DewiRimba mehgungkapkan percinta- belum tentu membawa kebahagiaan bagi
an Umar dan Sariah.Cinta kedua orang ini diri si anak. Oleh karena itu,amanat novel
terhalang oleh keluarga masing-masing
yang telah menjodohkannya dengan orang ini adalah orang tua hendaknya tidak
lain. Walaupun demlkian, cinta yang menentukanjodoh anaknya karena pilihan
tumbuh di antara kedua orang itu tetap orang tua belum tentu sesuai dengan
kokoh. Keduanya berjanji saling setia dan
tidak akan menikah denganoranglain.Niat kehendak si anak.
sud UmardanSariah untuksalingsetia,dan
kelak menjadi suami istri, ternyata tidak Yang menarik dalam novel ini adalah
kesampaian.Pada akhimya,kedua orang itu pandangan pengarangtentangkawin paksa
mendapatkan malapetaka. dan kaitannya dengan makhluk halus. Di
dalam pendahuluan novel itu pengarang
Ketika keluarga Sariah membawanya mengatakan bahwa cerita DewiRimba agak
ke tempat suaminya,terjadilah kecelakaan berlainan dengan novel-novel lain: tidak
dalam perjalanan. Kemudian, Sariah melukiskan pergaulanhidup manusia biasa
ditawan oleh orang-orang bunian yang saja, tetapi terutama pergaulan itu
berkuasa di sekitar tempat kecelakaan. dihubungkan dan dijalin dengan ke-
Sariah lahir bertepatan ketika gimg orang- percayaan yang lazim terdapat di tanah
orang bunian berbunyi. Orang yang lahir Sumatra,antara lain,kepercayaanterhadap
bertepatan dengan saat gung orang bunian kehadiran makhluk halus, yang biasa
dibunyikan, menurut kebiasaan orang disebut orang bunian.
bunian, harus menggantikan takhta Dewi
Pematang/Dewi Rimba. Oleh karena itu, Teeuw dalam bukunya Sastror Baru
Sariah pim menjelma menjadiorangbunian IndonesiaI(1980)menyatakanbahwa kisah
untuk menggantikan takhta DewiRimba. dalam novel itu sebenarnya agak konven-
sional,yaitu masalah dua orang muda yang
Sementaraitu,orangtua Umarsesung- percintaannya diputuskan oleh ibu-
guhnya ingin melihat anaknya bahagia. bapaknya. Yang menarik justru peranan
Akantetapi,Umar yangdijodohkanoleh ke- penting yang dimainkan oleh kuasa-kuasa
luarganya malahan tidak menemukan ke- gaib dalam alurnya, yaitu kuasa orang
bahagiaan.Umar yang tiba ditempatmusi- bunian yang mempimyai caranya sendiri
bah hanya menemukan bayang-bayang untuk menyelesaikan perselisihan antara
Sariah yang dicintainya, yang kemudian manusia. Si gadis mati tenggelam untuk
hilang ditelan rimba. memungkinkan dia diumumkan menjadi
dewi baru bagi hantu-hantu hutan dan si
Masalah-masalah yang ada dalam bujang menjadi gila dan terbebas dari
novel Dewi Rimba adalah kawin paksa, kawin paksa. Sementara itu, Ajip Rosidi
dalamIkhtisarSejarah SastraIndonesia(1976)
kesetiaan,dan kecemburuan.Dariinticerita mengemukakan bahwa novel itu sangat
menarik karena isinya mengisahkan
serta darimasalah yangdiungkapkandalam seorang anak muda yang gadisnya dilari-
novel Dewi Rimba, terungkap tema novel kan orang bunian (siluman) di Sumatra
tersebut bahwa kawin paksa atau
penjodohan oleh orang tua terhadap anak Selatan.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 89
A.Teeuw (1978) menempatkan novel Dalam kata pengantar karyanya itu,
Dewi Rimba dalam perkembangan sastra Hamka menamakan kumpulan cerpermya
itu sebagai"kumpulan air mata,kesedihan,
Indonesia ke dalam kesusastraan sebelum dan rintihan yang diderita olehsegolongan
manusia di atas dunia ini". Dikatakannya
perang.Kemudian,Teeuw lebih khususlagi bahwa orang-orang kurang memperhatikan
kemelaratanoranglain kalau dirinya dalam
memasukkan novel itu ke dalam novel- kemewahan. Oleh karena itu, dia datang
melihat air mata yang diiringi darah, lalu
novel dengan berbagai latar belakang disusun menjadigubahan untukbangsa dan
Sumatra. Selanjutnya, dia mengatakan nusa sambil mengabdi kepada bahasa
bahwa pengungkapan masalahkawinpaksa ibunya.
dan perjuangan orang-orang muda untuk
menentang kekuasaan adat supaya dapat Cerita "Pasar Malam" menggam-
mewujudkan kehidupan baru yang bebas barkan hubungan akusebagaijaksa dengan
dan bahagia rupanya tidak terbatas pada pesakitan serta rumah penjaranya. Walau
novel-novel yang berlatar belakang alam bisa membayangkan dari kamar kerjanya
Minangkabau saja, tetapi juga terdapat tentang penderitaan para pesakitan,jaksaitu
dalam novelDewiRimba yangtidak berlatar tidak menerangkankepada kita mengapa si
belakang alam Minangkabau. pesakitan itu sampai menangis.
Didalam Lembah Kehidupan me- Dalam "Pendjual Es Lilin", Hamka
mengajak kita bersedih dengankemalangan
rupakan kumpulan cerpen. Karya yang diderita Sjarif sebagai suami yang
HajiAbdulMalikKarim AmaruUah penuh angan-angan, tetapi tidak sesuai
(Hamka)yang memuat sepuluh cerpen itu dengan kemampuannya sehingga istrinya
pertama kali diterbitkan oleh Balai Pustaka pergi.Dalam cerita"Anak Tinggal",Hamka
tahun 1940.Cetakan kedua diterbitkan pada mengisahkan kehidupan Maryam yang
setelah tiga bulan menjanda tiba-tiba mesti
tahun 1941 dan cetakan kelima tahim.1958. mendapatkesukaran uangsekolahanaknya
sehingga dia kawin lagi.
Buku cetakan kelima memuat 12 cerita
Dalam "Bxmda Kandung" diceritakan
pendek.Kedua belas cerita pendek itu adalah kesedihanseorang pemuka dalam kehidupan
(1)"Pasar Malam",(2)'Tnyik Utih",(3) perjuangan.
"Pendjual Es Lilin",(4)"Anak Tinggal",(5)
"Btmda Kandung",(6)"Gadis Basanai",(7) Dalam"Injdk Utih"diungkapkanihwal
'Tsterijang Tua",(8)"Anakjang HUang",(9) harapan dan impian Inyik Utih yang tidak
"Malam Sekaten",(10)"Anak Dapat",(11) terlaksana sampai tua sehingga berbuat
"Tjinta dan Darah", dan (12)"Disuruh seperti orang gila.Dia mengenakan pakaian
Meminta Ampun".Jumlah halamancetakan penganten pada usia tua dengan rambut
kelima 185 halaman, sedangkan cetakan putihnya. Kita dapat merasakan kesedihan
ketujuh berjumlah 213 halaman. Cetakan Injik Utih yang sia-sia menunggu harapan
serta impiannya imtuk menjadi pengantin.
keidelapan diterbitkan tahun 1967 oleh
penerbit yangsama dengan tambahan cerpen
"Didjemput"Mamaknja" sehingga jumlah
halaman menjadi272.
90 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
Beberapa cerpen yang terdapat di haji,idaman orangIslam yang tinggisekali,
dalam bukuDidalam Lembah Kehidupan telah sedangkan kehidupan Molek berakhir
dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dengan kematian, membunuh diri, suatu
dan keperluan bacaan yang lain. Cerpen perbuatan yang sangat tercela dalam Islam
"Pendjual Es Lilin" terdapatjuga di dalam
Sari Pustaka Indonesia karya R. B. Slamet^ dan dimurkai oleh Allah.
muljana (1952: 35-44), sebagai buku
pelajaran bahasa. Dianjang Tak Kundjung Padam sebagai
sebuah cerita noveltemyata cukup populer
DianjangTak KundjungPadam dan digemari masyarakat. Hal itu terbukti
dari cetak ulangnya, hingga tahun 1993
adalah novel karya Sutan Takdir novelinitelah mengalamicetak ulang yang
Alisjahbana yang terbittahun1932. ketigabelaskali.Cetakan pertamanyatahun
Novel ini menceritakan percintaan yang
gagal antara seorang pemuda dusun yang 1932diterbitkan oleh BalaiPustaka-Batavia
miskin,bemama Yasin,danseoarang gadis
keturunan bangsawan yang kaya raya, Centrum.Cetakan kedua dan ketiga tahim
bernama Molek.Oleh orang tuanya Molek
dipaksa kawin dengan seorang Arab yang 1948 dan 1960 diterbitkan oleh Balai
kaya raya, bernama Sayid Mustafa, yang
hanya mencintai harta orang tua Molek. Pustaka-Kementerian Pendidikan dan Ke-
Penutup cerita ini menjadi cirinya yang
istimewa. Yasin, yang tetap membujang budayaan,Jakarta.Cetakan keempat(1975),
hidup sebagai petard dan tinggal di lereng kelima(1977),keenam(1980),ketujtih(1982),
Gunung Seminung, pada masa tuanya kedelapan (1984), kesembilan (1986),
berhasil menolong seorang pemuda yang kesepuluh (1988), kesebelas (tanpa^angka
ingin bersembunyi dan melarikan tahun),kedua belas(1992),dan ketiga belas
kekasihnya, suatu perbuatan yang tidak (1993) dilaksanakan oleh Dian Rakyat,
Jakarta.Sayangnya,dalam setiapcetakulang
berhasildilakukan Yasinketika masih muda. novel ini tidak dicantumkan jumlah
oplahnya.
Tema novel ini ialah cinta sejati tidak
akan padam.Molek selalu mencintai Yasin Cerita yangberlatardiSungaiMusidan
sampai dia meninggal. Begitu pula Yasin, kota Palembang ini sudah diteliti sebagai
walaupun tidak dapat menikah dengan bahan skripsi oleh Ambarini Asriningsari
Molek,sampaituaYasintetap mencintainya. pada Fakultas Sastra, Universitas
Halird dibuktikannya hinggatuaYasintetap DipOnegoro bersama-sama dengan novel
membujang. Tak Putus Dirundung Malang (1929) karya
Takdir yang pertama. Amina Halil dari
Takdir yang ingin menghvikum kaum
bangsawan atauorangtua yang kolot,tetapi Jurusan Sastra Indonesia,UniversitasIndo
mereka, yaitu orang tua Molek diberinya
umur panjang sehingga mereka dapatnaik nesia juga menggunakan karya Takdir ini
untuk penulisan skripsi sarjana mudanya.
Menurut Jassin dalam bukunya yang
berjudulKesusastraan Indonesia Modem dalam
Kritik dan Esei (1985) gaya Sutan Takdir
Alisjahbana dalam penggunaan xmgkapan
'tiada berhingga' dan superlatif(semulia-
mulianya, seyakin-yakinnya) sangat
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 91
berlebihan. Teeuw dalam bukunya yang buhkansuasana yang mesra antara manusia
berjudul Pokok dan Tokoh (1955) memuji dengan alam semesta. Bahasanya laksana
Takdir sebagai pengarang yang cukup punyatalisutra yang memikatpembacanya.
mempimyai kecakapan xmtuk menghasil- Takdir pandai menulis dan berani menulis
kan karya yang dapat dibaca dengan rasa esai. Dia mempunyai keistimewaan dalam
usahanya imtuk mengubah tradisi penu-
senang. lisan ke arah sastra baru yang penuh vitali-
tas dan mengagumkan.Secara jujur Zuber
Idrus dalam majalah Merdeka,edisi 24 Usman juga mengatakan bahwa dia lebih
Desember 1949 Tahun II No.52 berjudul tertarik kepada karya Takdir yang satu ini
"Manusia-Alam dalam novel Dianjang Tak daripada karyanya yang lain. Persoalan
KundjungPadam"memberikan kritikan atas yang dikemukakannya pim lain dari yang
tokoh utamanya, Yasin. Sebagai pemuda lain, bukan mengunyah apa yang telah
yang dibesarkan oleh alam, yang terlihat dikimyah orang-orang.
dalam penggambarantubuhnyasebagaior-
ang dusun Uluan, penggambaran kisah Seperti umumnya roman-roman Balai
percintaan Yasinsangatanehkarenatingkah Pustaka pada masa permulaan,tema Dian
lakimya seperti pemuda kota yang biasa jangTakKundjungPadamjuga masihberkisar
menonton film-film Barat. Sebagai orang pada persoalan cinta dalam hubungaimya
alam yang kuat perkasa, fernyata Yasin dengan adat istiadat yang masih kukuh
sangat lemah dalam bercinta. Dia tidak dipertahankan oleh pihak orang tua. Jadi,
mampubertindak apa-apa untuk menolong tema roman ini masih berkisar pada
Molek atau mencegah Molek dikawinkan pertentangan golongan mudadangolongan
dengan orang Arab. Dia gagal melarikan tua.Percintaan antara Yasin dan Molekjika
Molek.Dikatakannya bahwa Takdir selalu dilihat secara fisik atau jasmani memang
memulai karangannya dengan benar, gagal, tetapi secara rohani keduanya
caranya memperkenalkan pelaku-pela- mendapat kemenangan.Pada bagian akhir
kunya sangatsensasional,tetapi kepastian, roman ini dimunculkan tokoh pemuda
kebenaran,dankecerdasan pengarangtidak (Rahman) yang memeriakan kekasihnya
terlihat dalam kisah itu, pengarang hanya yang secara simbolis mengungkapkan
rnengemukakanbahwa cinta sejatiitu tidak bahwa generasi yang akan datang akan
mimgkin padam. dapat mengalahkan golongem tua.
Sementaraitu,Zuber Usmandalam Xe- Dick Hartoko adalah penerjemah,
susastraan Baru Indonesia (1957) mengo- budayawan,rohaniwan,dan dosen.
mentari roman Takdir itu sebagai berikut. Dia lahir dengan nama Theodorus
Bahasa yang digunakan Takdir dalam Geldorp tanggal9 Mei 1922di Jatiroto,Jawa
bukrmya itu cukup segar dan kaya akan
perbendaharaan kata serta ungkapan- Timur.Setamat dari SMA Kanisius Jakarta
ungkapan yang menarik. Lukisan tentang (1941), Dick Hartoko memasuki seminari.
Kemudian, tahun 1946-1949, dia belajar
keind^analamnyatampak hidup danber-
gairah. Perbandingan dan kiasan yang
digunakannya sepertibenar-benar menum-
92 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
filsafat di Yogya.Tahiin 1956 Dick Hartoko Nieuwenhuij, 1979, serta Manusia dan Seni
belajar sejarah theologi di Nederland. karya Cassirer, 1984. Bianglala Sastra
Kemudian, dia menjadi pastur di gereja merupakan bunga rampai sastra Belanda
Kotabarusambilmengajar diInstitutFilsafat tentang kehidupan diIndonesia.
dan Theologi, Yogyakarta, IKIP Sanata
Selain sebagai penerjemah, Dick
Dharma, dan Fakultas Sastra Universitas Hartokojuga terkenal sebagai budayawan.
Dia mengasuh majalah kebudayaan Basis
Gadjah Mada,Yogyakarta. yang terbit di Yogyakarta sejak tahxm 1957,
Berbagaibuku kebudayaan dan novel sebagai penulis rubrik "Tanda-Tanda
Zaman"yang menyorotiberbagaiperistiwa
sudah dialihbahasakannya, bahkan aktual dalam masyarakat di Indonesia
beberapa di antaranya kini menjadi bahan dengan pandangan yang tajam dan kritis.
bacaan yang penting bagi mahasiswa,
misalnya StrategiKebudayaan(edisipertama Budayawan asalJatiroto mitahim 1987
tahun 1976 dan edisi kedua tahun 1988) menerima Lempad Prize(Hadiah Lempad)
yang diterjemahkannya dari karya van
Peursen dan Pengantar Ilmu Sastra tahun dan tahun 1988 menerima Hadiah Seni dari
1984 karya Jan van Luxemburg.
Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa
"Untuk menjadipenerjemah yangbaik
Yogyakarta.Pada hariSabtu Kliwon,pukul
harus tekim," demikian kata Dick Flartoko. 18. 15, tanggal 1 September 2001 di R. S.
Elizabeth,Semarang,Dick Hartoko mening-
"Dunia penerjemahan di negeri ini masih galdunia dalam usia 79tahim.
belum mapan, artinya belum dianggap
sebagai profesi yang menunjang penghi- Djalan Terbuka adalah novel
dupan.Itulahsebabnya masihsedikitorang
yang menjadi penerjemah, khususnya karya Ali Audah yang diterbitkan
penerjemah buku." tahun 1971 oleh Penerbit Litera.
Tahun 1983terjemaharmya,Kalangwan, Dari segi fisik, Djalan Terbuka terdiri atas 15
buku tentang sastra Jawa Kuno karya bagian.Setiap bagian ditandai dengan huruf
Zoetmulder, diterbitkan oleh Djambatan,
dan tahrm 1985 dicetak ulang.Hampir dua Romawi. Novel ini menceritakan kisah
tahun Dick Hartoko mengerjakan terje-
keluarga Sanusi. Setelah Pak Sanusi me-
mahanitu. ninggal,Nyonya Sanusi dan kedua anaknya
(Kamal dan Ida) pindah dari Karawang ke
TeijemahanDick Hartokolainnya yang
telah beredar di masyarakat, antara lain, Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan
Ariadne(drama)karya Hella S.Haasse,tahun
1966; Taman Kate-Kate, novel karya Maria hidupnya sehari-hari, Nyonya Sanusi
Dermout,tahun 1975;Salah Satu Sikap Hidup
Orang Jawa karya S. de Jong, tahun 1977; menerimajahitan.Walaupun misl^,Nyonya
MentalitasJawadanPembangunan karya Niels
Mulder,tahun1978;OrientasidiAlam Filsafat Sanusitetap menyekolahkankeduaanaknya.
karya C.A.vanPeursen,1980;Bianglald Sas Kamaltelahlulussekolahlanjutan atas,
tra {Dost Indische Sipiegel) karya Rob
sedangkan Ida tidak bisa melanjutkan
sekolah kareria keadaan ekonomi keluarga
itu makin parah. Untuk itu, Ida berusaha
mencari pekerjaan..
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 93
Suatu hari Basri datang ke rumah karena kepala sekolah SMP itu seorang
Nyonya Sanusi. Nyonya Sanusi menerima koruptor.
Basridenganbaik,kemudian memperkeiial-
kanBasridenganIda.Basriadalah anakPak Suatu hari terdengar berita pembu-
Arba'i, tetangga Nyonya Sanusi saat di nuhanseorang wanita bemama Sri,mantan
Karawang. Basri datang ke Jakarta dalam istri Sumo,teman separtai Basri. Peristiwa
rangka urusan partainya. Untuk memu- itu melibatkan Basri. Dia dituduh sebagai
dahkan tugas, Basri indekos di rumah
Nyonya Sanusi.Kehidupan keluarga Sanusi pembunuhnya. Basri pun ditahan pihak
agakterbantukarena mendapatpenghasilan
tambahan dari uang kos Basri. Namun, kepolisian.
Kamaltetap tidaksenangdengan kehadiran Kamal melacak berita ke kantor polisi.
Basrikarena dia aktivis partaipolitik.Kamal
terlanjur membenci politik karena politik Dia mendapatinformasi dariMarnobahwa
menurutnya "kotor". Basri dijadikan kambing hitam oleh Sumo
yang hendak menjatuhkan Basri. Sumo
Basri berterus terang kepada Nyonya adalah seorang penyelxmdup barang-barang
Sanusi bahwa dia mencintai Ida. Nyonya ke luar negeri.
Sanusi menyetujui keinginan Basri yang
hendak meminang Ida.Ida pun menerima SakitIda makinbertambah parah.Saat
ke kamar mandi, dia jatuh, kemudian
cinta lelaki itu. Di sisi lain,Kamal semakin meninggal.Nyonya Sanusi sangatberduka
menghadapi musibah itu. Di sisi lain,
membenci Basri. Setelah Basri menikah musibah itu menyadarkan Kamal bahwa
sikapnya selama ini sia-sia.Selama ini Kamal
dengan Ida, keadaan ekonomi keluarga tidak pedulidengankeadaansekelilingnya.
Nyonya Sanusi membaik. Di samping itu, Marno menyarankan agar Kamal meng-
karier Basri di partai politik makin me- hayati ajaran agama. Agama buat orang
nanjak,Basri pim makin sibuk. Menjelang hidup bukan untuk orang mati. Kamal
pemilu tahun 1955, Basri sering tidak makin terhanyut dengan masalah bagai-
pulang.Dia melupakan istrinya yang sakit- mana seharusnya manusia menyikapi
sakitan. Bahkan, Basri telah melupakan kehidupan ini. Melalui agama,jalan telah
ibunya yang sedang sakit di Karawang terbuka bagi manusia yang ingin maju.
hinggaibunya meninggal.
Kedudukan Djalan Terbuka dalam
Kamalmakin membenciBasri,jugaIda sastra Indonesia cukup penting. Novel ini
dan ibimya.Sementara itu,Kamalhanyalah merupakan potretkondisisosialdan politik
seorang pengangguran yang bercita-cita bangsa Indonesia pada tahun 1950-an.
menjadi penulis, tetapi tidak pernah Banyak tanggapan terhadap novel itu,
antara lain Jakob Sumardjo (1979:47)
berhasil. menyatakan bahwa novel ini tidak sejelek
seperti banyak dikecam dalam Pertemuan
Marno datang ke rumah keluarga
Sanusi. Marno adalah teman yang disukai Sastrawan 1974. Novel itu masih memiliki
oleh Kamal sebab dia bekerja sebagi
wartawan. Dia menghendaki Kamal harga. Novel ini memiliki nilai dokumen
menjadi guru SMP,tetapi Kamal menolak sosial.Pengarangnya memotretsituasisosial
menjelang pemilihan umum yang pertama
94 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
di Indonesia. Bagian yang dipotret adalah Surabaya(1950),dan AkademiAdministrasi
kehidupan didalam tubuh partai.Novelini Negara di Bandrmg(1965).
menunjukkan tipe novel sosial politik
Salah seorang anaknya,Abdi Mahastyo
Indonesia. Suherman,yang.beralamat diJalan Guntur
Sari 111 No. 13, Bandung 402621 pernah
Maman Mahayanaetal.(1992:163)ber- mengirim surat kepada H.B. Jassin imtuk
pendapatbahwanovelini merupakannovel meminta berkas-berkas ayahnya.
pertama Ali Audah yang sarat dengan
berbagaidiskusi yang menyangkutmasalah E^amilSuherman mulaibekeijasebagai
politik, filsafat, dan agama. Sebagai karya buruh pabrik diSurabaya(1940-1945).Pada
yang mengangkat masalah politik
menjelang dan selepas pemilihan umum zaman revolusi dia masuk tentara ber-
tahun 1955 di Jakarta,Djalan Terbuka dapat
dijadikan dokumensosiologis.Selanjutnya, pangkat sersan mayor 1 yang bertugas di
Mahayana menyebutkan bahwa studi Divisi VIKediri(1947-1950).Selanjutnya,dia
terhadap novel itu pernah dijadikan bahan mengabdikan dirinya di dunia pendidikan
penelitian oleh Baharudin Zaenal dari Ma sebagai guru agama sekolah rakyat di
laysia untuk tesis S2(FS Ul,1972)bersama Surabaya(1950-1951).Sejak tahim 1951 dia
novel-novellainnya yang terbittahun1966- menjadi pegawai Pos dan Telekomunikasi
diSurabaya,Palembang,dan Bandung.
