bahasa Indonesia,(3) kekagumannya Bangsa Indonesia bagiku mulia
kepada kejayaan bangsa pada masa Terjunjung tinggi pagi dan senja,
kebesaran kerajaan Sriwijaya dan Sajak Syamsiar di langit nirmala
MajapahiJ, dan (4) kecenderungannya Sampaikan malam di hari kelam
kepada persatuan dan kesatuan bangsa Penuh berbimbang cahaya bulan;
untuk memperoleh kebesaran yang hilang Mengapalah mulia,handaidan taulan,
itu. Berikut ini adalah kutipan Indonesia Badan dan nyawa ia pancarkan.
Tumpah Darahku sampai dengan bait ke-5.
Isa adalah nama salah seorang nabi.
Duduk di pintu'tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai Dalam A1 Quran dijelaskan bahwa Isa
Berbuih putih di pasir berderai adalah seorang nabi, rasul, yang
Tampaklah pulau dilautan hijau dilahirkan oleh Mariyam ibunya. Dia
Gunung gemunung bagus rupanya, membawa ajaran monoteisme tentang
Dilingkari air mulia nampaknya;
Tumpah darahku,Indonesia namanya. Tuhan.
Lihatlah kelapa melambai-Iambai Isa, yang bagi umat Kristen adalah
Berdesir bunyinya sesayup sampai Yesus Kristus, dipandang sebagai Allah-
Tumbuh di pantai bercerai berai manusia. Selama hidupnya di dunia Isa
Memagar daratan amor keleliatan; (Yesus) banyak melakukan perbuatan
Dengarlah ombak datang berlagu mukjizat,antara lain menyembuhkan orang
Mengajani bumiayah dan ibu sakit dan membangkitkan orang mati.
Indonesia namanya,tanah airku. Namim,Isa(Yesus)itu sendiri pada akhimya
harus mengakhiri hidupnya melalui kayu
Tanahkuberaraiseberang-menyeberang
Merapung di air malam dan siang salib.Isa(Yesus)dihukum matioleh musxih-
Sebagaitelaga dihiasi kembang
. Sejak malam di hari kelam musuhnya dengan disalib di bukit Golgota.
Sampai purnama terang benderang: Bagi umat Kristen, kematian Isa (Yesus) di
Disanalah bangsaku gerangan kayu salib merupakan upaya penyelamatan
dan penebusan dosa umat manusia.
menompang
Dalam puisi Indonesia modern Isa itu
Selama berteduh di alam nan lapang. cukup banyak diacu. Kisah pengacuan
kepada Isa dalam sajak-sajak Indonesia
Tumpah darah Nusa India tersebutkebanyakan bertolak dari kisah Isa
yang terdapat dalam agama Kristen,
Dalam hatiku selalu mulia sebagaimana yang terdapat dalam puisi
Chairil Anwar berikut (yang ditujukan
Dijunjung tinggi atas kepala kepada NasraniSejati):
Semenjak dirilahir ke bumi
Sampaibercerai badan dan nyawa 141
Karena kita sedarah sebangsa
Bertanah air di-Indonesia.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
Itu Tubuh tersebut Isa ditampilkan sebagaimana yang
terdapat dalam kepercayaan Kristen.
mengucur darah
mengucur darah IsmailMarahiminlahirtanggal23April
rubvih 1934di Medan.Istrinyabemama Hiang
Marahimin, wartawati senior majalah
patah Femina. Marahimin menyelesaikan pendi-
dikannya di IKIP Medan,Jurusan Sastra
mendampar tanya:aku salah? Inggris.Tahun1969-1971 dia memperdalam
kulihat Tubuh mengucur darah studi di Universitas Hawai. Dia bekerja
sebagai dosen di Fakultas Sastra Universi-.
aku berkaca dalam darah tas Indonesia, Jakarta. Sesungguhnya
pekerjaan sebagai pendidik sudah dimu-
terba:yang terang di mata masa lainya ketika dia masih kuliah di IKIP
bertukar rupa ini segera Medan,yaitu sebagai guruSMA.Disamping
itu, dia juga bekerja sebagai editor majalah
mengatup luka pariwisata Indonesia Your Destination dan
aktif menulis berbagai artikel dalam harian
akubersuka Kompas dan majalah Tempo.
Sebagai sastrawan, nama Ismail
itu Tubuh Marahiminbaru mengorbittahun1977ketika
Dewan Kesenian Jakarta mengumumkan
mengucur darah karyanya, Dan Perang pun Usai, sebagai
mengucur darah pemenang Sayembara Mengarang Roman
Dewan Kesenian Jakarta. Menurut pe-
Dalam puisi Chairil Anwar itu Isa ngarangnya, novel tersebut sengaja ditulis
digambarkansebagaimanaIsa yangterdapat untuk mengikutisayembara itu.Dan Perang
dalam kepercayaan Kristen, yaitu Isa yang pun Usai adalah satu-satunya novel yang
ditulisnya."Sayabukanorang yangtekun di
disalib untuk menebus dosa umat manusia. bidang ini. Saya baru menulis kalau kebe-
tulan lagi masa paceklik," demikian
Oleh karena itu,dalam puisi "Isa" tersebut pengakuannya(Berita Mobil,1984).
diungkapkan:itu Tubuh/mengucur darah/
mengucur darah. Novel Ismail Marahimin tersebut
Selain terdapatdalam puisi"Isa"karya kemudian diterbitkan oleh Pustaka Jaya
Chairil Anwar,kisah Isajuga munculdalam tahun 1979 dan beredar di pasaran tahun
puisi "Doa" (Adri Darmadji Woko), 1980.KehadiranIsmail Marahiminsebagai
novelis cukup menarik perhatian kritikus
"Pahlawan Budiman"(PH Joko Pinurbo), sastra,antara lain Sapardi Djoko Damono
"Pada Suatu Bulan yang Cerah"(M.Poppy yang mengatakan bahwa ketika Ismail
Donggo Hutagalung),"NatalPertama:Adam
dan Eva"(Andre Hardjana). "Interferensi
Lonceng-Lonceng Mekanik"(Darmanto
Yatman),"Anak"(Darmanto Yatman),
"Kepada Tanah Air"(Djawastin Hasugian),
dan"Gula-Gula"QossSarhadi).Dalam puisi
142 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
Marahimin dinyatakan sebagai pemenang denganjudul And the War is Over oleh John
sayembara, usianya tidak kurang dari 43 H.McGlynn dankemudian diterbitkanoleh
tahun.Ini suatu perkecualian sebab pada Lousiana State University Presstahun 1986.
umumnya para penulis novel mulai
menerbitkan buku pada usia yang masih Iwan Simatupang adalah sastrawan
sangat muda. Novel pertama Merari
Siregar, misalnya,terbit sebelum usianya tahun 1960-an yang menulis karya-
mencapai 25 tahun, novel pertama Ajip karya yang bersifat inkonvensional
Rosidi terbit sebelum umurnya 20 tahun, sebagai pertanda angin baru dalam ke-
dan novel pertama Pramoedya Ananta susastraan Indonesia. Iwan Simatupang
lahir di Sibolga,Sumatra Utara,tanggal 18
Toer terbit ketika dia berusia 23 tahun. Januari 1928 dengan nama Iwan Martua
DonganSimatupang.Dia dibesarkan dalam
Munculnya novelIsmail Marahimin ketika keluarga Islam.Ayahnya seorang haji yang
usia penulisnya telah 43 tahun ini mem- mengajariIwan membacaQuran.Iwananak
yang cerdas.
buktikan bahwa dalam dunia sastra orang Sebagian masa kecilIwan dilaluinya di
tidak pernah terlambat untuk memulai Aceh,daerah yangdikenalsebagai"Serambi
sesuatu {Tempo,Tahun IX,Januari 1980). Mekah".Kemudian,pada masa remajanya
dia tinggal diSibolga,tempatkelahirannya,
Sementara itu, Nugroho Notosusanto
{Berita Mobil,1984)mengungkapkan bahwa yaitu pusat agama Protestan di Sumatra
masa penjajahan Jepang di Indonesia telah Utara.Iwan Simatupang akhirnya memilih
meninggalkan pengalaman yang tragis. agama Katolik sebagai agamanya sampai
Namun,para jumalis dan sejarawan telah
menerangkandan menganalisismasaituatau akhir hayatnya.
beberapa segi dari masa itu dengan pende- Iwan belajar mengaji A1Quran darior
katan makro,sedangkan Ismail Marahimin
dengan novelnya telah menyentuh kehi- ang tuanya. Kemudian, dia melanjutkan
dupan rakyat kecil di sekitarnya sehingga pelajarannya kesekolahlanjutan diPadang
menggambarkan kehidupan manusia yang Sidempuan.Tahun 1948Iwanberhentidari
sestmgguhnya. sekolah dan masuk pasukan yang ikut ber-
perang melawan Belanda. Dia menjadi
Selain itu, Dan Perang pun Usai juga komandan pasukanTentara RepublikIndo
meraih HadiahSastraPegasus,hadiahsastra nesia Pelajar (TRIP) dan memimpin orga-
yangdisediakanoleh MobilOilCorporation.
Penulisnya mendapatkan hadiah-yang nisasiPemuda Indonesia di Sumatra Utara.
bersifat internasional itu-berupa medali
emas bergambarkan kuda terbahg (Pe Tahim 1949dia ditangkap dan tidak berapa
gasus),sejumlah uang bemilai 2.000 dollar
AS,dan undangan mengimjungi Amerika lama kemudian dibebaskan di Medan.
Serikat dalam rangka memproihosikan
novelnya yang telah diterjemahkan ke Kebebasannya itu digunakannya untuk
dalam bahasa Inggris. Dan Perang pun Usai menyelesaikan studinya di HBS bagian B
diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai extraneus. Setelah tamat dari HBS,
dia melanjutkan pelajarannya ke Fakultas
Kedokteran di Surabaya tahun 1953. Di
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 143
samping berkuliah di FakultasKedokteran, Iwan menulisnaskah novelMerahnya Merah
Iwan juga mempelajari berbagai ilmu,
seperti filsafat, antropologi, sastra, dan dan baru diterbitkan tahun 1968 oleh
agama. Di dalam memasalahkan agama,
Iwan selalu terlibatdalam perdebatan yang Penerbit Djambatan. Tanggal 10 Juni 1961
sengitsehingga halitu dapatmenggoyahkan Iwan menikah dengan Dra.Tanneke Burki.
sendi-sendi kepercayaan Islam yang dite- Mereka memperoleh seorang anak
kuninya sejak kecil. perempuan,Violeta.Akan tetapi,umur per
kawinanitu tidak panjang.Mereka bercerai
Iwan tidak dapatmelanjutkanstudinya
tahun 1964.
ke Fakultas Kedokteran karena tidak tahan
Selain bekerjasebagaidosen pada bebe-
melihatdarah dan taksanggup memotong- rapa perguruan tinggi,diajuga bekerja pada
motong mayat. Dia mencurahkan perha- sebuah perusahaan mobil dan sebagai
tiannya pada bidangbudaya.Kemudian,dia wartawan. Tempat tinggalnya tidak tetap.
pindah ke Jakarta. Dia membaca berbagai Dengan dua orang anaknya,dia menyewa
haltentangkebudayaansehingga tulisannya satu kamar Hotel Salak di Bogor. Dia
banyak dimuat di surat kabar dan majalah, diimdang untuk berceramah dimana-mana.
seperti MimbarIndonesia dan Siasat. Karena kegiatan fisik terlalu banyak,Iwan
menderita penyakit lever.Iwan meninggal
Tahun 1954 Iwan Simatupang mem- dunia tanggal4Agustus 1970 diJakarta.
peroleh beasiswa yang dipergunakannya
untuk mempelajari dan memperluas Iwan Simatupang berkeinginan me-
pengetahuan tentang kebudayaan.Dengan ngembangkan kariernya di dunia sastra,
beasiswa itu dia berangkat ke Eropa.Iwan baik sebagai sastrawan maupun sebagai
memperdalam soal antropologi di Leiden pengamat sastra.Pendidikan Barat banyak
(1956),memperdalam soaldramadiAmster membuka wawasannya dalam duniasastra.
dam(1957),dan memperdalam soalfilsafat Dia mencoba mencaritipe tokoh novel Asia
yang cocok dengan jiwa Asia.Iwan sendiri
di Paris(1958). menyatakanbahwa akusangatsedih apabila
Bulan November1955,Iwanberkenalan tokoh-tokohku itu terlalu bergelimang du
nia Barat. Iwan Simatupang adalah pem-
dengan CorirmeImalda de Gaine(Corry)dan
tanggal2Desember 1955mereka menikah di bawa aliran kesusastraan baru(yang anti-
Amsterdam. Dari perkawinan itu mereka formalisme) ke Indonesia. Berbagai tang-
memperoleh dua oranganak,yaituIno Alda gapan juga datang dari para pengamat
sastra, seperti H. B. Jassin, Wingkay, F.
danion Partibi. Widyastanto,Sapardi Djoko Damono,Harry
Setelah menyelesaikan studinya di Aveling, dan Boen S. Oemarjati. Iwan
Paris, akhir tahun 1958 Iwan Simatupang Simatupangtelah menulisnovel-novelbaru.
bersama istri dan anak-anaknya kembalike Ada empatnovel yang ditulisnya,yaitu(1)
Indonesia. Tahun 1960 Corry meninggal Merahnya Merah(1968),(2)Ziarah(1969),(3)
dunia karena menderita penyakit tipus. Kering(1969),dan(4)Koong(1975).
Kematian Corry itu sangat memukul
Iwanjuga menulisdrama dengan cerita
jiwanya.Iwan menulis novel Ziarah tahim sedih. Dia pemah mendapat penghargaan
1960dan diterbitkan tahun 1969.Tahun 1961
144 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
Hadiah Sastra Asia (Sea Write Award) dari Setamatnya dari HIS Manganitu,
Sulawesi Utara, J. E. Tatengkeng mene-
Thailand atas karyanya yang berjudul ruskan ke Christelijk Middakweekschool
(Sekolah Pendidikan Guru Kristen) di
Ziarah. Bandung, Jawa Barat. Kemudian, Tateng
keng melanjutkan pendidikannya ke
A. Teeuw menyatakan bahwa ba- Christelijk Hogere Kweekschool(Sekolah Mene-
rangkali dialah pengarang Indonesia yang ngah Tinggi Pendidikan Guru Kristen), di
dewasaini mendapatsorotan paling banyak, Solo,Jawa Tengah.Dibangku sekolah inilah
baik oleh pengamat sastra di dalam negeri J. E. Tatengkeng mulai berkenalan dengan
maupun diluar negeri.Walaupun pendapat kesusastraan Belanda dan gerakan Tack-
mengenai karya-karya Iwan tersebut tigers, Angkatan 80 Negeri Belanda, yang
berbeda,dalam satu hal para kritikussepen- kemudian mempengaruhi karya-karyanya,
dapat bahwa novel Iwan telah mengawali seperti sonetanya yang berjudul "Willem
revolusi yang paling terikat di Indonesia. Kloos". Di Solo Tatengkeng juga bekerja
H. B. Jassin mengatakan bahwa Iwan sebagai pemimpin redaksi surat kabar
Simatupang sanggup melukiskan dengan
jernih jalan pikiran tokoh-tokohnya dan Rindoe Dendam.
hakikat masalah-masalah mereka tanpa
selubung-selubung kerahasian yang Setelah menamatkan pendidikan di
menutup-nutupi. HKS Solo (1932), Tatengkeng kembali ke
Sangihe dan bekerja sebagai guru Bahasa
Jr. E.Tatengkeng adalah nama yang Indonesia di HIS Tahuna. Di Sangihe
tidak asing lagi dalam deretan nama Tatengkeng memimpin suratkabar pemuda
penyairAngkatan Pujangga Barn. Dia Kristen Sangihe,Tuwa Kona,dan membantu
alah penyair yang produktif mengeks- beberapa surat kabar umum,seperti Soeara
presikan gagasannya. Nama panjangnya Oemoem (Surabaya), Soeloeh Kaoem Moeda
adalah Jan Engelbert Tatengkeng. Nama (Tomohon),danPemimpin Zaman(Tomohon).
panggilan sehari-harinya adalah Om Jan. Selama bertempat tinggal di Sangihe,
Tatengkeng lahir di Kolongan, Sangihe, Tatengkeng menulis sajak-sajak untuk
dikirim ke majalahPoedjangga BaroediJakarta.
Sulawesi Utara, 19 Oktober 1907 dan Kumpulan puisi, Rindoe Dendam; Seni Jaitoe
Gerakan Soekma, diterbitkan pertama kali
meninggal dunia di Makassar, 6 Maret tahun 1934 oleh penerbit Chr. Drukkeerij,
"Djawi", Solo. Buku kumpulan puisi itu
1968. kemudian diterbitkan kembali (kedua
kalinya)tahun 1974,setelah J. E.Tatengkeng
J. E. Tatangkeng yang beragama meninggaldunia,oleh penerbitPustakaJaya,
Kristen adalah satu-satunya penyair Ang- Jakarta,dengan judul Rindu Dendam.
katan Pujangga Baru yang berasal dariluar
Pulau Sumatra. Ayahnya seorang penginjil Sebagai orang yang berjiwa dinamis,
yang merangkap sebagai kepala sekolah di Tatengkeng tidak hanya bertempat tinggal
Zending,Kepulauan Sangihe Talaud.Puisi- didaerahnya.Beberapa tahun kemudian dia
puisi yang ditulis Tatengkeng lebih banyak
bernuansa lingkungan budaya daerahnya,
yakni warna kekristenan.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
pindah ke Pejati,Sumbawa,iintuk bekerja (Tomohon), Pemimpim Zaman (Tomohon),
sebagai guru di Zendings Standaarschool. Di danPoedjangga Baroe 0akarta).
tempat yang baru ini Tatengkeng tinggal
beberapa tahun saja. Pada tahun 1940 dia Setelah pindah ke Sumbawa dan
kembali ke Tahuna menjabat Kepala mengajar disana,Tatengkengterus menulis.
Schakeschool {Sekolah Dasar'Lima Tahun, Dia mengirimkan tulisannya ke majalah-
sesudah Volkschool 'Sekolah Rakyat'). majalah melalui pos. Selama terjadi perang
Tatengkeng diangkat sebagai Kepala HIS kemerdekaan(1945-1949),J. E. Tatengkeng
Tahuna hinggaterjadi perangkemerdekaan banyak menulis di majalah Boedaja dan Pem-
melawan agresi Belanda. bangoenan. Setelah menetap di Makassar
tahim 1950,dia banyak menulis di majalah
Padazaman perjuangankemerdekaan, Zenith, Siasat, Indonesia, Konfrontrasi, dan
Tatengkeng meninggalkan pekerjaarmyase Sulawesi.Diatidak hanya menulispuisi,tetapi
bagai kepala sekolah, lalu ikut berjuang juga menulis prosa dan drama. Karena
melawan Belanda. Pada masa perjuangan banyaknya karya Tatengkeng dimuatdalam
tersebut J. E. Tatengkeng pemah menjabat Poejangga Baroe, J. E. Tatengkeng tergolong
Menteri Muda Pengajaran (1947), Menteri salah seorang tokoh Pujangga Baru yang
Pengajaran (1948) dan Perdana Menteri ketokohannya dapat disejajarkan dengan
Negara Indonesia Timur(NIT,1949-1950). Sutan Takdir Alisjahbana, Sanusi Pane,
Setelah Indonesia kembali menjadi negara Armijn Pane, Amir Hamzah, dan Asmara
kesatuan,17 Agustus 1950,J. E.Tatengkeng Hadi. Beberapa kritikus sastra Indonesia,
diangkat sebagai Kepala Inspeksi Kebuda- sepertiH.B.Jassin,Ajip Rosidi,dan A.Teeuw
yaanPropinsiSulawesiSelatan diMakassar. memberi komentar tentang J. E.Tatengkeng.
Tatengkeng juga turut serta mendirikan Komentar tersebut berbunp sebagai berikut.
Universitas Hasanuddin,menjadi dosen dan Jika padazamanPoedjangga Baroe itu tidak
pernah menjabat Dekan Fakultas Sastra. ada Amir Hamzah sebagai raja penyair
Pujangga Baru, J. E. Tatengkenglah yang
J. E.Tatengkeng mulai menulis ketika dapat diorbitkan sebagai pengganti Amir
Hamzah.Halitu tidaklainkarenahasilkarya
dia berada dikota Solo,awaltahun 1930-an. J. E. Tatengkeng tidak kalah menariknya
dengan karya para penyair lainnya.
Karyanya dipublikasikan melalui surat
kabar pimpinannya,RindoeDendam.Dikota Pada umumnya penyair Angkatan
Solo Tatengkeng berkenalan dengan Tengku Pujangga Baru memopulerkan ragam puisi
Amir Hamzah yangjuga sama-sama belajar yang lazim disebut oleh Sutan Takdir
di kota itu. Di kota itu pula dia banyak Alisjahbana denganistilah puisi baru,seperti
berkenalan dengan kesusastraan Belanda,
terutama gerakan Tachtigers (Angkatan 80 dalam bentuk soneta, distikon, tersina,
NegeriBelanda).DarikotaSolo kegiatannya kuartren, kuin, sektet, septima, dan oktaf.
itu dilanjutkan sampai ke tanah kelahiran-
nya,Sangihe Talaud tahun 1932.Puisi,esai, J. E.Tatengkeng pun banyak menulis puisi
dan artikel seni sastra dikirimkannya ke dengan bentuk itu. Dia juga memelopori
surat kabar Tuwa Kona (Sangihe), Soeara bentuk puisi yang tata wajahnya atau
Oemoem (Surabaya), Soeloeh Kaoem Moeda tipografinya tidak lazim pada waktu itu.
146 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
Puisi "Lukisan" ditulisnya menyerupai "Lukisan",(5)"Serumpun Bambu",(6)
bentuk segi tiga atau pohon cemara. Puisi "Mencari Kata",(7)"Bulan Terang",(8)"Di
"Kuncup" ditulisnya dengan baris-baris LerengGunung",(9)"Persatuan,(10)"Kusuka
pendek.Kepeloporannya dalam memuncul- Katakan",(11)"Di Bawah Pohon",(12)
kan tifografi segitiga, baris-baris pendek, "Kuncup",(13)"Anakku",(14)"Kusangka",
ataubentuk kerucutbagisebuahsajak,tidak (15)"Diamlah",(16)"Penghiburan",(17)
pernah ada pada zaman sebelum Pujangga "MengapaLagi",(18)"Meremmgkan Nasib",
(19)"KucariJawab",(20)"Sepantun Laut",(21)
Baru. "Nelayan Sangihe",(22)"Perasaan Seni",(23)
"Gadis Belukar",(24)"Mengembara",(25)
Puisi J. E. Tatengkeng yang sudah di- "Kupinta Lagi",(26)"BerikanDakuBelukar",
terbitkan amat banyak,baik yang sudah di- (27)"TempatBerlindxmg",(28)"Ajarkanlah",
bukukan dalam kumpulan puisi Rindoe (29)"Panggilan Pagi Minggu",(30)"Melati"
Dendam,maupun puisi yang dimuat dalam (31)"O,Kata", dan (32)"Rindu Dendam:
majalah antara tahun 1934-1959. Puisinya
yang terbit dalam majalah adalah sebagai AkhirKata".
berikut.MajalahPoedjangga Baroe(1934-1938)
menerbitkan 13 puisi, yaitu "Hasrat Hati", Puisi J. E. Tatengkeng yang dimuat
"Laut","O,Bintang","Petang","Sinar dan dalam buku Tonggak I(Penyusun Linus
Bajang","Sinar di Balik","Tangis","Anak Suryadi A. G.,1987:48-55) berjumlah 10
puisidansemuanya diambildarikumpulan
Kecil","Beethoven","Alice Nahon","Gam- puisiRindu Dendam.Dariinformasiitu dapat
diketahui bahwa keseluruhan puisi yang
baran","Kata-MuTuhan,dan Willem Kloos". dihasilkan J. E. Tatengkeng berjumlah 59
terdiri atas 32 puisi dalam buku Rindu
Majalah Boedaja(1947) menerbitkan 3 puisi, Dendam dan27puisi yangditerbitkan dalam
yaitu "Anak Kecil","Sekarang Ini", dan majalah selama kurun waktu 25 tahun
"Sinar dan Bajang". Majalah Pembangoenan
(1947)menerbitkan3puisi,yaitu"CadisBali", (1934-1959).
