The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Media Pembelajaran Digital (Hamdan Husein Batubara)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by zeifulsmeser, 2022-11-03 00:49:49

Media Pembelajaran Digital (Hamdan Husein Batubara)

Media Pembelajaran Digital (Hamdan Husein Batubara)

Keywords: media,pembelajaran,digital

10BAB

TEKNIK PENULISAN DAN
PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH

A. Urgensi Penulisan Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah adalah karya tulisan ilmiah yang dipublikasikan
di dalam jurnal atau prosiding. Dalam dunia akademik, artikel ilmiah
memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan ilmu
pengetahuan maupun bagi pengembangan karier peneliti dan akademisi.
Oleh karena itu, mahasiswa dan tenaga pendidik sudah seharusnya
mengetahui cara menulis dan memublikasikan artikel ilmiah.

Menulis dan memublikasikan artikel ilmiah memiliki sejumlah
manfaat bagi seorang akademisi dan praktisi, di antaranya sebagai berikut.

1. Melatih Keterampilan Berpikir

Menulis artikel ilmiah adalah suatu kegiatan ekspresif yang
membutuhkan pemikiran yang kritis dan logis dalam membahas
sebuah masalah. Di samping itu, penyajian hasil pemikiran melalui
tulisan juga membutuhkan keterampilan berpikir sistematis agar pesan


294 Media Pembelajaran Digital

yang disampaikan mudah dimengerti oleh pembaca tulisan tersebut.
Oleh karena itu, menulis artikel ilmiah akan mampu membangun dan
melatih keterampilan berpikir Anda.

2. Melatih Keterampilan Menulis

Keterampilan menulis tidak bisa diperoleh secara instan. Namun,
keterampilan tersebut dapat dibangun secara bertahap melalui proses
latihan menulis artikel ilmiah. Proses latihan tersebut sangat penting
untuk membangun keterampilan Anda dalam memilih kosakata yang
tepat, merangkai kalimat yang sistematis, dan menguraikan suatu
masalah dengan cara yang efektif dan mudah dimengerti.

3. Mempromosikan Diri Sebagai Penulis atau
Pakar di Bidang Tertentu

Artikel ilmiah umumnya memuat pembahasan mendalam tentang
suatu topik sehingga penulis artikel ilmiah dalam dunia akademik
dianggap sebagai orang yang ahli atau menguasai topik yang ditulisnya.
Oleh karena itu, penerbitan artikel ilmiah di jurnal dan prosiding akan
secara otomatis mempromosikan penulisnya sebagai penulis ataupun
pakar di bidang tertentu.

4. Mendukung Karier Akademik Penulis

Artikel ilmiah adalah sebuah karya akademik yang menjadi salah
satu indikator penilaian kompetensi seseorang. Semakin banyak artikel
ilmiah yang dihasilkan seseorang maka ia akan semakin banyak yang
mengakuinya sebagai pakar atau ahli di bidang tertentu. Oleh karena
itu, kampus-kampus di Indonesia telah banyak yang menetapkan
penerbitan artikel ilmiah sebagai syarat kelulusan. Demikian juga bagi
dosen, guru, dan peneliti. Mereka wajib menulis dan menerbitkan
artikel ilmiah agar dapat naik pangkat ke jenjang tertentu.


295Teknik Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah

Untuk memperoleh manfaat tersebut, Anda harus mempersiapkan
diri Anda agar mampu menghasilkan sebuah artikel yang berkualitas.
Persiapan tersebut termasuk persiapan motivasi, sarana dan prasarana
yang dibutuhkan untuk menulis artikel ilmiah, keterampilan teknis menulis
artikel ilmiah, dan keterampilan menggunakan program komputer untuk
mencari referensi, mengutip, menganalisis data, membuat ilustrasi, dan
menulis artikel itu sendiri (word processing).

Di antara upaya yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan
keterampilan teknik menulis artikel ilmiah adalah sebagai berikut.

a. Mengikuti pelatihan penulisan artikel.
b. Rajin membaca artikel ilmiah yang berkualitas dan sesuai dengan

bidang ilmu yang diminati.
c. Memilih jurnal tujuan.
d. Mempelajari secara cermat kebijakan jurnal yang dituju.

B. Struktur Artikel Ilmiah

Jumlah halaman artikel jurnal biasanya antara 12-18 halaman.
Teknik penulisannya harus menggunakan tata bahasa yang baik,
mengikuti kode etik karya tulis ilmiah, mengandung hasil kajian yang
mendalam, dan mengikuti sistematika penulisan yang ditetapkan oleh
jurnal yang dituju. Struktur umum artikel jurnal ilmiah adalah: judul,
nama penulis, korespondensi, abstrak, kata kunci, pendahuluan, bahan
dan metode, hasil penelitian, pembahasan, simpulan, ucapan terima
kasih dan daftar pustaka. Penjelasan dari masing-masing unsur tersebut
adalah sebagai berikut.

Judul Nama Penulis Korespondensi Abstrak Kata Kunci

Pendahuluan Metode Hasil Kesimpulan

Ucapan Terima Kasih Daftar Pustaka Sumber:Batubara, 2021
Gambar 10.1 Struktur artikel ilmiah


296 Media Pembelajaran Digital

1. Judul

Judul adalah identitas artikel ilmiah yang harus ditulis dengan
pertimbangan yang serius. Judul sebagai komponen awal dari suatu
artikel akan memberikan kesan pertama bagi orang yang melihatnya.
Jika judul memberikan kesan yang baik, orang akan tertarik untuk
membaca seluruh isi artikel tersebut dan begitu juga dengan sebaliknya.

Judul suatu artikel seharusnya mampu menggambarkan isi artikel,
hemat menggunakan kata-kata (maksimal 15 kata) dan dapat menarik
rasa penasaran pembacanya. Menurut Tarkus Suganda, judul artikel
yang baik adalah judul yang dapat mengidentifikasi masalah yang
dilaporkan oleh tulisan, tujuan dari penelitian, dan dapat memengaruhi
pembaca untuk membaca seluruh isi artikel (Suganda, 2014:6).

Suatu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa judul artikel
ilmiah berbeda dengan judul laporan penelitian ataupun laporan tugas
akhir (skripsi, tesis, dan disertasi). Oleh karena itu, penulisan judul
artikel jurnal ilmiah sebaiknya memperhatikan beberapa pertanyaan
berikut.

a. Apakah judul mampu menunjukkan masalah yang dilaporkan di
dalam artikel?

b. Apakah judul dapat memengaruhi pembaca untuk membaca isi
artikel?

c. Apakah judul telah ditulis dengan kata-kata yang hemat (maksimal
15 kata)?

d. Apakah penulisan judul telah menghindari kata-kata klise yang
dapat memperpanjang judul artikel (misalnya: studi tentang,
studi kasus pada Sekolah Dasar)?

e. Apakah penulisan judul telah menghindari penggunaan singkatan
(misalnya: KKN, SMP, dan sebagainya)?

f. Apakah penulisan judul telah menghindari istilah yang tidak
umum, rumus kimia, atau istilah kuno?


297Teknik Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah

Contoh judul artikel ilmiah yang bagus dapat Anda cermati dari
situs web jurnal ilmiah yang bereputasi. Misalnya, Jurnal Al Bidayah
(https://jurnal.albidayah.id), Jurnal Ibtida (http://www.syekhnurjati.
ac.id/jurnal/index.php/ibtida), Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian,
dan Pengembangan (http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp), Jurnal
JMIE (http://e-journal.adpgmiindonesia.com/index.php/jmie), dan jurnal
bereputasi lainnya.

2. Penulis

Penulis adalah orang yang bertanggung jawab pada isi artikel.
Jumlah penulis dalam satu artikel bisa lebih dari satu orang. Sementara
urutan namanya dapat penulis bicarakan secara internal di dalam
timnya. Posisi nama penulis di dalam artikel ilmiah biasanya diletakkan
di bawah judul. Nama penulis tersebut harus ditulis lengkap, tidak
boleh disingkat, dan tidak boleh disertai dengan gelar akademik
ataupun gelar kehormatan.