1971.
Pengarang yang kaya pengalaman ini
DjamilSuherman adalah sastra-
pernah menjabat redaktur majalah Tunas
wan yang banyak menulis karya (Surabaya),menulisrubrikkebudayaan"Lem-
sastra, terutama cerita pendek, baga" di harian Suara Rakjat (Surabaya),
pada tahun 1960-an. Dalam tulisannya dia mengasuh rubrik kebudayaan"Tanah Air"di
memakai nama samaran DS, Djumala, harian Trompet Masjarakat (Surabaya),
mengasuh ruang sastra "Pantjaran Seni" di
Rahman Rahim, Al Qalam, Tintamas, RRlSurabaya,serta mengasuhruangsastradi
mingguan Kelmrga dan AmanatdiPalembang.
Nitisusastro, Jaman, Al Amin, Mata Pena, DjamilSuhermanjuga pernah bekerja sebagai
Buah Tangan,dan Tandamata.Dia lahir di anggota redaksi dan pembantu tetap di
majalah Tanah Air dan Gelora. Selain aktif
Sidoardjo,Jawa Timiu:,tanggal24 April 1924 dalam keanggotaanredaksi majalah,diajuga
dan meninggal tanggal 1 Desember 1985 di giatdalamlembagasenisastra dan pembinaan
Bandung. Pada masa kanak-kanak dia teater nasional di Surabaya dan Palembang.
hidup dilingkungan pesantren di Kedtmg- Mulai tahun 1962 dia tercatat sebagai Ketua
pring, Jawa Timur, dan memperoleh Impresariat HSBl,Sumatra Selatan diPalem
pendidikan agama Islam langsung dari bang. Djamil Suherman pemah menghadiri
ayahnya. Dia mengikuti pendidikan di Konferensi Pengarang di Jakarta tahun 1964
pesantren Mufidah Muhammadiyah, sebagai peserta. Karya sastranya dimuat di
Surabaya, menamatkan sekolah rakyat di berbagai majalah dan suratkabar,antara lain
Surabaya(1937),sekolah menengah pertama Indonesia,Siasat,Kisah,Budaja,MimbarIndone
di Kediri(1944),sekolah menengah atas di sia,Nasional,MingguPagi,Horison,dan Sastra.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 95
Cerita pendeknya, antara lain (1) Sarip Tambak Oso (novel, 1985, Bandung:
"Antara Menara & Geredja" dimuat dalam Mizan);(7)Sakerah (novel, 1985),(8) Kabar
Minggu Pagi No. 31, Tahun 1953, dengan dari Langit(kumpulan puitisasi terjemahan
menggunakan nama samaran Djiunala;(2) Quran,1986), dan (9)Jalan Pintas ke Sorga:
"Dari Lagu ke Rambut" dimuat dalam Kumpulan Kisah Nabidan paraSahabat,1986).
Selain itu, dia juga menerjemahkan karya
Seriosa No. 1 Tahun, 1954;(3)"Subuh asing,antaralain{l)LeafofGrass karya Walt
Terachir"dimuatdalam Budaja No.5,Tahim Shitman,(2)"At the Birth ofFreedom"karya
1954;(4)"Pamanku" dimuat dalam Kisah Mitka Gruppeheva,dan(3)"Six Centuries of
No. 4, Tahun 1955;(5)"Sebuah Kepala" GreatPoetry"karya RobertPerm Warren dan
dimuat dalam Madjalah Nasional No. 5,
Tahxm 1955;(6)"Si Bendul Anak Ketjapi" Albert Arskine.
dimuatdalam Budaja No.3,Tahim 1955;(7)
"Djadi Santri" dimuat dalam Kisah No. 5, Menurut Ajip Rosidi dalam Ikhtisar
Tahim 1956;(8)"Langgar dan Kjahi Kami" Sejarah Sastra Indonesia (1969), Djamil
dimuatdalam Kisah No.11,Tahim 1956;(9) Suhermantergolongpengarang keagamaan.
Hal itu tampak dalam novelnya Perjalanan
"Main Gambus"dimuat dalam Kisah No.6, ke Akhirat dan Umi Kalsum. Dikatakannya
Tahun 1956; dan (10)"Malam Muludan" bahwa dalam novel Perjalanan ke Akhirat
Djamil Suherman telah mengangkat
dimuat dalam Kisah No.4,Tahun 1956. masalah agama sebagai masalah sastra.
Sementara itu, Endo Senggono (1996:7)
Karya-karya puisinya antara lain (1)
"Malam jang Kehilangan" dimuat dalam menyatakan bahwa Djamil Suherman
adalah pengarang yang banyak meng-
Medan Sastra No. 4, Tahun 1953;(2)"Siul hasilkan cerita pendek mengenai dunia
BurungMalam"dalam SiasatNo.529,Tahun
1957; (3) "At-Takxvir-Bila Matahari pesantren.
Dibalikkan"dalam MimbarIndonesia No.20, Cerita bersambungnya,"Perjalanan ke
Akhirat" meraih Hadiah Kedua majalah
Tahun 1960;(4)"Al-Ghasijah-Huxu Hara" Sastra tahun 1962. Cerita bersambung itu
kemudian diterbitkansebagaibukudengan
dalam Mimbar Indonesia No.4,Tahun 1962; judul yang sama tahun 1963 oleh Penerbit
NV Nusantara,Bukittinggi. Novel tersebut
(5)"Persahabatan" dalam Horison No. 11, diterbitkanjuga dalam edisibahasa Malay
sia pada tahun 1981 oleh Penerbit Pustaka
T^un1969;(6)"KepadaPemimpin"dimuat Melayu Baru, Malaysia. Cetakan kedua
dalam Gelora No.12,Tahun 1962. novel itu diterbitkan oleh Pustaka Salman,
Karyanya yang berupa buku ialah(1) Bandung.
Muara(kumpulanpuisibersama Kaswanda Tahun 1967 I^'amil juga memperoleh
Saleh,1958,Palembang:Lembaga Seni),(2)
Manifestasi (kumpulan puisi bersama hadiah dari Pos dan Telekomunikasi atas
delapan penyair,1963,Jakarta: Jambatan),
(3) Umi Kalsum (kumpulan cerpen, 1963, karyanya yang berjudul "Dia Menemukan
Bukittinggi: NV Nusantara dan terbitan Dirinya Kembali" untuk kategori cerpen,
kedua kalinya oleh Mizan,1984),(4)Nafiri "Sebuah Berita"untuk kategori drama radio.
(kumpulan puisi, 1983, Bandung:Pustaka
Salman),(5) Pejuang- Pejuang Kali Pepe
(novel,1984,Bandung:Pustaka Salman),(6)
96 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
dan "Generasi Baru" untuk kategori drama Bakri Siregar {Djawa Baroe, No. 7, Tahun
1944),dan(4)"Seljoeah Bingkisan"karya A.
pentas. Kartahadimadja{Djawa Baroe,No.3,Tahxm
1945).
Berdasarkan karya-karyanya,dapatlah
disimpulkan bahwa Djamil Suherman Puisi yang dimuat, antara lain (1)
adalah sastrawanIndonesia yang kekhasan "Ingat-ingat" karya St. P. Boestami {Djawa
karyanya memperkaya khazanah sastra In Baroe, No. 8, Tahun 1943),(2)"Oentoek
donesia modern, terutama jika dikaitkan Saudara"karya Rosihan A.{DjawaBaroe,No.
dengan sastra keagamaan pada dasawarsa 12,Tahun 1943),(3)"Zaman Baroe" karya
UsmarIsma'ilS.M.A.{Djawa Baroe,No.17,
1960-an. Tahun 1943),(4)"Darah Moeda" karya
Noersjamsoe {Djawa Baroe, No. 19, Tahun
Djawa Baroe adalah nama majalah 1943),(5)"Bintang Merdeka"karya Armijn
Pane{Djawa Baroe,No.19,Tahim 1944),dan
yangterbitpada masa pendudukan (16)"Waspada" karya S. D. Aniin {Djawa
Jepang (1943-1945) di Djakarta Baroe,No.19,Tahxm 1944).
(Batavia).Djawa Baroe mulaiterbittanggal
Dongeng atau cerita rakyat yang
1 Januari 1943 dan terbitan terakhir dimuat ialah (1)"Dongeng Djoko Kendil"
(anorxim,Djawa Baroe,No.12,Tahxm 1944),
tanggal 1 Agustus 1945, beberapa saat (2) "Bawang Poetih Bawang Abang"
menjelang kekalahan Jepang dalam (anonim,Djawa Baroe,No.16,Tahxm 1943),
Perang Pasifik. Majalah Djawa Baroe serta "Sembadra dan Srikandi"(anonim,
diterbitkan oleh Djawa Shinbun Sha yang Djawa Baroe, No. 17, Tahun 1944). Selain
bekerja sama dengan harian Asia Raja. menerbitkan karya sastra,Djawa Baroejxxga
Alamat majalah ini di Molenvliet T. 8, menerbitkan esai, yang berjudul,"Bidal
Nippon jang Bersamaan Artinja dengan
Jakarta. BidalIndonesia"karya St.Perang Boestami
{Djawa Baroe, No. 1-24, Tahun 1943). Di
Karya sastra yang dimuat dalam samping itu, dimuat juga cerita pendek
majalah ini berbentuk eerita bersambung, terjemahan, seperti (1)"Katjizo Kemedan
cerita pendek,puisi,dongeng(cerita rakyat), Perang" karya Josihei Hino diterjemahkan
esai, terjemahan, dan skenario. Cerita oleh Rosihan Anwar {Djawa Baroe, No. 1,
bersambung yang dimuat misalnya (1) Tahun 1944),(2)"Di Tempat Asoehari
"Setinggi-tinggi Terbang Barigau" karya Caroeda" karya Hoemio Niwa diterje
Andjar Asmara{Djawa Baroe,No.1-7,Tahim mahkan oleh Rosi Tani{Djawa Baroe,No.2,
1943);(2)"Radio Masjarakat"karya Rosihan Tahim 1944),(3)"Batoe" karya Tetsoekitji
Anwar{Djawa Baroe,No.16-19,Tahun1943), Kawai diterjemahkan oleh Rositani {Djawa
dan (3)"Ranamanggala" karya Darma- Baroe, No. 3, Tahun 1944), dan (4)
widjaja (D/flWfl Baroe, No. 22-23, Tahun "Peradjoerit Nogikoe"karya Kan Kikoentji
diterjemahkan oleh Rositani {Djawa Baroe,
1944).
Cerita pendek yang dimuat,antaralain
(1)"KoerbanCadis"karya Winamo(D/flwa
Baroe,No.8,Tahun 1943),(2)"LajarPoetih"
karya Usmar Isma'il {Djawa Baroe, No. 7,
Tahun 1944),(3)"Tanda Bahagia" karya
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 97
No. 4, Tahun 1944), Djawa Baroe juga sebagaialatpropagandaimtuk meyakmkan
memuat skenario film berjudul "Kaigun bangsa Indonesia tentang kedatangan
(Angkatan Laoet)" karya Iwata Toyowe Jepang keIndonesia.KedatanganJepang ke
(Djawa Baroe,No.11,Tahun 1944).
Indonesia adalah untuk membebaskan
Semasa terbit majalah Djawa Baroe
pernah berganti pimpinan. Mula-mula bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan
majalah ini dipimpin oleh H. Nomoera bangsa Belanda dan untuk mengajak bangsa
kemudian oleh S. Higashiguchi. Nama Indonesia menciptakan kemakmuran
pemimpin itu dituliskan dalam sebuah bersama diwUayah Asia.Usaha propaganda
kolom kecil berbentuk segiempat,bersama itu terungkap jelas dalam "pengantar"
dengan harga majalah dan alamat majalah Djawa Baroe yang berjudul "Tjita-
penerbitnya. Meskipxm dalam kolom kecil Tjita Djawa Baroe".
itu dituliskan nama pemimpin penerbitdan (1) Madjalah Djawa Baroe akan membe-
pemimpin pencetak, majalah Djawa Baroe
tidak pemahsecaratersuratmencantumkan rikan teroetama sekali loekisan jang
nama anggotadewanredaksinya.Selainitu, benar tentang Nippon,daerah kema'-
majalah ini juga tidak membuat daftar isi moeran bersama di Selatan, dengan
setiap terbitannya. Djawa sebagai poesatnja, dan djoega
dari lain bagian doenia. Gambar itoe
Majalah Djawa Baroepemah mengalami adalah boekti jang senjata-senjatanya,
kenaikan harga. Pada awal terbitannya,
majalah ini berharga 0,15 gulden,kemudian karena ia meloekiskan kebenaran dan
menjadi 0,20 gulden dengan alasan karena
adanya penambahan jumlah halaman(dari tidak dapatberjoesta.
30 halaman menjadi 35 halaman)dan mutu (2) "Djawa Baroe"adalah alatperantaraan
isinya.Majalah Djawa Baroeberukuran lebar
22cm dan panjang 29cm. sebaik-baiknya antara bangsa Indone
sia dan Nippon. Madjalah ini meroe-
Jumlah tiras majalah ini diduga pakan soeatoe lapang pertemoean
tinggi karena sasaran pembacanya tidak bangsa:jang ada disini.
hanya untuk bangsa Indonesia, tetapi (3) "Djawa Baroe"djoega bisa didjadikan
juga untuk bangsa Jepang.Halitu,antara alat oentoek mentjapai kemenangan
lain, terlihat dari adanya aksara Jepang dari peperangan hebat sekarang ini.
(Katakana)disetiap halaman majalah ini. Poen djoega madjalah ini dapat mem-
Besar kemungkinan teks yang ditulis bangkitkan rasa persaudaraan antara
dengan menggunakan aksara Jepang itu bangsa Nippon dan Indonesia.
merupakan terjemahan,setidak-tidaknya (4) "Djawa Baroe" dipimpin oleh fihak
ringkasan atas teks bahasa Indonesia Indonesia dan Nippon bersama-sama
yang dimuat di atasnya. oentoek mewoedjoedkan pekerdjaan
bersama jang rapat antara fihak Indo
Jika dilihat dari jenisnya, boleh nesia dan fihak Nippon,jaitoe antara
dikatakan, sejak terbitan pertama majalah stafsoerat kabar'I^awa Shinboen"dan
Djawa Baroe sudah menampakkan diri "Asia-raja".
(5) "Djawa Baroe"pastiakan madjoetjepat
danisinja makinlama makinsempoer-
98 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
na.Kepada para pembaca madjalahini awal penerbitan, misalnya, majalah ini
dipersembahkan sebagai kepoenjaan- menyajikan teks mengenai sejumlah tokoh
njasendiri.Kita berharap soedikiranja pergerakanIndonesia pada masaitu.Tokoh-
pembaca sekalian menjampaikan
kepada kami segala yang diinginkan tokoh itu antara lain Ir. Soekamo, Moh.
dan diharapkan oentoek mendjadikan
madjalah ini alat penerangan Jang Hatta, K. M. Mas Mansjur, dan Ki Hadjar
Dewantara.Bukan itu saja,majalah inijuga
sesempoema-sempoemanya. memuat serangkaian tulisan tokoh yang
isinya,antara lain ajakan imtuk membantu
Demikianlah harapan kami. Jepang memenangi Perang Pasifik dan
Hidoeplah "Djawa Baroe" {Djawa menciptakan kemakmuran bersama di
Baroe,No.1 Tahvm 1943) wilayah Asia.
Usaha propaganda pemerintahJepang Djawa Bflfoetersimpan diPerpustakaan
melalul Djawa Baroe tampak lebih jelas lagi NasionalJakarta dengan nomor katalog B:-
dalam isinya. Pada dasamya majalah ini 2997, tetapi data majalahnya tidak ter-
adalah majalah berita.Namim,berita-berita simpan. Perpustakaan Dokumentasi H. B.
yang disajikan merupakan hal-hal yang JassinJakarta mengoleksiDjawa Baroetahxm
berkaitan dengan kekuatan dan kehebatan
tentaraJepang dalam medanPerangPasifik 1943-1945.
yang ketika itu sudah memasuki tahun
ketiga.Untuk meyakinkanbahwa apa yang Djogja Diduduki adalah novel
disampaikan merupakan kebenaran,
majalahinilebihbanyak menyajikangambar realis yang berbicara tentang
daripada teks. Tentu saja gambar tersebut
ialahgambar yangberkaitandenganJepang. revolusi1945.Novelini ditulis oleh
Teks-teks yang tercatat di bawah atau di
samping-biasanya singkat sekali-meru- Muhammad Dimyati. Penerbitannya di-
pakan keterangan alakadarnya tentang lakukan tahim 1950 oleh Penerbit Gapura,
gambaritu. Ada kala pemuatan gambaritu
juga dilengkapi dengan serangkaian daftar Jakarta.
kapal dan pesawat tempur pihak musuh
yang berhasilditembakjatuh pihakJepang. Semula naskah novel ini ditulis oleh
Disamping gambar-gambar yangberkaitan
dengan perang, majalah ini juga memuat Muhammad Dimyati dengan judul Chaos
gambar lain yang menyangkut keadaan yang dikirimkan olehnya kepada H. B.
bangsa Indonesia diseluruh pelosok Jawa. Jassin, Jakarta. Muhammad Dimyati
Majalah ini juga memuat teks yang mengharapkan dan meminta agar H. B.
maksud dan tujuannya sama dengan Jassin dapat mengusahakan penerbitan
gambar yangsudah disebutkan diatas.Pada naskah itu menjadibuku pada penerbitapa
saja yang menurut H.B. Jassin lebih baik.
Atas jasa H. B. Jassin novel itu dapat
diterbitkan oleh Penerbit Gapura. Dengan
berbagai pertimbangan dan dengan mem-
perhatikan isicerita itu,H.B.Jassin menya-
rankan agar novel itu diubah judulnya
menjadi Djogja Diduduki. Perubahan judul
tersebutditerima oleh Muhammad Dimyati.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 99
Novelinitidak pemah dicetak ulang hingga dengan penderitaan dan ketidaktenteraman
tahun 2003. Novel ini piin tidak dapat di-
temukan lagi ditoko-toko buku. dan berada di bawah ancaman Pemerintah
Novel ini berkisah tentang kehidupan Kolonial.Temanakrab Wito,Sadeli,^tidakdapat
masyarakatJogyakartapada masa agresike- bertahan hidup seperti Wito, dia bersikap
2,yaitutanggal19Desember1948hingga ke- koOperatifterhadap penjajah.Sadeli melakukan
datangan kembali Presiden Soekarno ke kegiatan "menyeberang",artinya bekerja di
Jogya tanggal 6 Juli 1949 dari tempat pihak Belanda.Bekeija dipihak Belanda seperti
pengasingannya.Novelini sangat realistis. itu mempunyai risiko tinggi karena Belanda
Didalamnya terdapatkisah nyata peristiwa dapat saja menjatuhkan tuduhan macam-
agresiitu.Perjalanan waktu darisaatkesaat macam terhadapnya jika sudah bosan
dipaparkan dengan amat ketat.Pemaparan dengannya.Temyata,akhimya,Sadeli harus
peristiwa yangberlangsungseolah-olah dari menyesalisikapnya itu karena istri dan anak-
detik ke detik itu tidak berisi kekosongan, anaknya dibunuh oleh kaum gerilyawan
tetapi disertai oleh kesibukan kehidupan republiken.
masyarakatYogyakarta.
Keteguhan hati tokoh Wito dalam
Masyarakat pada waktu itu-sebelum mempertahankan prinsipnyasebagaiorang
serangan mendadak Belanda pada tanggal yang tidak mau bekerja sama dengan
19 Desember 1948 itu-hidup dalam
ketenteraman dan kebahagiaan.Masyarakat Pemerintah KolonialBelanda,harus ditebus
kemudiansecara tiba-tiba harus merlgungsi.
Akan tetapi, ada juga keluarga yang tidak dengan beberapa korban,baik korban harta
mau mengungsi.Mereka harusberhentidari maupun korban perasaan.Korban tersebut
pekerjaan atau harus melakukan pekerjaan harus ditambah lagi dengan korban anak-
yang berpihak kepada kepentingan pen- anaknya, Aliman> gugur di medan perang
jajah. Walaupim tokoh Wito (Witohardjo; dan Fatimah, meninggal dunia di rumah
tokoh utama) dengan anak dan istrinya
digambarkan sebagai manusia yang sakit. Pada akhir cerita kesedihan atas
menyaksikan dengan jelas peristiwa demi
peristiwa, sebenarnya gambaran situasi kematiankeduaanak yang disayanginyaitu
Jogyalah yang banyak tersorot dengan dapat terobati oleh kembalinya Republik
nuansa perjuangan bangsa itu. Indonesia ke Jogyakarta,dikembalikannya
Presiden dan Wakil Presiden ke tengah-
Dengan bergaya "saya" Wito mema- tengah rakyatIndonesia,diJogyakarta.
parkan cerita dengan menaiik. Tokoh cerita
yangbekerja dijawatan keretaapiitu memilih Kata pengantar novelitu berisisepatah
bersikap nonkooperatif dengan Pemerintah kata dari H. B. Jassin. Kata pengantar
KolonialBelanda yangpada waktuitudisebut tersebut memang dibuat oleh H. B. Jassin
sebagai "Pemerintah Kerajaan". Wito tetap atas permintaan Muhammad Dimyati
memilih sikapnya semula, yaitu memihak sendiri. Permintaan tersebut dapat
kepadarepubliken walaupxm hidupnya penuh dibuktikan dengan surat Muhammad
Dimyati yang tertuju kepada H. B. Jassin,
100 tanggal4 Mei 1950.
Surat Muhammad Dimyati kepada H.
B. Jassin tersebut selengkapnya berbunyi
sebagai berikut.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
Solo,4 Mei1950 DodongDjiwaprajaadalahpenyair
Saudarajassin
yang lahir di Banyuresmi, Garut,
Terima kasih atas bantuan moril Jawa Barat, tanggal 25 September
1928.Dodong yang meiiganutagama Islam,
Saudara hingga naskah Chaos dapat goal
dlterima Gapura. Moga-moga segera menempph pendidikannya mulai dari SD
dicetak.Saudarasayasilakan membuatkata tahun1916danSMA tdiim 1951 diBandimg.
Tahun 1951-1952 Dodong mengikuti
pengantamya. pendidikan di Fakultas Sastra, Universitas
Indonesia,tetapitidaktamat.Kemudiarv,dia
Dulu saya kirim artikel "Kedudukan melanjutkan pendidikan ke Akademi
Hukum Militersampailulustahim 1960dan
Wanita dalam Dunia Batik" oleh S. Perguruan Tinggi Hukmn Militer sampai
mendapatkan gelar sarjana hukum tahim
Muslimah, tetapi tak tampak dalam MI
nomor Wanita dan nomor 1 Mei. Apakah 1963.
akan dimuat dalam nomor-nomor yang
mendatang? Kalau tidak akan dimuat, Baik selama masih dalam pendidikan
tolong dikembalikan karena seingat saya maupun sesudah itu Dodong banyak
dalam kiriman naskah itu sudah saya melakukan penelaahan dan penelitian
bubuhi perangko ongkos kembali. dalam bidang kesusastraan dan kebu-
dayaan> khususnya kesusastraan dan
Tapi mudah-miudahan akan dimuat kebudayaan Sunda, yang pernah di-
nomor muka.Demikianlahjugasayatunggu selenggarakan oleh Proyek Sundanologi.
dimuatnyacerita pendeksaya"PalangPintu Dia juga pernah ikut serta dalam penyu-
Jalan Malioboro". Kalau yang satimya lagi sunan EnsiklopediKebudayaan Sunda yangdi-
prakarsai oleh Ajip Rosidi. Penyair dari
"Oh, Harta" tak dimuat silakan kirim tanah Sunda ini pemah bekerja di penerbit
Pustaka Rakyat yang dipimpin oleh Sutan
kembali atau kasih kabar,supaya duplikat- Takdir Alisjahbana pada tahun 1949,
nya saya kirim ke majalah lain. Tapi bertugas sebagai redaktur majedah Angkasa
syukurlah kalau keduanya akari dimuah pada tahun 1950, dan menjadi perwira
hanya menunggu giliran saja. hukum di Lanuma Husein Sastranegara,
Bandung sampai pensiun tahun 1976.
