19. Paracetamol
➢ Zat Khasiat : Paracetamol 500 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang dan
dapat menurunkan demam.
➢ Gol. Obat : Obat Bebas
➢ Kelas Terapi : Analgetik dan antipiretik
➢ Dosis Maks. :
▪ Dewasa 8 kaplet per hari
▪ Anak 4 kaplet per hari
➢ Dosis Lazim :
▪ Dewasa : 1-2 kaplet. 3-4 kali per hari
▪ Anak 7-12 tahun : 0,5-1 kaplet. 3-4 kali per hari
➢ Interaksi :
▪ Pemakaian Paracetamol bersama obat-obat dibawah ini dapat
memberikan interaksi obat:
▪ Warfarin
▪ Carbamazepine (obat yang biasanya digunakan untuk mengobati
epilepsi) efektifitas paracetamol dapat menurun
▪ Phenobarbital, phenytoin, atau primidone (obat-obatan yang biasanya
digunakan untuk mengontrol kejang) dapat menurunkan konsentrasi
serum
▪ Metoclopramide (obat yang biasanya digunakan untuk meredakan rasa
mual dan muntah) dapat meningkatkan absorbsi paracetamol
▪ Colestyramine (obat yang biasanya digunakan untuk mengurangi rasa
gatal pada gangguan ginjal) dapat menurunkan absorbsi obat.
➢ ESO : penurunan fungsi hati.
➢ Cara Pakai : Bersihkan tangan dengan air bersih dan sabun, masukkan
kaplet kedalam mulut, lalu minum air putih.
98
➢ Kemasan : Strip @ 10 Kaplet, Botol Plastik @ 100 Tablet
➢ Pabrik : Holi Pharma
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius, di tempat
kering dan terhindar dari cahaya. Jangan dibekukan.
➢ Kat Kehamilan: FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat)
mengategorikan Paracetamol ke dalam kategori B
➢ Kontraindikasi: Pasien yang memiliki hipersensitifitas Paracetamol.
➢ Perhatian : Harus dengan resep dokter.
➢ Harga : Rp. 1.700 - Rp. 9.400
➢ Sumber :https://www.klikdokter.com/obat/paracetamol
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/paracetamol-500-mg-10-
kaplet
20. Patral
➢ Zat Khasiat : Tramadol 37.5 mg, Paracetamol 325 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengatasi rasa sakit dan nyeri ringan
sampai dengan nyeri berat dan menurunkan demam.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Obat Analgetik
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim : Diminum 2 tablet setiap 6 jam maksimal 8 tablet Perhatianari,
jangka waktu minum maksimal 5 hari.
➢ Interaksi :
▪ Sumatriptan dapat meningkatkan resiko kejang dan sindrom serotonin
(peningkatan kadar serotonin dalam tubuh).
99
▪ Obat golongan hipnotik (obat tidur)
▪ Meningkatkan depresi central nervous (kecemasan) sistem dengan
barbiturat, benzodiazepin.
▪ Obat golongan anxiolytics (anti kecemasan) lainnya.
▪ Peningkatan International Normalized Ratio (mengevaluasi pengobatan
dengan antikoagulan) dengan warfarin.
▪ Obat golongan antidepresan sedatif (obat depresan dan penenang),
antihistamin sedatif (anti alergi dan penenang), neuroleptik (obat
psikotik), obat antihipertensi bertindak pusat, thalidomide dan baclofen
▪ Penurunan khasiat analgesik (penghilang sakit dan nyeri) dengan
Ondansentron
➢ ESO :
▪ Hepatotoksisitas (kerusakan hati).
▪ Postural hipotensi (Tekanan darah rendah yang menyebabkan rasa
pusing saat perpindahah posisi tubuh secara mendadak).
▪ Depresi pernafasan yang ditandai dengan penurunan masuknya udara
ke paru-paru.
▪ Kolaps atau pingsan.
▪ Bradikardi (Detak jantung lebih lama dari biasanya) .
▪ Alergi yang berhubungan dengan saluran pernafasan seperti Dyspnoea
(sesak nafas), bronkospasme (penyempitan saluran pernafasan yaitu
dinding bronkial), bersin, Edema (pembengkakkan karena penumpukan
cairan tubuh pada bagian tertentu).
▪ Perubahan nafsu makan.
▪ Agitasi atau kegelisahan.
▪ Ruam kulit.
▪ Diskrasia darah (gangguan / kelainan pada sel plasma).
▪ Hypoprothrombinemia (Kekurangan protombin yang merupakan salah
satu komponen dalam pembekuan darah).
➢ Cara Pakai : Bersihkan tangan dengan air bersih dan sabun, masukkan
kaplet kedalam mulut lalu minum air putih.
➢ Kemasan : 1 Strip @ 10 Kaplet
➢ Pabrik : Mahakam Beta Farma
100
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius, di tempat
kering dan terhindar dari cahaya. Jangan dibekukan.
➢ Kat Kehamilan: Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat
dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan patral kedalam kategori C.
➢ Kontraindikasi:
▪ Sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang memiliki riwayat
hipersensitif atau alergi opioid.
▪ Keracunan akut dengan alkohol, hipnotik, narkotika, analgesik, opioid,
dan psikotropika.
▪ Tidak digunakan pada pasien yang menerima Monoamin Oksidase
inhibitor (MAOI)
▪ Tidak digunakan pada pasien gangguan hati berat, epilepsi tidak
dikendalikan oleh pengobatan.
▪ Tidak digunakan pada ibu hamil dan menyusui.
➢ Perhatian : Harus deangan resep dokter.
➢ Harga : Rp. 130.000 / strip
➢ Sumber :https://www.klikdokter.com/obat/patral
https://shopee.co.id/product/96937254/2226930667?smtt=0.153711327-
1615472326.9
21. Primadol
➢ Zat Khasiat : Paracetamol 500 mg, Metoclopramide HCl 5 mg
➢ Indikasi : Digunakan sebagai penurun demam, pereda nyeri ringan
hingga sedang.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Analgetik dan antipiretik
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim : Dewasa Dosis awal 2 tablet, dapat diulangi 4 jam sekali,
maksimal dosis 6 tablet per hari.
➢ Interaksi : Metoclopramide berinteraksi dengan obat golongan analgesik
opioid.
101
➢ ESO :
▪ Primadol dapat menyebabkan kerusahan hati dan ginjal dalam jangka
waktu pemakaian panjang
▪ Mual, muntah, nyeri perut bagian atas.
➢ Cara Pakai : Bersihkan tangan dengan air bersih dan sabun, masukkan
kaplet kedalam mulut lalu minum air putih.
➢ Kemasan : Strip @ 10 Kaplet
➢ Pabrik : Soho Global Health Alliance Division
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius, di tempat
kering dan terhindar dari cahaya. Jangan dibekukan.
➢ Kat Kehamilan: FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat)
mengkategorikan paracetamol kedalam kategori C dengan penjelasan
sebagai berikut :
Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin
dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada
manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat
pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.
➢ Kontraindikasi:
▪ Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap komposisi dari
primadol
▪ Pasien yang memiliki riwayat asma
▪ Pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi hati dan ginjal.
▪ Anak dibawah usia 12 tahun.
➢ Perhatian : Harus dengan resep dokter.
➢ Harga : Rp. 15.000 – Rp. 34.300
➢ Sumber :https://www.klikdokter.com/obat/primadol
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/primadol-10-kaplet
https://www.honestdocs.id/primadol
102
22. Pronicy
➢ Zat Khasiat : Cyproheptadine 4 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk meredakan gejala alergi.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antihistamin
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim :
▪ Anak 2 -6 tahun: 2 mg 2-3 kali sehari
▪ Anak 7 - 12 tahun: 4 mg 2-3 kali sehari
▪ Dewasa: 4 mg, 3-4 kali sehari.
➢ Interaksi :
▪ Obat-obat inhibitor enzim CYP3A4 seperti ketoconazole, erythromycin,
cimetidine, furanocoumarin (ditemukan dalam jeruk), amprenavir
meningkatkan kadar Pronicy dalam plasma.
▪ MAO inhibitor memperpanjang dan mengintensifkan efek antikolinergik
dari antihistamin.
▪ Antihistamin mungkin memiliki efek aditif dengan alkohol dan depresan
sistem saraf pusat lainnya, misalnya, hipnotik, sedatif, obat penenang,
dan agen anti ansietas.
➢ ESO :
▪ Detak jantung berdegup cepat
▪ Mudah terluka atau berdarah
▪ Buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau tidak sama sekali.
