i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan
rahmat-Nya lah sehingga penulis dapat menyelesaikan E-book Praktek Kerja
Lapangan dengan judul “MEDCYCLOPEDIA” tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan E-book ini agar dapat membantu pembaca dalam
mencari informasi mengenai obat-obatan dan dapat melakukan pengobatan
mandiri namun tetap mengikuti aturan serta untuk menyelesaikan Praktek Kerja
Lapangan jurusan Farmasi.
Pada kesempatan ini, penulis hendak menyampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil sehingga proposal
ini dapat selesai. Ucapan terima kasih ini penulis tunjukkan kepada :
1. Bapak Drs. Dani Priya Widada selaku Kepala Sekolah.
2. Bapak Kusyono Trihantoro. S.Pd. selaku Kepala Jurusan Farmasi.
3. Ibu Nur Ngaini. S.Si., Apt selaku pembimbing dalam project ini.
4. Rekan-rekan atau Teman-temanku satu bimbingan project ini.
Meskipun telah berusaha menyelesaikan E-book ini sebaik mungkin, penulis
menyadari jika didalam penyusunan E-book ini masih jauh dari kesempurnaan.
Namun penulis meyakini sepenuhnya bahwa sekecil apapun buku ini tetap akan
memberikan sebuah manfaat bagi pembaca.
Akhir kata untuk penyempurnaan buku ini, maka kritik dan saran dari pembaca
sangatlah berguna untuk penulis kedepannya.
Purwokerto, Maret 2021
Tim Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................ i
DAFTAR ISI ............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................... 1
1.3 Tujuan ............................................................................................ 2
1.4 Manfaat ......................................................................................... 2
1.5 Tujuan Penulisan ......................................................................... 2
1.6 Metode Penulisan ........................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Tablet ............................................................................................ 3
2.2 Kaplet ............................................................................................ 65
2.3 Kapsul ............................................................................................ 110
2.4 Sirup .............................................................................................. 157
2.5 Topikal ........................................................................................... 199
2.5.1 Salep .................................................................................... 199
2.5.2 Krim ..................................................................................... 213
2.5.3 Lotion .................................................................................. 229
2.6 Semi Padat ................................................................................... 241
2.6.1 Gel ........................................................................................ 241
2.6.2 Krim ..................................................................................... 251
2.6.3 Salep .................................................................................... 262
2.6.4 Salep Mata ......................................................................... 272
2.6.5 Pasta ................................................................................... 283
BAB III PENUTUP 2.1 KESIMPULAN 2.2 SARAN .............................. 285
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Praktek kerja lapangan adalah program pendidikan yang dikhususkan bagi siswa
atau siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program ini bertujuan menempa
ilmu yang didapat oleh para siswa dan siswi di sekolah pada perusahaan. Sekolah
secara sistematis menjalin kerjasama dengan perusahaan yang dapat mengasah
kemampuan dan ilmu pengetahuan para siswa dan siswi.
Namun di masa pandemi ini, melaksanakan PKL adalah hal yang cukup sulit.
Dikarenakan kekhawatiran dari segala pihak akan kesehatan personil pendidikan
dan tempat PKL itu sendiri. Maka agar PKL tetap terlaksana dan mengurangi
kekhawatiran akan kesehatan para personil pendidikan, dibuatlah “Project
Smecone Drugs Information” atau yang disingkat “Project SMEDI”.
Dalam proyek ini siswa-siswi diarahkan untuk mempelajari sisi teknologi dan sisi
kesehatan secara bersamaan dengan membuat E-book. Adapun pengertian E-
book atau Electronic book adalah jenis buku elektronik yang berbentuk softcopy
yang dapat dibaca melalui perangkat elektronik seperti komputer, smartphone dan
handphone.
Untuk E-book sendiri yang berisikan informasi tentang obat-obatan sehingga
memudahkan dan bermanfaat sekaligus dalam satu waktu. Obat adalah benda
atau zat yang dapat digunakan untuk merawat penyakit, membebaskan gejala,
atau mengubah proses kimia dalam tubuh. Untuk itu obat sangat diperlukan.
Terkadang obat tidak selamanya baik, kadang obat justru berbahaya, karena
takaran tertentu dari suatu obat yang memberikan efek tertentu terhadap suatu
penyakit atau gejala sakit.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1
1. Apa saja jenis-jenis obat itu?
2. Bagaimana spesifikasi tiap jenis-jenis obat itu?
3. Apa perbedaan dari jenis-jenis obat itu?
4. Apa saja informasi atau isi dari obat obat itu?
1.3 Tujuan
1. Untuk memenuhi tugas Prakerin tentang Obat-obatan
2. Untuk mengetahui definisi obat dan cara memilih obat yang baik
3. Menambah dan meningkatkan wawasan tentang isi obat
1.4 Manfaat
1. Bagi Penulis
Menambah wawasan pengetahuan dan informasi tentang Obat-obatan
2. Bagi Pembaca
Memberikan wawasan tentang Obat-obtan serta dapat menambah dan
meningkatkan wawasan pengetahuan khususnya di bidang Obat
1.5 Tujuan Penulisan
a. Sebagai pengganti Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang batal dilaksanakan
karena pandemi Covid-19.
b. Sebagai sarana pembelajaran siswa agar lebih mudah mengerti dan
memahami informasi mengenai obat.
c. Sebagai sarana pembelajaran mengenai perkembangan teknologi.
1.6 Metode Penulisan
Ada beberapa metode yang digunakan dalan penyusunan E-book ini, yaitu :
1. Searching materi di berbagai website
2. Mencari referensi di buku buku yang berkaitan dengan materi
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 TABLET
Tablet adalah campuran zat aktif dan zat pengikat, biasanya dalam bentuk
bubuk, yang dibentuk menjadi padatan. Obat-obatan yang diberikan secara
oral, sangat lazim tersedia dalam bentuk tablet; penggunaan kata tablet
sendiri secara umum merujuk pada tablet obat. Tablet obat juga sering
disebut pil.
1. Aclonac
➢ Zat khasiat : Kalium Diklofenak 25 mg; Kalium Diklofenak 50 mg.
➢ Indikasi : Digunakan untuk menangani rasa nyeri akibat rheumatoid
arthritis, osteoarthritis, dan ankylosing spondylitis.
➢ Gol. Obat : Obat Bebas Terbatas
➢ Kelas Terapi : Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS)
3
➢ Dosis Maks. : 150 mg sehari
➢ Dosis Lazim : Untuk orang dewasa disarankan sekitar 75-100 mg sehari
➢ Interaksi : Hindari penggunaan obat Aclonac bersamaan dengan
beberapa jenis obat berikut:
▪ Metrotreksat.
▪ Obat-obatan antiinflamasi nonsteroid lainnya.
▪ Kortikosteroid.
▪ Ciclosporin.
➢ ESO :
▪ Mual muntah.
▪ Diare.
▪ Konstipasi.
▪ Demam.
▪ Gangguan pernapasan.
▪ Kram otot.
▪ Radang tenggorokan.
▪ Nyeri lambung.
▪ Perubahan nafsu makan.
▪ Insomnia.
▪ Anemia.
