92 Media Pembelajaran Digital
d. Tempatkan kertas yang akan dipindai di atas kaca datar pemindai
atau di pintu masuknya kertas.
e. Buka software Windows Fax and Scan pada sistem operasi
komputer, lalu atur ukuran resolusi gambar ke 300 dpi, dan
klik tombol Scan (pindai). Perhatikan gambar berikut.
3. Menggunakan Program Komputer
Ada banyak sekali jenis program komputer yang dapat digunakan
untuk membuat gambar digital. Di antaranya adalah: PowerPoint,
iMindMap, Corel Draw, Photoshop, Paint, Medibang Paint Pro, dan
AutoDraw. Semua program tersebut dapat Anda gunakan untuk
menghasilkan sebuah gambar yang menarik.
Sumber: https://www.thearchitectsguide.com
Gambar 3.2 Teknik menggambar menggunakan program komputer
93Teknik Membuat dan Mengolah Gambar Digital
Adapun beberapa situs web yang menyediakan berbagai contoh
gambar digital adalah sebagai berikut.
• Google Gambar (https://www.google.co.id),
• CleanPNG (https://www.cleanpng.com),
• Pics4Learning (https://www.pics4learning.com),
• FreeImages (https://www.freeimages.com),
• Freepik (https://www.freepik.com),
• Pexels (https://www.pexels.com), dan
• Stocksnap.io (http://stocksnap.io).
Hal utama yang harus diperhatikan saat mengunduh gambar
dari internet adalah kualitas visual dari gambar tersebut dan lisensi
penggunaan gambar tersebut untuk media pembelajaran. Oleh karena
itu, cara aman dalam mengutip gambar adalah dengan mencantumkan
sumber gambar tersebut.
B. Prinsip-Prinsip Perancangan Gambar
Digital
Sebuah gambar digital terkadang tidak hanya mengandung
tiruan sebuah objek saja. Akan tetapi, gambar digital tertentu sering
mengombinasikan antara unsur visual dan unsur teks. Menurut
Smaldino, ada delapan aspek yang harus diperhatikan pada sebuah
gambar digital yaitu sebagai berikut.
1. Tata Letak
Tata letak unsur-unsur visual harus diatur dengan baik agar
gambar tersebut mudah dimengerti. Hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam mengatur tata letak unsur-unsur visual adalah sebagai berikut.
94 Media Pembelajaran Digital
a. Meratakan unsur-unsur visual pada garis horizontal ataupun
vertikal agar siswa memandang unsur-unsur tersebut sebagai
satu kesatuan.
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 3.3 Gambar diratakan selaras dengan garis vertikal dan horizontal
b. Menyatukan unsur-unsur visual dalam sebuah bentuk umum
dan sesuai dengan ritme mata siswa, seperti bentuk lingkaran,
persegi, ataupun segitiga.
Telur katak
Katak Kecebong
dewasa tanpa kaki
Katak muda Kecebong
dengan
kaki
Sumber: https://www.materi.carageo.com
Gambar 3.4 Gambar disusun dalam pola lingkaran
c. Mendekatkan unsur-unsur yang saling berkaitan dan memisahkan
unsur-unsur yang tidak berkaitan.
95Teknik Membuat dan Mengolah Gambar Digital
Sumber: republika.co.id
Gambar 3.5 Gambar gejala dan Pencegahan dipisah oleh judul dan baris
d. Mengarahkan perhatian pemirsa dengan tanda-tanda visual,
seperti tanda panah, penebalan huruf, dan penekanan warna.
e. Kontras yang baik antara unsur visual dengan latar belakangnya,
misalnya warna terang ditimpa dengan warna gelap atau
sebaliknya.
f. Konsistensi dalam penyusunan unsur-unsur visual agar siswa
cepat dalam memahaminya, misalnya Anda konsisten dalam
meletakkan judul di atas halaman atau memberikannya warna
biru.
2. Keseimbangan
Keseimbangan psikologis dapat dicapai ketika unsur-unsur visual
dalam sebuah tampilan media visual tersebar secara merata pada tiap
sisi sumbu, baik itu simetris ataupun asimetris. Unsur-unsur visual
yang tidak merata atau menumpuk pada satu sisinya akan memiliki
tampilan yang kurang baik.
96 Media Pembelajaran Digital
Keseimbangan formal Keseimbangan informal Tidak seimbang
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 3.6 Analogi skala keseimbangan
3. Warna
Pemilihan skema warna dalam elemen media visual sebaiknya
memperhatikan hubungan warna, makna warna, dan kekontrasan
warna tersebut dengan warna latar belakang. Hubungan antara warna
pada media visual dapat dipahami berdasarkan roda warna berikut.
Kuning
Kuning-Hijau Kuning-Jingga
Hijau Jingga
Biru-Hijau Merah-Jingga
Biru Merah
Biru-Ungu Merah-Ungu
Ungu Sumber: http://aduefi.com
Gambar 3.7 Roda warna menunjukkan hubungan warna
Berdasarkan roda warna tersebut, Anda dapat memahami
hubungan warna dan tingkat kekontrasan warna yang satu dengan
warna yang lainnya. Peter dan Wilson dalam Smaldino dkk telah
memberikan empat saran mengenai penggunaan warna, yaitu:
97Teknik Membuat dan Mengolah Gambar Digital
a. konsistenlah dengan pilihan warna umum di seluruh material,
misalnya: konsisten menggunakan warna ungu sebagai bingkai;
b. gunakan warna yang sangat jenuh (warna primer/kuat) untuk
material yang ditujukan untuk anak-anak kecil;
c. perhatikan makna-makna warna yang dipilih, misalnya: merah
dan kuning bermakna hangat, hijau, dan biru bermakna sejuk,
merah artinya berhenti, dan hijau artinya jalan;
d. perhatikan keterkaitan antara latar belakang siswa dengan warna
yang digunakan.
Selain saran tersebut, Anda juga perlu memperhatikan warna
latar belakang dalam menentukan warna gambar dan teks yang akan
diletakkan di atasnya. Anda dapat menggunakan tabel berikut sebagai
pedoman dalam mengatur warna visual slide PowerPoint.
Tabel 3.1 Kombinasi efektif warna latar dan gambar pada slide PowerPoint
Latar Belakang Gambar dan Teks Bagian Depan Penegasan
Putih Biru tua Merah, jingga
Abu-abu muda Biru, hijau, hitam Merah
Biru Kuning muda, putih Kuning, merah
Biru muda Biru tua, hijau tua Merah-jingga
Kuning muda Violet, cokelat Merah
Terbaca Terbaca Terbaca Terbaca Terbaca
Sumber: Joody Losmore dalam Smaldino dkk, 2012:84
4. Kemudahterbacaan
Sebuah media visual dapat dipahami ketika teks dan gambar
yang ada di dalam media visual tersebut dapat dilihat oleh seluruh
siswa. Oleh karena itu, pengajar harus memastikan bahwa media yang
digunakannya dapat dibaca oleh siswa yang berada di posisi terjauh
sebelum ia menggunakan di dalam proses pembelajaran. Jika ada
unsur media yang kurang terbaca, guru dapat memperbaikinya dengan
memperbesar ukurannya atau memperbaiki warnanya.
