136
Muhammad Yaman seorang pendidik, Djamaludin
Adinegoro seorang sastrawan terkemuka, Ramana Usman
Pelopor Korps diplomatik Indonesia. Selain itu saudara
sepupunya Mohammad Amir juga merupakan tokoh
pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Mohammad Yamin mendapatkan pendidikan
dasarnya di Hollandsch-Inlandsche School ( HIS ) di
Palembang, kemudian melanjutkan ke Algemeene
Middelbare School ( AMS ) di Yogyakarta. Di AMS
Yogyakarta ia mulai mempelajari sejarah purbakala dan
berbagai bahasa seperti Yunani, Latin dan Kaei. Namun
setelah tamat, niat untuk melanjutkan pendidikan ke Leiden
Belanda harus diurungkannya karena ayahnya meninggal
dunia. Ia kemudian menjaalani kuliah di Rechtshoogeschool
te Batavia ( Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta, yang
kemudian menjadi Fakulta Hukum Universitas Indonesia,
dan memperoleh gelar Meester in de Rechten ( Sarjana
Hukum ) pada tahun 1932.
Pada Tahun 1937 Mohammad Yamin menikah
dengan Siti Sundari, putri seorang bangswan dari
Kadilangu, Demak, Jawa Tengah. Mereka dikaruniai satu
orang anak diberi nama Dang Rahadian Sinayangsih
Yamin. Kemudian pada tahun 1969 Mohammad Yamin
melangsungkan pernikahan dengan Gusti Ayu Retno Satuti,
putri tertua dari Mangkunegoro VIII
Karya-karya Mohammad Yamin yaitu
• Tanah Air Puisi , 1922
• Indonesia Tumpah Darahku, 1928
• Kalau Dewasa Tara Sudah Berkata ( Drama ) , 1932
• Ken Arok dan Ken Dedes ( Drama ), 1934
• Sedjarah peperangan Dianegara, 1945
• Tan Malaka, 1945
137
• Gadjah Mada ( Novel ), 1948
• Sapta Dharma, 1950
• Revolusi Amerika, 1951
• Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia, 1951
• Bumi Siliwangi, 1954
• Kebudayaan Asia-Afrika, 1955
• Konstitusi Indonesia dan Gelanggan Demokrasi, 1956
• 6000 tahun Sang Merah Putih, 1958
• Naskah Persiapan Undang-undang Dasar, 1960, 3
Jilid
• Ketatanegaraan Majapahit, 7 Jilid
2. Perjuangan / Kontribusi Tokoh
Muhammad Yamin memulai karirnya sebagai
seorang penulis pada decade 1920-an semasa dunia sastra
Indonesia mengalami perkembangan. Karya-karya
terawalnya masih terikat pada bentuk bentuk bahasa melayu
klasik.
Pada tahun 1922, Mohammad Yamin muncul untuk
pertama kalinya sebagai penyair dengan puisinya, Tanah
Air, yang dimaksud Tanah Airnya yaitu Minangkabau di
Sumatra. Tanah Air merupakan himpunan puisi modern
Melayu pertama yang pernah diterbitkan.
Selanjutnya Mohammad Yamin menulis yang kedua
yaitu Tumpah Darahku, tulisan ini muncul pada tanggal 28
Oktober 1928. Karya ini sangat penting dari segi sejarah,
karena pada waktu itulah Mohammad Yamin dan beberapa
orang pejuang kebangsaan memutuskan untuk menghormati
satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia yang
tunggal. Dramanya ken Arok dan Ken Dedes yang
berdasarkan sejarah Jawa, muncul juga pada tahun yang
sama.
138
Dalam puisinya Mohammad Yamin banyak
menggunakan bentuk soneta yang dipinjamnya dari
literature Belanda. Walapun Mohammad Yamin melakukan
banyak eksperimen bahasa dalam puisi-puisinya, ia masih
lebih menepati norma-norma klasik Bahasa Melayu,
berbanding dengan generasi-generasi penulis yang lebih
muda.Ia juga menerbitkan banyak Drama, Esai, Novel
sejarah, dan puisi. Ia juga menterjemahkan karya-karya
William Shakespeare ( Drama Julius Caesar ) dan
Rabindranath Tagore.
Bidang Politik, Karier politik Mohammad Yamin
dimulai ketia ia masih menjadi mahasiswa di Jakarta.
Ketika iti ia bergabung dalam organisasi Jong Sumatranen
Bond dan menyusun ikrar Sumpah Pemuda yang dibacakan
pada Konggres Pemuda ke-II. Dalam Ikrar tersebut ia
menetapkan Bahasa Indonesia, yang berasal dari Bahasa
Melayu, sebagai bahasa nasional Indonesia. Organisasi
Indonesia Muda, Mohammad Yamin mendesak supaya
bahasa Indonesia dijadikan sebagai alat pemersatu.
Kemudia setelah kemerdekaan, Bahasa Indonesia menjadi
Bahasa resmi serta utama dalam kesusasteraan Indonesia.
Pada tahun 1932 Mohammad Yamin memperoleh
Gelar Sarjana Hukum, ia kemudian bekerja dalam bidang
hukum di Jakarta hingga tahun 1942. Pada tahun yang sama
Mohammad Yamin tercatat sebagai anggota Partindo.
Setelah Partindo bubar, bersama dengan Adenan Kapau
Gani dan AmirSjarifuddin, mendirikan Gerakan Rakyat
Indonesia ( Gerindi ). Pada Than 1939 ia terpilih sebagai
anggota Volksraad.
Semasa pendudukan Jepang ( 1942 – 1945 ),
Mohammad Yamin bertunag pada pusat Tenaga Rakyat
(PUTERA), sebuah organissi nasionlis yang disokong oleh
pemerintah Jepang Pada tahun 1945, ia terpilih sebagai
139
Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemedekaan
Indonesia ( BPUPKI ). Dalam siding BPUPKI Mohammad
Yamin banyak memainkan peran. Ia berpendapat agar hak
asasi manusia dimasukkan ke dalam konstitusi Negara. Ia
juga mengusulkan agar wilayah Indoesia pasca
kemerdekaan mencakup Serawak, Sabah, Semenanjung
Malaya, Timor Potugis, serta semua wilayah Hindia
Belanda.
Soekarno yang juga merupakan anggota BPUPKI
menyokong ide Mohammad Yamin tersebut. Setelah
kemerdekaan, Soekarno menjadi Presiden Republik
Indoesia yang pertama, dan Mohammad Yamin dilantik
untuk jabatan-jabatan yang penting dalam pemerintahannya.
Setelah Kemerdekaan, jabatan jabatan yang pernah
dipangkunya yaitu Sebagai anggota DPR sejak tahun 1950,
Menteri kehakiman ( 1951 ), Menteri pengajaran,
Pendidikan, dan Kebudayaan ( 1953 1955 ), Ketua Dewan
Perancangan Nasional dibantu tiga wakil ketua yaitu Ukar
Bratakusumah, Soekardi dan Sakirman melalui UU No. 80
tahun 1958 ( 1958 – 1962 ), Menteri Sosial dan
Kebudayaan ( 1959 -1960 ), Ketua Dewan Pengawas IKBN
Antara ( 1961 – 1962 ), dan Menteri Penerangan ( 1962 –
1963 ).
Pada saat menjabat sebagai menteri kehakiman
Mohammad Yamin membebaskan tahanan politik yang
dipenjara tanpa proses pengadilan, Tanpa grasi dan remisi,
ia mengeluarkan 950 orang tahanan yang dicap komunis
atau sosialis. Atas kebijakannya itu, ia dikritik oleh banyak
anggota DPR. Namun Mohammad Yamin berani
bertanggungjawab atas tindakannya tersebut. Kemudia di
saat menjabat Menteri Pengajaran, Pendidikan dan
Kebudayaan, Mohammad Yamin banyak mendorong
pendirian universitas universitas negeri dan swasta di
140
seluruh Indonesia. Di antara perguruan tinggi yang ia
dirikan adalah Universitas Andalas di Padang, Sumatera
Barat dan Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung,
Jawa Barat yang awal didirikan bernama Perguruan Tinggi
Pendidikan Guru I PTPG ).
3. Nilai Keteladanan Yang Dimiliki Tokoh
Muh Yamin merupakan putra terbaik bangsa
Indonesia yang sangat gigih dalam belajar dsan menuntut
ilmu. Sehingga ia tidak saja sebagai seorang ahli hukum dan
politikus, tetapi juga merupakan seorang ahli sastra atau
sastrawan ternama.
Setelah kemerdekaaan Republik Indonesia banyak
jabatan jabatan penting yang telah diembannya. Jabatan
jabatan yang pernah dipangkunya yaitu Sebagai anggota
DPR sejak tahun 1950, Menteri kehakiman ( 1951 ),
Menteri pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan ( 1953
1955 ), Ketua Dewan Perancangan Nasional dibantu tiga
wakil ketua yaitu Ukar Bratakusumah, Soekardi dan
Sakirman melalui UU No. 80 tahun 1958 ( 1958 – 1962 ),
Menteri Sosial dan Kebudayaan ( 1959 -1960 ), Ketua
Dewan Pengawas IKBN Antara ( 1961 – 1962 ), dan
Menteri Penerangan ( 1962 – 1963 ).
