Aureliustempatberlindungterkokohadalahpikirannyasendiri.
Dibabberikutnya,kitaakanmendapatkantip-tippraktisdariFilosofiTeras
untuk membuat kita lebih tangguh dalam menghadapi hidupyang sulit.
“You have power over your mind, not outside
events.Realizethis,andyouwillfindstrength."-MarcusAurelius
/Meditations)
IntisariBab5
• Manusiakerapkalidisusahkanbukanolehhal-
halatauperistiwa,tetapiolehopini,interpretasi,penilaian/valuejudgme
ntakan hal-halatau peristiwatersebut.
• Filosofi Teras tidak memisahkan antara “emosi”
dan’’nalar/rasio”. Emosi (negatif) dianggap sebagai akibat
darinalar/rasio yangkeliru.
• Saatkitamengalamiperistiwahidup,seringkaliadapenilaianotomatis
yang muncul, dan jika tidak rasional, maka
penilaianotomatisinimemicuemosi negatif.
• Kita memiliki kemampuan untuk tidak menuruti penilaian/
valuejudgment otomatis tersebut. Kita mampu untuk
menganalisissebuah peristiwa/objek dengan rasional, khususnya
untukmemisahkan antara fakta objektif dari penilaian/opini
subjektifkita.
• Langkah-langkah yang bisa dilakukan dengan akronim S-T-A-
R(Stop-Think & Assess-Respond) dapat dipraktikkan saat
kitamulai merasakanemosi negatif.
• Kitajugabisamengendalikanresponslebayterhadapsegalahaldenganmen
gingatbetaparemehnyamasalahkitajika dilihatdari jauh, bahwa tidak
ada yang sungguh- sungguh baru dikehidupan manusia, dan pada
akhirnya semua akan terlupakanoleh waktu.
ncaradengan
"Kitaharusaware(sadar)d
engan apa yang
kitapikirkan pada
situasitertentu.”
Sesudah menemui Dr. Andri, seorang psikiater dengan
spesialisasipengobatan psikosomatis, saya pun tertarik mendapatkan
perspektifdisiplin psikologi. Saya berkesempatan mewawancarai
WiwitPuspitasari,seorangpsikologklinisyangjugapengajardiProgramS-1
Psikologi di sebuah universitas swasta. Berikut adalah
kutipanwawancaranya:
HaloWiwit,bolehkahberceritasedikitmengenaiaktivitassehari-hari?
Saya adalah seorang psikolog klinis dewasa. Saya juga seorang fulltime
pengajar di UPH (Universitas Pelita Harapan), untuk mata
kuliahPsychodiagnostics, Kode Etik Psikologi, Positive Psychology. Di
luaritu,sayapraktikbyappointment(perjanjian).Selebihnyaikutkegiatansosial
di Komunitas Sahaja, dengan fokus di anak dan orang tua didaerah
Marunda. Kami memberikan pengajaran sebulan sekali untuklife skills.
Misalnya diajarkan tentang cinta lingkungan, bullying, danlain-lain.
MengapadulumengambilkuliahPsikologi?
Katanya dulu sih pendengar yang baik, suka dicurhatin, hahaha. Danrasanya
puas kalau bisa membantu orang. Dulu waktu SMA
mikirnyaseruyadengerinorang,
kayaknyagaksulit.Tahunyasesudahmasuk(Psikologi), ternyata sulit banget
dengerin orang. Semakin ke sinirasanya makin puas jika bisa membantu orang
di bidang saya. Kalauorang berkata "Terima kasih sudah membantu saya", itu
sudahachievement/pencapaianbagisaya.
Apa pendapat Wiwit mengenai hasil Survei Khawatir Nasional
dimanaduadaritigarespondenmengakumerasakhawatirmengenaihidupini?
Sayamikir,"Dunialagikenapaya?”Hal-halyangmembuatseseorang khawatir
selain karena melihat pengalaman pribadi jugamelihat pengalaman orang
lain. Dan juga verbal instruction, dikatakanorang lain secara terus-menerus.
Misalnya, kalau ditakut-takutin,"Anjing itu ngeri lho”, kalau dilakukan
secara terus-menerus bisamenimbulkan rasa takut terhadap anjing. Saya jadi
mikir, di sekelilingkita lagi ada apa ya sampai orang segitu khawatirnya?
Informasi yangmereka dapatkan apa aja sih? Serta orang-orang di
sekitarnyaapakah semakin me- reinforce (memperkuat) kekhawatiran
merekaatau justrumembantu(mengurangi)?
Makanya saya mengecek komposisi responden yang mayoritasperempuan. Ini
konsisten dengan kebanyakan penelitian
(bahwaperempuanlebihrentankhawatir-
HM).Yangbikinkagetsebenarnyabahwajumlahnyasetinggiitu.
Mengapaperempuancenderunglebihkhawatirdaripadalaki-laki?
Asumsinya adalah adanya pengaruh gender role. Cowok itu kandiharapkan
lebih kuat daripada perempuan, jadi mereka itu
selaludimintaataudipaksamenghadapiketakutannya.Selainitu,umumnyapere
mpuan lebih ekspresif dalam menyatakan apa yang ia rasakandibandingkan
laki-laki, sehingga lebih banyak jumlah perempuanyang bercerita kalau dia
cemas dibandingkanlaki-laki.
Kalaudilihattreatmenttentanganxietyataufear,carapalingumumuntuk
menghadapi ketakutan atau kecemasan adalah dengandihadapi. Tapi,
caranyaitu yang harusdiatur.
Bisadiperjelaslebihdalamtentangperanorangsekitarmengenai
kekhawatirankita?
Khawatir dan takut saya gabung ya, karena secara psikologidibedakan.
Kalau takut adalah perasaan yang muncul saat
adaancamanyangmemangterjadiadadidekatnya,sangatkonkret.Immedia
te threat.
Khawatiritusepertitakut,tapiakansesuatuyangmasihdidepan.Masih nanti
in the future, dan kita nggak tahu benar (akan terjadi)atau tidak.
Misalnya, saya kuliah, nanti skripsi lulus gak, nah itukhawatir. Kalau
takut, maka ada ancaman di saat ini, misalnyadosennyamarah,dansaya
merasa takut.Tapi,memanggangguannyasukadigabung(secarapsikologi).
Soal pengaruh orang sekitar, coba lihat, bayi itu tidak punya rasatakut.Yang
membuat dia merasa takutadalahkarenadiamempelajari ada sesuatu yang
menakutkan. Takut dan anxietymenurut saya adalah hal yang "dipelajari".
Dan yang membuat kitabelajar(takut)itusalahsatunyaperanorang-
oranglain.Apakahsaatsaya takut, orang lain membantu saya mengatasi
ketakutan saya,atau malah memupuk sehingga takutnya makin parah. Saya
takutlaba-laba,bukannyadibantusupayatidaktakut,tapimalahdisodorinlaba-
laba.
Sugesti/pengaruh lingkungan lebih besar ke anak kecil. Karenaasumsinya
anak kecil belum punya kemampuan berpikiryangmemadai untuk
menganalisis sesuatu, misalnya menentukan baikdan benar, dibandingkan
dengan orang dewasa. Terkadang sayamelihat dari client-client saya bahwa
proses seseorang menjadi takutsebenarnya sumbernya sejak masih kecil.
Jadi, sumberkekhawatirannya bukan baru-baru saja terjadi, bahkan ada yang
dariusia sekolah.
Rata-
rata,clientyangdatangkonsultasikeWiwitpemicunyaapa,apakahmerekada
tangsendiriataukarenadibawakeluarga?
Umumnya, client remaja karena dibawa keluarganya. Misalnyaanaknya
dirasa berbeda dari anak-anak lain, atau biasanya
anakyangtertutupdenganorangtua,atauanakdenganisupengendalianmarah,
atau anaknya tidak bisa mengikuti apa yang diharapkan olehorangtuanya.
Untuk yang sudah kuliah, biasanya karena keinginan sendiri. Yangpaling
sering membuat mereka akhirnya datang ke klinik
justrugangguanfisik.Misalnyasulittiduratausakitkepalaterus-menerus.
Adayangberusahakedokterdulu,tapidokterberkatainibukanmasalah
biologis,mungkinkamustres, cobakepsikolog.
Pemicu kedua yang paling sering adalah saran orang lain, misalnyapacar, orang
tua, atau teman-teman. Ketiga, mereka yang merasaberbedadariorang-
orang(sekitarnya).Misalnya,koksayagampangsekali emosi sementarateman-
teman saya tidak.
Tadidikatakanbanyakyangdatang(berkonsultasi)karenasulittidur,sakit
kepala.Apa rata-rata penyebabnya?
Masalahfisiksepertisulittidurdansakitkepalaumumnyamunculdikebanyakan
gangguan. Anxiety disorder, mood disorder, stres,gejalanya sepertiitu.
Saya percaya antara kognisi dan fisiologis itu pasti berkaitan. Saatorang
takut dan cemas akan ada “alarm” di badan. Simtom fisiknyasama,
sumbernyabisabeda.
Kebanyakan, penyebabnya (dari sulit tidur/sakit kepala) adalahcemas atau
depresi yang masih mild (ringan) atau
moderate(sedang).Sulitdibedakankarenacemasdandepresisukabarengan,ora
ng yangcemasjugamenampilkansimtom-simtomdepresi.
ApacontohsituasikecemasanyangseringdihadapiWiwit?
Paling sering kalau mahasiswa, dia berada di sebuah pertemananyang tidak
sehat, tetapi dia tidak bisa keluar dari situ. Karena(katanya) "Kalau saya
keluar dari situ, nanti teman saya akan beginikesaya”.(Sayamen-challenge],
"Memangiyadiaakanbegitu?”,"Iya”katanya. Jadi dia memilih tidak
melakukan apa-apa, untukmenghindari hal buruk dari terjadi. Jadi, dia sudah
memiliki belieftertentu terhadapkondisipertemanannya.
Klienyangdatangkeklinikbiasanyamasalahnyasudahberlangsunglama. Saya
suka mikir, dua orang terkena kondisi eksternal yangsama, tapi reaksinya
bisa beda. Pasti ada sesuatu di dalam dirinyayang memengaruhi, misalnya
cara berpikir, atau kecenderungankepribadian yang ia miliki. Orang- orang
yang suka khawatir akankesehatan umumnya cenderung lebih sensitif akan
trigger-nya,sehingga makinmikirinitu.
Orangyangsusahtidurcemasnyabukankarenatidakbisatidur,tetapikarena
dia berpikirbahwadiatidak bisa tidur.
Orangyanggampangcemasadalahorangyangpunya
kecenderungan bahwa ia tidak bisa mengontrol sesuatu (sense ofpersonal
control]. Dia merasa tidak bisa mengontrol sesuatu. Semuaorang wajar
terkena masalah dan merasa sedih, tapi kita
berusahauntukproblemsolving,karenakitamerasaadayangbisakitalakukan.
Tapi, ada orang yang merasa dia tidak bisa
mengendalikanapayangterjadidihidupnya,karenaorang-
orangsepertiinibiasanyamenganggap yang terjadi di hidupnya dibentuk oleh
sesuatu di luardirinya (seperti luck, orang lain yang lebih kuat, chance],
sehinggaketikaadamasalah diatidakpunya carauntukproblemsolving.
Contohnyaadalahmerekayangwaktukecilnyaadasejarahabuse.
Jadi,orang-oranginimerasatidakbisamelakukansesuatu,sehinggamenjadikecewa
(ketika masalah menimpa)?
Ada dua kondisi yang berbeda. Orang yang merasa tidak bisamelakukan
sesuatu tidak akan bisa problem solving. Ada masalah yasudahlah.
Tapi, ada irrational belief lain yang membuat orang gampangcemas/takut.
Jadi, kata-kata seperti “harusnya...”, "dia pasti
sepertiitu...","must..","duniatuhharusnyaadil”,"orangtuhharusnyangertiingue
". Gak semua orang harus ngertiin lo. Kata-kata seperti itumembuat orang
makin cemas. Itu adalah irrational belief yang harusdiutak-
atiksaatkonseling.
Misalnya, kata-kata, “Saya PASTI tidak bisa ngapa-ngapain”,“Yakin?"
(kata saya). Misalnya ketemu dosen killer, “Saya pasti gaklulus deh bu”,
“Tahu dari mana?” (saya), “Karena dosennya
killer",“Sebelumnyapernahketemudosenkillergak?”(saya).Kitamencaribukt
i-bukti untuk counterapa yang ada dipikirandia.
ApaituCBT[CognitiveBehavioralTherapy]?
CBT adalah pendekatan dalam psikologi yang menggabungkanteknik
cognitive therapy dan behavior therapy. Cognitive therapypercaya
bahwa respon (emosi ataupun perilaku) kita
sumberutamanyaadalahpikiran.Umumnyapikiranyangirasional,salah,ata
u keliru.
Kalau pendekatan behavior percaya bahwa untuk mengurangi
ataumeningkatkan suatu perilaku harus dengan
reinforcement/punishment.Misalnya,kalaumaudiet,bikinplan(rencana).