3. Korespondensi

Korespondensi adalah media komunikasi yang bisa digunakan
oleh pembaca untuk menghubungi penulis. Pada umumnya, jenis media
yang sering digunakan adalah alamat email, nama institusi penulis,
dan alamat tempat penelitiannya. Tata letak penulisan korespondensi
tersebut biasanya tergantung pada kebijakan penerbit. Oleh karena itu,
Anda harus membaca petunjuk penulisan atau templat yang dibuat
oleh jurnal tertentu sebelum Anda mengirim artikel ilmiah ke jurnal
tersebut. Contoh tampilan judul, nama penulis, dan korespondensi
pada artikel Jurnal Al-Ibtida adalah sebagai berikut.


298 Media Pembelajaran Digital

Sumber:Batubara, 2021

Gambar 10.2 Contoh penulisan judul artikel, nama penulis, dan alamat korespondensi

4. Abstrak

Abstrak adalah versi ringkas atau representasi dari sebuah artikel
ilmiah. Oleh karena itu, sebuah abstrak harus mengandung pendahuluan
(rasionalisasi), metode, hasil, dan simpulan. Meskipun letak abstrak
berada di halaman pertama, penulisan abstrak sebaiknya dilakukan
setelah penulis selesai menulis isi seluruh artikel. Penulisan abstrak
harus dilakukan dengan hati-hati karena abstrak adalah bagian yang
pertama kali dibaca oleh pembaca sebelum ia memutuskan untuk
mengunduh dan membaca isi seluruh artikel.

Menurut Suganda, ciri-ciri abstrak yang baik adalah: a) isinya
selaras dengan isi artikel, b) makna kalimatnya jelas dengan sendirinya
tanpa perlu merujuk ke dalam naskah, c) tidak ada kalimat yang
merujuk ke tabel, gambar, dan daftar pustaka, d) tidak ada rumus
atau singkatan yang tidak umum di dalam abstrak. Selain itu, penulisan
abstrak juga harus memperhatikan petunjuk penulisan jurnal tertentu.
Sebagian besar jurnal biasanya mewajibkan penulis untuk menulis
abstrak dalam dua bahasa yaitu bahasa nasional (bahasa Indonesia)
dan bahasa internasional (bahasa Inggris). Oleh karena itu, penulis
artikel ilmiah harus cermat dalam menulis abstrak. Jika penulis kurang
terampil dalam menulis atau menggunakan bahasa asing, penulis
dianjurkan untuk meminta saran dan penilaian penulis lain yang lebih
terampil sebelum mengirim artikel ilmiah tersebut ke jurnal ilmiah.


299Teknik Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah

Contoh abstrak yang baik antara lain dapat Anda baca dari artikel-
artikel jurnal yang bereputasi. Berikut contoh dari sebuah abstrak.

Artikel ini menjelaskan tentang penggunaan kuis e-learning untuk
kegiatan ujian online dan bagaimana respons siswa terhadap
kuis tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran
dengan instrumen kuesioner dan wawancara. Subjek penelitian ini
adalah mahasiswa program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
di Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Hasil penelitian ini
menemukan bahwa penggunaan kuis e-learning untuk ujian online terdiri
dari tahap: mempersiapkan item soal yang akan diujikan, membuat
kategori soal, membuat dan mengunggah soal ke bank soal, membuat
kategori nilai, menjadwalkan kuis, melaksanakan ujian online, mengoreksi
dan mengunduh nilai siswa. Tingkat kepuasan responden terhadap
pelaksanaan ujian online berada pada kategori baik sebesar 45%,
sangat baik 18%, kurang baik 25%, dan tidak baik 12%. Faktor yang
memengaruhi pelaksanaan ujian online adalah: kondisi jaringan internet,
kesiapan komputer, dan kemampuan siswa dalam mengoperasikan
kuis e-learning. Dengan demikian, penggunaan kuis e-learning untuk
pelaksanaan ujian online dengan harus memperhatikan berbagai faktor
yang memengaruhinya.

5. Kata Kunci

Kata kunci adalah sekumpulan kata atau frasa yang menjadi
pengenal sebuah artikel. Pemilihan kata kunci yang tepat akan
membuat artikel mudah dikenali dan ditelusuri oleh mesin pencari
internet. Oleh karena itu, Anda bisa memilih kata kunci dengan
membayangkan Anda sedang mencari artikel tersebut menggunakan
mesin pencari seperti Google.

Beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan saat menulis
kata kunci adalah: a) identifikasi dan seleksi beberapa kata atau


300 Media Pembelajaran Digital

frasa yang menjadi pengenal artikel, b) pilih kata kunci seraya Anda
membayangkan sedang mencari artikel tersebut menggunakan mesin
pencari seperti Google, c) hindari menggunakan singkatan yang tidak
umum, kata kunci yang tidak spesifik menggambar isi artikel (terlalu
umum) dan kata kunci yang tidak menjadi kunci utama (penciri)
artikel tersebut, dan d) Sesuaikan jumlah kata kunci dengan petunjuk
penulisan jurnal tertentu. Contoh kata kunci untuk artikel yang berjudul:
“Implementasi Kuis E-learning untuk Pelaksanaan Ujian Daring” adalah:
kuis, e-learning, ujian daring.

6. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan bagian awal artikel yang menjelaskan
permasalahan yang akan dibahas di dalam artikel tersebut dan mengapa
permasalahan tersebut penting untuk dibahas. Menurut Suganda, isi
pendahuluan meliputi: a) pernyataan singkat mengenai masalah yang
akan dibahas untuk menjustifikasi pentingnya penjelasan masalah
tersebut, b) penjelasan tentang temuan orang lain dan literatur-literatur
yang berkaitan erat dengan topik yang dibahas, c) penjelasan tentang
tujuan pembahasan dan penulisan artikel, dan d) pernyataan tentang
pentingnya menjelaskan topik yang sedang dibahas (Suganda, 2014:12).

Menurut Arifuddin, bagian awal pendahuluan dapat dimulai
dengan menuliskan pernyataan-pernyataan yang bersifat umum terkait
dengan topik artikel, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan masalah
atau gap yang akan dibahas di dalam artikel tersebut, dan diakhiri
dengan permasalahan-permasalahan khusus yang mendukung pentingnya
pembahasan masalah tersebut. Selanjutnya, bagian tengah pendahuluan
dapat diisi dengan hasil telaah literatur yang menjabarkan pengetahuan
terkini tentang topik yang dibahas, dan justifikasi kontribusi artikel
terhadap ilmu pengetahuan. Pada bagian akhir pendahuluan dapat
diisi dengan penegasan kontribusi khusus dari artikel dan sistematika
penulisan artikel (Arifuddin, 2020:10).


301Teknik Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah

Adapun panjang bagian pendahuluan biasanya merujuk pada
peraturan atau petunjuk yang ditetapkan oleh jurnal tertentu. Oleh
karena itu, Anda harus membaca dan mengikuti petunjuk tersebut
dalam menentukan panjang bagian pendahuluan. Namun demikian,
persentase bagian pendahuluan umumnya adalah sekitar 10-15% dari
keseluruhan jumlah halaman artikel.

7. Metode

Bagian tengah artikel yang menjelaskan tentang jenis penelitian
yang digunakan, teknik penyampelan populasinya, teknik pengumpulan
datanya, jenis analisis datanya, bahan-bahan yang digunakan dalam
proses penelitian, dan prosedur penelitian yang diterapkan (Arifuddin,
2020:11). Bagian metode ini harus ditulis dengan singkat dan jelas
agar orang lain yang berkompeten bisa menggunakan metode tersebut
untuk memperoleh hasil penelitian yang relatif sama. Panjang bagian
metode ini adalah sekitar 10% dari keseluruhan isi artikel.

