The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-MODUL PEMBELAJARAN UNTUK MATA KULIAH BIOLOGI UMUM

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by musmarukmana10, 2022-09-25 10:51:08

E-MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI UMUM

E-MODUL PEMBELAJARAN UNTUK MATA KULIAH BIOLOGI UMUM

Keywords: BIOLOGI UMUM

berlebihan. Pada jaringan epidermis bagian bawah biasanya ditemukan mulut daun atau
stomata yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya pertukaran gas.

Gambar 4.25 Anatomi daun (Sumber: Biggs dkk, 2008)

Pada epidermis sering dijumpai bentuk-bentuk modifikasi sel-sel epidermis, seperti
sisik, rambut-rambut dan trikoma. Trikoma adalah tonjolan epidermis yang terdiri dari
satu atau lebih sel. Terdapat beberapa tipe trikoma, yaitu: (1) trikoma non glandular (bukan
rambut kelenjar) seperti rambut sisik, rambut bintang, rambut bercabang, dan rambut
tunggal, (2) trikoma glandular (rambut kelenjar) misalnya trikoma hidatoda, kelenjar madu,
dan rambut gatal, dan (3) rambut akar merupakan tonjolan sel epidermis akar, berdinding
tipis dan bervakuola besar.

Gambar 4.26 Bentuk-bentuk trikoma pada tumbuhan (Sumber: www. google.com)

138

Pada epidermis permukaan bawah daun dijumpai bentuk modifikasi epidermis yang
disebut stomata. Stomata merupakan tempat berlangsungnya pertukaran gas pada daun
tumbuhan. Stomata terdiri dari sepasang sel-sel penjaga dan celah stomata. Celah stomata
dapat membuka dan menutup, tergantung pada lingkungan dan keadaan fisiologis tumbuhan.
Sel penjaga mengandung kloroplas, dan pada siang hari melakukan aktivitas fotosintesa.
Struktur stomata ditunjukkan pada gambar 4.27.

Gambar 4.27 Stomata pada daun tumbuhan (Sumber: www. google.com)

Diantara epidermis atas dan bawah terdapat mesofil daun. Sel-sel mesofil daun
mengandung kloroplas. Mesofil daun merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis.
Mesofil daun terdiri atas dua tipe, yaitu jaringan palisade dan jaringan spons atau jaringan
bunga karang. Sel-sel penyusun jaringan palisade tersusun rapat, sedangkan pada jaringan
bunga karang longgar dan terdapat banyak rongga udara.
Tabel 5.1 Ringkasan struktur dan fungsi daun

No Struktur dan Fungsi Daun
Struktur Fungsi

Kutikula Suatu lapisan tipis, lapisan lilin yang menutupi
1 permukaan epidermis atas, mencegah pelepasan air.

Lapisan Lapisan sel yang transparan yang tembus cahaya dan
2 epidermis atas mencegah pelepasan air

Jaringan Jaringan ini berupa lapisan yang tersusun atas sel-sel

palisade atau berbentuk pagar atau selider yang dikemas bersama secara
3 jaringan pagar erat. Sel-sel palisade mengandung kloroplas dan

berfungsi untuk melangsungkan fotosintesis

Jaringan bunga Sel-sel penyusun jaringan bunga karang mengandung

4 karang kloroplas dan merupakan tempat utama berlangsungnya

fotosintesis

5 Berkas

139

Pembuluh

Xilem Sel-sel xilem membawa air dan mineral dari akar melalui

batang hingga sampai ke daun

Floem Sel-sel floem mengangkut gula dan pati dari daun

melalui batang menuju akar untuk disimpan.

6 Ruang udara Ruang udara ditemukan pada jaringan bunga karang dan

berfungsi sebagai tempat pertukaran antara oksigen

dan karbondioksida.

7 Lapisan Lapisan tunggal sel-sel yang transparan dan pada lapisan

epidermis tersebut terdapat stomata dan sel-sel penjaga

bawah

8 Stomata Suatu celah pada epidermis bawah yang dapat

melewatkan karbondioksida masuk ke dalam daun serta

melewatkan air dan oksigen keluar dari daun.

9 Sel-sel penjaga Sel penjaga terdapat berpasangan, mengandung

kloroplas dan dijumpai pada epidermis bawah daun dan

bertanggung jawab untuk pembentukan stomata. Pada

siang hari, sel-sel penjaga menghasilkan gula melalui

proses fotosintesis, menyebabkan dindingnya menjadi

cekung ke arah dalam sehingga membentuk celah

stomata. Pada malam hari terjadi proses sebaliknya dan

stomata tertutup

140

PIKIRKAN!!!

Diskusikan bersama teman kelas Anda!

Gambar Anatomi Daun (Biggs dkk, 2008)
Perhatikan Gambar dan selanjutnya buatlah deskripsi tentang:
1. Epidermis
2. Mesofil daun
3. Kutikula
4. Stomata
5. Berkas pembuluh
6. Rongga udara
7. Anatomi daun secara umum

141

SAYA BELUM MENGERTI!

Setelah membaca materi tentang struktur dan fungsi jaringan
akar, batang dan daun, tanyakanlah hal-hal yang belum
mengerti kepada teman atau dosen Anda!

142

RUANG RANGKUM

143

RUANG PETA KONSEP

Setelah Anda membaca struktur dan fungsi jaringan pada akar, batang dan
daun, buatlah peta konsep! Caranya, daftarkanlah kata-kata atau konsep penting.
Selanjutnya hubungkan konsep yang satu dengan yang lain dengan menggunkan
preposisi.

144

RUANG ISTILAH _
PREUNATNIGNGISTILAH _
PENTING _
_
_ _
_
_
_
_
_
_
_
_

145

REVIEW
PENGETAHUAN

AKAR
Bacalah teks dengan cermat! Selanjutnya tulislah jawaban Anda pada tempat yang telah
disediakan!
Perhatikan gambar di bawah ini dan jawablah pertanyaan berikut !

1. Cabang akar dijumpai pada daerah…………………..
2. Rambut akar dijumpai pada daerah………………….
3. Meristem apeks dijumpai pada daerah……………………..
4. Bagian akar tumbuhan yang melindungi meristem apeks adalah………………
5. Sel-sel yang aktif membelah dijumpai pada daerah……………
6. Jaringan terluar pada akar adalah………………..
7. Korteks terletak diantara……………………dan ……………………
8. Susunan xilem pada akar berbentuk …………………….
9. Floem pada akar dikotil terletak…………….
10. Korteks tersusun dari sel-sel………………………….

146

11. Susunan xilem pada akar monokotil berbentuk…………………….
12. Letak floem pada akar monokotil………………………….
13. Selinder pusat pada akar dikotil tersusun………………………….
14. Selinder pusat pada akar monokotil tersusun……………………….
15. Letak korteks pada akar dikotil………………………….
16. Letak korteks pada akar monokotil………………………….