▪ Kulit pucat atau kekuningan, urin berwarna gelap.
▪ Demam, atau merasa lemas
➢ Cara Pakai : Cuci tangan dengan air bersih dan sabun, masukkan kaplet
kedalam mulut lalu minum air putih.
➢ Kemasan : Strip @ 10 Kaplet
103
➢ Pabrik : Sejahtera Lestari Farma
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu antara 20-25°C.
➢ Kat Kehamilan: Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko
pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik
pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk
pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada
wanita hamil tidak menunjukkan risiko pada janin di trimester berapapun.
➢ Kontraindikasi:
▪ Hindari penggunaan Pronicy pada pasien yang memiliki indikasi:
▪ Ibu menyusui
▪ Pasien yang memiliki alergi atau sensitivitas terhadap siproheptadin
hidroklorida atau penggunaan bersamaan dengan inhibitor monoamine
oxidase
▪ Memiliki penyakit glaukoma
▪ Pasien yang menjalani terapi untuk serangan asma akut Bayi baru lahir
atau premature
➢ Perhatian : Harus dengan resep Dokter.
➢ Harga : Rp. 3.520/Strip
➢ Sumber :https://www.sehatq.com/obat/pronicy-kaplet-4-
mghttps://www.klikdokter.com/obat/pronicy#:~:text=Pronicy%20adalah%
20obat%20yang%20mengandung,alergi%20musiman%20lainnya%20(dema
m).
https://www.sehatq.com/obat/pronicy-kaplet-4-mg
https://www.honestdocs.id/pronicy#:~:text=Interaksi%20Pronicy,menimb
ulkan%20racun%20yang%20membahayakan%20tubuh.
23. Rifastar
➢ Zat Khasiat : Rifampicin 150 mg, Isoniazid 75 mg, Pyrazinamide 400 mg,
Ethambutol 275 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengobati tuberculosis (TBC).
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Anti Tuberkulosis
104
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim :
▪ Pasien dengan berat badan > 71 kg: 5 tablet, diminum 1 kali sehari.
▪ Berat badan 55-70 kg: 4 tablet, diminum 1 kali sehari.
▪ Berat badan 38-54 kg: 3 tablet, diminum 1 kali sehari.
▪ Berat badan 30-37 kg: 2 tablet, diminum 1 kali.
➢ Interaksi : Tidak boleh diberikan bersamaan dengan kontrasepsi oral
atau terapi pengganti hormon, antikoagulan, antasid dan simetidine,
analgetik opioid, Morphin, Kodein, Disulfiram, antidepresan, obat gout,
kortikosteroid, obat yang mengandung sulfinpyrazone, alopurinol, colchicine
dan probenecid, Kloramfenikol, Ketokonazol, Dapsone, Methadone, Teofilin,
siklosporin A , Azatioprin, Diuretika dan obat neurotoksis.
➢ ESO :
▪ Mual, muntah
▪ Cairan tubuh menjadi merah
▪ Peningkatan enzim hati
▪ Rasa tidak nyaman pada lambung dan usus
▪ Ruam kulit
➢ Cara Pakai : Bersihakan tangan dengan air bersih dan sabun, masukkan
kaplet kedalam mulut kemudian minum air putih.
➢ Kemasan : Strip @ 10 Kaplet Salut Selaput
➢ Pabrik : Indofarma
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.
➢ Kat Kehamilan: Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi
atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama
dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat
keamanan obat ini.
➢ Kontraindikasi:
▪ Pasien yang hipersensitif
▪ Penderita penyakit hati
▪ Gangguan fungsi ginjal
105
➢ Perhatian : Harus dengan resep Dokter.
➢ Harga : Rp. 51.400 - Rp. 98.400
➢ Sumber : : https://www.klikdokter.com/obat/rifastar
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/rifastar-10-kaplet
https://www.sehatq.com/obat/pronicy-kaplet-4-mg
24. Salfenal
➢ Zat Khasiat : Ibuprofen 200 mg.
➢ Indikasi : Digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan rasa
nyeri pada anak.
➢ Gol. Obat : Obat Bebas Terbatas.
➢ Kelas Terapi : Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID).
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim :
▪ Dewasa 200 mg-400 mg, diminum 3-4 kali sehari.
▪ Anak usia 8-12 tahun: 200 mg, diminum 3-4 kali sehari.
➢ Interaksi :
▪ Peningkatan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi atau perdarahan
dengan NSAID lain (misalnya: Aspirin), antiplatelet, antikoagulan
(misalnya: Warfarin), kortikosteroid, SSRI.
▪ Peningkatan risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal dengan siklosporin,
tacrolimus.
▪ Peningkatan kadar dan risiko toksisitas dengan litium, metotreksat.
▪ Dapat mengurangi efek antihipertensi dari inhibitor ACE, antagonis
reseptor angiotensin II; efek natriuretik diuretik.
➢ ESO :
▪ Muntah
▪ Tinnitus (telinga berbunyi denging)
106
▪ Mual
▪ Diare, perut kembung, sembelit
▪ Sakit kepala, pusing
➢ Cara Pakai : Cuci tangan dengan air bersih dan sabun, masukkan kaplet
kedalam mulut lalu minum air putih.
➢ Kemasan : Box, 10 Strip @10 Kaplet.
➢ Pabrik : Itrasal
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu 20-25d derajat Celcius, hindari dari
cahaya.
➢ Kat Kehamilan: -
➢ Kontraindikasi:
▪ Ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan.
▪ Gagal jantung parah atau pasien yang menjalani operasi cangkok bypass
arteri koroner.
▪ Gangguan ginjal atau hati berat.
▪ Hipersensitivitas (termasuk asma) terhadap ibuprofen atau NSAID
lainnya.
▪ Riwayat perdarahan gastrointestinal, perforasi, atau ulserasi terkait
terapi NSAID.
▪ Kehamilan (trimester ketiga).
➢ Perhatian : Harus dengan resep dokter.
➢ Harga : Rp. 700 - Rp. 2.300
➢ Sumber : https://www.klikdokter.com/obat/salfenal
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/salfenal-200-mg
25. Tamanopan
➢ Zat Khasiat : Paracetamol 500 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk meredakan nyeri.
107
➢ Gol. Obat : Obat Bebas
➢ Kelas Terapi : Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik
➢ Dosis Maks. :
➢ Dosis Lazim :
▪ Dewasa dan anak:
Usia lebih dari 12 tahun 1-2 kaplet 3-4 kali sehari. Maksimal: 8 kaplet /
hari.
▪ Anak-anak:
Usia 6-11 tahun 1/2 -1 kaplet 3-4 kali sehari. Maksimal: 4 kaplet / hari.
➢ Interaksi :
▪ Mengurangi penyerapan dengan colestyramine. Konsentrasi serum
menurun dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (misal Fenitoin,
fenobarbital, karbamazepin, primidon).
▪ Dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.
▪ Peningkatan konsentrasi serum dengan probenesid.
▪ Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya dengan
penggunaan jangka panjang. -Peningkatan penyerapan dengan
metoclopramide dan domperidone.
➢ ESO : Kerusakan hati dengan jangka panjang, dosis besar, reaksi
hipersensitif (alergi) misalnya, kemerahan, gatal dan mengelupas kulit,
pembengkakan pada bibir, lidah, tenggorokan danwajah; sariawan, memar,
berdarah.
➢ Cara Pakai : Bersihkan tangan dengan air bersih dan sabun, masukkan
kaplet kedalam mulut lalu minum air putih.
➢ Kemasan : Strip @ 10 kaplet
➢ Pabrik : Aditama Raya Farmindo
➢ Cara Simpan : Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius, di tempat
kering dan terhindar dari cahaya. Jangan dibekukan.
➢ Kat Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)
mengkategorikan Tamanopan ke dalam Kategori B.
108
➢ Kontraindikasi:
▪ Pasien dengan gangguan fungsi hati.
▪ Pasien dengan penyakit ginjal dan Infeksi parah
▪ Dapat meningkatkan risiko disfungsi hati pada pasien yang
mengonsumsi alkohol dan asidosis metabolik.
▪ Penggunaan bersamaan dengan obat lain yang mengandung
parasetamol
➢ Perhatian :
▪ Pemakaian Tamanopan (paracetamol) harus dihentikan jika tanda-
tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam,
arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi
bisa berakibat fatal.
▪ Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai
penyakit asma.
