Gambar 3-10 Pengaturan symbology layer kota untuk kategori non-capital
Jika diperlukan, non-aktifkan pilihan contreng pada <all other values> sehingga
yang tampil pada TOC hanya benar-benar untuk ibukota dan non-ibukota saja.
Lakukan hal yang sama seperti langkah di atas kepada kategori Capital (Capital
= Y) dengan symbol circle 2, warna merah, dan size 10. Sehingga diperoleh
perubahan tampilan seperti gambar berikut.
Gambar 3-11 Symbology pada layer kota dengan membedakan kategori capital dan non-capital
Seperti tampak pada Gambar 3-11 bahwa symbology layer kota sudah dibuat
berbeda untuk ibu kota negara dan kota biasa. Selanjutnya setiap kategori
symbology tersebut ditentukan tipe ukuran dan warna masing-masing.
3.6.2 Symbology sungai (polyline) Pengenalan
84
Sungai dapat direpresentasikan dalam polyline atau polygon tergantung kepada
skala dan tingkat akurasi. Pada peta dengan cakupan Indonesia, data sungai yang
digunakan adalah tipe polyline.
Symbology layer sungai dapat diatur seperti berikut.
Klik pada symbol sungai (di bawah nama layer sungai)1 langsung pada TOC
Pilih tipe symbol River
warna biru
dan width 0.2
Klik OK untuk konfirmasi
Gambar 3-12 Pengaturan symbology layer river (polyline)
Symbology sungai seperti pada langkah-langkah tersebut dilakukan dengan
langsung melakukan Klik pada symbology pada TOC, tanpa membuka properti
dari layer. Cara tersebut sangat efisien dilakukan untuk mengatur symbology
secara cepat. Namun jika diperlukan pengaturan symbology lebih lanjut seperti
1 Cara ini dapat dilakukan untuk mengatur symbology tanpa melalui layer properties 85
Bab 3 Project Peta Indonesia
membedakan sungai besar dan kecil, maka pengguna harus menggunakan
properti layer seperti cara pada bagian 3.6.1 (hal 82)
3.6.3 Symbology Indonesia (polygon)
Layer Indonesia memiliki tipe polygon yang dapat diatur symbologynya seperti
pada langkah-langkah berikut.
Klik pada symbol layer Indonesia (di bawah nama layer Indonesia)1 langsung
pada TOC
Pilih tipe symbol Green
Atur warna outline No Color
Klik OK untuk konfirmasi
3.6.4 Symbology Negara (polygon)
Symbol layer negara memiliki tipe polygon. Atur symbology layer negara
dengan menggunakan outline sebagai berikut.
Klik pada symbology Negara
Pilih symbology Hollow
Outline width 0.1
Klik pada Outline Color
Outline color grey 50%
Klik OK untuk konfirmasi
1 Cara ini dapat dilakukan untuk mengatur symbology tanpa melalui layer properties Pengenalan
86
Gambar 3-13 Pengaturan symbology layer negara
Jika sudah dilakukan pengaturan symbology maka tampilan data frame akan
seperti pada gambar berikut.
Gambar 3-14 Tampilan data frame setelah pengaturan symbology
3.7. Label
Label menyajikan informasi atribut dari fitur secara dinamis. Ukuran dan posisi
label menyesuaikan dengan extent dan zoom sehingga apabila pengguna ArcMap
melakukan perubahan extent atau zoom maka label akan diperbaharui secara
otomatis. Berikut adalah contoh pemberian label terhadap fitur point, line dan
polygon.
Bab 3 Project Peta Indonesia 87
Bahasan lebih lanjut tentang label dapat dibaca pada 0 halaman 562.
3.7.1 Label Kota (point)
Layer kota memiliki tipe fitur point yang memiliki dua kategori pada symbology,
yaitu ibukota (capital = Y) dan non-ibukota (capital = N) sebagaimana telah
dibahas pada halaman 82. Untuk layer dengan beberapa kategori tersebut,
pengguna dapat melakukan pengelompokkan pada label. Setiap kelas memiliki
pengaturan label masing-masing, sehingga label untuk ibukota dan non-ibukota
akan berbeda.
Klik-ganda pada layer Kota untuk menampilkan properti dari layer tersebut
Pilih tab Labels
Aktifkan tik pada Label features in this layer untuk mengaktifkan label
Pilih method Define classes of features and label each class differently1
Matikan tanda contreng di sebelah class Default2
Klik Add untuk menambah kelas label baru
Beri nama apa saja, misalnya Ibukota, Klik OK
Klik pada SQL Query…
Gambar 3-15 Memberi label layer Kota
Buat expression "CAPITAL" = 'Y' seperti pada gambar berikut
1 Pilihan ini untuk memberi label dengan kategori berbeda
2 Kelas default adalah memberi label sama untuk semua fitur. Kelas label ini dapat dihapus, direname, atau
diatur ulang SQL Query-nya.
88 Pengenalan
Gambar 3-16 Label ekspresi dengan query SQL
Pilih NAME sebagai field yang dijadikan sebagai label1
Gambar 3-17 memilih field sebagai label
Pilih tipe font Arial, ukuran 10, warna hitam, Bold
Gambar 3-18 Mengatur format huruf label
Klik OK untuk konfirmasi
Layer kota sudah diberi label tetapi khusus untuk ibukota. Kota non-ibukota
masih belum diberi label. Terdapat dua kelas label yaitu Default dan Ibukota.
Pengguna dapat melakukan pengaturan setiap kelas label dengan cara
mengaktifkan kelas label dari menu drop-down dan melakukan pengaturan pada
setiap kelas.
Setelah kelas label ibukota dibuat, pengguna perlu mengatur label untuk non-
ibukota, baik itu dengan mengganti kelas label default ataupun dengan membuat
1 Pengguna harus mengetahui tabel atribut (hal 44; hal 258) untuk menentukan field yant tepat untuk label
Bab 3 Project Peta Indonesia 89
label baru. Kelas label Default tidak digunakan. Kelas label tersebut dapat
dihapus ataupun diganti nama menjadi kelas label non-ibukota.
Untuk membuat kelas label no-ibukota dari kelas label yang sudah tersedia tetapi
tidak terpakai, yaitu kelas label default, dapat dilakukan seperti pada langkah-
langkah berikut.
Buka properti layer, tab Labels
Pilih kelas label Default pada menu dropdown
Klik pada Rename dan isikan nama baru misalnya nonibukota
Aktifkan tanda tik di sebelah kanan nama kelas nonibukota
Klik pada SQL Query…
Buat query berikut "COUNTRY" = 'Indonesia' AND "CAPITAL" = 'N'
Pilih NAME sebagai field yang dijadikan sebagai label
Atur tipe font untuk class non Ibu kota ini, misal tipe Arial, ukuran 7, italic
Klik OK untuk konfirmasi
Ilustrasi langkah-langkah di atas serupa dengan Gambar 3-15 - Gambar 3-18.
