The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kelas3kece, 2022-08-04 00:30:26

Modul Materi Ajar Guru Abad 21

Modul Materi Ajar Guru Abad 21

Kualifikasi akademik : Tertuang dalam peraturan menteri Pendidikan
dan kompetensi guru Nasional No 16 tahun 2007 yang berbunyi
bahwa setiap guru wajib memenuhi kualifikasi
Kualifikasi akademik akademik dan kompetensi guru yang berlaku
Guru secara nasional.

Kompetensi pedagogik : S-1/D4 yang diperoleh dari program studi
terakreditasi dengan memiliki penguasaan
Kompetensi inti empat kompetensi yaitu; pedagogi, kepribadian,
pedagogik sosial dan profesional.

: Kemampuan guru yang berkenaan dengan
pemahaman terhadap peserta didik dan
pengelolaan pembelajaran mulai dari
merencanakan, melaksanakan sampai dengan
mengevaluasi

: (a) menguasai karakteristik peserta didik dari
aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional,
dan intelektual, (b) menguasai teori belajar dan
prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, (c)
mengembangkan kurikulum yang terkait dengan
mata pelajaran/bidang pengembangan yang
diampu, (d) menyelenggarakan pembelajaran
yang mendidik, (e) memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi untuk kepentingan
pembelajaran, (f) memfasilitasi pengembangan
potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan
berbagai potensi yang dimiliki, (g)
berkomunikasi secara efektif, empatik, dan
santun dengan peserta didik, (h)
menyelenggarakan penilaian dan evaluasi

proses dan hasil belajar, (i) memanfaatkan hasil

penilaian dan evaluasi untuk kepentingan

pembelajaran, (j) melakukan tindakan reflektif

untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

Indikator kompetensi : 1. Pertama; menguasai karakteristik peserta
inti pedagogik:
didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural,

emosional, dan intelektual, merupakan

kompetensi inti pertama yang harus dimiliki

oleh guru

2. Kedua; menguasai teori belajar dan prinsip-

prinsip pembelajaran yang mendidik sebagai

kompetensi inti pedagogi

3. Ketiga; mengembangkan kurikulum terkait

dengan mata pelajaran/bidang studi yang

diampu merupakan kompetensi yang sudah

semestinya dikuasai oleh guru

4. Keempat; menyelenggarakan pembelajaran

mendidik dengan indikator; (a) memahami

prinsip-prinsip perancangan pembelajaran

yang mendidik, (b) mengembangkan

komponen-komponen rancangan

pembelajaran, (c) menyusun rancangan

pembelajaran yang lengkap, baik untuk

kegiatan di dalam kelas, laboratorium,

maupun lapangan, (d) melaksanakan

pembelajaran yang mendidik di kelas, di

laboratorium, dan di lapangan, (e)

menggunakan media pembelajaran sesuai

dengan karakteristik peserta didik dan mata

pelajaran untuk mencapai tujuan

pembelajaran secara utuh, (f) mengambil

keputusan transaksional dalam pembelajaran

sesuai dengan situasi yang berkembang.

5. Kelima; memanfaatkan teknologi informasi

dan komunikasi untuk kepentingan

pembelajaran.

6. Keenam; memfasilitasi pengembangan

potensi peserta didik untuk

mengaktualisasikan berbagai potensi yang

dimiliki

7. Ketujuh; berkomunikasi secara efektif,

empatik, dan santun dengan peserta didik,

merupakan kompetensi pedagogi yang

penting dimiliki oleh guru

8. Kedelapan; menyelenggarakan penilaian dan

evaluasi proses serta hasil belajar.

9. Kesembilan; guru juga harus mampu

memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi

untuk kepentingan pembelajaran

Kompetensi Sosial : Kemampuan pendidik sebagai bagian dari
Kompetensi Sosial
masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul

secara efektif dengan peserta didik, sesama

pendidik, tenaga kependidikan, orang tua

peserta didik, dan masyarakat sekitar.

: Kemampuan pendidik sebagai bagian dari

masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul

secara efektif dengan peserta didik, sesama

pendidik, tenaga kependidikan, orang tua

peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Kompetensi Profesional : Kemampuan penguasaan materi pembelajaran
secara luas dan mendalam yang mencakup
Standar Kompetensi penguasaan substansi isi materi pembelajaran
Kompetensi Inti dan substansi keilmuan yang menaungi materi
Kompetensi Dasar dari kurikulum, serta menambah wawasan
Fasilitator keilmuan.
Mediator
Konvensional : Kriteria mengenai kualifikasi kemampuan
Literasi peserta didik yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.
Flash
Tool : Tingkat kemampuan untuk mencapai standar
kompetensi yang harus dimiliki seorang peserta
didik pada setiap kelas.

: Kemampuan untuk mencapai kompetensi inti
yang harus di peroleh peserta didik melalui
pembelajaran.

: Orang yang menyediakan fasilitas;
penyedia (nomina)

: Perantara (penghubung, penengah)
: Berdasarkan konvensi (kesepakatan) umum

(seperti adat, kebiasaan, kelaziman)
: Kemampuan dan keterampilan individu dalam

berbahasa yang meliputi membaca, menulis,
berbicara, mengitung dan memecahkan masalah
pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan
dalam kehidupan sehari-hari.
: Teknologi informasi
: Alat atau perkakas yang digunakan untuk
mempermudah pekerjaan kita sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Wibowo dan Hamrin (2012). Menjadi Furu Berkarakter : Strategi
Membangun Kompetensi dan Karakter Guru, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Alismail, H. A., McGuire,P. 2015. 21st century standards and curriculum: Current
Reseach and practice. Jurnal of Educationand Practice vol.6,No.6 pp 150-
154

Bakhtiari, S. 2011. Globalization And Education: Challenges And Opportunities.
International Business & Economics Research Journal (IBER) Volume 5
Doi 10.19030/iber.v5i2.3461

Beeby, C.E. 1969. Qualitative Aspect of Educational Planning. Paris: Unesco.
Benade, L., Gardner, M., Teschers,C., dan Gibbons,A. 2014. 21st century learning

in new Zealand: Leadership Insights and perspectives. Journal of
educational Leadership, Policy and Practice, voleme 29 (2) p.47-60
Bolstad, R., Gillbert, J., McDowall,S., Bull, A., &Hipkins,R. 2012. Supporting
Future Oriented Teaching and learning: A newzealand Perspective.
Wellington: Ministry of education.
Darling, Linda., H., 2006. “Constructing 21st Century Teacher Education”. Journal
of teacher education, Vol. 57. 300-314
Darmadi, Hamid. 2015. Tugas, Peran, Kompetensi, dan Tanggungjawab Menjadi
Guru Profesional. Pontianak : Program Studi PPKn Fakultas Ilmu
Pendidikan dan Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak. Jurnal Edukasi,
Vol. 13, No. 2.
Daryanto, Karim S., 2017. Pembelajaran Abad 21, (Yogyakarta: Gava Media).
E.Mulyasa.(2007). Kompetensi dan sertifikasi guru. Bandung : Remaja Rosdakarya
Faisal, Martin, S.N., 2019. Science education in Indonesia: past, Present, and future.
AsiaPacific Science education 5:4. 1-29. DOI: 10.1186/s41029-019-0032-0
Halpern, D. F. 2003 “Thought of Knowledge: An Introduction to Crtitical Thinking
(4nd Edition)”, New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates Publisher.

Kang Anjum, Kompetensi Sosial Guru,

https://ahmadmuhli.wordpress.com/2012/03/01/kompetensi-sosial-guru,

diakses pada tanggal 08 Maret 2020

Kartowagiran, Badrun. 2011. Kinerja Guru Profesional (Guru Pasca Sertifikasi).

Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta

Kemendikbud, 2017. Pendidikan Karakter Dorong Tumbuhnya Kompetensi Siswa

Abad 21 diakses dari

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/06/pendidikankarakter-

dorong-tumbuhnya-kompetensi-siswa-abad-21 pada tanggal 8 Maret 2022

pukul 19.03

Kowal, J., Lindskog,H., Soja, P., Sonntag, R., Kuzio, A., Makio, J., dan Paliwoda-

Pekosz, G. 2016. ICTM 2016. Proceedings of the international Conference

on ICT Management for global Competitiveness and Economic Growth in

Emerging Economies. University of Wroclow.

Mulyasa, H., 2015. Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013. (Bandung:

Rosdakarya).

Moh. Uzer Usman. (1996) Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja

Rosdakarya

Osborne, M.2013. Modern Learning environments. Christchurch: CoreEducation

Pujiriyanto. 2019. Peran Guru dalam Pembelajaran Abad 21. Jakarta : Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan

Rokhman, F., Yuliati. 2010. The development of the Indonesian teaching material

based on multicural context by using sociolinguistic approach at junior high
school. Procedia Social and Behavioral Sciences 9 p. 1481–1488

doi:10.1016/j.sbspro.2010.12.353

Sani, R. A., 2017. Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013.

(Jakarta: Bumi Aksara).
Scott, C.L., 2015 a. “The Futures Of Learning 1: Why Must Learning Content And

Methods Change In The 21st Century?” UNESCO Education Research and

Foresight, Paris. ERF Working Papers Series, No. 13.

Sukasni, A. Efendy, H., 2017. The problematic of education system in Indonesia
and reform agenda. International journal of education 9(3) 183-199 DOI:
10.5296/ije.v9i3.11705

Teo, Peter.2019. Teaching for 21st century : a case for dialogic pedagogy. Learning,
Culture and socialinteraction volume 21 p.170-178

Trilling, B. and Fadel, C., 2009. 21st Century Skills: Learning for Life in Our
Times. (San Francisco: Calif, Jossey).

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005. Tentang Guru dan
Dosen. Jakarta: PB PGRI, 2006.

Widayat, W. 2018. Implementasi Pengembangan Kecakapan Abad 21 Melalui Fitur
Kelas Maya Portal Rumah Belajar. diakses dari
http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2018/09/implementasi-
pengembangankecakapan-abad 21-melalui-fitur-kelas-maya-portal-rumah-
belajar/ tanggal 8 Maret 2022 pukul 19.12

Yulaelawati, E. 2019 . Kurikulum dan Pembelajaran : Filosofi Teori dan Aplikasi .
Jakarta : Pakar Raya
Yunus, S. 2018. Mengkritisi Kualitas Guru. Artikel Media Indonesia. Diakses dari

MediaIndonesia.com pada tanggal 8 Maret 2022 pukul 20.04
https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/menjadi-guru-bk-yang-

memesona-dengan-memanfaatkan-portal-rumah-belajar/
https://www. Gurukelas.com/2012/10/jenis-jenis-kompetensi-sosial-guru-html.