Pada saat menjabat sebagai menteri kehakiman
Mohammad Yamin membebaskan tahanan politik yang
dipenjara tanpa proses pengadilan, Tanpa grasi dan remisi,
ia mengeluarkan 950 orang tahanan yang dicap komunis
atau sosialis. Atas kebijakannya itu, ia dikritik oleh banyak
anggota DPR. Namun Mohammad Yamin berani
bertanggungjawab atas tindakannya tersebut. Kemudian di
saat menjabat Menteri Pengajaran, Pendidikan dan
Kebudayaan, Mohammad Yamin banyak mendorong
pendirian universitas-universitas negeri dan swasta di
141
seluruh Indonesia. Diantara perguruan tinggi yang ia dirikan
adalah Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat dan
Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung, Jawa Barat
yang awal didirikan bernama Perguruan Tinggi Pendidikan
Guru I PTPG ).
I. Roehana Koedoes
1. Biografi Tokoh.
Roehana koedoes adalah wartawati pertama
Indonesia. Pada tahun 1911, Roehana Koedoes mendirikan
sekolah Kerajinan Amal Setia di Koto Gadang, sembari
aktif di bidang pendidikan yang disenanginya, Roehna
menulis di surat kabar perempuan, Poetri Hindia.
Roehana dilahirkan di Koto Gadang desa ( nagari ),
Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada tanggal 20
Desember 1884, ayahnya Mohammad Rasjad Maharadja
adalah kepala jaksa Karesidenan Jambi dan kemudian
menjadi Medan, Roehana meninggal pada tanggal 17
Agustus 1972 di Jakarta pada Hari Ulang Tahun
Kemerdekaan RI ke-27, Roehana dimakamkan di Taman
Pemakaman Umum di Karet Bivak. Pada tahun 1974
pemerintah daerah Sumatera Barat memberikan
penghargaan kepadanya sebagai Wartawati pertama, pada
tahun 1987 mendapat penghargaan sebagai perintis Pers
Indonesia serta pada tahun 2007 memperoleh tanda Bintang
Jasa Utama.
142
Gambar 23 Profil Singkat Roehana Koedoes
Sumber: https://direktoratk2krs.kemsos.go.id/
Sejak tanggal 7 Nopember 2019, pemerintah
Indonesia mendeklarasikan Roehana Koedoes sebagai
pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden No.
120/TK/2019 dan diberikan kepada cucunya sebagai ahli
waris pada hari berikutnya.
Roehana koedoes adalah saudara tiri Sutan Sjahrir
dan saudara sepupu Agus Salim, dikenal baik sebagai
intelektual dan politisi penting dalam gerakan kemerdekaan
Indonesia, Dia juga bibi ( Mak to ) penyair Chairil Anwar,
Ruhana sangat cerdas meskipun tidak mengenyam
pendidikan formal.
Roehana belajar dari ayahnya tentang membaca dan
belajar bahasa. Ketika ayahnya ditugaskan di Alahan
Panjang, Sumatera barat, dia meminta tetangganya (
termasuk istri Jaksa lain ) dan juga isteri pejabat Belanda
atasan ayahnya untuk mengajarinya membaca dan menulis
143
dalam aksara Jawi dan latin, serta belajar keterampilan
rumah tangga seperti membuat merenda menyulam,,
menjahit, merajut yang merupakan keahlian perempuan
Belanda. Roehana juga banyak membaca majalah terbitan
Belanda yang memuat berbagai berita politik, gaya hidup,
dan pendidikan di Eropa yang sangat digemari oleh
Roehana
Setelah ibunya meninggal pada tahun 1897, ia
kembali ke koto Gadang dan menjadi semakin tertarik
untuk mengajar gadis-gadis di sana untuk belajar kerajinan
tangan dan membaca Al Quran meskipun ia sendiri masih
anak anak.
Pada tahun 1908, saat Ruhana menginjak umur 24
tahun, ia menikah dengan Abdoel Koedoes, seorang
Notaris, sehingga ia dikenal sebagai Roehana koedoes.
Abdoel koedoes sangat mendukung upaya istrinya dalam
mendidi perempuan di lingkungannya.
2. Perjuangan / Kontribusi Tokoh
Roehana adalah seorang perempuan yang
mempunyai komitmen yang kuat pada pendidikan tertutama
untuk kaum perempuan. Pada zamannya Roehna termasuk
salah satu dari segelintir perempuan yang percaya bahwa
diskriminasi terhadap perempuan, termasuk kesempatan
unutuk medapatkan pendidikan adalah tindakan semena-
mena dan harus dilawan. dengan kecerdasan, keberanian,
pengornbanan serta perjuangannya Roehana melawan
ketidak adilan untuk perubahan nasib kaum perempuan.
Walaupun Roehana tidak bisa mendapatkan
pendidikan secara formal namun ia rajin belajar dengan
ayahnya, seorang pegawai pemerintah Belanda yang selalu
membawakan Roehana bahan bacaan dari kantor.
Keinginan dan semangat belajarnya yang tnggi membuat
144
Roehana cepat menguasai materi yang diajarkan ayahnya.
Dalam umurnya yang masih sangat muda Roehana sudah
bisa menulis dan membaca, serta berbahasa Belanda. Selain
itu ia juga belajar Abjad Arab, latin dan Arab-melayu.
Pada tahun 1911, Roehana memutuskan untuk
mendirikan suatu perkumpulan pendidikan perempuan yang
telah terorganisir, bernama Kerajian Amal Setia, sekolah
yang khusus bertujuan untuk mengajarkan keterampilan
rumah tangga dan juga keterampilan di luar tugas rumah
tangga biasa, serta membaca tulisan Jawi dan Latin serta
mengelola rumah tangga. Dalam usahanya tersebut
Roehana banyak menghadapi tantangan dari berbagai
sumber yang menentang perubahan dan kemajuan kaum
perempuan. Namun berkat dukungan suaminya Abdoel
Koedoes, Roehana tetap bertahan dan akhirnya berhasil
membujuk orang untuk berpihak pada usahanya untuk
memanjukan kaum perempuan tersebut.
Akhirnya sekolah yang didirikannya tersebut
mempoeroleh pengakuan resmi dari pemerintah Hindia
belanda pada tahun 1915 dan menjadi pusat pengrajin untuk
bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda dalam
penjualan karya mereka di kota-kota besar dan luar negeri.
Sekolah ini terletak di Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV
Koto, Kabupaten Agam, dan bangunannya masih berdiri
sampai sekarang.
Sekolah kerajian Amal Setia berbagai keterampilan
untuk perempuan, keterampilan mengelola keuangan, baca-
tulis, budi pekerti, pendidikan agama dan bahasa Belanda.
Meskipun banyak rintangan dan fitnahan yang tak kunjung
benderanya seiring dengan keinginannya untuk
memanjukan kaum perempuan, rintangan tersebut justru
membuatnya tegar dan semakin yakin dengan apa yang
diperjuankannya untuk memajukan kaum perempuan.
145
Selain berkiprah di sekolahnya, Roehana juga
menjalin kerjasama dengan pemerintah Hindia Belanda
karena ia sering memesan peralatan dan kebutuhan jahit-
menjahit untuk kepentingn sekolahnya. Di samping itu
Roehana juga menjadi perantara untuk memasarkan hasil
kerajinan muridnya ke Eropayang memang memenuhi
syarat ekspor. Hal ini menjadikan sekolah Roehana berbasis
industry rumah tangga serta koperasi simpan pinjam dan
jual beli yang anggotanya semua perempuan yang pertama
di Minangkabau.
Banyak petinggi Belanda yang kagum atas
kemampuan dan kiprah Roehana. Selain menghasilkan
berbagai kerajinan juga menulis puisi dan artikel serta fasih
berbahasa Belanda. Tutur katanya setara dengan orang yang
berpendidikan tinggi, wawasannya juga luas. Kiprah
Roehana menjadi topic pembicaraan di Belanda. Berita
perjuangannya ditulis di surat kabar terkemuka dan disebut
sebagai perintis pendidikan perempuan pertama di
Minangkabau.
3. Nilai Keteladanan Yang Dimiliki Tokoh
Roehana terus bekerja di bidang pendidikan bahkan
saat menjadi jurnalis. Pada tahun 1916 Roehana diangkat
menjadi guru di sebuah sekolah untuk orang Indonesia di
Payakumbuh, Sumatera barat .Soetan Maharadja pemimpin
redaksi Oetoesan Melayoe mendengr tentang kegiatan
pendidikan Reoehana, dan pada tanggal 10 Juli 1912
terbitan pertama Soenting Melayoe, sebuat surat kabar
berbahasa Melayu dengan pembaca yang dituju yaitu utama
nya kaum perempuan, diluncurkan. Nama surat Kabar
tersebut mengacu pada Sunting, hiasan kepala tradisional
yang dikenakan oleh perempuan, tetapi juga merupakan
plesetan dari kata lain yang berarti menyunting atau
146
mengoreksi. Roehana menjadi pemimpin redaksi, dan
dibantu oleh putri Soetan Maharadja yang bernama
Zoebaidah Ratna Djuwita. Ia menyatalkan bahwa surat
kabar tersebut bertujuan untuk meningkatkaan pendidikan
perempuan Indonesia, terutama kerena sedikit dari mereka
yang bisa membaca bahasa belanda dan materi pendidikan
modern yang tersedia dalam bahasa melayu relative sedikit.