Kalauberhasilkasihreward,kalaugagalditentukanapapunishment
(hukuman)-nya.Sementarakalaucognitivetherapy,kalaugagaldiet,
ditanyaapayangdipikirkansaatmelihatmakanan.Jadiprosesberpikirnya
yangdiutak-atik.
Di CBT, dua-duanya kita sasar, baik proses berpikir maupunperilakunya.
Makanya terapi CBT itu suka bikin banyak pe-er, adasesuatu yang harus
dia lakukan, karena dia harus explore tentangpikirannya,
emosinya.Karenaasumsi CBTitu:
1. Perubahanpemikirandapatmengubahperilaku.
2. Perubahanperilakujugadapatmengubahcaraberpikir.
Mungkin enaknya pakai contoh. Seorang gadis muda berkali-
kaligagaldalampercintaan,sehinggadiamenjadibencicowok,menjadiapatis
terhadap relationship. Apa yang dilakukan jika denganpendekatan CBT?
Pertama, ditanyakan apa yang bikin takut. Apa yang dipikirkanmengenai
relationship. Kita akan mencari tahu pemikiran apa yangtidak
rasionalsoalrelationship.
Dalam CBT, kita mencoba mengubah dulu cara berpikirnya denganmencari
bukti yang meng-counterapa yang dipikirkan. Misalnya,“Semualaki-
lakibajingan!",lalukamitanya,“Ohya?Siapasajalaki-laki dalam hidup kamu?",
sebagai contoh misalnya Ayah. "Apakahayah kamu bajingan?" Nggak. Jika
begitu tidak semua laki-lakibajingan kan?
Atau, "Gue selalu gagaL", "Oh ya? Bisa diceritakan gak
kehidupanpekerjaannya?” (Kemudian klien menceritakan sejarah
kariernya)."Oh, kemarin kamu dapat promosi ya? Apakah promosi
artinyagagal?" Kita mencari bukti yang bisa meng-counter (persepsi
klien).Kadang orang tidak aware bahwa pemikirannya irasional.
Karenakalauirasionalartinyaitusudahterjadicukuplama,sampaidiabenar-benar
jadi irasional. Denganmenampilkanbukti mungkinpemikirannya tidak
langsung berubah, tapi minimal dia mendapatkaninsight,
"Ohiyaya?”itusajakamisudah senang.
Bahkan dengan client yang punya masalah self-esteem (percaya
diri),sayasukamintamerekamenulisapaachievement(pencapaian)yang
mereka punya, tidak perlu besar, cukup kecil-kecil. Misalnya,kata teman-
teman kamu seperti apa? Kemudian saya bacakankepada mereka. Hanya
supaya mereka aware saja bahwa merekatidak segitunya, walaupun
mungkin pikiran mereka belum tentulangsung berubah.
Insight ini yang harus ditemukan oleh si pasien sendiri, dan
kitaberusaha memfasilitasi merekaagarmenemukan itu.
Tadidikatakankecenderunganmengontrolsegalasesuatuadalahbentukirrati
onalbelief.Adacontohnya?
Yangsering(sayadengar),"Saatsayabaikdenganoranglain,oranglain juga
harus melakukan hal yang sama.” Salah satu pasien sayapunya kekesalan
pada mantan pacarnya, karena dia sudah baikkepada mantannya, tapi si
mantan tidak melakukan hal yang samakepada dirinya. Saya challenge,
perilaku baik menurut kamu sepertiapa? Karena (standar) “baik" itu bisa
berbeda-beda tergantungmasing-masing.
Contohlain(yangsayaseringdengar),"Duniaitutidakadilya?”Sayabalas,
"Memang dunia tidak adil.” Saya suka bingung, sejak
kapanduniaadil.Tapi,menurutdiaduniaharus"adil”.Keadilankadangjugaterkait
dengan "Saya sudah melakukan hal ini, saya juga
harusdibalasdenganini.Ituadil!”
Kalaudikatakankitaharusbisamenerimaapayangbisadikendalikanoleh kita dan
apa yang tidak bisa dikendalikan oleh kita, apakah itusehat?
Menurut saya itu sehat. Di dalam Teori Stres, ada “coping stress’,cara
untuk mengatasi stres. Ada dua cara, yaitu problem-focusedcoping dan
emotional-focused coping. Problem- focused: misalnyasaya punya
dosen killer, apa yang bisa saya lakukan supaya dosenitutidakkiller(kesaya),
atausupayasayabisamendapat nilaibaguswalaupun dosennya killer. Artinya,
dalam problem solving kitamelakukan sesuatuyang masih
didalamkendalikita.
Emotion focused coping biasanya hanya mengatasi emosi kita.Contohnya,
saya didiagnosis terminal illness. Apa yang bisa sayalakukan? Misalnya
tidak ada lagi yang bisa saya lakukan, satu-satunya jalan adalah berdoa. Doa
adalah emotion focused
coping.Bergunasaattidakadalagiyangbisakitalakukandisebuahsituasi.
Contohlain,ada orang berkata,“Gue ingin dia berubah!”(Sayajawab) "Emang
kamu bisa membuat dia berubah?” Yang
bisadilakukansampaimanasih?Memberinasihat,palingsampaisitu.Diamau
berubah atau tidak, itu sudah di luar kendalimu. Karena hal itutergantung
orangnya. Kamu bisa melakukan sesuatu, tetapi kamutidak bisa berharap
bahwadiaakan ataupastiberubah.
Diluarkonsultasiklinikdenganklien,Wiwitjugahidupdiluarklinik,bertemujug
a orang-orangyang menunjukkan resilience,ketangguhan, keuletan. Apa
yang membedakan orang-orang yangulet dan tidak mudahcemas dariklien-
klienWiwit?
Salah satu hal yang sering saya observasi, orang yang lebih tahansaat
masalah adalah mereka yang punya social support. Bisa punyapacar,
keluarga, atau pertemanan. Karena banyak klien saya yangtidak punya
social support. Hidup sendiri, tidak percaya pada oranglain.
Semakin ke sini, saya makin merasa bahwa keterbatasan kadangmembuat kita
lebih resilient (tangguh). Keterbatasan dalam arti,misalnya seorang anak
tidak dimanjakan, tidak dikasih semua (yangdiminta), dibiarkan untuk
berjuang. Menurut saya, ini bisa
membuatorangmenjadiresilient.Untukbeberapaoranglain,faktoragamajugaada
, walau kadang sering salah. Misalnya, seseorang sedang punyamasalah,
kemudian berkeyakinan bahwa "Tuhan pasti bantu”. Tapi,kalau tidak ngapa-
ngapain juga masalahnya tidak akan berubahsendiri.
KembalikeCBT,apakahadaprinsip-prinsipdariterapiiniyangbisadipraktikkan
disituasisehari-hari?
Tidak semua orang cocok dengan pendekatan CBT. Karena
CBTmembutuhkan orang yang mau refleksi atas pemikiran
danresponnya.
Yang paling gampang memang aware dengan apa yang kita
pikirkantentang situasi (tertentu). Misalnya macet, apa yang kamu
pikirkanpertamatentangmacet?Irrationalbeliefbiasanyalangsungkeluar.
Misalnya lagi, berkenalan sama orang, langsung berpikir, "Dia
pastimenganggap saya jelek nih.” Itu pikiran pertama yang muncul danmalah
bikin tambah sedih. Berikutnya, buktinya apa? Saya
sukabilang,kamuharusmencaribuktiyangmeng-
counterpikirantersebut.Disinilahpengaruh
orangsekitarbisaberfungsisebagaireminder.
(Twitter:Owiwitto)
IntisariwawancaradenganWiwitPuspitasari:
• Penyebab kekhawatiran sering kali adalah karena
adanyapendapat,opiniyangirasional(contoh,"Duniaharusadil!”).
• Terapi metode Cognitive Behavior berusaha mengatasi
emosinegatifdenganmengubahpolapikirdanperilaku.Polapikiryangkeliru
dihadapkandenganbukti-bukti nyatayang
tidakmendukungpolapikirtersebut.
• Belajarmenerimahal-halyangtidakadadibawahkendalikitabisa
membantukita mengatasistres.
BABENAM
Memperkuat
Mental
S ayamempunyaibeberapatemanlamadankenalanyangsedaridulu
selalu membuat saya kagum. Mereka adalah orang-
orangyangdihampirsemuasituasiyangsangattidakmengenakkan
selalu bisa berkata, “Yah, d/-enjoy sajalah." Antrean terminal
yangpanjang, kemacetan berjam-jam, dosen membatalkan
kelasmendadak padahal kami semua sudah hadir; dulu, bagi saya
iniadalahhalyanganeh.Situasilagigakenakkokd/-
enjoy?Gimanabisa? Harusnya kita protes! Menuntut keadilan!
Memperbaikikeadaan!Menghukumyangmenyebalkan!
Sampai akhirnya saya mempelajari Filosofi Teras dan
menemukanbahwaorang-
orangtersebutsebenarnyasudahmenjalankansalahsatu praktik
Stoisisme—kemampuan untuk tidak hanya
menerima,tetapibahkanmenikmati "the present"(masasekarang).
Sampai bab terakhir, kita sudah melihat bagaimana Filosofi
Terasmengajarkanprinsip"hidupharusselarasdenganAlam",yangartinyamengg
unakan nalar. Semua peristiwa di dalam hidup adalah bagianketerkaitan dan
sebab akibat dari semesta yang lebih besar. Adasebagian hal dalam hidup
yang berada di bawah kendali kita, adayang tidak di bawah kendali kita.
Lalu, sumber dari emosi negatifbukanlahperistiwa-peristiwa dalamhidup,
tetapipersepsi/anggapan/pendapat kitasendiriatasperistiwatersebut.
So far so good. Stoisisme masih memiliki beberapa lagi tips dan
trikuntukmembantukitamerasadamaitenteramditengahhidupyang—
sebenarnya—ada diluar kendali kita.
"Wesuffermoreinimaginationthaninreality." -Seneca
(Letters)
("Kitamenderitalebihdiimajinasikitadaripadadikenyataan.”)
Yang pertama, kenali bahwa kita sering kali menyiksa diri denganpikiran-
pikirankitasendiri,daninilebihmenyiksadaripadakenyataanyang sebenarnya
akan terjadi. Misalnya, kita harus memberikanpresentasi di depan umum.
Kemudian, di dalam pikiran kita sudahberkecamuk skenario bahwa kita
akan salah ngomong, kesandungkabel mic,menumpahkanairke
128
pembicara lain, pingsan di panggung, ketiban meteor
passedang berbicara, atau lainnya. Sering kali,
realitasyangterjadijauhsekalidariyangkitakhawatirkan,dan
kita sudah menghabiskan begitu banyak energi
untukmenyiksadiri.
Ada sebuah artikel menarik di Huffington Post berjudul ”85 Percent
ofWhat We Worry Never Happens” yang mengutip sebuah
studimengenai kekhawatiran yang tidak terjadi ini. Sejumlah
respondendiminta mencatat semua kekhawatiran mereka selama
beberapawaktu. Di akhir periode studi, mereka diminta untuk
menandaikekhawatiranyang akhirnyabenar-benar terjadi.
Ternyata, 85% dari apa yang dikhawatirkan para responden tidakpernah
terjadi. Bahkan dari 15% kekhawatiran yang akhirnya benarterjadi, 79%
responden menemukan bahwa ternyata mereka mampumengatasinya lebih
baik dari yang mereka pikir, atau ternyatakesulitan yang terjadi
mengajarkan pelajaran berharga. Kesimpulandari studi ini adalah 97% dari
apa yang kita khawatirkan tidak
lebihdaripikirankitasendiriyangketakutandan‘menghukum’kitadenganke-
lebay-an.
Seneca juga mengingatkan soal rasa khawatir yang datang terlalucepat. Kita
sudah mengkhawatirkan sesuatu jauh lebih dini darisemestinya. Misalnya,
kita sudah stres sendiri apakah anak-anak kitaakan menjadi remaja
pengguna narkoba saat mereka masih di dalamkandungan. Seperti kata
Seneca, jika kita menderita "sebelum"saatnya, kita juga menderita"lebih"
dari semestinya.
"Kita memiliki kebiasaan membesar-besarkan kesedihan.
Kitatercabik di antara hal-hal masa kini dan hal-hal yang baru
akanterjadi. Pikirkan apakah sudah ada bukti yang pasti
mengenaikesusahan masa depan. Karena sering kali kita
lebihdisusahkan kekhawatiran kita sendiri." - Seneca [Letters from
aStoic]
Di saat pikiran kita mulai dipenuhi pikiran-pikiran buruk yang
tidakperlu/berlebihan, ada baiknya kita menyadari ini, dan bisa
kembalimenggunakanmetodeS-T-A-
R.Gampangnya,saatpikiranmendungmulaimelanda,ingatlah
adanyabintang[starl\ Tsahi
129
PremeditatioMalorum:Sebuah‘Imunisasi’Mental
Dalam memperkuat mental menghadapi kesulitan hidup, FilosofiTeras
memiliki sebuah tips yang terkesan paradoks (bertentangan)dengan paragraf
di atas. Dalam bahasa Latin, tips ini disebut"premeditatio malorum" atau
"premeditate evil", atau "pikirkanlah hal-
halyangjahat/negatifyangmungkinterjadi".MarcusAureliusberkata,
"Awalisetiapharidenganberkatapadadirisendiri:hariinisayaakanmenem
uigangguan,orang-orang yang tidaktahuberterima kasih, hinaan,
ketidaksetiaan, niat buruk, dankeegoisan—semua itu karena pelakunya
tidak mengerti[ignorant]apayang baikdan buruk.