▪ Mulut kering.
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Box, 3 strip @10 tablet.
➢ Pabrik : Pharos Indonesia
4
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu 20-25 derajat Celsius.
➢ Kat Kehamilan:
▪ Kategori C (pada kehamilan sebelum 30 minggu): Penelitian pada
hewan telah menunjukkan bahwa obat ini berdampak buruk terhadap
janin. Sementara, tidak ada penelitian yang terkontrol pada wanita.
▪ Kategori D (pada kehamilan 30 minggu): Ada bukti yang menunjukkan
bahwa obat ini berisiko pada janin manusia. Namun, manfaat obat
apabila digunakan pada ibu hamil dapat diterima walaupun tetap ada
risiko.
➢ Kontraindikasi:
▪ Hipersensitif terhadap diklofenak dan obat golongan OAINS lainnya.
▪ Penyakit jantung iskemik.
▪ Gagal jantung sedang sampai berat.
▪ Penyakit arteri perifer.
▪ Gangguan hati atau ginjal berat.
▪ Ibu hamil trimester ketiga.
➢ Perhatian : Harus dengan resep Dokter. Memiliki riwayat penyakit atau
faktor resiko gangguan kardiovaskular, hipertensi, retensi cairan, gagal
jantung. Memiliki riwayat penyakit tukak lambung/usus, penyakit Crohn,
gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, asma, lansia, anak-anak, ibu
hamil dan menyusui. Hipersensitif terhadap diklofenak.
➢ Harga : Rp 10.000 - Rp 21.300/ Tube.
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/aclonac
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/aclonac-25-mg-10-tablet
5
2. Alprazolam
➢ Zat khasiat : Alprazolam 0.25 mg; Alprazolam 0.5 mg; Alprazolam 1 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengurangi kecemasan, gejala depresi, dan
gangguan panik dengan atau agorafobia.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Hipnotik, Sedatif
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim : Alprazolam termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari
itu penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dan resep dokter.
▪ Gangguan kesehatan mental
Diminum 0.25-0.5 mg 3 kali sehari, maksimal 4 mg Perhari dalam dosis
terbagi.
▪ Gangguan Panik
Dosis awal diminum 0.5-1 mg sebelum tidur malam atau 0.5 mg 3 kali
sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 1 mg Perhatianari selama 3-4
hari.
Pasien manula atau pasien dengan gangguan fungsi hati 0.25 mg 2-3 kali
sehari.
▪ Dapat diminum sebelum maupun sesudah makan.
➢ Interaksi :
▪ Efeknya diperkuat oleh depresan susunan saraf pusat, alkohol,
barbiturat.
▪ Simetamin dan fluvoksamin dapat mempengaruhi metabolisme.
6
▪ Hindari pemberian golongan obat antisfungal (obat jamur) golongan
azole.
➢ ESO :
▪ Penglihatan kabur
▪ Sakit kepala
▪ Mengantuk
▪ Pusing
▪ Ataksia (pudarnya kemampuan koordinasi atas gerakan otot)
▪ Amnesia (kondisi terganggunya daya ingat)
▪ Kebingungan dan halusinasi
▪ Insomnia (gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan untuk tidur)
▪ Tremor (getaran atau menggigil yang terjadi secara tidak sadar)
▪ Hipotensi (tekanan darah rendah)
▪ Gangguan saluran cerna (termasuk mual, muntah, diare maupun
sembelit)
▪ Ruam kulit
▪ Perubahan libido
▪ Diskrasia darah (gangguan sel plasma darah).
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Box, 10 Strip @10 Tablet
7
➢ Pabrik : Otto Pharmaceutical; Dexa Medica; Kimia Farma;
Mersifarma.
➢ Cara Simpan: Simpan di tempat kering, suhu 20-25°C.
➢ Kat Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)
mengategorikan Alprazolam ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika
digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya,
jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau
untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat
digunakan atau tidak efektif).
➢ Kontraindikasi:
▪ Hindari penggunaan Alprazolam pada pasien dengan gangguan hati
berat.
▪ Insufisiensi pernapasan berat (paru-paru tidak dapat berfungsi dengan
baik).
▪ Penggunaan bersamaan dengan ketoconazole dan itraconazole.
➢ Perhatian : Penggunaan obat ini harus di bawah pengawasan dokter.
Penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan ketergantungan
➢ Harga : Rp280.000
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/alprazolam
https://www.sehatq.com/obat/alprazolam
https://m.bukalapak.com/p/kesehatan-2359/obat-suplemen/obat-
obatan/4050kzk-jual-new-produk-afra-kf-1mg?from=related-
amp&_gl=1%2ai3835d%2a_ga%2aOFRzX0hwTGQwVVY5YWc5OGNYREpC
X0szdUhiR2FhcmM2clBTVEVCUm9rc3pYSndRdHdxWHZkQlNnRkpmZjVRd
Q
8
3. Bisacodyl
➢ Zat khasiat : Bisacodyl 5 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengatasi susah buang air besar atau
sembelit.
➢ Gol. Obat : Obat Bebas Terbatas
➢ Kelas Terapi : Laksatif
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim : Bisacodyl merupakan obat bebas terbatas sehingga untuk
pembelian dalam jumlah tertentu masih bisa dibeli tanpa resep dokter.
▪ Sembelit atau Konstipasi
Dewasa: 1-2 tablet diminum sekali sehari sebelum tidur. Maksimal: 4
tablet Perhatianari.
Anak > 4-10 tahun: 1 tablet diminum sekali sehari sebelum tidur.
Anak > 10 tahun: Sama dengan dosis orang dewasa.
➢ Interaksi :
▪ Dosis tinggi bisacodyl dapat meningkatkan risiko ketidakseimbangan
elektrolit dengan penggunaan diuretik atau adrenokortikosteroid secara
bersamaan.
▪ Efek samping gastrointestinal yang ditingkatkan dengan penggunaan
obat pencahar lainnya bersamaan.
▪ Efek terapi berkurang dan peningkatan risiko dispepsia dan iritasi
lambung dengan antasida.
➢ ESO :
9
▪ Signifikan: Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit misalnya asidosis
atau alkalosis metabolik, hipokalsemia, hipokalemia (penggunaan
jangka panjang).
▪ Nyeri perut.
▪ Diare berdarah.
▪ Mual.
▪ Kram perut, muntah.
▪ Ketidaknyamanan perut.
▪ Jarang, radang usus.
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Box, Strip @ 10 Tablet
➢ Pabrik : Etercon Pharma; Harsen
➢ Cara Simpan : Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan dan
diletakkan di tempat yang jauh dari paparan cahaya langsung serta tempat
yang lembab. Jangan menyimpan obat ini di dalam kamar mandi dan jangan
pula membekukannya.
➢ Kat. Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat
(FDA) mengategorikan Bisacodyl ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik
atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita
atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika
manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
10
➢ Kontraindikasi:
▪ Dehidrasi parah.
▪ Kondisi perut akut (misalnya Apendisitis, penyakit radang usus akut,
sakit perut parah).