Contoh jenis penelitian yang bisa digunakan untuk menghasilkan
sebuah artikel ilmiah antara lain adalah penelitian eksperimen, studi
kasus, analisis jalur, studi korelasi, dan studi literatur. Sementara contoh
teknik penyampelan populasinya adalah sampling acak sederhana
(simple random sampling), sampling acak sistematis (systematic
random sampling), sampling stratifikasi (stratified sampling), sampling
kuota (quota sampling), purposive or judgmental sampling), sampling
kebetulan (accidental sampling), sampling sukarela (voluntary sampling),
dan lainnya.

Jenis analisis data penelitian yang digunakan biasanya tergantung
pada jenis datanya dan tujuan penelitiannya. Sebagai contoh, data
kualitatif biasanya dapat dianalisis dengan analisis triangulasi data,
sedangkan data kuantitatif dapat dianalisis dengan analisis presentasi,
perbandingan, hubungan, pengaruh, dan jalur di antara variabel.

Adapun hal-hal yang terkait dengan bahan-bahan penelitian adalah
meliputi karakteristik populasi, alat dan bahan yang digunakan dalam


302 Media Pembelajaran Digital

memberikan perlakuan (jika ada), dan rubrik instrumen yang digunakan.
Sementara prosedur penelitian dijelaskan dengan mendeskripsikan
langkah-langkah pelaksanaan penelitian mulai dari awal perencanaan
hingga akhir proses penarikan kesimpulan.

8. Hasil

Bagian hasil berisi informasi hasil temuan yang fokus untuk
menjawab rumusan masalah atau hipotesis penelitian. Informasi
hasil temuan tersebut dapat dirangkum menggunakan grafik, tabel,
ataupun gambar yang dapat dipahami dengan baik. Di samping itu,
artikel ilmiah yang berasal dari hasil penelitian kuantitatif juga perlu
menjelaskan bentuk-bentuk perlakuan yang diterapkannya dan bukti
hasil uji statistiknya.

Penulisan tabel, grafik, gambar, dan jenis ilustrasi lainnya harus
memperhatikan ketentuan dari suatu jurnal ilmiah. Setiap jurnal biasanya
memiliki kebijakan khusus mengenai format tabel dan grafik yang harus
diikuti oleh penulis. Seperti: bentuk garis tabel, ukuran dan kualitas
warna gambar, posisi judul tabel. Gambar, teknik penomoran judul
tabel/gambar, dan sebagainya. Contoh formatnya adalah sebagai berikut.

Penutup; Pendahuluan;
5% 10%

Tabel 1. Contoh format tabel Metode;
5%

No. Nama Bagian Persentase Pembahasan; Hasil;
1. Pendahuluan 10% 35% 35%
2. Metode 5%
3. Hasil 35%
4. Pembahasan 35%
5. Penutup 5%

Sumber:Batubara, 2021

Gambar 10.3 Contoh format penulisan tabel dan grafik


303Teknik Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah

9. Pembahasan

Bagian pembahasan adalah bagian yang membahas hasil
penelitian/temuan dikaitkan dengan rumusan masalah, hipotesis, dan
literatur-literatur yang terkait. Selain itu, bagian pembahasan juga harus
menjelaskan tentang keterbatasan hasil penelitian dan kontribusi hasil
penelitian bagi ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia.

Menurut Arifuddin, komponen isi pembahasan adalah: a) penjelasan
tentang bagaimana hasil penelitian dapat menjawab masalah penelitian,
b) penjelasan yang mendukung atau mempertahankan hasil temuan, c)
perbandingan antara hasil temuan dengan hasil penelitian yang relevan,
d) penjelasan tentang keterbatasan dari hasil penelitian yang dilakukan,
e) penjelasan tentang pentingnya hasil temuan, f) penjelasan tentang
nilai kebaruan dari hasil temuan, dan g) topik penelitian lanjutan yang
terkait dengan hasil temuan tersebut (Arifuddin, 2020:13).

10. Simpulan

Bagian simpulan berisi penegasan penulis mengenai hasil penelitian
dan pembahasan. Selain itu, penulis juga dapat menjelaskan tentang
kontribusi hasil temuan bagi kehidupan, pengembangan teori, dan
penelitian lanjutan.

11. Ucapan Terima Kasih

Ucapan terima kasih dapat ditulis pada bagian ini sebagai
ungkapan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan
bantuan kepada penulis seperti bantuan dana, bantuan pengumpulan
data, bantuan analisis data, bimbingan penulisan artikel, dan bentuk
bantuan lainnya. Pihak terkait yang tidak boleh disebutkan di dalam
ucapan terima kasih adalah nama anggota keluarga penulis.


304 Media Pembelajaran Digital

12. Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah bagian yang menampilkan daftar referensi
yang benar-benar dikutip pada tubuh artikel. Jenis referensi yang
disarankan untuk artikel jurnal ilmiah adalah artikel jurnal bereputasi
terindeks Scopus, Web of Science dan artikel jurnal ilmiah nasional
terakreditasi Sinta. Jumlah referensi dari jurnal setidaknya berjumlah
80% dari jumlah seluruh referensi. Sisanya bisa berasal dari buku
referensi dan laporan penelitian. Sementara jenis referensi yang harus
dihindari adalah situs web atau blog yang tidak memiliki dewan
redaksi atau reviewer.

Jumlah dan tingkat kebaruan dari referensi yang digunakan juga
harus diperhatikan. Jurnal ilmiah biasanya memiliki kebijakan khusus
tentang hal tersebut. Jurnal ilmiah nasional biasanya mensyaratkan
jumlah referensi minimal 20 buah dan tahun terbitnya maksimal 10
tahun terakhir.

Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam penulisan daftar
pustaka adalah gaya penulisan sitasi dan daftar pustaka. Gaya penulisan
daftar pustaka antara satu jurnal dengan jurnal lainnya bisa jadi
berbeda. Oleh karena itu, gaya penulisan daftar pustaka pada artikel
harus disesuaikan dengan kebijakan jurnal yang dituju. Salah satu
cara efektif dalam menulis sitasi dan daftar pustaka adalah dengan
menggunakan bantuan program pengelola referensi, seperti Mendeley
dan Zotero. Dengan program tersebut, penulis dapat mengubah gaya
penulisan sitasi dan daftar pustaka secara otomatis. Cara penggunaan
program ini dapat dilihat pada kanal Youtube Hamdan Husein Batubara.

C. Teknik Parafrasa dan Penulisan Kutipan

Menurut Peraturan menteri Pendidikan Republik Indonesia No
17 tahun tahun 2010, plagiat adalah “perbuatan secara sengaja atau
tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit


305Teknik Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah

atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau
seluruh karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya,
tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai” (Peraturan
Menteri Pendidikan, 2010).

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin
maju telah memudahkan setiap orang untuk mengakses dan menduplikasi
karya orang lain. Oleh karena itu, penulis yang tidak mengerti cara
pengutipan yang benar akan rentan melakukan tindakan plagiarisme.
Cara untuk menghindari plagiarisme antara lain dapat dilakukan dengan
melakukan parafrasa kalimat dan penulisan kutipan yang benar.

1. Teknik Parafrasa

Parafrasa adalah pengungkapan ide atau gagasan orang lain
dengan menggunakan gaya bahasa sendiri, dengan tanpa mengubah
maksud dari ide atau gagasan tersebut (Sahla et al., 2019:166).
Senada dengan hal tersebut, Suci Marselina mengartikan parafrasa
dengan penguraian kembali suatu teks dalam bentuk atau susunan
kata yang lain dengan tidak mengubah substansi dari makna teks
tersebut (Marselina, 2019:48).

Penulisan parafrasa membutuhkan pemahaman yang baik tentang
teks yang dikutip. Oleh karena itu, penulis harus memahami betul inti
dari pesan yang akan dikutip sebelum melakukan parafrasa. Selain itu,
penulis juga harus kreatif dalam memaparkan ulang kutipan tersebut
dengan menggunakan kalimat yang ringkas, jelas, dan berbeda dengan
teks aslinya.