"Qua Gadja",dan"Ke Bali". Majalah Zenith Hingga saat ini beberapa peneliti dan
(1951) menerbitkan 3 puisi, yaitu "Aku
Dilukis,"Bertemu Setan",dan"Penumpang kritikus sastra yang menulis ihwal J. E.
KelasI".Majalah Siasat(1952)menerbitkan3 Tatengkeng dan karyanya adalah J. S.
puisi, yaitu "Aku berdjasa,"Tjintaku",dan Badudu(1984:22-23,62,dan 928-951),E.U.
"Mengheningkan Tjipta". Majalah Indonesia Kratz (1988:522), Linus Suryadi A. G.
(1953) menerbitkan satu puisi, yaitu "Aku (1987:48-55), Sutan Takdir Alisjahbana
dan Temanku". Majalah Sulawesi (1959) (1964), Zuber Usman (1957), H. B. Jassin
menerbitkan 2puisi, yaitu "Kepada Dewan (1954 dan 1963), Bakri Siregar (1964), Ajip
Pertimbangan Kebudajaan" dan "Sang Rosidi (1969, 1973, 1975),Pamusuk Eneste
Pemimpin(Waktu)Keijil". (1990), A,Teeuw (1952 dan 1967), Burton,
Raffel (1967), Herman Waluyo (1987),Puji
Buku kumpulan sajak karya J.E.Tateng Santosa (1996), dan Anita K.Rustapa et al.
keng,Rindu dendam(1934dan cetakan kedua (1997).
1974), memuat sebanyak 32 puisi, yaitu (1)
"Buah Tangan: Mula Kata",(2)"Di Pantai
Waktu Petang",(3)"Sukma Pujangga",(4)
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 147
IoesoefSou'yb adalah pengarang penulis cerita detektif. Beberapa karya
roman dan penulis cerita detektif. prosanya yang lain ialah Bibir Mengandoeng
Dia lahir di Bayur, Maninjau,Sumatra Ratjoen (1939),Djiwa Bersiram Darah (1940),
at, tanggal 14 Juli 1916. Setelah
dan Gadis Komidi(1941).
menamatkan sekolah rendah dan sekolah Beberapa karya puisinya, antara lain
menengah tingkat pertama, dia masuk ke sebagai berikut.
sekolah menengah atas Islam Bukittinggi 1. "Lusa"(dengan nama Joed-Mahjoed-
dan tamat tahun 1935. Setelah tamat dari din,PandjiMasjarakat,Tahun II No.12,
20 April 1936)
sekolah tersebut dia menjadi guru di SMP 2. "Duka"(dengan nama Joed-Mahjoed-
Islam Maninjau,Sumatra Barat. din,PandjiMasjarakat,Tahun II No.13,
27 April 1936;Tonggak 1,1987:225)
Di samping itu, dia aktif di bidang 3. "Terkenang" (dengan nama Joed-
penerbitan yangbanyak membantu perkem- Mahjoeddin,Pandji Masjarakat,Tahim
bangan sastra. Dia pernah menjadi II No. 16, 20 Mei 1936; Tonggak 1,
pimpinan majalah berkala Doenia Penga- 1987:222)
laman dan Loekisan Poedjangga di Medan 4. "Benarkah" (dengan nama Joed-
yang menerbitkan cerita roman. Joesoef Mahjoeddin,Pandji Masjarakat,Tahun
Sou'yb juga membantu redaktur berbagai
surat kabar dan majalah, seperti Pedoman II No.23,17Juli 1936)
Masjamkat,Poedjangga Baroe,PandjiPoestaka, 5. "Di Tandjoeng"(dengan nama Jatim,
Abad XX, Daulat Rakjat, dan Semangat
Pandji Masjarakat, Tahun II No.39,18
Pemoeda. November 1936)
6. "UkuranZaman"(dengan nama Joed-
Kegemarannya menulis telah muncul dakoesoema,Poedjangga Baroe, Tahun
ketika dia masih remaja,yaknisebelum dia III No.10,April 1936).
lulus dari sekolah menengah Islam 7. "Kartini" (dengan nama Joeddakoe-
Bukittinggi pada tahun 1935. Satu tahun soema,Poedjangga Baroe,Tahun III No.
sebelum kelulusannya itu, beberapa
puisinya telah dimuat dalam majalah 11,Mei 1936)
Poedjangga Baroe.Pada tahxm-tahunberikut-
nya,selain dalam Poedjangga Baroe,puisinya 8. "Selamat Berpisah" (dengan nama
pun dimuatdalam majalahPandjiMasjarakat Joenoes,Pandji Islam,Tah.va\IV No.35,
dan Pandji Islam dengan menggunakan
beberapa nama samaran, seperti Yatim, 15 Desember 1937)
Yudokusumo,Yud Mahyudin,Yunus Q.,
dan Yusha.Oleh karenaitu,sebagaipenyair 9. "Alhambra"(dengan nama Joesdja,
nama JoesoefSou'yb kurang dikenal orang. Pandji Masjarakat, Tahun II No. 34,8
Namanya mulai menjadi terkenal setelah Oktober 1936;Tonggak 1,1987:229)
roman detektifnya yang dianggap monu
mental,Elang Emas,terbit tahun 1940. 10. "Ooo 'rang Dusun"(dengan nama
Joesdja,PandjiMasjarakat,Th.II No.36,
A. Teeuw (1978) mengatakan bahwa 26 Oktober 1936)
Joesoef Sou'yb sangat terkenal sebagai
11. "Oh,Ombak Serulah"(dengan nama
Joesdja,PandjiMasjarakat,TahunII No.
37,31 Oktober 1936)
148 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
12. "Tidak .. .. Saudara"(dengan nama Kantor redaksi majalah initerletak diStovia,
Joesdja,Pandji Masjarakat,Tahun II No. Weltevreden(sekarang bernama Glodok).
40,25 November 1936) Majalah itu didirikan dan diterbitkan
13. "Kuli Beban" {Poedjangga Baroe, oleh perkumpulan pemuda Sumatra atau
Jong Sumatranen Bond dengan tujuan agar
Tahun I No. 12, Juni 1934; Tonggak pemuda Siunatra atau pemuda yang berasal
dari Sumatra ikut aktif menuangkan buah
1,1987:223) pikiran dalam menyampaikan keindahan
14. "O,Angin"{Poedjangga Baroe,TahunII dan kekayaan Sumatra. Selain itu, majalah
ini juga hadir sebagai reaksi hadirnya
No. 5, November 1934; Tonggak 1, majalah-majalah yang terbit di Jawa, yang
1987:228)
15. "O,Bidaku"{Poedjangga Baroe,Tahim didirikan oleh BoediOetomo,SerikatIslam,
II No.5,November 1934)
16. "Apa Fa'alnya" {Poedjangga Baroe, Regenten Bond,dan Perserikatan Minahasa.
Tahun I No.12,Jxmi 1934) Jong Sumatra sebagianbesar berbahasa
17. "Dari Relung Keinsafan" {Poedjangga
Belanda. Di dalamnya banyak memuat
Baroe, Tahun VIII No. 11, Mei 1941; artikel berbahasa Belanda meskipun isinya
berbicara tentang Indonesia. Dalam setiap
Tonggak 1,1987:230) edisinya tidak lebih dari dua artikel yang
berbahasa Indonesia (Melayu). Pengelola
Bersama-sama dengan Hamka dan majalah ini sebagian besar orang Indone
A. Hasymi,dia menyusxm buku kumpulan sia(pribumi),antara lain,Tengku Mansoer
sebagai presiden, A. Moenir Na Soetan
puisi yangberjudulSoenjiPoedja(1948).Puisi sebagai wakil presiden, Mohamad Anas
sebagai sekretaris pertama. Amir sebagai
yang terhimpun dalam SoenjiPoedja adalah sekretaris kedua,serta Marzoeki II, Latiep
sebagaiberikut. Penei, Zainoel Abidin, Merari Siregar,
Ahmad Djonap,Hasan Siregar,dan Regen
1. "Soekmakoe Diam" Sr.sebagai anggota.
2. "Zaman Moeda"
Dari awal hingga terakhir ti rbitan
3. "Terkenang-kenang" dewan redaksi majalah ini tidak berubah.
4. "Angan" Namun, pemegang administrasinya
mengalamibeberapa perubahan.Mulaibulan
5. "Tersedar" Juni hingga November 1918 administrasi
dipegang oleh Azir dan Soetan Assien.
6. "Ratap Sendoe" Selanjutnya, sejak Deseihber 1918 sampai
7. "Pelajan Toeboeh" denganJuni1920administrasidipegang oleh
8. "Berangkat" Bahder Djohan dan Djamaloedin. Mulai
9. "Maboek Seorang" bulan Jxmi 1920 dewan redaksi bertambah,
10. "Renoeng Kalboe" yaitu Boerhanoeddin,M.Hatta,EmmaJahja,
11. "Boedjoekan"
Nazief,A.Hanafiah,dan Raihul Amar.
Iong Sumatra adalah nama majalah
yang terbit di Jakarta. Majalah ini 149
pertama kali terbit tahim 1918 dengan
anggungjawab dewan redaksinya Amir
dan penanggung jawab redaksi Roesli.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
Majalah Jong Sumatra hanya sempat Februari 1921,berbahasa Melayu.
hidup sampai tahun keempat (1921). 14. "Pagi-Pagi"karya M.Jamin,No.2,IV,
Majalah ini dikoleksi oleh Perpustakaan
Nasional, Jakarta, dengan nomdr B:528. Februari 1921,berbahasa Melayu.
Majalah yang tersimpan di Perpustakaan 15. "Asjik" karya M. Jamin, No. 2, IV,
Nasional tidak lengkap. Terbitan Tahun I
Februari 1921,berbahasa Melayu.
tidak ada Nomor2,3,4,5,6,dan 10.Terbitan 16. "Keloehan"karya M.Jamin,No.7,IV,
Tahun II tidak ada Nomor 1,3,5,6,7,8,9, Juli 1921,berbahasa Melayu.
17. "Ibarat"karya M.Jamm,No.7,IV,Juli
10,11,dan 12. Terbitan Tahun III tidak ada
1921,berbahasa Melayu.
Nomor 8, 9, 10, 11, dan 12, dan Tahun IV 18. "Kenangan"karya M.Jamin,No.8,IV,
tidak ada Nomor 1,3,10,11,dan 12. Agustus 1921,berbahasa Melayu.
19. "Pagi-Pagi" karya M.Jamin,No.8,IV,
Karya sastra yang dimuat dalam
majalah Jong Sumatra pada umumnya Agustus 1921,berbahasa Melayu.
berbentuk puisi.Puisi-puisi tersebutadalah 20. "Gamelan"karya M.Jamin,No.8,IV,
sebagai berikut.
1. "Jong Sumatranen Bond" karya M., Agustus 1921,berbahasa Melayu.
21. "Tanah Aerkoe" karya Sanoesi Pane,
No.4,n,April1919,berbahasa Melayu,
2. "Herinnering" karya A.,No. 1, III, No.9,IV,September 1921,berbahasa
Melayu.
Januari 1920,berbahasa Belanda. 22. "Gita Gembala"karya M.Jamin,No.9,
IV,September 1921,berbahasa Melayu.
3. "Tanah Air"karya M.Jamin,No.4,III, 23. "Kemegahan" karya M.Jamin, No.9,
April 1920,berbahasa Melayu. rVjSeptember 1921,berbahasa Melayu.
24. "BerantaIndra"karya M.Hatta,No.11,
4. "Bahasa,Bangsa"karya M.Jamin,No. IV,Agustus 1921,berbahasa Melayu.
2,IV,Februari1921,berbahasa Mela3ai.
JongSumatra tidak bersifatpolitik.Puisi
5. "Gembala" karya M.Jamin,No.2,IV, yang berjudul "Jong Sumatranen Bond"
Februari 1921,berbahasa Melayu. menyiratkan tujuan dan keinginan pemuda
Sumatra untuk memperkuat tali persauda-
6. "Awan" karya M. Jamin, No. 2, IV, raan di antara para pemuda Sumatra.
Februari 1921,berbahasa Melayu. Pemuda Sumatra diharapkan dapat mem-
pelajari dan lebih mencintai adat istiadat
7. "Tenang" karya M. Jamin, No. 2,IV, Sumatra,kesenian,bahasa,dan sejarah.Puisi
Februari 1921,berbahasa Melayu. tersebutadalah sebagai berikut.
J ong Sumatranen Bond namanja dia,
8. "Goebahan"karya M.Jamin,No.2,IV, O oentoek pemoeda anak Sumatra;
Februari 1921,berbahasa Melayu. N ama terkenal soedahlah njata,
G oenanja dia djangan dikata.
9. "Perasaan" karya M.Jamin,No.2,IV, S umatra koenoen namanja beban,
Februari 1921,berbahasa Melayu. U ntoek dibawa kepadang kemadjoean;
10. "Permintaan" karya M.Jamin, No. 2,
IV,Februari 1921,berbahasa Melayu.
11. "Tjita-Tjita" karya M.Jamin,No.2,IV,
Februari 1921,berbahasa Melayu.
12. "Tjinta" karya M. Jamin, No. 2, IV,
Februari 1921,berbahasa Melayu.
13. "Bertjerai" karya M.Jamin, No.2,IV,
150 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
M enjerang soengai serta laoetan, awalnya dimuat dalam sebuah majalah
A ir jang dangkal mendjadi aroengan. terbitan Medan.Seluruh cerita pendek yang
T ali persekoetoean soedah terentang, dimuat dalam buku ini bertema jenaka.
R otan pengikat bertambah tegang; Kumpulan cerita pendek pernah pula
A lamatSumatra berhati girang, dicetak oleh Kantor Wilayah Departemen
N amajang baik disebut orang. Pendidikan dan Kebudayaan Pekanbaru,
E lok toedjoean djangan dikira, tahun 1991 {Pikiran Rakyat,1991).
N iat chianat hilang belaka;
B oeah pikiran satoe semoea; Kumpulan cerita pendek ini penuh
O moemlah soedah di tjita-tjita. dengan humor dan pesan pendidikan.
N iat ditoedjoe bersama-sama; MenurutSuman Hs.dalam pengantar buku
Kawan Bergeloet (1981), kumpulan cerita
D emikianlah maksoed setia Sumatra. pendek inicukup menarik hati pembacanya
karena humor-humornya.Banyak kata yang
Sasaran pembaca Jong Sumatra adalah dipakai dalam cerita pendek itu yang
kelompok masyarakat menengah ke atas. menggelikan hati sehingga membuat orang
Majalah ini tidak memuat iklan apa pun. tertawa. Oleh karena itu, pada waktu itu
Harga langganan majalah ini f.3per tahun, kumpulan cerita pendek ini disukai orang
f. 1 per empat bulan (pada awal terbit). sehingga banyak dibeli orang.
Harga majalah ini berubah setiap tahun.
Pada akhir tahun 1921 harga majalah ini f.5 Harian Bahana Mahasiswa Tahun VIII,
per tahun,f.3untuk enam bulan,dan f.1,50
tiap tiga bulan. Nomor 81,Februari 1990 telah menjelaskan
bahwa Kawan Bergeloet merupakan kum
KawanBergeloetadalahbukukum- pulan cerita pendek pertama di Indonesia
yang terbit bersama-sama dengan karya
cerita pendek karya Soeman Hasi- Muhammad Kasim yang berjudul Teman
Doedoek. Tampubolon dalam Mingguan
boean, lebih dikenal Soeman Hs. Merdeka tanggal 19 Agustus 1990 menyata-
kan bahwa kumpulan cerita pendek yang
Kumpulan cerita pendek ini pertama kali ditulis oleh Suman Hs.ini merupakan cerita
diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun humor yang pertama kali dihasilkan oleh
putra Indonesia. Kumpulan cerita pendek
1941. Pada tahun 1961 buku ini diterbitkan ini tidak hanya menggelitik, tetapi meng-
ungkap ketidaktahuan manusia yang
untuk kedua kalinyajuga oleh BalaiPustaka. menimbulkan rasa geli bagi yang menge-
Dalam buku ini dimuat 12 cerita pendek. tahuinya.Kumpulan cerita pendek ini telah
Judul-judulcerita pendek itu adalah(1)"Tjik
Mat";(2) "Piloe";(3) "Salah Paham";(4) membuatnama Suman Hs.terkenal diIndo
"Salah Sangka";(5)"Pandai Djatoeh";(6)
"Karena Hati"; (7) "Fatwa Membawa nesia sebagai pengarang yang berbakat.Dia
Ketjewa";(8) "Iteolah Asalkoe Tobat";(9) menjadi begitu populer pada zamannya.
"SelimoetBertoeah";(10)"Salah Mengerti"; Marifion dan TaufikIkram Jamildalam Kom-
(11)"Papan Reklame";dan(12)"Kelekar si pas tanggal 2 Oktober 1990 menyatakan
Bogor".Kedua belas cerita pendek itu pada bahwa kumpulan cerita pendek Kawan
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
Bergeloet merupakan salah satu pelopor Witana,Kerajaan Singasari,sedang digelar
kelahiran cerita pendek Indonesia.Kepelo- rapatpengangkatanseorang putra mahkota.
porannya itu makin elok menghiasi wajah Rajasa-namalain Ken Aroksetelah menjadi
kepengarangan Soeman Hs. karena wujud Raja Singasari-bersikukuh hendak memilih
bahasa yang ditimangnya. Mahisa Wong Ateleng untuk menjadi putra
mahkota yang kelak akan menggantikan
Sutan Takdir Alisjahbana mengatakan kedudukannya di singgasana Kerajaan
bahwa dalam Kawan Bergeloet tercermin Singasari. Namun, para pembesar istana
sifat-sifat bahasa Melayu lama yang telah yanglain seperti MahamenteriRakian Hino,
membeku dan kaku, kembali ringan
Mahamenteri Sirikan, dan Mahamenteri
beralun-alun. Soeman Hs. telah berada di
Hulu lebih cenderung memilih Anusapati
antara pengarang-pengarang prosa baru Panji Anengah. Alasan para pembesar
dengan kedudukan yang luar biasa. kerajaan itu hanya Anusapatilah yang
pantas menjadi putra mahkota karena anak
Ken Arok dan Ken Dedesadalah sulung. Ken Arok tetap memilih Mahisa
Wong Ateleng, adik Anusapati, sebagai
nama raja dan permaisuridiKeraja- putra mahkota tanpa memerincilebihlanjut
anSingosari yang diangkatmenjadi alasan yang menjadidasar pemiliharmyaitu.
judul drama Muhammad Yamin dan per-
tama kali dipentaskan pada puncak acara Anusapati kecewa atas keputusan
Kongres Pemuda (Sumpah Pemuda), 28 ayahandanya itu.Suatu hari ketika Anusa
Oktober 1928. Enam tahun kemudian, patisedang meremmgkan halitu,datanglah
drama tersebut dimuat dalam majalah ibunya. Ken Dedes. Ken Dedes memberi
Poedjangga Baroe (1934) pimpinan Sutan tabu kepada Anusapati tentang siapa
Takdir Alisjahbana.Tahun 1951 drama Ken sebenarnya dirinya itu dan siapa pula
Arok dan Ken Dedes diterbitkan menjadi se- ayahnya itu. Atas pemberitahuan ibunya itu,
buah buku oleh Penerbit Balai Pustaka, Anusapati baru mengetahui bahwa Ken
Jakarta, dengan tiras sebanyak tiga ribu Arok bukanlah ayah kandungnya. Ayah
eksemplar. Buku ini berukuran 21 x 16 cm kandungnya adalah Tunggul Ametung.
dan juihlah halaman sebanyak 68 lembar Ayahnya telah dibunuh oleh Ken Arok
lengkap dengan halaman kata pengantar. dengan sebilah keris Empu Gandring.
Setelah terbit pada tahun 1951, buku ini Akhirnya, Anusapati menuntut balas atas
sampai tahun 2002 tidak pernah dicetak kematian ayahnya.
ulanglagi.
Drama ini mengangkat masalah per- Di Bangsal Witana kembali digelar
juangan dan kehidupan Kerajaan Singosari rapat penobatan putra mahkota yang akan
yang pemahjaya pada masa lalu.Temanya segera menggantikan Ken Arok. Dalam
adalah rasa keadilan harus ditegakkan. rapatitu terjadi perdebatan yangsengitdan
Dalam drama itu,antara lain,diperlihatkan tajam. Brahmana Lohgawe, penasihat
keadaansuatusidang kerajaan menanggapi kerajaan,ikut serta dalam rapat penobatan
situasi negeri. Pada suatu hari di Bangsal putra mahkota tersebut. Atas desakan
Brahmana,akhirnya Ken Arok menyadari
152 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
bahwa apa yang pernah dilakukannya pada Agungbaru menerbitkarmya setelah naskah
masa lampau merupakan kesalahan. itu tersimpan di Gunung Agung lebih dari
Sebagai seorang ksatria, dia harus berani sepuluh tahun. Cetakan kedua novel itu
mengakui semua kesalahan yang pernah
diperbuatnya. Oleh karena itu. Ken Arok terbit tahun 1977.
pun berani mati di ujung keris Empu
Gandring setelah Singasari berhasll Naskah yang telah diketik sebagian itu
dipersatukan. diserahkanIwan ke Gunung Agung dengan
harapan agar dapat diterbitkan dengan
Ken Arok menerima hukuman mati keadaan seperti itu. Untuk itu, pihak
Gunung Agung terpaksa bekerja keras
sesuai dengan kesalahan yang pernah untuk memahami tulisan tangan Iwan
diperbuatnya.Namun,sebelum menjalani Simatupang itu. Dalam hal itu, pihak
Gvmung Agung hanya menyatu-nyatukan
hukuman mati itu,Ken Arok lebih dahulu tulisan tangan Iwan karena pada saat itu
telah memikirkan kelangsungan hidup Iwan sudah tiada.
negerinya.Halitu terbukti dengan adanya
pengangkatan putra mahkota,Anusapati, Novel Kering terdiri atas 206 halaman
menjadi Raja Singasari yang meng- yang terbagi atas sepuluh bab. Penamaan
gantikan dirinya. Sepeninggal Ken Arok, bab dilakukan dengan bilangan yang ditulis
Ken Dedes pun ikut membunuh diri dengan huruf kapital,seperti SATU,DUA,
sebagai tanda kesetiaan istri kepada
suaminya. danTIGA.
