The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Media Pembelajaran Digital (Hamdan Husein Batubara)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by zeifulsmeser, 2022-11-03 00:49:49

Media Pembelajaran Digital (Hamdan Husein Batubara)

Media Pembelajaran Digital (Hamdan Husein Batubara)

Keywords: media,pembelajaran,digital

142 Media Pembelajaran Digital

• Loop until stopped berfungsi untuk membuat audio otomatis
berulang dari awal ketika durasi audio sudah berakhir.

• Hide During Show berfungsi untuk menyembunyikan ikon speaker
audio saat presentasi dimulai.

• Play in Background berfungsi untuk menjadikan audio sebagai
suara latar slide yang menyala terus-menerus selama proses
presentasi.
Di samping itu, Anda juga dapat memasukkan audio ke dalam

objek gambar, shape, ataupun teks sehingga suara tersebut akan
berbunyi saat objek tersebut diklik. Caranya adalah: tambahkan sebuah
objek (gambar/shape/teks), kemudian blok objek tersebut, lalu klik
tab Insert, dan klik menu Action. Setelah itu, akan tampil jendela
Action settings sebagai berikut.

Pada jendela Action Settings, centang kotak menu Play Sound,
kemudian klik kolom menu Play sound, dan pilih Other Sound untuk
memilih file audio dari komputer. Setelah selesai memilih audio, klik
tombol OK, maka audio yang telah ditambahkan akan berbunyi ketika
objek (gambar/shape/teks) tersebut diklik.


143Teknik Membuat Media Pembelajaran Inovatif dengan Program PowerPoint

9. Teknik Menggunakan Transisi dengan Tepat

Transisi atau proses bergantinya satu slide dengan slide berikutnya
sangat berperan untuk menarik kembali perhatian siswa yang mungkin
sempat tidak fokus menyimak materi pelajaran. Menurut Smaldino,
jenis transisi yang digunakan oleh pengajar sebaiknya konsisten pada
seluruh slide dan tidak perlu menyertakan audio pada transisi tersebut
kecuali untuk tujuan tertentu.

Cara menambahkan transisi sangatlah mudah yaitu (1) klik tab
Transisi dan (2) lalu pilih salah satu transisi yang sesuai. Selanjutnya,
Anda juga dapat mengatur menu lanjutan, yaitu: (3) menu Sound
digunakan untuk menyertakan suara pada transisi slide, (4) menu
Duration digunakan untuk mengatur durasi/kecepatan transisi, dan
(5) menu Apply to All untuk menerapkan transisi suatu slide pada
seluruh slide yang ada. Perhatikan gambar berikut.

10. Teknik Menggunakan Animasi dengan Tepat

Animasi berarti pergerakan atau perubahan tampilan suatu
media. Penggunaan animasi yang tepat akan menambahkan efek
dramatik pada elemen slide Anda. Namun, jangan berlebihan dalam
menggunakan animasi agar tampilan pesan yang akan disampaikan
tidak menjadi buram akibat animasi tersebut. Cara menambahkan
dan mengatur animasi pada slide PowerPoint adalah sebagai berikut.


144 Media Pembelajaran Digital

Pada gambar di atas, (1) klik objek yang ingin diberikan efek
animasi, (2) kemudian klik tab Animations dan pilih salah satu animasi
yang ingin diterapkan, (3) klik menu Animation Pane untuk menampilkan
panel animasi, (4) pada panel animasi, Anda dapat mengklik ikon panah
animasi, lalu pilih Effect Options... untuk menampilkan pengaturan
efek animasi, (5) Pada jendela Effect, gunakan menu Direction untuk
mengatur arah gerakan animasi, menu Sound untuk menambahkan
suara pada animasi, dan Animation text untuk menentukan apakah
animasi teks muncul secara bersamaan atau per kata dan per baris,
(6) klik menu Timing untuk mengatur waktu animasi, seperti menu
Start untuk mengatur waktu mulainya animasi, Delay untuk mengatur
waktu tunda, Duration untuk mengatur kecepatan gerakan animasi,
dan Repeat untuk mengatur jumlah pengulangan animasi, Trigger untuk
menjadikan elemen grafis lain sebagai pemicu animasi, (7) menu Add
Animations berfungsi untuk menambahkan animasi tambahan pada
objek yang telah diberikan animasi, (8) dan menu Animation Painter
berfungsi untuk menyalin animasi objek tertentu dan menerapkannya
pada objek lain.


145Teknik Membuat Media Pembelajaran Inovatif dengan Program PowerPoint

C. Teknik Merekam Slide dan Video Pengajar

Program PowerPoint versi 2019 dan 365 telah dibekali dengan
menu Record Slide yang berfungsi untuk merekam isi slide dan video
pengajar saat menjelaskan isi slide. Setelah merekam slide dan video
pengajar, Anda dapat mengubah file PowerPoint tersebut menjadi
format video sehingga video presentasi tersebut dapat digunakan oleh
siswa sebagai sumber belajar. Cara merekam slide dengan program
PowerPoint versi 2019 adalah sebagai berikut.

Sesuai dengan petunjuk gambar di atas, (1) klik tab Slide Show,
(2) kemudian klik Record Slide Show, lalu klik Record from current
slide untuk merekam dari slide yang sedang dibuka atau klik Record
from Beginning untuk merekam dari slide pertama, maka akan muncul
jendela perekaman sebagai berikut.


146 Media Pembelajaran Digital

Sesuai dengan petunjuk gambar jendela perekaman pada
PowerPoint di halaman sebelumnya, (1) menu Settings berfungsi
untuk mengatur sumber kamera dan mikrofon, (2) menu Clear untuk
menghapus video yang telah direkam, (3) simbol AA berfungsi untuk
memperbesar/memperkecil ukuran huruf catatan, (4) menu Notes
berfungsi untuk menampilkan/menyembunyikan catatan yang ditulis
di bawah slide, (5) tombol Record berfungsi untuk merekam, tombol
Stop untuk berhenti, dan tombol Replay untuk memutar hasil rekaman,
(6) tombol panah untuk pindah ke slide berikutnya, (7) ikon Laser
untuk mengubah kursor tetikus menjadi titik merah, ikon Pulpen untuk
mencoret slide presentasi, ikon Penghapus untuk menghapus coretan,
ikon Warna untuk memilih warna tinta pulpen, (7) ikon Presenter untuk
menyembunyikan dan menampilkan video presenter, ikon Kamera/
Mikrofon untuk menyalakan dan mematikannya.

Setelah selesai proses perekaman, Anda bisa menghentikan
proses perekaman dengan mengklik tombol X atau tombol ESC pada
papan ketik. File hasil rekaman PowerPoint biasanya akan tersimpan
slide per slide sehingga jika ada hasil rekaman yang kurang baik
pada slide tertentu, Anda cukup menghapus hasil rekaman di slide
tersebut saja dan cukup mengulangi proses rekaman di slide tersebut.

Cara mengekspor slide presentasi beserta rekaman narasinya
ke dalam format video dengan klik tab File maka akan muncul
beberapa menu berikut.

Selanjutnya, (1) klik menu Export, (2) lalu klik menu Create a
Video, (3) kemudian klik tombol Create video, dan klik tombol Save.


147Teknik Membuat Media Pembelajaran Inovatif dengan Program PowerPoint

D. Teknik Merekam Layar Komputer dengan
PowerPoint

Selain untuk merekam narasi slide, PowerPoint versi 2019,
2016, dan 2013 juga memiliki fitur Screen Recording yang berfungsi
untuk merekam seluruh aktivitas layar komputer dan suara presenter.
Menu Screen recording tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.

