The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-MODUL PEMBELAJARAN UNTUK MATA KULIAH BIOLOGI UMUM

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by musmarukmana10, 2022-09-25 10:51:08

E-MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI UMUM

E-MODUL PEMBELAJARAN UNTUK MATA KULIAH BIOLOGI UMUM

Keywords: BIOLOGI UMUM

Gambar 13.18 Homologi anggota tubuh dari berbagai macam vertebrata
(Sumber: Campbell et. all, eight edition, 2008)

Hal lain yang dapat menjadi perbandingan kemiripan dari spesies yang berbeda
adalah adalah kemiripan embrio. Embrio vertebrata pada masa perkembangannya memiliki

Gambar 13.19 Perbandingan embrio vertebrata (ayam dan manusia)
(Sumber: Campbell et. all, eight edition, 2008)

ekor post-anal dan celah faringeal. Celah faringeal nantinya akan berdiferensiasi menjadi
insang pada ikan, telinga dan tekak pada manusia dan mamalia lain (Gambar 13.19).

Homologi lain yang menarik adalah struktur ‘sisa’ yang kurang penting yang disebut
struktur vestigial, struktur yang terdapat pada suatu spesies namun tidak memiliki fungsi,
diduga struktur tersebut merupakan struktur yang diturunkan dari nenek moyang yang
sebelumnya memiliki fungsi tertentu, namun pada generasi berikutnya tidak terlalu
dibutuhkan namun tetap ada sebagai struktur ‘sisa’. Contohnya, tulang ekor pada manusia,
dan adanya tulang panggul pada ular.

479

Dari sisi molecular, para ahli juga mengamati adanya kemiripan dari sisi molecular,
setiap bentuk kehidupan disusn oleh materi gentik yang sama yaitu DNA dan RNA,
mekanisme metabolisme selular yang hampir mirip dari berbagai spesies bahkan antara
eukariot dengan prokariot. Dengan demikian ada indikasi bahwa makhluk hidup memilki
nenek moyang bersama yang menggunakan mekanisme dan materi genetic tersebut.
Sejumlah karakteristik homolog seperti kode genetik dimiliki oleh semua makhluk hidup.
Misalkan kode triplet asam amino untuk semua makhluk hidup hamper sepenuhnya sama.

e. Biogeografi
Bukti lain yang dapat dijadikan petunjuk evolusi adalah biogeografi. Biogeografi

adalah studi tentang persebaran geografis dari organisme. Pengetahuan biogeografi
dapat digunakan untuk memperkirakan letak fosil dari kelompok-kelompok organisme yang
berbeda dapat ditemukan. Distribusi organisme dipengaruhi oleh berbagai factor
diantaranya hanyutan gentik (continental drift) sekitar 200 juta tahun lalu benua masih
satu yaitu Pangaea namun mengalami hanyutan benua hingga sekarang menjadi beberapa
benua. Pohon evolusi yang diketahui bermula 5 juta tahun lalu di Amerika utara. Pada saat
itu daratan Amerika utara belum terhubung dengan Amerika selatan, sehingga dapat
diketahui bahwa fosil kuda tertua hanya akan ditemukan di Amerika utara dan tidak di
Amerika selatan.

Biogeografi juga dapat menjelaskan mengapa di antara pulau yang berdekatan
namun terisolir dapat memilki kemiripan walaupun kondisi lingkungan yang berbeda. Hal ini
dikarenakan dimasa lalu, pulau tersebut sempat terhubung dan seiring waktu karena
perbedaan kondisi lingkungan spesies tersebut mulai sedikit demi sedikit mengalami
perubahan dan masih memiliki karakterikstik nenek moyang yang mirip dengan spesies lain
di tempat yang berbeda.

SAYA BELUM MENGERTI!!!