Silakan lihat kembali gambar-gambar tersebut untuk ilustrasi pengaturan kelas
label nonibukota.
Pemberian label pada layer kota telah dilakukan dengan menggunakan kelas
label. Kota yang memiliki status sebagai ibukota negara diberi label lebih
signifikan, sedangkan kota lainnya dibuat kurang mencolok. Pengguna akan
sering dituntut untuk melakukan pelabelan seperti ini untuk penyajian peta lebih
baik seperti pada gambar berikut.
Gambar 3-19 Tampilan setelah pemberian label kota
90 Pengenalan
3.7.2 Label sungai
Layer sungai memiliki tipe fitur polyline. Berbeda dengan pelabelan layer kota
(hal 88) yang menggunakan kelas label, pelabelan layer sungai dibuat sama untuk
seluruh sungai seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik-ganda pada layer Sungai untuk menampilkan properti dari layer tersebut
Pilih tab Labels
Aktifkan tik pada Label features in this layer untuk mengaktifkan label
Pilih method Label all the features the same way untuk memberikan label
yang sama kepada seluruh fitur (tanpa pengelompokan)
Pilih NAMA sebagai field yang dijadikan label
Pilih tipe font Arial, ukuran 7, warna biru
Klik OK
Gambar 3-20 Pengaturan label sungai
Pelabelan seperti pada gambar di atas adalah pelabelan yang paling sederhana
dan cepat. Untuk overview sebuah project ArcMap atau pelabelan sementara
untuk kepentingan navigasi dan analisis, cara tersebut sangat efektif dilakukan.
Semua pengaturan terdapat pada jendela properties > labels.
Bab 3 Project Peta Indonesia 91
3.7.3 Label nama negara (polygon)
Layer Negara memiliki tipe fitur polygon. Pemberian label pada fitur Negara
serupa dengan pada layer sungai (hal 91) yaitu dibuat sama untuk seluruh negara
seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik-ganda pada layer Negara untuk menampilkan properti dari layer tersebut
Pilih tab Labels
Aktifkan tik pada Label features in this layer untuk mengaktifkan label
Pilih method Label all the features the same way untuk memberikan label
yang sama kepada seluruh fitur (tanpa pengelompokkan)
Pilih CNTRY_NAME sebagai field yang dijadikan label
Pilih tipe font Arial, ukuran 12, warna abu-abu gelap
Klik OK
Gambar 3-21 Label nama negara pada layer Negara
Label nama negara seperti di atas adalah label yang sederhana di mana setiap fitur
memiliki label yang sama. Hasil pemberian label sederhana tersebut dapat dilihat
pada gambar berikut.
92 Pengenalan
Gambar 3-22 Label sederhana nama negara pada layer Negara
Meskipun secara default ArcMap tidak akan menampilkan label yang tumpang
tindih, namun pada Gambar 3-22 tampak bahwa label nama negara terlalu banyak
untuk suatu negara. Label Indonesia tampak tampil pada setiap pulau yang
disebabkan karena terdapatnya multipart, yaitu satu fitur dapat terdiri dari dua
atau lebih bagian (lihat hal bagian 18.2.7 hal 802 untuk konversi multipart ke
singlepart).
Untuk membatasi satu label saja yang tampil pada fitur multipart, pengguna dapat
melakukan pengaturan lanjutan seperti berikut.
Klik-ganda pada layer Negara
Pilih tab Labels. Pengaturan label akan seperti sebelumnya pada Gambar 3-21
Klik pada Placement Properties…
Ganti pilihan pada kotak duplicate labels, dari semula Place one label per
feature part menjadi Place one label per feature dari semula
Bab 3 Project Peta Indonesia 93
Gambar 3-23 Pengaturan hanya satu label untuk satu negara pada layer Negara
Klik OK untuk konfirmasi
Langkah di atas mengatur agar ArcMap hanya menampilkan satu label saja untuk
label yang sama. Sebagai contoh jika ada 10 fitur memiliki label Indonesia, maka
hanya satu fitur saja yang ditampilkan labelnya. Berikut perbandingan dari
sebelum dan sesudah dilakukan langkah-langkah di atas
Gambar 3-24 Hasil pengaturan hanya satu label untuk satu negara
Bahasan lebih lanjut tentang placement properties dapat dibaca pada bagian
13.4.2 halaman 576.
3.8. Layout
94 Pengenalan
3.8.1 Mengakses Layout view
Terdapat dua View pada ArcMap, yaitu Data view dan Layout view sebagaimana
telah dibahas pada halaman 70. Untuk berpindah antara data view dan layout view
menggunakan scroll bars Gambar 3-25.
Pada bagian pojok kiri-bawah dari data view suatu project ArcMap terdapat
sebanyak empat (4) buah ikon yaitu
- Data View; view default untuk melakukan analisis dan berbagai manipulasi
spasial
- Layout View; view untuk membuat layout
- Refresh (F5): untuk update tampilan (view)
- Pause Drawing (F9): stop render tampilan view yang berguna saat bekerja
dengan data yang besar
Gambar 3-25 Scroll bars
Refresh dan pause drawing adalah dua tool pada scroll bars yang berguna saat
bekerja dengan data spasial yang berukuran besar sehingga untuk menghemat
resource komputer, pengguna dapat melakukan pause/refresh tampilan. Untuk
project berukuran kecil, kedua tool tersebut hampir tidak diperlukan.
Pertama kali membuka Layout View, akan muncul toolbar Layout yang berisi
tool-tool yang berhubungan dengan Layout. Toolbar Layout dapat berupa float
yang mengambang ataupun berada dalam kumpulan toolbar di bagian atas
ArcMap (di bawah menu). Toolbar dapat digeser dengan cara drag-n-drop seperti
pada gambar berikut.
Bab 3 Project Peta Indonesia 95
Gambar 3-26 Drag-n-drop digunakan untuk memindah toolbar Layout
3.8.2 Page and print setup
Pengaturan page and print setup adalah hal pertama yang harus dilakukan dalam
pembuatan layout mencakup ukuran kertas dari peta yang akan diprint.
Pengaturan ukuran ini sebaiknya dilakukan di awal pembuatan layout. Ukuran
kertas dapat diatur pada Page and Print Setup sebagai berikut.
Klik pada menu File > Page and Print Setup
Tentukan printer, ukuran, feeding, dan orientasi kertas dan lain-lain seperti
pada Gambar 3-27.