Saya tidak bisa disakiti oleh itu semua, karena tidak ada orangyang bisa
menjerumuskan saya ke dalam perbuatan buruk,
dansayamampuuntuktidakmenjadimarahataumembencisesamasaya;
karena sesungguhnya kita dilahirkan ke dunia ini untukbekerja
sama..."[Meditations]
Kita akan membahas mengenai apa yang dimaksud Marcus
Aureliusmengenai"pelakunya(hal-haljahat)tidakmengerti. . " dibab
berikutnya. Saat ini, kita memfokuskan pada paragraf pertama, yaituawali
setiap hari dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa kitaakan diganggu
orang-orang, dihina, bertemu orang tidak tahu terimakasih, dikhianati, egois,
dan lain-lain. Kita bahkan
bisamengembangkanpremeditatiomalorumsampaikesituasitidakenaklainny
a, jika mau, seperti memikirkan akan terkena macet parah,terlambat
kekantor,bankempes,ataukerjaanketumpahan kopi.
Sebenarnya, ngapain sih kita melakukan hal ini? Ini kan jelas-
jelasnegative thinking? Kok kita malah disuruh mengawali hari
denganaktivitas yang tidak memotivasi ini? Mari kita kembali ke
dikotomikendali (jangan bosan ya jika diulang-ulang, karena prinsip ini
sangatmendasar bagi Filosofi Teras). Sebagian hal ada di dalam kendalikita,
sebagian lain tidak ada di dalam kendali kita (yaitu hal-
haleksternalatauorang-oranglain).Selainkitainginmenghindarihal-haltidak
menyenangkan yang mungkin terjadi pada diri sendiri, kita
sukadibuatjengkeljugaolehhal-haltidakenakyang"tidakkitaduga"
/unexpected).
Contoh,jikasetiapharisaatmenujukekampus
ataukantorkitaharusmelaluijalanyangsamadanselalumacet,makakemacetanitutidak
FILOSOFITERAS 130
terlalumenyebalkankarenakitasudahmemprediksinya,danmungkinmengantisi
pasinya (bahkan, kalau sampai tidak macet, kita malahcuriga, ada apa
gerangan?). Akan tetapi, bayangkan kita memilikimaskapai penerbangan
langganan yang selalu tepat waktu. Suatusaat ketika hendak terbang, tiba-
tiba maskapai ini mengalamipenundaan.Peristiwa iniakan lebih
mengecewakandanmenyusahkan kita karenakitatidak menduganya.
Sebaliknya, kalau maskapai langganan sudah biasa ngaret, pilotnyasering
tertangkap narkoba, pesawat sering bablas sampai nyungsepke laut,
maka kita pun mungkin memakluminya. Praktik premeditatiomalorum,
atau sengaja memikirkan apa-apa (dan siapa] saja yangakan merusak hari
kita, adalah praktik untuk mengantisipasi hal-haltidak enak yang mungkin
terjadi. Dengan demikian, kita mengubahhal-hal tersebut dari "tak terduga”
(kejutan), menjadi hal-hal yang"telah diantisipasi”(tidak
lagimenjadikejutan).
Dengan melakukan ini, sebenarnya kita telah mencabut (sebagian)gigi taring
ketidakpastian. Jika sesuatu berubah dari tidak
terdugamenjadibisadiantisipasi,saatkejadiantersebutakhirnyabenar-
benarterjadi, maka efek tidak enaknya akan jauh berkurang (seperti
kitamemasukijalan raya yang kita sudahprediksi akan macet).
"Musibahterasalebihberatjikadatangtanpadisangka,danselalu
terasalebih menyakitkan.
Karenanya,tidakadasesuatupunyangbolehterjaditanpakitasangka-
sangka. Pikiran kita harus selalu memikirkan semuakemungkinan,
dantidakhanyasituasinormal.
Karena adakah sesuatu pun di dunia yang tidak
bisadijungkirbalikkanolehnasib?"-Seneca[MoralLetters]
Praktik ini sangat mirip cara kerjanya dengan imunisasi.
Dalamimunisasi,kitamemasukkankumanyangsudahdilemahkansehinggasiste
m kekebalan kita bisa mempersiapkan diri melawan kuman
yangsesungguhnya jika datang. Dengan mensimulasikan kemungkinan-
kemungkinan burukyang mungkin terjadi,kitasedangmempersiapkan
"kekebalan mental” menghadapinya jika memangterjadi. "Anggaplah apa
yang kamu khawatirkan mungkin terjadiPASTI terjadi, kemudian pikirkan
lagi sungguh-sungguh...kamu akanmenemukan bahwa apa yang kamu takuti
sebenarnya tidak signifikanatautidakberdampakpanjang,”ujar
Seneca[LettersfromaStoic).
131 HENRYMANAMPIRING
Berikutnya, praktik ini justru menyiapkan kita untuk menghadapiskenario
buruk. Jika kita hendak melakukan perjalanan jarak
jauhdengankendaraanpribadi,dankitamengantisipasikemungkinanbanbocor,
maka minimal kita bisa memeriksa kesiapan ban serep kitadan perangkat
pendukung, seperti kunci ban, dongkrak, dan lain-
lain.Denganmembayangkan,kitabisalebihbersiapuntukmengatasinya.
Seandainya kita mengantisipasi sebuah bad outcome yang tidak
adasolusinya, kita masih bisa memikirkan, "Apa sih seburuk-
buruknyaakibatnyajikahaliniterjadi?Benarkahinisebuahbencana,ataukalau
dipikir-pikir sebenarnya gak se-bencana itu? Apakah ada
oranglainyangpernahmengalaminyajugadanpadaakhirnyatidakseburukyangdi
bayangkan?”,atau"What'stheworstthatcouldhappen?"
Misalnya,seorangcowokjomblosedangbersiap-siapuntuknembak
(menyatakan cinta) seorang gadis yang beruntung (atau tidak).Bayangkan si
cowok Stoa ini melakukan premeditatio malorum. Yangpertama,
menyadari bahwa respon si gadis sepenuhnya di luarkendali sang
cowok. Kemudian, apa situasi terburuk yang mungkinterjadi dan hampir
tidak ada solusinya? Ditolak mentah-mentah kan?Maka, sang cowok bisa
memikirkan apakah ditolak sang cewekadalah bencana absolut, akhir dari
dunia dan seluruh isinya, atautidak. Jika dia rasional, maka seharusnya
penolakan sang pujaan hatibisa dilihat sebagai bukan bencana dunia. Yang
kedua, sang cowokbisa melihat penolakan ini sebagai kejelasan (lebih baik
daridigantung/friendzone],sehinggadiabisaterbebasdanbisamembukahati
kepadayanglain.
Di sebagian besar situasi yang bisa kita bayangkan, hampir
semuakemungkinan terburuknya sebenarnya tidak "segitunya", dan
kalaudipikirkanbaik-baik,bukanlahakhirsegala-galanyadalamhidup.
Selainitu,pikirkanapakahskenarioterburukinipernahmenimpajutaan
oranglaindiberbagai masa? Hampir
FILOSOFITERAS 132
Jikaakhirnya semuahalburuk
1
yang dibayangkan I
k
ternyatatidakterjadi,kita
akanmerasa lebih bahagia
denganharikita.Ironisnya,ne
gative
thinkingmungkinbisamembuats
eseorangmenjadilebih
bahagia.
semua kejadian buruk yang bisa
kitabayangkansudahpernahmenimpaoranglain
(ingat, di bab sebelumnya
FilosofiTerasmengatakan"tidak adayang
benar-benar baru di dalam
kehidupanini."), dan kita bisa melihat
apakahorang-orang lain yang
akhirnyamengalami hal yang kita
khawatirkanbenar-benar hancur atau
mereka bisamelaluinya. Life goes on.
Termasukditolak pujaanhati.
Jika akhirnya semua hal buruk yang dibayangkan ternyata
tidakterjadi,kitaakanmerasalebihbahagiadenganharikita.Ironisnya,
negativethinkingmungkinbisamembuatseseorangmenjadilebihbahagia.
Premeditatio malorum bisa diteruskan sampai ke musibah- musibah"besar",
misalnya membayangkan kita tertimpa musibah
bencanaalam,kecelakaansampaicederabesar,bahkansampaicacat,dilandapeper
angan, dan lain-lain. Prinsipnya sama dengan di atas, kitamelatih diri
membayangkan jika kita berada di situasi-situasi tersebutsehingga bisa
mengantisipasinya dan tidak bisa benar-benar
"kaget"jikaakhirnyamemangterjadi.
ApakahpremeditatiomalorumsebuahkontradiksidenganawalbabinidimanaSe
necamengatakankitaseringmenyiksadiridenganpikiran-pikiran negatif yang
tidak perlu? Tidak sama sekali. Ada perbedaanantara pikiran-pikiran negatif
yang dibahas oleh Seneca denganpremeditatio malorum. Yang pertama,
premeditatio malorum diawalidengan kesadaran dikotomi kendali. Kita
diajarkan bahwa hal-haleksternal yang tidak di bawah kendali kita adalah
indifferent,
tidakberpengaruhpadabaiktidaknyahidupkita.Iniberbedadenganpikiran negatif
yangmenyiksa karena kita memberikan
penitaian/valuejudgmentterhadaphal-haleksternal.
Sebaliknya, kita seharusnya lebih khawatir terhadap hal-hal di
bawahkendalikita:pikirankita,sikapkita,perkataankita,dantindakankita—
karena inilah yang menentukan "baik buruk’nya hidup kita. Sepertisituasi
yang dialami Admiral Stockdale. Bagi seorang prajurit,tertangkap musuh
adalah hal eksternal, tidak di bawah kendali kita,dan bersifat indifferent.
Yang harus dia khawatirkan adalah menjagasemangat, moril, dan
perkataannya saat dia benar-benar tertangkapdan ditawanmusuh.
Perbedaan kedua dari premeditatio malorum dengan kekhawatiranyang
tidak perlu adalah premeditatio malorum berada sepenuhnyadalam kendali
kita. Kita sendiri yang memutuskan untuk mensimulasiberbagai hal negatif,
di waktu yang kita tentukan, misalnya pagi harisebelum memulai aktivitas.
Kitalah yang menginisiasinya
dengantujuanmenyiapkansolusiataumengurangiemosinegatifjikaternyatakejad
ian burukbenar-benarterjadi.
Premeditatio Malorum diawali dengan dikotomi kendali, dan
diakhiridengan kesimpulan "apa yang bisa saya lakukan untuk
mengurangidampak kejadian negatif ini jika memang terjadi? Jika tidak
adasolusinya, apakah saya benar-benar tersakiti?” (apalagi
mengingatprinsipbahwasemuayangdiluarkendalikitaadalahindifferent,tidak
berpengaruhpadakebahagiaankita).
Sementara itu, kecemasan yang tidak perlu tidak berujung apa- apa,muncul
sendiri tanpa kendali, dan hanya menyiksa kita tanpa adasolusi. Perbedaan
lain yang paling mendasar juga adalah
kecemasanbersifatemosional,sementarapremeditatiomalorumdatangdarinala
rdan kepaladingin.
"Musibahterasapalingberatbagimerekayangmengharapkanhanyakeberu
ntungan."- SenecalOnTranquility ofMind)
Filosofi Teras mengajarkan kepada kita untuk menjadi "pengguna"—bukan
"budak"—dari kebaikan dan rezeki yang kita terima. Adaperbedaan besar
antara status "pengguna" dan "budak". Jika kitaadalah pengguna, maka segala
rezeki dan keberuntungan yang kitaterima dapat kita perlakukan sebagai
"pinjaman”. Jika kita memilikikesehatan, anggota tubuh lengkap, kecerdasan,
kecantikan, lahir diorang tua dan keluarga yang harmonis, tidak
berkekurangan secaramateri, bisa bersekolah, memiliki pekerjaan yang baik,
memilikipasangan dan anak yang baik, dan semua kebaikan lain yang
bisaditawarkanhidup,makaingatlahbahwainisemuahanyalah pinjaman.
Jadi, mumpung menerima "pinjaman” ini, kita gunakan semaksimaldan
sebaik mungkin. Namun, kita hanyalah "pengguna", dan bukan"pemilik”.
Artinya, setiap saat kita harus siap jika pinjaman
ditarikkembaliolehhidup.Kitatidakpernahmemilikihalusinasibahwakitabisame
milikiitusemuaselamanya.
