Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kesehatan, kesanggupan, dan kemudahan bagi kami untuk
meramu isi e-Modul ini hingga selesai.
E-Modul ini dikembangkan dengan tujuan dapat menjadi referensi utama
bagi mahasiswa kami pada mata kuliah Strategi Pembelajaran PAUD.
Kebutuhan akan ketersediaan bahan ajar pada mata kuliah Strategi
Pembelajaran serta kemudahan akses untuk mendapatkannya dengan
didukung adanya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di jenjang
Perguruan Tinggi menjadikan dasar bagi kami untuk mengembangkan E-
Modul ini. Kami berharap dengan hadirnya E-Modul ini dapat membantu
mahasiswa untuk belajar di mana saja dan kapan saja tanpa terbatas harus
berada di ruang kelas perkuliahan.
Terwujudnya e-Modul Strategi Pembelajaran PAUD ini tentunya tidak
terlepas dari dukungan dan bantuan berbagai pihak, untuk itu kami
sampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kami
dalam penyusunan e-Modul ini. Harapan kami kehadiran e-Modul ini dapat
memberikan kebermanfaatan bagi para pengguna. Saran dan tanggapan
dari para pembaca akan sangat bermanfaat bagi perbaikan isi e-Modul ini
dikemudian hari.
Salam,
Tim Penulis
i
DAFTAR ISI i
___________________________________ ii
vi
PENGANTAR……………………………………………………………. 1
DAFTAR ISI……………………………………………………………... 1
RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER…………………………….. 3
3
e-Modul 1. Pendahuluan 4
4
A. Latar Belakang………………………………………………………..
B. Petunjuk……………………………………………………………… 5
C. Kompetensi…………………………………………………………... 5
D. Ruang Lingkup………………………………………………………. 6
E. Daftar Rujukan………………………………………………………. 6
6
e- modul 2. Hakikat Belajar dan Pembelajaran untuk Anak 6
Usia Dini 10
14
A. Pengantar…………………………………………………………….. 14
B. Petunjuk……………………………………………………………… 15
C. Tujuan ………………………………………………………….......... 17
D. Kegiatan Belajar……………………………………………………...
19
1. Pendalaman Materi………………………………………………. 20
a. Karakteristik Belajar Anak usia Dini………………………… 21
b. Karakteristik Pembelajaran Anak usia Dini…………………. 21
21
2. Forum Diskusi……………………………………………………
3. Tugas…………………………………………………………….
4. Evaluasi………………………………………………………….
E. Daftar Rujukan……………………………………………………….
e-Modul 3. Konsep Dasar Strategi Pembelajaran
A. Pengantar……………………………………………………………..
B. Petunjuk………………………………………………………………
C. Tujuan……………………………………………………………….
D. Kegiatan Belajar…………………………………………………….
1. Pendalaman Materi……………………………………………..
II
a. Konsep Dasar Strategi Pembelajaran……………………... 23
b. Landasan Teori Strategi Pembelajaran……………………. 24
c. Kriteria untuk mengembangan Strategi Pembelajaran……. 25
d. Prinsip-prinsip Strategi Pembelajaran……………………. 26
e. Pentingnya Strategi Pembelajaran………………………… 27
f. Strategi Pembelajaran Anak Usia Dini Abad 21…………. 35
g. Pembelajaran Berbasis Open Ended Play untuk Anak Usia 40
Dini ………………………………………………………. 40
40
2. Forum Diskusi…………………………………………………. 40
3. Tugas Terstruktur……………………………………………… 42
4. Evaluasi…………………………………………………….......
E. Daftar Rujukan…………………………………………………….....
e-Modul 4. Konsep Dasar Pendekatan Pembelajaran 44
44
A. Pengantar……………………………………………………………. 44
B. Petunjuk…………………………………………………………….. 45
C. Tujuan………………………………………………………………. 45
D. Kegiatan Belajar……………………………………………………. 45
47
1. Pendalaman materi ……………………………………………… 51
a. Konsep Dasar Pendekatan Pembelajaran……………………. 52
b. Jenis Pendekatan Pembelajaran Anak Usia Dini…………….. 53
54
2. Forum Diskusi……………………………………………….......
3. Tugas Terstruktur………………………………………………...
4. Evaluasi…………………………………………………………..
E. Daftar Rujukan………………………………………………………
e-Modul 5. Model Pembelajaran 56
57
A. Pengantar…………………………………………………………… 58
B. Petunjuk…………………………………………………………...... 58
C. Tujuan………………………………………………………………. 58
D. Kegiatan Belajar…………………………………………………….
1. Pendalaman materi ………………………………………………
a. Konsep Dasar Model Pembelajaran…………………………. 58
b. Model Penataan Kelas di PAUD……………………………. 65
2. Forum Diskusi…………………………………………………… 69
3. Tugas Terstruktur……………………………………………...... 70
4. Evaluasi………………………………………………………….. 70
E. Daftar Rujukan………………………………………………………. 73
e-Modul 6. Metode Pembelajaran 75
76
A. Pengantar…………………………………………………………….. 77
B. Petunjuk……………………………………………………………… 77
C. Tujuan……………………………………………………………….. 77
D. Kegiatan Belajar…………………………………………………….. 77
79
1. Pendalaman materi ……………………………………………… 91
a. Pengertian Metode dan Metode Pembelajaran……………… 92
b. Macam-macam Metode Pembelajaran……………………… 92
95
2. Forum Diskusi……………………………………………………
3. Tugas Terstruktur…………………………………………….......
4. Evaluasi…………………………………………………………..
E. Daftar Rujukan……………………………………………………….
e-Modul 7. Teknik dan Prosedur Pembelajaran 96
97
A. Pengantar…………………………………………………………… 97
B. Petunjuk…………………………………………………………….. 98
C. Tujuan………………………………………………………………. 98
D. Kegiatan Belajar……………………………………………………. 98
100
1. Pendalaman materi …………………………………………….. 101
a. Konsep dan Pengertian Teknik Pembelajaran………………
b. Syarat Teknik Pembelajaran yang Baik…………………….. 102
c. Manfaat Teknik Pembelajaran……………………………… 106
d. Macam-macam Teknik Pembelajaran yang dapat diterapkan
dalam Pembelajaran Anak Usia Dini………………………..
2. Forum Diskusi…………………………………………………..
IV
3. Tugas Terstruktur………………………………………………. 106
4. Evaluasi………………………………………………………… 107
E. Daftar Rujukan……………………………………………………... 108
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
DENGAN BLENDED LEA
Nama Program Studi Pendidik
Nama Matakuliah Strategi P
Kode Matakuliah : PAUD60
Semester 4 (Genap
Sks/ Js 3/3
Nama Dosen Pengampu Drs. I Wa
UNIVERSITAS NEGERI MALA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKA
PROGRAM STUDI PGPAUD
R dan SATUAN ACARA PERKULIAHAN
ARNING BERBASIS CBL
kan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Pembelajaran AUD
016
p)
ayan Sutama, M.Pd.
