1.5.3 Install Ekstensi
Ekstensi adalah software tambahan (add-on) untuk menambah kapabilitas dari
ArcGIS. Bahasan lebih lanjut tentang ekstensi dapat dibaca pada Bab 5 (hal 136).
1.5.4 Install License
ArcGIS Desktop memiliki tiga tingkat lisensi, yaitu ArcView, ArcEditor dan
ArcInfo. Ketiga lisensi tersebut memiliki harga dan kemampuan berbeda-beda.
Dalam memilih tipe lisensi mana yang sesuai, pengguna harus
mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan. Untuk lisensi trial (60 hari),
pengguna diberikan lisensi ArcInfo sehingga keseluruhan fungsi ArcGIS Desktop
dapat dijalankan.
Catatan: Buku ini dibuat dengan menggunakan ArcGIS 10.2.2 sehingga
meskipun bahasan instalasi ArcGIS pada bagian ini menggunakan ArcGIS
10.3, sebagian besar antarmuka masih menggunakan ArcGIS 10.2.2. Penulis
memberikan catatan khusus jika terdapat kekhususan yang harus diperhatikan,
untuk versi 10.3.
34 Pengenalan
Bab 2. Pengenalan ArcMap
Bab ini mencakup bahasan-bahasan sebagai berikut: 35
Menjalankan ArcMap
Membuka Project
Mengenal bagian-bagian ArcMap
Navigasi pada ArcMap
Overview, Magnifier dan Viewer
Layer
Attribute
Pencarian fitur
Skala
Mengukur jarak dan luas
Mencari titik koordinat
Ekstensi
Toolbar
Sistem koordinat data frame
Data dan layout view
Bab 2 Pengenalan ArcMap
Bab ini membahas pengenalan ArcMap yang meliputi antarmuka dan
pengoperasiannya. Setelah membaca Bab ini, diharapkan pembaca memahami
penggunaan ArcMap untuk melaksanakan tugas-tugas GIS. Bahasan lebih lanjut
tentang ArcMap dibahas pada pembahasan per topik pada bab-bab lainnya.
ArcMap adalah software ArcGIS Desktop yang paling utama. Bahkan dalam
sejarah pengembangannya, ArcGIS versi pertama yaitu ArcGIS 8 pada awalnya
diberi nama ArcMap. Di dalam buku ini pun sebagian besar bab membahas
penggunaan ArcMap.
2.1. Menjalankan ArcMap
Menjalankan ArcMap serupa dengan cara menjalankan software lainnya. Pada
Windows 7 dan Windows 10 yang menggunakan menu START, ArcMap dapat
dijalankan dengan beberapa cara sebagai Klik pada menu Start > All Program >
ArcGIS > ArcMap 10.2.2 (Gambar 2-1). Untuk OS Windows yang tidak memiliki
Start menu seperti Windows 8 harus disesuaikan.
Gambar 2-1 Menjalankan ArcMap dengan menu Start
ArcMap dan semua software ArcGIS Desktop dapat dijalankan dengan Klik-
ganda pada file executable masing-masing. Untuk ArcGIS Desktop 10.2.2 yang
diinstal pada Windows 64 bit, folder software ArcGIS Desktop adalah
36 Pengenalan
C:\Program Files (x86)\ArcGIS\Desktop10.2\bin seperti tampak pada Gambar
2-2. Untuk OS Windows 32 bit dan versi ArcGIS Desktop lain harus
menyesuaikan.
Gambar 2-2 Menjalankan software ArcMap dengan file explorer
2.2. Membuka project ArcMap
Project ArcMap disimpan dalam satu file dengan format ArcMap Document
(MXD). Membuka project dilakukan jika pengguna sudah membuat project
sebelumnya dan ingin melanjutkan atau mereview kembali project yang telah
dibuat tersebut.
Terdapat perbedaan dalam membuka project ArcMap dan membuka file pada
software lain seperti MS Word. Pada software MS Word, semua yang dibutuhkan
disimpan di dalam satu file DOC atau DOCX. Pada ArcMap, yang ada pada file
MXD hanya informasi file spasial mana yang ditambahkan sebagai layer dan cara
mereka ditampilkan. Data spasial tidak disimpan pada project MXD melainkan
disimpan pada file data spasial.
Untuk membuka project dengan ArcMap dapat dilakukan seperti pada langkah-
langkah berikut.
Pada ArcMap, Klik menu File > Open, atau langsung Klik pada ikon open
atau Ctrl + O
Arahkan ke folder C:\x1data\bab02
Bab 2 Pengenalan ArcMap 37
Klik-ganda di atas file dunia01.mxd
atau Klik sekali di atas file dunia.mxd kemudian Klik Open
Gambar 2-3 Membuka project pada ArcMap
Sebuah project dengan nama dunia01.mxd terbuka di dalam ArcMap seperti
Gambar 2-4.
Di dalam ArcMap terdapat dua task yang sering tertukar satu sama lain terutama
bagi pengguna baru, yaitu membuka project dan Add Data. Membuka project
adalah membuka project ArcMap yang sudah disimpan pada waktu sebelumnya
sedangkan Add Data adalah menambahkan data pada project yang sedang dibuka.
Untuk dapat memahami perbedaan kedua task tersebut, pengguna harus
mempelajari bagian-bagian ArcMap seperti dibahas pada bagian berikut.
2.3. Mengenal bagian-bagian ArcMap
Mengenal bagian-bagian ArcMap sangat penting dilakukan untuk lebih efektif
dalam mempelajari ArcMap. Mengenal bagian-bagian ArcMap juga sangat
krusial untuk dapat menggunakan buku ini karena banyak sekali istilah atau
terminologi yang merujuk pada bagian-bagian ArcMap. Bagian-bagian ArcMap
yang utama dapat dilihat pada gambar berikut.
38 Pengenalan
Gambar 2-4 Bagian-bagian penting ArcMap
Keterangan:
Menu
Table of contents (TOC)
Data frame; Satu project ArcMap bisa memiliki beberapa Data Frame. Untuk
pemetaan umumnya diperlukan dua data frame, yaitu satu frame untuk peta
utama dan satu frame untuk peta situasi.
Layer data
Catalog; memiliki fungsi mirip ArcCatalog, namun dengan kapabilitas lebih
terbatas
Data view. Jika satu project memiliki beberapa data frame, maka hanya data
frame yang aktif saja yang ditampilkan pada data view.
Koordinat pada lokasi kursor (mouse)
Toggle untuk ganti dari Data View ke Layout View
Toolbar; kumpulan tool-tool dalam susunan pita untuk menjalankan fungsi
tertentu
2.4. Navigasi pada ArcMap
Navigasi pada ArcMap berkaitan dengan zoom atau pan sehingga pengguna dapat
mengubah cakupan data view sesuai dengan kebutuhan analisis. Melakukan
navigasi pada software ArcGIS sangat penting untuk membangun visualisasi dari
data spasial dan melakukan fokus dalam analisis. Banyak tool yang bisa
Bab 2 Pengenalan ArcMap 39
digunakan untuk navigasi di ArcMap. Sangat disarankan pengguna membiasakan
diri menggunakan tool-tool navigasi pada ArcMap.
