Julie Norem, Profesor Psikologi dari Wellesley College yang menjadi narasumberartikel
tersebut, meneliti mengapa beberapa orang justru memberi respon
lebihbaikterhadapperistiwanegatif,sebuahsikapyangdisebutnyasebagai"pesimismedefensif".
Penelitiannya menunjukkan bahwa dengan memikirkan segala sesuatuyang bisa berjalan
tidak sesuai rencana, orang-orang ini justru mengurangikekhawatiran mereka dan sering
kali sanggup untuk mengantisipasi hambatan-hambatantersebut.
Dari artikel yang sama, penulis Barbara Ehrenreich menyalahkan krisis finansial2008
kepada para investor yang menolak untuk memikirkan kemungkinan yangburuk
(berinvestasi hanya membayangkan untung besar saja, tidak
maumemikirkanbahwainvestasibisajugamerugi).Nantikitaakanmelihatbagaimanatemuan di
atas sudah dipikirkan oleh para filsuf Stoa sejak 2.000 tahun yanglampau.
Bagaimana dengan agama? Tidakkah agama (seharusnya) menawarkan
caramemperolehkedamaian didunia (selaindisurga)?
Walaupun di atas kertas memang demikian, tetapi dari pengamatan pribadi sayabanyak
orang masih menjadikan agama hanya sebagai "tiket ke surga", di manaritual keagamaan
menjadi sekadar daftar yang harus dicentang untuk memenuhisyarat masuk surga, tetapi
para penganutnya tidak memahami dan menerapkansubstansinya sebagai pedoman
kedamaian dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan,sering kali (interpretasi) agama dijadikan
alasan untuk bertengkar dan menyakitioranglain.
Selain itu, identitas agama sering dijadikan dasar untuk “membedakan", bukanuntuk
mencari kesamaan yang mempertemukan [common ground]. Boro-
boromencarikesamaanantar-agamadankeyakinanyangberbeda,bahkandidalamagama dan
keyakinan yang sama saja kita bisa mencari-cari perbedaaninterpretasi,mazhab, dan ritual
untukdipertengkarkan.
Inisebenarnyasangatdisayangkan,karenaberbagaiagamamenawarkanmutiarakehidupan
yang kaya dan saling melengkapi, tetapi label identitas agama yangberbeda-beda
FILOSOFITERAS 20
justru bisa mendirikan tembok-tembok yang memisahkan, misalnya, '‘Karena
gueKristen gue gak mau membaca kebijaksanaan yang ada di agama Islam,"
atau,“Karena gue Muslim gue gak mau membaca kebijaksanaan yang ada di
agamaHindu," danseterusnya.
Adakahidealternatifyangbisamembantukitamerasalebihtenangdandamai,tanpaterbentur
label danpolitik identitas?
FilosofiTeras
Kira-kira 300 tahun sebelum Masehi (atau sekitar 2.300 tahun yang lalu),
seorangpedagang kaya dari Siprus (sebuah pulau di Selatan Turki) bernama
ZenomelakukanperjalanandariPhoeniciakePeiraeusdengankapallautmelintasiLaut
Mediterania. Zeno membawa barang dagangan khas daerah Phoenicia, yaitusemacam
pewarna tekstil berwarna ungu yang sangat mahal, yang sering dipakaiuntuk mewarnai
jubah raja-raja. Pewarna ini dibuat dari ekstrak siput laut, danproses pembuatannya sangat
melelahkan, karena ribuan siput laut ini harusdibuka dengan tangan hanya untuk
mendapatkan beberapa gram ekstrakpewarna.Karenanyatidak heran barang
inisangatberhargadan mahal.
Malang tidak bisa ditolak, kapal yang ditumpangi Zeno karam. Zeno tidak
hanyakehilanganseluruhbarangdagangannyayangteramatmahal,tetapiiajugaharusterdampar
di Athena. Ini tentunya sebuah cobaan yang besar, tidak hanyakehilangan harta benda,
tetapi juga harus menjadi orang asing yang luntang-lantungdikota yang bukanrumahnya.
Suatu hari di Athena, ia pergi mengunjungi sebuah toko buku dan menemukansebuah buku
filsafat yang menarik hatinya, la bertanya kepada si pemilik tokobuku, di manakah ia bisa
bertemu dengan f i lsuf-f ilsuf seperti penulis buku itu.Kebetulansaatitu
melintaslahCrates,seorangfilsufaliranCynic,dansangpenjual buku menunjuk kepadanya.
Zeno pun pergi mengikuti Crates untuk belajarfilsafat darinya.
Zeno kemudian belajar dari berbagai filsuf yang berbeda, dan kemudian ia punmulai
mengajar filosofinya sendiri, la senang mengajar di sebuah teras
berpilar(dalambahasaYunani
FILOSOFITERAS 22
disebutstoa] yang terletak di sisi Utaradari agora(tempatpublikyang
digunakan untuk berdagang dan berkumpul. Mungkin semacamalun-alun
Yunanikuno ya)di kotaAthena.
Sejak itu, para pengikutnya disebut "kaum Stoa". Dalam prosespenulisan
buku ini, saya menemukan banyak orang sulitmenyebutkan "Stoisisme”.
Karenanya, untuk memudahkan
judulbuku,sayamenyebutnyaFilosofiTeras(terjemahanlangsungdarikata
stoa].
Dari Zeno, filsafat ini dilanjutkan dan dikembangkan oleh para filsuflain,
mulai dari Yunani sampai ke kekaisaran Romawi. Beberapa darimereka
adalah Chrysippus dari Soli, Yunani, yang dianggap sebagaipendiri kedua
Stoisisme; Cato The Younger dari Roma, seorangpolitisi dan negarawan
yang terkenal karena berani menentang
JuliusCaesar;LuciusSenecadariRoma,seorangfilsuf,negarawan,penulis
drama; Musonius Rufus dari Roma, mengajar filsafat di eraKaisar Nero;
Epictetus dari Yunani, terlahir sebagai budak, kemudianmendapat
kebebasan dan tinggal di Roma; dan Kaisar MarcusAurelius, yang dikenal
sebagai salah satu dari Lima Kaisar Yang Baik[TheFiveGoodEmperors).
Stoisismekemudianmeredupdiawalabadke-4,ketikaKekaisaranRomawi
mengadopsi agama Kristen sebagai agama resmi negara.Sekarang, di abad
21, di belahan dunia Barat, filosofi ini mulaipopulerkembali dengan buku-
buku dan presentasiyangmemperkenalkannya kembali ke publik, seperti
karya-karya
dariWilliamIrvine,TimFerris,RyanHoliday,danMassimoPigliucci.
Bahkan, sekarang ada acara tahunan Minggu Stoa [Stoic
Week)padasekitarbulanOktobersampaiNovember,dimanaparapeminatStoisi
sme dari seluruh dunia bisa bersama-sama melakukan refleksidan
mempraktikkan filosofi ini selama seminggu dengan panduanonline.
Saat mempelajari Stoisisme, saya menemukan filosofi ini jauh
darimengawang-awang, atau lebih dari sekadar konsep yang abstrak
dan"intelek”. Stoisisme bersifat sangat practical dan bisa diterapkansehari-
hari. Saya pribadi menemukan alternatif laku hidup (meminjamterjemahan
Romo Setyo Wibowo untuk “way of Z/fe”) yang lebih baikdari
ajaranpositivethinking.
ContohsederhanabagaimanaStoisisimetelahmengubahkaraktersaya
adalahsebagaiberikut.
Dahulu saya bisa berubah menjadi orang yang sangat pemarah jikaterjebak
di dalam...kemacetan. Saya bisa sangat merasa stres,mengalami peningkatan
detak jantung, dan sangat emosional di balikkemudi (bayangkan Bruce
Banner mau berubah jadi Hulk, tapi minusjadi gede dan ijo aja...] Bahkan,
saat saya hanya menjadi penumpangdan tidak perlu mengemudi pun saya
masih mengalami kemarahanini. Jika berada di tengah kemacetan, saya
merasa stuck, terjebak,frustrasi, dan hal ini membuat saya murka. Perilaku
saya sudahsampai mengganggu keluarga. Setelah menemukan dan
belajarmempraktikkan Stoisisme, saya berubah drastis. Kemacetan
sudahtidak membuat saya emosional lagi (bahkan ketika
menghadapiperilaku pengguna jalan lain yang terkadang ajaib dan membuat
sayaingin mengelusdadaayam...).
EfekdariStoisismedihidupsayatidakhanyaterbatas disituasijalanraya.
Stoisisme membantu saya dalam menjalani hidup sehari-haridengan lebih
tenteram dan tidak mudah terganggu oleh hal-halnegatif, kesialan, tekanan
pekerjaan, sampai ke perilaku orang yangmenyebalkan di sekitar. Karena
saya telah merasakan manfaatmempraktikkan Stoisisme, saya ingin berbagi
kepada orang lainmelalui buku ini, siapa tahu Filosofi Teras ini bisa
membantu orang-orang lain seperti saya. Minimal, memulai ketertarikan
untukmempelajarinya lebihdalam.
Satu hal yang saya temui saat mempelajari Stoisisme adalah betapabanyak
prinsip-prinsipnya yang serupa dengan yang diajarkanberbagai agama, orang
tua, nasihat kakek nenek, sampai budaya asliIndonesia. Saat membaca buku
ini, saya rasa akan banyak dari kamuyang berpikir, "Lho, ini sama dengan
ajaran agama saya!" atau, "Ehini kayak kata-kata orang jaman dulu
ya," atau, "Ini seper ti'quotetokoh besar yang itu!" Atau, mungkin kamu
kenal langsung denganorang yang sudah mempraktikkan prinsip-prinsip
filosofi ini walaupunia belumpernahmembacatentangStoisisme.