98 Media Pembelajaran Digital
5. Unsur-Unsur Teks
Selain unsur-unsur visual, media visual juga terkadang menampilkan
informasi yang berbentuk tekstual. Misalnya pada slide presentasi dan
poster. Oleh karena itu, pengajar harus cermat dalam menentukan
gaya, ukuran, spasi, warna, dan cetakan huruf agar pesan yang
disampaikan melalui teks tersebut nyaman dibaca.
Smaldino telah memberikan beberapa saran tentang penggunaan
huruf dalam media visual, yaitu sebagai berikut.
a. Gaya huruf untuk menyampaikan pesan pembelajaran sebaiknya
menggunakan gaya huruf yang polos dan tidak banyak hiasan,
seperti: Sans serif, Arial, dan Times New Roman. Di samping
itu, penggunaan gaya huruf pada media yang diproyeksikan
(misal slide PowerPoint) sebaiknya tidak lebih dari dua jenis
gaya huruf.
b. Ukuran huruf di dalam media visual harus disesuaikan dengan
cara penggunaannya agar teks tersebut dapat terbaca dengan
baik oleh siswa. Misalnya, ukuran huruf di dalam media poster
biasanya yang lebih besar dibandingkan dengan buku teks.
c. Spasi antara huruf dan antara baris di dalam komputer biasanya
telah terstandardisasi. Akan tetapi, ketika Anda menulis teks
menggunakan alat tulis maka Anda perlu memperhatikan kerataan
dan kemudahterbacaan huruf-huruf yang Anda tulis.
d. Warna huruf harus dibuat kontras dengan warna latar belakang
agar mudah terbaca dan untuk menekankan perhatian siswa
pada kalimat tertentu.
e. Utamakan menggunakan huruf kecil dan gunakan huruf besar
sewajarnya saja untuk memudahkan siswa dalam membaca teks
tersebut.
99Teknik Membuat dan Mengolah Gambar Digital
6. Unsur-Unsur Daya Tarik
Media visual akan memberikan pengaruh terhadap diri siswa
ketika media visual tersebut dapat menarik dan mempertahankan
perhatian para siswa. Oleh karena itu, pengajar harus mengidentifikasi
bagaimana tekstur dan susunan gambar yang disukai oleh siswa dan
bagaimana cara melibatkan siswa dalam menggunakan media visual
tersebut.
Menurut Smaldino, unsur-unsur daya tarik pada sebuah media
visual antara lain dapat dilihat dari aspek kejutannya yang dapat
menarik perhatian siswa, kesesuaian teksturnya dengan minat siswa,
dan aspek kemampuan media visual tersebut dalam meningkatkan
interaksi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Contoh
media visual yang dapat menarik dan melibatkan siswa dalam proses
pembelajaran adalah sebagai berikut.
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 3.8 Menggalakkan interaksi siswa dengan media visual
Dengan papan tempel Gambar 3.8, pengajar dapat mengajak
siswa melakukan sebuah permainan. Misalnya, setiap siswa secara
bergiliran diminta untuk mengambil sebuah gambar ikan dari dalam
keranjang, kemudian pengajar menugaskan siswa untuk menuliskan
sebuah nama hewan yang memiliki karakter tertentu pada ikan
tersebut, lalu menempelkannya di atas papan tempel. Setelah itu,
setiap siswa diminta untuk menceritakan apa saja yang diketahuinya
dari contoh hewan yang ditulisnya.
100 Media Pembelajaran Digital
Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa media visual
yang baik harus memenuhi unsur visual, unsur teks, dan unsur daya
tarik (Smaldino et al., 2012:91). Oleh karena itu, pengajar harus terlebih
dahulu mengevaluasi media visual yang ada sebelum menggunakannya
dalam pembelajaran.
C. Cara Cepat Menghapus Latar Belakang
Gambar
Ada beberapa alasan yang mendorong seseorang untuk menghapus
latar belakang gambar. Di antaranya adalah untuk: 1) menghilangkan
bagian gambar yang tidak diperlukan, 2) mengganti latar belakang
gambar asli dengan gambar lain, dan 3) untuk menyatukan beberapa
gambar dalam satu latar belakang yang sama.
Di antara beberapa program yang populer digunakan untuk
menghapus latar belakang gambar adalah: program Photoshop,
CorelDRAW, dan program PowerPoint versi terbaru. Namun, jika
Anda tidak memiliki salah satu program tersebut, Anda masih dapat
dengan mudah menghapus latar belakang gambar menggunakan situs
web https://www.remove.bg.
Cara menghapus latar belakang gambar dengan situs web
remove.bg adalah: (1) klik tombol Upload image, (2) kemudian pilih
file gambar yang akan dihilangkan latar belakangnya dari jendela
komputer, lalu tunggu proses unggahnya beberapa saat, (3) kemudian
akan tampil hasil gambar yang telah hilang latar belakangnya dan
Anda bisa melakukan pengeditan manual dengan mengklik tombol
Edit, (4) kemudian klik Unduh untuk mengunduh gambar. Perhatikan
gambar berikut.
101Teknik Membuat dan Mengolah Gambar Digital
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 3.9 Jendela situs web remove.bg
D. Teknik Memanipulasi Warna Gambar
dengan PowerPoint
Selain untuk merancang slide presentasi, Microsoft PowerPoint
juga memiliki sejumlah peralatan yang bisa digunakan untuk merancang
sebuah gambar atau meningkatkan kualitas grafis gambar. Misalnya,
fitur Shape bisa digunakan untuk membuat beragam bentuk, dan tab
format Picture Tools memiliki sejumlah menu yang bisa digunakan
untuk meningkatkan kualitas tampilan gambar.
Cara mengolah tampilan gambar digital dengan program
Powerpoint adalah: klik gambar untuk memilih gambar yang akan
diedit, lalu klik tab Format yang berada di bawah menu Picture
Tools. Perhatikan gambar berikut.
102 Media Pembelajaran Digital
Sesuai dengan gambar halaman muka program PowerPoint di
atas, fungsi dari menu-menu yang disertai dengan nomor adalah
sebagai berikut.
1. Remove Background berfungsi untuk menghilangkan latar gambar. Cara
penggunaannya adalah: klik gambar, lalu klik Remove Background, kemudian
klik Mark areas to keep untuk menandai bagian gambar yang ingin
dipertahankan, lalu klik Mark areas to remove untuk menandai bagian
latar gambar yang ingin dihilangkan, dan klik menu Keep changes untuk
menyimpan perubahan.
103Teknik Membuat dan Mengolah Gambar Digital
2. Correction berfungsi untuk mengatur
tingkat kecerahan, kontras, dan
ketajaman warna gambar.
3. Color berfungsi untuk menerapkan
efek warna tertentu pada gambar.
4. Artistic Effect berfungsi untuk
menerapkan efek artistik pada gambar,
seperti efek kabur (blur), kulit kartun,
dan lainnya.
5. Reset Picture berfungsi untuk
mengembalikan format gambar ke
aslinya.
6. Picture Styles berfungsi untuk
menerapkan pilihan style pada
gambar.
7. Picture Border berfungsi untuk
menambahkan atau menghilangkan
border/bingkai pada gambar.
8. Picture Effects berfungsi untuk
menerapkan efek bayangan,
pencerminan, sinar, timbul, dan 3D
rotation pada gambar.
9. Picture Layout berfungsi untuk
menerapkan efek layout SmartArt
pada gambar.
10. Bring Forward berfungsi untuk
memindahkan gambar ke depan
sehingga menimpa gambar lain dan
Bring Backward untuk membawa
gambar ke belakang sehingga ditimpa
gambar lain.