Perhatikan tampilan halaman PowerPoint dan fungsi Screen
recording-nya. Berdasarkan petunjuk pada gambar di atas, Anda dapat
melakukan perekaman layar komputer dengan cara: (1) Klik tab Insert,
(2) lalu klik menu Screen Recording. Selanjutnya pada panel baru, (3)
klik Record pointer untuk merekam pergerakan tetikus (ikon terblok
= terekam), (4) Klik Audio untuk merekam suara pembicara, (5) klik
Select Area, dan seret area layar untuk memilih area layar yang ingin
direkam, (6) kemudian klik tombol Record untuk mulai merekam.

Setelah selesai merekam, Anda bisa menghentikan proses
perekaman dengan mengarahkan kursor ke tepi atas layar, (7) lalu
klik tombol Pause untuk menjeda proses perekaman, atau (8) klik
tombol Stop untuk mengakhiri proses perekaman. Hasil rekaman
video akan tampil di dalam slide. Adapun cara menyimpan file hasil


148 Media Pembelajaran Digital

rekaman ke dalam komputer adalah: klik kanan video hasil rekaman,
(9) kemudian pilih menu Save Media as..., lalu pilih folder tempat
penyimpanan video dan klik tombol Save.

E. Teknik Membuat Video Animasi dengan
PowerPoint

Video animasi adalah sebuah video yang berisi gambar atau
teks bergerak. Fitur animasi di dalam program PowerPoint dapat
digunakan untuk membuat sebuah video animasi. Misalnya, video
animasi yang berisi informasi layanan masyarakat atau video animasi
yang digunakan sebagai latar belakang sebuah video. Langkah-langkah
membuat video animasi adalah sebagai berikut.

1. Membuat Rancangan Visual Video Animasi

Cara membuat rancangan visual video sama dengan cara membuat
rancangan slide presentasi. Contoh video animasi yang menampilkan
informasi sebuah acara adalah sebagai berikut.

Sumber: Batubara, 2021

Gambar 5.6 Contoh hasil video animasi dibuat pada PowerPoint


149Teknik Membuat Media Pembelajaran Inovatif dengan Program PowerPoint

Pada Gambar 5.6, latar belakangnya ditambahkan gambar
sebuah gedung, kemudian judul kegiatan dibuat dengan teks, lalu
bentuk-bentuk visual lainnya dibuat menggunakan fitur Shape. Bentuk
shape yang dijadikan sebagai latar belakang logo adalah bentuk kotak
shape yang disesuaikan bentuknya dan dilapis dua sehingga bentuk
shape tersebut tampak seolah seperti gambar tiga dimensi.

Cara menyesuaikan bentuk kotak shape adalah: (1) klik kanan
kotak Shape, lalu pilih Edit Point, (2) kemudian tarik kotak putih
atau kotak hitam (point) yang muncul untuk mengubah bentuk shape.
Di samping itu, Anda juga dapat menambah dan menghapus kotak
hitam (point) tersebut dengan mengklik kanan tepat di atas garis tepi
shape, (3) lalu pilih Add point. Perhatikan gambar berikut.

Setelah Anda selesai membuat bentuk tertentu menggunakan
shape, selanjutnya Anda dapat mengatur warnanya, menggunakan
menu Shape effects untuk menambahkan efek pada shape atau
menduplikasi shape (Ctrl+D) dan menjadikan salah satunya sebagai
warna bayangan. Contohnya adalah sebagai berikut.


150 Media Pembelajaran Digital

Pada gambar di atas, Anda dapat menggunakan menu Bring
Forward dan Send Backward untuk memindahkan sebuah shape ke
depan atau ke belakang objek lain. Sedangkan menu Align untuk
memindahkan bentuk shape sejajar dengan patokan tertentu.

Setelah selesai mengatur tata letak objek visual, selanjutnya
Anda dapat mengelompokkan beberapa elemen menjadi sebuah
kelompok/grup. Manfaat dari pengelompokan tersebut adalah agar
ukuran beberapa elemen dapat diubah secara sekaligus atau animasi
tertentu dapat ditambahkan ke grup yang memiliki elemen. Perhatikan
gambar berikut.

Berdasarkan gambar di atas, langkah-langkah membuat beberapa
elemen menjadi sebuah grup adalah: seleksi elemen-elemen yang ingin
dikelompokkan, lalu klik menu Group (atau klik tombol CTRL+G).


151Teknik Membuat Media Pembelajaran Inovatif dengan Program PowerPoint

2. Mengatur Animasi

Ada empat kelompok animasi dalam program PowerPoint,
yaitu: 1) Entrance effect: animasi yang digunakan untuk memunculkan
objek dari tidak ada menjadi ada. Contoh: Fade, 2) Emphasis effect:
animasi yang digunakan untuk menekankan suatu objek sehingga lebih
menonjol dari yang lainnya. Contoh: Fill Color (mengubah warna
shape), 3) Exit Effect: animasi yang digunakan untuk mengeluarkan
objek dari slide presentasi. Comtoh: Disappear, dan 4) Motion Path:
animasi yang digunakan untuk memindahkan objek dari suatu titik
ke titik lain. Contoh: Lines (Batubara, 2017:342). Sebagai contoh,
perhatikan beberapa jenis animasi yang telah penulis tambahkan pada
gambar berikut.

Berdasarkan gambar di atas, Anda dapat mengklik menu
Animation Pane untuk menampilkan panel animasi di sebelah kanan
slide. Pada panel animasi tersebut, Anda dapat dengan memilih
animasi yang ingin diatur. Ketika Anda memilih salah satu animasi,
maka gambar atau objek yang terkait dengan animasi tersebut juga
akan ditandai tersorot pada panel Animation Pane. Adapun penjelasan
mengenai beberapa animasi yang penulis tambahkan pada gambar di
atas adalah sebagai berikut.


152 Media Pembelajaran Digital

a. Gambar topi wisuda memiliki nama file “Picture 46”. Jenis
animasi yang penulis tambahkan pada gambar ini adalah Float
in (muncul perlahan) dengan arah float down (dari atas ke
bawah). Posisi animasi ini berada pada urutan pertama dengan
jenis pemicu With previous sehingga animasi ini akan langsung
muncul saat slide dijalankan. Pengaturan waktu yang penulis
terapkan pada animasi ini adalah sebagai berikut.


Berdasarkan gambar di atas, menu Start menunjukkan bahwa

pemicu mulainya animasi ini adalah With previous yaitu
bersamaan dengan animasi sebelumnya. Sementara menu Duration
menunjukkan bahwa kecepatan animasi adalah fast atau satu
detik dan menu Repeat menunjukkan bahwa animasi ini tidak
tampil berulang.
b. Kotak teks yang berisi “Pelepasan Wisuda Periode Agustus
2020 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam
Negeri Walisongo Semarang” memiliki nama file “Rectangle
48”. Jenis animasi yang penulis tambahkan pada teks ini adalah
Float in (muncul perlahan) dengan arah float up (dari bawah
ke atas). Posisi animasi ini berada pada urutan kedua dengan
jenis pemicu With previous sehingga animasinya akan muncul
bersamaan dengan gambar topi wisuda. Sementara pengaturan
waktu yang penulis terapkan pada animasi ini adalah sama
dengan pengaturan animasi gambar topi wisuda.


153Teknik Membuat Media Pembelajaran Inovatif dengan Program PowerPoint

c. Kelompok logo memiliki nama file “Group 5”. Jenis animasi
yang penulis tambahkan pada gambar ini adalah Fly in (terbang)
dengan arah from top (dari atas ke bawah). Posisi animasi ini
berada pada urutan ketiga dengan jenis pemicu After Previous,
sehingga animasi ini akan muncul setelah animasi sebelumnya
selesai bergerak. Pengaturan waktu yang penulis terapkan pada
animasi ini adalah sebagai berikut.


