PIKIRKAN!!!
Diskusikan bersama teman kelas Anda!
Pada ekosistem terjadi daur materi. Daur ini disebut juga dengan daur
biogeokimia. Mengapa demikian?
SAYA BELUM MENGERTI !!!
Setelah mambaca tentang daur materi, tanyakan hal-hal yang
belum di mengerti kepada teman atau dosen Anda!
89
RUANG PETA
RUANG PKEOTNA SKOENPSEPSetelah anda membaca interaksi makhluk hidup dengan
lingSkeutneglaanhnyaan,dbaumatelamhbapceatateknotnasnegp.eCkaorsaisntyeam, d, abfutaatrlkaahnlpaehtakaktoan-skeapt!a Caatraaunya,
daftkaornksaenplapheknattinag-.kaStealaantjauutnkyoanhseubpupnegnktainngk.oSnseelapnjyuatnngyasahtuubduennggkaann ykaonngselapinyang
satuddeennggaannmyeanngggluaninkadnenpgreapnomsiesni.ggunkan preposisi.
90
RUANG ISTILAH
PENTING
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
91
REVIEW
PENGETAHUAN
Bagian ini berfugsi untuk mereview pengetahuan anda setelah mempelajari
modul di rumah. Anda diminta untuk menjawab pertayaan-pertayaan berdasarkan
hasil bacaan Anda. Review pengetahuan mengharapkan jawaban yang akan menjadi
dasar bagi anda untuk berpikir pada tingkat yang lebih kompleks.
1. Apakah yang menyebabkan keanekaragaman hayati di Indonesia cukup tinggi?
Jawaban :
2. Sebagai mahasiswa biologi, apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu
menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia ?
Jawaban :
3. Sebutkan tingkat trofik pada rantai makanan yang terdapat dalam
ekosistem !
Jawaban :
92
4. Tuliskan faktor-faktor yang menjadi penyebab hilangnya efisiensi
penggunaan energi dalam proses transfer energi pada suatu ekosistem !
Jawaban :
5. Bagaimana peran bakteri dalam daur nitrogen ?
Jawaban :
93
EVALUASI
Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling tepat !
1. Kekayaan aneka jenis flora dan fauna sudah lama dimanfaatkan untuk berbagai
aspek, misalnya kebun binatang, kebun raya, dan hutan wisata yang manfaatnya
masuk kedalam aspek . . . .
A. sosial dan budaya
B. sosial dan ekonomi
C. politik dan pendidikan
D. pendidikan dan rekreasi
E. kesehatan dan budaya
2. Perusakan hutan di Kalimantan mendapat perhatian yang besar dari penduduk dunia
karena dapat mengancam kehidupan di bumi. Hutan di Kalimantan merupakan salah
satu paru-paru dunia yang masih tersisa. Manakah kemampuan tumbuhan yang
merupakan fungsi hutan sebagai paru-paru dunia?
A. Menggunakan oksigen untuk menghasilkan bahan makanan pada proses respirasi
B. Menyerap oksigen dari udara untuk membentuk uap air pada proses transpirasi
C. Menyerap karbon dioksida untuk membentuk uap air pada proses evaporasi
D. Menyerap karbon dioksida untuk membentuk uap air pada proses evaporasi
E. Menyerap uap air untuk membentuk bahan makanan pada proses asimilasi
Gunakan gambar berikut untuk menjawab nomor 3 dan 4 !
3. Istilah apakah yang tepat untuk menggambarkan keberadaan kumbang pada serbuk
sari bunga . . .
A. Habitat
B. Parasit
C. Relung
94
D. Pemangsa
E. Bioma
4. Kumbang yang hinggap di atas serbuk sari dari bunga bertujuan untuk menghisap
nektar, di lain sisi keberadaan kumbang juga membantu bunga dalam proses
penyerbukan. Keadaan tersebut menggambarkan suatu hubungan antar sesama
makhluk hidup yang disebut dengan istilah . . . .
A. Parasit
B. Predasi
C. Komensalisme
D. Mutualisme
E. Parasitisme
5. Bagaimanakah proses energi pertama kali masuk ke dalam ekosistem ?
A. Melalui tumbuhan alga
B. Melalui pembusukan bangkai ikan
C. Melalui cahaya matahari
D. Melalui aliran sungai
E. Melalui udara
6. Hubungan yang terjadi seperti pada beruang yang memangsa ikan salmon sebagai
makanannya disebut hubungan . . .
A. Memangsa
B. Predasi
C. Komensalisme
D. Netral
E. Mutualisme
Gunakan gambar untuk menjawab nomor 7-8
Burung hantu
Srigala Tikus Anak burung
Tupai Kelinci
Tanaman hijau
95
7. Manakah bagian dari gambar di atas yang banyak mengandung bahan organik . . .
A. Tanaman hijau
B. Srigala
C. Kelinci
D. Anak burung
E. Burung hantu
8. Manakah bagian dari jaring makanan yang mengandung paling sedikit bahan organik
...
A. Kelinci
B. Srigala
C. Tikus
D. Burung hantu
E. Tanaman hijau
9. Jika karbon dioksida dalam suatu ekosistem jumlahnya makin berkurang, organisme
yang pertama-tama akan mengalami dampak negative adalah . . .
a. Konsumen
b. Pengurai
c. Produsen
d. Karnivora
e. Karnivora puncak
10. Piramida ekologi yang tidak pernah ditemukan dalam keadaan terbalik adalah. . .
A. Piramida jumlah
B. Piramida biomassa
C. Piramida energi
D. Piramida trofika
E. Piramida bionergetika
96
97
MENURUN
1. Ekosistem yang terjadi secara alami
5. Kelompok organisme yang sama
7. Organisme yang mengkonsumsi baik tanaman maupun hewan
9. Tindakan satu organisme memakan organisme lain untuk makanan
MENDATAR
2. Proses penangkapan dan konversi nitrogen menjadi bentuk yang bisa digunakan oleh
tanaman
3. Setiap langkah dalam rantai makanan atau jaring makanan
4. Pengurai pecahan mati berupa materi/jasad makhluk hidup dalam ekosistem
98
6. Hubungan di mana suatu organisme mendapat keuntungan dan organisme lainnya tidak
terbantu atau dirugikan
8. Slot kerja atau fungsional dalam ekosistem yang umumnya diisi oleh spesies tertentu
9. Komponen biotik yang merupakan makhluk hidup autotrof
10. Hubungan antara dua atau lebih organisme yang hidup saling berdekatan dan saling
menguntungkan satu sama lain
11. Suatu daerah dimana sebuah organisme hidup
12. Kelompok ekosistem yang besar yang memiliki iklim yang sama dan memiliki jenis
komunitas yang seru
99
BAB 4
STRUKTUR & FUNGSI
TUBUH TUMBUHAN
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan:
1. Mahasiswa dapat mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan ada tumbuhan.
2. Mahasiswa dapat mengklasifikasikan jaringan pada tumbuhan.
3. Mahasiswa dapat menerapkan pengamatan sifat jaringan pada tumbuhan.
4. Mahasiswa dapat membedakan struktur dan fungsi jaringan pada tumbuhan.
5. Mahasiswa dapat mengorganisir struktur dan fungsi jaringan pada tumbuhan.
6. Mahasiswa dapat mengkomunikasikan kegunaan jaringan tumbuhan ke dalam
kehidupan sehari-hari.