ANG (UM)
AN
vi
SCPL Menguasai landasan, konsep, prinsip komun
CPMK mampu perencanaan pembelajaran melalui
menganalisis, menciptakan secara terstruktu
anak usia dini, serta memiliki kemampuan u
sebagai bagian dari kemampuan mengkaji, m
berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmi
mewujudkan peningkatan mutu kehidupan.
1. Terampil menganalisis berbagai kon
teknik dan prosedur pembelajaran an
informasi dan komunikasi
2. Mampu memilih dan menerapkan m
sesuai dengan tahapan pertumbuhan
pembelajaran anak usia dini secara b
3. Mampu berkontribusi dalam pening
jawab melalui pembuatan rancanga
tahapan pertumbuhan dan perkemba
Sub- 1.1 Terampil menganalisis berbagai konse
CPMK
memanfaatkan perkembangan teknologi
1.2 Terampil menganalisis berbagai konsep
dengan memanfaatkan perkembangan te
1.3 Terampil menganalisis berbagai konsep d
memanfaatkan perkembangan teknologi
1.4 Terampil menganalisis berbagai konsep d
memanfaatkan perkembangan teknologi
1.5 Terampil menganalisis berbagai konsep d
memanfaatkan perkembangan teknologi
nnikasi dan teknologi, serta kurikulum PAUD, sehingga
kegiatan bermain, mengkonstruksi, memodifikasi,
ur media pembelajaran (APE) sesuai tahapan perkembangan
untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi
memahami, dan menerapkan ilmu pengetahuan teknologi
iah dilandasi oleh semangat untuk berkontribusi dalam
nsep dan teori tentang model, pendekatan, strategi, metode,
nak usia dini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi
model, pendekatan, strategi, metode, teknik dan prosedur yang
n dan perkembangan anak usia dini dalam peningkatan mutu
bertanggung jawab dalam bentuk rancangan pembelajaran
gkatan mutu pembelajaran anak usia dini secara bertanggung
an pembelajaran untuk anak usia dini yang sesuai dengan
angan anak usia dini
ep dan teori tentang pembelajaran anak usia dini dengan
i informasi dan komunikasi
dan teori tentang pendekatan pembelajaran anak usia dini
eknologi informasi dan komunikasi
dan teori tentang strategi pembelajaran anak usia dini dengan
i informasi dan komunikasi
dan teori tentang model pembelajaran anak usia dini dengan
i informasi dan komunikasi
dan teori tentang metode pembelajaran anak usia dini dengan
i informasi dan komunikasi
1.6 Terampil menganalisis berbagai konsep d
dini dengan memanfaatkan perkembanga
2.1 Mampu memilih dan menerapk
pertumbuhan dan perkembangan anak dal
jawab.
2.2 Mampu memilih dan menerap
pertumbuhan dan perkembangan anak dal
jawab.
2.3 Mampu memilih dan menera
pertumbuhan dan perkembangan anak dal
jawab.
2.4 Mampu memilih dan menera
pertumbuhan dan perkembangan anak dal
jawab.
2.5 Mampu memilih dan menerapk
tahapan pertumbuhan dan perkembangan
bertanggung jawab.
3.1 Menerapkan racangan pembela
teknik, dan prosedur yang telah dibuat m
pembelajaran anak usia dini dalam rangka p
jawab
dan teori tentang teknik dan prosedur pembelajaran anak usia
gan teknologi informasi dan komunikasi
kan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tahapan
lam meningkatkan mutu pembelajaran secara bertanggung
pkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tahapan
lam meningkatkan mutu pembelajaran secara bertanggung
apkan model pembelajaran yang sesuai dengan tahapan
lam meningkatkan mutu pembelajaran secara bertanggung
apkan metode pembelajaran yang sesuai dengan tahapan
lam meningkatkan mutu pembelajaran secara bertanggung
kan teknik dan prosedur pembelajaran yang sesuai dengan
n anak dalam meningkatkan mutu pembelajaran secara
ajaran sesuai dengan model, pendekatan, strategi, metode,
mahasiswa sesuai dengan tahapan perkembangan anak pada
peningkatan mutu pendidikan anak usia dini yang bertanggung
VIII
Deskripsi Mata Kuliah
Matakuliah Strategi Pembelajaran AUD berisi kajian tentang land
kurikulum PAUD, sehingga mahasiswa mampu mengembangkan
memodifikasi, menganalisis, menciptakan secara terstruktur med
dini, serta memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi in
mengkaji, memahami, dan menerapkan ilmu pengetahuan teknolo
semangat untuk berkontribusi dalam mewujudkan peningkatan m
Pert Kode Sub CPMK Deskripsi Isi/ Materi
CPMK pokok
Off
TAHAP 1: Mengkaji konsep dasar pemb
dan prosedur pembelajaran d
Pemerolehan massa).
pengetahuan
1 Memah RPS dan SAP
ami hakikat
matakuliah
Strategi
dasan, konsep, prinsip komunikasi dan teknologi, serta
n pembelajaran melalui kegiatan bermain, mengkonstruksi,
dia pembelajaran (APE) sesuai tahapan perkembangan anak usia
nformasi dan komunikasi sebagai bagian dari kemampuan
ogi berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dilandasi oleh
mutu kehidupan.
Pengalaman Belajar Sumber Penilaian
Belajar
fline Online
(kode)
Sinkron Asinkron
belajaran anak usia dini, pendekatan, strategi, model, metode, teknik
dari berbagai sumber belajar (buku, video, kasus-kasus di media
Mengkaji RPS, - RPS dan SAP -
SAP dan kontrak (diunduh dari
perkuliahan
SIPEJAR)
2 PAUD60 Pembelajaran 1. Konsep dasar
16.1 AUD pembelajaran
anak usia dini
3 PAUD60 Mengu
16.1 asai konsep 2. Landasan teori
dasar mengenai
pembelajaran pembelajaran
anak usia dini anak usia dini
sesuai dengan
perkembangan 1. Konsep dasar
IPTEKS pendekatan
pembelajaran
Menga
nalisis 2. Jenis-jenis
pendekatan pendekatan
pembelajaran pembelajaran
anak usia dini AUD
4 PAUD60 Menganalisi 1. Konsep dasar
16.1 berbagai ragam strategi
s pembelajaran
Mengkaji latar - Portofolio
belakang, konsep hasil
dasar dan
landasan teori penugasan 1
pembelajaran
AUD 1,5,6,11,14
Mahasiswa 4,5,6 15, 16 Portofolio
mendiskusi hasil
kan konsep
dan jenis penugasan 2
pendekatan
pembelajar Portofolio
an AUD hasil
dan
menggunak penugasan 3
annya
untuk
menganalis
is kasus
pembelajar
an AUD.
Mahasiswa Sumber belajar
mendiskusikan online
konsep dan jenis
X
strategi 2. Jenis strategi
pembelajaran AUD pembelajaran
AUD
5 PAUD60 Menganalisi 1. Konsep dasar
model
16.1 s berbagai ragam pembelajaran
model 2. Jenis-jenis
model
pembelajaran AUD pembelajaran
AUD
6 PAUD60 Menga Mahasiswa
16.1 nalisis berbagai mendiskusikan konsep
ragam metode dan jenis metode
pembelajaran pembelajaran AUD dan
AUD menggunakannya untuk
strategi
pembelajaran
AUD dan
menggunakannya
untuk
menganalisis
kasus
pembelajaran
AUD.