Wasalam, Sebelum pensiim, Dodong pemah bekerja
sebagai guru SMA IPI Jakarta pada tahim
Tandatangan 1953-1958, anggota Komisi Isiilah Seksi
Penerbangan tahun 1951-1960, anggota
NovelDjogja Didudukiadalah novelse- pengurus pleno BMKN tahun 1960, dan
jarah yang khas. Di dalamnya terdapat sebagaidosenluarbiasa Estetika diFakultas
peristiwa-peristiwa sejarah, seperti
"Serangan 1 Maret","Pengembalian Kota Sastra, Universitas Indonesia tahun 1962-
Djogja", dan"Kembalinja Soekarno dan
1964.Terakhir,setelah pensiun,dia bekerja
Hatta". sebagai dosen luar biasa di Fakultas Sastra,
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 101
Universitas Padjadjaran, Bandung pada kemurnian hati nuraninya, dan sangat
menghargaisaat-saatbahagia yangkedldan
tahun 1979-1985. sederhana, penuh rasa S5aikur kepada ke-
indahan yang diberikan oleh alam, yang
Dodong Djiwapraja mulai menulis semuanya itu dia lukiskannya dengan
puisi sejak akhir tahun 1940-an, tepatnya
tahxm 1948.Puisinya,khususnya puisiyang cermatdan bagus.
ditulis tahun 1948-1972, dipublikasikan Sebagaiseorang penyair,Dodongjuga
dalam berbagaimajalah diIndonesia,antara
aktif dalam organisasi Lembaga Kebuda-
lain dalam MimbarIndonesia,Gema Stiasana, yaan Rakyat(Lekra). Bahkan,dia menjadi
anggota delegasipengarangIndonesia yang
"Gelanggang" Siasat, dan Budaja Djaya, se- tergabung dalam Lekra, bersama Sitor
dangkan puisinya yang mutakhir, tahun Situmorang sebagai ketua delegasi, Rivai
1973-1994 dimuat dalam majalah Budaya Apin dan Utuy Tatang Sontani, sebagai
Jaya.Puisinya Dodong yangberceceran dan anggota. Delegasi pengarang Indonesia ini
tersebar dalam majalah yangberhentiterbit pernah mengikuti Konferensi Pengarang
itu, kemudian dihimpun dan diterbitkan Asia-Afrika di UniSovyet(1958),di Tokyo,
dalam bentuk buku yang berjudul Kastalia, Jepang (1960), di RRT (1961), dan di Bali
oleh Pustaka Jaya tahun 1997.BagiDodong (1962).KonferensiPengarang Asia-Afrika ini
terbitnya kumpulan puisi ini punya arti memberi inspirasi bagi Dodong dalam
sendiri,yakni sebagaialbum pribadi.Puisi proses kreatifnya,misalnya,"Malam diTo
yang tercantum di dalamnya tak ubahnya kyo"yang mengungkapkanrasasolidaritas-
potretpribadi,terpampang dalam berbagai nya kepadaburuh yang mogok,puisi"Dari
pose,tampang,dangaya yangberbeda-beda Utara ke Selatan,daiiSelatan ke Utara" yang
seiring dengan meningkatnya usia dengan menggambarkan suasana kegembiraan saat
berlatarkan suasana zaman yang berlain- menyambut konferensi yang akan meng-
lainanpula(Kastalia,1997:ix). galang kerja sama negara Asia-Afrika,dan
puisi "Pasir Putih, Pantai Sanur" yang
Puisi Dodong selain tersebar dalam dimuat dalam Sastra, No.9-10, Tahim III,
berbagai majalah,juga dimuatdalam Gema 1963, yang mengungkapkan kenangan
Tanah Air(1948)susunan H.B.Jassin,Laut kepada Konferensi Pengarang Asia-Afrika
Biru Langit Biru(1977)yang disunting oleh di Bali,tahim 1963.Dalam puisiini disebut
Ajip Rosidi,serta dalam Tonggak(1987)edi nama-nama Sitor Situmorang, Cheung,
tor LinusSuryadi A.G. Pramoedya Ananta Toer,dan Joebair.
Ajip Rosididalam Ichtisar Sedjarah Sas- Lekra menekan Dodong agar menarik
tra Indonesia (1969) menyatakan bahwa puisinya yang telah dimuat dalam majalah
Dodong Djiwapraja adalah salah seorang Sastra.Honor yangsudah diterima Dodong
penyairIndonesia terkuatdisamping W.S. harus dikembalikan dan puisinya yang
belum dimuatyang masih berada ditangan
Rendra.Sementara itu,W.S.Rendra dalam redaksi diminta supaya tidak dimuat.Untuk
itu, Dodong membuat surat terbuka yang
kata pengantar buku Kastalia menggelari
Dodong sebagai penyair yang waspada.
Dikatakan penyair waspada karena puisi-
puisi Dodong memperlihatkan sikap
hidupnya yang hati-hati,tekim melindungi
102 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
dimuat dalam harian Rakyat Minggu, 23 majalah Sastra No.8 Tahun II (1962) dan
Pebruari 1964 dan harian Bintang Timur,24 dinyatakan sebagai drama yang mem
Februari 1964 yang menyatakan keberatan peroleh Hadiah Pertama majalah Sastra
Dodongterhadap pemuatanpuisinya dalam
majalah Sastra. Tahun 1962. Drama tersebut kemudian
Di samping mendapat tekanan dari diterbitkan dalam bentuk buku oleh
Lekra karena karyanya dimuat dalam
majalah Sastra,Dodongjuga pemahdipecat Penerbit BalaiPustaka,Jakarta tahim 1967.
dari Badan Pusat Pembina Kebudayaan
Jawa Barat bersama 13 orang lainnya Drama ini berlatarkan masa revolusi
berdasarkan SK Nusa Putra, 29 Oktober tahun 1948. Keadaan genting membuat
empatlelaki-politikus,Pedagang,Petualang,
1965.Karyanyajuga mengalamipencekalan dan Penyair-terpaksa bersembunyi dalam
berdasarkanSK MenteriPdanK,tanggal30 losmenPerempuan.KetikaPenyair meninjau
keadaan kota untuk mencari kemimgkinan
November 1965. lolos dari kepungan musuh,Pedagang dan
Petualang bersepakat untuk meninggalkan
Dodong Djiwapraja selain sebagai Politikus. Semula Politikus menolak,tetapi
penyair dikenal juga sebagai penerjemah. setelah Petualang meyakinkan Pedagang
Beberapajudulbuku terjemaharmya antara bahwa dalam situasigawatpenagihantidak
laia Rumah Tangga yang Bahagia karya Leo mungkin dilakukan,Pedagang menyetujui
Tolstoy tahim 1976.Islam,Filsafat,danIlmu, usul Petualang. Tiba-tiba muncul Politikus
terjemahan tahun 1984 yang diprakarsai yang mencemaskan keselamatan dokumen
oleh Unesco.Beberapa puisi penyairInggris rahasia yang dibawanya karena kuatnya
dan Prancis seperti karya Saint-John Perse, kepungan musuh.KetikaPetualang mengu-
W. H. Auden, dan Charles Madge telah sulkan agar Politikusbersama-sama dirinya
diterjemahkarmya ke dalam bahasa Indo pergi berkompromi dengan musuh sekadar
nesia dan dimuatdalam majalah Siasat dan memperoleh kesempatan lolos, Pedagang
Budaya Jaya. sangat terkejut. Ketika mereka akan
berangkat, Penyair datang mengabarkan
Sebagai penyair, Dodong Djiwapraja bahwa musuh telah menguasai kota dan
pemah mendapatkan HadiahSastra Harian masing-masing harus siap dengan per-
Rakyat pada tahun 1960 untuk puisinya lawanan senjata. Ketiga orang itu menolak
yang berjudul "Tantangan" {Zaman Baru, granat-granat yang telah diperoleh Penyair
No. 3-4, 1961). Tahun 2001 dengan dan memutuskan pergi dari losmen itu
kumpulan puisinya Kastalia(1997)Dodong dengan segera.
memperolehPenghargaanPenulisan Karya
Sastra dari Pusat Bahasa, Departemen Perempuan tidak keberatan jika
mereka pergi karena ketiga lelaki itu tidak
Pendidikan Nasional. senonoh. Penyair mengharapkan agar
Perempuan mau ikut bersamanya, tetapi
omba-Domba Revolusi adalah Perempuan itu tahu-setelah Penyair
menceritakan sejarah hidupnya-bahwa
Djuduldramakarya B.Soelarto yang dialah sebenamya istri ayah Penyair yang
diterbitkan pertama kali dalam
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 103
diceraikan waktu masih dara.Penyair pergi untuk mengatasirealisme sehari-hari,yang
tanpa mengetahui rahasia Perempuan dan dalam kisah-kisah peranglain terlalu biasa.
tidak lama kemudian datanglah Petualang Di tengah-tengah situasi yang paling kritis
mengabarkan bahwa kawan seper-
jalariannya telah mati,lalu mengajakPerem terwujiid suatu konfrontasi simbolis dari
puan pergi bersamanya atas pertolongan seorang pemimpin politik, seorang usaha-
seorang musuh yang bersedia mem- wan,seorang dosen,seorang penyair, dan
bantuiiya karena kekayaan peninggalanke- seorang gadis yang polos, tetapi berbudi.
dua kawannya. Namun, serdadu tidak Ketiga tokoh pertama, yaitu Politikus,
meminta bayaran uang, tetapi meminta Pedagang, dan Profesor, walaupun mem-
bayaran Perempuan. Perempuan berhasil punyai semangat patriotik tinggi dan
menikarn Petualang dan serdadu dalam slogan-slogannya yang muluk,gagalmeng-
kamarnya dan akhirnya dia sendiri hadapiujiankemanusiaan yangmenentukan.
ditembak oleh serdadu-serdadu yang
menyerbu kelosmennya. Eksistensialisme adalah filsafat
Drama tersebut kemudian ditransfdr- yang memandang segala gejala
berpangkal pada keberadaan
masikan ke dalam bentuk novel dengan (eksistensi).Titiksentralnyaadalah manusia.
judul Tanpa-Nama: Domba-Domba Revolusi
yang diterbitkan oleh Penerbit Nusantara, Eksistensi manusia adalah cara manusia
berada di dimia ini. Cara berada inanusia
Jakatta; tahxm 1964. Tahun 1988 kisah ini
berbeda dengan cara berada benda-benda.
diangkatsebagai cerita sinetron TVRI.
Menurut Maman S. Mahayana et al. Benda-benda tidak sadar akan keber-
(1992)dalam Ringkasdn dan Ulasan NovelIn adaannya. Benda yang satu tidak berin-
donesia Modern,Jakarta,Grasindo,novel ini teraksi dengan beiida yang lainnya. Lain
halnya dengan manusia, dia bersama
menceritakan sisi lain dari sebuah dengan orang lain dan bersama dengan
benda-benda di sekitarnya, serta benda-
pergolakan yang bernama revolusi. Peris- benda itu menjadi berarti karena manusia.
tiwa terjadi pada tahlxn 1948 ,di sebuah
losmen. Losmen itulah yang memper- Oleh karena itu, eksistensialisme membe-
temukanlima tokoh yang memilikikarakter
berbeda dalam memandang arti revolusi. dakan cara berada manusia dengan cara
Dalam situasi itu tampak sosOk-sosok berada benda,dengan menggunakanistilah
pribadi yang culas yang diwakili tokoh bahVva benda-bendaituIserada',sedangkan
Pedagang, tokoh ambisius yang diwakili
oleh Profesor, tokoh egois yang diwakili manusia itu 'bereksistensi'. Ditekankan
Politikus,tokohlugu yang diwakiliPenyair,
dan tokoh patriotik yang diwakili Perem bahwa hanya manusia yang bereksistensi,
puan,pemilik losmen. Selanjutnya,Teeuw
benda-benda di luar manusia itu tidak
dalam Sastra Indonesia Modern II, 1989>
bereksistensi.
Jakarta, Pustaka Jaya, menyatakan bahwa
novelini menjadi penting karena usahanya Kata eksistensi berasal dari kata Latin
existere{ex'keluar'dan istere'membuatsen
diri'). Hal itu berarti bahwa apa yang ada
adalah apa yang memiliki aktualitas, yang
104 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
dialami. Pengertian eksistensi berbeda "Juga,bahwa saat-saat seperti ini biasa-
dengan pengertian esensi. Jika esensi lebih nya datang apabila kita sadar sekali akan
menekankan 'apanya' sesuatu, eksistensi adanya kita pada adanya yang lain pada
menekankan 'apanya' sesuatu yang sem- adanya semuanya."(Simatupang,1983:61)
purna. Dengan kesempurnaan ini sesuatu
itu menjadi suatu eksisten. Pemikiran dan sikap eksistensialisme
itu terungkap juga dalam puisi Ghairil
Eksistensialisme beranggapan bahwa Anwar dan dalam beberapa puisi Sitor
manusia adalah makhluk yang merdekase- Situmorang,seperti"Catedral des Chartres".
hingga dia bebas bertindak,tetapi bertang- Dick Hartoko pernah mengulas pikiran
gung jawab atas apa yang telah menjadi
pilihannya. Keadaan ini menimbulkan ke- eksistensialisme Ghairil Anwar. Selain itu,
cemasan,ketakutan,dan penderitaan men-
dalam pada manusia.Halitu berdasar pada Mangunwijaya pernah mengulas karya
anggapan bahwa manusia itu alam semesta, Kuntowijoyo Khotbah diatas Bukit dan karya
tetapi tidak terikat pada alam. Putu Wijaya Telegram dalam Sastra dan
Reliogisitas yang menyimpulkan bahwa
Beberapa filsufeksistensialisme antara kedua karya pengarangitu memperlihatkan
lain Soren Aabye Kierkegaard (1813-1855),
Friedrich Nietzshe(1844-1900),KarlJaspers ciri eksistensialisme dalam sastra.
(1883-1969),Martin Heidegger(1889-1976),
Gabriel Marcel(1889-1973),Jean PaulSartre Femina adalah nama majalah wanita
(1905-1980),Albert Camus(1916-1960),dan
Simone de Beauvoir(1908-1986). yang diterbitkan olehPT Gaya Eavo-
rit Press sejak tahun 1972. Sebagai
Gerakan pemikiran eksistensialismeini majalah perempuan pertama dizaman itu,
dipandang sebagai reaksi balik terhadap Femina diterbitkan untuk mengakomodasi
kecendenmganidealisme dan kecenderung- seluruh aspirasi kaum wanita Indonesia
an sistem dan penghancuran manusia yang agar wanita Indonesia mampu mengopti-
mewamaiEropa awalabad XX.Dalam karya malkan segala potensinya tanpa kehilangan
sastra di Indonesia, Iwan Simatupang jati dirinya sebagai perempuan.
dengan novelnya Ziarah yang absurd me- Femina,sebagai majalah keluarga yang
nampilkan warna eksistensialisme.Masalah diperkirakan paling tinggi oplahnya di
ini disajikan dengan cara yang menga- Indonesia, pada mulanya terbit sebagai
gumkan.Berikutini pendapattokoh utama, majalah bulanan. Kemudian, tahun 1973,
yaitu opseter pekuburan,mengenaimasalah Femina berubah menjadi majalah dwi-
mingguan.Akhimya,sejak tahun 1980terbit
eksistensi. tetap sebagai majalah mingguan.
Perintisan penerbitan majalah ini
"Dia hanya cepat-cepat menyimpulkan diusahakan oleh Ny.Mirta Kartohadiprodjo,
dalam bagian yang paling dalam dari
dirinya, bahwa perasaannya yang sedang Atiek Makarim, dan Widarti Goenawan.
dirasakannya berkecamuk dalam dirinyaitu
justru ada dan dapat dirasakannya karena Majalah Femina dapat terus berjaya sampai
sekarang di antara majalah wanita pesaing
ia ada."
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
lainnya berkat kerja keras dan ketekxman "Resensi FEm","Cerpen (Cerita Pendek)",
para pengelolanya. Mereka itu adalah dan"Cerber(Cerita Bersambung)".
Sofyan Alisjahbana, sebagai pemimpin
umum/pemimpin usaha, Ny. Mirta Kar- Penampilanfisik majalahFeminalewat
tohadiprodjo sebagai pemimpin redaksi/ gambar-gambar atau foto-foto yang ber-
penanggtmgjawab,Bimyamin W.,sebagai wama-wamidi atas kertasluks serta sampul
wakil pemimpin redaksi, Widarti Goena- yang selalu menampilkan kecantikan
wan,Hoedi Soejanto, Anna Poyk Massie, seorang peragawati menjadikan majalah ini
Noesrini, Pia Alisjahbana, Tut Sugyarti, tetap melekat di hati para pelanggannya.
Sayoga AliSaid sebagaiStafRedaksi,Martha Bersama majalah Gadissetiap t^im,Femina
Tilaar dan Yus Kayam sebagai pembantu antara lain, menyelenggarakan Lomba
khusus. Susunan anggota redaksinya Perancang Mode.
terakhir adalah Sofyan Alisjahbana seba
gai pemimpin umum/perusahaan,Widar Sebagai media penerbitan yang
ti Goenawan sebagai wakil pemimpin memproduksi karya sastra seperti cerpen
umum,Mario Alisjahbana sebagai wakil dan cerita bersambung,majalah Femina jelas
pemimpin perusahaan, dan Widarti memberikan kontribusi bagi perkembangan
Goenawan sebagai pemimpin redaksi. kesusastraan Indonesia modern.Oleh para
kritisi sastra Femina dianggap sebagai
SIUPP Femina: No.033/SK/Menpen/ perintis bagi lahimya para novelis perem
SIUPP/C.1/1986.AlamatRedaksi:JalanKebon
Kacang Raya No.1,Flat3Tingkat El,Jakarta, puan diIndonesia.Skadarcontoh,penulis
telepon:46772(2002).
Marga T. menjadi terkenal sebagai novelis
Pembaca sasaran Femina pada umum- berkat cerita bersambungnya berjudul
nya kaum perempuan, mulai dari wanita "Bukan Impian Semusim" yang dimuat
karier hingga para ibu rumah tangga. dalam Femina tahun 1974. Dari penulis
Dengan demikian,sifat majalahini populer. Marianne H.Katoppo terdapat novel Rau-
Motto majalahiniadalah"Gaya Hidup Masa mannen dan dari Marga T. terdapat novel
Kini", menggantikan motto sebelumnya Sebuah J/msz yang keduanya berasal dari
"Bagian dari Gaya Hidup Anda". cerber dalam Femina.Para sastrawan yang
sudah mapan pxm tak jarang mengumum-
Setiap terbitam majalahini menyajikan kan karyanyalewat majalah ini,sepertiNh.
rubrik Mode, Kecantikan, Dapur, Kebun, Dini dengan cerbernya "Amir Hamzah
dan artikel kewanitaan lengkap dengan Pangeran dari Seberang", Gerson Poyk
dengancerbernya"Requiem untukSeorang
lembaran khususimtuk anak-anak.Rubrik- Perempuan",danYudhistira ArdiNoegraha
dengan kumpulan cerpennya Penjarakan
rubrik lain yang hampir selalu pasti hadir
dalam tiap terbitannya antara lain rubrik Aku dalam Hatimu.
utama "Surat Pembaca" asuhan Ny. Sok
Setiap tahun Femina menyelenggara
Tahu,"Antara Kita","Dokter","Madame kan Lomba Cerpen Femina dan Lomba
Komentar","Dari Hati ke Hati","Tip", Cerber Femina.Lomba itu memasok calon-
"Komik","Pola","Rumah","Kisah Sejati",
"Quiz","Teka-TekiSilang","ResensiBuku", calon penulissastra yangtangguh.Halyang
patut dicacat dalam sayembara tersebut.
106 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
panitia lomba hampir selalu melibatkan H. tanggal 7 Desember 1821 dengan nama
B. Jasssin, kritikus kesusastraan Indonesia, Schouwburg Welteoreden atau Comidiegebouw.
sebagaisalah seorang anggota tim juri. Bangxman bergaya Romawi yang mengha-
biskan biaya sekitar 60. 000 gulden itu
Sejalan dengan penerbitan majalah, didirikan atas prakarsa para anggota per-
Femina pun mengusahakan penerbitan kumpulan tonil Ut Desint yang tahun 1820
karangan fiksi, baik yang pernah dimuat mencapai puncak ketenarannya. Hanya
dalam Femina maupun naskah yang dalam waktusetahungedungtersebuttelah
dinyatakan sebagai pemenang dalam lomba diselesaikan. Pada malam perdana peres-
penulisan fiksi. Fiksi itu diterbitkan dalam miannya lit Desint mementaskan tonil
bentuk buku oleh penerbit Gaya Favorit "Othelo"dan"Penabuh Genderang"karya
Press yang diberi label "Seri Femina". Williem Shakespeare.
Beberapa buku seri Femina basil lomba
penulisan fiksi majalah Femina yang di Sebelum Schouwburg Weltevreden di-
terbitkansebagaibuku,antaralain Selembut bangun,di lahan itu berdiri gedung Teater
Bungakarya AryantisebagaiPemenangPer- MUiter Weltevreden yang dibangun olehse-
tama Sayembara Novel Femina 1977,Seribu kelompok tentara Inggris tahun 1814.
BurungLayang-LayangdiTangerangkarya Sri Bangunan yang mampu menampung 250
SubakirsebagaiPemenangKedua.Sayembara orang itu tidak pantas disebut "gedung"
Novel Femina 1977,Atikah karya Bustomi S. karena dindingnya terbuat dari gedek
A.sebagai Pemenang Penghargaan Sayem (bambu yangdianyam)dan atapnya terbuat
bara Novel Femina 1976,dan Josephine karya dari alang-alang. Oleh karena itu, orang
Bondan Winarno sebagai naskah Finalis Belanda menyebutnya "Bamboe Theater".