Klik OK untuk konfirmasi
96 Pengenalan
Gambar 3-27 Page and print setup untuk mengatur ukuran kertas
Ukuran kertas sangat tergantung kepada printer yang digunakan. Jika ingin
membuat ukuran besar, misalnya A0, maka harus dipilih tipe printer yang
mendukung layout ukuran A0. Salah satu alternatifnya adalah driver printer
Adobe PDF seperti tampak pada Gambar 3-27.
Atur Data frame agar memiliki ukuran yang sesuai dan berada pada tempat
yang diharapkan seperti pada Gambar 3-28
Bab 3 Project Peta Indonesia 97
Control box
Gambar 3-28 Penyesuaian ukuran data frame pada layout
Data frame yang ditambahkan ke layout akan berupa satu entitas dengan bentuk
persegi panjang dengan control box di sekelilingnya. Pengguna dapat mengatur
ukuran atau posisi data frame dengan menggeser keseluruhan frame atau dengan
menggeser salah satu dari delapan buah control box.
3.8.3 Judul
Peta harus memiliki judul yang sesuai dengan peta yang dihasilkan. Judul adalah
sebuah nama entitas, bukan sebuah kalimat, sehingga penamaan judul harus
mengikuti pemberian nama. Peta dapat memiliki satu judul saja. Apabila
dipandang perlu, pengguna dapat menambahkan sub-judul pada peta.
Untuk menambahkan judul pada suatu layout peta dapat dilakukan seprti pada
langkah-langkah berikut
Klik pada menu Insert > Title
Isikan Peta Indonesia
Sebuah teks akan muncul di layout
Geser teks judul peta tersebut untuk mengatur posisi Judul di dalam layout
Untuk mengubah tipe font, ukuran, dan warna bisa dilakukan dengan Klik-
ganda pada teks Judul tersebut > Change Symbol
98 Pengenalan
Gambar 3-29 Menambahkan judul pada layout
Pemberian judul peta seperti di atas bersifat dinamis. Jika judul peta pada Map
document properties diubah, maka judul peta akan turut berubah. Untuk
melakukan pengubahan judul peta yang sudah dibuat harus dilakukan pada Map
document properties (lihat Gambar 16-7 hal 715).
Selain cara tersebut di atas, judul peta dapat ditambahkan juga secara statis, yang
tidak otomatis berubah saat Map document properties diubah. Judul peta secara
statis sama dengan memberi teks biasa pada layout dengan menggunakan salah
satu tool pada toolbar Draw (lihat bagian 14.5 hal 677).
3.8.4 Arah utara
Arah utara (north arrow) adalah tanda yang menunjukkan referensi arah mata
angin, terutama arah utara. Sudah menjadi kesepahaman bersama bahwa referensi
orientasi peta ke atas adalah menunjukkan arah utara. Meskipun tidak disarankan,
untuk kondisi khusus arah utara ini dapat saja tidak mengarah ke atas (bagian
16.1.2 hal 713).
Arah utara ditambahkan ke layout dengan cara seperti berikut.
Klik pada menu Insert > North Arrow
Pilih salah satu tipe North Arrow
Klik OK
Bab 3 Project Peta Indonesia 99
Gambar 3-30 Menambahkan arah utara pada layout
Catatan: Arah utara yang ditampilkan pada layout menggunakan karakter.
Untuk membuat arah utara dengan gaya sendiri, pengguna dapat memodifikasi
salah satu font ESRI_40.TTF yang dipasang saat instalasi ArcGIS Desktop.
Lihat bagian 0 hal 686 .
3.8.5 Skala batang
Skala batang (scale bar) adalah skala yang berbentuk batang/garis yang memiliki
segment yang menunjukkan jarak di lapangan. Skala batang sering ditampilkan
bersama-sama dengan skala angka. Skala batang sangat baik untuk menampilkan
referensi zoom dari suatu peta dibandingkan dengan skala angka. Pada banyak
presentasi selain cetak peta, misalnya presentasi dengan proyektor, skala lebih
baik digunakan daripada skala angka.
Menambahkan skala batang ke layout dilakukan sebagai berikut.
Klik pada menu Insert > Scale bar
Pilih salah satu tipe Scale bar seperti tampak pada gambar
Klik pada Properties untuk pengaturan lebih lanjut
Tentukan Number of divisions dan Number of subdivisions
Pilih division unit Kilometers
100 Pengenalan
Ketik label Km
Klik OK
Atur posisi dan ukuran skala batang sehingga seperti tampak pada gambar
berikut
Gambar 3-31 Menambahkan skala batang ke Layout pada ArcMap
Pengguna dapat melakukan pengaturan ulang skala batang dengan membuka
properti dari skala batang tersebut. Lakukan Klik-ganda di atas skala batang atau
Klik-kanan > properties untuk membuka properti dari skala batang. Pengguna
juga dapat menyesuaikan rentang skala batang dengan cara menggeser control
box yang tampil saat skala batang dipilih. Pengguna harus sering latihan agar
dapat menampilkan skala batang yang diinginkan.
Bab 3 Project Peta Indonesia 101
3.8.6 Legenda
Membuat legenda
Legenda adalah keterangan peta yang menjelaskan data yang ditampilkan pada
layout. Legenda berisi layer-layer yang ada pada TOC dan symbology-nya. Untuk
menambahkan legenda pada layout dilakukan sebagai berikut.
Klik pada menu Insert > Legend
Tentukan layer yang akan dimasukan di dalam legenda. Jika ada satu layer
yang tidak akan ditampilkan di dalam legenda, pilih layer tersebut dan Klik
pada tanda panah , atau sebaliknya. Klik Next.
Isikan nama Legenda, misalkan tulis Keterangan, dan atur font sesuai
keinginan. Klik Next.
Atur border, background, dan drop shadow jika diperlukan. Klik Next.
Klik satu per satu ke legend item yang telah dipilih untuk menentukan tipe
legend. Klik Next.
Jika diperlukan atur ukuran dan jarak antar elemen di dalam legenda. Klik
Finish.
Contoh hasil legend wizard adalah seperti pada Gambar 3-32 berikut
Gambar 3-32 Menambahkan legenda pada Layout
102 Pengenalan
Mengatur ulang legenda
Legenda dapat diatur ulang dengan cara membuka properti dari legenda tersebut
yang dapat ditampilkan dengan cara Klik-ganda di atas legenda atau Klik-kanan
> properties. Selanjutnya pengaturan ulang legenda dapat dilakukan pada properti
legenda (Gambar 3-33) seperti susunan layer penyusunan legenda, cara
symbology dari layer ditampilkan pada legenda, dan sebagainya.
Gambar 3-33 Properti dari legenda
Mengatur ulang layer pada TOC untuk mengubah legenda
Pengaturan layer pada TOC sangat terkait dengan tampilan legenda. Layer yang
dihapus dari TOC akan secara otomatis juga dikeluarkan dari legenda.