Setelah mambaca tentang bukti-bukti
evolusi, hal yang saya belum mengerti
adalah:
___________________________________
___________________________________
___________________________________

480

BIO LABORATORIUM

MELAKUKAN PEMODELAN SELEKSI ALAM

A. TEORI
Seleksi alam adalah mekanisme yang digunakan oleh Darwin untuk
menjelaskan tentang evolusi. Melalui seleksi alam, sifat yang sesuai dengan
alam akan memiliki kesintasan dan kemampuan menghasilkan keturunan lebih
baik, sehingga menhasilkan keturunan lebih banyak. Seiring waktu, alel
menguntungkan terus bertambah dan terakumulasi dalam populasi.

B. ALAT DAN BAHAN
1. Manik-manik dengan ukuran kecil, sedang , dan besar masing-masing
sebanyak 30 buah
2. Tang
3. Pinset
4. Baki atau Panci
5. Stopwatch
6. Alat tulis

C. CARA KERJA
1. Buatlah 3 grup. 1 siswa akan menggunakan pinset untuk mewakili anggota
predator. 1 orang akan menggunakan tang untuk mewakili anggota populasi
predator lainnya. Orang ketiga akan menjaga waktu dan menghitung skor
2. Campur/masukkan item mangsa (manik-manik) pada baki atau wajan
3. Dalam waktu 20 detik, usahakan untuk mengambil semua manik-manik
yang ada
4. Setelah 20 detik, berikan 3 poin untuk manik-manik besar, 2 poin untuk
manik-manik sedang dan 1 poin untuk manik-manik kecil
5. Tambahkan poin dan gunakan aturan berikut : untuk bisa sintas
dibutuhkan 18 poin. Dan untuk menghasilkan keturunan dibutuhkan
tambahan 10 poin.
6. Tentukan jumlah penyintas (survivor) dan jumlah keturunannya.
7. Ulangi prosedur diatas sebanyak 10 kali dn kombinasikan data anda
dengan kelompok lainnya

481

BIO LABORATORIUM

D. PERTANYAAN
1. Gabungkan data dari semua kelompok, tentukan presentase dari poin yang

dikumpulkan dengan menggunakan pinset dan tang

2. Gunakan data kelas, tentukan jumlah total keturunan yang dihasilkan oleh
populasi ‘pinset’ dengan populasi ‘tang’

3. Berikan data tentang kesintasan dan reproduksi. Prediksikan apa yang terjadi
pada 2 populasi yang terjadi (pinset dan tang). Apakah pinset atau tang yang
lebih baik teradaptasi dan menghasilkan bayak keturunan

482

BIO LABORATORIUM

E. KESIMPULAN
Berikan kesimpulan tentang prinsip-prinsip seleksi alam, bagaimana populasi
dapat berubah

483

RUANG RANGKUMAN

____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________

484

RUANG PETA KONSEP

Setelah Anda membaca materi tentang evolusi, buatlah peta konsep!
Caranya, daftarkanlah kata-kata atau konsep penting. Selanjutnya hubungkan
konsep yang satu dengan yang lain dengan menggunakan preposisi.

485

RUANG ISTILAH
PENTING

_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_

486

REVIEW
PENGETAHUAN

Bagian ini berfugsi untuk mereview pengetahuan Anda setelah
mempelajari modul pembelajaran di rumah. Anda diminta untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan berdasarkan hasil bacaan Anda. Review pengetahuan
mengharapkan jawaban yang akan menjadi dasar bagi Anda untuk berpikir
pada tingkat yang lebih kompleks.

1. Jelaskan pengertian mikroevolusi dan makroevolusi !
Jawab:

2. Jelaskan tentang teori penciptaan khusus (special creation) yang
dikemukakan oleh William Paley !
Jawab:

3. Jelaskan perbedaan teori evolusi yang dikemukakan oleh Lamarck dengan
Darwin !
Jawab:

4. Sebutkan 5 prasyarat yang dibutuhkan agar terpenuhinya kondisi
ekuilibrium Hardy-Weinberg !
Jawab:

5. Sebutkan bukti-bukti yang dijadikan petunjuk teori evolusi !
Jawab:

487

EVALUASI

Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling tepat!