7. Mahasiswa dapat merencanakan sebuah prosedur pengamatan jaringan pada
tumbuhan.
8. Mahasiswa dapat mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan akar pada
tumbuhan.
9. Mahasiswa dapat membedakan struktur dan fungsi jaringan akar pada
tumbuhan monokotil dan dikotil.
10. Mahasiswa dapat mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan batang pada
tumbuhan.
11. Mahasiswa dapat membedakan struktur dan fungsi jaringan batang pada
tumbuhan monokotil dan dikotil.
12. Mahasiswa dapat mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan daun pada
tumbuhan.
13. Mahasiswa dapat membedakan struktur dan fungsi jaringan daun pada
tumbuhan monokotil dan dikotil.
14. Mahasiswa dapat mengidentifikasi bagian-bagian bunga pada tumbuhan.
15. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian bunga lengkap dan tidak lengkap.
16. Mahasiswa dapat membedakan bunga pada tumbuhan berdasarkan
kelengkapannya.
17. Mahasiswa dapat menjelaskan proses pembentukan sel kelamin jantan pada
bunga.
18. Mahasiswa dapat menjelaskan proses pembentukan sel kelamin betina pada
bunga.
19. Mahasiswa dapat membedakan jenis-jenis penyerbukan pada tumbuhan.
20. Mahasiswa dapat menganalisis proses terjadinya pembuahan ganda.
100
21. Mahasiswa dapat menbedakan buah semu dan buah sejati.
22. Mahasiswa dapat memberikan contoh buah semu dan buah sejati.
23. Mahasiswa dapat menbedakan buah tunggal dan buah semu secara sederhana.
24. Mahasiswa dapat mengidentifikasi bagian-bagian buah.
25. Mahasiswa dapat mengidentifikasi bagian-bagian biji.
26. Mahasiswa dapat membandingkan biji tumbuhan dikotil dan monokotil.
27. Mahasiswa dapat membedakan biji tumbuhan dikotil dan monokotil secara
sederhana.
PETUNJUK KERJA
1. a. Perhatikan petunjuk modul!
b. Bacalah modul pembelajaran Anda dengan cermat,
garis bawahi semua kata-kata atau ide penting!
2. Kerja semua tugas yang ada di modul seperti:
▪ Pikirkan!
▪ Saya Belum Mengerti
▪ Ruang Rangkuman
▪ Ruang Peta Konsep
▪ Ruang Istilah Penting
▪ Review Pengetahuan
▪ Evaluasi
▪ Teka Teki Silang
101
A. STRUKTUR DAN JARINGAN PADA TUMBUHAN
1. PENDAHULUAN
Jaringan pada tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu (1) jaringan
meristem atau jaringan embrional dan (2) jaringan dewasa. Jaringan meristem merupakan
jaringan muda yang sel-selnya selalu aktif membelah diri untuk membentuk struktur primer
pada tumbuhan, sedangkan jaringan dewasa adalah jaringan yang telah mengalami
differensiasi. Jaringan dewasa terdiri dari jaringan sederhana dan jaringan kompleks.
Jaringan sederhana berupa jaringan-jaringan dasar, yaitu jaringan parenkim, kolenkim dan
sklerenkim. Jaringan kompleks meliputi jaringan dermal dan jaringan pembuluh.
2. JARINGAN MERISTEM
Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya mampu membelah diri dengan
cara mitosis secara terus menerus (bersifat embrional) untuk menambah jumlah sel-sel
pada tubuh tumbuhan. Menurut Nugroho (2021), secara sitologi sel meristem memiliki ciri
karakteristik sebagai berikut: (1) Sel berdinding tipis, berbentuk isodiametris, dan kaya
akan protoplasma; (2) Protoplas tanpa bahan cadangan makanan dan kristal, plastid dalam
bentuk proplastida, kecuali pada sel felogen; dan (3) Vakuola sangat kecil, tidak mencolok,
dan tersebar di seluruh protoplas, kecuali meristem pada Pterofita yang mengandung
vakuola yang mencolok dan sel kambium pembuluh kayu yang kaya vakuola.
Berdasarkan tempatnya pada tumbuhan, jaringan meristem dibedakan atas tiga jenis
yaitu (a) Jaringan meristem apikal yaitu jaringan yang terletak pada titik tumbuh (ujung
batang dan ujung akar), (b) Jaringan meristem interkalar disebut juga jaringan meristem
antara karena jaringan dewasa yang sudah terdefirensiasi dan ruas-ruas batang (nodus),
(c) Jaringan meristem lateral, yaitu jaringan yang terletak memanjang sejajar dengan
permukaan organ baik akar maupun batang (Ramdhini, dkk, 2021). Berdasarkan asal usulnya,
jaringan meristem dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Meristem primer
Meristem primer adalah meristem yang berkembang langsung dari jaringan
embrional (embrio/lembaga) yang membelah secara mitosis dan menghasilkan pertumbuhan
primer pada tumbuhan sehingga menyebabkan tumbuhan dapat bertambah tinggi. Contoh
meristem primer adalah meristem apeks ujung batang dan ujung akar.
2. Meristem sekunder
Meristem sekunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan yang telah
mengalami differensiasi. Jaringan meristem sekunder akan menghasilkan pertumbuhan
102
sekunder yang menyebabkan batang menjadi bertambah besat misalnya aktivitas kambium
pembuluh pada batang tumbuhan dikotil akan menghasilkan pembuluh kayu (xilem) ke bagian
dalam dan pembuluh tapis (floem) ke bagian luar. Selain itu, terdapat kambium gabus
(felogen) yang juga merupakan bagian dari pertumbuhan sekunder yang disebut periderm.
Kambium gabus terdiri atas tiga bagian yaitu: 1) felem, yaitu jaringan gabus itu sendiri yang
tersusun atas sel - sel mati, 2) felogen, yaitu bagian kambium gabus yang mengarah ke luar
membentuk felem, 3) feloderm, yaitu bagian vang dibentuk felogen kearah dalam dan
merupakan jaringan yang sifatnva serupa parenkim dan terdiri atas sel-sel hidup.