Pengubahan symbology dari satu layer di TOC akan mengubah symbology layer
pada legenda.
Sebagai contoh, untuk mengubah legenda dari layer Kota dapat dilakukan pada
TOC sebagai berikut.
Lakukan seluruh proses pembuatan Peta Indonesia sebelum bagian ini, atau
langsung buka project bab03-08-06.mxd
Bab 3 Project Peta Indonesia 103
Ubah Symbology layer kota (lihat Gambar 3-9) pada properti layer >
symbology. Lepaskan tanda conteng pada <all other values>
Edit Label untuk Y menjadi Ibukota dan label N menjadi Kota
Ubah susunan symbol dengan menggunakan tanda panah sehingga
simbol Ibukota berada lebih atas dari simbol Kota
Gambar 3-34 Mengubah symbology pada layer Kota
Tampak bahwa legenda yang telah dibuat akan berubah setelah simbologi layer
diubah seperti tampak pada gambar berikut.
Gambar 3-35 Perubahan legenda sebagai akibat perubahan layer
Beberapa perubahan pada layer di TOC yang akan juga turut mengubah legenda
misalnya mengubah nama layer, nama kategori simbol di dalam layer,
symbology, susunan kategori simbol, dan sebagainya.
Mengatur legend item properties
Pengguna dapat melakukan pengaturan pada suatu item (layer) di dalam legenda.
Sebagai contoh pada Gambar 3-35 tampak bahwa layer Kota masih ‘acakadul’
sehingga perlu dilakukan pengaturan lebih lanjut, atau layer sungai yang
memiliki simbol lurus perlu dibuat meliuk-liuk seperti sungai pada umumnya.
104 Pengenalan
Untuk melakukan pengaturan pada legend item properties dapat dilakukan seperti
pada langkah-langkah berikut.
Dengan ArcMap, buka project bab03-08-06-02.mxd. Tampak legenda seperti
pada Gambar 3-35
Klik-ganda pada legenda dengan menggunakan pointer untuk membuka
properti legenda
Pilih tab General. Ganti nama Legend menjadi Keterangan
Pilih tab Items. Terdapat layer Kota, Sungai, Indonesia dan Negara
Klik-ganda pada item Kota untuk membuka legend item properties
Klik pada tab General
Non-aktifkan tanda tik pada Show Layer Name dan Show Heading
Gambar 3-36 Pengaturan legend item properties (1)
Klik OK untuk menutup semua kotak dialog
Gambar 3-37 Pengaturan legend item properties (2) 105
Bab 3 Project Peta Indonesia
Legend item properties juga dapat dilakukan untuk mengubah tampilan simbol.
Sebagai contoh layer sungai yang memiliki bentuk simbol garis lurus. Untuk
mengubah tampilan simbol layer sungai tersebut dapat dilakukan seperti pada
langkah berikut.
Buka properti legenda
Pilih tab Items
Klik-ganda pada item Sungai
Pada tab General, aktifkan Override default patch
Pilih tipe line yang ingin digunakan
Gambar 3-38 Pengaturan legend item properties (3)
Legenda dari layer sungai akan berubah sesuai dengan patch yang dipilih seperti
berikut.
Gambar 3-39 Pengaturan legend item properties (4)
106 Pengenalan
Bahasan lebih lanjut tentang legenda peta dapat dibaca pada halaman 644. Pada
bagian tersebut juga dibahas cara membuat patch sendiri sehingga lebih sesuai
dengan kaidah pemetaan yang digunakan.
3.8.7 Grid peta
Grid pada layout adalah tanda dan label dari referensi spasial sesuai dengan
sistem koordinat. Istilah grid juga dapat merujuk ke terminologi lain, yaitu grid
sebagai salah satu format data raster, sehingga diharapkan pengguna tidak keliru
dalam mengartikan istilah grid pada bahasan layout.
Grid pada ArcMap secara default bersifat dinamis. Jika pengguna melakukan
pengubahan zoom/extent data view, maka secara otomatis grid pada layout pun
akan ter-update. Selain ArcMap juga memungkinkan pengguna membuat
beberapa grid sekaligus dalam satu layout, misalnya grid GCS dan UTM pada
suatu peta yang sama.
Pada bagian ini hanya akan ditunjukkan sekilas cara membuat grid.
Menambahkan grid pada data frame dilakukan dengan langkah-langkah berikut.
Dengan ArcMap, buka project bab03-08-07.mxd
Klik-ganda pada Data Frame Layers
Pilih tab Grids
Klik New Grid
Pilih Graticule untuk menampilkan koordinat geografis. Nama grid isikan
misalnya Geo. Klik Next
Pilih tipe tampilan grid berupa Graticule and labels
Isikan selang grid yang diinginkan, misalkan masing-masing 10 derajat untuk
Lat/long. Klik Next.
Pilih apakah menampilkan Map division ticks dan Minor division ticks serta
ukuran lebar garis masing-masing. Biarkan secara default jika tidak yakin.
Klik Next.
Tentukan border yang mengelilingi data frame di dalam layout. Biarkan
default jika tidak yakin. Klik Finish dan OK.
Gambar hasil penambahan Grid bisa dilihat pada Gambar 3-40
Bab 3 Project Peta Indonesia 107
Gambar 3-40 Menambahkan grid pada layout
Pada Gambar 3-40 di atas menunjukkan grid yang dihasilkan masih belum baik
untuk digunakan karena label dari grid yang berada di samping kanan-kiri
seharusnya berorientasi vertikal, bukan horizontal. Untuk mengubah orientasi
grid, dari horizontal menjadi vertikal, serta pengaturan lainnya dapat dilakukan
seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik-ganda pada Data Frame (layers)
Pilih tab Grids
Pilih nama grid yang sudah dibuat, yaitu Geo dan Klik pada Properties
untuk membuka properti dari grid Geo
Pilih tab Labels
Aktifkan tanda tik pada label orientation untuk Left dan Right, Klik OK
untuk keluar dari dialog box
Gambar 3-41 Menambahkan grid pada layout
108 Pengenalan
Bahasan lebih lanjut tentang grid layout dapat dibaca pada bagian 14.4 halaman
659.
3.8.8 Menambahkan image ke layout
Menambahkan image ke layout dapat dilakukan untuk menambahkan logo, tanda
tangan atau apa pun foto dengan format JPG, TIF, GIF, PNG, atau format umum
lainnya.
Untuk menambahkan image ke layout dapat dilakukan seperti pada langkah-
langkah berikut.
