REVIEW
PENGETAHUAN
Bagian ini berfungsi untuk mereview pengetahuan mahasiswa setelah mempelajari modul di
rumah. Mintalah mahasiswa untuk menjawab pertanyaan berdasarkan hasil bacaannya.
1. Bagian-bagian bunga yang tidak gugur, melainkan ikut tumbuh dan tinggal pada buah
yaitu….
Jawab:
1. Bagian-bagian bunga yang seringkali ikut tumbuh dan menyebabkan terjadinya buah
semu adalah….
Jawab:
2. Buah pada tumbuhan umumnya dibedakan dalam dua golongan yaitu….
Jawab:
3. Buah semu dapat dibedakan dalam tiga bagian yaitu….
Jawab:
188
4. Pada umumnya buah yang telah matang dapat dibedakan menjadi dua yaitu ….
Jawab:
189
EVALUASI
Petunjuk Soal
Bacalah petunjuk soal dengan cermat!
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara melingkari huruf yang memiliki
pernyataan paling benar.
1. Di bawah ini yang tidak termasuk ke dalam penggolongan buah kering adalah ….
A. Buah polongan
B. Buah achena
C. Buah berkulit keras
D. Buah bersayap
E. Buah semu
2. Pada umumnya biji terdiri atas bagian-bagian seperti berikut, KECUALI ….
A. Tali pusar
B. Daging biji
C. Inti biji atau isi biji
D. Lembaga atau embrio
E. Kulit biji
3. Bagian yang ditunjukkan oleh gambar nomor 1 adalah ….
A. Eksokarp
B. Mesokarp
C. Biji
D. Endokarp
E. Septum
4. Berikut yang merupakan buah sejati tunggal adalah ….
A. Cempaka
B. Pandan
C. Arbe
D. Mangga
E. Ciplukan
190
5. Bagian-bagian bunga yang seringkali ikut tumbuh dan menyebabkan terjadinya buah
semu adalah ….
A. Tangkai bunga
B. Dasar bunga
C. Mahkota bunga
D. Tenda bunga
E. Kelopak bunga
191
MENDATAR:
1. Contoh buah polongan
6. Buah jambu mente yang tampak berwarna kuning dibentuk dari....
7. Bagian luar perikarp
MENURUN:
2. Kelopak bunga yang ikut berkembang
3. Tenda bunga dan ibu tangkai yang ikut berkembang
5. Contoh buah rangkaian
7. Bagian terdalam pericarp
192
BAB 5
SISTEM
PENCERNAAN
192
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan dapat:
1. Mengindentifikasi struktur, fungsi dan proses sistem pencernaan makanan dan
hewan tertentu .
2. Mengaitkan struktur, fungsi dan proses sistem sistem pencernaan makanan
manusia dan hewan tertentu
3. Membedakan antara sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan tertentu
4. Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada sistem pencernaan makanan manusia
dan hewan tertentu
5. Memahami jenis dan kandungan makanan bergizi
6. Menganalisis variasi dan komposisi makanan yang dikonsumsi
PETUNJUK KERJA
1. a. Perhatikan petunjuk modul!
b. Bacalah modul pembelajaran Anda dengan cermat,
garis bawahi semua kata-kata atau ide penting!
2. Kerja semua tugas yang ada di modul seperti:
▪ Info Penting
▪ Saya Belum Mengerti
▪ Ruang Rangkuman
▪ Ruang Peta Konsep
▪ Ruang Istilah Penting
▪ Review Pengetahuan
▪ Teka Teki Silang
▪ Bio Laboratorium
193
A. PENDAHULUAN
Pada pelajaran terdahulu kalian telah mengenal salah satu ciri makhluk hidup
yaitu membutuhkan makanan. Agar makanan dapat dimanfaatkan oleh tubuh, maka
terlebih dahulu ia harus dicerna. Makanan merupakan faktor yang menentukan
kesehatan individu. Oleh karena itu, ketika kita makan hendaknya memilih makanan yang
sesuai dengan kebutuhan tubuh dan bukan hanya mengacu pada kesukaan. Kebutuhan
makanan setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, jenis kelamin dan aktivitas.
Agar kita dapat memilih makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh, kita memerlukan
pengetahuan tentang fungsi makanan, cara pengolahan, dan penyajiannya.
Pada hewan tingkat rendah seperti protozoa belum dikenal adanya sistem
pencernaan makanan, tetapi pada hewan tingkat tinggi seperti manusia, sistem
pencernaannya telah berkembang dengan baik. Sistem pencernaan meliputi alat
pencernaan beserta keseluruhan proses yang berlangsung berikut produk yang
dihasilkannya. Pada hewan tingkat rendah proses pencernaannya berlangsung secara
intraselluler, sedangkan pada hewan tingkat tinggi berlangsung secara ekstraselluler.
Pencernaan intraseluler adalah pencernaan yang berlangsung di dalam sel, sedangkan
pencernaan ekstraseluler adalah pencernaan yang berlangsung di luar sel yaitu di dalam
saluran pencernaan makanan. Pencernaan makanan bertujuan (i) untuk mengubah bahan
makanan yang kompleks menjadi lebih sederhana dan terlarut sehingga mudah diserap
oleh tubuh, dan (ii) mengurangi atau meniadakan kemungkinan adanya bahan-bahan yang
bersifat antigenik yang terikut dalam suatu bahan makanan.
B. FUNGSI MAKANAN BAGI MANUSIA
Makanan adalah bahan-bahan yang dapat dimakan dan diperlukan oleh tubuh
supaya kita dapat bertahan hidup. Jadi untuk kelansungan hidupnya manusia memerlukan
makanan. Fungsi makanan bagi tubuh kita adalah sebagai berikut:
1. Sumber energi (tenaga). Energi digunakan untuk aktivitas tubuh.
2. Sumber bahan pembangun sel dan jaringan tubuh serta mengganti sel-sel tubuh
yang rusak atau tua.
3. Pengatur proses yang terjadi dalam tubuh dan sebagai pelindung tubuh terhadap
berbagai penyakit.
C. ZAT MAKANAN
Di dalam suatu bahan makanan terkandung zat-zat makanan yang penting bagi
tubuh. Secara umum zat-zat makanan dikelompokkan menjadi enam yaitu (i) karbo-
hidrat, (ii) protein, (iii) lemak, (iv) vitamin, (v) mineral dan (vi) air. Makanan yang kita
194
makan penting bagi tubuh dan berfungsi sebagai : (i) sumber tenaga, (ii) bahan
pembangun, dan (iii) bahan pengatur. Karbohidrat, lemak dan protein berperan sebagai
sumber tenaga, akan tetapi sumber energi utama adalah karbohidrat dan lemak. Protein
dan mineral berfungsi sebagai bahan pembangun, dan bahan pembangun yang utama
adalah protein. Vitamin dan mineral lebih berperan sebagai bahan pengatur.
Karbohidrat terutama berasal dari bahan nabati seperti beras, gandum, jagung
dan sebagainya. Protein terutama berasal dari bahan hewani atau nabati, misalnya
daging, susu, telur, ikan, kacang-kacangan beserta produknya seperti tahu dan tempe.
Lemak berasal baik dari bahan nabati maupun hewani seperti mentega, kelapa, kemiri
atau lemak ikan. Mineral dan vitamin berasal baik dari bahan nabati, maupun bahan
hewani seperti sayur-sayuran, buah-buahan atau hati. Agar zat-zat makanan dapat
dimanfaatkan oleh tubuh, maka bahan makanan yang kita makan harus dicerna terlebih
dahulu. Pada manusia dan sejumlah hewan, pencernaan makanan berlangsung di dalam
saluran pencernaan makanan dan dibantu oleh enzim yang dihasilkan oleh kelenjar-
kelenjar pencernaan makanan.
D. SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA
Secara garis besarnya alat-alat pencernaan makanan terdiri atas dua kelompok
utama yaitu saluran pencernaan makanan dan kelenjar pencernaan. Pada manusia saluran
pencernaan makanan terdiri atas mulut, farink, kerongkongan, lambung, usus halus, usus
besar, rectum dan anus. Sedangkan kelenjar untuk pencernaan terutama adalah kelenjar
ludah, kelenjar hati dan kelenjar pankreas.