Sayembara NovelFemina 1977. Di gubuk itulah tentara Inggris dapat
menyaksikan pementasan tonil karya
Sebagai pemasok karya sastra berupa Shakespeare, yang dimainkan oleh para
cerpen dan cerita bersambung sejak pemain amatir, yang membentuk perkum-
kelahirannya (1972) hingga tahun 2000, pulan sandiwara tahun 1812.
majalah Femina kurang lebih sudah meng-
hasilkanl36 cerita pendek apabila dirata- Masa jaya teater Inggris dengan
ratakan dalam tiap minggu penerbitannya, Gedung Teater Militernya hanya berlang-
Femina menampilkan satu cerpen dan satu
cerita bersambtmg apabila dirata-ratakan sungsampaitahun 1816.Dengankekalahan-
dalam tiap tahun penerbitannya, Femina nya terhadap Belanda,tentaraInggrisharus
menampilkan 52cerpen dan satu setengah meninggalkan Batavia sehingga "Bamboe
cerita bersambung. Adapun jumlah Teater"itu beralih ke tangan para seniman
pengarang diperkirakan sebanyak 60orang. panggung bangsa Belanda. Dalam ba-
ngiman Bamboe Teater itulah tanggal 21
edung Kesenian Jakarta yang April1817terbentuk perkumpulanteater Ut
Desint.Empattahun kemudian paraanggota
Gberlokasi diJalan Segara,kawasan perkumpulan itu membongkar bangiman
Pasar Baru, Jakarta, diresmikan tersebut dan mendirikan sebuah gedimg
kesenian yang ideal dan permanen. Ke-
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 107
beradaan gedung itu selain mengangkat pertunjukanbaru dikompleksTamanIsmail
gengsi kota Batavia juga dapat meningkat- Marzuld.Pada tahun 1987Gedung Kesenian
kan apresiasi masyarakat terhadap seni dipugar secara besar-besaran. Pada
pertunjukan. Aneka ragam acara seperti peringatan ulang tahunnya yang ke-6
pertunjukan, opera, musik klasik, tari dan setelah pemugaran,yaitu tahun 1993,Study
nyanyi, serta sirkus dan sulap, yang Club Teater Bandung mementaskan tonil
sebagian besar diadakan oleh grup orang "Karina Adinda" karangan Victor Ido.
kulitputih,berlangsunghingga akhirPeme- Sampaisekarang Gedung Kesenian Jakarta
masih digunakan untuk mementaskan
rintah Hindia Belanda. Tahun 1906 beragam bentuk kesenian, baik kesenian
modem maupun tradisonak
rombongan sandiwara pimpinan Louis
Gelanggang Seniman Merdeka
Bouwmeester> aktor terkenal di seluruh
adalahnamasebuah perkumpulan
Eropa, mengadakan pergelaran di gedung seniman yang berdiri di Jakarta
ini. Selain itu, beberapa grup terkenal tahun 1947. Perkumpulan itu berdiri atas
pimpinan Von de Wall atau Victor Ido,Jan prakarsatigaserangkaitokoh Angkatan'45,
Fabricitis,dan LouisCouperussering tampil Chairil Anwar,Asrul Sani,dan Rivai Apin.
di gedimg ini. Kata gelanggang yang dipakai pada awal
nama perkumpulan ini berasal dari nama
Pada masa penjajahan Jepang pun ruang budaya majalah mingguan Siasat,
gedung ini tetap berfungsi sebagai tempat "Gelanggang". Ketiga tokoh ini memang
pementasan tonil dan berbagai acara pengasuh ruang "Gelanggang" tersebut.
hiburanlainnya.DenganhalusJepang mela- "Gelanggang"ini jugalah yang digimakan
kukan propaganda lewat kesenian. Diben- sebagairuang gerak paraseniman perkum
tuknya Sendenbu(Barisan Propaganda)dan pulan itu untuk mencetuskan gagasan,ide,
Keimin Bunka Shidosho (Badan Urusan
Kebudayaan)yangbertujuan agar orangIn dan cita-cita mereka.
donesia bergabvmg dengan perkumpulan
sandiwara bentukan Jepang. Istilah tonil Seniman yang berkumpul dalam
yang berasal dari bahasa Belanda tooneel Gelanggang Seniman Merdeka ini bukan
diganti dengan sandiwara, Schouwburg hanya pengarang, melainkan juga pelukis,
Weltevreden diganti dengan Gedung Komidi musikus, dan seniman lain. Anggotanya,
Pasar Barn. Dalam waktu singkat bermun- antara lain, Mochtar Apin (pelukis), Henk
culanlah grup sandiwara dan bintang Ngantung(pelukis),BahamddM M.S.(pelukis),
panggung yang secara bergiliran diberi BasukiRebowo(pelukis),Pramoedya Ananta
kesempatan beraksidigedungpertunjukan Toer (pengarang), dan Sitor Situmorang
yang paling ideal padazaman itu. (pengarang).
Setelah Indonesia merdeka, nama Motivasi yang melatarbelakangi
lahirnya perkumpulan seniman ini adalah
Gedung Komidi diganti dengan Gedung idealisme seniman angkatan '45, yang
Kesenian dan digunakan secara aktif walau-
pun kondisinya sudah agak rusak. Pada
awaltahvm 1970-anGedimgKeserliansudah
jarang digunakan karena telah ada tempat
108 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
diprakarsai oleh Chairil, Asrul Sani, dan dilontarkan dari segala sudut dimia dan
Rivai Apin,untuk lepas dari ikatan-ikatan yang kemudian dilontarkan kembalidalam
atau pengaruh-pengaruh dari angkatan Ijentuksuara sendiri.Kamiakan menentang
sebelximnya danjuga pihak penguasa yang segala usaha-usaha yang mempersempit
mereka anggap munafik dan memasiing dan menghalangi tidak betulnya pemerik-
kreativitasseni.Mereka menentangchauvi-
nisme dan menganutpaham bahwaseniitu saan ukuran nilai.
bersifat universal,tidak terkotak-kotak. Revolusi bagi kamiialah penempatan
nilai-nilai baru atas nilai-nilai usang yang
Puncak kreativitas mereka adalah di-
harus dihancurkan. Demikianlah kami
proklamasikannya Surat Kepercayaan Ge-
langgang,satu pemyaataan sikap yang di- berpendapat bahwa revolusi di tanah air
jadikan dasar pegangan bagi anggota per-
kumpulanini yangkonsep awalnya berasal kamisendiri belum selesai.
dari AsrulSani.Isilengkap surat pemyataan
ini adalah sebagaiberikut. Dalam penemuankami,kamimungkin
tidak selalu asli; yang pokok ditemui itu
SuratKepercayaan Gelanggang
Kami adalah ahli waris yang sah dari ialah manusia. Dalam cara mencari, mem-
kebudayaan dunia dan kebudayaanini kami
teruskan dengan cara kami sendiri. Kami bahas dan menelaah kami membawa sifat
lahir dari kalangan orang banyak dan
pengertian rakyat bagi kami adalah sendiri.
kumpulan campur-baur dari mana dunia-
dimia baru yang sehat dapat dilahirkan. Penghargaan kami terhadap keliling
(masyarakat)adalah penghargaan orang-or-
Ke-Indonesia-an kami tidak semata- ang yang mengetahui adanya saling
pengaruh antara masyarakatdan seniman.
mata karena kulit kami yangsawo matang,
rambutkami yang hitam,atautulang pelipis Jakarta,18 Februari1950
kami yang menjorok ke depan, tapi lebih
banyak oleh apa yang diutarakan oleh Surat Kepercayaan Gelanggang ini per-
wujud pemyataan hati dan pikiran kami. tama kali ditunximkan tanggail 23 Oktober
1950 melalui ruang kebudayaan majalah
Kami tidak akan memberikan suatu kata- mingguan Siasat "Gelanggang".Pada saat
surat kepercayaan ini diumumkan,Chairil
ikatan untuk kebudayaan Indonesia.Kalau Anwar, salah seorang pengonsep Surat
kamiberbicara tentangkebudayaanIndone KepercayaanGelanggangitu,telah mening-
sia,kamitidakingatkepada melap-lap hasil gal dunia(28 April 1949).
kebudayaanlamasampaiberkilatdan untuk
dibanggakan,tetapi kami memikirkansuatu MeskipvintidakadahubijnganQtganisatoris
penghidupankebudayaanbaru yangsehat. antara Angkatan '45(yang memang bukan
Kebudayaan Indonesia ditetapkan oleh mempakan organisasi) dengan perkumpulan
kesatuan berbagai-bagai rangsang suara Gelanggang Seniman Motdeka,hingga sekarang
yang disebabkan oleh suara-suara yang biasanya orang selalu berpaling pada "Surat
Kepeica3'aanGelan^ang"tBtsd:>utkalauhendak
merumuskankcinsepsiArig^tan'45tQitanghidi:^
dan senL Siuat Kepercayaan Gelanggang yang
dihasilkan oldiGelanggangSeniman Merdeia ini
seolah-olahirKi^dilandasanidealAn^tan'45.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 109
GemaSuasanaadalahnama maja- Majalah itu diterbitkan oleh Badan
Umum Pembangunan-Opbow, Gunung
lah bulanan sastra. Majalah ini Sahari. Sekretaris majalah ini ialah Asrul
memuat karya sastra, seperti Sani,sedangkan anggotanya adalah Chairil
cerpen,kritik pembaca,artikelbudaya,dan Anwar, Mochtar Apin, Rival Apin, dan
sastra terjemahan. Baharuddin.Pada saat redaksinyaberalamat
Kaya sastra dalam majalah ini mulai diGimimgSahari84,Jakarta,Telepon:3615,
dimuattahun1948.Namtm,karyasastra ter Kotak Pos 33 harga eceran majalah tahtm
jemahanbaru mimcultahun1950-an.Karya 1948 itu Rpl,00 tiap eksemplar dan harga
sastra,seperticerpen dan kritik sastra tidak berlangganan imtiik 1 tahun Rpl2,00, dan
mimcuIsetiap bulan. harga berlangganansetengahtahunRp6,00.
Pengarang yang menulis dalam Pada tahun 1950sampaiberakhirnya tahxm
majalah Gemfl Suasana ini cukup banyak, 1970, harga berlangganan majalah ini 1
seperti Idrus, Nursyamsu, Umar Ismail, tahim Rpl5,00 dan untuk setengah tahun
Utuy Tatang Sontaiu,Asrul Sard,Goenawan Rp8,00, sedangkan sekuartal Rp4,50.
Mohammad,Iwan Simatupang, Emha Majalah Gema Suasana yang berukuran 26 x
Aimm Najib,dan Putu Arya Tirtawirya.
20,5 cm ini berakhir tahxm 1970.
Majalah GemflSuflSflfw dikenaldalam diinia
sastra.Halitudapatdiketahuidariberagamnya Sasaran pembacanya adalah kaum
penulis, baik penulis cerpen, kritik sastra, menengah dan kaum intelektual,baik yang
budaya,sosiologi sastra,ilmu pengetahuan, berada diIndonesia maupxm diluar negeri.
maupun sejarah. Di dalam majalah ini juga Motto yangdipakaimajalahinisebagaidaya
terdapat iklan,seperti iklan seni pahat,bulm tarik bagi pembacanya adalah "Sebuah
Pustaka diTangan".
bacaan,seni dan fUm. Karya sastra yang di-
bicarakan disinibukansaja sastra dalam negerl, Gema Islam adalah majalah penge
melainkan juga sastra dunia,seperti sastra tahuan dan kebudayaan Islam
Amerika,sastra Inggris, sastra Rusia,sastra yang terbit tahun 1960-an yang
Prancis,dan sastra Mdia.Para penulis itu ber- mempunyai arti penting dalam per
bicara taitang "Ideologi Negeriku","Kebu- kembangan sastra Indonesia.Majalah yang
dayaan Negeriku","Perkembangan Pers di pertama kali terbit tanggal 15 Januari 1962
Negeriku",danlainsebagainya.Para pengarang itu berdiri di bawah naungan Yayasan Per-
cerpen dunia yang turut ditampilkan dalam pustakaanIslam Pusatdengan Akta Notaris
majalah inijuga banyak,seperti Harilo Laski, R.Soerojo Wongsowidjojo,No.29,tanggal
Corgona,dan Rabindranath Tagore. 11 November 1961, izin peperda Jakarta
Raya No.222,tanggal 15 Desember 1961.
Majalah Gema Suasana terbit pertama
Majalah GemaIslam adalah majalah se
kali1 JanUari1948diJakarta.Motivasikela- tengah bulanan yang terbit tiap tanggal 1
dan 15. Motivasi kelahiran majalah ini
hiran majalahinididukungoleh daya minat adalah xmtuk mengisi dan melaksanakan
baca khalayak pencinta sastra tahim 1970-
an yangcukupbagus,apalagipara pembaca
majalahinitidak hanya kalanganintelektual
Indonesia> tetapijuga intelektual dunia.
110 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
pola pembangunan semesta berencana.Hal "Tanduk Kerbau" karya Nasrul Sidik. Esai
Itu terlihatdaripembuka kata majalah Germ sastra yangtampildalam majalahitu antara
Islam, "Pembangunan Semesta Berentjana lain (1)"Pertemuan dengan Sadjak" karya
adalah pembangunan bangsa dan tanah air Armaya,(2)"Islam dan KesusastraanIndo
besarlan meliputi segala bidang, sehingga nesia Modern" karya"Bahrum Rangkuti
terwujud bangsa Indonesia yang besar, layak yang dimuatsecara bersambung.Karya ini
duduk setaraf dengan bangsa lain. Termasuk berasaldariskripSisarjanaBahrum Rangkuti
pembangunan mental dan rokhani". Majalah
Gema Islam tidak mempunyai motto. di Fakultas Sastra Universitas Indonesia,
Sasaran pembacanya adalah masya- tahun 1962.Majalah itujuga memuatcerita
rakat Islam pada umumnya. Gema Islam bergambar dengan judul "Sultan Saladin"
ingin membangun kekuatan iman dan karya C. Israr. Selain itu, Gema Islam juga
tanhid yang terpendam dalam jiwa umat
Islam dalam rangka pembangunansemesta memuat rubrik "Surat Pembaca". Surat-
berencana.Penerbitan majalahinibertujuan
untuk memajukan pengetahuan dan surat yang ditujukan kepada Gema Islam
kebudayaanIslam serta mengukuhkanjiwa datang dari berbagai daerah.
beragama.
Keberadaan majalah Gema Islam tidak
Artikel-artikel keislaman, sejarah per- dapat dilepaskan dari peran para penga-
kembangan Islam di Indonesia, tafsir Al- suhnya.GemaIslam munculatasideJenderal
quran, pengetahuan dan kebudayaan ten- Abdul Haris Nasution.Penanggimg jawab
tang keislaman, perekonomian,serta pan- dan para pengasuh majalah itu adalah
dangan dan pikiran Presiden Soekamo ten- Brigadir Jenderal Soedirman sebagai
tang ajaranIslam merupakanisi majalah ini. pemimpinumum,Letnan Kolonel M.Rowi
sebagai penanggung jawab, H. Anwar
Majalahiniikut menyumbangkan dan Tjokroaminoto,Dr.A.MuktiAli,M.IsaIdris,
menyebarluaskan sastra.Karya sastra yang dan H. Mahbub Djimaidi sebagai dewan
bernuansa Islam merupakan karya yang redaksi,RusjdiHamkasebagaisekretaris,H.
mendapat prioritas untuk dimuat. Sastra M.Jusuf Alunad sebagai pemimpin usaha.
yang tampil dalam majalah ini sebagian Alamat redaksi majalah itu adalah Mesjid
besar berbentuk puisi. Puisi-puisi tersebut Agung Al-Azhar Telepon Otomat. Kbj.
antaralain(1)"Bahtera Kala"karya Hamka, 73740,Kebajoran Baru,Djakarta.
(2)"la Berdjalan Sendiri" karya Ratna S.
Ningrat,(3)"Pulanglah Insan Tersajang" Majalah Gema Islam pada awal pener
karya Rochaini Hamid,(4)"Maha Tinggi" bitan Januari 1962 dicetak oleh percetakan
karya M. Diponegoro, dan (5)"Tjatatan NV Dharma.Namun,padabulanDesember
Awal Ramadhan" karya Marwan Saridjo. 1962 majalah tersebut dicetak oleh NV
Beberapa cerpen yang muncul dalam Pemandangan.Awaltahxm 1963Germ Islam
majalah itu antara lain,(1)"Benang Halus" kembali dicetak oleh percetakan NV
karya Ali Badaur,(2) "Sisa-Sisa Korban"
karya Djamaluddin A1 Buny, dan (3) Dharma.
Pada akhir tahun 1962 oplah Gema Is
lam mencapai 30. 000 eksemplar. Tiras
majalahitu mengalamiperkembangan pada
awal tahun 1963, yaitu 34. 000 eksemplar.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 111
Majalah itu tersimpan di Perpustakaan Kumpulan puisitersebutmemuatpula puisi
Nasional dengan nomor katalog B. 3009. pengisi ruang "Kebudayaan" Manifestasi,
Majalah yang tersimpan berjumlah 64 antara lain puisi Taufiq Ismail, M.Syaribi
eksemplar. Afn,Armaya,dan Ejjamil Suherman.Pada
tahun 1971 terbit kumpulan puisi Parikesit
Goenawan Mohamad adalah yang disusul dengan Interlude tahun 1973.
penyair dan esais terkemuka yang Selanjutnya, terbit pula kumpulan puisi
nama lengkapnya Goenawan Asmaradanatahun1992.Kreativitasnya terus
Susatyo Mohamad, tetapi lebih dikenal terpacu dan pada tahun 1998 terbit
dengan nama Goenawan Mohamad. Dia kumpulan puisinya berjudul Misalkan Kita
adalah anak bungsu dari delapan ber- di Sarajevo yang sebagian besarnya
saudara yang lahir tanggal 29 Juli 1941 di mengungkapkan simpati dan keprihatinan-
Batang,Jawa tengah.Sebagaimana umum- nya terhadap nasib orang-orang Bosnia.
nya orang Jawa pesisir Utara,keluarganya Atasusaha Ayu UtamidanSitokSrengenge
penganut Islam yang terbuka. Ayahnya padatahtm2001 terbitbukukumpulan puisi
seorang tokoh pergerakan di kotanya yang Goenawan yang menghimpunseluruh puisi
memberinyafasilitasbacaan yang memadai
imtuknya sehingga sejak kecil Goenawan Goenawan dari tahun 1961-2001 dalam
menjadi kutu buku. Dia menikah dengan
WidartiDjajadisastra dari memperoleh dua rentang waktu empat puluh tahun masa
orang anak;HidayatJati dan Paramitha. kreativitas bersamaan dengan ulang
tahunnya yang ke^O.
Selepas SMA,dia melanjutkan pendi-
dikannya keFakultasPsikologi,Universitas Selain menulis puisi,diajuga menulis
esai yang mengukuhkan posisinya sebagai
Indonesia tahun 1960-1964. Pada tahun esaisterkemukaselepas AsrulSani.Sebagai
wartawan yang mula-mula bekerja di
1965/1966dia mempelajarifilsafatdanilmu
pengetahuan di College d'Europe,Brugge, Harian Kami tahim 1966, kemudian ikut
Belgia.Kemudian,dia berkuliah di Univer
sitas Oslo, Norwegia tahun 1966. Dia mendirikan dan menjadipemimpin redaksi
kembali mendalamipengetahuan di Univer majalah Ekspres tahxm 1970-1971,menjadi
pemimpin redaksi Tempo sejak tahun 1971-
sitas Harvard tahun 1989/1990. 1998,juga majalahZaman tahtm 1979-1985,
Goenawantidak terpisahkan dari kegiatan
Goenawan Mohamad mulai menulis menulisterutama menulisesai.Selama tiga
puluh tahun dia terus menulis mengisi
ketika bersekolah di SMA dan menerje^ kolom Catatan Pinggir Tempo yang makin
mahkan pertama kalinya sajak Emily mengukuhkan dirinya sebagaipenulisesai
Dickinson yang dimuat pada Harian Abadi yang terpandang dengan topik berbagai
tahun 1960-an. Karya yang pertama kali persoalan. Kumpulan egai pertamanya
ditulisikutdikumpuUcan dalam Manifestasi berjudulPotretPenyair Muda sebagai si Malin
yang memuat puisi-puisi yang diterbitkan Kundang tahun 1972 oleh Pustaka Jaya.
dalam rubrik kebudayaanHarian Abadiyang Pada tahun 1980(penerbit)Sinar Harapan
mengambil nama Manifestasi tahtm 1963. m^nerbitkan kumpulan esai yang kedua
112 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
dengan judul Seks, Sastra, dan Kita. Dalam posisinya sebagai penyair dan
Kumpulan esai yang ketiga berjudul pemikir dia memperoleh Anugerah Seni
dari Pemerintah Republik Indonesia tahim
Kesusastraan dan Kekuasaan. diterbitkan 1971.Namim,dalam suratterbukanya yang
diumumkan dalam Sinar Harapan 11 Sep
Pustaka Firdaus tahun 1993. Dia seolah-, tember 1971 dia menyatakan ragu-ragu
untuk menerima anugerah tersebut
olah menjadi "pabrik esai" yang pada meskipun sangat menghargai prakarsa
tahun2001 Alvabet menerbitkan kumpulan pemberian anugerah kepada para seniman.
esainya yang berjudul Setelah Revolusi Tak Memang,akhimya dia menolak anugerah
Ada Lagi. Masih dalam tahun yang sama tersebut lebih terkait dengan tata cara
terbit kumpulan esai "Catatan Pinggir" penentuan penerima anugerah seni itu.
plus esai-esai yang ditulis tahun 1960 Untuk lebih jelasnya, akan dikutip bagian
hingga tahun 2001 di bawah judul Kata, pemyataan penolakan tersebut.
Waktu yang diedit dan diberi kata
pengantar Nerwi Ahmad Arsuka sebagai "Uang itu berarti dua setengah kali
ikhtiar untuk menyambuthari xilangtahun bantuan kepada suatu desa setiap tahun,dan
seorangseniman yang memperolehnya wajar
ke-60 Goenawan Mohamad.Sumber xmtuk untuk merasa dirinya tiba-tiba dihargai dua
setengahkali"harga"desanya.Dalam proporsi
kumpulan esai ini begitu luas tersebar di itu bukan suatu keanehan pula apabila dia
majalah Tempo,Horison,Swa,SuaraIndepen- terlibat dengan perasaan akan kelebihan
den, dan beberapa kumpulan esai dirinya hingga agaknya ia perlu menjawab
sebelumnya yang disebut di atas. sampai berapa tepatkah kelebihan itu cocok
Kumpulan esai terakhir berjudul Eksotopi dengankenyataan.SayasendMsangatt^goda
yang terbit tahun 2002. akan kebutuhan terhadap uang itU—^uatu
jumlah yangbanyak,cepatdanpastiditengah-
Dengan karya puisi dan esainya yang tengah keinginan akan duit. Tapi sekaligus
berlimpah itu, Goenawan Mohamad timbul pertanyaan:untuk apa dan atas dasar
mempunyai posisi yang penting dalam apasayabisa maierimanya?"
percaturan sastra Indonesia. Dia adalah
penyair pemikir. Dia juga kritikus sastra Pada tahun 1992 Goenawan Mohamad
yangandal yang karya kritiknya-walaupun
tidak terlalubanyak-dianggap amatcerdas. menerima Penghargaan A.Teeuw di Leiden.
Untuk upacara penerimaan pengjiargaan ter
Sebagai penyair, dia memiliki visi ke- sebut, Goenawan mempersiapkan semacam
penyairan yang tegas. Baginya menulis puisi pidato pengukuhan dengan mengemukakan
itu harus berangkat dari suasana batin yang konsepkepenyairannya:sastrasebagaipasemon.
tenang,tidak marah-marah.Dalam salah satu
esainya dia menulis,"Saya rasaseorangpenyair Penilaian orang tentang Goenawan
akan berakhir di saat dia tidak bisa lagi Mohamad pada umumnya menempatkan
memaafkan nasib, terus menerus tegang diasebagaifigur yang penting dalam dunia
mencurigainianusia mengejar-ngqar dosa dan
kelemahannya, baik atas nama agama sastra Indonesia.Teeuw menilaiGoenawan
manapun atas nama prinsip. Amarah dan
kepahitan sertafrustrasitidak akan melahirkan selagi muda sebagai salah satu di antara
sajak-mungkin melahirkan pamflet".
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 113
cahaya terang dalam perpuisian modern laian itu majalah Kisah menunjuk (1) M.