Diakses 08 Maret 2022
https://bppauddikmaslampung.kemdikbud.go.id/berita/read/kompetensi-

pedagogik-guru-di-abad-21#:~ (diakses pada tanggal 8 Maret 2022, Pukul
18:50)
https://radarsemarang.jawapos.com/artikel/untukmu-guruku/2021/07/30(diakses
pada tanggal 8 Maret, Pukul 19:45)
https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/(diakses pada tanggal 8 Maret 2022, Pukul
20:54)

i

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat, taufiq dan
hidayah-Nya materi ajar karakteristik pembelajaran abad 21 kegiatan belajar 3
Tugas pokok dan fungsi abad 21. dapat terselesaikan. Materi Ajar ini penulis susun
untuk memenuhi tugas dan tagihan mahasiswa PPG Prajabatan tahun 2022
Universitas Negeri Makassar.

Materi ajar ini membahas tentang Tugas pokok dan fungsi guru abad 21,
Kedudukan guru sebagai tenaga profesioanl, Pengertian Profesi Guru, Tugas dan
Fungsi guru berdasarkan undang-undang serta Fungsi Guru Berdasarkan Undang-
Undang. Penulis menggunakan berbagai referensi dalam menyusun materi ajar ini.
Baik berupa e-book, jurnal, makalah, dll.

Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam menyelesaikan modul ajar ini. Terimakasih atas kerja keras dan
masukan berharganya dan semoga modul ini bermanfaat untuk mahasiswa PPG
Prajabatan. Dalam penyajian materi ini, penulis sadari masih memerlukan
penyempurnaan. Oleh karena itu dukungan, masukan, dan pemikiran semua pihak
dalam penyempurnaan materi ini menjadi unsur penting kebersamaan. Akhir kata
semoga Modul ini bisa bermanfaat bagi mahasiswa PPG prajabatan.

Makassar, 8 Maret 2022

Penulis

ii

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

DAFTAR ISI

JUDUL ............................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
I. PENDAHULUAN .................................................................................... 1

1. Deskripsi singkat ............................................................................... 1
2. Petunjuk Belajar................................................................................. 1
3. Capaian Pembelajaran ....................................................................... 2
II. URAIAN MATERI .................................................................................. 3
A. Profesi Guru Dalam Pandangan Yuridis............................................ 3
B. Kedudukan guru sebagai tenaga profesioanl .................................... 9
C. Profesi Guru ...................................................................................... 12
D. Tugas pokok guru berdasarkan undang-undang ............................... 16
E. Tugas pokok guru abad 21 ................................................................ 43
F. Fungsi Guru Berdasarkan Undang-Undang ...................................... 47
III. PENUTUP ................................................................................................ 49
A. Kesimpulan ....................................................................................... 49
B. Tes Formatif ...................................................................................... 50
GLOSARIUM ................................................................................................. 55
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 61

iii

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

I. PENDAHULUAN
A. Deskripsi Singkat
Dalam dunia pendidkan guru memiliki peran penting demi dalam
mencapai tujuan pendidikan nasional yang termuat dalam UU No. 20 Tahun
2003 Tentang SISDIKNAS, dimana dikatakan Pendidikan adalah usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan Negara.
Jadi dalam materi ini kita akan membahas mengenai preofesi guru dalam
pandangan yuridis. Degan mengetahui profsi guru dalam pandangan yuridis
natinya kita dapat mengetahui apa yang harus dilakuna sebagai guru yang
profesional.
Guru adalah jabatan dan profesi yang membutuhkan keahlian khusus.
Terdapat berbagai macam syarat, tugas, fungsi, kompetensi, serta kode etik
yang harus di tempuh dan dikuasai untuk menjadi seorang guru. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hakikat profesi oleh seorang guru selaku guru
merupakan tenaga kependidikan yang mempunyai peran, tugas, serta
tanggung jawab yang besar terhadap anak-anak muda calon pemimpin bangsa
negara Indonesia.

B. Petunjuk Belajar
Untuk membantu anda memahami modul ini perlu diperhatikan beberapa
petunjuk belajar berikut:
1. Bacalah dengan cermat uraian penting yang terdapat di dalam modul ini
sampai anda memahami secara tuntas tentang apa, untuk apa, dan
bagaimana mempelajari materi ini
2. Pahamilah pengertian demi pengertian dari materi ini melalui
pemahaman dan pengalaman sendiri serta diskusikanlah dengan teman
atau dosen pembimbing anda.

1

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

3. Bacalah dan pelajarilah sumber-sumber lain yang relevan. Anda dapat
menemukan bacaan dari berbagai sumber, termasuk internet

4. Mantapkanlah pemahaman anda melalui pengerjaan tes formatif yang
tersedia dalam modul ini dengan baik. Kemudian, nilai sendiri tingkat
pencapaian anda dengan membandingkan jawaban yang telah anda buat
dengan kunci jawaban tes formatif yang terdapat diakhir modul.

5. Diskusikanlah apa yang telah dipelajari, termasuk hal-hal yang dianggap
masih sulit, dengan teman-teman anda.

C. Capaian Pembelajaran
Dalam mendalami suatu materi pasti kita memiliki tujan yang ingin kita tuju
atau yang ingin kita raih nantinya setelah mendalami dan mempelajarinya.
Dalam materi ini capaian yang ingin diraih itu yaitu “mengetahui tugas
pokokdan fungsi guru abad 21”
Adapun sub capaian Pembelajaran dalam modul adalah mahasiswa mampu:
e. Mengidentifikasi Profesi Guru Dalam Pandangan Yuridis
f. Mengidentifiksi Kedudukan Guru Sebagai Tenaga Profesioanl
g. Menjelaskan Pengertian Profesi Guru
h. Menguraikan Tugas Pokok Guru Berdasarkan Undang-Undang
i. Menguraikan Tugas Pokok Guru Abad 21
j. Mengidentifikasi Fungsi Guru Berdasarkan Undang-Undang

2

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

II. URAIAN MATERI

Peta Konsep Tugas pokok dan fungsi Guru abad 21

A. Profesi Guru dalam Pandangan Yuridis
Pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan Negara

Abdullah kalang 2017, ada 3 (tiga) pokok pikiran utama yang terkandung
di UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS Pendidikan, yaitu: (1) usaha sadar
dan terencana; (2) mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya; dan (3) memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,

3

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Di
bawah ini akan dipaparkan secara singkat ketiga pokok pikiran tersebut.
1) Usaha sadar dan terencana.

Pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana menunjukkan bahwa pendidikan
adalah sebuah proses yang disengaja dan dipikirkan secara matang (proses kerja
intelektual). Oleh karena itu, di setiap level manapun, kegiatan pendidikan harus
disadari dan direncanakan, baik dalam tataran nasional (makroskopik),
regional/provinsi dan kabupaten kota (messoskopik), institusional/sekolah
(mikroskopik) maupun operasional (proses pembelajaran oleh guru). Berkenaan
dengan pembelajaran (pendidikan dalam arti terbatas), pada dasarnya setiap
kegiatan pembelajaran pun harus direncanakan terlebih dahulu sebagaimana
diisyaratkan dalam Permendiknas RI No. 41 Tahun 2007. Menurut Permediknas ini
bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi penyusunan silabus dan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar
kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan
pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.
2) Mewujudkan suasana belajar.

Pada pokok pikiran yang kedua ini terlihat adanya pengerucutan istilah
pendidikan menjadi pembelajaran. Jika dilihat secara sepintas mungkin seolah-olah
pendidikan lebih dimaknai dalam setting pendidikan formal semata (persekolahan).
Terlepas dari benar-tidaknya pengerucutan makna ini, pada pokok pikiran kedua ini,
bisa menangkap pesan bahwa pendidikan yang dikehendaki adalah pendidikan yang
bercorak pengembangan (developmental) dan humanis, yaitu berusaha
mengembangkan segenap potensi didik, bukan bercorak pembentukan yang bergaya
behavioristik
3) Memiliki kekuatan spiritual keagamaan.

Pokok pikiran yang ketiga ini, selain merupakan bagian dari definisi pendidikan
sekaligus menggambarkan pula tujuan pendidikan nasional kita , yang menurut
hemat saya sudah demikian lengkap. Di sana tertera tujuan yangberdimensi ke-
Tuhan-an, pribadi, dan sosial. Artinya, pendidikan yang dikehendaki bukanlah

4

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

pendidikan sekuler, bukan pendidikan individualistik, dan bukan pula pendidikan
sosialistik, tetapi pendidikan yang mencari keseimbangan diantara ketiga dimensi
tersebut.

Undang- Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional Pasal 1 Ayat 5 berbunyi: tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat
yang mengabdikan diri dalam penyelenggaraan pendidikan. Menurut ayat ini yang
berhak menjadi tenaga kependidikan adalah setiap anggota masyarakat yang
mengabdikan dirinya dalam penyelenggaraan pendidikan. Sedang yang dalam apa
dimaksud dengan tenaga kependidikan tertera dalam pasal 39 ayat 1 yang
mengatakan tenaga kependidikan mencakup tenaga administrasi, pengelola/kepala
lembaga pendidikan, panilik/pengawas, peneliti dan pengembangan pendidikan,
pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar.