Gambar 5.1 Susunan alat pencernaan makanan manusia (Sumber: http://leavingcertbiology.net)
195
a. Mulut
Mulut adalah suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air. Mulut
terletak di kepala dan umumnya merupakan bagian awal dari system pencernaan. Bagian
dalam mulut dilapisi oleh selaput lendir (Khamim, 2019). Di dalam rongga mulut terdapat
organ-organ yang terlibat dalam proses pencernaan makanan yaitu gigi, lidah dan
kelenjar ludah.
Gambar 5.2 Bagian-bagian mulut
(Sumber: http://leavingcertbiology.net)
Gigi berfungsi untuk mencerna makanan secara mekanik. Secara umum gigi terdiri
atas bagian akar gigi, leher gigi dan mahkota gigi. Akar gigi merupakan bagian gigi yang
tertanam pada rahang. Leher gigi adalah bagian gigi yang terletak diantara akar gigi dan
mahkota, dan biasanya dilindungi oleh gusi. Mahkota gigi adalah bagian gigi yang tampak
di luar rahang. Mahkota gigi dilapisi oleh lapisan keras berwarna putih atau putih
kekuningan yang disebut email. Email berfungsi untuk melindungi tulang gigi atau dentin.
Dentin banyak mengandung zat kapur. Di dalam gigi terdapat rongga gigi atau pulpa yang
mengandung pembuluh darah dan saraf.
Gambar 5.3 Bagian-bagaian utama gigi manusia
(Sumber: http://leavingcertbiology.net)
196
Gigi yang pertama kali tumbuh disebut gigi susu, mulai tumbuh kira-kira pada
umur 6 bulan dan mulai sempurna pada umur kira-kira 6 tahun. Jumlah gigi susu adalah
20 buah. Terdiri atas 8 buah gigi seri, 4 buah gigi taring, dan 8 buah gigi geraham. Gigi
susu secara bertahap tanggal dan diganti dengan gigi tetap atau gigi permanen. Jumlah
gigi permanen adalah 32 buah, terdiri atas 8 buah gigi seri, 4 buah gigi taring, 8 buah
geraham depan dan 12 buah geraham belakang. Gigi seri berfungsi untuk memotong-
motong makanan, gigi taring berfungsi untuk merobek dan mengoyak makanan, geraham
depan dan geraham belakang berfungsi untuk mengunyah.
PIKIRKAN!!!
Diskusikan bersama teman kelas Anda!
Saat gigi geraham tumbuh maka akan terasa sakit, berbeda dengan gigi seri
yang tidak terasa sakit. Mengapa hal demikian terjadi ?
SAYA BELUM MENGERTI!
Setelah mambaca materi tentang organ mulut. Tanyakanlah hal-hal yang
belum dimengerti kepada teman atau dosen Anda!
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
_
197
Lidah merupakan salah satu organ yang terlibat dalam pencernaan makanan. Lidah
berfungsi (i) mengatur posisi makanan di dalam rongga mulut agar mudah dihancurkan
oleh gigi, (ii) mendorong makanan pada saat menelan, dan (iii) sebagai organ pengecap
rasa makanan.
Kelenjar ludah
menghasilkan ludah atau saliva.
Ludah dihasilkan oleh tiga kelenjar
yaitu kelenjar parotid, kelenjar
submaksilaris dan kelenjar
sublingualis. Di dalam ludah
terkandung enzim amilase atau
ptialin yang berfungsi mengubah
zat tepung menjadi maltosa, lendir
atau mukus yang berfungsi untuk
melicinkan makanan masuk ke
dalam kerongkongan, dan zat
antibakteri.
Gambar 5.4 Bagian-bagian lidah
(Sumber: http://leavingcertbiology.net)
b. Tekak (farink) dan Kerongkongan (oesophagus)
Farink merupakan daerah persimpangan saluran dari rongga mulut ke tenggorokan
(trakea) dan kerongkongan (oesophagus). Pada saat menelan makanan, tenggorokan
tertutup oleh anak tekak (epiglottis) sehingga makanan terdorong masuk ke dalam
kerongkongan. Kerongkongan menghubungkan mulut melalui farink dengan lambung.
198
Gambar 5.5 Proses menelan makanan
(Sumber: health-secrets.net)
c. Lambung (ventrikulus)
Lambung adalah saluran pencernaan yang berotot dan berongga yang bentuknya
seperti J yang terletak pada epigastrik, umbilical dan hipokondriak kiri rongga abdomen
(Azizah, dkk, 2021). Lambung merupakan kantung tempat menyimpan makanan untuk
sementara, terdiri atas tiga bagian yaitu bagian atas (kardiak), bagian tengah (fundus)
dan bagian bawah (pilorus). Pada dinding lambung dihasilkan (i) asam klorida (HCl) yang
berfungsi membunuh kuman dan menyebabkan pH asam yang penting untuk kerja enzim
pada lambung, (ii) Pepsinogen, yaitu enzim yang belum aktif. Pepsinogen diubah oleh HCl
menjadi pepsin yang berfungsi mengubah protein menjadi pepton. (iii) Renin yaitu enzim
yang berfungsi mengendapkan protein susu atau kasein , (iv) Lipase yaitu enzim yang
berfungsi mengubah lemak menjadi asam-asam lemak dan gliserol, dan (v) lendir atau
mukus yang berfungsi untuk melindungi lambung dari suasana asam serta memudahkan
gerakan mengaduk yang dilakukan oleh lambung.
Gambar 5.6 Bagian-bagian lambung
(Sumber: http://www.generasibiologi.com)
199
PIKIRKAN!!!
Diskusikan bersama teman kelas Anda!
Saat menelan makanan akan terjadi gerakan peristaltik pada kerongkongan,
begitu pula terjadi saat sampai di lambung. Apakah gerakan peristaltic yang terjadi
pada kerongkongan dan lambung memiliki proses yang sama? Berikan penjelasanmu!
SAYA BELUM MENGERTI!
Setelah mambaca materi tentang organ pencernaan. Tanyakanlah
hal-hal yang belum dimengerti kepada teman atau Dosen Anda!
_______________________________________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
________
200
BIO LABORATORIUM
AKTIVITAS I
KERJA AMILASE LUDAH
A. Tujuan
Untuk mengetahui proses kerja enzim amilase
B. Alat dan Bahan
1. Alat :
➢ Lempeng paraffin atau karet lembut tak bergula
➢ Labu erlenmeyer 50 ml.
➢ Cawan petri untuk uji hidrolisis karbohidrat.
➢ Kasa, pipa gelas atau pipa plastik.
➢ Gelas pengukur 50 ml.
➢ Penangas aur berisi air 40, 370, dan 700.
➢ Tabung reaksi 12 buah.
2. Bahan:
➢ Larutan kanji 5 %, 1 %, dan 0,5 %.
➢ Larutan buffer pH 4, pH 7, pH 9.
➢ Larutan iodine lugol atau reagent iodine.
➢ Akuades.
C. Prosedur kerja
1. Pembuatan Sediaan Amilase Ludah
➢ Minum air segelas, kemudian kunyahlah paraffin atau karet lembut.
➢ Kemudian tampung dalam botol erlenmeyer sekitar 20 ml.
➢ Tambahkan akuades bersuhu 250 sebanyak 20 ml.
➢ Kocoklah keras-keras, kemudian saring dengan kasa agar mukusnya
tertinggal.
201
2. Untuk percobaan pengaruh suhu terhadap kerja amilase
➢ Berilah nomor urut 4 tabung reaksi dan tuangkan 3 ml sediaan anilse tabung
1, 2, 3, dan 4.
➢ Letakkan tabung 1 ke dalam penangas air 40, tabung 2 ke dalam penangas air
370 C, dan tabung 3 pada penangas air 700 C dan tabung 4 pada penangas
air 250 C sebagai kontrol.
➢ Tambahkan 5 ml larutan kanji pada masing-masing tabung.
➢ Kocoklah selama 5 menit dan letakkan kembali pada tempat semula.