Peneliti dan kritikus sastra menggo- Novel Kering berkisah tentang "tokoh
longkan drama ini sebagai karya Angkatan kita" yang ikut masuk ke kelompok orang-
Pra-Pujangga Baru. Buku Citra Manusia orang yang bertransmigrasi. Usaha para
transmigran di tempat tujuannya itu tidak
dalam Drama Indonesia Modern 1920-1960 dapat berjalan dengan baik karena tanah
yang akan digarap sebagailahan pertanian
(Santosa,et al. 1993),dalam pokok bahasan itu retak-retak akibat musim panas yang
"Hubungan Manusia dan Masyarakat" panjang.Ketika menemukan daerahlembah
menyatakan bahwa drama ini merupakan yang berair, tokoh kita membangun kota
perwujudan citra manusia yang berusaha musim panas. Akan tetapi, ketika pemba-
menegakkan keadilan di tengah-tengah ngunan kota itu hampir selesai, musim
masyarakat. hujan tiba.Serdadu awan hitam bergulung-
gulimg di udara. Kota yang dibangun oleh
ering adalah novel karya Iwan
tokoh kita hancur berantakan karena
KSimatupang yang berkisah tentang
.daerah transmigrasi yang dilanda diterbangkan angin dan hujan.
panas berkepanjangan. Novel ini terbit Amanatyangterkandxmg dalam novel
tahun 1972, dua tahun setelah Iwan Sima iniialah bahwa kita tidak dapat meraih apa
yang belum datang dan kita tidak dapat
tupang meninggal dunia. Naskah novel menolak apa yang bakal datang.
tersebut telah selesai ditulis tangan oleh
Iwan Simatupang tahun 1961. Gunung Seperti tokoh novel Iwan yang lain,
novel Kering menampilkan tokoh tanpa
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 153
nama. Tokoh utama hanya disapa dengan Penerbit Kebangsaan Pustaka Rakjat yang
sebutan"tokoh kita".A.Teeuw mengatakan beralamatdiJalanKetapang Utara 17,Jakarta.
bahwa Kering merupakan kisah tentang Majalah ini merupakan kelanjutan majalah
pahlawan tak bernama,"tokoh kita",yang- Poedjangga Baroe yang terbit pertama kali
setelah menempuh perjalanan lahir dan tahun 1955 tepat pada saat majalah
batin yang panjang di dunia yang dilanda Poedjangga Baroe berhenti. Di Perpustakaan
kekeringan-mencapai semacam pembe-
basan diridengan membangxmsebuah kota, PusatDokumentasiSastra H.B.Jassinnomor
bahkan apabila ditakdirkan, kota ini akan majalah yang paling akhir adalahnomor38/
dihancurkan pula oleh hujan deras mem- 37Juli/Agustus tahun 1960.
badai.Namun,sesudah itu,dia benar-benar Redaksi majalah ini adalah Sutan
bisa hidup. Lebih lanjut, Teeuw meng- Takdir Alisjahbana,HazilTansil,Beb Vuyk,
golongkan novelKeringkedalamjenisnovel Baharudin, dan beberapa anggota Him-
absurd dengan latar tempat yang tldakjelas punan Studi Konfrontasi. Majalah ini terbit
sebagai negeri antah berantah.UmarJunus dua bulan sekali. Sebagai sebuah majalah
menyatakanbahwa kehidupan"tokoh kita" kebudayaan, jenis rubrik yang dimuat
dalam Kering dikuasaioleh perubahan yang adalah artikel-artikel kebudayaan dan
berada di luar dirinya dan dia terseret ke kesenian.Didalam majalah inijuga dimuat
dalamnya. Di dalamnya kita menjumpai masalah-masalah kebahasaan.Karya sastra
tokoh-tokoh yang berbicara bukan sebagai mimcul secara teratur. Bentuk karya sastra
manusia, tetapi berbicara sebagai orang yang dimuat adalah cerita pendek, puisi,
dalam kedudukantertentusehingga mereka drama, dan kritik sastra. Pengarang yang
telah mengambil fungsi sebagai sebuah karyanya dimuatdalam majalah ini,antara
barang. Dengan demikian, Kering mem- lain Sitor Situmorang, Asrul Sani,
perlihatkan suatu proses. Pada mulanya
dibedakan antara manusia dan barang, D. Zauhidhie, Muhammad Ali, Bokor,
tetapikemudianpembedaan dan perbedaan
itu menghilang. Manusia diperlakukan Mansur,Rosidi Amir,Isma Sawitri,Trisno
sebagai barang.
Sumardjo, Hidjaz Yamani, Armaya, Gde
Novel Kering ini mendapat perhatian
yang besar sekali dari Harry Aveling, kri- Winnjana,A.Wahid,dan Aziz Idris.
tikus sastra Indonesia asal Australia. Dalam satu terbitanjumlah puisi yang
dimuatrata-ratalimasampaisepuluh buah.
Aveling menerjemahkan novel Kering ke Puisi yang dimuatdalam majalahitu antara
dalam bahasaInggrisdenganjudulDrought lain"Tanah Air" karya A.Wahid {Konfron
tasi, No. 33, November-Desember 1959).
yang terbit tahun 1974. Jumlahcerita pendek dalam setiap kaliterbit
onfrontasiadalah majalah kebuda- satu sampai dua buah. Salah satu cerita
yaan yang banyak memuat karya
sastra. Konfrontasi diterbitkan oleh pendek itu berjudul "Ibu Pergi ke Sorga"
karya SitorSitumorang{Konfrontasi,Maret-
April 1955). Karya drama tidak muncul
secara rutin dalam majalahini.Karya drama
yang dimuat antara lain,"Bunga Narsis"'
karya Trisno Sumardjo{Konfrontasi,No.29,
154 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
Maret-April 1950). Esai sastra juga dimuat lain, yaitu penggarapan sawah dan
secara rutin. Salah satu karya esai yang keburmya yang tidak adil lagi. Masyarakat
dimuat berjudul "Lagi-Lagi Chairil Anwar desa kembali menjadi masyarakat modern
sebagaiTugu"karya M.Balfas{Konfrontasi, yang penuh dengan kebisingan oleh radio
No.18,Januari-Februari 1957). Majalah ini transistor dan skuter. Kisah masyarakat
juga menginformasikan terbitan baru,baik yang asing yang berubah menjadi
kumpulan puisi, kumpulan cerita pendek, masyarakat tradisional merupakan pe-
maupun novel. nekanan dalam novelitu.Akan tetapi,tema
Kooongadalahnovelterakhirkarya novel itu ialah bahwa dalam memasuki
Iwan Simatupang yang berbicara daerah kebebasan, kita justru terikat
tentang masyarakat petani atau sehingga berada dalam ketidakbebasan itu.
masyarakat desa. Novel ini diterbitkan Novel ini menonjolkan tokoh yang tidak
tahun 1975 oleh Penerbit Pustaka Jaya bernama,kecuali Pak Sastro dan Keprawi.
dengantebal93halaman dalam ukuran kira- Selanjutnya, tokoh-tokoh disebut atau
kira 21 cm x 14,5 cm. Kulitnya terdiri.atas dipanggil dari ciri jasmani,jabatan, atau
beberapa warna dan judulnya yang ditulis sifatnya,seperti Si Jangkung,Si Kerempeng,
dengan warna merah di atas warna putih. Pak Lurah,Pak Carita,dan Anak Kolong.
Ilustrasi yang menghiasi sampul buku itu
berupa gambarseekor perkututyangsedang Penerbitan novel ini merupakan
bertengger di atas sarangnya. Isi novel anjuran dari Ajip Rosidi karena Ajip
terbagi atas sembilan bab masing-masing diminta mencoba mengusahakanbeberapa
berupa bilangan seperti SATU,DUA,atau naskah cerita hasil Sayembara Mengarang
TIGA. Setiap bab terdiri atas beberapa Roman Bacaan Remaja yang diseleng-
bagian sendiri yang ditandai oleh tanda
bintang. ^arakan oleh IKAPI. Ketika menemukan
NovelKooong diterbitkan oleh Penerbit
Pustaka Jayajauh setelahIwan Simatupang sebuah naskah yang berjudul Kooong,Ajip
meninggaldunia.Penerbitannya dilakukan Rosidi merasa bahwa gaya berceritanya
tahun 1975, sementara Iwan Simatupang adalah gayaIwanSimatupang.Akan tetapi,
meninggal dunia tahun 1970.Novel Kooong nama pengarangnya adalah Kebo
berkisah tentang seorang tua gemuk yang Kenangan(nama samaran).Ajip Rosidi me-
menjadi orang terkemuka di desanya,Pak ngatakan sebagai berikut. Gaya penulisah
Sastro,dengan seekor perkutut yang tidak naskah tersebutsegera mengingatkan saya
dapatberbimjd(tidak memilikiKoong)yang kepada gaya Iwan Simatupang. Akan
tetapi,saya sama sekali tidak mempunyai
melibatkan semua insan desa. Karena dugaan bahwa orang seperti Iwan
Simatupang mau mengikuti Sayembara
perkutut itu hilang, Pak Sastro mening- Mengarang Roman untuk Bacaan Remaja.
galkan desa untuk mencari perkutut itu. Saya memang tahu bahwa dalam Sayem
Kepergian Pak Sastro membuat masalah bara Mengarang Roman yang diseleng-
garakan olehIKAPI atas anjuran UNESCO
pada tahun sebelumnya yang saatitu saya
menjadi salah seorang anggota jurinya.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 155
turut pula naskah romanIwanSimatupang, Korrie Lajoin Rampan lahir di Sama-
berjudul Ziarah, tetapi saya mendengar rinda,Kalimantan Timur,tanggal17Agustus
kabar bahwa yang memasukkan naskah 1953. Dia berasal dari keluarga pegawai.
tersebut bukanlah pengarangnya, melain- Ayahnya bernama Paulus Rampan,
kan penerbitnya. pensiunan Angkatan Daratdengan pangkat
sersan.Ibunya bemama Martha Renihay.
JikakitalihatnovelKooong yangberbeda
dengan persoalan yang dikemukakan oleh KorrieLayim Rampan menikah dengan
IwanSimatupang dalam novelnya yangIain, Hernawaty,gadis dari Kalimantan Tengah,
kita dapat menyatakan bahwa novel Kooong tanggal10Juli 1973.Dari perkawinannyaitu
juga merupakan novel yang bernuansa Korrie dianugerahienam orang anak,yaitu
"baru" dengan cara penyajian yang khas (1) Antoni Rampan,(2) Epita Rampan,(3)
gaya Iwan. Kedudukan novel Kooong Riena Rampan,(4) Eliade Rampan,(5)
membawa misi baru dalam persoalan yang Dayeng Rampan,dan(6)Amalia Rampan.
dikemukakan Iwan. Pada salah satu surat Pendidikannya dimulai dari SD yang
hanya ditempuh selama empat tahim. Dia
Iwan Simatupang kepada H. B. Jassin lulus SD tahun 1964. Karena prestasinya
sebelumIwanSimatupang meninggaldunia yang baik, Korrie mendapat beasiswa dari
ada berita yang berbimyi,"Profil mencari Pemerintah Daerah Tingkat I Kalimantan
pasti kutemukan dalam novel, itu pasti Timur yang diperolehnya sejak bersekolah
menyusul."Novelyang muncullamasetelah diSMP hingga perguruan tinggi.
kesulitan itu diucapkan oleh Iwan adalah
novel Kooong.Dengan ditemukannya naskah Setelah lulusSMA diSamarinda tahun
"Koong"dalam sayembaraitu dapatdiduga
bahwanovel yangberprofilsepertiapa yang 1970, Korrie Layun Rampan melanjutkan
studikeYogyakarta.Mula-mula dia memilih
digambarkan oleh Iwan Simatupang itii Jurusan Keuangan dan Perbankan sampai
adalah novel Kooong.
sarjana muda,kemudian beralih keFakultas
Korrie Layun Rampan tergolong
Sosial Politik,Universitas Gadjah Mada.
sastrawan dan kritikus tahun 1980- Kesenangannya terhadap dunia sastra
an yangsangatproduktif.Karyanya dimulaisejak kelasIV SD.Pada saatitu dia
berbentuk cerita pendek,novel,puisi,serta sudah mulai membaca karya sastra. Dia
telah membaca novelkarya Hamka Tengge-
kritik dan esai. lamnya Kapal van der Wijk. Saat itu, Korrie
tergugah hatinya untuk menulis. Ketika
Novelnya yang berjudul Upacara
berhasil memperoleh Hadiah Kedua bersekolah di SMP,Korrie sudah membaca
Sayembara Roman DKJ tahun 1978.
Kumpulan puisinya yang berjudul Cuaca di majalah sastra,seperti Sastra,Horison,Cerpen,
atas Gunung dan Lembah (puisi anak-anak) Budaya Jaya,dan Indonesia.
telah memperoleh hadiah dari Yayasan
Buku Utama tahun 1984sebagai kumpulan Ketika belajar di SMA, dia menulis
puisi terbaik.
puisidalam majalah dinding disekolahnya.
Di samping itu, dia juga mengisi siaran
khusussastra,yaitu dalam acara"Pancaran
Sastra" di RRI Studio Samarinda.
156 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
Sejak berkuliah di Yogyakarta, Korrie BahteraJaya;(2)Perhiasan Bumi,1986,Jakarta:
Layun Rampan bergabung dengan Persada Bahtera Jaya;(3)Ratapan,1989,Jakarta: Balai
Studi Klub (PSK), kelompok seniman/ Pustaka;(4)Perjalanan Guru Sejarah, 1983,
sastrawan muda yang dipimpin oleh Umbu Jakarta: Bahtera Jaya;(5)Kekasih,1981,Ende:
Landu Paranggi. Sejak tahun 1972 Korrie Nusa Indah;(6) Tak Alang Kepalang, 1993,
Layun Rampan menulis dengan produktif. Jakarta:BalaiPustaka;(7)Malam Putih,1983,
Beberapa tulisannya dimuat di berbagai Jakarta:BalaiPustaka;(8)Perhiasan Matahari,
koran dan majalah, seperti Kompas, Berita
Emm,Suara Karya,SimrHarapan,Minggu Pagi, 1989,Jakarta:BalaiPustaka;dan(9)Perhiasan
Kedaulatan Rah/at,dan Horison. Karya-karya Bulan, 1988, Ende: Nusa Indah. Kumpulan
Korrie yang tersebar itu lalu dibukukan
dengan judul Perjalanan Sastra Indonesia, puisi yang dihasilkan Korrie adalah (1)
yang diterbitkan oleh Penerbit Gunxmg Jati Matahari Pingsan di Ubun-Ubun,(2)Alibi,(3)
Cermin sang Waktu,serta(4)Mata dan Sawan.
tahun 1983.MenurutNurinwa,buku Korrie Karyanya yangberbentukkritikdanesaijuga
cukup banyak,seperti(1)Cerita PendekIndo
ini dapat dijadikan sebagai bahan apresiasi
nesia Mutakhir: Sebuah Pembicaraan, 1982,
{Merdeka,1984).
Jakarta: Nur Cahaya;(2) Puisi Indonesia
Perhatiannya terhadap sastra juga
diwujudkan dalam bentuk penerbitan.Dia Mutakhir SebuahPerkenalan,1980,Jakarta:Nur
mendirikanYayasan Arus,salahsatu wadah
yang menerbitkan buku-buku sastra. Di Cahaya;(3) Kesusasteraan Tanpa Kehadiran
sampingitu,diajuga memilikidokumentasi Sastra, 1984,Jakarta: Yayasan Arus;dan(4)
sastra yang tempatnya menyatu dengan Jejak Langkah Sastra Indonesia, 1986, Ende:
rumah tinggalnya yangberjumlah kira-kira Nusa Indah. Hasil karya Korrie Layun
25.000judul.Diajuga menyimpan buku di Rampan yangberbentukcerita anakialah(1)
Yogyakarta dan Kalimantan. Motivasinya Nyanyian TanahAir,1981,Jakarta:Cypress;(2)
dalam mengumpulkanbuku-buku sastra itu Pengembaraan Tonsa di Posa, 1981, Jakarta:
imtuk mendukung usahanya dalam menulis Sinar Harapan;(3)Pohon Raksasa di Rimba
buku. Dokumentasi yang dikumpulkan Raya, 1983, Jakarta: Cypress; dan (4)
berupa buku-buku sastra, majalah, dan
kliping sastra. Dia juga mengumpulkan Mulawarman Bersama25Pahlawan Kalimantan,
buku mengenai sosiologi, psikologi,
antropologi, dan biografi tokoh- tokoh 1985,Jakarta:Cypress.
terkenal. Buku tertua yang menjadi
koleksinya adalahroman Melayu-Tionghoa Kubah adalah salah satu novel
yang diterbitkan sebelum abad XIX.
karya Ahmad Tohari yang diterbit
Korrie Layun Rampan pernah bekerja kan pertama kaliolehPustakaJaya,
sebagai editor di Penerbit Cypress, Sinar
Harapan,dan majalah Sarinah. Jakarta, tahun 1980. Kubah melukiskan
pengalaman lahir dan batin seorang bekas
Kumpulan cerpennya adalah (1) tahanan politik. Mula-mula tokoh tersebut
Matahari Makin Memanjang, 1986, Jakarta: terbujuk untuk memasuki sebuah partai
politik. Dia mengalami berbagai kejadian
dalam peristiwa C-30-S PKI. Akhimya,dia
mendapat kebebasan.Jiwanya pun merasa
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 157
memperoleh kebebasan batin ketika beberapa aspek yang menaiik dari struktur
membuatkubah untuk bangiinan mesjid di formalnya,carapengalurannya menggunakan
kampung halamannya. Kubah diterbitkan teknik sorot balik. Masalah-masalah yang
ulang tahun 1995 oleh Penerbit Gramedia. hendak disampaikan Tohari cukup luas
Ada perbedaan jumlah halaman antara menyelusup ke dalam diritokoh-tokohnya.
terbitan pertama dan terbitan kedua.
Terbitan pertama tebalnya 184 halaman, Tulisan berbentuk skripsi antara lain
sedangkan terbitan kedua tebalnya 189 berjudul"Analisis Bandingan antara Kubah
halaman. Perbedaan lainnya terletak pada dan Atheis" FSUI, 1986. Skripsi lain
gambarsampul depan. mengenai Kubah ditulis oleh Jumono (FS-
UGM,1983),S. Widayanti(FS-UGM,1986),
Novel ini merupakan karya Ahmad Dwi Agung M.W.(FS-UGM,1991).
Tohari yang pertama yang diterbitkan
sebagai buku. Buku tersebut dinyatakan Tulisan Maman Mahayana mengenai
sebagai novel terbaik yang terbit tahun
1980 sehingga memperoleh hadiah dari Kubah berbentuk resensi buku untuk
Yayasan Buku Utama,Departemen Pendi-
dikan dan Kebudayaan tahun 1981.Tahun penerbitan ulang novel Kubah. Tulisan
1986 novel ini diterjemahkan ke dalam tersebut berjudul "Kembalinya Ekstapol"
bahasa Jepang dan diterbitkan oleh sebuah
penerbit di Tokyo. dalam Forum, November-Desember 1995.
Novel Kubah merupakan salah satu Dalam tulisannya itu Maman menyatakan
bahwa novel itu pantas untuk dijadikan
karya sastra Indonesia yang merekam bahan pelajaran murid-murid SLTA.Selain
peristiwa G 30 S PKI. Rekaman peristiwa itu,Mamanjuga memasukkan novel Kubah
tersebut mempunyaikadarsastra yangbaik. sebagai salah satu novel yang dibuat ring-
Halitu disampaikan Korrie Layim Rampan kasan dan ulasannya dalam bukunya
dalam tulisannya yang berjudul "Kubah Ringkasan dan Ulasan NovelIndonesia Modern,
Ahmad Tohari" yang dimuat dalam Berita
Gramedia 1992.
Buana,Selasa5 Mei 1981.
Kuntowidjoyo lahir di Bantul,
Kritikus yang membicarakan novel
Kubah, antara lain Kosasih Kamil dengan Yogyakarta, tanggal 18 September
judul tulisan "Membaca Novel 'Kubah'
Sebuah Dongeng tentang Tahanan Politik 1943. Anak kedua dari sembilan
Pulau Buru" dalam Merdeka, Rabu 17 bersaudara ini dibesarkan dalam ling-
kungankeluargaJawa yangberagamaIslam
Desember 1980. beraliran Muhammadiyah.Dia aktif dalam
organisasidan kegiatan keagamaan.
Dalam tulisannya yangberjudul"Aspek
Kuntowidjoyo menikah tahun 1969
Filosofis dalam Novel Kubah Ahmad Tohari" dengan Susilaningsih,lulusan IAIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta. Dari perkawinannya
yangdimuatdalam Berita Buana,Selasa14Mei itu mereka mempunyai dua orang anak,
1985, Maman S. Mahayana menyatakan Punang Amaripuja dan Alun Paradipta.
bahwa Kubah sangat beralasan untuk
mendapat predikat fiksi terbaik karena ada Waktu diSD pada pertengahan tahun
1950-an dia sering mendengarkan siaran
158 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
puisi dari radio Surakarta,asuhan Mansur Daun Makrifat,MakrifatDaun(1995).Sebagai
cerpenisdia menghasilkankumpulancerpen,
Samin dan Budiman S.Hartojo.Mentomya yaitu Dilarang Mencintai Bunga-Bunga(1992)
dan beberapa cerpen terbaik dalam Kompas
waktu kecil, M. Sarlbi Arifin dan M. Minggu. Cerpen-cerpen terbaik itu diter-
bitkan dalam bentuk antologi Kompas yang
Yusmanam,membuatnya terdorong untuk memakai nama cerpermya, yaitu iMki-Laki
yang Kawin dengan Peri (1975), Pistol
menulissastra.DiSMA dia mulai membaca, Perdamaian (1996), dan Anjing-Anjing
Menyerbu Kuburan (1997). Dalam bidang
antara lain, karya Charles Dickens dan drama dia telah menghasilkan drama liris,
Anton Chekhov. Dengan bekal itu pada yaitu Rumput-Rumput Danau Bento (1968),
tahun 1964 dia menulis novel pertamanya, TidakAda Waktu BagiNyonyaFatma,Barda,dan
"Kereta Api yang Berangkat Pagi Hari", Cartas(1972),dan TopengKayu(1973).Sebagai
yang kemudian dimuat sebagai cerita novelis, dia telah menulis Kereta Api yang
bersambung di harian Djihad tahim 1966. Berangkat Pagi Hari (1966), Khotbah di Atas
Selain itu, dia juga menulis cerpen dan Bukit(1976),Pasar(1994),danImpian Amerika
drama-drama pendekimtuk klubnya,tetapi (1998). Untuk karya-karyanya itu
dia baru mempublikasikan cerpen- Kuntowidjoyo telah memperoleh banyak
cerpennya tahun 1967 di majalah sastra hadiah dan penghargaan.
Horison. Hadiah yang pernah diperolehnya
adalah sebagaiberikut.
Kuntowidjoyo menyelesaikan pendi- 1. Hadiah Harapan dari Badan Pembina
dikan SD dan madrasah tahun 1956 dan Teater Nasional Indonesia untuk
SMPdalam tahim 1959,semuanya diKlaten, naskahdrama yangberjudul"Rumput-
Rumput Danau Bento"(1968).
Surakarta.Dia masukSMA diSurakarta dan 2. Hadiah Pertama Sayembara Cerpen
Majalah Sastra untuk Dilarang
lulus tahim 1962.Kemudian,dia melanjut- Mencintai Bunga-Bunga,1968.
kan pendidikannya di Jurusan Sejarah, 3. Hadiah Sayembara Penulisan Lakon
Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada,
dari Dewan Kesenian Jakarta atas
tahun 1962 dan lulus tahun 1969. Dia naskah "Tidak Ada Waktu bagi
diangkatsebagaipengajar dialmamatemya. Nyonya Fatma, Barda, dan Cartas",
Tidak lama kemudian dia mendapat
beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya 1972.
di Amerika Serikat. Gelar M. A. dipero-
lehnya dari The University of Connecticut 4. HadiahSayembara Mengarang Roman
tahun 1974dan gelar doktor dia peroleh dari
Columbia Universitytahim 1980.Selanjutnya, dari Panitia Tahun Buku Internasional
dia berkiprah dalam pengajaran, diskusi,
seminar,dan menulis arttkel sosial budaya untuk naskah novel"Pasar",1972.
serta karya sastra.