Bagi saya, prinsip Stoisisme tersebut menunjukkan kebijaksanaanuniversal
yang terkandung di dalamnya. Selain itu, karena ini adalahsebuah aliran
filsafat dan bukan agama/kepercayaan, seharusnyatidak terjadi tembok dan
benturan-benturan yang umum timbuldenganide-
ideyangmemiliki“labelagama”.SayamerasakelebihanStoisisme
adalahsifatnya yangkompatibeldan
r“Seorangpraktisi
Stoaseharusnyamerasakan
keceriaansenantiasadan
k
K
.
sukacitayangterdalam,
karena ia mampu
menemukankebahagiaannyasendiri,
dantidak
menginginkansukacitayanglebih
daripadasukacitayangdatangdariS
eneca(OnHappyLife)
dalam(innerjoys)”
komplementerdenganberbagikepercayaan.Dariyangsangatreligiussampai agnostik
sekalipun bisa mendapat manfaat dari mempelajariStoisisme.
Stoisismejugatidakbersifat"dogmatis”karenaiabukanagamayang
memiliki aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar, atau ada ancamanmasuk
neraka jika tidak dilakukan. Di luar ajaran- ajaran mendasar,
parafilsufStoamemilikipengajaranyangtidakseluruhnyaseragamsatusamalain.
Sebagai filosofi, ia terbuka untuk diperdebatkan atau diadaptasimenurut
kebutuhan masing-masing. Buku ini lebih memusatkan padaprinsip-prinsip dasar
Filosofi Teras yang bisa membantu kita menjalanihidup dan ketidak-pastiannya.
Pada akhirnya, praktisi Stoisisme lebihmementingkan praktik nyata dan
manfaatnya di dalam hidup merekaketimbangmeributkandogmadanteks.
ApaTUJUANUTAMAdariFilosofiTeras?
Mari kita mulai dari apa yang BUKAN merupakan tujuan Stoisisme.Stoisisme
tidak dimaksudkan untuk mendapatkan hal-hal yang
bersifateksternal,sepertisuksesjodoh,disayangbosdanistri(istrisendiri,bukanistri si
bos!), mendapatkan ide bisnis start-up yang gampang memperolehinvestasijutaan
dolar,atau anak-anak yang jenius. Ini yangmembedakannya dari banyak ajaran
self-help populer masa kini. Nantiakan dijelaskan alasan mengapa para filsuf Stoa
tidak mengejar hal- haltersebut.
YangterutamaingindicapaiolehStoisismeadalah:
1. Hidupbebasdariemosinegatif(sedih,marah,cemburu,curiga,baper, dan
lain-lain), mendapatkan hidup yang tenteram[tranquil). Ketenteraman
ini hanya bisa diperoleh denganmemfokuskan diri pada hal-hal yang
bisa kita kendalikan. Kitaakanmembahaslebihlanjutdibagian-bagian
berikutnya.
2. Hidupmengasahkebajikan[virtues).AdaempatkebajikanutamamenurutSt
oisisme:
a. Kebijaksanaan[wisdom):kemampuanmengambilkeput
usan terbaik didalamsituasiapa pun.
b. Keadilan[justice):memperlakukanoranglaindenganadildan
jujur.
c. Keberanian /courage): keberanian berbuat yang benar,berani
berpegang pada prinsip yang benar. Ini bukan‘‘berani’’ dalam
makna sempit, seperti bernyali masukkandang singa
(walaupun jika kita membaca kisah
hidupparafilsufStoa,rasanyamerekajugaakanberanimasukkanda
ngsingajikamemangperlu ...................... ).
d. Menahandiri/temperance):disiplin,kesederhanaan,
kepantasan,dankontroldiri(atasnafsudanemosi).
Saat saya mempelajari Stoisisme, saya menemukan bahwa“kebahagiaan” (dalam
pengertian umum) bukanlah tujuan utama yangdicari dalam filosofi ini. Para
filsuf Stoa lebih menekankan padamengendalikan emosi negatif, dan mengasah
virtue (kebajikan, atauterjemahan lainnya “keutamaan”). Virtue dalam bahasa
Inggris diambildari kata dalam Bahasa Latin virtus, dan kata ini sendiri diambil
daribahasaYunaniarete.Dalamprosespenerjemahanberlapisinitentuadamakna
yang hilang, dan penting untuk kita mengetahui apa makna aslidari kataarete.
Dalam bukunya Stoicism and The Art of Happiness, Donald
Robertsonmenerangkanbahwaaretebermaknamenjalankansifatdanesensidasa
rkita dengan sebaik mungkin, dengan cara sehat dan terpuji. Atau,
kalausaya mencoba menggunakan kata-kata saya sendiri, hidup sebaik-baiknya
sesuaidenganperuntukkankita.
Mungkin lebih jelas jika kita melihat contoh penggunaan arete
dalampenggunaan bahasa Yunani aslinya. Seekor kuda yang kuat, tangguh,dan
bisa berlari kencang bisa disebut memiliki arete (sementara
dalambahasaInggristidakmungkinkudaitudisebutmemilikivirtue,ataudalambahas
a Indonesia kuda itu disebut ‘bajik’). Ini artinya si kuda yang kuatdan berlari
kencang ini sudah menjalankan hidupnya sebaik-baiknyasesuai sifatdan
esensidasardari ‘kuda’.
Filosofi Teras percaya bahwa hidup dengan arete/v/rtue/kebajikan
iniyangharusdikejarolehkitasemua.Bersama-
samadengankemampuanmengendalikan emosi negatif, maka hidup yang
tenteram, damai, dantangguhakanhadirsebagaikonsekuensi.
Namun, untuk bisa hidup dengan arete, kita harus terlebih
dahulumengetahui apa sebenarnya esensi dan peruntukkan kita
sebagaimanusia. Ini yang akan dibahasdibab berikutnya.
Berbeda dari banyak aliran filsafat lain, Stoisisme terasa lebihmenekankan pada
praktik, dan tidak terlalu pada diskusi intelektualmenyangkutide-
idedankonsepabstrak.Semakinbanyaksayamembacamengenai Stoisisme, semakin
saya merasa para tokoh-tokoh filsafat inilebih menyerupai psikolog, konselor,
guru BP (eh, sekarang
namanyaguruBK,BimbinganKonseling,ya?),danlifecoachuntukzamannya.
Mereka adalah pengamat perilaku manusia dan human condition yangtajam,
sangat mengerti kehidupan manusia, bisa
membedakankebahagiaandandamaiyangsubstansialdariyangdangkal, danjuga
pragmatisdalampenerapansehari-hari.
Salah satu alasan mengapa saya menyukai filosofi ini adalah karenaSIAPA PUN
bisa ikut mempraktikkannya tanpa harus bergantung padaatribut-atribut, seperti
kekayaan, prestasi akademis, inteligensi bawaan,warna kulit, suku, karier, atau
profesi. Stoisisme sama sekali tidakterpesonadantidakmementingkanpencapaian-
pencapaiandunia,sepertikekayaan,kesuksesan karier,popularitas,dan lain-lain.
Ini yang menjadikan Stoisisme sebagai filosofi yang bersifat inklusif—merangkul
semua. Harta benda, popularitas, gelar akademisi yangmelebihi panjang nama-
hal-hal tersebut bukan definisi sukses, dan
jugabukanbuktibahwaseseorangmempraktikkanStoisisme.Initampaknyatadari
latar belakang para filsuf Stoa yang beragam, mulai dari politisi,kaisar, pedagang,
sampai mantan budak. Sebaliknya, jika seseorangmemiliki rasa tenteram dan
sukacita yang tidak mudah goyah di situasihidup apa pun, jika ia menunjukkan
kepedulian sosial, jika ia hidup dalamkebajikan, maka inilah buah-buah dari
praktik Stoisisme.
’‘SeorangpraktisiStoaseharusnyamerasakankeceriaansenantiasada
nsukacita yang
terdalam,karenaiamampumenemukankebahagiaannyasendiri,dantid
akmenginginkansukacitayanglebih daripada sukacita yang datang
dari dalam /inner joys/." -Seneca lOnHappyLife)
Damai
dantenteram ini
kokohkarenaberak
ardari
dalam diri kita, bukan
pada hal-hal
eksternalyang bisa
berubah,hancur,ataudi
renggutdarikita.
Tujuan membebaskan kita dari emosi negatif, minimal
menguranginya,rasanyasangatrelevandengan kehidupan
sekarangyangpenuhketidakpastian.SetelahmembacahasilSurveiKhawatirNasional,ra
sanyapemikiran purba ini tetap relevan, bahkan sesudah lewat lebih dari 2.000tahun.
Di dalam artikel "Why Stoicism Matters Today", Kare Andersonmenyebutkan
beberapa alasan mengapa Stoisisme tetap relevan di masakini:
1. Stoisismeditulisuntukmenghadapimasasulit.
Stoisisme lahir di era penuh peperangan dan krisis di Yunani.Filsafat ini
tidak menjanjikan materi ataupun damai di akhirat,tetapi damai dan
tenteram yang kokoh di kehidupan
sekarang.Damaidantenteraminikokohkarenaberakardaridalamdirikita,buk
an pada hal-hal eksternal yang bisa berubah, hancur, ataudirenggut
darikita.
Di era di mana banyak hoaks, fake news, maupun fitnah yangberedar
dengan liar di media sosial ataupun chat group, sertakeriuhan politik
yang sering kali berdampak pada relasi personaldan menyebabkan
perpecahan di masyarakat, rasanya
StoisismesamarelevannyauntukIndonesiasaatini,seperti
halnyadiYunani&Romawi2.000tahun yanglalu.
2. Stoisisme dibuat untuk globalisasi. Stoisisme mungkin
adalahfilsafatBaratpertamayangmengajarkanpersaudaraanuniversal[uni
versal brotherhood). Di tengah dunia yang rasanya
semakinterpolarisasi dengan "kiri” versus "kanan”, "konservatif”
versus"liberal”, tersekat oleh identitas suku dan agama, sebuah
filosofiyang mengajarkan bahwa "kita semua adalah saudara
dalamkemanusiaan” sungguh sangat dibutuhkan. Ini juga pas
dengankondisi Indonesia yang terasa memanas karena politik, di
manalabel-labelpemisahdanpenyekatterasa semakinmenguat.
3. Stoisismeadalahfilsafatkepemimpinan.
Kepemimpinandisinitidaksesempitmemimpintim,organisasi,ataupunnegara
, tetapidimulaidarimemimpindirisendiri.