Berdasarkan gambar di atas, menu Start menunjukkan bahwa

pemicu mulainya animasi ini adalah After previous yaitu setelah
animasi sebelumnya selesai bergerak. Sementara menu Duration
menunjukkan bahwa kecepatan animasi ini adalah Very Fast
atau setengah detik dan menu Repeat menunjukkan bahwa
animasi ini tidak tampil berulang.
d. Kelompok/grup gambar orang dan jadwal kegiatan memiliki
nama file “group 1”. Jenis animasi yang penulis tambahkan
pada gambar ini adalah Float in (muncul perlahan) dengan arah
float up (dari bawah ke atas). Posisi animasi ini berada pada
urutan keempat dengan jenis pemicu After previous sehingga
animasi ini akan muncul setelah animasi sebelumnya selesai
bergerak. Pengaturan kecepatan animasi yang penulis terapkan
adalah fast atau satu detik.
e. Kelompok gambar ikon Zoom dan background-nya memiliki
nama file “Group 69”. Jenis animasi yang penulis tambahkan
pada grup ini adalah Zoom (muncul dan membesar). Posisi
animasi ini berada pada urutan kelima dengan jenis pemicu
After previous, sehingga animasi ini akan muncul setelah animasi


154 Media Pembelajaran Digital

sebelumnya selesai bergerak. Pengaturan kecepatan animasi yang
penulis terapkan adalah very fast atau setengah detik.
f. Rectangle 48 yang berwarna kuning adalah animasi untuk teks
“Pelepasan Wisuda Periode Agustus 2020 Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang”.
Jenis animasi kedua yang penulis tambahkan pada gambar ini
adalah Brush color (perubahan warna). Cara menambahkan
animasi kedua dengan klik kotak teks yang akan diberikan
animasi, klik menu Add Animation, lalu pilih animasi yang ingin
ditambahkan. Misalnya, Brush Color. Perhatikan gambar berikut.


Setelah selesai memilih animasi, Anda dapat mengatur animasi

melalui panel animasi di sebelah kanan slide. Pengaturan animasi
yang penulis terapkan untuk animasi Brush Color sebagai berikut.


155Teknik Membuat Media Pembelajaran Inovatif dengan Program PowerPoint

Berdasarkan tampilan animasi, menu Start menunjukkan
bahwa pemicu mulainya animasi ini adalah With previous
yaitu bersamaan dengan animasi sebelumnya. Sementara menu
Duration menunjukkan bahwa kecepatan animasi ini adalah Slow
atau tiga detik dan menu Repeat menunjukkan bahwa animasi
perubahan warna tersebut akan bergerak berulang-ulang hingga
slide berakhir.

g. Star atau gambar bintang yang bertebaran di dalam slide
menggunakan animasi Pulse (berdetak atau bersinar). Pengaturan
animasi tersebut adalah sebagai berikut.



Berdasarkan gambar di atas, menu Start menunjukkan bahwa
pemicu mulainya animasi ini adalah With previous yaitu
bersamaan dengan animasi sebelumnya. Sementara menu Duration
menunjukkan bahwa kecepatan animasi ini adalah Very Fast atau
setengah detik dan menu Repeat menunjukkan bahwa animasi
pulse ini bergerak berulang-ulang hingga slide berakhir.

3. Mengekspor Video Animasi

Setelah selesai mengatur animasi, Anda dapat mempratinjau
animasi dengan mengklik menu Slide Show (atau klik tombol F5).
Adapun cara mengekspor slide ke format video adalah sebagai berikut.


156 Media Pembelajaran Digital

Berdasarkan gambar tampilan menu File pada PowerPoint di
atas, (1) klik tab File, (2) lalu klik menu Export, (3) lalu klik menu
Create a Video, (4) kemudian gunakan menu Full HD untuk mengatur
ukuran video, (5) lalu gunakan menu Second spent on each slide
untuk mengatur waktu tampil setiap slide. Dalam hal ini, Anda perlu
menghitung jumlah animasi dan durasi waktu setiap animasi yang
terdapat di slide tersebut lalu total durasi tersebutlah yang Anda
masukkan dalam kolom tersebut. (6) selanjutnya, klik menu Create
Video, lalu pada jendela penyimpanan, tentukan nama file dan folder
penyimpanan video, lalu tekan tombol Save.


6BAB

TEKNIK MEMBUAT
VIDEO PEMBELAJARAN

A. Konsep Dasar Video Pembelajaran

Video atau film adalah salah satu media yang konkret dan
terbukti efektif dalam menyampaikan suatu informasi, membentuk
opini, dan menggugah empati masyarakat. Perkembangan yang pesat
pada bidang teknologi komputer, smartphone, dan software editing
video telah memungkinkan setiap orang dalam memproduksi video
pembelajaran secara mandiri dan dengan alat yang praktis digunakan.

Video secara etimologi berasal dari kata vidi dan visum yang
berarti melihat atau mempunyai daya penglihatan. Menurut Munir, video
adalah teknologi penangkapan, perekaman, pengolahan, penyimpanan,
pemindahan, dan perekonstruksian urutan gambar diam dengan
menyajikan adegan-adegan dalam gerak secara elektronik sehingga
tayangan video tampak seperti gambar yang bergerak (Munir, 2013).

Istilah video pembelajaran sendiri merujuk pada video yang
dirancang atau digunakan untuk kegiatan pembelajaran, seperti
merangsang sikap, menayangkan suatu tempat secara virtual dan realistik,
meningkatkan pengetahuan, melatih keterampilan, dan sebagainya.


158 Media Pembelajaran Digital

Dengan demikian, video dapat dikatakan mampu membelajarkan
berbagai jenis topik pelajaran, baik yang bersifat kognitif, afektif, dan
psikomotorik.

Sebuah video bisa merekayasa waktu dan tempat suatu kejadian
sehingga hasil gambarnya tampak lebih jelas. Misalnya, mempercepat
waktu perubahan ulat bulu menjadi kupu-kupu, memperlambat sebuah
gerakan melompat, menampilkan tampilan suatu wilayah dari pesawat
nirawak (drone), dan menampilkan pembelahan sel Amoeba dengan jelas.

Koumi dalam kutipan Marisa telah mengungkapkan tiga manfaat
dari penggunaan video dalam pembelajaran, yaitu mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan, membangkitkan motivasi dan apresiasi,
dan memberikan pengalaman nyata (Marisa et al., 2016:55-56).
Menurut Smaldino (2012:411–12), video pembelajaran juga memiliki
keunggulan dalam memperlihatkan suatu proses, gerakan dari berbagai
sisi, peristiwa yang berisiko, mengembangkan ranah afektif, kognitif,
dan psikomotorik, dan membentuk kesamaan pengalaman (Smaldino
et al., 2012:412). Dari beberapa manfaat ini, dapat dipahami bahwa
video pembelajaran efektif digunakan untuk menjelaskan materi yang
berhubungan dengan gerakan, prosedur, peristiwa yang mengandung
gerakan, kondisi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Beberapa hasil penelitian lain juga menunjukkan bahwa video
pembelajaran memiliki sejumlah keunggulan yang bermanfaat bagi
siswa. Hasil penelitian penulis menunjukkan bahwa penggunaan video
dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa,
membantu siswa dalam memahami materi pelajaran, meningkatkan
kemandirian dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, dan
meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran (Batubara
dan Batubara, 2020:82).

Menurut hasil analisis penulis, penggunaan video pembelajaran
juga memberikan dampak positif bagi pengajar, yaitu: (a) melatih
kreativitas pendidik; (b) membantu pengajar dalam memvisualisasikan
materi pelajaran kepada siswa; (c) memperkaya bahan ajar pengajar;
(d) meningkatkan personal branding pengajar sebagai pembuat video


159Teknik Membuat Video Pembelajaran

(content creator); (e) menambah hak cipta pengajar; dan (f) menambah
penghasilan pendidik dari hasil pembuatan video.

Besarnya manfaat video bagi proses pembelajaran telah
mendorong pendidik dan pengelola lembaga pendidikan untuk membeli,
mengunduh, ataupun memproduksi video pembelajaran. Oleh karena
itu, pengadaan video pembelajaran bisa dilakukan dengan dua cara
yaitu: (1) mengevaluasi video pembelajaran yang telah tersedia dan
(2) memproduksi video pembelajaran sesuai kebutuhan pembelajaran.

