan evaluasi;


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 23 7. Untuk meneliti latar belakang fenomena yang tidak dpat diteliti melalui penelitian kuantitatif; 8. Digunakan untuk meneliti tentang hal-hal yang berkaitan dengan latar belakang subjek penelitian; 9. Digunakan untuk lebih dapat memahami setiap fenomena yang sampai sekarang belum banyak diketahui; 10. Digunakan oleh peneliti dengan maksud untuk meneliti sesuatu secara mendalam; 11. Dimanfaatkan oleh peneliti yang berminat untuk menelaah sesuatu latar belakang misalnya motivasi, peranan, nilai, sikap, dan persepsi; 12. Digunakan oleh peneliti yang berkeinginan untuk meng- gunakan hal-hal yang belum banyak diketahui ilmu pe- ngetahuan; 13. Dimanfaatkan oleh peneliti yang ingin meneliti sesuatu dari segi proses. F. Keunggulan Penelitian Kualitatif Adapun keunggulan metode penelitian kualitatif di- banding kuantitatif secara umum dapat diuraikan sebagai berikut: Pertama, penelitian kualitatif lebih memungkin lahir- nya teori baru. Sebab prosedur pelaksanaannya sangat meng- andalkan data empiris lapangan yang dikuatkan oleh teori-teori yang sudah ada. Juga cara kerja penelitian kualitatif lebih mengedepankan konseptualisasi yang dihasilkan dari data (induktif). Kedua,lebih memungkin untuk menguak makna- makna subyektifitas sosial yang tersembunyi, seperti hal-hal yang berkaitan dengan masalah nilai, agama atau pun ke- budayaan. Sebab, tidak semua fakta sosial dapat diidentifikasi secara kuantatif.


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 24 Penelitian Kualitatif


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 25 Bagian 2 PROPOSAL DAN LAPORAN HASIL PENELITIAN KUALITATIF A. Proposal Penelitian 1. Definisi dan Manfaat Proposal Penelitian Setelah melalui tahapan-tahapan pra-penelitian yaitu identifikasi masalah, fokus masalah dan merumuskan judul, maka langkah selanjutnya adalah membuat proposal penelitian sebagai langkah profesional dalam melakukan penelitian ilmiah. Artinya untuk melakukan penelitian dari awal hingga akhir dengan hasil yang maksimal dibutuhkan manajemen yang tepat untuk mengelola sebuah penelitian. Karena bagaimana- pun penelitian yang tidak dimanaj dan tidak memiliki perencanaan akan menjadikan proses penelitian tersebut amburadul bahkan tidak selesai. Moleong (2013) mengamini proposal penelitian se- padan dengan istilah “research design” – desain penelitian - sebagaimana istilah yang banyak digunakan dalam literatur penelitian. Ada juga yang mengistilahkan proposal penelitian sebagai “usulan penelitian”. Namun baik istilah “research design” maupun “usulan penelitian” pada dasarnya me- ngandung pengertian proses perencanaan penelitian. Sehigga penulis memahami bahwa proposal penelitian merupakan perencanaan penelitian yang memuat tahapan-tahapan sistemik