Di ketujuh macam tenaga kependiidkan tersebut diatas ditambah ayat 2 tentang
pendidikan, yang sudah jelas kedudukan dan wewenangnya, baik karena keahlian
maupun karena surat keputusan yang diterimanya adalah penilik/pengawas, peneliti
dan pengembangan pendidikan, pustakwan, laboran, dan teknisi sumber belajar.
Tentang tenaga pendidik dan tenaga pengelola sebagian sudah jelas karena keahlian
dan surat pengangkatan , tetapi sebagian lagi belum jelas. Mereka itu sebagian besar
pendidik dan pengelola pada jalur nonformal dan informal, baik pendidikan
keluarga maupun pendidikan di masyarakat. Tetapi secara hukum kedudukan
mereka tetap sah karena mereka telah mengabdikan diri dalam penyelenggaraan
pendidikan

Andi Saondi dan Aris Suherman menyebutkan bahwa keberadaan Guru di
tengah-tengah masyarakat diakui sebagai suatu hal yang fundamental dan penting
guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Sehubungan dengan itu,
disebutkan pula oleh Oemar H. Malik, bahwa

“Masyarakat merasakan perlunya suatu lembaga pendidikan Guru yang
khusus berfungsi mempersiapkan tenaga Guru yang terdidik dan
terlatih dengan baik. Implikasi dari gagasan tersebut adalah perlunya
dikembangkan program pendidikan guru yang serasi dan memudahkan
pembentukan Guru yang berkualifikasi profesional, serta dapat

5

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

dilaksanakan secara efisien dalam kondisi sosial kultural masyarakat
Indonesia. “
Pada prinsipnya Guru memiliki potensi yang cukup tinggi untuk
berkreasi sebagai upaya meningkatkan kinerjanya. Namun, potensi yang
dimiliki Guru untuk berkreasi sebagai upaya meningkatkan kinerjanya
tersebut, tidak selalu berkembang secara wajar dan lancar disebabkan adanya
pengaruh dari berbagai faktor baik yang muncul dari dalam pribadi Guru itu
sendiri maupun dari faktor luar. Oleh sebab itu, pada tanggal 30 Desember
2005, Pemerintah Republik Indonesia membuat Undang-Undang Nomor 14
Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD), dimana bahwa dalam UUGD
tersebut Guru dituntut bekerja secara profesional, berstandar kompetensi, dan
memperhatikan kesejahteraan Guru tersebut.
Kedudukan Guru mempunyai visi terwujudnya penyelenggaraan pembelajaran
sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalitas untuk memenuhi hak yang sama.
Sedangkan misinya adalah untuk melaksanakan hal-hal sebagai berikut:
a. Mengangkat martabat Guru;
b. Menjamin hak dan kewajiban Guru;
c. Meningkatkan kompetensi Guru;
d. Memajukan profesi serta karir Guru;
e. Meningkatkan mutu pembelajaran;
f. Meningkatkan mutu pendidikan nasional;
g. Mengurangi kesenjangan ketersediaan Guru antar daerah dari segi jumlah,
mutu, kualifikasi akademik, dan kompetensi;
h. Mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antar daerah; dan
i. Meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu.
Sebagaimana misi dalam UUGD di atas, Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus
juga menyebutkan bahwa:
“Kedudukan Guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk
meningkatkan martabat dan perannya sebagai agen pembelajaran dalam
meningkatkan mutu pendidikan nasional. Kedudukan Guru memiliki

6

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

peranan yang sangat penting dalam mendukung program pemerintah
mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik (goog governance)”
Guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem
pendidikan nasional yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, inovatif, mandiri, serta menjadi warga negara
yang demokratis dan bertanggung jawab. Guru yang sudah diangap profesional
akan diberikan sebuah penghargaan berupa setifikan pendidik, maka selanjudnya
guru tersebut sudah dikatakan sebagi guru yang profesional.
Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk Guru dan
Dosen.Dalam perspektif Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen (UUGD) disebut sertifikat pendidik. Pendidik yang dimaksud adalah Guru.
Proses pemberian sertifikat pendidik untuk Guru disebut sertifikasi Guru. Sertifikat
pendidik diberikan kepada Guru yang telah memenuhi standar profesional Guru.
Guru profesional merupakan syarat mutlak untuk menciptakan sistem dan
praktik pendidikan yang berkualitas. Sertifikasi merupakan salah satu upaya yang
dilakukan pemerintah agar para Guru di berbagai daerah di tanah air dapat bekerja
secara profesional dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai berkas
portofolio yang terdiri bukti-bukti prestasi, hasil kinerja dan berbagai hal yang
terkait dengan kiprah Guru tersebut.
Guru merupakan profesi seperti profesi lain yaitu: dokter, akuntan, pengacara,
sehingga proses pembuktian profesionalitasnya perlu dilakukan. Seseorang yang
akan menjadi akuntan harus mengikuti pendidikan profesi akuntan terlebih dahulu.
Begitu pula untuk profesi lainnya termasuk profesi Guru. Dasar hukum dalam
pelaksanaan sertifikasi Guru adalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen (UUGD). Selain UUGD, landasan hukum lainnya adalah
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU
Sisdiknas) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007
tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan yang ditetapkan pada tanggal 4 Mei
2007

7

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

Sebagaimana ketentuan dalam Pasal 8 UUGD disebutkan bahwa Guru wajib
memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan
rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
sertifikasi Guru dimaksud untuk pengakuan kedudukan Guru melalui penilaian
profesionalisme Guru, guna meningkatkan mutu pendidikan dalam sistem
pendidikan nasional yang dinyatakan dalam bentuk pemberian sertifikat pendidik.

Lembaga penyelenggara sertifikasi Guru adalah Direktorat Jenderal
Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi, Perguruan Tinggi atau Lembaga Pendidikan Tenaga
Kependidikan (LPTK), Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan

18

Kabupaten/Kota. Salah satu lembaga penyelenggara sertifikasi khusus Guru di
Provinsi Sumatera Utara adalah Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).
Untuk lebih memahami mengenai landasan yuridis profesi guru akan di uraikan
mengenai beberapa isi Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru
dan Dosen sebagai berikut :
a. Pasal 8 berbunyi: guru wajib memiliki kualifikasi akademi, kompetensi,

sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
b. Pasal 10 menyatakan kompetensi guru mencakup pedagogic, kepribadian,
social, dan professional. Disini guru diminta tidak hanya sekedar mengajar agar
peserta didik paham dan terampil, melainkan guru harus dapat mengembangkan
afeksi, kognisi dan ketrampilan peserta diidk seara berimbang.
c. Pasal 11 berbunyi: sertifikasi diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang
memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan
ditetapkan oleh pemerintah.
d. Pasal 15 yaitu gaji pokok, beserta tunjangan yang melekat pada gaji, tunjangan
profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus bagi yang bertugas di dserah
khusus, dan maslahat tambahan.
e. Pasal 19, yaitu yang termasuk maslahat tambahan disini adalah berupa
kesejahteraan seperti tunjangan pendidikan, asuransi pendidikan beasiswa,
layanan kesehatan, dan penghargaan-penghargaan tertentu.

8

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

f. Pasal 24, menentukan tentang pengangkatan guru, guru pendidikan menengah
dan pendidikan khusus tingkat, ditempatkan dan dipindahkan , dan
diberhentikan oleh pemerintah provinsi. Sedangkan untuk gutru pendidikan
dasar dan usia dini dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota.

g. Pasal 40, guru juga diberi cuti seperti pegawai biasa dan tugas pelajar.
h. Pasal 42, menguraikan tentang organisasi profesi guru, yang memiliki

wewenang untuk menetapkan dan menegakkan kode etik guru, memberikan
bantuan hukum kepada guru, memberikan perlindungan profesi guru, melakukan
pembinaan dan pengembangan profesi guru, dan memajukan pendidikan
nasional

B. Kedudukan Guru Sebagai Tenaga Profesional

Berkaitan dengan dilaksanakannya UU. No. 14 tahun 2005 tentang guru dan
dosen, para tenaga profesional di bidang pendidikan ini harus tanggap dan
cepat mempersiapkan diri. Isi dari UU tersebut antara lain menyangkut
pengakuan guru sebagai profesi dan soal sertifikasi guru. UU. No. 14 tahun
2005 tentang guru dan dosen mengamanatkan bahwa setiap guru harus
memenuhi persyaratan-persyaratan utama, yaitu

1. memenuhi kualifikasi akademik yang diperoleh melalui program
pendidikan sarjana ataupun diploma IV,

2. memiliki kompetensi baik kompetensi kepribadian, kompetensi
pedagogik, kompetensi profesional, maupun kompetensi sosial,

3. memiliki sertifikat pendidik, dan
4. sehat jasmani dan rohani.

Mengacu pada UU. No. 14 tersebut merupakan pengakuan yang nyata keberadaan
tenaga kependidikan sebagai profesi, pengakuan tersebut merupakan sebagaian
dari peningkatan kualitas dan profesionalitas guru. Selain itu diharapkan
pengakuan tersebut dapat mengangkat harkat, martabat dan kewibawaan guru.

9

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

Sebelum kita telaah lebih lanjut ada kriteria profesional yang telah ditetapkan

berdasarkan hasil lokakarya pembinaan kurikulum pendidikan guru UPI Bandung

sebagai berikut:

a. Fisik yang meliputi; sehat jasmani dan rohani, tidak punya cacat tubuh yang
menimbulkan ejekan/ cemoohan atau rasa kasihan dari anak didik.

b. Mental Kepribadian antara lain; berkepribadian/ berjiwa Pancasila, mencintai
bangsa dan sesama manusia serta rasa kasih sayang kepada anak didik.
Berbudi pekerti yang luhur, berjiwa kreatif dapat memanfaatkan rasa
pendidikan yang ada secara maksimal, mampu menyuburkan sikap
demokratis dan penuh tanggung jawab ayng besar akan tugasnya. Mampu
mengembangkan kecerdasan yang tinggi, bersifat terbuka, peka dan inovatif.
Menunjukan rasa cinta kepada profesinya, keataatanya akan disiplin,
memiliki sense of humor.

c. Keilmiahan/ Pengetahuan; memahami ilmu yang dapat melandasi
pembentukan pribadi, memahami ilmu pendidikan dan keguruan dan mampu
menerapkanya dalam tugasnya sebagai pendidik, memahami, menguasai,
serta mencintai ilmu pengetahuan yang akan diajarkan, memiliki pengetahuan
yang cukup tentang bidang-bidang yang lain, senang membaca buku-buku
ilmiah, mampu memecahkan persoalan secara sistematis terutama yang
berhubungan dengan bidang studi, memahami prinsip-prinsip kegiatan
belajar mengajar.

d. Ketrampilan; mampu berperan sebagai organisator proses belajar mengajar,
mampu menyusun bahan pelajaran atas dasar pendekatan struktural,
interdisipliner, fungsional, behavior, dan teknologi. Mampu menyusun garis
besar program pengajaran (GBPP), mampu memecahkan dan melaksanakan
tehnik-tehnik mengajar yang baik dalam mencapai tujuan pendidikan, mampu
merencanakan dan melaksanakan evaluasi pendidikan, memahami dan
mampu melaksanakan kegiatan dan pendidikan luar sekolah. Mengacu pada
UU Guru dan Dosen yang menjelaskan bahwa "guru wajib memiliki
kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan

10

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan
nasional"
e. Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dengan cara meningkatkan mutu
dan profesionalisme guru yaitu ada tahapan yang harus dilalui oleh seorang
calon guru dan guru yang belum memenuhi kualifikasi, belum lulus uji
sertifikasi, serta belum mendapat sertifikat. Adapun tahapan tersebut yaitu
dimulai dari pemenuhan kualifikasi akademik yaitu dengan menempuh
pendidikan Diploma Empat (D-IV) atau Strata Satu (S1), tahap selanjutnya
adalah dengan menjalani uji sertifikasi baik yang dilakukan oleh pemerintah
pusat, regional, dan lokal, sehingga guru mendapatkan sertifikat pendidik.
f. Rosidi (Ketua Badan Akreditasi Sekolah Kota Malang) mengemukakan
kedudukan guru sebagai tenaga profesional secara teoritis membagi tiga tahap
yaitu:
g. Pertama; memiliki pengetahuan beliau beranggapan bahwa guru bukanlah
sekedar pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan teknis tetapi juga
pengetahuan teori. Kedua; pemberlakuan pelatihan dan praktik yang diatur
secara mandiri (self-regulated training and practice). Karena kalau guru
berkerja dalam pengawasan ketat itu bukan pekerjaan profesi karena
pekerjaan profesional menikmati derajat otonomi yang tinggi, kyang bahkan
berkerja secara mandiri.
h. Ketiga; kewenangan atas klien (authority over client), jadai seorng
profesional melakukan sendiri proses pendataan kebutuhan, diagnosis
masalah, hingga pengambilan tindakan yang diperlukan beserta tanggung
jawab moral dan hukum-hukumnya. Seperti halnya seorang dokter yang tidak
bisa didekte oleh pasien untuk memberikan jenis perlakuan dan obat apa.

11

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

C. Profesi Guru
Guru adalah jabatan dan profesi yang membutuhkan keahlian khusus. Terdapat
berbagai macam syarat, tugas, fungsi, kompetensi, serta kode etik yang harus di
tempuh dan dikuasai untuk menjadi seorang guru. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hakikat profesi oleh seorang guru selaku guru merupakan tenaga
kependidikan yang mempunyai peran, tugas, serta tanggung
jawab yang besar terhadap anak-anak
muda calon pemimpin bangsa negara
Indonesia. Penelitian ini menggunakan
metode kualitiatif yang merupakan
penelitian tentang riset dan bersifat
deskriptif, sehingga dapat diperoleh hasil
penelitian yang berupa 1. Profesi seorang
guru 2. syarat menjadi guru 3. Tugas dan
fungsi guru 4. kompetensi guru 5.
organisasi dan kode etik guru.

Suatu pendidikan sangatlah penting bagi kehidupan manusia, karena melalui
pendidikanlah manusia dapat terangkat derajatnya. Guna untuk meningkatkan
kualitassumber daya manusia, pendidikan mempunyai peran dan tugas yang sangat
strategis. Melalui sebuah pendidikan manusia akan dapat menjalani kehidupannya
serta dapat merencanakan kehidupan untuk kedepannya secara yakin dan matang
(Mushon, 2014). Jalannya suatu pendidikan karena adanya seoorang guru yang
senantiasa membimbing, mengajar, dan mendidik anak didiknya. Guru merupakan
tenaga kependidikan yang mempunyai
peran dan tanggung jawab yang sangat
besar serta mulia.Dalam rangka untuk
meningkatan kompetensi guru yang
kompeten serta professional maka
diharuskan bagi calon-calon guru untuk
mempelajari dan melaksanakan tugas dan
fungsi guru dengan benar. Disamping itu,

12

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

calon guru juga diwajibkan untuk menguasai 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh
seorang guru. Kompetensi tersebut ialah kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Profesi menjadi guru
juga memiliki kode etik yang harus diterapkan bagi seluruh tenaga kependidikan
termasuk guru di seluruh Indonesia. Di Indonesia Kode etik guru belum
terealisasikan dengan baik pada kehidupan sehari-hari. Akibatnya, banyak guru
yang belum dengan kode etik seoorang guru. Kode etik jabatan merupakan
ketentuan-ketentuan yang mengatur tingkah laku seseoorang yang berhubungan
dengan profesinya seperti yang diharapkan oleh masyarakat maupun negara.
Sehingga dengan adanya kode etik guru ini diharapkan dapat memajukan
pendidikan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang hakikat
profesi guru yang professional, sehingga dengan adanya guru yang professional
pendidikan di Indonesia dapat lebih maju dan berkembang dengan baik dan
maksimal.

Profesi berasal dari bahasa latin yaitu “Proffesio” yang mempunyai dua
makna, yaitu janji dan pekerjaan. Menurut Kunandar profesi diartikan sebagai suatu
pekerjaan atau jabatan tertentu yang mengharuskan seseoorang memiliki ilmu
pengetahuan serta keterampilan yang dimana ilmu pengetahuan serta keterampilan
tersebut diperoleh melalui sebuah pendidikan akademis yang intensif (Hasanah,
2012). Guru merupakan komponen utama dalam proses kegiatan belajar mengajar
yang ikut serta untuk membentuk kualitas sumber daya manusia yang lebih maju,
cerdas, dan berbakat. Menurut para ahli guru profesional merupakan orang yang
mempunyai tanggung jawab dan wewenang atas anak didiknya baik secara klasikal
maupun individual, di sekolah maupun di luar sekolah (Hamid, 2017).
Syarat Menjadi Seorang Guru
1. Berdasarkan uundang-undang nomor 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah

Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005 bab VI tentang standar pendidikan
dan tenaga kependidikan pasal 28, syarat menjadi guru diantaranya:
Menjadi seoorang guru harus mempunyai kompetensi dan kualifikasi akademik
sebagai agen pembelajaran. Selain itu, menjadi seoorang guru harus sehat

13

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

rohani dan jasmani, serta memiliki kemampuan untuk dapat mewujudkan tujuan
pendidikan nasional.
2. Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud pada ayat 1 tingkat pendidikan
minimal yang harus ditempuh untuk menjadi seoorang guru harus dibuktikan
dengan ijazah atau sertifikat keahlian yang relevan dan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang sesuai.
3. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan sekolah dasar,
pendidikan sekolah menengah, dan pendidikan anak usia dini meliputi
kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional,
kompetensi sosial.
a. Kompetensi pedagogik
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang berkaitan dengan pola
pemahaman siswa dan pengelolaan pembelajaran yang mendidik dialogis. Dalam
Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang standar pendidik dan kependidikan,
dikemukakan bahwa kompetensi pdagogik merupakan kemampuan guru dalam
pengelolaan pembelajaran siswa yang sekurang-kurangnya meliputi: pemahaman
terhadap seoorang siswa, pemanfaatan teknologi pembelajaran, pelaksanaan
pembelajaran yang mendidik dan dialogis, evaluasi hasil belajar, pemahaman
wawasan atau landasan kependidikan perancangan pembelajaran, dan
pengembangan siswa (Maya, 2017).
b. Kompetensi kepribadian
Menurut undang-undang guru dan dosen kepribadian guru adalah kompetensi
yang berikaitan dengan sikap, yaitu berakhlak mulia, arif, dan berwibawa bagi
peserta didiknya. Kompetensi kepribadian merupakan salah satu komponen utama
yang harus dimiliki oleh setiap guru maupun tenaga kependidikan, karena
kompetensi kepribadian menyangkut akhlak yang baik. Guru merupakan sosok
yang harus digugu dan ditiru dengan kata lain guru merupakan contoh teladan bagi
peserta didiknya (Huda, 2017)

14

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

Menurut Cece Wijaya karakteristik kompetensi kepribadian guru dalam proses
kegiatan belajar mengajar meliputi:

1) Dapat berpikir logis
2) Peka terhadap perubahan dan pembaharuan
3) Adil, jujur, dan objektif
4) Dapat bekerja secara konsisten dan teratur
5) Disiplin dalam melaksanakan tugas
6) Berusaha untuk memperoleh hasil yang terbaik
7) Ulet dan tekun bekerja
8) Bersifat terbuka, kreatif, dan berwibawa
9) Simpatik, luwes, bijaksana, dan sederhana dalam bertindak (Cece Wijaya,

1994)
c. Kompetensi sosial

Kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari
masyarakat untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan siswa,
sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali siswa, dan masyarakat
sekitar (Jamin, 2018).

Berikut hal-hal yang harus dimiliki oleh seoorang guru sebagai makhluk sosial:
1) Dapat me-manajemenkan hubungan antara sekolah dan masyarakat
2) Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif
3) Menjadi agen perubahan social
4) Ikut berperan aktif dalam masyarakat
d. Kompetensi professional
Menurut undang-undang tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3
butir c dijelaskan bahwa komptensi profesional adalah menguasai materi
pembelajaran yang sudah ditetapkan yang dimana jika guru dapat menguasai materi
pembelajaran yang akan diajarkan oleh peserta didik, maka dapat membantu peserta
didik memenuhi standar kompetensi yang sudah ditetapkan dakan Standar Nasional
Pendidikan (Dudung, 2018). sangatlah penting bagi peserta didik, karena
lingkungan atau suasana belajar yang nyaman dapat membantu mengoptimalkan
anak menerima materi pembelajaran dari guru.

15

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

e. Evaluasi
Dalam rangka untuk mengetahui perkembangan belajar anak, maka perlu
diadakannya sebuah evaluasi. Evaluasi merupakan proses kegiatan yang
bertujuan untuk mengumpulkan dan mengetahui pencapaian tujuan program
pembelajaran yang telah dilaksanakan. Setelah evaluasi sudah dilakukan maka
akan diambil sebuah keputusan untuk menindak lanjuti keputusan berikutnya
(Hazmi, 2019)

D. Tugas Pokok Guru Berdasarkan Undang- Undang

Guru merupakan the key actor in the learning. Dalam hal ini guru memiliki
peran yang sangat vital dan fundamental dalam membimbing, mengarahkan, dan
mendidik peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru berperan sangat penting
karena sebaik apapun kurikulum dan sistem pendidikan yang ada, tanpa didukung
mutu guru yang memenuhi syarat, akan menjadi sia-sia. Sebaliknya, dengan guru
yang bermutu, kurikulum dan sistem yang tidak baik sekalipun, akan tertopang.
Keberadaan guru bahkan tidak tergantikan oleh siapa pun, termasuk teknologi
canggih.