Dengan ArcMap, buka project bab03-08-08.mxd
Klik pada menu Insert > Picture
Cari file yang akan ditambahkan, contohnya buka folder C:\x1data\bab03\logo
dan tambahkan file logo.png
Atur ukuran dan posisi image tersebut dengan menggeser control box
Catatan: Image menyimpan informasi dalam sel/piksel sehingga hasil cetakan
akan terlihat agak kotak-kotak jika image yang digunakan memiliki resolusi
rendah. Sebagai alternatif, gunakan file WMF untuk tanda tangan atau pun
logo yang akan ditambahkan ke Layout
3.8.9 Neatline
Neatline adalah garis/kotak yang dibuat di sekeliling semua object yang ada di
dalam layout. Setelah semua elemen peta ditambahkan pada layout, pengguna
dapat membuat Neatline dengan cara berikut.
Klik pada menu Insert > Neatline
Pilih Place around all elements
Tentukan ketebalan garis, misalkan 0.5 point
Tentukan background, misalkan putih atau tanpa background
Klik OK untuk konfirmasi
Bab 3 Project Peta Indonesia 109
3.8.10 Hasil layout
Membuat layout adalah seni sehingga tidak ada batasan benar/salah melainkan
hanya kepatutan/kelayakan yang sifatnya subyektif. Layout yang menurut
pengguna bagus dan menarik belum tentu sama bagi orang lain. Oleh karena itu
mengetahui layout yang umum digunakan di bidang pekerjaan anda sangat
penting agar peta yang dihasilkan terlihat umum.
Hasil dari tahapan pada halaman 95 s/d 109 akan menghasilkan layout seperti
tampak pada Gambar 3-42. Patut diingat bahwa layout tersebut contoh yang akan
berbeda dengan hasil orang per orang.
Gambar 3-42 Contoh tampilan layout dengan ArcMap
3.9. Print peta
Print layout dilakukan sama halnya seperti proses print dokumen lainnya. Print
layout dapat dilakukan sebagai berikut.
Klik pada menu File > Print
Klik OK untuk menjalankan perintah print
110 Pengenalan
Perlu diingat bahwa print peta berhubungan dengan pengaturan Page Setup (lihat
bagian Page and print setup, hal 96).
3.10. Ekspor layout
Layout yang sudah dibuat bisa diekspor ke format lainnya seperti image (JPG,
TIF, dsb) atau format lain yang support data vektor seperti SVG dan PDF.
Melakukan ekspor layout sangat penting baik itu sebagai overview dari project
maupun sebagai backup. Perlu diingat bahwa project pembuatan peta pada
ArcMap memiliki banyak sekali file yang dirujuk sehingga besar sekali
kemungkinan file yang dirujuk oleh project corrupt atau tidak tersedia sehingga
keseluruhan project tidak bisa dibuka seperti saat dibuat. Pada kondisi tersebut
diperlukan project yang sudah dalam bentuk image maupun PDF. Untuk
mengekspor layout ke PDF pada ArcMap dapat dilakukan sebagaimana berikut.
Klik pada menu File > Export Map
Tentukan folder atau lokasi file
Beri nama file output
Pilih format, sebagai contoh pilih PDF
Klik Save untuk menjalankan perintah ekspor
Contoh hasil ekspor dalam format PDF bisa dibuka di
C:\x1data\bab03\output
Berikut contoh hasil ekspor ke format PDF yang support layer.
Bab 3 Project Peta Indonesia 111
Gambar 3-43 Contoh hasil ekspor layout ArcMap ke format PDF
3.11. Menyimpan project
Project ArcMap yang dibuat sebaiknya disimpan secara berkala sepanjang
pembuatan project. Project ArcMap hanya berisi informasi data apa saja yang
dirujuk dan bagaimana data-data tersebut ditampilkan, tidak berisi data spasial.
File data spasial yang dirujuk tidak ikut tersimpan bersama file project melainkan
tetap berada pada file-file tersendiri. Oleh karena itu, satu file project ArcMap
(.MXD) tidak dapat dibuka di komputer lain tanpa juga menyertakan data-data
yang dirujuk.
Untuk menyimpan project ArcMap dapat dilakukan sebagaimana berikut.
Simpan file project dengan Klik pada menu File > Project.
Tentukan folder dan nama file project (ekstensi .MXD)
Contoh project yang dibuat untuk bahasan bab ini tersedia di C:\x1data\bab03\
project\indonesia.mxd.
112 Pengenalan
Bab 4. Pengenalan ArcCatalog
Bab ini berisi beberapa sub-bab sebagai berikut: 113
Pengantar ArcCatalog
Bagian-bagian ArcCatalog
Menelusuri data di ArcCatalog
Membuat data
Proyeksi
ArcToolbox
ArcCatalog dan ArcMap
Pencarian fitur
4.1. Pengantar ArcCatalog
Bab 4 Pengenalan ArcCatalog
4.1.1 Apa itu ArcCatalog
ArcCatalog adalah software ArcGIS Desktop yang berfungsi untuk mengatur dan
mengelola data/informasi spasial. ArcCatalog dapat menangani file-file data,
project, tool, service dan lain sebagainya.
ArcCatalog adalah salah satu software ArcGIS Desktop yang digunakan untuk
mengatur dan mengelola data dan file-file. ArcCatalog memiliki kesamaan
dengan Windows Explorer dengan beberapa kelebihan untuk menangani data
spasial.
ArcCatalog hanya bisa menampilkan dan menangani data-data yang biasa
digunakan oleh ArcGIS. Hal ini perlu dipahami sehingga jika satu folder terlihat
kosong di ArcCatalog mungkin saja masih berisi file-file non-spasial.
Data yang merepresentasikan satu kesatuan hanya akan tampak sebagai satu item
di dalam ArcCatalog. Sebagai contoh shapefile yang terdiri dari file dengan
format .shp .shx .dbf .prj dan .dll hanya akan muncul sebagai satu item di dalam
ArcCatalog sehingga memudahkan untuk menghapus, rename, menyalin dan
sebagainya.
Tampilan antar-muka ArcCatalog dapat dilihat seperti pada gambar berikut.
114 Pengenalan
Gambar 4-1 Antar muka ArcCatalog
4.1.2 Menjalankan ArcCatalog
Menjalankan ArcCatalog dilakukan sama seperti software lainnya seperti berikut.
Klik pada menu Start > All Program > ArcGIS > ArcCatalog 10.2
atau Start > Ketik arccatalog pada kotak Search programs and files, tekan
Enter
Gambar 4-2 Menjalankan ArcCatalog
ArcCatalog dapat dijalankan dengan double-click pada file executable
ArcCatalog. Untuk ArcGIS Desktop 10.2.2 yang diinstal pada Windows 64 bit,
folder software ArcGIS Desktop adalah C:\Program Files
(x86)\ArcGIS\Desktop10.2\bin seperti pada Gambar 2-2 hal 37. Untuk OS
Windows 32 bit dan versi ArcGIS Desktop lain harus menyesuaikan.