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 26 Penelitian Kualitatif dan prosedur pelaksanaannya, yang ditulis oleh peneliti untuk dijadikan acuan atau pedoman dalam melaksanakan penelitian di lapangan. Namun dalam konteks penelitian yang lebih khusus yaitu kualitatif yang bersifat fleksibel dan dinamis yang memiliki kemungkinan besar untuk mengalami perubahan dan perombakan, sangat tepat apa yang dikatakan oleh Moleong bahwa penelitian adalah usaha merencanakan dan menentukan segala kemungkinan dan perlengkapan yang diperlukan dalamsuatu penelitian kualitatif. Jadi menurutnya proposal yang ditulis dalam penelitian kualitatif bukanlah harga mati. Apa yang ada di dalamnya merupakan kemungkinan-kemungkinan yang akan dilakukan di lapangan, dan bila tidak memungkin- kan maka akan dilakukan revisi dan digantikan dengan ke- mungkinan lainnya. Penelitian kualitatif dengan karakteristiknya yang fleksibel dan dinamis, memiliki implikasi terhadap sistematika dan konten proposal. Di mana proposal penelitian sangat me- mungkinkan untuk mengalami perubahan berupa penambahan maupun pengurangan rumusan masalah, perubahan teknik pengumpulan data, perubahan metode dan analisis data, dan sebagainya, tergantung tuntutan objek dan kebutuhan serta kemampuan peneliti sendiri. Lain halnya dengan penelitian kuantitatif yang memiliki karakteristik jelas dan spesifik, maka konsekuensinya adalah proposal harus dibuat secara jelas dan spesifik pula sebelum memulai penelitian. Sehingga dapat dikatakan bahwa proposal penelitian kuantitatif merupakan panduan permanen yang harus dilaksanakan sesuai prosedur dan tahapan penelitian yang telah dibuat. Jika peneliti dari awal telah menentukan masalah “A”, maka rumusan masalah, tujuan penelitian, teknik pengumpulan data, dan sebagainya haruslah “A” baik dalam proposalnya maupun dalam pelaksanaannya di lapangan. Oleh karena itu baik menggunakan metode penelitian


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 27 kualitatif atau kuantitatif, keberadaan proposal sangatlah esensi demi mengendalikan penelitian yang efektif sesuai tujuan penelitian dan efisien sesuai dengan waktu, biaya dan tenaga. Zuhriah (2006) menjelaskan bahwa dengan adanya proposal penelitian, peneliti akan memiliki panduan yang jelas mengenai apa yang akan dilakukan, menghemat tenaga dan waktu, karena dengan proposal tersebut kekeliruan diharapkan dapat diminimalisasikan, dan orang lain akan mengikuti secara jelas jalannya penelitian yang akan dilakukan. Di samping itu, ia juga menjelaskan bahwa manfaat lain dari penyusunan proposal adalah peneliti dapat melakukan evaluasi terus me- nerus terhadap apa yang dilakukan serta melakukan modifikasi dan pengembangan jika diperlukan. Barangkali proposal dapat dikatakan sebagai sebuah peta untuk menelusuri jalannya penelitian agar tidak tersesat dan sampai pada tujuan yaitu menemukan jawaban atau solusi dari masalah yang diteliti. 2. Sistematika Penyusunan Proposal Tidak ada standar yang pasti tentang sistematika penyusunan proposal penelitian. Struktur ini tergantung dari universitas/institusi dimana Anda belajar/bekerja, area peneliti- an, jenis penelitian (kuantitatif, kualitatif, mixed method). Dengan kata lain, dalam menyusun proposal penelitian, tidak ditemukan sistematika baku dalam penulisan proposal baik kualitatif maupun kuantitatif. Hal tersebut dapat dilihat dari sistematika penyusunan proposal sebuah lembaga penelitian yang satu dengan lainnya berbeda, antara perguruan tinggi (PT) “X” dengan PT “Y” berlainan, dan antara sponsor “A” dengan sponsor “B” juga demikian. Namun ada bagian-bagian pokok yang tidak boleh hilang, yang harus tertera dalam proposal penelitian. Dan perlu diketahui bahwa letak perbedaan nyata antara penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat dilihat dari


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 28 Penelitian Kualitatif judulnya dan beberapa istilah khusus dalam masing-masing penelitian. Misalnya dalam penelitian kuantitatif dikenal istilah hipotesis sedangkan dalam penelitian kualitatif tidak ada. Oleh karena itu penulis merasa sangat perlu untuk memaparkan beberapa sistematika penulisan proposal kualitatif yang dikutip dari berbagai sumber untuk dijadikan perbanding- an: 1. Menurut Satori dan Komariah (2012) bahwa rumusan sistematika proposal penelitian kualitatif sebagai berikut: I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Fokus Penelitian C. Rumusan Masalah D. Tujuan Penelitian E. Manfaat Penelitian II. STUDI PUSTAKA III.METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian B. Lokasi Penelitian C. Jenis Data Penelitian D. Sumber Data Penelitian E. Teknik Pengumpulan Data F. Teknik Analisis Data G. Keabsahan Data H. Waktu dan Tahapan Penelitian