Menurut Tim Jago Nulis Deepublish, penulisan parafrasa dapat
dilakukan dengan cara mencari ide pokok dari paragraf yang dibaca,
kemudian menuliskan kembali ide pokok tersebut menggunakan bahasa
yang sederhana dan ringkas. Setelah itu, penulis wajib mencantumkan
sumber kutipannya di akhir kalimat kutipan dan di daftar pustaka
(Tim Jago Nulis Deepublish, 2016:26–27).


306 Media Pembelajaran Digital

Misalnya: Hamdan mendefinisikan media pembelajaran dengan
sarana dan aktivitas yang memfasilitasi kegiatan belajar dan mengajar.
Kalimat tersebut dapat diparafrasa menjadi: Menurut Hamdan, pengertian
media pembelajaran meliputi sarana pembelajaran dan aktivitas yang
dapat digunakan untuk memfasilitasi proses pembelajaran.

2. Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar
Pustaka

Kutipan adalah ide, pendapat, atau kalimat yang diambil atau
dikutip dari berbagai sumber. Secara umum, jenis kutipan terdiri
dari kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung
berarti mengutip suatu informasi sesuai dengan sumbernya atau tanpa
mengubah struktur kalimatnya. Sedangkan kutipan tidak langsung
adalah mengutip informasi dengan meringkas atau menggunakan
bahasa sendiri.

Penulisan kutipan langsung harus diapit dengan tanda petik,
satu spasi, mencantumkan sumber kutipan di akhir kalimat, dan
menampilkan tanda elipsis (titik tiga yang diapit spasi) jika ada
bagian kalimat yang dilangkahi. Misalnya: Hamdan Husein Batubara
menulis, “Penggunaan media pembelajaran bermanfaat bagi guru dan
siswa. Oleh karena itu, media pembelajaran memiliki peran yang
sangat penting dalam memfasilitasi kegiatan belajar dan mengajar.”
(Hamdan, 2019). Sementara kutipan tidak langsung tidak harus diapit
tanda petik dan satu spasi. Akan tetapi, penulis wajib mencantumkan
sumber kutipannya.

Fitur Microsoft Word yang berfungsi untuk penulisan sumber
kutipan dan daftar pustaka adalah Footnote dan Citations & Bibliography.
Contoh penggunaan fitur Footnote adalah: tempatkan kursor tetikus di
akhir kalimat kutipan, kemudian klik tab References, lalu klik menu
Insert Footnote (Alt+Ctrl+F), kemudian ketik sumber kutipan pada
area footnote (kaki halaman) mengikuti gaya pengutipan tertentu.


307Teknik Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah

Adapun contoh penggunaan fitur Citations & Bibliography Microsoft
Word adalah: tempatkan kursor tetikus di akhir kalimat kutipan, (1)
kemudian klik tab References, (2) lalu klik menu Insert Citation, (3)
kemudian klik Add New Source..., Perhatikan gambar berikut.

Pada jendela Create Source, (4) gunakan menu Type of Source
untuk memilih jenis referensi, (5) kolom Author dapat diisi langsung
dengan nama penulis atau diisi setelah mengklik tombol Edit. Cara
penulisan nama penulis adalah dimulai dari nama belakang, lalu
dilanjutkan dengan nama depan dan nama tengah, misalnya: Nama_
Belakang, Nama_Depan Nama_Tengah; Batubara, Hamdan Husein;
atau jika penulisnya menggunakan nama perusahaan, maka centang
menu Corporate Author dan isi kolomnya dengan nama perusahaan
tersebut; (6) kolom Title diisi dengan judul referensi yang dikutip, (7)
kolom Year diisi dengan tahun terbit, (8) kolom City diisi dengan kota
terbit, dan (9) kolom Publisher diisi dengan nama penerbit, (10) dan
setelah selesai, klik tombol OK.

Setelah selesai menambahkan sumber kutipan di akhir kalimat
kutipan, penulis dapat mencantumkan semua sumber kutipan di
halaman daftar pustaka dengan cara mengklik menu (11) Bibliography,
lalu pilih Bibliography. Selanjutnya, penulis juga dapat mengubah style


308 Media Pembelajaran Digital

ataupun gaya penulisan referensi dengan cara mengklik panah menu
(12) Style, lalu pilih salah satu jenis style yang tersedia.

Selain menggunakan fitur tersebut, penulisan sumber kutipan
dan daftar pustaka pada program Microsoft juga akan lebih efektif
jika menggunakan program pengelola referensi atau dikenal dengan
istilah reference manager, seperti Mendeley, Zotero, dan EndNote.
Contoh penggunaan program Mendeley adalah sebagai berikut.

a. Mengunduh dan Menginstal Mendeley Desktop

Perangkat lunak Mendeley Desktop versi terbaru dapat diunduh
melalui laman web resminya atau jika komputer atau laptop tidak bisa
menggunakan versi terbaru silakan cari dan unduh Mendeley Desktop
versi lama dengan menggunakan mesin pencari Google.


309Teknik Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah

b. Membuat dan Masuk ke Akun Mendeley

Membuat dan masuk ke Akun Mendeley memerlukan alamat
email dan jaringan internet. Cara membuat akun adalah: (1) klik tombol
Register, kemudian isi formulir yang tampil di halaman peramban.
Selain itu, Anda juga bisa membuat akun dengan mengklik tombol
Create Account yang ada di situs web.

Sedangkan cara masuk ke akun adalah: (2) isi kolom email dan
sandi, lalu centang Stay signed in jika ingin program otomatis masuk
saat dijalankan, lalu klik tombol Sign in.



c. Menginstal Plugin

Setelah masuk ke akun Mendeley melalui program Mendeley
Desktop, klik tab Tools, lalu klik menu Install MS Word Plugin untuk
memasang plug-in Mendeley di Program Microsoft Word, lalu klik
tombol OK.


310 Media Pembelajaran Digital
d. Mengisi Library dengan Referensi Cetak (Bukan File)

Caranya: (1) Klik panah menu Add ( ), (2) kemudian klik Add
Entry Manually, (3) lalu pada jendela New Document, tentukan jenis
referensi (sila pilih Book), kemudian isi kolom-kolom yang wajib diisi
(seperti nama penulis, judul buku, tahun terbit, tempat terbit, dan
nama penerbit), lalu klik tombol Save.

e. Mengisi Library dengan File Meta Data atau File
Referensi

Caranya: cari referensi di Google Scholar, (1) kemudian klik menu
PDF untuk mengunduh file PDF-nya, (2) lalu klik ikon Kutipan (3)
dan klik menu Refman untuk mengunduh file meta data. Selanjutnya
pada program Mendeley Desktop, (4) klik ikon Add ( ), (5) kemudian
pilih file meta data atau file PDF dari dalam komputer, (6) lalu klik
tombol Open.


311Teknik Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah

f. Menambahkan Kutipan Baru

Caranya: tempatkan kursor tetikus, (1) klik tab References, lalu
klik menu Insert Citation, (2) gunakan kolom Mendeley untuk mencari
dan memilih meta data artikel yang ingin dikutip, (3) klik nama penulis
artikel yang dipilih, (4) lalu isi kolom Page dengan nomor halaman
(disarankan), dan (5) klik tombol OK.


312 Media Pembelajaran Digital

g. Mengubah Style Sitasi

Caranya: (1) klik panah menu Style, (2) lalu pilih More Styles,
(3) kemudian pada jendela Citation Styles, pilih salah satu style dengan
mengklik tombol Use this Style, (4) lalu klik panah menu Include URLs
and... dan pilih Only for Webpages, (5) kemudian klik panah menu
Citation & Bibliography Languages dan pilih Indonesian, (6) lalu klik
tombol Done.