Mengevaluasi video Memproduksi video sesuai
yang telah ada kebutuhan pembelajaran

Pengadaan
video

Gambar 6.1 Cara pengadaan video pembelajaran

Di antara contoh situs web yang menyediakan video pembelajaran
adalah sebagai berikut.

1. Youtube (https://www.youtube.com),
2. TV Edukasi (http://video.kemdikbud.go.id)
3. LinkedIn Learning (https://www.linkedin.com/learning)
4. Microsoft Educator Center (https://education.microsoft.com)
5. Ruang Guru (https://bimbel.ruangguru.com)
6. Quipper video (https://www.quipper.com/),
7. Zenius (https://www.zenius.net),
8. Coursera (https://www.coursera.org), dan lainnya.

Setelah mendapatkan beberapa video yang dinilai bermanfaat
bagi pembelajaran maka Anda harus mempratinjau dan mengevaluasi
video tersebut sebelum menggunakannya dalam proses pembelajaran.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih video
pembelajaran adalah sebagai berikut.


160 Media Pembelajaran Digital

1. Konten Video Sesuai dengan Standar dan
Tujuan Pembelajaran

Tujuan orang untuk membuat video dan menyebarkannya di
internet itu bermacam-macam. Oleh karena itu, Anda perlu untuk
mengevaluasi kesesuaian video yang ditemukan dengan tujuan
pembelajaran dan kondisi siswa. Jika ternyata ada bagian video yang
tidak sesuai, Anda bisa menandainya atau menghapusnya agar siswa
tidak terganggu dengan bagian video tersebut.

2. Konten Video Akurat dan Terbaru

Konsep-konsep dijelaskan di dalam video juga perlu dievaluasi
untuk memastikan kebenaran dan keterbaruan dari konten video
tersebut. Tindakan ini sangat perlu dilakukan agar siswa tidak
memperoleh informasi yang menyesatkan, usang, dan tidak sesuai
dengan tujuan pembelajaran.

3. Bahasa Video Sesuai Usia

Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali video pembelajaran
gratis di internet. Akan tetapi, bahasa yang digunakan di dalam video
tersebut belum tentu sesuai dengan kompetensi dan perkembangan
bahasa siswa. Oleh karena itu, Anda perlu meninjau dan mengevaluasi
kesesuaian bahasa video dengan tingkat perkembangan bahasa dan
kosakata siswa.

4. Memiliki Tampilan Visual dan Audio yang
Berkualitas

Tampilan visual dan audio dari sebuah video dapat dinilai dari
kejelasan gambarnya dan kejernihan suaranya. Hal-hal yang harus
dihindari untuk meningkatkan kualitas visual video di antaranya:


161Teknik Membuat Video Pembelajaran

ukuran video terlalu kecil, tempat perekaman video terlalu gelap atau
terlalu terang, kamera perekam video memiliki kualitas yang buruk,
sudut pengambilan gambar salah, jarak kamera dengan objek yang
direkam terlalu jauh, dan gerakan kamera saat proses pengambilan
gambar tidak teratur.

Sementara hal-hal yang harus dihindari untuk meningkatkan
kualitas audio adalah volume suara terlalu pelan, suara pengganggu
(noise) yang terlalu nyaring, musik pengiring audio terlalu keras, klip
audio terlalu cepat, dan gelombang suara tidak harmonis antara audio
model satu dengan audio model lainnya.

5. Penyajian Materi Video Jelas dan Mudah
Dimengerti

Selain untuk alat peraga, video pembelajaran juga sering digunakan
sebagai sumber belajar mandiri. Oleh karena itu, penyajian materi
melalui video pembelajaran harus sistematis dan konkret agar siswa
mudah dalam memahaminya. Misalnya pengajar dapat mengorganisasi
materi pelajaran dari konsep yang mudah ke konsep yang sulit, dan
mendukung penjelasannya dengan teks, gambar, atau video.

6. Konten Video Bebas dari Iklan atau Konten
Negatif

Video layanan masyarakat yang dibuat oleh individu atau
perusahaan terkadang mengandung iklan atau konten yang tidak
layak dilihat oleh anak-anak. Oleh karena itu, para guru harus
menyeleksi kebersihan video dari iklan dan konten negatif sebelum
ia menggunakannya dalam proses pembelajaran. Contoh iklan yang
tidak boleh ada di dalam video antara lain adalah: iklan rokok, iklan
minuman keras, iklan alat kontrasepsi, dan gambar-gambar yang
mengandung unsur pornografi dan kekerasan.


162 Media Pembelajaran Digital

7. Konten Video Dapat Meningkatkan Motivasi
dan Minat Belajar Siswa

Video yang bisa meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa
adalah video yang menunjukkan gambar dan audio kesukaannya.
Misalnya, anak-anak biasanya akan tertarik dengan warna yang solid,
gerakan animasi, dan gambar kartunis dibanding gambar asli. Di
samping itu, materi video juga sebaiknya dibagi menjadi beberapa
segmen sehingga siswa bisa mempelajari materi pelajaran dengan
pelan-pelan dan bisa istirahat setelah selesai mempelajari sebuah topik.

8. Video Mudah Diperoleh dan Digunakan

Ukuran video yang lumayan besar terkadang menjadi kendala
bagi siswa untuk mengakses dan memutarnya. Oleh karena itu,
pendistribusian video pembelajaran harus mempertimbangkan biaya
yang diperlukan siswa untuk mengaksesnya dan kemampuan siswa
untuk memutar video tersebut. Misalnya, pengajar dapat mengunggah
video ke Youtube sehingga siswa bisa mengunduhnya dengan beberapa
pilihan ukuran video (Marisa et al., 2016:5.18-5.19).

B. Tahapan Produksi Video Pembelajaran

Seiring dengan perkembangan teknologi yang kian pesat, proses
produksi video pembelajaran telah semakin mudah dilakukan dan
bahkan beberapa jenis video pembelajaran telah dapat diproduksi
secara mandiri. Seperti video rekaman mengajar (teaching recording),
video pembelajaran yang disertai rekaman layar komputer (screen
cash), dan video tutorial (tutorial video).


163Teknik Membuat Video Pembelajaran

Selain bentuk video tersebut, pengajar juga dapat mengemas
video pembelajaran dalam bentuk dramatisasi kisah/lagu/puisi, video
dokumenter suatu isu, rekaman percobaan ilmiah, rekaman seminar
virtual, rekaman kegiatan talk show, dan rekaman situs-situs yang
mendukung kegiatan pembelajaran.

Proses produksi video pembelajaran terdiri dari tahap persiapan,
perekaman, dan penyuntingan. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan
pada setiap tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Tahap Persiapan

Tahap persiapan adalah tahap perancangan skenario video dan
hal-hal yang diperlukan dalam proses perekaman. Seperti: naskah video,
properti pendukung, penentuan pemain, tempat, dan jadwal perekaman.
Cara mempersiapkan beberapa hal tersebut adalah sebagai berikut.

a. Menulis Naskah Video

Naskah video adalah skenario yang menjelaskan tentang narasi
cerita, dialog, musik, dan grafis yang ditunjukkan di dalam sebuah
video. Naskah video perlu ditulis untuk menjadi panduan pengajar dalam
memproduksi video pembelajaran. Format dari naskah video tersebut
dapat disesuaikan dengan kebutuhan video yang akan diproduksi. Isi
dari naskah video antara lain adalah: narasi, adegan atau visualisasi
gambar, musik, dan durasi setiap sesi. Contoh format naskah video
yang dapat digunakan sebagai pertimbangan adalah sebagai berikut.