1. Orang yang mencetuskan teori evolusi pada tahun 1885 di Inggris dan

memberikan penjelasan tentang evolusi melalui seleksi alam adalah….

A. Aristoteles D. Erasmus darwin

B. George cuvier E. William Paley

C. Charles Darwin

2. Gambar dibawah merupakan tokoh yang mengemukakan teori tentang
adanya kepunahan. Namun menolak adanya evolusi spesies. Teori yang
dikemukakan oleh tokoh tersebut adalah….
A. Katastrofisme
B. Seleksi alam
C. Hanyutan genetic
D. Uniformitarianisme
E. Teori penciptaan khusus

3. Buku yang dikarang oleh Charles Darwin dalam menjelaskan tentang evolusi

adalah….

A. Principle of geology D. HMS Beagle

B. The Origin of Species E. The Origin of organism

C. Philosophie Zoologique

4. Nenek moyang zarafah dahulu berleher pendek, seiring dengan perubahan

lingkungan, makanan zarafah yang merupakan dedaunan pohon semakin

tinggi sehingga leher zarafah sering tertarik keatas dan mengakibatkan

leher zarafah memanjang, akhirnya perubahan ini akan diwariskan ke

keturunannya yang akan memperoleh leher panjang dari moyangnya.

Hipotesis tersebut dikemukakan oleh….

A. Charles Darwin D. Erasmus Darwin

B. George cuvier E. Lamarck

C. William Paley

488

5. Gambar di bawah adalah orang yang menjelaskan tentang umur bumi yang
jauh lebih tua dari kebanyakan pandangan orang pada masa itu dan
merumuskan teori uniformitarianisme. Tokoh
tersebut adalah….
A. Charless Lyell
B. Erasmus Darwin
C. James Hutton
D. George Cuvier
E. Charless Darwin

6. Terjadinya variasi dalam anggota populasi dapat disebabkan oleh adanya

perubahan sekuens nukleotida pada materi organic organisme yang

disebut…

A. Reproduksi seksual D. Evolusi

B. Migrasi E. Mikroevolusi

C. Mutasi

7. Berikut ini adalah salah satu prasyarat terjadinya ekuilibrium Hardy-

Weinberg, kecuali…..

A. Tidak ada mutasi D. Tidak ada aliran gen

B. Perkawinan acak E. Ukuran populasi kecil

C. Tidak ada seleksi alam

8. Gambar di bawah menunjukkan penurunan frekuensi populasi padang
rumput Illinois. Hal ini dapat menjadi sebab perubahan frekuensi alel. Hal
yang berbahaya dari peristiwa tersebut adalah
A. Perubahan frekuensi alel secara acak
B. Menghilangkan variasi genetic dalam populasi
C. Menyebabkan alel yang merugikan bertahan
D. Terjadinya kepunahan
E. Terjadinya evolusi adaptif

489

9. Salah satu penyebab terjadinya perubahan frekuensi alel pada suatu

populasi yang menyebabkan evolusi adaptif secara konsisten adalah….

A. Seleksi alam D. Mutasi

B. Hanyutan genetic E. Reproduksi seksual

C. Aliran gen

10. Peristiwa populasi Inggris di Tristan da Cunha yang terisolir menyebabkan

tingginya alel berbahaya penyebab Retinitis pigmentosa 10 kali lipat dari

populasi Inggris pada umumnya adalah contoh dari peristiwa….

A. Seleksi alam D. Mutasi

B. Efek pendiri (Founder effect) E. Seleksi alam

C. Efek leher botol (Bottleneck effect)

11. Bukti evolusi yang dijadikan petunjuk akan teori evolusi adalah sebagai

berikut, kecuali….