Surat kabar itu membahas issu-isu sosial saat itu,
termasuk tradisionalisme, poligami, perceraian dan
pendidikan anak perempun. Sebagian besar penyumbang
adalah istri pejabat pemerintah atau bangsawan. Akhirnya
penerbitan surat kabar yang berkelanjutan tersebut telah
mampu mengilhami penciptaan lebih banyak masyarakat
pendidikan seperti yang telah diciptakan Roehana pada
tahun 1911.
Kisah sukse Roehana di sekolah kerajinan amal setia
tidak berlangsung lama, karena pada tanggal 22 Oktober
1916 seorang muridnya yang telah dididiknya hingga pintar
berusaha menjatuhkannya dari jabatan Direktris dan
Peningmeester dengan tuduhan penyelewengan penggunaan
keuangan. Setelah Reohana menghadapai beberapa kali
persidangan yang diadakan di Bukittinggi dengan
didampingi oleh suaminya dan dukungan seluruh keluarga,
akhirnya tuduhan pada Roehana tidak terbukti. Jabatan
Roehana di sekolah kerajinan amal setia dikembalikan dan
diserahkan kembali, namun Roehana dengan halus
menolaknya dengan alasan berniat pindak ke Bukittinggi.
Di Bukittinggi Roehana mendirikan sekolah dengan
nama “ Roehana School “, Roehana mengelola sekolahnya
sendiri tanpa minta bantuan siapapun untuk menghindaari
permasalahan yang tidak diinginkan terulang kembali.
Roehana School sangat terkenaal muridnya banyak, tidak
haanya dari Bukittinggi tetapi juga drai daerah lain. Hal ini
147
tidak terlepas dari kepopuleran Roehana dengan hasil
karyannya yang bermutu dan juga jabatnnya sebaagai
pemimpin redaksi Sunting Melayu yang membuat
eksistensinya tidak diragukan lagi.
Tidak puas dengan ilmunya, di Bukittinggi Roehana
memperkaya keterampilannya dengan belajar membordir
pada orang Cina dengan menggunakan mesin jahit Singer.
Karena jiwa bisnisnya juga kuat, selain belajar membordir
Roehana juga menjadi agen mesin jahit untuk murid-
muridnya sendiri. Reohana adalah perempuan pertama di
Bukittinggi yang menjadi agen mesin jahit singer yang
sebelumnya hanya dikuasai oleh orang Tionghoa saja.
Dengan kepandaian dan kepopulerannya Roehana
mendapat tawaran mengajar si sekolah Dharma Putra. Di
sekolah ini muridnya tidak hanya perempuan tetapi ada juga
laki-laki. Roiehana diberi kepercayaan mengisi pelajaran
keterampilan menyulam dan merenda. semua gurunya
semua luluan sekolah guru kecuali Roehana yang tidak
pernah menempuh pendidikan formal, namun Roehana
tidak hanya pintar mengajar menjahit dan menyulam
melainkan juga mengajar mata pelajaran agama, budi
pekerti, Bahasa Belanda, Politik, sastra dan tehnik menulis
jurnalistik.
Perjuangan Roehana tidak hanya di dunia
pendidikan untuk memanjukan kaum perempuan saja,
melainkan juga dalam pergerakan politik. Saat Belanda
meningkatkan tekanan dan serangannya terhadap kaum
pribumi, Roehana turut membantu pergerakan politik
dengan tulisannya yang membakar semangat juang para
pemuda. Roehanapun memelopori berdirinya dapur umum
dan badan sosial untuk membantu para gerilyawan.
Roehana juga mencetuskan ide cerdas dalam
penyelundupan senjata dari kotogadang ke Bukittinggi
148
melalui Ngarai Sianok dengan cara menyembunyikannya
dalam sayuran dan buah-buahan yang kemudian dibawa ke
Payakumbuh dengan kereta api.
Hingga ajalnya menjemput Roehana terus berjuang
termasuk ketika merantau ke Lubuk Pakam dan Medan.
Roehana mengajar dan memimpin surat kabar perempuan
Bergerak. Kembali ke padang menjadi redaktur surat kabar
Radio tang diterbitkan Tionghoa-Melayu di Padang dan
surat lkabar Cahaya Sumatera.
J. Mohammad Hatta
1. Biografi Tokoh
Sosok Mohammad Hatta tidak bisa dilepaskan dari
perjuangan Kemerdekaan republik Indonesia. Beliau adalah
salah satu pemikir terhebat yang dimiliki Indonesia.
Tidak hanya dikenal sebagai Bapak proklamator,
Mohammad Haatta juga sangat dikenal sebagai Bapak
Koperasi, Bapak kedaulatan Rakyat, Bapak Perumahan
Nasional, dan bahak hak Asasi Manusia.
Seperti apa kehidupan Mohammad hatta ? Bahwa
Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada
tanggal 12 Agustus 1902, dari pasangan Muhammad Djamil
dan Siti Salheha yang berasal dari Minagkabau, ayahnya
merupakan seorang keturunan ulama tarekat di Batuhampar,
dekat Payakumbuh, Sumatera barat dan Ibunya berasal dari
keluarga pedagang di Bukittinggi, ayahnya sudah
meninggal saat Mohammad hatta berumur 7 tahun. beliau
memiliki nama asli dari orang tuanya Mohammad Athar,
Mohammad Hatta lahir dari keluarga ulama di Minagkabau.
Beliau sangat akrab dengan sapaan Bung Hatta.
149
Gambar 24 Profil Singkat Mohammad Hatta
Sumber: https://direktoratk2krs.kemsos.go.id/
Mohammad Hatta menikah dengan Rahmi Rachim
dan dikaruniai tiga orang anak yaitu Meutia Farida Hatta
Swasono, Gemala Hatta dan Halida Hatta.
Mohammad Hatta ini merupakan pejuang
kemerdekaan republik Indonesia yang kerap disandingkan
dengan Soekarno. Tidak hanya sebagai pejuang
kemerdekaan RI tetapi juga dikenal sebagai seorang
organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator,
Bapak Koperasi serta wakil Presiden pertama di Indonesia.
Semasa kecil, Mohammad Hatta menempuh
pendidikan dasar di sekolah melayu Fort de Kock,
kemudian melanjutkan ke Europeesche Lagore School
(ELS) di Padang.
Semasa dalam pendidikan tersebut, Mohammad
Hatta terkenal sebagai anak yang cerdas. Meskipun lulus
dalam seleksi ujian masuk ke HBS di Batavia, Mohammad
150
Hatta harus mengurungkan niatnya untuk belajar di HBS
karena memenuhi permintaan ibunya untuk tetap tinggal di
Padang. Akhirnya Mohammad Hatta melanjutkan sekolah
ke MULO di Padang.
2. Perjuangan / Kontribusi Tokoh
Mohammad Hatta sejak berusia 15 tahun sudah aktif
dalam organisasi, berbagai organisasi telah diikutinya, salah
satunya adalah Jong Sumatranen Bond cabang Padang, Ilmu
politiknya semakin berkembang karena sering datang ke
pertemuan-pertemuan politik. salah satu tokoh politik idola
Mohammad Hatta adalah Abdul Muis.
Setelah lulus dari MULO, beliau melanjutkan
pendidikan ke Batavia di Sekolah Tinggi Dagang Prins
Hendrik School pada tahun 1919. Setelah lulus dari sekolah
Tinggi tersebut pada tahun 1921, Mohammad Hatta pergi ke
Rotterdam untuk belajar ilmu bisnis di Nederland
Handelschogeschool, Belanda, dilansir dari Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan republik Indonesia,
Mohammad Hatta tinggal di Belanda selama 11 tahun.
Di Belanda Mohammad Hatta aktif bergabung
dalam sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di
Belanda, yaitu Indische Vereeniging. Mulanya organisasi
tersebut hanyalah merupakan organisasi pelajar, namun
segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan
pada saat tiga tokoh Indische Partij ( Suwardi Suryaningrat,
Douwes Dekker dan Tjipto Mangunkusumo ) bergabung
dengan Indische vereniging yang kemudian berubah
menjadi perhimpunan Indonesia. Salah satu dampak
aktifitasnya dalam organisasi menyebabkan Mohammad
Hatta ditangkap pemerintah Belanda, bersama dengan Nazir
St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo dan Abdul Madjid
Djojodiningrat kemudian dibebaskan setelah Mohammad
151
Hatta melakukan pidato pembelaannya yang terkenal
dengan “ Indonesia Free “.
Dalam Perhimpunan Indonesia Mohammad hatta
mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara
pada tahun 1922 dan menjadi Ketua pada tahun 1925. Pada
Saat terpilih menjadi Ketua Perhimpunan Indonesia ( PI )
Mohammad Hatta mengumandangkan bicara inagurasi yang
berjudul “ Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan
Kekuasaan “
Dalam bicaranya, Mohammad Hatta mencoba
menganalisis struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu
berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif.
Mohammad Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua
Perhimpunan Indonesia sampai tahun 1930 dengan
perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan
berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia.
Sebagai ketua Perhimpunan Indonesia saat itu pada
tahun 1926, Mohammad Hatta memimpin Konggres
Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville,
perancis, Bung Hatta mulai memperkenalkan nama
Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di
kalangan organisasi organisasi Internasional pada tahun
1927. Mohammad Hatta bergabung dengan organisasi Liga
Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan
berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal
Nehru.
Selanjutnya pada tahun 1932 Mohammad Hatta
kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi
Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan
adanya pelatihan-pelatihan.