Indonesia, menjadl suatu janji yang bakal
datang di tengah-tengah tahim kegelapan. Balfas;(2)H..B.Jassin;dan(3)Idrussebagai
Selanjutnya, dinyatakannya bahwa dialah
(Goenawan)seorang diantaracendekiawan dewan juri. Mereka tidak ketat dalam
muda yang bisa tetap menghidupkan api
harapan dan mampu mengucapkannya penilaian,juara 1,11,dan 11 dianggap sama
dalam puisi-puisi,sebagai basil karya yang
khas berakar pada tradisi sekaligus juga danbesar hadiahnya punsama.Tahim 1955
merupakan pernyataan suatu pribadi dewan juri, setelah mengumumkan pe
seorang yang modem.
menang sayembara,juga mengumumkan
Dalam kata pengantar kumpulan
esainya, Kata, Waktu, Narwan Arsuka me- karya beberapa orang penulisandalsebagai
nyatakan bahwa di tangan Goenawan,
bahasa Indonesia menjadilebih intelektual pemacu para penulislainnya,sepertikarya
sekaliguslebihluasxmtuk menampungdan
merayakan avontur. Dia termasuk yang S. M. Ardan, Andrea A'xandre Leo, A.
menyerap banyak kosa kata dan struktur
kalimat yang hidup di jalan-jalan dan Rossidhi, Amyus Nn., Nh. Dini, dan
mengangkatnya menjadibagian dariuraian Yusach Ananda. Pemenang tahun 1953
adalah (1)"Santapan" karya Vincent
filosofis.
Mahieu dalam Kisah No. 2, Tahun 1;(2)
Hadiah Sastra Majalah Kisah
"Musim Gugur" karya Mochtar Lubis,
tahun 1953-1956 adalah hadiah
dalam Kisah, No. 3, Tahun 1;(3)"Kam-
yang diberikan oleh majalah Kisah
untukkaryasastra yangdianggap berbobot. pungkujangSunyi"karya Yusach Ananda,
Besar hadiah yang diberikan Rp200,00.
Tahim 1953jurimemberikanbimdelmajalah dalam Kisah, No. 4 Tahun 1; dan (4)
Kisah terbitan satu tahun kepada para ■"Perpisahan" karya Gajus Siagian dalam
pemenang. Hadiah majalah Kisah tidak Kisah,No. 6, Tahun 1.
berubah dari tahim 1953-1956. Pemenang Hadiah Majalah Kisah tahun
Juri memutuskan bahwa hasil tulisan 1954adalah(1) "CatalandiKampungKelahir-
an", karya Yusakh Ananda dalam Kisah,
parajuritidak diikutsertakansebagaipeserta Tahun 11; (2) "Memalui Bola" karya Riyono
sayembara, misalnya karya Idrus, yang Pratikto dalam Kisah, Tahun 11; (3) "Toga
seharusnya berhak menang, tidak dapat Sibaganding" karya Aris Siswo dalam Kisah
diperhitungkan karena Idrus bertindak TahunIE;dan(4) "LukisanDinding"karyaM.
sebagai dewanjuri.
AlwanTafsiri dalamKisah Tahunn.
Majalah Kisah hanya menilai karya
sastra berbahasa Indonesia. Dalam peni- Pemenang sayembara tahun 1955
adalah (1) "Kejantanan di Sumbing"
(Hadiah 1) karya Subagio Sastrowardojo
dalamKisahNo. 8, Agustus 1955,Tahun111;
(2) "Robohnya Surau Kami" (hadiah 11)
karya A. A. Navis dalam Kisah, No. 5, Mei
1955, TahunHI; (3) "Buaya danDukimnya"
(hadiah111) karya Sobron Aidit dalamKisah,
No. 3,Maret 1955, Tahun111.
Karya unggulan lainnya pada tahun
1955 yang tidak mendapat hadiah, antara
lain, (1) "Bulan Sabit di Langit Barat" karya
114 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
S.M.Ardan dalam Kisah No.2Februari1955, bedasarkan rekomendasi panitia yang
Tahun III;(2)"Kisah dari Negara Kambing" terdiri atas wakil-wakil dari sastrawan dan
Bag. II, karya Andrea A'Xendra Leo dalam cendekiawan terkemuka, antara lain Paul
Kisah, No. 3, Maret 1955, Th. Ill;(3)"Krisis Engle, Jonathan Kistler, dan L. E. Philla-
Kesusastraan di Republik Antah Berantah",
karya A.Rossidhy dalam Kisah,No.3Maret baum, William Jav Smith, dan Gregory
Vitillo, sedangkan panitia seleksi di setiap
1955,Th.ni;(4)"HantuRacun",karya Amyus negara menetapkan pemenang untuk
negara yang bersangkutan.
Nn.dalam Kisah No.1 Januari1955Tahun II;
(5)"Jataju"karya Nh.Dinidalam Kisah No.7 Hadiah Pegasus ini bersifat inter-
Djuli 1955 Tahun III; dan (6)"Almarhum
Ajahku" karya Yusach Ananda dalam nasional. Pertama, hadiah ini diberikan
majalah Kisah No.3Maret 1955 Tahun III.
kepada Sami Bindari dari Mesir pada tahun
Pemenang Hadiah Majalah Kisah tahun 1977 untuk karyanya yang berjudul The
1956 adalah (1)"Tunggul" karya Trisnoju- House of Power dan Sabri Moussa dengan
wono dalam Kisah No. 7-8, Djuli-Agustus karyanya Seeds of Corruption. Hadiah Pe
1956 Tahun IV;(2) "Jika Hudjan Turun" gasus yang kedua diberikan kepada Tidiane
karya J. E. Siahaan dalam Kisah No. 10 Thorup dari Denmark atas karyanya Baby.
Hadiah Pegasus ketiga diberikan kepada
Oktober 1956 TahunIV;(3)"la Pimja Leher Tidiane Dem dari Pantai Gading atas
yang Indah" dalam Kisah No.4,April 1956 karyanya Masseni.HadiahPegasuskeempat
Tahun IV. Penyelenggaraan sayembara dimenangkan novel Rituals karya Kees
karya sastra dilakukan setiap tahun antara Nooteboom dari Belanda.NovelDan Perang
tahun 1953-1956.Pada tahun 1957 majalah Pun Usai karya Ismail Marahimin adalah
Kisah hanya terbit sampai bulan Maret pemenang Hadiah Pegasus kelima.
hingga belum sempat mengadakan
Para penilaiHadiah Sastra Pegasusdari
penilaian sastra. Indonesia ini terdiri atas Subagio Sastro-
wardoyo (Ketua), Boen S. Oemarjati, H. B.
Hadiah Pegasus atau Pegasus Prize Jassin, Umar Kayam, dan Sapardi Djoko
adalah hadiah sastra yang diberi- Damono sebagai anggota. Mereka menga
kan oleh Mobil Oil Corporation, dakan9kali rapat dengan menilailebih dari
suatu perusahaan minyak yang terkenal di
20 novel nominasi. Panitia melakukan
Amerika Serikat. Pemberian hadiah itu
pemilihan berdasarkan kriteria yang telah
dimaksudkan untuk memperkenalkan ditetapkan Mobil Oil Corporation, yaitu (1)
karya sastra negara-negara yang masih novel harus merupakan karangan sastra In
jarang diterjemahkan ke dalam bahasa donesia yangterbaik yang diterbitkan dalam
Inggris kepada pembaca Amerika Serikat. dasawarsa terakhir;(2)novel harus menarik
Hadiahnya terdiri atas sejumlah uang, bagi para pembaca berbahasa Inggris;(3)
sebuah medali berlambangkan kuda novel itu belum pernah diterjemahkan ke
sembrani(Pegasus),serta terjemahan karya dalam bahasa Inggris; dan (4) pengarang
itu.Negara penerima hadiah itu ditentukan karya itu harus lancar berbahasa Inggris
sehingga dapat mempromosikan novelnya
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
yangtelah diterjemahkanitu kepada masya- cerpen itu ditulis oleh orang-orang dari
berbagai lapisan masyarakat. Di samping
rakatAmerika. itu, usia mereka cukup beragam. Hal itu
sesuai dengan ketentuan yang diberikan
Berdasarkan kriteria itu, para juri oleh panitia penyelenggara, yaitu seluruh
memilih novel Ismail Marahimin yang pendengarRadio Nederland Wereldomroep
berjudulDanPerangPun Usaisebagaipeme- tanpa batas umur.
nang Hadiah Pegasus 1984. Hadiah itu
H.B.Jassin(1994:1)danRadioNederland
diserahkan oleh Menteri Pendidikan dan sebagaipihak penyelenggara mengakuibahwa
jumlah 800 cerpen yang masuk merupakan
Kebudayaan, Prof. Dr. Nugroho Noto- suksesbesardalam rangka mengarangceipen
susanto di Hotel Hilton tanggal31 Oktober untuk Kincir Emas,bahkan boleh dipandang
suksesterbesarhinggasekarangjika dibanding-
1984. kan dengan sayembara sempa yang pemah
Hadiah Sayembara Kincir Emas diadakan untuk bahasa-bahasa lain dan tidak
Radio Nederland Wereldomroep hanya untuk pendengar Indonesia, yang
adalahsayembara mengarang yang pernah diadakan oleh Radio Nederland
Wereldomroep.
diadakan oleh Radio Nederland Werel
Dewanjuri yang ditimjuk oleh panitia
domroep xmtuk para pendengamya yang penyelenggara terdiri atasjuri yang berasal
berada di seluruh wilayah Nusantara.Ra dariIndonesia danBelanda.Dewanjiuridari
dio Nederland ini mengadakan sayembara Indonesia terdiri atas H. B. Jassin, Umar
mengarang khusus cerita pendek. Kayam, dan Ajip Rosidi. Sementara itu,
dewan juri dari Belanda terdiri atas A.
Latar belakang diadakannya sayem
bara mengarang cerita pendek ini bermula Teeuw, G. Termorshuizen, dan J. W. de
dari gagasan pimpinan Radio Nederland
Wereldomroep.Menjelangakhirtahim 1974, Vries.Juridari kedua negara itu bergabimg
pimpinan Radio Nederland Wereldomroep dan yangbertindaksebagaiketuanyaadalah
mencetuskan pikiran imtuk mengadakan
sayembara mengarangcerita pendek untuk A.Teeuw.
pendengamya yang berada di wilayah In
donesia. Gagasan ini segera disambut Menurut Jassin, bukanlah pekerjaan
dengan antusias oleh H. B. Jassin dengan yang mudah bagi dewan juri untuk
anggapan bahwa di Indonesia banyak menentukan pemenarig dari 800 cerpen
terdapat cerpenis-cerpenis berbakat yang tersebut.Dewanjuri menyeleksi,menyaring,
tidak akan melewatkan kesempatan yang sampai akhirnya memutuskan tiga buah
baik itu. Atas sambutan H.B.Jassin itulah. cerpen yang penulisnya belum diketahui
Radio Nederland Wereldomroep menye- namanya karena sengaja dirahasiakan
lenggarakan sayembara penulisan cerpen. panitia. Pemenang sayembara cerpen itu
Empat bulan setelah pengumuman diumumkan melalui siaran Radio Neder
sayembara penulisan cerpen itu dikeluar-
kan, telah masuk 800 cerita pendek dari land dalam bahasa Indonesia tanggal 14
seluruh pelosokIndonesia.Kedelapanratus November 1975. Ketiga cerpen itu adalah
"Jodoh" sebagai cerpen terbaik pertama.
116 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
"Kena Jaring" sebagai pemenang hadiah domroep.Disampingitu,cerpen pemenang
kedua,dan"Serantang Kangkung"sebagai itu bersama dengan cerpen lain peserta
pemenang hadiah ketiga. Setelah diputus- sayembara yang dianggap cukup bernilai
kan tiga buah cerpen tersebut, barulah telah dibukukan dalam bentuk bunga
diketahui bahwa pengarang cerpen itu rampai.
adalah A.A.Navis dariPadang,pemenang 1. Satyagraha Hoerip. 1984. Antologi
pertama,Rahmat Ali dari Jakarta,pemenang
kedua,dan OeiSienTjwan dariPalembang, Cerpen Indonesia III. Jakarta: Pusat
pemenang ketiga.
Bahasa.
Sebagai pemenang hadiah pertama,
Navis memperoleh Kincir Emas dan 2. H.B.Jassin.1994.Koran dan SastraIndo
mendapat undangan untuk mengunjungi nesia.Jakarta:Puspa Swara.
Negeri Belanda. Rahmat Ali memperoleh
Kincir Perak, dan Oei Sien Tjwan mem Hadiah Sastra Badan Musyawarah
peroleh Kincir Perunggu. Selain hadiah-
hadiah utama itu, 100 orang pengikut Kebudayaan Nasional(BMKN)
sayembara memperoleh pula hadiah
hiburanberupa gambar dindingreproduksi selain memberikan hadiah seni
karya pelukis terkenal dari Belanda dan
reproduksi foto pemandangan di Negeri tari, foto, poster, ilustrasi, lukisan, dan
Belanda.Disampingitu,panitia penyeleng- patung,juga memberikanhadiahsenisastra,
gara juga mengirimkan surat tanda seperti novel, cerpen, puisi, kritik/esai,
penghargaan/sertifikat kepada setiap karya sastra terjemahan,dan drama.BMKN
peserta yang telah mengikuti sayembara memberikan hadiah sastra pertama kali
cerpen Kincir Emas.
tahun 1952.Hadiah sastra BMKN diberikan
Menurut Jassin, ketiga cerpen yang
mendapat hadiah itu mencerminkan setiap setahun sekali dan karya sastra yang
kehidupan masyarakat dalam transisi terbittahun-tahun sebelumnya tidak dinilai.
dengansegalasukadukanya.Demikian pula Oleh karena itu, cerpen "Dia yang
halnya dengan cerpen lain yang tidak Menyerah" karya Pramoedya Ananta Toer
mendapat hadiah. Pada umumnya cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen
tersebutmelukiskankeadaan dan peristiwa Cerita dari Blora,merupakan kumpulan cer
dalam masyarakat yang sedang menguji pen yang memperoleh hadiah sastra BMKN
kembali nilai-nilai tradisi lama. Dapat di- tahun 1952. Cerpen "Dia yang Menyerah"
katakan bahwa nilai-nilai lama muncul itu tidak dinilai karena sudah diterbitkan
kembali dalam kombinasi baru, bahkan sebelum tahun 1952.
temyata bahwa tradisi,sebagai institusi di Pemberian hadiah sastra BMKN
daerah,masih kuatsekalibertahan.Cerpen
pemenang hadiah utama telah direkam dan bertujuan menumbuhkan minat penulis-
penulis baru yang berbakat agar tercipta
disiarkan oleh Radio Nederland Werel- karya sastra yang bermutu. Kriteria karya
sastra yang memperoleh hadiah,antara lain,
(1)sastra sebagai sebuah ekspresi seni;(2)
karya sastra harus mengandimg cita dan
pengucapan yang artistik yang mampu
menyentuh batin pembaca; dan (3) karya
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 117
sastra harus mengandung amanatdan misi Para pemenang hadiah sastra BMKN
kemanusiaan yang murni.
adalah sebagaiberikut.
HadiahBMKN yang diberikan kepada
pemenang berupa uang dan piagam. a. Puisi
Hadiah sastra BMKN tahun 1952 sebesar 1. Ayip Rosidi,Pesto
Rpl.000,00,balk prosa,puisi,maupunsastra 2. Hr. Bandaharo, Dari Daerah Ke-
terjemahan.Jurihadiahsastra BMKN tahun
1952-1953 terdiri atas lima orang, yaitu H. hadiran:Lapar dan Kasih,1958
B.Jassin,Bakri Siregar, Rivai Apin,Mr.St.
Takdir Alisjahbana, Usman Effendi, dan 3. M.Taslim Ali,Puisi Dunia Idan II
Noer St.Iskandar. Penerima hadiah I tidak (terjemahan),1952
ada karena tidak ada karya sastra yang 4. RamadhanK.H.,PmngansfD/eZzto,
memenuhisyaratsebagai pemenang terbaik.
Oleh karena itu,panitia hanya memberikan 1958 -
"Hadiah Penghargaan dari Hadiah Sastra
Indonesia-Baru Tahun 1952", masing- 5. S.Rukiah,Tandus,1952
masing sebesar Rpl.000,00.
6. Toto Sudarto Bachtiar,Etsa,1956.
Hadiah Sastra BMKN tahun 1956-1957
7. W.S.Rendra,Ballada Orang-Orang
kategori prosa, antara Iain; Hadiah I Rp2. Tertjinta,1956
000,00; Hadiah II Rpl. 500,00; dan Hadiah
III Rpl. 000,00 dan untuk kategori puisi b. Cerpen
HadiahIRp2.000,00;Hadiah II Rpl.500,00; 1. Pramoedya Ananta Toer, Tjerita
dan Hadiah III Rpl.000,00.Yang bertindak
sebagaijuriadalah H.B.Jassin,NurainiSard, dari Blora,1952
Hariyadi S. Hartowardojo, Nugroho
Notosusanto,Kirdjomuljo,Taslim Ali,dan 2. AchdiatKartamihardja,Keretakan
A.T. Effendi. dan Ketegangan
3. Ajip Rosidi, Sebuah Rumah Buat
Tahun 1957-1958 BMKN telah mem
Hari Tua,1957
berikan hadiah sastra,untuk penulis puisi,
drama, novelet, dan cerpen. Pemenang 4. Mochtar Lubis,Perempuan
hadiah itu sebanyak senibilan sastrawan, 5. Pramoedya Ananta Toer, Tjerita
antaraIain Ramadhan K.H.,Hr.Bandaharo,
Utuy T. Sontani, Nasjah Djamin, Mh. dari Djakarta,1957
6. Sitor Situmorang,Pertemuan dan
Rustandi Kartakusumah, Toha Mochtar,
Saldju diParis
Trisnojuwono,Pramoedya Ananta Toer,dan 7. Trisnojuwono,Ijiki-Lakidan Mesiu,
Ajip Rosidi. Yang bertindak sebagai juri
adalah Achdiat Kartamihardja (Ketua), 1957
Dodong Djiwapradja (Sekretaris), Subagio
Sastrowardojo, Boejoeng Saleh, dan Anas c. Novel
Ma'ruf(masing-masing sebagaianggota).
1. Mochtar Lubis, Djalan Tak Ada
118 Udjung,1952
2. Toha Mochtar,Pulang,1958
d. Drama
1. Kuntowijoyo, Rumput-Rumput
Danau Bento
2. Mh. Rustandi Kartakusuma,
Bunga Merah jang Merah Semua
BungaPutih yangPutih Semua,1958
3. NasiahDjamin,SekelumitNyanyian
Sunda,1957
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
4. Utuy Tatang Sontani, Awal dan Hadiah Horison 1966/1967 dalam
Mira,1952 bidang puisi diberikan kepada Subagio
Sastrowardoyo dengan puisinya "Dan
5. Utuy Tatang Sontani, Saat jang
Genting,1958 Kematian Makin Akrab: Sebuah Rekwim"
Hadiah Sastra Majalah Horison dalam Horison,No.2,Tahim II,Februari1967
adalah hadiah yang diberikan dan "Laut" karya Sanento Juliman dalam
oleh majalah Horison. Pemberian
hadiah sastra itu pertama kali dilakukan Horison,No.12,Tahun II,Desember 1967.
majalah Horison tahun 1966.Jenis karangan
yang dipilih untuk dinilai adalah cerita Hadiah Horison 1968 diberikan kepada
pendek,puisi,dan esai. Selain itu,ilustrasi W. S. Rendra atas puisinya "Nyanyian
yang mendukung karangan turut pula Angsa","Pesan Pencopetkepada Pacamya",
dinilai. Untuk itu, dibentuk tim juri untuk "Befsatulah Pelacur-Pelacur Jakarta", dan
keempatjenis karya itu sebagai berikut. "Khotbah" dalam Horison, No.1,Tahun III,
Timjuricerita pendek terdiri atas Arief Januari 1968 dan "Madura" karya Abdul
Budiman, H. B. Jassin, dan Taufiq Ismail.
Timjuri puisiterdiri atasH.B.Jassin,Taufiq Hadi W.M.dalam Horison,No.8,Tahun III,
Ismail,danGoenawan Mohammad.Tim Juri
esai adalah H.B.Jassin,Arif Budiman,dan Agustus 1968.
Goenawan Mohammad. Tim juri ilustrasi Hadiah Horison 1966/1967 kategori
adalah Arif Budiman dan Zaini. esai tidak ada karena esai yang memenuhi
kriteria penilaian tidak ada.Hadiah Horison
Pemenang cerita pendek 1967 adalah 1968 diberikan kepada Sanento Juliman
Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya dengan esainya "Dalam Bayangan Sang
Umar Kayam yang dimuat dalam Horison,
No.4,Tahun 1966,"Si Kakek dan Burung Pahlawan"dalam Horison,No.3,Tahvm III,
Dara" karya M.Fudoli dalam Horison, No.
1,Tahun 1966,dan "Penjual Kapas" karya Maret 1968.
M.AbnarRomlidalam Horison,No.2,Tahvm
Hadiah Horison 1966/1967 kategori
1967. ilustrasi diberikan kepada Djufri Tannisan
sebagai ilustrasi cerita pendek "Telefon"
Hadiah Horison 1968 direbut oleh
dalam Horison,No.3,TahunIII,Maret1968.
"Rintrik"karya Danarto dalam Horison,No.
2, Th. 1968, Cerita pendek pujian adalah Pujian dari redaksi diberikan kepada Sri
"Larut Malam"karya JuliusJ.Sijaranamual Widodo, sebagai ilustrasi cerita pendek
"Pada Terangnya Bulan"dalamHorison,No.
dalam Horison,No.7,Th.1968dan"Sebelum
6,Tahvm I,Juni 1966.
yang Terakhir" karya Satyagraha Hoerip Hadiah Horison 1968 kategori ilustrasi
dalam Hon'son,No.12,Th.1968,serta"Oleng
Kemoleng" karya Gerson Poyk dalam diberikan kepada penggambar kulit dalam
Horison,No.3,Tahun III,Maret1968.Pujian
Horison,No.7,Th 1968. dari redaksi jatuh pada ilutrator Djufri
Tannisan untuk cerita pendek "Sebelum
yang Terakhir' dalam Horison, No. 12, Th.
Ill,Desember 1968.
Hadiah Horison 1969 kategori cerita
pendek jatuh pada cerita pendek "Surau
Baru" karya Wildan Yatim dalam Horison,
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 119
No.11,Tahun IV,November 1969. Hadiah cerita pendek yang diterima oleh panita ber-
kategori esai diberikan kepada Goenawan jumlah 1.417dan esaisastra beijumlah 110.
Mohamad untuk esainya yang berjudul Cerita pendek H.Taufiq Ikram Djamil
berjudul"Menjadi Batu"dinyatakan sebagai
"Seks,Sastra, Kita" dalam Horison, No.10, karya terbaik pertamadanberhak menerima
Tahun IV,Oktober 1969. hadiah sebesar Rp3.000.000,00. Selain itu,
dewan jurijuga menetapkan cerita pendek
Tahun 1977/1978pertama kali majalah "Enclave" karya Ramadhan K. H. sebagai
sastra Horison mengadakan sayembara pemenang11dengan hadiah Rp2.500.000,00.
penulisan cerita pendek.Dewan juri terdiri "Semata Pisau" karya Sri Kxmcoro sebagai
pemenang111 dengan hadiah Rp2.000.000,00.
atas All Audah, Goenawan Mohammad, "Bangku Batu" karya Motinggo Busye,
sebagai pemenang IV dengan hadiah
Mochtar Lubis,danSapardiDjoko Damono. Rpl.500.000,00, dan "Rumah" karya Mar-
Dalam sayembara itu dipilih satu cerita jono sebagai pemenang V dengan hadiah
pendek terbaik dan diberi hadiah sebesar Rpl.000.000,00.