4.1.3 Connect to Folder di ArcCatalog
Jika pengguna baru pertama kali menggunakan salah satu software ArcGIS
Desktop, misalnya ArcMap atau ArcCatalog, maka pengguna harus melakukan
koneksi ke folder atau database. Jika pengguna sudah melakukan koneksi ke
folder atau database menggunakan salah satu software ArcGIS, maka pada
software yang lain tidak perlu lagi melakukan koneksi ke folder atau database
yang sama.
Bab 4 Pengenalan ArcCatalog 115
Buku ini membahas penggunaan data spasial berbasis folder dan file tanpa
membahas penggunaan data spasial yang disimpan di dalam database.
Membuat koneksi ke folder menggunakan ArcMap telah dibahas pada bagian 3.2
hal 76. Sedangkan membuat koneksi ke folder menggunakan ArcCatalog dapat
dilakukan seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik pada ikon Connect to folder
Pilih folder C:\x1data yang merupakan folder data penyerta buku ini
Klik OK,
maka folder C:\x1data akan masuk ke dalam salah satu folder di bawah
Folder Connections
Gambar 4-3 Connect to folder pada ArcCatalog
Connect to folder dapat dilakukan pada root HardDisk atau folder utama data GIS
ataupun pada sub-sub folder. Jika connect ke folder utama, maka otomatis sub
folder dapat dibuka, namun tidak sebaliknya.
Jika sudan terdapat banyak koneksi ke folder, pengguna mungkin perlu
melakukan diskoneksi untuk mengurangi jumlah list folder. Untuk melakukan
diskoneksi pada folder dapat dilakukan seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik-kanan pada folder yang sudah terkoneksi Pengenalan
116
Pilih Disconnect Folder
Gambar 4-4 Disconnect ke folder pada ArcCatalog
Catatan: Diskoneksi ke folder tidak menghapus folder dan data spasial di
dalamnya. Diskoneksi ke folder dari ArcCatalog akan secara otomatis juga
diskoneksi pada semua software ArcGIS Desktop.
4.2. Bagian ArcCatalog
Untuk mengenal lebih jauh tentang ArcCatalog, silakan buka ArcCatalog.
Lakukan koneksi ke folder C:\x1data sebagaimana Gambar 4-3. Arahkan ke folder
C:\x1data\bab04\data\banjarbaru.
ArcCatalog memiliki bagian-bagian antar muka seperti tampak pada Gambar 4-5
dengan bagian-bagian sebagai berikut.
Catalog tree view
Contents panel
Up one level; buka folder induk dari folder aktif
Connect to folders; penting untuk pertama kali menggunakan ArcCatalog
untuk membuat koneksi ke folder data
Folder aktif; warna abu-abu pada folder menunjukkan bahwa folder sedang
aktif
File Geodatabase
Toolbox
Data raster / image
Bab 4 Pengenalan ArcCatalog 117
Shapefile, data vektor
Layer file
Gambar 4-5 Contoh antarmuka ArcCatalog
4.3. Eksplor data
4.3.1 Menampilkan data spasial
Menampilkan data spasial pada ArcCatalog akan berbeda dengan menampilkan
data pada ArcMap. Pada ArcCatalog tidak terdapat tool untuk menambahkan atau
membuka data. Karena sifatnya sebagai explorer untuk data spasial, maka
menampilkan data pada ArcCatalog lebih bersifat preview. Setiap data spasial
yang dikenali akan tampil di dalam ArcCatalog di dalam folder atau database
tempat data spasial tersebut berada.
Menampilkan data pada ArcCatalog dapat dilakukan dengan contoh data raster
sebagai berikut.
Pada folder C:\x1data\bab04\data\banjarbaru terdapat item dengan nama
srtm4.gdb
Klik pada tanda expand yang terdapat di sebelah kiri item srtm4.gdb untuk
menampilkan list semua data yang berada di dalam srtm4.gdb tersebut.
118 Pengenalan
Terdapat dua item data, yaitu srtm4 dan srtm4bjb. Klik pada data raster srtm4
Klik pada tab Preview untuk melihat tampilan data
Gunakan tool untuk navigasi seperti zoom in/out, pan, dan full extent untuk
mengeksplorasi data spasial tersebut.
Gambar 4-6 Membuka data raster pada ArcCatalog
Klik pada banjarbaru.shp untuk menampilkan data shapefile
Gambar 4-7 Membuka data fitur shapefile pada ArcCatalog 119
4.3.2 Menampilkan data atribut
Bab 4 Pengenalan ArcCatalog
ArcCatalog juga memiliki kemampuan menampilkan data atribut (table) dari data
spasial, baik itu data raster maupun data vektor. Cara menampilkan data atribut
dan data spasial pada ArcCatalog sangat serupa. Perbedaannya adalah pemilihan
mode preview. Pada Gambar 4-6 dan Gambar 4-7 digunakan mode preview
Geography. Untuk menampilkan data atribut, gunakan mode preview Table
seperti pada gambar berikut.
Gambar 4-8 Membuka tabel dari data raster pada ArcCatalog
4.3.3 Mode preview ArcCatalog
ArcCatalog memiliki beberapa mode preview sebagai berikut:
Globe View; Menampilkan data spasial dengan dasar muka bumi seperti
GoogleEarth.
3D View; Menampilkan data spasial secara 3D
Table; Menampilkan informasi atribut dari data spasial
Geography; Menampilkan data spasial sesuai proyeksi
120 Pengenalan
Gambar 4-9 Mode preview data pada ArcCatalog (1) Global View, (2) 3D View, (3) Table, dan
(4) Geography.
Menggunakan mode preview geography sudah dibahas pada bagian 4.3.1 hal
118, sedangkan menggunakan mode preview table sudah dibahas pada bagian
4.3.2 hal 119.
4.3.4 Mode Listing
Mode listing data mengatur cara tampil dari list data yang terdapat pada suatu
folder atau database. Pengaturan mode listing sangat bermanfaat untuk dapat
menggunakan ArcCatalog lebih efisien.
ArcCatalog mendukung beberapa mode listing data seperti halnya Windows
Explorer. Pilihan mode listing data terdapat pada toolbar Standard. Pengguna
dapat berpindah dari satu mode ke mode lainnya dengan melakukan Klik pada
mode yang dikehendaki.