Pada saat Soekarno diasingkan ke Ende, Flores
tahun 1933. Aksi ini ditanggapi reaksi keras oleh
152
mohammad hatta, ia mulai menulis mengenai pengasingan
Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Bung Hatta ini
kolonial Belanda mulai melihat perhatian pada organisasi
Club Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap para
pemimpin organisasi Club Pendidikan Nasional di
selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.
3. Nilai Keteladanan Yang dimiliki Tokoh
Sehari sebelum kemerdekaan dikumandangkan,
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan
rapat di rumah Laksamana Maeda. Panitia yang hanya
terdiri dari Soekarno, Bung Hatta, Soebardjo, Soekarni dan
Sayuti merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan
keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno – Hatta.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pegangsaan
Timur No. 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia
diproklamasikan oleh Soekarno dan Bung Hatta atas nama
bangsa Indonesia, dan keesokan harinya pada tanggal 18
Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Pertama
Republik Indonesia dan Muhammad Hatta sebagai Wakil
Presiden.
Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah
tersebar sampai ke Belanda. Sehingga Belanda berkeinginan
kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya
mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan
Republik Indonesia dipindah ke Yogyakarta. Ada dua kali
perundingan dengan Belnda yang menghasilkan perjanjian
Linggarjati dan Perjanjian Reville. Namun kedua perjanjian
tersebut berakhir kegagalaan, karena Belanda mengingkari-
nya.
Pada bulan Juli 1947 Hatta mencari bantuan ke India
dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi.
India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes
153
terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada siding
PBB.
Perjuangan akyat Indonesia tidak sia-sia, pada
tanggal 27 Desember 1949, Ratu Juliana memberikan
pengakuan atas kemerdekaan Indonesia.
Dalam buku Bung Hatta di Mata Tiga Putrinya
(2015) oleh Meutia Farida Hatta, Mohammad Hatta
merupakan orang Indonesia yang mengoleksi buku sejak
berusia 16 tahun. Dari situ, koleksi bukunya semakin
bertambah. Bahkan selama sebelas tahun tinggal di
Belanda, Mohammad Hatta merupakan mahasiswa yang
memiliki koleksi buku terbanyak diantara mahasiswa yang
lainnya.
Koleksi buku Mohammad Hatta mulai dari ilmu
ekonomi, hukum, tata Negara, administrasi Negara, filsafat,
agama, politik, sejarah, sosiologi, antropologi dan sastra.
Bahkan ketika akan kembali ke Indonesia dari Belanda,
Mohammad Hatta yang dibantu oleh teman-temannya harus
mengemas 14 peti berukuran 1 X 1 X 1 meter hanya untuk
buku bukunya tersebut.
Kegemaraan Mohammad Hatta dalam membaca
buku telah mengantarkannya sebagai orang penting di
Indonesia. Buku buku Mohammad Hatta selalu tertata
dengan rapid an tampak sepertu baru. Karena Mohammad
Hatta selalu memperlakukan buku-bukunya dengan baik.
Ketika Mohammad Hatta meletakkan jabatannya
sebagai wakil Presiden republik Indonesia, Mohammad
Hatta memiliki ruangan perpustakaan yang jauh lebih besar
dibandingkan saat menjabat sebagai Wakil Presiden RI.
Sampai-sampai Mohammad Hatta memiliki seorang ahli
perpustakaan yang membantu menata buku-buku sesuai
subyeknya. Dia adalah Gustav Apituley dari Ambon.
154
Mohammad Hatta wafat pada tanggal 14 Maret
1980 di rumah sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta,
kemudian dimakamkan di pemakaman Umum Tanah Kusir,
Jakarta.
Mohammad hatta diberi gelar Pahlawan proklamator
pada tanggal 23 Oktober 1986 bersama dengan Soekarno
melalui Keppres No. 81/TK/1986. Kemudian oleh Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono ditetapkan gelar Pahlawan
nasional pada tanggal 7 Nopember 2012.
K. Haji Agus Salim
1. Biografi Tokoh
H. Agus Salim lahir pada tanggal 8 Oktober 1884 di
Kota Gadang, Sumatera Barat ( meninggal pada tanggal 4
November 1954 ) dengan nama asli Masyhudul Haq yang
berarti pembela kebenaran. Ia adalah seorang pejuang
kemerdekaan Indonesia. Haji Agus Salim ditetapkan
sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada
tanggal 27 Desember 1961 melalui keputusan Presiden
Indonesia Nomor 657 tahun 1961.
Haji Agus Salim merupakan anak dari pasangan
Soetan Mohamad Salim dan Siti Zainab, ayahnya seorang
Jaksa kepala di Pengadilan Tinggi Riau.
Agus Salim menikah dengan seorang wanita
bernama Zainatus Nahar, dan dalam pernikahannya tersebut
telah dikaruniai anak yaitu Maria Zanibiyang, Islam Basari,
Siti Asiah, Violet Hanisah dan Ahmad Syauket.
Pekerjaan yang ditekuni oleh Agus Salim adalah
sebagi Orator dan penulis. Agus salim menguasai 4 bahasa
asing di Eropa yaitu bahasa Belanda, bahasa Inggris, bahasa
Jerman dan bahasa Perancis, 2 bahasa asing di Timur
Tengah yaitu bahasa Arab dan bahasa Turki, dan juga
155
menguasai bahasa jepang, Artinya Agus Salim mampu
menguasai 7 bahasa asing.
Gambar 25 Profil Singkat H. Agus Salim
Sumber: https://direktoratk2krs.kemsos.go.id/
Pendidikan dasar Agus salim ditempuh di
Europeesche Lagore School ( ELS ), sekolah khusus bagi
anak-anak Eropa, kemudian dilanjutkan ke Hoogere
Burgerschool ( HBS) di Batavia. Ketika lulus, ia berhasil
menjadi alumnus terbaik di HBS se Hindia belanda.
Setelah lulus Agus Salim bekerja sebagai
penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi
pertambangan di Indragiri. Pada tahun 1906, Agus salim
berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja di Duta
Besar Belanda di sana. Pada periode inilah Agus Salim
belajar pada Syeh Ahmad Khatib, yang masih merupakan
pamannya sendiri.
156
2. Perjuangan / Kontribusi Tokoh
Mulai tahun 1915 Agus salim terjun ke dunia
jurnalistik di Harian Neratja sebagai Wakil Redaktur.
Selanjutnya ia diangkat sebagai Ketua Redaktur.
Kegiatannya dalam bidang jurnalistik terus berlangsung
hingga akhirnya menjadi pemimpin Harian Hindia Baroe di
Jakarta. Selanjutya mendirikan Surat Kabar Fadjar Asia,
dan juga sebagai redaktur Harian Moestika di Kota
Yogyakarta dan membuka kantor Advies en Informatie
Bureau Penerangan Oemoem ( AIPO ).
Dan bersamaan dengan itu Agus Salim terjun dalam
dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam. Agus salim
bergabung dengan sarekat Islam pada tahun 1915 dan
menjadi pemimpin kedua setelah Oemar Said
Tjokroaminoto.
Peran Agus Salim pada masa perjuangan
kemerdekaan Indonesia antara lain :
• anggota Volksraaad ( 1921 – 1924 )
• anggota Panitia Sembilan dalam Badan Penyelidik
Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan yang
mempersiapkan UUD 1945.
• Menteri Muda Luar Ngeri Kabinet Sjahrir II tahun 1946
dan Kabinet III tahun 1947
• pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan
Negara-negara Arab, terutama Mesir pada tahun 1947
• Menteri Luar Negeri Kabinet Amis Sjarifuddin pada
tahun 1947
• Menteri Luar Negei cabinet Hatta tahun 1948 – 1949.
Di antara tahun 1946 – 1950 Agus salim laksana
bintang cemerlang dalam pergolakan poliik Indonesia,
sehingga kerap kali digelari “ Orang Tua Besar” ( The
Grand Old Man ), Agus Salim pun pernah menjabat Menteri
157
Luar Negeri Indonesia pada Kabinet Presidensial pada
tahun 1950 dan sampai akhir hayatnya dipercaya sebagai
Penasehat Menteri Luar Negeri.
Pada tahun 1952, Agus Salim menjabat sebagai
Ketua di Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan
Indonesia. Biarpun penanya tajam dan kritikannya pedas,
namun Haji Agus Salim dikenal masih menghormati batas-
batas dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
Setelah mengundurkan diri dari dunia politik, pada
tahun 1953 ia mengarang buku dengan judul Bagaimana
Takdir, Tawkal dan Tauchid harus dipahamkan ? yang lalu
diperbaiki menjadi Keterangan Filsafat Tentang Tauchid,
Takdir dan Tawakal.
Ia meninggal dunia pada tanggal 4 November 1954
di RSU Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam
Pahlawan Kalibata, Jakarta. Namanya kini diabdikan untuk
stadion sepak bola di kota Padang
Karya tulisnya antara lain :
• Riwayat Kedatangan Islam di Indonesia
• Muhammad voor en na de hijrah
• Gods Laatste Boodschap
• Jejak Langkah Haji Agus Salim ( Kumpulan karya
Agus Salim yang dikompilasi koleganya, Oktober
1954)
Karya terjemahan
• Menjinakkan Perempuan Garang ( dari The Taming of
the Shrew karya Shakespeare )
• Cerita Mowgli Anak Didikan Rimba ( dari The Jungle
Book karya Rudyard Kipling )
• Sejarah Dunia ( karya E. Molt ).