▪ Paracetamol diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI) meskipun
dalam jumlah yang kecil. Obat ini adalah pilihan pertama sebagai pereda
nyeri dan penurun panas bagi ibu menyusui, namun jika anda ragu
berkonsultasilah dengan dokter jika anda ingin menggunakan
Tamanopan (paracetamol) saat menyusui.
▪ Meskipun efek Tamanopan (paracetamol) terhadap perdarahan
lambung relatif lebih kecil daripada obat-obat golongan NSAID, ada
baiknya obat ini dikonsumsi setelah makan.
▪ Jika anda mengkonsumsi alkohol, potensi terjadinya kerusakan hati
sangat tinggi terutama pada pemakaian jangka panjang dan dosis yang
lebih tinggi.
▪ Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan gangguan fungsi
hati dan ginjal.
➢ Harga : Rp. 20.000 / box isi 10 strip
➢ Sumber : https://www.klikdokter.com/obat/tamanopan
https://www.honestdocs.id/tamanopan
https://shopeee.co.id/Tamanopan-Paracetamol-Box-isi-10strip-
i.88365076. 154964449
109
2.3 KAPSUL
Kapsul Adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras
atau lunak yang dapat larut. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin;
tetapi dapat juga terbuat dari pati atau bahan lain yang sesuai (Depkes
RI, 1995).
1. Alpentin
➢ Zat Khasiat : Gabapentin 300mg
➢ Indikasi : Kejang parsial dan kejang parsial dengan generalisasi
sekunder yang tidak dapat dikendalikan dengan antikonvulsan standar.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antikonvulsan
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Dewasa dan anak >12 tahun: sehari 900-1800 mg;
▪ Hari ke-1: sehari 1×300 mg.
▪ Hari ke 2: sehari 2×300 mg.
▪ Hari ke-3: sehari 3×300 mg.
110
▪ Selanjutnya dosis dapat ditingkatkan sampai sehari 1200mg, diberikan
dalam 3 dosis terbagi . Maks: 2400 mg.
▪ Pasien gagal ginjal dengan bersihan keratin >60 ml/mnt: sehari 3× 400
mg; 30-60 ml/mnt: sehari 1x300 mg, 15-60 ml/mnt: sehari 1x300 mg >15
ml/mnt: 300 mg tiap 2 hari sekali.
▪ Pasien yg menjalani hemodialisis awal: sehari 300-400 mg
▪ Dosis pemeliharaan: 200-300 mg, berikan 4 Jam hemodialisis.
➢ Interaksi : Bioavaibilitas obat berkurang dengan Simetidin.
➢ ESO : Somnolen, pusing, ataksia, lelah, nistagmus, sakit kepala,
tremor, mual, muntah, diplopia, ambliopia, rhinitis.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 5 x 10.
➢ Pabrik : Actavis
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.
➢ Kat. Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat
(FDA) mengkategorikan Alpentin ke dalam Kategori C: Obat diberikan hanya
jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
➢ Kontraindikasi:
▪ Pasien yang hipersensitif terhadap Gabapentin.
▪ Pankreatitis akut
▪ Kejang generalisasi primer (tidak efektif)
▪ Galaktosemia (intoleransi galaktosa) untuk sediaan kapsul gabapentin
yang mengandung laktosa.
111
➢ Perhatian : Hentikan secara bertahap selama min. 1 minggu. Dapat
mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin, hamil,
menyusui, anak <12 tahun.
➢ Harga : 300 mg Rp 205.000
➢ Sumber : ISO, https://m.klikdokter.com/obat/alpentin
2. Asam Mefenamat
➢ Zat Khasiat : Asam mefenamat 250 mg/kaps.
➢ Indikasi : Meredakan nyeri ringan sampai sedang karena sakit kepala,
sakit gigi, dismenore primer, karena trauma, nyeri otot dan sesudah operasi.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Analgesik NSAID
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Dewasa dan anak >14 thn: Awal 500 mg, dilanjutkan 250 mg
tiap 6 jam.
➢ Interaksi : Menghambat enzim yang memproduksi prostaglandin.
➢ ESO : Penggunaan obat yang tidak sesuai dengan anjuran dapat
menimbulkan efek samping, beberapa di antaranya sakit maag, mual, dan
diare.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 10x20 kaps 250 mg
112
➢ Pabrik : Indofarma
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.
➢ Kat. Kehamilan: TGA memasukkan asam mefenamat dalam kategori C.
Asam mefenamat menghambat sintesis prostaglandin, dan bila diberikan
pada kehamilan lanjut dapat menyebabkan tertutupnya duktus arteriosus
fetal, gangguan ginjal, inhibisi agregasi platelet, dan penundaan persalinan.
➢ Kontraindikasi:
▪ Hipersensitivitas
▪ Riwayat ulkus peptikum, serta perdarahan atau perforasi saluran cerna
▪ Inflammatory bowel disease
▪ Gagal jantung
▪ Pasien coronary artery bypass graft (CABG) karena dapat meningkatkan
insidensi infark miokard dan stroke
▪ Gagal ginjal (klirens kreatinin <30 ml/menit)
▪ Gangguan fungsi hepar berat
▪ Kehamilan trimester ke-3[4,5,7]
➢ Perhatian : Segera hentikan pemakaian obat dan temui dokter jika
mengalami efek samping serius, seperti sesak napas, BAB berdarah,
atau muntah darah.
➢ Harga : Rp 14.500/strip
➢ Sumber : ISO, https://www.alodokter.com/asam-mefenamat
3. Aztrin
➢ Zat Khasiat : Azitromisin basa 250 mg.
➢ Indikasi : Infeksi saluran nafas bawah disebabkan M. catarrhalis, H.
influenzae atau S. pneumoniaepneumoniae; pengobatan alternatif saluran
nafas atas yang disebabkan S. pyogenes pada penderita yang tidak dapat
menggunakan obat pilihan, infeksi kulit dan jaringan yang disebabkan oleh
S. aureus, S. pyogenes atau S.agalactiae: penyakit kelamin non gonore
uretritis dan servitis yang disebabkan oleh C. trachomatis.
113
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antibiotik
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Infeksi saluran nafas atas dan bawah, infeksi kulit ringan dan
sedang : 500 mg (sebagai dosis tunggal) pada hari pertama, dilanjutkan 250
mg pada 4 hari berikutnya. - Infeksi chlamydia trachomatis: 1 gram sebagai
dosis tunggal. - Sinusitis akut akibat bakteri : 500 mg persehari selama 3
hari.
➢ Interaksi :
▪ Meningkatkan konsentrasi serum digoxin, siklosporin, terfenadin,
hexobarbital dan fenitoin.
▪ Penurunan tingkat penyerapan dengan antasida yang mengandung
aluminium dan magnesium.
▪ Peningkatan
➢ ESO :
▪ Mual, muntah, diare.
▪ Kembung
▪ Nyeri dada, dispepsia, dan nyeri pada perut.
▪ Gugup, ruam kulit.
▪ Pusing, sakit kepala, vertigo.
▪ Berpotensi patal: shock anafilaksis juga dilaporkan terjadi pada
pemakaian aztrin (Azithromycin).
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
114
➢ Kemasan : Dus, 1 strip @ 6 Kapsul.
➢ Pabrik : Pharos
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu 20-25°C, terlindung dari cahaya.
➢ Kat Kehamilan: Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak
menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita
hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain
penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada
wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester
berikutnya).
➢ Kontraindikasi:
▪ Sebaiknya tidak digunakan pada pasien hipersensitif terhadap antibiotik
macrolide.
▪ Riwayat disfungsi hati atau ikterus kolestatik setelah penggunaan
antibiotik sebelumnya.
➢ Perhatian :
▪ Gangguan ginjal sedang sampai dengan berat, gangguan hati berat.
▪ Anak-anak dibawah 16 tahun.
▪ Pasien yang mengkonsumsi obat derivat ergot.
▪ Wanita hamil dan menyusui.
➢ Harga : Rp 36.000 - Rp 62.700
➢ Sumber : ISO, https://m.klikdokter.com/obat/aztrin,
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/aztrin-kaplet-500-mg
4. Berthyco
➢ Zat Khasiat : Mekobalamin 500 mg.
➢ Indikasi : Digunakan untuk membantu pengobatan neuropati perifer.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Nootropik dan Neurotonik / Neurotropik
➢ Dosis Maks :
115
➢ Dosis Lazim : Sehari 3x500 mg; dosis harus disesuaikan dengan umum
pasien dan gejalanya.