➢ Mengambil sedikit sampel dari masing-masing campuran dan diletakkan pada
cawan petri.
➢ Tambahkan 2 tetes reagent iodine.
➢ Catatlah hasilnya dengan memberi tanda positif (+) untuk reaksi positif
untuk warna biru dan tanda negatif (-) untuk reaksi negatif dengan warna
merah.
Pengamatan
Tabung Suhu Reaksi Keterangan
1 40 C
2 370 C
3 700 C
4 250 C
Catatan : bila reaksi positif beri tanda (+) dan bila terjadi reaksi negatif beri
tanda (-)
3. Untuk percobaan pengaruh pH pada kerja amilase
➢ Berilah nomor urut keempat tabung reaksi dan letakkan pada rak tabung.
➢ Masukkan 3 ml sediaan amilase pada masing-masing tabung.
➢ Tambahkan 3 ml larutan buffer pH 4 ke dalam tabung 1, 3 ml larutan buffer
pH 7 ke dalam tabung 2, 3 ml larutan buffer pH 9 ke dalam tabung 3, dan 3
ml akuades ke dalam tabung 4.
➢ Kocoklah dan letakkan ke dalam penangas air bersuhu 370 C selama 10
menit.
202
➢ Tambahkan larutan kanji 1 % ke dalam masing-masing tabung.
➢ Aduk dan biarkan dalam penangas air selama 5 menit.
➢ Ambil sampel pada waktu 5 menit,15 menit dan 30 menit.
➢ Lakukan uji hidrolisis tepung dengan menambahkan 2 tetes reagent iodine.
Catat hasilnya !
Pengamatan
Tabung L. Buffer 5 menit 15 menit 30 menit
1 pH 4
2 pH 7
3 pH 9
4 akuades
203
4. Usus Halus (intestinum)
Usus halus terdiri atas tiga bagian utama yaitu (i) usus 12 jari (duodenum), (ii)
usus kosong (jejenum), dan (iii) usus penyerapan (ileum). Panjang usus halus keseluruhan
kurang lebih 7,5 m. Di dalam usus halus berlangsung pencernaan secara enzimatis
sekaligus penyerapan sari-sari makanan. Enzim-enzim yang bekerja pada usus halus
berasal dari kelenjar pankreas, hati dan dinding usus halus. Usus halus menghasilkan
enzim (i) maltase yang berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa, (ii) sukrase yang
berfungsi memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa, (iii) erepsin yang berfungsi
mengubah pepton menjadi asam-asam amino, (iv) laktase berfungsi mengubah laktosa
menjadi glukosa dan galaktosa, dan (v) enterokinase yang mengaktifkan tripsinogen.
Sebagai pusat pencernaan yang berlangsung secara enzimatis, pada usus 12 jari
bermuara saluran yang berasal dari pankreas dan kantung empedu. Pankreas
menghasilkan (i) lipase yang berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol,
(ii) amilase, berfungsi untuk mengubah amilum menjadi glukosa, (iii) tripsinogen yang
diaktifkan oleh enterokinase menjadi tripsin. Tripsin berfungsi mengubah protein
menjadi asam-asam amino, dan (iv) garam-garam karbonat yang berfungsi menetralkan
khimus yang berasal dari lambung.
(a) (b)
Gambar 5.7 Bagian permukaan dalam usus halus (a) fotomikroskop, (b) bagan
(Sumber: http://www.bilogimediacentre.com)
Proses pencernaan diselesaikan pada usus halus bagian yeyenum atau usus kosong.
Hasil akhir pencernaan karbohidrat adalah glukosa, fruktosa dan galaktosa. Hasil akhir
204
pencernaan protein adalah asam-asam amino, dan hasil akhir pencernaan lemak adalah
asam-asam lemak dan gliserol.
Pada ileum berlangsung proses penyerapan zat-zat makanan. Untuk memudahkan
proses penyerapan, maka permukaan usus dipenuhi dengan jonjot-jonjot usus agar
permukaan usus menjadi lebih luas. Hasil akhir pencernaan karbohidrat dan protein
diangkut langsung melalui kapiler darah, sedangkan hasil akhir pencernaan lemak
diangkut melalui pembulu khil (pembuluh limf). Vitamin dan mineral juga diangkut melalui
pembuluh darah pada daerah ini.
d. Usus Besar (kolon)
Usus halus bagian ileum berhubungan langsung dengan usus besar. Pada daerah
perbatasan antara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu (appendiks). Usus
besar terdiri atas (i) usus besar naik, (ii) usus besar transversal atau datar, dan (iii)
usus besar turun. Sisa bahan makanan yang tidak tercerna di bawah ke usus besar. Usus
besar berhubungan dengan rektum dan berakhir pada lubang pelepasan yang disebut
anus. Fungsi usus besar adalah (i) menyerap air dan elektrolit, dan (ii) tempat
penyimpanan feces. Feces selanjutnya dikeluarkan melalui anus.
Gambar 5.8 Bagian-bagian kolon
(Sumber: www.sridianti.com)
E. KELENJAR-KELENJAR PENCERNAAN
Kelenjar-kelenjar pencernaan makanan sangat penting artinya dalam proses
pencernaan makanan secara enzimatis. Hal ini disebabkan karena berbagai macam
kelenjar menghasilkan enzim-enzim pencernaan. Kelenjar utama dalam sistem
pencernaan adalah hati, pankreas dan kelenjar ludah. Selain ketiga kelenjar tersebut,
pada dinding saluran pencernaan juga terdapat sejumlah besar kelenjar yang juga
menghasilkan enzim dan mucus atau lendir.
205
Pankreas merupakan kelenjar pencernaan yang sangat penting. Sekretin yang
dihasilkan oleh usus halus merangsang pankreas untuk melepaskan cairan pankreas yang
mengalir ke usus halus (duodenum) melalui saluran pankreas. Cairan pankreas
mengandung berbagai jenis enzim pencernaan seperti yang telah diungkapkan
sebelumnya. Selain itu juga menghasilkan garam-garam alkalin yang membantu
menetralisir asam lambung yang sampai pada usus halus. Kantung empedu menyimpan
getah empedu atau bilus yang diproduksi oleh hati dan berfungsi untuk mengemulsikan
lemak.
Gambar 5.9 Kelenjar pencernaan (hati dan pancreas)
( Sumber: https://www.belajar.kemdikbud.go.id)
Tabel 5.1. Beberapa contoh kelenjar pencernaan
Sumber Enzim Substrat Produk Tempat
Kelenjar ludah kerja
Kelenjar Ptialin Amilum Maltosa
Lambung Pepsin Protein Peptida Mulut
Pankreas Renin Protein susu Menggumpalk Lambung
an protein Lambung
Usus Halus Amilase Amilum Maltosa
Lipase Lemak Asam lemak Usus Halus
dan gliserol Usus Halus
Tripsin Protein Peptida
Kimotripsin Protein Peptida Usus Halus
Karboksipeptid Protein Peptida Usus Halus
ase DNA dan Nukleotida Usus Halus
Nuklease RNA Glukosa Usus Halus
Maltase Maltosa Glukosa dan Usus Halus
Laktase Laktosa galaktosa Usus Halus
206
Hati Sukrase Sukrosa Glukosa dan Usus Halus
Fruktosa
Amino Peptida Asam amino Usus Halus
peptidase Peptida Asam amino Usus Halus
Dipeptidase Nukleotida Unit-Unit Usus Halus
Fosfatase sederhana
Empedu Lemak Emulsi lemak Usus Halus
F. ZAT MAKANAN
Secara umum makanan berfungsi (i) sebagai bahan pembangun,
(ii) sebagai sumber energi, dan (iii) sebagai bahan pengatur. Berdasarkan fungsi makanan
tersebut, maka zat makanan dikelompokkan menjadi tiga yaitu makanan yang berperan
sebagai bahan pembangun, makanan yang berperan sebagai sumber energi, dan makanan
yang berperan sebagai bahan pengatur. Di dalam bahan makanan terkandung zat
makanan dimana jumlah dan jenisnya bervariasi.
a. Protein
Semua makhluk hidup mengalami suatu proses yang dinamakan pertumbuhan.