Rp50.000,00.Naskah cerpen yang masuk ke
Dewan Juri sebanyak 215 naskah. Oleh Esai Tirto Suwondo berjudul "Dari
karena itu, pada terbitan Horison bulan Krisis Politik sampai Legitimasi Kekuasaan:
April,DewanJuri menunda mengumumkan Studi tentang Sastra,Masyarakat,dan Raja
pemenangnya. Akhirnya, pada terbitan di Jawa Abad XVlll dan XIX" sebagai
bulan Mei 1978, dewan juri memutuskan Pemenang Pertama dan berhak menerima
pemenang sayembara penulisan cerita hadiah Rp3.000.000,00.Selainitu,dewanjuri
pendek Horison 1977/197S sebagai berikut. juga menetapkan esai "Narasi Baru dari
(1) Pemenanghadiah xmtukcerpenterbaik Kematian Kata danPluralisasi Media"karya
Afrizal Malna,sebagaiPemenang 11dengan
tidak ada. hadiah Rp2.500.000,00,dan"PuisidiTengah
Wacana Kekuasaan" karya Joko Pinurbo,
(2) Tigacerita pendekterpilihmendapatkan sebagai Pemenang 111 dengan hadiah
Hadiah Hiburan sebesar Rp25.000,00, Rp2.000.000,00.
yaitu cerita pendek "Sisifus" karya
Mohammad Fudoli,"Tidak"karyaPutu Hadiah Sastra PusatPembinaan
Wijaya, dan "Perburuan Penghabisan"
karya WildanYatim. dan Pengembangan Bahasa
adalah hadiah yang diberikan
Selainitu,dewanjurijuga mengusulkan setiap tahun oleh Pusat Pembinaan dan
22cerita pendek yangsudah terseleksivmtuk Pengembangan Bahasa (sekarang Pusat
dimuatdalam majalahsastraHorison.Setelah Bahasa) dalam bidang penciptaan sastra
hampir dua puluh tahun, dalam rangka untuk pengarang puisi,prosa,dan drama
peringatan ulangtahun ke-31,majalahsastra mulaitahun 1989.Sejak tahun 2001 seiring
Horison tahun1997baru mengadakansayem dengan perubahan nama instansi, nama-
bara penulisan cerita pendek dan esaisastra.
Dewanjuriterdiri atasanggota redaksiHori
son,yaituHamsad Rangkuti(Ketua),Sutardji
Calzoum Bachri,Ikranegara,AgusR.Sarjono,
Jamal D. Rahman, dan Fadli Zon. Naskah
120 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
nya menjadi Hadiah PusatBahasa.Hadiah Moyangku Air Mata (puisi, 1985); dan (3)
BenySetia dengan karyanya Dinamika Gerak
itu diberikan sebagai penghargaan (puisi,1988).
penulisan karya §astra pada karya-karya
terbaru yang diterbitkan pada lima tahun Penerima penghargaan tahun 1991,
terakhir. Penghargaan itu diberikan oleh ialah (1) Subagio Sastrowardojo dengan
Pusat Pembinaan dan Pengembangan karyanya Simponi Dua (puisi, 1990);(2)
Bahasa untuk meningkatkan kualitas Wisran Hadi dengan karyanya falan Lurus
sastra Indonesia murni, merangsang (drama,1986); dan (3)Saini K. M.dengan
penciptaan karya sastra, dan mening karyanya Ken Arok(drama,1989).
katkan pemasyarakatan karya sastra.
Pemberian penghargaan itu dilakukan Penerima penghargaan tahun 1992
seiiring dengan penentuan pengarang ialah(1)A.A.Navisdengankaryanya Hujan
penerima SEA Write Award dari Kerajaan Panas dan Kabut Musim (cerpen, 1990),(2)
Thailand di Bangkok. Darman Moenir dengan karyanya Dendang
(novel, 1988), dan (3) Edijushanan dengan
Panitia penyelenggara adalah Pusat karyanya Jantan(novel,1988).
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Jumlah juri enam orang, yaitu dari Pusat Penerima penghargaan tahun 1993
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, ialah(1)Ramadhan K.H.dengan karyanya
pakar dari Fakultas Sastra, Universitas In Ladang Perminus (novel, 1990),(2) Emha
donesia,dansastrawan penerima SEA Write Ainun Nadjib dengan karyanya Cahaya
Award sebelumnya. Maha Cahaya (puisi, 1992), dan (3) Linus
Suryadi AG. dengan karyanya Rumah
Kriteria penilaian dalam penghargaan Panggung(novel,1987).
itu,antara lain(1)karya yang dinilai adalah
karya asli dan bukan terjemahan,(2)karya Penerima penghargaan tahun 1994
yang terbitselama lima tahun terakhir,dan • ialah (1) Taufiq Ismail dengan karyanya
Tirani dan Benteng (puisi, 1993),(2) Kunto-
(3)ditulis dalam bahasa Indonesia. wijoyo dengan karyanya DilarangMencintai
Bunga-Bunga (cerpen, 1994), dan (3) N.
Penyerahan hadiah dilakukan pada Riantiarno dengan karyanya Konglomerat
bulan Oktober, bertepatan dengan pem- Burisrawa(drama,1990).
bukaan Bulan Bahasa dan Sastra.Penerima Penerima penghargaan tahun 1995
ialah (1) Ahmad Tohari dengan karyanya
penghargaan terdiri atas tiga orang. BekisarMerah(novel,1995),(2)Seno Gumira
Penerima penghargaantahxm 1989,yaitu(1) Ajidarma dengan karyanya Saksi Mata
Gerson Poyk dengan karyanya Sang Guru (cerpen, 1994), dan (3) P. Rahardi dengan
(novel,1971);(2)Danarto dengan karyanya karyanya Tuyul(puisi,1990).
Berhala(novel,1987);dan(3)Ahmad Tohari
dengan karyanya Jantera Bianglala (novel, Penerima penghargaan tahun 1996
ialah (1) Rendra dengan karyanya
1988). Orang-Orang Rangkas Bitung(puisi,1993),(2)
Satyagraha Hoerip dengan karyanya Sarinah
Penerima penghargaan tahun 1990 Kembang Cikembang (cerpen, 1993), dan (3)
ialah (1) Arifin C. Noer dengan karyanya
Sumur Tanpa Dasar (drama, 1989); (2)
Zawawi Imron dengan karyanya Nenek
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 121
Afrizal Malna dengan karyanya Arsitektur karyanya Sampah Bulan Desember (cerpen,
Hujan (puisi,1995).
2000).
Penerima penghargaan tahun 1997
ialah (1) Seno Gumira Ajidarma dengan Penerima penghargaan tahun 2002
karyanya Dilarang MenyanyidiKamarMandi ialah(1)DarmantoJatman dengan karyanya
(cerpen, 1995),(2) Piek Ardiyanto dengan Isteri (puisi, 1997),(2) Gus tf Sakai dengan
karyanya Biarkan Angin(puisi,1996),dan(3) karyanya Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta
Rusli Marzuki Saria dengan karyanya (kumpulan cerpen, 1999), Joko Pinurbo
Sembilu Darah(puisi,1995). dengan karyanya Di Bawah Kibaran Sarung
(puisi,2001).
Penerima penghargaan tahun 1998
ialah (1) N. Riantiarno dengan karyanya Penerima penghargaan tahun 2003
Semar Gugat(drama,1995),(2)Titis Basino ialah (1) Nh. Dini dengan karyanya Jepun
P. I. dengan karyanya Dari Lembah ke Negerinya Hiroko(novel,2000),(2)Dorothea
Coolibah (novel, 1997),(3) Wing Kardjo Rosa Herliany dengan karyanya Mimpi
dengan karyanya Fragmen Malam:Setumpuk Gudur Daun Zaitun (puisi, 1999),(3) Oka
Rusmini dengan karyanya Parian Bumi
Soneta. (novel,1997).
Penerima penghargaan tahun 1999 HansBague Jassin atau H.B.Jassin
ialah (1) Kuntowijoyo dengan karyanya
Dilarang Mencintai Bunga-Bunga (cerpen, lahir tanggal31 Juli 1917di Goron-
1992)serta beberapa cerpennya yang dimuat talo,SulawesiUtara dan meninggal
dalam Kompas pilihan tahun 1995 yang diJakarta 11 Maret2002.Ayahnya bemama
berjudul "Laki-Laki yang Kawin dengan Bague Mantu Jassin, seorang kerani
Peri", "Pistol Perdamaian" 1996, dan Bataafsche Petroleum Maatschappij(BPM)
"Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan" 1997, yang berpenghasilan cukup. Ibunya ber-
(2) Hamid Jabbar dengan karyanya Super nama Habiba Jau.Ayahnya sangat mempe-
Hilang:Segerobak Sajak(puisi,1998),dan(3) ngaruhi jalan hidup Jassin karena gemar
Taufik Ikram Jamil yang berjudul Membaca membaca dan mempunyai perpustakaan
Hang Jebat(cerpen,1998).
I sperriibandgim.eJmasbsaincakekcoi-l
Penerima penghargaan tahun 2000
ialah (1) Wisran Hadi dengan karyanya leksi ayahnya secara
Empat Sandiwara Orang Melayu (drama,
2000),(2) Acep Zamzam Noor dengan DokumentasiPusatBahasa tama bernama Arsi-
karyanya DiLuar Kata(puisi,1996),(3)S.N.
Ratmana dengan karyanya Asap Masih ta, yang meninggal
Mengepul(puisi,1998).
tanggal 12 Maret
Penerima penghargaan tahun 2001
ialah(1)Saini K.M.dengan karyanya Lima
Orang Saksi (drama, 2000),(2) Dodong
Djiwapradja dengan karyanya Kastalia
(puisi,1997),(3)Hamsad Rangkuti dengan
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
1962.Mereka maiikah tahun 1946dan mem- Karena jasanya dalam bidang sastra Indone
ptinyai anak bemama Hanibal Jassin dan sia,dia menerima Doktor HonorisCausa dari
Mastina Jassin.Setelah Arsita meninggal,H.
B.Jassin menikahlagidengan Yulikotanggal Universitas Indonesia tahim 1975. Menurut
16Desember 1962.Anak mereka dua orang,
yaitu Yulius Firdaus Jassin dan Helena Prof.Dr.Harsya W.Bachtiar,Dekan Fakultas
Magdalena Jassin. Sastra UniversitasIndonesia pada waktu itu,
pengetahuan orang tentang sastra Indonesia
H.B.Jassin dijuluki Pans Sastra Indo didasarkan pada pengetahuan yang dikem-
nesia oleh GayusSiagian karena otoritasnya bangkan oleh H.B.Jassin.
sebagai kritikus dan esais terkemuka diIn
donesia pada dasawarsa 1950-1960an. H. B. Jassin sangat berjasa dalam
MenurutJassin,seorang yang man menjadi perkembangan sastra Indonesia karena
kritikus harus mempunyai bakat seniman, kegiatan menulis esai dan kritik sastranya.
berjiwa besar,dan dapatmenghindarinafsu Minat dalam bidang ini dimulai awal tahun
dengki, iri hati, bend, dan ria dalam hu-
bungannya dengan seseorang. Selain itu, 1940-an.
diperlukan juga pengalaman hidup yang
cukup agar dapat melihat suatu persoalan H.B. Jassin pernah bekerja di Kantor
dari berbagai sudut. Dia terkenal sebagai
kritikus sastra Indonesia yang tekun dan Asisten Residen Gorontalo tahun 1939,
secara terus-menerus mengikuti perkem-
bangan sastra Indonesia dari dasawarsa sebagairedaktur BalaiPustaka tahun 1940-
1950-an hingga 1970-an. 1942,sebagai dosen diFakultasSastra,Uni
versitasIndonesia tahun 1953-1959,sebagai
H.B.Jassin pernah diajukan ke penga-
dilan tahun 1970sebagai penanggungjawab dosen luar biasa di Fakultas Sastra,Univer
pemuatan cerpen Kipanjikusmin yang
berjudul "Langit Makin Mendimg" dalam sitas Indonesia sejak tahun 1961 (sebagai
majalah Sastra yang terbit Agustus 1968. dosen pembimbing para mahasiswa yang
Selain itu, karena ikut menandatangani membuatskripsi),dan menjadiLektortetap
Manifes Kebudayaan, dia dipecat dari
di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia
FakultasSastra,UniversitasIndonesia tahun
sejak tahun 1973 hingga pensiun. Dia
1963 beberapa bulan sebelum G-30-S/PKI menjadi pegawai di Lembaga Bahasa
Nasional (sekarang Pusat Bahasa),
meletus. Departemen Pendidikan Nasional tahun
1954-1973. Dia pernah menjadi redaktur
H.B.Jassin menamatkan pendidikan HIS majalah Pudjangga Baroe tahim 1940-1942,
PandjiPoestaka tahun 1942-1945,Pantja Raja
Gorontalo tahun 1923,HBS-B selama5tahun
di Medan tahtm 1939, dan Fakultas Sastra, tahim 1945-1947, Mimbar Indonesia tahun
1947-1956,Zenith tahun 1951-1954, Bahasa
UniversitasIndonesiatahun 1957.Kemudian,
dan Budaja tahun 1952-1963, Kisah tahun
dia memperdalam pengetahuandalambidang
IlmuPerbandinganKesusasteraan diUniver 1953-1956, Seni tahun 1955, Sastra tahun
1961-1964dan 1967-1969,Medan IlmuPenge
sitas Yale,Amerika Serikat tahun 1958-1959. tahuan, Buku Kita, dan Horison sejak tahun
1975sampai 1980-an.
Menurut Sapardi Djoko Damono,
dalam banyak kritikannya, Jassin suka
mengelu-elukankecenderunganbaru dalam
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 123
kesusasteraan baru, tetapi dalam karya terpaut dengan kesusastraan,yaitu Renungan
kreatifnya dia sama sekali tidak berminat Indonesia dari Indonesiche Overpeinzingen
terhadap pembaharuan.Cerpen-cerpennya karya Sjahrazad (nama samaran Sutan
dalam Poedjangga Baroe ditulisnya secara Sjahrir),TerbangMalam dari VoldeNuitkarya
lugas, yaitu mencatat kejadian di sekeli- A.de St.Exupery(1947),Kisah-Kisah dariRu
lingnya dengan sedikit komentar. Cerpen- mania terjemahan bersama Taslim Ali dan
cerpennyaitu ditulis danditerbitkan dalam Carla Rampen dari Nouvelles Roumaines
tiga zaman. (1964). Tjerita Pandjidalam Perbandingan dari
Pandji-verhalen Onderling vergeleken karya
Buku sastra yang ditulis H. B. Jassin Perbatjaraka (1966), Max Havelaar karya
cukup banyak,yaitu Angkatan45(1951),Tifa Multatuli(1972),The CompletePoemsofChairil
Penyair dan Daerahnja (1952), Kesusasteraan AnwarbersamaLiauw YockFang(1974),Cuk
Indonesia Modern dalam Kritik dan Esaijilid I- daricerpenTjukkarya VincentMahieu(1976),
rv(1954,1967;edisibaru 1985),Kesusastraan Pemberontakan Guandalajara dari novel De
Dunia dalam Terdjemahan Indonesia (1966) Opstand van Guandalajara karya J. Slauerhoff
Heboh Sastra 1968: Suatu Pertanggung- (1976),Teriakan Kakatua Putih:Pemberontakan
jawaban(1970).SastraIndonesiasebagai Warga
Sastra Dunia(1963),PengarangIndonesia dan Patikura di Maluku dari De Schreeuw van de
Dunianja (1963), Surat-Surat 1943-1983
(1984),SastraIndonesia dan Perjuangan Bangsa Witte Kakatoea karya Johan Febricius(1980),
dan MultatuliyangPenuh Teka-Tekidarikarya
(1993),dan Koran dan SastraIndonesia(1994).
H.B.Jassinjuga tercatatsebagai editor Willem Frederik Hermans(1988).
Buku-buku yang diterjemahkannya
sejumlah buku yang berupa bxmga rampai,
yaitaPantjaran Tjinta:Kumpulan TjeritaPendek ada yang di luar bidang sastra, seperti
dan Lukisan(1948),Gema Tanah Air:Prosa dan Sepuluh Tahun Koperasiterjemahan dari Tien
Jaren Cooperatie oleh R. M.Margono Djojo-
Puisi(1948), Kesusasteraan Indonesia di Masa hadikusumo,Chushingura yang diterjemah-
kan bersama Karim Halim dari karya Sakae
Depan (1948),Kisah: 13 Tjerita Pendek(1955), Shioya (1945), Al-Quranu 'l-Karim-Bacaan
Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45 (1956), Mulia (1978),Juz Amma Berita Besar(1984),
Analisis Sorotan Tjerita Pendek (1961), Amir Percakapan Erasmus dari karya Desiderius
Hamzah Raja Penyair Pudjangga Baru (1962), Erasmus(1985),danSapiBetina dan Keluarga
Pudjangga Baru Prosa dan Puisi (1963), Imran(1985).
Tenggelamnya Kapalvan der Wijkdalam Polemik
(editor bersama dengan Junus Amir Hamzah Sebagaieditor,Jassinjuga bertindakse
(1963), Angkatan 66: Prosa dan Puisi (1968), bagai penulis kata pengantar imtuk sejum
lahbuku,antaralain,dalam terjemahanIdrus
Polemik:Suatu Pembahasan Sastra dan Kebebasan Kereta ApiBaja 1469,dalam kumpulandrama
karya UsmarIsmailSedih dan Gembira,dalam
Mentjipta Berhadapan dengan Undang-Undang kumpulan drama Taufan di Atas Asia karya
dan Agama kumpulan esai yang diterbitkan
di Kuala Lumpur tahun 1972,dan Kontroversi El Hakim,dalam buku Roman Atheis:Sebuah
Al-Qur'an Berwajah Puisi(1995).
Pembicaraan Karya Boen S.Oemarjati,dalam
Selainitu,H.B.Jassinjuga menerjemah- buku Djalan Tak Ada Udjung Mochtar Lubis
kan beberapa karya sastra asing atau yang
124 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
karya M.S. Hutagalung,dalam terjemahan 1994 dia menerima Bintang Mahaputra
Magdalena karya A. S. Alatas, kumpulan Nararaya dari Pemerintah Indonesia.
cerpen Orang-Orang TerasingkaryaPamusuk
Eneste, dalam novel Sanu, Infinita-Kembar Diajuga tercatatsebagai anggota Aka-
karya MotinggoBusye,dandalam novelTiga demiJakarta sejak tahxm 1970 yang berlaku
PuntungRokok karya NasyahDjamin. seumur hidup dan sebagai Ketua Yayasan
PusatDdkumentasiSastra H.B.JasSin sejak
Sejak tahxm 1949,H.B.Jassin menjabat tahun 1976sampai akhir hayatnya.
sebagai penasihatberbagai penerbit,antara
lain Balai Pustaka (1949-1952), Gapura HarijadiS.Hartowardoyo adalah
(1949-1951), Gunxmg Agimg (1953-1970), sastrawanIndonesia yangterkenal
Nusantara (1963-1967), Pembangunan karena novebiya yangberjudulOr-
(1964-1967),dan Pustaka Jaya(1971-1972). angBuangan.Dia lahir tanggal18Maret1930,
Diajuga pemah diangkatsebagaipemeriksa- di Desa Ngangkruk Kidul, Prambanan,
beberapa universitas di luar negeri,antara Klaten,Jawa Tengah,dengannama Haryadi
lain,di Universitas Malaya,Malaysia,serta Sulaiman. Ayahnya bernama Hartowar
doyo,lengkapnya E. Ng. Hartowardoyo,
Universitas Monash dan Universitas beragamaIslam,dan bekerjasebagai mantri
di Kraton Surakarta. Ibunya bernama
Sydney,Australia. Suharti danberagama Katolik.
Buku-buku yang membicarakan H.B.
Haryaditidak pemah beristri.Dia me-
Jassin antaralam,AntaraHukum danImajinasi ninggaltanggal9April1984karena mende-
Sebuah Roman Biografi H. B. Jassin yang di- rita penyakitjantung.Jenazahnya dimakam-
tulis oleh Darsjaf Rachman dan diterbitkan kan di Boyolali,Jawa Tengah.
tahun 1986 dan H.B.Jassin Pans Sastra Indo
nesia (1987) karya Pamusuk Eneste. Di Haryadi memulai pendidikannya di
samping yang berupa buku, pembicaraan HIS Arjuna tahun 1936. Kemudian, dia
tentang H. B. Jassin banyak tersebar di masuk ke HIS Zendingschool di Klaten
berbagaimajalahdan koransejaktahun1977 tahun 1939-1942. Setelah itu, dia masuk
sampaisekarang. Sekolah Rakyat Klaten 6 tahun 1942-1943.
Kemudian, dia masuk ke SMP Negeri I
H. B. Jassin menerima Satyalencana Banjarsari tahim 1943-1947. Dia masuk ke
Kebudayaan dariPemerintah Republik In SMA Bagian A di Manahan tahun 1947-
1948. Haryadi berhenti dari SMA di
donesia tahun 1969. Tahun 1972 dia men-
Manahan karena suatu hal. Kemudian,dia
dapat Cultural VisitAward dari pemerintah masukSMA PMIKJakarta tahim 1952-1954.
Australia.Pada waktu itu selama delapan
minggu dia mengunjungi pusat-pusat Setelah bekerja, Haryadi berkuliah di
pengajaran bahasa dan sastra Indonesia/
Malaysia di Australia. Dia menerima Fakultas Hukum dan lulus tahun 1966. Di
hadiah Martinus Nijhoff dari Bernhard
samping itu, dia juga pemah berkuliah di
Ponds, Belanda tahun 1973; Hadiah Seni Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia,
tahun 1965.Haryadipernah pula mengikuti
dariPemerintah Republik Indonesia tahun
1983; Hadiah Magsaysay dari Yayasan
Magsaysay, Filipina, tahun 1987. Tahun
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 125
penataran dalam bidang Social Research and sangatmemerlukan ketelitian agarapa yang
Business Surveys di Manila (Juli-Agustus ditulis itu menjadi realis. Tanpa penelitian,
seorang penulis akan kekurangan bahan.
1968).
Haryadi pernah bekerja sebagai war- Korrie Layun Rampan menyatakan
bahwa Haryadi adalah sastraw^ ternama
tawan di majalah Poedjangga Baroe, Siasat, dan bukan orang yang mengutamakan
Garuda,Harian Kami,danPedoman Minggu.Di uang. Dia dapat menulis apa saja, dari
samping itu, dia bekerja sebagai guru SMP persoalan yangberatsampaipersoalan yang
JP APPI (1952-1957), mengajar di SMAK ringan. Dalam meresensi buku pun, dia
(1961-1963),guru diSMA JP IPPI(1963-1964), tidak memilih,baik buku hiburan maupun
dan dosen FakultasIlmu Politik,Universitas buku serius.
Nasional(1977).Dia pernah menjabatSekre- A.Teeuw mengatakan bahwa Haryadi
taris Badan Kerja Sama Badan-Badan Sosial mempunyai bakat yang besar dalam me
diIndonesia(tahun1961-1962)dan menjabat nulis puisi. Haryadi dapat digolongkan
Kepala Biro Hubungan Masyarakat di dalam kelompok penerus Angkatan 45.
Universitas Indonesia (tahun 1966). Dia Unsur psikologi dan unsur alam masuk ke
diangkat sebagai dewan redaksi majalah dalam puisi-puisinya sehingga ada ba-
Budaja Djaja (tahun 1968-1976). dan me- yangan dunia psikis dan ada bayangan
rangkapsebagaidewanredaksidimajalah Si
Kuntjung tahim 1956. Sejak tahun 1972 dia dunia fisik.
menjadipenulistetap diHarian Kamisebagai
pengasuhrubrik"Astrologidan Astronomi". H. B. Jassin mengemukakan bahwa
Tahim1974diabekerjasebagaieditor penulis puisi-puisi Haryadi termasuk puisi yang
baik karena dalam puisiitudapatditemukan
naskah ikian di Biro Iklan Matari. Tahun bentuk perimaan yang sesuai dengan
jiwanya.