➢ Interaksi :
▪ Penurunan penyerapan dengan asam aminosalisilat, kloramfenikol,
kolkisin, antagonis histamin-2, neomisin dan inhibitor pompa proton
(omeprazole).
▪ Konsentrasi serum menurun dengan kontrasepsi oral.
▪ Gangguan respons terapeutik dengan dosis besar dan terus-menerus
asam folat.
➢ ESO :
▪ Mual dan muntah
▪ Kehilangan nafsu makan
▪ Diare dan gangguan pencernaan lainnya
▪ Pusing
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 10x10 kapsul
➢ Pabrik : Bernofarm
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu di bawah 30°C.
➢ Kat Kehamilan: -
➢ Kontraindikasi: Hipersensitif
➢ Perhatian : Penggunaan obat harus sesuai berat badan dan keparahan
kasus.
➢ Harga : Rp 170.000.-
116
➢ Sumber : ISO, https://m.klikdokter.com/obat/berthyco,
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/berthyco-500-mcg-10-kapsul
5. Celebrex
➢ Zat Khasiat : Selekoksib 100 mg: 200 mg.
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengobati arthritis, nyeri akut, nyeri haid,
membantu meredakan rasa sakit.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS)
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Dosis terendah pada pasien. Untuk osteoarthritis: sehari 1x
200 mg atau sehari 2x 100 mg. Rematik arthritis: sehari 2x100-200 mg.
➢ Interaksi : Menghambat enzim cyclooxygenase-2 (COX-2) yang
bertugas memproduksi prostaglandin. Penurunan kadar prostaglandin akan
berdampak pada berkurangnya rasa nyeri dan bengkak akibat peradangan.
➢ ESO : Nyeri abdomen, diare, dispepsia, inerbang, mual nyeri
punggung, edeina perifer, luka karena kecelakaan, pusing, sakit kepala,
insomnia, faringitis, sinusitis, rhinitis, ruam kulit, memperburuk hinertensi,
argina pektoris, ulserasi dan perdarahan sel cerna.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
117
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : 10 X3 kap 100 mg. 200 mg.
➢ Pabrik : Pfizer
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.
➢ Kat Kehamilan:
▪ Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)
mengkategorikan Celebrex ke dalam Kategori C (sebelum usia
kehamilan 30 minggu):
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik
atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita
atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya
jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada
janin.
▪ Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)
mengategorikan Celebrex ke dalam Kategori D (dimulai pada usia
kehamilan 30 minggu):
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika
digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko
(misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam
jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman
tidak dapat digunakan atau tidak efektif).
➢ Kontraindikasi: Reaksi tipe alergi terhadap sulfonamida, aspirin, atau NSAID
lain, asma dan urtikaria perawatan setelah operasi.
➢ Perhatian :
▪ Penggunaan kronik dapat menyebabkan peningkatan resiko serius yang
membahayakan pada kardiovaskuler trombotik, infark miokard, dan
stroke yg bisa berakibat fatal.
▪ Pasien dengan retensi cairan, HTN, gagal jantung, asma yang sensitive
terhadap asma, disfurgsi hati, kerusakan fungsi ginjal, sedang terapi
118
diuretik ACE inhibitors, lansia, hamil dan menyusui, resiko pada ulcer sel
cerna, perdarahan dan perforasi.
➢ Harga : Rp 99.800 – Rp 183.000 (100 mg)
➢ Sumber : ISO, https://m.klikdokter.com/obat/celebrex,
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/celebrex-100-mg-10-kapsul
6. Cetrizine
➢ Zat Khasiat : Setirizin dihidroklorida 10 mg.
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengatasi reaksi alergi..
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antihistamin dan Antialergik.
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Sehari 1x.
➢ Interaksi :
▪ Jika dikondumsi bersamaan obat lain atau bahan lainnya menyebabkan
kantuk, pusing, dan sulit fokus jika digunakan dengan alkohol,
duloxetine, alprazolam, lorazepam, dan zolpidem.
▪ Mengurangi efektivitas cetirizine, jika digunakan bersama obat asma
teofilin.
➢ ESO : Sakit kepala, pusing, rasa kantuk, agitasi, mulut kering dan
rasa tidak enak pada lambung.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
119
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 10x10 kapsul
➢ Pabrik : Pertiwi Agung
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.
➢ Kat Kehamilan: Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak
memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum ada studi
terkontrol pada wanita hamil. Cetirizine dapat terserap ke dalam ASI. Bila
Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa sepengetahuan
dokter.
➢ Kontraindikasi: Hipersensitif, wanita menyusui, penyakit ginjal berat.
➢ Perhatian :
▪ Beritahukan dokter jika kesulitan untuk buang air kecil akibat
pembesaran prostat atau ketika menderita gangguan ginjal, hati, serta
diabetes.
▪ Jangan lupa untuk memberi tahu dokter mengenai obat-obatan yang
digunakan, baik suplemen, vitamin, atau obat-obatan herbal.
▪ Jangan mengemudi atau mengoperasikan alat berat selama menjalani
pengobatan dengan cetirizine, karena pada beberapa orang dapat
menimbulkan rasa kantuk.
▪ Jangan meningkatkan dosis obat yang diminum atau mengonsumsi obat
ini dengan frekuensi yang lebih banyak dari anjuran dokter.
▪ Jika ruam kulit akibat alergi tidak membaik setelah penggunaan
cetirizine selama 3 hari, konsultasikan kembali dengan dokter.
▪ Jika terjadi reaksi alergi obat atau overdosis segera hubungi dokter.
➢ Harga : Rp 20.000/strip
➢ Sumber : ISO, https://www.alodokter.com/cetirizine,
7. Clindamycin
➢ Zat Khasiat : Klindamisin 150 mg; 300 mg.
120
➢ Indikasi : Infeksi serius bakteri anaerob, streptokokus, pneumokokus,
dan atafilokokus.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antibiotik
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim :
▪ Dewasa dengan infeksi serius: 150-300 mg tiap 6 jam. Lebih berat 300-
450 mg.
▪ Anak-anak dengan infeksi serius: 8-16 mg/kg BB dlm 3-4 dosis terbagi,
infeksi lebih berat 16-20 mg/ kgBB/hari dlm 3-4 dosis terbagi.
➢ Interaksi :
▪ Penurunan efektivitas vaksin yang mengandung kuman hidup, seperti
vaksin tifoid, kolera, dan BCG.
▪ Penurunan efektivitas clindamycin, bila digunakan bersama obat untuk
TBC rifampicin.
▪ Penurunan efektivitas clindamycin dan erythromycin, bila digunakan
bersamaan.
▪ Peningkatan efek samping atracurium, ciclosporin, dan vecuronium.
▪ Penurunan efektivitas pil KB, terutama yang mengandung estradiol.
▪ Penurunan efek samping clindamycin, bila digunakan bersama
ketoconazole.
➢ ESO :
▪ Munculnya gangguan pencernaan, termasuk, mual, muntah, muncul rasa
seperti logam di mulut, serta diare.
▪ Nyeri saat menelan.
▪ Nyeri sendi.
▪ Rasa panas di area dada (heartburn).
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
121
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 5 x 10 kaps. 150 mg & 300 mg.
➢ Pabrik : Indofarma
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.
➢ Kat Kehamilan: Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak
memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum ada studi
terkontrol pada wanita hamil. Oleh karena itu, jika anda sedang hamil jangan
menggunakan clindamycin tanpa memberitahu dokter. Clindamycin dapat
terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan
obat ini tanpa memberitahu dokter terlebih dahulu.
➢ Kontraindikasi: Hipersensitif thd Klindamidin atau linkomisin.
➢ Perhatian :
▪ Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat kolitis, penyakit Crohn, asma,
alergi, eksim, gangguan ginjal, gangguan fungsi hati, dan meningitis.
▪ Harap berhati-hati dalam mengonsumsi clindamycin jika Anda sedang
menggunakan obat-obatan lain, seperti erythromycin, rifampicin, aspirin,
atau ketoconazole, serta suplemen atau obat herbal.
▪ Beri tahu dokter jika Anda berencana atau baru melakukan operasi,
termasuk operasi gigi.
▪ Beri tahu dokter jika Anda berencana atau belum lama menjalani
vaksinasi tertentu.
▪ Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki kebiasaan merokok atau
sering mengonsumsi minuman beralkohol.
▪ Jika muncul reaksi alergi obat setelah menggunakan clindamycin, segera
temui dokter.
