Tafsir Tahlili Juz 29 |3
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua.
Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepadaa baginda
Nabi Muhammad Saw beserta keluarga, sahabat beserta
pengikutnya. Buku yang ada ditangan pembaca ini merupakan
hasil tulisan dari mahasiswa Ilmu Al-Qur‘an dan Tafsir Fakultas
Ushuluddin Institut PTIQ Jakarta semester VII B yang telah
dipresentasikan dan didiskusikan didalam kelas. Semoga dengan
diterbitkannya buku ini dapat bermanfaat untuk banyak pihak
dan khususnya untuk penulis sendiri. Terimakasih kami
sampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan
membimbing kami dalam proses belajar ini. Khususnya kami
sampaikan kepada kedua orang tua kami, dan juga Bapak
Hidayatullah, SQ, MA., beserta seluruh Bapak Ibu Dosen yang
kami Cintai.
Jakarta, 20 Desember 2019
Tafsir Tahlili Juz 29 |4
DAFTAR ISI
Surat Al-Mulk ......................................................................... 5
Surat Al Qalam ..................................................................... 25
Surat Al Haqqah ................................................................... 37
Surat Al Ma’arij ................................................................... 53
Surat Nuh .............................................................................. 85
Surat Al Jin ..........................................................................107
Surat Al Muzammil ..............................................................126
Surat Al Mudatsir .................................................................141
Surat Al Qiyaamah ..............................................................161
Surat Al Insan ......................................................................178
Surat Al Mursalaat ..............................................................193
Daftar Pustaka .................................................................... 220
Tafsir Tahlili Juz 29 |5
Kelompok 1
Salman Al Farizi
Muhammad Okta Adi Saputra
Tafsir Tahlili Juz 29 |6
SURAT AL MULK
Surat Al-Mulk ini adalah surat makiyyah yaitu turun
sebelum nabi hijrah ke madinah, namanya cukup banyak
sebagian pendapat ada yang mengatakan surat Tabarakalladzi
biyadihil al-mulk , ada juga Tabarakal al-mulk. Bahkan nabi
muhammad SAW menyifatinya dengan Al-Munjiyah yang arti
penyelamat dan Al-Mani’ah/penghalang, tetapi yang dikenal
adalah al-mulk dan tabarak.
Dari berbagai para ahli tafsir mengenai cakupan umum
surat al mulk ini adalah tentang gambaran segala sesuatu
pengaturan dan pengendaliaan Allah SWT bagaimana
ketundukan mutlak kepada Allah SWT yang maha sempurna
dengan kekuasaannya, dengan nama surat al-mulk ini
membuktikan hal tersebut karena maha besarnya Allah SWT.
Surat Al-Mulk akan memberikan syafa’at pada Hari
Kiamat kepada para pembacanya. Sebagaimana diriwayatkan
dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliaubersabda :
ان سورة فى القران ثلاثون اية شفعت لصاحبها حتى غفر له تبارك الذي بياده
الملك
Artinya :
Sesungguhnya ada satu surat di dalam Al-Qur’an yang terdiri
dari tiga puluh ayat, yang akan memberikan syafa’at kepada
orang yang membacanya hingga orang tersebut diampuni,
(yaitu surat); “Tabarakal ladzi bi yadihil mulku.
Tafsir Tahlili Juz 29 |7
Surat almulk ini adalah surat ke -76, surat ini turun
sebelum surat al-haqqah dan sesudah surat al-muminun dan
berjumlah 30 ayat. Kemudian dari deskripsi diatas insya allah
kami akan mencoba membahas tantang tafsiran surat Al-Mulk
ini.
Surat Al-Mulk 1-30
Terjemah dan Tafsirannya
) ا َلّ ِذي َخ َل َق ا ْل َم ْو َت َوا ْل َحيَا َة1( تَ َبا َر َك ا َلّ ِذي ِبيَ ِد ِه ا ْل ُم ْل ُك َو ُه َو َع َلى ُك ِل َش ْي ٍء قَ ِدي ٌر
)2( ِل َي ْبلُ َو ُك ْم أَ ّيُ ُك ْم أَ ْح َس ُن َع َملاا َو ُه َو ا ْل َع ِزي ُز ا ْلغَفُو ُر
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan
Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,Yang menjadikan mati dan
hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang
lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha
Pengampun,
Tabaraka terambil dari kata بركyang artinya antara lain
mantap, langgeng dan berarti juga kebajikan yang banyak. Ada
juga seperti Biqa’i yang menggabungkan kedua makna tadi
sehingga menjelaskan kata tersebut dengan arti Maha Besar,
Maha Suci, Maha tinggi, Maha Agung, mantap dengan
kemantapannya yang tidak ada samannya disertai dengan
kebajikan, keberkatan serta kelangsungan limpahan karunia-
Nya.
Kata يدyang berarti kekuasaan yang mana kekuasaan
atau nikmat. Kata ini dinggunakan untuk menggambarkan
Tafsir Tahlili Juz 29 |8
cakupan kekuasaan-Nya terhadap sesuatu sekaligus
pengendalian-Nya atas segala sesuatu. Dan Allah tidak hanya
Maha Kuasa dan mengendalikan apa yang berkaitan dengan
kekuasaan tetapi menyangkut segala sesuatu tanpa terkecuali
karena itu juga maka kalimat atas segala sesuatu didahukan atas
Maha Kuasa.
Penyebutan kata mati dan hidup dari sekian banyak
kodrar dan kuasa agaknya disebabkan karena kedua hal ini
merupakan bukti paling jelas tentang kuasa-Nya dalam konteks
manusia. Dan tujuan penciptaan hidip dan mati itu tidak lain dan
tidak bukan untuk menguji para manusia siapakah diantara
manusia yang paling baik amalnya. Dan agar manusia
berlomba-lomba dalam berbuat amal soleh.
Sedangkan kata ا ْلعَ ِزي ُزditunjukkan kepada pembangkang
yang wajar dijatuhi hukman. Dan kata ا ْل َغفُورditunjukkan kepada
mereka yang menyadari kesalahannya dan melangkah
mendekati diri kepada Allah.
ا َّل ِذي َخ َل َق َس ْب َع َس َما َوا ٍت ِط َبا اقا َما تَ َرى ِفي َخ ْل ِق ال َّر ْح َم ِن ِم ْن تَ َفا ُو ٍت َفا ْر ِجعِ ا ْل َب َص َر
) ثُ َّم ا ْر ِج ِع ا ْلبَ َص َر َك َّرتَ ْي ِن َي ْنقَ ِل ْب إِلَ ْي َك ا ْل َب َص ُر َخا ِسئاا َو ُه َو َح ِسي ٌر3( َه ْل تَ َرى ِم ْن فُ ُطو ٍر
)4(
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu
sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha
Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-
ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak
seimbang?Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya
penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak
Tafsir Tahlili Juz 29 |9
menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam
keadaan payah.
Setelah dijelaskan tentang hidup dan mati pada ayat yang
lalu dikatikan dengan kekuasaan-Nya menciptakan alam raya.
Yang telah menciptakan tujuh langit secara berlapis-lapis dan
serasi.Kata ِط َباقًاyang berarti serasi antara satu dengan yang lain
maka dapat berarti juga ketujuh langit itu bergerak secara selaras
dan serasi sehingga tidak ada tabrakan antara satu dengan yang
lain.
Adapun penggunaan sifat ar-Rahman pada ayat diatas
ialah bertujuan untuk mengingatkan semua puhak bahwa ciptaan
ketujuh langit tersebut benar-benar hanya karena rahmat dan
kasih sayang Allah.Kata تَ َفا ُوتseperti yang dipahami
Thabathaba’i ialah adanya hubungan satu dengan yang lain dari
sisi tujuan dan manfaat yang diperoleh dari hubungan antara
satu dangan yang lain dari. Yang mana Allah menciptakan
ketujuh langin dengan serasi dan seimbang tanpa ada ketidak
seimbangan diantara satu dengan yang lain.
Kata َك َّرتَ ْي ِنadalah bentuk dual dari kata َك َّرةyang berarti
kali. Karrataini adalah dua kali. Akan tetapi yang dimaksud
disini ialah berkali-kali. Yang mana sekali untuk melihat
keindahan ciptaan-Nya dan dua kali untuk meliahat keserasian
dan konsistensi peredarannya. Dan pada akhir ayat allah
menggunakan kata َح ِسيرyang berarti orang yang kurus bagaikan
hilang daging dan kekuatannya. Yang berarti kemampuannya
dihilangkan oleh kepayahan.
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 10
َو َلقَ ْد َز َّي َّنا ال َّس َما َء ال ُّد ْن َيا بِ َم َصابِي َح َو َج َع ْلنَا َها ُر ُجو اما ِلل َّشيَا ِطي ِن َوأَ ْعتَ ْدنَا لَ ُه ْم َعذَا َب
)6( ) َو ِل َلّ ِذي َن َكفَ ُروا ِب َربِ ِه ْم َعذَا ُب َج َه َنّ َم َو ِبئْ َس ا ْل َم ِصي ُر5( ال َّس ِعي ِر
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan
bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat
pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka
yang menyala-nyala. Dan orang-orang yang kafir kepada
Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-
buruk tempat kembali.
Ayat yang lalu mengajak semua pihak untuk
menengadahkan pandagan mereka kelangit. Dan pasti yang
pertama kali di pehatikan ialah gemerlapnya bintang-bintang.
Yang bintang-bintang itu akan menerangi kegelapan dunia di
malam hari dan akan menuntun manusia ketika berjalan di
malam hari agar tidak tersesat.
Adapun kata ُر ُجو ًما ِلل َّش َيا ِطي ِنdiartikan sebagai alat untuk
melempar jin dan setan yakni sinar kosmis dari pancaran
bintang-bintang yang akan melenyapkan mereka hingga
tercerai-berai akibat pancaran sinar kosmis tadi.