Mahasiswa Pilihan sumber Portofolio
mendiskusi rujukan yang hasil
kan konsep
dan jenis sesuai dan penugasan 4
modelpemb dikembangkan
elajaran Portofolio
AUD dan hasil
menggunak
annya penugasan 5
untuk
menganalis
is kasus
pembelajar
an AUD.
Mahasiswa 3, 5, 7, 10
mendiskusi
kan konsep
dan jenis
metode
menganalisis kasus
pembelajaran AUD.
7 PAUD60 Mengana 1. Konsep dasar
16.1 lisis berbagai teknik dan
ragam teknik prosedur
dan prosedur pembelajaran
pembelajaran
AUD 2. Implementasi
teknik dan
prosedur
pembelajaran
AUD untuk
meningkatkan
higer order
thinking skills
dan kompetensi
abad 21.
8
pembelajar Portofolio
an AUD hasil
dan
menggunak penugasan 6
annya
untuk Tes tertulis
menganalis
is kasus XII
pembelajar
an AUD.
Mahasiswa
mendiskusi
kan konsep
dan jenis
teknik dan
prosedur
pembelajar
an AUD
dan
menggunak
annya
untuk
menganalis
is kasus
pembelajar
an AUD.
UTS
Tahap 2: Melakukan kajian (analisis) te
Perluasan dan solusi dari permasalahan terse
penghalusan dengan tuntutan kompetensi a
pengetahuan
untuk
meningkatkan
level berpikir
menjadi tingkat
tinggi
9-12 PAUD60 Latihan Rancangan
skenario pembelajaran
16.2 merancang inovatif
skenario
pembelajaran
dengan memilih
pendekatan,
strategi, model dan
metode serta teknik
dan prosedur
pembvelajaran
yang inovatif,
sesuai dengan
perkembangan
anak dan tuntutan
kompetensi abad
21.
PAUD60 Tahap 3: Berkontribusi dalam peningkat
16.3 Penerapan pembuatan rancangan pembelaj
pengetahuan
erhadap berbagai kasus pembelajaran anak usia dini dan menemukan
ebut dengan cara merancang pembelajaran yang inovatif dan sesuai
abad 21.
Mahasiswa Guru PAUD Portofolio
mendiskusi hasil
kan konsep
dan jenis penugasan 7
strategi
pembelajar
an AUD
dan
menggunak
annya
untuk
menganalis
is kasus
pembelajar
an AUD.
tan mutu pembelajaran anak usia dini secara bertanggung jawab melalui
jaran yang inovatif untuk anak usia dini yang sesuai dengan tahapan
dalam kehidupan pertumbuhan dan perkembangan
nyata abad 21.
13- Praktik Langkah-langkah
15 menerapkan menyusun
rancangan skenario rancangan/skenario
pembelajaran
pembelajaran
melalui peer
teaching atau kelas
riil dan membuat
rekaman
pembelajaran yang
siap
dipublikassikan di
media sosial.
16 UAS
AS
Daftar Rujukan
1. Darmadi. (2018). Guru Abad 21. Guepedia. https://books.
an anak usia dini serta perkembangan IPTEKS dan tuntutan kompetensi
Mahasiswa UA Portofolio
mempraktikkan hasil
skenario
pembelajaran penugasan 8
inovatif melalui
peer Portofolio
teaching/kelas riil hasil proyek
dan penyusunan
mempublikasikan rancangan
nya di media pembelajaran
sosial sebagai dan laporan
bentuk validasi sitasi di media
publik
sosial.
U UAS
S
.google.co.id/books?id=-
XIV
aFqDwAAQBAJ&pg=PA116&dq=tantangan+abad+21&
Q6wEwBHoECAkQAQ#v=onepage&q=tantangan abad 2
2. Delina. (2018). Tantangan Menghadapi Abad 21. Sumber
http://disdik.jabarprov.go.id/news/751/tantangan-mengha
3. Foundation, T. L. (2018). Learning Trough Play. UNICE
file:///C:/Users/USER/AppData/Local/Temp/UNICEF-Le
4. Kemendikbud. (2015). Kurikulum Pendidikan Anak Usia
5. Latip, A. (2018). 4 Kompetensi Guru di Era Revolusi Indu
https://www.kompasiana.com/altip/5bfcab25aeebe161c77
6. NYC. (2020). Early Childhood Learning. NYC Departem
https://www.schools.nyc.gov/learning/student-journey/gra
7. Sutama, I Wayan, D. (2017). Peningkatan Keterampilan B
usia 3-4 Tahun di PAUD/TK Tunas Harapan Blitar.
8. Sutama, I Wayan, D. (2018). Pengembangan Model Pemb
Anak Usia 5-6 Tahun.
9. Sutama, I.W., Gonadi, L., & Anisa, N. (2019). Developin
early childhood. International Journal of Innovation, Cre
10. Sutama, I Wayan. (2016). Kemampuan Guru dalam Mela
Kecamatan Tumpang, Malang.
11. Thomas, A., & Thorne, G. (2009). How to Increase Highe
&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwj619Ls16zrAhUEcCsKHQnPC8c
21&f=false
r Berita Dari Dinas Pendidikan Jawa Barat.
adapi-abad-21
EFEducation Section, Programme Division.
ego-Foundation-Learning-through-Play.pdf
Dini, Apa, Mengapa dan Bagaimana. Kemendikbud.
ustri 4.0.
72f98f/4-kompetensi-guru-di-era-revolusi-industri-4-0?page=3
ment of Education.
ade-by-grade/early-childhood-learning
Bertanya Melalui Penerapan Pendekatan Saintifik pada anak
belajaran Berbasis Higer Order Thinking Skills (HOTS) untuk
ng learning models to increase higher order thinking skills in
eativity and Change, 5(5).
aksanakan Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik di TK se
er Order Thinking, Metairie, LA: Center for Development and
Learning.
12. thya, Q. (2016). Higher Order Thinking in The Kindergar
13. Duch, B. J., Groh, S. E, & Allen, D. E. (2001). The power
14. Foundation, T. L. (2018). Learning Trough Play. UNICEF
file:///C:/Users/USER/AppData/Local/Temp/UNICEF-Le
15. King, Goodson, R. 2000. (2000). Higher Order Thinking
Evaluation Educational Services Program. A publication
for Advancement of Learning and Assessment. www.cala
16. Lewis A, S. D. (1993). Defining Higher Order Thinking.
Thinkin).
17. NTCM. (1989). Curriculum and Evaluation Standards fo
Mathematics.
18. Yen, Tan Shin,& Halili, S. hajar. (2015). Effective Teach
Journal of Distance Education and E-Learning, Volume 3
19. Zohar, A. (2004). Two Possible Pedagogies for Teaching
Knowledge Construction. In Higher Order Thinking in Sc
Professional Development (pp. 121–137). Springer Nethe
((http://teoribagus.com/paradigma-pendidikan-indonesia-
20. (Nurhayatidan Dwi Harianti, https://sibatik.kemdikbud.go
diakses tgl. 23 September 2020).
rten Classroom. ww.theelementaryhelper.com/about/#
r of problem-based learning. Stylus.