1970-1971 dia diangkat sebagai Wakil
Direktur Kepala Bagian Pengumpulan Data Secaralengkap karya sastra yang telah
Lapangan diPT Insore Indonesia. lahir daritangan HaryadiS.Hartowardoyo
adalah sebagaiberikut.
Haryadi S. Hartowardoyo tercatat se 1) Loeka Bajang (kumpulan puisi, 1953.
bagaisastrawan tahun 1950-an karena tahim
1950 kumpulan puisinya yang berjudul Jakarta: Balai Pustaka)
Loeka Bajang diterbitkan oleh Balai Pustaka, 2) Orang Buangan (novel, 1971, Jakarta:
Jakarta. Puisi yang dikumpulkan dalam
Loeka Bajang itu dipublikasikan dalam Pustaka Jaya)
majalah Sastra dan Boedajaselama tiga tahim 3) Perjanjian dengan Maut (novel, 1975,
lebih,1950-1953. Jakarta,Pustaka Jaya).
Dalam berkarya Haryadi berprinsip Haryadi pernah mendapat hadiah
bahwa dia menyusun puisinya dengan Sayembara Penulisan Novel yang diseleng-
garakanolehIKAPItahun1971 ataskaryanya
bercerita untuk memberikan kebebasan yang berjudul"Perjandjian dengan Maut".
kepada pembaca dalam mengambilhikmah-
nya. Haryadi mengatakan dalam beberapa
ceramahnya bahwa pekerjaan mengarang
126 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
HarryAvelingadalahsalahseorang bukuitu terhimpun85puisidengan rincian
karya (1)Sapardi Djoko Damono 19 puisi,
penerjemah yang produktif dalam (2)ToetiHeraty 15puisi,(3)SubagioSastro-
menerjemahkankarya-karya sastra wardojo 12 piiisi,(4)Goenawan Mohamad
Indonesia ke dalam bahasa asing. Dia ber- 11 puisi,(5)TaufiqIsmail10puisi,(6)Rendra
ganti nama menjadi Hafiz Arif setelah 10 puisi,dan(7)Ajip Rosidi8 puisi.
memeluk agama Islam di Malaysia dan
menikah dengan penyair wanita Malaysia Aveling berpendapat bahwa mener
yang bernama Siti Zainoon. Kini mereka jemahkan puisiIndonesia ke dalam bahasa
sudah bercerai. Aveling lahir di Sydney, Inggris menuntutpendekatan dinamis dan
Australia, tanggal 30 Maret 1942. Dia hal itu akan berakibat pada terjadinya
memperoleh Master ofArts with Honours in pengurangan atau pengubahan makna dari
Indonesia Malayan Studies, Universitas puisi aslinya. Namun,bagaimana punjasa
Sydney tahun 1966 setelah mendalami Harry Aveling dalam menyebarkan sastra
kesusastraan Indonesia sejak tahun 1963. Indonesia di luar negeri tak perlu dira-
Keahliannya dalam bidang kebudayaan gukan lagi.
Melayu serumpun diabdikannya dengan
bekerja sebagai asisten di Universitas Hasil penelitian Harry Aveling yang
Sydney tahun 1963-1964.Dia pun menjadi paling penting adalah A Thematic History of
dosen di Monash University, Monash, Indonesian Poetry:1920 to 1974(1974). Buku
tahun 1965-1973dan mengajar pada School ini dengan agak rinci membahas konvensi
ofHumanities University Sains,Penang,Ma persajakansebelum perang yang memuncak
laysia tahun 1974-1975. Di Australia dia pada puisi Amir Hamzah serta tema dan
menjabat Ketua Studi Asia Tenggara Uni gagasan pada masa perkembangan puisi
versitas Murdoch, Australia sejak 1976.
Dia sempat menjabat Ketua Program Indonesia awal tahun 1970-an.
Bahasa dan Sastra Indonesia pada 1997.
Tulisan Harry Aveling dimuat dalam Berikut ini antara Iain, karya Harry
Bijdragen (Belanda), Indonesia (Amerika), Aveling.
Tenggara(Malaysia),Bahana(Bnmei),Solidar
ity(Filifina),Quadrant,Lacheis,Dissent,Arena, Buku
Twentirth,Century(Australia),serta Horison
dan Budaya Jaya(Indonesia). 1. Arjuna in Meditation:Three Young Indo
Harry Aveling telah menerjemahkan nesian Poets (1974) Calcutta: Writers
puisi karya Sapardi Djoko Damono,Sutardji Workshop (kumpulan sajak Abdul
Calzoum Bachri,dan ArifinC.Noer.Dia pun
sedang mempersiapkanedisibaruContempo Hadi W. M.,Darmanto Jatman, dan
raryIndonesianPoetry yang pertamakaliterbit Sutardji Calzoum Bachri)
1975 dan mendapatbanyak kritikan.
ContemporaryIndonesian Poetry memuat 2. Drought (1974). Hongkong-Singapore-
hasil terjemahan 7penyair Indonesia.Dalam Kualalumpur: Heinemann Educational
Books(Asia)Ltd.(novelIwanSimatupang
Kering).Jakarta:PenerbitDjambatan.
3. Rendra-Raffel. 1974. Ballads and Blues:
Poems. Kualalumpur: Oxford Univer
sity Press.
4. A ThematicHistoryofPoetry:1920to 1974
(1974)Special Report No.9 Center for
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 127
Southeast Asian Studies. Nothern etry and Painting). Jakarta: Yayasan
Ananda (penerjemahan puisi Abdul
Ilionis University. Hadi W.M.,All Hasjmy,Ajip Rosidi,
5. Mot/zs(1974).Kualalumpur:Oxford Uni Taufiq Ismail, Arifin C. Noer, Toeti
Heraty,dan Sutardji Calzoum Bachri)
versityPress(daridrama Arifin C.Noer 15. Kill the Radio(Kumpulan sajak dwiba-
Kapai-Kapai.Jakarta:Pustaka Jaya). hasa Dorothea Rosa Herliany dengan
6. Salina (1975). Kualalumpur: Oxford Harry Aveling sebagai penerjemah,
University Press(dari novel A.Samad Magelang:Indonesia Terra,2001).
Said Salina. Kualalumpur: Dewan
Bahasa dan Pustaka) Artikel
7. The Pilgrim (1975) Hongkong-
Singapore-Kualalumpur: Heineman 1. "Mawar Berduri:KesusastraanIndone
Educational Books (Asia) Ltd. (dari
novelIwan Simatupang Ziarah (1970). sia Menghindari Nafsu Birahi"(1969).
Jakarta:Penerbit Djambatan).
8. ContemporaryIndonesiaPoetry(1975)Ed Horison No.10Tahun X,Oktober 1969.
ited&Translated.St.Luda,Queenslands:
University of Queensland Press. Di 2. "Romantik Putih dan Hitam:Penyair-
bawah sponsor The Asia Society(New Penyair Sebelum Perang dan W. S.
York)under a Grandfrom the National Rendra" (1970). Budaja Djaja, No. 22
Tahun III,Maret 1970,him.185-191).
Endowmentfor the Humanities.
3. Penghapusan Satu Mitologi: Sadjak-
9. Gestapu 1975(1976).Kualalumpur:Ox Sadjak Taufiq Ismail"(1970)Basis,No.
ford University Press.
7Tahun XIX,halaman 243-249.
10. Tan Sri Bulan: My Lord Moon (1976).
Kualalumpur:Oxford UniversityPress. 4. "Sitti Nurbaja some Reconsidernations"
(1971).BKlNo.126 halaman 228-242.
11. From Surabaya toArmageddon:Indonesia
Shortstory(1976).Edited &Translated. 5. "Mawar Berduri"(1971). Budaja Djaja
Hongkong-Singapore-Kuala Lumpur:
Heinemann Educational Books(Asia) No.33 Tahun IV,Februari 1971, hala
Ltd.(Kumpulan cerpen Idrus, Pra-
moedya AnantaToer,SitorSitumorang, man 109-126.
Umar Kayam> Nugroho Notosusanto,
A.A.Navis,dan Danarto). 6. "Indonesia Wasteland:The Verse ofRival
Apin"(1971).BKlNo.127halaman 350-
12. A Heap of Ashes (1975). St. Lucia,
Queenslands: University of Queens 374.
land Press,(kumpulan cerpen Pra-
moedya Ananta Toer). 7. "Kesan-Kesan tentang Kehidupan Ke
susastraan diIndonesia"(1971).Horison
13. TheFugitive(1976)Singapore:Heinemann
EducationalBooks(Asia)Ltd.(kumpulan No.1 Tahun VI,halaman 4-9.
cerpen Danarto).
8. "Song ofPrise to Sunda"(1974).Solidar
14. Ketika Kata, Ketika Warna: Puisi dan ity,No.Januari 1974.
Lukisan(1995){In WordsIn Colours,Po
9. "Lidah Tidak Bertulang: Mengenai
128 KaryaSastra"(1975).Dexvan Bahasa,No.
Mei 1975,halaman 9.
10. "Lidah yang Patah: Mengenai Pertim-
bangan Terjemahan Karya Sastra"
(1975).Dewan Bahasa No.halaman215-
224.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
11. "Pengalaman Saya Menterjemahkan yang tidak mengerti tindakan Kejaksaan
Tinggi. Dalam penerbitan stensilan yang
Puisi-PulsiIndonesia"(1976).Horison No. berjudul"Responsi"para pengarang Medan
7-8TahtinXI,Juli-Agustus1976,halaman mengkritik tindakan Kejaksaan Tinggi
219-222 (dari Berita HPI-Himpiman
Sumatra Utara darisuduthukum dan sastra.
Peneijemah Indonesia-No.5,Juli 1976).
12. "Towards 2000: Islam and Malay Pengarang yang turut serta memberikan
reaksi,antara lain SoriSiregar,Z.Pangaduan
Literature".Malay LiteratureIX,1.Kuala
Lumpur:Dewan Bahasa dan Pustaka. Lubis,Rush A.Malem,Zakaria M.Passe,dan
Djohan A.Nasution.
Dengan karyanya "Indonesian Waste
land: the Verse of Rival Apin"(1971), Harry SoriSiregar berpendapatbahwasetiap
Avelrng telah menyelamatkan karya-karya karya sastra dikarang untuk kebenaran,
Rivai Apin yang tercecer dan terakhir terbit
bulan Agustus 1971. Dalairi Gestapu (1976) kemerdekaan,kemanusiaan,dan ketuhan-
Aveling menerbitkan kumpulan cerpen
tentang peristiwa Gestapu di Indonesia an. Pengarang tidak menghina, tidak
dalam terjemahan Inggris. Tulisannya bermaksudjahat,demikianjuga pengarang
"Kesan-Kesan tentang KehidupanKesusas- Kipanjikusmin. Sementara itu, Djohan A.
traan di Indonesia" (1971) menyajikan Nasution mengecam penyitaan majalah
pendapatnya yang menarik tentang per- Sastra sebagai sikap yang nonkultural dan
jalanan sejarah sastra Indonesia dalam nondemokratis.Untuk menghadapihorison
baru dalam sastra kita di masa depan,kita
kurun waktu 1966-1970; harus mendewasakan diri dan bersikap
kultural, dengan memahami hakikat
Heboh Sastra 1968 adalah suatu kebebasan kreatif. T. Mulya Lubis berpen
dapat bahwa cerita pendek "Langit Makin
peristiwa dalam perkembangan Mendung" tidak mengandung unsur
sastra Indonesia yang dipicu oleh penghinaan agama. Tuhan dilukiskan
pemuatan cerita pendek "Langit Makin seolah-olah manusia biasa yang mengge-
lengkan kepala,senyum penuh pengertian
Mendxmg"karya l^panjikusmin(nama sa- dan penuh kebapakan, bukanlah suatu
penghinaan. Menurut Jassin, Mulya Lubis
maran) dalam majalah Sastra edisi bulan tertarik pada isi percakapan-percakapan
Agustus 1968. selanjutnya dan menangkap maksud
pengarang yang sesungguhnya dalam
Cerita pendek itu dianggap menghina pelukisan keadaanzamansebelum Gestapu.
Tuhan danagamaIslam.Sebagaiakibatnya,
Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara di Medan Para pengarang dan seniman Jakarta
menyita majalah Sastra pada tanggal12Ok- lainnyasetelah menerimaberitadariMedan,
tober 1968.Di samping itu,kantor majalah tanggal12Oktober 1968,membuatpemya-
Sastra di Jakarta didemonstrasi oleh seke- taan protesataslarangan peredaran majalah
lompok orang. Sastra. Mereka adalah Trisno Sumardjo
(Ketua Dewan Kesenian Jakarta),Djajakusu-
Ataspenjdtaan majalah Sastraitu mun- ma(Ketua Badan Pembina Teater Nasional
culreaksidaripihak para pengarang Medan
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 129
Indonesia),Umar Kayam (Dirjen Film,Ra televisi atau di tempat terbuka, antara
dio, dan TV), Taufiq Ismail,(penyair sastrawan,ahliagama,ahli moral,ahliilmu
Angkatan '66),Slamet Sukimanto(penyair jiwa, ahli pendidikan, ahli hukum, ahli
dan anggota DPR/MPRS),dan wakilIkatan kemasyarakatan,dan ahli-ahli lainnya agar
Mahasiswa Muhammadiyah dalam Pre masyarakat mengetahuipendirian para ahli
sidium KAMI. Harian KAMI tanggal 14 itu dan mengambil simpulan masing-
Oktober 1968 dalam tajuk rencananya masing.
mengulas seputar pelarangan majalah
Sastra. Dalam tajuk itu disebutkan bahwa Pada tanggal22Oktober 1968,Kipanji-
"kesusastraan hanya bisa tumbuh jika ada kusmin melayangkan surat permohonan
kemerdekaan mencipta; kesusastraan bisa maaf kepada pembaca majalah Sastra dan
jadi kerdil atau mati jika kemerdekaan mencabut cerita pendeknya itu dengan
mengatakan bahwa cerita pendek itu
dibatasi". dianggap tidak pernah ada.Kipanjikusmin
pun menyesal atas kehadiran cerpennya
Darikaum ulama munculjugaberbagai dikategorikansebagaikarya yang menghina
tanggapan, antara Iain, Menteri Agama agama Islam. Dia tidak bermaksud imtuk
Republik Indonesia yang berpendapat menghina agama Islam. Cerita pendek itu
bahwa cerita pendek itu merupakan peng- semata-mata hanya merupakan hasrat
hinaan terhadap Tuhan,agama,para nabi, pribadi untuk mengadakan komunikasi
malaikat, para kiai/ulama, serta Pancasila langsung dengan Tuhan, nabi, surga, dan
dan UUD45".Sejalan dengan pendapatitu, Iain-lain. Di samping itu, dia ingin
Hamka pun menanggapi bahwa sebagai menertawakansikap kebodohan pada masa
seorang ulama,dia merasa tersinggungoleh pemerintahan Soekamo.
cerita pendek itu dan menganggap penga-
rangnya berdosa besar sehingga pantas Walaupun pengarang telah mencabut
cerita pendeknya,redaktur majalah Sastra,
imtuk dibunuh. H.B.Jassin,tetap berurusan dengan penga-
dilan sebab Jassin tidak mau membuka
Bahrum Rangkutitidaksetuju ataspen identitas Kipanjikusmin yang sebenarnya.
dapat Hamka itu. Dia mengatakan bahwa
tujuan pengarang sebenarnya hendak Proses pengadilan perkara cerita
menyucikanIslam dariracrm-racun paham pendek itu berlangsung di Jakarta sekitar
baru(Nasakom)yang menyesatkan sehing tahun1969-1970.Perkaraitubanyak menarik
ga banyak pengikutnya dengan sadar perhatian karena diIndonesia baru pertama
ataupim tidak sadar telah memperpincang kali terjadi karya sastra diperkarakan di
dan melumpuhkan Islam. Iman dan Islam pengadilan. Di samping itu, tokoh yang
menjadi permainan bibir semata. diajukan ke pengadilan adalah H.B.Jassin,
tokoh penting dalam sastra Indonesia.
Achdiat K. Mihardja berpendapat
Di depan pengadilan H. B. Jassin,
bahwa menulisdiIndonesia belum meiruliki antara lain berpendapat bahwa cerita
pendek itu bukan tulisan keagamaan yang
demokrasi, dalam arti bahwa sesuatu menafsirkan suatu agama yang dianut di
masalah dibicarakan secara terbuka dan
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern
penuh toleransi. Mengenai majalah Sastra,
sebaiknya dibicarakan atau didiskusikan di
130
Indonesia,tetapi hanya suatu karya fantasi Jassin beserta rekaman pembelaarmya atas
yang tidak berpretensisebagaikarya agama peristiwa yang menghebohkan itu.
yang hendak meruntuhkan kaidah-kaidah
suatu agama. Cerita pendek itu hanyalah Horisonadalahnamamajalah yang
imajinasi pengarang dan imajinasi itu
bukanlah kenyataan.Jassin menolak cerita pertama kali terbit bulan Juli 1966
pendekitu ditanggapisebagaikarya agama diJakarta dansampaisaatini(tahun
dan menggunakan ukuran kaidah-kaidah 2003)masih terbit.Penerbitnya YayasanIndo
agama. Cerita pendek itu adalah hasil
imajinasi yang mempunyai dunia lain dan nesia. Pendiri Horison ialah Mochtar Lubis,
logika Iain dari karya agama.Oleh karena
itu, cerita pendek tersebut tidak dapat P.K.Ojong,Zaini,AriefBudiman dan Taufiq
diukur dengan akidah-akidah agama. Ismailyang pemah menjadiredaktur,antara
Cerita pendek itu tidak dianggap menghina lain Mochtar Lubis,H.B.Jassin,Zaini,Taufiq
oleh semua orang Islam dan dianggap
menghina oleh segolongan orang yang Ismail,AriefBudiman,Goenawan Mohamad,
dalam keadaan sensitif karena adanya
berbagaifrustrasi dalam masyarakat. Sanento Yuliman, Arwah Setiawan, Ali
Selanjutnya, Jassin, sebagai penang- Audah,Fuad Hassan,M.T.Zen,P.K.Ojong,
gung jawab majalah Sflst?'fl,berpendapat Umar Kayam,dan D.S. Moeljanto.Sasaran
bahwa Kipanjikusmin tidak bermaksud pembaca majalah ini adalah sastrawan,
buruk, malahan dia ingin meningkatkan peminatsastra,dan masyarakatumum.
pengertian dan kesadaran umat."Kami
MajalahHorison adalah majalah khusus
telah dilaintafsirkan dan karena kelainan sastra. Di dalamnya dimuat rubrik cerita
pendek, sajak, esai dan kritik sastra, serta
tafsir itu orang mengira kami telah meng drama. Karya sastra yang dimuat dalam
hina mereka, menghina kepercayaan me- majalah ini merupakan karya-karya
reka yang adalah kepercayaan dan pembaharu. Hal itu terjadi sesuai dengan
keyakinan kami juga. Kami dengan tulus mottonya,yaitu merangsang pemikiran dan
ikhlas telah meminta maaf kepada mereka eksperimen baru di bidang kesusastraan,
yang menganggap bahwa kami telah khususnya, dan kebudayaan umumnya.
menghina dan kami pun telah memohon Karya-karya pembaharu yang dimuatdalam
maafkepada Allah Yang Mahakuasa,yang majalah Horison antara lain "Godlob" dan
kami tahu adalah Maha Pengampun dan "Rintrik" karya Danarto; "Bersatulah
Maha Pemaaf." Akhirnya, tanggal 28 Pelacur-Pelacur Jakarta" karya Rendra;
Oktober 1970, hakim menjatuhkan vonis. "Telepon" karya Sori Siregar,"Cybril" dan
H. B. Jassin dijatuhi hukuman satu tahun "Istriku,Madame Schlitz,dan Sang Raksasa"
penjara dengan masa percobaan dua tahun. karya Umar Kayam,serta "Solitude" dan
"Noctumo"karya Sutardji Calzoiun Bachri.
Akhirnya, Heboh Sastra 1968 merupa-
kan salah satujudul buku H.B.Jassin yang Horison adalah satu-satunya majalah
terbit tahun 1970. Buku itu berisi karangan sastra.Perkembangan kesusastraan diIndo
nesia dapat dilihat melalui majalah ini.
Untuk beberapa lama Horison juga
merupakan tolok ukur bagi karya sastra
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 131
yang bermutu.Begitu pula dengan esaidan Sejak bulan November 1996 Horison
kritik sastranya. Kritik sastra yang dimuat menambahruang untukapresiasisastrabagi
dalam majalah Horison banyak yang siswa SMU,Madrasah Aliyah, dan Pesan-
tren, yang diberi nama Kakilangit. Ruang
diterbitkan kembali dalam bentuk buku, apresiasi ini berbentuk suplemen atau
sisipan dengan jumlah halaman lebih
seperti artikel "Seks, Sastra, Kita" yang banyak daripada halamanisi majalah,tidak
hanya dapat mempertinggi apresiasi,
ditulis Goenawan Mohamad dan dimuat pemahaman, dan kecintaan siswa pada
puisi,cerita pendek,drama,dannovel,tetapi
dalam Horison,No.10,Oktober 1969.Artikel juga diharapkan dapat menggugah mereka
imtuk mengarang.Sebagaimana dinyatakan
inikemudian diterbitkanlagidalam bentuk dalam halamandepannya,Kakilangitiniber-
buku dengan judul yang sama. Selain itu, tujuan mempertinggi apresiasi dan pema
dalam Horison juga banyak dimuat karya haman sastra siswa SMU,SMK,Madrasah
terjemahan dari kesusastraan dunia,antara Aliyah,dan pesantren dengan memperke-
lain,"Demikianlah Ujar Zarathustra"karya nalkan puisi,cerpen,drama,dan novel In
donesia untuk diresapi dan dinikmati,
Friedrich Nietzsche,"WawancaraTerakhir" menampilkan proseskreatifsastrawanIndo
nesia, menambah pengetahuan sastra dan
karya Albert Camus,"Fragmen Surat bahasa sebagaipenunjang kurikulum,serta
tentang Puisi" karya Boris Paternak, dan diharapkan pula dapatmembantu merang-
"Sinar Bulan diatasKolam"karya Yasunari sang bakatsastra yangterdapatpada siswa.
Isi kakilangit,jika didiskusikan di kelas atau
Kawabata. di klub kakilangit dengan bimbingan guru
bahasa dan sastra,akan dapatmemperkaya
Sastrawan yang menulis dalam apresiasi,pengetahuan,dan kecintaansiswa
Horison, antara lain Ali Audah dengan pada khazanah sastra Indonesia. Rubrik
cerpennya"Serigala",Leon Agusta dengan yang mimcul dalam sisipan ini antara lain
sajaknya"Bahan Sebuah Kisah",Darmanto novel atau cerpen dan ulasannya; riwayat
Jatman dengan karyanya "Interferensi hidup pengarang dan proses kreatifnya;
Lontjeng Mekanik", Abdul Hadi WM sajak dan ulasannya; pengalaman guru;
dengan sajaknya "Madura", Daelan pengetahuan bahasa dan sastra; anekdot
Muhamad dengan karyanya "Dalam sastrawan; dan glosari. Siswa dan guru
Hudjan". diberi peluang terbesar untuk mengisi
rubrik-rubrik tersebut.Padasaatpelvmcuran
Antara tahun 1966-1969 majalah ini Kakilangit, Menteri Pendidikan dan
memberikan hadiahimtuk karanganterbaik Kebudayaan,Menteri Agama,dan Menteri
yang dimuat di dalamnya setiap tahun. Koordinator Bidang Kesejahteran Rakyat
Hadiah yang diberikan sebesar Rp5.000,00. menyampaikankatasambutan yangdimuat
Agen majalah ini tersebar diberbagai kota,
seperti Bogor,Cirebon,Serang,Purwakarta,
Bandung,Gombong,Jogyakarta,Magelang,
Pekalongan, Purwokerto, Solo, Salatiga,
Ambarawa, Kebumen,Semarang, Kudus,
Blitar, Banyuwangi, Kediri, Madiun,
Malang, Pasuruan, Palembang, Padang,
PangkalPinang,Sibolga,Lahat,Banda Aceh,
Denpasar, Menado, Samarinda, Kupang,
Makasar,dan Sumbawa Besar.