) تَ َكا ُد تَ َم ّيَ ُز ِم َن ا ْل َغ ْي ِظ ُك ّلَ َما أُ ْل ِق َي فِي َها7( ِإذَا أُ ْلقُوا ِفي َها َس ِمعُوا َل َها َش ِهيقاا َو ِه َي تَفُو ُر
)8( َف ْو ٌج َسأَلَ ُه ْم َخ َز َنتُ َها أَلَ ْم يَأْتِ ُك ْم َن ِذي ٌر
Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar
suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu
menggelegak,hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah
lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya
sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu)
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 11
bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada
kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"
Jika pada ayat sebelumnya Allah menerangkan bahwa
neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali, pada ayat
Allah menggambarkan bagaimana isi dan gambaran di dalam
neraka tersebut. disebutkan bahwa di nereka itu terdapat suara
yang mengerikan sedangkan api yang ada didalamnya
menggelegak. Dan petugas yang diperintahkan oleh Allah
bertanya kepada mereka dengan tujuan mengejek dan
menambah penyesalan mereka bahwa Apakah belum pernah
datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan
entah itu rasul atau nabi akan peringatan ancaman Allah?
Kata Syahiq berarti tarikan api neraka terhadap orang-
orangn kafir seakan-akan mereka menyedot api mereka, tak
ubahnya dnhan udara yang ditarik dan disedot kedalam dada
orang yang bernafas.
َقالُوا بَ َلى َق ْد َجا َء َنا َن ِذي ٌر َف َكذَّ ْب َنا َوقُ ْل َنا َما َن َّز َل ّل َّلاُ ِم ْن َش ْي ٍء إِ ْن أَ ْنتُ ْم ِإََّل ِفي َضلَا ٍل َكبِي ٍر
) فَا ْعتَ َرفُوا ِبذَ ْنبِ ِه ْم10( ) َو َقالُوا َل ْو ُكنَّا نَ ْس َم ُع أَ ْو َن ْع ِق ُل َما ُكنَّا ِفي أَ ْص َحا ِب ال َّس ِعي ِر9(
) ِإ َّن الَّ ِذي َن َي ْخ َش ْو َن َر ّبَ ُه ْم ِبا ْلغَ ْي ِب َل ُه ْم َم ْغ ِف َرةٌ َوأَ ْج ٌر َكبِي ٌر11( فَ ُس ْح اقا ِِلَ ْص َحا ِب ال َّس ِعي ِر
)12(
Mereka menjawab: "Benar ada", sesungguhnya telah datang
kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami
mendustakan(nya) dan kami katakan: "Allah tidak menurunkan
sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang
besar". Dan mereka berkata:"Sekiranya kami mendengarkan
atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 12
termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-
nyala".Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah
bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-
nyala.Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya
Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh
ampunan dan pahala yang besar.
Pertanyaan penjaga neraka kepada penghuni neraka pada
ayat lalu sepertinya ditanggapi dengan serius oleh para penghuni
neraka tanpa mengira pertanyaan tersebut hanyalah sebatas
ejekan dan untuk menambah penyesalan mereka. Dan
merekapun ketika ditanya menjawabnya dengan jujur dengan
harapan untuk meringankan siksa mereka. Mereka menjawab:
"Benar ada", sesungguhnya telah datang kepada kami seorang
pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami
katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatupun.” Para penjaga
yang mendengar perkataan ini menampik dan berkata kepada
mereka “kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang
besar”. Dan mereka orang-orang yang tersiksa di neraka
mengatakan kepada para penjaga ataupun rekan-rekannya : Dan
mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau
memikirkan (peringatan itu) guna menarik pelajaran niscaya
tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang
menyala-nyala". Dan mereka mengakui dosa yang telah mereka
perbuat. Dan merekapun binasa didalam api yang menyala-
nyala.
Setelah ayat sebelumnya membahas kadaaan penghuni
neraka dan apa saja yang mereka peroleh, pada ayat ini Allah
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 13
menyampaikan bahwa siapa yang takut pada tuhannya mereka
yang tidak nampak, maka Allah akan mengampuni dosa dan
kesalahan mereka dan mereka akan mendapatkan pahala yang
besar.
) أَََّل يَ ْعلَ ُم َم ْن َخ َل َق َو ُه َو13( َوأَ ِس ُّروا قَ ْولَ ُك ْم أَ ِو ا ْج َه ُروا بِ ِه ِإنَّهُ َع ِلي ٌم بِذَا ِت ال ُّص ُدو ِر
)14( ال ّلَ ِطي ُف ا ْل َخ ِبي ُر
Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah;
sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.Apakah
Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu
lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha
Mengetahui?
Sementara ulama menyebutkan bahwa ketika turunnya
ayat-ayat lalu kaum musyrikin saling menyarankan supaya jika
mereka berbicara berbisik-bisik, sehingga perkataan mereka
tidak dapat didengar oleh Tuhannya Muhammad. Dan saran
mereka pun ditanggapi oleh al-Quran; “Dan rahasiakanlah
perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha
Mengetahui segala isi hati.”
Kata ال َّل ِطي ُفmenurut al-Ghazali adalah siapa yang
mengetahui rincian dan kemaslahatan dan seluk beluk rahasia
yang kecil dan yang halus sekalipun kemudian menempuh jarak
yang jauh untuk menyampaikannya dan penyampaiannya pun
secara lemah lembut tanpa ada kekerasan.Kata ا ْل َخ ِبي ُرadalah
Yang Mengetahui segala rincian bahkan yange sekecil-kecilnya
sekali.
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 14
ُه َو ا َّل ِذي َجعَ َل َل ُك ُم ا ِْلَ ْر َض ذَلُوَاّل فَا ْم ُشوا فِي َم َنا ِك ِب َها َو ُكلُوا ِم ْن ِر ْزقِ ِه ۖ َوإِ َل ْي ِه النُّ ُشو ُر
)15(
Artinya :
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka
berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian
dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali
setelah) dibangkitkan.
Makna penjelasan Tafsirnya : semua perkara bagi Allah
sangatmudah, salahsatunya di ayat ini yaitu Allah lah yang
menjadikan bumi dengan mudah sehingga dapat dihidup
didalamnya dan tidak bergoncang, kemudian dengan
perintahnya juga untuk berjalanlah disegala penjurunya untuk
mencari rizki dan makanlah sebagian dari rezekinya dengan
baik. Dan hanya kepada Allah lah tempat kembali untuk
dibangkitkan bertujuan untuk mendapatkan balasan segala amal
perbuatannya ketika hidup di dunia.
Kemudian pada ayat ini terdapat motivasi bahwasanya
kita sebagai manusia untuk memanfaatkan/menggunakan
kehidupan di bumi ini sebaik mungkin untuk mengarungi,
menjelajah kepada setiap lorong-lorongnya dengan mencari
rezeki dengan penuh semangat tentunya pekerjaan yang baik
pula dengan usaha dan tawakkal.
)16(أَأَ ِم ْنتُ ْم َم ْن ِفي ال َّس َما ِء أَ ْن َي ْخ ِس َف ِب ُك ُم ا ِْلَ ْر َض َف ِإذَا ِه َي تَ ُمو ُر
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 15
Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di
langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama
kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,
Makna penjelasan tafsirnya : ayat ini adalah sebagai
peringatan dan juga kebesarannya dengan redaksi sebuah
pertanyaan apakah kalian merasa tenang, merasa aman terhadap
Allah SWT yang menguasai langit yang maha tinggi diatas
makhluknya bahwa Allah akan membinasakan kalian sehingga
dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang.
Pertanyaan pada ayat ini adalah sebuah peringatan,
sebuah ancaman kepada mereka yang kufur terhadap Allah dan
mendustakan ayat-ayatnya. Dan pada ayat ini juga mendorong
manusia untuk meyakini bahwasannya adanya hukum Allah dan
ketetapan takdirnya yang harus dialksanakan dengan sebaik
mungkin.
)17( أَ ْم أَ ِم ْنتُ ْم َم ْن فِي ال َّس َما ِء أَ ْن يُ ْر ِس َل َع َل ْي ُك ْم َحا ِص ابا ۖ فَ َستَ ْع َل ُمو َن َك ْي َف َن ِذي ِر
Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang
(berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang
berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat
mendustakan) peringatan-Ku?
Makna penjelasan tafsirnya : hampir sama dengan ayat
sebelumnya , ini adalah tawaran kedua dari Allah SWT sebuh
pertanyaan apakah kalian merasa aman terhadap Allah SWT
yang berada dilangit bahwa Allah akan mengirim badai yang
berbatu. Bagaimana pernah terjadi pada zaman nabi luth dan
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 16
pasukan bergajah, maka manusia nantinya akan tahu bagaimana
akibat mendutakan peringatan yang Allah berikan. Hendaknya
seorang muslim ketika berada di dunia ia tidak merasa aman
dari ancaman siksa Allah . Karena seorang yang merasa aman
ketika di dunia, maka ia akan merasa takut kelak pada Hari
Kiamat. Sebaliknya, seorang yang senantiasa takut terhadap
siksa Allah nanti di akhirat, maka kelak pada Hari Kiamat Allah
akan memberikan rasa aman kepadanya. Karena tidak akan
berkumpul antara rasa aman di dunia dengan rasa aman di
akhirat. Kemudian pada kata َم ْن ِفي ال َّس َما ِءadalah Allah yang
berkuasa dilangit bahwasanya Allah maha diatas segala-galanya.
)18( َو َلقَ ْد َكذَّ َب الَّ ِذي َن ِم ْن قَ ْب ِل ِه ْم َف َك ْي َف َكا َن َن ِكي ِر
Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah
mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya
kemurkaan-Ku.
Makna penjelasan tafsirnya: ancaman pada ayat-ayat
sebelumnya itu bukan hanya sekedar ancaman tanpa
terjadi/tanpa bukti, sungguh ancaman ini sudah terjadi kepada
kaum-kaum sebelumnya seperti kaum nuh, ad, tsamud, kaum lut
yang tadi idsebutkan di ayat sebelumnya , kaum firaun begitu
besarnya kemurkaan Allah SWT kepada mereka yang telah
mendustakan rasul-rasulnya dan mendustakan ayat-ayatnya.
أَ َو َل ْم َي َر ْوا ِإلَى ال َّط ْي ِر َف ْو َق ُه ْم َصا َّفا ٍت َو َي ْق ِب ْض َن ۚ َما يُ ْم ِس ُك ُه َّن ِإََّل ال َّر ْح َٰ َم ُن ۚ إِنَّهُ بِ ُك ِل َش ْي ٍء
)19( بَ ِصي ٌر
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 17
Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang
mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka?
Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha
Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.