164 Media Pembelajaran Digital

Naskah Video

Judul : Pemantulan Cahaya
Durasi : 5 Menit
Pemeran : 1 Orang
Kamerawan : 1 Orang
Lokasi : Ruang kamar

Scene Narasi Musik Adegan dan Durasi
Rancangan Grafis (detik)
Tanpa
1. Halo sahabat sekalian! musik Sekilas alat-alat untuk 30”
Apakah kamu pernah percobaan pemantulan
melihat pantulan cahaya? cahaya
Benda apa saja yang dapat
memantulkan cahaya? Musik Animasi: 30”
Ayo kita pelajari tentang Keras • Judul 30”
pemantulan cahaya! • Standar 60”
Mengalir
2. Tanpa narasi lembut Kompetensi dan
Kompetensi Dasar
3. Alat-alat yang diperlukan Mengalir • Background gelap
untuk percobaan lembut dan disertai
pemantulan cahaya adalah: dengan simbol-
cermin datar, sumber simbol sains
cahaya (senter), busur
derajat dan kertas putih. • Menunjukkan alat-
alat yang akan
4. • Letakkan busur derajat digunakan
di atas kertas karton
• Animasi Teks
• Kemudian letakkan • Daftar Bahan dan
cermin datar
berhimpitan dengan Alat (transparan)
sumbu datar busur • Ditutup dengan
derajat.
animasi

Animasi Transisi dan
kata pertama
• Fasilitator

meletakkan busur
derajat di atas
karton


165Teknik Membuat Video Pembelajaran

Scene Narasi Musik Adegan dan Durasi
Mengalir Rancangan Grafis (detik)
5. Nyalakan senter dan lembut
arahkan tegak lurus ke Animasi Transisi dan 60”
arah cermin datar sebagai Mengalir kata kedua
sudut datang dengan garis lembut • Fasilitator 60”
normal dan datangnya sinar
itu sejajar dengan busur Musik menyalakan 30”
derajat keras senter dan
mengarahkannya
6. • Nyalakan senter dan tegak lurus ke
arahkan 30° sebagai arah cermin datar
sudut datang dengan
garis normal dan Animasi Transisi dan
datangnya sinar itu kata ketiga
sejajar dengan busur • Fasilitator
derajat.
menyalakan senter
• Ukurlah sinar pantulnya dan mengarahkan
dari garis normal dan ke arah cermin
apakah sinar itu sejajar datar dengan
dengan busur derajat? sudut 30°
• Fasilitator
7. Tanpa narasi mengukur
besarnya besar
sudut pantul
• Ditutup dengan
animasi

• Animasi ucapan
terima kasih

• Tahun produksi
• Nama kru

pembuatan video
• Alamat

narahubung
(contact person)

Setelah selesai menulis naskah video, pengajar sebaiknya meninjau
kembali kevalidan dan kesesuaian isi naskah tersebut dengan tujuan
pembelajaran. Selain itu, pengajar juga sebaiknya melibatkan teman
sejawatnya atau orang lain untuk memberikan komentar dan saran
terhadap isi naskah video tersebut.


166 Media Pembelajaran Digital

b. Penyiapan Peralatan dan Materi Pendukung

Peralatan yang diperlukan untuk membuat video pembelajaran
sebenarnya tidak harus sama dengan peralatan yang dimiliki oleh
produser profesional. Namun, Anda cukup mengoptimalkan fungsi
dari peralatan yang tersedia untuk membuat video pembelajaran
yang berkualitas. Peralatan yang diperlukan untuk memproduksi video
pembelajaran terdiri dari peranti keras, peranti lunak, dan materi
pendukung. Contoh peranti keras yang diperlukan sebagai berikut.

1) Peranti Perekam Video

Ada banyak sekali jenis alat yang bisa digunakan untuk merekam
video. Seperti: handy cam, camcorder, kamera digital, kamera ponsel,
kamera laptop, webcam eksternal, atau jenis kamera lainnya. Di
samping itu, Anda juga terkadang memerlukan lampu studio untuk
meningkatkan kualitas gambar video, dan mikrofon condenser/cardioid/
clip on untuk meningkatkan kualitas audio.

Sumber: Batubara, 2021

Gambar 6.2 Contoh perangkat keras perekam video dan audio

2) Program Perekam Video

Program perekam video adalah program yang berfungsi untuk
merekam gambar bergerak beserta audionya. Program perekam video
umumnya telah tersedia pada perangkat komputer, tablet, smartphone,
dan kamera digital. Akan tetapi, Anda memerlukan program tambahan
jika Anda ingin merekam layar perangkat tersebut. Contoh program


167Teknik Membuat Video Pembelajaran

komputer yang bisa digunakan untuk merekam layar adalah: Microsoft
PowerPoint, Format Factory, Bandycam Screen recorder, dan Camtasia
Studio. Sementara program Android yang bisa digunakan untuk merekam
layar smartphone adalah: AZ Screen Recorder, DU Recorder, dan
ADV Screen recorder.

Sumber: Batubara, 2021

Gambar 6.3 Program perekam video dengan komputer dan smartphone

Dari beberapa contoh program tersebut, Anda bisa memilih
salah satu program yang paling sesuai dengan spesifikasi komputer
atau smartphone Anda. Informasi tentang syarat peranti keras yang
dapat menjalankan program tersebut dapat diakses pada situs web
produsen program tersebut. Begitu juga dengan cara penggunaannya
dapat dipelajari melalui situs webnya atau melalui kanal Youtube.

c. Program Penyunting Video

Program penyunting video adalah program yang digunakan untuk
mengubah tampilan ataupun suara sebuah video. Contoh program
penyunting video untuk perangkat komputer adalah Camtasia, Filmora,
Adobe Premiere, dan Sony Vegas. Sementara contoh program penyunting
video untuk perangkat smartphone atau tablet adalah Kinemaster,
Filmora Go, PowerDirector, dan VivaVideo.


168 Media Pembelajaran Digital

Sumber: Batubara, 2021

Gambar 6.4 Program penyunting video di komputer dan smartphone

Dari beberapa program tersebut, Anda bisa memilih program
yang syarat penggunaannya sesuai dengan spesifikasi komputer Anda
dan fitur-fiturnya sesuai dengan kebutuhan pengeditan video. Menurut
pengalaman penulis, salah satu program komputer yang mudah
digunakan dan handal untuk mengedit video pembelajaran adalah
program Camtasia versi terbaru. Dengan program tersebut, Anda bisa
mengatur ukuran kanvas video, memotong bagian video, menambahkan
gambar, teks dan anotasi, menambahkan efek animasi dan transisi,
memperbaiki tampilan visual video, mengganti background video, dan
memperbaiki kualitas suara video.

d. Properti Pendukung

Properti pendukung adalah bahan-bahan yang diperlukan pada
saat perekaman video. Misalnya, setting ruangan, slide presentasi, alat
peraga, atau program pendukung. Semua properti pendukung tersebut
harus dipastikan memiliki kualitas yang baik, mudah digunakan, dan
bebas dari hal-hal yang bisa mengganggu proses perekaman video.


169Teknik Membuat Video Pembelajaran

Sumber: Batubara, 2021

Gambar 6.5 Contoh latar belakang video pembelajaran

e. Pemilihan Pemain, Tempat, dan Jadwal Perekaman

Jumlah pemain dalam video pembelajaran sangat tergantung pada
isi naskah video pembelajaran. Untuk menghemat biaya dan waktu,
pengajar sebaiknya menggunakan dirinya sebagai pemain utama. Namun,
jika diperlukan lebih dari satu pemain, pengajar dapat melibatkan
orang lain yang dinilai mampu untuk menjadi pemain tambahan.

Tempat perekaman video pembelajaran dapat dilakukan di
dalam ruangan (studio) dan di luar ruangan (seperti di taman). Namun,
pengaturan alat perekaman di dalam ruangan/studio akan relatif lebih
mudah dibandingkan dengan di luar ruangan. Beberapa hal yang harus
dipertimbangkan dalam memilih tempat perekaman adalah:
• Kesesuaian lokasi tersebut dengan video yang akan diproduksi.
• Pertimbangan izin dan biaya yang diperlukan.
• Kualitas pencahayaan di tempat tersebut.
• Kondisi suara di sekitar tempat tersebut.
• Keamanan dan kehandalan alat dimiliki untuk digunakan pada

tempat tersebut.
• Kesulitan yang akan dihadapi saat perekaman di tempat tersebut.