➢ Perhatian : Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu, atau jika
Anda memiliki kondisi medis seperti:
▪ Radang usus buntu
▪ Penyumbatan usus
▪ Kebiasaan buang air besar yang berlangsung selama 2 minggu
Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:
▪ Kondisi radang usus buntu
▪ Dehidrasi berat
▪ Nyeri perut yang dapat menimbulkan mual dan muntah
Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.
➢ Harga : Rp18.000
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/bisacodyl
https://www.sehatq.com/obat/bisacodyl
https://hellosehat.com/obatan-suplemen/obat/bisacodyl/#gref
https://www.tokopedia.com/tokoselalusehat/dulcolax-bisacodyl-5-mg-
untuk-mengatasi-
konstipasi?whid=0&xClientId=bPspSclFfTaIU7oFoHRxRMjuo7phZhCCXGr
grByMcUjKLYqWhwfqsx7jCNC_U0kj&cid=bPspSclFfTaIU7oFoHRxRMjuo7
phZhCCXGrgrByMcUjKLYqWhwfqsx7jCNC_U0kj&=true
4. Corocyd
➢ Zat khasiat : Famotodine 40 mg.
➢ Indikasi :
11
▪ Ulkus duodenum (luka pada saluran pencernaan) dan tumor lambung
jinak.
▪ Nyeri pada perut bagian atas
▪ Sindrom Zollinger-Ellison (kondisi yang kompleks di mana satu atau
lebih tumor terbentuk di pankreas atau bagian atas dari usus kecil).
▪ Penyakt Gastroesophageal Reflux Disease (naiknya asam lambung
menuju esofagus dan menimbulkan nyeri pada ulu hati atau sensasi
terbakar di dada).
➢ Gol. Obat : Obat Keras.
➢ Kelas Terapi : Antirefluks, Antasida, dan Antiulseran.
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim : Dewasa 40 mg 1×/hari sebelum tidur selama 4 minggu
Dosis pemeliharaan : 20 mg 1×/hari sebelum tidur
➢ Interaksi : Hindari penggunaan obat Corocyd bersamaan dengan
beberapa jenis obat berikut:
▪ Antasida sedikit menurunkan bioavailabilitas famotidine.
▪ Mungkin mengurangi konsentrasi serum ketokonazol dan itrakonazol.
➢ ESO :
▪ Sakit kepala atau pusing
▪ Sembelit
▪ Diare
▪ Jerawat
▪ Pruritus (rasa gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh)
12
▪ Urtikaria atau biduran
▪ Kulit kering
▪ Demam
▪ Hipertensi (tekanan darah tinggi)
▪ Nyeri muskuloskeletal (kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen,
otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang)
▪ Arthralgia (nyeri pada satu atau lebih sendi)
▪ Tinnitus (bunyi atau dengungan pada telinga).
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Strip @10 tablet.
➢ Pabrik : Coronet Crown.
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat
kering dan sejuk.
➢ Kat. Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat
(FDA) mengategorikan Corocyd ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak
ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah
menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak
dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama
(dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).
➢ KontraIndikasi: Hindari penggunaan pada pasien yang hipersensitif
terhadap Famotidine.
13
➢ Perhatian : Pasien dengan kerusakan ginjal. Hamil & laktasi, anak
➢ Harga : Rp 7.200- Rp 9.100
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/corocyd
5. Cripsa
➢ Zat khasiat : Bromocriptine 2.5 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengobati hiperprolaktinemia (kadar
hormon prolaktin dalam darah lebih tinggi dari kadar normal), pramenstruasi
sindrom (PMS), akromegali (kelenjar hipofisis menghasilkan terlalu banyak
hormon pertumbuhan), penyakt Parkinson.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antiparkinson dan obat yang mempengaruhi pengaturan
hormon.
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim : Cripsa termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya
bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.
▪ Hiperprolaktinemia
Dosis pemberian: dosis 2.5 mg diminum 2 kali sehari selama 2-3 hari
atau dilanjutkan selama 14 hari.
▪ Pramenstruasi sindrom
Dosis pemberian: dosis 2.5-5 mg diminum 1 kali sehari selama 1-5
minggu.
▪ Akromegali
Dosis pemberian: dosis 5-20 mg diminum 3 kali sehari.
▪ Penyakit Parkinson
14
Minggu pertama: diberikan dosis 1-1.25 mg sebelum tidur.
Minggu ke-2: diberikan dosis 2-2,5 mg sebelum tidur.
Minggu ke-3: diberikan dosis 2,5 mg diminum 2 kali sehari.
Minggu ke-4: diberikan dosis 2,5 mg diminum 3 kali sehari, lalu
tingkatkan dosis 2,5 mg tiap 3-14 hari.
➢ Interaksi : Tidak boleh diberikan bersamaan dengan levodopa,
eritromisin, kontrasepsi oral, alkohol.
➢ ESO : Efek samping Cripsa yang mungkin terjadi, antara lain:
▪ Mual, muntah.
▪ Pusing.
▪ Mengantuk.
▪ Kelelahan.
▪ Sembelit.
▪ Sakit kepala mungkin terjadi.
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Strip @ 10 Tablet
➢ Pabrik : Caprifarmindo Laboratories
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius dan terhindar
dari cahaya.
15
➢ Kat. Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat
(FDA) mengkategorikan Cripsa ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak
ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah
menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak
dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama
(dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).
➢ Kontraindikasi: Hindari pemberian pada pasien yang hipersensitif terhadap
alkaloid ergot.
➢ Perhatian :
▪ Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
▪ Wanita hamil.
▪ Pasien penderita penyakit kardiovaskular.
▪ Pasien yang memiliKki gangguan berkurangnya aliran darah ke seluruh
organ tubuh (sindrom Raynaud).
▪ Pasien dengan riwayat luka pada dinding lambung (tukak lambung).
▪ Pasien penderitaa gangguan ginjal atau hati.
▪ Anak-anak.
▪ Pasien dengan riwayat kesulitan membedakan antara kenyataan dengan
imajinasi (psikosis).
▪ Pasien dengan gangguan keseimbangan otak yang menyebabkan
gangguan gerakan (sindrom parkinsonian) yang menunjukkan
penurunan kemampuan berfikir dan daya ingat (dementia) derajat ringan
atau dengan riwayat serangan jantung (infark miokard).
▪ Pasien yang mengalami gangguan mencerna laktosa (lactose intolerant).
➢ Harga : 22,023, - / tablet
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/cripsa
https://www.sehatq.com/obat/cripsa-tablet-25-
mghttps://www.k24klik.com/p/cripsa-2.5mg-tab-30s-21871
16
6. Decolgen
➢ Zat khasiat : Paracetamol 400 mg, phenylpropanolamine HCl 12.5 mg,
chlorpheniramine maleate 1 mg.
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengatasi flu dan batuk, menurunkan
demam, mengatasi alergi, dan meredakan nyeri.
➢ Gol. Obat : Obat Bebas Terbatas
➢ Kelas Terapi : Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim : Dewasa: 1 tablet, diminum 3-4 kali sehari.
Anak usia 6-12 tahun: ½ tablet, diminum 3-4 kali sehari.