FEducation Section, Programme Division.
ego-Foundation-Learning-through-Play.pdf
Skills (Definitions, Teaching, & Assesment). In Assessment &
n of the Educational Services Program, now known as the Center
a.fsu.edu
Theory Into Practice, 32(Issue 3: Teaching for Higher Order
or School Mathematics. National Council of Teachers of
hing Of Higher-Order Thinking (Hot) In Education. The Online
3(Issue 2).
Higher Order Thinking: Transmission of Information Versus
cience Classrooms: Students’ Learning and Teachers’
erlands. https://doi.org/10.1007/978-1-4020-1854-1Supriadi
-abad-21)
o.id/inovatif/assets/ file_upload/pengantar/pdf/ pengantar_5.pdf,
XVI
21. https://www.google.com/search?q=taksonomi++ranah+si
BpAQ2-
22. Doyle: https://www.thoughtco.com/critical-thinking-defin
23. (https://www.equinix.sg/resources/analyst-reports/diakses
24. (https://www.google.com/search?safe=strict&client=firef
ikap&tbm=isch&ved=2ahUKEwjJseOk1__rAhUH23MBHRXW
nition-with-examples-2063745,
s 24-09-2020)
fox-b-d&ei/diakses 24-09-2020
e-Modul 1
PENDAHULUAN
_____________________________________________
I Wayan Sutama
A. Latar Belakang
Abad ke 21 ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
sangat pesat dan berdampak pada perubahan aspek-aspek kehidupan, termasuk di
dalamnya adalah bidang pendidikan. Di sisi yang lain, untuk dapat hidup secara
berkelanjutan di era digital dituntut kompetensi keterampilan berpikir kritis, inovatif
dan kreatif, kolaboratif dan membangun networking serta berkomunikasi (Rayinda
Dwi Prayogi1 2019). Oleh karena itu diperlukan literasi digital, numerik, bahasa,
ekonomi, sosial, sosial, budaya dan informasi (Atika dan Westhisi 2019). Hal ini
diperlukan agar sumber daya manusia menjadi lebih adaptif dan produktif sehingga
dapat menjaga eksistensinya ke depan. Sumber daya manusia yang berkualitas, dapat
dikembangkan dengan salah satu cara yaitu penerapan strategi pembelajaran yang
dapat memfasilitasi terpicunya higher order thinking skills mulai dari jenjang
pendidikan anak usia dini. Sementara saat ini seluruh dunia juga dilanda pandemi
Covid-19, yang menggeser pola pembelajaran tatap muka menjadi belajar secara dalam
jaringan (daring). Hal ini memerlukan fasilitasi agar anak dapat belajar di mana saja,
kapan saja dan dari berbagai sumber. Untuk keperluan tersebut, khusus untuk
mahasiswa PGPAUD diperlukan bahan belajar yang dinamis, menarik dan dapat
dipelajari secara mandiri tanpa batas waktu berupa e-Modul.
Pengembangan e-Modul diperlukan untuk memfasilitasi mahasiswa program S1
PGPAUD dalam mengikuti perkuliahan Strategi Pembelajaran Anak Usia Dini,
sehingga mereka dapat mempelajari substansi kajian strategi pembelajaran baik makro
maupun mikro secara mandiri mengingat kondisi saat ini belum dimungkinkan
1
terjadinya perkuliahan tatap muka. Selain itu, ke depan dengan konsep merdeka belajar
dan kampus merdeka (MBKM), keperluan untuk bahan ajar bersifat digital sangat
mendesak sehingga akses perkuliahan menjadi semakin dinamis, efektif dan efisien,
dengan memanfaatkan teknologi. Dengan demikian, ruang gerak perkuliahan semakin
luas dan mengglobal.
Tujuan khusus pengembangan e-Modul ini adalah untuk menghasilkan modul
berbasis digital, yang dengan mudah dapat diakses oleh mahasiswa sehingga mereka
dapat belajar secara mandiri dan kolaboratif berbasis digital. Hal ini menjadi suatu
kebutuhan mutlak karena di era digital penggunaan teknologi menjadi hal yang sangat
penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Penggunaan e-
learning di dunia pendidikan adalah bentuk pengembangan dari teknologi
informasi pendidikan, dimana teknologi informasi memiliki beberapa tujuan dan
pemanfaatan yaitu (1) memperbaiki competitive positioning; (2) meningkatkan
brand image; (3) meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran;
(4) meningkatkan kepuasan mahasiswa; (5) meningkatkan pendapatan; (6)
memperluas basis mahasiswa; (7) meningkatkan kualitas pelayanan; (8)
mengurangi biaya operasi; dan (9) mengembangkan produk dan layanan baru
(Afrizawati, Paisal 2016).
Berdasarkan pendapat di atas, urgensi pengembangan e-Modul ini adalah untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran, kepuasan mahasiswa,
memperluas basis dan akses mahasiswa, kualitas layanan, mengurangi biaya
operasional perkuliahan dan sebagai bentuk pengembangan produk dan layanan baru
kepada mahasiswa. Melalui e-Modul, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar
yang utuh, karena dikemas secara blended learning dengan mengkombinasikan multi
sumber, multi metode, multi media dan pemanfaatan teknologi informasi secara
maksimal. Hal ini akan dapat memicu kemampuan berpikir kritis dan evaluatif,
kreativitas, inovasi dan produktivitas melalui proses belajar yang bersifat kolaboratif
(dalam pembelajaran daring dapat menggunakan google docs) dan terbiasa
2
mempublikasikan ide, gagasan dan produknya sehingga mahasiswa dapat memperbaiki
competitive positioning; brand image dan meningkatkan pendapatannya.
B. Petunjuk
Saudara, di era pandemi Covid 19 dan tantangan abad ke 21, lebih banyak
menuntut adanya pengembangan kompetensi tanpa tersekat oleh ruang dan waktu.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini, penulis berupaya untuk memfasilitasi Anda
untuk mempelajari Strategi Pembelajaran untuk Anak Usia Dini. Berikut disampaikan
petunjuk penggunaan e-Modul ini.
a. Bacalah stimulan materi berikut dengan cermat, dan lakukan analisis terkait
fenomena sehari-hari.
b. Kerjakanlah tugas-tugas yang mengikuti sebagai bentuk implementasi dari
penguasaan Anda terhadap materi yang telah dibaca/pelajari, dan kirimkan ke
alamat e-mail [email protected]
c. Berlatihlah mengerjakan soal-soal latihan secara mandiri dan kirimkan melalui akun
yang telah disediakan. Pengerjaan soal-soal latihan dilakukan melalui google form
dengan akses yang disediakan oleh penulis.
C. Kompetensi
Setelah mengikuti pembelajaran melalui e-Modul ini, Anda diharapkan dapat
menguasai hal-hal berikut.