BATANG

Bagian ini berfungsi untuk mereview pengetahuan siswa setelah mempelajari buku siswa
di rumah. Mintalah siswa untuk membuat pertanyaan berdasarkan hasil bacaannya, dan
selanjutnya mereka diminta untuk menjawabnya sendiri. Contoh review pengetahuan
adalah sebabagai berikut:
Soal
1. Diantara xylem dan floem terdapat…………..
2. Selinder pusat pada batang dikotil terdiri tas…………..
3. Pada bagian tengah batang dikotil terdapat…………
4. Berkas pembuluh pada dikotil tersusun………….
5. Berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil tersebar pada……..
6. Selinder pusat pada tumbuhan dikotil tersusun atas……..
7. kambium pembuluh menghasilkan …… ke arah dalam dan …….ke arah luar.
8. Aktivitas meristem lateral dipengaruhi oleh musim dan membentuk ………….
Kunci Jawaban
1. Kambium pembuluh
2. Floem, kambium pembuluh dan xylem
3. Empulur
4. Melingkat mengeliling empulur
5. Jaringan dasar

147

6. Xilem dan floem
7. Xilem dan floem
8. Lingkaran tumbuh

DAUN

Bagian ini berfungsi untuk mereview pengetahuan siswa setelah mempelajari buku siswa di
rumah. Mintalah siswa untuk menjawab pertanyaan berdasarkan hasil bacaannya.

1. Perhatikan tabel berikut ini! Berilah ceklis bila daun yang dimaksud tergolong daun
lengkap atau tidak lengkap

No Daun tumbuhan Daun lengkap Daun Tidak Lengkap
1 Mangga
2 Nangka
3 Kelapa
4 Pisang
5 Lontar

Jawab: Daun lengkap Daun Tidak Lengkap
No Daun tumbuhan
1 Mangga
2 Nangka
3 Kelapa
4 Pisang
5 Lontar

2. Perhatikan tabel berikut ini! Berilah ceklis bila daun yang dimaksud memiliki
pertulangan daun menyirip, menjari, melengkung dan sejajar.

148

No Daun Tipe pertulangan daun
tumbuhan
Menyirip Menjari Melengkung Sejajar
1 Pepaya
2 Jarak
3 Teratai
4 Sukun
5 Padi

Jawab

No Daun Tipe pertulangan daun
tumbuhan
Menyirip Menjari Melengkung Sejajar
1 Pepaya
2 Jarak
3 Teratai
4 Sukun
5 Padi

149

EVALUASI

AKAR

Petunjuk Soal
Bacalah petunjuk soal dengan cermat!
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara melingkari huruf yang memiliki
pernyataan paling benar.

1. Tempat terbentuknya akar primer adalah dari ujung embrio dan…..
a. perisikel
a. korteks akar
b. endodermis
c. batang
d. tepi daun

2. Akar yang terbentuk dari daun atau batang disebut ….
a. akar primer
b. akar tunggang
c. akar serabut
d. akar adventif
e. akar tunjang

3. Tumbuhan berikut ini yang memiliki sistem perakaran akar tunggang adalah
a. mangga, rambutan dan jagung
b. jambu biji, kelapa dan rambutan
c. kacang ijo, kedondong, dan mangga
d. kacang ijo, padi dan tebu
e. tebu, kedondong dan jambu biji

4. Pada akar, cadangan makanan disimpan pada sel-sel….
a. parenkim
b. kollenkim
c. sklerenkim
d. epidermis

150

e. xilem
5. Pneumatofor merupakan salah satu bentuk modifikasi akar yang dijumpai pada….

a. wortel
b. tumbuhan bakau
c. beringin
d. kelapa
e. kedelai
6. Daerah terbentuknya rambut-rambut akar pada akar tumbuhan adalah….
a. daerah differensiasi
b. daerah pematangan
c. daerah pemanjangan
d. daerah pembelahan
e. daerah tudung akar
7. Rambut akar pada tumbuhan dibentuk pada bagian….
a. Endodermis
b. epidermis
c. korteks
d. perisikel
e. jaringan pembuluh
8. Pita kaspari pada akar tumbuhan dijumpai pada
a. perisikel
b. epidermis
c. korteks
d. endodermisl
e. jaringan pembuluh
9. Pada akar tumbuhan mangga, berkas pembuluhnya tersusun secara
a. melingkar
b. memanjang
c. radial
d. berdampingan
e. lingkaran mengelilingi empulur
10. Perbedaan selinder pusat pada akar dikotil dan monokotil adalah karena pada akar
monokotil, selinder pusat mengandung…
a. floem
b. xylem
c. empulur
d. trakea

151

e. perisikel

BATANG

Petunjuk Soal
Bacalah petunjuk soal dengan cermat!
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara melingkari huruf yang memiliki
pernyataan paling benar.

1. Lapisan terluar dari selinder pusat adalah…..
a. endoderem
b. epidermis
c. perisikel
d. empulur
e. floem

2. Pada batang yang telah mengalami pertumbuhan sekunder, bagian batang yang
mengalami kerusakan adalah….
a. endoderem
b. epidermis
c. perisikel
d. empulur
e. floem

3. Bagian batang tumbuhan yang terbentuk pada saat batang mengalami pertumbuhan
sekunder adalah…..
a. epidermis
b. kambium gabus
c. xilem
d. empulur
e. perisikel

4. Bagian batang tumbuhan yang terletak diantara epidermis dan selinder pusat
adalah…..
a. perisikel
b. epidermis
c. korteks
d. empulur
e. floem

5. Korteks pada batang tumbuhan terutama tersusun atas sel-sel……..

152

a. endoderem
b. epidermis
c. perisikel
d. sel-sel parenkim
e. floem
6. Semua pernyataan berikut tentang kambium pembuluh benar, Kecuali:
a. meningkatkan ukuran tumbuhan
b. menghasilkan xilem sekunder
c. menghasilkan floem sekunde
d. membentuk kulit batang pada tumbuhan berkayu
e. dijumpai pada akar dan batang
7. Bila sebuah batang yang utuh dilepaskan kulit batangnya hingga tidak terbentuk lagi,
akan tetapi bagiann kayunya tetap dipertahankan, maka kemungkinan fungsi berikut
ini mengalami gangguan untuk:
a. transport air ke daun
b. transport air ke akar
c. transport karbohidrat ke akar
d. melangsungkan fotosintesis
e. mendaptkan air dari lingkungan sekitarnya
8. Semua pernyataan berikut ini benar tentang lingkaran tumbuh, Kecuali:
a. lingkaran tumbuh dapat digunakan untuk mengukur umur batang pada daerah
temperate.
b. lingkaran tumbuh disebabkan oleh variasi pertumbuhan jaringan xylem.
c. lingkaran tumbuh pada tumbuhan tidak berkayu mengungkapkan sejarah
kehidupan tumbuhan.
d. variasi lingkaran tahun mewakili variasi pertumbuhan batang dari suatu tahun ke
tahun berikutnya
e. ukuran lingkaran tahun dipengaruhi oleh curah hujan, suhu dan temperature
9. Sel-sel yang terdapat pada batang dan bertanggung jawab untuk pembelahan sel dan
menghasilkan peningkatan diameter batang adalah:
b. kambium
c. korteks
d. floem
e. xilem
f. endodermis
10. Kematian sel-sel xilem pada tumbuhan berpengaruh negatif terhadap kemampuan
tumbuhan untuk mengangkut:

153

a. air dan mineral menuju daun
b. air keluar dari daun melalui stomata
c. gula dari daun ke akar
d. oksigen ke dalam daun melalui stomata
e. air ke daun melalui endodermis

DAUN

Petunjuk Soal
Bacalah petunjuk soal dengan cermat!
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara melingkari huruf yang memiliki
pernyataan paling benar.

1. Suatu lapisan tipis, lapisan lilin yang menutupi permukaan epidermis atas, mencegah
pelepasan air, yaitu:
a. Kutikula
b. Epidermis
c. Endodermis
d. Stomata
e. Trikoma

2. Sel-sel penyusun jaringan ini mengandung kloroplas, memiliki banyak rongga udara
dan merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis. Jaringan yang dimaksud
adalah:
a. Mesofil
b. Bunga karang
c. Palisade
d. Parenkim
e. kollenkim

3. Suatu celah pada epidermis bawah yang merupakan tempat pertukaran udara pada
daun, yaitu:
a. Epidermis
b. Trikoma
c. Stomata
d. Mesofil
e. Palisade

4. Bila pada tangkai daun hanya terdapat satu helaian daun maka daun tersebut
dinamakan daun tunggal. Daun tunggal dijumpai pada tumbuhan berikut ini, Kecuali:

154

a. Daun mangga
b. Daun nenas
c. Daun putri malu
d. Daun nangka
e. Daun jambu air
5. Pada daun tumbuhan, proses fotosintesis berlangsung pada jaringan:
a. Parenkim palisade
b. Parenkim bunga karang
c. Parenkim mesofil
d. Epidermis
e. Endodermis

155

BIO LABORATORIUM

Mengamati Morfologi Akar Tanaman Tomat

Alat dan Bahan

1. Wadah/ ember 3. Kertas saring

2. Kertas manila 4. Air

3. Kertas saring 5. Tanaman tomat

Cara Kerja

1. Lepaskan tanaman tomat dari tempat tumbuhnya dengan hati-hati,

upayakan jangan sampai akarnya mngalami kerusakan.

2. Bersihkanlah akar tanaman tersebut dengan hati-hati pada ember

yang berisi air yang disiapkan

3. Keringkan akar tanaman dengan cara meresapkan air yang menempel

dengan kertas saring.

4. Simpanlah tumbuhan tersebut di atas potongan manila karton

berwarna putih yang telah disiapkan.

5. Amatilah akar tanaman tomat dengan menggunakan lup.

6. Amatilah bentuk rambut-rambut akar. Apa kegunaan rambut akar.

Hasil Pengamatan

1. Gambarlah akar tanaman yang kalian amati!

156

MENDATAR:
1. Tempat berlangsungnya fotosintesis
4. Letak pita kaspari
5. Sistem perakaran tumbuhan dikotil adalah akar....
6. Sistem perakaran tumbuhan monokotil adalah akar
8. Tersusun atas jaringan dasar, utamanya jaringan parenkim dan membatasi
epidermis dengan silinder pusat batang

MENURUN:
2. Selapis sel yang bersambung membentuk silinder atau cincin.
3. Melindungi ujung akar
7. Tempat melekatnya daun
9. Jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder

157

C.STRUKTUR DAN FUNGSI BUNGA
1. PENDAHULUAN

Bunga merupakan modifikasi dari daun batang, dan berkembang dari pucuk yang
tumbuh menjadi ranting diiringi daun yang terspesialisasi pada ruas dan buku batang yang
sangat rapat. Tumbuhan berbunga dibedakan menjadi 2 yaitu: Monocarpa: tumbuhan yang
hanya berbunga dan berbuah satu kali dalam siklus hidupnya lalu mati, misalnya jagung; dan
Polycarpa: tumbuhan yang berbunga dan berbuah beberapa kali selama daur hidupnya
(Wahyuni, dkk, 2022). Bunga memiliki bentuk ukuran dan warna yang sangat beranekaragam.
Bunga merupakan salah satu alat perkembangbiakan pada tumbuhan. Namun selain itu bunga
juga memiliki banyak kegunaan pada manusia. Tumbuhan yang memiliki bunga yang menarik
memiliki harga yang sangat tinggi. Saat ini ditemukan sejumlah tumbuhan dengan bunga yang
menarik dan memiliki harga hingga ratusan ribu rupiah.

Gambar 4.28 Bunga Amorphophallus titanum Becc (Sumber: www.google.com)

Bunga bangkai atau suweg raksasa, merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan
(Araceae) endemik dari Sumatera, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga
terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas (juga
endemik dari Sumatera) dapat menghasilkan bunga setinggi 5m. Namanya berasal dari
bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan untuk
mengundang kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Bunga bangkai juga sering
digunakan sebagai julukan bagi patma raksasa Rafflesia arnoldii. Di alam tumbuhan ini hidup
di daerah hutan hujan basah. Bunga bangkai adalah bunga resmi bagi Provinsi Bengkulu.

158

2. STRUKTUR MORFOLOGI BUNGA

Pada umumnya bunga terdiri atas bagian-bagian: tangkai bunga, dasar bunga, hiasan
bunga (kelopak dan mahkota), dan alat-alat kelamin (benang sari dan putik). Bagian-bagian
utama suatu bunga ditunjukkan pada Gambar 4.29. Mahkota bunga terdiri atas daun-daun
mahkota yang tersusun mengelilingi alat-alat perkembangbiakan (putik & benang sari).
Mahkota pada bunga sangat mudah dikenali, karena pada umumnya memiliki warna yang
menarik serta bau yang khas pada setiap jenis tumbuhan. Warna dan bau pada bunga
mempunyai arti penting dalam proses perkembangbiakan karena dapat menarik serangga
sehingga proses persarian dapat berlangsung.