2.4.1 Navigasi dengan toolbar Tool
Toolbar Tool memiliki beberapa tool navigasi seperti tampak pada Gambar 2-5
berikut.
Gambar 2-5 Toolbar Tool
Keterangan
Zoom in
Zoom out
Pan
Full extent
Fixed zoom in
Fixed zoom out
Go to previous extent
Go to next extent
Fungsi dan cara penggunaan setiap tool pada Gambar 2-5 dijelaskan sebagai
berikut.
Tabel 2-1 Tool untuk navigasi pada ArcMap
Tool Nama Fungsi
Zoom in
Setelah tool ini diaktifkan, buat kotak di data frame pada
Zoom out area yang ingin di-zoom. Semakin kecil kotak yang dibuat
Pan semakin besar zoom in.
Setelah tool ini diaktifkan, buat kotak di data frame pada
area yang ingin di-zoom. Semakin kecil kotak yang dibuat
semakin besar zoom out.
Menggeser data frame dengan cara drag-and-drop
40 Pengenalan
Tool Nama Fungsi
Full extent Zoom ke semua data yang ada atau sesuai pengaturan.
Lihat bahasan pada bagian berikutnya.
Fixed zoom in Zoom in ke titik tengah data frame dengan besaran zoom
125% dari zoom semula
Fixed zoom out Zoom out ke titik tengah data frame dengan besaran zoom
80% dari zoom semula
Go back to Extent ke sebelumnya
previous extent
Go to next Extent ke berikutnya. Hanya berfungsi jika telah pernah
extent melakukan Go back to previous extent
2.4.2 Menentukan extent default
Extent adalah cakupan data view yang sangat tergantung kepada tingkat zoom
dan pan. Pengguna ArcMap mengubah extent untuk zoom atau pan sesuai dengan
kebutuhan analisis. Misalnya, pengguna perlu memeriksa percabangan sungai,
persimpangan jalan, dan sebagainya. Navigasi di dalam ArcMap tidak selamanya
akan berjalan lancar. Seringkali saat melakukan pengubahan extent, pengguna
tersesat tidak tahu posisi zoom/extent yang sedang dilihat. Jalan pintas untuk
mengatasi masalah tersebut adalah kembali ke full extent .
Full extent secara default akan membawa pengguna zoom ke seluruh data yang
terdapat pada TOC dari project yang sedang dibuka. Sebagai contoh project
dunia01.mxd memiliki Full extent yang zoom ke seluruh data seperti pada
Gambar 2-6.
Bab 2 Pengenalan ArcMap 41
Gambar 2-6 Full extent default ke seluruh data yang terdapat pada TOC
Pengguna dapat mengubah extent default dari Full extent yang dapat dilakukan
seperti langkah-langkah berikut.
Atur extent project dunia01.mxd yang ingin dijadikan Full Extent, misalnya
atur agar zoom/pan tepat berada dan meliputi seluruh Indonesia
Buka properti dari data frame dengan cara Klik-ganda pada data frame
Indonesia (atau Klik-kanan di atas data frame Indonesia > Properties)
Pilih tab Data Frame
Pilih Other dan Klik pada Specify Extent
Pilih Current Visible Extent
Klik OK dan OK untuk konfirmasi
Langkah tersebut di atas akan membuat Full extent ke seluruh Indonesia sehingga
dapat digunakan untuk jalan pintas jika pengguna tersesat saat melakukan
navigasi di dalam project ArcMap.
Full extent dapat juga diatur agar zoom/pan ke salah satu layer tertentu dengan
cara memilih Outline of Features pada Langkah 5 di atas.
42 Pengenalan
Gambar 2-7 Full extent ke extent yang sedang digunakan
2.4.3 Zoom ke layer
Zoom ke layer adalah salah satu fungsi navigasi di dalam ArcMap dan juga dapat
menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi tersesat di dalam project. Di dalam
TOC harus ditentukan layer mana yang mencakup keseluruhan areal studi. Untuk
melakukan zoom ke suatu layer di dalam ArcMap dapat dilakukan seperti
langkah-langkah berikut.
Pada kondisi project dunai01.mxd sedang dibuka, Klik kanan di atas layer
yang ingin dikenakan zoom kepadanya, misalnya layer Indonesia
Pilih Zoom to Layer
Data frame akan zoom/extent ke layer yang dipilih pada Langkah 1
Bab 2 Pengenalan ArcMap 43
Gambar 2-8 Full extent ke layer tertentu
Pengguna dapat melakukan zoom ke beberapa layer sekaligus. Layer-layer
pada TOC yang akan dikenai zoom harus dalam status sedang dipilih. Jika
diperlukan memilih beberapa layer di dalam TOC, pengguna dapat
memanfaatkan tombol CTRL atau SHIFT.
2.5. Overview, Magnifier dan Viewer
ArcMap menyediakan beberapa fitur untuk memudahkan pekerjaan GIS
khususnya yang berkaitan dengan multi-extent, yaitu Overview, Magnifier, dan
Viewer.
2.5.1 Overview
Overview dapat digunakan untuk menampilkan jendela tambahan yang dapat
digunakan untuk membantu melakukan navigasi. Pengguna akan memiliki dua
view, yaitu data view dan overview. Extent dari overview akan sama dengan
extent default yang ditentukan oleh pengguna (hal 41).
Untuk mengaktifkan Overview pada ArcMap dapat dilakukan dengan melakukan
Klik pada menu Windows > Overview seperti tampak pada gambar berikut.
44 Pengenalan
Gambar 2-9 Jendela Overview
2.5.2 Magnifier
Magnifier berfungsi untuk menampilkan jendela kecil yang berisi zoom dari titik
tengah jendela magnifier tersebut. Dengan magnifier, pengguna dapat melakukan
zoom tanpa harus mengubah zoom dari data view.
Untuk mengaktifkan magnifier dapat dilakukan seperti pada langkah berikut.
Aktifkan jendela Magnifier dengan Klik pada menu Windows > Magnifier
Geser jendela magnifier hingga muncul cross-hari yang menunjukkan titik
tengah tempat magnifier berfungsi.
Lepaskan mouse maka magnifier akan menampilkan zoom dari titik tengah
magnifier tersebut.
Bab 2 Pengenalan ArcMap 45
Gambar 2-10 Jendela magnifier dan penggunaannya
2.5.3 Viewer
Viewer berfungsi menampilkan data frame dalam view yang lain. Meskipun
jendela viewer serupa dengan magnifier, tetapi jendela viewer lebih fleksibel dan
tidak ada link antara viewer dan data view. Viewer dapat memiliki tingkat zoom
dan pan yang berbeda dengan data view.
Viewer dapat diaktifkan dengan Klik pada menu Windows > Viewer seperti pada
gambar berikut.
46 Pengenalan
Gambar 2-11 Jendela Viewer
2.6. Layer
Data yang ditambahkan ke dalam ArcMap akan tampil sebagai layer di dalam
TOC. Layer bisa berupa representasi dari data vektor, raster spasial maupun
atribut. Terdapat perbedaan antara data dan layer. Layer adalah representasi dari
data, sehingga layer akan tergantung kepada data yang dirujuk. Melakukan
pengelolaan layer (menghapus, group, mengubah susunan) tidak akan
mempengaruhi kepada data yang dirujuk nya. Layer dapat dianggap sebagai
bagaimana data spasial ditampilkan di dalam TOC.