"Ketikasayamelihatseseorangyanggelisah,sayabertanya-tanya, apa sih
yang ia inginkan? Jika seseorang tidakmenginginkan sesuatu yang di
luar kendalinya, mengapamerekaharus merasagelisah?" -
Epictetus/Discourses)
Namun,"diperbudak"olehrezekidankenikmatanhidupmembuatkitaterusdilanda
kecemasanakankemungkinankehilanganitusemua.
Hal-hal di luar kendali kita akan mengambil kendali saat kita
tidakmendisiplinkan pikiran. Premeditatio malorum adalah bentuk
disiplinini, untuk membebaskan kita dari rasa ketergantungan
padakeberuntungandankemurahanhatihidup,danselalumengingatkandiri
bahwa kita dapat tetap hidup bahagia, bahkan ketika
segalakenyamananmateridalamhidupinidirenggutdari hidupkita.
"SayatidakpernahmemercayaiDewiKeberuntungan(Fortuna),bahkanketikalata
mpakramahkepadasaya.Semuaberkah
dan rezeki yang diberikannya kepada saya—uang, jabatan,pengaruh—
saya tempatkan sedemikian rupa sehingga la
bisamengambilnyakembalitanpamengganggusaya.Sayamenjagajarak
yang lebar dengan segala berkah tersebut, agar la bisamengambilnya
baik-baik, bukan merenggut paksa dari saya.” -Seneca
/ConsolationstoHelvia)
Jangan.Ribet.
"(Kamu mendapatkan) ketimun pahit? Ya buang saja. Adasemak
berduri di jalan setapak yang kamu lalui? Ya berputarsaja. Itu saja
yang kamu perlu tahu. Jangan menuntutpenjelasan, 'Kenapa ada hal
(tidak menyenangkan) ini??’Mereka yang mengerti sesungguhnya
dunia seperti apa akanmentertawakanmu, seperti tukang kayu yang
melihat kamukaget karena ada banyak debu hasil gergaji di tempat
kerjanya,atautukangsepatumelihatkamukagetkarenabanyaksampahkul
itsisa(ditempat kerjanya)."-MarcusAurelius/Meditations)
Quoteinibagisayaluarbiasa.Selainternyatakebagianketimunpahititu sudah
menjadi masalah dari 2.000 tahun yang lalu, quote inimengingatkan saya
kepada mendiang Gus Dur dengan kata- kataterkenalnya, "Gitu aja kok
repot?” Ternyata, sudah ribuan tahunmanusiasenangmembesar-
besarkanperkarakecildalamhidup.
Akibatnya,adabanyakwaktudanenergiterbuangpercumauntuksesuatuyangsebe
narnyasepele.
Ini adalah satu tips dari Filosofi Teras untuk memiliki mental yanglebih
kuat—yaitu tidak membesar-besarkan masalah dan
segerafokuspadaapayangbisadilakukan.MarcusAureliusmenyampaikanbahw
a pada dasarnya hidup ini memang penuh dengan hal-hal gakenak,
itusudahfakta.
Jika kita marah-marah atau sedih untuk semua halyang tidak enakdan tidak
nyaman, itu sama konyolnya dengan seseorang yangmengunjungi bengkel
tukang kayu dan heran kenapa banyak sampahkayu di situ. Life sucks, kata
orang bule. Jika memang giliran kitauntuk tertimpa masalah tidak enak yang
sepele, ya terima saja. Gakpentingjuga untuk diperdebatkaneksistensinya.
Kamu makan di restoran dan mendapati ada lalat di sup kamu? Yatinggal
minta ganti atau di-cancel. Menghabiskan setengah
jamberikutnyauntukmengomeldanmemperdebatkanmengapaharus
ada lalat didalamsup,atau mengapaadalalatdi dalam
restoran,ataubahkanmengapaharusadalalatdiduniainiadalahpemborosanenergi
, waktu, dan juga mungkin mengurangi kebahagiaan temanmakan kamu [of
course, kamu bisa memberi restoran tersebut reviewjelek di internet, dan
ini masuk kendali kamu, tapi toh tidak
mengubahsejarahbahwaseekorlalatpernahmandidisupkamu,jaditidakperlugus
arterlalulama).
Daftar hal tidak nyaman di dunia yang sepele ada begitu banyaknya,dan jika
dihitung, mungkin jumlah kejadian tidak enak di dalam
hidupjauhlebihbanyakdariyangenak.AntreanATM panjangdiakhirbulan,
macet, daging steak yang tidak dimasak sempurna, sate
yanghangus,cucianyangrusakolehsimbak,polisicepekyangmalahbikin macet,
dosen yang random banget kalau memberi nilai, politisiyang ngomong
sembarangan, followeryang senang mencela, dan lain-lain.
Seperti Gus Dur, Stoisisme menganjurkan di banyak situasi untukcukup
menghindari dan mencari solusinya, tidak perlu
menghabiskanenergiuntukmeributkannya.Seringkali,banyakmasalahsepeletid
akperlu dicari solusinya, cukup dihindari, seperti sekadar
membuangketimunpahitataumengambiljalanmemutar. Gituajakokrepot?
"Satu hal penting untuk selalu diingat: tingkat perhatian kitaharus
sebanding dengan objek perhatian kita. Sebaiknya
kamutidakmemberikankepadahal-
halremehwaktulebihbanyakdariselayaknya.”-MarcusAurelius
[Meditations)
Berikutkalikitainginngedumet,marah,kesal,sedih,jengkelberlama-lama,
dipikirkan dulu. Is it really worth my time and energy? Apakahobjek,
kejadian, orang yang akan kita berikan waktu dan tenaga untukemosi negatif
ini benar-benar sepadan? Rugi kan jika kitamencurahkan waktu, pikiran,
emosi, dan kebahagiaan kita untukmemusingkan hal-halyang tidaksepadan?
SebuahEksperimenyang(Separuh)Berhasil?
Di tahun 2011, jauh sebelum saya menemukan Filosofi Teras, sayaiseng
melakukan sebuah eksperimen sosial dengan menyeret parafollowers saya di
media sosial. Saat itu saya terinspirasi oleh sebuahepisode di The Oprah
Winfrey Show di mana Oprah Winfrey, sangtuan rumah, menghadirkan
bintang tamu seorang pendeta
yangmemilikigerakanNoComplaint(TidakMengeluh).SangPendeta,Will
Bowen, memiliki ide untuk membagikan gelang karet kepadajemaatnya
untuk dikenakan di satu tangan. Kemudian jemaat diajakuntuk tidak
mengeluh selama 21 hari. Jika 21 hari dia sukses
tidakmengeluh,makagelangdipindahkankelenganyanglain,danperiode21 hari
diulang kembali. Jika kemudian seseorang menyadari dirinyatelah mengeluh
sebelum 21 hari lewat, maka dia harus memindahkangelang itu ke tangan
yang lain, dan menghitung ulang 21 hari dariawal.
Sebagaiseorangpengeluhprofesional,sayacukuptertarikpadaideini. Akhirnya,
saya memutuskan untuk mencobanya sendiri, tanpagelang atau anting.
Menyadari bahwa tidak mengeluh selama tigaminggu rasanyaseperti
menyuruhsayamendaki
Gunung Everest dengan bermodal kutang doang (alias hampir
tidakmungkin), maka saya mencoba versi Lite (ringan) saja.
Sayamelakukan No Complaint Week, belajar tidak mengeluh
selamaseminggu saja. Supaya termotivasi, saya juga mengajak teman-
teman di mediasosialuntukmelakukannya.
Eksperimen selama seminggu ini sangat menarik. Ada beberapatemuan
pribadi selama melakukannya. Yang pertama, saya barumenyadari betapa
seringnya saya mengeluh ketika saya berusahamenghentikannya. Situasi
apa pun bisa memicu saya
untukmengeluh,mulaidaripekerjaan,urusankeluarga,sampaikehabisanstok
kacang sukro di rumah. Selama seminggu itu, dengan susahpayah saya
berkali-kali menggigit bibir untuk tidakmengomel/mengeluh, dan ketika
dengan sadar kita melawannya,barulah kitamenyadari,selama
inikitaseringbangetmengeluh.
Yang kedua, dalam waktu sesingkat itu, saya menyadari bahwa
sayasebenarnya mampu untuk tidak mengeluh. Ketika kita mau
berusahamenyadarikebiasaanselamabertahun-tahun,
kitamemilikikemampuanuntukmenghentikannya.Pelajaranterbesarsayaselama
eksperimen seminggu itu adalah ternyata saya bisa mengendalikankeluhan
saya agartidakterjadisecara otomatis.
Memang,beberapakalisayagagal,tetapisecarakeseluruhanselamaseminggu itu
saya jauh lebih tidak menjadi pengeluh. Bagaikanmelatih otot dengan
mengangkat beban-awalnya terasa berat, tetapiseiring otot kita beradaptasi
dengan beban yang sama sehingga tidakterasa seberat yang dulu, maka
kemampuan tidak mengeluh punterasa semakin mudah. Selain itu,
menghentikan keluhan di
bibirterasa"menjalar",sampaiakhirnyakitajugamulaimenghentikan
keluhansaatmasihadadipikiran.Saatrasajengkelmulaiterasa,kitabisa
menghentikannya langsung di pikiran, dan mulai mengalihkanpikiran
kehalyanglain.
Sesudah eksperimen No Complaint Week berakhir, sayangnyaperlahan
saya mengalami kemunduran menjadi diri saya
semula.Tanpaadaperiodewaktuyangditentukan,atauadanya goaltertentu,saya
pun "berjalan mundur” memburuk kembali ke diri saya yanglama,
sangpengeluhprofesional.
“Itisnotthemanwhohastoo
little, but the man
whocravesmore,thatispoo
r.
Seneca(Letters')
FILOSOFI TERAS 140
Bagi saya saat itu, eksperimen ini adalah sebuah
kesuksesan[terlepasdariefeknyayangtidakbertahansecarapermanen).Namunse
karang, sesudah saya mempelajari Filosofi Teras, saya barumenyadari bahwa
eksperimen ini sebenarnya hanya “separuh”berhasil. Mengapa? Karena
eksperimen ini hanya menghentikanperilakunya (mengeluh), tetapi tidak
dengan serius mengidentifikasidan menghentikan akarnya. Tentunya tidak
ada yang salah denganmenghentikan perilaku ekspresi mengeluh, tetapi
sekarang sayamenyadari bahwa ini adalah solusi separuh. Bagaikan
gentengbocoryang meneteskan air terus menerus ke dalam ruang
tamu,sekadar menghentikan ekspresi mengeluhnya adalah sepertimenadah
tetesan air dengan ember, atau sekadar melapis plafondengan lapisan anti air,
tanpa mengganti gentengnya.
Bagi saya sekarang, Stoisisme melengkapi separuh yang hilang
tadi.Mengeluhdatangdaripikiran/interpretasikitaakanapayangterjadidihidup
kita, dan keluhan merupakan simtom/ gejala dari pola pikirirasionalyang
datang dari dalam. Kita tidak hanya harus menggigitbibir, tetapi juga
mengubah pikiran dan interpretasi kita atas peristiwatersebut. Kita tidak
hanya melawan air bocoran genteng, tetapi
kitajugamemperbaikisumberkebocorandigentengnya.Fixthesourceof the
problem. Perbaikilah langsung di sumber masalahnya—
dalamhalini,pikirankitasendiri.
SeeingfromOtherPeople’sPerspective
Suatuhari,MayamelihatmelihatsahabatdekatnyaNisamukanyacemberut.
Maya:"Kenapalo?”
Nisa:”HPgueilangMay,jatohdijalankayaknya. Keselbangetgue,
kokguebegobangetya?”
Maya:"YaudahNis,ikhlasinaja. HPbisadibelilagilah .................. "Nisa:
"Huhuhuhu,tapiguesedihbangetMay.Danrasanyamaumarah-
marahteruskediriguesendiri,cerobohamat. ............................. "
Maya:"Yaudah,sinihsinih,pukpuk. ............ ”
Coba kita bayangkan skenario tersebut. Saat Maya mendengar
soal’musibah’ yang menimpa Nisa sahabatnya, apakah Maya akanbereaksi
lebay? Apakah Maya akan berguling-guling di tanah,menjerit-jerit ke
langit, bertanya pada Tuhan mengapa sahabatnyaNisaharusmenerimaazab
demikianberat? Rasanyatidakkan?
MungkinMayaakanberusahakerasuntukterlihatsimpatikepada
141 HENRYMANAMPIRING
sahabatnya, tetapi rasanya lebih mungkin Maya akan hanya sedikitterlihat
prihatin dan tidak sampai meratapi hidupnya sendiri. Reaksiini tentunya
berbeda dengan Nisa yang tertimpa musibah itu. Diamungkin akan bete
berhari-hari, mungkin sedih sekali karena HP
itucukupmahal,danNisatakutmemberitahuorangtuanyasoalitu.