Stoisismemengajarkankitauntukmemprioritaskanmengendalikandiri
sendiri sebelum mencoba mengendalikan kehidupan danorang-
orangdiluarkita.Stoisismemembekaliparapemimpinuntuktegardidalamkeg
agalandanrendahhatidisaatsukses.
Bekalinibergunabagisiapapun,tidakterbatas
padamerekayangmemangkujabatanresmi.
BukuTheDailyStoicmemaparkanbeberapaorangterkenalyangdiketahui
—berdasarkan pengakuan langsung maupun tulisan-tulisan mereka—mempelajari
dan mempraktikkan Stoisisme dalam kehidupannya, sepertimantan presiden
Amerika Serikat Bill Clinton, aktris Anna Kendrick, aktorTom Hiddleston, penulis
J.K. Rowlings, dan Nicolas Nassim Taleb—penulis favorit saya, yang menulis
buku keuangan The Black Swan\
BukuFilosofiTerastidakdimaksudkanmenjadibukupengantarresmiStoisisme,apala
gi sebagai referensi utama. Buku kecil ini tidak mungkin cukupmenjelaskan
keseluruhan filosofi ini. Saya hanya mengambil inti-inti yangsaya rasakan paling
mudah dan relevan untuk kehidupan sehari-hari, yangsaya gabungkan dengan
insight pribadi saya dan juga perspektif parapraktisi dari bidang-bidang yangsaya
anggaprelevan.
Saya menganjurkan kamu untuk membaca lebih dalam dan menemukansendiri
filosofi ini secara lebih utuh, baik melalui tulisan-tulisan
kontemporermengenainya, atau membaca langsung tulisan-tulisan dari tokoh-
tokohfilosofi ini—walaupun sayangnya hampir semua literatur yang saya
bacamasih menggunakan bahasa Inggris. Referensi di internet juga
sangatbanyak,daritulisansampaivideo,meskipunlagi-
lagisebagianbesarmasihdalambahasaInggris.
Anggaplah buku ini menjadi appetizer (hidangan pembuka)
terhadapfilsafatStoisisme,dansemogadari'hidanganpembuka’ini,kamutertarikuntuk
‘menyantap hidangan utama’, yaitu tulisan-tulisan
mengenaiStoisisime,baikdaripenulisaslimaupunpenuliskontemporerlainnya.
MarikitamulaimemasukiFilosofiTerasini!
BrTujuanutamadari^
F Filosofi Teras
adalahhidup dengan
emosinegatifyangterke
ndali,danhidupdenganke
bajikan(virtue/arete) w
—ataubagaimanakita
Br
•w hidupsebaik-baiknya
•1 <
sepertiseharusnyakitaj
menjadimanusia,
IntisariBab2:
• Filosofi Teras, atau Stoisisme, adalah aliran filsafat Yunani-
Romawipurbayangsudahberusialebihdari2.000tahun,tetapimasihrelevanuntuk
kondisimanusiazamansekarang.
• Sebagaisebuahfilsafat,Stoisismebisamelengkapicarakitamenjalanihidup.Stoisi
smebukanagama kepercayaan.
• Stoisismemengandungbanyakajarandannilai-
nilaiuniversalyangmungkinkitadengardarifilosofilain,nilaibudaya,
atauagama.
• Tujuan utama dari Filosofi Teras adalah hidup dengan emosi negatifyang
terkendali, dan hidup dengan kebajikan (virtue/arete)—
ataubagaimanakitahidupsebaik-
baiknyasepertiseharusnyakitamenjadimanusia.
BABTIGA
HidupS
elaras
dengan
Alam
Saat menulis buku ini, anak saya masih berusia 21 bulan.
Jikamemungkinkan, saya senang menyempatkan diri berjalan-
jalandengannyadikompleksperumahansaatpagiatausorehari.Saya
senang mengamati bagaimana dia berkembang dari bayi yang
tidakbisa apa-apa hingga sekarang sudah mulai berjalan dan
mencobabelajar berlari. Ada yang lucu dari caranya berlari yang
belumsempurna, tangannya masih lurus menggantung dan belum
berayunlayaknya cara berlari orang yang lebih dewasa. Dalam
prosespertumbuhannya, kelak dia akan mengerti bagaimana cara
berlariyang‘seharusnya’.Sampaiiamengerticaraberlariyang‘seharusny
a’,ia selalu tampak kurang seimbang dan sepertinya bisa
tersandungkapan saja.
SatuprinsiputamaStoisismeadalahbahwakitaharus"hidupselarasalam” [in
accordance with nature). Jika kamu langsung mengantukmendengar ini,
atau tiba-tiba teringat pernah membuang sampahsembarangan, tunggu dulu!
"Hidup selaras alam" dalam Stoisismetidak sesempit "memelihara harmoni
dengan lingkungan hidup",seperti tidak membuang sampah sembarangan,
mencemarilingkungan, atau mencintai dan melindungi satwa langka
(walaupuntentu hal-hal ini juga baik dilakukan). Di dalam Stoisisme,
"Alam”[Nature—dengan huruf pertama kapital/ di sini lebih besar
dari"lingkungan hidup”, serta mencakup keseluruhan alam semesta
danseluruh penghuninya.
Dalam konteks nature dari manusia, Stoisisme menekankan satu-satunya
hal yang dimiliki “manusia” yang membedakannya dari"binatang”. Hal
tersebut adalah nalar, akal sehat, rasio, dankemampuan menggunakannya
untuk hidup berkebajikan [life
ofvirtues).Manusiayanghidupselarasdenganalamadalahmanusiayanghidups
esuaidengandesainnya,yaitumakhlukbernalar.
Dikaitkan dengan konsep arete di bab sebelumnya, maka manusiayang
hidup dengan arete/vVrtue/kebajikan adalah ia yang sebaik-baiknya
menggunakan nalar dan rasionya— karena itulah esensi,nature
mendasardarimenjadimanusia.
Yangmenarik,nalar/rasionalitasyangsangatdipentingkandidalamFilosofiTeras
adalahkonsep yang bisa diterimaoleh
36
siapa pun tanpa harus memperdebatkan asal
muasalnya.Mereka yang religius akan memandang
nalar/rasio sebagaisebuah karunia dari Sang Pencipta
dan mungkin bersifatabstrak, dalam arti tidak berwujud
fisik atau bagiandari ruh manusia. Sebaliknya, mereka
yang skeptis dansangat berpegangan pada sains mungkin
melihat nalarmurni sebagai fungsi biologis, produk
evolusi
ratusanributahun,hasilkerjadaninteraksiberbagaibagiandi
otakyangrumit.
It does not matter where it came from. Stoisisme lebih menekankanbahwa
rasionalitas adalah fitur unik dari manusia. Walaupun
ilmupsikiatridansarafmodernmengertibahwafungsinalarbisamenjadirusak/terg
anggu karena gangguan otak atau penggunaan narkoba,tetapi untuk
pembahasan ini kita mengasumsikan fungsi nalar yangsehat
padakebanyakanorang.
Sampai di sini mungkin kamu berpikir, “YA ELAH,
APAISTIMEWANYAINI?GUEJUGAUDAHTAUKALOMANUSIALEBIH
PINTER DARI BINATANG!" Ini mungkin pemahaman lama bagi
kitasemua, tetapi kemudian Stoisisme lebih jauh lagi mengajarkanmengapa
kita harus selalu menggunakan rasionalitas. Argumennyakurang
lebihsepertiberikut:
• Jikakitainginhidupbahagia,bebasdariemosinegatif, kita“harus
hidupselarasdenganAlam".
• Alammemberikanmanusiarasionalitassebagaifiturunikyangmembeda
kannya daribinatang.
• “Hidup selaras dengan Alam" untuk manusia artinya
kitaHARUSmenggunakannalar.Saatkitatidakmenggunakannya,prakti
s kitatidakberbeda denganbinatang.
• Ketika kita tidak menggunakan nalar kita, selain kita
menjadisamadenganbinatang,kitaakanrentanmerasatidakbahagia,kare
na kita telah “tidak selaras lagi dengan Alam”. Bayangkanseekor
singa yang sifat dasarnya adalah tinggal di
savannaluasdialambebas,kemudianharustinggaldikurungansempitdi
kebun binatang. Singa yang hidupnya sudah tidak selaraslagi dengan
Alam ini rasanya sulit merasa 'bahagia’,
bahkanwalaupunmakanannya dijaminsekalipun.
37
Coba kita pikirkan situasi-situasi sehari-hari di mana kita
mungkinkehilangannalar,akalsehat,ataukepaladingin—-walauhanyasesaat:
• Kitamenerimae-mailpekerjaanyang—menurutkita—
sengajamenyinggung perasaan pribadi. Kita segera membalas e-
mailtersebut dengan kosakata berbagai penghuni kebun
binatang(padahal kitatidak berkantordikebun binatang).
• Kita sedang berkendara di jalan, kemudian kendaraan kitadisalip
orang. Serta-merta kita emosi dan marah-
marah,bahkansampaimengejarpenyerobottersebutuntukmembalasden
dam (padahal, kita sedang naik skuter, sementara yangnyalip naik
mobil Ferrari. Etapi ke/ce/erjuga sih kalau lagimacet. ).
• Kita mencium wangi parfum perempuan lain di baju suami dantanpa
berpikir panjang kita menyentuhkan panci ke pipi suami(dengan
kecepatantinggi).
• Kitabaruberkenalandenganperempuancantik,kemudianlangsung
mengajaknya tidur bersama.
• Kita membaca sebuah posting-an provokatif di media sosialdan
langsung emosi, sehingga kita marah-marah di bagiancomment
atau segera mem-forward-nya ke banyak orangtanpa
mengecekdulu kebenarannya.
Di semua contoh situasi tadi, kita sedang tidak menggunakannalar/rasio dan
hanya mengikuti hawa nafsu. Apakah kira- kira semuatindakan tadi akan
membawa hasil yang positif? (Bayangkan nasibsang suami yang dielus panci
dengan kecepatan tinggi tadi).
InilahyangdimaksudkandidalamStoisisme,agarkita"hidupselarasdengan
Alam", yaitu, sebisa mungkin, di setiap situasi hidup, kita tidakkehilangan
nalar kita dan berlaku seperti binatang, yang akhirnyaberujung kepada
ketidakbahagiaan (dan dalam beberapa kasus, benjoldikepalaoranglain).