2.6.1 Pengaturan tampil layer
Pada bagian atas TOC terdapat beberapa metode tampil layer. Pengguna dapat
memilih metode mana yang akan digunakan sesuai dengan tujuan analisis, yaitu.
- List by drawing order ; Layer pada TOC disusun sesuai dengan urutan
penggambaran. Layer yang lebih atas akan menutupi layer yang ada di bawah.
Semakin atas layer di dalam TOC dengan metode tampil list by drawing
order, maka semakin bebas layer tersebut dari halangan/tertutup layer lain.
- List by source ; TOC dapat menampilkan layer berdasarkan sumbernya
(path). Yang ditampilkan di dalam TOC adalah
Bab 2 Pengenalan ArcMap 47
- List by visibility ; Layer pada TOC diurutkan dari yang visible berada pada
bagian atas dan not visible berada pada bagian bawah.
- List by selection ; Layer pada TOC diurutkan dari yang selectable di
bagian atas dan not selectable berada pada bagian bawah.
Contoh TOC pada metode tampil berbeda-beda adalah sebagai berikut.
Gambar 2-12 Metode tampil pada TOC
2.6.2 Layer on/off
ArcGIS menyediakan fitur untuk menampilkan (on) dan tidak menampilkan (off)
layer. Tidak semua layer yang ada pada TOC harus dalam posisi on. Beberapa
layer mungkin sebaiknya dalam posisi off, baik untuk meringankan kerja
komputer maupun memang karena layer tersebut tidak diperlukan untuk
sementara waktu.
Mengatur on/off layer pada ArcMap dapat dilakukan dengan mengatur tanda
contreng ( ) di sebelah kiri nama layer seperti tampak pada Gambar 2-13.
Gambar 2-13 Pengaturan layer on/off di mana (a) semua layer ‘on’ dan (b) hanya satu layer ‘on’
48 Pengenalan
2.6.3 Susunan layer
Susunan layer secara default dimulai dari yang paling atas adalah layer point,
line, dan polygon. Susunan tersebut sudah sesuai dengan kaidah kartografi yang
umum digunakan. Namun pengguna tetap perlu melakukan pengurutan layer di
antara kelompok layer tersebut, misalnya jika terdapat lebih dari satu layer point,
maka pengguna dapat menentukan layer point mana yang diletakkan di atas layer
yang lainnya.
Pengguna dapat saja tidak mengikuti kaidah pengurutan layer baku tersebut.
Sebagai contoh dalam pembuatan peta dengan jumlah layer yang sangat banyak,
maka diperlukan pengelompokan layer berdasarkan tema, bukan berdasarkan
jenis point/line/polygon. Jika ini dilakukan maka pada saat pembuatan legenda
(hal 102 dan 643) pengurutan ulang layer dalam legenda harus dilakukan.
Layer yang akan dipindah dipilih dengan mouse dan selanjutnya di-drag-n-drop
ke posisi yang seharusnya. Sebagai contoh pada Gambar 2-14, layer Garis
Khatulistiwa digeser ke posisi paling atas dengan menggunakan mouse. Posisi
target ditunjukkan dengan tanda hitam melintang.
Gambar 2-14 Pengubahan susunan layer dengan cara drag-n-drop
2.6.4 Copy-paste layer
Layer yang terdapat di dalam TOC dapat digandakan, baik itu di dalam data frame
yang sama, data frame yang berbeda tetapi masih dalam project yang sama
Bab 2 Pengenalan ArcMap 49
ataupun bahkan project yang berbeda. Dalam data frame yang sama, fungsi ini
sangat berguna untuk menampilkan satu data dengan cara tampil yang berbeda-
beda. Pengguna cukup melakukan copy-paste terhadap layer yang sudah tersedia
tanpa harus menambahkan kembali data yang sama.
Untuk melakukan copy-paste layer pada data frame yang sama dapat dilakukan
seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik-kanan di atas layer Indonesia
Klik pada Copy
Klik pada Paste
Layer baru bernama Indonesia muncul di TOC, sehingga terdapat dua layer
Indonesia yang persis sama
Gambar 2-15 Copy-paste layer
Selanjutnya pengguna dapat melakukan pengubahan tampilan atau properti pada
layer Indonesia yang baru. Layer baru tersebut dapat diatur symbology dan lain
sebagainya yang bisa dilihat di bagian 3.5 hal 81.
Copy-paste layer dapat juga dilakukan antar data frame atau antar project dengan
cara yang serupa. Bahasan detail untuk melakukan hal tersebut tidak disajikan
pada buku ini.
50 Pengenalan
2.6.5 Nama layer
Layer yang ditambahkan ke TOC secara otomatis akan diberi nama sesuai dengan
nama file/data. Dari sisi kartografi, nama otomatis tersebut seringkali tidak sesuai
dengan kaidah yang baik, misalnya kata tidak dimulai dengan huruf besar atau
dua kata terpisah masih disatukan. Pengguna dapat mengubah nama layer
tersebut agar lebih baik seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik pada salah satu layer untuk mengaktifkan layer tersebut, misalnya layer
Indonesia yang baru hasil copy-paste (hal 49)
Tekan F2 untuk mengaktifkan editing nama layer, atau Klik pada nama layer
yang sedang dipilih untuk kedua kalinya
Tuliskan nama baru misalkan Batas
Gambar 2-16 Mengedit nama layer pada TOC ArcMap
Nama layer adalah bagian dari layer properties, sehingga mengubah nama layer
juga dapat dilakukan dengan membuka properti dari layer tersebut seperti dapat
dilihat pada Gambar 16-19 (hal 728).
Nama layer pada TOC akan tampil sebagai bagian dari legenda. Dengan demikian
diharapkan penamaan layer pada TOC sesuai dengan kaidah penulisan baku
untuk sebuah entitas/nama. Misalnya awal nama layer menggunakan kapital dan
sisanya huruf kecil, gabungan dua kata harus dipisah, tanda underscore (_) atau
dash (-) yang biasa digunakan dalam penamaan file harus dihilangkan, dan
sebagainya.
Bab 2 Pengenalan ArcMap 51
Catatan: Nama layer tidak berhubungan dengan nama file data spasial yang
dirujuk. Melakukan pengubahan nama layer pada TOC tidak akan mengubah
nama file data spasial yang dirujuk.
2.6.6 Pengelompokan layer
Layer-layer di dalam TOC dapat dikelompokkan sesuai dengan kemiripan tema
atau alasan subjektivitas lainnya. Semua tipe layer (fitur ataupun raster) dapat
dikelompokkan satu sama lain. Kelompok layer dapat dianggap sebagai layer
tersendiri yang dapat diatur, misalnya rentang skala, transparansi, dan
sebagainya. Pengaturan pada kelompok layer akan mempengaruhi semua layer
yang ada di dalamnya.