Gambar 4.29 Bunga dan bagian-bagiannya (Sumber: www.google.com)

Kelopak bunga terdiri atas daun-daun kelopak yang tersusun mengelilingi daun
mahkota. Umumnya berwarna hijau. Pada saat bunga belum mekar, kelopak berperan
melindungi bunga.

Alat kelamin bunga terdiri atas putik dan benang sari. Putik terdiri atas kepala putik
(stigma), tangkai putik (stilus) dan bakal buah (ovarium). Di dalam bakal buah terdapat
bakal biji. Di dalam bakal biji terdapat kandung lembaga yang berisi inti telur, inti kandung
lembaga sekunder, inti antipoda dan inti sinergid. Benangsari terdiri atas kepala sari
(antera), dan tangkai sari (filament). Kepala sari memiliki ruang-ruang yang disebut kotak
sari. Kotak sari berisi serbuk sari. Bila sudah sampai waktunya, kotak sari pecah dan serbuk
sarinya keluar.

Berdasarkan kelengkapannya (tangkai bunga dan dasar bunga tidak diperhitungkan),
bunga digolongkan menjadi dua yaitu bunga lengkap atau sempurna dan bunga tidak lengkap
atau bunga tidak sempurna. Bunga lengkap terdiri atas kelopak, mahkota, benang sari dan
putik. Bila salah satu bagian dari hiasan bunga atau alat kelaminnya tidak ada maka bunga
tersebut dinamakan bunga tidak lengkap. Bunga tidak lengkap dapat berupa bunga telanjang
(tidak mempunyai hiasan bunga), dan bunga berkelamin tunggal jika hanya terdapat benang

159

sari saja atau putik saja. Bunga berkelamin tunggal dapat berupa bunga jantan (hanya
memiliki benang sari) atau bunga betina (hanya memiliki putik). Bila benang sari dan putik
terdapat dalam satu bunga, maka bunga tersebut dinamakan bunga banci. Tumbuhan yang
mempunyai bungan jantan dan betina pada satu individu disebut berumah satu, sedangkan
bila tumbuhan tersebut hanya memiliki salah satu dari alat kelamin, maka disebut berumah
dua. Sedangkan jika pada satu tumbuhan terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga
banci, maka tumbuhan tersebut poligami.

3. PEMBENTUKAN SEL KELAMIN PADA BUNGA
a) Pembentukan Mikrospora

Kepala sari (anther) ditopang oleh benang sari atau filamen. Kepala sari terdiri atas
4 kamar yang memamanjang dan berlekatan yang disebut kantung sari (pollen sacs). Pada
awal perkembangan anther, setiap kantung sari mengandung massa sel-sel yang aktif
membelah yang disebut mikrosporosit (sel induk mikrospora). Setiap mikrosporosit
membelah secara miosis membentuk 4 mikrospora haploid. Inti dari setiap mikrospora
membelah secara mitosis membentuk dua serbuk sari yang mengandung inti tabung (inti
vegetatif) dan sel-sel generatif.

Gambar 4.30 Perkembangan serbuk sari dari mikrosporofit (Sumber: www.google.com)

b) Pembentukan Makrospora
Pembelahan miosis dari megasporosit menghasilkan 4 megaspora, 3 diantaranya

berdegenerasi dan satu tetap sebagai megaspore dengan satu inti dan sitoplasma.
Megaspora berkembang menjadi kantung embrio yang matang. Inti megaspore membelah
secara mitosis menghasilkan dua inti kantung embrio. Masing-masing inti kembali membelah
secara mitosis menghasilkan 4 inti kantung embrio. Kemudian masing-masing keempat inti
membelah secara mitosis menghasilkan 8 inti kantung embrio. Ke delapan inti kantung
embrio tersebut bermigrasi dan mengorganisasi diri. 3 inti bermigrasi dekat mikrofil, 2

160

menjadi sel sinergid dan 1 menjadi sel telur. 3 inti bermigrasi ke daerah yang berlawanan
dengan mikrofil dan menjadi sel-sel antipoda dan dua tetap di tengah dan menjadi inti
kandung lembaga sekunder atau inti polar.

Gambar 4.31 Pembentukan sel telur pada tumbuhan (Sumber: www.google.com)

4. PENYERBUKAN PADA BUNGA

Jatuhnya serbuk sari di atas kepala putik dinamakan penyerbukan atau persarian.
Penyerbukan dapat berlangsung dengan perantaraan angin (anemogami), perantaraan hewan
(zoogami), dan perantaraan manusia. Pada tumbuhan yang penyerbukannya berlangsung
dengan perantaraan angin biasanya mahkotanya kecil atau tidak ada, serbuk sari kecil,
banyak, ringan, kering dan kadang-kadang bersayap sehingga mudah diterbangkan oleh
angin. Tangkai putik besar dan menonjol keluar sehingga mudah dijatuhi serbuk sari. Contoh
tumbuhan yang penyerbukannya diperantarai angin adalah padi, jagung, dan sebagainya.

Penyerbukan pada berbagai jenis tumbuhan dapat juga berlangsung dengan
perantaraan hewan. Hewan-hewan yang biasanya terlibat dalam proses penyerbukan disebut
hewan pollinator misalnya berbagai jenis serangga, dan kelelawar. Tumbuhan yang
penyerbukannya berlangsung dengan perantaraan hewan biasanya memiliki mahkota yang
besar dan menarik, memiliki bau yang khas, menghasilkan nektar dan serbuk sarinya mudah
menempel pada kepala putik. Tumbuhan yang penyerbukannya berlangsung dengan
perantaraan serangga antara lain pepaya, kacang tanah, cangkang panjang, bunga mawar,
dan sebagainya.

Penyerbukan yang berlangsung dengan perantaraan manusia misalnya tumbuhan vanili.
Putik pada tumbuhan vanili letaknya tersembunyi sehingga sulit dicapai oleh serbuk sari.
Agar produktivitasnya dapat ditingkatkan, maka penyerbukannya perlu dibantu oleh
manusia. Tidak mutlak bahwa serbuk sari dari suatu tumbuhan harus menyerbuki putiknya
sendiri, tetapi memungkinkan untuk diserbuki oleh serbuk sari tumbuhan lain yang masih
sejenis. Berdasarkan asal dari serbuk sari yang menyerbukinya, maka penyerbukan
dibedakan atas empat jenis yaitu penyerbukan sendiri, penyerbukan tetangga, penyerbukan
silang dan penyerbukan bastar.