5. Hadiah Penulisan Lakon dari Dewan
Kuntowidjoyo tergolong pengarang
yang mampu menulis berbagai genre. Kesenian Jakarta untuk naskah
Namun,kekuatannya lebih bertumpu pada "Topeng Kayu",1973.
penulisan cerpen.Sebagai penyair,dia telah
menghasilkan tiga kumpulan puisi,yaitu(1)
SulukAwang-Uwung(1975),Isyarat(1976),dan
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern 159
Penghargaan yang pernah diperoleh pedagang obat-obatan yang dibawa dari
Kuntowidjoyo adalah sebagaiberikut. daratan Cina, ayah Kwee Tek Hoay juga
1. Penghargaan Sastra Indonesia dari membuka usaha pengobatan tradisional
Cina (sinshe) bersama beberapa orang
Pemerintah Daerah Istimewa Yogya-
temannya.
karta,1986.
Pada tahun 1894KweeTek Hoay masuk
2. Penghargaan Penulisan Sastra dari kesekolah Tionghoa tradisional yang meng-
Pusat Pembinaan dan Pengembangan gunakan bahasa Hokkian sebagai bahasa
Bahasa untuk kumpulan cerpen pengantar.Diatidak memahamibahasa Hok
Dilarang MencintaiBunga-Bunga,1994. kian tersebutsehingga mengalamikesulitan
mengikuti pelajaran.Sebagai akibatnya,dia
3. Penghargaan KebudayaanICMI,1995. sering bolos dari sekolah. Dia lebih banyak
4. Cerpen Terbaik Kompas,1995. membantu ayahnya dalam perdagangan
5. Cerpen Terbaik Kompas,1996. dengan ikut menjajakan dagangan (tekstil)
6. Cerpen Terbaik Kompas,1997.
dari rumah ke rumah.
7. Asean Award on Culture,1997.
Dia belajarbahasa Belanda dariseorang
8. Satya Lencana Kebudayaan RI,1997. wanita Belanda dan belajar bahasa Inggris
dari seorang wanita India. Penguasaan
9. Penerbit Mizan Award,1998. kedua bahasa asing itu sangat bermanfaat
baginya dalam membaca sumber untuk
10. Penghargaan Kalyanakretya Utama digunakandalam menulis.KweeTek Hoay
untuk TeknologiSastra dari Menristek, sebenamyaingin belajar disekolah Belanda.
Akan tetapi, dia tidak memenuhi kriteria
1999.
yang ditetapkan oleh Pemerintah Hindia-
11. SEA Write Award,1999.
Belanda sehingga keinginaimya itu tidak
Selain menulis buku-buku sastra,
Kuntowidjoyo juga menulis buku nonfiksi, terwujud.
yaitu (1) Pengantar llmu Sejarah, 1995;(2)
Metodologi Sejarah, 1994;(3) Demokrasi dan Setelah remaja, dia mulai menggeluti
Budaya Birokrasi,1994;(4)RadikalisasiPetani, dunia usaha (dagang). Di kalangan
masyarakat keturunan Tionghoa di Bogor,
1993;(5) Paradigma Islamdnterpretasi untuk dia dikenalsebagai pedagang yang ulet.Dia
Aksi,1991;(6)Dinamika Sejarah UmatIslam, mempunyaiusaha(toko)serba adadiBogor.
1985; dan (7) Identitas Politik Umat Islam, Meskipun perhatiannya tercurah pada
usahanya, dia masih sempat menyisakan
1997. waktunya untuk memikirkanpersoalan yang
berkaitan dengan masalah kemasyarakatan
Kwee Tek Hoay lahir di Bogor
Cina.
tanggal 31 Juli 1886. Kwee adalah
anak bimgsu dari pasangan Kwee Kwee Tek Hoay menikah pada umur
20tahim dengan gadisperanakanTionghoa,
Tjiam Hong dan Tan An Nio.Kedua orang OeiHiang Nio.Dia membinaistrinya dalam
usaha dagang sehingga sangat membantu
tuanya imigran yang berasal dari desa Lam
An, Provinsi Fujian, Daratan Tiongkok
datang dan menetap di Bogor sebagai
pedagang. Di samping bekerja sebagai
160 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
usahanya. Di samping berhasil membina harta mengalahkan kecintaan terhadap
rumah tangganya secara harmonis, Kwee Tuhan. Drama ini mendapat sambutan
juga sangat telaten dalam menjaga hangat dari masyarakatluas.Pada saat itu
hubungan dengan kakaknya, Kwee Tek banyak kelompok pertunjukan yang
mementaskan drama Allah yang Palsoe
Soen, Kwee Wan Nio, dan Kwee Sui Nio. dalam berbagai kesempatan.
Secara bergotong-royong,mereka bersama- Kwee Tek Hoay memberikan sum-
sama mengelola usaha keluarga. bangan yang sangat berharga terhadap
perkembangan sastra Indonesia dengan
Aktivitas menulis mulai digelutinya karya-karya asli dan karya terjemahaimya.
tahun 1905 tentang persoalan yang ber- Dia ikut menyemarakkan kehidupan sastra
kaitan dengan masalah kemasyarakatan. Indonesia, terutama pada periode awal,
Tulisannya dimuatdalam suratkabar LiPo, dengan menghasilkan karya-karya yang
Bintang Betawi,dan Ho Po.Pada saat terjadi bemuansa pembauran. Novel, drama, dan
Perang Dunia II,dia menulissebuah artikel syair ciptaannya menjmarakan kenyataan
yang berjudul"Pemandangan Perang Dunia yang terjadi dalam masyarakat sekitamya.
I tahun 1914-1918" yang dimuat dalam Sin Meskipxm ide ceritanya lebih menonjolkan
Po. Kwee pemah menjabat sebagai Dewan budaya Cina,KweeTekHoaymenyesuaikan
Redaksi majalah LiPodanHoPo.Pada tahun cerita itu dengan keadaanIndonesia.
1926 Kwee mendirikan majalah Panorama.
Akan tetapi, dia menjual majalah itu pada Secara umum,gagasan yang tertuang
* tahun 1931 dan menerbitkan majalah
dalam karyanya merupakan masalah
Moestika Romans dan Moestika Dharma. kemasyarakatan Cina pada zamannya.
Realitas yang berkembang dalam masyara
Setelah mendirikan kedua majalah itu,per- kat Cina di Indonesia banyak mengilhami
hatian Kweelebih tertumpu pada persoalan Kweedalam berkarya.Masalah pembauran
filsafat, agama, kebatinan, dan sejarah. Di yang tertuang dalam Boenga Roos dari
samping itu, dia juga aktif menyebarkan Tjikembang merupakan realitas yang hidup
ajaran tiga agama (Sam Kauw) dan di tengah-tengah masyarakat keturunan
mendirikan perkumpulan Sam Kauw. Cina.Tentang pandangan ini,Kweesampai
berpolemik dengan kelompok Sin Po yang
Dunia sastra mulai digelutinya sekitar cenderung menganggap keturunan Cina
tahun 1905 ketika menulis novel perta- sebagaiorang asing diHindia Belanda yang
manya berjudul Yashuko Ochida atawa harus menggunakan bahasa Hokkian
Pembalesannja Satoe Prampoean Japan. sebagaibahasa pertama.Dia tidaksetujude
Naskah itu diterbitkan secara bersambung ngan pendapattersebut.Dia berpandangan
dalam majalah Ho Po, Bogor. Tahim 1919
dia menulis drama 6 babak yang berjudul lebih moderat.MenurutKwee,orang-orang
AllahjangPalsoe.Drama itu diterbitkan atas Cina adalah kawula Hindia Belanda yang
biaya Tjiong Koen Bie sebanyak seribu
eksemplar.Drama AllahjangPalsoe menyu- harusberbahasa Melayu atau Baratsebagai
arakan kecaman terhadap keserakahan bahasa pertama, tetapi memegang teguh
manusia yang sangat mementingkan harta
di atas segala-galanya.Pemujaan terhadap tradisi Cina.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 161
Di samping banyak mengimgkapkan MarianneKatoppo,namalengkap-
persoalan yang ada di lingkimgan masya-
rakat ketunman Cina,karya-karyanya juga nya Henriette Marianne Katoppo,
menyentuh berbagai persoalan yang adalah pengarang wanita yang
menyangkut masyarakat Iain di luar terkenal. Dia lahir tanggal 9 Juni 1943 di
kelompok Cina, terutama masyarakat Tomohon,Minahasa,Sulawesi Utara,yang
pribumi. Karya Kwee secara umum berisi berasaldarikeluarga yang gemar membaca.
gambaran tentang asimilasi (pembauran), Ayahnya, Elvianus Katoppo, pernah
kritik moral, dan mistik. Karya-karyanya menjabat sebagai Menteri Pendidikan di
antaralain DjadiKorbannjaPerempoean(novel, Negara Indonesia Timur pada zaman
1924), Boenga Roos dari Tjikembang (novel, Republik Indonesia Serikat(MS). Elvianus
1927), Drama dari Krakatau (novel, 1928), Katoppo adalah salah seorang penyusun
Drama dari Boven Digoel(novel, 1929-1932), naskah Ejaan Bahasa Indonesia yang
Drama dari Merapi (novel, 1929-1932), Disempurnakan, tokoh gereja Indonesia
Semangat Boenga Tjempaka (novel, 1931), Barat, dan pensiunan pegawai tinggi
Pendekar dari Chapei(novel, 1932), Bajangan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
dari Kehidoepan jang Laloe (novel, 1932), Marianne Katoppo adalah anak bung-
Pengalaman SatoeBoenga Anjelier(novel,1938), su dari sepuluh bersaudara. Dua orang
AsepHiodan Kajoe Garoe(novel,1940),Lelakon kakak laki-lakinya menjadi wartawan
Boekoe(novel,1940),Hoe Nonajang Bertopeng terkenal sehingga tidaklah mengherankan
Biroe(novel,1942),Drama diLon Ireng(novel, jika dia tumbuh sebagai orang yang gemar
1933-34); Korbannja Kong Ek(drama,1926), membaca. Dia penganut agama Kristen
Plesiran di Hari Minggoe(drama,1927), The Protestan yang taat. Hal itu tampak dari
Ordeal of General Chiang Kai Shek (1929), bidang pekerjaan dan pendidikannya.
Pentjoeri(drama,1935),Bingkisan Taon Baroe Dia menamatkansekolahrakyat(SR)di
(drama,1935),BidjiLada(drama,1936),Barang Jakarta tahun 1954, sekolah menengah
Berharga jang Paling Berharga(drama,1936),
Mahabhiniskramana(drama,1937),Lelakonnja pertama (SMP) di Jakarta tahun 1957,
Boekoe(drama,1940),dan Penghidoepan Satoe sekolah menengah atas(SMA)di Jakarta
Panggung{1943).
tahun 1960. Setelah memperoleh gelar
Kwee juga banyak menerjemahkan sarjana mudadariSekolah TinggiTheologia,
syair dan buku-buku agama. Dia mener- Jakarta tahun 1963,dia melanjutkan pendi
jermahkanRubayatkarya UmarKhayam.Di dikannya ke International Christian Univer
samping itu,tulisannyatentang keagamaan sity, Tokyo, tahun 1964, dan Shingakuhbu
antara lain Hikayat Kong Hoe Coe, Agama Doshisha Daigaku (sekolah theologia),
Boedha difawa pada Zaman Koeno,Bhagawad Kyoto tahun 1965. Tahun 1974 dia
Gita,dan Keterangan Ringkas tentang Agama melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi
Theologia,Jakarta,dan memperoleh gelar
Islam. sarjana lengkap tahun 1977. Selanjutnya,
dia mengikuti Program Pascasarjana di
Kwee Tek Hoay meninggal tanggal 4 Institut Oecumenique Bossey,Swiss(1978-
Juli 1952di Cicurug,Bogor,Jawa Barat.
1979).
162 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
Dia pemah bekerja di British and Foreign Meskipun belum boleh bersekolah-karena
Bible Society, London (1966-1969), di AB belum cukup umur-dia diizinkan ayahnya
Svenska Pressbyran,Stockholm (Swedia)sam- untuk mengetahui apa yang dipelajari
bil mengikuti kursus malam di Universitas kakak-kakaknya di sekolah hingga dia
Stockholm (1970-1974). Tahun 1981 dia merasa sama dengan mereka.
berangkat ke Vancouver untuk memenuhi
undangan EcumenialForum ofCanada sekali- Karyanya yangterkenaladalahRaumanen
gus menjadi bintang tamu di beberapa (novel). Novelnya yang lain adalah(1)Dunia
sekolah tinggi teologi di Vancouver,Saska Tak Bermusim yang terbitpertama kalisebagai
toon,Winnipeg,Toronto,dan Ottawa.Sejak ceritabersambungdalam majalahMwfzflra No.
tahun 1984 dia bekerja sebagai editor di 123-127 tahun 1976,(2) Anggrek Tak Pernah
Yayasan OborIndonesia,disamping sebagai Berdusta, pemenang Sayembara Mengarang
penasihat di beberapa gereja intemasional. Femina tahun 1977, yang terbit secara
bersambungdalamFemina No.118-121tahun
Bakatnya dalam karang-mengarang 1977,kemudian tahun 1979diterbitkan pertama
tampak sejak dia masih kanak-kanak. kaH sebagaibuku noveloleh Gaya PavoritPress
dan terbitan kedua tahun 1986;(3)Terbangnya
Ketika berumur 4 tahun, dia merasa iri Punai,pertama kaliditerbitkan tahun1978oleh
Penerbit Cypress, Jakarta, dan terbitan
kepada kakaknya,Josi,yang umumyalebih keduanya tahun 1991 oleh Pustaka Sinar
tua 2tahun, yang sudah bersekolah. Oleh Harapan,Jakarta;(4)RumahdiatasJembatan;dan
karena itu,dia mulai belajar membaca dan (5) Dunia Tak Bermusim. Cerita pendeknya,
menulissendiri.Ketika ayahnya melihathal antaralain"Bila Cinta Meraga Diri"terbitdalam
itu, Marianne Katoppo diminta untuk majalah Femina No.117tahun 1977,dan"Tak
menuliskan apa saja yang disenanginya. AdaSuakabagiWinanti"dalam Selecta No.963
Sejak saat itu dia mulai menulis dongeng tahun1980.Selainitu,diajuga menerjema'ri'an
atau pengalamannya. Pada awalnya dia
menulis dalam bahasa Belanda. Beberapa sastra asing,antara lainI^tinyasangPenguasa
tulisannya dimuatdalam rubrik anak-anak
surat kabar Nieuwsgier yang namanya dari karya El-Sadaawi,hayar(1993)dari karya
kemudian berganti menjadiNusantara.Dia KuntHamsun,Gelang Wama Wami(1990)dari
juga pernah mendapat hadiah. Sesudah karyaSaloniNarang,danPajar(1991)darikarya
tahun 1960-1961 dia sering menulis cerita Elie Wiesel.Disamping menulis karya sastra,
pendek dalam Sinar Harapan dan Ragi Marianne Katoppo juga menulis karya
nonsastra,yaitu Compassionate and Free(1979)
Buana. dan80Tahun BungKamo(1981).
Saudara sepupunya, Nyonya Emmy Jakob Sumardjo dalam Pengantar Novel
Simorangkir Katoppo, menyatakan bahwa Indonesia, Jakarta 1983, menyatakan bahwa
kalau saja Marianne tidak menulis novelnya
ketika masih kanak-kanak,semua anak ber- yang lain, dia hanya akan dikategorikan
sebagaisalah seorang penulisnovelpopuler
main, tetapi Marianne Katoppo terbenam belaka. Namun, citra kepengarangannya
dalam bacaannya di sudut ruangan.Kakak menjadi naik lantaran novelnya yang terbit
perempuannya, Nyonya Threes Slamet
Katoppo, menyatakan bahwa Marianne
Katoppoingin menyamai kakak-kakaknya.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 163
kemudian lebih apik dan padat serta Matu Mona lahir di Kesawan, Deli,
membawakan masalah yang lebih serius di Sumatra Utara, tanggal 21 Juni 1910 dan
luarpermasalahancinta remaja.Selanjutnya, meninggaltanggal8Juli 1987diJakarta.
Jakob menyatakan bahwa meskipun
Marianne seorang sarjana theologia, Dia menyelesaikan studinya di St.
novekiya tidak menyangkutmasalahagama, Anthony's Internasional Shcool di Medan,
tetapi banyak menyangkut nasib malang tahun 1930. Selanjutnya, dia belajar
manusia sejenisnya.
secara autodidak. Setelah menamatkan
MarianneKatoppopemah memperoleh
penghargaan atascerita pendeknya"Supiyah" studi disekolah St.Anthony'sInternasional
dalam Sayembara Kincir Emas Radio Shcool, Matu Mona bekerja sebagai guru
Nederland Wereldomroep (1975). Dia juga
pernah memperoleh penghargaan atas bantu di sekolah itu.Tahun 1931-1938 dia
novelnya Raumanen dalam Sayembara
Mengarang Roman yang diselenggarakan menjabat redaktur harian Pewarta Deli,
Dewan Kesenian Jakarta tahun 1975. Cerita
tersebut kemudian dimuat sebagai cerita Medan, di bawah pimpinan Adinegoro.
bersambungdalam majalahFemim No.79-84 Pada waktu bekerja di harian ini, Matu
tahun 1976.Setelahterbitsebagaibuku,tahun Mona memulai debutnya dalam menulis
1977,novelini meraih hadiah Yayasan Buku karya sastra.
Utama, Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan.Tahun 1982Marianne Katoppo Tahun 1939 Matu Mona memimpin
dinyatakan sebagai penerima Hadiah Sastra majalahbulanan Goebahan Majasambilmem-
Asia Tenggara (SEA Write Award) atas bantu majalah Tjendrawasih.Kedua majalah
novelnya Raumanen.
itu terbit di Medan.
Matu Mona adalah sastrawan
Atas jasanya dalam bidang jumalistik
Indonesia yang mendapatpredi- dan kewartawanan, Matu Mona mendapat
kat pengarang novel picisan. anugerah dari pemerintah pada Hari Pers
Dua kritikus sastra Indonesia yang Nasionaltanggal9Februari1985sehubungan
mendukung predikatitu adalah Teeuw dan dengan peringatan Hari Ulang Tahun
Ajip Rosidi. Di samping itu, Ajip menge-
lompokkan Matu Mona sebagai pengarang Persatuan Wartawan Indonesia ke-39.
periode 1933-1942.
Matu Mona aktif dalam berbagai
Nama asli Matu Mona adalah Has- kegiatan, seperti dalam dunia sastra,
kewartawanan, penerbitan, dan partai
bullah Parinduri.Namun,nama aslinya itu politik.
kurang begitu dikenal sebab dalam kehi-
dupan sehari-harinya pun dia sering di- Matu Mona bermarga Rangkuti dan
panggil dengan nama samarannya. beragamaIslam mazhab Syafi'i.Setelah aktif
dalam kegiatan politik, dia masuk dalam
organisasi Islam, seperti Permi(Persatuan
Muslimin Indonesia) dan PII(Partai Islam
Indonesia)Cabang Medan.
Pada zaman penjajahan dia sering
keluar masuk penjara karena tulisannya.
Apabila diamati,isikarya Matu Monaisinya
kebanyakan berupa pengalaman dan
cerminan aspirasi politiknya.
164 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
Pada Zaman Belanda Matu Mona di- Masa proklamasi kemerdekaan Re-
publik Indonesia 17 Agustus 1945 hingga
penjara oleh Pemerintah Belanda karena
tulisannya yang berjudul "Ranting Emas tahun 1946, Matu Mona berada di Garut
PohonPerak"yangisinya menyindir peme
bersama temannya dari Aceh. Mereka
rintah Belanda. mendirikan harian Perdjoeangan Rakjat. Saat
itu keadaan Garutrusuh dan Bandung telah
Menjelang keruntuhanPemerintah Be jatuh ketanganSekutudan Nica.Matu Mona
landa Matu Mona kembali masuk penjara. dan kawan-kawannya lari keSolo.DiSolo dia
Matu Mona diajukan ke pengadilan di diangkat sebagai pegawai di Penerangan
Banjarmasin dan keputusarmya ialah harus
masuk ke penjara Sukamiskin di Bandung Tentara Divisi tahun 1946-1949.Setelah itu,
selama dua tahim.Dari Banjarmasin dia di-
angkut dengan kapal ke Surabaya, kemu- dia pergi keJawa Timur,bergabung dengan
dian singgah di penjara Kalisosok. Selan- KompiBlora di Gunxmg Kawi.
jutnya,Matu Mona dibawa ke Yogyakarta,
dan singgah di penjara Wirogunan. Dari Setelah penyerahan kedaulatan Indo
Wirogunan, dia dibawa ke Bandung. Di
penjara Banceuy dia kemudian diinterogasi nesia tahun 1950, dia kembali ke Jakarta,
dan sore harinya dikirim ke penjara
kemudian berangkat ke Sumatra karena
Sukamiskin. ayahnya di Medan meninggal dunia. Dari
Medan Matu Monaberangkat menuju Aceh.
Masa penjajahan Jepang tiba meng- DiAceh dia mendirikan harian Tegas.Ketika
"mengemudikan"harian itu,dia mendapat
gantikan penjaj^Belanda.Matu Mona mulai kesulitan. Harian itu dianggap menyuara-
kan partai Masyumi.Oleh karena itu,Matu
lagi mengirimkan karangan-karangannya ke Monasempatditahan oleh penguasa militer
majalah Pandji Poestaka (waktu itu majalah setempat. Tahun 1953 surat kabarnya
PandjiPoestakasudahdiperbolehkanterbitoleh "diberangus"karena dianggap mempunyai
Barisan PropagandaJepang).Disampingitu, hubimgan dengangerakanDarulIslam(DI).
Matu Mona bertemu dengan Anjar Asmara
(pemimpin sandiwara grup Bintang Timur), Berkatanjuran AliHasjmy,Matu Mona
kemudian dia bergabung dengan Anjar aktifkembalidalam dunia persuratkabaran
Asmara.Dia diberi tugas oleh Anjar Asmara
sebagai sutradara dan penulis naskah. di Medan.Dia bersama Marzuki Markiman
Naskahnya "Pulau Impian" yang berupa
opperet berisi sindiran pada penjajahan menerbitkan Mingguan Istimewa dan
Jepang dan Belanda. Mingguan Singgasana. Hal itu berlangsimg
lebih kurang 10 tahun (1950-1960). Tahun
Matu Mona merasa tidak puas ber 1960dia pindah keJakarta sebagairedaktur
gabung dengan grup sandiwara Anjar majalah Selecta dan bergabung dengan
Asmara.Dia kembali aktif menulis-sebagai Sjamsuddin Lubis.
pengarang-sampaitahun 1944.Disamping
itu,dia bekerjasabagaipembantutetap pada Matu Mona mempunyai peranan
majalah PandjiPoestaka.
sebagai pejuang di masa penjajahan
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem Belanda,Jepang,dan masa revolusi. H.M.
Joesoef Ahmad-tokoh perintiskemerdekaan
Rl-berpendapat bahwa Matu Mona
memilikisyarat-syaratuntuk diakuisebagai
tokoh Perintis Kemerdekaan.
165
Matu Mona menikah dengan Nurlela 2) Penjelidik Militer Chusus. 1951.
Lubis dan mereka dikarimiai enam orang Jakarta:Bintang Mas.
anak,empat perempuan dan dua laki-laki.