170 Media Pembelajaran Digital

Setelah memilih pemain dan tempat perekaman, selanjutnya
pengajar dapat menentukan jadwal rekaman yang tepat. Hal ini
dilakukan agar semua yang terlibat dalam proses perekaman video
memiliki kesediaan waktu untuk melakukan persiapan, latihan, dan
melaksanakan kegiatan rekaman.

2. Tahap Perekaman

Tahap perekaman atau shooting adalah tahap utama yang harus
dikerjakan mengikuti panduan yang telah ditulis pada naskah video.
Perekaman video pembelajaran dapat dilakukan di studio (in door
shooting) ataupun dan di luar studio (outdoor shooting). Perekaman di
dalam ruangan biasanya akan lebih praktis persiapannya dibandingkan
dengan di luar ruangan.

Beberapa tips yang perlu diperhatikan saat melakukan perekaman
video adalah sebagai berikut.

• Gunakan alat perekam yang bisa menghasilkan video yang
memiliki kejelasan yang tinggi (high definition) yaitu video yang
berukuran 1280 x 720 piksel.

• Pastikan ketersediaan sumber energi (baterai/listrik) dari perangkat
yang akan digunakan dalam proses perekaman.

• Cari lokasi atau tempat yang membuat diri Anda terlihat jelas
pada monitor kamera.

• Gunakan tripod, monopod, atau benda-benda lain untuk menjaga
kestabilan kamera saat merekam.

• Jaga rotasi kamera pada mode landscape (melebar ke samping).
• Perhatikan sudut pengambilan kamera (angle) dan jarak kamera

dari objek yang direkam untuk menghasilkan video yang
memberikan kesan yang baik.
• Jika memungkinkan, minta kamerawan untuk menggerakkan
kamera secara perlahan untuk menampilkan beberapa sudut
pandang yang berbeda.


171Teknik Membuat Video Pembelajaran

Contoh posisi kamera saat merekam pengajar yang sedang
mengajar adalah sebagai berikut.

Sumber: Batubara, 2021

Gambar 6.6 Contoh penempatan kamera ketika merekam video

Pada Gambar 6.6 Anda dapat mengamati bahwa hasil video
cukup baik ketika kamera diletakkan sejajar dengan wajah pengajar,
baik saat pengajar berdiri ataupun saat duduk. Demikian juga dengan
jarak antara pengajar dengan kamera perlu diatur agar hasil video
terlihat jelas dan gerakan tangan pengajar tidak melewati batasan
tangkapan kamera. Selain merekam badan pengajar, Anda juga dapat
sekaligus merekam layar komputer atau slide presentasi menggunakan
program perekam layar sehingga rekaman layar komputer tersebut
dapat ditampilkan secara bersamaan dengan rekaman wajah pengajar.

3. Tahap Penyuntingan

Tahap penyuntingan adalah tahap penyesuaian hasil rekaman
dengan naskah video yang telah dibuat sebelumnya. Selain itu, tahap
penyuntingan juga penting untuk meningkatkan kualitas audio dan visual
video. Beberapa teknik yang bisa diterapkan saat proses penyuntingan
video: menambahkan bahan-bahan pendukung video seperti gambar,
teks, audio, atau video lain, menyesuaikan volume dan gelombang
audio, menyesuaikan warna dan tampilan grafisnya, menambahkan
efek dan animasi, serta memproduksi video ke dalam format tertentu.


172 Media Pembelajaran Digital

Program penyunting video dapat dipilih berdasarkan beberapa
pertimbangan, seperti:
a) kemampuan perangkat yang digunakan untuk menjalankan

program tersebut;
b) ketersediaan fitur yang dibutuhkan pada program pengedit video

tersebut;
c) program pengedit video tersebut mudah dipelajari; dan
d) program pengedit video tersebut dapat memproduksi video

sesuai dengan kebutuhan.

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, contoh program
komputer yang bisa digunakan untuk mengedit video adalah Camtasia,
Filmora, Adobe Premiere, dan Sony Vegas. Sementara contoh program
pengedit video di smartphone adalah Kinemaster, Filmora Go,
PowerDirector, dan VivaVideo. Cara penggunaan program tersebut
bisa Anda dalami secara mandiri melalui video tutorial yang ada di
situs web resminya atau di kanal Youtube penulis.

C. Teknik Merekam Video dengan Bandicam

Bandicam adalah program perekam video yang bisa digunakan
pada komputer atau laptop dengan spesifikasi rendah untuk merekam
layar komputer, permainan, kamera komputer, atau kamera apapun
yang terhubung dengan perangkat komputer. Syarat minimal sistem
untuk bisa menjalankan program Bandicam adalah sebagai berikut.
1. Sistem operasi: Windows XP(SP3)/Vista/7/8/10 (32-bit atau 64-

bit)
2. Prosesor: Intel Pentium 4 1.3 GHz or AMD Athlon XP 1500+
3. RAM: 512 MB atau yang lebih tinggi
4. Ruang penyimpanan: 1 GB
5. Resolusi layar: 800 x 600 16bit Color


173Teknik Membuat Video Pembelajaran

Program Bandicam versi gratis dan berbayar bisa Anda unduh
di situs web resminya. Cara mengunduh program Bandicam adalah
kunjungi situs web resmi Bandicam di https://www.bandicam.com, lalu
klik tombol Gratis Unduh. Tampilan halaman situs webnya adalah
sebagai berikut.

Sumber: Batubara, 2021

Gambar 6.7 Tampilan halaman situs web Bandicam

1. Instalasi Bandicam

Cara menginstal program Bandicam pada komputer adalah:
(1) klik file aplikasi Bandicam yang telah diunduh (biasanya bernama
bdcamsetup), (2) pilih bahasa, lalu klik tombol OK, (3) klik tombol
Next, (4) setelah membaca Persetujuan Lisensi, klik tombol I Agree,
(5) klik tombol Next, (6) klik tombol Instal, dan (7) klik tombol Finish.
Perhatikan Gambar 6.8 berikut.


174 Media Pembelajaran Digital

Sumber: Batubara, 2021

Gambar 6.8 Teknik instalasi Bandicam

Setelah selesai menginstal program Bandicam maka akan tampil
jendela Bandicam sebagai berikut.

Sumber: Batubara, 2021

Gambar 6.9 Tampilan program Bandicam setelah berhasil diinstal

Sesuai dengan Gambar 6.9 di atas, jendela Bandicam terdiri
dari beberapa halaman, yaitu: halaman Home berisi daftar menu
utama seperti menu Get Started (fitur utama), Videos (daftar hasil
rekaman), dan Images (daftar hasil screenshot); halaman General berisi
pengaturan umum seperti menu Output folder (folder penyimpan hasil
rekaman), menu Advanced (pengatur bahasa dan jendela Bandicam);


175Teknik Membuat Video Pembelajaran

halaman FPS berisi menu pengaturan batas jumlah frame per detik
(fps), halaman Video berisi pengaturan rekaman, halaman Image berisi
halaman pengaturan screenshot gambar, dan halaman About berisi
informasi tentang program dan status lisensinya.

2. Perekaman dengan Kamera Komputer

Program Bandicam dapat digunakan untuk merekam tampilan
kamera dan tampilan layar komputer. Cara merekam video menggunakan
kamera komputer atau kamera lain yang terhubung dengan komputer
adalah sebagai berikut.