313Teknik Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah

D. Teknik Pengiriman Artikel Ilmiah ke Situs
Web Jurnal Elektronik

Jurnal elektronik adalah jurnal yang mengelola proses penerimaan,
penelaahan hingga penerbitan artikel ilmiah menggunakan perangkat
elektronik atau situs web. Untuk dapat mengirimkan naskah artikel
ilmiah ke jurnal elektronik maka langkah pertama yang perlu dilakukan
adalah membuat akun penulis pada situs web jurnal elektronik tersebut.

Cara membuat akun penulis pada situs web jurnal elektronik
adalah: masuk ke situs web jurnal, kemudian klik nama salah satu
jurnal yang dituju, lalu klik tombol Register (Daftar), maka akan muncul
halaman pengisian formulir pendaftaran sebagai berikut.


314 Media Pembelajaran Digital

Sesuai dengan gambar di atas, Anda diminta untuk mengisi
formulir pendaftaran, seperti: Username (nama akun), Password (kata
sandi akun), Repeat password (tulis ulang kata sandi), Salutation
(sapaan–tidak wajib diisi), First Name (nama depan), Middle Name
(nama tengah–tidak wajib diisi), Last name (nama belakang–jika nama
penulis hanya terdiri dari satu kata maka bisa diisi dengan nama
depan), Initials (inisial nama), Gender (jenis kelamin), Affiliation (nama
institusi), Signature (tidak wajib diisi), Email (alamat email aktif),
Confirm email (tulis ulang alamat email).


315Teknik Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah

Selanjutnya, ORCID iD (id orcid–tidak wajib), URL (alamat situs
web penulis), Phone (nomor telepon aktif), Fax (nomor fax jika punya),
Mailing Address (alamat pengiriman paket), Country (negara), Bio
Statement (biografi singkat), Confirmation (mengaktifkan pemberitahuan
username dan password melalui email), Working languages (bahasa
yang dikuasai), Register as (peran pendaftaran–jangan lupa mencentang
kotak menu Author/penulis), lalu klik tombol Register (daftar).

Setelah selesai membuat akun penulis, Anda bisa masuk ke
dalam Akun Anda dengan cara: tekan tombol Login (masuk), lalu isi
kolom username (nama pengguna) dan kolom sandi/password dengan
benar, dan tekan tombol Login (masuk), maka jika berhasil login akan
tampil halaman seperti gambar berikut.


316 Media Pembelajaran Digital

Pada gambar di atas, Anda bisa mengklik tulisan New Submission
(Penyerahan naskah baru) untuk mengirimkan artikel ke pengelola
jurnal. Pada umumnya, prosedur pengiriman artikel terdiri dari lima
tahapan, yaitu: Start, Upload the Submission, Enter metadata, Upload
supplementary files, dan Confirmation. Penjelasan masing-masing
tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

Langkah pertama, Anda harus mencentang semua item pernyataan
yang ada. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan kolom komentar
untuk menyampaikan komentar kepada editor jurnal. Perhatikan
gambar berikut.

Langkah kedua, Anda harus mengklik tombol Choose File untuk
memilih file yang akan diunggah, lalu klik tombol Upload (unggah),
setelah file artikel selesai diunggah, klik tombol Save and Continue
(simpan dan lanjutkan). Perhatikan gambar berikut.


317Teknik Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah

Langkah ketiga, Anda dapat memeriksa kebenaran identitas
penulis artikel. Hal ini dilakukan dengan mengklik tombol Add author
(tambah penulis) jika jumlah penulis artikel lebih dari satu orang dan
perhatikan urutan penulisan nama penulis sesuai dengan kesepakatan
tim penulis. Selanjutnya, penulis juga harus mengisi kolom Title (judul),
kolom Abstract (abstrak), kolom Keywords (kata kunci), dan kolom
References (referensi) dengan cermat. Kolom lainnya dapat dilewati
oleh penulis dan penulis dapat menggunakan teknik salin-rekat (copy
paste) dari dalam dokumen artikel untuk menghindari salah ketik.
Setelah itu, klik tombol Save and continue (simpan dan lanjutkan).
Perhatikan gambar berikut.


318 Media Pembelajaran Digital

Langkah keempat, penulis dapat mengunggah file tambahan
jika ada. Misalnya biodata penulis dan data pendukung isi artikel.
Caranya: klik tombol Choose file (pilih file), lalu klik tombol Upload
(unggah), dan klik tombol Save and continue (simpan dan lanjutkan).
Perhatikan gambar berikut.

Langkah kelima, Anda bisa memeriksa ulang file yang telah
diunggah dengan cara mengklik nama file artikel. Setelah Anda yakin
dengan file tersebut, klik tombol Finish submissions (penyerahan
selesai), lalu klik tombol Active submissions (penyerahan aktif) untuk
melihat perkembangan status artikel. Perhatikan gambar berikut.

Perkembangan status artikel di situs web jurnal umumnya
adalah: Submitted (telah diserahkan), In review (dalam proses review),
Accepted (diterima), Archive (diarsipkan/ditolak).


DAFTAR PUSTAKA

Allen, M. 2017. Designing Online Asynchronous Information Literacy
Instruction Using the ADDIE Model. Distributed Learning:
Pedagogy and Technology in Online Information Literacy
Instruction. Elsevier Ltd.

Arifuddin, Ahmad. 2020. Strategi Publikasi Ilmiah di Jurnal Bereputasi
Nasional dan International. Cirebon.

Arsyad, Azhar. 2014. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.

Bastian, Ade. 2019. “Pengembangan Media Learning Game Al-Qur’an
Berbasis Multimedia Interaktif.” INFOTECH Journal 5(2):29–33.

Bates, Anthony William. 2019. Teaching in a Digital Age-Second
Edition. 2 ed. Vancouver, B.C.: Tony Bates Associates Ltd.

Batubara, Hamdan Husein. 2017. Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK). Yogyakarta: Deepublish.

Batubara, Hamdan Husein, dan Delila Sari Batubara. 2020. “Penggunaan
Video Tutorial Untuk Mendukung Pembelajaran Daring di Masa
Pandemi Virus Corona.” Muallimuna: Jurnal Madrasah Ibtidaiyah
5(2):74–84.


320 Media Pembelajaran Digital

Branch, Robert Maribe. 2009. Instructional Design: The ADDIE Approach.
Vol. 722. New York: Springer Science & Business Media.

Dick, W., Carey, L. & Carey, J.O. 2015. The Systematic Design of
Instruction. eighth edition. New York: Pearson.

Ditta, Z.M., Irawati, M.H. & Susilowati, S. 2019. Developing Manual
Book of Household Wet Waste Composting Experiment by Using
Decayed Pinneapple Essence Starter for Environment/Climate
Changing and Waste Recycling Topic of X Graders Madrasah
Aliyah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 24(2): 79-84.

Fauzan, Moh. 2020. “Pemanfaatan Media Digital untuk Pengenalan
Angka Arab.” Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab
6(6):352–64.

Gagne, Robert M., Walter W. Wager, Katharine C. Golas, dan John
M. Keller. 2005. Principles of Instructional Design. 5 ed. United
State: Wardswoth Thomson Learning.

Gall, M.D., Gall, J.P. & Borg, W.R. 2003. Educational Research: An
Introduction, 7th Edition. New York: Pearson.

Gumelar, M. S. 2015. Elemen & Prinsip Menggambar. An1mage.
Hakim, Abdul Barir. 2016. “Efektivitas Penggunaan E-Learning Moodle,

Google Classroom Dan Edmodo.” I-Statement 2(1).
Haryadi, R., M. Vita, I. S. Utami, I. Ihsanudin, Y. Setiani, dan A.

Suherman. 2019. “Briquettes production as teaching aids physics
for improving science process skills.” Hal. 32006 in Journal of
Physics: Conference Series. Vol. 1157. IOP Publishing.
Hudha, Nurul, dan Dwight M. Rondonuwu. 2019. “Kajian Pengembangan
Pesisir Teluk Manado Sebagai Kota Tepi Pantai.” Spasial
6(3):800–809.
Jamaris, Martini. 2015. Orientasi Baru dalam Psikologi Pendidikan.
Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.
Komalasari, Kokom, dan Rahmat. 2019. “Living Values Based Interactive
Multimedia in Civic Education Learning.” International Journal
of Instruction 12(1):113–26.