161

Gambar 4.32 Berbagai cara penyerbukan pada bunga (Sumber: www.google.com)

Penyerbukan sendiri adalah penyerbukan dimana serbuk sari pada suatu bunga jatuh
di atas kepala putik bunga yang sama atau bunga lain dalam satu tangkai bunga. Jadi bunga
tersebut merupakan bunga sempurna misalnya bunga kapas dan kacang tanah. Penyerbukan
tetangga adalah penyerbukan dimana asal serbuk sari dari bunga lain namun masih dalam
satu pohon misalnya tanaman jagung. Penyerbukan silang adalah penyerbukan dimana serbuk
sari berasal dari suatu bunga kemudian jatuh diatas kepala putik bunga yang lain pada
tanaman yang berbeda misalnya tanaman salak. Penyerbukan bastar adalah penyerbukan
dimana serbuk sari dari suatu bunga jatuh di atas kepala putik bunga lain yang varietasnya
berbeda. Cara ini banyak digunakan oleh ahli pemulia tanaman dalam upaya mencari bibit-
bibit unggul.

Gambar 4.33 Penyerbukan pada bunga (Sumber: www.google.com)

5. PEMBUAHAN PADA BUNGA

Setelah terjadi persarian, maka serbuk sari di atas kepala putik berkecambah
membentuk tabung sari atau tabung pollen. Tabung sari tumbuh ke arah dalam dan biasanya
menembus kantung embrio melalui mikrofil. Inti tabung (inti vegetatif) biasanya terletak

162

pada bagian ujung tabung sari., sementara itu sel generatif membelah menjadi dua
menghasilkan 2 sel sperma. Pada saat memasuki kantung embrio, inti vegetatif
berdegenerasi. Sementara itu kedua sel-sel sperma memasuki kantung embrio. Satu sel
sperma membuahi sel telur dan menghasilkan embrio dengan kualitas diploid. Sperma yang
lain membuahi inti kandung lembaga sekunder atau inti polar dan membentuk endosperem
primer dengan kualitas triploid. Peristiwa ini lazim dikenal dengan nama pembuahan ganda
(double fertilization). Sel-sel antipoda dan sinergid berdegenerasi, walaupun kadang-kadang
berkembang bersama biji di dalam buah.

Bilamana pembuahan berhasil, maka zygot segera mengalami pembelahan secara
mitosis dan membentuk embrio, sedangkan inti endosperem primer juga segera mengalami
pembelahan dengan cepat. Endosperem kelak berperan sebagai sumber makanan bagi
embrio, khususnya selama stadium perkecambahan.

Gambar 4.34 Pembuahan pada Bunga (Sumber: www.google.com)

163

PIKIRKAN!!!

Diskusikan bersama teman kelas Anda!

Gambar Bunga dan bagian-bagiannya
Perhatikan dengan cermat gambar di atas!
a. Kepala sari bertindak sebagai alat kelamin....

b. Putik bertindak sebagai alat kelamin....
c. Bagian bunga yang melindungi putik dan kepala sari

d. Tangkai bunga terletak pada bagian....
e. Kelopak dasar bunga terletak pada bagian....

164

SAYA BELUM MENGERTI!

Setelah membaca materi tentang struktur dan fungsi bunga.
Tanyakanlah hal-hal yang belum mengerti kepada teman atau dosen
Anda!

165

RUANG RANGKUM

166

RUANG PETA KONSEP

Setelah Anda membaca struktur dan fungsi bunga, buatlah peta konsep!
Caranya, daftarkanlah kata-kata atau konsep penting. Selanjutnya hubungkan
konsep yang satu dengan yang lain dengan menggunkan preposisi.

167

RUANG ISTILAH _
PREUNATNIGNGISTILAH _
PENTING _
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_

168

REVIEW
PENGETAHUAN

Bagian ini berfungsi untuk mereview pengetahuan mahasiswa setelah mempelajari modul
di rumah. Mintalah mahasiswa untuk menjawab pertanyaan berdasarkan hasil bacaannya.
a) Berdasarkan kelengkapannya, bunga digolongkan menjadi dua yaitu….

Jawab:

b) Pada umumnya bunga terdiri atas bagian-bagian….
Jawab:

c) Bunga lengkap terdiri atas….
Jawab:

169

d) Apa yang dimaksud dengan penyerbukan!
Jawab:

e) Buah yang telah matang dapat dibedakan menjadi dua yaitu ….
Jawab:

170

EVALUASI

Bacalah petunjuk soal dengan cermat!
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara melingkari huruf yang memiliki
pernyataan paling benar.

1. Bagian bunga yang warnanya menarik serangga untuk proses perkembangbiakan

adalah....

a. Putik d. Dasar bunga

b. Mahkota e. Tangkai bunga

c. Benang sari

2. Berikut ini adalah beberapa bagian-bagian bunga:

1. Kelopak 4. Tangkai bunga

2. Mahkota 5. Benang sari

3. Putik

Bagian yang merupakan alat kelamin pada bunga adalah....

a. 1 dan 3 d. 3 dan 4

b. 1 dan 2 e. 3 dan 5

c. 1, 2 dan 3

3. Pernyataan yang benar mengenai bunga lengkap adalah...

a. Bunga lengkap terdiri dari stamen, antera, dan filamen.

b. Bunga lengkp terdiri atas stillus, ovarium, dan mahkota.

c. Bunga lengkp terdiri atas stillus, ovarium, stamen, mahkota dan filamen.

d. Bunga lengkap terdiri dari kelopak, mahkota, putik, dan tangkai.

e. Bunga lengkap terdiri dari kelopak, mahkota, dan stillus.

4. Jenis tanaman berikut ini, yang penyerbukan dibantu oleh hewan, KECUALI....

a. Pepaya d. Kacang panjang

b. Mawar e. Vanili

c. Kacang tanah

171

5. Setelah terjadi persarian (penyerbukan) oleh serbuk sari di atas kepala putik, maka

akan membentuk....

a. Zigot d. Biji

b. Benang sari e. Embrio

c. Tabung pollen

6. Bagian-bagian benang sari berikut ini, adalah....

a. Antera dan filamen d. Stillus dan ovarium

b. Antera dan stamen e. Stillus dan filamen

c. Antera dan stillus

7. Tanaman di bawah ini yang penyerbukannya dibantu oleh angin adalah....

a. Mangga d. padi

b. Mawar e. Vanili

c. Kacang panjang

8. Fungsi dari endosperm adalah...

a. Membantu embrio dalam penyediaan cadangan makanan saat perkecambahan.

b. Membantu embrio dalam menyerap air dari dalam tanah.

c. Membantu embrio dalam menyerap sari-sari makanan dari dalam tanah.

d. Membantu sperma dalam penyerbukan.

e. Membantu sperma dalam pembuahan inti kandung lembaga.

9. Pernyataan yang benar berikut ini, mengenai pembentukan mikrospora, KECUALI...

a. Kepala sari terdiri atas 4 kamar yang disebut kantung sari.

b. Setiap mikrosporosit memebelah secara meiosis membentuk 4 mikrospora.

c. Inti dari setiap mikrospora membelah secara mitosis.

d. Serbuk sari mengandung inti vegetatif dan sel-sel generatif.

e. Inti megaspora membelah secara mitosis menghasilkan 4 kantung embrio.