MakhlukSosial
Selain memiliki nalar, Stoisisme percaya bahwa sifat alami [nature)manusia
adalah social creatures (makhluk sosial). Artinya, kita harushidup sebagai
bagian dari kelompok yang lebih besar. Jika
inidigabungkandenganprinsipmanusiaharusmenggunakannalartadi,seorang
praktisi Stoa—seharusnya— hidup secara sosial, yaitu
tidakmengisolasidiridarimanusialainnya,danjugaberhubungandengan
FILOSOFITERAS 38
oranglainsecararasional.
Percuma kalau kita menjadi bijak dan tahu segala hal, tetapi
memutushubungandengansesamanya.Sebaliknya,percumajugakitaaktifsecara
sosial, tetapi tidak menggunakan nalar, dan bahkan sampaidikuasai emosi
negatif, seperti marah, dengki, dan iri hati. Penggunaannalar dan hidup sosial
berjalan beriringan. Kita semua tahu bahwahidup dengan orang lain pada
kenyataannya memang tidak mudah.Setiap harikita akan berhadapan dengan
perilaku orang lain yangmenjengkelkan. Para filsuf Stoa menyadari
sepenuhnya hal itu,
dannantikitaakanmelihatbagaimanacaranyapraktisiStoisismebisahidup
berdampingan dengan orang lain secara rasional dan
damai,bahkandiantaraorangyang(kitaanggap)menyebalkansekalipun.
KeterkaitanSegalaSesuatudiDalamHidup
(Interconnectedness)
"Hidup selaras dengan Alam” menuntut kita menyadari
adanyaketerkaitan[interconnectedness]dikehidupanini.Stoisismemelihat
segala sesuatu di alam semesta ini sebagai keterkaitan, bagaikanjaring-
jaring raksasa, termasuk semua peristiwa di dalam hidup kitasehari-hari.
Dengan kata lain, kejadian-kejadian yang ada di dalamhidup kita adalah
hasil rantai peristiwa yang panjang, dari peristiwa"besar”
sampaiperistiwayangterkesan “remeh”sekalipun.
Jadi,jikasuatuharikitamenginjakeekkucingdijalan(umumnyatidaksengaja,
saya tidak pernah kenal orang yang senang menginjak eekkucing
.............. ),makainibukanlah sebuahperistiwaacak/random,tetapi
adalah hasil rantai banyak peristiwa lain. Misalnya, si kucing eek di
situkarena memang sudah kebelet dan pada saat itu titik tersebut
tampaknyaman untuk si kucing buang hajat. Kemudian, kita pas
sedangmelewati jalanan tersebut dan sibuk stalking media sosial
mantansampai tidak memperhatikan jalan, dan JREK\ Terinjaklah eek
kucingituolehkita.
39 HENRYMANAMPIRING
Tidak ada peristiwa yang betul-betul "kebetulan". Atau, dengan kata
lain,sesuatuyangsudahterjadidimasalaludansedangterjadipadadetikinijugaadalah hal tak
terhindarkan karena merupakan mata rantai dari peristiwa-peristiwa sebelumnya.
Kamumungkinberpikirbahwainimiripdengankonsep"takdir”.
FILOSOFITERAS 40
PerbedaannyaadalahStoisismetidakmengharuskanadanyadewa-dewiatau Tuhan yang
merancang keterkaitan peristiwa- peristiwa ini. Sebagianfilsuf Stoa
mengatribusikannya kepada Tuhan, sementara sebagian lainnyasekadar melihat alam
semesta bagaikan mekanisme raksasa yang bergerakmenurutihukum-
hukumalam.Samasepertikonsepnalardiatas,tidakterlalupenting "dari mana”
keterkaitan ini ada untuk kita bisa menjadikan Stoisismesebagai laku hidup, yang
penting adalah menyadari bahwa eksistensi setiapmanusia adalah bagian dari Alam
yang lebih besar. Hidup kita sangat terkaitdi jaring semesta ini, dan semua peristiwa
di dalam hidup ini menaati hukumdan aturan”Alam”.
Dunia sains modern mengenal The Butterfly Effect (Efek Kupu- Kupu) didalam
Chaos Theory yang mengingatkan saya pada interconnectedness diStoisisme.
Singkatnya, Efek Kupu-Kupu berkata kepakan sayap seekor kupu-kupu di Amerika
Serikat bisa menyebabkan topan badai di China
beberapawaktukemudian.Waduh!Lebayamat?Masakiya?EfekKupu-
Kupuiniseringdijadikan ilustrasi dalammenjelaskanChaos Theory.
Menurut sains, di dalam sebuah sistem nonlinear (seperti cuaca),
perubahankecilsaja(sepertikepakansayapkupu)diwaktudantempat
yangtepat,bisamenyebabkan reaksi berantai yang berujung pada perubahan yang
sangatbesar (seperti topan badai di tempat lain yang jauh). Menurut saya, teorisains
modern ini sesuai dengan interconnectedness di dalam Filosofi Terasyang
berusia2.000tahunlebih.
Kembalikekehidupansehari-harikita.Cobakitamembayangkanperistiwa-peristiwa
penting dalam hidup kita yang tentunya lebih signifikan
daripadamenginjake'ekkucingdijalan.Bisadimulaidariproseskelahirankita.
Tidakkah kita bisa merunut ke belakang rantai peristiwa yang akhirnyaberujung
kepada kelahiran kita? Dan mungkin kita akan menemukan hal- halsignifikan di
hidup kita sekarang adalah hasil rantai panjang
konsekuensisebuahperistiwasepelebelasanataubahkanpuluhantahunyanglampau.
Misalnya:
• Bagaimanakitabisaadadidunia?Karenaselamakira-kirasembilanbulan kita
dikandungibu kitadenganbaik.
• Bagaimanaibukitabisamengandungkita?Well,tidakperludijelaskandisiniharusn
ya,ahem.Yagitu deh, bapaknakal....
• Bagaimana terjadinya “ehem-ehem" itu? Karena ayah dan ibu
kitasebelumnyamenikah.
• Mengapa mereka menikah? Karena sebelumnya mereka
mungkinsudahpacaranselamabeberapalamadankemudianmemutuskanuntu
k mengikattalipernikahan.
41 HENRYMANAMPIRING
• Bagaimanamerekaawalnyabertemu?Karenadikenalkanolehtemanyang
merasamerekaberduaakancocok.
• Bagaimanatemaninitahukeduacalonorangtuakitaini?Karenadiakebetulanadal
ahteman kuliahmereka.
• Bagaimanaorangtuakitabisamenjaditemankuliahdenganorangini? Karena
orang tua kita secara terpisah memilih, atau dipaksa,untuk
kuliahditempattersebut.
• Danseterusnya,danseterusnya.
Maka, jika dirunut, kelahiran kita di dunia ternyata adalah konsekuensi darimata
rantai peristiwa hidup yang sangat panjang, yaitu gabungan
banyaknyaperistiwadankeputusan-
keputusanyangdiambilparapelakuhidupdisekitarkita danjugaorang-orangyangtidakkita
kenal.Hal iniberlakuuntuk''seluruh” hal yang pernah dan sedang terjadi di dalam
hidup kita, baik besarmaupun ‘‘kecil”. Dari tempat kita akhirnya bersekolah/kuliah
atau bekerja,sampai kejadian kita ketinggalan kereta, semua peristiwa-peristiwa
inisesungguhnya tidak "berdiri sendiri” [isolated], tetapi hanyalah bagian darimata
rantai peristiwa yang terus bersambung. Filosofi Teras melihat semuaperistiwa hidup
sebagai sebuah keteraturan kosmos dari peristiwa-peristiwaterkait
yangmengikutiaturanalam.
FILOSOFITERAS 42
Hidupselarasdengan
Alam artinya
kitaharussebaik-
baiknya
menggunakan
nalar,akalsehat,rasi
o,
karena itulah
yangmembedakanmanu
sia.dan binatang.
Karena keterkaitan (termasuk di dalamnya semua peristiwa
dikehidupankita)adalahbagiandari“Alam”[Nature],maka“melawan
atau mengingkari peristiwa yang terjadi" dianggap sama
dengan“melawanAlam”,dansepertitelahdijelaskansebelumnya,Stoisismemengaj
arkanagarmanusiahidup“selarasdenganalam”.
Melanjutkan contoh sebelumnya, marah-marah karena sepatu Jordanterbaru
kita menginjak e’ek kucing adalah melawan alam dan sebuahkesia-siaan
(lebih sia-sia lagi marah-marah kepada sang empunyae’ek.] Begitu juga
dengan menyesali kondisi kita dilahirkan, entah itukondisi keluarga, negara
kita dilahirkan, kondisi kesehatan kita saatdilahirkan,danlain-
lain.Semuanyasudahterjadimengikutiketeraturan"Alam”.Jadi,untukapadisesali,
ditangisi,dandisumpahserapahi?
Semuahalyangtelahterjadidimasalaludanbarusajaterjadi detikini
—termasuk sekarang saat kamu sedang membaca buku ini—
terjadimengikuti aturan "Alam" ini. [Forfun, coba dirunut peristiwa-
peristiwayangmenyebabkankamu detikinisedangmembacabukuini).
Apakah artinya filosofi ini mengajarkan pasrah pada keadaan?
Samasekalitidak!DibabberikutkitaakanmemahamimengapapenerimaanStoisisme
akan peristiwa hidup sama sekali tidak sama dengankepasrahantotaL
IntisariBab3:
• ManusiaharushidupselarasdenganAlamjikainginhidupyangbaik.
• KeluardarikeselarasandenganAlamadalahpangkalketidakba
hagiaan.
• HidupselarasdenganAlamartinyakitaharussebaik-
baiknyamenggunakan nalar, akal sehat, rasio, karena itulah
yangmembedakan manusiadan binatang.
• Filosofi Teras percaya bahwa segala sesuatu di Alam ini salingterkait
(interconnected), termasuk di dalamnya segala peristiwayang
terjadididalam hidupkita.
• Melawan atau mengingkari apa yang telah terjadi artinya keluardari
keselarasandenganAlam.