➢ Interaksi : Penggunaan Decolgen bersama dengan obat lain dapat
memicu efek interaksi yang tidak diinginkan. Hindari konsumsi obat lain
yang mengandung paracetamol selama menggunakan Decolgen, karena
dapat menyebabkan overdosis paracetamol.
Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama mengonsumsi Decolgen,
karena dapat meningkatkan efek samping chlorpheniramine, serta berisiko
menyebabkan kerusakan hati
➢ ESO :
▪ Mual, muntah
▪ Ruam
▪ Sembelit, diare
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
17
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Strip @ 4 Tablet
➢ Pabrik : Darya Varia Laboratoria.
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat
kering dan sejuk.
➢ Kat Kehamilan: ategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan
adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol
pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang
diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Decolgen dapat
terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan
obat ini tanpa memberi tahu dokter
➢ Kontraindikasi: Tidak boleh di berikan pada pasien yang memiliki riwayat
hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Decolgen.
➢ Perhatian : Penyakit jantung, diabetes, glaukoma, gangguan fungsi hati
atau ginjal, hamil, dapat mempengaruhi kemampuan
mengemudi/mengoperasikan mesin.
➢ Harga : Rp 2.317,- / Strip
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/decolgen
https://www.alodokter.com/decolgen#:~:text=Interaksi%20Decolgen%20d
engan%20Obat%20Lain,karena%20dapat%20menyebabkhttps://m.k24klik.co
m/p/decolgen-tab-str-4's-287an%20overdosis%20paracetamol.
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/decolgen-4-tablet
7. Entecavir
➢ Zat khasiat : Entecavir Monohidrate 0.532 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengobati hepatitis B kronis.
18
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antivirus
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim : Entecavir digunakan untuk mengobati hepatitis B kronis dan
hanya tersedia dalam bentuk tablet. Berikut ini rincian dosis entecavir:
Dosis dewasa: 0,5-1 mg, 1 kali sehari
▪ Dosis anak-anak:
❖ Anak usia 2-15 tahun:
I. BB 10-11 kg: 0,15 mg, 1 kali sehari.
II. BB >11-14 kg: 0,2 mg, 1 kali sehari.
III. BB >14-17 kg: 0,25 mg, 1 kali sehari.
IV. BB >17-20 kg: 0,3 mg, 1 kali sehari.
V. BB >20-23 kg: 0,35 mg, 1 kali sehari.
VI. BB >23-26 kg: 0,4 mg, 1 kali sehari.
VII. BB >26-30 kg: 0,45 mg, 1 kali sehari.
VIII. BB >30 kg: 0,5 mg, 1 kali sehari.
❖ Jika anak pernah menjalani pengobatan dengan lamivudine:
i. BB 10-11 kg: 0,3 mg, 1 kali sehari.
ii. BB >11-14 kg: 0,4 mg, 1 kali sehari.
iii. BB >14-17 kg: 0,5 mg, 1 kali sehari.
iv. BB >17-20 kg: 0,6 mg, 1 kali sehari.
v. BB >20-23 kg: 0,7 mg, 1 kali sehari.
19
vi. BB >23-26 kg: 0,8 mg, 1 kali sehari.
vii. BB >26-30 kg: 0,9 mg, 1 kali sehari.
viii. BB >30 kg: 1 mg, 1 kali sehari.
▪ Usia di atas 16 tahun: dosis sama dengan dosis dewasa.
➢ Interaksi : Hindari penggunaan obat Entecavir bersamaan dengan
beberapa jenis obat berikut:
▪ Dapat meurunkan konsentrasi serum dengan orlistat.
▪ Dapat meningkatkan konsentrasi serum dengan immunosupresan
seperti ciclosporin dan tacrolimus
➢ ESO :
▪ Trombositopenia
▪ Nyeri perut
▪ Mual
▪ Diare
▪ Muntah
▪ Sakit Kepala
▪ Pusing
▪ Insomnia
▪ Terbentuk ruam
▪ Alopesia (kebotakan).
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
20
➢ Kemasan : Box, 3 Strip @ 10 Tablet Salut Selaput.
➢ Pabrik : Kalbe Farma/Hexpharm Jaya.
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu 20-25°C.
➢ Kat. Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat
(FDA) mengategorikan Entecavir ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik
atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita
atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika
manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
➢ Kontraindikasi: Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap
entecavir.
➢ Perhatian : Harus dengan resep Dokter
➢ Harga : Rp 437.000 – Rp 610.500
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/entecavir
8. Evista
➢ Zat khasiat : Raloxifene 60 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk pengobatan dan pencegahan osteoporosis
(kondisi ketika tulang lemah dan rapuh) pada wanita pasca-menopause
(setelah mencapai usia tertentu).
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Obat Metaboilisme tulang
➢ Dosis Maks. :
21
➢ Dosis Lazim : Evista termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya
bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.
Dewasa: 1 tablet diminum sekali sehari
➢ Interaksi : Evista dapat berinteraksi dengan Warfarin, Kolestiramin dan
Ampisilin.
➢ ESO : Efek samping penggunaan Evista yang mungkin terjadi
adalah:
▪ Kejadian tromboemboli vena (tersumbatnya pembuluh darah vena)
▪ tromboflebitis vena superfisial (peradangan pada pembuluh vena)
▪ Rasa panas kemerahan pada kulit wajah
▪ Kram kaki
▪ Edema perifer (pembengkakan dari akumulasi cairan dalam jaringan
tubuh)
▪ Sindrom flu
▪ Sakit kepala
▪ Peningkatan tekanan darah
▪ Nyeri tekan, dan pembesaran payudara
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Strip @ 14 Tablet
➢ Pabrik : Lilly SA/ Pyridan Farma
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.
22
➢ Kat Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)
mengkategorikan Evista ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin
atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko
penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang
diharapkan. Obat ini diKontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia
subur yang memiliki kemungkinan hamil.
➢ Kontraindikasi: Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:
▪ Aktif atau riwayat kejadian tromboemboli vena (Tersumbatnya pembuluh
darah vena) termasuk DVT, emboli paru (Kondisi arteri paru-paru
terhalang oleh gumpalan darah), trombosis vena retina.
▪ Perdarahan uterus (Rahim) yang tidak dijelaskan.
▪ Pasien dengan tanda atau gejala kanker endometrium (Lapisan terdalam
pada rahim).
▪ Hati (termasuk kolestasis) dan gangguan ginjal berat.
▪ Kehamilan, wanita yang mungkin hamil, dan menyusui.
➢ Perhatian : Wanita yang beresiko mengalami tromboemboli vena,
hentikan pemberian pada individu yang mengalami imobilisasi dalam waktu
lama, gangguan fungsi hati.
➢ Harga : Rp 14.977/tablet
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/evista
https://hdmall.id/apotik-online/evista-60mg-tab-28s
9. Gliquidone
➢ Zat khasiat : Gliquidone 30 mg
➢ Indikasi : Digunakan sebagai obat untuk mengatasi Diabetes Melitus.
23
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antidiabetik Oral
➢ Dosis Maks. : 60 mg per kali minum atau 180 mg per hari.
➢ Dosis Lazim : Dokter akan meresepkan gliquidone sesuai dengan kondisi
pasien. Dosis umum gliquidone untuk penderita diabetes tipe 2 dewasa
adalah 15 mg 1 kali sehari.