Pertumbuhan adalah pertambahan berat dan ukuran dari suatu organisme yang
mencerminkan pertambahan protoplasmanya. Protoplasma merupakan bagian utama dari
penyusun sel tubuh. Dengan demikian pertambahan protoplasma merupakan cerminan
adanya pertumbuhan. Pertumbuhan sangat nyata terlihat pada masa bayi hingga remaja.
Sedangkan pada kehidupan dewasa pertumbuhan tubuh tidak terjadi lagi. Namun
demikian hampir setiap saat terjadi penuaan dan kerusakan sel-sel pada berbagai organ
tubuh. Sel-sel yang rusak harus segera diganti dengan sel-sel yang baru. Pertumbuhan,
perbaikan sel dan penuaan sel sangat membutuhkan adanya suplai makanan yang
mengandung bahan pembangun. Bahan pembangun tubuh terutama bersumber dari
protein. Selain itu lemak dan sebagian mineral juga dapat berperan sebagai bahan
pembangun.
Gambar 5.10 Sumber protein
(Sumber: aspirehealth.ca)
207
Protein merupakan komponen fungsional dan struktural utama dari semua sel
tubuh (Rinidar & Isa, 2017). Protein merupakan zat gizi yang sangat penting, karena
yang paling erat hubungannya dengan proses-proses kehidupan (Ardiansyah, dkk, 2022).
Protein pada makanan yang dikonsumsi mempunyai fungsi: (i) membentuk sel-sel jaringan
tubuh (ketika masih dalam masa pertumbuhan), (ii) mengganti sel-sel tubuh yang rusak,
dan (iii) memberi tenaga jika jumlah karbohidrat dan lemak tidak mencukupi kebutuhan
tubuh (Maryoto, 2019).
Protein yang kita makan bersumber dari berbagai bahan makanan. Protein yang
berasal dari hewan disebut protein hewani, sedangkan protein yang berasal dari
tumbuhan disebut protein nabati. Selain itu kini juga telah dikenal protein yang berasal
dari mikroba. Protein tersebut dinamakan protein sel tunggal (PST).
Protein tersusun atas unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen
(N), namun kadang-kadang mengandung belerang (S) dan fosfor (P). Protein terdiri atas
asam-asam amino yang saling berikatan melalui ikatan peptide. Asam amino terdiri atas
dua kelompok besar yaitu asam-asam amino esensil (asam amino yang harus didapatkan
dari bahan makanan) dan asam-asam amino tidak esensil (asam amino yang dapt dibuat
oleh tubuh.
Tabel 5.2. Asam amino esensil dan non esensil
No Asam Amini Esensil Asam Amino Non Esensil
1 Metionin Asparagin
2 Lisin Asam aspartat
3 Leusin Asam glutamat
4 Isoleusin Glisin
5 Fenilalanin Glutamin
6 Treonin Prolin
7 Triptofan Serin
8 Valin Sistein
9 Arginin Sistin
10 Histidin Tirosin
Di dalam saluran pencernaan makanan, protein yang kita makan dicerna. Hasil
akhir pencernaan protein adalah asam-asam amino. Asam-asam amino hasil pencernaan
makanan setelah sampai di sel-sel jaringan tubuh selanjutnya dimasukkan ke dalam
proses metabolisme tubuh dan sebagian di sintesis menjadi protein sesuai dengan
kebutuhan tubuh.
208
Tabel 5.3. Angka kecukupan gizi (energi dan protein) yang dianjurkan
(perorang/hari) Energi Protein
Golongan Berat Badan Tinggi Badan (kkal) (g)
560 12
Umur 800 15
1250 23
(kg) (cm) 1750 32
1900 37
0-6 bulan 5,5 60
2000 45
7-12 bulan 8,5 71 2400 64
2500 66
1-3 tahun 12 90 2800 55
3000 55
4-6 18 110 3600 55
2200 55
7-9 24 120
1900 54
Laki-Laki 2100 62
2000 51
10-12 30 135 2050 48
2250 48
13-15 45 150 2600 48
1850 48
16-19 56 160 + 285 +12
20-59 62 165 Ringan + 700 +16
+ 500 +12
Sedang
Berat
> 60 62 165
Wanita
10-12 35 140
13-15 46 153
16-19 50 154
20-59 54 156 Ringan
Sedang
Berat
> 60 54 154
Hamil
Menyusui:
0-6 bulan 7-
12 bulan
Pada wanita hamil, kebutuhan proteinnya meningkat. Ini penting sekali sebab di
dalam kandungannya terdapat janin yang sangat membutuhkan protein untuk
pertumbuhannya. Di sini kalian juga perlu mengetahui mengapa wanita yang kawin mudah
(di bawah 17 tahun) tidak dianjurkan. Hal ini disebabkan karena bilamana dia hamil,
kemungkinan akan mengalami stress gizi. Ini disebabkan karena ibu muda yang hamil
masih membutuhkan banyak protein untuk pertumbuhan badannya, sedangkan di dalam
209
kandungannya juga terdapat janin yang membutuhkan protein untuk pertumbuhannya.
Jadi terjadi persaingan antara ibu dan janin.
Berbagai jenis makanan yang merupakan sumber protein antara lain telur ayam,
ikan, daging, susu sapi, kentang kacang-kacangan, tempe, tahu, dan sebagainya. Pada saat
makan kita tidak perlu mengkonsumsi protein melewati kebutuhan, sebab kelebihan
protein tidak disimpan di dalam tubuh, melainkan dikeluarkan melalui air seni dan feces.
b. Karbohidrat
Di alam, karbohidrat merupakan hasil sintesis CO2 dan H2O dengan bantuan sinar
matahari dan zat hijau daun (klorofil) melalui fotosintesis. Karbohidrat merupakan
sumber kalori bagi organisme heterotroph (makhluk hidup yang memerlukan sumber
senyawa organic dari lingkungannya untuk memperoleh energi). Polisakarida atau pati
yang kita makan dicerna di dalam saluran pencernaan makanan dan diubah menjadi
monosakarida atau gula sederhana, yaitu glukosa, fruktosa dan galaktosa. Hasil
pencernaan ini diangkut melalui pembuluh darah menuju ke seluruh jaringan tubuh dan
memasuki sel-sel. Di dalam sel-sel tubuh, gula mengalami oksidasi. Peristiwa ini
berlangsung selama respirasi sel. Oksidasi sempurna glukosa menghasilkan CO2 dan H2O
beserta energi dalam bentuk ATP. Secara umum dapat dapat ditulis secara ringkas
sebagai berikut:
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + Energi (ATP)
Kelebihan gula tersebut disimpan di dalam hati dan otot dalam bentuk glikogen atau
diubah menjadi lemak dan disimpan di bawah kulit. Kebutuhan energi pada berbagai
aktivitas manusia
Tabel 5.4. Kebutuhan energi berdasarkan aktivitas seseorang
Kategori Aktivitas Pria Wanita
kkal/kg.jam kkal/kg.jam
Sangat Ringang Aktivitas duduk dan berdiri, melukis, 1,5 1,3
Ringan mengemudikan mobil, mengetik 2,9 2,6
Sedang Berjalan (2,5-3 mil/jam), usaha 4,3 4,1
Berat perkayuan, berbelanja, usaha rumah 8,4 8,0
makan, mencuci baju, olah raga golf
Berjalan cepat (3,5-4 mil/jam), berlari,
berkebun, bersepeda, bermain tenis,
menari, olah raga bola voli
Mendaki bukit, menggergaji kayu,
mencangkul, berenang, naik gunung,
sepak bola
210
Sumber utama karbohidrat terutama dari bahan nabati seperti padi-padian, sagu,
jagung, ubi kayu dan sebagainya. Bahan-bahan makanan tersebut dapat diolah menjadi
tepung sebelum digunakan. Pembuatan tepung padi dilakukan dengan menumbuk/
menggilingnya sampai halus, kemudian diayak. Sedangkan untuk pembuatan tepung ubi
kayu dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Siapkan ubi kayu 1 kg, kupas kulitnya dengan menggunakan pisau, lalu parut.