104 Media Pembelajaran Digital
11. Selection Pane berfungsi untuk
menampilkan panel Selection. Panel
Selection sangat berguna sekali untuk
mengetahui nama-nama dan urutan
dari objek-objek yang terdapat pada
slide.
12. Align berfungsi untuk memindahkan gambar ke posisi tertentu
berdasarkan slide atau objek yang dipilih.
13. Rotate berfungsi untuk mengubah rotasi gambar ke arah kanan, kiri,
horizontal, ataupun vertikal.
14. Crop berfungsi untuk memotong
gambar.
15. Height berfungsi untuk mengatur
ukuran ketinggian gambar dan Width
untuk mengatur lebar gambar.
105Teknik Membuat dan Mengolah Gambar Digital
Setelah Anda selesai mengedit atau memanipulasi warna gambar,
Anda dapat menyimpan hasil editan tersebut dengan cara: klik kanan
tetikus pada gambar, lalu pilih menu Save as Picture…, lalu tentukan
nama file dan folder penyimpanannya, dan klik tombol Save.
E. Teknik Membuat Grafik
Grafik adalah suatu gambar yang menyajikan informasi data tabel
sehingga lebih mudah dipahami. Sebuah diagram dapat menunjukkan
hubungan, perbandingan, perkembangan, klasifikasi, dan struktur suatu
organisasi. Contoh penggunaan diagram antara lain sering ditemukan
pada diagram statistik pengunjung perpustakaan setiap bulannya,
diagram perbandingan jumlah siswa antara kelas, dan presentasi
siswa kelas satu dibandingkan jumlah seluruh siswa di suatu sekolah
(Mulyati, 2016:16).
Grafik terdiri dari beberapa jenis dan fungsi yang berbeda. Oleh
karena itu, Anda harus memilih grafik yang tepat untuk menjelaskan
jenis data tertentu. Jenis-jenis dan fungsi grafik adalah sebagai berikut.
1. Grafik batang (Column) adalah grafik yang cocok digunakan
untuk menjelaskan data yang membandingkan sejumlah item.
Misalnya, perbandingan kelas yang paling sering berkunjung
perpustakaan.
Siswa Kelas III Paling Banyak Berkunjung
ke Perpustakaan
2000 1400 1610 1585 1350 1252
1000 50
0
Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV Kelas V Kelas IV
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 3.10 Grafik batang
106 Media Pembelajaran Digital
2. Grafik garis (Line) adalah grafik yang cocok digunakan untuk
menjelaskan tren perubahan dari waktu ke waktu. Misalnya,
jumlah siswa yang masuk pada setiap tahun.
Jumlah Siswa Masuk 5 Tahun Terakhir
150 102 120 110
100 105
Data
50 72 Siswa
0 2012 2013 2014 2015 2016
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 3.11 Grafik baris
3. Grafik kue (Pie) adalah grafik yang cocok untuk menjelaskan
proporsi atau presentasi suatu bagian data terhadap jumlah
keseluruhan data. Misalnya, presentasi koleksi Perpustakaan
Sekolah berdasarkan jenis-jenisnya.
Koleksi Perpustakaan Sekolah
Ensiklopedia
9%
Majalah
10%
Buku cerita Buku
23% pelajaran
58%
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 3.12 Grafik kue
4. Grafik bertumpuk (Bar) adalah grafik yang cocok digunakan
untuk menjelaskan perbandingan suatu bagian-bagian.
5. Grafik wilayah (area) memiliki fungsi yang sama dengan grafik
garis yaitu cocok digunakan untuk menjelaskan tren perubahan
dari waktu ke waktu.
6. Grafik XY (Scatter) adalah grafik yang cocok digunakan untuk
menyajikan banyak angka dalam suatu (kolom) dan series (row).
Grafik ini sering digunakan untuk menyajikan data hasil penelitian.
107Teknik Membuat dan Mengolah Gambar Digital
7. Grafik gelembung (Bubble) adalah grafik yang menjelaskan
perbandingan data menggunakan ukuran gelembung dalam
sumbu X dan Y.
Sebuah grafik dapat dibuat dengan alat tulis dan juga program
komputer. Contoh program komputer yang dapat digunakan untuk
membuat diagram adalah fitur chart yang terdapat pada program
Microsoft Word/PowerPoint/Excel. Di samping itu, Anda juga bisa
membuat bagan secara daring melalui situs web Canva.com.
Cara membuat grafik menggunakan fitur chart yang tersedia pada
Microsoft Word/PowerPoint/Excel adalah: klik tab Insert, kemudian klik
ikon Chart, maka akan muncul beberapa jenis grafik sebagai berikut.
Pada gambar tampilan Insert Chart pada PowerPoint di atas,
pilih salah satu jenis grafik yang sesuai dengan jenis data yang dimiliki
(contoh berikut menggunakan Column), lalu klik tombol OK. Maka
akan tampil sebuah grafik dan jendela datanya sebagai berikut.
108 Media Pembelajaran Digital
Pada gambar grafik batang di halaman sebelumnya, Anda dapat
masukkan data grafik dengan cara: seret (drag) titik yang terdapat di
pojok kanan bawah kolom data untuk menyesuaikan jumlah kolom
dan baris yang diperlukan, lalu ubah nama kategori dan seri sesuai
dengan nama data yang dimiliki, kemudian masukkan datanya pada
sel-sel yang berada di dalam garis biru, lalu klik tombol silang (X)
untuk menutup jendela data grafik.
Setelah selesai membuat grafik, Anda masih bisa mengubah
data dan tampilan diagram dengan cara: klik kanan tetikus pada
grafik, kemudian pilih menu Change chart type untuk menampilkan
jenis-jenis grafik, atau pilih Edit data untuk menampilkan jendela
data grafik. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan menu-menu
yang terdapat pada tab Chart Tools untuk mengatur tampilan grafik.
Tampilan menu-menu Chart Tools adalah sebagai berikut.
Pada gambar di atas, (1) Add Chart Element berfungsi untuk
menambah atau menghapus elemen-elemen grafik, (2) Quick Layout
untuk mengubah layout grafik, (3) Change colors untuk mengubah
warna grafik, (4) Chart Styles untuk memilih style grafik yang tersedia,
(5) Switch Row/Column untuk membalikkan susunan antara kolom
dengan baris, (6) Select Data untuk memilih data grafik, (7) Edit Data
untuk mengubah data, dan (8) Change Chart Type untuk mengubah
jenis grafik.
109Teknik Membuat dan Mengolah Gambar Digital
F. Teknik Membuat Mind Map
Mind map adalah salah satu jenis media visual organisasional yang
berfungsi untuk menjelaskan hubungan kualitatif di antara beberapa
gagasan. Keuntungan dari penggunaan mind map dalam pembelajaran
antara lain adalah: (1) warna, garis, dan ikon mind map bisa menarik
perhatian, (2) hubungan antara gagasan dapat dipahami dengan cepat,
dan (3) materi mudah diingat karena tampilannya sesuai dengan cara
kerja otak manusia. Contoh sebuah mind map adalah sebagai berikut.
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 3.13 Rancangan MindMap dengan iMindMap
Di antara program yang bisa digunakan untuk membuat mind
map adalah: PowerPoint, iMindMap, mindmeister.com (daring), Comica
(program android), dan lainnya. Contoh langkah-langkah penggunaan
program iMindMap versi 10 untuk membuat sebuah peta konsep
adalah sebagai berikut.