1. Terampil menganalisis berbagai konsep dan teori tentang model, pendekatan,
strategi, metode, teknik dan prosedur pembelajaran anak usia dini dengan
memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
2. Mampu memilih dan menerapkan model, pendekatan, strategi, metode, teknik dan
prosedur yang sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak usia
dini dalam peningkatan mutu pembelajaran anak usia dini secara bertanggung
jawab dalam bentuk rancangan pembelajaran
3. Mampu berkontribusi dalam peningkatan mutu pembelajaran anak usia dini secara
bertanggung jawab melalui pembuatan rancangan pembelajaran untuk anak usia
dini yang sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini
D. Ruang Lingkup
Untuk memperoleh wawasan yang utuh mengenai strategi pembelajaran untuk anak usia
dini, bahan kajian yang akan disajikan melalui e-Modul ini adalah sebagai berikut.
1. Konsep dasar belajar dan pembelajaran untuk anak usia dini
2. Konsep dasar strategi pembelajaran untuk anak usia dini.
3. Konsep dasar pendekatan pembelajaran untuk anak usia dini
4. Konsep dasar model pembelajaran untuk anak usia dini
5. Konsep dasar metode pembelajaran untuk anak usia dini
6. Konsep dasar teknik dan prosedur pembelajaran untuk anak usia dini
E. Daftar Rujukan
Afrizawati, Paisal, dan M. Yusuf. 2016. “Pengaruh E-Learning Dalam Pengembangan
Teknologi Informasi Pendidikan di Politeknik Negeri Sriwijaya (Rekayasa Dan Non
Rekayasa).” Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya 14(4).
Atika, Ifat Fatimah ZahroAyu RissaSharina Munggaraning, dan Westhisi. 2019. “Strategi
Pembelajaran Literasi Sains Untuk Anak Usia Din.” POTENSIA 4(2):123–30.
Rayinda Dwi Prayogi1, Rio Estetika. 2019. “Kecakapan Abad 21: Kompetensi Digital
Pendidik Masa Depan.” Manajemen Pendidikan 14(2).
4
e-Modul 2
HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN UNTUK
ANAK USIA DINI
____________________________________________________________________
I Wayan Sutama
A. Pengantar
Selamat datang di e-Modul 2 Strategi Pembelajaran untuk Anak Usia Dini. Pada
kesempatan ini saudara akan mengeksplorasi dan mengkaji hakikat belajar dan
pembelajaran untuk anak usia dini. Pada e-Modul 2 ini terdiri dari 4 kegiatan, yaitu
pendalaman materi, forum diskusi, tugas terstruktur dan evaluasi. Silakan saudara
mengikuti semua kegiatan belajar pada e-Modul 2 ini, sehingga nilai portofolio saudara
menjadi maksimal. Selamat belajar.
B. Petunjuk
Untuk memberikan pengalaman belajar yang luas dan mendalam, silakan anda
ikuti setiap kegiatan yang ada di e-Modul 2 ini. Pertama, silahkan Anda baca materi
yang sudah disediakan. Selanjutnya, silakan saudara berdiskusi dengan teman sejawat
mengenai topik/masakah yang sudah disediakan, dan laporkan hasilnya ke
[email protected] dalam bentuk file word atau aplikasi lainnya yang setara.
Selanjutnya silakan saudara untuk menjawab soal-soal evaluasi untuk mengukur
capaian belajar Anda. Saudara harus aktif berdiskusi dan akan terlacak dari rekaman
webmeetig. Sementara hasil diskusi segera dilaporkan ke dosen pembina.
C. Tujuan
Setelah mempelajari e-Modul 2 ini, Anda diharapkan memiliki pengetahuan, sikap
dan keterampilan sebagai berikut.
1. Memiliki kepekaan dan perhatian terhadap proses belajar anak usia dini di
lingkungan sekitar saudara.
2. Menghubungkan antara kegiatan bermain, dan belajar bagi anak usia dini.
3. Merumuskan cara mengelola kegiatan bermain yang membelajarkan untuk anak
usia dini.
4. Mengidentifikasi modalitas belajar anak usia dini dan implementasinya dalam
pembelajaran untuk anak usia dini.
5. Terampil dalam mengadaptasi kegiatan bermain yang membelajarkan sesuai
dengan kompetensi abad 21 untuk anak usia dini.
D. Kegiatan Belajar
1. Pendalaman Materi
Bacalah dengan seksama materi berikut ini.
a. Karakteristik Belajar Anak Usia Dini
Bagaimana persepsi Anda ketika melihat anak usia dini dalam kesehariannya?
Hal apakah yang mereka lakukan? Bagaimana ekspresi mereka ketika diberi
kebebasan oleh orang tuanya bermain? Berapa persen waktu yang dihabiskan oleh
anak-anak untuk bermain? Permainan apa saja yang mereka sukai?
Gambar 2.1. Suasana anak bermain pasir (Sumber:
https://www.popmama.com/kid/1-3-years-old/faela-shafa/manfaat-bagi-anak-
yang-suka-main-pasir)
Yang paling jelas tampak adalah anak mengeksplorasi lingkungannya untuk
memenuhi rasa ingin tahunya. Secara imajinatif, anak memperlakukan benda-
benda yang ada di sekitarnya. Mereka aktif bergerak, bertanya, memanipulasi
6
permainannya dan sampai bermain konstruktif. Mulai dari bermain bebas sampai
bermain yang terbimbing dan terarah.
Tidak ada kata lelah pada mereka untuk bermain. Hanya saja kadang-kadang
orang tua memaksa anaknya untuk
berhenti bermain dan memilih
mengajak anaknya tidur. Kalau
begitu pertanyaan berikutnya
adalah kapan anak belajar dan
bagaimana mereka melakukan
aktivitas belajar?
Gambar 2.2. Anak bermain konstruktif (Sumber: Sutama doc).
Anak usia Dini merupakan individu yang unik, yang memiliki kekhasan
dalam tumbuh kembangnya, sehingga pada masa ini seringkali disebut dengan
masa keemasan (golden age). Sejak lahir, anak-anak sesungguhnya telah memiliki
beragam potensi kecerdasan yang dapat dikenal dengan istilah kecerdasan jamak
(Multiple Intelligences). Anak-anak tumbuh dan berkembang dengan pesat di
masa ini, pemberian stimulasi yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap
optimalisasi potensi kecerdasan yang mereka miliki. Anak akan cepat dan mudah
menerima berbagai stimulasi dari orang-orang di sekitarnya melalui proses imitasi
dan adaptasi. Pelaksanaan pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik
anak usia dini membantu anak-anak untuk mengoptimalkan berbagai potensi
kecerdasan yang dimilikinya. Ciri khas anak di masa usia dini berpengaruh pada
bentuk pembelajaran yang diberikan kepada anak yaitu dengan cara bermain.
Adapun karakteristik belajar yang sesuai untuk anak usia dini menurut yaitu: 1)
anak belajar melalui bermain dan bernyanyi, 2) anak belajar dengan cara
membangun pengetahuan, 3) anak belajar secara alamiah, dan 4) anak belajar
sesuai perkembangannya, bermakna, menarik, dang fungsional (Masitoh, dkk.,
2013).