Anak pertama bernama Nina Parinduri, 3) Arek Surobojo.1950.Jakarta:P&P
anak kedua Rita Parindtiri(terkenaldengan Waspada.
nama Rita Matu Mona),anak ketiga Daliyan
Parinduri,anak keempatNurhadiParinduri, 4) TjindurBiniiangSaudaraKembar.dsiam
LuJdsan Suasana,No.2,TahunH,
kelima Nona Parinduri, dan anak keenam
5) Banteng Ketaton dalam Lukisan
Nuri Parinduri. Suasana,No.6,Tahiml,Februari/
Akhirnya, pada usia 77 tahun Matu Maret.
Mona dipanggil oleh Yang Mahakuasa,di
RumahSakitDr.Cipto Mangunkusumo.Dia 6) Harta yang Terpendam.
dikebumikan di Pekuburan Karet,Jakarta. 7) M. Yussah,Jurnalis. 1932. Medan:
Pada akhir hayatnya almarhum menjabat
redaktur majalah Selecta. Toko Buku Multatuli.
Karier Matu Mona dalam dunia tulis- 8) Spionagedienst. 1935. Medan: CV
menulis dimulaisejak dia berusia 18 tahun, Sarkawi.
yaitusejak dia bekeija disuratkabarPewarta
9) Rot Pacar Merah Indonesia. 1934.
Deli. Sewaktu muda Matu Mona sering
Medan:Sarkawi.
mengarang cerita pendek yang ditujukan
kepada gadis yang dicintainya. 10) Panggilan Tanah Air.1934.Medan:
Bakat menulis Matu Mona turun dari CV Sarkawi.
ayahnya, Haji Mohammad Thahir, yang 11) Dja Oemenek Djadi-Djadian. 1937.
mengarangbuku SyairPuteriMaryam Zanari
yang diterbitkan di Singapura tahim 1928. Medan:Toko Buku Islamiah.
Haji Mohammad Thahirsangatmendorong
anaknya agar terjun dalam dunia karang- 12) Poetera Dja Oemenek. 1931.
Medan:NV SyarikatTapanuli.
mengarang dan kewartawanan.
13) Akibat Perang. 1950. Jakarta:
Karya-karya Matu Mona cukup Gapura.
beragam,seperti puisi,cerita pendek,novel,
dan biografi. Karya-karyanya itu dimuat di C. Cerita Pendek
berbagai media massa,seperti majalah Indo
nesia, Pandji Poestaka, dan Poedjangga Baroe. 1) "Kenang-Kenangan".
Karya MatuMonaantaralain,sebagaiberikut. 2) "Menjinggung Perasaan". 1948.
A. Puisi Gema Tanah Air.H.B.Jassin.
"Riak Penghidoepan". Poedjangga 3) "Pudjangga Melaju".dalam Indo-
Baroe,No.15,Tahun XXI,29April1943.
nensia.No.11-12,Tahtm I,Desem-
B. Novel
ber1949.
1) Zaman Gemilang. 1950. Jakarta:
Gapura. 4) "Kisah Pengarang".dalam Penje-
dar. No. 19-20, Tahun XVIII, 31
Mei 1954.
D. Karya Nonsastra(biografi)
1) Penghidoepan Seorang Komponis
2) Rizoajat Penghidoepan dan Per-
djoeangan M.Hoesni Thamrin.
3) W.R.Soepratman.
166 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
Mayapadaadalah nama majalah pendek yangpanjang(novelet)danadacerita
pendek terjemahan atau saduran. Beberapa
kebudayaan yang memuatkarya pengarang yang menuliskarya sastra dalam
sastra, terutama cerita pendek majalah Majapada antara lain Abdullah
dan cerita bersambung. Majalah Majapada Harahap, Doli-Doli Sipirok, Adi Siregar,
terbitpertama kalitahim 1967,oleh Yayasan Putra Mada,Nyoman Putra,Gun Tasimbo,
Perpustakaan Nasional (Yapernas) yang Bung Usman, Ridwan Amran, Sjamsiar
beralamat diJalan Gunung SahariIII,Nomor Seman,B.A.,ZainalAbidin,Indrawati,Vicky
4, Jakarta Pusat. Motivasi kelahirannya Gunawan,dan AgusSusarohdiah.Selainitu,
adalahnntuk memberikan pengetahuandan beberapa nama penerjemah cerita asing
hiburan kepada masyarakat pembaca. antara lain Sihar Tobing,Amangkurat,dan
Tahun 1967majalah Majapada dikelola Odjie. Walaupun pengarang-pengarangnya
oleh anggota redaksisebagaiberikut.Hassan bukan pengarang terkenal,ma]a\ah.Majapada
Noel Arifin sebagai pemimpim umum. telah memberi sumbangan berarti dalam
Nazirin Zakaria,sebagai pemimpin redaksi.
Sumantri Martodipuro, Zainal Abidin dunia sastra karena dalam waktu satu tahun
Mahmud,dan Drs. Amdarto sebagai staf
redaksi.Setelah memasukitahun 1970,para telah memuat103buah karya sastra.Halitu
anggota redaksi berganti dengan nama- berarti bahwa Majapada telah memberi
nama sebagai berikut. M. Napis sebagai perhatian pada perkembangan sastra Indo
pemimpin umum. Hassan Noel Arifin
sebagai pemimpin redaksi. Nasminto nesia.
Kapulaga,Soemantri Mertodipuro,Zainal
Abidin Mahmud,dan Drs.Amdartosebagai Majalah Majapada tersebar secara nasio
staf redaksi. Majalah ini terbit hingga akhir nal.Darisuratpembaca yangmasukke meja
tahim 1971. Sejak September 1971 majalah redaksi,diketahuibahwa majalah inisudah
Majapada tidak terbitlagi. tersebar di kota besar, seperti Medan,
Majalah Majapada terbit dengan jenis Padang,Palembang, Bandung, Cirebon,
kertaskoran.Kulitnya mengkilap danlebih
tebal daripada kertas isi. Majalah ini Makasar,dan Jayapura.
berukuran 29 x 22 cm. Di dalamnya ter- Majalah ini bersifat umum yang
dapat rubrik tetap, yaitu rubrik Mayaria,
rubrik Kartun, dan rubrik Tindjauan sasaran pembacanya masyarakat kelas
Majapada.Di dalam majalah ini tidak ada menengah dan orang-orang yang berumur
ruang khusus untuk karya sastra. Akan
tetapi, sejak tahun 1970 Majapada secara 17tahun ke atas.
rutin memuat karya sastra.
Sejak tahun 1970 hingga tahun 1971 Merahnya Merah adalah novel
sudah dimuat103 karya sastra yang berupa
cerita pendek dan cerita bersambung. Di karya Iwan Simatupang yang
antara cerita pendek itu ada pula cerita pertama terbit.Novelini dianggap
sebagainovelpertama yang membawa angrn
baru bagikehidupan pemovelanIndonesia.
Cetakan pertamanovelinidiluncurkan
tahun 1968oleh PenerbitDjambatan.Tahvm
1986 terbit cetakan kedua dan tahun 1992
terbit cetakan ketiga. Ketiga cetakan itu
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 167
diterbitkan oleh PT Djambatan, Jakarta, menurutDami N.Toda mirip dengan karya-
oplah terbitan 3.000 eksemplar. karya Robbel Grillet dan karya-karya Camus.
•Novel Merahnya Merah berbicara ten- Dami mengatakan bahwa dalam L'annee
tang cinta segitiga dikalangan masyarakat
gelandangan. Masalah yang ditonjolkan Dermiere a Marienbad (1961) karya Robbel
dalam novel itu ialah adanya pengakuan Grillet(salah satu dari yang terkenal)juga
bahwa seorang gelandangan bukan sekadar
tampang lusnh yang berpakaian compang- dengan nama "Ciime roman" bisa disebut
camping. Di antara mereka terdapat juga
menambangigaya"tak bemama"tokoh kita.
calonrakib,calon menteri,mantankomandan Pendapat Dami N. Toda dipertegas
kompi pasukan berani mati, dan mantan oleh Tubagus Djodi Rawayan Antawidjaya
algojo. Mereka adalah manusia biasa yang
mempimyai cita-cita,hati,dan jantung. (1977)yang mengatakan bahwa keberadaan
Judul "Merahnya Merah" didasarkan Merahnya Merah merupakan nouveau roman-
pada peristiwa terbunuhnya tokoh cerita
yang bemama "tokoh kita" di ujung golok nya Alain Robbel Grillet.
Pak Centengdenganbersimbah darah yang Merahnya Merah merupakan novel
merah,tumbangnya Pak Centeng di ujimg pembahaman yang menumtUmarYunusse
pelurukomandan polisidengan darah yang bagai novel yang kadang-kadang terasa ber-
mengucur"merah",dan disambutolehsenja
tentangan dengan realitas. Dalam novel
yang"merah"di ufuk barat.
Merahnya Merah pembaca berhadapan dengan
Kehadiran novel Merahnya Merah per- tokoh-tokoh tanpa nama. Kehidupan tokoh
tama kali disambut oleh masyarakat "Kita" dalam novel itu seluruhnya dikuasai
pembaca dan pengamat sastra dengan oleh pembahan yang berada di luar dirinya
keterkejutan. Merahnya Merah dianggap dan dia terseretke dalamnya.Merahnya Merah
sebagai novel esai karena dalam novel itu menunjukkan bahwajikajarak antara rakyat
terdapatfilsafattentangkehidupan manusia banyak dan para intelektual telah diambil,
dan banyak fatwa intelektual yang para intelektual itu berubah menjadi rakyat
memberikan bobotimtuk diperhatikan. banyak, bahkan menjadi gelandangan.
Merahnya Merah merupakan novel yang
H.B.Jassin(1985)mengatakan bahwa menyamakan tokoh aktualisasi yang sedang
apa yang dilukiskan olehIwanSimatupang berkembang di Barat. Pergelaran yang ada
dalam novel itu bukan hanya pengalaman
dalam Merahnya Merah ialah penghayatan
yang ada dalam imajinasi Iwan, melamkan
metafisik dari kehidupan, bukan sekadar juga pengalaman yangmungkindialamiIwan
gambaran dari peristiwa demi peristiwa
yang dapat dicapai oleh manusia. sendiri, dan mungkin dialami oleh
DamiN.Toda(1984)seorang pengamat pembacanya meskipim dalam tahap yang
novel-novel Iwan Simatupang mengatakan
bahwa novel Merahnya Merah adalah novel berbeda-beda.
kesastraanbaru yangantifanatisme.Novelini UmarJvmus menganggapbahwa novel
muncul dengan tokoh tanpa nama yang Merahnya Merah merupakan novel pemba-
haru yangintelektual.Merahnya Merah bagi
Iwan Simatupang merupakan novel yang
tidak dipengaruhi oleh Robbel Grillet.
168 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
Merantau ke Deli adalah salah hidup melaratdengan Mariatim,sedangkan
Poniem hidup bahagia dengan suaminya,
satu novel karya Hamka. Novel pembantunya dulu, dengan rumah besar
ini pertama kali terbittahuri1939
sebagai cerita bersambung dalam rubrik dan tanah luas.
"Feuilleton" majalah Pedoman Masyarakat.
Kemudian, cerita bersambung itu diter- Zuber Usman dalam majalah Pustaka
bitkan pertama kali dalam bentuk buku dan Budaya Tahun II No. 7 tahun 1960
tahun 1939 diBandimg oleh Penerbit Bulan
Bintang.Tahun 1941 novelitu dicetak untuk menulis "Roman di Perkebunan" dan
kedua kalinya oleh Penerbit Cerdas. Se-
lanjutnya, novel tersebut dicetak untuk mengatakan bahwa novel Merantau ke Deli
ketiga kalinya tahun 1959 oleh Penerbit dapat dipandang sebagai basil sastra yang
Jayabakti di Jakarta. Cetakan keempat telah mencerminkan kepada kita suatu segi
diterbitkan oleh penerbit yang sama tahun kehidupan masyarakat Tanah Deli yang
pada suatu ketika dibanjiri oleh kuli-kuli
1960. kontrak dari pulau Jawa, Minangkabau,
Tapanuli, Banjar, Bawean, dan suku-suku
Novel ini bertema tentang persoalan lain, sebagaimana dikatakan oleh penga-
adat Minang. Seorang laki-laki Minang- rangnya bahwa pada hakikatnya per-
kabau akan dipandang hina kalau menikah campuran atau perpaduan itu kemudian
dengan perempuan yang bukan Minang- membentuk suatu masyarakat baru,
kabau.Novelini menentang pandanganitu. masyarakat Deli, yang dapat pula dipan
dang sebagai tunas masyarakat yang lebih
Novel ini mengisahkan perkawinan luas,yaitu masyarakatIndonesia.
campuran antara perempuan Jawa dan laki-
laki Minang. Seorang perempuan yang Zuber Usman(I960)mengimgkapkan
berasal dari Jawa,Poniem,bekerja sebagai
kuli kontrak perkebunan di Deli. Poniem bahwa kedudukan novel Merantau ke Deli
yang telah menjadi istri piaraan mandor
berniat meninggalkan kehidupan kuli karya Hamka ini dalam perkembangan
kontrak yang berat dan hina itu. Dia ingin sastra agak istimewa. Keistimewaan ini
berumah tangga menurut aturan susila dan dapatdiketahui darikeaslian karangan dan
menurut aturan agama. Poniem melarikan bahasa Hamka. Novel ini berbeda dengan
diri dari perkebunan dengan mengikuti novel-novel Hamka lairmya yang diterbit
Leman yang telah bersumpah akan sehidup kan oleh Balai Pustaka, s.eperti Laila
semati dengannya. Mereka berdua kawin. Madjenun, Di Bawah Lindungan Ka'bah, Di
Mereka hidupberbahagia,dengantoko-toko- dalam Lembah Kehidupan,dan Tenggelamnya
nya yangbesar dan pembantunya yangbaik. Kapal van der Wijck, yang di sana sini telah
mengalami perubahan atau perbaikan
Leman dipaksa kawin dengan Maria- bahasanya olehredaksiBalaiPustaka.Novel
tun karena adat mengharuskan bahwalaki- Merantau ke Deli merupakan bahasa asli
laki Minang harus kawin dengan gadis dari tanpa perubahan. Di samping itu, karya
kampung sendiri.Leman akhimya bercerai
dengan Poniem. Pada akhir cerita, Leman Hamka ini bersifat didaktis retoris. Di
dalamnya dapat dirasakan gaya berpidato
yang mengasyikkan bagi pembacanya.
Agaknya,tidak berlebihan novel ini dapat
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 169
dikatakan sebagai novel Hamka yang enak Dunia Kedua. Sapardi.Djoko Damono
dibaca danbanyak pulasealpergavilan yang menyatakan bahwa hukuman pengarang
patut diresapkan oleh pembacanya. terhadap tokoh Leman dapat ditafsirkan
sebagaisikap pengarang yang memmjukkan
ZuberUsmanselanjutnya menyatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam
bahwa dalam novel Hamka ini tokoh yang pelaksanaan adat di Minangkabau.
malang sesungguhnya Leman. Dia datang
ke tanah Deli seperti kebiasaan anak muda Pada tahun 1960 Merantau ke Deli di-
yang keluar dari daerahnya,perantau dari
Minangkabau,yang mencari penghidupan terjemahkan ke dalam bahasa Malaysia
di negeri orang. Mula-mula dia sudah dengan judul Merantau ka Deli. Di Malaysia
berhasil, tetapi karena menurutkan hawa novel itu telah mengalami cetak ulang lima
nafsunya, dia jatuh dan kembali seperti kali: cetakan pertama tahim 1960, cetakan
keadaan semula.Leman sebenamya seorang kedua tahun1962,cetakan ketigatahun 1965,
yang jujur, bercita-cita baik, tetapi sayang cetakan keempat tahun 1966, dan cetakan
tidakbijaksana dan mudah dipengaruhior
ang lain. Oleh karena itu, dia tidak dapat kelima tahun 1970.KelimaedisinovelHamka
mempertahankan kebahagiaan yang telah
dicapainya. itu diterbitkan di Kuala Lumpur oleh
Ajip Rosidi(1969) menyatakan bahwa PenerbitPustaka Antara.
novelHamka yang satuitu merupakan kritik
terhadap adatMinangkabau yangtidak segan- Merari Siregar terkenal sebagai
segan merusak kedamaian rumah tangga
yang bahagia karena sisuami(orang Minang) sastrawan yang mula-mula
menulis secara baru dengan
belum menikah secara adat, yaitu menik^ novelnya yang berjudul Azab dan Sengsara.
Merari Siregar lahir di Sipirok, Tapanuli,
dengan gadis Minangkabau, sehingga Sumatra Utara,tanggal13Juli1896dan me-
diceraikannya istrinya yang asal Jawa yang ninggal di Madura tanggal23 April 1940.
telah hidup bersama dengannya dan yang Merari Siregar bersekolah di Kweek-
telah membangim rumah tangga bahagia. school'sekolah guru'.Diajuga bersekolah di
sekolah guru Oosten West'Timurdan Barat'
Selanjutnya,Umar Jtmus dalam buku di Gunung Sahari,Jakarta. Tahxm 1923 dia
Perkembangan Novel-Novel Indonesia (1974) mendapatijazah dari Handelscrorrespondent
mengungkapkanbahwa dalam novelinikita Bond A diJakarta.
dapat melihat riwayat hidup Leman yang Mula-mula dia bekerja sebagai guru
akhirnya hidup melarat karena pengaruh bantu di Medan. Di Jakarta dia bekerja di
sistem Minangkabau. Kalau tetap hidup Rumah Sakit CBZ(Rumah Sakit Cipto
dengan istrinya (orang Jawa) dan tidak Mangimkusumo).Dia kemudian pindah ke
kawin dengan gadis Minangkabau, Kalianget, Madura. Dia bekerja di Kantor
mungkin dia akan hidup bahagia dan kaya. Opium end Zouregie, sampai meninggal
Sapardi E>joko Damono(1977) mema- dunia.
sukkan novel Merantau ke Deli ke dalam Merari Siregar mempunyaianak tiga
orang, yaitu Florentinus Hasajangu M.S.
novel sastra Indonesia sebelum Perang
170 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
lahir 19 Desember 1928, Suzanna Tiurna kebebasan daripada dalam masyarakat
tradisional, terutama dalam hal pemilihan
Siregar lahir 13 Desember 1930, dan jodoh. Mereka hanya dapat bertindak secara
Theodorus Mulia Siregar lahir 25Juli 1932. kritis terhadap paksaan setelah merasakan
betapaperihnya gigitanakibatburuknya,baik
MerariSiregar sejak kecilberada dalam dalam kehidupan mereka sendiri maupun
dunia keketatan adat dan kawin paksa. melalui kehidupan orang yang disaksikan di
Setelah dewasa, dia melihat pola hidup sekeliling mereka.
masyarakatdiSipirok yangtidaksesuailagi
dengantuntutanzaman.Hatikecilnya iftgin Umar Jurvus menyamakan Merari
mengubah sikap dan pandangan yang Siregar dengan Marah Rusli. Dalam
kurang baik itu. pandangan Umar Junus, Marah Rush dan
MerariSregar yang dianggap pemula tradisi
NovelAzab dan Sengsara berbicara ten- penulisan novel dalam sastra Indonesia,
tang kesengsaraan seorang gadis akibat sebenarnya tidak mempimyainiatan untuk
kawin paksa. Merari Siregar sendiri me- suatu pembaharuan. Mereka hanya
ngatakan seperti itu. mencoba mengungkapkan pikiran mereka
yang telah menyerap pendidikan Baratdan
Saya mengarang ceritera ini, dengan membacasastra Barat.Pengaruh pendidikan
maksud menunjukkan adat dan kebiasaan dan sastra Barat ini mewarnai sikap dan
yang kurang baik dansempuma di tengah- pandangan mereka terhadap adat dan
tengahbangsaku,lebih-lebih diantara orang kebiasaan kawin paksa. Mereka tidak
berlaki-laki. Harap saya diperhatikan oleh menyadari adanya struktur novel.
pembaca.
Karya MerariSiregar hanyaberbentuk
Hal-hal dan kejadian yang tersebut novel baik karya asli maupun saduran,
dalam bukuini,meskipunseakan-akantiada sebagaimana tercatat berikutini.
mungkin dalam pikiran pembaca adalah 1) Si Jamin dan Si Johan diterbitkan oleh
benar belaka, cuma waktunya kuatur-
artinya dibuatberturut-turut-supaya cerita BalaiPustaka tahun 1918,saduran dari
itu lebih nyata dan terang.
Jan Smees karya Justus van Maurik
Selain sebagai pengarang novel,Merari (Merari Siregar pernah mendapat
Siregar juga seorang penyadur yang baik. hadiah dalam sayembara mengarang
Cerita sadurannya sangat hidup sehingga atas cerita SiJamin dan SiJohan).
pembaca tidak merasakan ceritaitusebagai 2) Azab dan Sengsara diterbitkan oleh Balai
saduran dari luar negeri. Pembaca seolah-
olah membaca cerita Indonesia asli,seperti Pustaka tahun 1920 di Jakarta.
dalam cerita si Jamin dan si Johan.
3) Tjerita tentang Busukdan Wanginya Kota
A.Teeuw melihat MerariSiregar seperti
pengarang Indonesia yang Iain juga,sebagai Betawi diterbitkan oleh Balai Pustaka
orangmuda yangterdidikdisekolahBaratdan
di sekolah itulah,baik dalam buku maupun tahun 1924.
dalam kehidupan sehari-hari, mereka ber-
hadapandengan masyarakatmodemdengan 4) Binasakarena GadisPriangan diterbitkan
paraindividu yang mempunyailebihbanyak
oleh Balai Pustaka tahim 1931.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
5) Tjinta dan Hawa Nafsu diterbitkan oleh
Balai Pustaka(tanpa tahim).
171
Mh.Rustandi Kartakusuma Bagian A(kesusastraan).Masa sekolah yang
seharusnya dijalaninya selama dua hingga
§sebagaipenulisesaiadalahsastrawanyangmulaime- tiga tahun, ternyata hanya ditempuhnya
nulis puisi pada akhirtahun 1940- dalam waktu delapan bulan. Hal itu
an. Di samping itu,
dia terkenal pula disebabkan oleh keadaan darurat masa-
kesusastraan tahun
masa prakemerdekaan RI. Dengan ijazah
, 1970-anhinggal980- sekolah Jepang itu, Rustandi ditugaskan
mengajar diGarut:Dikota itu dia hanya bisa
an. Mh. Rustandi bertahan selama setahun. Akhirnya,
pekerjaan sebagai guru ditinggalkannya.
Kartakusumalahir di
Berangkatlah dia ke Jakarta untuk melan
"3 Ciamis, Provinsi Ja-
jutkan pendidikan ke Sekolah TinggiIslam,
^ wa Barat,tanggal27 yang kelak menjadi IAIN. Kuliahnya tidak
berjalan dengan baik karena keadaan
DokumenmsiP„a,BphasaDokumentasiPusat Bahasa piUg dikCUalSCBagai
revolusi.
sastrawanIndonesia,
DalamzamanrevolusiRustandimendapat
dia dikenalpula sebagaisastrawanSundadan kepercayaan dari Menteri Penerangan RI saat
ahli sastra Sunda. Ayahnya bernama Mas itu,Moh.Natsir,untuk memimpinrombongan
Kadarisman, seorang pangrehpraja, dan penerangan yang bertugas menyebarkan gera-
ibunya bernama Siti Mariam. Sewaktu kan revolusi ke Bali dan Nusa Tenggara Barat.
berumurdua tahun,dia dibawa orangtuanya Di dalam rombongannya terdapat,antara Iain,
untuk pindah ke Bandung.Dia beragama Is Mahar Mardjono(mantan Rektor UI),Juhana
(mantan Gubemur BI), dan Hen Suryanagara
lam. (mantan diplomat).Sekembalinya daritugasitu,
Rustandi menolak tawaran untuk menjadi
Sejak kecil dia bercita-cita ingin pegawai tetap di Departemen Penerangan RI.
menjadi orang pandai. Pada waktu salah Dia ingin kembali ke bidang kebudayaan
seorang kakaknya menjadi dokter, cita- (kesusastraan). Rustandi berangkat ke Yogya-
citanya beralih,yaitu ingin menjadi dokter, karta untuk meneruskan pendidikannya di
kemudian ingin menjadi profesor doktor.