➢ Harga : Rp 9.300 – Rp 49.400 (300 mg)
122
➢ Sumber : ISO, https://www.alodokter.com/clindamycin,
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/clindamycin-300-mg-10-
kapsul
8. Dalcin
➢ Zat Khasiat : Klindamisin 300 mg.
➢ Indikasi : Infeksi saluran nafas, kulit dan jaringan lunak, septikemia,
intra abdominal, ginekologi, tulang dan sendi.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antibiotik
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Dewasa: Infeksi serius, 150-300 mg tiap 6 jam; infeksi yg lebih
berat, 300-450 mg tiap 6 jam; anak-anak, 3-6 mg/kgBB/hari tiap 6 jam
tergantung beratnya infeksi.
➢ Interaksi :
▪ Bakteri anaerob : infeksi saluran pernapasan serius seperti emfisema,
pneumonitis anaerob, dan abses paru, infeksi kulit dan jaringan lunak
yang serius, septisemia, infeksi intra-abdomen seperti peritonitis dan
abses intra-abdomen (biasanya berasal dari organisme anaerob yang
sudah ada di saluran pencernaan normal), infeksi panggul perempuan
dan saluran genital seperti endometritis, abses tubo-ovarium
nongonococcal, selulitis pelvis, dan infeksi Kista vagina pascaoperasi.
▪ Bakteri strain Streptococci : infeksi saluran pernapasan yang serius,
infeksi kulit dan jaringan lunak yang serius.
▪ Staphylococci : infeksi saluran pernapasan yang serius, infeksi kulit dan
jaringan lunak yang serius.
▪ Pneumococci : Infeksi saluran pernafasan yang serius.
➢ ESO :
123
▪ Efek samping Daclin 300 mg Kapsul (Clindamycin) yang umum terjadi,
misalnya kolitis pseudomembran, diare, nyeri abdomen, gangguan pada
tes fungsi hati, dan ruam makulopapular.
▪ Efek samping yang lebih jarang misalnya eosinofilia, dysgeusia,
hipotensi, cardiorespiratory arrest, mual, muntah, urtikaria, eritema
multiforme, poliartritis, dan pruritus.
▪ Ada sedikit laporan efek samping obat yang mengandung Clindamycin
berupa agranulositosis, leukopenia, neutropenia, trombositopenia,
reaksi anafilaktik, Drug reaction with eoshiphilia and systemic
symptoms (DRESS), esofagitis, ulkus esofagus, ikterus, nekrolisis
epidermal toksis, sindroma Steven Johnson, dermatitis eksfoliatif,
dermatitis bulosa, infeksi vagina, dan Acute Generalised Exanthematous
Pustulosis (AGEP).
▪ Efek samping yang berpotensi fatal : Clostridium difficile-associated
diarrhea (CDAD) atau kolitis pseudomembran, dan nekrolisis epidermal
toksik.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 5 x 10 kapsul
➢ Pabrik : Tempo Scan Pasific
➢ Cara Simpan: Simpan di tempat sejuk dan kering, terhindar dari sinar
matahari langsung.
➢ Kat. Kehamilan: -
124
➢ Kontraindikasi: Jangan diberikan untuk pasien yang memiliki alergi obat
hydrochloride atau lincomycin.
➢ Perhatian : Semua obat antibiotik termasuk Daclin 300 mg Kapsul
(Clindamycin) menyebabkan perubahan flora normal usus besar, yang
menyebabkan pertumbuhan berlebih Clostridium difficile. Hal ini rentan
menyebabkan diare, mulai diare ringan sampai kolitis fatal. Oleh karena
sebab ini, penggunaan antibiotik Daclin 300 mg Kapsul (Clindamycin) harus
benar-benar untuk kasus infeksi serius yang telah ditetapkan. Sebelum
menggunakan antibiotik ini bisa dipertimbangkan untuk menggunakan
antibiotik alternatif misalnya, erythromycin. Jika diare terjadi hindari
penggunaan obat diare, segera hubungi dokter.
➢ Harga :-
➢ Sumber : ISO, https://www.honestdocs.id/daclin-300-mg-kapsul,
https://m.k24klik.com/p/daclin-300mg-tab-50s-12801
9. Fluconazole
➢ Zat Khasiat : Flukonazol 200 mg
➢ Indikasi : Untuk mengobati infeksi yang di sebabkan oleh jamur dan sel
ragi. : Obat Keras
➢ Gol. Obat
➢ Kelas Terapi : Anti Jamur
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Sehari 50-400 mg.
➢ Interaksi :
▪ Mengurangi kadar fluconazole di dalam darah jika digunakan dengan
rifampicin
▪ Meningkatkan kadar dari ciclosporin di dalam darah
125
▪ Meningkatkan risiko terjadinya miopati dan rhabdomyolysis jika
digunakan dengan simvastatin atau atorvastatin
▪ Meningkatkan risiko terjadinya aritmia jika digunakan dengan
astemizole, cisapride, terfenadine, quinidine, haloperidol,
hydroxychloroquine, atau erthromycin
▪ Meningkatkan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan obat
antikoagulan, seperti warfarin
▪ Meningkatkan risiko terjadinya hipoglikemia jika digunakan dengan
glipizide atau glimepiride
➢ ESO : Mual, muntah sakit kepala, sakit perut diare, kembung, ruam,
gangguan eksfoliatif kulit, kejang leukopenia, trombositopenia,
hiperkolesterolemia, hipertrigliserdemia, hipokalemia, alopesia, reaksi
anafilaksis, neutropenia, agranulositosis.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 150 mg, 10 kapsul
➢ Pabrik : Pertiwi Agung
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.
➢ Kat Kehamilan:
▪ Kategori D: Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia,
tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari
126
risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa.
Fluconazole berisiko menimbulkan keguguran.
▪ Fluconazole dapat terserap ke dalam ASI. Oleh karena itu, ibu menyusui
disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi
obat ini, agar dokter dapat mempertimbangkan antara manfaat dengan
risikonya.
➢ Kontraindikasi: Hipersensitif.
➢ Perhatian :
▪ Beri tahu dokter jika Anda alergi terhadap fluconazole atau antijamur
golongan azole lain, seperti ketokonazole.
▪ Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami penyakit
ginjal, penyakit hati, kanker, HIV/AIDS, gangguan irama jantung, atau
gangguan elektrolit.
▪ Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan fluconazole sebelum
menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
▪ Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau
produk herbal tertentu.
▪ Jangan mengendarai kendaraan atau melakukan aktivitas yang
membutuhkan kewaspadaan selama menjalani pengobatan dengan
fluconazole, karena obat ini dapat menyebabkan pusing.
▪ Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat, efek samping yang
serius, atau overdosis setelah menggunakan fluconazole.
➢ Harga : Rp 15.500 – Rp 53.500
➢ Sumber : ISO, https://www.alodokter.com/fluconazole,
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/fluconazole-150-mg-kapsul
10. Incidal-od
➢ Zat Khasiat : Setirizin dihidroklorida 10 mg 5 mg.
➢ Indikasi : Digunakan untuk Perineal rinitis, rinitis alergi dan urtikaria
idiopatik kronis.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
127
➢ Kelas Terapi : Antialergi
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Dewasa dan anak >12 tahun: sehari 1x1 kapsul.
➢ Interaksi :
▪ Obat antihistamin lain
▪ Obat antidepresan
▪ Obat antikejang
▪ Obat pereda nyeri golongan opioid
▪ Obat gangguan kecemasan
▪ Obat gangguan mental
▪ Obat pelemas otot
▪ Obat pereda batuk
▪ Obat tidur
➢ ESO : Bersifat sementara: it sakikepala, rasa kantuk, agitasi, mulut
kering, rasa tidak enak pada lambung.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 5 x 10 kapsul.
➢ Pabrik : Bayer
128
➢ Cara Simpan: Simpan di tempat sejuk dan kering, terhindar dari sinar
matahari langsung.
➢ Kat Kehamilan: Kategori Kehamilan : C (mungkin berisiko), obat digunakan
dengan hati-hati apabila besarnya manfaat yang diperoleh melebihi
besarnya risiko terhadap janin. Penelitian pada hewan uji menunjukkan
risiko terhadap janin dan belum terdapat penelitian langsung terhadap
wanita hamil.
➢ Kontraindikasi: Kehamilan semester I dan menyusui, penyakit ginjal berat,
hipersensitif.
➢ Perhatian : Hamil dan menyusui: mengendarai kendaraan.