321Daftar Pustaka

Kristanti, Febriana, dan Himmatul Mursyidah. 2019. “Efektivitas
Pembelajaran Discovery Learning dengan Media Komik pada
Pembelajaran Garis dan Sudut Di SMP Negeri 7 Surabaya.”
Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika 4(1):17–28.

Kustandi, Cecep, dan Bambang Sutjipto. 2011. Media Pembelajaran:
Manual dan Digital. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Maharsi, Indiria. 2014. Komik : Dari Wayang Beber Sampai Komik
Digital. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI.

Mardiantanto, Resa, Iin Purnamasari, dan Zaenal Arifin. 2018. “Pengaruh
Media Komik Pada Model Pembelajaran Two Stay-Two Stray
Terhadap Hasil Belajar IPS.” Indonesian Journal Of Educational
Research and Review 1(3).

Marisa, Benny A. Pribadi, Merry Noviyanti, Ario, dan Andayani.
2016. Materi Pokok Komputer dan Media Pembelajaran. 1 ed.
Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Marselina, Suci. 2019. “Peningkatan Keterampilan Menulis Berita
Menggunakan Teknik Parafrase Pengumuman Studi Kasus
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci.”
Literatur: Jurnal Bahasa dan Sastra 1(1):46–54.

Mashuri, Sufri. 2019. Media Pembelajaran Matematika. Yogyakarta:
Deepublish.

Moreira, Ilidio Ximenes, Sebastião Pereira, dan Hermenegildo Filipe
Gusmão. 2018. “The Influence of Concrete Instructional Media
on Learning Achievement.” ISCE: Journal of Innovative Studies
on Character and Education 2(1):104–14.

Muhammad Yaumi. 2018. Media dan Teknologi Pembelajaran. Jakarta:
Prenada Media.

Mulyati, Sri. 2016. “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
Melalui Metode Diskusi Berbantuan Media Bagan Pecahan di Kelas
III SDN Kalisari 1.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 3(1):13–19.

Munir. 2013. Multimedia: Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan.
Vol. 2. Bandung: Alfabeta.


322 Media Pembelajaran Digital

Natadjaja, Listia. 2006. “Analisis Sudut Pandang Kamera (Studi kasus:
Film Jelangkung dan Film The Ring 1).” Nirmana 7(2):152–60.

Nurgiantoro, Burhan. 2018. Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia
Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurhayati, Dini, Hanifah Muslimah Az-Zahra, dan Admaja Dwi
Herlambang. 2019. “Evaluasi User Experience pada Edmodo dan
Google Classroom Menggunakan Technique for User Experience
Evaluation in E-Learning (TUXEL)(Studi Pada SMKN 5 Malang).”
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
e-ISSN 2548:964X.

Nurhayati, Nurhayati, Aswar Aswar, dan Irfan Arifin. 2018. “Komik
Sebagai Media Pembelajaran Matematika Bagi Siswa Sekolah
Dasar.” Jurnal Imajinasi 2(2):25–34.

Pandanwangi, Nadia Astri, Firosalia Kristin, dan Indri Anugraheni. 2019.
“Pengembangan Media Komik untuk Meningkatkan Kompetensi
Berbahasa pada Siswa Kelas 3 SD.” Jurnal Cakrawala Pendas
5(2):124–32.

Peraturan Menteri Pendidikan. 2010. Pencegahan dan Penanggulangan
Plagiat di Perguruan Tinggi. Indonesia.

Putra, Chandra Anugrah. 2018. “Utilization of Multimedia Technology
for Instructional Media.” Journal of ICT in Education 5(1):1–8.

Sadiman, Arief S., R. Rahardjo, dan Anung Haryono. 2014. Media
pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya.
Jakarta: Rajawali Pers.

Sahla, Widya Ais, Nurul Mukhlisah, Julkawait Julkawait, dan Rusman
Irwansyah. 2019. “IbM-Pelatihan Teknik Penulisan Parafrase
untuk Skripsi Mahasiswa sebagai Upaya Menghindari Plagiarisme.”
Jurnal IMPACT: Implementation and Action 1(2):162–68.

Smaldino, Sharon E., Deborah L. Lowther, dan James D. Russell.
2012. Instructional Technology & Media for Learning: Teknologi
Pembelajaran dan Media untuk Belajar. 2 ed. Jakarta: Kencana
Prenada Media Group.


323Daftar Pustaka

Smaldino, Sharon E., James D. Russell, Robert Heinich, dan Michael
Molenda. 2005. “Instructional Technology and Media for
Learning.” 432.

Suganda, Tarkus. 2014. “Teknik Menulis Artikel Ilmiah dari Laporan
Penelitian, Skripsi, Tesis dan Disertasi.”

Sujianti, Hans Hermang Mintana, dan M. Suparwoto. 2017. “Eksplorasi
Angle Camera dalam Produksi Feature ‘Gir Pasang’.” Jurnal
Ilmu Komunikasi AKRAB 2(1):86–110.

Suparman, M. Atwi. 2012. Desain Instruksional Modern: Panduan
Para Pengajar & Inovator Pendidikan. Jakarta: Erlangga.

Suparmi, S. 2018. “Penggunaan Media Komik dalam Pembelajaran IPA
di Sekolah.” Journal of Natural Science and Integration 1(1).

Suryani, Nunuk, Achmad Setiawan, dan Aditin Putria. 2018. Media
Pembelajaran Inovatif dan Pengembangannya. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.

Syafitri, Q., Mujib, M., Netriwati, N., Anwar, C. & Wawan, W. 2018.
The Mathematics Learning Media Uses Geogebra on the Basic
Material of Linear Equations. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan
Matematika, 9(1): 9 -18.

Syaripudin, Acep, Deni Ahmad, Dewi Widya Ningrum, Indriyatno
Banyumurti, dan Merry Magdalena. 2017. Kerangka Literasi
Digital Indonesia. diedit oleh D. BU. Jakarta: ICT Watch.

Tim Jago Nulis Deepublish. 2016. Rahasia Menulis Buku Ajar.
Yogyakarta: Deepublish.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. 2003.
“Sistem Pendidikan Nasional.” (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2003 Nomor 4301).

Wahyudi, Slamet, Anik Nur Handayani, dan Heru Wahyu Herwanto.
2017. “Pengembangan Sumber Belajar Matakuliah Sistem Cerdas
Kompetensi Jaringan Syaraf Tiruan.” in SENTIA 2017. Vol. 9.
Malang: Politeknik Negeri Malang.


324 Media Pembelajaran Digital

Wehr, Hans. 1974. A Dictionary of Modern Written Arabic. 3 ed.
Wiesbaden: Otto Harrassowitz.

Wicaksono, Anggit Grahito, Oka Irmade, dan Jumanto Jumanto.
2017. “Efektivitas Penggunaan Media Komik Komsa Berbasis
Kontekstual dalam Pembelajaran Sains di SD.” in Pros. Seminar
Pend. IPA Pascasarjana UM. Vol. 2. Malang.

Widodo, Sri Adi. 2018. “Selection of Learning Media Mathematics for
Junior School Students.” Turkish Online Journal of Educational
Technology-TOJET 17(1):154–60.


GLOSARIUM

ADDIE : merupakan akronim dari langkah-langkah yang

dilaksanakan dalam pengembangan media

pembelajaran, yaitu: Analyze, Design, Develop,

Implement, dan Evaluate.

Ahli media : pakar media pembelajaran yang saran dan

kritiknya dibutuhkan untuk mengetahui kualitas

media pembelajaran yang dikembangkan.