Pada masa dewasa dia berpendapatbahwa FakultasKesusastraan dan FUsafatTimur,Uni-
bidang kesusastraan merupakan pilihan
hidupnya yang paling tepat. Hal itu sesuai versitas Gadjah Mada.Disamping itu,diajuga
dengan bakatnya yang mulai kelihatan kuHah di Sekolah Tinggi Islam(SH)yang saat
sewaktu dia belajar di sekolah dasar. Dia itu sudah pindah ke Yogyakarta.Sambilkuliah
selalu mendapatnilaibagusuntuk pelajaran di kota Yogyakarta, Rustandi bekerja di
Departemen Pertahanan,tempat Armijn Pane
mengarang.
bekerja.
Setelah selesai menempuh pendidikan
di HIS tahun 1942 Rustandi melanjutkan Ternyata bagi Rustandi, baik kuliah
pendidikannya ke sekolah bangsa Belanda, maupun bekerja, tidaklah memberikan
yaitu HBS bagian IPA. Setamat HBS dia kepuasan pada dirinya.Bangku perkuliahan
melanjutkan pendidikan kesekolah Jepang, ditinggalkannya dengan alasan bahwa dia
Koto Shihan Gakko(Sekolah Tinggi Guru)
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
merasa lebih pandai daripada dosen- 1. Guru Bahasa dan Sejarah Indonesia;
dosennya.Dia mendaftarkan dirinyasebagai 2. Pemimpin Utusan Kementerian Pene-
prajurit Kompi II Bandung.Kemudian,dia
kembalikekampung halamannya diCiamis. rangan diKepulauanSimda Kecil(Bali
Dikampung halamannya dia mulaimenulis dan Nusa Tenggara Barat);
puisi.Sebelumnya,Rustandi menulis naskah 3. Ketua Balai Penerangan Sunda Kecil
drama berjudulPerabu dan Puteri.Naskahitu (selama sebulan);
pada masa perjuangan dipentaskan dengan 4. Pegawai Kementerian Pertahanan
judul "Indonesia Tanah Pusaka" dan Bagian Penerangan;
pemairmya para pemuda pelajar masa itu
yang tergabimg dalam Tentara Pelajar. 5. Dosen Bahasa Indonesia di Yale
Mh. Rustandi Kartakusuma tidak University, Amerika Serikat,Program
menyelesaikan pendidikan formalnya Post Graduate Studies(1951-1952);
karena mempunyai pandangan khusus 6. Dosen Harvard University,kerja sama
tentang pendidikan. Menurutnya, penga-
laman langsxmg dalam kehidupan masya- dengan MassachusetInstitut Technology
rakat merupakan pendidikan yang paling mengisiprogram Summer Course(1952);
tinggi. Dia memang sangat mempercayai 7. Delegasi pengarang Indonesia di
kebenaran ungkapan dalam bahasa Belanda KongresPEN Club Dublin,Irlandia;
yang berbunyi Levenselfis de horgote school 8. Pembantu Atase Kebudayaan RI di
yang berarti 'kehidupan adalah sekolah Paris,Prancis(1954-1966);
tertinggi'. Baginya, minat yang besar 9. Ketua Tim Juri Inti Sayembara Besar
terhadaplapangan kebudayaan,khususnya Mengarang Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan dan Balai Pustaka
kesusastraan, seolah-olah tidak ada (1965-1966);dan
10. Redaktur majalahHarmoni,koran Man-
hubungannya dengan keadaannya yang dald, serta majalah berbahasa Sunda
tidak mempunyai pekerjaan tetap.Majalah seperti Mangle,Nirmala,dan Gondewa.
berbahasa Sunda, Mangle, pernah menju-
lukinya sebagai "kawah yang selamanya Dalam berkarier Rustandi memilih
bergolak".Kehiduparmya hanya dihabiskan
untuk menambah pengetahuan dan penga- Bandung sebagai tempat menetap. Karya
laman yang berkaitan dengan minatnya. sastra yang ditulisnya berbentuk puisi,
Untukitu,dia menjelajahikota-kota didunia drama,cerita pendek,dan esai,baik dalam
dengan biaya sendiri. Penguasaannya ter bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda.
hadap tujuh bahasa asing yang meliputi Pertama kali Rustandi menampilkan
bahasa Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, puisinya dalam majalah Poedjangga Baroe
Spanyol, Jepang, dan Malaysia memper- akhir tahun 1940-an. Diakuinya bahwa
mudah perjalanannya keliling dunia.Secara tampilan puisi pertamanya dalam majalah
ringkasriwayatpekerjaan dan pengalaman kebudayaan itu berkat bantuan H. B.
Mh.Rustandi Kartakusuma dapat dipapar- Jassin.Karya-karya sastra yang dihasilkan
kan sebagai berikut. Mh. Rustandi Kartakusuma sebagai
berikut.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 173
1. Perabu dan Puteri,drama remaja tahun dayaan milik sendiri. Sebagai akibatnya,
1952,penerbit Balai Pustaka; karya sastra tidak dikenaloleh masyarakat.
Sebagai pengamat kesenian,dia pun mam-
2. Rekaman dari Tudjuh Daerah,kumpulan pu menyelami dunia perfilman nasional.
puisi tahun 1951, Penerbit Balai Untuk kegiatannya ini dia pemah meraih
prestasisebagai Kritikus Film Terbaik versi
Pustaka;
Festival Film Indonesia di Medan tahun
3. Heddie dan Tutie, drama remaja tahun
1952,PenerbitPustaka Rakyat; 1983. Pada waktu mengemukakan pen-
dapatnya tentang dunia kesusastraanIndo
4. Ita dan Adiknya Is; cerita anak-anak nesia,yang dikatakannya terpengaruh oleh
tahun 1952,PenerbitPustaka Rakyat; Barat,adabeberapa penulislain yang mem-
berikan sanggahan, antara lain Goenawan
5. Merah Semua Putih Semua,drama tahim Muhamad. Menurut Goenawan, logika
1958, diterbitkan Balai Pustaka tahun yang dipakai Mh. Rustandi saat melancar-
1961; kan kritiknya terhadap orientasi para
pengarangIndonesia adalah"logika panas".
6. "Lagu Kian Mendjauh",skenario film Selanjutnya,Goenawan mengatakan bahwa
tahun 1951,dalam majalah Indonesia;
kesusastraan Indonesia, terutama tahun
7. "Geisha",terjemahan drama darikarya 1970-an, berkembang berdasarkan kreati-
Yamamoto,Dewan Kesenian Jakarta; vitas para sastrawan dengan unsur penga-
8. "Jang Mati Tak Bemama",terjemahan laman pribadi masing-masing sebagai
sumber ilhamnya. Sebenarnya pendapat
drama karya J. P. Sartre, Dewan kedua penulis yangberpolemikini memiliki
kebenaran dengan argumentasi masing-
Kesenian Jakarta;dan masing. Mh. Rustandi tetap menulis di
9. Mercedez190,novelSunda tahun 1970-
bidang sastra atau kesenian.Tahim 1980-an
an,diterbitkan kembali oleh Akadoma,
Bandung tahun 1993. dia banyak mengumumkan tulisannya
lewat surat kabar Pikiran Rakyaf,Bandung.
Sekalipun sudah mengadakan perja- Hingga masa tuanya Mh. Rustandi hidup
lanan budaya secaraintemasional,orientasi
budaya Mh.Rustanditetap bersifatnasional. membujang.
Dia berpendapat bahwa kebudayaan dan
kesenianIndonesia harusberorientasi pada MisbachJusa Biran yangdikenal
kebudayaan miliksendiridanharuskembali sebagai sutradara dan penulis
ke akar budaya pribadi sebagai bangsa skenario,juga seorang sastrawan.
Dia lahir di Rangkasbitxmg tanggal 22Sep
Timur. tember 1933. Dia telah menyandang gelar
haji tahun 1964.Sebagai pemeluk agama Is
Dalam mengemukakan pendapat,Mh. lam yangteguhdia rajin mengerjakan salat.
Rustandi dikenal sangat vokal.Dia menga- Dalam Horison No.1 Tahun 1997Motinggo
takan bahwa perkembangan pengarangIn
donesia sudah terpengaruh oleh bangsa
Barat. Mungkin Mh. Rustandi orang
pertama yang mengemukakan bahwa
kesusastraan Indonesia terpisah dari
masyarakatnya. Menurutnya,para penulis
Indonesiasudah tidak mau mengenalikebu
174 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
Busye menyatakan bahwa apabila Djama- Ardjawi, dia pun telah mengisi ruangan
luddin Malik (aim. ayah Camelia Malik) "Komedi Djakarta" dalam edisi minggu
munculdiSenen,dia selalu mentraktir para Harian Abadi yang melukiskan kehidupan
senimanSenenitu dengan makan-makan di sehari-harirakyatJakarta.Darisketsa-sketsa
Restoran Merapi. Kesempatan itu sering kehidupan rakyat Jakarta ini kemudian dia
menuliscerita yang dibuatfilm"Ardjawike
dimanfaatkan mereka untuk makan enak;
Ibukota".
biasanya selain pesan nasidan sate padang,
mereka juga memesan bir. Hanya ada dua Cerita pendeknya,antara Iain,berjudul
sastrawan yang tidak minum bir, yaitu (1)"Musim Barat" dalam Merdeka No. 23
Misbach Yusa Biran dan S. M.Ardan. Tahun 1956,(2)"Si Embok dan si Kukut"
dalam majalah Star WeeklyNo.27Tahun1959,
Misbach pertama kalimenikah dengan (3)"Nasihat"dalam Berita Minggu TahimVIII
Eleanora Nikijuluw(Nora)tanggal12Maret No. 4 tanggal 26 Maret 1961,(4)"2-0-1-1
1964. Perkawinannya bersama Nora tidak PotonganRambutEdhiePolo"dalam Gelang
berlangsung lama dan mereka bercerai
gang No. 1 Tahun 1966, dan (5)"Bentang
bulan Desember 1964. Lima tahun Pilem Anyar, Boga Bakat" dalam majalah
Mangle No.1007Tahun XXVIII,1985.
kemudian,tepatnya tanggal16Januari1969,
Misbach Yusa Biran (wartawan film) Dramanya Bung Besar memperoleh Ha-
menikah dengan Nany Wijaya (artis film) diah Kedua Sayembara Penulisan Naskah
danresepsinya diadakan diGedung Wanita,
Jakarta, tanggal 18 Januari 1969. Bersama Drama Kementrian Pendidikan dan Kebu-
Nany Wijaya dia mempunyai6orang anak
(4 perempuan dan 2laki-laki). dayaan tahun 1958.Drama tersebutkemudian
diterbitkansecarabersambungdalam majalah
Dia menyelesaikan pendidikannya di Budaya No.3,4,dan5Tahun 1959.
Taman Madya Bagian B,Jakarta.Dia pernah
bekerja diPerfini(1954r-1957),pemah menja- Dramanya yang Iain adalah "Setengah
Djam Mendjelang Maut" yang ditulis tahim
bat Direktur Pusat Perfilman H. Usmar 1968 yang pernah ditayangkan di TVRI.
Ismail,Jakarta,di samping sebagai anggota Noveinya berjudulMenjusuriDjedjak Berdarah
Dewan Film Nasional. Dia juga menjabat
Kepala Sinematik Indonesia dan Ketua yang diterbitkan tahun 1967 oleh Penerbit
Umum Karyawan Film dan Televisi(1987- Budajata,Jakarta,merupakan penulisan dari
1991).Dia pemah menjadipemimpinredaksi cerita film yang dibuatnya sendiri.
Minggu Abadi (1958-1959),Purnama (1962-
1963),redaktur Duta Masjarakat(1965-1966), Menurut A.Teeuw dalam Sastra Indo
AbadMuslimin(1966),dan Gelanggang(1967).
nesia Modern II, Jakarta, 1989:187, Misbach
Namanya mula-mula terkenal karena
sketsa-sketsanya tentang kehidupan Jusa Biran adalah penuliscerita pendek dari
"Seniman Senen" yang dimuat dalam gaya yangsudah dikenal diIndonesia sejak
majalah Aneka tahun 1950-an.Pada masaitu zamanSuman Hs.,tetapi dia memadukan-
diasudahbergerak dalam bidang perfilman. nya dengan pendekatan modern yang me-
Dengan menggunakan nama samaran limpah dengan kejenakaan.
Sejak duduk di Taihan Madya(SLTA)
Taman Siswa, Jakarta, dia sudah menyu-
tradaraibeberapa teater dan menulis resensi
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern 175
film.Dumafilm mulaidigelutinya dantahim bernama Marah Husin, gelar Raja
1954sebagaipencatatskrip distudio Perfini. Pandapotan Lubis dan ibunya bemama Siti
Tahun 1956 dia tercatat sebagai anggota Madinah Nasution. Ayahnya bekerja
sidang pengarangdistudio pimpinanUsmar sebagai Kepala Distrik Kerinci pada masa
Ismail Marzuki. Tahun 1960 dia mulai Pemerintahan Hindia Belanda. Mochtar
menapaki dunia film sebagai sutradara Lubis adalah anak yang keenam dari
muda.Pada"Pekan Apresiasi"1967Misbach sepuluh bersaudara. Keluarga Mochtar
Jusa Biran terpilih sebagai penulis cerita Lubisberagama Islam.
terbaik untuk film "Menjusuri Djedjak
Berdarah"dansutradaraterbaik untuk peng- MochtarLubispemah melihatayahnya
garapanfilm"DiBalikTjahaja Gemerlapan". memukuliseorang kuli kontrak yang men-
Kepiawaiannya dalam perfilman dibuktikan coba melarikan diri. Dia tahu bahwa ayah
lewatberbagai prestasi dalam filmnya,seperti nya tidak tega bertindak seperti itu, tetapi
(1)"Saodah",(2)"Satu Budjang Lima Dara", tugasnya sebagai kepala distrik di wilayah
(3)"Bing Slamet Merantau"(4)"Istana jang itu harus dijalankan, yaitu menghukum
Hilang",(5)"Bintang Ketjil",(6)"Panggilan semua kuli kontrak yang melarikan diri.
NabiIbrahim",(7)"Matjan Kemajoran",(8) Pengalaman itu oleh Mochtar Lubis ditulis-
"Langkah diPersimpangan",(9)"Romansa", nya menjadi cerita pendek dengan judul
(10)"Samiun dan Dasima",(11)"HanjaSatu "Kuli Kontrak". Peristiwa itulah yang
Djalan",(12)"Bandung Lautan Api",(13) menyebabkan ayahnya tidak mengizinkan
"Naga Merah",(14)"Lingkaran Setan",(15) anak-anaknya bekerja di pemerintahan
"Pesta MusikLaBana",(16)"Holidayin Bali", Belanda karena ada kalanya tugas yang
(17)"Di Balik Tjahaja Gemerlapan",(18) dibebankan oleh pemerintah Belanda
"MenyusuriDjedjak Berdarah",(19)"Operasi bertentangan dengan hati nuraninya.
X"(1968),(20)"Krakatau",(21)"Tengge- Ayahnya mengajarkan kedisiplinan dalam
lamnja Kapalvan der Wijk",dan(21)"Honey, hidup dan ibunya mengajarkan agama dan
Money& DP". kebenaran untuk tidak berdusta kepada
teman ataupun Tuhan.Mochtar Lubis dan
Tahun 1970,Misbach,yang mendapat saudara-saudaranya mulai SD berse-
julukan "Seniman Senen", meninggalkan kolah disekolah kebangsaan.
duniafilm yang penuh dengan"gemerlap"
karena banyaknya produser yang mengi- MochtarLubis mengawalipendidikan-
nginkan tema film yang bersifat kekerasan nya di HIS SungaiPenuh,Kerinci,Sumatra
dan pornografi, padahal Misbach sangat .Tengah,tahun 1936.Tahun 1940dia melan-
mengharamkan jenisfilm seperti itu. jutkan pendidikannya ke Jurusan Ekonomi
di Kayutanam,Sumatra Tengah.Semangat
Mochtar Lubis adalah sastrawan
kemerdekaan muncul dalam hati Mochtar
Angkatan 1960-an. Dia lahir
di Padang tanggal 7 Maret 1922 Lubis pada masa pendidikannya ini. Dia
dari keluarga Batak Mandailing. Ayahnya juga belajar politik, sosial, dan berhasil
dengan baik mempelajari beberapa bahasa
asing,seperti bahasa Inggris,Belanda,dan
Jerman. Dia ingin melanjutkan pendi-
176 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
dikannya ke sekolah kedokteran, tetapi Jamal. Dia menulis cerita yang berbentuk
ayahnya melarangnya. Untuk selanjutnya, novel,yaituTidakAda Esokdan Djalan TakAda
dia belajar secara autodidak. Udjung.Dia juga masih terus menulis cerita
pendek.Halitu terbuktidengan diterbitkan
Mochtar Lubis menikah dengan nya kumpulancerita pendeknya yangkedua
Halimah Kartawijaya dari Jawa Barat. denganjudulPerempuan.
Pernikahannya dilaksanakan tanggal 2Juli
Kekhasan karya-karya Mochtar Lubis
1945. Mochtar Lubis dan Halimah dikaru- ialahbanyaknya unsurhumor.Unsurhumor
itulah yang membedakannya dengan
niai tiga orang anak,dua laki-laki dan satu
pengarang-pengarang sezamannya.
perempuan.
A.Teeuw menyatakanbahwa karya Mochtar
Mochtar Lubis mulai gemar menulis Lubis hampir sama dengan karya Somerset
sejak masih duduk di sekolah dasar.Ibunya Maugham. Persamaannya terletak pada
selalu menceritakandongeng yangkemudian strukturcerita,tekanan,dan putaran yangtak
oleh Mochtar Lubis diceritakannya kembali disangka-sangka.Kadang-kadang pembaca
kepada teman-temannya di sekolah.Dia ke merasa geli apabila membaca cerita-cerita
mudian menjadi penulis novel dan cerpen. pendek Mochtar Lubis.Kekhasan yang lain
dalam karya-karyanya terletak pada latar
Mochtar Lubispertama kalibekerja tahun cerita, yaitu berlatar revolusi,seperti dalam
1945 sebagai wartawan Kantor Berita Antara karyanya yang berjudul Djalan Tak Ada
yang saatituberpusatdiYogyakarta.Diajuga Udjung,TidakAda Esok,serta Mautdan Cinta.
bekerja sebagai karyawan Bank Factory di
Jakarta, dan sebagai redaktur Radio Militer Mochtar Lubis juga terkenal sebagai
Jepang. Setelah Kantor Berita Antara ditutup wartawan.Tulisan-tulisannya yangberben
oleh pemerintah Belanda,dia bekerja sebagai tukesai,tajuk rencana,novel,dan cerita pen
karyawan di surat kabar Harian Merdeka dan dek terlalu mengkritik atau mengecam
menjabat sebagai pemimpin redaksi dalam politik nasional dengan niat baik untuk
majalah Mutiara. Pada masa itulah Mochtar kepentingan umum,dia memperhatikan
Lulsis berhubungan akrab dengan Chairil gerak-gerik pemimpin nasional.Pada per-
Anwar,AchdiatKarta Mihardja,UsmarIsmail, mulaan revolusidia berpihak pada kaum re-
dan AohK.Hadimadja.Tanggd28Desember volusioner untuk mengusir kaum penjajah.
dia mendirikan surat kabar Harian Indonesia Kepandaian Mochtar Lubis berbahasa
asing sangat menunjang pergaulannya de
Raya dan diasendirisebagaipemimpinredak- ngan pengarang-pengarang asing. Dia
sinya. Surat kabar itu dibredel karena tuHsan- menguasai beberapa bahasa asing seperti
tulisan yang dimuat di dalamnya berisi pem- bahasa Spanyol,Perancis,Inggris,dan Jer-
beberanmasalahpenyelewengandanpembong- man. Pengarang asing yang berhubvmgan
karan korupsipada dasawarsa 1970-an. baik dengannya adalah A. Vicents Compi-
Dia menulis cerita anak dalam surat nos.ManualPacheco,dan Alberto F.'Orlan-
dini. Mereka sering mengirimkan karya-
kabar Sinar Deli. Kemudian, dia menulis
karyanya kepada Mochtar Lubis.
cerita pendek yangditerbitkandalam majalah
Siasat.Cerita-cerita pendeknyaitu kemudian
dikumpulkannya dan diterbitkannya dalam
bentuk kumpulan cerpen yang berjudul Si
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 177
Mochtar Lubis gemar melakukan per- Federation Internationale Des Editeurs de
jalananjauh.Perjalanan keliling duniaitudi-
tuliskannyajuga dalam karyanya yang ber- Jounaoux et Publication (Federasi Penerbit
judul "Perlawatan ke Amerika","Perke- Surat Kabar Internasional)di Prancis.
nalan di Asia Tenggara",dan"Indonesia di
Mata Dunia". Beberapa catatan perjalanan Tanggal 17 Mei 1966 Mochtar Lubis
sebagai seorang wartawan juga menjadi bebas dari rumah tahanan. Bulan Juli 1966
sumber inspirasinya, seperti yang dicu- dia menerbitkan majalahsastra Horison dan
rahkannya dalam Catatan Korea dan Per dia sendiri sebagai pemimpin redaksi.
lawatan ke Amerika. Karya-karyanya itu Majalah itu sampaisekarang masih terbit.
bersifatberita kewartawanannya.
Jabatan yang pernah disandangnya
Pengalaman Mochtar Lubis yang ber- ialah Wakil Ketua di Akademi Jakarta,
hubungan dengan masalah revolusi ditu- Penanggung Jawab majalah sastra Horison,
lisnya menjadi sebuah karya sastra, baik Ketua penerbit Yayasan Obor Indonesia,
yang berbentuk novel maupun cerita Direktur Jenderal Press Foundtion ofAsia di
pendek. Dia menulis kebejatan-kebejatan Manila,anggota UnescoMcBride Commission
manusia agar hal itu dapat disadari dan on Communication and Information di Paris,
dimengerti oleh masyarakat.Dia mengata-
kan bahwa kriteria satu-satunya bagi anggota Internasional Press Institute London,
seorang sastrawan adalah hati nuraninya anggota International Science WritersAssocia
sendiri. Kebebasan harus digugat untuk
mengembalikan hak dan harkatnya sebagai tion, anggota Kelompok Pertemuan Sastra
manusia yang merdeka. Sikapnya yang Asean,Ketua Dewan Penyantxm Lembaga
seperti itu pernah ditulisnya dalam cerita Bantuan Hukum (LBH), anggota Mondial
pendek yang berjudul"Bromocorah". Pour le Etudes Sur le Future,dan aktif dalam
kegiatan Yayasan Indonesia Hijau.