Bab 4 Pengenalan ArcCatalog 121
Gambar 4-10 Mode listing ArcCatalog
Mode listing memiliki tool pengatur seperti ditampilkan pada Gambar 4-10
adalah:
Large icons ; untuk menampilkan nama item dan ikon item berukuran besar
List ; untuk menampilkan nama item dan ikon item dalam ukuran kecil
Details ; serupa dengan mode list, untuk menampilkan nama item dan ikon
item dalam ukuran kecil, tetapi dilengkapi dengan penjelasan mengenai tipe
dari item
Thumbnails ; untuk menampilkan preview geografis dari item. Thumbnail
harus dibuat oleh pengguna (bagian 4.3.5 hal 123).
Contoh tampilan dari mode listing pada ArcCatalog adalah seperti pada Gambar
4-11 berikut.
Gambar 4-11 Beberapa mode listing data spasial pada ArcCatalog
122 Pengenalan
Penggunaan mode listing sangat efektif dalam membantu pengelolaan data
spasial pada ArcCatalog. Pengguna sebaiknya memahami mode listing data apa
yang cocok untuk digunakan dalam mengelola data. Seringkali pengguna harus
berganti mode listing data saat menggunakan ArcCatalog.
4.3.5 Membuat thumbnails
Thumbnails adalah salah satu mode listing pada ArcCatalog yang menampilkan
preview berukuran kecil dari data spasial tersebut. Dari item yang dikenali oleh
ArcCatalog, hanya tipe item data spasial dan project saja yang dapat dibuatkan
thumbnail-nya. Thumbnail pada ArcCatalog memiliki fungsi yang sama dengan
thumbnail pada File Explorer.
Thumbnail pada ArcCatalog harus dibuat secara manual pada setiap data/project
seperti berikut.
Dengan ArcCatalog, buka folder C:\x1data\bab04\data\banjarbaru
Pada Catalog Tree pilih item banjarbaru.shp
Pada tab Content tampak informasi nama item (data) dan tipe shapefile. Tidak
ada informasi thumbnail pada data tersebut
Gambar 4-12 Item tanpa thumbnail
Pilih tab Preview dengan mode Geography sehingga bentuk shapefile tampil
pada jendela View
Klik pada Create thumbnail
Klik kembali pada tab Contents (Langkah 3)
Item banjarbaru.shp sudah memiliki thumbnail
Bab 4 Pengenalan ArcCatalog 123
Gambar 4-13 Thumbnail tampil saat item atau folder dipilih
Thumbnail pada ArcCatalog dapat tampil saat suatu item dipilih atau saat suatu
folder ditampilkan dalam mode listing thumbnail. Thumbnail tidak otomatis dan
dinamis. Setiap data harus dibuat thumbnail secara manual. Jika ada update dari
data yang sudah dibuatkan thumbail-nya, maka thumbnail harus dibuat ulang.
4.3.6 Identify
Identify adalah tool yang berfungsi untuk mengidentifikasi detail dari fitur
tertentu dengan cara menampilkan data atribut. Fungsi tool ini sama dengan tool
identify di ArcMap. Untuk menggunakan tool tersebut dapat dilakukan seperti
pada langkah-langkah berikut.
Dengan menggunakan ArcCatalog, pilih data kecamatan.shp di dalam folder
C:\x1data\bab04\data\banjarbaru
Klik pada tab Preview
Pilih tool Identify
Klik pada salah satu polygon
Hasil Identify akan muncul dalam sebuah pop-up.
124 Pengenalan
Identify bisa dilakukan dengan melakukan Klik pada fitur yang berbeda-beda
untuk mengetahui informasi tambahan pada setiap fitur.
Gambar 4-14 Penggunaan tool Identify pada ArcCatalog
4.4. Pembuatan data
Pengguna dapat membuat data spasial dan atribut di dalam ArcCatalog.
Meskipun sangat banyak sekali tipe data yang dapat dibuat, namun yang dibahas
pada bagian ini hanya pembuatan shapefile, geodatabase dan layer file.
4.4.1 Membuat shapefile
Shapefile adalah format data vektor yang banyak sekali digunakan oleh software
GIS. Shapefile tidak hanya didukung oleh ArcGIS Desktop, namun hampir
seluruh software GIS mendukung format tersebut.
Untuk membuat shapefile pada ArcCatalog dapat dilakukan sebagai berikut.
Pilih folder C:\x1data\bab04\data\banjarbaru di dalam ArcCatalog
Klik menu File > New > Shapefile
Atau bisa juga menggunakan Klik-kanan pada folder banjarbaru > New >
Shapefile
Isikan nama file, misalnya sungai
Tipe fitur Polyline
Bab 4 Pengenalan ArcCatalog 125
Ganti Unknwon Coordiante System dengan Klik pada Edit,
pilih Projected > UTM > WGS 1984 > Southern Hemisphere > WGS 1984
UTM Zona 50S
Klik OK dan OK untuk konfirmasi
Gambar 4-15 Pembuatan shapefile pada ArcCatalog
4.4.2 Membuat geodatabase
Tipe data spasial lain yang dapat dibuat pada ArcCatalog adalah geodatabase,
yang merupakan format data spasial default dari ArcGIS Desktop. Pembahasan
mengenai Geodatabase, termasuk pembuatan geodatabase pada ArcCatalog dapat
dilihat pada bagian 10.4 hal 397.
126 Pengenalan
4.4.3 Membuat layer file
Layer file adalah file yang menyimpan properties dari data spasial seperti lokasi
(path), atribut, symbology, dan sebagainya. Layer file tidak berisi data, melainkan
hanya menyimpan properti data dan cara data tersebut ditampilkan. Jika satu
layer file dibuka, maka yang data yang ditampilkan adalah data spasial yang
dirujuk oleh layer file tersebut.
Sebagai contoh pada folder C:\x1data\bab04\data\banjarbaru, terdapat shapefile
jalan.shp dan layer file Jalan.lyr. Data spasial yang berisi informasi spasial dan
atribut adalah jalan.shp, sedangkan cara bagaimana jalan.shp ditampilkan
disimpan pada Jalan.lyr. Tanpa shapefile jalan.shp, layer file Jalan.lyr tidak
dapat dibuka.
Gambar 4-16 Tampilan shapefile dan layer file
Layer file dari suatu data spasial dapat dilakukan pada ArcCatalog. Untuk
membuat layer file dari data spasial, sebagai contoh layer file dari
banjarbaru.shp, bisa dilakukan langkah-langkah berikut
Klik kanan pada kecamatan.shp
Pilih Create layer
Isikan nama layer kecamatan.lyr, Klik Save.
File kecamatan.lyr tampil di Catalog tree
Bab 4 Pengenalan ArcCatalog 127
Gambar 4-17 Membuat layer file dari shapefile
Pembuatan layer file seperti pada langkah sebelumnya masih belum selesai
karena masih perlu pengaturan lebih lanjut. Seperti symbology, label, dan
sebagainya.