Animasi : rangkaian objek gambar atau teks yang digerakkan

secara elektronik sehingga tampak seolah-olah

bergerak atau berubah tampilan di dalam layar.

Artikel ilmiah : karya tulisan ilmiah yang dipublikasikan di dalam

jurnal atau prosiding.

ASSURE : merupakan akronim dari model yang dapat

digunakan untuk menulis rencana pembelajaran

yang menggunakan media pembelajaran, yaitu:

Analyze learners (menganalisis karakteristik siswa),

State standard and objectives (menyatakan standar


326 Media Pembelajaran Digital

Audio dan tujuan), Select strategy, technology, media, and
Balon kata materials (memilih strategi, teknologi, media, dan
Bitmap materi), Utilize technology, media, and materials
(menyiapkan teknologi, media, dan materi dalam
Blog rencana pembelajaran), Require learner paticipation
Browser (mengharuskan partisipasi siswa), dan Evaluate
Digital and revise (mengevaluasi dan merevisi rancangan
E-learning pembelajaran).
: media yang mengeluarkan suara atau bisa didengar.
Evaluasi : bentuk visual yang berisi dialog dari karakter
Flowchart komik.
: gambar yang terdiri dari sejumlah titik piksel
(picture element) yang ditempatkan pada lokasi-
lokasi tertentu dengan nilai warna tersendiri
sehingga membentuk sebuah gambar.
: Halaman situs web yang kontennya diperbaharui
secara periodik dan tersusun dari konten terbaru
hingga ke konten yang lama.
: Padanan kata dari peramban, adalah program
yang berfungsi untuk membuka halaman situs
web dan mencari informasi di internet.
: data atau sinyal yang dinyatakan dalam angka 0
dan 1 atau disebut dengan bilangan binner.
: pembelajaran yang menggunakan perangkat
dan data elektronik atau pembelajaran yang
menggunakan situs web untuk mengelola proses
pembelajaran.
: penilaian terhadap suatu proses atau kualitas
suatu produk.
: diagram alur yang berisi tentang bagaimana suatu
program atau perangkat media pembelajaran
bekerja.


Glosarium 327

Gambar : wujudtiruandarisegalasesuatuyangdivisualisasikan

dengan coretan pada media tradisional ataupun

modern.

Grafik : gambar yang menyajikan informasi data tabel

sehingga lebih mudah dipahami.

Instal : melakukan pemasangan suatu program atau alat

pada perangkat tertentu.

Komik : mediavisualyangmemilikibalonkata,menggunakan

bahasa yang santai, dan terdapat penokohan

dalam ceritanya.

Korespondensi : media komunikasi yang bisa digunakan oleh

pembaca untuk menghubungi penulis.

Kuis berbasis

situs web : kuis yang disajikan melalui halaman situs web.

Linier : Bersifat satu arah, di mana pengguna tidak memiliki

alat kontrol yang memadai terhadap konten media

pembelajaran.

Live : Langsung pada waktu yang sama.

Mind map : media visual organisasional yang berfungsi untuk

menjelaskan hubungan kualitatif di antara beberapa

gagasan.

Media

pembelajaran : suatu media yang digunakan untuk kegiatan

pembelajaran.

Media

pembelajaran

digital : media pembelajaran yang bekerja dengan data

digital atau dapat menghasilkan sebuah citra digital

yang dapat diolah, diakses, dan didistribusikan

menggunakan perangkat digital.

Multimedia : perangkat lunak yang menggunakan lebih dari

satu jenis media dalam penyajian suatu informasi.


328 Media Pembelajaran Digital

Multimedia

interaktif : multimedia yang memiliki alat navigasi atau fitur

lain yang memungkinkan pengguna multimedia

dapat menjalin komunikasi dua arah.

Multimedia linier : multimedia yang menjalin komunikasi satu arah

dengan penggunanya.

Offline : bekerja di luar jaringan (LURING).

Online : bekerja di dalam jaringan (DARING).

Paraphrase : Padanan katanya parafrasa, adalah penguraian

gagasan orang lain menggunakan susunan kata

atau gaya bahasa sendiri dan tanpa mengubah

maksud dari gagasan tersebut.

Platform : Perangkat lunak yang dapat digunakan di beberapa

sistem operasi yang berbeda.

SECTIONS : merupakan akronim dari faktor-faktor yang

harus dipertimbangkan dalam memilih media

pembelajaran, yaitu: Student (siswa), Ease

of use (mudah digunakan), Cost/time (biaya/

waktu), Teaching (karakteristik media dan

metode pembelajaran), Interaction (interaksi),

Organizational issue (pengelolaan masalah),

Networking (memperluas jaringan), dan Security

and privacy (keamanan dan privasi).

Sistem

pembelajaran

daring : program berbasis web yang berfungsi untuk

mengelola kegiatan pembelajaran secara daring.

Sistem ini dikenal dengan sebutan e-learning dan

Learning Management System (LMS).

Situs web : kumpulan halaman situs dan dokumen yang

tersebar di beberapa komputer server yang berada

di seluruh penjuru dunia dan terhubung menjadi

satu jaringan melalui jaringan yang disebut internet.


Glosarium 329

Storyboard : gambaran tentang rencana produk yang dirumuskan
Vektor dengan perinci.

Video : gambar yang tersusun dari sekumpulan garis,
kurva, dan bidang tertentu dengan menggunakan
Video serangkaian instruksi yang didefinisikan secara
conference matematis.
Video narasi
Video : teknologi penangkapan, perekaman, pengolahan,
pembelajaran penyimpanan, pemindahan, dan perekonstruksian
Visual urutan gambar diam dengan menyajikan adegan-
adegan dalam gerak secara elektronik sehingga
tayangan video tampak seperti gambar yang
bergerak.

: kegiatan komunikasi melalui video langsung (live
video) yang diselenggarakan oleh banyak orang.

: rekaman video presenter yang menjelaskan isi
dari slide presentasi.

: video yang dirancang atau digunakan untuk kegiatan
pembelajaran.

: sesuatu yang bisa dijangkau oleh indra penglihatan.


INDEKS

A C

abstrak 6, 7, 8, 24, 32, 258, 291, Camtasia 167, 168, 172, 182, 183,
294, 295, 313 184

Add-on 83, 84, 86, 88 chart 107, 108
After previous 153 chroma key 178
analisis kebutuhan 274 Clip speed 192, 193
Angle 121, 122, 123, 124, 318 CMYK 90
Animasi 143, 148, 151, 155, 164, coherent 207
Comic Life 3 125, 126
165, 188, 321 Condition 25, 221
APK 246 content creator 159
Artikel ilmiah 289, 290, 321 Cost 10, 14, 324
ASSURE v, 22, 32, 33, 321 cybercrime 20
Audience 25
D
B
daftar pustaka 291, 294, 300, 301,
Balon kata 119, 322 302, 303, 304, 315
Bandicam 172, 173, 174, 175, 176,
daya akses 11, 12
181 daya serap manusia 5
Blog 55, 56, 57, 60, 63, 322 decoder 18
Blogger 56, 58, 59, 60, 62 Degree 25
Bring Forward 103, 150


332 Media Pembelajaran Digital

Digital 1, 3, 4, 9, 10, 89, 93, 115, Google meet 265
117, 119, 120, 194, 315, 316, Grafik 105, 107
319, 322 grup 17, 46, 150, 153, 219

Drag the words 230, 231 H
Duration 143, 144, 152, 153, 155
Hotspot 231, 232
E HTML 5 209, 246