Makna penjelasan tafsirnya : pada ayat ini adalah
gambaran untuk kalian supaya bisa melihat kebesaran Allah
SWT , tak hanya melihat tetapi memperhatikan merenungi
semua ciptannya seperti contoh pada ayat ini adalah apakah
mereka tidak memperhatikan burung yang mengembangkan dan
mengatupkan sayapnya diatas mereka dan juga tidak ada yang
menahannya di udara agar tidak jatuh ke bumi. Yakni dengan
rahmat dan kelembutannya yang telah Allah limpahkan kepada
burng-burung tersebut. Dan Allah maha meliahat atas segala
sesuatu yakni yang memberikan kemaslahatan bagi semua
ciptannya.
أَ َّم ْن َٰ َهذَا ا َّل ِذي ُه َو ُج ْن ٌد لَ ُك ْم َي ْن ُص ُر ُك ْم ِم ْن ُدو ِن ال َّر ْح َٰ َم ِن ۚ إِ ِن ا ْل َكا ِف ُرو َن ِإََّل فِي ُغ ُرو ٍر
)20(
Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan
menolongmu selain dari pada Allah Yang Maha Pemurah?
Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan)
tertipu.
Makna penjelasan tafsirnya : sebuah pertanyaan
tantangan kepada orang-orang musyrik bahwasanya siapakah
yang menjadi tentara bagi kalian yang akan menolong kalian
selain Allah SWT yang maha pengasih, mereka itulah ada dalam
kesesatan yang nyata dan tertiipu oleh setan yang menipu
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 18
mereka bahwa siksaan tidak akan pernah turun menimpa
mereka. Yang mereka inginkan itu tidak akan tercapai
)21(أَ َّم ْن َٰ َهذَا الَّ ِذي يَ ْر ُزقُ ُك ْم ِإ ْن أَ ْم َس َك ِر ْزقَهُ ۚ َب ْل َل ُّجوا ِفي ُعتُ ٍو َونُفُو ٍر
Atau siapakah dia yang memberikanmu rezeki jika Allah
menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam
kesombongan dan menjauhkan diri?
Makna penjelasan tafsirnya : yakni Allah Yang Maha
Penyayang menahan (rezeki-Nya) yakni hujan-Nya terhadap
kalian. Jawab syaratnya tidak disebutkan, karena dapat
disimpulkan dari kalimat sebelumnya. Lengkapnya, siapakah
yang dapat memberi kalian rezeki? Tentu tiada seorang pun
yang dapat memberikan rezeki kepada kalian selain-Nya.
(Tetapi mereka terus-menerus) berkelanjutan (di dalam
kesombongan) dalam kesombongannya (dan menjauhkan diri)
dari kebenaran. Makanya allah berfirman tetapi mereka terus
menerus yakni dalam penentangan dan kesombongan serta
pelarian dengan menutup kebenaran tidak mau mengikutinya.
(22) أَفَ َم ْن يَ ْم ِشي ُم ِك ًّبا َعلَ َٰى َو ْج ِه ِه أَ ْه َد َٰى أَ َّم ْن َي ْم ِشي َس ِو ّيًا َع َل َٰى ِص َرا ٍط ُم ْستَ ِقي ٍم
Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya
itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang
berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
Makna penjelasan tafsirnya : maka apakah orang yang
berjalan terjungkal di atas wajahnya, yaitu orang kafir itu lebih
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 19
mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas
jalan yang lurus, yaitu orang mukmin?.
Keadaan para pendusta di ayat sebelumnya yang
menolak kebenaran dan yang tertipu oleh tipu daya setan pada
ayat ini digambarkan dan dibandingkan dengan mereka yang
taat kepada Allah SWT ayat diatas menyatakan : Ini merupakan
perupamaan antara orang mukmin dengan orang kafir.
Perumpamaan orang kafir dalam kesesatannya seperti orang
yang berjalan terjungkal kebawah dalam keadaan tubuh yang
terbalik. Sedangkan perumpamaan orang mukmin yang
menjalankan petunjuk Rabb-nya seperti orang yang berjalan
tegap. Demikian pula perumpamaan keduanya pada Hari
Kiamat. Orang mukmin akan digiring dengan berjalan tegap
menuju shirath yang akan mengantarkannya ke Surga, adapun
orang kafir akan digiring dengan terjungkal di atas wajahnya
menuju Neraka Jahannam.
)23( قُ ْل ُه َو الَّ ِذي أَ ْن َشأَ ُك ْم َو َج َع َل َل ُك ُم ال َّس ْم َع َوا ِْلَ ْب َصا َر َوا ِْلَ ْف ِئ َدةَ ۖ َق ِليلاا َما تَ ْش ُك ُرو َن
Katakanlah: "Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan
bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) ama
tsedikit kamu bersyukur.
Makna penjelasan tafsirnya : orang kafir yang
digambarkan di ayat yang lalu, tidak memakai potensi yang
allah telah anugerahkan buat mereka ayat diatas memerintahkan
nabi muhammad SAW untu mengingatkan mereka dan seluruh
manusia bahwa Allah lah yang maha rahman sang pencipta
seluruh kehidupan ini. Dan darisitu manusia khususnya hars bisa
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 20
merasakan itu mempelajarinya dan menggunakan kehidupan ini
sebaik mungkin sebagai tanda kebesaran Allah SWT akan tetapi
dari manusia tersebut hanya beberapa (amat sedikit) yang
bersyukur atas semua itu.
)24( قُ ْل ُه َو ا ّلَ ِذي ذَ َرأَ ُك ْم فِي ا ِْلَ ْر ِض َو ِإلَ ْي ِه تُ ْح َش ُرو َن
Katakanlah: "Dialah Yang menjadikan kamu berkembang biak
di muka bumi, dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak
dikumpulkan".
Makna penjelasan Tafsirnya : Dan lebih lanjut lagi
bahwasanya tugas nabi Muhammad SAW untuk mengingatkan
semuanya bahwa akhir ini akan semua kembali kepada Allah
yang maha agung. Menggunakan waktu sebaik mungkin dari
proses perkembangan kehidupan untuk dijalani.
)25( َويَقُولُو َن َمتَ َٰى َٰ َهذَا ا ْل َو ْع ُد ِإ ْن ُك ْنتُ ْم َصا ِدقِي َن
Dan mereka berkata: "Kapankah datangnya ancaman itu jika
kamu adalah orang-orang yang benar?"
Makna penjelasan tafsirnya : apa yang disampaikan oleh
nabi muhammad SAW pada ayat-ayat yang lalu, tidak satupun
yang dapat mereka pungkiri kecuai tentang pengumpulan pada
hari kiamat. Maka dari itu munculah tanggapan bahwa mereka
tidak percaya adanya hari kiamat dan mereka sembil mengolok-
olok. Dalam arti janji yang disebutkan di ayat ini adalah suatu
yang menggembirakan untuk orang-orang mukmin, yaitu
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 21
kemenangan terhadap kaum musyrikin yang menyekutukan
Allah SWT.
)26( قُ ْل إِنَّ َما ا ْل ِع ْل ُم ِع ْن َد ّل َّلاِ َو ِإ َّن َما أَنَا نَ ِذي ٌر ُم ِبي ٌن
Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu)
hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah
seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".
Makna penjelasan tafsir : katakanalah kepada mereka
wahai Rasulullah SAW, “Sesungguhnya ilmu tentang waktu
terjadinya Hari Kiamat dengan pasti hanya di sisi Allah SWT.
Dan sesungguhnya tugasku hanya sebagai seorang pemberi
peringatan yang menjelaskan kepada kalian. Pada tafsir lain
dijelaskan "Hanya Allah lah yang tahu itu semua. Aku hanyalah
seorang pemberi peringatan yang sangat jelas."
)27( َفلَ َّما َرأَ ْوهُ ُز ْلفَ اة ِسيئَ ْت ُو ُجوهُ ا َّل ِذي َن َكفَ ُروا َو ِقي َل َٰ َهذَا ا ّلَ ِذي ُك ْنتُ ْم بِ ِه تَ َّد ُعو َن
Ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat,
muka orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan
(kepada mereka) inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu
meminta-mintanya.
Makna penjelasan tafsirnya : (Ketika mereka melihat
azab itu) sesudah mereka dihimpunkan (sudah dekat) artinya,
dekat sekali (menjadi muramlah) menjadi hitam muramlah
(muka orang-orang kafir itu. Dan dikatakan) kepada mereka,
yakni para malaikat penjaga neraka berkata kepada mereka
("Inilah) azab (yang dahulu kalian terhadapnya) yakni sewaktu
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 22
kalian diancam dengan azab ini (selalu menganggapnya sebagai
yang diada-adakan.") Yakni kalian menduga, bahwasanya kalian
tidak akan dibangkitkan menjadi hidup kembali. Hal ini
menceritakan keadaan di masa mendatang, akan tetapi
ungkapannya memberikan pengertian sudah terjadi. Ini tiada
lain karena subjeknya pasti benar-benar terjadi. Tafsir lain
mengatakan Ketika mereka menyaksikan janji itu dekat dari
mereka, muka orang-orang kafir itu dipenuhi kesedihan dan
kehinaan. Dengan nada mengejekdanmenyakiti,
dikatakankepadamereka, "Inilah yang kalian mintadisegerakan."
قُ ْل أَ َرأَ ْيتُ ْم ِإ ْن أَ ْهلَ َكنِ َي ّل َّلاُ َو َم ْن َم ِع َي أَ ْو َر ِح َم َنا فَ َم ْن يُ ِجي ُر ا ْل َكا ِف ِري َن ِم ْن َعذَا ٍب أَ ِلي ٍم
)28(
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku
dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi
rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), tetapi
siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari
siksa yang pedih?"
Makna penjelasan tafsirnya : "Terangkanlah kepadaku
jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama
dengan aku) yakni orang-orang mukmin, kami binasa karena
azab-Nya, sebagaimana yang kalian maksudkan (atau memberi
rahmat kepada kami) maksudnya, Dia tidak mengazab kami
(tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir
dari siksa yang pedih?") Tentu saja tiada seorang pun yang dapat
melindungi mereka dari azab-Nya.di tafsir lain dikatakan
Beritahukanlah kepadaku apakah Allah mematikan aku dan
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 23
orang-orang Mukmin yang bersamaku seperti yang kalian
inginkan, atau Dia memberi rahmat kepada kami dengan
menunda ajal kami dan menyelamatkan kami dari siksa-Nya.