Tugas guru sebenarnya merupakan pengabdian baik yang terkait dengan
dinas maupun di luar. Secara luas ada tiga jenis tugas guru, yakni: (1). Tugas terkait
bidang profesi, (2). Tugas terkait kemanusiaan, dan (3). Tugas terkait dalam bidang
kemasyarakatan

1. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih.
Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup dan
kehidupan. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan
keterampilan-keterampilan pada siswa.

2. Tugas pokok dan fungsi guru dalam bidang kemanusiaan adalah memposisikan
dirinya sebagai orang tua ke dua. Dimana ia harus menarik simpati dan menjadi
idola para siswanya. Adapun yang diberikan atau disampaikan guru hendaklah

16

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

dapat memotivasi hidupnya terutama dalam belajar.Bila seorang guru berlaku
kurang menarik, maka kegagalan awal akan tertanam dalam diri siswa.

Guru adalah posisi yang strategis bagi pemberdayaan dan pembelajaran
suatu bangsa yang tidak mungkin digantikan oleh unsur manapun dalam
kehidupan sebuah bangsa sejak dahulu. Semakin signifikannya keberadaan
guru melaksanakan peran dan tugasnya semakin terjamin terciptanya
kehandalan dan terbinanya kesiapan seseorang.

Dengan kata lain potret manusia yang akan datang tercermin dari potret guru
di masa sekarang dan gerak maju dinamika kehidupan sangat bergantung dari
“citra” guru di tengah-tengah masyarakat.

Usaha membantu kearah ini seharusnya diberikan dalam rangka pengertian
bahwa manusia hidup dalam satu unit organik dalam keseluruhan
integralitasnya seperti yang telah digambarkan di atas. Hal ini berarti bahwa
tugas pertama dan kedua harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu.
Guru seharusnya dengan melalui pendidikan mampu membantu anak didik
untuk mengembangkan daya berpikir atau penalaran sedemikian rupa sehingga
mampu untuk turut serta secara kreatif dalam proses transformasi kebudayaan
ke arah keadaban demi perbaikan hidupnya sendiri dan kehidupan seluruh
masyarakat di mana dia hidup.

3. Tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai warga negara
yang baik, turut mengemban dan melaksanakan apa-apa yang telah digariskan
oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 dan GBHN

Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) Nomor 14 tahun 2015 pasal 1 ayat
(1) menyatakan guru adalah pendidik professional dengan tugas utama guru
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal,
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Pasal 6 UUGD nomor 14 tahun 2015
menyatakan kedudukan guru sebagai tenaga professional bertujuan untuk

17

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan

nasional.

Untuk Penjelasan lebih detail silahkan melihat

Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 tahun 2015

dengan mengakses link berikut: https://s.id/-ZsFG

atau scan QR code disamping Pindai Aku

Intinya guru bertugas melaksanakan sistem pendidikan nasional demi terwujudnya
tujuan pendidikan nasional yaitu “berkembangnya potensi peserta didik agar

menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara
yang demokratis dan bertanggung jawab”. Atas dasar tanggungjawabnya yang

besar pemerintah telah menerbitkan Permendikbud Nomor 15 tahun 2018 tentang

pemenuhan beban kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang

menyebutkan kegiatan-kegiatan yang harus dijalankan oleh guru yang sebenarnya

merupakan tugas dan fungsi guru.

Guru merupakan salah satu komponen terpenting dalam pendidikan, dimana

guru memegang peranan yang sangat vital dalam penyelengaraan pendidikan

formal pada khususnya. Demi terselenggaranya pendidikan yang baik, guru sebagai

bagian didalamnya dituntut untuk memiliki kualifikasi sesuai dengan standar yang

telah ditetapkan pemerintah serta menguasai kompetensi pedagogik,

profesionalisme, kepribadian dan sosial seperti yang diatur dalam Permendiknas

No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi

Guru.

Selain tuntutan tersebut, lebih jauh guru berkewajiban untuk menjalankan tugas

dan fungsinya sebagai pelaksana pendidikan tersebut. Tugas guru ini dijelaskan

dalam Bab XI Pasal 39 Ayat (2) Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang

Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 20 Undang-Undnag No. 14 Tahun 2005

tentang Guru dan Dosen serta Pasal 52 Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun

2008 tentang Guru yakni :

1. Merencanakan pembelajaran

2. Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu;

18

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

3. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
4. Membimbing dan melatih peserta didik / siswa;
5. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
6. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang sesuai;

dan
7. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi

secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, tugas guru secara lebih terperinci dijelaskan dalam Permendiknas
No. 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan
Angka Kreditnya, diantaranya :
1. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
2. Menyusun silabus pembelajaran;
3. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran;
5. Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
6. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaaran di

kelasnya;
7. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
8. Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan

hasil penilaian dan evaluasi;
9. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi

tanggungjawabnya (khusus guru kelas);
10. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar

tingkat sekolah/ madrasah dan nasional;
11. Membimbing guru pemula dalam program induksi;
12. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran;
13. Melaksanakan pengembangan diri
14. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif; dan
15. Melakukan presentasi ilmiah.

19

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

Tugas besar dan mulia lainnya adalah mensukseskan implementasi
kurikulum nasional yaitu kurikulum 2013 dan mencapai tujuan kurikulum 2013.
Tujuan kurikulum 2013 mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap
spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Keempat
kompetensi tersebut dapat dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler. Permendikbud nomor 15 Tahun 2018
sebenarnya mengatur tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dalam 12 minggu
adalah 40 jam terdiri dari 37.5 jam efektif dan 2.5 jam istirahat. Selanjutnya dalam
pasal 3 ayat (1) merinci kegiatan-kegiatan pokok yang perlu dilakukan guru dalam
melaksanakan beban kerja selama 37, 5 (tiga puluh tujuh koma lima) sebagai jam
kerja efektif yaitu; (a) merencanakan pembelajaran atau pembimbingan (b)
melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan; (c) menilai hasil pembelajaran
atau pembimbingan; (d) membimbing dan melatih peserta didik; dan (e)
melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok
sesuai dengan beban kerja guru.
A. Merencanakan Pembelajaran atau Pembimbingan

Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3 ayat (1) Permendikbud Nomor 15 tahun 2018 meliputi kegiatan
pengkajian kurikulum dan pengkajian program tahunan dan semester.
Kegiatan merencanakan, melaksanakan, menilai, dan melatih siswa memiliki
aktifitas yang banyak berkaitan dan erat dengan kegiatan intrakurikuler sesuai
alokasi jam mengajar. Tugas tambahan merupakan kegiatan yang dapat
setarakan dengan aktifitas jam mengajar.
1. Pengkajian Kurikulum
Pengkajian kurikulum pada satuan pendidikan merupakan salah satu kegiatan
pokok guru yang harus dilakukan secara terus menerus, komprehensif,
sistematis dan kreatif. Brady (1990) menyatakan sesungguhnya tidak terdapat
model kurikulum tunggal yang dikembangkan di level sekolah. Pengembangan
kurikulum dalam tataran praktis selalu bersifat campuran, 77ocial77ta, dan

20

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

individual. Tidak ada kurikulum tunggal yang lebih baik dari yang lain dalam
pengembangan kurikulum. Pendapat Bardy mengisyaratkan pengembangan
kurikulum merupakan keniscayaan sehingga merupakan tugas guru yang
penting.

Pengkajian kurikulum menjadi ujung tombak keberhasilan penerapan
dan pengembangan kurikulum di lapangan. Kurikulum harus diterjemahkan ke
dalam program yang lebih operasional dan mendukung pencapaian
kompetensi. Kurikulum yang berlaku saat ini adalah Kurikulum 2013 sehingga
pengkajian kurikulum sesungguhnya merupakan upaya mengembangkan
kurikulum 2013. Mendasarkan pendapat Brady di atas proses dan hasil
pengembangan kurikulum 2013 sangat dipengaruhi oleh kreatifitas guru.
Keberhasilan pelaksanaan kurikulum 2013 juga sangat dipengaruhi oleh
kreatifitas guru. Hal ini mengingat adanya perbedaan dalam mensikapi
tantangan pembelajaran abad 21 dan perkembangan kondisi masyarakat yang
melingkupi. Namun, pengembangan kurikulum merupakan suatu hal pasti
terjadi. Pengembangan kurikulum merupakan tugas pokok guru yang semakin
penting menghadapi era abad 21 dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. Perkembangan teknologi abad 21 yang cepat disertai perkembangan

tuntutan kebutuhan SDM berdaya kreatifitas tinggi membawa konsekwensi
perlunya peserta didik mempelajari banyak keterampilan baru. Pengalaman-
pengalaman baru ini perlu dipilih, diorganisir, dan dipersiapkan oleh guru,
dan ini merupakan proses pengembangan kurikulum (Tyler, 1949).
Permendikbud Nomor 37 tahun 2018 menetapkan perubahan Kompetensi
Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Kurikulum 2013 pada Pendidikan
Dasar dan Pendidikan Menengah mengindikasikan upaya mengikuti
perkembangan, tantangan dan tuntutan kompetensi abad 21. Silahkan buka
Permendikbud Nomor 37 tahun 2018 pada link https://s.id/ZuaG
b. Kedua, pengembangan kurikulum merupakan wujud pelaksanaan tugas
guru sekaligus merupakan aktifitas administrasi secara keseluruhan dengan
rentang kegiatan pokok yang perlu didokumentasikan. Saudara dapat

21

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

mencermati 8 subtansi pokok kurikulum yang potensial untuk
dikembangkan, yaitu;
1) Mengkaji ruang lingkup, kedalaman dan atau keluasan materi. Saudara

cermati apakah materi sudah cukup memadai untuk mencapai
kompetensi? Apakah materi terlalu banyak atau terlalu sedikit? Apakah
materi bersifat tidak terlalu sulit namun berpotensi memberi pemahaman
dan menantang? Penilaian keluasan materi mencakup tiga pertanyaan,
yaitu: (1) Apakah jabaran materi mendukung pencapaian semua KD?; (2)
Apakah materi dikembangkan secara proporsional sesuai dengan spiral
mengembang; dan (3) Apakah tidak ada materi yang tumpang tindih? (4)
Apakah materi mengakomodir perkembangan ilmu pengetahuan baru?
Contohnya saat ini melek komputer tidak cukup dengan mempelajari
program aplikasi terbaru namun penting mempelajari, konsep dasar TIK,
konsep jaringan, etika penggunaan, dan sebagainya yang mengarah
keterampilan abad 21.
2) Mengkaji relevansi materi dengan kompetensi sekarang maupun masa yang
akan datang. Pertama, Saudara cermati 2 apakah antara tujuan,
isi/pengalaman belajar, organisasi, dan evaluasi kurikulum memenuhi
relevansi internal dan terorganisir dengan baik? Kedua, Saudara cermati
apakah sudah mmenuhi relevansi eksternal yaitu sesuai kebutuhan
masyarakat, dunia kerja, dan perkembangan ipteks. Guru abad 21 akan
mampu menilai kemutakhiran materi apabila mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan. Pengetahuan lama lambat laun menjadi usang dan kehilangan
relevansinya sehingga perlu diisi pengetahuan-pengetahuan baru yang
mutakhir. Contoh muatan materi di kelas multimedia tentu mengarah
kepada teknologi terbaru
3) Kesesuaian materi dengan kompetensi yang hendak capai. Tugas guru
adalah memilih dan menentukan materi yang dipakai untuk mendukung
pencapaian kompetensi meliputi dimensi sikap, kepribadian, pengetahuan
dan keterampilan.