2. Parutan ubi kayu disaring dengan menggunakan kain saringan. Hasil saringan
ditampung di dalam waskom, selanjutnya dibiarkan hingga terbentuk endapan
putih.
3. Air yang terdapat di atas endapan dibuang, sedangkan endapannya dijemur di
bawah terik matahari hingga kering. Selanjutnya tepung ubi kayu siap untuk
digunakan.
Fungsi karbohidrat adalah sebagai sumber energi, cadangan energi. 1 g
karbohidrat menghasilkan 17 kilo joule. Di dalam tubuh karbohidrat dapat diubah ke
bentuk lain misalnya lemak atau protein.
Gambar 5.11 Sumber karbohidrat
(Sumber: sainsbiologi.com)
Tabel 7.5. Kesetaraan kalori pada nutrien utama
No Nutrien Utama Kesetaraan energi kkal/g
1 Karbohidrat 4,2
2 Lemak 9,5
3 Protein 4,3
211
PIKIRKAN!!!
Diskusikan bersama teman kelas Anda!
Singkong merupakan salah satu makanan produksi Indonesia yang
mengandung karbohidrat dan amilum. Coba anda pikirkan di jaringan manakah
amilum pada singkong tersimpan ? hal yang mirip dengan sagu. Di jaringan manakah
karbohidrat disimpan pada tumbuhan sagu? Bagaimana dengan tumbuhan pisang ?
SAYA BELUM MENGERTI!
Setelah mambaca materi tentang zat makanan. Tanyakanlah hal-hal
yang belum dimengerti kepada teman atau Dosen Anda!
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
c. _L_e_m_a_k___________________________________________________
_ Lemak merupakan sumber energi utama disamping karbohidrat. 1 gram lemak
menghasilkan 39 kilojoule (1 kilokalori = 4,2 kilojule). Dengan demikian jumlah energi
yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan karbohidrat. Lemak merupakan
komponen utama membran sel. selain itu ia berperan sebagai pelarut berbagai vitamin
yang tidak larut air yaitu vitamin A, D, E dan K. Kelebihan lemak biasanya disimpan di
bawah kulit pada jaringan adiposa. Oleh sebab itu lemak juga berperan sebagai isolator
tubuh sekaligus sebagai bahan makanan cadangan.
212
Lemak dapat diperoleh dari tumbuhan dan hewan. Pada lemak hewani terdapat
dua komponen utama yang cenderung menyebabkan artheroklorosis yaitu asam-asam
lemak jenuh dan kolesterol. Hampir semua lemak hewani yang bersumber dari daging,
susu dan telur kaya dengan asam-asam lemak jenuh dan sedikit mengandung asam-asam
lemak tidak jenuh.
Gambar 5.12 Sumber lemak
(Sumber: sainsbiologi.com)
Tabel 5.6. Komposisi asam lemak pada lemak hewani dan nabati
Bahan makanan Persen Asam Lemak Total
Jenuh Tidak jenuh Tidak jenuh
tunggal jamak
Lemak Mentega 60 36 4
Lemak Sapi 53 44 2
Lemak ayam 39 44 21
Lemak jagung 15 31 53
Lemak kedele 14 24 53
Margarin lunak 23 22 52
d. Mineral
Selain enam mineral dasar (karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, sulfur dan
fosfor) yang menyusun karbohidrat, lemak dan protein, beberapa unsur lain juga
dibutuhkan, yaitu ada 5 mineral utama yaitu kalsium (K), chlor (Cl), Fosfor (P), kalium
(K), dan natrium (Na), 8 mineral dalam jumlah sedikit yaitu tembaga (Cu), flour (F),
yodium (I), besi (Fe), Mangan (Mn), molibdenum (Mo), selenium (Se), dan seng (Zn).
213
Gambar 5.13 Sumber mineral
(Sumber: necturajuice.com)
Tabel 5.7.Beberapa contoh mineral yang penting
Mineral Fungsi Defisiensi Sumber
Kalsium Bersama dengan fosfor Tulang dan gigi menjadi susu, keju,
pen-ting dalam ra-puh, pembekuan ikan,
Fosfor perkembangan tulang darah lam-bat dan kerang-
dan gigi, membantu bentuk tulang meng- kerangan,,
Natrium mengatur aktivitas otot alami kelainan (rakhitis) serealia,
Kalium rang-ka dan jantung, kacang-ka-
penting dalam proses cangan &
pembekuan darah. sa-yur-
sayuran
Membentuk dan Tulang dan gigi menjadi Kacang-
memelihara tulang dan rapuh, kehilangan nafsu kacangan,
gigi, penting un-tuk makan, lesu, kuning
konstraksi otot, diperlu- telur, susu,
kan dalam pembentukan Gangguan pada jantung daging dan
ATP dan ginjal, kelelahan, serealia
Memelihara kejang otot daging,
keseimbangan air dalam ikan, telur,
sel tubuh, meme-lihara Kelemahan otot, susu, garam
denyut jantung, gangguan pernafasan, dapur
Memelihara denyut jantung tidak Sayur-
keseimbangan air di normal sayur-an,
dalam tubuh, meme- buah-
lihara denyut jantung buahan,
daging,
214
serealia
Besi Pembentukan Anemia, lesu, berat Hati,
hemoglobin, badan menurun daging,
sayur-
sayur-an,
buah-
buahan,
serealia,
Iodium Membantu fungsi Penyakit gondok, Ikan laut,
kelenjar tiroid, krertinisme pada anak garam ber-
pembentukan hormon (kemunduran fisik dan yodium
tiroksin mental)
Fluor Menguatkan tulang dan Kerusakan gigi ikan, susu,
gigi kuning
telur,
garam
Magnesium Penting dalam kerja Pembentukan tulang Utamanya
berbagai jenis enzim, terganggu. Pertumbuhan di dalam
khususnya dalam lambat, kejang pada otot sayur-
glikolisis dan reaksi- polos sayuran
reaksi yang bergantung hijau, ikan
pada ATP laut susu
Bersama-sama kalsium
penting dalam
pembentukan tulang dan
gigi
e. Vitamin
Secara umum vitamin dikelompokkan menjadi dua yaitu vitamin yang larut lemak
dan vitamin yang larut air.
Gambar 5.14 Sumber vitamin
(Sumber: https://www.google.com)
215
Tabel 5.8 Vitamin Larut Lemak
Jenis Vitamin Fungsi Defisiensi Sumber
Vitamin A Makanan
(Retinol), Diperlukan untuk Rabun senja, gatal- Susu, mentega,
vitaminanti pertumbuhan yang gatal dan kering di telur, hati,
infeksi normal, penglihatan, mata, gangguan di sayur-sayuran
pemulihan jaringan, daerah perut, email hijau dan kuning.
Vitamin D resistensi terhadap gigi rapuh,
(kalsiferol), infeksi, tulang, kehilangan indra Susu, minyak
vitamin kesehatan kulit dan penciuman dan ikan
antirakhitis rambut perasa
Untuk pertumbuhan Tulang dan gigi Minyak sayuran,
Vitamin E tulang, metabolisme rapuh, tulang sayuran hijau,
(Alfatokofero fosfor dan kalsium, bengkok pada anak- kacang-
l), vitamin pencegahan dan anak, kaki dan lutut kacangan, biji-
antisterilitas penyembuhan bengkok bijian, hati,
kelumpuhan (ricket) kuning telur,
Vitamin K Antioksidan kuat, Kerusakan sel darah susu
mencegah oksidasi merah, gangguan
asam lemak da n fungsi otot dan Biasanya
vitamin A, peredaran darah ditemukan pada
memelihara sel makanan yang
darah merah dan Darah sulit membeku bersumber dari
sistem peredaran tumbuhan
darah, dan misalnya kedelai,
metabolisme otot tomat, dedak
Membantu dalam gandum yang
produksi protrombin, diproses secara
kandungan protein sintesis oleh
yang penting untuk bakteri usus.
pembekuan darah.