Dalam Filosofi Teras, ada exercise menarik. Jika suatu hari
MayajugakehilanganHP-nya,bisakahdiabersikapsetenangsepertisaatdia
mendengarkan cerita Nisa tadi? Filosofi Teras mengajarkanbahwa cara kita
menyikapi musibah yang menimpa orang lainharuslah sama dengan cara
kita sendiri bersikap saat kita
yangtertimpamusibahyangsama.Karenasecaraobjektif,musibahyangmenimpa
adalah sama, maka seharusnya responsnya pun
sama(terlepaskitaadalahkorban ataupengamat).
DalamcontohMayadanNisa,Stoisismeakanberkatabahwasecaraobjektif,HPmi
likNisatidakbernilailebihrendahataulebihtinggidariHP milik Maya (di luar
faktor harga rupiah). Maka, adalah aneh jikaMaya meratapi kehilangan HP-
nya lebih dari Maya meratapihilangnyaHPNisa.
Konsep ’’perlakukan musibahmu sama seperti kamu
memperlakukanmusibah orang lain’’ ini rasanya salah satu konsep tersulit
dalamFilosofi Teras. Rasanya cukup sulit dilakukan secara emosional,karena
ada perbedaan status sebuah benda ketika ia menjadi
milikoranglaindibandingkanmiliksendiri.Akantetapi,tidakbisadisangkalada
logikayangmengagumkan disini.
Jikakita kehilanganHPdanmenangismeraung-
raung,makaseharusnyakitamelakukanhalyangsamajikayanghilangadalahHP
orang lain. “Milik saya” tidak menjadikan sebuah HP lebih
bernilaidibandingkan “milik dia". Di sinilah Stoisisme berusaha
mengingatkankita untuk tetap objektif dalam menilai segala sesuatu. Lalu,
karenaumumnyakitarelatiflebihtidaksedihmengenaioranglainkehilangansesu
atudaripadadiri sendirikehilangansesuatu,konsekuensinyaada dua, antara kita
harus lebih sedih mengenai orang lainkehilangan suatu hal (belajar
menambah empati pada musibah oranglain), atau, kita harusnya belajar lebih
rasional dan objektif menyikapimusibah dirisendiri.
Kalaupraktikkonsepiniterasasulituntukhal-halyangrelatifsepele
—seperti kehilangan benda—bayangkan jika kita harusmenerapkannya ke
peristiwa hidup yang lebih besar. Sikap
kitaterhadaporanglainyangsedangberdukaataskehilangananaknya,
FILOSOFITERAS 142
(harusnya)samadengandukakitasaatkehilangananakkitasendiri.Karena, nilai
nyawa anak kita tidak lebih tinggi dari nilai anak oranglain(selain perbedaan
statusbahwa yangsatuadalahanakkita).
Dalam penerapan di musibah yang lebih besar, rasanya sulit sekalikita
melakukannya. (“Lo gila ya? Ya jelas gue lebih sedih
kehilanganmotor/mobil/rumah/keluargaguesendiridaripadamotor/mobi
l/rumah/keluarga orang lain doonng!"). Namun, konsep ini tetappenting
untuk direnungkan, karena mencoba menempatkan
musibahdalamperspektifbaruyanglebihseimbang,denganharapandampakmusi
bah tersebutbisa dikurangi.
Memang, penerapannya di masalah-masalah sepele lebih mungkindan
lebih berguna, karena tanpa sadar, kita terlalu banyakmemberikan waktu
dan tempat untuk masalah- masalah yang tidakakan kita besar-besarkan
jika terjadi pada orang lain (sepertikehilangan HP). Ketika dengan teknik
ini kita menyadari bahwa kitamungkin membesar-besarkan masalah yang
sepele, semoga kitabisakembalimemprioritaskan energi kitadenganbenar.
IfYouCan’tbewiththeOneYouLove.....
“Itisnotthemanwhohastoolittle,butthemanwhocravesmore,
that ispoor."-Seneca /Letters)
Bagi filsuf Stoa, konsep “kaya” dan “miskin” memiliki
persepsisubjektif,danlebihdarisekadarurusanjumlahdeposito,properti,atau
investasi saham. Manayanglebih penting,
143 HENRYMANAMPIRING
seseorang memiliki harta benda yang banyak, atau seseorang
yang"merasa"kayadenganapayangtelahdiamiliki?Seseorangbisasajamemiliki
harta benda begitu banyak, tetapi selalu resah
karenamerasatidakmencapaiperingkatorang-orangterkayase-lndonesia.
Sementara itu, ada orang lain yang tidak bisa dibilang kaya raya,bahkan
tergolong sederhana, tetapi dia merasa sangat cukup danpuas dengan apa
yang dimilikinya, tidak merasa kekurangan. BagiFilosofi Teras, orang kedua
inilah yang benar-benar
"kaya"."Sesungguhnyayangmiskinbukanlahdiayangmemilikihartaterlalusedik
it, tetapi dia yang masih menginginkan lebih,” ujar Seneca[Letters from
aStoic).
Bagi saya, hal ini bukan untuk disalahartikan sebagai anti-ambisi(ingatlah
bahwa sebagian filsuf Stoa adalah pedagang atau datangdari latar belakang
keluarga kaya raya). Kita boleh sajamengumpulkan harta dan kekayaan,
tetapi selalu ingatlah bahwa itusemua di luar kendali kita dan bisa direnggut
sewaktu-waktu,sehingga kita tidak terlalu attached pada kekayaan. Lalu,
kita
jugadiingatkanuntukmengendalikankeinginanmengejarkekayaantanpahenti,
untuk bisa merasakan "cukup" dengan apa yang sudah kitamiliki. Dengan
ini, kita mencegah kekayaan menjadi majikan
yangmenjadikankitabudakmereka.
AmorFati
Lebihdari sekadarurusanhartakekayaan,Filosofi Terasmemperluas terapan
prinsip di atas ke dalam momen hidup yanglebih besar. Apakah kamu detik
ini juga sedang merasakanmenginginkan hidup yang berbeda? Misalnya,
"Seandainya saja guenggakharusberadadikeretapenuhsesak
orangsaat ini.
Seandainya saja gue masuk ke sekolah idaman. Seandainya
sajague punya orang tua yang lebih keren. Seandainya saja gue
punyateman-
temanyanglebihcooldariyangsekarang.Seandainyasaja...seandainya
saja..."
Di mata Stoisisme, pikiran-pikiran menginginkan alternatif dari situasihidup
kita sekarang adalah tirani. Setiap detik kita
menginginkansedangberadaditempatlain,situasilain,dansegalawishfulthinkin
glainnya, maka kita telah dirampok dari kesempatan untuk menikmatidan
mensyukurimasa kini,detikini.
IngatbahwaStoisismemelihatseluruhalamsemestasebagaisebuah
FILOSOFI TERAS 144
keteraturan dan keterkaitan segala hal. Artinya, seluruh hidup kitasampai
saat ini sudah terjadi menuruti rantai peristiwa dan
hukumalam.Kitabisamemilihmelawandanmenyangkalimasakini,yangartin
ya kita "melawan Alam”, atau kita bisa belajar menerima
masakini/present),bahkan"mencintainya”.
Stoisismemengajarkanlebihdarisekadarikhlasmenerimakeadaansaat ini,
tetapi justru sampai sungguh-sungguh tulus mencintainya."Jangan menuntut
peristiwa terjadi sesuai keinginanmu, tetapi justruinginkan agar hidup
terjadi seperti apa adanya, dan jalanmu akanbaikadanya.”-
Epictetus/Discourses).
Saat saya membaca kutipan di atas, ini rasanya nasihat yang sulitdicerna
dan dipahami, pada awalnya. Ekstremnya, saat kitakecopetan, tidak cukup
untuk sekadar menerima dan ikhlas bahwakita kehilangan dompet, HP, dan
semua kontak kita.
Epictetusbahkanmenyarankanagarkita"menginginkan”haliniterjadi{“Hore!G
uekecopetan!Emanginiyangguetunggu-tunggu...!"). Absurd?
Gila?Kalaukitamengingatpembahasansebelumnya,bahwasemuaperistiwa
eksternal pada dasarnya netral, dan "baik” atau "tidak”-nyasemua
bergantung pada interpretasi kita, maka mungkin Epictetustidak segila itu.
Kita sebenarnya mampu mengingini (lebih darisekadar ikhlas menerima)
peristiwa hidup apa pun. Tidak ada yangberkatainimudah,tetapiinimungkin.
Dalam contoh kecopetan, kita bisa menginterpretasi bahwa ini ujianterhadap
kesabaran. Atau, ini alasan beli dompet/ HP baru. Atau, inikesempatan
belajar mengurus kehilangan benda berharga, siapatahu bermanfaat untuk
keluarga/teman dekat kita kelak, dan lain-lain.Saat kita bisa melihat sebuah
musibah sebagai kesempatan
untukberubahmenjadilebihbaik,maka“menginginkanperistiwainiterjadi”men
jadi lebihbisadipahami.
Sekilas mungkin ini terdengar seperti “delusi terencana",
tetapisesuatudisebutdelusiketikabertentangandenganrealitas(misalnya,kalah
Pilkada tetapi masih ngotot mengaku menang). NasihatEpictetus tidak
mengubah realitas yang terjadi (kecopetan), tetapihanya mengubah
pemaknaan atau narasi yang kita berikan atasperistiwa tersebut.
145 HENRYMANAMPIRING
Amorfati:
cintailahn
asib—apa
yang
telahterjadi dan
sedarterjadisaa
tini.FilosofiTerasmengatakansemuakejadianbisamenjadikesempatan
melatihwrfue/arete/kebajikan(keberanian,kebijaksanaan,keadilan,dan
menahan diri). Kitabisa memilih antara,“Gue
kecopetandaninimusibahdanguenggakpen
gen hal ini\“atau,
“Gue kecopetan,
tapiini udah kejadian
danbisa gue
jadikanpelajaran,bahk
anjadikesempatan
untukmemperbaikidiri,
belajar ikhlas,
danlain-lain"
"Formula
untukkeagungan[greatn
ess]
manusia adalah “amor fati'', yaitu tidak ingin apa pun menjadiberbeda, tidak
ke depan, tidak ke belakang, tidak di sepanjangkeabadian. Tidak hanya
sekadar menanggung yang memang harusdijalani...tetapimencintainya."-
FriedrichNietzsche.Amorfatiadalahbahasa Latin, yang diterjemahkan
menjadi “love of fate", ataumencintai takdir.
Di tengah-tengah proses penulisan buku ini, saya mengalami"musibah
kecil". Suatu hari, saya menghadiri sebuah
lokakaryabersamaklien.Acaratersebutdiadakandisebuahrestorandengandesai
n yang artistik di Jakarta Selatan. Saking artistiknya,
sampailantaisajadibuattidakrata,adasatu-duaundakan disanasini.
Sudah bisa diduga apa yang terjadi pada seseorang dengankeseimbangan
minus seperti saya. Saat di tengah lokakarya, sayaberjalan ke arah toilet dan
tidak melihat adanya undakan di lantai.Jatuhlah saya disertai bunyi KREKW
Saat terjatuh, rasa malu sayalebih besar dari rasa sakit saya (maklum, sedang
ada klien),
dandengangagahberanisayatetapjalanketoiletwalausedikitterseok.Kemudian,sa
yatetappede melanjutkanlokakarya.
Tiga puluh menit kemudian, di daerah sekitar mata kaki saya mulaiterasa
nyut-nyutan. Satu jam berlalu dan bengkak di kaki
sayasemakinmembesar.Dalamhatisayasudahmendugabahwainipastikeseleo
Isprained ankle). Ketika rasa sakit sudah tak tertahankan,saya menyerah
dan akhirnya pergi ke Instalasi Gawat Darurat
(IGD)dirumahsakitterdekat.Sesudahdicekdokterjagadandifotorontgenuntukm
emastikantidakadatulangyangpatah,akhirnyasayadivoniskeseleo dan harus
minum obat anti-sakit serta mengurangi mobilitaskarena kaki
harusdiistirahatkan dan dibebat.
Di ruang IGD tersebut, sambil menunggu penyelesaian
prosesadministrasi,sayamenatapkakiyangbengkakbagaikantalasBogor,denga
n emosi campur aduk. Jujur, saya sudah sempat merasajengkel dan bodoh
mengapa saya bisa tersandung. Ditambah lagi,masih ada rasa malu bahwa
ini terjadi di acara klien. Di atas itusemua, ada rasa kesal karena selama
beberapa hari ke depan pastisayaakan berjalan tertatih-tatih, bahkanmungkin
harusmenggunakan tongkat.
Saat pikiran-pikiran itu mulai melintas, akhirnya terpikir juga olehsaya,
“Bagaimana saya bisa mengaplikasikan Stoisisme di dalamsituasi
ini?" Sebagai seseorang yang sedang menulis
mengenaiStoisisme,peristiwainibagaikanujianlangsungapakahsayabisame
mpraktikkan apa yang sayabaca dan tuliskan.