Bagaimana karakteristik belajar pada anak usia dini. (a) Anak usia dini
belajar melalui bermain, pengalaman, dan hubungan positif
(https://www.schools.nyc.gov/learning/student-journey/grade-by-grade/early-
childhood-learning). (b) Melalui bermain anak dapat berimajinasi, berpura-pura,
membuat, mengeksplorasi, menyelidiki, berkomunikasi, bertanya, berbicara,
mendengarkan, berpikir, merasa, sentuhan dan bau. (3) Bermain melibatkan
negosiasi, pemecahan masalah, mengambil risiko, mencoba hal baru, melihat
bagaimana segala sesuatu bekerja. (4) Mereka akan belajar tentang diri mereka
sendiri dan orang lain belajar aturan bermain, berteman, mengembangkan
hubungan partnership dan mempercayai orang di sekitar mereka, para pendidik
dan anak lainnya. (5) Bermain memberi anak kesempatan untuk merayakan,
mencapai, gagal, berhasil, membuat kesalahan, praktek, menguji informasi baru
atau keterampilan, membentuk opini dan menguasai keterampilan dan
pengetahuan baru (file:///C:/Users/USER/ AppData/Local/
Temp/learning_through_play---English. pdf).
Gambar 2.3. Anak bermain bebas (Sumber: Sutama doc)
Jadi apa pun yang ada di sekitar anak, akan dimanipulasi sesuai dengan
imajinasinya, dan berimajinasi sesuai dengan pola perkembangannya masing-
masing. Oleh karena itu, pendidik dan orang tua sebaiknya menyediakan loose
parts yang kaya di lingkungan anak, sehingga dapat dimanipulasi secara kreatif,
8
bebas dari intervensi orang lain. Pendamping belajar anak dapat berperan sebagai
profokator terjadinya proses bermain, memberi kesempatan kepada anak agar
inisiatif bermain muncul dari anak, bukan atas perintah orang lain. Termasuk pula
dalam hal asesmen, proses bermain anak menjadi dasar dalam melakukan
asesmen, dan bukan apa yang diharapkan oleh orang lain. Dengan demikian anak
tidak memiliki beban dalam bermain, karena perspektif pendidik adalah
bagaimana anak tumbuh dan berkembang dengan optimal sesuai dengan
karakteristik anak masing-masing.
Tahapan perkembangan bermain terdiri dari bermain bebas, bermain
terbimbing dan bermain terarah. Pada tahap bermain bebas, anak melakukan
aktivitas secara mandiri tanpa campur tangan dari orang lain. Anak bebas
memanipulasi lingkungannya dan memperlakukannya sesuai dengan
imajinasinya. Hasil bermain bukan ukuran keberhasilan anak, tetapi rasa senang
dan puas merupakan bagian dari kegiatan bermainnya. Pada tahap bermain
terbimbing, anak-anak memerlukan stimulasi dan pendampingan serta motivasi
dari pihak eksternal. Hanya saja, peran pihak eksternal (pendidik, orang tua atau
pendamping) memberikan stimulasi dan selama proses anak memerlukan
motivasi dan intervensi dari orang lain. Pada tahap bermain terarah, orang lain
hanya memberikan arahan mengenai aktivitas bermainnya, dan selanjutnya anak
(bersama kelompok bermainnya) berinisiasi untuk mulai bermain, menyepakati
aturan bermain, menetapkan peran masing-masing dan secara kolaboratif
menyelesaikan permainannya. Pihak eksternal hanya memantau perkembanan
anak, melakukan asesmen dan berdiskusi mengenai proyek bermainnya.
Untuk memfasilitasi perkembangan bermain tersebut, pendidik, orang tua dan
pendamping perlu menyediakan lingkungan bermain kondusif dan menantang.
Dikatakan kondusif, agar anak-anak merasa nyaman untuk bermain, tanpa ada
ancaman yang dapat membahayakan pertumbuhan dan perkembangannya.
Dikatakan menantang adalah bahwa lingkungan bermain dapat memberikan
motivasi dan menumbuhkan rasa ingin tahu, mengembangkan kemampuan
berpikir kritis dan memecahkan masalah, serta dapat menyebabkan secara kreatif
mencari alternatif penyelesaian masalahnya baik secara individual maupun
kelompok. Anak terbiasa dengan tantangan, agar dapat menumbuhkan rasa
percaya diri dan eksistensi diri yang kuat. Pendidik dan orang tua berkewajiban
memberikan lingkungan yang menantang, sehingga anak menjadi inisiator-
inisiator dalam kehidupannya, sehingga anak memiliki kecerdasan komprehensif
dan kompetitif. Anak mengalami perkembangan pada kecerdasan jamaknya
(logic and mathematic, visual and spatial, inter and intrapersonal, musical
rithmic, natural and existential intellegencies). Sementara kompetitif mengarah
pada kepribadian yang unggul, dan gandrung akan keunggulan, bersemangat
juang tinggi, mandiri, pantang menyerah, pembangun dan pembina jejaring,
bersahabat dengan perubahan, inovatif dan menjadi agen perubahan, produktif,
sadar mutu, berorientasi global dan menjadi pebelajar sepanjang hayat.
b. Karakteristik Pembelajaran Anak Usia Dini
Ciri khas pada anak usia dini memberikan pengaruh terhadap bentuk
pembelajaran yang diberikan kepada anak. Bentuk pembelajaran yang tepat bagi
anak adalah pembelajaran berbasis pada bermain (play based learning). Menurut
Edward, S. (2017) pembelajaran berbasis bermain merupakan dasar dari
pelaksanaan pendidikan untuk anak usia dini, karena dengan bermain anak-anak
dapat mengeksplorasi ide, bereksperimen dengan materi dan mengungkapkan
pemahaman atau pengetahuan-pengetahuan baru yang diperolehnya dari aktivitas
bermain. Bermain menurut pandangan teori perkembangan manusia dianggap
sebagai sumber belajar utama dalam pembelajaran anak usia dini. Merujuk pada
pendapat Piaget dalam Day (1994) bahwasannya bermain merupakan kendaran
untuk mengembangkan pengalaman belajar. Kegiatan bermain dapat memberikan
jalan bagi anak untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ditemukannya saat
bermain, mendapatkan makna yang beragam dalam berbahasa dan menyampaikan
gagasan, ketika anak menunjukkan dan menemukan kebutuhan-kebutuhan
emosinya. Selain itu melalui bermain, anak juga berlatih untuk menemukan
10
beragam aturan baru dan melakukan berbagai aktivitas dengan baik dan penuh
percaya diri. Ketika anak bergerak selama bermain, maka perkembangan motorik
kasar dan motorik halusnya juga terstimulasi. Mereka juga belajar untuk
berinteraksi dengan teman sebaya dan orang dewasa ketika melakukan aktivitas
bermain (Bredekamp. 1982).