Sesuai dengan tampilan jendela program Bandicam, (1) klik
menu ikon Kamera HDMI untuk menyalakan kamera, (2) lalu klik ikon
Pengaturan untuk membuka jendela Device selection, (3) kemudian
pada jendela Device selection, klik kolom menu Device untuk memilih
perangkat kamera yang tersedia, lalu klik kolom Format untuk mengatur
ukuran video, (4) lalu Anda bisa mencentang menu Use custom audio
untuk memilih jenis audio lain yang tersedia, (5) mencentang kotak
menu Flip screen untuk membalik rotasi gambar video, dan klik
tombol OK untuk menyimpan hasil pengaturan. (6) Setelah itu, Anda
bisa memulai proses perekaman dengan mengklik tombol REC dan
mengakhiri proses perekaman dengan mengklik tombol Stop.


176 Media Pembelajaran Digital

Hasil rekaman video akan otomatis tersimpan di folder Bandicam.
Cara untuk membuka folder penyimpanan hasil rekaman adalah: (1)
klik menu General, (2) lalu klik tombol Open. Selain itu, Anda juga
bisa mengubah folder tempat penyimpanan hasil rekaman dengan
mengklik tombol titik tiga yang di sebelah tombol Open, lalu pilih
sebuah folder dari jendela komputer. Perhatikan gambar berikut.

3. Perekaman Aktivitas Layar Komputer
Disertai dengan Kamera Pengajar, Kursor
Tetikus, Logo, dan Teks

Selain merekam kamera, program Bandicam juga mampu merekam
aktivitas layar komputer dengan disertai kursor, teks, logo, dan kamera
komputer sehingga wajah pengajar bisa ditampilkan bersamaan dengan
aktivitas layar komputer. Cara melakukan pengaturan elemen video
adalah sebagai berikut.
• Pada jendela Bandicam, (1) klik menu Video untuk mengatur video

rekaman. Misalnya (2) gunakan kolom menu Record/Stop Hotkey
untuk mengatur tombol kunci untuk memulai dan menghentikan
proses perekaman. Cara mengubahnya adalah: klik isi kolomnya
lalu tekan tombol papan ketik tertentu, misalnya: Ctrl+Shift+Z.
(3) Selanjutnya, Anda perlu mengklik tombol Settings untuk
membuka jendela Recording settings (pengaturan rekaman).


177Teknik Membuat Video Pembelajaran


• Pada jendela Recording settings, (1) klik menu Sound untuk

mengatur mikrofon, (2) lalu centang menu Record sound untuk
mengaktifkan perekaman audio, (3) pada menu Primary sound
device, pilih nama mikrofon yang akan digunakan dalam proses
perekaman dan atur volume mikrofon sesuai kebutuhan atau
100% agar suara hasil rekaman terdengar nyaring. Setelah itu,
Anda bisa mengklik menu yang lain untuk melanjutkan pengaturan
yang lain.


178 Media Pembelajaran Digital

• Selanjutnya, (1) klik menu Webcam untuk mengatur penampilan
kamera laptop di dalam rekaman layar komputer, (2) lalu centang
kotak menu Add webcam overlay to video untuk mengaktifkan
perekaman kamera komputer. Di samping itu, Anda juga dapat
mencentang menu Save webcam video as separate file (MP4)
agar hasil rekaman kamera dan layar komputer disimpan secara
terpisah, (3) kemudian centang kotak menu Preview webcam
on screen untuk menampilkan pratinjau webcam pada saat
proses rekaman berlangsung, dan (4) klik menu Advanced untuk
membuka jendela pengaturan webcam.


• Pada jendela pengaturan webcam, (5) klik menu Webcam untuk

memilih perangkat kamera yang akan digunakan, lalu atur
formatnya ke format HD, (6) kemudian gunakan menu Overlay
size untuk mengatur ukuran dan posisi kamera di layar komputer,
(7) lalu klik menu Flip screen untuk membalik tampilan kamera,
dan (8) centang kotak menu Use chroma key, untuk menghapus
atau membuat warna tertentu menjadi transparan. Misalnya klik
tombol Select untuk memilih warnanya, lalu gulirkan pengatur
Similarity untuk mengatur tingkat penghapusan warna, dan klik
tombol OK.


179Teknik Membuat Video Pembelajaran


• Selanjutnya, (1) klik menu Mouse untuk mengatur penampilan

kursor tetikus. Cara mengaturnya dengan (2) centang kotak menu
Show mouse cursor untuk menampilkan kursor dalam proses
perekaman, (3) centang kotak menu Add mouse click effect
untuk menambahkan efek warna pada kursor, dan (5) centang
kotak menu Left click atau Right click untuk menampilkan suara
klik saat tetikus diklik kiri atau klik kanan.


180 Media Pembelajaran Digital

• Selanjutnya, (1) klik menu Logo untuk menambahkan logo (gambar)
pada video rekaman. Cara mengaturnya dengan (2) centang
kotak menu Add logo overlay to video untuk mengaktifkan
penambahan logo ke dalam rekaman, lalu (3) klik tombol titik
tiga Image untuk memilih file logo yang akan digunakan dan
ukuran file logo sebaiknya maksimal 100 piksel. Selanjutnya,
(4) gunakan menu Opacity untuk mengatur transparansi logo,
(5) menu Position untuk mengatur posisi logo, (6) menu Margin
untuk mengatur jarak logo dari tepi kiri, kanan, atas, dan bawah.





• Selanjutnya, (1) klik menu Text untuk menambahkan teks pada
layar video rekaman. Cara mengaturnya dengan (2) centang kotak
menu Add text overlay to video untuk mengaktifkan penambahan
teks, lalu (3) klik tombol Add untuk menambahkan teks baru
pada layar video dengan ukuran dan posisi yang sesuai dengan
kebutuhan. Posisi teks dan logo harus diatur sedemikian rupa
agar keduanya tidak saling menutupi. Setelah selesai melakukan
pengaturan, klik tombol OK.


181Teknik Membuat Video Pembelajaran


• Setelah selesai melakukan pengaturan, Anda bisa memulai proses

perekaman dengan cara: (1) klik ikon Layar komputer, (2) lalu
pilih Fullscreen Display 1, dan (3) mulai proses perekaman
dengan mengklik tombol REC. Perhatikan gambar berikut.


Setelah selesai melakukan perekaman, Anda bisa menghentikan

proses perekaman dengan mengklik tombol kunci. Misalnya F11
atau sesuai dengan yang Anda tetapkan sebelumnya. Hasil rekaman
biasanya akan tersimpan di dalam folder Bandicam yang terletak
di dokumen. Anda bisa membuka folder tempat penyimpanan hasil
rekaman dengan cara klik menu General, lalu klik tombol Open.


182 Media Pembelajaran Digital

Hasil rekaman video tersebut perlu dipratinjau terlebih dahulu
sebelum didistribusikan kepada siswa. Jika pada hasil rekaman video
tersebut ada bagian gambar atau suara yang perlu dihapus, Anda
dapat menghapus bagian tersebut menggunakan program penyunting/
pengedit video. Salah satu program gratis yang mudah digunakan
untuk memotong video dan mengubah format video adalah program
Format Factory. Anda dapat mengunduh program tersebut di situs
web resminya: http://www.pcfreetime.com.

D. Teknik Merekam dan Menyunting Video
dengan Camtasia

Camtasia adalah program perekam layar sekaligus pengedit
video. Fitur Camtasia cukup lengkap dan tampilannya juga sederhana
sehingga bisa dipelajari dengan cepat untuk menghasilkan video
pembelajaran yang berkualitas tinggi. Program Camtasia bisa Anda beli
atau unduh versi percobaannya pada situs web resminya di: https://
www.techsmith.com/video-editor.html. Syarat sistem komputer agar
mampu menjalankan program Camtasia 9 adalah sebagai berikut.
1. Sistem operasi komputer: Microsoft Windows 10 (64-bit) atau

macOS 10.13
2. Processor: Intel® Core™ i3 atau AMD® Ryzen™ 3. Lebih

direkomendasikan menggunakan Core i5
3. RAM: 8GB atau lebih besar dari itu
4. GPU: NVIDIA GeForce 10 Series or lebih tinggi
5. Ruang Hard disk: tersedia 4GB
6. Layar: 1366x768, 1920x1080, atau lebih besar
7. Mikrofon: mikrofon internal atau eksternal


183Teknik Membuat Video Pembelajaran

Cara merekam video dengan program Camtasia bisa dilakukan
melalui jendela perekam Camtasia atau melalui plugin Camtasia
yang terpasang pada program PowerPoint. Contoh cara merekam
slide PowerPoint dan kamera webcam dengan plugin Camtasia yang
terpasang pada program PowerPoint adalah sebagai berikut.