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 29 2. Sugiyono (2013) merumuskan sistematika penyusunan proposal kualitatif sebagai berkut: I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Fokus Penelitian C. Rumusan Masalah D. Tujuan Penelitian E. Manfaat Penelitian II. STUDI KEPUSTAKAAN A. Teori 1 B. Teori 2 C. Teori 3 dan seterusnya III. PROSEDUR PENELITIAN A. Metode, dan alasan menggunakan metode B. Tempat penelitian C. Instrumen Penelitian D. Sampel Sumber Data E. Teknik Pengumpulan Data F. Teknik Analisis Data G. Rencana Pengujian Keabsahan data IV.ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. Organisasi Penelitian B. Jadwal Penelitian V. BIAYA YANG DIPERLUKAN


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 30 Penelitian Kualitatif 3. Menurut Moleong (2013) bahwa sistematika penyusunan proposal penelitian kualitatif adalah sebagai berikut: Bab I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Fokus Penelitian dan Perumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Paradigma E. Manfaat Penelitian Bab II. ACUAN TEORI A. Acuan Teori (yang berkaitan dengan fokus 1) B. Acuan Teori (yang berkaitan dengan fokus 2) C. Acuan Teori (yang berkaitan dengan fokus selanjutnya) Bab III. METODOLOGI PENELITIAN A. Deskripsi Latar, Sumber Data, Satuan Kajian, dan Entri B. Metode/Teknik Penelitian C. Data dan Sumber Data D. Prosedur Pengumpulan Data E. Analisis Data F. Pemeriksaan Keabsahan Data 4. Adapun sistematika penyusunan proposal penelitian kualitatif menurut penulis adalah sebagai berikut: Bab I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Fokus Penelitian C. Rumusan Masalah D. Tujuan Penelitian E. Manfaat Penelitian F. Penelitian yang Relevan


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 31 Bab II. KAJIAN PUSTAKA Bab III. METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian B. Tempat dan Waktu Penelitian C. Teknik Pengumpulan Data D. Analisis Data E. Pemeriksaan Keabsahan Data B. Laporan Penelitian 1. Jenis dan Manfaat Laporan Penelitian Laporan penelitian merupakan karya ilmiah yang ditulis secara sistematis setelah rangkaian proses penelitian dianggap berakhir. Penulis melaporkan secara tertulis me- ngenai hasil yang diperoleh dalam penelitian yang dilakukan- nya. Laporan penelitian memiliki ragam jenis dan manfaat. Di antaranya yaitu: Pertama, laporan penelitian untuk keperluan aka- demis, yaitu laporan yang dibuat oleh mahasiswa di tingkat pendidikan tinggi. Laporan penelitian dalam hal ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu: skripsi bagi S1, tesis bagi S2, dan disertasi bagi S3. Ketiga jenis laporan tersebut merupakan tugas akhir yang wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa di bawah bimbingan dosen yang telah ditentukan. Kedua, laporan penelitian untuk keperluan publikasi ilmiah, yaitu laporan penelitian yang ditulis untuk dimuat dalam jurnal ilmiah. Bentuk laporan penelitian ini tidak seluas laporan penelitian untuk keperluan akademis di perguruan tinggi. Biasanya penelitian ini dilakukan oleh kalangan dosen di bawah otoritas lembaga penelitian universitas/institut atau fakultas. Ketiga, laporan penelitian untuk keperluan peng- ambilan kebijakan dan evaluasi. Dalam hal ini laporan