Untuk melakukan pengaturan lebih lanjut terhadap layer yang telah dibuat dapat
dilakukan seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik-ganda pada kecamatan.lyr untuk mengakses layer properties
Pilih tab symbology dan atur symbology untuk menampilkan warna berbeda-
beda untuk setiap kecamatan.
Pilih tab Labels untuk mengatur pelabelan dari layer kecamatan.lyr
Jika pengaturan sudah selesai, Klik OK untuk konfirmasi
Gambar 4-18 Mengatur properties dari layer file
128 Pengenalan
Layer file sangat berguna untuk menyimpan properti dan tampilan data sesuai
keinginan pengguna. Satu data spasial, misalnya shapefile, dapat memiliki
beberapa layer file sesuai dengan kebutuhan. Jika layer file ditambahkan kepada
ArcMap maka akan tampil seperti saat properti layer tersebut ditetapkan.
Catatan: Pada ArcMap juga tersedia Catalog View, mirip dengan ArcCatalog,
yang dapat digunakan untuk mengelola data spasial seperti membuat shapefile,
geodatabase ataupun layer file
4.5. Proyeksi dan sistem koordinat
Penulis sangat menyarankan agar seluruh data spasial didefinisikan proyeksi dan
sistem koordinatnya. ArcGIS mendukung on-the-fly projection, yaitu
kemampuan untuk menampilkan semua data dengan sistem koordinat yang
berbeda-beda, sepanjang sistem koordinat data sudah didefinisikan terlebih
dahulu.
Pengguna ArcCatalog dapat mendefinisikan ataupun melakukan pengecekan
sistem koordinat dari data seperti pada langkah-langkah berikut.
Klik-ganda pada data spasial yang perlu didefinisikan, misalnya
kecamatan.shp
Properties dari layer kecamatan.shp akan tampil
Pilih tab XY Coordinate System
Jika terdapat satu sistem proyeksi dan koordinat dipilih, maka data
kemacatan.shp sudah memiliki proyeksi dan sistem koordinat
Jika pada langkah sebelumnya ditampilkan sistem korodinat <Unknown>,
maka berarti proyeksi dan sistem koordinat dari data tersebut belum
didefinisikan. Sebagai contoh data kecamatan.shp adalah data spasial yang
belum didefinisikan proyeksi dan sistem koordinatnya.
Untuk mendefinisikan proyeksi dan sistem korodinat data dengan ArcCatalog
dapat dilakukan dengan melakukan langkah-langkah di atas dan selanjutnya
sistem korodinat <Unknown> langsung diganti dengan yang tepat.
Bab 4 Pengenalan ArcCatalog 129
Gambar 4-19 Mengatur proyeksi dan sistem koordinat pada ArcCatalog
4.6. ArcToolbox
ArcToolbox adalah kumpulan tool (tool, model atau script), toolset dan toolbox
untuk analisis menggunakan ArcGIS Desktop. ArcToolbox tidak hanya dapat
dijalankan pada ArcMap, tetapi juga dapat dijalankan pada ArcCatalog untuk
melakukan analisis.
Berikut adalah cara menggunakan toolbox di dalam ArcCatalog dengan contoh
melakukan ekstrak/clip data raster.
Buka folder C:\x1data\bab04\data\banjarbaru dengan ArcCatalog
Klik pada Extract by Mask yang berada di dalam toolbox-saya.tbx
Tentukan Input raster adalah srtm4 yang berada di dalam srtm4.gdb. Lakukan
drag-and-drop data srtm4 ke kotak input raster
Set Input feature adalah banjarbaru.shp
Set folder dan nama raster output
Klik OK untuk menjalankan tool
130 Pengenalan
Gambar 4-20 Menjalankan tool Extract by Mask pada ArcCatalog
Bahasan lebih lanjut tentang ArcToolbox dapat dilihat di halaman 774.
4.7. ArcCatalog dan ArcMap
ArcCatalog dan ArcMap adalah dua software bagian dari ArcGIS Desktop.
Kedua software tersebut sangat sering digunakan karena saling mendukung.
Menurut pengalaman penulis, kedua software tersebut seringkali dibuka
bersamaan dalam melakukan tugas-tugas GIS.
Namun, untuk mendapatkan fungsi-fungsi yang ada pada ArcCatalog, pengguna
tidak harus membuka ArcCatalog. Saat sedang bekerja dengan ArcMap,
pengguna dapat membuka Catalog View yang memiliki beberapa kemampuan
yang serupa dengan ArcCatalog. Menampilkan Catalog View pada ArcMap dapat
dilakukan seperti berikut.
Klik pada tool ArcCatalog
atau Klik pada tab ArcCatalog di samping kanan data frame
Catalog View muncul berbentuk sliding tab
Menu-menu serupa ArcCatalog muncul dengan melakukan Klik-kanan pada
data ataupun folder pada Catalog View.
Bab 4 Pengenalan ArcCatalog 131
Gambar 4-21 Membuka Catalog View pada ArcMap
Catalog View sangat berguna untuk menambah data dengan drag-n-drop ke
dalam ArcMap serta mengelola data (membuat, menambah, menghapus dan
memindah) data.
4.8. Pencarian data spasial
Pencarian data spasial dapat dilakukan di dalam ArcCatalog dengan
menggunakan kata kunci yang berhubungan dengan nama file atau atribut dari
data spasial. Sebelum dapat melakukan pencarian secara efektif, pengguna perlu
membuat indeks dari folder yang akan dilakukan pencarian. Pembuatan indeks
dapat dilakukan seperti berikut.
Buka folder C:\x1data dengan ArcCatalog
Klik tool Search
Klik pada Search Options
Pada tab Index
Tambahkan folder C:\x1data dengan ikon Add…
Buat interval pembuatan indeks, misalnya 60 menit. Pengaturan dan
pembuatan index dilakukan satu kali saja untuk setiap folder data.
atau buat index sekarang dengan Klik pada Index New Items atau Re-Index
From Scratch.
132 Pengenalan
Setelah selesai membuat index, pengguna dapat melakukan pencarian data
spasial. Tanpa melakukan pengaturan dan pembuatan indeks, pengguna masih
dapat melakukan pencarian data spasial. Namun efektivitas pencarian akan sangat
terbantu dengan pembuatan indeks terlebih dahulu.
Melakukan pencarian data spasial dapat dilakukan dengan memilih mode
pencarian Data dan mengisi kata kunci misalnya banjarbaru.
Gambar 4-22 Pembuatan indeks dan pencarian pada ArcCatalog
Pengaturan indeks dari suatu folder dapat dilakukan baik itu menggunakan
ArcCatalog maupun ArcMap.
Bab 4 Pengenalan ArcCatalog 133