Dengan dua kemungkinan di atas, Dia tetap menyelamatkan
kami. Maka siapakah yang melindungi orang-orang kafir dari
siksa pedih yang berhak mereka terima lantaran kekafiran dan
kebanggaan mereka terhadap tuhan-tuhan mereka?.
)29( قُ ْل ُه َو ال َّر ْح َٰ َم ُن آ َم َنّا ِب ِه َو َع َل ْي ِه تَ َو َّك ْلنَا ۖ فَ َستَ ْعلَ ُمو َن َم ْن ُه َو ِفي َضلَا ٍل ُمبِي ٍن
Katakanlah: "Dialah Allah Yang Maha Penyayang kami
beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal.
Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam
kesesatan yang nyata".
Makna penjelasan tafsirannya : Allah Yang Maha
Penyayang kami berimankepada-Nya dan kepada-Nyalah kami
bertawakal. Kelak kalian akan mengetahui) bila mana mereka
menyaksikan azab itu. Lafalfasata`lamuuna dapat pula dibaca
fasaya`lamuuna, artinya kelak mereka akan mengetahui di saat
mereka menyaksikan azab (siapakah yang berada dalam
kesesatan yang nyata.") Kami-kah atau mereka?,Dialah Zat
Yang Maha Pemurah yang kami yakin idan kalian tidak
meyakini-Nya. Hanya kepada-Nyalah kami bertawakkal,
sementara kalian bertawakkal kepada yang lain-Nya. Tatkala
siksa itu datang, kalian akan tahu manakah di antara kedua
kelompok itu yang tersesat jauh dari kebenaran”.
)30( قُ ْل أَ َرأَ ْيتُ ْم إِ ْن أَ ْص َب َح َما ُؤ ُك ْم َغ ْو ارا فَ َم ْن يَأْ ِتي ُك ْم ِب َما ٍء َم ِعي ٍن
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 24
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu
menjadi kering; makasiapakah yang akan mendatangkan air
yang mengalir bagimu?".
Makna penjelasan tafsirannya :“Jelaskanlah kepadaku
jika sumber air kalian menjadi kering, maka siapakah yang akan
mendatangkan air yang mengalir untuk kalian? Tida kada yang
mampu mendatangkan air untuk kalian selain Allah SWT.
Maka mengapa kalian tidak beriman, tidak mentauhidkan-Nya,
tidak beribadah, dan tidak mendekatkan diri kepada-Nya dengan
berbagai macam ibadah yang telah disyari’atkan Nya?.
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 25
Kelompok 2
Muhammad adnan
Risky Prayogo
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 26
SURAT AL QALAM
Al-Qalam Ayat 1-7
) َو ِإ َّن َل َك َِلَ ْج ارا َغ ْي َر2( ) َما أَ ْن َت ِب ِن ْع َم ِة َربِ َك بِ َم ْجنُو ٍن1( ن َوا ْل َق َل ِم َو َما يَ ْس ُط ُرو َن
)6( ) ِبأَيِ ُك ُم ا ْل َم ْفتُو ُن5( ) َف َستُ ْب ِص ُر َويُ ْب ِص ُرو َن4( ) َوإِنَّ َك َلعَ َلى ُخلُ ٍق َع ِظي ٍم3( َم ْمنُو ٍن
)7( إِ َّن َر َبّ َك ُه َو أَ ْع َل ُم بِ َم ْن َض َّل َع ْن َسبِي ِل ِه َو ُه َو أَ ْع َل ُم بِا ْل ُم ْهتَ ِدي َن
Artinya: Nun, demi pena beserta hal yang mereka tulis
(1) atas karunia Tuhanmu, kamu bukanlah orang gila (2)
melainkan bagimu sungguh disediakan ganjaran yang tiada
henti (3) sungguh engkau (muhammad) berbudi pekerti yang
luhur (4) maka kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-
orang kafir) juga akan melihat (5) siapa yang gila diantara
kalian (6) sungguh Ttuhanmu yang lebih mengetahui siapa yang
sesat dari jalanNya dan siapa yang mendapatkan petunjuk (7)1.
Wahbah Zuhaily membagi surah Al-Qalam dalam 5
klasifikasi pembahasan. Dalam setiap sub-bab terdapat
pengelompokkan ayat sebagaimana berikut: 1. Kelompok ayat
1-7 (Akidah; berkaitan dengan ke-Agungan Nabi Muhammad
beserta akhlak nya) 2. Kelompok ayat 8-16 (Akhlak tercela
orang-orang kafir dan balasan bagi mereka) 3. Kelompok ayat
17-33 (tentang kisah pemilik kebun yang tidak memberikan hak
orang miskin dari hasil kebunnya serta akibat bencana yang
menimpa mereka) 4. Kelompok ayat 34-43 (Tentang balasan
1 Al-Quran Terjemah & Asbabun Nuzul. Penerbit Al-Hannan
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 27
bagi orang bertaqwa dan ingkar) 5. Kelompok ayat 44-52
(Tentang ancaman Allah pada orang kafir)2.
Diantara sabab nuzul ayat-ayat diatas adalah: Ibnu
Mundzir meriwayatkan dari Ibnu Jarir yang berkata: orang-
orang kafir Quraisy mengatakan bahwa Nabi Muhammad
adalah orang yang gila. Maka turunlah ayat kedua dari QS. Al-
Qalam untuk merespon. Lalu mengenai ayat ke-4 dari surah Al-
Qalam, sebab turun ayat tersebut diriwayatkan oleh Abu Nuaim
dan Imam al-Wahidi dari Aisyah berkata: tidak ada seorang pun
yang lebih baik akhlaknya dari Rasulullah. Tidak seorang pun
baik dari sahabat atau saudara beliau yang memanggil beliau
untuk meminta bantuan kecuali beliau meng-iyakannya. Itulah
sebab turunnya ayat ini3.
Wahbah Zuhaily memaparkan jika ayat 1-7
menunjukkan hal sebagai berikut:
- Sumpah dengan pena menunjukkan tinggi kedudukan
dan besarnya manfaat pena dalam bidang ilmu
pengetahuan
- Tiga hal yang Allah tegaskan setelah sumpah:
o Menafikan sifat gila yang dituduhkan oleh orang
kafir pada Rasulullah.
o Nabi mendapat pahala yang besar secara terus-
menerus
2 Wahbah al-Zuhaily, al-Tafsir al-Munir di al-aqidah wa al-Syariah wa al-
Manhaj (Damaskus: Darul Fikri 1998) hlm. 42-43, juz 29
3 Apliaksi Asbabun Nuzul, Android.
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 28
o Nabi memiliki akhlak yang agung.
Penanaman nilai dan keyakinan tentang Islam dan
Agungnya akhlak Nabi Muhammad Saw sangat menentukan
pembentukan karakter seseorang. Siapa saja yang tidak
meyakini dengan benar tentang kesempurnaan Islam dan
Keteladanan Nabi Muhammad akan mencari agama lain ataupun
ideologi lain sebagai panutan.
Kepasrahan dan totalitas penyerahan diri padaNya akan
mengantarkan seseorang untuk siap melaksanakan segala
perintah Allah dan menjauhkan larangan Allah. Perintah Allah
yang pokok dalam mengatur Akhlak baik secara vertikal
ataupun horizontal diatur dalam 5 Rukun Islam: 1. Mengucap 2
kalimat Syahadat, 2. Mendirikan Shalat, 3. Menunaikan Zakat,
4. Puasa Ramadhan, 5. Pergi Haji bila mampu. Dari 5 perkara
inilah Islam dibangun4.
Dalam uraian di atas, Wahbah Zuhaily berpendapat
bahwa maksud dari nikmati rabbika pada ayat ke-2 adalah
nikmat kenabian dan nikmat-nikmat yang lain. Al-Maraghi
mengatakan jika nikmat ini berbentuk kenabian, kecerdasan akal
dan akhlak yang baik. Sedangkan maksud dari khuluqin adzhim
adalah memiliki sifat malu, dermawan, pemberani, penyantun
dan semua akhlak yang mulia5. Ibnu Jarir Ath-Thabari
memaparkan bahwa khuluqin adzhim berupa: Sopan santun dan
4 HR. Bukhari Muslim, dalam Ringkasan Syarh Arbain Nawawi.
5 Musthafa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi (Mesir: Musthafa al-Baaby al-
Halabi wa auladuh, 1946) juz 29, hlm. 28
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 29
adab yang mulia yang diajarkan Allah, Agama yang Agung;
Islam, Al-Quran (Merujuk pada penjelasan Aisyah)6.
Cara terbaik dan efektif dalam membentuk karakter yang
baik adalah melalui keteladanan. Keteladanan adalah hal yang
dapat dilihat dan dirasakan oleh orang sekitar. Contoh: anak
akan mencontoh perbuatan dari kedua orang tuanya. Jika orang
tua kerap memberikan teladan yang positif maka anak pun akan
terbentuk menjadi pribadi yang positif dari pengaruh
keteladanan orang tuanya. Begitu pun sebaliknya, anak akan
tumbuh menjadi negatif jika yang ia dapat adalah percontohan
buruk dari kedua orang tuanya.
Sebagaimana Para Sahabat Nabi Muhammad Saw yang
meneladani akhlak Nabi Saw. mereka ibadah seperti Nabi,
makan dan minum seperti Nabi, mereka menghormati yang
lebih tua dan menyayangi yang lebih muda sebagaimana Nabi
Muhammad memberikan teladan kepada para sahabat.
Berdasar pada uraian di atas, sistematika awal dalam
membentuk karakter berbasis pendidikan dalam QS. Al-Qalam
adalah melalui penanaman keyakinan akan kesempurnaan
Agama Islam dan meneladani Nabi Muhammad Saw. Diantara
cara yang dapat dilakukan adalah dengan belajar dan
mengajarkan Al-Quran seperti membaca, menyimak ataupun
6 Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabari Elektronik
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 30
mengambil hikmah dari setiap ayat-ayat yang terdapat dalam
Al-Quran7.