Dosis dapat ditingkatkan hingga mencapai dosis perawatan 45–60 mg per
hari yang dapat dibagi menjadi 2–3 kali konsumsi.
➢ Interaksi : Jika dikonsumsi bersama dengan rifampicin, chlorpromazine,
kortikosteroid, pil KB, dan epinefrin dapat menyebabkan penurunan efek
glunest.
Jika dikonsumsi bersama dengan chloramphenicol, tetracycline, warfarin,
hormon tiroid, antibiotik sulfonamida, dan obat hipertensi golongan beta-
blocker (misalnya bisoprolol) dapat menyebabkan hipogikemia atau kadar
gula dalam darah rendah.
➢ ESO :
▪ Hipoglikemia (Kadar glukosa rendah dalam darah)
▪ Sakit kepala
▪ Mual dan Muntah
▪ Lelah
▪ Diare
▪ Konstipasi (Sulit buang air besar)
▪ Mulut kering
▪ Nyeri dada
24
▪ Sindrom Stevens-Johnson (Gangguan kulit dan selaput lendir yang
langka dan serius)
▪ Gangguan penglihatan
▪ Hipotensi (Tekanan darah rendah)
▪ Agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit)
▪ Leukopenia (jumlah sel darah putih di bawah kadar normal)
▪ Trombositopenia (jumlah trombosit di bawah kadar normal).
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Box, 10 Strip @ 10 Tablet
➢ Pabrik : Dexa Medica
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu 15-30 derajat Celcius.
➢ Kat. Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat
(FDA) mengkategorikan Gliquidone ke dalam Kategori C: Studi pada hewan
telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal
atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada
wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang
yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
➢ Kontraindikasi: Hindari pemberian pada penderita gangguan fungsi ginjal.
➢ Perhatian : Harus dengan resep Dokter - Pasien usia lanjut. - Pasien
penderita penyakit ginjal berat. - Kondisi lemah atau kurang gizi. -
Insufisiensi adrenal atau hipofisis. - Pasien intoleransi galaktosa misalnya
galaktosaemia, defisiensi Lapp-laktase atau malabsorpsi glukosa-
25
galaktosa. - Wanita hamil. Belum terdapat data keamanan terkait
penggunaan obat ini pada wanita hamil dan/atau menyusui. Konsultasikan
kepada dokter apabila Anda sedang hamil dan/atau menyusui
➢ Harga : Rp 18.000 - Rp 25.000 / Strip.
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/gliquidone
10.Goflex
➢ Zat khasiat : Nabumetone 500 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengatasi nyeri dan peradangan pada
osteoarthritis (nyeri sendi) dan rheumatoid arthritis (radang sendi).
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)
➢ Dosis Maks. : 1 gram /hari
➢ Dosis Lazim : Dewasa : 1 gram sebagai dosis tunggal, diberikan pada
malam hari. Untuk kondisi berat, keadaan akut : tambahkan 500 mg - 1 g
pada pagi hari.
Pada usia lanjut :500 mg/hari. Maksimal penggunaan 1 g per hari.
➢ Interaksi :
▪ MeningkatKan risiko perdarahan saluran pencernaan jika diberikan
bersamaan dengan kortikosteroid, antikoagulan (misalnya: Warfarin),
SSRI, antiplatelet (misalnya: Clopidogrel).
▪ Dapat menginduksi hiperkalemia jika diberikan bersamaan dengan
penghambat ACE.
26
▪ Dapat mengurangi eliminasi lithium, metotreksat.
▪ Meningkatkan risiko nefrotoksisitas jika diberikan bersamaan dengan
siklosporin, tacrolimus.
▪ Meningkatkan risiko toksisitas hematologis jika diberikan bersamaan
dengan pemberian AZT.-
▪ Berpotensi Fatal: Meningkatkan komplikasi gangguan saluran
pencernaan jika diberikan bersamaan dengan NSAID lain (misalnya:
Aspirin).
➢ ESO :
▪ Hipertensi
▪ Mengantuk
▪ Pusing
▪ Penglihatan kabur
▪ Penurunan adhesi dan agregasi trombosit
▪ Gagal jantung
▪ Anemia
▪ SaKkit kepala
▪ Kelelahan
▪ Susah tidur
▪ Gelisah
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
27
➢ Kemasan : Strip @ 6 Tablet
➢ Pabrik : Guardian Pharmatama
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius, dan terlindung dari
cahaya.
➢ Kat Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)
mengkategorikan Goflex ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik
atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita
atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika
manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
➢ Kontraindikasi:
▪ Hipersensitif
▪ Riwayat asma
▪ Urtikaria (gatal biduran)
▪ Reaksi alergi dengan aspirin atau obat anti inflamasi Non steroid lainnya
▪ Penderita atau memiliki riwayat perdarahan saluran pencernaan yang
berulang
▪ Serangan jantung baru-baru ini, gagal jantung berat.
▪ Kehamilan dan menyusui.
▪ Penggunaan bersamaan dengan obat anti inflamasi non steroid lainnya.
➢ Perhatian : Harus dengan resep Dokter
➢ Harga : Rp. 46.000 - Rp. 108.000/ Strip
28
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/goflex
https://m.k24klik.com/p/goflex-500mg-tab-30s-7779
11.Ibuprofen
➢ Zat khasiat : Ibuprofen 200 mg ; Ibuprofen 400 mg
➢ Indikasi : Digunakan sebagai Obat Pereda Nyeri dan Demam.
➢ Gol. Obat : Obat Bebas Terbatas.
➢ Kelas Terapi : Analgesik
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim :
▪ Dosis ibuprofen untuk dewasa
Dosis ibuprofen untuk mengatasi nyeri dan peradangan, seperti radang
sendi atau nyeri haid, serta demam adalah 200-800 mg, 3-4 kali sehari.
Dosis maksimal per hari adalah 3,2 gram.
▪ Dosis ibuprofen untuk anak-anak
Dosis ibuprofen untuk anak-anak dalam mengatasi berbagai kondisi
penyakit dan gangguan adalah:
❖ Kondisi: nyeri dan demam.
- Dosis anak usia 6 bulan ke atas: 4-10 mg/kgBB setiap 6-8 jam.
- Dosis maksimal per hari: 40 mg/kgBB.
❖ Ibuprofen tidak dianjurkan untuk bayi usia di bawah 6 bulan.
❖ Kondisi : penyakt juvenile idiopathic arthritis (radang sendi pada
anak-anak).
- Dosis: 30-50 mg/kgBB per hari, dibagi dalam 3 kali pemberian.
- Dosis maksimal 2,4 gram per hari.
29
❖ Kondisi : penyakit patent ductus arteriosus.
Dosis awal 10 mg/kgBB yang diberikan melalui infus selama 15
menit, kemudian dilanjutkan dengan dosis 5 mg/kgBB setelah 24 jam
dan 5 mg/kgBB setelah 48 jam.