Tahun 1957Mochtar Lubis ditahan oleh
Karya Mochtar Lubis antara lain
Pemerintah Rl. Selama dalam tahanan dia sebagai berikut.
menulis karya sastra, melukis,belajar main Novel
biola,dan memperdalam yoga.Karya sastra
yang ditulisnya selama dalam tahanan itu 1. Djalan TakAda Udjung(1952)
antara lain Sendja di Djakarta, Tanah Gersang, 2. Tak Ada Esok(1952)
3. Tanah Gersang(1966)
HarimaulHarimaui,serta Mautdan Cinta. 4. Sendja diJakarta(1970)
5. Mautdan Cinta(1977)
Tahun 1958ketika masih dalam tahan . 6. Harimaul Harimaul(1978)
7. Penyamun dalam Rimba(1972)
an, dia mendapat penghargaan Magsaysay 8. Berkelana dalam Rimba(1980)
Journalism and Literature Award dari Manila. Cerita pendek
Penghargaan itu baru diterimanya di 1. Si Djamal dan Tjerita-Tjerita Lain(kum-
pulan 12cerpen,1951)
Filipina delapantahun kemudiansetelah dia
dibebaskan dari tahanan pemerintah Rl. 2. Perempuan(kumpulan 18cerpen,1956)
Penghargaan lain dari luar negeri adalah 3. Kuli Kontrak (kumpulan 18 cerpen,
Pena Emas untuk kemerdekaan pers dari
1982)
4. Bromocorah(kumpulan 12cerpen,1983)
178 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
5. Rupiah Yogyakarta dantamattahun1945.Setelahitu,
6. Pencuri dia bersekolah diSMA B Negeri Yogyakarta
Drama dan tamat tahun 1950, lalu melanjutkan
"Pangeran Wiragima"(Horison) pendidikannya ke Fakultas Teknik Universi-
Puisi tasIndonesia diBandung(TTB sekarang)tahun
Catatan dari Camp Nirbaya(kumpulan puisi) 1950(hanya satu tahun). Setelah itu, dia
Cerita Anak pindah keFakultas HESP UniversitasGadjah
1. Dosa Dibalas Mada.Tahun 1945 Mohammad Diponegoro
2. Harta Karun dan Badjak Laut(1964) menjadiopsir Tentara RakyatIndonesia(TRI)
3. Sinbad Pelaut Bagdad
4. Kisah Judar Bersaudara(1971) dengan pangkat letnan II. Kemudian, dia
5. Dua BelasPuteriyangMenari(terjemahan)
diangkatsebagaiketuasalahsatuseksisampai
Mohammad Diponegoro adalah
tahun 1947. Sambil melanjutkan sekolah di
sastrawan yang menulis cerita
pendek,lakon drama,dan novel. SMA, dia menjabat staf Siasat Resimen
Dialahir diYogyakarta tanggal28Juni1928
dan meninggal tanggal 9 Mei 1982 juga di Ontowiryo (TNI masyarakat). Selain itu,
Yogyakarta. Mohammad Diponegoro
adalah orang pertama yang memperkenal- Mohammad Diponegorojugabekeijasebagai
kan puitisasi terjemahan Quran ke dalam
bahasaIndonesia bersama DjamilSuherman gum tidak tetap di SMP Dinas Penyempur-
dan Kaswanda Saleh. Dia juga yang
menerjemahkan Kasidah Barzandji sebagai naan Pengetahuan dan Keahlian Staf "A",
basil sastra.Dia penganutIslam yang taat.
Tahun 1961 Mohammad Diponegoro Angkatan Darat di Bandung tahim 1951.Dia
mendirikan Teater Muslim dan menjabat
sebagai ketua selama empat tahun (1961- juga bekerja sebagai wartawan surat kabar,
1965). Tahun-tahun selanjutnya dia redaktur majalah mahasiswa, dan pegawai
menjabat sebagai penasihat. Sebagai
sastrawan,dia pemah menulis lakon yang perpustakaan.Diajuga pemah bekerja sebagai
berjudul "Iblis". Drama tersebut dimuat
dalam Budaya Tahun XII No. 1-2, 1962. produsen sarung tenun dan bekerja di
Pementasan lakon ini pemah diboikot oleh Jefferson Library, ciptaan USIS. Dia dicap
mahasiswa di Yogyakarta karena lakon
tersebut menampilkan sosok NabiIbrahim. sebagai antek nekolim dan sempat ditahan
Mohammad Diponegoro tamat HIS
Muhammadiyah Yogyakarta tahun 1942.Dia sekitar tahun 1965-1966. Tahun 1971
melanjutkan sekolah keSMP Muhammadiyah
Mohammad Diponegoro bekerja sebagai
pembaca cerpen diRadio Australia.
Buku pertamanya yang berbentuk
novel berjudul Siklus (1975). Kumpulan
cerpennya berjudul Odah. Cerpen-
cerpennya antara lain sebagai berikut,(1)
"Kedatangan"(Indonesia Tahun III: Nomor
8,1952);(2) (Kisah Tahun I,Nomor4,
1953);(3)"Kebohongannya yang Nyata"
(Kisah Tahun I, Nomor 6,1953);(4)"Odah"
(Media Tahun I,Nomor 3,1954);(5)"Alice"
(Media Tahun I,Nomor5,1955 dan Gema Is
lam Tahun III, Nomor 51, 1964);(6)"Dua
Tjerita tentang Perempuan"(Media Tahun
II, Nomor 5, 1955);(7)"Dunia Ini Lebar
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern 179
Bagiixya"(Media Tahun II, Nomor 5,1955); Hikmah Tahun XI, Nomor 24, 1958);(16)
(8)"Iseng"(Media TahunII,Nomor4,1955);
"Mentari"(Media Tahun II, Nomor 10,1956
(9)"Kim"(Media Tahun II,Nomor 4,1955); dan Hzlma/z Tahun XI,Nomor 14,1958);(17)
(10)"Pastilah Dia Laki-Laki"(Media Tahun "Pagi Tjemerlang"(Media Tahunin,Nomor
III,Nomor4,1956;(11)"PastiDia Laki-Laki"
(Siasat Tahun X, Nomor 494, 1956);(12) 1, 1956);(18)"Pengupat"(Media Tahxm II,
"Pekelahi" (Media Tahun II, Nomor 6-7,
1956);(13)"Ada Djugajang MelebihiKami" Nomor9,1956danHikmah Tahun XI,Nomor
(Sastra Tahun III, Nomor 7-8, 1963);(14)
"Istri Sang Medium"(Horison Tahun V, 17, 1958);(19)"Penjerbu"(Media Tahun III,
Nomor 12, 1970);(15) "Potret Seorang
Pradjurit"(Horison Tahun V,Nomor9,1970); Nomor 2,1956);(20)"Subuh"(Media Tahun
(16)"Duel"(Mimbar Tahun II, Nomor 13, ni,Nomor 2,1956);(21)"Terjemahan Puitis
1972); dan (17)"Tsukina si Tangan Kidal" Surat-SuratA1Quran"(Indonesia Tahtm VIII,
(Mimbar Tahim II,Nomor 8,1972).
Nomor 4,1957);(22)"Darah Kental"(Gema
Mohammad Diponegoro juga menulis Islam Tahun II,Nomor 29,1963);(23)"Maha
puisi. Puisi-puisinya antara lain sebagai Tinggi"GemaIslam Tahun H,Nomor24,1963);
berikut(1)"DariTahun46"(SiasatTahun VI,
Nomor 289,1952);(2)"Kabar"(Siasat Tahun (24)"PuitisasiTerjemahan A1 Quran Juz29"
VI, Nomor 286, 1952);(3)"Premanifest" (Horison Tahun XII,Nomor6,1977);dan(25)
(Siasat Tahun VI, Nomor 289, 1952);(4) "Sebuah Kaligrafi dalam Lukisan"(Pandji
"Rindu"(SiasatTahun VI,Nomor286,1952); MasjarakatTahrm XXIV,Nomor363-364).
(5)"AbuPetjah-Petjah"(Gadjah Mada Tahun
IV,Nomor 4,1953);(6)"Perhitungan Bulan Pembicaraan mengenai Mohammad
Djuni"(Media Tahun I, Nbmor 1, 1954);(7) Diponegoro terdapat di beberapa media
"Waris" Media Tahun I, Nomorl,1954;(8) antara lain artikel yang ditulis oleh Esb
"Bangsa Kafir"(Media Tahun III, Nomor 4, (inisial) berjudul "Konsepsi Individualitas
1956);(9)"Bangsa Kuraisy"(Media Tahun II, Mohammad Iqbal versi Moh.Diponegoro"
Nomor9,1956danHikmah TahunXI,Nomor dalam Kompas, Kamis 4 Mei 1972; artikel
24,1958);(10)"BatangTin"(Media TahunIII, Hermansjah yang berjudul"M.Diponegoro
Nomor 4, 1956);(11)"Berlumba"(Media Dalangnya Tjerpen-Tjerpen" dalam Tempo,
10Juli 1971;artikelIrc(inisial)yangberjudul
Tahun I, Nomor 9,1956 dan Hikmah Tahun "Sastrawan-Wartawan Moh. Diponegoro
XI,Nomor 22,1958);(12)"Bukti Biti"(Media Meninggal"dalam Kedaulatan Rakyat,Benin
10 Mei 1982; artikel Achmad Munif yang
Tahun II, Nomor 11-12, 1956 dan Hikmah berjudul"PengarangItu telahPergiSelamat
Jalan Mas Dipo" dalam Kedaulatan Rakyat,
Tahun XI, Nomor 16, 1958);(13)"Gadjah" Selasa 11 Mei 1982; artikel Arhade yang
berjudul"Mohammad Diponegoro'Cerpen
(MediaTahun II, Nomor 9,1956 dan Hikmah
Tahun XI,Nomor 17,1958);(14)"Manusia" adalah Alam di Dasar Laut" dalam
(Media Tahun II, Nomor 11-12, 1956 dan
Hikmah Tahun XI, Nomor 19, 1958);(15) Mingguan Merdeka, Minggu 5 Mei 1991;
"Masa"(Media Tahun II,Nomor9,1956dan artikel AW (inisial) yang berjudul "Sas-
trawan M. Diponegoro Berpulang ke
Rahmatullah"dalam Berita Minggu,Minggu
22 Mei 1982.
180 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
Motinggo Boesje adalah nama sebagai klerk KPM di daerah Kupangkota.
Keduaorangtuanya meninggalpada tahim
samaran. Nama yang diberikan yangsama,yaitu1948,ketika Motinggobaru
oleh orang tuanya adalah Bus- berusia sekitar12tahim.Sepeninggalkedua
tami,tetapidia menggantinamanyadengan orang tuanya, dia diasuh oleh neneknya,
Motinggo Boesje dan nama itulah yang kini Aisjah. Dia pindah ke tempat neneknya di
lebih dikenal. Dia seorang sastrawan yang Buldttinggi.
lahir tanggal 21 November 1937diKupang-
kota,Lampung. Menurut Motinggo Boesje, Menurut adat Minangkabau, apabila
seorang laki-laki sudah mencapai usia
tahun kelahirannya itu ada dua versi. Versi dewasa,dia hamsmermlikigelaradat,maka
pertama ialah catatanibunya disebuah buku, Motinggo pun memakai gelar "Saidi
yaitutahim 1937.Versikeduaialahsaatayah- Maharajo".
nya akan memasukkan Motinggo Boesje ke
SD,dia menyebutkan bahwa anak itu lahir Motinggo Boesje menikah dengan
tahun 1936. Hal itu berkaitan dengan tes Lashmi Bachtiar 26Juli1962di Yogyakarta.
masuk sekolah model dulu, yaitu apabila Mereka dikaruniaienam orang anak,empat
seorang anak sudah bisa memegang telinga laki-laki dan dua perempuan. Motinggo
dengan tangan meUngkar melewati kepala, meninggal dunia tanggal 18 Juni 1999,
berarti anak itu sudah pantas masuk sekolah. tepatnya pada usia62tahun.
Saat itu tangan Motinggo belum bisa
memegang telinga sehingga ayahnya Motinggo Boesje mengawali pendidi-
kannya di sekolah rakyat (SR), kemudian
memberi komentar bahwa anak ini lahir melanjutkan ke SMP.Setelah ikutneneknya,
dia pindah ke BMP II Bukittinggi. Setelah
tahun 1936. Motinggo sendiri lebih senang lulus SMP,dia melanjutkan ke SMA yang
menggunakantahun yang bershio tikus(1937) lebih dikenal sebagai "Sekolah Rajo" di
sebab menurutnya s/zzo tikus membawa Bukittinggi. Setelah tamat SMA, dia
keberuntungan. melanjutkan pendidikannya ke Fakultas
Hukum,Universitas Gadjah Mada,tetapi
Menurut Ismail (1999:16), nama
Motinggo berasal dari kata bahasa Minang, tidak tamat.
mantiko yang artinya bengal,eksentrik,suka
menggaduh, ada kocaknya, dan tak tabu Ismail (1999:15), berpendapat bahwa
malu.Haltersebutdisanggah oleh Motinggo Motinggo adalah anak ajaib dipentassastra
Boesje bahwa namanya sama dengan kita sebab pada usia yang masih sangat
mantiko bungo {mantiko yang seperti bunga muda(SMP)karyanyasudah disetujuiH.B.
bukanlah mantiko yangjelek).Mantiko Bungo Jassin untuk dimuatdi Mimbar Indonesia.
kalau disingkat menjadi MB sama dengan
Motinggo Boesje bila disingkat. Karier Motinggo dalam bidang tulis-
menulis memang berawal saat dia
Orang tua Motinggo berasal dari
Minangkabau. Ayahnya bernama Djalid bersekolah diSMP.Pada saatitu,dia sudah
dengan gelar adat Rajo Alam. Nama
lengkapnya Djalid Sutan Rajo Alam.Ibrmya belajar melukis kepada pelukis terkenal,
bernama Rabi'ah Ja'akub. Ayahnya bekerja Wakidi dan Djufri Sjarif.Kariemya di bidang
seni lukis makin lama makin meningkat,
terutama setelah Motinggo berada di
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern 181-
Yogyakarta. Hal itu berkaitan dengan bara Penulisan Drama, Bagian Kesenian,
pendapat Ismail (1999:17), bahwa Yogya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
yang banyak dihuniseniman dariberbagai tahun 1958. Cerpennya yang berjudul
bidang membuat Motinggo betah dan Nasehat buat Anakku mendapatkan hadiah
berkembang pesat pada tahun 1960-an. dari majalah Sastra tahun 1962.
Interaksinya dengan bidang sastra(novel,
cerita pendek,puisi),seni rupa,teater dan Kehidupan Motinggo Boesje setelah
film, serta jurnalistik memperkaya dan tahun1965 mulaiberubah karena pengaruh
mengembangkan bakat Motinggo dari tekanan ekonomisehingga latar kehidupan
berbagaisegi.Setelah dia pindah keJakarta, dalam karyanya pun ikut berubah. Dia
bakatnya pun lebih berkembang lagi. mulaimengikutiperkembangan masyarakat
sehingga karyanya pun disesuaikan dengan
Karya-karya Motinggo sekitar tahun perkembangan zaman. Dia mulai menulis
1965 kebanyakan membicarakan persoalan karya dengan dibumbui unsur erotisme
hidup yang dilatarbelakangi kehidupan sesuai dengan perkembangan masyarakat
masyarakatdiYogyakarta.Latar kehidupan metropolitan pada masa itu. Sekitar tahim
itu tercermin dalam kumpulan cerita 1960-ankaryanya masih terbebasdariimsur
pendeknya yang berjudul Keberanian erotisme. Perubahan itu dipengaruhi oleh
Manusia (1962). Setelah Motinggo Boesje tekanan ekonomi dan kebutuhan hidup
tinggal di Jakarta, karya-karya terbarunya sehingga jiwa dagangnya keluar dan dia
kebanyakanberlatarkehidupandaerah met menciptakan tulisan yang laku keras,
ropolitan Jakarta dan Bandung yang di- khususnya dikalangan kaum muda,sekitar
wamaikehidupan kaum elite. tahun 1968sampai tahun 1970-an.
Dia juga tidak hanya menulis karya Motinggo mengakui bahwa jiwa
yangberbentuk prosadandrama,tetapijuga kepengarangannya dipengaruhi beberapa
menulis puisi yang diterbitkan dalam sastrawan Barat dan Indonesia. Misalnya,
majalah, antara lain Mimbar Indonesia dan ketika menulis cerita pendek,teknik yang
Budaja,serta dibeberapa surat kabar. digunakannya dipengaruhioleh pengarang
Maupasant. Dalam menampilkan watak
Karya Motinggo sebelum tahun 1965 tokoh cerita,Motinggo secara tidak langsimg
telah menarik minat orang asing sehingga dipengaruhiolehsastrawan Rusia,AntonP.
sebagian karyanya pernah diterjemahkan Chekov. Selain itu, dia juga mengagumi
oleh orang asing itu. Satu di antara karya noveletJohn Steinback.Pengarang Indone
yang pernah diterjemahkan ke dalam sia yang dikaguminya saat itu adalah
bahasa asingialah novelMalam Pengantin di Pramoedya AnantaToer.Dalam menuliskan
Bukit Kera yang diterjemahkan ke dalam gayadandialog,Motinggo mengagumigaya
bahasa Chekoslovakia. Kemudian,drama- sastrawan Ernest Hemingway yang dini-
nya yang berjudulMalam Djahanam pemah lainya naturalis.Ketika menulispuisi,secara
dipentaskan di Universitas Pasadena, tidaklangsimgdia dipengaruhioleh penulis
Amerika Serikat. Dia tidak bisa menye-
Amerika Serikat. butkan siapa penyair dari negara tersebut
Karyanya Malam Djahanam pernah
mendapat Hadiah Pertama dalam Sayem-
182 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
yang dapat menggetarkanjiwanya.Namun, untuk menunjang kariemya dan menambah
Motinggo mempunyai pendirian bahwa wawasannya, baik sebagai pengarang,
dirinya tidak suka menciptakan dan penulisskenariofilm,dansutradara film.
mementaskan drama yang"absurd"seperti
yang dilakukan Chekov pada naskah Tahun 1994 Motinggo Boesje dan istri-
dramanya yang baru. nya menunaikan ibadah haji. Menurut
Ismail (1999:18), perjalanan haji mereka
Setelah tahun 1970-an, karya-karyanya merupakan pencerahan batin luar biasa.
Sepulang dari Tanah Suci, dia menulis
mulaisurut.Halitudisebabkanol^banyaknya Purnama diatas Masjidil Haram.
tanggapan dari masyarakat pembaca yang Dalam peta sastraIndonesia Motinggo
mengkritik karyanya tahun 1968-1970-an.Se- Boesje digolongkan oleh Ajip Rosidisebagai
bagaipengarang,taitu Motinggo Boesjetidak pengarang periode 1953-1961.
terlepas dari kritikan masyarakat penikmat
sastra. Sebagian orang mengatakan bahwa Motinggo Boesje, pernah bekerja di
karya Motinggo merupakan karya "picisan" Penerbit Nusantara, sebagai Redaktur
dansebagianlagimengatakanbahwakaryanya Kepala. Dia juga pemah menjabat Ketua II
itu sebagai karya "pomografis". Motinggo KoperasiSeniman Indonesia.
menyadaripenilaiansemacamitudandiaingin
mencobalagiuntuk mendptakanataumenulis Karya-karya Motinggo Boesje sangat
karya yang di dalamnya terbebas dari unsur banyak, beberapa di antaranya sebagai
erotisme seperti karyanya tahun 1965-an.Hal
itu masih belum dapat dilakukan karena dia berikut.
merasagagalataskaryanyasehinggatimbuUah
penilaian semacam itu dari masyarakat pem 1. Puisi
baca.Dalam menghadapipenilaiansepertiitu,
Motinggopemah menegaskanbahwasebagai (1) "Djalan Rata Kepegunungan",
seorang pengarang, dia harus bersedia Budaja,Maret/April 1957.
memikullisiko kritikan karenaseniman bukan (2) "Kota Kami Dahulu", Budaja,
Maret/ April 1957.
meminta pengakuan dari satu zaman yang
tercatat{Minggmn Srikandi,Tahim.DI,No.115, (3) "UlangTahun",Bwdfl/fl,Maret1958.
Jakarta7Desember 1969). (4) "Ibu",Budaja,April/Mei 1959.
(5) "Kepada Potret Abadi", Budaja,
Tahun 1972-an dia mulai menekuni
Agustus 1959.
dunia perfilman dengan rrtenulis skenario (6) "Madjenun-Madjenun", Budaja,
film dan menyutradarainya.Film-film yang
pemah disutradaraipada awalkariemyaitu Agustus 1959.
adalah Biarkan Musim Berganti,Cintaku Jauh (7) "Perpisahan",Budaya,Agustus1959.
diPulau,dan Takkan Kulepaskan. (8) "Lalu Sepi", Minggu Indonesia
Sebagai pengarang dan sutradara film, Raja,Agustus 1969.
Motinggo pernah mengunjungi beberapa (9) AwraPflraAw//fl(kumpulan puisi).
negara,seperti Jepang,Thailand, Australia,
danSingapura.Kxmjungannyaitu dilakukan 2. Drama
(1) "Malam Djahanam", Budaja,
Maret/ April 1959.
(2) "Barabah",Budaja,April/Mei1961.
(3) Badai Sampai Sore, Jakarta: Mega
Books,1963.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 183
(4) Malam Pengantin di Bukit Kera, (9) TakBerhati.1968.Jakarta:Budayata.
Jakarta:Mega Books,1963. (10)Neraka Lampu Biru. 1968. Jakarta:
(5) Njonja dan Njonja, 1963. Jakarta: Budaya.
Mega Books. (11) Djeng Mini. 1969. Jakarta: Loka
3. Cerita Pendek jaya.
(12) SanuInfinita Kembar.1985.Jakarta:
(1) "Bapak" (terjemahan), Budaja,
Gtmrmg Agung.
November/Desember 1957. (13) Madu Prahara(1985)
5. Karya Film
(2) Keberanian(kumpixlan cerita pen (1) Biarkan Musim Berganti,1971.
(2) Tjintaku Djauh Dipulau,1972.
dek),Jakarta: Nusantara,1962. (3) Takkan Kulepaskan,1973.
6. Karya Esai/Kritik
(3) Nasehat untukAnakku(kumpiilan (1) "Hasil Seni Modern",Sastra, No.
cerita pendek), Jakarta: Mega
2,1962.
Books,1963.
(2) "Sebagai Pengarang Bersedia
(4) "Pidato Seorang Ajah", Sastra, Pikul Resiko Kritik", Mingguan
Maret 1962. Srikandi,1969.
(5) Matahari dalam Kelam (kumpulan (3) "Tema-Temajang Saja Pilih"(Se-
cerita pendek),Jakarta:Nusantara, buah referen ceramahnya di
Taman Ismail Marzuki),9 Sep
1963.
tember 1969.
(6) "Perempuan-Perempuan
Pemarah",Minggu Berita Indone (4) "Film ']ane Eyre' dan Charlotte
Bronte",SinarHarapan,5April1973.
sia,26 November 1969.
7. Pembicaraan Karya-Karyanya
(7) "Streptomisin",Yudha Minggu,14
(1) Sjamsoeir Arfie, "Sebentar Ber-
November 1969. sama Boesje", Indonesia Raya, 9
Agustus 1972.
(8) Dm Tengkorak Kepala (kuiftpulan
cerita pendek),Yogyakarta: Ben- (2) H.B.Jassin,"Bibi Marsiti,Sebuah
tang Budaya,1999. Roman Trilogi Motinggo Boesje",
Horison,Juni 1968.
4. Novel
(3) H.B.Jassin,"Matahari dalam Ke
(1) Tidak Menjerah. 1962. Jakarta: lam, Kumpulan Tjerita Pendek
Motinggo Boesje:Suatu Sorotan",
Nusantara. Sastra,Agustus 1968.