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital ini sangat pesat
sekali. Hampir setiap saat terjadi perubahan yang signifikan mulai dari bidang
ekonomi, sosial, budaya, politik termasuk di dalamnya sektor pendidikan. Fakta
menunjukkan bahwa (1) manusia dan segala sesuatunya terhubung dengan
jaringan internet, pengetahuan dan informasi cepat diterima dari seluruh penjuru,
dan pada akhirnya nilai-nilai baru dalam masyarakat akan muncul. (2) Berbagai
masalah sosial akan semakin sering bermunculan dan manusia akan terbebaskan
dari berbagai permasalahan. (3) kecerdasan buatan (artificial intellegence)
membebaskan manussia dari beban mengolah informasi dalam jumlah yang besar,
sehingga pekerjaan manusia menjadi semakin efektif dan efisien. (4) penggunaan
robot akan memperingan pekerjaan manusia.
Di balik berbagai kemudahan tersebut, maka berbagai jenis pekerjaan yang
semula ada akan menjadi hilang secara perlahan, terutama bidang pekerjaan yang
menggunakan sumber daya manusia yang menggunakan otot (pekerja kasar). Jika
sumber daya manusia yang disiapkan melalui pendidikan mengarah pada pekerja
kasar, maka akan menghasilkan pengangguran intelektual. Hal ini tentu akan
membahayakan kehidupan sosial, karena pada dasarnya mereka memiliki skill
yang cukup, tetapi bidang keahliannya tergantikan oleh produk artificial
intellegence.
Sebagaimana dikemukakan oleh Kamdi (2021) bahwa terjadi perubahan
paradigma pembelajaran sebagai berikut.
Gambar 2.4. Paradigna Pembelajaran (Sumber: Kamdi, Waras, 2021)
Mindset learning outcome pendidikan terjadi perubahan dari pencari kerja menuju
ke pencipta pekerjaan. Oleh karena itu, orientasi pembelajaran berubah dari
pelatihan dan pengembangan profesional menuju ke pengembangan kapabilitas.
Dari anak yang pasif atau sebagai pekerja menuju ke pebelajar yang utuh (whole
person). Pembelajaran yang berpusat pada keahlian atau pendidikan vokasional
perlahan berubah menuju ke pembelajaran berbasis kehidupan atau pembelajaran
tentang dunia nyata. Dari pedagogik menuju ke heutagogik, dan dari kurikulum
mono disiplin menuju ke multi disiplin, interdisiplin dan transdisiplin. Perubahan
paradigma pendidikan seperti ini tentu membawa konsekwensi pada bagaimana
mengelola pembelajaran sejak usia dini. Hal ini karena pendidikan anak usia dini
merupakan peletak dasar pengembangan karakter anak, sehingga ke depan mereka
dapat beradaptasi dan menjaga eksistensi dirinya secara optimal. Itulah sebabnya
pada kurikulum PAUD menekankan pada pendekatan tematik integratif sehingga
anak terbiasa berpikiran holistik, terpadu dan dapat meninjau sesuatu dari berbagai
dimensi.
12
Sebagai peletak dasar pengembangan karakter, lembaga PAUD memiliki
peran yang sangat signifikan dalam membangun karakter anak yang unggul,
bermoral dan beretika, religius, berintegritas, memiliki jiwa nasionalisme yang
tinggi, mampu bekerjasama dan memiliki otonomi. Selain itu lembaga PAUD juga
memiliki peran dalam menyiapkan anak yang kreatif, inovatif dan adaptif. Dalam
hal ini anak diharapkan memiliki jiwa kewirausahaan, bersahabat dengan
perubahan, menjadi pemecah masalah, mengambil keputusan, aktif menciptakan
sesuatu yang baru dan membangun jejaring. Oleh karena itu proses pembelajaran
menekankan pada proses belajar sepanjang hayat, sehingga anak mampu
beradaptasi, terbiasa dengan berbagai sumber belajar, belajar berkelanjutan dan
mengarah pada multi skills dan multi tasking. Di era digital ini pendidik
hendaknya menjadi model sebagai orang yang produktif pada bidang teknologi
informasi dan bukan semata-mata sebagai konsumen. Karakter lain yang juga
penting untuk dikembangkan adalah bagaimana menjadi warga dunia yang baik
tanpa meninggalkan atau kehilangan kultur/budaya bangsa sendiri.
Pengembangan karakter seperti ini menjadi tantangan terbesar dalam ERI 4.0 dan
Era Society 5.0, di mana anak harus siap dengan perbedaan, pemecahan masalah
dan penciptaan nilai-nilai, ketahanan, pendidikan keberlanjutan dengan teknologi
dan harmonis dengan lingkungan serta desentralisasi. Oleh karena itu pendidik
harus menguasai teknologi, pedagogi, dan isi pengetahuan yang luas dan
mendalam. Hal ini karena guru adalah salah satu model bagi anak usia dini dalam
belajar dan menjalani kehidupannya sehari-hari.
2. Forum Diskusi
Saudara, pada forum diskusi ini Anda akan mendiskusikan dengan teman sejawat
mengenai hal-hal berikut.
a. Di era digital ini, anak-anak cenderung bermain menggunakan gadget. Mereka
bebas mengakses berbagai konten permainan online. Bagaimana pendapat Anda
mengenai hal tersebut? Apakah model permainan seperti itu dapat membantu anak
mengembangkan aspek-aspek perkembangannya secara optimal?
b. Komang sekarang berusia 3 tahun. Ia aktif bermain bongkar pasang. Hampir
seluruh permainan yang dibelikan oleh orang tuanya dibongkar satu-persatu,
sehingga tidak ada yang utuh. Setelah semua alat permainannya terbongkar,
barulah ia menggunakan bagian-bagian alat permainannya itu untuk bermain. Jika
Anda sebagai pengasuh dan/atau orang tua/pendamping anak bermain, bagaimana
sebaiknya Anda bersikap? Beri alasan saudara jawaban saudara dan kaitkan
dengan teori belajar dan pembelajaran yang sesuai.
Silakan saudara diskusikan bersama teman sejawat @ 3-4 mahasiswa.
Jika anda belajar secara langsung (luar jaringan), anda dapat berdiskusi secara
tatap muka. Tetapi jika saudara belajar secara online, silakan Anda menggunakan
webmeeting dan menulis hasil diskusi anda melalui google doc.
3. Tugas Terstruktur
Saudara, untuk tugas terstruktur, silakan saudara membagi anggota kelas menjadi
6 kelompok. Masing-masing kelompok melakukan pengamatan yang mendalam
tentang bagaimana karakteristik bermain dan belajar anak usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, 2-
3 tahun, 3-4 tahun, 4-5 tahun dan 5-6 tahun. Amati pula bagaimana pendamping
memfasilitasi anak-anak tersebut bermain. Apakah intervensi pendamping mampu
memberikan stimulasi agar higher order thinking skills anak berkembang?
14
4. Evaluasi
Untuk mengukur capaian tujuan pembelajaran, jawablah soal-soal berikut ini.
Petunjuk pengerjaan soal:
Pilihlah jawaban yang benar pada soal-soal berikut ini.
1. Anak pada dasarnya bersifat unik yang membedakannya dengan anak lain.
Oleh karena itu penyikapan terhadap anak yang berbeda karakteristik anak
tersebut adalah….