158
3. Nilai Keteladanan Yang Dimiliki Tokoh
Haji Agus Salim atau yang lebih dikenal dengan
Agus Salim merupakan ulama sekaligus tokoh pejuang
kemerdekaan, Ia berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat.
Agus Salim pernah menjabat sebagai Menteri Luar
Negeri, disamping itu ia juga dikenal sebagai seorang
jurnalistik. Sejak tahun 1915 sebagai Redaktur II di Harian
Neratja, selanjutnya diangkat sebagai Redaksi, dan
selanjutnya menjadi Pimpinan Harian Hindia Baroe di
Jakarta. Agus Salim juga mendirikan Surat Kabar Fadjar
Asia, di samping itu juga menjabat sebagai Redaktur Harian
Moestika di Yogyakarta.
Dari kegiatannya tersebut dia santa dikenal sebagai
pejuang kemerdekaan, tokoh jurnalistik dan ahli bahasa.
L. Dewi Sartika
1. Biografi Tokoh
Dewi Sartika lahir pada tanggal 4 Desember 1884 di
Cicalengka, Jawa barat. dari keluarga Sunda ternama , yaiu
Raden Rangga Somanegara dan R.A. Rajapermas dari
Cicalengka, Dewi Sartika mengenyam pendidikan di
sekolah Istri tahun 1904. Sekolah ini mengajarkan cara
menjahit, merenda, menyulam, memasak, mengasuh bayi
dan pelajaran agama. Dewi sartika adalah pahlawan
nasional yang memperjuangkan hak wanita, terutama di
bidang pendidikan. Dewi Sartika meninggal pada tanggal 11
September 1947, ia dikukuhkan sebagai pahlawan nasional
Indonesia pada 1 Desember 1966.
Dewi Sartika dikenal sebagai tokoh Jawa Barat yang
menjadi perintis pendidikan bagi kaum perempuan. Ia
mendirikan sekolah bagi kaum perempuan bernama sekolah
isteri di pedopo Kabupaten Bandung
159
Pada tahun 1893 Raden Somanegara diasingkan ke
ternate oleh pemerintah kolonial Belana. Ia dituduh terlibat
dalam sabotase acara pacuan kuda di Tegallega untuk
mencelakai bupati Bandung yang.baru, R.A.A. Martanegara
Gambar 26 Profil Singkat Dewi Sartika
Sumber: https://direktoratk2krs.kemsos.go.id/
Sejak saat itu Dewi Sartika tinggal bersama
pamannya. Pamannya ini seorang patih Cicalengka,
bernama Raden Demang Surja Kartahadiningrat. Ia pun
menerima pendidikan yang sesuai dengan budaya Sunda.
Dalam keluarga pamannya, Dewi Sartika disambut dengan
dingin dan diperlakukan berbeda, salah satunya adalah ia
diberi banyak pekerjaan rumah tangga dan harus rel
menempati kamar belakang sebagaimana pelayan.
Alasan Dewi Sartika mendapat perlakuan berbeda
karena hukuman buang yang diterima ayahnya yang
dianggap sebagai aib golongannya.
160
2. Perjuangan / Kontribusi Tokoh
Pada masa itu, saat dimana Dewi Sartika tinggal
bersama dengan pamannya kedudukan perempuan dalam
masyarakat Sunda mengalami kemunduran yang disebabkan
oleh beberapa faktor antara lain
• Ketika zaman kerajaan Mataram berkembang
feodalisme yang menempatkan istri sebagai lambing
status seorang pria.
• Kedatangan agama Islam. masyarakat saat itu banyak
yang salah memahami konsep perempuan dalam
Islam. Perempuan dianggap lebih lemah dari laki-laki
• perkawinan, kerap terjadi kawin paksa atau kawin
gantung ( pernikahan anak-anak )
Hal ini terus berlanjut hingga menimbulkan tradisi
yang mengekang kaum perempuan. Berawal dari sinilah
tercipta satu tekad kuat dari dewi Sartika untuk melakukan
emansipasi perempuan.
Emansipasi perempuan di sini diarahkan lebih
kepada peningkatan kejasama dengan memberikan
pemahaman dan kesadaran mengenai hak serta kewajiban
masing-masing.
Menyelenggarakan pendidikan yang layak untuk
peempuan menjadi tujuan utama Dewi Sartika. Pendidikan
untuk anak perempuan pada masa kolonial sangatlah
terbatas, untuk bangsawan dan orang Eropa.
Pada tahun 1902, Dewi Sartika kembali ke
Bandung, ia masih melihat kehidupan kolot di Cicalengka
yang dianggap tidak akan memberi kemajuan apa-apa untuk
cita-citanya. Dewi Sartikapun memberanikan diri bertemu
Bupati bandung R.A.A.A. Martanegara. Dewi Sartika
meminta izin untuk mendirikan sekolah bagi gadis remaja.
Bupati Martanegara pun merestuinya dan
menyarakan agar sekolah tersebut pertama kalinya dibuka
161
di Pendopo Kabupaten bandung. Selanjutnya pada tanggal
16 Januari 1904 sakola istri ( sekolah keotamaan istri )
berdiri.
3. Nilai Keteladanan Yang Dimiliki Tokoh
Bahwa Dewi Sartika sebagai tokoh pejuang
emansipasi wanita, selalu gigih untuk memperjuangkan
hak-hak perempuan tertutama dalam hal pemahaman dan
kesadaran mengenai hak dan kewajiban masing-masing,
melalui pendidikan sangatlah dirasakan hasilnya saat ini
dimana hak memperoleh pendidikan dan status hak asasinya
bisa disamakan dengan laki-laki, dimana hal itu dahulunya
merupakan hal yang sangat mustahil bisa diraih.
Bahwa sebelumnya ada kesenjangan atau perbedaan
status antara laki-laki dan perempuan, dimana perempuan
itu dianggap pihak yang lemah, baik dari sisi dalam
keluarga maupun dalam sisi pemerintahan dan juga dalam
pendidikan, semuanya memiliki posisi yang berbeda
dibandingkan dengan laki-laki.
Namun berkat jasa dan perjuangannya itu pulalah
sekarang ini bisa dinikmati generasi milenial sekarang ini,
dimana sudah tidak ada perbedaan lagi hak-hak antara laki-
laki maupun perempuan di semua lini pergaulan dan
kemasyarakatan bahkan disemua segi kehidupan. baik
dalam jabatan politik, pendidikan, hukum dan lain
sebagainya.
Atas jasanya dalam memperjuangkan pendidikan
utnuk perempuan pada khususnya, ia dianugerahi gelar
Orde van Orangje-Nassau pada ulang tahun ke-35 Sekolah
Kaoetamaan istri ( Sakola Istri ). Namanya pun dijadikan
sebagai nama jalan di tempat sekolahnya. Pada 1 Desember
1966 Dewi Sartika diakui sebagai Pahlawan Nasional.
162
M. Soekarno
1. Biografi Tokoh
Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno, yang sering dikenal
dengan sebutan Bung Karno mempunyai nama saat lahir
adalah Koesno Sosrodihardjo, beliau lahir pada tanggal 6
Juni 1901 di Surabaya dari perkawinan ayahnya Soekemi
Sosrodihardjo dan Ibunya Ida Ayu Nyoman Rai, keduanya
bertemu ketika Raden Soekemi yang merupakan seorang
guru ditempatkan di sekolah Dasar Pribumi di Singaraja,
Bali. Nyoman Rai merupakan keturunan bangsawan dari
Bali dan beragaama Hindu, sedangkan Raden Soekemi
sendiri beragama Islam. Sebelum Soekarno lahir mereka
sudah mempunyai seorang putri yang bernama Sukarmini.
Gambar 27 Profil Singkat Soekarno
Sumber: https://direktoratk2krs.kemsos.go.id/
Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya
Raden Hardjokromo di Tulung Agung. Ia bersekolah
pertama kali di Tulung Agung hingga akhirnya ia pindah ke
163
Mojokerto, mengikuti orang tuanya yang ditugaskan di kota
tersebut.
Di Mojokerto ayahnya memasukkan Soekarno ke
Eerste Inlandse School, sekolah tempat ia bekerja.
perpindahan sekolah ini mempunyai tujuan agar Soekarno
nantinya mudah diterima di Hoogere Burger School ( HBS).
Setelah lulus dari HBS pada tahun 1920, Soekarno
melanjutkan studynya ke Technische Hoge School ( yang
sekarang berganti nama Institut Tehnologi Bandung )
mengambil jurusan tehnik sipil. Pada saat di Bandung
Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan
anggota Sarekat Islam dan merupakan sahabat karib
Tjokroaminoto. Melalui Haji Sanusi, Soekarno berinteraksi
dengan Ki Hajar Dwantara, Tjipto Mangunkusumo dan Dr.
Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin
organisasi Nasional Indische Partij.
Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene
Studie Club di Bandung yang diinspirasi dari Indonesische
Studie Club (yang dipimpin Dr. Soetomo). Algemene
Studie Club merupakan cikal bakal berdirinya Partai
Nasional Indonesia pada tahun 1927.
Pada bulan Desember 1929, Soekarno ditangkap
oleh Belanda dan dipenjara di penjara Banceuy karena
aktivitasnya di PNI. Pada tahun 1930, Soekarno
dipindahkan ke penjara Sukamiskin. Dari dalam penjara
inilah, Soekarno membuat pledoi yang fenomenal,
Indonesia Menggugat.