Al-Qalam: 8-16
)10( ) َوََّل تُ ِط ْع ُك َّل َحلَّا ٍف َم ِهي ٍن9( ) َو ُّدوا لَ ْو تُ ْد ِه ُن َفيُ ْد ِهنُو َن8( َفلَا تُ ِطعِ ا ْل ُم َك ِذ ِبي َن
) أَ ْن َكا َن13( ) ُعتُ ٍل َب ْع َد ذَ ِل َك َزنِي ٍم12( ) َم َّناعٍ ِل ْل َخ ْي ِر ُم ْعتَ ٍد أَثِي ٍم11( َه َّما ٍز َم َّشا ٍء ِب َن ِمي ٍم
) َسنَ ِس ُمهُ َعلَى15( ) ِإذَا تُتْلَى َع َل ْي ِه آ َياتُ َنا َقا َل أَ َسا ِطي ُر ا ِْلَ َّو ِلي َن14( ذَا َما ٍل َو َبنِي َن
)16( ا ْل ُخ ْر ُطو ِم
Artinya:Maka janganlah kamu menuruti golongan yang
mendustaka (8) mereka ingin supaya kamu bersikap lunak lalu
mereka bersikap lunak pula (9) serta janganlah kamu menuruti
semua orang yang memaki (10) orang yang melecehkan seraya
berkeliaran menghambur ejekan (11) orang yang menghalangi
kebajikan (12) orang yang melampaui batas serta penuh dosa
juga keras kepala (13) demikianlah watak orang itu akibat
mempunyai harta dan anak (14) apabila disampaikan kepada
mereka ayat-ayat kami, mereka berkata: ini adalah riwayat
orang terdahulu (15) kelak akan kami beri tanda pada
belalainya (16)
Jika ayat-ayat sebelumnya memberikan gambaran
sistematis terkait akhlak atau karakter yang sebaiknya ditiru dan
dicontohkan, maka ayat selanjutnya akan membahas mengenai
apa yang semestinya dijauhkan. Adanya ani-tesa seperti ini
gunanya untuk dijauhkan serta menjaga kaum muslim untuk
7 M. Nur Fuad, Studi Surah Al-Qalam tentang Sistematika Pendidikan Akhlak.
Dalam Jurnal: An-Nida. Hlm. 27
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 31
tidak terjerumus pada perbuatan-perbuatan yang buruk dan tidak
mencerminkan atas apa yang Rasulullah Saw sudah contohkan.
Sifat buruk yang sudah semestinya ditinggalkan dalam
ayat tersebut adalah: orang kafir mendustakan kenabian
Rasulullah Saw, mencampuradukkan akidah dan ibadah lintas
agama, bersumpah dengan kebatilan serta banyak mencela,
menyebut keburukan orang lain, melakukan adu domba untuk
merusak hubungan antar manusia, mencegah muslim dari iman,
infak dan amal shalih, lalai terhadap perintah Alah dan
melakukan larangan Allah, banyak berbuat dosa, berlaku inkar,
kaku, kasar dan banyak melakukan kejahatan.
Wahbah Zuhaily berpendapat bahwa ayat 8-16 dari QS.
Al-Qalam ini menunjukkan hukum-hukum sebagai berikut:
- Larangan Allah pada Nabi Saw untuk bersikap lunak
kepada orang musyrik yang mendustakan kerasulan Nabi
Muhammad Saw.
- Larangan Allah Swt melakukan akhlak-akhlak tercela
yang sudah tersebut dalam ayat-ayat QS. Al-Qalam: 8-
16.
- Larangan kufur nikmat dan sombong.
- Pemberian sifat buruk kepada Walid bin Mughirah atas
kekufuran dan kesombongannya dengan menaruh tanda
pada hidungnya baik di dunia maupun di akhirat8.
8 Wahbah al-Zuhaily, al-Tafsir al-Munir di al-aqidah wa al-Syariah wa al-
Manhaj (Damaskus: Darul Fikri 1998) hlm. 42-43, juz 29
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 32
Dengan begitu, dapat terlihat bahwa sistematika yang
terurai dalam surah Al-Qalam: 8-16 berupa larangan untuk taat
atau mematuhi orang-orang yang memiliki akhlak tercela
sebagaimana yang telah dijelaskan. Jika seseorang mentaati
orang yang berakhlak tercela maka sudang barang tentu ia akan
melakukan tindakan yang tercela. Maka ada 2 hal yang
ditanamkan dalam QS. Al-Qalam: 8-16 ini; larangan menaati
orang berakhlak tercela dan larangan berbuat perilaku tercela.
Akhlak tercela orang-orang kafir dalam bagian ini dapat
dibagi menjadi 2 kelompok. Pertama adalah keburukan
akhlaknya terhadap Allah dan RasulNya dengan mengingkari
risalah kenabian Nabi Muhammad Saw dan Akhlak buruknya
terhadap sesama manusia adalah sebagaimana yang telah
dipaparkan seperti berbohong, berdusta dan lain-lain. Akhlak
tercela yang bersifat horizontal ini dinilai sangat merugikan
karena dapat merusak keharmonisan antar sesama dan
menggoyahkan stabilitas kebersamaan. Lebih jauh lagi ini akan
berdampak pada tubuh internal bangsa dan Negara maka akhlak
semacam ini mesti ditinggalkan9.
Al-Qalam: 17-26
) َوََّل17( إِ َّنا َبلَ ْو َنا ُه ْم َك َما َبلَ ْو َنا أَ ْص َحا َب ا ْل َجنَّ ِة ِإ ْذ أَ ْق َس ُموا لَيَ ْص ِر ُم َّن َها ُم ْص ِب ِحي َن
) فَأَ ْص َب َح ْت َكال َّص ِري ِم19( ) َف َطا َف َع َل ْي َها َطا ِئ ٌف ِم ْن َر ِب َك َو ُه ْم نَائِ ُمو َن18( َي ْستَثْنُو َن
) َفا ْن َطلَقُوا22( ) أَ ِن ا ْغ ُدوا َع َلى َح ْر ِث ُك ْم إِ ْن ُك ْنتُ ْم َصا ِر ِمي َن21( ) فَتَ َنا َد ْوا ُم ْصبِ ِحي َن20(
9M. Nur Fuad, Studi Surah Al-Qalam tentang Sistematika Pendidikan Akhlak.
Dalam Jurnal: An-Nida. Hlm. 28
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 33
) َو َغ َد ْوا َعلَى َح ْر ٍد24( ) أَ ْن ََّل َي ْد ُخلَ َّن َها ا ْل َي ْو َم َع َل ْي ُك ْم ِم ْس ِكي ٌن23( َو ُه ْم يَتَ َخا َفتُو َن
)26( ) َف َل َّما َرأَ ْو َها قَالُوا إِ ّنَا لَ َضا ُّلو َن25( قَا ِد ِري َن
Artinya: Sesungguhnya kami telah menguji mereka (musyrik
makkah) sebagaimana kami telah menguji pemilik-pemilik
kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-
sungguh akan memetik (hasilnya) di pagi hari (16) dan mereka
tidak mengucapkan insyaAllah (18) lalu kebun itu diliputi
malapetaka dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur (19)
maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita
(20) lalu mereka panggil-memanggil di pagi hari (21) pergilah
di waktu pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya
(22) maka pergilah mereka saling berbisik-bisikan (23) pada
hari ini janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalam
kebunmu (24) dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan
niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu
menolongnya (25) tatkala mereka melihat kebun itu mereka
berkata: sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang
sesat (26).
Setelah Allah Swt memberikan contoh keteladanan dan
akhlak terpuji yang di manifestasikan dalam bentuk kepribadian
Rasulullah Saw dan ditirukan oleh para sahabat dan dianjurkan
untuk diikuti oleh segenap umat muslim. Pada segmen
berikutnya Allah menjabarkan perihal akhlak tercela orang-
orang kafir dari mulai pengingkaran mereka terhadap kenabian
dan kerasulan Nabi Muhammad Saw sampai perbuatan tercela
mereka kepada sesama manusia yang dinilai akan sangat
merugikan dan dapat merusak hubungan harmonis antar
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 34
manusia. Maka pada segmen berikutnya di QS. Al-Qalam: 17-
26 Allah memberikan contoh real dari perbuatan tercela beserta
dampaknya. Segmentasi ke-3 ini sejatinya sampai pada ayat 33,
namun hanya dibahas sampai ayat 26 karena 27-52 akan dibahas
dalam makalah lain yang diampu oleh kawan penulis.
Ayat-ayat yang mengandung kisah di atas
menggambarkan nilai-nilai yang dapat dijadikan pelajaran
berupa:
- Kehidupan adalah sesuatu yang penuh cobaan dan ujian.
Manusia juga memiliki kewajiban untuk bersedakah atas
hak-hak orang fakir dari hasil panennya.
- Niat ataupun azam yang buruk akan menghadirkan
petaka. Sungguh manusia itu lemah kekuatannya,
kemampuannya. Dapat ditunjukkan dalam kisah ini
lantaran kegagalan panen mereka disebabkan oleh itikad
buruk mereka.
- Kembali pada jalan yang benar lebih baik daripada
bertahan pada jalan kebatilan.
- Pemilik kebun yang menyeru pada kebaikan tidak
dihiraukan, ketika diberikan ujian kebun mereka terbakar
mereka pun saling menyalahkan atas kegagalan rencana
mereka.
- Para pemilik kebun mengakui kemaksiatan dan
bertaubat10.
10Wahbah al-Zuhaily, al-Tafsir al-Munir di al-aqidah wa al-Syariah wa al-
Manhaj (Damaskus: Darul Fikri 1998) hlm. 62-65, juz 29
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 35
Pesan utama yang ingin disampaikan dari kisah di atas
adalah sikap menyembunyikan hak orang lain adalah perbuatan
dosa dan menjadi pintu terhalanginya rezeki. Ibnu Katsir dalam
kitab tafsirnya menjelaskan tentang ayat 17-20 di atas bahwa
pemilik kebun enggan bersedekah dari hasil panennya pada fakir
dan miskin. Perbuatan inilah yang sejatinya mengundang
bencana langit hingga membuat kebun mereka terbakar dan
mereka pun terhalangi dari hasil panen kebun tersebut11. Senada
dengan Ibnu Katsir, Musthafa Al-Maraghi menyatakan bahwa
bencana tersebut turun karena kekufuran para pemilik kebun
tersebut terhadap nikmat Allah dan menghalangi hak fakir dari
hasil kebun tersebut12.