Pengelompokan layer digunakan untuk mengelola jumlah layer yang sangat
banyak. Layer-layer yang memiliki kemiripan tema dapat dikelompokkan dalam
satu group yang sama. Sebagai contoh dapat dibuat satu kelompok layer
Topografi yang di dalamnya berisi data jalan, sungai, pemukiman, kontur, dan
sebagainya. Kelompok layer lain mungkin diberi nama Tenurial yang berisi data
tata ruang, rencana pengembangan, built-up area, dan sebagainya.
Sebagai contoh layer Negara dan layer Danau memiliki informasi yang mirip
yaitu bagian dari Benua, oleh karena itu kedua layer tersebut bisa di-group.
Cara melalukan grouping layer adalah
Klik pada layer danau
Tekan tombol shift (jangan dilepas). Jika layer yang ingin dipilih tidak dalam
range berurutan (terhalang layer-layer lain), gunakan tombol Ctrl
Klik pada layer Negara
Klik-kanan pada salah satu layer terpilih
Pilih Group
52 Pengenalan
Gambar 2-17 Pengelompokan layer pada TOC
Catatan: pengelompokan layer sangat penting untuk dapat menggunakan
ArcMap secara efektif. Di dalam suatu kelompok layer dapat dibuat juga (sub)
kelompok layer yang lain.
2.6.7 Remove layer
Dalam suatu project ArcMap, sudah biasa terdapat layer hasil analisis ataupun
layer lainnya yang pada akhir tahapan project tidak diperlukan kembali. Sebagai
contoh layer World 30 bisa di-remove karena tidak diperlukan. Untuk me-remove
layer tersebut dari TOC dapat dilakukan dengan langkah berikut.
Klik pada layer yang akan di-remove, yaitu layer World 30
Klik-kanan di atas layer terpilih tersebut
Pilih remove
Gambar 2-18 Menghapus layer dari TOC ArcMap 53
Bab 2 Pengenalan ArcMap
2.7. Atribut
Atribut (attribute) adalah informasi tambahan berupa teks yang melengkapi data
spasial seperti nama kota, tipe ibukota, luas pulau, dan sebagainya. Meskipun
atribut adalah data non-spasial, tetapi karena data yang dilekati-nya adalah data
spasial, maka data atribut pun memiliki dimensi keruangan. Atribut dapat diakses
pada ArcMap menggunakan map tips, identify dan table.
Catatan: Bahasan atribut pada bagian ini hanya untuk pengenalan. Untuk
lanjut mempelajari atribut dibahas pada 0 halaman 306.
2.7.1 Map tips
Map tips digunakan untuk menyajikan atribut dari fitur yang di-mouse-over, yaitu
kondisi dimana kursor muse diletakkan di atas sebuah fitur. Data atribut yang
tampil pada map tips harus diatur terlebih dahulu. Map tips akan hilang atau
berganti dengan atribut fitur lain jika kursor mouse digeser ke tempat lain.
Map tips dapat diaktifkan seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik-ganda pada layer Dunia untuk mengakses properties dari layer tersebut
Pilih tab Display
Tentukan fields yang akan muncul di map tips, misalnya CNTRY_NAME
Aktifkan tanda contreng pada Show MapTips using the display expression
Klik OK
Map tips akan muncul saat mouse diletakkan di atas fitur- fitur pada layer
Dunia
54 Pengenalan
Gambar 2-19 Mengaktifkan dan menampilkan map tips
2.7.2 Identify
Identify digunakan untuk menyajikan informasi atribut dari layer yang di-Klik.
Identify tidak akan tampil jika fitur hanya di-mouse-over seperti pada map tips.
Jendela identify dapat ditutup dengan melakukan Klik pada tanda silang yang
terletak di sebelah kanan jendela identify.
Identify dapat dilakukan seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik pada tool Identify yang berada di toolbar Tool.
Klik pada fitur yang ingin dilihat atributnya.
Sebuah pop-up muncul, tentukan Layer yang ingin dilihat atributnya.
Terdapat beberapa pilihan pada Identify from, yaitu
Top-most layer; Atribut identify dari layer paling atas di TOC
Visible layers; Atribut identify dari layer yang visible (on)
Selectable layers; Atribut identify dari layer terpilih
All layers; Atribut identify dari semua layer pada TOC
Layer yang tersedia; list nama layer yang tersedia pada TOC
Tanpa menutup jendela pop-up, Klik kembali di atas fitur lain yang ingin
diketahui atributnya, maka secara otomatis informasi atribut di jendela
identify akan diperbaharui.
Bab 2 Pengenalan ArcMap 55
Untuk menutup jendela identify dapat dilakukan dengan melakukan Klik pada
tanda silang di sebelah kanan jendela identify.
Gambar 2-20 Contoh penggunaan Identify
2.7.3 Table atribut
Tabel atribut menampilkan semua informasi atribut yang melekat pada setiap data
vektor ataupun raster dalam bentuk tabel. Tabel atribut terdiri dari kolom dan
baris, dimana kolom memiliki header yang juga disebut dengan FIELD,
sedangkan baris berisi informasi atribut dari setiap fitur. Jumlah baris sama
dengan jumlah fitur untuk data vektor atau jumlah nilai untuk data raster diskret.
Untuk menampilkan table atribut dapat dilakukan seperti langkah-langkah
berikut.
Klik-kanan di atas nama layer Dunia
Pilih Open Attribute Table
Sebuah tabel akan muncul menampilkan data-data atribut yang dari layer
Dunia
56 Pengenalan
Gambar 2-21 Menampilkan tabel atribut dari suatu layer
Bahasan lebih lanjut tentang table atribut dapat dibaca pada halaman 306.
2.8. Pencarian fitur
Pencarian fitur dilakukan untuk mencari suatu fitur tertentu yang memiliki
informasi atribut sesuai dengan yang dicari. Sebagai contoh, pengguna mungkin
perlu mencari dimana kota Ambon berada pada project yang sedang dibuat. Untuk
melakukan pencarian fitur pada ArcMap dapat dilakukan seperti pada langkah-
langkah berikut.
Klik pada tool Find yang terletak pada toolbar Tool
Isikan sebuah kata kunci, misalnya kata ambon pada kotak pencarian
Tentukan layernya adalah Kota
Klik Find
Hasil pencarian akan muncul di bagian bawah
Klik-kanan pada hasil pencarian > Zoom To
Data frame akan zoom/pan ke kota Ambon
Bab 2 Pengenalan ArcMap 57
Gambar 2-22 Menggunakan tool Find pada ArcMap
Terhadap hasil pencarian, pengguna dapat melakukan beberapa tindakan lanjutan
seperti flash, zoom to, pan to, dan sebagainya.
2.9. Skala
Skala adalah perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak sebenarnya.
Mengatur skala adalah salah satu cara mengatur tingkatan zoom pada data view.
Jika pengguna melakukan perubahan zoom, maka skala akan turut menyesuaikan.
Skala data view terdapat pada toolbar Standard.
Untuk melakukan skala dapat dilakukan seperti pada langkah-langkah berikut.