Gambar 4.1 Kedudukan meristem apikal, lateral dan interkalar pada tumbuhan
(Sumber: Biggs dkk, 2008)
3. JARINGAN DEWASA
Jaringan dewasa terdiri atas dua kelompok, yaitu jaringan dasar dan jaringan
kompleks. Jaringan dasar terdiri atas tiga macam, yaitu jaringan parenkim, jaringan
kolenkim, dan jaringan sklerenkim. Jaringan kompleks terdiri atas dua tipe, yaitu jaringan
epidermis dan jaringan pembuluh.
1. Jaringan Dasar
Jaringan dasar pada tumbuhan merupakan jaringan yang dominan yang membangun
tubuh tumbuhan. Fungsi jaringan dasar sangat luas, antara lain sebagai tempat untuk
menyimpan makanan cadangan, sebagai jaringan penyokong tumbuhan dan sebagai tempat
berlangsungnya fotosintesis.
103
a. Jaringan Parenkim
Parenkim sering disebut jaringan dasar, terdapat pada semua bagian organ tumbuhan
seperti empulur, korteks akar dan batang, mesofil daun, endosperm biji, buah berdaging,
jari-jari empulur, juga terdapat sebagai elemen xilem dan floem, baik primer maupun
skunder. Parenkim merupakan sel yang hidup dengan dinding tipis, mempunyai variasi bentuk
dan aspek fisiologis. Bentuk sel bermacam-macam, antara lain isodimetris, bulat seperti
tiang, seperti bunga karang, dan seperti bintang. Parenkim yang berbentuk seperti bintang
disebut aktinenkim (Nugroho, 2021).
Berdasarkan fungsinya, parenkim dibagi menjadi beberapa jenis jaringan, yaitu:
parenkim asimilasi, parenkim penimbun, parenkim air, dan parenkim udara. Parenkim
asimilasi (klorenkim) biasanya terletak di bagian tepi suatu organ, misalnya pada daun,
batang yang berwarna hijau, dan buah. Parenkim pada daun disebut mesofil, terdiri atas
parenkim palisade (parenkim pagar) dan parenkim spons (parenkim bunga karang). Di dalam
sel-sel mesofil terdapat kloroplas, yang berperan penting sebagai tempat berlangsungnya
proses fotosintesis. Parenkim penimbun biasanya terletak di bagian dalam tubuh, misalnya:
pada empulur batang, umbi akar, umbi lapis, akar rimpang (rizoma), atau biji. Di dalam sel-
selnya terdapat cadangan makanan yang berupa gula, tepung, lemak atau protein. Parenkim
air, terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah panas (xerofit) untuk menghadapi masa
kering, misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya. Parenkim udara (aerenkim), ruang
antar selnva besar, sel- sel penyusunnya bulat sebagai alat pengapung di air, misalnya
parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok.
Gambar 4.2 Parenkim pada tumbuhan (Sumber: Biggs dkk, 2008)
b. Jaringan Kolenkim
Kolenkim terdiri atas sel-sel hidup yang lebih kurang memanjang, dindingnya
mengalami penebalan dari zat pektin terutama di bagian sudut-sudut selnya, tidak berlignin
dan bersifat plastis, artinya mampu membentang tetapi tidak dapat kembali seperti semula
bila organnya tumbuh dan. Berfungsi sebagai jaringan penunjang pada organ yang mulai
104
tumbuh atau masih muda. Pada tumbuhan herba bahkan pada organ dewasa. Kolenkim dapat
mengandung kloroplas; dijumpai pada batang, daun, bagian-bagian bunga, dan buah. Kolenkim
biasanya terbentuk tepat di bawah epidermis.
Gambar 4.3 Jaringan kolenkim (Sumber: www.google.com )
c. Jaringan Sklerenkim
Sklerenkim merupakan jaringan penyokong tumbuhan, yang sel - selnya mengalami
penebalan sekunder dengan lignin dan menunjukkan sifat elastis. Fungsi utamanya adalah
menopang, tetapi kadang-kadang juga sebagai pelindung. Sklerenkim dibagi menjadi dua
jenis, yaitu serat dan sklereid. Serat adalah sel-sel yang panjang dan sempit dengan ujung
runcing, umumya menyusun jaringan pengangkut. Sklereid berdinding sangat tebal dan
berlignin, disebut juga sel batu yang terdiri atas sel - sel pendek, misalnya pada tempurung
kelapa, kulit biji.
Gambar 5.4 Jaringan Sklerenkim (Sumber: www.google.com )
Gambar 5.5 Lokasi tiga jaringan pada batang tumbuhan (Sumber: Starr dkk, 2011)
105
2. Jaringan Kompleks
a. Jaringan Dermal
Jaringan dermal berfungsi menutupi permukaan tubuh tumbuhan, misalnya
epidermis. Epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ
tumbuhan, seperti: daun, bagian bunga, buah, biji, batang, dan akar. Pada epidermis kadang
dijumpai kutikula. Di permukaan luar kutikula kadangkala ditemukan lapisan lilin yang kedap
air untuk mengurangi penguapan air. Fungsi utama jaringan epidermis adalah sebagai
pelindung jaringan yang ada di bagian sebelah dalam. Jaringan epidermis terdiri dari sel
hidup yang berbentuk pipih dengan permukaan atas dan bawah sejajar tetapi kedua sisinya
dapat tersusun tidak beraturan, sering dilengkapi dengan kutikula atau lilin. Sel-sel
epidermis tersusun rapat dan tidak memiliki ruang antar sel. Pada beberapa jenis tumbuhan
epidermis mengalami modifikasi menjadi sisik atau bulu, trikoma, bulu-bulu akar dan
stomata. Umumnya sel-sel epidermis tidak mengandung klorofil.
Gambar 4.6 Epidermis pada tumbuhan, Stomata (kiri) dan rambut daun pada tomat (kanan)
(Sumber: Biggs dkk, 2008)
Stomata adalah celah/mulut kecil pada daun tumbuhan. Stomata pada umumnya ada
pada permukaan bagian bawah daun, tetapi untuk beberapa tumbuhan air seperti terarai,
stomatanya ada pada permukaan atas untuk membantu proses pertukaran gas dan jalan
penguapan.
Trikoma adalah alat tambahan pada epidermis yang berupa tonjolan/rambut. Dapat
dijumpai pada berbagai organ tumbuhan seperti: daun, batang, bunga, buah, akar. Pada daun
trikoma berfungsi untuk mengurangi besarnya penguapan, mengurangi gangguan
hewan/manusia, dan meneruskan rangsang (trikoma kaya akan plasma). Pada akar terdapat
rambut akar yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan air dan unsur-unsur hara.