22

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

4) Mengkaji integrasi materi agar tidak tumpang tindih. Guru bertugas
mengecek apakah terjadi perulangan materi untuk suatu 79ocia tertentu
sehingga bersifat mubazir. Silahkan bandingkan materi untuk setiap
kompetensi dengan kompetensi yang lain.

5) Mengkaji urutan materi apakah mengarah pencapaian kompetensi? Saudara
perlu melakukan analisis indikator pembelajaran dan menemukan urutan
kompetensi manakah yang perlu dicapai terlebih dahulu. Apakah
memerlukan pra syarat, materi apa yang perlu dipelajari lebih dahulu?,
Apakah pengornaisasian pengorganisasian materi berangkat dari kongkrit
ke yang lebih abstrak, dan dari yang mudah ke yang lebih sulit? Contoh
untuk menguasai perkalian campuran perlu menguasai perkalian biasa dan
untuk dapat melakukan perkalian harus menguasai konsep tentang
penjumlahan.

6) Mengkaji kesinambungan materi satu dengan lainnya dan memastikan
materi bersifat berjenjang. Kesinambungan bisa secara vertical dan bisa
secara horizontal. Kesinambungan vertical bermakna pendidikan selain
untuk pengembangan potensi secara sistematis juga menjadi dasar
penyiapan memasuki jenjang yang lebih tinggi. Secara adminisratif
memudahkan alokasi waktu, mempermudah penggunaan sistem unit-unit
pembelajaran, dan menghindarkan program berulang atau tumpang tindih.
Kesinambungan horisontal melibatkan kesinambungan antar bidang studi,
misalnya untuk mempelajari beragam pengukuran suhu menggunakan skala
Fahrenheit dan Celcius diperlukan kemampuan perkalian pecahan sehingga
diperlukan dukungan matematika.

7) Mengkaji sejauhmana materi atau kompetensi sudah diartikulasikan secara
menyeluruh. Saudara bertugas memeriksa secara keseluruhan materi atau
kompetensi telah benar-benar mencerminkan kemampuan-kemampuan
yang mengarah upaya mencapai Standar Kompetensi Lulusan. Guru perlu
memastikan kompetensi dasar mengarah kepada pencapaian Standar
Kompetensi Lulusan dan memuat kompetensi inti mulai dari K1, K2, K3
dan K4 sesuai jenjang kelas.

23

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

8) Mengkaji materi atau kompetensi sejauhmana sesuai kebutuhan masa depan
(anticipated need). Peserta didik merupakan generasi yang akan berkarya di
masyarakat untuk beberapa tahun mendatang sehingga guru perlu bertindak
antisipatif.

c. Ketiga, tugas guru abad 21 adalah mencari gagasan-gagasan kreatif dan
inovatif untuk mempertinggi mutu pembelajaran. Salah satu gagasan kreatif
dan inovatif adalah upaya mengintegrasikan teknologi dalam proses
pembelajaran. Saudara bisa menengok kembali 8 domain penerapan
TPACK secara praktis pada Modul 2 Kegiatan Belajar 1. Contohnya
menerapkan model pembelajaran inovatif berbasis TIK, menggunakan
multimedia interaktif untuk meningkatkan pemahaman, menggunakan web
based learning, mengembangkan tugas-belajar tugas baru berbasis
kolaborasi memanfaatkan media sosial dan sebagainya.

2. Penyusunan Prota dilakukan engkajian Program Tahunan (Prota) dan
Program Semester (Prosem)
Penyusunan Prota dilakukan dengan memetakan alokasi waktu setiap
kompetensi yang akan dicapai selama satu tahun, sementara Prosem dengan
memetakan alokasi waktu setiap kompetensi yang akan dicapai dalam satu
semester. Tujuannya agar waktu dapat dipergunakan secara efektif dan efisien.
Anda selaku seorang guru bisa memanfaatkan aplikasi untuk menyusun Prota
maupun Prosem, sebagai bagian kegiatan untuk mengintegrasikan TIK dalam
pembelajaran pada domain penggunaan TIK untuk pengelolaan pembelajaran.
Pada konteks pembelajaran abad 21 tetap harus dipahami bahwa tklnologi hanya
merupakan alat (tool) namun sangat penting dikuasai karena ke depan dapat
membantu tugas –tugas guru. Misalnya guru menguasai software aplikasi
maupun program-program komputer untuk mempermudah di dalam mengelola
kurikulum maupun pembelajaran. Namun, penguasaan dan pemahaman
langkah-langkah penyusunan secara sistematis berguna bagi pengembangan
kompeteni diri. Guru harus menyadari teknologi hanyalah alat (tool ), namun
kunci utama pada gagasan guru (brainware).

24

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

a. Program Tahunan (Prota)
Prota memuat garis-garis besar yang hendak dicapai dalam jangka waktu
satu tahun selanjutnya menjadi acuan untuk mengembangkan program
semester, program mingguan, program harian, penyusunan silabus, dan
penyusunan RPP. Prota berisi rencana penetapan alokasi waktu dalam satu
tahun untuk mencapai tujuan (SK dan KD) yang telah ditetapkan. Penentuan
alokasi waktu dituangkan pada kolom “alokasi waktu” diisikan jumlah jam
pelajaran (JP) sesuai struktur kurikulum dan keluasan materi. Lalu apa saja
isi komponen dari Prota? Isi komponen Prota meliputi identifikasi yaitu
identitas satuan pendidikan, mata pelajaran, tahun pelajaran, standar
kompetensi, kompetensi dasar, alokasi waktu, dan bisa ditambahkan
keterangan.
Fungsi prota adalah sebagai berikut:
1) Mengorganisir pembelajaran agar bisa berjalan secara optimal.
2) Dijadikan pedoman untuk menyusun promes.
3) Dijadikan pedoman dalam menyususn kalender pendidikan.
4) Digunakan sebagai acuan untuk mengoptimalkan penggunaan
waktu efektif pembelajaran yang tersedia.
Langkah penyusunan prota
1) Menganalisis kalender pendidikan dan menyesuaikan kebutuhan
berdasarkan ciri/karakter unit satuan pendidikan Bapak/Ibu.
2) Memberikan tanda untuk hari libur, permulaan tahuan ajaran baru,
pekan/minggu efektif untuk belajar, dan jam efektif belajar setiap
minggu. Adapun hari libur yang perlu diberi tanda meliputi:

• libur akhir tahun ajaran;
• libur keagamaan;
• libur hari besar nasional; dan
• libur untuk hari khusus.
3) Memperhatikan minggu efektif guna menyusun alokasi waktu di
setiap kompetensi dasar.

25

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

4) Menetapkan alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap mata
pelajaran, kompetensi dasar, dan pokok bahasannya di pekan efektif.
Alokasi waktu yang disediakan harus sesuai dengan ruang lingkup
materi, tingkat kesulitan, pentingnya materi, dan waktu untuk
melakukan review pada materi tersebut.

Gambar 1 contoh Format Prota
Sumber: https://s.id/Zu8g

b. Program Semester (Prosem)
Prosem memuat garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan
dan dicapai dalam satu semester. Prosem merupakan penjabaran lebih lanjut dari

26

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

Prota. Isi komponen dari Prosem meliputi identifikasi seperti identitas mata
pelajaran, kelas/semester, tahun pelajaran, tema/kompetensi dasar, bulan, pokok
bahasan/sub tema, waktu, dan keterangan-keterangan.
Fungsi promes adalah sebagai berikut.

1) Bisa mempermudah tugas Bapak/Ibu saat mengadakan pembelajaran
selama satu semester.

2) Mampu mengarahkan kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran
yang telah diprogram.

3) Menjadi pola dasar untuk mengatur tugas dan wewenang setiap pihak
yang ikut serta dalam pembelajaran.