Mengubah
fibrinogen,
mengaktifkan fibrin
yang terdapat dalam
sel darah merah
216
Tabel 5.9. Vitamin larut air
Vitamin Fungsi Defisiensi Sumber
Vitamin B1 Makanan
(Thiamin, anti Diperlukan untuk Kelelahan, hilang Daging tanpa
beri-beri) fungsi sistem nafsu makan, lemak, hati,
saraf, respirasi gangguan sistem ayam, ikan,
Vitamin B2 jaringan, pencernaan kacang-
(Riboflavin) metabolisme makanan, lemah kacangan, biji-
karbohidrat, otot, depresi, bijian, kentang,
Niasin, (asam lemak dan protein mudah marah, susu
nikotinat, hilang ingatan,
nikotinamida anti Mencegah kesemutan Biji-bijian,
pellagra) kekeringan di Mata sensitif sayuran hijau,
Vitamin B6 sudut mulut, terhadap cahaya, daging, susu,
hidung, telinga. pandangan kabur, telur
Penting untuk mata perih, kering
kesehatan mata, di sudut mulut. Hati, ayam, ikan,
kulit, perbaikan kacang-
jaringan pada Lemah, lesu, kacangan, biji-
umumnya, hilang nafsu bijian, kentang,
membantu tubuh makan, pusing, susu
dalam penggunaan sukar tidur.
oksigen Daging tanpa
Pencegahan Depresi, mual, lemak, biji-
terhadap pellagra. muntah, kulit bijian, kuning
Ikut memelihara kasar dan neuritis telur, kacang-
kesehatan kulit. kacangan, nenas
Membantu dalam dan sayuran
metabolisme sel
Penting untuk
pertumbuhan
normal,
pencegahan
terhadap anemia.
Penting untuk
kesehatan gigi
dan gusi
217
Vitamin B12 Pembentukan sel Letih, lesu, lidah Ikan, hati,
darah merah, merah dan pedih, daging tanpa
pencegahan degenerasi spinal lemak, susu,
anemia yang dan perifer telur.
parah,
pemeliharaan
sistem saraf,
penting untuk
pertumbuhan
218
BIO LABORATORIUM
AKTIVITAS II
UJI ZAT MAKANAN
1. Alat dan Bahan
Bahan :
a. Reagen (lugol, biuret, benedict, ethanol 90%)
b. Bahan makanan yang ingin di uji (nasi putih, kuning telur, minyak, tahu, tempe)
Alat :
a. Penjepit tabung reaksi
b. Pipet tetes
c. Lumpang porselin
d. Tabung reaksi
e. Pembakar spritus
f. Pemes/pisau
g. Papan proselin
h. Spatula/pengaduk
i. Rak tabung reaksi
j. Gelas ukur
2. Langkah Kerja
a. Menyiapkan alat dan bahan yang di perlukan.
b. Melakukan uji makanan.
Percobaan 1 : Uji amilum
a. Menempatkan bahan makanan di lumpang proselin.
b. Bahan makanan tersebut ditetesi reagen lugol sebanyak 10 tetes.
c. Mengamati perubahan warna yang terjadi.
d. Memasukkan data pada table pengamatan.
219
Percobaan 2 : Uji protein
a. Menghaluskan bahan yang diuji dengan menggunakan lumpang proselin dan
penumbuk.
b. Memasukkan aquades secukupnya untuk memudahkan penumbukan.
c. Letakkan hasil tumbukan pada lumpang proselin.
d. Tetesi tabung reaksi tersebut dengan reagen biuret sebanyak 10 tetes.
e. Mengamati hingga ada perubahan warna menjadi ungu, maka bahan makanan
tersebut mengandung protein.
f. Memasukkan data kedalam table pengamatan, dan lakukan hal yang sama
dengan bahan makanan yang lain.
Percobaan 3 : Uji glokusa.
a. Menghaluskan bahan yang diuji dengan menggunakan lumpang proselin dan
penumbuk.
b. Memasukkan aquades secukupnya untuk memudahkan penumbukan.
c. Letakkan hasil tumbukan pada tabung reaksi.
d. Tetesi tabung reaksi tersebut dengan reagen benedict sebanyak 10 -15
tetes.
e. Panaskan tabung reaksi di atas pembakar sepritus.
f. Memasukkan data kedalam table pengamatan, dan lakukan hal yang sama
dengan bahan makanan yang lain.
Percobaan 4 : Uji Lemak Kompleks
a. Tuangkan etanol pekat ke dalam tabung reaksi
b. Tambahkan satu atau dua tetes minyak goreng kedalam tabung reaksi
c. Kocok tabung reaksi
d. Jika terbentuk endapan putih keabu-abuan, maka makanan yang diuji
mengandung lemak
e. Memasukkan data pada tabel pengamatan.
220
G.
3. Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan dari uji makan adalah sebagai berikut:
No. Bahan Makanan Menguji Menguji Menguji Menguji
Lemak
Amilum Glukosa Protein
1. Kuning Telur
2. Tahu
3. Tempe
4. Nasi Putih
5. Minyak Goreng
Keterangan :
+ = terdapat kandungan
- = tidak terdapat
221
G. MAKANAN SEIMBANG
Agar tubuh selalu dalam keadaan sehat, maka salah satu hal yang perlu
diperhatikan adalah makanan. Makanan yang kita makan harus mengandung semua zat-
zat yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan
air. Zat -zat yang disebutkan di atas terdapat dalam berbagai jenis bahan makanan, baik
yang bersumber dari hewan maupun dari tumbuhan.
Makanan yang dibutuhkan oleh tubuh secara umum dapat dikelompokkan menjadi
3 golongan utama yaitu penghasil energi, pembangun dan pengatur fungsi tubuh.
Berdasarkan hal tersebut makanan seimbang harus mengandung ketiga jenis golongan
bahan makanan tersebut dengan perbandingan yang sesuai dengan jenis kelamin, umur,
berat dan tinggi badan dan aktivitas harian orang yang bersangkutan. Kalian tentunya
lebih mudah memahami bahwa kebutuhan energi bagi anak-anak berbeda dengan orang
dewasa, Kebutuhan energi pemain sepak bola berbeda dengan pekerja kantoran dan
sebagainya. Agar makanan yang kita konsumsi dapat memenuhi kebutuhan tubuh maka
slogan Makanan 4 sehat 5 sempurna perlu diterapkan. Makanan 4 sehat lima sempurna
terdiri atas makanan pokok, lauk pauk, sayur-sayuran, buah-buahan dan susu.
Berdasarkan hal tersebut cobalah kalian menyusun daftar menu makanan yang seimbang
selama satu minggu.
Ada dua bentuk kekurangan gizi yang paling sering dijumpai pada berbagai
belahan dunia, utamanya pada anak-anak, yaitu marasmus dan kwasiorkor. Marasmus
adalah istilah yang digunakan untuk kekurangan kalori yang kronis pada anak-anak atau
keadaan lapar kalori. Ciri-ciri penderita marasmus adalah pertumbuhan terhambat,
pengenduran otot yang berlebihan (otot-otot mengecil), lemah, kekurangan darah.
Kwasiorkor umumnya terjadi pada anak-anak yang kekurangan protein. Ciri-cirinya
antara lain pertumbuhan terhambat, kekurangan darah, jaringan mengalami oedema atau
pembengkakan, dan biasanya disertai dengan kerusakan hati, ginjal dan pangkreas yang
hebat.
Semua vitamin dibutuhkan dalam makanan manusia. Kekurangan tiamin, niasin,
riboflavin, asam folat dan asam askorbat merupakan masalah yang umum dijumpai di
berbagai belahan dunia. Kebanyakan vitamin yang larut dalam air harus diperoleh dari
makanan secara teratur karena vitamin-vitamin ini dikeluarkan karena jenis vitamin yang
larut air tidak dapat disimpan, atau di rusak oleh aktivitas enzim selama metabolisme
normal berlangsung. Sedangkan konsumsi vitamin yang larut lemak secara berlebihan
dapat menimbulkan efek keracunan. Kekurangan Iodium menyebabkan produksi hormon
tiroksin terganggu dan pada akhirnya menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid. Penyakit
tersebut dinamakan penyakit gondok. Kekurangan hormon tiroksin sejak lahir atau awal
kehidupan kanak-kanak dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan pada kondisi
222
yang ekstrim menyebabkan kekerdilan atau kretinisme. Sedangkan bila produksi tiroksin
berlebihan, dapat menyebabkan exophthalmic goiter.