➢ Interaksi : Hindari penggunaan obat Ibuprofen bersamaan dengan
beberapa jenis obat berikut:
▪ Risiko perdarahan saluran pencernaan akibat ibuprofen dapat
meningkat jika digunakan bersamaan dengan warfarin, kortikosteroid,
obat penghambat penyerapan serotonin selektif (SSRIs), serta aspirin.
▪ Dapat menurunkan kandungan natrium pada urine jika dikonsumsi
bersamaan dengan
▪ obat diuretik.
▪ Dapat mengurangi efek antihipertensi dari penghambat enzim pengubah
angiotensin (ACE inhibitors) atau penghalang reseptor angiotensin II
(ARBs).
▪ Tingkat toksisitas ibuprofen dapat meningkat jika digunakan bersamaan
dengan lithium atau methotrexate. Selain itu, tingkat toksisitas ibuprofen
bagi ginjal juga dapat meningkat jika digunakan bersamaan dengan
tacrolimus dan cyclosporine.
➢ ESO :
▪ Mual dan muntah
▪ Perut kembung
▪ Nyeri ulu hati
▪ Gangguan pencernaan
▪ Diare atau konstipasi
▪ Sakit kepala
▪ Tukak lambung
30
▪ Muntah darah
▪ Tinja berwarna hitam atau disertai darah.
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Box, 10 Strip @ 10 Tablet.
➢ Pabrik : Indofarma ; First Medifarma ; Promedrahardjo Farmasi ;
Novapharin ; Yarindo ; Ifars ; Tempo Scan Pasific; Rama Emerald Multi
Sukses; Phapros ; Harbat Farma ; Holi pharma ; Mulia Farma ; Erela ; Balatif
; Phyto Kemo Agun Farma.
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius.
➢ Kat. Kehamilan: Penggunaan ibuprofen pada kehamilan dikategorikan
sebagai kategori C oleh FDA dan TGA. Penggunaan pada ibu menyusui
diekskresikan dalam konsentrasi rendah pada ASI.
Kategori C (FDA): studi reproduksi pada hewan menunjukkan efek buruk
pada fetus, namun belum ada cukup bukti ilmiah pada fetus manusia. [7]
Kategori C (TGA): efek farmakologis obat, yang dapat berdampak buruk
pada fetus, atau neonatus manusia, namun tidak menyebabkan malformasi,
dan efek buruk tersebut diperKirakan bersifat reversibel.
➢ KontraIndikasi:
▪ Hipersensitivitas (termasuk asma) terhadap ibuprofen atau NSAID
lainnya.
▪ Riwayat perdarahan gastrointestinal, perforasi, atau ulserasi terkait
terapi NSAID.
▪ Ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan.
31
▪ Gagal jantung parah atau pasien yang menjalani operasi cangkok bypass
arteri koroner.
▪ Gangguan ginjal atau hati berat.
▪ Kehamilan (trimester ketiga).
➢ Perhatian : Harus dengan resep Dokter. - Kehamilan dan wanita
menyusui. - Pasien usia 60 tahun atau lebih. - Pasien dengan gangguan hati
dan ginjal (GFR kurang dari 30 ml/menit). - Anak kurang dari usia 12 tahun.
➢ Harga : Rp 3.000 - Rp 12.200
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/ibuprofen
https://www.alodokter.com/ibuprofen
12. Invitec
➢ Zat khasiat : Misoprostol 200 mcg.
➢ Indikasi : Digunakan untuk pencegahan ulkus gaster atau luka lambung
oleh induksi AINS (termasuk aspirin) pada pasien dengan risiko komplikasi
ulkus gaster yang tinggi, misal usia lanjut dan pasien dengan penyakit berat
secara bersamaan. Serta, Invitec dapat digunakan untuk pasien dengan
risiko tinggi untuk berkembangnya ulkus gaster, misal pasien dengan
riwayat ulkus.
➢ Gol.Obat : Obat Keras.
➢ Kelas Terapi : Anticuler
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim :
32
▪ Dewasa: 100-200 mcg, diberikan 4 kali sehari. Dosis terakhir diambil
sesaat sebelum tidur.
▪ Anak-anak: dosis ditentukan oleh dokter.
Dosis di atas adalah dosis yang lazim diberikan. Dosis dapat berubah
melihat pada kebutuhan pasien dan riwayat kesehatannya secara
keseluruhan. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berkonsultasi
dengan dokter maupun apoteker.
➢ Interaksi : Hindari penggunaan obat Invitec bersamaan dengan
beberapa jenis obat berikut:
▪ Penggunaan antasida yang mengandung magnesium dapat
memperburuk diare yang diinduksi oleh misoprostol.
▪ Berpotensi fatal: Peningkatan efek uterotonik dengan obat oksitosin
atau agen induksi persalinan lainnya.
➢ ESO : Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan
Invitec, antara lain diare, nyeri abdomen dan tinja cair bersifat ringan-
sedang dan sementara.
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Strip @ 10 tablet
➢ Pabrik : Dankos Farma.
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius.
➢ Kat Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)
mengkategorikan Invitec ke dalam Kategori X:
33
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin
atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko
penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang
diharapkan. Obat ini diKontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia
subur yang memiliki kemungkinan hamil.
➢ Kontraindikasi:
▪ Hipersensitif terhadap zat atau salah satu bahan Invitec.
▪ Wanita hamil.
➢ Perhatian : Pastikan Anda mengikuti semua aturan dan saran yang
diberikan dokter/atau instruksi terapi. Dokter mungkin akan mengubah
dosis atau mengganti obat lain yang lebih aman berdasarkan respons
pengobatan.
➢ Harga : Rp. 54.900
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/invitec
https://doktersehat.com/obat-misoprostol/
https://www.bukalapak.com/p/kesehatan-2359/produk-kesehatan-
lainnya/rr2e8l-jual-invitec
https://www.blibli.com/p/cytotec-misoprostol-200mg/ps--DRY-70003-
00082?ds=DRY-70003-00082-
00001&source=SEARCH&sid=88a29bd00fca478c&cnc=false&pickupPoint
Code=PP-3164452&pid=DRY-70003-
00082&tag=new&_gl=1%2a1qs5vi4%2a_ga%2aTHJNbldnakhLOHY4cEsyc
WpMYlFmeWFSSXREWWc0YU04NVJLeU5DUzZ1NUtuZl9YTHJfamZDSGF
ZSU4xRnJHSw
13.Ketorolac
➢ Zat khasiat : Ketorolac Tromethamine 10 mg
34
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengobati nyeri akut sedang sampai berat
setelah prosedur bedah.
➢ Gol. Obat : Obat Keras.
➢ Kelas Terapi : Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)
➢ Dosis Maks. : Dosis maksimal 40 mg per hari.
➢ Dosis Lazim : Dosis awal 10–20 mg, diikuti dengan 10 mg setiap 4–6 jam.
Jika diperlukan, dosis dapat ditingkatkan hingga 40 mg per hari.
➢ Interaksi : Hindari penggunaan obat Ketorolac bersamaan dengan
beberapa jenis obat berikut:
▪ Berpotensi meningkatkan risiko fatal, seperti perdarahan, jika digunakan
bersama dengan obat antikoagulan, aspirin atau obat antiinflamasi
nonsteroid dan pentoxifylline lainnya. Selain itu, obat seperti probenecid
juga dapat meningkatkan kadar ketorolac dalam darah.