110 Media Pembelajaran Digital
1. Cara Menjalankan Program iMindMap 10
(1) Jalankan program iMindMap 10 yang telah terinstal di
laptop/PC.
(2) Klik kotak Mind map.
(3) Klik salah satu ikon yang ingin dijadikan sebagai ikon
pusat ide (central idea).
(4) Klik tombol Start.
2. Cara Mengubah Teks Pusat Ide
(1) Klik dobel di teks pusat ide/Central Idea.
(2) Kemudian hapus dan ubah teks yang berada di kolom
teks.
111Teknik Membuat dan Mengolah Gambar Digital
(3) Blok teks dan gunakan menu Format untuk mengubah
format teks dan klik tombol Shift+Enter untuk membagi
teks menjadi dua baris.
(4) Simpan dokumen dengan menekan tombol Ctrl+S.
3. Cara Menambahkan Cabang Ide
Caranya: arahkan kursor tetikus ke atas pusat ide, kemudian:
(1) Seret bulatan yang berwarna merah keluar untuk
menambahkan cabang batang.
(2) Seret bulatan yang berwarna kuning keluar untuk
menambahkan cabang kotak.
4. Cara Menempelkan Teks pada Cabang Ide
(1) Klik dobel di cabang batang, lalu ketik dan atur teksnya
sebagaimana mengatur teks pusat ide.
(2) Klik dobel di cabang kotak, lalu ketik dan atur teksnya
sebagaimana mengatur teks pusat ide.
112 Media Pembelajaran Digital
5. Cara Menempelkan Ilustrasi pada Cabang Ide
Klik salah satu cabang ide.
Klik tab Insert.
(1) Klik menu Image File untuk menempelkan file gambar
(2) yang ada di komputer ke cabang ide.
(3) Klik menu Icon Library untuk menempelkan ikon yang
tersedia di library imindmap.
(4) Atur ukuran gambar dengan seret pada sudut gambar.
(5)
6. Cara Mengubah Format Cabang Ide
113Teknik Membuat dan Mengolah Gambar Digital
Caranya klik garis cabang, lalu:
(1) Tarik ikon panah biru untuk mengubah posisi ujung garis.
(2) Klik ikon cabang ide merah untuk menambah anak cabang.
(3) Klik ikon kotak cabang ide untuk menambah anak cabang
(4) Klik menu Branch Colour untuk mengubah warna garis
cabang.
(5) Klik menu Branch art untuk mengubah tampilan garis
cabang.
(6) Klik ikon cabang kotak untuk mengubah warna garisnya.
(7) Klik ikon cabang kotak untuk mengubah warna kotaknya.
7. Cara Menyimpan Peta Pikiran dalam Bentuk
3D
(1) Klik tab Home.
(2) Klik menu 3D.
(3) Seret pusat kontrol 3D untuk mengatur rotasi 3D.
(4) Klik ikon Gerinda, lalu pilih menu Environment untuk
menambahkan latar gambar, dan pilih menu Export View
As image untuk menyimpan gambar dalam format 3D.
4BAB
TEKNIK MEMBUAT
KOMIK DIGITAL
A. Konsep Dasar Komik Digital
Komik secara bahasa berasal dari bahasa Belanda yaitu komiek,
artinya pelawak. Dalam bahasa Yunani, komik berasal dari kata
“komikos” atau “kosmos” yang berarti bersuka ria atau bercanda.
Dengan demikian, komik pada mulanya dikonotasikan dengan gambar-
gambar yang tidak proporsional sehingga tampak lucu bagi yang
melihatnya (Nurgiantoro, 2018:409).
Di berbagai negara, komik dikenal dengan beberapa istilah yang
berbeda, seperti: Comic (Inggris), Manga (Jepang), Bande Dessine
(Perancis), Manhwa (Korea), Manhua (Taiwan dan China), dan di
dalam sejarah Indonesia dikenal juga istilah Tjerjam (Tjerita bergambar)
(Maharsi, 2014:3–5).
Berikut pengertian komik menurut berbagai literatur.
• Media visual berbentuk kartun yang mengungkapkan karakter
dan memerankan suatu cerita melalui gambar dan dirancang
116 Media Pembelajaran Digital
untuk memberikan hiburan kepada para pembaca (Wicaksono,
Irmade, dan Jumanto, 2017:609–10).
• Susunan gambar-gambar tidak bergerak, balon dialog, keterangan
gambar, dan terdapat penokohan di dalam gambar sehingga
membentuk suatu jalinan cerita yang menarik (Muhammad
Yaumi, 2018:123).
• Urutan-urutan gambar yang ditata sesuai tujuan dan filosofi
pembuatnya hingga pesan cerita tersampaikan (Mardiantanto,
Purnamasari, dan Arifin, 2018).
• Kartun yang mengungkapkan satu karakter yang memerankan
satu cerita dengan gambar dalam urutan yang erat untuk
memberikan hiburan suatu pesan kepada pembacanya (Hidayah,
2017).
Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa komik
adalah media visual yang memiliki balon kata, menggunakan bahasa
yang santai, dan terdapat penokohan dalam ceritanya. Sementara
maksud komik digital di sini adalah komik yang mengandung muatan
materi pelajaran dan dipublikasikan secara digital sehingga komik
tersebut mudah disebarluaskan dan dapat diakses menggunakan
berbagai jenis perangkat digital.
Manfaat penggunaan komik digital sebagai media pembelajaran
adalah untuk: 1) menarik perhatian siswa, 2) meningkatkan minat
belajar siswa, 3) memperjelas materi dengan gambar dan narasi dialog,
4) mengurangi kebosanan pada proses pembelajaran, 5) menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan, dan 6) meningkatkan kualitas
proses pembelajaran (Kristanti dan Mursyidah, 2019:26; Nurhayati,
Aswar, dan Arifin, 2018:26; Pandanwangi, Kristin, dan Anugraheni,
2019:130; Suparmi, 2018:63).
117Teknik Membuat Komik Digital
B. Elemen-Elemen Komik Digital
Sebagaimana komik pada umumnya, komik digital juga dibentuk
oleh tujuh elemen, yaitu: panel, parit, ilustrasi gambar, penokohan,
balon kata, narasi, dan efek suara. Penjelasan dari beberapa elemen
komik adalah sebagai berikut.
1. Panel Sumber: Batubara, 2021
Panel adalah kolom yang mem Gambar 4.1 Panel
bingkai ilustrasi gambar dan teks pada
setiap adegan atau kejadian utama
sehingga rangkaian panel-panel tersebut
membentuk alur cerita komik (Maharsi,
2014). Bentuk panel di dalam sebuah
komik tidak hanya berbentuk kotak
persegi saja, melainkan dapat juga
berbentuk bangun datar yang lain.
Tepi panel ada yang memiliki
garis pembatas (panel tertutup) dan ada
juga yang tidak memiliki garis pembatas
(panel terbuka). Urutan panel harus
mengikuti arah baca orang yaitu dari
kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.
2. Parit Sumber: Batubara, 2021
Parit adalah ruang atau batas Gambar 4.2 Parit
di antara panel komik. Parit berfungsi
untuk menyatukan kotak panel yang
terpisah sehingga membentuk suatu
rangkaian cerita yang menarik dan
imajinatif. Pemilihan bentuk parit juga
118 Media Pembelajaran Digital
dapat menumbuhkan imajinasi dan persepsi pembaca terhadap makna
gambar komik. Namun, perkembangan perangkat lunak desain grafis
telah membantu para komikus dalam menata panel komik sehingga
keberadaan parit komik dinilai sudah tidak terlalu penting lagi.