10. Penyerbukan dimana serbuk sari dari suatu bunga jatuh di atas kepala putik lain yang

berbeda varietas, disebut....

a. Penyerbukan sendiri

b. Penyerbukan tetangga

c. Penyerbukan silang

d. Penyerbukan bastar

e. Penyerbukan yang dibantu

172

MENDATAR:
1. Hasil pembelahan megasporosit
4. Perhiasan bunga yang biasanya berwarna hijau
6. Kepala putik
7. Melindungi bagian bunga seperti mahkota dan kelamin bunga
8. Bagian tumbuhan yang menarik penghasil madu atau nektar yang menarik berbagai
jenis hewan dan serangga untuk mendekatinya.

MENURUN:
2. Bakal buah
3. Tangkai sari
5. Kepala sari
6. Tangkai putik

173

D. STRUKTUR DAN FUNGSI BUAH DAN BIJI
1. PENDAHULUAN

Kalian tentu telah memiliki pengalaman melihat, bahkan memakan berbagai jenis
buah. Buah memiliki bentuk, ukuran dan warna yang sangat beranekaragam. Keragaman buah
tersebut tidak terlepas dari jenisnya. Buah ada yang memiliki ukuran yang kecil dan ada
yang ukurannya besar. Bahkan dengan perlakuan tertentu, misalnya dengan induksi hormon,
buah dapat mencapai ukuran raksasa. Pada buah biasanya ditemukan biji. Bijipun memiliki
keragaman dari segi bentuk ukuran dan warnanya. Buah dan biji memiliki peranan yang
sangat penting dalam kelanjutan kehidupan jenisnya. Pada manusia, buah dan biji memiliki
manfaat sebagai sumber makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Gambar 4.35 Berbagai jenis buah raksasa (Sumber: www.google.com)

Seperti yang telah dipelajari sebelumnya bahwa bila serbuk sari yang matang jatuh
dan menempel diatas kepala putik yang juga sudah matang, maka akan diikuti dengan
terjadinya pembuahan. Bila pembuahan berlangsung sukses, maka bakal buah akan tumbuh
dan berkembang menjadi buah, bakal biji yang terdapat dalam bakal buah akan tumbuh dan
berkembang menjadi biji.

2. PERKEMBANGAN BUAH

Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium). Setiap bakal buah
berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang masing-masing mengandung sel telur. Bakal
biji itu dibuahi melalui suatu proses yang diawali oleh peristiwa penyerbukan, yakni
berpindahnya serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik. Setelah serbuk sari melekat di
kepala putik, serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang
berisi sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai putik menuju bakal biji, di mana
terjadi persatuan antara sperma yang berasal dari serbuk sari dengan sel telur yang berada

174

di dalam bakal biji membentuk zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan
berbunga ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan antara protoplasma sel telur dan
sperma, maupun kariogami, yakni persatuan inti sel keduanya.

Zigot yang terbentuk dari hasil pembuahan mulai bertumbuh menjadi embrio
(lembaga), bakal biji tumbuh menjadi biji, dan dinding bakal buah yang tumbuh membentuk
daging atau membentuk lapisan pelindung yang kering dan keras yang disebut pericarp.
Sementara itu, kelopak bunga (sepal), mahkota (petal), benang sari (stamen) dan putik
(pistil) akan gugur atau bisa jadi bertahan sebagian hingga menjadi buah. Pembentukan buah
ini terus berlangsung hingga biji menjadi masak.

Perikarp dapat dibedakan atas tiga lapisan yaitu bagian luar disebut eksokarp
(exocarpium) atau epikarp (epicarpium), sedangkan bagian dalam disebut endokarp
(endocarpium) serta lapisan tengah yang disebut mesokarp (mesocarpium).

Pada sebagian buah, khususnya buah tunggal yang berasal dari bakal buah tenggelam,
kadang-kadang bagian-bagian bunga seperti perhiasan bunga, kelopak, mahkota, atau
benangsari bersatu dengan bakal buah dan turut berkembang membentuk buah. Jika bagian-
bagian tersebut merupakan bagian utama dari buah, maka buah itu disebut buah semu.
Itulah sebabnya menjadi penting untuk mempelajari struktur bunga, dalam kaitannya untuk
memahami bagaimana terbentuknya satu macam buah.

3. BAGIAN BUNGA YANG BERKEMBANG MENJADI BUAH

Seperti telah dipelajari sebelumnya, bunga memiliki perhiasan bunga dan kelamin
bunga. Pada pembentukan buah ada kalanya bagian-bagian bunga selain bakal buah ikut
tumbuh dan berkembang menjadi bagian buah. Umumnya bagian-bagian bunga selain bakal
buah segera setelah terjadi penyerbukan akan menjadi layu dan gugur. Buah yang terbentuk
dari bakal buah atau sisa-sisa bagian bunga yang lazimnya telah gugur tersebut, umumnya
merupakan buah yang tidak terbungkus yang dinamakan buah telanjang atau buah sejati,
sedangkan yang dinamakan buah semu yaitu buah yang terbentuk dari bakal buah dan
melibatkan bagian bunga yang telah berubah sedemikian rupa sehingga bagian bunga
tersebut menjadi bagian buah yang penting.

Bagian-bagian bunga yang kadang-kadang tidak gugur, melainkan ikut tumbuh dan
tinggal pada buah, biasanya tidak mengubah bentuk dan sifat buah itu sendiri, jadi tidak
merupakan suatu bagian buah yang penting, misalnya:
a) Daun-daun pelindung dan tangkai kepala putik. Pada jagung daun-daun pelindung bunga

betina tidak gugur setelah penyerbukan. Bahkan tumbuh dan berkembang

175

menjadi pembungkus tongkol jagung, sedangkan tangkai kepala putik tumbuh dan
berkembang menjadi rambut jagung.
b) Daun-daun kelopak. Pada terong dan jambu, kelopak bunga tetap dipertahankan dan
menjadi dari bagian buah.
c) Kepala putik, buah yang masih mendukung kepala putik ialah buah manggis, yang
sekaligus dapat pula menunjukkan jumlah buah dan jumlah ruangan dalam buah manggis.