▪ Sebaliknya, ketorolac dapat meningkatkan kadar zat litium.
▪ Dapat meningkatkan kadar toksisitas obat methotrexate.
▪ Obat-obatan golongan kortikosteroid, selective serotonin reuptake
inhibitor (SSRIs), dan anti platelet berpotensi meningkatkan risiko tukak
lambung atau perdarahan jika digunakan bersama dengan ketorolac.
▪ Ketorolac yang digunakan bersama dengan diuretik, ciclosporin,
tacrolimus, penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitors),
atau obat angiotensin II receptor antagonists (ARBs) dapat
meningkatkan risiko kerusakan pada ginjal (nefrotoksisitas).
▪ Obat-obatan psikoaktif, seperti flouxetine, thiothixene dan alprazolam,
dapat memicu halusinasi jika digunakan bersama dengan ketorolac.
Dalam kasus yang langka, kejang-kejang dapat terjadi jika ketorolac
digunakan bersama dengan obat antikejang, seperti phenytoin dan
carbamazepine.
35
➢ ESO :
▪ Mengantuk
▪ Pusing
▪ Sakit kepala
▪ Perubahan mental dan sensorik
▪ Berkeringat
▪ Mulut kering
▪ Haus
▪ Demam
▪ Kejang
▪ Nyeri dada.
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
➢ Pabrik : Etercon Pharma, Guardian Pharmatama, Bernofarm, Futamed
Pharmaceutical, Natura Laboratoria Prima.
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius.
➢ Kat. Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat
(FDA) mengkategorikan Ketorolac ke dalam Kategori C pada (Trimester
pertama dan kedua):
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik
atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita
36
atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika
manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)
mengkategorikan Ketorolac ke dalam Kategori D (Untuk Trimester ketiga
atau mendekati hari lahir):
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika
digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya,
jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau
untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat
digunakan atau tidak efektif).
➢ Kontraindikasi: Hindari pemberian kepada pasien dengan kondisi, seperti:
infeksi mata, rheumatoid arthritis, asma atau gangguan pernapasan lainnya,
penyakit jantung, hipertensi, gangguan ginjal, stroke, pembengkakan pada
kaki atau tangan, dan diabetes.
➢ Perhatian : Harus dengan resep Dokter. Riwayat penya\kit
Gastrointestinal atau asma, dekompensasi jantung, hipertensi, atau kondisi
serupa lain. Kategori kehamilan: C, D (Pada trimester 3 atau mendekati
melahirkan).
➢ Harga : Rp 15.200 - Rp 65.700
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/ketorolac
https://www.alodokter.com/ketorolac
14.Lamictal
➢ Zat khasiat : Lamotrigine 100 mg; Lamotrigine 50 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk membantu mengobati serangan epilepsi
pada orang dewasa dan anak-anak, membantu mencegah perubahan
suasana hati yang ekstrim dari gangguan bipolar pada orang dewasa.
➢ Gol. Obat : Obat Keras.
37
➢ Kelas Terapi : Antikonvulsan
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim : Lamictal merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan
obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep
Dokter. Selain itu, dosis penggunaan lamictal juga harus dikonsultasikan
dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis
penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya
penyakit yang diderita.
▪ Dewasa dan anak diatas usia 12 tahun: 50 mg per hari selama 2 minggu,
dilanjutkan dengan dosis 100 mg Perhatianari dibagi dalam 2 dosis
selama 2 minggu.
▪ Dosis pemeliharaan: 200 mg-400 mg per hari dibagi dalam 2 dosis.
➢ Interaksi : Hindari penggunaan obat Lamictal bersamaan dengan
beberapa jenis obat berikut:
▪ Fenitoin
▪ Karbamazepin
▪ Fenobarbital
▪ Primidon meningkatkan metabolisme lamotrigin
▪ Na valproate mengurangi metabolisme lamotrigin
➢ ESO :
▪ Pusing
▪ Mengantuk
▪ Sakit kepala
▪ Penglihatan kabur atau ganda
38
▪ Gemetar (tremor)
▪ Mual, muntah
▪ Sakit perut mungkin terjadi
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Strip @ 10 Tablet
➢ Pabrik : Glaxo Smithkline Pharmaceutical/ Glaxo Wellcome Indonesia
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.
➢ Kat. Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat
(FDA) mengkategorikan Lamictal ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik
atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita
atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika
manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
➢ Kontraindikasi: Hindari penggunaan Lamcictal pada pasien yang memiliki
riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Lamictal.
➢ Perhatian : Harus dengan resep Dokter. Ibu hamil dan menyusui, gagal
ginjal, keganasan lambung
➢ Harga : Rp 3.000 - Rp 16.300
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/lamictal
39
15.Nalgestan
➢ Zat khasiat : Phenylpropanolamine HCl 15 mg, chlorpheniramine maleate
2 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat, hidung berair,
bersin-bersin, masuk angin, alergi, dan sinusitis.
➢ Gol. Obat : Obat Bebas Terbatas
➢ Kelas Terapi : Obat Batuk dan Pilek
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim : Nalgestan merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan
obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep
dokter. Selain itu, dosis penggunaan nalgestan juga harus dikonsultasikan
dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena
dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat
tidaknya penyakit yang diderita.
1 tablet, diminum 3-4 kali sehari.
➢ Interaksi : Alkohol mempotensiasi rasa kantuk karena chlorpheniramine
maleate.
➢ ESO :
▪ Gangguan saluran pencernaan
▪ Kesulitan berkemih
▪ Kelemahan otot
▪ Gemetar
▪ Hipotensi (tekanan darah rendah)
▪ Penglihatan kabur
40
▪ Tinitus (berbunyi denging pada telinga)
▪ Mulut kering
▪ Sesak dada
▪ Berkeringat
▪ Haus
▪ Anoreksia (gangguan makan)
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Strip @ 4 Tablet
➢ Pabrik : Darya Varia Laboratoria
➢ Cara Simpan: Simpan Nalgestan di dalam suhu ruangan. Hindarkan obat ini
dari suhu panas dan paparan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari
jangkauan anak-anak.
➢ Kat. Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat
(FDA) mengkategorikan Nalgestan ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik
atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita
atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika
manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
➢ Kontraindikasi:
▪ Penderita hipertiroidisme
▪ Penderita hipertensi
41
▪ Penderita penyakit jantung
▪ Penderita glaukoma sudut tertutup
▪ Sedang dalam terapi MAOI
▪ Penderita penyakit saluran pernapasan bawah
▪ Bayi baru lahir atau prematur
▪ Menyusui
➢ Perhatian : Gangguan fungsi hati dan ginjal, glaukoma, hipertrofi prostat,
hipertiroid, retensi urin, penggunaan pada anak usia di bawah 6 tahun,
wanita hamil dan menyusui, penggunaan bersamaan dengan obat-obatan
yang menekan susunan saraf pusat.