Buka project dunia.mxd dengan ArcMap
Ketik skala 1:20,000,000 pada kotak skala, tekan ENTER
Zoom akan menyesuaikan dengan skala yang diinginkan
58 Pengenalan
Gambar 2-23 Pengaturan skala data view
Catatan: Skala data view hanya menunjukkan indikasi sehingga tidak akan
secara akurat menyesuaikan dengan layar monitor. Penggunaan sakal yang
lebih akurat adalah setelah dibuat layout dan dilakukan pencetakan (hal 630)
2.10. Mengukur dengan tool measure
Pengguna dapat melakukan pengukuran jarak dan luas pada ArcMap dengan
menggunakan tool measure . Pengukuran yang dilakukan biasanya hanya
untuk observasi awal dan cepat, bukan untuk tujuan analisis yang lebih akurat.
Bagian-bagian dari tool measure dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 2-24 Tool measure
Bab 2 Pengenalan ArcMap 59
Sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 2-24 terdapat tiga mode pengukuran
dengan tool measure yaitu
- Mengukur jarak ; dilakukan dengan membuat antara titik-titik yang ingin
diukur jaraknya
- Mengukur luas ; dilakukan dengan membuat polygon yang menggambarkan
luasan yang dihitung
- Mengukur fitur ; dilakukan dengan Klik pada fitur yang luas/posisinya ingin
ditampilkan
2.10.1 Pengukuran jarak
Sebagai contoh untuk menghitung jarak Palembang ke Singapore dapat dilakukan
seperti pada langkah-langkah berikut.
Dengan ArcMap, buka project dunia02.mxd
Klik pada tool measure
Aktifkan measure line
Klik pada kota Palembang
Gerakan mouse ke kota/Negara Singapore (tanpa Klik)
Jarak tampil di dalam kotak measure, yaitu 473.481 meter
Gambar 2-25 Mengukur jarak pada ArcMap
60 Pengenalan
Untuk dapat melakukan pengukuran dengan tepat, pengguna dapat mengaktifkan
snap, sehingga saat melakukan Klik pada kota Palembang atau mouseover di atas
kota Singapore akan tepat berada pada fitur kota tersebut. Bahasan tentang fungsi
snap dapat dibaca pada bagian 7.3.10 halaman 257.
Satuan jarak dapat diubah dari meter ke kilometer atau satuan lainnya dengan
melakukan pengaturan unit pada jendela measure seperti gambar berikut.
Gambar 2-26 Mengatur satuan pada tool measure
Mengukur jarak dapat dilakukan dalam beberapa segmen yang terdiri dari
beberapa pengukuran jarak. Sebagai contoh pengguna dapat melakukan
pengukuran jarak dari Palembang ke Singapore dan dilanjutkan dari Singapore
ke Padang. Jarak yang ditampilkan adalah total jarak (Palembang – Padang) dan
jarak segmen terakhir (Singapore – Padang) seperti dapat dilihat pada Gambar
2-27.
Untuk melakukan pengukuran jarak dalam beberapa segmen dapat dilakukan
seperti pada langkah-langkah berikut.
Dengan menggunakan tool measure, Klik pada Palembang
Selanjutnya Klik pada kota Singapore
Selanjutnya gerakan mouse hingga berada di Padang (tanpa Klik)
Jarak total dan jarak segmen Singapore – Padang tampil pada jendela measure
Bab 2 Pengenalan ArcMap 61
Gambar 2-27 Mengukur jarak dengan beberapa segmen pada ArcMap
Catatan: Pengukuran panjang mengikuti proyeksi yang digunakan oleh data
frame. Fungsi ini hanya digunakan untuk menentukan jarak dan luas secara
cepat. Untuk analisis yang lebih akurat digunakan tool lain (baca bagian 8.5
hal 322)
2.10.2 Pengukuran luas
Pengukuran luas dengan tool measure dapat dilakukan dengan contoh
menghitung luas triangle antara Palembang-Singapore-Padang yang dapat
dilakukan dengan langkah-langkah berikut.
Buka project dunia02.mxd dengan ArcMap
Aktifkan tool measure
Pilih Measure an area
Untuk mengukur luas triangle Palembang-Singapore-Padang, maka Klik
pada kota Palembang, Klik pada kota Singapore, dan mouseover pada kota
Padang
Ukuran segmen (garis terakhir Singapore-Padang), keliling dan Luas
ditampilkan pada jendela measure. Luas segitiga tersebut adalah 10,5 juta
hektare
62 Pengenalan
Gambar 2-28 Mengukur luas pada ArcMap
Catatan: Pengukuran luas mengikuti proyeksi yang digunakan oleh data
frame. Fungsi ini hanya digunakan untuk menentukan jarak dan luas secara
cepat. Untuk analisis yang lebih akurat digunakan tool lain (baca bagian 8.5
hal 322)
2.10.3 Mengukur fitur
Mengukur fitur dilakukan untuk menampilkan informasi geometris yang
berkaitan dengan fitur (Gambar 2-29). Untuk fitur point yang ditampilkan adalah
posisi X dan Y, untuk fitur line yang ditampilkan adalah panjang dan untuk fitur
polygon yang ditampilkan adalah keliling dan luas. Data yang ditampilkan adalah
data untuk satu bagian fitur.
Gambar 2-29 Menggunakan tool measure a feature 63
Bab 2 Pengenalan ArcMap
Pengguna harus memahami kondisi data spasial (fitur) yang akan diukur
menggunakan tool ini, apakah multi-part atau single-part. Sebagai contoh untuk
data Indonesia pada project dunia02.mxd, jika pengguna mengukur fitur pada
pulau Sumatera, maka yang akan tampil adalah data seluruh Indonesia karena
semua bagian negara Indonesia pada data tersebut adalah satu kesatuan (multi-
part).
Melakukan pengukuran fitur sangat sederhana. Pengguna harus mengaktifkan
tool Measure A Feature ( ) pada jendela measure. Selanjutnya Klik pada fitur
yang ingin ditampilkan informasi geometrisnya. Jendela measure akan
menampilkan informasi geometris seperti pada Gambar 2-29 (hal 63).
2.11. Plotting titik koordinat
Salah satu tugas dasar GIS dalam menggunakan software ArcMap adalah mencari
posisi suatu titik koordinat atau juga dikenal dengan plotting. Sebagai contoh,
pengguna mendapatkan titik koordinat 106o 49’ 15” BT dan 6o12’ 45” LS yang
harus ditentukan posisinya di dalam project ArcMap.
Untuk melakukan plotting titik koordinat menggunakan tool Go To XY pada
ArcMap dapat dilakukan seperti pada langkah-langkah berikut.
Buka project dunia02.mxd dengan ArcMap
Klik pada tool Go To XY untuk membuka jendela Go To XY
Tentukan satuan koordinat sesuai dengan tipe koordinat yang dicari pada
langkah 2, yaitu pilih Degree Minutes Second (DMS)
Isikan koordinat 106 49 15 E (106 spasi 49 spasi 15 spasi E) dan 6 12 45 S
(6 spasi 12 spasi 45 spasi S) pada kotak yang tersedia
Tekan Enter. Lokasi titik koordinat yang dimasukan akan secara otomatis
berada di tengah data view.