Yang pertama, saya menghentikan arus pikiran dan emosi negatifyang
mulai timbul (langkah: Stop}. Kemudian, saya mulaimemisahkan fakta
dan interpretasi (faktanya: saya tersandung dankeseleo. Itu saja. Jika saya
mulai merasa ini sebuah kesialan, inisudah 'mterpretasi/valuejudgment
sayasendiri).
Akhirnya,dengansusahpayahsayamulaimencobamengendalikaninterpretasisaya(lang
kah:Think&Assess],kira-kirasepertiini:
“Sayakeseleo,karenakesandung.Sudah,tidakperludiributkan
dandipikirkanterus-meneruskenapainibisaterjadi.Apayangsudah
terjadiyaterjadilah.
Saya bisa menginterpretasikan ini sebagai hal yang
lumrah.Mungkin ribuan orang sudah pernah mengalami
keseleo.
Apaistimewanya?Mengapahalinitidakbolehterjadipadasaya?
Apa manfaat yang bisa saya tarik dari kejadian ini?
Yangpertama,sebagaiujianterhadapkesabaransayamenanggun
grasa sakit fisik. Toh ini hanya keseleo, bukan kondisi
medisyang lebih berat. Kedua, sekarang saya bisa empati
kepadaorang lain yangmengalami hal yangsama."
So far so good. Perlahan, dialog internal ini membuat saya
lebihtenangdanmulaibisamenerimakeadaaninitanpaharusmengutukdirisendiri
(langkah:Respond}.Kemudian,saya
teringat dengan prinsip amor fati. Barulah saya menyadari
betapasulitnyaajaranyangsatuini.Bisamenerimasebuahmusibahyangterjadi
kepada kita rasanya sudah sebuah pencapaian tersendiri,tetapi
“mencintai” musibah ini bagaikan kejadian yang sudahdidamba-
dambakan? Seperti kata Obelix, tokoh komik Asterix,“Orang-orang
Romawimemanggila!"
Walaupunterasaabsurduntukmencobamencintaimusibah,tetapi
saya mencobanya juga. Anehnya, perlahan saya bisa merasakanbahwa ide ini
tidaklah seabsurd itu. Saya memang tidak berubahdrastis menjadi gembira
atas keadaan tersebut ["INILAH
YANGSELAMAINIKUDAMBA,KESELEO!!"],
apalagisetiapkalikakiterasanyeri saat harus naik tangga atau tidak sengaja
diinjak anak sayayang masihberusia17bulan.
Namun, saya menyadari bahwa sangat mungkin
menggeserperasaansayaterhadapkeseleoinisedikitlebihjauhlagi,lebihdarisek
adar ikhlas, bahwa mungkin saya merasa mulai menyukainya(walaupun
tidak sampai tahap sadomasochist tentunya).
Minimal,sayabisamulaimentertawakansituasiini,danjugamentertawakansaya
sendiri.
Coba renungkan kondisi hidupmu sekarang ini. Sebagian pembacasedang
merasa bahagia dengan kondisinya sekarang, good for you.Namun,
sebagian pembaca lagi mungkin berharap kondisi
hidupnyaberbedadariyangsekarang.Bagikamuyangmasukdalamkelompokini,
bisakah sedikit saja merenungkan, '‘Mungkinkah gue mencintaikondisi
gue saat ini?" Jangan terlalu cepat dijawab /"Penderitaan guesaat ini
terlalu berat!! Tidak mungkin gue bisa mengharapkanterjadi!!").
Berikan waktu sedikit saja untuk dipikirkan. Tidak ada yangbisa
menghentikanmu untuk memutuskan mencintai hidupmu.
Saatini.Hariini.Detikini.
MasaLaluSudahMati
Jika Filosofi Teras memiliki perspektif yang cukup tegas terhadapmasa kini
[present), bisa terbayang kan bagaimana para filsuf Stoamenyikapi masa
lalu? Benar, masa lalu sudah benar-benar masukkategori "di luar
kendali”—tidak ada celah sama sekali untuk keluardari situ. Masa lalu
sudah mati semati- matinya. Kecuali kamumenemukan mesin waktu,
sayBHAYto the past. Maka, menyesalimasalalu[regret),terus-
menerusmemikirkan,"Seandainyasajaguewaktuitubegini....ataubegitu
..................................................... "adalahhalirasional, tidakmasuk
akal,dantidakdidukungolehFilosofiTeras.
Sebagianmungkinmemakaialasan,"Bukankahkitaharusbelajardari kesalahan
masa lalu?" Setuju banget. Akan tetapi, kita harusnyabisa menarik garis
antara belajar dari kesalahan masa lalu
danterobsesiterusdenganmasalalu(gagal moveon).Jujursaja,banyakdari kita
(termasuk saya) yang masih kadang- kadang
menyesalimasalalu.Menyesalitindakan/perkataankita,atauoranglain["Coba
dulu DIA tidak berkata/berbuat begitu...") - apa pun itu, jika sudah
dimasalalu,maka tidak bisa diubahlagi.Sudah selesai.
Sama dengan sikap kita menghadapi masa kini di atas, makaStoisisme
juga mengajarkan kita untuk "mencintai" masa lalu kita,bahkan yang kita
anggap pedih sekalipun. Kita bisa belajar
darinya,danmerencanakanyanglebihbaikuntukkedepannya,tetapimasalaluit
u sendiri telahterjadi, dan bagaimanakita
menyikapinya sepenuhnya di bawah kendali kita. Tidak ada
yangperludisesali.SemuaterjadimengikutiketeraturandanhukumAlam
/Nature).Bisakahkitatidakhanyamenerimamasalalu,tapibahkanmencintainya?
IntisariBab6:
• Kekhawatirandankecemasankitalebihbanyakyangakhirnyatidak
terjadi.
• Premeditatiomalorumadalahteknikmemperkuatmentaldenganmembay
angkan semua kejadian buruk yang mungkin terjadi dihidup
kitadihariinidan kedepannya.
• Perbedaan premeditatio malorum dan kekhawatiran
tidakberalasan adalah dalam premeditatio malorum kita
bisamengenaliperistiwadiluarkendalikitadanmemilihbersikaprasion
al.
• Manfaat lain dari premeditatio malorum adalah membantu
kitamengantisipasiperistiwaburukjikaterjadi,dankarenanyatidakterlalu
terkejut jika benar-benar terjadi.
• Hubungan kita dengan rezeki adalah “pengguna”
atau"peminjam”,kitaharusselalusiapketikasegalarejekidankeber
untungankitadimintakembaliolehDewi Fortuna.
• Adabanyakhal-
halnegatifdalamhidupiniyangsebenarnyaremehdantidakperludibesa
r-besarkan("ketimunpahit").
• Saat kita mendapat musibah besar dan kecil,
bayangkanbagaimanakitaakanbersikapjikainimenimpaoranglain
.
• Orang yang benar-benar kaya adalah dia yang
merasakancukup.Orangyangbenar-
benarmiskinadalahdiayangmasihmenginginilebih.
• Amorfati:cintailahnasib—apayangtelahterjadidansedangterjadi
saatini.
^^■ncara dengan
Lia salsabeela
"Kita sebenarnya
sama.Ngapainsihberantemh
anyakarena politik?”
Saya tertarik untuk mewawancara LLia sejak berteman dengannya
dimediasosiaLSelainsosoknyasebagaipengusahamediaperempuanyang
sukses, Llia juga kerap menjadi pembicara di banyak acaraseminar/pelatihan
perempuan. Namun, yang lebih menarik lagi, Lliamenaruh di profil akun
Twitternya sebagai 'A Stoic'. Penasarankarena jarang sekali menemui orang
Indonesia yang mengakusebagai seorang Stoa, saya pun meminta
kesempatan mengobroldenganbeliau.Berikut kutipannya.
HiLlia,apaaktivitassehari-harinyasekarang?
Gueadalah foundertigaperusahaankonten dan media:nulisbuku.com,
storial.co, dan zettamedia. Sekarang gue ChiefContent Officer di Zetta.
Gue udah nulis lebih dari 30 buku
sejak2005.Duabukuterakhiradalahbiografiorangterkenal.Guememangpunya
ketertarikan mengenai kisah orang lain. Kuliah gue teknologi,jadigue senang
menggabungkanstories dengan technology.
Personally,guejugabuildpersonalbranding.
BagaimanaawalmulabertemuStoisisme?
Sekitar tiga tahun yang lalu gue lagi liburan di Italia dengan my
bestfriend. Saat jalan-jalan di sekitar Roma, gue masuk ke sebuah
tokobuku kecil. Hanya sedikit buku yang dipajang dan dijual di situ.
Gueiseng-iseng mengambil sebuah buku. Itu adalah bukunya
MarcusAurelius,Meditations.Gueiseng,iniapaansih,terusguebaca.Guebaca
dikit, ternyata bagus banget nih, lean relate. Jadi gue
beli.(Dalamperjalanan),setiap capek, gue dudukdanbaca.
Saat itu gue lagi LDR [Long Distance Re/af/onsh/p/Hubungan
JarakJauh),pacarguediAmerika.Guelagistreskarenasaatitupacarguelagi“meng
hilang”,sedangadamasalah.Saatguestres gaktahuwhat to do, pas gue baca
Meditations, gue berasa kayak diingetinbanget. Dari dulu gue tuh emang
udah ‘lempeng’. Gue Stoic dari dulutapi gue gak tahu. Gue ikutan tes yang
menyatakan bahwa
gueterlahirsudah’mentallystable'.Dariduluoranglainudahstreskayak
gimana,tapigueyalempeng.Masalahnyakaloterlalulempengkangue jadidingin.
Pas gue baca Meditations, wah ini gue banget. Gue gak tahu bahwaselama ini
gue Stoic. Sekarang ada namanya (untuk sifat ini)
guebahagiabanget.Ternyata,nothingiswrongwithme,hahaha.Karenatertarik,g
uegoogling,guebarutahukaloMarcusinimenulisjurnal.
Diaseorangkaisar,tetapimenyempatkanwaktusetiapharimenulisjurnal
untukdirinyasendiri.
Tiap gue baca Meditations, selalu ada hal berbeda yang gue tangkep.Gak
pernah bosen. Gue biasanya gak pernah baca satu buku sampaidua kali.
Buku ada miliaran di dunia, masak gue baca dua kali? Tapi,Meditations gue
jadiin "bible”, selalu balik ke situ. Yang khususnyamengena untuk gue
adalah tulisan dia tentang "batu". Batu yangdilempar ke udara tidak lebih
baik atau lebih buruk jika naik
ataupunturun.Kitakankaloliatbatutadigakadaperasaanapa-apa.Yahidupseperti
itu, naikturunmengikuti hukumalam.
Ada yang lain lagi, seperti saat bangun pagi harus mengharapkan
dihariituakanketemu orangakankasar,bohongin lo,danlain-lain.
Ada yang lucu juga, kalo lo makan ketimun, ketemu yang pahit yadibuang.
Makes sense sih. Ternyata, sejak jaman tahun 300-400
Msudahadaketimunyangpahit,kaloketemuyabuangaja.Benerjuga,hahaha.
Thegoodandthebadoflifegueudahawaredansudahbisaaccept.Itu ajaran
Stoisisme yang selalu gue bawa. Dari sebelum gue
bacaMeditations,guejugasudahjournalling.Guepenulisjurnalpribadi.
Gue nulisnya gratitude journal, semua hal yang bisa gue sukurin. Guepunya
buku khusus untuk itu. Sebentar lagi gue akan menerbitkangratitude journal
bersama Gramedia, sehingga membantu orang
lainbisamenulisjurnalsyukurmerekasendiri.
Kapanmenulisjurnalbersyukurini?
Setiap pagi, untuk mensyukuri hari kemarin. Kalau gue lagi adakejadian
luar biasa, misalnya putus, gue bisa journalling di setiapmenit gue
merasakan yang tidak nyaman. Langsung
dituangkan.Untukituadabukunyabedalagi.Makanyaberattasgue, hahaha.
Adakata-kataMarcusAureliusyangbisajadidasaruntukgratitudejournal juga,
"Jangan mimpiin sesuatu yang kamu gak punya. Tapireflect the greatest
blessing that you have." Kalau kita
memilikisesuatu,adakemungkinanbarangituhilang.Janganmikirbahwa
halyangkitamilikitidakakanhilangselamanya.Expecteverything.
Gue ada metode “rewrite" yang sedang gue ajarin. Menurut gue,hidup itu
seperti cerita. Kalo di novel ada plot. Misalnya, The Lord
ofTheRings.Lomaucincin(ajaib)gak?Gakmau.Terus terpaksamau.Terus
berantem kalah. Ketemu mentor, diajarin. Terus akhirnyamenang. Hidup
kita seperti cycle itu. Kita hanya perlu aware kitasedang berada di mana di
dalam plot itu. Misalnya, gue lagi di fase dimana gue nolak-nolakin
tantangan hidup. Gue bagaikan disuruh caricincin, tapi menolak. Akhirnya
hidup gue stuck di situ-situ aja. Gueharus menyadari hal ini dulu. Gue
identify kenapa gue tolak-tolakindan hidup gue gak jalan. Kemudian gue
harus menulis kembali versihidupgueyang gueinginkanagarhidupgue
moving forward.