3. Ilustrasi
Ilustrasi yang dimaksud dalam komik digital adalah aset visual
yang bersifat foto kolase untuk mempresentasikan seseorang, tempat,
benda, ekspresi, atau ide. Ilustrasi gambar komik dapat digambar
dengan alat tulis atau program komputer. Namun, jika pengajar tidak
terampil dalam menggambar, ilustrasi komik dapat dibuat dengan cara
memotret orang yang berakting sebagai tokoh komik.
Dalam pembuatan komik digital, ilustrasi gambar setidaknya
memuat dua orang tokoh yang memiliki karakter yang saling
menguatkan, misalnya: satu tokoh memiliki karakter rasa ingin tahu/
kebiasaan bertanya, dan satunya memiliki karakter cerdas dan senang
memberikan penjelasan (materi topik pembelajaran).
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 4.3 Ilustrasi
119Teknik Membuat Komik Digital
4. Balon Kata
Balon kata atau speech bubbles adalah bentuk visual yang berisi
dialog dari karakter komik. Balon kata komik memiliki bentuk dan
fungsi yang berbeda. Sesuai dengan penomoran pada Gambar 4.4,
penggunaan balon kata tersebut adalah untuk dialog: (1) normal, (2)
berbisik atau bergumam, (3) berpikir atau bicara di dalam hati, (4)
berteriak, (5) suara robot atau alat komunikasi seperti radio, (6) dialog
sedih atau menggerutu, dan (7) narator/narasi yang menerangkan
situasi, waktu, dan tempat.
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 4.4 Balon kata
5. Efek Suara
Efek suara adalah teks yang Sumber: Batubara, 2021
menerangkan suatu bunyi untuk
menggambarkan suatu situasi. Gambar 4.5 Efek suara Prosedur Pembuatan
Misalnya, “RING RING” untuk Komik Digital
suara telepon, “DHUAR!!!” untuk
suara ledakan, “ZZZZ” untuk
orang yang sedang tidur, dan
“TIN! TIN!” untuk suara orang
klakson mobil.
120 Media Pembelajaran Digital
C. Prosedur Pembuatan Komik Digital
Komik digital tidak harus digambar secara manual menggunakan
alat tulis ataupun program komputer. Akan tetapi, ilustrasi di dalam
komik digital dapat dibuat menggunakan gambar digital yang dihasilkan
oleh kamera digital dan program pengedit foto sehingga orang yang
tidak terampil menggambar juga dapat membuat komik digital.
Secara umum, proses produksi komik digital dapat dibagi ke dalam
tiga tahapan, yaitu: tahap perancangan, tahap pembuatan ilustrasi,
dan tahap produksi. Penjelasan dari masing-masing tahapan tersebut
adalah sebagai berikut.
1. Tahap Perancangan
Tahap perancangan adalah tahap penulisan skenario komik yang
akan dibuat. Penulisan skenario komik dimulai dari memikirkan tujuan
pembuatan komik dan target sasarannya. Beberapa pertanyaan yang
dapat dipertimbangkan untuk mengorganisasi ide pembuatan komik
adalah sebagai berikut.
• Apa topik pembelajaran yang akan dihantarkan melalui komik?
• Siapa target pembaca komik?
• Siapa saja tokoh/karakternya?
• Di mana latar belakang lokasi?
• Apa pertanyaan yang muncul dalam dialog (topik belajar)?
• Bagaimana cara membahas/menyelesaikan pertanyaan?
• Apa aktivitas siswa setelah membaca komik tersebut?
Setelah selesai mengorganisasi ide pembuatan komik, langkah
selanjutnya adalah menyajikan ide pembuatan komik ke dalam sebuah
skenario. Contoh sebuah skenario komik adalah sebagai berikut.
121Teknik Membuat Komik Digital
Skenario Komik
a. Topik Pembelajaran : Proses terjadinya hujan
b. Target Pembaca : Siswa kelas 3 SD
c. Tujuan Pembelajaran : Menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang
perkiraan cuaca di sekelilingnya dan memahami
pengetahuan faktual tentang proses terjadinya
hujan pada bab Perkiraan Cuaca.
d. Nama Tokoh : Zaidah dan Ayahnya
e. Sinopsis : Zaidah dan ayahnya senang bermain bersama,
seperti bermain bola di jalan kompleks perumahan
dan jalan-jalan. Saat bermain bola di jalan
kompleks perumahan mereka kepanasan dan
matahari sangat terik.
Panel Storyline Tokoh Aset Visual Narasi
(Slide) (Alur Cerita) (Karakter) (Dialog dan Foto)
Zaidah dan Pada
1. Zaidah dan ayahnya Dialog: suatu
ayahnya Zaidah: “Kejar Ayah!” hari di
bermain di Zaidah dan Aset Visual: kompleks
kompleks ayahnya Foto 2 tokoh di lapangan perumahan
perumahan sedang main bola
Zaidah dan Tipe Pengambilan
2. Ayah Zaidah ayahnya Gambar/Angle:
mengajaknya High angle/Over shoulder
istirahat karena
harinya sangat Dialog:
panas Ayah: “Panas banget, kita
istirahat dulu ya!”
3. Ayah bertanya Zaidah: “Iya Yah, nanti
kepada Zaidah sore bisa hujan ini!”
mengapa habis Aset Visual:
panas kok bisa Foto 2 tokoh berdialog
hujan? Tipe Pengambilan
Gambar/Angle:
Eye level/Close up
Dialog:
Ayah: “Loh, habis panas
kok bisa hujan?”
Aset Visual:
Foto 2 tokoh berdialog
Tipe Pengambilan
Gambar/Angle:
Slanted/Medium shot
122 Media Pembelajaran Digital
Panel Storyline Tokoh Aset Visual Narasi
(Slide) (Alur Cerita) (Karakter) (Dialog dan Foto)
Mereka
4. Zaidah Zaidah dan Dialog: berdua
menjelaskan ayahnya Zaidah: “kata Bu Guru, pun
kepada ayahnya Hujan itu berawal dari pulang ke
tentang proses Matahari memanasi rumah
terjadinya hujan permukaan Bumi,
kemudian air menguap,
5. Ayah Zaidin dan lalu... emmm... saya lupa
lanjutannya Yah.”
menjelaskan Zaidah Aset Visual:
Foto 2 tokoh berdialog
kepada Zaidah Tipe Pengambilan
Gambar/Angle:
bahwa di Over Shoulder/Medium
shot
buku IPA ada
Dialog:
penjelasan Ayah: “Penjelasan tentang
proses terjadinya hujan
tentang proses ada loh di buku IPA-nya
Zaidah.”
terjadinya hujan Aset Visual:
Foto 2 tokoh berdialog
6. Zaidah Tipe Pengambilan
mengajak Gambar/Angle:
ayahnya pulang. Slanted/Medium shot
7. Umpan balik Dialog:
Zaidah: “Ayo kita pulang
Yah! Zaidah mau baca
buku tentang proses
terjadinya hujan.”
Ayah: “Oke!”
Aset Visual:
Foto 2 tokoh berdialog
Tipe Pengambilan
Gambar/Angle:
Over Shoulder/Medium
shot
Ayo baca topik tentang
Perkiraan Cuaca, lalu
tuliskan proses terjadinya
hujan pada kolom ini!