A. Memberikan anak berkembang bebas secara individual sehingga
keunikannya tidak terkontaminasi dengan pengaruh dari luar.
B. Menghargai perbedaan individu setiap anak dengan cara memfasilitasi
perkembangan anak dan sebagai tolok ukur adalah capaian
perkembangan anak lainnya
C. Menyediakan layanan belajar dan bermain yang bersifat individual dan
indikator capaian perkembangan anak bersifat individual
D. Memfasilitasi perkembangan anak dengan memberikan pengalaman
belajar yang sesuai dengan tingkat perkembangannya masing-masing
E. Memberikana layanan pembelajaran inklusi sehingga terjadi sosialisasi
antara anak yang berkebutuhan khusus dengan anak yang normal,
sehingga tidak terjadi diskriminasi pada anak.
2. Kurnia senang sekali mengikuti ibunya ke mana pun pergi. Ia selalu
mempertanyakan mengenai apa yang dilihat dan dialaminya. Kemudian ia
suka menceritakan pengalamannya selama mengikuti ibunya kepada orang
lain. Hal ini menunjukkan bahwa Kurnia….
A. memiliki bahasa ekspresif yang bagus
B. sedang memiliki masa peka di bidang kemampuan berbahasa dan
imitasi perilaku ibunya
C. memiliki kelebihan di bidang koordinasi kognitif dan bahasa
dibandingkan dengan teman sebayanya
D. mengidolakan ibunya dan selalu merasa nyaman jika sedang bersama
ibunya
E. memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berada pada masa peka
berbahasa ekspresif
3. Dalam pembelajaran untuk anak usia dini, menekankan pada pendekatan
tematik integratif, sebab tema dipilih sesuai dengan minat anak dan tingkat
perkembangannya. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan
bahwa….
A. Pernyataan benar, alasan benar dan ada hubungan sebab akibat
B. Pernyataan benar, alasan benar tetapi tidak ada hubungan sebab akibat
C. Pernyataan benar alasan salah
D. Pernyataan salah alasan benar
E. Pernyataan dan alasan salah
4. Salah satu unsur dalam pembelajaran berbasis STEAM adalah engeenering.
Di antara pernyataan berikut ini yang menunjukkan engeenering adalah….
A. Anak bermain tali dari hasil kreasinya sendiri
B. Anak membuat jembatan menggunakan lose part untuk membantu
temannya yang terisolasi akibat banjir
C. Anak memiliki banyak pilihan permainan untuk merekonstruksi
jembatan yang rusak akibat banjir
D. Anak menyimpulkan faktor penyebab dan akibatnya jika jembatan
penyebrangan tidak berfungsi
E. Anak memindahkan benda menggunakan teknologi sederhana seperti
pengungkit.
5. Orang tua memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk bermain dan
mengakses informasi melalui gadget yang dimilikinya, sebab dengan
bermain melalui gadget, berarti melatih anak untuk menguasai literasi
digital. Berdasarkan kasus tersebut, maka pernyataan berikut ini yang
paling tepat adalah….
A. Pernyataan benar, alasan benar dan ada hubungan sebab akibat
B. Pernyataan benar, alasan benar tetapi tidak ada hubungan sebab akibat
C. Pernyataan benar alasan salah
16
D. Pernyataan salah alasan benar
E. Pernyataan dan alasan salah
E. Daftar Rujukan
Bredekamp. 1982. Developmentally Appropriate Practice in Early Childhood
Programs Serving From Birth Through Age 8.No Title. Washington: NAEYC.
Day, Barbara. 1994. Early Childhood Education, Developmental Experiential
Teaching dan Learning,. New York: Macmillan Publishing Company.
Masitoh, Dkk. 2013. Strategi Pembelajaran TK.. Jakarta: Universitas Terbuka.
Elena Bodrova, PhD, Deborah J. Leong, PhD. 2010. “Curriculum and Play in Early
Child Development.” Encyclopedia on Early Childhood Development.
Faulinda Ely Nastiti, Aghni Rizqi Nimal Abdu. 2020. “Kajian: Kesiapan Pendidikan
Indonesia Menghadapi Era Society 5.0.” Neliti 5(1).
Sutama, I wayan, dkk. 2021. “Pengembangan E-Modul ‘Bagaimana Merancang dan
Melaksanakan Pembelajaran untuk Memicu HOTS Anak Usia Dini melalui
Open Ended Play’ Berbasis Ncesoft Flip Book Maker e.” seling 7(1).
Kemdikbud, pengelola web. 2017. “Pendidikan Karakter Dorong Tumbuhnya
Kompetensi Anak Abad 21.” Kemendikbud. Diambil
(https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/06/pendidikan-karakter-dorong-
tumbuhnya-kompetensi-anak-abad-21).
King, Goodson, Rohani. 2000. “Higher Order Thinking Skills (Definitions, Teaching,
& Assesment).” in Assessment & Evaluation Educational Services Program. A
publication of the Educational Services Program, now known as the Center for
Advancement of Learning and Assessment.
Lewis A, Smith D. 1993. “Defining Higher Order Thinking.” Theory Into Practice
32(Issue 3: Teaching for Higher Order Thinkin).
Mackenzie, Amy Cutter, Susan Edwards, Deborah Moore and Wendy Boyd. 2014.
Young Children’s Play and Environmental Education in Early Childhood
Education. New York: Springer Cham Heidelberg.
Montessory. 2014. A PARENT’S GUIDE TO RAISING A CURIOUS AND
RESPONSIBLE HUMAN BEING.
Nesbit. 2007. “Image:Blooms Cognitive Domain.PNG, Public Domain.” King of
Hearts.
Rymanowicz, Kylie. 2015. “No Title.” Michigan State University Extension. Diambil
(https://www.canr.msu.edu/news/out_of_the_box_playing_with_empty_boxes_
is_not_only_fun_its_educational)).
Semlin, Brian. 2018. “Open-Ended Play: What it is and How it Benefits Your Child.”
Strictly Briks. Diambil 8 Desember 2021 (https://strictlybriks.com/blog/open-
ended-play-what-it-is-and-how-it-benefits-your-child/).
Sutama, I Wayan, Dkk. 2017. No TitlePeningkatan Keterampilan Bertanya Melalui
Penerapan Pendekatan Saintifik pada anak usia 3-4 Tahun di PAUD/TK Tunas
Harapan Blitar. Malang.
Sutama, I Wayan, Dkk. 2018. Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Higer
Order Thinking Skills (HOTS) untuk Anak Usia 5-6 Tahun. Malang.
Tanumiharjo, Virginia. 2016. “Open Ended Play.” Diambil 24 Agustus 2021
(https://sites.google.com/site/duniabermainattaya/bundabelajar/catatan-rumah-
main-anak/openendedplay).
Thomas, A., dan G. Thorne. 2009. “How to Increase Higher Order Thinking,
Metairie, LA: Center for Development and Learning.”
Wijayanti, Damar. 2021. “Jangan Merasa Bersalah Membiarkan Anak Main Sendiri.”
Woot Woot Toys. Diambil 24 Agustus 2021 ttps://wootwoottoys.com/author/
damar/).
18