Kesimpulan Ayat 1-26
Pendidikan karakter adalah hal yang sangat mendasar
dalam membentuk kepribadian seseorang. Al-Quran sebagai
pedoman hidup manusia pun tak lepas memberikan pendidikan
karakter berbasis pengajaran yang nyata dan gambaran-
gambaran yang bersifat futuristik dan sustainable.
Sebagaimana sistematisasi yang disajikan dalam QS. Al-Qalam:
1-26 ini merupakan gambaran nyata bagaimana Al-Quran
memberikan contoh karakter terpuji yang nyata serta deretan
karakter tercela beserta dampak dan kisahnya agar semakin
mudah dimengerti dan dapat terimplementasikan dengan
11 Tafsir Ibnu Katsir Elektronik
12Musthafa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi (Mesir: Musthafa al-Baaby al-
Halabi wa auladuh, 1946) juz 29, hlm. 36
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 36
maksimal dalam kehidupan sehari-hari. Diantara poin penting
dalam makalah ini adalah:
- QS. Al-Qalam 1-7: Bagaimana Al-Quran
menggambarkan indahnya akhlak Nabi yang ditirukan
oleh para pengikutnya sehingga lahir kehidupan yang
harmonis
- QS. Al-Qalam 8 – 16: Bagaimana Al-Quran
mendeskripsikan perilaku yang tidak terpuji baik secara
vertikal maupun horizontal sehingga melahirkan
distabilitas dalam kehidupan manusia
- QS. Al-Qalam 17-26: Sedikit kisah dan gambaran nyata
dari perilaku tercela beserta dampaknya.
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 37
Kelompok 3
Anas Munaji
Rif’at Syafiq
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 38
SURAT AL HAQQAH
Al-Haqqah ayat 1-24
ا ْل َحا َّقةُ ﴿َ ﴾١ما ا ْل َحا ّقَةُ ﴿َ ﴾٢و َما أَ ْد َرا َك َما ا ْل َحا ّقَةُ ﴿َ ﴾٣كذَّ َب ْت ثَ ُمو ُد َو َعا ٌد
بِا ْل َقا ِر َع ِة ﴿َ ﴾٤فأَ َّما ثَ ُمو ُد َفأُ ْه ِل ُكوا ِبال َّطا ِغ َي ِة ﴿َ ﴾٥وأَ َّما َعا ٌد َفأُ ْه ِل ُكوا بِ ِريحٍ َص ْر َص ٍر
َعاتِيَ ٍة ﴿َ ﴾٦س َّخ َر َها َعلَ ْي ِه ْم َس ْب َع لَيَا ٍل َوثَ َما ِن َيةَ أَ َّيا ٍم ُح ُسو اما َفتَ َرى ا ْل َق ْو َم ِفي َها َص ْر َعى
َكأَ َّن ُه ْم أَ ْع َجا ُز نَ ْخ ٍل َخا ِو َي ٍة ﴿﴾٧فَ َه ْل تَ َرى َل ُهم ِمن بَاقِيَ ٍة ﴿َ ﴾٨و َجاء فِ ْر َع ْو ُن َو َمن قَ ْب َلهُ
َوا ْل ُم ْؤتَ ِف َكا ُت ِبا ْل َخا ِطئَ ِة ﴿﴾٩فَعَ َص ْوا َر ُسو َل َربِ ِه ْم َفأَ َخذَ ُه ْم أَ ْخ َذةا َّرا ِبيَ اة ﴿ِ ﴾١٠إنَّا لَ َّما َط َغى
ا ْل َماء َح َم ْلنَا ُك ْم ِفي ا ْل َجا ِر َي ِة ﴿ِ ﴾١١لنَ ْجعَ َل َها َل ُك ْم تَ ْذ ِك َرةا َوتَ ِعيَ َها أُذُ ٌن َوا ِعيَةٌ ﴿َ ﴾١٢ف ِإذَا نُ ِف َخ
فِي ال ُّصو ِر َن ْف َخةٌ َوا ِح َدةٌ ﴿َ ﴾١٣و ُح ِملَ ِت ا ِْلَ ْر ُض َوا ْل ِجبَا ُل َف ُد َّكتَا َد َّكةا َوا ِح َدةا ﴿َ ﴾١٤ف َي ْو َمئِ ٍذ
َوقَعَ ِت ا ْل َوا ِق َعةُ ﴿َ ﴾١٥وان َش َقّ ِت ال َّس َماء َف ِه َي َي ْو َمئِ ٍذ َوا ِهيَةٌ ﴿َ ﴾١٦وا ْل َم َل ُك َعلَى أَ ْر َجا ِئ َها
َو َي ْح ِم ُل َع ْر َش َر ِب َك فَ ْوقَ ُه ْم يَ ْو َم ِئ ٍذ ثَ َمانِ َيةٌ ﴿﴾١٧يَ ْو َمئِ ٍذ تُ ْع َر ُضو َن ََّل تَ ْخ َفى ِمن ُك ْم
َخافِ َيةٌ ﴿َ ﴾١٨فأَ َّما َم ْن أُو ِت َي ِكتَابَ ُه ِب َي ِمي ِن ِه َف َيقُو ُل َها ُؤ ُم ا ْق َر ُؤوا ِكتَا ِبي ْه ﴿ِ ﴾١٩إ ِني َظ َنن ُت
أَ ِني ُملَا ٍق ِح َسا ِبي ْه ﴿﴾٢٠فَ ُه َو ِفي ِعي َش ٍة َّرا ِضيَ ٍة ﴿﴾٢١فِي َج ّنَ ٍة َعا ِل َي ٍة ﴿﴾٢٢قُ ُطوفُ َها
َدانِيَةٌ ﴿ُ ﴾٢٣كلُوا َوا ْش َربُوا َهنِيئاا ِب َما أَ ْسلَ ْفتُ ْم ِفي ا ِْلَ َيّا ِم ا ْل َخا ِليَ ِة ﴿﴾٢٤
Ayat, Terjemah dan Tafsir ا ْل َحا َقّةُ
1. Hari kiamat,
Yakni hari kiamat yang kedatangannya pasti terjadi.
AL haqqah diambil dari kata haqqa yang berarti pasti terjadinya.
Suatu peristiwa yang yang pasti. Tidak ada situasi yang lebih
pasti kehadirannya dari hari kiamat. Bisa juga berarti yang
melihat/mengetahui persoalan sesuai pada hakikatnya. Tidak ada
lagi yang tersembunyi apalagi disembunyikan.
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 39
َما ا ْل َحاقَّ ُة
2. apakah hari kiamat itu?
َُو َما أَ ْد َرا َك َما ا ْل َحا َّقة
3. Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?
Pengulangan ini menunjukkan sesuatu yang sangat
besar dan penting namun juga sulit terjangkau oleh manusia.
Tafsir Ayat 1-3
Hari Kiamat adalah hari yang pasti terjadi, padanya
janji dan ancaman akan terbukti Apakah Hari Kiamat yang pasti
terjadi itu? Bagaimana sifat dan keadaannya? Apakah ada yang
memberitahumu (wahai Rasul) dan mengenalkanmu tentang
hakikat Hari Kiamat, dan menjelaskan untukmu ketakutan dan
kedahsyatannya?
َكذَّبَ ْت ثَ ُمو ُد َو َعا ٌد ِبا ْل َقا ِر َع ِة
4. Kaum Tsamud dan ‘Aad telah mendustakan hari kiamat.
Kaum Tsamud yakni salah satu suku bangsa arab
keturunan Tsamud Ibn Jatsar Ibn Iram Ibn Sam Ibn Nuh yang
sudah punah. Sedangkan ‘ad yaitu kelompok masyarakat arab
yang berasal dari tiga belas suku yang juga sudah punah. Kaum
Tsamud, yaitu kaum Nabi Shaleh, dan kaum Ad yaitu kaum
Nabi Hud, telah mendustakan Hari Kiamat yang kengeriannya
menggetarkan hati manusia.
Kiamat juga menggunakan Al-qariah yang
menunjukkan peristiwa yang membuat hati dan pendengaran
manusia terguncang.
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 40
َفأَ َّما ثَ ُمو ُد َفأُ ْه ِل ُكوا ِبال َّطا ِغيَ ِة
5. Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan
dengan kejadian yang luar biasa.
Yakni dibinasakan dengan petir yang sangat dahsyat
(QS 11:67)
َوأَ َّما َعا ٌد فَأُ ْه ِل ُكوا ِب ِريحٍ َص ْر َص ٍر َعاتِ َي ٍة
6. Adapun kaum ‘Aad maka mereka telah dibinasakan dengan
angin yang sangat dingin lagi amat kencang,
Shar-shar berarti sangat dingin yang luar biasa seperti
membakar dan suaranya memekakan telinga, terambil dari kata
shar.
َس َّخ َر َها َع َل ْي ِه ْم َس ْب َع َل َيا ٍل َوثَ َما ِنيَ َة أَ ّيَا ٍم ُح ُسو اما فَتَ َرى ا ْل َق ْو َم ِفي َها َص ْر َع َٰى َكأَ ّنَ ُه ْم أَ ْع َجا ُز
نَ ْخ ٍل َخا ِويَ ٍة
7. yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama
tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat
kaum ‘Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan
mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
Husumani berarti berulang-ulang.
فَ َه ْل تَ َر َٰى لَ ُه ْم ِم ْن بَاقِيَ ٍة
8. Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara
mereka.
Tafsir Ayat 5-8.
Kaum Tsamud dibinasakan dengan suara teriakan
menggelegar yang kerasnya melewati batas. Kaum Ad
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 41
dibinasakan dengah angin dingin yang kencang. Allah
mengirimkannya kepada mereka selama 7 malam dan 8 hari
terus-menerus, tidak berhenti tidak terputus. Kamu melihat
mereka di hari-hari dan malam-malam tersebut mati seolah-olah
mereka adalah pangkal pohon kurma yang teronggok yang
rapuh bagian dalamnya. Apakah kamu melihat yang tersisa yang
selamat dari mereka?
َو َجا َء ِف ْر َع ْو ُن َو َم ْن قَ ْب َلهُ َوا ْل ُم ْؤتَ ِف َكا ُت بِا ْل َخا ِطئَ ِة
9. Dan telah datang Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya
dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena
kesalahan yang besar.