Jika tanda masih belum jelas terlihat, pengguna dapat menekan kembali Enter
atau Klik pada tombol Flash
64 Pengenalan
Gambar 2-30 Mencari titik koordinat pada ArcMap
Jika diperlukan, pengguna dapat menjadikan titik koordinat tersebut sebagai
titik grafis dengan cara Klik pada Add Point
Jika ingin menambahkan titik grafis dan label, Klik pada Add labeled point
Catatan: point yang dibuat pada Langkah 7 di atas berupa grafis (bukan fitur)
yang disimpan di dalam project ArcMap (MXD). Untuk mengubah point grafis
menjadi fitur, misalnya shapefile, dapat dilihat pada halaman 809
2.12. Ekstensi
Sebagaimana perangkat lunak pada umumnya, ArcGIS dilengkapi dengan
ekstensi, baik itu ekstensi dari ESRI maupun dari pihak ketiga (3rd party). Secara
default, jika pengguna menggunakan ArcGIS trial dari ESRI yang diunduh dan
diinstal sebagaimana dibahas pada halaman 25 , akan terdapat ekstensi bawaan
seperti Spatial Analyst, 3D Analyst, dan sebagainya.
Untuk mengatur ekstensi yang aktif dan tidak aktif pada ArcMap dapat dilakukan
seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik pada menu Customize > Extensions. Sebuah jendela Extensions akan
tampil.
Beri tanda contreng pada ekstensi yang ingin diaktifkan, misalnya Spatial
Analyst
Bab 2 Pengenalan ArcMap 65
Non-aktifkan ekstensi lain dengan mematikan tanda contreng pada kotak di
depan nama setiap ekstensi
Klik Close untuk menutup jendela ekstensi
Gambar 2-31 Mengaktifkan ekstensi pada ArcMap
Bahasan lebih lanjut tentang ekstensi ArcMap dibahas pada Bab 5 halaman 136.
Catatan: Ekstensi sangat berhubungan dengan tool pada toolbar dan
ArcToolbox. Jika ekstensi belum diaktifkan, meskipun sudah diinstal,
pengguna tidak dapat menjalankan tool yang terdapat di dalam toolbar ataupun
ArcToolbox.
2.13. Toolbar
Toolbar adalah kumpulan tool-tool dalam suatu pita/bar. ArcMap memiliki
banyak toolbar. Secara default terdapat sebanyak kurang lebih 33 buah toolbar.
Contoh pada Gambar 2-4 (hal 39) yang menampilkan bagian-bagian penting
ArcMap hanya menampilkan 2 buah toolbars saja, yaitu toolbar Standard dan
Tools.
Untuk mengaktifkan satu toolbar, misalnya toolbar Draw pada ArcMap dapat
dilakukan seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik pada menu Customize Pengenalan
66
Pilih Toolbars
Pada scroll yang tersedia Pilih Draw
Gambar 2-32 Mengaktifkan toolbar draw pada ArcMap
Berikut adalah toolbar Draw yang baru saja diaktifkan. Untuk mematikan
toolbar, lakukan kembali langkah 1 – 3 atau Klik pada tanda silang pada pojok
kanan-atas toolbar
Gambar 2-33 Toolbar Draw
Toolbar Draw pada gambar di atas dapat di-nonaktifkan dengan cara Klik pada
tanda silang (x) pada bagian kanan-atas toolbar yang bersangkutan.
Catatan: Agar penggunaan ArcMap cukup efektif, maka sebaiknya hanya
toolbar yang diperlukan saja yang aktif. Toolbar bisa dipindah dari satu tempat
ke yang lainnya sesuai keinginan dengan cara drag-n-drop. Tool di dalam
toolbar tidak akan berfungsi jika ekstensi yang berkaitan tidak diaktifkan.
Bab 2 Pengenalan ArcMap 67
2.14. Sistem koordinat data view/frame
ArcMap mendukung on-the-fly projection yang memungkinkan berbagai sistem
koordinat ditampilkan pada data frame yang sama. Fungsi ini dapat digunakan
sepanjang semua data yang ditambahkan ke TOC sudah didefinisikan sistem
proyeksinya masing-masing. Jika anda sebelumnya menggunakan ArcView 3.x,
maka sebaiknya membiasakan diri untuk mendefinisikan proyeksi dari semua
data spasial seperti dibahas pada halaman 792.
2.14.1 Memeriksa sistem koordinat data view
Data view yang dibuat pertama kali akan secara otomatis menggunakan sistem
koordinat dari salah satu data yang ditambahkan. Untuk mengetahui sistem
koordinat yang digunakan oleh data view, pengguna dapat melakukan
pemeriksaan melalui
- Status bar
- Properti data frame
Status bar adalah informasi yang menampilkan posisi kursor mouse yang terletak
pada bagian bawah dari ArcMap. Seperti tampak pada Gambar 2-34 bahwa
koordinat posisi kursor dari mouse ditampilkan pada status bar, misalnya
X=12032485; Y=-575978. Koordinat yang ditampilkan tersebut untuk posisi
kursor mouse di sekitar Indonesia adalah sistem koordinat World Mercator.
Gambar 2-34 Tampilan koordinat kursor pada ArcMap
Properti data frame dapat juga digunakan untuk identifikasi sistem koordinat
yang digunakan data view. Untuk melakukan pengecekan sistem koordinat data
68 Pengenalan
view dan sekaligus melakukan perubahan sistem koordinat yang digunakan dapat
dilakukan seperti pada langkah-langkah berikut.
Aktifkan properti data frame Indonesia dengan Klik-ganda pada data frame
Pilih tab Coordinate System. Sistem koordinat yang sedang digunakan akan
ditampilkan, misalnya WGS 1984 World Mercator
Gambar 2-35 Sistem koordinat data frame
Catatan: Melakukan pemeriksaan sistem koordinat data view dengan
menggunakan properti data frame sangat dianjurkan daripada pengamatan
terhadap status bar. Pengamatan terhadap status bar masih berupa dugaan dan
sangat tergantung kepada pengalaman pengguna, sedangkan properti data
frame menunjukkan dengan tepat sistem koordinat yang digunakan.
2.14.2 Mengubah sistem koordinat data view
Sistem koordinat data view dapat diubah untuk keperluan analisis dan atau
presentasi data spasial (layout, dan sebagainya). Sebagai contoh, project
dunia01.mxd menggunakan sistem proyeksi WGS 1984 World Mercator yang
tidak umum digunakan di Indonesia. Jika tetap digunakan, satuan yang tampil
pada grid sistem referensi akan terlihat tidak umum. Untuk itu, sistem proyeksi
tersebut sebaiknya diubah menjadi misalnya GCS.
Bab 2 Pengenalan ArcMap 69
Untuk mengubah sistem koordinat data view dari World Mercator ke GCS dapat
dilakukan seperti pada langkah-langkah berikut.
Buka properti dari data frame, yaitu dengan cara Klik-ganda pada data frame
Buka tab Coordinate System. Misalnya sistem koordinat yang sekarang
digunakan adalah World Mercator
Cari dan pilih sistem koordinat yang baru, misalnya WGS 1984 yang terletak
di dalam Geographic coordinate systems > World > WGS 1984
Pilih tab General untuk mengganti tampilan satuan
Pilih Degree Minutes Seconds
Klik OK
Sistem koordinat dan satuan sudah berubah ke GCS
Gambar 2-36 Mengubah sistem koordinat data frame
Sistem koordinat yang umum digunakan di Indonesia adalah GCS atau UTM.