Pada bunga terdapat nectaria yang berfungsi untuk mengeluarkan madu yang menarik
serangga untuk membantu penyerbukan. Pada biji terdapat rambut-rambut yang membuat
biji menjadi ringan dan mudah diterbangkan oleh angin sehingga membantu dalam
106
penyebaran biji, mencegah gangguan serangga yang akan merusak biji, menyerap air supaya
biji lekas berkecambah dan tumbuh, Pada batang untuk mengurangi penguapan dan untuk
memanjat misalnya pada rotan.
b. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh berperan untuk melaksanakan fungsi transportasi pada
tumbuhan. Jaringan ini merupakan jaringan kompleks yang terdiri atas jaringan xilem dan
floem. Baik kelompok xilem maupun floem, di dalam tubuh tumbuhan berpembuluh
membentuk berkas pembuluh yang letaknya sejajar dengan sumbu organ yang menjadi
tempatnya.
Gambar 4.7 Jaringan pembuluh pada tumbuhan (Sumber: www.google.com )
1. Xilem
Xilem merupakan jaringan kompleks karena tersusun dari beberapa tipe sel yang
berbeda. Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran pengangkut air
dengan penebalan dinding sel yang cukup tebal sekaligus berfungsi sebagai penyokong. Xilem
juga tersusun atas serabut, sklerenkim, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berperan
dalam berbagai kegiatan metabolisme sel. Xilem disebut juga sebagai pembuluh kayu yang
membentuk kayu pada batang.
Trakeid dan trakea merupakan dua kelompok sel yang membangun pembuluh xilem.
Kedua tipe sel berbentuk bulat panjang, berdinding sekunder dari lignin dan tidak
mengandung protoplasma sehingga berupa sel mati. Perbedaan pokok antara keduanya,
adalah pada trakeid tidak terdapat perforasi (lubang-lubang), hanya ada celah (noktah),
berupa plasmodesmata yang menghubungkan satu sel dengan sel lainnya. Sedangkan pada
trakea terdapat perforasi pada bagian ujung-ujung selnya. Transpor air dan mineral pada
trakea berlangsung melalui perforasi ini, sedangkan pada trakeid berlangsung lewat noktah
(celah) antar sel selnya. Sel-sel pembentuk trakea tersusun sedemikian rupa sehingga
107
merupakan deretan sel memanjang (ujung bertemu ujung) membentuk pipa panjang (kapiler).
Bentuk penebalan pada dinding trakea dapat berupa cincin spiral, atau jala.
Gambar 4.8 Trakeid dan trakea (Sumber: Biggs dkk, 2008)
Berdasarkan pembentukannya, xilem dibedakan menjadi dua jenis yaitu xilem primer
dan xilem sekunder. Xilem primer adalah xilem yang dibentuk dari hasil differensiasi
meristem apikal batang, yaitu prokambium. Xilem primer terdiri atas protoxilem dan
metaxilem. Xilem sekunder adalah xilem yang dibentuk dari kambium pembuluh.
2. Floem
Pembuluh floem atau pembuluh tapis merupakan jaringan kompleks, terdiri atas
komponen pembuluh tapis (buluh tapis), sel pengiring, sel albumin, parenkim dan serat.
Sifat paling khas dari unsur tapis adalah adanya daerah tapis pada dinding sel dan inti
hilang.
Gambar 4.9 Jaringan floem (Sumber: Biggs dkk, 2008)
108
Floem juga dikenal sebagai pembuluh tapis, yang membentuk kulit kayu pada batang. Unsur
penyusun pembuluh floem terdiri atas dua bentuk, yaitu: lempeng tapis (sieve plate) yang
memiliki banyak pori, dan buluh tapis (sieve tubes) yang serupa pipa di sebelah(companion cell).
Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh.
Persatuan antara xilem dan floem akan membentuk ikatan pembuluh (fasis).
Diskusikan Bersama Teman Kelas Anda!
Singkong merupakan salah satu makanan pokok di Indonesia, sumber
karbohidrat atau amilum. Coba anda pikirkan di jaringan manakah amilum pada
singkong di simpan? Hal yang mirip dengan sagu. Di jaringan manakah amilum di
simpan pada tumbuhan sagu? Bagaimana dengan tumbuhan pisang?
_____________________________________________________
_____________________________________________________
SAYA BELUM MENGERTI !!!
Setelah mambaca tentang jaringan dasar dan jaringan kompleks,
tanyakanlah hal-hal yang belum dimengerti kepada teman atau
dosen Anda!
_________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________
____
109
RUANG RANGKUM
_
110
RUANG PETA KONSEP
Setelah Anda membaca struktur dan fungsi jaringan pada tumbuhan,
buatlah peta konsep! Caranya, daftarkanlah kata-kata atau konsep penting.
Selanjutnya hubungkan konsep yang satu dengan yang lain dengan menggunkan
preposisi.
111
RUANG ISTILAH _
PREUNATNIGNGISTILAH _
PENTING _
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
112
REVIEW
PENGETAHUAN
Bagian ini berfungsi untuk mereview pengetahuan Mahasiswa setelah mempelajari modul
di rumah. Mintalah Mahasiswa untuk menjawab pertanyaan berdasarkan hasil bacaannya.
Jaringan Meristem
1. Tuliskan 5 ciri-ciri jaringan meristem!
Jawab:
2. Di bagian manakah pada tumbuhan dapat ditemukan jaringan meristem ujung,
meristem interkalar dan meristem lateral?
Jawab:
3. Apa perbedaan vakuola pada sel meristem dengan sel pada jaringan dewasa?
Jawab:
113
Jaringan Dasar
1. Tuliskan ciri-ciri jaringan parenkim, kollenkim dan sklerenkim !
Jawab:
Ciri jaringan parenkim
Ciri Jaringan kollenkim
Ciri jaringan sklerenkim
2. Buatlah perbandingan antara jaringan parenkim, kollenkim dan sklerenkim
Jawab :
114
3. Apa yang menyebabkan jaringan parenkim dapat berfungsi untuk memperbaiki dan
mengganti jaringan yang rusak?
Jawab:
4. Mengapa jaringan kollenkim dapat berfungsi sebagai jaringan penyokong?
Jawab
5. Mengapa jaringan sklerenkim (trakea dan trakeid) dapat berfungsi sebagai jaringan
pengangkut?
Jawab:
Jaringan Kompleks
1. Tuliskan komponen penyusun jaringan pembuluh!
Jawab:
2. Apa fungsi jaringan xylem dan floem
Jawab:
3. Apa perbedaan antara trakea dan trakeid?
Jawab:
115
4. Tuliskan ciri-ciri sel epidermis!
Jawab:
5. Mengapa jaringan pembuluh dan epidermis dianggap sebagai jaringan
kompleks?
Jawab:
6. Mengapa epidermis dapat berfungsi sebagai jaringan pelindung?
Jawab:
116
EVALUASI
Jaringan Meristem
Petunjuk Soal
Bacalah petunjuk soal dengan cermat!
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara melingkari huruf yang memiliki
pernyataan paling benar.
1. Perhatikan arah tanda panah pada gambar di bawah ini!
Pada daerah yang ditunjukkan dengan tanda panah dapat dijumpai jenis meristem:
a. lateral
b. interkalar
c. kambium
d. apeks
e. meristem primer
Soal Untuk nomor 2 s/d 4, perhatikan gambar berikut ini !