BABEMPAT
Dikotomi
Kendali
H > A ita kalah tender", kira-kira begitu bunyi e-mail yang masuk ke
inboxsaya. Sebuah tender proyek yang f B proposalnya sudah dikerjakan
selamaberhari-hari oleh perusahaan tempat saya bekerja, bahkan sampai
masukkantor hari Sabtu dan Minggu, akhirnya berujung dengan kekalahan.
Calonklien akhirnya menyerahkan bisnisnya ke pihak lain. Tentunya saat
pertamakalimembacae-
mailitu,sayamerasalumayankecewa.Siapasihyangtidakingin memenangkan
tender? Kekecewaan ini kemudian berlanjut menjadipikiran-pikiran yang
mengganggu, "Di mana salah kami ya?", ‘Apakaheksekusi idenya kurang
baik?", "Apakah ada tutur kata yang salah saatpresentasi?", dan seterusnya.
Pada akhirnya, saya harus menegur diri sayasendiri untuk berhenti. Kami
tentunya harus mengevaluasi diri, tetapi tidakperlu sampai menyesali secara
berlebihan. Keputusan calon klien tidak adadalam kendali kami. Kami
memang bisa berusaha sebaik-baiknya dalammenyiapkan proposal, tetapi
keputusan akhir sepenuhnya sudah di luarkekuasaan kami. Mengingat
kembali hal ini membantu membuat sayamerasa sedikit lebih tenang. Masih
ada hari esok yang masih harusdiperjuangkan.
Somethingsareuptous,somethingsarenotup
to us"
- Epictetus[Enchiridion]
“Adahal-haldibawahkendali(tergantungpada)kita,adahal-halyangtidakdi bawah
kendali(tidak tergantungpada)kita.”
Jikaharusmemilihhanyabisamengingatsatukutipansajadariberbagaitekstentang
Filosofi Teras, biarkan kalimat dari Epictetus di atas yang selalupembaca ingat.
Kalimat ini begitu sederhana, begitu mudah dipahami, danmungkin saat ini kamu
berpikir, "HAH, NENEK-NENEK GEN-X JUGA TAU,APALAGI GUE YANG
MILENIAL!" Namun...apakah kamu benar-benarTAHU? Sekadar pernah mendengar
dan “merasa” tahu tidak sama denganbenar-benar "tahu”, yaitubenar-benar
meresapi,mendalami,danmenerapkannya.
46
• -t
(Epictetus)
Prinsip ini disebut "dikotomi kendali” [dichotomy of control). Bisa
dibilangsemua filsuf Stoa sepakat pada prinsip fundamental ini, bahwa ada hal-
haldidalamhidupyangbisakitakendalikan, danadayangtidak.Hal-
halapasajayangmasukkedalamkedua definisiinimenurutStoisisme?
TIDAKdibawahkendalikita:
• Tindakanoranglain(kecualitentunyadiaberadadibawahancamanki
ta).
• Opinioranglain.
• Reputasi/popularitaskita.
• Kesehatankita.
• Kekayaankita.
• Kondisi saat kita lahir, seperti jenis kelamin, orang tua,saudara-
saudara,etnis/suku,kebangsaan,warnakulit,danlain-lain.
• Segalasesuatudiluarpikirandantindakankita,seperticuaca,gempa
bumi, danperistiwaalamlainnya.
• Adabanyakhal-halyangbelumadadimasaparafilsufStoahidup, tetapi
dapat kita kategorikan di sini, seperti hargasaham, indeks pasar
modal, razia sepeda motor, dan nilaitukarrupiah.
DIBAWAHkendalikita:
1. Pertimbangan[judgment],opini,ataupersepsikita.
2. Keinginankita.
3. Tujuankita.
4. Segalasesuatuyangmerupakanpikirandantindakankitasendiri.
Lebihlanjut,EpictetusmenjelaskandalambukuEnchiridion,
"Hal-hal yang ada di bawah kendali kita bersifat merdeka,
tidakterikat,tidakterhambat;tetapihal-
halyangtidakdibawahkendalikitabersifatlemah,bagaibudak,terikat,danmili
koranglain.
Karenanya,ingatlah,jikakamumenganggaphal-halyangbagaikanbudak
sebagai bebas, dan hal-halyang merupakan milik orang lainsebagai
milikmu sendiri...maka kamu akan meratap, dan kamuakan selalu
menyalahkan paradewa dan manusia.”
Dalam bahasa gampangnya: siap-siap saja kecewa cuy kalau
loterobsesipadahal-
haldiluarkendalilo,sepertiperbuatan/opinioranglain,kekayaankita,bahkan
sampaikesehatan kitasendiri.Atau,
FILOSOFITERAS 48
menyesalikondisikitaterlahirmisalnya.Awaleksistensikitadiduniainiadalah sebuah
halyang sangat diluarkendalikita.
Kita tidak pernah meminta untuk dilahirkan (ini adalah konsekuensiperbuatan
orang tua kita di sebuah malam yang dingin dan romantis,saat hujan baru usai
dan bulan purnama...) dan kita sama sekali
tidakmemilikihaksuarauntukmenentukanjeniskelaminkita,warnakulitkita(walau
nanti saat sudah dewasa boleh dicoba diganti), jenis rambut kita(lurus, keriting,
jigrak], kesehatan kita (memiliki anggota tubuh yanglengkap atau disabilitas),
sampai etnis/suku dan kewarganegaraan kitasaat lahir.
Banyak orang sampai usia dewasanya masih menyesali kondisi diaterlahir.
Pikiran-pikiran seperti, “Mengapa saya terlahir menjadi
orangSunda,padahalseharusnyasayaorangViking!”,“Mengapasayaterlahirdi
tahun 1990-an, padahal saya maunya lahir di jaman Star Trek?”,"Mengapa saya
punya rambut keriting?”, "Mengapa saya pendek?”, danlain-lain. Bagi Filosofi
Teras, penyesalan seperti ini adalah kesia-siaan,karena menyesali halyang
adadiluarkendalikita.
Stoisisme mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati hanya bisa datangdari
"things we can control", hal-hal yang di bawah kendali kita.
Dengankatalain,kebahagiaansejatihanyabisadatang daridalam.Sebaliknya,kita
tidak bisa menggantungkan kebahagiaan dan kedamaian sejatikepada hal-hal
yang tidak bisa kita kendalikan. Bagi para filsuf Stoa,menggantungkan
kebahagiaan pada hal-hal yang tidak bisa kitakendalikan, seperti perlakuan
orang lain, opini orang lain, status danpopularitas (yang ditentukan orang lain),
kekayaan, dan lainnya adalahtidak rasional.
Di bab sebelumnya, kita sudah melihat bagaimana
Stoisismemengajarkanbahwakitawajibmenggunakannalardanrasionalitasagarsel
aras dengan alam dan terhindar dari kebiasaan menyalahkan Tuhandan orang
lain (pernah menyalahkan Tuhan atau orang lain
untukurusanrezeki,reputasi,ataukesehatan kita?Udah,ngaku aja...].
Menggantungkankebahagiaanpadahal-halyangdiluarkendaliitutidakrasional,
karena bagaimana kita bisa benar-benar bahagia jikapencapaian akan hal-hal
tersebut tidak sepenuhnya berada di tangankita? Hal-hal ini tidak merdeka,
bagaikan budak, dan merupakan milik(atau ditentukan) orang lain. Jika kita
hanya bisa merasa bahagiadengan hal-halyang ada di luar kendali kita, ini sama
saja denganmenyerahkan kebahagiaan dan kedamaian hidup kita ke
pihak/oranglain.PerilakutersebutbertentangandenganFilosofiTeras,sepertiyang
49 HENRYMANAMPIRING
akankitabahasberikut.
Sampai di sini, mungkin ada dari kamu yang berpikir, tidakkah kekayaandatang
dari kerja keras dan ide-ide start-up brilian kita?
Tidakkahketenaranbisadibangundenganjerihpayahkita,sepertimisalnyamem-
post/ngratusanselfiedanvideodimediasosial?Apalagisoalkesehatan
—masak sih ini di luar kendali kita? Sejak kecil, kita diajarkan untukmemelihara
kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat
danberolahraga.Harusnya,kekayaandanketenaran,apalagikesehatan,termasukdalam
hal-halyang bisa kitakendalikandong?
Disinilahpentingnyamemahamibahwa“kendali”bukanhanyasoalkemampuankita“memp
eroleh”,tetapijuga“mempertahankan”.
Kenyataannya, kekayaan, ketenaran, dan kesehatan memang
bisadiusahakanuntukdimiliki,tetapiapakahkitayakinbisasepenuhnyamempe
rtahankannya? Atau, sesungguhnya semua itu adalah hal-halyang sangat
rapuh, ringkih, dan mudah lenyap bagai asap rokokdisedot pemurniudara?
• Kekayaan bisa lenyap dalam sekejap. Rumah, mobil, atau tas mewahkita bisa
terbakar. Bisnis kita bisa bangkrut atau disita pemerintah.Bencana alam
bisa melenyapkan properti kita dalam sekejap. Pasarsaham dan investasi
lain kita bisa merosot mendadak (dapat salamdari koleksi batu akik dan
Investasi Pandawa). Kita berpikir orangtua kita tajir melintir kepuntir,
sampai tiba-tiba suatu hari rumah kitakedatangan tamu dengan rompi
oranye KPK.
Sesungguhnya,kekayaanbisadibangun,tetapimempertahankannyatidaksemu
dahitu. Filosofi Teras dimulai oleh seorang pedagang kaya yangkehilangan
FILOSOFITERAS 50
Siapapunyang
menginginiatau
CC hal-halyangada
menghindari
diluar
kendalinyatidakpernahakanbenar-
benar merdekadan
bisasetia padadirinyasendiri,
tetapiakanterusterombang-ambing
terserethal-
haltersebut,”ujarEpictetusdala
m
Discourses.
kekayaannyadalamsekejapdikapal
karam. Zenotahu
betulbahwa
hartamiliknyaad
alah"tidaktergant
ung
padanya".