َف َع َص ْوا َر ُسو َل َربِ ِه ْم فَأَ َخذَ ُه ْم أَ ْخذَةا َرابِيَ اة
10. Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan
mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang
sangat keras.
Tafsir Ayat 9-10
Kemudian datanglah Thaghut Fir’aun, umat-umat
sebelumnya yang kafir kepada para rasul mereka, dan penduduk
negeri-negeri kaum Luth yang negeri mereka dijungkirbalikkan
disebabkan oleh perbuatan mungkar mereka, yaitu kekafiran,
kesyirikan dan homoseksual. Setiap umat tersebut mendurhakai
rasul mereka yang diutus kepada mereka, maka Allah mengazab
mereka dengan azab yang sangat berat.
ِإ َنّا لَ َّما َطغَى ا ْل َما ُء َح َم ْل َنا ُك ْم ِفي ا ْل َجا ِر َي ِة
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 42
11. Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke
gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera,
ٌِل َن ْجعَ َل َها لَ ُك ْم تَ ْذ ِك َرةا َوتَ ِعيَ َها أُذُ ٌن َوا ِع َية
12. agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan
agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
Ta’iyaha dan wi’a terambil dari kata yang sama yang berarti
wadah.
Tafsir Ayat 11-12
Ayat ini menyatakan bahwa ada umat nabi terdahulu
yakni yang taat diselamatkan, tidak semuanya dibinasakan.
Manakala air sudah melewati ambang batasnya, di mana ia naik
dan lebih tinggi dari segala sesuatu, Kami angkut nenek moyang
kalian bersama Nuh dalam kapal yang berjalan di atas air. Kami
hendak menjadikan peristiwa yang padanya orang-orang
beriman selamat dan orang-orang kafir tenggelam, sebagai
nasihat dan pelajaran, di mana setiap pemilik telinga yang sadar
biasanya mengingat dan memahami apa yang ia dengar dari
Allah akan mengingatnya.
ٌَف ِإذَا نُ ِف َخ فِي ال ُّصو ِر َن ْف َخةٌ َوا ِح َدة
13. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup
َو ُح ِملَ ِت ا ِْلَ ْر ُض َوا ْل ِجبَا ُل فَ ُد َّكتَا َد َّك اة َوا ِح َدةا
14. dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu
dibenturkan keduanya sekali bentur.
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 43
Dukkata berarti menjadi sangat halus disebabkan bagian-
bagiannya yang hancur.
ُفَيَ ْو َم ِئ ٍذ َوقَعَ ِت ا ْل َوا ِقعَة
15. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,
Yaum tidak selalu berarti sehari atau sehari semalam, namun
juga bisa berarti saat penyelesaian suatu kejadian baik yang
singkat maupun lama.
ٌَوا ْن َش َّق ِت ال َّس َما ُء فَ ِه َي يَ ْو َم ِئ ٍذ َوا ِهيَة
16. dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi
lemah.
ٌَوا ْل َملَ ُك َع َل َٰى أَ ْر َجا ِئ َها ۚ َويَ ْح ِم ُل َع ْر َش َر ِب َك فَ ْوقَ ُه ْم يَ ْو َم ِئ ٍذ ثَ َما ِن َية
17. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit.
Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy
Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
ٌَي ْو َمئِ ٍذ تُ ْع َر ُضو َن ََّل تَ ْخ َف َٰى ِم ْن ُك ْم َخا ِف َية
18. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada
sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).
Tafsir Ayat 13-18
Bilamana malaikat meniup sangkakala sekali tiupan,
yaitu tiupan pertama yang disusul dengan kehancuran alam
semesta, bumi dan gunung-gunung di angkat dari tempatnya lalu
keduanya hancur berkeping-keping dan dihantamkan dengan
sekali hantaman. Saat itulah Hari Kiamat tiba. Langit terbelah,
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 44
saat itu langit lemah dan rapuh, tidak kokoh dan tidak kuat,
sedangkan para malaikat ada di sisi-sisi dan penjuru-penjurunya.
Arasy Tuhanmu berada di atas mereka sambil dijunjung oleh 8
malaikat agung pada Hari Kiamat. Pada hari itu, kalian wahai
manusia, dihadapkan kepada Allah untuk menghadapi
perhitungan amal dan pembalasan, tidak ada sedikit pun rahasia
kalian yang samar bagi Allah.
َفأَ َّما َم ْن أُوتِ َي ِكتَا َبهُ بِ َي ِمينِ ِه َفيَقُو ُل َها ُؤ ُم ا ْق َر ُءوا ِكتَا ِب َي ْه
19. Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya
dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah
kitabku (ini)”.
إِنِي َظنَ ْن ُت أَنِي ُملَا ٍق ِح َسا ِب َي ْه
20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan
menemui hisab terhadap diriku.
َف ُه َو ِفي ِعي َش ٍة َرا ِضيَ ٍة
21. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,
22. dalam surga yang tinggi, فِي َجنَّ ٍة َعا ِليَ ٍة
23. buah-buahannya dekat, قُ ُطوفُ َها َدا ِن َي ٌة
ُكلُوا َوا ْش َربُوا َهنِيئاا ِب َما أَ ْسلَ ْفتُ ْم ِفي ا ِْلَ َيّا ِم ا ْل َخا ِل َي ِة
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 45
24. (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan
sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-
hari yang telah lalu”
Tafsir Ayat 19-24
Ayat-ayat ini menjelsakan sedikit dari peristiwa yang
akan terjadi pada hari kiamat dan keadaan manusi apa dasaat itu.
Barang siapa diberi kitab catatan amalnya dengan tangan
kanannya, maka dia berkata dengan penuh kegembiraan dan
suka cita, “Ambillah dan silakan membaca kitabku.
Sesungguhnya di dunia aku yakin bila aku akan mendapatkan
balasanku pada Hari kIamat, maka aku menyiapkan bekal
berupa iman dan amal shalih.” Dia hidup dalam kenikmatan dan
diridhai di surga yang tinggi tempat dan derajatnya. Buahnya
dekat, dapat dipetik oleh orang yang duduk, orang yang berdiri,
serta orang yang berbaring. Dikatakan kepada mereka,
“Makanlah makanan dan minumlah minuman yang bersih dari
gangguan, serta selamat dari segala yang dibenci, disebabkan
apa yang kalian kerjakan berupa amal shalih di kehidupan dunia
dahulu.”
Pada saat itu semuanya terbuka dan tidak ada lagi
rahasia.Yang baru disadari oleh manusia setelah dari dulu
didunia banyak manusia yang tidak menyadari atau
mengetahuinya.
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 46
Al Haqqah Ayat 25-52
َ(ولَ َه َْلم َكاَ ْد ِر َعنِ َم ْاي2(285)ِك َٰتَمبِا َيِل َيه ْۚ)ه ى ْم(ثُ َّماُ َْعونِفِ َْْتيي3 َل1ُل( َمَٰيَآص َللُّ ْي ْتَو ِۙناهَُ)ْ ْيغ َٰن2و َم7ِلا ْٖل(هثَقُاَّم ِەۙاض ْليَ ۚفَََةج َي)ِقُح ْْي3َما0ُ ْ((وَٰيتَُِلخ ْيَذُيتَْو َه ُهاِك َٰتفَبَ ٗغُهَكُلّاْوَن ِبُۙه ِت)ِش22 ا69َِوحُساَ ْل َّمَسَٰاطانِِب ََيي َْۚمهه))ْن
ِس ْل ِسلَ ٍة ذَ ْر ُع َها َس ْبعُ ْو َن
( َوََّل يَ ُح ُّض َع َٰلى َط َعا ِم33)( ِا َنّ ٗه َكا َن ََّل يُ ْؤ ِم ُن ِباّٰهللِ ا ْل َع ِظ ْي ِۙم32)ُِذ َرا اعا َفا ْسلُ ُك ْوه
(ََّل يَأْ ُكلُ ٗٓه36)( َّوََّل َط َعا ٌم اََِّل ِم ْن ِغ ْس ِل ْي ٍۙن35)( َفلَ ْي َس َلهُ ا ْليَ ْو َم َٰه ُه َنا َح ِم ْي ٌۙم34)ا ْل ِم ْس ِك ْي ِن
ل( ِا ّنَ َك ٗاه ِهلَ ٍقَن ْو ُلَق ِل ْي َرلاا ُس ْو َّم ٍال3ِ و9ْ َ ِ(ص َوُرََّْلو َۙنبِ)ق4 ْب1ُ ْ(ؤ َِومنَُم ْاو َََۙنّل) ت3ُ ت8 َ(و َفلَ ِٓباقَاُْوْق ِل ِس ُم َشبِا َم ِاع ٍرتُ ْب َقِ ِلص ْي ُرلا ْاو َۙن َّم)ا3 ُه7)طـُٔ( ْ َّوو ََمنا4ِ ا0ِا َكََِّلر ْياٍۙمْل) َخ
(ََّلَ َخ ْذنَا44)( َو َل ْو تَقَ َّو َل َع َل ْي َنا بَ ْع َض اَّْلَ َقا ِو ْي ِۙل43)(تَ ْن ِز ْي ٌل ِم ْن َّر ِب ا ْل َٰع َل ِم ْي َن42)تَذَ َّك ُر ْو َن
( َواِ َنّ ٗه47)( َف َما ِم ْن ُك ْم ِم ْن اَ َح ٍد َع ْنهُ َحا ِج ِز ْي َۙن46)(ثُ َّم َل َق َط ْع َنا ِم ْنهُ ا ْل َوتِ ْي َۖن45)ِم ْنهُ بِا ْليَ ِم ْي ِۙن
( َو ِا َّن ٗه َل َح ْس َرةٌ َع َلى49)( َواِ َنّا َل َن ْع َل ُم اَ َّن ِم ْن ُك ْم ُّم َك ِذبِ ْي َن48)َلتَ ْذ ِك َرةٌ ِل ْل ُمتَّ ِق ْي َن
(52)(فَ َس ِب ْح بِا ْس ِم َر ِب َك ا ْلعَ ِظ ْي ِم51)( َو ِانَّ ٗه َل َح ُّق ا ْل َي ِق ْي ِن50)ا ْل َٰك ِف ِر ْي ۚ َن
”Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya,
maka dia berkata, “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak
diberikan kepadaku.(25) Sehingga aku tidak mengetahui
bagaimana perhitunganku (26) Wahai, kiranya (kematian)
itulah yang menyudahi segala sesuatu (27) Hartaku sama sekali
tidak berguna bagiku (28) Kekuasaanku telah hilang
dariku.”(29) (Allah berfirman), “Tangkaplah dia lalu
belenggulah tangannya ke lehernya.” (30) Kemudian
masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala (31)
Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh
puluh hasta (32) Sesungguhnya dialah orang yang tidak
beriman kepada Allah Yang Mahabesar (33) Dan juga dia tidak
mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin
(34) Maka pada hari ini di sini tidak ada seorang teman pun
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 47
baginya (35) Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari
darah dan nanah (36) Tidak ada yang memakannya kecuali
orang-orang yang berdosa (37) Maka Aku bersumpah demi apa
yang kamu lihat (38) dan demi apa yang tidak kamu lihat (39)
Sesungguhnya ia (Al-Qur'an) itu benar-benar wahyu (yang
diturunkan kepada) Rasul yang mulia (40) dan ia (Al-Qur'an)
bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu
beriman kepadanya (41) Dan bukan pula perkataan tukang
tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya (42)
Ia (Al-Qur'an) adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan
seluruh alam (43) Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-
adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami (44) pasti Kami
pegang dia pada tangan kanannya (45) Kemudian Kami potong
pembuluh jantungnya (46) Maka tidak seorang pun dari kamu
yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya) (47) Dan
sungguh, (Al-Qur'an) itu pelajaran bagi orang-orang yang
bertakwa (48) Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa di antara
kamu ada orang yang mendustakan (49) Dan sungguh, (Al-
Qur'an) itu akan menimbulkan penyesalan bagi orang-orang
kafir (di akhirat) (50) Dan Sungguh, (Al-Qur'an) itu kebenaran
yang meyakinkan (51) Maka bertasbihlah dengan (menyebut)
nama Tuhanmu Yang Maha Agung (52).