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 32 Penelitian Kualitatif penelitian merupakan hasil dari penelitian yang disponsori oleh institusi tertentu. Misalnya pemerintah ingin memutuskan sebuah kebijakan atau hendak mengevalusi kebijakannya, maka ia akan mensponsori untuk meneliti mengenai kebijakan tersebut. Demikian pula yang dilakukan oleh perusahaan- perusahaan swasta untuk keperluan bisnis dan sebagainya, seperti penelitian respon masyarakat terhadap suatu produk dan lain-lain. 2. Sistematika Laporan Penelitian Sistematika laporan penelitian sebenarnya tidaklah baku. Hal tersebut tergantung pada lembaga penyelenggara penelitian seperti apa yang dikehendaki. Namun secara umumlaporan penelitian memiliki standar minimal yang ditentukan oleh penyelenggara penelitian, yang tertuang dalam buku pedoman penulisan skripsi, tesis maupun disertasi. Laporan penelitian biasanya tersusun dari sejumlah bab yang di- sesuaikan dengan pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan. Khusus dalam laporan penelitian kualitatif, biasanya sistematika laporan penelitian sekurang-kurangnya memuat lima bab, yaitu: Bab I : Pendahuluan Bab II : Kajian Pustaka Bab III: Metodologi Penelitian Bab IV: Data Temuan dan Pembahasan Bab V : Simpulan dan Saran (masing-masing bab di atas memuat sub-sub bab yang disesuai dengan kebutuhan peneliti). Menurut Moleong (2013), kerangka (sistematika) laporan penelitian tersusun dari: Bab I : Latar Belakang, Masalah, dan Tujuan Penelitian


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 33 A. Latar Belakang Masalah B. Masalah dan Pembatasan Masalah C. Tujuan, Kegunaan, dan Prospek Penelitian Bab II : Acuan Teori Bab III: Metodologi Bab IV: Penyajian Data Bab V : Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Bab VI: Kesimpulan Menurut Sugiyono (2013) sistematika penulisan laporan penelitian sebagai berikut: Bab I : Pendahuluan Bab II : Landasan Teori Bab III: Prosedur Penelitian Bab IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan Bab V : Kesimpulan dan Saran Sistematika penulisan di atas merupakan isi pokok dari laporan penelitian. Namun lebih detail sistematika pe- nulisan laporan memuat tiga bagian yaitu: Bagian pertama: bukan termasuk isi laporan, namun lebih menerangkan isi laporan secara umum yang terdiri dari: 1. Sampul Laporan Penelitian; sampul dalam dan luar yang berisi judul penelitian, logo lembaga, nama peneliti dan nama institusi/lembaga penyelenggara penelitian; 2. Halaman pernyataan keaslian karya ilmiah; 3. Halaman pengesahan jika sudah disetujui oleh pem- bimbing; 4. Kata pengantar; 5. Abstraksi; dan 6. Daftar isi. Bagian kedua: isi laporan penelitian, dan Bagian ketiga: Lampiran penelitian (jika ada)


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 34 Penelitian Kualitatif


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 35 Bagian 3 TOPIK, IDENTIFIKASI MASALAH& JUDUL PENELITIAN A. Topik 1. Definisi Topik Dalam setiap penelitian ilmiah, langkah yang paling awal dilakukan oleh peneliti adalah menentukan topik. Pe- milihan topik sebagai langkah awal memiliki implikasi ter- hadap tahapan-tahapan penelitian selanjutnya, seperti pe- nentuan masalah, merumuskan judul, latar latar belakang, rumusan masalah, menentukan literatur atau bahan bacaan, metode penelitian dan pengumpulan data. Topik, secara bahasa, berasal dari bahasa Inggris yaitu topic yang diterjemahkan menjadi pokok pembicaraan (Echols & Shadili, 1988). Dalam Kamus Bahasa Indonesia (2008), topik dimaknai (1) Pokok pembicaraan diskusi, ceramah, karangan dan sebaginya; (2) Hal yang menarik perhatian umumpada waktu akhir-akhir ini atau bahan pembicaraan. Jadi, bila merujuk kepada pemaknaan-pemaknaan tersebut, dapat di- simpulkan bahwa topik dalam konteks penelitian dapat di- pahami sebagai isu atau tema sentral yang aktual dalamberbagai aspek kehidupan manusia, meliputi agama, sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sebagainya.