A. Biogeografi D. Homologi

B. Catatan fosil E. Analogi

C. Variasi individu dalam populasi

12. Gambar di bawah ini menunjukkan suatu bukti evolusi, yang merujuk pada
hipotesis…..
A. Kehidupan darat ke kehidupan laut
B. Perubahan struktur tubuh akibat
mutasi
C. Predasi yang menyebabkan evolusi
D. Terjadinya Kepunahan massal
E. Katastrofisme

490

13. Variasi diantara makhluk hidup menjadi bahan dasar dalam seleksi alam.
Penyebab adanya variasi dalam suatu populasi adalah….
A. Mutasi dan reproduksi seksual
B. Mutasi dan bencana alam
C. Reproduksi seksual dan aseksual
D. Kloning dan mutasi
E. Katastrofisme dan mutasi

14. Salah satu cara yang digunakan dalam menentukan umur relative suatu
fosil yaitu dengan menggunakan peluruhan isotope radioaktif disebut….
A. Penentuan umur radiometri
B. Penentuan umur isotope
C. Penentuan umur radiasi
D. Jam molecular biologis
E. Catatan sejarah geologi

15. Gambar di bawah adalah salah satu bukti evolusi dalam hal….
A. Homologi
B. Analogi
C. Biogeografi
D. Embriologi
E. Fosil

491

Bacalah materi tentang evolusi untuk menyelesaikan tugas-tugas berikut ini! Jawablah teka
teki silang di bawah ini dengan cara mengisi kolom dan baris yang telah disediakan!

492

Mendatar Menurun
6. Filsuf yang mengungkapkan bahwa 1. Pulau tempat ditemukannya burung finch
makhluk hidup diciptakan secara tetap sebagai objek pengamatan variasi makhluk
hidup

8. Perubahan segmen genetik yang 2. Studi tentang persebaran geografis
dapat menyebabkan perubahan organisme
fenotipe

9. Sisa makhluk hidup dari masa lalu 3. Kemiripan bersama dari nenek moyang
yang dapat dijadikan bukti evolusi sehingga memiliki struktur yang sama

10. Orang yang mencetuskan teori 4. Perubahan makhluk hidup yang terjadi
evolusi jerapah namun dengan secara lambat dan waktu yang lama
mekanisme yang salah

5. Mekanisme yang menyebabkan evolusi
adaptif

7. Pencetus teori evolusi melalui mekanisme
seleksi alam

493

DAFTAR PUSTAKA

Akmalia, H.A., dkk. 2020. Biologi Sel. Semarang: CV. Alinea Media Dipantara.

Ardiansyah, S., dkk. 2022. Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Aceh: Yayasan Penerbit
Muhammad Zaini.

Astirin, O. P. 2000. Permasalahan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati di Indonesia.
BIODIVERSITAS, 1 (1), 36-40.

Atmaji, Y. 2019. Ketakjuban Sebutir Sel. Surakarta: Kekata Publisher.

Azhar, dkk. 2017. Pengantar Fisiologi Veteriner. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press
Darussalam.

Azizah, M., dkk. 2021. Anatomi Fisiologi “Sistem Pencernaan pada Manusia”. Sumatera
Barat: Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim.

Badera, D. W. K. & Utina, R. 2021. Biodiversitas Flora dan Fauna Pantai Biluhu Timur
(Suatu Tinjauan Ekologi-Lingkungan Pantai). Yogyakarta: Penerbit Deepublish.

Biggs, A. & McGraw Hill. 2011. Glencoe Biology. United States of America: McGraw-Hill
Education.

Biggs, dkk. 2008. Glencoe Science Biology. United States of America: The Mc Graw Hill
Compenies.

Buchori, D., dkk. 2017. Peningkatan Produksi, Manfaat, dan Suistainability Biodiversitas
Tanaman Indonesia. Bogor: PT Penerbit IPB Press.