➢ Harga : Rp 35.200 - Rp 69.700
➢ Sumber : ISO, https://www.alodokter.com/incidal-od,
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/incidal-od-10-kapsul
11. Lapibal
➢ Zat Khasiat : Mekobalamin 250 mcg; 500 mcg.
➢ Indikasi :
▪ Mengobati gangguan yang diakibatkan oleh defisiensi vitamin B12.
▪ Anemia megaloblastik (anemia yang disebabkan oleh kelainan proses
pembentukan DNA sel darah merah).
▪ Neuropati diabetes (kadar gula darah yang tinggi dapat mencederai
serat-serat saraf).
▪ Neuropati perifer (kerusakan pada sistem saraf tepi yang terletak di luar
sistem saraf pusat).
▪ Pengobatan awal sklerosis lateral amiotrofik (penyakit saraf yang
menyerang neuron yang mengendalikan otot lurik).
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Nootropik & Neurotonik / Neurotrofik
➢ Dosis Maks :
129
➢ Dosis Lazim : Sehari 3x 250-500 mcg.
➢ Interaksi :
▪ Menurunkan penyerapan methylcobalamin dalam saluran cerna, jika
digunakan dengan neomycin, colchicine, metformin, obat proton pump
inhibitor seperti omeprazole, dan obat penghambat H2 seperti ranitidin.
▪ Mengurangi kadar methylcobalamin dalam darah, jika digunakan
dengan pil KB dan vitamin C.
➢ ESO : Walaupun sangat jarang terjadi, dapat timbul anoreksia, mual
atau diare.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 10 x 10 kapsul 250 mcg & 500 mcg.
➢ Pabrik : Lapi
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.
➢ Kat Kehamilan: Bagi ibu menyusui harus berkonsultasi terlebih dahulu pada
dokter.
➢ Kontraindikasi: Hindari pemberian kepada pasien hematuria (kondisi
adanya sel darah dalam urin), polisitemia (gangguan sumsum tulang),
infeksi atau jika memiliki kadar zat besi dan folat rendah.
➢ Perhatian : Harus dengan resep Dokter
➢ Harga : Rp 23.400 – Rp 55.200
➢ Sumber : ISO, https://m.klikdokter.com/obat/lapibal,
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/lapibal-500-mcg-10-kapsul
130
12. Lyrica
➢ Zat Khasiat : Pregabalin 75 mg; 150 mg.
➢ Indikasi : Digunakan untuk nyeri neuropati perifer pada dewasa. Terapi
tambahan pada pengobatan kejang parsial dengan atau tanpa generalisasi
sekunder pada dewasa.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Anti Konvulsan
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Sehari 150-600 mg terbagi dlm 2-3 dosis; Nyeri neuropati:
Awal, sehari 2xl 75 mg dpt ditingkatkan sampai dgn sehari 2x 150 mg stlh
interval 3-7 hari. Maks: sehari 2x300 mg setelah 1 minggu; Epilepsi: Awal
sehari 2x 75 mg. Dapat ditingkatkan sampai dgn 150 mg setelah 1 minggu.
Maks sehari 2x 300 mg.
➢ Interaksi :
▪ Aditif penurunan fungsi motorik kognitif & kasar yang disebabkan oleh
oksikodon dengan pregabalin.
▪ Dapat meningkatkan efek etanol & lorazepam.
▪ Peningkatan Fungsi saluran pencernaan bawah dengan analgesik
opioid.
➢ ESO : Pusing, somnolen, peningkatan nafsu makan, bingung, emosi
labil, impotensi, iritabilitas, gangguan penglihatan dan vertigo.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 14 kaps.
131
➢ Pabrik : Pfizer
➢ CaraSimpan : Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.
➢ Kat. Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat
(FDA) mengkategorikan Lyrica ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik
atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita
atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika
manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
➢ Kontraindikasi: Menyusui.
➢ Perhatian : Pasien dengan intoleransi galaktosa herediter, defisiensi
laktosa atau Malabsorpsi glukosa-galaktosa. Gangguan ginjal, diabetes,
hamil, lansia, anak 12-17 thn.
➢ Harga : Rp 18.327 (75 mg)
➢ Sumber : ISO, https://m.klikdokter.com/obat/lyrica,
https://m.k24klik.com/p/lyrica-75mg-cap-376
13. Meconeuro
➢ Zat Khasiat : Mekobalamin.
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengobati neuropati perifer, membantu
tubuh memproduksi sel darah merah.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Nootropics & Neurotonics / Neurotrophics
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Kaps: Sehari 3 x 250-500 mcg.
➢ Interaksi : Kapsul Meconeuro / dapat berinteraksi dengan obat dan
produk berikut ini:
▪ Capsule Chloramphenicol
▪ Cimetidine
▪ Colchicine
▪ Famotidine
▪ Lansoprazole
132
▪ Neomycin
▪ Omeprazole
▪ Ranitidine
➢ ESO : Kehilangan nafsu makan, mual, diare, ganguan GI lain. atau
demam.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 10 x 10 Kaps 500 mcg.
➢ Pabrik : Novell Pharma
➢ Cara Simpan: Pada temperature ruangan 25 derajat Celcius, atau pada
kisaran 15-30 derajat Celcius.
➢ Kat. Kehamilan: -
➢ Kontraindikasi: Hipersensitivitas
➢ Perhatian : Hentikan terapi jika tidak ada respon setelah beberapa bulan.
➢ Harga : Rp. 220.000,-
➢ Sumber : ISO, https://www.pengobatan.org/indonesia-id/meconeuro-
capsule#interactions
14. Megabal
➢ Zat Khasiat : Mekobalamin 500 mcg.
➢ Indikasi : Digunakan untuk menangani penyakit kekurangan vitamin
B12, mengatasi nyeri saraf, kebas/mati rasa.
133
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Vitamin dan Mineral.
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Dewasa sehari 3x 1 kapsul.
➢ Interaksi :
▪ Penggunaan bersamaan dengan Neomycin, Colchicine, Metformin,
Omeprazol , dan Ranitidin dapat menurunkan penyerapan obat dalam
darah.
▪ Penggunaan bersama dengan pil KB dan vitamin C dapat menurunkan
efektivitas obat dalam darah.
➢ ESO : Anoreksia, mual, diare, ruam kulit.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 10 x 10 kapsul.
➢ Pabrik: Sanbe Farma
➢ Cara Simpan: Simpan di tempat sejuk dan kering, terhindar dari sinar
matahari langsung.
➢ Kat. Kehamilan: -
➢ Kontraindikasi: Hipersensitifitas.
➢ Perhatian : Hentikan penggunaan jika tidak ada respon dalam beberapa
bulan.
➢ Harga : Rp 18.000 – Rp 41.300
134
➢ Sumber : ISO, https://m.k24klik.com/p/megabal-500mcg-cap-3897,
https://m.klikdokter.com/obat/megabal
15. Methycobal
➢ Zat Khasiat : Mekobalamin
➢ Indikasi : Digunakan untuk pengobatan penyakit anemia, neuropati
perifer. : Obat Keras
➢ Gol. Obat
➢ Kelas Terapi : Nootropics & Neurotonics / Neurotrophics.
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Kaps 500mg sehari 3x.
➢ Interaksi :
▪ Penurunan penyerapan dengan asam aminosalisilat, kloramfenikol,
colchicine, antagonis histamin-2, neomisin, dan inhibitor pompa proton
(misalnya. Omeprazole).
▪ Konsentrasi serum menurun dengan kontrasepsi oral. Gangguan respons
terapeutik asam folat dengan dosis besar dan pemberian yang terus-
menerus.
➢ ESO :
▪ Mual
▪ Diare
▪ Ruam kulit
▪ Anoreksia (gangguan makan)
▪ Rasa sakit dan indurasi (kulit menjadi keras, tebal, dan menonjol) di area
injeksi
▪ Sakit kepala
▪ Berkeringat
▪ Demam
➢ Cara Pakai :
135
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 10 strip @10 kapsul
➢ Pabrik : Eisai
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.
➢ Kat. Kehamilan: -
➢ Kontraindikasi: Hipersensitivitas
➢ Perhatian : Hentikan terapi bila tdk ada respon dalam jangka waktu
tertentu. Neonatus, bayi premature, bayi dan anak.
➢ Harga : Rp 40.700 – Rp 79.600
➢ Sumber : ISO, https://m.klikdokter.com/obat/methycobal,
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/methycobal-500-mcg-10-
kapsul
16. Omeprazole
➢ Zat Khasiat : Omeprazole 20 mg.