4) Menjadi pedoman guru dan dalam bekerja dan belajar.
5) Menjadi tolok ukur efektivitas pada proses pembelajaran.
6) Menjadi bahan untuk menyusun data, sehingga terbentuk keseimbangan

kerja.
7) Mampu menghemat waktu, tenaga, biaya, dan alat penunjang karena

pembelajaran bisa berlangsung secara efektif dan efisien.
langkah-langkah penyusunannya sebagai berikut:
1) Menelaah kalender pendidikan dan ciri khas satuan pendidikan meliputi

jenis, jenjang, dan kebijakan daerah karena berbeda alokasi waktunya.
Contohnya antara PAUD, SD, SMP, dan SMA berbeda alokasi waktunya,
setiap kabupaten kota dan atau propinsi belum tentu memiliki kalender
pendidikan yang sama.
2) Silahkan Saudara menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran,
minggu pembelajaran efektif, dan waktu-waktu pembelajaran efektif per
minggunya. Anda akan mengetahui jumlah Hari Belajar Efektif (HBE) dan
jumlah Jam Belajar Efektif (JBE) dalam setiap bulan, setiap semester dan
setiap tahun. Cobalah Saudara praktekkan sehingga diketahui HBE dan
JBEnya.
3) Menghitung jumlah jam pelajaran (JP) sesuai ketentuan yang terdapat dalam
struktur kurikulum yang berlaku. Contoh jam pelajaran (JP) tematik =

27

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

beban belajar 1 minggu–beban belajar muatan Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti. JP tematik kelas dalam 1 minggu berarti = 30 JP-4JP = 26 JP.
4) Mendistribusikan alokasi waktu yang tersedia untuk suatu kompetensi
dasar/sub tema dengan mempertimbangkan waktu untuk penilaian dan
pengkajian materi.
5) Menuangkan hasil telaah ke dalam format Prosem dengan isian komponen
meliputi; (1) identifikasi satuan pendidikan seperti mata pelajaran,
kelas/semester, dan tahun pelajaran, (2) format isian meliputi standar
kompetensi/tema, kompetensi dasar/sub tema, urutan (pembelajaran ke
berapa), alokasi waktu, kerangka waktu dalam bulan yang terinci dalam
minggu dan keterangan waktu pelaksanaan. Isian standar kompetensi/tema
dan kompetensi dasar/sub tema bisa langsung diambil dari Program
Tahunan.

Gamar 2 Contoh Format Prosem
Sumber: https://s.id/Zu8g

c. Penyusunan silabus
Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke
dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator
pencapaian kompetensi untuk penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran
pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup

28

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian,
alokasi waktu, dan sumber belajar (Kunandar, 2011).

Fungsi silabus adalah sebagai berikut
1. Memberikan informasi tentang Rencana pelaksanaan pembelajaran dan

penilaian secara sistematis, sehingga memudahkan guru dalam
pelaksanaan pembelajaran.
2. Guru dapat melihat, mengamati, menganalisis, dan memprediksi proses
pembelajaran, sehingga menjadi sebuah kerangka kerja yang terencana.
3. Suatu pedoman dalam pengembangan pembelajaran, sehingga menjadi
dasar pembuatan rencana pengelolaan pembelajaran.
4. Sebagai sumber pokok dalam upaya penyusunan rencana pembelajaran,
sehingga rencana pembelajaran dapat tersusun sesuai prosedur.
5. Alat aktualisasi kurikulum secara operasional pada satuan tingkat
pendidikan tertentu, sehingga dapat memudahkan guru dalam melakukan
tugas pembelajaran.

Guna menyusun silabus menurut Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 silabus
sekurang-kurangnya memuat:

1. Identitas
• Identitas mata pelajaran khusus apabila Saudara guru
SMP/MTs/SMPLB/Paket B dan SMA/MA/SMALB/SMK /MAK/ Paket
C/ Paket C Kejuruan)
• Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas

2. Menuliskan Kompetensi Inti
Kompetensi inti menggambarkan mengenai kompetensi dalam aspek
pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang yang harus dipelajari peserta didik
untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Permendikbud 37 Tahun
2018 tentang KI dan KD Kurikulum 2013 jenjang SDMI SMP/MTS SMA/MA

29

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

mengubah Permendikbud 24 Tahun 2016 tentang KI dan KD kuirkulum 2013
pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
3. Menuliskan Kompetensi Dasar Kompetensi dasar, merupakan kemampuan
spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait
muatan atau mata pelajaran
4. Tema (khusus SD/MI/SLB/Paket A). Pada PAUD teman dikembangkan
berdasarkan minat anak, potensi satuan PAUD atau berorientasi pada Standar
Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA).
5. Mengidentifikasi Materi Pembelajaran
Materi pokok memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan
ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian
kompetensi. Materi dasar disesuaikan tingkat perkembangan peserta didik dari
segala aspek; kebermanfaatan bagi siswa; kedalaman dan keluasannya; struktur
keilmuan; relevansi peserta didik dan tuntutan kebutuhan lingkungan serta
alokasi waktu.
6. Pembelajaran
Saudara harus merancang kegiatan pembelajaran yang melibatkan proses
mental dan fisik sehingga memberikan pengalaman bermakna. Kegiatan
mencerminkan tuntutan kompetensi dasar yang utuh, kegiatan berurutan
mencapai kompetensi dasar, kegiatan berpusat pada siswa, materi kegiatan
pembelajaran mencakup semua dimensi hasil belajar, dan kegiatan
pembelajaran memuat materi yang harus dikuasai dengan jelas. Guru harus
mengakomodir karakteristik siswa abad 21 yaitu mengembangkan kegiatan
berpusat pada peserta didik, berfokus pengembangan keterampilan belajar di
era digital, berorientasi pengembangan keterampilan seperti komunikasi,
kolaborasi, berpikir kritis dan kreatifitas. Kegiatan sedapat mungkin
memanfaatkan modalitas dan preferensi belajar siswa abad 21 namun tetap
melibatkan peserta didik untuk aktif terlibat bereksplorasi, bekerjasama,
mencipta, berbagi secara langsung maupun menggunakan jejaring media
sosial, dan berpartisipasi memproduksi pengetahuan. Aktifitas tidak selalu di

30

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

dunia maya namun perlu digabungkan dengan aktifitas berbasis kegiatan yang
melibatkan aktifitas interaksi dengan lingkungan nyata.

7. Penilaian
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan

berdasarkan indikator. Di dalam kegiatan penilaian ini terdapat tiga komponen
penting yang harus jelas yaitu; (a) teknik penilaian, (b) bentuk instrumen, dan
(c) contoh instrumen. Penilaian pembelajaran abad 21 bisa menggunakan;
a. Penilaian otentik sesuai materi dan keterampilan yang sedang dipelajari.

Instrumennya bisa menggunakan daftar ceklist, skala sikap, rubrik
penilaian produk, daftar periksa peringkat produk dan sebagainya
b. Penilaian portfolio untuk menilai kumpulan karya nyata dalam bentuk
fisik maupun e-portofolio (singkatan dari electronic portfolio). E-portfolio
adalah rekaman elektronik atau digital yang disusun oleh pengguna dan
biasanya disimpan di internet untuk menunjukkan kemampuan,
pencapaian dan pertumbuhan di satu atau lebih area. Catatan elektronik
bisa memuat berbagai artefak seperti grafik, audio, video, multimedia, dan
teks
c. Penilaian tradisional untuk mendemonstrasikan tingkat pengetahuan
namun sebaiknya guru lebih banyak untuk menggunakan kedua bentuk
penilaian sebelumnya. Indikator merupakan penjabaran dari kompetensi
dasar dan merupakan sub-kompetensi dasar. Indikator dirumuskan
menggunakan kata kerja operasional yang terukur dan dapat diamati
sehingga dapat dipergunakan sebagai acuan penilaiannya. Rumusan tujuan
pembelajaran diusahakan memenuhi unsur ABCD (Audience, Behavior,
Condition, Degree) (Mager, 1984) atau menurut ahli lain seperti disajikan
dalam tabel berikut.

Clark (2010) 1. Kata kerja operasional (task action verb)
2. Kondisi lingkungan

(condition/environment)
3. Standar (Standard))

31

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

Morrison et. al 1. Unsur utama ( (perilaku dan obyek materi)
(2013) 2. Unsur pendukung (kondisi dan standar)
Dick, Carey &
Carey (2015) Perilaku (B)
Kondisi (CN)
Mager (1984) Kriteria (CR)
SMART (specific, measurable, achievable,
relevant, time bound)

8. Menentukan Alokasi Waktu
Alokasi waktu adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian suatu kompetensi yang
sebelumnya telah ditentukan dengan memperhatikan yaitu minggu efektif, alokasi mata pelajaran
dan jumlah kompetensi per semester. Saudara perlu melihat kembali jumlah jam pelajaran dalam
struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun. Guru abad 21 tentu dapat menggunakan
model-modell pembelajaran abad 21 untuk efektifitas dan efisiensi waktu. Contohnya Saudara dapat
mengembangkan e-learning, pembelajaran berbantuan komputer, grup chatting, video conference
menggunakan zoom us yang gratis dan sebagainya. i) Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar
merupakan segala sesuatu yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Sumber belajar
dikatagorikan meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan lingkungan. Sumber belajar ada yang
harus dirancang (by design) dan memanfaatkan sumber belajar yang ada (by utilization). Saudara
adalah guru abad 21 sehingga sumber belajar dalam format digital dapat dimanfaatkan, tentunya
perlu Anda seleksi, kemas dan didesain menggunakan prinsip-prinsip disain pesan sehingga
menarik.

Prinsip Pengembangan Silabus

1. Ilmiah; Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus
harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

2. Relevan; Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi
dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial,
emosional, dan spritual peserta didik.

3. Sistematis; Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara
fungsional dalam mencapai kompetensi.

4. Konsistensi; Adanya hubungan yang konsisten antara kompetensi dasar,
indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem
penilaian.

32

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

5. Kecukupan; Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber
belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi
dasar.

6. Aktual & Kontekstual; Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar,
sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu,
teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.

7. Fleksibel; Keseluruhan komponen silabus dapat mengako-modasi keragaman
peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan
tuntutan masyarakat.

8. Menyeluruh; Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi
(Kognitif, afektif, Psikomotor) atu sesuai degan esensi mata pelajaran masing-
masing.