(2) Tiada Belas Kasihan. 1963.Jakarta: (4) MansurSamin,"Apakah Moting
go Boesje Pengarang Cabul",
Pusaka Nina. Yudha Minggu,7Desember 1969.
(3) 888 Djam Dilautan. 1963. Jakarta: (5) Sf,"Motinggo Boesje Bitjara ten-
Mega Books. tang Temajang Dipilihnja",Mari
(4) Perempuan itu Bernama Barabah. an Kami,10 November 1969.
1963.Jakarta: Nusantara,
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
(5) Batu Serampok.1963.Jakarta:Arya-
guna.
(6) Dosa Kita Semua(1963)
(7) Dalam Genggaman Tjinta. 1966.
Jakarta:Lokajaya.
(8) Karem NjalaKasihmu.1966.Jakarta:
Lokajaya.
184
MuhammadAlinamalengkapnya Dia pernah mengasuh beberapa majalah,
antara lain,tahxm 1947-1949redaksimajalah
adalah Muhammad Ali Maricar, Mingguan Pahlawan terbitan Batalyon 33,
Devisi I, Tentara Rakyat Indonesia (TRI),
tetapi nama lengkapnya ini Surabaya;tahim 1950-1951,redaksi majalah
tidak pemah dituliskan dalam karangannya. republiken Mitnbar Pemuda,Surabaya; dan
Dia dikenalsebagaipengarangceritapendek, tahun 1952-1953 redaksi majalah sastra
novel,dan naskah drama,tetapisebenamya Tjetusan,Surabaya.
diajuga menulis puisi,esai,dan terjemahan.
Dia lahir tanggal 23 April 1927 di kampimg Kegiatannya dalam organisasi kese-
Ketapang,Ampel,Surabaya,Jawa Timur dan nian,antara lain,1952-1956'sebagaianggota
meninggal di kota yang sama,2 Juni 1998. GabimganSastrawan MudaSurabaya;1972-
Sampai saat meninggalnya dia masih 1976sebagai anggota Dewan Kesenian Sura
menetap di pinggiran kota Surabaya itu baya; 1976-1978 sebagai Ketua Dewan
dengan alamat Manukan Rejo V/11,
Surabaya 60185. Krisdinanto(1995) menge- Kesenian Surabaya;1978-1979 sebagai ang
mukakan bahwa Ali hanyalah seorang
pengarang yang memilihtinggaldipinggiran gota MajelisKehormatanPembinaKesenian
kota Surabaya jauh dari kegiatan politik, Surabaya dan sebagai koordinator acara
ekonomi,danbudaya.Dia pemah berkelana Siaran Apresiasi Sastra Indonesia di TVRI
dan tinggal di kampung-kampung kumuh Stasiun Surabaya.
dariJatipurwosampaike Nyamplungan.
Tahun 1978-1982 dia juga diangkat
Agama yang dianutnya adalah agama sebagai dosen tamu pada Fakultas Sastra,
Islam.Dia menikah dengan Aminah,wanita UniversitasJember.Tahun 1974dia pernah
bekerja di kantor Kotapraja Surabaya. Dia
Jawa Timur,tahun 1950,dan mereka mem- membantu Penerbit Bina Ilmu,Surabaya,
sebagai penyunting bahasa.
punyai delapan orang anak. Ayahnya,
Ahmad, keturunan India (1900) juga Dia mulai menulis cerita pendek dan
beragama Islam.Ibunya,Hawabi,kelahiran puisi tahun 1942 dalam beberapa majalah
Surabaya(1905)peranakan Indonesia-India. terbitan Jakarta dan Surabaya,antara lain
Sekolah dasar yang ditempuhnya adalah
sekolah yang diselenggarakan Pemerintah Gema Suasana, Mimbar Indonesia, Siasat,
Belanda untuk keturunan Arab-Belanda Gelanggang,Zenith,Poedjangga Earn, Kon-
frontasi, Kisah, Budaja, Indonesia, Gema
(GHAS), tamat tahun 1936. Selanjutnya, Suasana, Budaja Djaya,Horison, Seni, Buku
pendidikan formal tertinggi yang dipero- Kita, dan Optimis.
lehnya adalah sekolah menengah pertama
(MULO)tahtm 1941,tetapi tidak tamat.Dia Dia juga menulis di harian Jakarta,
mengikuti kursus pada Keimin Bunka Surabaya, Yogya, Semarang,Padang, dan
Shidhoso (Kantor Pusat Kebudayaan, pada
zaman pendudukan Jepang) serta belajar Medan, antara lain dalam harian Berita
bahasa Inggris dan Belanda.
Buana, Kompas, Sinar Harapan, Kedaulatan
Pekerjaan pokok yang ditekuninya Rakyat,Suara Karya,Surabaya Post,Jawa Pos,
adalah sebagai sastrawan dan wartawan. Singgalang,dan Waspada.
Karangannya yang sudah diterbitkan
berupa buku,antara lain
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern 185
(1) 5 Tragedi(1951,Surabaya:Balai Buku); (3) Mahkota Berdarah karya Musthafa
(2) Siksa dan Bajangan (1955, Surabaya:
Luthfi Al-Manfaluthi, diterbitkan
Balai Buku);
(3) Persetudjuan dengan Iblis (1955, Sura dalam harian Surabaya Post,1995.
baya:Balai Buku); Sebaliknya, karangannya yang sudah
(4) Kubur Tak Bertanda(1955),diterbitkanS. diterjemahkan ke bahasa asing ialah
(1) Gerhana dengan judul baru Kiki diter
Alaydrus&Sondan Garuda,Surabaya;
(5) Hitam atasPutih,1959diterbitkan Balai jemahkan ke bahasa Jepang oleh Prof.
Pustaka,Jakarta; Matsui Hiroshi dan Prof. Shibata,
(6) Si Gila(drama),1969;
(7) Kembalikepada Fitrah(drama),1969; penerbit Mekong,Jepang;
(2) Kisah dari Kantor Pas diterjemahkan ke
(8) Bintang Dini(kumpulan puisi),1975;
(9) Buku Harian SeorangPenganggur(kum dalam bahasa Inggris oleh Satyagraha
Hoerip.
pulan cerita pendek),1976;dan
(10)Ibu Kita Raminten(1982). Muhamad All dapat digolongkan ke
dalam kelompok sastrawan yang menganut
Disampingkaryasastra,diajuga menu- paham realisme.Sebagaimana diungkapkan
lis karya nonsastra,antara lainsebagaiberikut. oleh Sunyoto(1988),rupanya atmosfir Sura
(1) Laporan Rahasia dari Belakang Tirai Besi, baya telah membentuk pribadinya sebagai
seorang pengarang yang realistis, cinta ke-
1960,Surabaya:Pustaka Progresif; terusterangan dan kejujuran, serta meng-
(2) Di Baxvah Naungan Al-Qur'an, 1955(8 hormati keberanian.Halitu selalu terungkap
dalam sentuhan karya-karyanya yang
jilid),Surabaya:Pustaka Progresif; mengupas masalah kehidupan keseharian
(3) Izinkanlah Saya Bicara,1977,kumpulan yang terkait dengan problematik sosial.
Muhamad Alldengan karya-karyanya yang
esai,Surabaya:Pustaka Progresif; realistikitu membuktikanbetapa diadengan
(4) Tuntutan Mengarang Cerpen,1979; kelugasan dan kejujuran serta keberanian
(5) Buku Agama(30judul)1980-1995 oleh mengungkapkan realitas hidup manusia-
manusia yang ada disekitamya.
penerbit BimgkulIndah,Surabaya;
(6) Wanita Berlisan Suci, 1989, Bandimg: Muhammad Fudoli adalah tokoh
Mizan; muslim yanglebih dikenalseba
gai cerpenis beraliran sufisme.
(7) IhwalDunia Sastra,1990,Surabaya:Bina Sebagian besar karyanya mendapat
penghargaan dari berbagai instansi,antara
Ilmu; lain penerbit majalah Horison.Selain itu,dia
berani melemparkan kritik tajam dengan
(8) Nyanyian Burdah,1980; kemasan bahasa yang halus dan memikat
(9) Puitisasi}uz Amma,1983;
(10)BagaimanaMenjadiAktorAktris yangBaik;
Karya sastra asing yang pemah diter-
jemahkarmya antara lain
(1) Tortila FlatkaryaJohnSteinbeck dalam
majalah Gelanggang.
(2) Ular. karya William Sarojan dalam
majalah Gelanggang.
186 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
sehingga kritik tajam itu tidak terasa lagi sebagai pegawai di Kedutaan Republik In
bagi pembaca.Dia dikenal sebagai penulis donesia(Rl)selama20tahun.Setelah berada
yang sangat teliti, sabar, dan halus dalam diIndonesia,dia selaluberkecimpung dalam
mengemukakan permasalahan yang dunia pesantren sehingga menyandang
terkesan singkat,tetapi tiba-tiba pada akhir Doktor Pengkajian Islam.
cerita mengejutkan pembaca karena
menampilkan adegan tragissehingga cerita Fudoli mulai merintis kariernya tahun
itu mengesankan pembaca.Sebagian besar 1960,karya yang dihasilkan berbentukcerita
karya Fudoli bernafaskan Islam. Kekuatan pendek dan artikel tentang perkembangan
cerita pendek Fudoli terlihat dalam karya sastra. Sebagian besar karyanya
kesederhanaan tokoh yang mengajak diterbitkan majalah Horison dan banyak
pembaca untukbertobatdan merungkatkan yang mendapat pujian.
keyakinannya kepada Tuhan YME;
Fudoli pernah memperoleh penghar-
Nama lengkapnya ialah Dr. Haji gaan dari majalah Horison (1966/1967) atas
Muhammad FudoliZaini.Dia adalah putra cerita pendeknya yangberjudul"SiKakekdan
sulung Kyai Haji Achmad Zaini Miftach. Burung Dara". Cerita pendeknya "Sisifus"
Kakeknya seorang pendiri pesantren di memperoleh Hadiah Harapan dalam
daerah Sumenep.Muhammad Fudoli lahir Sayembara Penulisan Cerita Pendek Horison
tanggal8Juli 1942 diSumenep,Madura.Dia tahun 1978.Cerita pendeknya yang berjudul
dibesarkan di tengah keluarga muslim "Kemarau" mendapat Hadiah Hiburan
sehingga sosok kepribadiannya sangat Sayembara Kincir Emas Radio Nederland
agamis dan kental dengan ajaran Islam. Wereldomroep1975;Kumpulancerita pendek
Muhammad Fudoli menikah dengan yang berjudul Kota Kelahiran (1985)juga
memperoleh hadiah dari Yayasan Buku
Habibah Abdulah Sidik tahim 1973. Dari Utama, Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan.Buku kumpulan cerita pendek
pernikahannya itu, mereka memperoleh 3 lainnya berjudul Potret Manusia (1983) dan
orang anak, yakni Zahra Fudoli, Latifah Arafah (1985). Arafah (1985) memuat 17 cerita
pendek,yakni(1)"Gurun",(2)"Jendela",(3)
Fudoli,dan Muhamihad Habib Fudoli. "Sabir dan Sepeda",(4)"Orang Asing:,(5)
"Aktor Gafil",(6)"Perbaringan",(7)"Musim-
Setelah lulus sekolah menengah atas, pun akan Berlalu",(8)"Saatitu pun Tibalah",
Muhammad Fudoli melanjutkan studinya (9)"Lelaki Sepanjang Cornice",(10)"Di
keIAINSxman Ampel,Surabaya,dan tamat Tengah Musim",(11)"SaudaraSepupu",(12)
tahun 1966. Kemudian, dia berangkat ke "Ziarah",(13)"Sisifus",(14)"Di Atas dan di
Kairo untuk melanjutkan studinya di A1 BawahTangga",(15)"Bom",(16)"Kelahiran",
Azhar,dalam bidang hukum Islam {syariah)
dan filsafat. Selain itu,dia juga mendalami dan(17)"Arafah".
sejarah Islam dan sastra pada Institute ofIs Salah satu ciri kepengarangan Fudoli
lam Studies, dan Institute of Arabics Studies
atas beasiswa dari pemerintah Republik adalah bahwadiacerpenis yangbanyak me-
maparkan latar luar negeri, yakni di alam
Persatuan Arab dan berhasil menamatkan- Timur Tengah dan sebagian besar cerpen-
nya tahvm 1968. Setelah tamat, dia berada
di luar negeri, antara lain di Kairo bekerja
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 187
nya mengisahkan sikap keimanan para penulis karya sastra bemafaskan keislaman
tokohnya yang sebenarnya merupakan yang mendapatbiaya penuh dari pemerintah
cermin pribadi penulisnya.Demikian pula, sehingga menghasilkan karya yang baik dan
tema dan permasalahan yang timbuldalam
cerpen-cerpennya merupakan pengalaman bermanfaat untuk menumbuhkan rasa
pribadi penulis.
ketuhanan bagi pembacanya. Temyata apa
Konon kabarnya, M. Fudoli pernah yangdidta-dtakannyaterwujud.Diamendapat
menuliscerita berjudul"RatuSetan".Isinya tugassebagaiketuaumum penerbitanmajalah
hampirserupa dengannovelAyat-AyatSetan Sufi yang didirikan oleh Amal Alghozali dan
karyaSahnan Rusdhie yang menghebohkan MohamadLukmanHakim hinggatahun2000.
umatIslam didunia dan mendapatmasalah. Motto majalah tersebut ialah "Menuju Jalan
Akan tetapi, karena pertimbangannya,
setelah mengamati proses karier Salman fiaW".
Rusdhie, Fudoli tidak menerbitkan novel MuhammadBalfasatau Muham
"RatuSetan"tersebut(majalah Editor No.48,
5 Agustus 1989). mad Salim Alfaslahir diKrukut,
Hingga tahim 2000 Dr. Mohammad Jakarta, 25 Desember 1922 dan
FudolimenjabatsebagaiDirekturPascaSaijana,
IAIN Sunan Ampel,Surabaya.Disampingitu, meninggaldunia karena penyakitasma hari
diajugamengajardiFakultasUsuludin.Sebagai Kamis, Juni 1975, pukul 15. 30 di Rumah
penuliskaryasastra,diasangatmengharapkan
SakitPertamina,Jakarta.Muhammad Balfas
adanyawadah yangmampumelahirkankarya
berdarah Arab dan beragama Islam. Latar
sastrabemafaskanIslam.Pembinaan manusia belakang pendidikannya ialah tamatan
MULO tahun 1940. Dalam perjalanan
berketuhanan dan beragama sangat mutlak hidupnya, dia menikah empat kali. Istri
dan dibutuhkan,apalagi dengan masuknya pertama bemama Rohani,istrikedua wanita
film-film asing yang menyesatkan dan berdarah Arab(namanya tidak diketahui),
menjerumuskan manusia,khususnya umatIs istri ketiga wanita Belanda (dari keluarga
lam di Indonesia dari keimanan yang hakiki. Gerritsen),danistrikeempatwanita Austra
SebagaiwargaIndonesia,diasangatPancasilais, lia, mahasiswinya di Universitas Sydney,
terutama pada sila pertama Ketuhanan Yang yang bemama Windy Salomon.
Maha Esa.Halitu terlihatketika Fudoli merasa Berbagaipekerjaan telah dilakukannya.
Dia pertama kali bekerja di Economische
khawatir daningin menghapuskehadiranfilm (1940-1943). Kemudian,dia bekerja sebagai
asing berkebudayaan Barat sekalipun film kepala redaksi majalah Masjarakat (1946-
tersebut merupakan film mggulan dan men 1947).BersamaSudjatiS.A.,dia mendirikan
dapatpenghargaan.Contohnyafilm"Tangan- majalah Kisah; majalah yang khusus
Tangan Kotor", yang meraih Lummumba menerbitkan cerita pendek. Selama empat
Award dan Bandung Award dalam FFAA HI,
diduga dapatmerusaknilaiketuhanankarena tahun,Muhammad Balfas,H.B.Jassin,dan
kita harus menjaga keutuhan Pancasila di
negeri ini. Dia bercita-cita mengumpulkan Idrus menjabat sebagai redaktur majalah
Kisah sampai berhenti terbit tahun 1956.
Secara bergiliran dengan H. B. Jassin, dia
188 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
membicarakan cerita pendek yang dimuat Teeuw (1989) menggolongkan Mu
dalam setiap terbitan majalah Kisah.Diajuga hammad Balfas sebagai prosais Angkatan
pernah menjadi redaktur majalah Dunia '45sezaman dengan BarusSiregar,Rusman
Minjak yangditerbitkanBPM.Tahun1961 dia Sutiasumarga,dan Aoh Karta Hadimadja.
dan H.B.Jassin menerbitkan majalah Sastra.
Pengalamannya mengasuh beberapa majalah H. B. Jassin (1985) menilai bahwa
sastra itu berhasil mengangkat kedudukan- Muhammad Balfas adalah pengarang yang
nya dalam posisi yang cukup berwibawa,
yaitusebagaitokohsastra yangpentingdiIn karyanya bemuansa keburaman dan tanpa
donesia pada tahun 1950-an. Pengalaman humor. Di mana-mana hanya tragik.
bekeija sama dengan H. B. Jassin memiliki Kelucuan yang diungkapkan tokoh-tokoh
makna yang tersendiribaginya dikemudian dalam karyanya merupakan kelucuan yang
hari. Keeratan hubungan di antara mereka nyeri. Dialog dalam bahasa Betawi lebih
dapat ditandai dengan seringnya berbalas- merupakan kehidupan dalam kebugilan.
balasan surat dari dokumentasi yang tercatat Romantik yang meruak liar tidak pernah
sampaipadasentimentalitas yang meratapi
diPusatDokumentasiSastra H.B.Jassin.Dia
berkirim surattelah 18kali kepada H.B.Jassin diri. Dia mulai dikenal dalam kesusastraan
dan H.B.Jassin membalasnya6kali. Indonesia modem melaluicerita pendeknya
Setelahcukuplamabekerja ditanah air, yang berjudul"Anak Revolusi" yang terbit
didalam majalah kebudayaan Germ Suasana
dia mencaripengalamandiluar negeri,yaitu
di Malaysia tahun 1962. Selama berada di No.5,Tahim 1,1948.
Malaysia dia bekerja di Dewan Bahasa dan
Pustaka,Malaysia,dan berkecimpung dalam Selain menulis cerita pendek, dia juga
lapangan radio. Perantauan Muhammad menuliscerita anak-anak,naskah drama,puisi,
Balfasdi Malaysia membuahkan novel yang esai, dan biografi. Biografi yang ditulisnya
berjudul Retak (Pustaka Antara, Kuala antara lain biografi Dr. Tjipto Mangun-
Lumpur, 1965) yang merupakan puncak koesoemo. Penulisan biografi tersebut
kariemya dibidangpenulisan kreatif.Novel mempakan kegiatanPenerbitDjambatan yang
Retak karya BalfasdanRentongkaryaSahnon menyelenggarakan satu seri "Cermin
sangatpopuler diMalaysia pada tahun1965. Kehidupan",yaitu seribiografitokoh politik.
Setelah dari Malaysia dia mencari suasana H.B.Jassin(1985)memujibahwa Muhammad
baru di negeri kanguru, Australia. Di Aus Balfastelah bekerjasimgguh-sungguh dalam
tralia dia mengajar di Universitas Sydney menulisbiografiitu.Dia dinilaitelah berhasil
sejak tahun 1967 sampai akhir hayatnya. memperkenalkan tokoh pejuang Tjipto
Sebelumnya, tahun 1954, dia pernah Mangunkoesoemo dan tokoh lain,seperti Ki
diundang ke Belanda oleh Stichting voor Hadjar Dewantoro,Douwes Dekker, Abdul
Culturele Samemverking(Sticusa).Dia pemah Muis,Dr.Sutomo,dan K.H.Agus Salim.
juga melawatkeRepublikRakyatCinatahun
1957 atas undangan Gabimgan Pengarang Berikut ini karya Muhammad Balfas,
Tiongkok. baik yang telah dibukukan maupun yang
tersebar di majalah atau surat kabar.
I. Cerita Pendek
(1) "Anak Revolusi"dalam Germ Suasana,
No.5,Tahun 1,1948.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 189
(2) "Malam Sepi di Senen" dalam Gema (3) "Watak-Watak jang Belum Djadi",
Kisah,No.9,Tahun IV,September 1956.
Smsana,No.8,Tahun 1,1948.
(4) "Dari Redaksi: Asrul Sard",Kisah, No.
(3) "Si Enoh Buta" dalam Daya, No. 13, 1,Tahun V,Januari 1957.
Tahim 1,1949. (5) "In Memoriam Chairil Anwar",Kisah,
(4) "Rumah diSebelah"dalam Zenith,No. No.3,Tahim V,Maret 1957.
8,Tahim 1,1951. 6. Biografi
(5) "Si Gomar" dalam Indonesia, No. 1-2, Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo Demokrat
Sejati,1952,Djambatan
Tahun 2,1951.
(6) "Si Gomar" dalam Indonesia, No. 12, Nh.DininamalengkapnyaNurha-
Tahun 1,1951. yati Sri Hardini lahir tanggal
29 Februari 1936 di Semarang,
(7) "Dosa Tak Berampxm" dalam Lenita, Jawa Tengah.Dia adalah putri bungsu dari
pasangan Salyowijiyo, seorang pegawai
No.8,Tahun 1,1951. perusahaan kereta api,dan Kusaminah.Nh.
Dini berkakak empat orang, yaitu (1)
(8) "KampimgTjawang"dalam Orientatie, Heratih,(2) Mohamad Nugroho,(3) Siti
Maryam, dan (4) Teguh Asmar. Dari
No.44,Januari-Juni 1952. keempatsaudaranya itu yang paling akrab
dengan Dini adalah Teguh Asmar karena
(9) "Matinja Seorang Bapa" dalam Kon- keduanya sama-sama seniman. Nh. Dini
frontasi. No.18,1957. juga dekat dengan ayahnya yang telah
membimbingnya dalam mencintai seni.
(10) "Seniman Gagal" dalam Zaman Baru, Sebelum meninggal, ayahnya berpesan
agar Dini belajar menari dan memukul
No.5,Tahun 7,1957. gamelan yang tujuannya untuk mendidik-
nya supaya memahamikelembutan dalam
(11) "Orang-Orang Renting" dalam Star kehidupan. Itulah sebabnya, mengapa
Weekly,No.6-10,Tahun XII,1957 tokoh utama wanita dalam novelnya Pada
Sebuah Kapal sangat menonjol sifat kelem-
(12) "Menanti Surat Marti" dalam Kisah, butarmya. Nh. Dini juga berdarah Bugis,
No.3,Tahim 4,Maret 1966
selainjawa.
(13) Lingkaran-Lingkaran Retak (kumpulan
Tahun 1960 Nh. Dini dipersunting
fjerita pendek)1952,Balai Pustaka
seorang diplomat Prancis bernama Yves
2. Novel
Coffin yang pada saat itu sedang bertugas
Retak(1965),Pustaka Antara,Malaysia di Indonesia selama empat tahun. Setelah
merdkah,mereka pindahkeJepang.Setahun
3. Drama kemudian, yaitu tahun 1961 lahir anak
"Tamu Malam"dalam Indonesia,No.9- Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
10,Tahun 8,1957
4. Cerita Anak
(1) Suling Emas,1956,Djambatan
(2) Anak-Anak Kampung Djambu, 1960,
Djambatan
5. Esai
(1) "Pembicaraan dari Belakang Medja
Ketjil tentang Pagi Mengetjor Beton"
karya Rijono Pratikno, Kisah, No. 1,
Tahun IV,Januari 1956.
(2) "Pembitjaraan dari Belakang Medja
Ketjiltentang'Ketjapi'KaryaPramoed-
ya Ananta Toer",
190