Lebih lanjut tentang sistem koordinat dapat dilihat pada halaman 9.
2.15. Data dan layout view
ArcMap memiliki dua view utama, yaitu Data View dan Layout View. Data view
adalah view utama untuk melakukan analisis dan tugas-tugas GIS lainnya,
sedangkan layout view khusus untuk melakukan pembuatan layout peta.
70 Pengenalan
Pengguna harus dapat membedakan kapan harus bekerja di salah satu dari dua
view tersebut.
Untuk berganti dari satu view ke view yang lain dapat dilakukan dengan
menggunakan salah satu cara berikut.
Menu; Klik pada menu View > Data View atau Layout View
Switcher; Terdapat switcher untuk berpindah dari Data View ke Layout View
ataupun sebaliknya di bagian bawah data frame (pada status bar)
Gambar 2-37 Berpindah dari Data View ke Layout View dan sebaliknya.
Hampir seluruh bahasan tentang ArcMap dilakukan pada data view. Penggunaan
layout view disajikan pada 0 halaman 630.
Bab 2 Pengenalan ArcMap 71
72 Pengenalan
Bab 3. Project Peta Indonesia
Bab ini mencakup bahasan-bahasan sebagai berikut. 73
Persiapan ArcMap
Menambah data
Mengatur TOC
Area of Interest
Membuat “Indonesia”
Symbology peta Indonesia
Label
Layout
Print peta
Ekspor layout
Menyimpan project
Bab 3 Project Peta Indonesia
Salah satu penggunaan ArcGIS Desktop yang paling umum adalah untuk
membuat peta dengan menggunakan ArcMap. Hal tersebut tidak sepenuhnya
keliru karena memang pembuatan peta adalah salah satu fasilitas yang dominan
pada ArcMap, meskipun pembuatan peta hanya sebagian dari manfaat yang dapat
diberikan oleh ArcMap. Mengingat pentingnya pembuatan peta dengan ArcMap,
bab ini khusus dibuatkan untuk membahas tahapan-tahapan yang umum
dilakukan untuk membuat sebuah peta dengan menggunakan data-data yang
sudah tersedia. Studi kasus yang digunakan adalah pembuatan Peta Indonesia.
Analisis dan bahasan yang lebih detail dari bab ini disajikan pada bab tersendiri
secara terpisah.
3.1. Persiapan ArcMap
3.1.1 Jalankan ArcMap
Pengguna harus sudah melakukan instalasi ArcGIS Desktop, baik itu versi
berbayar maupun versi trial. Konsultasikan dengan administrator jaringan dan
komputer perihal ketersediaan software ArcGIS Desktop dan lisensinya. Jika
ingin menggunakan versi trial, silakan baca bahasan pada bagian 1.5 halaman 25.
Jika ArcGIS Desktop sudah diinstal, jalankan ArcMap sebagaimana telah
ditunjukkan pada halaman 36. Abaikan jendela Getting Started yang biasanya
tampil pada saat ArcMap pertama kali dibuka sehingga tampil seperti pada
gambar berikut.
Gambar 3-1 Project baru ArcMap
74 Pengenalan
3.1.2 Sistem koordinat data frame/view
Penulis sangat menyarankan untuk melakukan pengaturan sistem koordinat dari
data view pada saat pertama kali sebuah project ArcMap dibuat. Sangat
disarankan untuk memilih sistem koordinat yang umum digunakan seperti GCS
untuk peta dengan cakupan luas seperti Peta Indonesia. Jika perlu sistem
koordinat planar, maka UTM sangat direkomendasikan.
Untuk mengatur sistem koordinat data view dapat dilakukan seperti pada
langkah-langkah berikut.
Klik-ganda pada data frame Layers
Pilih tab Coordinate System
Pilih sistem koordinat Geographic Coordinate System > World > WGS 1984.
Klik pada Add to favorite untuk memudahkan penggunaan di kemudian1.
Pilih tab General dan pastikan satuan (unit) dalam Decimal Degrees
Klik OK untuk menerapkan pilihan
Pada bagian bawah kanan (status bar) ArcMap akan tampak satuan berubah
dari Unknown units menjadi Decimal Degree.
1 Semua sistem koordinat yang sering digunakan sebaiknya dijadikan favorite agar mudah untuk penggunaan
di kemudian.
Bab 3 Project Peta Indonesia 75
Gambar 3-2 Mengatur sistem koordinat data view
3.2. Menambah data
Data yang ditambahkan ke dalam ArcMap sebaiknya sudah didefinisikan terlebih
dahulu sistem koordinatnya agar data tersebut dapat ditambahkan ke data frame
dengan benar. Jika sudah didefinisikan, data yang memiliki sistem koordinat
UTM 48S dapat ditambahkan ke data frame dengan sistem koordinat GCS.
Pengguna ArcMap harus mengetahui data apa saja (skala dan akurasi) yang akan
digunakan. Peta dengan cakupan luas (skala kecil) tidak memerlukan data dengan
akurasi sangat tinggi. Sebagai contoh, pembuatan peta Indonesia pada bab ini
tidak memerlukan data detail.
Untuk menambahkan data pada project ArcMap dapat dilakukan seperti pada
langkah-langkah berikut.
Klik pada ikon add
Untuk pertama kali, pengguna harus melakukan koneksi ke folder1. Klik pada
icon untuk melakukan koneksi ke folder.
1 Koneksi ke folder dilakukan hanya sekali saja dan akan tetap tersimpan sampai pengguna menghapus
koneksi ke folder tersebut atau ArcGIS Desktop diinstal ulang
76 Pengenalan
Pilih Drive yang pengguna inginkan, yakni Local Disk (C:)1, kemudian Klik
OK
HardDisk C: sudah ada di dalam daftar Folder Connection
Arahkan ke folder C:\x1data\bab03\data
Pilih data kota, negara, dan sungai. Jika diperlukan
Klik Add untuk menambahkan data
Gambar 3-3 Menambahkan data pada ArcMap
Data yang ditambahkan ke ArcMap akan menjadi layer-layer yang tersusun di
dalam TOC seperti pada Gambar 3-4
Gambar 3-4 Data yang ditambahkan pada ArcMap
1 Koneksi folder dapat dilakukan pada root (hard disk), folder atau sub-folder 77
Bab 3 Project Peta Indonesia
Terhadap data yang ditambahkan seperti pada langkah-langkah di atas, ArcMap
akan melakukan hal-hal berikut secara otomatis, yaitu
- Mengurutkan layer dari atas ke bawah yaitu point, line, dan polygon
- Symbology seperti ukuran dan warna tampilan layer
- Nama layer sesuai dengan nama file
3.3. Mengatur TOC
Pengguna perlu melakukan pengaturan terhadap TOC (Lihat posisi TOC pada
Gambar 2-4 hal 39). Pengaturan TOC secara otomatis oleh ArcMap saat data
ditambahkan dapat dipastikan tidak sesuai dengan kaidah pemetaan. Ada tiga hal
yang biasanya dilakukan dalam mengatur TOC, yaitu (1) mengubah nama layer /
rename, (2) mengubah susunan layer, (3) pengelompokan layer, (4) layer on/off,
dan (5) remove layer.