Mufrodat
ِك َٰتبِ َيه: kitab al-Qur’anil karim
َه َل َك َعنِ ْي ُس ْل َٰط ِنيَ ْۚه: hilang/binasa
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 48
َس ْبعُ ْو َن ِذ َرا اعا: tujuh puluh hasta /rantai yang panjang
يَ ُح ُّض: mendorong/menganjurkan
ِغ ْس ِل ْي ٍۙن: nanah
ا ْل َخا ِطـُٔ ْو َن: orang yang berdosa
ا ْل َوتِ ْي َۖن: urat nadi leher
َح ْس َرة: terbuka (penyesalan yang besar dan berulang-ulang)
ا ْليَ ِق ْي ِن: keyakinan / mantap terhadap sesuatu
ك( َعنَِو َلْي ْم ُساَ ْلْد َِٰطر ِنيَ َْۚمها2َ َل5() َه2َيه8َِلَع ْمِن ْياُ ْوَما َِلت َي ْۚه ِك َٰت)ب فَيَقُ ْو ُل َٰي َل ْيتَنِ ْي َْو( َٰتِيلَ َْييتَ َهِكاَٰتبَ َك ٗاه َن بِِت ِاش ْل َمقَااِل ٖ ِهضيَ ۙەۚة2ُا6َِوحاَ َّمَساابِيَ َمه ْ)ن
( َمآ اَ ْغ َٰنى27)
(31) ( ثُ َّم ا ْل َج ِح ْي َم َص ُّل ْو ُۙه30) ( ُخذُ ْو ُه فَغُ ّلُ ْو ُۙه29)
Tafsir ayat 25- 31
Pada ayat 25- 27 surat al-Haqqah ini Allah SWT
menerangkan keadaan orang-orang yang celaka dan binasa,
yaitu mereka yang menerima catatan amalnya dari tangan
kirinya, maka mereka sangat menyesal sehingga mengeluh ,
aduhai sekiranya aku tidak menerima amal catatan amalan ini,
mereka tidak ingin ketika dibangkitkan dan ketika hari
perhitungan amal, amalan merekalah yang terburuk. Mereka
menyadari ketika mati lalu dibangkitkan amalannya lah yang
terburuk dan amat menderita. Terbuktilah bahwa harta benda
yang dimiliki di dunia dahulu tak ada artinya sama sekali.
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 49
Lalu Allah memerintahkan malaikat zabaniyah
menangkap dan membelengunya kemudian melemparkannya ke
neraka jahannam, kemudian dirantai yang panjagnya tujuh puluh
hasta, dan dimasukkan ke dalam duburnya dan dikeluarkan dari
mulutnya.13
Kemudian diterangkan bahwa orang itu dahulu tidak
beriman kepada Allah SWT, dan tdak suka memberi makan
kepada orang miskin, karena itu ketika di akhirat tiada teman
atau penolong, bahkan tak ada makanan baginya kecuali darah
dan nanah.
Kalimat ( ) َمآ اَ ْغ َٰنى َعنِ ْي َما ِل َي ْۚهada yang memahaminya dalam
arti pernyataan yang mengandung penyesalan. Yakni apalagi
yang berguna dari hartaku? Tidak ada manfaat apapun yang
dapat kuperoleh darinya. Lalu al-Qur’an mengunakan kata ini
mengisyaratkan bahwa siapa orang yang menjadikan harta
sebagai milik pribadi, tanpa memikirkan hak orang lain dan
memikirkan bahwa harta adalah segalanya tanpa melakukan
fungsi sosialnya mka sang pemilik akan mengalami nasib seperti
orang yang di jelaskan dalam ayat diatas.14
Kalimat ( ) َه َل َك َع ِن ْي ُس ْل َٰط ِن َي ْۚهada juga yang memahaminya
dengan arti hilang dan binasalah aneka dalih yang pernah
digunakan untuk membendung kebenaran atau meraih manfaat
duniawi.
13 Salim bahreisy, terjemah tafsir ibnu katsier, pt. Bina ilmu: surabaya,
hal.193
14 M Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Jakarta : Lentera hati,2002, hal. 422
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 50
( َّو َما40) ( اِنَّ ٗه َل َق ْو ُل َر ُس ْو ٍل َك ِر ْي ٍۙم39) ( َو َما ََّل تُ ْب ِص ُر ْو َۙن38) فَلَ ٓا اُ ْق ِس ُم ِب َما تُ ْب ِص ُر ْو َۙن
( تَ ْن ِز ْي ٌل42) ( َوََّل بِ َق ْو ِل َكا ِه ٍن قَ ِل ْيلاا َّما تَذَ َّك ُر ْو َن41) ُه َو بِ َق ْو ِل َشا ِع ٍر قَ ِل ْيلاا َّما تُ ْؤ ِمنُ ْو َۙن
(43) ِم ْن َّر ِب ا ْل َٰع َل ِم ْي َن
TAFSIR AYAT 38-43
Dalam ayat-ayat ini Allah SWT bersumpah dengan nama
makhluk-Nya yang terlihat maupun yang tidak terlihat, semua
ini membuktikan kesempurnaan asma dan sifatnya yang tidak
ada bandingannya, bahwa al-Qur’an adalah benar-benar firman
Allah yang diturunkan kepada hamba-Nya yang dipilih untuk
menyampaikan risalahnya, amanat ajaran agama-Nya kepada
makhuk-Nya. Al- Qur’an buka gubahan seorang sastrawan
ataupun ahli sihir yanng pandai bersajak maupun meramal,
namun benar-benar kebenaran yang diturunkan oleh Allah tuhan
yang meciptakan alam semesta.
Allah menurunkan wahyu-Nya melalui perantara
malaikat jibril kepada Rasulullah SAW . untuk disampaikan
kepada manusia diseluruh alam raya hingga akhir masa dan hari
kiamat.
( ثُ َّم لَ َق َط ْع َنا ِم ْنهُ ا ْل َوتِ ْي َۖن45) ( ََّلَ َخ ْذنَا ِم ْنهُ بِا ْليَ ِم ْي ِۙن44) َولَ ْو تَقَ َّو َل َعلَ ْي َنا َب ْع َض اَّْلَ َقا ِو ْي ِۙل
( َو ِا َّنا َلنَ ْع َل ُم اَ َّن48) ( َو ِا ّنَ ٗه لَتَ ْذ ِك َرةٌ ِل ْل ُمتَّ ِق ْي َن47) ( فَ َما ِم ْن ُك ْم ِم ْن اَ َح ٍد َع ْنهُ َحا ِج ِز ْي َۙن46)
( فَ َسبِ ْح51) ( َو ِانَّ ٗه لَ َح ُّق ا ْليَ ِق ْي ِن50) ( َواِ ّنَ ٗه َل َح ْس َرةٌ َعلَى ا ْل َٰك ِف ِر ْي ۚ َن49) ِم ْن ُك ْم ُّم َك ِذبِ ْي َن
(52) بِا ْس ِم َربِ َك ا ْل َع ِظ ْي ِم
T a f s i r T a h l i l i J u z 2 9 | 51
Tafsir ayat 44-52
Didalam ayat ini Allah SWT menerangkan kepada
pembacanya, yakni orang-orang yang beriman, bahwa al-Qur’an
adalah kitab murni, asli dari Allah, tidak ada satupun kalimat
yang nukan berasal dari Allah , sehingga nabi Muhammad pun
tidak berani menambah ataupun mengurangi sedikitpun isi
wahyu dari kitab Allah ini.
Demikian pula untuk meyakinkan kepada umat manusia
terutama yang beriman kepada Allah dan nabi Muhammad
SAW. Yang bertentangan dengan al-Qur’an sebab Allah
mengancam bila sampai berlawanan ajaran Allah, berarti
mengatasnamakan sesuatu atas nama Allah yang bukan berasal
dari Allah, maka Allah akan menyelesaikannya dengan
mengambil tindakan baginya. Maka jika Allah membalas tiada
satupun yang dapat mengelakkan keputusan-Nya. Kemudian
ayat menyatakan bahwa al-Qur’an diturunkan untuk menjadi
peringatan, petunjuk yang akan memimpin manusia kejalan
yang akan membawa kemakmuran, kesejahteraan, kebahagiaan,
keamanan di dunia dan diakhirat. Dan akan menjadi penyesalan
bagi orang kafir yang mengingkarinya, menentang kebenaran,
sedang isi al-Qur’an adalah hak yang yakin, tidak dapat