Gambar 3 Contoh silabus
Sumber : https://s.id/-Ztzq

d. Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tah un

2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan
RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan

33

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).
RPP yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema
mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. Peraturan
pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 20 menyatakan bahwa: ”Perencanaan
proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran
yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode
pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Peraturan Menteri
Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014
Tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah
pasal 3 ayat (2) menyatakan RPP disusun mengacu pada silabus dengan
prinsip-prinsip:
1) Memperhatikan perbedaan individual peserta didik;
2) Partisipasi peserta didik;
3) berpusat pada peserta didik; d. Berbasis konteks;
4) Berorientasi kekinian;
5) mengembangkan kemandirian belajar;
6) Memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran;
7) Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau

antarmuatan
8) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Berikut merupakan prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan ketika
menyusun RPP yaitu;
1) Memperhatikan perbedaan individual Peserta didik memiliki karakteristik

yang tidak sama seperti kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat,
potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar,
kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai,
dan/atau lingkungan peserta didik. Karakteristik pesertaa didik menurut
Reigeluth (1983) menjadi acuan utama cara memanipulasi pembelajaran
selain tujuan pembelajaran dan karakteristik bidang studi. Hampir seluruh

34

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

model rancangan pembelajaran menempatkan analisis karakteristik
peserta didik sebagai langkah awal yang sangat penting. Hal perlu diingat
semua yang kita lakukan selaku guru diorientasikan untuk kemaslahatan
peserta didik.
2) Prinsip partisipasi peserta didik Partisipasi adalah keterlibatan peserta

didik dalam setiap aktifitas pembelajaran. Menurut Suryosubroto
(2002) adalah keterlibatan mental dan emosi serta fisik anggota dalam
memberikan inisiatif terhadap kegiatan-kegiatan. Melalui partisipasi
peserta didik akan berkembang rasa memiliki dan bertanggungjawab
terhadap rancangan, proses, dan hasil pembelajaran.
3) Berpusat peserta didik.
Saudara selaku guru harus mengupayakan semaksimal mungkin
kesempatan peserta didik untuk aktif mengkontruksi pengetahuannya
sendiri. Mengapa? Tentu Sauudara masih ingat kerucut pengalaman
belajar Edgar Dale di Mdul 2 Kegiatan Belajar 1 dimana semakin tinggi
keterlibatan peserta didik dalam belajar maka semakin mudah menetap
dalam ingatan jangka panjang. Selain itu dengan belajar sambil
melakukan melatih banyak keterampilan. Bukankah model model
pembelajaran abad 21 yang dianjurkan juga demikian? Secara
psikologis Saudara juga memahami peserta didik abad 21 itu memiliki
rentang perhatian pendek sehingga kurang cocok mengikuti
pembelajaran yang sekedar mengingat fakta-fakta tanpa ada
keterlibatan fisik maupun mental. Silahkan Saudara pelajari
pembelajaran neuroscience Modul 3 Kegiatan Belajar 2 bahwa
pengalaman langsung merupakan hal penting untuk membantu
memindahkan dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang
dan sekaligus merangsang terjadinya anyaman intelektual (koneksi
antar sel neuron otak).
4) Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk
mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan,
dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan. Pembelajaran abad 21

35

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

menuntut partisipasi aktif seluruh warga sehingga peserta didik perlu
dipersiapkan dapat menjadi produsen pengetahuan, bukan hanya
konsumen. Menurut hasil survei tingkat literasi Indonesia menempati
ranking 60 dari 61 negara yaitu di bawah Thailand (ranking 59) dan di
atas Botswana (ranking 61) (Miller & Mc. Kenna, 2016). Peran
Saudara sangat penting namun terpenting dapat dimulai dari kehadiran
Saudara menjadi teladan dalam hal membaca termasuk bahan-bahan
digital sehingga sekaligus menjadi contoh di dalam mempergunakan
perangkat smartphone. Saudara dapat mulai mengajak peserta didik
untuk membaca bacaan yang disukai, memberi kesempatan
menceritakan kembali, dan menuliskan cerita sesuai versinya sendiri.
5) Pemberian umpan balik dan tindaklanjut RPP RPP harus memuat
rancangan program pemberian umpan balik dan tindak lanjut. Umpan
balik bisa bernilai positif, mengandung penguatan, pengayaan, dan
remedi. Remedial itu bukan sekedar menguji ulang namun usaha
mempersiapkan program yang dapat membantu peserta didik
mencapai kompetensinya. Terkait abad 21 umpan balik sebaiknya
tidak hanya terkait penguasaan materi namun termasuk umpan balik
terhadap cara belajar agar dapat menerapkan strategi belajar secara
efektif. Hasil penelitian (Fyfe & Decaro, 2015) menunjukkan anak-
anak dengan kemampuan memori kerja (working memory) rendah
lebih mendapatkan manfaat dari umpan balik mengenai dampak
pembelajaran daripada umpan balik mengenai strategi belajarnya,
sementara anak dengan memori kerja lebih tinggi bisa mendapatkan
manfaat dari kedua jenis umpan balik.
6) Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian
kompetensi, tujuan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar dalam
satu keutuhan pengalaman belajar. RPP dirancang untuk memberikan
pengalamn belajar yang bermakna sehingga perlu ada jaminan
keterpaduan sebagai suatu skenario pembelajaran sehingga

36

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dipelajari merupakan
pengetahuan yang utuh atau bulat. Contoh sebuah rumusan tujuan
pembelajaran berbunyi “melalui contoh yang diberikan guru peserta
didik dapat mendemonstrasikan cara menyiram tanaman dengan
benar”. Metode pembelajaran yang dipergunakan metode ceramah
dengan penilaian tes obyektif. Berdasarkan kondisi tersebut ada
ketidak sesuaian dan keterpaduan antara tujuan pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, dan penilaian.
7) Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas
mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya. Kenapa
demikian? Pembelajaran tematik terpadu memberikan kesempatan
peserta didik belajar sesuai minat dan kebutuhan, kesempatan
mempelajari sesuatumelalui beragam sudut pandang, dan menyentuh
beragam aspek belajar seperti kogntifi, afektif dan psikomotorik.
Dengan demikian K1, K2, K3, dan K4 dari kurikulum 2013 lebih
mudah tercapai. Keragaman budaya penting disampaikan sejak dini
mengingat peserta didik di masa hidupnya kelak akan berhubungan
dengan beragam manusia dari latar belakang budaya yang berbeda
sehingga dapat menyesuaikan diri. Hasil penelitian (Teacher, 1997)
menunjukkan pembelajaran terpadu sebenarnya merupakan praktek
budaya untuk memahami beragam tujuan, ide, dan bahasa. Tentu
Saudara sepakat pemahaman keragaman budaya sangat penting bagi
Indonesia yang majemuk agar peserta didik kelak dapat merawat
kebhinekaan tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
8) Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis,
dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
RPP harus memperlihatkan adanya penerapan TIK dengan beberapa
alasan; (a) peserta didik adalah generasi z yang memiliki kegemaran dan
modalitas belajar berbasis TIK, (b) potensi peserta didik perlu disalurkan dan
disibukkan dengan penggunaan TIK untuk belajar yang dikolaborasikan dengan

37

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

aktifitas nyata, (c) TIK memiliki nilai potensi pencapaian pembelajaran yang
lebih menarik, menantang, efisien, dan efektif asalkan diintegrasikan sebagai
bagian dari sistem pembelajaran.

Penyusunan RPP menurut Permendikbud nomor 22 tahun 2016 didasarkan
KD atau subtema yang dilaksanakan satu kali pertemuan atau lebih. Komponen
RPP terdiri atas; 1. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan; 2. Identitas
mata pelajaran atau tema/subtema; 3. Kelas/semester; 4. Materi pokok; 5.
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan
beban belajar dengan mempertimbangkan. Silahkan buka Permendikbud Nomor
22 Tahun 2016 di https://s.id/Zu9L

Penyusunan RPP menurut Permendikbud nomor 22 tahun 2016 didasarkan
KD atau subtema yang dilaksanakan satu kali pertemuan atau lebih. Komponen
RPP terdiri atas;
a) Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
b) Identitas mata pelajaran atau tema/subtema
c) Kelas/semester;
d) Materi pokok;
e) Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD

dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang
tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
f) Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan
menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g) Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h) Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang
relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan
indikator ketercapaian kompetensi;
i) Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang
disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai.

38

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

Metode pembelajaran dipilih mempertimbangkan karakteristik peserta
didik, karakteristik materi dan tujuan pembelajaran;
j) Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk
menyampaikan materi pelajaran. Saudara bisa menggunakan panduan
model ASSURE dalam penggunaan media yaitu; Analisis karakteristik
peserta didik (Analyze learner), menyatakan tujuan (State objective),
memilih metode dan media (Select methods and media), Penggunaan media
(Utilize media), melibatkan peserta didik berinteraksi dengan media
(Require learner participation), melakukan evaluasi (Evaluation).
k) Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam
sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan/sumber belajar dapat
dikatagorikan pesan, bahan, alat, teknik, dan lingkungan (POBATEL);
l) Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan,
inti, dan penutup yang secara lengkap akan dipaparkan pada bagian tugas
melaksanakan pembelajaran. Proses pembelajaran dituntu mengembangkan
literasi (baca tulis, numerasi, sains, finansial, digital, dan budaya dan
kewarganegaraan), nilai-nilai karakter, kebiasaan membaca, dan
mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order
Thingking Skills/HOTS);
m) Penilaian hasil pembelajaran. Penilaian difokuskan kepada hasil maupun
proses melibatkan peserta didik. Penilaian diusahakan dapat melatihkan
peserta didik untuk mampu memonitoring dan menilai efektifitas strategi
dan kemajuan belajarnya sendiri atau mengarah assessment as learning.

Langkah-langkah menyusun RPP (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007):

1. Menuliskan Identitas Mata Pelajaran, yang meliputi: sekolah; mata pelajaran;
tema; kelas/semester; alokasi waktu.

39

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

2. Menuliskan Standar Kompetensi. SK merupakan kualifikasi kemampuan
minimal siswa yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan
keterampilan yang diharapkan dicapai pada suatu mata pelajaran.

3. Menuliskan Kompetensi Dasar. KD adalah sejumlah kemampuan yang harus
dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan
penyusunan indikator kompetensi.

4. Menuliskan Indikator Pencapaian Kompetensi. Indikator kompetensi adalah
perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan
ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata
pelajaran.

5. Merumuskan Tujuan Pembelajaran. Tujuan pembelajaran menggambarkan
proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa sesuai dengan
kompetensi dasar. Tujuan pembelajaran dibuat berdasarkan SK, KD, dan
Indikator yang telah ditentukan.

6. Materi Ajar. Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang
relevan, dan ditulis dalam bentuk peta konsep sesuai dengan rumusan indikator
pencapaian kompetensi.

7. Alokasi Waktu. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk
pencapaian KD dan beban belajar.

8. Menentukan metode pembelajaran. Metode pembelajaran digunakan oleh
guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa
mencapai KD atau indikator yang telah ditetapkan.

9. Penilaian Hasil Belajar. Prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar
disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada
standar penilaian.

10. Menentukan Media/Alat/Bahan/Sumber Belajar. Penentuan sumber belajar
didasarkan pada SK dan KD, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan
indikator pencapaian kompetensi.

11. Merumuskan kegiatan pembelajaran seperti di bawah ini

40

Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21


Click to View FlipBook Version