ArcMap akan secara otomatis memberikan nama layer sesuai dengan nama file
dari data yang dirujuk oleh layer. Sebagai contoh jika sebuah file SHP dengan
nama pulau_kalimantan.shp, maka nama yang akan tampil pada TOC adalah
pulau_kalimantan yang tentu saja perlu diubah.
Pengguna dapat mengubah nama layer seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik pada nama salah satu layer (atau group layer)
Tekan F2 (atau Klik lagi yang kedua pada layer yang sedang dipilih)
Ketikan nama baru
Tekan Enter
Mengubah nama layer juga penting untuk dilakukan untuk menyesuaikan dengan
legenda peta. Untuk itu, penulisan nama layer harus sesuai kaidah penulisan
umum untuk entitas, misalnya huruf awal setiap kata adalah kapital seperti pada
Gambar 3-5
78 Pengenalan
Gambar 3-5 Mengubah nama layer pada TOC
Catatan: Mengubah nama layer tidak secara otomatis mengubah nama file
dari data spasial yang dirujuk
Bahasan lain dalam pengaturan layer seperti pengaturan susunan layer, layer
on/off, pengelompokan layer dan remove layer tidak dibahas pada bab ini.
Silakan baca pada bagian 2.6 halaman 47.
3.4. Membuat “Indonesia”
Pengguna dapat membuat subset dari data yang tersedia berdasarkan tabel atribut.
Sebagaimana dilihat pada TOC, tidak terdapat layer yang merepresentasikan
secara khusus wilayah Indonesia. Namun pengguna ArcMap dapat membuat
subset Indonesia melalui query terhadap layer yang sudah tersedia, yaitu layer
Negara.
Untuk melakukan hal tersebut perlu dilakukan duplikasi layer dan definition
query sebagai berikut.
3.4.1 Duplikasi dan rename layer
Duplikasi layer dilakukan untuk membuat duplikat dari layer yang tersedia.
Duplikasi layer tidak secara otomatis menduplikasi data yang dirujuk. Satu data
yang sama dapat memiliki beberapa layer pada TOC ArcMap. Untuk
menduplikasi suatu layer dapat dilakukan dengan contoh sebagai berikut.
Pilih layer Negara
Bab 3 Project Peta Indonesia 79
Copy dan paste layer tersebut. Copy bisa diakses di Klik-kanan > Copy,
sedangkan Paste bisa diakses pada ikon paste atau cukup dengan keyboard
Ctrl + V
Layer baru yang sama persis dengan layer Negara akan tampil
Lakukan rename pada salah satu layer Negara menjadi layer Indonesia
Gambar 3-6 Duplikasi dan rename layer
Bahasan mengenai duplikasi layer telah dibahas pada halaman 49, sedangkan
bahasan tentang rename layer pada halaman 51.
3.4.2 Definition query
Untuk membuat subset Indonesia dari data seluruh nama negara perlu dilakukan
definition query yang merupakan salah satu tool untuk membuat subset data
berdasarkan data atribut. Definition query dapat dilakukan dengan contoh sebagai
berikut.
Klik-ganda pada layer Indonesia (atau Klik-kanan di atas layer > Properties)
Pilih tab Definition query
Klik pada Query builder
Klik-ganda pada “CNTRY_NAME”
Klik pada tanda sama dengan (=)
Klik pada Get Unique Values
Klik-ganda pada “Indonesia”
Langkah 4 – 7 di atas akan menghasilkan query
"CNTRY_NAME" = 'Indonesia'
Klik OK dan OK untuk keluar dari dialog Pengenalan
80
Gambar 3-7 Definition query dan query builder
Catatan: Query dapat dibuat dengan menggunakan field/operator yang
tersedia atau dengan langsung mengetik dengan keyboard. Bagi pengguna
baru, sebaiknya gunakan field/operator untuk mengurangi kemungkinan salah
ketik karakter.
3.5. Area of Interest (AOI)
AOI, atau juga sering disebut region of interest (ROI), adalah cakupan wilayah
project. Pengguna perlu menentukan AOI dari project untuk efektifitas
pembuatan project. Sebagai contoh AOI yang digunakan adalah Indonesia. Maka
pengguna harus mengatur extent/zoom sehingga dapat meliputi seluruh
Indonesia.
Gunakan tool zoom ( ) untuk menyesuaikan data view sehingga
dapat meliputi Indonesia seperti pada Gambar 3-8. Penggunaan navigasi untuk
mengatur zoom/extent dapat dilihat pada halaman 40.
Bab 3 Project Peta Indonesia 81
Gambar 3-8 Mengubah extent dari seluruh dunia ke AOI Indonesia
Terdapat cara lain yang dapat digunakan untuk mengatur AOI ke wilayah
Indonesia. Salah satu cara yang efisien adalah dengan menggunakan layer yang
memiliki cakupan sama dengan AOI. Sebagai contoh, layer Indonesia yang baru
dibuat pada bagian 3.4 halaman 79 dapat digunakan sebagai layer untuk AOI.
Lakukan zoom ke layer Indonesia tersebut untuk mengatur AOI dengan cara Klik-
kanan di atas layer Indonesia > Zoom to Layer. Bahasan lebih detail tentang zoom
ke layer disajikan pada bagian 2.4.3 halaman 43.
3.6. Symbology peta Indonesia
Symbology adalah pengaturan tampilan dari data spasial. Meskipun asal katanya
adalah symbol, namun symbology memiliki cakupan yang lebih luas karena
mencakup simbol, warna, ukuran, transparansi dan sebagainya. Pada bahasan
berikut ditampilkan pengaturan symbology untuk beberapa tipe layer yaitu layer
kota, sungai, Indonesia dan Negara.
Symbology yang dibahas pada bagian ini adalah symbology sederhana dengan
menggunakan template yang tersedia. Bahasan lebih lanjut tentang symbology
dapat dibaca pada halaman 498.
3.6.1 Symbology kota (point)
Kota dapat direpresentasikan dalam fitur point atau polygon tergantung AOI.
Untuk peta Indonesia, kota dapat direpresentasikan sebagai point yang
merupakan fitur tanpa dimensi. Dalam project yang lain yang memiliki AOI
dengan skala lebih besar, misalnya cakupan sebuah kabupaten, maka kota
sebaiknya ditampilkan dalam bentuk polygon.
82 Pengenalan
Layer kota yang digunakan pada Gambar 3-4 (hal 77) terdiri dari dua kategori,
yaitu ibukota dan non-ibukota. Pengguna dapat menampilkan layer kota tersebut
dalam dua kategori tersebut dengan cara seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik-ganda pada layer Kota
Pilih tab Symbology
Pilih Unique value di bawah Categories
Pilih Value Field adalah CAPITAL
Klik pada Add All Values
Terdapat dua kategori yaitu ibu kota (Capital = Y) dan non ibukota (Capital
= N)
Gambar 3-9 Symbology layer kota berdasarkan field Capital
Selanjutnya masing-masing kategori diatur symbology-nya sebagai berikut.
Klik-ganda pada kategori non-capital (Capital = N)
Pilih salah satu simbol, sebagai contoh pilih Cicrle 2
Set warna putih
dan size 7
Klik OK untuk konfirmasi
Bab 3 Project Peta Indonesia 83