123Teknik Membuat Komik Digital
2. Tahap Pembuatan Ilustrasi
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, pembuatan ilustrasi komik
dapat dilakukan dengan cara menggambarnya menggunakan alat tulis
atau program komputer. Selain itu, ilustrasi juga dapat dibuat dengan
memotret orang yang berakting sebagai tokoh di dalam cerita. Adapun
hal-hal yang harus diperhatikan saat menggambar ataupun memotret
ilustrasi komik digital adalah sebagai berikut.
a. Sudut Pandang Kamera (Angle)
Bahasa visual dari pemilihan angle yang tepat akan memperkuat
persepsi pembaca terhadap adegan di dalam cerita. Jenis-jenis sudut
pandang pemotretan adalah sebagai berikut.
Bird eye view High angle Eye level Low angle
Frog eye Slanted Over shoulder
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 4.6 Jenis sudut pandang kamera
1) Bird Eye View adalah menempatkan kamera jauh lebih tinggi
dari tubuh tokoh untuk menampilkan bagian atas objek.
2) High angle adalah menempatkan kamera lebih tinggi dari tubuh
tokoh sehingga tubuh tokoh tampak rendah/pendek.
124 Media Pembelajaran Digital
3) Eye level adalah menempatkan kamera sejajar dengan mata
tokoh sehingga tubuh bagian depan tokoh tampak jelas dan
sesuai aslinya.
4) Low Angle adalah menempatkan kamera lebih rendah dari tubuh
tokoh sehingga memberikan kesan kekuatan, kemewahan, atau
kebesaran dari tokoh tersebut.
5) Frog Eye adalah menempatkan kamera jauh lebih rendah dari
tubuh tokoh atau memosisikan kamera sejajar dengan lantai
yang dipijak tokoh tersebut.
6) Slanted adalah menempatkan kamera di sudut 45° dari arah tubuh
tokoh hingga objek lain akan masuk dalam cakupan kamera.
7) Over Shoulder adalah menempatkan kamera di belakang bahu
tokoh untuk menampilkan sesuatu yang sedang dilihat objek
atau seseorang yang menjadi lawan bicaranya (Sujianti, Mintana,
dan Suparwoto, 2017:95–96).
b. Ukuran Gambar (Type Shot)
Bahasa visual dari pemilihan ukuran gambar yang tepat akan
memperkuat persepsi pembaca terhadap adegan di dalam cerita. Jenis-
jenis ukuran gambar yang umum digunakan adalah sebagai berikut.
Extreme long shot (ELS) Very long shot (VLS) Long shot (LS) Medium long shot (MLS) Medium shot (MS)
Medium close up (MCU) Close up (CU) Big close up
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 4.7 Ukuran gambar
125Teknik Membuat Komik Digital
1) Extreme Long Shot (ELS) adalah memotret tokoh dari jarak
yang sangat jauh sekali untuk memperlihatkan lingkungan yang
di sekitar objek.
2) Very Long Shot (VLS) adalah memotret tokoh dari jarak yang
sangat jauh (di bawah extreme long shot) untuk memperlihatkan
lingkungan yang di sekitar objek.
3) Long Shot (LS) adalah memotret tokoh dari jarak yang jauh
untuk memperlihatkan seluruh tubuhnya (full body).
4) Medium Long Shot (MLS) adalah memotret tokoh dari jarak
agak jauh untuk memperlihatkan 2/3 dari tubuh objek.
5) Medium Shot (MS) adalah memotret tokoh dari jarak yang sedang
untuk memperlihatkan sebagian tubuhnya. Jenis pemotretan ini
cocok untuk memotret dua orang yang sedang berbicara.
6) Medium Close Up (MCU adalah memotret tokoh dari jarak yang
agak dekat sehingga mimik wajah tokoh terlihat lebih jelas.
7) Close Up (CU) adalah memotret tokoh dari jarak yang dekat
untuk menekankan mimik dan emosi di wajah tokoh.
8) Big Close Up (BCU) adalah memotret tokoh dari jarak yang
sangat dekat sehingga yang terlihat hanya bagian kecil dari
tubuhnya (Natadjaja, 2006:154; Sujianti et al., 2017:96–97).
c. Tahap Produksi
Produksi komik dapat dilakukan dengan peranti lunak tertentu,
seperti: Comic Life 3 untuk pengguna komputer dan Comica untuk
pengguna ponsel pintar. Di samping itu, Anda juga dapat menggunakan
program desain grafis untuk membuat komik, seperti Corel Draw dan
Adobe Photoshop.
126 Media Pembelajaran Digital
D. Teknik Membuat Komik Digital dengan
Program Comic Life 3
Comic Life 3 adalah program komputer yang dapat digunakan
untuk membuat komik dari gambar-gambar yang Anda miliki. Program
Comic Life 3 terbilang mudah untuk digunakan. Hal ini karena ia
memiliki sejumlah peralatan yang memudahkan dan mempercepat
Anda dalam membuat sebuah komik, seperti templat, huruf (font),
panel, balon kata, latar belakang, filter foto, dan seni huruf.
Program Comic Life 3 dapat dijalankan pada komputer dengan
sistem operasi Windows ataupun MAC. Cara mengunduh file program
Comic Life 3 adalah: kunjungi situs web resminya di http://plasq.com/
downloads/comic-life-desktop, lalu pilih program Comic Life 3 yang
sesuai dengan sistem operasi komputer Anda dan klik Download.
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 4.8 Tampilan halaman Plasq untuk mengunduh program Comic Life 3
Contoh cara menggunakan program Comic Life 3 untuk membuat
sebuah komik digital adalah sebagai berikut.
1. Menjalankan Program dan Membuat Dokumen Baru
Caranya: (1) jalankan program dengan klik ikon Comic Life
3, (2) kemudian pilih templat Blank (with styles), (3) lalu klik
tombol Choose.
127Teknik Membuat Komik Digital
2. Menambahkan Background dan Menyimpan Dokumen
Caranya: (1) klik salah satu Styles untuk menerapkannya sebagai
background halaman komik, (2) gunakan tombol Zoom in untuk
memperbesar, Zoom out untuk memperkecil, dan Fit untuk
menampilkan seluruh tubuh halaman komik, (3) klik tombol
Save (CTRL+S) untuk menyimpan file proyek komik.
128 Media Pembelajaran Digital
3. Menambahkan Judul Komik
Caranya: (1) seret tulisan Lettering ke halaman komik, (2) lalu
ketik judul komik, (3) seret titik di pojok judul untuk mengubah
ukurannya dan seret bagian tengah judul untuk memindahkannya,
(4) klik warna menu Fill untuk mengubah warna judul, (5) klik
kolom nama Font jika ingin mengubah jenis huruf, dan (6) klik
menu Styles jika ingin menerapkan style tertentu pada judul.
4. Membuat Panel
Caranya: (1) seret kotak
panel ke halaman komik, (2)
lalu seret di tengah kotak
untuk memindahkan posisi
kotak panel, (3) dan seret
titik pojok kanan bawah
kotak panel sambil menekan
tombol ALT untuk mengubah
ukuran panel.