132 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
diKakilangitl/November 1996.Sejak tahun nangkan dengan Nogati.ISwasta mengalami
1999/2000 Horison juga menampilkan goncangan batin yang dahsyat sampai tidak
lembaran Mastera setiap tiga bulan sekali sadar menerjunkan dirikeSrmgaiPetanu yang
yang memuat karya sastra pilihan dari tiga sedangbanjir.Untunglah,dalam peristiwaitu
negara yang pernah terbit sebelumnya. pelayan yang setia mengikuti gerak-gerik
Swasta dapat menyelamatkannya. Dia
ISwasta Setahun di Bedahulu adalah tertolong hanya sekadar alatatausimbol dari'
pamannya, Manorbawa, yang harus mene-
novel karya Anak Agung Nyoman rima karmapala.
Pandji Tisna yang terbit pertama kali
tahun 1938.Dalam cetakan pertama novelitu Tokoh utama pria dalam novel ini
tertera nama pengarang I Goesti Njoman P. adalah 1Swasta(Semarawima).Tokoh utama
wanita adalah Nogati.Lastiya adalah tokoh
Tisna diterbitkantahun1938oleh BalaiPustaka, penting lainnya. Arya Bera, Lancana, dan
Sukerti merupakan tokoh-tokoh sekunder.Di
Jakarta(dengannomor kode BP 1239),tebal 183 samping itu, terdapat tokoh-tokoh komple-
menter seperti Jadara,Mergayawati,Jasi,dan
halaman.Cetakan kedua tahun 1949,cetakan
Nogata.
ketiga tahun 1955, cetakan keempat tahim
1966 tercantum nama pengarangnya A. A. TemaISwasta Setahun diBedahulu adalah
Pandji Tisna, tebal 251 halaman, cetakan
bahwa manusia harus menerima nasib yang
kelima tahim 1978tebal190halaman,cetakan
keenam tahun 1986 tebal 209 halaman,dan datang dari Tuhan. H. B. Jassin dalam Tifa
Penyair dan Daerahnya (1985) mengelom-
cetakan ketujuh tahun 1991 tebal 209 pokkan novelini ke dalam "novel sejarah".
halaman.Semua cetakan tersebut diterbitkan Dalam buku Pujangga Baru(Prosa dan
Puisi) dimuat satu fragmen dari novel ini,
oleh Balai Pustaka. yaitu "Bertemu dengan I Jadara" (Jassin,
1987:311-320). Novel ini disadur menjadi
Cerita yang dijalin dalam novel ini naskah sandiwara oleh Armijn Pane.
merupakankisah cinta segitiga:Nogatimula-
mula saling mencintai dengan Lastiya. Ibu Kita Raminten adalah novel karya
Karena takutkepada Arya Bera,cinta mereka
dirahasiakan.Kemudian,datangSwasta alias Muhammad All yang diterbitkan tahun
Semarawima. Baik Nogati maupun Swasta 1982 oleh penerbit Sinar Harapan,
saling jatuh cinta pula. Karena cinta Swasta Jakarta. Novel setebal 140 halaman ini
kepada Nogati terbuka, terjadilah konflik sesungguhnya adalah satire atau sindiran
dengan Arya Bera.Sementaraitu,Nogatidan terhadap ibu diIndonesia,seperti Raminten
Lastiya tetap menjalin cinta mereka melalui yang mau melahirkan anak, tetapi enggan
surat dengan perantaraan Jasi. memeliharanya. Yang dijadikan kambing
hitam olehnya adalah kemiskinan yang
Swasta sadar akan kebodohannya menimpa kehidupannya. Novel itu mem-
setelah mengetahui adanya kontak surat perlihatkan bahwa bukan kemiskinan.
antara Nogati dengan Lastiya. Nasib Swasta
lebih memelas lagi karena peristiwa itu baru
diketahuinya ketika Swasta sudah ditu-
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
melainkan ketidakikhlasanlah yang telah MarkesodapatmendntaiStambulkarena dia
membuat wanita menjadi betina.Raminten sangat menyesal atas tindakannya telah
adalah seorang ibu yang tidak pernah
menjadi ibu karena ketidakrelaannya menjual kedua belas anaknya. Sebaliknya,
memelihara anak-anak kandungnya. Dia Ramintenjustru menyesalitindakan Markeso
lebih suka menjadi betina yang tugasnya memeliharaStambul yangtemyata memang
'melahirkan anak saja. nakal danjahat.Sebenamya Stambul berbuat
jahat karena tidak dicintai ibunya, tetapi
Novel ini berawal dengan ditangkap- Raminten mengatakan bahwa Stambul
nya Raminten oleh polisi atas tuduhan keberatan dengan namanya itu. Raminten
membantu anaknya (Stambul) melakukan yangtidak mencintaiStambul,akhirnyajuga
pembunuhan. Dia sendiri tidak dapat tidak dicintai oleh Stambul sehingga begitu
menyangkal atau membenarkan tuduhan Markeso meninggal,Stambul menjualnya
itu karena tercekam oleh kebingungan dan kepadaBabah Wongsebagaipelacur.Karena
penderitaan yang hebat.Berkatpendekatan Babah Wong yang impoten itu mem-
yang ramah dan penuh pengertian dari perlakukanRaminten dengankasar,Stambul
seorang hakim wanita,bernama Ningrum, membxmuhnya.Keduanya akhirnya masuk
Raminten bersedia memberi keterangan.
Akhirnya, Ningrum merasa yakin bahwa tahanan.
Raminten adalah ibu kandungnya, dan
berkatNingrumjuga,Raminten dibebaskan Melalui novelini Muhammad Ali ber-
darituduhan,sedangkanStambuldihukum
lima tahim penjara. pesan bahwa anak bukan tempatsandaran
hidup,tetapijuga bukan barang komoditi.
Kemiskinantelah membuatsuami-istri- Anak adalah titipan Tuhan yangharusdipe-
Raminten-Markeso-enggan memelihara lihara dengan tulus.Tuhan sendirilah yang
anak kandungnya sendiri sehingga sampai akan memberikan rezekinya. Keikhlasan
anak yang kedua belas semuanya dijual memelihara titipan Tuhan inilah yang akan
kepada orang yang membutuhkan anak membuat orang tua berbahagia di hari
dengan harapan agar mendapatkan peme-
liharaan yang layak, yang tidak mungkin tuanya.
diberikan olehnyasendiriyangpenghasilan-
nya hanya dari mengamen di jalanan. Sumardjo,dalamPikiran Rakyat(28Sep
Namun, pada akhirnya keduanya sadar tember 1983) melalui tulisannya yang ber-
bahwa mereka membutuhkan seorang judul "Kehidupan Kaum Underdog Indo
pengasuh di hari tuanya. Oleh sebab itu, nesia" mengatakan bahwa judul novel ini
telah dipilih dengan baik. Dia punya arti
mereka berniat untuk memelihara sendiri
simbolik yang mewamaiisiseluruhnovelini.
anaknya yang ketiga belas.Namxm,anakitu Ibu Kita Raminten bukan hanya ibu
tidak kunjungdatang,Setelahdiusahakanke
Sana kemari dengan segala macam cara anak-anak yang tiga belas itu, tetapi juga
selama lebih dari dua tahun, Raminten
melahirkananak yang mengerikanrupanya. punya makna konotatif. Raminten adalah
ibu kita,ibu Indonesia. Dia selalu melahir
kan anak-anaknya, tetapi tidak pernah
tumbuh baik di bawah asuhannya.Semua
itu adalah akibat kemiskinan, hidup dari
meminta-minta. Namun, yang lebih tepat
134 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
menurut Yakob adalah akibat ketidak- mengatakan kepadanya, sampai ia lulus
SMA,tentang siapa ayahnya. Maria takut
ikhlasan memelihara anak-anak sebagai kehilangan Remon jika mengatakan yang
titipan Tuhan seperti dipesankan oleh pe- sebenarnya.Sebaliknya,Remon mencurigai
hgarang.Ketidakikhlasan menyebabkan ke- sikap ibunya itu sebagai sesuatu yang
tidakmampuan mencintai sehingga dia dirahasiakan.Mvmgkinkah dia anak haram?
tidak dapatmenjadiibu(wanita).Hidupnya Kecurigaan ini menimbulkan keresahan di
tidak lebih dari seorang pelacur (betina). hatinya karena dia ingin membangun hari
Oleh sebab itu,sebagaiimbalannya dia pun depan dengan sesuatu yang jelas.
dilacurkan oleh anaknya.
Kecurigaaimya memuncak ketika dia
Maman S. Mahayana (1992:239) me- melihatibimya bersamaseorang lelaki yang
ngemukakan kesan bahwa pengarang selalu mengliindarinya sehingga dia yakin
hendak menegaskan cinta kasihseorangibu bahwa dirinya memang anak gelap.Halitu
kepada anaknya yang tak akan pemah habis membuatnya berontak dan lari darirumah.
sampai akhir hayatnya.Meskipun anaknya Dalam pelariannya itu dia mendapat
itu amatjahat,nalurinya sebagaiibu mema- kecelakaan dan jatuh ke tangan perampok.
afkan kejahatan dan kebejatan moral Pemimpin perampok itu. Guru Jotak,satu
anaknya itu. kampung dengannya. Dari Guru Jotak
itulah, dia dapat mengetahui siapa bapak
IbuadalahnovelpertamaTahiSimbolon dan ibunya. Bapak Marajo, dan ibu
kandungnya,Tianna,telah menelantarkan-
Novel ini memperoleh Hadiah Peng- nya sejak lahir. Peristiwa itu membuatnya
hargaanSayembara Cerita Anak Muda- makin mencintai ibu angkatnya yang
MudiUNESCO danIKAPI(Ikatan Penerbit dengan tulus telah memeliharanya sampai
Indonesia)tahun1968dan diterbitkan tahun
1969 oleh Penerbit Erlangga. Novel setebal dewasa.
176 halaman ini diawali dengan cerita
tentang kepulangan Remon dari sekolah di Berdasarkan inticerita diatas,novelini
kota untukberlibursetelah menempuh ujian
penghabisanSMA.Ditengah perjalanan dia menampilkan tema pencarian jati diri
berselisih dengan seorang gadis yang seorar\g anak yang tidak pernah mengenal
menurutnya sombong karena diantar oleh ayahnya sampai remaja. Keistimewaarmya
ayahnya. Dia juga bertemu dengan Paman terletak pada tokoh ibu: dia bukan wanita
Marajo yang sangat mempedulikannya, yangbersuamidanjuga bukanjanda.Maria
seolah-olah kepada anaknyasendiri.Kedua menjadiseorang ibu karena telah menemu-
hal itu membuat Remon yang sudah kanbayidantelah membesarkannya hingga
menjadi anak yatim itu ingin tahu siapa bayi itu telah tamat SMA. Sejak dia
ayahnya. menemukan bajd yang kemudian menjadi
NovelSimboloninisebenamya mengi- anak angkatnya,seluruh hidup dancintanya
sahkan kecurigaanRemon,terhadapibunya, diberikan kepadasianaksehingga dia tidak
Maria, karena Maria tidak pernah mau ingin bersuami. Remon adalah segala-
galanya baginya karena kekasihnya yang
pergi merantau tidak kembali dan dia
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 135
sendiri adalah anak tunggal dari ayah dan Ketika bersekolah diSR,dia mempunyai
ibu yang telah meninggal. Hidupnya kawan yang ayahnya seorang dalang. Dari
sepenuhnya untuk Remon. Dia adalah ibu ayah temannya itulah dia banyak mengenal
dan sekaligus ayah bagi Remon. istilah pewayangan, profesi dalang, dan
berbagai cerita, seperti Ramayana dan
Maman Mahayana(1992:146)menyata- Mahabarata. Karena ikut ayah temannya
kan bahwa meskipun tidak banyak kritikus mendalang,dia seringbolos mengaji.Setamat
yang membahas novel Ini, karya itu sangat SR,dia melanjutkanpendidikannyakeSMP,
menarik.Gambarantokoh Mariasebagaiibu lalu keSMA-B diSingaraja.
dan Guru Jotak sebagaibapak mencerminkan
tipeidealseorangibu dan ayah.Pencarianjati Ikranagara merasa beruntung karena
diri tokoh ditampilkan melalui alur cerita ketika masih kecil,ibunya aktifmembelikan
yang rumit demi pencapaian amanat cerita buku-buku,novel,dan berlangganan buku
atau mendukung tema.
terbitan Balai Pustaka. Waktu itu di kota
IkranagaraDramawandanpemimpin
kecil tempat kelahirannya jarang orang
Teater(Siapa)Saja,tergolong seniman membaca buku seperti yang dilakukan
yang serba bisa. Anak pertama dari
sepuluh bersaudara ini dilahirkan di kota keluarganya.Ketika dia bersekolah diSMA,
Negara,daerah Loloan,suatu perkampung- kepalasekolahnyajugaselalu meminjamkan
an muslim di Bali Barat,19September 1943.
Ibunya berdarah Jawa-Bali yang bekerja bukunya karena tahu bahwa Ikra sangat
sebagai guru sekolah rakyat pada zamam
revolusi dan ayahnya berdarah Makassar- tergila-gila pada buku.
Madura yang bekerjasebagai pedagang ke- Masa remajanya di Bali dihabiskan
lontong. Dia belajar membaca dan tafsir
Alquran, tajwid, serta buku kuning pada untuk berteater. Berbagai pementasan
seorangkiaidisalahsatu pesantren yangada drama dilakukannya bersamaPutu Wijaya,
teman satu sekolahnya. Waktu belajamya
di Loloan.
dihabiskan untuk berlatih dan bermain
Tahun 1969, ketika masih menjadi
"seniman gembel" di TIM, dia bertemu teater serta bertindak sebagai sutradara
dengan seorang gadis California bertitel M. sehingga dia tidak naik ke kelas III SMA.
A.,KayGlassbumer,yangsedang mengada- Karena malu,dia pindahkeBanyuwangi.Di
kan penelitian sosiolingustik tentang dialek Banyuwangi kegiatan keseniannya makin
menjadi-jadi. Dia tinggal (kos) di rumah
Betawi. Tahun 1970 mereka menikah dan seorang seniman teater sehingga mulai
mengenal usaha berteater secara profe-
dari pernikahan itu mereka dikaruniai dua sional. Mereka menyelenggarakan per-
orang anak laki-laki, Inosanto (lahir 1970) tunjukkan teater,menyewa gedimg bioskop,
dan menjual karcissendiri.
dan Bino (lahir 1980). Di lingkungan
keluarga mereka menggunakan bahasa Setelah tamat SMA,dia melanjutkan
Inggrissebagai bahasa sehari-hari. pendidikannya ke FakulfasTekruk,Univer-
sitas Gadjah Mada(UGM),menyusul Putu
Wijaya yang telah lebih dahulu menjadi
mahasiswa disana.Barusetahun mengikuti
kuliah difakultasitu,dia pindahke Fakultas
136 Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem
Kedokteran. Tahun 1966 setelah terjadinya "Cinta Biru","Baudot",dan"Kejarlah Daku
peristiwa G-30-S-PKIyangberkaitan dengan Kau Kutangkap".Selainitu,diajuga pemah
terjadinya pergolakan mahasiwa,suasana menjadi wartawan dan redaktur harianIndo
berkesenian benar-benar lumpuh.Dia ikut nesia Raja(1967-1968)dan Berita Buana.
berdemonstrasi,bahkan dipercaya sebagai
penghubung Yogyakarta-Jakarta. Ketlka Selain menjadi aktor teater dan
suasana bertambah gawat, dia kembali ke membuat naskahnya, dia juga memiliki
Bali.Karena kesepian dan kuliahnya beran- kemampuan berkesenian lain, yaitu seni
takan,dia pindah ke Jakarta. lukis yang dikenalnyalebih dahuludaripada
Di Jakarta dia masuk Fakultas Psiko- seniteater.Ketika bersekolah diSR,dia suka
logi,UniversitasIndonesia,dengan maksud sekali melukis potret. Kini di rumahnya,
agar memperoleh pengetahuan untuk JalanTebetBarat VIII No.30,Jakarta Selatan,
dinding-dinding ruang tamu, kamar, dan
kesenian. Namun,di fakultas tersebut dia ruang baca dipenuhilukisannya.
juga merasa jenuh dan kuliahnya tidak Naskah drama yang ditulisnya antara
pemah selesai. lain (1)"Topeng",(2)"Agung",(3)"Para
Narator",(4)"Rang Gni",(5)"Priiiit",(6)
Tahun 1973 dia berangkat ke Hawai "Burrrr",(7)"Sssst" (Trilogi "Cupak"),(8)
mendampingiistrinya yangakan menyelesai- "Rimba Tiwikrama",(9)"Ancemon",(10)
kan P. H. D.-nya. Mereka tinggal bersama "Ritus Buka",(11)"Mumpungisme",(12)
mertuanya, tetapi Ikra berkeliling ke sana "Haha-Haha",(13)"RitusTutup",(14)"SOB",
kemari. Kesempatan itu dipergunakannya (15)"Dor Dor! Dor!",(16)"Saat-Saat Drum
untuk memperdalam pengetahuannya di Band Mengerang-erang",dan(17)"Wayang
Rimba". Drama "Ancemon","Mumpung-
EastWestCentre,Universitas Hawai.DiUni ispie",dan"Haha-Haha" merupakan mono-
log yangsumbemya diambildariberita surat
versitas California dia diminta memberikan kabar tentang berbagai peristiwa,antara lain
tentangKartikaRatna danKusniBCasdutyang
workshop. Karena tertarik, mereka memin- disajikan secara imajinatif. Drama"Topeng"
tanya untuk mengajar di sana (1973-1974). dan"Saat-SaatDrum Band Mengerang-erang"
Setelah istrinya meraih gelar P.H.D.,tahun masing-masing meraih Hadiah Harapan
Sayembara Penulisan Naskah Dewan
1975 mereka kembali ke Indonesia. Kesenian Jakarta tahun 1972dan 1973.
Setelah beberapa tahun bergabung ber Selain menulis naskah drama,diajuga
sama Teater Kecil,pimpinan ArifiriC.Noer, menulispuisi.Karya puisinya antara lain(1)
tahun 1974 dia mendirikan sebuah grup
teater yang bernama Teater (Siapa) Saja. "Tahulah Kita Saudara" dimuat dalam
Tahun 1979 dia bertugassebagai dosen tamu
Horison,No.8Tahim 1967,(2)"Perempuan"
di Universitas California di Davis,Univer dalam Horison No.7Tahim 1968,(3)"Tirai"
dalam Horison No. 11 Tahun 1969,(4)
sitas Ohio,dan Universitas Michigan.Pada
saat yang sama dia juga menjadi seniman "Adakah Dia Bemama"dalam Horison No.
tamu di Theatre Compesino(Los Angeles),
Snake Theatre(San Fransisco),dan diGafres 4 Tahun 1970,(5)""Dia Tidak Bersedia"
Tire(Minneacles). .
Ikranagarasempatbermainfilm,antara
lain dalam"Bemafasdalam Lumpur"(1970),
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem 137
dalam Horison No.4Tahun 1970,(6)"Elang Indonesia adalah majalah kebudayaan
Tak Muncul" dalam Zaman No. 46 Tahun yang terbit sebulan sekali di Jakarta
yang banyak memuat karya sastra.
1980,(7)"Manhattan I-IV, dan (8)"Panra
Ka" dalam Aktuil No. 11 Tahun 1981,(9) Pertama kali majalah ini terbit bulan Juni
1949oleh BalaiPustaka.Tahun pertama Juni
"Kelelawar Terbang Menyilang Bulan
Pucat"dalam Berita Buana 23 Mei 1978,(10) 1949-Mei 1950 majalah ini dipimpin oleh
Idrus dan mengeluarkan 12nomor.Namun,
"Rumah di Jalan Khatulistiwa 45" dalam setelah Konferensi Kebudayaan(Juni 1950),
Republika, 4 Desember 1994, dan (11)
"Mimpi"dalam Republika,25 Juni 2000. majalah ini dipimpin oleh Armijn Pane de
Edijushanan dalam artikelnya berjudul ngan penomoran penerbitan yang dimulai
"Sebuah Sajak Ikranagara" yang terbit dari awal lagi, yaitu nomor ITahun I, Juli
dalam Berita Buana 5Juni 1979 menyatakan
bahwa puisiIkranagara"Kelelawar Terbang 1950. Pada waktu itu majalah Indonesia
Menyilang Bulan Pucat" adalah puisi yang diterbitkan oleh Lembaga Kebudayaan In
penuh dengan gejolak kehidupan.Keseder- donesia bukan oleh Balai Pustaka. Majalah
hanaan, kebodohan, dan keawaman pen-
duduk desa yang diselimuti oleh rasa takut ini hidup hingga September 1965.
terhimpun dalam suatu untaian kata yang
puitis, yang memiliki vitalitas yang gigih, ■■WL;' Sejak Lembaga
bagaikan seekor elang yang menyambar
kian kemari seperti fajar merah. Penyair 1 Kebudayaan Indo-
yang peka akan kehidupan sekitarnya
memulai puisinya dengan sederhana dan MirimwHimrf nesia diubah nama-
manis, tetapi kemudian menukik dan
menerjang dengan penuh kepekaan yang nya menjadi Badan
menarik dan memikat. 1 MusyawarahKebu-
Disamping menulis naskah drama dan K ^ ^ .Ia d(BaMyaKaNn),Nmasaijoanlaahl
puisi,Ikranagarajuga menuliscerita pendek
dan artikel di berbagai surat kabar dan .'1, . Indonesia tetap diter-
majalah,antara lain dalam Minggu Pagi,In
donesia Raya,dan Kedaulatan Rakyat serta di IKs ]ia bitkan oleh BMKN
majalah Trio dan Horison. Di antara cerita dan dicetak oleh PT
pendeknya ialah (1) "Titik-Titik yang
Pemandangan.
Dikodratkan" dimuat dalam Horison No.7 Akan tetapi, sejak
tahim 1959 Indonesia diterbitkan oleh Yayasan
Tahun 1978,(2)"Di Bawah Langit-Langit" Penerbit Kebudayaan.
dalam Sastra No.5 Tahun 1969,(3)"Gung Majalah ini memiliki motivasi mem-
bangun dunia seni dan filsafat. Majalah ini
di-as" dalam Horison No.8Tahun 1970,dan mengalami tujuh kali perubahan redaksi.
(4)"Ha-Ha"dalam Zaman No.3Tahun 1981. Para pemimpin majalah tersebut adalah
Armijn Pane (1950-1955), Achdiat K.
Mihardja (1955-1956), Mr. St. Mohammad
Sjah (1957-Maret 1958), Achdiat K. Mihardja
(Agustus1959-?),dan AnasMa'ruf (1960-an).
Pada awal tahun 1959 majalah Indone
sia mengalamiperubahanukuran, yaitu dari
16 cm X 24 cm menjadi 15 cm x 22 cm.
Ensiklopedia Sastra Indonesia Modem