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra 36 Penelitian Kualitatif Topik-topik tersebut merupakan sesuatu yang menarik minat masyarakat untuk dibicarakan, didiskusikan dan ditulis. Se- makin sering dibicarakan, topik tersebut semakin menarik untuk diangkat menjadi sebuah penelitian. 2. Tips Memilih Topik Dalam penelitian akan dijumpai berbagai topik, tema atau isu aktual, sehingga calon peneliti kadang-kadang merasa bimbang menentukan topik penelitiannya. Hal ini disebabkan oleh berbagai alasan, seperti peneliti berpikir “apakah topik yang telah ia tentukan itu benar-benar menarik untuk dirinya dan orang lain atau tidak?” apakah topik ini sudah sering diteliti atau tidak?” dan sebagainya. Oleh karena itu calon pe- neliti harus menelusuri literatur-literatur yang relevan dengan topik penelitian yang dipilih, berupa buku-buku, jurnal dan hasil-hasil penelitian ilmiah terdahulu, karena dengan cara ini akan banyak ditahu informasi mengenai topik tersebut. Untuk mendapatkan topik yang baik dan layak untuk dilanjutkan menjadi sebuah penelitian, diperlukan beberapa pertimbangan yaitu: a. Topik disesuaikan dengan latar belakang pendidikan; b. Topik yang diangkat benar-benar menarik bagi peneliti sendiri; c. Topik penelitian memuat permasalahan krusial yang urgen untuk diteliti; d. Topik memiliki manfaat signifikan; e. Topik bersifat up to date; f. Permsalahan dalam topik dapat dijangkau oleh tenaga, pikiran dan biaya.


M. Sobry Sutikno & Prosmala Hadisaputra Penelitian Kualitatif 37 3. Cara Praktis Menemukan Topik Memang menemukan topik bukanlah hal yang mudah terutama bagi peneliti pemula. Kadang-kadang calon peneliti pemula merasa bingung mengenai topik yang hendak diangkat dalam penelitian. Oleh karena itu peneliti perlu melatih sen- sitivitas diri agar lebih peka terhadap permasalahan, fenomena, peristiwa dan gejala di tengah-tengah masyarakat. Kepekaan sosial yang dimiliki seseorang memungkinnya untuk meng- update permasalahan-permasalahan yang penting diteliti. Berikut ini akan dipaparkan beberapa langkah atau cara praktis yang dapat dilakukan untuk menemukan topik penelitian yaitu: a. Tentukan aspek penelitian yang Anda minati!, apakah ekonomi, pendidikan, sosial, agama, budaya dan sebagai- nya. b. Buatlah tabel yang memuat: aspek penelitian dan topik! c. Telusuri topik aspek penelitian tersebut dengan meng- gunakan teknik “deteksi sisi hulu hingga hilir”! (Masyhuri & Zainudin, 2008). Misalnya aspek pendidikan, topik hulunya dapat berupa manajemen, kurikulum, belajar dan pembelajaran, dan sebagainya. Jika manajemen, maka topik hilirnya dapat berupa perencanaan, pelaksanaan, dan peng- awasan. Jika kurikulum, sisi hilirnya dapat berupa kuri- kulum berbasis ICT, kurikulum 2013, kurikulum KBK dan sebagainya. Dan jika belajar dan pembelajaran, sisi hilirnya dapat dipetakan menjadi teori pembelajaran, motivasi, pengelolaan kelas, etika belajar dan sebagainya. d. Tulislah topik yang Anda temukan tersebut pada tabel yang telah Anda buat!


Click to View FlipBook Version