Kekurangan vitamin B1 (thiamin) menyebabkan penyakit beri-beri. Penyakit beri-
beri ditandai dengan terjadinya kelemahan dan pengenduran otot-otot, gangguan
koordinasi, gangguan mental, apatis, laju jantung melemah, jantung mengalami
pembesaran dan kadang-kadang diikuti dengan pembengkakan kaki dan tangan.
Kekurangan niacin (nikotinamida) pada manusia menyebabkan penyakit pellagra,
kekurangan asam askorbat menyebabkan gusi berdarah atau sariawan.
PIKIRKAN!!!
Diskusikan bersama teman kelas Anda!
Bagaimana menu gizi seimbang yang dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan
tubuh dalam sehari?
SAYA BELUM MENGERTI!
Setelah mambaca materi tentang gizi seimbang. Tanyakanlah
hal-hal yang belum dimengerti kepada teman atau Dosen Anda!
_______________________________________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
________
223
H. PENCERNAAN MAKANAN PADA HEWAN
Pada berbagai jenis hewan dikenal istilah pencernaan intraselluler dan
ekstraselluler dan istilah sistem pencernaan yang tidak sempurna dan sistem
pencernaan yang sempurna.
a. Pencernaan Makanan pada Protozoa
Pencernaan secara intraselluler yaitu pencernaan makanan yang berlangsung di
dalam sel, misalnya hewan-hewan kelompok protozoa seperti Amoeba proteus dan
Paramecium. Pada Amoeba belum memiliki sistem pencernaan makanan. Makanan diambil
dengan menggunakan kaki semu atau pseudiopodia melalui proses fagositosis (bila
manakan berupa partikel) atau pinositosis (bila makanan berupa cairan). Makanan yang
masuk biasanya terdapat dalam suatu kantung yang berbatas membran yang disebut
fagosom atau endosom. Fagosom atau endosom ini belum memiliki enzim-enzim
pencernaan. Oleh sebab itu setelah masuk ke dalam sel, fagosom atau endosom
bergabung dengan lisosom primer dan terbentuklah vakuola makanan. Enzim pencernaan
yang terdapat di dalam vakuola makanan berasal dari lisosom primer. Makanan yang telah
dicerna di dalam vakuola makanan dikeluarkan ke dalam sitoplasma, sedangkan partikel
makanan yang tidak tercerna dikeluarkan melalui proses eksositosis atau defekasi
seluler.
Gambar 5.15 Alat pencernaan pada Paramecium
(Sumber: web.ipb.ac.id)
224
b. Pencernaan Makanan pada Coelenterata
Pada Coelenterata seperti
hydra, makanan ditangkap oleh
tentakel. Pada tentakel terdapat sel-
sel nematosit yang dapat membunuh
mangsanya. Makanan yang ditangkap
oleh tentakel dimasukkan ke dalam
mulut, dan selanjutnya masuk ke dalam
rongga gastrovaskuler. Enzim-enzim
pencerna disekresikan oleh sel-sel Gambar 5.16 Alat penceraan pada coelenterate
gastrodermis pada dinding rongga (Sumber: blc.arizona.edu)
gastrovaskuler. Pencernaan mulai berlangsung secara ekstraselluler walaupun tidak
sempurna. Selanjutnya makanan masuk ke dalam sel-sel pencerna, dan makanan dicerna
secara intraselluler di dalam vakuola makanan. Sisa bahan makanan yang tidak tercerna
dikeluarkan kembali ke dalam rongga gastrovaskuler dan selanjutnya dikeluarkan melalui
mulut.
c. Pencernaan Makanan pada Planaria
Pada kelompok hewan yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya Planaria, sudah
memiliki sistem pencernaan makanan, akan tetapi belum sempurna. Hewan ini memiliki
mulut yang terletak pada bagian ventral dekat bagian tengah tubuh. Mulut terbuka
melalui suatu tabung otot yang disebut farink yang dapat dijulurkan keluar dari mulut
mendekati mangsanya, tetapi belum memiliki anus. Makanan masuk ke dalam mulut,
melalui farink. Seterusnya masuk ke dalam rongga gastrovaskuler dimana makanan
dicerna secara ekstraseluler walaupun belum sempurna. Makanan selanjutnya masuk
kedalam sel-sel gastrodermal dan dicerna secara intraselluler. Sari-sari makanan
kemudian diserap oleh tubuh dan bagian yang tidak tercerna dikeluarkan ke rongga
gastrovaskuler dan seterusnya dikeluarkan melalui farink.
Gambar 5.17 Alat pencernaan
pada planaria
(Sumber: nafiun.com)
225
d. Pencernaan Makanan pada Cacing Tanah
Alat pencernaan pada cacing
tanah terdiri atas: rongga mulut,
terletak pada ruas 1 sampai ruas ke 3;
pharynx, terletak pada ruas ke 4
sampai ruas ke 6; oesophagus, terletak
pada ruas 6 sampai ruas ke 14; crop
(proventrikulus), terdapat pada ruas 15
sampai dengan 16; Gizzard (ventrikulus
berdinding tebal), terletak pada ruas 17
sampai dengan 18; Intestinum, terletak
pada ruas 19 dan berakhir dengan anus.
Usus merupakan saluran yang silindris
tetapi dinding sebelah dorsal melekuk Gambar 18. Alat pencernaan cacing tanah
ke dalam dan disebut Typhlosole. (GGSaammumbbabarrer158:.1.w8AwlAawtl.asptreipndecinaecnrnetair.acnnoamacna)cciancgintagntaahnah
Sekitar saluran pencernaan sebelah ((SSuummbbeerr: :wwwwww.s.srriiddiiaannttii..ccoomm))
dorsal antara pembuluh darah terdapat sel-sel chloracogen yang membantu proses
penghancuran makanan dan membantu alat ekskresi. Sekitar oesophagus terdapat
kelenjar calciferous yang menghasilkan cairan Ca yang berguna untuk menetralisir
makanan. Makanan cacing tanah terdiri atas daun-daunan, sisa-sisa tumbuhan yang ada
di dalam tanah. materi-materi tersebut dikumpulkan pada waktu malam hari dimana
hewan tersebut aktif keluar dari persembunyiannya dan mengais-ngais tanah dengan
ekornya. Tanah yang mengandung sisa makanan ditelan masuk mulut farink, di sini
terdapat sekresi kelenjar farink kemudian terus ke oesophagus, kemudian disimpan
dalam perut. Dalam oesophagus makanan mendapat sekresi dari kelenjar calciferous
guna menetralisir makanan yang bersifat asam. Gizzard sebagai alat penggiling bekerja
menghancurkan bahan-bahan makanan yang bercampur dengan tanah. pada akhirnya zat-
zat makanan akan diserap oleh pembuluh darah dan sisa zat makanan akan dibuang.
e. Pencernaan Makanan pada Ikan
Sistem pencernaan pada ikan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan. Pada ikan mas, saluran pencernaannya terdiri atas mulut, farink,
oesophagus, lambung, usus, dan berakhir pada kloaka. Pada mulut terdapat gigi-gigi kecil
yang melekat pada rahang atas dan bawah. Pada dasar mulut terdapat lidah yang pendek
yang tidak dapat digerakkan. Pada mulut bermuara kelenjar-kelenjar mukosa yang tidak
mengandung enzim pencernaan. Pada ikan mas terdapat kelenjar hepatopankreas yang
dibangun oleh sel-sel hati dan pankreas yang telah membaur, tampak hampir meliputi
226
seluruh bagian usus. Kelenjar hepatopankreas memiliki saluran pelepasan yaitu saluran
hepatopankreas yang bermuara pada usus bagian depan. Selain itu terdapat kantung
empedu yang berfungsi menyimpan empedu yang dihasilkan oleh hati dan kelenjar
hepatopankreas. Saluran pelepasan kantung empedu disebut saluran koledokus yang
bermuara pada usus bagian depan.