➢ Indikasi : Digunakan untuk menangani tukak lambung, GERD, dan
gangguan lambung serta saluran pencernaan lainnya.Pengobatan jangka
panjang sindroma Zollinger-Ellison.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antiulseran, Agen Antirefluks, dan Antasida
➢ Dosis Maks :
136
➢ Dosis Lazim : Dewasa: sehari 1x 20-40 mg. Lama terapi: tukak usus 2-4
minggu. Tukak lambung dan refluks esofagitis yang erosif 4-8 minggu;
sindoma Zollinger-Ellison: sehari 1x 60 mg. Maks.30 mg 120 mg. Dosis 80
mg harus diminum dalam 2 dosis terbagi.
➢ Interaksi :
▪ Menurunkan efektivitas obat clopidogrel dalam membantu mencegah
serangan jantung atau stroke.
▪ Menurunkan efektivitas obat erlotinib untuk mengobati kanker.
▪ Meningkatkan efek dan kadar atorvastatin dalam darah, sehingga
meningkatkan risiko seseorang mengalami kerusakan liver.
▪ Meningkatkan kadar dan efek alprazolam, sehingga penggunanya
berisiko mengalami gangguan pernapasan dan sangat mengantuk.
➢ ESO : Selain nyeri perut dan sakit kepala, efek samping lain yang
perlu diwaspadai adalah:
▪ Rendahnya kadar kalium dalam darah, yang menimbulkan gejala berupa
kram otot, detak jantung yang tidak normal (lambat, cepat, atau tidak
beraturan), dan kejang.
▪ Bertambah parahnya gejala pada penderita lupus.
▪ Gangguan pencernaan, seperti diare yang berkelanjutan serta adanya
darah atau lendir pada tinja.
▪ Kekurangan vitamin B12, yang menyebabkan keluhan lemas, sariawan,
mati rasa, dan kesemutan pada tangan atau kaki.
▪ Reaksi alergi obat, seperti munculnya ruam, pusing, hingga sesak napas.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 30 kapsul 20 mg
137
➢ Pabrik : Hexpharm Jaya
➢ Cara Simpan: Sediaan omeprazole per oral disimpan dalam kemasan yang
kedap udara, pada temperature ruangan bersuhu 15-30 derajat Celcius
terhindar dari cahaya, panas atau lembab.
➢ Kat Kehamilan: Kategori B: Mungkin dapat digunakan oleh wanita hamil.
Penelitian pada hewan uji tidak memperlihatkan ada nya risiko terhadap
janin, namun belum ada bukti penelitian langsung terhadap wanita hamil.
➢ Kontraindikasi: Hipersensitivitas
➢ Perhatian : Penderita dengan gangguan fungsi ginjal. - Wanita hamil,
menyusui dan anak- anak usia kurang dari 1 tahun.
➢ Harga : (HNA Rp 11.136,- )
➢ Sumber : ISO, https://www.alodokter.com/omeprazole,
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/omeprazole-20-mg-10-
kapsul, https://www.alomedika.com/obat/obat-untuk-saluran-
cerna/antasida-dan-antiulkus/omeprazol/formulasi
17. Opicef
➢ Zat Khasiat : Sefadroksil 500 mg; 125 mg
➢ Indikasi : Digunakan untuk pengobatan pasien yang terinfeksi bakteri,
infeksi saluran nafas atas dan bawah, kulit dan jaringan lunak
genitourinaria, osteomyelitis dan artritis septik.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antibiotik.
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Dewasa: Sehari 1-2 g. Anak: 25-50 mg/kgBB/hari dibagi
dalam 2 dosis.
➢ Interaksi :
138
▪ Penggunaan bersamaan dengan antibiotik bakteriostatik (tetrasiklin,
eritromisin, sulfonamid, kloramfenikol) dapat menyebabkan efek
antagonistik.
▪ Dapat mempotensiasi efek nefrotoksik dari antibiotik aminoglikosida,
polimiksin B, colistin atau diuretik loop dosis tinggi.
▪ Dapat meningkatkan efek antikoagulan antagonis vitamin K.
▪ Dapat mengurangi efek terapi BCG, vaksin tifoid dan Na picosulfate.
▪ Dapat mengurangi efek kontrasepsi oral.
▪ Peningkatan konsentrasi serum dengan probenesid.
▪ Mengurangi ketersediaan hayati dengan colestyramine.
➢ ESO :
▪ Dispepsia atau nyeri perut di bagian atas, mual, muntah, dan diare.
Alergi (Ruam, urtikaria, angioedema, pruritus).
Disfungsi hati (Kolestasis, peningkatan serum transaminase).
▪ Pruritus genital atau rasa gatal terasa diseluruh tubuh.
Demam.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 5x10 kapsul.
➢ Pabrik : Otto
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu 20-25°C, terlindung dari cahaya.
➢ Kat Kehamilan: Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak
menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita
hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain
penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada
139
wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester
berikutnya).
➢ Kontraindikasi: Hindari penggunaan Opicef pada pasien yang memiliki
indikasi hipersensitif terhadap sefadroksil atau sefalosporin lain.
➢ Perhatian : Harus dengan resep Dokter. Gangguan fungsi ginjal.
Penggunaan jangka lama. Hamil, laktasi.
➢ Harga : Rp 495.000,-
➢ Sumber : ISO, https://m.klikdokter.com/obat/opicef,
https://m.k24klik.com/p/opicef-500mg-cap-50s-13412
18. Sanlin
➢ Zat Khasiat : Tetrasiklin dapar fosfat.
➢ Indikasi : Infeksi oleh mikroorganisme seperti pada sal pernafasan,
pneumonia, bronkhitis kronik, faringitis, sal kemih, kulit dan jaringan dan
infeksi. sistemik.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antibiotik, Analgetik, Antipiretik, Antidiabetes
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Dewasa dan anak dengan BB >40 kg: sehari 2-4x250-500 mg.
➢ Interaksi :
▪ Sanlin (tetracycline) jika diberikan bersamaan dengan susu, yogurt, dan
produk susu lainnya menjadi tidak aktif
▪ Penggunaan bersamaan dengan antasida dan mineral seperti zinc, zat
besi dan natrium bikarbonat dapat mengganggu penyerapan obat
tersebut.
▪ tetracycline sebaiknya tidak diberikan untuk pasien yang
menggunakan methotrexate
▪ mengurangi efektivitas dari obat kb penggunaan bersamaan obat
antidiabetes seperti sulfornylurea dan insulin dapat memberikan efek
penurunan glukosa (hipoglikemia)
➢ ESO :
140
▪ kebanyakan efek samping sanlin (tetracycline) yang muncul
adalah mual, muntah, diare, radang lidah, radang
usus, dermatitis, urtikaria
▪ menghambat perkembangan gigi dan tulang termasuk
untuk janin sehingga pemberian sanlin (tetracycline) untuk
wanita hamil sebaiknya dihindari.
▪ menyebabkan gigi kuning, abu-abu, coklat hingga hitam, terutama untuk
bayi dan anak - anak dibawah 8 tahun
▪ Menyebabkan efek fotosensitifitas pada kulit (paparan
cahaya matahari secara intens sebaiknya dihindari selama
pemakaian antibiotik ini)
▪ Berpotensi fatal : kesulitan nafas , syok anafilaksis , Clostridium
difficile -associated disease (CDAD), kerusakan hati bila digunakan
pada orang dengan perlemakan hati.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 10x10 kapsul 250 mg; kapsul 500 mg.
➢ Pabrik : Sanbe Farma
➢ Cara Simpan: Simpan di tempat sejuk dan kering, terhindar dari sinar
matahari langsung.
➢ Kat Kehamilan: KATEGORI D: Ada bukti positif pemberian tetrasiklin
(tetracycline) beresiko pada janin manusia berdasarkan pengalaman
penelitian. Dapat digunakan bila dalam kondisi mengancam jiwa atau
penyakit serius bila tidak ada terapi lainnya yang lebih efektif dibandingkan
obat ini.
141
➢ Kontraindikasi: Hipersensitif
➢ Perhatian :
▪ Hati-hati memberikan sanlin (tetracycline) pada penderita dengan fungsi
hati dan ginjal yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka
waktu panjang.
▪ Jangan menggunakan sanlin (tetracycline) untuk wanita hamil,
ibu menyusui, bayi dan anak - anak di bawah umur 8 tahun
➢ Harga : Rp 103.731,00 (500 mg)
➢ Sumber : ISO, https://www.honestdocs.id/sanlin,
https://medicastore.com/produk/Obat/12387/sanlin-capsul-500-mg
19. Selesiklin
➢ Zat Khasiat : Tetrasiklin HCL 500 mg.