Gambar 4.36 Bagian bunga yang ikut membentuk buah dan bagian tersebut tidak penting pada
buah (Sumber: www.google.com)

Bagian-bagian bunga yang seringkali ikut tumbuh dan menyebabkan terjadinya buah
semu, misalnya :

a. Tangkai bunga: Pada jambu monyet atau jambu mete (Anacardiatum occidentale L.),
tangkai bunga menjadi besar, tebal, berdaging dan merupakan bagian buah yang
dapat dimakan. Sedangkan buah yang sesungguhnya lebih kecil, berkulit keras
terdapat pada ujung bagian yang membesar seperti terlihat pada gambar 4.37.

b. Dasar bunga bersama: Pada bunga Lo ( Ficus glomerata Roxb.) dan sebangsanya.
Dasar bunga yang berbentuk seperti periuk juga membesar dan membulat, tebal
berdaging, menyelubungi sejumlah besar buah-buah yang sesunguhnya, yang tidak
tampak dari luar, karena terdapat badan yang berbentuk seperti periuk tadi. Bagian
ini seringkali dapat dimakan.

c. Kelopak bunga: Pada ciplukan (Physalis minima L.) pembentukan buah, kelopak tumbuh
terus menjadi bahan yang menyelubungi buah yang sebenarnya tidak tampak sama
sekali dari luar.

d. Dasar bunga: Pada arbe (Fragraria vesca L.) yang kemudian menjadi berdaging tebal
yang merupakan bagian yang dapat dimakan, sedangkan buah yang sesungguhnya kecil
hampir tidak terlihat.

e. Tenda bunga dan ibu tangkai: Pada pohon nangka (Artocarpus integra Merr.) misalnya
ibu tangkai bunga dan semua tenda bunga pada bunga majemuk ini pada akhirnya

176

tumbuh sedemikian rupa, sehingga seluruh perbungaan seolah-olah hanya menjadi
satu bunga saja.

Gambar 4.37 Bagian bunga yang ikut membentuk buah dan bagian tersebut penting pada buah
(Sumber: www.google.com)

4. KLASIFIKASI BUAH

Buah merupakan organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan modifikasi lanjutan
bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Buah pada tumbuhan
umumnya dibedakan dalam dua golongan, yaitu: (i) Buah Semu atau buah tertutup, yakni jika
buah itu terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga itu, yang menjadi
bagian utama buah tersebut, sedangkan buah yang sesungguhnya kadang tersembunyi
misalnya buah jambu monyet dan apel. Jambu monyet berkembang dari tangkai bunga yang
membesar, sedangkan apel berkembang dari dasar bunga yang membesar, (ii) Buah sejati
atau buah telanjang, berkembang dari bakal buah, dan jika ada bagian bunga lainnya yang
masih tinggal, bagian ini tidak merupakan bagian buah yg berarti, misalnya buah mangga,
buah papaya, buah rambutan dan buah tomat.

1. Penggolongan Buah Semu
Buah semu dapat dibedakan dalam tiga bagian yakni:

a. Buah semu tunggal, yaitu buah semu yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal
buah. Tangkai bunga pada buah jambu monyet (Anacardium ocidentale) dan kelopak
bunga pada buah ciplukan (Physalis minima).

b. Buah semu ganda ialah jika pada satu bunga terdapat lebih daripada satu bakal buah
yang bebas satu sama lain, masing-masing dapat tumbuh menjadi buah. Akan tetapi,
ada bagian lain pada bunga tersebut yang ikut tumbuh, dan merupakan bagian buah
yang mencolok misalnya buah arbe (fragraria vesca).

c. Buah semu majemuk ialah buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi
seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja, misalnya buah nangka
(Artocarpus integra Merr).

177

Gambar 4.38 Buah arbei dan buah Nangka (Sumber: www.google.com)

2. Penggolongan Buah Sungguh (Buah Sejati)
Buah sejati dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu:

a. Buah sejati tunggal ialah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu buah
saja. Buah ini dapat berisi satu biji atau lebih, dapat pula tersusun dari satu atau
banyak daun buah dengan satu atau banyak ruangan. Buah mangga (Mangifera indica)
mempunyai satu ruang dengan satu biji, buah papaya (Carica papaya) dengan satu
ruang dan banyak biji. Buah durian (Durio zibethinus) yang terdiri dari beberapa
ruang, dan dalam tiap ruangnya terdapat beberapa biji.

Gambar 4.39 Buah durian, pepaya dan manga (Sumber: www.google.com)

b. Buah sejati ganda, yang terjadi dari satu bunga dengan beberapa bakal buah yang
bebas satu sama lain. Masing-masing bakal buah akan tumbuh menjadi satu buah,
misalnya cempaka.

c. Buah sejati majemuk yaitu buah yang berasal dari suatu bunga majemuk, yang
masing-masing bunganya mendukung bakal buah. Tapi setelah menjadi buah tetap
berkumpul, sehingga seluruhnya tampak seperti satu buah saja, misalnya pandan.

178

Gambar 4.40 Buah cempaka dan nenas (Sumber: www.google.com)

Buah juga dapat dikelompokkan berdasarkan daging buahnya. Dikenal dua tipe buah
yaitu buah yang tidak berdaging atau buah kering dan buah berdaging. Buah kering terdiri
atas:

1. Buah polongan: Pernahkah kamu melihat buah polongan seperti kacang buncis, kacang
merah, kacang panjang, kacang kapri, dan jenis kacang-kacangan lainnya? Di dalam
buahnya terdapat deretan biji. Buah semacam ini berkembang dari bakal buah
sederhana atau tunggal. Inilah buah polongan (Leguminosae), buah akan merekah bila
sudah matang.

2. Buah achena. Pernahkah kamu melihat biji bunga matahari? Buahnya tidak merekah
bila sudah masak, bijinya tunggal menempel pada perikarp (kulit buah) di satu
tempat.

3. Buah biji. Pernahkah kamu memperhatikan buah padi, jagung, dan buah dari jenis
rumput-rumputan? Kita sering menyebutnya biji, misalnya biji jagung, biji padi. Buah
semacam ini memiliki selubung dari biji tunggal yang bersatu dengan perikarp,
sehingga disebut buah biji.

4. Buah berkulit keras. Pernahkah kamu melihat buah kenari? Buahnya dilindungi oleh
kulit yang keras seperti kayu. Pernahkah kamu makan buah kenari? Coba ceritakan
bagaimana cara kamu makan buah kenari?

5. Buah bersayap. Pernahkah kamu melihat pohon mahoni? Buahnya unik, ringan dan
bersayap. Tipe buah ini tidak merekah.

Gambar 4.41 Buah polong (a), Buah bunga matahari (b), buah padi (c), buah
kenari (d), dan buah mahoni (e) (Sumber: www.google.com)

179

Bila perikarp (pelindung buah) dan bagian-bagian lainnya mengandung banyak air,
sehingga kulit buahnya menjadi tipis. Lapisan tengah atau daging buah yang terbentuk akan
menjadi lunak bila sudah masak, dan di dalamnya terdapat biji, buah ini disebut buah
berdaging. Contoh buah berdaging adalah:

1. Buah berry, seperti buah tomat, anggur, dan cabe merah. Perikarpnya berdaging
mengelilingi satu atau banyak biji. Inilah tipe buah bery. Ada pula tipe buah berry
yang mengalami perubahan bentuk, kulit buahnya keras melindungi daging buah yang
lunak misalnya buah melon, dan ada pula yang kulit buahnya lentur, melindungi daging
buah yang lunak, misalnya pada buah jeruk.