Pada tanggal 31 Desember 1931 Soekarno
dibebaskan. Selanjutnya pada bulan Juli 1932 Soekarno
bergabung dengan Partai Indonesia ( Partindo ) yang
merupakan pecahan dari PNI. Pada bulan Agustus 1933
Soekarno kembali ditangkap dan diasingkan ke Flores, dan
164
saat itu Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh
nasional lainnya.
Beliau mempunyai Sembilan orang istri yaitu :
• Oetari ( 1921 – 1923 ) tidak dikaruniai anak.
• Inggit Ganarsih ( 1923-1943 ) dari perkawinan ini
mempunyai dua oaring anak angkat yaitu Ratna Juanmi
dan Kartika.
• Fatmawati ( 1943 -1956 ) dari perkawinan ini
mempunyai anak Guntur Soekarnoputra; Megawati
Soekarnoputri; Rachmawati Soekarnoputri; Sukmawati
Soekarnoputri; dan Guruh Soekarnoputra.
• Hartini ( 1953 – 1970 ) dalam perkawinan ini
mempunyai anak Taufan Soekarnoputra dan Bayu
Soekarnoputra.
• Kartini Manopo ( 1959 9 1968 ) dalam perkawinan ini
mempunyai anak Totok Suryawan Soekarnoputra
• Ratna Sari dewi ( 1962 – 1970 ) dalam perkawinan ini
mempunyai anak Karina Kartika Sari Dewi Soekarno
• Haryati ( 19963 – 1966 ) dalam perkawinan ini
mempunyai anak Ayu Gemvirowati
• Yurike Sanger ( 1964 – 1968 )
• Heldy Djafar ( 1966 – 1969)
2. Perjuangan / Kontribusi tokoh
Soekarno adalah Presiden pertama Republik
Indonesia yang menjabat pada periode 1945 – 1967. beliau
adalah seorang tokoh perjuangan yang memainkan peranan
sangat penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari
penjajahan Belanda. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan
Indonesia ( bersama dengan Mohammad Hatta ) yang terjai
pada tanggal 17 Agustus 1945. Beliau adalah yang pertama
165
kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar
Negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.
Beliau adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia
(bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada
tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno untuk pertama kalinya
menjadi terkenal ketka beliau menjadi anggota Jong Java
cabang Surabaya pada tahun 1915. Bagi Soekarno sifat
organisasi tersebut yang Jawa-sentris dan hanya
memikirkan kebudayaan saja merupakan tantangan
tersendiri. Dalam rapat pleno tahunan yang diadakan Jong
Java cabang Surabaya Soekarno menggemparkan sidang
dengan berpidato menggunakan bahasa jawa ngoko ( kasar).
Sebulan kemudian beliau mencetuskan perdebatan sengit
dengan menganjurkan agar surat kabar Jong Jawa
diterbitkan dalam bahasa melayu saja, dan bukan dalam
bahasa Belanda.
Pada tahun 1926 Soekarno mendirikan Algemeene
Studie Club ( ASC ) di Bandung yang merupakan hasil
inspirasi dari Indonesische Studie Club oleh Dr. Soetomo.
Organisasi ini menjadi cikal bakal berdirinya Parta Nasional
Indonesia ( PNI ) yang didirikan pada tahun 1927. Aktifitas
Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap oleh Belanda
pada tanggal 29 Desember 1929 di Yogyakarta dan esoknya
dipindahkan ke Bandung, untuk dijebloskan ke penjara
Banceuy. Pada tahun 1930 beliau dipindahkan ke
Sukamiskin dan di pengadilan Landrad Bandung pada
tanggal 18 Desember1930 ia membacakan pledoinya yang
fenomenal Indonesia menggugat, hingga dibebaskan
kembali pada tanggal 31 Desember 1931.
Pada bulan juli 1932 Soekarno bergabung dengan
Partai Indonesia ( Partindo ) yang merupakan pecahan dari
PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933
dan diasingkan ke Flores. Disini, Soekarno hampir
166
dilupakan oleh tokoh tokoh nasional. Namun semangatnya
tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada
seorang Guru Persatuan islam bernama Ahmad Hasan.
Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno
diasingkan ke Provinsi Bengkulu, beliau baru kembali
bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.
Pada awal masa penjajahan Jepang ( 1942 – 1945,
pemerintah Jepang sempat tidak memerhatikan tokoh-tokoh
pergerakan Indonesia terutama untuk “ mengamankan “
keberadaannya di Indonesia. Ini terlihat pada Gerakan 3A
dengan tokohnya Shimizu dan Mr. Syamsuddin yang
kurang begitu popular.
Namun akhirnya, pemerintahan pendudukan Jepang
memerhati-kan dan sekaligus memanfaatkan tokoh-tokoh
Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta dan lain-lain
dalam setiap organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga
untuk menarik hati penduduk Indonesia. Disebutkan dalam
berbagai organisasi seperti Jawa Hokokai, Pusat Tenaga
Rakyat ( Putera ), BPUPKI dan PPKI. Tokoh-tokoh seperti
Soekarno, Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H.
Mas mansyur dan lain-lainnya disebut-sebut dan terlihat
begitu aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional bekerja
sama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk
mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang
melakukan gerakan bawah tanah seperti Sutan Syahrir dan
Amir Sjarifuddin, karena menganggap Jepang adalah fasis
yang berbahaya.
3. Nilai Keteladanan Yang dimiliki Tokoh
Soekarno Sang proklamator kemerdekaan Republik
Indonesia adalah pejuang perintis kemerdekaan yang
berpandangan nasionalis sejati. Ia adalah tokoh perjuangan
yang memainkan peranan penting dalam memerdekakan
167
bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Hal ini sudah
terbukti sejak beliau masuk dalam organisasi pergerakan
Jong Java, dimana saat berpidato masih menggunakan
bahasa Jawa ngoko, tetapi di lain pihak berani mengusulkan
dan memperjuangan agar Surat Kabar Jong Java yang
semula menggunakan bahasa Belanda untuk diganti dengan
menggunakan bahasa Melayu.
Di samping itu, Presiden Soekarno sendiri, saat
pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi
kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita
bekerja sama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan
yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri. Ia aktif dalam
usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, diantaranya adalah
merumuskan Pancasila, UUD 1945, dan dasar-dasar
pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah
proklamasi Kemerdekaan. Beliau sempat dibujuk untuk
menyingkir ke Rengasdengklok.
Pada tahun 1943 Perdana Menteri Jepang Hideki
Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno,
Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang
dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan Kaisar
memberikan Bintang kekaisaran ( Ratna Suci ) kepada tiga
tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu
membuat pemerintah pendudukan Jepang terkejut, karena
hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia tersebut
dianggap keluarga kaisar Jepang sendiri. Pada bulan
Agustus 1945 Soekarno diundang oleh Marsekal Terauchi,
pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat
Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi
kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia
sendiri.
Namun keterlibatannya dalam badan-badan
organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh
168
oleh Belanda bekerjasama dengan Jepang, antara lain dalam
kasus romusha.
Pada masa perang revolusi, Soekarno bersama
tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelang
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah
siding Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonbesia ( BPUPKI ). Panitia Kecil yang terdiri dari
delapan orang ( resmi ), Panitia Sembilan ( yang
menghasilkan Piagam Jakarta ) dan Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia ( PPKI ), Soekarno-Mohammad
Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945.
Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat
Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal
16 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk
oleh para pemuda untuk mnyingkir ke asrama Pasukan
Pembela Tanah Air ( PETA ) di Rengasdengklok. Tokoh
pemuda yang membujuk antara lain Soekarni, Wikana,
Singgih serta Chairul Saleh. Para pemuda menuntut agar
Soekarno dan Mohammad Hatta segera memproklamasikan
kemerdekaan Indonesia, karena di Indonesia terjadi
kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang sudah
menyerah dan pasukan sekutu belum tiba. namun Soekarno,
Mohammad Hatta dan para tokoh menolak dengan alasan
menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Alasan
lain yang berkembang adalah Soekarno menetapkan momen
tepat untuk kemerdekaan Indonesia yakni dipilihnya tanggal
17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan bulan
Ramadhan, bulan suci umat Islam yang diyakini merupakan
bulan turunnya wahyu pertama kepada nabi Besar
Muhammad SAW yakni Al Quran. Selanjutnya pada
tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohmmad Hatta
diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan wakil Presiden
169
Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945
pengangkatan Presiden dan Wakil Presiden dikukuhkan
oleh KNIP. Pada tanggal 19 September 1945 kewibawaan
Soekarno dapat menyelesaikan tanpa pertumpahan darah
peristiwa Lapangan Ikada tepatnya 200.000 rakyat Jakarta
akan bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata
lengkap.
Pada saat kedatangan Sekutu ( AFNEI ) yang
dipimpin oleh Letjen. Sir Philip Christison, Christison
akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto
setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno.
Presiden Soekarno juga berusaha menyelesaikan krisis di
Surabaya. Namun akibat provokasi yang dilancarkan
pasukan NICA ( Belanda ) yang membonceng Sekutu ( di
bawah Inggris), meledaklah Peristiwa 10 Nopember 1945 di
Surabaya dan gugurnya Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby.