Campbell, NA, Reeche, Mitchell. 2002. Biology Concept and Connection. San Fransisco:
Benjamin Cummings.

Campbell, NA., Reece, JB., & Mitchell, LG. 2002. Biologi, Edisi Kelima, Jilid 1. Jakarta:
Penerbit Erlangga.

Handayani, S. 2021. Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia. Bandung: Penerbit Media Sains
Indonesia.

Khamim. 2019. Sistem Pencernaan. Semarang: Alprin.

Khamim. 2020. Seri Sains Alat-Alat Pernapasan. Semarang: Alprin.

Komala, S. N. 2019. Biologi Dasar, Panduan Belajar Mandiri (Teori & Praktik: Bagian I).
Surabaya: CV. Jakad Media Publishing.

Kurniasih, M. D. 2018. Menumbuhkan Karakter Konservasi Biodiversitas Melalui Penerapan
Species Identification and Response Software. EduSains: Jurnal Pendidikan Sains
& Matematika, 6 (2), 30-41.

LingkarKata. 2021. Buku Pintar Tumbuhan. Jakarta: PT Gramedia.

494

Liunokas, A. B. & Billik, A. H. S. 2021. Karakteristik Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta:
Penerbit Deepublish.

Mader, S. & Windelspecht, M. 2011. Human Biology. New York: McGraw-Hill Education.

Maryoto, A. 2019. Bagaimana Tubuh Kita Mencerna Makanan. Semarang: ALPRIN.

Muttaqin, A. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem
Pernapasan. Jakarta: Penerbit Salemba Medika.

Nugroho, L. H. 2021. Struktur dan Produk Jaringan Sekretori Tumbuhan. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.

Nurmawati, dkk. 2021. Teori dan Aplikasi Biologi Umum. Aceh: Yayasan Penerbit
Muhammad Zaini.

Ramdhini, N. S., dkk. 2021. Anatomi Tumbuhan. Jakarta: Yayasan Kita Menulis.

Rani, D. M., dkk. 2022. Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Rinidar & Isa. 2017. Biokimia Dasar. Pencernaan dan Absorbsi Makanan. Banda Aceh: Syiah
Kuala University Press.

Safe’i, R., dkk. 2021. Keanekaragaman Jenis Pohon Sebagai Salah Satu Indikator
Kesehatan Hutan Lindung (Studi Kasus Di Kawasan Hutan Lindung yang Dikelola
oleh HKm Beringin Jaya). Jurnal Belantara, 4 (1), 89-97.

Siboro, T. D. 2019. Manfaat Keanekaragaman Hayati Terhadap Lingkungan. Jurnal Ilmiah
Simantek, 3 (1), 1-4.

Siswati, B. H. 2022. E-Modul Biologi Dasar Berbasis STEM. Mojokerto: Penerbit PT Teguh
Ikhyak Properti Seduluran (Penerbit TIPS).

Starr, C., dkk. 2011. Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup. Jakarta: Salemba
Teknika.

Starr, C. & Taggart. 1984. Biology Fifth Edition. California: Wadsworth.

Sumitro, S., dkk. 2017. Biologi Sel: Sebuah Perspektif Memahami Sistem Kehidupan.
Malang: UB Press.

Supriatna, J. 2018. Konservasi Biodiversitas: Teori dan Praktik di Indonesia. Jakarta:
Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Susetyarini, E., dkk. 2020. Embriologi dan Reproduksi Hewan. Malang: UMM Press.

Thomy, Z. & Harnelly, E. 2018. Buku Ajar Dasar-Dasar Biologi Sel & Molekuler. Aceh:
Syiah Kuala University Press.

Wahyuni, T. P., dkk. 2022. Morfologi Tumbuhan. Sumatera Barat: PT. Global Eksekutif
Teknologi.

Wardhani, S. P. R. 2019. Intisari Biologi Dasar. Yogyakarta: Diandra Kreatif.

495


Click to View FlipBook Version