Gambar 5.19 Alat pencernaan pada ikan
(Sumber: aristo.id)
f. Pencernaan Makanan pada Katak
Sistem pencernaan makanan pada katak terdiri atas saluran pencernaan dan
kelenjar pencernaan. Menurut Azhar, dkk (2017), saluran pencernaan terdiri atas: (a)
mulut: di dalam rongganya terdapat gigi berbentuk kerucut untuk mencengkram
mangsanya, lidah bercabang dua yang berfungsi untuk menangkap mangsa, dan ada
kelenjar ludah yang mengeluarkan ludah membantu menelan makanan; (b) kerongkongan:
berupa saluran pendek; (c) ventrikulus (lambung): tempat berlangsungnya pencernaan
makanan secara enzimatis; (d) usus halus: meliputi duodenum, jejenum dan ileum, tetapi
belum jelas batas-batasnya; (e) usus besar berakhir pada rektum dan menuju kloaka;
dan (f) kloaka: merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran
produksi, dan urine.
Kelenjar pencernaan terdiri atas hati dan pankreas. Hati menghasilkan empedu
yang dialirkan ke kantung empedu melalui saluran hepatikus. Empedu dikeluarkan dari
kantung empedu melalui saluran sistikus dan saluran koledokus yang bermuara duodenum.
Pankreas memiliki saluran pelepasan yang disebut saluran pankreatikus dan bermuara
pada saluran koledokus. Enzim-enzim yang dihasilkan oleh pankreas adalah lipase,
amilase dan enterokinase.
227
Gambar 5.20. Alat pencernaan pada katak
(Sumber : aristo.id)
g. Pencernaan Makanan pada Unggas
Pada unggas sistem pencernaan makanannya sudah sempurna, di mulai dari mulut
dan berakhir pada kloaka. Hal yang perlu diperhatikan adalah istilah untuk anus dan
kloaka. Anus adalah lubang pembuangan sisa pencernaan yang hanya dilewati feces
sedangkan kloaka, selain dilewati feces yang bercampur dengan air seni , juga dilewati
telur pada saat hewan bertelur, dan pada hewan jantan juga berperan dalam kopulasi.
Kelenjar ludah pada unggas kebanyakan hanya mengandung lendir (mukus), namun
Gambar 5.21 Alat Pencernaan pada unggas (misalnya ayam)
(Sumber: agricolaboccea.it)
228
beberapa diantaranya mengandung amilase. Tembolok merupakan pelebaran dari pangkal
kerongkongan dan berfungsi sebagai penyimpan sementara makanan. Pada tembolok
makanan sedikit mengalami fermentasi. Tembolok pada beberapa jenis unggas seperti
merpati menghasilkan sejenis susu untuk “bayi” mereka, akan tetapi merpati tidak
memiliki kandung empedu.
Enzim yang dihasilkan pada proventrikulus sama seperti pada lambung hewan
monogastrik (hewan yang hanya mempunyai satu lambung), tetapi tidak mengandung
laktase. Rempela (ventrikulus) berfungsi menggiling makanan yang telah bercampur
dengan enzim. Sisa makanan yang tidak tercerna dikeluarkan melalui kloaka.
h. Pencernaan Makanan pada Ruminansia
Pada hewan ruminansia seperti sapi, kerbau, biri-biri, kambing, kijang dan
jerapah, lambungnya terdiri atas rumen, retikulum, omasum dan abomasum. Hewan ini
disebut polygastrik.
Makanan di dalam rumen dilarutkan oleh ludah selama merumput. Isi rumen
terdiri atas 85-95% air yang terdiri atas bagian bawah yang cair yang berisi makanan
yang telah dihaluskan dan bagian atas yang berisi makanan yang kasar. Isi rumen selalu
teraduk selama hewan tersebut makan, dan isi rumen bagian atas di dorong ke mulut
untuk dikunyah, sedangkan bagian yang cair segera ditelan. Pencernaan di rumen
dilakukan oleh enzim-enzim yang berasal dari mikroorganisme yang hidup di dalamnya
Air liur penting untuk mempertahankan keasaman rumen pada pH 5,5-7,0 karena air liur
mengandung amonia dan bikarbonat yang menetralkan asam-asam hasil fermentasi yang
dilakukan oleh mikroorganisme.
229
Gambar 5.22 Alat Pencernaan pada hewan ruminansia (misalnya sapi)
(Sumber: agricolaboccea.it)
PIKIRKAN!!!
Diskusikan bersama teman kelas Anda!
Pada sapi terdapat empat macam lambung yang membantu dalam proses
pencernaan makanan, sedangkan pada manusia dan hewan-hewan lainnya hanya
dibantu dengan satu lambung. Mengapa terjadi perbedaan lambung pada hewan
ruminansia dan manusia?
230
SAYA BELUM MENGERTI!
Setelah mambaca materi tentang sistem pencernaan
Hewan. Tanyakanlah hal-hal yang belum dimengerti kepada teman
atau Dosen Anda!
_______________________________________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
I. _G_a_n_g_g_u_a_n_d_a_n__K_e_la_i_n_a_n_p_a_d_a__S_i_st_e_m__P_e_n_c_e_r_n_a_a_n_M__a_k_a_n_a_n_______
___S_i_st_e_m_pencernaan dapat mengalami gangguan karena kelainan alat pencernaan,
infeksi kuman, atau pengaruh dari makanan tertentu. Beberapa kelainan dan penyakit
pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut.
1. Karies
Karies terjadi karena adanya penumpukan sisa makanan pada gigi yang
difermentasikan oleh bakteri sehingga menyebabkan lubang pada gigi.
2. Sariawan
Sariawan diawali dengan timbulnya luka kecil dalam rongga mulut. Pencegahan
dilakukan dengan mengkomsumsi vitamin C dalam jumlah yang cukup.
3. Apenditis
Apenditis biasa dikenal dengan penyakit usus buntu, yaitu peradangan pada bagian
apendiks (umbai cacing) karena infeksi bakteri.
4. Diare
Diare dapat disebabkan oleh protozoa atau bakteri yang menyebaban gangguan
penyerapan air di usus besar. Hal ini membuat makanan lewat dengan cepat. Akibatnya,
hanya sedikit air yang diserap sehingga feses enjadi encer.
231
5. Enteritis
Enteritis adalah peradangan pada usus halus atau usus besar karena infeksi
bakteri.
6. Konstipasi atau sembelit
Konstipasi disebakan oleh sisa makanan yang melewati kolon dengan lambat,
sehingga banyak air yang diserap oleh dinding kolon. Akibatnya feses menjadi kering dan
keras sehingga susah buang air.
7. Tukak lambung
Penyakit ini disebabkan oleh peradangan pada dinding lambung akibat produksi
asam lambung (HCL) lebih banyak dari yang diperlukan.
8. Parotis
Parotis adalah peradangan pada kelenjar parotis karena infeksi virus.
232
RUANG RANGKUM
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
233
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
RUANG PETA KONSEP
Setelah Anda membaca materi sistem pencernaan, buatlah peta konsep!
Caranya, daftarkanlah kata-kata atau konsep penting. Selanjutnya hubungkan
konsep yang satu dengan yang lain dengan menggunkan preposisi.
234
RUANG ISTILAH
PENTING
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
_______________
235
REVIEW
PENGETAHUAN
Bagian ini berfugsi untuk mereview pengetahuan anda setelah mempelajari
modul di rumah. Anda diminta untuk menjawab pertayaan-pertayaan berdasarkan
hasil bacaan Anda. Review pengetahuan mengharapkan jawaban yang akan menjadi
dasar bagi Anda untuk berpikir pada tingkat yang lebih kompleks.
1. Tuliskan tujuan pencernaan makanan !
Jawaban :
2. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, lemak dan protein pada manusia !
Jawaban :
3. Jelaskan proses pencernaan makanan pada protozoa !
Jawaban :
4. Jelaskan proses pencernaan makanan pada ruminansia !
Jawaban :
5. Tuliskan enzim-enzim yang dihasilkan oleh pankreas manusia dan fungsinya
masing-masing !
Jawaban :
236