2. Buah poma atau buah apel, bagian buahnya berdaging dan membesar mengelilingi
bakal buah (biji) yang membentuk sumbu selaput di bagian tengah buah. Coba
perhatikan pada buah apel dan buah pir, belah buahnya dan amati.

3. Buah strawberry. Pernahkah kamu melihat strawberry? Bijinya ada di permukaan
buah, karena bagian buah yang berdaging dan dapat dimakan berkembang dari dasar
buah yang membesar dan berdaging. Oleh karena itulah di permukaan buahnya
terdapat bij-biji yang berkembang dari putik.

4. Buah rangkaian, seperti buah nenas, sirsak, dan nangka. Buah ini berkembang dari
kelompok bakal buah yang letaknya berdampingan pada satu rangkaian bunga.
Perhatikan irisan melintang buah nenas di bawah ini.

Gambar 4.42 Buah melon (a), buah apel (b), buah strawberry (c) dan buah nenas (d)
(Sumber: www.google.com)

5. STRUKTUR BUAH

Pada umumnya buah yang telah matang dapat dibedakan menjadi dua bagian utama,
yaitu kulit buah (perikarp) dan biji (seed). Perikarp dapat berkembang menjadi dua atau
lebih lapisan, yaitu: eksokarp, mesokarp dan endokarp. Eksokarp adalah lapisan terluar dari
perikarp dan biasanya terdiri dari satu lapisan yang tipis. Mesokarp adalah lapisan dibawah
eksokarp yang terdiri dari satu lapisan atau lebih dan biasanya lebih tebal, seperti mangga
(yang dimakan adalah mesokarp). Endokarp adalah lapisan terdalam dari perikarp, terdiri
180

atas jaringan dengan sel yang berdinding tebal, disebut stony part, keras pada saat matang.
Struktur biji terdiri atas kulit biji (spermodemis), tali pusat (funiculus) dan inti biji
(nucleus seminis).

Gambar 4.43 Struktur buah pada jeruk dan tomat (Sumber: www.google.com)

Gambar 4.44 Struktur buah kelapa (Sumber: www.google.com)
1. Biji

Bagi tumbuhan biji (Spermatophyta), biji merupakan alat perkembangbiakan utama,
karena biji mengandung calon tumbuhan baru (lembaga). Melalui biji, tumbuhan dapat
mempertahankan jenisnya. Semula, biji itu duduk pada suatu tangkai yang keluar dari
tembuni (placenta). Tangkai pendukung biji itu disebut tali pusar (funiculus). Bagian biji
tempat pelekatan tali pusar dinamakan pusar biji (hilus). Jika biji sudah masak biasanya tali
pusarnya putus, sehingga biji terlepas dari tembuninya. Bekas tali pusar umumnya tampak
jelas pada biji. Pada umumnya biji terdiri atas bagian-bagian seperti berikut.

a. Kulit biji
b. Tali pusar
c. Inti biji atau isi biji
d. Lembaga atau embrio
2. Kulit Biji
Kulit biji merupakan bagian terluar biji dan berasal dari selaput bakal biji. Pada
umumnya, kulit biji dari tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) terdiri atas dua lapisan
sebagai berikut:

181

a. Lapisan kulit luar (testa)
Lapisan ini mempunyai sifat yang bermacam-macam, ada yang tipis, ada yang kaku
seperti kulit, dan ada yang keras seperti kayu atau batu. Bagian yang keras ini
merupakan pelindung utama bagi biji yang ada di dalam.

b. Lapisan kulit dalam (tegmen).
Biasanya tipis seperti selaput disebut juga dengan kulit ari.

3. Tali Pusar (Funiculus)
Tali pusar merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni, yang biasa

juga disebut tangkai biji. Jika biji masak, biasanya biji terlepas dari tali pusarnya (tangkai
biji), dan pada biji hanya tampak bekasnya yang dikenal sebagai pusar biji.

4. Inti Biji (nucleus seminis)
Inti biji merupakan semua bagian biji yang terdapat di dalam kulitnya. Inti biji

terdiri dari lembaga dan putih lembaga. Lembaga (embryo), yang merupakan calon individu
baru, dan putih lembaga (albumen) merupakan jaringan yang berisi cadangan makanan untuk
masa perkecambahan. Embrio atau lembaga terdiri atas plumula, hipokotil, epikotil, radikula,
dan kotiledon. Plumula adalah daun lembaga yang akan tumbuh menjadi daun sejati. Hipokotil
adalah bakal ruas batang lembaga yang tumbuh di bawah daun lembaga. Epikotil adalah bakal
ruas batang lembaga yang tumbuh di atas daun lembaga. Radikula adalah bakal akar
lembaga. Daun lembaga yang menyimpan makanan cadangan untuk perkecambahan biji
disebut kotiledon.

Gambar 4.45 Struktur Biji (Sumber: www.google.com)

182

Berdasarkan jumlah kotiledonnya, tumbuhan biji dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil. Tumbuhan biji dengan dua kotiledon disebut
tumbuhan dikotil seperti mangga dan kacang ercis. Tu buhan biji dengan satu kotiledon
disebut tumbuhan monokotil misalnya padi dan jagung.

PIKIRKAN!!!

Diskusikan Bersama teman kelas Anda!
Diskusikan bersama teman kelas Anda!

Gambar bagian bunga yang ikut membentuk buah dan bagian tersebut tidak
penting pada buah (Google.com)

Perhatikan dengan cermat gambar di atas! Menurut Anda, mengapa pada
bagian bunga yang membentuk buah terdapat bagian yang ikut tumbuh dan
bagian tersebut tidak penting pada buah?

183

SAYA BELUM MENGERTI!

Setelah membaca materi tentang struktur buah dan biji.
Tanyakanlah hal-hal yang belum mengerti kepada teman atau
dosen Anda!

184

RUANG RANGKUMAN

185

RUANG PETA KONSEP

Setelah anda membaca struktur buah dan biji, buatlah peta konsep!
Caranya, daftarkanlah kata-kata atau konsep penting. Selanjutnya hubungkan
konsep yang satu dengan yang lain dengan menggunkan preposisi.

186

RUANG ISTILAH _
PREUNATNIGNGISTILAH _
PENTING _
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_

187


Click to View FlipBook Version