117
2. Berdasarkan gambar di atas, maka simbol dengan huruf A, adalah:
a. meristem lateral
b. meristem ujung akar
c. meristem ujung batang
d. meristem sekunder
e. cambium pembuluh
3. Berdasarkan gambar di atas, maka simbol dengan huruf B, adalah:
a. meristem lateral
b. meristem ujung akar
c. meristem ujung batang
d. meristem sekunder
e. kambium pembuluh
4. Berdasarkan gambar di atas, maka simbol dengan huruf C, adalah:
a. meristem lateral
b. meristem ujung akar
c. meristem ujung batang
d. meristem sekunder
e. kambium pembuluh
5. Tumbuhan berikut ini yang memiliki meristem interkalar adalah, Kecuali:
a. padi
b. jagung
c. srikaya
d. tebu
e. bamboo
6. Bertambah besarnya batang tumbuhan merupakan hasil dari aktivitas:
a. meristem lateral
b. meristem ujung akar
c. meristem ujung batang
d. sel-sel floem
e. meristem interkalar
7. Sekumpulan sel yang biasanya memiliki struktur dan fungsi yang sama disebut :
a. jaringan
b. organ
c. sistem organ
d. kumpulan sel
e. differensiasi sel
118
8. Aktivitas kambium pembuluh pada batang tumbuhan dikotil akan menghasilkan:
a. pembuluh kayu (xilem) ke bagian luar
b. pembuluh tapis (floem) ke bagian dalam
c. pembuluh kayu (xilem) ke bagian dalam
d. pembuluh tapis (floem) ke bagian luar
e. pembuluh kayu (xilem) ke bagian dalam dan pembuluh tapis
(floem) ke bagian luar
9. Bagian darikambium gabus yang tersusun atas sel - sel mat disebut…
a. felogen
b. felem
c. feloderem
d. floem
e. lignin
10. Bagian darikambium gabus yang dibentuk felogen kearah dalam dan merupakan
jaringan yang sifatnva serupa parenkim dan terdiri atas sel-sel hidup adalah…
a. felogen
b. felem
c. feloderem
d. floem
e. lignin
119
Jaringan Dasar
Petunjuk Soal
Bacalah petunjuk soal dengan cermat!
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara melingkari huruf yang memiliki
pernyataan paling benar.
Untuk menjawab soal nomor 1 s/d 5, perhatikan gambar berikut ini
1. Simbol A pada gambar 1 adalah:
a. jaringan parenkim
b. jaringan kolenkim
c. jaringan sklerenkim
d. jaringan epidermis
e. jaringan pembuluh
2. Simbol B pada gambar 1 adalah:
a. jaringan parenkim
b. jaringan kolenkim
c. jaringan sklerenkim
d. jaringan epidermis
e. jaringan pembuluh
3. Simbol C pada gambar 1 adalah:
a. jaringan parenkim
b. jaringan kolenkim
c. jaringan sklerenkim
d. jaringan epidermis
e. jaringan pembuluh
4. Simbol D pada gambar 1 adalah:
120
a. jaringan parenkim
b. jaringan kolenkim
c. jaringan sklerenkim
d. jaringan epidermis
e. jaringan pembuluh
5. Simbol E pada gambar 1 adalah:
a. jaringan parenkim
b. jaringan kolenkim
c. jaringan sklerenkim
d. jaringan epidermis
e. jaringan pembuluh
6. Jaringan dengan ciri-ciri: (1) tersusun atas sel-sel hidup yang masih aktif, (2) sel-
sel penyusunnya memiliki dinding primer yang relatif tipis dan lentur, umumnya
belum memiliki dinding sekunder, (3) pada bagian tengah sel terdapat vakuola yang
besar, ukuran sel-selnya besar, dan (4) letak sel-selnya relatif jarang dan kaya
akan ruang antar sel merupakan ciri dari:
a. jaringan parenkim
b. jaringan kolenkim
c. jaringan sklerenkim
d. jaringan epidermis
e. jaringan pembuluh
7. Parenkim palisade (parenkim pagar) dan parenkim spons (parenkim bunga karang)
termasuk ke dalam kelompok:
a. parenkim penimbun
b. klorenkim
c. parenkim air
d. parenkim udara
e. aerenkim
8. Ruang antar selnva besar, sel- sel penyusunnya bulat sebagai alat pengapung di air,
misalnya parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok.
a. parenkim penimbun
b. klorenkim
c. parenkim air
d. parenkim udara
e. parenkim asimilasi
9. Jaringan tumbuhan yang bertanggung jawab untuk memperbaiki dan mengganti
jaringan yang rusak adalah:
121
a. parenkim
b. kollenkim
c. sklerenkim
d. parenkim dan kollenkim
e. kollenkim dan sklerenkim
10. Jaringan tumbuhan yang bertanggung jawab sebagai penyokong adalah:
a. parenkim
b. kollenkim
c. sklerenkim
d. parenkim dan kollenkim
e. kollenkim dan sklerenkim
11. Jaringan tumbuhan yang bertanggung jawab sebagai penyimpan makanan cadangan,
pertukaran gas, dan fotosintesis adalah
a. parenkim
b. kollenkim
c. sklerenkim
d. parenkim dan kollenkim
e. kollenkim dan sklerenkim
12. Jaringan ini dijumpai pada empulur batang, mesofil daun dan jaringan pembuluh
a. jaringan parenkim
b. jaringan kolenkim
c. jaringan sklerenkim
d. jaringan epidermis
e. jaringan pembuluh
Jaringan Kompleks
Petunjuk Soal
Bacalah petunjuk soal dengan cermat!
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara melingkari huruf yang memiliki
pernyataan paling benar.
1. Xilem merupakan jaringan kompleks, tersusun atas dua sel utama yang berfungsi
mengangkut air dan mineral. Kedua sel yang dimaksud adalah:
a. trakea dan trakeid
b. trakea dan parenkim
c. trakeid dan parenkim
122
d. trakeid dan kollenkim
e. kollenkim dan parenkim
2. Struktur yang terdapat pada epidermis bawah daun yang berfungsi melewatkan
karbondioksida, air dan oksigen adalah:
a. sel penjaga
b. stomata
c. parenkim palisade
d. parenkom spons
e. sel floem
3. Sel-sel pembuluh yang berfungsi secara khusus untuk mengangkut air dan mineral
adalah:
a. floem
b. xilem
c. kambium
d. meristem
e. parenkim
4. Sel-sel yang memiliki area permukaan yang luas yang dikhususkan untuk
meningkatkan absorbs air adalah:
a. sel floem
b. sel korteks
c. rambut akar
d. tudung akar
e. parenkim
5. Perhatikan gambar berikut ini
Berdasarkan gambar tersebut, yang bukan persamaan antara trakea dan trakeid
adalah:
a. keduanya memiliki ujung yang runcing
b. Keduanya memiliki noktah
c. Kedunya merupakan elemen jaringan xilem
d. Keduanya berfungsi transport air dan mineral
e. Keduanya berupa sel-sel yang talah mati
123
6. Perhatikan gambar berikut ini!
Pernyataan berikut ini yang tidak benar adalah:
a. angka pada nomor 1 adalah trakea
b. angka pada nomor 2 adalah trakeid
c. angka pada nomor 3 tidak berfungsi untuk transport
d. angka pada nomor 3 tidak berfungsi untuk transport
e. angka pada nomor 3 dan 4 berfungsi untuk transport
7. Perhatikan gambar berikut ini!
Pernyataan yang tidak benar sehubungan dengan gambar tersebut adalah:
a. terdapat lempeng tapis
b. terdapat sel pengiring
c. gambar tersebut adalah jaringan floem
d. sel pengiring memiliki inti sel
e. berfungsi untuk mengangkut air dan mineral
8. Alat tambahan pada epidermis yang berupa tonjolan/rambut pada daun yang
bersungsi untuk mengurangi penguapan adalah:
a. trikoma
b. kutikula
c. lilin
d. jelatang
e. sisik
124
BIO LABORATORIUM
Mengamati Serat Tumbuhan Pisang
▪ Alat dan Bahan
1. Lumpang dan alunya
2. Pelepah pisang
3. Kantong plastik
▪ Cara Kerja
1. Amatilah pelepah pisang yang telah tersedia.
2. Amatilah bagian dalam pelepah pisang yaitu warna, tekstur dan kaandungan
air. Catatlah hasil pengamatan kalian!
3. Amatilah bagian luar pelepah pisang yaitu warna dan teksturnya. Catatlah hasil
pengamatan kalian!
4. Gunakan lumping dan alunya untuk meremukkan pelepah pisang tersebut.
Lakukan secara hati-hati agar serat tumbuhan tidak hancur.
5. Ambillah seratnya, khususnya bentuk dan warnanya. Catatlah hasil pengamatan
Anda!
▪ Hasil Pengamatan
1. Bagian dalam dan luar pelepah tumbuhan pisang
a. Warna :
b. Tekstur :
c. Kandungan air :
2. Apa fungsi jaringan pada bagian dalam pelepah pisang?
3. Menurut Anda, termasuk jaringan apakah serat pada pelepah tumbuhan
pisang?
4. Menurut Anda apa kegunaan serat tumbuhan pisang yang amati dalam
kehidupan Anda sehari-hari?
•
125
MENDATAR:
1. Lapisan lilin yang kedap air untuk mengurangi penguapan air
2. Fungsi sel-sel mesofil dalam parenkim yang terdapat kloroplas
4. Jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ tumbuhan
6. Sel-sel tabung panjang dengan bentuk sempit serta ujung meruncing
7. Sel-sel tabung berdinding tebal
8. Jaringan kompleks yang tersusun atas trakeid dan trakea
9. Sel parenkim yang mengandung rongga-rongga udara
MENURUN:
1. Sel parenkim yang mengandung klorofil
3. Pembuluh tapis yang membentuk kulit kayu pada batang
5. Celah/mulut kecil pada daun tumbuhan
7. Alat tambahan pada epidermis yang berupa tonjolan/rambut.
126
B. STRUKTUR DAN FUNGSI AKAR, BATANG DAN DAUN
1. PENDAHULUAN
Struktur tumbuhan tingkat tinggi, seperti Gymnospermae dan Angiospermae secara
morfologi terdiri atas akar, batang, dan daun. Pada fase tertentu dalam perkembangannya,
tumbuhan dapat membentuk bunga, buah dan biji. Struktur morfologi tumbuhan golongan
Angiospermae tersebut berhubungan dengan sifat bawaan setiap jenis tumbuhan dan
kondisi lingkungan tempat hidupnya. Di saat yang bersamaan, tumbuhan harus mengambil
sumber daya dari tanah dan udara. Air dan mineral dari dalam tanah diabsorbsi melalui akar
dan CO2 di udara diperoleh tumbuhan melalui mulut daun. Daun dengan kandungan
klorofilnya menyerap energi dari sinar matahari untuk digunakan dalam proses fotosintesa.
Oleh karena itu, tumbuhan memiliki sistem akar yang berada di bawah permukaan tanah dan
sistem tunas di atas permukaan tanah. Setiap sistem saling membutuhkan satu sama lain.
2. AKAR
a) Fungsi Akar
Akar merupakan bagian bawah dari sumbu tumbuhan yang paling dahulu mengalami
perkembangan dan biasanya berkembang di bawah permukaan tanah, meskipun terdapat
juga akar yang tumbuh di atas tanah karena mengalami modifikasi. Akar berfungsi untuk (i)
menentukan posisi tanaman, (ii) absorbsi air dan garam-garam mineral, (iii) tempat
penyimpanan makanan cadangan bagi tumbuhan, (iv) membawa air dari dalam tanah menuju
batang, dan (v) pada beberapa tanaman Sebagian berfungsi untuk fotosintesis maupun
respirasi (Liunokas & Billik, 2021).
b) Struktur Morfologi dan Anatomi Akar
Berdasarkan asal terbentuknya, akar
dapat dibedakan atas akar primer dan akar
adventitif. Akar primer terbentuk pada
bagian ujung embrio dan dari perisikel,
sedangkan akar adventitif berkembang dari
akar yang telah dewasa selain dari perisikel
atau keluar dari organ lain seperti dari daun
dan batang. Dikenal dua tipe sistem Gambar 4.10 Sistem perakaran pada tumbuhan
perakaran, yaitu akar tunggang dan akar (Sumber: Liunokas & Billik, 2021)
serabut. Akar tunggang dijumpai pada tumbuhan dikotil dan tumbuhan biji terbuka,
sedangkan akar serabut dijumpai pada tumbuhan monokotil. Akar tunggang memiliki satu
akar pokok yang besar, sedangkan pada tumbuhan monokotil berupa akar serabut, yang
berupa rambut-rambut atau serabut dan berukuran relatif sama.
127
Pada akar tunggang, akar biasanya terdiri atas: pangkal akar yaitu bagian akar yang
bersambungan dengan pangkal batang; ujung akar yaitu bagian akar yang paling muda,
terdiri atas jaringan-jaringan yang masih dapat mengadakan pertumbuhan; batang akar
yaitu bagian akar yang terdapat diantara pangkal akar dan ujungnya; cabang-cabang akar
yaitu bagian akar yang tidak langsung bersambungan dengan pangkal batang dan keluar dari
batang akar; serabut akar yaitu cabang akar yang halus-halus dan berbentuk serabut; bulu-
bulu akar yaitu bagian akar yang sangat halus yang berperan untuk menyerap air dan
mineral; dan tudung akar atau kaliptera yaitu bagian akar yang letaknya paling ujung.