ApakahadayangberubahsejakmenemukanStoisisme?
Bagi gue ini sifatnya confirming my belief. Kadang jika tidak
tahupasti,apakahguebenergaksihmemilikisifatkayakgini.Jangan-jangan
gue dingin nih, karena beda dengan yang lain. Orang
lainsukabapergitu,guebiasaaja.Jangan-jangangue berhaties?
Sekarang gue tahu namanya apa, dan praktiknya bisa membantu kitabanyak.
Misalnya, ketika gue lagi stres mikirin mantan gue, inimembantu banget
supaya gue gak terlalu stres. Jadi reminder danpegangangue.
ApaprinsipStoisismeyangmejadipegangansaatmasasulitbersamamanta
n?
Jangan bilang, ‘It is bad luck that it happens to me.' (sial banget
guemengalami ini). Tapi bilang, ‘It is good luck that although it
happenstome, lean bear it without pain.' (beruntung banget gue,
walaupunmengalami ini, tetapi bisa gue jalani tanpa sakit/ hancur). Gue
tetepbisabelajardariapapunkejadianyangmenimpague.Guegakperlusampe
remukkarenanya.
Yang lain, "Universe, your harmony is my harmony, nothing in
yourgoodtimeistooearlyortoolateforme" (Semesta,
apayangselarasbagimu pastilah selaras bagiku. Apa yang baik menurut
waktumutidak akan terlalu cepat atau terlalu lambat bagiku).
Jadinya,harusnya lo percaya aja sama the whole process. Kalau
seseorangemang bukanbuat gue, adayang lebih baguspasti.
FaktabahwaMarcusAureliusseorangkaisar,kalojamansekarangpresidenkaliya,diapas
tibanyakstresnya, tohdiataketimeuntuk
menulisjugadandiamasihmauberusaha"naik”menjadilebihbaiklagi.
Sekarangkanjamannya“milenial'’,menurutLlia,ajaranpurbainimasih
relevangak dengangenerasi ini?
Masih. Yang gue tangkep dari Stoisisme adalah 'santai aja’.
Adatimunpahitbuangaja,adajalanrusakbelokaja.Jangandibikinstres,jangan
dibikin susah. Menurut gue banyak banget di kompleksitashidup sekarang
hal-hal kecil yang bisa bikin orang stres, karena diagak bisamelihatbig
picture-nya.
Contohnya, “Duh, follower gue cuma seratus gak nambah- nambah,”atau,
"Kemaren gue d‘\-unfollow sama si X.” Kita mungkin ketawadengernya,
tapi bagi sebagian orang ini penting. Gue mau kasih tahu(ke mereka), look
at the big picture. Kalo to tahu to mau
ngapaindalamhiduplo,yangkayakgini-ginigakpentinglagiuntukdiperhatiin.
Dan the ability to just brush off
(mengesampingkan)problemituno.1skillyangdibutuhkansaatini.Elojagodata
analytics,tapiseringstres,yagakefektifjuga.Tapijugabukanberartimenjaditida
k peduli, tapi pedulilahpada hal penting.
Sekarangbanyakorangterlalumemedulikanmediasosialdanorang-
orangyanggakpentingdalamhidupmereka.Salahmenurutgue.
Ribetajajadinyahidupnya,gakmaju-maju, muterajadisitu.Contohlain, soal
jodoh. Banyak orang yang stuck di relationship yang tidakmembangun
diri mereka. Hanya karena takut gak dapet lagimisalnya.
Contoh nyata lagi nih, baru saja terjadi pagi ini. Mbak gue minta
maafkarena baju gue kesetrika sampe bolong. Panjang nih minta maafnyadi
WA (WhatsApp). "Jangan marah ya mbak," tulisnya. Gue
bilang,gakapaapa,buangaja.ItuStoicbanget kan,hahaha. Padasaatguebeli
baju atau apa pun, gue udah tahu kalo ini bisa rusak, bisa
ilangsuatuhari.Orang-orang sekitargueheran,kokgue gakmarah?
Oranglainpastingomeldulukan?Guegakmerasaadakebutuhanuntuk
ngomel. Yang penting apakah dia belajar dari kesalahannya,dan lainkali
diaakan lebihhati-hati.
Pernah menerapkan prinsip Stoisisme untuk tantangan yang
berat?Beberapatahunlaluguemelepasjilbab.Kebayangkanguedi- bully
seperti apa di Instagram, dan gue bisa melihat di Google
orangpenasaransearchingkenapaguelepasjilbab.Katakunci"Ollielepas
jilbab” jadi begitu populer. Jadi pendekatan Stoic gue adalah
denganmenulisblogdenganjudul"Ollielepasjilbab",supayanambahtraffic.
Kemarin banget, ada sahabat yang menulis nyindir gue pake
tulisanfiksi,dannamagueditulispulakditulisanitu.Diaminta‘restu’untukpublis
h tulisannya. Gue bilang ‘jangan lupa kasih link ke Instagramgue
ya’,hahaha. Bagi gue Stoa itusama denganwoles.
Kalausoalmenjadi
entrepreneur,apayangbisaditerapkandaristoisisme?
Mungkinrejectionya.Kalo lomenjadientrepreneur, pastiberhubungan
dengan jualan. Kalau kita menawarkan sesuatu, orangbisa bilang ‘nggak’
sama kita. Kalau setiap kalo orang bilang ‘nggak’kita bapernya tiga hari,
mau sampai kapan? Kalau orang bilang‘nggak’, ya jangan take it
personally. Elo gak mau (jualan gue)? Yaudah, next. Sama kayak saat
entrepreneur mencari funding. Janganbaper, gitu. Stoisisme mengajarkan
kita supaya tidak baper, karenakita tahu kemungkinannya. Saat saya dateng
ke kamu [investor], dankamu punya fund, ya jawabannya cuma dua, iya
(dapet funding] ataunggak. Kalau iya,oke. Kalonggak, yaokejuga.
(Bisa) menghadapi rejection itu bagus untuk entrepreneur, jadi kitatetep
centered. Tidak dikit-dikit baper. Begitu juga soal d‘\-
complainpembeli.Yakitabelajarapayangbisadiambildarisitu.Janganhabisken
a complain langsung kayak mau tutup toko besok. "Aduh guekayaknya gak
bakat dagang nih.” Karena seumur hidup lo akanmenghadapiorang-
orangyangnegatif,yangbete-in,yangnipulo.Itupasti ada. Kalo di metode
“rewrite" tadi, itu masuk dalam cerita hiduplo.Coba,sinetron
manayanggakadaorang jahatnya.Pastiada.
Kalo dalam cerita hidup lo, lo sudah sadar sebagai pemeran utamahidup lo,
gue pasti akan punya sahabat, mentor, dan ada musuhnya.Pasti ada
gagalnya. Dan pasti ada bagian di mana gue berhasil. Kalosadar lo ditipu,
misalnya, berarti gue harus gimana supaya (move) kenext step-nya.
Menjadipengusahajugabutuhmengambilkeputusandengankepalajernih.Kaloru
nningyourownbusinesspastibanyakmasalah kan.
Tapi harus fokus pada solusi. Bukan malah menyalahkan
karyawan.Langsungsolusinyaapa,danbagaimanabiartidakterjadilagi.Kalaukita
marah-marah ada ilusi ego kita sudah terpenuhi. Padahal
kitahanyabuangsampah,bahkan keorangyangsalah mungkin.
Topikberikutnya,soalsosialpolitik.TentunyaLliamenyadaribanyakyangjadisens
itif,atauterpecahkarenasosialpolitik.Adayangbisa
diterapkankahdariStoisisme?
Pemahaman bahwa "we are in this together". Kita sebenarnya sama.Ngapain
sih kita berantem hanya karena beda politik. Kita semuakebakaranjenggot,
karenaguemerasagueJawa,loBatak.AtaugueMuslim lo Kristen. Ada ilusi
perbedaan di situ. Padahal kita
semuadatangdarisumberyangsama.Kitamelupakansifatuniversalkita.
Media sosialjuga bikin pusing lagi. Misalnya jaman Pilpres dulu. Adaseleb-
seleb yang mengusung berita-berita positif Prabowo dan begitujuga dengan
Jokowi. Kalo kita (empati) dengan sudut
pandangmereka,yamakessensejugasih.Wearenotasgoodaswethought,an
d they are not as bad as we thought. Jadi, tergantung perspektifmasing-
masing. Understand each other version of the story,
danmenerimabahwaorangyangberbedamemilikirealitayangberbeda.
(Twitter:(dsalsabeela.Instagram:fdsalsabeela)
IntisariwawancaradenganLlia:
• Santaisaja,janganmemusingkanhal-halyangtidakperlu.
• Janganbiarkanmediasosialdanpenghuninyamengambilterlalubanyak
perhatiankita.
• Stoisismesangatrelevanbagientrepreneur/pengusahadalammenyi
kapi kegagalandan penolakan.
• Janganbiarkanpolitikdanilusiperbedaanmemecahbelahkita.
BABTUJUH
Hidup
diantara
OrangyangM
enyebalkan
Pprnah enggak merasa malas ke acara keramaian karena
malasbertemuorang?Tidakhanyamalasbertemuorang,tapidalamhatiki
tasudahberpikirbahwaorang-orangyangakankitatemuiakan
berperilaku menyebalkan ke kita (tanpa pernah berpikir bahwa kita
punmungkin punya perilaku menyebalkan juga). Pergi ke luar rumah,
kitaharusberhadapandenganperilakupengendarayangtidaktertib.Pergikete
mpat umum seperti di mal, kita akan bertemu orang-orang egois diantrian
lift atau toilet. Pergi ke acara keluarga besar, akan bertemusaudara yang
usil atau mulutnya setajam silet. Rasanya ingin tinggal dirumah saja,
menyendiri, dan tidak bertemu orang lain. ‘ Daripada jadidosa, marah dan
jengkel karena orang lain, mending enggak ketemumereka,"demikian
yang sering terlintasdipikiran saya.
Manusia adalah makhluk sosial. Para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmusudah
meyakini itu. Kemampuan berbahasa yang dimiliki spesies kitadiduga berevolusi
dari kebutuhan berkomunikasi sesama manusia, karenadengan komunikasi kita
bisa berkoordinasi untuk bersama-sama bertahanhidup. Spesies kita kemudian
berhasil meninggalkan cara hidup berburudan mengumpulkan buah-buahan
menjadi bercocok tanam
(RevolusiAgrikultur)yangakhirnyamemicunenekmoyangkitauntuktinggaltetapdise
buahtempat,danakhirnyamelahirkandesa,kota,sampaikerajaan.
Kemudian perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
mengantarkankitamasukkeRevolusiIndustri.
Akhirnya,sampaidimasasekarangdierainformasi dan digital di mana kita senang
berbagi selfie. Semua ini adalahcerminan keinginan paling mendalam dalam diri
kita untuk terhubungdengan manusia lain. Sejak 2.000 tahun yang lalu, para filsuf
Stoa sudahmenyadari naturemanusiayangharushidup sebagaimakhluksosial.
DalamMeditations,MarcusAureliusberkata,“Semuamanusiadiciptakanuntuk satu
samalain."
Namun, manusia juga adalah Homo Homini /Vyebe//n-manusia yangnyebelin
bagi manusia lainnya. Kita adalah manusia yang seringkalinyebelin bagi orang
lain dengan ulah dan perkataan kita. Di buku
sayasebelumnya,7KebiasaanOrangYangNyebelinBanget[PenerbitBukuKom
pas], dibahassurveiyang
160
menunjukkankalauadabegitubanyakhal-halmenyebalkanyangkita
lakukan kepada satu sama lain, baik sengaja maupuntidak
disengaja. Manusia saling menyebalkan satu sama
lain,misalnya lewat basa-basi ngeselin seperti, “Kapan
kawin?”,“Kapanpunyaanak?”,“Kokkamugendutansekarang?”,dan
lain-lain. Perilaku menyebalkan ini juga termasuk tindakan-
tindakankecilkita,sepertimainHPdidalambioskop,masuklifttidak
menungguyangkeluarterlebihdahulu,atausegalaperilaku tidak
tertib di jalan raya. Lagi-lagi, tidak
adayangbanyakberubahsejak2.000tahunyanglalu:kitaseringdibuat
sebal oleh orang lain. Di pembahasan
sebelumnyamengenaipremeditatiomalorum,kitamelihatbagaimanaMa
rcusAurelius menjadikan kebiasaan untuk mengawali hari
denganmembayangkansemuahal-
haltidakmenyenangkanyangdilakukanoranglainkepadakita.