➢ Harga : Rp. 9,680, - / strip
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/nalgestan
https://www.sehatq.com/obat/nalgestan-tablet
https://www.k24klik.com/p/nalgestan-tab-str-304
16.Oskadon
➢ Zat khasiat : Paracetamol 500 mg, caffeine anhydrous 35 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk meredakan sakit kepala dan menurunkan
demam.
➢ Gol. Obat : Obat Bebas
➢ Kelas Terapi : Analgetik (Non Opioid) dan Antipiretik.
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim : 1 tablet, diminum 3 kali sehari
42
➢ Interaksi : Jika digunakan bersama obat-obatan lain, kandungan
paracetamol di dalam Oskadon bisa menimbulkan interaksi obat, berupa:
▪ Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati, jika digunakan
bersama isoniazid.
▪ Peningkatan risiko terjadinya perdarahan, jika digunakan bersama
obat antikoagulan.
▪ Peningkatan risiko terjadinya efek samping yang fatal, jika digunakan
bersama sodium fusidat.
➢ ESO : Mual, muntah, Kerusakan hati jika digunakan melebihi dosis
➢ Cara pakai :
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Strip @ 4 Tablet
➢ Pabrik : Supra Ferbindo Farma
➢ Cara Simpan: Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan
dari sinar matahari langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di
kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki
aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatianatikan instruksi penyimpanan
pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua
obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
➢ Kat. Kehamilan: Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak
memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum ada studi
terkontrol pada wanita hamil dan menyusui.
Belum diketahui apakah Oskadon dapat terserap ke dalam ASI atau tidak.
Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa
berkonsultasi dulu dengan dokter.
43
➢ Kontraindikasi: Tidak boleh diberikan pada asien yang memiliki riwayat
hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Oskadon.
➢ Perhatian : Penderita dengan riwayat penyakit ginjal atau gangguan
fungsi hati. Wanita hamil dan menyusui.
➢ Harga : Rp 2.000 - Rp 5.200
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/oskadon
https://www.alodokter.com/oskadon#:~:text=Interaksi%20Oskadon%20de
ngan%20Obat%20Lain,jika%20digunakan%20bersama%20obat%20antikoa
gulan.
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/oskadon-4-tablet
https://hellosehat.com/obatan-suplemen/obat/oskadon/
17.Pantopump
➢ Zat khasiat : Pantoprazole Sodium Sesquihydrate 40 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengatasi tukak duodenum, tukak lambung,
kasus inflamasi esofagus (refluks esofagitis) sedang dan berat.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antasid, Obat Antirefluks dan Antiulserasi
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim : Dewasa: 40 mg sehari sekali.
➢ Interaksi : Dapat berinteraksi dengan obat atau senyawa lainnya yang
dimetabolisme oleh sistem enzim sitokrom P450.
➢ ESO : Gangguan saluran cerna seperti diare, nyeri perut, konstipasi,
mual, kembung, muntah, dan mulut kering.
➢ Cara pakai :
44
a. Bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih
b. Masukan tablet kedalam mulut
c. Minum air putih
➢ Kemasan : Strip @ 7 Tablet
➢ Pabrik : Phapros
➢ Cara Simpan: Simpan di tempat sejuk dan kering, terhindar dari sinar
matahari langsung
➢ Kat. Kehamilan: Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan
Amerika Serikat) mengkategorikan Pantopump kedalam Kategori B dengan
penjelasan sebagai berikut:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak
ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah
menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak
dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama
(dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).
➢ Kontraindikasi: Tidak boleh digunakan oleh pasien yang telah diketahui
memiliki alergi terhadap kandungan obat Pantopump, wanita hamil dan
anak.
➢ Perhatian : Kehamilan. Kerusakan fungsi hati
➢ Harga : Rp 30.557,- / Tablet
➢ Sumber : https://m.klikdokter.com/obat/pantopump
https://www.k24klik.com/p/pantopump-40mg-fc-capl-7s-
16852#:~:text=Pantopump%20mengandung%20zat%20aktif%20Pantopraz
ole,saKontraindikasit%20maag%20dan%20tukak%20lambung.
45
18.Quetvell
➢ Zat khasiat : Quetiapine fumarate 25 mg; Quetiapine fumarate 100 mg;
Quetiapine fumarate 200 mg; Quetiapine fumarate 300 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengatasi episode manik akut gangguan
bipolar, skizofrenia, mencegah gangguan bipolar, fase depresi gangguan
bipolar.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antipsikotik
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim : Quetvell termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu
penggunaan obat ini harus sesuai anjuran resep dokter:
▪ Skizofrenia
Diberikan dosis 25 mg diminum 2 kali sehari pada hari 1, tingkatkan dosis
menjadi 50 mg diminum 2 kali sehari pada hari 2, dosis 100 mg diminum
pada hari 3 dan dosis 150 mg diminum 2 kali sehari pada hari 4.
Dosis biasa: diberikan dosis 300-450 mg / hari dalam 2 dosis terbagi.
Maksimal: 750 mg / hari.
▪ Episode manik akut gangguan bipolar
Diberikan dosis 50 mg diminum 2 kali sehari pada hari 1, dosis 100 mg
diminum 2 kali sehari pada hari 2, dosis 150 mg diminum 2 kali sehari
pada hari 3 dan 200 mg diminum 2 kali sehari pada hari 4.
Dosis biasa: dosis 400-800 mg / hari dalam 2 dosis terbagi. Maksimal:
800 mg / hari.
▪ Fase depresi dari gangguan bipolar
Diberikan dosis 50 mg pada waktu tidur pada hari pertama, dosis 100 mg
pada hari kedua, dosis 200 mg pada hari ketiga, dan dosis 300 mg pada
hari keempat.
Dosis umum: 300 mg / hari. Maksimal: 600 mg / hari.
46
▪ Mencegah gangguan bipolar
Lanjutkan terapi dengan dosis efektif untuk pengobatan gangguan
bipolar. Sesuaikan dosis tergantung pada respons klinis dan tolerabilitas
dengan pemberian dosis 300-800 mg. Gunakan dosis efektif terendah
untuk terapi pemeliharaan.
➢ Interaksi :
▪ Dapat meningkatkan efek sentral dari depresan SSP lainnya.
▪ Efek obat antihipertensi yang ditingkatkan.
▪ Dapat meningkatkan aksi obat yang memperpanjang interval QT atau
menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.
▪ Peningkatan efek ekstrapiramidal, mengantuk dan bertambah seiring
dengan lithium.
▪ Dapat memusuhi tindakan dopaminergik (misalnya: Levodopa).
▪ Dapat menurunkan kadar plasma dengan induser CYP3A4 (misalnya:
Fenitoin, carbamazepine).
▪ Dapat meningkatkan kadar plasma dengan penghambat CYP3A4
(misalnya: Ketoconazole, erythromycin).
▪ Peningkatan clearance dengan thioridazine.
➢ ESO : Efek samping penggunaan Quetvell yang mungkin terjadi
adalah:
▪ Sakit kepala, pusing
▪ Peningkatan berat badan, peningkatan kadar trigliserida plasma dan
kolesterol total
▪ Kecemasan, lekas marah, demam
▪ Nafsu makan meningkat
▪ Sembelit
47