Gambar 4.11 Morfologi akar (Sumber: www.google.com)
Tipe-tipe akar dapat mengalami modifikasi sesuai dengan lingkungan tempat
tumbuhnya. Beberapa tumbuhan menyimpan makanan cadangan pada sel-sel parenkim
korteks akar, seperti wortel. Pada tumbuhan yang hidup di daerah kering dan gersang, akar
dapat dijadikan sebagai tempat menyimpan air. Pada tumbuhan mangrove (tumbuhan bakau)
dan beberapa tumbuhan yang hidup di air, akarnya mengalami modifikasi membentuk
pneumatofor untuk membantu mensuplai oksigen pada akar yang terendam air. Pada pohon
beringin terbentuk akar penyangga atau akar tunjang yang mensuppor berdirinya tumbuhan.
Gambar 4.12 Tipe-tipe akar (Sumber: Biggs dkk, 2008)
128
Pada akar terdapat empat daerah (zona) yang berbeda, yaitu daerah differensiasi,
daerah pematangan, daerah pemanjangan, daerah pembelahan. Daerah pembelahan terdiri
atas sel-sel yang aktif membelah. Daerah pembelahan dilindungi oleh tudung akar atau
kaliptera.
Gambar 4.13 Daerah-daerah pada akar (Sumber: Biggs dkk, 2008)
Pada sayatan melintang akar, dari luar ke dalam dijumpai: epidermis, korteks,
endodermis, dan selinder pusat. Bagian luar selinder pusat berupa perisikel, dan didalamnya
terdapat berkas pembuluh yang terdiri atas xilem dan floem yang tersusun secara radial.
Gambar 5.14 Sayatan membujur dan melintang akar pada daerah pematangan
(Sumber: www.google.com)
129
Lapisan terluar dari akar adalah epidermis. Epidermis menutupi permukaan luar akar.
Pada daerah pematangan, epidermis membentuk rambut-rambut akar yang berfungsi untuk
memperluas bidang penyerapan air dan mineral. Pada zona pematangan, rambut-rambut akar
telah mati. Sel-sel epidermis yang baru dibentuk pada zona pemanjangan dan selanjutnya
zona pemanjangan berkembang menjadi zona pematangan dan kembabli membentuk rambut-
rambut akar. Jadi akar harus secara terus menerus mengalami pertumbuhan agar rambut-
rambut akar tetap tersedia untuk penyerapan air dan mineral. Epidermis yang tua berfungsi
untuk melindungi akar. Susunan sel epidermis rapat tanpa ruang antar sel, berdinding tipis.
Dinding sel tersusun dari bahan selulosa dan pektin. Epidermis akar biasanya terdiri dari
satu lapisan sel.
Gambar 4.15 Sayatan melintang akar dikotil dan akar monokotil (Sumber: www.google.com)
Korteks akar terutama terdiri atas jaringan parenkim yang relatif renggang
sehingga dijumpai sejumlah ruang antar sel dan berfungsi untuk menyediakan udara untuk
pernafasan sel. Jaringan parenkim pada korteks juga dapat berfungsi sebagai tempat
menyimpan amilum. Di sebelah dalam lapisan epidermis sering terdapat selapis atau
beberapa lapis sel membentuk jaringan padat yang disebut hipodermis atau eksodermis
yang dinding selnya mengandung suberin dan lignin.
Endodermis merupakan selapis sel yang bersambung membentuk silinder atau cincin
dan memisahkan korteks dari berkas pengangkut di sebelah dalamnya. Dinding pada sel-sel
endodermis membentuk pita kaspari, yaitu suatu penebalan dari suberin dan lignin pada sisi
radial dinding sel dan menyebabkan daerah antar sel endodermis bersifat impermiabel
terhadap air. Adanya pita kaspari menyebabkan semua air yang melewati endodermis
harus melalui sel-sel endodermis dan bukan diantara sel-selnya. Dengan cara ini sel-sel
endodermis dapat mengontrol pergerakan air masuk ke dalam jaringan pembuluh dan
mencegah pergerakan air kembali ke korteks.
130
Selinder pusat atau stele pada akar terbentuk pada bagian dalam endodermis.
Bagian luarnya terdiri atas satu atau beberapa sel yang disebut perisikel (perikambium),
yang bertanggung jawab untuk pembentukan akar lateral, tempat terjadinya kambium
vaskuler, kambium gabus dan berperan dalam proses penebalan akar. Pada bagian dalam
perisikel terdapat jaringan pembuluh. Pada tumbuhan dikotil, sel-sel xylem mengisi ruang
tengah selinder pusat dalam susunan radial. Sel-sel floem (pembuluh tapis dan sel-sel
pengiring) terletak diantaranya. Pada tumbuhan monokotil, bagian tengah selinder pusat
disisi oleh empulur. Sel-sel xylem berselang seling dengan sel-sel floem mengelilingi
empulur.
3. BATANG
a) Fungsi Batang
Batang merupakan organ dasar tumbuhan
berpembuluh. Batang adalah sumbu tumbuhan, tempat
semua organ lain bertumpu dan tumbuh. Daun dan akar
dianggap sebagai perkembangan lanjutan dari batang
(LingkarKata, 2019). Batang pada tumbuhan memiliki
bentuk dan ukuran yang sangat beranekaragam. Ada
batang bercabang ada juga yang tidak bercabang. Ada
batang yang ukurannya kecil adapula yang ukurannya
sangat besar seperti pohon jenis Giant Sequoia. Pohon
ini memiliki ketinggian 85 meter dengan perkiraan
umur sekitar 2200 sampai 2700 tahun dan pohon ini
dinyatakan sebagai pohon terbesar di dunia dalam hal
volumenya. Volume dari pohon ini pada tahun 2002
sebesar 1487 meter kubik. Pohon Sherman berjenis
Giant Sequoia ini berlokasi di Taman Nasional Sequoia Gambar 4.16 Pohon Giant Sequoia
di Visalia, California. (Sumber: www. google.com)
Batang biasanya berfungsi untuk mendukung bagian-bagian tumbuhan yang ada di
atas tanah, menegakkan dan menguatkan tubuh tumbuhan, dengan percabangannya
memperluas bidang fotosintesis, jalan pengangkutan air dan mineral dari dalam tanah, dan
hasil fotosintesis dapat didistribusikan keseluruh bagian tumbuhan sampai ke akar. Selain
itu sebagai tempat menyimpan makanan cadangan misalnya pada tanaman tebu, kaktus, dan
kentang. Batang dapat juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan misalnya batang
ketela pohon, lengkuas, dan tanaman mangga.