Ketenaran.Yakinkahkitabisasepenuhnyamempertahankanketenaran?Popularitas
yang dibangun bertahun-tahun dengan susah payah bisalenyap dalam sekejap
hanya karena salah omong/salah posting di mediasosial, sekadar mendukung
calon kepala daerah yang "salah", atau fotoena-ena dengan mantan tiba-tiba
tersebar. Sesungguhnya, ketenarandan reputasi kita sangatlah rapuh. Artinya,
sebenarnya ketenaran di luarkendali kitasepenuhnya.
Persahabatan.Karenapersahabatanmelibatkanoranglain,makasudahjelas hal ini di
luar kendali kita, walaupun kita sudah melakukan segalaupayauntuk
mempertahankannya.Kitabisa bersikap jujur,
menghormati,menghargai,danberusahamenyenangkanteman,tetapitetap saja
persahabatan bisa menjadi dingin dan mati karena satu danlainhal, misalnya
sama-sama naksirorangyang sama!
Kesehatan. Ini pasti bagian yang paling membingungkan, tetapi
sangatmudahdijelaskan.Mengapakesehatantidaktermasukhalyangbisakitakendali
kan? Bayangkan skenario ini: seseorang hidup sangat sehat,menjaga makanan,
tidak merokok (apalagi narkoba), tidak mabuk-mabukan, olahraga teratur,
mencukur bulu ketiak setiap minggu, dansemua kebiasaan sehat lainnya.
Namun, suatu hari dia didiagnosismenderita kanker— yang menurut
pengetahuan medis saat ini masihbisa dipengaruhi faktor keturunan/genetik.
Atau, orang yang
samatravelingkebelahandunialaindanterinfeksidengankumansetempat.
Atau, orang yang sama sedang lari pagi dan tiba-tiba ditabrak secaratidak
sengaja oleh anak muda yang baru pulang party dalam keadaanmabuk, dan
pada akhirnya orang tersebut menderita cacat seumurhidup. Sesungguhnya,
sama seperti kekayaan, kesehatan sewaktu-waktu bisadirenggutoleh nasib.
Jadi, menyangkut hal-hal di luar kendali kita seperti kekayaan,reputasi, dan
kesehatan, bahkan sesudah memilikinya, kita akanselalu dihantui rasa was-
was kehilangan hal-hal tersebut. Karenasemua ini berada di luar kendali kita,
maka kemungkinan hal tersebuthilangbenar-
benarnyata.Kitabisakehilangankarier,reputasi,status,pacar, maupun harta
dalam sekejap. Lalu, karena tidak berada dibawah kendali kita, maka hal
tersebut bisa direnggut sewaktu-waktudari kita, dan tidak masuk akal untuk
menggantungkan kebahagiaanpada hal-hal yang kapan pun bisa lenyap dari
hidup kita. Filsuf Stoamengambil pendekatan yang sangat logis, ngapain lo
bahagia untuksesuatuyangsewaktu-waktubisahilang?
"Siapa pun yang menginginiatau menghindarihal-halyang adadiluar
kendalinya tidak pernah akan benar-benar merdeka dan bisasetia pada
dirinya sendiri, tetapi akan terus terombang- ambingterseret hal-hal
tersebut,” ujar Epictetus dalam Discourses. Menarik disini bahwa Epictetus
mencatat dua sikap umum terhadap hal-hal diluar kendali kita:
mengingininya [seperti mengingini kekayaan,popularitas,kecantikan,
danlain-lain),danjugamenghindarinya.
Kitabisaterobsesimenghindarihal-halburukdalamhidupkita,seperti
kemiskinan, kesusahan hidup, kejahatan, kematian, dan lain-
lain.Namun,samadengankeinginan,makamenghindarihal-halyang
di luar kendali kita adalah kesia-siaan. Keinginan dan ketakutan akanhal-hal
di luar kendali kita bagaikan rantai yang membelenggu,sehingga kita tidak
pernah benar-benar merdeka. Ketika segalakeputusan hidup kita didorong
dan dipengaruhi oleh nafsu inginmemiliki—ataumenghindari—hal-
haldiluarkendalikita,sebenarnyakitatelahdiperbudakhal- haltersebut.
Jika ingat empat kebajikan/wrfue dalam Filosofi Teras
(keberanian,kebijaksanaan, menahan d'\r'\/temperance, dan keadilan),
maka duadiantaranya(keberanian dan menahandiri) adalah sikapmenghadapi
hal-hal di luar kendali di atas. Manusia yang rasionaldiharapkan bisa
menahan diri dari keinginan akan hal-hal di luarkendali kita (harta benda,
reputasi, kenikmatan ragawi
sepertimakanan,minuman,seks,kesehatan).Sebaliknya,keberaniantimbulkar
ena kitasadar
kebahagiaan kita tidak tergantung pada hal-hal di luar kendali kita.
Jikakekayaan,reputasi,
kesehatankitadiambildarikita,kitabisatetapbahagia,jadimengapatakut?
PasrahpadaKeadaan?
Dengan dikotomi kendali seperti di atas, apakah Stoisisme mengajarkan kitauntuk pasrah
pada keadaan? Sama sekali tidak. Di semua situasi, bahkan saatkita merasa tidak ada
kendali sekalipun, selalu ada bagian di dalam diri kita yangtetap merdeka, yaitu pikiran
dan persepsi. Ada sebuah analogi menarik di
dalamliteraturStoisismeyangmenjelaskantentangkemerdekaandidalamsituasiyangtidak
bisakitakendalikan:
Bayangkanseekoranjingyangterikatlehernyakesebuahgerobak.Saatgerobak bergerak,
anjing ini punya pilihan. Pertama, dia bisa ngotot pergiberlawanan arah dengan si
gerobak, yang hasilnya adalah lelah, karena dia tidakmungkin bisa menang melawan
gerobak itu, dan lehernya akan tercekik sampaitersengal-sengal. Pilihan kedua, dia bisa
memilih untuk berjalan mengikuti arahdan kecepatan si gerobak tanpa harus tercekik.
Bahkan, dia masih bisamenikmati pemandangan—dan bergenit ria dengan anjing lain di
jalan. Ketikaanjing ini melawan hal-hal yang di luar kendalinya, dalam hal ini gerobak
yangberjalan,diahanyamenemuipenderitaan.Namun,ketikadiamemfokuskanpada hal yang
bisa dikendalikan, yaitu mengikuti gerobak,
menikmatipemandangan,sambilmengedipkanmatapadaanjing-
anjinglain,makadiatetapbisamerasabahagia.
Kalaukitaberpikiranalogianjingdiatasterlalu“kejam”untukditerapkandisituasi manusia,
coba bayangkan pengalaman kedua orang berikut. Pertama,ada Vice Admiral James
Stockdale, seorang pilot Angkatan Laut Amerika Serikatyang terjun di Perang Vietnam.
Stockdale menerbangkan 150 misi terbang diatas wilayah musuh, Vietnam Utara, dan
pada September 1965, pesawatnyaditembak jatuh di wilayah musuh. Stockdale berhasil
menyelamatkan diri denganterjun keluar menggunakan parasut. Filosofi Teras yang
dipelajarinya
akanmenjadibekalnyabertahanhidup,secarafisikdanmoril.Saatiaharusmemasukiwilayah
musuh, Stockdale berkata pada dirinya sendiri, "Saya meninggalkanduniateknologi,
danmemasukiduniaEpictetus."
Sesudah ditangkap, Stockdale dikeroyok dan dipukuli oleh tentaramusuh
sedemikian rupa yang di kemudian hari menyebabkan iaberjalan pincang
untuk seumur hidupnya. Stockdale ditahan sebagaitawanan perang selama
7,5 tahun, dan lebih dari 4 tahun dari masaitu dihabiskan dalam sel isolasi
(bayangkan, kamu tidak bisaberhubungandengan manusia
lainselamalebihdari4tahun!).
Selama ditawan,Stockdale disiksaselama15kali.Selama ditahanan itu juga,
Stockdale berusaha mempertahankan moriltawananyang lain dan
menghiburmerekajikamerekaakhirnyatakluk di bawah penyiksaan fisik.
Sesudah bertahun-tahun melaluiisolasi, cedera permanen, sampai
penyiksaan, akhirnya Stockdaledibebaskan dan kembali ke Amerika Serikat.
Beliau kemudianmenuliskan esai berjudul “Courage Under Fire: Testing
Epictetus'sDoctrines In A Laboratory of Human Behavior" [Keberanian
DalamSerangan:MengujiDoktrinEpictetusDiDalamLaboratoriumPerilakuM
anusia), bagaimana Stoisisme membantunya melalui
episodepalinggelapdalam hidupnya.
Kedua, jika kamu mengalami situasi di mana ayah, ibu, saudara laki-laki,
dan istrimu yang sedang hamil harus mati di kompleks tahanan[ghetto] dan
kamp konsentrasi di waktu yang berdekatan, apakahkamu bisa tetap waras
dan tegar? Itulah yang dialami Viktor Frankl,seorang psikiater yang hidup di
Austria saat Perang Dunia II.
KetikatentaraNaziJermanmemasukiAustria,Frankldankeluarganyayangketur
unan Yahudi diciduk dan dikirim ke ghetto Yahudi, kemudiandipindahkan
lagi ke kamp konsentrasi. Ayah Frankl meninggal dighetto pada 1943, lalu
ibu, saudara laki-laki, dan istrinya dibunuh dikamp konsentrasi.
Selama di kamp konsentrasi, Frankl tetap aktif bekerja
menyediakankelaspengajarandanjugalayanankesehatanbagisesamatawanan,s
ampai akhirnya ia dibebaskan dengan datangnya pasukan AmerikaSerikat.
Seusai Perang Dunia II, Frankl kembali ke Vienna danmenulisbuku
mengenaipengalamannyadikampkonsentrasi.
Bukunya yang berjudul Man’s Search for Meaning
(PencarianManusia akan Makna] menjadi salah satu buku psikologi
palingpopulersepanjangmasadanmenjadibasisuntukterapipsikologiFrankl
yangdisebut Logotherapy.
Daripengalamannya,Franklmenyimpulkanbahwadidalamsituasiyang
paling menyakitkan dan tidak manusiawi, hidup masih
bisamemilikimakna,dankarenanya,penderitaanpundapatbermakna
[meaningful).Kitatidakbisamemilihsituasikita,tetapikitaselalubisamenentukansikap[atti
tude) kitaatassituasiyangsedang dialami.