Karena banyak provokasi di Jakarta pada waktu itu,
Presiden Soekarno akhirnya memindajkan Ibukota Republik
Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Dikuti Wakil
Presiden dan pejabat tinggi Negara lainnya. Kedudukan
Presiden Soekarno menurut UUD 1945 adalah kedudukan
Presiden selaklu Kepala Pemerintahan dan kepala Negara
(presidensiil / single executive). Selama revolusi
kemerdekaan, sistem pemerintahan berubah menjadi semi
presidensiil atau double executive. Presiden Soekarno
sebagai Kepala Negara dan Sutan Syahrir sebagai Perdana
Menteri / Kepala Pemerintahan. Hal ini terjadi karena
adanya mklumat pemerintah bulan November 1945 tentang
partai politik.
Meskipun sistem pemerintahan berubah, pada saat
revolusi kemerdekaan, kedudukan Presiden Soekarno tetap
paling penting, terutma dalam menghadapi Peristiwa
Madiun 1948 serta saat Agresi MiliterBelanda II yang
170
menyebabkan Presiden Soekarno, Wakil Presiden
Mohammad Hatta dan sejumlah pejabat tinggi Negara
ditahan Belanda. Meskipun sudah ada pemerintahan Darurat
Republik Indonesia ( PDRI ) dengan ketua Sjafruddin
Prawiranegara, tetapi pada kenyataannya dunia
internasional dan situasi dalam negeri tetap mengakui
bahwa Soekarno dan Mohammad Hatta adalah pemimpin
Indonesia yang sesungguhnya, hanya kebijakannya yang
dapat menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda.
Setelah Pengakuan Kedaulatan ( Pemerintah
Belanda menyebut sebagai penyerahan kedaulatan ),
Presiden Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik
Indonesia Serikat ( RIS ) dan Mohammad Hatta diangkat
sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik
Indonesia diserahkan kepada Mr. Assaat, yang kemudian
dikenal sebagai RI Jawa-Yogya. Namun karena tuntutan
dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke Negara
kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali
berubah menjadi Republik Indonesia dan Presiden Soekarno
menjadi Presiden RI. Mandat Mr. Assaat sebagai pemangku
jabatan Presiden RI diserahkan kembali kepada Soekarno.
Resminya Presiden Soekarno adalah presiden
konstitusional, tetapi pada kenyataannya kebijakan
pemerintah dilakukan setelah berkonsultasi dengannya.
Mitos Dwitunggal Soekarno-Hatta cukup popular
dan lebih kuat di kalangan rakyat dibandingkan dengan
kepala pemerintahan yakni perdana menteri. Jatuh
bangunnya cabinet yang terkenal sebagai “ kabinet seumur
jagung “ membuat Presiden Soekarno kurang mempercayai
sistem multipartai, bahkan menyebutnya sebagai “penyakit
kepartaian”. Tak jarang Soekarno juga ikut turun tangan
menegahi konflik-konflik di tubuh militer yang juga
171
berimbas pada jatuh bangunnya kabinet. Seperti peristiwa
17 Oktober 1952 dan Peristiwa di kalangan Angkatan udara.
Presiden Soekarno juga banyak memberikan
gagasan-gagasan di dunia Internasional, Keprihatinannya
terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka,
belum mempunyai hak untuk menentukan nasibny sendiri,
menyebabkan Presiden Soekarno, pada tahun 1955
mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-
Afrika di Bandung. Bandung dikenal sebagai Ibu Kota
Asia-Afrika. Ketimpangan dan koflik akibat “ bom waktu”
yang ditinggalkan Negara-negara Barat yang dicap masih
mementingkan imperialisme dan kolonialisme, ketimpangan
dan kekhawatiran akan munculnya perang nuklir yang
mengubah peradaban, ketidakadilan badan-badan dunia
Internasional dalam menyelesaikan konflik juga menjadi
perhatiannya. Presiden Soekarno bersama dengan Presiden
JosipBroz Tito ( Yugloslavia ), Gamal Abdel Nasser
(Mesir), Mohammad Ali Jinnah ( Pakistan ), U Nu ( Birma )
dan Jawaharial Nehru ( India ) mengdakan Konferensi Asia-
Afrika yang membuahklan Gerakan Non Blok. Berkat
jasanya itulah banyak Negara Asia Afrika yang memperoleh
kemerdekaannya. Namun sayangnya, masih banyak pula
yang mengalami konflik berkepanjangan ampai saat ini,
karena ketidakadilan dalam pemecahan masalah yang masih
dikusai Negara-negara kuat atau adikuasa. Berkat jasa ini
pula, banyak penduduk dari kawasan Asia Afrika yang tidak
lupa akan Soekarno bila ingat atau mengenal akan
Indonesia.
Guna menjalankan politik luar negeri yang bebas
aktif dalam dunia Internasional, Presiden Soekarno
mengunjungi berbagai Negara dan bertemu dengan
pemimpin-pemimpin Negara. Diantaranya adalah Nikita
Khruschev ( Uni Sivyet ), John Fitzgeraald kennedy
172
(Amerika Serikat ), Fidel Castro ( Kuba ), Mao Tse Tung
(Tiongkok ).
Presiden Soekarno pernah mengalami beberapa kali
percobaan pembunuhan, yang menurut Megawati
Soekarnoputri sebanyak 23 kali, namun menurut ajudannya
yaitu Sudarto Danusubroto ada 7 kali percobaan
pembunuhan terhadap Presiden Soekarno tersebut, jumlah
ini pernah diamini oleh eks wakil Komandan Tjakrabirawa
Kolonel Maulwi Saelan.
MENGASOSIASI & MENGOMUNIKASIKAN
1. Buat pengorganisasian grafik tentang salah satu pahlawan
dari masa pergerakan nasional.
2. Dari grafik tersebut tersebut apa makna yang dapat diteladani
untuk kehidupan di saat ini.
3. Grafik dapat dibuat secara manual atau menggunakan
perangkat
Berikut adalah contoh grafik yang dapat kalian buat tentang
pahlawan dari masa pergerakan nasional.
173
174
LATIHAN BAB 4
A. Pilihan Ganda
Pilih satu jawaban yang paling tepat!
1. Tokoh yang mendorong Budi Utomo untuk terjun di bidang
politik pada saat Perang Dunia I adalah….
A. Dr. Wahidin Sudirohusada
B. Sutomo
C. Ir. Soekarno
D. HOS Tjokroaminoto
E. Dr. Cipto Mangunkusumo
2. Tokoh yang dikenal sebagai perintis persuratkabaran dan
kewartawanan nasional adalah…
A. Douwes Dekker
B. RA. Kartini
C. R.M Tirto Adi Suryo
D. AA. Maramis
E. Soetomo
3. Tokoh yang memprakarsai pendirian Budi Utomo adalah….
A. dr Wahidin Sudirohusodo
B. Ir. Soekarno
C. Mr. Soepomo
D. Ki Hajar Dewantara
E. KH Ahmad Dahlan
4. Salah satu tokoh pendiri Sarekat Dagang Islam adalah R.M.
Tirto Adisuryo. Tujuan dari dibentuknya SDI adalah …
A. Menentang perbuatan curang para pedagang Tinghoa
B. Memperbaiki keadaan sosial ekonomi yang semakin
mengkhawatirkan
C. Mendukung Jepang atas janji kemerdekaan
175
D. Memupuk rasa patriotism
E. Menyiapkan kekuatan untuk melakukan perlawanan
terhadap Belanda
5. “Seandainya Aku Seorang Belanda” ( “Als ik een
Nederlander was”) adalah tulisan kritik terhadap
koloniailsme yang dimuat dalam surat kabar De Expres.
Tulisan itu ditulis oleh….
A. Ki Hajar Dewantara
B. Danudirjo Setiabudi
C. Douwes Deker
D. Dr. Wahidin Sudirohusodo
E. R.A. Kartini
B. Uraian
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apa alasan yang mendorong Douwes Dekker atau
Danudirja Setiabudi terlibat dalam indische partij?
2. Apa kontribusi penting dari R.A. Kartini pada masa
Pergerakan Nasional?
3. Bagaimana peran dari dr. Soetomo dalam pergerakan
nasional?
4. Apa kontribusi dr. Cipto Mangunkusumo terhadap
Kebangkitan nasional Indonesia?
5. Apa maksud Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman
Siswa?
176
LATIHAN AKHIR
A. Pilihan Ganda
Pilih satu jawaban yang paling tepat!
1. Nasionalisme sebagai suatu faham yang berpendapat
bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada
negara kebangsaan merupakan pemikiran dari …
A. Hans Kohn
B. John Locke
C. Abraham Lincoln
D. Aristoteles
E. Plato
2. Salah satu perjuangan juga dilakukan oleh RA kartini,
perjuangan yang dilakukan adalah …
A. Perjuangan perang di pelabuhan Jepara
B. Memonopoli perdagangan di Jepara
C. Melindungi masyarakat Jepara
D. Melalui pers dan surat
E. Membuaat benteng pertahanan
3. Mahasiswa Indonesia yang belajar di Belanda tergabung
dalam…
A. indonesische Vereeniging
B. indonesische group
C. perhimpunanan mahasiswa Indo-Eropa
D. PNI
E. PKI
177
4. Organisasi kebangsaan yang pertama bergerak dalam
bidang politik adalah ....
A. Budi Utomo
B. Sarikat Islam
C. Indishe Partij
D. PNI
E. Parindra
5. Munculnya pergerakan nasional menimbulkan reaksi
pemerinah Kolonial Belanda untuk mengadakan
penangkapan terhadap tokoh-tokoh nasional dengan
alasan ....