131
b) Struktur Morfologi Batang
Batang umumnya berbentuk silindris atau bentuk lain, biasanya beruas-ruas dan
dibatasi oleh buku, dan pada buku terdapat daun. Pada tumbuhan dikotil, batang membentuk
percabangan-percabangan, sedangkan pada tumbuhan monokotil, batang tidak membentuk
percabangan. Secara morfologis, batang terdiri atas:
a. buku, yaitu tempat melekatnya daun;
b. ruas, bagian di antara dua buku;
c. tunas aksiler (lateral) yang berpotensi membentuk tunas cabang;
d. tunas terminal (ujung/apikal), bagian yang aktif tumbuh dan berkembang membuat
batang menjadi lebih tinggi.
Gambar 4.17 Berbagai jenis batang pada tumbuhan (Sumber: www. google.com)
c) Struktur Anatomi Batang
Sususan jaringan pada batang adalah: epidermis, korteks dan selinder pusat.
Epidermis tersusun atas sel-sel epidermis yang ditutupi dengan subtansi lemak yang disebut
kutin. Kutin membentuk lapisan pelindung yang disebut kutikula. Epidermis umumnya
dijumpai pada batang dikotil muda dan batang tumbuhan monokotil. Pada tumbuhan dikotil
yang sudah tua, biasanya epidermis telah mengalami terusakan dan digantikan dengan kulit
kayu. Korteks tersusun atas jaringan dasar, utamanya jaringan parenkim dan membatasi
epidermis dengan selinder pusat batang. Beberapa sel-sel yang menyusun korteks dapat
mengandung kloroplas.
132
Gambar 4.18 Struktur primer batang dikotil dan monokotil (Sumber: www. google.com)
Gambar 4.19 Struktur primer batang monokotil (Sumber: www. google.com)
Selinder pusat atau stele merupakan bagian terdalam dari batang. Lapisan terluar
dari stele adalah perisikel atau perikambium. Di sebelah dalam perisikel terdapat parenkim
empulur dan ikatan pembuluh. Selinder pusat terdiri dari xilem, floem, kambium dan
empulur. Susunan xilem dan floem bervariasi pada berbagai spesies tumbuhan. Pada
tumbuhan dikotil dan konifer, xilem dan floem mengelompok dalam suatu berkas yang
mengelilingi empulur. Pada setiap berkas pembuluh, floem tersusun pada bagian luar dan
xilem pada bagian dalam. Diantara xilem dan floem terdapat kambium pembuluh. Pada
tumbuhan monokotil, berkas xilem dan floem tersebar merata pada jaringan dasar.
133
Gambar 4.20 Perbandingan batang dikotil dan monokotil (Sumber: Starr dkk, 2011)
Pada tumbuhan dikotil, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga
korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran. Pada
tumbuhan dikotil ini, xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem
terdapat kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder menyebabkan diameter
batang tumbuhan menjadi semakin besar hingga mencapai ukuran raksasa. Aktivitas
meristem lateral dipengaruhi oleh musim dan membentuk lingkaran tumbuh.
Gambar 4.21 Lingkaran tumbuh pada batang tumbuhan (Sumber: Starr dkk, 2011)
134
Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan
sekunder. Dua macam kambium yang menghasilkan jaringan sekunder tumbuhan dikotil,
yaitu:
a. kambium pembuluh yaitu kambium yang menghasilkan xilem sekunder (kayu) ke arah
dalam dan floem sekunder ke arah luar,
b. kambium gabus (cork cambium) yang menghasilkan suatu penutup keras dan tebal
yang menggantikan epidermis pada batang dan akar.
Empulur batang tersusun atas jaringan parenkim yang mungkin mengandung
kloroplas. Perikambium dibatasi oleh floem primer di sebelah dalam dan endodermis di
sebelah luarnya. Jari-jari empulur berupa pita radier yang terdiri atas sederet sel, mulai
dari empulur sampai dengan floem. Fungsi utamanya adalah melangsungkan pengangkutan
makanan ke arah radial. Pada tumbuhan dikotil, jari-jari empulur tampak berupa garis-garis
halus yang membentuk lingkaran tahun.
4. DAUN
a) Fungsi Daun
Kalian pasti pernah melihat daun tumbuhan bukan? Daun pada tumbuhan memiliki
beranekaragam bentuk, warna dan ukuran. Daun pada tumbuhan berperan sebagai alat
untuk menyerap CO2, fotosintesis, transpirasi dan respirasi.
Gambar 4.22 Daun pada Tumbuhan (Sumber: www. google.com)
135
b) Struktur Morfologi Daun
Secara umum daun terdiri atas pelepah daun, tangkai daun dan helaian daun. Daun
yang memiliki ketiga bagian daun tersebut dinamakan daun lengkap, misalnya daun pisang,
sedangkan bila salah satunya tidak ada dinamakan daun tidak lengkap misalnya daun mangga.
Gambar 4.23 Daun lengkap dan daun tidak lengkap (Sumber: www. google.com)
Pada helaian daun terdapat tulang-tulang daun. Ada 4 macam pertulangan daun yaitu
daun bertulang menyirip, daun bertulang menjari, daun bertulang melengkung, dan daun
bertulang sejajar.
Menyirip:
Tulang daun jenis ini memiliki susunan seperti sirip-sirip ikan. Contoh tumbuhan yang
memiliki jenis tulang seperti ini adalah tulang daun jambu, mangga, dan rambutan
Melengkung:
Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis-garis melengkung. Tulang daun
jenis ini dapat kita temukan pada berbagai tumbuhan di lingkungan sekitar kita. Misalnya,
tulang daun sirih, gadung, dan genjer.
Menjari:
Tulang daun menjari bentuknya seperti jari-jari tangan manusia. Misalnya, tulang
daun pepaya, jarak, ketela pohon, dan kapas.
Sejajar:
Tulang daun sejajar berbentuk seperti garis-garis sejajar. Tiap-tiap ujung tulang daun
menyatu. Misalnya, tulang daun tebu, padi, dan semua jenis rumput-rumputan.
136
Bila pada tangkai daun hanya terdapat satu helaian daun maka daun tersebut
dinamakan daun tunggal, misalnya daun mangga, daun srikaya, dan daun nangka. Bila tangkai
daunnya bercabang-cabang dan pada cabang tersebut terdapat daun, maka disebut daun
majemuk, misalnya daun putri malu, daun asam jawa, dan daun kedondong.
Gambar 4.24 Daun majemuk dan daun tunggal (Sumber: www. google.com)
c) Struktur Anatomi Daun
Secara anatomis, daun terdiri atas jaringan epidermis atas, jaringan epidermis
bawah, mesofil daun dan jaringan pembuluh. Jaringan epidermis tersusun dari sel-sel
epidermis yang pipih agak memanjang dan berinti dan transparan. Bagian permukaan luar
epidermis bisanya ditutupi oleh kutikula dan berfungsi untuk mencegah hilangnya air yang
137