Kisah kedua tokoh di atas cukup memberikan jawaban apakahFilosofi Teras
artinya identik dengan "pasrah pada keadaan”. BaikStockdale maupun
Frankl berada di situasi yang tidak bisadikendalikannya—
ditahanolehmusuhperang—tetapidalamkondisiyang terkesan dibatasi,
ternyata mereka masih memiliki kebebasanuntuk "memberikan respon”.
Baik respon di dalam diri, di dalampikiran (menolak untuk menyerah dan
putus asa), sampai responeksternal (tetap memilih aktif membantu sesama di
dalam situasinestapa).
SepertidikatakanEpictetusdalamDiscourses,
"Misalkansayaharusmati.Haruskahsayamatisambilmenjerit-jerit
danmenangis?
Atau, tangan dan kaki saya harus dirantai. Haruskah
sayamelakukannya sambilmengeluhdanmenggerutu?
Saya harus dibuang [exiled]. Adakah yang bisa
menghentikansayauntukmenjalaninyadengansenyumandantetaptenang
?”
Tidak ada kemerdekaan yang benar-benar hilang, bahkan di situasi dimana
seolah kebebasan kita sudah direnggut sama sekali, atausituasi yang tampak
sudahsangatgelapsekalipun.
DikotomiKendalidiSituasiSehari-hari
Dalam kisah Admiral Stockdale dan Viktor Frankl di atas, jelas
sekalipenerapan dari apa yang dimaksud para filsuf Stoa
mengenaimemisahkan hal-halyang bisa dikendalikan dan yang tidak.
Fokuskepada hal-halyang bisa kita kendalikan bisa membantu kita
melaluimasa hidup tersulit sekalipun, karena sikap dan persepsi kita
"adasepenuhnyadibawahkendali kita”.
Saya rasa sebagian besar pembaca buku ini mungkin tidak akanpernah harus
menghadapi risiko ditawan musuh di dalampeperangan. Namun, jika
Filosofi Teras bisa membantu AdmiralStockdale dan Viktor Frankl dalam
menjalani situasi terberat
hidupmereka,tentunyafilosofiinibisalebihbanyakmembantukitadalammengha
dapi tantangan hidup yang mungkin tidak seberat
dansekeraskeduaorangtersebut.
Mari kita ambil situasi umum di antara para pembaca muda, yaitu firstdate,
atau kencan pertama, situasi yang bisa menyebabkan penuhkecemasan bagi
kedua belah pihak. Filosofi Teras bahkan bisaditerapkan di sini. Rasanya,
hampir sebagian besar dari kita pastimerasa deg-degan saat akan nge- date
pertama, apalagi jika orangyang diajak kencan sudah lama kita idam-
idamkan. Ketakutan palingbesar adalah, "Apakah kencan gue akan
sukses?", "Apakah diabakalan tertarik sama gue?", Apakah orang
tuanya bakalan melepasanjingdobermansaatguememencet
belrumahnya?",danlain-lain.
Dengandikotomikendali,kitabisamemisahkankencanpertamainimenjadibeberapab
agian.Misalnya dariperspektifsicowok:
• Perasaan si cewek tersebut. Ini sudah jelas di luar kendali
kita.ParafilsufStoaakanberkatakepadakita,"Gakusahdipusingin\Lo
gak bisa memaksa perasaan dan opini si cewek! Berhentimikirin hal-
haldi luar kendali lo!”
• Kalau begitu, apa yang masih bisa di bawah kendali kita?BANYAK!
Kita bisa memilih untuk tampil bersih, mandi sebelumbertemu, sikat
gigi, memakai deodoran, jangan berbau sepertidaging tetelan (ingat ada
doberman), wangi dengan parfum (tapijangan berlebihan supaya
wanginya tidak sama seperti
toiletmal...),memakaibajuyangrapidanmatchingdariatasansampaikaus
kaki, datang TEPAT WAKTU, sopan menyapa dia (danorang tuanya
kalau ada, juga dobermannya), mengajak makan ditempat yang
menyenangkan, dan selalu bersikap gentleman.Masihbanyak
hallaindibawahkendalikitayangbisadipikirkan.
• Saatkitasudahmelakukansemuayangterbaikdidalamkendalikita, maka
itu sudah cukup. Relax and enjoy the result.Seandainya si cewek
ternyata menyukai kita, syukurlah. Akantetapi, jika ternyata si cewek
tidak menyukai kita—dengancatatankitatidakmelakukan
hal-hal memalukan selama nge-date, seperti mengupil di depan
dia,misalnya—maka, dengan menyadari bahwa respon orang di lainberada
di luar kendali diri sendiri, kita bisa lebih cepat menerimakeadaan itu.
• Saat kita mengurangi memusingkan hal-hal di luar kendali dirisendiri,
seperti "Duh, gue keliatan ganteng apa gentong ya di matadia?",
"Gue keliatan pintar gak ya?", "Bokapnya tadi impressedgakya
sama gue?", dan lain-lain, kita jadi lebih memiliki waktu danenergi untuk
hal-hal lain yang bisa kita lakukan dan
justrumeningkatkandayatarikkitadimatasicewek.Inilahmanfaatpraktisdari
penerapan dikotomi kendali, yaitu realokasi waktu dan tenagauntuk hal-hal
yang lebih bisakitaatur/kendalikan.
Skenario di atas hanyalah sebuah contoh situasi sehari-hari di
manadikotomi kendali bisa diterapkan. Mari kita lihat contoh situasi
lainnyayang umumkitatemui:
• Prestasi di sekolah. Apakah nilai, prestasi akademis, dan
kelulusansepenuhnya berada di bawah kendali kita? Pasti jawaban
spontanadalah,“Iyadong! Kan kitaberupayamati-
matianuntukmendapatkannilaiyangbagus,daribelajarsampaimenyontek.Mas
a sih tidak berada di bawah kendali kita?” Namun, coba kitarenungkan juga
betapabanyak faktoreksternal yang bisamenentukan prestasi akademis kita,
mulai dari kebagian dosen/ gurukiller, mendapatkan teman tugas kelompok
yang malas, sampai hal-
haltakterdugasepertiorangtuayangmendadaktidakmemilikiuanguntuk
membiayai sekolah kita. Masih yakin prestasi akademis
adasepenuhnyadibawahkendali kita?
• Karier di kantor. Mirip dengan prestasi akademis, jika kita bekerjakeras,
pandai, rajin, apakah kita bisa menjamin akan mendapatkankenaikan
jabatan dan gaji secara fair? Kamu yang sudah beberapatahun bekerja di
kantor akan menyadari bahwa ada banyak sekalifaktor di luar kendali,
seperti bos yang punya sentimen pribadi atauanak emas sendiri,
subjektivitas soal definisi “kinerja yang baik”,kolega yang dengki, aturan
perusahaan yang berubah, kinerjaperusahaan (untung/rugi), atau hal-hal
di luar perusahaan sepertikondisi ekonomi,perubahanselera
FILOSOFITERAS 60
Have courage and be
kind(hiduplah dengan
berani F
dantetapramahkepadaora
nglain)” ■
pasar,danlain-lain.Sesungguhnya,perjalanankarierkitadikantorbanyak
sekalidipengaruhiolehfaktor-faktordiluarkendalikita.
• Relationship. Kamu yang pernah patah hati
akibatdiputusinsemena-
menapastitahubahwarasacintadan sayang pasangan kita
sesungguhnya tidak bisadipaksakan. Kita bisa rajin
mengirimkan bunga,cokelat, sampai bitcoin kepada sang
kekasih, tapipada akhirnya, perasaannya yang
sesungguhnyaada dihatinya.
• Kompetisi/perlombaan yang kita ikuti. Kita bisaberlatih
keras, tetapi saat hari pertandingan, selalu ada faktor-faktoryang bisa tidak
memihak kita, entah itu perubahan cuaca,macam-macam gangguan teknis
di lapangan, sampai
kenyataanbahwapesertalomba/kompetisiyanglainmemanglebihbagusdariki
ta.
• Keadaan sosial politik di sekitar kita. Membaca berita tentangkorupsi,
ketidakadilan, teror, dan kebencian yang ada membuat kitasadar bahwa
kita sungguh- sungguh tidak memiliki kendali ataskejadian-
kejadiandimasyarakat.
• Di samping itu, ada begitu banyak bagian hidup lain yang akanmembuat
kita menyadari bahwa kita tidak sepenuhnya
memilikikendaliatasnya,sepertihasilinvestasi,pilihanhidupanak-
anak,danbanyaklagi.
“Ketika orang-orang mengalihkan perhatian mereka dari
pilihanrasionalsendirikehal-
haldiluarkendalimereka,(atau)berusahamenghindari hal-hal yang
dikendalikan pihak lain, maka merekaakan merasa terganggu, ketakutan,
dan labil.” - Epictetus[Discourses)
Cinderellaadalahtokohfiktif,dongenganuntukanakkecil.Akantetapi,bagi saya film
Cinderella (2015) mengingatkan tentang Filosofi
Terasmelaluiperbandinganantara tokohCinderella dan Ibu Tiri.
Di dalam filmnya, Cinderella (Ella) dikisahkan sebagai seseorang
yangmemiliki masa kecil yang bahagia dengan orang tua yang kaya
raya,sampai suatu hari ibunya meninggal dan ayahnya menikahi
seorangjandadarisahabatnya.Saat
ayahnya pun meninggal, Ella harus menghadapi kenyataan bahwa ibutirinya
berlaku kejam terhadapnya dan keindahan masa kecilnya,
yangpenuhkemewahandankasihsayangorangtua,berubahdrastisseratusdelapan
puluhderajat.
Film Cinderella mengontraskan perbedaan sikap antara Ella dan si ibutiri.
Sebelum meninggal, ibu kandung Ella berpesan kepadanya, “Havecourage
and be kind (hiduplah dengan berani dan tetap ramah kepadaorang lain)".