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengobati infeksi yang rentan, jerawat,
sipilis atau raja singa, dan Epididimo-orkitis (perradangan pada testis).
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Tertacyline
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Dewasa: sehari 4x1 kapsul, Anak >8 thn: 25-50
mg/kgBB/hari, dibagi dalam 4 dosis.
➢ Interaksi : Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi
saat penggunaan Selesiklin:
▪ Penyerapan dapat terganggu oleh kation divalen dan trivalen (misalnya
Al, Ca, Mg, Fe, Zn), Na bikarbonat, subsalisilat bismut, kaolin-pektin,
sucralfate, colestipol, dan colestyramine.
▪ Dapat membentuk kompleks dengan strontium ranelate, menghasilkan
penurunan penyerapan tetrasiklin.
142
▪ Dapat mengganggu aksi bakterisida penisilin.
▪ Dapat memperpanjang efek antikoagulan.
▪ Dapat mengurangi konsentrasi atovaquone plasma.
▪ Dapat mengurangi kemanjuran kontrasepsi oral.
▪ Efek nefrotoksik dapat diperburuk oleh diuretik atau obat nefrotoksik
lainnya.
▪ Dapat meningkatkan efek hipoglikemik insulin dan sulfonilurea pada
pasien dengan diabetes mellitus.
▪ Dapat meningkatkan efek toksik alkaloid dan metotreksat ergot.
▪ Dapat meningkatkan kadar litium dan digoksin.
▪ Dapat mengurangi efek terapeutik BCG, vaksin BCG, vaksin tifoid.
➢ ESO :
▪ Fotosensitifitas (sensitif terhadap cahaya).
▪ Hipertensi intrakranial, peningkatan BUN.
▪ Enamel hipoplasia atau perubahan warna gigi permanen pada anak-
anak.
▪ Hiperpigmentasi (kelebihan warna) jaringan pada anak-anak <8 tahun.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 10x10 kapul.
➢ Pabrik: Sejahtera Lestari Farma
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu 20-25°C, terlindung dari cahaya.
➢ Kat. Kehamilan: Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia,
tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima
meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi
143
yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius di mana obat-obatan yang
lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).
➢ Kontraindikasi: Hipersensitivitas, hamil dan menyusui.
➢ Perhatian :
▪ Sebelum menggunakan obat Selesiklin, beri tahu dokter atau apoteker
jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya; atau terhadap
salah satu antibiotik golongan Tetracycline lainnya (misalnya,
Doxycycline, Minocycline), atau jika Anda memiliki alergi lainnya.
▪ Sebelum menggunakan obat Selesiklin, beri tahu dokter atau apoteker
riwayat kesehatan Anda, terutama : penyakit ginjal, penyakit hati,
masalah menelan, masalah kerongkongan (misalnya., Hernia hiatus,
penyakit refluks-GERD).
▪ Obat ini bisa membuat pusing. Alkohol dapat memperburuk efek
samping ini. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan
apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
▪ Selesiklin tetracycline HCl dapat menyebabkan vaksin bakteri hidup
(seperti vaksin tifoid) tidak berfungsi. Jangan melakukan imunisasi /
vaksinasi saat menggunakan obat antibiotik ini kecuali atas saran
dokter.
▪ Obat ini dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari. Hindari
paparan sinar matahari langsung. Gunakan tabir surya dan kenakan
pakaian pelindung saat di luar ruangan.
▪ Sebelum menjalani operasi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa
Anda sedang menggunakan antibiotik Selesiklin tetracycline HCl.
▪ Pasien lanjut usia mungkin lebih rentan mengalami efek samping obat
ini terutama gangguan pencernaan.
▪ Obat Selesiklin tetracycline HCl tidak boleh digunakan untuk anak-anak
usia lebih muda dari 8 tahun karena dapat menyebabkan perubahan
warna gigi permanen dan masalah lainnya. Perubahan warna gigi juga
bisa terjadi pada anak-anak yang lebih tua dan remaja.
➢ Harga : Rp -
➢ Sumber : ISO, https://m.klikdokter.com/obat/selesiklin
144
20. Taxime
➢ Zat Khasiat : Cefixime 100 mg, 200 mg; 100 mg.
➢ Indikasi : ISK, otitis media, faringitis dan tonsillitis, bronchitis akut dan
bronchitis kronik eksaserbasi; demain tifoid pada anak.
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antibiotik
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Kapsul dewasa dan anak BB 30 kg; sehari 2x 50-100 mg.
➢ Interaksi :
▪ Dapat meningkatkan waktu protrombin dengan atau tanpa perdarahan
dan meningkatkan efek antikoagulan (misalnya: Warfarin K).
▪ Meningkatkan bioavailabilitas hingga 70% jika di berikan bersamaan
dengan nifedipine.
▪ Meningkatkan konsentrasi serum jika di berikan bersamaan dengan
probenesid.
▪ Dapat meningkatkan konsentrasi plasma carbamazepine.
➢ ESO : Reaksi hipersensitif; gangguan hematologi hepatik dan
pencernaan.
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus 30 kapsul.
➢ Pabrik : Hexpharm Jaya
145
➢ Cara Simpan: Simpan di tempat sejuk dan kering, terhindar dari sinar
matahari langsung.
➢ Kat. Kehamilan: Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak
menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita
hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain
penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada
wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester
berikutnya).
➢ Kontraindikasi: Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif
terhadap sefalosporin, penisilin atau antibiotik beta-laktam apa pun, bayi
prematur dan bayi baru lahir.
➢ Perhatian : Hipersensitif penisilin, riwayat alergi seperti asma bronkial,
ruam atau urtikaria; Gangguan fungsi renal serius, nutrisi oral buruk, pasien
yang mendapat nutrisi parenteral. Dapat mengakibatkan positif palsu tes
glukosa degan larutan benedict atau fehling, tes Coombs, lansia, hainil,
menyusui, anak.
➢ Harga : HNA 100mg Rp 90.000,-; 200mg Rp 150.000,-
➢ Sumber : ISO, https://m.klikdokter.com/obat/taxime
21. Thislacol
➢ Zat Khasiat : Tiamfenikol 500 mg.
➢ Indikasi : Digunakan untuk mengobati, infeksi bakteri yang rentan, dan
penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri, seperti gonore (
penyakit menular seksual yang umum dan disebabkan oleh bakteri bernama
Neisseria Gonorrhoeae atau Gonococcus).
➢ Gol. Obat : Obat Keras
➢ Kelas Terapi : Antibiotik Chloramphenicol.
➢ Dosis Maks :
➢ Dosis Lazim : Sehari 3-4x 250-500 mg, anak: sehari 3-4x 50 mg/KgBB.
146
➢ Interaksi : Berpotensi Fatal: Obat-obatan yang menekan fungsi sumsum
tulang.
➢ ESO :
▪ Stomatitis ( pembengkakan pada lapisan mukosa dari struktur apa pun
pada mulut)
▪ Gangguan saluran pencernaan
▪ Ensefalopati (mengacu pada kelainan struktur atau fungsi otak )
▪ Depresi mental dan sakit kepala
▪ Ototoksisitas (gangguan pada fungsi pendengaran dan keseimbangan
akibat dari paparan obat )
▪ Anemia hemolitik (bentuk Mediterania G6PD)
▪ Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan perdarahan, neuritis
perifer dan optik.
▪ Berpotensi Fatal: Depresi sumsum tulang; sindrom bayi abu-abu, reaksi
alergi
➢ Cara Pakai :
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih
b. Keringkan tangan dengan handuk/lap bersih atau tisu
c. Basahi mulut dengan air liur atau air putih terlebih dahulu (mulut kering
membuat menelan lebih sulit).
d. Tempatkan kapsul di tengah lidah Anda, dan panjangkan ke bawah
sepanjang lidah.
e. Cobalah minum air langsung ke tenggorokan, lalu menempatkan kepala
ke belakang.
f. Ambil napas dalam-dalam untuk menekan refleks muntah Anda.
➢ Kemasan : Dus, 10x10 kapsul.
➢ Pabrik : Metiska Farma
➢ Cara Simpan: Simpan pada suhu 20-25°C, terlindung dari cahaya.
➢ Kat. Kehamilan: Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Penelitian
pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak
ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun
jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil
dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.
147