129Teknik Membuat Komik Digital
5. Menambahkan Gambar Ilustrasi
Caranya: (1) klik menu Explorer, (2) lalu klik menu Folder
untuk mencari folder komputer yang menyimpan foto ilustrasi,
(3) kemudian seret foto dari panel Explorer ke kotak panel,
(4) klik dobel pada foto yang berada di panel, (5) lalu seret
titik sudut foto untuk mengatur ukuran foto dan seret bagian
tengah foto untuk mengatur posisi foto di dalam kotak. Untuk
mengubah ukuran kotak panel, klik di pinggir halaman komik,
kemudian klik panel, lalu seret titik yang di pojok panel sambil
menahan tombol ALT pada papan ketik.
6. Menambahkan Efek pada Ilustrasi
Caranya: (1) klik dobel pada foto yang berada di dalam panel,
(2) gunakan tombol Zoom in untuk memperbesar tampilan
gambar sehingga tampilan gambar lebih jelas, (3) kemudian klik
menu Filter dan pilih salah satu filter untuk menerapkan efek
pada gambar, (4) lalu seret garis menu Level untuk mengatur
tingkat pengaruh efek terhadap gambar.
130 Media Pembelajaran Digital
7. Menambahkan Balon Kata
131Teknik Membuat Komik Digital
Perhatikan gambar untuk poin nomor 7. Cara menambah balon
kata adalah: (1) seret salah satu balon dialog ke dalam panel,
lalu ketik dialognya, dan tarik ujung panahnya ke tokoh pemilik
dialog tersebut, (2) kemudian blok teks dan gunakan kolom
Font untuk mengubah huruf dalam kotak dialog, (3) gunakan
tombol Bigger dan Smaller untuk memperbesar dan memperkecil
huruf, (4) menu Styles untuk mengubah style balon dialog, dan
(5) menu Stroke untuk mengatur garis pinggir balon dialog.
8. Menambahkan Efek Suara
Caranya: (1) seret tulisan Lettering ke panel, lalu ketik teksnya
sebagaimana membuat judul komik, (2) seret titik pojok teks
untuk mengubah ukuran teks dan seret titik yang di tengah
atas teks untuk mengubah rotasinya, (3) klik dobel teks lalu
seret titik merahnya untuk mengubah bentuk teksnya.
9. Menambahkan Umpan Balik
Caranya: (1) seret tulisan Lettering untuk menambahkan kalimat
umpan balik, caranya sama dengan cara membuat judul komik,
(2) seret kotak panel untuk membuat sebuah kolom dan klik
menu Styles jika ingin mengubah bentuk kotaknya dan (3) Anda
juga dapat menambahkan logo pada halaman komik dengan
menyeret sebuah foto ke halaman komik.
132 Media Pembelajaran Digital
10. Mengekspor Komik
Caranya: (1) klik menu Export, (2) kemudian pada jendela
Export, pilih salah satu jenis file yang akan diproduksi, pilihannya
adalah: dokumen PDF, Images (gambar), ePub, atau CBZ, (3)
lalu tentukan resolusi gambar komik (pilih minimal 300 dpi),
(4) kemudian klik tombol Next, lalu pada jendela Save, ketik
nama file, tentukan folder penyimpanan, dan klik tombol Save.
5BAB
TEKNIK MEMBUAT MEDIA
PEMBELAJARAN INOVATIF DENGAN
PROGRAM POWERPOINT
A. Pengenalan Microsoft PowerPoint
Program PowerPoint adalah salah satu paket program Microsoft
Office sebagaimana Microsoft Word dan Excel. Sebagai program yang
sangat populer, Microsoft Office selalu mengembangkan programnya
dengan fitur-fitur terbaru. Sebagai contoh, PowerPoint versi 2019
atau 365 telah dapat digunakan untuk merekam slide presentasi,
wajah pengajar, dan seluruh aktivitas layar komputer. Sementara
PowerPoint versi 2013 hanya dapat digunakan untuk merekam slide
presentasi, suara pengajar, dan layar komputer, dan PowerPoint versi
2010 hanya dapat digunakan untuk merekam slide presentasi dan
suara pengajar saja.
Program PowerPoint sebagai salah satu bagian dari paket program
Microsoft Office bisa diunduh dan dilanggan melalui situs web: https://
www.office.com. Situs web tersebut menyediakan program Microsoft
Office dalam versi berbayar dan versi percobaan gratis. Adapun syarat
sistem komputer agar bisa menjalankan program Office 2019 adalah
sebagai berikut.
134 Media Pembelajaran Digital
• Sistem operasi: Windows 10, Windows Server 2019, MacOS
HIGH SIERRA.
• Komputer dan prosesor: Sistem Operasi Windows harus
menggunakan prosesor core 2 dengan kecepatan 1,6 GHz atau
yang lebih cepat. Sementara untuk sistem operasi Mac harus
menggunakan prosesor intel.
• Memori: Sistem operasi Windows bisa menggunakan RAM 4 GB
atau RAM 2 GB untuk versi 32-bit. Sementara untuk sistem
operasi Mac bisa menggunakan RAM 4 GB.
• Hard disk: Sistem operasi Windows harus memiliki ruang hard
disk kosong sebesar 4 GB. Sementara untuk MacOS harus
tersedia 10 GB dengan format HFS+ atau APFS.
• Layar: Sistem operasi Windows bisa menggunakan layar
berukuran 1280 x 768. Sementara MacOS bisa menggunakan
layar berukuran 1280 x 800.
• Grafis: Sistem operasi Windows memerlukan DirectX 9 atau
yang lebih baru dengan WDDM 2.0 atau yang lebih tinggi.
Sementara untuk MacOS tidak ada persyaratan grafis.
B. Tips dan Trik Membuat Slide Presentasi
yang Menarik
Program PowerPoint versi terakhir telah memiliki beberapa
tambahan fitur yang membuatnya semakin baik dalam menyajikan
informasi. Oleh karena itu, Anda harus memahami cara penggunaan
fitur-fitur tersebut agar Anda dapat memproduksi sebuah slide presentasi
yang menarik dan efektif. Adapun beberapa tips dan trik yang perlu
diterapkan saat merancang slide presentasi adalah sebagai berikut.
135Teknik Membuat Media Pembelajaran Inovatif dengan Program PowerPoint
1. Teknik Menggunakan Teks dengan Tepat
Sebagaimana telah dijelaskan pada topik penilaian rancangan media
visual, unsur-unsur teks dalam slide PowerPoint harus menggunakan
huruf yang polos dan ukuran huruf yang mudah terbaca. Misalnya:
Arial dengan ukuran 20–40 pt. Contoh perbandingan antara teks
yang terbaca dengan jelas dan teks yang kurang jelas dapat dilihat
pada daftar berikut.
Kurang terbaca Terbaca dengan jelas
Penggunaan Teks Penggunaan Teks
Penggunaan Teks Penggunaan Teks
Penggunaan Teks
Penggunaan Teks
Penggunaan Teks Penggunaan Teks
PENGGUNAAN TEKS Penggunaan Teks
Gambar 5.1 Perbandingan keterbacaan teks dengan jenis huruf dan
ukuran huruf yang berbeda
2. Teknik Menggunakan Latar Belakang yang
Sesuai
Latar belakang sebuah slide akan memengaruhi seluruh konten
yang ada di dalam slide. Oleh karena itu, Anda harus kritis dalam
memilih warna atau gambar yang tepat digunakan sebagai latar belakang.
Salah satu cara paling aman dalam memilih latar belakang adalah
dengan menggunakan latar belakang yang berwarna polos dan terang.