Ease of use 10, 13, 324 I
e-learning 241, 249, 250, 252, 295,
iconic 6
296, 324 Interaction 10, 17, 212, 236, 324
Elemen-elemen Komik Digital 117 iSpring Suite 205, 208, 209, 210,
email 21, 35, 36, 38, 39, 41, 42, 43,
211, 212, 213, 214, 215, 223,
45, 46, 47, 48, 57, 64, 65, 83, 224, 236, 241, 242, 244, 248
219, 220, 222, 250, 251, 267,
293, 305, 310, 311, 332 J
enactive 6
encoder 18 Jurnal Elektronik 309
Essay 233
K
F
karakteristik siswa 22, 23, 25, 33,
FAQ 240 321
Fill in the blank question 229
Fisiologis 24 kata kunci 1, 3, 84, 291, 295, 296,
flowchart 273, 277 313
Form view 216, 220, 224, 225, 226,
kecakapan dasar 11, 23, 33, 280
227, 228, 229, 230, 231, 233 Kine Master 195, 196, 197, 198, 200,
forum 17, 18, 249, 251, 252, 254,
201, 202, 204
255, 256 Kolom Catatan Kaki 138
komik 3, 115, 116, 117, 118, 119,
G
120, 123, 125, 126, 127, 128,
gadget 58, 61, 62, 63 129, 131, 132, 277, 322
gambar digital 89, 90, 91, 92, 93, korespondensi 291, 293, 294
kuis 66, 67, 69, 70, 71, 72, 73, 74,
101, 120 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 82,
gambar vektor 90 83, 84, 86, 88, 206, 209, 211,
gaya belajar 12, 13, 23, 26, 33, 276 212, 215, 216, 217, 219, 220,
Gmail 42 221, 223, 224, 233, 234, 235,
Google 36 236, 249, 252, 255, 258, 259,
Google Classroom 36 260, 261, 262, 295, 296, 323
Google Drive 36, 43
Google formulir 79


Indeks 333

Kuis berbasis situs web 66, 323 Multiple Choice 224
kutipan 1, 4, 5, 6, 16, 158, 301, 302, Multiple response 225

303, 304 N
kutipan langsung 302
kutipan tidak langsung 302 naskah video 163, 165, 169, 170, 171
Networking 10, 20, 324
L Numeric Question 227

Learning Management System 244, O
249, 324
Organizational issue 10, 19, 324
live video 14, 18, 325
LMS 15, 244, 245, 249, 252, 324

M P

Matching Question 228, 229 panel 42, 60, 104, 117, 118, 126,
materi interaksi 235, 236, 238 128, 129, 131, 136, 144, 147,
Media 1, 4, 9, 15, 16, 18, 25, 27, 29, 151, 154, 184, 196, 197, 228,
229
30, 99, 115, 133, 148, 184,
185, 197, 198, 203, 209, 241, Paraphrase 301, 324
257, 275, 278, 279, 280, 282, parit 117, 118
283, 284, 315, 316, 317, 318, pengelolaan pembelajaran 241
319, 323, 331, 332 penyimpanan daring 35
media pembelajaran 1, 2, 3, 4, 5, 6, penyunting video 167, 168, 172
7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, perekam video 161, 166, 167, 172
16, 17, 18, 19, 20, 22, 23, 25, personalization 208
27, 29, 31, 33, 34, 56, 93, 116, Playhead 185, 188, 190, 203
208, 209, 271, 272, 273, 274, PowerPoint 79, 86, 92, 97, 98, 100,
275, 276, 277, 278, 279, 282,
285, 286, 288, 302, 321, 322, 101, 102, 107, 109, 133, 134,
323, 324, 332 135, 138, 140, 143, 145, 146,
media pembelajaran digital 1, 3, 4, 5, 147, 148, 151, 156, 167, 183,
6, 10 184, 209, 211, 212, 213, 215,
Mendeley 300, 304, 305, 306, 307 235, 236, 238, 240, 241, 242,
Mindmap 109 248, 260
modality 208 Program Penyunting Video 167
motivasi 19, 24, 26, 31, 158, 162, program perekam video 166, 172
284, 286, 291
multimedia 205, 206, 207, 208, 211, Q
215, 241, 251, 277, 282, 324
multimedia interaktif 205, 206, 211, Quizizz 66, 67, 68, 69, 70, 73, 74, 76
215, 277, 282
multimedia linier 206


334 Media Pembelajaran Digital

R Type Shot 124

reference manager 304 V
Remove Background 102
Repeat 144, 152, 153, 155, 310 Video 15, 46, 49, 51, 54, 59, 145,
RGB 90 146, 148, 155, 156, 157, 160,
161, 162, 163, 164, 166, 167,
S 172, 175, 176, 182, 186, 189,
190, 192, 193, 194, 195, 198,
SCORM 209, 241, 245 199, 200, 204, 209, 213, 243,
Screen Recording 147 245, 252, 277, 280, 281, 315,
SECTIONS 9, 10, 324 325
Security and privacy 10, 20, 324
segmenting 208 Video Animasi 148, 155
Select from Lists Question 230 Video Narasi 145
Send Backward 150 video pembelajaran 16, 47, 157, 158,
Sequence Question 227, 228
Short Answer Question 226, 227 159, 160, 161, 162, 163, 166,
signaling 207 168, 169, 170, 182, 184, 197,
skenario komik 120 211, 280, 332
Slide introduction 220 Voice changer 202
Slide Master 138, 139 volume 141, 161, 171, 177, 183,
Slide View 216, 221, 222, 223 184, 191, 202
spatial contiguity 207
speech bubbles 119 W
Split 190, 197, 203
Strategi Pembelajaran 26, 280, 283 Website to APK Builder 246, 247
Struktur Artikel Ilmiah 291
symbolic 6 Y

T Youtube iii, iv, v, 15, 20, 35, 36, 39,
40, 46, 47, 48, 49, 50, 53, 54,
Tahap Evaluasi 288 55, 56, 59, 159, 162, 167, 172,
Tahap Penerapan 285 212, 245, 246, 300, 332
Tahap pengembangan 278
Tahap perancangan 120, 163, 277
Teaching and Media Selection 16
Transisi 143, 164, 165, 190
Trim 141, 197, 203
Trim Audio 141
True/False Question 225, 226
tujuan pembelajaran 2, 24, 25, 26,

27, 31, 160, 165, 275, 280


TENTANG PENULIS

Hamdan Husein Batubara, M.Pd.I. merupakan
dosen Universitas Islam Negeri Walisongo
Semarang. Ia lahir di Huta Puli, Kabupaten
Mandailing Natal pada tanggal 22 Agustus 1989.
Pendidikannya dimulai Sekolah Dasar Negeri
200510 Padangsidimpuan (2001), kemudian
dilanjutkan ke MTs. dan MA Pondok Pesantren
Al Ansor Manunggang Julu Padangsidimpuan
(2007), Program Sarjana IAIN Padangsidimpuan
(2011), Program Magister Universitas Islam
Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang (2013), dan sekarang
sedang menempuh program Doktor di Program Studi Pendidikan
Dasar Universitas Negeri Jakarta.
Pengalaman kerja yang penulis lalui antara lain: dosen pengampu
mata kuliah Media Pembelajaran (2015−hingga sekarang), pengelola
situs web Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) MAB Banjarmasin
(2014−2016), pengelola Jurnal Muallimuna (2015−2020), ketua program
studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di UNISKA (2015−2016),


336 Media Pembelajaran Digital

wakil Dekan I pada Fakultas Studi Islam UNISKA (2016−2017),
dan ketua tim pengelola situs web FITK UIN Walisongo Semarang
(2019−2020).

Judul buku teks yang pernah ditulis meliputi: 1) Teknologi
Informasi dan Komunikasi, 2) Pembelajaran berbasis Web dengan
Moodle 3.4, dan 3) Media Pembelajaran MI/SD. Di samping itu,
penulis juga aktif menulis artikel ilmiah yang berkaitan dengan media
pembelajaran, teknologi pembelajaran, dan pembelajaran di Sekolah
Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Publikasi ilmiah penulis dapat diakses
melalui Google Scholar. Sementara video pembelajaran yang penulis
publikasikan dapat diakses melalui kanal Youtube Hamdan Husein
Batubara (https://www.youtube.com/hamdanhuseinbatubara). Penulis
dapat dihubungi melalui email: [email protected], atau
[email protected].


Click to View FlipBook Version