Sumber: Batubara, 2021

Gambar 6.10 Teknik perekaman slide PowerPoint dengan Camtasia

Sesuai dengan petunjuk pada gambar di atas, (1) klik tab Add-
ins, (2) klik ikon Kamera untuk menyalakan kamera yang terpasang
pada komputer, (3) klik ikon Mikrofon untuk menyalakan mikrofon, (4)
klik tombol Record untuk memulai merekam, (5) maksimalkan volume
mikrofon, lalu klik tombol Click to begin recording untuk memulai
proses perekaman. Setelah selesai merekam slide presentasi, Anda
dapat menghentikan proses perekaman dengan mengklik tombol ESC
pada papan ketik, (6) lalu jika muncul jendela konfirmasi, silakan klik
tombol Stop recording, maka aplikasi Camtasia akan menampilkan
hasil rekaman pada jendela Editing video. Contoh cara merekam
layar dan kamera komputer dengan fitur perekam Camtasia adalah
sebagai berikut.


184 Media Pembelajaran Digital

Sumber: Batubara, 2021

Gambar 6.11 Teknik perekaman layar dengan Camtasia

Sesuai dengan gambar di atas, (1) klik dobel pada ikon Camtasia
di desktop, (2) lalu klik tombol New Recording, kemudian pada panel
baru, (3) klik menu Full screen untuk merekam seluruh layar atau
klik menu Custom dan seret layar komputer untuk merekam sebagian
layar terpilih, (4) klik menu Camera on/off untuk menyalakan dan
mematikan kamera komputer (webcam), (5) klik menu Audio on/
off untuk menyalakan dan mematikan perekaman mikrofon, (6) atur
volume mikrofon menjadi maksimal, dan (7) tekan tombol merah rec
untuk mulai merekam. Setelah selesai perekaman, tekan tombol F10
di papan ketik untuk menghentikan proses perekaman, lalu edit file
hasil rekamannya pada jendela Editing Camtasia. Contoh penggunaan
Camtasia 2018 untuk pengeditan video pembelajaran sebagai berikut.

1. Mengimpor Media dari Komputer

Jenis media yang dapat diimpor ke program Camtasia adalah
video, foto, audio, PowerPoint, dan file hasil rekaman Camtasia. Cara
mengimpornya dengan (1) klik menu Media, (2) kemudian klik kanan
di area Media Bin, lalu pilih Import media, (3) kemudian pilih file
dari jendela komputer, (4) lalu klik Open.


185Teknik Membuat Video Pembelajaran

2. Memasukkan Media ke Timeline

Caranya: (1) tempatkan Playhead di waktu yang diharapkan
media tersebut akan tampil, (2) lalu klik menu Media, (3) dan klik
menu Add to Timeline at Playhead. Selanjutnya atur ukuran video
pada canvas dengan menyeret gambar video tersebut.


186 Media Pembelajaran Digital

3. Mengatur Video pada Canvas

Caranya: (1) klik ikon Panah agar kursor dapat digunakan untuk
menggeser dan memperbesar tampilan video atau gambar di canvas,
(2) klik ikon Crop agar kursor dapat digunakan untuk memotong
bagian video/gambar, (3) gunakan menu Zoom untuk memperbesar
dan memperkecil tampilan video di canvas.



Selanjutnya, klik kanan video/gambar, (4) lalu klik Scale to fit
untuk membuat ukuran tampilan video sama dengan ukuran canvas,
(5) klik menu Arrange untuk mengurutkan susunan objek di canvas,
(6) klik menu Add Visual affect untuk mengatur tampilan visual video,
seperti warnanya, menghapus latarnya, dsb, (7) klik menu Project
settings untuk mengatur atribut proyek yang sedang dikerjakan, (8)
Canvas dimensions berarti ukuran canvas, (9) Color berarti warna
latar, (10) Frame Rate berarti jumlah frame yang ditampilkan dalam
setiap detik, (11) Apply berarti menerapkan pengaturan.


187Teknik Membuat Video Pembelajaran

4. Menambahkan Teks atau Simbol Panah

Caranya: (1) klik menu Annotation, (2) lalu klik menu Callouts,
(3) kemudian seret salah satu jenis teks ke timeline, (4) lalu atur waktu
tampil teks dengan menggeser teks yang di timeline atau menyeret
bagian awal/akhirnya, (5) dobel klik teks di timeline, lalu dobel klik
teks di layar untuk mengeditnya, dan gunakan menu Properties untuk
mengatur format teks. Lakukan hal yang sama untuk menambahkan
simbol panah.



5. Menambahkan Efek Zoom

Perhatikan gambar berikut dan ikuti langkah-langkah memberikan
efek zoom.


188 Media Pembelajaran Digital

Caranya: (1) tempatkan Playhead pada waktu gambar akan
ingin diperbesar, (2) klik menu Animations, (3) seret sudut kotak
untuk memilih bagian gambar yang akan disorot, dan (4) uji coba
animasinya dengan menjalankan playhead timeline.

6. Menambahkan Behaviors (Animasi Saat
Masuk, Tetap, dan Keluar)

Caranya: (1) klik menu Behaviours; (2) lalu seret salah satu
jenis Behaviors ke media teks dan Anda juga dapat menerapkan
efek behaviors pada media visual lain (seperti: gambar/video); (3)
kemudian gunakan area Properties untuk mengatur tampilannya saat
masuk (In), tetap (During), dan keluar (Out), (4) lalu klik panah ( )
teks untuk melihat efek di dalam teks, dan Anda dapat menghapus
efek dengan mengklik kanan nama efek tersebut, lalu klik Delete.


189Teknik Membuat Video Pembelajaran

7. Memisahkan Audio dari Video

Caranya: klik kanan media video, lalu pilih Separate Audio and
Video, maka file audio akan muncul di track/jalur timeline yang baru.




8. Memotong Audio, Video, Gambar, atau Teks

Caranya: (1) klik media sambil menahan tombol Shift pada
papan ketik untuk menyeleksi media, (2) lalu arahkan Playhead pada
durasi waktu pemotongan, (3) dan klik tombol Split, (4) maka media
akan terpotong/terbagi dua.


190 Media Pembelajaran Digital

9. Menambahkan Transisi di antara Potongan
Gambar

Caranya: (1) klik menu Transitions, (2) seret salah satu transisi
ke bagian awal atau ke bagian potongan antara media.




10. Mengedit Volume Audio

Caranya: (1) klik file audio, lalu tarik garis audio ke atas untuk
menaikkan volume audio dan tarik garis ke bawah untuk menurunkan
volume, (2) kemudian klik kanan garis audio, lalu pilih Add Audio
Point untuk menambahkan titik audio, lalu tarik titik audio untuk
membuat gelombang volume. Selain itu, Anda juga dapat mengedit
audio dengan cara: (3) klik menu Audio Effect, lalu seret salah satu
efek ke atas track audio. Misalnya: Noise Removal untuk menghapus
suara bising, Volume Leveling untuk mengatur tingkat volume, Fade
In dan Fade Out untuk mengatur gelombang audio.


191Teknik Membuat Video Pembelajaran



11. Mengubah Kecepatan Gerakan Gambar
dan Suara Video (Clip Speed)

Perhatikan gambar berikut dan ikuti langkah-langkah mengubah
kecepatan gerak gambar.


Click to View FlipBook Version