Teks yang berwarna gelap di atas latar belakang yang berwarna
terang (seperti putih, kuning, dan warna muda lainnya) akan lebih
mudah terbaca dibandingkan dengan teks yang berwarna terang
diletakkan di atas latar belakang yang berwarna gelap atau gambar
yang berwarna-warni. Contohnya adalah sebagai berikut.
136 Media Pembelajaran Digital
Penggunaan Teks Penggunaan Teks
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 5.2 Perbandingan keterbacaan teks pada latar belakang gambar yang berbeda
Jika Anda ingin menggunakan gambar sebagai latar belakang,
Anda bisa menutupi sebagian dari latar belakang tersebut dengan
kotak shape yang berwarna putih transparan agar teks yang akan
ditempatkan di atas latar belakang tersebut dapat terbaca lebih jelas.
Perhatikan gambar berikut.
Cara mengatur transparansi kotak shape pada gambar di atas
adalah: (1) klik menu Shape Fill, (2) kemudian pilih Gradient, dan (3)
More Gradient untuk menampilkan panel warna gradasi, (4) kemudian
klik salah satu balok Gradient stops (indikator warna), (5) dan atur
angka menu Transparency untuk mengatur tingkat transparan warna
shape.
Di samping itu, Anda juga bisa menutupi sebagian latar belakang
dengan kotak shape yang disesuaikan bentuknya sehingga tampak
lebih artistik. Contohnya sebagai berikut.
137Teknik Membuat Media Pembelajaran Inovatif dengan Program PowerPoint
Cara mengubah bentuk shape seperti gambar di atas adalah:
(1) klik kanan tetikus pada shape, lalu pilih menu Edit points, (2)
kemudian saat garis luar shape berwarna merah, tarik kotak putih
yang ada di garis shape sehingga bentuk shape berubah.
3. Teknik Mengatur Tata Letak Judul
Letak judul slide sebaiknya konsisten pada bagian atas slide
agar siswa dapat dengan cepat menemukan dan memahami judul
tersebut. Jumlah kata di dalam judul dan konten slide juga harus
dibuat dalam kalimat yang pendek, ringkas, dan mudah dimengerti.
Namun, jika Anda terpaksa menampilkan banyak teks di dalam slide,
sebaiknya teks tersebut dibagi ke dalam beberapa slide.
Judul Slide
• Gunakan kalimat
pendek.
• Jumlah teks maksimal
1 hingga 5 baris.
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 5.3 Contoh komposisi judul, gambar, teks pada slide
138 Media Pembelajaran Digital
4. Teknik Menggunakan Kolom Catatan Kaki
Kolom catatan kaki berfungsi sebagai tempat menulis catatan
tambahan yang tidak ingin ditampilkan pada slide presentasi. Misalnya,
pengajar dapat mengisi catatan kaki dengan sesuatu yang ingin
dijelaskannya di luar materi slide presentasi sehingga catatan tersebut
hanya bisa dilihat oleh presenter saja. Sedangkan siswa atau audience
sendiri tidak bisa melihatnya. Contoh penggunaan catatan kaki pada
slide presentasi dapat dilihat pada Gambar 5.4 berikut.
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 5.3 Contoh penggunaan catatan kaki pada slide
5. Teknik Merancang Layout Slide dengan Slide
Master
Penggunaan slide master akan mempercepat Anda dalam
merancang layout slide PowerPoint yang konsisten dan harmonis.
Beberapa contoh layout slide master PowerPoint dapat Anda temukan
di situs web: https://www.slideshare.net, https://ppttemplate.net,
dan situs web lainnya. Cara merancang layout slide melalui slide
master adalah: (1) klik menu View, (2) lalu klik menu Slide Master,
(3) kemudian pada jendela Slide Master, silakan rancang grafis slide
139Teknik Membuat Media Pembelajaran Inovatif dengan Program PowerPoint
yang menarik dan sesuai dengan tema yang Anda inginkan. Perhatikan
gambar berikut.
6. Tekni Memilih Gambar yang Sesuai
Peran gambar dalam slide presentasi sangat penting untuk
mengilustrasikan pesan yang disampaikan oleh presenter. Selain itu,
penggunaan gambar yang tepat juga akan dapat meningkatkan daya
tarik slide dan memudahkan siswa dalam memahami isi pesan yang
disampaikan. Oleh karena itu, pendidik harus memilih gambar yang
sesuai dengan materi yang disampaikan dan tampilannya memiliki
kualitas yang baik (tidak kabur).
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 5.4 Contoh pemilihan gambar yang sesuai dengan materi
140 Media Pembelajaran Digital
7. Teknik Mengatur Tata Letak Konten Slide
Pada topik penilaian rancangan media visual telah dijelaskan
bagaimana cara menyusun tata letak tampilan, menjaga keseimbangan
unsur-unsur grafis, memilih warna yang tepat sehingga media visual
mudah dibaca dan menarik bagi siswa. Prinsip-prinsip tersebut dapat
Anda jadikan sebagai panduan dalam merancang grafis slide presentasi.
Contoh tata letak konten slide yang mudah dibaca sebagai berikut.
Sumber: Batubara, 2021
Gambar 5.5 Contoh tata letak setiap unsur pada slide
8. Teknik Menggunakan Audio dengan Tepat
Penggunaan audio di dalam slide presentasi harus memiliki tujuan
yang jelas. Karena penggunaan audio yang tidak tepat atau terlalu
banyak justru akan mengganggu suara presenter saat menjelaskan
materi presentasi. Di samping itu, penggunaan audio juga harus
memperhatikan hak cipta audio tersebut. Anda dapat mengunduh audio
gratis di tautan ini: https://www.youtube.com/audiolibrary/music?nv=1.
Adapun cara memasukkan audio pada slide PowerPoint adalah:
klik tab Insert, lalu klik menu Audio on My PC, dan pilih file audio
dari dalam komputer maka file audio yang telah ditambahkan ke dalam
slide PowerPoint akan tampil dengan ikon speaker. Cara mengatur
audio di dalam slide presentasi: (1) klik Speaker, (2) lalu klik menu
Playback, maka akan tampil menu pengaturan audio sebagai berikut.
141Teknik Membuat Media Pembelajaran Inovatif dengan Program PowerPoint
Fungsi menu pengaturan playback audio yang terdapat pada
gambar di atas adalah sebagai berikut.
• Play berfungsi untuk memutar audio.
• Add Bookmark berfungsi untuk membuat tanda pada durasi
waktu tertentu sehingga pengguna bisa langsung melompat ke
suara tersebut dengan mengklik tanda yang telah dibuat.
• Trim Audio berfungsi untuk memotong bagian awal dan bagian
akhir audio. Menu ini dapat digunakan untuk menyembunyikan
bagian-bagian suara yang tidak ingin ditampilkan. Cara
menggunakannya adalah: klik menu Trim audio, kemudian pada
jendela Trim audio, gunakan kolom Start time untuk menentukan
durasi awal audio (format: jam:menit:detik), dan kolom End time
untuk menentukan durasi akhir audio.
• Volume digunakan untuk mengatur level volume suara yang
terdapat pada audio.
• Start berfungsi mengatur kapan
audio mulai diputar. Pilihannya
adalah: In Click Sequence
(mengikuti urutan animasi),
Automatically (otomatis diputar
saat slide terbuka), When clicked
On (ketika ikon speaker diklik).
• Play Across slides berfungsi untuk membuat audio terus berbunyi
pada slide-slide yang lain.