A. Tokoh-tokoh nasional akan memberontak terhadap
pemerintah
B. Pemerintah khawatir dengan perkembangan
pergerakan nasional
C. Beberapa tokoh memprovokasi untuk menjatuhkan
pemerintah
D. Munculnya desas-desus pemberontakan oleh partai-
partai
E. Munculnya Konggres Pemuda II dan terdesak oleh
Petisi Sutarjo
6. Faktor dari luar Indonesia yang ikut melatarbelakangi
lahirnya Pergerakan Nasional adalah …
A. Pembentukan Pax Neerlandica yang berakibat
timbulnya perasaan senasib dan sepenanggungan
B. Penggunaan bahasa Melayu sebagai lingua franca
sejak masa kerajaan kuno Indonesia
C. Politik drainage Belanda yang cenderung menyerap
seluruh kekayaan bangsa Indonesia
178
D. Tumbuhnya gerakan-gerakan nasionalisme di Turki,
Cina dan India
E. Kemenangan Sekutu dalam Perang Dunia I
7. Berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908 dijadikan tonggak
sejarah bangsa Indonesia, dan kini diperingati sebagai hari
....
A. Hari Pendidikan Nasional
B. Hari Kesaktian Pancasila
C. Hari Kebangkitan Nasional
D. Hari Sumpah Pemuda
E. Hari Pahlawan
8. Maksud berubahnya Sarekat Dagang Islam menjadi
Sarekat Islam pada tanggal 10 September 1912 adalah …
A. menghindarkan diri dari perpecahan di tubuh SI
B. adanya desakan agar HOS Cokroaminoto mengadakan
restrukturisasi
C. adanya keinginan agar keanggotaan menjadi lebih luas
D. adanya keinginan agar sarekat mendapat pengakuan
dari pemerintah kolonial
E. agar organisasi tidak hanya mengurusi masalah
ekonomi
9. Tujuan dari Perikatan Perempuan Indonesia (PPI) sebagai
hasil dari Konggres Perempuan Indonesia I adalah ...
A. perjuangan pembebasan kaum perempuan dari
penindasan kolonial
B. persamaan kedudukan perempuan dengan pria
C. perlunya wakil perempuan dalam Volksraad
D. memajukan kepanduan bagi anak-anak perempuan
E. agar kaum perempuan mempunyai kedudukan kuat
secara politik
179
10. Salah satu organisasi awal di masa pergerakan nasional adalah
Budi Utomo dan Indische Partij. Di bawah ini pernyataan yang
tepat tentang kedua organisasi tersebut adalah…
A. Budi Utomo didirikan oleh mahapeserta didik MOSVIA,
sehingga pada awalnya bertujuan untuk memberikan akses
kesehatan murah untuk masyarakat pribumi.
B. Budi Utomo lebih banyak diduukung oleh kalangan priyayi.
Sementara itu, Indische Partij memiliki basis masa di
kalangan buruh.
C. Budi Utomo merupakan organiasasi yang bergerak dalam
bidang kebudayaan, sementara itu Indische Partij lebih
menekankan pada pergerakan di bidang politik.
D. Indische partij lebih banyak melakukan gerakan bawah
tanah, sehingga lebih banyak mengurangi pergumulan
wacana melalui surat kabar yang saat itu tengah populer.
E. Ke dua Organisasi ini sama-sama mengusung cita-cita
kemerdekaan, sehingga kelahiran Budi Utomo diperingati
sebagai hari kebangkitan nasional.
B. Uraian
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Bagaimana hubungan antara politik etis dengan
Kebangkitan nasional Indonesia?
2. Apa peran penting pers sebagai media perjuangan di masa
Kebangkitan nasional?
3. Bagaimana kontribusi organisasi keagamaan dalam periode
Kebangkitan nasional?
4. Apa faktor-faktor yang menyebabkan Sarekat Islam
mengalami perpecahan di awal tahun 1920-an?
5. Apa peran penting dari R.A. Kartini sebagai tokoh
pergerakan nasional Indonesia?
180
DAFTAR PUSTAKA
Aman. (2009). Kesadaran Sejarah dan Nasionalisme: Pengalaman
Indonesia. Informasi, 34(2).
Kartodirdjo, S. (2014). Pengantar Sejarah Indonesia Baru 1900-
1942: Sejarah Pergerakan Nasional dari Kolonialisme
sampai Nasionalisme.
Mustopo, Habib. Dkk. (2015). Sejarah Untuk Kelas XI SMA.
Jakarta: Yudhistira.
Noer, D. (1982). Gerakan Moderen Islam di Indonesia, 1900-1942.
LP3ES.
Poesponegoro, Marwati Djoned dan Nugroho Notosusanto (et.al).
1984. Sejarah Nasional Indonesia Jilid IV. Jakarta: Balai
Pustaka.
Supardan, D. (2013). Tantangan Nasionalisme Indonesia Dalam
Era Globalisasi. LENTERA (Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah,
Budaya, dan Sosial), 2(04), 37-72.
Tirtoprodjo, S. (1984). Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia.
Jakarta : PT.Pembangunan.
181
Triardianto, T. dan Suwardiman (2002) “Potret Konflik di
Indonesia” dalam Indonesia dalam Krisis 1997-2002, Jakarta:
Penerbit Buku Kompas.
Utomo, Cahyo Budi. (1995). Dinamika Pergerakan Kebangsaan
Indonesia. Semarang: IKIP Semarang Press.
182
PROFIL PENULIS
Darwati. Anak kedua Almarhum Bpk
Soemanto dan Almarhumah ibu Marfuah, lahir
di Klaten 13 Mei 1967 Ia menyelesaikan
Pendidikan Dasar di SDN Sukorejo, Wonosari,
Klaten 1980, SMPN Gatak Sukoharjo 1983.
Pendidikan menengah ia selesaikan di SMAN
Kartasura, Sukoharjo 1986. DIII Pendidikan
Sejarah di FKIP Universitas Sebelas Maret
1989, S1 pada tahun 1998 dan S2 pada tahun 2010 dengan program
studi dan Universitas yang sama. Dan sekarang sedang mengambil
Program Doktor (S3) Pendidikan Sejarah di Universitas Sebelas
Maret Surakarta.
Ia mengawali karier tahun 1994 mengajar di SMP Negeri 2
Suruh Kabupaten Semarang, pada tahun 2005 ia mutasi mengajar
di SMA Negeri 1 Tuntang hingga sekarang. Ia pernah menjabat
sebagai Wakil Kepala Sekolah (Humas) 2007-2009 dan menjadi
Wali Kelas 2009-2018. Kemudian pada tahun 2015-2016 ia
menjadi Instruktur Kabupaten, kariernya semakin naik pada tahun
2016-2018 menjadi Instruktur Provinsi. Ia juga Menulis Jurnal
181
183
Historia Pedagogia pada tahun 2011, 2013, dan 2018. Ia pernah
menjadi Tutor UT dari tahun 2012-2014. Tahun 2012-2018
menjabat sebagai Ketua MGMP Sejarah Kabupaten Semarang.
Tahun 2019 sampai sekarang menjabat Ketua AGSI (Asosiasi Guru
Sejarah Indonesia) Kabupaten Semarang, pengurus AGSI Pusat dan
Provinsi.
Prof. Dr. Sariyatun, M.Pd., M.Hum.
Lahir di Sala, 18 Maret 1961. Perempuan yang memiliki NIP
196103181989031001 adalah staf Pengajar pada Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pengetahuan UNS. Riwayat pendidikan tinggi
yang berhasil ditempuh adalah tahun 1995 lulus sarjana (S-1) dari
Universitas Sebelas Maret pada bidang ilmu: Sejarah, tahun 2001
berhasil menyelesaikan master (S-2) dari IKIP Jakarta pada bidang
ilmu: Pendidikan Sejarah, serta menempuh (S-2)di Universitas
Gadjah Mada pada bidang ilmu: Sastra Sejarah, dan pada tahun
2012 telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari
Universitas Pendidikan Indonesia untuk bidang ilmu: Pendidikan
IPS.
Prof. Dr. Leo Agung S., M.Pd.
Lahir di Klaten, 15 Mei 1956. Pria yang memiliki NIP
195605151982031005 adalah staf Pengajar pada Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pengetahuan UNS. Riwayat pendidikan tinggi
yang berhasil ditempuh adalah lulus sarjana (S-1) dari Universitas
Sebelas Maret pada bidang ilmu: Sejarah, menyelesaikan master
(S-2) dari IKIP Jakarta pada bidang ilmu: Pendidikan Sejarah, serta
menempuh (S-3) di Universitas Sebelas Maret pada bidang ilmu:
Pendidikan
184
Dr. Akhmad Arif Musadad, M.Pd
Lahir di Jepara, 7 Mei 1967. Pria yang memiliki NIP
196705071992031002 adalah staf Pengajar pada Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pengetahuan UNS. Riwayat pendidikan tinggi
yang berhasil ditempuh adalah tahun 1991 lulus sarjana (S-1) dari
Universitas Sebelas Maret pada bidang ilmu: Pendidikan Sejarah,
tahun 1998 berhasil menyelesaikan master (S-2) dari IKIP Jakarta
pada bidang ilmu: Administrasi Pendidikan dan pada tahun 2013
telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari UNNES
Semarang untuk bidang ilmu: Manajemen Pendidikan.