People hurt and offend each other—manusia saling menyakiti
danmenyinggung sesamanya—ini kenyataan. Tidak ada tempat di mana
pundiduniainiuntukkitabisamenghindariorang-orangmenyebalkan,bahkandi
tempat ibadah sekalipun. Mungkin hanya di surga kita terbebas dariperilaku
menyebalkan. Karena ini adalah realitas, maka seorang praktisiStoisisme sudah
harus bisa mengantisipasinya. “Mengharapkan orangjahat untuk tidak menyakiti
orang lain adalah gila. Itu adalah meminta halyang tidak mungkin. Arogan sekali
jika kita bisa memaklumi orang jahatmemperlakukan orang lain seperti itu tetapi
kita tidak terima jika terjadipada kita. Itu kelakuan seorang tiran,” ujar Marcus
Aurelius [Meditations).Kalau dibahasakan ulang, ya wajar dong orang jahat
menyakiti orang lain.Yang aneh itu kalo lo berharap sebaliknya. Lebih ngeselin
lagi kalo loberharap mendapat kekecualian, orang lain boleh disakiti kecuali lo.
Siapelo?
Bayangkan betapa seringnya kita membaca tentang perlakuan burukorang ke
orang lainnya. Kita sering kali mengelus dada dan berdecak. Kokbisa ya? Cuma
ya sebatas itu saja, kita hanya “merasa prihatin" jika ituterjadi pada orang lain.
Filosofi Teras mengingatkan kita untuk selalu siapbahwa kita pun akan mendapat
perlakuan buruk suatu saat dalam hidupkita. Saat kita diperlakukan buruk oleh
orang lain, apakah kita bisasetenang jika menyikapi pengalaman orang lain? Atau,
kita akan marah-marah lebay?
161
Kalau kita renungkan sejenak kata-kata Marcus di atas, maka bisadibayangkan
karakter luar biasa dari beliau. Beliau adalah seorang
kaisardisebuahkekaisaranyangterbesardanterkuatdimasanya.Jikakitasajasegan
terhadap seorang presiden dari negara demokrasi, terbayangbetapa
menakutkannya seorang “kaisar” dari sistem monarki. Sebagaiseorang kaisar,
celaan orang lain harusnya menjadi masalah sepele, tohdia bisa saja dengan
mudah memerintahkan memisahkan kepala parakritikusnya dari tubuh mereka.
Namun, Marcus Aurelius bisa mencapaikebijaksanaan seperti di atas mengenai
perlakuan manusia. Kalau orangjahat ngejahatinoranglain,yawajar dong?
Jika kita kembali ke dikotomi kendali, maka orang-orang yangmenyebalkan ada
di luar kontrol kita. Kita tidak bisa
mengendalikanperilakuoranglain,tetapikitasepenuhnyabisamenentukanapakahkita
akan terganggu atau tidak oleh perilaku orang lain. Perilaku orang lainmasuk
dalam kategori indifferent, yang artinya tidak punya pengaruhkepada
kebahagiaan kita. Yang artinya, aneh kalau kita terganggu olehkelakuan
menyebalkan orang lain, ketika sesungguhnya merekaseharusnya tidak punya
pengaruhapa-apa padakita.
Filosofi Teras mengajarkan kita untuk tidak memberikan kuasa kepadaorang lain
untuk mengganggumu. Artinya, kuasa itu sudah ada di tangankita. Perasaan
terganggu oleh perilaku orang lain sepenuhnya terserahkita, dan kitalah yang
menentukan mau memberi power itu ke orang
lainatautidak.Oranglaintidakbisamembuatkitamerasaterganggujikakitatidak
memberikan izin. Teman sekolah mengolok-olok kita? Kolega dikantor memiliki
kebiasaan menyebalkan? Atau, bahkan orang tua kitasendiri rasanya sering
memperlakukan kita tidak seperti yang kitaharapkan? Jika kita terganggu oleh itu
semua, Stoisisme mengingatkanbahwa kitalahyangmengizinkannya.
Terkadang, orang lain bisa menjengkelkan kita bukan karena apa yangmereka
lakukan, tetapi karena apa yang TIDAK mereka lakukan. Misalnya,orang-orang
yang tak tahu berterima kasih. Stoisisme mengajarkan
agarkitajanganbetejikakebaikanataukeramahankitaTIDAKdibalas.Contoh,saat
kita tersenyum pada orang lain dengan maksud ramah, tetapi orangtersebut
melengossaja.Keselgak?SebelumsayabelajarStoisisme,
sayaakankesalsekalikalausudahbersikapramahpadaoranglain,terusdikacangin
begitu. Atau, saya sudah berbuat hal yang memikirkan oranglain [considerate],
tapi tidak dianggap. Misalnya, saya membuka pintugedung dan menahankan
pintu untuk orang yang di belakang saya, tetapiorangyangdibelakangsayaboro-
borobilangterimakasih,menengok
FILOSOFITERAS 162
saja tidak, melengos saja seolah-olah sudah pekerjaan saya menahankanpintu
untuknya. Setelah menerapkan Filosofi Teras, saya tidak perlu lagimerasa kesal.
Sekali lagi, prinsip dikotomi kendali menjadi panduan saya.Saya tidak bisa
mengendalikan respons orang. Bersikap baik
kepadaoranglainadalahpilihandandibawahkendalisaya,tetapi"responsoranglain"
tidak di bawah kendali saya, dan betapa bodohnya jika sayamengharapkan orang
lain "harus" memberi respons yang sesuai. Sayasudah harus cukup bahagia bahwa
saya telah bertindak memedulikanorang lain.Tidaklebih dariitu.
"Kamusalahjikakamumelakukankebaikanpadaorangdanberharap dibalas, dan
tidak melihat perbuatan baik itu sendiri sudahmenjadi upahmu. Apa yang
kamu harapkan dari membantuseseorang? Tidakkah cukup bahwa kamu
sudah melakukan yangdituntut Alam [Nature]? Kamu ingin diupah juga? Itu
bagaikan matamenuntut imbalan karena sudah melihat, atau kaki meminta
imbalankarena sudahmelangkah. Memang sudahiturancanganmereka...begitu
juga kita manusia diciptakan untuk
membantusesama.Danketikakitamembantusesama,
kitamelakukanapayangsudah dirancang untuk kita. Kita melakukan fungsi
kita.” - MarcusAurelius[Meditations)
ButuhDuaPihakuntukMerasaTerhina
"Ingat, untuk bisa benar-benar menyakitimu, tidak cukup denganhinaan
saja. Kamu harus percaya bahwa kamu sedang disakiti. Jikaseseorang
sukses membuat kamu terprovokasi, sadarilah bahwapikiranmu pun turut
berperan dalam provokasi ini. Itulah pentingnyauntuk kita tidak memberi
respons secara impulsif. Berikan waktusebelum bereaksi, maka akan lebih
mudah bagi kamu memegangkendali(atas dirimu sendiri)."-
Epictetus[Enchiridion)
Ini adalah human insightyang brilian dari para filsuf Stoa. Untuk bisasungguh
terjadi “penghinaan”, harus ada yang merasa terhina. Sebuahpenghinaan
sesungguhnya tidak bernilai sampai objeknya merasa
bahwaiadisakiti.Saatiniterjadi,makapenghinaanitu“sukses".Namun,jikasangobjek
tidak merasa terhina, maka hinaan itu sesungguhnya sebuahserangan yang tumpul
dan tidak berarti. Jika ada seseorang yang dihinadan merasa terhina, maka
Epictetus akan menyalahkan si terhina, “Salahlo sendiri kalo tersinggung!” Ini
konsisten dengan yang telah kita
bahassebelumnyatentangmengendalikanpersepsikitasendiri.Menghinaadadi
163 HENRYMANAMPIRING
bawahkendalioranglain,merasaterhinaadadibawahkendalikita.
Bahwacelaandanhinaantidakpernahbenar-benarbisamelukaiobjeknya
—kecuali diijinkan—bisa diilustrasikan dengan contoh berikut. Suatu
hari,kamuberdirimenghadapsebuahlukisanmasterpiecekaryasenimanbesarIndones
ia Affandi. Coba kamu berteriak-teriak, menghina-hina lukisan itu."Lukisan
sampah! Apa bagusnya kamu? Anak kecil juga bisa hanya coret-coret gak keruan
seperti kamu!” Apakah lukisan itu menjadi lebih buruk,kehilangan keagungannya
hanya karena hujatan kita? Apakah lukisantersebut menjadi “turun derajat” dari
status mahakarya hanya
karenacelaansatuorang?Ditambahlagi,lukisaninihanyasebuahbendamati.
Tidakkahkitajauhlebihbernilaidanbisalebihberpikirdaripadasebuahlukisan?
“Kamu tidak bisa dihina orang lain, kecuali kamu sendiri yangpertama-
pertamamenghinadirimusendiri.”-Epictetus[Enchiridion)
Tidakkah ini tepat menggambarkan keadaan di media sosial saat ini? Dimedia
sosial, ada begitu banyak pihak yang sengaja menciptakankemarahan dan emosi
dengan hanya bermodalkan jempol. Entah itumeninggalkan komen-komen yang
menyulut kemarahan di posting-an kitaatau sengaja memancing debat kusir.
Sayangnya, ada begitu banyak jugaorang yang terprovokasi oleh ulah para
provokator di media sosial (yangkonyolnya lagi sering datang dari akun-akun
anonim). Banyak yangterprovokasi, marah-marah, dan saling perang membalas
hinaan
antarpihakyangberbeda(yangsaatiniseringkalidisebabkanolehpolitik).JikaEpictetu
shidupsaatini,diajustru
FILOSOFITERAS 164
sydralwsaykdhriranlywa kesampaian juga:) #eiffeltower
#travelingE2iff0e1lT8ow#elirk,Peasris FOLLOW
thaacntxbgtasliatauphotoshoptuh,fotonya?:pakanmenegur mereka
yang terprovokasi, bukan mereka yang sengajamemprovokasi. Para troll di internet
dan media sosial tidak akan bisamencapai apa-apa jika lebih banyak orang lebih bisa
mengendalikanpikirannyadan tidakmengacuhkan paraprovokator.
'‘Ambillahwaktusebelumbereaksi..." TipsdariEpictetusinijugakonsisten
165 HENRYMANAMPIRING
denganprinsipS-T-A-R[Stop-Think&Assess-Respond).
Saatemosimulaimendidih akibat membaca linimasa media sosial, stop! Jangan
tergesa-gesa menggerakkan jempol, jangan melakukan apa-apa. Time out
dulu,kemudian berpikir. Kata-kata hinaan, celaan, provokasi hanyalah “kata-kata”.
Kata- kata tidak mengubah realitas, sama halnya dengan ketika kitamencaci maki
sebuah lukisan mahakarya. Nilai lukisan tersebut tidak akanberubah. Jika saya
sampai merasa tersinggung dan terpancing, maka inisepenuhnya salah saya.
Lagipula, dengan demikian tujuan si provokatorjustru tercapai. Namun, jika kita
tidak terpancing, bahkan bisa menjawabdengan kepala dingin dan tidak emosional,
ada hal positif yang bisatercapai. Wawancara di akhir bab dengan Cania Irlanie,
seorang aktivis,akan lebihmemperjelasbagianini.
"The best revenge is to be unlike him who performed the injury." -
Marcus Aurelius[Meditations)
Untuk mereka yang menghina kita dengan sengaja, bagaimanakah kitabisa
“membalas dendam"? Marcus Aurelius, seorang kaisar, memilikijawaban yang
singkat dan jelas, “Sesungguhnya balas dendam yangterbaik adalah dengan tidak
berubah menjadi seperti sang pelaku".
Jikakitamenerimahinaandankemudiankitapunberubahmenjadipenghinayang
emosional dan dikuasai kemarahan, maka yang menang adalahkemarahan dan
kebencian. Seperti di film-film zombi, jika si manusianormal digigit oleh zombi
dan kemudian berubah menjadi zombi juga,maka sangzombisudahmenang.
Ada orang sengaja menjelekkan atau ingin memprovokasi kita? Stand
yourground. Tetap menjadi praktisi Stoa yang memegang kendali atas
persepsidan responsnya yang baik. Maka, itu akan seperti adegan di mana
zombi'menggigit’ kita, tetapi tidak mempan. Itulah "pembalasan” terbaik
menurutMarcus Aurelius, ketika kita tidak turun derajat menjadi sama dengan
yangingin berbuatjahatkepadakita.
"Sebagai obat untuk melawan ketidakramahan, kita dianugerahikeramahan." -
Marcus Aurelius iMeditations). Eh? Tidak hanya kita tidakboleh ikut berubah
menjadi jahat ketika diperlakukan jahat, MarcusAurelius mengajarkan bahwa cara
menghadapi orang yang judes, kasar,pemarah, tidak ramah, dan tidak sopan adalah
justru dengan keramahan.Ini memang ajaran yang sulit di masyarakat yang sangat
reaktif, danrasanya tangan ini ingin menampol orang-orang menyebalkan.
Namun,seperti prinsip bahwa api akan padam dengan air dan bukan dengan
apilagi, begitu juga ketidakramahan hanya bisa "diperangi” dengan
kebaikan.Mengapa?Karenaseringkaliorangyangkasarpadakitatidakmenyangka
FILOSOFITERAS 166