Dengan pesan ini, Ella menjalani perubahan hidupnyadengan tabah dan tetap
ramah kepada orang lain, bahkan
kepadamakhlukhiduplain,sepertitikuspenghunirumahnya.Sebaliknya,siibutiri
digambarkan tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia kehilangansumber
uang, yaitu suami yang juga ayah Ella, dan terus
merasaterancamakanjatuhmiskin.
Cinderella menunjukkan nilai Stoa dengan tidak terobsesi pada hal di
luarkendalinya (kekayaan keluarga), dan mengikuti nasihat mendiang
ibunyauntukselalubersikap"beranidanramah”(yangadadibawahkendalinya). Dia
juga digambarkan sebagai karakter yang bisa tetapmerasa riang dan bahagia.
Sebaliknya, si ibu tiri yang selalu memikirkanharta (yang ada di luar kendalinya),
digambarkan sebagai sosok yangserakah, bahkan bisa bengis pada anak tirinya
karena nafsu kekayaan. Siibu tiritidak mampumerasakankebahagiaanyang sejati.
DariDikotomiKendalimenjadiTrikotomiKendali
Sebagian dari kamu mungkin saat ini merasa tidak nyaman
denganpembagiankategorimenjadiduaseperticontohsebelumnya.Okelah,kala
u mengenai cuaca hari ini (apakah hari akan panas atau hujan)atau saya akan
duduk di sebelah siapa di kereta [saat bepergiansendirian), hal-hal tersebut
benar-benar di luar kendali kita. Namun,ikut memasukkan prestasi sekolah,
pekerjaan, prestasi perlombaan,sampai relationship ke dalam kategori yang
sama (tidak
bisadikendalikan)sepertinyasangattidakmemotivasikitauntukberupaya dan
bekerja keras. Tentunya realitas hidup tidaksesederhana pembagiandua
kategoriini?
Ini adalah protes yang cukup valid, karena bagaimanapun, tentunyakita
masih bisa punya andil dan kontribusi di dalam menentukanprestasi
sekolah, prestasi kerja, kinerja bisnis, kesehatan, danreputasi kita. William
Irvine di dalam bukunya A Guide To Good Life:The Ancient Art of
Stoic Joy menawarkan solusi untuk keresahan diatas dengan cara
merevisi dikotomi kendali menjadi trikotomi
(tigakategori)kendali.Trikotomi kendali terdiridari:
• Hal-
halyangbisakitakendalikan,sepertiopini,persepsidanpertimbangank
itasendiri.
• Hal-
halyangtidakbisakitakendalikan,seperticuaca,opinidantindakanorangla
in.
• Hal-hal yang bisa SEBAGIAN kita kendalikan. Irvinemengusulkan
bahwasekolah,pekerjaan,perlombaan,hubungan dengan pasangan,
bisa dimasukkan ke dalamkategori ketiga (SEBAGIAN dalam
kendali). Bagaimana
carapenerapankategoriyangketigainididalamhidupsehari-
hari?Dengan memisahkan tujuan di dalam diri /internal goal)
darihasil eksternal/outcome-nya].
Contoh penerapan poin ketiga adalah sebagai berikut. Kamu menghadapisidang
skripsi. Kita tahu bahwa HASIL dari sidang skripsi tidak bisadimasukkan ke dalam
kategori ‘di bawah kendali kita’, karena banyak faktortak terduga di luar kendali
kita, seperti mood dosen penguji hari itu, apakahlaptop kita akan berfungsi atau
tidak, dan lainnya. Akan tetapi, tentunya adabagian dari pengerjaan skripsi yang
masih berada di bawah kendali kita,misalnya persiapan kita dalam memahami topik,
presentasi yang
kitasiapkan,danistirahatfisikyangcukup.Maka,Irvinemenganjurkankitauntukmemisah
kan "hasil” (sebagai hal yang di luar kendali kita), dari ''internalgoal"atautarget
bagidirisendiriyangsepenuhnyaberadadibawahkendalikita.
Dalam contoh sidang skripsi, internal goal adalah belajar yang rajin, benar-benar
memahami materi skripsi, latihan presentasi berulang-ulang, sampaipresentasi
Power Point yang dibuat cantik dan profesional. Sepanjang kitasudah berupaya
maksimal di hal-hal ini, kita sudah melakukan halyang bisadilakukan di dalam
kendali kita. Nilai dari skripsi kita adalah outcome (hasil)yang berada di luar
kendali. Jadi, menjadi stres dan khawatir mengenaihasilnyaadalahhalyangirasional.
Contohlainnyalagimisalnyadalamberbisnis.Bisnismasukkedalamkategori
“sebagian berada di bawah kendali kita". Maka, kita bisamemisahkan antara
internal goal dan outcome atau hasil. Internalgoal, misalnya, adalah tekad
dan upaya kita memberikan produk/jasayang terbaik, melakukan promosi
yang terbaik, menetapkan hargayang kompetitif, menyediakan layanan
konsumen yang andal, danlain-lain. Jika kita telah mengerahkan upaya yang
sebaik-baiknya dihal-halyang bisa kita kendalikan,maka itusudah cukup.
Kitabisamerasakankepuasan,bahkankebahagiaan,karenasudahmencapaitujuani
nternalyang kita tetapkan sebelumnya.
Selanjutnya, apakah bisnis akan sukses atau tidak akan tergantungpada
banyak faktor luar, seperti persaingan dan aturan pemerintah.Oleh karena
itu, kita harus bisa menerimanya apa pun hasilnya. Baikbisnis kita sukses
atau gagal, kita masih bisa belajar darinya untukmemperbaikihal- halyang
bisadikendalikan.
Perhatikan bahwa dalam kategori "sebagian di bawah kendali" ini,pada
umumnya, semakin baik kita mengerjakan internal goal,seharusnya semakin
besar peluang kita mendapatkan hasil atauoutcome yang memang kita impi-
impikan. Biasanya, kerja keras,belajar sungguh-sungguh, berlatih dengan
tekun, menyayangi danmencintai pasangan sepenuh hati, menjalankan usaha
dengan rajindankeras,akanmendekatkanseseorangpadahalyangingindicapai.
Dengan menyadari sepenuhnya bahwa outcome terakhir berada
diluarkendalikita,makasaatmengalamigagalkitatidakperlumeratapitujuh
tahun lamanya, karena kita tahu sudah berbuat yang
terbaikuntukinternalgoaltersebutberdasarkanpersiapanyangkitalakukan.
Berikutadalahcontoh-contohtrikotomikendalidalambentuktabel:
Contoh hal- InternalGoa//targetI Hasil/outcome
halyangSEBA nternal (DILUAR kendali
GIANdi (DALAMkendalikita kita),tidak layak
bawahkendali ),layak menjadisumberkekha
kita •menBjeakdeirpjaeserhbaaitki-ankita watiran
Perjalanank d• anPeemniolasiaiknita
arier baiknya
atasan(subjektiftergan
Perlombaano • Menunjukkankompete tungdia)
lahraga/komp nsikepadaatasan/kole
etisi ga • Keputusanpenga
ngkatanjabatan
• Menjalinkerjasamaya
ng baik • Gosip/politikkolega
dengankolega
• Performalawan(bisaleb
• Berlatihdengankeras ih baik atau
lebihburuk)
• Nutrisiyangbaik
• Kondisilapangansaatber
• Mempersiapkanke tanding
sehatanuntukperlo
mbaan • Hal-hal lain
sepertigangguan
teknis,konsentrasijuri,
danlain-lain, sakit
yangmenyerang
kitamendadak
Kesehatan • Olahragayangcukup • Sehatsenantiasa
• Tiduryangcukup
• Nutrisiyangcukup • Kecelakaan
• Infeksipenyakit
• Salah
diagnosisdokter/m
alpraktik
Hubungana • Perhatianyangcukup • Perasaanpasangan
smara/perni • Kasihsayangdarikita • Kesetiaanpasangan
kahan • Kesetiaandirisendiri
Berbisnis • Profesional • Adapelangganyangme
mbelidari kita
• Tidakmenipup
elanggan • Kesetiaanpelanggan
• Memberilayanante • Kepuasanpelanggan
rbaik
bagipelanggan • Perubahanaturanpe
merintah
• Menjual barang (bisamenguntungk
danjasadengankualitas an,bisamerugikan)
yangbaik
• Melakukanadministras
i
dankeuanganyangbaik
• Menaatiaturandanme
mbayarpajak
• Danlain-lain
Dalamsituasi-
situasidiatasdansituasiserupalainnya,pemisahanantarainternalgoal
danoutcome memilikidua manfaat:
1. Kita bisa memfokuskan energi dan kebahagiaan pada hal-halyang
ada di bawah kendali kita, dan tidak pusing/stresuntuk hal-hal di
luar kendali kita. Saat kita sudah belajarkerasuntuk ujian,
berlatihsebaik-baiknya
untukpertandingan,ataumelakukanyangterbaikuntukpasangan,kita
bisa mendapatkan kepuasan dari hal-hal tersebut
tanpaharusmenungguoutcome-nya.
2. Di saat ternyata outcome/hasil tidak seperti yang kita
harapkan,secaramentalkita(seharusnya)tidakterlaluterpuruk,karenafokuski
ta adalah pada internal goal yang bisa kita lakukan dan bukan
dioutcome.Kitatidakperlumeratapikegagalansecaraberlebihan,
apalagi sampai mengutuk diri sendiri. Contohnya, kita
mengikutipertandinganbasketantarkampus.Jikakitasudahberlatihkerasdanmem
berikan permainan terbaik, kekalahan tidak bisa sepenuhnyamerampas
kebahagiaan kita. Ini mirip dengan ungkapan populer,“Manusia hanya bisa
berusaha, Tuhan yang menentukan." Kita bisamerasakan kepuasan dan
kebanggaan jika kita sudah memberikanpermainanbasket yang terbaik,apapun
hasilnya.
3. Kerendahan hati. Mengakui bahwa outcome tidak ada di bawahkendali
kita sepenuhnya juga penting saat kita menikmatikeberhasilan. Saat sedang
sukses, jangan terlena bahwa ini
semuaadalahhasil“upayasayasendiri”.Kesuksesankitajugadipengaruhiolehb
anyakfaktordiluarkendalikita.Jadi, jangansombong.